Anda di halaman 1dari 23

KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR

Delapan keterampilan dasar mengajar adalah sebagai berikut : 1.

a. Keterampilan Menjelaskan adalah suatu keterampilan menyajikan bahan belajar yang


diorganisasikan secara sistematis sebagai suatu kesatuan yang berarti, sehingga mudah
dipahami para peserta didik. a.

Prinsip-prinsip menjelaskan -

Penjelasan harus disesuaikan dengan kemampuan dan karakteristik peserta didik -

Penjelasan harus diselingi tanya jawab -

Materi penjelasan harus dikuasai secara baik oleh guru -

Penjelasan harus sesuai dengan tujuan pembelajaran -

Materi penjelasan harus bermanfaat dan bermakna bagi peserta didik -

Dapat menjelaskan harus disertai dengan contoh-contoh yang kongkrit dan dihubungkan
dengan kehidupan b.

Aspek-aspek yang harus diperhatikan dalam menjelaskan -

Bahasa yang digunakan dalam menjelaskan harus sederhana, terang dan jelas -

Bahan yang akan diterangkan dipersiapkan dan dikuasai terlebih dahulu -

Pokok-pokok yang diterangkan harus disimpulkan -

Dalam menjelaskan serta dengan contoh dan ilustrasi -

Adakan pengecekan terhadap tingkat pemahaman peserta didik melalui pertanyaan-


pertanyaan 2.

Keterampilan Bertanya a.

Keterampilan bertanya merupakan ucapan atau pertanyaan yang dilontarkan guru yang
menuntun respon atau jawaban dari peserta didik b.

Keterampilan bertanya bertujuan untuk : -

Memotivasi peserta didik agar terlibat dalam interaksi belajar -

Melatih kemampuan mengutarakan pendapat -


Merangsang dan meningkatkan kemampuan berfikir peserta didik -

Melatih peserta didik berfikir divergen -

Mencapai tujuan belajar http://mileniansa2009.blogspot.com


c.

Jenis-jenis pertanyaan -

Pertanyaan langsung, yaitu pertanyaan yang ditujukan kepada salah satu peserta didik -

Pertanyaan umum dan terbuka, yaitu pertanyaan yang ditujukan kepada seluruh kelas -

Pertanyaan retorik, yaitu pertanyaan yang tidak menghendaki jawaban -

Pertanyaan faktual, yaitu pertanyaan untuk menggali fakta dan informasi -

Pertanyaaan yang diarahkan kembali, yaitu pertanyaan yang dikembalikan kepada peserta
didik atas pertanyaan peserta didik lain -

Pertanyaan memimpin (Leading Question) yaitu pertanyaan yang jawabannya tersimpul


dalam pertanyaan itu sendiri d.

Prinsip-prinsip bertanya -

Pertanyaan hendaknya mengenai satu masalah saja. Berikan waktu berfikir kepada
peserta didik -

Pertanyaan hendaknya singkat, jelas dan disusun dengan kata-kata yang sederhana -

Pertanyaan didistribusikan secara merata kepada para peserta didik -

Pertanyaan langsung sebaiknya diberikan secara random -

Pertanyaan hendaknya disesuaikan dengan kemampuan dan kesiapan peserta didik -

Sebaiknya hindari pertanyaan retorika atau leading question e.

Teknik-teknik dalam bertanya -

Tekhnik menunggu -

Tekhnik menguatkan kembali -

Tekhnik menuntun dan menggali -


Tekhnik mekacak 3.

Keterampilan Menggunakan Variasi a.

Pengertian penggunaan variasi merupakan keterampilan guru dalam menggunakan


bermacam kemampuan untuk mewujudkan tujuan belajar peserta didik sekaligus
mengatasi kebosanan dan menimbulkan minat, gairah dan aktivitas belajar mengajar yang
efektif. http://mileniansa2009.blogspot.com
b.

Tuujuan penggunaan variasi dalam proses belajar mengajar adalah untuk : -

menghilangkan kejemuan dalam mengikuti proses belajar -

mempertahankan kondisi optimal belajar -

meningkatkan perhatian dan motivasi peserta didik -

memudahkan pencapaian tujuan pengajaran c.

Jenis-jenis variasi -

variasi dalam penggunaan media -

variasi dalam gaya mengajar -

variasi dalam penggunaan metode -

variasi dalam pola interaksi yaitu gunakan pola interaksi multi arah d.

Prinsip-prinsip penggunaan variasi dalam pengajaran -

gunakan variasi dengan wajar, jangan dibuat-buat -

perubahan satu jenis variasi ke variasi lainnya harus efektif -

penggunaan variasi harus direncakan dan sesuai dengan bahan, metode, dan karakteristik
peserta didik 4.

Keterampilan Memberi Penguatan a.

Memberi penguatan atau reincorcement merupakan tindakan atau respon terhadap suatu
bentuk perilaku yang dapat mendorong munculnya peningkatan kualitas tingkah laku
tersebut di saat yang lain. b.

Tujuan menggunakan keterampilan memberi penguatan dalam pengajaran untuk : -


Menimbulkan perhatian peserta didik -

Membangkitkan motivasi belajar peserta didik -

Menumbuhkan kemampuan berinisiatif secara pribadi -

Merangsang peserta didik berfikir yang baik -

Mengembalikan dan mengubah sikap negatif peserta dalam belajar ke arah perilaku yang
mendukung belajar c.

Jenis-jenis penguatan -

Penguatan Verbal -

Penguatan Gestural -

Penguatan dengan cara mendekatinya -

Penguatan dengan cara sambutan http://mileniansa2009.blogspot.com


-

Penguatan dengan memberikan kegiatan yang menyenangkan -

Penguatan berupa tanda atau benda d.

Prinsip-prinsip penguatan -

Dilakukan dengan hangat dan semangat -

Memberikan kesan positif kepada peserta didik -

Berdampak terhadap perilaku positif -

Dapat bersifat pribadi atau kelompok -

Hindari penggunaan respon negative 5.

Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran a.

Keterampilan membuka pelajaran adalah usaha guru untuk mengkondisikan mental


peserta didik agar siap dalam menerima pelajaran. Dalam membuka pelajaran peserta
didik harus mengetahui tujuan yang akan dicapai dan langkah-langkah yang akan
ditempuh. Keterampilan menutup pelajaran adalah keterampilan guru dalam mengakhiri
kegitan inti pelajaran. Dalam menutup pelajaran, guru dapat menyimpulkan materi
pelajaran, mengetahui tingkat pencapaian peserta didik dan tingkat keberhasilan guna
dalam proses belajar mengajar. b.

Tujuan membuka dan menutup pelajaran adalah : -

Untuk menimbulkan minat dan perhatian peserta didik terhadap pelajaran yang akan
dibicarakan -

Menyiapkan mental para peserta didik agar siap memasuki persoalan yang akan
dibicarakan -

Memungkinkan peserta didik mengetahui tingkat keberhasailan dalam pelajaran -

Agar peserta didik mengetahui batas-batas tugasnya yang akan dikerjakan c.

Prinsip-prinsip membuka dan menutup pelajaran -

Dalam membuka pelajaran harus memberi makna kepada peserta didik, yaitu dengan
menggunakan cara-cara yang relevan dengan tujuan dan bahan yang akan disampaikan -

Hubungan antara pendahuluan dengan inti pengajaran serta dengan tugas-tugas yang
dikerjakan sebagai tindak lanjut nampak jelas dan logis
http://mileniansa2009.blogspot.com
-

Menggunakan apersepsi yaitu mengenalkan pokok pelajaran dengan menghubungkannya


terhadap pengetahuan yang sudah diketahui oleh peserta didik. 6.

Keterampilan Mengajar Kelompok Kecil dan Perseorangan a.

Keterampilan mengajar kelompok kecil adalah kemampuan guru melayani kegiatan


peserta didik dalam belajar secara kelompok dengan jumlah peserta didik berkisar antara
3 hingga 5 orang atau paling banyak 8 orang untuk setiap kelompoknya. Sedangkan
keterampilan dalam pengajaran perorangan atau pengajaran individual adalah
kemampuan guru dalam mennetukan tujuan, bahan ajar, prosedur dan waktu yang
digunakan dalam pengajaran dengan memperhatikan tuntutan-tuntutan atau perbedaan-
perbedaan individual peserta didik. b.

Tujuan guru mengembangkan keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan


adalah : -

Keterampilan dalam pendekatan pribadi -

Keterampilan dalam mengorganisasi -

Keterampilan dalam membimbing belajar -


Keterampilan dalam merencakan dan melaksanakan KBM 7.

Keterampilan Mengelola Kelas -

Keterampilan mengelola kelas merupakan kemampuan guru dalam mewujudkan dan


mempertahankan suasana belajar mengajar yang optimal -

Tujuan dari pengelolaan kelas adalah : -

Mewujudkan situasi dan kondisi kelas yang memungkinkan peserta didik


memgembangkan kemampuannya secara optimal -

Menghilangkan berbagai hambatan dan pelanggaran disipilin yang dapat merintangi


terwujudnya interaksi belajar mengajar -

Mempertahankan keadaan yang stabil dalam susana kelas, sahingga bila terjadi gangguan
dalam belajar mengajar dapat dikurangi dan dihindari -

Melayani dan membimbing perbedaan individual peserta didik


http://mileniansa2009.blogspot.com
-

Mengatur semua perlengkapan dan peralatan yang memungkinkan peserta didik belajar
sesuai dengan lingkungan sosial, emosional dan intelektual peserta didik dalam kelas. c.

Prinsip-prinsip Pengelolaan Kelas -

Keluwesan, digunakan apabila guru mendapatkan hambatan dalam perilaku peserta didik,
sehingga guru dapat merubah strategi mengajarnya -

Kehangatan dan keantusiasan -

Bervariasi, gunakan variasi dalam proses belajar mengajar -

Tantangan, gunakan kata-kata, tindakan atau bahan sajian yang menantang -

Tanamkan displin diri, selalu mendorong peserta didik agar memiliki disipin diri -

Menekankan hal-hal positif, memikirkan hal positif dan menghindarkan konsentrasi pada
hal negatif d.

Komponen Keterampilan Pengelolaan Kelas -

Keterampilan yang bersifat preventif guru dapat menggunakan kemampuannya dengan


cara :

Memusatkan perhatian

Menunjukkan sikap tanggap


Menegur

Membagi perhatian

Memberi petunjuk-petunjuk yang jelas


Memberi penguatan -

Keterampilan megelola kelas yang bersifat represif, guru dapat menggunakan


keterampilan dengan cara :

Pengelolaan kelompok

Modifikasi tingkah laku


Menemukan dan memecahkan tingkah laku yang menimbulkan masalah e.

Hal-hal yang harus dihindari dalam mengembangkan keterampilan mengelola kelas : -

Ketidaktepatan memulai dan mengakhiri kegiatan -

Pengulangan penjelasan yang tidak perlu http://mileniansa2009.blogspot.com


-

Penyimpangan -

Kesenyapan -

Bertele-tele 8.

Keterampilan membimbing Diskusi Kelompok kecil -


Diskusi kelompok kecil adalah suatu proses belajar yang dilakukan dalam kerja sama
kelompok bertujuan memecahkan suatu permasalahan, mengkaji konsep, prinsip atau
kelompok tertentu. -

Prinsip-prinsip membimbing diskusi kelompok kecil : -

Laksanakan diskusi dalam suasana yang menyenangkan -

Berikan waktu yang cukup untuk merumuskan dan menjawab permasalahan -

Rencanakan diskusi kelompok dengan sistematis -

Bimbinglah dan jadikanlah diri guru sebagai teman dalam diskusi c.

Komponen keterampilan guru dalam megembangkan pembimbingan kelompok kecil : -

Memperjelas permasalahan -

Menyebarkan kesempatan berpartisipasi -

Pemusatan perhatian -

Menganalisa pandangan peserta didik -

Meningkatkan urutan pikiran peserta didik -

Menutup diskusi d.

Hal-hal yang harus dihindari dalam membimbing diskusi kelompok kecil : -

Melaksanakan diskusi yang tidak sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik
-

Tidak memberikan kesempatan yang cukup kepada peserta didik untuk memikirkan
pemecahan masalah -

Membiarkan diskusi dikuasai oleh peserta didik tertentu -

Membiarkan peserta didik mengemukakan pendapat yang tidak ada kaitannya dengan
topik pembicaraan -

Membiarkan peserta didik tidak aktif -

Tidak merumuskan hasil diskusi dan tiadak membentuk tindak lanjut


http://mileniansa2009.blogspot.com
II.
MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
1.

Model Pembelajaran Kontekstual -

Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning / CTL) menurut Nurhadi


(2003) adalah konsep belajar yang mendorong guru untuk menghubungkan antara materi
yang diajarkan dan situasi dunia nyata siswa. Menurut Johnson (2002) CTL adalah
sebuah proses pendidikan yang bertujuan menolong para siswa melihat makna di dalam
materi akademik yang mereka pelajari dengan cara menghubungkan subjek-subjek
akademik dengan konteks dalam kehidupan keseharian mereka, yaitu dengan konteks
keadaan pribadi, sosial dan budaya mereka. -

Dasar Toeri Model Pembelajaran Kontekstual Menurut Johnson (2004) tiga pilar dalam
CTL yaitu : -

CTL mencerminkan prinsip kesaling-bergantungan -

CTL mencerminkan prinsip diferensiasi -

CTL mencerminkan prinsip pengorganisasian diri c. Komponen Model Pembelajaran


CTL Ada tujuh komponen utama dalam pembelajaran CTL yaitu : -

Bertanya (Questioning) -

Kontruktivisme (Contruktivism) -

Menemukan (Inquiry) -

Permodelan (Modeling) -

Masyarakat Belajar (Learning Community) -

Penilaian sebenarnya (Aithentic assesment) d. Pola / Skenario Pembelajaran Kontekstual


Contoh pengaitan-pengaitan yang dilakukan dalam CTL : Di kelas yang tinggi para guru
mendorong siswa untuk membaca, menulis dan berfikir secara kritis dengan meminta
mereka untuk focus pada persoalan-persoalan kontroverrsial di lingkungan atau
masyarakat mereka. Kelas dibagi dalam kelompok dan setiap kelompok memilih sebuah
persoalan kontroversial dan menelitinya. e. Langkah-langkah Pembelajaran CTL dalam
Kelas -

Melaksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiry untuk semua topik


http://mileniansa2009.blogspot.com
-
Mengembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara
bekerja sendiri pengetahuan dan keterampilan bertanya -

Mengembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya -

Menghadirkan model sebagai contoh pembelajaran -

Menciptakan masyarakat belajar -

Melakukan refleksi di akhir penemuan -

Melakukan penilaian yang sebenarnya dengan berbagai cara


Ciri kelas yang menggunakan pendekatan kontekstual :


Pengalaman nyata

Kerja sama, saling menunjang


Gembira, belajar dengan gairah


Pembelajaran terintegrasi

Menggunakan berbagai sumber


Siswa aktif dan kritis


Menyenangkan, tidak membosankan


Sharing dengan teman


Guru kreatif

Contoh skenario pembelajaran kontekstual :



Pengorganisasian : kelompok kecil 4

5 orang

Pertemuan I : menyelidiki perubahan air menjadi uap dan kembali lagi menjadi air

Tanya jawab tentang terjadinya hujan


Penjelasan penggunaan alat


Melakukan kegiatan percobaan


Mengamati dan melaporkan hasil percobaan


Menyimpulkan hasil kegiatan


Memberi contoh terapan dalam kehidupan sehari-hari


Pertemuan II : menyelidiki wujud lilin yang dipanaskan kemudian didinginkan


Tanya jawab tentang terjadinya perubahan wujud pada lilin


Penjelasan penggunaan alat


Melakukan kegiatan percobaan http://mileniansa2009.blogspot.com


Mengamati dan melaporkan hasil percobaan


Menyimpulkan hasil kegiatan


Memberi contoh terapan dalam kehidupan sehari-hari


Alat dan bahan :


Air, lilin, korek api


Kompor / pemanas, cairan


Penilaian

Penilaian tertulis (mengenal perubahan wujud, menganalisa benda yang berubah wujud
dapat ke wujud semula)

Kinerja (mengamati kinerja siswa atau melalukan percobaan)


Produk (merancang dan membuat alat penyulingan air) 2.

Model Pembelajaran Koperatif -

Dasar Konsep Belajar Kooperatif (Coopertif Learning) adalah pendekatan pembelajaran


yang berfokus pada penggunaan kelompok kecil siswa untuk bekerja sama dalam
memaksimalkan kondisi belajar siswa untuk mencapai tujuan belajar. -

Kelas Demokratis Menurut Dewey, Thelen mengatakan bahwa kelas seharusnya


merupakan labotarorium atau miniatur demokrasi yang bertujuan mempelajari dan
meyelidki berbagai masalah dan inter personal -

Hubungan antar kelompok -

Experiental Learning -

Teori Motivasi b.

Konsep Pokok Pembelajaran Kooperatif Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran


yang secara sadar dan sengaja mengembangkan interaksi yang silih asuh untuk
menghindari ketesinggungan dan kesalahpahaman yang dapat menimbulkan
permusuhan,sebgai latihan hidup bermasyarakat. c.

Ciri-ciri Pembelajaran Koperatif -


saling ketergantungan positif dapat dicapai melalui :

saling ketergantungan bahan atau sumber http://mileniansa2009.blogspot.com


saling ketergantungan menyelesaikan tugas


saling ketergantungan peran


saling ketergantungan mencapai tujuan


saling ketergantungan hadiah -

interaksi tatap muka -

akuntabilitas individual -

keterampilan menjalin hubungan antar ptibadi d.

Perbedaan Pembelajaran Koopertif dengan Pembelajaran Tradisional


Kelompok Belajar Kooperatif

Kelompok Belajar Tradisional

Adanya saling ketergantungan


positif, saling membantu dan
saling memberikan motivasi
sehingga ada interaksi promotif

Guru ser
ing membiarkan
adanya siswa yang
mendominasi kelompok atau
menggantungkan diri pada
kelompok

-
ada akuntabilitas individual yang
mengukur penguasa materi
pelajaran tiap kelompok

Akuntabilitas individual sering


diabaikan sehingga tugas
-
tugas
sering diborong

oleh salah
seorang anggota kelompok

kelompok belajar heterogen

kelompok belajar biasanya


homogen

Pimpinan kelompok dipilih


secara demokratis atau bergilir
untuk memberikan pengalaman
memimpin bagi para anggota
kelompok

Pemimpin kelompok sering


ditentuk
an oleh guru atau
kelompok

Keterampilan sosial yang


diperlukan dalam kerja gotong
royong

-
Ketermpilan sosial sering tidak
diajarkan secara langsung

Guru melakukan pemantuaan


melalui observasi dan melakukan
intervensi jika terjadi masalah
dalam kerja sama

antar anggota
kelompok

Pemantauan melalui observasi


dan intervensi sering dilakukan
oleh guru pada saat belajar
kelompok
http://mileniansa2009.blogspot.com
-

Guru memperhatikan secara


langsung proses kelompok yang
terjadi dalam kelompok
-
kelompok belajar

Guru sering tiedak


memperhatikan pros
es
kelompok yang terjadi dalam
kelompok
-
kelompok belajar

Penekanan tidak hanya pada


penyelesaian tugas tetapi juga
hubungan interpersonal

-
Penekanan sering hanya pada
penyelesaian tugas

e.

Keuntungan Penggunaan Pembelajaran Kooperatif -

Memungkinkan para sisawa saling belajar mengenai sikap, keterampilan, informasi,


perilaku sosial dan pandangan-pandangan -

Meningkatkan kepekaan dan kesetiakawanan sosial -

Meningkatkan rasa saling percaya kepada sesama -

Memudahkan siswa melakukan penyesuaian sosial -

Meningkatkan kemampuan memandang masalah dan situasi dari berbagai prespektif -

Meningkatkan kegemaran tanpa memandang perbedaan kemampuan, jenis kelamin,


normal atau cacat, etnis, kelas sosial, agama dan orientasi tugas f.

Beberapa Metode Pembelajaran Kooperatif -

Metode STAD (Student Achiement Division) -

Metode Jigsaw -

Metode GI (Group Investigation) -

Metode Struktural Contoh-contoh teknik pembelajaran Metode Struiktural :


Mencari pasangan

Bertukar pasangan

Bercerita berpasangan

Berkirim salam dan soal


Keliling kelompok

Dua tinggal dua tamu


Kancing gemerincing http://mileniansa2009.blogspot.com


3.

Model Pembelajaran Kuantum a.

Latar Belakang Pembelajaran Kuantum Tokoh utama di balik pembelajaran kuantum


adalah Bobbi De Porter. Pada tahap awal perkembangannya, pebelajaran kuantum
dimaksudkan untuk membantu meningkatkan keberhasilan hidup dan karier para remaja
di rumah. Tidak dimaksudkan sebagai metode dan strategi pembelajaran untuk mencapai
keberhasilan lebih tinggi di sekolah. Bahwa sebenarnya pembelajaran kuantum
merupakan falsafah dan metodelogi pembelajaran yang bersifat umum, tidak secara
khusus diperuntukkan bagi pengajaran di sekolah. b.

Dasar Teori Pembelajaran Kuantum Pandangan-pandangan teori sugestologi atau


pembelajaran akseleratif lazanov, teori kecerdasan garda Gardna, teori pemrograman
neurolinguistik (NLP), (NLP) Grinder dan Bandler dan pembelajaran eksperensial
(berdasarkan pengalaman) c.

Karakterisktik Umum Pembelajaran kuantum memiliki karakteristik umum yang dapat


memantapkan dan menguatkan sosialnya. Beberapa karakteristik umum yang tampak
membentuk sosok pembelajaran kuantum sebagai berikut : -

Pembelajaran kuantum lebih bersifat humanistis, bukan pasivistis-


empiris, “hewan
-
istis” dan atau natives
-

Pembelajaran kuantum berpangkal pada psikologi kognitif, bukan fisik kuantum


meskipun serba sedikit istilah dan konsep kuantum dipakai. -

Pembelajaran kuantum memusatkan perhatian pada interaksi yang bermutu dan


bermakna, bukan sekedar transaksi makna -

Pembelajaran kuantum lebih bersifat kontruktivis(tis)m bukan positivisme empiris,


behavioristis. -

Pembelajaran kuantum sangat menekankan pada pemercepatan pembelajaran dengan


taraf keberhasilan tinggi -
Pembelajaran kuantum sangat menekankan kealamiahan dan kewajaran proses
pembelajaran, bukan keartifisialan atau keadaan yang dibuat-buat
http://mileniansa2009.blogspot.com
-

Pembelajaran kuantum memiliki model yang memadukan konteks dari isi pembelajaran -

Pembelajaran kuantum sangat menekankan kebermaknaan dan kebermutuan proses


pembelajaran -

Pembelajaran kuantum menempatkan nilai dan keyakinan sebagai bagian penting proses
pembelajaran -

Pembelajaran kuantum memusatkan perhatian pada pembentukan keterampilan akademis,


keterampilan (dalam) hidup dan prestasi fisikal atau material -

Pembelajaran kuantum mengutamakan keberagaman dan kebebasan, bukan keseragaman


dan ketertiban -

Pembelajaran kuantum mengintegrasikan totalitas tubuh dan pikiran dalam proses


pembelajaran d.

Prinsip Utama Proses Pembelajaran Quantum Ada tiga macam prinsip utama yang
membangun sosok pembelajaran kuantum -

Prinsip utama pembelajaran kuantum berbunyi : Bawalah dunia mereka (Pembelajar) ke


dalam Dunia kita (Pengajar) dan Antarkan Dunia Kita (Pengajar) ked lam Dunia Mereka
(Pembelajar) -

Dalam pembelajaran kuantum juga berlaku prinsip bahwa pembelajaran merupakan


permainan orkestra simfoni. Prinsip-prinsip dasar ini ada lima macam berikut ini :

Ketahuilah bahwa Segalanya Berbicara


Ketahuilah bahwa Segalanya Bertujuan


Sadarilah bahwa Pengalaman Mendahului Penamaan


Akuilah Setiap Usaha yang Dilakukan dalam Pembelajaran


Sadarilah bahwa sesuatu yang layak Dipelajari layak pula Dirayakan -


Dalam pembelajaran kuantum juga berlaku prinsip bahwa pembelajaran harus berdampak
bagi terbentuknya keungulan Delapan kunci keunggulan sebagai berikut :

Berbicaralah dengan baik


Terapkanlah hidup dalam integritas


Tegaskanlah komitmen http://mileniansa2009.blogspot.com


Akuilah kegagalan dapat membawa kesuksesan


Tetaplah lentur

Jadilah pemilik

Pertahankanlah kesimbangan e.

TANDUR Sebagai Kerangka Perencanaan Pembelajaran Model Kuantum TANDUR


yang merupakan akronim dari : Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasikan, Ulangi dan
Rayakan Kerangka Perancangan Pembelajaran Kuantum TANDUR adalah sebagai
berikut : 1)

Tumbuhkan : sertakan diri mereka, pikat mereka, puaskan keingintahuan mereka.


Buatkanlah mereka tertarik atau penasaran tentang materi yang akan kita ajarkan 2)

Alami : berikan mereka pengalaman belajar, tumbuhkan


“kebutuhan untuk mengetahui”
3)

Namai :
berikan “data” tepat saat minat memuncak
mengenalkan konsep-konsep pokok dari materi pelajaran 4)

Demonstrasikan : berikan kesempatan bagi mereka untuk mengaitkan pengalaman


dengan data baru, sehingga mereka menghayati dan membuatnya sebagai pengalaman
pribadi 5)

Ulangi : rekatkan gambaran kesuluruhan 6)


Rayakan : ingat, jika layak dipelajari, maka layak pula dirayakan f.

Beberapa Contoh Teknik Model Pembelajaran Kuantum 1)

Peta Konsep Sebagai Teknik Belajar Efektif Langkah-langkah teknis penggunaan peta
konsep menurut Rose dan Nicholl (2003), De Porter dan Hernacki (2002) adalah sebagai
berikut : -

Mulai dengan topik di tengah halaman -

Buatlah cabang-cabangnya -

Gunakan kata-kata kunci -

Tambahkanlah simbol-simbol dari ilustrasi-iustrasi untuk mendapatkan ingatan yang


lebih baik http://mileniansa2009.blogspot.com
-

Gunakanlah huruf-huruf KAPITAL -

Tulislah gagasan-gagasan penting dengan huruf-huruf yang besar -

Hidupkanlah peta pikiran anda dengan hal-hal yang menarik bagi anda -

Garis bawahi kata-kata itu dan gunakan huruf


tebal
/
miring
-

Bersikap kreatif dan berani -

Buatlah peta konsep secara horisontal, agar dapat memperbesar ruang bagi gagasan anda
2)

Cara Membelajarkan Peta Konsep Secara Klaasikal -

Guru melakukan apersepsi dengna pertanyaan pada materi Hidrosfer -

Sajikan gambar / CD -

Gunakan pertanyaan tentang dimensi-dimensi atau cakupan materi dari sumber daya air -

Sambil bertanya guru mencoba mentransfer jawaban siswa dalam bentuk peta konsep -
Perbaiki peta konsep yang belum terstruktur menjadi terstruktur -

Setelah gambar peta konsep jadi di papan tulis, guru meminta siswa untuk membuat peta
konsep secara berkelompok -

Guru membagio siswa menjadi beberapa kelompok dan seterusnya 3)

Taknik Memori Teknik memori adalah teknik memasukkan informasi ke dalam otak
yang sesuai dengan cara kerja otak -

Melatih imajinasi -

Teknik rantaian kata -

Teknik pkesetan kata 4)

Sistem Pasak Lokasi 5)

Teknik Akrostik (Jembatan Keledai) Teknik akrostikk adalah teknik menghafal dengan
cara mengambil huruf depan dari materi yang ingin diingat kemudian digabungkan
sehingga menjadi singkatan atau kata atau kalimat yang lucu. Contoh : Mejikuhibiniu
(merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu) http://mileniansa2009.blogspot.com
4.

Model Pembelajaran Kuantum a.

Model Kurikulum Menurut Nasution (2003 : 76 - 128) dalam pengembangan kurikulum


ada 3 model pengorganisasian kurikulum yaitu : 1)

Subject Curriculum 2)

Correleted Curriculum 3)

Integrated Curriculum b.

Prinsip Dasar Pembelajaran Terpadu Prinsip-prinsip pembelajaran terpadu dapat


diklasifikasikan menajdi : 1)

Prinsip Penggalian Tema merupakan prinsip utama (fokus) dalam pembelajaran terpadu
Tema hendaknya memperhatikan beberapa persyaratan : -

Tema hendaknya tidak terlalu luas -

Tema harus bermakna -

Tema harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan psikologis anak -


Tema dikembangkan harus mewadahi sebagian besar minat anak -

Tema yang dipilih hendaknya memperhatikan peristiwa-peristiwa otentik yang terjadi di


adalam rentang waktu belajar -

Tema yang dipilih hendaknya mempertimbangkan kurikulum yang berlaku serta harapan
masyarakat -

Tema yang dipilih hendaknya juga mempertimbangkan sumber belajar 2)

Prinsip Pengelolaan Pembelajaran Pengelolaan pembelajaran dapat optimal apabila guna


mampu menempatkan dirinya dalam keseluruhan proses 3)

Prinsip Evaluasi Evaluasi pada dasarnya menjadi fokus dalam setiap kegiatan 4)

Prinsip Reaksi c.

Pentingnya Pembelajaran Terpadu Ada beberapa alasan yangmendasari, antara lain : 1)

Dunia anak adalah dunia nyata 2)

Proses pemahaman anak terhadap suatu konsep dalam suatu peristiwa / obyek lebih
terorganisasi http://mileniansa2009.blogspot.com
3)

Pembelajaran akan lebih bermakna 4)

Memberi peluang siswa untuk mengembangkan kemampuan diri 5)

Memperkuat kemampuan yang diperoleh 6)

Efisiensi waktu d.

Karakteristik Pembelajaran Terpadu Menurut Depdikbud (1996 : 3) ada beberapa


karakteristik pembelajaran terpadu yaitu : 1)

Holistik 2)

Bermakna 3)

Otentik 4)

Aktif e.

Model Pembelajaran Terpadu Menurut Forgaty (1991 : 15



17) ada 10 model yang dapat dikembangkan dalam pendekatan pembelajaran terintegrasi
yaitu : 1)

Fragmental Model 2)

Connected Model 3)

Nested Model 4)

Sequenced Model 5)

Share Model 6)

Webbed Model 7)

Threathed Model 8)

Integrated Model 9)

Immersed Model 10)

Networked Model f.

Teknik Penyusunan Tema dalam Pembelajaran Terpadu 1)

Teknik Integrasi berdasarkan Topik 2)

Teknik Integrasi berdasarkan Potensi Utama 3)

Teknik Integrasi berdasarkan Permasalahan g.

Langkah-langkah (Sintak) Pembelajaran Terpadu 1)

Tahap Perencanaan -

Menentukan jenis mata pelajaran dan jurus keterampilan yang dipadukan -

Memilih kajian materi, standar kompetensi, kompetensi dasar dan indicator

Anda mungkin juga menyukai