Anda di halaman 1dari 3

TUGAS PENGANTAR MANAJEMEN

“TEORI MOTIVASI X, Y DAN Z”

DISUSUN OLEH :
ANDRYAN
0802113160

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU
2008/2009
TEORI X DAN Y

Seorang ilmuwan lain ang hasil karyanya banyak dimanfaatkan dalam usaha mendalami
motivasi teori adalah Douglas McGregor yang menuangkan hasil-hasil pemikirannya dalam buku
dengan judul The Human Side of Enterprise. Inti teori McGregor terlihat pada klasifikasinya
yang dibuat tentang manusia, yaitu :
a. Teori “X” yang pada dasarnya mengatakan bahwa manusia cenderung berperilaku
negatif. manusia pada umumnya dianggap malas dan tidak mau bekerja. Bekerja
hanya jika diawasi. Dalam pelaksanaan harian sering harus menggunakan waskat,
SOP (Standard Operating Procedure), dan birokrasi.
b. Teori “Y” yang pada dasarnya mengatakan bahwa manusia cenderung berperilaku
positif. Manusia pada umumnya senang diberi tanggung jawab dan dapat bekerja
sendiri. Bisa dilakukan pada sistem manajemen MBO yang hanya berorientasi pada
hasil akhir (result oriented).

Dalam mengemukakan dan mempertahankan kebenaran teorinya, McGregor menekankan


bahwa cara yang digunakan oleh para manajer dalam memperlakukan para bawahannya sangat
tergantung pada asumsi yang digunakan tentang ciri-ciri manusia yang dimiliki oleh para
bawahannya yaitu :
1. Karyawan yang pembangkang dan penentang
2. Karyawan kritis atau evaluator
3. Karyawan yang “yes man” atau disiplin
4. Karyawan yang banyak bertanya atau banyak bicara
5. Karyawan yang malas atau acuh
6. Karyawan yang reaktif, energik, dan antusias
7. Karyawan yang arogan dan memilih-milih tugas
8. Karyawan yang type seniman, semaunya dan single fighter
9. Karyawan yang penuh ide atau kreatif
10. Karyawan pembuat masalah atau trouble maker
11. Karyawan type pekerja keras

Teori “X” mengatakan bahwa para manajer menggunakan asumsi bahwa manusia memiliki
ciri-ciri sebagai berikut :
1. Para pekerja pada dasarnya tidak senang bekerja dan apabila mungkin akan berusaha
mengelakkannya.
2. Karena para pekerja tidak senang bekerja, mereka harus dipaksa, diawasi atau
diancam dengan berbagai tindakan punitif agar tujuan organisasi tercapai.
3. para pekerja akan berusaha mengelakkan tanggung jawab dan hanya akan bekerja
apabila menerima perintah untuk melakukan sesuatu.
4. kebanyakan pekerja akan menempatkan pemuasan kebutuhan fisiologis dan keamanan
di atas faktor-faktorlain yang berkaitan dengan pekerjaannya dan tidak akan
menunjukkan keinginan atau ambisi untuk maju.

Sebalikya, menurut teori “Y” para manajer menggunankan asumsi bahwa para pekerja
memiliki ciri-ciri :
1. Para pekerja memandang kegiatan bekerja sebagai hal yang alamiah seperti halnya
beristirahat dan bermain.
2. Para pekerja akan berusaha melakukan tugas tanpa terlalu diarahkan dan akan
berusaha mengendalikan diri sendiri.
3. Pada umumnya para pekerja akan menerima tanggung jawab yang lebih besar.
4. Para pekerja akan berusaha menunjukkan kreativitasnya dan oleh karenanya akan
berpendapat bahwa pengambilan keputusan merupakan tanggung jawab mereka juga
dan bukan semata-mata tanggung jawab orang-orang yang menduduki jabatan
manajerial.

TEORI Z

Teori Z dicetuskan / diciptakan oleh William Ouchi. Teori ini sudah banyak
diimplementasikan dan dijalankan pada banyak perusahaan di Amerika Serikat dan Jepang. Teori
Z adalah lebih menekankan pada peran dan posisi pegawai atau karyawan dalam perusahaan yang
dapat membuat para pekerja menjadi nyaman, betah, senang dan merasa menjadi bagian penting
dalam perusahaan. Dengan demikian maka karyawan akan bekerja dengan lebih efektif dan
efisien dalam melakukan pekerjaannya.

Berikut ini adalah syarat dan ciri dari perusahaan yang menerapkan teori Z :
1. Tanggung jawab diberikan secara perorangan atau individual.
2. Karyawan bebas bekerja menggunakan keterampilan yang dimilikinya.
3. Karyawan dipekerjakan seumur hidup dan jika perusahaan mengalami krisis, maka
para pegawai tidak akan dipecat atau phk.
4. Pengambilan keputusan dilakukan dengan cara konsensus atau secara terbuka.
Walaupun akan memakan waktu yang lebih lama namun tingat keberhasilan
pengimplementasian hasil keputusan yang didapat akan lebih tinggi karena mendapat
dukungan dari mayoritas pekerja.
5. Promosi dilakukan perlahan-lahan dari bawah, dan proses evaluasi prestasi dan
promosi dilakukan dengan hari-hati agar tidak menimbulkan masalah dengan para
karyawan.