Anda di halaman 1dari 5

11/3/2009

1 2

AR 2131 Arsitektur Nusantara dan Asia CINA


KULIAH 11
I. LATAR BELAKANG BUDAYA
• Berkembang sejak 2000SM, di Sungai Huang Ho

1. Sistem Kemasyarakatan & Pemerintahan


• Konservatif, mengutamakan nilai klasik; pengaruh luar terbatas, tak
banyak perubahan.
g
• Rangkaian hirarki kepejabatan,
p j , kekuasaan & wewenang g yyang
g jjelas
• Sistem pengabdian pejabat sipil-kompetisi bebas untuk memperoleh
keduduk/jabatan melalui ujian saringan
• Sistem pelayanan masyarakat yang bebas dan demokratis

2. Sistem Kekerabatan
• Patrilinial: mengikuti garis keturunan laki-laki
• Keluarga besar (1 rumah untuk banyak penghuni, bisa mencapai
ARSITEKTUR CINA 100 orang termasuk pelayan)

AR2131 Arsitektur Nusantara dan Asia AR2131 Arsitektur Nusantara dan Asia
Program Studi Arsitektur - ITB Program Studi Arsitektur - ITB

3 4
c. Taoisme
3. Sistem Kepercayaan • Lao Tse : 604 SM –
a. Pemujaan arwah nenek moyang • Falsafah : Tao. Manusia harus hidup selaras dengan prinsip Tao:
• Kepercayaan akan adanya kehidupan setelah kematian. Kematian – Kesabaran
adalah awal kehidupan baru, yang memerlukan: – Harmoni
– Bekal, doa pelapang jalan – Kesederhanaan
– Upacara penghormatan (3-49 hari) • Percaya pada kekuatan supranatural, sinkretisme, geomanchy,
• Perlakuan terhadap arwah leluhur akan mempengaruhi ramalan nasib, kertas jimat (Fu)
keturunannya yang masih hidup. d. Budhisme
– Meja abu
• Sidharta Gautama: 563 SM –
– Upacara & sajian pada hari khusus
– Pemeliharaan makam • Falsafah : Derita merupakan bagian dari hidup.
Nafsu menyebabkan penderitaan.
b. Confucianisme Nafsu dapat dihapus dengan 8 jalur suci.
• Confucius : 551 – 497 SM e. Shenisme
• Falsafah : Doktrin moral dan tindakan • Falsafah : Nasib manusia telah ditakdirkan oleh Shen.
– Humanitas, kebajikan (Jen) Shen dapat mengubah nasib dan berkomunikasi dengan
– Toleransi, murah hati (Shu) manusia melalui: mimpi, tulisan & ucapan media
– Hormat/bakti pada atasan
• I ching : peramalan nasib manusia 4. Etiket Pergaulan
Berada di tempat yang benar, pada saat yang tepat, dan mengikuti
jalan yang benar.
AR2131 Arsitektur Nusantara dan Asia AR2131 Arsitektur Nusantara dan Asia
Program Studi Arsitektur - ITB Program Studi Arsitektur - ITB

5 6

II. FALSAFAH

1. Mandala
Bentuk ideal dari keselarasan yang teratur dalam masyarakat.

Konsep dasar: keduniawian yang terukur:


a. Tien Yuan Ti Fang (langit Bundar dan Bumi Persegi)
= Keteraturan, intelektualitas manusia ARSITEKTUR PERTAMANAN PUISI & LUKISAN
= Manifestasi penerapan keteraturan intelektual • Rasio • Peralihan • Emosi
atas alam
• Lurus
L • Kedamaian
K d i • Lengkung
L k

= Ketidak teraturan ; sifat alam • Kaku • Kerinduan akan • Romantis


romantika alam
• Pelarian dari dunia
b. Tien Yen Chich-Chi (Di Antara Langit dan Manusia) intelektual
• Rujukan dari posisi
= Peralihan dua alam/dua dunia manusia di dunia,
kebebasan &
kreatifitas
AR2131 Arsitektur Nusantara dan Asia AR2131 Arsitektur Nusantara dan Asia
Program Studi Arsitektur - ITB Program Studi Arsitektur - ITB

1
11/3/2009

7 8

2. Konsep Keseimbangan
• Dualitas Yin-Yang: Pasangan yang menggambarkan jiwa, napas
serta kekuatan yang mengatur kehidupan di dunia.
– Yang: Positif, jantan, terang, kuat, elemen buatan manusia
– Yin: Negatif, betina, gelap, menyerap, elemen alamiah

• Penerapan pada arsitektur bangunan/kota: Hong Shui/Feng Shui


(Hong=Angin; Shui=Air)
– Adaptasi metodis karya manusia terhadap struktur alam raya
– Pendayagunaan energi dan sumber alam untuk penyelarasan napas
dunia. TANAH
Manusia
Perhitungan dilakukan dengan LOGAM
API
kompas Geomanchi Triagram Selatan
Barat
Harimau
atau Hexagram (Pat Kwa) Phoenix Putih
Merah Musim Gugur
Musim Panas
Keseimbangan Lima Unsur:

KAYU AIR
Timur Utara
Naga Reptil
Biru Hitam
Musim Semi MusimNusantara
AR2131 Arsitektur Dingindan Asia AR2131 Arsitektur Nusantara dan Asia
Program Studi Arsitektur - ITB Program Studi Arsitektur - ITB

9 10

III. PRINSIP ARSITEKTUR


3. Privacy
Masa Kejayaan : Dinasti Han (15 – 17 M) • Vertical : langit-langit; atap
• Horisontal : courtyard & lantai
1. Arsitektur: Tu’Mu = Tanah-Kayu = Material yang tidak abadi • “Graduated privacy”/Gradual Privacy (keleluasaan pribadi yang
makin meningkat) berdasarkan : rasa hormat & keintiman tata
• Memfokuskan pada bumi, bukan surga; mengutamakan ilmu laku/etiket bangsa Cina
pengetahuan, bukan kemuliaan.
• Tidak ada pembesaan prinsipil antara bangunan sekuler dengan
bangunan religius/sakral 4. Hirarki dan Status
Penekanan: Umumnya dicirikan oleh:
– Sekuler = sekuens horisontal a Lokasi lahan terhadap jalan utama/strategis
a.
– Sakral = susunan konsentris b. Jumlah courtyard (tingkat privacy)
• Mengutamakan posisi, gerak dan orientasi masnusia pada ruang. c. Jumlah trave hall bangunan:
9 trave = kaisar; 7 trave = putra mahkota;
2. Eksploitasi Arsitektural 5 trave = mandarin; 3 trave = rakyat biasa
• Potensialitas dinding d. Warna tiang:
Istana = merah; Ningrat = hitam; Pejabat Tinggi = Hijau;
• Penonjolan individualitas bangunan
Pejabat Rendah = Kuning; Rakyat = Tanpa Warna
• Pengorganisasian susunan ‘courtyard’
e. Bentuk & kerumitan ornamen atap
• Permainan tinggi lantai
• Sistem “bracket” (Tou Kung)
AR2131 Arsitektur Nusantara dan Asia AR2131 Arsitektur Nusantara dan Asia
Program Studi Arsitektur - ITB Program Studi Arsitektur - ITB

11 12

5. Koordinasi IV. TIPOLOGI KARYA ARSITEKTUR


• Rumah: sel dasar ornanisme arsitektur
• Keluarga: “mikrokosmos” masyarakat Cina yang monolitik 1. Istana Æ Peking
• Pengaturan & koordinasi sel dasar Æ Pengaturan & koordinasi
dunia 2. Kuil Æ Kelenteng
Pembangunan ~ Geomanchy
6. Struktur / Konstruksi • Simetris
• Sistem tenda: • Azas ornamentasi: nilai simbolik & ekspresi mistis dengan 5 tema
– Rangka atap dengan sistem saling tumpang, bukan kuda-kuda (hewan, tanaman, geometri, fenomena alam, legenda)
– Kolom sebagai pendukung beban atap • Dekorasi atap: Naga, Burung Hong, Singa, Patung orang suci
– Dinding sebagai pembatas non
non-struktural
struktural • Warna: lambang kekuatan dan panjang usia (merah
(merah, kuning,
kuning hijau,
hijau
• Sistem “bracket” (Tou Kung): biru)
– Struktur organik berdasarkan hubungan saling mengunci antara kolom • Kalkulasi matematis: 1, 5, 9, 11 = baik; 8 = buruk
dan kantilever
– Ciri individualistas bangunan 3. Gerbang (Pai Lou)
• Dekorasi dengan warna polikromatik • Peringatan bagi arwah pahlawan, orang yang dihormati, leluhur atau
• Pola lantai: monumen.
– Diagonal (Jen) • Torana (India); Torii (Jepang)
– Hexa/Octogonal (Kou)
– Susunan bata (Ting)

AR2131 Arsitektur Nusantara dan Asia AR2131 Arsitektur Nusantara dan Asia
Program Studi Arsitektur - ITB Program Studi Arsitektur - ITB

2
11/3/2009

13 14

V. PRINSIP PERKOTAAN
4. Pagoda (5 – 7 M)
• Rumah dewa 1. Kota Berdinding
• Denah lingkaran / segi banyak Dinding sebagai unsur penting dalam formulasi bentuk/struktur dan
• 3-15 tingkat, umumnya 9 tingkat ekspresi kota.
• Sumbu pusat vertikal (pengaruh India)
2. Konsep Keseimbangan
5. Tembok Raksasa Kesan stabilitas dengan keseimbangan dinamis:
• + 3000km, tebal 5m, tinggi 8m a. Komposisi Arsitektural: konsepsi Confucius: formal, simetri, garis
• Lokasi di Utara, penahan Bangsa Barbar lurus, beraturan, kejelasan.
• Bahan batu bata b Komposisi Lansekap:
b. Lansekap konsepsi Taoisme:
Taoisme informal,
informal asimetri
asimetri, misteri
misteri,
garis lengkung, tak beraturan, romantis, alam liar.
6. Kuburan
3. Prosedur Perancangan/ Pembangunan Kota
• “Ming Ling” = makam raja Dinasti Ming
a. Pemilihan tapak: pengamatan aspek alami: topografi, geologi,
• Makam 13 raja + 2 ratu, dilengkapi 18 pasang patung pengawal, sumber air, orientasi
sepanjang 7km jalan menuju kompleks
b. Hubungan lahan dengan bentuk/struktur kota: bentuk ditentukan
• Di Hopei, Utara Peking, luas 40km2, berupa istana rahasia bawah oleh hubungan simbolik, estetik & fungsional antara kota &
tanah lingkungan
c. Berdasar prinsip keseimbangan Yin-Yang

AR2131 Arsitektur Nusantara dan Asia AR2131 Arsitektur Nusantara dan Asia
Program Studi Arsitektur - ITB Program Studi Arsitektur - ITB

15 16
VI. KOTA PEKING (abad ke-14 M, oleh Kaisar Dinasti Ming)

1. Struktur/Bentuk Kota
• Kota di dalam kota (terdiri dari 4 ‘kota’):
1. Kota Luar (7 gerbang)
2. Arsitektur dan Lanskap Kota
2. Kota Dalam (9 gerbang)
3. Kota Kaisar Peking merupakan panduan komposisi hormonis yang didasarkan
4. Istana / Kota Terlarang pada prinsip organisme dan dualisme dengan ciri-ciri:
• Sebutan
a. Kota Manusia (City of Man) a. Pengutamaan gerak, posisi dan orientasi manusia dalam ruang
b. Pusat Dunia (Pusat kehidupan dunia, penuh formula ritualistik & b. Modulasi ritmis sekuens pengalaman ruang pada gerak aksial,
hi ki )
hirarkis) d
dengan iintensifikasi
t ifik i sistematik
i t tik d
dalam
l menuju
j puncak
k prosesi:
i
• Nilai Simbolik – Jalan utama (sumbu utama)
a. Konsep Yin-Yang – Berbagai tinggi lantai
b. Karakteristik/Huruf Cina – Bidang dan bukaan
c. Stabilitas Sambungan Kayu – Pemilihan bentuk dan warna
• Orientasi dan Komposisi Geometris – Rangkaian bidang langit
– Berorientasi ke Selatan (Matahari, Penguasa Surgawi) – Gradasi dimensi, proporsi dan skala secara taat azaspenonjolan
– Letak titik-titik sudut dinding, gerbang, bangunan penting diatur menurut monumentalitas massa
sistem geometri diagonal yang beraturan
• Jaringan Jalan
– Sistem grid dengan hirarki: arteri (Ta Chieh) dan Jalan Kecil (Hu Tung)
AR2131 Arsitektur Nusantara dan Asia AR2131 Arsitektur Nusantara dan Asia
Program Studi Arsitektur - ITB Program Studi Arsitektur - ITB

17 18

3. Kompleks Kuil Surgawi

• Didirikan oleh Kaisar Dinasti Ming-Yung Lo, + tahun 1420


• Lokasi di tenggara Peking Æ untuk mengimbangi kekuatan “Yang”
(Raja di Kota Terlarang), dengan kekuatan “Yin” (dewa yang abadi
di Selatan)
• Diameter 33 m,, dengan
g 3 deretan tianggp
pendukung g beban atap
p
• Terdiri dari 3 bagian:
1. Ruang untuk doa tahunan (kuil surgawi)
2. Surga kekaisaran
3. Altar surgawi
• Gerbang sebagai titik tempat peralihan, dalam rangkaian
pengalaman ruang. Klimaks terjadi pada titik pertemuan antara
lantai tangga dengan langit
• Denah diartikan sebagai volume

AR2131 Arsitektur Nusantara dan Asia AR2131 Arsitektur Nusantara dan Asia
Program Studi Arsitektur - ITB Program Studi Arsitektur - ITB

3
11/3/2009

19 20

NORTHERN CITY OF PEKING


“Center” implies
“elevation,” and vice
versa: the examples of
the northern city of
Peking. The length of
the southern avenue
(central axis) should be
read as height. “No
matter how the natural
terrain of China is
formed, one always
goes up to Peking” (N.
Wu).
Reprinted with permission from
Nelson I. Wu, Chinese and Indian
Architecture (New York: George
Braziller, 1963), Figure 136 “Plan
of Peking interpreted as volume.”

AR2131 Arsitektur Nusantara dan Asia AR2131 Arsitektur Nusantara dan Asia
Program Studi Arsitektur - ITB Program Studi Arsitektur - ITB

21 22

AR2131 Arsitektur Nusantara dan Asia AR2131 Arsitektur Nusantara dan Asia
Program Studi Arsitektur - ITB Program Studi Arsitektur - ITB

23 24

Pagoda

AR2131 Arsitektur Nusantara dan Asia AR2131 Arsitektur Nusantara dan Asia
Program Studi Arsitektur - ITB Program Studi Arsitektur - ITB

4
11/3/2009

25 26

Cave Temple, Yungang

AR2131 Arsitektur Nusantara dan Asia AR2131 Arsitektur Nusantara dan Asia
Program Studi Arsitektur - ITB Program Studi Arsitektur - ITB