Anda di halaman 1dari 243

Janji-janji & Komitmen

SBY-JK

(Edisi 2)

Ternyata Hanya Angin? Rudy S. Pontoh

“Kritik Rudy S. Pontoh dalam buku ini memperjelas kita bahwa kritik bukan saja sebuah keinginan dari warga negara untuk bebas bicara, tapi juga sebuah kebutuhan dari pemerintah negara agar berbuat lebih baik.” (Usman Hamid, Koordinator Kontras)

berbuat lebih baik.” ( Usman Hamid, Koordinator Kontras) RUDY S. PONTOH. Lahir di Poso, Sulawesi Tengah,

RUDY S. PONTOH. Lahir di Poso, Sulawesi Tengah, 18 Mei 1964. Kuliah di FK - Unhas (1983-1992) lalu terjun sebagai wiraswasta. Pernah menjabat sebagai salah seorang direksi sebuah perusahaan properti di Yogyakarta, lalu sejak 1994 pindah ke Jakarta dan bekerja sebagai direktur di sebuah perusahaan swasta terkenal. Antara tahun 1983 hingga 1986 ia aktif menulis masalah hukum dan internasional, dua bidang kepenulisan yang paling diminatinya. Juga masalah psikologi dan kesehatan (sesuai latar belakang pendidikanya) di berbagai media cetak Ibukota. Di bidang hukum, ia pernah berpolemik keras dan berkepanjangan dengan Achmad Ali (kini salah seorang tokoh hukum di Indonesia). Pada masa itu, ia juga tergolong penulis aktif angkatan kedua setelah angkatan Hamid Awaluddin (mantan Menteri Hukum dan HAM) di Identitas, koran kampus Universitas Hasanuddin Makassar. Keaktifannya menulis di berbagai media membuat ia kemudian diangkat sebuah Ketua FPM (Forum Penulis Makassar), salah satu organisasi kepenulisan paling elite yang pernah ada di Makassar. Kini, di samping kesibukan bisnis, sejak 2005 ia juga aktif sebagai Ketua Umum Forum Poso Bersatu, sebuah organisasi kaum pemberani yang selama ini bertindak sebagai kontra provokator guna menghentikan dan meredam berulangnya konflik Poso. Alamat Email:

rudypontoh@gmail.com

“Yang saya soroti dari buku ini adalah janji SBY untuk membangun demokrasi melalui kebijakan antidiskriminasi. Akan tetapi, di masa SBY, kebijakan yang diskriminatif dan antipluralisme sangat menonjol…” (Prof. Dr. Siti Musdah Mulia, M.A, Aktivis)

“Buku ini mudah-mudahan jadi pelajaran moral nomor satu bagi siapa saja yang mengaku pemimpin atau siapa saja yang mau terjun ke dunia politik. Negeri ini tidak butuh janji, tapi kerja nyata yang dikawal oleh visi dan moralitas sejati.” (Ahmad Ushtuchri, SE, Pimpinan Pondok Pesantren Annur Kota Bekasi)

“Walau saya pernah dekat dan bekerja sama – namun saya tidak pernah bisa menebak, membaca, dan memprediksi apa yang ada dalam benak dan apa yang akan dilakukan seorang SBY…” (Sys NS, Ketua Umum DPP Partai NKRI)

“Membaca buku ini saya merasakan pancaran ketulusan dari Bapak SBY. Janji- janji beliau memberikan optimisme yang besar.” (Prof. Dr. Maizar Rahman, Gubernur OPEC)

“Seseorang yang tidak mampu menepati janji tidak layak jadi pemimpin. Secara pribadi saya masih ingin percaya dan berharap pada SBY. Tapi…” (Ratna Sarumpaet, Aktivis)

“Kita semua sepakat janji adalah hutang. Sampai kapan pun dan oleh siapapun hutang akan tertagih. Kalau sudah terlontar sebaiknya ditepati supaya selamat nanti di “sana”.” (Ratih Sanggarwati, Artis dan pengusaha)

“Agar diungkapkan juga mengenai apa yang tidak/belum pernah dijanjikan SBY-JK kepada rakyat. Kadang pemimpin sering melupakan apa yang dijanjikan dan membuat janji-janji baru untuk mempertahankan kepemimpinannya.” (M. Farhat Abbas, SH, Advokat)

kepemimpinannya.” ( M. Farhat Abbas, SH , Advokat) BESTSELLER Janji-janji & Komitmen SBY-JK (edisi 2)
kepemimpinannya.” ( M. Farhat Abbas, SH , Advokat) BESTSELLER Janji-janji & Komitmen SBY-JK (edisi 2)
kepemimpinannya.” ( M. Farhat Abbas, SH , Advokat) BESTSELLER Janji-janji & Komitmen SBY-JK (edisi 2)
BESTSELLER
BESTSELLER

Janji-janji & Komitmen

SBY-JK

(edisi 2)

“Semoga buku ini tersedia banyak di toko buku manapun dan dijual dengan harga terjangkau sehingga semua orang bisa memilikinya hingga ke masyarakat kalangan menengah ke bawah.”(Yudan S, Warga biasa, tinggal di Malang)

“Janji-janji dan komitmen mereka seperti yang saya baca dalam buku ini rasanya telah ditebus secara perlahan…” (Prof. Dr. Amran Razak, SE, M.Sc, Guru Besar FKM UNHAS)

“Lebih baik saya tidak mengomentari buku ini karena apapun komentar saya justru akan dipermasalahkan orang. Biarlah kawan-kawan pengamat yang berkomentar.“ (Andi Alfian Malarangeng, Juru Bicara Presiden RI)

“Buku ini sangat dibutuhkan oleh sebagian besar rakyat Indonesia, yang telah dengan ikhlas menjatuhkan pilihannya kepada pasangan SBY-JK….” (Dr. Taruna Ikrar, M.Pharm., Ph.D, Founder CFIS - Center For Interregional Study)

“Saya yakin buku ini menarik dan berguna untuk banyak orang. Namun saya tidak merasa mampu untuk menulis komentar.” (Wimar Witoelar, Tokoh Terkenal).

“Bukuinicukupmewakilituntutanmasyarakat Indonesia yang sangat mengharapkan realisasi terhadap mimpi-mimpi yang diberikan para pemimpin bangsa ini ketika mereka menginginkan dukungan untuk menduduki tahta kekuasaan di negara ini…” (Vera T. Tobing, SH, Advokat)

“Buku ini telah merekam semua janji SBY-JK pada masa kampanye dulu dengan sangat lengkap dan jelas. Dan saya yakin SBY-JK akan terus berusaha menepati janji-janjinya. Hanya soal waktu. Kita lihat saja nanti.“ (Muhammad Ikbal, SH, General Manager PT BBS)

Komentar dan Testimoni

“Yang saya soroti dari buku ini adalah janji SBY untuk membangun demokrasi melalui kebijakan antidiskriminasi. Akan tetapi, di masa SBY, kebijakan yang diskriminatif dan antipluralisme sangat menonjol,khususnya dalam bidang agama.Terutama terhadap penganut agama dan kepercayaan minoritas. Indikator: Pengabaian hak-hak sipil para penghayat kepercayaan, penyerangan terhadap Ahmadiyah, penutupan gereja-gereja Kristen, dan penangkapan para pimpinan aliran-aliran baru: Lia Eden, Al-Qiyadah, dan lain- lain. Akibatnya, timbul konflik horisontal: kelompok mayoritas menyerang minoritas dengan dalih fatwa MUI. Sepanjang sejarah RI, baru SBY presiden yang tunduk pada fatwa MUI. Padahal, fatwa MUI tidak punya tempat dalam struktur hukum di Indonesia. Mestinya dia hanya berpedoman pada Pancasila dan UUD ‘45 yang menjamin kemerdekaan setiap warga untuk menganut agama dan kepercayaan masing-masing. “

Prof. Dr. Siti Musdah Mulia, M.A Jakarta

“Walau saya pernah dekat dan bekerja sama – namun saya tidak pernah bisa menebak, membaca, dan memprediksi apa yang ada dalam benak dan apa yang akan dilakukan seorang SBY. Yang dapat saya pastikan, menurut pendapat pribadi saya, bahwa SBY adalah

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

seorang politisi ulung, tangguh, dan sabar. Beliau pandai memainkan manajemen waktu, lihai mengatur emosi kawan maupun lawan, dan amat cerdas menggiring atmosfir di setiap tempat dan komunitas. Beliau juga sangat tangkas menjadikan dirinya sebagai magnet dalam seketika. Dalam keadaan serba normal, beliau memang pas dan pantas menjadi presiden bagi negeri ini. “

Sys NS Ketua Umum DPP Partai NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) Jakarta

“Kritik Rudy S. Pontoh dalam buku ini memperjelas kita bahwa kritik bukan saja sebuah keinginan dari warganegara untuk bebas bicara, tapi juga sebuah kebutuhan dari pemerintah negara agar berbuat lebih baik.”

Usman Hamid Koordinator Kontras Menteng, Jakarta Pusat

“Adanya hasrat dari kalangan SBY-JK untuk berpaket kembali atau pun secara terpisah menunjukkan keyakinan bahwa janji-janji dan komitmen mereka seperti yang saya baca dalam buku ini rasanya telah ditebus secara perlahan. Proses demokratisasi, desentralisasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat relatif baik dan terbebas dari IMF. Pemberantasan korupsi belum memuaskan masih bertumpu pada penguatan institusional.Yang menonjol adalah pelaksanaan demokrasi di Indonesia jauh lebih baik dari Singapura

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

dan Malaysia. Kabinet ekonominya belum “menggigit” menangani makroekonomi.”

Prof. Dr. Amran Razak, SE, M.Sc Guru Besar FKM Universitas Hasanuddin Makassar

“Seseorang yang tidak mampu menepati janji tidak layak jadi pemimpin. Secara pribadi, saya masih ingin percaya dan berharap pada SBY. Tapi hampir semua seniman dari berbagai propinsi yang hadir di Kongres Dewan Kesenian se-Indonesia di Papua Agustus 2005 lalu menganggap SBY pembohong / tidak bisa memegang kata-kata. Pada penutupan kongres dimaksud SBY berjanji membangun kesenian Indonesia dengan sungguh – sungguh, salah satunya dengan mensahkan DKI (Dewan Kesenian Indonesia) sebagai keputusan kongres. Dua setengah tahun Tim Formatur DKI melakukan berbagai cara menagih janji,NIHIL.Kalau janji resmi dan ditayangkan TVRI ke seluruh negeri saja tidak ditepati…sekarang silahkan rakyat menilai. Sebab dalam hal tidak kunjung disahkannya DKI, SBY hanya memberi kita dua pilihan kemungkinan: SBY tidak mampu atau SBY tidak bisa dipegang kata-katanya. Dua-duanya tidak dibutuhkan rakyat Indonesia.”

Ratna Sarumpaet Aktivis dan Seniman Jakarta

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

“Agar diungkapkan juga mengenai apa yang tidak/belum pernah dijanjikan SBY-JK kepada rakyat. Kadang pemimpin sering melupakan apa yang dijanjikan dan membuat janji-janji baru untuk mempertahankan kepemimpinannya. “

M. Farhat Abbas, SH Basmar, Mampang Jakarta Selatan

“Lebih baik saya tidak mengomentari buku ini karena apapun komentar saya justru akan dipermasalahkan orang. Biarlah kawan- kawan pengamat yang berkomentar.”

Andi Alfian Malarangeng Juru Bicara Presiden RI Jakarta

“Buku ini mudah-mudahan jadi pelajaran moral nomor satu bagi siapa saja yang mengaku pemimpin atau siapa saja yang mau terjun ke dunia politik. Negeri ini tidak butuh janji, tapi kerja nyata yang dikawal oleh visi dan moralitas sejati.”

v

Ahmad Ushtuchri, SE Pimpinan Pondok Pesantren Annur Kota Bekasi

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

“Membaca buku ini saya merasakan pancaran ketulusan dari Bapak SBY. Janji-janji beliau memberikan optimisme yang besar. “

Prof. Dr. Maizar Rahman Gubernur OPEC Peneliti Utama Teknologi Minyak & Gas

“Kita semua sepakat janji adalah hutang. Sampai kapan pun dan oleh siapapun hutang akan tertagih. Kalau sudah terlontar sebaiknya ditepati supaya selamat nanti di “sana”. “ Ratih Sanggarwati Jakarta

“Buku ini sangat dibutuhkan oleh sebagian besar rakyat Indonesia, yang telah dengan ikhlas menjatuhkan pilihannya kepada pasangan SBY-JK. Jika ke depan, untuk periode 2009-2014 pasangan SBY-JK masih ingin terpilih lagi, masih ada sisa waktu untuk membuktikan implementasi janji dan komitmennya terhadapat rakyat. Di era globalisasi, bangsa Indonesia sangat membutuhkan pemimpin yang berjuang membawa perubahan positif bagi rakyat, bangsa dan negara, dalam menggapai cita-cita Indonesia sebagai negara yang maju dan sejajar, serta disegani oleh bangsa-bangsa di dunia dalam percaturan internasional. “

Dr. Taruna Ikrar, M.Pharm., Ph.D Founder CFIS (Center For Interregional Study) Jepang

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

v

“Buku ini telah memberikan kontribusi berharga karena sudah melayani kepentingan masyarakat untuk memantau mereka yang berkuasa (SBY-JK) agar bertanggung jawab pada setiap perilaku, keputusan, dan kebijakannya. “

Josephine Mathilda Aktivis Persaudaraan Poso Palu, Sulteng

“Buku ini telah merekam semua janji SBY-JK pada masa kampanye dulu dengan sangat lengkap dan jelas. Dan saya yakin SBY-JK akan terus berusaha menepati janji-janjinya. Hanya soal waktu. Kita lihat saja nanti.”

Muhammad Ikbal, SH General Manager PT BBS Jakarta & Kendari

“Saya yakin buku ini menarik dan berguna untuk banyak orang. Namun saya tidak merasa mampu untuk menulis komentar.”

Wimar Witoelar PT InterMatrix Indonesia Jakarta Selatan

“Buku ini adalah wujud upaya cerdas guna mencerdaskan anak bangsa. Keberadaannya jelas memberikan efek positif pembelajaran. Jika suatu saat nanti politisi ini hendak kembali naik ke podium

v

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

kampanyenya, maka setidaknya ia akan berpikir ulang untuk tidak mengumbar janji-janji politik secara sembarangan. Sebab, sekarang ia tahu ucapannya tersebut tidak lagi terbang bersama angin tapi dicetakbukukan menanti pertanggungjawaban dalam bentuk nyata. Buku ini akan menjadi sumber rujukan bagi kita untuk mengkritisi sudah sejauh mana janji-janji tersebut terwujudkan. Semoga SBY-JK atau mungkin para politisi lain di pentas daerah atau nasional menjadikan ini sebagai barometer.”

Mohammad Aqil Ali, SH HWS & Partners Wisma Kemang, Jakarta Selatan

“Penyebaran ide dan gagasan dalam buku ini sangat perlu diketahui khalayak umum, terutama kalangan pendidikan dan aktivis serta kalangan HAM, bahkan untuk kajian kajian hukum lebih dalam.”

Dedeng Z Staf Pengajar Fak. Hukum UNSRI Ogan Ilir, Sumsel

“Para politisi itu mengekploitasi kaum miskin, menjajikan perubahan dan kesejahteraan, padahal rakyat sudah mencatatnya. Berulangkali ingkar janji, ada saatnya melawan dan menagih bakul berisi janji-janji itu.”

Mulyani Hasan Penulis dan Wartawan Bandung

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

v

“Buku ini cukup mewakili tuntutan masyarakat Indonesia yang sangat mengharapkan realisasi terhadap mimpi-mimpi yang diberikan para pemimpin bangsa ini ketika mereka menginginkan dukungan untuk menduduki tahta kekuasaan di negara ini. Janji-janji yang diumbar pada saat Pemilu 2004 lalu seharusnya sudah dapat kita rasakan sekarang. Yang terjadi justru sebaliknya, dimana keadaan semakin menuju ke jurang kesengsaraan baik dari sudut moralitas, integritas serta kehidupan perekonomian. Dengan kehadiran buku ini diharapkan SBY-JK menyadari bahwa yang dibutuhkan masyarakat Indonesia saat ini adalah realisasi terhadap setiap komitmen yang mereka buat.”

Vera T. Tobing, SH Kantor Pengacara Vera Tobing & Patners Jakarta

“Semoga buku ini tersedia banyak di toko buku manapun dan dijual dengan harga terjangkau sehingga semua orang bisa memilikinya hingga ke masyarakat kalangan menengah ke bawah. “

Yudan S Perum Graha Sengkaling Dau – Malang, Jawa Timur

“Setelah membaca buku ini saya berpendapat: yang terpenting adalah janji-janji dan komitmen itu dapat terlaksana secara komprehensif, bertahap, kontinyu, terpadu & terukur demi mencapai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang ideal.”

v

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Zikroen Habibie

Jakarta

Janji-janji & Komitmen

SBY-JK

Ternyata

(edisi 2)

Hanya Angin?

Sanksi Pelanggaran Pasal 72 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta

1. Barangsapa dengan sengaja melanggar dan tanpa hak melakukan perbuatan sebagamana dmaksud dalam Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 49 Ayat (1) dan Ayat (2) dpdana dengan pdana penjara masng- masng palng sngkat 1 (satu) bulan dan/atau denda palng sedkt Rp1.000.000,00 (satu juta rupah), atau pdana penjara palng lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda palng banyak Rp5.000.000.000,00 (lma mlar rupah).

2. Barangsapa dengan sengaja menyarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu cptaan atau barang hasl pelanggaran hak cpta atau hak terkat sebaga dmaksud pada Ayat (1) dpdana dengan pdana penjara palng lama 5 (lma) tahun dan/atau denda palng banyak Rp500.000.000,00 (lma ratus juta rupah).

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2)

Ternyata Hanya Angin?

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Janji-janji dan Komitmen

SBY-JK (Edisi 2)

Ternyata Hanya Angin?

Oleh Rudy S. Pontoh

Desain Sampul & Penata Letak: Ad Sketch Art Sampul: Ledi Raja

Diterbitkan oleh Penerbit Boki Cipta Media, Jakarta 2008 Email: bokicipta@gmail.com

© 2008 Rudy S. Pontoh Hak cipta dilindungi oleh undang-undang

ISBN 978-979-17267-0-2

Didistribusikan oleh

Boki Cipta Distributor Jakarta

Dicetak oleh Percetakan Imagraph Isi di luar tanggung jawab percetakan

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Buku ini saya persembahkan untuk Kinanti Syandini Pontoh (Syasa) — putri tercinta yang selalu meramaikan hari-hari saya, Marlini Hasan —istri saya tercinta yang selalu setia mendampingi saya, Mbak Dewi Dewo — sahabat setia yang selalu memberi inspirasi baru, serta teman-teman dalam karir kepenulisan saya: Belinda Gunawan, Yati Utoyo Lubis, Amalia Th, Petty S. Fatimah, Didin P. Ambardini, M. Dahlan Abubakar, Moelawarman, Taruna Ikrar, Syamsul Hilal Salam, Anwar Wardy W, Amran Razak, Zein Suweleh dan masih banyak lagi mbak-mbak dan mas- mas yang tidak mungkin saya sebutkan satu persatu di sini. Terima kasih juga saya ucapkan kepada keluarga besar saya di Poso, kota kelahiran saya, yang hingga kini nasih setia bertahan di antara puing-puing kerusuhan: Hary, Elvira (Pico), Sustin, Hatta, Rita (Nona), Netty, Ma’u, Papa Dedi, Mohtar, Om Ismail, dan semuanya. Tak lupa juga saya ucapkan terima kasih kepada teman- teman “tim sukses” yang dulu suka ngumpul di Graha Anugrah:

Sys NS, Adam Riyanto, M.Iqbal Miad; teman-teman aktivis yang suka ketemu di Kontras: Usman Hamid, Ratna Sarumpaet, Bernard Ndawu; dan juga juga teman aktivis dari Forum Poso Bersatu: Farhat Abbas, Camelia Latjuba, Vera T. Tobing, Elen Tandawuya, Ritha Mananri, Sese, Kaimana Lapian, Darma Tongku, Fat Alamrie, Nil Syeban, M. Taswin, dan lain-lain. Juga saya ucapkan terima kasih kepada Pak Syarifudin — konsultan penerbitan yang rajin menasehati saya, Mbak Amalia Damaiyanti — kakak ipar yang suka meramaikan suasana, Mbok Marsiyah yang rajin menyiapkan kopi panas di meja kerja saya, Yulita yang setia mengawal si kecil, dan Pak Idi — sopir yang selalu siaga setiap saat. Tak lupa saya sampaikan cium sayang buat Ledi dan Gege yang senantiasan menemani saya dengan segala kesabarannya. Juga…di luar semua itu, buku ini juga saya persembahkan buat Cheche — kucing saya tercinta yang kini sudah tiada.

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

v

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Kata Pengantar Edisi 2

Ketika saya menawarkan ke penerbit, banyak penerbit yang menolak dengan berbagai alasan. Saat saya menulis surat pembaca ke media cetak untuk mencari mitra penerbit, banyak media cetak bahkan takut memuat surat pembaca saya. Setelah mengalami berbagai penolakan, buku ini (baca: buku “Janji-Janji & Komitmen SBY-JK” edisi pertama) akhirnya berhasil diterbitkan untuk pertama kali dan meledak di pasaran. Kini tak ada satupun buku tersebut yang tersisa di toko buku.

Namun jejak-jejak keberadaan buku ini bisa dengan mudah Anda cari di internet. Jika Anda menulis di Google “janji SBY” – tanpa tanda kutip – maka situs promosi buku ini yang muncul berada paling di atas. Dengan meng-gogling (melakukan pencarian dengan Google), Anda juga akan menemukan data bahwa buku ini, hingga edisi keduanya diterbitkan, terus menjadi pembicaraan hangat di internet. Data lain yang bisa Anda temukan, ternyata buku ini telah menjadi referensi dan daftar pustaka berbagai tesis ilmiah serta koleksi perpustakaan di berbagai belahan dunia termasuk perpustakaan kepresidenan RI. Sekarang, buku ini saya terbitkan kembali dengan isi yang hampir sama persis dengan buku edisi pertama Hanya penampilannya sedikit diperbaharui dengan beberapa tambahan penting di sana- sini, termasuk tambahan komentar dari orang-orang yang saya sebut

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

v

“pemberani” dan “pemerhati” negeri ini. Visi dan misi awal buku ini untuk tetap tampil polos (tanpa pretensi dan keberpihakan kepada siapapun) tetap saya pertahankan. Mungkin benar kata orang, masih terlalu dini untuk memberi penilaian berhasil tidaknya SBY-JK mewujudkan janji- janji mereka. Karena ibarat bermain catur, sebelum skak mat, kita sulit memprediksi apakah seseorang akan kalah atau tidak bahkan meski batu yang ada tinggal benteng, raja, dan pion.Tetap saja masih ada waktu. Tapi bagaimana jika ternyata janji-janji dan komitmen mereka hanyalah angin? Akhirnya pesan saya, belilah buku ini pada kesempatan pertama ketika Anda melihatnya. Jangan ragu-ragu untuk membelinya. Keragu-raguan hanya akan membuat Anda menyesal seperti banyak dialami orang dengan edisi pertama.

v

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Kata Pengantar Edisi 1

Saat buku ini ditulis, ada beberapa janji dan komitmen (selanjutnya saya singkat jankomit) Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla ( JK) yang sudah terbukti. Dalam komposisi kabinet misalnya, mereka memberi empat posisi menteri kepada wanita, juga memilih putra Papua untuk duduk di kabinet sesuai janji. Namun, ada juga yang tidak terbukti. Antara lain, janji akan memilih menteri BUMN dari kalangan nonpartisan. Nyatanya yang terpilih adalah seorang partisan salah satu parpol. Masih ada ratusan jankomit lain yang menunggu bukti hingga lima tahun ke depan. Adakah Anda mencatatnya? Mungkin “ya”, mungkin juga “lupa-lupa ingat”, tapi bisa dipastikan sebahagian besar akan menjawab“tidak”.Padahal,simaklah apa kata Jusuf Kalla saat berbicara di depan peserta Rakernas Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) di Balai Diklat Srondol Semarang (17 Juni 2004), “Saya setuju jika janji-janji calon presiden dan calon wakil presiden dicatat, agar jika terpilih nanti, masyarakat bisa menagihnya”. Berbekal rasa penasaran plus keinginan untuk menagih atau lebih tepat menunggu janji, saya melakukan pelacakan media guna menelusuri keberadaan sang jankomit. Kaidah-kaidah sebuah data seperti apa, di mana, dan kapan jankomit diucapkan berusaha saya penuhi. Untuk itu, ada tiga tahap yang saya gunakan:

Pertama, mengumpulkan berbagai berita dan informasi apa saja yang berhubungan dengan SBY-JK. Pada tahap ini semua arsip

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

v

koran, majalah, radio, bulletin, televisi yang saya anggap bonafid (lihat rujukan) saya telusuri baik secara online maupun penelusuran langsung. Penulusuran saya batasi pada berita dan informasi yang dipublikasikan sejak bulan Mei 2004 (masa persiapan pencalonan) hingga akhir Oktober 2004 (seusai pelantikan calon presiden dan calon wakil presiden terpilih). Selanjutnya, berita dan informasi yang terkumpul saya pilah- pilih kembali untuk memilih berita dan informasi yang berhubungan dengan jankomit. Hasilnya, sunggguh luar biasa: jankomit yang terkumpul jumlahnya mencapai angka ribuan. Banyak jankomit yang diucapkan berulang, hanya tempat dan waktunya yang berbeda. Jankomit seperti ini saya singkirkan. Begitupun dengan jankomit yang saya anggap emosional atau diplesetkan oleh pembuat berita/informasi untuk tujuan-tujuan tertentu. Langkah memilih, mengecek ulang dengan menggunakan sumber lain seperti itu saya lakukan pada tahap terakhir. Tidak semua jankomit bisa saya telusuri. Namun apa yang termuat dalam buku ini saya anggap bisa mewakili jankomit lainnya yang tidak berhasil saya lacak. Agar pembaca tidak terlalu banyak “memakan” janji, buku ini juga saya lengkapi dengan komentar dan opini dari mereka yang menunggu bukti jankomit. Komentar dan opini saya kumpulkan dengan menyebarkan pertanyaan “apa yang ada harapkan dari janji dan komitmen SBY-JK?” di berbagai mailinglist maupun pertanyaan secara langsung. Sebagai indikator apakah SBY-JK memenuhi jankomit mereka, pada bagian lain buku ini saya sertakan fakta dan data keadaan Indonesia saat ini, saat jankomit diucapkan. Lima tahun mendatang, bukalah kembali fakta dan data ini. Jika fakta dan data pada saat itu ternyata banyak berubah dari fakta dan data dalam buku ini, bisa dipastikan SBY-JK telah memenuhi janji-janji perubahan yang selalu mereka dengung- dengungkan. Selamat membaca!

v

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

PENDAHULUAN:

Antara Janji SBY-JK dan Angin

Waktu pemilu dulu, saya adalah pendukung independen SBY-JK (Susilo Bambang Yudhoyono - Jusuf Kalla). Bahkan hingga saya merasa pesimis dengan janji-janji yang kerap dilontarkan SBY- JK pada masa kampanye dulu, saya tetap mendukung mereka. Saya yakin orang seperti saya ada jutaan jumlahnya di negeri ini. Jangankan diberi waktu 100 hari, dalam waktu lima tahun masa pemerintahnya pun banyak janji yang menurut saya akan sulit dibuktikan. Bahkan jika masa pemerintahannya ditambah berlipat- lipat kali pun masih ada janji yang masih sulit untuk dibuktikan. Pernahkah Anda membayangkan negeri yang konon mewarisi budaya korup dari “sononya” dan selalu menduduki peringkat kelima atau keenam terkorup di dunia ini benar-benar bersih dari koruptor hanya berkat program pemberantasan korupsi yang 100 hari, lima tahun, atau 10 tahun? Jika anda menjawab ya, itu berarti Anda sama optimisnya dengan generasi tiga, empat atau lima dekade yang lalu dan sama akan kecewanya Anda dengan tiga, empat atau lima generasi mendatang. Lalu apa arti sebuah janji? Itu tergantung bagaimana, siapa, dan untuk apa janji itu diucapkan. Bertanyalah pada seorang ulama, dan ia akan menjawab bahwa seorang muslim yang baik seharusnya menepati janji-janji yang ia ucapkan baik kepada sesama manusia maupun kepada Allah SWT. Kita pun diajarkan untuk melafazkan

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

“insya Allah” saat mengucapkan janji. Bertanyalah kepada seorang penyanyi, ia mungkin akan berkata bahwa janji adalah sesuatu yang enak untuk didendangkan tapi tidak untuk dibuktikan. Bertanyalah kepada seorang ahli filsafat, maka ia akan mengaitkan masalah janji itu dengan tanggung jawab atau responsibility yang diartikan sebagai accountabiliy (perhitungan), obligation (kewajiban), dan cause (penggerak). Dan jika kita bertanya kepada SBY-JK apakah mereka pernah mengucapkan janji saat kampanye dulu, mereka pun mungkin akan berpendapat bahwa apa yang mereka ucapkan dulu itu bukanlah janji melainkan rencana. Jadi, sah saja jika kemudian saya berpendapat bahwa apa yang diucapkan SBY-JK dulu memang bukanlah janji atau komitmen melainkan angin yang keluar dalam bentuk suara melalui sebuah proses di tenggorokan. Kenyataan pertama yang bisa kita jadikan indikator bahwa apa yang mereka katakan hanyalah angin tak perlu harus dibuktikan dengan menunggu waktu 100 hari atau hingga lima tahun ke depan. Sejak malam pengumuman kabinet tanggal 20 Oktober 2004 lalu, aroma angin sebenarnya sudah mulai terasa di Istana. Pada mulanya pengumuman kabinet dijanjikan akan berlangsung pukul 20.00 WIB. Ternyata para wartawan yang menunggu mewakili jutaan pemirsa di depan televisi terpaksa cuma menghirup angin karena waktu pengumuman ditunda hingga pukul 23.00. Ketika waktu yang dijanjikan tiba, lagi-lagi mereka harus menghirup angin tak sedap karena pengumuman baru bisa dilaksananakan beberapa menit menjelang tengah malam. Sesudahnya, banyak lagi indikator lain yang bisa membuktikan bahwa ucapan mereka dulu itu hanyalah angin. Dalam riuh-rendah masa kampanye dulu mereka mengatakan akan melakukan shock therapy dalam bidang pemberantasan KKN pada masa 100 hari pertama pemerintahan mereka. Ekspektasi masyarakat

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

menjadi begitu tinggi karena mereka berharap shock terapy itu akan berwujud penangkapan koruptor kelas kakap. Ternyata yang tertangkap hanyalah koruptor kelas teri sekelas Puteh dan Gubernur Sumbar yang saya sendiri bahkan lupa namanya karena tidak begitu dikenal. Masyarakat pun baru sadar bahwa mereka telah menerima angin. Dalam bidang Hak Asasi Manusia (HAM), Suciwati, istri almarhum Munir juga sempat terkena angin ketika berkunjung

ke istana. Untungnya ia tak langsung masuk angin begitu tahu

pembentukan komisi independen untuk membongkar kasus Munir ketika itu ternyata hanyalah angin. Indikator lain, beberapa waktu setelah pelantikan SBY-JK menjadi presiden dan wakil presiden RI, rakyat terpaksa berteriak ketika Pertamina menaikkan harga petramax dan elpiji. Kenaikkan

ini diikuti dengan pencabutan subsidi bahan bakar minyak (BBM)

yang mengakibatkan harga minyak tanah yang Rp 700 per liter

menjadi Rp 2.000 per liter. Padahal, masih terngiang-ngiang

di telinga waktu kampanye dulu SBY-JK dengan lantang dan

merdu menyuarakan bahwa kebijakan yang akan diambil dalam mengantisipasi kenaikkan minyak dunia tidak akan membebani rakyat kecil. Ini juga ternyata hanyalah angin. Toh, meski tahu bahwa

itu

hanyalah angin, masyarakat kita hanya bisa menerima kenyataan

itu

dengan lapang hati.

Mengapa? Karena kita adalah bangsa yang selalu atau terpaksa menjadi mafhum. Ketika SBY berkunjung ke luar negeri saat kematian Yasser Arafat dan pertemuan APEC di Chile, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unhas, Jurusan Politik Pemerintahan buru-buru menggelar diskusi bertajuk; ‘Citra Indonesia di Luar Negeri; Suatu Analisis Diplomasi Publik dalam 100 Hari Pemerintahan SBY-JK’. Pasalnya, dalam masa kampanye dulu SBY pernah mengatakan bahwa tiga bulan pertama masa

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

pemerintahannya ia akan lebih memfokuskan diri pada masalah- masalah di dalam negeri ketimbang luar negeri. Hasil diskusi? Kunjungan SBY ke luar negeri masih bisa dimaklumi karena berhubungan dengan citra Indonesia di luar negeri. Kita,sejak dulu,adalah bangsa yang selalu bisa dengan mudah memaklumi dan bisa dengan sabar menunggu janji meski kita tahu apa yang kita tunggu itu adalah angin. Sebuah rezim, sebuah orde, sebuah pemerintahan sebenarnya adalah sebuah janji meski janji itu tidak pernah diucapkan atau ditandatangani. Ketika rezim Soeharto berkuasa, kita menunggu terjadinya angin “keajaiban” sehingga kita bisa keluar dari genggaman rezim otoriter. Setelah dada terasa sesak menunggu, Soeharto berhasil dimundurkan dan datanglah angin reformasi. Kita pun menunggu terjadinya perbaikan. Hingga hidung terasa sengak untuk bernapas karena banyaknya angin, perbaikan rasanya tak kunjung datang jua. Jadi, harus dilakukan perubahan. Maka datanglah angin perubahan. Kita pun menunggu kapan perubahan akan terjadi. Lima tahun ke depan setelah perubahan tak kunjung terasa dan dada kita semakin sesak karena banyaknya angin yang masuk mungkin akan berhembus angin baru yang bernama angin pelurusan. Alhasil? Ya, kita akan dengan setia menunggu meski kita tahu apa yang kita tunggu itu adalah angin. Kita adalah bangsa yang menanti. Sadar atau tidak, jauh di dalam hati, kita menikmati saat-saat penantian itu sebagaimana kita menikmati angin ketika sedang duduk di tepi pantai. Kita suka mendengar janji-janji, karena di dalam janji-janji itu terkandung sebuah harapan. Kita juga menikmati saat-saat menunggu bukti dari janji-janji itu karena di situ bergulir sebuah ketegangan. Kita akan senantiasa menikmati apapun yang dijanjikan tak perduli apakah janji itu bisa terbukti atau tidak. Dan ketika janji itu memang tidak terbukti, kita akan dengan segera mencari pembenaran agar kita bisa

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

tetap menikmati angin-angin yang baru. Lalu masih perlukah kita memperdebatkan soal angin sementara kita sendiri menikmati apa yang akan kita perdebatkan? Saya adalah pendukung SBY-JK bahkan ketika saya yakin janji-janji mereka hanyalah angin. Mengapa? Karena sejak awal saya tidak pernah berharap banyak dari apa yang mereka janjikan. Saya merasa puas sebagai penikmat angin sejati. Saya melihat, masalah angin bukanlah indikator baik-buruknya sebuah pemerintahan. Mereka adalah baik dan kita masyarakat sama baiknya dengan mereka. Mereka adalah sebuah konfigurasi dari struktur pembuat janji yang baik dan kita adalah masyarakat yang tersusun atas unsur-unsur pendengar janji yang baik. Jadi tak usahlah kita terlalu berharap mereka akan menepati janji mereka persis sama seperti apa yang mereka katakan saat kampanye dulu. Di bidang ini mungkin mereka sama buruknya dengan kita. Mereka buruk dalam menepati janji dan kita buruk dalam menuntut janji. Dari pada berdebat berkepanjangan, bukankah akan lebih baik kita menikmati angin?

Salam,

Rudy S. Pontoh rudypontoh@gmail.com

CATATAN: Tulisan ini saya tulis kembali berdasarkan tulisan saya sebelumnya dengan judul yang sama yang saya buat atas permintaan Jurnal Madani pada awal pemerintahan SBY-JK

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

v

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

DAFTAR ISI

KOMENTAR DAN TESTIMONI

i

KATA PENGANTAR EDISI 2

xv

KATA PENGANTAR EDISI 1

xvii

PENDAHULUAN: Antara Janji SBY-JK dan Angin

xxi

DAFTAR ISI

xxvii

BAGIAN SATU :

Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan Pemberantasan KKN

3

Keperdulian Terhadap Rakyat

7

Perbaikan Pendidikan

12

Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan

19

Pemulihan dan Peningkatan Ekonomi

23

Kebijakan dan Pembangunan Daerah

31

Penegakkan Hukum

39

Seputar Kepemimpinan

43

Masalah Ketenagakerjaan

49

Keamanan dan Pertahanan

52

Pelayanan Kesehatan

58

Budaya dan Seni

62

Kesejahteraan Rakyat

65

Hubungan dan Kerjasama Internasional

68

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

v

Nelayan dan Petani

71

Otonomi Daerah

74

Kebebasan

Pers

76

Pornografi dan Narkoba

79

Bisnis dan Usaha

82

Indonesia Masa Depan

86

Hutan, Laut, dan Lingkungan

89

Ajakan dan Kebersamaan

92

Seputar

Kabinet

97

Agenda

Kerja

102

Nonkategori

110

BAGIAN DUA :

Janji dan Komitmen yang Tersirat Dari Visi dan Misi SBY-JK Meningkatkan Saling Percaya Mencegah dan Menanggulangi Separatisme Menegakkan Hukum dan Ketertiban Mencegah Terorisme Meningkatkan Kemampuan Pertahanan Memantapkan Politik Luar Negeri Membenahi Sistem dan Politik Hukum Menciptakan Tata Pemerintahan yang Bersih Menghapus Diskriminasi Mengembangkan Kebudayaan Meningkatkan Kualitas Proses Desentralisasi dan Otonomi Menjamin Penghormatan dan Pengakuan Atas HAM Meningkatkan Peran Perempuan

117

117

117

118

118

118

119

119

120

120

121

121

121

v

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu

Janji dan Komitmen:

Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2)

Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

Pemberantasan

KKN

Kontrak Politik

Hingga Usai Pelantikan Pemberantasan KKN Kontrak Politik S aya akan mengadakan kontrak politik dengan rakyat dalam

S aya akan mengadakan kontrak politik dengan rakyat dalam menanggulangi pemberantasan korupsi. Satu rupiah pun uang negara harus dipertanggungjawabkan dan diaudit.

pun uang negara harus dipertanggungjawabkan dan diaudit. Pemeriksaan harus trasnparan. Rakyat harus mengetahui apa

Pemeriksaan harus trasnparan. Rakyat harus mengetahui apa yang sudah dilakukan, apa yang belum dilakukan, dan apa yang akan dilakukan ke depan. (SBY, dalam acara dialog “Visi dan Strategi Kebudayaan Calon Presiden 2004” di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin 14 Juni 2004).

Mengkaji Ulang

Saya akan mengkaji ulang semua kasus KKN. Langkah konkrit pertama saya dalam memberantas korupsi adalah mengkaji ulang semua proses hukumnya. Untuk itu, saya akan memanggil Jaksa Agung guna membicarakan apa yang telah dan yang sedang ia kerjakan. Langkah selanjutnya, saya akan melakukan pengawasan yang ketat melalui lembaga-lembaga yang ada seperti BPK, Irjen serta dengan keterlibatan masyarakat. Berikutnya, melibatkan KPK untuk melakukan pengawasan. Semua pejabat negara harus diaudit sehingga ketahuan berapa penambahan nilai kekayaannya, apakah penambahan nilainya masuk akal atau tidak. Jika tidak masuk akal, harus diadakan penyelidikan lanjutan. Faktor berikutnya

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

yang menjadi sangat penting dalam pemberantasan KKN adalah faktor pemimpin. Jika pemimpin melakukan pengawasan terus- menerus terhadap KKN, dampaknya akan sangat baik bagi upaya pemberantasan korupsi. (SBY, pidato politik pada penutupan masa kampanye putaran pertama Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI 2004-2009, Jakarta, Kamis 1 Juli 2004).

Resep Ajaib

Tidak ada resep ajaib dalam memberantas korupsi. Namun perjuangan ini harus dilakukan sekuat tenaga. Kita harus memberikan contoh teladan dari pimpinan tertinggi sampai terendah. Ini merupakan tantangan yang harus saya hadapi. (SBY, di Hotel Permata, Pacitan, Selasa 8 Juni 2004).

Pilar Utama

Kita harus selalu mengawasi usaha pemberantasan korupsi dengan memperkuat wewenang lembaga-lembaga antikorupsi dan peraturan-peraturannya. Saya akan berikhtiar untuk meyakinkan bahwa rule of law akan mengalahkan rule of powerful interests. Keadilan dan menghormati hak asasi manusia, bagi saya merupakan pilar utama demokrasi. (SBY, dalam acara seminar Institut Kajian Pertahanan dan Strategi Singapura, Singapura, Rabu 26 Mei 2004).

Membatasi Kekuasaan

Saya sangat komit untuk memberantas korupsi dan menegakkan hukum. Menerapkan power concept untuk membatasi munculnya penyalahgunaan kekuasaan di daerah. Jika kekuasaan tidak dibatasi, korupsi akan muncul. Jadi harus dibatasi oleh

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2)

Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

undang-undang supaya tidak muncul penyimpangan, terutama sejak diberlakukannya otonomi daerah. (SBY, dalam pertemuan dengan Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia di Bumi Perkemahan Tawangmangu, Solo, Sabtu, 14 Agustus 2004).

Kekayaan Diumumkan

Meski dalam undang-undang laporan kekayaan pejabat negara tidak harus diumumkan, saya setuju jika hal itu diumumkan. Ini akan berguna untuk mengatasi korupsi. Kalau bisa, di masa mendatang ada klarifikasi kekayaan pejabat setiap tahun sekali. (SBY, saat mengunjungi kantor Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Selasa 31 Agustus 2004).

Memberikan Keteladanan

Pemberantasan korupsi menjadi keharusan. Kita jalankan dengan memberikan keteladanan yang bersifat top down, harus dimulai dari pemimpin tertinggi di negara ini. Terus, keteladanan dan engagement ini mengalir ke pimpinan yang lebih rendah sampai tingkat kepemimpinan terendah dalam masyarakat kita. Upaya ini harus dibarengi dengan upaya-upaya hukum yang tegas dan adil. Dan, secara bertahap mengembangkan sistem hukuman dan ganjaran atas korupsi i. (SBY, pidato politik pada pembukaan masa kampanye putaran pertama Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI 2004-2009, Jakarta, Selasa 1 Juni 2004).

Memimpin Langsung

Saya akan memimpin langsung pemberantasan korupsi di negeriini.Iniadalahmasalahserius.Untukmengetahuipemberantasan yang dilakukan sudah sejauh mana, kami akan mengadakan rapat

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

secara terus menerus. Pengauditan kekayaan pejabat harus dilakukan setiap tahun. Semua lembaga yang dibangun untuk pemberantasan KKN seperti BPK, KPK akan saya dayagunakan dengan terpadu agar langkah yang diambil efektif. Pengawasan lebih ketat akan saya lakukan terhadap pos-pos rawan korupsi seperti bea cukai dan bagian pengadaan lainnya. Jika presiden memberikan perhatian yang sungguh-sungguh terhadap pemberantasan korupsi, saya yakin lima tahun ke depan praktek korupsi dan berbagai penyimpangan dapat berkurang. (SBY, dalam acara “Dialog Penajaman Visi, Misi, dan Program Capres-Cawapres” yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum di Hotel Hilton, Jakarta, Selasa 14 September 2004).

Tekad Tak Cukup

Tekad saja tak cukup dalam melakukan pemberantasan korupsi. Diperlukan contoh dari atas, contoh dari pemimpinnya. (JK, dalam acara “Dialog Penajaman Visi, Misi, dan Program Capres- Cawapres” yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum di Hotel Hilton, Jakarta, Selasa 14 September 2004).

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2)

Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

Keperdulian Terhadap Rakyat

Kalangan Bawah

Usai Pelantikan Keperdulian Terhadap Rakyat Kalangan Bawah K ami akan memprioritaskan upaya penanggulangan masalah

K ami akan memprioritaskan upaya penanggulangan

masalah perekonomian bagi masyarakat kalangan bawah.

Pemerintah harus terus menerus membantu kaum dhuafa

dan masyarakat miskin dalam upaya mewujudkan Indonesia yang aman, damai, adil, demokratis, dan sejahtera. Mereka selama ini belum mendapat hak-haknya secara proporsional. (SBY, dalam silaturahmi dengan sejumlah ulama dan cendekiawan muslim di Asrama Haji Masyhur, Medan, Jumat 18 Juni 2004).

Harapan Rakyat

Banyak hal penting yang mesti kita pikirkan bersama:

agar demokrasi semakin mekar, keamanan semakin pulih, keadilan semakin tegak, dan kesejahteraan meningkat. Harapan rakyat yang telah disampaikan kepada calon presiden lain (calon presiden yang tidak terpilih, Ed.) akan merupakan amanah bagi saya. (SBY, dalam acara open house di kediamannya, Puri Cikeas, Gunung Putri, Bogor, Senin 27 September 2004).

Bertemu Langsung

Saya akan mendengar langsung dari rakyat permasalahan mereka. Saya akan bertemu langsung dan mendengarkan apa adanya, tanpa ada rekayasa. Saya ingin tahu apa yang mereka harapkan.

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

(SBY, usai mengadakan rapat dengan tim suksesnya di Hotel Shangri- la, Surabaya, Sabtu 5 Juni 2004).

Senang Mendengar

Saya senang mendengar langsung suara rakyat. Pemimpin harus senang mendengar suara rakyat. Pemimpin harus tahu masalah rakyat. (SBY, saat bertemu dan berdialog dengan sejumlah petani dan pedagang jamu serta buruh jamu di Bawen, Ungaran, Selasa 29 Juni

2004).

Turun Langsung

Saya siap berkeja keras bersama-sama rakyat untuk memperbaiki taraf kehidupan rakyat, kaum buruh dan rakyat miskin. Saya akan meminta para pejabat sebagai pemimpin di daerahnya untuk sering-sering turun langsung bertemu rakyat. Dengan begitu mereka bisa melihat secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi rakyat. Jika mereka sudah tahu persoalannya, mereka bisa memperbaikinya bersama-sama rakyat. (SBY, saat bertemu dan berdialog dengan sejumlah petani dan pedagang jamu serta buruh jamu di Bawen, Ungaran, Selasa 29 Juni 2004).

Kebutuhan Pokok

Untuk kepentingan konsumen, saya akan memperhatikan kebutuhan pokok dan menjamin harga murah dan stabil. Itu menjadi program kami dalam mesejahterakan rakyat. Agar hal tersebut bisa terlaksanan, dibutuhkan kondisi aman dan perlakuan adil bagi masyarakat.Setiap orang diperlakukan sama.(JK, saat bertemu dengan para nelayan di tempat pelelangan ikan Lempasing, Bandarlampung, Lampung, Senin 28 Juni 2004).

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2)

Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

Pelayanan Publik

Kita akan membangun sistem politik penyadaran atas hak dan kewajiban ekonomi dan politik rakyat. Rakyat berhak memperoleh lebih dari yang didapatkan sekarang. Kita ingin rakyat menyadari dan mengontrol bahwa yang dimaksud pelayan publik berarti pelayanan untuk seluruh rakyat. Bukan hanya untuk sebagian kecil masyarakat. Tidak ada satu orang pun yang berada di atas hukum. (SBY, pidato politik pada pembukaan masa kampanye putaran pertama Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI 2004-2009, Jakarta, Selasa 1 Juni 2004).

Sesuai Aturan

Pajabat daerah, gubernur, bupati harus bekerja sesuai aturan. Yakni, mengutamakan kebutuhan rakyat, bukan mengutamakan kebutuhan konsumtif pribadi. Saya akan meminta agenda mereka. Pembangunan yang dilakukan harus diprioritaskan untuk kebutuhan rakyat banyak. Untuk daerah miskin dan tidak mendapat perhatian dari kepala daerah, rakyat bisa melakukan usulan langsung kepada presiden. Kalau untuk pembangunan gedung dan fasilitas sekolah, pembangunannya harus disesuaikan dengan aturan yang ada, melalui kepala daerah. (SBY, menjawab pertanyaan masyarakat di kediamannya, Puri Cikeas, Gunung Putri, Bogor, Selasa, 28 September 2004).

Hari Besar

Adalah lazim jika harga kebutuhan pokok naik saat menghadapi hari-hari besar keagamaan seperti Lebaran dan Natal. Yang penting adalah menjaga distribusi agar tidak terjadi kelangkaan. Namun jika kenaikan itu menyulitkan rakyat kecil, kami akan melakukan operasi pasar. Upaya perbaikan ekonomi harus

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

menyentuh pada keadilan sosial. Wujud dari keadilan sosial itu harus tampak pada upaya peningkatan hak dasar rakyat. (SBY, dalam acara “Dialog Penajaman Visi, Misi, dan Program Capres-Cawapres yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum di Hotel Hilton, Jakarta, Selasa 15 September 2004).

Tetap Stabil

Saya akan memperjuangkan berbagai kebutuhan pokok masyarakat (sembako) agar tetap stabil dan terjangkau. (JK, dalam kampanyenya di Jambi, Selasa 15 Juni 2004).

Harus Diantisipasi

Saya akan mengambil kebijakan yang tidak membebani rakyat kecil dalam mengatasi kenaikan harga BBM. Kenaikan harga minyak dunia yang terjadi saat ini harus diantisipasi oleh pemerintah dengan melakukan penyesuaian terhadap subsidi maupun harga bahan bakar minyak di dalam negeri. Kalau kenaikan terus berlanjut, dan menganggu APBN tentu harus ada penyesuaian kebijakan. Namun, percayalah kebijakan yang akan saya ambil tidak akan memberatkan rakyat kecil. Karena kita tidak bisa lagi menanggung subsidi yang sangat besar, kita akan menetapkan subsidi terarah kepada kelompok yang menjadi target. Dalam hal ini, kita akan memberikan subsidi hanya untuk solar dan minyak tanah, karena itulah yang paling banyak digunakan oleh rakyat kecil. (SBY, dalam acara “Dialog Penajaman Visi, Misi, dan Program Capres-Cawapres yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum di Hotel Hilton, Jakarta, Selasa 15 September 2004).

0

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

Terjun Langsung

Permasalahan di daerah tidak hanya akan saya pantau melalui laporan. Tapi saya akan terjun langsung ke lapangan. Saya akan terjun langsung untuk mengatahui permasalahan-permasalahan yang dialami masyarakat. Saya akan terus mendorong jajaran kepala daerah: gubernur, bupati, walikota, dan kepala dinas untuk bersama- sama bekerja keras. (SBY, saat berdialog dengan sejumlah guru SMAN I Cileunsi di kediamannya, Puri Cikeas, Gunung Putri, Bogor, Rabu 22 September 2004).

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

Perbaikan Pendidikan

Pendidikan Berkeadilan

Usai Pelantikan Perbaikan Pendidikan Pendidikan Berkeadilan D alam bidang pendidikan, saya tidak menjanjikan pendidikan

D alam bidang pendidikan, saya tidak menjanjikan pendidikan gratis. Tapi, saya akan mengusahakan pendidikan yang berkeadillan bagi rakyat. Artinya,

masyarakat dari golongan mampu tetap membayar biaya pendidikan sebagaimana aturan yang ada, sementara yang tidak mampu akan mendapat keringanan. Itu artinya bekeadilan. Biaya pendidikan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan mutu pendidikan itu sendiri. Sebab, pendidikan sangat penting artinya untuk kemajuan bangsa dan negara. (JK, saat kampanye di GOR Saburai, Bandarlampung, Lampung, Senin 28 Juni 2004).

di GOR Saburai, Bandarlampung, Lampung, Senin 28 Juni 2004). Menaikkan Anggaran Dalam lima tahun pemerintahan, saya

Menaikkan Anggaran

Dalam lima tahun pemerintahan, saya akan menaikkan anggaran pendidikan menjadi 20 persen dari APBN. Dana untuk itu akan kami lakukan dengan melakukan pembatasan dan penundaan di sektor-sektor tertentu. Misalnya, biaya perjalanan dinas, pemberian mobil mewah untuk pejabat negara, pembangunan gedung-gedung baru, alokasi dari belanja barang. Juga melakukan pengaturan pajak yang lebih baik serta pemberantasan korupsi yang sangat keras. (SBY, dalam acara “Dialog Penajaman Visi, Misi, dan Program Capres- Cawapres” yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum di Hotel Hilton, Jakarta, Kamis 16 September 2004).

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

Memperbaiki Sistem

Kami akan memperbaiki pendidikan di Indonesia dengan dua cara. Pertama, kami akan memperbaiki sistemnya, terutama yang berhubungan dengan cara masuk dan sistem ujian di masing- masing tingkat pendidikan. Jangan seperti sekarang ini, orang begitu mudah lulus padahal sebetulnya mereka kurang belajar. Cara kedua adalah dengan meningkatkan anggaran pendidikan secara bertahap hingga mencapai 20 persen sesuai yang digariskan undang-undang. (JK, di hadapan sejumlah santri Pondok Pesantren Modern As Salam Sukoharjo, Solo, Sabtu 21 Agustus 2004).

Bisa Gratis

Mereka yang tidak mampu akan diupayakan mendapatkan pendidikan gratis.Tetapi,mereka yang mampu harus tetap membayar. Ini agar mereka yang miskin bisa gratis mendapatkan pendidikan. (JK, dalam acara “Dialog Penajaman Visi, Misi, dan Program Capres- Cawapres” yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum di Hotel Hilton, Jakarta, Kamis 16 September 2004).

Relatif Tertinggal

Pembangunan pendidikan di Indonesia relatif tertinggal dari negara-negara lain. Di antara 500 perguruan tinggi terkemuka di dunia, ternyata tidak terdapat perguruan tinggi dari Indonesia. Pada saat pendidikan di negara-negara tetangga maju dengan pesat, pembangunan pendidikan di Indonesia berjalan di tempat. Saya berusaha keras untuk meningkatkan berbagai upaya dan kebijakan yang nyata dan sungguh-sungguh untuk memeratakan dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

Pemerataan pendidikan yang saya maksudkan akan kita lakukan melalui program-program sebagai berikut : memberikan akses yang lebih besar kepada kelompok masyarakat miskin, meningkatkan pendidikan nonformal yang bermutu bagi masyarakat yang putus sekolah, dan menyediakan sarana dan prasarana pendidikan serta tenaga pendidikan. Bersamaan dengan ini kami memberikan perhatian pada peningkatan kesejahteraan guru, peningkatan kualitas guru, dan peningkatan prasarana pendidikan dasar di seluruh pelosok negeri.

Peningkatan mutu pendidikan akan saya dorong dengan melakukan upaya-upaya : pengembangan sarana dan prasarana pendidikan yang baik dan berkualitas,meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru dan tenaga pendidik lainnya, meningkatkan kesejahteraan guru dan tenaga pendidik lainnya agar lebih mampu mengembangkan kompetensinya,dan menyempurnakan manajemen pendidikan dan partisipasi masyarakat. (SBY, pidato politik pada penutupan masa kampanye putaran pertama Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI 2004-2009, Jakarta, Kamis 1 Juli 2004).

Menjadi Konstruktif

Pondok pesantren harus dikelola dengan baik agar bisa menjadi konstruktif. Output dari pondon pesantren bisa menjadi sumberdaya manusia yang tidak hanya memahami ilmu agama Islam, tapi juga peduli terhadap lingkungan bangsa dan negara. Keperdulian ini harus direspons positif. Jumlah pesantren sangat banyak, lulusannya tentu saja sangat banyak. Jika tak ada keperdulian dari pemerintah, akan sangat banyak alumni pondok pesantren yang kesulitan mencari pekerjaan. (SBY, sesaat setelah berkunjung ke sejumlah pondok pesantren, Madura, Selasa 8 Juni 2004).

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

Pendidikan Informal

Saya akan memberikan perhatian yang lebih besar terhadap dunia pendidikan informal seperti sekolah swasta dan pesantren. Sebab,peranannya sama dengan sekolah negeri,sama-sama bertujuan mencerdaskan bangsa.Jadi harus diperlakukan sama.Oleh karena itu, saya akan mengalokasikan dana dari APBN untuk dunia pendidikan informal sesuai kebutuhan. (JK, kepada wartawan, Bengkulu, Minggu 30 Mei 2004).

Kualitas Sejajar

Saya akan memprogamkan kebijakan agar kualitas pendidikan di pondok pesantren sejajar dengan sekolah negeri dan sekolah swasta lainnya. Pondok pesantren sudah seharusnya mendapat bantuan termasuk buku dan gedung. Sebab, pondok pesantren mendidik anak-anak yang kurang mampu selama 24 jam. Dengan begitu, kita akan mampu mewujudkan SDM yang handal di masa depan. (JK, saat berkunjung ke Pondok Pesantren Al Qur’an Hartal Lakun, Bengkulu, Selasa 29 Juni 2004).

CATATAN: Mutu lembaga pendidikan agama yang populer dengan sebutan pesantren atau madrasah memang sering digugat. Padahal dengan UU no.20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, status lembaga yang cikal bakalnya sudah ada di Indonesia sejak tahun 1900-an ini sudah dianggap setingkat dengan pendidikan umum (SD, SMP, SMA, dan PT). Banyak pihak menganggap, salah satu penyebab rendahnya mutu lulusan

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

pesantren adalah tidak adanya kesejahteraan guru. Dari 500.000 total jumlah guru pesantren, hanya sekitar 20 persennya berstatus PNS, selebihnya digaji oleh yayasan. Selama ini, anggaran dan tanggung jawab untuk meningkatkan mutu pendidikan di pesantren berada di bawah Departemen Agama dengan segala keterbatasan dana dari pemerintah.

Proteksi dan Bantuan

Saya akan mengupayakan pendidikan murah. Pendidikan harus menyentuh mereka yang sangat sangat miskin. Mereka yang miskin perlu mendapat proteksi dan bantuan termasuk dalam bidang pendidikan. (SBY, dalam acara “Dialog Penajaman Visi, Misi, dan Program Capres-Cawapres”yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum di Hotel Hilton, Jakarta, Kamis 16 September 2004).

Gaji Guru

Saya berharap agar suatu saat gaji guru bisa mencapai dua juta rupiah per bulan.Tentu saja tidak serta merta, tetapi harus menunggu hingga penerimaan negara lebih baik. Negara ke depan harus bisa membantu membayar sekolah mereka yang tidak mampu. (SBY, saat berdialog dengan sejumlah guru SMAN I Cileunsi di kediamannya, Puri Cikeas, Gunung Putri, Bogor, Rabu 22 September 2004).

CATATAN: Saatini,gajigurugolonganIVAdenganmasa kerja 24 tahun hanya Rp 1,5 juta per bulan. Pada masa pemerintahannya, Abdurahman

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

Wahid juga pernah menjanjikan kenaikan 300 persen tunjangan fungsional guru. Namun yang tercapai hanya 150 persen. Begitupun keinginan Megawati. Masalah kesejahteraan guru saat ini memang sedang dicarikan jalan keluarnya oleh berbagai pihak. Ada isyarat bahwa gaji guru untuk masa mendatang akan dikaitkan dengan kompetensi, dedikasi, dan kualifikasi. Isyarat lain, titik tolak anggaran dana pendidikan akan diarahkan pada kesejahteraan guru sebagai kunci utama pendidikan.

Beasiswa dan Subsidi

Sejalan dengan peningkatan kemampuan negara, kita akan tingkatkan beasiswa dan subsidi pendidikan bagi kelompok masyarakat miskin. Di samping itu, kita akan tingkatkan kualitas kurikulum pendidikan, tingkatkan rasio guru terhadap murid, dan mendorong anak didik untuk membaca dengan meningkatkan dan memperkaya perpustakaan sekolah.Yang juga tidak kalah pentingnya adalah pengembangan ekonomi komunitas dan ekonomi rumah tangga masyarakat miskin. (SBY, pidato politik pada pembukaan masa kampanye putaran pertama Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI 2004-2009, Jakarta, Selasa 1 Juni 2004).

Lomba Baca

Untuk menjadi bangsa yang maju, kita harus menjadi bangsa yang belajar. Untuk menjadi bangsa yang belajar, kita harus menjadi bangsa yang membaca. Saya berharap,

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

sekolah menyediakan perpustakaan dan mendorong murid- muridnya membaca. Selain itu, dibutuhkan peranan lembaga masyarakat untuk menyediakan taman bacaan. Juga mengadakan penyelenggaraan lomba baca maupun lomba mengarang: prosa maupun puisi. (SBY, dalam acara “Dialog Penajaman Visi, Misi, dan Program Capres-Cawapres” yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum di Hotel Hilton, Jakarta, Kamis 16 September

2004).

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan

Obyek Kekerasan

Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan Obyek Kekerasan S aya akan berusaha mengurangi penderitaan rakyat,khususnya

S aya akan berusaha mengurangi penderitaan rakyat,khususnya di daerah konflik, khususnya lagi mencegah agar perempuan tidak jadi obyek kekerasan. Saya melihat dewasa ini ada tiga

hal fundamental yang terkait dengan permasalahan perempuan. Salah satu hal yang mesti disoroti adalah masalah keselamatan kaum perempuan dari tindak kejahatan dan kekerasan. Hal kedua, masalah pelayanan secara layak dan manusiawi untuk kaum perempuan. Misalnya, persoalan perempuan dan kemiskinan serta pendidikan. (SBY, dalam pertemuan dengan aktivis Gerakan Pemberdayaan Suara

Perempuan di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta, Senin 30 Agustus 2004).

Kesenjangan Partisipasi

Masalah kesenjangan partisipasi politik kaum perempuan sebenarnya bersumber dari struktur sosio-kultural yang ada pada masyarakat kita. Dalam konteks sosial yang lebih luas, kesenjangan ini mencerminkan masih terbatasnya akses sebagian besar perempuan terhadap pelayanan kesehatan yang lebih baik, tingkat pendidikan yang lebih tinggi, dan keterlibatan dalam kegiatan publik yang lebih luas. Menghadapi kondisi demikian, diperlukan tindakan pemihakan yang jelas dan kongkrit guna menyeimbangkan

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

kesenjangan tersebut. Dalam jangka pendek, beberapa bentuk affirmative actions barangkali diperlukan untuk memajukan tingkat keterlibatan perempuan dalam proses politik. Namun dalam jangka panjang,lebih penting lagi untuk meningkatkan taraf pendidikan dan layanan kesehatan serta program-program lain untuk mempertinggi kualitas hidup dan sumberdaya kaum perempuan. Hanya apabila yang terakhir ini dapat diwujudkan, maka struktur sosial politik yang lebih egaliter akan tercipta dan kaum perempuan bisa tampil dalam pentas kehidupan politik secara setara. (SBY, pidato politik pada penutupan masa kampanye putaran pertama Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI 2004-2009, Jakarta, Kamis 1 Juli 2004).

Proteksi dan Layanan

Saya akan memberi perhatian khusus terhadap masalah perempuan. Dalam hal ini, ada hal penting yang menjadi perhatian saya. Yakni, memberikan proteksi dan layanan yang baik bagi mereka dalam situasi pasca krisis, utamanya bagi mereka yang berada di daerah konflik, sehingga mereka tidak mengalami kesulitan hidup yang sangat berat. Di daerah pengungsian, jangan sampai anak mereka tidak bersekolah dan tidak memperoleh pelayanan kesehatan yang baik. Hal lain, jangan sampai mereka dijadikan komoditas perdagangan perempuan, penyelundupan, dan sebagainya. Negara harus memberikan proteksi dan pelayanan sebaik mungkin kepada mereka. (SBY, saat diwawancarai TV7, Juli 2004).

Penyelundupan Perempuan

Saya akan memberikan keperdulian yang sangat tinggi terhadap pemberantasan kejahatan transnasional, penyelundupan kaum perempuan. Hal ini merupakan prioritas dalam aspek

0

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

penegakan hukum. Harus kita pastikan pemberantasannya dilakukan dengan lebih serius dan nyata dengan melibatkan semua pihak. Pemantauan, kontrol, dan perlindungan terhadap kaum perempuan dan anak harus lebih ditingkatkan dan dilaksanakan secara simultan. (SBY, dalam acara “Perempuan dan Pemilu” di Metro TV, Sabtu 26 Juni

2004).

Kesetaraan Gender

Saya memandang kesetaraan gender sebagai amanah demokrasi,juga menyangkut keadilan.Untuk itu,ke depan kesetaraan gender harus betul-betul menjadi paradigma politik yang kemudian dituangkan,baikdalamundang-undangmaupunkebijakan-kebijakan politik. Tak ada lagi diskriminasi, semua berkesempatan yang sama. Pada akhirnya, tinggal terpulang pada kaum perempuan sendiri. Tinggal bagaimana mereka memanfaatkan peluang dengan memacu drinya untuk tumbuh dengan baik dan mempunyai daya saing yang sama dengan kaum laki-laki. (SBY, dalam acara “Perempuan dan Pemilu” di Metro TV, Sabtu 26 Juni 2004).

Lebih Teliti

Saya menilai, umumnya kaum perempuan lebih teliti, disiplin, dan gigih dalam mengemban tugas-tugasnya. Ada banyak pos politik di kabinet yang saya nila tepat jika diduduki oleh kaum perempuan. Dalam catatan saya, sebelumnya presentase perempuan di dalam kabinet kurang dari 10 persen. Sudah saatnya jumlah itu ditingkatkan menjadi 10 persen lebih. Apalagi mengingat, prosentase jumlah perempuan di negeri ini besar, yakni 50 persen. (SBY, dalam acara “Perempuan dan Pemilu” di Metro TV, Sabtu 26 Juni 2004).

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

Pemulihan dan Peningkatan Ekonomi

Ekonomi Sebagai Prioritas

Pemulihan dan Peningkatan Ekonomi Ekonomi Sebagai Prioritas P residen Indonesia yang baru akan dihadapkan pada berbagai

P residen Indonesia yang baru akan dihadapkan pada berbagai program. Dari pemulihan di bidang pertahanan dan keamanan, hukum, sosial, ekonomi, budaya, hingga

dan keamanan, hukum, sosial, ekonomi, budaya, hingga pemulihan di bidang budaya. Tapi harus ada prioritas. Jika

pemulihan di bidang budaya. Tapi harus ada prioritas. Jika saya yang memimpin, masalah ekonomi yang akan menjadi prioritas saya. Antara lain, masalah penyediaan lapangan kerja. Angka pengangguran saat ini sudah mencapai angka 10,3 persen. Harapan saya, lima tahun ke depan angka ini akan menjadi 5,1 persen. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi yang saat ini 4,3 persen harus ditingkatkan menjadi 6,6 persen. (SBY, di depan peserta acara “Dialog Interaktif Menuju Indonesia Masa Depan” yang diadakan oleh Forum Rektor Indonesia Jawa Timur, Surabaya, Selasa 24 Agustus 2004).

CATATAN: Menurut ILO (International Labour Organization) jumlah pengangguran (berdasarkan publikasinya tahun 2003) di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Tahun 2001 jumlahnya hanya 6,1 juta orang. Lalu menjadi 8,6 juta orang pada tahun 2002. Pada tahun 2003

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

angka ini sudah mencapai 10,3 juta jiwa. Berdasarkan proyeksi Bappenas pada tahun 2004 angka ini mencapai 10,83 orang (10,32 persen dari angkatan kerja) dan diperkirakan akan terus berlanjut pada tahun 2005 menjadi 11,19 juta orang (9,85 persen dari angkatan kerja). Pertumbuhan ekonomi tidak selalu menjamin penurunan jumlah pengangguran. Saat ini banyak negara maju di eropa mengalami situasi yang disebut unemployment recovery. Yakni, situasi di mana pertumbuhan ekonomi terus membaik, tetapi angka pengangguran justru terus meningkat.

Revitalisasi Ekonomi

Sejalan dengan pengembangan kebijakan peningkatan daya saing internasional dari industri manufaktur, untuk mengatasi pengangguran, kita perlu melakukan revitalisasi sektor ekonomi padat karya. Di antara sektor ekonomi yang penting adalah pertanian dan industri perdesaan, perikanan dan kelautan, usaha kecil dan menengah di perkotaan, dan pengelolaan sumberdaya alam secara berkelanjutan. Dan, secara khusus, saya juga ingin memberikan perhatian pada perlunya kita melakukan keseimbangan pembangunan dengan lebih mendayagunakan sumberdaya kelautan yang kita miliki. Semua ini harus kita lakukan dengan tetap memperhatikan kelestarian fungsi ekosistem. Dan, dengan melakukan pengawasan guna menyelamatkan hasil laut kita dari usaha-uasaha illegal. Pada sektor-sektor ini, investasi publik akan ditingkatkan; di samping,

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

tentunya, untuk pendidikan dan kesehatan. (SBY, pidato politik pada penutupan masa kampanye putaran pertama Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI 2004-2009, Jakarta, Kamis 1 Juli 2004).

Rehabilitasi dan Restrukturisasi

Kami akan melakukan rehabilitasi dan restrukturisasi ekonomi sehubungan dengan terjadinya krisis tahun 1997/1998 lalu. Ketika itu, masyarakat panik. Banyak dana yang dilarikan ke luar negeri. Ada yang kemudian kembali lagi secara perlahan, ada juga yang disimpan di bawah bantal dan lemari besi. Dengan rehabilitasi dan restrukturisasi ekonomi, kami berharap modal dari luar negeri , investasi dari luar negeri bisa kita tarik kembali. (SBY, saat acara silaturahmi dengan sejumlah tokoh masyarakat Sulawesi Selatan di Ballroom Hotel Sahid Jaya Makassar, Makassar, Rabu 2 Juni 2004).

Pertumbuhan Berkualitas

Kita butuh pertumbuhan yang lebih tinggi dan lebih adil. Dengan sumber-sumber pertumbuhan yang lebih berkualitas,lima tahun ke depan pertumbuhan ekonomi rata-rata per tahun diharapkan sebesar 6,6 persen, dengan tingkat pertumbuhan sekitar 5,5 persen pada tahun 2005 dan sekitar 7,6 persen per tahun pada tahun 2009- kita bisa menciptakan kesempatan kerja baru. Dalam periode ini, kita akan mampu menurunkan tingkat pengangguran dari 10,1 persen menjadi 5,1 persen pada tahun 2009. Pendapatan masyarakat yang ditandai oleh pendapatan per kapita akan meningkat dari 968 dollar AS pada tahun 2003 menjadi 1731 dollar AS pada tahun 2009. Tingkat kemiskinan dalam periode lima tahun ke depan diharapkan turun dari 17,4 persen pada tahun 2003 menjadi 8,2 persen pada tahun 2009. Dan, dengan tingkat pertumbuhan yang ditetapkan

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

tersebut berbagai indikator kualitas hidup manusia Indonesia juga akan meningkat. (SBY, pidato politik pada pembukaan masa kampanye putaran pertama Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI 2004- 2009, Jakarta, Selasa 1 Juni 2004).

Ekonomi yang Kuat

Saya akan menciptakan ekonomi bangsa yang kuat dan adil bagi seluruh rakyat Indonesia. Dulu, ekonomi Indonesia kuat. Namun tak adil. Yang menikmatinya hanya orang Jakarta saja. Hal itu tak boleh terjadi lagi. Ekonomi bangsa haruslah kuat namun juga harus bisa memberikan kesejahteraan dan kemakmuran bagi rakyat semua. (JK, saat berdialog dengan Kosgoro-Pengurus Daerah Kabutan Brebes, Brebes, Senin 9 Agustus 2004).

Kebijakan Fiskal

Kita menghadapi masalah pengangguran dan kemiskinan yang tidak ringan sifatnya. Hal ini yang harus menjadi perhatian utama kita lima tahun ke depan. Pertumbuhan ekonomi kita saat ini masih belum memungkinkan untuk menekan kedua persoalan penting ini. Oleh karena itu, saya akan arahkan kebijakan fiskal kita untuk bisa memberikan stimulus bagi berkembangnya perekonomian kita. Stimulasi yang saya pandang efektif adalah stimulasi yang bersifat kick start untuk mendorong bergulirnya sektor riil. Simulasi ini akan dilakukan melalui,yang pertama,pembangunan infrastruktur pertanian, agroindustri, dan ekonomi pedesaan lainnya. Dan, yang kedua, pembangunan infrastruktur penunjang, meliputi jalan, jembatan, pelabuhan, pasar, energi, listrik, dan air. Pengembangan infrastruktur penunjang ini akan memberikan lapangan kerja baru dan sekaligus mendukung percepatan pengembangan sektor riil.

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

(SBY, pidato politik pada penutupan masa kampanye putaran pertama

Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI 2004-2009, Jakarta, Kamis

1 Juli 2004).

Dua Kali Lipat

Untuk menanggulangi kemiskinan dan memperbaiki sosial ekonomi rakyat, saya akan mengurangi tingkat pengangguran dari 10,1 persen tahun ini menjadi 5,1 persen, menurunkan angka kemiskinan dari 17,4 persen menjadi 8,2 persen. Agar tercapai kesejahteraan sosial, saya menargetkan peningkatan pendapatan per

kapita hingga dua kali lipat dari 968 dollar AS menjadi 1.731 dollar AS. (SBY, dalam acara dialog ekonomi dengan anggota Kadin bertajuk “Indonesia Menuju Era Baru” di Balai Sidang Senayan, Jakarta, Senin

2 Agustus 2004).

Sektor Riil

Pembangunan sektor riil sungguh sangat saya beri penekanan. Berkembangnya sektor riil inilah yang dibutuhkan masyarakat. Baik untuk meningkatkan daya beli maupun untuk menciptakan lapangan kerja dan menurunkan kemiskinan. Di samping itu, sektor riil inilah yang merupakan jembatan yang mengaitkan antara ekonomi makro dan ekonomi mikro yang selama ini seperti tidak nyambung. Untuk secara efektif mengembangkan sektor riil ini, saya mencanangkan tiga langkah penting, yaitu : pengembangan investasi, peningkatan intermediasi perbankan, serta pengembangan lembaga keuangan mikro serta lembaga keuangan pertanian dan perdesaan. (SBY, pidato politik pada penutupan masa kampanye putaran pertama Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI 2004-2009, Jakarta, Kamis

1 Juli 2004).

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

Penjualan Aset

Saya berpendapat, melakukan penjualan aset negara sebagai solusi mengatasi krisis bukanlah langkah yang bijak. Menjual aset saat harganya sedang jatuh dan dengan harga murah, bukanlah proses yang benar. Ada manipulasi, ada kongkalikong sehingga rakyat dan bangsa mengalami kerugian dalam jumlah yang sangat banyak.Bangsa Indonesia mempunyai hutang banyak, devisitnya jumlahnya besar sekali, lalu fiskal yang ada sangat berat. Penjualan aset, privatisasi, BLBI, dan sebagainya pada saat itu mestinya dihentikan dulu sambil kita melakukan review. (SBY, saat acara “Talk Show Calon Presiden RI 2004” di Kampus Universitas Hasanuddin, Makassar, Rabu 2 Juni

2004).

Mengangkat Pertumbuhan Ekonomi

Saya optimis untuk mengangkat pertumbuhan ekonomi kita menjadi lebih baik. Jika pada tahun 2003 pertumbuhan ekonomi kita berkisar 4,1 persen, saya optimis untuk meningkatkannya hingga 7,6 persen dengan pertumbuhan rata- rata 6,6 persen setiap tahun. (SBY, dalam acara dialog ekonomi dengan anggota Kadin bertajuk “Indonesia Menuju Era Baru” di Balai Sidang Senayan, Jakarta, Senin 2 Agustus 2004).

Keyakinan Investor

Stabilitas makro dan moneter merupakan syarat keharusan untuk pembangunan ekonomi Indonesia. Stabilitas makro memberikan harapan tumbuh dan berkembangnya ekonomi; sehingga, dapat mendorong perbaikan kinerja sektor riil. Bersama dengan perbaikan iklim usaha, kondisi makro yang stabil akan

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

meningkatkan minat dan keyakinan investor untuk menanamkan modalnya. Stabilitas makro akan membuat para pelaku usaha dapat merencanakan investasi dan kegiatan usahanya dengan tingkat kepastian yang memadai. Ke depan, kita butuh kerjasama yang baik antara otoritas moneter dan otoritas fiskal sehingga stabilitas makro dapat dikelola secara baik. (SBY, pidato politik pada penutupan masa kampanye putaran pertama Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI 2004-2009, Jakarta, Kamis 1 Juli 2004).

Pergerakan Ekonomi

Untuk membangun kembali ekonomi kita pasca krisis, diperlukan stimulus fiskal untuk mempercepat pergerakan ekonomi. Stimulus fiskal harus memenuhi empat syarat bagi terciptanya prakondisi bagi pergerakan sektor riil yang telah saya sebut di atas, serta untuk pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur sosial dan ekonomi. Hal ini akan membuat pertumbuhan ekonomi kita meningkat secara bertahap. Semakin cepat pemenuhan hak dasar rakyat serta semakin cepatnya pembangunan infrastruktur, semakin cepat sektor riil bergulir; dan, pada akhir tahun 2009 diharapkan pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 7,6 persen dengan rata-rata tahunan sebesar 6,6 persen selama lima tahun ke depan. Tentu, kita akan memulainya dengan tingkat pertumbuhan yang belum terlalu tinggi, yaitu sebesar 5,5 persen pada tahun 2005. (SBY, pidato politik pada penutupan masa kampanye putaran pertama Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI 2004-2009, Jakarta, Kamis 1 Juli 2004).

Pertumbuhan Berkualitas

Untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih sejahtera tentu ekonomi kita harus tumbuh. Tetapi pertumbuhan yang kita tuju adalah pertumbuhan yang berkualitas, terdistribusikan

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

secara adil, dan berkelanjutan. Meski ekonomi kita harus tumbuh, tetapi pertumbuhan hendaklah kita pandang hanya sebagai wahana. Tujuannya adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat.Meningkatkan kemakmuran bersama. (SBY, pidato politik pada pembukaan masa kampanye putaran pertama Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI 2004-2009, Jakarta, Selasa 1 Juni 2004).

0

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

Kebijakan dan Pembangunan Daerah

Masalah Aceh Prioritas Utama

dan Pembangunan Daerah Masalah Aceh Prioritas Utama S aya akan mencari solusi terbaik -- dengan cara

S aya akan mencari solusi terbaik -- dengan cara damai dan bermartabat -- dalam menyelesaikan kasus Aceh. Penyelesaian masalah Aceh akan menjadi prioritas utama

Aceh. Penyelesaian masalah Aceh akan menjadi prioritas utama saya. Bukan hanya masalah keamanan, tapi juga masalah

saya. Bukan hanya masalah keamanan, tapi juga masalah harkat- martabat, pendidikan, dan keadilan bagi mereka. Saya akan berusaha memulihkan kembali perekonomian di Aceh yang sempat terhenti. Menjadi tugas kita semua -- pemimpin agama,pemimpin masyarakat, pemimpin negeri -- untuk mewujudkan hal itu secara bersama-sama. (SBY, di depan masyarakat Aceh dalam acara perayaan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di halaman Masjid Bujang Salim Krueng Geukueh, Lhokseumawe, Aceh Utara, Sabtu 4 September 2004).

CATATAN: SBY adalah salah satu pejabat yang sangat perduli dengan masalah Aceh. Saat menjabat sebagai Menkopolkam, SBY pernah ke Banda Aceh (13 Januari 2003). Ia datang bersama beberapa duta besar:

Yutaka Iimura ( Jepang), Ralph L Boyce (AS), Francesco Maria Greco (Italia). KepalaPerwakilanBankDuniadiIndonesia Andrew Steer dan Rini MS Soewandi

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

(Menteri Perindustrian dan Perdagangan waktu itu) juga ikut dalam rombongan. Mereka datang untuk melihat kondisi Aceh serta mempelajari dan merancang pemulihan Aceh pasca konflik. Dalam kesempatan tersebut, SBY menyerukan agar mesin perdamaian tak boleh berhenti di Aceh. Ia juga mengingatkan pentingnya menjalankan lima agenda yang telah ada. Yakni, pemeliharaan dan penguatan perdamaian, aksi kemanusiaan dan rehabilitasi sosial, pelaksanaan proses politik yang demokratis, rekonstruksi ekonomi, rekonsiliasi, dan society building.

Amnesti untuk GAM

Saya akan memberikan amnesti kepada anggota GAM yang betul-betul secara sukarela kembali ke NKRI. Penyelesaian masalah Aceh harus dilakukan secara komprensif dengan segala daya dan upaya yang dimiliki. Pemerintah daerah juga bisa ikut berperan. (SBY, dalam pertemuan dengan Dewan Perwakilan Daerah se-Sumatera di Hotel Regent Jakarta, Rabu 15 September 2004).

Kalah Populer

Saya sangat setuju jika di Yogyakarta ada pusat layanan informasi seni dan budaya. Obyek wisata dan seni budaya di Indonesia, khususnya di Yogyakarta tak kalah menariknya dibanding tempat lain. Sangat disayangkan, banyak obyek wisata serta seni dan budaya di Indonesia kalah populer di mancanegara. Hal ini

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

dikarenakan kurangnya informasi serta publikasi yang ditujukan untuk masyarakat internasional secara luas. Jika itu dilakukan, kita bisa bersaing di dunia internasional. (SBY, di hadapan sejumlah seniman dan budayawan, Yogyakarta, Senin 21 Juni 2004).

Masalah Pengungsi

Banyak masalah pengungsi di sejumlah daerah di Indonesia yang belum terselesaikan hingga kini. Contohnya di NTT dan Aceh. Namun, saya sudah mengagendakannya sebagai prioritas untuk diselesaikan. (SBY, dalam kampanye dialogis yang dihadiri sejumlah perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa se-Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Banda Aceh, Jumat 18 Juni 2004).

Wilayah Timur

Di bidang pendidikan, wilayah Timur termasuk Kalimantan, akan menjadi salah satu prioritas saya. Saya akan berusaha agar pendidikan bisa lebih murah, mutu pendidikan dan penyelenggaraan pendidikan di sini bisa lebih baik.(JK, dalam dialog dengan masyarakat adat di Lembaga Musyawarah Dayak Daerah Kalimantan Tengah, Jumat 11 Juni 2004).

Kondisi Pendidikan di Aceh

Saya prihatin dengan kondisi pendidikan di Aceh yang menurun akibat konflik. Oleh karena itu, untuk mengembalikan pendidikan agar setara dengan propinsi-propinsi lain di Indonesia, diperlukan kerja ekstra semua pihak. (SBY, dalam kampanye dialogis yang dihadiri sejumlah perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa se- Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Banda Aceh, Jumat 18 Juni

2004).

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

Agar Papua Makmur

Agar rakyat Papua bisa hidup lebih makmur, ekonomi rakyat harus tumbuh dan berkembang dengan baik. Agar ekonomi tumbuh baik, harus ada modal yang ditanam di Papua: modal dari daerah lain, dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Tapi investor baru akan ke Papua jika Papua aman, damai, dan bebas dari korupsi. Oleh karena itu, rakyat Papua harus mau bekerja keras untuk membangun daerahnya. (SBY, dalam kampanye di lapangan Trikora, Abepura, Jayapura, Jumat 4 Juni 2004).

Prioritas Untuk NTT

Kami akan memprioritaskan pembangunan sektor pendidikan dan infrastruktur di Propinsi NTT. Dibanding kawasan barat Indonesia, NTT dan KTI kondisi sektor pendidikannya sangat merosot. Oleh sebab itu, khusus untuk KTI, ketersediaan anggaran dan SDM pendidikan perlu diupayakan agar memadai,sehingga tidak lagi selalu berada di urutan belakang dalam sektor pembangunan. (JK, seusai acara dialog dengan tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pemuda di Hotel Sasando, Kupang, Senin 6 September 2004).

Kondisi Pariwisata Bali

Saya akan memulihkan kembali kondisi pariwisata Bali. Perekonomian dan kesejahteraan rakyat akan membaik jika pariwisata bisa dibangkitkan dari keadaan terpuruk akibat berbagai tragedi yang berhubungan dengan keamanan dan ketertiban. Guna meniju Indonesia yang lebih aman, adil, dan sejahtera, dunia pariwisata harus lebih terkendali dan maju. Usaha rakyat berupa kerajinan

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

dan usaha-usaha rakyat kecil lainnya harus ditumbuhkan kembali. Wisatawan domestik dan mancanegara harus kembali berkunjung ke Bali. Bali telah menjadi salah satu tujuan wisata dunia. Keragaman dan keunikan budayanya, keramahan masyarakatnya, keindahan alamnya, membuat Bali berbeda di banding tempat wisata lainnya. Dan itu semua harus kita jaga. (SBY, saat menggelar kampanye terbuka di Lapangan Kapten Japa, Padanggalak, Denpasar, Bali, Kamis 24 Juni

2004).

CATATAN: Selama ini, sektor pariwisatalah yang menjadi unggulan perputaran ekonomi masyarakat Bali.Sudah lebih 20 tahun perekonomian Bali sangat bergantung dari industri pariwisata. Tapi sejak tragedi bom Bali (12 Oktober 2002) perekonomian Bali menjadi terpuruk. Banyak wisatawan, baik lokal maupun asing, yang menjadi enggan berkunjung ke Bali. Keadaan ini lebih diperparah lagi dengan isu SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome -- sindrom pernapasan akut parah) pada bulan April 2003. Belum lagi dampak yang diakibatkan oleh berbagai tragedi kekerasan serta pemboman di berbagai tempat di Indonesia.

Membangun Bali

Saya akan memperbaiki perekonomian masyarakat Bali. Untuk itu, jaminan keamanan akan menjadi poin penting. Tindakan kekerasan dan terorisme tidak akan terjadi lagi. Begitupun halnya dengan narkoba, tidak ada lagi. Tapi, semua usaha takkan ada artinya

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

tanpa didukung oleh semangat kebersamaan dari semua unsur dan komponen masyarakat. Saya mengajak semua pihak : pemerintah propinsi, tokoh masyarakat, pemuda, dan masyarakat dari berbagai elemen untuk sama-sama menjaga dan memelihara Pulau Bali. Memelihara Bali berarti memelihara kesejahteraan bangsa Indonesia. Jika Bali berkembang, niscaya kesejahteraan rakyat Indonesia juga akan ikut membaik. (SBY, saat menggelar kampanye terbuka di Lapangan Kapten Japa, Padanggalak, Denpasar, Kamis 24 Juni 2004).

Konflik Maluku

Saya akan mengutamakan penyelesaian konflik Maluku. Terutama dalam bidang keamanan. Dulu, kami (ia dan Jusuf Kalla) telah melakukan langkah panjang secara bersama-sama. Tapi tidak berlanjut atau terganggu oleh keadaan. Kami berdua bertekad, proses penyelesaian Maluku akan menjadi prioritas di bidang keamanan. (SBY, kepada wartawan dalam rangkaian acara kampanye di Ambon, Maluku, Sabtu 5 Juni 2004).

Papua yang Lebih Baik

Saya akan meningkatkan perekonomian Papua. Jangan sampai saudara-saudara saya di Papua hidup miskin. Saya akan menghantarkan rakyat Papua pada kehidupan yang lebih baik, kesehatan terjamin serta bisa sekolah dengan baik. Bila anak-anak bisa didik dengan baik dan sehat, ke depannya akan menjadi lebih baik. Akan membawa perbaikan pada Papua. (SBY, dalam kampanye di lapangan Trikora, Abepura, Jayapura, Jumat 4 Juni 2004).

Papua dan Otonomi Khusus

Saya ingin sekali memajukan Papua. Negara kita sudah menetapkan Papua sebagai daerah otonomi khusus. Negara memberi

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

perhatian dengan memberikan ruang yang luas agar Papua bisa mengatur dirinya sendiri. Dibanding daerah lain, Papua diberikan anggaran yang lebih besar. Papua memiliki sumber daya alam yang melimpah. Adalah wajib jika rakyat Papua menikmati hasilnya. Mari kita jalankan dengan benar otonomi khusus itu. Untuk itu, semua pihak, baik pemerintah propinsi, kota, kabupaten maupun masyarakatnya, harus bersikap jujur dan mau bersama-sama bekerja keras untuk memakmurkan Papua.(SBY, dalam kampanye di lapangan Trikora, Abepura, Jayapura, Jumat 4 Juni 2004).

Aceh Bukan Hanya GAM

Persoalan Aceh bukan hanya persoalan GAM. Persoalan Aceh juga menyangkut masalah kesejahteraan masyarakat.Oleh sebab itu, adanya pembagian bagi hasil sumberdaya alam dengan NAD bisa digunakan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Langkah- langkah penyelesaian bisa dilakukan dengan: pertama, meneruskan pendekatan komprehensif. Kedua, melakukan usaha-usaha untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ketiga, menyerukan menyerugan agar GAM kembali untuk tidak memerangi saudaranya sendiri. Saya masih optimis masalah Aceh dapat diselesaikan secara baik dalam kerangka NKRI. Saya akan terus menyelesaikan masalah NAD sedamai mungkin. (SBY, dalam pertemuan dengan Dewan Perwakilan Daerah se-Sumatera di Hotel Regent Jakarta, Rabu 15 September 2004).

Masa Depan Pengungsi

Saya akan memperbaiki masa depan eks-pengungsi Timor Timur di wilayah Timor Barat NTT. Mereka adalah rakyat Indonesia juga. Mereka juga harus mendapat sentuhan kehidupan yang layak seperti juga rakyat Indonesia lainnya. Saya bertekad

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

untuk melaksanakan ini. (SBY, dalam kampanye terbuka di GOR Oepoi Kupang, Jumat 25 Juni 2004).

CATATAN: Setelah jajak pendapat pada bulan Agustus 1999, banyak eks-pengungsi yang memilih menjadi WNI bermukim di Kabupaten Belu NTT, wilayah yang berbatasan langsung dengan negaraTimor Leste.Berbagai laporan pandangan mata dari para pemberi bantuan kemanusiaan menggambarkan kondisi hidup mereka yang tidak layak dengan tingkat kesehatan yang mengkhawatirkan.

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

Penegakkan

Hukum

Keppres dan Borgol

Hingga Usai Pelantikan Penegakkan Hukum Keppres dan Borgol K epada Jaksa Agung, saya akan memberikan Keppres

K epada Jaksa Agung, saya akan memberikan Keppres

(Keputusan Presiden) dan borgol. Sebagai pejabat, ia perlu

(Keputusan Presiden) dan borgol. Sebagai pejabat, ia perlu diberi keputusan presiden. Tapi, ia juga perlu dibekali

diberi keputusan presiden. Tapi, ia juga perlu dibekali

borgol agar tetap konsisten terhadap penegakan hukum serta tidak melakukan jual-beli perkara serta berbagai aksi korupsi lainnya. Setelah masa jabatannya habis lima tahun kemudian, borgol itu harus dikembalikan. Jangan sampai borgol itu dipakai sendiri sebelum masa jabatannya berakhir. (SBY, dalam acara dialog “Visi dan Strategi Kebudayaan Calon Presiden 2004” di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin 14 Juni 2004).

CATATAN: Posisi Jaksa Agung diyakini oleh banyak kalangan merupakan posisi kunci dan merupakan indikator utama arah politik penegak hukum suatu pemerintahan. Dalam pemerintahan sebelumnya, posisi ini sering dijabat oleh orang yang terpilih berdasarkan hasil kompromi, bukan karena kredibilitas dan loyalitasnya terhadap kebenaran. Sampai saat ini, disebut-sebut hanya ada dua mantan Jaksa Agung yang bisa dijadikan

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

teladan. Yakni, Soeprapto ( Jaksa Agung masa pemerintahan Presiden Soekarno) dan Baharuddin Lopa ( Jaksa Agung masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid).

Berdasarkan Perilaku

Setiap orang punya kewajiban mencintai bangsanya. Siapapun yang merusak bangsa ini, siapapun yang membawa lari uang bangsa ini, siapapun orangnya, namanya, agamanya, ia harus ditindak. Kita tidak mengenal diskriminasi dalam pengertian asal-usul, agama, tetapi berdasarkan perilaku. (JK, dalam acara “Dialog Penajaman Visi, Misi, dan Program Capres-Cawapres” yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum di Hotel Hilton, Jakarta, Kamis 16 September 2004).

Aspek Keadilan

Saya akan memperkuat upaya-upaya pemberantasan korupsi, kolusi,nepotisme,dan kroniisme.Untuk itu,saya memandang penting perbaikan di aspek keadilan. Itu akan memudahkan tercapainya kesejahteraan dan kedamaian. Saya memiliki sejumlah rencana program guna meningkatkan penegakan hukum serta ketertiban di masa mendatang. Antara lain, meningkatkan profesionalisme dan kualitas sistem peradilan, menyederhanakan sistem serta memastikan bahwa hukum benar-benar diterapkan dengan adill dan memihak pada kebenaran, menghormati serta memperkuat kearifan dan hukum adat yang bersifat lokal. (SBY, saat berkampanye di lapangan Sario, Manado, Jumat 11 Juni 2004).

Tanpa Pandang Bulu

tertib

dengan menjalankan hukum yang baik.Siapapun yang bersalah harus

Jika

ingin

maju, negara

membutuhkan

keadaan

0

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

diperiksa kesalahannya. Selanjutnya, pengadilan akan memutuskan salah dan benarnya tanpa pandang bulu. (JK, di hadapan sejumlah santri Pondok Pesantren Modern As Salam Sukoharjo, Solo, Sabtu 21 Agustus 2004).

Sama di Hadapan Hukum

Kami akan kembali memeriksa Soeharto. Tentu saja setelah ia sehat. Sebab, orang yang sakit tidak bisa dibawa ke pengadilan. Jika ia sudah sehat, akan diperiksa lagi agar mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya. Siapapun orangnya, hukum harus tetap ditegakkan. Semua orang sama di hadapan hukum. (JK, di hadapan sejumlah santri Pondok Pesantren Modern As Salam Sukoharjo, Solo, Sabtu 21 Agustus 2004).

Makin Kredibel dan Bersih

Kami akan meningkatkan budaya hukum,pendidikan politik dan penciptaan sistem pengadilan yang makin kredibel dan makin bersih, meningkatkan kualitas dan profesionalitas para penegak hukum. Law enforcement akan diprioritaskan pada pemberantasan korupsi juga memberantas penyelundupan, pemberantasan narkoba dan kejahatan jalanan. (SBY-JK, pemaparan dalam acara “Dialog Penajaman Visi, Misi, dan Program Capres-Cawapres” yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum di Hotel Hilton, Jakarta, Selasa 14 September 2004).

Ujung Tombak

Jaksa Agung adalah ujung tombak dalam penegakan hukum. Jadi, kalau kita ingin menegakan hukum, kita harus memiliki Jaksa Agung yang jujur dan tegas dalam bertindak. Saya akan memberikan

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

kekuasaan penuh kepadanya untuk melaksanakan kewenangannya. Namun konsekwensinya, jika ia tak dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, ia akan diberi hukuman. (JK, kepada wartawan, Bengkulu, Minggu 30 Mei 2004).

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

Seputar

Kepemimpinan

Bekerja Keras

Hingga Usai Pelantikan Seputar Kepemimpinan Bekerja Keras B angsa Indonesia harus bangkit kembali demi masa depan

B angsa Indonesia harus bangkit kembali demi masa depan yang terhormat. Untuk itu diperlukan pemimpin yang jujur, berkemampuan dan dekat dengan rakyat. Dan yang

yang jujur, berkemampuan dan dekat dengan rakyat. Dan yang tak kalah penting, pemimpin harus mau bekerja

tak kalah penting, pemimpin harus mau bekerja keras. Ia harus didukung pemerintahan yang bersih, terbuka serta tanggap terhadap berbagai permasalahan. Kita harus kompak dan mengutamakan kebersamaan. (SBY, dalam kampanye di lapangan Deggung, Sleman, Yogyakarta, Senin 21 Juni 2004).

Lebih Efektif

Kita memerlukan perubahan, yakni dengan menciptakan pemerintahan dan kepemimpinan yang lebih efektif dengan program konkrit dan prioritas yang jelas.Tidak ada penyelesaian instan karena masalahnya sangat kompleks dan saling kait-mengkait: isu-isu di bidang politik, hukum, keamanan, dan otonomi daerah. Namun, satu persatu masalah itu, dengan pemim;pin yang akan bekerja bersama rakyat, bisa kita atasi bila ada perubahan. (SBY, dalam acara “Dialog Penajaman Visi, Misi, dan Program Capres-Cawapres” yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum di Hotel Hilton, Jakarta, Selasa 14 September 2004).

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

Mencontoh Rasul

Marilah kita mencontoh Rasul dan mengaplikasikannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Indonesia butuh pemimpin yang meneladani Rasul. Pemimpin yang patut diteladani dan memikirkan rakyatnya. Saat mengenang Rasul, ada dua dimensi yang mesti kita pelajari dan teladani. Yakni, dimensi kepribadian dan kepemimpinan. Dari dimensi kepribadian, Rasul memiliki akhlak yang mulia, sabar dan senantiasa santun dalam bicara. Dari dimensi kepemimpinan, Rasul adalah sosok yang jujur, dapat dipercaya, cerdas, dan bijak dalam berkomunikasi.dengan umatnya. (SBY, dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Arriyah Kwitang, Jakarta, Kamis 20 Mei 2004)

Hilang Kebesaran

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar. Oleh sebab itu, bangsa Indonesia haruslah dipimpin oleh orang yang benar. Jika salah memilih pemimpin, maka bangsa yang besar ini akan hilang kebesarannya. Sebagai bangsa yang besar, kita harus menghargai dan menjunjung tinggi hukum sehingga keamanan dan keadilan dapat ditegakkan di bumi Indonesia. Insya Allah pada masa mendatang kita bisa sejajar dengan negara-negara maju di dunia. (JK, saat berkampanye di lapangan Karebosi, Makassar, Rabu 2 Juni 2004).

Memperbaiki Kehidupan

Berbekal pengalaman selama berada di Jakarta dan menjadi menteri, saya yakin bisa menjadi wakil presiden. Bahkan, bisa berbuat lebih baik dari yang pernah dilakukan wakil presiden lain. Dengan menjadi wapres, saya ingin memperbaiki kehidupan bangsa dan

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

kesejahteraan rakyat, serta meningkatkan kehidupan keagamaan. Mohon doa restu agar saya bisa memperbaiki kehidupan bangsa dan bisa mengangkat harkat dan martabat orang Bugis. (JK, saat berkunjung di ruamah Pimpinan tertinggi tarekat Halwatiah Samman, Pattene Maros, H A Abdullah Puang Ralla, Pattene, Minggu 9 Mei

2004)

Harus Bersatu

Pemimpin harus bersatu dengan rakyat, suka mendengar suara rakyat, serta peduli terhadap persoalan yang terjadi di tengah rakyat. Jika pemimpin peduli dan bersatu dengan rakyat, maka persoalan seberat apapun bisa dicarikan jalan keluar bersama. Pemimpin yang baik, selain peduli dan bersatu dengan rakyat, dia juga harus jujur, terbuka, dan aspiratif. (SBY, di hadapan pendukung dan simpatisannya di lapangan Simpang Lima, Semarang, Selasa 29 Juni 2004).

Babak Baru

Mengawali babak baru, saya ingin suasana yang baik. Sebuah awal yang dimulai dengan kerja keras akan membawa hasil yang baik. Saya tak ingin masyarakat terkotak-kotak menurut partai atau calon presiden pilihannya. Setelah dilantik, saya bukan lagi presiden bagi konstituen saya, melainkan presiden bagi seluruh bangsa Indonesia. (SBY, dalam acara open house di kediamannya, Puri Cikeas, Gunung Putri, Bogor, Senin 27 September 2004).

Sesuai Aspirasi

Saudaraku sebangsa dan se-tanah air, perubahan kini berada di tangan rakyat. Dengan memilih SBY-JK, Anda telah membuat

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

perubahan besar. Insya Allah, apabila kami dipercaya rakyat, kami tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk melakukan perubahan yang sesuai dengan aspirasi rakyat. Saudaraku, berilah kami kesempatan untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik dengan memilih kami. (SBY-JK, dalam iklan berjudul “Berilah kami kesempatan untuk Memimpin Negeri Ini” yang dimuat di berbagai media cetak terbitan Jakarta dan daerah menjelang pemilihan 20 September 2004).

Setiap Insan

Saya bertekad bukan saja untuk menjadi Presiden Republik Indonesia, namun juga menjadi presiden seluruh rakyat Indonesia. Saya akan terus menjaga kontrak politik yang mulia dengan rakyat. Pikiran, tenaga, dan waktu yang saya miliki akan saya dedikasikan untuk memajukan dan melindungi setiap insan Indonesia. (SBY, saat menyampaikan pidato politik pertamanya sebagai presiden Republik Indonesia ke-6 di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu 20 Oktober 2004).

Merasa Terhormat

Saya dan Pak Jusuf Kalla merasa terhormat diberi kepercayaan menjadi calon presiden dan wakil presiden yang akan dipilih rakyat secara langsung. Ini, tentu, mengemban kewajiban. Kewajiban untuk menjalankan amanah rakyat. Rakyat memerlukan pemimpin yang bersih, yang sejuk, yang dapat diandalkan, yang sejalan kata-kata dan perbuatannya. Pemimpin yang melakukan apa yang dijanjikan. Pemimpin yang mampu berkata dan bertindak yang benar, apa pun risikonya. (SBY, pidato politik pada pembukaan masa kampanye putaran pertama Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI 2004-2009, Jakarta, Selasa 1 Juni 2004).

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

Menjalankan Amanah

Saya selaku presiden RI, dan saudara Muhammad Jusuf Kalla selaku wakil presiden, telah mengucapkan sumpah di hadapan Majelis Permusyawaratan Rakyat, dengan menyebut Asma Allah. Dengan sumpah itu kami berjanji, akan menjalankan amanah yang diberikan oleh rakyat dengan sebaik-baiknya, selurus-lurusnya dan seadil-adilnya. Karena itu, saya selalu bermohon ke hadirat Allah SWT,semoga Dia senantiasa menunjuki saya ke jalan yang lurus.Saya pun memohon dukungan segenap rakyat, sepanjang saya berada di jalan yang benar. Sebaliknya, saya pun memohon kritik, teguran, dan saran yang konstruktif, kalau-kalau saya melakukan kekeliruan dan kealpaan. Saya hanyalah hamba Allah yang dhaif, yang tidak terlepas dari kekurangan dan kesalahan. (SBY, dalam pidato peringatan Nuzul Al Quran tahun 1425 Hijriah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu 30 Oktober 2004).

Dari Diri Sendiri

Semua pemimpin harus memperlihatkan keteladanan di hadapan rakyat. Keteladanan harus dimulai dari diri sendiri. Agama menduduki posisi penting untuk tak sekedar dijadikan simbol, tapi juga dipraktekkan. Apa yang dikatakan, itulah yang mesti dilakukan. Jangan sampai terjadi keretakan antara kata dan tingkah laku (SBY, dalam acara “Dialog Penajaman Visi, Misi, dan Program Capres- Cawapres” yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum di Hotel Hilton, Jakarta, Kamis 16 September 2004).

Efisien dan Terbuka

Untuk melakukan perubahan, diperlukan pemimpin yang baik, jujur, dan transparan. Diperlukan pemerintahan yang

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

efisien dan terbuka. Diperlukan pemimpin yang aspiratif, dekat dengan masyarakat, bertanggung jawab, serta mau bekerja keras. Pemimpin harus terlibat langsung bersama-sama masyarakat untuk

menyelesaikan berbagai persoalan. Pemimpin tidak boleh setengah

(SBY, saat berkampanye di lapangan

Sario, Manado, Jumat 11 Juni 2004).

hati menyelesaikan persoalan

Pemimpin Gagal

Masalah di Indonesia adalah masalah korupsi. Jika gagal memerangi korupsi, maka akan gagal pula pemimpinnya, siapapun yang menjadi pemimpin. Dan saya tidak mau dianggap gagal. Saya tidak akan berani mencalonkan diri sebagai wakil presiden jika saya tidak berani memberantas KKN. (JK, di hadapan sejumlah santri Pondok Pesantren Modern As Salam Sukoharjo, Solo, Sabtu 21 Agustus

2004).

Bukan Kesalahan Masa Lalu

Kita harus menempatkan masa lalu, masa kini, dan masa depan secara adil. Belum tercapainya tujuan nasional Indonesia hingga kini bukanlah diakibatkan kesalahan pemimpin di masa lalu. Kita tak boleh begitu saja menyalahkan pendahulu kita. Mereka telah berusaha keras untuk mewujudkan tujuan nasional dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Diperlukan perjuangan yang terus menerus dan berkelanjutan. (SBY, dalam acara renungan proklamasi di Monumen Proklamasi, Jakarta, Rabu 18 Agustus 2004).

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

Masalah

Ketenagakerjaan

Standar Upah

Hingga Usai Pelantikan Masalah Ketenagakerjaan Standar Upah U paya meningkatkan taraf hidup kaum pekerja terutama upaya

U paya meningkatkan taraf hidup kaum pekerja terutama upaya meningkatkan standar upah di Indonesia akan saya jadikan prioritas utama.saya. Saya akan memilih menteri

saya jadikan prioritas utama.saya. Saya akan memilih menteri tenaga kerja yang mau bekerja kerasa dan mau

tenaga kerja yang mau bekerja kerasa dan mau melindungi kaum pekerja. (SBY, saat melakukan dialog dengan kalangan pekerja di kawasan industri Balaraja, Tangerang, Banten, 10 Juni 2004).

Buruh Migran

Saya akan tetap melanjutkan kebijakan yang mengakomodasi buruh migran hingga saatnya nanti lapangan kerja makin terbuka untuk mereka. Sepatutnya kita berterimakasih kepada mereka. Di saat lapangan kerja belum terbuka luas, pengangguran begitu tinggi, mereka dapat menghidupi keluarganya. Selayaknyalah kita melindungi mereka. Mulai dari kemanusiaan hingga hak-haknya. Mereka harus bisa kita persiapkan dengan baik agar berdaya saing, profesional, dan berpenghasilan tinggi. (SBY, dalam acara “Dialog Penajaman Visi, Misi, dan Program Capres-Cawapres” yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum di Hotel Hilton, Jakarta, Kamis 16 September 2004).

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

Menyiapkan Pengacara

Masalah tenaga kerja merupakan salah satu hal terpenting untuk segera diselesaikan. Penempatan dan perlindungan terhadap mereka harus ditata dengan baik, dengan memperhatikan gaji yang diberikan dan memberikan perlindungan terhadap mereka di luar negeri. Dengan menyiapkan pengacara, misalnya. Bukan apa-apa, mereka juga adalah pahlawan bangsa. Masalah tenaga kerja ilegal bukan hanya dialami oleh kita, melainkan juga oleh megara-negara lain yang memiliki pendapatan relatif rendah. Contohnya, Cina, India, dan Meksiko. (JK, dalam acara dialog dengan Musyawarah Nasional V Apjati, Bandung, Kamis, 26 Agustus 2004).

Sumberdaya Manusia

Untuk menciptakan kesempatan kerja baru,kita kembangkan iklim usaha dan investasi yang baik dan kita dorong sektor swasta menjadi pilar dari dinamika perekonomian. Untuk menanggulangi kemiskinan, kita terutama akan melakukan investasi yang akan terus meningkat untuk rakyat kita melalui pendidikan. Pengembangan sumberdaya manusia menempati prioritas utama sebagaimana halnya pengembangan infrastruktur yang lebih baik dan kebijakan ekonomi yang berorientasi pasar (market-friendly policies), tanpa meninggalkan kepedulian dan bantuan kepada golongan ekonomi lemah, sebagai perwujudan dari keadilan ekonomi dan keadilan sosial. (SBY, pidato politik pada pembukaan masa kampanye putaran pertama Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI 2004-2009, Jakarta, Selasa 1 Juni 2004).

Mampu Melindungi

Saya akan memperhatikan nasib TKI. Saya berharap negara dan pemerintah, serta agen-agen pemberangkatan TKI ke luar

0

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

negeri bisa lebih bertanggung jawab. Semua pihak yang terkait harus mampu melindungi TKI yang mendapat perlakuan tidak manusiawi atau ketidakadilan. Hak dasar mereka harus bisa dipenuhi. (SBY, dalam acara Dialog Terbatas Civitas Akademika Universitas Indonesia, Jakarta, Kamis 10 Juni 2004).

Usaha Mikro

Untuk mendorong penciptaan lapangan kerja, lebih lanjut, kita kembangkan terutama usaha mikro, kecil, dan menengah-baik yang masuk dalam sektor formal maupun sektor informal. Kita kembangkan kebijakan yang ramah terhadap usaha kecil; karena, terbukti bahwa selama ini mereka menjadi mesin pemulihan perekonomian Indonesia. Kita perlu memberikan saluran kredit yang lebih baik kepada mereka dan mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan fasilitas pelatihan bagi para pekerja. (SBY, pidato politik pada pembukaan masa kampanye putaran pertama Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI 2004-2009, Jakarta, Selasa 1 Juni

2004).

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

Keamanan dan Pertahanan

Deteksi Dini

Hingga Usai Pelantikan Keamanan dan Pertahanan Deteksi Dini S aya berkomitmen untuk memerangi terorisme. Untuk itu,

S aya berkomitmen untuk memerangi terorisme. Untuk itu, kemampuan deteksi dini harus ditingkatkan. Dalam hal ini, intelejen tak bisa bekerja sendiri. Diperlukan kerjasama

dengan kepolisian, imigrasi, serta negara sahabat. Kapasitas intelejen harus ditingkatkan dengan cara: melakukan operasi yang lebih efektif, meningkatkan kerjasama, memodernisasi peralatan, serta bekerja selama 24 jam. Juga diperlukan kerjasama masyarakat sebagai mata dan telinga intelejen. Terorisme adalah ancaman serius dan tidak mudah terdeteksi dengan sistem apapun dan oleh negara manapun. Namun, harus ada upaya untuk terus menerus melakukan

operasi yang efektif. (SBY, dalam acara “Dialog Penajaman Visi, Misi, dan Program Capres-Cawapres” yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum di Hotel Hilton, Jakarta, Selasa 14 September 2004).

Pendekatan Keamanan

Meski saya berlatarbelakang militer, saya tidak akan mengedepankan pendekatan keamanan yang mengurangi hak sipil dan HAM. Saya pelaku reformasi internal TNI. Selama berada di pemerintaha, tugas-tugas saya, saya jalankan dengan undang-undang dan menghormati otoritas sipil. Tak ada satu pun yang harus didekati dengan keamanan semata. (SBY, dalam acara “Dialog Penajaman Visi, Misi, dan Program Capres-Cawapres” yang

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum di Hotel Hilton, Jakarta, Selasa 14 September 2004).

Gerakan Separatis

Dalam jangka pendek, kita memberikan perhatian penuh pada tiga hal berikut. Yang pertama, kita harus mengakhiri gerakan separatis bersenjata di Aceh dan Papua. Proses ini dilakukan dengan tetap menjaga hak, martabat, kehormatan, dan rasa keadilan saudara- saudara kita di kedua propinsi ini. Kita lakukan hal ini dengan meningkatkan pelaksanaan otonomi khusus secara konsisten. (SBY, pidato politik pada pembukaan masa kampanye putaran pertama Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI 2004-2009, Jakarta, Selasa 1 Juni 2004).

Reformasi Militer

Jangan memandang rendah militer, sebab bagaimanapun militer adalah bagian penting dari bangsa ini. Latar belakang militer yang saya miliki justru sangat berguna untuk memberi perspektif bagaimana menata kekuatan militer ke depan. Dalam tahun-tahun terakhir karier militer, saya sempat menyusun cetak biru reformasi militer.Saya yakin,militer bisa lebih demokratis dari sipil.Contohnya, Presiden Fidel Ramos, ia dari militer tapi bisa lebih demokratis dari presiden sipil. (SBY, di depan sejumlah duta besar, perwakilan dagang, dan eksekutif perusahaan asing, di Jakarta, Rabu 9 Juni 2004).

Indonesia yang Aman

Indonesia yang lebih aman dan damai mengharuskan kita untuk menjaga keutuhan NKRI, mengokohkan integrasi nasional,

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

dan membangun hubungan internasional dengan mengedepankan tegaknya kedaulatan negara. Juga, memelihara dan meningkatkan keamanan dalam negeri. Menghentikan separatisme bersenjata. Mengakhiri konflik-konflik komunal. Memantapkan keamanan publik. Memerangi kejahatan, termasuk kejahatan transnasional dan terorisme. Memperkuat harmoni dan integrasi sosial serta toleransi kehidupan beragama. (SBY, pidato politik pada pembukaan masa kampanye putaran pertama Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI 2004-2009, Jakarta, Selasa 1 Juni 2004).

Korban Terorisme

Kita adalah korban terorisme. Saya telah menghabiskan tahun-tahun saya di pemerintahan memerangi terorisme ini. Menghabiskan waktu-waktu saya untuk menjaga keselamatan seluruh masyarakat kita. Memang bukan upaya mudah; tetapi, kita harus terus meningkatkan upaya pemberantasan tindak pidana terorisme.

Upaya pemberantasan terorisme ini akan kita perkuat dengan pengembangan kerangka dan perangkat hukum yang memadai dan secara terus menerus meningkatkan infrastruktur keamanan kita. Melihat korban terorisme di berbagai wilayah Indonesia, membuat saya berjanji pada diri sendiri bahwa saya tidak ingin terjadi lagi tindakan terorisme di negeri ini. Tindakan terorisme yang menghancurkan kehidupan, menghancurkan nilai- nilai kemanusiaan, dan meninggalkan luka yang pedih bagi keluarga korban. Cukup yang telah terjadi. Begitu juga dengan kejahatan transnasional khususnya narkoba dan perdagangan anak. Cukup. Kita akan perangi sampai ke akar-akarnya. (SBY, pidato politik pada

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

pembukaan masa kampanye putaran pertama Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI 2004-2009, Jakarta, Selasa 1 Juni 2004).

Penyebab Utama

Kita harus mengakhiri konflik-konflik komunal yang terjadi di Maluku, Poso, dan beberapa daerah lainnya. Kita harus menciptakan harmoni sosial untuk mencegah kerusakan yang lebih besar di kemudian hari. Kita bangun infrastruktur untuk mengembalikan masyarakat dalam kehidupan yang normal. Dan, yang lebih penting kita akan bersama-sama masyarakat di wilayah ini untuk menemukan dan mengatasi penyebab utama konflik. (SBY, pidato politik pada pembukaan masa kampanye putaran pertama Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI 2004-2009, Jakarta, Selasa 1 Juni 2004).

Berusaha Keras

Saya akan berusaha menyelesaikan masalah-masalah keamanan seperti yang terjadi di Poso, Papua, dan daerah-daerah lain di Indonesia. Tidak hanya menyelesaiakn tetapi juga akan berusaha keras agar hal ini tidak terulang lagi. Hal ini penting untuk stabilitas. Bila itu tidak dijaga, kita akan kesulitan untuk bangkit. Akibatnya, terjadilah kemunduran. Untuk keamanan negara, pemimpin bangsa haruslah besikap adil, jujur, transparan, dan bertanggung jawab. (JK. Saat berkampanye di halaman parkir GOR Segiri, Samarinda, Sabtu 12 Juni 2004).

TNI dan Bisnis

Saya akan melanjutkan agenda reformasi internal TNI di bidang bisnis, komando teritorial, dan military impunity (kekebalan

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

hukum militer, Ed.). Teman-teman di TNI akan senang jika tidak lagi berbisnis sementara anggaran terpenuhi.Soal komando teritorial, asalkan tidak tergoda untuk bermain politik. Sementara mengenai military impunity, akan di dorong ke depan sehingga menyentuh mereka yang bersalah. (SBY, dalam acara “Dialog Penajaman Visi, Misi, dan Program Capres-Cawapres” yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum di Hotel Hilton, Jakarta, Selasa 14 September 2004).

Iklim Demokrasi

Saya menjamin, pendekatan keamanan dalam pemerintahan saya tetap akan menjaga iklim demokrasi di Indonesia. Kami tidak akan bersikap represif. Kita bisa mengatasi terorisme, gangguan nasional, separatisme, dan sebagainya, tanpa harus represif sepanjang dikembalikan kepada aturan main. Undang-undang Antiterorisme adalah contoh yang sangat jelas untuk mencegah adanya penyalahgunaan kekuasaan. Jangan sampai ada alasan keamanan tetapi mengancam demokrasi.Mari sama-sama kita kawal demokrasi. (SBY, dalam acara “Dialog Penajaman Visi, Misi, dan Program Capres- Cawapres” yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum di Hotel Hilton, Jakarta, Selasa 14 September 2004).

Ancaman Nyata

Saya tidak akan memberikan ruang kepada teroris untuk beraksi lagi di Indonesia. Ingat, teroris itu ancaman nyata. Jangan pernah berhenti untuk mencegah dan memberantas mereka. Saya mengutuk aksi-aksi yang tidak bertanggung jawab dan merenggut korban orang-orang yang tidak berdosa. Bagi saya, mereka harus dihukum seberat-beratnya dan sekeras-kerasnya. Harus dicari akar permasalahan sehingga mereka bisa diperangi secara efektif. Ini

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

semua menyangkut masalah hukum. Oleh karena itu, kita harus tegakkan hukum demi menjaga kemanan di negeri kita. Saya berharap agar kepolisian TNI, intelejen serta semua pihak untuk meningkatkan langkah-langkah pencegahan yang efektif. (SBY, saat menjenguk korban Bom Kuningan di Rumah Sakit MMC, Jakarta 9 September 2004).

Sistem Persenjataan

Saya bertekad akan meningkatkan anggaran pertahanan dan keamanan. TNI dan Polri harus diberi anggaran yang cukup untuk menyelesaikan konflik-konflik di dalam negeri. Saat ini, anggaran pertahanan dan keamanan dari APBN sangat kecil. Sistem persenjataan yang dimiliki TNI dan Polri bisa dikatakan sudah tertinggal. Kekuatan pertahanan harus terus menerus dibangun serta dialokasikan anggaran yang cukup untuk jangka menengah dan panjang. Anggarannya tentunya harus disinkronkan dengan prioritas-prioritas lainnya, seperti pendidikan, kesehatan, dan sebagainya. (SBY, di atas pesawat dalam perjalanan Denpasar-Kupang, Jumat 25 Juni 2004).

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

Pelayanan Kesehatan

Asuransi Sosial

Hingga Usai Pelantikan Pelayanan Kesehatan Asuransi Sosial S aya setuju untuk memberlakukan asuransi sosial kesehatan

S aya setuju untuk memberlakukan asuransi sosial kesehatan bagi seluruh rakyat. Tujuannya, agar masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan gratis di rumah sakit. Hal

mendapatkan pelayanan kesehatan gratis di rumah sakit. Hal yang tak kalah pentingnya juga adalah pendidikan perilaku

yang tak kalah pentingnya juga adalah pendidikan perilaku hidup bersih dan sehat kepada masyarakat. Contohnya, selalu mencuci tangan sebelum makan dan minum, mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang, berolahraga cukup, tidak merokok, tidak mengkonsumsi alkohol dan narkoba. Ini perlu terus ditingkatkan agar masyarakat mampu mencegah penyakit. (SBY, dalam acara “Dialog dan Silaturahmi Capres RI dan Calih Profesi Kesehatan DPR RI dengan Masyarakat Profesi Kesehatan,” Jakarta, Minggu 29 Agustus 2004).

CATATAN: Data terakhir menunjukkan bahwa saat ini lebih dari 80 persen rakyat Indonesia tidak mampu mendapat jaminan kesehatan dari lembaga atau perusahaan di bidang pemeliharaan kesehatan, seperti Askes, Taspen, dan Jamsostek. Hanya kurang dari 20 persen yang mampu mendapatkannya. Golongan masyarakat yang dianggap ‘teranaktirikan’ dalam hal jaminan kesehatan adalah mereka dari golongan masyarakat

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Lebih Banyak Dana

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

kecil

tengah digodok RUU untuk memberlakukan SJSN.

ini

dan

pedagang.

Solusinya,

saat

Kita harus mengalokasikan lebih banyak dana untuk membantu mereka yang sangat membutuhkan. Kita harus menyediakan pelayanan kesehatan dasar dengan secara bertahap membangun lebih banyak klinik, meningkatkan subsidi kesehatan untuk mereka, dan meningkatkan pengetahuan mereka untuk pencegahan. (SBY, pidato politik pada pembukaan masa kampanye putaran pertama Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI 2004- 2009, Jakarta, Selasa 1 Juni 2004).

Hak Dasar

Layanan kesehatan merupakan bagian dari hak dasar masyarakat yang harus terpenuhi. Meskipun fasilitas pelayanan dasar seperti puskesmas relatif telah tersedia di hampir seluruh wilayah Indonesia,namunketerjangkauanpelayanandanmutupelayananyang diberikan masih belum merata. Indonesia memiliki 7.237 puskesmas pada tahun 2000 dan 21.267 puskesmas pembantu.Tenaga kesehatan yang tersedia, diukur dari rasio per jumlah penduduk, masih belum mencukupi, meskipun telah terjadi perbaikan yang berarti. Daya jangkau masyarakat terhadap obat-obatan juga masih rendah. Untuk itu, sebagai proses pemenuhan hak dasar rakyat, saya mendorong untuk terus dilakukannya peningkatan pencegahan penyakit menular, peningkatan upaya imunisasi, penurunan angka kematian ibu dan anak, pemerataan, dan peningkatan kualitas fasilitas kesehatan dasar, peningkatan kualitas dan ketersediaan petugas kesehatan, obat dan

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

perbekalan kesehatan, mendorong berkembangnya industri obat di Indonesia, perbaikan pengawasan obat dan makanan. (SBY, pidato politik pada penutupan masa kampanye putaran pertama Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI 2004-2009, Jakarta, Kamis 1 Juli

2004).

Tidak Muncul Ketimpangan

Saya akan menaikkan presentase anggaran bidang kesehatan dalam APBN menjadi 10 hingga 15 persen. Akan ada kajian mendalam tentang beberapa aspek terkait. Tapi saya bisa pastikan , presentase pengeluaran pemerintah akan ada kenaikkan untuk bidang kesehatan. Selain bidang pendidikan, bidang kesehatan merupakan prioritas program kesejahteraan rakyat. Di dalamnya sudah termasuk pengurangan angka kemiskinan dan pengangguran serta peningkatan daya beli masyarakat. Jadi, perlu dihitung dulu secara menyeluruh agar tidak muncul ketimpangan. Kalau hal itu sampai terjadi, bisa menimbulkan masalah serius. (SBY, dalam acara “Dialog dan Silaturahmi Capres RI dan Calih Profesi Kesehatan DPR RI dengan Masyarakat Profesi Kesehatan,” Jakarta, Minggu 29 Agustus 2004).

CATATAN : Menurut data terakhir dari Pengurus Besar IDI, selama 50 tahun sejak Indonesia merdeka, anggaran pembangunan kesehatan masyarakat dalam APBN tidak pernah lebih dari empat persen, hanya berkisar di antara angka 2,5 hingga 3,5 persen.

Fasilitas Puskesmas

Saya prihatin terhadap rendahnya tingkat kesehatan masyarakat. Sebelumnya, saya sudah berkunjung ke beberapa daerah

0

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

di JawaTimur.Saya mengamati,betapa kurangnya fasilitas di berbagai puskesmas. Jumlah tenaga medisnya tak mencukupi, fasilitas rawat inap dan obat-obatan juga kurang. Padahal, Puskesmas merupakan tempat berobat masyarakat kebanyakan dengan standar ekonomi kelas bawah. Puskesmas harusnya perlu mendapat perhatian yang lebih serius. (SBY, saat acara pengobatan gratis yang diadakan oleh Gerakan Pro-SBY, Ciawi, Bogor, Selasa 15 Juni 2004).

Motor Besar

Untuk mempercepat pertolongan kesehatan ke rumah sakit, saya berpikir perlu adanya petugas kesehatan yang mengendarai motor besar berkeliling jalan raya. Saya menyaksikan di Inggris, petugas kesehatan mereka mengendarai motor besar di jalan. Mereka bekerja 24 jam di jalan untuk mempercepat pertolongan bagi warga yang menjadi korban kecelakaan atau warga yang sakit untuk segera dibawa ke rumah sakit. Dengan motor besar, mereka bisa leluasa bergerak di jalan-jalan yang macet sekalipun. (SBY, dalam acara “Dialog dan Silaturahmi Capres RI dan Calih Profesi Kesehatan DPR RI dengan Masyarakat Profesi Kesehatan,” Jakarta, Minggu 29 Agustus 2004).

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

Budaya dan Seni

Kebebasan Berekspresi

Hingga Usai Pelantikan Budaya dan Seni Kebebasan Berekspresi S aya sangat menghormati kebebasan berekspresi dan ekspresi

S aya sangat menghormati kebebasan berekspresi dan ekspresi kebebasan. Karena itu, saya sangat menghormati usulan agar seniman masuk kabinet. Seniman atau bukan, silahkan

agar seniman masuk kabinet. Seniman atau bukan, silahkan masuk kalau memang mampu. Saya yakin budayawan punya

masuk kalau memang mampu. Saya yakin budayawan punya potensi untuk itu. (SBY, dalam acara dialog “Visi dan Strategi Kebudayaan Calon Presiden 2004” di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin 14 Juni 2004).

Posisi Budaya

Karena selama ini kita banyak mengabaikan masalah budaya, banyak persoalan di negeri ini yang tidak dapat terselesaikan. Melalui pendidikan, seharusnya orang dididik untuk menghargai dan meletakkan posisi budaya pada tempatnya. Berkat kearifan budaya yang dimiliki masing-masing daerah, berbagai persoalan bisa diselesaikan dengan baik. (SBY, di hadapan sejumlah seniman dan budayawan, Yogyakarta, Senin 21 Juni 2004).

Departemen Kebudayaan

Saya akan mempertahankan departemen kebudayaan dan pariwisata.Tujuannya agar kegiatan budaya dan kesenian berkembang pesat. Aktivitas seni dan budaya akan mampu mendorong meningkatnya SDM. Juga akan mempermantap perdamaian dan

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

toleransi di berbagai daerah di Indonesia. (JK, seusai menyaksikan pertunjukan debus pada acara kunjungan silahturahmi memperingati Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Serang, Banten, Minggu 12 September

2004).

Dialog Budaya

Di masa lalu, dialog-dialog budaya terhambat akibat tertutupnya ruang demokrasi. Benturan-benturan mengenai budaya- budaya lokal, termasuk masalah etnis dan agama, tidak diselesaikan melalui dialog budaya, melainkan direpresi dengan dalih masalahg SARA. Saya bertekad mendorong terciptanya wadah yang terbuka dan demokratis bagi terlaksananya dialog kebudayaan. Ini bertujuan agar benturan-benturan yang terjadi tidak sampai melebar menjadi konflik sosial. (SBY, dalam acara dialog “Visi dan Strategi Kebudayaan Calon Presiden 2004” di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin 14 Juni 2004).

Peran Budaya

Melihat potensi dan peran budaya yang begitu besar sebagai pemersatu bangsa, saya melihat menjadi tidak tepat jika sektor budaya dijadikan satu dengan pariwisata dalam satu departemen. Saya setuju jika budaya dan pariwisata dipisah. (SBY, di hadapan sejumlah seniman dan budayawan, Yogyakarta, Senin 21 Juni 2004).

Seni Nasyid

Saya menaruh perhatian pada seni nasyid. Kesenian ini mestinya mendapat perhatian lebih banyak dari masyarakat. Kehidupan masyarakat akan lebih sejuk dan damai jika bisa mengapresiasi seni nasyid sepanjang waktu. (SBY, di hadapan sejumlah seniman dan budayawan, Yogyakarta, Senin 21 Juni 2004).

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

CATATAN:

Nasyid adalah salah satu jenis seni islami yang telah berkembang sejak lama. Bentuknya berupa, syair-syair pujian dan dakwah yang dibawakan dengan lagu yang terkadang diiringi alat musik seperti perkusi. Contoh nasyid yang terkenal adalah selawat Badar yang dibawakan penduduk Madinah saat menyambut kedatangan Nabi Muhammad SAW.

Pembajakan Kaset

Saya menaruh perhatian pada upaya memerangi pembajakan kaset. Saat saya masih menjabat Menkopolkam, awal tahun 2003, saya memonitori perlawanan terhadap pembajakan kaset. Waktu itu, bersama 11 seniman nasional, saya berkampanye di banyak tempat guna memerangi pembajakan kaset. Dalam forum pemerintahan, bersama Kapolri, Jaksa Agung serta aparat penegak hukum lainnya, kami berkomitmen untuk mendukung kampanye itu. Hasilnya memang ada, pembajakan kaset jadi menurun. Tapi belum tuntas. Untuk menuntaskannya, harus terus disosialisasikan pemahaman bahwa pembajakan adalah suatu tindakan melanggar hukum dan karya cipta yang dilindungi oleh undang-undang. Mereka harus diberi sanksi seberat-beratnya sesuai kesalahan yang mereka perbuat. (SBY, saat silaturahmi dengan tokoh masyarakat Sumatera Barat di Padang, Minggu 20 Juni 2004).

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

Kesejahteraan

Rakyat

Rakyat Ukurannya

Hingga Usai Pelantikan Kesejahteraan Rakyat Rakyat Ukurannya B erbagai kemajuan telah kita capai. Namun kita tahu,

B erbagai kemajuan telah kita capai. Namun kita tahu, lebih banyak lagi yang masih harus diperjuangkan. Ukurannya adalah kesejahteraan rakyat. Ukurannya adalah rasa aman

masyarakat. Ukurannya adalah terjaminnya rasa keadilan masyarakat. Ukurannya adalah, di masa datang, krisis-krisis yang pernah kita alami tidak terulang lagi. Kita tahu, semua ini belum terwujud. Kita tahu, kita masih harus berjuang lebih keras lagi. Tapi kita juga tahu, kita bisa melakukannya. (SBY, pidato politik pada pembukaan masa kampanye putaran pertama Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI

2004-2009, Jakarta, Selasa 1 Juni 2004).

Kesetiakawanan Sosial

Dalam program membantu rakyat kecil, perlu adanya kesetiawanan sosial dan antidiskriminasi. Dari dulu banyak teori yang dikemukakan. Namun, apapun teorinya, yang penting ke depan kesejahteraan rakyat harus makin baik. Tidak boleh miskin terus, ingin berobat tidak punya uang atau ingin sekolah tidak punya uang. Saya akan berusaha mensejahterakan rakyat dengan berupaya keras memperbaiki ekonomi,meningkatkan pendapatan negara,mencegah kebocoran dan memperkecil adanya korupsi. Dengan begitu, uang negara dapat digunakan untuk membangun jalan, sekolah, dan

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

sarana kesehatan. (SBY, dalam acara open house di kediamannya, Puri Cikeas, Gunung Putri, Bogor, Senin, 29 September 2004).

Menanam Modal

Saya akan memerangi kemiskinan yang menyengsarakan rakyat dengan menanam modal besar-besaran kepada rakyat Indonesia sendiri melalui pendidikan dan pengembangan sumberdaya manusia sebagai prioritas utama. Kami juga akan membangun dan meningkatkan prasarana-prasarana penting di sektor pedesaan dan pertanian seperti juga halnya prasarana penghubung antara pedesaaan dan perkotaan. (SBY, dalam acara seminar Institut Kajian Pertahanan dan Strategi Singapura, Singapura, Rabu 26 Mei 2004).

Tinggi dan Berkualitas

Membangun kesejahteraan rakyat mengharuskan kita untuk membangun ekonomi secara baik. Bangun ekonomi yang baik yang saya maksudkan adalah bangun ekonomi yang memiliki pertumbuhan yang tinggi dan berkualitas, resisten terhadap goncangan dan terdistribusikan secara adil. Namun demikian, kesejahteraan rakyat mengharuskan berkembangnya rasa aman. Kesejahteraan juga tidak mungkin tanpa berkembangnya rasa keadilan. (SBY, pidato politik pada penutupan masa kampanye putaran pertama Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI 2004-2009, Jakarta, Kamis 1 Juli 2004).

Keluarga Miskin

Pemerintahan saya akan mengalokasikan lebih banyak dana untuk membantu keluarga yang miskin, menyediakan fasilitas kesehatan yang dasar dengan membangun lebih banyak klinik, memperbesar anggaran subsidi kesehatan. Untuk keluar dari

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

lingkaran kemiskinan,pencerdasan masyarakat harus dimulai dengan memberikan pendidikan pada anak-anak. Kita harus meningkatkan subsidi bagi sekolah-sekolah di kalangan masyarakat yang termiskin, memperbaiki kurikulum nasional, dan meningkatkan rasio murid dan guru. (SBY, dalam acara seminar Institut Kajian Pertahanan dan Strategi Singapura, Singapura, Rabu 26 Mei 2004).

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

Hubungan dan Kerjasama Internasional

Bukan Mandor

Pelantikan Hubungan dan Kerjasama Internasional Bukan Mandor D alam kerjasama internasional termasuk kerjasama dengan

D alam kerjasama internasional termasuk kerjasama dengan lembaga keuangan asing, kita tidak boleh mengabaikan dan merugikan kepentingan dalam negeri. Jangan

sampai konstitusi dan undang-undang serta kepentingan nasional tersingkirkan karena harus mengadopsi nilai-nilai dan hukum global yang ada. Keberadaan IMF, Bank Dunia bukanlah sebagai mandor dan mereka pun tidak boleh meletakkan diri sebagai mandor. (SBY, saat acara ‘Talk Show Calon Presiden RI 2004” di Kampus Universitas Hasanuddin, Makassar, Rabu 2 Juni 2004).

Prinsip Dasar

Saya tidak memiliki rencana untuk membuka hubungan dengan Israel. Dalam visi dan misi saya tidak ada agenda yang berhubungan dengan pembukaan hubungan diplomatik dengan Israel atau agenda lain yang bertentangan dengan keinginan rakyat Indonesia. Saya mendukung upaya perjuangan bangsa Palestina dalam upaya mencapai kemerdekaannya. Itu merupakan prinsip dasar politik luar negeri RI, yang juga harus menjadi komitmen seluruh bangsa Indonesia. (SBY, saat mendatangi kantor DPP PKS di Jakarta, Kamis 26 Agustus 2004).

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bebas dan Aktif

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

Banyak agenda besar kebangsaan kita yang akan menemukan bentuk terbaiknya melalui kerjasama internasional, pemulihan ekonomi dan penanganan terorisme misalnya. Saya akan tetap menjalankan dan mempromosikan kebijakan luar negeri kita yang bebas dan aktif. Kita akan memposisikan Indonesia sebagai negara yang terbuka, toleran, modern, demokratis, dan punya pandangan keluar yang sangat jauh dengan suara yang jelas, tegas, dan tak pernah lelah untuk memperjuangkan terwujudnya perdamaian dan keadilan. Indonesia akan tetap menjadi negara terkemuka dalam perang melawan terorisme dan akan melakukan kerjasama untuk counter-terrorism dengan negara-negara lain. (SBY, pidato politik pada pembukaan masa kampanye putaran pertama Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI 2004-2009, Jakarta, Selasa 1 Juni 2004).

Prinsip Keseimbangan

Masuknya modal asing ke Indonesia harus disikapi secara proporsional. Kita tidak mungkin bisa mengelak dari bentuk kerjasama internasional. Namun hal itu harus dilakukan berdasarkan prinsip keseimbangan.(SBY,saat berdialog dengan sejumlah mahasiswa dan dosen Universitas Indonesia, Jakarta, Kamis, 10 Juni 2004).

Hubungan yang Konstruktif

Kita harus membangun hubungan internasional yang konstruktif, dan kebijakan luar negeri yang tepat. Saya sadari bahwa kondisi dunia yang kita hadapi ke depan terasa tetap rentan.Kita tidak bisa menyatakan bahwa dunia akan lebih aman. Akan kita temukan tentunya gejolak di berbagai bagian dunia. Dan, kondisi ASEAN juga akan mengalami perubahan di masa datang. (SBY, pidato politik

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

pada pembukaan masa kampanye putaran pertama Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI 2004-2009, Jakarta, Selasa 1 Juni 2004).

Proaktif untuk Palestina

Saya akan bersikap proaktif terhadap permasalahan yang terjadi di Palestina. Saya juga berharap agar pembentukan suatu negara Palestina yang berdaulat, merdeka, dan independen bisa diwujudkan dalam waktu dekat. (SBY, di hadapan 17 duta besar yang mengunjunginya, Jumat 15 Oktober 2004).

Tidak Ada Lagi Komitmen

Sudah ada kebijakan dari MPR, DPR, dan Pemerintah Republik Indonesia untuk mengakhiri program yang disebut dengan Letter of Intens bersama IMF, sudah selesai tidak ada lagi komitmen kita dengan IMF. Jadi tak ada pikiran-pikiran kita untuk terus bernaung kembali ke IMF. (SBY, saat memberikan keterangan kepada pers di pendopo Puri Cikeas, Gunung Putri, Bogor, Minggu 17 Oktober 2004).

0

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

Nelayan dan Petani

Pinjaman Modal

Hingga Usai Pelantikan Nelayan dan Petani Pinjaman Modal N elayan adalah basis ekonomi rakyat. Oleh karena

N elayan adalah basis ekonomi rakyat. Oleh karena itu,

saya akan memberikan akses yang lebih mudah bagi para

itu, saya akan memberikan akses yang lebih mudah bagi para nelayan untuk mendapatkan pinjaman modal dari

nelayan untuk mendapatkan pinjaman modal dari bank.

Dalam hal penjualan, saya juga akan membantu mereka dengan membuka akses pasar yang lebih baik untuk hasil tangkapannya. (JK, saat bertemu dengan para nelayan di tempat Pelelangan Ikan Lempasing, Bandarlampung, Lampung, Senin 28 Juni 2004).

CATATAN: Profesi nelayan dianggap sebagai salah satu profesi penting dalam menunjang perekonomian Bandarlampung karena kontribusinya dalam penyediaan protein hewani. Sayangnya, lembaga-lembaga yang seharusnya menyediakan pinjaman modal, sering mempersulit mereka. Akibatnya, banyak di antara mereka ‘terikat kerja’ dengan pemilik modal besar dari perusahaan swasta atau perorangan. Mereka diwajibkan menjual hasil tangkapannya kepada pemilik modal tersebut dengan harga yang sangat rendah.

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

Kepastian Penghasilan

Saya akan meningkatkan taraf hidup para nelayan. Itu sudah menjadi agenda, akan menjadi program pemerintah lima tahun mendatang. Saya sudah meninjau beberapa tempat nelayan. Saya melihat, memang harus ada kepastian penghasilan sehari- hari, bantuan permodalan, koperasi, kesehatan. Jangan sampai kalah oleh para nelayan yang menggunakan perahu berteknologi tinggi. Kehidupan para nelayan saat ini memang penuh dengan ketidakpastian, apalagi jika harga solar tinggi. (SBY, di depan masyarakat nelayan Kampung Baru Bugis, Desa Banten Kecamatan Kasemen, Kabupaten Serang, Juni 2004).

Sektor Unggul

Saya akan memperhatikan sektor pertanian. Di Indonesia sektor pertanian adalah salah satu sektor ekonomi yang unggul. Ini sudah terbukti. Di saat perekonomian Indonesia runtuh dilanda krisis, enam tahun lalu, sektor ekonomi yang bisa bertahan adalah ekonomi rakyat serta sektor informal, termasuk pertanian. (SBY, saat bertemu dan berdialog dengan sejumlah petani dan pedagang jamu serta buruh jamu di Bawen, Ungaran, Selasa 29 Juni 2004).

Kualitas Hidup

Saya pastikan bahwa kita akan melakukan revitalisasi pertanian dan perdesaan. Upaya ini terutama dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup petani dan nelayan serta rumah tangga petani dan nelayan. Meningkatkan akses petani dan nelayan terhadap sumberdaya produktif dan permodalan. Meningkatkan produktivitas dan kualitas petani dan nelayan serta meningkatkan produktivitas

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

dan kualitas pertanian. Mengembangkan diversifikasi aktivitas ekonomi pedesaan. Mengembangkan industrialisasi pedesaan. Dan, melaksanakan reformasi agraria. Berkembangnya pedesaan dan pertanian akan menjamin perkembangan perkotaan dan industri yang berkelanjutan. (SBY, pidato politik pada pembukaan masa kampanye putaran pertama Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI 2004-2009, Jakarta, Selasa 1 Juni 2004).

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

Otonomi Daerah

Mengevaluasi Kelemahan

Hingga Usai Pelantikan Otonomi Daerah Mengevaluasi Kelemahan K itaharusmeningkatkandanmendalamiproses desentralisasi dan

K itaharusmeningkatkandanmendalamiproses desentralisasi

dan otonomi daerah yang sedang berlangsung. Kita harus

dan otonomi daerah yang sedang berlangsung. Kita harus dari waktu ke waktu mengevaluasi kelemahan yang terjadi

dari waktu ke waktu mengevaluasi kelemahan yang

terjadi dengan mengangkat ide-ide inovatif yang berkembang di tingkat lokal. Kita perlu menyeimbangkan kepentingan nasional dengan kepentingan daerah, lokal, dan masyarakat. Dengan terus mengembangkan saluran-saluranideyang berkembang dimasyarakat, kita dari waktu ke waktu akan mampu meningkatkan rasa saling percaya antara pemerintah pusat dan daerah, antara pemerintah dan masyarakat, dan antarkelompok masyarakat. (SBY, pidato politik pada pembukaan masa kampanye putaran pertama Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI 2004-2009, Jakarta, Selasa 1 Juni 2004).

Menata Propinsi dan Kota

Kami akan mendorong peningkatan reformasi birokrasi menjadi lebih efisien, lebih disiplin, lebih produktif, kinerja yang baik untuk pelayanan kepada publik, melakukan pengelolaan yang makin efektif dalam implementasi, sentralisasi dan otoda dengan semangat untuk menata kembali propinsi dan kota. (SBY-JK, pemaparan dalam acara “Dialog Penajaman Visi, Misi, dan Program Capres-Cawapres” yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum di Hotel Hilton, Jakarta, Selasa 14 September 2004).

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

Penataan Ulang

Kami akan membenahi efektivitas gubernur yang selama ini banyak dipertanyakan orang. Juga kami akan memperjelas aturan dan kewenangan bupati/walikota.Tidak mungkin lagi semuanya diatur di tingkat pusat. Pemecahannya, harus ada penataan ulang kewenangan di tiap tingkat pemerintahan. (JK, dalam acara “Dialog Penajaman Visi, Misi, dan Program Capres-Cawapres” yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum di Hotel Hilton, Jakarta, Selasa 14 September

2004).

Harus Ada Mekanisme

Kami akan meninjau kembali pemekaran yang telah dilakukan terhadap kabupaten/kota. Pemekaran yang telah dilakukan selama ini hanya sebatas pertimbangan politis tanpa dilandasi prinsip-prinsip yang jelas. Misalnya, pertimbangan potensi daerah, jumlah penduduk, kultur soasial maupun politik. Harus ada mekanisme daerah dan pusat untuk duduk bersama guna memecahkan persoalan tentang otonomi daerah dan pemekaran. (SBY, dalam acara “Dialog Penajaman Visi, Misi, dan Program Capres- Cawapres” yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum di Hotel Hilton, Jakarta, Selasa 14 September 2004).

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

Kebebasan Pers

Tidak Selalu Benar

Hingga Usai Pelantikan Kebebasan Pers Tidak Selalu Benar D i masa depan, pemerintah siapapun yang berkuasa

D i masa depan, pemerintah siapapun yang berkuasa tidak boleh lagi melakukan pembreidelan atau penyensoran terhadap pers. Sebab, itu artinya kita kembali ke masa lalu.

Kebebasan pers seperti juga demokrasi, sudah merupakan way of life, tidak bisa lagi dicabut. Harus terus dijaga dan dipertahankan. Namun begitu, dalam pelaksanaannya, tugas pers tidak boleh dianggap selalu benar. Soal kesalahan wartawan, tergantung keadaan dan kadarnya. Tidak boleh karena alasan tugas, ia lalu dianggap menjadi tidak bersalah. (JK, dalam acara dialog ulang tahun Aliansi Jurnalis Independen, Hotel Nikko, Jakarta, Kamis 5 Agustus 2004).

CATATAN: Di Indonesia telah beberapa kali terjadi pembreidelan atau pembekuan/pencabutan/ pembatalan SIUPP terhadap media cetak Sebut saja harian Sinar Harapan (dicabut SIUPP-nya 9 Oktober 1986), harian Prioritas (29 Juni 1987), tabloid Monitor (23 Oktober 1990), dan Majalah Tempo (21 Juni 1994). Meninjau jauh ke belakang, pada tahun 1974 tak kurang dari 123 media cetak diberangus hanya gara-gara mengungkap kasus korupsi Ibnu Sutowo dan keluarga Soeharto di Pertamina. Pada tahun 1978,

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

pemberangusan terjadi lagi terhadap 8 media massa lantaran melaporkan bisnis- bisnis yang berhubungan dengan keluarga Soeharto.

Terus Berlanjut

Saya akan mendorong kebebasan pers terus berlanjut. Saya berharap pers ke depan bisa lebih matang. Bisa menjembatani dialog antara pemerintah dengan rakyat, rakyat dengan lesgislatif, atau pemerintah dengan legislatif. Kebebasan pers harus terus berlanjut karena kebebasan pers adalah bagian dari demokrasi. (SBY, kepada wartawan di sela-sela kampanye di Denpasar, Bali, Kamis 24 Juni 2004).

CATATAN: Reporters Sans Frontieres (Pewarta Tanpa Batas), organisasi internasional dalam bidang kebebasan pers pernah menempatkan Indonesia sebagai peringkat terbaik di antara negara-negara ASEAN. Selama pemerintahan Megawati, kebebasan pers dianggap cukup bagus oleh banyak kalangan. Salah satu indikatornyanya adalah tidak adanya penerbitan yang dibreidel seperti pada jaman Soeharto. Hanya saja, ada beberapa kasus yang kemudian sedikit mengaburkan anggapan itu. Contohnya, kasus Pemimpin Redaksi Majalah Tempo yang divonis satu tahun penjara karena pencemaran nama baik, kasus gugatan Megawati terhadap harian

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

Rakyat Merdeka akibat pemberitaan kenaikan harga bahan bakar minyak. Juga kasus gugatan Akbar Tanjung terhadap harian yang sama terkait dengan kasus penyelewengan dana Bulog.

Peran Sentral

Saya berkomitmen untuk mendukung kebebasan pers. Pers memiliki peran sentral dalam demokrasi sehingga kebebasan pers yang beretika merupakan unsur terpenting untuk membangun demokrasi yang sehat. (SBY, di kantor redaksi Harian Sore Surabaya News, Surabaya, Senin 7 Juni 2004).

Terus Berkembang

Saya menjamin tidak akan ada lagi pemberidelan terhadap pers.Saya akan membuat pers terus berkembang,mendapatkan peran dalam kebebasannya sesuai dengan konstitusi dan aturan main yang berlaku. (SBY, saat bersilaturahmi ke Kantor Majalah Tempo, Jakarta, Senin 2 Agustus 2004).

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

Pornografi dan Narkoba

Kejahatan dan Kemaksiatan

Pelantikan Pornografi dan Narkoba Kejahatan dan Kemaksiatan S aya akan melakukan langkah konkrit untuk menolong bangsa

S aya akan melakukan langkah konkrit untuk menolong bangsa ini dari kejahatan dan kemaksiatan yang implikasinya merusak moral bangsa. Misalnya, peredaran video porno,

merusak moral bangsa. Misalnya, peredaran video porno, narkoba, alkohol, dan sebagainya. Untuk mengatasinya, saya

narkoba, alkohol, dan sebagainya. Untuk mengatasinya, saya akan menggunakan tiga langkah. Pertama, menggunakan jalur pendidikan dalam dimensi pencegahan dan pembinaan. Melalui pendidikan 12 sampai 16 tahun anak-anak dididik dan diingatkan terus untuk tidak melakukan hal itu. Selanjutnya, saya melibatkan gerakan orangtua, tokoh agama dan tokoh adat. Langkah ketiga adalah melakukan penegakan hukum. Hal-hal yang dapat merusak moral masyarakat, tidak bisa kita anggap biasa-biasa saja. Harus ada tindakan tegas demi masa depan dan generasi mendatang. (SBY, dalam acara “Dialog Penajaman Visi, Misi, dan Program Capres-Cawapres” yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum di Hotel Hilton, Jakarta, Kamis 16 September 2004).

CATATAN: Masalah pornografi dan pornoaksi sering dituding sebagai akar masalah kemerosotan moraldinegeriini.Tingkatkriminalitasakibat pornografi dan pornoaksi sudah mencapai tahap yang memprihatinkan. Maraknya

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

peredaran berbagai benda dan aktivitas yang berhubungan dengan pornografi (VCD/ DVD, tabloid/koran panas, internet, goyang ngebor, goyang buldoser, goyang ngocok, dan sebagainya) bisa dijadikan indikator. Banyak pakar yang mengatakan, pornografi dan pornoaksi marak di Indonesia diakibatkan kesalahan menerjemahkan arti reformasi. Hal itu semakin bersemi dengan tidak adanya larangan tegas dengan belum diberlakukannya Undang-undang Pornografi dan Pornoaksi.

Pembatasan Penayangan

Saya akan melakukan pembatasan terhadap penayangan adegan pornografi, pornoaksi, sadisme di televisi yang bisa ditonton selama 24 jam. Pembatasan itu bukan dimaksudkan mengontrol pikiran dan tidak menghormati HAM. Namun, harus ada regulasi yang baik demi moral, akhlak, dan perilaku anak-anak kita di masa mendatang. Harus ada pembatasan untuk penayangan hal-hal yang menjurus ke tindak kejahatan yang dapat merusak moral. Kalau moral bangsa tidak ditangani dari sekarang, 10-20 tahun lagi tanpa kita sadari keboborakan dan kemaksiatan telah berkembang luas. (SBY, dalam acara “Dialog Penajaman Visi, Misi, dan Program Capres- Cawapres” yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum di Hotel Hilton, Jakarta, Kamis 16 September 2004).

Budaya Kekerasan

Ada tiga cara pendekatan yang akan saya lakukan terhadap budaya kekerasan, penyalahgunaan obat-obatan terlarang (narkoba

0

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

dan psikotropika), pornografi dan penyakit sosial lainnya. Yakni, pendekatan pendidikan, pendekatan keagamaan , dan pendekatan hukum. Tiga pendekatan ini ampuh untuk memberantas penyakit sosial. Jika masyarakat tetap tidak memperhatikan aturan, norma, dan nilai-nilai yang berkembang, penegakan hukum menjadi alternatif terakhir. (SBY, dalam acara dialog “Visi dan Strategi Kebudayaan Calon Presiden 2004” di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin 14 Juni 2004).

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

Bisnis dan Usaha

Seluk-beluk Perdagangan

Usai Pelantikan Bisnis dan Usaha Seluk-beluk Perdagangan M asalah dalam aktivitas perdagangan antardaerah,

M asalah dalam aktivitas perdagangan antardaerah, antarnegara, dan kebijakan harus diperbaiki. Jangan hanya menguntungkan sekelompok orang tapi

merugikan kelompok lain. Ini bukan hanya urusan menteri tapi juga direktur jenderal, gubernur, bupati, dan wali kota. Mereka yang menentukan kebijakan perdagangan harus memahami betul seluk- beluk perdagangan. Namun, dalam mengambil suatu kebijakan, harus dapat dijelaskan kepada rakyat. Sebelum kebijakan diambil, suara rakyat dan semua kelompok masyarakat harus didengarkan. Namun, setelah keputusan dan kebijakan diambil, semua harus patuh menjalankan keputusan.(SBY, dalam acara open house di kediamannya, Puri Cikeas, Gunung Putri, Bogor, Senin, 29 September 2004).

Puri Cikeas, Gunung Putri, Bogor, Senin, 29 September 2004). Kontrak Sosial Saya akan membuat kontrak sosial

Kontrak Sosial

Saya akan membuat kontrak sosial baru dengan dunia usaha. Kontrak sosial baru ini merupakan kebijakan untuk mendorong dunia usaha agar bisa menggarap peluang-peluang bisnis melalui berbagai kemudahan yang kami berikan. Dengan peluang itu, saya berharap kehidupan bisnis dapat berkembang lebih baik. Sejalan dengan keuntungan mereka, pelaku bisnis bisa membayar pajak dengan benar, menciptakan lapangan kerja, dan berkontribusi untuk community development. Dengan kerangka seperti ini, saya optimis masyarakat kita bisa didorong menjadi modal sosial yang produktif,

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

disiplin, efisien, dan mampu mendorong terciptanya iklim usaha kondusif. Itulah kontrak sosial yang saya maksud. Saya percaya jika hal itu bisa kita bangun melalui dialog dengan semua pihak, dalam jangka waktu lima tahun dunia usaha kita akan kembali bangkit. (SBY, dalam acara dialog ekonomi dengan anggota Kadin bertajuk “Indonesia Menuju Era Baru” di Balai Sidang Senayan, Jakarta, Senin 2 Agustus 2004).

Kebangkitan ekonomi

Kebangkitan ekonomi jangan hanya diletakkan padan sentra-sentra ekonomi seperti di Jakarta, Surabaya, dan Makassar saja.Tetapi mari kita distribusikan kebangkitan ini ke seluruh tanah air secara merata. Kami akan mencurahkan segalanya terhadap dunia usaha menuju kebangkitan dunia usaha di waktu yang akan datang. (SBY, dalam acara dialog ekonomi dengan anggota Kadin bertajuk “Indonesia Menuju Era Baru” di Balai Sidang Senayan, Jakarta, Senin 2 Agustus 2004).

Hubungan Baik

Saya akan memperioritaskan pembangunan usaha yang perusahaannya mempunyai hubungan baik dengan karyawannya. Semuanya, baik perusahaan maupun karyawan, harus bekerja dengan baik. Jika usahanya maju, maka semuanya secara bersama- sama akan menjadi maju. Kita akan mempelajari apakah aturan perusahaanya sudah tepat, sudah bertanggung jawab, akomodatif , apakah karyawannya berkerja baik. (SBY, saat bertemu dan berdialog dengan sejumlah petani dan pedagang jamu serta buruh jamu di Bawen, Ungaran, Selasa 29 Juni 2004).

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

Pilar Utama Dinamisme

Pemerintahan saya akan menciptakan lapangan kerja dengan cara menciptakan iklim yang ramah terhadap penanaman modal, memberikan stimulasi kepada sektor nonpemerintah agar menjadi pilar utama dinamisme perekonomian. Juga mendorong pertumbuhan usaha kecil menengah formal dan informal, dengan kebijakan yang lebih ramah terhadap UKM, antara lain dengan penyaluran kredit yang lebih baik. (SBY, dalam acara seminar Institut Kajian Pertahanan dan Strategi Singapura, Singapura, Rabu 26 Mei

2004).

Investasi yang Menjanjikan

Saya menargetkan, lima tahun ke depan Indonesia mampu menyerap dana investasi langsung maupun tidak langsung hingga 30 persen dari PDB dalam negeri pada 2009. Saat ini masuknya investasi baru mencapai 16,7 persen dari PDB. Karena itu, tentu saja, ini tak cukup. Dalam hal ini, jika sektor swasta bisa berperan dengan baik, saya pastikan Indonesia akan bangkit kembali dan mendapatkan investasi yang lebih menjanjikan. Saya akan ciptakan kondisi yang lebih baik sehingga partner dari luar negeri mau datang dan bekerjasama dengan kita. (SBY, dalam acara dialog ekonomi dengan anggota Kadin bertajuk “Indonesia Menuju Era Baru” di Balai Sidang Senayan, Jakarta, Senin 2 Agustus 2004).

Penanaman Modal

Saya menganggap, penanaman modal dalam dan luar negeri perlu ditingkatkan. Berdasarkan pengalaman saya sebagai Menteri Pertambangan dan Energi, saya merasa penting untuk memperbaiki tatanan sistim hukum dan keterbukaan terhadap perdangan serta

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

investasi global, termasuk reformasi birokrasi. Peraturan-peraturan hukum mengenai perburuhan juga harus diperbaiki agar majikan maupun buruh mendapat perlindungan.Juga agar saluran komunikasi antara bisnis dan serikat buruh bisa lebih lancar. (SBY, dalam acara seminar Institut Kajian Pertahanan dan Strategi Singapura, Singapura, Rabu 26 Mei 2004).

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

Indonesia Masa Depan

Lebih Aman

Hingga Usai Pelantikan Indonesia Masa Depan Lebih Aman K ami akan membawa Indonesia menjadi lebih aman,

K ami akan membawa Indonesia menjadi lebih aman, adil,

demokratis, dan lebih sejahtera dalam lima tahun ke depan.

demokratis, dan lebih sejahtera dalam lima tahun ke depan. ( SBY - JK , pemaparan dalam

(SBY-JK, pemaparan dalam acara “Dialog Penajaman Visi,

Misi, dan Program Capres-Cawapres” yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum di Hotel Hilton, Jakarta, Selasa 14 September 2004).

Adil dan Demokratis

Jika Indonesia telah aman dan damai, selanjutnya kita harus mewujudkan Indonesia yang adil dan demokratis. Untuk itu, keadaan ekonomi dan keadilan sosial harus makin baik, hukum harus ditegakkan secara tegas, korupsi diberantas, HAM ditegakkan dan dihormati, demokrasi dikembangkan, rakyat didengar suaranya, pemimpin harus terbuka dan aspiratif, pemimpin harus menegakkan sendi-sendi demokrasi. Setelah Indonesia adil dan demokratis, kita wujudkan sejahtera. Untuk mewujudkannya, ekonomi harus pulih, perekonomian harus terus tumbuh. Jika ekonomi telah pulih, lapangan kerja akan lebih banyak, sehingga pengangguran dan kemiskinan bisa dikurangi. Selain itu, pendidikan dan kesehatan rakyat bisa lebih baik. Jika pendidikan dan kesehatan masyarakat lebih baik, maka generasi berikutnya akan lebih baik. (SBY, saat berkampanye di lapangan Sario, Manado, Jumat 11 Juni 2004).

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Tahan Resesi

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

Indonesia ke depan mestilah Indonesia yang berkembang berdasarkan jiwa, semangat, nilai, dan konsensus dasar berdirinya negara Republik Indonesia. Indonesia ke depan mestilah Indonesia yang tahan terhadap resesi,krisis,dan berbagai goncangan perubahan. Indonesia ke depan mestilah Indonesia yang siap menghadapi perubahan serta yang yakin akan keharusan pergaulan internasional. Inilah Indonesia yang semestinya, Indonesia yang lebih aman dan damai, lebih adil dan demokratis, dan lebih sejahtera. (SBY, pidato politik pada pembukaan masa kampanye putaran pertama Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI 2004-2009, Jakarta, Selasa 1 Juni

2004).

Selesaikan Konflik

Indonesia lima tahun yang akan datang akan lebih aman bila konflik di berbagai daerah, terutama di Aceh, Papua, Poso, dan Maluku terselesaikan secara tuntas. Separatisme bersenjata kita hentikan; dan, hak rakyat yang berupa harga diri, martabat, keadilan, dan kesejahteraan dapat terus kita bangun dan kembangkan. Konflik horisontal terselesaikan dengan sekaligus mengatasi akar- akar konfliknya. Konflik dan ketegangan antar kelompok dan antar golongan masyarakat dapat diselesaikan. Kejahatan terorisme dapat terus diupayakan untuk dicegah dan ditangkal secara efektif. Angka kriminalitas di perdesaan dan di perkotaan dapat diturunkan sampai tingkat yang memberikan rasa aman bagi rakyat. Kejahatan lintas batas, baik dalam bentuk perdagangan anak dan perempuan maupun narkoba dapat terus diperangi. Perampokan, pembajakan, dan penyelundupan terus dilakukan pemberantasannya. NKRI yang berdasar Pancasila dan UUD 1945 semakin kokoh dan berkembang.

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

Kehidupan masyarakat yang majemuk,yang plural,terus berkembang. Dan, hubungan internasional dapat terus kita kembangkan secara bermartabat, di atas kedaulatan sendiri. (SBY, pidato politik pada penutupan masa kampanye putaran pertama Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI 2004-2009, Jakarta, Kamis 1 Juli 2004).

Berjuang Bersama Rakyat

Saya akan berjuang bersama rakyat untuk membawa bangsa Indonesia menjadi lebih baik dalam lima tahun ke depan. (SBY, di depan ribuan pendukungnya di lapangan parkir Stadion Bumi Siliwangi, Palembang, Minggu 20 Juni 2004).

Hidup Harmonis

Untuk mewujudkan Indonesia yang aman dan damai, masyarakat harus bisa hidup harmonis, saling hormat menghormati, saling menghargai dan toleransi beragama, serta tidak menyuarakan SARA. (SBY, saat berkampanye di lapangan Sario, Manado, Jumat 11 Juni 2004).

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

Hutan, Laut, dan Lingkungan

Langkah Nyata

Usai Pelantikan Hutan, Laut, dan Lingkungan Langkah Nyata S aya memandang upaya penting perbaikan lingkungan hidup.

S aya memandang upaya penting perbaikan lingkungan hidup. Ini harus segera diwujudkan. Sebab, lingkungan hidup adalah bagian dari pengelolaan kehidupan kita di masa sekarang dan

bagian dari pengelolaan kehidupan kita di masa sekarang dan mendatang. Untuk itu, kita tak usah berdebat

mendatang. Untuk itu, kita tak usah berdebat terlalu panjang, yang kita butuhkan adalah langkah nyata. Kondisi lingkungan hidup yang baik merupakan salah satu tujuan pembangunan. (SBY, dalam acara “Diskusi Kearifan Ekologi” di Hotel Grand Hyatt, Bandung, Selasa 15 Juni 2004).

Pengelolaan Hutan

Saya akan memberantas dan menghapuskan praktek ilegal logging yang sangat merugikan negara bertriliun-triliun rupiah. Ini sangat penting dan merupakan salah satu prioritas program yang akan segera saya laksanakan. Keadaan ini tidak bisa dibiarkan terus menerus. Saya akan menata secara nasional soal bagaimana kebijakan dan pengawasan yang tepat. Masalah pengelolaan hutan harus dilakukan sebaik mungkin. Di satu sisi, penggundulan hutan yang berlebihan harus dicegah, karena bisa merusak lingkungan dan menyebabkan banjir di mana-mana. Di sisi lain, negara tidak boleh dirugikan akibat praktek penebangan hutan secara liar. Untuk mengatasinya, harus ada tindakan nyata yang dilakukan secara

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

konprehensif. Pemimpin, TNI dan Polri harus menjadi bagian dalam upaya pemberantasan praktek penebangan hutan secara liar. (SBY, saat berdialog dengan para nelayan di perkampungan nelayan Karangatu, Serang, Banten, Kamis 10 Juni 2004).

CATATAN: praktek ilegal logging atau penebangan kayu liar adalah salah satu masalah besar di Indonesia. Penebangan kayu liar pada hutan-hutan produksi dan lindung telah mencapai 50,7 juta m3 per tahun. Kerugian finansial yang diakibatkannya Rp30,42 triliun per tahun. Belum terhitung kerugian ekologi akibat hilangnya beberapa spesies keanekaragaman hayati. Banyak ahli menduga, keadaan ini bisa tetap berlangsung dikarenakan tidak adanya penanganan hukum yang jelas terhadap pihak-pihak yang terlibat. Ada diskriminasi hukum untuk melindungi pihak-pihak tertentu.

Sumberdaya Alam

Pembangunan Indonesia sangat ditentukan oleh sejauh mana bangsa ini menghargai dan mengelola sumberdaya alam yang dimilikinya dan lingkungan hidup yang melingkupinya. Saya memberikan prioritas pada kebijakan peningkatan fungsi dan kualitas lingkungan, di antaranya melalui : menegakkan hukum dan menyerasikan aturan mengenai pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan, menciptakan sistem insentif dan disinsentif yang tegas dalam pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan, memperbaiki koordinasi lintas departemen dalam pengendalian pengelolaan

0

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

sumberdaya alam dan lingkungan, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan, menindak secara tegas dan efektif praktek-praktek penyelewengan pengawasan dan pengendalian pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan yang dilakukan oleh aparat birokrasi. (SBY, pidato politik pada penutupan masa kampanye putaran pertama Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI 2004-2009, Jakarta, Kamis 1 Juli 2004).

Rasio Daratan

Saya berharap, pembangunan dalam bidang kelautan ke depan bisa lebih ditingkatkan.Tidak ada harmoni jika pembangunan tidak memperhatikan rasio daratan dengan lautan. Indonesia lautnya begitu luas, sumber daya begitu kaya, namun fasilitas untuk menjaganya sangat minim. (SBY, dalam acara “Diskusi Kearifan Ekologi” di Hotel Grand Hyatt, Bandung, Selasa 15 Juni 2004).

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

Ajakan dan Kebersamaan

Melanjutkan Reformasi

Usai Pelantikan Ajakan dan Kebersamaan Melanjutkan Reformasi M ari kita lanjutkan reformasi dengan melakukan penataan,

M ari kita lanjutkan reformasi dengan melakukan penataan, pendalaman, dan penyeimbangan berbagai aspeknya. Mari kita lanjutkan reformasi dengan meletakkannya

di dalam kerangka jiwa, semangat, nilai, konsensus, cita-cita, dan tujuan kemerdekaan.

Saya tahu dan menyadari sepenuhnya tidak ada jalan yang lunak bagi sebuah reformasi. Reformasi bukanlah bulan purnama. Masa transisi adalah masa yang sulit dan bahkan kritis. Perubahan berbagai tatanan dan nilai yang otoritarian ke tatanan dan nilai yang demokratis juga sesuatu yang tidak mudah. Namun, saya yakin dan percaya apabila tetap teguh dan tidak kehilangan orientasi, reformasi berskala besar yang hendak kita teruskan ini akan mencapai tujuan dan sasarannya. Dengan kerangka ini, kita memasuki Reformasi Gelombang Kedua. Reformasi yang menjadikan semangat perubahan ke dalam sistem kehidupan bersama. (SBY, pidato politik pada pembukaan masa kampanye putaran pertama Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI 2004-2009, Jakarta, Selasa 1 Juni 2004).

Komitmen dan Keja Keras

Untuk membangun Indonesia yang lebih baik, marilah kita sama-sama membuat komitmen dan bekerja keras. Jika Indonesia

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

menjadi lebih baik, marilah kita menikmatinya bersama-sama. Jika Indonesia menjadi lebih

maju, marilah kita maju bersama-sama. Tapi ingat, membangun Indonesia yang lebih baik memerlukan proses dan kerja keras. (SBY, saat merayakan hari ulangtahun ke-3 Partai Demokrat di Istora Senayan, Jakarta 9 September 2004).

Integrasi Nasional

Enam tahun lalu Indonesia dilanda krisis moneter. Situasi yang sulit itu telah membuat integrasi nasional kita luntur. Keadaan itu tidak boleh berlanjut lagi. Harus ada tekad dan kesatuan guna mengukuhkan kembali rasa nasionalisme. (SBY, saat merayakan hari ulangtahun ke-3 Partai Demokrat di Istora Senayan, Jakarta 9 September 2004).

Momentum Perubahan

Mari kita jadikan demokrasi yang tengah tumbuh dan mekar ini sebagai momentum untuk melakukan perubahan yang kita inginkan. Kita harus cukupkan dan hentikan sikap dan tindakan kita yang terlalu melihat ke belakang, dan yang terlalu saling menyalahkan. Kita cukupkan dan hentikan sikap dan tindakan politik kita yang masih memberikan ruang gerak bagi politik kotor, politik kekerasan, dan politik yang membodohi rakyat. Mari kita katakan untuk semua ini: cukup sampai di sini! Selanjutnya, mari kita katakan: ayo bersama melakukan perubahan untuk kehidupan bersama yang lebih baik! (SBY, pidato politik pada pembukaan masa kampanye putaran pertama Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI 2004-2009, Jakarta, Selasa 1 Juni 2004).

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

Mempertahankan Konsensus

Marilah kita memahami dan mempertahankan konsensus dasar yang sudah dibuat oleh para pendiri negara Republik Indonesia, yakni Pancasila dan UUD 1945. Di situ sudah diatur bagaimana masyarakat Indonesia yang plural, hidup rukun dan saling menghargai. (SBY, saat berkampanye di lapangan Sario, Manado, Jumat 11 Juni 2004).

Melakukan Perubahan

Saya mengajak seluruh rakyat untuk secara bersama-sama melakukan perubahan. Perubahan menuju Indonesia yang lebih baik. Kita bersama akan terus berjuang untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Hanya dengan berjuang terus dengan gigih inilah kita akan terhindar menjadi bangsa yang merugi. Inilah amanah reformasi yang harus kita jalankan bersama. Ini juga amanah konstitusi. Dan, yang terutama, inilah suara dan harapan rakyat. (SBY, pidato politik pada pembukaan masa kampanye putaran pertama Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI 2004-2009, Jakarta, Selasa 1 Juni 2004).

Lima Persen Gaji

Karena minimnya danan APBN untuk bidang pendidikan dan kesehatan, pendanaannya harus kita atasi bersama-sama. Harus ada gerakan melakukan donasi dari mereka yang mampu untuk mereka yang kurang mampu. Mereka yang tidak mampu jangan dipaksa membayar biaya pendidikan dan kesehatan yang tinggi. Namun, jangan hanya ‘diperas’ untuk donatur yang masuk kantong pribadi. Mereka harus diarahkan menjadi donatur untuk mengatasi masalah pendidikan, kesehatan, dan pengangguran. Sebagai langkah

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

awal, saya akan memberi contoh dengan memberikan lima persen gaji saya untuk masalah di pendidikan dan kesehatan. (SBY, di depan peserta acara “Dialog Interaktif Menuju Indonesia Masa Depan” yang diadakan oleh Forum Rektor Indonesia Jawa Timur, Surabaya, Selasa 24 Agustus 2004).

Tidak Bisa Sendirian

Saya mengajak masyarakat Indonesia dari seluruh lapisan untuk bersatu dan bergandengan tangan lebih erat membantu pemerintahan mendatang. Saya tidak mempersoalkan apakah dia dulu mendukung saya atau tidak. Marilah kita bersatu kembali. Saya menyadari, saya takkan dapat sendirian menjalankan amanah mensejahterakan rakyat tanpa dukungan penuh seluruh rakyat Indonesia. (SBY, seusai sholat Jumat di Mesjid Al-Istiqomah, Cikeas, Desa Nagrak, Gunung Putri, Bogor, Jumat 24 September 2004).

Menatap ke Depan

Kita perlu menatap ke depan. Kita perlu berbenah menghadapi kehidupan yang berubah secara cepat ini. Mari kita pusatkan perhatian kita untuk menata masa depan.Mari kita pusatkan segala daya kita untuk menjadi bangsa yang berkepribadian dengan tingkat kemandirian yang tinggi. Kini waktunya menatap ke depan. (SBY, pidato politik pada pembukaan masa kampanye putaran pertama Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI 2004-2009, Jakarta, Selasa 1 Juni 2004).

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

Seputar Kabinet

Profesional Nonpartisan

Usai Pelantikan Seputar Kabinet Profesional Nonpartisan J abatan Jaksa Agung, Kepala BIN dan Menteri BUMN, akan

J abatan Jaksa Agung, Kepala BIN dan Menteri BUMN, akan saya isi dengan orang profesional nonpartisan. Ini agar tidak menganggu kinerja mereka. Andai orang jujur pun mengisi

menganggu kinerja mereka. Andai orang jujur pun mengisi jabatan itu, kalau dia partisan, dia akan dianggap

jabatan itu, kalau dia partisan, dia akan dianggap memihak pada

politik-politik tertentu. (SBY, dalam pertemuan dengan Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia di Bumi Perkemahan Tawangmangu, Solo, Sabtu 14 Agustus 2004).

Empat Menteri Perempuan

Kabinet saya nantinya terdiri dari the dream team paduan politisi dan kaum profesional, juga memperhatikan kebhinekaan tunggal ika dan masalah gender. Kalau dalam kabinet sekarang hanya ada dua menteri perempuan, maka dalam kabinet mendatang bisa empat orang namun harus tetap memperhatikan kualifikasi dan profesionalismenya. (SBY, dalam pertemuan dengan Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia di Bumi Perkemahan Tawangmangu, Solo, Sabtu 14 Agustus 2004).

Harus Bisa Mengayomi

Saya akan memilih menteri agama dari NU berdasarkan pertimbangan sosiologis. Seorang menteri agama harus bisa mengayomi semua umat beragama, seorang muslim yang baik, berwawasan luas, dan memiliki kepribadian baik. Pengelolaan

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

kehidupan beragama, toleransi dan harmoni antarumat beragama akan menjadi tugas dan perannya. (SBY, di hadapan peserta acara “Dialog Wawasan Kebangsaan” di Graha Samudera, Bumimoro, Surabaya, Selasa 24 Agustus 2004).

Tidak Akan Melupakan

Saya tidak akan melupakan putra-putri terbaik Papua. Insya Allah saya akan mengajak putra-putri terbaik Papua ikut dalam kabinet saya. (SBY, dalam kampanye di lapangan Trikora, Abepura, Jayapura, Jumat 4 Juni 2004).

Jika Mampu Bersaing

Saya akan mempertimbangkan putra Dayak dari Kalimantan Tengah untuk menduduki jabatan menteri di kabinet mendatang jika mampu bersaing dengan tokoh-tokoh dari daerah lain. Hal ini demi terjadinya persaingan yang sehat antar semua daerah di Indonesia. (JK, dalam dialog dengan masyarakat adat di Lembaga Musyawarah Dayak Daerah Kalimantan Tengah, Jumat 11 Juni 2004).

Menyingsingkan Lengan

Marilah kita bekerja keras untuk menghadapi segala tantangan berat yang dihadapi bangsa dan negara. Besok pagi, insya Allah saya akan melantik anggota kabinet masa bakti 2004-2009. Setelah itu, kami akan langsung menyingsingkan lengan baju untuk merumuskan dan menjalankan langkah-langkah awal kebijakan dan rencana aksi pemerintah. (SBY, saat menyampaikan pidato politik pertamanya sebagai Presiden Republik Indonesia ke-6 di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu 20 Oktober 2004).

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

Mengundurkan Diri

Apabila anggota kabinet saya terlibat dalam berbagai tindak penyimpangan, termasuk korupsi. Dan apabila dinyatakan bersalah oleh hukum, ia harus siap untuk mengundurkan diri dan menerima sanksi sesuai hukum yang berarti. Sebagai pemimpin tertinggi di pemerintahan, saya pun akan melakukan hal yang sama dengan para menteri, menjadi pejabat yang bersih, bebas dari korupsi dan segala bentuk penyimpangan. (SBY, saat melantik 36 menteri dan pejabat setingkat menteri dalam Kabinet Indonesia Bersatu di Istana Negara, Jakarta, Kamis 21 Oktober 2004).

Bisa Dipertimbangkan

Mengenai kriteria figur yang akan duduk di kabinet, kita akan melihat bagaimana integritas kepribadiannya, kapabilitasnya, track recordnya, serta pengalamannya. Saya tidak melihat seseorang dari latar belakangnya dari mana, tapi jika dia memenuhi kriteria, bisa dipertimbangkan. (SBY, di Hotel Permata, Pacitan, Selasa 8 Juni

2004).

Agar Bisa Lebih Berperan

Saya akan memberikan empat pos menteri bagi perempuan. Ini agar kaum perempuan Indonesia bisa lebih berperan dalam proses politik dan pengambilan kebijakan untuk publik, baik itu di legislatif, eksekutif maupun yudikatif. Hal ini sudah saya sudah pikirkan secara mendalam dan rasiional. Saya terinspirasi setelah melihat perkembangan potensi kaum perempuan di lembaga eksekutif dan legislatif. (SBY, dalam pertemuan dengan aktivis

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

Gerakan Pemberdayaan Suara Perempuan di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta, Senin 30 Agustus 2004).

Harmoni Kehidupan

Saya akan mengajak kader dari Papua yang kapabilitas, jujur, dan mau bekerja keras untuk masuk dalam kabinet. Ini penting untuk menjaga harmoni kehidupan berbangsa dan bernegara. (JK, saat berdialog dengan tokoh adat dan pemuka masyarakat di Manokwari, Irian Jaya Barat, Rabu 25 Agustus 2004).

Pro Maupun Kontra

Saya memahami, siapapun yang dinominasi untuk menjadi menteri atau pejabat setingkat menteri selalu ada pandangan pro maupun kontra. Saya menyadari, tidak mungkin nama-nama itu disetujui oleh semua kalangan atau memuaskan semua pihak. Namun semua itu telah saya pertimbangkan secara matang dan melihat semua aspek sesuai kriteria yang telah saya tetapkan. Bagi saya bukan setuju atau tidak setuju, bukan pula juga soal pro atau kontra. Tetapi mereka yang akan bertindak sebagai menteri, kinerja mereka, kerja keras mereka, pengabdian mereka agar lima tahun mendatang kondisi Indonesia menjadi lebih baik. Karena itu, kita harus melihat kabinet ini secara utuh, jangan orang per orang. Yakinlah Kabinet Indonesia Bersatu akan bekerja sesuatu tenaga untuk membuat Indonesia menjadi lebih baik. (SBY, saat mengumumkan nama-nama anggota Kabinet Indonesia Bersatu di Istana Negara, Jakarta, Rabu 20 Oktober 2004).

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

Karya Nyata

Saya mendengar dan memahami banyak terjadi pro dan kontra pada pengangkatan menteri-menteri Kabinet Indonesia Bersatu ini, bahkan ada kesanksian apakah para menteri termasuk saya dan Pak Jusuf Kalla dapat mengemban tugas yang tidak ringan ini. Dalam suasana demokrasi, dalam nuansa yang positif, anggaplah itu sebagai pemicu, cambuk, dan penantang untuk bisa bekerja dengan baik. Tidak perlu kesanksian atau keragu-raguan rakyat terhadap saudara dijawab dengan kata-kata. Jawablah itu dengan kerja dan karya nyata. (SBY, saat melantik 36 menteri dan pejabat setingkat menteri dalam Kabinet Indonesia Bersatu di Istana Negara, Jakarta, Kamis 21 Oktober 2004).

Melakukan Evaluasi

Sebelum acara pelantikan, para menteri dan jaksa agung telah menandatangani surat pernyataan yang hakekatnya merupakan kontrak politik antara para menteri dengan saya. Hal itu dilakukan dengan sepenuh hati dan penuh kesadaran untuk setia kepada pemerintah dan negara,untuk jujur dan bekerja kerjas,mengutamakan kepentingan pemerintah dan negara diatas kepentingan partai atau golongan. Saya akan melakukan evaluasi atas kinerja dan prestasi mereka. Saya mengajak mereka untuk bekerja keras dan bekerja cerdas. Lima tahun adalah waktu yang cukup untuk kita bisa menyumbangkan sesuatu yang optimal kepada bangsa dan negara kita. (SBY, saat melantik 36 menteri dan pejabat setingkat menteri dalam Kabinet Indonesia Bersatu di Istana Negara, Jakarta, Kamis 21 Oktober 2004).

00

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

Segera Dicopot

Kami akan memecat anggota kabinet yang terlibat KKN. Itu sudah menjadi komitmen kami. Orang yang melakukan KKN harus segera dicopot dari jabatannya, sebab mereka tidak bisa memberikan contoh yang baik. (JK, saat bertemu pengurus dan kader Partai Keadilan Sejahtera Sumatera Barat di Hotel Bumi Minang, Padang, Sabtu 4 September 2004).

Janji-janji dan Komitmen SBY-JK | (Edisi 2) Ternyata Hanya Angin?

0

Bagian Satu Janji dan Komitmen: Dari Persiapan Kampanye Hingga Usai Pelantikan

Agenda Kerja