Anda di halaman 1dari 1

oleh Carolyn Bauch

The best way for a child to learn is to play. Cara terbaik bagi seorang anak untuk belajar
adalah bermain. Through messy play, children use all of their senses to learn. Melalui
bermain berantakan, anak-anak menggunakan semua indera mereka untuk belajar. Children
use all 5 senses when learning something new, sight, smell, touch, hearing, and unfortunately
all to often taste. Anak-anak menggunakan semua 5 indra ketika belajar sesuatu yang baru,
penglihatan, penciuman, sentuhan, pendengaran, dan sayangnya semua untuk sering rasa.
Not only is this a learning experience, but an experience that helps them to achieve
autonomy. Tidak hanya pengalaman pembelajaran, tetapi suatu pengalaman yang membantu
mereka untuk mencapai otonomi. They learn how to do something by themselves, which
helps their self-esteem. Mereka belajar bagaimana melakukan sesuatu sendiri, yang
membantu diri mereka. When children are allowed to be creative, it opens the door to future
discoveries. Ketika anak-anak diizinkan untuk menjadi kreatif, ini akan membuka pintu untuk
penemuan masa depan. Children learn to think and problem solve. Anak-anak belajar untuk
berpikir dan memecahkan masalah. This continues into adulthood. Ini terus menjadi dewasa.
Art and messy play are essential for early childhood education. Seni dan bermain berantakan
sangat penting untuk pendidikan anak usia dini. So what if they get their outfit dirty, its not
the end of the world. Jadi bagaimana jika mereka mendapatkan pakaian mereka kotor, yang
tidak akhir dunia. They will have a blast learning about a new mushy, slimy, or messy thing.
Mereka akan memiliki ledakan belajar tentang lembek baru, berlendir, atau hal yang
berantakan. Being able to have fun when they are learning will foster the joy of learning,
which hopefully will never die. Bisa bersenang-senang ketika mereka belajar akan
mendorong sukacita pembelajaran, yang diharapkan tidak akan pernah mati.