Anda di halaman 1dari 22

BAB I

Pendahuluan.

1. Pendahuluan.
1.1 Latar Belakang.
Menulis dalah suatu kegiatan penyampaian pesan (komunikasi) dengan
mengggunakan bahasa tulis sebagai alat atau medianya. Tulisan merupakan sebuah simbol
atau lambang bahasa yang dalam komunikasi ada empat unsur yang terlibat : penulis sebagai
penyampai pesan, pesan adalah isi atau tulisan, saluran atau media berupa tulisan, dan
pembaca sebagai penerima pesan (suparno, 2007:1.3)
Kalau dikaitkan dengan MMP (membaca,menulis,permulaan) sebenarnya yang
menjadi tujuan utama adalah mengenali kesatuan huruf dan mengucapkan huruf itu sendiri
kemudian dala distribusinya berwujud kata atau kalimat. Disamping mampu menulis atau
menggambarkan setiap huruf yang berwujud kata atau kalimat dengan melihat tulisan yang
ada, atau dengan mendengar bunyi tulisan atau huruf itu (dikte). Pengetahuan membaca
(mengucapkan atau menerjemahkan) huruf itu dalam wujud bunyi (ucapan) harus diimbangi
dengan menulis atau menggambarkan huruf-huruf itu (tambunan, 1982:244).
Ragam bahasa menurut lazimnya dibagi atas ragam lisan, atau ujaran, dan ragam
tulisan. Oleh masyarakat bahasa memiliki ragam lisan, sedangkan ragam tulisan baru muncul
kemudian maka soal yang perlu ditelaah adalah bagaimana orang menuangkan ujarannya
kedalam bentuk tulisan sebagaimana bahasa melayu, dianggap orang sejak dahulu berperan
sebagai lingua franca. Oleh karena bahasa bersama itu untuk sebagian besar penduduk kita
berupa ragam lisan untuk keperluan yang agak terbatas. Bahkan sampai masa kini, oleh
berjuata-juta orng yang buta huruf, bahsa indonesia yang dikuasai hanya tulisannya saja
(Alwi, 1998:7)
Atas dasar uraian diatas, peneliti melakukan penelitian tentang pemberantasan buta
aksara/ huruf yang dilaksanakan secara serentak dikabupaten Lumajang. Terhitung 1 Juli
2007 Lumajang sudah bebas buta aksara/huruf. Salah satu kegiatan buta aksara/huruf sangat
menarik untuk diteliti terutama kemampuannya dalam hal mebaca dan menulis. Oleh sebab
itu skripsi ini deberi judul: “ Kemampuan Menulis Kelompok Buta Aksara/Huruf Al Hidayah
Desa Papringan, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang Tahun 2006-2007 “.

1
1.2 Masalah
1.2.1 Ruang Lingkup Masalah.
Ruang lingkup tentang proses pembelajaran menulis sangat luas. Untuk warga
aksara/huruf terdapat bebrapa perangkat pembelajaran sebagai berikut ini.
1. Kegiatan pembelajaran menulis, warga belajar buita aksara/huruf.
2. Pendekatan pembelajaran menulis.
Menurut Proet dan Gill (dalam Suparno 2007:1.14) bahwa proses pembelajaran
menulis ada beberapa pendekatan yang kerap muncul, seperti berikut ini.
a. Pendekatan frekuensi menyatakan bahwa banyaknya latihan mengarang
seperti buku harian atau surat akan meningkatkan ketrampilan seseorang.
b. Pendekatan gramatikal berpendapat bahwa pengetahuan seseorang
mengenai struktur bahasa akan mempercepat kemahiran orang dalam
menulis.
c. Pendekatan koreksi berpendapat bahwa seseorang memjadi penulis karena
dia banyak menerima koreksi atau masukan atas tulisannya.
d. Pendekatan formal mengungkapkan bahwa ketrampilan menulis akan
diperoleh bila pengetahuan bahasa, pengalineaan, pewawancaraan, serta
konfrensi atau aturan menulis dikuasai dengan baik.
Menurut BRRS (dalam Suparno, 2007:14), pendekatan dalam menulis,
terutama bagi penulis pemula dapat diikuti. Dian akan dapat ,memahami
dan melakukan dengan cepat hal-hal yang harus dipersiapkan dan
dilakukan dalam menulis. Pendekatan inipun sangat membantu
pemahaman dan sikap baik guru menulis ataupun penulis itu sendiri bahw
menulis merupakan suatu proses kemampuan, pelaksanaan, dan hasilnya
diperoleh secara bertahap.
3. Metode pembelajaran menulis (Depdiknas,2005:19)
a. Metode PB (pengalaman berbahasa)
b. Metode abjad
c. Metode transliterasi (mengalihkan tulisan)
4. Tahap pembelajaran menulis (Suparno,2007:1.15)Sebagai proses menulis
merupakan serangkain aktifitas yang terjadi dan melibatkan beberapa fase,yaitu
fase pra penulisan (Persiapan),penulisan (pengembangan isi),dan pasca penulisan

2
(telaah atau penyempurnaan tulisan )
5. Penilaian hasil pembelajaran menulis(Machmoed,1988:297) Sistem penulisan ini
memakai kopentensi menulis,adapun kopentensi tersebut adalah:(a)kopentensi
menciptakan gagasan/ide,(b)mengorganisasikan gagasan/ide,(c)kopetensi tata
bahasa,tanda bahasa,ejaan,dan,(d)keterbacaan tulisan.

1.2.2 Pembatasan Masalah


Berdasarkan pertimbangan wakt,tenaga,dana,dan kemampuan penulis,serta mengingat
luasnya jangkauan masalah menulis ,maka penelitian ini dibatasi pada hal-hal berikut ini.
1. Kemampuan menulis huruf dan kata.
2. kemampuan menulis dengan mengembangkan fungsional.

1.2.3. Rumusan Masalah


Sesuai dengan pembatasan masalah yang telah diuraikan diatas,masalah penelitian ini
dapat dirumuskan dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut :
1. Bagaimana kemampuan menulis huruf dan kata warga belajar buta aksara /huruf
Al-Hidayah Desa Papringan,Kecamatan Klakah,Kabupaten Lumajang Tahun
2006/2007?
2. Bagiamana kemampuan menulis dengan mengembangkan fungsionalwarga belajar
buta aksara/huruf Al-Hidayah Desa Papringan Kecamatan Klakah, Kabupaten
Lumajang Tahun 2006-2007?

1.3 Tujuan
1.3.2 Tujuan Umum
Tujuan umum penelitian untuk memperoleh deskripsi tentang kemampuan menulis
kelompok belajar buta aksara/huruf Al-Hidayah,Desa Papringan <Kecamatan
Klakah,Kabupaten Lumajang Tahun 2006-2007.

1.3.2 Tujuan Khusus


Tujuan khusus penelitian ini untuk memperoleh deskripsi tentang hal-halberikut ini.
1. Kemampuan menulis huruf dan kata untuk kelompok belajarbuta aksara /huruf Al-
Hidayah desa,Papringan ,Kecamatan Klakah,Kabupaten Lumajang Tahun 2006-

3
2007.
2. kemampuan menulis dengan mengembangkan ketrampilan fungsional kelompok
belajar buta aksara/huruf AL-Hidayah,Desa Paprigan,Kecamatan
Klakah,Kabupaten Lumajang Tahun 2006-2007.

1.4 Hasil Yang Diharapkan


Penelitian ini diharapkan menghasilkan laporan penelitian yang berupa program
pemberantas pemberanatas buta aksara/huruf untuk membuka jalan pada masyarakatyang buta
aksara/huruf yang memperoleh ketrampilan menulis,khususnya keompok belajar buta
aksara/huruf Al-Hidayah,Desa Papringan,Kecamatan klakah ,Kabupaten Lumajang Tahun
2006-2007.

1.5 Asumsi
Asumsi disebut juga postulat atau anggapan dasar (Surakhmad,1986:22).Anggapan
dasar atau postulat adalah sebuah titik tolak pemikiran yang kebenaranya duterima oleh
penyidik(Arikunto,1986:10aa0.
Berdasarkan penertian tersebut diatas,dapat disimpulkan bahwa asumsi merupakan
tanggapan yang kebenaran masih mengandung ketidak benaran tetapi cenderung ke arah
kebenaran. Penelitian ini dilandasi sejumlah asumsi seperti berikut ini.
1. Meningkatkan kemampuan menulis warga belajar dapat menggunakan pendekatan
,metode,dan strategi belajar mengajar tertentu.
2. Dalam kegiatan pembelajaran menulis,Tutor juga dapat menerapkan kemampuan
fungsional belajar untuk dikembangkan dalam pendidikan
keluarga,kesehatan,lingkungan hidup kesadaran berkoperasi,dan mampu
meningkatkan pendapatan yang sesuai dengan minat dan kebutuhan masyarakat.

1.6 Pengesahan Istilah


Untuk menghindari salah mengerti,perlu adanya penegasan istilah –istilah yang
digunakan dalam penelitian ini.
Kemampuan :Kemampuan ,yang dimaksud sebagai kesanggupan atau kemampuan atau
kemauan warga/kelompok buta aksara/huruf untuk belajar menulis.
Buta aksara/huruf: Warga belajar yang tidak bisa membaca/kenal huruf dan tidak bisa

4
menulis.
Fungsional:Ketrampilan dasar (membaca,menulis,berhitung)yang dikembangkan dalam
kegiatan atau kehidupan sehari-hari.

BAB II
KERANGKA TEORI

5
2.1 Penertian Menulis
Menulis dalah suatu kegiatan penyampaian pesan (komunikasi) dengan
mengggunakan bahasa tulis sebagai alat atau medianya. Tulisan merupakan sebuah simbol
atau lambang bahasa yang dalam komunikasi ada empat unsur yang terlibat : penulis sebagai
penyampai pesan, pesan adalah isi atau tulisan, saluran atau media berupa tulisan, dan
pembaca sebagai penerima pesan (suparno, 2007:1.3)
Mengenai aspek menulis, perlu diperhatikan bahwa sebagai salah satu pemekaran dari
aspek berbicara dan mendengar disatukan dengan mengarang; jadi, menulis dan mengarang.
Oleh karena itu, menulis dan mengarang harus dibedakan. Mengarang adalah mengungkap
pikiran dan perasaan dalam wujud bahasa lisan atau bahasa tulisan. Wujud bahasa lisan
diungkapkan dengan berbicara atau berpidato, sedangkan wujud bahasa tulisan adalah
menulis (Tambunan, 1982:240)
Kalau dikaitkan dengan MMP (membaca,menulis,permulaan) sebenarnya yang
menjadi tujuan utama adalah mengenali kesatuan huruf dan mengucapkan huruf itu sendiri
kemudian dala distribusinya berwujud kata atau kalimat. Disamping mampu menulis atau
menggambarkan setiap huruf yang berwujud kata atau kalimat dengan melihat tulisan yang
ada, atau dengan mendengar bunyi tulisan atau huruf itu (dikte). Pengetahuan membaca
(mengucapkan atau menerjemahkan) huruf itu dalam wujud bunyi (ucapan) harus diimbangi
dengan menulis atau menggambarkan huruf-huruf itu (tambunan, 1982:244).
Dari berbagai pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa menulis merupakan salah
satu bentuk kegiatan komunikasi seperti mengarang membuat surat, penyampaian pesan
secara tertulis kepada pihak lain.

2.2. Unsur-unsur Tulisan


Menurut Anggur P. Tambunan (1982:244) dalam pembelajaran menulis ada lima
unsur tulisan yang dikembangkan yaitu seperti berikut ini.
1.) Tulisan atau huruf dlam bahasa indonesia
Menurut pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan, huruf
yang diperguinakan dalam tulisan bahasa Indonesia ada tiga jenis, yaitu vokal,
diftong, dan konsonan.
2.) Tulisan sifatnya visual
Dikatan bahwa bacaan adalah bahas yang diwujudkan dalam bentuk tulisan (kata

6
atau kalimat), maka bacaan itu sifatnya visual, artinya ialah membaca diperoleh
melalui indera penglihatan (mata)
3.) Tulisan terorganisasi secara sistematis
Selain bacaan itu visual, juga terorganisasi secara sistematis. Maksudnyabahwa
bahasa tulisan mempunyai permulaan dan akhir yang dpat dilihat, juga mengetahui
arah membaca simbol-simbol suatu bahasa, apakah dari kanan ke kiri, dari kiri ke
kanan.
4.) Huruf adalah bentuk garis-garis.
Telah dikatakan bahwa sebenarnya bacaan itu adalah bentukan huruf-huruf . Kalau
diperhatikan huruf-huruf itu mempunyai bentuk yang berbeda-beda, mulai dari
bentukyang sederhana sampai yang kompleks. Menurut teori garis, garis dapat
dibedakan atas tida jenis , yaitu seperti berikut ini.
- Garis lurus, contoh: I - \ /
- Garis patah lurus, contoh : L < > W M
- Garis lengkung, contoh: ( ) O U
Ketiga jenis garis inilah yang membentuk huruf-huruf yang ada itu, seperti berikut.
Tabel I
Jenis Garis
Gol Garis Pembentuk Huruf yang Terbentuk
1 Garis lurus I, i
2 Garis patah k,v, w, x, y, z
3 Garis lengkung c, o
4 Kombinasi garis lengkung-lengkung a, g, s
5 Lurus-lengkung b,d,e,h,j,m,n,p,q,r,u
6 Lurus-lengkung-patah f, kh, ng, ny, sy, t

5.) Tulisan sifatnya Oral-Auditif.


Tulisan yang dibaca atau diungkapkan dengan motorik mulut sehingga bunyi atau
suara terdengar oleh telinga.
2.2.1 Hubungan dengan Keterampilan berbahasa yang Lain
Menurut suparno (2007:1.6) keterampilan berbahasa mencakup empat komponen
(mode). Keempat komponen itu adalah menyimak, berbicara, membaca, dan
menulis. Keempat komponen ini memiliki ketrekaitan yang sangat erat,
diantaranya seperti berikut ini.

7
1.) Hubungan meulis dengan membaca
Menulis dan membaca adalah kegiatan berbahasa tulis. Pesan yang disampaikan
melalui lambang bahasa yang dituliskan menurut Godman dkk (1987) dan Tierney
(1983 dalam Tompskin dan Hoskin, 1995), ( dalam Suparno (2007:1.7) baca tulis
merupakan suatau kegiatan yang menjadikan penulis sebagai pembaca dan
pembaca sebagai penulis.
2.) Hubungan menulis dengan menyimak
Sewaktu menulis seseorang butuh inspirasi, ide atau informasi untuk tulisannya.
Hal ini diperoleh dari sumber tidak tercetak seperti radio, televisi, wawancara
cermah yang diperoleh dengan menyimak.
3.) Hubungan mennulis dengan berbicara
Penulis dan pembicara berperan sebagai penyampai atau pengirim pesan kepada
pihak lain.
2.2.2 Jenis-jenis Menulis
Pembelajaran menulis bagi warga belajar tuna aksara, terdapat 8 jenis menulis
yang harus dipelajari, yaitu seperti berikut ini (Nasyi’atul, 2006:4).
1.) Menulis husruf kecil secara mandiri.
2.) Menulis nama gambar dengan menggunakan huru kecil
3.) Menulis huruf besar secara mandiri
4.) Menulis nama gambar dengan menggunakan huruf besar.
5.) Menulis dan menyalin cerita secara mandiri sesuai dengan contoh.
6.) Menlis data diri.
7.) Menulis dengan menyimak sesuai dengan aturan penulisan kalimat yang benar.
8.) Menulis surat.
2.2.3 Fungsi Menulis.
Dalam kegiatan menulis, tutor perlu marangsang atau memberi motivasi pada
peserta didik / warga belajar agar dapat menganalisis situasi kehidupan sehari-hari
berdasrkan hasil tulisan atau hasil belajar mereka. Warga belajar dapat melakuka
kegiatan seperti, membuat cerita sehari-hari, sejarah desa, daan selebaran
informasi. Maka dengan hal ini warga belajar dapat menyampaikan informasi/
pesan dengan hasil tulisaan yang jelas dan mudah dimengerti orang.
Fungsi menulis (Depdiknas, 2005:22) adalah sebagai berikut ini.

8
1) Menganalisis pengalaman
a. Menulis masalah
b. Diskusi membuat ide-ide untuk memecahkan masalah,
c. Menulis ide-ide pemecahan
2) Membuat rencana
a. Menulis jadwal,
b. Menulis rencana kegitan,
c. Menulis kesepekatan kegiatan.
3) Sebagai alat komunikasi dengan orang lain
a. Menulis surat,
b. Menulis undangan,
c. Menulis lembar pengumumanpakan bent
2.3 Kemampuan Menulis di Lengkapi dengan Keterampilan Fungsional
Kelompok belajar keaksaraan fungsional merupakan bentuk pelayanan
pendidikan di luar sekolah untuk pembelajaran warga masyarakat penyandang buta
aksara, agar memiliki kemampuan menulis, membaca, berhitung dn menganalisis,
yang berorientai pada kehidupan sehari-hari dengan memanfaatkan potensi yang ada
di lingkungan sekitarnya (Depdiknas, 2003 : 1).
Sambil belajar, meulis, membaca, dan berhitung mereka sekaligus belajar
keterampilan untuk memperbaiki mutu dn taraf hidupnya. Kegiatan pembelajaran
keterampilan fungsional ini, diarahkan pada pemberian keterampilan yang bersifat
ekonomi produktif dan keterampilan sosial (Depdiknas, 2003 : 30). Contoh
keterampilan fungsional seperti brikut ini.
1. Keterampilan menjahit,
2. Keterampilan membuat kue,
3. Keterampilan menanam jagung,
4. Keterampilan merangkai bunga.
Keterampilan-keterampilan tersebut harus disesuaikan dengan azas manfaat
dan hasil yang dapat dirasakan langsung oleh peserta didik.

9
BAB III
Metodologi Penelitian

3.1 Metodologi Penelitian.


Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang Kemampuan
Menulis Kelompok Belajar Buta Aksara/ Huruf Desa Papringan, Kecamatan Klakah,
Kabupaten Lumajang Tahun 2006/2007. Untuk itu, metode yang digunakan dalam

10
penelitian ini adalah metode deskriptif.
Metode deskriptif digunakan untuk menghimpun data aktual. Terdapat dua
pengertian, yang pertama mengartikan sebagai kegiatan pengumpul data engan
melukiskannya sebagimana adanya, tidak diiringi dengan ulasan atau pandangan atau
analisis dari penulis. Deskripsi semacm ini berguna untuk mencari masalah
sebagaimana hasil penelitian pendahuluan atau eksplorasi. Salah satu metode yang
digunakan dalam penelitian diantaranya metode deskriptef. Ciri-cirinmetode deskriptif
menurut Surahkmad (1985 : 132) adalah : (1) memusatkan pada pemecahan masalah
yang ada pada masa sekarang, (2) data yang dikumpulkan mula-mula disusun,
dijelaskan dan kemudian danalisis, (3) menjelaskan dengan teliti dan terinci, baik
mengenai detail teknis secara khusus, (4) menjelaskan prosedur pengumpulan data
serta pengawasan dan penelitian data, dan (5) memberi alasan yang kuat penggunaan
teknik tertentu dan bukan teknik isinya. Selain itu, metode deskriptif tidak hanya
terbabatas pada pengumpulan data saja, tetapi juga meliputi analisis dan interprestasi
data itu (Surakhmad, 1985 : 131).
Surakhmad (dalam Wahyu dan Masduki, 1987 : 43) menyatakan bahwa
penelitian deskriptif ditujukan untuk (1) mengumpulkan informasi aktula secara
terperinci yang melukiskan gejala yang ada, (2) mengidentifikasikan masalah atau
memeriksa kondisi dan praktik-praktik yang berlaku, (3) membuat perbandingan dan
evaluasi, dan (4) menentukan apa yang dilakukan orang lain dalam menghadapi
masalah yang sama dan belajar dari pengalaman mereka pada waktu yang akan
datang.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa metode yang digunakan
dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan tujuan untuk memperoleh
informasi aktual yang menggambarkan sifat obyek secara terperinci yang diteliti pada
waktu itu.
3.2 Populasi dan Sampel
3.2.1 Populasi
Populasi adalah segala sesuatu (manusia, benda, peristiwa, atau gejala) yang
dijadikan sasaran penelitian (Rofi’udin,1998:34). Totalisat semua kasus, kejadian,
orang, hal dan lain-lain disebut populasi. Ppopulasi dapat berwujud sejumlah manusia,
kurikulum, kemampuan, manajemen, alat-alat mengajar, cara mengajar, cara

11
pengadministraian, kepemimpinan, peristiwa, dan lain-lain (Kartono, 1990:133).
Berdasarkan pendpat diatas dapat disimpulkan bahwa populasi adalah segala
sesuatu yang bisa dijadikan subyek atau sasaran penelitian.
Populasi penelitian ini adalah Kelompok Belajar Buta Aksara/ Huruf Al-
Hidayah, Desa papringan, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang Tahun 2006/2007
sejumlah 20 warga belajar buta aksra/ huruf.

3.2.2 Sampel
Sampel adlah sebagian individu yang diselidiki (Hadi, 1987:70). Selanjutnya
menurut pendapat Nasution (1991:118) sampel adalah sejumlah yang lebih kecil dari
populasi dan bersifat reresentatif bagi keseluruhan populasi.
Selanjutnya dalam menentukan jumlah jumlah sampel yang harus diambil dari
populasi yang tersdia. Menurut Kartono (1990:135), pada prinsipnya tidak ada
peraturan-peraturan yang ketat secara mutlak menentukan berapa persen sampel harus
diambil dari populasi. Untuk populai 10 – 100 orang/ satuan bisa diambil 70-80 %,
dan seharusnya. Sedangkan Rfi’uddin (1998:36) memberikan pertimbangan, jika
populasi kurang dari 30, maka seluruh populasi dijadikan sampel dan jik ajumlah
populasi sngat besar, maka sampel diambil sekitar 10 sampai 30 %.
Berdasarkan pertimbangan jumlah populasi yang tidak besar, sampel penelitian ini
adalah anggota kelompok belajar buta aksara/ huruf Al-Hidayah, Desa papringan,
Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang Tahun 2006/2007 sejumlah 20 warga
belajar buta aksra/ huruf.
3.3 Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian dugunakan sebagai alat pengumpul data. Instrumen penelitian
dapat berupa tes (tes lisan, tertulis, dan perbuatan) dan non tes (pengamatan dan
wawancara atau konferensi) Tarigan, 1997:86).
Berdasarkan uraian diatas, instrumen penelitian ini berupa tes tulis dan tes lisan.
3.3.1 Bentuk Instrumen Penelitian
Sesuai dengan tujuan penelitian ini, untuk memperoleh deskriptif tentang kemampuan
menulis kelompok belajar buta aksara Al-Hidayah Desa papringan, Kecamatan Klakah,
Kabupaten Lumajang Tahun 2006/2007, meliputi : (a) kemampuan menulis huruf dan
kata, (b) kemampuan menulis dengan mengembangkan keterampilan fungsionalnya, maka

12
instrumen yang digunakan adalah tes lisan dan tes tulis hasil belajar buta aksara/ huruf.
Tabel 2
Kisi-kisi Penyusunan Soal

NO Materi Nomor Soal Nilai Skor


Kemampuan menulis 1,3,5,7,9,11,
20 10 50
huruf dan kata 13,15,17, 19
Kemampuan menulis
dengan
2,4,6,8,10,112,
mengembangkan 10 50
14,16,18,20
keterampilan
fungsional

3.3.2 Uji Coba Instrumen Penelitian


Setelah instrumen penelitian disusun, kemudian diuji cobakan kepada anggota
kelompok belajar selain sampel penelitian. Selanjutnya dianalisis butir soal
untuk mengetahui tingkat kesulitan (P) dan daya beda (D) instrumen
penelitian. Ujicoba instrumen dilakukan pada warga belajar yang lain di
Papringan ditingkat desa, yaitu pada tanggal 16 April 2007.
3.3.2.1 Analisis Hasil Uji Coba Instrumen
Untuk mengetahui tingkat kesulitan (P) dan daya beda (D) tiap butir soal yang
telah diujicobakan kepada siswa ujicoba, perlu dilakukan analisis butir soal tersebut.
Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam menganalisis butir soal adalah sebagai
berikut ini.
1.) Mengoreksi lembar jawaban hasil ujicoba instrumen dengan menggunakan
kunci jawaban yang tersdia.
2.) Menabulasikan data, yaitu memasukan data ke dalam tabel.
3.) Menentukan urutan testee, yang menjawab benar dari soal diurutkan mulai
dari yang tertinggi sampai yang terendah.
4.) Menentukan jumlah kelompok atas dan kelompok bawah. Jumlah siswa
sebagai sasaran uji coba instrumen penelitian ini adalah 20 siswa. Oleh
karena itu diambil 50 % untuk kelompok atas, dan 50% untuk kelompok
bawah. Hal ini didasarkan pada pendapat Arikunto (1986 : 215) yang

13
menyatakan bahwa seluruh kelompok teste dibagi dua sama besar, 50 %
untuk kelompok atas, dan 50% untuk kelompok bawah atau kelompok
kecil. Untuk kelompok besar diambil kutubnya saja, yaitu 27 % untuk
kelompok atas, 27 % untuk kelompok bawah. Ujicoba instrumen ini karena
termauk kelompok kecil, yaitu 20 siswa, maka diambil 50 % untuk
kelompok atas, dan 50 % untuk kelompok bawah sebagai sasaran ujicoba
instrumen penelitian ini, dapat dihitung siswa yang tergolong kelompok
kelompok atas (KA) dan kelompk bawah (KB) sebagai berikut.
a. Kelopok atas (KA)= 50/100 x 20 = 10 siswa
b. Kelompok bawah (KB)=50/100 x 20 = 10 siswa
Menentukan tingkat kesulitan (P) dan daya beda (D) tiap butir soal
dengan rumus sebagai berikut :
1. P=BKA+BKB/N x100%
2. D=BKA-BKB/M x 100%
Keterangan :
BKA = Jumlah jawaban benar kelompok atas
BKB = Jumlah jawaban benar kelompok bawah
P = Tingkat kesulitan
D = Daya Beda
N = Jumlah KA + KB
M = Jumlah KA atau KB
5.) Kreteria soal yang baik
Kriteriasoal yang baik menurut Surakhmad (1985:48) adalah sebagai
berikut ini.
a. Berdasarkan P-nya, suatu soal dikatakan baik bila P mencapai 0,15
– 0,85
b. Berdasarkan D-nya, suatu butir soal dikatakan baik bila D mencapai
0,25 atau 0,35 keatas. Berdasarkan uraian di atas, dalam penelitian
ini dugunakan kriteria sebagai berikut :
i.Tingkat Kesuliatan (P) antara 0,15-0,85 atau 15%-85%
ii.Daya Beda (D) antara 0,25 ke atas, atau 25 % ke atas.
3.3.2.2. Pemantapan Instrumen

14
Berdasarkan analisis hasil ujicoba instrumen penelitian, deketahui tingkat
kesulitan (P) dan daya beda (D), soal sebanyak 20 butir soal tidak ada yang perlu
direvisi.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahw instrumen penelitian yang berupa
tes kemampuan menulis dapat digunakan sebagai instrumen pengumpul data
penelitian.
3.4 Data dan Pengumpulan Data
3.4.1 Data
Berdasarkan jenisnya, data penelitian ini debedakan atas : (1) data dari hasil tes bacaan
(abjad), (2) data dari hasil bacaan suku kata, (3) data penulisan informasi dari buah pikiran
warga belajar.
Untuk memperoleh data yang bisa dipertanggung jawabkan, dalam seleksi data
digunakan beberapa kriteria sebagai berikut ini.
1.) Tercantumnya identitas warga belajar.
2.) Pengerjaan sesuai dengan petunjuk yang diberikan.
3.) Jawban ditulis pada lembar jawban yang disediakan.
3.4.2 Pengumpulan Data
3.4.2.1 Teknik Pengumpulan Data
Data penelitian ini dikumpulkan dengan cara memberikan tes kepada anggota
kelompok belajar yang dijadikan sempel. Beberapa hal yang perlu mendapat perhatian
dalam pemberian tes ini adalah sebagai berikut : (1) waktu pelaksanaan tes, (2) tempat
duduk sampel (3) suasana ruangan, dan (4) pengumpulan lembar jawaban.
3.4.2.2 Teknik Pengolahan Data
Teknik yang digunakan untuk pengolahan dta didalam penelitian ini adalah teknik
deskriptif kualitatif denganpresentase. Data penelitia yang diperoleh dari pengumpulan
data maih skor mentah. Setelah disusun berdasarkan kedudukan siswa dalam pencapaian
skor, data statistik yang maih skor mentah perlu diolah dengan teknik statistik sampai
tingkat standar yang berlaku di kelompok belajar buta aksara Al-Hidayah Desa papringan,
Kecamatan Klakah , Lumajang, dengan berpedoman PAP (penilaian acuan patokan)
dengan nilai berskala 0 -10.
Untuk mendapatkan nilai standar skala 0-10, dalam pengolahan data digunakan
pendekatan analisis penilaian acuan patokan (PAP) dan tabel konfersi skala 0-10, untuk

15
kepentingan tersebut, dalam pengolahan data menggunakan rumus :
NA = D/ SM x 10
Keterangan :
NA : Nilai akhir
D : Skor Maksimal yang dicapai anggota sampel
SM : Skor maksimal
3.5 Prosedur Penelitian
Penelitian ini dilakukan melalui tahap-tahap (1) persiapan, (2) pelaksanaan, dan (3)
penyelesaian.Pada tiap tahap dilakukan kegiatan operasional sebagai berikut ini.
3.5.1 Persiapan
Pada tahap persiapan ini dilakukan kegiatan (1) penhyelesaian adminbistrasi, (2) study
pustaka, (3) penyusunan rancangan penelitian, (4)penyusunan instrumen penelitian,(5)uji
coba instrumen penelituian,(6)analisis hasil coba instrumen penelitian,dan(7)penggandaan
instrumenpenelitian yang teklah direvisi.
3.5.2 Pelaksanaan
Pelaksanaan penelitian ini dilakukan dalam bentuk pengumpulan dan pengolahan
data.dalam pengumpulan data dilakukan dalam penyebaran instrumen penelitian. Untuk
dikerjakan oleh siswa sample. Adapun pengolahan data di lakukan melalui tahap persiapan
dan pelaksanaan. Pada tahap persiapan umum dilakukan: (1)seleksi data
(2)pembijian/koreksi(3)pembobotan hasil koreksi.pada persiapan khusus dilaksan nakan
kegiatan menulis huruf kecil/besar secara mandiri,menulis dengan meyalin cerita secara
mandiri.
Dalam pelaksanaan penolah data kemampuan menulis huruf dan kata , mengembangkan
ketrampilan fusionaldalam bentuk(1)pengubahan skor mentah ke nilai standart skala 11 (1-
10),dan (2)pengualifikasikasian hasil penggolongan.
3.5.3 Penyelesaian
Kegiatan yang dilakukan pada tahap penyelesaian penelitian ini meliputi (1)penyusunan
draf laporan,(2)perbaikan darft laporan(3)revisi draf kaporan(4)penyusunankembali naskah
laporan berbentuk skripsidan penggandaan(5)uji skripsi(6)revisi skripsi(7)penggandaan
skrpsi,(8)pelaporan.

Tabel 3

16
Jadwal Kegiatan Penelitian
no Kegiatan bulan
2007
januari

Bab IV
Analisis Data

4.1. Hasil Analisis


Analisis data tentang kemampuan menulis warga belajar “Al Hidayah”Desa
Papringan,Kecamatan Klakah,Kabupaten Lumajangtahun 2006-2007 yang meliputi aspek
kemampuan menulis huruf dan kata serta kemampuan menulis dengan mengembangkan
ketrampilan fungsionalnya yang diperoleh dari hasil penelitian yang dipaparkan dibawah ini.

4.1.1 Kemampuan Menulis Huruf Dan Kata Warga Belajar “Al Hidayah”Desa
Papringan,Kecamatan Klakah,Akbupaten Lumajang Tahun Pelajaran 2006-
2007
Kemampuan menulis huruf dan kata warga belajar Al Hidayah desa Papringan,
kecamatan Klakah, kabupaten Lumajang, tahun 2006/2007 dapt dilihat pada tabel
berikut ini.

Tabel 3
Data Kemampuan Menulis Huruf dan Kata

17
Warga Belajar “ Al Hidayah “ Desa Papringan,
Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang Tahun 2006/2007

Jumlah Nilai Standar Frekuensi Presentase (%)


Item 0 -10 (F)
Nilai > 6 Nilai < 6
1 2 3 4 5
10 10 4 20 -
9 3 15 -
8 2 10 -
7 2 10 -
6 3 15 -
5 2 - 10
4 2 - 10
3 2 - 10
2 0 - -
1 0 - -
0 0 - -
Jumlah 20 70 30

Dari tabel diatas dapat dijelaskan sebagai berikut ini.


1.) Jumlah item yang disediakan ada 10 item.
2.) Jumlah siswa sampel 20 orang.
3.) Presentase kemampuan menulis huruf dan kata :
a. Siswa yang memperoleh nilai 10 berjumlah 4 orang (20%)
b. Siswa yang memperoleh nilai 9 berjumlah 3 orang (15%)
c. Siswa yang memperoleh nilai 8 berjumlah 2 orang (10%)
d. Siswa yang memperoleh nilai 7 berjumlah 2 orang (10%)
e. Siswa yang memperoleh nilai 6 berjumlah 3 orang (15%)
f. Siswa yang memperoleh nilai 5 berjumlah 2 orang (10%)
g. Siswa yang memperoleh nilai 4 berjumlah 2 orang (10%)
h. Siswa yang memperoleh nilai 3 berjumlah 2 orang (10%)
i. Siswa yang memperoleh nilai 2 tidak ada (0%)
j. Siswa yang memperoleh nilai 1 tidak ada (0%)
k. Siswa yang memperoleh nilai 0 tidak ada (0%)
Dari 20 siswa sampel yang memperoleh nilai >6 berjumlah 14 orang
(70%), sedangkan yang memperoleh nilai < 6 berjumlah 6 orang (30%).
4.1.2 Kemapuan Menulis dengan Mengembangkan Keterampilan
Fungsionalnya Warga Belajar “ Al Hidayah “ Desa Papringan,
Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang Tahun 2006/2007
Kemampuan menulis dengan mengembangkan keterampilan fungsional warga belajar
Al Hidayah Desa Papringan, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang Tahun
pelajaran 2006/2007 seperti berikut ini.

Tabel 4
Kemampuan Menulis dengan Mengembangkan Keterampilan
Fungsionalnya Warga Belajar “ Al Hidayah “ Desa Papringan,

18
Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang
Tahun 2006/2007

Jumlah Nilai Standar Frekuensi Presentase (%)


Item 0 -10 (F)
Nilai > 6 Nilai < 6
1 2 3 4 5
10 10 5 25 -
9 4 20 -
8 6 30 -
7 3 15 -
6 1 5 5
5 1 - -
4 - -
3 - -
2 - -
1 - -
0 - -
Jumlah 20 95 5

Dari tabel diatas dapat dijelaskan sebagai berikut ini.


4.) Jumlah item yang disediakan ada 10 item.
5.) Jumlah siswa sampel 20 orang.
6.) Presentase kemampuan menulis huruf dan kata :
a. Siswa yang memperoleh nilai 10 berjumlah 5 orang (25%)
b. Siswa yang memperoleh nilai 9 berjumlah 4 orang (20%)
c. Siswa yang memperoleh nilai 8 berjumlah 6 orang (30%)
d. Siswa yang memperoleh nilai 7 berjumlah 3 orang (15%)
e. Siswa yang memperoleh nilai 6 berjumlah 1 orang (5%)
f. Siswa yang memperoleh nilai 5 berjumlah 1 orang (5%)
g. Siswa yang memperoleh nilai 4 tidak ada (0%)
h. Siswa yang memperoleh nilai 3 tidak ada (0%)
i. Siswa yang memperoleh nilai 2 tidak ada (0%)
j. Siswa yang memperoleh nilai 1 tidak ada (0%)
k. Siswa yang memperoleh nilai 0 tidak ada (0%)
Dari 20 siswa sampel yang memperoleh nilai >6 berjumlah 19 orang
(95%), sedangkan yang memperoleh nilai < 6 berjumlah 1 orang (5%).
4.2 Penafsiran Hasil Penelitian
Sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan, deskripsi hail penelitian ini
meliputi uraian tentang kemampuan menulis huruf dan kata, serta kemampuan menulis
dengan mengembangkan keterampilan fungsional warga belajar, dapat dijelaskan
seperti berikut ini.

4.2.1 Kemampuan menulis huruf dan kata Warga Belajar “ Al Hidayah “ Desa
Papringan,Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang Tahun 2006/2007.
Berdasarkan hasil analisis data dapat diketahui bahawa dari 20 siswa sampel yang
memperoleh nilai >6 berjumlah 14 orang (70%), sedangkan yang memperoleh nilai <
6 berjumlah 6 orang (30%).

19
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa warga belajar “ Al Hidayah “ Desa
Papringan,Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang Tahun 2006/2007 mampu
menulis huruf dan kata, dengan katagori cukup baik.

4.2.2 Kemampuan Menulis dengan Mengembangkan Keterampilan


Fungsionalnya Warga Belajar “ Al Hidayah “ Desa Papringan, Kecamatan
Klakah, Kabupaten Lumajang Tahun 2006/2007
Berdasarkan hasil analisis data dapat diketahui bahwa dari 20 siswa sampel yang
memperoleh nilai >6 berjumlah 19 orang (95%), sedangkan yang memperoleh nilai <
6 berjumlah 1 orang (5%).
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa warga belajar “ Al Hidayah “ Desa
Papringan,Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang Tahun 2006/2007 mampu
menulis dengan mengembangkan kemampuan fungsionalnya, dengan kategori baik.

4.2.3 Rangkuman
4.2.3.1 Rangkuman Dalam Bentuk Tabel
Tabel 5

No Sola/ Tes Presentase (%) Kategori


Nilai > 6 Nilai < 6
Kemampuan menulis huruf
1 70 30 Cukup Baik
dan kata
Kemampuan menulis
2 dengan mengembangkan 95 5 Baik
keterampilan fungsional

BAB V
PENUTUP

Pada bagian akhir skripsi ini disajikan hasil penelitian berupa kesimpulan dan
saran-saran berkaitan dengan temuan-temuan yang telah diperoleh dari penelitian ini

5.1. Kesimpulan
1. Kemampuan menulis huruf dan kata kelompok buta
aksara/huruf Al Hidayah “ Desa Papringan,Kecamatan
Klakah, Kabupaten Lumajang Tahun 2006/2007
termasuk cukup baik. Hal ini dibuktikan dengan warga
belajar yang memperoleh nilai >6 berjumlah 14 orang
(70%), sedangkan yang memperoleh nilai < 6
berjumlah 6 orang (30%).
2. Kemampuan menulis dengan mengembangkan keterampilan fungsionalnya
warga belajar Al Hidayah Desa Papringan, Kecamatan Klakah, Kabupaten
Lumajang Tahun 2006/2007 termasuk baik. Hal ini dibuktikan dengan warga
belajar yang memperoleh nilai >6 berjumlah 19 orang (95%), sedangkan yang

20
memperoleh nilai < 6 berjumlah 1 orang (5%).

5.2. Saran- saran


Berdasarkan hasil-hasil yang dikemukakan di depan dan juga berdasarkan
kenyataan kenyataan penelian ini dilaksanakan dengan jumlah sampel terbatas
maka perlu dikemukakan saran-saran sebagai berikut ini.

5.2.1 Saran untuk Pamong Belajar


Keberhasilan pembelajaran menulis berdasarkan gambaran yang diperoleh dari
penelitian ini, perlu tetap dipertahankan, bahkan dapat ditingkatkan sehingga tujuan
pembelajaran dapat tercaapai ssesuai yang diharapkan.

5.2.2 Saran untuk Tutor


Peranan Tutor dalam menunjang keberhasilan tujuan pembelajaran menulis
sangatlah penting. Oleh karena itu, strategi dan metode-metode pembelajaran menulis
lebih ditingkatkan dan di kembangkan sehingga lebih baik dari sebelumnya.

5.2.3 Saran untuk Warga Belajar


Warga Belajar dituntut turut berperan aktif dalam proses belajar menulis sehingga
diharapkan dapat mennumbuhkembangkan daya kreatif di dalam diri warga belajardan
dapat mengembangkan keteramplkan mmenulisnya dalam kehidupan sehari-hari
(Keterampilan Fungsional).

5.2.4 Saran untuk Peniliti Selanjutnya


Penelitian ini dilakukan untuk dijadikan pengalaman dalam menyelesaikan
permasalahan dengan menggunakan metode ilmiah agar menjadi lebih baik pada tahap
selanjutnya. Kepada peneliti selanjutnya, hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan

DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2002. Posedur Penelitian. Jakarta : PT. Rineka Cipta.
Depdikbud. 1990. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta : Balai Pustaka.
Depdiknas. 2005. a. Pedoman Penyelenggaraan Program Kejar Keaksaraan Fungsional :
Surabaya Dinas P dan K Jawa Timur.
_____. 2005. b. Modul Keaksaraan Fungsional : Dinas P dan K Jawa Timur.
_____. 2005. c. Pedoman Keaksraan Fungsional : Surabaya Dinas P dan K Jawa Timur.
_____. 2005. d. Pedoman Penyusunan Bahan Ajar dan Pembelajaran Tematik pada
Kejar Keaksaraan Fungsional. Surabaya : Dinas P dan K Jawa Timur.
Hadi, sutrisno. 1987. Metodologi Researc. Jilid I. Yogyakarta : Andi Offset.
Kartono, Kartini. 1990. Pengantar Metodologi Riset Sosial. Bandung : CV. Mandar Maju.

21
Machmud, Zaini. 1988. Teknis Latihan Menulis. Jakarta : Erlangga.
Nasyi’atul, Aisyiyah. 2006. Ayo belajar Menulis. Surabaya : Dinas P dan K Jawa Timur.
Suparno. 2007. Keterampilan Dasar Menulis. Jakarta : Universitas Terbuka.
Rofi’udin, Ahmad. 1998. Metodologi Penelitian Bahasa. Malang : Institut Keguruan dan Ilmu
Pendidikan Bahasa dan Seni Jurusan PBSI
Surakhmad, Winarno. 1985. Pengantar Penelitian Ilmiah. Bandung : CV. Tarsito
Tambunan, Anggur P. 1982. Penelitian Pengajaran Membaca dan Menulis. Medan : FKSS-
IKIP.
Wahyu dan Masduki, Mohammad. 1987. Petunjuk Praktis Membuat Skripsi, Surabaya
:Surabaya’s Usaha Nasional.

22