Anda di halaman 1dari 4

Jaga Kesehatan Mata Dan Saraf Otak Dengan

Keistimewaan Ubi Merah


Sab, 07/08/2010 - 11:03 | Redaksi

Banyak yang meremehkan ubi merah karena terkesan 'ndeso'. Padahal di negeri barat makanan
ini sudah jadi primadona. Kandungan betakarotennya yang tinggi mampu menangkal radikal
bebas dan juga membentuk vitamin A yang sangat baik untuk mata. Penasaran?

Ubi merah atau ubi jalar sudah tak asing bagi masyarakat Indonesia. Umbi-umbian ini banyak
sekali ditemukan mulai dari pasar tradisional hingga pasar swalayan. Harganya pun tidak
terlampau mahal. Tapi mungkin banyak orang yang belum mengetahui manfaat yang terkandung
di dalamnya.

Ubi merah yang sering dijadikan kolak biji salak saat Ramadhan, ternyata sudah mulai populer di
Amerika. Karena kandungan betakarotennya yang cukup tinggi menjadikan ubi merah makanan
yang cukup potensial untuk menangkal radikal bebas. Meskipun namanya ubi merah, warna ubi
jalar ini cenderung kuning sedikit oranye.

Makanan jenis umbi-umbian memang terkadang dianggap sebagai makanan murah dan spele.
Salah satunya adalah ubi merah yang ternyata mengandung banyak nutrisi yang tak bisa
dipandang sebelah mata. Apa saja nutrisi dan khasiat ubi merah ini bagi tubuh?

Ubi merah ini, lebih baik dibandingkan dengan jenis ubi yang lain. Mengapa? Karena rasanya
yang tidak terlalu manis, cukup aman untuk mereka yang mengidap penyakit gula. Dalam 100 gr
ubi merah yang berwarna kuning emas tersimpan 2900 mkg (9675 SI) betakaroten, sedangkan
yang berwarna jingga 9900 mkg (32967 SI).

Semakin pekat warna ubinya, akan semakin tinggi kadar betakarotennya yang juga menjadi
bahan pembentuk vitamin A dalam tubuh. Secangkir ubi jalar merah kukus yang telah
dilumatkan menyimpan 50000 SI betakaroten, setara dengan kandungan betakaroten dalam 23
cangkir brokoli.

Kabar yang cukup menggembirakan adalah proses perebusan ubi merah ternyata hanya merusak
betakaroten sekitar 10% dan 20 % untuk proses penggorengan. Dengan menyantap seporsi ubi
jalar merah kukus/ rebus sudah memenuhi anjuran kecukupan vitamin A 2100 - 3600 mkg
sehari.

Sedangkan jika Anda makan 1 buah ubi jalar merah mentah ukuran sedang sudah memenuhi
42% anjuran kecukupan vitamin C harian Anda. Selain dibuat kolak dan digoreng, ubi merah
bisa dicampurkan dalam nasi, dibuat salad, dibuat sup atau untuk cake, bolu kukus dan aneka
camilan. Jadi, variasi olahannya sangat banyak. Rasanya yang legit pasti disukai juga oleh si
kecil.
Ubi merah merupakan salah satu jenis umbi jalar (Ipomoea Batatas) yang termasuk dalam famili
Convolvulaceae. Konon ubi merah ditemukan penduduk Amerika Tengah di sebuah gua
bernama Peruvian dan disebarkan hingga ke Eropa. Nah, di awal abad ke-16 barulah ubi merah
menyebar ke India dan Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Di Indonesia ubi merah merupakan hidangan yang memang kurang begitu populer di dapur.
Meskipun sebenarnya ubi merah bisa diolah menjadi berbagai hidangan serba lezat mulai dari
kue sampai makanan sehari-hari.

Selain mengandung senyawa antioksidan (betakaroten) yang komplet, ubi merah juga kaya serat,
vitamin A, vitamin C, dan vitamin E. Mengkonsumsi sebuah ubi jalar merah mentah sudah
memenuhi sekitar 40 % anjuran kecukupan vitamin C dalam sehari. Bahkan ubi merah konon
memiliki kandungan serat yang lebih tinggi dibanding dengan havermut.

Banyaknya nutrisi yang terkandung dalam penganan sederhana ini membuat ubi merah memiliki
banyak manfaat bagi tubuh. Misalnya saja vitamin A yang terkandung didalamnya bisa
menghalangi pengrusakan sel dalam tubuh. Bahkan kandungan seratnya yang cukup tinggi bisa
membantu pencegahan dalam masalah pencernaan hingga menyerap kelebihan lemak/kolesterol
darah.

Selain mudah mendapatkannya, ubi jalar juga bisa langsung diolah menjadi beragam makanan
ringan yang enak dan lezat. Ubi rebus misalnya, adalah hasil olahan dari ubi yang enak dimakan.
Sayangnya, makanan dari ubi bukanlah jenis makanan favorit dan biasanya hanya dikenal
sebagai makanan rakyat di pedesaan.

Yang menyedihkan, ternyata banyak orang perkotaan memandang remeh ubi jalar. Padahal ubi
yang satu ini mengandung beragam gizi yang sangat baik bagi tubuh.

Ubi jalar yang termasuk umbi-umbian murah ini jarang masuk dalam menu keluarga kita,
padahal di dapur Barat, ubi jalar merupakan primadona.

Pada perayaan hari besar, seperti Natal dan Thanksgiving Day, penduduk AS lazim membuat
sajian eksklusif dari ubi jalar seperti cake, kue kering, pure pelengkap steak atau salad, es krim,
puding, muffin, souffle, pancake, kroket, sup krim, maupun sebagai taburan hidangan panggang.

Kita mengenal ada beberapa jenis ubi jalar. Yang paling umum adalah ubi jalar putih. Selain itu
ada juga yang ungu maupun merah. Sekalipun disebut ubi jalar merah, sebenarnya warna daging
buahnya adalah tidak merah, tapi kekuningan hingga jingga alias orange. Gizi Baik Namun,
banyak orang percaya ubi jalar merah memiliki kandungan gizi yang lebih baik daripada yang
lainnya. Mengapa pilih yang merah? Dibanding ubi jalar putih, tekstur ubi jalar merah memang
lebih berair dan kurang masir (sandy), tapi lebih lembut.

Bagi kesehatan, sekarang jangan pernah lagi menyia-nyiakan ubi jalar merah, karena khasiatnya
lebih dahsyat dari sekadar menjaga kesehatan mata.
Sekelompok antioksidan yang tersimpan dalam ubi jalar merah mampu menghalangi laju
perusakan sel oleh radikal bebas. Karenanya ubi jalar merah dapat mencegah kemerosotan daya
ingat dan kepikunan, penyakit jantung koroner, serta kanker. Plus bonus sehat lainnya termasuk
membuat kita tetap awet muda.

Namun penjemuran menghilangkan hampir separuh kandungan betakaroten, sekitar 40%.


Menyantap seporsi ubi jalar merah kukus/ rebus sudah memenuhi anjuran kecukupan vitamin A
2100 - 3600 mkg sehari.

Selain betakaroten, warna jingga pada ubi jalar juga memberi isyarat akan tingginya kandungan
senyawa lutein dan zeaxantin, pasangan antioksidan karotenoid. Keduanya termasuk pigmen
warna sejenis klorofil merupakan pembentuk vitamin A.

Lutein dan zeaxantin merupakan senyawa aktif yang memiliki peran penting menghalangi proses
perusakan sel. Ubi jalar merah juga kaya vitamin E. Dari 2/3 cangkir ubi merah kukus yang
dilumatkan diperoleh asupan vitamin E untuk memenuhi kebutuhan sehari.

Cukup Serat Menyantap ubi jalar merah 2-3 kali seminggu membantu kecukupan serat. Apabila
dimakan bersama kulitnya menyumbang serat lebih banyak lagi. Khasiat ubi jalar merah sebagai
“obat mata” telah terbukti di Kabupaten Jayawijaya.

Awalnya 0.5 % penduduknya menderita bercak bitot (xeroftalmia), bercak putih kapur pada
kornea mata. Penyakit kekurangan vitamin A ini dapat menyebabkan kebutaan. Setelah
kebiasaan mereka menyantap ubi jalar merah berikut daunnya tak ada lagi penderita.

Manfaat lain ubi jalar merah mengendalikan produksi hormon melatonin yang menghasilkan
kelenjar pineal di dalam otak. Melatonin merupakan antioksidan andal yang menjaga kesehatan
sel dan sistem saraf otak, sekaligus mereparasinya jika ada kerusakan.

Kurang masukan vitamin A menghambat produksi melatonin dan menurunkan fungsi saraf otak
sehingga muncul gangguan tidur dan berkurangnya daya ingat. Keterbatasan produksi melatonin
berbuntut menurunkan produksi hormon endokrin, sehingga sistem kekebalan tubuh merosot.

Kondisi ini memudahkan terjadinya infeksi dan mempercepat laju proses penuaan. Ubi jalar
merah yang berlimpah vitamin A & E dapat mengoptimumkan produksi hormon melatonin.
Dengan rajin makan ubi jalar merah, ketajaman daya ingat dan kesegaran kulit serta organ tetap
terjaga.

Yang unik, kombinasi vitamin A (betakaroten) dan vitamin E dalam ubi jalar merah bekerja
sama menghalau stroke dan serangan jantung. Betakarotennya mencegah stroke sementara
vitamin E ubi jalar merah mecegah terjadinya penyumbatan dalam saluran pembuluh darah,
sehingga munculnya serangan jantung dapat dicegah. Manfaat tersebut didukung pula oleh
kandungan serat dalam ubi jalar merah.

Sebagian besar serat ubi jalar merah merupakan serat larut, yang bekerja serupa busa spon. Serat
menyerap kelebihan lemak/ kolesterol darah, sehingga kadar lemak/ kolesterol dalam darah tetap
aman terkendali. Serat alami oligosakarida yang tersimpan dalam ubi jalar merah ini sekarang
menjadi komoditas bernilai dalam pemerkayaan produk pangan olahan, seperti susu.

Ubi, rasanya memang sederhana, tetapi justru itulah sisi istimewanya. Yang lebih menarik, ubi
sangat mudah dikombinasikan dengan bahan makanan lain. Tak terhitung kreativitas menu
berbahan ubi yang bermanfaat bagi kesehatan kita. Kini, jangan pernah lagi menganggap remeh
ubi jalar merah. Nikmati kapan saja kita suka, sambil memupuk manfaatnya. (fn/d2t/sm)
www.suaramedia.com