PENGGUNAAN BETON RINGAN STYROFOAM DENGAN PERKUATAN WIRE MESH UNTUK PANEL DINDING TEBAL 8 CM

Naskah Publikasi Untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat Sarjana S-2 Program Studi Magister Teknologi Bahan Bangunan Jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan Fakultas Teknik

Diajukan Oleh :
HASTO UTOMO 08/276055/PTK/5232

kepada PROGRAM PASCASARJANA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010

.

However. Then.. of Engineering. wire mesh. Eng.14 MPa average wire mesh melting strength and 779.40 MPa with 700. Results of this study showed that connector wire distance gave no influence to the panel flexible strength. respectively (Satyarno. 2004). styrofoam light concrete is commonly used for non-structural elements such as concrete brick and wall panel. MT. 3). plastered . flexible strength was increased compositely by giving wire mesh ø 3 mm reinforcement at 5 cm.18 MPa average tensile strength.15 MPa. plaster was given at 1 Pc: 2 Ps ratio and 1. Average maximum flexible strength of styrofoam concrete wall panel without wire mesh (P0) reinforcement was 0. Average elasticity modulus of styrofoam concrete was 91. Engineering Dept.01 MPa. and 15 cm connector wire distance.of Engineering – Gadjah Mada University at Civil and Env. Maximum flexible strengths of Styrofoam concrete wall panel using wire mesh ø 3 mm reinforcement with connector wire distances of 5 cm (P1-5).. 1) Student Ir.THE USE OF STYROFOAM LIGHT CONCRETE WITH WIRE MESH REINFORCEMENT FOR 8 CM THICK WALL PANEL Hasto Utomo 1). By observing wire mesh condition which showed no damage after the test.. Ashar Saputra. of Engineering. 10 cm (P1-10) and 15 cm (P1-15) were 3. Fac. Ph. it can be concluded that concrete collapsing strain was achieved by styrofoam light concrete before the melting strength was achieved by wire mesh. at MTBB Graduate Program. – Gadjah Mada University 2) Lecturer ABSTRACT Concrete is the most common used material for construction. According to Tjokrodimuljo (2007). and 4. respectively. 4. Results of this study showed that average compressive strength of styrofoam concrete cylinder was 0.34 kNm. At the most outer layer. This is unsurprising due to its many good qualities in compare to other types of material.D. The objective of this study was to utilize styrofoam waste at 100% content to substitute coarse aggregate in light concrete with 300 kg/m3 cement applied for wall panel.D..64 MPa. Fac. Results of previous study using styrofoam as mix material for light concrete showed that it gave significantly smaller specific density than normal concrete. Average flexible capacity of styrofoam concrete wall panel was 1. various methods can be used to reduce the concrete specific density such as by using light aggregate. The specific densities of normal concrete and concrete with styrofoam are 2400 kg/m3 and 600 kg/m3 . ST. Ph. Keywords : styrofoam concrete wall panel.5 cm thickness. Engineering Dept. 10 cm.24 kg/m3 average specific density. Fac. – Gadjah Mada University 3) Lecturer at Civil and Env. Due to its relatively low compressive strength. concrete also possesses weakness such as high specific density that results in significant dead load in a structure. 2).08 MPa. Civil and Env. connector wire.72 MPa with 771. Suprapto Siswosukarto.

D. Ph. Dari hasil penelitian didapatkan kuat tekan rerata silinder beton styrofoam 0. 10 cm. misalnya bata beton atau panel dinding.34 kNm. Karena kuat tekannya yang relatif rendah maka sampai saat ini beton ringan styrofoam hanya dipakai untuk bagian non struktur. Namun demikian beton memiliki salah satu kelemahan yaitu berat jenisnya cukup tinggi sehingga beban mati pada suatu struktur menjadi besar. kemudian mencoba melakukan peningkatan kekuatan lentur secara komposit dengan memberikan perkuatan wire mesh ø 3 mm dan variasi jarak connector wire 5 cm.01 MPa. 2004). 4. plesteran .15 MPa.72 MPa dan berat jenis rerata 771. Ph. Tegangan lentur maksimal rerata panel dinding beton styrofoam tanpa perkuatan wire mesh (P0) sebesar 0.PENGGUNAAN BETON RINGAN STYROFOAM DENGAN PERKUATAN WIRE MESH UNTUK PANEL DINDING TEBAL 8 CM 1) Hasto Utomo 1). Kapasitas lentur rerata panel dinding beton styrofoam sebesar 1. 10 cm (P1-10) dan 15 cm (P1-15) berturut-turut sebesar 3. Kata kunci : panel dinding beton styrofoam .14 MPa dan kuat tarik rerata 779.24 kg/m3. tegangan lentur maksimal panel dinding beton styrofoam dengan perkuatan wire mesh ø 3 mm dan jarak connector wire 5 cm (P1-5).08 MPa. 2). connector wire. ST. komponen utamanya terbuat dari beton. Hasil penelitian terdahulu dengan memanfaatkan styrofoam sebagai bahan campuran untuk beton ringan. Ashar Saputra. beberapa metoda dapat digunakan untuk mengurangi berat jenis beton diantaranya adalah dengan memakai agregat ringan. dan 15 cm. Menurut Tjokrodimuljo (2007).5 cm. dan kandungan semen 300 kg/m3 yang diaplikasikan untuk pembuatan panel dinding. maka beton dengan campuran styrofoam dapat mempunyai berat jenis hanya sekitar 600 kg/m3 (Satyarno. Penelitian ini dimaksudkan untuk memanfaatkan limbah styrofoam dengan prosentase styrofoam 100% sebagai pengganti agregat kasar pada beton ringan. Ir. dan 4.D.18 MPa..40 MPa dan tegangan leleh (fy) wire mesh rerata 700. MT. memberikan hasil beton dengan campuran styrofoam dapat mempunyai berat jenis yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan beton normal. Teknik Sipil dan Lingkungan – Universitas Gadjah Mada 2) Dosen Jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada 3) Dosen Jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada INTISARI Beton merupakan material struktur yang umum digunakan. Dengan melihat kondisi wire mesh yang tidak mengalami kerusakan setelah pengujian dapat disimpulkan bahwa beton ringan styrofoam dan plesteran tercapai regangan runtuh beton lebih dahulu sebelum wire mesh mencapai regangan leleh. Mahasiswa Pasca Sarjana Program Studi MTBB. Modulus elastisitas rerata beton styrofoam 91.64 MPa. Sebagian besar bangunan. Berdasarkan hasil penelitian terlihat bahwa jarak connector wire tidak berpengaruh terhadap kuat lentur panel. Hal ini tidaklah mengherankan karena beton mempunyai banyak keunggulan jika dibandingkan dengan bahan yang lain. Jika beton normal mempunyai berat jenis sekitar 2400 kg/m3. wire mesh. FT. 3).. Pada lapisan terluar diberi plesteran dengan perbandingan 1 Pc : 2 Ps tebal 1. Suprapto Siswosukarto.

Tujuan Penelitian Penelitian beton ringan dengan limbah styrofoam sebagai pengganti agregat kasar yang diaplikasikan untuk pembuatan panel dinding bertujuan : 1. Karena kuat tekannya yang relatif rendah maka sampai saat ini beton ringan styrofoam hanya dipakai untuk bagian non struktur. beberapa metoda yang dapat digunakan untuk mengurangi berat jenis beton atau membuat beton ringan diantaranya adalah dengan memakai agregat ringan. Jika beton normal mempunyai berat jenis sekitar 2400 kg/m3. Namun demikian beton memiliki salah satu kelemahan yaitu berat jenisnya cukup tinggi sehingga beban mati pada suatu struktur menjadi besar. maka beton dengan campuran styrofoam dapat mempunyai berat jenis hanya sekitar 600 kg/m3 (Satyarno. Latar Belakang Beton merupakan material struktur yang umum digunakan. PENDAHULUAN 1. Dengan perlakuan tersebut maka panel dinding yang dihasilkan tentunya akan lebih ringan dan memiliki kekuatan yang setara dengan kekuatan dinding pada umumnya.1. Hal ini tidaklah mengherankan karena beton mempunyai banyak keunggulan jika dibandingkan dengan bahan yang lain.2. 1. Mengetahui sifat dasar beton ringan styrofoam sebagai bahan penyusun panel dinding beton styrofoam. .1 1. 2004) Semakin besar penggunaan styrofoam pada campuran menjadikan beton semakin ringan. Sebagian besar bangunan. misalnya bata beton atau panel dinding. memberikan hasil beton dengan campuran styrofoam dapat mempunyai berat jenis yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan beton normal. kemudian mencoba melakukan peningkatan kekuatan secara komposit dengan memberikan lapisan wire mesh ø 3 mm dan plesteran (mortar) pada bagian luarnya. akan tetapi kekuatannya semakin rendah. Menurut Tjokrodimuljo (2007). komponen utamanya terbuat dari beton. Hasil penelitian terdahulu dengan memanfaatkan styrofoam sebagai bahan campuran untuk beton ringan. Penelitian ini dimaksudkan untuk memanfaatkan limbah styrofoam sebagai pengganti agregat kasar pada beton ringan yang diaplikasikan untuk pembuatan panel dinding.

Batasan Penelitian 1.3. 2. 1. 2.4. Jumlah styrofoam yang digunakan sebagai campuran beton ringan adalah 100% dengan kandungan semen 300 kg/m3.4. Hasil penelitian karakterisitik beton styrofoam seperti terlihat pada Tabel 2. TINJAUAN PUSTAKA Wijaya. Tebal beton ringan styrofoam ditetapkan 8 cm Pada bagian lapisan luar panel dinding styrofoam komposit digunakan mortar 1Pc : 2Ps tebal 15 mm. ternyata pada mix design akhir mengalami perubahan pada faktor air semennya. Mix design dibuat berdasarkan percobaan di laboratorium dengan cara coba-coba agar nilai sebarnya memenuhi syarat. 4.5 cm pada kedua sisinya). 1. Mengetahui kuat lentur panel dinding beton styrofoam (panel dinding beton ringan styrofoam tanpa perkuatan dan dengan perkuatan wire mesh ø 3 mm dan finishing plesteran 1Pc : 2Ps tebal 1.2 2. Nilai faktor air semen (fas) pada perencanaan awal ditetapkan sebesar 0. Manfaat Penelitian Manfaat penelitian ini adalah meningkatkan nilai guna limbah styrofoam dan tersedianya material dinding yang ringan namun memiliki kekuatan yang cukup untuk memikul beban yang bekerja. 3.45.1. Karena berat sendirinya yang ringan maka beban gempa yang bekerja pada panel dinding beton styrofoam ini juga akan lebih kecil sehingga lebih aman jika terjadi gempa. Mengetahui pengaruh variasi jarak connector wire pada panel dinding beton styrofoam terhadap kuat lentur panel dinding. (2005) melakukan penelitian membuat beton ringan menggunakan styrofoam ø 2-3 mm. . Panel dinding dari beton ringan styrofoam ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif material dinding dalam upaya mencegah exploitasi tanah lempung yang berlebihan sebagai bahan baku pembuatan batu bata yang sampai saat ini masih dimanfaatkan sebagian besar masyarakat sebagai material dinding. 3. Agregat yang di pakai berupa agregat halus (pasir) dari sungai Progo. 5. dengan nilai fas awal ditentukan 0.

474 Kuat Tekan (MPa) 0. Bt. Perbandingan tegangan lentur antara dinding pasangan bata merah dengan panel dinding non pasir (Nugroho. 70. kuat tekan dan modulus elastisitas beton ringan dengan styrofoam diameter 2-3 mm Kandungan semen 300 kg per m3 (Wijaya.2.0-P1.3 28633. 2007) Jenis Benda Uji Panel BNP 50 mm Panel BNP 60 mm Panel BNP 70 mm Panel BNP 80 mm Pas.676 2169.814 907.724 0. Perbandingan volume semenagregat yang digunakan adalah 1 : 6 dengan faktor air semen 0.4 300 S0.07 1.709 1844.875 1. 1PC:6Ps Tegangan Lentur (MPa) 1.785 13. Beton ringan .2-P0.6-P0.0 S0.928 4077 6887 7658 Nilai fas 0.0-P0.6 S0. dan 80 mm.16 1.368 2.050 1627.700 0.1. Hasil penelitian tentang pengujian lentur panel dinding beton non pasir selanjutnya dibandingkan dengan dinding pasangan bata merah campuran 1Pc : 6Ps seperti terlihat pada Tabel 2. 2005) Kandungan semen (kg) Kode Beton S1. 60.869 Modulus Elastisitas (MPa) 268 810 1502 Nugroho (2007) melakukan penelitian tentang penggunaan bantak sebagai agregat beton non pasir untuk panel dinding dengan tulangan polos 4 mm dengan variasi ketebalan 50.8-P0.3 39833.558 4.8 S0.375 0.545 5.3 Tabel 2.44 0.450 0.20 6.78 3. Beton ringan Menurut Neville dan Brooks (1987) batasan beton ringan yaitu beton dengan berat jenis di bawah 1800 kg/m3.952 9.1.4.0 0. sedangkan menurut Dobrowolski (1998) beton ringan adalah beton dengan berat jenis dibawah 1900 kg/m3.271 0.15 0. Tabel 2.53 3 Mu (kNm) 0.22 5.79 1892.480 1274.07 6.2 S0.935 1. Berat jenis.2.550 Berat Jenis (kg/m3) 472.10 1.81 1817. LANDASAN TEORI 3.3 15100 Lendutan saat Pmaks 4.5 Beban Maks (N) 12900 21383.4-P0.25 1886.9 Berat Jenis (Kg/m3) 1871 1901.

2007).7 Dobrowolski Beton dengan Berat jenis rendah (1998) (Low-Density Concretes) Beton ringan dengan kekuatan menengah (Moderate-trength Lightweight Concretes) Beton ringan struktur (Structural Lightweight Concretes) Neville and Beton ringan struktur Brooks (Structural Lightweight Concrete) (1987) Beton ringan untuk pasangan batu (Masonry Concrete) Beton ringan untuk pasangan batu (Insulating Concrete) Satyarno Beton ringan untuk nonstruktur (2004) Beton ringan untuk struktur ringan Beton ringan untuk struktur SNI 03 Beton ringan untuk struktur sangat ringan 3449 .7 0.2002 Beton ringan struktur ringan < 800 800 .1.900 1400 .1.3 > 17. yang dihasilkan oleh gelembung udara pada beton atau disebut dengan air-entrainment. terbalut plesteran beton berkekuatan tinggi (K-225) dan berfungsi sebagai dinding struktur tahan gempa (load bearing wall) sehingga . Dengan menghilangkan agregat halus.1400 6. B-Panel Di Indonesia.800 800 . dan hanya menggunakan agregat kasar.1440 1440 . Penggunaan agregat ringan berpori dengan berat jenis lebih rendah dari 2.89 . 3. bahan bangunan panel dinding komposit dengan bahan dasar styrofoam dan wire mesh.1.800 < 800 240 .7 . 1987) antara lain sebagai berikut : 1.6. terbuat dari material (b-foam) yang sangat ringan.800 Kuat Tekan (Mpa) 0. Beton ringan dapat dikategorikan berdasarkan cara pembuatannya (Neville dan Brooks.2.1800 500 .3 > 17 7 .17. Adapun penggolongan beton ringan dapat dilihat pada Tabel 3.14 0. Membuat rongga udara pada beton atau mortar.24 3. telah diproduksi oleh PT. dilapisi oleh wire mesh mutu tinggi (U-50). Pembagian beton ringan menurut penggunaan dan persyaratannya Pustaka Jenis Beton Ringan Berat Jenis (kg/m3 240 .17. 2.9 . Beton Elemindo Putra sejak tahun 2007.4 biasanya memiliki sifat menahan penghantaran panas serta dapat mengurangi beban mati pada suatu konstruksi (Tjokrodimuljo.35 .35 .6. atau yang sering dikenal sebagai no-fines concrete. Tabel 3. Panel beton dengan sistim dinding sandwich panel seperti terlihat pada Gambar 3.9 6.

Dengan kecilnya berat jenis ini ada beberapa keuntungan yang dapat diperoleh diantaranya mengurangi berat sendiri bangunan serta cocok untuk digunakan pada daerah tanah lunak dan daerah rawan gempa. kuat lentur suatu plat tersedia karena adanya mekanisme tegangan-tegangan dalam yang timbul di dalam plat yang pada keadaan tertentu dapat diwakili oleh gaya-gaya dalam. yaitu pada arah yang tegak lurus terhadap arah tumpuan (Dipohusodo. namun juga kokoh. Mengingat bahan styrofoam yang ringan dengan berat satuan hanya sekitar 15 kg/m3. Panel dinding yang tidak menerima beban struktur (Unbearing wall) dapat dianggap sebagai struktur plat satu arah yang didukung dua tepi tumpuan yang berhadapan sedemikian sehingga lenturan timbul hanya dalam satu arah saja.1. Kapasitas Lentur Plat Beton Bertulang Menurut Dipohusodo (1994). SNI 7392:2008 Tata cara perencanaan dan pelaksanaan bangunan gedung menggunakan panel jaring kawat baja tiga dimensi (PJKB-3D) las pabrikan memberikan prosedur menghitung momen nominal (Mn) adalah seperti yang ditunjukkan Gambar 3. Beton Elemindo Putra) 3. 3. Spesifikasi B-Panel untuk panel dinding (Poduksi PT. beton yang dibuat dengan bahan ini berat jenisnya dapat dibuat sampai hanya sebesar ± 400 kg/m3. Dinding yang mendukung beban vertikal disebut bearing wall.5 memiliki struktur yang ringan. Dinding Dinding adalah komponen struktur vertikal yang ukuran panjang dan tingginya jauh lebih besar daripada ketebalannya. sedangkan dinding yang tidak memikul beban selain beratnya sendiri disebut unbearing wall.4.2.3. . 1994). Gambar 3.

fy) b.85.f’c.85.fs (d . .(d-c)/c) dengan f’c1 f’c2 a c d d’ = Kuat tekan mortar (MPa) = Kuat tekan beton styrofoam (MPa) = Kedalaman blok tekan = Jarak dari serat tekan terluar ke garis netral (mm) = Kedalaman efektif tulangan tarik (mm) = Penutup beton tulangan tekan (mm) β1 = Konstanta yang merupakan fungsi dari kelas kuat beton • Jika ρ < ρb maka Mn dapat dihitung sebagai berikut : Mn = 0. Pada mortar : Cc1 +Cs = Ts (0.c.(c-d’)/c) = (As.½.6 Gambar 3. f’c2) = (As.85 β1.85.b f’c1 + (As’.1.003 x Es Selanjutnya nilai Mn dapat dihitung dengan memasukkan nilai fy = fs Mn = As. METODOLOGI PENELITIAN 4.003 x Es • Jika ρ > ρb maka nilai fy = fs (tegangan baja aktual) sebagai berikut : fs = x 0.(600.8 Mn total 4.c.½. f’c2.b. fy) 0. Pada Beton Styrofoam Cc2 = Ts (0.b. f’c1. Bahan Penelitian Bahan-bahan yang dipakai pada penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. b) + (As’.(600. a. a) + As’ fs (d – d’) dengan fs = x 0.85.2. β1. Styrofoam yang di gunakan adalah limbah styrofoam dari Dukuh Sukunan Sleman yang diserut dengan mesin sehingga menjadi serbuk kecil-kecil. Distribusi tegangan dengan blok persegi ekivalen (SNI 7392:2008) Keseimbangan gaya panel dinding beton styrofoam dengan finishing plesteran : a. Agregat yang di pakai berupa agregat halus (pasir) dari sungai Progo. a) Mutotal = 0. a b) = (As fy) (0. fs) = (As. 2.a (d’ .

ayakan.7 3. 4. Peralatan pengujian UTM (Universal Testing Machine) dengan LVDT dan data logger untuk pengujian lentur kuat tekan. alat uji tarik wire mesh dan alat bantu. Wire mesh dan connector wire diameter 3 mm dengan jarak spasi 50 mm. Air yang digunakan adalah air bersih dari Laboratorium Teknik Struktur Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada. 4. 2. 4. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 5.2. Styrofoam Dari pemeriksaan terhadap berat satuan styrofoam dalam kondisi kering didapatkan berat satuan sebesar 15 kg/m3. 3. yaitu : 1. .3. Cara Penelitian Alur penelitian adalah sebagai berikut: MULAI PERSIAPAN BAHAN DAN ALAT PEMERIKSAAN BAHAN DASAR PERANCANGAN ADUKAN & PEMBUATAN BENDA UJI PERAWATAN BENDA UJI PENGUJIAN BENDA UJI ANALISA / PEMBAHASAN DATA KESIMPULAN SELESAI 5. 5. kubus mortar. kerucut konic. Semen yang di gunakan adalah semen PCC tipe I. Peralatan pembuatan benda uji silinder beton.1. panel dinding. Peralatan untuk pemeriksaan bahan dasar meliputi gelas ukur. Peralatan Penelitian Peralatan penelitian dikelompokkan menjadi tiga. Riffle boxes tipe EL 23-335.

50-3.821 64.1. berat jenis pasir sebesar 2.488 0.955 16. Gradasi butiran pasir asal Sungai Progo menurut British Standard berdasarkan kekasarannya berada dalam daerah II (pasir agak kasar).082 1.592 fas 0.0288 Kebutuhan bahan benda uji panel (100 x 30 x8) cm Semen Air Styrofoam (kg) (liter) (kg) 32. 5.1 s.082 1. kandungan lumpur pasir sebesar 0.082 1. Kuat tarik rata-rata wire mesh sebesar 779. Modulus halus butir diperoleh sebesar 3. kandungan semen per m3 sebesar 300 kg dan kandungan styrofoam per m3 adalah 100%. Rencana adukan proporsi bahan panel uji lentur Kode benda uji P0 P1-5 P1-10 P1-15 Jarak Connector Wire (cm) 5 10 15 Jumlah Benda Uji 3 3 3 3 12 Volume benda uji (m3) 0. Kebutuhan Bahan Pada tahap mix design awal beton styrofoam ditetapkan faktor air semen (fas) 0.4.488.397.328 6.3.00282. Wire mesh Hasil pengujian wire mesh diameter 3 mm didapatkan tegangan leleh (fy) rata-rata sebesar 700.45.64 gr/cm3 dengan daya serap pasir terhadap air adalah 2.648 32.8 5. Pasir Hasil pemeriksaan pasir Sungai Progo Yogyakarta menunjukan bahwa.69 %.35 MPa.072 0.072 0.488 Jumlah . 5.488 0.d 5.2.082 1.072 0. Hal ini menunjukkan bahwa tegangan leleh wire mesh lebih tinggi daripada tegangan leleh tulangan baja. kandungan zat organis yang menempel pada pasir masih dalam batas toleransi yang disyaratkan.955 16.955 16.3.18 MPa dan modulus elastisitas wire mesh sebesar 248. Kisaran modulus halus butiran pasir yang syaratkan berada pada 1.96 %.80. Tabel 5.14 MPa dan regangan saat leleh sebesar 0.072 0.648 131. dimana warna cairan dalam larutan NaOH di atas endapan pasir lebih muda dari warna standar.955 16.266. faktor air semen dikoreksi menjadi 0. Mix design selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 5. Pada perkembangannya setelah dilakukan trial dan uji sebar.648 32.488 0.648 32.

Mortar + Plesteran Panel Semen Air Pasir (kg) (liter) (kg) 77. 2004).36 817.3. Rencana adukan proporsi bahan silinder beton styrofoam Kode benda uji SBS fas 0.72 σ ratarata (MPa) Dari Tabel 6. Hasil uji tekan silinder beton No.35 Berat Jenis (kg/m3) 781.70 300.841 18. (kN) 12.30 30.072 Kebutuhan bahan Benda Uji silinder beton Semen Air Styrofoam (kg) (liter) (kg) 9.4 1. 5. 1998).30 Berat (kg) 4.700 4. dan beton ringan untuk non struktur (Satyarno.488 Faktor keamanan 1.20 150.72 MPa dan berat jenis rata-ratanya adalah 771. Nilai ini lebih rendah bila dibandingkan dengan nilai Ec yang didapatkan dari rumus .841 18.9 Tabel 5.74 763.10 3.734 0. Dari berat jenisnya.750 18.95 4. 1987). beton ringan untuk pasangan batu (insulating concrete) (Neville dan Brooks. 1 2 3 4 Kode H1 H2 H3 H4 Tinggi (mm) 300.71 722.5.56 303. Modulus Elastisitas Beton Styrofoam Modulus elastisitas rerata beton styrofoam sebesar 91.2. beton styrofoam ini dapat diklasifikasikan sebagai beton ringan.72 MPa.485 Tabel 5.712 0. Sedangkan dari kuat tekan beton yang diperoleh sebesar 0. didapatkan kuat tekan rata-rata silinder beton adalah 0.4.13 Beban Maks.21 151.841 σ (MPa) 0.08 KM & P 0.00 150.6.818 0.11 Kebutuhan bahan Benda Uji K.20 Diameter (mm) 150.15 4.4.4.3 5.722 0. Rencana adukan proporsi bahan mortar perbandingan 1PC : 2 PS Kode benda uji fas Faktor keamanan Jumlah Benda Uji 6 KM + 12 P Volume mortar (kubus mortar + plesteran panel) (m3) 0. beton styrofoam dapat diklasifikasikan sebagai beton dengan berat jenis rendah (Dobrowolski. diameter 150 mm yang diuji setelah berumur 28 hari dapat dilihat pada tabel 5.40 MPa. berikut : Tabel 5.641 0.24 kg/m3.92 192.526 Jumlah Benda Uji 4 Volume benda uji (m3) 0. Kuat Tekan Beton Styrofoam Hasil pengujian silinder beton styrofoam dengan tinggi 300 mm.10 304.

sesuai persamaan Ec = 0. seperti terlihat pada Gambar 5. Dari hasil pengujian ini menunjukkan bahwa panel dinding beton styrofoam dengan lapisan plesteran/mortar tahan terhadap rembesan air dan memenuhi Persyaratan Umum Bahan Bangunan di Indonesia (PUBI 1982) yang mensyaratkan serapan air maksimal mortar yang dipakai di luar ruangan maksimal 25% .08 4.15 Tegangan lentur maksimal panel dinding styrofoam meningkat secara signifikan ketika diberi perkuatan lentur pada kedua sisinya.4 didapatkan nilai kuat tekan mortar sebesar 16.8. . Kuat Tekan dan Serapan Air Mortar Dari hasil pengujian kuat tekan mortar dengan campuran 1Pc : 2Ps dengan fas 0.3%.33 103 102.1.64 3.Wc.067 37.1. Tegangan Lentur Maksimal dan Berat Jenis Panel Dinding Beton Styrofoam Hasil pengujian lentur panel dinding dapat dilihat pada tabel 5.358 Mpa dan nilai serapan air pada perendaman selama 24 jam sebesar 7.067 Berat Jenis Rerata (Kg/m3) 1000 971.74 1045. 5.5 Berat Jenis dan Tegangan Lentur Maksimal Panel Dinding DIMENSI RERATA No.01 4. maupun berat jenis panel dinding beton non pasir hasil penelitian Nugroho (2007).633 40.440 kg/m3).73 960. Hal ini kemungkinan diakibatkan fungsi connector wire sebagai pengaku dan lebih berperan ketika terjadi geser. karena rumus empiris tersebut hanya berlaku untuk beton dengan berat antara 1500 dan 2500 kg/m3.5 103 Lebar (mm) 31 31 31 31 Tebal (mm) 12 12 12 12 Berat Rerata (Kg) 38. tegangan lentur panel dinding terlihat bahwa jarak connector wire tidak berpengaruh terhadap tegangan lentur maksimal panel. Berat jenis panel dinding beton styrofoam lebih ringan jika dibandingkan dengan berat jenis dinding pasangan bata campuran 1Pc : 6Ps. 5.233 36.5 berikut : Tabel 5. Berdasarkan data. 1 2 3 4 Kode P0 P1-5 P1-10 P1-15 Panjang (mm) 102.043.5 √ fc' .7. Sedangkan berat beton styrofoam sangat kecil (734.10 empiris.046 MPa. didapatkan Ec = 953.70 ƒ Lentur Maks Rerata (MPa) 0.

5 cm didapatkan tegangan lentur rerata panel P1-5 sebesar 3. Kapasitas Lentur Berdasarkan perhitungan teoritis.34 KNm. Perbandingan Berat Jenis Panel Dinding Beton Styrofoam Dengan Dinding Pasangan Bata Merah dan Panel Dinding Beton Non pasir 5. di bawah ini.15 Mpa. tegangan lentur panel dinding beton non pasir tebal 50 mm dengan tulangan polos 4mm sebesar 1.2.01 Mpa.10.08 MPa dan panel P1-15 sebesar 4.67 kN.10 MPa dan tebal 80 mm sebesar 1. panel P110 sebesar 4. sedangkan berdasarkan data pengujian dimana Mu = ⅛ qtL2+ 1/6 PL didapatkan Mu rerata (momen yang terjadi saat panel menerima beban maksimum) sebesar 1. Perbandingan tegangan lentur panel dinding dengan pasangan dinding batu bata camp 1Pc : 6 Ps dan Panel dinding beton non pasir. Sedangkan Pu rerata hasil pengujian sebesar 8.26 kNm. momen yang mampu ditahan oleh panel dinding beton ringan styrofoam dengan perkuatan wire mesh pada kondisi elastis sebesar 0. . 5.9 MPa. Berdasarkan data hasil pengujian kuat lentur panel dinding beton styrofoam dengan perkuatan wire mesh ø 3 mm finishing plesteran 1Pc : 2 Ps tebal 1.11 Gambar 5.16 MPa. Sedangkan berdasarkan penelitian Nugroho (2007). tegangan lentur pasangan bata merah campuran 1Pc : 6Ps sebesar 0.1.15 MPa seperti terlihat pada Gambar 5. tebal 70 sebesar 1. tebal 60 mm sebesar 1.9. 07 MPa.

70 MPa). Hasil penelitian ini kemudian coba dibandingkan dengan hasil penelitian panel dinding pracetak beton styrofoam (Darmawan. Perbandingan Tegangan lentur Panel BS dengan bahan lain Berdasarkan Gambar 5. . semua panel dinding beton styrofoam dengan perkuatan lentur wire mesh memenuhi persyaratan kuat lentur minimum panel dinding (tegangan lentur minimum yang dipersyaratkan DIN-1101 sebesar 1. 2004) dan panel dinding beton non pasir serta dinding pasangan bata campuran 1Pc : 6 Ps (Nugroho.64 MPa tidak memenuhi persyaratan kuat lentur minimum DIN-1101.6. didapatkan momen ultimate (Mu) yang mampu ditahan (kapasitas lentur) sebesar 1.5 cm pada kedua sisinya. Sedangkan untuk panel dinding beton styrofoam tanpa perkuatan wire mesh dengan tegangan lentur sebesar 0.12 Tegangan Lentur (MPa) Batas Kuat lentur minimum DIN-1101 1. 5.34 kNm. Hal ini dikarenakan adanya perkuatan lentur wire mesh pada kedua sisi panel sehingga meningkatkan tegangan lenturnya. 2007).2.2. Tabel 5.7 Bahan Panel Dinding Gambar 5.11. Perbandingan kapasitas lentur panel dinding beton styrofoam dengan perkuatan wire mesh ø 3mm dan finishing plesteran pada kedua sisinya dengan penelitian lain Berdasarkan hasil pengujian kapasitas lentur panel dinding beton styrofoam tebal 8 cm dengan perkuatan wire mesh ø 3mm dan finishing plesteran campuran 1Pc : 2 Ps tebal 1.

34 994.78 1817.28 718 Darmawan (2004) 0.14 mm unfinishing pada posisi horizontal hasil penelitian Darmawan (2004) sebesar 0. panel dinding beton styrofoam juga lebih ringan dibandingkan panel dinding beton non pasir dan dinding pasangan bata merah. Tabel 5.14 mm 0.6. Dari berat jenisnya.27 1892. dapat disimpulkan bahwa kapasitas lentur panel dinding beton styrofoam hasil penelitian ini lebih tinggi dibandingkan kapasitas lentur panel dinding pracetak beton styrofoam dengan perkuatan tarik dipakai baja tulangan polos diameter 5. Sehingga panel dinding beton styrofoam ini sangat layak digunakan sebagai bahan material dinding.5 Penelitian ini Panel Dinding Beton Non Pasir 8 Unfinishing Baja tulangan polos ø 4 mm 1.28 kNm.78 kNm. Kapasitas Lentur Panel Dinding Beton Styrofoam dibandingkan dengan penelitian lain Nama Benda Uji Kapasitas lentur Panel Dinding Beton Styrofoam 8 Plesteran 1Pc:2Ps tebal 1.5 Unfinishing Dinding Pasangan Bata Merah Camp 1Pc : 6 Ps 10 Unfinishing Tebal Panel (cm) Finishing Perkuatan Lentur Mu (kNm) Berat Jenis (Kg/m3) Peneliti Baja tulangan polos ø 5. Kapasitas lentur panel dinding beton styrofoam hasil penelitian ini juga lebih tinggi dibandingkan kapasitas lentur panel dinding non pasir tebal 8 cm dengan perkuatan tulangan polos diameter 4 mm hasil penelitian Nugroho (2007) yang sebesar 1.5 Nugroho (2007) Berdasarkan Tabel 6.5 cm Wire mesh ø 3mm pada kedua sisinya 1.81 Nugroho (2007) Panel Dinding Pracetak Beton Styrofoam 7.271 kNm dan kapasitas lentur dinding pasangan bata sebesar 0.13 menjelaskan perbandingan berat jenis dan kapasitas lentur panel dinding beton styrofoam ini dengan penelitian lain.6. .

Tegangan lentur rerata panel dinding beton styrofoam tanpa perkuatan wire mesh (P0) sebesar 0.72 MPa dan berat jenis rata-ratanya adalah 771. 4. 3.64 Mpa. maka diperlukan ketelitian penakaran. agar lebih ekonomis sebagai salah satu alternatif material dinding dalam upaya mencegah exploitasi tanah lempung yang berlebihan sebagai bahan baku pembuatan dinding bata merah. 3. Kuat tekan rata-rata silinder beton styrofoam adalah 0. SARAN 1. Karena pembuatan beton styrofoam dilakukan secara manual. tegangan lentur maksimal panel dinding beton styrofoam dengan perkuatan wire mesh ø 3 mm dan jarak connector wire 5 cm (P1-5). Diperlukan penelitian lebih lanjut bahan untuk perkuatan lentur dari panel dinding dari beton ringan styrofoam misalnya kawat ayam.40 MPa. 5.15 Mpa. 7.08 Mpa dan 4.01 Mpa. 4. pengadukan dan pelaksanaan pengecoran. Hal ini kemungkinan diakibatkan fungsi connector wire sebagai pengaku dan lebih berperan ketika terjadi geser. 10 cm (P1-10). . 2. Berdasarkan grafik tegangan regangan beton styrofoam hasil uji didapatkan modulus elastisitas rerata beton styrofoam sebesar 91.24 kg/m3.14 6. dan 15 cm (P1-15) berturut-turut sebesar 3. KESIMPULAN 1. Berdasarkan tegangan lentur dan beban maksimum yang mampu ditahan panel dinding terlihat bahwa jarak connector wire tidak berpengaruh terhadap kuat lentur panel. Diperlukan penelitian lebih lanjut tentang beton ringan styrofoam terutama untuk meningkatkan kapasitas lentur panel dinding serta kelanjutan penelitian tentang perilaku panel dinding beton styrofoam dengan perkuatan wire mesh ketika menerima gaya geser. 2. Dengan melihat kondisi wire mesh yang tidak mengalami kerusakan setelah pengujian dapat disimpulkan bahwa beton ringan styrofoam dan plesteran tercapai regangan runtuh beton lebih dahulu sebelum wire mesh mencapai regangan leleh. sehingga didapatkan kekuatan beton yang maksimal.

J. Wijaya 2005. dan 80 mm. Joint Cooperation between Department of Civil Engineering Gadjah Mada University and PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Tugas Akhir.. Department of Civil Engineering. Fakultas Teknik. Darmawan. Jurusan Teknik Sipil. 1994. Teknologi Beton.. SNI 7392-2008.15 DAFTAR PUSTAKA Anonim. Yogyakarta. Bandung. www. Inc. Satyarno. A. Gramedia Pustaka Utama. Departemen Pekerjaan Umum. Ditjen Cipta Karya. Biro Penerbit. Gadjah Mada University. First Edition. Beton Elemindo Putra. (in Indonesian). Sruktur Beton Bertulang. New York. Innovative and EnergyEfficient Building Materials and Systems solusi bangunan tahan gempa. F.M. Teknik Sipil Universitas Gadjah Mada. 70. kedap suhu. PT. I. K. The McGraw-Hill Companies. 2007. 1998. Concrete Construction Handbook. and Brooks. Dobrowolski. Concrete Technology.J. Longman Scientific & Technical. Prasetyo A.. (2004).. Lightweight Styrofoam Concrete for Precast Wall Panel. The Application of Cement Content for Lightweight Styrofoam Concrete. Yogyakarta. Yogyakarta..com. Standarisasi Papan Semen Berdasarkan Standar DIN-1101 Neville. 1986.b-panel. 60. Kajian Penggunaan Bantak Sebagai Agregat Beton Non Pasir Untuk Panel Dinding Dengan Tulangan Polos 4 mm Variasi Ketebalan 50. . Dipohusodo. (in Indonesian) National Seminar of Innovation in Building Material Technology. 2007. Nugroho.J. (in Indonesian) Master Thesis. PT. Gadjah Mada University. 1982. Department of Civil Engineering. Ditjen Pemeliharaan Masalah Bangunan. Master Thesis. kedap suara. 1987. Yogyakarta. The Application of Styrofoam 2-3 mm for Lightweight Styrofoam Concrete. England. 2007.. Kasmudjo. I. A. Jakarta. Persyaratan Umum Bahan Bangunan di Indonesia (PUBI 1982). 2004. Universitas Gadjah Mada. Tata cara perencanaan dan pelaksanaan bangunan gedung menggunakan panel jaring kawat baja tiga dimensi (PJKB-3D) las pabrikan Tjokrodimuljo.