Anda di halaman 1dari 6

PENERJEMAHAN BAHASA JEPANG-INDONESIA DAN APLIKASINYA – Harly Tangkilisan [Year]

PENERJEMAHAN BAHASA JEPANG-INDONESIA DAN APLIKASINYA

A. Pengertian Penerjemahan

Kegiatan penerjemahan mempunyai peranan penting dalam mentransfer


ilmu pengetahuan dan informasi di berbagai bidang kehidupan manusia, selain
memberikan andil besar dalam alih teknologi, penyebaran informasi dan
peningkatan sumber daya manusia

MENERJEMAHKAN =

PESAN
BAHASA SUMBER BAHASA SASARAN

=Usaha untuk mengubah atau mengalihkan sebuah bentuk bahasa


dari bahasa yang satu ke bahasa yang lain dengan tidak mengubah
pesan yang terkandung didalamnya, sehingga pengaruhnya terhadap
pembaca bahasa sasaran menyerupai reaksi pembaca bahasa sumber.

B. Penerjemahan dan pembelajaran bahasa asing

Penerjemahan dapat menunjang pembelajar dari segi :

 Ketrampilan bahasa
 Realitas bahasa
 Belajar mandiri : fleksibilitas
ketepatan
PENERJEMAHAN BAHASA JEPANG-INDONESIA DAN APLIKASINYA – Harly Tangkilisan [Year]

kejelasan
C. jenis-jenis Penerjemahan

dalam bahasa Jepang ada 2 jenis

a) penerjemahan lisan (Tsuyaku)

b) Penerjemahan tulisan (Honyaku):

o Penerjemahan secara harafiah

o Penerjemahan secara katawi

o Penerjemahan secara wajar

o Penerjemahan secara bebas

D. Kesulitan penerjemahan dari bahasa Jepang ke bahasa Indonesia

Kesulitan utama adalah adanya beberapa perbedaan Tatabahasa seperti

dibawah ini;

No. unsur Bahasa Jepang Bahasa Indonesia

1. Sistem Penulisan  Kanji  Latin


 Hiragana
 katakana
2. Pola kalimat  Berpola MD  Berpola DM
 Topik/Subjek-  Topik/Subjek-
Objek-Predikat Predikat-Objek
3. Kata kerja Muncul diakhir Muncul ditengah
kalimat kalimat
4. Tingkat wacana pada kata  Kasar
PENERJEMAHAN BAHASA JEPANG-INDONESIA DAN APLIKASINYA – Harly Tangkilisan [Year]

kerja  Informal  Ada


 Normal-sopan  Sama(standar)
 Hormat(honorific)
5. Kata Sifat  Kata sifat yang Tidak
selalu berakhiran diklarifikasikan
–I (True
adjectives)
 Kata sifat yang
selalu berakhiran
–na (Quasi
adjectives)
6 Sistem gender Terdapat
bahasa/ungkapan
yang hanya dipakai
oleh wanita atau pria
7. Berbagai jenis kosa kata

(beberapa contoh)

a. rumah/keluarga  Tatami (lantai dari


anyaman rumput)
 Shooji (pintu
sorong kertas)
 Tokonoma
 Ofuro
b. pakaian  Happi
 Kimono
 Obi
 Zoori
PENERJEMAHAN BAHASA JEPANG-INDONESIA DAN APLIKASINYA – Harly Tangkilisan [Year]

c. makanan  Tempura
 Donburi
 Sukiyaki
 Misoshiru
d. sejarah  Bakufu
 Daimyo
 Ronin
 Ninja
Dan lain-lain

Selain hal-hal diatas masih terdapat banyak perbedaan-perbedaan


lainnya seperti ;
a) Simbol yang dipakai dalam ungkapan/pribahasa. contoh,
Indonesia ; sepandai-pandainya Tupai melompat sekali kelak akan jatuh.
Jepang ; saru mo ki kara ochiru (kera juga jatuh dari pohon)
Kedua pribahasa diatas memiliki arti yang sama.
b) Dalam bahasa Jepang banyak terdapat kata-kata serapan atau pinjaman
(gairaigo) beserta terminologinya cukup rumit sebagai akibat perbedaan
bidang fonologi antara bahasa asing dan bahasa jepang.

E. Proses penerjemahan
Proses penerjemahan dapat dibagi menjadi 3 tahap yakni ;
1. Analisis, mempelajari teks sumber, baik bentuk maupun isinya (analisis
sintaksis, semantic dan pragmatic)
2. Alih bahasa (transfer), menganti unsure bahasa sumber dengan unsure
bahasa sasaran yang sepadan.
3. Penyerasian (restucturing), menyerasikan hasil terjemahan dengan kaidah
dan calon pembaca bahasa sasaran.
PENERJEMAHAN BAHASA JEPANG-INDONESIA DAN APLIKASINYA – Harly Tangkilisan [Year]

Nilai positif yang dapat diperoleh dalam proses penerjemahan antara lain,
c. Mendoronng terjadinya diskusi diantara pembelajar dengan pembelajar dan
pembelajar dengan pengajar mengenai proses dan produk terjemahan
tersebut.
d. Mencari dan menemukan padanan kata yang sesuai dengan konteks dapat
menimbulkan kebermaknaan kosa kata dalam diri pembelajar.
e. Mampu menemukan dan mendapatkan padanan kata yang sesuai dari kata-
kata yang sulit memberikan kepuasan tersendiri dalam diri pembelajar
sebagai penerjemah pemula.
f. Tanya–jawab antara pembelajar dan pengajar mengenai kata-kata atau
tatabahasa yang sulit mendorong terciptanya cara belajar yang aktif.

F. Penilaian dalam penerjemahan


Pada dasarnya hasil terjemahan dapat dinilai dengan melihat makna atau
isi teks dan kewajarannya dalam bahasa sasaran, misalnya Apakah isi teks
akurat atau tidak, apakah semua pesan tersampaikan atau tidak, apakah dapat
dimengerti atau tidak oleh pembaca dan lain sebagainya.
Ada beberapa hal yang mungkin dapat diperhatikan dalam menilai sebuah
hasil terjemahan ;
 Menilai unsure kebahasaan yaitu unsure benar salah pada ejaan, struktur
dan lain-lain.
 Menilai pilihan kata atau diksi.
 Menilai kealamiahan atau kewajaran teks yaitu tidak ditambah atau
dikurangi pesan yang ada dalam bahasa sumber.
 Menilai keterbacaan yaitu teks terjemahan dapat dimengerti seluruhnya.
 Menilai kemenarikan yaitu subyektifitas yang terkait dengan taste.
PENERJEMAHAN BAHASA JEPANG-INDONESIA DAN APLIKASINYA – Harly Tangkilisan [Year]

KESIMPULAN
Tujuan akhir dari suatu penerjemahan adalah mengalihkan makna
dengan cara mengubah bentuk bahasa, dari bahasa sumber ke bahasa sasaran
tanpa mengubah atau mengurangi informasi, dinamika, suasana, tataran
wacana sehingga makna dalam teks bahasa sumber disampaikan secara utuh
kedalam bahasa sasaran.
Seorang penerjemah harus telah menguasai teori linguistik, teori
terjemahan dan kemahiran berbahasa, baik bahasa sumber maupun bahasa
sasaran disamping memiliki pengetahuan yang luas tentang masyarakat,
budaya, sejarah serta karakteristik masyarakat penguna bahasa sumber yang
dipadankan dengan karakteristik masyarakat penguna bahasa sasaran.
Melihat hal ini maka pengajaran terjemahan perlu ditangani lebih serius
lagi sehingga potensi pengajaran penerjemahan sebagai salah satu alat untuk
meningkatkan kemampuan berbahasa dapat optimal dan berimbas pada
pemerolehan bahasa yang baik pula.