Anda di halaman 1dari 24

MEDIA KOMUNIKASI MASYARAKAT TAMBANG ISSN: 1412-7431

INFO PERTAMBANGAN
SARI INFORMASI PERTAMBANGAN DAN ENERGI
EDISI 18 - SEMESTER II - Desember 2007

GLOBAL WARMING
CLIMATE CHANGE, 2007
INFO PERTAMBANGAN PHOTO PERISTIWA
EDISI 18 - SEMESTER II - Desember 2007

Daftar Isi: Acara sinkronisasi Program dan kegiatan


sektor Pertambangan dan Energi,
sebagai forum yang menjembatani
program/kegiatan lintas wilayah dalam
q Pengantar Redaksi upaya pengembangan pengusahaan
q English Corner “Cartoon and The Kids” pertambangan dan energi, digelar pada
q Economic Corner - “Divestasi PT. NNT” desember 2007 di Hotela Lombok Raya,
dihadiri 7 kabupaten pengelola sektor PE

Laporan Utama
1. Perubahan iklim global sebagai efek rumah kaca dan emisi karbon monoksida, akan berdampak
signifikan terhadap topografi dunia di belakang hari. Berbagai upaya ditempuh sebagai
tindakan preventif yang diformulasikan dalam “Climate Changes annual convention 2007” yang
diselenggaran di awal Desember, di Nusa Dua, Bali. Negosiasi berbagai elemen, dari
pemerintahan, swasta sampai dengan aliansi pecinta lingkungan, seperti Green Piece, Walhi,
dll ikut berperan serta dalam perhelatan dunia tersebut,
oleh Ir. Heryadi rachmat, MM.

Artikel
2. Konservasi Sumberdaya Bahan Galian Pembangunan PLTMH, sebagai upaya
oleh Wuri Handayani diversifikasi pemanfaatan energi baru
3. Pengelolaan Pertambangan Umum dalam era Otonomi daerah terbarukan lokal guna memberikan
oleh Ir. Muhammad Husni, Msi tambahandaya listrik pada masyarakat
pedesaan.
4. Biogas sebagai Energi Alternatif Pengganti Minyak Tanah
oleh Mapiaro Amin, BE., ST., SH.,
5. Survei Potensi Biomassa di Nusa Tenggara Barat
oleh Rachmawadi, SH
6. Implementasi Program Demand Side Managemen pada Sektor Rumah Tangga di NTB
oleh Ir. M. Ilham Israil, MM
7. Divestasi PT. Newmont Nusa Tenggara
oleh Anggawasita MF, BE., SE.
8. Cartoon and The Kids
oleh Drs. I Gusti Lanang Rakayoga
9. Sistem Evaluasi dan Pelaporan Perencanaan Pembangunan Sektor
Oleh Mujitahid Iqbal
10. Tinjauan Kecelakaan secara Teoritis dan Penyebabnya
oleh Ir. Yuliadi Ismono, M.Si Makin menipisnya cadangan minyak
bumi dunia, membuka peluang untuk
mengembangkan bahan bakar nabati
q Insert News - ESDM dan e-Government Online (BBN) dengan budidaya Jarak Pagar
q Aktualita (jatrova curcas) sebagai bahan baku
q Foto Peristiwa utama Biofuel dan Biodiesel
MEDIA KOMUNIKASI MASYARAKAT TAMBANG ISSN: 1412-7431

INFO PERTAMBANGAN
SARI INFORMASI PERTAMBANGAN DAN ENERGI
EDISI XVIII - DESEMBER 2007

CLIMATE CHANGE
Efek rumah kaca
INFO PERTAMBANGAN
EDISI 18, SEMESTER I - DESEMBER 2007 FOTO PERISTIWA
Daftar Isi :
o Pengantar Redaksi
o Cover Story
o English Corner
o Economic Corner

7
Laporan Utama

er 200
Investasi Pertambangan di Nusa Tenggara Barat
Oleh:Ir. Muhammad Husni,Msi

Artikel Pertambangan dan Energi

b
1. Studi Kasus Pengukuran Batas Wilayah KP/KK, oleh: Suparno

esem
2. Prospek Bahan Galian dan Permsalahannya, oleh: Arifuddin, BE
3. Pengembangan Desa Mandiri Energi di Provinsi NTB, oleh: Ir. M. Ilham, MM
4. Sepintas Ulasan seputar Penataan Ruang, oleh: Ir. Heryadi Rachmat, MM 1

io D
5. Sumber Dampak dan Pengelolaan Lingkungan pada PLTU Batubara
3 4
Oleh: Ir. Yuliadi Ismono, MSi
6. Peta Digital Vector untuk Keperluan Sistem Informasi Geografis (GIS).
Oleh M. Farid Ariyanto, ST
7. Paradigma Penganggaran 2007 sebuah evaluasi, oleh Mujitahid Iqbal Med
o Insert News (ESDM News 2007)
o Aktualita
Royalti PT. Newmont Nusa Tenggara, Triwulan II Tahun 2007
o Foto Peristiwa
INFO EDISI 18 INFO PERTAMBANGAN

Info Pertambangan
MEDIA KOMUNIKASI MASYARAKAT TAMBANG

REDAKSI INFO PERTAMBANGAN Dari Redaksi


Di tahun penghujung tahun 2007, merupakan tahun
Penasehat/Penanggung Jawab penuh cobaan, terpaan bencana yang melanda hampir merata di
Ir. H. Jalal seluruh tanah persada. Gempabumi, banjir bandang, tanah
Ir. Heryadi Rachmat, MM longsor, angin puting beliung, ganasnya badai laut selatan dan
barat, tingginya pasang perairan.
Pemimpin Redaksi Bencana tak henti-hentinya menghampiri bangsa ini. Apa
gerangan yang terjadi? “Salah siapa, entah dosa siapa?” Kata
Ir. Muhammad Husni, MSi Ebit dalam sebuah syair lagunya.
Apakah alam sudah tidak bersahabat lagi dengan kita?
Redaktur Pelaksana Atau inikah pengaruh yang dikatakan Global Warming on the
Anggawasita M. Fuad, BE. SE climate changes?
Melalui kesempatan ini, marilah kita mencoba menengok ke
Dewan Redaksi belakang, mawas diri dan interospeksi diri secara total. Gejala-
gejala alam, tanda-tanda mayapada ini hendaknya membuat
Drs. I BP Suwatha, M.Si kita lebih rasio lagi dalam berfikir dan bertindak. Bijak dalam
Drs. H. Djunaidi, MM berkeputusan, adil dalam kebijakan. Coba kita renungkan
Ir. H. Muhammaddin bersama, merujuk sejarah peradaban manusia dimasa lampau,
Dra. I Gusti Ayu Ketut Suci Sang Khaliq tidak segan-segan menimpakan azabnya kepada
Ir. Didik Agus Winarno suatu kaum yang dimata-Nya dianggap zholim, ingkar dan kufur
Ir. Yuliadi Ismono, MSi nikmat.
Taffakkur dan bertawakkal tu alallah merupakan jalan utama
Penyunting yang harus ditindaklanjuti oleh individu dalam suatu
komunintas, selanjutnya implementasi dalam kelompok dan
Ir. Adi Prasetyo masyarakat, lalu pemerintahan dalam skup regional dan
Mujitahid Iqbal akhirnya merata keseluruh penjuru tanah air.
M. Yan Adrian “Ora et labora” kata orang Yunani, hendaknya memicu kita
Gunawan Santana semua untuk selalu berdoa sambil berikhtiar untuk selalu
mengedapankan bahwa yang benar itu benar, dan kita selalu
Sekretariat menjunjung tinggi serta berusaha semampu mungkin untuk
1. Ir. Sahriana mencapainya. Dan menegaskan bahwa yang salah itu salah, dan
marilah kita berusaha menghentikannya, setidak-tidaknya
2. Wuri Handayani
mengeliminir sebisa-bisanya. Memang sulit untuk memulainya.
3. Cok Sumampan Tapi ingat kata Allah dalam firman-Nya “Allah tidak akan
merubah nasib suatu kaum bila kaum itu sendiri tidak mau
Alamat Redaksi : mengubahnya”.
Dinas Pertambangan dan Energi Prop. NTB Dari meja redaksi, kami menyerukan renungan diatas demi
Jl. Majapahit 40 Mataram, 83010 kemaslahatan kita bersama dan kami haturkan terima kasih
Telp. (0370) 621356, Fax. (0370) 625766 kepada pemerhati publikasi maupun pemerhati dunia tambang.
Wassalam.
www.dpentb.com
E-Mail: Infotam@dpentb.com Redaktur

REDAKSI “INFO PERTAMBANGAN” menerima artikel dan tulisan yang telah diedit berdasar estetika jurnalistik, dan bukan
laporan. Tema yang diangkat seputar dunia pertambangan dan energi, serta aspek lain yang berkaitan dengan kinerja
pemerintah yang belum dipublish. Namun untuk menjaga kode etik penulisan, apabila menyadur harap mencantumkan
sumbernya, demikian juga dengan foto dan grafik yang sesuai dengan misi penerbitan, dan bagi artikel yang dimuat akan
mendapat Imbalan sesuai ketentuan. Kata bijak “Mencoba lebih arif ketimbang hanya berteori tanpa karya nyata”

Desember 2007
Adios e-Info 1
INFO PERTAMBANGAN INFO EDISI 18

about giving them what they want.


Repetition!! Colour!! Characters!!

ENGLISH Corner By : Drs Gusti Lanang Rakayoga


Repetitive coloured characters!
The repeated theme of the over-exposed
cartoon and superheroes is what is ruling
kids bedding and toddler bedding. Kids
bedding UK uses repetition to the max and
kids love it. Parents may be sick to death
of seeing the same characters plastered
CARTOON FILM AND everywhere but the kids are not! And, as
sick to death as a parent may be of any
THE KIDS given character, they do love the
happiness that those character driven
products bring to their little ones. That’s
Lately many people especially for the kids why the toddler bedding set is so powerful
like watching cartoon film on the a tool in the parent’s arsenal of bribery and
television. Mostly the television channel coaxing. Show me one set of parents who
broadcast the cartoon film on the haven’t resorted to it! Surely every UK
television prgoram. kid’s bedding wouldn’t sport a character if
such parents did not exist! Kids bedding
Thus cartoon film can't be separated from UK can barely keep up with the new
the kids and sometimes the youth like it. characters and parents can, therefore,
Almost everyday they can watch carton barely keep up with their demand!
film together with their parents in the
house and they feel happy to watch it. This is such a different world from that of
my childhood. I had a beautiful patchwork
For the kids they like cartoon film due to it quilt that my grandmother had made me. I
mostly teels about the kid's life world loved it because it was all mine and
where in the cartoon film they feel to take Chillycraps0506.blogspot.com unique. There was not another child
part to play. While. While for the anywhere on the planet that had a quilt
teenagers generally they like carton film even close to this one that was made
just for hobby. Thet like watching carton Cartoon characters Invade especially for me in my favourite colours
film due to following the life style trends of
youths. Kids Bedding UK (www.syl.com) and fabrics by someone who knew me
personally! Kids bedding UK now seems
What makes a toddler feel special seems to want exactly the opposite. They want
We can clasify the cartoon film into two the same toddler bedding set everyone
classes. There is a good cartoon film and to also make a kid feel special. The
repetition of a favourite character in else has! It seems that uniformity has
also there is a bad cartoon film. Both of replaced uniqueness in what kids want
them can contribute positive and negative themed sets for bedrooms is something
that surely only a devoted parent can and what parents deliver.
effect for the lookers on.
truly understand. A grandparent, like me
In the cartoon film we can find some can only wonder why having the exact Either kids now don’t understand the
events which can be as positive and same toddler bedding set or kids bedding importance of uniqueness, or perhaps I
negative learning particcularly for the kids set UK as everyone else makes anyone am just really getting old. Why in the world
who are growing up. The positive patterns feel special or important. do they want the same kids bedding UK
are useful for kids such as kindness, that every other kid has? Why do they feel
morals, courtesy, honestyand loving for Kids bedding UK is very repetitive but more special having the same thing than
each others. Whereas the negative effect responsive to the desires of kids and they do having something unique?
of cartoon film is about the story tells toddlers. It almost invariably now
about hardness, hostility, and opposition. involves a superhero or some cartoon I can understand a toddler feeling pretty
character in a jumbo version whose special when their favourite television
A film we look enormous face would more likely give me character miraculously shows up in their
on mostly a heart attack in the middle of the night toddler bedding set, but surely older kids
related to the than it would comfort me are wearier than that? I guess not.
daily life. Perhaps I need a new outlook on the
Parents ought Have you seen them? They come in sets. nature of uniqueness and what makes you
to accompany You can get what is called a complete set. special. Perhaps my grandchild can give
the kids when This gives you a nauseatingly similar me a lesson. I sorely need one.
t h e y a r e version in a comforter, a bed skirt, double
w a t c h i n g set of sheets with matching pillow sham
cartoon film so and pillow case, as well as a repeat of the
that the kids pattern on curtains for your kid’s
have the true understanding. The kids windows! Imagine it. Now, not only is that
world life is always related to the cartoon character splattered all over your child’s
film story. Even some of the youths like lunch kit, sleeping bag, backpack and
watching carton film. Cartoon film can bath products but now it has also invaded
contribute the positive and negative their bedroom, walls and laundry
character for kids. The positive character hamper!
covers kindness, morals, courtesy,
honesty, and loving to each others. It seems that repetition is the key in kids
Whereas the negative character covers bedding in the UK and North America
hardness, hostility, and oppositions. anyways. Toddler bedding sets are what
the kids want. Kids bedding UK is all Www.webmedia.com

2 Desember 2007
INFO EDISI 18 INFO PERTAMBANGAN
SEPUTAR DIVESTASI

Economic Corner
Anggawasita M.Fuad, BE., SE
27 September 2007 00:00:00
NTB dan Sumbawa Incar 7% Newmont

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat


(NTB) dan Pemerintah Kabupaten
Sumbawa menyatakan akan membeli 7%
saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT).
Saham tersebut ditawarkan dalam program
Divestasi dihasilkan cukup baik dan kadarnya divestasi tahun ini. Nilai 7% saham yang
PT. Newmont Nusa Tenggara berkisar : Tembaga (Cu), 30 -36 %, didivestasi itu US$ 282 juta. Pemerintah
Perak (Ag) 50 70 g/t, pusat, yang mendapat kesempatan
Emas (Au) 15 - 20 g/t pertama untuk membeli, telah menolak
Bicara mengenai Divestasi 3. Recovery 80 90 % umpan untuk mengeksekusi haknya. Juru bicara
mungkin ini adalah sebuah Pemerintah Provinsi NTB Manggaukang
perbendaharan kata baru bagi kita di Raba mengatakan, Pemprov NTB dan
NTB, jangankan masyarakat awam yang Aspek Ekonomi : Pemkab Sumbawa memutuskan untuk
mengerti apa itu Divestasi, sebagian dari 1. Harga logam dunia dan membeli 7% saham karena penawaran
petinggi daerah inipun banyak yang tidak kecendrungannya langsung dari pemerintah pusat. "Ada surat
mengerti. Masyarakat bingung kok ramai 2. Rata keuntungan yang dihasilkan dari Menteri Energi dan Sumber Daya
dibicarakan tetapi tidak pernah selesai- setiap tahunnya setelah dipotong Mineral (ESDM) pada Agustus lalu supaya
selesai, tetapi diminati oleh banyak biaya-biaya produksi (over head) kami menindaklanjuti saham 7% ini," kata
daerah 3. Bagaimana life time alat-alat Manggaukang ke KONTAN saat dihubungi
Divestasi definisinya secara produksi seperti Houl Truck, alat melalui telepon selulernya, Selasa (25/9).
bebas adalah Pengalihan pemilikan berat, alat-alat processing (Ball Mill, Menurut Manggaukang, harga 7% saham
yang diminta Pemprov NTB dan Pemkab
saham suatu perusahaan publik baik Zak Mill dll).
Sumbawa sama dengan harga divestasi
PMDN atau PMA kepada pihak 4. Tenaga kerja yang ditawarkan kepada pemerintah pusat,
pemerintah atau swasta dalam rangka 5. Bagaimana dengan issu yaitu US$ 282 juta.
memperkuat modal perusahaan atau lingkungan, issu politik dll.
dalam rangka nasionalisasi.
Dalam kesepakan antara PT. Newmont Gandeng perusahaan daerah
Nusa Tenggara dan Pemerintah Kalau dari kedua aspek ini telah
Indonesia yang tertuang dalam Kontrak dikaji secara benar dan akurat oleh para Untuk membiayai pembelian 7% saham
Karya bahwa PT. Newmont berkewajiban ahlinya dan ternyata sangat NNT, Pemprov NTB akan menggandeng
untuk memberikan kesempatan kepada menguntungkan daerah maka Divestasi perusahaan daerah yaitu PT Gerbang
pemerintah Indonesia untuk ini menjadi hal yang harus Emas. Sedangkan Pemkab Sumbawa akan
mendapatkan kepemilikan saham secara diperjuangkan tanpa mengurangi peran menggandeng Perusahaan Daerah
bertahap setelah 5 tahun perusahaan kita pemerintah daerah sebagai Kabupaten Sumbawa. Gabungan
perusahaan daerah itu dengan Pemprov
beroperasi dengan komposisi dimulai pengawas dan sebagai Pembina
NTB dan Pemkab Sumbawa ini nantinya
15%, 23% dst sampai 51% saham, tetapi dilapangan. membentuk konsorsium dengan PT Bumi
bila pemerintah pusat tidak tertarik atau Resources Tbk. Meski demikian,
tidak berminat dapat ditawarkan kepada Kepemilikan saham yang saat ini Manggaukang menolak menyebutkan
pemerintah daerah tempat perusahaan sedang rame di bicarakan adalah pola komposisi pembagian persentase untuk
tersebut beroperasi, dan dalam hal ini kemitraannya, apakah pemerintah pendanaan pada konsorsium tersebut.
adalah provinsi Nusa Tenggara Barat. daerah bermitra dengan perusahaan "Sudah ada kesepakatan, tapi belum bisa
Penawaran Divestasi ini tentu swasta nasional atau menerima tawaran kami sebutkan," katanya. Pemprov NTB
menjadi sesuatu yang menarik bagi PT. Newmont Nusa Tenggara, bagi kita dan Pemkab Sumbawa menolak untuk
masyarakat NTB mengingat PT. semua harus bijak, untuk apa dan siapa mengikuti program divestasi tahap
Newmont Nusa Tenggara saat ini divestasi ini, kalau jawabannya adalah pertama, yang bermula tahun lalu. Dalam
prospeknya sangat bagus mengingat untuk kepentingan rakyat maka kita divestasi tahap pertama, saham NNT yang
harga logam dunia begitu tinggi harus melihatnya dari kacamata bisnis to dijual sebesar 3%. Saat ini, program
persoalannya sejauhmana cadangan bisnis (B to B), karena kalau saja kita divestasi tahap pertama telah memasuki
logam yang dimiliki masih tersisa karena melihat dari kacamata lain maka masa penawaran ke swasta. Namun PT
Yang paling penting bagi kita masyarakat sasarannya untuk kesejahteraan rakyat Newmont Pacific Nusantara, perusahaan
NTB adalah harus dilihat aspek hanya sebuah impian belaka afi liasi NNT, menyatakan pemda masih
bisa menawar 3% saham NNT. Nilai 3%
kemanfaatannya bagi masyarakat NTB
saham NNT dalam divestasi tahap pertama
jika kita harus ikut terlibat atau membeli Siapapun yang mendapatkannya ditetapkan sebesar US$ 109 juta. Pemprov
saham tersebut, bukan kepada siapa penawaran saham pertama sebesar 3% NTB dan Pemkab Sumbawa juga
yang mendapatkan Sumbawa Barat atau tidak jadi masalah karena masih ada menyatakan tetap menolak tawaran
Provinsi. Adapun hal-hal yang menjadi penawaran lainnya sebesar 7% dstnya pinjaman jangka panjang dari Newmont.
perhatian kita saat ini bila ingin sampai divestasi 51% saham. Bagi kita Kedua pemda itu menolak untuk menerima
mendapatkan saham tersebut antara rakyat NTB harus fokus pada kajian pinjaman dari Newmont, karena ada
lain : teknis dan Ekonomi, mau Provinsi atau persyaratan yang menyatakan mereka
kabupaten penghasil yang tidak dapat terlibat dalam manajemen NNT.
Harus memperhatikan Aspek Teknisnya mendapatkan pertama sebesar 3% yang Padahal, tujuan mereka membeli saham
antara lain : jelas keuntungannya tidak akan adalah ingin terlibat dalam pengelolaan
1. apakah cadangan mineral sesuai kemana-mana, dan tidak ada yang perusahaan tambang NNT.
dengan prediksi semula sampai menang dan tidak juga ada yang kalah
Tahun 2015 dengan total produksi yang jelas rakyat NTBlah pemenangnya.
Endang Purwanti (AntaraNews.com)
Konsentrat/Tahun rata-rata 850.000 Amien
DMT
2. apakah kualitas konsentrat yang

Desember 2007 3
INFO PERTAMBANGAN INFO EDISI 18

Aktualita
PT. Newmont Nusa Tenggara menandatangani Kontrak Karya Generasi ke-4 dengan Pemerintah
Cared by Iqbal

Indonesia pada Desember 1986. Setelah 10 tahun melakukan eksplorasi, proyek konstruksi senilai US$1,8
miliar dimulai pada awal 1997 dan diselesaikan pada akhir 1999 diikuti dengan tahap uji coba
(commissioning/start up). PTNNT memulai produksi komersialnya pada 1 Maret 2000.
PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) menyelesaikan kewajiban keuangan pembayaran royalti
sepanjang 2007 (Januari - Desember) kepada Pemerintah Indonesia sebesar US$17juta lebih atau setara
dengan Rp169,7 miliar. Penyelesaian kewajiban tersebut ditandai dengan dibayarkannya royalti triwulan
IV/2007 (Oktober - Desember) sebesar US$4,04 juta yang diserahkan baru-baru ini (30/1).
Royalti triwulan IV sebesar US$4.047.871,78 (Empat juta empat puluh tujuh ribu delapan ratus tujuh
puluh satu dolar Amerika dan tujuh puluh delapan sen) ini setara Rp 38 miliar lebih pada kurs Rp 9.500.
Pembayaran disetorkan ke rekening Menteri Keuangan nomor 508.000.071, Bank Indonesia, Jakarta.
Pembayaran royalti tersebut meliputi logam tembaga (Cu) US$1.975.581,88; logam emas(Au)
US$1.978.669,08; dan logam perak(Ag) US$93.620,82.
Pembayaran royalti serta pajak-pajak lainnya dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 13
kontrak Karya antara PTNNT dengan Pemerintah Indonesia dan Surat Dirjen Pertambangan Umum Nomor
310/20.01/DJP/2000 tanggal 24 Februari 2000.
Sampai dengan Triwulan keempat 2007, kewajiban keuangan berupa royalti yang dibayarkan PTNNT
berjumlah sebagaimana tabel dibawah ini:

Jumlah Pembayaran Royalty Tembaga, Emas dan Perak


PT. NEWMONT NUSA TENGGARA s/d Triwulan IV TAHUN 2007

No Royalty / Logam Triwulan (USD) - TAHUN 2007


TRIWULAN I TRIWULAN II TRIWULAN III TRIWULAN IV TOTAL
1 2 3 4 5 6
1. Tembaga (Cu) 1.944.844,67 2.116.873,46 4.251.697,85 1.975.581,88 10.288.997,86
2. Emas (Au) 1.103.179,22 1.256.821,37 2.855.280,88 1.978.669,08 7.193.950,55
3. Perak (Ag) 75.518,62 77.523,65 135.809,74 93.620,82 382.472,83
Jumlah (USD) 3.123.542,51 3.451.218,48 7.242.788,47 4.047.871,78 17.865.421,24
Sumber : Laporan Royalti PT. Newmont Nusa Tenggara
1 Pusat (20%) 624.708,50 690.243,70 1.448.557,69 809.574,36 3.573.084,25
2 Propinsi (16%) 499.766,80 552.194,96 1.158.846,16 647.659,48 2.858.467,40
3 Kab. Sumbawa Barat (32%) 999.533,60 1.104.389,91 2.317.692,31 1.295.318,97 5.716.934,80
4 Kab. Lainnya (32%) 999.533,60 1.104.389,91 2.317.692,31 1.295.318,97 5.716.934,80
Jumlah 3.123.542,51 3.451.218,48 7.242.788,47 4.047.871,78 17.865.421,24
Data di olah dari Royalty PT. Newmont Nusa Tenggara

4 Desember 2007
INFO EDISI 18 INFO PERTAMBANGAN
Jumlah ini setara dengan sekitar 15 persen
hingga 30 persen.

ESDM News 2007 Sedang untuk sektor transportasi


memiliki potensi konserevasi sebesar 49,9 juta
SBM atau sekitar 25 persen dari total konsumsi
yang mencapai kisaran 199,6 juta SBM. Adapu
sektor rumah tangga dan komersial sebesar
11,3 juta SBM hingga 33,8 juta SBM atau sekitar
10 persen hingga 30 persen dari total konsumsi
sebesar Rp. 61.346,52 Miliar, pertambangan
Kilas Balik ESDM 2007 dan umum sebesar Rp. 32.152,04 Miliar, dan
112,8 juta SBM.
Target 2008 penerimaan lain-lain sebesar Rp. 8.534,87 Diungkapkan bahwa pemerintah telah
Jumat, 28 Desember 2007 Miliar. menyiapkan tiga jalur strategi pengendalian
Penerimaan sektor ESDM dalam konsumsi energi. Masing-masing adalah
RAPBN 2008 ditetapkan sebesar Rp.
pertama melalui industri energi dengan cara
199,479.23 miliar yang terdiri dari a)
Secara umum produksi energi penerimaan perpajakan sebesar Rp. meningkatkan nilai tambah melalui program
khususnya gas dan batubara 66,118.14 Miliar, b) penerimaan negara bukan konservasi energi.
mengalami peningkatan cukup besar. pajak sebesar Rp. 125,822.79 Miliar, dan c) Selanjutnya kedua melalui produsen
Demikian juga investasi dan penerimaan lain-lain sebesar Rp. 7,538.30
peralatan energi dengan cara labelisasi dan
penerimaan negara meningkat didorong Miliar.
Penerimaan tersebut dihitung standarisasi. Sedang yang ketiga melalui
oleh peningkatan harga komoditi migas
berdasarkan nilai rata-rata ICP sebesar US$ konsumen atau pengguna energi baik BBM
dan batubara di pasar internasional.
60 / barel, kurs untuk 1 US$ = Rp. 9.050,00 maupun listrik dengan cara menerapkan
Namun subsidi energi juga meningkat.
dan produksi minyak rata-rata sebesar 950 demand side management.
Demikian disampaikan Menteri ESDM ribu barrel / hari.
Pusnomo Yusgiantoro pagi tadi (28/12)
di Departemen ESDM dalam acara 4. Subsidi
Evaluasi Akhir Tahun DESDM dengan Subsidi listrik dan BBM / LPG tahun Pertumbuhan Energi
para stakeholders. 2007 pada APBN-P ditetapkan sebesar Rp.
88,04 Triliun, dengan distribusi masing-
Mencapai Sekitar 7
masing Rp. 32,44 Triliun untuk subsidi listrik Persen/Tahun
1. Produksi Energi Indonesia dan Rp. 55,60 Triliun untuk Subsidi BBM / Minggu, 23 Desember 2007
Produksi energi Indonesia tahun 2007 LPG. Sedang perkiraan realisasi subsidi
yang mencakup batubara, gas bumi, dan tahun 2007 adalah sebesar Rp. 131,60 Triliun
minyak bumi secara keseluruhan melampaui dengan rincian untuk listrik adalah sebesar
Rp. 43,40 Triliun, dan untuk BBM/LPG Pertumbuhan energi Indonesia
target produksi sebesar 7.000 BOEPD, diperkirakan masih akan cenderung
sementara target produksi energi tahun 2007 sebesar Rp. 88,20 Triliun. Sedang listrik tahun
2008 adalah sebesar Rp. 31,58 Triliun, dan tinggi, sekitar 7 persen. Pertumbuhan
adalah 4.300 juta BOEPD dan realisasi tahun
2007 diperkirakan sebesar 4.307 juta BOEPD. subsidi BBM/LPG sebesar Rp. 45,81 Triliun. sebesar itu selain didorong oleh
Target produksi energi tahun 2008 Total subsidi tahun 2008 adalah sebesar Rp. pertumbuhan penduduk juga dipicu oleh
ditetapkan sebesar 4,618 juta BOEPD, atau 78,39 Triliun. pertumbuhan ekonomi. Sedang minyak
naik 7,2 % dengan rincian target produksi bumi juga masih mendominasi pasokan
batubara sebesar 2,415 juta BOEPD, gas 5. Belanja DESDM energi yang memutar roda ekonomi.
bumi sebesar 1,041 juta BOEPD, dan minyak Belanja DESDM tahun 2008
bumi sebesar 1,034 juta BOEPD. didominasi oleh belanja untuk keperluan ''Sektor energi masih memegang peran
Sementara itu, kenaikan produksi infrastruktur ketenagalistrikan sebesar 49%, penting dalam perekonomian
energi secara signifikan akan terjadi tahun disusul dengan belanja keperluan Indonesia,'' ujar Kepala Bidang
2009 dimana minyak bumi dari blok Cepu pertambangan migas dan menerbapabum Pelayanan Data dan Informasi, Pusdatin
mulai diproduksi, gas dari lapangan Tangguh sebesar 30 %, belanja untuk keperluan
ESDM Ir Saleh Abdurrahman MSc, pada
dan Sumatera Selatan, serta listrik dari operasional DESDM sebesar 16% dari total
program pembangunan PLTU 10.000 MW anggaran. Sedang sisanya sebesar 3 % untuk Roundtable Discussion sesi Rencana
mulai dihasilkan. belanja infrastruktur energi dan 2% untuk Umum Energi Nasional (RUEN), Rabu
belanja kegiatan pendukung kebijakan energi (19/12) di Jakarta.
2. Investasi Sektor Energi dan ketenagalistrikan.
Total investasi yang ditanamkan pada Pada sesi yang difasilitasi DR Hardiv
tahun 2007 sebesar US$ 18.405,96 juta dari Situmeang dari KNI-WEC itu
total komitmen investasi sebesar US$ 47,11 Potensi Konservasi Energi diungkapkan selain sebagai sumber
miliar. Komitmen ini berasal dari berbagai Masih Cukup Besar penerimaan negara dan menciptakan
kegiatan sejak awal tahun 2007 sampai multiplier effect, sektor energi juga
Rabu, 26 Desember 2007
dengan komitmen tanggal 11 Desember 2007 menimbulkan beban keuangan negara
untuk membangun 4 proyek panas bumi dan 3 akibat beban subsidi.
proyek CDM panas bumi. Sedang proyeksi Efisiensi pemanfaatan energi di
investasi pada tahun 2008 sebesar US$ Indonesia masih tergolong rendah. Oleh Beban inilah yang membatasi
25.000,58 juta.
sebab itu, seperti diungkapkan oleh Direktur pemerintah untuk mendanai program-
Energi Baru Terbarukan dan Konservasi program peningkatan kesejahteraan
3. Penerimaan Negara
Energi (EBTKE), Ratna Ariati, potensi masyarakat. Baik itu untuk peningkatan
Penerimaan negara dari sektor ESDM
tahun 2007 sebagaimana tertuang dalam konservasi energi tiap sektor cukup besar. pelayanan kesehatan, pendidikan
APBN-P adalah sebesar Rp. 182.315,69 maupun pembangunan prasarana
''Sekitar 10 persen hingga 30 persen,''
Miliar. Perkiraan realisasi akan mencapai lebih umum.
ujar Direktur EBTKE Ratna Ariati pada acara
dari Rp. 214 miliar yang terdiri dari a)
penerimaan perpajakan sebesar Rp. Roundtable Discussion Pengelolaan Energi Peran minyak bumi yang masih
67.075,29 Miliar, b) penerimaan negara bukan Nasional, pekan lalu di Jakarta. Pada sesi tergolong besar itulah yang membuat
pajak sebesar Rp. 138.574.15 Miliar, dan c) yang difasilitasi oleh DR Hardiv Situmeang itu perekonomian Indonesia masih rawan
penerimaan lain-lain sebesar Rp. 8.534,87 tampil pula pembicara lain. terhadap tidak kestabilan harga minyak
Miliar. Menurut Ratna Ariati sektor industri yang mentah dunia. Sementara, selain
Penerimaan negara tersebut berasal mengkonsumsi sekitar 213,6 juta Setara Barel fluktuasi harga minyak semakin
dari perkiraan realisasi minyak bumi sebesar Minyak (SBM) potensi konservasi energinya meningkat, harga minyak
Rp. 112.150,88 Miliar, disusul oleh gas bumi
sebesar 23 juta SBM hingga 64 juta SBM. berkecenderungan masih tinggi.

Desember 2007 5
INFO PERTAMBANGAN INFO EDISI 18

PEMANASAN GLOBAL DAN PERUBAHAN IKLIM


Dihimpun oleh: Heryadi Rachmat dan Ruslan Barus

PERUBAHAN IKLIM TELAH TERJADI SEPANJANG SEJARAH BUMI Kekeringan, gagal panen, krisis pangan dan air bersih,
hujan badai, banjir dan tanah longsor, serta wabah
Saat ini, temperatur global rata-rata di 'Bumi' sedang meningkat, tetapi penyakit tropis merupakan beberapa dampak akibat
peningkatan ini tidak tersebar merata ke seluruh permukaan 'Bumi', perubahan iklim. Oleh karena itu, demi kelangsungan
beberapa wilayah malahan menjadi lebih dingin. Beberapa faktor telah hidup manusia kita harus segera berupaya mengurangi
kegiatan yang mengeluarkan emisi gas rumah kaca guna
berkontribusi terhadap penghangatan saat ini. Sebagian besar ahli iklim menghambat laju terjadinya perubahan iklim.
sepakat bahwa sebagian fenomena ini disebabkan enhanced greenhouse
effect, yang disebabkan lepasnya gas-gas tertentu ketika bahan bakar Gas Rumah Kaca
fosil, batubara, minyak, dan gas alam dibakar. Efek rumah kaca, pertama kali ditemukan oleh Joseph
Fourier pada 1824, merupakan sebuah proses dimana
atmosfer memanaskan sebuah planet. Mars, Venus, dan
benda langit beratmosfer lainnya (seperti satelit alami
Sesungguhnya perubahan iklim telah (UNFCCC) di Nusa Dua, Bali, berakhir Saturnus, Titan) memiliki efek rumah kaca. Gas rumah
terjadi sepanjang sejarah 'Bumi'. Catatan- dramatis. Setelah berunding selama dua kaca adalah gas-gas di atmosfer yang memiliki
catatan geologi yang tersimpan dalam fosil minggu dari tanggal 3 sampai 14 Desember kemampuan untuk menyerap radiasi matahari yang
dan batuan menunjukkan bahwa pada masa dan molor sehari, tanggal 15 Desember para dipantulkan oleh bumi sehingga menyebabkan suhu di
lalu 'Bumi' pernah lebih hangat (hothouse) delegasi dari 190 negara akhirnya menyetujui permukaan bumi menjadi hangat. Gas-gas ini terutama
atau lebih dingin (icehouse) daripada konsensus menekan laju perubahan iklim dihasilkan dari berbagai kegiatan manusia, terutama
sekarang. Hal tersebut disebabkan peristiwa- dengan menurunkan suhu bumi 2 derajat kegiatan yang menggunakan bahan bakar fosil, seperti
peristiwa katastrofik (bencana) atau siklus- celsius sampai 2050. penggunaan kendaraan bermotor dan kegiatan industri.
siklus alam. Menurut Konvensi PBB mengenai Perubahan Iklim
(United Nations Framework Convention on Climate
Dalam planet kita yang menghangat, Keputusan itu diambil setelah secara
Change-NFCCC), ada 6 jenis gas yang digolongkan
permukaan laut juga akan memuai melalui mengejutkan delegasi Amerika Serikat (AS)
sebagai gas rumah kaca (GRK), yaitu:
thermal expansion, karena, di atas 4oC, air yang sebelumnya menolak keras, menerima
1. Karbondioksida (CO2) > pembakaran bahan
yang hangat lebih ringan dibandingkan air konsensus bersama dalam Peta Jalan Bali
bakar fosil di sektor energi, transportasi
yang dingin. Permukaan air laut juga jelas (Bali Roadmap).
dan industri
bertambah tinggi karena volumenya
bertambah oleh leburnya lapisan-lapisan es di
kedua kutub Bumi sehingga air laut akan lebih Poin Penting dari Bali Roadmap adalah Dana
cepat lagi bertambah. Hitungan pulau-pulau di Adaptasi dan Transfer Teknologi
Indonesia tidak akan 17.000 lagi, pulau-pulau 1. Negara maju menyiapkan anggaran USD 30 juta
di bawah ketinggian 1 meter akan hilang
USD 300 juta yang akan diimpelementasikan
selamanya. Di satu tempat hujan dan badai
mulai 2008 hingga berakhirnya Protokol Kyoto
akan bertambah banyak dan sering, di tempat
pada 2012.
lain malahan akan dilanda kekeringan. Habitat
2. Negara maju sepakat melakukan transfer
juga akan berubah, biota akan berubah,
teknologi melalui skema investasi.
sehingga akan ada perubahan wildlife.
Mau tak mau, pemanasan global Sekilas Tentang Perubahan Iklim
(global warming) akan menjadi isu lingkungan Secara alamiah panas matahari yang masuk ke bumi,
yang paling banyak dibahas dalam puluhan sebagian akan diserap oleh permukaan bumi,
tahun ke depan. Seperti kita lihat, tak sementara sebagian lagi akan dipantulkan kembali ke
semuanya karena ulah manusia, tetapi juga luar angkasa. Adanya lapisan gas disebut gas rumah
karena siklus alam. Walaupun Protokol Kyoto kaca yang berada di atmosfer menyebabkan
1997 untuk mengurangi emisi karbon telah terhambatnya panas matahari yang hendak dipantulkan
diratifikasi semua negara di dunia, masalah ke luar angkasa menembus atmosfer. Peristiwa
global warming akan tetap sulit diatasi. Kita terperangkapnya panas matahari di permukaan bumi ini
berhadapan dengan satu massa planet, apa dikenal dengan istilah efek rumah kaca.
manusia sanggup mengatasinya ?. Tetapi
sekecil apapun usaha untuk mengurangi emisi Sejak revolusi industri tahun 1870-an, kegiatan manusia
karbon ke udara adalah tetap lebih baik yang menggunakan bahan bakar fosil (minyak, gas dan
dibandingkan tidak sama sekali. Dengan tidak batubara) terus meningkat. Kegiatan seperti
menggantungkan seluruhnya ke bahan bakar pembangkitan tenaga listrik, kegiatan industri,
fosil adalah baik dan sebenarnya harus sudah penggunaan alat-alat elektronik, dan penggunaan
dimulai dari dulu. Emisi karbon akan mulai kendaraan bermotor pada akhirnya akan melepaskan
menurun tahun 2050 menurut IPCC sejumlah emisi gas rumah kaca ke atmosfer. Hal ini
(Intergovernmental Panel on Climate berakibat pada meningkatnya jumlah gas rumah kaca
Change), tetapi meskipun ini terjadi, kita harus yang berada di atmosfer yang kemudian menyebabkan
melalui beberapa puluh tahun lagi setelahnya meningkatnya panas matahari yang terperangkap di
sebelum warming trend berakhir. atmosfer. Peristiwa ini pada akhirnya menyebabkan
meningkatnya suhu di permukaan bumi, yang umum
Berbagai upaya melalui kerjasama
disebut 'Pemanasan Global'.
internasional diperlukan untuk mensukseskan
pengurangan gas-gas rumah kaca. Tahun
Pemanasan global kemudian pada prosesnya
1992, pada Earth Summit di Rio de Janeiro,
menyebabkan terjadinya perubahan seperti
Brazil, 150 negara berikrar untuk menghadapi
masalah gas rumah kaca dan setuju untuk meningkatnya suhu air laut, yang menyebabkan
menterjemahkan maksud ini dalam suatu meningkatnya penguapan di udara, serta berubahnya
perjanjian yang mengikat. Pada tahun 1997 di pola curah hujan dan tekanan udara. Perubahan-
Jepang, 160 negara merumuskan persetujuan perubahan ini pada akhirnya menyebabkan terjadinya Gambar 1. Skema proses penyerapan dan
yang lebih kuat yang dikenal dengan Protokol perubahan iklim. Berdasarkan penelitian para ahli, pemantauan panas matahari saat
perubahan iklim diketahui akan menimbulkan dampak- memasuki atmosfer Bumi melalui Gas
Kyoto. Terakhir tahun 2007 ini pada Konvensi Rumah Kaca.
Kerangka Kerja PBB untuk Perubahan Iklim dampak yang merugikan bagi kehidupan umat manusia.

6 Desember 2007
INFO EDISI 18 INFO PERTAMBANGAN
2. Dinitro oksida (N2O) emisi GRK yang sebelumnya disimpan di dalam pohon.
3. Metana (CH4) Seharusnya dengan luasnya kawasan hutan di
4. Sulfurheksaflorida (SF6) Indonesia, sekitar 144 juta ha (tahun 2002), maka emisi
5. Perflorokarbon (PFCs) GRK yang dapat diserap jumlahnya cukup banyak.
6. Hidroflorokarbon (HFCs) Namun dengan laju kerusakan hutan sekitar 2,2 juta ha
per tahun, tak heran jika sector kehutanan merupakan
Gas karbondioksida, dinitro oksida dan metana terutama penyumbang emisi GRK terbesar di Indonesia. Menurut
dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil di sektor The First National Communication yang berisi
energi, transportasi dan industri. Gas metana juga inventarisasi GRK di berbagai Negara, sekitar 64% dari
dihasilkan dari kegiatan pertanian dan peternakan. total emisi GRK di Indonesia dihasilkan dari sektor
Sementara untuk 3 jenis GRK yang terakhir, kehutanan.
sulfurheksaflorida, perflorokarbon dan hidroflorokarbon
dihasilkan dari industri pendingin dan penggunaan Pertanian dan Peternakan
aerosol. Sektor pertanian dan peternakan juga memberikan
kontribusi terhadap peningkatan emisi GRK di atmosfer.
Efek Rumah Kaca Dari sektor pertanian, emisi GRK dihasilkan dari sawah
Dinamakan efek rumah kaca, karena peristiwanya mirip yang tergenang, pemanfaatan pupuk, pembakaran
dengan yang terjadi di dalam rumah kaca yang biasa padang sabana, dan pembusukan sisa-sia pertanian.
digunakan untuk kegiatan pertanian dan perkebunan Sektor pertanian menurut The First National
untuk menghangatkan tanaman di dalamnya. Panas Communication secara umum menghasilkan emisi
yang masuk ke dalam rumah kaca akan 'Terperangkap' di GRK hanya sekitar 8%. Namun sektor ini menghasilkan
dalamnya, tidak dapat menembus keluar kaca, sehingga emisi gas metana tertinggi dibandingkan sektor lainnya.
akhirnya menghangatkan seisi rumah kaca tersebut. Jadi Sementara dari sektor peternakan, emisi GRK berupa
peristiwa efek rumah kaca bukanlah efek yang gas metana (CH4) dilepaskan dari kotoran ternak yang
ditimbulkan oleh gedung-gedung kaca. membusuk. Sesungguhnya untuk mengurangi emisi
Proses Terjadinya Efek Rumah Kaca GRK dari sector ini, kotoran ternak dapat diolah untuk
Panas matahari yang merambat masuk ke bumi melintasi menjadi biogas, bahan bakar yg ramah lingkungan. 2. naiknya permukaan air laut
atmosfer akan diserap oleh permukaan bumi. Kemudian 3. dampak perubahan iklim terhadap sektor
sebagian panas matahari tersebut akan dipantulkan Sampah perikanan
kembali oleh permukaan bumi ke angkasa melalui Manusia dalam setiap kegiatannya hampir selalu 4. dampak perubahan iklim terhadap sektor
atmosfer. Sebagian panas matahari yang dipantulkan menghasilkan sampah. Sampah sendiri turut kehutanan
tersebut akan diserap oleh gas rumah kaca yang berada menghasilkan emisi GRK berupa gas metana (CH4), 5. dampak perubahan iklim terhadap sektor pertanian
di atmosfer menyelimuti bumi.Panas matahari tersebut walaupun dalam jumlah yang cukup kecil jika 6. dampak perubahan iklim terhadap kesehatan
terperangkap di permukaan bumi, tidak bisa melintasi dibandingkan dengan emisi GRK yang dihasilkan dari
atmosfer. Peristiwa ini menyebabkan suhu di bumi sektor kehutanan dan energi. Diperkirakan 1 ton Konvensi Perubahan Iklim
menjadi lebih hangat. Semakin banyak jumlah gas rumah sampah padat menghasilkan 50 kg gas metana. Meningkatnya bukti ilmiah akan adanya pengaruh
kaca yang berada di atmosfer, maka semakin banyak Dengan jumlah penduduk yang terus meningkat, aktivitas manusia terhadap sistem iklim serta
pula panas matahari yang terperangkap di permukaan diperkirakan pada tahun 2020 sampah yang dihasilkan meningkatnya kesadaran masyarakat akan isu
bumi, sehingga suhu bumi pun menjadi semakin panas. per hari sekitar 500 juta kg/ hari atau 190 ribu ton/tahun. lingkungan global, menyebabkan isu perubahan iklim
Ini berarti pada tahun tersebut Indonesia akan menjadi perhatian dalam agenda politik internasional
Sumber Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) mengemisikan gas metana ke atmosfer sebesar 9500 pada tahun 1980-an. Adanya kebutuhan dari para
Meningkatnya jumlah emisi gas rumah kaca di atmosfer ton. Sampah kota perlu dikelola secara benar, agar laju pembuat kebijakan akan informasi ilmiah terkini guna
yang disebabkan oleh kegiatan manusia di berbagai perubahan iklim bisa diperlambat. merespon masalah perubahan iklim, maka pada tahun
sektor, antara lain: 1988, World Meteorological Organization (WMO) dan
Dampak Perubahan Iklim United Nations
Energi Perubahan iklim dalam prosesnya terjadi secara Environment Programme (UNEP) mendirikan
Pemanfaatan bahan bakar fosil, seperti minyak bumi, perlahan sehingga dampaknya tidak langsung Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC),
batubara, dan gas, secara berlebihan dalam berbagai dirasakan saat ini, namun akan sangat terasa bagi sebuah lembaga yang terdiri dari para ilmuwan seluruh
kegiatan merupakan penyebab utama dilepaskannya generasi mendatang. Di bawah ini adalah beberapa dunia yang bertugas meneliti fenomena perubahan iklim
emisi gas rumah kaca ke atmosfer. Pembangkitan listrik, dampak yang akan terjadi akibat perubahan iklim: serta kemungkinan solusi yang harus dilakukan. Pada
penggunaan alat-alat elektronik seperti AC, TV, 1. Mencairnya es di kutub tahun 1990, IPCC menghasilkan laporan pertamanya,
komputer, penggunaan kendaraan bermotor dan 2. Meningkatnya permukaan air laut First Assesment Report, yang menegaskan bahwa
kegiatan industri merupakan contoh kegiatan manusia 3. Pergeseran musim perubahan iklim merupakan sebuah ancaman serius bagi
yang meningkatkan emisi GRK di atmosfer. Walaupun seluruh dunia dan untuk itu diperlukan adanya
sama-sama menghasilkan emisi GRK, minyak bumi, Perubahan Iklim Bagi Indonesia kesepakatan global untuk mengatasi ancaman tersebut.
batubara dan gas bumi menghasilkan tingkat emisi yang Yang mencemaskan, Indonesia masuk sebagai negara Untuk merespon seruan IPCC, pada Desember 1990,
berbeda-beda untuk jenis kegiatan yang sama. pembuang emisi gas rumah kaca (greenhouse gas) Majelis Umum PBB membentuk sebuah komite,
Contohnya, untuk menghasilkan energi sebesar 1 kWh, empat besar di dunia. Yang rnenduduki urutan pertama Intergovernmental Negotiating Committee (INC), untuk
pembangkit listrik yang menggunakan batubara Amerika Serikat (AS), disusul China, dan Uni Eropa melakukan negosiasi perubahan iklim hingga pada
mengemisikan sekitar 940 gram CO2. Sementara yang merangkum 25 negara. Sementara di bawah pembuatan Kerangka Kerja Konvensi Perubahan Iklim
pembangkit listrik yang menggunakan minyak bumi dan Indonesia, ada Brasil, Rusia, dan terakhir lndia. Kepala (Framework Convention on Climate Change/ FCCC).
gas alam menghasilkan emisi GRK sekitar 798 dan 581 Ekonomi dan Penasihat Pemerintah Inggris untuk Setelah INC melakukan beberapa kali pertemuan, sejak
gram C02. Urusan Efek Ekonomi Perubahan Iklim dan Februari 1991 - Mei 1992, mengenai kerangka kerja
Dari contoh di atas terlihat bahwa di antara ketiga jenis Pembangunan Sir Nicholas Stern, dalam seminar konvensi tersebut, akhirnya pada tanggal 9 Mei 1992 INC
bahan bakar fosil, batubara menghasilkan emisi CO2 bertajuk "The Economic of The Climate Change", di mengadopsi sebuah konvensi yang dikenal dengan
paling tinggi daripada minyak bumi dan gas alam. Di Jakarta beberapa waktu lalu mengatakan, ada empat Konvensi PBB untuk Perubahan Iklim (United Nations
Indonesia, di antara sektor lainnya, sektor energi penyebab emisi gas rumah kaca, yaitu aktivitas dan Framework Convention on Climate Change/ UNFCCC).
menempati urutan kedua sebagai sumber GRK yaitu pemakaian energi, pertanian, kehutanan, dan limbah. Konvensi tersebut kemudian terbuka untuk
sekitar 25% dari total emisi. Sementara dari sisi "Emisi yang terbuang dari kebakaran hutan di Indonesia ditandatangani pada KTT Bumi di Rio de Janeiro, Juni
pemanfaatan energi di Indonesia, sektor industri lima kali lebih besar dari emisi yang terbuang di luar 1992. Konvensi Perubahan Iklim dinyatakan telah
merupakan sektor pengemisi GRK terbesar, diikuti oleh nonkehutanan," katanya. Sementara emisi terbuang berkekuatan hukum sejak 21 Maret 1994, setelah
sektor transportasi. dari pemakaian energi dan aktivitas industri relatif masih diratifikasi oleh 50 negara. Baru-baru ini pada 15
kecil, namun secara berlahan tumbuh secara cepat. Desember 2007 dalam konvensi tersebut yang
Kehutanan Pemanasan Global menjadi, perhatian utama dunia. membahas tentang perubahan iklim, telah disetujui oleh
Salah satu fungsi hutan adalah sebagai penyerap emisi Seratus tahun terkahir rata-rata temperatur meningkat 190 negara peserta yang turut dalam pertemuan United
GRK, biasa disebut carbon sink. Hutan bekerja untuk 0,6 derajat celcius, namun menurut Menteri KLH Nations Framework Convention on Climate Change/
menyerap dan mengubah karbondioksida (CO2), salah Rachmat Witoelar, Indonesia hanya menempatkan UNFCC di Nusa Dua Bali-Indonesia.
satu jenis GRK, menjadi oksigen (O2) untuk kebutuhan masalah lingkungan di prioritas keempat.
mahluk hidup. Oleh karena itu kegiatan pengrusakan Dampak yang mungkin muncul akibat perubahan iklim Konvensi Perubahan Iklim ini mempunyai tujuan utama
hutan, penebangan hutan, perubahan kawasan hutan di Indonesia antara lain: untuk menstabilkan konsentrasi gas rumah kaca di
menjadi bukan hutan, menyebabkan lepasnya sejumlah 1. kenaikan temperatur dan berubahnya musim atmosfer hingga pada tingkat aman, sehingga tidak

Desember 2007 7
INFO PERTAMBANGAN INFO EDISI 18

membahayakan system iklim global. Pada konvensi TV, radio dan komputer seperlunya saja. Jangan lupa
sebelumnya belum ada target-target yang mengikat, untuk mematikan peralatan elektronik yang sedang tidak
seperti tingkat penurunan emisi gas tingkat konsentrasi dipergunakan, misalnya matikan TV dan radio ketika
gas rumah kaca yang aman, serta batasan waktu untuk hendak pergi tidur.
mencapai target tersebut. Namun pada konvensi tahun Usulkan untuk memberikan penghargaan kepada
2007 ini telah dibuat target yaitu penurunan suhu 2 konsumen listrik yaitu dengan memberikan harga yang
derajat Celcius pada tahun 2050. Seperti pada lebih rendah kepada konsumen yang menggunakan listrik
pertemuan sebelumnya negara-negara peserta dibagi lebih hemat daripada pengguna listrik besar (contoh
dalam 2 kelompok, yaitu negara maju yang terdaftar di industri).
dalam Annex-I (dikenal dengan negara Annex-I) serta
negara berkembang yang tidak terdaftar di dalam Annex- Kurangi penggunaan kendaraan pribadi dan gunakan
I (dikenal dengan negara non-Annex-I). Konvensi ini kendaraan umum
dilandasi dengan prinsip kesetaraan (equity) dan prinsip Kurangi penggunaan kendaraan bermotor pribadi agar
'common but differentiated responsibilities', yaitu prinsip dapat menurunkan emisi GRK secara signifikan, karena
tanggung jawab bersama namun dengan beban yang emisi yang dihasilkan dari kendaraan bermotor cukup
berbeda-beda. Ini yang mendasari adanya perbedaan besar. Jika terpaksa menggunakan kendaraan pribadi,
tanggung jawab antara negara maju dan negara upayakan untuk berbagi dengan mereka yang memiliki
berkembang dalam upaya menurunkan emisi GRK. tujuan yang sama. Jika harus memiliki kendaraan
bermotor pribadi, pilih yang hemat BBM dengan jenis
Protokol Kyoto bahan bakar yang lebih bersih, misalnya BBG. Gunakan
Pada tahun 1995, untuk pertama kalinya diadakan sepeda atau berjalan kaki untuk menempuh jarak dekat.
sebuah Conference of the Parties (COP), atau Selain dapat menurunkan emisi GRK, berjalan kaki dan
pertemuan tahunan negara-negara penandatangan dalam Protokol Kyoto. Mekanisme ini merupakan satu-
satunya mekanisme yang melibatkan negara bersepeda akan meningkatkan kesehatan. Kendaraan
Konvensi Perubahan Iklim, pada tanggal 28 Maret - 7 umum merupakan cara terbaik untuk mengurangi emisi
April di Berlin, Jerman. COP-1 ini ditujukan untuk berkembang, dimana negara maju dapat menurunkan
emisi gas rumah kacanya (biasa disebut emisi karbon) CO2 dari kendaraan bermotor. Usulkan kepada pemda
mendapatkan kesepakatan bersama mengenai langkah- untuk menyediakan kendaraan umum yang cepat,
langkah yang akan diambil sehubungan dengan masalah dengan mengembangkan proyek ramah lingkungan
yang dapat menurunkan emisi gas rumah kaca di nyaman, dan ekonomis.
perubahan iklim serta untuk mengadopsi sebuah
protokol yang dapat memperkuat komitmen negara- negara berkembang. Mekanisme ini sendiri pada
negara Annex-I. dasarnya merupakan perdagangan karbon, dimana
negara berkembang dapat menjual kredit penurunan
emisi gas rumah kaca kepada negara Annex-I, yaitu
negara maju yang memiliki kewajiban untuk
menurunkan emisi.

Tujuan CDM seperti yang tertera pada Protokol


Kyoto artikel 12, adalah:

1. Membantu negara berkembang dalam


menerapkan pembangunan yang berkelanjutan
serta menyumbang pencapaian tujuan utama
Konvensi Perubahan Iklim, yaitu menstabilkan
konsentrasi gas rumah kaca dunia pada tingkat
yang tidak akan mengganggu sistem iklim global.
2. Membantu negara-negara Annex I atau negara Tanam Pohon dan hemat air
maju dalam memenuhi target penurunan jumlah Tanamlah pohon di sekitar lingkungan anda tinggal.
emisi negaranya. Selain berfungsi untuk menyerap emisi GRK, pepohonan
juga berfungsi untuk menyegarkan udara di sekitarnya
CDM membantu negara-negara Annex-I untuk karena 1 pohon saja bisa mengisap 1 ton CO2 sepanjang
memenuhi target pengurangan emisi rata-rata mereka hidupnya. Gunakan air seefisien mungkin dengan
Pertemuan COP-3 yang diselenggarakan pada tanggal 1 sebesar 5,2 persen di bawah tingkat emisi tahun 1990, menggunakan teknologi yang dapat menghemat
- 10 Desember 1997, merupakan ajang pergulatan yang sesuai dengan ketentuan di dalam Protokol Kyoto. penggunaan air, serta hindari kebocoran.
sangat alot antara negara maju dan negara berkembang. Dengan adanya mekanisme CDM diharapkan dapat
Negara maju yang secara historis telah lebih dahulu mendorong munculnya proyek-proyek ramah Dalam pembelian produk
mengemisikan GRK ke atmosfer melalui kegiatan lingkungan, yang terbukti dapat menurunkan emisi GRK Pilihlah produk lokal daripada produk impor. Secara
industrinya, menolak untuk memberi komitmen yang di Negara berkembang. Sebagai bukti bahwa proyek keseluruhan produk lokal akan memberikan emisi GRK
berarti di dalam Protokol Kyoto. Sementara negara CDM yang terkait telah berhasil menurunkan emisi yang lebih kecil daripada produk impor yang dalam proses
berkembang merasa belum mampu untuk menurunkan GRK, maka proyek tersebut akan dinilai, divalidasi dan transportasinya dari negara asal ke negara tujuan.
emisi GRK-nya karena dianggap akan menghambat diverifikasi hingga akhirnya berhasil mendapatkan Disamping itu batasi penggunaan kertas tisu, kantong
proses pembangunan di negaranya. sertifikat pengurangan emisi atau CER (Certified plastik, dan upayakan membeli produk-produk yang
Akhirnya, pada hari terakhir penyelenggaraan COP-3, Emission Reductions) yang dikeluarkan oleh Badan dapat didaur ulang.
dihasilkanlah sebuah kesepakatan yang mengikat CDM Internasional, lebih dikenal dengan Executive
secara hukum dengan komitmen yang lebih tegas dan Board (EB). Dalam proses pengembangan proyek CDM Bahan tulisan :
detail. Kesepakatan ini kemudian dikenal dengan disyaratkan adanya partisipasi dari masyarakat Hasil himpunan dari berbagai sumber (majalah, surat
Protokol Kyoto. Protokol ini juga didasari dengan prinsip disekitar proyek atau pihak-pihak lain yang terkait kabar, internet, dan diskusi)
'common but differentiated responsibilities. Oleh karena dengan proyek tersebut. Ini untuk menjamin bahwa
itu protokol ini mewajibkan secara hukum negara maju proyek tersebut tidak akan memberikan dampak negatif
atau negara Annex-I untuk mengurangi emisi GRK-nya bagi masyarakat lokal.
rata-rata sebesar 5,2% dari tingkat emisi tahun 1990 Upaya-Upaya Yang Harus Dilakukan
pada periode tahun 2008 - 2012. Protokol ini akan Sebagai individu kita mempunyai kewajiban untuk
berkekuatan hukum 90 hari setelah diratifikasi paling menekan tingkat emisi GRK yang dilepaskan ke
tidak oleh 55 negara dan harus mewakili 55% total emisi atmosfer hasil dari kegiatan kita. Adapun beberapa
negara-negara Annex-I. Pada tanggal 16 Februari 2005, langkah nyata yang bisa kita lakukan sebagai upaya
Protokol Kyoto akhirnya berkekuatan hukum setelah mengurangi emisi GRK, antara lain:
diratifikasi oleh 148 negara, dimana 111 diantaranya
adalah negara Annex-I.
Hemat Listrik
Gunakan penerangan dengan hemat. Penggunaan
Mekanisme Pembangunan Bersih atau Clean lampu hemat energi dan penjadwalan penerangan
Development Mechanism rumah secara tepat (misalnya sejak pk. 18.00-05.00)
Mekanisme Pembangunan Bersih (MPB) atau yang lebih akan mengurangi konsumsi listrik rumah tangga secara
dikenal dengan Clean Development Mechanism (CDM) signifikan. Gunakan peralatan elektronik, seperti AC,
merupakan salah satu mekanisme yang terdapat di

8 Desember 2007
INFO EDISI 18 INFO PERTAMBANGAN
KEBIJAKAN KONSERVASI
SUMBER DAYA MINERAL (BAHAN GALIAN)
Oleh: Wuri Handayani

Pendahuluan pengelolaannya mungkin, sehingga dalam kegiatan


 Nilai ekonominya sangat dipengaruhi oleh pertambangan selanjutnya didukung oleh data
Indonesia dilalui garis katulistiwa, teknologi dan kondisi poleksosbud. lengkap sebagai dasar perencanaan
terletak di antara benua Asia dan Australia, penerapan konservasi bahan galian. Dengan
diapit oleh Samudera India dan Fasifik, Berdasarkan sifat-sifat tersebut maka dalam demikian tidak ada potensi bahan galian yang
beriklim tropis, curah hujan relatif tinggi, dan pengelolaan sumber daya mineral/bahan terabaikan sebagai akibat tidak lengkapnya
tanah yang subur menjadikan negeri ini galian harus mengikuti kaidah konservasi data. Untuk pelaksanaan itu diperlukan
mempunyai beraneka ragam kekayaan sumber daya mineral/bahan galian agar perijinan yang menunjang.
sumber daya alam hayati, serta dengan hutan diperoleh manfaat yang optimal dan
tropisnya menempatkan sebagai bagian dari berkelanjutan.
paru-paru dunia yang sangat penting sehingga Ruang Lingkup Konservasi Sumber
masyarakat dunia sangat berkepentingan Daya Mineral / Bahan Galian
terhadap kelestarian kekayaan hayati Konservasi Sumber Daya Mineral /
Indonesia. Bahan Galian Sebagaimana telah diuraikan di atas bahawa
konservasi sumber daya mineral/ bahan galian
Kondisi tektonik Indonesia yang diapit melibatkan kegiatan pengelolaan bahan galian
oleh Lempeng Asia dan beberapa pergerakan Konservasi adalah perlindungan,
dari hulu sampai hilir, ruang lingkup
lempeng, yaitu Lempeng Pasifik, Australia, perbaikan dan penggunaan sumber daya
pelaksanaan meliputi beberapa hal barikut :
Filipina dan Lempeng samudera India alam sesuai dengan azas yang menjamin
membentuk beberapa zona penunjaman dan ekonomi atau kepentingan dan manfaat sosial 1. sumber daya dan cadangan;
tumburan, menyebabkan terbentuknya aneka yang tertinggi.
2. recovery penambangan, stripping ratio,
ragam sumber daya geologis sebagai sumber
Konservasi sumber daya mineral/ dan cut off grade,
daya alam non hayati, diantaranya yaitu
minyak bumi, gas alam, batu bara, panas bumi, bahan galian adalah upaya pengelolaan 3. penanganan bahan galian kadar marjinal
serta beraneka macam sumber daya mineral bahan galian untuk memanfaatkan yang dan kadar rendah;
logam dan non logam. optimal, berkelanjutan dan berwawasan 4. recovery pengangkutan/ pengolahan/
lingkungan bagi kepentingan rakyat secara pemurnian;
Besarnya potensi sumber daya alam luas.
baik yang hayati maupun non hayati tersebut 5. penanganan mineral ikutan dan bahan
merupakan karunia yang harus dikelola secara Konservasi bahan galian identik galian lain;
cermat agar memberikan hasil guna yang dengan optimalisasi manfaat bahan galian. 6. penanganan sisa sumbar daya dan
optimal bagi kepentingan pembangunan tanpa penerapan kaidah konservasi secara cadangan pasca tambang;
masyarakat luas secara berkelanjutan. insentif dan efektif, akan berakibat
7. penanganan tailing
Pengelolaan sumber daya hayati harus menurunnya peran dan manfaat sumber daya
mempertimbangkan potensi sumber daya non mineral dalam pembangunan sebagai akibat 8. peningkatan nilai tambah bahan galian;
hayati dan sebaliknya, sehingga keduanya hilangnya kesempatan untuk mengusahakan 9. penutupan tambang;
dapat memberikan manfaat yang optimal, tidak ataupun hilangnya atau menurunnya nilai
10. p e n a t a a n w i l a y a h k o n s e r v a s i
ada potensi yang terabaikan dan tersia-siakan. bahan galian, baik secara fisik, ekonomis
pertambangan umum.
maupun fungsinya.
Sumber daya mineral sebagai sumber
daya alam tak terbarukan, untuk dapat Bahan galian merupakan sumber Pengawasan Konservasi Sumber Daya
dimanfaatkan memerlukan tahapan yang daya alam tak terbarukan, maka selalu ada Mineral / Bahan galian
sangat panjang, sarat modal dan teknologi upaya untuk mengganti penggunaan bahan  Konservasi dalam rangka perlindungan
serta mempunyai potensi merusak lingkungan. galian dengan bahan lain ( subtitusi ), oleh bahan galian maka perlu adanya
Oleh sebab itu perlu dikelolah dengan baik karena itu perlu adanya strategi yang tepat pengawasan.
agar diperoleh manfaat yang optimal. dalam menentukan jenis, jumlah dan kualitas
produksi bahan galian untuk waktu waktu 
Pengawasan konservasi sangat penting
Pengelolahan sumber daya mineral, tertentu sehingga diperoleh manfaat yang untuk memantau perkembangan kegiatan
khususnya konservasi sumber daya mineral optimum. eksplorasi dan eksploitasi, menghindari
mengacu pada peraturan perundang penyalahgunaan wewenang atas izin
undangan sebagai berikut : Pelaku usaha pertambangan apabila usaha pertambangan, dan pelanggaran
hanya bertendesi untuk memperoleh azas serta kaidah konservasi.
1. Undang undang Dasar 1945, pasal 33 keuntungan yang besar dengan mudah dan
ayat 3 : 
Pelanggaran kaidah konservasi umumnya
cepat, yaitu hanya menmanfaatkan / disebabkan ingin mendapatkan
 Bumi dan air dan kekayaan alam yang menggali bahan galian kadar tinggi atau
terkandung di dalamnya dikuasai oleh bahan galian yang mudah dan murah proses keuntungan yang sebesar-besarnya,
negara dan dipergunakan sebesar- eksploitasinya serta melekukan pengolahan teknologi yang kurang memadai, tak
besarnya untuk kemakmuran rakyat. adanya kepastian hukum.
dengan cara yang kurang efisien dengan
2. Keputusan menteri Energi Dan Sumber Daya perolehan yang rendah (recovery rendah),
Mineral Nomor : 1453 Tahun 2000. akan menyebabkan banyak terjadi penyia- Karena kegiatan pengolaan bahan galian
nyiaan bahan galian, sumber daya potensial mempunyai resiko yang tinggi, maka
Sumber daya mineral ( bahan galian) tertinggal atau terbuang, sehingga hilang atau kebijaksanaan pengawasan juga harus
merupakan sumber daya alam non-hayati berkurang peluang memanfaatkannya. memperhatikan kepentingan para pemegang
yang mempunyai sifat-sifat sbb : izin usaha pertambangan. Kebijaksanaan
Konservasi bahan galian dalam pengawasan yang bersifat mempersempit
 Tidak terbarukan penerapannya tidak hanya menangani sisi
 Jumlah didalam sangat terbatas ruang gerak perusahaan harus dihindari,
hilir dari kegiatan pertambangan, namun karena hal ini dapat mangganggu iklim
 Pengelolaannya mudah menimbulkan untuk memperoleh manfaat yang optimal,
kerusakan lingkungan investasi di Indonesia.
bahan galian harus terkelola dengan baik
 Keberadaannya tidak dapat dipindahkan mulai dari hulu sampai hilir, yaitu sejak
 Kerterjadiannya ditentukan oleh proses eksplorasi sudah harus berorentasi
geologi yang lama (jutaan tahun) merupakan kaidah konservasi bahan galian
 Umumnya mempunyai resiko tinggi dalam dengan pengumpulan fakta seoptimal

Desember 2007 9
INFO PERTAMBANGAN INFO EDISI 18

“PENGELOLAAN PERTAMBANGAN UMUM DALAM OTONOMI DAERAH”


KONTRIBUSI SEKTOR PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN TERHADAP
PEMBENTUKAN PDRB PROVINSI NTB DAN KABUPATEN SUMBAWA BARAT
SERTA KABUPATEN SUMBAWA SEBUAH TINJAUAN SINGKAT Oleh. Ir. Muhammad Husni, M.Si

UMUM KONTRIBUSI SEKTOR


PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN Tabel-2. Distribusi Persentase PDRB Atas
PDRB merupakan salahsatu indikator Dasar Harga Konstan untuk
makro ekonomi yang banyak digunakan Sektor Pertanian serta Sektor
untuk mengetahui tingkat keberhasilan 1. PROVINSI NTB Pertambangan dan Penggalian.
pembangunan di tingkat regional. Hingga a. Tahap Operasi Produksi konsentrat
tahun 2000, dominasi sektor pertanian PT. NNT dimulai secara efektif pada Tahun Sektor Sektor
terhadap pembentukan PDRB Provinsi tahun 2000, sehingga sejak itu Pertanian Pertambangan
NTB masih tak tertandingi oleh sektor- kontribusi sektor pertambangan dan (%) & Penggalian (%)
sektor lainnya. Hal ini dapat dipahami penggalian terhadap pembentukan
karena memang Pemerintah Provinsi NTB PDRB Provinsi NTB mulai 2001 27,00 29,55
menempatkan sektor pertanian sebagai mengancam dominasi sektor 2002 26,41 29,54
sektor prioritas dalam pembangunan pertanian yang hingga tahun 2000 2003 26,60 28,51
daerah guna mewujudkan kesejahteraan mendominasi pembentukan PDRB. 2004 25,73 29,26
masyarakat. Pengembangan sektor lain Sebagai gambaran dominasi sektor 2005 25,52 27,65
masih merupakan alternatif dalam upaya pertanian dapat ditunjukkan sampel
peningkatan pertumbuhan ekonomi. PDRB Atas Dasar Harga Konstan Sumber:
Kondisi ini secara tidak langsung telah mulai tahun 1996-2000 sebagai - BAPPEDA-BPS NTB, PDRB Provinsi NTB
mengakibatkan lambatnya pertumbuhan berikut: Th 2006.
ekonomi karena daya saing produk
pertanian yang dihasilkan belum juga
mampu bersaing secara optimal di pasar Tabel-1. Distribusi Persentase PDRB b. Fakta lain yang dapat menunjukkan
nasional maupun internasional. Seiring Atas Dasar Harga Konstan bukti dominasi sektor pertambangan
perjalanan waktu, muncul upaya baru untuk Sektor Pertanian serta dan penggalian terhadap
dalam pengembangan sumber ekonomi Sektor Pertambangan dan pembentukan PDRB Provinsi NTB
di bidang pertambangan mineral. Sumber Penggalian dapat diperlihatkan melalui nilai
ekonomi ini sangat dipercaya akan ekspor Provinsi NTB dengan sampel
mampu bersaing di pasar nasional Tahun Sektor Sektor tahun 2000 dan 2001 (Sumber: Bank
maupun internasional. Namun demikian, Pertanian Pertambangan Indonesia, 2002) sebagai berikut:
tidak sedikit upaya untuk menggagalkan (%) & Penggalian (%) ● Tahun 2000, total nilai ekspor
pengembangan sumber ekonomi Provinsi NTB sebesar US$ 445,52
1996 36,29 3,11 juta dimana nilai ekspor konsentrat
tersebut dengan mengusung isu lingkungan, 1997 35,10 3,15
baik lingkungan fisik maupun sosial. PT. NNT sebesar US$ 428,65 juta
1998 36,08 2,84
Berbagai upaya penolakan yang 1999 35,85 3,97
atau 96,22%.
dilakukan oleh pihak-pihak tertentu tidak 2000 27,67 24,78 ● Tahun 2001, total nilai ekspor
menyurutkan semangat Pemerintah Provinsi NTB sebesar US$ 513,58
untuk tetap mengembangkan sumber Sumber: juta dimana nilai ekspor konsentrat
- BPS-NTB, NTB Dalam Angka 1997 & 2000. PT. NNT sebesar US$ 499,06 juta
ekonomi tersebut dengan alasan untuk - BAPPEDA-BPS NTB, PDRB Provinsi NTB Tahun 2003.
mendukung tersedianya sumber-sumber atau 97,18%.
pembiayaan pembangunan nasional.
Pengembangan sumber ekonomi 2 KABUPATEN SUMBAWA BARAT
tersebut merupakan upaya Pemerintah Namun demikian, sejak tahun 2001 a. Kabupaten Sumbawa Barat yang
dalam rangka meningkatkan investasi, dominasi sektor pertanian diambilalih terbentuk pada tahun 2003, harus
baik dari dalam negeri (PMDN) maupun oleh sektor pertambangan dan mengakui dominasi mutlak sektor
luar negeri (PMA). penggalian melalui
Kehadiran PT. NNT di wilayah Provinsi ekspor konsentrat
NTB telah mengubah peta kontribusi PT. NNT. Sebagai
sektor terhadap pembentukan PDRB g a m b a r a n
Provinsi NTB. Besarnya nilai ekspor dominasi sektor
konsentrat telah menggeser dominasi pertambangan dan
sektor pertanian dalam pembentukan penggalian dapat
PDRB Provinsi NTB sejak tahun 2001. ditunjukkan
Kondisi ini telah menimbulkan berbagai sampel PDRB Atas
pendapat yang berbeda dalam menilai Dasar Harga
perubahan yang terjadi. Bagaimana pula Konstan mulai
pengaruhnya terhadap PDRB Kabupaten tahun 2001-2005
Sumbawa dan Sumbawa Barat? Mari kita sebagai berikut:
ikuti uraian selanjutnya.

10 Desember 2007
INFO EDISI 18 INFO PERTAMBANGAN
pertambangan dan penggalian dalam b. Sebagai gambaran dominasi sektor
pembentukan PDRB-nya. Kondisi ini pertanian terhadap sektor
bisa disebabkan karena sektor pertambangan dan penggalian dapat
pertanian maupun sektor-sektor ditunjukkan sampel PDRB Atas Dasar
lainnya masih dalam tahapan Harga Konstan 2000 mulai tahun
pengembangan dan peningkatan 2001-2005 sebagai berikut:
kapasitas untuk mengoptimalkan
pemanfaatan seluruh potensi sumber
daya ekonomi yang tersedia. Tabel-4. Distribusi Persentase PDRB Atas
b. Sebagai gambaran dominasi mutlak Dasar Harga Konstan 2000
sektor pertambangan dan penggalian untuk Sektor Pertanian serta
dapat ditunjukkan sampel PDRB Atas Sektor Pertambangan dan
Dasar Harga Konstan 2000 mulai Penggalian.
tahun 2001-2005 sebagai
berikut: Tahun Sektor Sektor
Pertanian Pertambangan
Tabel-3. Distribusi Persentase PDRB Atas (%) & Penggalian (%)
Dasar Harga Konstan 2000
untuk Sektor Pertanian serta 2001 45,85 2,13
Sektor Pertambangan dan 2002 45,31 2,14
Penggalian. 2003 45,33 2,14
2004 44,91 2,15
Tahun Sektor Sektor 2005 43,97 2,18
Pertanian Pertambangan
(%) & Penggalian (%) Sumber:
- BAPPEDA-BPS NTB, PDRB Provinsi NTB
2001 2,74 93,40 Th 2006.
2002 2,69 93,38
pertambangan lebih disebabkan
2003 2,77 93,11 karena ketidaksiapan masyarakat
2004 2,59 93,41 PENUTUP dalam upaya mengakses potensi
2005 2,75 92,86 a. Keberadaan industri pertambangan ekonomi yang muncul seiring dengan
yang dikelola oleh PT. NNT telah hadirnya industri pertambangan.
Sumber:
meningkatkan kontribusi sektor Kondisi ini berpeluang besar
- BAPPEDA-BPS NTB, PDRB Provinsi NTB Th 2006.
pertambangan dan penggalian menimbulkan kesenjangan ekonomi
terhadap pembentukan PDRB diantara masyarakat khususnya yang
Provinsi NTB secara fantastik. berada di wilayah sekitar tambang.
Demikian pula terhadap PDRB d. Prinsip yang perlu kita pahami
3 KABUPATEN SUMBAWA Kabupaten Sumbawa Barat yang
dapat dikatakan mendominasi secara bersama bahwa industri
a. Kabupaten Sumbawa dengan luas mutlak. Sementara untuk Kabupaten pertambangan hanya sebagai
wilayah terbesar diantara Sumbawa belum memberikan penggerak awal (prime mover) bagi
Kabupaten/Kota di Provinsi NTB, pengaruh yang signifikan. pengembangan ekonomi masyarakat
masih menempatkan sektor pertanian yang diharapkan mampu
b. Industri pertambangan selalu akan
sebagai sektor dominan dalam menggerakkan sektor-sektor lain
melahirkan pusat pertumbuhan
pembentukan PDRB-nya. Sementara ekonomi baru yang harus dapat secara simultan. Hal ini disebabkan
sektor pertambangan dan penggalian dimanfaatkan secara optimal oleh karena sumber daya mineral yang
masih menempati urutan kedelapan masyarakat guna meningkatkan dieksploitasi adalah sumber daya
dari sembilan sektor pembentuk kesejahteraannya dan juga untuk yang tidak dapat diperbaharui
mendukung pengembangan sektor- (unrenewable resources). Oleh
PDRB. Kondisi ini disebabkan karena
sektor lainnya. Hal ini perlu dilakukan karena itu, jangan berharap terlalu
keberadaan wilayah Kontrak Karya PT. agar ketika industri pertambangan
NNT di Kabupaten Sumbawa masih lama untuk membangun bersama
selesai beroperasi, aktivitas ekonomi
dalam tahapan eksplorasi sehingga industri pertambangan. Posisi industri
di wilayah tersebut tetap dapat
belum dapat mempengaruhi dipertahankan dan bahkan pertambangan ibarat orangtua yang
pertumbuhan ekonomi secara ditingkatkan. mendorong anaknya untuk terus
signifikan. maju meraih keberhasilan (Tut Wuri
c. Munculnya berbagai pendapat yang Handayani).
berbeda terhadap industri

Desember 2007 11
INFO PERTAMBANGAN INFO EDISI 18
Selulosa Glukosa
( C6H12O6 )n n(C6H12O6)

BIOGAS SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF Glukosa


n(C6H12O6)
Etanol
n(CH3 -CH2 -OH) + 2 n (CO2)

PENGGANTI MINYAK TANAH Etanol


n(CH3 -CH2 -OH) + 2 n (CO2)
Bakteri Asam asetat Metana
2n(CH2-COOH) + n ( CH4 )
Metanogenik

1. Faktor-faktor yang mempengaruhi


produksi biogas
a. Bahan baku isian
I. PENDAHULUAN ganda. Mengingat bahwa populasi ternak di
Unsur karbon (C) dibutuhkan untuk
NTB relatif banyak, maka energi alternatif
pembentukan gas metana (CH4). Unsur
Energi mempunyai peranan penting yang paling tepat diaplikasikan saat ini adalah
nitrogen (N) dibutuhkan untuk pembentukan sel
dalam pencapaian tujuan sosial, ekonomi dan biogas.
bakteri anaerobik. Perbanding C/N yang baik =
lingkungan untuk pembangunan
30. John Fry memberikan harga perbandingan
berkelanjutan serta merupakan pendukung I. KARAKTERISTIK BIOGAS
C/N untuk beberapa jenis kotoran seperti
bagi kegiatan ekonomi nasional. Penggunaan Biogas adalah gas hasil pembusukan
ditunjukkan dalam Tabel 2.
energi di Indonesia meningkat pesat sejalan bahan organik oleh mikroorganisme dalam
dengan pertumbuhan ekonomi dan lingkungan tanpa oksigen atau berkadar
Tabel 2. Perbandingan C/N untuk beberapa
pertambahan penduduk. Sementara akses ke oksigen rendah (anaerobic). Komposisi
jenis kotoran
energi yang andal dan terjangkau merupakan penyusun biogas adalah gas metana (CH4)
pra-syarat utama untuk meningkatkan standar dan karbon dioksida (CO2). Biogas dapat No. Jenis Kotoran Perbandingan C/N
hidup masyarakat. Permintaan dan dimanfaatkan sebagai bahan bakar dengan
1. Manusia 6 - 10
pemakaian bahan bakar minyak untuk nilai kalor sekitar 4800 6700 kcal/m3.
2. Sapi 18
membangkitkan energi semakin tinggi. Bahan organik yang dapat
Sejalan dengan itu, harga bahan bakar minyak dimanfaatkan untuk memproduksi biogas 3. Kerbau 18
semakin mahal karena sumber bahan bakar antara lain limbah (sisa) pertanian yang 4. Kuda 25
fosil semakin langka. Jika perkiraan cadangan basah, kotoran hewan dan manusia atau 5. Kambing / domba 30
minyak bumi Indonesia habis pada tahun 2023 campurannya. 6. Babi 25
menjadi kenyataan, maka sumber-sumber Komposisi biogas yang dihasilkan 7. Ayam 15
bahan bakar alternatif yang potensial harus dalam proses fermentasi kotoran sapi dan Sumber : Harahap, dkk (1978)
dikembangkan secara intensif dari sekarang. campuran kotoran ternak dan sisa pertanian
Selain itu, isu pemanasan global dan terdiri dari beberapa komponen seperti a. Derajat keasaman
kesepakatan dalam Protocol Kyoto disajikan pada Tabel 1 berikut ini. Pada awal pencernaan, derajat keasaman (pH)
menyebabkan semakin besar artinya bahan bahan yang terisi dalam tangki pencerna dapat
bakar dengan kadar emisi gas buang yang Tabel 1. Komposisi Biogas (%) Kotoran turun menjadi 6 atau lebih rendah yang
rendah. Sapi dan campuran kotoran ternak diakibatkan dari pencernaan bahan organik
Indonesia adalah Negara agraris, dan sisa pertanian oleh bakteri aerobik. Setelah 2 3 minggu, pH
yang sangat kaya dengan potensi energi Komposisi Biogas (%) mulai naik disertai dengan perkembangbiakan
alternatif antara lain adalah biomasa. No. Jenis Gas Kotoran
Campuran kotoran bakteri pembentuk metana. Bakteri anaerobik
ternak dan sisa
Kebutuhan energi dalam negeri selama ini Sapi
pertanian bekerja paling giat pada keadaan pH antara 6,8
masih sangat tergantung pada pasokan energi 1. Metan (CH4) 65,7 54 – 70 8 (kisaran yang memberikan pencernaan
fosil (minyak bumi, gas bumi, dan batubara) 2. Karbon dioksida (CO2) 27,0 45 – 27 optimum = laju produksi biogas optimum).
sebagai sumber energi utama. Kebutuhan 3. Nitrogen (N2) 2,3 0,5 – 3,0 b. Temperatur pencernaan
energi fosil mencapai 94,6% dari total 4. Karbon monoksida (CO) 0,0 0,1 Pencernaan anaerobik dapat berlangsung
kebutuhan energi nasional (DJLPE, 2002). 5. Oksigen (O2) 0,1 6,0 pada kisaran 5 55oC. Temperatur optimum
Peran energi alternatif dalam suplai energi 6. Propan (C3H8) 0,7 - untuk penghasil biogas adalah 35oC.
nasional masih sangat kecil dibandingkan 7. Hidrogen sulfida (H2S) - sedikit c. Pengenceran bahan baku isian
dengan energi fosil. Dalam Kebijakan Energi Isian yang paling baik untuk penghasil biogas
Nasional (KEN 2003-2020), tertuang bahwa Sumber : Harahap, dkk (1978)
mengandung 7 9 % bahan kering. John Meynel
pada tahun 2020 peran EBT diharapkan akan (1976) memberikan harga rata-rata bahan
mencapai 5% dari kebutuhan energi nasional. kering beberapa kotoran seperti ditunjukkan
Untuk mencapai tujuan di atas, perlu PROSES PRODUKSI BIOGAS
pada Tabel 3.
dilakukan kegiatan penelitian dan
pengembangan energi alternatif secara tepat Proses dekomposisi anaerobik bahan baku No. Jenis Kotoran Perbandingan C/N
dan menyeluruh. Salah satu strategi yang yang dicerna oleh bakteri-bakteri untuk
perkembangan dan kehidupan bakteri- 1. Manusia 11
digunakan adalah pemanfaatan potensi
setempat untuk dikembangkan menjadi bakteri itu sendiri berlangsung dalam tiga 2. Sapi 18
sumber energi yang murah yang dapat tahapan, yaitu :
 Tahap Likuifikasi; bahan organik 3. B a b i 11
dimanfaatkan oleh masyarakat di sekitarnya.
Persebaran penduduk NTB sekitar 70 (karbohidrat, protein, lemak) mengalami 4. Ayam / burung 25
berdomisili di perdesaan (BPS, 2005) hidrolisis dan fermentasi oleh mikroba
asetogenik menjadi asam lemak, Sumber : Harahap, dkk (1978)
sehingga pengembangan potensi energi
perdesaan yang bersifat terbarukan akan senyawa asetat dan sedikit hidrogen dan
memberikan pengaruh yang signifikan karbon dioksida.
terhadap kebutuhan energi nasional.  Tahap Asifidikasi; asam lemak mengalami Untuk setiap jenis kotoran pengenceran isian
Kebutuhan energi konvensional di perdesaan proses pengasaman oleh mikroba dengan air dilakukan berbeda-beda. Contoh,
asetonenik.. kotoran sapi segar mengandung bahan kering
sebagian besar adalah minyak tanah yang
digunakan untuk memasak. Seiring dengan  Tahap Metanasi; penguraian senyawa sebanyak 18 %. Untuk memperoleh isian
kenaikan harga BBM, sering terjadi aseta menjadi gas metana dan karbon dengan kandungan bahan kering 7 9 %, maka
dioksida. perlu diencerkan dengan menambahkan air
kelangkaan minyak tanah sehingga sebanyak kotoran sapinya ( 1 : 1 ).
menyebabkan perubahan pola konsumsi
energi di masyarakat, yaitu terjadi peningkatan Menurut Hadiwiyoto (Lemigas, 2001) Perbandingan kotoran dan air untuk babi dan
pemakaian kayu bakar secara berlebihan fermentasi berlangsung secara bertahap, ayam adalah 1 : 2.
sehingga dapat mengganggu kestabilan dan mulai dari pemecahan selulosa menjadi
kelestarian alam. glukosa hingga terbentuk senyawa yang a. Waktu tinggal
Solusi untuk mengatasi permasalahan dapat diuraikan oleh bakteri metanogenik. Perolehan biogas beberapa jenis bahan baku
tersebut di atas adalah melalui penyediaan Reaksi kimia pada proses fermentasi isian sebagai fungsi waktu ditunjukkan pada
energi alternatif yang murah, mudah anaerob pembentukan biogas adalah Tabel 4 berikut ini.
diperoleh, ramah lingkungan, dapat sebagai berikut :
Tabel 3. Perolehan biogas beberapa jenis
terbarukan serta dapat memberikan efek bahan baku isian sebagai fungsi waktu

12 Desember 2007
INFO EDISI 18 INFO PERTAMBANGAN
ASPEK KEEKONOMIAN BIOGAS
Jenis Kumulatif % perolehan biogas
No.
Kotoran 10 20 30 40 50 60 70 80 90 Harga eceran minyak tanah di Provinsi Nusa
Tenggara Barat berkisar antara Rp.2.500,- ~
1. Manusia 40,7 81,5 94,1 98,2 98,7 100 Rp.4.000,- per liter (rata-rata Rp.3.000,- per
2. Babi 46,0 78,1 93,9 97,5 99,1 100 liter). Dengan dibangunnya Prototipe Digester
Biogas Skala Rumah Tangga di rumah petani
3. Rumput 98,2 100 ternak dengan laju produksi rata-rata 2,0
m3/hari diharapkan dapat mereduksi
4. Sapi 34,4 74,6 86,2 92,7 97,3 100
kebutuhan minyak tanah petani ternak
5. Jerami 8,8 30,8 53,7 78,3 88,7 93,2 96,7 98,8 100 dimaksud dari rata-rata 1,5 liter/hari menjadi 0
(nol) liter/hari atau bebas minyak tanah (1 m3
2. Digester Biogas penyalur gas terbuat dari plastik dan paralon biogas setara dengan 0,62 liter minyak tanah),
dengan diameter 1/2 inch. Sedangkan maka produksi biogas tersebut dapat
Prinsip kerja dalam pembuatan biogas adalah kompor masak adalah kompor gas dengan diasumsikan setara dengan penghematan
fermentasi yang dilakukan dalam kondisi modifikasi tertentu sehingga mampu bekerja minyak tanah 1,5 liter/hari. Penghematan ini
tanpa oksigen dalam digester. Instalasi pada tekanan rendah. setara dengan penghematan biaya Rp.4.500,-
pembuatan biogas terdiri dari bak pengumpan Pengisian umpan pertama sekitar 4 m3 /hari setiap rumah tangga. Dengan demikian,
('inlet'), digester, bak penampung ampas berupa adonan kotoran ternak dan air dengan maka dalam waktu satu bulan petani ternak
('outlet') penampung gas, pipa/selang rasio 1 :1 hingga digester penuh. Selanjutnya dapat menghemat biaya sebesar Rp.135.000,-
penyalur gas, alat pengatur tekanan, dan alat penambahan umpan kotoran ternak dan air dan dalam satu tahun akan mencapai
pengguna biogas yang berupa kompor, lampu, dilakukan setiap pagi dan sore hari untuk Rp.1.620.000,-.
atau genset. Digester berupa tempat tertutup menjaga kontinuitas produksi gas dan Penghematan pemakaian minyak tanah dapat
yang dirancang sedemikian rupa yang menghindari penumpukan kotoran ternak di dikonversi menjadi nilai uang yang tersimpan
digunakan sebagai tempat untuk memproses sekitar kandang. Gas akan mulai terbentuk yang dapat digunakan sebagai investasi untuk
biomassa menjadi biogas. setelah dua minggu pertama sejak pembangunan instalasi dan pembelian
Terdapat beberapa macam digester yang pemasangan dilakukan dan setelah satu peralatan biogas. Sebagai ilustrasi, biaya
sudah dikenal masyarakat. Pada umumnya, bulan gas akan terbentuk secara kontinyu Percontohan Prototipe Digester Biogas Skala
bentuk digester terdiri dari 3 (tiga) jenis model selama pemasukan umpan segar tetap Rumah Tangga sekitar Rp.7.000.000,-/unit.
konstruksi, yaitu digester permanen ('fixed dilakukan. Digester akan tetap mampu Jika produksi biogas setara dengan
dome digester'), digester semi permanen menampung kotoran ternak karena p e n g h e m a t a n m i n y a k t a n a h s e n i l a i
('floating roof digester'), dan model konstruksi dilengkapi dengan sistem pembuangan yang Rp.1.620.000,-/tahun, maka pembangunan
sederhana ('plastic''). otomatis bekerja apabila terdapat tekanan sarana biogas seperti di atas dapat dibuat
akibat pemasukan umpan baru. setara dengan penghentian pemakaian minyak
STUDI KASUS PERCONTOHAN BIOGAS Gas yang dihasilkan dari digester ditampung tanah selama 4 tahun 4 bulan.
Untuk mengetahui dampak penggunaan dalam penampung gas dan siap digunakan Asumsi penghematan minyak tanah apabila
biogas terhadap tingkat kebutuhan minyak untuk memasak atau untuk keperluan dikorelasikan dengan potensi biogas nasional
tanah skala rumah tangga, maka Dinas lainnya. Pada kondisi dimana gas tidak diperkirakan dapat menghemat dana subsidi
Pertambangan dan Energi Provinsi Nusa digunakan, penampung gas akan penuh dan pemerintah yang sangat besar. Dari hasil
Tenggara Barat telah mengembangkan tidak dapat menampung gas lebih banyak penelitian Dinas Pertambangan dan Energi
Prototipe Digester Biogas Skala Rumah lagi. Kelebihan pasokan gas akan dibuang ke Provinsi NTB diketahui bahwa jumlah populasi
Tangga masing-masing satu unit di Kabupaten atmosfer melalui pengatur tekanan untuk ternak (sapi dan kerbau) di NTB sekitar 593.400
Lombok Barat, Lombok Tengah, Sumbawa menahan tekanan dalam sistem pada 4 cm ekor. Apabila 10% dari jumlah populasi ternak
Barat, Sumbawa dan Bima Provinsi Nusa air. tersebut kotorannya digunakan untuk biogas,
Tenggara Barat. Aktifitas memasak di rumah tangga peternak maka terdapat sekitar 59.340 ekor ternak untuk
berlangsung pada pagi dan sore hari. Pada mengisi 197.800 lebih digester biogas skala
Percontohan ini berupa pembangunan siang hari, aktifitas memasak biasanya jarang rumah tangga dengan asumsi satu digester
digester semi permanen dengan dengan dilakukan. Pola aktifitas masak seperti ini setara dengan kotoran 3 (tiga) ekor ternak.
komponen utama terdiri dari digester kapasitas sangat cocok dengan ketersediaan biogas Produksi biogas dari pengembangan digester
4 m3. menara penampung berukuran 2x1x2 m, yang hanya dapat digunakan selama 5-6 jam tersebut setara dengan penghematan minyak
penampung gas yang terbuat dari plastik per hari. Adanya waktu istirahat pada siang tanah sebesar 108,3 juta liter/tahun. Apabila
dengan ketebalan 250 mikron dengan hari memberikan kesempatan digester untuk harga ekonomi minyak tanah sebesar
kapasitas 2 m3 (Gambar 1). Volume digester mensuplai biogas sehingga dapat digunakan Rp.6.000,-/liter dan harga jual minyak tanah
dan penampung gas tersebut digunakan untuk secara kontinyu. dari pemerintah ke masyarakat sebesar
mengolah kotoran 2 4 ekor ternak. Ketersediaan biogas di lingkungan sendiri Rp.2.000,-/liter, maka dengan penggunaan
dapat menggantikan peran minyak tanah biogas terdapat potensi penghematan subsidi
yang biasa digunakan sehari-hari. Sebelum minyak tanah di NTB sebesar Rp. 433,2
tersedia biogas, petani ternak mengkonsumsi milyar/tahun dengan asumsi harga jual minyak
minyak tanah 1 ~ 2 liter/hari (rata-rata 1,5 tanah dari pemerintah ke masyarakat adalah
liter/hari). Rp.2.000,-/liter. Penghematan devisa negara
Laju produksi biogas diperkirakan 1,50 ~ 2,50 masih memiliki peluang lebih besar karena
m3/hari (rata-rata 2,0 m3/hari) yang mampu masih terdapat potensi biogas dari hewan
digunakan untuk memasak selama sekitar 5 ternak lain dan limbah biomassa (enceng
6 jam. gondok, sampah, limbah pertanian, limbah
Berdasarkan pengamatan di lapangan, perkebunan, dll) yang juga memiliki potensi
penerapan teknologi konversi biogas dengan untuk dikonversi menjadi biogas. Disamping itu,
peralatan semi permanen cocok untuk keuntungan lainnya berupa pupuk organik (cair
Gambar Konfigurasi Digester Biogas Skala Rumah dikembangkan di perdesaan, dengan dan padat) sisa fermentasi serta terpeliharanya
Tangga
pertimbangan antara lain : lingkungan yang bersih dan sehat.
 Biaya pembangunan relatif murah
Ukuran tersebut dibuat berdasarkan asumsi
jika dibandingkan dengan sarana biogas PROSPEK BIOGAS
bahwa satu ekor ternak menghasilkan kotoran
konvesional. Sebagai sarana percontohan,
10-20 kg/hari dan waktu optimal proses
pengaruh yang ditimbulkan diharapkan dapat Penerapan biogas sebagai energi alternatif
pembentukan biogas 30 hari. Kotoran ternak
menarik minat masyarakat untuk dapat pengganti minyak tanah telah memberikan
dibuat 'slury' dengan menambahkan air
mengadakan sendiri secara swadaya. berbagai dampak positif, baik yang langsung
dengan perbandingan volume 1:1 sebelum
 Konstruksi sederhana dengan cara dirasakan oleh peternak ternak ataupun yang
dimasukkan ke dalam digester.
pemasangan dan pengoperasian yang memberikan dampak setelah diterapkan dalam
Peralatan lain yang diperlukan adalah
mudah dan tidak membutuhkan tenaga waktu lama (jangka panjang). Beberapa
pembuatan biogas alat pengumpan, selang
terampil sangat cocok dengan kondisi k e u n t u n g a n y a n g d a p a t d i t a r i k d a r i
penyalur gas, pengatur tekanan, dan kompor
masyarakat perdesaan. Kesederhanaan ini pengembangan biogas di perdesaan, antara
biogas untuk mengambil energi. Alat
diharapkan dengan mudah dapat ditiru dan lain:
pengumpan berupa sekop dan ember
dikembangkan oleh masyarakat. 1. Bagi petani ternak
pengumpan untuk membuat 'slury'. Selang

Desember 2007 13
INFO PERTAMBANGAN INFO EDISI 18

a. Memperoleh gas yang dapat PENUTUP DAFTAR PUSTAKA


menggantikan minyak tanah.
b. Memperoleh pupuk organik yang Pengembangan teknologi biogas di Provinsi Harahap, Filino, dkk., 1978; Teknologi
berkualitas tinggi. Nusa Tenggara Barat telah memberikan Pemanfaatan Gas Bio, Pusat
c. Terpeliharanya lingkungan yang dampak positif langsung yang dirasakan Pengembangan Teknologi, Institut
bersih dan sehat. masyarakat pengguna yaitu dengan Teknologi Bandung, Bandung.
2. Bagi masyarakat terbebasnya masyarakat tersebut dari Rusdi, Amir., 2006; Teknologi Pemanfaatan
a. Membuka peluang usaha. kebutuhan minyak tanah. Laju produksi Energi Biogas, Pusdiklat
b. Membuka lapangan kerja baru. biogas yang terukur dari digester di lapangan Ketenagalistrikan dan Energi Baru
3. Bagi Pemerintah adalah rata-rata 2,0 m3/hari yang Terbarukan, DESDM, Jakarta.
a. Dapat mengurangi angka pengangguran. diasumsikan setara dengan energi miyak S a r a g i h , J a u m u m . , 2 0 0 6 ; Te k n o l o g i
b. Dapat mengurangi subsidi terhadap tanah untuk memasak sebanyak 1,5 liter/hari. Pemanfaatan Energi Biomassa,
bahan bakar minyak. Energi alternatif biogas dengan bahan baku Pusdiklat Ketenagalistrikan dan
c. Terpeliharanya kelestarian alam. yang murah dan teknologi sederhana, sangat Energi Baru Terbarukan, DESDM,
d. Mengurangi pencemaran lingkungan. cocok diaplikasikan sebagai teknologi di Jakarta.
e. Mengurangi konsumsi minyak tanah. perdesaan, karena disamping dapat -------------------------, 2001; Unit Diversifikasi
4. Keterkaitan dengan program dunia. meningkatkan ekonomi keluarga dan Energi Uji Skala Laboratorium dan
a. Pengembangan biogas sejalan terciptanya lingkungan bersih dan sehat, juga Perancangan Pilot Plant Biogas.
dengan Protocol Kyoto 1977 dalam dapat menghemat devisa negara. Pusat Penelitian dan
upaya mengatasi masalah Sebagai kegiatan percontohan bagi Pengembangan Teknologi Minyak
perubahan iklim global dan masyarakat desa, kegiatan percontohan dan Gas Bumi Lemigas, Jakarta.
membatasi emisi gas rumah kaca. biogas ini memberikan wacana yang menarik ------------------------, 2004; Kebijakan Energi
b. Pengembangan biogas dari kotoran perhatian masyarakat luas. Kegiatan Nasional 2003 2020, Departemen
ternak juga tidak berbenturan dan percontohan biogas ini belum memberikan Energi dan Sumber Daya Mineral,
bahkan sangat mendukung dengan hasil yang optimal, penelitian yang lebih Jakarta'
kesepakatan internasional lainnya komprehensif menyangkut aspek teknis, ------------------------, 2005, Provinsi Nusa
seperti World Summit on Sustainable ekonomi dan sosial perlu ditingkatkan. Tenggara Barat Dalam Angka,
Development (WSSD) di Mengingat bahwa potensi biogas di NTB Badan Pusat Statistik Provinsi
Johannesburg tahun 2002 yang sangat besar, maka penelitian dan Nusa Tenggara Barat, Mataram.
menekankan pada pemanfaatan pengembangan serta pelatihan pemanfaatan ------------------------, 2006, Laporan Tahunan,
energi yang ramah lingkungan dan biogas sebagai energi alternatif sebaiknya Dinas Pertambangan dan Energi
berkelanjutan. dilakukan secara terpadu dengan instansi Provinsi Nusa Tenggara Barat,
terkait antara lain Dinas Peternakan, Dinas Mataram.
Pertanian dan Perguruan Tinggi.

memiliki arti penting dan strategis di daerah ini.


Sedangkan biogas dari limbah manusia sama
POTENSI BIOMASSA DI PROVINSI NTB sekali belum dimanfaatkan, bahkan untuk
Oleh: Rahamawadi, SH tingkat Nasional energi ini masih dalam tahap
penelitian dan percontohan. Padahal energi
Potensi energi terbarukan seperti bahwa cadangan energi fosil yang dimiliki dari limbah manusia ini selain menghasilkan
biogas belum banyak dimanfaatkan, hal ini Indonesia jumlahnya sangat terbatas. energi berupa gas bio dapat juga mengatasi
terutama disebabkan oleh harga energi fosil Sementara itu konsumsi energi fosil yang pencemaran air sumur pada pemukiman yang
khususnya minyak bumi yang relatif murah. sifatnya yang tidak dapat diperbarui padat penduduk.
Potensi energi biogas yang (unrenewable) terus meningkat sejalan dengn Biomassa dari limbah pertanian,
dimaksud adalah potensi energi yang berasal laju pertumbuhan ekonomi dan pertambahan perkebunan dan kehutanan sudah sejak lama
dari kotoran ternak seperti sapi, kerbau, penduduk. Kondisi ini mendorong segera digunakan dan temasuk energi tertua yang
kuda, kambing, domba, babi, ayam, bebek, diwujudkannya penyediaan berbagai energi peranannya sangat besar khususnya di
angsa, mentok dan lain-lain. Sedangkan alternatif yang sumbernya dapat diperbarui. perdesaan.
potensi energi biomassa adalah potensi Potensi energi terbarukan seperti Biomassa dapat diubah menjadi energi
energi yang berasal dari limbah pertanian, biogas dan biomassa belum banyak panas, mekanik dan listrik melalui proses
perkebunan dan kehutanan. dimanfaatkan, hal ini terutama disebabkan pembakaran langsung dan teknologi konversi
Jumlah potensi energi biogas yang oleh harga energi fosil khususnya minyak lainnya seperti pirolisa dan gasifikasi. Energi
dapat dihasilkan di Provinsi Nusa Tenggara bumi yang relatif murah. yang dihasilkan telah digunakan untuk
Barat yang tersebar pada 20 Kecamatan Potensi energi biomassa yang berbagai tujuan antara lain untuk kebutuhan
adalah sebesar 1,06 x 106 kWh setara dimaksud disini adalah potensi energi biogas rumah tangga (memasak dan industri rumah
dengan 6,61 x 105 liter Minyak Tanah yang berasal dari kotoran hewan ternak (sapi, tangga), penggerak mesin penggiling padi,
atau setara dengan 3,70 x 106 ton Kayu kerbau, kuda, kambing, domba, babi, ayam, pengering hasil pertanian dan industri kayu,
Bakar. Apabila potensi biomassa ini bebek, angsa, mentok, dll) sebagai bahan pembangkit listrik pada industri kayu dan gula.
dikembangkan dapat menghemat baku isian digester biogas; dan potensi limbah Peran kedua energi baru terbarukan
penggunaan Minyak Tanah sebesar 4.160 pertanian, perkebunan dan kehutanan tersebut dalam suplai energi nasional masih
barrel per hari. Sedangkan jumlah potensi potensi energi penghasil panas sebagai relatif kecil, Kebijakan Energi Nasional (2003-
energi listrik sebesar 4,04 x 106 kWh/hari. bahan baku pembangkit listrik tenaga uap 2020) diarahkan untuk mendorong energi
Agar krisis energi yang terjadi di (PLTU). terbarukan agar dapat lebih berperan secara
Provinsi Nusa Tenggara Barat khususnya di Gas Bio atau yang umum dikenal bertahap, diharapkan peran tersebut
perdesaan, maka disarankan kepada dengan istilah Biogas adalah gas yang mudah mencapai angka kontribusi sekitar 5 % pada
Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dan terbakar dan ramah lingkungan yang dapat tahun 2020.
Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara dihasilkan dari proses fermentasi anaerob Untuk mencapai tujuan diatas perlu
Barat agar dapat mengembangkan dari kotoran ternak seperti sapi, kerbau, babi, dilakukan strategi pengembangan energi
pemanfaatan energi biomassa khususnya kuda dan lain-lain. Gas yang dihasilkan dapat alternatif secara sistematis dan
biogas dari feces ternak baik dalam skala dimanfaatkan sebagai sumber energi berkesinambungan, melalui eksploitasi potensi
rumah tangga maupun untuk Desa Mandiri alternatif. Meningkatnya populasi ternak energi setempat yang dikembangkan menjadi
Energi seiring dengan meningkatnya jumlah sumber energi yang dapat dimanfaatkan oleh
penduduk yang kelangsungan hidupnya masyarakat. Salah satu strategi
PENDAHULUAN sangat tergantung dari energi. Biogas dari pengembangan energi alternatif dimaksud
Energi merupakan daya yang dapat limbah ternak belum dimanfaatkan secara adalah dengan melakukan survei potensi
digunakan untuk melakukan berbagai proses optimal di Nusa Tenggara Barat, padahal sub energi biogas dan biomassa sebagai awal dari
kegiatan. Energi fosil khususnya minyak bumi sektor peternakan sebagai bagian integral strategi pengembangan energi alternatif secara
merupakan sumber energi utama dan sumber dari pembangunan daerah dan nasional sistematis dan berkesinambungan.
devisa Negara. Kenyataan menunjukkan merupakan merupakan sub sektor yang

14 Desember 2007
INFO EDISI 18 INFO PERTAMBANGAN
Pengumpulan data Tabel 2. Ekuivalensi Energi Biogas dengan adalah sebanyak 1,06 x 106 m3/hari; setara
Metode ini berupa pengumpulan data primer Energi Lain dengan 6,61 x 105 liter Minyak Tanah per hari
dan data sekunder yang meliputi: atau setara dengan 5,01 x 106 kWh listrik per
1. Studi Literatur, berupa penelusuran BIOGAS MINYAK LISTRIK KAYU hari atau setara dengan 3,70 x 106 ton Kayu
literatur atau kajian-kajian baik terhadap TANAH BAKAR Bakar per hari. Apabila potensi biogas ini
(m3) (Liter) (kWh) (Kg) dikembangkan dapat menghemat
hasil penelitian terdahulu maupun
kebijaksanaan Pemerintah Daerah 1,00 0,62 4,70 3,47
penggunaan Minyak Tanah sebesar 4.160
Provinsi Nusa Tenggara Barat di bidang barrel/hari (1 barrel = 159 liter). Rincian hasil
energi, khususnya energi baru dan penelitian disajikan pada Tabel 4 dibawah ini.
terbarukan (EBT). Sumber : Mapiaro Amin, dkk (2006)
2. Koordinasi / wawancara dengan instansi Tabel 4. Potensi Energi Biomassa dari
terkait dengan masalah pertambangan Kotoran Ternak Di Provinsi Nusa
(Bupati, Bappeda, Dinas Pertambangan b. Potensi energi biomassa dari limbah Tenggara Barat
dan Energi, BPS, Camat dan Kepala Desa pertanian, perkebunan dan kehutanan
setempat), dimaksudkan untuk POPULASI TERNAK(Ekor) POTENSI ENERGI PERHARI

mengetahui arah kebijakan No. KABUPATEN Kambing


Potensi energi biomassa dari limbah Sapi &
& Kuda Babi Unggas*)
Biogas M.Tanah Listrik K.Bakar
Kerbau (m3) (Lt) (kWh) (Kg)
pengembangan dan tata ruang daerah pertanian, perkebunan dan kehutanan Domba

penelitian. dihitung berdasarkan jumlah produksi bahan 1 Lombok Barat 114,963 42,485 5,456 26,167 1,063,394 197,072 122,184 926,237 683,839

3. Pengumpulan data sekunder dimaksudkan baku dikalikan dengan produksi limbah dan 2 Lombok Tengah 88,826 72,814 5,533 758 1,688,632 252,373 156,471 1,186,154 875,735

untuk mengetahui data populasi potensi potensi energi listrik sebagaimana disajikan 3 Lombok Timur 65,991 64,160 7,514 10 1,271,829 192,336 119,248 903,980 667,407

energi biomassa dari kotoran ternak; pada Tabel 3 berikut ini. 4 Sumbawa Barat 27,935 12,810 4,844 102 122,289 32,855 20,370 154,420 114,008

limbah pertanian, perkebunan dan 5 Sumbawa 144,181 60,669 32,653 7,232 1,151,392 231,225 143,359 1,086,757 802,350

kehutanan. Tabel 3. Konversi Potensi Energi Biogas 6 Dompu 63,982 32,551 7,323 564 49,299 48,703 30,196 228,902 168,998

Data sekunder yang diperoleh di dari limbah pertanian, perkebunan 7 Bima 87,521 61,892 9,309 - 452,727 112,459 69,724 528,555 390,231

Kabupaten (Bappeda, Distamben, dan kehutanan J u ml a h 593,399 347,381 72,632 34,833 5,799,562 1,067,022 661,554 5,015,005 3,702,568
Disnak, Distan, Dishutbun, dan BPS)
digunakan sebagai acuan dalam BAHAN BAKU LIMBAH
Potensi
Sumber : Dinas Pertambangan
mengidentifikasi populasi potensi energi No. Sektor Jumlah Jumlah Energi Listrik dan Energi, 2006
Jenis Jenis (kWh/m3/ton)
(m3) (ton) (m3) (ton) Data sekunder diolah
Biomassa di wilayah Provinsi Nusa
1 Pertanian Padi - 1 sekam - 0.28 3.49 *) : Itik, Ayam, Angsa
Tenggara Barat. Data tersebut kemudian
2 sda Jagung - 1 tongkol - 0.60 2.00
dievaluasi sehingga diperoleh jumlah 3 sda Kedelai - 1 btg, daun & kulit - 0.25 2.00
potensi energi Biomassa masing-masing 4 sda Kcg Hijau - 1 btg, daun & kulit - 0.15 1.50
kabupaten dan lokasi yang paling prospek 5 sda Kcg Tanah - 1 btg, daun & kulit - 0.15 1.50
untuk dikembangkan saat ini. 6 Perkebunan Tebu - 1 bagas 0.30 - 3.49 b. Potensi energi biomassa
4. Pengumpulan data primer dimaksudkan 7 sda Kelapa - 1 serabut/sabut - 0.33 2.03 dari limbah pertanian,
untuk mengetahui : 1) jenis dan populasi 8 sda Kelapa - 1 tempurung/batok - 0.50 8.13 perkebunan dan
9 Kehutanan Kayu 1 - serbuk,dll 0.60 - 130.00
hewan ternak, limbah pertanian, limbah kehutanan
perkebunan dan limbah pengusahaan Sumber : Mapiaro Amin, dkk (2006)
kayu/hutan; 2) kondisi lingkungan (listrik, Jumlah potensi biomassa yang dapat
sumber air, dll), animo masyarakat dihasilkan dari limbah pertanian, perkebunan
terhadap energi alternatif khususnya HASIL dan kehutanan di Provinsi Nusa Tenggara
biogas. Barat dihitung berdasarkan jumlah produksi
Dalam konteks Nasional, Provinsi Nusa dikalikan konversi potensi energi listrik tiap
Pengolahan dan Analisis Data Tenggara Barat merupakan salah satu jenis biomassa (lihat Tabel 3 di atas). Dari
Metode analisa dan pengolahan data kawasan peternakan (sapi, kerbau dan hasil perhitungan diperoleh jumlah potensi
yang digunakan adalah tabulasi dan kambing), kawasan pertanian (padi), serta energi listrik yang dihasilkan dari ketiga sektor
penggambaran peta-peta. Metode tabulasi kawasan perkebunan dan kehutanan. ini di Provinsi NTB adalah sebesar 4,03 x 106
digunakan karena data yang dikumpulkan di kWh/tahun, dengan rincian sebagaimana
lapangan masih berupa data mentah yang a. Potensi energi biomassa dari kotoran ditunjukkan pada Tabel 5 berikut ini.
tidak teratur. Sedangkan penggunaan metode ternak
penggambaran dimaksudkan untuk Tabel 5. Potensi Energi Biomassa Dari
mempermudah dalam penunjukan lokasi Sektor peternakan merupakan penghasil Limbah Pertanian, Perkebunan dan
detail lokasi penelitian yang disiapkan sebagai kotoron yang apabila dikelola dapat Kehutanan
daerah pilot proyek prototipe biogas dan menghasil biogas dan pupuk kandang.
PRODUKSI PER JENIS BIOMASSA (Ton/Tahun) POTENSI
biomassa untuk energi rumah tangga. Sedangkan sektor pertanian sebagai No. KABUPATEN ENERGI
penghasil limbah sekam dan jerami, sektor Padi Jagung Kedelai Kc.Hijau Kc.Tanah Tebu Kelapa Kayu (kWh/Thn)

a. Potensi energi biomassa dari kotoran perkebunan dan sektor kehutanan sebagai 1 Lombok Barat 45,622 13,252 1,060 92 2,272 - 19,962 - 394,206
ternak penghasil limbah hasil pengolahan apabila 2 Lombok Tengah 224,024 4,540 31,556 1,760 8,803 650 23,762 - 397,129
dikelola dapat dimanfaatkan sebagai tenaga 3 Lombok Timur 249,336 31,350 1,161 940 1,374 4 9,975 - 989,363

Potensi energi biomassa yang penggerak generator. 4 Sumbawa Barat 69,480 4,906 4,260 2193,25 254 15 1,076 - 79,026
5 Sumbawa 241,241 30,081 14,009 29,447 4,344 378 2,307 940 1,126,807
dimaksud disini adalah potensi energi yang Jumlah potensi biomassa dari kotoran
6 Dompu 113,929 5,471 19,308 653 1,768 - - - 450,802
berasal dari kotoran hewan ternak seperti sapi, hewan ternak yang dapat dihasilkan di
7 Bima 45,625 7,289 30,068 539 9,950 32 - - 598,791
kerbau, kuda, kambing, domba, babi, ayam, Provinsi Nusa Tenggara Barat dihitung J u ml a h 989,257 96,889 101,422 33,431 28,765 1,079 57,082 940 4,036,124
bebek, angsa, mentok dan lain-lain. berdasarkan jumlah populasi ternak (Tabel
1) dikalikan dengan produksi biogas yang Sumber : Dinas Pertambangan dan Energi, 2006
Potensi energi biomassa dari limbah
Data sekunder diolah
ternak dihitung berdasarkan jumlah ternak dapat dihasil per ekor, kemudian dikalikan
dikalikan dengan produksi biogas per ekor dan dengan nilai konversi masing-masing energi PENUTUP
konversi energi sebagaimana disajikan pada pembanding pada Tabel 2 (minyak tanah, Dari uraian di atas dapat disimpulkan sebagai
Tabel 1 dan Tabel 2 berikut ini. listrik, dan kayu bakar). berikut :
1. Jumlah potensi energi biogas yang dapat
Tabel 1. Produksi Tinja, Biogas dan Potensi Dari hasil perhitungan diperoleh biogas dari dihasilkan di Provinsi NTB adalah
Energi Berdasarkan Jenis Ternak kotoran hewan ternak di Provinsi NTB sebesar 1,06 x 106 m3/hari; setara
P r o d u k s i T in ja P r o d u k s i B io g a s P o te n s i E n e rg i
dengan 6,61 x 105 liter Minyak Tanah per
N o . J e n is T e r n a k
(K g /h a r i/e k o r ) (m 3/h a ri/e k o r ) (k W h /h a r i) hari atau setara dengan 5,01 x 106 kWh
1 S a p i, K e r b a u 1 5 .0 0
0 .5 4
2 .5 4 listrik per hari atau setara dengan 3,70 x
2 K a m b in g , D o m b a 2 .5 0
0 .1 8
0 .8 5 106 ton Kayu Bakar per hari. Apabila
3 K u d a 1 0 .0 0 1 .6 9
potensi biogas ini dikembangkan dapat
0 .3 6
*)
menghemat penggunaan Minyak Tanah
4 U n g g a s 0 .0 9 0 .5 3
0 .1 1 sebesar 4.160 barrel/hari
5 B a b i 3 .5 0
0 .2 4
1 .1 3 2. Jumlah potensi energi listrik yang dapat
Sumber : Mapiaro Amin, dkk (2006) dihasilkan dari limbah pertanian,
*) : Itik, Ayam, Angsa perkebunan dan kehutanan di daerah ini
adalah sebesar 4,04 x 106 kWh/tahun.

Desember 2007 15
INFO PERTAMBANGAN INFO EDISI 18
Berkaitan dengan hal tersebut di
atas, maka untuk mengatasi krisis energi di
Provinsi NTB disarankan kepada Pemda IMPLEMENTASI PROGRAM DEMAND SIDE
Provinsi NTB dan Pemda Kabupaten/Kota se
NTB agar segera mengembangkan MANAGEMENT SEKTOR RUMAH TANGGA DI
pemanfaatan kedua sumber energi dimaksud
diatas untuk sebesar-besar kemakmuran
rakyat.
PROPINSI NUSA TENGGARA BARAT
Oleh : Ir. H.M. Ilham Israil, MM
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad, Rifai., 2005; Survei Potensi Energi
Biomassa, Pusdiklat Energi dan
Ketenagalistrikan, DESDM, Latar Belakang dihadapi dalam penerapan program DSM
Jakarta. adalah masih banyak masyarakat yang
Amin, Mapiaro, dkk., 2006; Survei Potensi Dalam era informasi ini tenaga listrik berpenghasilan rendah, tidak mampu untuk
Energi Biogas dan Biomassa di memegang peranan yang sangat penting membeli lampu hemat energi. Untuk itu dengan
Kabupaten Sumbawa Provinsi untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. program DSM pemerintah memberikan solusi
Nusa Tenggara Barat, Dinas Tingkat konsumsi tenaga listrik dapat terhadap pelanggan yang kurang mampu
Pertambangan dan Energi Provinsi dijadikan indikator kesejahteraan suatu dengan memberikan insentif antara lain :
Nusa Tenggara Barat. daerah semakin tinggi taraf hidup masyarakat - Angsuran bulanan yang relatif ringan untuk
Harahap, Filino, dkk., 1978; Teknologi maka kebutuhan akan listrik akan semakin setiap pembelian lampu hemat energi
Pemanfaatan Gas Bio, Pusat besar. Namun demikian sejak terjadinya krisis - Subsidi lampu hemat energi yang diberikan
Pengembangan Teknologi, Institut ekonomi dimana PT. PLN (Persero) yang untuk masyarakat kurang mampu
Teknologi Bandung, Bandung. merupakan BUMN di bidang tenaga listrik
Rusdi, Amir., 2006; Teknologi Pemanfaatan dapat dikatakan tidak mampu untuk Berikut contoh penghitungan ekonomis
Energi Biogas, Pusdiklat memenuhi peningkatan kebutuhan tenaga penggunaan lampu hemat energi :
Ketenagalistrikan dan Energi Baru listrik baik yang disebabkan karena
Lampu
Terbarukan, DESDM, Jakarta. meningkatnya ekonomi masyarakat atau pun Perbandingan
Pijar Hemat Energi
Saragih, Jaumum., 2005; Survei Potensi pertambahan penduduk sehingga terjadi 1. Daya lampu 25 W 5W
krisis energi listrik di Nusa Tenggara Barat. 2. Pemakaian Lampu (1 Tahun) 3000 jam 3000 jam
Energi Biogas, Pusdiklat Energi 3. Jumlah lampu 3 buah 1 buah
dan Ketenagalistrikan, DESDM, Program Demand Side Managament (DSM) 4. Harga lampu Rp. 3000 Rp. 15.000
Jakarta. merupakan kegiatan konservasi energi yang 5. Investasi pembelian lampu Rp. 9000 Rp. 15.000
6. Tarif PLN dengan TDL 2004 Rp 560 per kWH Rp. 560 per kWH
Saragih, Jaumum., 2006; Teknologi dimaksudkan untuk mempengaruhi pola 7. Biaya tenaga listrik Rp. 42.000 8.400
Pemanfaatan Energi Biomassa, konsumsi listrik pelanggan, sehingga kurva 8. Total biaya pemakaian selama 1 tahun Rp. 51.000 Rp. 23.400
beban puncak sistem pembangkitan menjadi 9. Penghematan Biaya Rp. 51.000 – Rp. 23.400 = Rp. 27.600,-
Pusdiklat Ketenagalistrikan dan
Energi Baru Terbarukan, DESDM, turun, yang pada akhirnya akan memperbaiki Sumber:Ditjen LPE
Jakarta. kinerja sistem pembangkit.
------------------------, 2006, Laporan Tahunan, Secara nasional, program DSM Dari contoh perhitungan diatas
Dinas Pertambangan dan Energi bermanfaat untuk menunda investasi menunjukkan apabila pelanggan rumah tangga
Provinsi Nusa Tenggara Barat, pembangkit baru, mengurangi beban puncak dapat mengganti atau menukarkan pemakaian
Mataram. dan rugi-rugi distribusi yang pada gilirannya lampu pijar dengan lampu hemat energi maka
----- ooo000ooo ----- akan mengurangi biaya produksi sehingga akan di peroleh penghematan beiaya rekening
listrik Rp. 27.600,- per titik lampu. per tahun
Dilain pihak jika seluruh konsumen
konsumen akan di untungkan. Sedangkan kelangkaan pasokan listrik khususnya di rumah tangga di provinsi NTB sebanyak
bagi lingkungan global, manfaat DSM adalah provinsi Nusa Tenggara Barat dan tagihan 319.016 pelanggan menggunakan progran
mengurangi polusi yang ditimbulkan listrik masyarakat/konsumen, pemerintah DSM tersebut diatas maka manfaat yang akan
pembangkit tenaga listrik. memberikan solusi melalui program DSM. diperoleh pihak PT. PLN Wilayah NTB adalah
Faktor yang mempengaruhi tingginya DSM merupakan suatu kegiatan terencana dapat menghemat pemakaian bahan bakar
beban puncak antara lain adalah penggunaan yang dilakukan untuk mempengaruhi pola minyak sebesar :
listrik pada rumah tangga, penerangan jalan konsumsi pelanggan khususnya rumah
umum, dan penerangan bangunan komersial tangga. Sehingga memperbaiki kurva beban - 319.016 Rumah tangga x 60 kWH =
oleh karena itu program DSM yang perlu sistem pembangkit dan mengurangi rekening 19.140.960 kWH
dikembangkan adalah untuk: listrik konsumen. - 19.140.960 kWH x 0,275 Lietr per kWH =
- sektor rumah tangga Program DSM sangat baik untuk 5.263.764 Liter per Tahun
- penerangan jalan umum dilaksanakan pemerintah di provinsi NTB,
- program peningkatan efisiensi energi karena memenuhi kreteria sebagai daerah Program DSM lain yang dapat
yang mengalami krisis penyediaan tenaga diterapkan di provinsi NTB adalah
Sehubungan dengan itu pembahasan tulisan listrik dan sebagian besar pemakai listrik pengurangan penggunaan 1 (satu) titik lampu
ini khusus pada pelaksanaan program DSM merupakan pelanggan rumah tangga kecil. 25 Watt pada pukul 17.00 - 22.00 maka
Sektor rumah tangga. Salah satu program DSM yang dapat diperoleh pengurangan beban puncak sebesar
diterapkan Sektor Rumah Tangga adalah 7,97 MW, hal ini setara dengan kapasitas 1
mengsosialisasikan peralatan pemanfaatan (satu) unit medin pembangkit di PLTD Tanjung
Program DSM Sektor Rumah Tangga listrik yang hemat energi seperti lampu, Karang.
kulkas, TV, dan lain- lain. Dengan demikian dapat disimpulkan
Masalah penyediaan tenaga listrik Penerapan program DSM dengan melalui program DSM diharapkan masyarakat
saat ini merupakan issu nasional yang penggunaan lampu hemat energi akan semakin menyadari pentingnya penghematan
membutuhkan penanganan yang tepat. memberikan dampak yang cukup besar energi di rumah tangga dan dapat menikmati
Perubahan harga bahan bakar minyak dunia khususnya dalam pengurangan pemakaian pasokan listrik yang stabil serta menata di
mengakibatkan perubahan pola supllu dan BBM untuk penyediaan tenaga listrik, massa mendatang. Untuk itu pemerintah
demand energi yang memberikan dampak keuntungan penggunaan lampu hemat energi daerah dapat bekerjasama dengan PT. PLN
signifikan terhadap penyediaan tenaga listrik. adalah : wilayah NTB agar dapat melakukan sosialisasi
Jika perubahan operasi disesuaikan dengan 1. Tahan lama sampai 10 kali lipat secara terus meneru sehingga tercipta budaya
harga listrik maka akan memberatkan beban dibanding lampu pijar untuk umur hemat energi di masyarakat.
masyarakat. Dilain pihak penyesuaian harga pemakaian 10.000 jam
energi merupakan sesuatu yang tidak dapat 2. Hemat energi hingga 80% sehingga
dihindari dan sudah merupakan komitmen menghemat pembayaran listrik
pemerintah dalam rangka mengurangi subsidi 3. Dapat digunakan pada tegangan/voltage
harga energi. Perubahan harga tersebut akan 170 volt - 240 volt
secara langsung dirasakan konsumen, 4. Lampu akan menyala seketika
sementara daya beli masyarakat masih 5. Cahaya lebih terang
rendah.
Untuk membantu menanggulangi Namun demikian kendala yang

16 Desember 2007
INFO EDISI 18 INFO PERTAMBANGAN
Pada prisnsipnya, PP 39 tahun 2006
memiliki perbedaan mendasar dengan
SISTEM EVALUASI DAN PELAPORAN aturan perundangan sebelumnya tentang
pengaturan hal yang sama, yakni PP 8
PERENCANAAN PEMBANGUNAN SEKTOR tahun 2006. Adapun perbedaan yang
PERTAMBANGAN DAN ENERGI PROVINSI NTB. dapat dilihat dari sisi PP 39 tahun 2006
diantaranya:
Oleh: Mujitahid Iqbal

Merupakan Pengaturan lebih lanjut
dari UU 25/2004 tentang SPPN

Dalam rangka pengendalian dan
Dengan Terbitnya Undang- perencanaan pembangunan evaluasi pelaksanaan Renja K/L,
Undang 25 Tahun 2004, PP nomor pembangunan tahun berikutnya, RENSTA K/L dan RPJMN
58 tahun 2005, PP nomor 39 (APBN) begitu juga sama halnya dengan 
Laporan pemantauan mencakup
tahun 2006, Permendagri Nomor Peraturan Gubernur Nusa Tenggara laporan keuangan, pencapaian kinerja
13 Tahun 2006, maka terjadi Barat (APBD).L keluaran kegiatan, indikasi
Hal ini mempunyai arti penting
perubahan mekanisme tata cara pencapaian kinerja hasil program
dalam rangka pemahaman tentang 
Laporan Evaluasi kinerja belum diatur
pengendalian rencana Peraturan Pemerintah RI nomor 39
pembangunan (DIPA/APBN) dan secara khusus tetapi harus
tahun 2006 dan Peraturan Gubernur dilaksanakan secara sistematis,
sistem pemantauan, evaluasi dan Nusa Tenggara Barat nomor 5A tahun obyektif, dan transparan. Pengaturan
pelaporan pelaksanaan 2007, sehingga akan mempunyai lebih lanjut akan disesuaikan dengan
DPA/APBD. dampak terhadap kualitas capaian format SAKIP
pelaksanaan pengendalian, 
Untuk keperluan perencanaan diatur
Sebagai tindak lanjut dari pasal 28 pemantauan, evaluasi dan pelaporan mekanisme pelaporan dari
ayat (1) dan (2) dan pasal 29 ayat (1, 2, 3 program dan kegiatan yang Kabuapaten/ Kota kepada Provinsi
dan 4) undang-undang 25 tahun 2004 dilaksanakan baik DIPA (APBN) maupun dan kepada K/L
Te n t a n g S i s t e m P e r e n c a n a a n DPA (APBD) dari masing-masing
Pembangunan Nasional maka instansi/satuan kerja lingkup provinsi, Bila dilihat sepintas, antara sistem
pemerintah menetapkan Peraturan kabupaten dan kota di Nusa Tenggara pelaporan terdahulu dengan sistem
Pemerintah nomor 39 tahun 2006 Barat. pelaporan yang diatur dalam PP 39 tahun
Tentang Tata Cara Pengendalian dan Selanjutnya sesuai dengan amanat
2006 ini, tidaklah terlalu banyak yang
Evaluasi Pelaksanaan Rencana U U n o . 3 2 t a h u n 2 0 0 4 Ten t a n g
Pemerintahan Daerah, bahwa kepala membedakan. Laporan terdahulu, lebih
Pembangunan Untuk Dana APBN / DIPA banyak menyoroti penyerapan anggaran
dan Peraturan Gubernur Nusa Tenggara daerah wajib melakukan pembinaan
secara berkala kepada Kuasa Pengguna melalui pembobotan anggaran yang
Barat nomor 5A Tahun 2007 Tentang difisik-kan, sedangkan yang sekarang
Sistem Pemantauan, Evaluasi Dan Anggaran melalui pemantauan, evaluasi,
laporan dan melakukan konsolidasi tidak hanya anggaran tetapi lebih pada
Pelaporan Pelaksanaan APBD/DPA. output kinerja yang direalisasikan. Lebih
terhadap laporan setiap triwulan dan
Peraturan Pemerintah nomor 39 kepala daerah wajib menyampaikan gamblangnya, dalam perencanaan telah
tahun 2006 merupakan upaya laporan atas penyelenggaraan ditetapkan volume dan target kinerja,
pemerintah dalam meningkatkan proses pemerintahan daerah kepada Presiden sehingga realisasi dan penyerapan
penilian efektivitas rencana melalui Mendagri. anggaran per periode tidak hanya
pembangunan di pusat dan daerah dan Penyampaian laporan konsolidasi melaporakan dari sisi keuangan, tetapi
merupakan komitmen pemerintah untuk triwulanan realisasi penyerapan dana oleh juga melalui capaian kinerja terukur
terus berupaya mengevaluasi proses gubernur kepada pemerintah pusat sering secara kuantitas dan kualitas, sehingga
pelaksanaan pembangunan baik dalam terlambat, hal ini disebabkan karena produk yang direncanakan melalui
proses realisasi anggaran, kemajuan fisik penyampaian laporan dari instansi/skpd Rencana Kinerja tahunan (RKT) dapat
dan distribusi pelaksanaan sering tidak tepat waktu. dengan demikian
terlihat secara lugas dalam sistem ini.
pembangunan di daerah, sampai pada kami tekankan kepada para pejabat yang
evaluasi dampak dan hasil menangani penyusunan dan penyampaian
laporan pelaksanaan APBN dan APBD Adapun lingkup dasar yang dapat dilihat
pembangunan bagi kondisi sosial dan dari implementasi PP 39 tahun 2006 ini
ekonomi. agar dilakukan secara berkala setiap
bulannya dan tepat waktu yaitu sebelum adalah sebagai berikut:
Hasil ini selanjutnya digunakan 1. Pimpinan Kementerian/Lembaga/SKPD
sebagai masukan bagi penyusunan tanggal 10 pada bulan yang bersangkutan.
melakukan pengendalian
kebijakan dan sinkronisasi program Bagan Mekanisme Penyampaian Laporan pelaksanaan rencana pembangunan
pembangunan dalam siklus Bulanan DPA Pemprov. NTB sesuai dengan tugas dan kewenangan

Periode dan waktu Dipersiapkan Jenis DAERAH


penyampaian dan disusun Formulir DPRD GUB cq Bawasda Biro APP Biro Keu SKPD
oleh Bappeda
1 Selambatnya 5 Pejabat
hari setelah Pelaksana
berakhirnya Teknis Keg. Formulir A ASLI
bulan ybs (PPTK)

2 Selambatnya 10 Pengguna
hari setelah Anggaran
berakhirnya (Kepala SKPD) Formulir A1 Tembusan Tembusan Tembusan Tembusan
ASLI
bulan ybs

Desember 2007 17
INFO PERTAMBANGAN INFO EDISI 18

masing-masing. Dari implementasi PP 39 tahun 2006 Kendala dan permasalahan


2. Pengendalian pelaksanaan program didapatkan bahwa:
dan kegiatan merupakan tugas dan  Evaluasi dilakukan terhadap Berpijak dari PP 38 tahun 2007
fungsi yang melekat pada masing- pelaksanaan Renja-KL dan RKP tentang Pembagian urusan pemerintahan
masing Kementerian/Lembaga/ u n t u k m e n i l a i k e b e r h a s i l a n antara Pemerintah, Pemerintahan
SKPD. pelaksanaan dari suatu program/ Daerah Provinsi, dan Pemerintahan
3. Pimpinan Kementerian/Lembaga kegiatan berdasar indikator dan Daerah Kabupaten/Kota, ada 26 urusan
melakukan pengendalian sasaran kinerja yang tercantum w a j i b y a n g d i d e s e n t r a l i s a s i k a n
pelaksanaan Renja-KL yang meliputi dalam Renstra-KL dan RPJM berdasarkan atas Standar Pelayanan
pelaksanaan program dan kegiatan, Nasional. Minimum (SPM) yang merupakan
serta jenis belanja. pelayanan dasar atas kebijakan publik,
4. Gubernur melakukan pengendalian  Evaluasi dilakukan terhadap dan 8 urusan pilihan yang didasarkan atas
pelaksanaan dekonsentrasi dan pelaksanaan RPJM Nasional dan Norma Standard Prosedur dan Kriteria
tugas pembantuan yang meliputi Renstra-KL untuk menilai efisiensi, (NSPK), yang implementasinya berbeda
pelaksanaan program dan kegiatan, efektivitas, manfaat, dampak, dan antara daerah yang satu dengan yang
serta jenis belanja. keberlanjutan dari suatu program. lainnya tergantung karakteristik/keunikan
5. B u p a t i / W a l i k o t a m e l a k u k a n daerah bersangkutan.
pengendalian pelaksanaan tugas  Evaluasi dilakukan berdasarkan Namun hingga saat ini di
pembantuan yang meliputi sumberdaya yang digunakan serta: pemerintahan pusat maupun daerah
pelaksanaan program dan kegiatan, o indikator dan sasaran kinerja belum/tidak ada Standar Pelayanan
serta jenis belanja. k e l u a r a n u n t u k k e g i a t a n ; Minimum (SPM) yang dapat digunakan
6. Tata cara pengendalian pelaksanaan dan/atau sebagai dasar menetapkan target
rencana pembangunan dalam bentuk o indikator dan sasaran kinerja outcome minimum. Padahal, konsep
kegiatan selain dekonsentasi dan hasil untuk program. teoretis sistem penganggaran berbasis
tugas pembantuan yang dilakukan kinerja mengharuskan keberadaan SPM,
oleh Kepala SKPD dilaksanakan  Evaluasi pelaksanaan rencana dan juga sebuah Analisis Standar Biaya
sesuai dengan peraturan perundang- pembangunan jangka menengah (ASB). Kalaupun ada SPM itu pun baru
undangan. dilakukan paling sedikit 1 (satu) kali untuk beberapa departemen. Dan kiranya
7. Pengendalian pelaksanaan rencana dan dilaksanakan paling lambat 1 b e l u m a d a s a t u p u n u n i t k e r j a
pembangunan dimaksudkan untuk (satu) tahun sebelum berakhirnya pemerintahan yang saat ini telah memiliki
menjamin tercapainya tujuan dan periode rencana. ASB baku. Karena salah satu dasar
sasaran pembangunan yang tertuang penyusunan ASB adalah keberadaan
dalam rencana dilakukan melalui  Evaluasi dilaksanakan berdasarkan suatu sistem akuntansi yang baik.
kegiatan pemantauan dan sumberdaya yang digunakan serta:
pengawasan. o indikator dan sasaran kinerja Kesimpulan
8. Tata cara pengawasan pelaksanaan keluaran untuk kegiatan pokok;
rencana pembangunan yang dan/atau Dengan demikian, dapat disimpulkan
dilakukan oleh Pimpinan o indikator dan sasaran kinerja bahwa mekanisme sistem evaluasi dan
Kementerian/Lembaga/SKPD hasil untuk program. pelaporan perencanaan ini merupakan
dilaksanakan sesuai dengan suatu rangkan yang tak terlepas dari
peraturan perundang-undangan.  Evaluasi dilaksanakan secara perencanaan anggaran berbasis kinerja,
sistematis, obyektif, dan transparan. yang bukan semata-mata berorientasi
Bagan Sistem Pemantauan dan kepada berapa jumlah yang dikeluarkan,
Pelaporan tetapi sudah dipikirkan terlebih dulu
mengenai rencana kegiatan, apa yang
akan dicapai, kegiatan apa yang akan
dikerjakan, dan bagaimana
pengalokasian biaya agar digunakan
secara efektif dan efisien. Dengan kata
lain sistem ini lebih menitikberatkan pada
segi penatalaksanaan (management
control), sehingga selain efisiensi
penggunaan dana diperiksa, juga hasil
kerjanya. Pengelompokan pos-pos
anggaran didasarkan atas kegiatan dan
telah ditetapkan suatu tolok ukur berupa
standar biaya dan hasil kerjanya. Salah
satu syarat utama untuk penerapan
sistem ini adalah digunakannya sistem
akuntansi biaya sebagai alat untuk
menentukan biaya masing-masing
program dan akuntansi biaya sebagai alat
untuk mengukur tingkat efisiensi
Keterangan: 3. Bupati/Walikota melakukan pemantauan p e n g e l u a r a n d a n a . To l o k u k u r
1. Gubernur melakukan pemantauan pelaksanaan tugas pembantuan yang keberhasilan sistem anggaran ini adalah
pelaksanaan dekonsentrasi dan tugas meliputi pelaksanaan program dan performance atau prestasi dari tujuan
pembantuan yang meliputi pelaksanaan kegiatan sesuai dengan tugas dan atau hasil anggaran itu dengan
program dan kegiatan sesuai dengan kewenangannya,
tugas dan kewenangannya, 4. K e p a l a S K P D K a b u p a t e n / K o t a menggunakan dana secara efisien.
2. Kepala SKPD Provinsi melakukan melakukan pemantauan pelaksanaan
pemantauan pelaksanaan dekonsentrasi tugas pembantuan yang meliputi Referensi:
yang meliputi pelaksanaan program dan pelaksanaan program dan kegiatan PP 39 tahun 2006; PP 38 tahun 2007; Pergub 5
kegiatan sesuai dengan tugas dan sesuai dengan tugas dan tahun 2007; http://www.bpkp.go.id; GTZ-SfDM;
kewenangannya, kewenangannyaPPTK Lap. Sinkronisasi Program Sektor ESDM
Purwakarta 2007

18 Desember 2007
INFO EDISI 18 INFO PERTAMBANGAN
yang menyebabkan pekerja tambang
cacat tetap (invalid) yang tidak mampu
KECELAKAAN TAMBANG menjalankan tugas semula dan
- cidera : keretakan tengkorak kepala,
PENGERTIAN DAN FAKTOR PENYEBABNYA tulang punggung, pinggul, lengan
bawah, lengan atas, paha atau kaki;
(BAGIAN-1) pendarahan di dalam atau pingsan
disebabkan kekurangan oksigen; luka
Oleh: Yuliadi Ismono berat atau luka terbuka/terkoyak yang
d a p a t m e n g a k i b a t k a n
ketidakmampuan tetap dan persendian
yang lepas di mana sebelumnya tidak
LATAR BELAKANG PENGERTIAN (DEFINISI) pernah terjadi.
c. Mati, yakni kecelakaan tambang yang
Upaya manusia dalam memenuhi Istilah dari beberapa kamus, mengakibatkan pekerja tambang mati
kebutuhan dan kesejahteraannya seringkali kecelakaan adalah suatu musibah dan dalam waktu 24 jam terhitung dari waktu
dihadapkan pada suatu kendala, hambatan kejadian yang tidak diinginkan. Berasal dari terjadinya kecelakaan tersebut.
hingga kegagalan. Kendala atau hambatan suku kata celaka, Kecelakaan dalam bahasa
tersebut dapat berupa kejadian-kejadian yang inggris adalah accident, mishap. misfortune, PENYEBAB KECELAKAAN
datang tanpa diduga yaitu kerugian, etc.
kerusakan dan kecelakaan. Pada beberapa Kecelakaan di sini biasanya diartikan Bila ditelusuri lebih dalam, penyebab timbulnya
kasus yang pernah terjadi, kecelakaan sebagai suatu penimpaan badan seseorang kecelakaan dapat berupa banyak faktor yakni
sebenarnya sudah dapat diprediksi akan oleh suatu hal yang datang dari luar secara faktor lingkungan, faktor peralatan, faktor
terjadi, akibat adanya sejumlah kepentingan. mendadak dan keras (Prodjodikoro, 1979). pekerjaan, faktor kecakapan pekerja dan
Kecelakaan merupakan kejadian yang Kemudian, kecelakaan adalah suatu kejadian sebagainya. Menurut Anoraga (2006),
tidak diinginkan dan mengakibatkan yang tidak dikehendaki dan tidak diduga penyebab kecelakaan sering sangat kompleks
kerusakan pada harta benda, cedera pada semula yang dapat menimbulkan korban dan umumnya berkaitan satu dengan lainnya.
manusia atau kerugian yang menimpa suatu manusia dan atau harta benda (Peraturan Kemudian menurut HW Heinrich dalam
proses tertentu. Pada umumnya, kecelakaan Menaker No. Per-03/MEN/1993). Anoraga (2006), menyebutkan bahwa suatu
timbul akibat adanya kontak dengan bahan Sedangkan menurut Peraturan rangkaian faktor penyebab kecelakaan yang
kimia tertentu atau kontak dengan energi di Menteri Tenaga Kerja No. Per-04/MEN/1993, berkaitan satu dengan yang lainnya, dikenal
atas ambang batas aman. Beberapa kasus Kecelakaan kerja adalah kecelakaan yang sebagai teori domino.
kejadian kecelakaan yang menjadi bencana terjadi berhubungan dengan hubungan kerja, Teori domino menganggap faktor asal-usul usul
yakni tragedi Bhopal India 1984 yang termasuk penyakit yang timbul karena seseorang dan lingkungan sosialnya akan
menyebabkan lebih dari 2000 orang tewas, hubungan kerja, demikian pula kecelakaan mempengaruhi sikap serta perilaku dalam
tewasnya puluhan pekerja tambang akibat yang terjadi dalam perjalanan berangkat dari melakukan pekerjaan, sehingga
ledakan tambang batubara bawah tanah di rumah menuju tempat kerja dan pulang ke mengakibatkan seseorang cenderung untuk
China, beberapa orang pekerja tambang rumah melalui jalan yang biasa atau wajar bekerja ceroboh, tidak berhati-hati dan
PT Newmont Nusa Tenggara yang tewas dan dilalui. menjurus ke arah kemungkinan terjadinya
cedera ringan sampai berat sejak tahun Dalam usaha pertambangan, dikenal kesalahan dalam bekerja. Kondisi demikian,
2001 2006, tertimbunnya seorang pekerja istilah Kecelakaan Tambang yaitu setiap ditambah faktor luar lainnya seperti bahaya
tambang batuapung di daerah Pringgasela kecelakaan yang menimpa pekerja tambang lingkungan kerja dan peralatan mekanik
2003, dan banyak korban kecelakaan lainnya. atau orang yang mendapat izin masuk pada mengakibatkan suatu kecelakaan kerja beserta
Meskipun kecelakaan tidak dapat kegiatan usaha pertambangan (Keputusan seluruh akibatnya.
dihilangkan sama sekali, keterjadian Menteri Pertambangan dan Energi No. 555 Selanjutnya Frank E Bird dan
kecelakaan dapat dicegah atau dikendalikan K/26/M.PE/1995). Petterson (1970) menyempurnakan teori
sedemikian hingga bencana yang 5 (lima) unsur yang harus dipenuhi dan domino yaitu sebab utama kecelakaan adalah
menimbulkan korban termasuk harta benda dikategorikan sebagai kecelakaan tambang akibat ketimpangan sistem manajemen,
dapat diperkecil. Berdasar beberapa evaluasi, adalah: sedang unsafe condition dan unsafe action
suatu pabrik dapat dengan tepat merancang, a) benar-benar terjadi; hakikatnya merupakan gejala saja. Perbaikan
untuk menghilangkan atau mengendalikan b) mengakibatkan cidera pekerja tambang harus ditujukan ke arah perubahan sistem
bahaya, menghindari adanya limbah bahan atau orang yang diberi izin oleh Kepala manajemen yang diwujudkan dalam bentuk
kimia yang berbahaya dan melakukan Teknik Tambang; keterpaduan semua kegiatan produksi dan
pencegahan operasi (Cahyono, 2004). Upaya c) akibat kegiatan usaha pertambangan; penerapan keselamatan kerja.
untuk mencegah dan mengelola keselamatan d) terjadi pada jam kerja pekerja tambang Dari beberapa hal tersebut di atas maka secara
kerja dimulai dari identifikasi faktor penyebab yang mendapat cidera atau setiap saat garis besar terdapat 3 (tiga) hal pokok sebagai
secara benar serta melaksanakan prosedur orang yang diberi izin; dan penyebab terjadinya kecelakaan yaitu sistem
dan standar yang lazim diterapkan pada e) terjadi di wilayah kegiatan usaha menajemen atau sistem kontrol, faktor
beberapa industri baik skala kecil maupun pertambangan atau wilayah proyek. pekerjaan dan faktor pribadi pekerja sebagai
besar. penyebab substansial (dasar), dan kondisi
Sebagaimana diketahui, kegiatan Kecelakaan tambang dapat diartikan sebagai lingkungan tidak aman (unsafe condition)
pertambangan tidak hanya meliputi proses suatu kejadian (insiden) yang menimpa tindakan tidak aman (unsafe action) sebagai
penggalian atau penambangan saja namun pekerja tambang secara tiba-tiba akibat penyebab langsung.
pada beberapa tempat juga dilakukan kontak langsung dengan bahan kimia Ketiga hal pokok tersebut diuraikan di bawah ini
pengolahan dan pemurnian yang dibantu dan/atau energi luar di atas ambang batas termasuk contoh-contohnya sebagai berikut:
adanya bahanbahan kimia pendukung. Dari aman, sehingga mengalami cidera ringan, 1) Sistem kontrol yakni terdapatnya
proses penambangan hingga akhir tahapan berat atau bahkan fatal (mati). kekurangan dalam sistem pengendalian
yakni pengapalan produk untuk dijual, jelas Dalam Pasal 40 Kep. Menteri PE No. 555 dan pengantisipasian terhadap adanya
terdapat adanya potensi kecelakaan yang K/26/M.PE/1995 dinyatakan bahwa : potensi kecelakaan. Kekurangan pada
dapat mengakibatkan kerugian perusahaan a. Cidera ringan adalah cidera akibat sistem dapat berupa belum adanya atau
serta korban jiwa pekerja tambang. Oleh kecelakaan tambang yang menyebabkan minimnya standar atau prosedur
karenanya, dalam info pertambangan ini pekerja tambang tidak mampu keselamatan kerja yang diterapkan pada
disajikan informasi tentang pengertian dan melakukan tugas semula lebih dari 1 hari masing-masing unit kerja. Masing-masing
faktor-faktor penyebab dari kecelakaan pada dan kurang dari 3 minggu, termasuk hari unit kerja dan bahkan masing-masing item
usaha pertambangan. Informasi tersebut minggu dan hari libur. pekerjaan yang dilaksanakan baik rutin
adalah bagian pertama dan selanjutnya pada b. Cidera berat adalah : maupun periodik, perlu dilengkapi dengan
info mendatang akan dikupas lebih detil - cidera akibat kecelakaan tambang prosedur yang operasional sehingga
mengenai faktor-faktor penyebab kecelakaan yang menyebabkan pekerja tambang mampu dipenuhi atau ditaati oleh seluruh
tambang termasuk beberapa metode tidak mampu melakukan tugas pekerjanya.
pencegahannya sebagai informasi bagian semula selama lebih dari 3 minggu, Jadi, tidak adanya elemen atau sub elemen
kedua. termasuk hari minggu dan hari libur; dalam program menunjukkan adanya
- cidera akibat kecelakaan tambang kelemahan pada sistem, tidak tersedia

Desember 2007 19
INFO PERTAMBANGAN INFO EDISI 18
cukup standar sebagai alat kontrol Tindakan di bawah standar berupa:
menunjukkan kekurangan pada standar, - tidak memberikan peringatan - melakukan perbaikan alat dalam keadaan
serta pengabaian standar oleh - tidak mengikuti prosedur alat hidup (operasi)
manajemen dan pekerja tambang - memakai alat secara tidak benar
- tidak menggunakan atau melepas APD - mengangkat sesuatu dengan posisi postur
menunjukkan adanya ketidakcukupan yang sesuai yang salah
pemenuhan. - menggunakan APD dengan tidak benar - bekerja dalam kondisi ceroboh atau tidak
berhati-hati (main-main) dsb.
Selanjutnya Pudjiarso (2005) menyatakan
bahwa sistem kontrol harus diberlakukan
mulai tahap pra kontak, tahap kontak dan Kondisi di bawah standar dapat berupa:
tahap pasca kontak. Pada tahap pra
- ketidaklayakan pengaman/pembatas - kurangnya ventilasi
kontak berupa pendalaman aspek - kekurangan APD - struktur bangunan yang lemah atau sudah
kepemimpinan dan administrasi, rusak
pelatihan, inspeksi terencana, analisis dan - ketidaksesuaian APD - pintu dan jalan evakuasi terhalang
- perkakas dan peralatan yang tidak - lingkungan berbahaya seperti lingkungan
prosedur kerja, observasi pekerjaan, memadai atau rusak terdapatnya potensi bahaya gas, debu,
evaluasi system, komunikasi grup serta - tempat kerja yang sempit dan tidak tertata asap, kabut, uap air dan lain-lain
secara benar
seleksi dan penempatan personil. - sistem peringatan kurang
Kontrol pada waktu kontak berupa - kebisingan melampaui ambang batas
penggantian alat dan material, modifikasi - lingkungan berdebu

permuka kerja, alat pelindung diri,


barikade dan pemisahan, serta Kondisi di bawah standar terkadang juga Peraturan Menteri Tenaga Kerja Per-
menguatkan tubuh atau struktur. bukan hanya semata-mata disebabkan oleh 04/MEN/1993 tentang Jaminan
Sedangkan kontrol pada pasca kontak adanya aktivitas manusia namun dapat Kecelakaan Kerja
berupa kesiapan darurat, penyelamatan berupa rona awal lingkungan misalnya lokasi Peraturan Menteri Tenaga Kerja Per-
dan P3K, pemadaman kebakaran, ganti penambangan yang reliefnya curam, 03/MEN/1993 tentang Tata Cara
rugi, salvage, pembersihan, perbaikan bertebing-tebing, banyak lembah/jurang, Pelaporan dan Pemeriksaaan
alat dan fasilitas, serta pengelolaan berkabut, berada pada elevasi tinggi serta Kecelakaan Kerja
sampah / limbah B3. penggunaan peralatan atau bahan kimia
untuk proses pengolahan (pabrik). Khusus
2) Penyebab Dasar mengenai bahan kimia, berdasarkan Kep. Penulis:
Penyebab dasar yang mengakibatkan Menaker No. 187/MEN/1999, bahan kimia
terjadinya suatu kecelakaan adalah: berbahaya adalah bahan kimia dalam bentuk Yuliadi Ismono,
a. faktor-faktor pribadi pekerja yakni tunggal atau campuran yang berdasarkan staf Seksi pemasaran Sub Dinas
kurangnya / keterbatasan sifat kimia dan atau fisika dan atau toksikologi Pertambangan Umum, saat ini ditunjuk sbg
kemampuan, ketrampilan dan berbahaya terhadap tenaga kerja, instansi anggota Pelaksana Inspeksi Tambang pada
pengetahuan, stress, ketidaksesuaian dan lingkungan. Pada pasal 9 disebutkan Distamben Provinsi NTB.
fisik, motivasi salah arah dan lain-lain; bahwa kriteria bahan kimia berbahaya terdiri
b. faktor-faktor pekerjaan atau sistem, dari: a) bahan beracun, b) bahan sangat
yakni kelemahan kepemimpinan, beracun, c) cairan mudah terbakar, d) cairan Istilah:
kekurangan perkakas dan alat, kurang sangat mudah terbakar, e) gas mudah
perawatan, standar kerja kurang/tidak terbakar, f) bahan mudah meladak, g) bahan Toksisitas : adalah ukuran relatif derajad racun
ada, keausan, ketidaksesuaian reaktif dan h) bahan oksidator. antara satu bahan kimia terhadap
pembelian, penyalahgunaan dll. Dengan demikian, dalam penggunaan, bahan kimia lain pada organisme
pembelian dan penyimpanan bahan kimia yang sama (Cahyono, 2004)
Kegiatan usaha pertambangan terutama untuk tujuan prosesing mineral maka proses adalah kemampuan suatu zat
untuk pertambangan bahan galian logam identifikasi, pendokumentasian serta untuk menimbulkan kerusakan
merupakan suatu kegiatan padat pengelolaan bahan kimia menjadi mutlak pada organisme hidup
teknologi sehingga potensi bahaya atau dilakukan. (DEPNAKER, 1988).
kecelakaan sangatlah tinggi. Untuk itu,
diperlukan pekerja tambang yang benar- KESIMPULAN APD : Alat pelindung diri, dapat berupa:
benar mampu secara pribadi baik sisi Kecelakaan tambang dapat diartikan topi pengaman safety helmet
keahlian, pengalaman maupun mental. sebagai suatu kejadian (insiden) yang berupa hard hat dan bump cap,
Menurut Anoraga (2006), Pekerja yang menimpa pekerja tambang secara tiba-tiba m a s k e r, k a c a m a t a ( s a f e t y
profesional adalah pekerja yang mampu akibat kontak langsung dengan bahan kimia glasses), pelindung wajah
memadukan kecakapan teknis dan dan/atau energi luar di atas ambang batas (goggles dan face shield), topeng
kematangan etik yang dimiliki untuk aman, sehingga mengalami cidera ringan, las, sarung tangan, sepatu (safety
menjalankan pekerjaannya. Diploma dan berat atau bahkan fatal (mati). Faktor shoes), pelindung telinga (ear muff
gelar bukan jaminan prestasi seseorang. penyebab terjadinya kecelakaan tambang ) dan sebagainya.
Diploma hanya memberi harapan tentang adalah adanya kelemahan pada sistem
adanya kemampuan tetapi kemampuan manajemen, adanya penyebab dasar dan B3 : Bahan Berbahaya dan Beracun
harus dibuktikan melalui penerapan penyebab langsung. P3K : Pertolongan Pertama Pada
pengetahuan dalam pekerjaan. Kecelakaan
Oleh karena beban kerja yang dihadapi DAFTAR PUSTAKA
pekerja dapat berupa beban fisik, mental Anoraga, Pandji, 2006. Psikologi Kerja. PT
dan sosial yang masing-masing Rineka Cipta: Jakarta.
mempunyai dampak berbeda maka Cahyono A.B., 2004. Keselamatan Kerja
penempatan pekerja yang tepat pada jenis Bahan Kimia Di Industri. Gadjah
pekerjaan sesuai bakat, ketrampilan, Mada University Press: Yogyakarta.
motivasi dsb sangatlah besar peranannya Prodjodikoro, W., 1979. Hukum Asuransi di
dalam mencegah timbulnya kecelakaan. Indonesia. Hal. 162-163, Penerbit PT
Faktor lainnya adalah kapasitas kerja Intermasa: Jakarta.
seseorang yang amat tergantung dari Pudjiarso, D., 2005. Teori Penyebab
kesegaran jasmani, gizi, jenis kelamin, Kecelakaan, Kumpulan Bahan Diklat
usia, ukuran tubuh, postur tubuh dsb juga A u d i t K 3 P u s d i k l a t Te k m i r a
merupakan faktor yang penting. Departemen ESDM Bandung.
Keputusan Menteri Pertambangan dan
3) Penyebab Langsung Energi No. 555.K/26/M.PE/1995
Penyebab langsung yang mengakibatkan tentang Keselamatan dan Kesehatan
terjadinya suatu kecelakaan adalah Kerja Pertambangan Umum
adanya tindakan tidak aman atau di bawah Keputusan Menteri Tenaga Kerja No.
standar (Unsafe action) dan kondisi tidak 187/MEN/1999 tentang
aman atau di bawah standar (Unsafe Pengendalian Bahan Kimia
condition). Berbahaya di Tempat Kerja

20 Desember 2007