NANA]ENEN NANA]ENEN

SUNBER DAYA NANUS!A SUNBER DAYA NANUS!A
Oleh : Yus Djunaedi Rusli,S.STP, NSi Oleh : Yus Djunaedi Rusli,S.STP, NSi
RENCANA POKOK PEMBELAJARAN : RENCANA POKOK PEMBELAJARAN :
MSDM
Ì. PENDAHULUAN
ÌÌ. MANAJEMEN SUMBER
DAYA MANUSÌA
ÌÌÌ. PERENCANAAN
SUMBER DAYA MANUSÌA
ÌV. PENGADAAN
A. Pentingnya
Manajemen
B. Wewenang
C. Organisasi
A. Pentingnya MSDM
B. Definisi MSDM
C. KOmponen MSDM
D. Peranan MSDM
E. Perkembangan MSDM
F. Fungsi MSDM
A. Perencanaan Sumber Daya Manusia
B. Metode, Ìnformasi, dan Peramalan SDM
C. Perencanaan Prosedur dan Rencana SDM
D. Perencanaan Fungsi ÷ Fungsi MSDM
A. Pentingnya Pengadaan
B. Analisis Pekerjaan
C. Uraian Pekerjaan
D. Evaluasi Pekerjaan
E. Penyederhanaan Pekerjaan
F. Pengayaan pekerjaan
G. Porses atau Langkah ÷ langkah
Pengadaan atau Perekrutan
RENCANA POKOK PEMBELAJARAN : RENCANA POKOK PEMBELAJARAN :
MSDM
V. PENGEMBANGAN
KARYAWAN
VÌ . PENGENDALÌAN MUTU
TERPADU ATAU TOTAL
QUALÌTY CONTROL ( TQC )
VÌÌ. GUGUS KENDALÌ MUTU
ATAU QUALÌTY CONTROL
CÌRCLE ( QCC )
VÌÌÌ. PENGÌNTEGRASÌAN
A. Pentingnya
Pengembangan
B. Tujuan pengembangan
C. Pelatih dan Ìnstruktur
D. Metode ÷ metode
pengembangan
E. Penilaian prestasi
karyawan
F. Mutasi karyawan
G. Promosi karyan
A. Perkembangan dan Mentalitas
Dasar TQC
B. Pengertian dan Manfaat TQC
C. Sistem Manajemen TQC
D. Penerapan dan pemecahan
Masalah TQC
A. Pengertian, Ìde dasar, dan Filosofi QCC
B. Sasaran Program QCC
C. Organisasi , Aturan Permainan, dan Pokok
Kegiatan QCC
D. Peranan Pemimpin dan fasilitator
E. Sasaran Pengoperasian QCC
F. Teknik Dasar QCC
A. Pentingnya Pengintegrasian
B. Hubungan Antar manusia
C. Pengertian dan Teori ÷ Teori Motivasi
D. Pemimpin dan teori kepemimpinan
E. Kesepakatan Kerja bersama dan
Collective Bergaining
RENCANA POKOK PEMBELAJARAN : RENCANA POKOK PEMBELAJARAN :
MSDM
ÌX. KEDÌSÌPLÌNAN
X . KOMPENSASÌ
XÌ. PEMELÌHARAAN
XÌÌ. PEMBERHENTÌAN
A. Pentingnya
Kedisiplinan
B. Ìndikator ÷ Ìndikator
Kedisiplinan
C. Persaingan dan Konflik
D. Kepuasan Kerja , Stres
dan Frustasi
A. Pentingnya Kompensasi
B. Pemberian Kompensasi
C. Sistem dan Kebijaksanaan
Kompensasi
D. Faktor yang mempengaruhi
besarnya Kompensasi dan Teori
Upah Ìnsentif
A. Pengertian Pemeliharaan
B. Metode ÷ Metode Pemeliharaan
C. Pengertian dan Program Kesejahteraan
D. Keselamatan dan Kesehatan Kerja
A. Pengertian Pemberhentian
B. Alasan ÷ Alasan Pemberhentian
C. Proses Pemberhentian
D. Undang ÷ Undang dan Konsep
Pemberhentian
BAB I PENDAHULUAN
Ìni salah
Manajemen
.??!
Ìni bukan
salah
strukturnya
ini salah
Manajemen
nya..
Apa sih
manajemen...?!
Pengertian manajemen
Manajemen adalah ilmu dan seni
mengatur proses pemanfaatan
Sumber daya manusia dan sumber -
sumber lainnya secara efektif dan
efisien untuk mencapai suatu tujuan
tertentu
Manajemen
To manage
Mengatur

Apa yang
diatur
Apa
tujuannya
diatur
Mengapa
harus
diatur
Siapa
yang
mengatur
Bagaimana
mengaturnya
5W + 1 H
What/
Apa
Why /
kenapa
Where /
Dimana
When /
Kapan
Who /
Siapa
How /
bagaimana
Unsur -Unsur manajemen
Man : manusia
Money : uang / dana
Methode : cara
Machines : alat
Material : bahan baku
Market : pasar
ungsi - fungsi manajemen
G.R. Terry John .mae Louis A.Allen Mc. Namara
1. Planning
2. Organizing
3. Actuating
4. Controlling
1. Palnning
2. Organizing
3. Motivating
4. Controling
1. Leading
2. Planning
3. Organizing
4. Controling
1. Planning
2. Programing
3. Budgeting
4. System
Henry ayol Harold Koontz Cyril
O´Donnel
P.Siagian Prof Oey Liang lee
1. Palnning
2. Organizing
3. Commanding
4. Coordinating
5. Controling
1. Planning
2. Organizing
3. Satfing
4. Directing
5. Controlling
1. Planning
2. Organizing
3. Motivating
4. Controlling
5. Evaluation
1. Perencanaan
2. Pengorganisas
ian
3. Pengarahan
4. Pengkoordinas
ian
5. Pengontrolan
ewenang
ewenang adalah kekuasaan resmi
yang dimiliki seseorang untuk
bertindak dan memerintah orang
lain.
Wewenang Tanggung jawab
=
Pentingnya MSDM
manajemen
man
matherial
Money
Methode
Mechine
Market
MSDM
Manajemen
personalia
Perbedaan MSDM dengan Manejemn
personalia
1. MSDM Dikaji secara makro sedangkan
manajeemn personalia dikaji secara mikro.
2. MSDM menganggap karyawan adalah
kekayaan ( asset ) utama organisasi , jadi
harus dipelihara dengan baik. Manajemen
personalia menganggap bahwa karyawan
adalah faktor produksi, jadi harus
dimanfaatkan secara produktif.
3. MSDM pendekatannya secara modern,
sedangkan manajemen personalia
pendekatannya secara klasik.
Pengertian MSDM
MSDM adalah ilmu dan seni mengatur
hubungan dan peranan tenaga kerja
agar efektif dan efesien membantu
terwujudnya tujuan perusahaan,
karyawan dan masyarakat
Komponen MSDM
1. Pengusaha
2. Karyawan
3. Pemimpin atau Manajer
Manajer Lini
Manajer Staf
Peranan MSDM
1. Menetapkan jumlah, kualitas, dan penempatan tenaga kerja yg
efektif,sesuai dg kebutuhan perusahaan berdasarkan Job deskription,
Job spesifikation,job requirment, dan job evaluation.
2. Menetapkan penarikan , seleksi dan penmpatankaryawan berdasarkan
the righ man in the right place and the right man in the right job.
3. Menetapkan program kesejahteraan, pengembangan,promosi dan
pemberhentian
4. Meramalkan penawaran dan permintaan sumber daya manusia pada
masa yang akan datang
5. Memperkirakan keadaan perekonomian pada umumnya dan
perkembangan perusahaan pada khususnya
6. Memonitordg cermat undang - undang perburuhan dan kebijaksanaan
pemberian balas jasa perusahaan - perusahaan sejenis
7. Memonitor kemajuan teknik dan perkebangan serikat buruh
8. Melaksanakan diklat dan penilaian prestasi karyawan
9. Mengatur mutasi karyawan baik vertikal maupun horisontal
10. Mengatur pensiun,pemberhentian dan pesangon
Manajemen
MSDM
Masalah ÷
masalah
ekonomi,
politis dan
sosial
Pendekatan
MSDM
Diperlukan
Pendekatan MSDM
Pendekatan MSDM
Pendekatan mekanis
Pendekatan paternalis
Pendekatan Sistem Sosial
Pendekatan Mekanis
Mekanisasi ( otomatisasi ) adalah
mengganti peranan tenaga kerja
manusia dg tenaga mesin untuk
melakukan pekerjaan. Penggantian
ini didasarkan kpd pertimbangan
ekonomis, kemanusiaan, efektivitas,
dan kemampuan yg lebih besar
Menimbulkan masalah baru
Pendekatan Mekanis Permasalahan
Pengganguran
teknologis
Keamanan
Ekonomis
Organisasi
buruh
Kebanggaan
dlm pekerjaan
Mesinisasi
Takut di
PHK
Pengangg
uran
mnmblkn
Org Buruh
Karena
Spesialisasi tdk
tahu hasil akhir
Pendekatan Patrenalis
Pada pendekatan paternalis,manajer untuk
pengarahan bawahannya bertindak seperti
bapak terhadap anak - anaknya. Para
bawahan diperlakukan dg baik, fasilitas -
faslitas diberikan, bawahan dianggap
sebagai anak - anaknya. Misalnya
diberikan pinjaman uang serta didirakan
toko sehingga karyawan dapat membeli
keperluannya secara kredit.
Mengakibatkan karyawan menjadi
manja,malas dan kurang produktif.
Pendekatan Sistem Sosial
Pendekatan sosial mengutamakan
kepada hubungan harmonis, interaksi
yg baik, saling menghargai, saling
membutuhkan dan saling mengisi
sehingga terdapat suaatu total sistem
yang baik
ungsi MSDM
1. Perencanaan
2. Pengorganisasi
3. Pengarahan
4. Pengendalian
5. Pengadaan
6. Pengembangan
7. Kompensasi
8. Pengintegrasian
9. Pemeliharaan
10. Kedisiplinan
11. Pemberhentian
BAB ¡¡
PERENCANAAN 8DM
SDM
Sumber Daya
Manusia adalah
kemampuan
terpadu dari
daya pikir dan
daya fisik yang
dimiliki individu
5, itu
SDM .??
KONSEP SDM
SDM
Daya pikir Daya fisik
Ditentutkan
oleh
keturunan dan
lingkungannya
Kecerdasan & Kecakapan
SDM
Perilaku dan sifat
Daya fisik Daya Pikir
Keinginan
Prestasi kerja Profesional
SDM DALAM ORGANÌSASÌ
Pikir
Rasa
isis adalah cara
seseorang menilai
lingkungannya
Manusia
isis Pikir
isis Rasa
><
Dominan
mana.. ??
PROFESÌONAL AHLÌ + CÌNTA =
PENINGKATAN DAYA PIKIR DAN DAYA ISIK
DAYA PIKIR DAYA SIKAP
Makan makanan yang bergizi tinggi Makan makanan yang bergizi tinggi
Pemeliharaan kesehatan yang baik Pemeliharaan kesehatan yang baik
Pendidikan formal dan informal Olahraga yang baik dan teratur
Mengikuti diskusi dan seminar - seminar Mengikuti pertandingan - pertandingan
Dan lain sebagainya Dan lain sebagainya
Tipe manusia menurut D.Yung
1. Tipe Introverse jika perhatiannya diarahkan ke
dalam dirinya sendiri. Ciri - ciri : egoistis,
senang mneyendiri, pendiam, kurang bergaul.
2. Tipe Extroverse jika perhatiannya ditujukan ke
sekelilingnya. Ciri - ciri : berhati terbuka,
gembira, ramah tamah dalam pergaulan
3. Tipe Ambiverse adalah orang - orang yang
berada dianatara extroverse dan introverse
Dr. Toshitaka Nomi
1. Gol darah A : bisa dipercaya
2. Gol darah B : lemah lembut
3. Gol darah AB : emosional
4. Gol darah O : berbakat pemimpin
PERENCANAAN SDM
MSDM
PERENCANAAN
terkontrol
Benar or salah
Perencanaan adalah memiliih dan
menghubungkan fakta dan membuat
serta menggunkan asumsi - asumsi
mengenai masa yang akan datang
dengan jalan menggambarkan dan
merumuskan kegiatan - kegiatan
yang diperlukan untuk mencapai hasil
yang diinginkan ( George R.Terry )
Tujuan Perencanaan SDM
1. Untuk menentukan kualitas dan kuantitas karyawan yg mengisi
semua jabatan dalam perusahaan
2. Untuk menjamin ersedianya tenaga kerja masa kini maupun
masa depan , sehingga setiap pekerjaan ada yang mengerjakan
3. Untuk menghindari terjadinya mismanajemen dan tumpang tindh
dalam pelaksanaan tugas.
4. Untuk mempermudah koordinasi, integrasi dan sinkronisasi ( KIS
) sehingga produktivitas kerja meningkat
5. Untuk menghindari kekurangan dan atau kelebihan karyawan
6. Untuk menjadi pedoman dalam menetapkan program penarikan,
seleksi, pengembangan, kompensasi,
pengintegrasian,pemeliharaan, kedisiplinan dan
pemberhentiankaryawan
7. Menjadi pedoman dalam melaksanakan mutasi ( vertikal atau
horizintal ) dan pensiun karyawan
8. Menjadi dasar dalam melakukan penilaian karyawan.
Metode PSDM
Metode PSDM
Metode non ilmiah
Metode ilmiah
PSDM hanya didasarkan
atas pengalaman, imajinasi
dan perkiraan ÷ perkiraan
dari perencanaannya saja
PSDM dilakukan
berdasarakan atas hasil
analisis dari data informasi,
dan peramalan ÷ peramalan
dari perencanaannya.
Beresiko
Job analysis
Informasi
Organisasi
PSDM
Informasi
Job Analysis
Informasi
Situasi
Persediaan
Tenaga Kerja
Pengadaan
Penarikan, Sumber.Seleksi
Pengembangan
Pendidikan, Pelatihan,
Mutasi
Kompensasi
Direct dan indirect
Pengintegrasian
Komunikasi,Kepemimpinan
, Motivasi
Pemeliharaan
Program Kesejahteraan,
Ekonomis,Pelayanan
Kedisiplinan
Peraturan dan saksi hukum
Pemberhentian
Pensiun, Dipecat,
Permintaan sendiri
Job Analysis
4- Analysis memberikan informasi tentang aktivitas
pekererjaan,standar pekerjaan, konteks pekerjaan, persyaratan
personalia, perilaku manusia, dan alat - alat yang dipergunakan
Job Description meberikan informasi tentang tugas- tugas dan
tanggung jawab seorang pejabat pada suatu jabatan
Job Spesification memberikan informasi tentang kualifikasi-kualifikasi
SDM yg akan menjabat suatu jabatan
Job evaluation memberikan informasi mengenai berat ringannya
pekerjaan, resiko pekerjaan, dan gaji jabatan
Job enrichment memberikan informasi untuk memperkaya pekerjaan
pada suatu jabatan tertentu yang sifatnya vertikal
Job enlargement memberikan informasi untuk memperkaya jenis
pekerjaan yang sifatnya horizontal
Syarat - syarat Perencanaan SDM
1. Harus mengetahui secara jelas masalah yang akan
direncanakannya
2. Harus mampu mengumpulkan dan menganalisis
informasi tentang sdm
3. Harus mempunyai pengetahuan luas tentang Job
Analysis, organisasi dan situasi Persediaan SDM.
4. Harus mampu membaca situasi SDM masa kini dan
masa mendatang.
5. Mampu memperkirakan peningkatan SDM dan
teknologi masa depan
6. Mengetahui secara luas peraturan dan kebijaksanaan
perburuhan pemerintah
Prosedur Perencanaan SDM
1. Menetapkan secara jelas kualitas dan
kuantitas SDM yang dibutuhkan
2. Mengumpulkan data dan informasi tentang
SDM
3. Mengelompokkan data dan informasi serta
menganalisisnya
4. Menetapkan beberapa alternatif
5. Memilih yang terbaik dari alternatif yang
ada menjadi rencana
6. Menginformasikan rencana kepada para
karyawan untuk direalisasikan
Jangka waktu Rencana
1. Rencana jangka panjang, waktunya
lebih dari 5 tahun , seperti rencana
pensiun dll.
2. Rencana waktu menengah, waktunya
3 - 5 tahun, seperti rencana
promosi, demosi dll
3. Rencana jangka pendek, waktunya 1
- 2 tahun, seperti rencana seleksi dll
Kendala - Kendala PSDM
1. Standar Kemampuan SDM
Standar kemapuan SDM yang pasti dan akurat belum ada ,
akibatnya informasi kemampuan SDM hanya berdasarkan
ramalan - ramalan ( prediction ) saja yang sifatnya subjektif.
2. Manusia ( SDM ) mahluk Hidup
Manusia sebagai mahluk hidup tidak dapat dikuasai
sepenuhnya seperti mesin,sehingga sulit memperhitungkan
segala sesuatunya dalam rencana .misalnya ia mampu tetapi
kurang mau melepaskan kemampuannya
3. Situasi SDM
Persediaan, Mutu, dan Penyebaran penduduk yg kurang
mendukung kebutuhan SDM Perusahaan.
4. Kebijaksanaan Perburuhan Pemerintah
Kebijkasanaan perburuhan pemerintah, seperti kompensasi ,
jenis kelamin, NA, dan kendala lain dalam PSDM untuk
membuat rencana yg baik dan tepat.
BAB ¡¡¡
PENGADAAN
PENGADAAN
Pengadaan adalah proses penarikan,
seleksi, penempatan, orientasi dan
induksi untuk mendapatkan karyawan
yang efektif dan efesien membantu
tercapainya tujuan perusahaan
Tahapan pengadaan karyawan
1. Analisis pekerjaan ( Job Analysis )
2. Uraian pekerjaan (Job Deskription )
3. Spesifikasi pekerjaan (Job Spesification)
4. Evaluasi Pekerjaan (Job evaluation )
5. Penyederhanaan pekerjaan (ork Simplification )
6. Pengayaan Pekerjaan ( Job Enrichment )
7. Persyaratan Pekerjaan ( Job Requirement )
Lankah - lankah pengedaan atau
perekrutan karyawan
1. Peramalan Kebutuhan tenaga kerja
2. Penarikan ( recruitment )
3. Seleksi ( Selction )
4. Penmpatan , orientasi dan induksi
karyawan
Konsep pengadaan karyawan
PENGADAAN
Seleksi
Penempatan
( placement )
Orientasi
Induksi
Penarikan
( Recruitment )
1
2
3
4
5
Konsep penarikan
Penarikan
atau
Recruitment
Dasar
- Job Spesification
- Peraturan Pemerintah
Sumber
- Internal
- Eksternal
Metode
- Tertutup
- Terbuka
Kendala
- Internal org
- Eksternal org
1
2
4
3
1
Definisi penarikan
Edwin B ilippo :
" penarikan adalah proses pencarian
dan pemikatan para calon pegawai
yang mampu bekerja di dalam
organisasi ¨
Sumber - sumber penarikan
Internal
Karyawan yang akan mengisi lowongan
kerja diambil dari dalam perusahaan
tersebut. Yakni dengan cara Mutasi (
promosi, rotasi or demosi )
Eksternal
Karyawan yang akan mengisi jabatan yang
lowong tersebut dari sumber tenaga kerja
di luar perusahaan
Konsep Seleksi
1
Seleksi
atau selection
Penetuan jmlh diterima :
-Non ilmiah
-Ilmiah
Metode
-Non ilmiah
-Ilmiah
Penyeleksi
- Individu
- Group / tim
Tingkat
- Adm dan kecakapan
- Masa Percobaan
- Prajabatan
Kendala
- Penyeleksi
- Peserta
- Job Specification
Dasar
- Job specification
- Peraturan Pemerintah
- Norma Sosial
1
2
3
4
5
6
Pengertian seleksi
Melayu hasibuan
" Seleksi adalah suatu kegiatan
pemilihan dan penentuan pelamar
yang diterima atau ditolak untuk
menjadi karyawan perusahaan ¨
Penentuan jumlah karyawan
1. Metode non ilmiah
Jumlah karyawan yang dibutuhkan
hanya berdasarkan atas perkiraan
saja bukan atas perhitungan dengan
cermat
2. Metode Ilmiah
Jumlah karyawan yang diterima
berdasarkan atas perhitungan dan
analisis beban kerja
Analisis beban kerja
Analisis beban
kerja
=
Volume pekerjaan
Standar prestasi
X satu orang
Contoh :
CV. Nur akan memproduksi 700 unit
barang setiap hari standar prestasi
per orang per hari ( 7 jam ) 10 unit.
Berpa jumlah karyawan yg
dibutuhkan ?
Jmlh karywn yg dibuthukan :
700 X 1 orang = 70 orang
10
Nilai absen
Absen =
Jumlah hari kerja absen per bulan
Jmlh hari kerja per bulan x jmlh pekerja
x 100 %
Contoh
Dari soal analisisi beban kerja jumlah karaywan
50 orang hari libur bulan september
sebanyak 4 hari dan jumlah hari kerja bulan
september adalah 25 hari maka tingkat
absensinya adalah :
4 X 100 % = 0,32 %
50 x 25
Jadi tingkat absennya : 0,32 % x 50 = 0,16 = 1
org
Perputaran karyawan ( labor turnover )
Turnover
=
Z ( yang diterima - yang keluar )
½ Z ( karyawan awal + karyawan akhir )
X 100 %
Contoh :
1 - 1 - 2008 karywan 80 orang , sedang 31 sept 2008
adalah 50 orang, selama waktu tersebut karyawan
berhenti 12 orang, diterima 20 orang, maka :
Turnovernya = 20 - 12 x 100 % = 12,3 %
½ ( 80+50)
Jadi turnovernya : 12,3% x 50 orang = 6,15 = 7
orang
Total kebutuhan pegawai :
Analisis beban kerja + absensi + turnover
70 +1 + 7 = 78 orang
Jumlah pegawai sekarang 50 orang jadi
perusahan tersebut hanya butuh tambahan
pegawai 28 orang
Langkah - langkah seleksi :
1. Seleksi surat lamaran
2. Pengisian blanko lamaran
3. Pemeriksaan referensi
4. awancara pendahuluan
5. Tes penerimaan :
- Tes adm
- tes psikologi
- tes kesehatan
6. awancara akhir
7. Memutuskna diterima dan ditolak
Dasar dalam proses Seleksi :
1. Keahlian
2. Pengalaman
3. Umur
4. Jenis Kelamin
5. Pendidikan
6. Keadaan fisik
7. Tampang
8. Bakat
9. Temperamen ----- Endogen ; Pemarah, periang dll
10. Karakter------ eksogen : dapat diubah ex.
Ceroboh,dll
Penggolongan keahlian :
1.Technikal Skill
2.Human Skill
3.Conceptual skill
Technikal skill merupakan jenis keahlian yang utama
yang harus dimiliki oleh para pegawai pelaksana,
sedangkan "human skill " merupakan keahlian yang
harus dimiliki oleh mereka yang akan memimpin
beberapa orang bawahan atau lebih . " conceptual skill "
merupakan keahlian yang harus dimiliki oleh mereka
yang akan memangku jabatan pucuk pimpinan.
Pendekatan seleksi
Successive Hurdles selecti4n appr4ach
Pendekatan ini mengharuskan setiap calon
karyawan untuk mengikuti semua prosedur
seleksi secara bertahap ( sistem gugur )
42pensat4ry Selecti4n Appr4ach
Setiap calon karyawan diberi kesempatan
yang sama untuk mengikuti seleuruh
prosedur seleksi ( sistem ranking )
TEKNIK PREDIKSI SDM DENGAN
METODE KUANTITATI
1. Teknik Moving Average
( Rata - Rata Bergerak )
2. Teknik Exponential Smoothing
( Ekponen Tertentu )
3. Teknik Trends Projection
( Proyeksi kecendrungan )
4. Teknik Correlation and Regression
( Korelasi dan Regresi Ganda / Jamak )
5. Teknik Korelasi tata Jenjang
( Rank Order Correlation )
6. Teknik Multiple Correlation and Regression
( Korelasi dan Regresi Ganda / Jamak )
7. Teknik Probability Matrixes ( Matrik Peluang )
8. Teknik Matrik Peluang Dihubungkan dengan waktu
9. Teknik Matrik Peluang Sederhana
1. Teknik Prediksi rata - Rata
Bergerak
Teknik ini merupakan penyempurnaan penggunaan
rata - rata hitung dari data SDM yang dipergunakan
oleh organisasi / Perusahaan selama beberapa tahun
di masa lalu
Di samping itu dapat juga dilakukan dengan
menggunakan data SDM yang direkrut atau yg
berhenti ( pensiiun dan / atau berhenti dan
diberhentikan), rata - rata pormosi, Pindah Jabatan
dll.
Dengan perhitungan rata - rata bergerak dapat
diprediksi kebutuhan ( demand ) SDM untuk beberapa
tahun mendatang yang powernya ( keakuratannya )
lebih tinggi dari rata -rata hitung
2. Prediksi SDM dengan teknik
Regresi
Perencanaan SDM dengan teknik ini dilakukan melalui
formula / rumus statistik korelasi dan regresi
sederhana ( antar dua variabel ) atau korelasi dan
regresi ganda /jamak ( lebih dari dua variabel ) yang
terdapat di lingkungan bisnis sebuah perusahaan /
organisasi
Perhitungan korelasi harus dilakukan lebih dahulu ,
untuk mengetahui apakah variabel SDM yang akan
diprediksi memiliki hubungan atau dipengaruhi oleh
satu atau lebih variabel yang lain seperti variabel
laba, variabel upah ( gaji ), produktivitas dll.
JIka korelasi variabel SDM dengan variabel lainnya
tersebut cukup tinggi, maka dapat dilakukan prediksi
permintaan ( Deman ) SDM dengan perhitungan
regresi sederhana dan atau regresi ganda / jamak
ormula / rumus Korelasi dipergunakan
untuk mengetahui ada tidaknya hubungan
pararel. Antara dua atau lebih variabel
Oleh karena koefesien korelasi yang
diperoleh dari perhitungan terbatas pada
menyetakan hubungan pararel bukan
hubungan sebab akibat , maka untuk
prediksi diperlukan perhitungan regresi
Rumus korelasi product moment
person :
n ZXY - (ZX) (ZY)
b n ZX
2
- (ZX)
2
n ZY
2
- (ZY)
2
r = Koefesien korelasi ( bergerak antara -1,00 s/d 1,00 )
=
rxy
-1 0 1
X Y X Y X Y X Y
X
Y
+ + 0
-
-
Koefesien korelasi memiliki tiga kemungkinan sbb :
- Koefesien korelasi positif ( o,oo s/d 1,00 ) terdapat hubungan pararel
searah
- Koefesien korelasi negatif ( o,oo s/d -1,00 ) terdapat hubungan sejajar /
pararel berlawanan arah
- Koefesien korelasi 0,00 atau mendekati 0,00 menunjukkan tidak terdapat
hubungan antara dua variabel tsb
Setelah dicari nilai hubungannya di
uji dengan indeks di dalam tabel
koreksi koefesien korelasi yang
berlaku universal dengan tingkat
kepercayaan 95 % atau signifikansi (
a)= 0,05 dengan menggunakan
derajat kebebasan n -1
Ketika nilai r hitung lebih besar dari
nilai r tabel maka berlaku :
Ho ditolak dan Ha diterima
Ho = tdk terdapat hubungan X --- Y
Ha = terdapat hubungan X ---- Y
Persamaan regresi sederhana
Y = a + b X
nZ XY - (ZX)(ZY)
nZ X
2
- (ZX )
2
b=
a=
(ZY)(ZX
2
) - (ZX) (ZXY)
nZ X
2
- (ZX)
2
3. Prediksi SDM dengan Korelasi tata
Jenjang ( rank Order Correlation )
Korelasi ini termasuk statistik non
parameterik yang dipergunakan apabila
pencatatan data ( n ) relatif sedikit,
karena korelasi product moment angka
kasar merupakan statistik parametrik
yang dipergunakan jika data cukup
banyak yang diprediksi mengikuti
distribusi/ kurva normal
Rumus yang digunakan adalah :
rho
=
1
-
6 Z D
2
n x ( n
2
- 1)
BAB ¡V
PENGEMBANGAN
PENGEMBANGAN
ÌNPUT PROSES OUT PUT
STRATEGÌ
STRATEGÌ STRATEGÌ
DEINISI PENGEMBANGAN
Pengembangan adalah suatu usaha
untuk meningkatkan kemampuan
teknis, teoritis, konseptual, dan moral
karyawan sesuai dengan kebutuhan
pekerjaan/ jabatan melalui
pendidikan dan latihan ( melayu hasibuan )
Tujuan pengembangan
1. Produktivitas kerja
2. Efesiensi
3. Kerusakan
4. Kecelakaan
5. Pelayanan
6. Moral
7. Karier
8. Kepemimpinan
9. Balas jasa
10.Konsumen
Pengembangan
Peningkatan kualitas
dan kemampuan
karyawan
Jenis pengembangan Peserta pengembangan
1. Pengembangan
secara formal
2. Pengembangan
secara informal
1. Karyawan baru
2. Karyawan lama
Pelatih / instruktur
Syarat Pelatih
Teaching Skills - mendidik
Communicaton skills- kecakapan
komunikasi
Personality authority-kewibawaan
Social skills-kemampuan sosial
Technical competent- berkemampuan
teknis
Stabilitas emosi-sabar
Metode - metode pengembangan
1. Metode latihan atau training
2. Metode pendidikan atau education
1. Metode latihan atau training
a. On the job
b. Vestibule
c. Demonstration and example
d. Simulation
e. Apprenticeship
f. Calssroom methods
1. On the job
Para peserta latihan langsung bekerja
di tempat untuk belajar dan meniru
suatu pekerjaan di bawah bimbingan
seorang pengawas.
Kebaikan : pelajar langsung bekerja
pada pekerjaan dan perlatan
Keburukan : kurang sistematis jika
pengawas kurang berpengalaman
2. Vestibule
Adalah metode latihan yang
dilakukan dalam kelas atau bengkel
yang biasanya dieselenggarakan
dalam suatu perusahaan industri
untuk memperkenalkan pekerjaan
kepada karyawan baru dan melatih
mereka mengerjakan pekerjaan
tersebut.
3. Demonstration and example
Adalah metode latihan yang
dilakukan dengan cara peragaan dan
penjelasan bagaimana cara - cara
mengerjakan sesuatu pekerjaan
melalui contoh - contoh atau
percobaan yang didemonstrasikan.
4. Simulation
Simulasi merupakan situasi atau
kejadian yang ditampilkan semirip
mungkin dengan situasi yang
sebenarnya tapi hanya merupakan
tiruan saja
f.Classroom Methods
Metode pertemuan dalam kelas yang
meliputi Lecture ( pengajaran ),
conference ( rapat ), Programmed
instruction, metode studi kasus, role
playing, metode diskusi dan metode
seminar
2. Metode Pendidikan ( Education method )
Menurut Andrew .Sikula :
a. Training methods atau classroom method
b. Understudies ( praktek langsung ) --- Khusus untuk jabatan
kepemimpinan
c. Job rotation and planned progression ( memindahkan dari satu
jabatan ke jabatan yang lain )
d. Coaching - counseling
Coaching : atasan mengajarkan keahlian dan keterampilan kerja
kepada bawahannya
Counseling : Diskusi antara pekerja dan pimpinan menganai hal - hal
yg sifatnya pribadi
a. Junior board of executive or multiple management
Calon - calon manajer ikut memikirkan atau memecahkan masalah
perusahaan kemudian direkomendasikan kpd manajer lini
a. Committee assignment
Komite yg dibentuk utk menyelediki , mempertimbngkan,
menganalisis,melaporkan kpd pimpinan
a. Business games
Permainan bisnis ( karyawan dituntut bersaing untk memecahkan
maslah tertentu )
a. Sensitivity training
Membantu karyawan agar mengerti tentang diri sendiri
Perbedaan Coaching dan
Counseling
Cocahing Counseling
1. Dilakukan untuk pegawai
langsung
2. Berhubungan denga
pekerjaan / jabatan - jabatan
3. Jangka waktunya panjang
4. Sering dilakukan
5. Hubungan merupakan
hubungan lini atau perintah
6. Ditujukan kepada semua
pegawai
1. Dilakukan untuk pejabat atau
manajer
2. Berhubungan dengan masalah
pribadi
3. Jangka waktunya singkat
4. Jarang dilakukan
5. Hubungan merupakan
hubungan staf atau bukan
perintah
6. Ditujukan pada pegawai
tertentu saja
Perbedaan latihan dengan pendidikan
Perbedaan Latihan Pendidikan
1. Peserta
2. Tujuan
3. Metode
4. aktu
5. Biaya
6. Tempat
Karyawan operasional
Technical skills
Metode latihan
Jangka pendek
Relatif kecil
Lapangan praktek
Karyawan manajerial
Managerial skills
Metode pendidikan
Jangka penjang
Relatif besar
Di dalam kelas
Tolak ukur metode pengembangan
a. Prestasi kerja karyawan
b. Kedisiplinan karyawan
c. Absensi karyawan
d. Tingkat kerusakan produksi, alat, dan mesin - mesin
e. Tingkat kecelakaan karyawan
f. Tingkat pemborosan bahan baku, tenaga dan waktu
g. Tingkat kerja sama karyawan
h. Tingkat upah insentif karyawan
i. Prakarsa karyawan
j. Kepemimpinan dan keputusan manajer
1. Peserta
2. Pelatih atau instruktur
3. asilitas pengembangan
4. Kurikulum
5. Dana pengembangan
Kendala - kendala pengembangan
Pengembangan
atau development
Pengertian
Prinsip
Tujuan
- Non Karier
-- Karier
Metode
- Latihan
-- Pendidikan
Peserta
- Karyawan baru
- Karyawan Lama
Ìnstruktur
- Karyawan /luar
Kendala ÷ kendala
1
2
3
4
5
6
7
Penilaian Karyawan
Penilaian prestasi adalah kegiatan
manajer untuk mengevaluasi perilaku
prestasi kerja karyawan serta
menetapkan kebijaksanaan
selanjutnya
Promosi Demosi Dikembangkan Balas jasa
dinaikkan
Andrew .Sikula
Penilaian adalah suatu proses
mengestimasi atau menetapkan nilai ,
penampilan atau status dari beberapa
objek , orang atau benda
Penilaian prestasi kerja adalah
evaluasi yang sistematis terhadap
pekerjaan yang telah dilakukan oleh
karyawan dan ditujukan untuk
pengembangan
Ruang lingkup penilaian prestasi
5W + 1 H
What/
Apa
Why /
kenapa
Where /
Dimana
When /
Kapan
Who /
Siapa
How /
bagaimana
hat / Apa yang dinilai
1. Kesetiaan
2. Kejujuran
3. Kerjasama
4. Kepemimpinan
5. Loyalitas
6. Pekerjaan saat sekarang
7. Potensi akan datang
8. Sifat dan hasil kerjanya
hy / kenapa dinilai
1. Untuk menambah tingkat kepuasaan para
karyawan dg memberikan pengakkuan terhadap
hasil kerjanya
2. Untuk membantu kemungkinan pengembangan
personel bersangkutan
3. Untuk memelihara potensi kerja
4. Untuk mengukur prestasi kerja pada karyawan
5. Untuk mengukur kemampuan dan kecakapan
karyawan
6. Untuk mengumpulkan data guna menetapkan
program kepegawaian selanjutnya
here / dimana penilaian dilakukan
1. Di dalam pekerjaan ( on the job
performance ) secara formal
2. Di luar pekerjaan ( off the jjob
performance ) baik secara formal
ataupun informal
hen / kapan penilaian dilakukan
aktu penilaian dilakukan secara formal
dan informal
1.ormal : penilaian dilakukan secara
periodik
2.Informal : peniliaan yang dilakukan
terus menerus
ho / siapa yang dinilai
Tenaga kerja
perusahaan
( dinilai )
Atasan
langsung
How / bagaimana menilainya
Berkaitan dengan metode yang
digunkan dan problem apa yang
dihadapi oleh penilai ( appraiser )
dalam melakukan penilaian
Tujuan dan Kegunaan penilaian
karyawan
1.Sebagai dasar pengambilan keputusan
....promosi, demosi, pemberhentian , penetapan
besarnya balas jasa
2. Untuk mengukur prestasi kerja
3. Untuk mengevaluasi efektivitas kegiatan
4. Mengevaluasi program latihan dan keefektifav
jadwal kerja, metode kerja, struktur organisasi,
gaya pengawasan, kondisi kerja, dan peralatan
kerja.
5. Indikator kebutuhan akan latihan bagi karyawan
6. Untuk meningkatkan motivasi kerja karyawan
Syarat - syarat seorang penilai
1. Penilai harus jujur, adil, objektif dan
memiliki pengetahuan yang mendalan thd
unsur yg akan dinilai
2. Penilai mendasarkan kepada benar - salah
( wright or wrong ) , baik dan buruk
terhadap unsur yang dinilai.
3. Mengetahui secara jelas uraian pekerjaan
setiap karyawan
4. Mempunyai kewenangan formal
5. Harus mempunyai keimanan sehingga
penilaiannya jujur dan adil
Penilai
ormal
Syarat
Penilai
Penilai
Non ormal
Penilai tanpa
kewenangan tapi
ikut menilai
Ex. Masyarakat,
konsumen
Seseorang atau
komite yg
mempunyai
wewenang formal
menilai bawahannya
di dalammaupun
diluar pekerjaan
Penilai ormal
Penilai Individu
Penilai kolektif
Seorang atasan
langsung yang
secara individual
menilai perilaku
dan prestasi kerja
karyawan
Suatu tim/kolektif
secara bersama -
sama menilai prestasi
karyawan selanjutnya
menetapkan
kebijaksanaan thd
karyawan
Ex : DPR, Dewan
jenderal, Baperjakat
Dasar Penilaian dan Unsur - Unsur
yang dinilai
Dasar
Penilaian
Uraian Pekerjaan
( Baik / buruk )
Standar
Standar
Apa yang akan
dicapai sebagai
ukuran untuk
penilaian
Tangible
standar
intangible
standar
Sasaran yg
dapat
ditetapkan
alat ukurnya
Sasaran yg
tdk dapat
ditetapkan
alat
ukurnya
Bentuk isik
:
-Kuantitas
-Kualitas
-aktu
Bentuk Uang
:
-Biaya
-Penghasilan
-Investasi
Standar
prilakku,
kesetiaan,p
artisipasi,
loyalitas
Unsur - Unsur yang dinilai
1. Kesetiaan
2. Prestasi kerja
3. Kejujuran
4. Kedisiplinan
5. Kreativitas
6. Kerjasama
7. Kepemimpinan
8. Kepribadian
9. Prakarsa
10. Kecakapan
11. Tanggungjawab
Metode Penilaian Prestasi karyawan
Penilaian Metode
Tradisional
Modern
1. Rating scale
2. Employee
comparation
3. Check list
4. reeform essay
5. Critical incident
1. Assessment
centre
2. Management by
objective ( MBO )
3. Human Asset
accounting
Tradisional :
Rating Scale
Penilaian dilakukan oleh atasan atau
supervisor untuk mengukur
karakteristik, mis :
inisiatif,ketergantungan, kematangan,
kontribusinya
Metode penilaian yg paling tua dan
banyak digunakan
Employee Comparation
Metode penilaian yg dilakukan dg
cara membandingkan anatar seorang
pekerja dg pekerja lainnya
Metode ini terbagi atas :
- Alternation ranking
- Paired comparation
- orced comparation
a. Alternation ranking
Metode penilaian dg cara mengurut
peringkat ( rangking ) karyawan
dimulai dari yg terendah sampai yg
tertinggi berdasarkan kemampuan yg
dimiliki
b. Paired Comparation
Metode penilaian dg cara seorang karyawan
dibandingkan dg seluruh karyawan lainnya,
shgga terdapat alternatif keptsan yg diambil.
Ex : ada 5 orng karyawan ( A,B,C,D,E )
berapa kali penilaian dilakukan ???
A A
B B
C C
D D
E E
Rumus : n ( n - 1 )
2
c. orced Comparation ( grading )
Metode ini sama dg paired
comparation tetapi digunakn untuk
jumlah karyawan yg banyak, dan
digunakan definisi yg jelas untuk
kategori. Misal : baik sekali,
memuaskan, kurang memuaskan.
Bisa terjadi penilaian relatif kepada
karyawan ( kurang obyektif )
Check List
Memberikan masukan / informasi
bagi penilaian yg dilakukan oleh
personalia.penilai tinggal memilih
kalimat2 atau kata2 yg
menggambarkan prestasi kerja dan
karakteristik individu karyawan.
reeform essay
Seorang penilai diharuskan membuat
karangan yg berkenaa dg karyawan
yg sedang dinilainya
Critical incident
Penilai mencatat semua kejadian
menganai tingkah laku bawahnnya
kemudian dimasukkan ke dalam buku
catatan khusus yg terdiri dari
berbagai macam kategori tingkah
laku bawahnnya. Misal : mengenai
inisiatif , kerjasama, dan keselamatan
Modern :
Assesment centre
Metode ini biasanya dilakukan dg
pembentukan tim penilai khusus. Bisa
dari luar maupun dalam maupun
kombinasi luar dalam.
Cara penilaian dilakukakn dg
wawancara, permainan bisnis dll
Management by objective ( MBO )
Karyawan langsung diikutsertakan
dalam perumusan dan pemutusan
persoalan dg memperhatikan
kemampuan bawahan dalam
menentukan sasarannya masing -
masing yg ditekankan pada
pencapaian sasaran perusahaan.
Ciri - ciri MBO :
1. Adanya interaksi anatara atasan dg
bawahan secara langsung
2. Atasan bersama - sama dg
bawahannya menentukan sasaran
dan kriteria pekerjaannya
3. Menekankan pada masa sekarang
dan masa yg akan datang
4. Menekankan pada hasil yg hendak
dicapai
Kelemahan dari MBO adalah :
1. Pendekatan melalaui MBOsangat
individualis untk menetapkan tujuan dan
kerjasama dalam penilaiannya
2. Jika penetapan sasran tdk hati - hati bisa
mengakibatkan sasaran yang satu akan
menghambat sasaran yg lainnya.
3. Sulitnya menetapkan sasaran yg
mempunyai tingkat kesulitan yg sama
Human Asset Accounting
aktor pekerja dinilai sbgai individu
modal jangka panjang shgga sumber
tenaga kerja dinilai dg cara
membandingkan thdp variabel -
variabel yg dapat mempengaruhi
keberhasilan perusahaan. Jika biaya
untuk tenaga kerja meningkat laba
meningkat, maka peningkatan tenaga
kerja telah berhasil.
Kendala penilaian prestasi
karyawan
Adanya " Hallo effect ¨
Merupakan kesalahan yg dilakukan oleh
penilai karena umumnya penilai cenderung
akan memberikan indeks prestasi baik bagi
karyawan yg dikenalnya maupun
shabatnya.
Like and dislike bukan right or wrong
Mempertimbangkan orang ketiga seperti :
keluarganya, anak pejabat, kesukuan,
Istilah penilaian
1. Leniency : kesalahn yg dilakukan penilai
karena memberikan nilai yg tinggi thd
karyawan yg dinilainya
2. Strictness : kesalahan penilai yg cenderung
memberikan cilai rendah kpd karyawan yg
dinilainya
3. Central tendency : penilai cenderung
memberikan nilai sedang
4. Personal bias : penilaian yg terjadi akibat
adanya prasangka - prasangka sebelumnya
baik yg positif maupun negatif.
MUTASI
Adalah suatu perubahan posisi / jabatan /
tempat / pekerjaan/yg dilakukan baik secara
horizontal maupun vertikal ( promosi /
demosi ) di dalam satu organisasi.
Mutasi
Promosi Demosi
Tujuan Mutasi
1. Untuk meningkatkan produktivitas kerja
2. Untuk menciptakan keseimbangan antara tenaga kerja dg
komposisi pekerjaan atau jabatan
3. Untuk memperluas dan menambah pengetahuan karyawan
4. Untuk menghilangkan rasa bosan / jemu thd pekerjaannya
5. Untuk memberikan perangsang agar karyawan mau
berupaya meningkatkan karier yg lebih tinggi
6. Untuk pelaksanaan hukuman / sanksi atas pelanggaran -
pelanggaran yang dilakukan.
7. Untuk memberikan pengakuan dan imbalan terhadap
prestasinya
8. Untuk alat pendorong agar spirit kerja meningkat melalui
persaingan terbuka
9. Untuk tindakan pengamanan yg labih baik
10. Untuk menyesuaikan pekerjaan dengan kondisi fisik
karyawan
11. Untuk mengatasi perselisihan antara sesama karyawan
Dasar Mutasi
Ada tiga dasar plaksanaan mutasi :
Merit System
Seniority System
Spoiled System
Merit System
Adalah mutasi karyawan yg didasarkan
atas landasan yg bersifat ilmiah, objektif
dan hasil prestasi kerjanya.
Mutasi yg baik karena :
1. Output dan produktivitas kerja meningkat
2. Semangat kerja meningkat
3. Jumlah kesalahan yg diperbuat menurun
4. Absensi dan disiplin kareyawan semakin baik
5. Jumlah kecelekaan akan menurun
Seniority System
Adalah mutasi yg didasarkan atas
landasan masa kerja , usia, dan
pengalaman kerja dari karyawan
bersangkutan.
Sistem mutasi seperti ini tdk objektif
karena kecakapan orang yg
dimutasikan berdasarkan semioritas
belum tentu mampu memanku
jabatan baru
Spoil System
Adalah mutasi yg didasarkan atas
landasan kekeluargaan.
Sistem ini kurang baik karena
didasarkan atas pertimbangan suka
atau tidak suka ( like or dislike )

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful