Anda di halaman 1dari 4

Kas dan Setara Kas

Tujuan utama audit kas dan setara kas adalah untuk menentukan bahwa:

a. Saldo kas dan setara kas yang tercantum di neraca benar-benar ada, dimiliki oleh klien dan
disajikan secara wajar.

b. Semua pembatasan-pembatasan atas penggunaan kas dan rekening bank berikut aktiva yang
dijadikan jaminan (misalnya saham-saham yang dipakai sebagai jaminan atas cerukan) telah
diungkapkan di dalam catatan atas laporan keuangan.

Piutang
Tujuan utama audit piutang adalah untuk menentukan bahwa:

a. Piutang yang tercatat merupakan jumlah piutang yang benar-benar ada dan menjadi hak
klien dan tidak terdapat piutang yang fiktif, maupun yang tidak tercatat pada tanggal
neraca.

b. Pisah batas (cut-off) pengiriman/penjualan telah dilakukan dengan memuaskan.

c. Piutang disajikan dalam nilai yang bisa tertagih dan penyisihan piutang yang diragukan
telah ditetapkan secara memadai untuk menutupi kerugian tidak tertagihnya piutang

d. Piutang yang dijadikan sebagai jaminan atau yang didiskontokan telah diidentifikasi
untuk diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan serta ketepatan penyajian dan
klasifikasi piutang dalam neraca.

Di samping tujuan utama seperti tersebut di atas yang diarahkan untuk menentukan validitas,
kelengkapan dan dapat ditagihnya piutang sejumlah yang tercatat di neraca, tugas audit
hendaklah senantiasa dikorelasikan dengan akun-akun yang berhubungan yang terdapat
dalam laporan laba rugi.

Piutang lain-lain
Tujuan utama audit piutang lain-lain adalah untuk menentukan bahwa:

a. Piutang yang tercatat merupakan jumlah piutang yang benar-benar ada dan menjadi hak
klien dan tidak terdapat piutang yang fiktif, maupun yang tidak tercatat pada tanggal
neraca.

b. Piutang disajikan dalam nilai yang bisa tertagih dan penyisihan piutang yang diragukan
telah ditetapkan secara memadai untuk menutupi kerugian tidak tertagihnya piutang

c. Piutang yang dijadikan sebagai jaminan atau yang didiskontokan telah diidentifikasi
untuk diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan serta ketepatan penyajian dan
klasifikasi piutang dalam neraca.

Di samping tujuan utama seperti tersebut di atas yang diarahkan untuk menentukan validitas,
kelengkapan dan dapat ditagihnya piutang sejumlah yang tercatat di neraca, tugas audit
hendaklah senantiasa dikorelasikan dengan akun-akun yang berhubungan yang terdapat
dalam laporan laba rugi.
Persediaan
Tujuan utama audit persediaan adalah untuk menentukan bahwa:

a. Persediaan secara fisik benar-benar ada.

b. Prosedur pisah batas (cut-off) persediaan telah dilakukan dengan memuaskan.

c. Persediaan telah dinilai sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan yang diterapkan secara
konsisten.

d. Persediaan yang bergerak lambat (slow moving), usang, rusak, dapat diidentifikasikan dengan
tepat dan telah dibentuk penyisihan dalam jumlah yang memadai untuk menutup kerugian
dari persediaan tersebut.

e. Perhitungan matematis dalam daftar persediaan telah dibuat dengan cermat.

f. Persediaan yang dijaminkan telah diidentifikasi dan diungkapkan dengan jelas dalam catatan
atas laporan keuangan.

Biaya Dibayar dimuka


Tujuan utama audit biaya dibayar di muka dan biaya yang ditangguhkan adalah untuk
menentukan bahwa:

a. Biaya dibayar di muka merupakan saldo atas biaya yang jasanya akan diterima di masa yang
akan datang.

Biaya yang ditangguhkan merupakan pengeluaran yang penangguhannya dibenarkan dan


diharapkan dapat diwujudkan melalui usaha yang akan datang dengan dasar amortisasi yang
layak dan konsisten.

Investasi jangka panjang


Tujuan utama audit investasi jangka panjang dan investasi jangka pendek adalah untuk
menentukan bahwa:

a. Investasi yang dicatat klien benar-benar ada, merupakan milik klien dan dasar penilaian yang
digunakan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan yang diterapkan secara konsisten.

b. Pendapatan yang diperoleh dari investasi, termasuk keuntungan atau kerugian dari penjualan
dijelaskan secara konsisten.

c. Cadangan penurunan harga yang cukup, jika ada.

d. Investasi yang dijadikan jaminan diungkapkan secara memadai dalam catatan atas laporan
keuangan.

Aktiva Tetap
Tujuan utama audit aktiva tetap adalah untuk menentukan bahwa:

a. Aktiva tetap yang tercatat benar-benar ada, dimiliki oleh klien dan dinyatakan berdasarkan
nilai yang wajar sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan.
b. Penambahan aktiva tetap adalah sah dan pengeluaran yang seharusnya dikapitalisasi tidak
dicatat sebagai beban tahun berjalan.

c. Penarikan aktiva tetap yang tidak digunakan dalam operasi telah dikurangkan dari akun
aktiva tetap.

d. Penyusutan tahun berjalan dan akumulasi penyusutannya adalah cukup dan wajar serta
dihitung sesuai Standar Akuntansi Keuangan.

e. Aktiva tetap yang dijaminkan telah diidentifikasi dan diungkapkan dalam catatan atas laporan
keuangan.

Aktiva tidak berwujud


Tujuan utama audit atas aktiva tidak berwujud adalah untuk menentukan bahwa:

a. Penilaian atas setiap aktiva tidak berwujud didasarkan atas biaya-biaya yang sebenarnya
timbul dan merupakan biaya-biaya yang akan menjadi beban untuk operasi di masa yang
akan datang atau dapat direalisasi di periode-periode mendatang.

b. Kelayakan penggunaan kebijakan amortisasi dan penerapannya secara konsisten.

c. Untuk menentukan bahwa hasil yang ditimbulkan oleh aktiva tidak berwujud telah
dibukukan semuanya.

d. Aktiva tidak berwujud tersebut telah diklasifikasikan dengan tepat dan pengungkapan
yang cukup telah dibuat dalam neraca dan catatan atas laporan keuangan.

Aktiva tak berwujud ini dapat dibedakan atas dua golongan, yaitu golongan pertama yang
dapat diidentifikasikan secara khusus antara lain hak paten, hak cipta, merk dagang, lisensi
dan franchises; golongan kedua adalah yang tidak dapat diidentifikasi secara khusus misalnya
goodwill.

Hutang jangka pendek


Tujuan utama audit hutang jangka pendek adalah untuk menentukan bahwa:

a. Hutang jangka pendek yang tercatat, mencerminkan kewajiban yang sah dan tidak ada hutang
jangka pendek yang jumlahnya material yang belum tercatat pada tanggal neraca.

b. Cut-off pembelian dan penerimaan sudah dilakukan dengan memuaskan.

c. Semua harta yang dijadikan jaminan atas hutang jangka pendek sudah diungkapkan secara
cukup pada catatan atas laporan keuangan.

Hutang jangka panjang


Tujuan utama audit wesel bayar dan hutang jangka panjang adalah untuk menentukan
bahwa:

a. Wesel bayar dan hutang jangka panjang yang dibukukan adalah sah, dan tidak ada wesel
bayar dan hutang jangka panjang yang belum dicatat pada tanggal neraca;

b. Semua perubahan dalam wesel bayar dan hutang jangka panjang telah diotorisasi;
c. Semua biaya bunga dan bunga yang masih harus dibayar atau bunga yang dibayar di muka
telah dibukukan.

d. Klien telah memenuhi semua persyaratan yang tercantum dalam semua perjanjian hutang.

e. Semua harta yang dijadikan sebagai jaminan atas wesel bayar dan hutang jangka panjang
telah diidentifikasi dan diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.

Modal
Tujuan utama audit modal adalah untuk menentukan bahwa:

a. Modal (modal saham, saldo laba, agio saham dan akun modal lainnya) telah dicatat dengan
benar.

b. Transaksi akun modal selama tahun berjalan (atau sejak pendiriannya untuk klien yang
pertama kali diperiksa) telah mendapat persetujuan dari pejabat klien atau pejabat hukum
yang berwenang.

c. Klien telah memenuhi semua pembatasan, persyaratan dan lain-lain sehubungan dengan
modal saham, saldo laba, dividen dan keuntungan lainnya.

d. Hal-hal seperti ikatan-ikatan, pembatasan hukum atas pembagian saldo laba, hak pemesanan
saham, saham opsi dan warrant serta dividen preferen telah diidentifikasi dan diungkapkan
secara cukup dalam catatan atas laporan keuangan.

Pendapatan dan beban


Tujuan utama audit pendapatan dan beban adalah untuk menentukan bahwa:

a. Semua unsur pendapatan dan beban yang berhubungan dengan usaha klien telah
diidentifikasi.

b. Laba bersih untuk tahun yang bersangkutan dan komponen-komponen dari pendapatan dan
beban telah disajikan secara wajar di dalam perhitungan laba rugi.