Anda di halaman 1dari 72

Kumpulan-kumpulan

artikel,diskusi,pengetahuan....?!? Apa yang kubaca,aku coba simpan disini,untuk sekedar


mengingat.....

Go

• Home
• Go Blog
• Who I Am

Nov
15

Macam ilmu Islam Kejawen

Label: Supranatural

Sebelum membahas Ilmu Gaib Aliran Islam Kejawen, kita akan memperjelas dulu
pengertian Ilmu Gaib yang kita pakai sebagai istilah di sini. Ilmu Gaib adalah
kemampuan melakukan sesuatu yang tidak wajar melebihi kemampuan manusia biasa,
sering juga disebut sebagai Ilmu Metafisika, Ilmu Supranatural atau Ilmu Kebatinan
karena menyangkut hal-hal yang tidak nampak oleh mata. Beberapa kalangan
menganggap Ilmu Gaib sebagai hal yang sakral, keramat dan terlalu memuliakan orang
yang memilikinya, bahkan menganggap wali atau orang suci.
Perlu diterangkan, bahwa keajaiban atau karomah yang ada pada Wali (orang suci
kekasih Tuhan) tidak sama dengan Ilmu Gaib yang sedang kita pelajari. Wali tidak
pernah mengharap mempunyai keajaiban tersebut. Karomah itu datang atas kehendak
Allah karena mereka adalah orang yang sangat saleh dan rendah hati. Sementara kita
adalah orang yang meninta kepada Allah agar melimpahakan kekuasaan-Nya untuk
keperluan kita.
Dalam hasanah perkembangan Ilmu Gaib di Indonesia, kita mengenal dua aliran utama
yaitu Aliran Hikmah dan Aliran Kejawen. Aliran Hikmah berkembang di kalangan
pesantren dengan ciri khas doa/mantra yang murni berbahasa Arab (kebanyakan
bersumber dari Al-Quran). Sedangkan aliran Kejawen yang ada sekarang sebetulnya
sudah tidak murni kejawen lagi, melainkan sudah bercampur dengan tradisi islam.
Mantranya pun kebanyakan diawali dengan basmalah kemudian dilanjutkan dengan
mantra jawa. Oleh kerena itu, saya menyebutnya Ilmu Gaib Aliran Islam Kejawen.
Tradisi islam-kejawen inilah yang lebih banyak mewarnai keilmuan Silat Rohani.

Aliran Islam Kejawen

Ilmu Gaib Aliran Islam Kejawen bersumber dari alkulturasi (penggabungan) budaya jawa
dan nilai-nilai agama islam. Ciri khas aliran ini adalah doa-doa yang diawali basmalah
dan dilanjutkan kalimat bahasa jawa, kemudian diakhiri dengan dua kalimat sahadad.
Aliran Islam Jawa tumbuh syubur di desa-desa yang kental dengan kegiatan keagamaan
(pesantren yang masih tradisional).
Awal mula aliran ini adalah budaya masyarakat jawa sebelum islam datang yang memang
menyukai kegiatan mistik dan melakukan ritual untuk mendapatkan kemampuan
suparantural. Para pengembang ajaran islam di Pulau Jawa (Wali Songo) tidak menolak
tradisi jawa tersebut, melainkan memanfaatkannya sebagi senjata dakwah.
Para Wali menyusun ilmu-ilmu Gaib dengan tatacara lelaku yang lebih islami, misalnya
puasa, wirid mantra bahasa campuran arab-jawa yang intinya adalah do’a kepada Allah.
Mungkin alasan mengapa tidak disusun mantra yang seluruhnya berbahasa Arab adalah
agar orang jawa tidak merasa asing dengan ajaran-ajaran yang baru mereka kenal.
Di Indonesia, khususnya orang jawa, pasti mengenal Sunan Kali Jaga (Raden Said).
Beliau inilah yang paling banyak mewarnai paham islam-kejawen yang dianut orang-
orang jawa saat ini. Sunan Kali jaga menjadikan kesenian dan budaya sebagai kendaraan
dakwahnya. Salah satu kendaran Sunan Kali Jaga dalam penyebaran ajarannya adalah
melalu tembang / kidung. Kidung-kidung yang diciptakannya mengandung ajaran
ketuhanan dan tasawuf yang sangat berharga. Ajaran islam yang luwes dan menerima
berbagai perbedaan.
Bahkan Sunan Kali Jaga juga menciptakan satu kidung “Rumeksa Ing Wengi” yang
menurut saya bisa disebut sebagai Ilmu Gaib atau Ilmu Supranatural, karena ternyata
orang yang mengamalkan kidung ini memiliki berbagai kemampuan supranatural.

Konsep Aliran Islam Kejawen

Setiap perilaku manusia akan menimbulkan bekas pada jiwa maupun badan seseorang.
Perilaku-perilaku tertentu yang khas akan menimbulkan bekas yang sangat dasyat
sehingga seseorang bisa melakukan sesuatu yang melebihi kemampuan manusia biasa.
Perilaku tertentu ini disebut dengan tirakat, ritual, atau olah rohani. Tirakat bisa diartikan
sebagai syarat yang harus dipebuhi untuk mendapatkan suatu ilmu.
Penabungan Energi. Karena setiap perilaku akan menimbulkan bekas pada seseorang
maka ada suatu konsep yang khas dari ilmu Gaib Aliran Islam Jawa yaitu Penabungan
Energi. Jika bandan fisik anda memerlukan pengisian 3 kali sehari melalui makan agar
anda tetap bisa beraktivitas dengan baik, begitu juga untuk memperoleh kekuatan
supranatural, Anda perlu mengisi energi. Hanya saja dalam Ilmu Gaib pengisian ernergi
cukup dilakukan satu kali untuk seumur hidup. Penabungan energi ini dapat dilakukan
dengan cara bermacam-macam tergantung jenis ilmu yang ingin dikuasai. Cara-cara
penabunganenergi lazim disebut Tirakat.
Tirakat. Aliran Islam Kejawen mengenal tirakat (syarat mendapatkan ilmu) yang kadang
dianggap kontroversial oleh kalangan tertentu. Tirakat tersebut bisa berupa bacaan doa.
wirid tertentu, mantra, pantangan, puasa atau penggabungan dari kelima unsur tersebut.
Ada puasa yang disebut patigeni (tidak makan, minum, tidur dan tidak boleh kena
cahaya), nglowong, ngebleng dan lain-lain. Biasanya beratnya tirakat sesuai dengan
tingkat kesaktian suatu ilmu. Seseorang harus banyak melakukan kebajikan dan menjaga
bersihnya hati ketika sedang melakukan tirakat.
Khodam. Setiap Ilmu Gaib memiliki khodam. Khodam adalah mahluk ghaib yang
menjadi “roh” suatu ilmu. Khodam itu akan selalu mengikuti pemilik ilmu. Khodam
disebut juga Qorin, ialah mahluk ghaib yang tidak berjenis kelamin artinya bukan pria
dan bukan wanita, tapi juga bukan banci. Dia memang diciptakan semacam itu oleh Allah
dan dia juga tidak berhasrat kepada manusia. Hal ini berbeda dengan Jin yang selain
berhasrat kepada kaum jin sendiri kadang juga ada yang “suka” pada manusia.

Macam-macam Ilmu Aliran Islam Kejawen

Berikut adalah klasifikasi ilmu gaib bedasarkan fungsinya menurut Erlangga. Mungkin
orang lain membuat klasifikasi yang berbeda dengan klasifikasi menurut Erlangga. Hal
tersebut bukan masalah karena memang tidak ada rumusan baku tentang klasifikasi ilmu
Gaib.

1. Ilmu Kanuragan atau Ilmu Kebal


Ilmu kanuragan adalah ilmu yang berfungsi untuk bela diri secara supranatural. Ilmu ini
mencakup kemampuan bertahan (kebal) terhadap serangan dan kemampuan untuk
menyerang dengan kekuatan yang luar biasa. Contohnya ilmu Asma’ Malaikat, Hizib
Kekuatan Batin, Sahadad Pamungkas dll.

2. Ilmu Kawibaan dan Ilmu Pengasihan


Inilah ilmu supranatural yang fungsinya mempengaruhi kejiwaan dan perasaan orang
lain. lmu Kewibaan dimanfaatkan untuk menambah daya kepemimpinan dan menguatkan
kata-kata yang diucapkan. Orang yang menguasai Ilmu Kewibawaan dengan sempurna
akan disegani masyarakat dan tidak satupun orang yang mampu melawan perintahnya
apalagi berdebat. Bisa dikatakan bila Anda memiliki ilmu ini Anda akan mudah
mempengaruhi dan membuat orang lain nurut perintah Anda tanpa berpikir panjang.
Sedangkan Ilmu Pengasihan atau ilmu pelet adalah ilmu yang berkaitan dengan maslah
cinta, yakni membuat hati seseorang yang Anda tuju menjadi simpati dan sayang. Ilmu
ini banyak dimanfaatkan pemuda untuk membuat pujaan hati jatuh cinta padanya. Ilmu
ini juga dapat dimanfaatkan untuk membuat lawan yang berhati keras menjadi kawan
yang mudah diajak berunding dan memulangkan orang yang minggat.

3. Ilmu Trawangan dan Ngrogosukmo


Jika Anda ingin tahu banyak hal dan bisa melihat kemana-mana tanpa keluar rumah,
maka kuasailah ilmu trawangan. Ilmu trawangan berfungsi untuk menajamkan mata batin
hingga dapat menangkap isyarat yang halus, melihat jarak jauh, tembus pandang dan lain-
lain. Sedangkan Ilmu Ngrogosukmo adalah kelanjutan dari Ilmu Trawagan. Dalam ilmu
trawangan hanya mata batin saja yang berkeliaran kemana-mana, sedangkan jika sudah
menguasai ilmu ngrogosukmo seseorang bisa melepaskan roh untuk melakukan
perjalanan kemanapun dia mau. Baik Ilmu Trawangan maupaun Ngrogosukmo adalah
ilmu yang tergolong sulit dipelajari karena membutuhkan keteguhan dan kebersihan hati.
Biasanya hanya dikuasi oleh orang yang sudah tua dan sudah tenang jiwanya.

4. Ilmu Khodam
Seseorang disebut menguasai ilmu khodam bila orang yang tersebut bisa berkomunikasi
secara aktif dengan khodam yang dimiliki. Khodam adalah makhluk pendamping yang
selalu mengikuti tuannya dan bersedia melakukan perintah-perintah tuannya. Khodam
sesungguhnya berbeda dengan Jin / Setan, meskipun sama-sama berbadan ghaib.
Khodam tidak bernafsu dan tidak berjenis kelamin.
5. Ilmu Permainan (Atraksi)
Ada ilmu supranatural yang hanya bisa digunakan untuk pertunjukan di panggung.
Sepintas ilmu ini mirip dengan ilmu kanuragan karena bisa memperlihatkan kekebalan
tubuh terhadap benda tajam, minyak panas dan air keras. Namun ilmu ini tidak bisa
digunakan untuk bertaruang pada keadaan sesungguhnya. Contoh yang sering kita lihat
adalah ilmunya para pemain Debus.

6. Ilmu Kesehatan
Masuk dalam kelompok ini adalah ilmu gurah (membersihkan saluran pernafasan), Ilmu-
ilmu pengobatan, ilmu kuat seks, dan ilmu-ilmu supranatural lain yang berhubungan
dengan fungsi bilologis tubuh manusia.

Tiga Cara Penurunan Ilmu Ghaib

Ada tiga hal yang menyebebkan seseorang memiliki kemampuan supranatural. Yaitu:

1.
Menjalankan Tirakat. Tirakat adalah bentuk olah rohani khas jawa yang tujuannya untuk
memperoleh energi supranatural atau tercapainya suatu keinginan. Tirakat tersebut bisa
berupa bacaan doa, mantra, pantangan, puasa atau gabungan dari kelima unsur tersebut.
Inilah yang disebut belajar ilmu gaib sesungguhnya, karena berhasi atau tidaknya murid
menjalankan tirakat hingga menguasai ilmu, tergantung sepenuhnya pada dirinya sendiri.
Dalam hal ini guru hanya memberi bimbingan.

2.
Pengisian. Seseorang yang tidak mau susah payah juga bisa mempunyai kemampuan
supranatural, yaitu dengan cara pengisian. Pengisian adalah pemindahan energi
supranatural dari Guru kepada Murid. Dengan begitu murid langsung memiliki
kemampuan sama seperti gurunya. Pengisian (transfer ilmu) hanya bisa dilakukan oleh
Guru yang sudah mencapai tingkatan spiritual yang tinggi.

3.
Warisan Keturunan. Seseorang bisa mewarisi ilmu kakek-buyutnya yang tidak ia kenal
atau ilmu orang yang tidak dikenal secara otomatis tanpa belajar dan tanpa
sepengetahuannya. Maka ada yang menyebutnya “ilmu tiban” yang artinya datang tanpa
disangka-sangka.

Mitos Tentang Efek Samping

Beberapa orang masih menyakini bahwa pemilik Ilmu Gaib akan mengalami kesulitan
hidup dan mati, susah dapat rezeki, bisa sakit jiwa (gila), menderita saat akan mati dll.
Saya membantah mentah-mentah argument tersebut. Bukankah masalah rizqi dan nasib
adalah Allah SWT yang menentukan.
Memang ada banyak pemilik ilmu gaib adalah orang yang tak punya uang alias miskin,
tapi saya yakin itu bukan disebabkan oleh ilmunya, melainkan karena dia malas bekerja
dan bodoh. Kebanyakan orang yang memiliki ilmu gaib menjadi sombong dan malas
bekerja, hanya mengharapkan orang datang meminta pertolongannya lalu menyelipkan
beberapa lembar rupiah ketika bersalaman. Jadi bukan karena Ilmunya.
Sebetulnya baik buruk efek Ilmu Gaib tergantung pemiliknya. Bisa saja Allah
menghukum dengan cara menyulitkan rezeki, menyiksa saat datangnya ajal atau
hukuman lain karena orang tersebut sombong dan suka menindas orang lain dengan
ilmunya, bukankah kita selalu dalam kekuasaan Allah.

Diposting oleh indra Tgl 15.11.07

Comments | Trackback

Komentar Kamu

bahwa para wali songo tidak pernah mereka menunjukkan akan kesaktian mereka
termasuk ilmu gaib yang anda sebutkan. bahwa ilmu gaib yang sebenarnya adalah
mencari siapa aku ini sebenarnya? (kajian makrifatullah)dan Mardhotillah (ridho allah)
kalaulah ilmu yang seperti itu dicari maka muaranya bukan kepada allah tapi kepada
unsur kesyirikan dan terpuruk kpd hawa nafsu.
khalil munawar | 01.09.08 - 2:00 am | #

Pak krimin donk aq doa atau mantra kebal klw gak tlng d isi in donk yg pnting
tdk syirik & gk bkin susah kan. Ni no q 085760699190. Soalnya aq dh lama pngen
kebal tp blm k sampaian thank.
Lukman wali husny | 13.08.08 - 1:53 pm | #

Kata siapa debus gk bisa digunakan buat tarung?Ngarang aja Mas ini.Saya ini org
banten. saya tau persis ilmu itu gmn.Debus itu memiliki bbrp tingkatan..
MungkinAnda cuma tau jenis debus yg plng rendah, yaitu debus surosowan. Nah,
debus jenis ini bisa dimainkan oleh anak-anak.. dan hanya bisa untuk pertunjukan..
bkn untuk tarung. ntuk selanjutnya, anda bs diskusi dengan saya.
urang kulon | 30.07.08 - 5:33 am | #

Kata siapa debus gk bisa digunakan buat tarung?Ngarang aja Mas ini.Saya ini org
banten. saya tau persis ilmu itu gmn.Debus itu memiliki bbrp tingkatan..
MungkinAnda cuma tau jenis debus yg plng rendah, yaitu debus surosowan. Nah,
debus jenis ini bisa dimainkan oleh anak-anak..
urang kulon | 30.07.08 - 5:30 am | #
sorry salah tulis,maksudnya Emang Masternya segala bahasa,gitu. astagfirullah..
wassalam
sonny khendro | 20.06.08 - 5:35 pm | #

mas tyo betul sekali,ini kan cuma masalah bahasa,kalo bahasa jawa dianggap
kurafat dan bid'ah ntar masuk neraka semua orang jawa,termasuk saya yang sholat
lima waktu tapi abis dzikir meminta sama sang Gusti pake bahasa jawa.lagian selama
syariat dlm Islam dijalankan dengan benar dan lurus nggak usah kuatir biar dibilang
orang sesat sekalipun,lagipula Allah itu kan nggak Masternya segala bahasa yang ada
di jagar raya ini.
wassalam
sonny khendro | 20.06.08 - 5:33 pm | #

bagaimana ya saya ingin belajar dan ingin mempunyai guru


rhtangger | Homepage | 13.06.08 - 3:26 pm | #

kasih tau donk amalannya biar bisa kebal atau biar dapet ngeliat alam gaib (jin)
syarief | 27.05.08 - 1:02 am | #

orang jawa sebelum hindu budha islam kristen maupun konghucu ada di tanah
jawa orang jawa sudah percaya bahwa kalau dunia ini ada yang membuat, dan ada
mahluk terdiri 1. malaikat itu dibuat alloh dari sinar (Roh) 2.widodari iku digawe gusti
alloh teko banyu, 3 menungso iku digawe gusti alloh teko lemah, 4 lelembut iku
digawe gusti alloh teko angin, 5 setan iku digawe gusti alloh teko geni. dan langit itu
ada tujuhbelas. alquran itu benar tetapi dibagi lagi 1. sareat 2. torekot, 3.hakekat, 4.
makrifat. dan sunan atau wali itu asli dari jawa yang kebetulan sekolah di luar negri
dan pulang diganti nama seperti syech jangan kuater kalau alquran tidak akan tabrakan
dengan ajaran jawa, yang berkata tabrakan itu berarti sudah dicampuri politik orang
jawa itu membawa alquran bukan untuk kudung, tetapi dijalani maknanya dan
dibuktikan dengan hati yang tulus bukan mentang mentang sudah pegang alquran
seolah olah sudah dekat alloh .dibuktikan.....monggo jangan jidatnya yang hitam tapi
hatinya putih dan bersinar kalau jidatnya yang hitam itu untuk medeni bocah. supaya
ngasih duit.
tyo_rachmad | Homepage | 14.05.08 - 10:16 pm | #

saya masih bingung dengan islam kejawen ini,cz saya punya pacar dia aliran
islam kejawen.jadi saya masih ragu cz itu bertentangan banget dengan keluarga saya?
jadi saya pengen lebih tahu lagi tentang islam kejawen????
tapi menurut saya islam kejawen itu mendingan ditinggalkan saja.kan kita sudah
mempunyai kitab suci Al'qur'an yawda kita berpegang teguh pada itu dan Al-Hadist...
karna semuanya kita dapat belajar dari Al-Qur'an dan Al-Hadist.TERIMAKASIH.......
rizka ariandini | 06.05.08 - 8:38 pm | #

kejawen itu adalah budaya sinkretisme yang banyak berasal dari ajaran agama
hindu budha oleh karena itu kami memohon kepada para pengamal ajaran kejawen
untuk meninggalkan ajaran tersebut karena sebagai seorang muslim saya menyarankan
untuk meninggalkan semua hal yang berhubungan dengan kejawen karena kalo di
pandang dalam syari'at islam banyak dalam ajaran islam yang bertentangan dimana
penuh dengan KHUROFAT dan KESYIRIKAN dimana dlam islam hal itu sangant
mendasar....
terima kasih atas di muatnya komentar saya ini....!!!!!
sayyid maulana | Homepage | 05.05.08 - 3:34 pm | #

gimana caranya memiliki ilmu khodam?bisakan ilmu khodam dikirim lewat jarak
jauh?kalo bisa gimana caranya n kalo bisa kirimkan kesaya n apa syaratnya yg penting
tanpa biaya n tanpa efek samping
Bondan yudhi ariyanto | 18.04.08 - 11:26 am | #

saya punya ilmu tiban.dibadan saya ada 3 kekuatan.jujur saya masih penyesuaian
karena saya tidak belajar jadi masih bingung.sudah 7 paranormal/kiai yang saya
datangi tapi semua kalah.ini yang ke8 yang membantu saya semoga berhasil.saat ini
saya punya kemampuan lebih cuman saya masih taraf belajar dan penyesuaian.usia
saya 34 th.menerawang,meramal,penarikan roh,dll saya bisa tanpa belajar.tapi
pedoman saya tetap al'qoran,semoga allah memudahkan ujian ini.amin.
nanie | 14.04.08 - 9:11 pm | #

mas panca dijember mana??


indra | Homepage | 26.03.08 - 9:48 am | #

slm...."budaya"
nama saya "rangga Ariefsetya putra"
kelahiran jember,07/03/1989.
nama ayah"panca agoes karno"
nama ibu "lilies nuryani"
adik "1.pram yoega pramudya asmara putra
"2.pram yogie madya asmara putra

"nenek saya kejawen asal jombang peterongan"diwek".


ghoib yang saya kenal"mbah rowo
"eyang dipo agung
"mbah dewo
"ki imam,ki ageng,ki zainullah,ki zailani.
trim"z

"085258707136" saya kuliah di jember"politeknik jember"semester 2"


rangga | 24.03.08 - 3:08 pm | #

apakah ilmi ilmu seperti ni tidak menimbulkan syirik pak ?!


bagus | 19.03.08 - 2:01 pm | #

minta mantra pelet donk satuuu ajj..ja?


rudi | 11.03.08 - 6:21 pm | #

kosong adalah isi, isi adalah kosong. terus carilah ilmu hingga akhir hayat
menenti, bangunlah kalian semua sebelum nanti kalian dibangunkan
arie | 22.02.08 - 11:41 am | #

Name:

Email:

URL:

Comment: ?
Notify me of followup comments via email

Publish Preview

Commenting by HaloScan

Comments | Trackback
Posting Lebih Baru Posting Lama Halaman Muka
Berlangganan: Comment Feed (RSS)

©2007@This blog best viewed with Firefox.aINDRA Studio | A Support Go Blog

Masukkan istilah pencarian Anda


Cari
Kirim formulir pencarian

Send!U-YM!Message

Kategori
• Budaya (31)
• Lain-lain (50)
• Linux (18)
• Nge-Blog (12)
• Spiritual (53)
• Supranatural (35)
• Unix-Etc (4)
• Windows (21)

Archive go blog
• ▼ 2008 (39)
o ▼ Juli 2008 (12)
 Tradisi dan Etika Pernikahan
 Keberadaan Benda Keramat di Islam
 Istri Shalihah, Keutamaan dan Sifat-Sifatnya
 Malam Pertama Dan Adab Bersenggama
 Kamasutra ala Islam
 Perlukah Pasangan *Istri* bekerja ??
 Tips And Trik Trading Forex
 Misteri Pegunungan Jayawijaya
 Menggapai Jodoh
 ANGKA 19 DALAM AL QUR'AN dan Telapak Tangan
 Ramalan Rasulullah SAW Tentang Akhir Zaman
 Masa Depan Dunia di Kacamata Peramal
o ► April 2008 (2)
 Speed Up Windows XP
 7 Situs download diblog Telkom
o ► Maret 2008 (2)
 Misteri Bilangan Nol
 Spiritualitas Perkotaan
o ► Februari 2008 (9)
 Penjelasan Masalah Gelar Sayyid
 Setting Mikrotik dengan Speedy
 Prediksi teknologi informasi 2008
 Overclock
 Pusaka -pusaka Leluhur
 Ramalan/Prediksi dan peruntungan tahun tikus 2008
 Akal dan Konsep Ketuhanan
 Asal Usul dan Keberlangsungan kehidupan
 Hukum Sihir Berdasarkan Alquran Dan Sunnah
o ► Januari 2008 (14)
 Membangun ISP
 Download dari YouTube
 AS SUNNAH
 Guna Mimpi
 Babi Haram, kenapa?
 Adilkah ALLAH???
 10 Mitos Qur`an ???
 Qurban
 Astrologi Zodiak 2008
 Penghitungan memory untuk PC
 RAM/Memory pada System PC
 i386, i586, i686,x86-64 ........???
 Windows Vista
 Untuk Kekasih !!

• ► 2007 (163)
o ► Desember 2007 (13)
 Konsep Spritual Kaki Semar
 Falsafah Hidup Jawa
 Sekilas Tentang Prosesor
 Panduan memilih VGA
 Serat Centhini
 Legenda Calon Arang
 Serat Kalatidha RADEN Mas Ngabehi Ronggowarsito
 Serat Sabdo Jati
 APA PYRAMIDA dan Pengaruhnya
 Asal usul nama Indonesia
 3.Bagus tidaknya Tanggal-Bulan buat Ijab Pengantin...
o ► November 2007 (20)
o ► Oktober 2007 (82)
o ► September 2007 (48)

Recent Post

Tradisi dan Etika Pernikahan - Jul 17


Pernahkah memikirkan bagaimana asal-usul tradisi pernikahan, seperti menyimpan
bagian tertinggi...(Baca)

Keberadaan Benda Keramat di Islam - Jul 17


Benda-benda keramat dalam istilah bahasa Arab disebut Tamimah.Definisi benda-benda
keramat adalah...(Baca)

Istri Shalihah, Keutamaan dan Sifat-Sifatnya - Jul 15


Penulis: Al-Ustadzah Ummu Ishaq Zulfa Husein Al-AtsariyyahApa yang sering
diangankan oleh...(Baca)

Malam Pertama Dan Adab Bersenggama - Jul 15


OlehAl-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir JawasSaat pertama kali pengantin pria menemui
isterinya setelah...(Baca)

Kamasutra ala Islam - Jul 15


Sebagai bagian dari fitrah kemanusiaan, Islam tidak pernah memberangus hasrat
seksual. Islam...(Baca)

Recent Comments
• andi: susah dapat kerja padahal udah berusaha
• yusup syaepuddin: mas tutornya sangat membantu saya banget nich...mau gak
ngisi artikel di web saya kebetulan masih mi...
• ZaIn:
bagusssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssss
sssssssssss BBGT....
• yasin: saya juga setuju dg saran nya, om lius....ayooo siapa yg bisa bawa saya
ketemu dg nyi kidul nya....
• annissa: ya ampun kok panjang banget sih ?
• adhika: bisa numpang tanya kenapa waktu diwindows setiap booting selalu ganti
kembali padatanggal 1 tahun 20...
• hussin shah: salam........... ingin b'tnya k'pda sudara........ Alif gaib itu siapa..........
• Onde mande: Tanks banget.. good work.. Tutornya gw pake buat Cof Router
Kantor.. req: untuk sesi keamana

Powered by HaloScan

Komentar
<a href="http://www2.shoutmix.com/?gatut">View shoutbox</a>
Free shoutbox @ ShoutMix

Link
• Berita Hiburan dan teknologi digital
• Cerita Silat
• Indonesia Community
• Slackbook
• Slackware
• tutorial blogspot

Stats
Options
Disable

Get Free Shots

Mari Memahami dan Mengkaji Lebih


Dalam
Tanpa Kenal Lelah untuk Mencari dan Menemukan Kebenaran yang Abadi

• Home
• Tentang Ku
• VCD Islam Harun Yahya
jump to navigation

Falsafah Jawa, Kejawen dan Islam 17 June, 2006


Posted by netlog in Islam dan Kejawen.
5 comments

JAWA dan kejawen seolah tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya. Kejawen bisa jadi
merupakan suatu sampul atau kulit luar dari beberapa ajaran yang berkembang di Tanah
Jawa, semasa zaman Hinduisme dan Budhisme. Dalam perkembangannya, penyebaran
islam di Jawa juga dibungkus oleh ajaran-ajaran terdahulu, bahkan terkadang melibatkan
aspek kejawen sebagai jalur penyeranta yang baik bagi penyebarannya. Walisongo
memiliki andil besar dalam penyebaran islam di Tanah Jawa. Unsur-unsur dalam islam
berusaha ditanamkan dalam budaya-budaya jawa semacam pertunjukan wayang kulit,
dendangan lagu-lagu jawa , ular-ular ( putuah yang berupa filsafat), cerita-cerita kuno,
hingga upacara-upacara tradisi yang dikembangkan,khususnya di Kerjaan Mataram
(Yogya/Solo).

Dalam pertunjukan wayang kulit yang paling dikenal adalah cerita tentang Serat
Kalimasada (lembaran yang berisi mantera/sesuatu yang sakral) yang cukup ampuh
dalam melawan segala keangkaramurkaan dimuka bumi. Dalam cerita itu dikisahkan
bahwa si pembawa serat ini akan menjadi sakti mandraguna. Tidak ada yang tahu apa isi
serat ini. Namun diakhir cerita, rahasia dari serat inipun dibeberkan oleh dalang. Isi serat
Kalimasada berbunyi "Aku bersaksi tiada Tuhan Selain Allah dan Aku bersaksi
Muhammad adalah utusan-Nya" ,isi ini tak lain adalah isi dari Kalimat Syahadat.

Dalam pertunjukan wayangpun sang wali selalu mengadakan di halaman masjid, yang
disekelilingnya di beri parit melingkar berair jernih. Guna parit ini tak lain adalah untuk
melatih para penonton wayang untuk wisuh atau mencuci kaki mereka sebelum masuk
masjid. Simbolisasi dari wudu yang disampaikan secara baik.

Dalam perkembangan selanjutnya, sang wali juga menyebarkan lagu-lagu yang


bernuansa simbolisasi yang kuat. Yang terkenal karangan dari Sunan Kalijaga adalah
lagu Ilir-Ilir. Memang tidak semua syair menyimbolkan suatu ajaran islam, mengingat
diperlukannya suatu keindahan dalam mengarang suatu lagu. Sebagian arti yang kini
banyak digali dari lagu ini di antaranya :

Tak ijo royo-royo tak senggoh penganten anyar : Ini adalah sebuah diskripsi mengenai
para pemuda, yang dilanjutkan dengan,

Cah angon,cah angon, penekna blimbing kuwi, lunyu-lunyu penekna kanggo seba
mengko sore : Cah angon adalah simbolisasi dari manusia sebagai Khalifah Fil Ardh, atau
pemelihara alam bumi ini (angon bhumi). Penekno blimbing kuwi ,mengibaratkan buah
belimbing yang memiliki lima segi membentuk bintang. Kelima segi itu adalah
pengerjaan rukun islam (yang lima) dan Salat lima waktu. Sedang lunyu-lunyu penekno ,
berarti, tidak mudah untuk dapat mengerjakan keduanya (Rukun islam dan salat lima
waktu) ,dan memang jalan menuju ke surga tidak mudah dan mulus. Kanggo sebo
mengko sore, untuk bekal di hari esok (kehidupan setelah mati).

Mumpung padhang rembulane, mumpung jembar kalangane : Selagi masih banyak


waktu selagi muda, dan ketika tenaga masih kuat, maka lakukanlah (untuk beribadah).

Memang masih banyak translasi dari lagu ini, namun substansinya sama, yaitu
membumikan agama,menyosialisasikan ibadah dengan tidak lupa tetap menyenangkan
kepada pengikutnya yang baru.

Dalam lagu-lagu Jawa, ada gendhing bernama Mijil, Sinom, Maskumambang, kinanthi,
asmaradhana,hingga megatruh dan pucung. Ternyata kesemuanya merupakan perjalanan
hidup seorang manusia. Ambillah Mijil,yang berarti keluar, dapat diartikan sebagai
lahirnya seorang jabang bayi dari rahim ibu. Sinom dapat di artikan sebagai seorang anak
muda yang bersemangat untuk belajar. Maskumambang berarti seorang pria dewasa yang
cukup umur untuk menikah, sedangkan untuk putrinya dengan gendhingKinanthi. Proses
berikutnya adalah pernikahan atau katresnan antar keduanya disimbolkan dengan
Asmaradhana. Hingga akhirnya Megatruh, atau dapat dipisah Megat-Ruh.Megat berarti
bercerai atau terpisah sedangkan ruh adalah Roh atau jiwa seseorang. Ini proses sakaratul
maut seorang manusia. Sebagai umat beragama islam tentu dalam prosesi penguburannya
,badan jenazah harus dikafani dengan kain putih, mungkin inilah yang disimbolkan
dengan pucung (atau Pocong).

Kesemua jenis gendhing ditata apik dengan syai-syair yang beragam, sehingga mudah
dan selalu pas untuk didendangkan pada masanya.

Ada banyaknya filsafat Jawa yang berusaha diterjemahkan oleh para wali, menunjukkan
bahwa walisongo dalam mengajarkan agama selalu dilandasi oleh budaya yang kental.
Hal ini sangat dimungkinkan, karena masyarakat Jawa yang menganut budaya tinggi,
akan sukar untuk meninggalkan budaya lamanya ke ajaran baru walaupun ajaran tesebut
sebenarnya mengajarkan sesuatu yang lebih baik,seperti ajaran agama islam . Sistem
politik Aja Nabrak Tembok (tidak menentang arus) diterapkan oleh para dunan..

Dalam budaya jawa sebenarnya sangat sarat dengan filsafat hidup (ular-ular). Ada yang
disebut Hasta Brata yang merupakan teori kepemimpinan, berisi mengenai hal-hal yang
disimbolisasikan dengan benda atau kondisi alam seperti Surya, Candra, Kartika,
Angkasa, Maruta,Samudra,Dahana dan Bhumi.

1. Surya (Matahari) memancarkan sinar terang sebagai sumber kehidupan. Pemimpin


hendaknya mampu menumbuhkembangkan daya hidup rakyatnya untuk membangun
bangsa dan negaranya.

2. Candra (Bulan) , yang memancarkan sinar ditengah kegelapan malam. Seorang


pemimpin hendaknya mampu memberi semangat kepada rakyatnya ditengah suasana
suka ataupun duka.
3. Kartika (Bintang), memancarkan sinar kemilauan, berada ditempat tinggi hingga dapat
dijadikan pedoman arah, sehingga seorang pemimpin hendaknya menjadi teladan bagi
untuk berbuat kebaikan

4. Angkasa (Langit), luas tak terbatas, hingga mampu menampung apa saja yang datang
padanya.Prinsip seorang pemimpin hendaknya mempunyai ketulusan batin dan
kemampuan mengendalikan diri dalam menampungpendapat rakyatnya yang bermacam-
macam.

5. Maruta (Angin), selalu ada dimana-mana tanpa membedakan tempat serta selalu
mengisi semua ruang yang kosong. Seorang pemimpin hendaknya selalu dekat dengan
rakyat, tanpa membedakan derajat da martabatnya.

6. Samudra (Laut/air), betapapun luasnya, permukaannya selalu datar dan bersifat sejuk
menyegarkan. Pemimpin hendaknya bersifat kasih sayang terhadap rakyatnya.

7. Dahana (Api), mempunyai kemampuan membakar semua yang bersentuhan


dengannya. Seorang pemimpin hendaknya berwibawa dan berani menegakkan kebenaran
secara tegas tanpa pandang bulu.

8. Bhumi (bumi/tanah), bersifat kuat dan murah hati. Selalu memberi hasil kepada yang
merawatnya. Pemimpin hendaknya bermurah hati (melayani) pada rakyatnya untuk tidak
mengecewakan kepercayaan rakyatnya.

Dalam teori kepemimpinan yang lain ada beberapa filsafat lagi yang banyak dipakai ,
agar setiap pemimpin (Khususnya dari Jawa) memiliki sikap yang tenang dan wibawa
agar masyarakatnya dapat hidup tenang dalam menjalankan aktifitasnya seperti falsafah :
Aja gumunan, aja kagetan lan aja dumeh. Maksudnya, sebagai pemimpin janganlah
terlalu terheran-heran (gumun) terhadap sesuatu yang baru (walau sebenarnya amat
sangat heran), tidak menunjukkan sikap kaget jika ada hal-hal diluar dugaan dan tidak
boleh sombong (dumeh) dan aji mumpung sewaktu menjadi seorang pemimpin.Intinya
falsafah ini mengajarkan tentang menjaga sikap dan emosi bagi semua orang terutama
seorang pemimpin.

Falsafah sebagai seorang anak buahpun juga ada dalam ajaran Jawa, ini terbentuk agar
seorang bawahan dapat kooperatif dengan pimpinan dan tidak mengandalakan egoisme
kepribadian, terlebih untuk mempermalukan atasan, seperti digambarkan dengan, Kena
cepet ning aja ndhisiki, kena pinter ning aja ngguroni,kena takon ning aja ngrusuhi.
Maksudnya, boleh cepat tapi jangan mendahului (sang pimpinan) , boleh pintar tapi
jangan menggurui (pimpinan), boleh bertanya tapi jangan menyudutkan pimpinan.
Intinya seorang anak buah jangan bertindak yang memalukan pimpinan, walau dia
mungkin lebih mampu dari sang pimpinan. Sama sekali falsafah ini tidak untuk
menghambat karir seseorang dalam bekerja, tapi, inilah kode etik atau norma yang harus
di pahami oleh tiap anak buah atau seorang warga negara, demi menjaga citra pimpinan
yang berarti citra perusahaan dan bangsa pada umumnya. Penyampaian pendapat tidak
harus dengan memalukan,menggurui dan mendemonstrasi (ngrusuhi) pimpinan, namun
pasti ada cara diluar itu yang lebih baik. Toh jika kita baik ,tanpa harus
mendemonstrasikan secara vulgar kebaikan kita, orang pun akan menilai baik.

Dalam kehidupan umum pun ada falsafah yang menjelaskan tentang The Right Man on
the Right Place (Orang yang baik adalah orang yang mengerti tempatnya). Di falsafah
jawa istilah itu diucapakan dengan Ajining diri saka pucuke Lathi, Ajining raga saka
busana. Artinya harga diri seseorang tergantung dari ucapannya dan sebaiknya seseorang
dapat menempatkan diri sesuai dengan busananya (situasinya). Sehingga tak heran jika
seorang yang karena ucapan dan pandai menempatkan dirinya akan dihargai oleh orang
lain. Tidak mengintervensi dan memasuki dunia yang bukan dunianya ini ,sebenarnya
mengajarkan suatu sikap yang dinamakan profesionalisme, yang mungkin agak jarang
dapat kita jumpai (lagi). Sebagai contoh tidak ada bedanya seorang mahasiswa yang pergi
ke kampus dengan yang pergi ke mal , dan itu baru dilihat dari segi busana/bajunya ,
yang tentu saja baju akan sangat mempengaruhi tingkah laku dan psikologi seseorang.

Masih banyak filsafat Jawa yang mungkin, tidak dapat diuraikan satu persatu, terlebih
keinginan saya bukan untuk banyak membahas hal ini, mengingat ini bukan bidang saya,
namun kami hanya ingin memberikan suatu wacana umum kepada pembaca, bahwa,
banyak sekali ilmu yang dapat kita gali dari budaya (Jawa) kita saja, sebelum kita
menggali budaya luar terlebih hanya meniru (budaya luar)-nya saja.

go!
search

• Categories
o Al-Mahdi akan mumcul di bulan Muharram
o Antara Syariat dan Tasawuf
o Buku Putih Islamisasi Tanah Jawa
o Cara melihat Tuhan
o Dari Zuhud Ke Tasawuf
o Dimana ALLAH Berada?
o FANA - Segalanya adalah bayangan
o Gerbang Dambaan Umat
o Hakekat Manunggaling Kawulo Gusti
o Iman Dalam Pandangan Tasawuf
o Islam dan Kejawen
o Kesesatan Tasawuf
o Kesucian Yesus dan Peranannya
o Kisah Abu Yazid al Bustami
o KISAH NABI ISA
o KISAH NABI KHIDIR AS
o Makna Kafir dan Syuhada
o Mencari Allah
o Mencari Keabadian
o Menetralisir Ketegangan Karena Perbedaan
o Mengapa Syariat kontra Hakekat
o Mengenal Mursyid
o Menyuap Malaikat-Membeli Surga!
o OpenBSD
o Perang Armageddon
o Pesankan saya tempat di neraka !!!
o Raden Makdum Ibrahim
o Raden Mas Said
o Raden Paku
o Raden Rachmat
o Ragam Para Wali
o Rahasia dibalik Materi
o Renungan Tentang Rizki ALLAH
o Salah Satu Tanda Kiamat
o Sedikit Tentang ‘Ana Al-Haqq’
o Sejarah OpenBSD
o Sekilas Al Mahdi
o Sekilas Walisanga
o Serat Dewo Ruci
o Siapa Dajjal Itu ?
o Sindroma Salib
o Sosok Yesus Di Mata Santri Jawa
o Suluk Wujil
o Sunan Ampel
o Sunan Bonang
o Sunan Drajat
o Sunan Giri
o Sunan Kalijaga
o Syarif Hidayatullah
o Syarifuddin or Raden Qosim
o Syekh Lemah Abang
o Syekh Maghribi
o Syekh Maulana Maghribi
o Syekh Siti Jenar
o Tanda-tanda Kemunculan Al Mahdi
o Tanda-tanda Kiamat
o Tasawuf dan Realitas Historis
o Tokoh : Pengelana Sufi dari Iraq
o Tujuh golongan yg akan dinaungi oleh Allah
o Umur Umat Islam
o Urgensi Mursyid dalam Mendalami Agama

Archive
o October 2006
o September 2006
o August 2006
o July 2006
o June 2006
o May 2006
o March 2006

Blog Roll
o OpenBSD.org
o Squid-Cache.org
o pure-FTPd.org
o planet-source-code.com
o List Of Radio and TV
o WordPress.com

• Feeds
• Full
• Comments

• Theme: Regulus by Binary Moon


• Blog at WordPress.com.
• Top

Options
Disable

Get Free Shots

Mari Memahami dan Mengkaji Lebih


Dalam
Tanpa Kenal Lelah untuk Mencari dan Menemukan Kebenaran yang Abadi

• Home
• Tentang Ku
• VCD Islam Harun Yahya

jump to navigation

Buku Putih Islam Jawa 20 June, 2006


Posted by netlog in Buku Putih Islamisasi Tanah Jawa.
12 comments

Tulisan ini merupakan makalah yang disampaikan oleh Prof. Hasanu Simon dan telah
mendapat izin dari beliau untuk disebarluaskan. Terlepas dari kelemahan-kelemahan
yang mungkin masih ada di dalam makalah tersebut, tentunya ini merupakan usaha yang
patut didukung oleh da’i-da’i Islam yang lurus dan benar manhajnya.

Penyelenggara mengundang tiga orang pembicara yangmemang cukup berkompeten pada


bidang tersebut bahkan merupakan ahlinya, yaitu Dr. Damarjati Supajar, Dr. Abdul
Munir Mulkhan (pengarang buku tersebut) dan Prof. Hasanu Simon (guru besar sosiologi
kehutanan dan lingkungan UGM).

Singkat cerita, pada diskusi tersebut dua pembicara pertama, yaitu Dr. Damarjati Supajar
dan Dr. Abdul Munir Mulkhan berusaha untuk mendukung ajaran-ajaran Syeikh Siti
Jenar. Hal tersebut dibuktikan dengan pembelaaan tanpa cela terhadap syekh tersebut dan
juga pengajuan alternatif wacana terhadap para peserta bahwa ajaran tersebut silahkan
bila mau diikuti, toh dalam dunia Islam tokoh seperti itu sudah pernah ada, seperti
misalnya Al-Hallaj dan tokoh-tokoh sufi lain. Mereka juga memberi pilihan tersebut
dengan alasan ajaran-ajaran Islam sendiri pada hakikatnya dipraktekkan sebagai rutinitas
dan sebagai tafsir dari para pengikutnya, sehingga sholat dan syariat-syariat lainnya bisa
saja diganti dengan bentuk-bentuk lainnya (jelas ini pendapat yang salah). Menurut
mereka lagi, syariat dalam ajaran Syekh Siti Jenar itu dipraktekkan oleh orang yang
hidup, sedangkan hidup yang sebenarnya bagi manusia itu adalah nanti di akherat.
Sedangkan di dunia pada hakekatnya adalah mati. Sehingga sholat,puasa, zakat haji itu
tidak perlu.

Ajaran tersebut nampak semakin subur diikuti oleh umat Islam dewasa ini, apalagi
dengan pemimpin Indonesia pada saat itu (mantan Presiden Gus dur) termasuk yang
menyetujui dan mendukung ajaran tersebut (sufi/kebatinan/kejawen). Pendukung yang
lain yang cukup dikenal adalah Anand Khrisna. Bila terus dibiarkan, ajaran tersebut akan
semakin mengaburkan Islam sebagai agama yang murni dari kesyirikan dan bid’ah ,
menjunjung tinggi akal manusia, dan menyeimbangkan antara kehidupan dunia dan
akhirat. Sebagai andil dalam pemberantasan penyakit TBC (Takhayul, Bid’ah dan
Churafat), kami tampilkan sebuah tanggapan dalam acara tersebut.

Saya masuk Fakultas Kehutanan UGM tahun 1965, memilih jurusan Manajemen Hutan.
Sebelum lulus saya diangkat menjadi asisten, setelah lulus mengajar Perencanaan dan
Pengelolaan Hutan. Pada waktu ada Kongres Kehutanan Dunia VII di Jakarta tahun 1978,
orientasi system pengelolaan hutan mengalami perubahansecara fundamental. Kehutanan
tidak lagi hanya dirancang berdasarkan ilmu teknik kehutanan konvensional, melainkan
harus melibatkan ilmu sosial ekonomi masyarakat. Sebagai dosen bidang itu saya lalu
banyak mempelajari hubungan hutan dengan masyarakat sejak zaman kuno dulu. Disitu
saya banyak berkenalan dengan sosiologi dan antropologi. Khusus dalam mempelajari
sejarah hutan di Jawa, banyak masalah sosiologi dan antropologi yang amat menarik.
Kehutanan di Jawa telah menyajikan sejaranh yang amat panjang dan menarik untuk
menjadi acuan pengembangan strategi kehutanan sosial (socialforestry strategy) yang
sekarang sedang dan masih dicari oleh para ilmuwan.

Belajar sejarah kehutanan Jawa tidak dapat melepaskan diri dengan sejarah bangsa
Belanda. Dalam mempelajari sejarah Belanda itu, penulis sangat tertarik dengan kisah
dibawanya buku-buku Sunan Mbonang di Tuban ke negeri Belanda. Peristiwa itu sudah
terjadi hanya dua tahun setelah bangsa Belanda mendarat di Banten. Sampai sekarang
buku tersebut masih tersimpan rapi di Leiden, diberi nama Het Book van Mbonang, yang
menjadi sumber acuan bagi para peneliti sosiologi dan antropologi. Buku serupa tidak
dijumpai sama sekali di Indonesia. Kolektor buku serupa juga tidak dijumpai yang
berkebangsaan Indonesia.

Jadi, seandainya tidak ada Het Book van MBonang, kita tidak mengenal sama sekali
sejarah abad ke-16 yang dilandasi data obyektif. Kenyataan sampai kita tidak memiliki
data obyektif tentang Sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan Kalijogo dan juga tentang Syekh
Siti Jenar. Oleh karena itu, yang berkembang adalah kisah-kisah mistik bercampur
takhayul, termasuk misteri Syek Siti Jenar yang hari ini akan kita bicarakan.

Walisongo Dalam Dunia Mitos

Kisah walisongo yang penuh dengan mistik dan takhayul itu amat ironis, karena kisah
tentang awal perkembangan Islam di Indonesia, sebuah agama yang sangat keras anti
kemusyrikan. Pembawa risalah Islam, Muhammad SAW. Yang lahir 9 abad sebelum era
Walisongo tidak mengenal mistik. Beliau terluka ketika berdakwah di tho’if, beliau juga
terluka dan hampir terbunuh ketika perang uhud. Tidak seperti kisah Sunan Giri, yang
ketika diserang pasukan majapahit hanya melawan tentara yang jumlahnya lebih banyak
itu dengan melemparkan sebuah bolpoin ke pasukan majapahit. Begitu dilemparkan
bolpoin tersebut, segera berubah menjadi keris sakti, lalu berputar-putar menyerang
pasukan majapahit dan bubar serta kalahlah mereka. Keris itu kemudian diberinama keris
kolomunyeng, yang oleh kyai Langitan diberikan kepada presiden Gus Dur beberapa
bulan lalu yang antara lain untuk menghadapi Sidang Istimewa MPR yang sekarang
sudah digelar dan ternyata tidak ampuh.

Kisah sunan Kalijogo yang paling terkenal adalah kemampuannya untuk membuat tiang
masjid dari tatal (serpihan potongan kayu) dan sebagai penjual rumput di Semarang yang
diambil dari gunung Jabalkat. Kisah Sunan Ampel lebih hebat lagi dan heboh ; salah
seorang pembantunya dapat melihat Masjidil Haram dari Surabaya untuk menentukan
arah kiblat. Pembuat cerita ini jelas belum tahu kalau bumi berbentuk elips sehingga
permukaan bumi ini melengkung. Oleh karena itu, tidak mungkin dapat melihat Masjidil
Haram dari Surabaya.

Islam juga mengajarkan bahwa Nabi Ibrahim as, yang hidup sekitar 45 abad sebelum era
Walisongo yang lahir dari keluarga penyembah berhala, sepanjang hidupnya berdakwa
untuk anti berhala. Ini menunjukkan bahwa kisah para wali di Jawa sangat ketinggalan
zaman dibandingkan kisah orang-orang yang menjadi panutannya, padahal selisih waktu
hidup mereka sangat jauh.

Het Book van Mbonang yang telah melahirkan dua orang Doktor dan belasan Master
bangsa Belanda itu memberikan petunjuk pada saya, pentingnya menulis sejarah
berdasarkan fakta yang obyektif. Het Book van Mbonang tidak menghasilkan kisah keris
Kolomunyeng, kisah Cagak dan tatal, kisah orang berubah menjadi cacing, dan
sebagainya. Itulah ketertarikan saya dengan Syekh Siti Jenar sebagai bagian dari sejarah
Islam di Indonesia. Saya tertarik untuk menulis tentang Syekh Siti Jenar dan Walisongo.
Tulisan saya belum selesai, tetapi niat saya untuk terlibat adalah untuk membersihkan
sejarah Islam di Jawa ini dari takhayul, mistik, khurofat dan kemusyrikan.

Itulah sebabnya, saya terima tawaran panitia untuk ikut membahas buku tentang Syekh
Siti Jenar karya Dr. Abdul Munir Mulkhan ini. Saya ingin ikut mengajak masyarakat
untuk segera meninggalkan dunia mitos dan memasuki dunia ilmu. Dunia mitos tidak
saja bertentangan dengan aqidah Islamiyah, tetapi sudah ketinggalan zaman ditinjau dari
aspek perkembangan ilmu pengetahuan.
Secara umum, dunia mitos telah ditinggalkan akhir abad ke-19 yang lalu, atau setidak-
tidaknya awal abad ke-20. Apakah kita justru ingin kembali ke belakang ? Kalau kita
masih berkutat dengan dunia mitos, masyarakat kita juga hanya akan menghasilkan
pemimpin mitos yang selalu membingungkan dan tidak menghasilkan sesuatu.

Siapa Syekh Siti Jenar Itu

Kalau seorang menulis buku, tentu para pembaca berusaha untuk mengenal jatidiri
penulis tersebut, minimal bidang keilmuannya. Oleh karena itu, isi buku dapat dijadikan
tolak ukur tentang kadar keilmuan dan identitas penulisnya. Kalau ternyata buku itu
berwarna kuning, penulisnya juga berwarna kuning. Sedikit sekali seorang yang
berpaham atheis dapat menulis buku yang bersifat relijius karena dua hal tersebut sangat
bertentangan. Seorang sarjana pertanian dapat saja menulis buku tentang sosiologi karena
bidang pertanian dan sosiologi sering bersinggungan. Jadi, tidak mustahil kalau isi
sebuah buku tentu telah digambarkan secara singkat oleh judulnya. Buku tentang
berternak Kambing Ettawa menerangkan tentang seluk beluk binatang tersebut,
manfaatnya, jenis pakan, dan sebagainya yang mempunyai kaitan erat dengan kambing
Ettawa. Judul buku karya Dr. Abdul Munir Mulkhan ini adalah : “Ajaran dan Jalan
Kematian Syekh Siti Jenar”. Pembaca tentu sudah membayangkan akan memperoleh
informasi tentang kedua hal itu, yaitu ajaran Syekh Siti Jenar dan bagaimana dia mati.
Penulis juga setia dengan ketentuan seperti itu.

Bertitik tolak dari ketentuan umum itu, paragraf 3 sampai 6 pada bab 1 tidak relevan. Bab
1 diberi judul : “Melongok jalan sufi : Humanisme Islam Bagi Semua”. Mungkin penulis
ingin mengaktualisasikan ajaran Syekh Siti Jenar dengan situasi kini, tetapi apa yang
ditulis tidak mengena sama sekali. Bahkan di dalam paragraf 3-6 itu banyak pernyataan
yang mencengangkan saya sebagai seorang muslim.

Pernyataan di dalam sebuah tulisan, termasuk buku, dapat berasal dari diri sendiri atau
dari orang lain. Pernyataan orang lain mesti disebutkan sumbernya ; oleh karena itu
pernyataan yang tidak ada sumbernya dianggap oleh pembaca sebagai pernyataan dari
penulis. Pernyataan orang lain dapat berbeda dengan sikap, watak, dan pendapat penulis,
tetapi pernyataan penulis jelas menentukan sikap, watak dan pendapatnya. Pernyataan-
pernyataan di dalam sebuah buku tidak lepas satu dengan yang lain. Rangkaiannya,
sistematika penyajiannya, merupakan sebuah bangunan yang menentukan kadar ilmu dan
kualitas buku tersebut. Rangkaian dan sistematika pernyataan mesti disusun menurut
logika keilmuan yang dapat diterima dan dibenarkan oleh masyarakat ilmu.

Untuk mengenal atau menguraikan ajaran Syekh Siti Jenar, adalah logis kalau didahului
dengan uraian tentang asal usul yang empunya ajaran. Ini juga dilakukan oleh Dr. Abdul
Munir Mulkhan (paragraf 1 bab 1 hal. 3-10). Di dalam paragraf tersebut, diterangkan asal
usul Syekh Siti Jenar yang tidak jelas. Seperti telah diterangkan, karena tidak ada sumber
obyektif maka kisah asal-usul ini juga penuh dengan versi-versi. Di halaman 3, dengan
mengutip penelitian Dalhar Shodiq untuk skripsi S-1 Fakultas Filsafat UGM, diterangkan
bahwa Syekh Siti Jenar adalah seorang putra raja pendeta dari Cirebon yang bernama
Resi Bungsu. Nama asli Syekh Siti Jenar adalah Hasan Ali alias Abdul Jalil.
Kalau seseorang menulis buku, apalagi ada hubungannya dengan hasil penelitian,
pembahasan secara ilmiah dengan menyandarkan pada logika amat penting. Tidak semua
berita dikutip begitu saja tanpa analisis. Didalam uraian tentang asal-usul Syekh Siti
Jenar di halaman 3-10 ini jelas sekali penuh dengan kejanggalan, tanpa secuil analisis pun
untuk memvalidasi berita tersebut.

Kejanggalan-kejanggalan itu adalah :

1) Ayah Syekh Siti Jenar adalah seorang raja pendeta yang bernama Resi Bungsu. Istilah
raja pendeta ini tidak jelas. Apakah dia seorang raja, atau pendeta. Jadi, beritanya saja
sudah tidak jelas sehingga meragukan.

2) Dihalaman 62, dengan mengutip sumber Serat Syekh Siti Jenar, diterangkan bahwa
ayah Syekh Siti Jenar adalah seorang elite agama Hindu-Budha. Agama yang disebutkan
ini juga tidak jelas. Agama Hindu tidak sama dengan agama Budha. Setelah Islam
muncul menjadi agama mayoritas penduduk pulau Jawa, persepsi umum masyarakat
memang menganggap agama Hindu dan Budha sama. Padahal ajaran kedua agama itu
sangat berbeda dan antar keduanya pernah terjadi perseteruan akut selama berabad-abad.
Runtuhnya Mataram Hindu pada abad ke-10 disebabkan oleh perseteruan akut tersebut.
Runtuhnya Mataram Hindu berakibat sangat fatal bagi perkembangan Indonesia. Setelah
itu kerajaan-kerajaan Jawa terus menerus terlibat dengan pertikaian-pertikaian yang
membuat kemunduran. Kemajuan teknologi bangsa Jawa yang pada abad ke-10 sudah di
atas Eropa, pada abad ke-20 ini jauh di bawahnya. Tidak hanya itu, bahkan selama
beberapa abad Indonesia (termasuk Jawa) ada di bawah bayang-bayang bangsa Eropa.

3) Kalau ayah Syekh Siti Jenar beragama Hindu atau Budha, mengapa anaknya diberi
nama Arab, Hasan Ali alias Abdul Jalil. Apalagi seorang raja pendeta yang hidup di era
pergeseran mayoritas agama rakyat menuju agama Islam, tentu hal itu janggal sekali.

4) Atas kesalahan yang dilakukan anaknya, sang ayah menyihir sang anak menjadi seekor
cacing lalu dibuang ke sungai. Di sini tidak disebut apa kesalahan tersebut, sehingga sang
ayah sampai tega menyihir anaknya menjadi cacing. Masuk akalkah seorang ayah yang
raja pendeta menyihir anaknya menjadi cacing ? Ilmu apakah yang dimiliki raja pendeta
Resi Bungsu untuk mengubah seorang menjadi cacing ? Kalau begitu, mengapa Resi
Bungsu tidak menyihir para penyebar Islam yang pada waktu itu mendepak pengaruh dan
ketentraman batinnya ? Cerita seorang mampu merubah orang menjadi binatang adalah
cerita kuno yang mungkin tidak pernah ada orang yang melihat buktinya. Ini hanya
terjadi di dunia pewayangan yang latar belakang agamanya Hindu (Mahabarata) dan
Budha (Ramayana).

5) Cacing Hasan Ali yang dibuang di sungai di Cirebon tersebut, suatu ketika terbawa
pada tanah yang digunakan untuk menambal perahu Sunan Mbonang yang bocor. Sunan
Mbonang berada di atas perahu sedang mengajar ilmu Ghoib kepada sunan Kalijogo.
Betapa luarbiasa kejanggalan pada kalimat tersebut. Sunan Mbonang tinggal di Tuban
sedang cacing Syekh Siti Jenar di buang di daerah Cirebon. Di tempat lain, dikatakan
bahwa sunan Mbonang mengajar sunan Kalijogo di perahu yang sedang mengapung di
sebuah rawa. Adakah orang menambal perahu dengan tanah ? Kalau toh menggunakan
tanah, tentu dipilih dan disortir tanah tersebut, termasuk tidak boleh tanah yang
membawa cacing.

6) Masih di halaman 4 diterangkan, suatu saat Hasan Ali dilarang Sunan Giri mengikuti
pelajaran ilmu Ghaib. Tidak pernah diterangkan bagaimana hubungan Hasan Ali dengan
sunan Giri yang tinggal di dekat Gresik. Karena tidak boleh, Hasan Ali kemudian
merubah dirinya menjadi seekor burung sehingga berhasil mendengarkan kuliah Sunan
Giri tadi dan memperoleh ilmu Ghaib. Setelah itu Hasan Ali lalu mendirikan perguruan
yang ajarannya dianggap sesat oleh para wali. Untuk apa Hasan Ali belajar ilmu Ghaib
dari Sunan Giri, padahal dia sudah mampu merubah dirinya menjadi seekor burung ?

Alhasil, seperti dikatakan oleh Dr. Abdul Munir Mulkhan sendiri dan banyak penulis
yang lain, asal-usul Syekh Siti Jenar memang tidak jelas. Karena itu, banyak pula orang
yang meragukan, sebenarnya Syekh Siti Jenar itu pernah ada atau tidak. Pertanyaan ini
akan saya jawab di belakang. Keraguan tersebut juga berkaitan dengan, tempat lahirnya,
dimana sebenarnya tempat tinggal Syekh Siti Jenar. Banyak penulis selalu menerangkan
bahwa nama lain Syekh Siti Jenar adalah : Sitibrit, Lemahbang, Lemah Abang.
Kebiasaan waktu, nama, sering dikaitkan dengan tempat tinggal. Dimana letak Siti Jenar
atau Lemah Abang tersebut sampai sekarang tidak pernah jelas ; padahal tokoh terkenal
yang hidup pada zaman itu semuanya diketahui tempat tinggalnya. Syekh Siti Jenar tidak
meninggalkan satupun petilasan.

Karena keraguan dan ketidakjelasan itu, saya setuju dengan pendapat bahwa Syekh Siti
Jenar memang tidak pernah ada. Lalu, apa sebenarnya Syekh Siti Jenar itu ? Sekali lagi
pertanyaan ini akan saya jawab di belakang nanti.

Kalau Syekh Siti Jenar tidak pernah ada., mengapa kita bertele-tele membicarakan
ajarannya. Untuk apa kita berdiskusi tentang sesuatu yang tidak pernah ada. Apalagi
diskusi itu dalam rangka memperbandingkan dengan Al-Qur’an dan Hadits yang jelas
asal-usulnya, mulia kandungannya, jauh kedepan jangkauannya, tinggi muatan
IPTEKnya., sakral dan di hormati oleh masyrakat dunia. Sebaliknya, Syekh Siti Jenar
hanya menjadi pembicaraan sangat terbatas di kalangan orang Jawa. Tetapi karena begitu
sinis dan menusuk perasaan orang Islam yang telah kaffah bertauhid maka mau tidak mau
lalu sebagian orang Islam harus melayaninya. Oleh karena itu, sebagai orang Islam yang
tidak lagi ragu terhadap kebenaran Al-Qur’an dan kerasulan Muhammad SAW, saya akan
berkali-kali mengajak saudara-saudaraku orang Islam untuk berhati-hati dan jangan
terlalu banyak membuang waktu untuk mendiskusikan ceritera fiktif yang berusaha untuk
merusak aqidah Islamiyah ini.

Sunan Kalijogo

Semua orang di Indonesia, apalagi orang Islam, kenal dengan nama Sunan Kalijogo yang
kecilnya bernama Raden Mas Said ini. Dikatakan dia adalah putera Adipati Tuban
Tumenggung Wilatikta atau Raden Sahur yang beragama Islam. Silsilah Raden Sahur ke
atas adalah Putera Ario Tejo III (Islam), putera Ario Tejo II (Hindu), putera Ario Tejo I,
putera Ronggolawe, putera Ario Banyak Wide alias Ario Wiraraja, putera Adipati
Ponorogo. Itulah asal-usul Sunan Kalijogo yang banyak ditulis dan diyakini orang, yang
sebenarnya merupakan versi Jawa. Dua versi lainnya tidak pernah ditulis atau dijumpai
dalam media cetak sehingga diketahui masyarakat luas (Imron Abu Ammar, 1992).

Di depan telah saya singgung bahwa kisah Sunan Kalijogo versi Jawa ini penuh dengan
ceritera mistik. Sumber yang orisinal tentang kisah tersebut tidak tersedia. Ricklefs,
sejarawan Inggris yang banyak meneliti sejarah Jawa, menyebutkan bahwa sebelum ada
catatan bangsa Belanda memang tidak tersedia data yang dapat dipercaya tentang sejarah
Jawa. Sejarah Jawa banyak bersumber dari catatan atau cerita orang-orang yang pernah
menjabat sebagai Juru Pamekas, lalu sedikit demi sedikit mengalami distorsi setelah
melewati para pengagum dan penentangnya.

Namun demikian sebenarnya Sunan Kalijogo meninggalkan dua buah karya tulis, yang
salah satu sudah lama beredar sehingga dikenal luas oleh masyarakat, yaitu Serat Dewo
Ruci, sedang yang satu lagi belum dikenal luas, yaitu Suluk Linglung. Serat Dewo Ruci
telah terkenal sebagai salah satu lakon wayang. Saya pertama kali melihat wayang
dengan lakon Dewo Ruci pada waktu saya masih duduk di kelas 5 SD, di desa kelahiran
ibu saya Palempayung (Madiun) yang dimainkan oleh Ki dalang Marijan. Sunan Kalijogo
sendiri sudah sering menggelar lakon yang sebenarnya merupakan kisah hidup yang
diangan-angankan sendiri, setelah kurang puas dengan jawaban Sunan Mbonang atas
pertanyaan yang diajukan. Sampai sekarang Serat Dewo Ruci merupakan kitab suci para
penganut kejawen, yang sebagian besar merupakan pengagum ajaran Syekh Siti Jenar
yang fiktif tadi.

Kalau Serat Dewo Ruci diperbandingkan dengan Suluk Linglung, mungkin para
penganut Serat Dewo Ruci akan kecelek (merasa tertipu). Mengapa demikian ? Isi Suluk
Linglung ternyata hampir sama dengan isi Serat Dewo Ruci, dengan perbedaan sedikit
namun fundamental. Di dalam Suluk Linglung Sunan Kalijogo telah menyinggung
pentingnya orang untuk melakukan sholat dan puasa, sedang hal itu tidak ada sama sekali
dalam Serat Dewo Ruci. Kalau Serat Dewo Ruci telah lama beredar, Suluk Linglung baru
mulai dikenal akhir-akhir ini saja. Naskah Suluk Linglung disimpan dalam bungkusan
rapi oleh keturunan Sunan Kalijogo. Seorang Pegawai Departemen Agama Kudus, Drs
Chafid mendapat petunjuk untuk mencari buku tersebut, ternyata disimpan oleh Ny.
Mursidi, keturunan Sunan Kalijogo ke-14. Buku tersebut ditulis di atas kulit kambing,
oleh tangan Sunan Kalijogo sendiri menggunakan huruf Arab pegon berbahasa Jawa.
Tahun 1992 buku tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

Saat ini saya sedang membahas kedua buku itu, dan untuk sementara saya sangat
bergembira karena menurut kesimpulan saya, menjelang wafat ternyata Sunan Kalijogo
sendiri menjadi kaffah mengimani Islam. Sebelumnya Sunan Kalijogo tidak setia
menjalankan syariat Islam, sehingga orang Jawa hanya meyakini bahwa yang dilakukan
oleh Sunan terkenal ini bukan sholat lima waktu melainkan sholat Da’im. Menurut
Ustadz Mustafa Ismail LC, da’im berarti terus-menerus. Jadi Sunan Kalijogo tidak sholat
lima waktu melainkan sholat da’im dengan membaca Laa ilaaha illallah kapan saja dan
dimana saja tanpa harus wudhu dan rukuk sujud . Atas dasar itu untuk sementara saya
membuat hipotesis bahwa Syekh Siti Jenar sebenarnya adalah Sunan Kalijogo. Hipotesis
inilah yang akan saya tulis dan sekaligus saya gunakan untuk mengajak kaum muslimin
Indonesia untuk tidak bertele-tele menyesatkan diri dalam ajaran Syekh Siti Jenar.
Sayang, waktu saya masih banyak terampas (tersita) untuk menyelesaikan buku-buku
saya tentang kehutanan sehingga upaya saya untuk mengkaji dua buku tersebut tidak
dapat berjalan lancar. Atas dasar itu pula saya menganggap bahwa diskusi tentang Syekh
Siti Jenar, seperti yang dilakukan oleh Dr. Abdul Munir Mulkhan ini, menjadi tidak
mempunyai landasan yang kuat kalau tidak mengacu kedua buku karya Sunan Kalijogo
tersebut.

Sebagai tambahan, pada waktu Sunan Kalijogo masih berjati diri seperti tertulis didalam
Serat Dewo Ruci, murid-murid kinasih-nya berpaham manuggaling kawulo gusti (seperti
Sultan Hadiwidjojo, Pemanahan, Sunan Pandanaran, dan sebagainya), sedang setelah
kaffah dengan tauhid murni, Sunan Kalijogo mengutus muridnya yaitu Joko Katong,
yang ditugaskan untuk mengislamkan Ponorogo. Joko Katong sendiri menurunkan tokoh-
tokoh Islam daerah tersebut yang pengaruhnya amat luas hingga sekarang, termasuk Kyai
Kasan Bestari (guru R. Ng. Ronggowarsito), Kyai Zarkasi (pendiri PS Gontor), dan
mantan Presiden BJ Habibie, termasuk Ny Ainun Habibie.

Walisongo

Sekali lagi, kisah walisongo penuh dengan cerita-cerita yang sarat dengan mistik. Namun
Widji Saksono dalam bukunya “Mengislamkan Tanah Jawa” telah menyajikan analisis
yang memenuhi syarat keilmuan. Widji Saksono tidak terlarut dalam kisah mistik itu,
memberi bahasan yang memadai tentang hal-hal yang tidak masuk akal atau bertentangan
dengan aqidah islamiyyah. Widji Saksono cukup menonjolkan apa yang dialami oleh
Raden Rachmat dengan dua orang temannya ketika dijamu oleh Prabu Brawidjaya
dengan tarian oleh penari putri yang tidak menutup aurat. Melihat itu Raden Rachmat
selalu komat-kamit, tansah ta’awudz. Yang dimaksudkan, pemuda tampan terus istighfar
melihat putri-putri cantik menari dengan sebagian auratnya terbuka.

Namun para pengagum Walisongo akan kecelek kalau membaca tulisan Asnan Wahyudi
dan Abu Khalid. Kedua penulis menemukan sebuah naskah yang mengambil informasi
dari sumber orisinal yang tersimpan di musium Istana Istambul, Turki. Menurut sumber
tersebut, ternyata organisasi Walisongo dibentuk oleh Sultan Muhammad I. Berdasarkan
laporan para saudagar Gujarat itu, Sultan Muhammad I ingin mengirim tim yang
beranggotakan sembilan orang, yang memiliki kemampuan diberbagai bidang, tidak
hanya bidang ilmu agama saja. Untuk itu Sultan Muhammad I mengirim surat kepada
pembesar Afrika Utara dan Timur Tengah, yang isinya minta dikirim beberapa ulama
yang mempunyai karomah. Berdasarkan perintah Sultan Muhammad I itu lalu dibentuk
tim yang beranggotakan 9 orang untuk diberangkatkan ke pulau Jawa pada tahun 1404.
Tim tersebut diketuai oleh Maulana Malik Ibrahim yang merupakan ahli mengatur negara
(ahli tata negara) dari Turki. Berita ini tertulis dalam kitab Kanzul ‘Hum karya Ibnul
Bathuthah, yang kemudian dilanjutkan oleh Syekh Maulana Al-Maghribi.

Secara lengkap, nama, asal dan keahlian 9 orang tersebut adalah sebagai berikut:
1) Maulana Malik Ibrahim, berasal dari turki, ahli mengatur negara (ahli tata negara).
2) Maulana Ishaq, berasal dari Samarkand, Rusia Selatan, ahli pengobatan.
3) Maulana Ahmad Jumadil Kubro dari Mesir.
4) Maulana Muhammad Al-Maghrobi, berasal dari Maroko.
5) Maulana Malik Isro’il, dari Turki, Ahli mengatur negara (ahli tata negara).
6) Maulana Muhammad Ali Akbar, dari Persia (Iran), ahli pengobatan.
7) Maulana Hasanuddin, dari Palestina.

Maulana Aliyudin, dari Palestina.


9) Syekh Subakir, dari Iran, Ahli menumbali daerah yang angker yang dihuni oleh Jin
jahat (ahli ruqyah).

Dengan informasi baru itu terjungkir-baliklah sejarah Walisongo versi Jawa. Ternyata
memang sejarah Walisongo versi non jawa, seperti telah disebutkan di muka, tidak
pernah diekspos, entah oleh Belanda atau siapa saja, agar orang Jawa, termasuk yang
memeluk agama Islam, selamanya terus dan semakin tersesat dari kenyataan yang
sebenarnya. Dengan Infromasi baru itu, menjadi Jelaslah apa sebenarnya Walisongo itu.
Walisongo adalah gerakan berdakwah untuk menyebarkan Islam.

Latar Belakang Gerakan Syekh Siti Jenar

Tulisan tentang Syekh Siti Jenar sebenarnya hanya bersumber pada satu tulisan saja, yang
mula-mula adalah tanpa pengarang. Tulisan yang ada pengarangnya juga ada, misalnya
Serat Sastro Gendhing oleh Sultan Agung. Buku berjudul “Ajaran Syekh Siti Jenar”
karya Raden Sosrowardojo yang menjadi buku induk karya Dr. Abdul Munir Mulkhan itu
sebenarnya merupakan gubahan atau tulisan ulang dari buku dengan judul yang sama
karya Ki Panji Notoroto. Nama Panji Notoroto adalah samaran mantan Adipati Mataram
penganut berat ajaran Syekh Siti Jenar.

Ki Panji Notoroto memberi informasi menarik, bahwa rekan-rekan adipati seangkatannya


ternyata tidak ada yang dapat membaca dan menulis. Ini menunjukkan bahwa setelah era
Demak Bintoro, nampaknya pendidikan klasikal dimasyarakat tidak berkembang sama
sekali. Memahami Al-Qur’an dan Hadits tidak mungkin kalau tidak didasari dengan ilmu.
Penafsiran Al-Qur’an tanpa ilmu akan menghasilkan hukum-hukum yang sesat belaka.
Itulah nampaknya yang terjadi pada era pasca Demak, yang kebetulan sejak Sultan
Hadiwidjojo, agama yang dianut kerajaan adalah agama Manuggaling Kawulo Gusti.

Disamping masalah pendidikan, sejak masuknya agama Hindu di Jawa ternyata


pertentangan agama tidak pernah reda. Hal ini dengan jelas ditulis di dalam Babad
Demak. Karena pertentangan antar agama itulah Mataram Hindu runtuh. Sampai dengan
era Singosari, masih ada tiga agama besar di Jawa yaitu Hindu, Budha, dan Animisme
yang sering disebut agama Jawa. Untuk mencoba meredam pertentangan agama itu,
Prabu Kertonegoro, raja besar dan terakhir Singosari, mencoba untuk menyatukannya
dengan membuat agama baru disebut agama Syiwa-Boja. Syiwa mewakili agama Hindu,
Bo singkatan dari Budha dan Ja mewakili agama Jawa. Nampaknya sintesa itulah yang
ditiru oleh politikus besar di Indonesia akhir dekade 1950-an dulu, yaitu Nasakom.
Dengan munculnya Islam sebagai agama mayoritas baru, banyak pengikut agama Hindu,
Budha dan Animisme melakukan perlawanan secara tidak terang-terangan (sembunyi-
sembunyi). Mereka lalu membuat berbagai cerita, misalnya Gatholoco, Darmogandhul,
Wali Wolu Wolak-walik, Syekh Bela Belu, dan yang paling terkenal adalah Syekh Siti
Jenar. Untuk yang terakhir itu kebetulan dapat di domplengkan kepada salah satu anggota
wali songo yang terkenal, yaitu Sunan Kalijogo seperti yang telah disebutkan dimuka.
Jadi Syekh Siti Jenar sebenarnya hanya sebuah gerakan anti reformasi, anti perubahan
dari Hindu-Budha-Jawa ke Islam.

Oleh karena itu isi gerakan itu selalu sinis terhadap ajaran Islam, dan hanya mengambil
potongan-potongan ajarannya yang secara sepintas nampak tidak masuk akal. Potongan-
potongan ini banyak sekali disitir oleh Dr. Abdul Munir Mulkhan tanpa tela’ah (analisis)
yang didasarkan pada dua hal, yaitu logika dan aqidah.

Pernyataan-Pernyataan

Masalah pernyataan yang dibuat oleh penulis buku ini (Dr. Abdul Munir Mulkhan) telah
saya singgung dimuka. Banyak sekali pernyataan yang saya sebagai muslim ngeri
membacanya, karena buku ini ditulis juga oleh seorang muslim, malah salah seorang
tokoh organisasi Islam di Indonesia (Muhammadiyah). Misalnya pernyataan yang
menyebutkan “ngurusi Tuhan, semakin dekat dengan Tuhan semakin tidak manusiawi,
kelompok syariah yang dibenturkan dengan kelompok sufi, orang beragama yang
mengutamakan formalitas, dan sebagainya”. Setahu saya dulu pernyataan seperti itu
memang banyak diucapkan oleh orang-orang dari gerakan anti Islam, termasuk orang-
orang dari Partai Komunis Indonesia yang pernah menggelar kethoprak dengan lakon
“Patine Gusti Allah” (matinya gusti Allah) di daerah Magelang pada tahun 1965-an awal.
Bahkan ada pernyataan yang menyebutkan bahwa syahadat, sholat, puasa, membayar
zakat dan menunaikan ibadah haji itu tidak perlu. Yang penting berbuat baik untuk
kemanusiaan. Ini jelas pendapat para penganut agama Jawa yang sedih karena
pengaruhnya terdesak oleh Islam. Rasulallah SAW juga tidak mengajarkan pelaksanaan
ibadah hanya secara formalistik dan secara ritual saja. Islam mengajarkan kepada
penganutnya untuk berbuat baik, karena kehidupan muslim harus memenuhi dua aspek,
yaitu Hablumminallah wa hablum minannas (hubungan mahluk dengan Allah dan
hubungan mahluk dengan sesamanya)

Di dalam buku, seperti saya sebutkan, hendaknya pernyataan disusun sedemikian rupa
untuk membangun sebuah misi atau pengertian. Apa sebenarnya misi yang akan
dilakukan oleh Dr. Abdul Munir Mulkhan dengan menulis buku Syekh Siti Jenar itu.
Buku ini juga dengan jelas menyiratkan kepada pembaca bahwa mempelajari ajaran
Syekh Siti Jenar itu lebih baik dibandingkan mempelajari Fiqih atau ilmu agama lainnya.
Islam tidak mengkotak-kotakkan antara Fiqih, Sufi dan sebagainya. Islam adalah satu,
yang karena begitu kompleknya maka orang harus belajar secara bertahap. Belajar tauhid
merupakan tahap awal untuk mengenal Islam.

Penulis (Dr. Abdul Munir Mulkhan) juga membuat pernyataan tentang mengkaji Al-
Qur’an : “Bukan hanya orang Islam dan orang yang tahu bahasa Arab saja yang boleh
mempelajari Al-Qur’an”. Disini nampaknya Dr. Abdul Munir Mulkhan lupa bahwa untuk
belajar Al-Qur’an ada dua syarat yang harus dipenuhi, yaitu muttaqien (Al-Baqoroh ayat
2) dan tahu penjelasannya, yang sebagian telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Jadi
sebenarnya boleh saja siapapun mengkaji Al-Qur’an, tetapi tentu tidak boleh semaunya
sendiri, tanpa melewati dua rambu penting itu. Oleh karena itu saya mengajak kepada
siapapun, apalagi yang beragama Islam, untuk belajar Al-Qur’an yang memenuhi kedua
syarat tersebut. Jangan belajar Al-Qur’an kepada pengikut ajaran Syekh Siti Jenar, karena
pasti akan tersesat sebab Syekh Siti Jenar adalah Gerakan untuk Melawan Islam.

Catatan Kecil

Untuk mengakhiri tanggapan saya, saya sampaikan beberapa catatan kecil pada buku
Syekh Siti Jenar Karya Abdul Munir Mulkhan ini :

1) Banyak kalimat yang tidak sempurna, tidak mempunyai subyek misalnya. Juga banyak
kalimat yang didahului dengan kata sambung.
2) Banyak pernyataan yang terlalu sering diulang-ulang sehingga terkesan mengacaukan
sistematika penulisan.
3) Bab 1 diakhiri dengan daftar kepustakaan, bab lain tidak, dan buku ini ditutup dengan
Sumber Pustaka. Yang tercantum didalam Daftar kepustakaan Bab 1 hampir sama dengan
yang tercantum dalam sumber pustaka.
4) Cara mensitir penulis tidak konsisten, contoh dapat dilihat pada halaman 2 yang
menyebut : ……….. sejarah Islam (Madjid, Khazanah, 1984), dan di alinea berikutnya
tertulis : …….. Menurut Nurcholis Madjid (Khazanah, 1984, hlm 33).
5) Pada bab 4, seperti diakui oleh penulis, merupakan terjemahan buku karya Raden
Sosrowardoyo yang pernah ditulis didalam buku dengan judul hampir sama oleh penulis.
Di dalam buku ini, bab tersebut mengambil hampir separoh buku (halaman 179-310).
Karena pernah ditulis, sebenarnya di sini tidak perlu ditulis lagi melainkan cukup disitir
saja.

Beberapa catatan lain memang kecil, tetapi patut disayangkan untuk sebuah karya dari
seorang pemegang gelar akademik tertinggi, Doktor !.

Demikianlah tanggapan saya, kurang lebihnya mohon dima’afkan. Semoga yang saya
lakukan berguna berwasiat-wasiatan (saling menasehati) didalam kebenaran sesuai
dengan perintah Allah Subhanahuwata’ala dalam Surat Al-‘Ashar. Aamiin.

Wassalamu’alaikum Warohmatullahi wabarookaatuh.

go!
search

• Categories
o Al-Mahdi akan mumcul di bulan Muharram
o Antara Syariat dan Tasawuf
o Buku Putih Islamisasi Tanah Jawa
o Cara melihat Tuhan
o Dari Zuhud Ke Tasawuf
o Dimana ALLAH Berada?
o FANA - Segalanya adalah bayangan
o Gerbang Dambaan Umat
o Hakekat Manunggaling Kawulo Gusti
o Iman Dalam Pandangan Tasawuf
o Islam dan Kejawen
o Kesesatan Tasawuf
o Kesucian Yesus dan Peranannya
o Kisah Abu Yazid al Bustami
o KISAH NABI ISA
o KISAH NABI KHIDIR AS
o Makna Kafir dan Syuhada
o Mencari Allah
o Mencari Keabadian
o Menetralisir Ketegangan Karena Perbedaan
o Mengapa Syariat kontra Hakekat
o Mengenal Mursyid
o Menyuap Malaikat-Membeli Surga!
o OpenBSD
o Perang Armageddon
o Pesankan saya tempat di neraka !!!
o Raden Makdum Ibrahim
o Raden Mas Said
o Raden Paku
o Raden Rachmat
o Ragam Para Wali
o Rahasia dibalik Materi
o Renungan Tentang Rizki ALLAH
o Salah Satu Tanda Kiamat
o Sedikit Tentang ‘Ana Al-Haqq’
o Sejarah OpenBSD
o Sekilas Al Mahdi
o Sekilas Walisanga
o Serat Dewo Ruci
o Siapa Dajjal Itu ?
o Sindroma Salib
o Sosok Yesus Di Mata Santri Jawa
o Suluk Wujil
o Sunan Ampel
o Sunan Bonang
o Sunan Drajat
o Sunan Giri
o Sunan Kalijaga
o Syarif Hidayatullah
o Syarifuddin or Raden Qosim
o Syekh Lemah Abang
o Syekh Maghribi
o Syekh Maulana Maghribi
o Syekh Siti Jenar
o Tanda-tanda Kemunculan Al Mahdi
o Tanda-tanda Kiamat
o Tasawuf dan Realitas Historis
o Tokoh : Pengelana Sufi dari Iraq
o Tujuh golongan yg akan dinaungi oleh Allah
o Umur Umat Islam
o Urgensi Mursyid dalam Mendalami Agama

Archive
o October 2006
o September 2006
o August 2006
o July 2006
o June 2006
o May 2006
o March 2006

Blog Roll
o OpenBSD.org
o Squid-Cache.org
o pure-FTPd.org
o planet-source-code.com
o List Of Radio and TV
o WordPress.com

• Feeds
• Full
• Comments

• Theme: Regulus by Binary Moon


• Blog at WordPress.com.
• Top
Options
Disable

Get Free Shots

Mari Memahami dan Mengkaji Lebih


Dalam
Tanpa Kenal Lelah untuk Mencari dan Menemukan Kebenaran yang Abadi

• Home
• Tentang Ku
• VCD Islam Harun Yahya

jump to navigation
Hadist Riwayat Abu Hurairah ra. 4 August, 2006
Posted by netlog in Cara melihat Tuhan.
trackback

Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:

Bahwa Sahabat bertanya kepada Rasulullah saw:

Wahai Rasulullah, apakah kami dapat melihat Tuhan kami pada hari kiamat?

Rasulullah saw. bersabda: Apakah kalian terhalang melihat bulan di malam purnama?

Para sahabat menjawab: Tidak, wahai Rasulullah.

Rasulullah saw. bersabda: Apakah kalian terhalang melihat matahari yang tidak tertutup
awan?

Mereka menjawab: Tidak, wahai Rasulullah.

Rasulullah saw. bersabda: Seperti itulah kalian akan melihat Allah. Barang siapa yang
menyembah sesuatu, maka ia mengikuti sembahannya itu. Orang yang menyembah
matahari mengikuti matahari, orang yang menyembah bulan mengikuti bulan, orang yang
menyembah berhala mengikuti berhala.

Tinggallah umat ini, termasuk di antaranya yang munafik. Kemudian Allah datang
kepada mereka dalam bentuk selain bentuk-Nya yang mereka kenal,

seraya berfirman: Akulah Tuhan kalian.

Mereka (umat ini) berkata: Kami berlindung kepada Allah darimu. Ini adalah tempat
kami, sampai Tuhan kami datang kepada kami. Apabila Tuhan datang, kami tentu
mengenal-Nya. Lalu Allah Taala datang kepada mereka dalam bentuk-Nya yang telah
mereka kenal. Allah berfirman: Akulah Tuhan kalian. Mereka pun berkata: Engkau
Tuhan kami. Mereka mengikuti-Nya. Dan Allah membentangkan jembatan di atas neraka
Jahanam. Aku (Rasulullah saw.) dan umatkulah yang pertama kali melintas.

Pada saat itu, yang berbicara hanyalah para rasul. Doa para rasul saat itu adalah: Ya
Allah, selamatkanlah, selamatkanlah. Di dalam neraka Jahanam terdapat besi berkait
seperti duri Sakdan (nama tumbuhan yang berduri besar di setiap sisinya).

Pernahkah kalian melihat Sakdan? Para sahabat menjawab: Ya, wahai Rasulullah.
Rasulullah saw. melanjutkan: Besi berkait itu seperti duri Sakdan, tetapi hanya Allah
yang tahu seberapa besarnya. Besi berkait itu merenggut manusia dengan amal-amal
mereka. Di antara mereka ada orang yang beriman, maka tetaplah amalnya. Dan di antara
mereka ada yang dapat melintas, hingga selamat.
Setelah Allah selesai memberikan keputusan untuk para hamba dan dengan rahmat-Nya
Dia ingin mengeluarkan orang-orang di antara ahli neraka yang Dia kehendaki, maka Dia
memerintah para malaikat untuk mengeluarkan orang-orang yang tidak pernah
menyekutukan Allah. Itulah orang-orang yang dikehendaki Allah untuk mendapatkan
rahmat-Nya, yang mengucap: “Laa ilaaha illallah”. Para malaikat mengenali mereka di
neraka dengan adanya bekas sujud. Api neraka memakan tubuh anak keturunan Adam,
kecuali bekas sujud. Allah melarang neraka memakan bekas sujud. Mereka dikeluarkan
dari neraka, dalam keadaan hangus. Lalu mereka disiram dengan air kehidupan, sehingga
mereka menjadi tumbuh seperti biji-bijian tumbuh dalam kandungan banjir (lumpur).

Kemudian selesailah Allah Taala memberi keputusan di antara para hamba. Tinggal
seorang lelaki yang menghadapkan wajahnya ke neraka. Dia adalah ahli surga yang
terakhir masuk.

Dia berkata: Ya Tuhanku, palingkanlah wajahku dari neraka, anginnya benar-benar


menamparku dan nyala apinya membakarku. Dia terus memohon apa yang dibolehkan
kepada Allah.

Kemudian Allah Taala berfirman: Mungkin, jika Aku mengabulkan permintaanmu,


engkau akan meminta yang lain.

Orang itu menjawab: Aku tidak akan minta yang lain kepada-Mu. Maka ia pun berjanji
kepada Allah. Lalu Allah memalingkan wajahnya dari neraka.

Ketika ia telah menghadap dan melihat surga, ia pun diam tertegun, kemudian berkata:
Ya Tuhanku, majukanlah aku ke pintu surga.

Allah berfirman: Bukankah engkau telah berjanji untuk tidak meminta kepada-Ku selain
apa yang sudah Kuberikan, celaka engkau, hai anak-cucu Adam, ternyata engkau tidak
menepati janji.

Orang itu berkata: Ya Tuhanku! Dia memohon terus kepada Allah, hingga Allah
berfirman kepadanya: Mungkin jika Aku memberimu apa yang engkau pinta, engkau
akan meminta yang lain lagi.

Orang itu berkata: Tidak, demi Keagungan-Mu. Dan ia berjanji lagi kepada Tuhannya.
Lalu Allah mendekatkannya ke pintu surga. Setelah ia berdiri di ambang pintu surga,
ternyata pintu surga terbuka lebar baginya, sehingga ia dapat melihat dengan jelas
keindahan dan kesenangan yang ada di dalamnya. Dia pun diam tertegun. Kemudian
berkata: Ya Tuhanku, masukkanlah aku ke dalam surga.

Allah Taala berfirman kepadanya: Bukankah engkau telah berjanji tidak akan meminta
selain apa yang telah Aku berikan? Celaka engkau, hai anak cucu Adam, betapa engkau
tidak dapat menepati janji!
Orang itu berkata: Ya Tuhanku, aku tidak ingin menjadi makhluk-Mu yang paling
malang.

Dia terus memohon kepada Allah, sehingga membuat Allah Taala tertawa (rida). Ketika
Allah Taala tertawa Dia berfirman: Masuklah engkau ke surga.

Setelah orang itu masuk surga, Allah berfirman kepadanya: Inginkanlah sesuatu! Orang
itu meminta kepada Tuhannya, sampai Allah mengingatkannya tentang ini dan itu. Ketika
telah habis keinginan-keinginannya, Allah Taala berfirman: Itu semua untukmu, begitu
pula yang semisalnya

Comments»

1. Iwan - 3 March, 2008

dari kisah ini, saya mendapatkan pengertian :


1. kita akan melihat dengan sejelas-jelasnya tanpa halangan.
2. kita harus memilih dengan tegas apa yang kita yakini / kenali.
3. apabila kita mengharapkan atau menginginkan sesuatu atau
sebanyaknya harus secara menyeluruh sehingga tidak ada yang
dirasa kurang dan tidak pula bertentangan.

periksalah diri kita. jika menginginkan sesuatu, apakah betul akan menjadi
sesuatu yang memang kita dambakan ? dan apabila tercapai, apakah kita berhenti
bersyukur ?

itu adalah syurga, dimana kenikmatannya tak terbatas…

mudah-mudahan kita selalu dalam keselamatan..

2. zulkhaidir - 16 April, 2008

Maha besar Allah, kita sebagai manusia memang diciptakan tidak sempurna,
sehingga selalu mengharapkan balasan akan sesuatu hal yang kita kerjakan,
bahkan untuk beribadah kepada Allah SWT sekali pun kita meminta imbalannya.
Bukankah manusia diciptakan untuk menjalankan segala perintah-Nya dan
menjauhi segala larangan-Nya.

message

say it!
name email url
go!
search

• Categories
o Al-Mahdi akan mumcul di bulan Muharram
o Antara Syariat dan Tasawuf
o Buku Putih Islamisasi Tanah Jawa
o Cara melihat Tuhan
o Dari Zuhud Ke Tasawuf
o Dimana ALLAH Berada?
o FANA - Segalanya adalah bayangan
o Gerbang Dambaan Umat
o Hakekat Manunggaling Kawulo Gusti
o Iman Dalam Pandangan Tasawuf
o Islam dan Kejawen
o Kesesatan Tasawuf
o Kesucian Yesus dan Peranannya
o Kisah Abu Yazid al Bustami
o KISAH NABI ISA
o KISAH NABI KHIDIR AS
o Makna Kafir dan Syuhada
o Mencari Allah
o Mencari Keabadian
o Menetralisir Ketegangan Karena Perbedaan
o Mengapa Syariat kontra Hakekat
o Mengenal Mursyid
o Menyuap Malaikat-Membeli Surga!
o OpenBSD
o Perang Armageddon
o Pesankan saya tempat di neraka !!!
o Raden Makdum Ibrahim
o Raden Mas Said
o Raden Paku
o Raden Rachmat
o Ragam Para Wali
o Rahasia dibalik Materi
o Renungan Tentang Rizki ALLAH
o Salah Satu Tanda Kiamat
o Sedikit Tentang ‘Ana Al-Haqq’
o Sejarah OpenBSD
o Sekilas Al Mahdi
o Sekilas Walisanga
o Serat Dewo Ruci
o Siapa Dajjal Itu ?
o Sindroma Salib
o Sosok Yesus Di Mata Santri Jawa
o Suluk Wujil
o Sunan Ampel
o Sunan Bonang
o Sunan Drajat
o Sunan Giri
o Sunan Kalijaga
o Syarif Hidayatullah
o Syarifuddin or Raden Qosim
o Syekh Lemah Abang
o Syekh Maghribi
o Syekh Maulana Maghribi
o Syekh Siti Jenar
o Tanda-tanda Kemunculan Al Mahdi
o Tanda-tanda Kiamat
o Tasawuf dan Realitas Historis
o Tokoh : Pengelana Sufi dari Iraq
o Tujuh golongan yg akan dinaungi oleh Allah
o Umur Umat Islam
o Urgensi Mursyid dalam Mendalami Agama

Archive
o October 2006
o September 2006
o August 2006
o July 2006
o June 2006
o May 2006
o March 2006

Blog Roll
o OpenBSD.org
o Squid-Cache.org
o pure-FTPd.org
o planet-source-code.com
o List Of Radio and TV
o WordPress.com

• Feeds
• Full
• Comments
• Theme: Regulus by Binary Moon
• Blog at WordPress.com.
• Top

[Mayapada Prana] KEJAWEN =


juga merupakan sekte Islam, terkadang
disebut ISLAM JAWA
Hafsah Salim
Mon, 17 Apr 2006 23:30:56 -0700

Menyangkut sebutan ISLAM yang oleh menteri agama goblok dipaksakan


kepada umat Ahmadiah untuk tidak disebutkan sebagai agama aliran
Ahmadiah.

Sesungguhnya, Islam itu banyak sekali aliran2nya, yang pasti di


Amerika itu ada ratusan, bahkan mungkin lebih dari seribu, dalam hal
ini memang tidak dibuatkan statistiknya. Seringkali umat Ahmadiah
sendiri tidak menyebutkan agama mereka sebagai "Islam Ahmadiah" yang
menyebutnya justru orang2 diluar Ahmadiah. Hal inilah yang
membuktikan kepada kita bahwa masyarakat diluar Ahmadiah sendiri sudah
mengetahui atau bahkan mengakui bahwa memang "Ahmadiah" itu memang
Islam yang merupakan aliran dari Pakistant dengan nabinya tersendiri.
Umat Ahmadiah sendiri menyebut agama mereka sebagai "Jemaat
Ahmadiah". Hanya papan nama dimuka mesjid mereka sajalah ditulis
dengan besar sebagai "Islam Jemaat Ahmadiah".

Sesungguhnya aneh sekali menteri agama yang goblok ini, kenapa Islam
Ahmadiah itu harus dihilangkan kata "Islam"nya ??? Masalah ada
tidaknya kata "Islam" sebelum kata "Ahmadiah" seharusnya bebas
terserah siapa saja yang mau menyebutnya. Hal yang sama juga berlaku
bagi Islam2 lainnya, contohnya, Islam Sunny, sering cuma dikatakan
kaum Sunny, atau kaum wahabi, atau umat Sunny, dsb.

Tidaklah berbeda dengan KEJAWEN! Sekte ini juga ISLAM, sering disebut
sebagai "ISLAM KEJAWEN", kadang2 cuma disebut sebagai "Kejawen". Kalo
Sunny mempunyai 1 nabi yaitu Muhammad, juga Syiah punya satu nabi
yaitu Hussain, berbeda dengan Ahmadiah, mereka punya dua nabi yaitu
Muhammad dan Ghulam Ahmad, maka KEJAWEN MEMILIKI 10 NABI, yaitu:
Muhammad dan 9 nabi lagi yang dinamakan Wali Songo. Dizaman sekarang
Walisongo memang tidaklah dianggap nabi, namun dimasa kehidupan
beliau, sebenarnya mereka merupakan nabi2 yang sejati meskipun dizaman
sekarang tidak diceritakan seperti demikian.

ISLAM GURU NANAK, juga merupakan Islam gabungan antara Hindu, Nasrani,
Islam, dan beberapa aliran Sikh.

Demikianlah semuanya adalah agama Islam karena juga mereka menggunakan


atau mengakui AlQuran sebagai salah satu kitab suci mereka.

Kalo kita mau mengevaluasi keabsahan masing2 sekte dalam kaitannya


kepada Islam atau Muhammad yang dinyatakan sebagai nabinya, maka YANG
PALING TIDAK SYAH SEBENARNYA ADALAH ISLAM SUNNY YANG BISA SAYA
KATEGORIKAN SEBAGAI AGAMA ISLAM YANG PALING DIHARAMKAN. Alasannya
mudah, aliran Sunny ini sebenarnya pewaris Abu Bakar bukan pewaris
Muhammas seperti aliran2 lainnya. Abu Bakar ini se-benar2nya pembunuh
nabi Muhammad dan keturunannya dalam merebut kekuasaan. Oleh karena
itulah untuk melegitimasi kekuasaannya, dia menyebarkan issue bahwa
anaknya Aishah yang masih 4 tahun dinikahi oleh Muhammad. Dengan
hubungan besan inilah Abu Bakar menganggap dirinya Syah sebagai kaliph
pertama. Padahal, ahli2 sejarah sekarang mempelajari latar belakang
seorang pemimpin bukan berdasarkan dongeng yang disebarkannya,
melainkan dengan mendalami latar belakang budaya maupun antropologi
bangsa itu sendiri.

Sudah menjadi budaya dari seluruh dunia dizaman dahulu, bahwa suatu
kekuasaan hanya diwariskan kepada garis keturunannya baik itu
perempuan maupun laki2. Kalo ada kekuasaan yang berhasil berkuasa
bukan karena keturunan darah, maka kekuasaan itu enggak shah dan
direbut dengan darah yaitu membunuh rajanya atau pemimpinnya.
Pemimpin dizaman dulu bisa merupakan atau bisa disebut raja, pendeta,
imam, khan, dlsb. Jadi kalo hal ini dikaitkan dengan Abu Bakar, maka
kekuasaannya sama sekali paling lemah legitimasinya dibandingkan
aliran lain dari semua sekte Islam itu sendiri. Sudah kebiasaan
penguasa yang merebut kekuasaan sebelumnya, maka keluarga dari
penguasa sebelumnya harus dibunuh habis sehingga garis keturunannya
terputus. Dan hal itulah yang terbukti dilakukan oleh Abu Bakar dan
keturunan2nya. Bahkan cucu, cicit Muhammad sekalipun tidak bersisa.
Kalo secara kebetulan bisa terpergok pembunuhan anak cucu Muhammad
dilakukan oleh Abu Bakar, tidak bisa salah kalo Muhammad juga dibunuh
oleh orang yang sama.

Secara bertahap Islam Kejawen, akan ditumpas seperti juga penumpasan


aliran Ahmadiah. Berbeda dengan Islam2 lainnya Islam Kejawen
mempunyai buku2 sucinya cukup banyak, termasuk AlQuran, primbon Jawa,
dan banyak lagi buku2 Kuning yang juga digunakan di pesantren2 NU
maupun Muhammadiah di Jawa. Namun kebanyakan santri2nya tidak lagi
memahaminya karena mereka secara bertahap dicuci otaknya dengan Islam2
yang baru yaitu aliran wahabi. Disinilah letak kunci rahasia
perpecahan Islam baik NU, Muhammadiah, maupun aliran2 lainnya.
Masing2 aliran berusaha mempengaruhi power netral dari pemerintah RI
yang berkuasa, akibatnya politik dan pemerintahan jadi kacau balau.
Hari ini Islam Ahmadiah dikutuk, besoknya diumumkan sebagai Islam
resmi, demikianlah saling berganti tergantung siapa yang kuat.

Apakah kita harus berdiam diri melihat pemerintahan RI yang seperti


perahu tanpa kendali tergantung angin mana yang mendominasinya hari
ini???? Hal itu kita serahkan saja kepada rakyatnya, kalo rakyatnya
memang senang menderita, kenapa tidak ??? Mungkin dengan penderitaan
ini mereka merasa se-olah2 dicoba Allah sehingga mereka ingin terus
dicobain Allah agar nantinya bisa masuk sorga tanpa di-coba2 lagi.

Ny. Muslim binti Muskitawati


Quotes :
" Spirituality is essentially a journey within. You need no
preparations, no
luggage to carry - nothing absolutely. What you need is just : LOVE !
And this
Love, can only come as an after effect of self-actualization, achieved
though
the practice of meditative way of life."
- Anand Krishna -

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:


http://asia.groups.yahoo.com/group/mayapadaprana/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:


[EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:


http://asia.docs.yahoo.com/info/terms

Memahami "Mimpi" Gus Dur


Oleh: Sindhunata

SUDAH bukan rahasia lagi bahwa Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang kiai itu
suka berziarah ke tempat atau makam suci, dan percaya pada pesan-pesan gaib. Begitu
terpilih sebagai presiden, ia langsung ziarah ke makam Kiai Mutamakin di Pati. Terakhir,
sebelum berkunjung ke Australia, ia berziarah ke makam Sunan Ngundung di Trowulan,
Mojokerto. "Saya datang ke sini memang karena dipanggil Mbah Usman Ngundung.
Sebenarnya banyak juga ulama yang dimakamkan, tapi yang manggil saya cuma Mbah
Usman Ngundung," kata Gus Dur apa adanya.Dua hari kemudian, Menteri Pertahanan
(Menhan) Mohammad Mahfud MD membeberkan, ada tiga hal yang menjadi landasan bagi
Presiden dalam setiap pengambilan keputusan. Pertama, realitas politik. Kedua, mendengar
nasihat resmi maupun tidak resmi. Ketiga, demikian papar Mahfud sendiri, Presiden sering
mendasarkan keputusannya pada pesan gaib dari langit yang datang melalui mimpi.

Mahfud mengaku, ia sendiri sering tidak paham dengan jalan pikiran Abdurrahman Wahid
karena kelihatan aneh dan secara logika tidak masuk akal. Akan tetapi, Menhan yang
profesor itu toh sempat berkomentar, Presiden ternyata dapat mengelola pesan dari langit
itu secara baik dan apa yang dilakukan Presiden biasanya benar. (Kompas, 25/6/2001)

***

MENGHUBUNGKAN kekuasaan dan politik di satu pihak dengan mimpi atau pesan gaib
di lain pihak bukanlah hal aneh dan baru dalam sejarah kekuasaan di Indonesia, khususnya
Jawa. Ambil saja contoh kisah Jaka Tingkir alias Mas Karebet. Ia bermimpi bertemu
dengan Sunan Kalijaga, yang menyuruhnya mengabdi pada Sultan Trenggono di Demak.
Pesan gaib itulah awal yang menuntunnya menjadi Sultan Hadiwijaya, penguasa Kerajaan
Pajang. Atau kisah Pangeran Mangkubumi yang bermimpi kejatuhan rembulan. Mimpi ini
yang menguatkannya dalam pemberontakan melawan dinasti Paku Buwono, dan kemudian
ia menyatakan dirinya sebagai Sultan Hamengku Buwono (HB) I yang merajai Mataram.

Kisah serupa berlanjut sampai ke zaman Bung Karno. Menjelang kemerdekaan, paling
tidak sudah tiga kali Bung Karno berkunjung ke Menang, Kediri, yang kini dianggap
sebagai petilasan Raja Jayabaya. Demikian pernah dikatakan saksi mata Lasi Suharjo, yang
pada waktu itu menjabat kamituwo Dusun Menang, kepada penulis. "Sowanku mrene perlu
nyuwun wahyune kraton, ayo padha bantunen (Saya datang ke sini untuk meminta wahyu
keraton, kalian hendaknya membantu saya)," tutur Pak Lasi menirukan ucapan Bung Karno
pada orang-orang yang menyertainya. Bung Karno hening sekitar tujuh menit, lalu bilang,
"Wis kepareng, ayo padha mundur (Sudah dikabulkan, mari kita pergi)," kata Bung Karno
lagi. Tak lama kemudian Pak Lasi mendengar kabar, Bung Karno sudah ngibaraken
(mengumumkan) proklamasi (Sindhunata, Bayang-bayang Ratu Adil, 1999, hlm 22-23).

Zaman Presiden Soeharto pun wangsit itu tetap berperan. Demikian, misalnya, dituturkan
Mbah Tomo, abdi dalem Keraton Yogyakarta, yang menjaga petilasan Kembang Lampir.
Petilasan ini dipercaya sebagai tempat turunnya dua wahyu Kerajaan Mataram, yakni
wahyu Gagak Emprit untuk Ki Ageng Pemanahan, yang membangun Mataram, dan wahyu
Panca Purba untuk Senapati, Raja Mataram.

Waktu itu Mbah Tomo dimintai tolong oleh Sri Sultan HB IX, agar ia ikut membangun
negara. Di Kembang Lampir ia mendapat wangsit, bunyinya, "Negaramu wis dadi. Gubuke
dandanana, wringine siramana. Sri Narendra, Pak Harto, Sri Naranta, Sultan Kaping
Sanga". Artinya: negaramu sudah jadi. Perbaikilah gubuknya, siramilah pohon beringinnya.
Rajanya Pak Harto, wakilnya, Sultan IX. Menurut Mbah Tomo, negara menjadi kuat karena
wahyu itu. Pak Harto dan Sri Sultan HB IX saling melengkapi. Pak Harto membangun
negara, dan Sri Sultan HB IX menuntunnya untuk tidak meninggalkan kebudayaan (Ibid,
hlm 39-40).

Atas beberapa alasan, Presiden Abdurrahman Wahid tidak dapat digolongkan ke dalam
tradisi di atas begitu saja.
Pertama, jauh sebelum menjadi presiden, Gus Dur memang sudah suka berziarah dan
percaya pada hal-hal yang gaib. Namun, hal itu dilakukannya bukan dalam rangka mengejar
dan menumpuk kekuasaan, melainkan semata-mata demi kerinduan dan pengkayaan batin.

Kedua, lain dari Bung Karno atau Soeharto, Gus Dur bukan orang yang banyak hidup dari
tradisi kejawen, tetapi lebih dari tradisi pesantren, yang justru sangat kritis terhadap
kejawen.

Patut diingat bahwa hubungan pesantren dan kejawen tak bisa dilepaskan dari tradisi
tasawuf Islam. Seperti dikemukakan oleh Mohammad Damami MA, dosen Fakultas
Ushuluddin IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, pesantren adalah lembaga yang sangat
berjasa dalam menyebarkan "Islam kultural". Namun, selain itu pesantren adalah lembaga
yang menjaga dan memelihara tradisi tasawuf Islam.

Menurut Prof Dr Simuh, juga dosen pada Fakultas Ushuluddin di atas, sejak awal
kedatangannya pada abad ke-13 Masehi, ajaran Islam yang masuk ke Indonesia sangat
didominasi dengan ajaran dan tradisi tasawuf. Dominasi ajaran Islam tasawuf itu tampak
jelas dengan munculnya sastra Islam Melayu seperti syair-syair Hamzah Fanzuri dan sastra
Islam kejawen seperti pituture (ajaran) Seh Bari pada abad ke-16.
Menurut Damami, tasawuf Islam yang dikembangkan di dalam tradisi besar pesantren
adalah counterpart (rekan imbangan) bagi mistik Islam kejawen. Patut diingat, kini Islam
kejawen sebagaimana dikembangkan oleh tradisi besar kerajaan Jawa dalam arti tertentu
telah mengalami kemandekan. Karena itu, di masa depan, lebih daripada sebagai rekan
imbangan, tasawuf Islam kiranya perlu mengambil posisi eksposisif. Pengambilan posisi
macam ini bukan dimaksudkan untuk menon-aktifkan hak hidup mistik Islam kejawen,
melainkan justru untuk ikut mempertahankan reputasi bahwa kebudayaan Jawa pernah
memiliki khazanah mistik yang bermanfaat bagi zamannya.

Sikap moderat Gus Dur terhadap kejawen dan Islam kejawen kiranya boleh dilihat dari
kacamata di atas. Penghayatan teguh terhadap tradisi tasawuf Islam, serta sikap terbuka
terhadap mistik Islam kejawen itulah yang membuat Gus Dur percaya pada hal-hal yang tak
dapat diterangkan dengan akal semata-mata.

***
PADA manusia pendalaman, tasawuf jelas memberikan kemampuan "di luar" pengetahuan
akal. Kemampuan inilah yang dimiliki banyak kiai NU selain Gus Dur. Dulu sebelum Gus
Dur jadi presiden, penulis sudah kerap mendengar kisah-kisah yang rasanya "irasional" itu.
Beberapa kiai menyampaikan simbol-simbol yang diterima dalam mimpinya. Gus Dur
langsung menangkap apa makna dan bakal peristiwa apa yang terkandung dalam simbol itu.
Kemudian, ia mewujudkan penangkapannya itu dalam tindakan sosial atau politik yang
nyata. Ternyata, banyak tindakan Gus Dur yang waktu itu terbukti jitu.

Pendalaman tasawuf para kiai NU kiranya juga makin mendekatkan mereka pada kisah-
kisah Quran, hadits dan hikmah-hikmah Islam yang dikemukakan dalam bentuk tamsil,
i'tibar atau perumpamaan. Misalnya, peristiwa waktu Ketua PB NU Hasyim Muzadi datang
ke Pondok Al Munawir, Krapyak, Bantul, Yogyakarta, April 2001. Di hadapan para kader
NU setempat, Muzadi sempat menceritakan tentang firasat yang diterima oleh seorang
ulama khos, sebelum warga nahdliyin mengadakan istigotsah akbar pertama di Surabaya
tahun 1996. Menurut firasat ulama tersebut, Indonesia akan mengalami krisis panjang,
seperti diriwayatkan dalam kisah Nabi Yusuf.

Seperti pernah ditulis Hairus Salim, alumnus Pondok Pesantren Al Falah, Banjar Baru,
Kalimantan Selatan, para santri yang pernah belajar di pesantren akan dengan cepat dan
mudah menangkap, bila mereka mendengar seorang kiai bercerita semacam itu (Lih. Hairus
Salim, Hikmah Kisah Yusuf dalam Krisis, Ulama Jangan Diam, dalam Basis (1998), 47,
hlm 28-34). Dalam Kisah Yusuf diceritakan, waktu itu Qifthir, Raja Mesir bermimpi
melihat tujuh ekor sapi gemuk dimakan oleh tujuh sapi kurus. Selain itu ia juga melihat
tujuh tangkai gandum subur dan tujuh tangkai gandum kering. Raja tak mengerti arti mimpi
itu, lalu ia meminta Yusuf mentakwilkannya.

Yusuf menjelaskan, tujuh tahun lamanya negara akan mengalami kemakmuran, ternak
berkembang, tanaman subur, dan rakyat akan bahagia. Namun, tujuh tahun kemudian,
rakyat akan mengalami kesengsaraan, tanaman tidak berbuah, ternak tak berkembang biak.
Tetapi, setelah kedua masa itu berlalu, akan datanglah masa yang makmur, tenteram, dan
bahagia. Yusuf berpesan, selama tujuh tahun makmur, hendaknya rakyat menyimpan
gandum untuk mengatasi kelaparan yang akan datang pada tujuh tahun berikutnya.

Dalam terang kisah Yusuf ini, jelaslah apa yang ingin disampaikan oleh firasat ulama khos
seperti didengar Hasyim Muzadi di atas: krisis Indonesia masih akan berlangsung, mungkin
masih panjang, karena itu hendaknya rakyat makin berhati-hati.

***

SESUNGGUHNYA, kepercayaan pada mimpi atau pesan gaib, yang mungkin masih
diyakini oleh banyak warga nahdliyin, adalah hal yang bisa dicari dasarnya dalam Quran.
Demikian dikatakan oleh Nuruddin Amin, Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda
Ansor DIY, dalam omong-omong dengan penulis seputar masalah "mimpi Gus Dur", di
Pondok Pesantren Krapyak, Yogyakarta, baru-baru ini.

Nuruddin memberi contoh, misalnya, dari kisah yang melatarbelakangi peringatan Idul
Kurban. Suatu saat Nabi Ibrahim bermimpi, lalu ia bilang kepada anaknya, Ismail, "Wahai
anakku, aku bermimpi menyembelihmu. Bagaimana pendapatmu?" (Surat As-Shaffat, ayat
102). Karena mimpi itu, kemudian Ibrahim hendak mengorbankan Ismail. Allah
memandang kesetiaannya, lalu menggantikan Ismail dengan domba.

Atau dari kisah Nabi Yusuf. Diceritakan suatu hari Yusuf bilang pada Ya'qub, bapaknya,
"Wahai Bapakku, aku melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan bersujud kepadaku."
(Surat Yusuf, ayat 4). Kelak, Yusuf memang menjadi pimpinan yang berkuasa dan bijak.
Bahkan Raja Mesir pun takluk pada firasat kebijaksanaannya.

Tetapi patut diingat, tidak sembarang mimpi boleh dituruti. Di sini Nuruddin
mengingatkan, dalam Islam ada yang disebut Al-Ru'ya al-shalihah, yang artinya adalah
mimpi yang benar. Hanya mimpi yang benarlah yang boleh dituruti. Memang sulit
menentukan, manakah mimpi atau firasat yang benar itu. Untuk menentukan kriteria mimpi
yang benar itu, Nuruddin memaparkan kisah Syekh Abdul Qodir al-Jaelani, tokoh sufi,
yang menjadi panutan tarekat Qadiriyah ini:
Suatu hari Abdul Qodir melihat tulisan di langit, bunyinya "Abahtu laka al-muharramat"
(Aku halalkan untukmu perkara-perkara yang telah aku larang). Membaca tulisan itu,
Abdul Qodir langsung membentak, "Ikhasya' ya la'in" (Keparat kamu-setan-yang terkutuk).
Ketika santrinya bertanya, mengapa ia membentak seperti itu, Abdul Qodir menjawab,
"Innallaha la ya'muru bil fahksya" (Sesungguhnya Tuhan tidak akan memerintahkan
sesuatu yang keji). Memang, tidaklah mungkin Tuhan menghalalkan apa yang dilarang-
Nya.
Kisah Abdul Qodir al-Jaelani itu menjelaskan bahwa baik buruknya suatu mimpi hanya
bisa dilihat dari akibatnya untuk hidup sesama. Mimpi itu baik, karena ia membawa al-
Maruf, kebaikan, bagi kehidupan sesama, karena itu boleh dituruti. Mimpi itu jelek, karena
ia membawa al-Mungkar, kejelekan, bagi kehidupan bersama, karena itu tidak boleh
dituruti.

***

DARI uraian-uraian di atas bolehlah kita menyimpulkan bahwa penglihatan, mimpi, dan
pesan gaib adalah pengetahuan religius, yang lahir dari pengalaman mistik. Betapa pun
"irasionalnya", pengetahuan religius-mistik itu adalah suatu pengetahuan, yang melekat
pada hidup manusia religius.

Menurut teolog Perancis Henri de Lubac, pengetahuan mistik itu lokasinya adalah roh, lain
dengan pengetahuan filsafat yang lokasinya adalah rasio. Sifat pengetahuan mistik itu
adalah affektif dan vital, berbeda dengan pengetahuan filsafat yang rasional. Cara manusia
memperoleh pengetahuan mistik itu adalah menunggu dan pasif, sementara pengetahuan
filsafat diraih dengan mencari dan aktif. Kendati berbeda, kedua pengetahuan itu tidaklah
bertentangan. Justru dalam pengetahuan mistiklah, pengetahuan manusia dapat melompat
meraih kepenuhannya. Karena itu, dalam istilah De Lubac, lompatan mistik itu bukanlah
suatu luxus.

Jadi betapa pun "irasionalnya", pengetahuan mistik itu sungguh nyata dalam realitas
pengalaman manusia. Mungkin itulah pengalaman Gus Dur, sampai ia sebagai seorang
intelektual dapat menerima segala wisik yang kelihatannya tak masuk akal. Mungkin
pengalaman itu pula yang membuat Gus Dur yakin, bahwa realitas sosial dan politik di
Indonesia tidak dapat diterangkan dengan akal semata-mata. Memang, jauh sebelum
menjadi presiden, Gus Dur sering bilang, bahwa teori politik mana pun tidak bisa
menjelaskan fenomena politik di Indonesia. Fenomena politik Indonesia demikian
kompleks karena mencakup hal-hal mistis yang berada di luar rasionalitas politik.

Pendapat di atas kiranya bisa dipahami dengan lebih persis dengan mengacu pada
pemikiran Emile Durkheim. Menurut Durkheim, institusi manusiawi seperti agama
bukanlah akibat dari khayalan manusia saja. Bisa saja agama terbentuk karena mimpi,
angan-angan dan visi manusia, yang mungkin bertentangan dengan akal. Tapi agama
demikian ini paling tidak berfungsi dalam memenuhi suatu tuntutan atau tujuan
pembentukan masyarakat.

Karena itu betapa pun irasionalnya, realitas yang rasanya mistis itu tidak boleh diabaikan
begitu saja. Realitas macam ini mungkin yang mendukung Gus Dur, sampai ia begitu yakin
akan posisinya. Sekaligus, ia minta, agar lawan-lawan politiknya tidak melalaikan realitas
itu. Memang, melalaikan realitas itu bukan hanya berarti melalaikan sejarah dan
meniadakan apa yang benar-benar ada, tapi juga membawa risiko perlawanan yang luar
biasa. Maklum, mereka yang hidup dalam realitas itu tak lagi akan mempergunakan akal,
tapi perasaan, angan-angan, firasat, yang bisa menjadi sumber inspirasi untuk bertindak
nekat dan berani, bila mereka merasa ditiadakan.

Tetapi, di lain pihak patutlah diingat, jangan sampai Gus Dur dan pengikutnya menjadikan
alasan di atas sebagai pembenaran untuk mengokohkan posisinya semata-mata. Memang,
banyak orang maklum, selama Orde Baru banyak warga nahdliyin "dilukai" oleh kekuasaan
yang mengandalkan rasionalitas akal semata-mata. Di zaman reformasi ini pun mereka
masih merasa "dilukai" dengan cara serupa.
Tidaklah benar, jika untuk mengobati "luka" itu orang menggunakan hal-hal di luar rasio
manusia. Kata Juergen Habermas, luka yang disebabkan oleh rasio, harus disembuhkan
lewat rasio pula.

Rasio di sini bukanlah rasio kekuasaan yang bisa dengan mudah beralih rupa menjadi mitos
kekuasaan, tetapi rasio yang toleran dan terbuka. Dengan rasio yang terakhir ini, mereka
yang rasional akan makin menjadi rasional, jika mereka mau sabar dan menerima apa yang
tidak atau belum terlalu rasional. Mereka yang mistis dan mungkin "irasional", akan
menjadi makin rasional, jika mereka terbuka pada tuntutan rasio dan tidak mengukuhi hal-
hal yang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara rasional.
Tampak bahwa panggung politik, di mana sedang terjadi pertentangan kelompok Gus Dur
dan kelompok lawan politiknya, bukanlah pertentangan politik semata-mata, tapi juga
pertentangan penghayatan religius dan keyakinan rasional. Yang bisa mengatasi
pertentangan ini bukanlah penghayatan dan keyakinan masing-masing pihak tetapi rasio
yang terbuka dan toleran.

Memang saat ini panggung politik kita sedang menjadi ajang bagi fides quaerens
intellectum, iman yang sedang menantang akal. Memutlakkan intellectum akan berakibat
kejumawaan yang fatal. Memutlakkan fides akan berakibat kekanak-kanakan yang tidak
masuk akal. Bila nanti dengan intellectum kita dapat memberi jawaban terhadap tantangan
fides, saat itulah kita akan mengalami pencerahan. Wallahu a'lam!

Sindhunata, Pemimpin Redaksi Majalah Basis, Yogyakarta.

(Kompas, 30 Juni 2001)


<<<<<< Ilmu Gaib Islam Kejawen >>>>>>

Aliran Ilmu Gaib yang bekembang di Indonesia

Ilmu Gaib

Sebelum membahas Ilmu Gaib Aliran Islam Kejawen, kita


akan memperjelas dulu pengertian Ilmu Gaib yang kita
pakai sebagai istilah di sini. Ilmu Gaib adalah kemampuan
melakukan sesuatu yang tidak wajar melebihi kemampuan
manusia biasa, sering juga disebut sebagai Ilmu Metafisika,
Ilmu Supranatural atau Ilmu Kebatinan karena menyangkut
hal-hal yang tidak nampak oleh mata. Beberapa kalangan
menganggap Ilmu Gaib sebagai hal yang sakral, keramat
dan terlalu memuliakan orang yang memilikinya, bahkan
menganggap wali atau orang suci.

Perlu saya terangkan, bahwa keajaiban atau karomah yang


ada pada Wali (orang suci kekasih Tuhan) tidak sama
dengan Ilmu Gaib yang sedang kita pelajari. Wali tidak
pernah mengharap mempunyai keajaiban tersebut.
Karomah itu datang atas kehendak Allah karena mereka
adalah orang yang sangat saleh dan rendah hati. Sementara
kita adalah orang yang meminta kepada Allah agar
melimpahakan kekuasaan-Nya untuk keperluan kita.

Dalam hasanah perkembangan Ilmu Gaib di Indonesia, kita


mengenal dua aliran utama yaitu Aliran Hikmah dan Aliran
Kejawen. Aliran Hikmah berkembang di kalangan
pesantren dengan ciri khas doa/mantra yang murni
berbahasa Arab (kebanyakan bersumber dari Al-Quran).
Sedangkan aliran Kejawen yang ada sekarang sebetulnya
sudah tidak murni kejawen lagi, melainkan sudah
bercampur dengan tradisi islam. Mantranya pun
kebanyakan diawali dengan basmalah kemudian
dilanjutkan dengan mantra jawa. Oleh kerena itu, saya
menyebutnya Ilmu Gaib Aliran Islam Kejawen.

Aliran Islam Kejawen

Ilmu Gaib Aliran Islam Kejawen bersumber dari alkulturasi


(penggabungan) budaya jawa dan nilai-nilai agama islam.
Ciri khas aliran ini adalah doa-doa yang diawali basmalah
dan dilanjutkan kalimat bahasa jawa, kemudian diakhiri
dengan dua kalimat sahadad. Aliran Islam Jawa tumbuh
syubur di desa-desa yang kental dengan kegiatan
keagamaan (pesantren yang masih tradisional).

Awal mula aliran ini adalah budaya masyarakat jawa


sebelum islam datang yang memang menyukai kegiatan
mistik dan melakukan ritual untuk mendapatkan
kemampuan suparantural. Para pengembang ajaran islam di
Pulau Jawa (Wali Songo) tidak menolak tradisi jawa
tersebut, melainkan memanfaatkannya sebagi senjata
dakwah.

Para Wali menyusun ilmu-ilmu Gaib dengan tatacara


lelaku yang lebih islami, misalnya puasa, wirid mantra
bahasa campuran arab-jawa yang intinya adalah do'a
kepada Allah. Mungkin alasan mengapa tidak disusun
mantra yang seluruhnya berbahasa Arab adalah agar orang
jawa tidak merasa asing dengan ajaran-ajaran yang baru
mereka kenal.

Di Indonesia, khususnya orang jawa, pasti mengenal Sunan


Kali Jaga (Raden Said). Beliau inilah yang paling banyak
mewarnai paham islam-kejawen yang dianut orang-orang
jawa saat ini. Sunan Kali jaga menjadikan kesenian dan
budaya sebagai kendaraan dakwahnya. Salah satu kendaran
Sunan Kali Jaga dalam penyebaran ajarannya adalah
melalu tembang / kidung. Kidung-kidung yang
diciptakannya mengandung ajaran ketuhanan dan tasawuf
yang sangat berharga. Ajaran islam yang luwes dan
menerima berbagai perbedaan.

Bahkan Sunan Kali Jaga juga menciptakan satu kidung


"Rumeksa Ing Wengi" yang menurut saya bisa disebut
sebagai Ilmu Gaib atau Ilmu Supranatural, karena ternyata
orang yang mengamalkan kidung ini memiliki berbagai
kemampuan supranatural.

Konsep Aliran Islam Kejawen

Setiap perilaku manusia akan menimbulkan bekas pada


jiwa maupun badan seseorang. Perilaku-perilaku tertentu
yang khas akan menimbulkan bekas yang sangat dasyat
sehingga seseorang bisa melakukan sesuatu yang melebihi
kemampuan manusia biasa. Perilaku tertentu ini disebut
dengan tirakat, ritual, atau olah rohani. Tirakat bisa
diartikan sebagai syarat yang harus dipenuhi untuk
mendapatkan suatu ilmu.
Penabungan Energi.
Karena setiap perilaku akan menimbulkan bekas pada
seseorang maka ada suatu konsep yang khas dari ilmu Gaib
Aliran Islam Jawa yaitu Penabungan Energi. Jika badan
fisik anda memerlukan pengisian 3 kali sehari melalui
makan agar anda tetap bisa beraktivitas dengan baik, begitu
juga untuk memperoleh kekuatan supranatural, Anda perlu
mengisi energi. Hanya saja dalam Ilmu Gaib pengisian
energi cukup dilakukan satu kali untuk seumur hidup.
Penabungan energi ini dapat dilakukan dengan cara
bermacam-macam tergantung jenis ilmu yang ingin
dikuasai. Cara-cara penabunganenergi lazim disebut
Tirakat.
Tirakat.
Aliran Islam Kejawen mengenal tirakat (syarat
mendapatkan ilmu) yang kadang dianggap kontroversial
oleh kalangan tertentu. Tirakat tersebut bisa berupa bacaan
doa. wirid tertentu, mantra, pantangan, puasa atau
penggabungan dari kelima unsur tersebut. Ada puasa yang
disebut patigeni (tidak makan, minum, tidur dan tidak
boleh kena cahaya), nglowong, ngebleng dan lain-lain.
Biasanya beratnya tirakat sesuai dengan tingkat kesaktian
suatu ilmu. Seseorang harus banyak melakukan kebajikan
dan menjaga bersihnya hati ketika sedang melakukan
tirakat.
Khodam.
Setiap Ilmu Gaib memiliki khodam. Khodam adalah
mahluk ghaib yang menjadi "roh" suatu ilmu. Khodam itu
akan selalu mengikuti pemilik ilmu. Khodam disebut juga
Qorin, ialah mahluk ghaib yang tidak berjenis kelamin
artinya bukan pria dan bukan wanita, tapi juga bukan banci.
Dia memang diciptakan semacam itu oleh Allah dan dia
juga tidak berhasrat kepada manusia. Hal ini berbeda
dengan Jin yang selain berhasrat kepada kaum jin sendiri
kadang juga ada yang "suka" pada manusia.

Macam-macam Ilmu Aliran Islam Kejawen

Berikut adalah klasifikasi ilmu gaib berdasarkan


fungsinya menurut saya. Mungkin orang lain membuat
klasifikasi yang berbeda dengan klasifikasi menurut saya.
Hal tersebut bukan masalah karena memang tidak ada
rumusan baku tentang klasifikasi ilmu Gaib.

1. Ilmu kanuragan.

Ilmu kanuragan adalah ilmu yang berfungsi untuk bela diri


secara supranatural. Ilmu ini mencakup kemampuan
bertahan (kebal) terhadap serangan dan kemampuan untuk
menyerang dengan kekuatan yang luar biasa. Contohnya
ilmu Asma' Malaikat, Hizib Kekuatan Batin, Sahadad
Pamungkas dll.

2. Ilmu Kawibawaan dan Ilmu Pengasihan

Inilah ilmu supranatural yang fungsinya mempengaruhi


kejiwaan dan perasaan orang lain. lmu Kewibaan
dimanfaatkan untuk menambah daya kepemimpinan dan
menguatkan kata-kata yang diucapkan. Orang yang
menguasai Ilmu Kewibawaan dengan sempurna akan
disegani masyarakat dan tidak satupun orang yang mampu
melawan perintahnya apalagi berdebat. Bisa dikatakan bila
Anda memiliki ilmu ini Anda akan mudah mempengaruhi
dan membuat orang lain nurut perintah Anda tanpa berpikir
panjang.Sedangkan Ilmu Pengasihan atau ilmu pelet adalah
ilmu yang berkaitan dengan masalah cinta, yakni membuat
hati seseorang yang Anda tuju menjadi simpati dan sayang.
Ilmu ini banyak dimanfaatkan pemuda untuk membuat
pujaan hati jatuh cinta padanya. Ilmu ini juga dapat
dimanfaatkan untuk membuat lawan yang berhati keras
menjadi kawan yang mudah diajak berunding dan
memulangkan orang yang minggat.

3. Ilmu Trawangan dan Ngrogosukmo

Jika Anda ingin tahu banyak hal dan bisa melihat kemana-
mana tanpa keluar rumah, maka kuasailah ilmu trawangan.
Ilmu trawangan berfungsi untuk menajamkan mata batin
hingga dapat menangkap isyarat yang halus, melihat jarak
jauh, tembus pandang dan lain-lain. Sedangkan Ilmu
Ngrogosukmo adalah kelanjutan dari Ilmu Trawagan.
Dalam ilmu trawangan hanya mata batin saja yang
berkeliaran kemana-mana, sedangkan jika sudah
menguasai ilmu ngrogosukmo seseorang bisa melepaskan
roh untuk melakukan perjalanan kemanapun dia mau. Baik
Ilmu Trawangan maupaun Ngrogosukmo adalah ilmu yang
tergolong sulit dipelajari karena membutuhkan keteguhan
dan kebersihan hati. Biasanya hanya dikuasi oleh orang
yang sudah tua dan sudah tenang jiwanya.

4. Ilmu Khodam

Seseorang disebut menguasai ilmu khodam bila orang yang


tersebut bisa berkomunikasi secara aktif dengan khodam
yang dimiliki. Khodam adalah makhluk pendamping yang
selalu mengikuti tuannya dan bersedia melakukan perintah-
perintah tuannya. Khodam sesungguhnya berbeda dengan
Jin / Setan, meskipun sama-sama berbadan ghaib. Khodam
tidak bernafsu dan tidak berjenis kelamin.

5. Ilmu Permainan (Atraksi)


Ada ilmu supranatural yang hanya bisa digunakan untuk
pertunjukan di panggung. Sepintas ilmu ini mirip dengan
ilmu kanuragan karena bisa memperlihatkan kekebalan
tubuh terhadap benda tajam, minyak panas dan air keras.
Namun ilmu ini tidak bisa digunakan untuk bertarung pada
keadaan sesungguhnya. Contoh yang sering kita lihat
adalah ilmunya para pemain Debus.

6. Ilmu Kesehatan

Masuk dalam kelompok ini adalah ilmu gurah


(membersihkan saluran pernafasan), Ilmu-ilmu
pengobatan, ilmu kuat seks, dan ilmu-ilmu supranatural
lain yang berhubungan dengan fungsi bilologis tubuh
manusia.

Tiga Cara Penurunan Ilmu Ghaib

Ada tiga hal yang menyebabkan seseorang memiliki


kemampuan supranatural. Yaitu:
Menjalankan Tirakat.
Tirakat adalah bentuk olah rohani khas jawa yang
tujuannya untuk memperoleh energi supranatural atau
tercapainya suatu keinginan. Tirakat tersebut bisa berupa
bacaan doa, mantra, pantangan, puasa atau gabungan dari
kelima unsur tersebut. Inilah yang disebut belajar ilmu gaib
sesungguhnya, karena berhasi atau tidaknya murid
menjalankan tirakat hingga menguasai ilmu, tergantung
sepenuhnya pada dirinya sendiri. Dalam hal ini guru hanya
memberi bimbingan.
Pengisian.
Seseorang yang tidak mau susah payah juga bisa
mempunyai kemampuan supranatural, yaitu dengan cara
pengisian. Pengisian adalah pemindahan energi
supranatural dari Guru kepada Murid. Dengan begitu murid
langsung memiliki kemampuan sama seperti gurunya.
Pengisian (transfer ilmu) hanya bisa dilakukan oleh Guru
yang sudah mencapai tingkatan spiritual yang tinggi.
Warisan Keturunan.
Seseorang bisa mewarisi ilmu kakek-buyutnya yang tidak
ia kenal atau ilmu orang yang tidak dikenal secara otomatis
tanpa belajar dan tanpa sepengetahuannya. Maka ada yang
menyebutnya "ilmu tiban" yang artinya datang tanpa
disangka-sangka.
Mitos Tentang Efek Samping

Beberapa orang masih menyakini bahwa pemilik Ilmu Gaib


akan mengalami kesulitan hidup dan mati, susah dapat
rezeki, bisa sakit jiwa (gila), menderita saat akan mati dll.
Saya membantah mentah-mentah argument tersebut.
Bukankah masalah rizqi dan nasib adalah Allah SWT yang
menentukan.

Memang ada banyak pemilik ilmu gaib adalah orang yang


tak punya uang alias miskin, tapi saya yakin itu bukan
disebabkan oleh ilmunya, melainkan karena dia malas
bekerja dan bodoh. Kebanyakan orang yang memiliki ilmu
gaib menjadi sombong dan malas bekerja, hanya
mengharapkan orang datang meminta pertolongannya lalu
menyelipkan beberapa lembar rupiah ketika bersalaman.
Jadi bukan karena Ilmunya.

Sebetulnya baik buruk efek Ilmu Gaib tergantung


pemiliknya. Bisa saja Allah menghukum dengan cara
menyulitkan rezeki, menyiksa saat datangnya ajal atau
hukuman lain karena orang tersebut sombong dan suka
menindas orang lain dengan ilmunya, bukankah kita selalu
dalam kekuasaan Allah.( Dari berbagai sumber ).
__________________
Mungkin Kita tidak bisa bermain dikamar
yang sama...
Tapi kita bisa bermain di lobang yang sama

Ym sementara ini tidak aktif sampai batas waktu yang tak

menentu

Jika ada sesuatu silahkan via [DS] PM aja

---------------------------------------------------------
---------------
Last edited by desi-bebek222; 28-08-2006 at 08:35 PM.

desi-bebek222
View Public Profile
Visit desi-bebek222's homepage!
Find More Posts by desi-bebek222

#2
14-10-2006, 03:06 AM
RajaWali14
[DS] Enthusiast
Quote:
Macam-macam Ilmu Aliran Islam Kejawen

Berikut adalah klasifikasi ilmu gaib berdasarkan


fungsinya menurut saya. Mungkin orang lain
membuat klasifikasi yang berbeda dengan
Join Date: Jul 2006 klasifikasi menurut saya. Hal tersebut bukan
Posts: 109 masalah karena memang tidak ada rumusan baku
Thanks: 0 tentang klasifikasi ilmu Gaib.
Thanked 6 in 4 Posts
1. Ilmu kanuragan.

Ilmu kanuragan adalah ilmu yang berfungsi untuk


bela diri secara supranatural. Ilmu ini mencakup
kemampuan bertahan (kebal) terhadap serangan
dan kemampuan untuk menyerang dengan
kekuatan yang luar biasa. Contohnya ilmu Asma'
Malaikat, Hizib Kekuatan Batin, Sahadad
Pamungkas dll.

2. Ilmu Kawibawaan dan Ilmu Pengasihan

Inilah ilmu supranatural yang fungsinya


mempengaruhi kejiwaan dan perasaan orang lain.
lmu Kewibaan dimanfaatkan untuk menambah
daya kepemimpinan dan menguatkan kata-kata
yang diucapkan. Orang yang menguasai Ilmu
Kewibawaan dengan sempurna akan disegani
masyarakat dan tidak satupun orang yang mampu
melawan perintahnya apalagi berdebat. Bisa
dikatakan bila Anda memiliki ilmu ini Anda akan
mudah mempengaruhi dan membuat orang lain
nurut perintah Anda tanpa berpikir
panjang.Sedangkan Ilmu Pengasihan atau ilmu
pelet adalah ilmu yang berkaitan dengan masalah
cinta, yakni membuat hati seseorang yang Anda
tuju menjadi simpati dan sayang. Ilmu ini banyak
dimanfaatkan pemuda untuk membuat pujaan hati
jatuh cinta padanya. Ilmu ini juga dapat
dimanfaatkan untuk membuat lawan yang berhati
keras menjadi kawan yang mudah diajak berunding
dan memulangkan orang yang minggat.

3. Ilmu Trawangan dan Ngrogosukmo

Jika Anda ingin tahu banyak hal dan bisa melihat


kemana-mana tanpa keluar rumah, maka kuasailah
ilmu trawangan. Ilmu trawangan berfungsi untuk
menajamkan mata batin hingga dapat menangkap
isyarat yang halus, melihat jarak jauh, tembus
pandang dan lain-lain. Sedangkan Ilmu
Ngrogosukmo adalah kelanjutan dari Ilmu
Trawagan. Dalam ilmu trawangan hanya mata batin
saja yang berkeliaran kemana-mana, sedangkan
jika sudah menguasai ilmu ngrogosukmo seseorang
bisa melepaskan roh untuk melakukan perjalanan
kemanapun dia mau. Baik Ilmu Trawangan
maupaun Ngrogosukmo adalah ilmu yang
tergolong sulit dipelajari karena membutuhkan
keteguhan dan kebersihan hati. Biasanya hanya
dikuasi oleh orang yang sudah tua dan sudah
tenang jiwanya.

4. Ilmu Khodam

Seseorang disebut menguasai ilmu khodam bila


orang yang tersebut bisa berkomunikasi secara
aktif dengan khodam yang dimiliki. Khodam
adalah makhluk pendamping yang selalu mengikuti
tuannya dan bersedia melakukan perintah-perintah
tuannya. Khodam sesungguhnya berbeda dengan
Jin / Setan, meskipun sama-sama berbadan ghaib.
Khodam tidak bernafsu dan tidak berjenis kelamin.

5. Ilmu Permainan (Atraksi)

Ada ilmu supranatural yang hanya bisa digunakan


untuk pertunjukan di panggung. Sepintas ilmu ini
mirip dengan ilmu kanuragan karena bisa
memperlihatkan kekebalan tubuh terhadap benda
tajam, minyak panas dan air keras. Namun ilmu ini
tidak bisa digunakan untuk bertarung pada keadaan
sesungguhnya. Contoh yang sering kita lihat adalah
ilmunya para pemain Debus.

6. Ilmu Kesehatan

Masuk dalam kelompok ini adalah ilmu gurah


(membersihkan saluran pernafasan), Ilmu-ilmu
pengobatan, ilmu kuat seks, dan ilmu-ilmu
supranatural lain yang berhubungan dengan fungsi
bilologis tubuh manusia.
maaf sebelumnya bro D222, Klo di Kejawen Murni
TIDAK ADA yg namanya macam2 ilmu2 yg telah
bro golongkan spt diatas Kejawen hanya satu intinya
Mengenal Diri Sendiri dg menanyakan Sapa Saya
ini?.
dan satu lg perlu di jelaskan sedikit Aliran itu Islam
Kejawen Atau Kejawen Islam sebab menurut dilihat
dari tahunnya Kejawen atau jawa ini ada terlebih
dahulu dari pada islam coba ingat2 Kerajaan
Majapahit pertama tahun berapa menurut para
antropologi bukan majapahit yg sekarang kita kenal
ini....sedangkan para wali songo masuk ke Negara
NUSA DAN BANGSA yg sekarang kita kenal dg
INDONESIA ini baru tahun berapa....jd sapa yg ikut
sapa sebenarnya...
Terima Kasih

RajaWali14
View Public Profile
Find More Posts by RajaWali14

#3
14-10-2006, 03:12 AM
Executor
DS Moderator
Quote:
Originally Posted by RajaWali14
maaf sebelumnya bro D222, Klo di Kejawen Murni
TIDAK ADA yg namanya macam2 ilmu2 yg telah bro
golongkan spt diatas Kejawen hanya satu intinya
Mengenal Diri Sendiri dg menanyakan Sapa Saya
ini?.
dan satu lg perlu di jelaskan sedikit Aliran itu Islam
Kejawen Atau Kejawen Islam sebab menurut dilihat
dari tahunnya Kejawen atau jawa ini ada terlebih
Join Date: Apr 2006 dahulu dari pada islam coba ingat2 Kerajaan
Location: moderating control Majapahit pertama tahun berapa menurut para
panel antropologi bukan majapahit yg sekarang kita kenal
Posts: 2.605 ini....sedangkan para wali songo masuk ke Negara
Thanks: 213 NUSA DAN BANGSA yg sekarang kita kenal dg
Thanked 635 in 98 Posts INDONESIA ini baru tahun berapa....jd sapa yg ikut
sapa sebenarnya...
Terima Kasih

wah... Walisongo ?? mmm... wali songo = .....


kabuur ahhh...
__________________

Surabaya chapter
sak nggathel-nggatheline raimu,
sak kudu misuh-misuhine cocotmu,
koen iku tetep dulurku cok..!!

Executor
View Public Profile
Find More Posts by Executor

#4
17-10-2006, 11:45 AM
p@kdh3
mBahuReksa
Quote:
Originally Posted by RajaWali14
maaf sebelumnya bro D222, Klo di Kejawen Murni
TIDAK ADA yg namanya macam2 ilmu2 yg telah bro
golongkan spt diatas Kejawen hanya satu intinya
Mengenal Diri Sendiri dg menanyakan Sapa Saya ini?.
dan satu lg perlu di jelaskan sedikit Aliran itu Islam
Kejawen Atau Kejawen Islam sebab menurut dilihat dari
Join Date: Feb 2006 tahunnya Kejawen atau jawa ini ada terlebih dahulu
Posts: 1.382 dari pada islam coba ingat2 Kerajaan Majapahit
Thanks: 360 pertama tahun berapa menurut para antropologi bukan
Thanked 507 in 106 Posts majapahit yg sekarang kita kenal ini....sedangkan para
wali songo masuk ke Negara NUSA DAN BANGSA yg
sekarang kita kenal dg INDONESIA ini baru tahun
berapa....jd sapa yg ikut sapa sebenarnya...
Terima Kasih
Terima kasih kepada bro Rajawali14...

Memang keterangan yang bro Rajawali sebutkan itu BENAR..


adanya. Bahwa ilmu Kejawen Murni adalah ilmu ASLI tanah
NUSANTARA ini, yang eksistensi dari awal mungkin sudah
tidak terlacak lagi.

Sesuai dengan perkembangan jaman... ajaran kejawen sendiri


telah berasimilasi dan berinteraksi dengan aliran-aliran dari
luar nusantara ini, sehingga timbullah banyak istilah dengan
menggunakan kata KEJAWEN seperti Islam kejawen...
Kristen kejawen... dlsb. Apa yang bro D222 ungkapkan di
atas adalah masa dimana masuknya Islam ke bumi Nusantara
ini yang berasimilasi dengan kepercayaan asli, sehingga dalam
Siar agama Islam itu sendiri melebur menjadi Islam Kejawen.

Harusnya kita melihat dan mengerti konteks yang akan


dibahas... sesuai pada jamannya. Karena saya sendiri
mempelajari rangkaian-rangkain yang terputus di sana-sini
menjadi satu benang merah dari keilmuan KEJAWEN itu
sendiri. Terus terang memang banyak kesalah pahaman,
kesalah pengertian, yang menyangkut ajaran KEJAWEN itu
sendiri.

Saya berharap... bahwa kita dapat mengambil inti ajaran


tersebut tanpa harus memperdebatkannya. Karena saya
sendiri sangat meyakini bahwa tidak ada satupun ajaran yang
merugikan, sejauh kita sendiri tidak melenceng,
memelintirkan atau memelesetkan serta mengadu domba
ajaran itu sendiri demi kepentingan pribadi atau golongan di
atas kepentingan bersama.

__________________

~ [DS] forum ~

JUST FUN & MUPENG

Sing Temping Lak Pentikke

p@kdh3
View Public Profile
Find More Posts by p@kdh3

#5
18-10-2006, 11:56 AM
eagleroaming
[DS] Junior
Ikutan nimbrung bro benar kejwn prinsipnya hrs mngnal dr
pribadi atau sangkan paran ning dumadi sbtlnya ajaran
Quran pun bgt juga da ayat sbb ' Barangsiapa yg benar2
mengenal dirinya dia akan sgr menemui/memahami
Tuhannya' gt secara singkat tingkat pemahaman/maqam dr
Join Date: Oct 2006 ilmu tsb dpt dibagi 3 yaitu 1. Sapa ingsun sapa Sira/anda
Posts: 14 siapa sya siapa?/ artinya adlh msh suka menonjolkan
Thanks: 0 kehebatannya, 2. Sira ya Ingsun, ingsun ya sira/sdh paham
Thanked 0 in 0 Posts taswuf tp blm shalat/anda adlh sy krn dlm dr anda ada
Nurullah sy juga adlh anda krn dlm dr sy jga ada Nurullah
demikian sebaliknya/berarti kt sm2 kalifahtullah/ tdk
membeda2kan tkt dlm msyrkt siapapun org sll dirangkul
pnh ksh, 3. Sira ya ingsun, ingsun bkn sira/nah ini tasawuf
tp yg shalat krn yg bicara bgtu adl Allah, ya dlm dirimu
ada NurKu tp Aku bkn kamu krn aku bkn mahluk Aku yg
Mh pencipta Yg patut Disembah/disholati mdh2an
bermanfaat bro klo msh blm phm aku jga mhn saran+kritik
rekan DS. Cheers bro

eagleroaming
View Public Profile
Find More Posts by eagleroaming

#6
18-10-2006, 05:34 PM
hornybears
[DS] Addict
prinsip pengenal diri pribadi pun dikenal dalam ilmu
silat di negeri China. Mrka memiliki pepatah : "Kenali
dirimu lebih dulu, nilai positifmu dan nilai negatifmu,
jika kamu sudah kenal positif dan negatifmu, lalu
kenali nilai positif dan negatif lawanmu. lakukan
perhitungan dengan matang maka 100x kamu
berperang maka 100x pulang kamu akan menang
Join Date: Apr 2006
berperang."
Location: Somewhere in This
__________________
World
Posts: 1.041 Love is not sex but sex is part of Love
Thanks: 226
Thanked 165 in 100 Posts

hornybears
View Public Profile
Find More Posts by hornybears

#7
26-11-2006, 12:18 PM
plow55
[DS] Junior
benar2 legenda tanah jawa, lebih menarik daripada
Join Date: Nov 2006 pelajaran sejarah neh
Posts: 76
Thanks: 0
Thanked 1 Time in 1 Post

plow55
View
Public
Profile
Find
More
Posts by
plow55

26-
11-2006, #8
01:28
PM
widya

[DS] sedikit info, silakan berkunjung ke ****, buat nambah wawasan tentang
Newbie budaya dan filsafat jawa, yang didalamnya juga mengupas tentang kejawen.
Salam...
Join Last edited by p@kdh3; 29-11-2006 at 03:56 PM. Reason: maaf.. dilarang
Date: Jul memberi nama web lain di forum ini
2006
Posts: 3
Thanks:
0
Thanked
0 in 0
Posts

widya
View Public Profile
Find More Posts by widya
« Previous Thread | Next Thread »

Thread Tools

Show Printable Version

Email this Page


Display Modes

Linear Mode

Switch to Hybrid Mode

Switch to Threaded Mode


Forum
Posting Rules Jump

You may not post new threads


You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts
BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off

Islam kejawen, ya pemeluk agama Islam, namun budaya & mistis kedaerahannya
sangat kental, sehingga mereka masih menjalankan hal-hal yang dilarang oleh
agama Islam.

Kalau Ahmadiyah sih jelas bukan Islam, karena gak mengakui Nabi Muhammad,
hal itu sama saja tidak mengakui Al-Qur'an. Tidak mengakui Al-Qur'an sbg
kitab suci secara otomatis bukan Islam.

Masa sih PhD gak ngerti alur berfikir spt itu.


Hehe, lagian, masa PhD anak seorang ulama dan pemilik pesantren gak bisa
ngebedain bin dan binti :P what a shame

On 4/1/07, Hafsah Salim <muskitawati@yaho...> wrote:


>
> Islam Kejawen Adalah Aliran Islam Bukan Aliran Kristen !!!
>
> Islam Kejawen adalah aliran Islam karena kitab sucinya juga AlQuran
> selain ber-macam2 Primbon. Ajaran agama Islam Kejawen memang berbeda
> dari Islam Arab, karena Islam Kejawen terbuka terhadap semua agama
> dengan kata lain juga dinamakan "Open Source Religioun" sama halnya
> dengan komputer yang "Open Source Operating System". Artinya, ajaran
> Islam Kejawen menerima semua umat beragama untuk menganut ajarannya
> tanpa persyaratan harus dibeat dan keluar dari agama sebelumnya.
>
> Akibatnya, banyak sekali penganut aliran Islam Kejawen juga menganut
> agama Kristen, juga menganut Katolik, juga menganut Islam mainstream
> atau Islam2 lainnya. Bahkan juga ada penganut Islam Kejawen yang
> beragama Shinto.
>
> Namun oleh MUI, aliran Islam yang mendominasi Indonesia ini tidak
> dianggap Islam sama halnya dengan Islam Ahmadiah yang diharamkan oleh
> fatwa MUI. Namun memang Islam Kejawen belum difatwakan sebagai haram
> seperti Islam Ahmadiah karena dominasi politik Islam Kejawen lebih
> kuat dari Islam MUI.
>
> Penganut Islam Kejawen antara lain adalah bekas presiden Sukarno,
> bekas presiden Suharto, dan semua menteri2 dari kedua bekas presiden
> ini. Bahkan diduga presiden SBY juga termasuk penganutnya, termasuk
> hampir semua jenderal2nya. Jadi bisa dibayangkan, Islam MUI atau
> Islam mainstream yang mencangkok budaya Arab ini akan terbentur tembok
> kalo mau coba2 mengeluarkan fatwa bahwa aliran Islam Kejawen sebagai
> bukan Islam dan diharamkan. Bahkan orang tua pahlawan wanita kita ibu
> Kartini adalah sesepuh Islam Kejawen ini, hingga kakak2 ibu Kartini
> juga merupakan penerus warisan Islam Kejawen yang yayasan2nya tersebar
> diseluruh Indonesia. NU dan Muhammadiyah adalah dua organisasi Islam
> terbesar di Indonesia yang dengan cara2nya sendiri melestarikan Islam
> Kejawen.
>
> Demikianlah Islam Kejawen merupakan batu sandung yang fatal bagi
> keturunan2 Arab di Indonesia, para habib2 terbukti gagal mendukung
> Alwi Shihab untuk jadi Presiden RI akibat tertumbuk oleh ulama buta,
> bapak Gus Dur. Meskipun buta matanya, tapi tidak buta hati nuraninya
> yang mau dikhianati oleh muridnya sendiri Alwi Shihab yang meskipun
> sigab menipu tapi gagal mengkhianati atau memperdaya bekas gurunya Gus
> Dur. Perang Islam Kejawen melawan Islam keturunan Arab berlangsung
> dibelakang tirai meskipun banyak sekali korban2 berjatuhan namun tidak
> diberitakan oleh media.
>
> Kalo saja Alwi Shihab berhasil jadi ketua NU dengan menggusur Gus Dur,
> maka seluruh anggauta2 FPI, MI, dll akan menggantikan anggauta2 Banser
> Ansor, sayang pengadilan memenangkan Gus Dur dan menggusur Alwi
> Shihab, disini terbukti bahwa pengadilan masih berpihak kepada bangsa
> Indonesia katimbang bangsa keturunan Arab. Bangsa Indonesia belum
> siap menjadi bagian koloni orang2 keturunan Arab.
>
> Tulisan saya diatas ini memang merupakan realitas dilapangan yang
> haram untuk dibicarakan atau didiskusikan oleh umum karena sudah
> menjadi rahasia umum.
>
> Ny. Muslim binti Muskitawati.
>
Islam Kejawen Adalah Aliran Islam Bukan Aliran Kristen !!!

Islam Kejawen adalah aliran Islam karena kitab sucinya juga AlQuran
selain ber-macam2 Primbon. Ajaran agama Islam Kejawen memang
berbeda
dari Islam Arab, karena Islam Kejawen terbuka terhadap semua agama
dengan kata lain juga dinamakan "Open Source Religioun" sama halnya
dengan komputer yang "Open Source Operating System". Artinya, ajaran
Islam Kejawen menerima semua umat beragama untuk menganut ajarannya
tanpa persyaratan harus dibeat dan keluar dari agama sebelumnya.

Akibatnya, banyak sekali penganut aliran Islam Kejawen juga menganut


agama Kristen, juga menganut Katolik, juga menganut Islam mainstream
atau Islam2 lainnya. Bahkan juga ada penganut Islam Kejawen yang
beragama Shinto.

Namun oleh MUI, aliran Islam yang mendominasi Indonesia ini tidak
dianggap Islam sama halnya dengan Islam Ahmadiah yang diharamkan oleh
fatwa MUI. Namun memang Islam Kejawen belum difatwakan sebagai
haram
seperti Islam Ahmadiah karena dominasi politik Islam Kejawen lebih
kuat dari Islam MUI.

Penganut Islam Kejawen antara lain adalah bekas presiden Sukarno,


bekas presiden Suharto, dan semua menteri2 dari kedua bekas presiden
ini. Bahkan diduga presiden SBY juga termasuk penganutnya, termasuk
hampir semua jenderal2nya. Jadi bisa dibayangkan, Islam MUI atau
Islam mainstream yang mencangkok budaya Arab ini akan terbentur tembok

kalo mau coba2 mengeluarkan fatwa bahwa aliran Islam Kejawen sebagai
bukan Islam dan diharamkan. Bahkan orang tua pahlawan wanita kita ibu
Kartini adalah sesepuh Islam Kejawen ini, hingga kakak2 ibu Kartini
juga merupakan penerus warisan Islam Kejawen yang yayasan2nya tersebar
diseluruh Indonesia. NU dan Muhammadiyah adalah dua organisasi Islam
terbesar di Indonesia yang dengan cara2nya sendiri melestarikan Islam
Kejawen.

Demikianlah Islam Kejawen merupakan batu sandung yang fatal bagi


keturunan2 Arab di Indonesia, para habib2 terbukti gagal mendukung
Alwi Shihab untuk jadi Presiden RI akibat tertumbuk oleh ulama buta,
bapak Gus Dur. Meskipun buta matanya, tapi tidak buta hati nuraninya
yang mau dikhianati oleh muridnya sendiri Alwi Shihab yang meskipun
sigab menipu tapi gagal mengkhianati atau memperdaya bekas gurunya Gus
Dur. Perang Islam Kejawen melawan Islam keturunan Arab berlangsung
dibelakang tirai meskipun banyak sekali korban2 berjatuhan namun tidak
diberitakan oleh media.

Kalo saja Alwi Shihab berhasil jadi ketua NU dengan menggusur Gus Dur,
maka seluruh anggauta2 FPI, MI, dll akan menggantikan anggauta2 Banser
Ansor, sayang pengadilan memenangkan Gus Dur dan menggusur Alwi
Shihab, disini terbukti bahwa pengadilan masih berpihak kepada bangsa
Indonesia katimbang bangsa keturunan Arab. Bangsa Indonesia belum
siap menjadi bagian koloni orang2 keturunan Arab.

Tulisan saya diatas ini memang merupakan realitas dilapangan yang


haram untuk dibicarakan atau didiskusikan oleh umum karena sudah
menjadi rahasia umum.

Ny. Muslim binti Muskitawati.


Aliran Muskitalwati adalah aliran kemplu.

1. Mana ada orang beragama Islam harus dibeat-beat kaya tulisan kemplu
itu.
2. Mana ada orang beragama Kristen masuk ISLAM KEJAWEN ? Cuma
logika kemplu saja yang meng-hubung2kan.
3.Apa kaitannya dengan MUI, orang ISLAM KEJAWEN itu cuma ada di-
angan2 Muskitalkemplu.
4.Yang ada di Indonesia, adalah orang Islam yang masih nguri-uri tradisi
lamanya, ialah tradisi Jawa yang sudah ada sejak sebelum Islam.
5. Sekaten adalah bentuk tradisi Jawa lama, yang dilestarikan dengan
mengadaptasi Maulid Nabi. Sekaten pada zaman Majapahit adalah Sesaji
Rajasuya, yang oleh Sunan Kalijaga ditransformasikan menjadi Sekaten
pada zaman Demak. Sekaten adalah tradisi Kejawen asli.
6. Orang tua Ibu Kita Kartini bukan sesepuh ISLAM KEJAWEN yang di-
angan 2 Muskitalkemplu itu, beliau adalah seorang Jawa yang beragama
Islam seperlunya saja.
7.RM Sosrokartono bukan penerus ISLAM KEJAWEN yang angan2
kemplu itu. Beliau adalah orang Jawa yang mengetahui hal2 psychic, dan
beliau mempunyai banyak teman.
8. Tidak pernah ada perang antara ISLAM KEJAWEN yang angan2
kempluwati itu dengan orang Arab. Perang dingin yang pernah terjadi adalah
perang dingin pada zaman Sunan Kudus, ialah antara Islam Abangan dengan
Islam Mutihan.
9. Tulisan Muskitalkemplu bukanlah realitas, dia cuma menulis angan2
kemplu.

Hafsah Salim <muskitawati@yaho...> wrote: Islam


Kejawen Adalah Aliran Islam Bukan Aliran Kristen !!!

Islam Kejawen adalah aliran Islam karena kitab sucinya juga AlQuran
selain ber-macam2 Primbon. Ajaran agama Islam Kejawen memang
berbeda
dari Islam Arab, karena Islam Kejawen terbuka terhadap semua agama
dengan kata lain juga dinamakan "Open Source Religioun" sama halnya
dengan komputer yang "Open Source Operating System". Artinya, ajaran
Islam Kejawen menerima semua umat beragama untuk menganut ajarannya
tanpa persyaratan harus dibeat dan keluar dari agama sebelumnya.

Akibatnya, banyak sekali penganut aliran Islam Kejawen juga menganut


agama Kristen, juga menganut Katolik, juga menganut Islam mainstream
atau Islam2 lainnya. Bahkan juga ada penganut Islam Kejawen yang
beragama Shinto.

Namun oleh MUI, aliran Islam yang mendominasi Indonesia ini tidak
dianggap Islam sama halnya dengan Islam Ahmadiah yang diharamkan oleh
fatwa MUI. Namun memang Islam Kejawen belum difatwakan sebagai
haram
seperti Islam Ahmadiah karena dominasi politik Islam Kejawen lebih
kuat dari Islam MUI.
Penganut Islam Kejawen antara lain adalah bekas presiden Sukarno,
bekas presiden Suharto, dan semua menteri2 dari kedua bekas presiden
ini. Bahkan diduga presiden SBY juga termasuk penganutnya, termasuk
hampir semua jenderal2nya. Jadi bisa dibayangkan, Islam MUI atau
Islam mainstream yang mencangkok budaya Arab ini akan terbentur tembok

kalo mau coba2 mengeluarkan fatwa bahwa aliran Islam Kejawen sebagai
bukan Islam dan diharamkan. Bahkan orang tua pahlawan wanita kita ibu
Kartini adalah sesepuh Islam Kejawen ini, hingga kakak2 ibu Kartini
juga merupakan penerus warisan Islam Kejawen yang yayasan2nya tersebar
diseluruh Indonesia. NU dan Muhammadiyah adalah dua organisasi Islam
terbesar di Indonesia yang dengan cara2nya sendiri melestarikan Islam
Kejawen.

Demikianlah Islam Kejawen merupakan batu sandung yang fatal bagi


keturunan2 Arab di Indonesia, para habib2 terbukti gagal mendukung
Alwi Shihab untuk jadi Presiden RI akibat tertumbuk oleh ulama buta,
bapak Gus Dur. Meskipun buta matanya, tapi tidak buta hati nuraninya
yang mau dikhianati oleh muridnya sendiri Alwi Shihab yang meskipun
sigab menipu tapi gagal mengkhianati atau memperdaya bekas gurunya Gus
Dur. Perang Islam Kejawen melawan Islam keturunan Arab berlangsung
dibelakang tirai meskipun banyak sekali korban2 berjatuhan namun tidak
diberitakan oleh media.

Kalo saja Alwi Shihab berhasil jadi ketua NU dengan menggusur Gus Dur,
maka seluruh anggauta2 FPI, MI, dll akan menggantikan anggauta2 Banser
Ansor, sayang pengadilan memenangkan Gus Dur dan menggusur Alwi
Shihab, disini terbukti bahwa pengadilan masih berpihak kepada bangsa
Indonesia katimbang bangsa keturunan Arab. Bangsa Indonesia belum
siap menjadi bagian koloni orang2 keturunan Arab.

Tulisan saya diatas ini memang merupakan realitas dilapangan yang


haram untuk dibicarakan atau didiskusikan oleh umum karena sudah
menjadi rahasia umum.

Ny. Muslim binti Muskitawati.


Ma as as, numpang tanya. Apa nama abangan itui ada kaitannya dengan Sunan Lemah
Abang ?. Mohon petromaxnya mas. Trims lho....

as as <as2004as_as@yaho...> wrote: Aliran Muskitalwati adalah aliran kemplu.


1. Mana ada orang beragama Islam harus dibeat-beat kaya tulisan kemplu itu.
2. Mana ada orang beragama Kristen masuk ISLAM KEJAWEN ? Cuma logika kemplu
saja yang meng-hubung2kan.
3.Apa kaitannya dengan MUI, orang ISLAM KEJAWEN itu cuma ada di-angan2
Muskitalkemplu.
4.Yang ada di Indonesia, adalah orang Islam yang masih nguri-uri tradisi lamanya, ialah
tradisi Jawa yang sudah ada sejak sebelum Islam.
5. Sekaten adalah bentuk tradisi Jawa lama, yang dilestarikan dengan mengadaptasi
Maulid Nabi. Sekaten pada zaman Majapahit adalah Sesaji Rajasuya, yang oleh Sunan
Kalijaga ditransformasikan menjadi Sekaten pada zaman Demak. Sekaten adalah tradisi
Kejawen asli.
6. Orang tua Ibu Kita Kartini bukan sesepuh ISLAM KEJAWEN yang di-angan 2
Muskitalkemplu itu, beliau adalah seorang Jawa yang beragama Islam seperlunya saja.
7.RM Sosrokartono bukan penerus ISLAM KEJAWEN yang angan2 kemplu itu. Beliau
adalah orang Jawa yang mengetahui hal2 psychic, dan beliau mempunyai banyak teman.
8. Tidak pernah ada perang antara ISLAM KEJAWEN yang angan2 kempluwati itu
dengan orang Arab. Perang dingin yang pernah terjadi adalah perang dingin pada zaman
Sunan Kudus, ialah antara Islam Abangan dengan Islam Mutihan.
9. Tulisan Muskitalkemplu bukanlah realitas, dia cuma menulis angan2 kemplu.

Hafsah Salim <muskitawati@yaho...> wrote: Islam Kejawen Adalah Aliran Islam


Bukan Aliran Kristen !!!

Islam Kejawen adalah aliran Islam karena kitab sucinya juga AlQuran
selain ber-macam2 Primbon. Ajaran agama Islam Kejawen memang berbeda
dari Islam Arab, karena Islam Kejawen terbuka terhadap semua agama
dengan kata lain juga dinamakan "Open Source Religioun" sama halnya
dengan komputer yang "Open Source Operating System". Artinya, ajaran
Islam Kejawen menerima semua umat beragama untuk menganut ajarannya
tanpa persyaratan harus dibeat dan keluar dari agama sebelumnya.

Akibatnya, banyak sekali penganut aliran Islam Kejawen juga menganut


agama Kristen, juga menganut Katolik, juga menganut Islam mainstream
atau Islam2 lainnya. Bahkan juga ada penganut Islam Kejawen yang
beragama Shinto.

Namun oleh MUI, aliran Islam yang mendominasi Indonesia ini tidak
dianggap Islam sama halnya dengan Islam Ahmadiah yang diharamkan oleh
fatwa MUI. Namun memang Islam Kejawen belum difatwakan sebagai haram
seperti Islam Ahmadiah karena dominasi politik Islam Kejawen lebih
kuat dari Islam MUI.

Penganut Islam Kejawen antara lain adalah bekas presiden Sukarno,


bekas presiden Suharto, dan semua menteri2 dari kedua bekas presiden
ini. Bahkan diduga presiden SBY juga termasuk penganutnya, termasuk
hampir semua jenderal2nya. Jadi bisa dibayangkan, Islam MUI atau
Islam mainstream yang mencangkok budaya Arab ini akan terbentur tembok
kalo mau coba2 mengeluarkan fatwa bahwa aliran Islam Kejawen sebagai
bukan Islam dan diharamkan. Bahkan orang tua pahlawan wanita kita ibu
Kartini adalah sesepuh Islam Kejawen ini, hingga kakak2 ibu Kartini
juga merupakan penerus warisan Islam Kejawen yang yayasan2nya tersebar
diseluruh Indonesia. NU dan Muhammadiyah adalah dua organisasi Islam
terbesar di Indonesia yang dengan cara2nya sendiri melestarikan Islam
Kejawen.

Demikianlah Islam Kejawen merupakan batu sandung yang fatal bagi


keturunan2 Arab di Indonesia, para habib2 terbukti gagal mendukung
Alwi Shihab untuk jadi Presiden RI akibat tertumbuk oleh ulama buta,
bapak Gus Dur. Meskipun buta matanya, tapi tidak buta hati nuraninya
yang mau dikhianati oleh muridnya sendiri Alwi Shihab yang meskipun
sigab menipu tapi gagal mengkhianati atau memperdaya bekas gurunya Gus
Dur. Perang Islam Kejawen melawan Islam keturunan Arab berlangsung
dibelakang tirai meskipun banyak sekali korban2 berjatuhan namun tidak
diberitakan oleh media.

Kalo saja Alwi Shihab berhasil jadi ketua NU dengan menggusur Gus Dur,
maka seluruh anggauta2 FPI, MI, dll akan menggantikan anggauta2 Banser
Ansor, sayang pengadilan memenangkan Gus Dur dan menggusur Alwi
Shihab, disini terbukti bahwa pengadilan masih berpihak kepada bangsa
Indonesia katimbang bangsa keturunan Arab. Bangsa Indonesia belum
siap menjadi bagian koloni orang2 keturunan Arab.

Tulisan saya diatas ini memang merupakan realitas dilapangan yang


haram untuk dibicarakan atau didiskusikan oleh umum karena sudah
menjadi rahasia umum.

Ny. Muslim binti Muskitawati.

---------------------------------
No need to miss a message. Get email on-the-go
with Yahoo! Mail for Mobile. Get started.

---------------------------------
Bored stiff? Loosen up...
Download and play hundreds of games for free on Yahoo! Games.
Bookmark with:

Delicious Digg reddit Facebook StumbleUpon

Related Messages

ASYURA’ DALAM PERSPEKTIF ISLAM,


SYI’AH DAN KEJAWEN
A. Asyuro’ dalam ajaran Islam

Ulama Ahlussunnah sepakat bahwa pada hari 10 Muharram disyari’atkan untuk berpuasa. Ibnu
Abbas mencerita-kan :

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tiba di Madinah, lalu beliau melihat orang-orang Yahudi
berpuasa pada hari Asyura’ ( tanggal 10 Muharram), maka beliau bertanya: “Hari apakah ini?”
Mereka menjawab: “Ini adalah hari yang baik. Ini adalah hari dimana Allah menyelamatkan Bani
Israil dari musuhnya, maka Musa shallallahu ‘alaihi wasallam berpuasa pada hari itu karena
syukur kepada Allah. Dan kami berpuasa pada hari itu untuk mengagungkannya.” Nabi
shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Aku lebih berhak atas Musa daripada kalian”, maka Nabi
berpuasa Asyura’ dan memerintah-kan puasanya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Harus Menyalahi Ahli Kitab

Para sahabat berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam : “Ya Rasulullah, sesung-
guhnya Asyura’ itu hari yang diagungkan oleh orang Yahudi dan Nasrani”, maka Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tahun depan insya Allah kita akan puasa (juga) pada hari
yang kesembilan.” (HR. Muslim (1134) dari Ibnu Abbas).

Imam Ahmad meriwayatkan dari Ibnu Abbas dari jalur lain, sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam :

“Berpuasalah pada hari Asyura’ dan selisihilah orang-orang Yahudi itu, berpuasalah sehari
sebelumnya atau sehari sesudahnya.” (Fathul Bari, 4/245). Imam Syafi’i juga meriwayatkan
hadits di atas, makanya beliau di dalam kitab Al-Um dan Al-Imla’ menyatakan kesun-nahan
puasa tiga kali tanggal 8, 9 dan 10 Muharram. (Al-Ibda’, Ali Mahfudz hal. 149, Fathul Bari 4/246).

Keutamaan Asyura’

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang puasa Asyura’, maka beliau menjawab:

“Ia menghapuskan dosa tahun yang lalu.” (HR. Muslim (1162), Ahmad 5/296, 297).

Karena itu, pantas jika Ibnu Abbas menyatakan : “Saya tidak pernah melihat Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam berpuasa pada suatu hari karena ingin mengejar keutamaannya
selain hari ini (Asyura’) dan tidak pada suatu bulan selain bulan ini (maksudnya: Ramadhan).”
(HR. Al-Bukhari (2006), Muslim (1132)).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :


“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah bulan Allah yang bernama Muharram. (HR.
Muslim,1163).

B. Bid’ah-bid’ah Asyura’

10 Muharram 61 H adalah hari terbu-nuhnya Abu Abdillah Al-Husen bin Ali (ra) di padang
Karbala. Karena peristiwa berdarah ini, setan berhasil menciptakan dua kebid’ahan sekaligus.

Pertama : Bid’ah Syi’ah

Asyura’ dijadikan oleh Syi’ah sebagai hari berkabung, duka cita, dan menyiksa diri sebagai
ungkapan dari kesedihan dan penyesalan. Pada setiap Asyura’, mereka memperingati kematian
Al-Husen dan melakukan perbuatan-perbuatan yang tercela seperti berkumpul, menangis,
meratapi Al-Husen secara histeris, membentuk kelompok-kelompok untuk pawai berkeliling di
jalan-jalan dan di pasar-pasar sambil memukuli badan mereka dengan rantai besi, melukai
kepala dengan pedang, mengikat tangan dan lain sebagainya. (At-Tasyayyu’ Wasy-Syi’ah,
Ahmad Al-Kisrawiy Asy-Syi’iy, hal. 141, Tahqiq Dr. Nasyir Al-Qifari).

Kedua : Bid’ah Jahalatu Ahlissunnah

Sebagai tandingan dari apa yang dilakukan oleh orang Syi’ah di atas, orang Ahlussunnah yang
jahil (Bodoh) menjadikan hari Asyura’ sebagai hari raya, pesta dan serba ria.

Menurut Ahmad Al-Kisrawi Asy-Syi’iy: “Dua budaya (bid’ah) yang sangat kontras ini, menurut
literatur yang ada bermula pada jaman dinasti Buwaihi (321H - 447 H.) yang mana masa itu
terkenal dengan tajamnya pertentangan antara Ahlus-sunnah dan Syi’ah. Orang-orang jahalatu
(bodoh) Ahlussunnah menjadikan Asyura’ sebagai hari raya dan hari bahagia sementara orang-
orang Syi’ah menjadikannya sebagai hari duka cita, mereka berkumpul membacakan syair-syair
haru kemudian menangis dan menjerit.” (At-Tasyayyu’ Wasy-Syi’ah hal.142)

Sementara Syekh Ali Mahfudz mengatakan bahwa di Kufah ada kelompok Syi’ah yang sampai
ghuluw (berlebihan) dalam mencintai Al-Husen (ra) yang dipelopori oleh Al-Mukhtar bin Abi Ubaid
Ats-Tsaqafi (tahun 67 H dibunuh oleh Mush’ab bin Az-Zubair) dan ada kelompok Nashibah (yang
anti Ali beserta keturunannya), yang diantaranya adalah Al-Hajjaj bin Yusuf Ats-Tsaqafi. Dan
telah disebut di dalam hadits shahih.
“Sesungguhnya (akan muncul) di Tsaqif (kepala suku dari Hawazin) seorang pendusta dan
pembantai.”

Pendusta tadi adalah Al-Mukhtar yang memperselisihkan keimamahan Ibnul Hanafiyah, dan
pembantai tadi adalah Al-Hajjaj yang membenci Alawiyyin, maka yang Syi’ah tadi menciptakan
bid’ah duka cita sementara yang Nashibah menciptakan bid’ah bersuka ria. (Al-Ibda’ hal. 150)

Bid’ah-bid’ah tersebut berbentuk :

1. Menambah belanja dapur.


Banyak riwayat yang mengatakan :”Barangsiapa yang meluaskan (nafkah) kepada
keluarganya pada hari Asyura’, maka Allah akan melapangkan (rizkinya) selama setahun
itu.” (HR. At-Thabraniy, Al-Baihaqi dan Ibnu Abdil Barr). Asy-Syabaniy berkata: semua
jalurnya lemah, Al-Iraqi berkata : sebagian jalur dari Abu Hurairah dishahihkan oleh Al-
Hafidz Ibnu Nashir, jadi menurutnya ini hadits hasan, sedangkan Ibnul Jauzi menulisnya
di dalam kumpulan hadits palsu. (Tamyizuth-Thayyib minal Khabits, no. 1472, Tanbihul
Ghafilin, 1/367). Sementa-ra itu imam As-Suyuthi dengan tegas mengatakan : “Telah
diriwayatkan tentang keutamaan meluaskan nafkah sebuah hadits dhaif, bisa jadi
sebabnya adalah ghuluw di dalam mengagungkan-nya, dari sebagian segi untuk
menandingi orang-orang Rafidhah (Syi’ah) karena syetan sangat berambisi untuk
memalingkan manusia dari jalan lurus. Ia tidak peduli ke arah mana -dari dua arah-
mereka akan berpaling, maka hendaklah para pelaku bid’ah menghin-dari bid’ah-bid’ah
sama sekali.” (Al-Amru Bil Ittiba’, hal.88-89)
Imam Ahmad mengatakan ketika ditanya : “Hadits ini tidak ada asalnya, ia tidak
bersanad kecuali apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Uyainah dari Ibnul Muntasyir,
sementara ia adalah orang Kufah, ia meriwayatkan dari seorang yang tidak dikenal.” (Al-
Ibda’, Ali Mahfudz, 150)
2. Memakai celak (sifat mata).

3. Mandi.
Mereka meriwayatkan sebuah hadits: “Barangsiapa yang memakai celak pada hari
Asyura’, maka ia tidak akan mengalami sakit mata pada tahun itu. Dan barangsiapa
mandi pada hari Asyura’, ia tidak akan sakit selama tahun itu.” (Hadits ini palsu menurut
As-Sakhawi, Mulla Ali Qari dan Al-Hakim) (Al-Ibda’, hal. 150-151)
4. Mewarnai kuku.

5. Bersalam-salaman. Imam As-Suyuthi mengatakan : ” Semua perkara ini (no.2-5) adalah


bid’ah munkarah, dasarnya adalah hadits palsu atas nama Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam .” (Al-Amru bil Ittiba’ , hal.88)
6. Mengusap-usap kepala anak yatim.

7. Memberi makan seorang mukmin di malam Asyura’. Mereka tidak segan-segan membuat
hadits palsu dengan sanad dari Ibnu Abbas yang mirip dengan haditsnya orang Syi’ah
yang berbunyi:
“Barangsiapa berpuasa pada hari Asyura’ dari bulan Muharram, maka Allah memberinya
(pahala) sepuluh ribu malaikat, sepuluh ribu haji dan umrah dan sepuluh ribu orang mati
syahid. Dan barangsiapa memberi buka seorang mukmin pada malam Asyura’, maka
seakan-akan seluruh umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam berbuka di rumahnya
sampai kenyang.” (Hadits palsu dinyatakan oleh imam As-Suyuthi dan Asy-Syaukani, no.
34, lihat Tanbihul Ghafilin, 1/366).
8. Membaca do’a Asyura’ seperti yang tercantum dalam kumpulan do’a dan Majmu’ Syarif
yang berisi minta panjang umur, kehidupan yang baik dan khusnul khotimah. Begitu pula
keyakinan mereka bahwa siapa yang membaca do’a Asyura’ tidak akan meninggal pada
tahun tersebut adalah bid’ah yang jahat. (As-Sunan wal Mubtada’at, Muhammad Asy-
Syuqairi, hal.134).
9. Membaca “Hasbiyallah wani’mal wakil” pada air kembang untuk obat dari berbagai
penyakit adalah bid’ah.
10. Shalat Asyura’. Haditsnya adalah palsu, seperti yang disebutkan oleh As-Suyuthi di
dalam Al-La’ali Al-Mashnu’ah (As-Sunan wal Mubtada’at, 134).
C. Asyuro dalam Tradisi dan Kultur Kejawen

Bulan Suro banyak diwarnai oleh orang Jawa dengan berbagai mitos dan khurafat, antara lain :

Keyakinan bahwa bulan Suro adalah bulan keramat yang tidak boleh dibuat main-main dan
bersenang-senang seperti hajatan pernikahan dan lain-lain yang ada hanya ritual.

Ternyata kalau kita renungkan dengan cermat apa yang dilakukan oleh orang Jawa di dalam
bulan Suro adalah merupakan akulturasi Syi’ah dan animisme, dinamisme dan Arab jahiliyah.
Dulu,orang Quraisy jahiliyah pada setiap Asyura’ selalu mengganti Kiswah Ka’bah (kain
pembungkus Ka’bah) (Fathul Bari, 4/246). Kini, orang Jawa mengganti kelambu makam Sunan
Kudus. Alangkah miripnya hari ini dan kemarin.

Di dalam Islam, Asyura’ tidak diisi dengan kesedihan dan penyiksaan diri (Syi’ah), tidak diisi
dengan pesta dan berhias diri (Jahalatu Ahlissunnah) dan tidak diisi dengan ritual di tempat-
tempat keramat atau yang dianggap suci untuk tolak bala’ (Kejawen) bahkan tidak diisi dengan
berkumpul-kumpul. Namun yang ada hanyalah puasa Asyura’ dengan satu hari sebelumnya atau
juga dengan sehari sesudahnya. Waallahu-a’lam. ( Abu Hamzah A. Hasan Bashori)

***
Jabir bin Abdullah radhiallahu anhu berkata:Jika kamu berpuasa, hendaknya
berpuasa pula pendengaranmu, penglihatanmu dan lisanmu dari dusta dan
dosa-dosa, tinggalkan menyakiti tetangga, dan hendaknya kamu senantiasa
bersikap tenang pada hari kamu berpuasa, jangan pula kamu jadikan hari
berbukamu sama dengan hari kamu berpuasa.”

sumber : http://www.van.9f.com/asyuro.htm