DRAFT VII

LAMPIRAN PERATURAN GUBERNUR TENTANG RPJM DAERAH PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2008-2013

BUKU II A
TABEL INDIKATOR KINERJA PROGRAM RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH (RPJM) DAERAH PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2008-2013

PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2008

TABEL INDIKATOR KINERJA PROGRAM RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH (RPJM) DAERAH PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2008-2013

NO.

KEBIJAKAN 2

PROGRAM 3

SASARAN PROGRAM 4

INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5

Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 2009 8 2010 9 2011 10 2012 11 2013 12

1

Misi 1 : Mewujudkan sumber daya manusia Jawa Barat yang produktif dan berdaya saing
1.
a.

URUSAN PENDIDIKAN
Menetapkan kebijakan pendidikan gratis bagi masyarakat kurang mampu Program Wajib Pendidikan dasar Belajar 1. 2. 3. 4. 5. Meningkatnya APK PAUD formal Meningkatnya APM SD/MI Sederajat Meningkatnya APK SMP/MTs Sederajat Meningkatnya APM SMP/MTs Sederajat Meningkatnya angka melanjutkan SD/MI ke SMP/MTs Terpenuhinya kebutuhan ruang kelas SMP Meningkatnya pelayanan pendidikan di daerah khusus Terlaksananya bantuan Beasiswa bagi Siswa SMP/MTs Terlaksananya bantuan Beasiswa bagi Siswa SMA/SMK Terlaksananya bantuan Beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dan tidak mampu Terbangunnya sekolah unggulan percontohan bertaraf internasional Meningkatnya jumlah SBI Meningkatnya jumlah SSN Berkurangnya angka buta aksara Meningkatnya angka APK PAUD non formal Meningkatnya angka partisipasi Paket B Meningkatnya angka partisipasi Paket C Meningkatnya Pendidikan Khusus (PK) dan Pendidikan Layanan Khusus (PLK) Prosentase APK Prosentase APM Prosentase APK Prosentase APM Prosentase melanjutkan angka 37,25 96,65 88,90 79,00 80,00 42,25 97,15 93,90 82,00 83,50 47,25 97,65 98,90 85,00 86,50 52,25 98,15 103,90 88,00 89,50 57,25 98,65 108,90 91,00 92,50 62,25 99,15 113,90 94,00 94,00 67,25 99,00 115,00 95,00 95,00

6. 7. 8.

Rasio rombel ruang kelas Prosentase sarana memadai Prosentase jumlah siswa penerima beasiswa Prosentase jumlah siswa penerima beasiswa Jumlah mahasiswa penerima beasiswa Jumlah sekolah percontohan bertaraf internasional Jumlah SD Jumlah SMP Jumlah SD Jumlah SMP Prosentase angka buta aksara Prosentase APK Angka Partisipasi Peserta Paket B Angka Partisipasi Peserta Paket C Jumlah peserta/prosentase terlayani

1,35 60,00 70%

1,3 65,50 75%

1,25 71,00 80%

1,2 76,50 85%

1,15 82,00 90%

1,10 87,50 95%

1,05 93,00 100%

Program Pendidikan Menengah dan Tinggi

1.

40%

50%

60%

70%

80%

90%

100%

2. 3.

2500 0

3500 1

4500 1

5500 1

6500 1

7500 1

8500 1

4. 5. Program Pendidikan Non Formal 1. 2. 3. 4. Program Pendidikan Luar Biasa 1.

3 10 52 26 4,19% 15% 4,26% 1,42% 70%

7 21 97 52 3,75% 20% 4,76% 1,92% 72%

11 32 123 78 3,25% 25% 5,26% 2,42% 74%

15 43 149 104 3,00% 30% 5,76% 2,92% 76%

19 54 175 130 2,50% 35% 6,26% 3,42% 78%

23 65 201 156 2,00% 40% 6,76% 3,92% 80%

27 76 227 182 1,5% 45% 7,26% 4,42% 82%

Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013

1

NO.

KEBIJAKAN 2

PROGRAM 3 2.

SASARAN PROGRAM 4 Meningkatnya mutu PBM PK dan PLK 3. Meningkatnya kompetensi guru PK dan PLK Meningkatnya kompetensi guru dan penyelenggara pendidikan

INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Prosentase terserapnya kurikulum Prosentase peningkatan kompetensi guru Pengelola TK/SD satu atap Gugus TK Gugus SD TK Pembina Jumlah guru/pendidik PMR Jumlah guru/pendidik OSIS Jumlah guru/pendidik UKS Jumlah guru/pendidik PKLH Jumlah penambahan ruang kelas baru (RKB) Jumlah ruang kelas yang direhabilitasi Jumlah SMP Terbuka Jumlah SD SSN Jumlah SMP SBI Jumlah buku pedoman

Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 70% 50% 23 36 2.515 22 2.769 5.053 16.848 200 2.000 560 560 97 32 0 7 72% 55% 78 78 300 260 130 130 130 260 2500 760 560 122 57 480 2009 8 74% 65% 156 156 600 335 260 260 260 335 2800 810 560 147 82 584 2010 9 76% 70% 234 234 900 410 390 390 390 410 3100 860 560 162 107 688 2011 10 78% 75% 312 312 1200 485 520 520 520 485 3400 910 560 187 132 792 2012 11 80% 80% 390 390 1500 560 650 650 650 560 3700 960 560 212 157 896 2013 12 82% 85% 468 468 1800 635 780 780 780 635 4000 1000 560 237 182 1000

1

Program Manajemen Pelayanan Pendidikan

b.

Meningkatkan Kualitas Sarana dan Prasarana Pendidikan

Program Wajib Pendidikan Dasar

Belajar

1. 2. 3. 4. 5. 6.

7.

Meningkatnya daya tampung SMP/MTs Meningkatnya kualitas SMP/MTs Meningkatnya daya tampung SMP Terbuka Meningkatnya jumlah dan kualitas SD berstandar nasional Meningkatnya jumlah dan kualitas SMP SBI Tersedianya pedoman penyelenggaraan pembinaan dan pengembangan budi pekerti Tersedianya buku teks pelajaran KTSP

Rasio Buku : Murid = 1 : 1 jenjang SD Rasio Buku : Murid = 1 : 1 jenjang SMP Jumlah penambahan ruang kelas baru (RKB) SMA Jumlah penambahan ruang kelas baru (RKB) SMK Jumlah Lab IPA Jumlah Lab Bahasa Jumlah Lab Multimedia Jumlah Perpustakaan Jumlah Peralatan Jumlah Pendidik Jumlah siswa kejuruan listrik, mesin, elektronik, otomotif, bangunan Prosentase guru penerima Jumlah guru dan siswa penerima penghargaan

2 matpel 2 matpel 75 75 75 65 30 70 45 97 3500

2 matpel 2 matpel 58 150 80% 70% 35% 75% 196 120 4560

3 matpel 4 matpel 64 200 85% 75% 40% 80% 196 240 8560

4 matpel 6 matpel 71 250 90% 80% 45% 85% 196 360 12560

5 matpel 8 matpel 78 300 95% 85% 50% 90% 196 480 16560

6 matpel 10 matpel 86 350 100% 90% 55% 95% 196 600 20560

6 matpel 11 matpel 95 400 100% 95% 60% 100% 196 720 24560

Program Pendidikan Menengah dan Tinggi

1. 2. 3.

Meningkatnya daya tampung SMA Meningkatnya daya tampung SMK Meningkatnya sumber dan media belajar SMA/SMK

4. 5. 6.

Meningkatnya kelengkapan SSN dan SBI SMA/SMK Meningkatnya kompetensi SDM SSN dan SBI SMA/SMK Meningkatnya kompetensi siswa SMK

Manajemen Pendidikan

Pelayanan

1. 2.

Meningkatnya kesejahteraan guru Meningkatnya kompetensi pendidik

70% 100%

72% 100%

74% 100%

76% 100%

78% 100%

80% 100%

82% 100%

Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013

2

00 1.250 7. meningkatnya jumlah guru berkualifikasi S1 5.NO.615 11.33 64. 4.975 8.98 90.10 52 : 48 68. tersedianya buku laporan pendidikan 7.00 56 : 44 79.15 50 : 50 62. Meningkatnya APK SMA/MA/SMK Sederajat Meningkatnya APM SMA/MA/SMK sederajat Meningkatnya angka melanjutkan SMP/MTs ke SMA/SMK Terpenuhinya kebutuhan ruang kelas SMA/MA/SMK Tercapainya rasio SMK:SMA = 60:40 Meningkatnya jumlah lembaga penyelenggara PAUD di perdesaan dan daerah terpencil Meningkatnya jumlah tenaga pendidik dan kependidikan PAUD Meningkatnya penanganan penduduk usia sekolah yang tidak tertangani dengan pendidikan formal Meningkatnya jumlah dan kualitas PKBM Meningkatnya kualitas lembaga kursus Meningkatnya kegiatan pendidikan keterampilan bagi masyarakat Tersedianya agrobisnis kelautan SMK dan berbasis bisnis INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Prosentase sekolah terakreditasi prosentase guru memenuhi kualifikasi prosentase dokumen portofolio yang benar Prosentase siswa penerima buku raport prosentase sekolah yang mengimplementasikan prosentase pendidik prosenatse layanan kebutuhan prosentase aspek penanganan UN/USBN prosentase sekolah memiliki perpustakaan Prosentase APK Prosentase APM Prosentase melanjutkan angka Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 40% 70% 70% 100% 40% 7 50% 75% 75% 100% 50% 2009 8 60% 80% 80% 100% 60% 2010 9 70% 85% 85% 100% 70% 2011 10 80% 90% 90% 100% 80% 2012 11 90% 95% 95% 100% 90% 2013 12 100% 100% 100% 100% 100% 1 100% 70% 70% 100% 100% 75% 75% 100% 100% 80% 80% 100% 100% 85% 85% 100% 100% 90% 90% 100% 100% 95% 95% 100% 100% 100% 100% 100% c.00 1. 4. Mengembangkan pelayanan pendidikan non formal dan Informal Pendidikan Non Formal 1. Mencanangkan wajib belajar dua belas tahun bagi kabupaten/kota se Jawa Barat Program Pendidikan Menengah dan Tinggi 51.33 53.48 75.83 36.2 49 : 51 57. meningkatnya pelayanan terhadap data/informasi 10. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 3.00 1. 3. 3 5 7 9 11 13 15 Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 3 .650 10. meningkatnya kesiapan guru mngikuti sertifikasi 6. Prosentase penanganan penduduk usia sekolah yang tidak tertangani dengan pendidikan formal Prosentase PKBM yang terbina Prosentase pengelola/ peserta kursus yang terbina Jumlah sasaran peserta pendidikan keterampilan masyarakat Jumlah SMK berbasis agrobisnis dan bisnis kelautan 50% 55% 60% 65% 70% 75% 80% 50% 50% 55% 55% 60% 60% 65% 65% 70% 70% 75% 75% 80% 80% 100 200 400 600 800 1000 1200 f. Mengembangkan sekolah kejuruan sesuai kompetensi daerah Program Pendidikan Menengah dan Tinggi 1.00 1.98 60. Meningkatnya pemahaman penyelenggaran pendidikan tentang MBS 8. 150 200 400 600 800 1000 1200 e.83 69.844 2.773 9.83 58. 2. Meningkatkan kualitas sarana dan prasarana serta tenaga PAUD di daerah perdesaan dan daerah terpencil Program Pendidikan Non Formal 1. Meningkatnya peran perpustakaan 1. 2.00 1.676 12. 3. Jumlah lembaga PAUD di perdesaan dan daerah terpencil Jumlah TK/PAUD guru/pendidik 7.33 42.48 65.00 1.00 60 : 40 rasio rombel ruang kelas Rasio SMK:SMA d. Meningkatnya wawasan pendidik tentang kurikulum 9.98 80.83 47.05 54 : 46 73. 5. Meningkatnya jumlah sekolah terakreditasi 4.00 58 : 42 84. Meningkatnya mutu pelaksanaan UN/USBN 11.00 1.98 70.48 85.

a.2% 53.8% 38. a.1% 30.5% 46. 4.13% 13. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 2. 3.7% 15. SASARAN PROGRAM 4 Meningkatnya kompetensi assesor Meningkatnya ketersediaan sumber belajar SMK Meningkatnya kompetensi pendidik SMK Meningkatnya relevansi SMK dengan DUDI Meningkatnya pemanfaatan TIK dalam PBM SMK INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Jumlah assesor Jumlah modul jumlah guru Prosentase siswa terserap dunia kerja Tersedianya model pembelajaran TIK dan jarak jauh Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 50 2000 0 20% 10% 7 150 2160 960 25% 20% 2009 8 200 2160 1020 30% 30% 2010 9 250 2160 1080 40% 40% 2011 10 300 2160 1140 50% 50% 2012 11 350 2160 1200 60% 60% 2013 12 400 2160 1260 70% 70 1 2. URUSAN PERPUSTAKAAN Meningkatkan kemampuan dan budaya baca masyarakat Pengembangan budaya baca dan pembinaan perpustakaan Meningkatnya kelembagaan teknis perpustakaan desa/kelurahan di Jawa Barat Prosentase ketersediaan kelembagaan teknis perpustakaan desa/ kelurahan di Jawa Barat Prosentase peningkatan jumlah SDM pengelola perpustakaan desa/kelurahan Prosentase peningkatan koleksi bahan perpustakaan di perpustakaan desa/ kelurahan Prosentase peningkatan pemanfaatan perpustakaan desa/kelurahan Prosentase peningkatan pemberdayaan perpustakaan umum Kabupaten/Kota berbasis TIK Prosentase peningkatan pemberdayaan layanan perpustakaan keliling berbasis TIK 28% 41% 58% 68% 79% 89% 100% Meningkatnya SDM pengelola perpustakaan desa.89% 12.05% 13. Meningkatkan kualitas pelayanan perpustakaan berbasis teknologi informasi Pengembangan budaya baca dan pembinaan perpustakaan Meningkatnya pemberdayaan perpustakaan umum Kabupaten/Kota berbasis TIK di Jawa Barat Meningkatnya pemberdayaan layanan perpustakaan keliling berbasis TIK di Jawa Barat 12.29% 13. 5.21% 13.37% 27% 31% 54% 77% 100% 100% 100% 7. Meningkatnya komitmen dan kemampuan Kabupaten/Kota untuk mencapai Desa Siaga dan PHBS Meningkatnya persentase desa siaga dari 56.9% 3. URUSAN KESEHATAN Meningkatkan pelayanan kesehatan terutama Ibu dan Anak Program Upaya Kesehatan 1.97% 13.21 20 35 50 65 80 80 44% 44% 51% 51% 58% 58% 65% 65% 70% 72% 75% 80% 80% 80% 2.NO. 6.kelurahan di jawa Barat Meningkatnya koleksi bahan perpustakaan di perpustakaan desa/kelurahan di Jawa Barat 14% 20% 36% 52% 68% 84% 100% 29% 40% 55% 66% 77% 89% 100% Meningkatnya pemanfaatan perpustakaan desa/kelurahan di Jawa Barat b.4% 23.74% menjadi 80% Meningkatnya persentase Posyandu Purnama Meningkatnya Rumah Tangga yang ber PHBS Desa/keluarga dengan KLB Gizi buruk dilaporkan dalam waktu < 24 jam75 11. Meningkatnya Sadar Gizi Keluarga 90 95 100 100 100 100 100 Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 4 .

8 0.3 96 96.3 93 93.15/ 100.5 85.000/1000 KH menjadi 30/1000 KH tahun 2013 Menurunnya AKI dari 321.5/1000 KH 35.1 1.5 90% 90 90 90 85 80 100 71 90% 93.7 0.5 11 14 17 19 21 23 26 2 4 6 8 10 12 14 51.6 80 78 97.5/1000 KH 31.00 0.000 KH tahun 2013 Menurunnya prevalensi balita gizi buruk dari 1.000 KH 150/100. Menjamin miskin setiap orang mendapatkan Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 5 . anak dan masyarakat resiko tinggi 40.000 KH 1. ibu nifas.3 90 82 100 71.1/1000 kh 34/1000 KH 32.26/1000 KH menjadi 20/1000 KH tahun 2013 Menurunnya AKABA dari 50.5 80.5% Menurunya prevalensi Ibu Hamil Anemia dari 51. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Meningkatnya persentase balita naik timbangannya Meningkatnya persentase balita yang mendapat kapsul Vitamin A 2 kali/tahun Meningkatnya persentase ibu hamil yang mendapatkan tablet Fe Gizi buruk mendapat perawatan sesuai standar Balita (6-24 bulan) BGM Gakin dapat MPASI Menurunnya AKB dari 40.000 /1000 KH menjadi 150/100. bayi.26/1000 KH 39.NO.5 70 N/A 84.6 70 74 92.7 % 46 % 41 % 36 % 31 % 25 % 20 % 82.6 0. Meningkatnya perlindungan pada ibu hamil.5 90% 96.6 87. ibu bersalin.9 0.1 85.5 100% 4.7 % menjadi 20 % tahun 2013 Meningkatnya cakupan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan Meningkatnya pelayanan kesehatan antenatal (K4) Meningkatnya cakupan Kunjungan Neonatal (N2) Meningkatnya cakupan kunjungan Bayi Meningkatnya cakupan peserta KB Aktif Cakupan penjaringan anak sekolah Cakupan pelayanan kesehatan pada usia lanjut Meningkatnya pelayanan kesehatan bagi keluarga Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 75 80 7 75 85 2009 8 80 90 2010 9 80 100 2011 10 85 100 2012 11 90 100 2013 12 100 100 1 80 85 90 100 100 100 100 85 90 90 95 95 100 100 100 100 100 100 100 100 100 3.08 % menjadi 0.2/1000 KH 50/1000 KH 48/1000 KH 45/1000 KH 40/1000 KH 47/1000 KH 44/1000 KH 30/1000 KH 262/100.9% Meningkatnya jumlah Kab/Kota dengan Prevalensi Gizi buruk = atau kurang dari 0.6 82.1 75 76 95 70 85 % 87 87.5/1000 KH 36.6 82.5 % tahun 2013 Meningkatnya jumlah Kab/Kota dengan Prevalensi Gizi buruk kurang dari 0.3 95 84 100 72 100% 100 100 100 100 86 100 72.

teratur dan terukur. Terwujudnya system rujukan pelayanan kesehatan dan penunjangnya (Laboratorium Jumlah RSD BLUD BPLK sebagai CoE pelayanan penunjang diagnostic bertaraf 2 0 6 40 % 31 60 % 70 % 80 % 90 % 100 % Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 6 . Meningkatnya pengawasan dan pengendalian peredaran sediaan makanan dan sediaan perbekalan farmasi terutama napza. penyakit jantung. gerontology dll) yang mempunyai kualitas tingkat Nasional / Dunia. RS Jiwa sebagai CoE penyakit Jiwa dan geriatri dengan klasifikasi internasional sebagai pusat rujukan medis dan rujukan KAP N/A 10 % 20 % 30 % 50 % 75 % 100 % N/A 10 % 30 % 50 % 75 % 100 % 2. Meningkatnya Kualifikasi RS Provinsi menjadi Center Of Excellent Rujukan Spesifik berbasis Masalah Kesehatan Jawa Barat (stroke. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 pelayanan kesehatan dasar dan atau rujukan /spesialistik yang bermutu INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 miskin secara Cuma – Cuma di Puskesmas dan jaringannya Meningkatnya cakupan pelayanan kesehatan bagi keluarga msikin secara Cuma-Cuma di kelas III RS Meningkatnya cakupan pemeriksaan sarana produksi dalam rangka sertifikasi skala provinsi Meningkatnya penggunaan obat rasional di RS dan Puskesmas Meningkatnya kemampuan kab/kota yang mampu memfasilitasi pelaksanaan PIO di Puskesmas dan RS serta Apotik Meningkatnya persentase peredaran produk pangan yang memenuhi syarat meningkatnya peresentase produk farmasi (Alkes dan PKRT) yang memenuhi syarat Tertanggualanginya masalah kesehatan akibat bencana dan antisipasi global warning Terbentuknya BSB Kesehatan Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 2009 8 2010 9 2011 10 2012 11 2013 12 1 N/A 85 % 90% 95% 95% 100% 100% 5. Meningkatnya derajat kesehatan dan kebugaran jasmani masyarakat melalui aktifitas fisik dan olahraga yang baik. benar.NO. RS Al Ikhsan sebagai CoE Stroke dan CVD klasifikasi internasional. Pelatihan Siaga Bencana Periodik di seluruh Kab/Kota Semua masyarakat melaksanakan aktivitas fisik dan olahraga yang baik. Mengembangkan kesehatan sistem Program Manajemen Pelayanan Kesehatan 1. Meningkatnya penggunaan obat obat yang rasional dan pemakaian obat generik di fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah dan swasta disetiap jenjang 40% 45 % 50% 50% 60% 65% 75 % 50 % 55 % 60 % 60 % 65 % 70 % 80 % 45 % 45 % 50 % 55 % 60 % 60 % 75 % 6.narkoba dan batra Tertanggulanginya masalah kesehatan pada saat dan pasca bencana dan antisipasi global warning 55 % 60 % 65 % 70 % 75 % 80 % 85 % 50 % 50 % 60 % 65 % 70 % 75 % 80 % 7. teratur dan terukur 0 0% 0 0 50 % 30 % 100 % 50 % 100 % 70 % 100 % 90 % 100 % 100 % N/A 40 % 45 % 50 % 55 % 60 % b. benar. 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 8.

NO.3 % 20 % 20 % 20 % 20 % 20 % N/A 30 % 30 % 30 % 30 % 30 % 6. pedoman dan regulasi kesehatan 0 4 SKK 0 N/A 0 8 SKK 0 1 dokumen SKP 12 SKK 0 604 1 dokumen Perda SKP 15 SKK 1 dokumen 604 20 SKK 2 dokumen 604 24 SKK 2 dokumen 604 26 SKK 2 dokumen 604 1 dokumen 1 dokumen 1 dokumen Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 7 .9 % 5.41% 6. Tersedianya Anggaran/ pembiayaan kesehatan di Provinsi dan Kab/Kota dengan jumlah mencukupi.92 80 % 86.79 100 % 100 5. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 Diagnostik Kesehatan) regional Jawa Barat (HIV.81% N/A 5.28 45 % 22. teralokasi sesuai dengan besaran masalah dan termanfaatkan secara berhasil guna dan berdaya guna dan diutamakan untuk Upaya pencegahan dan peningkatan kesehatan (Preventif dan Promotif) 1) 2) 3) 4) Anggaran Kesehatan/ Kapita minimal sesuai dengan WHO dan komitmen Bupati Walikota se Indonesia % Dana Pusat (APBN) utk pembiayaan kesehatan yang sesuai dengan standar WHO % Dana APBD Prov untuk pembiayaan kesehatan yang sesuai dengan standar WHO % Dana APBD Kab/Kota utk pembiayaan kesehatan yang sesuai dengan standar WHO 9.3% 0 0 43. Tersedianya berbagai kebijakan.9 % 33 % 20 % 0 1.5% 50 % 50 % 50 % 50 % 50 % 4.81% 0 1 dokumen 100 % 50 % 45.64 60 % 67.69 % 40 % 40 % 0 50 % 50 % 50 % 25 % 75 % 70 % 70 % 50 % 100 % 90 % 90 % 75 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 3.Flu Burung dll) INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 internasional CoE Laboratorium Kesehatan di 5 wilayah Jejaring / rujukan pelayanan kesehatan regional untuk penyakit TB Paru RS Rujukan Malaria dan pengembangan Iptek Malaria Di Jabar Selatan RS Rujukan HIV/AIDS Prov Jabar RS Rujukan Flu Burung di 5 Wilayah RS Emmergency Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 N/A 0 0 7 2009 8 20 % 20 2010 9 40 % 40 2011 10 60 % 60 2012 11 80 % 80 2013 12 100 % 100 % 1 0 0 25 % 50 % 75 % 100 % 0 0 0 1. standar pelayanan kesehatan Provinsi. SPM bidang kesehatan Provinsi. Terciptanya System Pembiayaan Kesehatan Masyarakat Skala Provinsi Model Jaminan Kesehatan Daerah Provinsi Perda Jamkesda % Kepersertaan semesta Terakreditasinya 53 Institusi pendidikan tenaga kesehatan Tersedianya Sistem Kesehatan Provinsi Tersedianya SKK Tersedianya Pergub pedoman operasional SKP Tersedianya Yankes terpadu berbasis dokter keluarga Tersedianya SPM bidang 0 0 43.

Terwujudnya mekanisme dan jejaring untuk terselenggaranya komunikasi dan terbentuknya pemahaman publik tentang PHBS. akurat diseluruh Kab / Kota. Provinsi Jawa Barat dan on line dengan Nasional N/A 50% 40% 50% 70% 50% 90% 80 % 60 % 100 % 100 % 80 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % Terbentuknya SIK di Kab / Kota Sistem Informasi Kesehatan yang on line dengan seluruh kab / kota Tersusunnya mekanisme Jejaring informasi dan komunikasi PHBS dan pembangunan kesehatan Terbentuknya Jejaring informasi dan komunikasi PHBS dan pembangunan kesehatan Frekwensi penyebaran informasi PHBS & pembangunan kesehatan Stakeholder/dunia usaha yang menyebarkan informasi PHBS dan pembangunan kesehatan Di setiap lintas batas provnsi. pembangunan kesehatan dan masalah kesehatan global. Puskesmas dan Jaringannya memenuhi standar mutu Terbentuknya Tim Jaminan Mutu Provinsi Terbentuknya Tim Jaminan Mutu Kabupaten / Kota Tersusunnya Klasifikasi Puskesmas sesuai standar mutu % Puskesmas memenuhi Klasifikasi Standar Mutu % RS memenuhi Klasifikasi standar mutu RS Klasifikasi N/A 1 Tim 0 0 1 Tim 0 0 1 Tim 26 Tim 1 dokumen 1 Tim 26 Tim 1 dokumen 1 Tim 26 Tim 1 dokumen 1 Tim 26 Tim 1 dokumen 1 Tim 1 dokumen 0 0 0 0 0 0 10 % 20 % 20 % 40 % 30 % 60 % 40 % 80 % Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 8 .NO. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Kesehatan Provinsi Tersusunnya Kebijakan kesehatan Provinsi atau petunjuk operasional kebijakan pusat di Provinsi Perda/Pergub bidang kesehatan Tersedianya Standar Pelayanan Kesehatan Skala Provinsi Terbentuknya Provinsi SIK di Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 0 7 0 2009 8 1 dokumen 2010 9 1 dokumen 2011 10 1 dokumen 2012 11 1 dokumen 2013 12 1 dokumen 1 1 dokumen N/A 1 dokumen 1 dokumen 5 standar 1 dokumen 5 standar 1 dokumen 5 standar 1 dokumen 5 standar 1 dokumen 5 standar 6. kabupaten kota. nasional dan lokal N/A N/A 24 x 24 x 24 x 24 x 24 x N/A 100 % N/A 24 x 24 x 24 x 24 x 24 x N/A 10 20 30 40 50 0 0 10 % 50 % 80 % 100 % 100 % 8. Terwujudnya system informasi dan Surveilance Epidemiologi Kesehatan yang evidence base. kecamatan dan desa terpasang biilboard 8 langkah mencapai umur panjang dan sehat serta PHBS 7. Pelayanan kesehatan di setiap Rumah sakit.

kualitas dan fungsi sarana prasarana pelayanan kesehatan di Puskesmas dan jaringannya 0 65 0 0 97 0 8 122 5% 26 151 10 % 42 302 20 % 84 453 40 % 165 604 80 % N/A 25 25 25 25 3.50 % 1 dokumen 1 dokumen 1 dokumen 1 dokumen 100 % 1 dokumen 1 dokumen 1 dokumen Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Pelayanan Kesehatan 1. Peningkatan Kualitas sarana prasarana pelayanan kesehatan Rumah Sakit 12 24 4 14 26 5 17 27 7 19 28 8 21 29 9 23 30 10 25 31 11 8 6 21 11 11 22 14 11 23 17 17 23 20 22 23 23 25 23 26 27 23 2. Meningkatnya jumlah % Desa mencapai Universal Child Immunization (UCI) Cakupan Desa UCI Cakupan Campak Cakupan DPT III Jumlah Kab/Kota 69. Terwujudnya Akuntabilitas dan pencapaian Kinerja program pembangunan kesehatan yang baik 95 % 1 dokumen 1 dokumen 1 dokumen 97. Peningkatan kuantitas. Meningkatkan upaya pencegahan.000 COE UPTD Kesehatan Provinsi BLUD UPTD Provinsi Dinas Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 N/A N/A N/A 1 dokumen 1 dokumen 1 dokumen 1 dokumen 1 dokumen 1 dokumen 1 dokumen 7 2009 8 2010 9 1 provinsi dan 5 kab/kota 90 % 1 dokumen 1 dokumen 1 dokumen 92.90 % 25% 85% 84 % 83 % 26 90% 88 % 87 % 26 94% 92 % 92 % 26 97% 94 % 94 % 26 100% 95 % 95 % 26 Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 9 .22 % 25% 80 % 79.NO. Peningkatan Kualitas sarana dan prasarana Dinas Kesehatan dan UPT Kesehatan N/A 50 % 75 % 100 % Kesehatan N/A 100 % c. pemberantasan dan pengendalian penyakit menular serta tidak menular Program Pencegahan dan penanggulangan Penyakit menular 1.33 % 78.10% 84. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 B dengan pendidikan Terbentuknya Dewan Kesehatan Provinsi dan kabupaten/kota Akuntabilitas Kinerja Dinas Kesehatan Provinsi Tersusunnya LAKIP Diskes Provinsi Tersusunnya Laporan Kinerja Diskes Provinsi Terusunnya LKPJ Diskes Prov Tersusunnya AMJ Diskes Prov Jumlah RS yang melaksanakan PONEK Jumlah Rumah Sakit Daerah yang terakreditasi Jumlah RS yang melaksanakan rujukan flu burung Jumlah Bank Darah yang terbentuk di RS Jumlah RS rujukan HIV / AIDS jumlah UTDC sesuai standar berfungsi Meningkatnya Puskesmas terakreditasi Meningkatnya Puskesmas mampu PONED dan PPGD Meningkatnya Puskesmas Ramah penderita cacat dan lansia Pembangunan Puskesmas baru untuk meemenuhi ratio jumlah Puskesmas terhadap jumlah penduduk 1 : 25.50 % 1 dokumen 1 dokumen 1 dokumen 2011 10 8 kab/kota 2012 11 8 kab/kota 2013 12 5 kab/kota 1 9.52 % 83.

angka bebas jentik DBD Menurunnya Case Fatality Rate Diare saat KLB Menurunnya prevalensi HIV dan Sifilis pada kelompok risiko tinggi Menurunnya prevalensi penderita kusta < 1/10. peny. Cakupan Penemuan ISPA Persentasi angka kesakitan demam berdarah (DMD) yang ditemukan dan ditangani persentase angka kematian (DBD) yang ditemukan dan ditangani Persentase kasus DBD ditangani : a.75 % 100 % 50 % 92 % 1% 2. Gimul.NO.5 0. Penyakit Cardio Vasculer (Stroke.000 86 40/100. Malaria. MI).25 % 100 % 50 % 94 % 1% 2. peny.54 0.10 % 100 % 50 % 95 % 1% 2% 0. 1 SK tim 3.54 % 100 % 50 % 85 % 1. Meningkatnya upaya pengendalian. Penyakit Metabolisme (DM) dan penyakit Jiwa.000 76 50/100.000 90 35/100.1 % 2.000 95 25/100. peny.56 0.000 100 <1% <1% <1% <1% <1% <1% <1% 100 % 50 % 82 % 1.000 90 30/100. DBD. penyelidikan epid b.58 0. Meningkatnya system kewaspadaan dini terhadap peningkatan dan penyebaran penyakit akibat situasi global (Global Warming) Adanya jejaring komunikasi kewaspadaan dini terhadap peningkatan dan penyebaran penyakit akibat situasi global (Global Warming) Meningkatnya N/A 1 dokumen kesepakatan.50 % 100 % 50 % 93 % 1% 2. Mata dan Telinga.52 0.000 pddk Meningkatnya persentase penderita flu burung yang ditemukan dan ditangani Menurunkan kasus rabies menjadi 0 Menurunkan kasus antraks menjadi 0 Menurunkan kasus pes pada manusia menjadi 0 Menurunkan kasus leptosprirosis pada Menurunnya angka Acute Flaccid Paralysis menjadi ≥ 76 74/100.48 0. Akibat kerja Detection Rate TB Case 80 80 80 80 80 80 80 2 per 100 ribu anak usia kurang dari 15 tahun.1 % 3.46 < 50 % 0 0 0 0 < 50 % 0 0 0 0 < 50 % 0 0 0 0 < 50 % 0 0 0 0 < 50 % 0 0 0 0 < 50 % 0 0 0 0 < 50 % 0 0 0 0 Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 10 . TBC.2 % 3% 100 % 50 % 90 % 1. penemuan dan tatalaksana kasus HIV/AIDS. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 pengelolaan program immunisasi berkualitas jumlah Kab/Kota logistik immunisasi sesuai kebutuhan jumlah Kab/Kota Pengelolaan limbah immunisasi dengan baik Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 2009 8 2010 9 2011 10 2012 11 2013 12 1 25% 25% 26% 26% 26 26 26 26 26 26 26 26 26 26 2. Penanggulangan fokus sesuai proses c.

Tuli kongenital Tenaga PKM terlatih dalam diagnose katarak Tenaga PKM terlatih dalam diagnose gangguan pendengaran dan ketulian PKM yang dapat memberikan pelayanan kes. Jawa Barat Deteksi dini gangguan pendengaran dan ketulian : OMSK Sekolah Dasar. teratur dan terukur Cakupan deteksi dini gangguan Keswa di pelayanan kesehatan ( Puskesmas dan RS ) Jumlah PKM yang memberikan Pelayanan kesehatan jiwa Kab / Kota yang mengintegrasikan Keswa pd program Yankes lainnya Petugas yang mendapat pelatihan kesehatan jiwa Tenaga kesgi yang memahami penatalaksanaan ODHA : Cakupan operasi katarak bagi Gakin di Prov. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 manusia menjadi 0 Jumlah desa endemis tinggi malaria (high Case Incidence) Pengobatan penderita malaria Jumlah masyarakat yang diperiksa kebugaran jasmaninya Jumlah tenaga kesehatan yang dilatih dalam melaksanakan pelayanan kesehatan olahraga yang baik. benar.Tuli bising . Telinga Teridentifikasinya Penyakit Akibat Kerja Terbentuknya Pos UKK di seluruh Kab/Kota Tenaga kesehatan terlatih kesehatan kerja di Kab/Kota tenaga kesehatan terlatih kesehatan kerja di Puskesmas Poliklinik Perusahaan berijin Terlayaninya kesehatan Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 16 83 % 7 13 90 % 2009 8 11 95 % 2010 9 9 100 % 2011 10 8 100 % 2012 11 7 100 % 2013 12 6 100 % 1 2% 5% 10% 25% 50% 75% 100% 2% 5% 10% 25% 50% 75% 100% 10% 30% 45% 60% 75% 90% 100% 30% 60% 75% 100% 100% 100% 100% 10% 30% 30% 60% 50% 75% 75% 90% 90% 100% 100% 100% 100% 100% 0% 5% 10% 25% 50% 75% 100% 56% 60% 70% 80% 90% 95% 100% 0% 30% 5% 35% 7% 40% 9% 50% 10% 55% 12% 60% 15% 65% 0% 0% 5% 10% 15% 20% 25% 10% 10% 40% 15% 20% 60% 20% 30% 80% 25% 40% 100% 25% 50% 100% 30% 60% 100% 35% 70% 100% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 20% 30% 20% 30% 40% 30% 40% 50% 40% 50% 80% 50% 60% 100% 60% 70% 100% 70% 80% 100% 80% Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 11 .NO.

90 % 48 % 70 % 54 % 72 % 60 % 74 % 66 % 76 % 72 % 78 % 75 % 80 % 56. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 pekerja formal Jumlah masyarakat yang diperiksa kebugaran jasmaninya Tersedianya dokumen Prediksi epidemiologis kemungkinan kejadian penyakit berdasarkan kecenderungan yang ada Jumlah tenaga kese-hatan dan masyarakat yang dilatih tentang penyelenggaraan surveilans epidemiologi penyakit dan faktor risikonya.NO. 42. Setiap KLB/Wabah penyakit tertanggulangi secara cepat dan tepat N/A 5865 desa 5866 desa 5867 desa 5868 desa 5869 desa 1 1 1 1 1 1 1 6.29 % 69.33 % 61 % 65 69 74 % 78 % 80 % Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 12 . kepatuhan terhadap standar dan peningkatan komitmen para pihak Terkendalinya pencemaran lingkungan sesuai dengan standar kesehatan terutama didaerah lintas batas Kab/Kota dan Provinsi 6 N/A N/A 6 6 6 6 6 6 7. Eliminasi penyakit tertentu yang berorientasi pada penguatan system. Setiap KLB dilaporkan secara cepat < 24 jam kepada kepala dan instansi kesehatan terdekat 2% N/A 5% 10% 25% 1 dokumen 50% 75% 100% N/A 60 60 60 60 60 N/A 1 dokumen 1 dokumen 1 dokumen 1 dokumen 1 dokumen N/A 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 5.14 % 60 % 63 % 66 % 69 % 72 % 75 % 57. termasuk sistem pencatatan dan pelaporannya Dilaporkannya seluruh hasil kegiatan surveilans epidemiologi penyakit dan faktor risikonya secara berjenjang hingga ke tingkat Provinsi secara tepat waktu Persentasi KLB direnpon Bersama Tenaga Kesehatan dan Masyarakat < 24 Jam Desa Menerapkan Sistem Kewaspadaan Dini (laporan W1) Provinsi Memiliki RS yang Memiliki EWORS (Early warming Outbreak Recognition System) jumlah kab/kota microfilaria rate < jumlah kab/kota insidens kusta < jumlah kab/kota insidens TN < Meningkatnya persentase keluarga menghuni rumah yang memenuhi syarat Meningkatnya persentase keluarga menggunakan air bersih Meningkatnya persentase keluarga menggunakan jamban yang memenuhi syarat kesehatan Meningkanya persentase tempat-tempat umum yang Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 2009 8 2010 9 2011 10 2012 11 2013 12 1 4.

Meningkatnya jumlah. Perpanjangan Bidan BHL 6. Meningkatkan kualitas dan kuantitas tenaga kesehatan Program sumber Kesehatan Daya 1.99 65 % 50 68 % 55 71 % 60 73 % 65 76 % 70 75 % 75 d. jenis dan penyebaran tenaga kesehatan termasuk SDM kesehatan yang sesuai dengan standar 2. 110 org tenaga perawat gigi e. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 memenuhi syarat kesehatan Meningkanya persentase TPM yang memenuhi syarat kesehatan Meningkatnya % keluarga menggunakan SPAL Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 2009 8 2010 9 2011 10 2012 11 2013 12 1 61. Perpanjangan Dr/Drg PTT Pusat 3. 1858 org tenaga bidan f. 215 org tenaga sanitarian h. 567 org tenaga asisten apoteker k. Pendidikan Dokter Spesialis 4 Dasar dan 3 8. 1243 org tenaga perawat d. 727 org tenaga analis kesehatan 2. 609 org tenaga Dokter b.38 % 47. 430 org tenaga drg. Penempatan PPDS di PKM PONED 7. 998 607 897 625 792 13 15 - 100 30 259 100 - 250 100 100 400 - 100 400 - 413 113 - 100 1000 150 50 858 232 100 65 200 200 200 200 200 200 200 200 200 167 200 100% 100% 100% 100% 100% 270 100% 100% 100% 100% 100% 70% 100% 100% 100% 100% 100% 30% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% N/A 650 1000 1000 1000 650 20% SK Penetapan 0 0 SK Penetapan 100% 1000 20% SK Penetapan 100% 1000 20% SK Penetapan 100% 1000 20% SK Penetapan 100% 20% SK Penetapan 100% Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 13 . Perpanjangan dr/drg provinsi 4. c. Perpanjangan Bidan PTT Pusat 5.NO. 382 org tenaga nutrisionis g. Penunjang sebanyak 25 orang untuk ditempatkan di RSUD 8. Penempatan 3650 bidan D-3 pengganti D-1 yang sedang pendidikan Pendidikan lanjutan bg 3650 Bidan D-1 menjadi D3 Peningkatan keterampilan bagi dokter dan bidan puskesmas Pemilihan tenaga kesehatan berprestasi Penambahan honor bidan 1. 992 org tenaga penyuluh kesehatan j. 994 org tenaga epidemiologi i. Meningkatnya pendayagunaan kesehatan aparatur Tersedianya tenaga kesehatan : a.

NO. Meningkatnya Citra Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit. 9000/orang/tahun 36 obat esential terpenuhi di semua Kab/Kota Prosentase ketersediaan OGB di sarana distribusi RS Kab/Kota yang Menyelenggarakan Pelayanan Gawat Darurat sesuai Standar Cakupan rawat Inap di RSU Puskesmas yang memenuhi Standar Mutu Cakupan Balita Gizi buruk Mendapat Perawatan Tim Jaringan dengan Kabupaten/Kota Rasio pasien rawat inap dan rawat jalan dengan dokter rasio pasien rawat inap dan rawat jalan dengan perawat/tenaga lainnya Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 2009 8 100% 100% 2010 9 100% 100% 2011 10 100% 100% 2012 11 100% 100% 2013 12 100% 100% 1 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 1000 100% 100% 100% 100% 2000 100% 100% 100% 100% 2000 100% 100% 100% 100% 4000 100% 100% 100% 100% 4000 3. Puskesmas dan Jaringannya. Meningkatnya kecukupan Obat dan perbekalan kesehatan (standar nasional Rp.000. jenis dan penyebaran tenaga kesehatan termasuk SDM kesehatan sesuai standar. Meningkatnya tenaga kesehatan kualitas 100% 100% 100% 3000 15 Kab/Kota 50 0 3600 100% 100% 100% 4000 100% 100% 100% 5000 100% 100% 100% 6000 100% 100% 100% 7500 100% 100% 100% 100% 100% 100% 9000 26 Kab/Kota 95% 100% 4. N/A 50% 75% 80% 85% 90% 100% 4. 9. Meningkatnya jumlah. URUSAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 14 .-/ orang / tahun) 15 Kab/Kota 55 0 15 Kab/Kota 60% 80% 18 Kab/Kota 75% 90% 22 Kab/Kota 85% 100% 26 Kab/Kota 90% 100% 5. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 PTT Pusat Pemberian insentif bidan di 651 desa terpencil Pemberian biaya operasional bidan di 651 desa terpencil Pemberian kendaraan roda 2 bagi bidan di 651 desa terpencil Pemberian kit bidan untuk penempatan bidan di desa pembekalan penempatan bidan di desa Pemutahiran data SDM Registrasi tenaga kesehatan tertentu Terlaksananya Uji Kompetensi Tenaga Kesehatan tertentu terlaksanaya pengelolaan akreditasi pelatihan Terlaksananya penglolaan jabatan fungsional Registrasi tenaga kesehatan tertentu Anggaran obat/kapita Rp. N/A N/A N/A N/A N/A 50% 80% 60% 100% 5 Tim 75% 90% 70% 100% 10 Tim 80% 100% 80% 100% 15 Tim 85% 100% 85 % 100% 20 Tim 90% 100% 90% 100% 25 Tim 100% 6.

2.5 2011 10 11. c.74 77.65 45.10 71.88 81.36 0. c.24 61.62 66.68 64.07 68.9 14.16 96.000 org 250 org 150 org 250 org 700 KK 200 KK 300 org 2. Jumlah Penanganan Perbaikan Kehidupan PKRI/Janda PKRI dan keluarga pahlawan N/A N/A 75 org 1.68 65.57 0.68 63.82 0.900 org 200 org 150 org 250 org 650 KK 150 KK 275 org 2.08 43.49 68.09 0.34 0.8 13.00 74.250 org 950 org 450 org 1.46 44. d.56 71.01 70.500 org 150 org Tersantuninya PKRI/Janda PKRI dan Keluarga pahlawan serta terpeliharanya nilai-nilai 404 org 22 org/350 org/9 org 20 org/340 org/10 org 20 org/330 org/12 org 19 org/315 org/ 12 org 17 org/ 300 org/ 15 org 15 org/ 290 org/ 1 org Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 15 .47 2009 8 11.63 0.8 13.NO.5 2012 11 11.51 2013 12 11.40 70.200 org 300 org 240 org 275 org 350 org 1. 64. 5. a.300 org 125 org 500 org 1.000 org 250 org 180 org 275 org 750 KK 200 KK 350 org 2.150rg 155 org 200 org N/A 250 KK 120 KK 190 org 1.72 88.20 89. keluarga. Wanita Rawan Sosial Ekonomio Jumlah pemenuhan kebutuhan hidup : 1.850 org 180 org 120 org 240 0rg 600 KK 150 KK 250 org 1.450 org 150 org 650 org 1.53 1 a. Komunitas Adat terpencil dan Penyandang masalah Kesejahteraan Sosial dalam mewujudkan kesejahteraan sosial secara mandiri dan dapat melaksanakan fungsi serta peran sosialnya secara wajar Terlayaninya. SASARAN PROGRAM 4 Meningkatnya indek pemberdayaan gender INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Perempuan di parlemen Perempuan pekerja profesional Perempuan dalam angkatan kerja Perempuan upah pekerja non pertanian (rasio) Angka harapan hidup laki-laki Angka harapan hidup perempuan Rata-rata lama sekolah laki-laki Rata-rata lama sekolah perempuan Angka melek huruf laki-laki Angka melek huruf perempuan Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 11.62 94.80 96.29 90.12 69.80 64.9 14.12 73.38 91. 2.74 46.400 org 150 org 600 org 1.9 14.43 86.48 2010 9 11.24 69. Fakir miskin KAT Penyandang Cacat Tuna sosial Anak nakal Korban Narkotika (ANKN) 6.85 94.34 85.9 14.89 42.47 7 11.200 org 300 org 200 org 275 org 800 KK 250 KK 350 org 2. e. d.30 66.9 14. a. Lanjut Usia 2. terlindunginya dan tersantuninya PMKS dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya 1. Meningkatkan upaya perlindungan terhadap anak melalui pencegahan kekerasan dalam rumah tangga serta perdagangan perempuan dan anak Program Peningkatan kualitas hidup dan perlindungan perempuan dan anak Meningkatnya perlindungan terhadap perempuan dan anak Menurunnya jumlah kekerasan baik terhadap perempuan maupun anak 15% 20% 30% 50% 60% 70% 100% 5.62 70.52 87.85 69.44 77. kelompok dan komunitas masyarakat Program Pemberdayaan Fakir Miskin dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Lainnya Meningkatnya pengetahuan. Korban Trafficking dalam Rumah Tangga (KDRT) 2. b. Anak terlantar 1.216 org N/A 425 org 1.18 65.58 64.66 60.27 43.86 94.26 94.84 66. b. 4. keterampilan dan kemampuan Fakir Miskin.11 0.46 68. 3. Keluarga Berumah Tidak layak Huni 7.22 b. Meningkatnya indeks Pembangunan gender a.40 96. f.350 org 150 org 550 org 1.7 41. URUSAN SOSIAL Meningkatkan kualitas kesejahteraan sosial perseorangan. KEBIJAKAN 2 Meningkatkan pemberdayaan yang berbasis berusaha upaya perempuan kemandirian PROGRAM 3 Program Peningkatan peran serta dan kesetaraan jender dalam pembangunan 1.

500 1. pekerja sosial masyarakat dan organisasi sosial) dalam pelaksanaan usaha kesejahteraaan sosial 2. kepahlawanan. c. URUSAN KETENAGAKERJAAN Meningkatkan daya saing Program Peningkatan Terwujudnya peningkatan Jumlah tenaga kerja 1. Meningkatkan kontribusi pemuda dan lembaga kepemudaan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat Meningkatkan apresiasi terhadap pengembangan olahraga masyarakat dan olahraga tradisional Penyediaan kawasan olahraga masyarakat dan olahraga prestasi Program pembinaan pemasyarakatan dan pengembangan olahraga Program pembinaan pemasyarakatan dan pengembangan olahraga Meningkatnya apresiasi terhadap pengembangan olahraga masyarakat dan olahraga tradisional Tersedianya kawasan olahraga dan sarana pendukung untuk meningkatkan prestasi olahraga Jawa Barat 55% 65% 75% 85% 90% 95% 100% 15% 30% 45% 65% 75% 85% 100% Konsep dan desain kawasan olahraga terpadu Pembebasan tanah Pelaksanaan Pembangunan Pelaksanaan pembangunan Pelaksanaan pembangunan Proses penyelesaian Penyelesaian tahap akhir pembangunan 7. Meningkatkan penggalian potensi serta sumber kehidupan penyandang masalah kesejahteraan Sosial Program Pemantapan Kelembagaan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) 1. URUSAN KEPEMUDAAN OLAH RAGA DAN Peningkatan pembinaan peran pemuda dan serta Meningkatnya peran dalam pembangunan pemuda Prosentase peningkatan peran pemuda dan lembaga kepemudaan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat Prosentase peningkatan upaya revitalisasi olahraga masyarakat dan tradisional di Jawa Barat Prosentase ketersediaan sarana olahraga masyarakat di tingkat kecamatan Tahapan pembangunan sarana olahraga terpadu di Jawa Barat 40% 55% 65% 75% 85% 90% 100% b.400 1. 3.600 1600 1. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 keperintisan.600 Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 16 . Meningkatnya partisipasi sosial potensi sumber kesejahteraan sosial (karang Taruna.500 1. Terpenuhinya bantuan bahan bangunan rumah bagi eks korban bencana Tersedianya bantuan tanggap darurat bencana Meningkatnya partisipasi pilar masyarakat/relawan dalam penanggulangan bencana Kebutuhan terpenuhi rumah 916 org N/A N/A 200 kk 1 paket 50 org 200 kk 1 paket 100 org 250 kk 1 paket 120 org 300 kk 1 paket 150 org 300 kk 1 paket 200 org 300 kk 1 paket 250 org Bufferstock berupa beras dan lauk pauk Tingkat partisipasi pilar masyarakat/relawan 6. a. kejuangan. Meningkatnya pemahaman tentang pembangunan kesejahteraan sosial melalui peyuluhan sosial 650 org 10 karang taruna/70 org PSM/ 10 orsos 40 karang taruna/100 org PSM/ 12 orsos 40 karang taruna/100 org PSM/ 12 orsos 50 karang taruna/120 org PSM/ 16 orsos 50 karang taruna/120 org PSM/ 16 orsos 60 karang taruna/ 140 org PSM/ 20 orsos jumlah Profesional pekerja sosial Tingkat Penyerapan Sumber dana Sosial Jumlah Penyerapan informasi pembangunan kesejahteraan sosial 404 org N/A N/A 455 org 60 org 100 org 500 org 90 org 100 org 500 org 120 org 100 org 500 org 120 org 150 org 500 org 120 org 150 org 500 org 120 org 150 org Program Penanggulangan Bencana Alam dan Perlindungan Masyarakat 1. kepahlawanan.NO. Meningkatnya sumber dana sosial 4. dan kesetiakawanan sosial INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Jumlah Pelestarian nilai keperintisan. Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 N/A 7 20 desa/10 kab/kota 2009 8 30 desa/ 15 kab/kota 2010 9 40 desa/20 kab/kota 2011 10 40 desa/ 20 kab/kota 2012 11 40 desa/ 20 kab/kota 2013 12 46 desa/ 23 kab/kota 1 b. kejuangan dan kesetiakawanan sosial Jumlah partisipasi sosial dan potensi sumber kesejahteraan sosial 3. Meningkatnya pengetahuan dan kemampuan pekerja sosial secara profesional 3.200 1. a. 2.

700 750 100 2.700 750 90 2. Implementasi dan aktualisasi pemahaman dan pengamalan agama dalam kehidupan bermasyarakat Program Peningkatan Pemahaman dan Pengamalan Agama Meningkatnya pemahaman dan pengamalan agama dalam kehidupan bermasyarakat Tahapan pemahaman dan pengamalan agama dalam kehidupan bermasyarakat Terwujudnya pemahaman yang sama tentang nilainilai agama sebagai basis nilai hidup bersama Pengembangan kapasitas dan wawasan kaum muda Islam sebagai elemen potensial pembangunan Tercapainya keseimbangan pembangunan jasmani dan ruhani melalui fasilitasi kegiatan seni dan olahraga di lingkungan pondok pesantren Terimplementasik an-nya secara penuh kebijakan [SK Gubernur Jawa Barat] tentang kuota haji kabupaten/kota Menguatnya sikap moderat dalam kehidupan keagamaan masyarakat Tersedianya kader dakwah dan khatib unggulan yang memiliki wawasan agama dan sosial yang seimbang Tumbuhnya budaya dakwah yang lebih empatik dan merangkul c.170 773. Peningkatan pendidikan agama dan keagamaan serta pelayanan ibadah haji Program Pembinaan Lembaga Sosial dan Keagamaan Meningkatnya peran Lembagalembaga sosial keagamaan dan lembaga pendidikan keagamaan dalam pembangunan Tahapan penguatan dan peningkatan peran lembaga sosial keagamaan dan lembaga pendidikan keagamaan Penguatan dan pengembangan kapasitas para pemangku kepentingan [stake holders] pendidikan agama dan keagamaan Tersedianya perangkat hukum yang memadai untuk mengalihkan kebijakan kuota haji dari provinsi ke kabupaten/kota demi memenuhi Pengembangan mutu dan kompetensi para guru madrasah swasta Meningkatnya kesejahteraan pendidik dan tenaga kependidikan.470 613.021 100 1. dengan standar yang memadai Penguatan kapasitas para pengelola madrasah swasta melalui pembekalan wawasan manajerial Meningkatnya pelayanan pendidikan keagamaan yang bermutu dan berkeadilan untuk seluruh dengan memperhatika Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 17 . KEBIJAKAN 2 tenaga kerja PROGRAM 3 Kualitas dan Produktifitas Tenaga Kerja SASARAN PROGRAM 4 kualitas dan Produktifitas Tenaga Kerja melalui pelatihan Standarisasi dan sertifikasi Pemagangan Pembinaan Lembaga Latihan Swasta dan Lembaga Latihan Pemerintah Terlindunginya tenaga kerja melalui penyelesaian kasus hubungan industrial Pemberdayaan sarana hubungan industrial Pengembangan sistem pengupahan Fasilitasi perlindungan tenaga kerja terhadap naskah kontrak kerja INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 terlatih (orang) Jumlah tenaga kerja terakreditasi (orang) Jumlah tenaga kerja yang dimagangkan (orang) Jumlah Lembaga Pelatihan yang Dibina Jumlah kasus terselesaikan Jumlah perusahaan Besaran upah minimum Jumlah naskah/KKB yang Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 2009 8 2010 9 2011 10 2012 11 2013 12 1 1.021 100 8.193 50 3. toleran dan sejuk Suasana kehidupan keagamaan antar dan inter umat beragama yang kondusif Meningkatnya kualitas hidup beragama masyarakat yang lebih kreatif dan produktif Terciptanya suasana kehidupan keagamaan yang kondusif di Jawa Barat Kondisi suasana kehidupan keagamaan Suasana kehidupan keagamaan antar dan inter umat beragama yang kondusif b.700 750 100 b.741 100 3.640 715. khususnya di kalangan madrasah swasta.100 568.780 500 80 2. Meningkatkan Perlindungan dan Pengawasan Ketenagakerjaan Program Perlindungan dan Pengembangan Lembaga Ketenagakerjaan 400 450 500 640 540 540 540 920 516.NO.400 700 90 2.649 100 980 662.760 100 1.300 700 90 2. a.630 700 90 2.840 40 1.170 773. URUSAN PENINGKATAN PEMAHAMAN DAN PENGAMALAN AGAMA Pengembangan fungsi & peran Forum Kerukunan Umat Baeragama (FKUB) Program Peningkatan Pemahaman dan Pengamalan Agama Meningkatnya pemahaman dan pengamalan agama dalam kehidupan bermasyarakat Tahapan pengembangan peran dan fungsi FKUB Terbentuknya kepengurusan FKUB di seluruh kabupaten/kota dan provinsi Suasana kehidupan keagamaan antar dan inter umat beragama yang kondusif Terwujudnya penguatan kelembagaan FKUB dengan berfungsinya organ-organ organisasi Suasana kehidupan keagamaan antar dan inter umat beragama yang kondusif Terwujudnya FKUB sebagai lembaga yang steril dari politik praktis Suasana kehidupan keagamaan antar dan inter umat beragama yang kondusif Berfungsinya FKUB sebagai pusat kegiatan bersama antar umat beragama Suasana kehidupan keagamaan antar dan inter umat beragama yang kondusif Terjalinnya sinergi antarumat beragama melalui kegiatan sosialkemasyarakatan bersama Suasana kehidupan keagamaan antar dan inter umat beragama yang kondusif Hilangnya budaya kekerasan dalam kehidupan beragama Terwujudnya suasana kehidupan beragama yang rukun.

amanah.NO. peninggalan kesejarahan . KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 rasa keadilan masyarakat Tersosialisasinya nilai-nilai shidiq. yang akan memacu tanggung jawab sosial mereka. Pameran keliling bersama Museum 1 kali. kapabel. akuntabel. amanah. dan pameran patung etnis 1 kali Eksplorasi dan Konservasi tinggalan budaya 1 kali Partisipasi Museum Jabar pada : Pameran Tenun Tradisional 1 kali. dan tabligh [kredibel. dan transparan] di kalangan masyarakat 2009 8 2010 9 2011 10 2012 11 2013 12 n kondisi wilayah Pengembanga n kesadaran aparat dan masyarakat untuk menjaga lingkungan 1 d. Pameran keliling bersama Museum 1 kali. pameran nasional sejarah perjuangan bangsa 1 kali. dan transparan] di kalangan aparat Terpeliharanya energi kolektif [rasa kebersamaan] masyarakat sebagai modal sosial pembangunan Penumbuhan kecerdasan sosial aparat. Termanfaatkannya nilai-nilai tradisional. Pameran keliling bersama Museum 1 kali. dan pameran patung etnis 1 kali Eksplorasi dan Konservasi tinggalan budaya 1 kal Transliterasi dan Deskripsi Naskah Kuna 5 naskah Transliterasi dan Deskripsi Naskah Kuna 20 naskah Visualisasi Transliterasi dan Deskripsi Naskah Kuna 15 naskah Visualisasi Transliterasi dan Deskripsi Naskah Kuna 15 naskah Visualisasi Transliterasi dan Deskripsi Naskah Kuna 15 naskah Visualisasi Transliterasi dan Deskripsi Naskah Kuna 20 naskah Visualisasi - Eksplorasi dan Konservasi tinggalan budaya 1 kali Transliterasi dan Deskripsi Naskah Kuna 20 naskah Visualisasi Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 18 . dan pameran patung etnis 1 kali Eksplorasi dan Konservasi tinggalan budaya 1 kali Partisipasi Museum Jabar pada : Pameran Tenun Tradisional 1 kali. dan tabligh [kredibel. pameran nasional sejarah perjuangan bangsa 1 kali. Meningkatkan upaya implementasi kesalehan sosial baik di kalangan aparat maupun seluruh unsur masyarakat Program Peningkatan Pemahaman dan Pengamalan Agama Meningkatnya pemahaman dan pengamalan agama dalam kehidupan bermasyarakat Tahapan implementasi kesalehan sosial di kalangan aparat maupun seluruh unsur masyarakat Tersosialisasikannya prinsip dan nilai-nilai kesalehan sosial ke seluruh elemen aparat dan masyarakat Terwujudnya nilai-nilai kesalehan sosial dalam perilaku kehidupan aparat Terwujudnya nilai-nilai kesalehan sosial dalam perilaku berpolitik. pameran nasional sejarah perjuangan bangsa 1 kali. pameran nasional sejarah perjuangan bangsa 1 kali. berbangsa dan bernegara Terwujudnya nilai-nilai kesalehan sosial dalam pelestarian lingkungan Terwujudnya nilai-nilai kesalehan sosial dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi Terwujudnya nilai-nilai kesalehan sosial dalam perilaku pengembanga n seni dan budaya 9. akuntabel. Partisipasi Museum Jabar pada : Pameran Tenun Tradisional 1 kali. Tahapan pelestarian peninggalan sejarah Partisipasi Museum Jabar pada : Pameran Tenun Tradisional 1 kali. pameran nasional sejarah perjuangan bangsa 1 kali. fatonah. kepurbakalaan dan Museum bagi pengembangan budaya daerah. baik sebagai aparat pelayan publik maupun sebagai warga masyarakat Terwujudnya nilai-nilai kesalehan sosial dalam perilaku kehidupan masyarakat Terwujudnya kesadaran aparat dan masyarakat untuk menjaga sarana-sarana publik Terwujudnya layanan publik yang ramah dan amanah sebagai implementasi dari nilai-nilai agama e. dan pameran patung etnis 1 kali Eksplorasi dan Konservasi tinggalan budaya 1 kali Partisipasi Museum Jabar pada : Pameran Tenun Tradisional 1 kali. dan pameran patung etnis 1 kali Eksplorasi dan Konservasi tinggalan budaya 1 kali Partisipasi Museum Jabar pada : Pameran Tenun Tradisional 1 kali. a. dan pameran patung etnis 1 kali. Pameran keliling bersama Museum 1 kali. Pameran keliling bersama Museum 1 kali. dan pameran patung etnis 1 kali Eksplorasi dan Konservasi tinggalan budaya 1 kali Partisipasi Museum Jabar pada : Pameran Tenun Tradisional 1 kali. pameran nasional sejarah perjuangan bangsa 1 kali. pameran nasional sejarah perjuangan bangsa 1 kali. URUSAN KEBUDAYAAN Meningkatkan upaya revitalisasi nilai-nilai kebudayaan dan kearifan lokal yang selaras dengan perkembangan zaman Program Pengembangan Nilai Budaya 1. Pameran keliling bersama Museum 1 kali. kapabel. fatonah. Pameran keliling bersama Museum 1 kali. Peningkatan wawasan keagamaan melalui kaidahkaidah kepublikan (nilai-nilai umum) dan pendidikan Program Peningkatan Pemahaman dan Pengamalan Agama Meningkatnya pemahaman dan pengamalan agama dalam kehidupan bermasyarakat Tahapan implementasi pengembangan wawasan keagamaan Tersosialisasikannya nilai-nilai shidiq.

komnitas masyarakat agraris. 50 orang Terbinanya juru pelihara dan konservator BCB di Jawa Barat. 300 orang Dialog budaya bagi generasi muda. komnitas masyarakat agraris. 50 orang Terbinanya juru pelihara dan konservator BCB di Jawa Barat. Terbinanya juru pelihara dan konservator BCB di Jawa Barat. komunitas masyarakat pesisir 2 kali. 50 orang - - Tertanamkannya nilai-nilai keraifan lokal kepada 50 orang generasi muda melalui ekspedisi terhadap 5 situs Tertanamkannya nilai-nilai keraifan lokal kepada 50 orang generasi muda melalui ekspedisi terhadap 5 situs Tertanamkannya nilai-nilai keraifan lokal kepada 50 orang generasi muda melalui ekspedisi terhadap 5 situs Tertanamkannya nilai-nilai keraifan lokal kepada 50 orang generasi muda melalui ekspedisi terhadap 5 situs - - Terbinanya tenaga budaya. 300 orang Dialog budaya bagi generasi muda. 10 buah Tersedianya dokumen tentang Desa budaya 500 buku Pengenalan nilainilai budaya dalam busana tradisional kepada 100 orang generasi muda 2010 9 khasanah budaya. SDM Museum. 50 orang.NO. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 khasanah budaya. komnitas masyarakat agraris. SDM Museum. 1 kali. 50 orang. Lomba baca Dialog budaya bagi generasi muda. Lomba baca Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 19 . tokoh adat. SDM Museum. tokoh adat. komunitas masyarakat pesisir 2 kali. 300 orang Dialog budaya bagi generasi muda. 2. komunitas masyarakat pesisir 2 kali. 50 orang Terbinanya juru pelihara dan konservator BCB di Jawa Barat. 10 buah Tersedianya dokumen tentang Desa budaya 500 buku Pengenalan nilainilai budaya dalam busana tradisional kepada 100 orang generasi muda 2013 12 khasanah budaya. komnitas masyarakat agraris. 300 orang Dialog budaya bagi generasi muda. 1 kali. komunitas masyarakat pesisir 2 kali. SDM Museum. 5 buah Penyusunan Buku dan Sosialisasi Desa Budaya Jawa Barat Pengenalan nilainilai budaya dalam busana tradisional kepada 100 orang generasi muda 2009 8 khasanah budaya. 50 orang. 10 buah Tersedianya dokumen tentang Desa budaya 500 buku Pengenalan nilainilai budaya dalam busana tradisional kepada 100 orang generasi muda 2012 11 khasanah budaya. 1 kali. 1 kali. 50 orang. tokoh adat. komnitas masyarakat agraris. SDM Museum. Lomba baca Terbinanya tenaga budaya. 10 buah Tersedianya dokumen tentang Desa budaya 500 buku Pengenalan nilainilai budaya dalam busana tradisional kepada 100 orang generasi muda Terbinanya juru pelihara dan konservator BCB di Jawa Barat. 50 orang Tertanamkan nya nilai-nilai keraifan lokal kepada 50 orang generasi muda melalui ekspedisi terhadap 5 situs Terbinanya tenaga budaya. Lomba baca Terbinanya tenaga budaya. 50 orang Terbinanya juru pelihara dan konservator BCB di Jawa Barat. Lomba baca 1 Tahapan peningkatan aspekkesejarahan dan kenilaitradisionalan dalam upaya mem perkokoh jatidiri Identifikasi dan Konsep Desa Budaya Pengenalan nilainilai budaya dalam busana tradisional kepada 100 orang generasi muda Tahapan peningkatan kontribusi nilai-nilai kearifan lokal peningkatan kualitas SDM Jawa Barat. komunitas masyarakat pesisir 2 kali. 1 kali. 50 orang. 1 kali. 50 orang Terbinanya juru pelihara dan konservator BCB di Jawa Barat. tokoh adat. Lomba baca Terbinanya tenaga budaya. Meningkatnya apresiasi Peningkatan apresiasi Lomba baca puisi Dialog budaya bagi generasi muda. tokoh adat. 300 orang Dialog budaya bagi generasi muda. 50 orang. 10 buah Tersedianya dokumen tentang Desa budaya 500 buku Pengenalan nilainilai budaya dalam busana tradisional kepada 100 orang generasi muda 2011 10 khasanah budaya. 1 kali. 50 orang.

3 kali 300 orang Lomba berpidato berbahasa daerah. 50 orang. 1 kali 15 orang. 1 kali. 1 kali 50 orang Workshop Sastra Daerah.NO. 50 orang 2013 12 puisi dalam bahasa daerah: Puisi Sunda. 3 kali 300 orang Lomba berpidato berbahasa daerah. Pemetan varian bahasa daerah 7 titik wilayah Cirebon Lomba menulis pidato berbahasa daerah. 1kali. Puisi bahasa Cirebon. 1 kali 50 orang Lomba debat berbahasa daerah 1 kali. 50 orang Festival budaya Jawa Barat Sosialisasi aksara daerah melalui papan nama jalan/instansi 20 buah. 1kali. 50 orang. 1 kali. 3 kali 300 orang Lomba berpidato berbahasa daerah. Sosialisasi aksara daerah melalui papan nama jalan/instansi 10 buah. Puisi bahasa Melayu-Betawi. Puisi bahasa Melayu-Betawi. Puisi bahasa Melayu-Betawi. 1 kali 15 orang. 50 orang. Puisi bahasa Cirebon. 50 orang. 3 kali 300 orang Sosialisasi aksara daerah melalui papan nama jalan/instansi 10 buah. Puisi bahasa Cirebon. 50 orang Festival budaya Jawa Barat Sosialisasi aksara daerah melalui papan nama jalan/instansi 25 buah. 1 kali 15 orang. 50 orang 2010 9 puisi dalam bahasa daerah: Puisi Sunda. 50 orang. 50 orang. 1 kali 50 orang Workshop Sastra Daerah. 1 kali. Puisi bahasa Cirebon. - Lomba menulis pidato berbahasa daerah. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 masyarakat terhadap bahasa. 1kali. 50 orang Festival budaya 1 Lomba berpidato berbahasa daerah. Pemetan varian bahasa daerah 7 titik wilayah Purwakarta Lomba menulis pidato berbahasa daerah. Lomba menulis pidato berbahasa daerah. Mengembangkan bentuk jenis dan kegiatan Program Pengelolaan Kekayaan dan Keragaman 1. 50 orang 2011 10 puisi dalam bahasa daerah: Puisi Sunda. Pemetan varian bahasa daerah 7 titik wilayah Bandung Raya. 1 kali. 1kali. 1 kali. Lomba menulis pidato berbahasa daerah. Penghargaan karya sastra daerah. 1 kali. 1 kali 15 orang. Puisi bahasa Melayu-Betawi. 50 orang 2012 11 puisi dalam bahasa daerah: Puisi Sunda. 1 kali 50 orang Lomba debat berbahasa daerah 1 kali. 1 kali. Pemetan varian bahasa daerah 7 titik wilayah Bogor Lomba menulis pidato berbahasa daerah. 50 orang Lomba berpidato berbahasa daerah. 50 orang. Puisi bahasa MelayuBetawi. Penghargaan karya sastra daerah. 1 kali 50 orang Lomba debat berbahasa daerah 1 kali. 1 kali. Lomba menulis pidato berbahasa daerah. Puisi bahasa Melayu-Betawi. 1 kali. Meningkatnya pengelolaan keragaman dan kekayaan Tahapan pelestarian keragaman dan Festival budaya Jawa Barat Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 20 . sastra dan aksara daerah Jawa Barat Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 dalam bahasa daerah: Puisi Sunda. 1 kali 15 orang. 50 orang. 1 kali 50 orang Workshop Sastra Daerah. 50 orang Festival budaya Jawa Barat Sosialisasi aksara daerah melalui papan nama jalan/instansi 10 buah. 50 orang. 50 orang. 50 orang. Puisi bahasa Cirebon. 50 orang. 1 kali 50 orang Workshop Sastra Daerah. sastra dan aksara daerah INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 masyarakat terhadap bahasa. Penghargaan karya sastra daerah. Pemetan varian bahasa daerah 7 titik wilayah Priangan Timur. 1 kali 50 orang Workshop Sastra Daerah. Puisi bahasa Melayu-Betawi. 50 orang Festival budaya Jawa Barat Penghargaan karya sastra daerah. 3 kali 300 orang Lomba berpidato berbahasa daerah. Pemetan varian bahasa daerah 7 titik wilayah Cirebon. 1kali. 1kali. 1 kali 50 orang Lomba debat berbahasa daerah 1 kali. 1 kali 50 orang Lomba debat berbahasa daerah 1 kali. 50 orang 2009 8 puisi dalam bahasa daerah: Puisi Sunda. Penghargaan karya sastra daerah. Puisi bahasa Cirebon. 50 orang Festival budaya Jawa Barat Sosialisasi aksara daerah melalui papan nama jalan/instansi 15 buah. 1 kali. 1 kali 15 orang. Puisi bahasa Cirebon. 1kali. 1 kali 50 orang Workshop Sastra Daerah. 3 kali 300 orang Lomba berpidato berbahasa daerah. Penghargaan karya sastra daerah. 1 kali 15 orang. Penghargaan karya sastra daerah. 1 kali 50 orang Workshop Sastra Daerah. 50 orang. 50 orang 7 puisi dalam bahasa daerah: Puisi Sunda. 1 kali 50 orang Lomba debat berbahasa daerah 1 kali. 1 kali. 50 orang. 3 kali 300 orang Sosialisasi aksara daerah melalui papan nama jalan/instansi 30 buah. 1 kali. 1 kali. 1 kali. 50 orang b. 1 kali 50 orang Lomba debat berbahasa daerah 1 kali.

NO.

KEBIJAKAN 2 pembangunan kebudayaan yang mampu secara nyata berkontribusi terhadap peningkatan apresiasi dan kesejahteraan masyarakat Budaya

PROGRAM 3

SASARAN PROGRAM 4 budaya Jawa Barat

INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 kekayaan budaya serta berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat

Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 1 kali, 12 Kab/Kota 7 1 kali, 12 Kab/Kota 2009 8 2 kali, 12 Kab/Kota 2010 9 2 kali, 12 Kab/Kota Partisipasi pada Festival Keraton Nusantara, 5 keraton 2011 10 2 kali, 12 Kab/Kota 2012 11 2 kali, 12 Kab/Kota Partisipasi pada Festival Keraton Nusantara, 5 keraton 2013 12 Jawa Barat 2 kali, 12 Kab/Kota -

1

2.

Meningkatnya pengelolaan dan pengakuan atas Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dalam bidang seni dan budaya

Tahapan penyusunan rumusan dan pengakuan tentang HAKI seni budaya Jawa Barat Jumlah penerbitan HAKI seni budaya Jawa Barat

-

Rumusan tentang HAKI seni budaya Jawa Barat

Sosialisasi tentang rumusan HAKI seni budaya Jawa Barat 5 jenis kesenian 58 kali pergelaran

0 42

0 50 kali pergelaran

7 jenis kesenian 66 kali pergelaran

10 jenis kesenian 74 kali pergelaran

12 jenis kesenian 80 kali pergelaran

13 jenis kesenian 88 kali pergelaran

3.

Meningkatnya apresiasi seni dan budaya daerah di kalangan pemerintah, masyarakat dan swasta

Frekuensi penyelenggaran seni budaya daerah di ruang publik dan di Kab. Kota Frekuensi penyelenggaran pergelaran seni budaya dan pameran di Taman Budaya Jawa Barat

24 kali pergelaran dan 1 kali pameran

15 kali pergelaran dan 1 kali pameran

25 kali pergelaran dan 1 kali pameran

30 kali pergelaran dan 1 kali pameran

35 kali pergelaran dan 2 kali pameran

40 kali pergelaran dan 2 kali pameran

45 kali pergelaran dan 3 kali pameran

Jumlah komunitas yang berekspresi dan pameran di Anjungan Jabar TMII Jakarta

116 kali pergelaran kesenian, degung 75 kali dan pameran 2 kali

105 kali pergelaran kesenian, degung 12 kali dan pameran 3 kali

105 kali pergelaran kesenian, degung 105 kali, peragaan kerajinan 52 dan pameran 4 kali 2 kali pergelaran

105 kali pergelaran kesenian, degung 105 kali, peragaan kerajinan 105 dan pameran 5 kali 2 kali pergelaran

116 kali pergelaran kesenian, degung 105 kali, peragaan kerajinan 105 dan pameran 5 kali 4 kali pergelaran

120 kali pergelaran kesenian, degung 105 kali, peragaan kerajinan 105 dan pameran 5 kali 4 kali pergelaran

Frekuensi penyelenggaran seni budaya daerah di tingkat Internasional

0

2 kali pergelaran

125 kali pergelaran kesenian, degung 105 kali, peragaan kerajinan 105 dan pameran 5 kali 4 kali pergelaran

MISI 2 : Meningkatkan Pembangunan Perekonomian Regional Berbasis Potensi Lokal
1. URUSAN KOPERASI USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH
Menguatkan kelembagaan dan usaha, kapasitas SDM, sistem pembiayaan, dan peluang pasar KUMKM 1. Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah 1. Mendorong penumbuhan wirausaha, dan wirausaha yang berdaya saing serta penyerapan tenaga kerja Jumlah wirausaha baru per tahun Jumlah wirausaha yang berdaya saing per tahun Tingkat penyerapan tenaga kerja per tahun Kualitas kelembagaan KUMKM per tahun (standarisasi, akreditasi dan sertifikasi) Tingkat kapasitas SDM 6.000 wirausaha baru 250 wirausaha 5.000 wirausaha baru 250 wirausaha 5.000 wirausaha baru 250 wirausaha 5.000 wirausaha baru 250 wirausaha 5.000 wirausaha baru 250 wirausaha 5.000 wirausaha 250 wirausaha 5.000 wirausaha 250 wirausaha

25.000 org 1.100 KUMKM 1.100 KUMKM

25.000 org 1.100 KUMKM

25.000 org 1.100 KUMKM

25.000 org 1.100 KUMKM

25.000 org 1.100 KUMKM

25.000 org 1.100 KUMKM

2. Meningkatnya kualitas kelembagaan koperasi

4.600 KUMKM

4.600 KUMKM

4.600 KUMKM

4.600 KUMKM

4.600 KUMKM

4.600 KUMKM

4.600 KUMKM

Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013

21

NO.

KEBIJAKAN 2

PROGRAM 3

SASARAN PROGRAM 4

INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 KUMKM per tahun Ketersediaan aspek legalitas bagi KUMKM per tahun Ketersediaan sarana dan parasana bagi KUMKM per tahun Akses permodalan ke lembaga keuangan mikro per tahun Akses terhadap teknologi tepat guna per tahun Promosi Produk KUMKM per tahun melalui Jaringan KUMKM Promosi Produk KUMKM per tahun melalui Pameran KUMKM Kontribusi keberadaan BUMD terhadap PAD per tahun

Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 400 KUMKM 25 KUMKM 7 400 KUMKM 50 KUMKM 2009 8 400 KUMKM 50 KUMKM 2010 9 400 KUMKM 50 KUMKM 2011 10 400 KUMKM 50 KUMKM 2012 11 400 KUMKM 50 KUMKM 2013 12 400 KUMKM 50 KUMKM

1

2. Pengembangan Sistem Pendukung Usaha bagi Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah

1. Meningkatnya akses permodalan bagi KUMKM 2. Meningkatnya akses teknologi bagi KUMKM 3. Pengembangan akses pasar melalui promosi dan kreasi produk KUMKM

249 KUMKM 1.000 KUMKM

200 KUMKM 1.000 KUMKM

200 KUMKM Rp 200 Milyar 1.040 KUMKM

200 KUMKM Rp 200 Milyar 1.040 KUMKM

200 KUMKM Rp 200 Milyar 1.040 KUMKM

200 KUMKM Rp 200 Milyar 1.040 KUMKM

200 KUMKM Rp 200 Milyar 1.040 KUMKM

43 KUMKM

53 KUMKM

50 KUMKM

50 KUMKM

50 KUMKM

50 KUMKM

50 KUMKM

484 KUMKM

484 KUMKM

500 KUMKM

500 KUMKM

500 KUMKM

500 KUMKM

500 KUMKM

3. Pembinaan dan Pengembangan BUMD dan Lembaga Keuangan Non Perbankan

1. Meningkatnya kinerja dan daya saing BUMD dalam rangka memperbaiki pelayanan kepada masyarakat dan memberikan sumbangan terhadap keuangan daerah 2. Meningkatnya peran Lembaga Keuangan Non Perbankan

Setoran dividen BUMD terhadap PAD sebesar 10%

Setoran dividen BUMD terhadap PAD meningkat sebesar 20%

Setoran dividen BUMD terhadap PAD meningkat sebesar 20%

Setoran dividen BUMD terhadap PAD meningkat sebesar 20%

Setoran dividen BUMD terhadap PAD meningkat sebesar 20%

Setoran dividen BUMD terhadap PAD meningkat sebesar 20%

Setoran dividen BUMD terhadap PAD meningkat sebesar 20% Jumlah penyaluran Kredit PD.BPR dan PD.PK sebesar Rp 237 milyar

Akses Keuangan Perbankan

Lembaga Non

Jumlah penyaluran Kredit PD.BPR dan PD.PK sebesar Rp 211 milyar

Jumlah penyaluran Kredit PD.BPR dan PD.PK sebesar Rp 215 milyar

Jumlah penyaluran Kredit PD.BPR dan PD.PK sebesar Rp 219 milyar

Jumlah penyaluran Kredit PD.BPR dan PD.PK sebesar Rp 223 milyar

Jumlah penyaluran Kredit PD.BPR dan PD.PK sebesar Rp 228 milyar

Jumlah penyaluran Kredit PD.BPR dan PD.PK sebesar Rp 232 milyar

2.

URUSAN KERJA

TENAGA
Program Peningkatan Kesempatan Kerja Meningkatnya penyerapan tenaga kerja pada sektor pertanian, industri, perdagangan dan jasa Jumlah tenaga kerja yang terserap di sektor pertanian Jumlah tenaga kerja yang terserap di sektor industri Jumlah tenaga kerja yang terserap di sektor perdagangan Jumlah tenaga kerja yang terserap di sektor jasa Peningkatan Kelahiran Ternak melalui Inseminasi Buatan Penyelamatan/Pemanfaat an Ternak Bibit Hasil IB melalui penjaringan 93.002 112.050 135.000 157.500 180.000 202.500 225.000

Perluasan Kesempatan Kerja

9.950 37.200 66.135

12.450 44.820 79.680

15.000 54.000 96.000

17.500 63.000 112.000

20.000 72.000 128.000

22.500 81.000 144.000

25.000 90.000 160.000

3.

URUSAN PERTANIAN
Meningkatkan produksi dan nilai tambah hasil pertanian Program Peningkatan Produksi Pertanian 1. Meningkatnya produksi, produktivitas dan kualitas produk pertanian 11% 12% 13% 14% 17% 18% 20%

250

250

600

750

1000

1000

1000

Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013

22

NO.

KEBIJAKAN 2

PROGRAM 3

SASARAN PROGRAM 4

INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 ternak bibit dan pengembangan rearing (ekor) Pengembangan Sentra Bibit/Village Breeding Center (VBC) Peningkatan Kualitas Genetik Ternak Bibit melalui penerapan program breeding dan sistem informasi Pengembangan Akseptor IB Sapot (ekor) Pengembangan Produksi Bibit di UPTD (%) Pengembangan Pertanian Terpadu Pemanfaatan dan konversi limbah pertanian Pengembangan wilayah produksi Hijauan Makanan Ternak (HMT) pegembangan intensifikasi HMT Pengujian pakan secara laboratories (sample) Pengembangan plasma nutfah (Domba Garut, Kambing, Itik dan Ayam Buras) Restrukturisasi Perunggasan Pemenuhan kualitas peternakan Meningkatnya produksi Sayuran (ton) Meningkatnya produktivitas Sayuran (%) Meningkatnya Produksi Buah2han ton) Meningkatnya Produksi Tan. Obat (ton) Meningkatnya Produksi Tan. Hias (tangkai) Produksi perkebunan bermutu tanpa menggunakan pestisida sintesis Maksimalisasi produktivitas Pemenuhan kualitas mutu hasil perkebunan Peningkatan penggunaan

Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 2009 8 2010 9 2011 10 2012 11 2013 12

1

4 klpk

10 klpk

20 klpk

25 klpk

30 Klpk

40 klpk

40 klpk

10 Kab

10 Kab

12 Kab

14 Kab

16 Kab

18Kab

18 Kab

30000 10% 7 Klpk -

44000 10% 8 Klpk 25 Klpk

49972 10% 50 Klpk 50 Klpk

55856 10% 100 Klpk 100 Klpk

65000 10% 150 Klpk 150 Klpk

75000 10% 200 Klpk 200 Klpk

85000 10% 250 Klpk 250 Klpk

-

2 Kab

5 Kab

5 Kab

5 Kab

5 Kab

5 Kab

18 Kab 500 5 Klpk 600 10 Klpk

18 Kab 1000 15 Klpk

18 Kab 3000 15 Klpk

18 Kab 3250 20 Klpk

18 Kab 3500 20 Klpk

18 Kab 3750 20 Klpk

2,945,753 4 3,036,320 114,690 80,787,154 -

3,615,393 4 3,032,371 108,287 74,768,132 5 komoditas

10 Kab 3% 2,713,731 4 2,990,060 1,814,075 82,920,233 5 komoditas

15 Kab 3% 2,820,336 4 3,139,563 1,904,779 86,402,949 5 komoditas

15 Kab 3% 2,927,909 4 2,691,753 1,995,483 89,885,664 5 komoditas

15 Kab 3% 3,036,451 4 2,782,704 2,086,186 93,368,380 5 komoditas

15 Kab 3% 3,145,966 4 2,873,656 2,176,890 96,851,096 5 komoditas

9 komoditas

9 komoditas

9 komoditas

9 komoditas

9 komoditas

9 komoditas

9 komoditas

5% 16 kab 16 kab

5% 16 kab

5% 16 kab

5% 16 kab

5% 16 kab

5% 16 kab

Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013

23

000 - 198. perkebunan dan peternakan N/A - 4 4 5 6 10 N/A N/A - - 2 Kab 5 Klpk 5 Kab 10 Klpk 5 Kab 20 Klpk 5 Kab 20 Klpk N/A - 1 Kota 3 Kota 3 Kota 3 Kota 3 Kota 400 orang 395 orang 68 orang 100 org 100 org 100 org 100 org N/A - 5 Lok 5 Lok 5 Lok 5 Lok 5 Lok 189.410 5% 50 kec 5% 150 kec 10% 300 kec 10% 10% 10% 10% 4.836 106.817 40. SASARAN PROGRAM 4 Meningkatnya pendapatan usaha tani komoditas pertanian. Sarjana Peternakan. Technical Service. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 2. Meningkatnya ketersediaan dan kualitas sarana dan prasarana pertanian 5% 5% 10% 10% 10% 10% 10% 5% 5% 10% 10% 10% 10% 10% Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 24 .Vaksinator dll) dan Program Sarjana Membangun Desa (SMD) Pembentukan modelmodel konservasi ternak lokal penghasil tenaga kerja) Tersedianya kesempatan kerja di sektor pertanian (org) Penyerapan tenaga kerja bidang perkebunan (orang) Penyerapan tenaga kerja dan pendapatan petani melalui Gemar Optimalisasi UPTD Pengembangan Perbibitan Ternak (5 UPTD) Optimalisasi UPTD Pelayanan Pengujian penyakit Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner secara laboratories Optimalisasi UPTD Pengujian Sarana Peternakan secara laboratories Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 10 10 15 7 18 18 15 2009 8 18 18 20 2010 9 20 20 20 2011 10 20 20 20 2012 11 20 20 20 2013 12 20 20 20 1 3.410 347.410 261. ATR.021 106. Meningkatnya penyerapan tenaga kerja pertanian. PKB.123 106.NO.874 106. perkebunan dan peternakan INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 benih bersertifikat Meningkatnya pendapatan usahatani padi (%) Meningktnya pendapatan uasaha tani palawija (%) Meningkatnya pendapatan usahatani sayuran Pengembangan Kawasan/klaster usaha peternakan (lokasi) Pembinaan lingkungan industri peternakan Pengembangan sistem usaha ternak harapan yang berkelanjutan Pengembangan urban farming dalam membuka lapangan kerja masyarakat di sekitar perkotaan Pengembangan tenaga teknis peternakan mandiri (Dokter Hewan.419 106.410 287. Recorder.410 315.080 208. Inseminator.

118 62.717 2.NO.060 53.550 190.647 2.651 564.000 16 70 % 18.292 510 27.116 205.626 140 71 18 10 609.000 60.811 1.266 5.760 895 185.316 3.000 16 80 % 19.306 745 1.041 87.900 45.507 614 1.650 5.416 148.941 2.000 55.808 5.500 544 27.602 2.345 69.000 22. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Pembinaan dan pengawasan RPH/RPU Pengembangan Pos IB Mandiri Pengembangan Pos Keswan Mandiri Tersedianya Pupuk: Urea (ton) SP-36 (ton) ZA (ton) NPK (ton) Organik (ton) Tersedianya dana talangan pupuk untuk kabu/kota Tersedianya sarana Alsintan TR-2 (unit) Pompa air 2” (unit) Pompa air 3” (unit) Pompa air 4” (unit) Pompa air 6” (unit) Pompa air 8” (unit) Hand sprayer (unit) Power sprayer (unit) Mist blower (unit) Emposan tikus (unit) Banting bertirai (unit) Pedal thraser (unit) Power thraser (unit) Winower (unit) Dryer (unit) Heuller (unit) Sabit bergerigi (unit) APPO (cover) (unit) APPO (blower) (unit) Peningkatan luas areal perkebunan rakyat (%) Meningkatnya diversifikasi usaha tani (%) Berkembangnya kawasan agrowisata/agropolitan (Majalengka dan Cirebon): Pasar tani Pasar lelang Pasar tradisional Pengembangan kawasan Agropolitan di Kabupaten Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 20 Lok 10 Lok 3 Lok 2 Lok 7 20 Lok 2009 8 20 Lok 10 Lok 1 Lok 2010 9 20 Lok 10 Lok 3 Lok 2011 10 20 Lok 10 Lok 3 Lok 2012 11 20 Lok 10 Lok 3 Lok 2013 12 20 Lok 10 Lok 3 Lok 1 730.000 75.337 2.000 95.000 16 80 % 20.551 2.160 2.308 69.700 80 20 13 10 666.375 69.898 114 54 18 10 6.271 938.000 60 % 16.765 1.684 2. 6.101 564.000 29.489 2.684 2.059 2.016 2.040 5.217 68.597 3.200 50. Meningkatnya diversifikasi produk usaha pertanian Tersedianya fasilitasi produk kawasan agropolitan 5 8 Kab 1 1 1 1 20 16 20 1 26 26 26 1 7.592 3.047 1.835 726 1.983 5. perikanan dan kehutanan di - - 50 kecamatan 150 kecamatan 300 kecamatan - - Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 25 .089 205.227 1.755 100.762 564.450 70. Meningkatnya multi aktivitas agribisnis (GEMAR) Penyerapan tenaga kerja pertanian.651 20 - 708.625 2.183 1.297 3.064 855.322 564.662 3.931 982 203.008 1. peternakan.265 69.021 204.885 459 26.246 1.000 10.460 3.392 69.126 2. perkebunan.608 872.500 544 27.512 564.000 65.718 513.592 568 27.256 97 37 18 10 647.238.166 504 27.000 41.700 2.800 16 80 % 19.655 126.000 180.460 3.000 148.500 60 % 17.442 183 91 18 10 5.673 674 1.884 881.210 780 1.799 766 1.632 4.000 64.660 570 28.000 100.336 2.328 1.826 504.665 4.130 1.469 5.000 87.064 855.000 77.434 1.282 702 1.489 2.138 206.078 1.932 5.200 31.700 37 39 10 678.243 2.592 4.600 166.131 1.979 1.207 1.150 198.700 16 70 % 18.334 864.057 204.534 3.070 120.494 3.164 290.437 3.808 2.

II.5 % 12.5 % 14.NO.5 % Program Pemberdayaan Sumber Daya Pertanian 1.Terlaksananya PTT .0 % 13. SASARAN PROGRAM 4 Terlaksananya inovasi dan teknologi pertanian yang ramah lingkungan INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 kecamatan Padi (Kel) . KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 8. tokoh tani menjadi penyuluh swadaya (org) Terfasilitasinya P4S (Kelompok) Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 2009 8 2010 9 2011 10 2012 11 2013 12 1 8 22 14 8 24 14 8 24 5 14 8 24 10 14 8 24 10 14 8 24 10 14 8 24 10 - - 10 Kab 10 Kab 10 Kab 10 Kab 10 Kab 2 Klp 4 Klp 10 Klp 10 Klp 10 Klp 10 Klp 10 Klp - - - 5 lok 5 lok 5 lok 5 lok - 2 lok 5 lok 5 lok 5 lok 5 lok 5 lok 3 Klpk 16 klp 10 Klpk 10 Klpk 10 Klpk 10 Klpk 10 Klpk 9.0 % 12. dan III (orang) Terlatihnya penyuluh THLTB-PP pd pelatihan teknis manajemen (org) Terfasilitasinya penyuluh swadaya binaan Distan Jabar (orang) Terlatihnya petani muda.5 % 13.Terlaksananya Sayuran organik (kab) Penggunaan teknologi tepat guna pada pengendalian kebun petani dari gangguan OPT secara PHT dan pelstarian musuh alami (kab) Pengembangan perencanaan partisipatif dan pembangunan peternakan berkelanjutan yang ramah lingkungan Pengembangan teknologi tepat guna didalam budidaya ternak sesuai keb lokal Penerapan sistem Usaha dengan pemanfaatan dan penggunaan bioteknologi dan biosafety (Good Farming Product) Penyebaran dan penerapan teknologi pengolah limbah pertanian untuk pakan ternak Pengembangan BATAMAS (Biogas Asal Ternak Bersama Masyarakat) dan pengolahan manure sebagai pupuk kandang Menurunnya tingkat kehilangan hasil akibat penanganan panen dan pasca panen untuk Terlatihnya penyuluh PNS pada Pelatihan Teknis Manajemen PL I.0 % 11. Menurunnya tingkat kehilangan hasil pasca panen Meningkatnya kinerja sumber daya pertanian Jawa Barat 14. 282 308 384 359 385 436 462 128 48 139 45 151 71 163 97 174 123 198 149 209 175 129 8 140 8 152 9 164 10 175 11 199 12 210 13 Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 26 .Terlaksananya SRI .

732 10 Klpk 104 7.372 6 3.853 2 3.000 - 104 6.668 14 5 12 426 320 10 12 426 349 15 12 426 378 20 12 426 407 25 12 426 436 30 12 426 494 35 12 426 523 104 12.472 10 Klpk 104 7.423 10 Klpk 104 7.112 4 3. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Terfasilitasinya model pengemb agribisnis Ikamaja (org) Meningkatnya Kelompok tani menjadi Gabungan Kelompok tani Terbenahinya Kelompok Tani (klp) Terfasilitasinya temu teknologi penyuluh dan peneliti (kali) Penyampaian informasi teknologi pertanian. melalui: -media cetak (materi) -media elektronik (kali) Terfasilitasinya kelembagaan BPP (unit) Terselengaranya kursus dg metoda SL bagi KWT (kelompok) Meningkatnya PSK Petugas TGA (org) Meningkatnya Kinerja Kelompok P3A (unit) Peningkatan Aksesibilitas terhadap sumber daya permodalan dan investasi Penguatan Sistem Pelayanan Penyuluhan (Revitalisasi Penyuluh Peternakan) Penguatan kelembagaan kelompok tani ternak dan jaringan usaha Pengembangan dan perkuatan data statistik dan sistem informasi peternakan Peningkatan SDM peternakan Pembinaan Organisasi Profesi Peternakan Peningkatan pengetahuan dan keterampilan sumber daya perkebunan (%) Peningkatan kinerja perkebunan dalam pengendalian OPT tanaman perkebunan berdasarkan prinsipprinsip PHT (%) Terwujudnya kelembagaan petani yang berorientasi agribisnis perkebunan Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 6 120 7 7 131 2009 8 7 142 2010 9 8 153 2011 10 9 164 2012 11 10 185 2013 12 10 196 1 2.890 10 4.992 10 Klpk 104 8. Meningkatnya kemampuan peran kelembagaan usaha agribisnis - 5 kelompok 5 kelompok 5 kelompok 5 kelompok 5 kelompok 5 kelompok Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 27 .NO.262 10 Klpk - 30 org 30 org 30 org 30 org 30 org 30 org - 30 klpk 30 klpk 30 klpk 30 klpk 30 klpk 30 klpk 3% 5% 3% 3% 3% 3% 3% 200 org 5 orgs 25 330 org 5 orgs 25 840 org 20 orgs 25 1000 orang 20 orgs 25 1000 org 20 orgs 25 1000 org 20 orgs 25 1000 org 20 orgs 25 30 30 30 30 30 30 30 2.409 12 4.631 8 3.342 10 Klpk 104 7.

277 380.982 3.423 111.632 2.332 250.Lahan kering (ha) .527 111.900 2. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 3.179 5.586 3.489 111.400 5.600 3.NO.375 380.354 250.318 12. SASARAN PROGRAM 4 Meningkatnya kualitas tata guna lahan dan air serta terkendalinya konversi lahan pertanian INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Meningkatnya Luas cakupan Lahan yang teririgasi -teknis (ha) -1/2 teknis (ha) -pedesaan (ha) Tersedianya Infrastruktur pertanian: -Jitut (ha) -Jides (ha) Menurunnya Luas konversi lahan Pertanian (ha/th) Meningkatnya Konservasi DAS hulu (ha) Meningkatnya Teknologi SRI (ha) Tersedianya Pompa dangkal (unit) Tersedianya Irigasi tanah dalam (unit) Tersedianya Embung (unit) Tersedianya sumur resapan (unit) Tersedianya Dam parit (unit) Tersedianya Irigasi sprinkel (unit) Tersedianya Irigasi tetes (unit) Tersedianya Pompa hydran (unit) Tersedianya Air permukaan (unit) Meningkatnya Perluasan areal lahan: .825 20.700 3.461 111.550 4.500 50 3 1 2 13 1 2 22.Areal hortikultura (ha) Peningkatan fungsi lahan kritis berdasarkan kaidah konservasi tanah dan air (%) Pemanfaatan lahan cadangan HGU perkebunan’ (%) Pengembangan mekanisme dan pemanfaatan sumberdaya lahan peternakan dan Penetapan Tata Ruang Peternakan Pengembangan dan pemanfaatan sumberdaya Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 2009 8 2010 9 2011 10 2012 11 2013 12 1 380.000 22.794 14.Cetak sawah (ha) .500 200 6 1 8 36 12 10 8 2 24 16.000 300 6 1 8 46 10 12 6 2 30 18.376 250.387 250.228 380.300 3.000 8 2 1 51 1 2 9 6.500 600 30 1 12 72 16 12 16 3 32 80 125 - 200 100 25 5 200 150 60 5 250 200 100 5 300 250 125 5 350 300 150 5 400 350 125 5 - 5 5 5 5 5 5 - - 4 lok 4 lok 4 lok 4 lok 4 lok - - - 4 lok 4 lok 4 lok 4 lok Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 28 .450 5.000 400 20 1 10 52 10 10 8 2 28 14.600 6.674 16.800 3.500 4.343 250.489 111.576 3.000 3.365 250.900 3.473 380.424 380.750 100 34 1 10 200 10 19 5 3 37 15.348 111.321 250.386 111.326 380.

558 14 117. perikanan dan kehutanan 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 8 0 0 16 0 0 25 1 3 2 - 3 2 - 4 1 4 3 2 1 - 6 1 8 4 3 6 16 20 4 3 16 20 26 4 3 26 26 4 3 - - 1 26 4 2 26 6 2 26 6 2 26 6 2 26 6 2 Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 29 .354 14 119. dan ikan 120. Meningkatnya sarana pemasaran hasil pertanian. perkebunan.965 14 117. Perkebunan.154 14 118.Pasar ikan -Pasar lelang (unit) -Pasar tradisional (unit) Berkembangannya sarana dan prasarana informasi pasar: -Pengiriman data (unit) -Diseminsai data (unit) Fasilitasi kemitraan Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 2009 8 2010 9 2011 10 2012 11 2013 12 1 Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Tanaman. Peternakan. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 air untuk produksi peternakan Menurunnya Luas serangan 9 OPT Utama (ha) Terkendalinya serangan hama dan penyakit perkebunan (kab/kota) Menurunnya serangan OPT tanaman perkebunan (kab/Kota) Peningkatan pengendalian penyakit hewan menular Anthrax. Terkendalinya hama dan penyakit tanaman. ternak dan Ikan 1. peternakan. Perikanan dan Kehutanan 1.959 14 120.375 14 - 10 10 10 10 10 10 8 Kab 25 kab/kota 15 Kab 14 Kab/Kota 5% 8 Kab 26 kab/kota 15 Kab 14 Kab/Kota 5% 8 Kab 26 kab/kota 15 Kab 14 Kab/Kota 3% 8 Kab 26 kab/kota 15 Kab 14 Kab/Kota 3% 8 Kab 26 kab/kota 15 Kab 14 Kab/Kota 3% 8 Kab 26 kab/kota 15 Kab 14 Kab/Kota 3% 8 Kab 26 kab/kota 15 Kab 14 Kab/Kota 3% 25 Kab/Kota 3 unit 26 Kab/Kota 3 unit 26 Kab/Kota 3 unit 26 Kab/Kota 3 unit 26 Kab/Kota 3 unit 26 Kab/Kota 3 unit 26 Kab/Kota 3 unit Program Pemasaran dan Pengolahan Hasil Pertanian. ternak.Pasar ikan hygienis . Flu Burung ds Brucellosis Rabies Penguatan dukungan teknis pelayanan kesehatan hewan dan kesmavet Pengendalian Penyakit Zoonosa yang bersumber dari BAH dan HBAH Mendukung lembaga swasta memasuki industri jasa pelayanan keswan dan kesmavet Tersedianya Roadmap pengembangan sarana dan prasarana pemasaran hasil pertanian Penerapan GDP (good distribution product): -Database distribusi (paket) -Penyusunan regulasi (paket) -Penerapan GDP (unit) Meningkat dan berkembangnya sarana dan prasarana pasar: -STA (unit) -Pasar bunga (unit) -Pasar tani (unit) .NO.752 14 119.

000 5 110.000 6.000 5.000 5 100.057 53. Pengembangan pemasaran usaha - - 6 3 529 6 12 12 529 10 20 16 600 30 40 32 800 30 40 32 800 - - 2 3 2 2 3 2 4 6 4 8 10 8 10 16 12 - - 58 78 58 78 58 78 58 78 58 78 3.000 6.197 6. peternakan.000 14.982 5.000 5 120.000 45.000 5.500 5.000 5 110.000 4.000 5. Meningkatnya sarana pengolahan hasil pertanian. Berkembangnya pola kemitraan usaha : Gapoktan palawija (unit) Gapoktan sayur (unit) Gapoktan buah (unit) PUAP (unit) Terpromosikannya produk-produk unggulanpertanian Jawa Barat di tingkat : Regional (kali) Nasional (kali) Internasional (kali) Tersertifikasinya Kelembagaan usaha Petugas (org) Petani (org) Meningkatnya sarana pengolahan hasil pertanian -Sabit bergerigi (unit) -Terpal (unit) -Pedal thresher (unit) -Power thresher (unit) -Dryer (unit) -RMU (unit) Fasilitasi Unit Pengolahan Hasil (UPH) perkebunan (unit) UPH memenuhi standar mutu produk (unit) Produk yang memenuhi standar mutu produk (%) Pengembangan Sistem Rantai Dingin Mendorong pengembangan usaha produk pangan asal hewan yang memenuhi standar NKV Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 2009 8 2010 9 2011 10 2012 11 2013 12 1 10 kali 5 kali 12 kali 2 - 10 kali 5 kali 12 kali 2 - 10 kali 5 kali 12 kali 2 1 keg 10 kali 5 kali 12 kali 2 1 keg 10 kali 5 kali 12 kali 2 1 keg 10 kali 5 kali 12 kali 2 1 keg 10 kali 5 kali 12 kali 2 1 keg - - 16 keg 16 keg 16 keg 16 keg 16 keg 2. perikanan dan kehutanan - 3 120.615 5 2 Lok 4 Lok 2 5 4 Lok 10 Lok 2 5 5 Lok 10 Lok 2 5 5 Lok 10 Lok 2 5 5 Lok 10 Lok 2 5 5 Lok 10 Lok 2 5 5 Lok 10 Lok Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 30 .837 1.850 50.000 5.000 6.000 40.500 6.108 6.NO.000 10.000 6.000 3.000 13.000 12. perkebunan. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 pemasaran hasil perkebunan (jenis) Penguatan kelembagaan pasar ikan Fasilitasi promosi produk perkebunan Fasilitasi pemasaran melalui lelang produk Fasilitasi pasar komoditi (lokasi) Penguatan aspek pemasaran dan pasar produk ternak Pengembangan sarana dan iformasi pasar ikan a.000 47.

200 orang 26 Kab/Kota 1.050.000 1.Kehutanan .388.Perkebunan . Meningkatnya margin Meningkatnya margin pemasaran hasil pertanian.538.925 2% 1.528 559.304. 6.668 508.714 2% Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 31 .919 2% 1.Pertanian . Meningkatnya pengolahan hasil pertanian. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Pengembangan sistem informasi pasar peternakan Pengembangan Cold Chain System (CCS) Meningkatnya alat pengolahan hasil jagung -Silo (unit) -Dryer (unit) -Corn sealler (unit) Mutu hasil produk hasil olahan sesuai standar produk (%) Meningkatnya penerapan teknologi pada industri kecil di bidang pangolahan pangan di 26 Kab/Kota .056 2.500 2% 793.111.022 676. perikanan dan kehutanan - 10 12 31 355 10 2 7 75 10 2 6 75 10 2 6 75 10 2 6 55 10 5% 1% 5% 1% 100 orang - 5% 1% 5% 1% 200 orang - 5% 2% 5% 1% 500 orang 2 lok 5% 2% 5% 1% 800 orang 2 lok 5% 3% 5% 1% 1200 orang 2 lok 5% 3% 5% 1% 1500 orang 2 lok 5% 4% 5% 1% 1800 orang 2 lok 25 Kab/Kota 100 orang 26 Kab/Kota 200 orang 26 Kab/Kota 500 orang 26 Kab/Kota 800 orang 26 Kab/Kota 1.428.625 2% 936. kelembagaan konsumen.207.(Dinas Teknis) Meningkatnya kualitas hasil produksi olahan pangan di 26 kab Kota Mendorong tumbuhnya industri pengolahan produk ternak berskala rumah tangga.020 1.dan infrastruktur Pembinaan penerapan sistem jaminan mutu Meningkatnya kualitas hasil produksi olahan pangan di 26 kabupaten dan kota Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 6 Kab 1 keg 7 26 Kab/Kota 1 keg 2009 8 26 Kab/Kota 1 keg 2010 9 26 Kab/Kota 1 keg 2011 10 26 Kab/Kota 1 keg 2012 11 26 Kab/Kota 1 keg 2013 12 26 Kab/Kota 1 keg 1 4.596.000 1.746 744.000 420.414 2.105.836.Perikanan .922 1.500 orang 26 Kab/Kota 1.NO. peternakan.200 1.103 614. pengolahan hasil pertanian perkebunan. Padi (%) perikanan dan kehutanan Palawija (%) Sayuran (%) Meningkatnya nilai tambah Meningkatnya nilai tambah pengolahan hasil pertanian.000 2% 672. Padi (Rp/ton) perikanan dan kehutanan Palawija (Rp/ton) Sayuran (Rp/Ton) Meningkatnya keuntungan industri kecil dan menengah di bidang pengolahan pangan pada 10 10 15 18 18 15 18 18 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 570. peternakan.600 462. perkebunan. pemasaran hasil pertanian perkebunan.800 orang 5.457 2% 1. peternakan.

Program Pengembangan Pemasaran Pariwisata 1.65 Milyar 3.7% 8. Meningkatnya sumber daya pariwisata (Standarisasi. Meningkatnya Jawa Barat ekspor-impor volume dan nilai ekspor Jawa Barat per tahun volume dan nilai impor Jawa Barat per tahun 9. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Tingkat nilai tambah diversifiaksi produk terhadap pendapatan usaha tani perkebunan (%) Penerapan sistem grading produk peternakan Penyusunan Road Map Pengolahan Hasil Peternakan Pengembangan sistem Jaminan Mutu Meningkatnya keuntungan industri kecil dan menengah di bidang pengolahan pertanian Porsentase peningkatan jumlah objek wisata yang berkualitas dan berwawasan lingkungan Persentase Peningkatan Penyediaan sarana prasarana pendukung pariwisata Persentase Peningkatan mutu dan pelayanan pariwisata Persentase penyediaan informasi pariwisata Persentase Tingkat penyerapan tenaga kerja pariwisata Jumlah kunjungan wisatawan ke Jawa Barat per tahun Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 10 2009 8 10 2010 9 10 2011 10 10 2012 11 10 2013 12 10 1 - 1 unit 1 Keg 1 unit 1 Keg 2 % 1 kab/kota 1 unit 1 Keg 2 % 1 kota 1 unit 1 Keg 2 % 5 kab/kota 1 unit 1 Keg 2 % 10 kab/kota 1 unit 1 Keg 2 % 2 % 2 % 4.2% 80 % 10.5% 8. akreditasi dan sertifikasi) Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke Jawa Barat • 35 juta Wisnus • 500 Rb Wisman • • 37.2 Juta Ton US $ 21.7 Juta Ton US $ 18.94 Milyar 3.6 Juta Ton US $ 8.8% 90 % 13 Juta Ton US $ 25. pelayanan dan informasi pariwisata 70 % 60 % 30 % 75 % 65 % 35 % 80 % 70 % 40 % 85 % 75 % 50 % 85 % 80 % 55 % 90 % 85 % 60 % 90 % 85 % 65 % 4.9 Milyar 10.6 Milyar 8.5 juta Wisman 5.8 Juta Ton US $ 23. Meningkatnya kualitas.51 Milyar 4.NO. a. Persentase Tingkat Efisiensi dan efektivitas distribusi barang kebutuhan pokok masyarakat dan barang strategis 5.5 juta Wisnus 850 Rb Wisman • • 38.2 juta Wisman • 43 juta Wisnus • 1.8 Juta Ton US $ 10.6% 8.7 Juta Ton US $ 7.4% 85 % 11.7 Juta Ton US $ 20. tradisional dan mencerminkan jati diri masyarakat Jawa Barat Program Pengembangan Destinasi Pariwisata 1.3 Juta Ton US $ 10.1 Juta Ton US $ 8.3% 80 % 11. URUSAN PARIWISATA Meningkatkan keunggulan daya tarik wisata melalui pengembangan produk wisata yang unik.1Milyar 7.4 Juta Ton US $ 24.23 Milyar 3.6 Milyar 7.9% 8.70 Milyar 4.10 Milyar 2.5 juta Wisnus 500 Rb Wisman • 40 juta Wisnus • 1 juta Wisman • 42 juta Wisnus • 1. 60 % 65 % 70 % 75 % 80 % 85 % 85 % 3.8 Juta Ton US $ 9.7% 85 % 12.7 Milyar 7. Meningkatnya kualitas objek dan daya tarik wisata Meningkatnya sarana dan prasarana pariwisata 60 % 65 % 70 % 75 % 80 % 85 % 85 % 2.3% 8.2% 75 % Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 32 .1 Milyar 7.3 juta Wisman • • 45 juta Wisnus 1.2 Juta Ton US $ 9. URUSAN PERDAGANGAN Meningkatkan akses distribusi perdagangan dan Program Peningkatan dan Pengembangan Ekspor 1.2% 90 % Laju Pertumbuhan ekspor Jawa barat Laju Pertumbuhan impor Jawa Barat Program Pengembangan Sistem Perdagangan Dalam negeri 1. Meningkatnya distribusi barang kebutuhan pokok masyarakat dan barang strategis.22 Milyar 4.2 Juta Ton US $ 19.1% 9.2% 8.3 Milyar 6.

2.731. 40 % 70 % 50 % 80 % 60 % 80 % 70 % 80 % 80 % 80 % 80 % 80 % 80 Perusahaan 85 perusahaan 90 Perusahaan 95 Perusahaan 100 Perusahaan 110 Perusahaan 120 Perusahaan Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 33 .000 TDP dan 20. Meningkatnya tertib usaha dan tertib ukur/takar/ timbang dan perlengkapannya UTTP : 1. Meningkatnya fungsi sarana dan prasarana perdagangan (GEMPITA) 70 % 70 % 75 % 75 % 80 % 85 % 85 % Program Perlindungan Konsumen dan Pengamanan perdagangan 1.335.NO.000 SIUP Regulasi pengelolaa dan penataan pasar tradisional di 9 Kabupaten/Kota UTTP : 3.285.780 Orang 199.796 unit 1. Meningkatnya penggunaan produk dalam negeri 80 % 80 % 80 % 85 % 85 % 90 % 90 % 3.179 TDP dan 19.056.230 buah 58.000 TDP dan 19.956 Orang 205.240 buah 59.900 SIUP - UTTP : 2. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Tersedianya kebutuhan pokok masyarakat dengan harga yang wajar dan terjangkau Jumlah transaksi produk agro Jawa Barat per tahun Persentase Tingkat penggunaan produk dalam negeri Persentase penyediaan sarana dan prasarana perdagangan yang memadai Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 2009 8 50 Milyar 2010 9 50 Milyar 2011 10 50 Milyar 2012 11 2013 12 1 122 Milyar 150 Milyar 200 Milyar 300 Milyar 400 Milyar 500 Milyar 600 Milyar 2.156 buah BDKT : 1. URUSAN INDUSTRI Meningkatkan nilai produk industri tambah Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah 1.452.788 buah BDKT : 1.281.220 buah 57.224.943.878 unit 1.719 Orang 211. Meningkatnya unit usaha industri kecil menegah Meningkatnya penyerapan tenaga kerja industri kecil menengah Meningkatnya pelayanan terhadap pelaku usaha IKM Meningkatnya sinergitas pengembangan industri Jumlah wirausaha industri kecil menengah Jumlah Penyerapan tenaga kerja industri kecil menengah Persentase Tingkat pelayanan usaha IKM Persentase Tingkat koordinasi dan konsolidasi industri Jumlah Keterlibatan perusahaan dalam 195.250 buah 60.105 buah 53.000 TDP dan 21.901.842 unit 2.118.421 Orang 222. 5 Kali 5 Kali 10 Kali 5 kali 6 Kali 6 Kali 7 Kali 20 % 25 % 30 % 35 % 40 % 45 % 50 % 3.556 unit 2.600 buah BDKT : 1.000 TDP dan 20.678. Meningkatnya perdagangan sistem Program Pengembangan Sistem Perdagangan Dalam negeri Meningkatnya pengelolaan dan penataan pasar tradisional (GEMPITA) Jumlah wajib daftar perusahaan per tahun Tersedianya regulasi pengelolaan dan penataan pasar tradisional 6.000 TDP dan 19.234 unit 2. Program Penataan struktur dan Peningkatan Kemampuan Teknologi Industri 1.950 SIUP Regulasi pengelolaa dan penataan pasar tradisional di 9 Kabupaten/Kota UTTP : 3.672 unit 2.337 Orang 90 % 80 % 3.559 Orang 245. Meningkatnya pengawasan barang beredar dan jasa Meningkatnya perlindungan terhadap konsumen dan produsen Tingkat pengawasan barang beredar per tahun Tingkat Advokasi perlindungan konsumen per tahun Persentase Tingkat Penyelesaian sengketa konsumen Jumlah peneraan UTTP dan BDKT per tahun 15 Kali 5 Kali 10 Kali 15 kali 6 Kali 10 Kali 15 Kali 2.200 buah 55.738.964 buah BDKT : 1.500 SIUP b.958.500 SIUP Regulasi pengelolaa dan penataan pasar tradisional di 8 Kabupaten/Kota UTTP : 4.210 buah 56.920 buah BDKT : 1.820 SIUP - UTTP : 2.997.304 buah BDKT : 1.000 SIUP UTTP : 5.342 Orang 233.434 unit 2.000 TDP dan 21.145 buah BDKT : 1.

Penghitungan NPA dan bagi hasil migas Pembinaan 3 PSK Pembinaan 5 PSK Pembinaan 5 PSK Pembinaan 5 PSK Pembinaan 5 PSK Fasilitasi peningkatan penerimaan daerah dari migas. Meningkatnya Penguasaan Teknologi Industri Meningkatnya Penyerapan tenaga kerja oleh industri besar Meningkatnya usaha industri genteng 1. dan pajak air tanah.325 Orang 1.Pemantauan pelaksanaan comdev dalam opersi migas hulu Fasilitasi peningkatan penerimaan daerah dari migas.377. 3. URUSAN KELAUTAN DAN PERIKANAN Meningkatkan pengelolaan sumber daya kelautan Program Pengembangan Budi Daya Perikanan 1. pertambangan umum.Penyediaan data potensi dan kondisi migas hulu .Fasiliatsi investasi sektor migas .465. pertambangan umum. dan pajak air tanah Pemantapan pranata pengelolaan energi Ketersediaan pedoman dan aturan - Pembentukan Forum Energi Daerah.125.Pemantauan pelaksanaan comdev dalam operasi migas hulu .Fasilitasi prospek investasi sektor migas .Fasilitasi Forum Energi daerah Pembinaan dan pengembangan bidang ketenagalistrik-an dan energi Mengembangkan pemanfaatan sumur migas Tingkat fasilitasi investasi - Identifikasi pemanfaatan sumur migas .134 Orang 1. dan pajak air tanah Fasilitasi peningkatan penerimaan daerah dari migas.592 Perusahaan 4.Integrasi pengembang an infrastruktur enrgi dan listrik .Integrasi pengembangan infrastruktur energi dan listrik dalam pengembangan wilayah . . Juklak dan Juknisnya .Fasiliatsi investasi sektor migas .Penyusunan Perda Ketenagalistrikan . URUSAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Meningkatkan pengusahaan dan nilai tambah produksi sumber daya mineral Pengembangan Sumber Daya Mineral dan Panas Bumi Meningkatkan pembinaan nilai tambah produksi pertambangan skala kecil Meningkatkan potensi penerimaan daerah dari sumber daya mineral Jumlah usaha penambangan yang dibina Nilai Perolehan Air (NPA).530 Perusahaan 4.NO.370 Orang 1.Fasiliatsi investasi sektor migas .Pemantauan pelaksanaan comdev dalam opersi migas hulu . dan pajak air tanah Fasilitasi peningkatan penerimaan daerah dari migas.989 Orang 1.624 Perusahaan 4. Meningkatnya perikanan produksi Meningkatnya nilai tambah usaha perikanan di Pantura melalui Gapura (kab/kota) Meningkatnya nilai tambah usaha perikanan di Pansela 6 6 6 6 6 - - 5 5 5 5 5 Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 34 .Penyusunan Rencana Umum Energi Daerah. dan pajak air tanah Fasilitasi peningkatan penerimaan daerah dari migas. Bagi hasil pertambangan umum. pertambangan umum. pertambangan umum. penerimaan migas 2 Penambang skala kecil (PSK) yg dibina dari 508 IUP Fasilitasi pembinaan PSK di kab.291.656 Perusahaan 4. 70% 75% 80% 85% 7.207.828 Orang 4.500 Perusahaan 3.832 Orang 1.Integrasi pengembangan infrastruktur enrgi dan listrik .044.965.385 Orang 90% 4.Fasiliatsi investasi sektor migas . dan panas bumi . KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 pengembangan klaster industri Jumlah Penerapan standarisasi dan sertifikasi industri Jumlah penyerapan tenaga kerja oleh industri besar Persentase peningkatan produktivitas industri genteng Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 2009 8 2010 9 2011 10 2012 11 2013 12 1 2.561 Perusahaan 4. pertambangan umum.Pemantauan pelaksanaan comdev dalam operasi migas hulu 8.Penyusunan Perda Energi .

801 ton 31. 7.237 ton 29.178 ton 26.348 orang 838. hatchery.777 orang 881.240.824 orang 798.895 ton 1.970 ton 153.161 ton 12. 6. air payau dan air tawar Meningkatnya nilai tambah usaha pemanfaatan produk perikanan Terkendalinya serangan hama penyakit ikan dan udang 778.138.921 ton 1. payau dan tawar Aneka produk olahan hasil budidaya perikanan Informasi pengendalian hama penyakit ikan dan Udang Anti virus Terselenggaranya Pengendalian Hama Penyakit Meningkatnya jumlah pasar ikan Meningkatnya jumlah sentra pasar ikan hias Meningkatnya sarana prasarana TPI jumlah kawasan 5 balai 5 balai 5 balai 5 balai 5 balai 5 balai 5 balai 5 balai 5 balai 5 balai 5 balai 5 balai 5 balai 5 balai 5 balai 5 balai 5 balai 5 balai 5 balai 5 balai 5 balai 4.825 ton 42.733 ton 145.421 ton 125.393 ton 32.759 ton 168.950 ton 13.727 ton 138.652.782 ton 31.271 orang 903.472 ton 145.189 ton 1. Prasarana perikanan (kolam.344 ton 14.955 ton 1.4 milyar ekor 99.879 ton 1.755 ton 38.352 ton 38.053 ton 11.958 ton 1.400. laboratorium) Peralatan perikanan di balai Operasionalisasi Balai benih Ikan Tingkat jumlah tenaga kerja (pembudidaya) Paket teknologi budidaya perikanan air laut.666 ton 36.303 orang 5 balai 5 balai 5 balai 5 balai 5 balai 5 balai 5 balai 20 jenis 26 kab/kota 20 jenis 26 kab/kota 20 jenis 26 kab/kota 20 jenis 26 kab/kota 20 jenis 26 kab/kota 20 jenis 26 kab/kota 20 jenis 26 kab/kota 26 kab/kota 26 kab/kota 26 kab/kota 26 kab/kota 26 kab/kota 26 kab/kota 26 kab/kota 26 kab/kota 26 kab/kota 26 kab/kota 26 kab/kota 26 kab/kota 26 kab/kota 26 kab/kota 8.195 ton 153.464.073 ton 40.000 ekor 121.958 ton 160.00 0 ekor 2.875 ton 12.375 ton 13.944 milyar ekor 109.121 ton 132.000 ekor 115.040 milyar ekor 104.280 ton 1. Meningkatnya sarana pemasaran hasil perikanan 23 unit 5 lokasi 3 lokasi 2 lokasi 23 unit 8 lokasi 3 lokasi 3 lokasi 25 unit 8 lokasi 3 lokasi 4 lokasi 25 unit 10 lokasi 3 lokasi 5 lokasi 28 unit 10 lokasi 3 lokasi 5 lokasi 28 unit 10 lokasi 3 lokasi 5 lokasi 28 unit 10 lokasi 3 lokasi 5 lokasi 9.280 ton 13.412 ton 15.NO.071 ton 35.960 ton 132.073 ton 16.288 ton 168.860 ton 24 milyar ekor 94.105 ton 11.219 ton 13.807 orang 859. Meningkatnya penyerapan tenaga kerja perikanan Meningkatnya teknologi budidaya perikanan air laut.388 orang 818.494 ton 125.158 ton 15. Meningkatnya sarana Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 35 .015 ton 34. 5.814 ton 29.517. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 melalui Gapura (kab/kota) Produksi perikanan budidaya tambak Produksi perikanan budidaya kolam Produksi perikanan budidaya karamb Produksi perikanan budidaya laut Produksi perikanan budidaya sawa Produksi perikanan budidaya kolam air dera Produksi perikanan budidaya jaring apung benih ikan untuk budidaya Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 2009 8 2010 9 2011 10 2012 11 2013 12 1 90.604 ton 14.490 ton 160.780 ton 138. Meningkatnya ketersediaan dan pendistribusian benih/induk yang berkualitas Meningkatnya ketersediaan sarana dan prasarana budidaya perikanan 3.334 ton 15.

923 56.085 237. Meningkatnya margin pemasaran perikanan 1. Menurunnya tingkat kehilangan hasil pasca panen 14.621 183.36 23.5 14.543 54.753644 66. Akses dan keamanan pangan Program Peningkatan Ketahanan Pangan 1.5 10.35 936.168 228.955 197.937 61.822 185.990 57.506 212.06 21.65 841.513 50.14 577.368 59.899 176.493 396.710 170.026 10 12. Meningkatnya produksi dan produktivitas pangan pokok.296 226.25 773.83 636.078.386 236.389 51.962.0 11.823 459.069 55.067 10 11.041 243.106.20 757.708 52.655 506.441 68.270 10 12.256 18.196 18.071 55. Terkendalinya pemanfaatan sumber daya kelautan 9.323 10 2.5 Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 36 . URUSAN KETAHANAN PANGAN Peningkatan Ketersediaan.NO.369 19.469.411.79 737.66 688.70 606.253 66.52 22.225 16. jagung dan kedele Rumponisasi (unit) Penataan Tata Ruang Pesisir dan Laut Pengawasan sumberdaya kelautan.5 12.12 701.50 681. Meningkatnya sarana dan prasarana perikanan tangkap Meningkatnya pemberdayaan masyarakat pesisir Meningkatnya prasarana PPI 11 kab/kota 11 kab/kota 11 kab/kota 11 kab/kota 11 kab/kota 11 kab/kota 11 kab/kota 3.484 416.64 19. beras.721 204.539 232.0 13.60 18.434 211.00 553.12 20187 17.0 12.305 64.25 613.331 216.746 194. Meningkatnya pengolahan hasil perikanan INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 industri pengolahan hasil perikanan Tersedianya aneka produk olahan hasil perikanan Tingkat harga produk komoditas perikanan Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 2009 8 2010 9 2011 10 2012 11 2013 12 1 20 jenis 20 jenis 20 jenis 20 jenis 20 jenis 20 jenis 20 jenis Pengembangan Tangkap Perikanan 11. pesisir dan perairan umum Padi : Meningkatnya Produksi padi (ton) Meningkatnya Produktivitas padi (ku/ha) Jagung : Meningkatnya Produksi jagung (ton) Meningkatnya Produktivitas jagung (ku/ha) Kedelai : Meningkatnya Produksi kedelai (ton) Meningkatnya Produktivitas kedelai (ku/ha) Daging (ton) Telur (ton) Susu (ton) Tingkat produksi perikanan budidaya Tingkat produksi perikanan tangkap (ton) Jumlah restocking ikan di perairan umum (juta ekor) Menurunnya kehilangan hasil panen padi (%) tingkat pasca 10 11 kab/kota 7 11 kab/kota 25 1 keg 11 kab/kota 25 1 keg 11 kab/kota 25 1 keg 11 kab/kota 25 1 keg 11 kab/kota 25 1 keg 11 kab/kota 9.310 15.438 14. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 pengolahan hasil perikanan 10.947 246.707 214.28 499.181 3.593 437.257 221. Meningkatnya produksi dan produktivitas nelayan 30% 11 kab/kota 30% 11 kab/kota 30% 11 kab/kota 30% 11 kab/kota 30% 11 kab/kota 30% 11 kab/kota 11 kab/kota 2.551.15 17.313 10 11.939 225.176 482.5 13.024 10 11.264 532.975 265.

7 33.4 31.1 17 Kabupaten 6.0 20.1 8.654 RTM) 45 Desa 200 ton gabah 200 Lumbung (1000 ton 200 Lumbung (1000 ton GKP) 100% 2009 8 2 % atau (64.2 79.5 1. serta menurunnya ketergantungan terhadap pangan pokok beras.9 79.5 6 Kabupaten 116. ketersediaan dan konsumsi sepanjang tahun sampai tingkat rumah tangga N/A 2 Kabupaten 6 Kabupaten 9 Kabupaten 3 Kabupaten 17 Kabupaten 121 15 29.9 16.6 8.8 2.7 12.5 % atau (49.1 3 Kabupaten 118.3 1.9 9 Kabupaten 115.4 9.7 1 Kabupaten 119. Menurunnya kerawanan pangan masyarakat terhadap pangan INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Menurunnya jumlah Rawan Rumahtangga Pangan/Rumah Tangga Miskin Terbentuknya Desa Mandiri Pangan Tersediaanya Cadangan Pangan Pemerintah Daerah jumlah Meningkatnya Pangan Cadangan dikelompok lumbung pangan masyarakat Terciptanya stabilitas harga gabah sesuai dengan HPP Meningkatnya eksport/perdagangan antar pulau komoditas beras Terbentuknya pusatpusat kegiatan : Agribisnis perberasan Agribisnis terpadu Tingkat Konsumsi Pangan (kg/kap/tahun) Umbi-umbian Pangan Hewani Minyak dan Lemak Buah/biji berminyak Kacang-kacangan Gula Sayur dan Buah Lainnya Berkembangnya Komoditas pangan lokal non beras Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 1 % atau (33.1 8.3 11. Meningkatnya keanekaragaman konsumsi.7 2. dan kualitas pangan.1 34.8 8.5 % atau (105.3 9.9 2.7 79.5 8. Tertatanya distribusi perdagangan beras dan 100% 5% 5% 5% 5% 5% 5% 5% N/A 1 Kabupaten 3 Kabupaten 6 Kab 9 Kab 3 Kab 17 Kab 1 Kabupaten 5.5 % atau (63.103 RTM ) 32 Desa N/A N/A 7 1.657 RTM 120 Desa 1400 ton gabah 700 Lumbung (3500 ton 700 Lumbung (3500 ton GKP) 100% 1 4.1 12.8 7.7 15 Kabupaten 111.3 17.8 23.550 RTM) 60 Desa 600 ton gabah 250 Lumbung (1250 ton 250 Lumbung (1250 ton gkp) 100% 2010 9 2.4 1.4 81.0 21.3 12.5 12.9 8.9 39.0 80.9 7.4 78. Meningkatnya pengendalian keamanan pangan Menurunnya Penggunaan bahan tambahan berbahaya pada komoditas olahan pangan Menurunnya Jumlah kasus keracunan pangan 100 Orang 200 Orang 500 Orang 800 Orang 1100 Orang 1500 Orang 2.777 RTM) 110 Desa 1200 ton gabah 500 Lumbung (2500 ton 500 Lumbung (2500 ton GKP) 100% 2013 12 4 % atau (116.6 1.9 12.5 36.NO.493 RTM) 100 Desa 1000 ton gabah 400 Lumbung (2000 ton 500 Lumbung (2000 ton GKG) 100% 2012 11 3.0 7.5 80.000 Orang 5% 5% 5% 5% 5% 5% 5% Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 37 .3 11 Kabupaten 113. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 3.5 11.2 8.259RTM) 90 Desa 800 ton gabah 300 Lumbung (1500 ton 300 Lumbung (1500 ton GKP) 100% 2011 10 3 % atau (77.7 8.6 19.2 51.2 8.

KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Meningkatnya jumlah komoditas yang bebas dari residu pestisida Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 5 komoditas 7 10 komoditas 2009 8 15 komoditas 2010 9 20 komoditas 2011 10 25 komoditas 2012 11 30 komoditas 2013 12 40 komoditas 1 10.2 7. Terbina dan terkendalinya usaha-usaha bidang kehutanan 13 13 13 13 13 13 13 26 26 26 26 26 26 26 26 26 26 26 26 26 26 26 26 26 26 26 26 26 - 150 150 150 150 150 150 Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 38 . URUSAN KEHUTANAN Mengembangkan aneka usaha non kayu sekitar hutan Program Pemanfaatan Potensi Sumber Daya Kehutanan 1.000 - - - 2.2 7.8 1. SKSKB) dan meningkatnya pengendalian ijin industri dan bahan baku industri hasil hutan di Jabar (Kab/Kota) Meningkatnya Bina Produksi Kayu Rakyat di Jawa Barat (kab/Kota Jabar) Meningkatnya kemampuan aparatur 250 300 420 500 500 500 500 48 2 16 2 16 2 48 2 48 2 48 2 48 1.4 7. Terlaksananya pengembangan aneka usaha dan pengelolaan kehutanan Meningkatnya jumlah kelompok masyarakat sekitar hutan yang mendapat pembekalan kemampuan Aneka Usaha Kehutanan non Kayu (orang) Berkembangnya usaha aneka kehutanan (lokasi) Bertambahnya produksi aneka usaha kehutanan komoditas jamur kayu (ton) Bertambahnya produksi aneka usaha kehutanan komoditas lebah madu (ton) Bertambahnya produksi aneka usaha kehutanan komoditas sutera alam/kokon (ton) Bertambahnya produksi aneka usaha kehutanan komoditas budidaya komoditas kayu rakyat Meningkatnya pengendalian jatah tebangan tahunan (JTT) Perum Perhutani (KPH Perhutani) Meningkatnya pengendalian penerimaan iuran kehutanan dari pengelolaan kehutanan dan peredaran hasil huttan di Jawa Barat (Kab/Kota) Meningkatnya tertib usaha hasil hutan (FA-KO.8 1.000 - - 7.8 1.NO.8 3 3 1.2 2.2 7.8 - 7.2 7. SKAU. FA-KB.

a. URUSAN PENANAMAN MODAL Menciptakan iklim usaha yang kondusif dengan menjadikan investasi sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi daerah Peningkatan Iklim Investasi 1. Pengembangan Promosi Terpadu guna Peningkatan Investasi dan Perluasan Pasar Komoditi Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi 1. Meningkatnya promosi yang terintegrasi dengan stakeholder terkait di Jawa Barat 12 event - 13 event - 14 event 1 MoU 14 event 1 MoU 14 event 2 MoU 14 event 2 MoU 14 event 2 MoU to Government. Terwujudnya harmonisasi dan integrasi peraturan dan ketentuan pendukung investasi di daerah 2. Meningkat kualitas pelayanan perizinan dan non perizinan yang efektif dan efisien di bidang investasi Jumlah peraturan/ ketentuan mengenai investasi Jumlah pelaku usaha yang dibina di Jawa Barat Presentase ketepatan waktu pelayanan perizinan Prosentase kepa-tian & ketepatan biaya pelayanan perizinan Jumlah sarana promosi investasi (event. bentuk) Jumlah kerjasama investasi Government N/A 2 peraturan/ kebijakan di bidang investasi 275 perusahaan 2 peraturan/ kebijakan di bidang investasi 300 perusahaan 2 peraturan/ kebijakan di bidang investasi 325 perusahaan 2 peraturan/ kebijakan di bidang investasi 350 perusahaan 2 peraturan/ kebijakan di bidang investasi 375 perusahaan 97 % 100% 200 perusahaan 250 perusahaan 90% 90% 90 % 90% 95 % 95% 95 % 95% 97 % 100% 97 % 100% b. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 desa sebagai penerbit SKAU di Jawa Barat (orang) Meningkatnya kemampuan petani dalam pengukuran kayu berdasarkan standar nasional (orang) Menurunnya pelanggaran dan tindak pidana bidang peredaran hasil hutan (%) Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 2009 8 2010 9 2011 10 2012 11 2013 12 1 5 - 90 90 150 150 150 5 5 5 5 5 5 3. skala.NO. Private to Private Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 39 . Private to Government. Meningkatnya pelaksanaan kegiatan investasi di Jawa Barat 3. Berkembangnya penyuluhan mandiri lembaga swakarsa Terbentuknya kelompok penyuluhan swakarsa mandiri masyarakat sekitar hutan negara (org) Meningkatnya fasilitasi sarana prasarana penyuluhan swakarsa mandiri (unit/kelompok) Meningkatnya kelembagaan penyuluhan swakarsa mandiri (unit/kelompok) Meningkatnya kinerja penyuluh kehutanan di jawa Barat (orang) - - 240 240 300 300 300 - - 5 5 5 5 - - 4 4 4 4 4 200 240 300 360 400 500 11.

Pembangunan Jembatan sebanyak 2 buah Peningkatan jalan : 53. Penggantian jembatan : 4 bh jembatan Peningkatan jalan di Jabar Selatan : 15 Km Pembangunan jalan = 4 Km.60 Km. Pembangunan Jembatan sebanyak 2 buah Pembangunan jalan = 3.7 Km (lanjutan 2.2 km). dan ruas CiranjangPadalarang Persiapan Persiapan Pembangunan Pembangunan Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 40 .2 Km. Pembangunan Jembatan sebanyak 2 buah Pembangunan jalan = 7. Tanjung PriokCikarang.6 Km. dan Bogor Ring Road Pembangunan Jalan Tol ruas Cikopo/CikampekPalimanan Penyelesaian Pembangunan dan Operasionalisasi jalan tol ruas Depok-Antasari. Pembangunan Jembatan : 290 meter Pembangunan Jembatan sepanjang 185.6 Km Pembangunan Jembatan : 7 buah Perencanaan teknis jalan pada 3 ruas jalan Peningkatan jalan : 45.20 Km. dan Bogor Ring Road Peningkatan jalan : 85. dan Bogor Ring Road Operasionalisasi jalan tol ruas Depok-Antasari.9 Km.099 Km Penggantian Jembatan : 8 buah Peningkatan Jalan : 27. dan Pelelangan Jalan Tol ruas CiranjangPadalarang Persiapan Pembangunan jalan tol ruas Depok-Antasari. TanjungpriokCikarang.79 km. dan Bogor Ring Road c.2 Km b. Penggantian jembatan : 4 buah Peningkatan jalan di Jabar Selatan : 3 Km. dan ruas CiranjangPadalarang Persiapan Pembangunan Jalan Tol ruas Ciawi-Sukabumi. dan ruas CiranjangPadalarang Pembangunan Jalan Tol ruas CiawiSukabumi. Terciptanya jaringan jalan yang dapat menyediakan kapasitas yang sesuai dengan kebutuhan serta mempunyai nilai struktur yang baik Panjang jalan dan jumlah jembatan yang terbangun pertahun Pembangunan jalan : 5. Penggantian jembatan : 4 bh jembatan Peningkatan jalan : 59.5 km dan pembangunan baru 5. Tanjung PriokCikarang.8 Km. Penggantian jembatan : 4 bh jembatan Peningkatan jalan di Jabar Selatan : 15 Km Peningkatan jalan di Jabar Selatan : 15 Km Perencanaan teknis jalan sebanyak 6 paket Perencanaan teknis jalan sebanyak 6 paket Perencanaan teknis jalan sebanyak 6 paket Perencanaan teknis jalan sebanyak 6 paket Perencanaan teknis jalan sebanyak 6 paket Operasionalisasi jalan tol ruas Depok-Antasari. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 2009 8 2010 9 2011 10 2012 11 2013 12 1 MISI 3 : Meningkatkan Ktersediaan dan Kualitas Infrastruktur Wilayah 1. Penggantian jembatan di Jabar Selatan : 40 meter Perencanaan teknis jalan sebanyak 6 paket Perencanaan teknis jalan sepanjang 206 m Persiapan pembangunan jalan tol ruas Depok-Antasari. dan jasa Program Pembangunan Jalan dan Jembatan a. Pembangunan Jembatan sebanyak 2 buah Pembangunan jalan = 4. a. Penggantian jembatan : 4 bh jembatan Peningkatan jalan di Jabar Selatan: 5 Km dan Jembatan sebanyak 2 buah Peningkatan jalan : 61. dan Pelelangan Jalan Tol ruas CiranjangPadalarang Persiapan Pembangunan Jalan Tol ruas Cikopo/CikampekPalimanan Pembangunan Jalan Tol ruas Cikopo/Cikamp ek-Palimanan Persiapan Pembangunan Jalan Tol ruas Ciawi-Sukabumi. URUSAN PEKERJAAN UMUM Memantapkan kondisi transportasi jalan guna mendukung pelayanan pergerakan orang. Tanjung PriokCikarang. dan Fly Over. Penggantian jembatan : 4 bh jembatan Peningkatan jalan di Jabar Selatan : 10 Km Peningkatan jalan : 57. dan Bogor Ring Road Pembangunan Jalan Tol ruas Cikopo/CikampekPalimanan Pembebasan lahan jalan tol Cikopo/CikampekPalimanan Persiapan Pembangunan dan Pelelangan Jalan Tol ruas CiawiSukabumi. jalan lingkar. Pembangunan Jalan : 21.NO.00 Km. Tanjung PriokCikarang.40 Km. Tanjung PriokCikarang. dan Bogor Ring Road Persiapan pembangunan jalan tol ruas jalan Cikopo/CikampekPalimanan Persiapan Pembangunan dan Pelelangan Jalan Tol ruas Ciawi-Sukabumi.6 meter Pembangunan jalan = 7. dan ruas CiranjangPadalarang Pembangunan Jalan Tol ruas Ciawi-Sukabumi.15 Km. Meningkatnya kondisi jalan dan jembatan pada ruas-ruas jalan provinsi dan non status di Jawa Barat untuk menunjang aktivitas perekonomian masyarakat dan pemerataan pembangunan Panjang jalan dan jumlah jembatan yang ditangani melalui kegiatan jalan dan peningkatan penggantian jembatan pertahun Panjang jalan dan jembatan non status yang ditangani melalui kegiatan dan peningkatan jalan penggantian jembatan pertahun Ketersediaan perencanaan teknis pembangunan dan peningkatan jalan dan jembatan di provinsi Jawa Barat tiap tahun Peningkatan Jalan : 67. barang. pada ruas-ruas strategis di Jawa Barat Tahapan jalan tol pembangunan Proses Pembebasan lahan Jalan Tol Depok Antasari dan Bogor Ring Road Pembangunan jalan tol ruas Depok-Antasari. dan Pelelangan Jalan Tol ruas CiranjangPadalarang Persiapan Persiapan pembangunan jalan tol ruas jalan Cikopo/CikampekPalimanan Persiapan Pembangunan dan Pelelangan Jalan Tol ruas Ciawi-Sukabumi. Terlaksananya pembangunan jalan tol.

364 Km.444 buah 2009 8 Pembangunan dan Pelelangan Jalan Tol ruas CileunyiSumedangDawuan. Pemeliharaan Jalan = 2257. Turn Key Project. Pemeliharaan Jembatan = 1. Turn Key Project.038. Pemeliharaan Jembatan = 1.444.00 bh.00 bh.00 bh Penerapan konsep Road Fund. Pemeliharaan Jalan = 2. Pemeliharaan Jalan = 2257.680 Km.666 Km. Mempertahankan kondisi kemantapan jalan agar tetap dapat memberikan pelayanan yang optimal terhadap arus lalu lintas yang melewatinya dalam batas repetisi beban standar maupun struktur yang direncanakan Tahapan penyusunan dan Penyusunan Konsep pelaksanaan perangkat Road Fund.445 bh Penggunaan IRMS/BMS dalam sistem Manajemen Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Rehabilitasi Jalan = 174.00 bh. Turn Key Project. dan ruas SukabumiCiranjang Penyelesaian Perencanaan Teknis ruas Terusan PasteurUjungberungCileunyi Persiapan pembangunan Fly Over Nagreg dan Gebang Persiapan pembangunan Jalan Lingkar Sukabumi serta lanjutan pembangunan jalan lingkar nagreg dan jalan lingkar cianjur Penyempurnaan konsep Road Fund. Turn Key Project. Meningkatnya ketersediaan data untuk sistem manajemen pemeliharaan jalan dan jembatan Ketersediaan data kondisi jalan dan jembatan sebagai bahan masukan dalam proses sistem manajemen jaringan jalan (IRMS) dan sistem manajemen jembatan Penggunaan IRMS/BMS dalam sistem Manajemen Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Penggunaan IRMS/BMS dalam sistem Manajemen Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Penggunaan IRMS/BMS dalam sistem Manajemen Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Penggunaan IRMS/BMS dalam sistem Manajemen Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Penggunaan IRMS/BMS dalam sistem Manajemen Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 41 . Rehabilitasi Jembatan = 10.58 Km. dan ruas SukabumiCiranjang 2013 12 Jalan Tol ruas CileunyiSumedangDawuan.000 Km. ruas SoreangPasirkoja. Rehabilitasi Jembatan = 26 m. Pemeliharaan Jembatan = 1. Gebang dan Buah Batu Pembangunan jalan lingkar sukabumi dan penyelesaian pembangunan jalan lingkar cianjur 2011 10 Pembangunan Jalan Tol ruas CileunyiSumedangDawuan. dan Multi Years Project Rehabilitasi Jalan = 118. ruas SoreangPasirkoja. dan ruas Sukabumi-Ciranjang 7 Pembangunan dan Pelelangan Jalan Tol ruas CileunyiSumedangDawuan.037. ruas SoreangPasirkoja. ruas SoreangPasirkoja. Rehabilitasi Jembatan = 912 m.445. dan Multi Years Project Rehabilitasi Jalan = 122. Toha Kota Bandung Penyelesaian pembangunan jalan lingkar sukabumi Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan Jembatan a. dan ruas SukabumiCiranjang Pembangunan jalan tol ruas Terusan PasteurUjungberungCileunyi Pembangunan Fly Over M. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 Pembangunan dan Pelelangan Jalan Tol ruas CileunyiSumedang-Dawuan. Toha dan Junjunan Kota Bandung 1 Penyelesaian Perencanaan Teknis ruas Terusan PasteurUjungberungCileunyi Tahapan pembangunan jalan lingkar dan Fly Over Persiapan pembangunan Fly Over Nagreg dan Gebang Persiapan pembangunan Jalan Lingkar Sukabumi dan jalan lingkar cianjur serta lpembangunan jalan lingkar nagreg Persiapan pembangunan jalan tol ruas Terusan PasteurUjungberungCileunyi Pembangunan Fly Over Kopo dan M. serta pemeliharaan jalan dan jembatan pertahun Rehabilitasi Jalan = 119.NO.68 Km. dan Multi Years Project Rehabilitasi Jalan = 116.00 bh Penerapan konsep Road Fund.00 bh.35 Km.18 Km.90 Km.444. Turn Key Project.36 Km. Pemeliharaan Jembatan = 1. Rehabilitasi Jembatan = 12.038.037. Rehabilitasi Jembatan = 11.05 Km. ruas SoreangPasirkoja. Pemeliharaan Jembatan = 1. Turn Key kelembagaan dan peraturan Project dan Multi terkait dengan yang Years Project pendanaan pemeliharaan jalan pada tahun 2010 Panjang jalan dan jumlah jembatan yang ditangani melalui kegiatan rehabilitasi jalan dan jembatan. ruas SoreangPasirkoja.446.65 Km.4444 m Penerapan konsep Road Fund. Pemeliharaan Jembatan = 1. Pemeliharaan Jalan = 2.00 bh b. Pemeliharaan Jalan = 1.177 Km. dan ruas SukabumiCiranjang Persiapan pembangunan dan pelelangan jalan tol ruas Terusan PasteurUjungberungCileunyi Pembangunan Fly Over Nagreg dan Gebang Persiapan pembangunan Jalan Lingkar Sukabumi serta penyelesaian pembangunan jalan lingkar nagreg dan jalan lingkar cianjur Telah keluarnya peraturan perundangan mengenai pelaksanaan Road Fund di Indonesia 2010 9 Pembangunan Jalan Tol ruas CileunyiSumedangDawuan. Pemeliharaan Jembatan = 1. Pemeliharaan Jalan = 2. Pemeliharaan Jalan = 2.666 Km. Rehabilitasi Jembatan = 12 bh. dan ruas SukabumiCiranjang Persiapan pembangunan dan pelelangan jalan tol ruas Terusan PasteurUjungberungCileunyi Pembangunan Fly Over Nagreg. dan Multi Years Project Rehabilitasi Jalan = 147.962. dan ruas SukabumiCiranjang Persiapan pembangunan jalan tol ruas Terusan PasteurUjungberungCileunyi Pembangunan Fly Over Buah Batu dan Kopo Kota Bandung Penyelesaian pembangunan jalan lingkar sukabumi 2012 11 Jalan Tol ruas CileunyiSumedangDawuan. ruas SoreangPasirkoja. Rehabilitasi Jembatan = 11.00 bh Penggunaan IRMS/BMS dalam sistem Manajemen Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Penerapan konsep Road Fund. dan Multi Years Project Rehabilitasi Jalan = 119.

dan dokumen pemanfaatan ruang jalan Jaringan irigasi yang dikelola oleh pemerintah pusat dengan kondisi baik 70%. Waduk Cikembang. Ciamis. domestik (70%) dan industri (70%) Perencanaan dan persiapan pembangunan Waduk Sukahurip. Pengelolaan dan Konservasi Sungai. pemerintah provinsi dengan kondisi baik 55% Tersedianya sarana dan prasarana pendukung pengelolaan jalan dan jembatan berupa sarana pengujian tahan dan bahan jalan. Danau dan Sumber Daya Air Lainnya Meningkatnya kondisi dan fungsi sungai. Waduk Cikembang. Ketersediaan air baku untuk pertanian domestik dan industri Terpenuhinya kebutuhan air baku untuk pertanian (60%). Sukabumi. dan Waduk Leuwikeris di Kab. Waduk Cikembang dan Waduk Leuwikeris di Kab. pemerintah provinsi dengan kondisi baik 60% Tersedianya sarana dan prasarana pendukung pengelolaan jalan dan jembatan berupa sarana pengujian tahan dan bahan jalan. Tahapan pembangunan daerah irigasi strategis Kajian Daerah Irigasi (DI) strategis Persiapan Pembangunan DI Leuwigoong di Kab Garut Kajian DI strategis lainnya Persiapan Pembangunan DI Leuwigoong di Kab Garut Kajian DI strategis lainnya Pembangunan DI Leuwigoong di Kab Garut Persiapan pembangunan DI strategis lainnya Terpenuhinya kebutuhan air baku untuk pertanian (75%). Terpenuhinya kebutuhan air baku untuk pertanian (70%). dan Waduk Leuwikeris di Kab. Sukabumi. dan dokumen pemanfaatan ruang jalan Jaringan irigasi yang dikelola oleh pemerintah pusat dengan kondisi baik 80%. dan dokumen pemanfaatan ruang jalan Jaringan irigasi yang dikelola oleh pemerintah pusat dengan kondisi baik 55%. Pembangunan DI Leuwigoong di Kab Garut Persiapan pembangunan DI strategis lainnya Terpenuhinya kebutuhan air baku untuk pertanian (80%). situ. domestik (85%) dan industri (85%) Pembebasan lahan pembangunan Waduk Sukahurip. Terlaksananya pembangunan wadukwaduk strategis DED & Amdal Rencana Pembangunan Waduk Sukahurip. dan Waduk Leuwikeris di Kab. dan sumber daya air lainnya yang dapat memenuhi kebutuhan air baku untuk pertanian domestik dan industri 1. Waduk Citepus. domestik (65%) dan industri (65%) Evaluasi thdp Rencana Pembangunan Waduk Sukahurip. Meningkatkan kondisi infrastruktur sumber daya air dan irigasi untuk mendukung konservasi. di Kab. dan dokumen pemanfaatan ruang jalan Jaringan irigasi yang dikelola oleh pemerintah provinsi kondisi baik 48. domestik (80%) dan industri (80%) Pembebasan lahan pembangunan Waduk Sukahurip. Ciamis. Waduk Citepus di Kab. Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 42 . peralatan. Waduk Cikembang. Program Pengembangan. Pembangunan DI Leuwigoong di Kab Garut Persiapan pembangunan DI strategis lainnya Terpenuhinya kebutuhan air baku untuk pertanian (85%). Sukabumi. Waduk Cikembang. embung. Tersedianya sarana dan prasarana pendukung pengelolaan jalan dan jembatan berupa sarana pengujian tahan dan bahan jalan. dan Waduk Leuwikeris di Kab. Ciamis. di Kab. Ciamis. Waduk Citepus di Kab. Ciamis. Waduk Citepus. dan dokumen pemanfaatan ruang jalan Jaringan irigasi yang dikelola oleh pemerintah pusat dengan kondisi baik 90%. Ciamis. dan dokumen pemanfaatan ruang jalan Jaringan irigasi yang dikelola oleh pemerintah pusat dengan kondisi baik 60%. Kondisi jaringan irigasi yang dikelola oleh pemerintah pusat dan pemerintah provinsi 2. Rawa dan Jaringan Pengairan Lainnya Tersedianya jaringan irigasi yang handal 1. peralatan. di Kab. peralatan. peralatan. Waduk Santosa di Kab. Waduk Cikembang. Waduk Citepus. serta pengendalian daya rusak air Program Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi. Sukabumi. pendayagunaan sumber daya air. domestik (75%) dan industri (75%) Perencanaan dan persiapan pembangunan Waduk Sukahurip. Ciamis. pemerintah provinsi dengan kondisi baik 90% Pembangunan DI Leuwigoong di Kab Garut Persiapan pembangunan DI strategis lainnya Terpenuhinya kebutuhan air baku untuk pertanian (90%).9 % Jaringan irigasi yang dikelola oleh pemerintah pusat dengan kondisi baik 50%. 2. pemerintah provinsi dengan kondisi baik 70% Tersedianya sarana dan prasarana pendukung pengelolaan jalan dan jembatan berupa sarana pengujian tahan dan bahan jalan. dan Waduk Leuwikeris di Kab. di Kab. domestik (90%) dan industri (90%) Pembebasan lahan dan tahap awal pembangunan Waduk Sukahurip. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 setiap tahun Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 2009 8 2010 9 2011 10 2012 11 2013 12 1 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Kebinamargaan Meningkatnya ketersediaan sarana dan prasarana pendukung pengelolaan jalan dan jembatan Ketersediaan sarana dan prasarana pendukung pengelolaan jalan dan jembatan setiap tahun Tersedianya sarana dan prasarana pendukung pengelolaan jalan dan jembatan berupa sarana pengujian tahan dan bahan jalan. dan Waduk Leuwikeris di Kab. peralatan. Waduk Citepus.NO. domestik (60%) dan industri (60%) Terpenuhinya kebutuhan air baku untuk pertanian (65%). Sukabumi. pemerintah provinsi dengan kondisi baik 50% Tersedianya sarana dan prasarana pendukung pengelolaan jalan dan jembatan berupa sarana pengujian tahan dan bahan jalan. Waduk Cikembang. pemerintah provinsi dengan kondisi baik 80% b. Sukabumi. peralatan. waduk.

377. Sumedang dan Waduk Sadawarna di Kab. Tahapan penanganan pantai c. 985.800 jiwa 28. Bandung. Waduk Cibatarua di Kab.414 jiwa Pembangunan Waduk Jatigede di Kab. Garut. Sumedang Berkurangnya areal banjir dan kekeringan sebesar 10% Penanganan Pantai Bojongsalawe di Kab Ciamis. serta waduk strategis lainnya 2010 9 Waduk Santosa di Kab. Bandung. Subang Pembangunan Waduk Cipanas di Kab. Sumedang Program Pengendalian Banjir dan Pengamanan Pantai Tersedianya infrastruktur sumber daya air yang dapat mengendalikan banjir dan kekeringan serta pengamanan pantai Luas areal banjir dan kekeringan Areal banjir 12. Sumedang dan Waduk Sadawarna di Kab. serta waduk strategis lainnya 2009 8 Waduk Santosa di Kab. Bandung. Subang Rincian Sertifikat Tanah Waduk Jatigede di Kab.800 jiwa 20 50 50 50 50 50 50 Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 43 . Subang Pembangunan Waduk Jatigede di Kab. Waduk Cibatarua di Kab. Pantai Cipatujah di Kab Tasikmalaya. Pantai Cipatujah di Kab Tasikmalaya. Waduk Cibatarua di Kab.475. Garut. Sumedang dan Waduk Sadawarna di Kab.279. Sumedang Berkurangnya areal banjir dan kekeringan sebesar 10% Melanjutkan penanganan pantai strategis lainnya. Pantai Bojongsalawe di Kab Ciamis. Sumedang Berkurangnya areal banjir dan kekeringan sebesar 10% Penanganan Pantai Ciwadas di Kab Karawang. 1 Persiapan pembangunan Waduk Cipanas di Kab. Pantai Eretan di Kab Indramayu. serta waduk strategis lainnya 2011 10 Waduk Santosa di Kab. Bandung. Subang Pembangunan Waduk Jatigede di Kab.334 jwa 1. Sumedang. Pantai Citepus dan Cimandiri di Kab Sukabumi.174 jiwa 1. Persiapan dan pembangunan tahap awal Waduk Cipanas di Kab. Bandung. Sukabumi. Garut. Pembangunan Waduk Cipanas di Kab. serta waduk strategis lainnya 2012 11 Waduk Santosa di Kab.800 jiwa 28. Pantai Citepus di Kab Sukabumi.694 Ha Pantai dengan kondisi rusak sepanjang 30.014 jiwa - 28. Subang Pembangunan Waduk Jatigede di Kab.254 jiwa 1.094 jiwa 1. Meningkatkan kinerja pengelolaan air minum dan air limbah Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Bersih dan Air Limbah Meningkatnya ketersediaan sarana dan prasarana air minum di wilayah rawan air minum dan wilayah tertinggal Jumlah penduduk yang terlayani melalui penyediaan sarana dan prasarana air minum di wilayah Pantura Jumlah penduduk yang terlayani melalui SPAM IKK per tahun Jumlah desa rawan air bersih dan tertinggal yang 887. Waduk Sadawarna di Kab. serta waduk strategis lainnya 2013 12 Waduk Citepus. Waduk Santosa di Kab. Garut.800 jiwa 28. Waduk Cipanas Kab. Garut. Waduk Cibatarua di Kab.083. Garut. Subang serta waduk strategis lainnya 7 Wadk Santosa di Kab. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 Bandung. Pembangunan Waduk Jatigede di Kab.800 jiwa 28. Sumedang dan Waduk Sadawarna di Kab. Sumedang Berkurangnya areal banjir dan kekeringan sebesar 10% Desain Pantai Pisangan dan Ciwadas di Kab Karawang.NO. Waduk Cibatarua di Kab. Waduk Cibatarua di Kab. di Kab.6 km Relokasi Orang Terkena Dampak Waduk Jatigede di Kab. Sumedang dan Waduk Sadawarna di Kab. Sumedang Berkurangnya areal banjir dan kekeringan sebesar 10% Penanganan Pantai Pisangan di Kab Karawang. Bandung. Pantai Eretan di Kab Indramayu. Pantai Citepus dan Cimandiri di Kab Sukabumi.494 jiwa 1.372 Ha dan kekeringan 79. serta waduk strategis lainnya Penyelesaian pembangunan Waduk Cipanas di Kab. Garut. Waduk Cibatarua di Kab. Sumedang Berkurangnya areal banjir dan kekeringan sebesar 10% Melanjutkan penanganan pantai strategis lainnya.181.800 jiwa 28.

Ciamis Penyusunan Master Plan Pelabuhan Utama Cilamaya di Kabupaten Karawang Penataan dan Pengembangan Bandara Husein Sastranegara Bandung.560 orang 30 30 40 40 40 40 40 2.560 orang 1. Bandara Cakrabhuwana Cirebon. Meningkatkan pelayanan jasa konstruksi Program Pembinaan Jasa Konstruksi Meningkatnya cakupan pelayanan air limbah domestik di PKN dan PKW melalui perluasan ketersediaan sarana dan prasarana air limbah Meningkatnya kemampuan dan ketertiban penyelenggaraan jasa konstruksi 56.000 orang 1. URUSAN PERHUBUNGAN Mengembangkan infrastruktur transportasi perhubungan dalam rangka peningkatan pelayanan pergerakan orang. dan Bandara Nusawiru. dan penyusunan RTT Sisi Darat. Bandara Cakrabhuwana Cirebon. Bandara Cakrabhuwana Cirebon.560 orang 1. Ciamis Penyusunan Master Plan Pelabuhan Utama Cilamaya di Kabupaten Karawang Penataan dan Pengembangan Bandara Husein Sastranegara Bandung. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 terlayani air minum melalui fasilitasi penyediaan sarana prasarana sir minum per tahun Cakupan pelayanan limbah domestik di PKN dan PKW Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 2009 8 2010 9 2011 10 2012 11 2013 12 1 d. Terlaksananya pengembangan dan pembangunan pelabuhan laut di Jawa Barat Tahapan persiapan pembangunan Pelabuhan Utama Cilamaya di Jawa Barat N/A Persiapan Pengembangan Bandara Husein Sastranegara Bandung. Pembebasan Lahan untuk Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat Peremajaan kendaraan umum jenis Bis Kecil dan Bis Besar Pembebasan Lahan untuk Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat Peremajaan kendaraan umum jenis Bis Kecil dan Bis Besar Pembebasan Lahan untuk Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat. dan Bandara Nusawiru. Bandara Cakrabhuwana Cirebon. dan Bandara Nusawiru.NO.560 orang 1.28% 59% 62% 65% 68% 71% 75% Jumlah tenaga ahli dan terampil di bidang jasa konstruksi yang bersertifikat per tahun Jumlah penyedia jasa yang mendapatkan pembinaan teknis penyelenggaraan jasa konstruksi per tahun 680 orang 1. Terlaksananya pengembangan dan pembangunan bandara di Jawa Barat Pelaksanaan pengembangan angkutan massal setiap tahun Tahapan pembangunan Bandara Udara Internasional di Jawa Barat sampai tahun 2013 Peremajaan kendaraan umum jenis Bis Kecil dan Bis Besar Persiapan Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat Peremajaan kendaraan umum jenis Bis Kecil dan Bis Besar Penetapan Perda tentang Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat. dan Penyusunan RDTR Kawasan Aerocity Kertajati Peremajaan kendaraan umum jenis Bis Kecil dan Bis Besar Pembangunan Bandar Udara Internasional Jawa Barat dan Kawa san Aerocity Kertajati Peremajaan kendaraan umum jenis Bis Kecil dan Bis Besar Pembangunan Bandar Udara Internasional Jawa Barat dan Kawa san Aerocity Kertajati Tahapan pengembangan bandara di Jawa Barat sampai tahun 2013 N/A c. Ciamis Penyusunan Dokumen Amdal Pelabuhan Utama Cilamaya di Kabupaten Karawang Pengembangan fasilitas terminal Bandara Husein Sastranegara Bandung dan Bandara Cakrabhuwana Cirebon Pembebasan Lahan untuk Pembangunan Pelabuhan Utama Cilamaya di Kabupaten Karawang Pengembanga n fasilitas terminal Bandara Husein Sastranegara Bandung dan Bandara Cakrabhuwana Cirebon Penyusunan Detail Enginering Design (DED) dan Pembebasan Lahan untuk Pembangunan Pelabuhan Utama Cilamaya di Kabupaten Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 44 . Terlaksananya pengembangan angkutan massal b.560 orang 1. Ciamis Penyusunan studi kelayakan Pelabuhan Utama Cilamaya di Kabupaten Karawang Persiapan Pengembangan Bandara Husein Sastranegara Bandung. dan Bandara Nusawiru. dan penyusunan RTT Sisi Udara Peremajaan kendaraan umum jenis Bis Kecil dan Bis Besar Pembebasan Lahan untuk Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat. barang dan jasa Program Pembangunan Prasarana dan Fasilitas Perhubungan a.

Danau dan Penyeberangan di 4 Kab/Kota Pembangunan sistem informasi manajemen perhubungan di Jawa Barat Pembebasan lahan dan pembangunan Jembatan timbang di Kabupaten Purwakarta.NO. Danau dan Penyeberangan di 6 Kab/Kota Identifikasi fasilitas sarana dan prasarana perhubungan pada 14 Kab/Kota di Jawa Barat Penyusunan dokumen FS dan DED pembangunan jembatan timbang di Jawa Barat Pengadaan dan Pemasangan Fasilitas Keselamatan Perhubungan pada Pelabuhan dan Alur Sungai. Danau dan Penyeberangan di 6 Kab/Kota Pengadaan dan Pemasangan Fasilitas Keselamatan Perhubungan pada Pelabuhan dan Alur Sungai. Subang. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Tahapan Pengembangan Pelabuhan Pengumpul Cirebon di Jawa Barat sampai tahun 2013 Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 Penyusunan Rencana Penataan Pelabuhan Internasional Cirebon 7 Penyusunan Rencana Penataan Pelabuhan Internasional Cirebon 2009 8 Persiapan Pengembangan Pelabuhan Laut Cirebon 2010 9 Persiapan Pengembangan Pelabuhan Laut Cirebon 2011 10 Persiapan Pengembangaan Pelabuhan Internasional Cirebon 2012 11 Persiapan Pengembangaan Pelabuhan Internasional Cirebon 2013 12 Karawang Pengembanga n tahap awal Pelabuhan Pengumpul Cirebon (Reklamasi Lahan untuk Fasilitas Darat. serta Pelabuhan Laut Palabuhanratu Pengadaan dan Pemasangan Fasilitas Keselamatan Perhubungan pada Pelabuhan dan Alur Sungai. Cianjur. Terlaksananya monitoring dan evaluasi pembangunan prasarana dan fasilitas perhubungan Peningkatan pengendalian dan evaluasi hasil pembangunan sektor perhubungan di Jawa Barat setiap tahun Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Perhubungan di Jawa Barat Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Perhubungan di Jawa Barat Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Perhubungan di Jawa Barat Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 45 . Pembuatan Dermaga. dan Bogor Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Perhubungan di Jawa Barat f. serta Pelabuhan Laut Palabuhanratu Pengadaan dan Pemasangan Fasilitas Keselamatan Perhubungan pada Pelabuhan dan Alur Sungai. Cirebon. Sukabumi. Danau dan Penyeberangan di 6 Kab/Kota Kajian pengembangan transportasi antar moda berdasarkan OD matriks Penyusunan dokumen FS dan DED pembangunan jembatan timbang di Jawa Barat Pengadaan dan Pemasangan Fasilitas Keselamatan Perhubungan pada Pelabuhan dan Alur Sungai. Cianjur. serta Pelabuhan Laut Palabuhanratu Pengadaan dan Pemasangan Fasilitas Keselamatan Perhubungan pada Pelabuhan dan Alur Sungai. Subang. Cirebon. Danau dan Penyeberangan di 4 Kab/Kota Kajian double track parsial di jalur pantura dan rencan pengembangan kereta api cepat Pembebasan lahan dan pembangunan jembatan timbang di Kabupaten Ciamis. dan Garut Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Perhubungan di Jawa Barat Penyusunan Rencana Penataan Pelabuhan Muara Gembong dan Tarumajaya di Bekasi. serta Pelabuhan Laut Palabuhanratu Peningkatan jumlah dan pengelolaan sarana dan prasarana pelabuhan laut dan ASDP Pengadaan dan Pemasangan Fasilitas Keselamatan Perhubungan pada Pelabuhan dan Alur Sungai. Danau dan Penyeberangan di 4 Kab/Kota Penyusunan Master Plan Transportasi Jawa Barat Pembebasan lahan dan pembangunan jembatan timbang di Kabupaten Ciamis. dan Bogor Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Perhubungan di Jawa Barat Ketersediaan perencanaan teknis pembangunan prasarana dan fasilitas perhubungan e. Danau dan Penyeberangan di 4 Kab/Kota 1 d. dan Garut Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Perhubungan di Jawa Barat Persiapan Pengembangaan Pelabuhan Muara Gembong dan Tarumajaya di Bekasi. Meningkatnya pengendalian MST kendaraan pada jaringan jalan di Jawa Barat Tahapan pembangunan jembatan timbang di Jawa Barat pada tahun 2010 N/A N/A Pembebasan lahan dan pembangunan Jembatan timbang di Kabupaten Purwakarta. Meningkatnya ketersediaan dan kualitas sarana dan prasarana perhubungan Tahapan persiapan pengembangan pelabuhan pengumpul dan pelabuhan pengumpan di Jawa Barat N/A Identifikasi Pelabuhanpelabuhan yang Terbuka untuk Perdagangan Luar Negeri Identifikasi Pelabuhanpelabuhan yang Terbuka untuk Perdagangan Luar Negeri Penyusunan Rencana Penataan Pelabuhan Muara Gembong dan Tarumajaya di Bekasi. Sukabumi. pembangunan fasilitasfasilitas darat) Persiapan Pengembanga an Pelabuhan Muara Gembong dan Tarumajaya di Bekasi.

KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 Program Rehabilitasi dan Pemeliharaan Prasarana dan Fasilitas LLAJ SASARAN PROGRAM 4 a. intra dan antar moda di Jawa Barat Sosialisasi Penataan jaringan Angkutan tidak dalam Trayek Pengembangan Terminal AKDP 3 Kab/Kota dan Terminal terpadu 2 Kabupaten Penyusunan Standar dan Klasifikasi Pelayanan Angkutan Umum AKDP/AKAP Peningkatan pelayanan perijinan angkutan umum di 25 Kabupaten/Kota c. Meningkatnya ketersediaan prasarana dan fasilitas Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Ketersediaan fasilitas perlengkapan sarana dan prasarana lalu lintas angkutan jalan (LLAJ) Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 Pengadaan Sarana dan Prasarana Peralatan Survey Lalu Lintas dan Pemeliharaan Fasilitas Perlengkapan Jalan di 6 Kab/Kota 7 Pengadaan Sarana dan Prasarana Peralatan Survey Lalu Lintas dan Pemeliharaan Fasilitas Perlengkapan Jalan di 6 Kab/Kota Peningkatan Kesadaran Berlalulintas / TIBLANTAS Wahana Tata Nugraha dan Awak Kendaraan Umum Teladan terhadap 6 Kab/Kota 2009 8 Pengadaan Sarana dan Prasarana Peralatan Survey Lalu Lintas dan Pemeliharaan Fasilitas Perlengkapan Jalan di 6 Kab/Kota Peningkatan Kesadaran Berlalulintas / TIBLANTAS Wahana Tata Nugraha dan Awak Kendaraan Umum Teladan terhadap 6 Kab/Kota 2010 9 Pengadaan Sarana dan Prasarana Peralatan Survey Lalu Lintas dan Pemeliharaan Fasilitas Perlengkapan Jalan di 7 Kab/Kota Peningkatan Kesadaran Berlalulintas / TIBLANTAS Wahana Tata Nugraha dan Awak Kendaraan Umum Teladan terhadap 6 Kab/Kota 2011 10 Pengadaan Sarana dan Prasarana Peralatan Survey Lalu Lintas dan Pemeliharaan Fasilitas Perlengkapan Jalan di 8 Kab/Kota Peningkatan Kesadaran Berlalulintas / TIBLANTAS Wahana Tata Nugraha dan Awak Kendaraan Umum Teladan terhadap 10 Kab/Kota 2012 11 Pengadaan Sarana dan Prasarana Peralatan Survey Lalu Lintas dan Pemeliharaan Fasilitas Perlengkapan Jalan di 8 Kab/Kota Peningkatan Kesadaran Berlalulintas / TIBLANTAS Wahana Tata Nugraha dan Awak Kendaraan Umum Teladan terhadap 10 Kab/Kota 2013 12 Pengadaan Sarana dan Prasarana Peralatan Survey Lalu Lintas dan Pemeliharaan Fasilitas Perlengkapan Jalan di 8 Kab/Kota Peningkatan Kesadaran Berlalulintas / TIBLANTAS Wahana Tata Nugraha dan Awak Kendaraan Umum Teladan terhadap 10 Kab/Kota Penyelenggara an Diklat/Kursus Awak Kendaraan Umum sebanyak 40 peserta Evaluasi perijinan trayek angkutan umum AKDP/AKAP di 25 Kabupaten/ Kota 1 Program Peningkatan Pelayanan Angkutan a. Tersusunnya Standar Pelayanan Minimal (SPM) Penyelenggaraan Perhubungan Darat. dan penataan jaringan angkutan tidak dalam trayek setiap tahun Peningkatan fasilitas pelayanan angkutan umum AKDP dan AKAP di Jawa Barat pada tahun 2013 N/A Evaluasi dan Penataan Angkutan tidak dalam Trayek Evaluasi Kinerja Terminal AKDP dan Penetapan Terminal Terpadu di Jawa Barat Penyusunan pedoman mekanisme dan prosedur operasional pengujian d. Meningkatnya pelayanan perijinan dan pengawasan angkutan umum Peningkatan sosialisasi dan koordinasi pelayanan angkutan umum di Jawa Barat setiap tahun N/A Penyempurnaan Data Base Perijinan Angkutan Umum AKDP sebanyak 460 trayek di Jawa Barat Inventarisasi dan identifikaksi Penataan Angkutan tidak dalam Trayek Evaluasi Kinerja Terminal AKDP dan Penetapan Terminal Terpadu di Jawa Barat Penyusunan pedoman mekanisme dan prosedur penanganan kecelakaan lalu Pengintegrasian Jaringan Pelayanan angkutan umum. Meningkatnya kesadaran berlalu lintas dan kinerja awak kendaraan umum Pelaksanaan pelatihan awak kendaraan umum se Jawa Barat setiap tahun Peningkatan Kesadaran Berlalulintas / TIBLANTAS Wahana Tata Nugraha dan Awak Kendaraan Umum Teladan terhadap 6 Kab/Kota Penyelenggaraan Diklat/Kursus Awak Kendaraan Umum sebanyak 30 peserta Penyelenggaraan Diklat/Kursus Awak Kendaraan Umum sebanyak 40 peserta Penyelenggaraan Diklat/Kursus Awak Kendaraan Umum sebanyak 40 peserta Penyelenggaraan Diklat/Kursus Awak Kendaraan Umum sebanyak 40 peserta Penyelenggaraan Diklat/Kursus Awak Kendaraan Umum sebanyak 40 peserta b. evaluasi.NO. Laut. Meningkatnya kinerja kualitas angkutan umum AKDP dan AKAP di Jawa Barat Evaluasi Kinerja Terminal AKDP dan Penetapan Terminal Terpadu di Jawa Barat N/A Pengembangan Terminal AKDP 3 Kab/Kota dan Terminal terpadu 1 Kabupaten Penyusunan Standar dan Klasifikasi Pelayanan Angkutan Umum AKDP/AKAP e. Tertatanya jaringan lalu lintas angkutan barang dan penumpang Tahapan sosialisasi. intra dan antar moda di Jawa Barat Evaluasi dan Penataan Angkutan tidak dalam Trayek Evaluasi Kinerja Terminal AKDP dan Penetapan Terminal Terpadu di Jawa Barat Penyusunan pedoman mekanisme dan prosedur perijinan angkutan umum AKDP sebanyak Publikasi dan Informasi Proses Perijinan se Jawa Barat Pengintegrasian Jaringan Pelayanan angkutan umum. dan Udara di Jawa Barat Jumlah buku pedoman mekanisme dan prosedur perijinan dan pengawasan angkutan umum di Jawa Barat yang disusun setiap tahun Pengembang anTerminal AKDP 3 Kabupaten/K ota di Jawa Barat Penyusunan pedoman mekanisme dan prosedur pengawasan Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 46 .

Meningkatnya keselamatan pelayaran dan penerbangan N/A Perencanaan dan Pembangunan sistem angkutan berbasis rel di Jawa Barat Pengendalian dan pemeriksaan kelaikan laut serta pengawasan KKOP pada Bandara di 8 Kab/Kota Penetapan Jaringan Lintas Angkutan Barang dan Penetapan Rest Area pada ruas jalan provinsi di Jawa Barat Pengendalian dan pengawasan sarana dan prasarana perhubungan se Jawa Barat Pembinaan Bengkel Karoseri Kendaraan Bermotor di 14 Kab/Kota Pembinaan dan Pengawasan Pelaksanaan Uji Berkala Kendaraan Bermotor di 26 Kab/Kota Pembangunan sistem angkutan berbasis rel di Jawa Barat Pengendalian dan pemeriksaan kelaikan laut serta pengawasan KKOP pada Bandara di 8 Kab/Kota Evaluasi Jaringan Lintas Angkutan Barang dan Penetapan Rest Area pada ruas jalan provinsi di Jawa Barat Pengendalian dan pengawasan sarana dan prasarana perhubungan se Jawa Barat Pembinaan Bengkel Karoseri Kendaraan Bermotor di 14 Kab/Kota Pembinaan dan Pengawasan Pelaksanaan Uji Berkala Kendaraan Bermotor di 26 Kab/Kota c. Meningkatnya pengendalian MST kendaraan pada jaringan jalan di Jawa Barat Peningkatan kualitas pemeriksaan dan pengawasan terhadap kelebihan muatan angkutan barang di Jawa Barat setiap tahun Pelaksanaan pembinaan bengkel karoseri kendaraan bermotor di Jawa Barat setiap tahun Peningkatan pengendalian dan pengawasan pengujian kendaraan bermotor di Jawa Barat setiap tahun N/A Penetapan Jaringan Lintas Angkutan Barang dan Penetapan Rest Area pada ruas jalan provinsi di Jawa Barat Pengendalian dan pengawasan sarana dan prasarana perhubungan se Jawa Barat Pembinaan Bengkel Karoseri Kendaraan Bermotor di 14 Kab/Kota Pembinaan dan Pengawasan Pelaksanaan Uji Berkala Kendaraan Bermotor di 26 Kab/Kota Program Peningkatan Kelayakan Kendaraan bermotor a. a. Meningkatnya kinerja pengujian kendaraan bermotor N/A Pembinaan dan Pengawasan Pelaksanaan Uji Berkala Kendaraan Bermotor di 26 Kab/Kota 3. Meningkatnya kinerja kegiatan uji mutu terhadap produksi karoseri N/A b.NO. URUSAN PERUMAHAN Meningkatkan kinerja pengelolaan bangunan gedung/rumah negara Program Pengelolaan Gedung/Rumah Negara Terkendalinya proses alih status gedung/rumah negara Jumlah proses pengallihan status/hak rumah negara yang terlayani melalui bantuan teknis/ 100 proses 200 proses 200 proses 200 proses 200 proses 200 proses 200 proses Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 47 . Tertibnya penyelenggaraan lalu lintas angkutan orang dan barang di Jawa Barat Ketersediaan dokumen rencana pengaturan angkutan umum dan Rest Area di Jawa Barat N/A Penetapan Jaringan Trayek angkutan umum AKDP dan Angkutan Perbatasan di Jawa Barat Penimbangan mobil barang di jembatan timbang pada 7 UPPKB se Jawa Barat Pembinaan Bengkel Karoseri Kendaraan Bermotor di 14 Kab/Kota Penyusunan Pedoman Mekanisme dan Prosedur Operasional Pengujian Kendaraan Bermotor d. Meningkatnya keselamatan di perlintasan sebidang antara KA dengan jalan Tahapan pembangunan dan peningkatan jalur kereta api di Jawa Barat sampai tahun 2013 Peningkatan pengendalian dan pemeriksaan kelaikan sarana perhubungan setiap tahun N/A Perencanaan sistem angkutan berbasis rel di Jawa Barat Sosialisasi keselamatan pelayaran dan penerbangan di 8 Kab/Kota Perencanaan sistem angkutan berbasis rel di Jawa Barat Pengadaan fasilitas peralatan terhadap keselamatan pelayaran dan penerbangan sebanyak 4 paket Penetapan Jaringan Trayek angkutan umum AKDP dan Angkutan Perbatasan di Jawa Barat Pengendalian dan pengawasan sarana dan prasarana perhubungan se Jawa Barat Pembinaan Bengkel Karoseri Kendaraan Bermotor di 14 Kab/Kota Pembinaan dan Pengawasan Pelaksanaan Uji Berkala Kendaraan Bermotor di 26 Kab/Kota Perencanaan sistem angkutan berbasis rel di Jawa Barat Pengendalian dan pemeriksaan kelaikan Kapal Pedalaman di 5 Kabupaten/Kota b. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 lintas jalan sebanyak 2000 buku 2009 8 3000 buku 2010 9 kendaraan bermotor sebanyak 1000 buku 2011 10 sebanyak 500 buku 2012 11 sebanyak 500 buku 2013 12 1 dan pengendalian pengoperasia n angkutan AKDP sebanyak 3000 buku Pembangunan sistem angkutan berbasis rel di Jawa Barat Pengendalian dan pemeriksaan kelaikan laut serta pengawasan KKOP pada Bandara di 8 Kab/Kota Evaluasi Jaringan Trayek Angkutan Umum AKDP dan Angkutan Perbatasan di Jawa Barat Pengendalian dan pengawasan sarana dan prasarana perhubungan se Jawa Barat Pembinaan Bengkel Karoseri Kendaraan Bermotor di 14 Kab/Kota Program Pengendalian dan Pengamanan Lalu Lintas a.

NO. cakupan dan kualitas pelayanan infrastruktur energi dan ketenagalistrikan Pembinaan pengembangan ketenagalistrikan energi dan bidang dan Terjaganya pasokan energi di Jawa Barat Fasilitasi dan pemantauan pembangunan PLTU/PLTA/ Pump Storage dan pipanisasi gas setiap tahun - Pembangunan 3 PLTU 1800 MW Pembangunan pipeline gas SSWJ Rencana Pembangkit baru 12 desa belum berlistrik Fasilitasi dan pemantauan pembangunan PLTU/PLTA/Pump storage dan pipanisasi gas 6 desa belum berlistrik Fasilitasi dan pemantauan pembangunan PLTU/PLTA/Pump storage dan pipanisasi gas 5 desa belum berlistrik Fasilitasi dan pemantauan pembangunan PLTU/PLTA/Pump storage dan pipanisasi gas fasilitasi perlistrikan di kampungkampung Metro Bandung dan Bodebek Fasilitasi dan pemantauan pembangunan PLTU/PLTA/Pump storage dan pipanisasi gas fasilitasi perlistrikan di kampungkampung Bodebek dan Cirebon Fasilitasi dan pemantauan pembangunan PLTU/PLTA/Pump storage dan pipanisasi gas fasilitasi perlistrikan di kampungkampung Bodebek dan Cirebon Jabar Caang tercapai Meningkatnya cakupan layanan dan distribusi energi dan ketenagalistrikan di Jawa Barat Pertambahan Jumlah layanan dan distribusi energi dan ketenagalistrikan pertahun Layanan distribusi gas perkotaan belum ada Metro Bandung Metro Bandung dan Bodebek Pengembangn distribusi gas perkotaan di PKN 12 lapangan panas bumi telah dan sedang dikembangkan di Jawa Barat Pengembangan sumberdaya mineral dan panas bumi Meningkatnya pendayagunaan panas bumi sebagai sumber energi listrik di Jawa Barat Jumlah lapangan pertahun pengembangan panas bumi 4 WKP yang sudah dikembangkan (Kamojang. pengembangan kasiba/lisiba. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 administrasi per tahun Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 2009 8 2010 9 2011 10 2012 11 2013 12 1 b. Tangkuban Perahu dan Tampomas) . Cibuni dan Karaha Bodas . Darajat. Cibuni dan Karaha Bodas .000 unit 485.Fasilitasi realisasi investasi di 5 WKP .Fasilitasi pengembangan lapangan panas bumi di Patuha.Fasilitasi pengembangan lapangan panas bumi di Patuha.000 unit 485.Pengajuan WKP Sangkan Hurip dan Papandayan . serta fasilitasi dan koordinasi pengembangan perumahan dan permukiman Meningkatnya kualitas lingkungan permukiman Jumlah pembangunan rumah baru per tahun 349.Fasilitasi pengembangan lapangan panas bumi di Patuha. Cibuni dan Karaha Bodas Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 48 .000 unit 485.000 unit 485.Fasilitasi realisasi investasi di 3 WKP (Cisolok.Fasilitasi realisasi investasi di 3 WKP .Fasilitasi realisasi investasi di 5 WKP . Tangkuban Perahu dan Tampomas) . Wayang Windu dan Gn Salak) . URUSAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Meningkatkan pasokan.435 unit 485.Fasilitasi pengembangan lapangan panas bumi di Patuha.Lelang WKP Sangkan Hurip dan Papandayan . Cibuni dan Karaha Bodas . Meningkatkan ketersediaan perumahan serta sarana dan prasarana dasar permukiman Program Pengembangan Permukiman Program Lingkungan Permukiman Sehat Terpenuhinya kebutuhan rumah layak huni melalui fasilitasi pembangunan rusuna.Pengajuan WKP Sangkan Hurip dan Papandayan .000 unit Program Pemberdayaan Komunitas Permukiman Meningkatnya peran serta masyarakat pesantren dan mesjid dalam pengelolaan lingkungan permukiman Jumlah kawasan permukiman kumuh perkotaan dan perdesaan yang terfasilitasi untuk diperbaiki per tahun Jumlah pesantren/ mesjid yang memiliki rencana tindak pengelolaan lingkungan 18 kawasan 3 kawasan 20 kawasan 20 kawasan 20 kawasan 20 kawasan 20 kawasan 21 pesantren/mesjid 30 pesantren/ mesjid 30 pesantren/ mesjid 30 pesantren/ mesjid 30 pesantren/ mesjid 30 pesantren/ mesjid 30 pesantren/ mesjid 4. Cibuni dan Karaha Bodas .Fasilitasi pengembangan lapangan panas bumi di Patuha.000 unit 485.Fasilitasi realisasi investasi di 3 WKP (Cisolok.

7 18. KETRANSMIGRASIAN Meningkatkan kerjasama antar daerah dalam rangka penyelenggaraan transmigrasi Program Pengembangan Wilayah Transmigrasi Terselenggaranya kerjasama bidang transmigrasi antar provinsi penempatan di luar Jumlah transmigran yang mengikuti program transmigrasi 785 KK.002 59.262.813 55 17.453 1.428 57.20 25.879 1.Jmlh Kelompok Keluarga Aktif Bina 1. 1.2 19. URUSAN KEPENDUDUKAN CATATAN SIPIL DAN Program Administrasi Kependudukan Penataan Terselenggaranya tertib administrasi kependudukan di Jawa Barat Jumlah Kabupaten/Kota SIAK ON LINE dalam wilayah administrasi Kabupaten/Kota Data penduduk yang terkendali oleh sistem administrasi kependudukan dalam wilayah administrasi antar wilayah di Jawa Barat 4 Kab/Kota SIAK ONLINE 11 Kab/Kota SIAK ONLINE 18 Kab/Kota SIAK ONLINE 24 Kab/Kota SIAK ONLINE 26 Kab/Kota SIAK ON LINE 26 Kab/Kota SIAK ON LINE 26 Kab/Kota SIAK sesuai dgn UU 23/2006 & PP 37/2007 Terlaksananya NIK Nasional di 26 Kab/Kota Penataan penyelenggaraan sistem administrasi kependudukan secara menyeluruh Tersedianya Persiapan Data Pilgub 2008 Tersedia-nya hasil DP4 Pilgub 2008 Terlsedianya hasil Pemutakhiran Data Pilpres 2009 Terbangun-nya Jar-Kom Data penduduk antar Kab/Kota.908.32 53. 2.195 58.385 30.5 18.773 5.540 28.670 27.026 1.60 21.786.48 14.704.00 10.66 50.000 KK.155 29.247.232.250 KK.925 56.98 55. Prov. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 2009 8 2010 9 2011 10 2012 11 2013 12 1 5 URUSAN LINGKUNGAN HIDUP Meningkatkan penanganan persampahan perkotaan Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan Meningkatnya cakupan pelayanan persampahan di PKN dan PKW melalui peningkatan kinerja pengelolaan sampah regional di Jawa Barat.825 5. Meningkatnya ketahanan keluarga melalui peningkatan ekonomi Keluarga Pra Sejahtera dan KS I serta Pengembangan Bina Keluarga 21.293.868. Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 49 .65 58.800 KK.549 5.455 5.999 3.576 Meningkatnya rata-rata usia kawin pertama wanita di Jawa Barat.97 63.NO.666 1. 2.770 30.650 KK.8 18.277.745.00 55.3 19.704.308. 1.935 5. pengurangan timbulan sampah pada sumbernya dan pengembangan teknologi pemanfaatan sampah Cakupan pelayanan persampahan di PKN dan PKW 53.827. KELUARGA BERENCANA DAN KELUARGA SEJAHTERA Meningkatkan jumlah cakupan peserta KB dan jumlah peserta KB Mandiri Program Berencana Keluarga Meningkatnya kuantitas dan kualitas pemakaian kontrasepsi Jumlah peserta KB baru Jumlah Peserta KB aktif yang terbina Persentase Peserta KB Mandiri Rata-rata usia kawin pertama wanita ASFR kelompok umur 1519 tahun . a.789 60 20 48.240 1.000 31. 2.41 6.000 KK.287 5.541 5.879 1.Jmlh Kelompok UPPKS aktif .10 17.324. & Pusat Terlaksananya Pemutakhiran Data antar Wilayah Terlasananya Persiapan NIK Nasional 2.31 60. 905 KK.29% 55% 57% 59% 63% 67% 71% MISI 4 : Meningkatkan Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan untuk Pembangunan yang Berkelanjutan 1.

KEBIJAKAN 2 baik di dalam maupun ke luar Provinsi Jabar.000 tahun 1994.NO. URUSAN RUANG PENATAAN Program Perencanaan Ruang Tersedianya pranata pendukung pelaksanaan penataan ruang Ketersediaan peraturan daerah tentang rencana tata ruang Perda 2 Tahun 2003 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) Jawa Barat Kajian revisi RTRWP Jawa Barat Peraturan Daerah RTRWP Jawa Barat Kajian RTR Kawasan Strategis Provinsi Peraturan Daerah RTR kawasan strategis provinsi Peraturan Daerah RTR Kawasan Strategis Provinsi Kajian RTR Kawasan Strategis Provinsi Peraturan Daerah RTR Kawasan Strategis Provinsi Kajian RTR Kawasan Strategis Provinsi Peraturan Daerah RTR Kawasan Strategis Provinsi Kajian RTR Kawasan Strategis Provinsi Peraturan Daerah RTR Kawasan Strategis Provinsi Kajian RTR Kawasan Strategis Provinsi Evaluasi RTRW Provinsi Jawa Barat - Menyiapkan pranata pelaksanaan penataan ruang provinsi b. 33 Tahun 2005 tentang Infrastruktur Data Spasial Provinsi Jawa Barat Rancangan Pergub tentang IDSD Jabar Rancangan Pedoman Kustodian dan Metadata Portal metada telah terbangun - Peraturan Gubernur tentang IDSD Jawa Barat Pedoman pelaksanaan IDSD Jawa Barat - - Pengembangan Geodatabase dan pembangunan Web IDSD Jabar Pengembangan Web IDSD Jabar yang terintegrasi dengan jaringan IDSN Peta tutupan lahan skala semi detail Peta Kawasan Bandung Utara skala detail Meta data geospasial yang mendukung informasi mengenai Pengembangan Web IDSD Jabar untuk dapat diinput secara online Persiapan pembangunan peta dasar skala detail 5 peta tematik Meta data geospasial yang mendukung informasi mengenai spesifikasi peta Pengembangan Web IDSD Jabar untuk dapat melaksanakan pertukaran data secara online Peta dasar skala detail Meta data geospasial yang mendukung informasi mengenai spesifikasi peta terbaru Pengembangan Web IDSD IDSD Jabar yang terintegrasi dengan jaringan IDSD kabupaten/kota Tingkat ketersediaan data dan informasi spasial yang mutakhir dalam mendukung perencanaan tata ruang Peta tutupan lahan skala 1 : 100. 1997.000 dan Peta Dasar 1:25. dan 2005 Peta Dasar skala 1:250.000 Masih diperlukan pemutakhiran peta tematik dan meta data geospasial 5 peta tematik 5 peta tematik Meta data geospasial yang mendukung informasi mengenai spesifikasi peta terbaru Pengembangn Web IDSD Jabar yang dapat melakukan proses analisis online 5 peta tematik Meta data geospasial yang mendukung informasi mengenai spesifikasi peta Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 50 . Mengembangkan infrastruktur data spasial daerah yang terintegrasi dalam jaringan data spasial nasional Program Perencanaan Ruang Tersedianya data dan informasi spasial Jawa Barat yang handal dan dapat dimanfaatkan oleh seluruh stakeholder pembangunan secara efektif dan efisien Tingkat ketersediaan pranata pendukung pelaksanaan IDSD Jabar Tingkat perkembangan infrastruktur data spasial SK Gubernur No. Program Pengembangan Wilayah Transmigrasi Jumlah lokasi UPT yang bersertifikasi - - 7 (lahan pekarangan) UPT 14 (lahan pekarangan) UPT 4.Terlaksananya proses sertifikasi pada 21 Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) di Jawa Barat INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Jumlah naskah MoU . Meningkatkan kesejahteraan penduduk pada lokasi resettlement terkena dampak pembangunan dan Sertifikasi lahan pada transmigrasi local di Jawa Barat PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 Pulau Jawa dengan kab/kota di Jawa Barat -Meningkatnya kemampuan penduduk pada lokasi transmigrasi lokal dan resetlemen pada bidang wirausaha . a.Jumlah warga di 21 UPT yang terlatih Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 44 naskah 475 orang 7 55 naskah 600 orang 2009 8 70 naskah 800 orang 2010 9 75 naskah 1000 orang 2011 10 100 naskah 1200 orang 2012 11 125 naskah 1350 orang 2013 12 150 naskah 1500 orang 1 b.

KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 2009 8 spesifikasi peta terbaru 2010 9 terbaru 2011 10 2012 11 2013 12 terbaru Tinggi 1 c. URUSAN KEHUTANAN Meningkatkan pengamanan dan pencegahan kerusakan kawasan hutan Program Pemantapan kawasan Lindung Meningkatnya peranserta masyarakat desa hutan dalam penamanan kawasan hutan Tingkat perambahan hutan (jumlah kasus) N/A 50 40 30 25 15 6. pemerintah. 54 tahun 2008 tentang RTR Jabodetabekpunjur Kajian pembentukan PPNS bidang penataan ruang Pembentukan BKPRD Provinsi sesuai dengan peraturan terbaru Pembentukan PPNS bidang penataan ruang Penetapan peraturan zonasi sistem provinsi Penetapan peraturan zonasi sistem provinsi Penetapan peraturan zonasi sistem provinsi Meningkatnya peran perangkat pengendalian pemanfaatan ruang di tingkat provinsi Terselenggaranya fasilitasi dan koordinasi penyelenggaraan penataan ruang Provinsi Jawa Barat Telah terbit SK Gub No. dunia usaha. dunia usaha. dan pemerintah daerah dalam pelaksanaan penataan ruang Memantapkan peran provinsi dalam koordinasi penataan ruang Program Pemanfaatan Ruang d. Meningkatkan peran serta masyarakat. Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang Terwujudnya rencana tata ruang wilayah Provinsi Jawa Barat sebagai acuan pemanfaatan ruang oleh masyarakat. 26 Tahun 2007 belum dimiliki Rancangan Perda Pengendalian Pemanfaatan Ruang di KBU Peraturan Daerah tentang pengendalian pemanfaatan ruang KBU Peraturan Gubernur untuk pengendalian pemanfaatan ruang di Kawasan Bandung Utara Kajian arahan pengendalian pemanfaatan ruang di kawasan perkotaan dan alih fungsi lahan sawah di Pantura Perpres No. URUSAN LINGKUNGAN HIDUP Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 51 .NO.691ORG/2004 tentang TKPRD Provinsi Jawa Barat Operasionalisasi TKPRD Provinsi Jawa Barat Operasionalisasi TKPRD Provinsi Jawa Barat Operasionali sasi BKPRD Provinsi Jawa Barat Operasionali sasi PPNS Operasionali sasi BKPRD Provinsi Jawa Barat Operasionali sasi PPNS Operasionali sasi BKPRD Provinsi Jawa Barat Operasionali sasi PPNS Operasion alisasi BKPRD Provinsi Jawa Barat Operasion alisasi PPNS 5. 120. dan pemerintah daerah Tersedianya pranata pendukung pengendalian pemanfaatan ruang Tingkat kesesuaian antara RTRW Provinsi Jawa Barat dengan pemanfaatan ruang Sedang Sedang Sedang Sedang Tinggi Tinggi Tingkat ketersediaan peraturan pendukung pengendalian pemanfaatan ruang Peraturah zonasi sistem provinsi sesuai dengan amanat UU No. pemerintah.05/Kep.

dan pengembangan kemitraan dalam GRLK Fasilitasi penanganan untuk l 3 lokasi rusak Cleaner Production Industri kecil dan menengah dan EPCM utk industri 60. evaluasi GRLK tahap I 50. penyelundupan kehati. baku mutu dan peraturan lingkungan air Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 Status mutu cemar berat (IV) 7 Penyusunan standar status mutu sungai dan waduk prioritas 2009 8 Penatapan status mutu sungaisungai prioritas 2010 9 Penanganan daerah hulu sungai prioritas ( industri dan domestik ) Pelaksanaan Gerakan Udara Bersih Kota 2011 10 Penanganan daerah hulu sungai prioritas (industri dan domestik ) Mendorong pengurangan emisi sektor transportasi dan industri 2012 11 Penanganan daerah hilir sungai prioritas (industri ) 2013 12 Integrasi penanganan hulu hilir. konservasi lahan dan pendayagunaan lahan berbasis lingkungan Fasilitasi penanganan untuk l 3 lokasi rusak 1 a.000 ha lahan kritis tertangani dan optimasi GRLK Tahap II Cleaner Production Industri kecil dan menengah dan EPCM utk industri 60. utk pencapaian Status mutu cemar ringan (III) Mendorong pengurangan emisi sektor lainnya untuk pencapaian 100 hari baik/tahun Pengembanag an sistem pengawasan terpadu. Mengurangi beban emisi dari kendaraan bermotor dan industri Tingkat penaatan terhadap standar. 30 industri ikut CP dan 171 lulus uji kompetensi EPCM Pengembangan EPCM Udara dan Pembentukan asosiasi EPCM Cleaner Production Industri kecil dan menengah dan EPCM utk industri 50.000 ha lahan kritis tertangani. dan banyak ex TPA blm dreklamasi Masih banyak ABT belum berijin Pendataan kerusakan lahan tambang.130 ha Penyiapan GRLK Tahap II.NO. dan penanganan lahan potensi kritis Menanggulangi kerusakan lahan bekas pertambangan. baku mutu dan peraturan lingkungan B3/limbah B3 429 perusahaan berijin Pendataan industri pengguna B3 dan sosialisasi peraturan Pengawasan untuk Industri Pengawasan untuk rumah sakit Pengawasan untuk domestik Pengawasan untuk penambangan dan sektor lainnya Mengembangkan produksi yang lebih bersih ( Cleaner Production) dan EPCM ( Environmental Pollution Control Manager ) 1. KEBIJAKAN 2 Meningkatkan upaya pemulihan dan konservasi sumber daya air. Sebagian besar eks tambang.TPA.000 ha lahan kritis tertangani. ex penambangan ) Meningkatkan konservasi air bawah tanah Tingkat Ketaatan terhadap ijin pengambilan air bawah tanah Tingkat pengendalian terhadap flora/fauna yang dilindungi. koordinasi pengelolaan kehati Fasilitasi penanganan untuk l 3 lokasi rusak Fasilitasi penanganan untuk l 3 lokasi rusak Fasilitasi penanganan untuk l 3 lokasi rusak Pengendalian di Cekungan Bandung Kawasan Ciayumajaku-ning Pengendalian dan penanganan Cekungan Bandung Kawasan Bodebek Pengendalian dan penanganan CAT Bandung dan CAT Bogor Kawasan Priangan Pengendalian dan penanganan CAT Bogor Kawasan Purwasuka Pengendalian agar 2 CAT membaik kondisinya Kawasan Sukabumi Rehabilitasi dan konservasi keanekaragaman hayati Maish tinggi kasus pencurian. Jumlah pelaku usaha yang melaksanakan Cleaner Production Jumlah industri yang mengikuti EPCM.130 ha tertangani. dan perusakan kehati Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 52 .000 ha lahan kritis tertangani. pengawasan dan penertiban pemanfaatan ABT Identifikasi kehati.ex TPA. dan pengendalian lahan potensi kritis Cleaner Production Industri kecil dan menengah dan EPCM utk industri Rehabilitasi dan Konservasi Sumberdaya alam dan lingkungan hidup Mengoptimalkan pelaksanaan rehabilitasi lahan kritis Luas lahan kritis yang ditangani Sisa lahan kritis 202. dan bencana Jumlah kerusakan lahan yang ditangani/ direklamasi (ex TPA. terutama galian C belum direklamasi. minimal untuk 729 perusahaan berijin Cleaner Production Industri kecil dan menengah dan EPCM utk industri 202. baku mutu dan peraturan lingkungan udara 20 hari baik / tahun Penyiapan pola pemantauan kualitas udara daerah Pengembangan sistem pemantauan udara daerah Mendorong pengurangan emisi sektor persampahan Mengawasi pemanfaatan B3 dan pembuangan limbah B3 Tingkat penaatan terhadap standar. dan dampak bencana alam Pembinaan. 2. udara. hutan dan lahan PROGRAM 3 Pengendalian pencemaran dan Perusakan lingkungan SASARAN PROGRAM 4 Mengurangi beban pencemaran badan air oleh industri dan domestik INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Tingkat penaatan terhadap standar.

relawan dan NGO 27 % kawasan lindung Sosialisasi di daerag rawan longsor Pendidikan dan Pelatihan Kebencanaan bagi personil PB.Pemulihan dan rehabilitasi kawasan - - Penataan fungsi kawasan lindung non hutan di wilayah Bakorwil Bogor Pemulihan dan rehabilitasi kawasan Meningkatkan pengamanan dan perlindungan kawasan Jumlah gangguan dan kerusakan kawasan lindung per tahun Beberapa kawasan masih rawan ganguan dan kerusakan. Sancang. 470 Tagana. dan fasilitasi peningkatan sumber daya PB di kab/kota Penataan fungsi kawasan lindung non hutan di wilayah Bakorwil Purwakarta Pencapaian target 35% kawasan lindung dapat terwujud Peningkatan peran masyarakat dalam pengendalian gangguan dan kerusakan di Bogor. inventarisasi pemanfaatan kawasan lindung . Pendidikan lanjut. Fasilitasi pembentukan kawasan lindung baru di Ciayumajakuning Peningkatan peran masyarakat dalam perlindungan kawasan Ciayumajakuning Pengendalian gangguan dan kerusakan di kawasam Ciayumajakuninf Peningkatan peran masyarakat dalam pengendalian gangguan dan kerusakan di Priangan Mengembangkan kawasan lindung baru Jumlah dan luas kawasn lindung baru Fasilitasi pembentukan Kebun Raya Kuningan Fasilitasi pembentukan kawasan lindung baru di Bakorwil Bogor Pengembangan RTH di Kawasan Metro Bandung dan Bodebek Pengembangan RTH di Kawasan Cirebon Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 53 . Salak. KEBIJAKAN 2 Mengurangi Resiko Bencana PROGRAM 3 Program penanggulangan bencana alam dan perlindungan masyarakat SASARAN PROGRAM 4 Meningkatkan mitigasi bencana dan adaptasi terhadap perubahan iklim INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Tingkat pelaksanaan upaya mitigasi bencana dan adaptasi perubahan iklim oleh kab/kota Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 Peta rawan bencana. Meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap bencana Tingkat ketahanan masyarakat terhadap bencana 14 daerah rawan bencana alam Pembinaan dan Pelatihan aparat Pemberdayaan masyarakat dan penataan daerah resiko bencana Meningkatkan kemampuan dan jumlah sumber daya penanggulangan bencana Jumlah dan kualitas sumber daya c.Pemulihan dan rehabiltasi kawasan . 60 Tim reaksi cepat. rencana Kebun Raya Kuningan Pembentukan pengamanan swakarsa.Penataan fungsi kawasan lindung non hutan utk wilayah Bakorwil Priangan .Pendataan peruntukan kawasan pasca penandaan batas . . Halimun. Pangrango. kebakaran ( Ciremai. Meningkatkan fungsi dan luas kawasan lindung Program Pengelolaan kawasan lindung Melakukan penataan dan perbaikan fungsi kawasan lindung Tingkat kesesuain peruntukan/kriteria kawasan lindung dan pemanfaatannya Satkorlak PB. Bakesbanglinmasda.Penataan fungsi kawasan lindung non hutan utk kawasan Ciayu majakuning.Pemulihan dan rehabilitasi kawasan . 160 satgas. Stok pangan. Peningkatan serta perbaikan sarana dan prasarana dalam PB Peningkatan serta perbaikan sarana dan prasarana dalam PB Penandaan batas kawasan lindung. Sukabumi. pengendalian kebakaran hutan Fasilitasi pembentukan lembaga masyarakat perlindungan dan pengamanan kawasan di kawasan rawan gangguan. program dan kegiatan PB 7 Penyusunan Rencana Induk Penanggula-ngan Bencana 2009 8 Pembentukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan fasilitasi penyusunan Rencana Induk PB kab/kota Sosialisasi dan informasi kebencanaan bagi masyarakat 2010 9 Fasilitasi Pembentukan BPBD Kab/ Kota dan penyempunaan pranata PB Tersimulasikannya penanggulangan bencana utk masyarakat di daerah resiko Gladi resik dan simulasi PB bagi sumber daya ( aparat dan relawan )PB 2011 10 Pemantapan pranata penangulangan bencana dan adaptasi perubahan iklim Pemberdayaan masyarakat di daerah resiko bencana 2012 11 Fasilitasi Penataan wilayah resiko bencana dan rentan perubahan iklim 2013 12 Peningkatan integrasi upaya mitigasi bencana dan adaptasi perubahan iklim dalam pembangunan Pemberdayaan masyarakat dan penataan daerah resiko bencana Pembinaan. Cianjur Pengembanga n RTH di kawasan kota baru berkembang 1 b. dsb) 2 kawasan dikelola daerah ( THR Juanda dan Pancoran Mas ).NO. dan peralatan.

pemanfaatan produktif end use dari energi alternatif Jumlah desa mandiri energi Belum ada desa mandiri energi Penyusunan Rencana Desa Mandiri Energi Mendorong terwujudnya 4 desa mandiri energi Mendorong terwujudnya 4 desa mandiri energi Mendorong terwujudnya 4 desa mandiri energi Mendorong terwujudnya 4 desa mandiri energi Meningkatkan pelaksanaan konservasi dan hemat energi Tingkat penerapan hemat energi Telah ada identifikasi peluang penghematan energi di lingkungan pemprov. Bangunan Komersial dan Industri Instansi Pemerintahan Provinsi. pikohidro. PLTMH. 19 PLTSurya. Pengembangan biogas. PLTMH. pikohidro. 17 PLTMikrohidro. Ketersediaan dokumen dan lembaga pengelolaan Seluruh kawasan pantai jabar minim perlindung-an ATLAS Wilayah Pesisir dan Laut Jabar Identifikasi kekritisan kawasan pantai Meningkatkankoo rdinasi antar stakeholeder pengelola pesisir Rehabilitasi mangrove dan terumbu karang di Pantura. Bioenergi. dan Sosialisasi Potensi Nuklir Pengembangan ogas. PLTAngin. laut. 10 lokasi terumbu karang rusak Pembentukan Pokja Mangrove Provinsi Meningkatkan vegetasi pelindung pantai Menyiapkan pranata pengelolaan pesisir .1000 reaktor biogas. dan . PLTAngin. PLTSurya. Kawasan wisata pantai selatan Penyusunan Renstra dan Zonasi Pesisir dan pulau kecil Kawasan wisata pantai selatan Penyusunan Rencana Aksi Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Laut Kawasan wisata pantai selatan Penyusunan pedoman teknis dan rencana sektoral Kawasan wisata pantai utara Penyusunan pedoman teknis dan rencana sektoral Kawasan wisata pantai utara Penyusunan pedoman teknis dan rencana sektoral 7. dan Mikrohidro Pengembangan biogas. biokerosene Pengembangan biogas. pikohidro. Instansi Pemerintahan Provinsi. biokerosen. PLTSurya. PLTMH. PLTSurya. dan pulau kecil Luasan / jumlah vegetasi pelindung pantai. Luas kawasan mangrove dan jumlah lokasi terumbu karang yang ditangani 17 kawasan mangrove rusak berat di 8 kab.NO. dan Fasilitasi pembentukan Pokja Mangrove Kab. Bioenergi. Bioenergi. Bioenergi Pengembangan biogas. Bangunan Komersial dan Industri Instansi Pemerintahan Provinsi. PLTSurya. dan Sosialisasi Potensi Nuklir . pikohidro. pikohidro. PLTSurya. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 Meningkatkan kemitraan dan pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan lindung INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Tingkat kepedulian masyarakat sekitar kawasan lindung Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 Kepedulian untuk menjaga dan kearifan pemanfaatan kawasan masih perlu ditingkatkan 7 Meningkatkan jaringan kerjasama dengan LSM kehutanan 2009 8 Fasilitasi dan penguatan masyarakat peduli lingkungan dan Masayarakat desa hutan dalam pendayagunaan kawasan 2010 9 Pengembangan dan penguatan lembaga Gerakan Aksi Penyelamatan Lingkungan dan habitat tanaman dan satwa dilindungi Rehabilitasi mangrove dan terumbu karang di Pantura 2011 10 Penguatan kemitraan dalam pemanfaatan sumber daya alam kawasan untuk kesejahteraan berbasis konservasi Rehabilitasi mangrove dan terumbu karang di Pantura dan Pansela 2012 11 Penguatan kemitraan dalam pemanfaatan sumber daya alam kawasan untuk kesejahteraan berbasis konservasi Rehabilitasi mangrove dan terumbu karang di Pansela 2013 12 Penguatan kemitraan dalam pemanfaatan sumber daya alam kawasan untuk kesejahteraan berbasis konservasi Rehabilitasi mangrove dan terumbu karang di Pansela 1 Program Pengelolaan ekosistem Pesisir dan Laut Memperbaiki kondisi kawasan mangrove dan terumbu karang. Bangunan Komersial dan Industri Sektor Transportasi Dan Perumahan Mendorong terwujudnya 4 desa mandiri energi shg (total target 20 desa mandiri energi tercapai ) Seluruh sektor penggunan energi Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 54 . Audit Energi di lingkungan Pemerintah Prov. PLTAngin. PLTMH.engembangan bioogas. PLTAngin. URUSAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Mengembangkan energi alternatif dan gerakan hemat energi bagi masyarakat dan pelaku usaha Pembinaan dan pengembangan bidang ketenagalistrikan dan energi Meningkatkan penggunaan energi alternatif Jumlah dan jenis energi alternatif yang dikembangkan . PLTMH.

Jumlah Satuan Sambungan telepon Rasio pengguna internet terhadap penduduk Jumlah surat kabar nasional dan lokal yang beredar a.NO. LN = 8 40% AD = 2. Informasi. Pengendalian dan Pengawasan Pembangunan Daerah 75% 80% 85% 90% 95% 100% 100% 75% 80% 85% 90% 95% 100% 100% c. TV b.000 1 : 3000 org 930.000 1 : 4000 org 870. spasial b. AP = 7 LN = 3 45% AD = 3 AP = 8 LN = 4 50% AD = 3 AP = 8 LN = 5 55% AD = 4 AP = 9 LN = 6 60% AD = 4 AP = 9 LN = 7 65% AD = 5 AP = 10 LN = 8 70% b. Tiras Jumlah penyiaran yang masuk ke daerah a. a. Radio 1 : 5000 org 830.000 1 : 2000 org 45 45 46 46 47 47 48 15 30 15 30 15 31 15 31 15 32 16 32 16 33 3. antar provinsi dan luar negeri Meningkatnya sinergitas perencanaan pembangunan daerah. URUSAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN Mewujudkan kerjasama pembangunan antar daerah yang saling menguntungkan Meningkatkan kualitas perencanaan dan mengembangkan perencanaan yang pro publik Program Kerjasama Pembangunan Terwujudnya kerjasama pembangunan antar daerah. Penataan dan Pengendalian Administrasi Terwujudnya tertib administrasi pertanahan Persentase luas lahan bersertifikat Tingkat penyelesaian 65% 40% 70% 45% 75% 55% 80% 60% 85% 75% 90% 80% 95% 85% Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 55 . Penerbit b.000 1 : 3500 org 900. kabupaten/kota. Media Massa dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Meningkatnya penggunaan Teknologi Informasi Komunikasi dalam berbagai bidang kehidupan Meningkatnya peran media massa dalam penyebaran informasi secara obyektif dan bertanggungjawab. AP = 7.000 1 : 4500 org 850. Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan Menurunnya penyimpangan terhadap peraturan dalam penyelenggaraan pembangunan daerah 65% 70% 75% 80% 85% 90% 95% 50% 60% 65% 70% 75% 80% 90% 25% 100% 20% 100% 15% 100% 10% 100% 5% 100% 0% 100% 0% 100% 2. URUSAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA Mengembangkan dan menerapkan teknologi informasi dalam manajemen pemerintahan dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat Program Pengembangan Komunikasi. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 2009 8 2010 9 2011 10 2012 11 2013 12 1 Misi 5 : Meningkatkan efektivitas pemerintahan daerah dan kualitas demokrasi 1. URUSAN PERTANAHAN Mewujudkan tertib administrasi pertanahan Program Pengadaan.000 1 : 2500 org 960. antar provinsi dan luar negeri Tingkat kesesuaian antara dokumen perencanaan provinsi dengan pusat dan kab/kota Tingkat ketersediaan dan validitas informasi perencanaan pembangunan Tingkat ketersediaan dokumen perencanaan daerah : a. sektoral Tingkat kesesuaian antara perencanaan dengan implementasi Tingkat partisipasi masyarakat dalam perencanaan daerah Jumlah temuan penyimpangan Jumlah tindak lanjut temuan penyimpangan AD = 2. kabupaten/kota. Tersedianya dokumen perencanaan makro dan sektoral yang pro publik jumlah kerjasama antar daerah. Meningkatkan pengendalian pembangunan dan mengembangkan sistem pengawasan Terkendalinya program-program pembangunan daerah. Meningkatnya pelayanan informasi kepada masyarakat. Program Perencanaan.

PEMERINTAHAN UMUM. Terwujudnya kelembagaan pemerintah daerah yang efektif dan efisien. 60% 60% 65% 75% 85% 90% 100% Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 56 .NO. prosedur dan kriteria penyelenggaraan pemerintahan daerah Terwujudnya penegasan batas daerah dan kode wilayah Meningkatnya kinerja aparatur Meningkatnya disiplin aparatur Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur Meningkatnya kualitas aparatur daerah 60% 65% 80% 85% 90% 95% 200% 47 2% 15% 2% 15% 4% 50% 6% 60% 20% 70% 40% 80% 60% 90% 1 1 1 3 3 3 3 b. URUSAN OTONOMI DAERAH. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 Pertanahan SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 sengketa pertanahan Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 2009 8 2010 9 2011 10 2012 11 2013 12 1 4. PERANGKAT DAERAH. 1 2 2 3 3 4 4 a. KEPEGAWAIAN DAN PERSANDIAN Melaksanakan reformasi birokrasi melalui penataan struktur yang proporsional. Tersedianya norma. Terwujudnya kualitas pelayanan antar lembaga dan kepada masyarakat. ADMINISTRASI KEUANGAN DAERAH. mengembangkan profesionalisme. menerapkan insentif berbasis kinerja dan pengadaan secara elektronik Program Pemantapan Otonomi Daerah dan Sistem Administrasi pemerintahan daerah Terselenggaranya urusan pemerintahan Tingkat ketersediaan peraturan perundangundangan tentang penyelenggaraan urusan Tingkat kesesuaian besaran organisasi dengan beban kerja Jumlah OPD Proporsi SKPD yang bersertifikat ISO Proporsi SPM pada urusan pemerintahan Proporsi SOP pada SKPD Jumlah regulasi penegasan batas daerah Tingkat produktivitas aparatur Tingkat kasus pelanggaran disiplin dan kasus kepegawaian Tingkat keterampilan aparatur Tingkat profesionalisme aparatur Tingkat pelayanan administrasi kepegawaian internal dan eksternal Tingkat pemenuhan kebutuhan dasar operasional unit kerja SKPD/Balai/UPT/UPTD dalam mendukung tugas pokok dan fungsinya. Tingkat pelayanan antar lembaga dan kepada masyarakat. standar. Meningkatkan dan mengembangkan kualitas setiap unit kerja dalam pelayanan publik Program Pembinaan dan Pengembangan Aparatur 50% 55% 60% 75% 65% 80% 65% 80% 100% 70% 85% 75% 85% 100% 75% 90% 85% 90% 100% 80% 100% 100% 95% 100% 50% 60% 100% 55% 65% 100% 60% 75% 100% Meningkatnya pelayanan administrasi kepegawaian Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Terpenuhinya kebutuhan dasar operasional unit kerja SKPD/Balai/UPT/ UPTD dalam mendukung tugas pokok dan fungsinya.

Tingkat kenyamanan dan pelayanan kepada masyarakat. Meningkatnya budaya taat hukum 20 25 25 25 25 25 25 8 75% 10 90% 11 95% 12 95% 12 96% 14 97% 15 98% d. dan nilainilai hidup lainnya yang berkeadilan Terwujudnya sinergitas penanganan perkara dengan lembaga lainnya.12% Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 57 .22% 0.NO. kearifan local. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Program Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Aparatur SASARAN PROGRAM 4 Meningkatnya sarana dan prasarana untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat.23% 21.14% 79.62% 24. Terpeliharanya sarana dan prasarana operasional SKPD/Balai/UPT/UPTD.56% 19. Menata sistem hukum di daerah Program Penataan Peraturan Perundangundangan.89% 0.63% 0. Terwujudnya kenyamanan dan pelayanan kepada masyarakat. kearifan local.32% 0. PAD b. 2 32 14 15 10 20 15 20 15 20 15 20 15 2 1 12 2 15 3 15 3 15 3 15 4 15 5 Tersedianya produk hukum yang mengakomodasi nilai-nilai agama.96% 22. Dana Perimbangan Sumber lainnya yang sah Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 70% 7 85% 2009 8 100% 2010 9 100% 2011 10 100% 2012 11 100% 2013 12 100% 1 70% 85% 100% 100% 100% 100% 100% 60% 60% 75% 80% 90% 100% 100% c.17% 75.43% 20.60% 26. INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Tingkat pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana kerja aparatur sesuai standar daerah Tingkat pemeliharaan sarana dan prasarana operasional SKPD/Balai/UPT/UPTD.13% 80. Jumlah peraturan daerah yang disusun Jumlah regulasi yang dapat memperbaiki efektivitas pemerintahan Jumlah regulasi yang dapat memperbaiki kualitas pelayanan Jumlah regulasi yang dapat menurunkan praktik korupsi produk hukum yang mengakomodasi nilai-nilai agama. 20 120 125 130 135 140 145 20 2 1 75 20 28 5 95 25 12 6 105 25 12 6 110 25 12 6 120 25 12 8 140 25 12 8 150 e. Meningkatkan kinerja pengelolaan keuangan daerah yang akuntabel Program Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah Terwujudnya penerimaan yang sesuai dengan potensi 73. Kesadaran Hukum dan HAM Tersedianya produk hukum daerah untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan.15% 78.44% 0. Meningkatkan kapasitas lembaga legislatif Program Peningkatan kapasitas Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah Terwujudnya harmonisasi produk hukum provinsi dengan pemerintah pusat dan kabupaten/kota Meningkatnya produk hukum yang sesuai dengan aspirasi masyarakat Terwujudnya peningkatan kinerja DPRD yang akuntabel.24% 0. c. dan nilai-nilai hidup lainnya yang berkeadilan Jumlah penanganan perkara dengan lembaga lain Tingkat kesadaran hukum dan penaatan hukum masyarakat serta penegakan hukum dan HAM Jumlah produk hukum yang tidak saling bertentangan Jumlah produk hukum yang aspiratif dan berpihak pada publik Jumlah perda yang disetujui Jumlah perda inisiatif Jumlah rapat kerja inisiatif dewan Tingkat pendapatan daerah : a.15% 76.

URUSAN KEARSIPAN Meningkatkan kinerja pengelolaan kearsipan daerah dan penyelenggaraan pemerintahan Program Pengembangan Kearsipan Tersedianya data kearsipan yang mendukung manajemen pemerintah daerah Tingkat kelengkapan administrasi kearsipan Tingkat penerapan teknologi informasi dalam administrasi kearsipan Tingkat penerapan teknologi informasi dalam pengelolaan pelestarian 60% 70% 60% 75% 65% 80% 75% 85% 85% 90% 90% 95% 100% 100% 70% 75% 80% 85% 90% 95% 100% Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 58 . Tingkat ketersediaan data/informasi dan statistik daerah 70% 70% 75% 80% 90% 95% 100% 6. URUSAN STATISTIK Meningkatkan kualitas data pendukung perencanaan daerah dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan Program Pengembangan Data/Informasi/Statistik Daerah Tersedianya data/informasi aspasial yang mutakhir dan akurat.NO. Meningkatkan pembinaan tramtibmas. 65% 65% 90% 95% 100% 100% 100% Tersedianya dokumen operasional SKPD/Balai/UPTD/UPTD yang mendukung capaian kinerja organisasi f. satuan perlindungan masyarakat. Tingkat akuntabilitas penggunaan anggaran Tingkat kesesuaian pelaporan capaian kinerja pada unit kerja SKPD/Balai/ UPT/UPTD dengan anggaran Tingkat ketersediaan dokumen operasional Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 45% 75% 7 45% 75% 2009 8 50% 90% 2010 9 55% 95% 2011 10 60% 100% 2012 11 65% 100% 2013 12 70% 100% 1 Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan Tersedianya sistem pelaporan capaian kinerja pada unit kerja SKPD/Balai/UPT/UPTD. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 Optimalisasi pengelolaan asset daerah Terwujudnya pengelolaan anggaran yang akuntabel INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Tingkat pemanfaatan dan pendayagunaan asset daerah. 70% 75% 80% 85% 90% 95% 100% Menurunnya gangguan terhadap ketertiban umum.000 penduduk Rasio jumlah linmas per penduduk Rasio Pos Siskamling per desa/kelurahan 60% 62% 65% 68% 75% 80% 85% N/A N/A 75% 398 70% 75% 375 73% 80% 360 77% 80% 350 81% 80% 345 85% 90% 340 90% 100% 330 100% N/A N/A 5. Meningkatnya kuantitas dan kualitas Pol PP dan PPNS Se Jawa Barat Meningkatnya kuantitas dan kualitas anggota satuan Linmas Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam tramtibmas • Tingkat kasus kriminalitas yang dapat diselesaikan • Jumlah kasus peredaran narkoba • Jumlah kasus penyalahgunaan narkoba Tingkat keamanan dan kenyamanan lingkungan Jumlah unjuk rasa Rasio jumlah polisi pamong praja per 10. dan unsur rakyat terlatih lainnya Program Pemeliharaan Ketentraman dan Ketertiban Umum serta Perlindungan Masyarakat Menurunnya angka kriminalitas.

31% 75% 80% 83%% 85%% Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 59 . KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 Terpeliharanya data kearsipan untuk meningkatkan pelayanan kepada para pengguna arsip Tersedianya arsip yang dapat mendukung keperluan publik INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 dokumen/arsip daerah Tingkat pelayanan informasi kearsipan daerah Tingkat keterbukaan informasi kearsipan daerah bagi masyarakat Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 70% 7 75% 2009 8 80% 2010 9 85% 2011 10 90% 2012 11 95% 2013 12 100% 1 70% 75% 80% 85% 90% 95% 100% 7.NO. Mewujudkan Desa Membangun Pemantapan Pemerintahan dan Pembangunan Desa Meningkatnya Kinerja pemerintahan desa 10% 20% 10% 20% 20% 25% 30% 30% 40% 40% 50% 45% 60% 50% 20% 20% 40% 20% 25% 44% 25% 30% 48% 30% 35% 52% 35% 40% 56% 40% 45% 60% 45% 50% 65% Meningkatnya kualitas sarana prasarana desa Meningkatnya kesejahteraan masyarakat desa 20% 18% 16% 14% 12% 10% 9% 8. 50% 55% 70% 75% 80% 85% 90% Meningkatnya frekuensi keterlibatan masyarakat dalam penetapan kebijakan 190 394 50% 190 394 55% 195 400 65% 200 410 70% 206 420 75% 212 430 80% 220 440 85% b. swasta dan masyarakat dalam pembangunan. Rata-rata jumlah kelompok binaan lembaga pemberdayaan masyarakat (LPM) Tingkat keterlibatan lembaga kemasyarakatan dalam pembangunan Jumlah LSM Jumlah ormas Tingkat keterlibatan LSM dan ormas dalam penetapan kebijakan Tingkat keterampilan perangkat desa Tingkat kelengkapan sarana prasarana perkantoran pemerintahan desa Tingkat pelayanan pemerintahan desa Tingkat Tertib pengelolaan dokumen Administrasi pemerintahan desa Persentase desa yang kualitas sarana prasarana dasarnya memadai Persentase jumlah penduduk miskin 60% 70% 85% 90% 95% 100% 100% a. 75% 67. URUSAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA Meningkatkan partisipasi dan peran kelembagaan masyarakat desa dalam pembangunan Peningkatan Partisipasi Masyarakat Terwujudnya kemitraan pemerintah. URUSAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK DALAM NEGERI Meningkatkan kapasitas aparatur dan masyarakat dalam penanggulangan bencana Melibatkan peran serta masyarakat dalam pembangunan politik Program Penanggulangan Bencana Program Pendidikan Politik Masyarakat Meningkatnya kemampuan pemerintah dalam pencegahan dini dan penanggulangan bencana Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pemilu Tingkat kesiapan pemerintah dalam penanggulangan bencana Tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilu 100 orang / Desa 100 orang / Desa 100 orang / Desa 150 orang / Desa 150 orang / Desa 200 orang / Desa 200 orang / Desa 87%% b. a.

NO. Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 60 . KEBIJAKAN 2 Memfasilitasi peningkatan peran dan fungsi partai politik PROGRAM 3 Program Pendidikan Politik Masyarakat SASARAN PROGRAM 4 Meningkatnya fungsi partai politik dalam pendidikan politik INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Tingkat penyelenggaraan pendidikan politik oleh partai politik Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 50% 7 50% 2009 8 60% 2010 9 75% 2011 10 80% 2012 11 85% 2013 12 90% 1 c.

Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 61 .