Anda di halaman 1dari 9

Laboratorium Uji Tanah

Uji Geser Langsung

LABORATORIUM UJI TANAH


JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
Jl. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga Kotak Pos 6468 BDCD Tlp. (022)
2013789, Ext.266 Bandung
Subjek : Pengujian Tanah di Laboratorium No. Job : 07
Judul : Uji Geser Langsung Tgl :12/04/2005

I. TUJUAN
1. Mengetahui kekuatan tanah terhadap gaya horizontal, dengan menentukan
harga kohesi (c) dari sudut geser dalam ( ϕ) dari suatu contoh tanah pad
bidang geser tertentu.
2. Menganilis masalah stabilitas tanah (stabilitas talud, tekanan tanah ke
samping pada turap atau tembok penahan) .
II. DASAR TEORI
Kekuatan geser tanah merupakan perlawanan internal tanah tersebut per
satuan luas terhadap keruntuhan atau pergeseran sepanjang bidang geser dalam
tanah yang dimaksud.
Uji geser langsung merupakan pengujian yang sederhana dan langsung.
Pengujian dilakukan dengan menempatkan contoh tanah ke dalam kotak geser.
Kotak ini terbelah, dengan setengah bagian yang bawah merupakan bagian yang
tetap dan bagian atas mudah bertranslasi. Kotak ini tersedia dalam beberapa
ukuran, tetapi biasanya mempunyai diameter 6.4 cm atau bujur sangkar 5,0 x 5,0
cm . Contoh tanah secara hati-hati diletakkan di dalam kotak, sebuah blok
pembebanan, termasuk batu-batu berpori bergigi untuk drainase yang cepat,
diletakkan di atas contoh tanah. Kemudian suatu beban normal Pv dikerjakan.
Kedua bagian kotak ini akan menjadi sedikit terpisah dan blok pembebanan serta
setengah bagian atas kotak bergabung menjadi satu.
Kuat geser sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor , antara lain :
1. Tekanan efektif atau tekanan antar butir.
2. Kemampuan partikel atau kerapatan
3. Saling keterkuncian antar partikel: jadi, partikel-partikel yang bersudut akan
lebih saling terkunci dan memiliki kuat geser yang lebih tinggi φ yang lebih
besar) daripada partikel-partikel yang bundar seperti pada tebing-tebing.

JURUSAN TEKNIK SIPIL


POLITEKNIK NEGERI BANDUNG Kelompok B1/2 TB /2005
Laboratorium Uji Tanah
Uji Geser Langsung

4. Sementasi partikel, yang terjadi secara alamiah atau buatan.


5. Daya tarik antar partikel atau kohesi.

Perhitungan pada pengujian kuat geser langsung :


1. Hitung gaya geser Ph :
Ph = bacaan arloji x kalibrasi proving ring
2. Hitung kekuatan geser ( τ )
Ph
τ =
Ac
3. Hitung tegangan normal ( σn )
Pv
σn =
Ac

Gambarkan grafik hubungan ∆B τ


4.
B versus , kemudian dari
masing-masing benda uji dapatkan τmax
5. Gambarkan garis lurus melalui titik-titik hubungan τ versus σn
dapatkan pula parameter c dan φ.
6. Untuk mendapat parameter c dan φ dapat diselesaikan dengan
cara matematis (pesamaan regresi linear). Rumus kekuatan geser :
τ = σn tan φ + c

σx

τ
σ

τf σy

B id a n g
k e ru n tu h a n

JURUSAN TEKNIK SIPIL


POLITEKNIK NEGERI BANDUNG Kelompok B1/2 TB /2005
Laboratorium Uji Tanah
Uji Geser Langsung

Kekuatan geser tanah dapat dianggap terdiri dari dua bagian atau komponen,
yaitu :
1. Gesekan dalam, yang sebanding dengan tegangan efektif yang bekerja
pada bidang geser.
2. Kohesi yang tergantung pada jenis tanah dan kepadatannya tanah pada
umumnya digolongkan sebagai berikut :
3. Tanah berkohesi atau berbutir halus (misal lempung)
4. Tanah tidak berkohesi atau berbutir kasar (misal pasir)
5. Tanah berkohesi-gesekan, ada c dan ф (misal lanau)
Hubungan persamaan ini digambarkan pada kurva berikut ini :

φ
Garis keruntuhan Mohr-Coulomb

Tegangan Normal

Tergantung dari jenis alatnya ,uji geser ini dapat dilakukan dengan cara
tegangan geser terkendali ,dimana penambahan gaya geser dibuat konstan dan
diatur, atau dengan cara regangan terkendali dimana kecepatan geser yang diatur.
Kelebihan pengujian dengan cara regangan – terkendali adalah pada pasir
padat, tahanan geser puncak (yaitu pada saat runtuh) dan juga pada tahanan geser
maksimumyang lebih kecil (yaitui pada titik setelah keruntuhan terjadi) dapat
diamati dan dicatat pada uji tegangan – terkandali ,hanya tahanan geserpuncak
saja yang dapat diamati dan dicatat.Juga harus diperhatikan bahwa tahanan geser
pada uji tegangan – terkendali besarnya hanya dapat diperkirakan saja., Ini
disebabkan keruntuhan terjadi pada tingkat tegangan geser sekitar puncak antara
penambahan beban sebelum runtuh sampai sesudah runtuh.

JURUSAN TEKNIK SIPIL


POLITEKNIK NEGERI BANDUNG Kelompok B1/2 TB /2005
Laboratorium Uji Tanah
Uji Geser Langsung

Pada pengujian tertentu ,tegangan normal dapat dihitung sebagai berikut:

gayanormal
 =Tegangan normal= Luaspenamp angl int angsampel tan ah

Gayagesery angmelawan gerakan


τ = Tegangan geser = luaspenamp angl int angsampel tan ah

Harga – harga yang umum dari sudut geser internal kondisi drained untuk
pasir dan lanau dapat dilihat pada table berikut ini

TIPE TANAH SUDUT GESER DALAM (φ )°


Pasir : butiran bulat
Renggang /lepas 27 – 30
Menengah 30 – 35
padat 35 – 38
Pasir : butiran bersudut
Renggang / lepas 30 –35
Menengah 35 – 40
padat 40 – 45
Kerikil bercampur pasir 34 – 48
Lanau 26 – 35

JURUSAN TEKNIK SIPIL


POLITEKNIK NEGERI BANDUNG Kelompok B1/2 TB /2005
Laboratorium Uji Tanah
Uji Geser Langsung

a. PERALATAN DAN BAHAN


3.1 Peralatan
1. Alat geser langsung yang terdiri dari :
a. Stang penekan dan pemberi beban.
b. Alat penggeser lengkap dengan cincin penguji (proving ring) dan 2
buah alroji geser (Extensiometer)
c. Cincin pemeriksaanyang terbagi dua dengan penguncinya terletak
dalam kotak.

Dua buah batu pori. Gaya normal


Plat tempat

beban

Batu porous
Gaya
geser
Kotak geser dari
logam
Batu porous

2. Alat pengeluaran contoh tanah dan pisau pemotong.


3. Cincin pencetak benda uji.
4. Timbangan dengan ketelitian 0,01 gram.

JURUSAN TEKNIK SIPIL


POLITEKNIK NEGERI BANDUNG Kelompok B1/2 TB /2005
Laboratorium Uji Tanah
Uji Geser Langsung

5. Stop Watch.
6. Cawan/talam
3.2 Bahan
Benda uji yang digunakan adalah benda uji dari tabung sampel yang
didapatkan dari pengeboran di lapangan.

b. LANGKAH KERJA
A. Persiapan contoh tanah
1. Benda uji tanah asli (undisturbed)
Contoh tanah asli dari tabung ujungnya diratakan dan cincin
pencetak benda uji ditekan pada ujung tanah tsb. Tanah dikeluarkan
secukupnya untuk 3 benda uji. Pakailah bagian yang rata sebagai alas
dan ratakan bagian atasnya.
2. Benda uji asli bukan dari tabung.
Contoh yang digunakan harus cukup besar untuk membuat 3 buah
benda uji. Persiapkan benda uji sehingga tidak terjadi kehilangan kadar
air. Bentuklah benda uji dengan cincin pencetak. Dalam mempersiapkan
benda uji terutama untuk tanah yang peka harus hati-hati guna
menghindarkan terganggunya struktur asli dari tanah tersebut.
3. Benda uji buatan (dipadatkan)
Contoh tanah harus dipadatkan pada kadar air dan berat isi yang
dikehendaki. Pemadatan dapat langsung dilakukan pada cincin
pemeriksaan atau pada tabung pemadatan.
4. Tebal benda uji kira-kira 1,3 cm tapi tidak kurang dari 6 kali diameter
butir maksimum.
5. Perbandingan diameter terhadap tebal benda uji harus minimal 2 : 1.
Untuk benda uji yang berbentuk empat persegi panjang atau bujur
sangkar, perbandingan lebar dan tebal minimal 2 : 1.
B. Pengujian
1. Timbang benda uji.

JURUSAN TEKNIK SIPIL


POLITEKNIK NEGERI BANDUNG Kelompok B1/2 TB /2005
Laboratorium Uji Tanah
Uji Geser Langsung

2. Masukkan benda uji ke dalam cincin pemeriksaan yang telah terkunci


menjadi satu dan pasanglah batu pori pada bagian atas dan bawah benda
uji.

3. Stang penekan dipasang vertikal untuk memberi beban normal pada


benda uji dan diatur sehingga beban yang diterima oleh benda uji sama
dengan beban yang diberikan pada batang tersebut.
4. Penggeser benda uji dipasang pada arah mendatar untuk memberikan
beban mendatar pada bagian atas cincin pemeriksaan. Atur pembacaan
arloji geser sehingga menunjukkan angka nol. Kemudian buka kunci
cincin pemeriksaan.
5. Berikan beban normal pertama sesuai dengan beban diperlukan. Segera
setelah pembebanan pertama diberikan, isilah kotak cincin pemeriksaan
dengan air sampai penuh diatas permukaan benda uji., jagalah
permukaan ini supaya tetap selama pengujian berlangsung.
6. Diamkan benda uji sehingga konsolidasi selesai. Catat proses konsolidasi
tersebut pada waktu-waktu tertentu sesuai dengan cara pemeriksaan
konsolidasi.
7. Sesudah konsolidasi selesai dihitung t50 untuk menentukan kecepatan
penggeseran. Konsolidasi dibuat dalam tiga beban yang berlainan.
Kecepatan penggeseran dapat ditentukan dengan membagi deformasi
geser maksimum dengan t50. Deformasi geser maksimum kira-kira 10%
diameter/panjang sisi asli benda uji.
8. Lakukan pemeriksaan sehingga tekanan geser konstan dan bacalah arloji
geser setiap 15 detik.
9. Berikan beban normal yang pertama dan lakukan langkah-langkah 6,7,
dan 8.
10. Berikan beban normal pada benda uji ketiga sebesar 3 kali beban normal
pertama dan lakukan langkah-langkah 6,7, dan 8

JURUSAN TEKNIK SIPIL


POLITEKNIK NEGERI BANDUNG Kelompok B1/2 TB /2005
Laboratorium Uji Tanah
Uji Geser Langsung

c. DATA DAN PERHITUNGAN


UJI GESER LANGSUNG
Benda Uji : Diameter (D) : 6,00 cm Alat Uji : k = 0,04 kg/div
Tinggi : 2,00 cm ∆D = 0,60 mm/mnt
Luas (A) : 28,27 cm 2 kecepatan = 10 %/mnt
σ n(kg/cm 2 ) = 0,141 σ n(kg/cm 2 ) = 0,283 σ n(kg/cm 2 ) = 0,424
t ∆D ε = A Ring Ph σ Ring Ph σ Ring Ph σ
mnt mm ∆D cm 2 kg kg/cm kg kg/cm kg kg/cm
D 2 2 2

(%)
0.0 0 0 28,27 0 0 0 0 0 0 0 0 0
0.5 0,3 0,5 27,99 3 0,12 0,004 8 0,32 0,011 12 0,48 0,017
1.0 0,6 1 27,71 6 0,24 0,009 13 0,52 0,019 16,5 0,66 0,024
1.5 0,9 1,5 27,43 10 0,40 0,015 16 0,64 0,023 19 0,76 0,028
2.0 1,2 2 27,15 12 0,48 0,018 17 0,68 0,025 20 0,8 0,029
2.5 1,5 2 26,88 14 0,56 0,021 22,5 0,90 0,033 23 0,92 0,034
3.0 1,8 3 26,60 19,5 0,78 0,029 25 1,00 0,038 27 1,08 0,041
4.0 2,4 4 26,06 14 0,56 0,021 17 0,68 0,026 23 0,92 0,035
5.0 3,0 5 25,52 14 0,56 0,022 17 0,68 0,027 23 0,92 0,036
6.0 3,6 6 24,98
7.0 4,2 7 24,45
8.0 4,8 8 23,93
9.0 5,4 9 23,41
10.0 6,0 10 22,90
11.0 6,6 11 22,40
12.0 7,2 12 21,90
σ max = 0,029 σ max = 0,036 σ max = 0,041

JURUSAN TEKNIK SIPIL


POLITEKNIK NEGERI BANDUNG Kelompok B1/2 TB /2005
Laboratorium Uji Tanah
Uji Geser Langsung

d. KESIMPULAN
Dari hasil percobaan geser langsung, di dapatkan nilai c =0.015 kg/cm2 dan
nilai φ = 40.

JURUSAN TEKNIK SIPIL


POLITEKNIK NEGERI BANDUNG Kelompok B1/2 TB /2005