Anda di halaman 1dari 17

Mata Kuliah Statika dan Dinamika (TEP200)

Dept. Tep, IPB

IMPULSE DAN MOMENTUM

I Nengah Suastawa, PhD.


PENDAHULUAN
• Kita akan mengintegrasikan persamaan
gerak terhadap waktu, akan
menjadikannya persamaan impuls dan
momentum
• persamaan impuls dan momentum akan
memfasilitasi pemecahan masalah aksi
gaya yang terjadi dalam waktu sangat
singkat (impact problems) atau selang
waktu tertentu.
LINEAR IMPULSE AND LINEAR MOMENTUM
Persamaan Hukum Newton II, dapat ditulis:

d
∑ F = mv& = dt
(mv)

∑ F = G&
Perkalian antara massa dengan kecepatan
Dikatakan sebagai linear momentum G = mv
(Satuan: kg.m/s atau N.s)
Definisi:
Resultan dari semua gaya yang bekerja pada
partikel sama dengan laju perubahan
momentum linier terhadap waktu
Komponen skalar:

ΣFx = G& x ΣFy = G& y ΣFz = G& z


The Linear Impulse-Momentum Principle
Efek resultan gaya pada momentum linier suatu partikel dalam waktu terbatas
tertentu dapat dijelaskan dengan cara mengintegralkan persamaan ∑ F = G&

t2 G1 = mv1
∫t1
ΣF dt = dG = G 2 − G 1 = ∆G dimana:
G 2 = mv 2
Hasil kali gaya dengan waktu disebut sebagai impuls linier (Linear
impulse) dari gaya
Persamaan di atas menyatakan bahwa:
Impuls linier total pada m = perubahan momentum linier dari m

t2
Pers. dapat ditulis dalam bentuk: G 1 + ∫ ΣF dt = G 2
t1

Artinya: momentum linier awal suatu benda ditambah dengan impuls linier yang
diaplikasikan padanya sama dengan momentum linier akhir benda itu
Komponen Skalar
t2

t1
ΣFx dt = (mvx )2 − (mvx )1
t2

t1
ΣFy dt = (mvy )2 − (mvy )1
t2

t1
ΣFz dt = (mvz )2 − (mvz )1

Ada kasus dimana gaya yang bekerja pada partikel bervariasi/berubah-ubah


terhadap waktu. Dalam hal ini pemecahan secara grafis atau integrasi numerik
harus dilakukan.

Misal: sebuah gaya F beraksi pada sebuah partikel pada arah tertentu yang
t
∫t1
bervariasi terhadap waktu t seperti pada gambar, maka impuls 2 F dt dari gaya ini
dari t1 sampai t2 adalah luas daerah dibawah kurva.
Conservation of Linear Momentum

Jika gaya resultan pada partikel sama dengan nol pada suatu interval waktu,
maka momentum linier akan konstan, atau dikatakan momentum linier
partikel itu kekal (conserved)

∆G = 0 atau G 1 = G 2

mV1 = mV2

Persamaan ini dikatakan sebagai hukum kekekalan momentum linier (Principle


of conservation of linear momentum)
Sample problem 3/18
Sebuah partikel 0,2-kg bergerak pada bidang vertikal y-z dibawah
pengaruh aksi beratnya sendiri dan gaya F yang bervariasi terhadap
waktu. Momentum linier partikel dalam N.s. diberikan dalam bentuk
3 2 2 3
persamaan G = 2 (t + 3) j − 3 (t + 4)k , dimana t dalam detik.
Tentukan gaya F dan besarnya pada saat t = 2s
Sample problems 3/19
Sebuah partikel dengan massa 0.5 kg memiliki kecepatan u = 10 m/s
bergerak pada arah x pada saat t = 0. Gaya F1 dan F2 bekerja pada partikel
tersebut, dan besarnya berubah-ubahsebagaimana terlihat pada kurva waktu
di bawah.
Tentukan kecepatan v dan arah v dari partikel setelah 3 detik.
Sample problem 3/20
Gerobak yang berisi beban bobotnya 150-kg menggelinding kebawah pada
bidang miring dengan kecepatan 4 m/s ketika sebuah gaya P diaplikasikan
pada kabel pada saat t = 0, seperti terlihat pada gambar. Gaya P meningkat
sebanding lurus dengan pertambahan waktu sampai mencapai 600 N pada
saat t = 4s. Setelah itu gaya adalah tetap (kurva gaya-waktu).
Hitung:
a) Waktu t1 saat mana gerobak berbalik arah, dan
b) Kecepatan v gerobak pada t = 8 s.
Perlakukan gerobak sebagai sebuah partikel.
Sample problem 3/21

Peluru 50-g dengan kecepatan 600 m/s menabrak balok 4-kg dan menjadi
satu dengannya. Jika balok balok bergerak pada bidang horisontal halus
dengan kecepatan 12 m/s pada arah sebelum tertabrak . Tentukan kecepatan
v dari balok dan peluru (menjadi satu) segera setelah terjadi tabrakan.
ANGULAR IMPULSE AND ANGULAR MOMENTUM
Momen dari momentum linier terhadap titik O
dikatakan sebagai momentum angular Ho dari
partikel P terhadap titik O
H O = r x mv
H O = r x mv = m(v z y − v y z )i + m(v x z − v z x) j + m(v y x − v x y )z

i j k
HO = m x y z
vx vy vz

H x = m(v z y − v y z )
H y = m(v x z − v z x )
H z = (v y x − v x y )

Satuan:
Kg.(m/s).m = kg.m2/s = N.m.s
Rate Change of Angular
Momentum
ΣM O = r x ΣF = r x mv&
H O = r x mv Didiferensialkan trhadap waktu

& = r& x mv + r x mv& = v x mv + r x mv&


H O

v x mv Sama dengan nol karena vektor paralel

&
ΣM O = H Momen terhadap sebuah titik tetap O dari semua
O gaya yang bekerja pada m sama dengan
perubahan momentum angular terhadap waktu dari
m terhadap O

Komponen skalar:

ΣM Ox = H& Ox ΣM O y = H& O y ΣM Oz = H& Oz


The Angular Impulse-Momentum
Principle
t2
∫ ΣM dt = H − H = ∆H
t1
O O2 O1 O

H O2 = r2 x mv 2 H O1 = r1 x mv1
Perkalian momen dengan waktu dikatakan sebagai impuls angular, dan pers
di atas menyatakan impuls angular total pada m terhadap titik O sama
dengan perubahan momentum angular m terhadap O

t2
H O1 + ∫ ΣM O dt = H O2
t1

t2
∫t1
ΣM Ox dt = ( H Ox ) 2 − ( H Ox )1
= m[(v z y − v y z ) 2 − (v z y − v y z )1 ]
PR
The tow truck with attached 1200 kg car accelerates uniformly from 30 km/h to
70 km/h over a 15 second interval. The average rolling resistance for the car
over this speed interval is 500 N. Assume that the 60o angle shown represents
the time average configuration and determine the average tension in the tow
cable
Terjemahkan soal dengan baik!!