Anda di halaman 1dari 18

KINETIKA PARTIKEL

I Nengah Suastawa, PhD


Departemen Teknik Pertanian
FATETA, IPB
PENDAHULUAN
Hukum Newton kedua: partikel akan dipercepat ketika padanya bekerja
gaya-gaya tidak setimbang.

Kinetika mempelajari hubungan antara ketidak-seimbangan gaya gaya


dan perubahan gerak yang dihasilkan olehnya.

Pendekatan umum untuk memecahkan persoalan kinetika,


(A) penerapan langsung dari Hukum Newton kedua (disebut sebagai
metoda gaya-massa-percepatan),
(B) menggunakan prinsip kerja dan enersi,
(C) solusi dengan menggunakan metoda impuls dan momentum.
GAYA, MASSA DAN PERCEPATAN
HUKUM NEWTON KEDUA
Massa partikel dikenai oleh suatu gaya tunggal F1
Percepatan partikel a 1 diukur,
rasio F1 /a 1 merupakan suatu besaran C 1
Percobaan kemudian diulang dengan mengenakan pada partikel yang
sama suatu gaya F2
mengukur percepatan yang dihasilkan yaitu a 2
rasio dari F2 /a 2 akan menghasilkan besaran C 2
Percobaan ini diulang beberapa kali, maka
F1 F2 F
= = ..... = = C
a1 a2 a
dimana C merupakan suatu tetapan
F1 F2 F
= = ..... = = C
a1 a2 a

C merupakan ukuran dari sifat suatu partikel yang tidak berubah. Sifat ini
adalah inersia dari partikel yang tidak berubah terhadap laju perubahan dari
kecepatan.

Massa m digunakan sebagai ukuran kuantitatif dari inersia, karena itu


ekspresinya ditulis sebagai C = km , maka:

F = kma F = km a

Sistem Satuan
Merupakan kebiasaan untuk menggunakan nilai k=1 (sebagai sistem kinetik)
pada persamaan diatas sehingga dapat dituliskan dalam bentuk hukum
Newton kedua yang lazim yaitu :
F=ma

Massa (kg) Percepatan (m/s2) Gaya (Newton, N, kg m/s2)


PERSAMAAN GERAK DAN PENYELESAIAN SOAL

Jika suatu partikel dengan massa m dikenai suatu suatu gaya konkuren F1 ,F2 ,
F3, . . .yang jumlah vektornya adalah ΣF, maka:

ΣF = m a
Dua Persoalan Dinamika
Tipe pertama, percepatan bisa ditetapkan atau merupakan besaran yang akan
ditentukan dari kondisi kinematika yang telah diketahui. Gaya kemudian
dihitung dengan mensubstitusikan kedalam persamaan di atas.
Tipe kedua, gaya-gaya ditetapkan dan gerak yang dihasilkan harus ditentukan.
Jika gaya-gaya tersebut tetap, percepatannya dengan mudah dapat dicari
menggunakan persamaan di atas
Jika gaya merupakan fungsi dari waktu, posisi, kecepatan dan
percepatan, persamaan di atas menjadi persamaan differensial
sehingga yang harus diintergrasikan dulu jika akan menentukan
kecepatan dan perpindahannya
Gerak Terpandu Dan Gerak Tak-Terpandu
Gerak tak terpandu (unconstrained motion), yaitu gerak dimana partikelnya
bebas dari panduan mekanis (mechanical guides)
Contoh:
- Gerak roket atau pesawat terbang di angkasa
- Gerak elektron dalam medan listrik
- Gerak lemparan batu

Gerak terpandu (constrained motion), yaitu gerak yang lintasannya mengikuti


panduan pembatas.
Contoh:
- Gerak bola hokey es adalah terpandu sebagian karena permukaan es.
- Kereta api yang bergerak pada relnya adalah terpandu penuh
- Luncuran collar pada poros adalah terpandu penuh.
GERAK LURUS
Jika arah gerak terjadi pada arah sumbu-x, maka

∑F x = m ax ∑F y =0 ∑F
z =0

Jika kita tidak dapat menentukan arah koordinat untuk arah gerakan, maka

∑F x = m ax ∑F y = m ay ∑F z = m az

Dimana percepatan dan resultan gaya dapat diberikan dalam bentuk

a = axi + a y j + az k

a = ax + a y + az
2 2 2

∑ F = ∑ F i + ∑ F j +∑ F k
x y z

∑ F = (∑ F ) + (∑ F ) + (∑ F )
2
2 2
x y z
Contoh Soal 1
Seseorang dengan berat 75 kg berdiri di atas timbangan pegas di dalam sebuah
elevator. Selama tiga detik gerakan dari kondisi diam, tarikan T dari kabel adalah
8300 N. Tentukan bacaan pada timbangan R dalam Newton dalam kurun gerak
itu, dan kecepatan keatas v dari elevator pada akhir 3 detik tersebut. Massa total
dari elevator, orang dan timbangan adalah 750 kg.
Contoh Soal 2.
Sebuah kendaran inspeksi seperti terlihat pada gambar, dengan massa 200 kg
berjalan pada bentangan kabel suport miring, dan dikendalikan oleh kabel pada
A. Tentukan percepatan kendaraan bila tarikan horisonal kabel kontrol adalah
T= 2.4 kN. Juga tentukan gaya total P yang terjadi pada kabel suport pada roda-
rodanya
Jawab:
Contoh Soal 3
Sebuah Balok beton A dilepaskan ke bawah dari keadaan diam (Lihat Gambar)
dan menarik batang kayu 200 kg di atas bidang dengan kemiringan 30o. Jika
koefisien gesekan antara batang kayu dengan bidang miring adalah 0.5, tentukan
kecepatan balok pada saat dia menghantam lantai di B.
Jawab:
Latihan
1. The 50-kg crate is projected along the floor with an initial speed of 7m/s at x =
0. The coefficient of kinetic friction is 0.40. Calculate the time required for the
crate to come to rest and the responding distance x traveled.

2. The 50-kg crate, of problem 1 is now projected down an incline as shown with
initial speed of 7 m/s. Investigate the t required for the crate to come to rest and
the responding distance x traveled if (a) θ = 15o and (b) θ = 30o
Jawaban Latihan 1
Jawaban Latihan 2
PR
Determine the tension P in the cable which will give the 50-kg block a steady
acceleration of 2 m/s2 up the incline