Anda di halaman 1dari 30

KINEMATIKA PARTIKEL

I NENGAH SUASTAWA, PhD

DEPARTEMENT TEKNIK
PERTANIAN, IPB

www.physics.byu.ed connecting.vccs.edu/Fall-
u/faculty/rees/360/F 2001.htm
our_str...
PENDAHULUAN

Kinematika adalah cabang ilmu dari dinamika yang menggambarkan suatu


gerak benda tanpa mempertimbangkan gaya-gaya yang bekerja pada benda
tersebut, baik gaya yang menyebabkan gerakan atau yang ditimbulkan sebagai
hasil dari gerakan itu.

Kinematika sering dipandang sebagai geometri dari gerakan (Geometric of


Motion).

Contoh-contoh berkenaan dengan kinematika:


rancangan poros, gear, sambungan dan komponen-komponen mesin lainnya
guna mengendalikan atau menghasilkan gerakan yang terencana
Gerak Partikel
Partikel adalah sebuah benda yang memiliki
dimensi secara fisik sangat kecil
dibandingkan dengan jari-jari dari
kelengkungan jalur gerakannya.

Gambar 8.1, yang menggambarkan sebuah


partikel P bergerak di sepanjang jalur
sembarang di dalam ruang.

Gambar 8.1

Jika partikel dibatasi dalam sebuah jalur tertentu, maka gerakan itu dikatakan
gerakan terpandu.
Sebaliknya gerakannya akan dikatakan tidak terpandu jika tidak ada jalur
penghalang secara fisik.
Pemilihan Koordinat
Posisi partikel P di setiap saat t digambarkan
dengan menyatakan secara spesifik :
koordinat-koordinat segi-empatnya masing-
masing x, y, z
koordinat bentuk silinder dengan r, θ, z
koordinat ruang R, θ, φ.
Gerakan P juga digambarkan dengan
mengukur tangent t dan normal n di sepanjang
jalur kurva.
Arah n terletak pada bidang dalam lintasan Gambar 8.1
kurva. Pengukuran ini dikenal sebagai
variable-variable lintasan (path variables).
Gerak partikel digambarkan dengan menggunakan koordinat-koordinat
yang diukur berdasarkan sumbu tetap sebagai referensi dan disebut sebagai
Analisa Gerak Mutlak ( Absolute-Motion Analysis ).

Sedangkan yang menggunakan koordinat sumbu yang bergerak ( tidak


tetap ) disebut Analisa Gerak Relatif ( Relative-Motion Analysis ).
GERAK LURUS (RECTILINEAR MOTION)

Posisi P pada pada setiap saat t dapat dinyatakan dengan jarak s yang diukur
dari sebuah titik O

Pada waktu t + ∆t , partikel telah bergerak ke posisi P’ dan koordinatnya menjadi


s + ∆s . Perubahan posisi koordinat selama periode waktu disebut
perpindahan (displacement) partikel sejauh ∆ s .

Perpindahan partikel akan menjadi negatif bila partikel bergerak ke arah-s


negatif.
Kecepatan rata-rata v av = ∆s / ∆t
∆s ds
Kecepatan sesaat lim
∆t → 0 ∆ t
v= = s&
dt
Percepatan rata-rata a av = ∆v / ∆t
∆v a =
dv
= v& a =
d 2s
= &s&
Percepatan sesaat lim 2
∆t → 0 ∆ t dt dt
v dv = a ds atau s& d s& = &s& ds
Koordinat posisi s, kecepatan v , dan percepatan adalah besaran aljabar,
dengan demikian tanda mereka, apakah positif atau negatif, harus benar-
benar diperhatikan !!
Kecepatan disebut positif atau negatif, akan tergantung pada apakah
perpindahannya positif atau negatif
v = positif bila partikel bergerak ke arah-s positif
v = negatif bila partikel bergerak ke arah-s negatif

Percepatan disebut positif atau negatif tergantung pada apakah


kecepatan itu bertambah atau berkurang
a = positif bila kecepatan bertambah (percepatan)
a = negatif bila kecepatan berkurang (perlambatan)

Sebagai catatan, bahwa percepatan akan positif jika partikel memiliki


kecepatan negatif dan menjadi makin negatif
s2 t2
v=
ds
ds = v dt ∫s1
ds =∫ t1
v dt
dt

v2 t2
a =
dv dv = a dt ∫v1
dv =∫ t1
a dt
dt

v2 s2
v dv = a ds ∫v 1
v dv = ∫s 1
a ds
Percepatan Konstan

s = s0, v = v0 dan t = 0 merupakan awal dari interval, maka:

v t
∫ dv = a ∫ dt
v0 0
atau v = v0 + at

v s
∫ v dv = a ∫ ds v = v0 + 2a ( s − s0 )
2 2
atau
v0 s0

ds = v dt
s t
∫ s0
ds = ∫ (v0 + at ) dt atau s = s0 + v0t + 12 at 2
0

Perhatian: Persamaan-persamaan di atas diintegralkan hanya untuk


percepatan tetap. Kesalahan yang umumnya tejadi adalah menggunakan
persamaan-persamaan tersebut untuk soal-soal yang melibatkan percepatan
yang berubah, yang semestinya tidak dapat diaplikasikan
Percepatan Sebagai Fungsi Waktu, a = f(t)
v t t
dv = a dt ∫ dv = ∫
v0 0
f (t ) dt atau v = v0 + ∫ f (t ) dt
0

s t t
∫ ds = ∫0 v dt
s0
atau s = s 0 + ∫0 v dt

Percepatan Sebagai Fungsi Dari Kecepatan, a = f(v)

dv t v dv
dt = t = ∫0 dt = ∫v
a 0
f ( v)
v dv = a ds vv dv s v v dv
∫v0
= ∫s0 ds atau s = s 0 + ∫v
f ( v) 0
f ( v)

Percepatan sebagai Fungsi dari Perpindahan, a = f(s)

v s 2 s
∫ v dv = ∫ f ( s ) ds
v0 s0
atau v2 = v 0 + 2 ∫ f ( s ) ds
s0
s ds t s ds
∫s0
= ∫ dt
g (s) 0
atau t=∫
s0 g (s) v = g (s)
Soal
The position coordinate of a particle which is confined to move along a
straight line is given by s = 2t3 – 24t + 6, where s is measured in meters
from a convinient origin and t is in seconds. Determine (a) the time
required for the particle to reach a velocity of 72 m/s from the initial
condition at t = 0 , (b) the accelaration of particle when v = 30 m/s, and
(c) the net displacement of the particle during the interval from t = 1 s
to t = 4 s.

Koordinat posisi dari sebuah partikel yang dibatasi bergerak di sepanjang


garis lurus adalah s = 2t3 – 24t + 6, dimana s diukur dalam meter dari
sebuah titik asal dan t dalam detik (sekon). Tentukan
(a) Waktu yang dibutuhkan oleh partikel itu untuk mencapai kecepatan 72
m/s sejak kondisi awal t = 0 s
(b) Percepatan partikel pada saat v = 30 m/s
(c) Perpindahan partikel dari selang waktu t = 1 s sampai t = 4 s
Jawab
Soal
A particle moves along the x-axis with the initial velocity vx = 50 m/s
at the origin when t = 0. For the first 4 seconds it has no acceleration,
and thereafter it is acted on by a retarding force which gives it a
constant acceleration ax = -10 m/s2. Calculate the velocity and x-
coordinate of the particle for the conditions of t = 8 s and t = 12 s and
find the maximum positive x–coordinate reached by the particle.

Sebuah partikel bergerak di sepanjang sumbu-x dengan kecepatan awal vx =


50 m/s pada titik awalnya pada saat t = 0. Pada 4 detik pertama dia tidak
memiliki percepatan, dan setelah itu dia dipengaruhi oleh gaya yang
memberikan percepatan konstan ax = -10m/s2.
Hitunglah kecepatan dan koordinat-x dari partikel itu pada saat t = 8 s dan t
= 12 s, dan tentukan koordinat-x positif maksimum yang dicapai oleh
partikel.
Jawab
GERAK MELENGKUNG SEBIDANG (PLANE CURVILINEAR MOTION)

Pada waktu t , partikel berada pada titik A, yang lokasinya ditentukan oleh
vektor posisi r yang diukur dari sebuah titik asal tetap O

Pada waktu t + ∆t , parikel berada pada titik A’, letaknya dijelaskan


oleh vektor r + ∆r

Perpindahan (displacement) partikel selama selang waktu ∆t adalah vektor ∆r


Jarak (distance) dari titik A ke A’ adalah panjang skalar ∆s yang diukur di
sepanjang lintasan (path)
Kecepatan (velocity) rata-rata v av = ∆r / ∆t
merupakan sebuah vektor yang memiliki arah sama dengan ∆r dan besarnya
(magnitude) adalah sama dengan besar dibagi ∆r dengan ∆t

Kecepatan (speed) rata-rata (skalar) ∆s / ∆t


∆r dr
Kecepatan sesaat (instantaneous velocity) v v = lim v= = r&
∆t → 0 ∆ t dt

ds
Besar v disebut speed dan merupakan besaran skalar v= v = = s&
dt
Besar dari turunan vektor dr / dt = r& = s& = v = v
merupakan besar dari kecepatan (velocity), atau sebagai speed dari partikel.

Turunan dari besar vektor d r / dt = dr / dt = r&


merepresentasikan laju perubahan dari panjang vektor posisi r

konsep paling dasar dalam dinamika, yang dipakai adalah turunan


terhadap waktu dari sebuah vektor (time derivative of a vector)
v′ - v = ∆v

Percepatan rata-rata partikel antara A dan A’ adalah ∆v / ∆t


∆v dv
Percepatan sesaat a = lim
∆t → 0 ∆ t
a= = v&
dt

Secara umum, arah dari percepatan partikel dalam gerak melengkung adalah
bukan singgungan atau tegak lurus dengan lintasan. Kita amati bahwa
komponen percepatan yang tegak lurus dengan lintasan adalah mengarah pusat
kelengkungan lintasan tersebut.
Vektor kecepatan bersinggungan dengan
lintasan sesuai dengan masing-masing vektor
posisinya, dan hubungannya adalah v = r&

Jika vektor kecepatan ini sekarang


diplotkan terhadap sembarang titik C,
sebuah garis lengkung yang dinamakan
hodograph akan terbentuk

Turunan dari vektor-vektor kecepatan ini


akan menjadi vektor percepatan yang
masing-masing bersinggungan dengan garis
hodograph
KOORDINAT SEGI-EMPAT (x-y)

r = xi + yj

v = r& = x& i + y& j

a = v& = &r& = &x&i + &y& j

Turunan terhadap waktu dari vektor satuan adalah sama dengan nol, karena
besar dan arah mereka tetap konstan

v x = x& v y = y& a x = v& x = x&& a y = v& y = y&&


vy
v = vx + v y v = vx + v y tan θ =
2 2 2 2 2

vx
a 2 = ax + a y a = ax + a y
2 2 2 2
Contoh Soal

The curvilinear motion of a particle is defined by vx = 50 – 16t and y = 100 – 4t2,


where vx is in meters per second, y is in meters, and t is in second. It is also known
that x = 0 when t = 0. Plot the path of particle and determine its velocity and
acceleration when the position y = 0 is reached.

Gerak melengkung dari sebuah partikel ditentukan sebagai vx = 50 – 16t dan y =


100 – 4t2, dimana vx dalam meter per detik, y dalam meter, dan t dalam detik. Juga
diketahu bahwa x = 0 ketika t = 0. Plotkan lintasan partikel dan tentukan kecepatan
dan percepatan ketika partikel mencapai posisi y = 0.
Gerak Proyektil (Projectile Motion)

ax = 0 ay = −g
v x = (v x ) 0 v y = ( v y ) 0 − gt
1 2
x = x0 + ( v x ) 0 t y = y0 + (v y ) 0 t − gt
2

v y = (v y ) 0 − 2 g ( y − y0 )
2 2
Contoh Soal

A roofer tosses a small tool toward a coworker on the ground. What is the
minimum horizontal velocity vo necessary so that the tool clears point B? Locate
the point of impact by specifying the distance s showns in the figure.

Seorang tukang atap


melemparkan sebuah alat kecil
ke arah teman kerjanya yang
berada di tanah. Bearpa
kecepatan horisontal minimum
yang diperlukan sedemikian rupa
sehingga alat tersebut tidak
mengenai titik B? Tentukan
lokasi jatuh alat yaitu sejauh s
seperti terlihat pada gambar.
PR (terjemahkan soalnya dan jawab dengan rapi!

1. The basketball player lokes to release his foul shot at an angle θ = 50o to
the horizontal as shown. What initial speed vo will cause the ball to pass
through the center of the rim?