Anda di halaman 1dari 17

KEBUTUHAN GURU

SEKOLAH

OLEH:
HENDRY IRAWAN, S.ST,M.PD.
LANGKAH-LANGKAH YANG HARUS
DILAKUKAN
1. Menentukan desain kurikulum sekolah
2. Menghitung jumlah rombongan belajar yang
direncanakan
3. Menghitung jumlah jam pelajaran dalam satu pekan
4. Menentukan jumlah minimal beban kerja mengajar guru
5. Menentukan jumlah tenaga guru yang dibutuhkan di
sekolah
6. Menentukan standar beban kerja
7. Menentukan strategi pembagian tugas guru
8. Merancang alokasi anggaran
9. Feedback
Menentukan desain kurikulum
 Analisis terlebih dahulu kondisi peserta didik yang akan menjadi obyek ajar
sekolah
 Menentukan jadwal belajar dan alokasi waktu belajar harian
 Menentukan model pembelajaran yang akan digunakan (tematik+bidang
studi atau bidang studi secara keseluruhan)
Pembelajaran tematik adalah pembelajaran terpadu yang menggunakan
tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat
memberikan pengalaman belajar yang bermakna kepada peserta didik.
Tema adalah pokok pikiran atau gagasan pokok yang menjadi topik
pembelajaran.
 Menentukan materi pelajaran yang dibebankan kepada guru secara
tematik dan materi pelajaran secara bidang studi, misal: agama, olahraga,
dan muatan lokal
 Menentukan jumlah jam pelajaran masing-masing mata pelajaran untuk
bidang studi dan tematik
Menghitung jumlah rombongan
belajar

 Tentukan jumlah rombongan belajar masing-masing


angkatan yang akan direncanakan pada tahun
pelajaran yang akan datang
 Buat desain rencana rombongan belajar jangka
panjang
Menentukan Jumlah Jam Pelajaran

Menentukan jumlah jam pelajaran dalam satu pekan berkaitan


erat dengan desain kurikulum yang telah dibuat
Desain kurikulum yang telah dibuat sebelumnya mencakup
alokasi waktu tiap-tiap mata pelajaran
Menghitung alokasi waktu tiap tingkat berdasarkan jumlah
alokasi tiap-tiap pelajaran
Menghitung jumlah jam pelajaran tiap tingkat berdasarkan
rombongan belajarnya
Menghitung jumlah jam pelajaran secara keseluruhan di
sekolah tersebut
Menghitung beban kerja mengajar
guru dan kebutuhan guru
 Setiap sekolah mempunyai standar minimal dan maksimal jumlah beban
kerja mengajar/ tatap muka guru yang dirasa tidak membebani guru dalam
proses aktivitas mengajar
 Setiap sekolah dalam menentukan beban minimal dan maksimal mengajar
guru harus disesuaikan dengan kultur atau iklim organisasi yang ada di
sekolah, seperti kondisi peserta didik, stakeholder, lingkungan sekolah, dll
 Setelah beban minimal dan maksimal mengajar ditentukan, selanjutnya
sekolah menghitung kebutuhan guru dengan cara membagi jumlah jam
pelajaran seluruh rombongan belajar dengan beban minimal atau maksimal
mengajar guru
 Membandingkan hasil yang diperoleh dari pembagian beban minimal dan
maksimal untuk kemudian dicari jalan tengahnya
Menghitung Minimal Jumlah Beban
Kerja Guru
Berdasarkan UU 14 2005 Pasal 35 tentang Guru dan Dosen:

(1) Beban kerja guru mencakup kegiatan pokok yaitu


merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran,
menilai hasil pembelajaran, membimbing dan melatih peserta
didik, serta melaksanakan tugas tambahan.
(2) Beban kerja guru sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah
sekurang-kurangnya 24 (dua puluh empat) jam tatap muka
dan sebanyak-banyaknya 40 (empat puluh) jam tatap muka
dalam 1 (satu) minggu.
(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai beban kerja guru
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur
dengan Peraturan Pemerintah.
Lanjutan …………………..
Permendiknas 41, th 2007 ttg
standar proses (Glosarium)
Beban Kerja Guru:
1. Sekurang-kurangnya 24 jam tatap muka dalam satu
minggu, mencakup kegiatan pokok merencanakan
pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil
pembelajaran, membimbing dan melatih peserta didik, serta
melaksanakan tugas tambahan (UU 14/ 2005/ Pasal 35 ayat 1
dan 2)
2. Beban maksimal dalam mengorganisasikan proses belajar
dan pembelajaran yang bermutu: SD/MI/SDLB 27 jam a 35
menit, SMP/MTs/SMPLB 18 jam a 40 menit,
SMA/MA/SMK/MAK/SMALB 18 jam a 45 menit (Standar
Proses)  (psl 19, 20, 24 PP 19)
Uraian Tugas Guru
1. Merencanakan Pembelajaran  RPP
2. Melaksanakan Pembelajaran
a. Kegiatan awal tatap muka: kegiatan pengecekan dan atau
penyiapan fisik kelas, bahan pelajaran, modul, media, dan
perangkat administrasi.
b. Kegiatan tatap muka
c. Membuat resume proses tatap muka: refleksi, rangkuman, dan
rencana tindak lanjut.
3. Menilai Hasil Pembelajaran
4. Membimbing dan melatih peserta didik  intra kurikuler dan ekstra
kurikuler
5. Melaksanakan Tugas Tambahan:
a. Tugas tambahan struktural
b. Tugas tambahan khusus
Tabel 1: Contoh Jenis Tugas Tambahan Guru
N Wajib Ekuivalensi
Kategori Jenis Tugas Tambahan
o Mengajar* jabatan
I Struktural 1 Kepala Sekolah 6 18
2 Wakasek 12 12
3 Kep. Perpus. 12 12
4 Kep. Lab. 12 12
5 Ket. Jur. Prog. Keahlian 12 12
6 Kep. Bengkel 12 12
7 Dll. * * 12 12
II Khusus 1 Pemb. Praktek Kerja Industri 12 12
2 Kep. Unit Produksi 12 12

Catatan:
* Nilai minimal
* * Tergantung jenis sekolah
Tabel 2: Contoh Jenis Guru dan Beban Tatap Muka

Kategori
N Ekuivalensi
Jenis Kegiatan Guru Keterangan
o jam/minggu*
TM BTM

1. Merencanakan pembelajaran  2
2. Melaksanakan pembelajaran
a. Keg awal tatap muka  2
b. Keg. tatap muka di kelas 
c. Membuat resume tatap muka  2
3. Menilai hasil pembelajaran
a. Penilaian tes 
b. Penilaian sikap  2 Semua gr
c. Penilaian karya  2 Mapel tert
Lanjutan ………………

Kategori
N Ekuivalensi
Jenis Kegiatan Guru Keterangan
o jam/minggu*
TM BTM

3. Membimbing dan melatih


a. Bimbingan pada tatap muka  0
b. Bimbingan intra kurikuler  0
c. Bimbingan ekstra kurikuler  2
5. Melaksanakan Tugas Tambahan
a. Kepala Sekolah 18
b. Wakil Kepala Sekolah 12
c. Kepala Perpustakaan 12
d. Kepala Laboratorium 12
Lanjutan …………………………………
Kategori
N Ekuivalensi
Jenis Kegiatan Guru Keterangan
o TM BTM jam/minggu*

e. Ketua Jurusan/program 12
f. Kepala Bengkel 12
g. Pembimbing praktek kerja 12 Hanya di
industri SMK
h. Kepala Unit Produksi 12 Hanya di
SMK
i. Tugas lain 6 Sesuai
kebutuhan
sekolah

Catatan
TM : Tatap Muka
BTM : Bukan Tatap Muka
* : Beban kerja tidak dikalikan jumlah rombongan
Menentukan Strategi Pembagian
Tugas Guru

 Setelah standar beban kerja guru ditentukan,


selanjutnya sekolah menentukan strategi pembagian
tugas guru dengan memperhatikan jumlah guru yang
dimiliki oleh sekolah dan anggaran yang akan
dikeluarkan untuk pembiayaan guru
 Dalam menentukan strategi pembagian tugas guru
diupayakan diperoleh penghitungan anggaran untuk
pembiayaan guru seminimal mungkin
Lampiran: SK Kepala Sekolah Nomor …………
Tanggal …………………

Mata
Ekuivalensi *)
Pela Jum
Nama Me Kegi Mem Peni Peni Bim
jaran Jam Be lah
Guru/NIP/ Jml ren atan buat laian laian Bi
N NUPTK/ / Tu per ban Be
Ke cana awal Resu Si Kar ngan
o gas ming Ker ban
Pangkat/ las kan TM me kap ya Eks
Tam gu ja Ker
Golongan pem TM
ba tra ja
han bela Kuri
jaran kuler

*) dilampiri surat keterangan


Contoh:
Lampiran: SK Kepala Sekolah Nomor …………
Tanggal …………………

Mata
Ekuivalensi *)
Pela Me Kegi Mem Peni Peni Bim Jum
Nama atan buat
jaran Jam Be ren laian laian Bi lah
Guru/NIP/ Jml awal Resu
N / Tu per ban cana Si Kar ngan Be
NUPTK/ Ke TM me
o gas ming Ker kan kap ya Eks ban
Pangkat/ las TM
Tam gu ja pem tra Ker
Golongan ba bela Kuri ja
han jaran kuler

1 Amirudin B. 2 4 8 2 2 2 2 - - 34
Ing/ 18
KS
2 Aminah PKn 9 2 18 2 2 2 2 - - 26

*) dilampiri surat keterangan


Menghitung Alokasi Anggaran
dan Feedback
 Setelah menghitung biaya yang dikeluarkan untuk guru per
bulan, selanjutnya pihak sekolah menghitung alokasi anggaran
bulanan lainnya
 Penghitungan anggaran secara keseluruhan ini dilakukan agar
biaya yang akan dibebankan kepada siswa setiap bulan
menjadi realistis
 Penghitungan anggaran setiap siswa per bulan dilakukan
dengan cara membagi keseluruhan anggaran setiap bulan
dengan jumlah siswa minimal yang menjadi target sekolah
 Apabila beban biaya per bulan setiap siswa tidak realistis
terutama berkaitan dengan pembiayaan untuk guru, maka
sekolah melakukan feedback dari awal