Anda di halaman 1dari 24

KELOMPOK-KELOMPOK

RENTAN GIZI
 Kelompok masyarakat yang paling mudah menderita
kelainan gizi, bila suatu masyarakat terkena kekurangan
penyediaan bahan makanan.
 Biasanya kelompok ini behubungan dengan proses
pertumbuhan yang relative pesat, yang memerlukan zat-
zat gizi dalam jumlah relative besar.
 Yang termasuk dalam kelompok rentan gizi :
 Kelompok Bayi
 Kelompok balita
 Kelompok anak sekolah
 Kelompok remaja
 Kelompok ibu hamil
 Ibu menyusui.
 Manusia Usia Lanjut ( Manula )
Kelompok Bayi ( Umur 0 – 12 bulan )

 Bayi adalah tahap pertama dari kehidupan


seorang manusia.
 Umur 0 –12 bulan adalah masa paling kritis
dalam siklus kehidupan dimana pertumbuhan
dan perkembangan berlangsung sangat pesat.

 Pertumbuhan & Perkembangan


 Bayi cukup bulan adalah mereka yang
dilahirkan antara 270 – 290 hari ( 40
minggu ).
 Bayi premature adalah yang dilahirkan sebelum
waktunya dan mempunyai berat badan kurang
atau sama dengan 2,5 kg.
 Bayi sehat adalah bayi yang lahir pada
waktunya dan mempunyai berat badan 2,6 – 3,2
kg dan panjang badan 48 – 50 cm disertai
tanda-tanda kulit mengkilat, elastis dan tegang
( tidak keriput ).
 ASI

 MP- ASI
Kelompok Anak balita

 Anak balita merupakan kelompok umur yang paling


sering mengalami kekurangan gizi (KKP).Di Indonesia
prevalensi untuk penyakit KKP dan defisiensi vitamin A
serta anemia defisiensi Fe menunjukkan angka yang
paling tinggi.
 Dikelompokkan menjadi 2 :
 Usia 1 – 3 tahun : Batita
 Gigi susu bertahap lengkap
 Penerimaan makanan bersifat konsumen pasif makan apa
yang disediakan ibu

 Usia 4 – 5 tahun : Balita


 Aktifitas fisik meningkat
 Mulai penggantian gigi susu menjadi gigi permanen
 Konsumen aktif, memilih sendiri makanan yang disukai
Kesulitan makan yang sering terjadi :

 Anoreksia : Penolakan pada makanan, bisa


sampai pada tahap anoreksia nervosa yaitu
penolakan sama sekali, kalau diberi makan
langsung dikeluarkan
 Rewel dan bertingkah
 Fanatik terhadap makanan tertentu
Misal : permen, ice cream, dll
 Tidak suka sayuran
 Makanan lengkap sering tidak dihabiskan
 Lebih suka makanan jajanan
Cara Mengatasi
 Timbulkan suasana makan yang menyenangkan
 Biarkan anak untuk makan sendiri
 Biasakan makan dengan keluarga, anak akan
meniru apa yang dimakan dan cara makan
orangtua
 Disediakan alat makan khusus anak sesuai
dengan ukurannya
 Jangan mengancam atau menjanjikan hadiah
supaya anak mau makan, nanti akan menjadi
kebiasaan
Kelompok Anak Sekolah

 Biasanya kelompok ini mempunyai kondisi gizi


yang lebih baik dari balita karena kelompok ini
mudah dijangkau oleh upaya perbaikan gizi.
 Masalah gizi yang muncul pada anak sekolah :
 Kurang gizi
Disebabkan karena penyakit akut/kronis seperti
kecacingan, nafsu makan yang berkurang. Dapat diatasi
dengan Pemberian Makanan Tambahan ( PMT ) untuk
anak sekolah.
 Anemia
Pada anak usia sekolah adanya “ milk anemia “
yang disebabkan karena pada masa ini mereka
sudah tidak minum susu lagi, sehingga perlu
ditingkatkan makanan sumber Fe dan vitamin C.

 Karies gigi
Pola makan yang tinggi sukrosa/gula terutama
untuk makanan jajanan. Atasi dengan pemilihan
makanan yang tepat, menjaga kebersihan mulut
dan gigi.
Kelompok Remaja
 Remaja adalah individu baik perempuan maupun laki-
laki yang berada pada masa atau usia antara anak-
anak dan dewasa.

 Batasan remaja menurut WHO adalah usia 10 tahun


s/d 19 tahun. Masa ini merupakan periode transisi dari
masa anak ke masa dewasa yang ditandai dengan
percepatan perkembangan fisik, mental, emosional,
dan sosial.
 Adanya fase pertumbuhan yang pesat yang disebut
adolescence growth spurt sehingga memerlukan zat-
zat gizi yang relative besar jumlahnya.
 Sifat energik pada usia remaja menyebabkan aktivitas
tubuh meningkat sehingga kebutuhan energi juga akan
meningkat.
 Menurut penelitian, ternyata kecepatan puncak
pertambahan tinggi badan ( peak high velocity) untuk
anak laki-laki adalah pada usia 13,5 tahun dan pada
anak perempuan pada usia 11,5 tahun.

 Pada remaja laki-laki kegiatan jasmaniah sangat


meningkat, karena biasanya pada umur ini perhatian
untuk olahraga sedang tinggi-tingginya, seperti atletik,
mendaki gunung, sepakbola, hiking dan sebagainya.

 Pada remaja putri mulai terjadi mensis disertai


pembuangan sejumlah Fe, ini juga merupakan tanda
bagi perkembangan organ reproduksi dan pembentukan
sel-sel reproduksinya.
Masalah gizi yang banyak
menimpa pada remaja adalah :

 Anoreksia nervosa

 Bulimia

 Obesitas

 Anemia defisiensi besi


Kelompok Ibu hamil
 Ibu hamil bersangkutan pula dengan proses
pertumbuhan yaitu pertumbuhan foetus yang ada
didalam kandungan dan pertumbuhan berbagai organ
ibu pendukung proses kehamilan tersebut, seperti alat
kandungan ,mammae,dll

 Kondisi gizi dan konsumsi ibu hamil akan berpengaruh


pada kondisi foetus dan neonatus setelah lahir.

 Pada setiap tahap kehamilan, seorang ibu hamil


membutuhkan makanan dengan kandungan zat-zat
gizi yang berbeda dan disesuaikan dengan kondisi
tubuh dan perkembangan janin.
Trimester pertama,
 saat kehamilan mencapai usia 1 - 3 bulan, adalah masa
penyesuaian tubuh ibu terhadap awal kehamilannya.
Karena pada tiga bulan pertama ini pertumbuhan janin
masih lambat, penambahan kebutuhan zat-zat gizinya
pun masih relatif kecil (penambahan energi 150
Kal/hari ).
 Pada tahap ini ibu hamil memasuki masa anabolisme
yaitu masa untuk menyimpan zat gizi sebanyak-
banyaknya dari makanan yang disantap setiap hari
untuk cadangan persediaan pada trimester berikutnya.
 Dalam keadaaan ini biasanya ibu hamil mengalami
mual, muntah-muntah, dan tidak berselera makan,
sehingga asupan makanan perlu diatur.
 Makanan sebaiknya diberikan dalam bentuk kering, porsi
kecil, dan frekuensi pemberian yang sering. Jika
diperlukan, bisa juga mengkonsumsi suplemen vitamin
dan mineral untuk menunjang pertumbuhan janin.
 Memasuki trimester kedua
 saat kehamilan berusia 4 - 6 bulan, janin mulai
tumbuh pesat dibandingkan dengan sebelumnya.
 Kecepatan pertumbuhan itu mencapai 10 gram
per hari.
 Tubuh ibu juga mengalami perubahan dan
adaptasi, misalnya pembesaran payudara dan
mulai berfungsinya rahim serta plasenta.
 Untuk itu, peningkatan kualitas gizi sangat penting
karena pada tahap ini ibu mulai menyimpan lemak
dan zat gizi lainnya untuk cadangan sebagai
bahan pembentuk ASI (air susu ibu) saat
menyusui nanti ( penambahan energi 285 – 300
Kal/hari ).
 Sedangkan pada tahap terakhir atau
trimester ketiga, ketika usia kehamilan
mencapai 7 - 9 bulan
 Dibutuhkan vitamin dan mineral untuk
mendukung pesatnya pertumbuhan janin
dan pembentukan otak. Kebutuhan energi
janin didapat dari cadangan energi yang
disimpan ibu selama tahap sebelumnya
( penambahan energi 300 Kal/hari ).
 Wanita hamil cenderung terkena anemia pada
tiga bulan terakhir kehamilannya
 karena pada masa ini, janin menimbun
cadangan zat besi untuk dirinya sendiri sebagai
persediaan bulan pertama sesudah lahir.
 Penanganannya,
 pertama, menggunakan terapi obat dengan
memberikan tablet zat besi (ferosulfat) 30 - 60 mg per
hari, tergantung pada berat ringannya anemia.
 Kedua, terapi diet dengan meningkatkan konsumsi
bahan makanan tinggi besi seperti susu, daging, dan
sayuran hijau
Kelompok Ibu Menyusui

 Postpartum badan ibu menyesuaikan


kembali alat-alat kandungan menjadi
bentuk normal seperti sebelum hamil,
sedangkan mamae menyiapkan diri dan
mulai berfungsi menghasilkan ASI.
Melalui ASI zat-zat gizi yang diperlukan
neonatus diberikan dari tubuh ibunya
dari persediaan yang telah dipersiapkan
terlebih dahulu.
Masalah gizi tersebut antara lain :
 Adanya pantangan di masyarakat tentang ibu
menyusui yang merugikan ( contoh : ibu hamil
tidak boleh makan ikan )
 Tidak adanya perbedaan antara kebutuhan gizi
wanita menyusui dan wanita dalam kondisi tidak
menyusui
 Kesukaan yang berlebihan terhadap jenis makanan
tertentu ‘ faddisme’,akibatnya tubuh tidak memperoleh
semua zat gizi yang diperlukan
 Keterbatasan penghasilan keluarga, sehingga tidak
bisa mencukupi makanan dengan nilai gizi tinggi
 Jarak kelahiran yang terlalu rapat, sehingga anak
yang disusui kurang gizi dan kurang terawat
Manusia Lanjut Usia (MANULA)
Pengertian umur ada dua yaitu usia kronologis dan usia fisiologis.
 Umur kronologis : umur berdasarkan kelahiran
Umur kronologis untuk usia tua dibedakan menjadi 3 yaitu kelompok
usia tua muda (60 - 75 tahun), tua (76 - 80 tahun), dan sangat tua
(81 tahun ke atas).
 Umur fisiologis : umur berdasarkan keadaan kesehatan dan harapan
hidup
Berdasarkan katagori ini ada orang yang usianya baru 50 tahun
sudah mulai pikun, sebaliknya adapula yang sudah amat tua tapi
masih sehat dengan daya pikir tajam.

 Umur fisiologis manusia dipengaruhi oleh :


 Kebiasan makan
 Konsumsi alkohol
 Kebiasaan merokok
 Kebiasaan tidur
 Kebiasaan olahraga
 Kontrol berat badan
 Manula termasuk dalam kelompok rentan
gizi meskipun tidak ada hubungannya
dengan pertumbuhan badan, bahkan
sebaliknya sudah terjadi involusi dan
degenarasi jaringan dan sel-selnya.
Timbulnya kerentanan terhadap kondisi
gizi disebabkan kondisi fisik, baik
anatomis maupun fungsionalnya.
 Pada Manula kurang gizi lebih diakibatkan
karena kemampuan indera rasa lidah yang
menurun, depresi dan pengaruh lingkungan
sekitar yang menyebabkan konsumsi makanan
rendah dan kurang mencukupi kebutuhan.

 Selain itu gigi-geligi Manula mungkin sudah


banyak yang rusak bahkan copot, sehingga
memberikan kesulitan dalam mengunyah
makanan.

 Fungsi alat pencernaan dan kalenjar-kalenjarnya


juga sudah menurun, sehingga makanan harus
yang mudah cerna dan tidak memberatkan
kelenjar pencernaan
 Konsumsi energi yang rendah pada Manula
menyebabkan protein tubuh digunakan sebagai
energi.
 Dibandingkan dengan kelompok usia yang lain,
pada Manula pembakaran protein tubuh untuk
energi sangat mudah terjadi, walaupun dalam
tubuh masih tersedia lemak.
 Faktor lain yang mengganggu kondisi gizi Manula
secara tidak langsung adalah kondisi psychis
yang labil dan menjadi sangat sensitive.
 Kondisi ini akan memberikan kesulitan kepada
mereka yang mengurusnya. Manula demikian
akan banyak rewel mengenai makanan yang
disediakan untuknya, bahkan mungkin tidak mau
makan karena apa yang dihidangkannya tidak
berkenan di hatinya.
 Sebaliknya kegemukan pada Manula
disebabkan oleh konsumsi energi yang relatif
tetap, sedangkan kebutuhannya menurun akibat
menurunnya metabolisme basal dan aktivitas
tetap. Kebutuhan energi sudah mulai menurun
sejak usia 40 -59 tahun, metabolisme basal
menurun 5 %. Sedangkan pada usia 60 – 69
tahun menurun 10 %.
 Kegemukan pada Manula akan mengakibatkan
timbulnya berbagai penyakit degeneratif seperti
penyakit jantung dan pembuluh darah, Diabetes
Mellitus, Penyakit Hati, Kandung Empedu, dll.