Anda di halaman 1dari 3

Nama : …………………………….

Kelas : …………………………….
Pertemuan 1

1. Pola bilangan
Barisan bilangan adalah urutan bilangan yang memiliki aturan atau pola tertentu. Elemen-elemen
dari suatu barisan bilangan sering disebut dengan istilah suku. Elemen pertama disebut suku
pertama (U1), elemen ke-2 disebut suku ke-2 (U2), elemen ke-3 disebut suku ke-3 (U3) dan
seterusnya sampai pada elemen ke-n disebut suku ke-n (Un).
Aturan atau pola dari suatu barisan dapat dinyatakan dalam bentuk definisi atau dapat juga
dinyatakan dalam bentuk rumusan.
Contoh 1
Tentukan pola atau aturan dari barisan di bawah ini:
a. 1, 3, 5, 7, . . .
b. 1, 4, 9, 16, 25, . . .
c. 8, 27, 64, 125, 216, . . .
Jawab:
a. Aturan atau pola dari barisan bilangan: 1, 3, 5, 7, . . . secara definisi adalah bilangan ganjil
mulai dari 1 atau bilangan naik yang memiliki selisih 2 yang dimulai dari 1. Sedangkan secara
rumus polanya adalah Un = 2n – 1 dengan n dimulai dari 1. (untuk seterusnya kata-kata “ n
dimulai dari 1 “ tidak perlu dituliskan)
b. Pola dari barisan bilangan: 1, 4, 9, 16, 25, . . . secara definisi adalah kuadrat bilangan asli
mulai dari 1. Sedangkan secara rumus polanya adalah Un = n2.
c. Pola dari barisan bilangan: 8, 27, 64, 125, 216. . . secara definisi adalah pangkat tiga dari
bilangan asli mulai dari 2. Sedangkan secara rumus polanya: Un =(n + 1)3.

Contoh 2
Tentukan pola suku ke-n dari barisan di bawah ini:
a. 3, 7, 11, 15, 19, . . .
b. 50, 47, 44, 41, 38, . . .
c. 2, 4, 8, 16, 32, . . .
Jawab:
a. 3, 7, 11, 15, 19, . . . ; selisih dua suku yang berurutan adalah 4 dan suku pertamanya 3, jadi
polanya Un = 4n – 1 (angka -1 diperoleh dari 3 – 4, akan dibahas lebih lanjut pada barisan
aritmatika)
b. 50, 47, 44, 41, 38, . . . ; selisih dua suku yang berurutan adalah -3 dan suku pertamanya 50,
jadi polanya Un = -3n + 53 (angka 53 diperoleh dari 50 – (-3))
c. 2, 4, 8, 16, 32, . . . ; rasio dua suku yang berurutan adalah 2, jadi polanya Un = 2n (akan
dibahas lebih lanjut pada barisan geometri)

Contoh 3
Tentukan empat suku pertamanya dan suku ke-25 jika suatu barisan memiliki pola suku ke-n:

Untuk yang c dan d, silahkan dicoba ya! OK.

Materi MATEMATIKA XI @ Team Teaching 1


Ada beberapa barisan yang memiliki nama. Nama barisan itu biasanya dicirikan oleh bilangan-
bilangan penyusunnya. Sebagai contoh:
a. 1, 2, 3, 4, 5, . . . ; dinamakan barisan bilangan asli
b. 1, 3, 5, 7, 9, . . . ; dinamakan barisan bilangan ganjil
c. 2, 4, 6, 8, 10, . . . ; dinamakan barisan bilangan genap
n n+1
d. 1, 3, 6, 10, 15, . . ; dinamakan barisan bilangan segitiga karena memiliki pola , pola
2
𝑎∙𝑡
tersebut seperti menentukan luas segitiga :
2
e. 1, 4, 9, 16, 25, . . . ; dinamakan barisan bilangan persegi karena memiliki pola n 2, pola
tersebut seperti menentukan luas persegi = s 2.
f. 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, . . .; dinamakan barisan bilangan Fibonacci, dengan pola bilangan
berikutnya merupakan jumlah dari dua bilangan sebelumnya. Nama barisan bilangan ini
diberikan atas jasa Leonardo Fibonacci yang telah mengungkapkan misteri barisan tersebut,
dan lain-lain.

2). Deret bilangan


Jika suku-suku suatu barisan dijumlahkan maka akan terbentuk sebuah deret . Misalkan:
Barisan bilangan asli: 1, 2, 3, 4, . . . deret bilangan asli: 1 + 2 + 3 + 4 + . . .
Barisan bilangan ganjil: 1, 3, 5, 7, . . . deret bilangan ganjil: 1 + 3 + 5 + . . .
Untuk menyatakan jumlah dari suatu deret biasanya dilambangkan dengan huruf S, misalkan:
Jumlah satu suku (dari ) yang pertama dilambangkan dengan S 1
Jumlah dua suku yang pertama dilambangkan dengan S 2.
Jumlah tiga suku yang pertama dilambangkan dengan S3,
Jumlah n suku yang pertama dilambangkan dengan Sn

Contoh 4
Dari deret: 1 + 5 + 9 + 13 + 17 + 21 + . . . Tentukan:
a. Jumlah 1 suku yang pertama, jumlah 2 suku yang pertama dan suku ke-2
b. Jumlah 2 suku yang pertama, jumlah 3 suku yang pertama dan suku ke-3
c. Jumlah 3 suku yang pertama, jumlah 4 suku yang pertama dan suku ke-4

Jawab:
a. Jumlah 1 suku yang pertama: S1 = 1, Jumlah 2 suku yang pertama: S 2 = 1 + 5 = 6, suku ke-2:
U2 = 5 diperoleh hubungan U2 = S2 – S1
b. Jumlah 2 suku yang pertama: S2 = 1 + 5 = 6, Jumlah 3 suku yang pertama: S3 = 1 + 5 + 9 = 15,
suku ke-3: U3 = 9 diperoleh hubungan U3 = S3 – S2
c. Jumlah 3 suku yang pertama: S3 = 1 + 5 + 9 =15, Jumlah 4 suku yang pertama: S4 = 1 + 5+ 9
+13 = 28, suku ke-4: U4 = 13 diperoleh hubungan U4 = S4 – S3
Dari jawaban contoh 4, dapat diambil kesimpulan bahwa: suku ke-n = selisih antara Jumlah n suku
yang pertama dengan jumlah (n – 1) suku yang pertama Un = Sn – S(n – 1) dengan syarat n > 1

Contoh 5
Suatu deret bilangan memiliki jumlah n suku yang pertama dinyatakan dengan rumus:
Sn = 3n2 + 4n + 7. Tentukan:
a. Jumlah 5 suku yang pertama
b. Rumus suku ke-n
c. Suku ke-10

Jawab:
a. Dari Sn = 3n2 + 4n + 7, Jumlah 5 suku yang pertama: S5 = 3.52 + 4.5 + 7= 102
b. Untuk menentukan rumus suku ke-n jika diketahui Sn digunakan hubungan antara Un dan Sn,
yaitu:
Un = Sn – S(n – 1)
Un = {3n2 + 4n + 7} – {3(n – 1)2 + 4(n – 1) + 7}
Un = {3n2 + 4n + 7} – {3n2 – 6n + 3 + 4n – 4 + 7}
Un = {3n2 + 4n + 7} – {3n2 – 2n + 6}
Un = 3n2 – 3n2 + 4n + 2n + 1
Un = 6n + 1 dengan syarat n > 1, untuk menentukan U1 , digunakan U1 = S1
c. Untuk menentukan U10 dapat digunakan dua cara, yaitu:
- Dari rumus Un yang diperoleh dari jawaban b, jadi U10 = 6. 10 + 1 = 61
- Dari hubungan antara Un dan Sn, yaitu:
Un = Sn – S(n – 1)
U10 = S10 – S9
U10 = (3. 102 + 4. 10) – (3. 92 + 4. 9)
U10 = 340 – 279 = 61

Materi MATEMATIKA XI @ Team Teaching 2


3). Notasi Sigma ()
Notasi Sigma adalah suatu Notasi yang dipakai untuk menuliskan secara singkat penjumlahan n
suku. Simbol ini diambil dari huruf kapital Yunani yang berarti Sum atau penjumlahan dan pertama
kali dikenalkan oleh Leonhard Euler pada abad ke-18. Secara umum notasi sigma didefinisikan
dengan:
𝑛

𝑈𝑘 = 𝑈1 + 𝑈2 + 𝑈3 + … + 𝑈𝑛
𝑘=1

 k = 1 disebut batas bawah penjumlahan. Untuk menyatakan batas bawah penjumlahan,


bukan hanya dimulai dari 1, dapat juga dimulai dari angka bulat berapa saja dan huruf k
𝑛
dapat diganti huruf apa saja, yang sama dengan notasi didepannya, misalkan: 𝑖=1 𝑈𝑖 ,
𝑛 𝑛
𝑚 =1 𝑈𝑚 , 𝑥=1 𝑈𝑥 dan lain-lain.
 Uk merupakan suatu polinom dalam variabel k. Jika Ux maka polinomnya bervariabel x dan
seterusnya. Polinom dapat berupa konstanta, berderajat 1, berderajat 2 dan lainnya.
 n merupakan bilangan bulat dan disebut batas atas benjumlahan. n  batas bawah
penjumlahan.

Contoh 6
Uraikan dalam bentuk penjumlahan notasi sigma di bawah ini, dan tentukan nilainya:

Materi MATEMATIKA XI @ Team Teaching 3