Anda di halaman 1dari 21

Diktat Fisika SMA Kls XI

Usep Kasman – SMAN 6 Depok

Pendahuluan
Setiap kali kita mengendarai mobil,
menyalakan pendingin ruangan, atau
memakai alat-alat elektronik, kita
memanfaatkan aplikasi praktis dari
termodinamika, suatu ilmu yang
menjelaskan hubungan antara panas,
kerja mekanik, dan aspek-aspek lain
dari energi dan perpindahan energi.
Ketika kita ingin mencairkan gas
nitrogen , kita mengkompresi gas
tesebut sampai tekanan yang sangat
tinggi sambil tetap menjaga agar
suhu konstan, kemudian Lokomotif uap ini bekerja dengan menggunakan hukum pertama
mengisolasinya dan membiarkannya termodinamika. Saat panas dihasilkan oleh batu bara atau kayu
yang di baker dalam mesin lokomotif, sebagian energi menaikan
berekspansi. Gas akan menjadi jauh suhu air (yang mendidih dan menghasilkan uap) dalam
lebih dingin saat berekspansi dan mesin.Sisa energi dipakai guna mengekspansikan uap untuk
menjadi cair. Ini adalah sebuah menghasilkan kerja dan menggerakan lokomotif
contoh dari proses termodinamika.
Dalam membahas termodinamika, kita akan seringkali mengacu ke suatu sistem
tertentu. Sistem adalah benda atau sekumpulan benda apa saja yang akan kita
teliti. Benda-benda lainnya di alam semesta ini akan kita sebut sebagai
"lingkungan"-nya. Ada beberapa macam sistem. Sistem tertutup adalah sistem
di mana tidak ada massa yang masuk maupun keluar (tetapi energi dapat
dipertukarkan dengan lingkungan). Pada sistem terbuka, massa bisa masuk
atau keluar (demikian pula dengan energi). Banyak sistem (yang dianggap ideal)
yang kita pelajari di fisika yang merupakan sistem tertutur. Tetapi banyak
sistem, termasuk tumbuhan dan hewan, merupakan sistem terbuka karena
mereka bertukar materi (makanan, oksigen, hasil pembuangan) dengan
lingkungan. Sistem tertutup dikatakan terisolasi jika tidak ada energi dalam
bentuk apapun yang melintasi batasnya, selain dari itu sistem tidak terisolasi.
Hukum pertama termodinamika, titik tolak dari pemahaman proses tersebut,
adalah sebuah kelanjutan dari prinsip kekekalan energi. Prinsip tersebut
diperluas hingga meliputi pertukaran energi, baik oleh perpindahan panas
maupun kerja mekanik serta memperkenalkan konsep energi dalam dari
sebuah sistem. Kekekalan energi berperan penting dalam setiap bidang ilmu
fisika, dan hukum pertama termodinamika memiliki kegunaan yang sangat
luas. Untuk menyatakan hubungan antar energi secara tepat, kita
membutuhkan konsep tentang system termodinamik, dan kita akan

- 72 -
Diktat Fisika SMA Kls XI
Usep Kasman – SMAN 6 Depok

membahas panas dan kerja sebagai dua sarana perpindahan energi yang
masuk atau keluar pada sistem tersebut.

Usaha Yang Dilakukan Gas


Gambar disamping menunjukkan sebuah
padatan atau cairan dalam silinder dengan
piston yang dapat bergerak. Anggap bahwa
silinder memiliki luas penampang A dan
tekanan yang dikeluarkan sistem pada
permukaan piston adalah p.

Total gaya F yang dihasilkan sistem terhadap piston adalah F = pA. Ketika
piston bergerak keluar sejauh jarak dx yang sangat pendek, maka kerja dW
yang dilakukan oleh gaya tersebut adalah :
dW =F.dx =pA dx, dimana A dx = dV
dV adalah perubahan volume yang sangat kecil dalam sistem. Maka kita dapat
menyatakan kerja yang dilakukan oleh sistem pada perubahan volume yang
sangat kecil ini: dW = p dV.
Pada perubahan volume yang cukup besar dari V 1 ke V 2 , usaha yang
dilakukan dapat ditentukan dengan:

V2

W = ∫ p.dV
V1

Dari persamaan di atas, usaha dapat dituliskan dalam bentuk : W = p.ΔV

W = usaha ............................................joule
p = tekanan ........................................N/m2
ΔV= perubahan volume ( V2 – V1)........m3

Jika W > 0 gas (sistem ) melakukan usaha ( V2 > V1)dan jika W < 0 gas (sistem)
menerima usaha dari lingkungannya ( V2 < V1)

Proses Termodinamika
a. Proses Isotermal
Suatu proses dimana suhu gas pada wadah
dipertahankan tetap.
V 2
nRT
W = ∫ p.dV ; karena p = , maka
V1
V
V2
nRT
W= ∫
V1
V
dV

- 73 -
Diktat Fisika SMA Kls XI
Usep Kasman – SMAN 6 Depok

V2
1
W = nRT ∫ dV , dihasilkan :
V1
V

V2
W = nRT ln
V1

Besarnya usaha yang dilakukan gas ini sama dengan luas daerah yang
diarsir pada grafik seperti gambar di atas. Jika arah anak panahnya ke kiri
atau volumenya berkurang maka usaha gas adalah negatif dari luasan di
bawah kurva tersebut.

Contoh :
Dalam sebuah selinder 0,5 mol gas
dengan volume 5 liter mengalami proses
isotermik (T = 300 K) hingga volumenya
menjadi 2 liter. Jika tekanan gas 100 kPa,
hitunglah usaha yang dilakukan oleh gas.
Berapa usaha yang dilakukan oleh
lingkungan? Hitung juga usaha yang
dilakukan oleh gas jika volume gas
dijadikan 10 liter melalui proses isotermik!

b. Proses Isokhoris
Merupakan suatu proses dimana volume gas
dipertahankan tetap.
Usaha yang dilakukan gas pada proses ini
sama dengan nol karena volume gas tidak
bertambah atau berkurang (ΔV = 0 )
Dari diagram PV di atas , proses isokhorik digambarkan berupa garis
lurus sejajar sumbu P. Dapat dilihat pada gambar bahwa disini tidak ada
luas daerah yang diarsir sehingga usaha yang dilakukan gas adalah
sama dengan nol.

- 74 -
Diktat Fisika SMA Kls XI
Usep Kasman – SMAN 6 Depok

c. Proses Isobaris
Merupakan suatu proses dimana tekanan gas dipertahankan tetap
Gambar di bawah melukiskan proses isobarik. Piston dapat bergerak
leluasa dan mempertahankan tekanan gas tetap sama ketika suhu gas
berubah.
Misalnya mula-mula tekanan gas P. Dalam keadaan
ini terdapat keseimbangan karena gaya yang
diberikan gas pada piston (ke arah atas) sama besar
dengan gaya berat dari piston itu. Ketika suhu gas
dinaikkan perlahan-lahan, tekanan gas mulai naik
secara perlahan. Jika kita biarkan beberapa saat gas
akan menekan piston keatas sampai seimbang.
Setelah seimbang tekanan gas sekarang sama dengan
tekanan gas semula. Proses pemanasan perlahan-
lahan ini dapat kita teruskan sampai volume gas naik
dari V1 ke V2 (volume yang kita kehendaki). Pada
proses ini yang berubah adalah T dan V gas,
sedangkan P gas tetap.
Diagram PV untuk proses ini ditunjukkan. pada gambar di bawah ini :
Usaha yang dilakukan gas pada proses
isobarik dapat dicari sebagai berikut :
V2

W= ∫ p.dV
V1

W = p(V2 − V1 )
Jika W < 0 (negatif) usaha dilakukan pada
gas, sedangkan jika W > 0 (positif) usaha
dilakukan oleh gas

Besarnya usaha yang dilakukan gas ini sama dengan luas daerah yang
diarsir pada grafik seperti gambar di atas

Contoh Soal :
Suatu gas yang bertekanan 5 atm mengalami
proses isobarik sehingga volumenya naik
dari 4 m3 menjadi 6 m3. Hitunglah usaha
yang dilakukan gas selama proses ini.
Gambarkan diagram PV-nya dan hitung
besarnya usaha dengan menghitung luas di
bawah kurva dalam diagram ini.

- 75 -
Diktat Fisika SMA Kls XI
Usep Kasman – SMAN 6 Depok

d. Proses Adiabatis
Merupakan suatu proses dimana tidak ada panas yang keluar atau masuk ke
dalam sistem.
Situasi ini bisa terjadi jika sistem terisolasi dengan baik, atau proses terjadi
dengan sangat cepat sehingga kalor-yang mengalir dengan lambat-tidak
memiliki waktu untuk mengalir ke dalam atau keluar. Pemuaian gas yang
sangat cepat pada mesin pembakaran dalam merupakan satu contoh proses
yang hampir adiabatik.
Pada proses adiabatis, tekanan p berbanding terbalik dengan volume gas V
dipangkatkan dengan γ, dimana adalah konstanta laplace yang besarnya
berkisar antara 1,1 sampai 1,8. γ dapat diperoleh dari perbandingan kalor
jenis gas pada tekanan tetap dengan kalor jenis gas pada volume tetap:

γ = cP
c V

1
pα ; p.V γ = kons tan

γ γ
p1V1 = p 2V2

Dengan p1 dan p2 menyatakan tekanan gas mula-mula dan akhir. Sedangkan Vl


dan V2 adalah volume mula-mula dan volume akhir gas.
nRT
Untuk gas ideal , P = , sehingga persamaan di atas dapat dituliskan
V
dalam bentuk :
⎛ nRT1 ⎞ γ ⎛ nRT2 ⎞ γ
⎜⎜ ⎟⎟V1 = ⎜⎜ ⎟⎟V2
⎝ V1 ⎠ ⎝ V2 ⎠

γ −1 γ −1
T1V1 = T2V2

Kurva proses adiabatis digambarkan seperti di


samping . Pada diagram PV akan tampak lebih curam
dibandingkan dengan proses isotermal karena γ > 1
(lihat Gb. Di samping ). Sehingga besarnya usaha
yang dilakukan gas pada proses ini diharapkan lebih
kecil dibandingkan pada proses isotermal (luas
dibawah kurvanya lebih kecil).

- 76 -
Diktat Fisika SMA Kls XI
Usep Kasman – SMAN 6 Depok

Besarnya usaha pada proses ini dapat ditentukan :


V2
γ C
W= ∫ p.dV ; dari persamaan p.V = kons tan , maka p =
V1

sehingga :

V2 V
C 2

∫V V γ
1
W= dV = C ∫V V γ dV
1 1

W =C
1
1− γ
( 1−γ
V2 − V1
1−γ
)
γ γ
Dengan mengganti C = p1V1 = p 2V2 , diperoleh :

W =
1
( p 2V2 − p1V1 )
1− γ

Contoh Soal :
Gambar disamping melukiskan keadaan gas pada
keadaan 1 yang mengalami kompresi/pemampatan
adiabatik menjadi keadaan 2. Pada keadaan 1 gas
mempunyai tekanan dan volume masing-masing
p1 = 104 N/m2 dan V2 = 4 m3 sedangkan pada
keadaan 2 P2 = 6 x 104 N/m2 dan V2 = 1 m3. Untuk
mendapatkan keadaan 2 dari keadaan 1 sebenarnya
gas dapat melewati lintasan a atau lintasan b.
Bandingkan usaha yang dilakukan oleh gas dari
ketiga lintasan ini! Kesimpulan apa yang dapat
anda tarik?

Hukum I Thermodinamika
Dalam suatu sistem yang mendapat panas sebanyak Δ Q akan digunakan untuk
menaikan energi dalamnya ( Δ u ) dan melakukan usaha( Δ W ).

Q= Δu+W

Q = kalor yang masuk/keluar sistem ......... joule


Δ u = perubahan energi dalam ...................... joule
W = Usaha .................................................. joule

- 77 -
Diktat Fisika SMA Kls XI
Usep Kasman – SMAN 6 Depok

Energi Dalam (u)


Menurut teori kinetik gas, gas dianggap terdiri dari molekul-
molekul . Tiap molekul bergerak karena mempunyai energi.
Jumlah energi yang dimiliki oleh tiap molekul gas inilah yang
dinamakan energi dalam gas.
Pada sistem gas yang terdiri dari molekul monoatomik, masing-
masing molekul memiliki 3 derajat kebebasan, sehingga energi
3
tiap molekul adalah kT . Energi sistem adalah energi tiap
2
molekul dikalikan dengan jumlah molekul. Dengan demikian
besarnya energi dalam ( u ) sistem adalah :
1. Untuk gas monoatomik :
3 3
u= NkT = nRT
2 2

2. Untuk gas diatomik pada suhu sedang

5 5
u= NkT = nRT
2 2

3. Untuk gas diatomik pada suhu tinggi

7 7
u= NkT = nRT
2 2

Penerapan Hukum I Termodinamika

Proses Isotermal
Yaitu suatu proses perubahan keadaan gas yang terjadi pada suhu tetap. Pada
proses ini suhu awal T1 sama dengan suhu akhir T2, sehingga perubahan energi
dalam (Δu) sama dengan nol (Δu = 0).

Dari persamaan usaha pada proses isotermal diketahui bahwa W = nRT ln V2 ,


V1
maka : Δ u = Q – W V2
0 = Q – W ; jadi Q = W = nRT ln
V1

- 78 -
Diktat Fisika SMA Kls XI
Usep Kasman – SMAN 6 Depok

Proses Isokhoris
Adalah suatu proses perubahan keadaan gas yang terjadi pada volume tetap.
Pada proses ini usa yang dilakukan sistem (gas) sama dengan nol, dengan
demikian maka persamaan hukum I termodinámika menjadi Δ u = Q.
Persamaan tersebut menyatakan bahwa jika kalor diberikan pada statu sistem
pada volume tetap, seluruh kalor digunakan untuk menaikan energi dalam
sistem.

Proses Isobaris
Adalah suatu proses perubahan keadaan gas yang terjadi pada tekanan tetap.
Pada proses ini usa yang dilakukan sistem dirumuskan dengan persamaan
W = p(V2 − V1 ) . Pada proses isobaris ini terjadi perubahan suhu sistem yang
berarti pula terjadinya perubahan energi dalam Δu. Aplikasi hukum I
termodinámika menghasilkan :
Δu=Q–W
Δu = Q − p (V2 − V1 )

Proses Adiabatis
Adalah proses perubahan keadaan gas dimana tidak ada kalor yang masuk atau
keluar dari sistem (Q = 0). Aplikasi hukum I termodinámika menghasilkan :
Δu=Q–W
Δ u = 0 – W atau Δ u = – W

Jika pada proses ini gas ideal monoatomik mengalami perubahan


suhu dari T 1 menjadi T 2 , maka perubahan energi dalam (Δu) adalah

nR (T2 − T1 ) ,
3
Δu =
2
dari hukum I termodinámika diketahui Δ u = – W, maka W = - Δ u ;

nR(T2 − T1 ) = − nRT
3 3
W =−
2 2

- 79 -
Diktat Fisika SMA Kls XI
Usep Kasman – SMAN 6 Depok

Contoh Soal :
1. Hitung perubahan energi
dalam sistem pada proses
berikut :
a. sistem menyerap 400 kal
panas dan melakukan
kerja 600 joule
b. sistem menyerap 600 kal
panas dan ia menerima
kerja 400 joule
c. sistem melepaskan panas
300 kal tanpa melakukan
usaha
2. Ketika usaha 2,00 x 10 3 J
diberikan secara adiabatis
untuk memampatkan
setengah mol suatu gas ideal
monoatomik, suhu mutlaknya
menjadi dua kali semula.
Tentukanlah suhu awal gas.
R= 8,31 J/mol K

Siklus Mesin Dan Efesiensinya.


Pengertian Siklus
Suatu pesawat yang dapat mengubah seluruh kalor yang diserapnya menjadi
usaha secara terus menerus belum pernah kita jumpai, yang ada hanya
pengubahan kalor menjadi usaha melalui satu tahap saja. Misalnya : proses
isothermis.
Agar sistem ini dapat bekerja terus-menerus dan hasilnya ada kalor yang diubah
menjadi usaha, maka harus ditempuh cara-cara tertentu. Perhatikan gambar di
bawah ini.
- Mulai dari ( P1 , V1 ) gas mengalami proses
isothermis sampai ( P2 , V2 ).
- Kemudian proses isobaris mengubah sistem
dari ( P2 , V2 ) sampai ( P2 , V1).
- Akhirnya proses isobaris membuat sistem
kembali ke ( P1 , V1 ).

Usaha yang dilakukan sama dengan luas bagian gambar yang diarsir. Proses
seperti yang ditunjukkan pada gambar diatas disebut siklus. Pada akhir proses
sistem kembali ke keadaan semula. Ini berarti pada akhir siklus energi dalam
sistem sama dengan energi dalam semula. Jadi untuk melakukan usaha secara
terus menerus, suatu sistem harus bekerja dalam suatu siklus.

- 80 -
Diktat Fisika SMA Kls XI
Usep Kasman – SMAN 6 Depok

Siklus Carnot.
Mesin kalor bekerja dalam suatu siklus, dan siklus untuk mesin Carnot
dimulai pada titik a di diagram PV di bawah ini.

1. Pertama gas
dimuaikan secara
isotermis, dengan
tambahan kalor QH,
sepanjang lintasan ab
pada temperatur TH.

2. Selanjutnya gas memuai secara


adiabatis dari b ke c.Tidak ada kalor
yang dipertukarkan, tetapi temperatur
turun sampai TL.

3. Gas kemudian ditekan pada temperatur konstan TL, lintasan c ke d, dan


kalor QL keluar.
4. Akhirnya, gas ditekan secara adiabatis, lintasan da, kembali ke keadaan
awalnya.

Mesin Carnot tidak benar-benar ada, tetapi sebagai mesin teoritis, ia


berperan penting pada pengembangan termodinamika.

Siklus Mesin Bakar


Siklus mesin bakar atau lebih umum disebut siklus Otto di tunjukkan pada
gambar di bawah ini.

Siklus Otto dibatasi oleh dua garis lengkung


adiabatik dan dua garis lurus isokhorik. Dimulai
dari titik a, maka :
− Kurva ab dan cd masing-masing adalah kurva
pemampatan dan pengembangan adiabatik.
− Garis lurus bc dan da masing-masing adalah
garis lurus untuk pemanasan dan pendinginan
isokhorik.

- 81 -
Diktat Fisika SMA Kls XI
Usep Kasman – SMAN 6 Depok

Siklus Mesin Diesel


Siklus untuk mesin diesel ditunjukkan pada gambar di atas ini. Siklus pada
mesin diesel dibatasi oleh dua garis lengkung adiabatik dan satu garis lurus
isobarik serta satu garis lurus isokhorik.

Dimulai dari titik a, maka :


− Kurva ab dan cd masing-masing adalah kurva
pemampatan dan pengembangan adiabatik.
− Garis lurus bc adalah garis lurus pemanasan
isobarik.
− Garis lurus cd adalah garis lurus pendinginan
isokhorik..

Siklus Mesin Uap


Siklus mesin uap yang juga disebut siklus
Rankine ditunjukkan pada gambar di
bawah ini. Siklus ini dibatasi oleh dua
garis lengkung adiabatik dan dua garis
lurus isokhorik. hanya saja pada mesin uap
ini terdapat proses penguapan dan
pengembunan.
Mula-mula air dalam keadaan cair
dengan suhu dan tekanan rendah di
titik a.
- kurva ab adalah kurva pemampatan
secara adiabatik dengan tekanan yang
sama dengan tekanan di dalam periuk
pendingin.
- garis cd adalah proses pengubahan air
menjadi uap.
- garis de adalah prosers pemanasan
sehingga suhu uap sangat tinggi.
- kurva ef adalah proses pengembangan
secara adiabatik.
- garis fa adalah proses pengembunan
sehingga kembali ke keadaan awalnya.

- 82 -
Diktat Fisika SMA Kls XI
Usep Kasman – SMAN 6 Depok

Effisiensi
Effisiensi suatu mesin dapat didefinisikan sebagai perbandingan kerja yang
dilakukan oleh mesin itu dengan panas yang diserap selama satu siklus.
Effisiensi dilambangkan dengan η
Sebuah mesin diberi energi berupa kalor Q2
pada suhu tinggi T2, sehingga mesin melakukan
usaha mekanik W. Energi yang dibuang berupa
kalor Q1 pada suhu rendah T1, maka effisiensi
mesin adalah :
Kerja yang dilakukan
η =
Panas yang diserap

W Q2 − Q1
η = =
Q2 Q2

Q1
η = ( 1− ) × 100%
Q2

Menurut Carnot untuk effisiensi mesin carnot berlaku pula :

T1
η = ( 1− ) × 100%
T2

Sebenarnya tidak ada mesin yang mempunyai effisiensi 100 % dan dalam
praktek effisiensi mesin kurang dari 50 %.
Berdasarkan kenyataan ini disimpulkan bahwa tidak mungkin membuat mesin
kalor yang dapat mengubah seluruh kalor yang diterima menjadi usaha .
Kesimpulan tersebut merupakan salah satu cara mengungkapkan hukum II
termodinamika.

Contoh Soal :
1. Hitung efisiensi maksimum dari suatu
mesin yang bekerja pada temperature 50
0
C dan 500 0 C !
2. Sebuah mesin carnot bekerja diantara
reservoir panas 500 K dan reservoir
dingin 270 K. Jika mesin tersebut
menyerap 800 joule dari reservoir
panas, tentukanlah kerja yang
dihasilkan !

- 83 -
Diktat Fisika SMA Kls XI
Usep Kasman – SMAN 6 Depok

Kapasitas Kalor Gas.


Kapasitas kalor adalah jumlah kalor yang diperlukan Q untuk menaikan suhu
gas sebesar satu kelvin.
Q
C=
ΔT

Dengan :
Q = Jumlah kalor yang diterima … Joule
ΔT = Perubahan suhu gas ………… K
C = Kapasitas kalor gas ………… J/K
Kapasitas kalor untuk gas ada dua macam yaitu :
1. Kapasitas kalor pada volume tetap (Cv):
3
- gas monoatomik : cV = R
2
5
- gas diatomic : cV = R
2
2. Kapasitas kalor pada tekanan tetap (Cp) :
5
- gas monoatomik : c P
= R
2
7
- gas diatomic : c P
= R
2
Dari persamaan di atas terlihat bahwa kapasitas kalor gas ideal pada tekanan
tetap selalu lebih besar dari pada kapasitas kalor gas ideal pada volume tetap.
Hubungan antara Cp dengan Cv adalah :

Cp - Cv = nR

Cp = kapasitas kalor gas ideal pada tekanan tetap.


Cv = kapasitas kalor gas ideal pada volume tetap.
n = jumlah mol gas

Perbandingan antara kapasitas kalor pada tekanan tetap dengan kapasitas kalor
gas ideal pada volume tetap dinamakan dengan konstanta laplace (γ ).

1. Untuk gas monoatomik γ = c P


= 1,67
cV

2. Untuk gas diatomik γ = c P


= 1,4
c
V

- 84 -
Diktat Fisika SMA Kls XI
Usep Kasman – SMAN 6 Depok

Disamping besaran kapasitas kalor ada besaran lain yang


didefinisikan sebagai kalaor yang diperlukan untuk menaikan suhu
satu kg gas sebesar satu Kelvin. Besaran ini disebut dengan
Kalor Jenis dengan lambang c (ditulis dengan huruf kecil).

Q
c=
m.ΔT

Satuan untuk c adalah Joule/kg K atau Jkg - 1 K - 1 .


C
Hubungan c dengan C adalah : c=
m

Cp Cv
Dengan demikian c p = dan cv =
m m
R
Dari persamaan tersebut diperoleh : c p − cv =
M

M = massa molekul ( kg/mol)


R = tetapan gas umum =8,31 J/mol.K

Contoh Soal :
Sebanyak 56,0 x 10-3 kg nitrogen
dipanaskan 270 K menjadi 310 K.
Jika nitrogen ini dipanaskan dalam
bejana kaku (tidak dapat memuai),
maka diperlukan kalor 2,33 kJ. Jika
nitrogen ini dipanaskan dalam bejana
diperlukan kalor 1,66 kJ, hitunglah :
a. kapasitas kalor nitrogen
b. tetapan gas umum ( massa
molekul nitrogen = 28,0 gr/mol)

- 85 -
Diktat Fisika SMA Kls XI
Usep Kasman – SMAN 6 Depok

Hukum II Thermodinamika

Perumusan Kelvin Plank

Pada dasarnya perumusan antara Kelvin dan Plank mengenai suatu hal yang
sama, sehingga perumusan keduanya dapat digabungkan dan sering disebut :
Perumusan Kelvin-Plank Tentang Hukum II Termodinamika.
Perumusan Kelvin-Plank secara sederhana dapat dinyatakan sebagai berikut :
“Tidak mungkin membuat mesin yang kerjanya mengubah kalor
seluruhnya menjadi usaha”.
Dari perumusan ini, dapat disimpulkan bahwa effesiensi suatu
mesin tidak mungkin 100%.

Sebagai contoh marilah kita perhatikan proses yang sebenarnya terjadi pada
motor bakar dan motor bensin.

1. campuran bensin-udara mengalir ke dalam silinder pada waktu piston


bergerak ke bawah;
2. piston bergerak ke atas dan menekan gas;
3. pengapian busi menyalakan campuran bensin-udara, menaikkannya ke
temperatur tinggi;
4. gas, sekarang pada temperatur dan tekanan tinggi, memuai di dalam
piston ini, disebut tenaga pendorong;
5. gas yang terbakar didorong ke pipa pembuangan; katup masuk kemudian
terbuka, dan seluruh langkah diulangi.

- 86 -
Diktat Fisika SMA Kls XI
Usep Kasman – SMAN 6 Depok

Perumusan Clausius

Perumusan Clausius tentang hukum II Termodinamika secara sederhana dapat


diungkapkan sebagai berikut :
“Tidak mungkin membuat mesin yang kerjanya hanya menyerap
dari reservoir bertemperatur rendah dan memindahkan kalor itu
ke reservoir yang bersuhu tinggi, tanpa memerlukan usaha dari
luar”.

Sebagai contoh marilah kita lihat proses pada lemari pendingin (lemari es) yang
bagannya pada gambar di bawah ini.

− Zat cair di dalam wadahnya pada tekanan


tinggi harus melalui saluran yang sempit,
menuju ke ruang yang lapang
(Avoporator). Proses ini disebut : Proses
Joule-Kelvin.
− Tiba di ruang yang lapang, temperatur dan
tekanan zat cair tadi berkurang, dan zat
cair juga menguap. Untuk menguap maka
zat cair ini memerlukan kalor yang diserap
dari reservoir T2 (suhu reservoir dingin =
suhu benda yang akan didinginkan).
− Kemudian uap pada tekanan rendah ini masuk ke dalam kompresor,
dimampatkan, sehingga tekanannya dan temperaturnya naik. Temperatur
uap ini lebih tingi dari temperatur reservoir T1 (temperatur suhu tingi) dan
T1 > T2
− Di dalam kondensor uap ini memberikan kalor pada reservoir T1. Sebagai
reservoir T1 dapat digunakan udara dalam kamar atau air. Zat yang sering
dipakai pada pesawat pendingin adalah : Amoniak. Pada proses ini selain
pemindahan kalor dari reservoir dingin T2 ke reservoir T1, terjadi pula
perubahan usaha menjadi kalor yang ikut dibuang di T1.

- 87 -
Diktat Fisika SMA Kls XI
Usep Kasman – SMAN 6 Depok

Latihan Soal

1. Dalam suatu proses , suatu system menerima panas 6.000 kal (1 kal= 4,18 j)
dan melakukan kerja sebanyak 10.000 joule. Berapakah perubahan energi
dalamnya ?

2. Hitunglah perubahan energi dalam pada proses adiabatic di bawah ini:


a. gas melakukan kerja 15 joule
b. pada pemampatan adiabatis gas menerima 16 joule

3. Suhu 2 kg gas nitrogen (BM = 28) dinaikan dari 15 0C sampai 100 0C. Jika
ini dilakukan pada tekanan tetap, jika Cv = 4956 kal/Mol0C dan Cp=6945
kal/Mol0C hitunglah :
a. kenaikan energi dalam
b. usaha yang dilakukan gas

4. Berapakah usaha yang dilakukan gas agar volumenya bertambah dari 1 liter
menjadi 2,5 liter pada tekanan 1 atm ?

5. Hitunglah usaha yang dilakukan pada proses dibawah ini !


P (N/m2)
B
3. 105

A
105 C
B’

5 15 V (cm3)

6. Pada diagram PV disamping suatu P (N/m2)


gas mengalami perubahan menurut
siklus ABCD. Berapa kerja yang
dilakukan gas pada garis : 2. 105
a. AB
b. BC 105
c. CD
d. DA
e. Usaha Total 3 8 V (cm3)
f. Panas yang mengalir dalam gas

7. Suatu gas amoniak sebanyak 50 cm3 pada suhu 15 0C dan tekanan 105
N/m2 secara tiba-tiba dimampatkan menjadi 10 cm3 secara adiabatis.
Tentukanlah tekanan dan suhu gas sekarang !

- 88 -
Diktat Fisika SMA Kls XI
Usep Kasman – SMAN 6 Depok

8. Gas diatomik pada suhu sedang 200 0C dan tekanan 105 N/m2 mempunyai
volume 4 liter. Gas ini mengalamiproses isobaris sehingga volumenya 6
liter kemudian proses isokhoris sehingga tekanannya 1,2 x 105 N/m2.
a. Buatlah sketsa proses dalam diagram PV!
b. Berapa perubahan energi dalamnya ?
c. Hitung usaha total yang dilakukan gas !

9. Sebuah mesin kalor mengandung 10-3 Mol gas P B


monoatomik suhu rendah. Gas mengalami proses
isokhoris (AB), adiabatis (BC), dan isobaris (CA). Jika
TA = 300 K, TB = 800 K, TC = 500 K, hitunglah :
a. Jumlah panas
b. Perubahan energi dalam A C
c. Usaha pada masing-masing proses
d. Usaha pada seluruh proses V

10. Gas sebanyak 2mol dengan cv = 12,6 J/mol 0K


menjalani garis tertutup (1), (2) dan (3). Proses 2-
3 berupa pemampatan isotermik. Hitunglah untuk
tiap-tiap bagian garis tertutup itu :
a. Usaha oleh gas.
b. Panas yang ditambahkan pada gas.
c. Perubahan energi dalamnya.

11. Diagram di bawah ini menunjukkan tiga proses untuk suatu gas ideal, di
titik 1 suhunya 600 0K dan tekanannya 16 x 105 Nm-2 sedangkan volumenya
10-3m3 . Dititik 2 volumenya 4 x 10-3m3 dari proses 1-2 dan 1-3 salah satu
berupa proses isotermik dan yang lain adiabatik. γ = 1,5
a. Diantara proses 1-2 dan 1-3 yang
manakah proses isotermik dan mana
adiabatik ? Bagaimana kita dapat
mengetahui ?
b. Hitung tekanan di titik 2 dan 3
c. Hitung suhu dititik 2 dan 3
d. Hitung volumenya di titik 3 pada
proses itu.

12. Sebuah mesin pemanas menggerakkan gas


ideal monoatomik sebenyak 0,1 mol menurut
garis tertutup dalam diagram P-V pada
gambar di bawah ini. Proses 2-3 adalah proses
adiabatik.
a. Tentukanlah suhu dan tekanan pada
titik 1,2 dan 3.
b. Tentukanlah usaha total yang
dilakukan gas.

- 89 -
Diktat Fisika SMA Kls XI
Usep Kasman – SMAN 6 Depok

13. Volume gas pada suhu 200 C mengembang secara adiabatik sehingga
volumenya menjadi 2 kali volume mula-mula. Tentukanlah temperatur
akhirnya bila γ =1,4.

14. Temperatur 5 kg gas Nitrogen dinaikkan dari 100 C menjadi 1300 C pada
volume tetap. Bila cv = 7,41 x 102 J/kg 0K , cp = 1,04 x 103 J/kg 0K, carilah :
a. Usaha luar yang dilakukan.
b. Penambahan energi dalam.
c. Panas Yang ditambahkan.

15. 1,5 m³ gas helium yang bersuhu 27°C dipanaskan secara isobaric sampai
87°C. Jika tekanan gas helium 2 x 105 N/m², berapakah usaha yang
dilakukan gas helium ?

16. Hitunglah kalor jenis gas Oksigen pada volume dan tekanan tetap bila
massa molekul gas Oksigen 32 gram/mol.

17. Kalor jenis gas amoniak pada volume tetap 0,14 kal/grK. Hitung kalor jenis
gas amoniak pada tekanan tetap jika BM amoniak = 17 !

18. Hitunglah kalor jenis gas-gas berikut ini pada volume dan tekanan tetap.
a. Gas Neon monoatomik, bila masa molekulnya 2,018 gram/mol
b. Gas Hidrogen diatomik, bila massa molekulnya 2,016 gram/mol

19. Hitunglah kalor jenis gas Argon beratom satu pada volume tetap bila kalor
jenisnya pada tekanan tetap 5,23 x 102 J/kg 0K γ = 1,67
20. Satu gram air ( 1 cc ) berubah menjadi 1,671 cc uap bila dididihkan pada
tekanan 1 atm. Panas penguapan pada tekanan ini adalah 539 kal/gram.
Hitunglah usaha luar pada penembakan energi dalam.

21. Gas Nitrogen yang massanya 5 kg suhunya dinaikkan dari 10 0C menjadi


130 0C pada tekanan tetap. Tentukanlah :
a. Panas yang ditambahkan
b. Penambahan energi dalam
c. Usaha luar yang dilakukan.

22. Suatu gas yang massanya 3 kg dinaikkan suhunya dari -200 C menjadi 800
C melalui proses isokhorik. Hitunglah penambahan energi dalam gas
tersebut, bila diketahui cp = 248 J/kg 0K, cv = 149 J/kg 0K

23. Suatu gas ideal dengan = 1,5 dimampatkan secara adiabatik sehingga
volumenya menjadi 21 kali dari volume mula-mula. Bila pada awal proses
tekanan gas 1 atm, tentukanlah tekanan gas pada akhir proses.

- 90 -
Diktat Fisika SMA Kls XI
Usep Kasman – SMAN 6 Depok

24. Suatu volume gas Nitrogen sebesar 22,4 liter pada tekanan 105 N/m2 dan
suhu 00 C dimampatkan secara adiabatik sehingga volumenya menjadi 1/10
volume mula-mula. Carilah :
a. Tekanan akhirnya.
b. Suhu akhirnya.
c. Usaha luar yang dilakukan.
Diketahui pula bahwa Mr = 28 gram/mol ∂ = 1,4 cv = 741 J/kg 0K.

25. Lima molekul gas Neon pada tekanan 2 x 105 Nm-2 dan suhu 270 c
dimampatkan secara adiabatik sehingga volumenya menjadi 1/3 dari
volume mula-mula. Bila γ = 1,67 cp = 1,03 x 103 J/kg 0K Mr = 20,2
gram/mol. Tentukan :
a. Tekanan akhir pada proses ini.
b. Temperatur akhir.
c. Usaha luar yang dilakukan.

26. Gas oksigen dengan tekanan 76 cm Hg dimampatkan secara adiabatik


sehingga volumenya menjadi 23 volume mula-mula. Bila gas Oksigen
adalah gas diatomik dan R = 8,317 J/mol 0K ; Tentukanlah tekanan akhir
gas tersebut.

27. Pada suatu prose tertentu diberikan panas sebanyak 500 kalori ke sistem
yang bersangkutan dan pada waktu yang bersamaan dilakukan pula usaha
mekanik sebesar 100 joule terhadap sistem tersebut. Berapakah tambahan
energi dalamnya ?

28. Pada permulaan 2 mol zat asam ( gas diatomik ) suhunya 270 c dan
volumenya 0,02 m3. Gas disuruh mengembang secara isobaris sehingga
volumenya menjadi dua kali lipat kemudian secara adiabatik hingga
suhunya mencapai harga yang seperti permulaan lagi. R = 8,317 J/mol 0K.
a. Berapakah banyaknya energi dalam totalnya ?
b. Berapakah banyaknya panas yang ditambahkan ?
c. Berapakah usaha yang dilakukan ?
d. Berapakah volume pada akhir proses ?

29. Sebuah mesin Carnot yang menggunakan reservoir suhu tinggi 800 K
mempunyai efisiensi 20%. Untuk menaikkan efisiensi menjadi 36%,
berapakah suhu reservoir kalor suhu tinggi ?

30. Sebuah mesin Carnot yang reservoir suhu tingginya pada 127 oC menyerap
100 kalori dalam tiap-tiap siklus pada suhu ini dan mengeluarkan 80 kalori
ke reservoir suhu rendah. Tentukanlah suhu reservoir terakhir ini.

- 91 -
Diktat Fisika SMA Kls XI
Usep Kasman – SMAN 6 Depok

31. Berapakah effisiensi suatu mesin yang menerima 200 kalori dari sebuah
reservoir bersuhu 400 oK dan melepaskan 175 kalori ke sebuah reservoir
lain yang bersuhu 320 oK. Jika mesin tersebut merupakan mesin carnot
berapakah effisiensinya.

32. Hitunglah effisiensi ideal dari suatu mesin Carnot yang bekerja antara 100
o
C dan 400 oC.

33. Sebuah mesin carnot yang menggunakan reservoir suhu rendah pada 7 oC,
daya gunanya 40 %. Kemudian daya gunanya diperbesar 50 %. Berapakah
reservoir suhu tingginya harus dinaikkan.

34. Mesin Carnot bekerja di antara dua reservoir panas yang bersuhu 400 oK
dan 300oK. Jika dalam tiap siklus, mesin menyerap panas sebanyak 1.200
kalori dari reservoir yang bersuhu 400 oK, maka berapakah panas yang
dikeluarkan ke reservoir yang bersuhu 300 oK.
o
35. Sebuah mesin carnot bekerja diantara 450 C dan 50oC. Berapakah
effisiensinya ?

- 92 -