Anda di halaman 1dari 13

Diktat Fisika SMA Kls XI

Usep Kasman – SMAN 6 Depok

Pendahuluan
Ketika air dididihkan di dalam teko, kenaikan suhu menghasilkan uap yang ber-
hembus dari celah atas pada tekanan yang tinggi. Uap air di udara dapat
mengembun menjadi butiran cairan di sisi gelas berisi air es, jika gelas baru
keluar dari freezer, butiran es akan terbentuk di sisinya ketika nap air berubah
menjadi padat.
Semua contoh di atas tersebut menunjukkan hubungan antara sifat skala-besar
atau makroskopik dari bahan seperti tekanan, volume, suhu, dan massa bahan.
Tetapi kita juga dapat mendeskripsikan suatu bahan menggunakan sudut
pandang mikroskopik. Ini berarti menyelidiki kuantitas skala kecil seperti
massa, laju, energi kinetik, dan momentum dari setiap molekul yang menyusun
benda.
Deskripsi makroskopik dan
mikroskopik saling berkaitan erat.
Sebagai contoh, gaya tumbukan
(mikroskopik) yang terjadi ketika
molekul udara membentur
permukaan benda tegar (seperti kulit
kita) menyebabkan tekanan atmosfer
(makroskopik). Tekanan atmosfer Tinjauan
mikroskopis pada
standar adalah 1,01 x 105 Pa; untuk (a) zat padat,
menghasilkan tekanan ini, 1032 (b) zat cair, dan
molekul membentur kulit Anda (c) gas.
setiap hari dengan laju rata-rata
melampaui 1700 km/jam.
Dalam pembahasan teori kinetik ini kita akan menggunakan baik pendekatan
makroskopik maupun mikrokopik untuk memperoleh pemahaman tentang sifat
materi terutama yang berkaitan dengan sifat termalnya. Salah satu jenis materi
yang paling sederhana untuk dipahami adalah gas ideal. Untuk gas sejenis itu,
kita akan dapat menghubungkan tekanan, volume, suhu, dan jumlah bahan satu
sama lain, juga dengan laju dan massa dari setiap molekul.

- 59 -
Diktat Fisika SMA Kls XI
Usep Kasman – SMAN 6 Depok

Gas Ideal
Untuk menyederhanakan permasalahan teori kinetik gas diambil pengertian
tentang gas ideal :
1. Gas ideal terdiri atas partikel-partikel (atom-atom
ataupun molekul-molekul) dalam jumlah yang besar
sekali.
2. Partikel-partikel tersebut senantiasa bergerak
dengan arah random/sebarang.
3. Partikel-partikel tersebut merata dalam ruang yang
kecil.
4. Jarak antara partikel-partikel jauh lebih besar dari
ukuran partikel-partikel, sehingga ukurtan partikel
dapat diabaikan.
5. Tidak ada gaya antara partikel yang satu dengan yang lain, kecuali bila
bertumbukan.
6. Tumbukan antara partikel ataupun antara partikel dengan dinding terjadi
secara lenting sempurna, partikel dianggap sebagai bola kecil yang keras,
dinding dianggap licin dan tegar.
7. Hukum-hukum Newton tentang gerak berlaku.

Pada keadaan standart 1 mol gas menempati volume sebesar 22.400 cm3
sedangkan jumlah atom dalam 1 mol sama dengan : 6,02 x 1023 yang disebut
bilangan avogadro (NA) Jadi pada keadaan standart jumlah atom dalam tiap-tiap
cm3 adalah :
6,02 x10 23
= 2,68 x1019 atom / cm 3
22.400
Banyaknya mol untuk suatu gas tertentu adalah : hasil bagi antara jumlah atom
dalam gas itu dengan bilangan Avogadro.

n = jumlah mol gas


N
n= N = jumlah atom
NA NA = bilangan avogadro = 6,02 x 1023 partikel/mol.

Hubungan banyaknya mol n dengan massa zat m :

m m = massa zat
n=
M M = massa zat/mol

- 60 -
Diktat Fisika SMA Kls XI
Usep Kasman – SMAN 6 Depok

Contoh Soal :
1. Suatu tangki mengandung 4 kg gas
O2 ( M = 32 kg/mol). Berapa
banyaknya molekul O2 dalam
tangki?
2. Tentukanlah massa sebuah atom
aluminium ( M= 27 kg/mol)

Persamaan Gas Ideal


Beberapa hukum Fisika tentang Gas :
1. Hukum Boyle: hukum ini menyatakan bahwa pada suhu tetap volume gas
berbanding terbalik dengan tekanan yang diberikan. Atau perkalian antara
volume dan tekanan gas selalu tetap jika suhu gas dipertahankan tetap.
Secara matematik hukum ini dituliskan:
1

V
PV = kons tan
P1V1 = P2V2

dimana Pl dan P2 menyatakan tekanan pada keadaan mula-mula dan keadaan


akhir sedangkan V1 dan V2 menyatakan volume gas mula-mula dan volume
akhir.
Menurut rumus ini pada suhu tetap jika
volume gas dijadikan setengahnya
misalnya dengan menekan piston
penutup ruang gas maka tekanan gas
dalam ruang akan menjadi dua kali lipat
lebih besar.

2. Hukum Charles: hukum ini menyatakan bahwa ketika tekanan gas


dipertahankan tetap maka volume gas sebanding dengan suhu absolutnya.
V
V α T atau = kons tan
T
V1 V2
=
T1 T2

dimana T1 dan T2 menyatakan suhu absolut mula-mula dan akhir sedangkan V1


dan V2 menyatakan volume gas mula-mula dan volume akhir. Menurut rumus
ini pada tekanan tetap jika suhu absolut gas dinaikkan dua kali lipat misalnya
dengan pemanasan maka volume gas akan menjadi dua kali lipat dari volume
semula
- 61 -
Diktat Fisika SMA Kls XI
Usep Kasman – SMAN 6 Depok

Suhu absolut dinyatakan dalam K (Kelvin). Jika t adalah suhu dalam derajat
celcius dan T adalah suhu dalam Kelvin maka hubungan antara keduanya dapat
ditulis:
T = t + 273

3. Hukum Gay-Lussac: hukum ini menyatakan bahwa ketika gas dipanaskan


dalam sebuah kontainer (atau tabung) yang volumenya tidak berubah maka
tekanan gas dalam kontainer itu sebanding dengan suhu mutlaknya.

P
P α T atau = kons tan
T
P1 P2
=
T1 T2

dimana T1 dan T2 menyatakan suhu absolut mula-mula dan akhir sedangkan P1


dan P2 menyatakan tekanan gas mula-mula dan tekanan akhir. Menurut rumus
ini pada volume tetap jika suhu absolut gas dinaikkan dua kali lipat misalnya
dengan pemanasan maka tekanan gas akan menjadi dua kali lipat dari tekanan
semula

4. Hukum Boyle Gay-Lussac: Hukum ini merupakan gabungan hukum Boyle dan
hukum Gay-Lussac. Hukum ini dituliskan sebagai berikut:

PV
P V α T atau = kons tan
T

P1V1 P2V2
=
T1 T2

Keempat hukum gas diatas berlaku untuk semua gas yang kerapatannya cukup
rendah. Gas dengan kerapatan cukup rendah ini dinamakan gas ideal. Kebanyakan
gas pada suhu ruang dan tekanan sekitar 1 atmosfir dapat dianggap sebagai gas
ideal.
Besaran-besaran seperti tekanan, voiume dan suhu gas pada keempat rumus
diatas dinamakan besaran makroskopis. Besaran makroskopis merupakan besaran
yang dapat diukur Iangsung.

- 62 -
Diktat Fisika SMA Kls XI
Usep Kasman – SMAN 6 Depok

Persamaan Keadaan Gas Ideal


Menurut hukum Boyle Gay-Lussac PV α T, jika terdapat N partikel maka dapat
dituliskan PV α N T. Dengan memasukan konstanta pembanding k ke dalam
persamaan ini maka diperoleh :

PV = NkT

k dinamakan konstanta Boltzmann yang ditemukan secara eksperimen,


besarnya k = 1,38 x 10-23 J/K.
Rumus di atas sering juga dituliskan dalam bentuk :

PV = nRT

n menyatakan jumlah mol gas, sedangkan R dinamakan konstanta gas umum


yang besarnya :
R = kNA = 8,315 J/mol.K

Contoh Soal :
Sebuah balon helium yang dianggap
berbentuk bola sempurna, mempunyai
radius 18,0 cm. Pada temperatur 200C,
tekanan dalamnya adalah 1,05 atm. Cari
jumlah mol helium pada balon dan
massa helium yang diperlukan untuk
meniup balon sampai nilai ini !

Tekanan Gas Menurut Teori Kinetik


Dalam gas ideal yang sesungguhnya atom-atom tidak sama kecepatannya.
Sebagian bergerak lebih cepat, sebagian lebih lambat. Tetapi sebagai
pendekatan kita anggap semua atom itu kecepatannya sama.
Tinjau suatu ruang tertutup berbentuk kubus dengan
rusuk-rusuk L . Di dalam kubus terdapat gas yang
terdiri dari N partikel masing-masing bergerak secara
acak dengan kecepatan v1 , v2 , v3 , .... Karena jumlah
partikel sangat besar dan bergerak secara acak, maka
dapat dikatakan bahwa N/3 partikel bergerak sejajar
sumbu X, N/3 partikel bergerak sejajar sumbu Y , dan
sisanya N/3 partikel bergerak sejajar sumbu Z. Berikut
akan dihitung gaya rata-rata yang bekerja pada salah
satu dinding yang tegak lurus pada sumbu X .

- 63 -
Diktat Fisika SMA Kls XI
Usep Kasman – SMAN 6 Depok

Bila vl adalah kecepatan suatu partikel, maka momentumnya adalah mv l .


Setelah menumbuk dinding, karena tumbukan bersifat elastik sempurna,
maka momentumya adalah –mv 1 . Maka perubahan momentum partikel
menjadi :
Δp1 = mv1 − (− mv1 ) = 2mv1 ,
bila Δt adalah waktu yang diperlukan oleh partikel untuk menempuh jarak
2L
2L , maka: Δt = , sehingga gaya rata-rata pada dinding adalah :
v1
Δp1 mv1
2

F1 = = , dan gaya total yang diderita oleh dinding adalah


Δt L
jumlah dari gaya-gaya yang diberikan oleh tiap molekul :
Ftot =
m
L
( v1x + v 2 x + v3 x + ... ;
2 2 2
)
dengan v1x , v 2 x , v3 x ,...... menyatakan molekul 1, 2, 3 yang menumbuk dinding.
Karena molekul jumlahnya banyak sekali dan hampir mengenai semua
dinding ruang maka dapat dikatakan bahwa tekanan yang dilakukan oleh
molekul-molekul pada dinding :
F
P = tot
A
m
(
v1x + v 2 x + v3 x + ...
2 2 2
)
= L
L2

=
2
(
m v1x + v 2 x + v3 x + ...
2 2
)
L3
2
mN v x
= ,
V
2
dengan V menyatakan volume dan v x adalah kecepatan kuadrat rata-
rata molekul :

vx =
2 (
v1x + v 2 x + v3 x + ...
2 2 2
)
N
Besaran ini berbeda dengan kecepatan rata-rata molekul yang dirumuskan
dengan :

vx
2 (
⎛ v 2 + v 2 x 2 + v3 x 2 + ...
= ⎜⎜ 1x
)⎞⎟ 2

N ⎟
⎝ ⎠
Kecepatan satu partikel dalam ruang ( xyz)dapat dinyatakan :
v 2 = v x + v y + v z . Karena jumlah molekul sangat besar dan gerakannya
2 2 2

acak, maka kemungkinan partikel bergerak ke arah sumbu x, y, dan z

- 64 -
Diktat Fisika SMA Kls XI
Usep Kasman – SMAN 6 Depok

1
sama besar. Maka v x = v y = v z = v 2 , dengan demikian rumus tekanan
2 2 2

3
gas dapat dituliskan:
1
mN v 2
P= 3
V
2 N ⎛1 2⎞ 1 2
= ⎜ mv ⎟ atau P = ρ v
3 V ⎝2 ⎠ 3
Persamaan di atas dapat juga dituliskan :
1 3
P=
2N
Ek , dengan Ek = mv 2 atau Ek = NkT
3V 2 2

Sehingga :
2N 3 N
P= NkT ; P = kT
3V 2 V
1 3 1 3
Dari persamaan Ek = mv 2 dan Ek = NkT , maka mv 2 = NkT
2 2 2 2
Dari persamaan tersebut dapat diperoleh kecepatan yang lebih umum
disebut dengan laju akar rata-rata kuadrat (root mean square speed) v rms :

3kT
v rms =
m

k = konstanta Boltzman k = 1,38 x 10-23 joule/atom oK


T = suhu dalam oK
m = massa atom, dalam satuan kilogram.

Hubungan antara jumlah rata-rata partikel


yang bergerak dalam suatu ruang ke arah
kiri dan kanan dengan kecepatan partikel
gas ideal, digambarkan oleh Maxwell
dalam bentuk : Distribusi Maxwell.

- 65 -
Diktat Fisika SMA Kls XI
Usep Kasman – SMAN 6 Depok

M R
Oleh karena m = serta k = maka v rms dapat dituliskan dengan rumus :
N N0

3RT
v rms =
M

M = massa gas per mol dalam satuan kg/mol


R = konstanta gas umum = 8,317 joule/mol.K

Dari persamaan di atas dapat dinyatakan bahwa : Pada suhu yang sama, untuk
2 macam gas kecepatannya dapat dinyatakan :
vrms : vrms = 1 1
1 2 :
M1 M2
vrms = kecepatan molekul gas 1
1
vrms = kecepatan molekul gas 2
2
M1 = massa molekul gas 1
M2 = massa molekul gas 2

Pada gas yang sama, namun suhu berbeda dapat disimpulkan :


vrms : vrms = T : T
1 2 1 2

Contoh Soal :
Sebuah tabung gas dengan volume tertentu
berisi gas ideal dengan tekanan P. Jika ke
dalam tabung itu dipompakan gas sejenis
sehingga tekanannya menjadi 2P sedangkan
suhunya dibuat tetap, berapakah akar nilai
rata-rata laju kuadrat molekul gas ?

- 66 -
Diktat Fisika SMA Kls XI
Usep Kasman – SMAN 6 Depok

Hubungan Antara Temperatur dengan Gerak Partikel


Berdasarkan sifat-sifat gas ideal kita telah mendapatkan persamaan
2N N
P.V = n.R.T. karena P = Ek dan n =
3V N0
Dengan demikian maka persamaan PV = nRT dapat dinyatakan dengan :
2N N
Ek .V = RT
3V N0
2 R R
Ek = T ; karena = k , maka
3 N0 N0
2
Ek = kT
3
2 Ek 1 mv 2
T= ; bentuk lain dari persamaan ini adalah T =
3 k 3 k
Ek = Energi kinetik partikel.

Energi dan Derajat Kebebasan


Derajat kebebasan dari suatu benda adalah banyaknya bentuk energi yang
dimiliki oleh benda itu. Bentuk-bentuk energi ini harus saling tidak bergantungan.
Misalnya anggap sebuah atom dipaksa untuk
bergerak hanya pada arah sumbu x saja. Energi atom
ini hanya mempunyai satu macam bentuk saja yaitu
berupa energi kinetik
1 2
yang besarnya mv x .Kita katakan atom ini mempunyai 1 derajat kebebasan.
2
Jika atom ini diletakkan dalam sebuah ruang hampa maka
atom mempunyai kemungkinan untuk bergerak dalam 3 arah
yaitu arah sumbu x, y, dan z. Ada 3 macam bentuk energi
yang saling tidak bergantungan yang dimiliki oleh atom ini
yaitu:
1 2 1 2 1 2
mv x , mv y , dan mv z .
2 2 2
Sehingga atom ini dikatakan mempunyai 3 deraja.t kebebasan. Jadi molekul
monoatomik mempunyai 3 derajat kebebasan.
Sekarang perhatikan sebuah molekul diatomik
seperti moleku H2, O2, dan CO. Molekul ini dapat
digambarkan seperti gambar di samping. Pusat
massa molekul ini dapal bertranslasi dalam arah x, y,
dan z memberikan 3 macam energ kinetik yang
saling tidak bergantungan seperti yang dimilik: oleh
atom atau molekul monoatomik.

- 67 -
Diktat Fisika SMA Kls XI
Usep Kasman – SMAN 6 Depok

Pada suhu yang agak tinggi (lebih dari 100 K) molekul diatomik mempunyai bentuk
energi lain yang tidak bergantung pada ketiga macam energi kinetik pusat massa.
Energi ini adalah energi rotasi pada arah sumbu y dan sumbu z. Besar energi rotasi
ini masing-masing adalah:
1 1
I yω 2 dan I z ω 2 .
2 2
Dengan Iy dan Iz menyatakan momen inersia terhadap sumbu y dan z. Jadi molekul
diatornik mempunyai 5 derajat kebebausan walaupun sebenarnya molekul
1
diatomik me mpunyai energi lain yaitu I xω 2 tetapi karena Ix sangat kecil sekali
2
(hampir sama dengan nol) kita dapat abaikan energi ini.
Pada suhu yang sangat tinggi (lebih dari 1000 K) molekul
diatomik dapat bergetar. Bentuk molekulnya dapat
digambarkan seperti disamping. Bentuk energi yang
dimiliki molekul ini disamping energi translasi dan rotasi
adaiah energi vibrasi. Ada dua macarn bentuk energi
vibrasi yang dimiliki oleh molekul ini yaitu energi
kinetik vibrasi dan energi potensial (pegas). Dengan
demikian pada suhu tinggi molekul diatomik dapat
memiliki 7 derajat kebebasan.

1 3
Dari persamaan energi kinetik : Ek = mv 2 = kT , dapat disimpulkan bahwa
2 2
3
energi kinetik translasi rata-rata dari suatu molekui sama dengan kT
2
dimana
3
2
1
2
( 2 2 2
) 2 2 2 1
kT = m v x + v y + v z . Karena v x = v y = v z = v 2 , maka
3
dapat kita peroleh :
3
2
1
kT = m 3v x
2
( )
2

1 1
kT = mv x , pada sumbu x ;
2

2 2
1 1
kT = mv y , pada sumbu y;
2

2 2
1 1
kT = mv z , pada sumbu z.
2

2 2

Hasil di atas memberikan kesimpulan yang penting yaitu bahwa untuk satu
1
molekul tiap bentuk energi memberikan energi yang sama yaitu sebesar kT .
2
Karena banyaknya bentuk energi berhubungan erat dengan derajat kebebasan
maka bisa kita katakan bahwa tiap derajat kebebasan dalam molekul gas

- 68 -
Diktat Fisika SMA Kls XI
Usep Kasman – SMAN 6 Depok

1
memberikan kontribusi energi pada gas sebesar kT . Prinsip ini dinamakan
2
prinsip ekuipartisi.

Berdasarkan prinsip ekuipartisi di atas dapat diilustrasikan :


1. Molekul monoatomik atau molekul diatomik suhu rendah (suhu gas diatomik
kurang dari 100 K) mempunyai 3 derajat kebebasan (hanya bergerak
translasi) sehingga tiap molekul ini akan memberikan kontribusi' energi pada
gas sebesar:
1 3
E molekul = 3. kT = kT
2 2

2. Molekul diatomik pada suhu sedang (suhu ruang) mempunyai 5 derajat


kebebasan (gerak translasi + gerak rotasi) sehingga molekul ini akan
memberikan kontribusi energi pada gas sebesar:

1 5
E molekul = 5. kT = kT
2 2

3. Pada suhu tinggi (diatas 1000 derajat Kelvin) derajat kebebasan molekul
diatomik bertambah menjadi 7 buah (gerak translasi + rotasi + vibrasi)
sehingga kontribusi yang diberikari pada energi gas adalah:

1 7
E molekul = 7. kT = kT
2 2

Latihan soal
1. Massa satu atom hidrogen 1,66 x 10-24 gram. Berapakah banyaknya atom
dalam 1 gram Hidrogen dan 1 kg hidrogen.

2. Massa jenis gas Nitrogen pada keadaan normal ( P= 1 atm; t = 0 0C) adalah
1,25 kg/m3. Hitung massa jenisnya pada suhu 60 0C dan tekanan 72 cm
Hg!

3. Dalam setiap mol gas terdapat 6,02 x 1023 atom. Berapa banyaknya atom
dalam tiap-tiap ml dan dalam tiap-tiap liter gas pada kondisi standard.

- 69 -
Diktat Fisika SMA Kls XI
Usep Kasman – SMAN 6 Depok

4. Berapakah panjang rusuk kubus dalam cm yang mengandung satu juta


ataom pada keadaan normal ? Massa molekul 32 gram/mol

5. Tentukan volume yang ditempati oleh 4 gram Oksigen pada keadaan


standart. Masa molekul Oksigen 32 gram/mol.

6. Sebuah tangki volumenya 5,9 x 105 cm3 berisi Oksigen pada keadaan
standart. Hitung Masa Oksigen dalam tangki bila massa molekul Oksigen
32 gram/mol.

7. Volum oksigen pada tekanan 1,01 x 105 N/m2 dan suhu 10 0C ialah 4 x 10-2
m3. Hitung volumenya ketika tekanannay menjadi 120 x 103 N/m2 dan
suhunya 100 0C!

8. Dalam sebuah botol yang tertutup rapat terdapat gas yang tekanannya 1 atm
dan volumenya 20 liter. Suhu dalam botol itu 27 0C. Botol ini kemudian
dipanaskan sampai suhu gas dalam botol menjadi 110 0C. Hitunglah berapa
tekanan dalam botol sekarang ?

9. Carilah kecepatan rata-rata molekul oksigen pada 76 cm Hg dan suhu 00 c


bila pada keadaan ini massa jenis oksigen adalah sebesar 0,00143
gram/cm3.

10. Carilah kecepatan rata-rata molekul oksigen pada suhu 00 c dan tekanan 76
cm Hg bila massa jenis oksigen pada kondisi ini 1,429 kg/m3.g = 9,8 m/s2.

11. Pada keadaan standard kecepatan rata-rata molekul oksigen adalah 1,3 x 103
m/det. Berapakah massa jenis molekul oksigen pada kondisi ini. g = 9,8
m/s2.

12. Hitunglah kecepatan molekul udara pada tekanan 1 atmosfer suhu 0o C dan
massa molekul udara = 32 gram/mol.

13. Tentukan perbandingan antara kecepatan gas hidrogen dengan Oksigen


pada suatu suhu tertentu. Massa molekul gas Hidrogen 2 gram/mol dan
massa molekul Oksigen = 32 gram/mol.

14. Berapakah kecepatan molekul gas Methana pada suhu 37o C. Massa
molekul gas methana 16 gram/mol.

15. Carilah kecepatan molekul gas methana pada suhu -120o C bila massa
molekulnya 16 gram/mol.

16. Carilah pada suhu berapa kecepatan molekul Oksigen sama dengan
kecepatan molekul Hidrogen pada suhu 300o K. Massa molekul Oksigen =
32 gram/mol dan massa molekul hidroen = 2 gram/mol

- 70 -
Diktat Fisika SMA Kls XI
Usep Kasman – SMAN 6 Depok

17. Pada suhu berapakah kecepatan molekul zat asam sama dengan molekul
Hidrogen pada suhu 27o C. Massa molekul zat asam 32 gram/mol dan
massa molekul Hidrogen = 2 gram/mol.

18. Hitung kecepatan rata-rata molekul Hidrogen pada suhu 20 0C dan tekanan
70 cm Hg bila massa jenis molekul Hidrogen pada suhu 0 0C adalah
0,000089 gram/cm3. g = 9,8 m/det2.

19. Sebuah tangki yang volumenya 0,056 m3 berisi 02 yang tekanan mutlaknya
16 x 107 dyne/cm2 dan suhunya 270 C.
a. Berapa kilogramkah 02 di dalam tangki tersebut ?
b. Berapakah volume gas tersebut bila mengembang hingga tekanannya
menjadi 106 dyne/cm2 dan suhunya menjadi 500 C.

20. Berapa energi kinetik translasi sebuah molekul zat asam pada suhu 270 C.
Mssa molekul zat asam adalah 32 gram/mol.

21. Tentukanlah energi kinetik sebuah atom gas Helium pada suhu 270 C. k =
1,38 x 10-23 joule/atom.0K.

22. Tentukan energi kinetik dari 1 gram gas Amonia pada suhu 270 C Massa
molekul Amonia adalah 17 gram/mol.

23. 20 gram Oksigen pada suhu 270 C di ubah menjadi energi kinetik. Carilah
besar energi kinetik tersebut bila massa molekul dari gas Amonia adalah
17,03 gram/mol.

24. Berapakah energi kinetik dari translasi molekul-molekul dalam 10 gram


amoniak pada suhu 200 C. Massa molekul dari Amoniak adalah 17,03
gram/mol.

25. Hitunglah massa dan energi kinetik translasi dari gas Helium dengan
tekanan 105 N/m2 dan temperaturnya 300 C di dalam sebuah balon
bervolume 100 m3 . Massa molekul gas Helium adalah 4,003 gram/mol.

- 71 -