Anda di halaman 1dari 24

Komoditas rempah

11. KOMODITAS REMPAH

Tanaman rempah merupakan tanaman yang mengandung


khasiat baik sebagai bumbu masak yang biasa digunakan sehari-
hari atau tanaman obat-obatan atau tanaman untuk bahan
pembuatan jamu. Tanaman rempah adalah tumbuhan asli
Indonesia yang biasa menjadi ramuan jamu tradisional maupun
disantap sebagai lalapan. Tanaman ini mempunyai nilai ekonomi
yang penting, karena peranannya dalam berbagai aspek
kegunaan, perdagangan, kehidupan, dan adat kebiasaan
masyarakat.
Industri rempah memiliki prospek yang cukup cerah, hal ini
dikarenakan melimpahnya bahan baku yang diperlukan di
Indonesia, kemudahan proses produksi, peralatan yang
sederhana dengan harga relatif murah, serta kecenderungan
permintaan yang terus meningkat.
Hal-hal yang perlu dipersiapkan untuk pengembangan
agroindustri rempah :
• Teknologi Budidaya
• Pengetahuan bahan baku
• Proses produksi
• Sarana dan prasarana industri
• Pemasaran
• Analisis usaha

A. Jenis Rempah-rempah
a. Jahe
Tanaman terna berbatang semu, tumbuh
berumpun, tinggi 30 cm – 1m, tegak, tidak
bercabang, tersusun atas lembaran pelepah daun,
berbentuk bulat, berwarna hijau pucat dengan

129
Komoditas rempah

warna pangkal batang kemerahan. Bagian tanaman yang


digunakan untuk bahan industri yaitu rimpangnya. Jahe
mengandung sejumlah kecil minyak volatil dan fixed oil yang
mengandung zat resin yang pedas, 40—60% pati, 9% protein,
beberapa jenis mineral dan vitamin. Khasiatnya antara lain
bermanfaat untuk mengurangi gejala flu, pilek, batuk, masuk
angin, pegal-pegal, sebagai penyegar badan, serta berkhasiat
sebagai obat kuat.

Syarat tumbuh tanaman jahe :


• Jahe dapat di budidayaan terutama pada daerah tropis
dengan ketinggian tempat 0 – 1.700 m dpl. Tumbuh optimum
pada ketinggian 200 – 600 m dpl
• Umumnya jahe ditanam pada daerah dengan curah hujan
2.500 – 4.000 mm
• Iklim ideal yang dikehendaki adalah panas sampai sedang
• Pada pertumbuhan vegetatif, tanaman jahe memerlukan
sinar matahari yang banyak sehingga akan membentuk
rumpun dengan rimpang banyak dan berukuran besar
• Pada kondisi ternaungi, tanaman jahe akan
memperlihatkan pertumbuhan daun yang besar tapi
rimpangnya kecil.

Tanah yang digunakan untuk penanaman jahe harus yang


mudah diolah, gembur, banyak mengandung bahan organik atau
humus dan subur. Umumnya pada tanah latosol, andosol dengan
tekstur lempung berpasir, lempung berdebu atau liat berpasir.
Jahe sangat baik tumbuhnya pada lahan hutan yag baru dibuka,
lahan yang mengandung air berlebihan tidak cocok untuk
ditanami jahe.

130
Komoditas rempah

Persiapan lahan :
• Lakukan pengolahan lahan dua kali, yaitu pengolahan kasar dan
halus
• Lakukan pengolahan tanah 1 sedalam 25 – 35 cm. Balik
tanah dan hancurkan. Setelah itu biarkan tanah selama 1
minggu agar gas-gas beracun menguap dan mikroba tanah
yang tidak menguntungkan mati terkena sinar matahari
langsung
• Lakukan pengolahan tanah II hingga tanah benar-banar gembur
• Buat bedengan dengan ukuran lebar 60-120 cm, tinggi 25-
30 cm, lebar antar bedengan 30 cm dan panjang bedengan
disesuaikan dengan panjang lahan

Pembibitan :
• Gunakan rimpang dari tanaman yang telah berumur 10-12
bulan dan merupakan rimpang lateral (sebaiknya tidak
menggunakan rimpang utama/induk)
• Potong-potong rimpang jahe yang akan dijadikan bibit.
Setiap potongan berukuran 30-80 g dan mempunyai 2-3 mata
tunas
• Taburi bagian luka dengan abu gosok untuk
menghindarkan rimpang dari jamur
• Keringkan rimpang. Letakkan potongan rimpang pada
tempat yang teduh dan lembab yaitu tumpukan jerami atau
diatas karung goni yang telah dibasahi
• Potongan rimpang jahe akan bertunas setelah 1-1,5 bulan

Penanaman :
• Lakukan awal penanaman pada awal musim hujan

131
Komoditas rempah

• Buat lubang tanam dengan diameter 25 cm dan kedalaman


25 cm dengan jarak antar lubang pada bedengan sekitar 30-
60 cm
• Pupuk lubang tanam dengan pupuk kandang sebanyak 1
kg per lubang tanam. Hindarkan penggunaan pupuk buatan
atau pupuk anorganik
• Biarkan selama 1 minggu lalu tanam bibit. Usahakan bibit
tidak langsung menyentuh pupuk sehingga pupuk perlu
dilapisi dengan tanah sebelum penenaman
• Letakkan bibit pada lubang tanam dengan posisi rebah.
Setiap lubang tanam hanya untuk 1 bibit

Pemeliharaan tanaman :
• Lakukan penyulaman pada tanaman yang mati atau
tunasnya tidak tumbuh
• Lakukan pembumbunan setelah tanaman berumur 2-4
minggu
• Lakukan pemupukan susulan pada umur 6-8 minggu
setelah tanam
• Lakukan pemupukan selanjutnya setiap 1,5-2 bulan seklai
menggunakan pupuk kandang atau kompos dengan dosis 15-
20 ton per hektar
• Siangi gulma yang tumbuh di lahan penanaman secara
manual dengan menggunakan koret atau tangan secara hati-
hati sehingga tidak mengganngu perakaran tanaman jahe
• Lakukan penyianagn setiap bulan atau tergantung kondisi
gulma dan hentikan setelah tanaman berumur 6 bulan.
Hindari penggunaan herbisida organik pada saat
pengendalian gulma
• Bersamaan dengan penyianag, lakukan pembumbunan
pada tanah di permukaan pertanaman. Tanah bumbunan

132
Komoditas rempah

diambil dari tanah-tanah di saluran air/parit yang mulai


dangkal. Pembumbunan dimaksudkan untuk menghindari
rimpang keluar dari tanah

Pengendalian hama dan penyakit :


• Hindari penggunaan bahan-bahan anorganik dalam
pengendalian hama dan penyakit. Bila ditemukan serangan
hama atau penyakit segera potong bagian yang diserang,
musnahkan dengan cara dibakar atau dipendam dalam tanah
• Lakukan tindakan preventif dengan melakukan
pengamanan rutin terhadap tanaman untuk menghindari
gangguan hama dan penyakit serius

Pemanenan :
• Pemanenan tanaman pada umur 10-12 bulan setelah
tanam. Gunakan garpu tanah yang dibenamkan disekitar
rumpun
• Bongkar rimpang kahe kemudian angkat secara perlahan
• Bersihkan rimpang yang telah dipanen kemudian
masukkan ke dalam keranjang mambu atau kotak kayu yang
memiliki rongga udara

b. Kunyit
Tanaman terna, berbatang semu,
bentuk batangnya bulat, berwarna hijau
keunguan, tinggi dapat mencapai 1 m,
berakar serabut, berwarna coklat muda.
Bagian tanaman yang digunakan untuk
bahan industri yaitu rimpangnya. Senyawa kimia yang
terkandung dalam kunyit yaitu minyak asiri 3—5%, yaitu
turmeron, simen, dan artumeron; kuekumin; pati; tanin; serta

133
Komoditas rempah

damar. Khasiatnya antara lain bermanfaat mengatasi penyakit


diabetes melitus, tifus, usus buntu, disentri, sakit keputihan, haid
tidak lancar, perut mulas saat haid, memperlancar ASI, amandel,
berak lendir, dan jerawat.

Syarat tumbuh tanaman kunyit :


• Tanaman kunyit mempunyai daya adaptasi yang cukup
luas di daerah tropis
• Tanaman ini tumbuh baik di tanah yangh berpengairan
baik, curah hujan sekitar 2.000-4.000 mm setiap tahunnya
dan area yang sedikit terlindung
• Untuk menfhasilkan rimpang yang cukup besar, yanaman
kunyit menghendaki tempat terbuka sedikit ternaungi.

Kunyit dapat tumbuh pada berbagai janis tanah, tetapi seperti


tanaman rimpang lainnya, kunyit tidak toleran terhadap tanah
yang tergenang dan salinitasnya tinggi. Jenis tanah yang disukai
adalah tanah yang ringan dan berpasir dan memiliki drainase
yang baik serta selalu dalam kondisi lembab, misalnya saja jenis
tanah lempung berpasir. Pada lahan terbuka, dengan kondisi
tanah yang baik, hasil rimpang yang dipanen akan lebih tinggi.
Bila tanah yang digunakan kurang subur, sebaiknya kunyit
ditanam pada tempat yang ternanungi.

Pembibitan :
• Gunakan bibit dari setek rimpang yang sudah tua berumur
9 bulan, seragam jenisnya dan berukuran 20-25 g tiap
seteknya. Untuk indukan sebaiknya gunakan rimpang yang
seragam dan bedakan antara rimpang induk dan rimpang
anakan karena rimpang induk dan anakan tidak sama
sehingga waktu panennya tidak bersamaan

134
Komoditas rempah

• Semaikan dulu rimpang yang akan digunakan sebagai bibit


sehingga tumbuh tunas. Setelah 1-2 bulan dipersemaian,
tunas pada rimpang mulai tumbuh. Setiap potongan bibit
rimpang sebaiknya terdiri atas 2-3 tunas
• Taburi rimpang yang sudah dipotong dengan abu dapur.
Bibit siap untuk ditanam dilahan setelah luka bekas potongan
mengering dan tunas sudah tumbuh baik.

Pengolahan tanah :
• Olah tanah menggunakan cangkul atau garpu agar tanah
menjadi gembur sehingga pertumbuhan perakaran tanaman
dan rimpang menjadi lebih baik
• Cangkul lahan pada kedalaman lapisan olah antara 20-30
cm. setelah itu lahan dibiarkan selama 1-2 minggu
• Lakukan pemupukan dasar dengan menggunakan pupuk
organik sebanyak 20ton/ha
• Campurkan tanah dengan pupuk kemudian ratakan
• Buat bedengan sesuai kontur tanah. Ukuran bedengan
umumnya lebar 1-2 m dan panjangnya disesuaikan dengan
keadaan tanah. Jarak antar bedengan 30-50 cm.

Penanaman :
• Lakukan penanaman pada saat awal musim hujan
• Buat lubang tanam pada bedengan dengan jarak tanam
panjang 60 cm dan lebar 60 cm. kebutuhan bibit sebanyak
500-600 kg rimpang per hektar. Jarak lubang tanam adalah
panjang 40-60 cm
• Tanam bibit dengan kedalaman 7,5-10 cm

135
Komoditas rempah

• Lakukan pemupukan dasar dengan pupuk organik pada


lubang tanam
• Tanamkan bibit ke dalam lubang tanam dengan
mengendapkan mata tunas atau tunas yang sudah tumbuh ke
arah permukaan tanah
• Tutup lubang tanam beserta bibit dengan tanah sampai
rata dengan permukaan tanah

Perawatan tanaman :
• Lakukan penyulaman pada 2-3 minggu setelah penanaman
agar populasi optimum tanaman tetap terjaga. Penyulaman
dilakukan dengan menggunakan bibit yang jenis dan umurnya
sama dengan yang sudah ditanam
• Lakukan pendangiran atau pembumbunan tanaman
apabila akar atau rimpang terlihat muncul dipermukaan tanah
biasanya pada saat tanaman berumur 2-3 bulan
• Lakukan penyiangan bersamaan pembumbunan agar
tanaman tidak bersaing dengan gulma
• Lakukan pemupukan susulan bagi tanaman yang berasal
dari bibit rimpang induk pada umur 4 bulan atau 6-7 bulan
pada tanaman yang berasal dari rimpang cabang atau anakan

Pengendalian hama dan penyakit :


• Untuk meminimalkan serangan hama dan penyakit,
lakukan tindakan prventif dengan menjaga kebersihan areal
pertanaman dari gulma, menjaga kelembaban iklim mikro
tanaman agar tidak terlalu lembab serta melakukan rotasi
tanaman
• Lakukan pengendalian hama dan penyakit secara manual
(demgan membakar atau menguburnya) atau dengan bahan-

136
Komoditas rempah

bahan organik bila serangan hama masih sedikit dan belum


meluas
• Lakukan pengendalian hama dengan penyemprotan
pestisida nabati apabila serangan hama dan penyakit
tanaman sudah meluas
Pemanenan :
• Lakukan pemanenan pada saat musim kemarau sehingga
bagian tanaman yang berada di atas permukaan tanah sudah
mengering
• Panen tanaman sesudah berumur setahun atau lebih
• Bersihkan rimpang yang baru dibongkar. Basuh rimpang
dengan air mengalir
• Simpan rimpang dalam bentuk simplisia kering agar dapat
disimpan dalam jangka waktu yang lama

c. Temulawak
Tanaman terna tahunan, berbatang semu yang
merupakan metamorfosis atau penjelmaan dari
daun tanaman. Tinggi tanaman dapat mencapai 2
m bahkan lebih. Bagian tanaman yang digunakan
untuk bahan industri yaitu rimpangnya. Senyawa
kimia dalam rimpang temulawak yaitu
curcumin,monodesmetoksi-curcumin dan minyak asiri. Tanaman
ini berkhasiat : menurunkan panas badan, sakit kuning, radang
kronis, mencegah penyakit hati, menghilangkan rasa nyeri,
menyegarkan badan, perut kembung, pencahar, menambah ASI,
memulihkan kesehatan setelah melahirkan, haid tidak lancar,
wasir, tonikum, dan antibakteri.

Syarat tumbuh temulawak :

137
Komoditas rempah

• Temulawak mempunyai daya adaptasi yang cukup luas


didaerah tropis
• Temulawak dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik
pada dataran rendah sampai dataran tinggi (5-1.500 m dpl)
dengan curah hujan 1.500-4.000 mm setahun
• Habitat tanaman ini pada tempat yang ternaung seperti di
hutan atau padang rumput rumput dan semak belukar
• Bila temulawak ditanam di dataran rendah maka
kandungan patinya lebih tinggi dibandingkan yang ditanam
didataran rendah
• Bila temulawak ditanam didataran tinggi maka kandungan
minyak atsirinya lebih tinggi dibandingkan rimpang yang
berasal dari dataran rendah

Temulawak dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah, tetapi


tidak toleran terhadap tanah yang tergenang dan salinitasnya
tinggi. Jenis tanah yang disukai adalah tanah yang berpasir dan
memiliki drainase baik serta selalu dalam kondisi lembab. Bila
tanah yang digunakan kurang subur, sebaiknya temulawak
ditanam pada tempat yang ternaungi.

Pembibitan :
a. Pembibitan dengan rimpang
• Pilih rimpang yang berumur 9 bulan dan seragam jenisnya
• Semaikan rimpang agar tumbuh tunas
• Potong-potong rimpang untuk efisiensi bahan tanam
• Taburi bagian luka dengan abu gosok untuk
menghindarkan rimpang dari jamur
• Bibit siap ditanam dilahan setelah luka bekas potongan
mengering
b. Pembibitan dengan anakan

138
Komoditas rempah

Cara seperti ini umumnya dilakukan untuk penanaman dalam


skala kecil. Apabila diaplikasikan untuk penanaman pada
lahan yang luas, cara pembibitan semacam ini kurang efisien

Pengolahan tanah :
• Olah tanah menggunakan cangkul atau garpu agar tanah
menjadi gembur sehingga pertumbuhan perakaran tanaman
dan rimpang menjadi lebih baik
• Cangkul lahan pada kedalaman lapisan olah antara 20-30
cm. Setelah itu lahan dibiarkan selama 1-2 minggu
• Lakukan pemupukan dasar dengan menggunakan pupuk
organik sebanyak 20ton/ha
• Campurkan tanah dengan pupuk kemudian ratakan
• Buat bedengan sesuai kontur tanah. Ukuran bedengan
umumnya lebar 1-2 m dan panjangnya disesuaikan dengan
keadaan tanah. Jarak antar bedengan 30-50 cm

Penanaman :
• Lakukan penanaman pada saat awal musim hujan
• Buat lubang tanam pada bedengan dengan jarak tanam
panjang 60 cm dan lebar 60 cm. jumlah bibit yang diperlukan
adalah 18-24 kuintal rimpang/ha induk segar atau 5-7 kuintal
rimpang anakan
• Lakukan pemupukan dasar dengan pupuk organik pada
lubang tanam
• Aduk pupuk dengan tanah sampai merata, setalah itu baru
bibit siap ditanam
• Tanamkan bibit ke dalam lubang tanam dengan
mengendapkan mata tunas atau tunas yang sudah tumbuh ke
arah permukaan tanah

139
Komoditas rempah

• Tutup lubang tanam beserta bibit dengan tanah sampai


rata dengan permukaan tanah

Perawatan Tanaman :
• Lakukan penyulaman pada 2-3 minggu setelah penanaman
bila ada tanaman yang mati atau tunasnya tidak tumbuh.
Penyulaman dilakukan dengan menggunakan bibit yang jenis
dan umurnya sama dengan yang sudah ditanam
• Lakukan pendangiran atau pembumbunan tanaman
apabila akar atau rimpang terlihat muncul dipermukaan tanah
biasanya pada saat tanaman berumur 2-3 bulan
• Lakukan penyiangan bersamaan pembumbunan agar
tanaman tidak bersaing dengan gulma
• Lakukan pemupukan susulan bagi tanaman yang berasal
dari bibit rimpang induk pada umur 4 bulan atau 6-7 bulan
pada tanaman yang berasal dari rimpang cabang atau anakan

Pengendalian hama dan penyakit :


• Untuk meminimalkan serangan hama dan penyakit,
lakukan tindakan preventif dengan menjaga kebersihan areal
pertanaman dari gulma, menjaga kelembaban iklim mikro
tanaman agar tidak terlalu lembab serta melakukan rotasi
tanaman
• Lakukan pengendalian hama dan penyakit secara manual
(demgan membakar atau menguburnya) atau dengan bahan-
bahan organik bila serangan hama masih sedikit dan belum
meluas
• Hama yang potensial menyerang temulawak adalah
cendawan. Hal ini dapat dikendalikan dengan menggunakan
pestisida nabati ekstrak cengkih. Penyemprotan dengan
ekstrak cengkih dengan dosisi 100 cc/l

140
Komoditas rempah

d. Bangle
Tanaman herba dengan rimpang
kuat, menjalar berdaging. Batang semu
terdiri dari pelepah daun yang di pinggir
ujungnya berbulu sikat, tangkai daun
pendek. Bagian tanaman yang digunakan untuk bahan industri
yaitu rimpangnya. Senyawa kimia yang terdapat pada bangle
yaitu minyak asiri (sineol dan tinen), damar, pati, tanin,
flavonoid, dan alkaloid. Khasiat tanaman ini : pelangsing tubuh;
membantu menyembuhkan cacingan, demam dan masuk angin;
menyembuhkan perut mules dan sakit kuning.

Syarat tumbuh bangle :


• Tanaman bangle dapat tumbuh baik pada daerah tropis
hingga ketinggian 1.300 m dpl
• Tanaman ini menghasilkan rimpang bermutu baik pada
tanah yang gembur, subur dan berdrainase baik

Persiapan Lahan :
• Olah tanah sedalam 20-35 cm dengan cara dibalik
menggunakan cangkul. Namun dalam kondisi tertentu
misalnya tanah terlalu keras, dapat juga menggunakan traktor
• Pengolahan kedua dilakukan dengan menghancurkan
bongkahan tanah yang besar untuk mendapatkan struktur
tanah yang lebih remah, gembur dan mudah ditanami
• Buat bedengan dengan lebar 100-120 cm, tinggi 30 cm,
jarak antar bedengan 30-50 cm, bedengan disesuaikan
dengan lahan

Pembibitan :

141
Komoditas rempah

• Tanaman bangle diperbanyak dengan rimpang. Ambil


rimpang dari induk tanaman yang berumur 7-10 bulqn, sehat,
berdaun banyak, tidak terserang hama dan penyakit
• Potong-potong rimpang minimal memiliki 2 mata tunas.
Bekas potongannya ditutp dengan abu dapur agar terhindar
dari serangan jamur
• Letakkan rimpang ditempat yang teduh dan lembab
• Siram setiap hari (pagi dan sore). Pertahankan agar suhu
media 25-28 o C
• Rimpang akan bertunas setelah 1-1,5 bulan

Penanaman :
• Pupuk lahan yang telah diolah dengan pupuk kandang atau
kompos sebanyak 15 ton per hektar. Pemupukan dapat
dilakukan pada lubang tanam (0,5 kg per lubang tanam) atau
dicampur rata pada bedengan
• Buat lubang tanam sedalam 7,5-10 cm dan lebar 10-15 cm
• Letakkan bibit tepat di tengah lubang sehingga leher bibit
rata dengan bedengan
• Tutup lubang tanam dengan tanah galian. Bila pemupukan
menggunakan lubang tanam, sebaiknya pupuk kandang atau
kompos dicampur rata terlebih dahulu dengan tanah media
tanam
• Siram tanaman hingga jenuh air

Perawatan Tanaman :
• Lakukan penyulaman bila ada tanaman yang mati,
abnormal atau tidak tumbuh
• Siram tanaman muda sehari sekali
• Kurangi penyiraman pada saat rimpang mulai terbentuk.
Usahana agar tidak ada genangan air pada areal pertanaman

142
Komoditas rempah

• Lakukan pupuk susulan 1-2 bulan setelah penanaman


dengan menggunakan pupuk kandang atau kompos sebanyak
15 ton/ha
• Lakukan pemupukan berikutnya setiap 2 bulan sekali
• Lakukan penyiangan dan pembumbunan pada 2-4 minggu
setelah tanam, selanjutnya lakukan setiap bulan
• Hentikan perawatan pada umur 6 bulan setelah tanam
atau bila tanaman mulai kuning atau layu

Pengendalian hama dan penyakit


• Hindari penggunaan bahan-bahan anorganik dalam
pengendalian hama dan penyakit
• Potong segera bagian tanaman yang terserang hama atau
penyakit dan musnahkan dengan cara dibakar atau dipendam
dalam tanah. Beberapa lama dapat digunakan sebagai
pengendali hama dan penyakit secara organik, misalnya
dengan ekstrak bunga atau daun cengkih dan ekstrak daun
atau batang sereh
• Lakukan tindakan preventif dengan menggunakan bibit
dari tanaman yang baik dan lakukan pengamatan rutin agar
tanaman terhindar dari gangguan hama dan penyakit yang
serius

Pemanenan :
• Pemanenan tanaman pada umur 10-12 bulan setelah
tanam. Gunakan garpu tanah yang dibenamkan di sekitar
rumpun dan bongkaran rimpang bangle dan diangkat secara
perlahan

143
Komoditas rempah

• Bersihkan rimpang yang telah dipanen dari tanah


kemudian mesukkan ke dalam keranjang bambu atau kotak
kayu yang memiliki rongga udara

d. Kencur
Tanaman terna yang hampir menutupi tanah,
tidak berbatang, rimpang bercabang-cabang
dan berdesak-desakan. Bagian tanaman yang
digunakan untuk bahan industri yaitu
rimpangnya. Senyawa kimia yang terkandung :
minyak asiri yang terdiri dari etil ester asam sinamat, etil ester
asam para metoksi sinamat, borneol, camphen, p-metoksistiren,
karen, n-pentadekan, p-metoksistiren, dan golongan senyawa
flavonoid. Khasiatnya antara lain dapat digunakan untuk
membantu menghangatkan badan, sebagai penyegar tubuh,
meredakan sakit kepala, membantu mengeluarkan gas dari
perut, dan mengeluarkan dahak.

Syarat tumbuh kencur :


• Kencur dapat tumbuh pada tempat rendah hingga
pegunungan antara 80-700 m dpl
• Tanaman ini menghendaki tanah yang subur dan gembur
seperti latosol, regosol dan kombinasinya
• Kencur dapat tumbuh baik pada tempat yang sedikit
terlindungi

Persiapan lahan :
• Olah tanah menggunakan cangkul. Lakukan dua tahap
pengolahan apabila lahan belum pernah diolah yaitu
pengolahan kasar dan halus
• Kedalaman tanah olahan 20-30 cm

144
Komoditas rempah

• Buat bedengan dengan ketinggian 20-30 cm, lebar 60-120


cm, panjang disesuaikan dengan lahan

Pembibitan :
• Gunakan rimpang untuk bibit yang berukuran 5-`0 g atau
dapat pula dengan memisahkan anakan
• Tunaskan rimpang terlebih dahulu selama 1-2 minggu agar
pertumbuhan nya seragam

Penanaman :
• Taburkan pupuk kandang atau kompos dengan dosis 10-15
ton/ha pada bedengan yang telah terbentuk seminggu
sebelum penanaman
• Tanam bibit kencur dengan lubang kedalaman 5-7,5 cm,
mata tunas menghadap ke atas. Jarak tanam untuk pola
penanaman monokultur ada;ah 20cm x 15 cm atau 25 cm x
10 cm, kebutuhan bibit 1,5-3 ton/ha

Perawatan tanaman :
• Lakukan penyulaman pada saat tanaman berumur 15 hari
dengan menggunakan bibit yang sama umurnya
• Lakukan penyiraman secara tepat. Pada awal penanaman
diperlukan banyak air untuk penyiraman. Apabila tanaman
sudah memasuki fase pembentukan rimpang, penyiraman
dikurangi agar rimpang tidak membusuk
• Lakukan pendangiran, pembumbunan dan pemupukan
secara bersamaan. Pendangiran dilakukan dengan membuang
gulma yang tumbuh di sekitar pertanaman hingga ke
perakaran gulma

145
Komoditas rempah

• Pemupukan dengan kompos atau pupuk kandang sebanyak


10-15 ton/ha dengan cara ditabur pada bedengan

Pengendalian hama dan penyakit :


• Kencur muda (2-4 bulan) sering terserang penyakit layu
yang disebabkan jamur Pseudomonas solanacearum.
Gejalanya seluruh tanaman jadi berlendir dan mengeluarkan
bau yang tidak enak
• Musnahkan segera tanaman yang terserang hama dan
penyakit dengan membakar atau menguburnya
• Gunakan bibit yang sehat

Pemanenan :
• Pemanenan tanaman pada umur 9-12 bulan setelah tanam
yang ditandai dengan daun telah menguning, kering dan luruh
ketanah
• Lakukan pemanenan secara hati-hati dengan
menggunakan cangkul. Pisahkan antara tanah dan rimpang
• Cuci rimpang yang telah dipanen dengan air yang
mengalir, tiriskan kemudian simpan pada media yang
memiliki aerasi yang baik seperti karung goni atau keranjang
bambu

d. Temu Ireng
Tanaman terna tahunan yang biasanya
hidup dibawah tanaman lain, berbatang
semu yang tingginya bisa mencapai 2 m,
warna batang hijau gelap atau cokelat
gelap. Bagian tanaman yang digunakan untuk bahan industri
yaitu rimpangnya. Rimpang temu hitam mengandung minyak
asiri, tanin, kurkumol, kurkumenol, isokurkumenol, kurzerenon,

146
Komoditas rempah

kurdion, kurkumalakton, germakron, a, ß, g-elemene,


linderazulene, kurkumin, demethyoxykurkumin,
bisdemethyoxykurkumin. Khasiat : menyuburkan kandungan,
cacingan, nyeri haid, membersihkan darah setelah melahirkan,
batuk, meningkatkan stamina, menambah nafsu makan, air
kemih mengandung darah, menetralkan racun dalam tubuh,
penyakit kulit.

Syarat tumbuh temu ireng :


• Temu ireng tumbuh pada kisaran iklim yang luas di daerah
tropis dan subtropis (asia selatan dan tenggara)
• Tanaman ini memiliki daerah yang memiliki curah hujan
900-1.250 mm pertahun dan memiliki musim kering yang
nyata
• Temu ireng dapat tumbuh di dataran rendah sampai
dataran tinggi (0-1.000 m dpl)
• Habitat yang paling sesuai adalah daerah yang ternaungi
• Biasanya tanaman ini ditanam sebagai tanaman sekunder
pada pertanian agroforestry

Pembibitan :
a. Pembibitan dengan rimpang
• Semaikan rimpang yang akan digunakan sebagai bibit agar
tumbuh tunas, caranya kubur rimpang dengan tanah sedalam
10-15 cm pada tempat yang teduh dan cukup lembab
• Siram persemaian pada pagi dan sore

147
Komoditas rempah

• Potong-potong rimpang yang berukuran cukup besar dan


bertunas banyak untuk menghemat bahan banam. Setiap
potongan rimpang sebaiknya terdiri dari 2-3 tunas
• Angin-anginkan rimpang yang telah dipotong ditempat
yang teduh delama 2 hari agar luka atau bekas belahan
mengering
b. Pembibitan dengan anakan
• Pisahkan anakan yang belum terlalu besar dari induknya
dengan cara menggali tanah disekitar induknya
• Potong rimpang yang menghubungkan anakan dengan
induknya
• Setelah dipisahkan dari induknya, anakan tersebut
langsung ditanam

Persiapan lahan :
• Bersihkan lahan dari gulma kemudian olah dengan
menggunakan cangkul
• Lakukan pengolahan tanah pertama dengan cara membalik
tanah memakai cangkul, setelah itu pengolahan kasar dengan
lahan diistirahatkan selama 1 minggu
• Lakukan pemupukan dengan pupuk kandang atau kompos
sebanyak 15-20 ton/ha dengan cara menabur pupuk secara
merata pada lahan
• Lakukan pengolahan kedua yaitu pengolahan halus agar
tanah menjadi gembur
• Buat bedengan dengan ukuran lebar 2 m dan panjangnya
sesuai dengan keadaaan lahan. Tinggi bedengan 25-45 cm
dan jarak antar bedengan 30-50 cm

Penanaman :

148
Komoditas rempah

• Buatlah lubang tanam berdiameter 25 cm dan kedalaman


20 cm dengan jarak antarlubang dalam satu barisan 25 cm
dan jarak antar barisan 45 cm. biarkan lubang tanam tersebut
selama 1 minggu agar terkena sinar matahari
• Masukkan bibit ke dalam lubang tanam dengan posisi
tunas tegak lalu tibun dan ratakan dengan permukaan tanah
Pemeliharaan tanaman :
• Lakukan penyulaman 2 minggu setelah penanaman, bila
ada tanaman yang mati atau tunasnya tidak tumbuh
• Penyiangan gulma dilakukan secara manual dengan
menggunakan koret atau dengan tangan secara hati-hati
sehingga tidak mengganggu perakaran tanaman
• Beri pupuk susulan setelah tanaman berumur 6 bulan.
Pupuk ini berupa pupuk organik yang berasal dari kotoran
hewan atau serasah tanaman
• Lakukan perairan sistem lab untuk memenuhi kebutuhan
air tanaman bila tidak ada hujan turun

Pengendalian hama dan penyakit :


• Musnahkan tanaman atau bagian tanaman yang terserang
hama atau penyakit dengan cara memotong kemudian
membakarnya agar tidak menulari tanaman lainnya
• Kendalikan secara manual bila serangan ulat masih sedikit
• Lakukan penyemprotan dengan pestisida nabati apabila
serangan sudah meluas

Pemanenan :
• Pemanenan temu ireng pada saat bagian tanaman yang
berada diatas permukaan tanah sudah mengering dan
tanaman sudah berumur 10 bulanbila menggunakan bibit

149
Komoditas rempah

yang berasal dari rimpang induk atau berumur 2 tahun bila


bibit yang ditanam berasal dari rimpang cabang atau anakan
• Temu ireng dipanen pada musim kemarau
• Untuk memanen, gali rimpang menggunakan garpu
• Bersihkan rimpang dari sisa akar atau kotorasn lainnya lalu
cuci dengan air bersih
• Angin-anginkan sampai air cucian yang menempel pada
rimpang mengering
• Simpan rimpang pada tempat yang bersih dan kering serta
terlindungi dari sinar matahari dan hujan. Apabila disimpan
dalam waktu lama, sebaiknya rimpang dikeringkan dan
disimpan dalam bentuk simplisia

B. Proses Produksi Rempah-rempah


1. Sortasi
Sortasi dilakukan dengan memilih dan memisahkan bahan
baku segar dengan bahan yang jelek serta bahan pengotor,
seperti tanah, lumpur, dan kerikil. Sortasi ini bertujuan untuk
memilih bahan baku sesuai dengan kualitas yang diinginkan.
Tahap ini merupakan tahap yang penting karena pemilihan
bahan baku yang baik akan menentukan hasil akhir yang
berkualitas.
2. Pencucian
Pencucian dilakukan dengan membersihkan sisa-sisa kulit
yang telah dipotong dan kotoran berupa tanah atau debu
yang menempel selama proses pemotongan atau sortasi.
Proses ini bertujuan untuk mengurangi jumlah kotoran yang
terbawa dari bahan baku segar yang diperoleh. Proses

150
Komoditas rempah

pencucian yang tidak sempurna akan sangat mempengaruhi


kualitas produk yang dihasilkan.
3. Penirisan
Penirisan bahan dilakukan menggunakan wadah yang
berlubang-lubang agar air yang tertinggal bisa dipisahkan.
Penirisan dilakukan untuk mempercepat pengeringan.
4. Pengecilan ukuran
Proses ini bertujuan untuk mempermudah proses
pengeringan, pengolahan dan pengemasan.
5. Perajangan
Proses ini bertujuan untuk mempermudah proses
pengeringan atau pengolahan.
6. Pengolahan
- Pemasakan
- Perebusan
7. Penyaringan
Tujuan dari proses penyaringan adalah untuk memisahkan
ampas dengan larutan yang dihasilkan. Penyaringan dapat
dilakukan menggunakan kain bersih, saringan stainless steel,
atau saringan plastik.
8. Pengeringan
Proses ini bertujuan untuk mengurangi kadar air,
mempertahankan daya fisiologi bahan, mengawetkan produk,
mempertahankan kualitas produk, serta untuk mempermudah
proses pengangkutan produk. Pengeringan dapat dilakukan
dengan dua cara :
• Pengeringan dengan bantuan sinar matahari
Pengeringan ini dilakukan selama 3-5 hari atau sampai
kadar air bahan mencapai 8%
• Pengeringan dengan bantuan mesin pengering
(oven)

151
Komoditas rempah

Lama pengeringan tergantung dari jenis bahan yang


digunakan. Proses ini memiliki kelebihan dibandingkan
dengan pengeringan dengan sinar matahari.
Kelebihannya adalah tidak tergantung pada faktor cuaca,
proses pengeringan dapat dilakukan kapan saja serta
kualitas produk yang dihasilkan lebih baik dibandingkan
pengeringan dengan sinar matahari.

152