DEPARTEMEN PERHUBUNGAN DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA NOMOR : SKEP/115/VI/2002 TENTANG PEDOMAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TEKNISI ELEKTRONIKA PENERBANGAN DAN TEKNISI LISTRIK PENERBANGAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA,

Menimbang :

a.

bahwa sesuai dengan Pasal 18 Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/176/VI/2001 telah diatur tentang Pendidikan dan Pelatihan untuk memperoleh Sertifikat Kecakapan dan Rating Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan; bahwa untuk melaksanakan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Dan Pelatihan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan dengan Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara; Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3481); Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan (Lembaran Negara Tahun 2001 Nomor 9, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4075); Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2001 tentang Kebandarudaraan (Lembaran Negara Tahun 2001 Nomor 128, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4146); Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen; Keputusan Presiden Nomor 109 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Departemen;

b.

Mengingat : 1.

2.

3.

4.

5.

6.

Keputusan Menteri Perhubungan Udara Nomor T.11/2/4–U Tahun 1960 tentang Peraturan-Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil sebagaimana telah diubah terakhir dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 22 Tahun 2002; Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM. 24 Tahun 2001 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Departemen Perhubungan sebagaimana telah diubah terakhir dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 45 Tahun 2001; Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan;

7.

8.

MEMUTUSKAN: Menetapkan : KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA TENTANG PEDOMAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TEKNISI ELEKTRONIKA PENERBANGAN DAN TEKNISI LISTRIK PENERBANGAN.

Pasal 1 Dalam keputusan ini yang dimaksud dengan : 1. Teknisi Elektronika Penerbangan adalah personil penerbangan yang diberi kewenangan melaksanakan kegiatan pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas elektronika penerbangan; Teknisi Listrik Penerbangan adalah personil penerbangan yang diberi kewenangan melaksanakan kegiatan pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas listrik penerbangan; Sertifikat Kecakapan (Lisensi) Teknisi Elektronika Penerbangan atau Teknisi Listrik Penerbangan adalah tanda bukti terpenuhinya persyaratan kecakapan teknisi elektronika penerbangan atau teknisi listrik penerbangan; Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan adalah Sertifikat Kecakapan yang diberikan kepada teknisi dengan dasar pendidikan serendah-rendahnya Diploma II dalam bidang teknik elektronika atau yang sederajat;

2.

3.

4.

2

5.

Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan adalah Sertifikat Kecakapan yang diberikan kepada teknisi dengan dasar pendidikan serendah-rendahnya Diploma III dalam bidang teknik elektronika atau yang sederajat; Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan adalah Sertifikat Kecakapan yang diberikan kepada teknisi dengan dasar pendidikan serendah-rendahnya Diploma II dalam bidang teknik listrik atau mekanikal atau yang sederajat; Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan adalah Sertifikat Kecakapan yang diberikan kepada teknisi dengan dasar pendidikan serendah-rendahnya Diploma III dalam bidang teknik listrik atau mekanikal atau yang sederajat; Rating adalah tanda bukti kewenangan melaksanakan kegiatan pengoperasian dan pemeliharaan atas satu jenis peralatan fasilitas elektronika penerbangan atau listrik penerbangan; Pengoperasian adalah rangkaian kegiatan menyiapkan, menghidupkan, memantau kinerja operasi dan mematikan peralatan; Pemeliharaan adalah rangkaian kegiatan membersihkan, merapikan, memeriksa (berkala, ground check, performance check dan kalibrasi), mengukur parameter, menyetel parameter, memperbaiki dan membuat pelaporan peralatan; Rekomendasi adalah persetujuan untuk melaksanakan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan; Pendidikan dan pelatihan adalah pendidikan dan pelatihan dalam rangka pemberian sertifikat kecakapan dan rating teknisi elektronika penerbangan dan teknisi listrik penerbangan; Kurikulum pendidikan dan pelatihan adalah jenis dan jumlah mata pelajaran yang harus diberikan dalam proses belajar mengajar untuk mendukung satu jenis kegiatan pendidikan dan pelatihan; Silabus adalah pokok bahasan dari tiap-tiap mata pelajaran yang ada di dalam kurikulum suatu pendidikan dan pelatihan;

6.

7.

8.

9.

10.

11. 12.

13.

14.

3

15.

Badan Hukum adalah perusahaan yang didirikan berdasarkan hukum Indonesia untuk jangka waktu yang ditentukan dalam anggaran dasar dan dibuat dalam bahasa Indonesia dengan akta notaris, serta melakukan kegiatan usaha yang sesuai dengan maksud dan tujuannya dengan modal dasar memenuhi kriteria tertentu yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku; Direktur Jenderal adalah Direktur Jenderal Perhubungan Udara. Pasal 2

16.

(1)

Teknisi Elektronika Penerbangan atau Teknisi Listrik Penerbangan yang akan melaksanakan tugas pengoperasian dan/atau pemeliharaan fasilitas elektronika atau listrik penerbangan diwajibkan memiliki Sertifikat Kecakapan dan Rating. Sertifikat Kecakapan dan Rating sebagaimana dimaksud pada ayat (1), diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan.

(2)

Pasal 3 (1) Dalam rangka penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1), harus berpedoman pada: a. b. (2) kurikulum dan silabus pendidikan dan pelatihan; dan persyaratan tenaga pendidik.

Pendidikan dan pelatihan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), meliputi teori dan praktek. Pasal 4

(1)

Kurikulum dan silabus pendidikan dan pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) huruf a, terdiri dari : a. untuk teknisi elektronika penerbangan; 1. silabus dan kurikulum pendidikan dan pelatihan untuk memperoleh sertifikat kecakapan ahli elektronika penerbangan;

4

2.

silabus dan kurikulum pendidikan dan pelatihan untuk memperoleh sertifikat kecakapan terampil elektronika penerbangan; silabus dan kurikulum pendidikan dan pelatihan untuk memperoleh rating peralatan elektronika penerbangan.

3.

b.

untuk teknisi listrik penerbangan: 1. silabus dan kurikulum pendidikan dan pelatihan untuk memperoleh sertifikat kecakapan ahli listrik penerbangan; silabus dan kurikulum pendidikan dan pelatihan untuk memperoleh sertifikat kecakapan terampil listrik penerbangan; silabus dan kurikulum pendidikan dan pelatihan untuk memperoleh rating peralatan listrik penerbangan.

2.

3.

(2)

Kurikulum dan silabus pendidikan dan pelatihan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), termuat dalam Lampiran Keputusan ini.

Pasal 5 (1) Persyaratan tenaga pendidik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) huruf b, terdiri dari tenaga pendidik bidang umum dan tenaga pendidik bidang teknis. Tenaga pendidik bidang umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1), harus memiliki pengetahuan dan pengalaman di bidang penerbangan sipil. Tenaga pendidik bidang teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1), harus memiliki pengetahuan dan pengalaman di bidang: a. teknik elektronika; b. teknik listrik; c. teknik mekanikal.

(2)

(3)

5

Pasal 6 (1) Tenaga pendidik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5, untuk sertifikat kecakapan ahli minimal Strata – 1 atau Diploma IV . Tenaga pendidik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5, untuk sertifikat kecakapan terampil minimal Diploma III atau sederajat. Tenaga pendidik bidang teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5, wajib memiliki pengalaman bekerja dalam bidang peralatan elektronika dan listrik penerbangan minimal 3 (tiga) tahun. Pasal 7 Pendidikan dan pelatihan teknisi elektronika penerbangan dan teknisi listrik penerbangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (2), dapat diselenggarakan oleh: a. b. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara; atau Badan Hukum yang bergerak dalam bidang penerbangan yang telah mendapat rekomendasi dari Direktur Jenderal. Pasal 8 Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dalam menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7, dapat bekerjasama dengan Pusat Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 9 (1) Untuk mendapatkan rekomendasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf b, badan hukum mengajukan permohonan secara tertulis kepada Direktur Jenderal dengan melampirkan: a. foto kopi akta pendirian perusahaan dan perubahan serta surat pengesahan dari Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia; struktur organisasi;

(2)

(3)

b.

6

c.

daftar tenaga pendidik yang berkualifikasi sesuai jenis dan jenjang pendidikan dan pelatihan disertai ijazah tertinggi yang dimiliki; buku petunjuk tata cara tentang penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan; modul pelajaran sesuai dengan jenis dan jenjang pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan; daftar fasilitas yang dimiliki sesuai dengan jenis dan jenjang dari pendidikan dan pelatihan yang diselengggarakan; jadwal kegiatan.

d. e. f.

g. (2)

Buku pentunjuk tata cara tentang penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) huruf d, sekurang-kurangnya meliputi : a. b. tata tertib pelaksanaan pendidikan dan pelatihan; mekanisme pelaksanaan pendidikan dan pelatihan.

(3)

Daftar fasilitas sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) huruf f, sekurang-kurangnya meliputi : a. b. c. d. ruang kelas; ruang praktek berikut peralatannya; ruang administrasi; peralatan dan perlengkapan pendukung proses belajar mengajar.

(4)

Direktur Jenderal memberikan rekomendasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari kerja setelah permohonan diterima dan dinyatakan lengkap. Rekomendasi Direktur Jenderal sebagaimana dimaksud pada ayat (1), diberikan untuk setiap pendidikan dan pelatihan yang akan diselenggarakan.

(5)

7

5. Ditetapkan di : JAKARTA Pada Tanggal : 12 JUNI 2002 ________________________________________ DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA ttd SOENARYO Y. Menteri Perhubungan . 11. 120038217 SALINAN Keputusan ini disampaikan kepada Yth. Inspektur Jenderal Departemen Perhubungan. Salinan sesuai dengan aslinya Kepala Bagian Hukum E. 3. Direktur Utama PT. 15. Ketua Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia. Direktur Utama PT. 6.(Persero) Angkasa Pura II. Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Para Kepala Bandar Udara. Para Kepala Balai Pendidikan dan Latihan Penerbangan.(Persero) Angkasa Pura I. 4. 8. Kepala Balai Elektronika Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Kepala Balai Kesehatan Penerbangan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. dicabut apabila penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan tidak sesuai dengan rekomendasi yang diberikan. NIP. Sekretaris Jenderal Departemen Perhubungan. A. Pasal 11 Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. 10. Para Direktur di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. : 1. Para Kepala Dinas Perhubungan Propinsi. 7. Para Direktur Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan. 9. Kepala Pusat Pendidikan dan Latihan Perhubungan Udara. Kepala Badan Pendidikan dan Latihan Departemen Perhubungan.Pasal 10 Rekomendasi Direktur Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. 2. 14. SILOOY NIP. 12. 16. 13. 120108003 8 .

SERTIFIKAT KECAKAPAN PERSONIL (SKP) 1. Terampil CPDLC-A/KKP 28 5.DAFTAR ISI Halaman DAFTAR ISI I. KOMUNIKASI PENERBANGAN 1. Ahli Terampil Ahli Voice Switching Communication System Voice Switching Communication System Controller Pilot Data Link Communication (CPDLC) Controller Pilot Data Link Communication (CPDLC) Automatic Message Switching Centre (AMSC) Automatic Message Switching Centre (AMSC) Very Hight Frequency Data Link (VHF-DL) Very Hight Frequency Data Link (VHF-DL) Aeronautical Telecommunication Network (ATN) Aeronautical Telecommunication Network (ATN) VSCS-A / KKP VSCS-A / KKP CPDLC-A/KKP 15 20 25 4. 6. 3. 2. Terampil i . RATING FASILITAS ELEKTRONIKA PENERBANGAN A. 7. 9. Terampil SKP-T / TEP 8 II. II. Ahli Sertifikat Kecakapan Ahli Teknisi Elektronika Penerbangan Sertifikat Kecakapan Terampil Teknisi Elektronika Penerbangan SKP-A / TEP i 1 2. 8. Ahli Terampil Ahli Terampil Ahli AMSC-A / KKP AMSC-A / KKP VDL-A / KKP VDL-A / KKP ATN-A / KKP ATN-A / KKP 31 36 41 44 47 50 10.1.

Ahli 18. Terampil VHF AG-B / KKP 75 17. Terampil 21. NAVIGASI PENERBANGAN 1. Terampil 19. Terampil 15. Ahli 14.11. Ahli VHF Omnidirectional Range (VOR) VOR-A / KNP 133 ii . Ahli Aeronautical Message Handling System (AMHS) Aeronautical Message Handling System (AMHS) Integrated Remote Control and Monitoring System Integrated Remote Control and Monitoring System Very High Frequency and Ground Communication System (VHF A/G) Very High Frequency and Ground Communication System (VHF A/G) Aerodrome Terminal Information System (ATIS) Aerodrome Terminal Information System (ATIS) HF Air Ground Communication HF Air Ground Communication Very Small Apperture Terminal Very Small Apperture Terminal Radio Link Radio Link High Frequency Single Side Band ( HF . Terampil ATIS-B / KKP ATIS-B / KKP HF AG-B / KKP HF AG-B / KKP VSAT-B / KKP VSAT-B / KKP RLINK-B / KKP RLINK-B / KKP HF-SSB-C / KKP HF-SSB-C / KKP TTY-C / KKP TTY-C / KKP 81 85 89 93 97 102 107 112 117 121 125 129 B. Terampil 13. Terampil 25.SSB ) High Frequency Single Side Band ( HF . Ahli 24.SSB ) Teleprinter Teleprinter AMHS-A / KKP AMHS-A / KKP IRCMS-A / KKP IRCMS-A / KKP VHF AG-B / KKP 53 56 59 64 69 16. Ahli 28. Terampil 23. Ahli 22. Ahli 20. Ahli 26. Terampil 27. Ahli 12.

6. 3. Ahli Instrument Landing System/Runway Visual Range (ILS/RVR) Instrument Landing System/Runway Visual Range (ILS/RVR) Satellite Landing System (Differential Global Position System) ILS/RVR-A / KPBP 193 2. PERALATAN BANTU PENDARATAN 1. 3. 5. 6. 7. 2. 4. 8. Terampil Ahli Terampil Ahli Terampil Ahli Terampil VHF Omnidirectional Range (VOR) Distance Measuring Equipment (DME) Distance Measuring Equipment (DME) Satellite Navigation System Satellite Navigation System Non Directional Beacon ( NDB ) Non Directional Beacon ( NDB ) VOR-A / KNP DME-A / KNP DME-A / KNP SNS-A / KKP SNS-A / KKP NDB-C / KNP NDB-C / KNP 137 141 145 149 151 153 157 C.2. 5. 8.A / KPBP 201 iii . PENGAMATAN PENERBANGAN 1. Ahli DGPS. 4. 7. Ahli Terampil Ahli Terampil Ahli Terampil Ahli Terampil Primary Surveillance Radar System ( PSR ) Primary Surveillance Radar System ( PSR ) Secondary Surveillance Radar System (SSR) Secondary Surveillance Radar System (SSR) Air Traffic Control Automation System Air Traffic Control Automation System Aerodreome Surface Detection Equipment System Aerodreome Surface Detection Equipment System PSR-A / KPP PSR-A / KPP SSR-A / KPP SSR-A / KPP ATC AUTO-A / KPP ATC AUTO-A / KPP ASDE-A / KPP ASDE-A / KPP 161 166 171 176 180 184 189 191 D. Terampil ILS/RVR-A / KPBP 197 3.

Ahli Terampil Ahli Terampil Ahli Terampil Ahli Terampil Ahli Security Equipment Security Equipment Integrated Security System Integrated Security System Centralized Information System Centralized Information System Closed Circuit Television & Access Control Closed Circuit Television & Access Control Integrated Ground Communication System Integrated Ground Communication System Flight Information Display system Flight Information Display system Check In System Check In System SE-A / KPFP SE-A / KPFP ISS-A / KPFP ISS-A / KPFP CIS-A / KPFP CIS-A / KPFP CCTV&AC-B/KPFP CCTV&AC-B/KPFP IGCS-B / KPFP IGCS-B / KPFP FIDS-B / KPFP FIDS-B / KPFP CI. Terampil iv . Ahli 14. 4.A / KPBP 203 E. 6. 3. Terampil 11.B/ KPFP 205 209 213 217 221 225 229 233 237 241 245 249 253 256 10.Terampil Satellite Landing System (Differential Global Position System) DGPS. 5. 8. Ahli 12.B/ KPFP CI. 9. PENUNJANG FASILITAS PENERBANGAN 1. Terampil 13. 2. 7.

15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. . 03 Tahun 2001 maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. IV. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi elektronika penerbangan dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan yang cukup dalam ilmu elektronika dan fasilitas elektronika penerbangan dengan tujuan untuk memenuhi persyaratan memperoleh Sertifikat Kecakapan tingkat ahli. PENDAHULUAN Dalam rangka implementasi UU No. II. PERSYARATAN : Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. MANFAAT YANG DIPEROLEH : Memiliki bukti kecakapan dalam bidang elektronika penerbangan tingkat ahli serta kesempatan untuk menempuh Diklat rating. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. III.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI SERTIFIKAT KECAKAPAN AHLI TEKNISI ELEKTRONIKA PENERBANGAN KODE SKP-A/TEP 120 Jam Pelajaran I.

KURIKULUM SERTIFIKAT KECAKAPAN AHLI TEKNISI ELEKTRONIKA PENERBANGAN A. PENGETAHUAN KHUSUS 1) 2) 3) 4) 5) 6) Pengetahuan Teknik Elektronika Teknik Digital Prinsip-Prinsip Pemancar dan Penerima Pengetahuan Komunikasi Data Alat-Alat Ukur dan Pengukuran Fasilitas Elektronika Penerbangan : : : : : : 8 Jam 12 Jam 8 Jam 12 Jam 8 Jam 24 Jam 72 jam . PENGETAHUAN KEUDARAAN 1) 2) 3) 4) 5) Pembinaan Personil Penerbangan Hukum Penerbangan (Air Law) Peraturan Penerbangan (Rule of the Air) Manajemen LLU Manajemen Pemeliharaan : : : : : 8 Jam 8 Jam 16 Jam 8 Jam 8 Jam 48 jam B.V.

1. 58 Tahun 1991 KM. MATA PELAJARAN (TOPIK) PENGETAHUAN KEUDARAAN Pembinaan Personil Penerbangan − − Agar peserta memahami tugas pokok dan fungsi Ditjen Hubud Agar Peserta memahami ketentuan-ketentuan mengenai angka kredit teknisi penerbangan Agar Peserta memahami hak dan kewajiban sbg. 71 Tahun 1996 PP. 11. Hukum Penerbangan (Air Law) Agar Perserta mengetahui dan memahami hukum penerbangan sipil nasional dan internasional Agar Perserta memahami peraturan-peraturan yang berkaitan dengan penerbangan sipil Konvensi ICAO Annexes ICAO Kedaulatan Negara 8 - − − − UU No. teknisi penerbangan − − Sturktur Organisasi dan tata kerja Ditjen Hubud Angka Kredit untuk Jabatan Fungsional Teknisi Penerbangan. − − − − − − − − − − − − − 2. No. 100 Tahun 1988 Skep Dirjen Hubud No. 14 dan 17 Konvensi ICAO PP. 16 Tahun 1994 KM.VI. Manajemen LLU Agar para peserta mengetahui dan memahami konsep optimasi pemanfaatan ruang udara dan pelayanan keselamatan penerbangan Organisasi ruang udara Pelayanan navigasi penerbangan Konsep CNS/ATM 8 - - − − − − ICAO Global Plan ATS Planning Manual ATC Master Plan Indonesia Konsep Harmonisasi . Peraturan Penerbangan (Rule of the Air) Keselamatan Penerbangan Keamanan Penerbangan Angkutan Udara Kebandarudaraan 16 - − − − 4. 15 Tahun 1992 PP. No. 3 Tahun 2001 3. SKEP/176/VI/2001 TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P A. No. No. No. Pembinaan pegawai (PNS/BUMN) Etika profesi teknisi 8 − − − − − − UU No. PAN No. 15 Tahun 1992 Annexes : 10. 40 Tahun 1995 PP. SILABUS DIKLAT SERTIFIKAT KECAKAPAN AHLITEKNISI ELEKTRONIKA PENERBANGAN No. No. 3 Tahun 2001 PP.

Suryanto. Pennis Roddy. Kamal Idris. F. Mingguan. Manajemen Pemeliharaan − − B. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami ketentuan-ketentuan dalam pengoperasian dan pemeliharaan peralatan. John Coolen. − − − − − Kebijakan Sistem Pemeliharaan Tujuan Program Pemeliharaan Konsepsi Pemeliharaan Prosedur Pengoperasian Peralatan Prosedur pemeliharaan Peralatan (Jadual Harian. 2. Teknik Digital Agar peserta memahami dan menerapkan teknik digital - Gerbang Logika dan Aplikasinya Flip Flop dan multivibrator Register. Hanafi Gunawan “Prisip-prinsip Elektronika. Erlangga 1999. 1. Bulanan.No. - Teori Semi Konduktor dan Dioda Jenis-jenis Transistor dan biasing Amplifier/OP-AMP Analisa Rangkaian 8 - - - Malvino. SKEP/40/II/1998 5. Semesteran dan Tahunan) dan Pengkalibrasian Tingkat Pemeliharaan Pemeriksaaan Peralatan 8 P − − Prosedur Pemeliharaan fasilitas elektronika dan listrik Skep Dirjen Hubud No. Converter dan 12 - - . Erlangga 1999. PENGETAHUAN KHUSUS Pengetahuan Teknik Elektronika Agar peserta memahami dan menerapkan ilmu teknik elektronika. “Teknik Digital” Bina Pustaka 1986. “Komunikasi Elektronika”. Triwulanan.

Protocol/Interface Operating System Aplikasi Sistem Komunikasi Data 12 - Pennis Roddy. Hanafi Gunawan “Prisip-prinsip Elektronika.Audio Amplifier .Aplikasi pemancar Penerima . MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN Counter Microprocessor Analisa Rangkaian JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T - P 3. John Coolen. Erlangga 1999. Pennis Roddy.Wave Propagation .Intermediate Frequency . Kamal Idris. Erlangga 1999. John Coolen. Prinsip prinsip penerima Pemancar dan Agar peserta memahami dan mampu menganalisis cara kerja pemancar dan penerima dalam sistem Pemancar .No. Pengetahuan Komunikasi Data Agar peserta memahami dan menerapkan pengetahuan komunikasi data - Teori Dasar Komunikasi Dasar dasar Komputer Sistem Jaringan Media Transmisi.Mixer .RF Amplifier dan antenna . .Filter . Kamal Idris.Aplikasi penerima 8 - - - - Malvino.Power Amplifier .Oscillator .Oscillator .Detector/Demodulator . Erlangga 1999. Manual book 4.Modulator . “Komunikasi Elektronika”.Transmission line and Antenna . “Komunikasi Elektronika”.

Dr. “Pengukuran dan AlatAlat Ukur Listrik” . Pradnya Paramita 1979 Manual book 5.ATN . III.AMSC dan Teleprinter .No.Recording System .HF .Data Link .Radio Link .VSAT Navigasi dan Pengamatan NDB VOR/DME ILS PSR SSR ATC Automation ASDE 24 - - Annex 10 Volume I.VHF . - 6.ATIS . MATA PELAJARAN (TOPIK) Alat Alat Ukur dan pengukuran TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan dapat menggunakan alat-alat ukur dengan benar Multi meter Oscilloscope Signal Generator Frequency Counter Logic Analyzer Power Meter Spectrum Analyzer Vector Voltmeter 8 P Dr.VSCS . IV dan V Annex 17 ATN SNPS CNS/ATM in Indonesia development. Osamu Nishino.Sistem Transmisi .PT. Soedjana Sapiie. Pokja CNS 2001 .AMHS . II. Fasilitas Elektronika penerbangan Agar peserta memahami dan mampu menganalisis cara kerja fasilitas elektronika penerbangan serta kriteria penempatan peralatan Komunikasi penerbangan .CPDLC .

MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN - POKOK BAHASAN GNSS JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P Elektronika Bandara Security Equipment Integrated Security System CCTV FIDS CIS IGCS .No.

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL SERTIFIKAT KECAKAPAN TERAMPIL TEKNISI ELEKTRONIKA PENERBANGAN KODE SKP-T/TEP 120 Jam Pelajaran I. MANFAAT YANG DIPEROLEH : Memiliki bukti kecakapan dalam bidang elektronika penerbangan tingkat terampil serta kesempatan untuk menempuh Diklat rating. IV. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi elektronika penerbangan dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan yang cukup dalam ilmu elektronika dan fasilitas elektronika penerbangan dengan tujuan untuk memenuhi persyaratan memperoleh Sertifikat Kecakapan tingkat terampil. 03 Tahun 2001 maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. PENDAHULUAN Dalam rangka implementasi UU No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. III. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. II. PERSYARATAN : Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. .

PENGETAHUAN KHUSUS 1) 2) 3) 4) 5) 6) Pengetahuan Teknik Elektronika Teknik Digital Prinsip-Prinsip Pemancar dan Penerima Pengetahuan Komunikasi Data Alat-Alat Ukur dan Pengukuran Fasilitas Elektronika Penerbangan : : : : : : 8 Jam 12 Jam 8 Jam 12 Jam 8 Jam 24 Jam 72 jam . KURIKULUM SERTIFIKAT KECAKAPAN ELEKTRONIKA PENERBANGAN A. PENGETAHUAN KEUDARAAN 1) 2) 3) 4) 5) Pembinaan Personil Penerbangan Hukum Penerbangan (Air Law) Peraturan Penerbangan (Rule of the Air) Manajemen LLU Manajemen Pemeliharaan TERAMPIL TEKNISI : : : : : 8 Jam 8 Jam 16 Jam 8 Jam 8 Jam 48 jam B.V.

40 Tahun 1995 PP. 58 Tahun 1991 KM. 15 Tahun 1992 PP. 3 Tahun 2001 3. No.VI. No. No. 3 Tahun 2001 PP. Hukum Penerbangan (Air Law) Agar Perserta mengetahui dan memahami hukum penerbangan sipil nasional dan internasional Agar Perserta memahami peraturan-peraturan yang berkaitan dengan penerbangan sipil Konvensi ICAO Annexes ICAO Kedaulatan Negara 8 - − − − UU No. Manajemen LLU Agar para peserta mengetahui dan memahami konsep optimasi pemanfaatan ruang udara dan pelayanan keselamatan penerbangan Organisasi ruang udara Pelayanan navigasi penerbangan Konsep CNS/ATM 8 - − − − − ICAO Global Plan ATS Planning Manual ATC Master Plan Indonesia Konsep Harmonisasi . SILABUS DIKLAT SERTIFIKAT KECAKAPAN TERAMPIL TEKNISI ELEKTRONIKA PENERBANGAN No. 16 Tahun 1994 KM. SKEP/176/VI/2001 TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P A. No. 15 Tahun 1992 Annexes : 10. PAN No. No. Peraturan Penerbangan (Rule of the Air) Keselamatan Penerbangan Keamanan Penerbangan Angkutan Udara Kebandarudaraan 16 - − − − 4. MATA PELAJARAN (TOPIK) PENGETAHUAN KEUDARAAN Pembinaan Personil Penerbangan − − Agar peserta memahami tugas pokok dan fungsi Ditjen Hubud Agar Peserta memahami ketentuan-ketentuan mengenai angka kredit teknisi penerbangan Agar Peserta memahami hak dan kewajiban sbg. 1. 100 Tahun 1988 Skep Dirjen Hubud No. No. 71 Tahun 1996 PP. Pembinaan pegawai (PNS/BUMN) Etika profesi teknisi 8 − − − − − − UU No. 14 dan 17 Konvensi ICAO PP. teknisi penerbangan − − Sturktur Organisasi dan tata kerja Ditjen Hubud Angka Kredit untuk Jabatan Fungsional Teknisi Penerbangan. 11. − − − − − − − − − − − − − 2.

PENGETAHUAN KHUSUS Pengetahuan Teknik Elektronika Agar peserta mengetahui dan memahami ilmu dasar teknik elektronika - Teori Semi Konduktor dan Dioda Jenis-jenis Transistor dan biasing Amplifier/OP-AMP 8 - 1. Bulanan. Teknik Digital Agar peserta mengetahui dan memahami teknik digital - Gerbang Logika dan Aplikasinya Flip Flop dan multivibrator Register. “Teknik Digital” Bina Pustaka 1986.No. F. 1. Converter dan 12 - 1. Erlangga 1999. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami ketentuan-ketentuan dalam pengoperasian dan pemeliharaan peralatan. Suryanto. Erlangga 1999. 2. 2. Hanafi Gunawan “Prisip-prinsip Elektronika. “Komunikasi Elektronika”. SKEP/40/II/1998 5. Triwulanan. Semesteran dan Tahunan) dan Pengkalibrasian Tingkat Pemeliharaan Pemeriksaaan Peralatan 8 P − − Prosedur Pemeliharaan fasilitas elektronika dan listrik Skep Dirjen Hubud No. Kamal Idris. Mingguan. Pennis Roddy. . − − − − − Kebijakan Sistem Pemeliharaan Tujuan Program Pemeliharaan Konsepsi Pemeliharaan Prosedur Pengoperasian Peralatan Prosedur pemeliharaan Peralatan (Jadual Harian. Malvino. John Coolen. Manajemen Pemeliharaan − − B.

No. Pradnya Paramita 1979 . Alat Alat Ukur dan pengukuran Agar peserta mengetahui dan memahami cara kerja alat ukur serta dapat melakukan pengukuran dengan benar - Multi meter Oscilloscope Signal Generator Frequency Counter Logic Analyzer 8 1.RF Amplifier dan antenna . Hanafi Gunawan “Prisip-prinsip Elektronika. John Coolen. Pengetahuan Komunikasi Data Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan komunikasi data - Teori Dasar Komunikasi Dasar dasar Komputer Sistem Jaringan Media Transmisi. Erlangga 1999.Oscillator .Transmission line and Antenna . Kamal Idris.Power Amplifier . 3.Mixer . Osamu Nishino. Manual book 4. 2. Kamal Idris.Detector/Demodulator .Audio Amplifier 8 - 1.Filter . Soedjana Sapiie. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN Counter Microprocessor JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T - P 3.Wave Propagation Penerima . Dr. Protocol/Interface Operating System 12 1. Prinsip prinsip penerima Pemancar dan Agar peserta mengetahui dan memahami sistem kerja pemancar dan penerima Pemancar . Dr. “Pengukuran dan AlatAlat Ukur Listrik” . Erlangga 1999. “Komunikasi Elektronika”. Malvino.Intermediate Frequency .PT. “Komunikasi Elektronika”.Oscillator . Erlangga 1999. Pennis Roddy. Pennis Roddy.Modulator . John Coolen. 5.

No.

MATA PELAJARAN (TOPIK)

TUJUAN -

POKOK BAHASAN Power Meter Spectrum Analyzer Vector Voltmeter

JAMPEL

PENGAJAR

DAFTAR KEPUSTAKAAN 2. Manual book

T

P

6.

Fasilitas Elektronika penerbangan

Agar peserta mengetahui dan memahami fungsi dan cara kerja fasilitas elektronika penerbangan

Komunikasi penerbangan - VHF - HF - AMSC dan Teleprinter - Data Link - Recording System - Sistem Transmisi - ATIS - CPDLC - VSCS - ATN - AMHS - Radio Link - VSAT Navigasi dan Pengamatan NDB VOR/DME ILS PSR SSR ATC Automation ASDE GNSS

24

-

1. 2. 3. 4.

Annex 10 Volume I, II, III, IV dan V Annex 17 ATN SNPS CNS/ATM in Indonesia development, Pokja CNS 2001

No.

MATA PELAJARAN (TOPIK)

TUJUAN

POKOK BAHASAN Elektronika Bandara Security Equipment Integrated Security System CCTV FIDS CIS IGCS

JAMPEL

PENGAJAR

DAFTAR KEPUSTAKAAN

T

P

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA

DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK
SKP AHLI RATING VOICE SWITCHING COMMUNICATION SYSTEM ( VSCS ) 284 Jam Pelajaran
I PENDAHULUAN

KODE: VSCS -A/KKP Teori : 120 Jam Praktek : 164 Jam

VSCS adalah peralatan yang digunakan untuk menghubungkan antara operator dengan Tranceiver (A/G Communication) dan antara operator dengan operator stasiun lain (Ground to Ground Communication) melalui media komunikasi untuk menunjang kelancaran operasional pelayanan keselamatan penerbangan
Dalam rangka implementasi UU No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan, serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan, yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating, maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan VSCS wajib mengikuti pendidIkan dan pelatihan . II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating VSCS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih,ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan VSCS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. III PERSYARATAN : a. b. IV Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan.

MANFAAT YANG DIHARAPKAN :

Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas VSCS, sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.

V. KURIKULUM RATING AHLI : VOICE SWITCHING COMMUNICATION SYSTEM (VSCS) JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 24

NO 1

MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Fungsi b. Teori penunjang c. Dokumen Terkait. Teknik peralatan a. Teori Rinci b. Block dan circuit diagram. Prosedur Pengoperasian . Pemeliharaan a. Pemeliharaan Pencegahan . b. Pemeliharaan Perbaikan. Praktek a. Pengoperasian. b. Penggunaan alat ukur. c. Pemeliharaan pencegahan d. Trouble Shooting. Ujian/Evaluasi a. Teori b. Praktek

KODE
VSCS-A/A/1

2

VSCS-A/A/2

48

3 4

VSCS-A/A/3 VSCS-A/A/4

16 24

5

VSCS-A/A/5

140

6

VSCS-A/A/6

8 24

VI. SILABI : RATING AHLI VSCS NO MATA PELAJARAN (TOPIK ) Teori umum peralatan a. Fungsi b. Teori Penunjang c. Dokumen terkait TUJUAN • Agar peserta memahami teori pendukung dan dasar teknis fungsi dari peralatan POKOK BAHASAN • Fungsi/kegunaan peralatan . • Teori penunjang meliputi ; Ø Komunikasi Radio Penerbangan. ( band frequency,AFS,AMS). Ø Teori Komunikasi data Ø Perangkat Komunikasi data Ø Media Komunikasi Ø Protocol/Interface Ø Topologi Jaringan. • Dokumen terkait JAMPEL T 4 16 P PENGAJAR DAFTAR PUSTAKA - Annex 10 Volume…….

1

4

2

Teknik Peralatan. a. Teori rinci b. Blok diagram . c. Rencana Instalasi

Agar peserta mengerti dan memahami konsep dan cara kerja peralatan secara rinci.

• Blok Diagram VSCS dan Fungsi tiap blok meliputi ; Ø Switching node. Ø Analog Line Card. Ø Switch Card Ø Switch Distribution Card. Ø Interface Card Ø Position Terminal Unit. Ø Power Supply

16

• Prinsip Kerja Voice/Radio Switching meliputi ; Ø Prinsip kerja VSCSSistem Inter connection. Ø Prinsip Kerja Analog Line Card. Ø Switching Sysyem dan Interface. Ø Terminal Unit. Ø Power Supply.

24

• Perencanaan instalasi peralatan. . 3 Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengerti dan • Pengoperasian secara memahami prosedur Hardware meliputi ; pengoperasian. Ø Interkoneksi system & peripheral Ø Menghidupkan Ø Mematikan Ø Memindahkan sistem
• Pengoperasian secara software meliputi ;

8

8

8

Ø Ø Ø Ø Ø
Ø

Annex 10, volume III

Menghidupkan/restart. Mematikan . Memindahkan Check status system Create Channel
Staus OK.

4

Sistem pemeliharaan; a. Pemeliharaan pencegahan. b. Pemeliharaan perbaikan

Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan AMSC sesuai dengan standar

• Pemeliharaan Pencegahan meliputi ; Ø Pemeliharaan berkala. Ø Performance Check. • Pemeliharaan Perbaikan Ø Perbaikan Sistem Hardwaremeliputi ; ( CPU, Switching System dan Interface,Analog Line ard Terminal,Auotomatic Change over Unit,LAN • Perbaikan sistem Software ; Ø Operating System Ø Aplication System • Praktek pengoperasian. • Praktek Penggunaan alat ukur. • Praktek pemeliharaan Peralatan. • Trouble Shooting dan analysis sistem Peralatan • Praktek Kerja Lapangan • • . Ujian teori. Ujian praktek

4

12

8

5

Praktek
a. Pengoperasian .dan pemeliharaan peralatan b. Trouble Shooting dan Analisis sistem .

Agar peserta dapat memiliki keahlian dalam pengoperasian dan pemeliharaan peralatan.

12 24 24 48

32 8 24

6

Ujian/Evaluasi. a. Praktek. b. Teori

Untuk mengevaluasi sejauh mana kemampuan peserta

ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan VSCS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. III PERSYARATAN : a. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas VSCS. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating VSCS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan VSCS wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan . Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING VOICE SWITCHING COMMUNICATION SYSTEM ( VSCS ) 216 Jam Pelajaran I PENDAHULUAN VSCS adalah peralatan yang digunakan untuk menghubungkan antara operator dengan Tranceiver (A/G Communication) dan antara operator dengan operator stasiun lain (Ground to Ground Communication) melalui media komunikasi untuk menunjang kelancaran operasional pelayanan keselamatan penerbangan Dalam rangka implementasi UU No. KODE: VSCS-A/KKP Teori : 84 Jam Praktek : 132 Jam . b.

Trouble Shooting. e. Teori Operasi dan Blok diagram. Praktek a. Pemeliharaan c. Pemeliharaan Perbaikan. Penggunaan alat ukur. Analisis sistem Peralatan f. b. d. Teknik peralatan a. Fungsi Peralatan b. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian . Praktek VSCS-A/T/6 8 24 . c.V. Praktek kerja Lapangan KODE VSCS-A/T//1 2 VSCS-A/T/2 32 3 4 VSCS-A/T/3 VSCS-A/T/4 12 16 5 VSCS-A/T/5 108 6 Ujian/Evaluasi c. Teori d. Pemeliharaan Pencegahan . Teori penunjang c. Teori Rinci b. Pemeliharaan Pencegahan . KURIKULUM RATING TERAMPIL : VOICE SWITCHING COMMUNICATION SYSTEM (VSCS) JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 16 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Pengoperasian. Dokumen Terkait. c. d.

AFS. SILABI : RATING TERAMPIL VSCS JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN (TOPIK ) Teori umum peralatan a. Fungsi b. 4 2 Teknik Peralatan.AMS). ( band frequency. Ø Interface Card Ø Position Terminal Unit. Teori rinci b. Ø Teori Komunikasi data Ø Ø Media Komunikasi Ø Protocol/Interface Ø Topologi Jaringan. Dokumen terkait TUJUAN • Agar peserta memahami teori pendukung dan dasar teknis fungsi dari peralatan POKOK BAHASAN • Fungsi/kegunaan peralatan .Annex 10 Volume…….VI. Blok diagram . Ø Switch Card Ø Switch Distribution Card. Teori Penunjang c. a. Ø Komunikasi Radio Penerbangan. • Teori penunjang meliputi . Ø Switching node. • Dokumen terkait • Blok Diagram VSCS dan Fungsi tiap blok meliputi . 16 . Agar peserta mengerti dan memahami konsep dan cara kerja peralatan secara rinci. Ø Analog Line Card. Ø Power Supply T 4 8 P PENGAJAR DAFTAR PUSTAKA .

Memindahkan Check status system Create Channel Staus OK. Ø Prinsip kerja VSCSSistem Inter connection. 8 Ø Ø Ø Ø Ø Ø Annex 10. Ø Prinsip Kerja Analog Line Card. 16 . Ø Terminal Unit. volume III Menghidupkan/restart. Ø Switching Sysyem dan Interface. Ø Power Supply. Mematikan . pengoperasian.• Prinsip Kerja Voice/Radio Switching meliputi . 3 Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengerti dan • Pengoperasian secara memahami prosedur Hardware meliputi . Ø Interkoneksi system & peripheral Ø Menghidupkan Ø Mematikan Ø Memindahkan sistem 4 • Pengoperasian secara software meliputi . .

b. Agar peserta dapat memiliki keahlian dalam pengoperasian dan pemeliharaan peralatan. Switching System dan Interface.4 Sistem pemeliharaan.Auotomatic Change over Unit. Praktek.Analog Line ard Terminal. Teori Untuk mengevaluasi sejauh mana kemampuan peserta . • Praktek Penggunaan alat ukur. b. Ujian teori. Ø Pemeliharaan berkala. • Trouble Shooting dan analysis sistem Peralatan • Praktek Kerja Lapangan • • . Pemeliharaan pencegahan. 8 12 8 32 24 8 24 6 Ujian/Evaluasi.LAN • Perbaikan sistem Software .dan pemeliharaan peralatan b. • Pemeliharaan Perbaikan Ø Perbaikan Sistem Hardwaremeliputi . ( CPU. Ø Operating System Ø Aplication System • Praktek pengoperasian. a. Pengoperasian . Ø Performance Check. Ujian praktek 8 4 4 5 Praktek a. Pemeliharaan perbaikan Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan AMSC sesuai dengan standar • Pemeliharaan Pencegahan meliputi . Trouble Shooting dan Analisis sistem . a. • Praktek pemeliharaan Peralatan.

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA

DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK
SKP AHLI RATING AUTOMATIC MESSAGE SWITCHING CENTRE ( AMSC ) 288 Jam Pelajaran I. PENDAHULUAN Automatic Message Switching Centre ( AMSC ) adalah suatu peralatan yang berfungsi memproses pengiriman, penerimaan serta penyimpan berita- berita penerbangan secara otomatis antar stasiun penerbangan ( Bandara ) sesuai dengan persyaratan internasional dalam format Aeronautical Fixed Telecommunication Network (AFTN) Dalam rangka implementasi UU No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan, maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan AMSC perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. II. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Automatic Message Switching System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih,ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan AMSC serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. III. PERSYARATAN : a. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. IV. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas AMSC, sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. KODE: AMSC-A/KKP Teori : 120 Jam Praktek : 168 Jam

V. KURIKULUM RATING AHLI AMSC JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 16

NO 1

MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Fungsi b. Teori penunjang c. Dokumen Terkait Teknik peralatan a. Teori Rinci Peralatan b. Block diagram. c. Rencana Instalasi Prosedur Pengoperasian . Pemeliharaan a. Pemeliharaan Pencegahan . b. Pemeliharaan Perbaikan.

KODE
AMSC-A/A /1

2

AMSC-A/A /2

56

3 4

AMSC-A/A /3 AMSC-A/A /4

16 24

5

Praktek a. Pengoperasian . b. Pemeliharaan Pencegahan . c . Trouble Shooting. d. Praktek kerja lapangan Ujian/Evaluasi c. Teori d. Praktek

AMSC-A/A /5

146

6

AMSC-A/A /6

8 24

VI. SILABI : RATING AHLI AMSC JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN (TOPIK ) Teori umum peralatan a. Fungsi b. Teori Penunjang c. Dokumen terkait TUJUAN • Agar peserta memahami teori pendukung dan dasar teknis fungsi dari peralatan POKOK BAHASAN • Fungsi/kegunaan peralatan . • Teori Penunjang meliputi ; Ø Teori dasar Komputer. Ø Komunikasi data. Ø Topologi AFTN. Ø Protocol/Interface. • Dokumen terkait: T 4 8 P PENGAJAR DAFTAR PUSTAKA Annex 10 Volume II ( Communicatio n Procedure ) - Manual on the planning and Engineering of the Aeronautical Fixed Telecommu nication Network.

4

2

Teknik Peralatan. a. Teori rinci b. Blok diagram . c. Rencana Instalasi

Agar peserta mengerti dan memahami konsep dan cara kerja peralatan secara rinci.

• Teori Operasi dan Blok diagram. • Sistem Hard Ware ; ( CPU,I/O,ACM,ACU,. Line Interface ,jaringan ). • Sistem Software ;

8 16

24

ØOperating System. ØFlow Chart. Perangkat Lunak AMSC. Ø Management Operasi Sistem AMSC.

• Perencanaan instalasi peralatan. .

8

3

Prosedur Pengoperasian

Agar peserta mengerti dan • Pengoperasian secara hardware memahami prosedur meliputi ; ØInterkoneksi Sistem dan pengoperasian.
peripheral . ØMenghidupkan dan mematikan. ØChange over.

4

.
• Pengoperasian secara software meliputi ; Ø Menghidupkan / restart . Ø Mematikan. Ø Change Over Ø Status System. Ø Create Line. Ø Status Line. Ø Setting Parameter Line. Ø Modifikasi Line. • Pengoperasian terminal AFTN meliputi ; Ø Interkoneksi. Ø Menghidupkan. Ø Setting Parameter. Ø Mematikan.

8

4

4

Sistem pemeliharaan; a. Pemeliharaan pencegahan. b. Pemeliharaan perbaikan

Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan AMSC sesuai dengan standar

• Pemeliharaan Pencegahan meliputi ; Ø Pemeliharaan berkala. Ø Performance Check. • Pemeliharaan Perbaikan
Sistem Hardware meliputi ; ( CPU.I/O.,ACM,ACU,Line Interface.,Jaringan.). Pemeliharaan Sotware ; Ø Rekonfigurasi. Ø Reinstalasi • Praktek pengoperasian dan pemeliharaan peralatan. • Trouble Shooting dan Analysis sistem peralatan.

8

8

8

5

Praktek
a. Pengoperasian .dan pemeliharaan peralatan b. Trouble Shooting dan Analisis sistem .

Agar peserta dapat memiliki keahlian dalam pengoperasian dan pemeliharaan peralatan. Untuk mengevaluasi sejauh mana kemampuan peserta

32 72 32 8 32

6

Ujian/Evaluasi. a. Praktek. b. Teori

• Praktek Kerja lapangan a. Ujian teori. b. Ujian Praktek.

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA

DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK
SKP TERAMPIL RATING AUTOMATIC MESSAGE SWITCHING CENTRE ( AMSC ) 208 Jam Pelajaran I. PENDAHULUAN Automatic Message Switching Centre ( AMSC ) adalah suatu peralatan yang berfungsi memproses pengiriman, penerimaan serta penyimpan berita- berita penerbangan antar stasiun penerbangan ( Bandara ) sesuai dengan persyaratan internasional dalam format Aeronautical Fixed Telecommunication Network (AFTN). Dalam rangka implementasi UU No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan, maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan AMSC perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. II. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan terampil yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating AMSC dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih,ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan AMSC serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. III. PERSYARATAN : a. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. IV. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas AMSC sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. KODE: AMSC-A/KKP Teori : 78 Jam Praktek : 130 Jam

V. KURIKULUM RATING TERAMPIL AMSC JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 12

NO 1

MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Fungsi b. Teori Penunjang c. Dokumen Terkait Teknik peralatan a. Teori Rinci Peralatan b. Block diagram.

KODE
AMSC-A/T /1

2

AMSC-A/T /2

30

3 4

Prosedur Pengoperasian . Pemeliharaan a. Pemeliharaan Pencegahan . b. Pemeliharaan Perbaikan.

AMSC-A/T /3 AMSC-A/T /4

12 16

5

Praktek a. Pengoperasian. b Pemeliharaan Pencegahan . c. Trouble Shooting d. Praktek kerja Lapangan Ujian/Evaluasi a. Teori b. Praktek

AMSC-A/T /5

106

6

AMSC-A/T /6

8 24

8 . SILABI : RATING TERAMPIL AMSC NO MATA PELAJARAN (TOPIK ) Teori umum peralatan a. Teori Penunjang c. Ø Management Operasi Sistem AMSC. Ø Komunikasi data. Rencana Instalasi Agar peserta mengerti dan memahami konsep dan cara kerja peralatan secara rinci.. Blok diagram . • Teori Operasi dan Blok diagram. ØFlow Chart. Perangkat Lunak AMSC. • Sistem Hard Ware . -Manual on the planning and engineering of the Aeronautical Telecommunic ation Network. Ø Protocol/Interface. c. Fungsi b. Line Interface . 4 12 12 ØOperating System. a.jaringan ).ACU. ( CPU.I/O. Teori rinci b. • Dokumen terkait: JAMPEL T 2 8 P PENGAJAR DAFTAR PUSTAKA -Annex 10 Volume II ( Communicatio n Procedure ). Ø Topologi AFTN. • Teori Penunjang meliputi . • Sistem Software . Ø Teori dasar Komputer. Dokumen terkait TUJUAN • Agar peserta memahami teori pendukung dan dasar teknis fungsi dari peralatan POKOK BAHASAN • Fungsi/kegunaan peralatan .VI.ACM. -Buku petunjuk pengoperasian dan pemeliharaan peralatan 1 2 2 Teknik Peralatan.

Ø Modifikasi Line. volume III 4 . ØMenghidupkan dan mematikan. Ø Mematikan. Ø Mematikan. peripheral . Ø Change Over Ø Status System. ØInterkoneksi Sistem dan pengoperasian. Ø Setting Parameter Line. Ø Setting Parameter. 4 Annex 10. • Pengoperasian secara software meliputi . • Pengoperasian terminal AFTN meliputi . ØChange over.3 Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengerti dan • Pengoperasian secara hardware memahami prosedur meliputi . Ø Menghidupkan / restart . Ø Create Line. Ø Menghidupkan. Ø Interkoneksi. Ø Status Line. 4 .

Ø Performance Check. Untuk mengevaluasi sejauh mana kemampuan peserta 44 32 32 8 24 6 Ujian/Evaluasi. • Trouble Shooting dan Analysis sistem peralatan.).ACM. Pemeliharaan Sotware . • Pemeliharaan Perbaikan Sistem Hardware meliputi . Ø Reinstalasi • Praktek pengoperasian dan pemeliharaan peralatan..I/O.dan pemeliharaan peralatan b. Ø Rekonfigurasi.Line Interface. Trouble Shooting dan Analisis sistem . 4 8 • 4 5 Praktek a. Pengoperasian . a. Ujian Praktek. Praktek. ( CPU. Teori • Praktek Kerja lapangan a. b.4 Sistem pemeliharaan. Jaringan. b. Pemeliharaan perbaikan Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan AMSC sesuai dengan standar • Pemeliharaan Pencegahan meliputi . Ø Pemeliharaan berkala. Ujian teori. b. Agar peserta dapat memiliki keahlian dalam pengoperasian dan pemeliharaan peralatan. a. .ACU. Pemeliharaan pencegahan.

yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. Dalam rangka implementasi UU No. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. PERSYARATAN : III a. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara sistem CPDLC wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan . Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. b.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan sistem CPDLC serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. sehingga selalu dalam kondisi operasional sesuai standar yang dipersyaratkan. .DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING CONTROLLER PILOT DATA LINK COMMUNICATION ( CPDLC ) 300 Jam Pelajaran I PENDAHULUAN CPDLC adalah salah satu aplikasi ATN yang digunakan untuk komunikasi antara petugas pemandu lalu lintas udara dan pilot dengan menggunakan sarana komunikasi data (A/G Communications) dalam rangka pelayanan keselamatan penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN II Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating CPDLC dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. KODE: CPDLC -A/KKP Teori : 130 Jam Praktek : 170 Jam MANFAAT YANG DIHARAPKAN : IV Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan sistem aplikasiCPDLC.

Pemeliharaan Perbaikan. b. Praktek a. Penggunaan alat ukur.V. Pemeliharaan a. Pengoperasian. Trouble Shooting. Pemeliharaan pencegahan d. Praktek CPDLC-A/A/1 2 CPDLC-A/A/2 48 3 4 CPDLC-A/A/3 CPDLC-A/A/4 16 26 5 CPDLC-A/A/5 138 6 CPDLC-A/A/6 16 32 JUMLAH 130 170 . Fungsi b. c. Teori b. Prosedur Pengoperasian . Block dan circuit diagram. Teori penunjang c. Teori Rinci b. KURIKULUM RATING AHLI : CONTROLLER PILOT DATA LINK COMMUNICATION ( CPDLC) JUMLAH JAM PELAJARAN TEOR PRAKTEK I 24 NO MATA PELAJARAN KODE 1 Teori Umum Peralatan a. b. Ujian/Evaluasi a. Pemeliharaan Pencegahan . Teknik peralatan a. Dokumen Terkait.

VI. SILABI : RATING AHLI CPDLC (sedang dalam pengembangan) .

Dalam rangka implementasi UU No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING CONTROLLER PILOT DATA LINK COMMUNICATION ( CPDLC ) 230 Jam Pelajaran I PENDAHULUAN CPDLC adalah salah satu aplikasi ATN yang digunakan untuk komunikasi antara petugas pemandu lalu lintas udara dengan pilot dengan menggunakan sarana komunikasi data (A/G Communications) dalam rangka pelayanan keselamatan penerbangan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan sistem aplikasi CPDLC. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. b. sehingga selalu dalam kondisi operasional sesuai standar yang dipersyaratkan. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara sistem CPDLC wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan . III PERSYARATAN : a.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan sistem CPDLC serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. KODE: CPDLC -A/KKP Teori : 98 Jam Praktek : 132 Jam . SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating CPDLC dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih.

KURIKULUM RATING TERAMPIL : CONTROLLER PILOT DATA LINK COMMUNICATION (CPDLC) JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 16 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Pemeliharaan Perbaikan. Praktek CPDLC-A/T/6 8 24 TOTAL 98 132 . Praktek kerja Lapangan KODE CPDLC-A/T//1 2 CPDLC-A/T/2 46 3 4 CPDLC-A/T/3 CPDLC-A/T/4 12 16 5 CPDLC-A/T/5 108 6 Ujian/Evaluasi c. Pemeliharaan Pencegahan . d. Fungsi Peralatan b. c. b. Pengoperasian. Dokumen Terkait. Analisis sistem Peralatan f. Teori d. Teori penunjang c. Penggunaan alat ukur. e. Teknik peralatan a. d.V. c. Pemeliharaan c. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian . Praktek a. Pemeliharaan Pencegahan . Teori Rinci b. Trouble Shooting. Teori Operasi dan Blok diagram.

SILABI : RATING TERAMPIL CPDLC (sedang dalam pengembangan) .VI.

b. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan VHF-DL serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan VHF-DL wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan . sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi operasional sesuai standar yang dipersyaratkan. Dalam rangka implementasi UU No. KODE: VDL -A/KKP Teori : 130 Jam Praktek : 170 Jam MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas VHF-DL. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating VHF-DL dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. III PERSYARATAN : a. IV Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING VERY HIGHT FREQUENCY DATA LINK ( VHF-DL ) 300 Jam Pelajaran I PENDAHULUAN VHF-DL adalah pelayanan komunikasi data yang menggunakan peralatan radio komunikasi dengan frekuensi sangat tinggi (Very High Frequency-VHF) antara Petugas ATS dengan Pilot di pesawat udara (A/G Communications) dan merupakan salah satu media jaringan A/G ATN dalam rangka menunjang kelancaran operasional pelayanan keselamatan penerbangan. . 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.

Teori Rinci b. Prosedur Pengoperasian . Dokumen Terkait. Ujian/Evaluasi a. Pengoperasian. KURIKULUM RATING AHLI : VERY HIGHT FREQUENCY DATA LINK ( VHF-DL) JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 24 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Penggunaan alat ukur. Pemeliharaan pencegahan d. Teknik peralatan a. b. Pemeliharaan Pencegahan . Pemeliharaan Perbaikan. Fungsi b. Teori penunjang c. Pemeliharaan a. Praktek a. c. Block dan circuit diagram. Praktek KODE VDL -A/A/1 2 VDL -A/A/2 48 3 4 VDL -A/A/3 VDL -A/A/4 16 26 5 VDL -A/A/5 138 6 VDL -A/A/6 16 32 JUMLAH 130 170 . b. Trouble Shooting. Teori b.V.

SILABI : RATING AHLI VHF DL (sedang dalam pengembangan) .VI.

serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. b.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan VHF-DL serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING VERY HIGHT FREQUENCY DATA LINK ( VHF-DL ) 230 Jam Pelajaran I PENDAHULUAN VHF-DL adalah pelayanan komunikasi data yang menggunakan peralatan radio komunikasi dengan frekuensi sangat tinggi (Very High Frequency-VHF) antara Petugas ATS dengan Pilot di pesawat udara (A/G Communications) dan merupakan salah satu media jaringan A/G ATN dalam rangka menunjang kelancaran operasional pelayanan keselamatan penerbangan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas VHF-DL. III PERSYARATAN : a. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi operasional sesuai standar yang dipersyaratkan. Dalam rangka implementasi UU No. KODE: VDL -A/KKP Teori : 98 Jam Praktek : 132 Jam . yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating VHF-DL dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan VHF-DL wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan .

Penggunaan alat ukur. Fungsi Peralatan b. d. b. Praktek VDL -A/T/6 8 24 TOTAL 98 132 . Teknik peralatan a. d. Teori penunjang c. Pemeliharaan c. Dokumen Terkait. Teori Operasi dan Blok diagram. Praktek a. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian . Pemeliharaan Perbaikan. Pemeliharaan Pencegahan . e. Trouble Shooting. Pemeliharaan Pencegahan . Analisis sistem Peralatan f. Praktek kerja Lapangan KODE VDL-A/T//1 2 VDL-A/T/2 46 3 4 VDL -A/T/3 VDL -A/T/4 12 16 5 VDL -A/T/5 108 6 Ujian/Evaluasi c.V. c. Teori d. KURIKULUM RATING TERAMPIL : VERY HIGHT FREQUENCY DATA LINK (VHF-DL) JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 16 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Pengoperasian. c. Teori Rinci b.

SILABI : RATING TERAMPIL VHF DL (sedang dalam pengembangan) .VI.

II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating ATN dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara sistem ATN wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan . b. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. III PERSYARATAN : a. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. KODE: ATN -A/KKP Teori : 130 Jam Praktek : 170 Jam MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan sistem ATN. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. IV Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. baik untuk komunikasi dengan pesawat (A/G Communications) maupun antar stasiun stasiun lain (Ground to Ground Communications) dalam rangka menunjang kelancaran operasional pelayanan keselamatan penerbangan Dalam rangka implementasi UU No. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi operasional sesuai standar yang dipersyaratkan.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan sistem ATN serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING AERONAUTICAL TELECOMMUNICATION NETWORK ( ATN ) 300 Jam Pelajaran I PENDAHULUAN ATN adalah jaringan komunikasi yang merupakan rangkaian/kombinasi peralatan yang digunakan untuk komunikasi data penerbangan. .

Fungsi b. Praktek a. Penggunaan alat ukur. Dokumen Terkait. Teori Rinci b. Teknik peralatan a. Pemeliharaan a. Trouble Shooting. b. Teori penunjang c. Pemeliharaan Pencegahan . Prosedur Pengoperasian . c. Pemeliharaan Perbaikan. Block dan circuit diagram. Teori b. Pengoperasian. KURIKULUM RATING AHLI : AERONAUTICAL TELECOMMUNICATION NETWORK (ATN) JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 24 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Praktek KODE ATN-A/A/1 2 ATN-A/A/2 48 3 4 ATN-A/A/3 ATN-A/A/4 16 26 5 ATN-A/A/5 138 6 ATN-A/A/6 16 32 JUMLAH 130 170 .V. b. Pemeliharaan pencegahan d. Ujian/Evaluasi a.

VI. SILABI : RATING AHLI ATN (sedang dalam pengembangan) .

II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating ATN dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. sehingga selalu dalam kondisi operasional sesuai standar yang dipersyaratkan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara sistem ATN wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan . baik untuk komunikasi dengan pesawat (A/G Communications) maupun antar stasiun stasiun lain (Ground to Ground Communications) dalam rangka menunjang kelancaran operasional pelayanan keselamatan penerbangan Dalam rangka implementasi UU No. KODE: ATN -A/KKP Teori : 98 Jam Praktek : 132 Jam . yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan sistem ATN serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. III PERSYARATAN : a. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan sistem ATN. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING AERONAUTICAL TELECOMMUNICATION NETWORK ( ATN ) 230 Jam Pelajaran I PENDAHULUAN ATN adalah jaringan komunikasi yang merupakan rangkaian/kombinasi peralatan yang digunakan untuk komunikasi data penerbangan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. b. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No.

Trouble Shooting. c. Pemeliharaan Perbaikan. Teori d. e. Analisis sistem Peralatan f. d. d. Pemeliharaan c. Pemeliharaan Pencegahan . Praktek a. KURIKULUM RATING TERAMPIL : AERONAUTICAL TELECOMMUNICATION NETWORK (ATN) JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 16 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Teori penunjang c. Pemeliharaan Pencegahan . Dokumen Terkait. b. Teori Rinci b.V. Teknik peralatan a. Pengoperasian. Fungsi Peralatan b. c. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian . Praktek kerja Lapangan KODE ATN-A/T//1 2 ATN -A/T/2 46 3 4 ATN -A/T/3 ATN -A/T/4 12 16 5 ATN-A/T/5 108 6 Ujian/Evaluasi c. Penggunaan alat ukur. Praktek ATN-A/T/6 8 24 TOTAL 98 132 . Teori Operasi dan Blok diagram.

SILABI : RATING TERAMPIL ATN (sedang dalam pengembangan) .VI.

15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating AMHS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING AERONAUTICAL MESSAGE HANDLING SYSTEM ( AMHS) 300 Jam Pelajaran I PENDAHULUAN KODE: AMHS -A/KKP Teori : 130 Jam Praktek : 170 Jam AMHS adalah suatu sub jaringan ATN yang merupakan jaringan komunikasi data penerbangan antar stasiun (Ground to Ground Communications) yang berfungsi sebagai network dan switching untuk berbagai alamat dan aplikasi dalam rangka menunjang kelancaran operasional pelayanan keselamatan penerbangan . IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas AMHS. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. . Dalam rangka implementasi UU No. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi operasional sesuai standar yang dipersyaratkan.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan AMHS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. III PERSYARATAN : a. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan AMHS wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan . SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. b.

Fungsi b. KURIKULUM RATING AHLI : AERONAUTICAL MESSAGE HANDLING SYSTEM (AMHS) JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 24 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Praktek a. Teori Rinci b.V. Teknik peralatan a. Teori b. Trouble Shooting. Teori penunjang c. Pemeliharaan pencegahan d. Pemeliharaan Perbaikan. Block dan circuit diagram. b. Praktek KODE AMHS-A/A/1 2 AMHS-A/A/2 48 3 4 AMHS-A/A/3 AMHS-A/A/4 16 26 5 AMHS-A/A/5 138 6 AMHS-A/A/6 16 32 JUMLAH 130 170 . c. Pengoperasian. Prosedur Pengoperasian . Pemeliharaan a. b. Dokumen Terkait. Pemeliharaan Pencegahan . Penggunaan alat ukur. Ujian/Evaluasi a.

SILABI : RATING AHLI AMHS (sedang dalam pengembangan) .VI.

b. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING AERONAUTICAL MESSAGE HANDLING SYSTEM ( AMHS ) 230 Jam Pelajaran KODE: AMHS -A/KKP Teori : 98 Jam Praktek : 132 Jam I PENDAHULUAN AMHS adalah suatu sub jaringan ATN yang merupakan jaringan komunikasi data penerbangan antar stasiun (Ground to Ground Communication) yang berfungsi sebagai network dan switching untuk berbagai alamat dan aplikasi dalam rangka menunjang kelancaran operasional pelayanan keselamatan penerbangan . sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi operasional sesuai standar yang dipersyaratkan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating AMHS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. III PERSYARATAN : a. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Dalam rangka implementasi UU No. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan AMHS wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan . . IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas AMHS.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan AMHS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya.

Teori d. b. Fungsi Peralatan b. Teori penunjang c. Dokumen Terkait. Pemeliharaan c. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian . KURIKULUM RATING TERAMPIL : AERONAUTICAL MESSAGE HANDLING SYSTEM (AMHS) JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 16 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Teori Rinci b. Praktek AMHS-A/T/6 8 24 TOTAL 98 132 . Praktek a. Teori Operasi dan Blok diagram. Teknik peralatan a. e. Pemeliharaan Pencegahan . Pemeliharaan Pencegahan . Trouble Shooting. Analisis sistem Peralatan f. Praktek kerja Lapangan KODE AMHS -A/T//1 2 AMHS-A/T/2 46 3 4 AMHS-A/T/3 AMHS -A/T/4 12 16 5 AMHS -A/T/5 108 6 Ujian/Evaluasi c.V. Pengoperasian. c. d. c. Penggunaan alat ukur. Pemeliharaan Perbaikan. d.

SILABI : RATING TERAMPIL AMHS (sedang dalam pengembangan) .VI.

PERSYARATAN : a. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas IRCMS sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. III. II. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING INTEGRATED REMOTE CONTROL AND MONITORING SYSTEM 288 Jam Pelajaran I. Dalam rangka implementasi UU No. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. . KODE: IRCMS-A/KKP Teori : 120 Jam Praktek : 168 Jam PENDAHULUAN Integrated Remote Control and Monitoring System ( IRCMS ) adalah suatu peralatan yang digunakan untuk pengendalian dan pemantauan secara terintegrasi peralatan-peralatan penunjang keselamatan penerbangan (Telekomunikasi.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan IRCMS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Navigasi dan Listrik) guna menunjang efektifitas dan efisiensi ( kelancaran ) dalam operasional pelayanan keselamatan penerbangan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan IRCMS perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating IRCMS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. IV.

Penggunaan Alat Ukur. KODE IRCMS-A/A /1 2 IRCMS-A/A /2 48 3 4 IRCMS-A/A /3 IRCMS-A/A /4 16 24 5 Praktek a. Pemeliharaan Perbaikan. Pemeliharaan Pencegahan b. c. KURIKULUM RATING AHLI IRCMS JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 24 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Blok diagram.V.Peralatan. Dokumen Terkait Teknik peralatan a. Perencanaan instalasi Prosedur Pengoperasian . Praktek IRCMS-A/A /6 8 24 . b. b. b. Pemeliharaan Pencegahan . Teori penunjang. Pemeliharaan a. c. Teori b. c. Analisa sistem IRCMS-A/A /5 144 6 Ujian/Evaluasi a. Trouble Shooting e. Pengoperasian. Teori Rinci. d. Fungsi.

. • Dokumen terkait • Teori Operasi dan Blok diagram. b. Ø Sistem monitoring • Sistem Software meliputi .VI. a. • Sistem hardware meliputi . • Teori penunjang . Fungsi b.Jaringan . Ø Jaringan. 8 8 8 .Perangkat Komunikasi .Protocol . SILABI : RATING AHLI INTEGRATED REMOTE CONTROL AND MONITORING SYSTEM ( IRCMS ) JAMPEL NO MATA PELAJARAN ( TOPIK ) 1 Teori umum peralatan . Ø Terminal.Media Komunikasi . Teori Penunjang. • Rencana Instalasi T 4 16 P PENGAJAR DAFTAR PUSTAK A 4 16 8 2 Teknik peralatan a. Ø Supervisory. POKOK BAHASAN • Fungsi /kegunaan peralatan. c. Ø Sistem server. Dokumen terkait TUJUAN Agar peserta memahami dasar teknis Peralatan IRCMS. Ø Operating System.Mode Komunikasi. Blok diagram. Ø Interface. Agar peserta memahami sistem peralatan . Teori rinci peralatan. Ø Flowchart/Diagram alur perangkat Lunak • Management Operasi IRCMS.Komunikasi Data .

Ø Interkoneksi Sistem dan peripheral .terminal.3 Prosedur pengoperasian Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian peralatan secara benar • Pengoperasian secara hardware meliputi . jaringan. Ø Mnghidupkan / restart.Pemeliharaan pencegahan.Supervisory. Ø Menghidupkan Ø Setting Parameter Ø Mematikan 4 8 4 4 Pemeliharaan a. b. Ø Status System Ø Status Line.line interface) • Perbaikan software. Ø Menghidupkan Ø Mematikan Ø Change over. Ø Mematikan Ø Change Over. Ø Rekonfigurasi Ø Reinstalasi 4 8 12 . Sistem hardware ( Sistem server. Pemeliharaan perbaikan Agar peserta mema hami konsep pemeli haraan dan perbaikan sistem peralatan sesuai dengan standar • Pemeliharaan Pencegahan Ø Pemeliharaan berkala Ø Performance Check • Pemeliharaan Perbaikan meliputi . Ø Create Line dan Setting Ø Parameter line • Pengoperasian terminal meliputi Ø Interkoneksi. • Pengoperasian secara software meliputi.

Pengoperasian. • Praktek Kerja lapangan 16 24 24 48 32 6 Ujian/Evaluasi a. Trouble shooting dan analisis sistem peralatan. b. Praktek penggunaan Alat Ukur. Teori b. Praktek • Ujian Teori • Ujian Praktek 8 24 . Trouble shooting • • • • Praktek pengoperasian. Pemeliharaan pencegahan d.5 Praktek a. Penggunaan alat ukur c. Praktek pemeliharaan peralatan.

maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. IV. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan terampil yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating IRCMS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. III. PENDAHULUAN Integrated Remote Control and Monitoring System ( IRCMS ) adalah suatu peralatan yang digunakan untuk pengendalian dan pemantauan secara terintegrasi peralatanperalatan penunjang keselamatan penerbangan (Telekomunikasi. II.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING INTEGRATED REMOTE CONTROL AND MONITORING SYSTEM ( IRCMS ) 210 Jam Pelajaran I. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. PERSYARATAN : a. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan IRCMS perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. KODE: IRCMS-A/KKP Teori : 82 Jam Praktek : 128Jam . SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan IRCMS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas IRCMS. Dalam rangka implementasi UU No. Navigasi dan Listrik) guna menunjang efektifitas dan efisiensi ( kelancaran )dalam operasional pelayanan keselamatan penerbangan.

IRCMS-A/T /3 IRCMS-A/T /4 8 16 5 Praktek a. Pemeliharaan Pencegahan . d. b. b. Fungsi . Trouble Shooting Ujian/Evaluasi a. Pemeliharaan a. Pemeliharaan Perbaikan. Blok diagram. Praktek IRCMS-A/T /5 106 6 IRCMS-A/T /6 8 24 . b. Pengoperasian. KURIKULUM RATING TERAMPIL IRCMS JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 16 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a.V. Penggunaan Alat Ukur c. Teori penunjang c. Teori Rinci b. Dokumen Terkait KODE IRCMS-A/T /1 2 Teknik peralatan a. Pemeliharaan Pencegahan . IRCMS-A/T /2 32 3 4 Prosedur Pengoperasian . Teori b.

Agar peserta memahami sistem peralatan .Mode Komunikasi. b. Ø Operating System. • Dokumen terkait • Teori Operasi dan Blok diagram. . Blok diagram.Media Komunikasi .VI. • Sistem hardware meliputi . Fungsi b. Ø Jaringan. • Teori penunjang . Ø Supervisory. Ø Sistem server.. a. Ø Interface.Komunikasi Data . Teori rinci peralatan. Ø Flowchart/Diagram alur perangkat lunak • Management Operasi IRCMS T 4 10 P PENGAJAR DAFTAR PUSTAK A 2 8 8 2 Teknik peralatan a. SILABI : RATING TERAMPIL INTEGRATED REMOTE CONTROL AND MONITORING SYSTEM ( IRCMS ) JAMPEL NO MATA PELAJARAN ( TOPIK ) 1 Teori umum peralatan . Ø Terminal. Teori Penunjang. Ø Sistem monitoring • Sistem Software meliputi . c. Dokumen terkait TUJUAN Agar peserta memahami dasar teknis Peralatan IRCMS.Protocol . 8 8 .Jaringan . POKOK BAHASAN • Fungsi /kegunaan peralatan.Perangkat Komunikasi .

3 Prosedur pengoperasian Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian peralatan secara benar • Pengoperasian secara hardware meliputi . Ø Status System Ø Status Line. • Pengoperasian secara software meliputi. Ø Mnghidupkan / restart. Ø Mematikan Ø Change Over. Ø Menghidupkan Ø Setting Parameter Ø Mematikan 4 4 2 . Ø Create Line dan Setting Ø Parameter line • Pengoperasian terminal meliputi . Ø Interkoneksi. Ø Menghidupkan Ø Mematikan Ø Change over. Ø Interkoneksi Sistem dan peripheral .

Trouble shooting Ujian/Evaluas a. Praktek pemeliharaan peralatan.terminal.4 Pemeliharaan a. Pengoperasian. Ø Rekonfigurasi Ø Reinstalasi • • • • • Praktek pengoperasian. Teori b. Sistem hardware ( Sistem server. b. Praktek 8 16 8 32 16 • Ujian Teori • Ujian Praktek 8 24 . Praktek penggunaan Alat Ukur. b.Pemeliharaan pencegahan.line interface) • Perbaikan software. Praktek Kerja Lapangan 4 8 4 5 6 Praktek a.Supervisory. Pemeliharaan pencegahan d. Pemeliharaan perbaikan Agar peserta mema hami konsep pemeli haraan dan perbaikan sistem peralatan sesuai dengan standar • Pemeliharaan Pencegahan Ø Pemeliharaan berkala Ø Performance Check • Pemeliharaan Perbaikan meliputi . Trouble Shooting. Penggunaan alat ukur c. jaringan.

. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas VHF-A/G. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating VHF A/G dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. III PERSYARATAN : a. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan VHF A/G wajib mengikuti pendidIkan dan pelatihan . serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No.95MHz.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan VHF A/G serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. b. Dalam rangka implementasi UU No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING VERY HIGH FREQUENCY AIR GROUND COMMUNICATION ( VHF A/G ) 216 Jam Pelajaran I KODE: VHF AG-B/KKP Teori : 88 Jam Praktek : 128 Jam PENDAHULUAN Very High Frequency Air Ground Communication ( VHF A/G ) adalah peralatan komunikasi penerbangan yang berfungsi sebagai sarana komunikasi antara Controller /Petugas PLLU dengan pilott dalam rangka pelayanan keselamatan penerbangan dengan menggunakan frekuensi Aeronautical Band antara 118MHz – 136. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan.

Praktek a.. c. d. Pengoperasian. Fungsi Peralatan b. Analisis sistem Peralatan d. b. Teknik peralatan a. c. Teori Operasi dan Blok diagram. KURIKULUM RATING AHLI VHF A/G JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 12 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Penggunaan alat ukur. c.Teori. Praktek Kerja lapangan Ujian/Evaluasi a. Praktek KODE VHFAG-B/A/1 2 VHFAG-B/A/2 40 3 4 VHFAG-B/A/3 VHFAG-B/A/4 12 16 5 VHFAG-B/A/5 104 6 VHFAG-B/A/6 8 24 . b. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian . Teori penunjang c. b. Pemeliharaan Pencegahan . Pemeliharaan Pencegahan . Pemeliharaan a. Teori Rinci b.V. Trouble Shooting. Dokumen Terkait. Pemeliharaan Perbaikan.

c. b. Fungsi . Teori Penunjang. c. Ø Karakteristik lapisan udara • Dokumen terkait • Teori Operasi .Buku petunjuk pengoperasian & pemeliharaan peralatan VHF A/G . Agar peserta mengerti dan memahami system peralatan 8 8 . Ø Komunikasi Radio Penerbangan. Ø Synthesizer Ø Modulator. Ø AMS. Ø Tower set Ø VHF ER Ø Transceiver • Prinsip kerja Pemancar. . b. Ø Frequency Band.Annex 10 Volume III Communication.VI. PENGAJAR T 2 8 P DAFTAR PUSTAKA . Dokumen terkait TUJUAN Agar peserta mengerti dan memahami dasar teknis Peralatan POKOK BAHASAN • Fungsi / kegunaan peralatan . SILABI : RATING AHLI VHF A/G JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN ( TOPIK ) Teori Umum Peralatan a. Blok Diagram. Ø AFS. Procedure. 2 2 Teknik Peralatan. • Teori penunjang yang meliputi .ATS Planning System Manual ( Doc 9426 – AN/924 ). yang meliputi . Ø RF Power Amplifier. Rencana Instalasi. Ø Teori Propagasi Gelombang elektro magnet. . Blok diagram dan circuit diagram meliputi . a.Teori rinci peralatan.

Ø Interkoneksi. 8 2 Ø Switching system Ø Meteo display & sensor. • Prinsip kerja Console Desk yang meliputi . Ø Konfigurasi Ø Media Transmisi. Ø Synthesizer ØRF Amplifier ØMixer dan IF amplifier ØAudio amplifier. • Prinsip kerja VHF – ER yang meliputi . • Prinsip kerja Recorder yang meliputi . • Rencana kerja instalasi 4 4 2 4 .Ø Antenna & change over unit. • Prinsip kerja Penerima yang meliputi . • Prinsip kerja VHF Portable. Ø Record System Ø Control System Ø Play Back system Ø Audio Interface. Ø Echo Supression.

Trouble Shooting 8 16 . Ø Tower Set. dan trouble shooting Ø AVO Meter. a. Pemeliharaan perbaikan Agar peserta mema Pemeliharaan pencegahan hami konsep pemeli meliputi. Pengoperasian Penerima. Ø Penerima. Pengoperasian VHFER 12 4 Pemeliharaan. pengoperasian dan Ø VHF-ER. Ø VHF-ER.Praktek pengoperasian keahlian dalam yang meliputi . Ø Recorder Agar peserta memiliki . Ø Audio/Rf Generator. mampu untuk Ø Recorder melaksanakan pemeliharaan system • Penggunaan alat ukur yang meliputi .Counter. d. Ø Pemancar. Penggunaan Alat Ukur c. Ø Power Meter 4 12 5 Praktek . Pengoperasian Recorder. Ø Osciloscope Ø .3 Prosedur Pengoperasian Agar peserta menger-ti dan memahami prosedur pengoperasian peralatan secara benar • • • • • Pengoperasian pemancar. Pengoperasian b. a. Ø Pemeliharaan haraan dan perbaikan berkala sistem peralatan sesuai Ø Performance Check dengan standar Pemeliharaan perbaikan meliputi .Freq. Pengoperasian Console Desk. Pemeliharaan pencegahan. Pemeliharaan pencegahan b.

Ujian Praktek 8 24 32 24 6 Ujian/Evaluasi . a.• Pemeliharaan pencegahan meliputi . 24 . Ø Analisa kerusakan modul.Praktek. • Praktek kerja lapangan • • Ujian teri. Ø Analisa kerusakan sistem.Teori. Ø Penerima. Ø Console Desk. Ø Pemancar. Ø VHF-ER. Ø Recorder. Untuk mengevaluasi sejauh mana kemampuan peserta. Ø Interkoneksi. Ø Analisa kerusakan . . • Trouble shooting meliputi . b.

II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating VHF A/G dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. IV Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. . sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.95MHz. c. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING VERY HIGH FREQUENCY AIR GROUND COMMUNICATION ( VHF A/G ) 150 Jam Pelajaran I PENDAHULUAN KODE: VHF AG-B/KKP Teori : 60 Jam Praktek : 90 Jam Very High Frequency Air Ground Communication ( VHF A/G ) adalah peralatan komunikasi Penerbangan yang berfungsi sebagai sarana komunikasi antara Controller /Petugas PLLU dengan Pesawat dalam rangka pelayanan keselamatan penerbangan dengan menggunakan frekwensi Aeronautical Band antara 118MHz – 136. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Dalam rangka implementasi UU No. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan VHF A/G wajib mengikuti pendidIkan dan pelatihan .ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan VHF A/G serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas VHF-A/G. III PERSYARATAN : b. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.

Praktek KODE VHFAG-B/T /1 2 VHFAG-B/T /2 20 3 4 VHFAG-B/T /3 VHFAG-B/T /4 8 12 5 VHFAG-B/T /5 76 6 VHFAG-B/T /6 8 16 . f. Dokumen Terkait. c. Teori b. Teknik peralatan b. Teori Rinci Peralatan c. Praktek b. Fungsi c. Penggunaan alat ukur.V. f. Pengoperasian. Teori penunjang c. Pemeliharaan e. KURIKULUM RATING TERAMPIL VHF A/G JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 12 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan b. Trouble Shooting. Prosedur Pengoperasian . Pemeliharaan Perbaikan. Blok diagram. Pemeliharaan Pencegahan . d. e. Praktek kerja lapangan Ujian/Evaluasi a. Pemeliharaan Pencegahan .

Ø Tower set Ø VHF ER Ø Transceiver • Prinsip kerja Pemancar. Fungsi . Ø AMS. Ø Karakteristik lapisan udara • Dokumen terkait • Teori Operasi . yang meliputi . Dokumen terkait TUJUAN Agar peserta mengerti dan memahami dasar teknis Peralatan POKOK BAHASAN • Fungsi / kegunaan peralatan .Annex 10 Volume III Communication. a. SILABI : RATING TERAMPIL VHF A/G JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN ( TOPIK ) Teori Umum Peralatan a. Blok Diagram. Ø Komunikasi Radio Penerbangan. b. . Ø RF Power Amplifier. 2 2 Teknik Peralatan. .Teori rinci peralatan.VI. Agar peserta mengerti dan memahami system peralatan 4 2 . Procedure. Ø Frequency Band.ATS Planning System Manual ( Doc 9426 – AN/924 ). Ø AFS. Blok diagram dan circuit diagram meliputi . Ø Synthesizer Ø Modulator. b. c.Buku petunjuk pengoperasian & pemeliharaan peralatan VHF A/G . PENGAJAR T 4 6 P DAFTAR PUSTAKA . Teori Penunjang. • Teori penunjang yang meliputi . Ø Teori Propagasi Gelombang elektro magnet.

Ø Konfigurasi Ø Media Transmisi. Record System Control System Play Back system Audio Interface. Ø Synthesizer ØRF Amplifier ØMixer dan IF amplifier ØAudio amplifier. 2 4 Ø Switching system Ø Meteo display & sensor. Prinsip kerja VHF Portable. 2 • 2 . Ø Echo Supression. • Prinsip kerja Penerima yang meliputi . • Ø Ø Ø Ø • Prinsip kerja Recorder yang meliputi .Ø Antenna & change over unit. Ø Interkoneksi. • Prinsip kerja Console Desk yang meliputi . 4 Prinsip kerja VHF – ER yang meliputi .

Ø Penerima. a.3 Prosedur Pengoperasian Agar peserta menger-ti dan memahami prosedur pengoper asian peralatan secara benar Agar peserta mema hami konsep pemeli haraan dan perbaikan sistem peralatan sesuai dengan standar • Pengoperasian . Ø Penerima. a. Ø Audio/RF Generator Ø Power meter. Pemeliharaan perbaikan • Pemeliharaan pencegahan meliputi . Ø Performance Check. Ø Recorder • Penggunaan alat ukur yang meliputi .Frequency Counter. Ø VHF-ER. Pemeliharaan. Pemeliharaan pencegahan b. Ø Console Desk. Ø VHF-ER. • Perbaikan peralatan meliputi . Ø Pemeliharaan berkala . Ø Recorder. Ø VHF-ER 8 4.Praktek pengoperasian yang meliputi . Ø AVO Meter. Ø Tower Set. Ø Osciloscope Ø . d. Pemeliharaan pencegahan. Trouble Shooting Agar peserta memiliki keahlian dalam pengoperasian dan mampu untuk melaksanakan pemeliharaan system dan trouble shooting 6 16 . Ø Pemancar. 4 8 5 Praktek . Penggunaan Alat Ukur c. Pengoperasian b. Ø Pemancar. Ø Recorder • .

Ø Console Desk. b. Ø Penerima.Praktek. Ø Recorder. Ujian teori. • Trouble shooting meliputi . Ø VHF-ER. Ø Analisa kerusakan modul. Ø Analisa kerusakan . a. • Praktek kerja lapangan • • 16 16 24 6 Ujian/Evaluasi . Ujian Praktek 8 16 . Ø Pemancar. Ø Interkoneksi.. Untuk mengevaluasi sejauh mana kemampuan peserta.Teori. • Pemeliharaan pencegahan meliputi .

3 4 c.a 4 4 e. . 4 5 16 16 .

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING AERODROME TERMINAL INFORMATION SYSTEM ( ATIS ) 208 Jam Pelajaran I PENDAHULUAN KODE: ATIS-B/KKP Teori : 84 Jam Praktek : 124 Jam Aerodrome Terminal Information System ( ATIS ) adalah peralatan yang digunakan untuk memancarkan informasi keadaan cuaca maupun kondisi bandara melauli pemancar yang bekerja pada frekwensi VHF yang dipancarkan secara periodic. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ATIS. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan ATIS wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan . III PERSYARATAN : a. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating ATIS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan ATIS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. b. Dalam rangka implementasi UU No. IV Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. Sedangkan DATIS adalah informasi yang diberikan berupa data atau suara yang terintegrasi melalui fasiltas digital link. . 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No.

c. Teori Rinci Peralatan. b. c. Trouble Shooting. Pemeliharaan Pencegahan . Pemeliharaan Pencegahan . e. Praktek ATIS/B/A/KKP/6 8 24 . b. Teori. KURIKULUM RATING AHLI ATIS JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 12 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Analisis sistem Peralatan KODE ATIS-B/A /1 2 ATIS-B/A /2 32 3 4 ATIS-B/A /3 ATIS-B/A /4 12 20 5 ATIS-B/A /5 100 6 Ujian/Evaluasi a. Pemeliharaan a. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian . b.V. Praktek a. Teori penunjang c. b. b. Teknik peralatan a. Fungsi . d. Blok diagram. Pemeliharaan Perbaikan. Dokumen Terkait. Pengoperasian. Penggunaan alat ukur.

Pengoperasian pemancar b. Fungsi Peralatan b. Teori Penunjang c. • Teori penunjang meliputi. Ø Pemancar dan penerima Ø konfigurasi sistem • Prinsip Kerja Pemancar Ø Synthesizer. Ø Komunikasi data • Dokumen terkait • Teori Operasi dan Blok diagram. dan mampu mengoperasikan serta melaksanakan pemeliha raan sistem peralatan 8 8 . 4 4 8 . Teori Operasi dan Blok Diagram b. memahami.Control System . Ø Modulator. Dokumen terkait TUJUAN Agar peserta mengerti dan memahami fungsi serta dasar teknis peralatan POKOK BAHASAN • Fungsi/kegunaan peralatan. SILABI : RATING AHLI ATIS JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN ( TOPIK ) Teori Umum a.Rencana Instalasi Agar peserta mengerti. Ø Antenna & change over unit • Prinsip kerja console . Ø Komunikasi Radio Penerbangan. Pengoperasian Console. Ø RF Power Amplifier.Audio/data Interface. .AMS ). • Rencana instalasi 3 Prosedur Pengoperasian peralatan Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian.VI. ( AFS.Prinsip kerja peralatan c. a.Play Back system . T 2 8 P PENGAJAR DAFTAR PUSTAKA 2 12 2 Detail Teknik Peralatan a.

. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. Dalam rangka implementasi UU No. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan ATIS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating ATIS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. III PERSYARATAN : b. IV Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ATIS. c. Sedangkan DATIS adalah informasi yang diberikan berupa data atau suara yang terintegrasi melalui fasiltas digital link. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan ATIS wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan .DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING AERODROME TERMINAL INFORMATION SYSTEM (ATIS) 142 Jam Pelajaran I PENDAHULUAN KODE: ATIS -B/KKP Teori : 56 Jam Praktek : 86 Jam Aerodrome Terminal Information System ( ATIS ) adalah peralatan yang digunakan untuk memancarkan informasi keadaan cuaca maupun kondisi bandara melauli pemancar yang bekerja pada frekwensi VHF yang dipancarkan secara periodic.

Pengoperasian. Fungsi c. Pemeliharaan Pencegahan . KODE ATIS-B/T /1 2 ATIS-B/T/ 2 20 3 4 ATIS-B/T /3 ATIS-B/T /4 8 8 5 6 Praktek b. Prosedur Pengoperasian . d. Trouble Shooting Ujian/Evaluasi b. Penggunaan alat ukur. KURIKULUM RATING TERAMPIL ATIS JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 12 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan b. c.V. Teknik peralatan b. Pemeliharaan Perbaikan. c. Pemeliharaan b. Block diagram. d. Teori Rinci Peralatan c. Praktek ATIS-B/T /5 86 ATIS-B/T /6 8 16 . Dokumen Terkait. Pemeliharaan Pencegahan . Teori penunjang c. Teori c.

AMS ). Teori Penunjang c. Ø Komunikasi data • Dokumen terkait 2 Detail Teknik Peralatan a.Control System . Ø Pemancar dan penerima Ø konfigurasi sistem • Prinsip Kerja Pemancar .Audio/data Interface.Synthesizer . 8 . • Teori penunjang meliputi. Ø Komunikasi Radio Penerbangan ( AFS. Teori Operasi dan Blok Diagram b.Modulator .Prinsip kerja peralatan Agar peserta mengerti. Fungsi Peralatan b. SILABI : RATING TERAMPIL ATIS JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN ( TOPIK ) Teori Umum a. Dokumen terkait TUJUAN Agar peserta mengerti dan memahami fungsi serta dasar teknis peralatan POKOK BAHASAN • Fungsi/kegunaan peralatan.Antenna & change over unit • Prinsip kerja console PENGAJAR T 4 6 P DAFTAR PUSTAKA 2 8 4 . memahami. dan mampu mengoperasikan serta melaksanakan pemeliha raan sistem peralatan • Teori Operasi dan Blok diagram.Play Back system .VI.RF Power Amplifier .

Pengoperasian b. . Pengoperasian Console. c. Praktek. 2 6 5 Praktek.Pemeliharaan berkala .Osciloscope . Pemeliharaan pencegahan. Trouble Shooting e.Frequency Counter. Teori. a. pemeliharaan pencegahan b. Analisis Sistem Peralatan Agar peserta dapat mema hami dan mampu untuk me laksanakan pengoperasian dan pemeliharaan system 8 16 8 24 24 8 16 6 Ujian/Evaluasi a. b. Penggunaan Alat Ukur. Untuk mengetahui kemampuan peserta . a. • Penggunaan alat ukur . • Pemeliharaan pencegahan • Trouble shootingdan analisis sistem • Praktek Kerja • • Ujian teori Ujian Praktek. Pemeliharaan perbaikan • Pemeliharaan Pencegahan meliputi . . Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan ATIS sesuai dengan standar a.Pemancar .Performance check.Console ATIS • Pengoperasian peralatan. . . d.Audio/Rf Generator. . . Pengoperasian pemancar b.AVO Meter .3 Prosedur Pengoperasian peralatan Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian. 2 6 4 Sistem pemeliharaan.Power Meter. • Pemeliharaan Perbaikan meliputi .

IV. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : KODE: HF AG-B/KKP Teori : 80 Jam Praktek : 128 Jam Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas HF A/G ( RDARA/MWARA ). Antara MWARA dan RDARA pada prinsipnya sama hanya dibedakan pada power output dan fungsi operasionalnya. PERSYARATAN : a. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No.. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. MWARA power outputnya sampai dengan 5 KW dioperasikan untuk mendukung komunikasi penerbangan Internasional . 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. II. Dalam rangka implementasi UU No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan HF Air Ground communication (RDARA/MWARA) perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. sedangkan RDARA power outputnya sampai dengan 1KW dan dioperasikan untuk mendukung komunikasi penerbangan domestik.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan HF Air Ground communication RDARA/MWARA serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING HF AIR GROUND COMMUNICATION 208 Jam Pelajaran I. III. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating HF Air Ground communication (RDARA/MWARA) dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. . sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. PENDAHULUAN HF Air Ground Communication ( RDARA/MWARA ) adalah suatu peralatan yang berfungsi sebagai komunikasi antar Pilot dengan personil Bantuan Operasi penerbangan dengan menggunakan frequency tinggi. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.

Pemeliharaan Pencegahan . Teori b. Fungsi b. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian . Pengoperasian. Penggunaan alat ukur. Praktek a. Pemeliharaan Perbaikan. Teori penunjang c. Pemeliharaan Pencegahan . c. d. Teori Rinci Peralatan b. b. Blok diagram. b. Pemeliharaan a. Trouble Shooting Ujian/Evaluasi a. Dokumen Terkait. Praktek HFAG-B/A/1 2 HFAG-B/A/2 40 3 4 HFAG-B/A/3 HFAG-B/A/4 8 12 5 HFAG-B/A/5 106 8 16 16 30 6 HFAG-B/A/6 8 24 . c. KURIKULUM RATING AHLI HF A/G NO MATA PELAJARAN KODE JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 12 1 Teori Umum Peralatan a.V. Teknik peralatan a.

Ø Anenna dan media transmisi. a. dan remote control.blok diagram dan circuit diagram. • Dokumen terkait • Teori Operasi . c. a. POKOK BAHASAN • Fungsi /kegunaan Peralatan . Dokumen terkait TUJUAN Agar peserta memahami dasar teknis peralatan.VI. Teori penunjang. Ø Karakteristik lapisan udara. Selective call 2 2 2 2 . Fungsi. Teori rinci peralatan. c.. Rencana instalasi Agar peserta memahami sistem peralatan • Prinsip kerja Penerima dan multi coupler . • Prinsip kerja console Desk. b. Ø Komunikasi Radio Penerbangan. • Prinsip Kerja Pemancar . SILABI : RATING AHLI HF-AG ( RDARA/MWARA ) JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN (TOPIK ) Teori Umum Peralatan. b. Blok diagram. • Rencana instalasi 3 Prosedur pengoperasian Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian peralatan secara benar • • • • Pengoperasian pemancar Pengoperasian penerima Pengopersian remote control dan console desk. T 2 8 P PEN DAFTAR GAJ PUSTAKA AR • Annex 10 • ATS Planning Manual • Buku petunjuk pengoperasi an dan pemeliharaa n peralatan 2 16 4 8 8 4 2 Teknik Peralatan. Ø Teori Propagasi. • Teori penunjang .

c. • Pemeliharaan pencegahan meliputi . b.4 Pemeliharaan a.Teori. Pemeliharaan pencegahan d. Praktek Agar peserta memiliki keahlian dalam pengoperasian dan mampu untuk melaksanakan pemeliharaan system dan trouble shooting • Praktek kerja pemancar. Pemeliharaan perbaikan Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan sesuai standar. Penggunaan alat ukur. b. • Pemeliharaan perbaikan 4 8 12 12 16 40 24 5 Praktek a. • Penggunaan alat ukur • Trouble shootingdan pemeliharan pencegahan. Pengoperasian. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Ø Performance check. 8 24 . pemeliharaan pencegahan b. • Praktek kerja penerima. • Praktek kerja lapangan 6 Untuk mengevaluasi sejauh mana kemampuan peserta. Ø Pemeliharaan berkala .

sedangkan RDARA power outputnya sampai dengan 1KW dan dioperasikan untuk mendukung komunikasi penerbangan domestik. IV. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. III. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. Dalam rangka implementasi UU No.. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan HF Air Ground communication (RDARA/MWARA) perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING HF AIR GROUND COMMUNICATION 130 Jam Pelajaran I. PERSYARATAN : a. MWARA power outputnya sampai dengan 5 KW dioperasikan untuk mendukung komunikasi penerbangan Internasional . MANFAAT YANG DIHARAPKAN : KODE: HF AG-B/KKP Teori : 58 Jam Praktek : 72 Jam Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas HF A/G ( RDARA/MWARA ). maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. .ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan HF Air Ground communication RDARA/MWARA serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. PENDAHULUAN HF Air Ground Communication ( RDARA/MWARA ) adalah suatu peralatan yang berfungsi sebagai komunikasi antar Pilot dengan personil Bantuan Operasi penerbangan dengan menggunakan frequency tinggi. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Antara MWARA dan RDARA pada prinsipnya sama hanya dibedakan pada power output dan fungsi operasionalnya. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. II. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan terampil yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating HF Air Ground communication (RDARA/MWARA) dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih.

Praktek kerja lapangan Ujian/Evaluasi a. b. Prosedur Pengoperasian . Penggunaan alat ukur. Teori Rinci Peralatan. e. Blok diagram. b. c. Fungsi d. Teori penunjang c. Pemeliharaan Pencegahan . Trouble Shooting. Teori c. Pemeliharaan Pencegahan . Pengoperasian. Teknik peralatan a. d. Dokumen Terkait. KURIKULUM RATING TERAMPIL HF A/G JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 12 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan c. KODE HFAG-B/T/1 2 HFAG-B/T/2 2 24 3 4 HFAG-B/T/3 HFAG-B/T/4 8 10 5 6 Praktek a.V. Praktek HFAG-B/T/5 56 HFAG-B/T/6 4 16 . b. Pemeliharaan Perbaikan. Pemeliharaan a.

Ø Komunikasi Radio Penerbangan. Ø Karakteristik lapisan udara. Teori rinci peralatan. • Prinsip kerja recorder 3 Prosedur pengoperasian • • • • Pengoperasian pemancar Pengoperasian penerima Pengopersian remote control dan console desk. Ø Teori Propagasi. b.VI. • Prinsip kerja console Desk. • Dokumen terkait • Teori rinci dan blok diagram. b. a. Selective call 2 2 2 2 . JAMPEL T Agar peserta memahami dasar teknis Peralatan . Blok diagram Agar peserta memahami sistem peralatan • Prinsip kerja Penerima dan multi coupler .. a. Teori Penunjang c. Fungsi. Dokumen Terkait TUJUAN POKOK BAHASAN • Fungsi /kegunaan Peralatan . • Teori penunjang . SILABI : RATING TERAMPIL HF-AG ( RDARA/MWARA ) NO MATA PELAJARAN ( TOPIK ) 1 Teori Umum Peralatan. • Prinsip Kerja Pemancar . Ø Anenna dan media transmisi. 2 8 P PEN GAJ AR DAFTAR PUSTAKA • • • Annex 10 ATS Planning Manual Buku petunjuk pengoperasi an dan pemeliharaa n peralatan 2 4 4 6 6 4 2 Teknik Peralatan. dan remote control.

b. Pemeliharaan pencegahan d. • Pemeliharaan perbaikan • Praktek pemancar. • Praktek penerima • Penggunaan alat ukur • Praktek kerja lapangan • Trouble shooting 2 8 4 4 16 16 16 5 6 4 16 .Teori. Pemeliharaan perbaikan Praktek a. Pengoperasian. b. Ø Pemeliharaan berkala Ø Performance Check.4 Pemeliharaan a. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Praktek Agar peserta mema hami konsep pemeli haraan dan perbaikan sistem peralatan sesuai dengan standar • Pemeliharaan pencegahan meliputi. pemeliharaan pencegahan b. Penggunaan alat ukur. c.

. Pengoperasian b.Console ATIS • Pengoperasian peralatan. 4 16 8 16 16 36 24 8 24 6 Ujian/Evaluasi a.Performance check.Power Meter. d.4 Sistem pemeliharaan. • Pemeliharaan Perbaikan meliputi . Teori. Penggunaan Alat Ukur. Praktek. c.Audio/Rf Generator. Trouble Shooting e. • Penggunaan alat ukur . Pemeliharaan perbaikan Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan ATIS sesuai dengan standar 5 Praktek. Analisis Sistem Peralatan Agar peserta dapat mema hami dan mampu untuk me laksanakan pengoperasian dan pemeliharaan system • Pemeliharaan Pencegahan meliputi .AVO Meter . Untuk mengetahui kemampuan peserta . • Praktek Kerja Lapangan • • Ujian teori Ujian Praktek. a. .Pemancar . . .Frequency Counter. • Pemeliharaan pencegahan • Analisa sistem dan trouble shooting.Pemeliharaan berkala . b. pemeliharaan pencegahan b. Pemeliharaan pencegahan. .Osciloscope . . a.

PERSYARATAN : a. III. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas VSAT. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating VSAT dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Dalam rangka implementasi UU No. KODE: VSAT-B/KKP Teori : Praktek : 84 Jam 124 Jam PENDAHULUAN Very Small Aperture Terminal ( VSAT ) adalah suatu peralatan yang digunakan sebagai media transmisi melalui satelit untuk komunikasi baik suara maupun data antara bandar maupun unit operasi dalam suatu Bandara atau pusat pengendali dengan lokasi peralatan diluar bandara. IV.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING VERY SMALL APERTURE TERMINAL ( VSAT ) 208 Jam Pelajaran I. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan VSAT serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. . II. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan VSAT perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b.

Pemeliharaan a. Praktek VSAT-B/A /3 VSAT-B/A /4 8 24 5 VSAT-B/A /5 100 6 VSAT-B/A /6 8 24 . Block diagram. c. Pemeliharaan Pencegahan . Penggunaan Alat Ukur. Teori Rinci. b.V. Pemeliharaan Perbaikan. Pengoperasian. d. KURIKULUM RATING AHLI VSAT NO MATA PELAJARAN KODE JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 12 1 Teori Umum Peralatan a. VSAT-B/A /2 32 3 4 Prosedur Pengoperasian . Fungsi . Praktek kerja lapangan Ujian/Evaluasi a. b. Trouble Shooting e. Teori b. Pemeliharaan Pencegahan . Teori penunjang VSAT-B/A /1 2 Teknik peralatan a. b. Praktek a. b.

Teori penunjang 4 4 2 Teknik peralatan a. . • Teori penunjang meliputi. .Band Frekuensi . • Sistem In Door Unit meliputi . Ø UPS JAMPEL T 2 2 P PENGAJAR DAFTAR PUSTAKA 1 Teori umum peralatan . • Sistem Out Door Unit meliputi. Ø Up/Down Converter. teknis peralatan b.Transponder . Ø Teori sistem komunikasi satelit meliputi .Orbit satelit .Rambatan teori gelombang Elektro magnetic. SILABI : RATING AHLI VSAT NO MATA PELAJARAN (TOPIK ) TUJUAN POKOK BAHASAN • Fungsi Peralatan .. ØLNA ØAntena. Ø Komunikasi Radio Penerbangan. Agar peserta memahami dasar a. ØSSPA.VI. Blok diagram Agar peserta mengerti dan memahami system peralatan 4 4 4 .Point to Point • Teori operasi dan blok diagram. Fungsi.AFS Ø Teori Propagasi meliputi . Teori rinci peralatan b. Ø Modem Ø Multiplexer.AMS . .

Ø Pengaturan Parameter Modem dan Multiplxer. Pembacaan indicator. Sistem monitoring meliputi . • Pemeliharaan pencegahan meliputi . Ø Telex Converyer. Ø Voice Card. Penyambungan dengan sistem. Ø Performance Check. Pengoperasian sistem VSAT. Ø Sistem Interfacing. Ø Setting MUX parameter Ø Setting Modem parameter . Ø Pemeliharaan berkala. Pembacaan dan pengaturan. • Pemeliharaan Perbaikan 8 16 . Ø Data card. Ø Pengoperasian VSAT. Meliputi . 4 • 4 • 4 3 Prosedur pengoperasian Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian peralatan secara benar • • • 8 4 Pemeliharaan Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan VSAT sesuai dengan standar.• Sistem Interface meliputi . Ø Sistem monitoring.

• Praktek Kerja Lapangan 8 16 16 36 24 Untuk mengevaluasi sejauh mana kemampuan peserta a. Ujian Praktek 8 24 .Teori. c. b. b.5 6 Praktek. a. Penggunaan alat ukur. Ujian teori b.Praktek Agar peserta dapat memahami dan mampu untuk melaksanakan pengoperasian dan pemeliharaan system • • • • Praktek pengoperasian. Trouble shooting. Ujian/Evaluasi a. Penggunaan Alat Ukur. Pemeliharaan peralatan. d. Pengoperasian. Pemeliharaan pencegahan. Trouble Shooting dan analysis sistem peralatan.

PERSYARATAN : a. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas VSAT.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan VSAT serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. KODE: VSAT-B/KKP Teori : 50 Jam Praktek : 88 Jam PENDAHULUAN Very Small Aperture Terminal ( VSAT ) adalah suatu peralatan yang digunakan sebagai media transmisi melalui satelit untuk komunikasi baik suara maupun data antara bandar maupun unit operasi dalam suatu Bandara atau pusat pengendali dengan lokasi peralatan diluar bandara.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING VERY SMALL APERTURE TERMINAL ( VSAT ) 138 Jam Pelajaran I. . IV. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. III. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Dalam rangka implementasi UU No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan terampil yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating VSAT dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. II. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan VSAT perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut.

Fungsi . b. Dokumen Terkait Teknik peralatan a. VSAT-B/T/1 2 VSAT-B/T/2 20 3 4 Prosedur Pengoperasian . Teori b. Teori Rinci Peralatan b. KURIKULUM RATING TERAMPIL VSAT NO MATA PELAJARAN KODE JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 8 1 Teori Umum Peralatan a. Pemeliharaan Perbaikan. Pemeliharaan Pencegahan . Pemeliharaan Pencegahan . Block diagram. Teori penunjang c. d.V. b. Penggunaan Alat Ukur. Pengoperasian. b. Trouble Shooting e. c. VSAT-B/T/3 VSAT-B/T/4 6 8 5 Praktek a. Pemeliharaan a. Praktek VSAT-B/T/5 72 6 VSAT-B/T/6 4 16 . Praktek kerja lapangan Ujian/Evaluasi a.

. .Band Frekuensi . ØSSPA. Ø Teori sistem komunikasi satelit meliputi . Teori rinci peralatan b. Ø Up/Down Converter. Blok diagram Agar peserta mengerti dan memahami system peralatan 6 4 4 .AFS Ø Teori Propagasi meliputi ..Rambatan teori gelombang Elektro magnetic. . • Teori penunjang meliputi.VI.Point to Point • Teori Operasi dan Blok diagram. Ø UPS T 2 2 P PENGAJAR DAFTAR PUSTAKA 2 2 2 Teknik peralatan a.Transponder . teknis peralatan b. Fungsi. Teori penunjang POKOK BAHASAN • Fungsi Peralatan . ØLNA ØAntena. Agar peserta memahami dasar a. SILABI : RATING TERAMPIL VSAT JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN TUJUAN (TOPIK ) Teori umum peralatan . Ø Modem Ø Multiplexer. • Sistem In Door Unit meliputi . • Sistem Out Door Unit meliputi.Orbit satelit .AMS . Ø Komunikasi Radio Penerbangan.

Pengoperasian sistem VSAT. Sistem monitoring meliputi . Ø Pemeliharaan berkala. Ø Sistem Interfacing. • Pemeliharaan Perbaikan 4 4 . Meliputi . Pembacaan dan pengaturan. Penyambungan dengan sistem. Ø Performance Check. Ø Sistem monitoring. Ø Telex Converyer. Ø Data card.• Sistem Interface meliputi . Ø Setting MUX parameter Ø Setting Modem parameter . Ø Voice Card. 2 • 2 • 2 3 Prosedur pengoperasian Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian peralatan secara benar • • • 6 4 Pemeliharaan Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan VSAT sesuai dengan standar. Ø Pengaturan Parameter Modem dan Multiplxer. Pembacaan indicator. Ø Pengoperasian VSAT. • Pemeliharaan pencegahan meliputi .

Pemeliharaan peralatan. d. a. c. Pengoperasian.Praktek Agar peserta dapat memahami dan mampu untuk melaksanakan pengoperasian dan pemeliharaan system • • • • Praktek pengoperasian. Trouble Shooting dan analysis sistem peralatan.5 6 Praktek. • Praktek Kerja Lapangan 8 16 8 24 16 Untuk mengevaluasi sejauh mana kemampuan peserta a.Teori. Ujian teori b. Penggunaan Alat Ukur. Trouble shooting. b. b. Ujian/Evaluasi a. Ujian Praktek 8 16 . Pemeliharaan pencegahan. Penggunaan alat ukur.

. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Radio Link perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Radio Link serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : KODE: RLINK-B/KKP Teori : 84 Jam Praktek : 124 Jam Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Radio Link. Dalam rangka implementasi UU No. IV. II. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. PERSYARATAN : a. PENDAHULUAN Radio Link adalah media transmisi yang menggunakan radio digunakan sebagai penunjang operasi peralatan fasilitas komunikasi penerbangan . III.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING RADIO LINK 208 Jam Pelajaran I. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Radio Link dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No.

. b. d. Pemeliharaan Pencegahan . c. Fungsi Peralatan. Blok diagram. Pemeliharaan Perbaikan. Praktek KODE RLINK-B/A/1 2 RLINK-B/A/2 40 3 4 RLINK-B/A/3 RLINK-B/A/4 8 16 5 RLINK-B/A/5 100 6 RLINK-B/A/6 8 24 . b. Analisis sistem Peralatan. KURIKULUM RATING AHLI RADIO LINK JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 12 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Pemeliharaan Pencegahan . Ujian/Evaluasi a. Penggunaan alat ukur. e. Teori. b. Teori penunjang Teknik peralatan a. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian .V. Pengoperasian. Praktek a. c. Teori RinciPeralatan b. b. Trouble Shooting. Pemeliharaan a.

Teori Propagasi . Teori penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL T Agar peserta memahami teori pendukung dan dasar eknis peralatan • Fungsi/kegunaan peralatan 4 8 • Teori penunjang yang meliputi . Ø Komunikasi Radio Penerbangan. Ø Sistem terestrial meliputi . .VI. .Perambatan gelom bang Elektro magnetic.Aeronautical Mobile Service.Aeronautical Fixed Service. SILABI : RATING AHLI RADIO LINK NO MATA PELAJARAN (TOPIK ) Teori umum peralatan.Band Frequency . b.Karakteristik Lapisan Udara P PENGAJAR DAFTAR PUSTAKA 1 . Fungsi. . . . a.

Ø Oscillator. ØModulator. 8 8 4 4 3 Prosedur pengoperasian Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian peralatan secara benar 4 . Ø Multiplexer Ø Demultiplxer Ø Modulator. Blok diagram. 16 4 • Prinsip kerja penerima meliputi . c. a. Rencana instalasi Agar peserta mengerti dan memahami system peralatan • • Blok diagram dan circuit diagram. Antenna. Penyambungan ke end sistem. Prinsip Kerja Pemancar Radio Link meliputi. Teori Rinci. ØPower Amplifier.2 Teknik Peralatan. Ø Oscillator Ø Mixer & RF Amplifier • Audio Amplifier Multiplxer dan Modem melipiuti . b. Ø Demdulator • Rencana instalasi/design • • pengoperasian pemancar dan penerima.

Ø Multitester. pemeliharaan dan trouble shooting. • Trouble Shooting dan analisis sistem. Ø MUX dan DEMU • . Trouble Shooting dan analysis system Agar peserta dapat memahami dan memiliki keahlian dalam melaksanakan pengoperasian.Performance Check b.Pemeliharaan Perbaikan . Pengoperasian. Penggunaan alat ukur. Teori. Ø BER Test. 8 16 12 40 24 6 Ujian/Evaluasi a. c. Pemeliharaan Pencegahan.Multiplexer • Pengoperasian meliputi . Ø Pemancar dan penerima.Pemancar dan Penerima . Penggunaan alat ukur. b. Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan agar sehingga sesuai dengan standar a.. Praktek Evaluasi kompetemsi peserta 8 24 .meliputi.Pemeliharaan Pencegahan . b. 16 16 5 Praktek a. • Praktek Kerja Lapangan • Ujian Teori Ujian Praktek. Ø Oscilloscope. Pemeliharaan Pencegahan b. Ø Spectrum Analyzer.4 Sistem pemeliharaan a. Ø Power meter • Pemeliharaan pencegahan. d.Pemeliharaan berkala .

IV. PENDAHULUAN Radio Link adalah media transmisi yang menggunakan radio digunakan sebagai penunjang operasi peralatan fasilitas komunikasi penerbangan . Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Radio Link perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. III. PERSYARATAN : a.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Radio Link serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING RADIO LINK 144 Jam Pelajaran I. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan terampil yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Radio Link dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. KODE: RLINK-B/KKP Teori : 64 Jam Praktek : 80 Jam . MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Radio Link. Dalam rangka implementasi UU No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. II.

Praktek KODE RLINK-B/T /1 2 RLINK-B/T /2 24 3 4 RLINK-B/T /3 RLINK-B/T/ 4 8 12 5 RLINK-B/T /5 64 6 RLINK-B/T /6 8 16 . Pemeliharaan Pencegahan . Trouble Shooting. c. c. KURIKULUM RATING TERAMPIL RADIO LINK JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 12 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan b. Pemeliharaan b. Teori Rinci b. Praktek Kerja lapangan Ujian/Evaluasi b. Teori penunjang c. Penggunaan alat ukur. Fungsi Peralatan c. Prosedur Pengoperasian . Blok diagram. Pemeliharaan Perbaikan.V. Pengoperasian. Dokumen Terkait Teknik peralatan a. Pemeliharaan Pencegahan . b. d. Teori c. Praktek a. e.

Aeronautical Mobile Service.VI. b.Teori Propagasi . . Fungsi. . Ø Komunikasi Radio Penerbangan.Aeronautical Fixed Service.Karakteristik Lapisan Udara P PENGAJAR DAFTAR PUSTAKA 1 . a. Teori penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL T Agar peserta memahami teori pendukung dan dasar eknis peralatan • Fungsi/kegunaan peralatan 4 8 • Teori penunjang yang meliputi . .Band Frequency . Ø Sistem terestrial meliputi . SILABI : RATING TERAMPIL RADIO LINK NO MATA PELAJARAN (TOPIK ) Teori umum peralatan.Perambatan gelom bang Elektro magnetic. . .

a. Ø Multiplexer Ø Demultiplxer Ø Modulator. b. Agar peserta mengerti dan memahami system peralatan • • Blok diagram dan circuit diagram. ØModulator. Blok diagram. ØPower Amplifier. Teori Rinci. Ø Oscillator Ø Mixer & RF Amplifier • Audio Amplfier Multiplxer dan Modem melipiuti . Prinsip Kerja Pemancar Radio Link meliputi. Ø Oscillator. 4 8 • 3 Prosedur pengoperasian Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian peralatan secara benar Prinsip kerja penerima meliputi . • Penyambungan ke end sistem. Antenna. 8 4 4 4 . Ø Demdulator • Rencana instalasi/design • pengoperasian pemancar dan penerima.2 Teknik Peralatan.

Penggunaan alat ukur. pemeliharaan dan trouble shooting. c.meliputi. Pengoperasian. Pemeliharaan Pencegahan b.Multiplexer • Pengoperasian meliputi .Performance Check b. d. b.Pemancar dan Penerima . Ø Spectrum Analyzer. Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan agar sehingga sesuai dengan standar a. • Trouble Shooting dan analisis sistem. Ø MUX dan DEMU • . Ø Pemancar dan penerima. Ø Oscilloscope.Pemeliharaan berkala .Pemeliharaan Pencegahan . Trouble Shooting dan analysis System Agar peserta dapat memahami dan memiliki keahlian dalam melaksanakan pengoperasian.4 Sistem pemeliharaan a. 4 8 5 Praktek a. Ø BER Test. Ø Multitester. Penggunaan alat ukur.Pemeliharaan Perbaikan . • Praktek kerja lapangan • Ujian Teori • Ujian Praktek. 8 16 8 18 24 6 Ujian/Evaluasi Evaluasi kompetensi peserta 8 16 .. Ø Power meter • Pemeliharaan pencegahan. Pemeliharaan Pencegahan.

ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan HF SSB serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. PENDAHULUAN HF SSB adalah peralatan komunikasi yang digunakan untuk koordinasi penerbangan /Bandara . 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. IV. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. . II. PERSYARATAN : a. antar stasiun KODE: HF SSB-C/KKP Teori : 44 Jam Praktek : 64 Jam Dalam rangka implementasi UU No. III. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating HF SSB dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING HIGH FREQUENCY SINGLE SIDE BAND ( HF SSB ) 108 Jam Pelajaran I. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan HF SSB perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas HF SSB. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b.

c. Teori b. b.V. Teknik peralatan a. Blok diagram. b. Pemeliharaan a. d. Trouble Shooting Ujian/Evaluasi a. Pemeliharaan Pencegahan . Pemeliharaan Perbaikan. Prosedur Pengoperasian . Dokumen Terkait. Penggunaan alat ukur. Pengoperasian. b. Teori penunjang. KODE HFSSB-C/A/1 2 HFSSB-C/A/2 24 3 4 HFSSB-C/A/3 HFSSB-C/A/4 8 12 5 6 Praktek a. KURIKULUM RATING AHLI HF SSB JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 12 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Fungsi b. c. Praktek HFSSB-C/A/5 64 HFSSB-C/A/6 8 16 . Pemeliharaan Pencegahan . Teori Rinci peralatan.

• Dasar elektronika • Dasar telekomunikasi 2 Teknik Peralatan. memaha • Fungsi/kegunaan Peralatan . Fungsi.VI. • • Setting frekunsi Line up sistem 4 8 8 3 Prosedur Pengoperasian peralatan Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian. • Prinsip kerja Penerima .oscillator/sinthesizer . a. Agar peserta mengerti dan me mahami sistem peralatan • Teori Operasi dan Blok diagramdan circuit . a.AMS ).IF filter dan amplifier . SILABI : RATING AHLI HF-SSB JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN (TOPIK ) Teori umum peralatan.RF Amp dan mixer . .automatic tuning unit dan antenna. . Teori rinci peralatan b. • Prinp Kerja Pemancar . dan dasar teknis Per. Blok diagram.• Teori penunjang meliputi .modulator .Audio amplifier. Teori penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN T 2 6 P PENGAJAR DAFTAR PUSTAKA Buku petunjuk pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Agar peserta mengerti. b. 4 . .Komunikasi Radio Penerbang an ( AFS. alatan HF SSB . mi fungsi.oscillator .

Pemeliharaan Pencegahan . Pemeliharaan pencegahan. .4 5 Pemeliharaan .AVO Meter. a. b. • Teori.Oscilloscope . • Praktek 4 8 16 24 6 Ujian/Evaluasi a. Pengoperasian b.Power Meter • Analisa sistem dan trouble shooting.Audio/Rf Generator. . Trouble shooting Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan sesuai dengan standar Agar peserta dapat mema hami dan mampu untuk me laksanakan pengoperasian dan pemeliharaan system .Frequency Counter .Pemeliharaan pencegahan. Praktek Evaluasi kompetensi peserta 16 . Teori.Pemeliharaan perbaikan Praktek . . .Pemeliharaan Perbaikan 4 4 • Pengoperasian peralatan. Penggunaan alat ukur c. • Pengggunaan Alat Ukur .

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA

DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK
SKP TERAMPIL RATING HIGH FREQUENCY SINGLE SIDE BAND ( HF SSB ) 80 Jam Pelajaran
I.

KODE: HF SSB-C/KKP Teori : 30 Jam Praktek : 50 Jam

PENDAHULUAN HF SSB adalah peralatan komunikasi yang digunakan untuk hubungan komunikai antar stasiun penerbangan/Bandara. Dalam rangka implementasi UU No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan, maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan HF SSB perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut.

II.

MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan terampil yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating HF SSBdengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih,ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan HF SSB serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya.

III.

PERSYARATAN : a. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan.

IV.

MANFAAT YANG DIHARAPKAN :

Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas HF SSB, sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.

V. KURIKULUM RATING TERAMPIL HF SSB JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 4

NO 1

MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan b. Fungsi c. Teori penunjang c. Dokumen Terkait. Teknik peralatan a. Teori Rinci Peralatan b. Block dan circuit diagram. Prosedur Pengoperasian . Pemeliharaan b. Pemeliharaan Pencegahan . c. Pemeliharaan Perbaikan.

KODE
HFSSB-C/T/1

2

HFSSB-C/T/2

16

3 4

HFSSB-C/T/3 HFSSB-C/T/4

2 4

5

6

Praktek b. Pengoperasian. c. Penggunaan alat ukur. d. Pemeliharaan Pencegahan . d. Trouble Shooting Ujian/Evaluasi a. Teori b. Praktek

HFSSB-C/T/5

50

HFSSB-C/T/6

4 16

VI. SILABI : RATING TERAMPIL HF-SSB JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN (TOPIK ) Teori umum peralatan. a. Fungsi. b. Teori penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN T 4 P PENGAJAR DAFTAR PUSTAKA Buku petunjuk pengoperasian dan pemeliharaan peralatan

Agar peserta mengerti, memaha • Fungsi/kegunaan Peralatan . mi fungsi, dan dasar teknis Per- • Teori penunjang meliputi ; alatan HF SSB - Komunikasi Radio Penerbang an ( AFS,AMS ). • Dasar elektronika • Dasar telekomunikasi

2

Teknik Peralatan. a. Teori rinci peralatan b. Blok diagram.

Agar peserta mengerti dan me mahami sistem peralatan

• Teori Operasi dan Blok diagramdan circuit . • Prinp Kerja Pemancar ; - oscillator/sinthesizer - modulator - automatic tuning unit dan antenna. • Prinsip kerja Penerima ; - oscillator - RF Amp dan mixer - IF filter dan amplifier - Audio amplifier. .
• • Setting frekuensi Line up sistem

2 6

8

3

Prosedur Pengoperasian peralatan

Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian.

2

4

Pemeliharaan a. Pemeliharaan pencegahan. b. Pemeliharaan perbaikan.

5

Praktek . a. Pengoperasian b. Penggunaan alat ukur c. Pemeliharaan pencegahan. d. Trouble shooting.

Agar peserta memahami • Pemeliharaan Pencegahan konsep pemeliharaan dan meliputi ; perbaikan sistem peralatan • - Pemeliharaan berkala sesuai dengan standar • Pemeliharaan Perbaikan meliputi ; - Pemancar. - Penerima - Antenna tuning unit. • Power Supply. Agar peserta dapat mema • Pengoperasian peralatan. hami dan mampu untuk me • Pengggunaan Alat Ukur ; laksanakan pengoperasian - AVO Meter. dan pemeliharaan system - Oscilloscope - Frequency Counter - Audio/Rf Generator. - Power Meter • Analisa sistem dan trouble shooting. Evaluasi kompetensi peserta • Teori. • Praktek

2

2

8 12

16

6

Ujian/Evaluasi a. Teori. b. Praktek

4 16

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA

DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK
SKP AHLI RATING TELEPRINTER 116 Jam Pelajaran
I. PENDAHULUAN Teleprinter adalah suatu peralatan yang digunakan untuk mengirim dan menerima berita – berita penerbangan dan pada umumnya dihubungkan ke peralatan AMSC. Dalam rangka implementasi UU No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan, maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Teleprinter (TTY) perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. II. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Teleprinter dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih, ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Teleprinter serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. III. PERSYARATAN : a. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. IV. MANFAAT YANG DIHARAPKAN :

KODE: TTY-C/KKP Teori : 52 Jam Praktek : 64 Jam

Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Teleprinter, sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.

V. KURIKULUM RATING AHLI TELEPRINTER JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 8

NO 1

MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Fungsi Peralatan b. Teori penunjang c. Dokumen Terkait Teknik peralatan a. Teori Rinci b. Block dan circuit diagram.

KODE
TTY-C/A/1

2

TTY-C/A/2

24

3 4

Prosedur Pengoperasian . Pemeliharaan a. Pemeliharaan Pencegahan . b. Pemeliharaan Perbaikan.

TTY-C/A/3 TTY-C/A/4

4 8

5

Praktek a. Pengoperasian. b Pemeliharaan Pencegahan . c. Trouble Shooting Ujian/Evaluasi a. Teori b. Praktek

TTY-C/A/5

50

6

TTY-C/A/6

8 16

VI. SILABI : RATING AHLI TELEPRINTER JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN (TOPIK ) Teori umum peralatan a. Fungsi Peralatan b. Teori Penunjang TUJUAN Agar peserta memahami dasar teknis Peralatan POKOK BAHASAN • Fungsi/kegunaan peralatan. • Teori Penunjang meliputi ; Ø Teori dasar Komputer. Ø Komunikasi data. Ø Topologi AFTN. Ø Protocol/Interface. • ICAO Dokumen terkait • Teori Operasi dan Blok diagram. • Sistem hardware ; CPU,I/O,jaringan dan rencana intalasi.
• Pengoperasian secara hardware meliputi ; Ø Interkoneksi . Ø Menghidupkan dan mematikan . • Pengoperasian secara software meliputi ; Ø Menghidupkan. Ø Mematikan Ø Status sistem

PENGAJAR

T 2 4

P

DAFTAR PUSTAKA - Annex 10 Volume II. - Manual of the teletypewrit er operating practices.

2

2

Teknik Peralatan ; a. Teori rinci peralatan. b. Blok diagram. c. Rencana instalasi

Agar peserta mengerti dan memahami cara kerja dan pemeliharaan peralatan teleprinter.

12 12

3

Prosedur Pengoperasian

Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian peralatan secara benar

2

2

.

. • Pemeliharaan software. Trouble Shooting Ujian/evaluasi a. • Pemeliharaan Perbaikan meliputi . Teori.I/O. b. • Rekonfigurasi/Reinstalasi • Pengoperasian peralatan.Pemeliharaan perbaikan Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan sesuai dengan standar • Pemeliharaan Pencegahan meliputi . 6 Untuk mengetahui kemampuan peserta Ujian teori. Praktek Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian. • Trouble shooting dan analisis sistem • • 2 2 2 2 8 16 24 5 Praktikum a. • Pemeliharaan pencegahan. Ø Pemeliharaan berkala Ø Performance Check. Pengoperasian. Ujian Praktek 8 16 . (CP U.Jaringan ). Pemeliharaan pencegahan. c.Pemeliharaan pencegahan. b. Ø Sisstem Hardware. b.4 Pemeliharaan a.

.

03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. III. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. PERSYARATAN : a. II. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan terampil yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Teleprinter dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : KODE: TTY .DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING TELEPRINTER 80 Jam Pelajaran I. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Dalam rangka implementasi UU No. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. IV. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Teleprinter (TTY) perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan.C/KKP Teori : 36 Jam Praktek : 44 Jam Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Teleprinter. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Teleprinter serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. . maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. PENDAHULUAN Teleprinter adalah suatu peralatan yang digunakan untuk mengirim dan menerima berita – berita penerbangan dan pada umumnya dihubungkan ke peralatan AMSC .

Dokumen Terkait Teknik peralatan c. TTY-C/T/3 TTY-C/T/4 4 8 5 Praktek a. Trouble Shooting TTY-C/T/5 28 6 Ujian/Evaluasi c. Teori penunjang c. KURIKULUM RATING TERAMPIL TELEPRINTER JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 6 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan c. b Pemeliharaan Pencegahan .V. KODE TTY-C/T/1 2 TTY-C/T/2 10 3 4 Prosedur Pengoperasian . Praktek TTY-C/T/6 8 16 . d. Pemeliharaan Perbaikan. Teori Rinci d. Teori d. Fungsi Peralatan d. e. Pemeliharaan c. Block diagram. Pengoperasian. Pemeliharaan Pencegahan .

I/O. c. Ø Topologi AFTN. • Pengoperasian secara hardware meliputi . Ø Mematikan Ø Status sistem PENGAJAR T 2 2 P DAFTAR PUSTAKA .VI. CPU. Ø Menghidupkan dan mematikan . 4 6 3 Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian peralatan secara benar 2 2 . Ø Teori dasar Komputer.Annex 10 Volume II. Fungsi Peralatan b. • Dokumen • Teori Operasi dan Blok diagram. Blok diagram. Ø Interkoneksi .jaringan dan rencana intalasi. Ø Menghidupkan.Manual of the teletypewrit er operating practices. . Rencana instalasi Agar peserta mengerti dan memahami cara kerja dan pemeliharaan peralatan teleprinter. • Sistem hardware . Teori rinci peralatan. Ø Protocol/Interface. . Ø Komunikasi data. b. • Teori Penunjang meliputi . SILABI : RATING TERAMPIL TELEPRINTER JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN (TOPIK ) Teori umum peralatan a. 2 2 Teknik Peralatan . a. Teori Penunjang TUJUAN Agar peserta memahami dasar teknis Peralatan POKOK BAHASAN • Fungsi/kegunaan peralatan. • Pengoperasian secara software meliputi .

c. 6 Untuk mengetahui kemampuan peserta Ujian teori. • Pemeliharaan software.I/O. • Pemeliharaan pencegahan. • Trouble shooting dan analisis sistem • • 2 2 4 4 8 16 5 Praktek a. Ø Pemeliharaan berkala Ø Performance Check.Pemeliharaan perbaikan Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan sesuai dengan standar • Pemeliharaan Pencegahan meliputi . Trouble Shooting Ujian/evaluasi a. Praktek Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian.Pemeliharaan pencegahan. b. • Pengoperasian peralatan. Ø Sistem Hardware. (CP U. • Pemeliharaan Perbaikan meliputi . Pengoperasian. b. Teori. Pemeliharaan pencegahan.4 Pemeliharaan a. . Ujian Praktek 4 16 . b.Jaringan ).

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING VHF OMNI DIRECTIONAL RANGE (VOR) 270 Jam Pelajaran Teori : 108 Jam Praktek : 162 Jam KODE VOR – A /KNP I. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan VHF Omni Directional Range perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli elektronika Penerbangan. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil listrik penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan/keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating VOR dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. IV. b. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan VOR serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. PERSYARATAN : a. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Tersedianya fasilitas VOR yang siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan untuk memberikan kenyamanan dan memelihara peralatan yang menunjang keselamatan operasi penerbangan. II. PENDAHULUAN VHF Omnidirectional Range (VOR) adalah peralatan navigasi udara yang dapat memberikan sinyal azimuth bearing kepada pesawat udara untuk membantu menentukan arah terbang. III. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Dalam rangka implementasi UU No. . Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan.

Fungsi peralatan VOR b. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. Pemelihaaan Pencegahan d. Dokumen terkait dari ICAO/FAA Teknik peralatan a. 2. Teori penunjang c. a. 6. Pengoperasian b.V. Pemeliharaan pencegahan b. Teori terinci peralatan VOR b. Trouble shooting e. 5. KURIKULUM DVOR No. Teori b. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1. Kriteria Penempatan Peralatan VOR Prosedur Pengoperasian VOR Pemeliharaan peralatan VOR a. Penggunaan alat ukur c. Praktek Jumlah Jam Pelajaran VOR-A/T/1 VOR-A/T/2 64 VOR-A/T/3 VOR-A/T/4 8 12 VOR-A/T/5 130 VOR-A/T/6 8 32 108 162 . Teori peralatan VHF Omnidirectional Range (VOR). 3. Pemeliharaan Perbaikan Praktek pada peralatan VOR a. Blok dan circuit diagram VOR c. 4.

RCMS .Pengoperasian VOR dengan lokal dan remote.Buku Radio Air Navigation .Besaran dan adjustment parameter VOR.tiga bulanan.Doppler effect 8 P − . − Pelaksanaan ground Check 4 20 4 8 4 4 4 4 4 4 4 -Buku manual peralatan DME: -ICAO DOC.VOR receiver . I -ICAO ANNEX 10 Vol I . Teori terinci peralatan VOR Blok dan Circuit diagram peralatan VOR .Space modulation .Sitting kriteria VOR: . Fungsi peralatan VOR b.RF Switching . Teori Penunjang c.ICAO ANNEX 10 1 4 4 2 Teknik peralatan a. − Pelayanan dan Analisa hasil Flight Comm / periodik.Patern dan cakupan VOR. . .Agar para peserta mengetahui dan memahami cara kerja secara sistem. a. b.Blok diagram VOR . . -ICAO DOC. .enam bulanan.Buku manual peralatan VOR 3 Prosedur pengoperasian Agar para peserta mampu melaksanakan peng operasian peralatan VOR dengan benar. mingguan.tahunan. − 4 Pemeliharaan Agar para peserta mampu melaksanakan pemeliharaan peralatan VOR dengan benar. 8071 Vol I -Flight Inspection Report VOR 4 4 4 .Prinsip kerja VOR. . Dokumen terkait dari ICAO / FAA − TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar para peserta mengetahui dan memahami fungsi peralatan VOR dalam menunjang operasi Keselamatan pener bangan serta acuan / institusi yang dianut. − Pemeliharaan/pengechekan berkala : harian.VI.RMMC .8071 Vol. Fungsi dan teori penunjang dalam pengoperasian peralatan VOR. SILABI DVOR MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori peralatan VOR.Sinyal Reference dan variable . bulanan. No.

MATA PELAJARAN (TOPIK) Praktek a. Penggunaan alat ukur c. menggunakan alat ukur elektronik.8071 Vol.Agar para peserta dapat mengoperasikan Peralatan VOR.Buku manual DME . I . -Melaksanakan pengoperasian. mencari penyebab serta menganalisa kerusakan pada peralatan VOR.I -ICAO ANNEX 10 Vol.Buku manual yang terkait 5 6 Ujian/evaluasi Memberikan soal-soal tertulis dan memberikan troubel shooting pada peralatan VOR kepada peserta. -Untuk mengetahui para perserta dalam memahami peralatan VOR yang didapatkan selama pelatihan. Analisis sistim peralatan TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T . Pemeliharaan pencegahan d. 8 P 40 . 8 16 -Buku manual peralatan DME: -ICAO DOC. melakukan prosedur pemeliharaan dengan benar serta dapat menganalisa/melokalisir kerusakan yang terjadi pada VOR. Trouble Shooting e. Pengoperasian b. penggunaan alat ukur.No.

15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung – jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas VOR. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK RATING SKP TERAMPIL VHF OMNI DIRECTIONAL RANGE (VOR) 230 Jam Pelajaran Teori : Praktek : 92 Jam 138 Jam KODE VOR-A/KNP I. Dalam rangka implementasi UU No. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara fasilitas VOR wajib mengikuti pandidikan dan pelatihan II. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas VOR serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. IV. III. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating VOR dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. PENDAHULUAN VHF Omnidirectional Range (VOR) adalah peralatan navigasi udara yang dapat memberikan sinyal azimuth bearing kepada pesawat udara untuk membantu menentukan arah terbang. . sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. PERSYARATAN : a. b.

Kriteria Penempatan Peralatan VOR Prosedur Pengoperasian VOR Pemeliharaan peralatan VOR a. Pemelihaaan Pencegahan d. Teori b. Penggunaan alat ukur c. Pemeliharaan Perbaikan Praktek pada peralatan VOR a. KURIKULUM DVOR No. Pemeliharaan pencegahan b. Mata Pelajaran ( TOPIK ) Teori peralatan VHF Omnidirectional Range (VOR). 4. Blok VOR c. Pengoperasian b. VOR-A/T/1 2. Teori penunjang c. Fungsi peralatan VOR b. Dokumen terkait dari ICAO/FAA Teknik peralatan a. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Teori terinci peralatan VOR b. VOR-A/T/3 VOR-A/T/4 8 12 5. Praktek Jumlah Jam Pelajaran Kode Jam Pelajaran Teori Praktek 8 1. VOR-A/T/6 4 24 108 138 . VOR-A/T/2 60 3. a.V. VOR-A/T/5 114 6.

b.VI.Sitting kriteria VOR: . 8071 Vol I -Flight Inspection Report VOR 4 4 . Fungsi dan teori penunjang dalam pengoperasian peralatan VOR. . I -ICAO ANNEX 10 Vol I 3 Prosedur pengoperasian - Agar para peserta mampu melaksanakan peng operasian peralatan VOR dengan benar. . mingguan.Patern dan cakupan VOR. Fungsi peralatan VOR b. Teori terinci peralatan VOR Blok diagram peralatan VOR .Doppler effect - P − . .tahunan. a. Teori Penunjang c.ICAO ANNEX 10 1 4 4 2 Teknik peralatan a.RCMS .tiga bulanan. − Pelaksanaan ground Check - 8 308 8 8 4 4 4 4 4 4 4 -Buku manual peralatan DME: -ICAO DOC. 4 -ICAO DOC.Buku VOR manual peralatan 4 Pemeliharaan − Agar para peserta mampu melaksanakan pemeliharaan peralatan VOR dengan benar.enam bulanan.VOR receiver . SILABI DVOR MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori peralatan VOR.Pengoperasian VOR dengan lokal dan remote. Blok diagram VOR Prinsip kerja VOR.8071 Vol.Buku Radio Air Navigation .Space modulation .Agar para peserta mengetahui dan memahami cara kerja secara sistem. . − Pemeliharaan/pengechekan berkala : harian. Dokumen terkait dari ICAO / FAA − TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar para peserta mengetahui dan memahami fungsi peralatan VOR dalam menunjang operasi Keselamatan pener bangan serta acuan / institusi yang dianut.RMMC . bulanan. RF Switching Sinyal Reference dan variable Besaran dan adjustment parameter VOR. − Pelayanan dan Analisa hasil Flight Comm / periodik. No.

-Melaksanakan pengoperasian. MATA PELAJARAN (TOPIK) Praktek a. Trouble Shooting e.Agar para peserta dapat mengoperasikan Peralatan VOR. Penggunaan alat ukur c. menggunakan alat ukur elektronik. 4 P 40 . 8 16 -Buku manual peralatan DME: -ICAO DOC.No.8071 Vol. TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T . -Untuk mengetahui para perserta dalam memahami peralatan VOR yang didapatkan selama pelatihan. I 6 Ujian/evaluasi . melakukan prosedur pemeliharaan dengan benar serta dapat menganalisa/melokalisir kerusakan yang terjadi pada VOR. mencari penyebab serta menganalisa kerusakan pada peralatan VOR. Pengoperasian b. Pemeliharaan pencegahan d.Buku manual yang terkait 5 Memberikan soal-soal tertulis dan memberikan troubel shooting pada peralatan VOR kepada peserta.I -ICAO ANNEX 10 Vol.Buku manual DME . penggunaan alat ukur.

PERSYARATAN : a. IV. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. II. III. Dalam rangka implementasi UU No. terlatih ahli dan teruji dalam melaksanakan pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas DME. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. b. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No.jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas DME sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara fasilitas DME wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating DME dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan. serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Tersedianya teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung. PENDAHULUAN Distance Measuring Equipment (DME) adalah peralatan navigasi udara yang dapat memberikan sinyal panduan jarak antara posisi pesawat udara dengan stasiun DME.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK RATING SKP AHLI DISTANCE MEASURING EQUIPMENT ( DME ) 270 Jam Pelajaran KODE DME-A/KNP Teori : Praktek : 108 Jam 162 Jam I. . yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating.

Praktek Jumlah Jam Pelajaran DME-A/A/1 DME-A/A/2 64 DME-A/A/3 DME-A/A/4 8 12 DME-A/A/5 130 DME-A/A/6 8 32 108 162 . Dokumen terkait dari ICAO/FAA Teknik peralatan a. Teori peralatan Distance Measuring Instrument (DME). Pengoperasian b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek pada peralatan DME a. 6.V. Penggunaan alat ukur c. Trouble shooting e. Kriteria Penempatan Peralatan DME Prosedur Pengoperasian DME Pemeliharaan peralatan DME a. Mata Pelajaran Kode Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1. Pemeliharaan pencegahan b. 5. Fungsi peralatan DME b. Teori b. 3. KURIKULUM DME No. Teori terinci peralatan DME b. Teori penunjang c. Pemelihaaan Pencegahan d. Blok dan circuit diagram DME c. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. 2. a. 4.

VI.enam bulanan.Agar para peserta mengetahui dan memahami fungsi peralatan DME dalam menunjang operasi Keselamatan pener bangan.8071 Vol. 8071 Vol I -Flight Inspection Report DME 4 4 .Agar para peserta mengetahui dan memahami cara kerja secara sistem.Kriteria penempatan. 4 P − . No. − Pelaksanaan ground Check 4 16 4 4 4 4 4 4 4 -Buku manual peralatan DME: -ICAO DOC.Buku Radio Air Navigation . bulanan.mingguan. . Teori terinci peralatan DME b.Patern dan cakupan DME. . SILABI DME MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori peralatan DME.Buku manual peralatan DMEICAO DOC.Blok diagram DME .Mengetahuidokumenyang digunakan sebagai acuan.tahunan). b.Prinsip kerja DME.Agar para peserta mampu melaksanakan peng operasian peralatan DME dengan benar. c. I -ICAO ANNEX 10 Vol I 3 Prosedur pengoperasian . . . . − Pemeliharaan berkala (harian. .DME transponder (aircraft) − RCMS − RMMC − Pengoperasian DME dengan lokal dan remote. − Agar para peserta mampu melaksanakan pemeliharaan peralatan DME dengan benar. . Buku manual peralatan DME 4 Pemeliharaan 4 .Fungsi dan teori penunjang dalam pengoperasian peralatan DME. a. − Pelayanan dan Analisis hasil kalibrasi periodik.Besaran dan adjustment parameter DME. Fungsi peralatan DME Teori Penunjang Dokumen terkait dari ICAO / FAA TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T .ICAO ANNEX 10 1 2 Teknik peralatan a. tiga bulanan. Blok dan Circuit diagram peralatan DME .

8071 Vol. mencari penyebab serta menganalisis kerusakan pada peralatan DME. Pengoperasian b. Trouble Shooting e.No. 4 32 -Buku manual peralatan DME: -ICAO DOC. Analisis sistim peralatan − TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar para peserta dapat mengoperasikan Peralatan DME. − Untuk mengetahui para perserta dalam memahami peralatan DME yang didapatkan selama pelatihan. I .Buku manual DME . 4 P 130 − . menggunakan alat ukur elektronik. − Melaksanakan pengoperasian. penggunaan alat ukur. melakukan prosedur pemeliharaan dengan benar serta dapat menganalisis/melokalisir kerusakan yang terjadi pada DME. Pemeliharaan pencegahan d. MATA PELAJARAN (TOPIK) Praktek a.Buku manual yang terkait 5 6 Ujian/evaluasi − Memberikan soal-soal tertulis dan memberikan troubel shooting pada peralatan DME kepada peserta. Penggunaan alat ukur c.I -ICAO ANNEX 10 Vol.

MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Tersedianya teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara fasilitas DME wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. III. IV. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK RATING SKP TERAMPIL DISTANCE MEASURING EQUIPMENT ( DME ) 230 Jam Pelajaran KODE DME-A/KNP Teori : Praktek : 92 Jam 138 Jam I. serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. b. PENDAHULUAN Distance Measuring Equipment (DME) adalah peralatan navigasi udara yang dapat memberikan sinyal panduan jarak antara posisi pesawat udara dengan stasiun DME. PERSYARATAN : a. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. II. terlatih ahli dan teruji dalam melaksanakan pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas DME. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating DME dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan. Dalam rangka implementasi UU No.jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas DME sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. .

Pemeliharaan Perbaikan Praktek pada peralatan DME a. Pemeliharaan pencegahan b. Mata Pelajaran Kode Jam Pelajaran Teori Praktek 8 1. Pemelihaaan Pencegahan d. Teori peralatan Distance Measuring Instrument (DME). 3. Trouble shooting e. Blok dan circuit diagram DME c. 6. KURIKULUM DME No. Kriteria Penempatan Peralatan DME Prosedur Pengoperasian DME Pemeliharaan peralatan DME a. 4. Praktek Jumlah Jam Pelajaran DME-A/A/1 DME-A/A/2 60 DME-A/A/3 DME-A/A/4 8 12 DME-A/A/5 114 DME-A/A/6 4 24 92 138 . Dokumen terkait dari ICAO/FAA Teknik peralatan a. Pengoperasian b. a. Teori penunjang c. 5. 2. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. Teori terinci peralatan DME b.V. Fungsi peralatan DME b. Penggunaan alat ukur c. Teori b.

mingguan.ICAO ANNEX 10 1 2 Teknik peralatan a.Besaran dan adjustment parameter DME. − Agar para peserta mampu melaksanakan pemeliharaan peralatan DME dengan benar.tahunan).Buku Radio Air Navigation . .8071 Vol. . − Pemeliharaan berkala (harian.VI. − Pelayanan dan Analisis hasil kalibrasi periodik. SILABI DME MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori peralatan DME. Fungsi peralatan DME Teori Penunjang Dokumen terkait dari ICAO / FAA TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T .enam bulanan.Agar para peserta mengetahui dan memahami fungsi peralatan DME dalam menunjang operasi Keselamatan pener bangan. I -ICAO ANNEX 10 Vol I 3 Prosedur pengoperasian . No. bulanan. 8071 Vol I -Flight Inspection Report DME 4 4 .Patern dan cakupan DME. Buku manual peralatan DME 4 Pemeliharaan 4 . − Pelaksanaan ground Check 4 20 4 8 8 8 4 -Buku manual peralatan DME: -ICAO DOC.Mengetahuidokumenyang digunakan sebagai acuan.Buku manual peralatan DMEICAO DOC. b.Blok diagram DME . Blok dan Circuit diagram peralatan DME . a. c.Agar para peserta mampu melaksanakan peng operasian peralatan DME dengan benar. . . .DME transponder (aircraft) − RCMS − RMMC − Pengoperasian DME dengan lokal dan remote. . Teori terinci peralatan DME b.Agar para peserta mengetahui dan memahami cara kerja secara sistem. 8 P − .Prinsip kerja DME. tiga bulanan. .Fungsi dan teori penunjang dalam pengoperasian peralatan DME.Kriteria penempatan.

Pengoperasian b.8071 Vol. mencari penyebab serta menganalisis kerusakan pada peralatan DME. I . menggunakan alat ukur elektronik. Pemeliharaan pencegahan d. penggunaan alat ukur. MATA PELAJARAN (TOPIK) Praktek a.Buku manual DME . 4 24 -Buku manual peralatan DME: -ICAO DOC. − Melaksanakan pengoperasian.Buku manual yang terkait 5 6 Ujian/evaluasi − Memberikan soal-soal tertulis dan memberikan troubel shooting pada peralatan DME kepada peserta.No. − Untuk mengetahui para perserta dalam memahami peralatan DME yang didapatkan selama pelatihan. Analisis sistim peralatan − TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar para peserta dapat mengoperasikan Peralatan DME. P 114 − .I -ICAO ANNEX 10 Vol. Penggunaan alat ukur c. melakukan prosedur pemeliharaan dengan benar serta dapat menganalisis/melokalisir kerusakan yang terjadi pada DME. Trouble Shooting e.

terlatih dan ahli dalam melaksanakan mengoperasikan dan pemeliharaan peralatan GNSS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya III PERSYARATAN a. precisiton approach. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Pendidikan minimal adalah Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING SATELLITE NAVIGATION SYSTEM 280 Jam Pelajaran Kode : SNS -A /KPP Teori : 136 Jam Praktek : 164 Jam I PENDAHULUAN Satellite Navigation System (Global Navigation Satellite System/GNSS) adalah peralatan navigasi udara yang berbasis sattelite digunakan oleh pengatur lalu lintas udara dalam memandu pergerakan dari pesawat udara disekitar wilayah enroute. b. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Global Navigation Satellite System (GNSS) wajib memperoleh pendidikan dan pelatihan melalui program diklat rating yang sesuai. non precision approach. dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas GNSS. . Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana yang dipersyaratkan guna memperoleh rating GNSS. Dalam rangka implementasi UU Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP Nomor 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. terminal.

Teori penunjang c. Teori rinci peralatan b. Pengoperasian b. Teori b. Penggunaan alat ukur c. Pemeliharaan pencegahan d. Pemeliharaan perbaikan Praktek : a. Analisa sistem peralatan GNSS System : Ujian / Evaluasi : a. Blok dan circuit diagram c. Fungsi b. Pemeliharaan pencegahan b. Trouble shooting e. Rencana instalasi Prosedur pengoperasian GNSS System : Pemeliharaan : a. Praktek KODE SNS -A/A/1 Jumlah Jam Pelajaran TEORI PRAKTE 24 2 SNS -A/A/2 64 3 4 SNS -A/A/3 SNS -A/A/4 16 16 5 SNS -A/A/5 120 6 SNS -A/A/6 8 32 T o t a l : 128 152 VI SILABUS SNS Sedang dalam pengembangan .V No 1 KURIKULUM SNS MATA PELAJARAN Teori umum peralatan GNSS System : a. Dokumen terkait Teknik peralatan GNSS System : a.

Dalam rangka implementasi UU Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP Nomor 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. terlatih dan ahli dalam melaksanakan mengoperasikan dan pemeliharaan peralatan GNSS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya III PERSYARATAN a. Pendidikan minimal adalah Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas GNSS. .DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING SATELLITE NAVIGATION SYSTEM 220 Jam Pelajaran Kode : SNS-A /KPP Teori : 96 Jam Praktek : 124 Jam I PENDAHULUAN Satellite Navigation System (Global Navigation Satellite System/GNSS) adalah peralatan navigasi udara yang berbasis sattelite digunakan oleh pengatur lalu lintas udara dalam memandu pergerakan dari pesawat udara disekitar wilayah enroute. non precision approach. precisiton approach. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. terminal. b. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana yang dipersyaratkan guna memperoleh rating GNSS. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Global Navigation Satellite System (GNSS) wajib memperoleh pendidikan dan pelatihan melalui program diklat rating yang sesuai.

Blok dan circuit diagram c. Rencana instalasi Prosedur pengoperasian GNSS System : Pemeliharaan : a. Penggunaan alat ukur c.V No 1 KURIKULUM SNS MATA PELAJARAN Teori umum peralatan GNSS System : a. Praktek KODE SNS -A/A/1 Jumlah Jam Pelajaran TEORI PRAKTE 24 2 SNS -A/A/2 16 3 4 SNS -A/A/3 SNS -A/A/4 32 16 5 SNS -A/A/5 92 6 SNS -A/A/6 8 32 T o t a l : 96 124 VI SILABUS SNS Sedang dalam pengembangan . Teori b. Trouble shooting e. Analisa sistem peralatan GNSS System : Ujian / Evaluasi : a. Pemeliharaan pencegahan d. Dokumen terkait Teknik peralatan GNSS System : a. Pemeliharaan pencegahan b. Pengoperasian b. Pemeliharaan perbaikan Praktek : a. Fungsi b. Teori penunjang c. Teori rinci peralatan b.

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK RATING SKP AHLI NON DIRECTIONAL BEACON (NDB) 120 Jam Pelajaran Teori : 48 Jam Praktek : 72 Jam KODE NDB-C/KNP I. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating NDB dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. . PENDAHULUAN Non Directional Beacon ( NDB) adalah peralatan navigasi udara yang dapat memberikan sinyal panduan arah pada pesawat udara terhadap stasiun NDB. PERSYARATAN : a. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara fasilitas NDB wajib mengikuti pandidikan dan pelatihan II. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung – jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas NDB. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar dipersyaratkan. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. Dalam rangka implementasi UU No. IV. b. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas NDB serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. III. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No.

Praktek Jumlah Jam Pelajaran Kode Jam Pelajaran Teori Praktek 4 1. Mata Pelajaran ( TOPIK ) Teori peralatan NDB a. Penggunaan alat ukur c. Teori penunjang c. NDB-C/T/5 56 6. Pemelihaaan Pencegahan d. NDB-C/T/6 4 16 48 72 . 4.V. KURIKULUM NDB No. Dokumen terkait dari ICAO/FAA Teknik peralatan a. Blok NDB c. Kriteria Penempatan Peralatan NDB Prosedur Pengoperasian NDB Pemeliharaan peralatan NDB a. Pengoperasian b. Teori terinci peralatan NDB b. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Pemeliharaan Perbaikan Praktek pada peralatan NDB a. NDB-C/T/2 24 3. Pemeliharaan pencegahan b. NDB-C/T/3 NDB-C/T/4 8 8 5. Teori b. NDB-C/T/1 2. Fungsi peralatan NDB b.

b. .RMMC .Buku NDB manual peralatan 4 Pemeliharaan − Agar para peserta mampu melaksanakan pemeliharaan peralatan NDB dengan benar. Dokumen terkait dari ICAO / FAA − TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar para peserta mengetahui dan memahami fungsi peralatan NDB dalam menunjang operasi Keselamatan pener bangan serta acuan / institusi yang dianut.Besaran dan adjustment parameter NDB. . . SILABI NDB MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori peralatan NDB. − Pemeliharaan/pengechekan berkala : harian.tiga bulanan. No.Jenis-jenis NDB 4 P − .Pengoperasian NDB dengan lokal dan remote. − Pelaksanaan ground Check 4 . bulanan. a. .RCMS .ICAO ANNEX 10 1 2 Teknik peralatan a.Buku Radio Air Navigation .Patern dan cakupan NDB. .Agar para peserta mengetahui dan memahami cara kerja secara sistem.NDB receiver 4 8 4 2 4 4 -Buku manual peralatan NDB: -ICAO DOC.tahunan.enam bulanan. Teori Penunjang c.Sitting kriteria NDB: . I -ICAO ANNEX 10 Vol I 3 Prosedur pengoperasian - Agar para peserta mampu melaksanakan peng operasian peralatan NDB dengan benar. mingguan. Fungsi peralatan NDB b. Fungsi dan teori penunjang dalam pengoperasian peralatan NDB.8071 Vol. 4 -ICAO DOC. 8071 Vol I -Flight Inspection Report NDB 2 4 . Teori terinci peralatan NDB Blok diagram peralatan NDB . − Pelayanan dan Analisa hasil Flight Comm / periodik.VI.Prinsip kerja NDB.Blok diagram NDB . .

I .8071 Vol. menggunakan alat ukur elektronik. Pengoperasian b.Agar para peserta dapat mengoperasikan Peralatan NDB. Pemeliharaan pencegahan d. Penggunaan alat ukur c. melakukan prosedur pemeliharaan dengan benar serta dapat menganalisa/melokalisir kerusakan yang terjadi pada NDB.Buku manual NDB .Melaksanakan pengoperasian.Memberikan soal-soal tertulis dan memberikan troubel shooting pada peralatan NDB kepada peserta. P 56 . Trouble Shooting TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T .Buku manual yang terkait 5 6 Ujian/evaluasi .I -ICAO ANNEX 10 Vol. Untuk mengetahui para perserta dalam memahami peralatan NDB yang didapatkan selama pelatihan. 4 16 -Buku manual peralatan NDB: -ICAO DOC.No. penggunaan alat ukur. mencari penyebab serta menganalisa kerusakan pada peralatan NDB. . MATA PELAJARAN (TOPIK) Praktek a.

III. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating NDB dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Dalam rangka implementasi UU No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas NDB serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung – jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas NDB. PERSYARATAN : a.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK RATING SKP TERAMPIL NON DIRECTIONAL BEACON (NDB) 80 Jam Pelajaran Teori : 32 Jam Praktek : 48 Jam KODE NDB-C/KNP I. IV. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. . serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. PENDAHULUAN Non Directional Beacon ( NDB) adalah peralatan navigasi udara yang dapat memberikan sinyal panduan arah pada pesawat udara terhadap stasiun NDB. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar dipersyaratkan. b. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara fasilitas NDB wajib mengikuti pandidikan dan pelatihan II. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.

V. Fungsi peralatan NDB b. NDB-C/T/1 2. Dokumen terkait dari ICAO/FAA Teknik peralatan a. Pemelihaaan Pencegahan d. NDB-C/T/2 16 3. Praktek Jumlah Jam Pelajaran Kode Jam Pelajaran Teori Praktek 4 1. Mata Pelajaran ( TOPIK ) Teori peralatan NDB a. NDB-C/T/3 NDB-C/T/4 4 4 5. Teori penunjang c. KURIKULUM NDB No. Pemeliharaan Perbaikan Praktek pada peralatan NDB a. Pengoperasian b. 4. Teori b. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. NDB-C/T/6 4 12 32 48 . Penggunaan alat ukur c. Kriteria Penempatan Peralatan NDB Prosedur Pengoperasian NDB Pemeliharaan peralatan NDB a. Blok NDB c. Teori terinci peralatan NDB b. Pemeliharaan pencegahan b. NDB-C/T/5 36 6.

− Pelayanan dan Analisa hasil Flight Comm / periodik.Patern dan cakupan NDB. 2 -ICAO DOC. − Pemeliharaan/pengechekan berkala : harian.Buku Radio Air Navigation . . − Pelaksanaan ground Check 2 . Teori Penunjang c. mingguan.Jenis-jenis NDB 4 P − .Blok diagram NDB .NDB receiver 4 4 2 2 2 2 -Buku manual peralatan NDB: -ICAO DOC. Teori terinci peralatan NDB Blok diagram peralatan NDB .Besaran dan adjustment parameter NDB. Fungsi peralatan NDB b.Agar para peserta mengetahui dan memahami cara kerja secara sistem.tahunan.Buku NDB manual peralatan 4 Pemeliharaan − Agar para peserta mampu melaksanakan pemeliharaan peralatan NDB dengan benar.tiga bulanan.8071 Vol.Prinsip kerja NDB.Pengoperasian NDB dengan lokal dan remote.RMMC . 8071 Vol I -Flight Inspection Report NDB 2 2 . Fungsi dan teori penunjang dalam pengoperasian peralatan NDB. No. .ICAO ANNEX 10 1 2 Teknik peralatan a. bulanan. .enam bulanan. . . b. .RCMS . Dokumen terkait dari ICAO / FAA − TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar para peserta mengetahui dan memahami fungsi peralatan NDB dalam menunjang operasi Keselamatan pener bangan serta acuan / institusi yang dianut. a.Sitting kriteria NDB: . I -ICAO ANNEX 10 Vol I 3 Prosedur pengoperasian - Agar para peserta mampu melaksanakan peng operasian peralatan NDB dengan benar. SILABI NDB MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori peralatan NDB.VI.

menggunakan alat ukur elektronik.Buku manual NDB . Trouble Shooting TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T .Buku manual yang terkait 5 6 Ujian/evaluasi . melakukan prosedur pemeliharaan dengan benar serta dapat menganalisa/melokalisir kerusakan yang terjadi pada NDB. penggunaan alat ukur. . I . 2 P 36 .I -ICAO ANNEX 10 Vol. Pemeliharaan pencegahan d.8071 Vol. Pengoperasian b.Melaksanakan pengoperasian. 2 12 -Buku manual peralatan NDB: -ICAO DOC.No. Penggunaan alat ukur c. Untuk mengetahui para perserta dalam memahami peralatan NDB yang didapatkan selama pelatihan.Memberikan soal-soal tertulis dan memberikan troubel shooting pada peralatan NDB kepada peserta.Agar para peserta dapat mengoperasikan Peralatan NDB. MATA PELAJARAN (TOPIK) Praktek a. mencari penyebab serta menganalisa kerusakan pada peralatan NDB.

Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. . sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. PSR ini dapat mengetahui jarak. Dalam rangka implementasi UU Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP Nomor 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING PRIMARY SURVEILLANCE RADAR SYSTEM 300 Jam Pelajaran Kode : PSR-A /KPP Teori : 136 Jam Praktek : 164 Jam I PENDAHULUAN Primary Surveillance Radar (PSR) adalah peralatan pengamatan yang digunakan oleh pengatur lalu lintas udara dalam mengamati pergerakan dari pesawat udara disekitar wilayah pengaturannya melalui suatu layar tampilan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Primary Surveillance Radar wajib memperoleh pendidikan dan pelatihan melalui program diklat rating yang sesuai. Pendidikan minimal adalah Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan. b. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas PSR. posisi dan arah pesawat udara. terlatih dan ahli dalam melaksanakan mengoperasikan dan pemeliharaan peralatan PSR serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya III PERSYARATAN a. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana yang dipersyaratkan guna memperoleh rating PSR.

Pemeliharaan pencegahan d. Rencana Instalasi Prosedur pengoperasian PSR System Pemeliharaan : a. Trouble shooting e. Penggunaan alat ukur c. Pemeliharaan pencegahan b.V No 1 KURIKULUM RADAR PSR MATA PELAJARAN Teori umum peralatan PSR System : a. Fungsi b. Dokumen terkait Teknik peralatan PSR System : a. Teori penunjang c. Pengoperasian b. Praktek KODE PSR-A/A/1 Jumlah Jam Pelajaran TEORI PRAKTE 16 2 PSR-A/A/2 24 3 4 PSR-A/A/3 PSR-A/A/4 48 16 5 PSR-A/A/5 132 6 PSR-A/A/6 8 32 T o t a l : 136 164 . Blok dan circuit diagram c. Teori rinci peralatan b. Analisa sistem peralatan PSR System Ujian / Evaluasi : a. Pemeliharaan perbaikan Praktek : a. Teori b.

PSR Manual Handbook & Theory . .PSR Manual Handbook & Theory .Menjelaskan peraturan-peraturan ICAO dan SKEP Ditjen Hubud 2 Teknik peralatan PSR : a.VI No 1 SILABUS RADAR PSR MATA PELAJARAN ( Topik ) Teori umum peralatan PSR : a.Penjelasan kegunaan dari PSR dan masing-masing bagiannya PSR dan bagianbagiannya .Memahami teori digital.SKEP Ditjen Hubud.Skolnik .Memahami peraturan ICAO dan Ditjen Hubud.Memahami Antenna.Electronics & Digital Manual .Skolnik . Annex 10 . Teori penunjang .Basic Radar Principle. Fungsi TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN b. c.Memahami kegunaan dari . Power Supply dan EHT pada sistem PSR . Blok diagram - Antenna & Control System PSR Transmitter System PSR Receiver System Power Supply System EHT System Antenna Encoder Back Swing Circuit Pulse Modulation Magnetron Heating Delay Time Control Timing and Failure System Relay and EHT Control Synchro Generator Automatic Frequency Control Thyristor Stack Dual Coupler Low Noise Amplifier Switching and Control High/Low Coverage Amplifier and Control Linear & Logarithmic Amplifier IF Amplifier and Filtering Fixed & Moving Echo Detection Oscillator and Safety Device . Dokumen terkait .Memahami cara kerja tiap-tiap modul serta sistem dari PSR b. Teori rinci peralatan . Receiver. Transmitter.Review Digital Teknik dan penjePulsa-pulsa Radar lasan pulsa-pulsa Radar . . J.ICAO Doc.Basic Radar Principle. J.

Regulator. .X-tal Osc and Program Division .Test Instrument Manual .Penggunaan alat-alat ukur AVO Meter.Melakukan perbaikan pada sistem PSR . Pemeliharaan perbaikan .Diplexer. AFC and Synchro Interface . Osc.PSR Manual Handbook & Theory 4 Pemeliharaan : a. Spec Analizer.PSR Manual Handbook & Theory . Watt Meter. Penggunaan alat ukur c. Freq. Counter. Trouble shooting . Osc.PSR Manual Handbook & Theory . Freq Counter..Dapat melakukan penyetelan dan penyelarasan parameter sesuai buku manual dengan benar . SG. Pengoperasian b. Duplexer & Circulator 3 Prosedur pengoperasian PSR .Cara mengganti modul ganti modul .Dapat melakukan perbaikan pada sistem PSR apabila terjadi kerusakan . HT Probe.Channel Distribution & Echo Cct .Melakukan penyetelan dan penyelarasan pada setiap modul sesuai buku manual . Pemeliharaan pencegahan d.Dapat melakukan pengukuran signal PSR dengan benar menggunakan alat ukur .SKEP Ditjen Hubud.Dapat menghidupkan dan mematikan PSR dengan benar .PSR Manual Handbook & Theory .Cara menghidupkan dan mematikan sistem PSR sesuai buku manual/petunjuk operasi .PSR Manual Handbook & Theory 5 Praktek : a. .Menjelaskan pelaksanaan peme. Watt Meter. SG.Dapat menggunakan alatalat ukur AVO Meter.Memahami pelaksanaan liharaan berkala dan kalibrasi pemeliharaan berkala dan penerbangan kalibrasi penerbangan . . HT Probe.Memahami cara menghidupkan dan mematikan sistem PSR sesuai prosedur . Spec Analizer. Pemeliharaan pencegahan b.PSR Manual Handbook & Theory .Prosedur menghidupkan dan mematikan PSR yang benar .Memahami cara meng.Melakukan pengukuran signalsignal Radar disetiap test point pada sistem PSR .

Praktek . Teori b.Melaksanakan ujian tertulis dengan menjawab soal-soal yang diberikan .Memahami seluruh pelajaran teori yang telah diajarkan .6 Ujian / Evaluasi : a.Dapat melakukan pengoperasian dan trouble shooting PSR dengan benar sesuai prosedur .Setiap peserta diklat melaksanakan praktek singkat langsung pada peralatan PSR sesuai petunjuk dari penguji Instruktur penguji Instruktur penguji .

II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana yang dipersyaratkan guna memperoleh rating PSR. . IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas PSR. Dalam rangka implementasi UU Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP Nomor 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Primary Surveillance Radar wajib memperoleh pendidikan dan pelatihan melalui program diklat rating yang sesuai. PSR ini dapat mengetahui jarak. terlatih dan terampil dalam melaksanakan mengoperasikan dan pemeliharaan peralatan PSR serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya III PERSYARATAN a. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING PRIMARY SURVEILLANCE RADAR SYSTEM 250 Jam Pelajaran Kode : PSR-A /KPP Teori : 120 Jam Praktek : 130 Jam I PENDAHULUAN Primary Surveillance Radar (PSR) adalah peralatan pengamatan yang digunakan oleh pengatur lalu lintas udara dalam mengamati pergerakan dari pesawat udara disekitar wilayah pengaturannya melalui suatu layar tampilan. dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan. b. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. posisi dan arah pesawat udara. Pendidikan minimal adalah Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika.

Pengoperasian b. Pemeliharaan perbaikan Praktek : a. Trouble shooting Ujian / Evaluasi : a. Teori rinci peralatan b. Dokumen terkait Teknik peralatan PSR : a. Teori penunjang c. Fungsi b.V No 1 KURIKULUM RADAR PSR MATA PELAJARAN Teori umum peralatan PSR : a. Praktek KODE PSR-A/T/1 Jumlah Jam Pelajaran TEORI PRAKTE 24 2 PSR-A/T/2 56 3 4 PSR-A/T/3 PSR-A/T/4 16 16 5 PSR-A/T/5 98 6 PSR-A/T/6 8 32 T o t a l : 120 130 . Pemeliharaan pencegahan b. Teori b. Penggunaan alat ukur c. Blok diagram Prosedur pengoperasian PSR Pemeliharaan : a. Pemeliharaan pencegahan d.

Memahami peraturan ICAO dan Ditjen Hubud.Memahami teori digital. Blok diagram - Antenna & Control System PSR Transmitter System PSR Receiver System Power Supply System EHT System Antenna Encoder Back Swing Circuit Pulse Modulation Magnetron Heating Delay Time Control Timing and Failure System Relay and EHT Control Synchro Generator Automatic Frequency Control Thyristor Stack Dual Coupler Low Noise Amplifier Switching and Control High/Low Coverage Amplifier and Control Linear & Logarithmic Amplifier IF Amplifier and Filtering Fixed & Moving Echo Detection Oscillator and Safety Device .SKEP Ditjen Hubud.Skolnik .Basic Radar Principle. Annex 10 . Fungsi TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN b.Penjelasan kegunaan dari PSR dan masing-masing bagiannya PSR dan bagianbagiannya .Basic Radar Principle.Review Digital Teknik dan penjePulsa-pulsa Radar lasan pulsa-pulsa Radar . Teori rinci peralatan .PSR Manual Handbook & Theory . . . Receiver.Skolnik . J.Memahami cara kerja tiap-tiap modul serta sistem dari PSR b. Teori penunjang . Power Supply dan EHT pada sistem PSR .Memahami Antenna.Menjelaskan peraturan-peraturan ICAO dan SKEP Ditjen Hubud 2 Teknik peralatan PSR : a.Electronics & Digital Manual . Transmitter.Memahami kegunaan dari .VI No 1 SILABUS RADAR PSR MATA PELAJARAN ( Topik ) Teori umum peralatan PSR : a. Dokumen terkait . c.PSR Manual Handbook & Theory . J.ICAO Doc.

Freq Counter.Menjelaskan pelaksanaan peme. Pemeliharaan perbaikan . Spec Analizer.PSR Manual Handbook & Theory 4 Pemeliharaan : a.Cara menghidupkan dan mematikan sistem PSR sesuai buku manual/petunjuk operasi . Duplexer & Circulator 3 Prosedur pengoperasian PSR .Melakukan penyetelan dan penyelarasan pada setiap modul sesuai buku manual . . Counter. Pemeliharaan pencegahan b.Melakukan pengukuran signalsignal Radar disetiap test point pada sistem PSR . SG.Dapat melakukan pengukuran signal PSR dengan benar menggunakan alat ukur .Cara mengganti modul ganti modul .PSR Manual Handbook & Theory .Penggunaan alat-alat ukur AVO Meter. Freq. Spec Analizer.Prosedur menghidupkan dan mematikan PSR yang benar . .Dapat melakukan penyetelan dan penyelarasan parameter sesuai buku manual dengan benar . Pengoperasian b. HT Probe.Memahami cara menghidupkan dan mematikan sistem PSR sesuai prosedur .Channel Distribution & Echo Cct . Watt Meter. Osc.PSR Manual Handbook & Theory .Dapat melakukan perbaikan pada sistem PSR apabila terjadi kerusakan .Test Instrument Manual . Osc. Penggunaan alat ukur c.Dapat menghidupkan dan mematikan PSR dengan benar .SKEP Ditjen Hubud.PSR Manual Handbook & Theory 5 Praktek : a. AFC and Synchro Interface .PSR Manual Handbook & Theory .Memahami pelaksanaan liharaan berkala dan kalibrasi pemeliharaan berkala dan penerbangan kalibrasi penerbangan ..PSR Manual Handbook & Theory .X-tal Osc and Program Division . Pemeliharaan pencegahan d. .Memahami cara meng.Diplexer. HT Probe.Melakukan perbaikan pada sistem PSR .Dapat menggunakan alatalat ukur AVO Meter. Watt Meter.Regulator. Trouble shooting . SG.

Setiap peserta diklat melaksanakan praktek singkat langsung pada peralatan PSR sesuai petunjuk dari penguji Instruktur penguji Instruktur penguji .6 Ujian / Evaluasi : a.Memahami seluruh pelajaran teori yang telah diajarkan . Praktek . Teori b.Melaksanakan ujian tertulis dengan menjawab soal-soal yang diberikan .Dapat melakukan pengoperasian dan trouble shooting PSR dengan benar sesuai prosedur .

Dalam rangka implementasi UU Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP Nomor 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas SSR.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING SECONDARY SURVEILLANCE RADAR SYSTEM 300 Jam Pelajaran Kode : SSR-A /KPP Teori : 136 Jam Praktek : 164 Jam I PENDAHULUAN Secondary Surveillance Radar (SSR) adalah peralatan pengamatan yang digunakan oleh pengatur lalu lintas udara dalam mengamati pergerakan dari pesawat udara disekitar wilayah pengaturannya melalui suatu layar tampilan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Secondary Surveillance Radar wajib memperoleh pendidikan dan pelatihan melalui program diklat rating yang sesuai. . posisi dan arah serta identitas dan ketinggian pesawat udara. terlatih dan ahli dalam melaksanakan mengoperasikan dan pemeliharaan peralatan SSR serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya III PERSYARATAN a. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana yang dipersyaratkan guna memperoleh rating SSR. b. Pendidikan minimal adalah Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. SSR ini dapat mengetahui jarak.

Dokumen terkait Teknik peralatan SSR : a.V No 1 KURIKULUM RADAR SSR MATA PELAJARAN Teori umum peralatan SSR : a. Teori rinci peralatan b. Pemeliharaan pencegahan b. Analisa sistem peralatan SSR Ujian / Evaluasi : a. Praktek KODE SSR-A/A/1 Jumlah Jam Pelajaran TEORI PRAKTE 24 2 SSR-A/A/2 56 3 4 SSR-A/A/3 SSR-A/A/4 24 20 5 SSR-A/A/5 132 6 SSR-A/A/6 12 32 T o t a l : 136 164 . Penggunaan alat ukur c. Trouble shooting e. Pengoperasian b. Pemeliharaan pencegahan d. Blok dan circuit diagram c. Rencana instalasi Prosedur pengoperasian SSR Pemeliharaan : a. Pemeliharaan perbaikan Praktek : a. Teori penunjang c. Fungsi b. Teori b.

Basic Radar Principle. J. J.VI No 1 SILABUS RADAR SSR MATA PELAJARAN ( Topik ) Teori umum peralatan SSR : a. 2 Teknik peralatan SSR : a.SSR Manual Handbook & Theory . Transmitter. Power Supply dan EHT pada sistem SSR - Antenna & Control System SSR Transmitter System SSR Receiver System Power Supply System EHT System Antenna Encoder Time Base and Master Trigger SSR Encoder Power Amplifier Pre Heating Regulator Cavity Amplifier Antenna Pattern Switch EHT Generator SLS and Sensitivity Time Control Front Pannel and Remote System Modulator System Amplifier Receiver System Transmission Test and Normal System .Memahami peraturan ICAO dan Ditjen Hubud.SKEP Ditjen Hubud.SSR Manual Handbook & Theory .Skolnik .Memahami Triode/Cavity . Pulsa-pulsa Radar.Electronics & Digital Manual .Review Magnetron dan Klystron . Mode dan Code .Memahami Antenna. Dokumen terkait . Receiver. Teori rinci peralatan b.Review Digital Teknik dan penjelasan pulsa-pulsa Radar serta Mode dan Code . Annex 10 . Fungsi TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN b.Memahami rangkaian dan cara kerja tiap-tiap modul serta sistem dari SSR .Memahami teori digital. Teori penunjang c.Memahami kegunaan dari SSR dan bagianbagiannya . .Penjelasan kegunaan dari SSR dan masing-masing bagiannya . Blok dan circuit diagram .Skolnik .Basic Radar Principle.Menjelaskan peraturan-peraturan ICAO dan SKEP Ditjen Hubud .ICAO Doc.

Pengoperasian b. Watt Meter. .SSR Manual Handbook & Theory 4 Pemeliharaan : a..Melakukan penyetelan dan penyelarasan pada setiap modul sesuai buku manual .SSR Manual Handbook & Theory .Memahami cara mengponen ganti modul dan komponen .Dapat menggunakan alatalat ukur AVO Meter.Dapat menganalisa penyebab dari kerusakan . Pemeliharaan pencegahan d. Counter. Osc.Penggunaan alat-alat ukur AVO Meter.SSR Manual Handbook & Theory . Freq.c. .Dapat melakukan penyetelan dan penyelarasan parameter sesuai buku manual dengan benar .SKEP Ditjen Hubud. Freq Counter. Pemeliharaan pencegahan b.Cara mengganti modul dan kom.Menjelaskan kriteria penempatan SSR .Cara menghidupkan dan mematikan sistem SSR sesuai buku manual/petunjuk operasi . Spec Analizer .SSR Manual Handbook & Theory .SSR Manual Handbook & Theory .SSR Manual Handbook & Theory 5 Praktek : a.SSR Manual Handbook & Theory .Melakukan pengukuran signalsignal Radar disetiap test point pada sistem SSR .Membuat analisa kerusakan yang terjadi pada saat pelaksanaan trouble shooting .Memahami pelaksanaan liharaan berkala dan kalibrasi pemeliharaan berkala dan penerbangan kalibrasi penerbangan .Siting Criteria Manual 3 Prosedur pengoperasian SSR . SG.Dapat melakukan perbaikan pada sistem SSR apabila terjadi kerusakan . Pemeliharaan perbaikan .Dapat menghidupkan dan mematikan SSR dengan benar . SG.Melakukan perbaikan pada sistem SSR . Rencana instalasi . Osc.Mengetahui cara-cara penempatan PSR . Trouble shooting e. Analisa sistem peralatan SSR . Penggunaan alat ukur c.Memahami cara menghidupkan dan mematikan sistem SSR sesuai prosedur .Dapat melakukan pengukuran signal SSR dengan benar menggunakan alat ukur . Watt Meter.Menjelaskan pelaksanaan peme. Spec Analizer.Prosedur menghidupkan dan mematikan SSR yang benar .Test Instrument Manual .

Memahami seluruh pelajaran teori yang telah diajarkan .Melaksanakan ujian tertulis dengan menjawab soal-soal yang diberikan .Setiap peserta diklat melaksanakan praktek singkat langsung pada peralatan SSR sesuai petunjuk dari penguji Instruktur penguji Instruktur penguji . Praktek .6 Ujian / Evaluasi : a.Dapat melakukan pengoperasian dan trouble shooting SSR dengan benar sesuai prosedur . Teori b.

Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. Pendidikan minimal adalah Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana yang dipersyaratkan guna memperoleh rating SSR. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. . dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan. b. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Dalam rangka implementasi UU Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP Nomor 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas SSR. SSR ini dapat mengetahui jarak. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Secondary Surveillance Radar wajib memperoleh pendidikan dan pelatihan melalui program diklat rating yang sesuai.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING SECONDARY SURVEILLANCE RADAR SYSTEM 250 Jam Pelajaran Kode : SSR-A /KPP Teori : 120 Jam Praktek : 130 Jam I PENDAHULUAN Secondary Surveillance Radar (SSR) adalah peralatan pengamatan yang digunakan oleh pengatur lalu lintas udara dalam mengamati pergerakan dari pesawat udara disekitar wilayah pengaturannya melalui suatu layar tampilan. posisi dan arah serta identitas dan ketinggian pesawat udara. terlatih dan terampil dalam melaksanakan mengoperasikan dan pemeliharaan peralatan SSR serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya III PERSYARATAN a.

Trouble shooting Ujian / Evaluasi : a. Teori penunjang c.V No 1 KURIKULUM MATA PELAJARAN Teori umum peralatan SSR : a. Praktek T o t a l : KODE SSR-A/T/1 Jumlah Jam Pelajaran TEORI PRAKTE 16 2 SSR-A/T/2 56 3 4 SSR-A/T/3 SSR-A/T/4 24 16 5 SSR-A/T/5 98 6 SSR-A/T/6 8 32 120 130 . Pengoperasian b. Penggunaan alat ukur c. Teori b. Blok diagram Prosedur pengoperasian SSR Pemeliharaan : a. Fungsi b. Dokumen terkait Teknik peralatan SSR : a. Pemeliharaan pencegahan d. Pemeliharaan pencegahan b. Teori rinci peralatan b. Pemeliharaan perbaikan Praktek : a.

Menjelaskan peraturan-peraturan ICAO dan SKEP Ditjen Hubud . Blok diagram - Antenna & Control System SSR Transmitter System SSR Receiver System Power Supply System EHT System Antenna Encoder Time Base and Master Trigger SSR Encoder Power Amplifier Pre Heating Regulator Cavity Amplifier Antenna Pattern Switch EHT Generator SLS and Sensitivity Time Control Front Pannel and Remote System Modulator System Amplifier Receiver System Transmission Test and Normal System .Cara menghidupkan dan mematikan sistem SSR sesuai buku manual/petunjuk operasi . Fungsi TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN b. J.Skolnik . c.Basic Radar Principle.Penjelasan kegunaan dari SSR dan masing-masing bagiannya SSR dan bagianbagiannya . Teori penunjang .ICAO Doc.Memahami peraturan ICAO dan Ditjen Hubud.Memahami cara menghidupkan dan mematikan sistem SSR sesuai prosedur .Memahami teori digital.SSR Manual Handbook & Theory .Review Digital Teknik dan penje. Teori rinci peralatan . . Power Supply dan EHT pada sistem SSR .Memahami Antenna. Receiver.SSR Manual Handbook & Theory . Transmitter.SSR Manual Handbook & Theory 3 Prosedur pengoperasian SSR .Electronics & Digital Manual .VI No 1 SILABUS MATA PELAJARAN ( Topik ) Teori umum peralatan SSR : a.SKEP Ditjen Hubud. Mode Mode dan Code dan Code . Annex 10 .Basic Radar Principle. J.Memahami cara kerja tiap-tiap modul serta sistem dari SSR b.Memahami kegunaan dari . Dokumen terkait 2 Teknik peralatan SSR : a. lasan pulsa-pulsa Radar serta Pulsa-pulsa Radar.Skolnik .

Spec Analizer .Melaksanakan ujian tertulis dengan menjawab soal-soal yang diberikan .SSR Manual Handbook & Theory .Menjelaskan pelaksanaan peme.Dapat melakukan pengukuran signal SSR dengan benar menggunakan alat ukur .Memahami seluruh pelajaran teori yang telah diajarkan .Penggunaan alat-alat ukur AVO Meter. Trouble shooting .Dapat melakukan perbaikan pada sistem SSR apabila terjadi kerusakan .Dapat melakukan penyetelan dan penyelarasan parameter sesuai buku manual dengan benar . Freq Counter. . . Osc.SSR Manual Handbook & Theory 6 Ujian / Evaluasi : a.SSR Manual Handbook & Theory 5 Praktek : a. Watt Meter.SSR Manual Handbook & Theory .Cara mengganti modul ganti modul .Memahami cara meng. Teori b. Watt Meter.SSR Manual Handbook & Theory . Pemeliharaan pencegahan d.Prosedur menghidupkan dan mematikan SSR yang benar . Pengoperasian b.Dapat menggunakan alatalat ukur AVO Meter.Test Instrument Manual .Dapat menghidupkan dan mematikan SSR dengan benar . Osc.Dapat melakukan pengoperasian dan trouble shooting SSR dengan benar sesuai prosedur .Melakukan penyetelan dan penyelarasan pada setiap modul sesuai buku manual .Memahami pelaksanaan liharaan berkala dan kalibrasi pemeliharaan berkala dan penerbangan kalibrasi penerbangan .4 Pemeliharaan : a. Pemeliharaan perbaikan . Pemeliharaan pencegahan b. Counter. SG.SKEP Ditjen Hubud.Melakukan pengukuran signalsignal Radar disetiap test point pada sistem SSR .Melakukan perbaikan pada sistem SSR .Setiap peserta diklat melaksanakan praktek singkat langsung pada peralatan SSR sesuai petunjuk dari penguji Instruktur penguji Instruktur penguji . Spec Analizer. SG. Praktek .. Freq. Penggunaan alat ukur c.

. dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan. PP No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana yang dipersyaratkan guna memperoleh rating ATC AUTO. Pendidikan minimal adalah Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika.DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA SKP AHLI RATING AIR TRAFFIC CONTRO AUTOMATION SYSTEM 280 Jam Pelajaran KODE ATC AUTO-A/KPP Teori : 128 Jam Praktek : 152 Jam I PENDAHULUAN Fasilitas ATC Automation System ( ATC AUTO) adalah fasilitas penunjang keselamatan penerbangan yang memproses pengolahan data penerbangan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara fasilitas ATC AUTO wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan.jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ATC Automation System. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. data radar dan data lainnya yang digunakan pada sistim pemanduan lalu-lintas udara yang sebagian atau seluruh kegiatannya dilakukan oleh komputer dan hasilnya digunakan oleh Pemandu lalu-lintas udara ( ATC ) dalam proses pengambilan keputusan . terlatih dan ahli dalam melaksanakan pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ATC Automation System. Dalam rangka implementasi UU No. III PERSYARATAN : a. serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. b.

Blok dan circuit diagram c. Trouble shooting e.V No 1 KURIKULUM ATC OS MATA PELAJARAN Teori umum a. Optimasi Sistem Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Teori rinci peralatan b. Penggunaan alat ukur c. Teori b. Pengoperasian b. Praktek T o t a l : KODE ATC AUTO/A/A/1 Jumlah Jam Pelajaran TEORI 24 PRAKTEK 2 ATC AUTO/A/A/2 64 3 4 ATC AUTO/A/A/3 ATC AUTO/A/A/4 16 16 5 ATC AUTO/A/A/5 120 6 ATC AUTO/A/A/6 8 32 128 152 . Pemeliharaan Pencegahan d. Fungsi b. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Analisis sistem Ujian/Evaluasi a. Teori penunjang c. Pemeliharaan Pencegahan b.

interkoneksi antar subsistem dan software . Fungsi TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL T P PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAN 1 b.Penjelasan tentang kegunaan ATC Automation System dan kegunaan masing-masing bagian −Review Mikroprosesor . Teori rinci peralatan ATC Automation System - Capability of System Safety features of System System Architecture: Subsystem of ATC Automation Software of ATC Automation 4 2 2 4 4 2 2 2 2 2 2 2 2 2 8 4 3 1 2 1 4 8 8 4 4 4 4 ATC Auttomation Manual Book. 8 ATC Auttomation Manual Book. dan buku-buku manual. Memahami sistem arsitektur. Memahami interkoneksi antar subsistem pada ATC Automation. 8 8 4 2 Teknik peralatan a. Annex 10 SKEP DJU No. − Communication Network − Subsystem − FDP Subsystem − RDP Subsystem − Workstation Subsystem − Sony Monitor − Flight Strip Printer − Hi-bright Monitor − GPS Time Source Component − Instalation Procedure − Fundamental of The Unix System − HP Open View Network Node Manager −HP UX System administration for Series 700 − System Overview −ATC Automation architecture −Theory of Operation . Fundamental of The unix System ICAO Doc. Memahami aturan – aturan ICAO dan dokumen lainnya..VI. Data Comm. No SILABUS RADAR ATC AS MATA PELAJARAN ( TOPIK ) Teori umum peralatan ATC Automation a. cara kerja masing-masing subsistem dan sistim manajemen ATC Automation.Peraturan ICAO. Komunikasi Data. Blok dan circuit diagram ATC Automation System. Protokol/Interface −Review Sistem Operasi . Teori penunjang c. Dokumen terkait −Memahami kegunaan dari sistem ATC Automation dan bagian-bagiannya −Memahami teori digital dan kegunaannya serta Sistem Komunikasi Data dan Perangkatnya. Electronics & Digital . Networking. b.

c. Optimasi System

3

Prosedur Pengoperasian ATC Automation System

Memahami Sistem Aplikasi ATC Automation. Memahami cara menghidupkan dan mematikan ATC Automation System secara Hardware dan Software Memahami pelaksanaan pemeliharaan berkala ATC Automation System Memahami prosedur perbaikan Hardware dan Software Dapat menghidupkan dan mematikan dengan benar sesuai prosedur Dapat menggunakan logic analyzer , tools software

− System Monitoring and Control Procedure : System maintenance and Control Aplikasi Sistem Cara menghidupkan dan mematikan ATC Automation System secara hardware dan Software

2 2 8 16

4

Pemeliharaan a. Pemeliharaan Pencegahan

Pemeliharaan Berkala

4

SKEP DJU No.

b. Pemeliharaan Perbaikan

Prosedur perbaikan Hardware dan Software

8

ATC Auttomation Manual Book,

5

Praktek a. Pengoperasian

b. Penggunaan alat ukur dan tools

c. Pemeliharaan Pencegahan

d. Trouble shooting

e. Analisis sistem peralatan ATC Automation System.

Dapat melakukan penyetelan & penyelarasan parameter dengan benar Dapat melakukan perbaikan apabila terjadi kerusakan pada Hardware dan Software Dapat menganalisa penyebab dari kerusakan

Menghidupkan dan mematikan ATC automation system sesuai prosedur. Melakukan pengukuran dan mendeteksi semua signal-signal dan parameter pada ATC Automation system. Melakukan Penyetelan & Penyelarasan pada semua modul. Melakukan perbaikan pada setiap kerusakan Software dan modul Hardware. Membuat analisa kerusakan yang terjadi pada saat pelaksanaan trouble shooting Melaksanakan ujian tertulis untuk menjawab soal-soal yang diberikan Melaksanakan praktek langsung pada peralatan ATC Automation System 8

20

ATC Auttomation Manual Book, ATC Auttomation Manual Book, Test Instrument Manual ATC Auttomation Manual Book ATC Auttomation Manual Book

16

20

20

24

ATC Auttomation Manual Book

6

Ujian/Evaluasi a. Teori b. Praktek

Memahami seluruh pelajaran yang diajarkan Dapat melakukan pengoperasian dan trouble shooting dengan benar

32

DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK
SKP TERAMPIL

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA

RATING AIR TRAFFIC CONTROL AUTOMATION SYSTEM
220 Jam Pelajaran

KODE
ATC AUTO-A/KPP Teori : 96 Jam Praktek : 124 Jam

I

PENDAHULUAN

Fasilitas ATC Automation System (ATC AUTO) adalah fasilitas penunjang keselamatan penerbangan yang memproses pengolahan data penerbangan, data radar dan data lainnya yang digunakan pada sistim pemanduan lalu-lintas udara yang sebagian atau seluruh kegiatannya dilakukan oleh komputer dan hasilnya digunakan oleh Pemandu lalu-lintas udara ( ATC ) dalam proses pengambilan keputusan .
Dalam rangka implementasi UU No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan, PP No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan, serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan, yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang sertifikat kecakapan memiliki rating, maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara fasilitas ATC Automation System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana yang dipersyaratkan guna memperoleh rating ATC AUTO, dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan, terlatih dan terampil dalam melaksanakan pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ATC Automation System, serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. III PERSYARATAN : a. Pendidikan minimal adalah Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika; b. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan.

IV

MANFAAT YANG DIHARAPKAN :

Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ATC Automation System, sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.

V

KURIKULUM RADAR ATC AS No MATA PELAJARAN KODE Jam Pelajaran TEORI
1 Teori umum a. Fungsi b. Teori penunjang c. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Teori rinci peralatan b. Blok diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Pemeliharaan Pencegahan b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Pengoperasian b. Penggunaan alat ukur c. Pemeliharaan Pencegahan d. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Teori b. Praktek JUMLAH JAM PELAJARAN 24

PRAKTEK

2

16

3 4

32 16

5

92

6

8

32

96

124

VI.
No

SILABUS RADAR ATC AS
MATA PELAJARAN ( TOPIK ) Teori umum peralatan ATC Automation a. Fungsi TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL T P PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAN

1

b. Teori penunjang

c. Dokumen terkait

Memahami kegunaan dari sistem ATC Automation System dan bagianbagiannya Memahami teori digital dan kegunaannya serta Sistem Komunikasi Data dan Perangkatnya. Memahami aturan – aturan ICAO dan dokumen lainnya. Memahami sistem arsitektur, interkoneksi antar subsistem dan software

Penjelasan tentang kegunaan ATC Automation System dan kegunaan masing-masing bagian . - Review Mikroprosesor , Komunikasi Data, Networking, Protokol/Interface. - Review Sistem Operasi Peraturan ICAO dan buku-buku manual. − Capability of System − Safety features of System − System Architecture: − Subsystem of ATC Automation − Software of ATC Automation

4

ATC Auttomation Manual Book,

8

Electronics & Digital , Data Comm., Fundamental of The unix System ICAO Doc. Annex 10 SKEP DJU No.

8 4

2

Teknik peralatan a. Teori rinci peralatan ATC Automation System

2 2 2 2 4

ATC Auttomation Manual Book,

b. Blok diagram ATC Automation System.

Memahami interkoneksi antar subsistem pada ATC Automation, cara kerja masing-masing subsistem dan sistim manajemen ATC Automation.

3

Prosedur Pengoperasian ATC Automation System

Memahami cara menghidupkan dan mematikan ATC Automation System secara Hardware dan Software Memahami pelaksanaan pemeliharaan berkala ATC Automation System Memahami prosedur perbaikan Hardware dan Software

− Communication Network Subsystem − FDP Subsystem − RDP Subsystem − Workstation Subsystem − Sony Monitor − Flight Strip Printer − Hi-bright Monitor − GPS Time Source Component − Instalation Procedure − Fundamental of The Unix System − HP Open View Network Node Manager − HP UX System administration for Series 700 − System Overview − ATC Automation architecture − Theory of Operation − System Monitoring and Control − Procedure : System maintenance and Control − Cara menghidupkan dan mematikan ATC Automation System secara hardware dan Software

1 2 2 2 1 1 1 2 1 4 4 2 2 2 2 1 2

12

4

Pemeliharaan a. Pemeliharaan Pencegahan

Pemeliharaan Berkala

4

SKEP DJU No.

b. Pemeliharaan Perbaikan

Prosedur perbaikan Hardware dan Software

4

ATC Auttomation Manual Book,

5

Praktek a. Pengoperasian

b. Penggunaan alat ukur dan tools

Dapat menghidupkan dan mematikan dengan benar sesuai prosedur Dapat menggunakan logic analyzer , tools software

c. Pemeliharaan Pencegahan

d. Trouble shooting

Dapat melakukan penyetelan & penyelarasan parameter dengan benar Dapat melakukan perbaikan apabila terjadi kerusakan pada Hardware dan Software Memahami seluruh pelajaran yang diajarkan Dapat melakukan pengoperasian dan trouble shooting dengan benar

Menghidupkan dan mematikan ATC automation system sesuai prosedur. Melakukan pengukuran dan mendeteksi semua signal-signal dan parameter pada ATC Automation system. Melakukan Penyetelan & Penyelarasan pada semua modul. Melakukan perbaikan pada setiap kerusakan Software dan modul Hardware.

24

ATC Auttomation Manual Book, ATC Auttomation Manual Book, Test Instrument Manual ATC Auttomation Manual Book ATC Auttomation Manual Book

16

32

20

6

Ujian/Evaluasi a. Teori b. Praktek

Melaksanakan ujian tertulis untuk menjawab soal-soal yang diberikan Melaksanakan praktek singkat langsung pada peralatan ATC Automatio System

8 32

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA

DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK
SKP AHLI

RATING AERODRUME SURFACE DETECTION EQUIPMENT SYSTEM
280 Jam Pelajaran

Kode : ASDE-A /KPP
Teori : 136 Jam Praktek : 164 Jam

I

PENDAHULUAN Aerodrume Serface Detection Eqyuipment (ASDE) adalah peralatan pengamatan yang digunakan oleh pengatur lalu lintas udara dalam mengamati pergerakan dari pesawat udara disekitar aerodrume dan ground movement melalui suatu layar tampilan. ASDE ini dapat mengetahui jarak, posisi dan arah pesawat udara. Dalam rangka implementasi UU Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP Nomor 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan, maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Aerodrume Serface Detection Eqyuipment (ASDE) wajib memperoleh pendidikan dan pelatihan melalui program diklat rating yang sesuai.

II

MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana yang dipersyaratkan guna memperoleh rating ASDE, dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan, terlatih dan ahli dalam melaksanakan mengoperasikan dan pemeliharaan peralatan ASDE serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya

III

PERSYARATAN a. Pendidikan minimal adalah Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. b. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan.

IV

MANFAAT YANG DIHARAPKAN Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ASDE, sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.

Penggunaan alat ukur c. Blok dan circuit diagram c. Pemeliharaan pencegahan d. Fungsi b. Dokumen terkait Teknik peralatan ASDE System : a. Pengoperasian b. Pemeliharaan pencegahan b. Teori rinci peralatan b. Rencana instalasi Prosedur pengoperasian ASDE System : Pemeliharaan : a. Trouble shooting e. Teori b. Pemeliharaan perbaikan Praktek : a. Analisa sistem peralatan ASDE System : Ujian / Evaluasi : a.V No 1 KURIKULUM ASDE MATA PELAJARAN Teori umum peralatan ASDE System : a. Teori penunjang c. Praktek KODE ASDE-A/A/1 Jumlah Jam Pelajaran TEORI PRAKTE 24 2 ASDE-A/A/2 64 3 4 ASDE-A/A/3 ASDE-A/A/4 16 16 5 ASDE-A/A/5 120 6 ASDE-A/A/6 8 32 T o t a l : 128 152 VI SILABUS ASDE Sedang dalam pengembangan .

Dalam rangka implementasi UU Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP Nomor 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana yang dipersyaratkan guna memperoleh rating ASDE. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ASDE. Pendidikan minimal adalah Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING AERODRUME SURFACE DETECTION EQUIPMENT SYSTEM 220 Jam Pelajaran Kode : ASDE-A /KPP Teori : 96 Jam Praktek : 124 Jam I PENDAHULUAN Aerodrume Serface Detection Eqyuipment (ASDE) adalah peralatan pengamatan yang digunakan oleh pengatur lalu lintas udara dalam mengamati pergerakan dari pesawat udara disekitar aerodrume dan ground movement melalui suatu layar tampilan. b. . ASDE ini dapat mengetahui jarak. terlatih dan ahli dalam melaksanakan mengoperasikan dan pemeliharaan peralatan ASDE serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya III PERSYARATAN a. dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan. posisi dan arah pesawat udara. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Aerodrume Serface Detection Eqyuipment (ASDE) wajib memperoleh pendidikan dan pelatihan melalui program diklat rating yang sesuai.

Praktek KODE ASDE-A/A/1 Jumlah Jam Pelajaran TEORI PRAKTE 24 2 ASDE-A/A/2 16 3 4 ASDE-A/A/3 ASDE-A/A/4 32 16 5 ASDE-A/A/5 92 6 ASDE-A/A/6 8 32 T o t a l : 96 124 VI SILABUS ASDE Sedang dalam pengembangan . Teori rinci peralatan b. Pemeliharaan pencegahan b. Rencana instalasi Prosedur pengoperasian ASDE System : Pemeliharaan : a. Fungsi b. Penggunaan alat ukur c. Dokumen terkait Teknik peralatan ASDE System : a. Analisa sistem peralatan ASDE System : Ujian / Evaluasi : a. Blok dan circuit diagram c. Trouble shooting e. Teori b. Pemeliharaan pencegahan d. Teori penunjang c. Pengoperasian b. Pemeliharaan perbaikan Praktek : a.V No 1 KURIKULUM ASDE MATA PELAJARAN Teori umum peralatan ASDE System : a.

SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating ILS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ILS. maka teknisi yang mengopersikan dan memelihara fasilitas ILS wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan II. Dalam rangka implementasi UU No. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. IV. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. III. b. PERSYARATAN : a. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING INSTRUMENT LANDING SYSTEM/ RUNWAY VISUAL RANGE (ILS/RVR) KODE ILS/RVR-A/KPBP Teori : 180 Jam Praktek : 100 Jam 300 Jam Pelajaran I. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. PENDAHULUAN Instrument Landing System ( ILS) adalah peralatan navigasi udara yang berfungsi untuk memberikan sinyal panduan arah pendaratan (azimuth). sudut luncur (glide path) dan jarak terhadap titik pendaratan dengan presisi kepada pesawat udara yang akan melakukan pendaratan di suatu bandara. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. . ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ILS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya.

Praktek Jumlah Jam Pelajaran ILS/RVR -A/A/1 ILS/RVR -A/A/2 96 ILS/RVR -A/A/3 ILS/RVR -A/A/4 20 40 ILS/RVR -A/A/5 90 ILS/RVR -A/A/6 4 30 180 120 . 6. Pemeliharaan pencegahan b. Pengoperasian b. Fungsi peralatan ILS b. Teori terinci peralatan ILS b. Kriteria Penempatan Peralatan ILS Prosedur Pengoperasian ILS Pemeliharaan peralatan ILS a. Mata Pelajaran Kode Teori 20 Praktek 1. 4. Dokumen terkait dari ICAO/FAA Teknik peralatan a. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. Pemelihaaan Pencegahan d. 2. Blok dan circuit diagram ILS c. Teori penunjang c. KURIKULUM Jam Pelajaran No. Pemeliharaan Perbaikan Praktek pada peralatan ILS a. 5.V. Teori b. 3. a. Trouble shooting e. Teori peralatan Instrument Landing System (ILS). Penggunaan alat ukur c.

Prinsip kerja ILS: .Space modulation .8071 Vol.enam bulanan. Prosedur pengoperasian Agar para peserta mampu melaksanakan pengoperasian peralatan ILS dengan benar .Buku manual peralatan ILS 4.DME ILS .Buku manual peralatan ILS . . Dokumen terkait dari ICAO / FAA TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL T Agar para peserta mengetahui dan memahami fungsi peralatan ILS dalam menunjang operasi keselamatan penerbangan serta acuan /institusi yang dianut.ILS receiver .Pelaksanaan ground Check 20 P PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN .Sitting kriteria: .Buku Radio Navigation . tiga bulanan. No. . Kriteria penempatan peralatan ILS 16 16 12 8 8 8 8 8 6 6 20 . penempatan dan cakupan peralatan ILS.Kategori ILS . 2.Patern dan cakupan ILS . II .Fungsi dan teori penunjang dalam pengoperasian peralatan ILS.RMMC .Pengoperasian ILS dengan lokal dan remote. Blok dan Circuit diagram peralatan ILS c. a. mingguan. bulanan.ICAO DOC.Flight Inspection Report ILS 16 16 . Agar para peserta mengetahui dan memahami cara kerja secara sistem. I 3.ICAO ANNEX 10 Air 1. 8071 Vol. Fungsi peralatan ILS b. 8 . . . II .RVR . Teori terinci peralatan ILS b. Teknik peralatan a.RCMS .VI.Pemeliharaan/pengechekan berkala : harian.ICAO ANNEX 10 Vol.Tipe-tipe ILS . SILABI MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori peralatan ILS.DME ILS . .Pelayanan dan Analisa hasil Flight Comm / periodik.Blok diagram ILS: . Teori Penunjang c.ILS single/dual Frek .Besaran dan adjustment parameter ILS . Pemeliharaan Agar para peserta mampu melaksanakan pemeliharaan peralatan ILS dengan benar.ICAO DOC.RVR .tahunan.

MATA PELAJARAN (TOPIK) Praktek a. Pengoperasian b. melakukan prosedur pemeliharaan dengan benar serta dapat menganalisa/melokalisir kerusakan yang terjadi pada ILS.ICAO DOC. .No.Melaksanakan pengoperasian. mencari penyebab serta menganalisa kerusakan pada ILS 6. Untuk mengetahui para perserta dalam memahami peralatan ILS yang didapatkan selama pelatihan. Trouble Shooting e. Pemeliharaan pencegahan d. Penggunaan alat ukur c. menggunakan alat ukur elektronik. Ujian/evaluasi . I . Analisis sistim peralatan TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL T P 90 PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN .ICAO ANNEX 10 Vol.8071 Vol. Agar para peserta dapat mengoperasikan Peralatan ILS. 4 30 .II .Buku manual yang terkait 5. penggunaan alat ukur.Buku manual peralatan ILS: .Buku manual ILS .Memberikan soal-soal tertulis dan memberikan troubel shooting pada peralatan ILS kepada peserta.

terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ILS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. III. maka teknisi yang mengopersikan dan memelihara fasilitas ILS wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan II.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING INSTRUMENT LANDING SYSTEM/ RUNWAY VISUAL RANGE (ILS/RVR) KODE ILS/RVR-A/KPBP Teori : 120 Jam Praktek : 100 Jam 220 Jam Pelajaran I. b. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ILS. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. . Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. PERSYARATAN : a. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. PENDAHULUAN Instrument Landing System ( ILS) adalah peralatan navigasi udara yang berfungsi untuk memberikan sinyal panduan arah pendaratan (azimuth). yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. IV. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating ILS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Dalam rangka implementasi UU No. sudut luncur (glide path) dan jarak terhadap titik pendaratan dengan presisi kepada pesawat udara yang akan melakukan pendaratan di suatu bandara. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No.

Penggunaan alat ukur c. a. 3. 4. Pemelihaaan Pencegahan d. KURIKULUM Jam Pelajaran No. Teori penunjang c. 2. Pengoperasian b. Dokumen terkait dari ICAO/FAA Teknik peralatan a.V. 5. Pemeliharaan Perbaikan Praktek pada peralatan ILS a. Mata Pelajaran Kode Teori 20 Praktek 1. Blok dan circuit diagram ILS c. Kriteria Penempatan Peralatan ILS Prosedur Pengoperasian ILS Pemeliharaan peralatan ILS a. 6. Pemeliharaan pencegahan b. Teori peralatan Instrument Landing System (ILS). Praktek Jumlah Jam Pelajaran ILS/RVR-A/T/1 ILS/RVR -A/T/2 88 ILS/RVR -A/T/3 ILS/RVR -A/T/4 20 40 ILS/RVR -A/T/5 80 ILS/RVR -A/T/6 4 20 120 100 . Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Teori b. Teori terinci peralatan ILS b. Fungsi peralatan ILS b.

DME ILS .Space modulation .Buku manual peralatan ILS 4. penempatan dan cakupan peralatan ILS.ILS single/dual Frek . Prosedur pengoperasian Agar para peserta mampu melaksanakan pengoperasian peralatan ILS dengan benar .Blok diagram ILS: .Pengoperasian ILS dengan lokal dan remote. tiga bulanan. SILABI MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori peralatan ILS.Patern dan cakupan ILS . Teori Penunjang c. mingguan. Agar para peserta mengetahui dan memahami cara kerja secara sistem.RCMS .DME ILS . .Pemeliharaan/pengechekan berkala : harian.ICAO DOC. No.Prinsip kerja ILS: . Kriteria penempatan peralatan ILS 10 10 8 6 6 8 8 8 4 4 6 .Kategori ILS . a. 8071 Vol. Teknik peralatan a.tahunan. . II . 6 .Pelayanan dan Analisa hasil Flight Comm / periodik.Sitting kriteria: . .RVR . .Buku Radio Navigation .8071 Vol.ILS receiver .Besaran dan adjustment parameter ILS . bulanan.ICAO ANNEX 10 Vol. Dokumen terkait dari ICAO / FAA TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL T Agar para peserta mengetahui dan memahami fungsi peralatan ILS dalam menunjang operasi keselamatan penerbangan serta acuan /institusi yang dianut. 2. I 3.RVR .ICAO ANNEX 10 Air 1. Pemeliharaan Agar para peserta mampu melaksanakan pemeliharaan peralatan ILS dengan benar.VI. Blok diagram peralatan ILS c.Fungsi dan teori penunjang dalam pengoperasian peralatan ILS. .Buku manual peralatan ILS .enam bulanan. Fungsi peralatan ILS b.ICAO DOC.Tipe-tipe ILS .Pelaksanaan ground Check 20 P PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN . II .RMMC . Teori terinci peralatan ILS b.Flight Inspection Report ILS 8 4 .

TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL T P 80 PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN . menggunakan alat ukur elektronik. 4 20 .Melaksanakan pengoperasian.Buku manual ILS .No.II . Pemeliharaan pencegahan d. MATA PELAJARAN (TOPIK) Praktek a. Penggunaan alat ukur c.Buku manual peralatan ILS: .ICAO DOC.Memberikan soal-soal tertulis dan memberikan troubel shooting pada peralatan ILS kepada peserta. penggunaan alat ukur. Pengoperasian b. Ujian/evaluasi .Buku manual yang terkait 5. Agar para peserta dapat mengoperasikan Peralatan ILS. Untuk mengetahui para perserta dalam memahami peralatan ILS yang didapatkan selama pelatihan. mencari penyebab serta menganalisa kerusakan pada ILS 6. melakukan prosedur pemeliharaan dengan benar serta dapat menganalisa/melokalisir kerusakan yang terjadi pada ILS.ICAO ANNEX 10 Vol. .8071 Vol. I . Trouble Shooting.

Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. maka teknisi yang mengopersikan dan memelihara fasilitas Sattelite Landing System (DGPS) wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan II. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. III.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING SATTELITE LANDING SYSTEM (DIFFERENTIAL GLOBAL POSITIONING SYSTEM) KODE DGPS-A/KPBP Teori : 180 Jam Praktek : 120 Jam 300 Jam Pelajaran I. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Sattelite Landing System (DGPS) dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. IV. b. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Sattelite Landing System (DGPS) serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. . sudut luncur (glide path) dan jarak terhadap titik pendaratan dengan presisi kepada pesawat udara yang akan melakukan pendaratan di suatu bandara. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. PERSYARATAN : a. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. PENDAHULUAN Sattelite Landing System (DGPS) adalah peralatan bantu fasilitas pendaratan berbasis satelit yang berfungsi untuk memberikan sinyal panduan arah pendaratan (azimuth). 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Sattelite Landing System (DGPS). Dalam rangka implementasi UU No.

Mata Pelajaran Kode Teori 20 Praktek 1. Teori peralatan Sattelite Landing System (DGPS). 4. Pengoperasian b. Kriteria Penempatan Peralatan Sattelite Landing System (DGPS) Prosedur Pengoperasian Sattelite Landing System (DGPS) Pemeliharaan peralatan Sattelite Landing System (DGPS) a. 6. Teori b. KURIKULUM Jam Pelajaran No. a. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Fungsi peralatan Sattelite Landing System (DGPS) b. Teori terinci peralatan Sattelite Landing System (DGPS) b. Teori penunjang c. SILABI Silabi sedang dalam pengembangan . 5. Pemelihaaan Pencegahan d.V. Dokumen terkait dari ICAO/FAA Teknik peralatan a. 2. Blok dan circuit diagram Sattelite Landing System (DGPS) c. Praktek Jumlah Jam Pelajaran DGPS -A/A/1 DGPS -A/A/2 96 DGPS -A/A/3 DGPS -A/A/4 20 40 DGPS -A/A/5 90 DGPS -A/A/6 4 180 30 120 VI. 3. Pemeliharaan pencegahan b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek pada peralatan Sattelite Landing System (DGPS) a. Penggunaan alat ukur c.

PERSYARATAN : a. sudut luncur (glide path) dan jarak terhadap titik pendaratan dengan presisi kepada pesawat udara yang akan melakukan pendaratan di suatu bandara. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. . MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Sattelite Landing System (DGPS) dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. b. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. maka teknisi yang mengopersikan dan memelihara fasilitas Sattelite Landing System (DGPS) wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan II. III. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Sattelite Landing System (DGPS) serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING SATTELITE LANDING SYSTEM (DIFFERENTIAL GLOBAL POSITIONING SYSTEM) KODE DGPS-A/KPBP Teori : 120 Jam Praktek : 100 Jam 220 Jam Pelajaran I. IV. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. PENDAHULUAN Sattelite Landing System (DGPS) adalah peralatan bantu fasilitas pendaratan berbasis satelit yang berfungsi untuk memberikan sinyal panduan arah pendaratan (azimuth). serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Sattelite Landing System (DGPS). Dalam rangka implementasi UU No. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No.

Mata Pelajaran Kode Teori 20 Praktek 1. Praktek Jumlah Jam Pelajaran DGPS -A/T/1 DGPS -A/T/2 88 DGPS -A/T/3 DGPS -A/T/4 20 40 DGPS -A/T/5 80 DGPS -A/T/6 4 20 120 100 VI. Teori terinci peralatan Sattelite Landing System (DGPS) b. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Fungsi peralatan Sattelite Landing System (DGPS) b. Teori penunjang c. KURIKULUM Jam Pelajaran No. Blok dan circuit diagram Sattelite Landing System (DGPS) c. Pemeliharaan Perbaikan Praktek pada peralatan Sattelite Landing System (DGPS) a. Teori peralatan Sattelite Landing System (DGPS). Pemelihaaan Pencegahan d. SILABI Silabi sedang dalam pengembangan . Teori b. 2. 4. 6. a. 3. Kriteria Penempatan Peralatan Sattelite Landing System (DGPS) Prosedur Pengoperasian Sattelite Landing System (DGPS) Pemeliharaan peralatan Sattelite Landing System (DGPS) a. Dokumen terkait dari ICAO/FAA Teknik peralatan a. Penggunaan alat ukur c.V. Pengoperasian b. Pemeliharaan pencegahan b. 5.

. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Security Equipment wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan/keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Security Equipment dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. PERSYARATAN : a. b. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. untuk menunjang keamanan dan keselamatan penerbangan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Security Equipment serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. III. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. II. PENDAHULUAN Security Equipment adalah peralatan penunjang fasilitas penerbangan yang digunakan untuk mendeteksi barang yang akan masuk daerah steril di Bandar Udara.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING SECURITY EQUIPMENT 300 Jam Pelajaran Teori : 172 Jam Praktek : 128 Jam KODE SE-A/KPFP I. Dalam rangka implementasi UU No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No.

Trouble shooting e. Pemeliharaan pencegahan b. 6. Penggunaan alat ukur c. 4. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Security Equipment sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.IV. KURIKULUM No. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Teori 32 Pelajaran Praktek 1. V. Pemelihaaan Pencegahan d. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Fungsi b. 5. Teori rinci peralatan b. Blok dan circuit diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Teori penunjang c. 2. Teori b. Teori umum peralatan a. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Pengoperasian b. Praktek SE-A/A /1 SE-A/A /2 112 SE-A/A /3 SE-A/A /4 8 16 SE-A/A/5 96 SE-A/A/6 4 172 32 128 . 3.

Teori rinci peralatan b. Blok dan circuit diagram c. SILABI No.VI. Teori penunjang c. serta ketentuan keamanan dan keselamatan penerbangan. MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. Rencana instalasi * Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prinsip kerja peralatan X-ray : • Blok diagram • Power Supply system • Conveyor system • Scanning system • X-ray system • Sensor system • Control system • Image generating system • Monitoring system Metal Detector : • Blok diagram • Power Supply system • Detector dan Control system • Monitoring system 72 20 . Fungsi b. • • • • • • Fungsi / kegunaan peralatan Teori sinar X Elektro magnetic Teknik elektronika dan digital Sistem pengamanan Bandara 32 P 1. Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN − − − Annex 17 Manual Book Ketentuan – ketentuan mengenai penggunaan radio aktif (BATAN) T • Agar peserta memahami kegunaan teori pendukung peralatan. Teknik peralatan a. - − 2.

Praktek Evaluasi kompetensi peserta • • Teori Praktek 4 32 . Pemeliharaan a. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Explosive Detector : • Blok diagram • Power Supply system • Detector dan Control system • Monitoring system 20 P 3. trouble shooting dan analisa peralatan 16 16 16 24 24 6. Pengoperasian b. Teori b. 5. Penggunaan alat ukur c. Prosedur Pengoperasian • Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan 4. e. Pemelihaaan Pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan * • Agar peserta memahami prosedur pemeliharaan dan perbaikan peralatan • Prosedur pengoperasian Xray • Prosedur pengoperasian Metal Detector • Prosedur pengoperasian Explosive Detector • Pemeliharaan berkala • Analisis kerusakan dan perbaikan peralatan Pelatihan : • Pengoperasian • Penggunaan alat ukur • Pemeliharaan pencegahan • Trouble shooting • Analisa sistem peralatan 4 2 2 8 8 • Agar peserta memiliki keahlian dalam pengoperasian. Pemeliharaan pencegahan b. . pemeliharaan. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a.No. d. Ujian/Evaluasi a.

. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. PENDAHULUAN Security Equipment adalah peralatan penunjang fasilitas penerbangan yang digunakan untuk mendeteksi barang yang akan masuk daerah steril di Bandar Udara. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING SECURITY EQUIPMENT 220 Jam Pelajaran Teori : 140 Jam Praktek : 80 Jam KODE SE-A/KPFP I. untuk menunjang keamanan dan keselamatan penerbangan. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Security Equipment serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. b. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Security Equipment wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan/keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Security Equipment dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Dalam rangka implementasi UU No. II. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. PERSYARATAN : a. III.

6. Praktek SE-A/T/1 SE-A/T/2 80 SE-A/T/3 SE-A/T/4 8 16 SE-A/T/5 48 SE-A/T/6 4 140 32 80 . 5. Pemelihaaan Pencegahan d. Fungsi b. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 32 1. Teori penunjang c. KURIKULUM No. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Security sehingga fasilitas yang dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar dipersyaratkan. Teori b.IV. Penggunaan alat ukur c. V. Pengoperasian b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. 4. 3. Blok diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Troble shooting Ujian/Evaluasi a. Teori umum peralatan a. Teori rinci peralatan b. Pemeliharaan pencegahan b. 2.

SILABI No. Teori rinci peralatan b. MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. - − 2. • • • • • Fungsi / kegunaan peralatan Teori sinar X Elektro magnetic Teknik elektronika dan digital Sistem pengamanan Bandara 32 P 1. Fungsi b. Blok diagram • Agar peserta memahami prinsip kerja peralatan X-ray : • Blok diagram • Power Supply system • Conveyor system • Scanning system • X-ray system • Sensor system • Control system • Image generating system • Monitoring system Metal Detector : • Blok diagram • Power Supply system • Detector dan Control system • Monitoring system 48 16 . serta ketentuan keamanan dan keselamatan penerbangan. Teknik peralatan a.VI. Teori penunjang c. Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN − − − Annex 17 Manual Book Ketentuan – ketentuan mengenai penggunaan radio aktif (BATAN) T − Agar peserta memahami kegunaan teori pendukung peralatan.

Praktek • Agar peserta memahami prosedur pemeliharaan dan perbaikan peralatan • Prosedur pengoperasian Xray • Prosedur pengoperasian Metal Detector • Prosedur pengoperasian Explosive Detector • Pemeliharaan berkala • Perbaikan peralatan 4 2 2 8 8 • Agar peserta memiliki ketrampilan dalam pengoperasian. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. pemeliharaan dan trouble shooting. Pemelihaaan Pencegahan d. Teori b. Evaluasi kompetensi peserta • • Teori Praktek 4 32 . Pemeliharaan pencegahan b. Prosedur Pengoperasian • Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan 4. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Explosive Detector : • • • • Blok diagram Power Supply system Detector dan Control system Monitoring system 16 P 3. Pemeliharaan a. Penggunaan alat ukur c. Pelatihan • Pengoperasian • Penggunaan alat ukur • Pemelihaaan Pencegahan • Trouble shooting 8 8 16 16 6.No. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. 5. Pengoperasian b.

03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. PENDAHULUAN Integrated Integrated Security System adalah peralatan penunjang fasilitas penerbangan yang terintegrasi untuk memantau lalu – lintas orang. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Integrated Security System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Integrated Security System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. barang. Dalam rangka implementasi UU No. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. . kendaraan dan pesawat udara di Bandar Udara guna menunjang keamanan dan keselamatan penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING INTEGRATED SECURITY SYSTEM 300 Jam Pelajaran Teori : 172 Jam Praktek : 88 Jam KODE ISS-A/KPFP I. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. III. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Integrated Integrated Security System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. b. II. PERSYARATAN : a.

Blok dan circuit diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Teori b. KURIKULUM No. Pengoperasian b. Penggunaan alat ukur c. 6. Pemeliharaan pencegahan b. Teori rinci peralatan b. 5. Trouble shooting e. Praktek ISS-A/A/1 ISS-A/A/2 112 ISS-A/A/3 ISS-A/A/4 8 24 ISS-A/A/5 96 ISS-A/A/6 4 32 172 128 . V. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. 4. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Teori 24 Pelajaran Praktek 1. Fungsi b. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Teori penunjang c. Pemelihaaan Pencegahan d. 2. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Integrated Security System sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.IV. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. Teori umum peralatan a. 3.

Blok dan circuit diagram • Agar peserta memahami prinsip kerja peralaan CCTV : • Blok diagram • Power Supply systemt • Camera system • Panic button Access Control : • Blok diagram • Sensor • Power supply • Card reader Fencing 16 8 8 8 8 4 4 4 • Sensor 4 Central System : • Blok diagram • Power Supply system • Operating System • Application System • Control system 4 4 4 4 8 . Teori penunjang c. Fungsi b. Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Agar peserta memahami kegunaan teori pendukung peralatan.VI. Teori rinci peralatan b. serta ketentuan keamanan dan keselamatan penerbangan. MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. Operating System Application System 1. SILABI No. • • • • Fungsi / kegunaan peralatan Teknik elektronika dan digital Komunikasi data Sistem pengamanan Bandara 4 8 8 4 P − − − − − Annex 17 Manual Book Open Sytem Networking & Data Comm. Teknik peralatan a. - 2.

Trouble shooting e. Pengoperasian b. Pemeliharaan pencegahan b. 6. Teori Praktek 4 96 Evaluasi kompetensi peserta 32 .No. pemeliharaan. Praktek • 8 16 • Agar peserta memiliki keahlian dalam pengoperasian. Prosedur Pengoperasian • Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan Agar peserta memahami prosedur pemeliharaan dan perbaikan peralatan 4. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • • • Monitoring system Recording System System manager • Prosedur pengoperasian Integrated Integrated Security System • • Pemeliharaan berkala Analisis kerusakan dan perbaikan peralatan 4 4 8 8 P 3. Pemelihaaan Pencegahan d. Penggunaan alat ukur c. 5. Pemeliharaan a. Teori b. Pengoperasian b. Pemelihaaan Pencegahan d. Analisis sistem peralatan * a. Penggunaan alat ukur c. b. trouble shooting dan analisa peralatan Pelatihan : a. Trouble shooting e. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a.

15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. b. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. III. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dlm melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Integrated Security System sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Integrated Security System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Integrated Security System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Dalam rangka implementasi UU No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING INTEGRATED SECURITY SYSTEM 220 Jam Pelajaran Teori : 116 Jam Praktek : 64 Jam KODE ISS-A/KPFP I. IV. barang. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. kendaraan dan pesawat udara di Bandar Udara guna menunjang keamanan dan keselamatan penerbangan. PENDAHULUAN Integrated Security System adalah peralatan penunjang fasilitas penerbangan yang terintegrasi untuk memantau lalu – lintas orang. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Integrated Security System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. II. PERSYARATAN : a. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. . SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan.

5. Teori rinci peralatan b. Pemelihaaan Pencegahan d. Fungsi b. 4. 3. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Penggunaan alat ukur c. Praktek ISS-A/T/1 ISS-A/T/2 70 ISS-A/T/3 ISS-A/T/4 8 16 ISS-A/T/5 32 ISS-A/T/6 4 32 116 64 . Dokumen terkait Teknik peralatan a.V. Pemeliharaan pencegahan b. Pengoperasian b. KURIKULUM No. Teori umum peralatan a. Blok dan circuit diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. 6. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Teori 28 Pelajaran Praktek 1. Teori b. 2. Teori penunjang c.

Blok dan circuit diagram • Agar peserta memahami prinsip kerja peralaan CCTV : • Blok diagram • Power Supply systemt • Camera system • Panic button Access Control : • Blok diagram • Sensor • Power supply • Card reader Fencing 8 2 4 2 8 2 2 2 4 • Sensor 8 4 4 4 4 4 Central System : • Blok diagram • Power Supply system • Operating System • Application System • Control system . serta ketentuan keamanan dan keselamatan penerbangan. Teori penunjang c. Operating System Application System 1. - 2. Teknik peralatan a. SILABI No. • • • • Fungsi / kegunaan peralatan Teknik elektronika dan digital Komunikasi data Sistem pengamanan Bandara 4 8 8 8 P − − − − − Annex 17 Manual Book Open Sytem Networking & Data Comm. Fungsi b. MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a.VI. Teori rinci peralatan b. Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Agar peserta memahami kegunaan teori pendukung peralatan.

Praktek • 8 8 • Agar peserta memiliki keterampilan dalam pengoperasian. pemeliharaan dan trouble shooting peralatan • Pelatihan dan pengaturan parameter 32 6. Pengoperasian b. Teori b. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Pemelihaaan Pencegahan d. Penggunaan alat ukur c. 5. Pemeliharaan pencegahan b. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • • Monitoring system Recording System • Prosedur pengoperasian Integrated Security System • • Pemeliharaan berkala Perbaikan peralatan 4 4 8 P 3. Pemeliharaan a. Evaluasi kompetensi peserta • Materi yang diberikan telah 4 32 . Prosedur Pengoperasian • Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan Agar peserta memahami prosedur pemeliharaan dan perbaikan peralatan 4.No. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a.

serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Dalam rangka implementasi UU No. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Centralized Information System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. b. IV. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING CENTRALIZED INFORMATION SYSTEM 300 Jam Pelajaran Teori : 188 Jam Praktek : 112 Jam KODE CIS-A/KPFP I. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Centralized Information System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. III. II. PENDAHULUAN Centralized Information System adalah peralatan penunjang operasi Bandar udara yang digunakan untuk mengintegrasikan seluruh informasi penerbangan bagi para pengguna jasa di Bandar Udara. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Centralized Information System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. . Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. PERSYARATAN : a. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Centralized Information System sehingga fasilitas yang dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.

Pemelihaaan Pencegahan d. 2. Rencana instalasi * Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Fungsi b. 3. Teori b. CIS-A/A/6 4 32 188 112 . Blok dan circuit diagram c. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 64 1. Pengoperasian b.V. Trouble shooting e. Pemeliharaan pencegahan b. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. CIS-A/A/5 48 6. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Penggunaan alat ukur c. Teori penunjang c. 4. Teori rinci peralatan b. Praktek CIS-A/A/1 CIS-A/A/2 64 32 CIS-A/A/3 CIS-A/A/4 24 32 5. Teori umum peralatan a. KURIKULUM No.

Teknik peralatan a. MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. ketertiban keamanan dan keselamatan penerbangan. Teori rinci peralatan b. Pemeliharaan a. Pengoperasian b. Pemelihaaan Pencegahan Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan Agar peserta memahami prosedur pemeliharaan dan perbaikan peralatan • Prosedur pengoperasian 16 Pelatihan : • Pemeliharaan berkala • Analisis kerusakan perbaikan peralatan dan 8 16 • alat Agar peserta memiliki keahlian dalam pengoperasian. Trouble shooting 40 . 5. Pengembangan jaringan • • Blok diagram Power Supply system Operating System Application System Central Processing Unit Terminal Concentrator Unit DIRAM Peripheral Recording System Network Planning 8 4 4 4 12 4 8 8 4 8 16 3. Penggunaan alat ukur c.VI. Agar peserta memahami prinsip kerja peralatan Agar peserta mampu merencanakan pengembangan jaringan • • • • • • • • • • • • • • Fungsi / kegunaan peralatan Teknik elektronika dan digital Komunikasi Data Sistem Informasi Bandara 4 16 P − − − − − Annex 14 Manual Book Open System Networking & Data comm. Pemeliharaan pencegahan b. trouble shooting dan analisa peralatan Pelatihan : a. Pemeliharaan pencegahan d. Teori penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Agar peserta memahami teori pendukung serta fungsi peralatan untuk menunjang kelancaran. Operating System Application System 1. 16 8 2. Prosedur Pengoperasian • • 4. Fungsi b. Pengoperasian b. SILABI No. Blok dan circuit diagram c.. Pemeliharaan perbaikan Praktek a. pemeliharaan. Penggunaan ukur c.

MATA PELAJARAN (TOPIK) Trouble shooting Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. Evaluasi kompetensi peserta • • Teori Praktek 4 32 . Prakterk d. Analisis peralatan * sistem P 6. e.No. Teori b. TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T e.

PERSYARATAN : a. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Centralized Information System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. II. b. . maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Centralized Information System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Centralized Information System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. PENDAHULUAN Centralized Information System adalah peralatan penunjang operasi Bandar udara yang digunakan untuk mengintegrasikan seluruh informasi penerbangan bagi para pengguna jasa di Bandar Udara.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING CENTRALIZED INFORMATION SYSTEM 220 Jam Pelajaran Teori : 140 Jam Praktek : 80 Jam KODE CIS-A/KPFP I. III. Dalam rangka implementasi UU No.

2. Teori umum peralatan a. Blok diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Dokumen terkait Teknik peralatan a. V. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 48 1. KURIKULUM No. Teori penunjang c. Praktek CIS-A/T/1 CIS-A/T/2 64 CIS-A/T/3 CIS-A/T/4 8 16 CIS-A/T/5 48 CIS-A/T/6 4 140 32 80 . MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Centralized Information System sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. 5. Pengoperasian b. Penggunaan alat ukur c. 3. Teori b. Fungsi b. Pemelihaaan Pencegahan d. Pemeliharaan pencegahan b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Teori rinci peralatan b.IV. 4. Troble shooting Ujian/Evaluasi a. 6.

Teori rinci peralatan b. ketertiban keamanan dan keselamatan penerbangan. • • • • Fungsi / kegunaan peralatan Teknik elektronika dan digital Komunikasi Data Sistem Informasi 8 16 16 8 P − − − − − Annex 14 Manual Book Open System Networking & Data comm. Fungsi b. Teori penunjang c. SILABI No.. Teknik peralatan a.VI. MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. Operating System Application System 1. - 2. Blok diagram • Agar peserta memahami prinsip kerja peralatan • • • • • • • • • Blok diagram Power Supply system Operating System Application System Central Processing Unit Terminal Concentrator Unit DIRAM Peripheral Recording System Prosedur pengoperasian 8 4 4 4 16 8 8 8 4 8 3. Prosedur Pengoperasian • Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan • . Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Agar peserta memahami teori pendukung serta fungsi peralatan untuk menunjang kelancaran.

Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. pemeliharaan.No. Teori b. Pemelihaaan Pencegahan d. Praktek TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Agar peserta memahami prosedur pemeliharaan dan perbaikan peralatan Agar peserta memiliki keterampilan dalam pengoperasian. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. • Pelatihan • Pengoperasian • Penggunaan alat ukur • Pemelihaaan Pencegahan • Trouble shooting 48 6. Pemeliharaan pencegahan b. Pengoperasian b. trouble shooting. Evaluasi peserta 32 . MATA PELAJARAN (TOPIK) Pemeliharaan a. kompetensi • • Teori Praktek 4 • • Pemeliharaan berkala Perbaikan peralatan 8 8 P 4. Penggunaan alat ukur c. 5.

Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING CLOSED CIRCUIT TELEVISION & ACCESS CONTROL 220 Jam Pelajaran Teori : 120 Jam Praktek : 80 Jam KODE CCTV & AC-B/KPFP I. III. . maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan CCTV & Access Control wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. PENDAHULUAN Closed Circuit Television & Access Control adalah peralatan penunjang fasilitas penerbangan untuk memantau lalu – lintas orang. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Dalam rangka implementasi UU No. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas CCTV & Access Control sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating CCTV & Access Control dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. II. kendaraan dan pesawat udara di Bandar Udara. b. IV. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. PERSYARATAN : a. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan CCTV & Access Control serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. barang.

Dokumen terkait Teknik peralatan a. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Teori rinci peralatan b. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. 2. Teori b. 4. 6. Teori penunjang c. Fungsi b. Penggunaan alat ukur c. Pemelihaaan Pencegahan d. Troble shooting e. Praktek CCTV & AC-B/A/1 CCTV & AC-B/A/2 64 CCTV & AC-B/A/3 CCTV & AC-B/A/4 16 20 CCTV & AC-B/A/5 48 CCTV & AC-B/A/6 8 140 32 80 . 5. KURIKULUM No. Teori umum peralatan a. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 32 1. Pengoperasian b. 3. Blok diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Pemeliharaan pencegahan b.V.

Fungsi b. No. Teori rinci peralatan b. Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Agar peserta memahami kegunaan teori pendukung peralatan. Teori penunjang c.VI. serta ketentuan keamanan dan keselamatan penerbangan. Teknik peralatan a. • • • • Fungsi / kegunaan peralatan Teknik elektronika dan digital Komunikasi data Sistem pengamanan Bandara 8 8 8 8 P − − − − − Annex 17 Manual Book Open Sytem Networking & Data Comm. SILABI MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. 1. Blok dan circuit diagram • Agar peserta memahami prinsip kerja peralatan CCTV : • Blok diagram • Power Supply system • Camera system • Operating System • Application System • Control system • Monitoring system • Recording System Access Control : • Blok diagram • Sensor • Power supply • Card reader • Operating System • Application System • Control system • Monitoring system 36 28 . Operating System Application System - 2.

Teori b. Pemelihaaan Pencegahan d. MATA PELAJARAN (TOPIK) Prosedur Pengoperasian TUJUAN • • Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan Agar peserta memahami prosedur pemeliharaan dan perbaikan peralatan • • • POKOK BAHASAN Prosedur pengoperasian CCTV & Access Control Pemeliharaan berkala Analisis kerusakan dan perbaikan peralatan JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T 16 P 4. Pengoperasian b. pemeliharaan. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a.No. trouble shooting dan analisa peralatan 6. Evaluasi kompetensi peserta Pelatihan • Pengoperasian • Penggunaan alat ukur dan penyetelan parameter • Pemelihaaan Pencegahan • Trouble shooting • Analisis sistem peralatan * • Teori • Praktek 48 8 32 . Praktek 4 16 • Agar peserta memiliki keahlian dalam pengoperasian. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. Penggunaan alat ukur c. Pemeliharaan pencegahan b. 3. 5. Trouble shooting e. Pemeliharaan a.

serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. barang. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. PENDAHULUAN Closed Circuit Television & Access Control adalah peralatan penunjang fasilitas penerbangan untuk memantau lalu – lintas orang. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan CCTV & Access Control wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. III. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING CLOSED CIRCUIT TELEVISION & ACCESS CONTROL 150Jam Pelajaran Teori : 88 Jam Praktek : 62 Jam KODE CCTV & AC-B/KPFP I. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. kendaraan dan pesawat udara di Bandar Udara. b. II. . yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating CCTV & Access Control dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Dalam rangka implementasi UU No. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan CCTV & Access Control serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. PERSYARATAN : a.

5. 6. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 24 1. KURIKULUM No. Fungsi b. Pengoperasian b. Penggunaan alat ukur c. 2. Dokumen terkait Teknik peralatan a. 4. Teori umum peralatan a. 3. Troble shooting Ujian/Evaluasi a. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas CCTV & Access Control System sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Teori b. Praktek CCTV & AC-B/T/1 CCTV & AC-B/T/2 44 CCTV & AC-B/T/3 CCTV & AC-B/T/4 8 8 CCTV & AC-B/T/5 32 CCTV & AC-B/T/6 4 88 30 62 . V. Pemeliharaan pencegahan b.. Pemelihaaan Pencegahan d. Teori rinci peralatan b. Teori penunjang c. Blok diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a.IV. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a.

Teknik peralatan a. 1. Blok diagram • Agar peserta memahami prinsip kerja peralatan CCTV : • Blok diagram • Power Supply system • Camera system • Operating System • Application System • Control system • Monitoring system • Recording System Access Control : • Blok diagram • Sensor • Power supply • Card reader • Operating System • Application System • Control system • Monitoring system 24 20 .VI. Operating System Application System - 2. • • • Fungsi / kegunaan peralatan Komunikasi data Sistem pengamanan Bandara 4 8 4 8 P − − − − − Annex 17 Manual Book Open Sytem Networking & Data Comm. SILABI No. Teori penunjang c. Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Agar peserta memahami kegunaan teori pendukung peralatan. Teori rinci peralatan b. MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. serta ketentuan keamanan dan keselamatan penerbangan. Fungsi b.

MATA PELAJARAN (TOPIK) Prosedur Pengoperasian TUJUAN • • Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan Agar peserta memahami prosedur perbaikan peralatan • • • POKOK BAHASAN Prosedur pengoperasian CCTV & Access Control Pemeliharaan berkala Perbaikan peralatan JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T 8 P 4. 3. Pemeliharaan pencegahan b. Pengoperasian b. 5. Evaluasi kompetensi peserta Pelatihan • Pengoperasian • Penggunaan alat ukur • Pemelihaaan Pencegahan • Trouble shooting • Teori • Praktek 32 8 30 . Penggunaan alat ukur c. Pemeliharaan a. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a.No. 6. pemeliharaan dan trouble shooting peralatan. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Teori b. Pemelihaaan Pencegahan d. Praktek 4 4 • Agar peserta memiliki keterampilan dalam pengoperasian.

maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Integrated Ground Communication System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. II. PERSYARATAN : a. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Integrated Ground Communication System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. III. PENDAHULUAN Integrated Ground Communication System adalah peralatan penunjang operasi Bandar udara yang digunakan untuk mengintegrasikan system komunikasi darat di lingkungan Bandar udara dengan meminimalkan penggunaan frekuensi guna menghindari gangguan terhadap frekuensi penerbangan Dalam rangka implementasi UU No. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. . yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Integrated Ground Communication System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. b. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING INTEGRATED GROUND COMMUNICATION SYSTEM 220 Jam Pelajaran Teori : 144 Jam Praktek : 76 Jam KODE IGCS-B/KPFP I.

KURIKULUM No. Pengoperasian b. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a.IV. 5. 4. Trouble shooting e. Pemelihaaan Pencegahan d. Blok dan circuit diagram c. Teori rinci peralatan b. V. Praktek IGCS-B/A/1 IGCS-B/A/2 68 IGCS-B/A/3 IGCS-B/A/4 8 24 IGCS-B/A/5 44 IGCS-B/A/6 4 144 32 76 . Rencana instalasi * Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Teori umum peralatan a. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Integrated Ground Communication System sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Pemeliharaan pencegahan b. Teori penunjang Teknik peralatan a. 6. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 40 1. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Fungsi b. 3. 2. Penggunaan alat ukur c. Teori b.

Prosedur Pengoperasian • Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan • Prosedur pengoperasian Integrated Ground Communication System Pemeliharaan berkala 8 4. 16 4 16 2. ketertiban keamanan dan keselamatan penerbangan. SILABI No. Blok dan circuit diagram c. Fungsi b.VI. • • • • Fungsi / kegunaan peralatan Teknik elektronika dan digital Teori pemancar & Penerima Teori komunikasi data 4 P − − − − − Manual Book Transmitter & Receiver principle Operating System Applilcation System Ketentuan penyelenggaraan komunikasi radio dari Ditjen Hubud dan Ditjen Postel 1. Pemeliharaan • Agar peserta memahami • 8 . Teori rinci peralatan b. MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. Teori penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Agar peserta memahami teori pendukung serta fungsi peralatan untuk menunjang kelancaran. Teknik peralatan a. Regrouping • • Agar peserta memahami prinsip kerja peralatan Agar peserta mampu merencanakan pengaturan kelompok komunikasi • • • • • • • • • Blok diagram Operating System Applilcation System Power Supply system System Manager Base Station Site Controller Subscriber Regrouping Planning 8 4 4 4 8 8 16 8 8 3.

Pengoperasian b. Analisis sistem peralatan * • • 48 6. Trouble shooting e. Trouble shooting e. Penggunaan alat ukur c. Penggunaan alat ukur c. b. MATA PELAJARAN (TOPIK) Pemeliharaan pencegahan Pemeliharaan Perbaikan • TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T prosedur pemeliharaan dan perbaikan peralatan • Analisis dan peralatan kerusakan perbaikan 16 P a. pemeliharaan.No. Praktek a. Evaluasi kompetensi peserta Teori Praktek 4 32 . Praktek Agar peserta memiliki keahlian dalam pengoperasian. Pemelihaaan Pencegahan d. Pengoperasian b. trouble shooting dan analisa peralatan Pelatihan : a. 5. Teori b. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. Pemelihaaan Pencegahan d.

serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. b. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. PERSYARATAN : a. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. III. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Integrated Ground Communication System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Integrated Ground Communication System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING INTEGRATED GROUND COMMUNICATION SYSTEM 150 Jam Pelajaran Teori : 88Jam Praktek : 62 Jam KODE IGCS-B/KPFP I. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Integrated Ground Communication System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. II. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. . PENDAHULUAN Integrated Ground Communication System adalah peralatan penunjang operasi Bandar udara yang digunakan untuk mengintegrasikan system komunikasi darat di lingkungan Bandar udara dengan meminimalkan penggunaan frekuensi guna menghindari gangguan terhadap frekuensi penerbangan Dalam rangka implementasi UU No.

3. Blok dan circuit diagram c. KURIKULUM No. Pemelihaaan Pencegahan d. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Integrated Ground Communication System sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Rencana instalasi * Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. 6. Penggunaan alat ukur c.IV. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 20 1. Teori b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. 5. Teori penunjang Teknik peralatan a. V. Teori rinci peralatan b. Praktek IGCS-B/T/1 IGCS-B/T/2 48 IGCS-B/T/3 IGCS-B/T/4 8 8 IGCS-B/T/5 32 IGCS-B/T/6 4 88 30 62 . Pengoperasian b. Teori umum peralatan a. Pemeliharaan pencegahan b. 2. Fungsi b. Trouble shooting e. 4.

• • • Fungsi / kegunaan peralatan Teknik elektronika dan digital Teori pemancar & penerima 4 8 P − − − − − Manual Book Transmitter & Receiver principle Operating System Applilcation System Ketentuan penyelenggaraan komunikasi radio dari Ditjen Hubud dan Ditjen Postel 1. Teori rinci peralatan b. Fungsi b. Blok diagram • Agar peserta memahami prinsip kerja peralatan • • • • • • • • • Blok diagram Operating System Applilcation System Power Supply system System Manager Base Station Site Controller Subscriber Prosedur pengoperasian Integrated Ground Communication System 8 4 4 4 4 8 8 8 8 3. Pemeliharaan pencegahan • Agar peserta memahami prosedur pemeliharaan dan • • Pemeliharaan berkala Perbaikan peralatan 4 4 . Pemeliharaan a. ketertiban keamanan dan keselamatan penerbangan. Teori penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Agar peserta memahami teori pendukung serta fungsi peralatan untuk menunjang kelancaran.VI. 8 2. SILABI No. Teknik peralatan a. MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. Prosedur Pengoperasian • Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan 4.

Teori b. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Pemelihaaan Pencegahan d. Pengoperasian b. Pengoperasian b. shooting dan peralatan memiliki dalam trouble analisa Pelatihan : a.No. Trouble shooting 32 Evaluasi kompetensi peserta a. Teori Praktek 4 30 . b. Penggunaan alat ukur c. 5. Praktek a. Pemelihaaan Pencegahan d. MATA PELAJARAN (TOPIK) pencegahan Pemeliharaan Perbaikan • TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T perbaikan peralatan P b. Praktek Agar peserta keterampilan pengoperasian. pemeliharaan. 6. Penggunaan alat ukur c.

yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. PENDAHULUAN Flight Information Display System adalah peralatan penunjang operasi Bandar Udara yang digunakan untuk menampilkan informasi penerbangan bagi para pengguna jasa di Bandar Udara.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING FLIGHT INFORMATION DISPLAY SYSTEM 220 Jam Pelajaran Teori : 140 Jam Praktek : 80 Jam KODE FIDS-B/KPFP I. II. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Flight Information Display System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. PERSYARATAN : a. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. . ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Flight Information Display System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Flight Information Display System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. III. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. Dalam rangka implementasi UU No. b. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika.

Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. Teori penunjang Teknik peralatan a. 5. Pemelihaaan Pencegahan d. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 40 1. Trouble shooting e. Teori rinci peralatan b. V. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Teori umum peralatan a. Praktek FIDS-B/A/1 FIDS-B/A/2 64 FIDS-B/A/3 FIDS-B/A/4 8 24 FIDS-B/A/5 56 FIDS-B/A/6 8 140 32 80 . 3. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Flight Information Display System sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Fungsi b. Pemeliharaan pencegahan b.IV. Penggunaan alat ukur c. Blok dan circuit diagram c. Teori b. 6. 2. Rencana instalasi * Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. KURIKULUM No. 4. Pengoperasian b.

Blok dan circuit diagram c. Teori penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Agar peserta memahami teori pendukung serta fungsi peralatan untuk menunjang kelancaran. Flap Board dan LED) Network Planning 8 4 4 4 16 8 8 8 3. protocol Display monitor (TV. Operating System Application System 1. Pemeliharaan Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan Agar peserta memahami • • Prosedur pengoperasian 8 Pemeliharaan berkala 8 . Prosedur Pengoperasian • • 4. Fungsi b. SILABI No.. Dot Matrik. • • • • Fungsi / kegunaan peralatan Teknik elektronika dan digital Komunikasi Data Sistem Informasi 4 16 16 4 P − − − − − Annex 14 Manual Book Open System Networking & Data comm. Pengembangan jaringan • • Agar peserta memahami prinsip kerja peralatan Agar peserta mampu merencanakan pengembangan jaringan • • • • • • • • Blok diagram Operating System System Aplikasi Power Supply system Central Processing Unit Interface.VI. MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. - 2. Teknik peralatan a. ketertiban keamanan dan keselamatan penerbangan. Teori rinci peralatan b.

Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. pemeliharaan.No. 5. Praktek Agar peserta memiliki keahlian dalam pengoperasian. Teori b. Trouble shooting e. Pemelihaaan Pencegahan d. b. trouble shooting dan analisa peralatan 6. Evaluasi kompetensi peserta Pelatihan : • Pengoperasian • Penggunaan alat ukur • Pemeliharaan pencegahan • Trouble shooting • Analisis sistem peralatan * • Teori • Praktek 48 4 32 . Praktek a. MATA PELAJARAN (TOPIK) Pemeliharaan pencegahan Pemeliharaan Perbaikan • TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T prosedur pemeliharaan dan perbaikan peralatan • Perbaikan peralatan 16 P a. Penggunaan alat ukur c. Pengoperasian b.

b. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING FLIGHT INFORMATION DISPLAY SYSTEM 150 Jam Pelajaran Teori : 88 Jam Praktek : 62 Jam KODE FIDS-B/KPFP I. Dalam rangka implementasi UU No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. III. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. PERSYARATAN : a. . II. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Flight Information Display System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. PENDAHULUAN Flight Information Display System adalah peralatan penunjang operasi Bandar Udara yang digunakan untuk menampilkan informasi penerbangan bagi para pengguna jasa di Bandar Udara. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Flight Information Display System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Flight Information Display System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih.

V. 3. Praktek FIDS-B/T/1 FIDS-B/T/2 44 FIDS-B/T/3 FIDS-B/T/4 8 8 FIDS-B/T/5 32 FIDS-B/T/6 4 88 30 62 . Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 24 1. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Flight Information Display System sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Teori penunjang Teknik peralatan a.IV. 6. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. 4. Rencana instalasi * Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Teori umum peralatan a. Penggunaan alat ukur c. Pemelihaaan Pencegahan d. Pengoperasian b. Pemeliharaan pencegahan b. 5. Blok dan circuit diagram c. Teori rinci peralatan b. KURIKULUM No. Teori b. Fungsi b. 2.

Fungsi b.. Agar peserta memahami prinsip kerja peralatan • • • • • • • • • • • Fungsi / kegunaan peralatan Teknik elektronika dan digital Komunikasi Data Sistem Informasi Bandara Blok diagram Operating System System Aplikasi Power Supply system Central Processing Unit Interface. Blok diagram • 8 4 4 4 8 8 8 3. Teknik peralatan a. Prosedur Pengoperasian • • 4. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. protocol Display monitor (TV. No. Dot Matrik. Operating System Application System 1. 5. Teori penunjang b.dan trouble shooting. pemeliharaan. Pemelihaaan Pencegahan Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan Agar peserta memahami prosedur pemeliharaan dan perbaikan peralatan • • • 8 Pemeliharaan berkala Perbaikan peralatan 4 4 • alat Agar peserta memiliki keterampilan dalam pengoperasian. Penggunaan ukur c. Pengoperasian b. SILABI MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. Pemeliharaan a. ketertiban keamanan dan keselamatan penerbangan. Flap Board dan LED) Prosedur pengoperasian 4 8 P − − − − − Annex 14 Manual Book Open System Networking & Data comm. Pelatihan • Pengoperasian • Penggunaan alat ukur • Pemelihaaan Pencegahan 32 . Teori penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Agar peserta memahami teori pendukung serta fungsi peralatan untuk menunjang kelancaran.VI. 8 4 2. Pemeliharaan pencegahan b.

MATA PELAJARAN (TOPIK) Pencegahan Trouble shooting TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Trouble shooting P d.No. Ujian/Evaluasi a. Teori Praktek 4 30 . 6. Praktek Evaluasi kompetensi peserta a. Teori b. b.

03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Check In System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. b. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Check In System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Check In System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING CHECK IN SYSTEM 220 Jam Pelajaran Teori : 144 Jam Praktek : 76 Jam KODE CI-B/KPFP I. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. PENDAHULUAN Integrated Ground Communication System adalah peralatan penunjang operasi Bandar udara yang digunakan untuk mengintegrasikan system komunikasi darat di lingkungan Bandar udara dengan meminimalkan penggunaan frekuensi guna menghindari gangguan terhadap frekuensi penerbangan Dalam rangka implementasi UU No. . PERSYARATAN : a. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. II. III. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan.

Rencana instalasi * Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. 4. Teori penunjang Teknik peralatan a. Pengoperasian b. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Check In System sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. 2. Fungsi b. Penggunaan alat ukur c. Trouble shooting e. Blok dan circuit diagram c. Praktek CI-B/A/1 CI-B/A/2 68 CI-B/A/3 CI-B/A/4 8 24 CI-B/A/5 44 CI-B/A/6 4 144 32 76 . Teori umum peralatan a. 6. Pemeliharaan pencegahan b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. 5. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. Pemelihaaan Pencegahan d. 3. Teori rinci peralatan b. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 40 1. KURIKULUM No.IV. V. Teori b.

SILABI (Sedang dalam Pengembangan) .VI.

PERSYARATAN : a. III. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. . terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Check In System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Check In System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING CHECK IN SYSTEM 150 Jam Pelajaran Teori : 88 Jam Praktek : 62 Jam KODE CI-B/KPFP I. II. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. b. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Check In System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Dalam rangka implementasi UU No. PENDAHULUAN Check In System adalah peralatan penunjang operasi Bandar Udara yang digunakan untuk kelancaran pelayanan check in bagi para pengguna jasa di Bandar Udara. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika.

Teori rinci peralatan b. 4. Teori umum peralatan a. 3. Teori penunjang Teknik peralatan a. KURIKULUM No. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Fungsi b.IV. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Check In System sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 24 1. 5. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. 6. Pemelihaaan Pencegahan d. Rencana instalasi * Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Penggunaan alat ukur c. Pengoperasian b. Praktek CI-B/T/1 CI-B/T/2 44 CI-B/T/3 CI-B/T/4 8 8 CI-B/T/5 32 CI-B/T/6 4 88 30 62 . Teori b. V. Pemeliharaan pencegahan b. Blok dan circuit diagram c. 2.

VI. SILABI (Sedang dalam Pengembangan) .

MANFAAT YANG DIPEROLEH : Memiliki bukti kecakapan dalam bidang listrik penerbangan tingkat ahli serta kesempatan untuk menempuh Diklat rating. IV. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi listrik penerbangan dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan yang cukup dalam ilmu listrik dan fasilitas listrik penerbangan dengan tujuan untuk memenuhi persyaratan memperoleh Sertifikat Kecakapan tingkat ahli.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI SERTIFIKAT KECAKAPAN AHLI TEKNISI LISTRIK PENERBANGAN KODE SKP-A/TLP 120 Jam Pelajaran I. III. PERSYARATAN : Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik dan mekanikal. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. 03 Tahun 2001 maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil listrik penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. PENDAHULUAN Dalam rangka implementasi UU No. . II.

PENGETAHUAN KHUSUS 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Pengetahuan Teknik Listrik Teknik Elektronika dan Digital Pembangkit Tenaga Listrik Sistem Transmisi dan Distribusi Alat-Alat Ukur dan Pengukuran Visual Aids Peralatan Elektromekanikal : : : : : : : 8 Jam 12 Jam 8 Jam 12 Jam 8 Jam 16 Jam 8 Jam 72 jam . PENGETAHUAN KEUDARAAN 1) 2) 3) 4) 5) Pembinaan Personil Penerbangan Hukum Penerbangan (Air Law) Peraturan Penerbangan (Rule of the Air) Manajemen LLU Manajemen Pemeliharaan : : : : : 8 Jam 8 Jam 16 Jam 8 Jam 8 Jam 48 jam B.V. KURIKULUM SERTIFIKAT PENERBANGAN KECAKAPAN AHLI TEKNISI LISTRIK A.

PAN No. MATA PELAJARAN (TOPIK) PENGETAHUAN KEUDARAAN Pembinaan Personil Penerbangan − − Agar peserta memahami tugas pokok dan fungsi Ditjen Hubud Agar Peserta memahami ketentuan-ketentuan mengenai angka kredit teknisi penerbangan Agar Peserta memahami hak dan kewajiban sbg. teknisi penerbangan − − Sturktur Organisasi dan tata kerja Ditjen Hubud Angka Kredit untuk Jabatan Fungsional Teknisi Penerbangan. No. 15 Tahun 1992 PP. 3 Tahun 2001 PP. 100 Tahun 1988 Skep Dirjen Hubud No. Manajemen LLU Agar para peserta mengetahui dan memahami konsep optimasi pemanfaatan ruang udara dan pelayanan keselamatan penerbangan Organisasi ruang udara Pelayanan navigasi penerbangan Konsep CNS/ATM 8 - − − − − ICAO Global Plan ATS Planning Manual ATC Master Plan Indonesia Konsep Harmonisasi . 3 Tahun 2001 3. No. 14 dan 17 Konvensi ICAO PP.VI. Pembinaan pegawai (PNS/BUMN) Etika profesi teknisi 8 − − − − − − UU No. 58 Tahun 1991 KM. Hukum Penerbangan (Air Law) Agar Perserta mengetahui dan memahami hukum penerbangan sipil nasional dan internasional Agar Perserta memahami peraturan-peraturan yang berkaitan dengan penerbangan sipil Konvensi ICAO Annexes ICAO Kedaulatan Negara 8 - − − − UU No. 15 Tahun 1992 Annexes : 10. SKEP/176/VI/2001 TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P A. No. No. 1. 16 Tahun 1994 KM. 71 Tahun 1996 PP. No. 11. Peraturan Penerbangan (Rule of the Air) Keselamatan Penerbangan Keamanan Penerbangan Angkutan Udara Kebandarudaraan 16 - − − − 4. SILABUS DIKLAT SERTIFIKAT KECAKAPAN AHLI TEKNISI LISTRIK PENERBANGAN No. 40 Tahun 1995 PP. No. − − − − − − − − − − − − − 2.

− − B. Edminister. 1. Semesteran dan Tahunan) dan Pengkalibrasian Tingkat Pemeliharaan Pemeriksaaan Peralatan 8 P − − Prosedur Pemeliharaan fasilitas elektronika dan listrik Skep Dirjen Hubud No. Triwulanan. SKEP/40/II/1998 5.No. . MATA PELAJARAN (TOPIK) Manajemen Pemeliharaan TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami ketentuan-ketentuan dalam pengoperasian dan pemeliharaan peralatan. “Electrical Technology. Mingguan. − − − − − Kebijakan Sistem Pemeliharaan Tujuan Program Pemeliharaan Konsepsi Pemeliharaan Prosedur Pengoperasian Peralatan Prosedur pemeliharaan Peralatan (Jadual Harian.L. PENGETAHUAN KHUSUS Pengetahuan Teknik Listrik Agar peserta memahami dan menerapkan ilmu kelistrikan − − Rangkaian Listrik : • Hukum Kirchoff • Daya dan Energi • Listrik 1 fasa dan 3 fasa Bahan-bahan Listrik 8 - - - Joseph A. Bulanan. 1984 Theraja B. Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga. New Delhi1980.

Karmon Singalingging. Manual Book AMF” . “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb. “Pembangkit Listrikk Tenaga Surya” Tarsito 1994 Zuhal. “Teknik Digital” Wasito. Pembangkit Tenaga Listrik Agar peserta memahami dan mampu menganalisis cara kerja sistem pembangkit tenaga listrik - Generator Solar Cell Battery Cell Prime Mover UPS 8 - - - - Drs. Sistem Transmisi dan Distribusi Agar peserta memahami dan mampu menganalisis sistem transmisi dan distribusi di Bandar Udara - SUTR SUTM Ground Cable Transformator Daya Panel TM Panel TR Panel ACOS Sistem Proteksi 12 - - - - Abdul Kadir. 3. 1982. Gramedia 2001. “Vadekum Elektronika”.No. UIP 2000 SEG. Abdul Kadir. Manual Book 4. 2. “Transmisi Tenaga Listrik” UIP 1998. “Distribusi dan Utilitasi Tenaga Listrik”. MATA PELAJARAN (TOPIK) Teknik Elektronika dan Digital TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan dapat menerapkan teknik elektronika dan digital Komponen Pasif Pengatur Tegangan Saklar Transistor Thyristor dan Triac Komparator Sistem Bilangan Gerbang Logika dan Aplikasinya Flip Flop dan multivibrator 12 P Wasito.

- 6. Pradnya Paramita 1979 Manual Book 5. Visual Aids Agar peserta memahami dan mampu menganalisis cara kerja fasilitas visual aids serta kriteria penempatan peralatan - Approach Light SQFL RTIL PAPI/TVASIS Runway Light Threshold Light Taxiway Light Signal dan Beacon Konfigurasi AFL Power dan control (CCR. 14 Volume I JICA. Soedjana Sapiie. RCD. Dr. MATA PELAJARAN (TOPIK) Alat-Alat Ukur dan Pengukuran TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan dapat menggunakan alat-alat ukur dengan benar Oscilloscope Avometer Amperemeter Cable Fault Detector Phase Squence Indicator Cos phi meter Frekuensi meter Earth tester Harmonic Analizer Tachometer Lux meter 8 P Dr. The Seminar on Aerodrome Airport Lighting System Manual Book . MC dan SC) ADGS 16 - - Annex.No.PT. Osamu Nishino. “Pengukuran dan AlatAlat Ukur Listrik” .

No. . MATA PELAJARAN (TOPIK) Peralatan Elektromekanikal TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menganalisis cara kerja fasilitas elektromekanikal Air Conditioner Escalator Elevator Conveyor Travelator Automatic Door 8 P Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System 7.

15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. 03 Tahun 2001 maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil listrik penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi listrik penerbangan dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan yang cukup dalam ilmu listrik dan fasilitas listrik penerbangan dengan tujuan untuk memenuhi persyaratan memperoleh Sertifikat Kecakapan tingkat Terampil. II. IV. PERSYARATAN : Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik Listrik dan Mekanikal.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL SERTIFIKAT KECAKAPAN TERAMPIL TEKNISI LISTRIK PENERBANGAN KODE SKP-T/TLP 120 Jam Pelajaran I. . PENDAHULUAN Dalam rangka implementasi UU No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. III. MANFAAT YANG DIPEROLEH : Memiliki bukti kecakapan dalam bidang listrik penerbangan tingkat terampil serta kesempatan untuk menempuh Diklat rating.

PENGETAHUAN KHUSUS 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Pengetahuan Teknik Listrik Teknik Elektronika dan Digital Pembangkit Tenaga Listrik Sistem Transmisi dan Distribusi Alat-Alat Ukur dan Pengukuran Visual Aids Peralatan Elektromekanikal : : : : : : : 8 Jam 12 Jam 8 Jam 12 Jam 8 Jam 16 Jam 8 Jam 72 jam . KURIKULUM SERTIFIKAT KECAKAPAN TERAMPIL TEKNISI LISTRIK PENERBANGAN A.V. PENGETAHUAN KEUDARAAN 1) 2) 3) 4) 5) Pembinaan Personil Penerbangan Hukum Penerbangan (Air Law) Peraturan Penerbangan (Rule of the Air) Manajemen LLU Manajemen Pemeliharaan : : : : : 8 Jam 8 Jam 16 Jam 8 Jam 8 Jam 48 jam B.

VI. Hukum Penerbangan (Air Law) Agar Perserta mengetahui dan memahami hukum penerbangan sipil nasional dan internasional Agar Perserta memahami peraturan-peraturan yang berkaitan dengan penerbangan sipil Konvensi ICAO Annexes ICAO Kedaulatan Negara 8 - − − − UU No. No. PAN No. No. 58 Tahun 1991 KM. 16 Tahun 1994 KM. No. 15 Tahun 1992 Annexes : 10. − − − − − − − − − − − − − 2. 1. 15 Tahun 1992 PP. 40 Tahun 1995 PP. 3 Tahun 2001 3. Peraturan Penerbangan (Rule of the Air) Keselamatan Penerbangan Keamanan Penerbangan Angkutan Udara Kebandarudaraan 16 - − − − 4. SILABUS DIKLAT SERTIFIKAT KECAKAPAN TERAMPIL TEKNISI LISTRIK PENERBANGAN No. No. 11. teknisi penerbangan − − Sturktur Organisasi dan tata kerja Ditjen Hubud Angka Kredit untuk Jabatan Fungsional Teknisi Penerbangan. Pembinaan pegawai (PNS/BUMN) Etika profesi teknisi 8 − − − − − − UU No. Manajemen LLU Agar para peserta mengetahui dan memahami konsep optimasi pemanfaatan ruang udara dan pelayanan keselamatan penerbangan Organisasi ruang udara Pelayanan navigasi penerbangan Konsep CNS/ATM 8 - - − − − − ICAO Global Plan ATS Planning Manual ATC Master Plan Indonesia Konsep Harmonisasi . 100 Tahun 1988 Skep Dirjen Hubud No. 14 dan 17 Konvensi ICAO PP. No. 3 Tahun 2001 PP. 71 Tahun 1996 PP. No. SKEP/176/VI/2001 TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P A. MATA PELAJARAN (TOPIK) PENGETAHUAN KEUDARAAN Pembinaan Personil Penerbangan − − Agar peserta memahami tugas pokok dan fungsi Ditjen Hubud Agar Peserta memahami ketentuan-ketentuan mengenai angka kredit teknisi penerbangan Agar Peserta memahami hak dan kewajiban sbg.

− − − − − Kebijakan Sistem Pemeliharaan Tujuan Program Pemeliharaan Konsepsi Pemeliharaan Prosedur Pengoperasian Peralatan Prosedur pemeliharaan Peralatan (Jadual Harian. Joseph A. Triwulanan. 1. New Delhi1980. Semesteran dan Tahunan) dan Pengkalibrasian Tingkat Pemeliharaan Pemeriksaaan Peralatan 8 P − − Prosedur Pemeliharaan fasilitas elektronika dan listrik Skep Dirjen Hubud No. Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga. SKEP/40/II/1998 5. 2. 1984 Theraja B. − − B. “Electrical Technology. PENGETAHUAN KHUSUS Pengetahuan Teknik Listrik Agar peserta mengetahui dan memahami ilmu dasar kelistrikan − − Rangkaian Listrik : • Hukum Kirchoff • Daya dan Energi • Listrik 1 fasa dan 3 fasa Bahan-bahan Listrik 8 - 1.No. .L. MATA PELAJARAN (TOPIK) Manajemen Pemeliharaan TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami ketentuan-ketentuan dalam pengoperasian dan pemeliharaan peralatan. Edminister. Bulanan. Mingguan.

1982. Gramedia 2001. Karmon Singalingging. “Distribusi dan Utilitasi Tenaga Listrik”. Manual Book 4. 2. “Pembangkit Listrikk Tenaga Surya” Tarsito 1994 Zuhal. “Transmisi Tenaga Listrik” UIP 1998. Manual Book AMF” . “Teknik Digital” Wasito. Pembangkit Tenaga Listrik Agar peserta mengetahui dan memahami cara kerja pembangkit tenaga listrik - Generator Solar Cell Battery Cell Prime Mover UPS 8 - 1. MATA PELAJARAN (TOPIK) Teknik Elektronika dan Digital TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami dasar-dasar teknik elektronika dan digital Komponen Pasif Pengatur Tegangan Saklar Transistor Thyristor dan Triac Komparator Sistem Bilangan Gerbang Logika dan Aplikasinya Flip Flop dan multivibrator 12 P 1. Abdul Kadir. 2. 2. 3. “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb. “Vadekum Elektronika”. Wasito. Sistem Transmisi dan Distribusi Agar peserta mengetahui dan memahami sistem transmisi dan distribusi di Bandar Udara - SUTR SUTM Ground Cable Transformator Daya Panel TM Panel TR Panel ACOS Sistem Proteksi 12 - 1. 3. Drs.No. 3. UIP 2000 SEG. Abdul Kadir. 2.

“Pengukuran dan AlatAlat Ukur Listrik” . RCD. MATA PELAJARAN (TOPIK) Alat-Alat Ukur dan Pengukuran TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami cara kerja alat ukur serta dapat melakukan pengukuran dengan benar Oscilloscope Avometer Amperemeter Cable Fault Detector Phase Squence Indicator Cos phi meter Frekuensi meter Earth tester Harmonic Analizer Tachometer Lux meter Approach Light SQFL RTIL PAPI/TVASIS Runway Light Threshold Light Taxiway Light Signal dan Beacon Konfigurasi AFL Power dan control (CCR. 3.PT. Annex 14. 6. The Seminar on Aerodrome Airport Lighting System Manual Book . Dr. 2. Visual Aids Agar peserta mengetahui dan memahami fungsi dan cara kerja visual aids 16 1. Dr.No. MC dan SC) ADGS 8 P 1. Osamu Nishino. Volume I JICA. Pradnya Paramita 1979 Manual Book 5. Soedjana Sapiie. 2.

Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System 7. . MATA PELAJARAN (TOPIK) Peralatan Elektromekanikal TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami fungsi dan cara kerja peralatan elektromekanikal Air Conditioner Escalator Elevator Conveyor Travelator Automatic Door 8 P 1. 2.No.

waktu terjadinya dan bentuk kesalahan yang dapat tercetak pada alarm priter dan terekam dalam kumpulan data pada hard disk. letak peralatan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. mengatur dan merekam kegiatan peralatan airfield lighting system agar dapat bekerja secara tepat guna. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. b. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan AFL Control System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Sebagai contoh sistem ini dapat memberikan laporan terjadinya kelainan pada peralatan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan AFL Control System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. Sistem juga dapat melaporkan peralatan-peralatan yang telah tiba saat nya pemeliharaan berkalanya. III. Dalam rangka implementasi UU No. II. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. . Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. PENDAHULUAN Airfield Lighting (AFL) Control System adalah suatu sistem kontrol manajemen yang menggunakan komputer sehingga mampu memantau (memonitoring).DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING AIRFIELD LIGHTINGCONTROL SYSTEM 272 Jam Pelajaran Teori : 132 Jam Praktek : 140 Jam KODE AFLCS-A/KPBP I. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas AFL Control System. IV. PERSYARATAN : a. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating AFL Control System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. yang mencakup nama peralatan.

3. 5. Teori rinci peralatan b. Pengoperasian b. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. Pemelihaaan Pencegahan d. 2.V. Teori b. Teori umum peralatan a. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 40 1. Fungsi peralatan b. Pemeliharaan pencegahan b. Penggunaan alat ukur c. Praktek AFLCS-A/A/1 AFLCS-A/A/2 64 AFLCS-A/A/3 AFLCS-A/A/4 8 16 AFLCS-A/A/5 124 AFLCS-A/A/6 4 16 132 140 . 4. KURIKULUM RATING AIRFIELD LIGHTING CONTROL SYSTEM No. 6. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Blok dan circuit diagram c. Teori penunjang Teknik peralatan a. Trouble shooting e.

b. b. 2001 …. • Protocol/Interface • Operating System . Siemens. ”Vadekum Elektronika”. 2. Teori rinci peralatan .. No.Pengetahuan Komunikasi data • Dasar dasar Komputer • Sistem jaringan • Media transmisi. 1.Modulator Demodulator . “Manual Book “SICOMOS”.Remote Control Desk 64 - 1.Interface level . SILABUS RATING AIRFIELD LIGHTING CONTROL SYSTEM MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. Honeywell.VI.Maintenance Center . Fungsi Peralatan Teori Penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan AFL Control System a. …….Sensoric actoric . . c.Microprocessor 40 P 1.. “Manual Book Control and Monitoring System”. b.Automation level . 2. Wasito S. 3.Management Level • Taks of Management level • Control Desks • The Monitor in Controller • Programmable controller . Fungsi Peralatan Teori Penunjang .Programmable Logic Controller . Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Rencana Instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan AFL Control System a. 2. Teknik peralatan a.PT Gramedia Pustaka Utama.

“Manual Book Control and Monitoring System”. Honeywell. Honeywell. b. Prosedur Pengoperasian Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian AFL Control System secara benar Prosedur pengoperasian AFL Control System 8 - 1. d. Siemens. c. 6. c. “Manual Book “SICOMOS”. P c. Pemeliharaan Pencegahan . 3. 3. “Manual Book “SICOMOS”. Teori b. e. Honeywell. pemeliharaan AFL Control System secara benar.Pemeliharaan Berkala . ……. “Manual Book Control and Monitoring System”. ……. 2.Panel Control Block dan circuit diagram AFL Control System Rencana Instalasi AFL Control System JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T b. Praktek a. b. d. 3. Prosedur pengoperasian AFL Control System Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan 124 1. “Manual Book Control and Monitoring System”. 2. trouble shooting dan analisis sistem a. Praktek 4 16 . Ujian/Evaluasi a. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN . Pemeliharaan Pencegahan b. 3.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . 4. Siemens. ……. 2. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. Teori b. b. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. Pemeliharaan a.Trouble shooting 16 - 1. Siemens.No. “Manual Book “SICOMOS”. Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan AFL Control System secara benar a. e. 5.

maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan AFL Control System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. Sebagai contoh sistem ini dapat memberikan laporan terjadinya kelainan pada peralatan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. trampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan AFL Control System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. IV. . II. yang mencakup nama peralatan. Dalam rangka implementasi UU No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. b. Memiliki Sertifikat Kecakapan terampil Listrik Penerbangan. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. letak peralatan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating AFL Control System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. waktu terjadinya dan bentuk kesalahan yang dapat tercetak pada alarm priter dan terekam dalam kumpulan data pada hard disk. Sistem juga dapat melaporkan peralatan-peralatan yang telah tiba saat nya pemeliharaan berkalanya. PERSYARATAN : a. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. mengatur dan merekam kegiatan peralatan airfield lighting system agar dapat bekerja secara tepat guna.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING AIRFIELD LIGHTINGCONTROL SYSTEM 200 Jam Pelajaran Teori : 100 Jam Praktek : 100 Jam KODE AFLCS-A/KPBP I. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas AFL Control System. PENDAHULUAN Airfield Lighting (AFL) Control System adalah suatu sistem kontrol manajemen yang menggunakan komputer sehingga mampu memantau (memonitoring). III.

Blok dan circuit diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Teori b. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 24 1. Fungsi peralatan b. Teori penunjang Teknik peralatan a. 4. Pengoperasian b. 3. 5. Pemeliharaan pencegahan b. Teori umum peralatan a. Penggunaan alat ukur c. KURIKULUM RATING AIRFIELD LIGHTING CONTROL SYSTEM No. Teori rinci peralatan b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. 2. Pemelihaaan Pencegahan d. Praktek AFLCS-A/T/1 AFLCS-A/T/2 48 AFLCS-A/T/3 AFLCS-A/T/4 8 16 AFLCS-A/T/5 84 AFLCS-A/T/6 4 16 100 100 .V. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. 6.

Siemens. • Protocol/Interface • Operating System . “Manual Book “SICOMOS”. 2001 ….Management Level • Taks of Management level • Control Desks • The Monitor in Controller • Programmable controller . Honeywell. ”Vadekum Elektronika”. Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan AFL Control System a.Modulator Demodulator .Interface level .VI.Automation level . b.Pengetahuan Komunikasi data • Dasar dasar Komputer • Sistem jaringan • Media transmisi. SILABUS RATING AIRFIELD LIGHTING CONTROL SYSTEM MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a.Sensoric actoric . b. 2. Fungsi Peralatan Teori Penunjang . Teknik peralatan a.Maintenance Center . No.PT Gramedia Pustaka Utama.Microprocessor 24 P 1. Teori rinci peralatan . 3. “Manual Book Control and Monitoring System”. ……. Fungsi Peralatan Teori Penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan AFL Control System a.Remote Control Desk 48 - 1. 2. Wasito S. 2. . b..Programmable Logic Controller .. 1.

Siemens. Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan AFL Control System secara benar a. 5. 3. 2. c.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . d. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN . “Manual Book Control and Monitoring System”. “Manual Book “SICOMOS”. “Manual Book Control and Monitoring System”. P 3. “Manual Book “SICOMOS”. b. Praktek 4 16 .Pemeliharaan Berkala . Pemeliharaan Pencegahan b. Praktek a. Honeywell. 4. Ujian/Evaluasi a. Honeywell. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. 2. Siemens. b. Teori b.Panel Control Block dan circuit diagram AFL Control System JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T b. Siemens. Prosedur pengoperasian AFL Control System Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting 84 1. d. Teori b. Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian AFL Control System secara benar Prosedur pengoperasian AFL Control System 8 - 1. 3. Pemeliharaan Pencegahan . ……. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. 3. c. Pemeliharaan a. “Manual Book Control and Monitoring System”. “Manual Book “SICOMOS”.Trouble shooting 16 - 1. 2. pemeliharaan AFL Control System secara benar dan trouble shooting a. b. 6. …….No. Honeywell. …….

yang memberikan petunjuk kepada pesawat posisi ambang batas landasan (threshold). SQFL dan RTIL. PAPI/VASI System. Runway light. Dan Sequence Flashing Light (SQFL) adalah lampu-lampu yang dipasang pada tiap barret lampu approach yang menyala secara berkedip (flashing) searah dengan pendaratan pesawat. Sedangkan Runway Threshold Indentification Light (RTIL) adalah berupa 2 unit lampu yang berkedip (flash) terpasang di kedua sisi ujung landasan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan CCR. SQFL and RTIL KODE CCRSQFL-A/KPBP Teori : 140 Jam Praktek : 160 Jam 300 Jam Pelajaran I. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Dalam rangka implementasi UU No. b. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING CCR. SQFL dan RTIL serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. II. SQFL dan RTIL dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan CCR. IV. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. PENDAHULUAN Constant Current Requlator (CCR) adalah suatu peralatan yang digunakan mengontrol suplai arus tetap pada peralatan Approach light. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating CCR. III. . MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas CCR. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Threshold Light dan Taxiway light. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. SQFL dan RTIL wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. PERSYARATAN : a.

Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. 6. KURIKULUM RATING CCR. Pemelihaaan Pencegahan d.V. Fungsi peralatan b. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Trouble shooting e. Teori rinci peralatan b. Teori penunjang c. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 48 1. Penggunaan alat ukur c. SQFL dan RTIL No. Praktek CCRSQFL-A/A/1 CCRSQFL -A/A/2 56 CCRSQFL -A/A/3 CCRSQFL -A/A/4 12 20 CCRSQFL -A/A/5 144 CCRSQFL -A/A/6 4 16 140 160 . 3. 5. Pemeliharaan pencegahan b. 2. Teori b. 4. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Teori umum peralatan a. Pengoperasian b. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. Blok dan circuit diagram c.

Joseph A. “Manual Book AFL”. Fungsi peralatan Teori penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan CCR. 2. Gramedia 2001. c. “Manual Book AFL”. Edminister. No. “Teknik Digital” Wasito. 48 P 1. Dokumen terkait . …………. Block dan circuit diagram .Teori Digtal c. Visual Aids. 4.Prinsip kerja SQFL dan RTIL . 1984 Wasito.CCR . SILABUS RATING CCR. 4. SQFL dan RTIL Fungsi peralatan . Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4. 2. c.SQFL . b. ADB. Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga. 5.VI.Prinsip-prinsip kerja CCR • Moving Coil CCR • Static type CCR • Thyristor CCR . SQFL dan RTIL 56 - 1. “Manual Book AFL”. Teori rinci peralatan Blok dan Ciruit diagram Rencan Instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan CCR.RTIL b. “Vadekum Elektronika”. • SQFL • RTIL b. 1. Visual Aids.RTIL c. 3.Aerodrome Design Manual Path 4. 2. Rencana Instalasi a. Teori rinci peralatan . Honeywell. b. Teknik peralatan a.SQFL .CCR .. SQFL dan RTIL MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. “Aerodrome”. . Teori Penunjang : . a. Annex 14.Bagian-bagian penting • CCR. 3. Siemens. “Manual Book AFL”.Annex 14 .Rangkaian listrik. .Dasar-dasar Elektronika .

d.Pemeliharaan Berkala .. “Manual Book AFL”. “Manual Book AFL”. b. ADB. 4. 5.. 3. b.CCR . Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan CCR. Honeywell. Siemens. Pemeliharaan a. 2. c.SQFL . SQFL dan RTIL secara benar. 4. Siemens.Trouble shooting 20 1. “Manual Book AFL”. c. …………. “Manual Book AFL”. b. SQFL dan RTIL secara benar Prosedur pengoperasian .Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . ADB. …………. d. 4.RTIL 12 - 1. Prosedur pengoperasian Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. SQFL dan RTIL secara benar a. e. 2. ADB. Praktek a. . 3. SQFL dan RTIL Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan 144 1. “Manual Book AFL”. Honeywell. Pemeliharaan Pencegahan .No. 2. …………. Siemens. “Manual Book AFL”.. Honeywell. trouble shooting dan analisis sistem a. “Manual Book AFL”. b. “Manual Book AFL”. “Manual Book AFL”. “Manual Book AFL”. Prosedur Pengoperasian Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian CCR. “Manual Book AFL”. 3. e. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN CCR SQFL RTIL JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 3. “Manual Book AFL”. pemeliharaan CCR. 4. Prosedur pengoperasian CCR.

No. Teori b. Teori b. Praktek TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. MATA PELAJARAN (TOPIK) Ujian/Evaluasi a. . Praktek 4 P 16 6.

PAPI/VASI System. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan CCR. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan. b. SQFL and RTIL KODE CCRSQFL-A/KPBP Teori : 88 Jam Praktek : 112 Jam 200 Jam Pelajaran I. III. Threshold Light dan Taxiway light. SQFL dan RTIL wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. II. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating CCR. IV. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. PERSYARATAN : a. PENDAHULUAN Constant Current Requlator (CCR) adalah suatu peralatan yang digunakan mengontrol suplai arus tetap pada peralatan Approach light. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING CCR. Runway light. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Dalam rangka implementasi UU No. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. Dan Sequence Flashing Light (SQFL) adalah lampu-lampu yang dipasang pada tiap barret lampu approach yang menyala secara berkedip (flashing) searah dengan pendaratan pesawat. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas CCR. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan CCR. SQFL dan RTIL serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. SQFL dan RTIL. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. SQFL dan RTIL dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. yang memberikan petunjuk kepada pesawat posisi ambang batas landasan (threshold). . Sedangkan Runway Threshold Indentification Light (RTIL) adalah berupa 2 unit lampu yang berkedip (flash) terpasang di kedua sisi ujung landasan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.

Fungsi peralatan b.V. Pengoperasian b. 5. Pemelihaaan Pencegahan d. Teori b. SQFL dan RTIL No. KURIKULUM RATING CCR. 6. 3. Penggunaan alat ukur c. 4. Teori penunjang c. Blok dan circuit diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Teori rinci peralatan b. Pemeliharaan pencegahan b. Dokumen terkait Teknik peralatan a. 2. Teori umum peralatan a. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1. Praktek CCRSQFL-A/T/1 CCRSQFL -A/T/2 44 CCRSQFL -A/T/3 CCRSQFL -A/T/4 8 16 CCRSQFL -A/T/5 96 CCRSQFL -A/T/6 4 16 88 112 . Trouble shooting Ujian/Evaluasi a.

Visual Aids. SQFL dan RTIL 44 - 1. “Manual Book AFL”. ADB. b. a. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4. 4. Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga.Prinsip kerja SQFL dan RTIL . 3. 5. . c. …………. Fungsi peralatan Teori penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan CCR. 1984 Wasito. Teknik peralatan a. “Manual Book AFL”.RTIL a.Rangkaian listrik. “Manual Book AFL”. SQFL dan RTIL MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. Joseph A. “Vadekum Elektronika”. Gramedia 2001. b.SQFL . 2. 1. Visual Aids.Teori Digtal c. Teori Penunjang : . Annex 14.Dasar-dasar Elektronika .CCR .SQFL ..Prinsip-prinsip kerja CCR • Moving Coil CCR • Static type CCR • Thyristor CCR . “Aerodrome”. . Teori rinci peralatan .Aerodrome Design Manual Path 4. 3. Edminister. 16 P 1. “Manual Book AFL”. Siemens. SILABUS RATING CCR.RTIL b. 2. 4. Dokumen terkait . Honeywell. 2.VI. “Teknik Digital” Wasito.CCR .Bagian-bagian penting • CCR. No. Block dan circuit diagram . SQFL dan RTIL Fungsi peralatan . Teori rinci peralatan Blok dan Ciruit diagram Agar peserta mengetahui dan memaham Teknik peralatan CCR. • SQFL • RTIL b.Annex 14 .

Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. dan trouble shooting a. ADB. SQFL dan RTIL secara benar a. “Manual Book AFL”. 4. Honeywell. b. Siemens. 3. 96 5. Teori b. Ujian/Evaluasi a.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . 2. MATA PELAJARAN (TOPIK) Prosedur Pengoperasian TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memaham prosedur pengoperasian CCR. Siemens.CCR . b. SQFL dan RTIL Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memaham pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. …………. Praktek 4 16 . d. ADB. 3. “Manual Book AFL”. “Manual Book AFL”.. SQFL dan RTIL Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting 1. b. b. 4.No. pemeliharaan CCR. ………….Pemeliharaan Berkala .Trouble shooting 16 1. Honeywell. Honeywell. “Manual Book AFL”. ADB.. “Manual Book AFL”. “Manual Book AFL”. Pemeliharaan a. 3. c. …………. “Manual Book AFL”. 4. 2.SQFL . “Manual Book AFL”. Pemeliharaan Pencegahan . Praktek a. SQFL dan RTIL secara benar.RTIL 8 P 1. “Manual Book AFL”. 6. 2. 4. “Manual Book AFL”. c. SQFL dan RTIL secara benar Prosedur pengoperasian . 3. Prosedur pengoperasian CCR. Prosedur pengoperasian CCR. Teori b. Siemens. “Manual Book AFL”. Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta mengetahui dan memaham prosedur pemeliharaan CCR. “Manual Book AFL”.. d.

. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. threshold. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas AFL Configuration. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. cara pemasangan dan fungsinya serta sistem pemeliharaan. Didalam rating ini menjelaskan sistem konfigurasinya.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING AFL CONFIGURATION 200Jam Pelajaran Teori : Praktek : 108 Jam 88 Jam KODE AFLCFG-B/KPBP I. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan AFL Configuration serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. II. III. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. penjelasan lampu-lampu dari AFL (approach. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. runway. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. PERSYARATAN : a. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. PENDAHULUAN Airfield Lighting (AFL) Configuration adalah sistem konfigurasi pemasangan peralatan Airfield Lighting System. Dalam rangka implementasi UU No. b. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. taxiway dll.). MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating AFL Configuration dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan AFL Configuration wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. IV.

3. Layout configurasi c. Trouble shooting e. Teori rinci peralatan b. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Teori umum peralatan a. 6. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 32 1. Pemelihaaan Pencegahan d. Penggunaan alat ukur c. 5. 2. Pemeliharaan pencegahan b. 4. Praktek AFLCFG-B/A/1 AFLCFG-B/A/2 48 AFLCFG-B/A/3 AFLCFG-B/A/4 8 16 AFLCFG-B/A/5 72 AFLCFG-B/A/6 4 16 108 88 . Teori penunjang c. Fungsi Peralatan b.V. KURIKULUM RATING AIRFIELD LIGHTING CONFIGURATION No. Pengoperasian b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Teori b.

Layout konfigurasi AFL System .Annex 14. SILABUS RATING AIRFIELD LIGHTING CONFIGURATION MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. 32 P − 3. Visual Aids.Threshold light . Annex 14. c. Visual Aids. No. Manual Book AFL . Annex 14. “Aerodrome Design Manual. Teknik peralatan a. b. Visual Aids. Joseph A. Dokumen terkait .PALS Cat I. 2. a. Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga. b.Bagian-bagian penting • Approach lighting • Runway light • Taxiway light • Threshold light • Stop Way light b. Teori Penunjang . Edminister. 2. 1. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4. 3.VI. c. “Aerodrome”. Aerodrome .Runway light . Fungsi peralatan Teori Penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan AFL System Fungsi peralatan . Teori rinci peralatan . II dan III MALS SALS Runway light Threshold light a.Rangkaian listrik . 2. Teori rinci peralatan Layout konfigurasi Rencana instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan AFL System 48 - 1.Konfigurasi AFL System .Topograpy c. b.Approach lighting . Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4.……….Aerodrome Design Manual Path 4.Taxiway light . 1984 1.

“Airport Maintenance Practice” Manual Book AFL b. Teori b. b. FAA. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a.Trouble shooting 16 - a. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. e. Ujian/Evaluasi a. Maintenance of Airport Visual and Facilities Airport Services Path 9. trouble shooting dan analisis sistem a. b. c.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . c.Pemeliharaan Berkala . 5. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN Taxiway light Rencana Instalasi AFL Configuration System JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T c. c. Prosedur Pengoperasian Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian AFL System secara benar Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan AFL System secara benar Prosedur pengoperasian AFL System 8 - Manual Book AFL 4. e. b. d. pemeliharaan AFL System secara benar. Maintenance of Airport Visual and Facilities Airport Services Path 9. Teori b.No. Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan Perbaikan a. Prosedur pengoperasian AFL System Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan 72 a. Praktek a. d. Pemeliharaan a. b. Pemeliharaan Pencegahan . Praktek 4 16 . P 3. c. b. 6. “Airport Maintenance Practice” Manual Book AFL FAA.

Dalam rangka implementasi UU No. . Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. IV. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating AFL Configuration dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. taxiway dll. cara pemasangan dan fungsinya serta sistem pemeliharaan. penjelasan lampu-lampu dari AFL (approach. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan AFL Configuration wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. Didalam rating ini menjelaskan sistem konfigurasinya. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. PERSYARATAN : a. II. III. threshold. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. runway. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. b.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING AFL CONFIGURATION 144 Jam Pelajaran Teori : Praktek : 76 Jam 68 Jam KODE AFLCFG-B/KPBP I.). MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas AFL Configuration. PENDAHULUAN Airfield Lighting (AFL) Configuration adalah sistem konfigurasi pemasangan peralatan Airfield Lighting System. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan AFL Configuration serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya.

3. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. 6. Teori rinci peralatan b. Pemelihaaan Pencegahan d. Fungsi Peralatan b. Teori b. 4. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1. Praktek AFLCFG-B/T/1 AFLCFG-B/T/2 32 AFLCFG-B/T/3 AFLCFG-B/T/4 8 16 AFLCFG-B/T/5 52 AFLCFG-B/T/6 4 16 76 68 . Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Teori penunjang c. Layout configurasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. 2. Penggunaan alat ukur c. Pengoperasian b. Teori umum peralatan a.V. Pemeliharaan pencegahan b. 5. KURIKULUM RATING AIRFIELD LIGHTING CONFIGURATION No.

Aerodrome . Edminister. 3. Annex 14. 2.Taxiway light . Dokumen terkait . “Aerodrome Design Manual. Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga.Konfigurasi AFL System . Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4. a.PALS Cat I.……….Threshold light . Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4. Teori Penunjang . Layout konfigurasi AFL System .Approach lighting .Runway light .VI. b. b. 1984 1. Teknik peralatan a. No.Annex 14. II dan III MALS SALS Runway light Threshold light a. Joseph A. Annex 14.Topograpy c. SILABUS RATING AIRFIELD LIGHTING CONFIGURATION MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. Teori rinci peralatan Layout konfigurasi Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan AFL System 32 - 1. c. b. Visual Aids. Visual Aids. 1. “Aerodrome”.Aerodrome Design Manual Path 4. 2.Rangkaian listrik .Bagian-bagian penting • Approach lighting • Runway light • Taxiway light • Threshold light • Stop Way light b. Visual Aids. Teori rinci peralatan . Fungsi peralatan Teori Penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan AFL System Fungsi peralatan . 2. Manual Book AFL . 16 P − 3.

“Airport Maintenance Practice” Manual Book AFL FAA. pemeliharaan AFL System secara benar.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . Pemeliharaan Pencegahan . Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian AFL System secara benar Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan AFL System secara benar Prosedur pengoperasian AFL System 8 - Manual Book AFL 4.No. Praktek a. Pemeliharaan a. FAA. Maintenance of Airport Visual and Facilities Airport Services Path 9. 5. c. b. Ujian/Evaluasi a. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN Taxiway light JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 3. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. b. Prosedur pengoperasian AFL System Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting 52 a.Pemeliharaan Berkala . b.Trouble shooting 16 - a. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. d. dan trouble shooting a. c. Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan Perbaikan a. Praktek 4 16 . Teori b. Teori b. b. c. Maintenance of Airport Visual and Facilities Airport Services Path 9. c. “Airport Maintenance Practice” Manual Book AFL b. b. d. 6.

15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Sesuai dengan rekomendasi ICAO.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING PAPI/VASI SYSTEM 200 Jam Pelajaran Teori : Praktek : 108 Jam 88 Jam KODE PAPVAS-B/KPBP I. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. 3 BAR VASI. 2 BAR AVASI dan 3 BAR AVASI sudah tidak lagi menjadi standard internasional sesudah tahun 1995. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan PAPI/VASI System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Secara umum fungsi PAPI sama dengan VASIS namun berbeda konfigurasi serta akurasi sudut pendaratannya. IV. digantikan dengan PAPI atau APAPI sedangkan TVASI atau ATVASI tetap menjadi direkomendasikan. PENDAHULUAN Fungsi dari VASIS adalah alat bantu pendaratan visual yang memancarkan cahaya dan memberi informasi kepada penerbang mengenai sudut luncur (Glide Slope) yang benar untuk dapat mendaratkan pesawatnya secara benar pula. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. . MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas PAPI/VASI System. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. PERSYARATAN : a. telah ditetapkan bahwa 2 BAR VASI. III. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan PAPI/VASI System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. II. Dalam rangka implementasi UU No. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating PAPI/VASI System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. b.

Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Trouble shooting e. Praktek PAPVAS-B/A/1 PAPVAS-B/A/2 48 PAPVAS-B/A/3 PAPVAS-B/A/4 8 16 PAPVAS-B/A/5 72 PAPVAS-B/A/6 4 16 108 88 . Teori penunjang c. Teori rinci peralatan b. Penggunaan alat ukur c. KURIKULUM RATING PAPI/VASI SYSTEM No. 2. 4. Pemelihaaan Pencegahan d. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Teori b.V. Pengoperasian b. Fungsi peralatan b. 5. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. Layout konfigurasi c. Pemeliharaan pencegahan b. 3. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 32 1. 6. Teori umum peralatan a.

Dokumen terkait .Penempatan lokasi TVASI System • Runway tanpa ILS • Runway dengan ILS . 1984 …. Annex 14. Teknik peralatan a. Joseph A. 1.Aerodrome Design Manual Path 4.VI. SILABUS RATING PAPI/VASI SYSTEM MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. 4.Annex 14. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4. 32 P 1. 3. “Aerodrome”.Penempatan lokasi PAPI System • Runway tanpa ILS • Runway dengan ILS .Topografi c. Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga. c. 2.Rangkaian listrik . Aerodrome . “Aerodrome”. Fungsi peralatan PAPI/ VASI System d. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4. Visual Aids. Teori rinci peralatan . 2. b.Bagian-bagian peralatan • PAPI System • VASI System . c. Teori rinci peralatan Layout konfigurasi Rencana instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan PAPI/VASI System a. b. Manual Book PAPI/VASI System . 3. Annex 14. 2. Visual Aids.. Fungsi peralatan Teori Penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan PAPI/VASI System c.Ground Check PAPI/VASI System 48 1. Teori Penunjang . No. Edminister. Visual Aids.Optik .

b. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. b. Prosedur pengoperasian dan Ground Check : . Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a.No.PAPI System . POKOK BAHASAN Layout konfigurasi PAPI/ TVASI System Rencana Instalasi PAPI /TVASI System JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 3. Praktek 4 16 .Theodolite Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan 72 1. Praktek a. “Airport Maintenance Practice” Manual Book AFL FAA.Alidade .Pemeliharaan Berkala . 3. “Airport Maintenance Practice” Manual Book AFL 2. Maintenance of Airport Visual and Facilities Airport Services Path 9. Pemeliharaan a. b. pemeliharaan PAPI/VASI System secara benar. e. Ujian/Evaluasi a. 3. d. 5.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan Trouble shooting 16 - 1. 6. Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan Perbaikan a. Maintenance of Airport Visual and Facilities Airport Services Path 9. b. c. Prosedur Pengoperasian Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian PAPI/VASI System secara benar Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan PAPI/VASI System secara benar Prosedur pengoperasian PAPI/VASI System 8 - Manual System Book PAPI/VASI 4. FAA. trouble shooting dan analisis sistem a. c.Clinometer . e.VASI System Penggunaan alat ukur . Pemeliharaan Pencegahan . 2. d. Teori b. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN b. c. Teori b.

Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan PAPI/VASI System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. 2 BAR AVASI dan 3 BAR AVASI sudah tidak lagi menjadi standard internasional sesudah tahun 1995. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan PAPI/VASI System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. IV. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas PAPI/VASI System. PERSYARATAN : a. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. telah ditetapkan bahwa 2 BAR VASI. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating PAPI/VASI System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. . serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Secara umum fungsi PAPI sama dengan VASIS namun berbeda konfigurasi serta akurasi sudut pendaratannya. 3 BAR VASI. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. digantikan dengan PAPI atau APAPI sedangkan TVASI atau ATVASI tetap menjadi direkomendasikan. Dalam rangka implementasi UU No. III. PENDAHULUAN Fungsi dari VASIS adalah alat bantu pendaratan visual yang memancarkan cahaya dan memberi informasi kepada penerbang mengenai sudut luncur (Glide Slope) yang benar untuk dapat mendaratkan pesawatnya secara benar pula. b. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan. Sesuai dengan rekomendasi ICAO. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. II.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING PAPI/VASI SYSTEM 144 Jam Pelajaran Teori : Praktek : 76 Jam 68 Jam KODE PAPVAS-B/KPBP I. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.

KURIKULUM RATING PAPI/VASI SYSTEM No. Penggunaan alat ukur c. Teori penunjang c. Teori rinci peralatan b. Pemelihaaan Pencegahan d. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. 5. Teori b. Teori umum peralatan a. 2. Pengoperasian b. 4. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1. Pemeliharaan pencegahan b. 6. Fungsi peralatan b. Dokumen terkait Teknik peralatan a. 3.V. Praktek PAPVAS-B/T/1 PAPVAS-B/T/2 32 PAPVAS-B/T/3 PAPVAS-B/T/4 8 16 PAPVAS-B/T/5 52 PAPVAS-B/T/6 4 16 76 68 . Layout konfigurasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a.

Optik .Annex 14.Rangkaian listrik . 2. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4.VI.Aerodrome Design Manual Path 4. Joseph A. b. 4. Teori rinci peralatan Layout konfigurasi Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan PAPI/VASI System a. Visual Aids. Visual Aids. “Aerodrome”. b. Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga. 16 P 1. Teori Penunjang . Fungsi peralatan Teori Penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan PAPI/VASI System c. 1984 …. SILABUS RATING PAPI/VASI SYSTEM MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a.Bagian-bagian peralatan • PAPI System • VASI System . Annex 14. Dokumen terkait . Annex 14. Visual Aids. 2. Manual Book PAPI/VASI System . “Aerodrome”. 2.Penempatan lokasi PAPI System • Runway tanpa ILS • Runway dengan ILS . No.Topografi c. Teknik peralatan a. Fungsi peralatan PAPI/ VASI System d. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4. c.Penempatan lokasi TVASI System • Runway tanpa ILS • Runway dengan ILS . Aerodrome . Edminister. 1.Ground Check PAPI/VASI System 32 - 1.. Teori rinci peralatan . 3. 3.

No. b. Pemeliharaan a. pemeliharaan PAPI/VASI System secara benar.Clinometer . Maintenance of Airport Visual and Facilities Airport Services Path 9. Teori b. Pemeliharaan Pencegahan . “Airport Maintenance Practice” Manual Book AFL 2.VASI System Penggunaan alat ukur . Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a.Alidade . b. Praktek a. Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian PAPI/VASI System secara benar Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan PAPI/VASI System secara benar Prosedur pengoperasian PAPI/VASI System 8 - Manual System Book PAPI/VASI 4. Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan Perbaikan a. d. d. FAA. b. 3. 3.Pemeliharaan Berkala . c. Prosedur pengoperasian dan Ground Check : . Praktek 4 16 . MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN b. dan trouble shooting a. Teori b.Theodolite Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting 52 1.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan Trouble shooting 16 - 1. “Airport Maintenance Practice” Manual Book AFL FAA. 5. 6. c. b. Ujian/Evaluasi a.PAPI System . POKOK BAHASAN Layout konfigurasi PAPI/ TVASI System JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 3. 2. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. Maintenance of Airport Visual and Facilities Airport Services Path 9.

sehingga penerbang melihat sinar cahaya yang berputar berwarna hijau dan putih silih berganti menghasilkan cahaya kedip 12 kali per menit. lampu yang menunjukkan letak wind shock pada area dekat landasan. Sirine Warning System. .DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING SIGNALS AND BEACONS 120 Jam Pelajaran Teori : 60 Jam Praktek : 60 Jam KODE SIGNBEA-C/KPBP I. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Signals dan Beacons wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. PENDAHULUAN Peralatan signals meliputi : 1. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Signals dan Beacons serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Landing Direction Indicator. Peralatan Beacon meliputi : 1. Rotating Beacon. Obstruction Lighting atau tanda bahaya. peralatan ini merupakan sirene yang dibunyikan oleh petugas ATC dari Tower yang berfungsi memberikan peringatan pada para petugas bandara yang bekerja di lapangan bahwa akan ada pesawat yang akan mendarat atau akan melakukan tinggal landas. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Signals dan Beacons dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Wind Directional Indicator Light. berupa letak dari bandara yang akan di daratinya dengan isyarat lampu yang memancarkan sinar hijau dan putih dengan intensitas cahaya yang tinggi. lampu yang memberikan petunjuk kepada penerbang yang akan melakukan pendaratan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. II. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. 3. 2. 2. Dalam rangka implementasi UU No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. berupa Obstacle light dan Hazard Beacon. yaitu lampu penunjuk arah pendaratan berbentuk hurut “T” yang dapat dikontrol arahnya dengan menggunakan motor.

III. Teori umum peralatan a. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. Trouble shooting e. Pemeliharaan Pencegahan d. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Teori penunjang c. Pemeliharaan pencegahan b. Pengoperasian b. KURIKULUM RATING SIGNALS AND BEACONS No. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Fungsi peralatan b. Penggunaan alat ukur c. 2. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Teori b. 5. IV. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Signals dan Beacons. Praktek SIGNBEA-C/A/1 SIGNBEA-C/A/2 32 SIGNBEA-C/A/3 SIGNBEA-C/A/4 8 8 SIGNBEA-C/A/5 44 SIGNBEA-C/A/6 4 16 60 60 . 6. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. 4. PERSYARATAN : a. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. V. Blok dan circuit diagram c. Teori rinci peralatan b. 3. b. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 8 1.

Wind Cone . Visual Aids. 8 P 1. “Aerodrome”.Annex 14. Teknik peralatan a. Dokumen terkait . b. Aerodrome a. 3.Rangkaian listrik c. b. 198 1.Apron Flood Light . Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga.VI. b. Joseph A. Fungsi peralatan Teori penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan Fungsi peralatan Signals and Beacons Fungsi peralatan Signals and Beacons b. Teori rinci peralatan . Visual Aids. Teori Penunjang . Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Rencana Instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan peralatan Signals and Beacons a. SILABUS RATING SIGNALS AND BEACONS MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. 2. No.Traffic Light . Annex 14. c. Edminister.Sirene Block dan circuit diagram Signal and Beacon Rencana Instalasi Signal and Beacon Manual Book 3. c.Rotating Beacon .Obstruction Lght . Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4. Prosedur Pengoperasian Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian Signals and Beacons secara benar Prosedur pengoperasian Signal and Beacon 8 - Manual Book .Landing T. c. . - Aerodrome Design Manual Path 4. 32 - 2.

No. Teori b. Praktek a. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan Trouble shooting Analisis sistem peralatan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan Perbaikan TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan Signals and Beacons secara benar a. d. d.Pemeliharaan Berkala . c. Praktek 4 16 . Pemeliharaan Pencegahan . Prosedur pengoperasian Signal and Beacon Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan - 44 Manual Book 6. e.Trouble shooting 8 P Manual Book 4. Ujian/Evaluasi a. pemeliharaan Signals and Beacons secara benar. 5. e. b. c. b. b. trouble shooting dan analisis sistem a. MATA PELAJARAN (TOPIK) Pemeliharaan a. Teori b. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. b.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan .

lampu yang menunjukkan letak wind shock pada area dekat landasan. lampu yang memberikan petunjuk kepada penerbang yang akan melakukan pendaratan. berupa letak dari bandara yang akan di daratinya dengan isyarat lampu yang memancarkan sinar hijau dan putih dengan intensitas cahaya yang tinggi.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING SIGNALS AND BEACONS 80 Jam Pelajaran Teori : 48 Jam Praktek : 32 Jam KODE SIGNBEA-C/KPBP I. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. 3. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Signals dan Beacons serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Dalam rangka implementasi UU No. Wind Directional Indicator Light. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Landing Direction Indicator. peralatan ini merupakan sirene yang dibunyikan oleh petugas ATC dari Tower yang berfungsi memberikan peringatan pada para petugas bandara yang bekerja di lapangan bahwa akan ada pesawat yang akan mendarat atau akan melakukan tinggal landas. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Signals dan Beacons wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. Obstruction Lighting atau tanda bahaya. . 2. sehingga penerbang melihat sinar cahaya yang berputar berwarna hijau dan putih silih berganti menghasilkan cahaya kedip 12 kali per menit. berupa Obstacle light dan Hazard Beacon. PENDAHULUAN Peralatan signals meliputi : 1. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. 2. yaitu lampu penunjuk arah pendaratan berbentuk hurut “T” yang dapat dikontrol arahnya dengan menggunakan motor. Rotating Beacon. Sirine Warning System. II. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Signals dan Beacons dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Peralatan Beacon meliputi : 1.

Blok dan circuit diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Pemeliharaan Pencegahan d. b. Penggunaan alat ukur c. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. 6. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Pengoperasian b.III. Fungsi peralatan b. PERSYARATAN : a. 4. Teori b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. KURIKULUM RATING SIGNALS AND BEACONS No. Teori penunjang c. Dokumen terkait Teknik peralatan a. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. 5. Teori umum peralatan a. Praktek SIGNBEA-C/T/1 SIGNBEA-C/T/2 24 SIGNBEA-C/T/3 SIGNBEA-C/T/4 4 8 SIGNBEA-C/T/5 20 SIGNBEA-C/T/6 4 12 48 32 . 3. 2. IV. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 8 1. Pemeliharaan pencegahan b. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan. V. Teori rinci peralatan b. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Signals dan Beacons.

Pemeliharaan a. 198 1. Fungsi peralatan Teori penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan Fungsi peralatan Signals and Beacons Fungsi peralatan Signals and Beacons b.Obstruction Lght . No.VI.Apron Flood Light . Edminister. Teori Penunjang . 2.Wind Cone . Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga. “Aerodrome”. Teori rinci peralatan . SILABUS RATING SIGNALS AND BEACONS MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. Pemeliharaan Pencegahan Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan Signals and a. 24 - 2.Sirene Block dan circuit diagram Signal and Beacon Manual Book 3. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4. b.Landing T. Pemeliharaan Pencegahan . Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan peralatan Signals and Beacons a. b.Rotating Beacon . Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian Signals and Beacons secara benar Prosedur pengoperasian Signal and Beacon 4 - Manual Book 4. b. 8 P 1.Pemeliharaan Berkala . Teknik peralatan a. Annex 14. Dokumen terkait . 3.Traffic Light . Visual Aids. - Aerodrome Design Manual Path 4. Joseph A.Perbaikan preventif 8 - Manual Book .Annex 14. .Rangkaian listrik c. Aerodrome a. Visual Aids. c.

Prosedur pengoperasian Signal and Beacon Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting - 20 Manual Book 6. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. MATA PELAJARAN (TOPIK) Pemeliharaan Perbaikan TUJUAN Beacons secara benar b. b. Teori b. d. Teori b.No. Praktek 4 12 .Trouble shooting JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 5. Ujian/Evaluasi a. c. b. pemeliharaan Signals and Beacons secara benar. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. dan trouble shooting a. d. b. Praktek a. c. POKOK BAHASAN Pemeliharaan Perbaikan .

Sistem juga dapat melaporkan peralatan-peralatan yang telah tiba saatnya pemeliharaan berkalanya serta dapat mengkontrol secara otomatis untuk menghidupkan dan mematikan genset dan lain-lain. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Power Control System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. PENDAHULUAN Power Control System adalah suatu sistem kontrol manajemen yang menggunakan komputer sehingga mampu memantau (memonitoring). yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. yang mencakup nama peralatan. b. mengatur dan merekam kegiatan peralatan listrik dan mekanik yang berada dalam gedung agar dapat bekerja secara tepat guna. III. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Power Control System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Power Control System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. PERSYARATAN : a. waktu terjadinya dan bentuk kesalahan yang dapat tercetak pada alarm priter dan terekam dalam kumpulan data pada hard disk. letak peralatan. IV.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING POWER CONTROL SYSTEM KODE PCS-A/KPL&SPPPU 272 Jam Pelajaran Teori : 132 Jam Praktek : 140 Jam I. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Power Control System. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. . Sebagai contoh sistem ini dapat memberikan laporan terjadinya kelainan pada peralatan. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. II. Dalam rangka implementasi UU No.

3. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Teori penunjang c. 4.V. Blok dan circuit diagram c. Penggunaan alat ukur c. Pengoperasian b. Teori rinci peralatan b. Pemeliharaan pencegahan b. KURIKULUM RATING POWER CONTROL SYSTEM No. Trouble shooting e. Fungsi peralatan b. 5. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 40 1. Rencana instalasi Prosedur pengoperasian Pemeliharaan a. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Praktek PCS-A/A/1 PCS-A/A/2 64 PCS-A/A/3 PCS-A/A/4 8 16 PCS-A/A/5 124 PCS-A/A/6 4 16 132 140 . Teori b. 2. 6. Teori umum peralatan a. Pemelihaaan Pencegahan d.

2001 …. Teori penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum dalam peralatan PCS a. Block dan circuit diagram Power Control System c. 2.Modulator Demodulator . Rencana Instalasi Power d. b.Pengetahuan Komunikasi data • Dasar dasar Komputer • Sistem jaringan • Media transmisi.Microprocessor 40 P 1. − 2.Programmable Logic Controller . • Protocol/Interface • Operating System . Teknik peralatan a. Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Rencana Instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan PCS Teori Rinci Peralatan ..PT Gramedia Pustaka Utama. Fungsi peralatan b.Sensoric actoric . . Fungsi peralatan PCS Teori Penunjang . b.Management Level • Reloading • Load Shadding • Synchronizing • System Proteksi • Remote Control Sys.Mimic panel . SILABUS RATING POWER CONTROL SYSTEM MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. 1. ”Vadekum Elektronika”.Maintenance Center . 64 - Manual Book . Wasito S. c.VI.Automation level b. No.

Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan - 16 - Manual Book 5. Praktek a. c. e. b. b. b.Pemeliharaan Berkala . c. pemeliharaan PCS secara benar. e. b. b. Prosedur pengoperasian Pengunaan alat ukur Pemeliharaan Trouble shooting Analisis sistem peralatan - 124 Manual Book 6.No. Teori b. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. Prosedur Pengoperasian a. Pemeliharaan a. Ujian/Evaluasi a. d. e. Teori b. Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan PCS secara benar a. Prosedur pengoperasian Pendeteksi gangguan Prosedur pemulihan standar Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian PCS secara benar d. Praktek 4 16 . Pemeliharaan Pencegahan . MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN Control System JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 3. f. c. d. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan Trouble shooting Analisis sistem peralatan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. Prosedur standar pengoperasian Pendeteksi gangguan Prosedur pemulihan 8 - Manual Book 4. trouble shooting dan analisis sistem a.

Sebagai contoh sistem ini dapat memberikan laporan terjadinya kelainan pada peralatan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. PENDAHULUAN Power Control System adalah suatu sistem kontrol manajemen yang menggunakan komputer sehingga mampu memantau (memonitoring). . terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Power Control System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. waktu terjadinya dan bentuk kesalahan yang dapat tercetak pada alarm priter dan terekam dalam kumpulan data pada hard disk. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. PERSYARATAN : a. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan. II. Dalam rangka implementasi UU No. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Power Control System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. letak peralatan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. mengatur dan merekam kegiatan peralatan listrik dan mekanik yang berada dalam gedung agar dapat bekerja secara tepat guna. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Power Control System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING POWER CONTROL SYSTEM KODE PCS-A/KPL&SPPPU 200 Jam Pelajaran Teori : 100 Jam Praktek : 100 Jam I. yang mencakup nama peralatan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Power Control System. III. b. IV. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Sistem juga dapat melaporkan peralatan-peralatan yang telah tiba saatnya pemeliharaan berkalanya serta dapat mengkontrol secara otomatis untuk menghidupkan dan mematikan genset dan lain-lain.

6. Fungsi peralatan b. 2. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Blok dan circuit diagram Prosedur pengoperasian Pemeliharaan a. Teori penunjang c. Penggunaan alat ukur c. KURIKULUM RATING POWER CONTROL SYSTEM No. Pemelihaaan Pencegahan d. 3. Praktek PCS-A/T/1 PCS-A/T/2 48 PCS-A/T/3 PCS-A/T/4 8 16 PCS-A/T/5 84 PCS-A/T/6 4 16 100 100 . Pemeliharaan pencegahan b. 5. Teori b. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Teori umum peralatan a. Teori rinci peralatan b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 24 1. Pengoperasian b. 4.V.

Automation level Block dan circuit diagram Power Control System 48 - Manual Book .Management Level • Reloading • Load Shadding • Synchronizing • System Proteksi • Remote Control Sys.Programmable Logic Controller . Fungsi peralatan PCS Teori Penunjang . Teori penunjang 2. • Protocol/Interface • Operating System . b. − 2.Sensoric actoric . Teori umum peralatan a. .Maintenance Center . b. No.VI.. ”Vadekum Elektronika”. b. SILABUS RATING POWER CONTROL SYSTEM MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPE L PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum dalam peralatan PCS a. Wasito S.Microprocessor 24 P 1. 2001 ….Modulator Demodulator . Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan PCS c. Fungsi peralatan b.Pengetahuan Komunikasi data • Dasar dasar Komputer • Sistem jaringan • Media transmisi.PT Gramedia Pustaka Utama. Teknik peralatan a.Mimic panel . 1. Teori Rinci Peralatan .

Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan PCS secara benar a. Prosedur pengoperasian Pengunaan alat ukur Pemeliharaan Trouble shooting - 84 Manual Book 6. b. c. Ujian/Evaluasi a. Prosedur Pengoperasian a. c. Teori b. b. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPE L PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian PCS secara benar d. Praktek a. d. b. b.Pemeliharaan Berkala . d. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. c. Teori b. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. pemeliharaan PCS secara benar. f. Prosedur standar pengoperasian Pendeteksi gangguan Prosedur pemulihan 8 P Manual Book 3. dan trouble shooting a.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan - 16 - Manual Book 5. Pemeliharaan a. Pemeliharaan Pencegahan . Praktek 4 16 . Prosedur pengoperasian Pendeteksi gangguan Prosedur pemulihan standar 4. e. b.No.

yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Dalam rangka implementasi UU No. PENDAHULUAN Aircraft Docking Guidance System adalah peralatan untuk menuntut pesawat udara yang baru saja mendarat menuju ke satu posisi parkir yang sudah ditetapkan dengan bantuan seperangkat peralatan panduan parkir secara visual. III. IV. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Aircraft Docking Guidance System. PERSYARATAN : a. II. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. b. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Aircraft Docking Guidance System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. . Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING AIRCRAFT DOCKING GUIDANCE SYSTEM KODE ADGS-A/KPL&SPPPU Teori : 132 Jam Praktek : 140 Jam 272 Jam Pelajaran I. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Aircraft Docking Guidance System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlihan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Aircraft Docking Guidance System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih.

Blok dan circuit diagram c. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 40 1. Praktek ADGS-A/A/1 ADGS-A/A/2 64 ADGS-A/A/3 ADGS-A/A/4 8 16 ADGS-A/A/5 124 ADGS-A/A/6 4 16 132 140 . 5. 2. Teori penunjang c. Teori rinci peralatan b. 3. Teori umum peralatan a. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Penggunaan alat ukur d. Pengoperasian b. Pemelihaaan Pencegahan e. Kalibrasi c. 4. KURIKULUM RATING ADGS No. Teori b. Trouble shooting f. Pemeliharaan pencegahan b. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. Dokumen terkait Teknik peralatan a. 6.V. Fungsi peralatan b.

SILABUS RATING ADGS MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. Teknik peralatan a. Visual Aids 40 P 1. 4. b.ICAO Annex 14 . Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4. Gramedia 2001. 2.Dasar-dasar komputer . c.Micro controller . Fungsi Peralatan Teori Penunjang . 1. Edminister. Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga. Annex 14. Teori rinci peralatan . Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Rencana instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan ADGS a.Sistem Kalibrasi 64 - Manual Book ADGS. “Teknik Digital” Wasito. 2.Teknik elektronika dan digital .Sensoric Dokumen terkait . 3.Rangkaian Listrik .VI. Visual Aids. c.Bagian-bagian penting ADGS • Sensor • Display • Prosessing data control • Operation control unit . b.Programmable Logic Control (PLC) . . Fungsi Peralatan Teori Penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan ADGS a. “Aerodrome”. 1984 Wasito. 5. No.Aerodrome manual Part 4. c. b. Joseph A.Jenis Sensor • Laser • Loop metal detector • Camera . “Vadekum Elektronika”.

b.Blok Display Rencana instalasi ADGS JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P c. c.Blok control . trouble shooting dan analisis sistem a. Prosedur pengoperasian Kalibrasi Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. Pemeliharaan a. b. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN b. e. d. Praktek a. f.Blok sensor . Pemeliharaan pencegahan Pemeliharaan perbaikan a. Prosedur pengoperasian ADGS Kalibrasi Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan ADGS - 124 Manual Book ADGS. Prosedur Pengoperasian Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian ADGS secara benar Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan ADGS secara benar Prosedur pengoperasian ADGS 8 - Manual Book ADGS. Teori b.No. Teori Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a.Pemeliharaan Berkala . 5. b.Trouble shooting 16 - Manual Book ADGS. b. POKOK BAHASAN Block dan circuit diagram . Pemeliharaan Pencegahan . pemeliharaan ADGS secara benar.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . f. e. Ujian/Evaluasi a. 4. d. Praktek 4 16 . 3. 6. b. c.

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING AIRCRAFT DOCKING GUIDANCE SYSTEM KODE ADGS-A/KPL&SPPPU Teori : 100 Jam Praktek : 100 Jam 200 Jam Pelajaran I. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Aircraft Docking Guidance System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan. Dalam rangka implementasi UU No. II. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. PENDAHULUAN Aircraft Docking Guidance System adalah peralatan untuk menuntut pesawat udara yang baru saja mendarat menuju ke satu posisi parkir yang sudah ditetapkan dengan bantuan seperangkat peralatan panduan parkir secara visual. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Aircraft Docking Guidance System. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. PERSYARATAN : a. . 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. IV. b. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Aircraft Docking Guidance System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Aircraft Docking Guidance System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. III.

Teori rinci peralatan b. 2. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Dokumen terkait Teknik peralatan a.V. 5. 3. Pemeliharaan pencegahan b. 4. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Fungsi peralatan b. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 24 1. Pemelihaaan Pencegahan e. Penggunaan alat ukur d. Pengoperasian b. Teori b. 6. Praktek ADGS-A/T/1 ADGS-A/T/2 48 ADGS-A/T/3 ADGS-A/T/4 8 16 ADGS-A/T/5 84 ADGS-A/T/6 4 16 100 100 . Teori penunjang c. Teori umum peralatan a. Blok dan circuit diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Kalibrasi c. KURIKULUM RATING ADGS No.

1984 Wasito. Visual Aids.Sensoric Dokumen terkait . 3. Edminister. 2. Teori rinci peralatan . Visual Aids 24 P 1. Annex 14.ICAO Annex 14 .Rangkaian Listrik . Fungsi Peralatan Teori Penunjang . b. Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga.VI. Joseph A. Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan ADGS a. Fungsi Peralatan Teori Penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan ADGS a.Teknik elektronika dan digital .Bagian-bagian penting ADGS • Sensor • Display • Prosessing data control • Operation control unit .Dasar-dasar komputer . 1. c. 5. “Teknik Digital” Wasito. No. 4. Teknik peralatan a. “Vadekum Elektronika”. Gramedia 2001. b. .Aerodrome manual Part 4.Jenis Sensor • Laser • Loop metal detector • Camera . b.Micro controller .Sistem Kalibrasi 48 - Manual Book ADGS. c. 2. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4. “Aerodrome”.Programmable Logic Control (PLC) . SILABUS RATING ADGS MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a.

b. Praktek 4 16 . b. Teori b. Ujian/Evaluasi a. b. Pemeliharaan Pencegahan .Blok Display JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 3. Praktek a. Teori Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. e. 6. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN b. 4. c. POKOK BAHASAN Block dan circuit diagram .Trouble shooting 16 - Manual Book ADGS.Pemeliharaan Berkala . pemeliharaan ADGS secara benar dan trouble shooting a. Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian ADGS secara benar Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan ADGS secara benar Prosedur pengoperasian ADGS 8 - Manual Book ADGS.Blok sensor .Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . b. 5. b. Pemeliharaan pencegahan Pemeliharaan perbaikan a. e. d. d. c.No. Pemeliharaan a.Blok control . Prosedur pengoperasian ADGS Kalibrasi Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting - 84 Manual Book ADGS. Prosedur pengoperasian Kalibrasi Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian.

IV. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Genset dan ACOS wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. b. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. maka dipasang sebuah panel Automatic Changeover Switch (ACOS). SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING GENSET AND ACOS 200 Jam Pelajaran Teori : 88 Jam Praktek : 112 Jam KODE G&A-B/KPL&SPPPU I. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Genset dan Acos serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Genset dan Acos. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. III. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Dalam rangka implementasi UU No. II. . PENDAHULUAN Generator Set (Genset) adalat suatu pembangkit listrik tenaga diesel yang digunakan di Bandar Udara sebagai catu daya cadangan bila terjadi pemadaman aliran listrik PLN. PERSYARATAN : a. Untuk menghidupan genset dan pengambil-alihan beban secara otomatis dari PLN ke Genset saat terjadi aliran listrik PLN padam atau sebaliknya saat PLN hidup (ON) kembali dan pengambialihan beban dari genset ke PLN dan kemudian genset mati secara otomatis. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Genset dan Acos dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kompetensi serta terlatih.

Fungsi peralatan b. KURIKULUM RATING GENSET DAN ACOS No. Pemeliharaan pencegahan b. Dokumen terkait Teknik peralatan a. 5. Pengoperasian b. Teori b. 4. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. 6.V. Praktek G&A-B/A/1 G&A-B/A/2 40 G&A-B/A/3 G&A-B/A/4 12 16 G&A-B/A/5 96 G&A-B/A/6 4 16 88 112 . Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1. Penggunaan alat ukur c. Teori rinci peralatan b. 3. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. Teori umum peralatan a. Trouble shooting e. Pemelihaaan Pencegahan d. Blok dan circuit diagram c. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Teori penunjang c. 2.

Teknik peralatan a. 4. “Electrical Technology. Manual Book AMF” ……… .Genset .Engine .Sistem pengaman . Teori rinci peralatan .Bagian-Bagian Peralatan ACOS • AMF • Control relay . Teori penunjang . 3.ACOS b. 16 P 1. Aerodrome Aerodrome Design Manual Path 5. “Mekanikal overhoule” SEG.VI.Teknik Tenaga Listrik . 2. b. 4. “Aerodrome”. main. “Mekanikal Dasar” BBI. Annex 14. 2. BBI. 2. Fungsi peralatan Teori penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan Genset dan ACOS Fungsi peralatan . Electrical System. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 5. c. Electrical System a. SILABUS RATING GENSET DAN ACOS MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. ….Cara kerja ACOS 40 - 1. “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb. 3. c. 5. New Delhi1980. Theraja B. 1.L.Cara kerja : • Genset standby. 1982. b.Bagian-Bagian Peralatan Genset • Engine • Alternator • Panel Genset • Accessories . Teori rinci peralatan Blok dan circuit diagram Rencana instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan Genset & ACOS a. No. Dokumen terkait Annex 14.Relay c. • Genset Sinkron • No break Genset . Zuhal.

Injector Tester Pemeliharaan pencegahan - 96 1. 3. 5. c.Alternator .ACOS Rencana Instalasi . b. 2.Trouble shooting 16 1. Pemeliharaan a. 4. POKOK BAHASAN Block dan circuit diagram . d. “Mekanikal overhoule” SEG.Perhitungan beban listrik . Prosedur Pengoperasian Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian Genset dan ACOS secara benar a. Pemeliharaan pencegahan Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan Genset dan ACOS secara benar a. “Mekanikal Dasar” BBI. 4. trouble shooting dan analisis sistem a. “Mekanikal Dasar” BBI. b. c. Manual Book AMF” ……… BBI.Pressure Gauge . 3. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN b. Manual Book AMF” ……… BBI. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian.Pemeliharaan Berkala . Prosedur Genset Prosedur ACOS pengoperasian pengoperasian 12 - 1.Tachometer . BBI. Manual Book AMF” ……… 4.Perhitungan panel ACOS . 3. “Mekanikal overhoule” SEG. 2. pemeliharaan Genset dan ACOS secara benar.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . b. e. Praktek a. b. b. Pemeliharaan Pencegahan .No. . 2. 3. “Mekanikal Dasar” BBI. Prosedur Pengoperasian Genset Prosedur pengoperasian ACOS Penggunaan alat ukur . “Mekanikal overhoule” SEG. d.AVR . 4.Perhitungan pengaman dan pemutus JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P c.

f. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. POKOK BAHASAN Trouble shooting Analisis sistem peralatan JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 6. Praktek 4 16 . MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN e. Teori b.No. Teori b. Ujian/Evaluasi a.

sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. PERSYARATAN : a. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Genset dan Acos dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kompetensi serta terlatih. maka dipasang sebuah panel Automatic Changeover Switch (ACOS). 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING GENSET AND ACOS 144 Jam Pelajaran Teori : 76 Jam Praktek : 68 Jam KODE G&A-B/KPL&SPPPU I. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Genset dan Acos. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Untuk menghidupan genset dan pengambil-alihan beban secara otomatis dari PLN ke Genset saat terjadi aliran listrik PLN padam atau sebaliknya saat PLN hidup (ON) kembali dan pengambialihan beban dari genset ke PLN dan kemudian genset mati secara otomatis. PENDAHULUAN Generator Set (Genset) adalat suatu pembangkit listrik tenaga diesel yang digunakan di Bandar Udara sebagai catu daya cadangan bila terjadi pemadaman aliran listrik PLN. II. III. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Genset dan ACOS wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. b. . terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Genset dan Acos serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. IV. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Dalam rangka implementasi UU No. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan.

Teori rinci peralatan b. 3. Pemeliharaan pencegahan b. Teori b. 6. Teori penunjang c. KURIKULUM RATING GENSET DAN ACOS No. 4. Fungsi peralatan b. Penggunaan alat ukur c. 5. 2.V. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1. Praktek G&A-B/T/1 G&A-B/T/2 32 G&A-B/T/3 G&A-B/T/4 8 16 G&A-B/T/5 52 G&A-B/T/6 4 16 76 68 . Teori umum peralatan a. Pengoperasian b. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Pemelihaaan Pencegahan d. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Blok dan circuit diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a.

“Mekanikal overhoule” SEG. New Delhi1980. 16 P 1. 4. Annex 14.Teknik Tenaga Listrik . 2. 5. 2. Fungsi peralatan Teori penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan Genset dan ACOS Fungsi peralatan .Engine . 1. Manual Book AMF” ……… .ACOS b. BBI. c. “Aerodrome”. Dokumen terkait Annex 14. Teori penunjang . Theraja B. “Mekanikal Dasar” BBI. 3. …. Aerodrome Aerodrome Design Manual Path 5. Zuhal.L.Bagian-Bagian Peralatan Genset • Engine • Alternator • Panel Genset • Accessories .Sistem pengaman . SILABUS RATING GENSET DAN ACOS MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. 3. 4.Cara kerja : • Genset standby. b.Genset . No. Electrical System a. 2. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 5. Teori rinci peralatan .Relay c. 1982. Electrical System.VI. “Electrical Technology. main. “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb. b.Cara kerja ACOS 32 - 1. Teori rinci peralatan Blok dan circuit diagram Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan Genset & ACOS a. • Genset Sinkron • No break Genset .Bagian-Bagian Peralatan ACOS • AMF • Control relay . Teknik peralatan a.

3.AVR . dan trouble shooting a. 2. Pemeliharaan Pencegahan . 4. “Mekanikal Dasar” BBI. Pemeliharaan a. c. “Mekanikal overhoule” SEG.ACOS Prosedur Genset Prosedur ACOS pengoperasian pengoperasian JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 3. Manual Book AMF” ……… 4. POKOK BAHASAN Block dan circuit diagram . Teori b. Teori b.Pressure Gauge . d.Tachometer . Manual Book AMF” ……… BBI. Manual Book AMF” ……… BBI. 5.Pemeliharaan Berkala . Ujian/Evaluasi a.No. 6. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN b. Praktek a. b. “Mekanikal Dasar” BBI. Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian Genset dan ACOS secara benar a. Prosedur Pengoperasian Genset Prosedur pengoperasian ACOS Penggunaan alat ukur . Pemeliharaan pencegahan Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan Genset dan ACOS secara benar a. pemeliharaan Genset dan ACOS secara benar. “Mekanikal overhoule” SEG. 4.Trouble shooting 16 - 1.Alternator . b. 8 - 1. “Mekanikal overhoule” SEG. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. BBI. 2. c. 2. 4. b. b.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan .Injector Tester Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting - 52 1. 3. 3. d. b. “Mekanikal Dasar” BBI. Praktek 4 16 .

yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Transmission and Distribution dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. PERSYARATAN : a. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. IV. Di dalam diklat Rating ini menjelaskan peralatan-peralatan transmisi dan distribusi. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. . Dalam rangka implementasi UU No. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Transmission and Distribution wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. Transmisi digunakan untuk menyaluran tenaga listrik dari pembangkit ke pusat-pusat beban sedangkan distribusi digunakan untuk menyalurkan tenaga listrik dari pusat beban ke masing-masing pemakai tenaga listrik. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Transmission and Distribution. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING TRANSMISSION AND DISTRIBUTION 200 Jam Pelajaran Teori : 100 Jam Praktek : 100 Jam KODE T&D-B/KPL&SPPPU I. II. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. transmisi. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Transmission and Distribution serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. III. distribusi dan pemakai tenaga listrik. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. PENDAHULUAN Sistem tenaga listrik pada umumnya terdiri dari empat unsur yaitu pembangkit. b.

Prosedur pengoperasian b. 2. Teori umum peralatan a. Pencarian gangguan d. Teori rinci peralatan b. Praktek T&D-B/A/1 T&D-B/A/2 48 T&D-B/A/3 T&D-B/A/4 8 16 T&D-B/A/5 84 T&D-B/A/6 4 16 100 100 . Analisis sistem jaringan Ujian/Evaluasi a. Klasifikasi c.V. KURIKULUM RATING TRANSMISSION AND DISTRIBUTION No. Pemeliharaan pencegahan b. Trouble shooting i. Fungsi peralatan b. Penggunaan alat ukur e. Teori penunjang c. Pemeliharaan h. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. 3. Wiring panel TM dan TR g. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Dokumen terkait Teknik peralatan a. 6. Teori b. 5. Pengujian relay proteksi f. 4. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 24 1. Penyambungan kabel c.

a. Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga.Rangkaian Listrik . Abdul Kadir. b.Switchgear . c. 1984 10. New Delhi1980.Hubung singkat . Theraja B. UIP 2000 8. Fungsi peralatan Trans & Dist.Sistem Proteksi .Konfigurasi sistem 48 - 1. Teknik Tenaga Listrik”. Edminister. Abdul Kadir.Networking System . UIP 2000 Theraja B. “Distribusi dan Utilitasi Tenaga Listrik”. “Electrical Technology.Tegangan surja c. Abdul Kadir.Gangguan arus bocor . Teori Rinci Peralatan . Fungsi peralatan Teori penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan Trans & Dist.VI.Sistem Distribusi . 1. Dokumen terkait . 2. Teori rinnci peralatan Klasifikasi Rencana instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan Trans & Dist a. Teknik peralatan a. 7. Abdul Kadir. 9. “Distribusi dan Utilitasi Tenaga Listrik”.L. c. Joseph A.L.Sistem Transmisi . Joseph A. Edminister.Penghantar . Aris Munanandar.Transformator Daya . Schaum Series “Rangkaian Listrik” . “Transmisi Tenaga Listrik” UIP 1998.Panel TM Klasifikasi Trans & Dist. . Electrical System 24 P 5. No. SILABUS RATING TRANSMISSION AND DISTRIBUTION MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a.Aerodrome Design Manual Path 5. Teori Penunjang . b. Aerodrome Design Manual Path 5. New Delhi1980.Arrester . 3. Electrical System 6.Capacitor bank .Panel TR . 2. b. 4. “Transmisi Tenaga Listrik” UIP 1998. “Electrical Technology. b.Komponen Simetris .

Pemeliharaan Perbaikan a. f. d. Praktek a. b. b. i. i. Rencana instalasi transmisi dan distribusi JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN Penerbait Erlangga.Kebocoran arus .Multi meter .Transmisi sistem c.Cable fault detector .Phase sequence .Transformator daya 8 - Manual book 4. e. Pemeliharaan a.Relay detector Pengujian relay proteksi Wiring panel TM dan TR Pemeliharaan Trouble shooting Analisis sistem jaringan - 84 Manual book .Panel TM . d. 1984 Aris Munanandar.Pemeliharaan Berkala .Panel TR .Megger . c. h. f. e. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN . Pemeliharaan Pencegahan . g.Trouble shooting 16 - Manual book 5. Prosedur pengoperasian Penyambungan kabel Pencarian gangguan Penggunaan alat ukur Pengujian relay proteksi Wiring panel TM dan TR Pemeliharaan Trouble shooting Analisis sistem jaringan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. c. Teknik Tenaga Listrik” T P 5. pemeliharaan Trans & Dist secara benar. 3. Prosedur pengoperasian Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian Panel TR/TM dan Transformator daya secara benar Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan Trans & Dist secara benar Prosedur pengoperasian .No. b. g.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . Prosedur pengoperasian Penyambungan kabel Pencarian gangguan . trouble shooting dan analisis sistem a. h. Pemeliharaan Pencegahan b.Hubung singkat Penggunaan alat ukur .

. Teori b. Praktek 4 P 16 6. Praktek TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. MATA PELAJARAN (TOPIK) Ujian/Evaluasi a. Teori b.No.

. II. b. Di dalam diklat Rating ini menjelaskan peralatan-peralatan transmisi dan distribusi. IV. transmisi. distribusi dan pemakai tenaga listrik. PERSYARATAN : a. III. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Transmission and Distribution wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Transmission and Distribution serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Transmission and Distribution dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. PENDAHULUAN Sistem tenaga listrik pada umumnya terdiri dari empat unsur yaitu pembangkit. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Transmission and Distribution. Dalam rangka implementasi UU No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING TRANSMISSION AND DISTRIBUTION 144 Jam Pelajaran Teori : 76 Jam Praktek : 68 Jam KODE T&D-B/KPL&SPPPU I. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. Transmisi digunakan untuk menyaluran tenaga listrik dari pembangkit ke pusat-pusat beban sedangkan distribusi digunakan untuk menyalurkan tenaga listrik dari pusat beban ke masing-masing pemakai tenaga listrik. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No.

Wiring panel TM dan TR g. Pemeliharaan h. Fungsi peralatan b. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1. Dokumen terkait Teknik peralatan a. 2. 4. 3. Penyambungan kabel c. Penggunaan alat ukur e. Klasifikasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Teori rinci peralatan b. Pengujian relay proteksi f. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Teori umum peralatan a. Praktek T&D-B/A/1 T&D-B/A/2 32 T&D-B/A/3 T&D-B/A/4 8 16 T&D-B/A/5 52 6. Pencarian gangguan d. Teori b. Pemeliharaan pencegahan b. Teori penunjang c. KURIKULUM RATING TRANSMISSION AND DISTRIBUTION No. 5. T&D-B/A/6 4 16 76 68 . Prosedur pengoperasian b.V.

Sistem Transmisi . 3. Teori Penunjang . 2.Konfigurasi sistem 32 - 1.Transformator Daya .Switchgear . No.Aerodrome Design Manual Path 5. Abdul Kadir. Edminister. Fungsi peralatan Trans & Dist. 9. “Transmisi Tenaga Listrik” UIP 1998. New Delhi1980. b. c. b. “Electrical Technology. UIP 2000 Theraja B.Komponen Simetris . SILABUS RATING TRANSMISSION AND DISTRIBUTION MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. “Transmisi Tenaga Listrik” UIP 1998. “Electrical Technology. Fungsi peralatan Teori penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan Trans & Dist. 2. Teknik Tenaga Listrik”.Gangguan arus bocor . New Delhi1980. Joseph A.Arrester .Hubung singkat . 1984 10. Dokumen terkait . b. Aerodrome Design Manual Path 5. Aris Munanandar. 1.Networking System . b. Abdul Kadir. Edminister. Theraja B.Rangkaian Listrik . Teknik peralatan a. UIP 2000 8. .Tegangan surja c. Abdul Kadir. “Distribusi dan Utilitasi Tenaga Listrik”.L.Sistem Distribusi .Capacitor bank . Teori rinnci peralatan Klasifikasi Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan Trans & Dist a. Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga. Electrical System 6. Joseph A. Electrical System 16 P 5. 4.L.Sistem Proteksi .Penghantar .Panel TR .VI.Panel TM Klasifikasi Trans & Dist. Abdul Kadir. “Distribusi dan Utilitasi Tenaga Listrik”. a. 7. Schaum Series “Rangkaian Listrik” . Teori Rinci Peralatan .

Kebocoran arus . d. c. h.Megger .Panel TM . pemeliharaan Trans & Dist secara benar.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . b. Prosedur pengoperasian Penyambungan kabel Pencarian gangguan Penggunaan alat ukur Pengujian relay proteksi Wiring panel TM dan TR Pemeliharaan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. c.Phase sequence . e. Prosedur pengoperasian Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian Panel TR/TM dan Transformator daya secara benar Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan Trans & Dist secara benar Prosedur pengoperasian . g.No. h. e.Panel TR .Relay detector Pengujian relay proteksi Wiring panel TM dan TR Pemeliharaan Trouble shooting - 52 Manual book . Pemeliharaan a. g. b. f. Pemeliharaan Perbaikan a.Cable fault detector . Pemeliharaan Pencegahan . Prosedur pengoperasian Penyambungan kabel Pencarian gangguan . Teknik Tenaga Listrik” T P 5. dan trouble shooting a. 3. d.Transformator daya 8 - Manual book 4.Trouble shooting 16 - Manual book 5. 1984 Aris Munanandar.Hubung singkat Penggunaan alat ukur .Multi meter . f. b. Praktek a. Pemeliharaan Pencegahan b. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN Transmisi sistem JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN Penerbait Erlangga.Pemeliharaan Berkala .

Teori b. Praktek TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. .No. Praktek 4 P 16 6. Teori b. MATA PELAJARAN (TOPIK) Ujian/Evaluasi a.

maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan UPS wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating UPS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. PERSYARATAN : a. PENDAHULUAN Uninterruptible Power Supply (UPS) atau disebut juga sebagai catu daya tak terputus (continuous power sources) adalah sistem catu daya listrik yang dapat memberikan tenaga listrik secara independen dalam jangka waktu tertentu tanpa harus adanya sumber catu daya primer atau sekunder atau sumber catu daya tersebut sedang dalam gangguan. II. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. IV. Dalam rangka implementasi UU No. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. III. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas UPS. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. .DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING UNINTERRUPTIBLE POWER SUPPLY KODE UPS-B/KPL&SPPPU Teori : 88 Jam Praktek : 112 Jam 200 Jam Pelajaran I. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan UPS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. b.

V. Pemelihaaan Pencegahan d. Fungsi peralatan b. Trouble shooting e. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 24 1. Teori umum peralatan a. 6. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. 3. Penggunaan alat ukur c. Teori penunjang c. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Teori b. Pemeliharaan pencegahan b. Rencana instalasi Prosedur pengoperasian Pemeliharaan a. Blok dan circuit diagram c. Teori rinci peralatan b. 4. 5. Klasifikasi d. Praktek UPS-B/A/1 UPS-B/A/2 40 UPS-B/A/3 UPS-B/A/4 8 12 UPS-B/A/5 96 UPS-B/A/6 4 16 88 112 . 2. Pengoperasian b. KURIKULUM RATING UNINTERUPTED POWER SUPPLY No. Dokumen terkait Teknik peralatan a.

“Aerodrome”.VI. Block dan circuit diagram .L. Theraja B.Perhitungan beban . 2. “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb. b. “Electrical Technology. “Electrical Technology. d.Aerodrome Design Manual Path 5.Listrik AC/DC .Bagian-bagian penting UPS • Rectifier • Inverter • Battery • Multivibrator b. Teknik peralatan a. Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Klasifikasi Rencana Instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan UPS Teori rinci peralatan . Zuhal.Rectifier . Zuhal.Inverter c. Aerodrome .Thyristor Teknik digital Teori Penunjang . Electrical System. 4. Theraja B. 2. Annex 14. Electrical System 24 P 1.Annex 14.L. Fungsi peralatan UPS Teori Penunjang .Penentuan jenis UPS . Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 5.Diode . 3. 1982. 1.UPS Dinamic . 4. 2. 40 - 1.UPS Static d. No. 1982 Manual Book UPS ………… . SILABUS RATING UNINTERUPTED POWER SUPPLY MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. c. 3. Klasifikasi UPS . New Delhi1980. “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb.Backup time . Fungsi peralatan Teori penunjang Dokumen teerkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan UPS a. Rencanaa Instalasi . b. c. b. New Delhi1980. c.Pemilihan battery a.

Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan .Mhometer Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan 96 Manual Book UPS 6. c.Trouble shooting 12 - Manual Book UPS 5. c.Redundance system .Hidrometer . b. Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan UPS secara benar a.Battery checker .Bypass Penggunaan alat ukur . e. e. Praktek 4 16 . d. b. Teori b. b. Teori b. trouble shooting dan analisis sistem a. Praktek a. 4. Pemeliharaan Pencegahan .Harmonic analyzer . Pemeliharaan a. d. b. MATA PELAJARAN (TOPIK) Prosedur Pengoperasian TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian UPS secara benar Prosedur pengoperasian UPS 8 P Manual Book UPS 3. Prosedur pengoperasian UPS . Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. pemeliharaan UPS secara benar. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian.Pemeliharaan Berkala .No. Ujian/Evaluasi a.

maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan UPS wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan UPS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. b. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. II. Dalam rangka implementasi UU No. Memiliki Sertifikat Kecakapan terampil Listrik Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING UNINTERRUPTIBLE POWER SUPPLY KODE UPS-B/KPL&SPPPU Teori : 76 Jam Praktek : 68 Jam 144 Jam Pelajaran I. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. III. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. PERSYARATAN : a. . PENDAHULUAN Uninterruptible Power Supply (UPS) atau disebut juga sebagai catu daya tak terputus (continuous power sources) adalah sistem catu daya listrik yang dapat memberikan tenaga listrik secara independen dalam jangka waktu tertentu tanpa harus adanya sumber catu daya primer atau sekunder atau sumber catu daya tersebut sedang dalam gangguan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas UPS. IV. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating UPS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih.

4. Pemelihaaan Pencegahan d. 5. Fungsi peralatan b. Teori penunjang c. Penggunaan alat ukur c. 6. Teori rinci peralatan b. Teori b. Pemeliharaan pencegahan b. Klasifikasi Prosedur pengoperasian Pemeliharaan a. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1. KURIKULUM RATING UNINTERUPTED POWER SUPPLY No. Pengoperasian b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. 3. Dokumen terkait Teknik peralatan a.V. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Praktek UPS-B/A/1 UPS-B/A/2 36 UPS-B/A/3 UPS-B/A/4 8 12 UPS-B/A/5 52 UPS-B/A/6 4 16 76 68 . 2. Blok dan circuit diagram c. Teori umum peralatan a.

Inverter c. 2.L. Teknik peralatan a. 4. Annex 14. Theraja B. Zuhal. Zuhal. “Aerodrome”. Klasifikasi UPS . “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb. 1982. 3. c. b. New Delhi1980.Perhitungan beban .Listrik AC/DC . 4. 3. Electrical System. b. Block dan circuit diagram .Bagian-bagian penting UPS • Rectifier • Inverter • Battery • Multivibrator b. c. No. Aerodrome .UPS Dinamic .Penentuan jenis UPS .VI. “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb. Rencanaa Instalasi . Fungsi peralatan Teori penunjang Dokumen teerkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan UPS a. “Electrical Technology. 2.Thyristor Teknik digital Teori Penunjang . 2. 36 - 1.Rectifier . Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 5.UPS Static d.Aerodrome Design Manual Path 5.L. 1. “Electrical Technology. Theraja B. SILABUS RATING UNINTERUPTED POWER SUPPLY MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a.Pemilihan battery a.Diode . Electrical System 16 P 1. c. New Delhi1980. 1982 Manual Book UPS ………… . Fungsi peralatan UPS Teori Penunjang . b.Backup time . Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Klasifikasi Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan UPS Teori rinci peralatan .Annex 14.

Pemeliharaan a. pemeliharaan UPS secara benar. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian.Hidrometer .Bypass Penggunaan alat ukur . Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. Praktek a.Mhometer Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting 52 Manual Book UPS 6.Trouble shooting 12 - Manual Book UPS 5.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . b. 4. d. Teori b. b. d.No. Pemeliharaan Pencegahan . Teori b. dan trouble shooting a.Redundance system .Harmonic analyzer . MATA PELAJARAN (TOPIK) Prosedur Pengoperasian TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian UPS secara benar Prosedur pengoperasian UPS 8 P Manual Book UPS 3. b. c.Battery checker . Ujian/Evaluasi a. Prosedur pengoperasian UPS .Pemeliharaan Berkala . Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan UPS secara benar a. c. b. Praktek 4 16 .

b. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Air Conditioning dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. aliran udara (air motion). PERSYARATAN : a. II. ventilasi dari udara luar (fresh air ventilation) dan pembuangan udara kotor (exhaust). Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Air Conditioning wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Airconditioner. kebersihan udara (air cleaning). PENDAHULUAN Air Conditioning sebagai alat penunjang operasional pelayanan fasilitas penerbangan yang berfungsi mengkondisikan udara ruangan untuk kenyamanan para pengguna jasa di Bandar Udara maupun peralatan yang memerlukan pengaturan suhu udara (temperature).DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING AIR CONDITIONING 200 Jam Pelajaran Teori : 88 Jam Praktek : 112 Jam KODE AC-B/KPL&SPPPU I. kelembaban (humidity). sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. III. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Air Conditioning serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. IV. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Dalam rangka implementasi UU No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. .

Praktek AC-B/A/1 AC-B/A/2 40 AC-B/A/3 12 16 AC-B/A/4 96 AC-B/A/5 4 16 88 112 . Pengoperasian b. Teori rinci peralatan b. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. 5. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1. Pemeliharaan pencegahan b. Pemelihaaan Pencegahan d.V. Penggunaan alat ukur c. Teori penunjang Teknik peralatan a. 3. Blok dan circuit diagram c. Trouble shooting e. KURIKULUM RATING AC No. 6. Fungsi Peralatan b. Teori b. Teori umum peralatan a. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. 2. 4.

. Handoko K. Manual Book AC .Dasar-dasar listrik .AC Windows/Spilt • Electrical control 40 - 1.Bagian-bagian penting AC Sentral • Chiller • AHU • FCU • Cooling tower • Motor pompa • Sistem pemipaan • Ducting • Control system b. Teknik peralatan a. “Teknik Room Air Conditioner” Tahun . b. Handoko K...VI. “Penyegaran Udara” Pradnya Paramita Tahun 1995. 2. 2. 1. 2. Block dan circuit diagram . b.Siklus refrigerasi 16 P 1. SILABUS RATING AC MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. c. Fungsi Peralatan Teori Penunjang .Teknik digital . Wiranto Arismunandar dan Heizo Saito. Fungsi Peralatan Teori Penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan AC a.Microprocessor .Bagian-bagian penting AC Windows/Split • Jenis-jenis kompresor • Kondensor • Evaporator • Pemipaan . “Teknik Room Air Conditioner” Tahun . Wiranto Arismunandar dan Heizo Saito. b. Teori rinci peralatan . No..Dasar-dasar elektronika . Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Rencana instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan AC a. “Penyegaran Udara” Pradnya Paramita Tahun 1995. 3.

Prosedur Pengoperasian Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian AC secara benar Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan AC secara benar a. 16 - Manual Book AC b. Prosedur pengoperasian Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. c. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN AC Sentral • Closed circuit system • Open circuit system • Electrical control • Refrigrant control Rencanaan Instalasi . b. 5.No. Pemeliharaan a. b. Pemeliharaan pencegahan Pemeliharaan perbaikan a. pemeliharaan AC secara a. Praktek a.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan .Menentukan spesifikasi teknis JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P c. b. b. Prosedur pengoperasian AC Window/Split Prosedur pengoperasian AC Sentral Pemeliharaan Pencegahan .Pemeliharaan Berkala . Prosedur pengoperasian AC Window/Split Prosedur pengoperasian AC Sentral Pengunaan alat ukur - 96 Manual Book AC .Perhitungan beban sederhana . 3.Trouble shooting 12 - Manual Book AC 4. c.Perhitungan beban kalor sensible .Perhitungan beban kalor laten .

No. f. Teori Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. trouble shooting dan analisis sistem d. b. e. Teori b. e. POKOK BAHASAN Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 6. d. Ujian/Evaluasi a. Praktek 4 16 . MATA PELAJARAN (TOPIK) Trouble shooting Analisis sistem peralatan TUJUAN benar.

serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. III. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. PERSYARATAN : a. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Air Conditioning serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. IV.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING AIR CONDITIONING 144 Jam Pelajaran Teori : 72 Jam Praktek : 72 Jam KODE AC-B/KPL&SPPPU I. Dalam rangka implementasi UU No. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. aliran udara (air motion). kelembaban (humidity). SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. . kebersihan udara (air cleaning). maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Air Conditioning wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Airconditioner. ventilasi dari udara luar (fresh air ventilation) dan pembuangan udara kotor (exhaust). MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Air Conditioning dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. II. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. b. PENDAHULUAN Air Conditioning sebagai alat penunjang operasional pelayanan fasilitas penerbangan yang berfungsi mengkondisikan udara ruangan untuk kenyamanan para pengguna jasa di Bandar Udara maupun peralatan yang memerlukan pengaturan suhu udara (temperature).

Teori penunjang Teknik peralatan a. Fungsi Peralatan b. Teori rinci peralatan b. 3. Teori umum peralatan a. Pemeliharaan pencegahan b. 2. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1. Blok dan circuit diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. 4. 5. Penggunaan alat ukur c. Pemelihaaan Pencegahan d. Teori b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Pengoperasian b. Praktek AC-B/T/1 AC-B/T/2 28 AC-B/T/3 8 16 AC-B/T/4 56 AC-B/T/5 4 16 72 72 . Trouble shooting Ujian/Evaluasi a.V. KURIKULUM RATING AC No. 6.

Handoko K.AC Windows/Spilt • Electrical control 28 - 1. “Teknik Room Air Conditioner” Tahun . b.Bagian-bagian penting AC Sentral • Chiller • AHU • FCU • Cooling tower • Motor pompa • Sistem pemipaan • Ducting • Control system b. “Teknik Room Air Conditioner” Tahun .Microprocessor . Manual Book AC .Dasar-dasar elektronika . Block dan circuit diagram .Siklus refrigerasi 16 P 1.. Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan AC a.. Fungsi Peralatan Teori Penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan AC a. Wiranto Arismunandar dan Heizo Saito. b. Wiranto Arismunandar dan Heizo Saito... Handoko K. Teknik peralatan a. SILABUS RATING AC MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a.Dasar-dasar listrik . Teori rinci peralatan . 3. No. 2. 2. 1. b. 2.Teknik digital . “Penyegaran Udara” Pradnya Paramita Tahun 1995. “Penyegaran Udara” Pradnya Paramita Tahun 1995.VI.Bagian-bagian penting AC Windows/Split • Jenis-jenis kompresor • Kondensor • Evaporator • Pemipaan . Fungsi Peralatan Teori Penunjang .

Prosedur pengoperasian AC Window/Split Prosedur pengoperasian AC Sentral Pemeliharaan Pencegahan . Praktek 4 16 . Praktek a. Pemeliharaan a.Pemeliharaan Berkala . Pemeliharaan pencegahan Pemeliharaan perbaikan a. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN AC Sentral • Closed circuit system • Open circuit system • Electrical control • Refrigrant control JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 3. Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian AC secara benar Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan AC secara benar a. Prosedur pengoperasian AC Window/Split Prosedur pengoperasian AC Sentral Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting - 56 Manual Book AC 6. Teori b. c. d.Trouble shooting 8 - Manual Book AC 4.No. 16 - Manual Book AC b. 5. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. b. Teori b. d. b. Prosedur pengoperasian Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. Ujian/Evaluasi a. e. c.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . b. pemeliharaan AC secara benar dan trouble shooting a. b.

MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Traction Equipments dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. II. Dalam rangka implementasi UU No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. PERSYARATAN : a. b. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. . maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Traction Equipments wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. Escalator dan Conveyor). serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING TRACTION EQUIPMENTS 220 Jam Pelajaran Teori : 108 Jam Praktek : 112 Jam KODE TE-B/KPL&SPPPU I. IV. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. PENDAHULUAN Traction Equipment (Elevator. III. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Traction Equipment (Elevator. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Traction Equipments serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Escalator dan Conveyor) sebagai alat penunjang operasional pelayanan fasilitas penerbangan yang berfungsi memberikan kelancaran dan kenyamanan para pengguna jasa di Terminal Bandar Udara dan gedung operasi keselamatan penerbangan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.

Teori rinci peralatan b. Teori penunjang c. Fungsi b. Blok dan circuit diagram c. Trouble shooting e. Pengoperasian b. Teori umum peralatan a. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Penggunaan alat ukur c. Praktek TE-B/A/1 TE-B/A/2 60 TE-B/A/3 TE-B/A/4 8 20 TE-B/A/5 96 TE-B/A/6 4 16 108 112 . KURIKULUM RATING TRACTION EQUIPMENTS No. Pemelihaaan Pencegahan d. Pemeliharaan pencegahan b. Teori b. 3. 4. 2.V. 6. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. 5. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1.

Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System Festodidactic. New Delhi1980. 2. 4. c. Hydroulic” Tahun …. b. 3.L.Bagian-bagian penting Elevator • Sistem Hidrolik • Sistem Elektrik • Komponenkomponen mekanis • Komponenkomponen elektrik . Fungsi Traction Equip.Sistem pengaman • Electrik • Mekanis Dokumen terkait K-3 Depnaker 16 P 1. “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb. Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System Dokumen K-3 Depnaker Zuhal. Teknik peralatan a.L. Zuhal. 2. Teori rinci peralatan . 2. 5. Fungsi Peralatan Teori Penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan Traction Equipment a.VI. 1. 1982 Theraja B. b. “Electrical Technology.Bagian-bagian penting Escalator/Travaletor • Motor penggerak • Komponenkomponen mekanis • Komponenkomponen elektrik 60 - 1. . 1982 Theraja B. No. Teori Penunjang . “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb. 4.Mesin-mesin listrik . New Delhi1980. Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Rencana instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan Traction Equipment a. c. “Electrical Technology. 3. b. 5.Dasar-dasar hidrolik . SILABUS RATING TRACTION EQUIPMENTS MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a.

MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Bagian-bagian penting Conveyor • Jenis-jenis Conveyor • Motor penggerak • Komponenkomponen mekanis • Komponenkomponen elektrik .Conveyor - P . Block dan circuit diagram .No.Escalator/Travelator • Electrik control diagram • Mekanikal control .Bagian-bagian penting Garbarata • Jenis-jenis Garbarata • Motor penggerak • Komponenkomponen mekanis • Komponenkomponen elektrik b.Elevator • Electrik control diagram • Mekanikal control .

Prosedur Pengoperasian Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian Traction Equipments secara benar a. b. Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System 5. c. a. Conveyor dan Garbarata 96 1. d. pemeliharaan Traction Equipments secara benar. Escalator. 20 1. 2. b. Conveyor dan Garbarata Prosedur pengoperasian Elevator.Garbarata • Electrik control diagram • Mekanikal control Rencana Instalasi Pemilihan Jenis dan model Prosedur pengoperasian Elevator Prosedur pengoperasian Escalator/Travelator Prosedur pengoperasian Conveyor Prosedur pengoperasian Garbarata Pemeliharaan Pencegahan . Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System . 2. Prosedur pengoperasian Elevator. Praktek a.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . Prosedur pengoperasian Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian.No. b. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN Electrik control diagram • Mekanikal control . 2.Trouble shooting • JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P c. Pemeliharaan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan Traction Equipments secara benar a. 8 1. Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System 4.Pemeliharaan Berkala . 3. Escalator. d. b. c.

MATA PELAJARAN (TOPIK) Analisis sistem peralatan TUJUAN trouble shooting dan analisis sistem c. e. e. Ujian/Evaluasi a. Teori b.No. f. d. Teori Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. b. Praktek 4 16 . POKOK BAHASAN Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 6.

MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Traction Equipments dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. IV. PENDAHULUAN Traction Equipment (Elevator. . 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. b. Escalator dan Conveyor) sebagai alat penunjang operasional pelayanan fasilitas penerbangan yang berfungsi memberikan kelancaran dan kenyamanan para pengguna jasa di Terminal Bandar Udara dan gedung operasi keselamatan penerbangan. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. Dalam rangka implementasi UU No. II. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING TRACTION EQUIPMENTS 150 Jam Pelajaran Teori : 80 Jam Praktek : 70 Jam KODE TE-B/KPL&SPPPU I. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Traction Equipments wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. III. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. PERSYARATAN : a. Escalator dan Conveyor). 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Traction Equipments serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Traction Equipment (Elevator.

Pemeliharaan pencegahan b. Pemelihaaan Pencegahan d. 3. Dokumen terkait Teknik peralatan a.V. Blok dan circuit diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Fungsi b. KURIKULUM RATING TRACTION EQUIPMENTS No. Teori b. Teori umum peralatan a. Penggunaan alat ukur c. 4. 5. Pengoperasian b. 2. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 12 1. 6. Teori penunjang c. Teori rinci peralatan b. Praktek TE-B/T/1 TE-B/T/2 40 TE-B/T/3 TE-B/T/4 8 16 TE-B/T/5 54 TE-B/T/6 4 16 80 70 . Trouble shooting Ujian/Evaluasi a.

Teori rinci peralatan . New Delhi1980. “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb. “Electrical Technology. 4. 3. New Delhi1980. 2. c. Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System Dokumen K-3 Depnaker Zuhal. SILABUS RATING TRACTION EQUIPMENTS MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. 5.L. 2.L.Sistem pengaman • Electrik • Mekanis Dokumen terkait K-3 Depnaker 12 P 1. 1982 Theraja B. Hydroulic” Tahun …. 2. Teknik peralatan a.Bagian-bagian penting Elevator • Sistem Hidrolik • Sistem Elektrik • Komponenkomponen mekanis • Komponenkomponen elektrik . Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System Festodidactic. b. Zuhal. 1982 Theraja B.VI.Dasar-dasar hidrolik . Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan Traction Equipment a. Fungsi Peralatan Teori Penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan Traction Equipment a. No. Fungsi Traction Equip. 3.Bagian-bagian penting Escalator/Travaletor • Motor penggerak • Komponenkomponen mekanis • Komponenkomponen elektrik 40 - 1. 4. . 1. b. “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb.Mesin-mesin listrik . b. 5. “Electrical Technology. Teori Penunjang .

Prosedur pengoperasian Elevator Prosedur pengoperasian Escalator/Travelator Prosedur pengoperasian Conveyor 8 1. Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System .Conveyor • Electrik control diagram • Mekanikal control JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P b.No. c. b. Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian Traction Equipments secara benar a. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN Bagian-bagian penting Conveyor • Jenis-jenis Conveyor • Motor penggerak • Komponenkomponen mekanis • Komponenkomponen elektrik Block dan circuit diagram .Elevator • Electrik control diagram • Mekanikal control . 2.Escalator/Travelator • Electrik control diagram • Mekanikal control . 3.

Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System 6.No. 2.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . Escalator dan Conveyor Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting 54 1. c. Escalator dan Conveyor Prosedur pengoperasian Elevator.Pemeliharaan Berkala . d. 2. Pemeliharaan Pencegahan . 5.Trouble shooting 16 P 1. Prosedur pengoperasian Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. dan trouble shooting a. b. Ujian/Evaluasi a. c. Teori b. Praktek 4 16 . Prosedur pengoperasian Elevator. Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System 4. b. b. pemeliharaan Traction Equipments secara benar. d. Teori Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. e. Praktek a. b. MATA PELAJARAN (TOPIK) Pemeliharaan TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan Traction Equipments secara benar a.

yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. b. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Solar Cell dan penanganan instalasi listrik bandara. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. II. penangkal petir dan instalasi penerangan di Bandar udara. PENDAHULUAN Electrical Instalation adalah ilmu instalasi peralatan listrik yang meliputi standar dan peraturan instalasi. pemilihan kabel. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Adapun Solar Cell adalah suatu alat pembangkit listrik tenaga surya yang sering digunakan pada daerah-daerah tertentu yang tidak ada jaringan PLN untuk mensuplai beban peralatan navigasi/komunikasi penerbangan. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Electrical Installation and Solar Cell dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. . IV. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Solar Cell dan penanganan instalasi listrik bandara wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING ELECTRICAL INSTALLATION AND SOLAR CELL 120 Jam Pelajaran Teori : 60 Jam Praktek : 60 Jam KODE EI&SC-C/KPL&SPPPU I. PERSYARATAN : a. III. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Electrical Installation and Solar Cell serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Dalam rangka implementasi UU No.

Pemelihaaan Pencegahan d. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 24 8 16 1. Trouble shooting e. Instalasi Listrik Teori umum peralatan Solar Cell a. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. 5. Teori b. 3. Teori penunjang Teknik peralatan Solar Cell a. Pemeliharaan pencegahan b. 2.V. Pengoperasian b. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian Solar Cell Pemeliharaan Solar Cell a. 6. 4. Blok dan circuit diagram c. Praktek EI&SC-C/A/1 EI&SC-C/A/2 EI&SC-C/A/3 16 EI&SC-C/A/4 EI&SC-C/A/6 2 6 EI&SC-C/A/6 36 EI&SC-C/A/7 4 8 60 60 . KURIKULUM RATING ELECTRICAL INSTALLATION AND SOLAR CELL No. 7. Penggunaan alat ukur c. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. Teori rinci peralatan b. Fungsi b.

“Pembangkit Listrikk Tenaga Surya” Tarsito 1994 Manual Book Solar Cell. 2. Dipl. Ing. b. Setiawan. Rencana Instalasi . Ir. SILABUS RATING ELECTRICAL INSTALLATION AND SOLAR CELL MATA PELAJARAN (TOPIK) Instalasi Listrik TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan instalasi listrik dan aplikasinya a. e. PT. Harten. Setiawan. Standarisasi dan peraturan instalasi listrik Peralatan instalasi listrik Kabel Arus kuat Penyambungan alat-alat listrik Instalasi gedung. E. Lapi Elpatsindo Drs. Harten. Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Rencana instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan Solar Cell Teori rinci peralatan . b. Ir. Binacipta 1981. “Lightning Protection System” PT. Teori Umum Peralatan Solar Cell a. 8 - 1. Instalasi Listrik Arus Kuat. Karmon Singalingging. Teknik peralatan Solar Cell a.Sel Surya (solar cell) 24 P 16 P. . Interprima Indonesia. lampu jalan dan flood light Instalasi Penangkal petir Fungsi peralatan Solar Cell Teori Penunjang . 1.Matahari sebagai sumber energi . Reynaldo Zoro “Petir dan Masalahnya”. Instalasi Listrik Arus Kuat. 2. d. Van. c. Block dan circuit diagram Inverter dan converter c. c. 16 - 1.Pembangkit listrik tenaga surya untuk a. Binacipta 1981. P. Fungsi Peralatan Teori Penunjang Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan Solar Cell a. b. 2. b.Susunan kerja generator surya b. 3. f. Van. E.VI.Komponen utama pembangkit listrik tenaga surya . 3. No.

Pemeliharaan perbaikan a. b. c.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . d. c. Teori b. 5. Pemeliharaan Solar Cell a.No. e. pemeliharaan Solar Cell secara benar. d. Pemeliharaan Pencegahan . MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN peralatan Navigasi JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 4. Prosedur pengoperasian solar cell Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan - 36 Manual Book Solar Cell 7. Prosedur pengoperasian Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. Praktek 4 8 . Pemeliharaan pencegahan b. b. Prosedur Pengoperasian Solar Cell Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian Solar Cell secara benar Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan Solar Cell secara benar Prosedur pengoperasian Solar Cell 2 Manual Book Solar Cell. trouble shooting dan analisis sistem a. Ujian/Evaluasi Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan a. b.Pemeliharaan Berkala .Trouble shooting 6 - Manual Book Solar Cell 6. e. Praktek a.

03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. II. III. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. IV. penangkal petir dan instalasi penerangan di Bandar udara. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Solar Cell dan penanganan instalasi listrik bandara. Adapun Solar Cell adalah suatu alat pembangkit listrik tenaga surya yang sering digunakan pada daerah-daerah tertentu yang tidak ada jaringan PLN untuk mensuplai beban peralatan navigasi/komunikasi penerbangan. Dalam rangka implementasi UU No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Solar Cell dan penanganan instalasi listrik bandara wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING ELECTRICAL INSTALLATION AND SOLAR CELL 80 Jam Pelajaran Teori : 32 Jam Praktek : 48 Jam KODE EI&SC-C/KPL&SPPPU I. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Electrical Installation and Solar Cell serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Electrical Installation and Solar Cell dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. . PENDAHULUAN Electrical Instalation adalah ilmu instalasi peralatan listrik yang meliputi standar dan peraturan instalasi. b. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. pemilihan kabel. PERSYARATAN : a. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal.

2. 7. 5. Pemelihaaan Pencegahan d. Fungsi b. Pengoperasian b. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 12 4 16 1. KURIKULUM RATING ELECTRICAL INSTALLATION AND SOLAR CELL No. Teori rinci peralatan b. 3. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Teori penunjang Teknik peralatan Solar Cell a. 4.V. Instalasi Listrik Teori umum peralatan Solar Cell a. 6. Teori b. Pemeliharaan pencegahan b. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Blok dan circuit diagram Prosedur Pengoperasian Solar Cell Pemeliharaan Solar Cell a. Penggunaan alat ukur c. Praktek EI&SC-C/T/1 EI&SC-C/T/2 EI&SC-C/T/3 6 EI&SC-C/T/4 EI&SC-C/T/6 2 4 EI&SC-C/T/6 28 EI&SC-C/T/7 4 8 32 48 .

Lapi Elpatsindo Drs.Susunan kerja generator surya b. Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan Solar Cell Teori rinci peralatan .VI. E. 2. b.Matahari sebagai sumber energi . Fungsi Peralatan Teori Penunjang Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan Solar Cell a. 3. “Pembangkit Listrikk Tenaga Surya” Tarsito 1994 Manual Book Solar Cell. Harten. Binacipta 1981. Van. d. Van. No. PT. E.Komponen utama pembangkit listrik tenaga surya . 2. P. 3. Setiawan. Instalasi Listrik Arus Kuat. Ir. lampu jalan dan flood light Instalasi Penangkal petir Fungsi peralatan Solar Cell Teori Penunjang . Standarisasi dan peraturan instalasi listrik Peralatan instalasi listrik Kabel Arus kuat Penyambungan alat-alat listrik Instalasi gedung. Interprima Indonesia. b. b. Instalasi Listrik Arus Kuat. Karmon Singalingging.Sel Surya (solar cell) 12 P 16 P. Ing. Setiawan. c. “Lightning Protection System” PT. b. Ir. Harten. Block dan circuit diagram Inverter dan converter a. f. . Reynaldo Zoro “Petir dan Masalahnya”. Teknik peralatan Solar Cell a. 4 - 1. Dipl. SILABUS RATING ELECTRICAL INSTALLATION AND SOLAR CELL MATA PELAJARAN (TOPIK) Instalasi Listrik TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan instalasi listrik dan aplikasinya a. Binacipta 1981. Teori Umum Peralatan Solar Cell a. 1. 6 - 1. e. 2.

Prosedur pengoperasian Solar Cell Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting - 28 Manual Book Solar Cell 7. Pemeliharaan Pencegahan . 120038217 . Praktek a. d. Pemeliharaan pencegahan b. MATA PELAJARAN (TOPIK) Prosedur Pengoperasian Solar Cell TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian Solar Cell secara benar Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan Solar Cell secara benar Prosedur pengoperasian Solar Cell 2 P Manual Book Solar Cell.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . Pemeliharaan perbaikan a. c.2002 DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA SOENARYO. b. Teori b. Prosedur pengoperasian Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian.No. b.. b. Praktek 4 8 Ditetapkan di Pada tanggal : : JAKARTA …………………. 4. Y NIP.Trouble shooting 4 - Manual Book Solar Cell 6. Ujian/Evaluasi Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan a. d. pemeliharaan Solar Cell secara benar. Pemeliharaan Solar Cell a. c. dan trouble shooting a. 5.Pemeliharaan Berkala .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful