P. 1
SKEP-115

SKEP-115

|Views: 693|Likes:
Dipublikasikan oleh doremi fasola

More info:

Published by: doremi fasola on Aug 26, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/25/2013

pdf

text

original

DEPARTEMEN PERHUBUNGAN DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA NOMOR : SKEP/115/VI/2002 TENTANG PEDOMAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TEKNISI ELEKTRONIKA PENERBANGAN DAN TEKNISI LISTRIK PENERBANGAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA,

Menimbang :

a.

bahwa sesuai dengan Pasal 18 Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/176/VI/2001 telah diatur tentang Pendidikan dan Pelatihan untuk memperoleh Sertifikat Kecakapan dan Rating Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan; bahwa untuk melaksanakan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Dan Pelatihan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan dengan Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara; Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3481); Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan (Lembaran Negara Tahun 2001 Nomor 9, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4075); Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2001 tentang Kebandarudaraan (Lembaran Negara Tahun 2001 Nomor 128, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4146); Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen; Keputusan Presiden Nomor 109 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Departemen;

b.

Mengingat : 1.

2.

3.

4.

5.

6.

Keputusan Menteri Perhubungan Udara Nomor T.11/2/4–U Tahun 1960 tentang Peraturan-Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil sebagaimana telah diubah terakhir dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 22 Tahun 2002; Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM. 24 Tahun 2001 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Departemen Perhubungan sebagaimana telah diubah terakhir dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 45 Tahun 2001; Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan;

7.

8.

MEMUTUSKAN: Menetapkan : KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA TENTANG PEDOMAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TEKNISI ELEKTRONIKA PENERBANGAN DAN TEKNISI LISTRIK PENERBANGAN.

Pasal 1 Dalam keputusan ini yang dimaksud dengan : 1. Teknisi Elektronika Penerbangan adalah personil penerbangan yang diberi kewenangan melaksanakan kegiatan pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas elektronika penerbangan; Teknisi Listrik Penerbangan adalah personil penerbangan yang diberi kewenangan melaksanakan kegiatan pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas listrik penerbangan; Sertifikat Kecakapan (Lisensi) Teknisi Elektronika Penerbangan atau Teknisi Listrik Penerbangan adalah tanda bukti terpenuhinya persyaratan kecakapan teknisi elektronika penerbangan atau teknisi listrik penerbangan; Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan adalah Sertifikat Kecakapan yang diberikan kepada teknisi dengan dasar pendidikan serendah-rendahnya Diploma II dalam bidang teknik elektronika atau yang sederajat;

2.

3.

4.

2

5.

Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan adalah Sertifikat Kecakapan yang diberikan kepada teknisi dengan dasar pendidikan serendah-rendahnya Diploma III dalam bidang teknik elektronika atau yang sederajat; Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan adalah Sertifikat Kecakapan yang diberikan kepada teknisi dengan dasar pendidikan serendah-rendahnya Diploma II dalam bidang teknik listrik atau mekanikal atau yang sederajat; Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan adalah Sertifikat Kecakapan yang diberikan kepada teknisi dengan dasar pendidikan serendah-rendahnya Diploma III dalam bidang teknik listrik atau mekanikal atau yang sederajat; Rating adalah tanda bukti kewenangan melaksanakan kegiatan pengoperasian dan pemeliharaan atas satu jenis peralatan fasilitas elektronika penerbangan atau listrik penerbangan; Pengoperasian adalah rangkaian kegiatan menyiapkan, menghidupkan, memantau kinerja operasi dan mematikan peralatan; Pemeliharaan adalah rangkaian kegiatan membersihkan, merapikan, memeriksa (berkala, ground check, performance check dan kalibrasi), mengukur parameter, menyetel parameter, memperbaiki dan membuat pelaporan peralatan; Rekomendasi adalah persetujuan untuk melaksanakan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan; Pendidikan dan pelatihan adalah pendidikan dan pelatihan dalam rangka pemberian sertifikat kecakapan dan rating teknisi elektronika penerbangan dan teknisi listrik penerbangan; Kurikulum pendidikan dan pelatihan adalah jenis dan jumlah mata pelajaran yang harus diberikan dalam proses belajar mengajar untuk mendukung satu jenis kegiatan pendidikan dan pelatihan; Silabus adalah pokok bahasan dari tiap-tiap mata pelajaran yang ada di dalam kurikulum suatu pendidikan dan pelatihan;

6.

7.

8.

9.

10.

11. 12.

13.

14.

3

15.

Badan Hukum adalah perusahaan yang didirikan berdasarkan hukum Indonesia untuk jangka waktu yang ditentukan dalam anggaran dasar dan dibuat dalam bahasa Indonesia dengan akta notaris, serta melakukan kegiatan usaha yang sesuai dengan maksud dan tujuannya dengan modal dasar memenuhi kriteria tertentu yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku; Direktur Jenderal adalah Direktur Jenderal Perhubungan Udara. Pasal 2

16.

(1)

Teknisi Elektronika Penerbangan atau Teknisi Listrik Penerbangan yang akan melaksanakan tugas pengoperasian dan/atau pemeliharaan fasilitas elektronika atau listrik penerbangan diwajibkan memiliki Sertifikat Kecakapan dan Rating. Sertifikat Kecakapan dan Rating sebagaimana dimaksud pada ayat (1), diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan.

(2)

Pasal 3 (1) Dalam rangka penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1), harus berpedoman pada: a. b. (2) kurikulum dan silabus pendidikan dan pelatihan; dan persyaratan tenaga pendidik.

Pendidikan dan pelatihan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), meliputi teori dan praktek. Pasal 4

(1)

Kurikulum dan silabus pendidikan dan pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) huruf a, terdiri dari : a. untuk teknisi elektronika penerbangan; 1. silabus dan kurikulum pendidikan dan pelatihan untuk memperoleh sertifikat kecakapan ahli elektronika penerbangan;

4

2.

silabus dan kurikulum pendidikan dan pelatihan untuk memperoleh sertifikat kecakapan terampil elektronika penerbangan; silabus dan kurikulum pendidikan dan pelatihan untuk memperoleh rating peralatan elektronika penerbangan.

3.

b.

untuk teknisi listrik penerbangan: 1. silabus dan kurikulum pendidikan dan pelatihan untuk memperoleh sertifikat kecakapan ahli listrik penerbangan; silabus dan kurikulum pendidikan dan pelatihan untuk memperoleh sertifikat kecakapan terampil listrik penerbangan; silabus dan kurikulum pendidikan dan pelatihan untuk memperoleh rating peralatan listrik penerbangan.

2.

3.

(2)

Kurikulum dan silabus pendidikan dan pelatihan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), termuat dalam Lampiran Keputusan ini.

Pasal 5 (1) Persyaratan tenaga pendidik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) huruf b, terdiri dari tenaga pendidik bidang umum dan tenaga pendidik bidang teknis. Tenaga pendidik bidang umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1), harus memiliki pengetahuan dan pengalaman di bidang penerbangan sipil. Tenaga pendidik bidang teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1), harus memiliki pengetahuan dan pengalaman di bidang: a. teknik elektronika; b. teknik listrik; c. teknik mekanikal.

(2)

(3)

5

Pasal 6 (1) Tenaga pendidik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5, untuk sertifikat kecakapan ahli minimal Strata – 1 atau Diploma IV . Tenaga pendidik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5, untuk sertifikat kecakapan terampil minimal Diploma III atau sederajat. Tenaga pendidik bidang teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5, wajib memiliki pengalaman bekerja dalam bidang peralatan elektronika dan listrik penerbangan minimal 3 (tiga) tahun. Pasal 7 Pendidikan dan pelatihan teknisi elektronika penerbangan dan teknisi listrik penerbangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (2), dapat diselenggarakan oleh: a. b. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara; atau Badan Hukum yang bergerak dalam bidang penerbangan yang telah mendapat rekomendasi dari Direktur Jenderal. Pasal 8 Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dalam menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7, dapat bekerjasama dengan Pusat Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 9 (1) Untuk mendapatkan rekomendasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf b, badan hukum mengajukan permohonan secara tertulis kepada Direktur Jenderal dengan melampirkan: a. foto kopi akta pendirian perusahaan dan perubahan serta surat pengesahan dari Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia; struktur organisasi;

(2)

(3)

b.

6

c.

daftar tenaga pendidik yang berkualifikasi sesuai jenis dan jenjang pendidikan dan pelatihan disertai ijazah tertinggi yang dimiliki; buku petunjuk tata cara tentang penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan; modul pelajaran sesuai dengan jenis dan jenjang pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan; daftar fasilitas yang dimiliki sesuai dengan jenis dan jenjang dari pendidikan dan pelatihan yang diselengggarakan; jadwal kegiatan.

d. e. f.

g. (2)

Buku pentunjuk tata cara tentang penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) huruf d, sekurang-kurangnya meliputi : a. b. tata tertib pelaksanaan pendidikan dan pelatihan; mekanisme pelaksanaan pendidikan dan pelatihan.

(3)

Daftar fasilitas sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) huruf f, sekurang-kurangnya meliputi : a. b. c. d. ruang kelas; ruang praktek berikut peralatannya; ruang administrasi; peralatan dan perlengkapan pendukung proses belajar mengajar.

(4)

Direktur Jenderal memberikan rekomendasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari kerja setelah permohonan diterima dan dinyatakan lengkap. Rekomendasi Direktur Jenderal sebagaimana dimaksud pada ayat (1), diberikan untuk setiap pendidikan dan pelatihan yang akan diselenggarakan.

(5)

7

Sekretaris Jenderal Departemen Perhubungan. 15. 8. Kepala Balai Kesehatan Penerbangan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. NIP. Direktur Utama PT. Inspektur Jenderal Departemen Perhubungan. 120038217 SALINAN Keputusan ini disampaikan kepada Yth. 7. Ditetapkan di : JAKARTA Pada Tanggal : 12 JUNI 2002 ________________________________________ DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA ttd SOENARYO Y.(Persero) Angkasa Pura II. Kepala Balai Elektronika Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Para Direktur Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan. Kepala Pusat Pendidikan dan Latihan Perhubungan Udara. 16. 9. Kepala Badan Pendidikan dan Latihan Departemen Perhubungan. Para Kepala Bandar Udara. 11. : 1. Ketua Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia. 13. SILOOY NIP. 10. Menteri Perhubungan .(Persero) Angkasa Pura I. 4. 14. 5. 12. dicabut apabila penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan tidak sesuai dengan rekomendasi yang diberikan. 6. Para Kepala Dinas Perhubungan Propinsi.Pasal 10 Rekomendasi Direktur Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. 2. Para Direktur di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. 120108003 8 . Para Kepala Balai Pendidikan dan Latihan Penerbangan. 3. Salinan sesuai dengan aslinya Kepala Bagian Hukum E. Direktur Utama PT. A. Pasal 11 Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

II. Terampil CPDLC-A/KKP 28 5. 7. Ahli Sertifikat Kecakapan Ahli Teknisi Elektronika Penerbangan Sertifikat Kecakapan Terampil Teknisi Elektronika Penerbangan SKP-A / TEP i 1 2. 6. KOMUNIKASI PENERBANGAN 1. Ahli Terampil Ahli Terampil Ahli AMSC-A / KKP AMSC-A / KKP VDL-A / KKP VDL-A / KKP ATN-A / KKP ATN-A / KKP 31 36 41 44 47 50 10. 9.1. Ahli Terampil Ahli Voice Switching Communication System Voice Switching Communication System Controller Pilot Data Link Communication (CPDLC) Controller Pilot Data Link Communication (CPDLC) Automatic Message Switching Centre (AMSC) Automatic Message Switching Centre (AMSC) Very Hight Frequency Data Link (VHF-DL) Very Hight Frequency Data Link (VHF-DL) Aeronautical Telecommunication Network (ATN) Aeronautical Telecommunication Network (ATN) VSCS-A / KKP VSCS-A / KKP CPDLC-A/KKP 15 20 25 4. 3. SERTIFIKAT KECAKAPAN PERSONIL (SKP) 1. RATING FASILITAS ELEKTRONIKA PENERBANGAN A.DAFTAR ISI Halaman DAFTAR ISI I. Terampil i . 2. 8. Terampil SKP-T / TEP 8 II.

Terampil 15. Ahli VHF Omnidirectional Range (VOR) VOR-A / KNP 133 ii . Terampil 23. Ahli 20. Terampil ATIS-B / KKP ATIS-B / KKP HF AG-B / KKP HF AG-B / KKP VSAT-B / KKP VSAT-B / KKP RLINK-B / KKP RLINK-B / KKP HF-SSB-C / KKP HF-SSB-C / KKP TTY-C / KKP TTY-C / KKP 81 85 89 93 97 102 107 112 117 121 125 129 B. Terampil VHF AG-B / KKP 75 17. Ahli 12. NAVIGASI PENERBANGAN 1. Ahli Aeronautical Message Handling System (AMHS) Aeronautical Message Handling System (AMHS) Integrated Remote Control and Monitoring System Integrated Remote Control and Monitoring System Very High Frequency and Ground Communication System (VHF A/G) Very High Frequency and Ground Communication System (VHF A/G) Aerodrome Terminal Information System (ATIS) Aerodrome Terminal Information System (ATIS) HF Air Ground Communication HF Air Ground Communication Very Small Apperture Terminal Very Small Apperture Terminal Radio Link Radio Link High Frequency Single Side Band ( HF . Ahli 18. Terampil 13. Ahli 24. Terampil 19. Ahli 22.11. Terampil 25.SSB ) High Frequency Single Side Band ( HF . Ahli 14. Terampil 27. Ahli 28. Ahli 26.SSB ) Teleprinter Teleprinter AMHS-A / KKP AMHS-A / KKP IRCMS-A / KKP IRCMS-A / KKP VHF AG-B / KKP 53 56 59 64 69 16. Terampil 21.

PERALATAN BANTU PENDARATAN 1. 7. Ahli Instrument Landing System/Runway Visual Range (ILS/RVR) Instrument Landing System/Runway Visual Range (ILS/RVR) Satellite Landing System (Differential Global Position System) ILS/RVR-A / KPBP 193 2. 4. 7. 4.2. 8. 3. Ahli DGPS. 2. 6.A / KPBP 201 iii . Ahli Terampil Ahli Terampil Ahli Terampil Ahli Terampil Primary Surveillance Radar System ( PSR ) Primary Surveillance Radar System ( PSR ) Secondary Surveillance Radar System (SSR) Secondary Surveillance Radar System (SSR) Air Traffic Control Automation System Air Traffic Control Automation System Aerodreome Surface Detection Equipment System Aerodreome Surface Detection Equipment System PSR-A / KPP PSR-A / KPP SSR-A / KPP SSR-A / KPP ATC AUTO-A / KPP ATC AUTO-A / KPP ASDE-A / KPP ASDE-A / KPP 161 166 171 176 180 184 189 191 D. 6. PENGAMATAN PENERBANGAN 1. Terampil Ahli Terampil Ahli Terampil Ahli Terampil VHF Omnidirectional Range (VOR) Distance Measuring Equipment (DME) Distance Measuring Equipment (DME) Satellite Navigation System Satellite Navigation System Non Directional Beacon ( NDB ) Non Directional Beacon ( NDB ) VOR-A / KNP DME-A / KNP DME-A / KNP SNS-A / KKP SNS-A / KKP NDB-C / KNP NDB-C / KNP 137 141 145 149 151 153 157 C. 8. Terampil ILS/RVR-A / KPBP 197 3. 3. 5. 5.

Ahli 14. 5. Terampil iv . 4.B/ KPFP CI. 7. 8. PENUNJANG FASILITAS PENERBANGAN 1.A / KPBP 203 E. Terampil 13. Ahli 12. Ahli Terampil Ahli Terampil Ahli Terampil Ahli Terampil Ahli Security Equipment Security Equipment Integrated Security System Integrated Security System Centralized Information System Centralized Information System Closed Circuit Television & Access Control Closed Circuit Television & Access Control Integrated Ground Communication System Integrated Ground Communication System Flight Information Display system Flight Information Display system Check In System Check In System SE-A / KPFP SE-A / KPFP ISS-A / KPFP ISS-A / KPFP CIS-A / KPFP CIS-A / KPFP CCTV&AC-B/KPFP CCTV&AC-B/KPFP IGCS-B / KPFP IGCS-B / KPFP FIDS-B / KPFP FIDS-B / KPFP CI. 9. 2. Terampil 11.Terampil Satellite Landing System (Differential Global Position System) DGPS.B/ KPFP 205 209 213 217 221 225 229 233 237 241 245 249 253 256 10. 6. 3.

15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. MANFAAT YANG DIPEROLEH : Memiliki bukti kecakapan dalam bidang elektronika penerbangan tingkat ahli serta kesempatan untuk menempuh Diklat rating. III. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi elektronika penerbangan dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan yang cukup dalam ilmu elektronika dan fasilitas elektronika penerbangan dengan tujuan untuk memenuhi persyaratan memperoleh Sertifikat Kecakapan tingkat ahli. IV. PERSYARATAN : Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. .DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI SERTIFIKAT KECAKAPAN AHLI TEKNISI ELEKTRONIKA PENERBANGAN KODE SKP-A/TEP 120 Jam Pelajaran I. PENDAHULUAN Dalam rangka implementasi UU No. 03 Tahun 2001 maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. II. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan.

PENGETAHUAN KHUSUS 1) 2) 3) 4) 5) 6) Pengetahuan Teknik Elektronika Teknik Digital Prinsip-Prinsip Pemancar dan Penerima Pengetahuan Komunikasi Data Alat-Alat Ukur dan Pengukuran Fasilitas Elektronika Penerbangan : : : : : : 8 Jam 12 Jam 8 Jam 12 Jam 8 Jam 24 Jam 72 jam . PENGETAHUAN KEUDARAAN 1) 2) 3) 4) 5) Pembinaan Personil Penerbangan Hukum Penerbangan (Air Law) Peraturan Penerbangan (Rule of the Air) Manajemen LLU Manajemen Pemeliharaan : : : : : 8 Jam 8 Jam 16 Jam 8 Jam 8 Jam 48 jam B. KURIKULUM SERTIFIKAT KECAKAPAN AHLI TEKNISI ELEKTRONIKA PENERBANGAN A.V.

15 Tahun 1992 Annexes : 10. 71 Tahun 1996 PP. No. 100 Tahun 1988 Skep Dirjen Hubud No. 3 Tahun 2001 PP. No. No. SILABUS DIKLAT SERTIFIKAT KECAKAPAN AHLITEKNISI ELEKTRONIKA PENERBANGAN No. 16 Tahun 1994 KM. Peraturan Penerbangan (Rule of the Air) Keselamatan Penerbangan Keamanan Penerbangan Angkutan Udara Kebandarudaraan 16 - − − − 4. MATA PELAJARAN (TOPIK) PENGETAHUAN KEUDARAAN Pembinaan Personil Penerbangan − − Agar peserta memahami tugas pokok dan fungsi Ditjen Hubud Agar Peserta memahami ketentuan-ketentuan mengenai angka kredit teknisi penerbangan Agar Peserta memahami hak dan kewajiban sbg. PAN No. teknisi penerbangan − − Sturktur Organisasi dan tata kerja Ditjen Hubud Angka Kredit untuk Jabatan Fungsional Teknisi Penerbangan.VI. No. 3 Tahun 2001 3. 15 Tahun 1992 PP. 40 Tahun 1995 PP. 11. No. SKEP/176/VI/2001 TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P A. 58 Tahun 1991 KM. Pembinaan pegawai (PNS/BUMN) Etika profesi teknisi 8 − − − − − − UU No. − − − − − − − − − − − − − 2. 14 dan 17 Konvensi ICAO PP. No. 1. Manajemen LLU Agar para peserta mengetahui dan memahami konsep optimasi pemanfaatan ruang udara dan pelayanan keselamatan penerbangan Organisasi ruang udara Pelayanan navigasi penerbangan Konsep CNS/ATM 8 - - − − − − ICAO Global Plan ATS Planning Manual ATC Master Plan Indonesia Konsep Harmonisasi . Hukum Penerbangan (Air Law) Agar Perserta mengetahui dan memahami hukum penerbangan sipil nasional dan internasional Agar Perserta memahami peraturan-peraturan yang berkaitan dengan penerbangan sipil Konvensi ICAO Annexes ICAO Kedaulatan Negara 8 - − − − UU No.

Bulanan. “Komunikasi Elektronika”. Teknik Digital Agar peserta memahami dan menerapkan teknik digital - Gerbang Logika dan Aplikasinya Flip Flop dan multivibrator Register. Semesteran dan Tahunan) dan Pengkalibrasian Tingkat Pemeliharaan Pemeriksaaan Peralatan 8 P − − Prosedur Pemeliharaan fasilitas elektronika dan listrik Skep Dirjen Hubud No. “Teknik Digital” Bina Pustaka 1986. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami ketentuan-ketentuan dalam pengoperasian dan pemeliharaan peralatan. Triwulanan. SKEP/40/II/1998 5. Hanafi Gunawan “Prisip-prinsip Elektronika. Mingguan. 1. Pennis Roddy.No. 2. Suryanto. John Coolen. - Teori Semi Konduktor dan Dioda Jenis-jenis Transistor dan biasing Amplifier/OP-AMP Analisa Rangkaian 8 - - - Malvino. PENGETAHUAN KHUSUS Pengetahuan Teknik Elektronika Agar peserta memahami dan menerapkan ilmu teknik elektronika. Erlangga 1999. Converter dan 12 - - . Kamal Idris. F. Erlangga 1999. Manajemen Pemeliharaan − − B. − − − − − Kebijakan Sistem Pemeliharaan Tujuan Program Pemeliharaan Konsepsi Pemeliharaan Prosedur Pengoperasian Peralatan Prosedur pemeliharaan Peralatan (Jadual Harian.

Power Amplifier .Detector/Demodulator . Kamal Idris.Wave Propagation . . Erlangga 1999. Pennis Roddy. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN Counter Microprocessor Analisa Rangkaian JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T - P 3. Hanafi Gunawan “Prisip-prinsip Elektronika. Erlangga 1999. “Komunikasi Elektronika”. Manual book 4. Erlangga 1999.Oscillator .Transmission line and Antenna .Filter . Protocol/Interface Operating System Aplikasi Sistem Komunikasi Data 12 - Pennis Roddy.Aplikasi penerima 8 - - - - Malvino.No.Mixer . Prinsip prinsip penerima Pemancar dan Agar peserta memahami dan mampu menganalisis cara kerja pemancar dan penerima dalam sistem Pemancar .Intermediate Frequency . Kamal Idris.Modulator . Pengetahuan Komunikasi Data Agar peserta memahami dan menerapkan pengetahuan komunikasi data - Teori Dasar Komunikasi Dasar dasar Komputer Sistem Jaringan Media Transmisi.Audio Amplifier .RF Amplifier dan antenna .Oscillator .Aplikasi pemancar Penerima . John Coolen. “Komunikasi Elektronika”. John Coolen.

VHF . II. IV dan V Annex 17 ATN SNPS CNS/ATM in Indonesia development.ATIS .Recording System .AMHS . Dr.Radio Link .VSAT Navigasi dan Pengamatan NDB VOR/DME ILS PSR SSR ATC Automation ASDE 24 - - Annex 10 Volume I.CPDLC . Pokja CNS 2001 .HF .ATN .No.PT. Osamu Nishino. III. - 6.VSCS . Soedjana Sapiie. MATA PELAJARAN (TOPIK) Alat Alat Ukur dan pengukuran TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan dapat menggunakan alat-alat ukur dengan benar Multi meter Oscilloscope Signal Generator Frequency Counter Logic Analyzer Power Meter Spectrum Analyzer Vector Voltmeter 8 P Dr.Sistem Transmisi . “Pengukuran dan AlatAlat Ukur Listrik” .Data Link .AMSC dan Teleprinter . Pradnya Paramita 1979 Manual book 5. Fasilitas Elektronika penerbangan Agar peserta memahami dan mampu menganalisis cara kerja fasilitas elektronika penerbangan serta kriteria penempatan peralatan Komunikasi penerbangan .

No. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN - POKOK BAHASAN GNSS JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P Elektronika Bandara Security Equipment Integrated Security System CCTV FIDS CIS IGCS .

. 03 Tahun 2001 maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL SERTIFIKAT KECAKAPAN TERAMPIL TEKNISI ELEKTRONIKA PENERBANGAN KODE SKP-T/TEP 120 Jam Pelajaran I. PERSYARATAN : Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi elektronika penerbangan dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan yang cukup dalam ilmu elektronika dan fasilitas elektronika penerbangan dengan tujuan untuk memenuhi persyaratan memperoleh Sertifikat Kecakapan tingkat terampil. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. III. MANFAAT YANG DIPEROLEH : Memiliki bukti kecakapan dalam bidang elektronika penerbangan tingkat terampil serta kesempatan untuk menempuh Diklat rating. IV. II. PENDAHULUAN Dalam rangka implementasi UU No.

KURIKULUM SERTIFIKAT KECAKAPAN ELEKTRONIKA PENERBANGAN A. PENGETAHUAN KHUSUS 1) 2) 3) 4) 5) 6) Pengetahuan Teknik Elektronika Teknik Digital Prinsip-Prinsip Pemancar dan Penerima Pengetahuan Komunikasi Data Alat-Alat Ukur dan Pengukuran Fasilitas Elektronika Penerbangan : : : : : : 8 Jam 12 Jam 8 Jam 12 Jam 8 Jam 24 Jam 72 jam . PENGETAHUAN KEUDARAAN 1) 2) 3) 4) 5) Pembinaan Personil Penerbangan Hukum Penerbangan (Air Law) Peraturan Penerbangan (Rule of the Air) Manajemen LLU Manajemen Pemeliharaan TERAMPIL TEKNISI : : : : : 8 Jam 8 Jam 16 Jam 8 Jam 8 Jam 48 jam B.V.

16 Tahun 1994 KM. 71 Tahun 1996 PP. 40 Tahun 1995 PP. Pembinaan pegawai (PNS/BUMN) Etika profesi teknisi 8 − − − − − − UU No. PAN No. 15 Tahun 1992 PP. No. teknisi penerbangan − − Sturktur Organisasi dan tata kerja Ditjen Hubud Angka Kredit untuk Jabatan Fungsional Teknisi Penerbangan. 3 Tahun 2001 3.VI. No. No. − − − − − − − − − − − − − 2. 1. 100 Tahun 1988 Skep Dirjen Hubud No. Hukum Penerbangan (Air Law) Agar Perserta mengetahui dan memahami hukum penerbangan sipil nasional dan internasional Agar Perserta memahami peraturan-peraturan yang berkaitan dengan penerbangan sipil Konvensi ICAO Annexes ICAO Kedaulatan Negara 8 - − − − UU No. Manajemen LLU Agar para peserta mengetahui dan memahami konsep optimasi pemanfaatan ruang udara dan pelayanan keselamatan penerbangan Organisasi ruang udara Pelayanan navigasi penerbangan Konsep CNS/ATM 8 - − − − − ICAO Global Plan ATS Planning Manual ATC Master Plan Indonesia Konsep Harmonisasi . MATA PELAJARAN (TOPIK) PENGETAHUAN KEUDARAAN Pembinaan Personil Penerbangan − − Agar peserta memahami tugas pokok dan fungsi Ditjen Hubud Agar Peserta memahami ketentuan-ketentuan mengenai angka kredit teknisi penerbangan Agar Peserta memahami hak dan kewajiban sbg. 11. No. SKEP/176/VI/2001 TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P A. 14 dan 17 Konvensi ICAO PP. SILABUS DIKLAT SERTIFIKAT KECAKAPAN TERAMPIL TEKNISI ELEKTRONIKA PENERBANGAN No. No. 3 Tahun 2001 PP. Peraturan Penerbangan (Rule of the Air) Keselamatan Penerbangan Keamanan Penerbangan Angkutan Udara Kebandarudaraan 16 - − − − 4. 58 Tahun 1991 KM. No. 15 Tahun 1992 Annexes : 10.

“Teknik Digital” Bina Pustaka 1986. Suryanto. − − − − − Kebijakan Sistem Pemeliharaan Tujuan Program Pemeliharaan Konsepsi Pemeliharaan Prosedur Pengoperasian Peralatan Prosedur pemeliharaan Peralatan (Jadual Harian. Erlangga 1999.No. Pennis Roddy. Hanafi Gunawan “Prisip-prinsip Elektronika. Manajemen Pemeliharaan − − B. John Coolen. 2. F. SKEP/40/II/1998 5. Teknik Digital Agar peserta mengetahui dan memahami teknik digital - Gerbang Logika dan Aplikasinya Flip Flop dan multivibrator Register. Mingguan. Converter dan 12 - 1. Malvino. Erlangga 1999. Kamal Idris. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami ketentuan-ketentuan dalam pengoperasian dan pemeliharaan peralatan. 1. Semesteran dan Tahunan) dan Pengkalibrasian Tingkat Pemeliharaan Pemeriksaaan Peralatan 8 P − − Prosedur Pemeliharaan fasilitas elektronika dan listrik Skep Dirjen Hubud No. 2. “Komunikasi Elektronika”. . PENGETAHUAN KHUSUS Pengetahuan Teknik Elektronika Agar peserta mengetahui dan memahami ilmu dasar teknik elektronika - Teori Semi Konduktor dan Dioda Jenis-jenis Transistor dan biasing Amplifier/OP-AMP 8 - 1. Triwulanan. Bulanan.

Intermediate Frequency . Malvino. Erlangga 1999. Pradnya Paramita 1979 . 3.PT.Detector/Demodulator . Soedjana Sapiie.Power Amplifier . Prinsip prinsip penerima Pemancar dan Agar peserta mengetahui dan memahami sistem kerja pemancar dan penerima Pemancar .Wave Propagation Penerima . “Komunikasi Elektronika”. Manual book 4. Osamu Nishino.Modulator . “Pengukuran dan AlatAlat Ukur Listrik” .Audio Amplifier 8 - 1. Pennis Roddy. Dr. John Coolen. Erlangga 1999.Oscillator . Kamal Idris. Protocol/Interface Operating System 12 1. Pennis Roddy. Dr. Hanafi Gunawan “Prisip-prinsip Elektronika. 5.Transmission line and Antenna . Kamal Idris. John Coolen. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN Counter Microprocessor JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T - P 3.Mixer . “Komunikasi Elektronika”. Erlangga 1999.Oscillator . Alat Alat Ukur dan pengukuran Agar peserta mengetahui dan memahami cara kerja alat ukur serta dapat melakukan pengukuran dengan benar - Multi meter Oscilloscope Signal Generator Frequency Counter Logic Analyzer 8 1. Pengetahuan Komunikasi Data Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan komunikasi data - Teori Dasar Komunikasi Dasar dasar Komputer Sistem Jaringan Media Transmisi. 2.Filter .RF Amplifier dan antenna .No.

No.

MATA PELAJARAN (TOPIK)

TUJUAN -

POKOK BAHASAN Power Meter Spectrum Analyzer Vector Voltmeter

JAMPEL

PENGAJAR

DAFTAR KEPUSTAKAAN 2. Manual book

T

P

6.

Fasilitas Elektronika penerbangan

Agar peserta mengetahui dan memahami fungsi dan cara kerja fasilitas elektronika penerbangan

Komunikasi penerbangan - VHF - HF - AMSC dan Teleprinter - Data Link - Recording System - Sistem Transmisi - ATIS - CPDLC - VSCS - ATN - AMHS - Radio Link - VSAT Navigasi dan Pengamatan NDB VOR/DME ILS PSR SSR ATC Automation ASDE GNSS

24

-

1. 2. 3. 4.

Annex 10 Volume I, II, III, IV dan V Annex 17 ATN SNPS CNS/ATM in Indonesia development, Pokja CNS 2001

No.

MATA PELAJARAN (TOPIK)

TUJUAN

POKOK BAHASAN Elektronika Bandara Security Equipment Integrated Security System CCTV FIDS CIS IGCS

JAMPEL

PENGAJAR

DAFTAR KEPUSTAKAAN

T

P

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA

DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK
SKP AHLI RATING VOICE SWITCHING COMMUNICATION SYSTEM ( VSCS ) 284 Jam Pelajaran
I PENDAHULUAN

KODE: VSCS -A/KKP Teori : 120 Jam Praktek : 164 Jam

VSCS adalah peralatan yang digunakan untuk menghubungkan antara operator dengan Tranceiver (A/G Communication) dan antara operator dengan operator stasiun lain (Ground to Ground Communication) melalui media komunikasi untuk menunjang kelancaran operasional pelayanan keselamatan penerbangan
Dalam rangka implementasi UU No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan, serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan, yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating, maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan VSCS wajib mengikuti pendidIkan dan pelatihan . II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating VSCS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih,ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan VSCS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. III PERSYARATAN : a. b. IV Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan.

MANFAAT YANG DIHARAPKAN :

Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas VSCS, sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.

V. KURIKULUM RATING AHLI : VOICE SWITCHING COMMUNICATION SYSTEM (VSCS) JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 24

NO 1

MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Fungsi b. Teori penunjang c. Dokumen Terkait. Teknik peralatan a. Teori Rinci b. Block dan circuit diagram. Prosedur Pengoperasian . Pemeliharaan a. Pemeliharaan Pencegahan . b. Pemeliharaan Perbaikan. Praktek a. Pengoperasian. b. Penggunaan alat ukur. c. Pemeliharaan pencegahan d. Trouble Shooting. Ujian/Evaluasi a. Teori b. Praktek

KODE
VSCS-A/A/1

2

VSCS-A/A/2

48

3 4

VSCS-A/A/3 VSCS-A/A/4

16 24

5

VSCS-A/A/5

140

6

VSCS-A/A/6

8 24

VI. SILABI : RATING AHLI VSCS NO MATA PELAJARAN (TOPIK ) Teori umum peralatan a. Fungsi b. Teori Penunjang c. Dokumen terkait TUJUAN • Agar peserta memahami teori pendukung dan dasar teknis fungsi dari peralatan POKOK BAHASAN • Fungsi/kegunaan peralatan . • Teori penunjang meliputi ; Ø Komunikasi Radio Penerbangan. ( band frequency,AFS,AMS). Ø Teori Komunikasi data Ø Perangkat Komunikasi data Ø Media Komunikasi Ø Protocol/Interface Ø Topologi Jaringan. • Dokumen terkait JAMPEL T 4 16 P PENGAJAR DAFTAR PUSTAKA - Annex 10 Volume…….

1

4

2

Teknik Peralatan. a. Teori rinci b. Blok diagram . c. Rencana Instalasi

Agar peserta mengerti dan memahami konsep dan cara kerja peralatan secara rinci.

• Blok Diagram VSCS dan Fungsi tiap blok meliputi ; Ø Switching node. Ø Analog Line Card. Ø Switch Card Ø Switch Distribution Card. Ø Interface Card Ø Position Terminal Unit. Ø Power Supply

16

• Prinsip Kerja Voice/Radio Switching meliputi ; Ø Prinsip kerja VSCSSistem Inter connection. Ø Prinsip Kerja Analog Line Card. Ø Switching Sysyem dan Interface. Ø Terminal Unit. Ø Power Supply.

24

• Perencanaan instalasi peralatan. . 3 Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengerti dan • Pengoperasian secara memahami prosedur Hardware meliputi ; pengoperasian. Ø Interkoneksi system & peripheral Ø Menghidupkan Ø Mematikan Ø Memindahkan sistem
• Pengoperasian secara software meliputi ;

8

8

8

Ø Ø Ø Ø Ø
Ø

Annex 10, volume III

Menghidupkan/restart. Mematikan . Memindahkan Check status system Create Channel
Staus OK.

4

Sistem pemeliharaan; a. Pemeliharaan pencegahan. b. Pemeliharaan perbaikan

Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan AMSC sesuai dengan standar

• Pemeliharaan Pencegahan meliputi ; Ø Pemeliharaan berkala. Ø Performance Check. • Pemeliharaan Perbaikan Ø Perbaikan Sistem Hardwaremeliputi ; ( CPU, Switching System dan Interface,Analog Line ard Terminal,Auotomatic Change over Unit,LAN • Perbaikan sistem Software ; Ø Operating System Ø Aplication System • Praktek pengoperasian. • Praktek Penggunaan alat ukur. • Praktek pemeliharaan Peralatan. • Trouble Shooting dan analysis sistem Peralatan • Praktek Kerja Lapangan • • . Ujian teori. Ujian praktek

4

12

8

5

Praktek
a. Pengoperasian .dan pemeliharaan peralatan b. Trouble Shooting dan Analisis sistem .

Agar peserta dapat memiliki keahlian dalam pengoperasian dan pemeliharaan peralatan.

12 24 24 48

32 8 24

6

Ujian/Evaluasi. a. Praktek. b. Teori

Untuk mengevaluasi sejauh mana kemampuan peserta

KODE: VSCS-A/KKP Teori : 84 Jam Praktek : 132 Jam . IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas VSCS. b. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan VSCS wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan . II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating VSCS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. III PERSYARATAN : a. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan VSCS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING VOICE SWITCHING COMMUNICATION SYSTEM ( VSCS ) 216 Jam Pelajaran I PENDAHULUAN VSCS adalah peralatan yang digunakan untuk menghubungkan antara operator dengan Tranceiver (A/G Communication) dan antara operator dengan operator stasiun lain (Ground to Ground Communication) melalui media komunikasi untuk menunjang kelancaran operasional pelayanan keselamatan penerbangan Dalam rangka implementasi UU No.

Teknik peralatan a. Praktek VSCS-A/T/6 8 24 . Teori d. Pemeliharaan Pencegahan . Pemeliharaan Pencegahan . Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian . Teori Rinci b. d. Trouble Shooting. e. Analisis sistem Peralatan f. Penggunaan alat ukur. d. Teori penunjang c. b.V. Pengoperasian. c. Pemeliharaan c. Praktek kerja Lapangan KODE VSCS-A/T//1 2 VSCS-A/T/2 32 3 4 VSCS-A/T/3 VSCS-A/T/4 12 16 5 VSCS-A/T/5 108 6 Ujian/Evaluasi c. Pemeliharaan Perbaikan. Praktek a. c. Dokumen Terkait. Teori Operasi dan Blok diagram. Fungsi Peralatan b. KURIKULUM RATING TERAMPIL : VOICE SWITCHING COMMUNICATION SYSTEM (VSCS) JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 16 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a.

Ø Power Supply T 4 8 P PENGAJAR DAFTAR PUSTAKA . Dokumen terkait TUJUAN • Agar peserta memahami teori pendukung dan dasar teknis fungsi dari peralatan POKOK BAHASAN • Fungsi/kegunaan peralatan . a.Annex 10 Volume……. Ø Komunikasi Radio Penerbangan. Ø Switching node. ( band frequency. Agar peserta mengerti dan memahami konsep dan cara kerja peralatan secara rinci.VI.AFS. • Dokumen terkait • Blok Diagram VSCS dan Fungsi tiap blok meliputi . Ø Teori Komunikasi data Ø Ø Media Komunikasi Ø Protocol/Interface Ø Topologi Jaringan. Ø Analog Line Card. • Teori penunjang meliputi . Fungsi b. Ø Interface Card Ø Position Terminal Unit. Teori rinci b. SILABI : RATING TERAMPIL VSCS JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN (TOPIK ) Teori umum peralatan a. Ø Switch Card Ø Switch Distribution Card. 16 . Blok diagram .AMS). 4 2 Teknik Peralatan. Teori Penunjang c.

Ø Terminal Unit. 8 Ø Ø Ø Ø Ø Ø Annex 10. volume III Menghidupkan/restart. Ø Prinsip Kerja Analog Line Card. Memindahkan Check status system Create Channel Staus OK.• Prinsip Kerja Voice/Radio Switching meliputi . Ø Interkoneksi system & peripheral Ø Menghidupkan Ø Mematikan Ø Memindahkan sistem 4 • Pengoperasian secara software meliputi . Ø Prinsip kerja VSCSSistem Inter connection. Mematikan . . 16 . pengoperasian. Ø Switching Sysyem dan Interface. 3 Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengerti dan • Pengoperasian secara memahami prosedur Hardware meliputi . Ø Power Supply.

Pemeliharaan pencegahan.LAN • Perbaikan sistem Software . Trouble Shooting dan Analisis sistem . Ø Performance Check. • Praktek pemeliharaan Peralatan.Auotomatic Change over Unit. Ø Operating System Ø Aplication System • Praktek pengoperasian. Ø Pemeliharaan berkala. Pemeliharaan perbaikan Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan AMSC sesuai dengan standar • Pemeliharaan Pencegahan meliputi . 8 12 8 32 24 8 24 6 Ujian/Evaluasi. • Pemeliharaan Perbaikan Ø Perbaikan Sistem Hardwaremeliputi . Praktek. a. b. Ujian praktek 8 4 4 5 Praktek a.dan pemeliharaan peralatan b. Ujian teori. • Praktek Penggunaan alat ukur. Switching System dan Interface. ( CPU. Pengoperasian . Teori Untuk mengevaluasi sejauh mana kemampuan peserta . a. b.Analog Line ard Terminal.4 Sistem pemeliharaan. Agar peserta dapat memiliki keahlian dalam pengoperasian dan pemeliharaan peralatan. • Trouble Shooting dan analysis sistem Peralatan • Praktek Kerja Lapangan • • .

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA

DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK
SKP AHLI RATING AUTOMATIC MESSAGE SWITCHING CENTRE ( AMSC ) 288 Jam Pelajaran I. PENDAHULUAN Automatic Message Switching Centre ( AMSC ) adalah suatu peralatan yang berfungsi memproses pengiriman, penerimaan serta penyimpan berita- berita penerbangan secara otomatis antar stasiun penerbangan ( Bandara ) sesuai dengan persyaratan internasional dalam format Aeronautical Fixed Telecommunication Network (AFTN) Dalam rangka implementasi UU No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan, maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan AMSC perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. II. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Automatic Message Switching System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih,ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan AMSC serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. III. PERSYARATAN : a. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. IV. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas AMSC, sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. KODE: AMSC-A/KKP Teori : 120 Jam Praktek : 168 Jam

V. KURIKULUM RATING AHLI AMSC JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 16

NO 1

MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Fungsi b. Teori penunjang c. Dokumen Terkait Teknik peralatan a. Teori Rinci Peralatan b. Block diagram. c. Rencana Instalasi Prosedur Pengoperasian . Pemeliharaan a. Pemeliharaan Pencegahan . b. Pemeliharaan Perbaikan.

KODE
AMSC-A/A /1

2

AMSC-A/A /2

56

3 4

AMSC-A/A /3 AMSC-A/A /4

16 24

5

Praktek a. Pengoperasian . b. Pemeliharaan Pencegahan . c . Trouble Shooting. d. Praktek kerja lapangan Ujian/Evaluasi c. Teori d. Praktek

AMSC-A/A /5

146

6

AMSC-A/A /6

8 24

VI. SILABI : RATING AHLI AMSC JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN (TOPIK ) Teori umum peralatan a. Fungsi b. Teori Penunjang c. Dokumen terkait TUJUAN • Agar peserta memahami teori pendukung dan dasar teknis fungsi dari peralatan POKOK BAHASAN • Fungsi/kegunaan peralatan . • Teori Penunjang meliputi ; Ø Teori dasar Komputer. Ø Komunikasi data. Ø Topologi AFTN. Ø Protocol/Interface. • Dokumen terkait: T 4 8 P PENGAJAR DAFTAR PUSTAKA Annex 10 Volume II ( Communicatio n Procedure ) - Manual on the planning and Engineering of the Aeronautical Fixed Telecommu nication Network.

4

2

Teknik Peralatan. a. Teori rinci b. Blok diagram . c. Rencana Instalasi

Agar peserta mengerti dan memahami konsep dan cara kerja peralatan secara rinci.

• Teori Operasi dan Blok diagram. • Sistem Hard Ware ; ( CPU,I/O,ACM,ACU,. Line Interface ,jaringan ). • Sistem Software ;

8 16

24

ØOperating System. ØFlow Chart. Perangkat Lunak AMSC. Ø Management Operasi Sistem AMSC.

• Perencanaan instalasi peralatan. .

8

3

Prosedur Pengoperasian

Agar peserta mengerti dan • Pengoperasian secara hardware memahami prosedur meliputi ; ØInterkoneksi Sistem dan pengoperasian.
peripheral . ØMenghidupkan dan mematikan. ØChange over.

4

.
• Pengoperasian secara software meliputi ; Ø Menghidupkan / restart . Ø Mematikan. Ø Change Over Ø Status System. Ø Create Line. Ø Status Line. Ø Setting Parameter Line. Ø Modifikasi Line. • Pengoperasian terminal AFTN meliputi ; Ø Interkoneksi. Ø Menghidupkan. Ø Setting Parameter. Ø Mematikan.

8

4

4

Sistem pemeliharaan; a. Pemeliharaan pencegahan. b. Pemeliharaan perbaikan

Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan AMSC sesuai dengan standar

• Pemeliharaan Pencegahan meliputi ; Ø Pemeliharaan berkala. Ø Performance Check. • Pemeliharaan Perbaikan
Sistem Hardware meliputi ; ( CPU.I/O.,ACM,ACU,Line Interface.,Jaringan.). Pemeliharaan Sotware ; Ø Rekonfigurasi. Ø Reinstalasi • Praktek pengoperasian dan pemeliharaan peralatan. • Trouble Shooting dan Analysis sistem peralatan.

8

8

8

5

Praktek
a. Pengoperasian .dan pemeliharaan peralatan b. Trouble Shooting dan Analisis sistem .

Agar peserta dapat memiliki keahlian dalam pengoperasian dan pemeliharaan peralatan. Untuk mengevaluasi sejauh mana kemampuan peserta

32 72 32 8 32

6

Ujian/Evaluasi. a. Praktek. b. Teori

• Praktek Kerja lapangan a. Ujian teori. b. Ujian Praktek.

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA

DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK
SKP TERAMPIL RATING AUTOMATIC MESSAGE SWITCHING CENTRE ( AMSC ) 208 Jam Pelajaran I. PENDAHULUAN Automatic Message Switching Centre ( AMSC ) adalah suatu peralatan yang berfungsi memproses pengiriman, penerimaan serta penyimpan berita- berita penerbangan antar stasiun penerbangan ( Bandara ) sesuai dengan persyaratan internasional dalam format Aeronautical Fixed Telecommunication Network (AFTN). Dalam rangka implementasi UU No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan, maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan AMSC perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. II. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan terampil yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating AMSC dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih,ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan AMSC serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. III. PERSYARATAN : a. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. IV. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas AMSC sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. KODE: AMSC-A/KKP Teori : 78 Jam Praktek : 130 Jam

V. KURIKULUM RATING TERAMPIL AMSC JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 12

NO 1

MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Fungsi b. Teori Penunjang c. Dokumen Terkait Teknik peralatan a. Teori Rinci Peralatan b. Block diagram.

KODE
AMSC-A/T /1

2

AMSC-A/T /2

30

3 4

Prosedur Pengoperasian . Pemeliharaan a. Pemeliharaan Pencegahan . b. Pemeliharaan Perbaikan.

AMSC-A/T /3 AMSC-A/T /4

12 16

5

Praktek a. Pengoperasian. b Pemeliharaan Pencegahan . c. Trouble Shooting d. Praktek kerja Lapangan Ujian/Evaluasi a. Teori b. Praktek

AMSC-A/T /5

106

6

AMSC-A/T /6

8 24

Dokumen terkait TUJUAN • Agar peserta memahami teori pendukung dan dasar teknis fungsi dari peralatan POKOK BAHASAN • Fungsi/kegunaan peralatan . -Manual on the planning and engineering of the Aeronautical Telecommunic ation Network. • Teori Operasi dan Blok diagram. Ø Teori dasar Komputer. Teori rinci b. Fungsi b. Ø Management Operasi Sistem AMSC.ACM.. Rencana Instalasi Agar peserta mengerti dan memahami konsep dan cara kerja peralatan secara rinci.ACU. c. 4 12 12 ØOperating System. Ø Topologi AFTN.jaringan ). 8 . a. Ø Protocol/Interface. • Teori Penunjang meliputi . Line Interface . ( CPU.I/O. ØFlow Chart. Blok diagram . • Dokumen terkait: JAMPEL T 2 8 P PENGAJAR DAFTAR PUSTAKA -Annex 10 Volume II ( Communicatio n Procedure ). SILABI : RATING TERAMPIL AMSC NO MATA PELAJARAN (TOPIK ) Teori umum peralatan a. Perangkat Lunak AMSC. • Sistem Hard Ware . Teori Penunjang c. -Buku petunjuk pengoperasian dan pemeliharaan peralatan 1 2 2 Teknik Peralatan. • Sistem Software . Ø Komunikasi data.VI.

ØInterkoneksi Sistem dan pengoperasian. volume III 4 . Ø Mematikan. ØMenghidupkan dan mematikan. 4 Annex 10. peripheral . Ø Mematikan. Ø Modifikasi Line. Ø Setting Parameter. • Pengoperasian terminal AFTN meliputi .3 Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengerti dan • Pengoperasian secara hardware memahami prosedur meliputi . ØChange over. • Pengoperasian secara software meliputi . Ø Menghidupkan / restart . Ø Menghidupkan. Ø Create Line. Ø Interkoneksi. Ø Setting Parameter Line. Ø Status Line. Ø Change Over Ø Status System. 4 .

Pemeliharaan perbaikan Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan AMSC sesuai dengan standar • Pemeliharaan Pencegahan meliputi . Ø Reinstalasi • Praktek pengoperasian dan pemeliharaan peralatan.). Ujian teori.I/O. Ø Rekonfigurasi.ACU.. a. b. Trouble Shooting dan Analisis sistem . ( CPU. Teori • Praktek Kerja lapangan a.Line Interface. Ujian Praktek.ACM.dan pemeliharaan peralatan b. Ø Performance Check. Untuk mengevaluasi sejauh mana kemampuan peserta 44 32 32 8 24 6 Ujian/Evaluasi. a. • Trouble Shooting dan Analysis sistem peralatan. Ø Pemeliharaan berkala. Pemeliharaan pencegahan. Pengoperasian . Praktek. Jaringan. b.4 Sistem pemeliharaan. . b. • Pemeliharaan Perbaikan Sistem Hardware meliputi . 4 8 • 4 5 Praktek a. Agar peserta dapat memiliki keahlian dalam pengoperasian dan pemeliharaan peralatan. Pemeliharaan Sotware .

yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara sistem CPDLC wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan . b. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN II Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating CPDLC dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Dalam rangka implementasi UU No. sehingga selalu dalam kondisi operasional sesuai standar yang dipersyaratkan.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan sistem CPDLC serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING CONTROLLER PILOT DATA LINK COMMUNICATION ( CPDLC ) 300 Jam Pelajaran I PENDAHULUAN CPDLC adalah salah satu aplikasi ATN yang digunakan untuk komunikasi antara petugas pemandu lalu lintas udara dan pilot dengan menggunakan sarana komunikasi data (A/G Communications) dalam rangka pelayanan keselamatan penerbangan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. PERSYARATAN : III a. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. KODE: CPDLC -A/KKP Teori : 130 Jam Praktek : 170 Jam MANFAAT YANG DIHARAPKAN : IV Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan sistem aplikasiCPDLC. .

Pemeliharaan Pencegahan . Penggunaan alat ukur. c. Teori penunjang c. Ujian/Evaluasi a. Prosedur Pengoperasian . Praktek CPDLC-A/A/1 2 CPDLC-A/A/2 48 3 4 CPDLC-A/A/3 CPDLC-A/A/4 16 26 5 CPDLC-A/A/5 138 6 CPDLC-A/A/6 16 32 JUMLAH 130 170 . Praktek a. Block dan circuit diagram. Teori b. Pemeliharaan Perbaikan. Pengoperasian. Pemeliharaan a. KURIKULUM RATING AHLI : CONTROLLER PILOT DATA LINK COMMUNICATION ( CPDLC) JUMLAH JAM PELAJARAN TEOR PRAKTEK I 24 NO MATA PELAJARAN KODE 1 Teori Umum Peralatan a. Teknik peralatan a. b. b. Pemeliharaan pencegahan d.V. Trouble Shooting. Fungsi b. Dokumen Terkait. Teori Rinci b.

SILABI : RATING AHLI CPDLC (sedang dalam pengembangan) .VI.

sehingga selalu dalam kondisi operasional sesuai standar yang dipersyaratkan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan sistem aplikasi CPDLC. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Dalam rangka implementasi UU No. KODE: CPDLC -A/KKP Teori : 98 Jam Praktek : 132 Jam . III PERSYARATAN : a.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING CONTROLLER PILOT DATA LINK COMMUNICATION ( CPDLC ) 230 Jam Pelajaran I PENDAHULUAN CPDLC adalah salah satu aplikasi ATN yang digunakan untuk komunikasi antara petugas pemandu lalu lintas udara dengan pilot dengan menggunakan sarana komunikasi data (A/G Communications) dalam rangka pelayanan keselamatan penerbangan. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. b.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan sistem CPDLC serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating CPDLC dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara sistem CPDLC wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan .

Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian . c. Teori penunjang c. Pemeliharaan c. Penggunaan alat ukur. Teori Rinci b. c. Teknik peralatan a. d. Praktek CPDLC-A/T/6 8 24 TOTAL 98 132 . d. Dokumen Terkait. Trouble Shooting. Pemeliharaan Pencegahan . Pemeliharaan Perbaikan.V. Praktek a. Fungsi Peralatan b. Praktek kerja Lapangan KODE CPDLC-A/T//1 2 CPDLC-A/T/2 46 3 4 CPDLC-A/T/3 CPDLC-A/T/4 12 16 5 CPDLC-A/T/5 108 6 Ujian/Evaluasi c. Teori d. Pengoperasian. Analisis sistem Peralatan f. Teori Operasi dan Blok diagram. KURIKULUM RATING TERAMPIL : CONTROLLER PILOT DATA LINK COMMUNICATION (CPDLC) JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 16 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. e. Pemeliharaan Pencegahan . b.

VI. SILABI : RATING TERAMPIL CPDLC (sedang dalam pengembangan) .

SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. KODE: VDL -A/KKP Teori : 130 Jam Praktek : 170 Jam MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas VHF-DL. b. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. III PERSYARATAN : a. IV Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan VHF-DL wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan . .ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan VHF-DL serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi operasional sesuai standar yang dipersyaratkan. Dalam rangka implementasi UU No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating VHF-DL dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING VERY HIGHT FREQUENCY DATA LINK ( VHF-DL ) 300 Jam Pelajaran I PENDAHULUAN VHF-DL adalah pelayanan komunikasi data yang menggunakan peralatan radio komunikasi dengan frekuensi sangat tinggi (Very High Frequency-VHF) antara Petugas ATS dengan Pilot di pesawat udara (A/G Communications) dan merupakan salah satu media jaringan A/G ATN dalam rangka menunjang kelancaran operasional pelayanan keselamatan penerbangan.

Pengoperasian. c. b. Ujian/Evaluasi a. Pemeliharaan a. b. Pemeliharaan Pencegahan . Teknik peralatan a. Trouble Shooting. KURIKULUM RATING AHLI : VERY HIGHT FREQUENCY DATA LINK ( VHF-DL) JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 24 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Teori penunjang c. Praktek a. Dokumen Terkait. Fungsi b. Penggunaan alat ukur. Praktek KODE VDL -A/A/1 2 VDL -A/A/2 48 3 4 VDL -A/A/3 VDL -A/A/4 16 26 5 VDL -A/A/5 138 6 VDL -A/A/6 16 32 JUMLAH 130 170 . Block dan circuit diagram. Pemeliharaan Perbaikan. Teori b.V. Pemeliharaan pencegahan d. Teori Rinci b. Prosedur Pengoperasian .

VI. SILABI : RATING AHLI VHF DL (sedang dalam pengembangan) .

maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan VHF-DL wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan . 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Dalam rangka implementasi UU No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas VHF-DL. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi operasional sesuai standar yang dipersyaratkan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating VHF-DL dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. III PERSYARATAN : a.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING VERY HIGHT FREQUENCY DATA LINK ( VHF-DL ) 230 Jam Pelajaran I PENDAHULUAN VHF-DL adalah pelayanan komunikasi data yang menggunakan peralatan radio komunikasi dengan frekuensi sangat tinggi (Very High Frequency-VHF) antara Petugas ATS dengan Pilot di pesawat udara (A/G Communications) dan merupakan salah satu media jaringan A/G ATN dalam rangka menunjang kelancaran operasional pelayanan keselamatan penerbangan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. KODE: VDL -A/KKP Teori : 98 Jam Praktek : 132 Jam .ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan VHF-DL serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. b.

Pemeliharaan c. Pemeliharaan Pencegahan . Praktek a. Teori Rinci b. Teori penunjang c. Teknik peralatan a. Penggunaan alat ukur. Praktek VDL -A/T/6 8 24 TOTAL 98 132 . Fungsi Peralatan b. Pemeliharaan Perbaikan. d. c. c. Analisis sistem Peralatan f. Teori d. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian . d. KURIKULUM RATING TERAMPIL : VERY HIGHT FREQUENCY DATA LINK (VHF-DL) JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 16 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. b. Dokumen Terkait. Pemeliharaan Pencegahan . Teori Operasi dan Blok diagram.V. Praktek kerja Lapangan KODE VDL-A/T//1 2 VDL-A/T/2 46 3 4 VDL -A/T/3 VDL -A/T/4 12 16 5 VDL -A/T/5 108 6 Ujian/Evaluasi c. Trouble Shooting. Pengoperasian. e.

SILABI : RATING TERAMPIL VHF DL (sedang dalam pengembangan) .VI.

baik untuk komunikasi dengan pesawat (A/G Communications) maupun antar stasiun stasiun lain (Ground to Ground Communications) dalam rangka menunjang kelancaran operasional pelayanan keselamatan penerbangan Dalam rangka implementasi UU No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara sistem ATN wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan . KODE: ATN -A/KKP Teori : 130 Jam Praktek : 170 Jam MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan sistem ATN. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi operasional sesuai standar yang dipersyaratkan.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan sistem ATN serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. .DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING AERONAUTICAL TELECOMMUNICATION NETWORK ( ATN ) 300 Jam Pelajaran I PENDAHULUAN ATN adalah jaringan komunikasi yang merupakan rangkaian/kombinasi peralatan yang digunakan untuk komunikasi data penerbangan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. III PERSYARATAN : a. IV Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. b. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating ATN dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih.

Trouble Shooting. Prosedur Pengoperasian . Praktek KODE ATN-A/A/1 2 ATN-A/A/2 48 3 4 ATN-A/A/3 ATN-A/A/4 16 26 5 ATN-A/A/5 138 6 ATN-A/A/6 16 32 JUMLAH 130 170 . Teknik peralatan a. c. Fungsi b. Teori penunjang c. Pengoperasian. Teori Rinci b. Pemeliharaan Pencegahan . b. Praktek a. Pemeliharaan pencegahan d. Block dan circuit diagram. Penggunaan alat ukur. Ujian/Evaluasi a. Dokumen Terkait. Teori b. b. Pemeliharaan a. Pemeliharaan Perbaikan.V. KURIKULUM RATING AHLI : AERONAUTICAL TELECOMMUNICATION NETWORK (ATN) JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 24 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a.

VI. SILABI : RATING AHLI ATN (sedang dalam pengembangan) .

serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. KODE: ATN -A/KKP Teori : 98 Jam Praktek : 132 Jam .DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING AERONAUTICAL TELECOMMUNICATION NETWORK ( ATN ) 230 Jam Pelajaran I PENDAHULUAN ATN adalah jaringan komunikasi yang merupakan rangkaian/kombinasi peralatan yang digunakan untuk komunikasi data penerbangan. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan sistem ATN serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. b. sehingga selalu dalam kondisi operasional sesuai standar yang dipersyaratkan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara sistem ATN wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan . IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan sistem ATN. baik untuk komunikasi dengan pesawat (A/G Communications) maupun antar stasiun stasiun lain (Ground to Ground Communications) dalam rangka menunjang kelancaran operasional pelayanan keselamatan penerbangan Dalam rangka implementasi UU No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. III PERSYARATAN : a. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating ATN dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan.

Pengoperasian. Dokumen Terkait. b. Teori penunjang c. Fungsi Peralatan b. Pemeliharaan Perbaikan. KURIKULUM RATING TERAMPIL : AERONAUTICAL TELECOMMUNICATION NETWORK (ATN) JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 16 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. d. d. Teori Operasi dan Blok diagram. Praktek ATN-A/T/6 8 24 TOTAL 98 132 . Praktek kerja Lapangan KODE ATN-A/T//1 2 ATN -A/T/2 46 3 4 ATN -A/T/3 ATN -A/T/4 12 16 5 ATN-A/T/5 108 6 Ujian/Evaluasi c. c. Pemeliharaan Pencegahan . Teknik peralatan a. Pemeliharaan Pencegahan . Praktek a. Teori Rinci b. Analisis sistem Peralatan f. Teori d. Trouble Shooting. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian . e. Penggunaan alat ukur.V. c. Pemeliharaan c.

VI. SILABI : RATING TERAMPIL ATN (sedang dalam pengembangan) .

ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan AMHS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Dalam rangka implementasi UU No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING AERONAUTICAL MESSAGE HANDLING SYSTEM ( AMHS) 300 Jam Pelajaran I PENDAHULUAN KODE: AMHS -A/KKP Teori : 130 Jam Praktek : 170 Jam AMHS adalah suatu sub jaringan ATN yang merupakan jaringan komunikasi data penerbangan antar stasiun (Ground to Ground Communications) yang berfungsi sebagai network dan switching untuk berbagai alamat dan aplikasi dalam rangka menunjang kelancaran operasional pelayanan keselamatan penerbangan . IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas AMHS. III PERSYARATAN : a. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan AMHS wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan . sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi operasional sesuai standar yang dipersyaratkan. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. b. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating AMHS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. .

Trouble Shooting. Teori b. b. Teori penunjang c. Pemeliharaan Pencegahan . Dokumen Terkait. Pemeliharaan a. Ujian/Evaluasi a. Penggunaan alat ukur. Pemeliharaan pencegahan d.V. Pengoperasian. KURIKULUM RATING AHLI : AERONAUTICAL MESSAGE HANDLING SYSTEM (AMHS) JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 24 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Pemeliharaan Perbaikan. Block dan circuit diagram. b. Fungsi b. Praktek a. Teknik peralatan a. Prosedur Pengoperasian . Praktek KODE AMHS-A/A/1 2 AMHS-A/A/2 48 3 4 AMHS-A/A/3 AMHS-A/A/4 16 26 5 AMHS-A/A/5 138 6 AMHS-A/A/6 16 32 JUMLAH 130 170 . Teori Rinci b. c.

VI. SILABI : RATING AHLI AMHS (sedang dalam pengembangan) .

II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating AMHS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan AMHS wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan . b. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi operasional sesuai standar yang dipersyaratkan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING AERONAUTICAL MESSAGE HANDLING SYSTEM ( AMHS ) 230 Jam Pelajaran KODE: AMHS -A/KKP Teori : 98 Jam Praktek : 132 Jam I PENDAHULUAN AMHS adalah suatu sub jaringan ATN yang merupakan jaringan komunikasi data penerbangan antar stasiun (Ground to Ground Communication) yang berfungsi sebagai network dan switching untuk berbagai alamat dan aplikasi dalam rangka menunjang kelancaran operasional pelayanan keselamatan penerbangan . Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Dalam rangka implementasi UU No. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas AMHS.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan AMHS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. . III PERSYARATAN : a. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No.

Pemeliharaan c. d. Fungsi Peralatan b. Pemeliharaan Perbaikan. d. Pemeliharaan Pencegahan . Trouble Shooting. b. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian . c. Teori Operasi dan Blok diagram. Dokumen Terkait. Analisis sistem Peralatan f. Teori d. Teori penunjang c. Praktek kerja Lapangan KODE AMHS -A/T//1 2 AMHS-A/T/2 46 3 4 AMHS-A/T/3 AMHS -A/T/4 12 16 5 AMHS -A/T/5 108 6 Ujian/Evaluasi c.V. e. KURIKULUM RATING TERAMPIL : AERONAUTICAL MESSAGE HANDLING SYSTEM (AMHS) JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 16 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. c. Pemeliharaan Pencegahan . Teknik peralatan a. Praktek a. Pengoperasian. Praktek AMHS-A/T/6 8 24 TOTAL 98 132 . Penggunaan alat ukur. Teori Rinci b.

VI. SILABI : RATING TERAMPIL AMHS (sedang dalam pengembangan) .

Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. PERSYARATAN : a. KODE: IRCMS-A/KKP Teori : 120 Jam Praktek : 168 Jam PENDAHULUAN Integrated Remote Control and Monitoring System ( IRCMS ) adalah suatu peralatan yang digunakan untuk pengendalian dan pemantauan secara terintegrasi peralatan-peralatan penunjang keselamatan penerbangan (Telekomunikasi. . II. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. IV. III. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. Dalam rangka implementasi UU No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas IRCMS sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Navigasi dan Listrik) guna menunjang efektifitas dan efisiensi ( kelancaran ) dalam operasional pelayanan keselamatan penerbangan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan IRCMS perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan IRCMS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating IRCMS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING INTEGRATED REMOTE CONTROL AND MONITORING SYSTEM 288 Jam Pelajaran I.

b.Peralatan. Pemeliharaan Perbaikan. b. Pengoperasian. KURIKULUM RATING AHLI IRCMS JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 24 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Teori Rinci. d. Pemeliharaan Pencegahan b. Analisa sistem IRCMS-A/A /5 144 6 Ujian/Evaluasi a. Perencanaan instalasi Prosedur Pengoperasian . c. Blok diagram. Fungsi. Praktek IRCMS-A/A /6 8 24 . b. Pemeliharaan a. Dokumen Terkait Teknik peralatan a. Teori b. KODE IRCMS-A/A /1 2 IRCMS-A/A /2 48 3 4 IRCMS-A/A /3 IRCMS-A/A /4 16 24 5 Praktek a. Penggunaan Alat Ukur. Teori penunjang.V. Pemeliharaan Pencegahan . Trouble Shooting e. c. c.

• Rencana Instalasi T 4 16 P PENGAJAR DAFTAR PUSTAK A 4 16 8 2 Teknik peralatan a.Perangkat Komunikasi . • Sistem hardware meliputi . SILABI : RATING AHLI INTEGRATED REMOTE CONTROL AND MONITORING SYSTEM ( IRCMS ) JAMPEL NO MATA PELAJARAN ( TOPIK ) 1 Teori umum peralatan . Ø Flowchart/Diagram alur perangkat Lunak • Management Operasi IRCMS. • Dokumen terkait • Teori Operasi dan Blok diagram. Ø Interface. 8 8 8 . Ø Supervisory.Mode Komunikasi. Ø Terminal. Ø Sistem server. Teori Penunjang.Komunikasi Data . b.Jaringan . a. . Blok diagram. Ø Sistem monitoring • Sistem Software meliputi . Ø Jaringan. Agar peserta memahami sistem peralatan . Teori rinci peralatan.Protocol . POKOK BAHASAN • Fungsi /kegunaan peralatan. Dokumen terkait TUJUAN Agar peserta memahami dasar teknis Peralatan IRCMS.Media Komunikasi . Ø Operating System. Fungsi b. c.VI. • Teori penunjang .

3 Prosedur pengoperasian Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian peralatan secara benar • Pengoperasian secara hardware meliputi .Supervisory. Sistem hardware ( Sistem server.line interface) • Perbaikan software. Ø Mnghidupkan / restart. jaringan. Ø Create Line dan Setting Ø Parameter line • Pengoperasian terminal meliputi Ø Interkoneksi. Ø Menghidupkan Ø Mematikan Ø Change over. Pemeliharaan perbaikan Agar peserta mema hami konsep pemeli haraan dan perbaikan sistem peralatan sesuai dengan standar • Pemeliharaan Pencegahan Ø Pemeliharaan berkala Ø Performance Check • Pemeliharaan Perbaikan meliputi . b. Ø Status System Ø Status Line. Ø Menghidupkan Ø Setting Parameter Ø Mematikan 4 8 4 4 Pemeliharaan a.Pemeliharaan pencegahan. Ø Interkoneksi Sistem dan peripheral . Ø Rekonfigurasi Ø Reinstalasi 4 8 12 .terminal. Ø Mematikan Ø Change Over. • Pengoperasian secara software meliputi.

Penggunaan alat ukur c. Praktek pemeliharaan peralatan. b. Pemeliharaan pencegahan d. Praktek penggunaan Alat Ukur. • Praktek Kerja lapangan 16 24 24 48 32 6 Ujian/Evaluasi a. Pengoperasian. Teori b. Trouble shooting • • • • Praktek pengoperasian.5 Praktek a. Trouble shooting dan analisis sistem peralatan. Praktek • Ujian Teori • Ujian Praktek 8 24 .

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING INTEGRATED REMOTE CONTROL AND MONITORING SYSTEM ( IRCMS ) 210 Jam Pelajaran I. PERSYARATAN : a. II. PENDAHULUAN Integrated Remote Control and Monitoring System ( IRCMS ) adalah suatu peralatan yang digunakan untuk pengendalian dan pemantauan secara terintegrasi peralatanperalatan penunjang keselamatan penerbangan (Telekomunikasi. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan IRCMS perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. III. Dalam rangka implementasi UU No. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan terampil yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating IRCMS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Navigasi dan Listrik) guna menunjang efektifitas dan efisiensi ( kelancaran )dalam operasional pelayanan keselamatan penerbangan. KODE: IRCMS-A/KKP Teori : 82 Jam Praktek : 128Jam . MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas IRCMS. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan IRCMS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. IV.

b. Teori Rinci b. Pemeliharaan Pencegahan . KURIKULUM RATING TERAMPIL IRCMS JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 16 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Pengoperasian. Teori penunjang c. b.V. Praktek IRCMS-A/T /5 106 6 IRCMS-A/T /6 8 24 . Penggunaan Alat Ukur c. Teori b. b. Pemeliharaan Perbaikan. Trouble Shooting Ujian/Evaluasi a. Blok diagram. d. Dokumen Terkait KODE IRCMS-A/T /1 2 Teknik peralatan a. Pemeliharaan a. IRCMS-A/T /3 IRCMS-A/T /4 8 16 5 Praktek a. Fungsi . IRCMS-A/T /2 32 3 4 Prosedur Pengoperasian . Pemeliharaan Pencegahan .

Agar peserta memahami sistem peralatan . • Dokumen terkait • Teori Operasi dan Blok diagram. b. Ø Sistem server. POKOK BAHASAN • Fungsi /kegunaan peralatan. Ø Supervisory. Fungsi b. Blok diagram. . Teori rinci peralatan. Ø Operating System.Perangkat Komunikasi . SILABI : RATING TERAMPIL INTEGRATED REMOTE CONTROL AND MONITORING SYSTEM ( IRCMS ) JAMPEL NO MATA PELAJARAN ( TOPIK ) 1 Teori umum peralatan . c.Komunikasi Data . • Teori penunjang . • Sistem hardware meliputi . Teori Penunjang.Protocol .Jaringan . Ø Terminal. a.. Ø Flowchart/Diagram alur perangkat lunak • Management Operasi IRCMS T 4 10 P PENGAJAR DAFTAR PUSTAK A 2 8 8 2 Teknik peralatan a. Ø Interface.Media Komunikasi .VI. 8 8 .Mode Komunikasi. Dokumen terkait TUJUAN Agar peserta memahami dasar teknis Peralatan IRCMS. Ø Sistem monitoring • Sistem Software meliputi . Ø Jaringan.

Ø Status System Ø Status Line. Ø Interkoneksi Sistem dan peripheral . Ø Menghidupkan Ø Mematikan Ø Change over. • Pengoperasian secara software meliputi. Ø Interkoneksi. Ø Mnghidupkan / restart. Ø Menghidupkan Ø Setting Parameter Ø Mematikan 4 4 2 . Ø Mematikan Ø Change Over.3 Prosedur pengoperasian Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian peralatan secara benar • Pengoperasian secara hardware meliputi . Ø Create Line dan Setting Ø Parameter line • Pengoperasian terminal meliputi .

Trouble Shooting. Penggunaan alat ukur c.terminal. Sistem hardware ( Sistem server. Praktek Kerja Lapangan 4 8 4 5 6 Praktek a. Pemeliharaan perbaikan Agar peserta mema hami konsep pemeli haraan dan perbaikan sistem peralatan sesuai dengan standar • Pemeliharaan Pencegahan Ø Pemeliharaan berkala Ø Performance Check • Pemeliharaan Perbaikan meliputi . Trouble shooting Ujian/Evaluas a.Supervisory. Pemeliharaan pencegahan d. jaringan. Ø Rekonfigurasi Ø Reinstalasi • • • • • Praktek pengoperasian. b. b. Praktek 8 16 8 32 16 • Ujian Teori • Ujian Praktek 8 24 .line interface) • Perbaikan software. Praktek pemeliharaan peralatan. Pengoperasian. Teori b.Pemeliharaan pencegahan. Praktek penggunaan Alat Ukur.4 Pemeliharaan a.

b. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating VHF A/G dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. III PERSYARATAN : a. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No.95MHz. Dalam rangka implementasi UU No. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING VERY HIGH FREQUENCY AIR GROUND COMMUNICATION ( VHF A/G ) 216 Jam Pelajaran I KODE: VHF AG-B/KKP Teori : 88 Jam Praktek : 128 Jam PENDAHULUAN Very High Frequency Air Ground Communication ( VHF A/G ) adalah peralatan komunikasi penerbangan yang berfungsi sebagai sarana komunikasi antara Controller /Petugas PLLU dengan pilott dalam rangka pelayanan keselamatan penerbangan dengan menggunakan frekuensi Aeronautical Band antara 118MHz – 136. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas VHF-A/G. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan VHF A/G wajib mengikuti pendidIkan dan pelatihan . 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. . Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan VHF A/G serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya.

c. Teori penunjang c. Trouble Shooting. b. Pemeliharaan a. b. Teori Operasi dan Blok diagram. Praktek a. Dokumen Terkait. KURIKULUM RATING AHLI VHF A/G JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 12 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. c. Praktek Kerja lapangan Ujian/Evaluasi a. Praktek KODE VHFAG-B/A/1 2 VHFAG-B/A/2 40 3 4 VHFAG-B/A/3 VHFAG-B/A/4 12 16 5 VHFAG-B/A/5 104 6 VHFAG-B/A/6 8 24 . Pemeliharaan Perbaikan. c. Fungsi Peralatan b.Teori. Pemeliharaan Pencegahan . d. Penggunaan alat ukur.V. Analisis sistem Peralatan d. Pemeliharaan Pencegahan . b. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian . Pengoperasian. Teori Rinci b. Teknik peralatan a..

c. Agar peserta mengerti dan memahami system peralatan 8 8 . Procedure. Blok Diagram. Ø AFS. b. Dokumen terkait TUJUAN Agar peserta mengerti dan memahami dasar teknis Peralatan POKOK BAHASAN • Fungsi / kegunaan peralatan . a. • Teori penunjang yang meliputi . Ø Teori Propagasi Gelombang elektro magnet. Rencana Instalasi. Ø Tower set Ø VHF ER Ø Transceiver • Prinsip kerja Pemancar. b.VI.Teori rinci peralatan. Ø Synthesizer Ø Modulator. Ø RF Power Amplifier. Ø Frequency Band.Buku petunjuk pengoperasian & pemeliharaan peralatan VHF A/G . . Teori Penunjang. Blok diagram dan circuit diagram meliputi . c. yang meliputi .Annex 10 Volume III Communication. SILABI : RATING AHLI VHF A/G JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN ( TOPIK ) Teori Umum Peralatan a. Ø AMS. Ø Karakteristik lapisan udara • Dokumen terkait • Teori Operasi . Fungsi . Ø Komunikasi Radio Penerbangan. . PENGAJAR T 2 8 P DAFTAR PUSTAKA . 2 2 Teknik Peralatan.ATS Planning System Manual ( Doc 9426 – AN/924 ).

• Rencana kerja instalasi 4 4 2 4 . • Prinsip kerja VHF Portable. Ø Echo Supression. • Prinsip kerja Recorder yang meliputi . Ø Synthesizer ØRF Amplifier ØMixer dan IF amplifier ØAudio amplifier. 8 2 Ø Switching system Ø Meteo display & sensor. • Prinsip kerja Console Desk yang meliputi . • Prinsip kerja VHF – ER yang meliputi . Ø Konfigurasi Ø Media Transmisi.Ø Antenna & change over unit. • Prinsip kerja Penerima yang meliputi . Ø Record System Ø Control System Ø Play Back system Ø Audio Interface. Ø Interkoneksi.

Ø VHF-ER. Trouble Shooting 8 16 . dan trouble shooting Ø AVO Meter. Pemeliharaan pencegahan.Praktek pengoperasian keahlian dalam yang meliputi . Ø Power Meter 4 12 5 Praktek . d. Ø Pemancar. Ø Recorder Agar peserta memiliki . Pengoperasian Recorder. pengoperasian dan Ø VHF-ER. Pengoperasian b. Penggunaan Alat Ukur c.3 Prosedur Pengoperasian Agar peserta menger-ti dan memahami prosedur pengoperasian peralatan secara benar • • • • • Pengoperasian pemancar. mampu untuk Ø Recorder melaksanakan pemeliharaan system • Penggunaan alat ukur yang meliputi . a. Ø Penerima. Ø Osciloscope Ø .Freq. Ø Tower Set. a. Pengoperasian VHFER 12 4 Pemeliharaan. Pengoperasian Console Desk. Pemeliharaan pencegahan b. Ø Audio/Rf Generator.Counter. Ø Pemeliharaan haraan dan perbaikan berkala sistem peralatan sesuai Ø Performance Check dengan standar Pemeliharaan perbaikan meliputi . Pemeliharaan perbaikan Agar peserta mema Pemeliharaan pencegahan hami konsep pemeli meliputi. Pengoperasian Penerima.

Ø Analisa kerusakan modul. b.Teori. Ø Analisa kerusakan .• Pemeliharaan pencegahan meliputi . Ujian Praktek 8 24 32 24 6 Ujian/Evaluasi . Ø Interkoneksi.Praktek. Ø Recorder. 24 . Ø Penerima. . Ø Console Desk. Ø VHF-ER. • Trouble shooting meliputi . Ø Analisa kerusakan sistem. Untuk mengevaluasi sejauh mana kemampuan peserta. • Praktek kerja lapangan • • Ujian teri. Ø Pemancar. a.

MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas VHF-A/G. III PERSYARATAN : b.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING VERY HIGH FREQUENCY AIR GROUND COMMUNICATION ( VHF A/G ) 150 Jam Pelajaran I PENDAHULUAN KODE: VHF AG-B/KKP Teori : 60 Jam Praktek : 90 Jam Very High Frequency Air Ground Communication ( VHF A/G ) adalah peralatan komunikasi Penerbangan yang berfungsi sebagai sarana komunikasi antara Controller /Petugas PLLU dengan Pesawat dalam rangka pelayanan keselamatan penerbangan dengan menggunakan frekwensi Aeronautical Band antara 118MHz – 136. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating VHF A/G dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih.95MHz. . maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan VHF A/G wajib mengikuti pendidIkan dan pelatihan . c. IV Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. Dalam rangka implementasi UU No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan VHF A/G serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya.

f. Blok diagram. Prosedur Pengoperasian . Praktek b. Teori penunjang c. Trouble Shooting. KURIKULUM RATING TERAMPIL VHF A/G JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 12 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan b. Praktek KODE VHFAG-B/T /1 2 VHFAG-B/T /2 20 3 4 VHFAG-B/T /3 VHFAG-B/T /4 8 12 5 VHFAG-B/T /5 76 6 VHFAG-B/T /6 8 16 . Pengoperasian. Fungsi c. Praktek kerja lapangan Ujian/Evaluasi a. Teori b. c. Pemeliharaan Perbaikan. Dokumen Terkait. f. Penggunaan alat ukur. e. Pemeliharaan e. Teknik peralatan b. Pemeliharaan Pencegahan . d.V. Pemeliharaan Pencegahan . Teori Rinci Peralatan c.

Buku petunjuk pengoperasian & pemeliharaan peralatan VHF A/G .ATS Planning System Manual ( Doc 9426 – AN/924 ). Ø Synthesizer Ø Modulator. Ø RF Power Amplifier.Annex 10 Volume III Communication. Procedure. SILABI : RATING TERAMPIL VHF A/G JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN ( TOPIK ) Teori Umum Peralatan a. Agar peserta mengerti dan memahami system peralatan 4 2 .VI.Teori rinci peralatan. Ø Tower set Ø VHF ER Ø Transceiver • Prinsip kerja Pemancar. Ø Teori Propagasi Gelombang elektro magnet. PENGAJAR T 4 6 P DAFTAR PUSTAKA . Blok diagram dan circuit diagram meliputi . . Teori Penunjang. Ø Frequency Band. Ø AFS. yang meliputi . c. b. • Teori penunjang yang meliputi . Fungsi . Blok Diagram. Ø Komunikasi Radio Penerbangan. Ø Karakteristik lapisan udara • Dokumen terkait • Teori Operasi . Ø AMS. a. Dokumen terkait TUJUAN Agar peserta mengerti dan memahami dasar teknis Peralatan POKOK BAHASAN • Fungsi / kegunaan peralatan . . b. 2 2 Teknik Peralatan.

4 Prinsip kerja VHF – ER yang meliputi . Record System Control System Play Back system Audio Interface. Ø Echo Supression. • Prinsip kerja Console Desk yang meliputi . 2 4 Ø Switching system Ø Meteo display & sensor. Prinsip kerja VHF Portable. Ø Interkoneksi. • Ø Ø Ø Ø • Prinsip kerja Recorder yang meliputi . • Prinsip kerja Penerima yang meliputi .Ø Antenna & change over unit. Ø Synthesizer ØRF Amplifier ØMixer dan IF amplifier ØAudio amplifier. 2 • 2 . Ø Konfigurasi Ø Media Transmisi.

Pemeliharaan pencegahan b. Ø AVO Meter. d.Frequency Counter. Trouble Shooting Agar peserta memiliki keahlian dalam pengoperasian dan mampu untuk melaksanakan pemeliharaan system dan trouble shooting 6 16 . Ø Performance Check. Ø Pemeliharaan berkala . a. Ø VHF-ER 8 4. Ø Pemancar. 4 8 5 Praktek . Ø Recorder • . Ø Penerima. Ø Penerima. Penggunaan Alat Ukur c. Ø Pemancar. Pemeliharaan perbaikan • Pemeliharaan pencegahan meliputi . Ø Console Desk. Ø VHF-ER. a.3 Prosedur Pengoperasian Agar peserta menger-ti dan memahami prosedur pengoper asian peralatan secara benar Agar peserta mema hami konsep pemeli haraan dan perbaikan sistem peralatan sesuai dengan standar • Pengoperasian . Pengoperasian b. • Perbaikan peralatan meliputi . Ø Audio/RF Generator Ø Power meter. Ø VHF-ER.Praktek pengoperasian yang meliputi . Ø Recorder. Pemeliharaan. Pemeliharaan pencegahan. Ø Recorder • Penggunaan alat ukur yang meliputi . Ø Osciloscope Ø . Ø Tower Set.

Ujian teori. Ø Penerima. a. Ø Pemancar. Ujian Praktek 8 16 . Ø Console Desk. • Praktek kerja lapangan • • 16 16 24 6 Ujian/Evaluasi . Ø Recorder. • Trouble shooting meliputi . Ø Analisa kerusakan . Ø Interkoneksi.Praktek.Teori. Ø VHF-ER. b.. • Pemeliharaan pencegahan meliputi . Untuk mengevaluasi sejauh mana kemampuan peserta. Ø Analisa kerusakan modul.

.3 4 c. 4 5 16 16 .a 4 4 e.

sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan ATIS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Sedangkan DATIS adalah informasi yang diberikan berupa data atau suara yang terintegrasi melalui fasiltas digital link.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING AERODROME TERMINAL INFORMATION SYSTEM ( ATIS ) 208 Jam Pelajaran I PENDAHULUAN KODE: ATIS-B/KKP Teori : 84 Jam Praktek : 124 Jam Aerodrome Terminal Information System ( ATIS ) adalah peralatan yang digunakan untuk memancarkan informasi keadaan cuaca maupun kondisi bandara melauli pemancar yang bekerja pada frekwensi VHF yang dipancarkan secara periodic. III PERSYARATAN : a. IV Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. b. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ATIS. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan ATIS wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan . Dalam rangka implementasi UU No. . II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating ATIS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih.

c. Teori. Pengoperasian. Penggunaan alat ukur. b. Pemeliharaan Perbaikan. b. Pemeliharaan Pencegahan . b. Pemeliharaan Pencegahan . Trouble Shooting. e. Praktek ATIS/B/A/KKP/6 8 24 . Teori penunjang c. c. b. Praktek a. d. Teknik peralatan a. Teori Rinci Peralatan. Dokumen Terkait. KURIKULUM RATING AHLI ATIS JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 12 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a.V. Analisis sistem Peralatan KODE ATIS-B/A /1 2 ATIS-B/A /2 32 3 4 ATIS-B/A /3 ATIS-B/A /4 12 20 5 ATIS-B/A /5 100 6 Ujian/Evaluasi a. Blok diagram. Fungsi . Pemeliharaan a. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian . b.

SILABI : RATING AHLI ATIS JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN ( TOPIK ) Teori Umum a. memahami. Dokumen terkait TUJUAN Agar peserta mengerti dan memahami fungsi serta dasar teknis peralatan POKOK BAHASAN • Fungsi/kegunaan peralatan.Rencana Instalasi Agar peserta mengerti. Ø Komunikasi Radio Penerbangan. Fungsi Peralatan b. . Ø Modulator.VI. Ø Pemancar dan penerima Ø konfigurasi sistem • Prinsip Kerja Pemancar Ø Synthesizer. 4 4 8 .Audio/data Interface. Teori Penunjang c. Ø Antenna & change over unit • Prinsip kerja console . Teori Operasi dan Blok Diagram b.AMS ). Pengoperasian Console.Prinsip kerja peralatan c. Ø RF Power Amplifier. • Teori penunjang meliputi. T 2 8 P PENGAJAR DAFTAR PUSTAKA 2 12 2 Detail Teknik Peralatan a. Ø Komunikasi data • Dokumen terkait • Teori Operasi dan Blok diagram.Control System .Play Back system . a. Pengoperasian pemancar b. dan mampu mengoperasikan serta melaksanakan pemeliha raan sistem peralatan 8 8 . • Rencana instalasi 3 Prosedur Pengoperasian peralatan Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian. ( AFS.

15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan ATIS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan ATIS wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan . sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. . MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ATIS. Sedangkan DATIS adalah informasi yang diberikan berupa data atau suara yang terintegrasi melalui fasiltas digital link. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Dalam rangka implementasi UU No. III PERSYARATAN : b. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. IV Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING AERODROME TERMINAL INFORMATION SYSTEM (ATIS) 142 Jam Pelajaran I PENDAHULUAN KODE: ATIS -B/KKP Teori : 56 Jam Praktek : 86 Jam Aerodrome Terminal Information System ( ATIS ) adalah peralatan yang digunakan untuk memancarkan informasi keadaan cuaca maupun kondisi bandara melauli pemancar yang bekerja pada frekwensi VHF yang dipancarkan secara periodic. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating ATIS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. c.

Pemeliharaan Pencegahan . Fungsi c. Dokumen Terkait. Pemeliharaan Perbaikan. Block diagram. c. KODE ATIS-B/T /1 2 ATIS-B/T/ 2 20 3 4 ATIS-B/T /3 ATIS-B/T /4 8 8 5 6 Praktek b. c. Teori penunjang c. Pengoperasian. Teori Rinci Peralatan c. KURIKULUM RATING TERAMPIL ATIS JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 12 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan b. d. Pemeliharaan b. Teori c. d. Teknik peralatan b. Trouble Shooting Ujian/Evaluasi b. Pemeliharaan Pencegahan . Prosedur Pengoperasian .V. Praktek ATIS-B/T /5 86 ATIS-B/T /6 8 16 . Penggunaan alat ukur.

Control System . Teori Operasi dan Blok Diagram b.RF Power Amplifier . dan mampu mengoperasikan serta melaksanakan pemeliha raan sistem peralatan • Teori Operasi dan Blok diagram. AMS ).Prinsip kerja peralatan Agar peserta mengerti.Antenna & change over unit • Prinsip kerja console PENGAJAR T 4 6 P DAFTAR PUSTAKA 2 8 4 . memahami. Dokumen terkait TUJUAN Agar peserta mengerti dan memahami fungsi serta dasar teknis peralatan POKOK BAHASAN • Fungsi/kegunaan peralatan. SILABI : RATING TERAMPIL ATIS JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN ( TOPIK ) Teori Umum a. Ø Pemancar dan penerima Ø konfigurasi sistem • Prinsip Kerja Pemancar .Modulator .Synthesizer .Play Back system .VI. Ø Komunikasi data • Dokumen terkait 2 Detail Teknik Peralatan a.Audio/data Interface. 8 . Fungsi Peralatan b. Ø Komunikasi Radio Penerbangan ( AFS. Teori Penunjang c. • Teori penunjang meliputi.

Penggunaan Alat Ukur. Pengoperasian b. .Console ATIS • Pengoperasian peralatan.Performance check. Praktek. • Penggunaan alat ukur . Pengoperasian Console. .Frequency Counter.Audio/Rf Generator. • Pemeliharaan Perbaikan meliputi . pemeliharaan pencegahan b.Pemancar . . .Power Meter.3 Prosedur Pengoperasian peralatan Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian. b. Untuk mengetahui kemampuan peserta . . Pemeliharaan pencegahan.Pemeliharaan berkala . Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan ATIS sesuai dengan standar a. Trouble Shooting e. 2 6 5 Praktek. a. a.AVO Meter . Pemeliharaan perbaikan • Pemeliharaan Pencegahan meliputi . 2 6 4 Sistem pemeliharaan. Pengoperasian pemancar b. • Pemeliharaan pencegahan • Trouble shootingdan analisis sistem • Praktek Kerja • • Ujian teori Ujian Praktek. .Osciloscope . Analisis Sistem Peralatan Agar peserta dapat mema hami dan mampu untuk me laksanakan pengoperasian dan pemeliharaan system 8 16 8 24 24 8 16 6 Ujian/Evaluasi a. d. Teori. c.

03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING HF AIR GROUND COMMUNICATION 208 Jam Pelajaran I. Dalam rangka implementasi UU No. Antara MWARA dan RDARA pada prinsipnya sama hanya dibedakan pada power output dan fungsi operasionalnya. III. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : KODE: HF AG-B/KKP Teori : 80 Jam Praktek : 128 Jam Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas HF A/G ( RDARA/MWARA ). Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. PENDAHULUAN HF Air Ground Communication ( RDARA/MWARA ) adalah suatu peralatan yang berfungsi sebagai komunikasi antar Pilot dengan personil Bantuan Operasi penerbangan dengan menggunakan frequency tinggi. MWARA power outputnya sampai dengan 5 KW dioperasikan untuk mendukung komunikasi penerbangan Internasional . Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. sedangkan RDARA power outputnya sampai dengan 1KW dan dioperasikan untuk mendukung komunikasi penerbangan domestik. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. PERSYARATAN : a. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating HF Air Ground communication (RDARA/MWARA) dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih.. II. IV. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan HF Air Ground communication (RDARA/MWARA) perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan HF Air Ground communication RDARA/MWARA serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. .

Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian . b. Pemeliharaan Pencegahan . Pemeliharaan Perbaikan. c. Dokumen Terkait. Praktek HFAG-B/A/1 2 HFAG-B/A/2 40 3 4 HFAG-B/A/3 HFAG-B/A/4 8 12 5 HFAG-B/A/5 106 8 16 16 30 6 HFAG-B/A/6 8 24 . Penggunaan alat ukur. Fungsi b. Pemeliharaan Pencegahan . KURIKULUM RATING AHLI HF A/G NO MATA PELAJARAN KODE JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 12 1 Teori Umum Peralatan a. Teknik peralatan a. Pengoperasian. b. Praktek a.V. Teori Rinci Peralatan b. Pemeliharaan a. c. Blok diagram. Teori b. Teori penunjang c. Trouble Shooting Ujian/Evaluasi a. d.

• Teori penunjang . Dokumen terkait TUJUAN Agar peserta memahami dasar teknis peralatan. Selective call 2 2 2 2 . • Rencana instalasi 3 Prosedur pengoperasian Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian peralatan secara benar • • • • Pengoperasian pemancar Pengoperasian penerima Pengopersian remote control dan console desk. Ø Teori Propagasi. c. Ø Anenna dan media transmisi. c. • Prinsip kerja console Desk. Teori rinci peralatan. a. Ø Komunikasi Radio Penerbangan.. SILABI : RATING AHLI HF-AG ( RDARA/MWARA ) JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN (TOPIK ) Teori Umum Peralatan. Ø Karakteristik lapisan udara. dan remote control. • Dokumen terkait • Teori Operasi . Teori penunjang.blok diagram dan circuit diagram.VI. T 2 8 P PEN DAFTAR GAJ PUSTAKA AR • Annex 10 • ATS Planning Manual • Buku petunjuk pengoperasi an dan pemeliharaa n peralatan 2 16 4 8 8 4 2 Teknik Peralatan. a. Rencana instalasi Agar peserta memahami sistem peralatan • Prinsip kerja Penerima dan multi coupler . b. b. POKOK BAHASAN • Fungsi /kegunaan Peralatan . Fungsi. • Prinsip Kerja Pemancar . Blok diagram.

Praktek Agar peserta memiliki keahlian dalam pengoperasian dan mampu untuk melaksanakan pemeliharaan system dan trouble shooting • Praktek kerja pemancar. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Ø Performance check. Pemeliharaan perbaikan Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan sesuai standar. • Pemeliharaan perbaikan 4 8 12 12 16 40 24 5 Praktek a. b. b. 8 24 . • Penggunaan alat ukur • Trouble shootingdan pemeliharan pencegahan. Pemeliharaan pencegahan d. • Praktek kerja lapangan 6 Untuk mengevaluasi sejauh mana kemampuan peserta. pemeliharaan pencegahan b.Teori. • Praktek kerja penerima.4 Pemeliharaan a. Pengoperasian. c. • Pemeliharaan pencegahan meliputi . Penggunaan alat ukur. Ø Pemeliharaan berkala .

. MWARA power outputnya sampai dengan 5 KW dioperasikan untuk mendukung komunikasi penerbangan Internasional . SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. . MANFAAT YANG DIHARAPKAN : KODE: HF AG-B/KKP Teori : 58 Jam Praktek : 72 Jam Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas HF A/G ( RDARA/MWARA ). II. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING HF AIR GROUND COMMUNICATION 130 Jam Pelajaran I. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. Dalam rangka implementasi UU No. sedangkan RDARA power outputnya sampai dengan 1KW dan dioperasikan untuk mendukung komunikasi penerbangan domestik. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan HF Air Ground communication (RDARA/MWARA) perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. III. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Antara MWARA dan RDARA pada prinsipnya sama hanya dibedakan pada power output dan fungsi operasionalnya.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan HF Air Ground communication RDARA/MWARA serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. PENDAHULUAN HF Air Ground Communication ( RDARA/MWARA ) adalah suatu peralatan yang berfungsi sebagai komunikasi antar Pilot dengan personil Bantuan Operasi penerbangan dengan menggunakan frequency tinggi. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan terampil yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating HF Air Ground communication (RDARA/MWARA) dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. IV. PERSYARATAN : a. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No.

b. b. KURIKULUM RATING TERAMPIL HF A/G JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 12 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan c. KODE HFAG-B/T/1 2 HFAG-B/T/2 2 24 3 4 HFAG-B/T/3 HFAG-B/T/4 8 10 5 6 Praktek a. Pemeliharaan Pencegahan . Prosedur Pengoperasian . Pemeliharaan Perbaikan. Praktek kerja lapangan Ujian/Evaluasi a. c. Pemeliharaan Pencegahan . Pengoperasian.V. Praktek HFAG-B/T/5 56 HFAG-B/T/6 4 16 . d. Pemeliharaan a. Fungsi d. Teknik peralatan a. e. Penggunaan alat ukur. Teori penunjang c. Teori c. Dokumen Terkait. Teori Rinci Peralatan. Trouble Shooting. Blok diagram. b.

Ø Karakteristik lapisan udara. Ø Komunikasi Radio Penerbangan. • Dokumen terkait • Teori rinci dan blok diagram. a. Selective call 2 2 2 2 . Teori Penunjang c. Blok diagram Agar peserta memahami sistem peralatan • Prinsip kerja Penerima dan multi coupler . a. Fungsi. SILABI : RATING TERAMPIL HF-AG ( RDARA/MWARA ) NO MATA PELAJARAN ( TOPIK ) 1 Teori Umum Peralatan. Ø Anenna dan media transmisi. Teori rinci peralatan. Dokumen Terkait TUJUAN POKOK BAHASAN • Fungsi /kegunaan Peralatan . dan remote control. Ø Teori Propagasi. JAMPEL T Agar peserta memahami dasar teknis Peralatan . b. • Teori penunjang . • Prinsip kerja console Desk. 2 8 P PEN GAJ AR DAFTAR PUSTAKA • • • Annex 10 ATS Planning Manual Buku petunjuk pengoperasi an dan pemeliharaa n peralatan 2 4 4 6 6 4 2 Teknik Peralatan. • Prinsip kerja recorder 3 Prosedur pengoperasian • • • • Pengoperasian pemancar Pengoperasian penerima Pengopersian remote control dan console desk.VI. • Prinsip Kerja Pemancar .. b.

Ø Pemeliharaan berkala Ø Performance Check. Pemeliharaan perbaikan Praktek a. b. • Pemeliharaan perbaikan • Praktek pemancar.Teori. b. Penggunaan alat ukur. Pemeliharaan pencegahan d. • Praktek penerima • Penggunaan alat ukur • Praktek kerja lapangan • Trouble shooting 2 8 4 4 16 16 16 5 6 4 16 . Praktek Agar peserta mema hami konsep pemeli haraan dan perbaikan sistem peralatan sesuai dengan standar • Pemeliharaan pencegahan meliputi.4 Pemeliharaan a. Pengoperasian. c. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. pemeliharaan pencegahan b.

Pemeliharaan pencegahan. a. d.Power Meter. . . . Teori. • Praktek Kerja Lapangan • • Ujian teori Ujian Praktek. . pemeliharaan pencegahan b. Untuk mengetahui kemampuan peserta .Osciloscope . • Pemeliharaan Perbaikan meliputi . . c.Console ATIS • Pengoperasian peralatan.Performance check. Penggunaan Alat Ukur. Pemeliharaan perbaikan Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan ATIS sesuai dengan standar 5 Praktek.Frequency Counter. Praktek.Audio/Rf Generator. a.4 Sistem pemeliharaan. Pengoperasian b. Trouble Shooting e. • Penggunaan alat ukur . . 4 16 8 16 16 36 24 8 24 6 Ujian/Evaluasi a.Pemeliharaan berkala . • Pemeliharaan pencegahan • Analisa sistem dan trouble shooting. Analisis Sistem Peralatan Agar peserta dapat mema hami dan mampu untuk me laksanakan pengoperasian dan pemeliharaan system • Pemeliharaan Pencegahan meliputi .AVO Meter . b.Pemancar .

maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. II. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating VSAT dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan VSAT perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING VERY SMALL APERTURE TERMINAL ( VSAT ) 208 Jam Pelajaran I. PERSYARATAN : a.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan VSAT serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. III. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas VSAT. KODE: VSAT-B/KKP Teori : Praktek : 84 Jam 124 Jam PENDAHULUAN Very Small Aperture Terminal ( VSAT ) adalah suatu peralatan yang digunakan sebagai media transmisi melalui satelit untuk komunikasi baik suara maupun data antara bandar maupun unit operasi dalam suatu Bandara atau pusat pengendali dengan lokasi peralatan diluar bandara. Dalam rangka implementasi UU No. IV. . 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No.

Pengoperasian. b. b. d.V. c. Teori penunjang VSAT-B/A /1 2 Teknik peralatan a. Block diagram. b. Teori Rinci. VSAT-B/A /2 32 3 4 Prosedur Pengoperasian . Pemeliharaan a. Pemeliharaan Pencegahan . Pemeliharaan Perbaikan. KURIKULUM RATING AHLI VSAT NO MATA PELAJARAN KODE JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 12 1 Teori Umum Peralatan a. Praktek kerja lapangan Ujian/Evaluasi a. Teori b. Praktek a. Pemeliharaan Pencegahan . Trouble Shooting e. Fungsi . b. Praktek VSAT-B/A /3 VSAT-B/A /4 8 24 5 VSAT-B/A /5 100 6 VSAT-B/A /6 8 24 . Penggunaan Alat Ukur.

Teori penunjang 4 4 2 Teknik peralatan a.Rambatan teori gelombang Elektro magnetic. Ø Teori sistem komunikasi satelit meliputi . SILABI : RATING AHLI VSAT NO MATA PELAJARAN (TOPIK ) TUJUAN POKOK BAHASAN • Fungsi Peralatan . ØLNA ØAntena. Ø Komunikasi Radio Penerbangan. .Band Frekuensi .VI.Transponder . Ø Modem Ø Multiplexer. Blok diagram Agar peserta mengerti dan memahami system peralatan 4 4 4 . teknis peralatan b.Orbit satelit . Agar peserta memahami dasar a. Ø UPS JAMPEL T 2 2 P PENGAJAR DAFTAR PUSTAKA 1 Teori umum peralatan . . • Sistem Out Door Unit meliputi. .Point to Point • Teori operasi dan blok diagram. • Sistem In Door Unit meliputi .AFS Ø Teori Propagasi meliputi . Teori rinci peralatan b.. • Teori penunjang meliputi. Fungsi. ØSSPA. Ø Up/Down Converter.AMS .

Sistem monitoring meliputi . Ø Voice Card. Ø Data card. Ø Sistem Interfacing. Ø Telex Converyer. Ø Pengaturan Parameter Modem dan Multiplxer. Ø Setting MUX parameter Ø Setting Modem parameter . Ø Performance Check. Pembacaan dan pengaturan. Meliputi . Pembacaan indicator. Ø Pemeliharaan berkala. Ø Sistem monitoring. 4 • 4 • 4 3 Prosedur pengoperasian Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian peralatan secara benar • • • 8 4 Pemeliharaan Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan VSAT sesuai dengan standar. • Pemeliharaan Perbaikan 8 16 . Pengoperasian sistem VSAT. • Pemeliharaan pencegahan meliputi . Penyambungan dengan sistem.• Sistem Interface meliputi . Ø Pengoperasian VSAT.

5 6 Praktek.Teori. Trouble Shooting dan analysis sistem peralatan. a. Pemeliharaan pencegahan. b. c. Trouble shooting. Ujian Praktek 8 24 . Pemeliharaan peralatan. b. Penggunaan Alat Ukur. Ujian/Evaluasi a. d. • Praktek Kerja Lapangan 8 16 16 36 24 Untuk mengevaluasi sejauh mana kemampuan peserta a. Penggunaan alat ukur. Pengoperasian. Ujian teori b.Praktek Agar peserta dapat memahami dan mampu untuk melaksanakan pengoperasian dan pemeliharaan system • • • • Praktek pengoperasian.

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING VERY SMALL APERTURE TERMINAL ( VSAT ) 138 Jam Pelajaran I. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan VSAT perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. . 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. PERSYARATAN : a. II. Dalam rangka implementasi UU No. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. III. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas VSAT. IV. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. KODE: VSAT-B/KKP Teori : 50 Jam Praktek : 88 Jam PENDAHULUAN Very Small Aperture Terminal ( VSAT ) adalah suatu peralatan yang digunakan sebagai media transmisi melalui satelit untuk komunikasi baik suara maupun data antara bandar maupun unit operasi dalam suatu Bandara atau pusat pengendali dengan lokasi peralatan diluar bandara. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan terampil yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating VSAT dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan VSAT serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya.

b. b. Pemeliharaan Pencegahan .V. Teori penunjang c. Pemeliharaan Perbaikan. Praktek VSAT-B/T/5 72 6 VSAT-B/T/6 4 16 . c. Block diagram. Fungsi . KURIKULUM RATING TERAMPIL VSAT NO MATA PELAJARAN KODE JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 8 1 Teori Umum Peralatan a. Teori Rinci Peralatan b. Trouble Shooting e. Pengoperasian. Pemeliharaan Pencegahan . Pemeliharaan a. Dokumen Terkait Teknik peralatan a. Praktek kerja lapangan Ujian/Evaluasi a. Teori b. VSAT-B/T/3 VSAT-B/T/4 6 8 5 Praktek a. d. VSAT-B/T/1 2 VSAT-B/T/2 20 3 4 Prosedur Pengoperasian . b. Penggunaan Alat Ukur.

• Sistem Out Door Unit meliputi. Ø Modem Ø Multiplexer. ØLNA ØAntena. • Sistem In Door Unit meliputi . Agar peserta memahami dasar a.Transponder .AMS . Teori penunjang POKOK BAHASAN • Fungsi Peralatan . Ø Teori sistem komunikasi satelit meliputi .Orbit satelit .AFS Ø Teori Propagasi meliputi ..Point to Point • Teori Operasi dan Blok diagram. Fungsi. Ø Up/Down Converter. ØSSPA. . Teori rinci peralatan b. Ø UPS T 2 2 P PENGAJAR DAFTAR PUSTAKA 2 2 2 Teknik peralatan a. SILABI : RATING TERAMPIL VSAT JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN TUJUAN (TOPIK ) Teori umum peralatan . Ø Komunikasi Radio Penerbangan. teknis peralatan b.Rambatan teori gelombang Elektro magnetic. • Teori penunjang meliputi.Band Frekuensi . .VI. Blok diagram Agar peserta mengerti dan memahami system peralatan 6 4 4 . .

Ø Pengoperasian VSAT. Ø Setting MUX parameter Ø Setting Modem parameter . Ø Sistem Interfacing. 2 • 2 • 2 3 Prosedur pengoperasian Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian peralatan secara benar • • • 6 4 Pemeliharaan Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan VSAT sesuai dengan standar. Ø Sistem monitoring. Ø Data card. Ø Performance Check. Pengoperasian sistem VSAT. Pembacaan indicator.• Sistem Interface meliputi . Sistem monitoring meliputi . Meliputi . Penyambungan dengan sistem. Ø Pengaturan Parameter Modem dan Multiplxer. • Pemeliharaan Perbaikan 4 4 . Ø Voice Card. Ø Pemeliharaan berkala. Ø Telex Converyer. • Pemeliharaan pencegahan meliputi . Pembacaan dan pengaturan.

Trouble shooting. Ujian Praktek 8 16 . Penggunaan alat ukur. Pemeliharaan pencegahan. Penggunaan Alat Ukur.Praktek Agar peserta dapat memahami dan mampu untuk melaksanakan pengoperasian dan pemeliharaan system • • • • Praktek pengoperasian. a. Ujian teori b. b. • Praktek Kerja Lapangan 8 16 8 24 16 Untuk mengevaluasi sejauh mana kemampuan peserta a. c. Trouble Shooting dan analysis sistem peralatan. d.Teori. b. Pengoperasian. Pemeliharaan peralatan. Ujian/Evaluasi a.5 6 Praktek.

SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Radio Link dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Dalam rangka implementasi UU No. PERSYARATAN : a.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING RADIO LINK 208 Jam Pelajaran I. III.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Radio Link serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. PENDAHULUAN Radio Link adalah media transmisi yang menggunakan radio digunakan sebagai penunjang operasi peralatan fasilitas komunikasi penerbangan . 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. II. IV. . maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : KODE: RLINK-B/KKP Teori : 84 Jam Praktek : 124 Jam Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Radio Link. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Radio Link perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut.

Teori penunjang Teknik peralatan a. Fungsi Peralatan. Praktek a. Ujian/Evaluasi a. Pengoperasian. Analisis sistem Peralatan. Trouble Shooting. Pemeliharaan Perbaikan. Teori. b. c. Pemeliharaan Pencegahan . Pemeliharaan Pencegahan . b. . Penggunaan alat ukur. e. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian . Blok diagram. Praktek KODE RLINK-B/A/1 2 RLINK-B/A/2 40 3 4 RLINK-B/A/3 RLINK-B/A/4 8 16 5 RLINK-B/A/5 100 6 RLINK-B/A/6 8 24 . b.V. KURIKULUM RATING AHLI RADIO LINK JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 12 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Pemeliharaan a. d. b. c. Teori RinciPeralatan b.

Fungsi.Teori Propagasi .Aeronautical Fixed Service. SILABI : RATING AHLI RADIO LINK NO MATA PELAJARAN (TOPIK ) Teori umum peralatan.VI. b.Aeronautical Mobile Service. Ø Sistem terestrial meliputi . a. Teori penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL T Agar peserta memahami teori pendukung dan dasar eknis peralatan • Fungsi/kegunaan peralatan 4 8 • Teori penunjang yang meliputi . .Karakteristik Lapisan Udara P PENGAJAR DAFTAR PUSTAKA 1 . .Band Frequency . . . Ø Komunikasi Radio Penerbangan. .Perambatan gelom bang Elektro magnetic.

c. ØModulator. 16 4 • Prinsip kerja penerima meliputi . Penyambungan ke end sistem. Ø Multiplexer Ø Demultiplxer Ø Modulator. Ø Oscillator. 8 8 4 4 3 Prosedur pengoperasian Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian peralatan secara benar 4 . Blok diagram. Ø Demdulator • Rencana instalasi/design • • pengoperasian pemancar dan penerima. b. ØPower Amplifier. Ø Oscillator Ø Mixer & RF Amplifier • Audio Amplifier Multiplxer dan Modem melipiuti .2 Teknik Peralatan. Prinsip Kerja Pemancar Radio Link meliputi. a. Rencana instalasi Agar peserta mengerti dan memahami system peralatan • • Blok diagram dan circuit diagram. Antenna. Teori Rinci.

4 Sistem pemeliharaan a.Multiplexer • Pengoperasian meliputi .. Trouble Shooting dan analysis system Agar peserta dapat memahami dan memiliki keahlian dalam melaksanakan pengoperasian. Pemeliharaan Pencegahan b.Pemancar dan Penerima . Ø Spectrum Analyzer. Ø MUX dan DEMU • . Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan agar sehingga sesuai dengan standar a. Pemeliharaan Pencegahan. c. Pengoperasian. • Trouble Shooting dan analisis sistem.Performance Check b. Teori. Praktek Evaluasi kompetemsi peserta 8 24 . Ø Power meter • Pemeliharaan pencegahan.Pemeliharaan Pencegahan . 8 16 12 40 24 6 Ujian/Evaluasi a. Ø Oscilloscope. Ø BER Test. Penggunaan alat ukur. Ø Pemancar dan penerima. • Praktek Kerja Lapangan • Ujian Teori Ujian Praktek.Pemeliharaan berkala . b. Ø Multitester. Penggunaan alat ukur. pemeliharaan dan trouble shooting.Pemeliharaan Perbaikan . 16 16 5 Praktek a. d.meliputi. b.

PERSYARATAN : a. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Radio Link serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. II. KODE: RLINK-B/KKP Teori : 64 Jam Praktek : 80 Jam . sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. III.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING RADIO LINK 144 Jam Pelajaran I. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan terampil yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Radio Link dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. IV. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. PENDAHULUAN Radio Link adalah media transmisi yang menggunakan radio digunakan sebagai penunjang operasi peralatan fasilitas komunikasi penerbangan . Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Radio Link perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. Dalam rangka implementasi UU No. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Radio Link.

Pemeliharaan Pencegahan . Penggunaan alat ukur.V. Blok diagram. KURIKULUM RATING TERAMPIL RADIO LINK JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 12 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan b. Praktek Kerja lapangan Ujian/Evaluasi b. Pemeliharaan Perbaikan. c. Praktek a. Dokumen Terkait Teknik peralatan a. Pengoperasian. Teori Rinci b. Teori penunjang c. b. Pemeliharaan Pencegahan . d. Fungsi Peralatan c. Praktek KODE RLINK-B/T /1 2 RLINK-B/T /2 24 3 4 RLINK-B/T /3 RLINK-B/T/ 4 8 12 5 RLINK-B/T /5 64 6 RLINK-B/T /6 8 16 . Trouble Shooting. e. c. Pemeliharaan b. Prosedur Pengoperasian . Teori c.

. a. Ø Komunikasi Radio Penerbangan. Ø Sistem terestrial meliputi .Teori Propagasi .Perambatan gelom bang Elektro magnetic. .Band Frequency .Aeronautical Mobile Service. SILABI : RATING TERAMPIL RADIO LINK NO MATA PELAJARAN (TOPIK ) Teori umum peralatan.Karakteristik Lapisan Udara P PENGAJAR DAFTAR PUSTAKA 1 . . Teori penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL T Agar peserta memahami teori pendukung dan dasar eknis peralatan • Fungsi/kegunaan peralatan 4 8 • Teori penunjang yang meliputi . . Fungsi.VI. .Aeronautical Fixed Service. b.

Ø Oscillator Ø Mixer & RF Amplifier • Audio Amplfier Multiplxer dan Modem melipiuti . 4 8 • 3 Prosedur pengoperasian Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian peralatan secara benar Prinsip kerja penerima meliputi . Ø Oscillator. Antenna. ØModulator.2 Teknik Peralatan. Ø Demdulator • Rencana instalasi/design • pengoperasian pemancar dan penerima. Ø Multiplexer Ø Demultiplxer Ø Modulator. a. Blok diagram. b. • Penyambungan ke end sistem. Prinsip Kerja Pemancar Radio Link meliputi. ØPower Amplifier. 8 4 4 4 . Teori Rinci. Agar peserta mengerti dan memahami system peralatan • • Blok diagram dan circuit diagram.

4 8 5 Praktek a. Ø MUX dan DEMU • . Ø Pemancar dan penerima. Penggunaan alat ukur. • Trouble Shooting dan analisis sistem. • Praktek kerja lapangan • Ujian Teori • Ujian Praktek.meliputi.Multiplexer • Pengoperasian meliputi . Ø BER Test.Pemeliharaan Pencegahan . 8 16 8 18 24 6 Ujian/Evaluasi Evaluasi kompetensi peserta 8 16 .. Pemeliharaan Pencegahan b. Trouble Shooting dan analysis System Agar peserta dapat memahami dan memiliki keahlian dalam melaksanakan pengoperasian.Performance Check b. Ø Spectrum Analyzer.Pemancar dan Penerima . Pemeliharaan Pencegahan. b. Penggunaan alat ukur. Ø Multitester.4 Sistem pemeliharaan a. Ø Power meter • Pemeliharaan pencegahan. c. pemeliharaan dan trouble shooting. d.Pemeliharaan Perbaikan . Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan agar sehingga sesuai dengan standar a.Pemeliharaan berkala . Ø Oscilloscope. Pengoperasian.

PERSYARATAN : a. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas HF SSB. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. . maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING HIGH FREQUENCY SINGLE SIDE BAND ( HF SSB ) 108 Jam Pelajaran I. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan HF SSB serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. III. IV. PENDAHULUAN HF SSB adalah peralatan komunikasi yang digunakan untuk koordinasi penerbangan /Bandara . II. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating HF SSB dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. antar stasiun KODE: HF SSB-C/KKP Teori : 44 Jam Praktek : 64 Jam Dalam rangka implementasi UU No. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan HF SSB perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.

Pemeliharaan Perbaikan. Praktek HFSSB-C/A/5 64 HFSSB-C/A/6 8 16 . b. Prosedur Pengoperasian . b. Pemeliharaan a. c. d. Teori b. c. Dokumen Terkait. Pemeliharaan Pencegahan . Teknik peralatan a. Penggunaan alat ukur. Pemeliharaan Pencegahan . Teori Rinci peralatan. KODE HFSSB-C/A/1 2 HFSSB-C/A/2 24 3 4 HFSSB-C/A/3 HFSSB-C/A/4 8 12 5 6 Praktek a. b. Trouble Shooting Ujian/Evaluasi a. Teori penunjang. Blok diagram.V. Pengoperasian. Fungsi b. KURIKULUM RATING AHLI HF SSB JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 12 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a.

Teori rinci peralatan b.modulator .Audio amplifier. • Prinp Kerja Pemancar . 4 . Blok diagram.IF filter dan amplifier .automatic tuning unit dan antenna. a.oscillator/sinthesizer . SILABI : RATING AHLI HF-SSB JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN (TOPIK ) Teori umum peralatan. Fungsi. . • Prinsip kerja Penerima . • • Setting frekunsi Line up sistem 4 8 8 3 Prosedur Pengoperasian peralatan Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian. Agar peserta mengerti dan me mahami sistem peralatan • Teori Operasi dan Blok diagramdan circuit . .RF Amp dan mixer . .oscillator . • Dasar elektronika • Dasar telekomunikasi 2 Teknik Peralatan. dan dasar teknis Per.AMS ). Teori penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN T 2 6 P PENGAJAR DAFTAR PUSTAKA Buku petunjuk pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Agar peserta mengerti. a. mi fungsi. memaha • Fungsi/kegunaan Peralatan . b. alatan HF SSB .VI.Komunikasi Radio Penerbang an ( AFS.• Teori penunjang meliputi .

Pemeliharaan pencegahan. b.Frequency Counter . Praktek Evaluasi kompetensi peserta 16 . a. .Pemeliharaan Pencegahan .4 5 Pemeliharaan .Power Meter • Analisa sistem dan trouble shooting.Oscilloscope .Pemeliharaan perbaikan Praktek . Trouble shooting Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan sesuai dengan standar Agar peserta dapat mema hami dan mampu untuk me laksanakan pengoperasian dan pemeliharaan system . .Pemeliharaan pencegahan. Penggunaan alat ukur c. .AVO Meter. . Pengoperasian b.Pemeliharaan Perbaikan 4 4 • Pengoperasian peralatan.Audio/Rf Generator. • Pengggunaan Alat Ukur . • Teori. Teori. • Praktek 4 8 16 24 6 Ujian/Evaluasi a.

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA

DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK
SKP TERAMPIL RATING HIGH FREQUENCY SINGLE SIDE BAND ( HF SSB ) 80 Jam Pelajaran
I.

KODE: HF SSB-C/KKP Teori : 30 Jam Praktek : 50 Jam

PENDAHULUAN HF SSB adalah peralatan komunikasi yang digunakan untuk hubungan komunikai antar stasiun penerbangan/Bandara. Dalam rangka implementasi UU No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan, maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan HF SSB perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut.

II.

MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan terampil yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating HF SSBdengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih,ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan HF SSB serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya.

III.

PERSYARATAN : a. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan.

IV.

MANFAAT YANG DIHARAPKAN :

Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas HF SSB, sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.

V. KURIKULUM RATING TERAMPIL HF SSB JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 4

NO 1

MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan b. Fungsi c. Teori penunjang c. Dokumen Terkait. Teknik peralatan a. Teori Rinci Peralatan b. Block dan circuit diagram. Prosedur Pengoperasian . Pemeliharaan b. Pemeliharaan Pencegahan . c. Pemeliharaan Perbaikan.

KODE
HFSSB-C/T/1

2

HFSSB-C/T/2

16

3 4

HFSSB-C/T/3 HFSSB-C/T/4

2 4

5

6

Praktek b. Pengoperasian. c. Penggunaan alat ukur. d. Pemeliharaan Pencegahan . d. Trouble Shooting Ujian/Evaluasi a. Teori b. Praktek

HFSSB-C/T/5

50

HFSSB-C/T/6

4 16

VI. SILABI : RATING TERAMPIL HF-SSB JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN (TOPIK ) Teori umum peralatan. a. Fungsi. b. Teori penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN T 4 P PENGAJAR DAFTAR PUSTAKA Buku petunjuk pengoperasian dan pemeliharaan peralatan

Agar peserta mengerti, memaha • Fungsi/kegunaan Peralatan . mi fungsi, dan dasar teknis Per- • Teori penunjang meliputi ; alatan HF SSB - Komunikasi Radio Penerbang an ( AFS,AMS ). • Dasar elektronika • Dasar telekomunikasi

2

Teknik Peralatan. a. Teori rinci peralatan b. Blok diagram.

Agar peserta mengerti dan me mahami sistem peralatan

• Teori Operasi dan Blok diagramdan circuit . • Prinp Kerja Pemancar ; - oscillator/sinthesizer - modulator - automatic tuning unit dan antenna. • Prinsip kerja Penerima ; - oscillator - RF Amp dan mixer - IF filter dan amplifier - Audio amplifier. .
• • Setting frekuensi Line up sistem

2 6

8

3

Prosedur Pengoperasian peralatan

Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian.

2

4

Pemeliharaan a. Pemeliharaan pencegahan. b. Pemeliharaan perbaikan.

5

Praktek . a. Pengoperasian b. Penggunaan alat ukur c. Pemeliharaan pencegahan. d. Trouble shooting.

Agar peserta memahami • Pemeliharaan Pencegahan konsep pemeliharaan dan meliputi ; perbaikan sistem peralatan • - Pemeliharaan berkala sesuai dengan standar • Pemeliharaan Perbaikan meliputi ; - Pemancar. - Penerima - Antenna tuning unit. • Power Supply. Agar peserta dapat mema • Pengoperasian peralatan. hami dan mampu untuk me • Pengggunaan Alat Ukur ; laksanakan pengoperasian - AVO Meter. dan pemeliharaan system - Oscilloscope - Frequency Counter - Audio/Rf Generator. - Power Meter • Analisa sistem dan trouble shooting. Evaluasi kompetensi peserta • Teori. • Praktek

2

2

8 12

16

6

Ujian/Evaluasi a. Teori. b. Praktek

4 16

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA

DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK
SKP AHLI RATING TELEPRINTER 116 Jam Pelajaran
I. PENDAHULUAN Teleprinter adalah suatu peralatan yang digunakan untuk mengirim dan menerima berita – berita penerbangan dan pada umumnya dihubungkan ke peralatan AMSC. Dalam rangka implementasi UU No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan, maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Teleprinter (TTY) perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. II. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Teleprinter dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih, ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Teleprinter serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. III. PERSYARATAN : a. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. IV. MANFAAT YANG DIHARAPKAN :

KODE: TTY-C/KKP Teori : 52 Jam Praktek : 64 Jam

Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Teleprinter, sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.

V. KURIKULUM RATING AHLI TELEPRINTER JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 8

NO 1

MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Fungsi Peralatan b. Teori penunjang c. Dokumen Terkait Teknik peralatan a. Teori Rinci b. Block dan circuit diagram.

KODE
TTY-C/A/1

2

TTY-C/A/2

24

3 4

Prosedur Pengoperasian . Pemeliharaan a. Pemeliharaan Pencegahan . b. Pemeliharaan Perbaikan.

TTY-C/A/3 TTY-C/A/4

4 8

5

Praktek a. Pengoperasian. b Pemeliharaan Pencegahan . c. Trouble Shooting Ujian/Evaluasi a. Teori b. Praktek

TTY-C/A/5

50

6

TTY-C/A/6

8 16

VI. SILABI : RATING AHLI TELEPRINTER JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN (TOPIK ) Teori umum peralatan a. Fungsi Peralatan b. Teori Penunjang TUJUAN Agar peserta memahami dasar teknis Peralatan POKOK BAHASAN • Fungsi/kegunaan peralatan. • Teori Penunjang meliputi ; Ø Teori dasar Komputer. Ø Komunikasi data. Ø Topologi AFTN. Ø Protocol/Interface. • ICAO Dokumen terkait • Teori Operasi dan Blok diagram. • Sistem hardware ; CPU,I/O,jaringan dan rencana intalasi.
• Pengoperasian secara hardware meliputi ; Ø Interkoneksi . Ø Menghidupkan dan mematikan . • Pengoperasian secara software meliputi ; Ø Menghidupkan. Ø Mematikan Ø Status sistem

PENGAJAR

T 2 4

P

DAFTAR PUSTAKA - Annex 10 Volume II. - Manual of the teletypewrit er operating practices.

2

2

Teknik Peralatan ; a. Teori rinci peralatan. b. Blok diagram. c. Rencana instalasi

Agar peserta mengerti dan memahami cara kerja dan pemeliharaan peralatan teleprinter.

12 12

3

Prosedur Pengoperasian

Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian peralatan secara benar

2

2

.

Praktek Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian.4 Pemeliharaan a. (CP U. • Pemeliharaan software. c. Pemeliharaan pencegahan. .Jaringan ). • Rekonfigurasi/Reinstalasi • Pengoperasian peralatan. • Pemeliharaan pencegahan. Ø Sisstem Hardware. Trouble Shooting Ujian/evaluasi a. • Trouble shooting dan analisis sistem • • 2 2 2 2 8 16 24 5 Praktikum a. Teori. b. Ø Pemeliharaan berkala Ø Performance Check.Pemeliharaan pencegahan. b. 6 Untuk mengetahui kemampuan peserta Ujian teori.Pemeliharaan perbaikan Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan sesuai dengan standar • Pemeliharaan Pencegahan meliputi . Pengoperasian. Ujian Praktek 8 16 .I/O. b. • Pemeliharaan Perbaikan meliputi .

.

maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. . SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : KODE: TTY . PENDAHULUAN Teleprinter adalah suatu peralatan yang digunakan untuk mengirim dan menerima berita – berita penerbangan dan pada umumnya dihubungkan ke peralatan AMSC . Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. Dalam rangka implementasi UU No. II. III. PERSYARATAN : a. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan terampil yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Teleprinter dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Teleprinter (TTY) perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. IV. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Teleprinter serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.C/KKP Teori : 36 Jam Praktek : 44 Jam Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Teleprinter.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING TELEPRINTER 80 Jam Pelajaran I. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No.

e.V. Teori Rinci d. d. Dokumen Terkait Teknik peralatan c. KODE TTY-C/T/1 2 TTY-C/T/2 10 3 4 Prosedur Pengoperasian . KURIKULUM RATING TERAMPIL TELEPRINTER JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 6 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan c. Trouble Shooting TTY-C/T/5 28 6 Ujian/Evaluasi c. Block diagram. Pemeliharaan Perbaikan. Praktek TTY-C/T/6 8 16 . TTY-C/T/3 TTY-C/T/4 4 8 5 Praktek a. Teori d. Teori penunjang c. b Pemeliharaan Pencegahan . Pengoperasian. Pemeliharaan c. Pemeliharaan Pencegahan . Fungsi Peralatan d.

Teori Penunjang TUJUAN Agar peserta memahami dasar teknis Peralatan POKOK BAHASAN • Fungsi/kegunaan peralatan. . Ø Teori dasar Komputer. • Pengoperasian secara software meliputi . Ø Mematikan Ø Status sistem PENGAJAR T 2 2 P DAFTAR PUSTAKA . Ø Protocol/Interface.Annex 10 Volume II. Teori rinci peralatan. CPU. a. b. Ø Interkoneksi . Ø Topologi AFTN. Blok diagram. • Dokumen • Teori Operasi dan Blok diagram. • Teori Penunjang meliputi . 2 2 Teknik Peralatan . Ø Menghidupkan. • Sistem hardware .jaringan dan rencana intalasi. . Rencana instalasi Agar peserta mengerti dan memahami cara kerja dan pemeliharaan peralatan teleprinter.VI. c. Ø Komunikasi data. Fungsi Peralatan b.I/O. SILABI : RATING TERAMPIL TELEPRINTER JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN (TOPIK ) Teori umum peralatan a. 4 6 3 Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian peralatan secara benar 2 2 . Ø Menghidupkan dan mematikan . • Pengoperasian secara hardware meliputi .Manual of the teletypewrit er operating practices.

Pemeliharaan perbaikan Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan sesuai dengan standar • Pemeliharaan Pencegahan meliputi .I/O. • Trouble shooting dan analisis sistem • • 2 2 4 4 8 16 5 Praktek a.Jaringan ). Praktek Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian. Ujian Praktek 4 16 . Ø Pemeliharaan berkala Ø Performance Check.Pemeliharaan pencegahan. c. • Pengoperasian peralatan. Trouble Shooting Ujian/evaluasi a. b. (CP U. 6 Untuk mengetahui kemampuan peserta Ujian teori. • Pemeliharaan pencegahan. • Pemeliharaan Perbaikan meliputi . b. . Teori. Ø Sistem Hardware. b. Pengoperasian.4 Pemeliharaan a. Pemeliharaan pencegahan. • Pemeliharaan software.

15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan/keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating VOR dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli elektronika Penerbangan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. b. PERSYARATAN : a. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil listrik penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING VHF OMNI DIRECTIONAL RANGE (VOR) 270 Jam Pelajaran Teori : 108 Jam Praktek : 162 Jam KODE VOR – A /KNP I. IV. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan VOR serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. . MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Tersedianya fasilitas VOR yang siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan untuk memberikan kenyamanan dan memelihara peralatan yang menunjang keselamatan operasi penerbangan. II. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan VHF Omni Directional Range perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. III. PENDAHULUAN VHF Omnidirectional Range (VOR) adalah peralatan navigasi udara yang dapat memberikan sinyal azimuth bearing kepada pesawat udara untuk membantu menentukan arah terbang. Dalam rangka implementasi UU No. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika.

Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. Penggunaan alat ukur c. 5. Praktek Jumlah Jam Pelajaran VOR-A/T/1 VOR-A/T/2 64 VOR-A/T/3 VOR-A/T/4 8 12 VOR-A/T/5 130 VOR-A/T/6 8 32 108 162 . 4. KURIKULUM DVOR No. a. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1. Fungsi peralatan VOR b. Teori terinci peralatan VOR b. 6. Dokumen terkait dari ICAO/FAA Teknik peralatan a. Trouble shooting e. 2. Teori b.V. 3. Pemeliharaan pencegahan b. Kriteria Penempatan Peralatan VOR Prosedur Pengoperasian VOR Pemeliharaan peralatan VOR a. Pemelihaaan Pencegahan d. Pengoperasian b. Teori penunjang c. Teori peralatan VHF Omnidirectional Range (VOR). Blok dan circuit diagram VOR c. Pemeliharaan Perbaikan Praktek pada peralatan VOR a.

ICAO ANNEX 10 1 4 4 2 Teknik peralatan a.Prinsip kerja VOR. Dokumen terkait dari ICAO / FAA − TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar para peserta mengetahui dan memahami fungsi peralatan VOR dalam menunjang operasi Keselamatan pener bangan serta acuan / institusi yang dianut.Besaran dan adjustment parameter VOR.RF Switching . 8071 Vol I -Flight Inspection Report VOR 4 4 4 . − 4 Pemeliharaan Agar para peserta mampu melaksanakan pemeliharaan peralatan VOR dengan benar. − Pemeliharaan/pengechekan berkala : harian.RMMC . Teori terinci peralatan VOR Blok dan Circuit diagram peralatan VOR .8071 Vol. Teori Penunjang c.tahunan.Blok diagram VOR .Buku Radio Air Navigation . − Pelaksanaan ground Check 4 20 4 8 4 4 4 4 4 4 4 -Buku manual peralatan DME: -ICAO DOC. SILABI DVOR MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori peralatan VOR.enam bulanan.Doppler effect 8 P − .tiga bulanan. − Pelayanan dan Analisa hasil Flight Comm / periodik. . bulanan.Sinyal Reference dan variable . Fungsi dan teori penunjang dalam pengoperasian peralatan VOR. . mingguan.Patern dan cakupan VOR. . a. b.Buku manual peralatan VOR 3 Prosedur pengoperasian Agar para peserta mampu melaksanakan peng operasian peralatan VOR dengan benar.Sitting kriteria VOR: .Space modulation .RCMS . Fungsi peralatan VOR b. .VI. . No. -ICAO DOC.Agar para peserta mengetahui dan memahami cara kerja secara sistem. I -ICAO ANNEX 10 Vol I .Pengoperasian VOR dengan lokal dan remote.VOR receiver .

melakukan prosedur pemeliharaan dengan benar serta dapat menganalisa/melokalisir kerusakan yang terjadi pada VOR. penggunaan alat ukur. Analisis sistim peralatan TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T . -Untuk mengetahui para perserta dalam memahami peralatan VOR yang didapatkan selama pelatihan. Penggunaan alat ukur c. mencari penyebab serta menganalisa kerusakan pada peralatan VOR.Buku manual DME .Buku manual yang terkait 5 6 Ujian/evaluasi Memberikan soal-soal tertulis dan memberikan troubel shooting pada peralatan VOR kepada peserta. Trouble Shooting e.8071 Vol. Pengoperasian b.Agar para peserta dapat mengoperasikan Peralatan VOR. -Melaksanakan pengoperasian. I . 8 P 40 . MATA PELAJARAN (TOPIK) Praktek a.No.I -ICAO ANNEX 10 Vol. menggunakan alat ukur elektronik. 8 16 -Buku manual peralatan DME: -ICAO DOC. Pemeliharaan pencegahan d.

IV. Dalam rangka implementasi UU No. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung – jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas VOR. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara fasilitas VOR wajib mengikuti pandidikan dan pelatihan II. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating VOR dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. b. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. . terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas VOR serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. III.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK RATING SKP TERAMPIL VHF OMNI DIRECTIONAL RANGE (VOR) 230 Jam Pelajaran Teori : Praktek : 92 Jam 138 Jam KODE VOR-A/KNP I. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. PENDAHULUAN VHF Omnidirectional Range (VOR) adalah peralatan navigasi udara yang dapat memberikan sinyal azimuth bearing kepada pesawat udara untuk membantu menentukan arah terbang. PERSYARATAN : a. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika.

VOR-A/T/3 VOR-A/T/4 8 12 5. Praktek Jumlah Jam Pelajaran Kode Jam Pelajaran Teori Praktek 8 1. KURIKULUM DVOR No.V. Kriteria Penempatan Peralatan VOR Prosedur Pengoperasian VOR Pemeliharaan peralatan VOR a. Teori b. a. Teori penunjang c. Dokumen terkait dari ICAO/FAA Teknik peralatan a. Pengoperasian b. VOR-A/T/2 60 3. VOR-A/T/1 2. VOR-A/T/5 114 6. Blok VOR c. Fungsi peralatan VOR b. 4. Pemelihaaan Pencegahan d. Pemeliharaan Perbaikan Praktek pada peralatan VOR a. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Penggunaan alat ukur c. Pemeliharaan pencegahan b. VOR-A/T/6 4 24 108 138 . Teori terinci peralatan VOR b. Mata Pelajaran ( TOPIK ) Teori peralatan VHF Omnidirectional Range (VOR).

Space modulation .tiga bulanan. . 4 -ICAO DOC. mingguan.RMMC .RCMS .enam bulanan. RF Switching Sinyal Reference dan variable Besaran dan adjustment parameter VOR. Teori terinci peralatan VOR Blok diagram peralatan VOR . Fungsi dan teori penunjang dalam pengoperasian peralatan VOR. Blok diagram VOR Prinsip kerja VOR.Doppler effect - P − . Fungsi peralatan VOR b.Patern dan cakupan VOR. − Pemeliharaan/pengechekan berkala : harian. No. Dokumen terkait dari ICAO / FAA − TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar para peserta mengetahui dan memahami fungsi peralatan VOR dalam menunjang operasi Keselamatan pener bangan serta acuan / institusi yang dianut. b.Buku VOR manual peralatan 4 Pemeliharaan − Agar para peserta mampu melaksanakan pemeliharaan peralatan VOR dengan benar.Buku Radio Air Navigation . .VI.tahunan. a.ICAO ANNEX 10 1 4 4 2 Teknik peralatan a.Sitting kriteria VOR: . I -ICAO ANNEX 10 Vol I 3 Prosedur pengoperasian - Agar para peserta mampu melaksanakan peng operasian peralatan VOR dengan benar. Teori Penunjang c. SILABI DVOR MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori peralatan VOR.VOR receiver .8071 Vol. − Pelayanan dan Analisa hasil Flight Comm / periodik. .Agar para peserta mengetahui dan memahami cara kerja secara sistem. bulanan.Pengoperasian VOR dengan lokal dan remote. − Pelaksanaan ground Check - 8 308 8 8 4 4 4 4 4 4 4 -Buku manual peralatan DME: -ICAO DOC. . 8071 Vol I -Flight Inspection Report VOR 4 4 .

Agar para peserta dapat mengoperasikan Peralatan VOR.I -ICAO ANNEX 10 Vol.No. TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T . Pemeliharaan pencegahan d. 8 16 -Buku manual peralatan DME: -ICAO DOC. penggunaan alat ukur. Penggunaan alat ukur c. Pengoperasian b. -Untuk mengetahui para perserta dalam memahami peralatan VOR yang didapatkan selama pelatihan. -Melaksanakan pengoperasian. 4 P 40 . Trouble Shooting e. menggunakan alat ukur elektronik.8071 Vol. mencari penyebab serta menganalisa kerusakan pada peralatan VOR.Buku manual DME . MATA PELAJARAN (TOPIK) Praktek a. melakukan prosedur pemeliharaan dengan benar serta dapat menganalisa/melokalisir kerusakan yang terjadi pada VOR.Buku manual yang terkait 5 Memberikan soal-soal tertulis dan memberikan troubel shooting pada peralatan VOR kepada peserta. I 6 Ujian/evaluasi .

yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK RATING SKP AHLI DISTANCE MEASURING EQUIPMENT ( DME ) 270 Jam Pelajaran KODE DME-A/KNP Teori : Praktek : 108 Jam 162 Jam I. PERSYARATAN : a. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating DME dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Tersedianya teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung. II. III. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. PENDAHULUAN Distance Measuring Equipment (DME) adalah peralatan navigasi udara yang dapat memberikan sinyal panduan jarak antara posisi pesawat udara dengan stasiun DME.jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas DME sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. b. terlatih ahli dan teruji dalam melaksanakan pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas DME. Dalam rangka implementasi UU No. IV. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara fasilitas DME wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. .

V. Teori terinci peralatan DME b. Penggunaan alat ukur c. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. 3. a. Dokumen terkait dari ICAO/FAA Teknik peralatan a. Teori peralatan Distance Measuring Instrument (DME). Fungsi peralatan DME b. Mata Pelajaran Kode Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1. 2. Trouble shooting e. Pengoperasian b. Pemelihaaan Pencegahan d. 6. Praktek Jumlah Jam Pelajaran DME-A/A/1 DME-A/A/2 64 DME-A/A/3 DME-A/A/4 8 12 DME-A/A/5 130 DME-A/A/6 8 32 108 162 . Pemeliharaan pencegahan b. Kriteria Penempatan Peralatan DME Prosedur Pengoperasian DME Pemeliharaan peralatan DME a. Blok dan circuit diagram DME c. Teori b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek pada peralatan DME a. KURIKULUM DME No. Teori penunjang c. 4. 5.

Agar para peserta mengetahui dan memahami fungsi peralatan DME dalam menunjang operasi Keselamatan pener bangan.8071 Vol.enam bulanan. − Pelayanan dan Analisis hasil kalibrasi periodik. bulanan. Blok dan Circuit diagram peralatan DME .Prinsip kerja DME. . a.ICAO ANNEX 10 1 2 Teknik peralatan a. Teori terinci peralatan DME b.Fungsi dan teori penunjang dalam pengoperasian peralatan DME.Buku manual peralatan DMEICAO DOC.Buku Radio Air Navigation .Agar para peserta mampu melaksanakan peng operasian peralatan DME dengan benar.DME transponder (aircraft) − RCMS − RMMC − Pengoperasian DME dengan lokal dan remote.VI.Patern dan cakupan DME. . Fungsi peralatan DME Teori Penunjang Dokumen terkait dari ICAO / FAA TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T .Kriteria penempatan. I -ICAO ANNEX 10 Vol I 3 Prosedur pengoperasian .Besaran dan adjustment parameter DME. b.Blok diagram DME .Agar para peserta mengetahui dan memahami cara kerja secara sistem. tiga bulanan. − Pemeliharaan berkala (harian. − Agar para peserta mampu melaksanakan pemeliharaan peralatan DME dengan benar.Mengetahuidokumenyang digunakan sebagai acuan. . .mingguan. − Pelaksanaan ground Check 4 16 4 4 4 4 4 4 4 -Buku manual peralatan DME: -ICAO DOC.tahunan). Buku manual peralatan DME 4 Pemeliharaan 4 . SILABI DME MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori peralatan DME. . c. No. 8071 Vol I -Flight Inspection Report DME 4 4 . . . 4 P − .

Pemeliharaan pencegahan d. menggunakan alat ukur elektronik. MATA PELAJARAN (TOPIK) Praktek a.Buku manual DME .I -ICAO ANNEX 10 Vol. Pengoperasian b. − Untuk mengetahui para perserta dalam memahami peralatan DME yang didapatkan selama pelatihan.Buku manual yang terkait 5 6 Ujian/evaluasi − Memberikan soal-soal tertulis dan memberikan troubel shooting pada peralatan DME kepada peserta. − Melaksanakan pengoperasian. 4 32 -Buku manual peralatan DME: -ICAO DOC. Penggunaan alat ukur c.No. melakukan prosedur pemeliharaan dengan benar serta dapat menganalisis/melokalisir kerusakan yang terjadi pada DME. penggunaan alat ukur. mencari penyebab serta menganalisis kerusakan pada peralatan DME. Analisis sistim peralatan − TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar para peserta dapat mengoperasikan Peralatan DME. Trouble Shooting e. I . 4 P 130 − .8071 Vol.

jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas DME sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. II. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating DME dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. III.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK RATING SKP TERAMPIL DISTANCE MEASURING EQUIPMENT ( DME ) 230 Jam Pelajaran KODE DME-A/KNP Teori : Praktek : 92 Jam 138 Jam I. PERSYARATAN : a. Dalam rangka implementasi UU No. IV. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Tersedianya teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung. terlatih ahli dan teruji dalam melaksanakan pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas DME. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. PENDAHULUAN Distance Measuring Equipment (DME) adalah peralatan navigasi udara yang dapat memberikan sinyal panduan jarak antara posisi pesawat udara dengan stasiun DME. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara fasilitas DME wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. b. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. .

Pemeliharaan pencegahan b. Trouble shooting e. Teori terinci peralatan DME b. Kriteria Penempatan Peralatan DME Prosedur Pengoperasian DME Pemeliharaan peralatan DME a. Pemeliharaan Perbaikan Praktek pada peralatan DME a.V. KURIKULUM DME No. 4. Blok dan circuit diagram DME c. Penggunaan alat ukur c. 2. Mata Pelajaran Kode Jam Pelajaran Teori Praktek 8 1. Pengoperasian b. a. Teori penunjang c. Teori peralatan Distance Measuring Instrument (DME). Pemelihaaan Pencegahan d. 3. Teori b. 5. 6. Praktek Jumlah Jam Pelajaran DME-A/A/1 DME-A/A/2 60 DME-A/A/3 DME-A/A/4 8 12 DME-A/A/5 114 DME-A/A/6 4 24 92 138 . Fungsi peralatan DME b. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. Dokumen terkait dari ICAO/FAA Teknik peralatan a.

− Pemeliharaan berkala (harian. .Buku manual peralatan DMEICAO DOC.Agar para peserta mampu melaksanakan peng operasian peralatan DME dengan benar. . tiga bulanan.tahunan). 8 P − . . .Buku Radio Air Navigation .Mengetahuidokumenyang digunakan sebagai acuan.ICAO ANNEX 10 1 2 Teknik peralatan a. − Agar para peserta mampu melaksanakan pemeliharaan peralatan DME dengan benar.Fungsi dan teori penunjang dalam pengoperasian peralatan DME.VI. . SILABI DME MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori peralatan DME. Fungsi peralatan DME Teori Penunjang Dokumen terkait dari ICAO / FAA TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T . − Pelaksanaan ground Check 4 20 4 8 8 8 4 -Buku manual peralatan DME: -ICAO DOC. . 8071 Vol I -Flight Inspection Report DME 4 4 . Buku manual peralatan DME 4 Pemeliharaan 4 . No.Besaran dan adjustment parameter DME. − Pelayanan dan Analisis hasil kalibrasi periodik. c. bulanan. I -ICAO ANNEX 10 Vol I 3 Prosedur pengoperasian . Teori terinci peralatan DME b. b. a.8071 Vol.enam bulanan.Patern dan cakupan DME.Prinsip kerja DME.Agar para peserta mengetahui dan memahami fungsi peralatan DME dalam menunjang operasi Keselamatan pener bangan.DME transponder (aircraft) − RCMS − RMMC − Pengoperasian DME dengan lokal dan remote.mingguan.Agar para peserta mengetahui dan memahami cara kerja secara sistem. .Blok diagram DME .Kriteria penempatan. Blok dan Circuit diagram peralatan DME .

P 114 − . Pemeliharaan pencegahan d. 4 24 -Buku manual peralatan DME: -ICAO DOC. Trouble Shooting e. I . penggunaan alat ukur. Pengoperasian b. − Untuk mengetahui para perserta dalam memahami peralatan DME yang didapatkan selama pelatihan.I -ICAO ANNEX 10 Vol.No. MATA PELAJARAN (TOPIK) Praktek a. − Melaksanakan pengoperasian.Buku manual DME . melakukan prosedur pemeliharaan dengan benar serta dapat menganalisis/melokalisir kerusakan yang terjadi pada DME. Analisis sistim peralatan − TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar para peserta dapat mengoperasikan Peralatan DME.8071 Vol.Buku manual yang terkait 5 6 Ujian/evaluasi − Memberikan soal-soal tertulis dan memberikan troubel shooting pada peralatan DME kepada peserta. Penggunaan alat ukur c. mencari penyebab serta menganalisis kerusakan pada peralatan DME. menggunakan alat ukur elektronik.

non precision approach. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Global Navigation Satellite System (GNSS) wajib memperoleh pendidikan dan pelatihan melalui program diklat rating yang sesuai. dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan. . sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. Dalam rangka implementasi UU Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP Nomor 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana yang dipersyaratkan guna memperoleh rating GNSS. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. precisiton approach. b.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING SATELLITE NAVIGATION SYSTEM 280 Jam Pelajaran Kode : SNS -A /KPP Teori : 136 Jam Praktek : 164 Jam I PENDAHULUAN Satellite Navigation System (Global Navigation Satellite System/GNSS) adalah peralatan navigasi udara yang berbasis sattelite digunakan oleh pengatur lalu lintas udara dalam memandu pergerakan dari pesawat udara disekitar wilayah enroute. terlatih dan ahli dalam melaksanakan mengoperasikan dan pemeliharaan peralatan GNSS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya III PERSYARATAN a. Pendidikan minimal adalah Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas GNSS. terminal.

Pemeliharaan perbaikan Praktek : a. Pemeliharaan pencegahan d.V No 1 KURIKULUM SNS MATA PELAJARAN Teori umum peralatan GNSS System : a. Pemeliharaan pencegahan b. Dokumen terkait Teknik peralatan GNSS System : a. Teori b. Analisa sistem peralatan GNSS System : Ujian / Evaluasi : a. Pengoperasian b. Praktek KODE SNS -A/A/1 Jumlah Jam Pelajaran TEORI PRAKTE 24 2 SNS -A/A/2 64 3 4 SNS -A/A/3 SNS -A/A/4 16 16 5 SNS -A/A/5 120 6 SNS -A/A/6 8 32 T o t a l : 128 152 VI SILABUS SNS Sedang dalam pengembangan . Fungsi b. Rencana instalasi Prosedur pengoperasian GNSS System : Pemeliharaan : a. Teori penunjang c. Penggunaan alat ukur c. Trouble shooting e. Teori rinci peralatan b. Blok dan circuit diagram c.

Dalam rangka implementasi UU Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP Nomor 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. terlatih dan ahli dalam melaksanakan mengoperasikan dan pemeliharaan peralatan GNSS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya III PERSYARATAN a. non precision approach.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING SATELLITE NAVIGATION SYSTEM 220 Jam Pelajaran Kode : SNS-A /KPP Teori : 96 Jam Praktek : 124 Jam I PENDAHULUAN Satellite Navigation System (Global Navigation Satellite System/GNSS) adalah peralatan navigasi udara yang berbasis sattelite digunakan oleh pengatur lalu lintas udara dalam memandu pergerakan dari pesawat udara disekitar wilayah enroute. dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana yang dipersyaratkan guna memperoleh rating GNSS. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Global Navigation Satellite System (GNSS) wajib memperoleh pendidikan dan pelatihan melalui program diklat rating yang sesuai. terminal. precisiton approach. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas GNSS. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. b. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. . Pendidikan minimal adalah Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika.

Fungsi b. Rencana instalasi Prosedur pengoperasian GNSS System : Pemeliharaan : a. Teori rinci peralatan b. Praktek KODE SNS -A/A/1 Jumlah Jam Pelajaran TEORI PRAKTE 24 2 SNS -A/A/2 16 3 4 SNS -A/A/3 SNS -A/A/4 32 16 5 SNS -A/A/5 92 6 SNS -A/A/6 8 32 T o t a l : 96 124 VI SILABUS SNS Sedang dalam pengembangan . Blok dan circuit diagram c. Pengoperasian b. Penggunaan alat ukur c.V No 1 KURIKULUM SNS MATA PELAJARAN Teori umum peralatan GNSS System : a. Dokumen terkait Teknik peralatan GNSS System : a. Pemeliharaan perbaikan Praktek : a. Trouble shooting e. Analisa sistem peralatan GNSS System : Ujian / Evaluasi : a. Teori b. Pemeliharaan pencegahan d. Pemeliharaan pencegahan b. Teori penunjang c.

serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. PENDAHULUAN Non Directional Beacon ( NDB) adalah peralatan navigasi udara yang dapat memberikan sinyal panduan arah pada pesawat udara terhadap stasiun NDB. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating NDB dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. IV. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara fasilitas NDB wajib mengikuti pandidikan dan pelatihan II. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar dipersyaratkan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung – jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas NDB. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. III. PERSYARATAN : a. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK RATING SKP AHLI NON DIRECTIONAL BEACON (NDB) 120 Jam Pelajaran Teori : 48 Jam Praktek : 72 Jam KODE NDB-C/KNP I. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. Dalam rangka implementasi UU No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. b. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas NDB serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. .

Mata Pelajaran ( TOPIK ) Teori peralatan NDB a. NDB-C/T/2 24 3. NDB-C/T/3 NDB-C/T/4 8 8 5. Teori terinci peralatan NDB b. NDB-C/T/5 56 6. Teori penunjang c. KURIKULUM NDB No. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Blok NDB c. Dokumen terkait dari ICAO/FAA Teknik peralatan a. Praktek Jumlah Jam Pelajaran Kode Jam Pelajaran Teori Praktek 4 1. Fungsi peralatan NDB b. Penggunaan alat ukur c. 4. Pemeliharaan pencegahan b. Kriteria Penempatan Peralatan NDB Prosedur Pengoperasian NDB Pemeliharaan peralatan NDB a. Pemelihaaan Pencegahan d. Pengoperasian b. NDB-C/T/6 4 16 48 72 .V. NDB-C/T/1 2. Pemeliharaan Perbaikan Praktek pada peralatan NDB a. Teori b.

− Pelaksanaan ground Check 4 .VI. . bulanan. .Patern dan cakupan NDB. a.Pengoperasian NDB dengan lokal dan remote. .8071 Vol.ICAO ANNEX 10 1 2 Teknik peralatan a. 4 -ICAO DOC.Jenis-jenis NDB 4 P − . Teori Penunjang c.Prinsip kerja NDB. Dokumen terkait dari ICAO / FAA − TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar para peserta mengetahui dan memahami fungsi peralatan NDB dalam menunjang operasi Keselamatan pener bangan serta acuan / institusi yang dianut.tahunan.enam bulanan.NDB receiver 4 8 4 2 4 4 -Buku manual peralatan NDB: -ICAO DOC. . b. − Pemeliharaan/pengechekan berkala : harian.tiga bulanan. 8071 Vol I -Flight Inspection Report NDB 2 4 . − Pelayanan dan Analisa hasil Flight Comm / periodik.Besaran dan adjustment parameter NDB.Buku Radio Air Navigation . Fungsi peralatan NDB b. Teori terinci peralatan NDB Blok diagram peralatan NDB . No. Fungsi dan teori penunjang dalam pengoperasian peralatan NDB.Buku NDB manual peralatan 4 Pemeliharaan − Agar para peserta mampu melaksanakan pemeliharaan peralatan NDB dengan benar. mingguan.Sitting kriteria NDB: .RCMS . I -ICAO ANNEX 10 Vol I 3 Prosedur pengoperasian - Agar para peserta mampu melaksanakan peng operasian peralatan NDB dengan benar. .RMMC .Agar para peserta mengetahui dan memahami cara kerja secara sistem. SILABI NDB MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori peralatan NDB. .Blok diagram NDB .

melakukan prosedur pemeliharaan dengan benar serta dapat menganalisa/melokalisir kerusakan yang terjadi pada NDB. Untuk mengetahui para perserta dalam memahami peralatan NDB yang didapatkan selama pelatihan.8071 Vol.Buku manual yang terkait 5 6 Ujian/evaluasi . Pemeliharaan pencegahan d.Agar para peserta dapat mengoperasikan Peralatan NDB.Melaksanakan pengoperasian.I -ICAO ANNEX 10 Vol. MATA PELAJARAN (TOPIK) Praktek a. Trouble Shooting TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T . mencari penyebab serta menganalisa kerusakan pada peralatan NDB. 4 16 -Buku manual peralatan NDB: -ICAO DOC. Penggunaan alat ukur c. P 56 .Buku manual NDB . .Memberikan soal-soal tertulis dan memberikan troubel shooting pada peralatan NDB kepada peserta. I .No. menggunakan alat ukur elektronik. Pengoperasian b. penggunaan alat ukur.

Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas NDB serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Dalam rangka implementasi UU No. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. b. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar dipersyaratkan. PENDAHULUAN Non Directional Beacon ( NDB) adalah peralatan navigasi udara yang dapat memberikan sinyal panduan arah pada pesawat udara terhadap stasiun NDB. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara fasilitas NDB wajib mengikuti pandidikan dan pelatihan II. PERSYARATAN : a. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. . yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. III.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK RATING SKP TERAMPIL NON DIRECTIONAL BEACON (NDB) 80 Jam Pelajaran Teori : 32 Jam Praktek : 48 Jam KODE NDB-C/KNP I. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. IV. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating NDB dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung – jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas NDB. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.

Teori penunjang c. Blok NDB c. Fungsi peralatan NDB b. NDB-C/T/2 16 3. KURIKULUM NDB No. Pemeliharaan Perbaikan Praktek pada peralatan NDB a. NDB-C/T/5 36 6. Pengoperasian b. Mata Pelajaran ( TOPIK ) Teori peralatan NDB a. Praktek Jumlah Jam Pelajaran Kode Jam Pelajaran Teori Praktek 4 1. Pemeliharaan pencegahan b. Teori b. NDB-C/T/1 2. NDB-C/T/6 4 12 32 48 .V. Dokumen terkait dari ICAO/FAA Teknik peralatan a. Teori terinci peralatan NDB b. NDB-C/T/3 NDB-C/T/4 4 4 5. Pemelihaaan Pencegahan d. Kriteria Penempatan Peralatan NDB Prosedur Pengoperasian NDB Pemeliharaan peralatan NDB a. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. 4. Penggunaan alat ukur c.

.Sitting kriteria NDB: .ICAO ANNEX 10 1 2 Teknik peralatan a. − Pemeliharaan/pengechekan berkala : harian.Buku Radio Air Navigation . 2 -ICAO DOC. . a. No.Agar para peserta mengetahui dan memahami cara kerja secara sistem.tiga bulanan.Prinsip kerja NDB.Jenis-jenis NDB 4 P − . Dokumen terkait dari ICAO / FAA − TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar para peserta mengetahui dan memahami fungsi peralatan NDB dalam menunjang operasi Keselamatan pener bangan serta acuan / institusi yang dianut.8071 Vol. . SILABI NDB MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori peralatan NDB. 8071 Vol I -Flight Inspection Report NDB 2 2 .Blok diagram NDB . .RMMC . Fungsi dan teori penunjang dalam pengoperasian peralatan NDB. b.Patern dan cakupan NDB.tahunan.Besaran dan adjustment parameter NDB. .NDB receiver 4 4 2 2 2 2 -Buku manual peralatan NDB: -ICAO DOC. . − Pelaksanaan ground Check 2 .RCMS . Teori terinci peralatan NDB Blok diagram peralatan NDB .Pengoperasian NDB dengan lokal dan remote.Buku NDB manual peralatan 4 Pemeliharaan − Agar para peserta mampu melaksanakan pemeliharaan peralatan NDB dengan benar. Teori Penunjang c. Fungsi peralatan NDB b. − Pelayanan dan Analisa hasil Flight Comm / periodik. I -ICAO ANNEX 10 Vol I 3 Prosedur pengoperasian - Agar para peserta mampu melaksanakan peng operasian peralatan NDB dengan benar. bulanan.VI.enam bulanan. mingguan.

Pemeliharaan pencegahan d. Penggunaan alat ukur c. mencari penyebab serta menganalisa kerusakan pada peralatan NDB. MATA PELAJARAN (TOPIK) Praktek a.Buku manual yang terkait 5 6 Ujian/evaluasi . melakukan prosedur pemeliharaan dengan benar serta dapat menganalisa/melokalisir kerusakan yang terjadi pada NDB. .8071 Vol. I .No.I -ICAO ANNEX 10 Vol. Trouble Shooting TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T . 2 12 -Buku manual peralatan NDB: -ICAO DOC. 2 P 36 . menggunakan alat ukur elektronik.Melaksanakan pengoperasian.Agar para peserta dapat mengoperasikan Peralatan NDB. Untuk mengetahui para perserta dalam memahami peralatan NDB yang didapatkan selama pelatihan. penggunaan alat ukur.Memberikan soal-soal tertulis dan memberikan troubel shooting pada peralatan NDB kepada peserta.Buku manual NDB . Pengoperasian b.

PSR ini dapat mengetahui jarak. dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan. Dalam rangka implementasi UU Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP Nomor 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. . b. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING PRIMARY SURVEILLANCE RADAR SYSTEM 300 Jam Pelajaran Kode : PSR-A /KPP Teori : 136 Jam Praktek : 164 Jam I PENDAHULUAN Primary Surveillance Radar (PSR) adalah peralatan pengamatan yang digunakan oleh pengatur lalu lintas udara dalam mengamati pergerakan dari pesawat udara disekitar wilayah pengaturannya melalui suatu layar tampilan. posisi dan arah pesawat udara. Pendidikan minimal adalah Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. terlatih dan ahli dalam melaksanakan mengoperasikan dan pemeliharaan peralatan PSR serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya III PERSYARATAN a. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Primary Surveillance Radar wajib memperoleh pendidikan dan pelatihan melalui program diklat rating yang sesuai. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana yang dipersyaratkan guna memperoleh rating PSR. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas PSR.

Pemeliharaan pencegahan d. Trouble shooting e. Pemeliharaan pencegahan b. Analisa sistem peralatan PSR System Ujian / Evaluasi : a.V No 1 KURIKULUM RADAR PSR MATA PELAJARAN Teori umum peralatan PSR System : a. Pengoperasian b. Dokumen terkait Teknik peralatan PSR System : a. Blok dan circuit diagram c. Teori penunjang c. Penggunaan alat ukur c. Pemeliharaan perbaikan Praktek : a. Fungsi b. Rencana Instalasi Prosedur pengoperasian PSR System Pemeliharaan : a. Teori b. Praktek KODE PSR-A/A/1 Jumlah Jam Pelajaran TEORI PRAKTE 16 2 PSR-A/A/2 24 3 4 PSR-A/A/3 PSR-A/A/4 48 16 5 PSR-A/A/5 132 6 PSR-A/A/6 8 32 T o t a l : 136 164 . Teori rinci peralatan b.

.Skolnik .Penjelasan kegunaan dari PSR dan masing-masing bagiannya PSR dan bagianbagiannya .VI No 1 SILABUS RADAR PSR MATA PELAJARAN ( Topik ) Teori umum peralatan PSR : a. Teori penunjang .Memahami cara kerja tiap-tiap modul serta sistem dari PSR b. J. Receiver.Skolnik .Review Digital Teknik dan penjePulsa-pulsa Radar lasan pulsa-pulsa Radar . Teori rinci peralatan .Memahami Antenna. J.Menjelaskan peraturan-peraturan ICAO dan SKEP Ditjen Hubud 2 Teknik peralatan PSR : a.Basic Radar Principle. Power Supply dan EHT pada sistem PSR . Annex 10 .PSR Manual Handbook & Theory .Electronics & Digital Manual .Memahami teori digital. Fungsi TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN b.Memahami peraturan ICAO dan Ditjen Hubud.SKEP Ditjen Hubud. Blok diagram - Antenna & Control System PSR Transmitter System PSR Receiver System Power Supply System EHT System Antenna Encoder Back Swing Circuit Pulse Modulation Magnetron Heating Delay Time Control Timing and Failure System Relay and EHT Control Synchro Generator Automatic Frequency Control Thyristor Stack Dual Coupler Low Noise Amplifier Switching and Control High/Low Coverage Amplifier and Control Linear & Logarithmic Amplifier IF Amplifier and Filtering Fixed & Moving Echo Detection Oscillator and Safety Device . Transmitter.ICAO Doc.PSR Manual Handbook & Theory .Basic Radar Principle. c. Dokumen terkait . .Memahami kegunaan dari .

Watt Meter. Counter.Dapat melakukan perbaikan pada sistem PSR apabila terjadi kerusakan .Memahami pelaksanaan liharaan berkala dan kalibrasi pemeliharaan berkala dan penerbangan kalibrasi penerbangan . .PSR Manual Handbook & Theory . SG.PSR Manual Handbook & Theory 4 Pemeliharaan : a. Freq.Penggunaan alat-alat ukur AVO Meter.PSR Manual Handbook & Theory .PSR Manual Handbook & Theory . Penggunaan alat ukur c. Freq Counter. Spec Analizer.Dapat menghidupkan dan mematikan PSR dengan benar .Menjelaskan pelaksanaan peme.. Duplexer & Circulator 3 Prosedur pengoperasian PSR . Watt Meter. Trouble shooting .PSR Manual Handbook & Theory 5 Praktek : a.Prosedur menghidupkan dan mematikan PSR yang benar . Spec Analizer. Osc. HT Probe.Melakukan penyetelan dan penyelarasan pada setiap modul sesuai buku manual . .PSR Manual Handbook & Theory . HT Probe.X-tal Osc and Program Division . Pemeliharaan pencegahan d.Melakukan perbaikan pada sistem PSR . AFC and Synchro Interface . Osc. Pengoperasian b.Memahami cara meng.Channel Distribution & Echo Cct . SG.Melakukan pengukuran signalsignal Radar disetiap test point pada sistem PSR .Regulator.Dapat menggunakan alatalat ukur AVO Meter.Dapat melakukan penyetelan dan penyelarasan parameter sesuai buku manual dengan benar .Diplexer. .Test Instrument Manual .Cara menghidupkan dan mematikan sistem PSR sesuai buku manual/petunjuk operasi . Pemeliharaan perbaikan . Pemeliharaan pencegahan b.Dapat melakukan pengukuran signal PSR dengan benar menggunakan alat ukur .SKEP Ditjen Hubud.Memahami cara menghidupkan dan mematikan sistem PSR sesuai prosedur .Cara mengganti modul ganti modul .

Teori b.Dapat melakukan pengoperasian dan trouble shooting PSR dengan benar sesuai prosedur .Melaksanakan ujian tertulis dengan menjawab soal-soal yang diberikan . Praktek .Memahami seluruh pelajaran teori yang telah diajarkan .6 Ujian / Evaluasi : a.Setiap peserta diklat melaksanakan praktek singkat langsung pada peralatan PSR sesuai petunjuk dari penguji Instruktur penguji Instruktur penguji .

PSR ini dapat mengetahui jarak. Dalam rangka implementasi UU Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP Nomor 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Pendidikan minimal adalah Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Primary Surveillance Radar wajib memperoleh pendidikan dan pelatihan melalui program diklat rating yang sesuai. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana yang dipersyaratkan guna memperoleh rating PSR. posisi dan arah pesawat udara. . b. terlatih dan terampil dalam melaksanakan mengoperasikan dan pemeliharaan peralatan PSR serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya III PERSYARATAN a. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas PSR.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING PRIMARY SURVEILLANCE RADAR SYSTEM 250 Jam Pelajaran Kode : PSR-A /KPP Teori : 120 Jam Praktek : 130 Jam I PENDAHULUAN Primary Surveillance Radar (PSR) adalah peralatan pengamatan yang digunakan oleh pengatur lalu lintas udara dalam mengamati pergerakan dari pesawat udara disekitar wilayah pengaturannya melalui suatu layar tampilan.

Penggunaan alat ukur c. Teori b. Teori penunjang c. Pemeliharaan perbaikan Praktek : a. Praktek KODE PSR-A/T/1 Jumlah Jam Pelajaran TEORI PRAKTE 24 2 PSR-A/T/2 56 3 4 PSR-A/T/3 PSR-A/T/4 16 16 5 PSR-A/T/5 98 6 PSR-A/T/6 8 32 T o t a l : 120 130 . Teori rinci peralatan b. Blok diagram Prosedur pengoperasian PSR Pemeliharaan : a. Pemeliharaan pencegahan d. Trouble shooting Ujian / Evaluasi : a.V No 1 KURIKULUM RADAR PSR MATA PELAJARAN Teori umum peralatan PSR : a. Dokumen terkait Teknik peralatan PSR : a. Pemeliharaan pencegahan b. Pengoperasian b. Fungsi b.

Transmitter. Fungsi TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN b. . Teori penunjang . Blok diagram - Antenna & Control System PSR Transmitter System PSR Receiver System Power Supply System EHT System Antenna Encoder Back Swing Circuit Pulse Modulation Magnetron Heating Delay Time Control Timing and Failure System Relay and EHT Control Synchro Generator Automatic Frequency Control Thyristor Stack Dual Coupler Low Noise Amplifier Switching and Control High/Low Coverage Amplifier and Control Linear & Logarithmic Amplifier IF Amplifier and Filtering Fixed & Moving Echo Detection Oscillator and Safety Device .PSR Manual Handbook & Theory .Penjelasan kegunaan dari PSR dan masing-masing bagiannya PSR dan bagianbagiannya .Memahami teori digital. Receiver. J.Basic Radar Principle.Memahami kegunaan dari . .SKEP Ditjen Hubud. c. J. Dokumen terkait .Memahami peraturan ICAO dan Ditjen Hubud.Review Digital Teknik dan penjePulsa-pulsa Radar lasan pulsa-pulsa Radar .Skolnik .PSR Manual Handbook & Theory .Electronics & Digital Manual .Memahami Antenna.ICAO Doc.Basic Radar Principle. Annex 10 . Teori rinci peralatan .Skolnik . Power Supply dan EHT pada sistem PSR .Memahami cara kerja tiap-tiap modul serta sistem dari PSR b.VI No 1 SILABUS RADAR PSR MATA PELAJARAN ( Topik ) Teori umum peralatan PSR : a.Menjelaskan peraturan-peraturan ICAO dan SKEP Ditjen Hubud 2 Teknik peralatan PSR : a.

Menjelaskan pelaksanaan peme. Osc. Spec Analizer. Penggunaan alat ukur c.Memahami cara menghidupkan dan mematikan sistem PSR sesuai prosedur .Dapat melakukan perbaikan pada sistem PSR apabila terjadi kerusakan . Osc.Memahami cara meng.SKEP Ditjen Hubud. HT Probe. Freq.X-tal Osc and Program Division . HT Probe. Watt Meter. Duplexer & Circulator 3 Prosedur pengoperasian PSR . .Melakukan perbaikan pada sistem PSR .PSR Manual Handbook & Theory .PSR Manual Handbook & Theory .Melakukan pengukuran signalsignal Radar disetiap test point pada sistem PSR . Counter.Regulator. Pengoperasian b.Dapat menghidupkan dan mematikan PSR dengan benar .Channel Distribution & Echo Cct .Prosedur menghidupkan dan mematikan PSR yang benar . SG.Dapat menggunakan alatalat ukur AVO Meter. .Cara menghidupkan dan mematikan sistem PSR sesuai buku manual/petunjuk operasi . Watt Meter..Diplexer. . SG.Test Instrument Manual . Spec Analizer.PSR Manual Handbook & Theory 5 Praktek : a.Melakukan penyetelan dan penyelarasan pada setiap modul sesuai buku manual . Pemeliharaan pencegahan b. Freq Counter.Dapat melakukan pengukuran signal PSR dengan benar menggunakan alat ukur .Penggunaan alat-alat ukur AVO Meter.PSR Manual Handbook & Theory . Trouble shooting .PSR Manual Handbook & Theory 4 Pemeliharaan : a.Cara mengganti modul ganti modul . Pemeliharaan pencegahan d.Memahami pelaksanaan liharaan berkala dan kalibrasi pemeliharaan berkala dan penerbangan kalibrasi penerbangan . Pemeliharaan perbaikan .Dapat melakukan penyetelan dan penyelarasan parameter sesuai buku manual dengan benar .PSR Manual Handbook & Theory . AFC and Synchro Interface .

Memahami seluruh pelajaran teori yang telah diajarkan . Teori b.Melaksanakan ujian tertulis dengan menjawab soal-soal yang diberikan .6 Ujian / Evaluasi : a.Dapat melakukan pengoperasian dan trouble shooting PSR dengan benar sesuai prosedur . Praktek .Setiap peserta diklat melaksanakan praktek singkat langsung pada peralatan PSR sesuai petunjuk dari penguji Instruktur penguji Instruktur penguji .

IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas SSR. b.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING SECONDARY SURVEILLANCE RADAR SYSTEM 300 Jam Pelajaran Kode : SSR-A /KPP Teori : 136 Jam Praktek : 164 Jam I PENDAHULUAN Secondary Surveillance Radar (SSR) adalah peralatan pengamatan yang digunakan oleh pengatur lalu lintas udara dalam mengamati pergerakan dari pesawat udara disekitar wilayah pengaturannya melalui suatu layar tampilan. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana yang dipersyaratkan guna memperoleh rating SSR. posisi dan arah serta identitas dan ketinggian pesawat udara. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Secondary Surveillance Radar wajib memperoleh pendidikan dan pelatihan melalui program diklat rating yang sesuai. Dalam rangka implementasi UU Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP Nomor 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. terlatih dan ahli dalam melaksanakan mengoperasikan dan pemeliharaan peralatan SSR serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya III PERSYARATAN a. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan. . sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. SSR ini dapat mengetahui jarak. Pendidikan minimal adalah Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika.

Pemeliharaan pencegahan b. Pemeliharaan pencegahan d. Dokumen terkait Teknik peralatan SSR : a. Teori penunjang c. Pemeliharaan perbaikan Praktek : a. Teori b. Fungsi b.V No 1 KURIKULUM RADAR SSR MATA PELAJARAN Teori umum peralatan SSR : a. Teori rinci peralatan b. Trouble shooting e. Blok dan circuit diagram c. Rencana instalasi Prosedur pengoperasian SSR Pemeliharaan : a. Penggunaan alat ukur c. Praktek KODE SSR-A/A/1 Jumlah Jam Pelajaran TEORI PRAKTE 24 2 SSR-A/A/2 56 3 4 SSR-A/A/3 SSR-A/A/4 24 20 5 SSR-A/A/5 132 6 SSR-A/A/6 12 32 T o t a l : 136 164 . Pengoperasian b. Analisa sistem peralatan SSR Ujian / Evaluasi : a.

Memahami peraturan ICAO dan Ditjen Hubud.Skolnik .Electronics & Digital Manual .SSR Manual Handbook & Theory . Blok dan circuit diagram . .Memahami kegunaan dari SSR dan bagianbagiannya . Mode dan Code .ICAO Doc. Teori penunjang c.VI No 1 SILABUS RADAR SSR MATA PELAJARAN ( Topik ) Teori umum peralatan SSR : a. Receiver.Menjelaskan peraturan-peraturan ICAO dan SKEP Ditjen Hubud . J.Memahami Antenna.Basic Radar Principle.Memahami rangkaian dan cara kerja tiap-tiap modul serta sistem dari SSR .Skolnik . 2 Teknik peralatan SSR : a. Power Supply dan EHT pada sistem SSR - Antenna & Control System SSR Transmitter System SSR Receiver System Power Supply System EHT System Antenna Encoder Time Base and Master Trigger SSR Encoder Power Amplifier Pre Heating Regulator Cavity Amplifier Antenna Pattern Switch EHT Generator SLS and Sensitivity Time Control Front Pannel and Remote System Modulator System Amplifier Receiver System Transmission Test and Normal System . J. Dokumen terkait . Fungsi TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN b.Memahami teori digital.Review Magnetron dan Klystron . Transmitter.SSR Manual Handbook & Theory . Pulsa-pulsa Radar.SKEP Ditjen Hubud.Memahami Triode/Cavity .Penjelasan kegunaan dari SSR dan masing-masing bagiannya .Basic Radar Principle. Annex 10 . Teori rinci peralatan b.Review Digital Teknik dan penjelasan pulsa-pulsa Radar serta Mode dan Code .

Penggunaan alat ukur c.Dapat melakukan penyetelan dan penyelarasan parameter sesuai buku manual dengan benar .Memahami cara menghidupkan dan mematikan sistem SSR sesuai prosedur . Pengoperasian b.Melakukan penyetelan dan penyelarasan pada setiap modul sesuai buku manual .Dapat menghidupkan dan mematikan SSR dengan benar .Dapat menggunakan alatalat ukur AVO Meter.Memahami pelaksanaan liharaan berkala dan kalibrasi pemeliharaan berkala dan penerbangan kalibrasi penerbangan .SSR Manual Handbook & Theory 5 Praktek : a. Freq Counter. Analisa sistem peralatan SSR .SSR Manual Handbook & Theory ..SSR Manual Handbook & Theory .Dapat melakukan pengukuran signal SSR dengan benar menggunakan alat ukur . Freq.Membuat analisa kerusakan yang terjadi pada saat pelaksanaan trouble shooting .Melakukan perbaikan pada sistem SSR . . Pemeliharaan pencegahan b.Penggunaan alat-alat ukur AVO Meter. Pemeliharaan perbaikan . Spec Analizer . SG.Cara menghidupkan dan mematikan sistem SSR sesuai buku manual/petunjuk operasi .Cara mengganti modul dan kom. Trouble shooting e. SG. Counter. Spec Analizer.SSR Manual Handbook & Theory .Melakukan pengukuran signalsignal Radar disetiap test point pada sistem SSR .SSR Manual Handbook & Theory . Watt Meter.Prosedur menghidupkan dan mematikan SSR yang benar . .Dapat melakukan perbaikan pada sistem SSR apabila terjadi kerusakan .Test Instrument Manual . Rencana instalasi .SKEP Ditjen Hubud.Menjelaskan kriteria penempatan SSR . Osc.c.Menjelaskan pelaksanaan peme.SSR Manual Handbook & Theory .Siting Criteria Manual 3 Prosedur pengoperasian SSR . Watt Meter. Pemeliharaan pencegahan d.Mengetahui cara-cara penempatan PSR .SSR Manual Handbook & Theory 4 Pemeliharaan : a.Memahami cara mengponen ganti modul dan komponen . Osc.Dapat menganalisa penyebab dari kerusakan .

6 Ujian / Evaluasi : a. Teori b. Praktek .Dapat melakukan pengoperasian dan trouble shooting SSR dengan benar sesuai prosedur .Melaksanakan ujian tertulis dengan menjawab soal-soal yang diberikan .Memahami seluruh pelajaran teori yang telah diajarkan .Setiap peserta diklat melaksanakan praktek singkat langsung pada peralatan SSR sesuai petunjuk dari penguji Instruktur penguji Instruktur penguji .

. terlatih dan terampil dalam melaksanakan mengoperasikan dan pemeliharaan peralatan SSR serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya III PERSYARATAN a.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING SECONDARY SURVEILLANCE RADAR SYSTEM 250 Jam Pelajaran Kode : SSR-A /KPP Teori : 120 Jam Praktek : 130 Jam I PENDAHULUAN Secondary Surveillance Radar (SSR) adalah peralatan pengamatan yang digunakan oleh pengatur lalu lintas udara dalam mengamati pergerakan dari pesawat udara disekitar wilayah pengaturannya melalui suatu layar tampilan. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana yang dipersyaratkan guna memperoleh rating SSR. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. b. Dalam rangka implementasi UU Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP Nomor 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Secondary Surveillance Radar wajib memperoleh pendidikan dan pelatihan melalui program diklat rating yang sesuai. Pendidikan minimal adalah Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. SSR ini dapat mengetahui jarak. posisi dan arah serta identitas dan ketinggian pesawat udara. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas SSR. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan.

Fungsi b. Teori b. Praktek T o t a l : KODE SSR-A/T/1 Jumlah Jam Pelajaran TEORI PRAKTE 16 2 SSR-A/T/2 56 3 4 SSR-A/T/3 SSR-A/T/4 24 16 5 SSR-A/T/5 98 6 SSR-A/T/6 8 32 120 130 . Pengoperasian b. Penggunaan alat ukur c. Pemeliharaan pencegahan d.V No 1 KURIKULUM MATA PELAJARAN Teori umum peralatan SSR : a. Teori rinci peralatan b. Pemeliharaan pencegahan b. Blok diagram Prosedur pengoperasian SSR Pemeliharaan : a. Pemeliharaan perbaikan Praktek : a. Dokumen terkait Teknik peralatan SSR : a. Trouble shooting Ujian / Evaluasi : a. Teori penunjang c.

Electronics & Digital Manual . .Basic Radar Principle. Annex 10 . c.Memahami peraturan ICAO dan Ditjen Hubud.Memahami teori digital.SSR Manual Handbook & Theory . Teori rinci peralatan .SSR Manual Handbook & Theory .Penjelasan kegunaan dari SSR dan masing-masing bagiannya SSR dan bagianbagiannya . Receiver. Transmitter. J.Skolnik . Fungsi TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN b.VI No 1 SILABUS MATA PELAJARAN ( Topik ) Teori umum peralatan SSR : a.ICAO Doc. lasan pulsa-pulsa Radar serta Pulsa-pulsa Radar.Review Digital Teknik dan penje. J.Skolnik .Menjelaskan peraturan-peraturan ICAO dan SKEP Ditjen Hubud .Basic Radar Principle.Memahami cara kerja tiap-tiap modul serta sistem dari SSR b. Teori penunjang .SKEP Ditjen Hubud. Mode Mode dan Code dan Code .Memahami kegunaan dari .SSR Manual Handbook & Theory 3 Prosedur pengoperasian SSR .Cara menghidupkan dan mematikan sistem SSR sesuai buku manual/petunjuk operasi . Dokumen terkait 2 Teknik peralatan SSR : a.Memahami Antenna.Memahami cara menghidupkan dan mematikan sistem SSR sesuai prosedur . Power Supply dan EHT pada sistem SSR . Blok diagram - Antenna & Control System SSR Transmitter System SSR Receiver System Power Supply System EHT System Antenna Encoder Time Base and Master Trigger SSR Encoder Power Amplifier Pre Heating Regulator Cavity Amplifier Antenna Pattern Switch EHT Generator SLS and Sensitivity Time Control Front Pannel and Remote System Modulator System Amplifier Receiver System Transmission Test and Normal System .

Menjelaskan pelaksanaan peme.Test Instrument Manual . Penggunaan alat ukur c. Pemeliharaan perbaikan .Melakukan penyetelan dan penyelarasan pada setiap modul sesuai buku manual .Dapat menggunakan alatalat ukur AVO Meter.SKEP Ditjen Hubud.SSR Manual Handbook & Theory 5 Praktek : a.Memahami pelaksanaan liharaan berkala dan kalibrasi pemeliharaan berkala dan penerbangan kalibrasi penerbangan .SSR Manual Handbook & Theory 6 Ujian / Evaluasi : a.Melaksanakan ujian tertulis dengan menjawab soal-soal yang diberikan . SG.Memahami seluruh pelajaran teori yang telah diajarkan .SSR Manual Handbook & Theory .Dapat melakukan pengoperasian dan trouble shooting SSR dengan benar sesuai prosedur . Praktek . Freq. Watt Meter.Memahami cara meng.Prosedur menghidupkan dan mematikan SSR yang benar .Setiap peserta diklat melaksanakan praktek singkat langsung pada peralatan SSR sesuai petunjuk dari penguji Instruktur penguji Instruktur penguji . Spec Analizer . Spec Analizer.Dapat menghidupkan dan mematikan SSR dengan benar .Penggunaan alat-alat ukur AVO Meter. . Pengoperasian b. Osc.SSR Manual Handbook & Theory . Watt Meter. Pemeliharaan pencegahan b. Trouble shooting . Teori b.Melakukan pengukuran signalsignal Radar disetiap test point pada sistem SSR .Cara mengganti modul ganti modul . Freq Counter. SG.Dapat melakukan penyetelan dan penyelarasan parameter sesuai buku manual dengan benar . Pemeliharaan pencegahan d.4 Pemeliharaan : a. .Melakukan perbaikan pada sistem SSR .Dapat melakukan perbaikan pada sistem SSR apabila terjadi kerusakan .SSR Manual Handbook & Theory .. Counter.Dapat melakukan pengukuran signal SSR dengan benar menggunakan alat ukur . Osc.

Pendidikan minimal adalah Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. PP No. dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan. terlatih dan ahli dalam melaksanakan pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ATC Automation System.DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA SKP AHLI RATING AIR TRAFFIC CONTRO AUTOMATION SYSTEM 280 Jam Pelajaran KODE ATC AUTO-A/KPP Teori : 128 Jam Praktek : 152 Jam I PENDAHULUAN Fasilitas ATC Automation System ( ATC AUTO) adalah fasilitas penunjang keselamatan penerbangan yang memproses pengolahan data penerbangan. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana yang dipersyaratkan guna memperoleh rating ATC AUTO. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung. III PERSYARATAN : a. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. b. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. . Dalam rangka implementasi UU No. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara fasilitas ATC AUTO wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. data radar dan data lainnya yang digunakan pada sistim pemanduan lalu-lintas udara yang sebagian atau seluruh kegiatannya dilakukan oleh komputer dan hasilnya digunakan oleh Pemandu lalu-lintas udara ( ATC ) dalam proses pengambilan keputusan .jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ATC Automation System.

Optimasi Sistem Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Pengoperasian b. Teori penunjang c. Pemeliharaan Pencegahan d. Analisis sistem Ujian/Evaluasi a. Dokumen terkait Teknik peralatan a.V No 1 KURIKULUM ATC OS MATA PELAJARAN Teori umum a. Pemeliharaan Pencegahan b. Teori rinci peralatan b. Fungsi b. Trouble shooting e. Teori b. Praktek T o t a l : KODE ATC AUTO/A/A/1 Jumlah Jam Pelajaran TEORI 24 PRAKTEK 2 ATC AUTO/A/A/2 64 3 4 ATC AUTO/A/A/3 ATC AUTO/A/A/4 16 16 5 ATC AUTO/A/A/5 120 6 ATC AUTO/A/A/6 8 32 128 152 . Penggunaan alat ukur c. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Blok dan circuit diagram c.

Komunikasi Data. Memahami aturan – aturan ICAO dan dokumen lainnya. cara kerja masing-masing subsistem dan sistim manajemen ATC Automation. Teori rinci peralatan ATC Automation System - Capability of System Safety features of System System Architecture: Subsystem of ATC Automation Software of ATC Automation 4 2 2 4 4 2 2 2 2 2 2 2 2 2 8 4 3 1 2 1 4 8 8 4 4 4 4 ATC Auttomation Manual Book. 8 8 4 2 Teknik peralatan a. Dokumen terkait −Memahami kegunaan dari sistem ATC Automation dan bagian-bagiannya −Memahami teori digital dan kegunaannya serta Sistem Komunikasi Data dan Perangkatnya. Fungsi TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL T P PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAN 1 b. Teori penunjang c. − Communication Network − Subsystem − FDP Subsystem − RDP Subsystem − Workstation Subsystem − Sony Monitor − Flight Strip Printer − Hi-bright Monitor − GPS Time Source Component − Instalation Procedure − Fundamental of The Unix System − HP Open View Network Node Manager −HP UX System administration for Series 700 − System Overview −ATC Automation architecture −Theory of Operation . Protokol/Interface −Review Sistem Operasi . Annex 10 SKEP DJU No. Fundamental of The unix System ICAO Doc. No SILABUS RADAR ATC AS MATA PELAJARAN ( TOPIK ) Teori umum peralatan ATC Automation a.Peraturan ICAO. 8 ATC Auttomation Manual Book. Electronics & Digital . Blok dan circuit diagram ATC Automation System. Memahami interkoneksi antar subsistem pada ATC Automation.Penjelasan tentang kegunaan ATC Automation System dan kegunaan masing-masing bagian −Review Mikroprosesor . Networking. interkoneksi antar subsistem dan software . Data Comm. Memahami sistem arsitektur. b..VI. dan buku-buku manual.

c. Optimasi System

3

Prosedur Pengoperasian ATC Automation System

Memahami Sistem Aplikasi ATC Automation. Memahami cara menghidupkan dan mematikan ATC Automation System secara Hardware dan Software Memahami pelaksanaan pemeliharaan berkala ATC Automation System Memahami prosedur perbaikan Hardware dan Software Dapat menghidupkan dan mematikan dengan benar sesuai prosedur Dapat menggunakan logic analyzer , tools software

− System Monitoring and Control Procedure : System maintenance and Control Aplikasi Sistem Cara menghidupkan dan mematikan ATC Automation System secara hardware dan Software

2 2 8 16

4

Pemeliharaan a. Pemeliharaan Pencegahan

Pemeliharaan Berkala

4

SKEP DJU No.

b. Pemeliharaan Perbaikan

Prosedur perbaikan Hardware dan Software

8

ATC Auttomation Manual Book,

5

Praktek a. Pengoperasian

b. Penggunaan alat ukur dan tools

c. Pemeliharaan Pencegahan

d. Trouble shooting

e. Analisis sistem peralatan ATC Automation System.

Dapat melakukan penyetelan & penyelarasan parameter dengan benar Dapat melakukan perbaikan apabila terjadi kerusakan pada Hardware dan Software Dapat menganalisa penyebab dari kerusakan

Menghidupkan dan mematikan ATC automation system sesuai prosedur. Melakukan pengukuran dan mendeteksi semua signal-signal dan parameter pada ATC Automation system. Melakukan Penyetelan & Penyelarasan pada semua modul. Melakukan perbaikan pada setiap kerusakan Software dan modul Hardware. Membuat analisa kerusakan yang terjadi pada saat pelaksanaan trouble shooting Melaksanakan ujian tertulis untuk menjawab soal-soal yang diberikan Melaksanakan praktek langsung pada peralatan ATC Automation System 8

20

ATC Auttomation Manual Book, ATC Auttomation Manual Book, Test Instrument Manual ATC Auttomation Manual Book ATC Auttomation Manual Book

16

20

20

24

ATC Auttomation Manual Book

6

Ujian/Evaluasi a. Teori b. Praktek

Memahami seluruh pelajaran yang diajarkan Dapat melakukan pengoperasian dan trouble shooting dengan benar

32

DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK
SKP TERAMPIL

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA

RATING AIR TRAFFIC CONTROL AUTOMATION SYSTEM
220 Jam Pelajaran

KODE
ATC AUTO-A/KPP Teori : 96 Jam Praktek : 124 Jam

I

PENDAHULUAN

Fasilitas ATC Automation System (ATC AUTO) adalah fasilitas penunjang keselamatan penerbangan yang memproses pengolahan data penerbangan, data radar dan data lainnya yang digunakan pada sistim pemanduan lalu-lintas udara yang sebagian atau seluruh kegiatannya dilakukan oleh komputer dan hasilnya digunakan oleh Pemandu lalu-lintas udara ( ATC ) dalam proses pengambilan keputusan .
Dalam rangka implementasi UU No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan, PP No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan, serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan, yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang sertifikat kecakapan memiliki rating, maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara fasilitas ATC Automation System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana yang dipersyaratkan guna memperoleh rating ATC AUTO, dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan, terlatih dan terampil dalam melaksanakan pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ATC Automation System, serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. III PERSYARATAN : a. Pendidikan minimal adalah Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika; b. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan.

IV

MANFAAT YANG DIHARAPKAN :

Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ATC Automation System, sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.

V

KURIKULUM RADAR ATC AS No MATA PELAJARAN KODE Jam Pelajaran TEORI
1 Teori umum a. Fungsi b. Teori penunjang c. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Teori rinci peralatan b. Blok diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Pemeliharaan Pencegahan b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Pengoperasian b. Penggunaan alat ukur c. Pemeliharaan Pencegahan d. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Teori b. Praktek JUMLAH JAM PELAJARAN 24

PRAKTEK

2

16

3 4

32 16

5

92

6

8

32

96

124

VI.
No

SILABUS RADAR ATC AS
MATA PELAJARAN ( TOPIK ) Teori umum peralatan ATC Automation a. Fungsi TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL T P PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAN

1

b. Teori penunjang

c. Dokumen terkait

Memahami kegunaan dari sistem ATC Automation System dan bagianbagiannya Memahami teori digital dan kegunaannya serta Sistem Komunikasi Data dan Perangkatnya. Memahami aturan – aturan ICAO dan dokumen lainnya. Memahami sistem arsitektur, interkoneksi antar subsistem dan software

Penjelasan tentang kegunaan ATC Automation System dan kegunaan masing-masing bagian . - Review Mikroprosesor , Komunikasi Data, Networking, Protokol/Interface. - Review Sistem Operasi Peraturan ICAO dan buku-buku manual. − Capability of System − Safety features of System − System Architecture: − Subsystem of ATC Automation − Software of ATC Automation

4

ATC Auttomation Manual Book,

8

Electronics & Digital , Data Comm., Fundamental of The unix System ICAO Doc. Annex 10 SKEP DJU No.

8 4

2

Teknik peralatan a. Teori rinci peralatan ATC Automation System

2 2 2 2 4

ATC Auttomation Manual Book,

b. Blok diagram ATC Automation System.

Memahami interkoneksi antar subsistem pada ATC Automation, cara kerja masing-masing subsistem dan sistim manajemen ATC Automation.

3

Prosedur Pengoperasian ATC Automation System

Memahami cara menghidupkan dan mematikan ATC Automation System secara Hardware dan Software Memahami pelaksanaan pemeliharaan berkala ATC Automation System Memahami prosedur perbaikan Hardware dan Software

− Communication Network Subsystem − FDP Subsystem − RDP Subsystem − Workstation Subsystem − Sony Monitor − Flight Strip Printer − Hi-bright Monitor − GPS Time Source Component − Instalation Procedure − Fundamental of The Unix System − HP Open View Network Node Manager − HP UX System administration for Series 700 − System Overview − ATC Automation architecture − Theory of Operation − System Monitoring and Control − Procedure : System maintenance and Control − Cara menghidupkan dan mematikan ATC Automation System secara hardware dan Software

1 2 2 2 1 1 1 2 1 4 4 2 2 2 2 1 2

12

4

Pemeliharaan a. Pemeliharaan Pencegahan

Pemeliharaan Berkala

4

SKEP DJU No.

b. Pemeliharaan Perbaikan

Prosedur perbaikan Hardware dan Software

4

ATC Auttomation Manual Book,

5

Praktek a. Pengoperasian

b. Penggunaan alat ukur dan tools

Dapat menghidupkan dan mematikan dengan benar sesuai prosedur Dapat menggunakan logic analyzer , tools software

c. Pemeliharaan Pencegahan

d. Trouble shooting

Dapat melakukan penyetelan & penyelarasan parameter dengan benar Dapat melakukan perbaikan apabila terjadi kerusakan pada Hardware dan Software Memahami seluruh pelajaran yang diajarkan Dapat melakukan pengoperasian dan trouble shooting dengan benar

Menghidupkan dan mematikan ATC automation system sesuai prosedur. Melakukan pengukuran dan mendeteksi semua signal-signal dan parameter pada ATC Automation system. Melakukan Penyetelan & Penyelarasan pada semua modul. Melakukan perbaikan pada setiap kerusakan Software dan modul Hardware.

24

ATC Auttomation Manual Book, ATC Auttomation Manual Book, Test Instrument Manual ATC Auttomation Manual Book ATC Auttomation Manual Book

16

32

20

6

Ujian/Evaluasi a. Teori b. Praktek

Melaksanakan ujian tertulis untuk menjawab soal-soal yang diberikan Melaksanakan praktek singkat langsung pada peralatan ATC Automatio System

8 32

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA

DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK
SKP AHLI

RATING AERODRUME SURFACE DETECTION EQUIPMENT SYSTEM
280 Jam Pelajaran

Kode : ASDE-A /KPP
Teori : 136 Jam Praktek : 164 Jam

I

PENDAHULUAN Aerodrume Serface Detection Eqyuipment (ASDE) adalah peralatan pengamatan yang digunakan oleh pengatur lalu lintas udara dalam mengamati pergerakan dari pesawat udara disekitar aerodrume dan ground movement melalui suatu layar tampilan. ASDE ini dapat mengetahui jarak, posisi dan arah pesawat udara. Dalam rangka implementasi UU Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP Nomor 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan, maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Aerodrume Serface Detection Eqyuipment (ASDE) wajib memperoleh pendidikan dan pelatihan melalui program diklat rating yang sesuai.

II

MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana yang dipersyaratkan guna memperoleh rating ASDE, dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan, terlatih dan ahli dalam melaksanakan mengoperasikan dan pemeliharaan peralatan ASDE serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya

III

PERSYARATAN a. Pendidikan minimal adalah Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. b. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan.

IV

MANFAAT YANG DIHARAPKAN Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ASDE, sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.

Teori rinci peralatan b. Teori penunjang c. Dokumen terkait Teknik peralatan ASDE System : a. Pemeliharaan pencegahan b. Teori b. Pengoperasian b. Blok dan circuit diagram c. Rencana instalasi Prosedur pengoperasian ASDE System : Pemeliharaan : a. Praktek KODE ASDE-A/A/1 Jumlah Jam Pelajaran TEORI PRAKTE 24 2 ASDE-A/A/2 64 3 4 ASDE-A/A/3 ASDE-A/A/4 16 16 5 ASDE-A/A/5 120 6 ASDE-A/A/6 8 32 T o t a l : 128 152 VI SILABUS ASDE Sedang dalam pengembangan . Analisa sistem peralatan ASDE System : Ujian / Evaluasi : a.V No 1 KURIKULUM ASDE MATA PELAJARAN Teori umum peralatan ASDE System : a. Pemeliharaan pencegahan d. Pemeliharaan perbaikan Praktek : a. Penggunaan alat ukur c. Fungsi b. Trouble shooting e.

Pendidikan minimal adalah Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. ASDE ini dapat mengetahui jarak.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING AERODRUME SURFACE DETECTION EQUIPMENT SYSTEM 220 Jam Pelajaran Kode : ASDE-A /KPP Teori : 96 Jam Praktek : 124 Jam I PENDAHULUAN Aerodrume Serface Detection Eqyuipment (ASDE) adalah peralatan pengamatan yang digunakan oleh pengatur lalu lintas udara dalam mengamati pergerakan dari pesawat udara disekitar aerodrume dan ground movement melalui suatu layar tampilan. terlatih dan ahli dalam melaksanakan mengoperasikan dan pemeliharaan peralatan ASDE serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya III PERSYARATAN a. posisi dan arah pesawat udara. dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. Dalam rangka implementasi UU Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP Nomor 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Aerodrume Serface Detection Eqyuipment (ASDE) wajib memperoleh pendidikan dan pelatihan melalui program diklat rating yang sesuai. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana yang dipersyaratkan guna memperoleh rating ASDE. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. b. . IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ASDE.

Analisa sistem peralatan ASDE System : Ujian / Evaluasi : a. Pemeliharaan pencegahan b. Trouble shooting e. Teori penunjang c. Pemeliharaan perbaikan Praktek : a. Praktek KODE ASDE-A/A/1 Jumlah Jam Pelajaran TEORI PRAKTE 24 2 ASDE-A/A/2 16 3 4 ASDE-A/A/3 ASDE-A/A/4 32 16 5 ASDE-A/A/5 92 6 ASDE-A/A/6 8 32 T o t a l : 96 124 VI SILABUS ASDE Sedang dalam pengembangan . Fungsi b. Dokumen terkait Teknik peralatan ASDE System : a. Penggunaan alat ukur c. Pengoperasian b.V No 1 KURIKULUM ASDE MATA PELAJARAN Teori umum peralatan ASDE System : a. Teori rinci peralatan b. Blok dan circuit diagram c. Teori b. Rencana instalasi Prosedur pengoperasian ASDE System : Pemeliharaan : a. Pemeliharaan pencegahan d.

. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. PERSYARATAN : a. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Dalam rangka implementasi UU No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING INSTRUMENT LANDING SYSTEM/ RUNWAY VISUAL RANGE (ILS/RVR) KODE ILS/RVR-A/KPBP Teori : 180 Jam Praktek : 100 Jam 300 Jam Pelajaran I. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. b. PENDAHULUAN Instrument Landing System ( ILS) adalah peralatan navigasi udara yang berfungsi untuk memberikan sinyal panduan arah pendaratan (azimuth). III. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ILS. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. maka teknisi yang mengopersikan dan memelihara fasilitas ILS wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan II. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating ILS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ILS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. sudut luncur (glide path) dan jarak terhadap titik pendaratan dengan presisi kepada pesawat udara yang akan melakukan pendaratan di suatu bandara. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. IV.

Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. Mata Pelajaran Kode Teori 20 Praktek 1. 5. Penggunaan alat ukur c. Kriteria Penempatan Peralatan ILS Prosedur Pengoperasian ILS Pemeliharaan peralatan ILS a. Dokumen terkait dari ICAO/FAA Teknik peralatan a. a. Pemelihaaan Pencegahan d. Pengoperasian b. Teori terinci peralatan ILS b. Teori b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek pada peralatan ILS a. 6. Teori peralatan Instrument Landing System (ILS). Blok dan circuit diagram ILS c. Trouble shooting e. KURIKULUM Jam Pelajaran No. 2. Pemeliharaan pencegahan b. Teori penunjang c. 4. Fungsi peralatan ILS b. 3. Praktek Jumlah Jam Pelajaran ILS/RVR -A/A/1 ILS/RVR -A/A/2 96 ILS/RVR -A/A/3 ILS/RVR -A/A/4 20 40 ILS/RVR -A/A/5 90 ILS/RVR -A/A/6 4 30 180 120 .V.

ILS receiver .DME ILS .enam bulanan. . Fungsi peralatan ILS b.Buku Radio Navigation .RVR .VI.Pelayanan dan Analisa hasil Flight Comm / periodik.8071 Vol. 8071 Vol.Kategori ILS . No. Blok dan Circuit diagram peralatan ILS c.tahunan.Patern dan cakupan ILS .ICAO DOC. penempatan dan cakupan peralatan ILS. a. Dokumen terkait dari ICAO / FAA TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL T Agar para peserta mengetahui dan memahami fungsi peralatan ILS dalam menunjang operasi keselamatan penerbangan serta acuan /institusi yang dianut.Pengoperasian ILS dengan lokal dan remote.Pelaksanaan ground Check 20 P PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN . I 3.Besaran dan adjustment parameter ILS .Space modulation . Teori Penunjang c.ILS single/dual Frek . . mingguan. Agar para peserta mengetahui dan memahami cara kerja secara sistem.RVR .Buku manual peralatan ILS .Buku manual peralatan ILS 4.Prinsip kerja ILS: .DME ILS . 2. tiga bulanan. SILABI MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori peralatan ILS. Pemeliharaan Agar para peserta mampu melaksanakan pemeliharaan peralatan ILS dengan benar.Tipe-tipe ILS . .RMMC .Fungsi dan teori penunjang dalam pengoperasian peralatan ILS.Flight Inspection Report ILS 16 16 . Teknik peralatan a.ICAO ANNEX 10 Vol. . II . 8 .ICAO DOC. Kriteria penempatan peralatan ILS 16 16 12 8 8 8 8 8 6 6 20 . bulanan.ICAO ANNEX 10 Air 1. II .Pemeliharaan/pengechekan berkala : harian. Prosedur pengoperasian Agar para peserta mampu melaksanakan pengoperasian peralatan ILS dengan benar . .Blok diagram ILS: .Sitting kriteria: . Teori terinci peralatan ILS b.RCMS .

I . penggunaan alat ukur.No. Pemeliharaan pencegahan d.Melaksanakan pengoperasian. Pengoperasian b. Penggunaan alat ukur c.ICAO DOC.Buku manual peralatan ILS: . mencari penyebab serta menganalisa kerusakan pada ILS 6. 4 30 .Buku manual yang terkait 5.Memberikan soal-soal tertulis dan memberikan troubel shooting pada peralatan ILS kepada peserta. menggunakan alat ukur elektronik.8071 Vol. Agar para peserta dapat mengoperasikan Peralatan ILS. .II .ICAO ANNEX 10 Vol. Untuk mengetahui para perserta dalam memahami peralatan ILS yang didapatkan selama pelatihan. Ujian/evaluasi . melakukan prosedur pemeliharaan dengan benar serta dapat menganalisa/melokalisir kerusakan yang terjadi pada ILS.Buku manual ILS . Analisis sistim peralatan TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL T P 90 PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN . Trouble Shooting e. MATA PELAJARAN (TOPIK) Praktek a.

III. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating ILS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. b. PENDAHULUAN Instrument Landing System ( ILS) adalah peralatan navigasi udara yang berfungsi untuk memberikan sinyal panduan arah pendaratan (azimuth). PERSYARATAN : a. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. sudut luncur (glide path) dan jarak terhadap titik pendaratan dengan presisi kepada pesawat udara yang akan melakukan pendaratan di suatu bandara. . sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ILS. Dalam rangka implementasi UU No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. maka teknisi yang mengopersikan dan memelihara fasilitas ILS wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan II. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. IV. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING INSTRUMENT LANDING SYSTEM/ RUNWAY VISUAL RANGE (ILS/RVR) KODE ILS/RVR-A/KPBP Teori : 120 Jam Praktek : 100 Jam 220 Jam Pelajaran I. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ILS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika.

a. 6. Teori b. Blok dan circuit diagram ILS c. Pengoperasian b. Dokumen terkait dari ICAO/FAA Teknik peralatan a. Pemeliharaan pencegahan b. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. 2. Pemeliharaan Perbaikan Praktek pada peralatan ILS a. Praktek Jumlah Jam Pelajaran ILS/RVR-A/T/1 ILS/RVR -A/T/2 88 ILS/RVR -A/T/3 ILS/RVR -A/T/4 20 40 ILS/RVR -A/T/5 80 ILS/RVR -A/T/6 4 20 120 100 . Penggunaan alat ukur c. KURIKULUM Jam Pelajaran No. Mata Pelajaran Kode Teori 20 Praktek 1. Kriteria Penempatan Peralatan ILS Prosedur Pengoperasian ILS Pemeliharaan peralatan ILS a. Teori terinci peralatan ILS b. 3. 5. Pemelihaaan Pencegahan d. Fungsi peralatan ILS b. Teori peralatan Instrument Landing System (ILS).V. 4. Teori penunjang c.

tiga bulanan. .ICAO ANNEX 10 Air 1. .ICAO DOC.Pemeliharaan/pengechekan berkala : harian. Pemeliharaan Agar para peserta mampu melaksanakan pemeliharaan peralatan ILS dengan benar.Space modulation . 6 .Prinsip kerja ILS: . Kriteria penempatan peralatan ILS 10 10 8 6 6 8 8 8 4 4 6 .RMMC .Buku Radio Navigation .Kategori ILS . .Tipe-tipe ILS . Prosedur pengoperasian Agar para peserta mampu melaksanakan pengoperasian peralatan ILS dengan benar .Pelaksanaan ground Check 20 P PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN .ILS receiver . mingguan.ICAO ANNEX 10 Vol. I 3.Fungsi dan teori penunjang dalam pengoperasian peralatan ILS.Pelayanan dan Analisa hasil Flight Comm / periodik.Buku manual peralatan ILS 4. Dokumen terkait dari ICAO / FAA TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL T Agar para peserta mengetahui dan memahami fungsi peralatan ILS dalam menunjang operasi keselamatan penerbangan serta acuan /institusi yang dianut. penempatan dan cakupan peralatan ILS.Buku manual peralatan ILS . a.Besaran dan adjustment parameter ILS .ICAO DOC. Agar para peserta mengetahui dan memahami cara kerja secara sistem.RVR .Flight Inspection Report ILS 8 4 . Fungsi peralatan ILS b. Teori Penunjang c. II . .enam bulanan.Blok diagram ILS: . bulanan. Teori terinci peralatan ILS b. II . Blok diagram peralatan ILS c.Pengoperasian ILS dengan lokal dan remote. 2. .Patern dan cakupan ILS . SILABI MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori peralatan ILS.ILS single/dual Frek .Sitting kriteria: .RVR .8071 Vol. Teknik peralatan a.VI. No.tahunan.DME ILS . 8071 Vol.RCMS .DME ILS .

MATA PELAJARAN (TOPIK) Praktek a. melakukan prosedur pemeliharaan dengan benar serta dapat menganalisa/melokalisir kerusakan yang terjadi pada ILS.II . menggunakan alat ukur elektronik.ICAO DOC. I .8071 Vol.Buku manual ILS . Pemeliharaan pencegahan d. Penggunaan alat ukur c. .No.Memberikan soal-soal tertulis dan memberikan troubel shooting pada peralatan ILS kepada peserta. penggunaan alat ukur.Buku manual peralatan ILS: . Untuk mengetahui para perserta dalam memahami peralatan ILS yang didapatkan selama pelatihan.ICAO ANNEX 10 Vol. Trouble Shooting.Melaksanakan pengoperasian. Ujian/evaluasi .Buku manual yang terkait 5. Agar para peserta dapat mengoperasikan Peralatan ILS. Pengoperasian b. mencari penyebab serta menganalisa kerusakan pada ILS 6. 4 20 . TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL T P 80 PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN .

PERSYARATAN : a. b. . sudut luncur (glide path) dan jarak terhadap titik pendaratan dengan presisi kepada pesawat udara yang akan melakukan pendaratan di suatu bandara. maka teknisi yang mengopersikan dan memelihara fasilitas Sattelite Landing System (DGPS) wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan II. PENDAHULUAN Sattelite Landing System (DGPS) adalah peralatan bantu fasilitas pendaratan berbasis satelit yang berfungsi untuk memberikan sinyal panduan arah pendaratan (azimuth). 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. III. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Sattelite Landing System (DGPS). IV. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Sattelite Landing System (DGPS) dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Sattelite Landing System (DGPS) serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING SATTELITE LANDING SYSTEM (DIFFERENTIAL GLOBAL POSITIONING SYSTEM) KODE DGPS-A/KPBP Teori : 180 Jam Praktek : 120 Jam 300 Jam Pelajaran I. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Dalam rangka implementasi UU No.

Pemeliharaan Perbaikan Praktek pada peralatan Sattelite Landing System (DGPS) a. Fungsi peralatan Sattelite Landing System (DGPS) b.V. Pemelihaaan Pencegahan d. Blok dan circuit diagram Sattelite Landing System (DGPS) c. 2. Pemeliharaan pencegahan b. Dokumen terkait dari ICAO/FAA Teknik peralatan a. Mata Pelajaran Kode Teori 20 Praktek 1. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Teori terinci peralatan Sattelite Landing System (DGPS) b. Kriteria Penempatan Peralatan Sattelite Landing System (DGPS) Prosedur Pengoperasian Sattelite Landing System (DGPS) Pemeliharaan peralatan Sattelite Landing System (DGPS) a. Pengoperasian b. Teori b. 4. Penggunaan alat ukur c. Praktek Jumlah Jam Pelajaran DGPS -A/A/1 DGPS -A/A/2 96 DGPS -A/A/3 DGPS -A/A/4 20 40 DGPS -A/A/5 90 DGPS -A/A/6 4 180 30 120 VI. Teori peralatan Sattelite Landing System (DGPS). SILABI Silabi sedang dalam pengembangan . a. 5. Teori penunjang c. 6. KURIKULUM Jam Pelajaran No. 3.

. PERSYARATAN : a. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Sattelite Landing System (DGPS) dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. PENDAHULUAN Sattelite Landing System (DGPS) adalah peralatan bantu fasilitas pendaratan berbasis satelit yang berfungsi untuk memberikan sinyal panduan arah pendaratan (azimuth).DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING SATTELITE LANDING SYSTEM (DIFFERENTIAL GLOBAL POSITIONING SYSTEM) KODE DGPS-A/KPBP Teori : 120 Jam Praktek : 100 Jam 220 Jam Pelajaran I. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. sudut luncur (glide path) dan jarak terhadap titik pendaratan dengan presisi kepada pesawat udara yang akan melakukan pendaratan di suatu bandara. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. b. Dalam rangka implementasi UU No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. maka teknisi yang mengopersikan dan memelihara fasilitas Sattelite Landing System (DGPS) wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan II. IV. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. III. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Sattelite Landing System (DGPS) serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Sattelite Landing System (DGPS).

3. Pemeliharaan pencegahan b. Teori penunjang c. Penggunaan alat ukur c. 4. Dokumen terkait dari ICAO/FAA Teknik peralatan a.V. Blok dan circuit diagram Sattelite Landing System (DGPS) c. Pengoperasian b. 6. Teori peralatan Sattelite Landing System (DGPS). Kriteria Penempatan Peralatan Sattelite Landing System (DGPS) Prosedur Pengoperasian Sattelite Landing System (DGPS) Pemeliharaan peralatan Sattelite Landing System (DGPS) a. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. SILABI Silabi sedang dalam pengembangan . Teori terinci peralatan Sattelite Landing System (DGPS) b. Pemelihaaan Pencegahan d. 5. Teori b. 2. Mata Pelajaran Kode Teori 20 Praktek 1. Pemeliharaan Perbaikan Praktek pada peralatan Sattelite Landing System (DGPS) a. a. Praktek Jumlah Jam Pelajaran DGPS -A/T/1 DGPS -A/T/2 88 DGPS -A/T/3 DGPS -A/T/4 20 40 DGPS -A/T/5 80 DGPS -A/T/6 4 20 120 100 VI. Fungsi peralatan Sattelite Landing System (DGPS) b. KURIKULUM Jam Pelajaran No.

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING SECURITY EQUIPMENT 300 Jam Pelajaran Teori : 172 Jam Praktek : 128 Jam KODE SE-A/KPFP I. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Security Equipment wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. . Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. PERSYARATAN : a. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. III. II. Dalam rangka implementasi UU No. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. PENDAHULUAN Security Equipment adalah peralatan penunjang fasilitas penerbangan yang digunakan untuk mendeteksi barang yang akan masuk daerah steril di Bandar Udara. b. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Security Equipment serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. untuk menunjang keamanan dan keselamatan penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan/keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Security Equipment dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating.

Pemeliharaan pencegahan b. 6. Teori rinci peralatan b. 2. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Security Equipment sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Teori umum peralatan a. Pemelihaaan Pencegahan d. Fungsi b. Pengoperasian b. Teori b. Teori penunjang c. Trouble shooting e. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Teori 32 Pelajaran Praktek 1. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. 3. 4.IV. 5. Penggunaan alat ukur c. Praktek SE-A/A /1 SE-A/A /2 112 SE-A/A /3 SE-A/A /4 8 16 SE-A/A/5 96 SE-A/A/6 4 172 32 128 . V. Blok dan circuit diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. KURIKULUM No.

• • • • • • Fungsi / kegunaan peralatan Teori sinar X Elektro magnetic Teknik elektronika dan digital Sistem pengamanan Bandara 32 P 1. Blok dan circuit diagram c. - − 2. Teori rinci peralatan b. serta ketentuan keamanan dan keselamatan penerbangan. MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a.VI. SILABI No. Rencana instalasi * Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prinsip kerja peralatan X-ray : • Blok diagram • Power Supply system • Conveyor system • Scanning system • X-ray system • Sensor system • Control system • Image generating system • Monitoring system Metal Detector : • Blok diagram • Power Supply system • Detector dan Control system • Monitoring system 72 20 . Teknik peralatan a. Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN − − − Annex 17 Manual Book Ketentuan – ketentuan mengenai penggunaan radio aktif (BATAN) T • Agar peserta memahami kegunaan teori pendukung peralatan. Fungsi b. Teori penunjang c.

Teori b. Ujian/Evaluasi a. Prosedur Pengoperasian • Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan 4. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Explosive Detector : • Blok diagram • Power Supply system • Detector dan Control system • Monitoring system 20 P 3. Pemeliharaan a. Pemelihaaan Pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan * • Agar peserta memahami prosedur pemeliharaan dan perbaikan peralatan • Prosedur pengoperasian Xray • Prosedur pengoperasian Metal Detector • Prosedur pengoperasian Explosive Detector • Pemeliharaan berkala • Analisis kerusakan dan perbaikan peralatan Pelatihan : • Pengoperasian • Penggunaan alat ukur • Pemeliharaan pencegahan • Trouble shooting • Analisa sistem peralatan 4 2 2 8 8 • Agar peserta memiliki keahlian dalam pengoperasian. Pengoperasian b. 5. .No. e. Praktek Evaluasi kompetensi peserta • • Teori Praktek 4 32 . trouble shooting dan analisa peralatan 16 16 16 24 24 6. Pemeliharaan pencegahan b. Penggunaan alat ukur c. d. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. pemeliharaan.

untuk menunjang keamanan dan keselamatan penerbangan. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. Dalam rangka implementasi UU No. PENDAHULUAN Security Equipment adalah peralatan penunjang fasilitas penerbangan yang digunakan untuk mendeteksi barang yang akan masuk daerah steril di Bandar Udara.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING SECURITY EQUIPMENT 220 Jam Pelajaran Teori : 140 Jam Praktek : 80 Jam KODE SE-A/KPFP I. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Security Equipment serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Security Equipment wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. . serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. II. III. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. b. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. PERSYARATAN : a. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan/keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Security Equipment dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih.

Teori umum peralatan a. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 32 1. Fungsi b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. 5. Pengoperasian b. 4. Praktek SE-A/T/1 SE-A/T/2 80 SE-A/T/3 SE-A/T/4 8 16 SE-A/T/5 48 SE-A/T/6 4 140 32 80 . Blok diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. 6. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Security sehingga fasilitas yang dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar dipersyaratkan. Teori rinci peralatan b. V. 2. 3. KURIKULUM No. Pemeliharaan pencegahan b. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Troble shooting Ujian/Evaluasi a. Teori penunjang c.IV. Penggunaan alat ukur c. Pemelihaaan Pencegahan d. Teori b.

Teknik peralatan a. • • • • • Fungsi / kegunaan peralatan Teori sinar X Elektro magnetic Teknik elektronika dan digital Sistem pengamanan Bandara 32 P 1. MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. Teori penunjang c.VI. Fungsi b. serta ketentuan keamanan dan keselamatan penerbangan. Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN − − − Annex 17 Manual Book Ketentuan – ketentuan mengenai penggunaan radio aktif (BATAN) T − Agar peserta memahami kegunaan teori pendukung peralatan. SILABI No. - − 2. Teori rinci peralatan b. Blok diagram • Agar peserta memahami prinsip kerja peralatan X-ray : • Blok diagram • Power Supply system • Conveyor system • Scanning system • X-ray system • Sensor system • Control system • Image generating system • Monitoring system Metal Detector : • Blok diagram • Power Supply system • Detector dan Control system • Monitoring system 48 16 .

Pemeliharaan a. Penggunaan alat ukur c. Pemelihaaan Pencegahan d. Praktek • Agar peserta memahami prosedur pemeliharaan dan perbaikan peralatan • Prosedur pengoperasian Xray • Prosedur pengoperasian Metal Detector • Prosedur pengoperasian Explosive Detector • Pemeliharaan berkala • Perbaikan peralatan 4 2 2 8 8 • Agar peserta memiliki ketrampilan dalam pengoperasian. Pemeliharaan pencegahan b. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Explosive Detector : • • • • Blok diagram Power Supply system Detector dan Control system Monitoring system 16 P 3. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a.No. Evaluasi kompetensi peserta • • Teori Praktek 4 32 . Teori b. 5. Pengoperasian b. Prosedur Pengoperasian • Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan 4. pemeliharaan dan trouble shooting. Pelatihan • Pengoperasian • Penggunaan alat ukur • Pemelihaaan Pencegahan • Trouble shooting 8 8 16 16 6. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a.

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING INTEGRATED SECURITY SYSTEM 300 Jam Pelajaran Teori : 172 Jam Praktek : 88 Jam KODE ISS-A/KPFP I. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. . Dalam rangka implementasi UU No. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Integrated Security System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. barang. kendaraan dan pesawat udara di Bandar Udara guna menunjang keamanan dan keselamatan penerbangan. II. b. PERSYARATAN : a. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. III. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Integrated Security System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Integrated Integrated Security System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. PENDAHULUAN Integrated Integrated Security System adalah peralatan penunjang fasilitas penerbangan yang terintegrasi untuk memantau lalu – lintas orang.

Teori umum peralatan a. Dokumen terkait Teknik peralatan a. 6. KURIKULUM No. Teori penunjang c. Teori b. 3. Pemeliharaan pencegahan b. Praktek ISS-A/A/1 ISS-A/A/2 112 ISS-A/A/3 ISS-A/A/4 8 24 ISS-A/A/5 96 ISS-A/A/6 4 32 172 128 . Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. Pemelihaaan Pencegahan d. 2. Trouble shooting e. Teori rinci peralatan b. Penggunaan alat ukur c.IV. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Integrated Security System sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Fungsi b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. 4. V. Pengoperasian b. Blok dan circuit diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. 5. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Teori 24 Pelajaran Praktek 1.

Teori penunjang c. Fungsi b. serta ketentuan keamanan dan keselamatan penerbangan. Teknik peralatan a. - 2.VI. • • • • Fungsi / kegunaan peralatan Teknik elektronika dan digital Komunikasi data Sistem pengamanan Bandara 4 8 8 4 P − − − − − Annex 17 Manual Book Open Sytem Networking & Data Comm. Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Agar peserta memahami kegunaan teori pendukung peralatan. Teori rinci peralatan b. Operating System Application System 1. MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. SILABI No. Blok dan circuit diagram • Agar peserta memahami prinsip kerja peralaan CCTV : • Blok diagram • Power Supply systemt • Camera system • Panic button Access Control : • Blok diagram • Sensor • Power supply • Card reader Fencing 16 8 8 8 8 4 4 4 • Sensor 4 Central System : • Blok diagram • Power Supply system • Operating System • Application System • Control system 4 4 4 4 8 .

Pengoperasian b. Trouble shooting e. Penggunaan alat ukur c. trouble shooting dan analisa peralatan Pelatihan : a.No. Pemeliharaan pencegahan b. Praktek • 8 16 • Agar peserta memiliki keahlian dalam pengoperasian. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • • • Monitoring system Recording System System manager • Prosedur pengoperasian Integrated Integrated Security System • • Pemeliharaan berkala Analisis kerusakan dan perbaikan peralatan 4 4 8 8 P 3. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. Pemeliharaan a. Teori Praktek 4 96 Evaluasi kompetensi peserta 32 . Penggunaan alat ukur c. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. b. Analisis sistem peralatan * a. pemeliharaan. Pengoperasian b. Pemelihaaan Pencegahan d. Pemelihaaan Pencegahan d. Trouble shooting e. Prosedur Pengoperasian • Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan Agar peserta memahami prosedur pemeliharaan dan perbaikan peralatan 4. 5. Teori b. 6.

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING INTEGRATED SECURITY SYSTEM 220 Jam Pelajaran Teori : 116 Jam Praktek : 64 Jam KODE ISS-A/KPFP I. PERSYARATAN : a. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Integrated Security System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. PENDAHULUAN Integrated Security System adalah peralatan penunjang fasilitas penerbangan yang terintegrasi untuk memantau lalu – lintas orang. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. III. IV. II. barang. b. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Integrated Security System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. . kendaraan dan pesawat udara di Bandar Udara guna menunjang keamanan dan keselamatan penerbangan. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Integrated Security System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Dalam rangka implementasi UU No. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dlm melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Integrated Security System sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.

Blok dan circuit diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Pengoperasian b.V. Fungsi b. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Pemelihaaan Pencegahan d. KURIKULUM No. Praktek ISS-A/T/1 ISS-A/T/2 70 ISS-A/T/3 ISS-A/T/4 8 16 ISS-A/T/5 32 ISS-A/T/6 4 32 116 64 . Teori b. 6. Teori penunjang c. Teori umum peralatan a. Dokumen terkait Teknik peralatan a. 4. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Teori 28 Pelajaran Praktek 1. 2. 3. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. 5. Teori rinci peralatan b. Pemeliharaan pencegahan b. Penggunaan alat ukur c.

Teori rinci peralatan b. Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Agar peserta memahami kegunaan teori pendukung peralatan.VI. Operating System Application System 1. MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. - 2. Teknik peralatan a. • • • • Fungsi / kegunaan peralatan Teknik elektronika dan digital Komunikasi data Sistem pengamanan Bandara 4 8 8 8 P − − − − − Annex 17 Manual Book Open Sytem Networking & Data Comm. SILABI No. Blok dan circuit diagram • Agar peserta memahami prinsip kerja peralaan CCTV : • Blok diagram • Power Supply systemt • Camera system • Panic button Access Control : • Blok diagram • Sensor • Power supply • Card reader Fencing 8 2 4 2 8 2 2 2 4 • Sensor 8 4 4 4 4 4 Central System : • Blok diagram • Power Supply system • Operating System • Application System • Control system . Fungsi b. serta ketentuan keamanan dan keselamatan penerbangan. Teori penunjang c.

Penggunaan alat ukur c. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Pengoperasian b. Praktek • 8 8 • Agar peserta memiliki keterampilan dalam pengoperasian. Pemelihaaan Pencegahan d. 5. Teori b. Pemeliharaan pencegahan b.No. Prosedur Pengoperasian • Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan Agar peserta memahami prosedur pemeliharaan dan perbaikan peralatan 4. pemeliharaan dan trouble shooting peralatan • Pelatihan dan pengaturan parameter 32 6. Evaluasi kompetensi peserta • Materi yang diberikan telah 4 32 . Pemeliharaan a. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • • Monitoring system Recording System • Prosedur pengoperasian Integrated Security System • • Pemeliharaan berkala Perbaikan peralatan 4 4 8 P 3.

SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. III. IV. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Centralized Information System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING CENTRALIZED INFORMATION SYSTEM 300 Jam Pelajaran Teori : 188 Jam Praktek : 112 Jam KODE CIS-A/KPFP I. Dalam rangka implementasi UU No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. b. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Centralized Information System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. . ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Centralized Information System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. PENDAHULUAN Centralized Information System adalah peralatan penunjang operasi Bandar udara yang digunakan untuk mengintegrasikan seluruh informasi penerbangan bagi para pengguna jasa di Bandar Udara. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Centralized Information System sehingga fasilitas yang dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. PERSYARATAN : a. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. II.

Pemeliharaan pencegahan b. CIS-A/A/6 4 32 188 112 . Teori b. Fungsi b. Pemelihaaan Pencegahan d. Penggunaan alat ukur c. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. CIS-A/A/5 48 6.V. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 64 1. Teori rinci peralatan b. KURIKULUM No. Trouble shooting e. 4. 2. Teori penunjang c. Teori umum peralatan a. Praktek CIS-A/A/1 CIS-A/A/2 64 32 CIS-A/A/3 CIS-A/A/4 24 32 5. 3. Pengoperasian b. Blok dan circuit diagram c. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Rencana instalasi * Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Dokumen terkait Teknik peralatan a.

VI. Pengembangan jaringan • • Blok diagram Power Supply system Operating System Application System Central Processing Unit Terminal Concentrator Unit DIRAM Peripheral Recording System Network Planning 8 4 4 4 12 4 8 8 4 8 16 3. Pemelihaaan Pencegahan Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan Agar peserta memahami prosedur pemeliharaan dan perbaikan peralatan • Prosedur pengoperasian 16 Pelatihan : • Pemeliharaan berkala • Analisis kerusakan perbaikan peralatan dan 8 16 • alat Agar peserta memiliki keahlian dalam pengoperasian. Trouble shooting 40 . Blok dan circuit diagram c. pemeliharaan. Pemeliharaan pencegahan d. Pengoperasian b. 16 8 2. Prosedur Pengoperasian • • 4. MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. Penggunaan ukur c. Agar peserta memahami prinsip kerja peralatan Agar peserta mampu merencanakan pengembangan jaringan • • • • • • • • • • • • • • Fungsi / kegunaan peralatan Teknik elektronika dan digital Komunikasi Data Sistem Informasi Bandara 4 16 P − − − − − Annex 14 Manual Book Open System Networking & Data comm. Penggunaan alat ukur c. Fungsi b. Operating System Application System 1. Pengoperasian b. Teori rinci peralatan b. Teori penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Agar peserta memahami teori pendukung serta fungsi peralatan untuk menunjang kelancaran. Pemeliharaan pencegahan b. ketertiban keamanan dan keselamatan penerbangan. Pemeliharaan perbaikan Praktek a. trouble shooting dan analisa peralatan Pelatihan : a. Teknik peralatan a. Pemeliharaan a. 5.. SILABI No.

TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T e. Evaluasi kompetensi peserta • • Teori Praktek 4 32 . Analisis peralatan * sistem P 6. Teori b.No. e. Prakterk d. MATA PELAJARAN (TOPIK) Trouble shooting Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a.

Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Centralized Information System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Centralized Information System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. PENDAHULUAN Centralized Information System adalah peralatan penunjang operasi Bandar udara yang digunakan untuk mengintegrasikan seluruh informasi penerbangan bagi para pengguna jasa di Bandar Udara. . SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. PERSYARATAN : a. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. b. III.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING CENTRALIZED INFORMATION SYSTEM 220 Jam Pelajaran Teori : 140 Jam Praktek : 80 Jam KODE CIS-A/KPFP I. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. II. Dalam rangka implementasi UU No. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Centralized Information System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih.

Teori umum peralatan a. 5. 4. Troble shooting Ujian/Evaluasi a. Praktek CIS-A/T/1 CIS-A/T/2 64 CIS-A/T/3 CIS-A/T/4 8 16 CIS-A/T/5 48 CIS-A/T/6 4 140 32 80 . Fungsi b. 6. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Penggunaan alat ukur c. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 48 1. Pemelihaaan Pencegahan d. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Teori penunjang c. Teori b.IV. Pemeliharaan pencegahan b. V. Teori rinci peralatan b. KURIKULUM No. Blok diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. 2. 3. Pengoperasian b. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Centralized Information System sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.

Teori penunjang c. Fungsi b. Teknik peralatan a. MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. • • • • Fungsi / kegunaan peralatan Teknik elektronika dan digital Komunikasi Data Sistem Informasi 8 16 16 8 P − − − − − Annex 14 Manual Book Open System Networking & Data comm.. Operating System Application System 1. - 2.VI. Blok diagram • Agar peserta memahami prinsip kerja peralatan • • • • • • • • • Blok diagram Power Supply system Operating System Application System Central Processing Unit Terminal Concentrator Unit DIRAM Peripheral Recording System Prosedur pengoperasian 8 4 4 4 16 8 8 8 4 8 3. SILABI No. Prosedur Pengoperasian • Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan • . Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Agar peserta memahami teori pendukung serta fungsi peralatan untuk menunjang kelancaran. ketertiban keamanan dan keselamatan penerbangan. Teori rinci peralatan b.

Penggunaan alat ukur c. pemeliharaan. Pemelihaaan Pencegahan d. kompetensi • • Teori Praktek 4 • • Pemeliharaan berkala Perbaikan peralatan 8 8 P 4. Pengoperasian b. Pemeliharaan pencegahan b.No. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Evaluasi peserta 32 . Praktek TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Agar peserta memahami prosedur pemeliharaan dan perbaikan peralatan Agar peserta memiliki keterampilan dalam pengoperasian. MATA PELAJARAN (TOPIK) Pemeliharaan a. 5. • Pelatihan • Pengoperasian • Penggunaan alat ukur • Pemelihaaan Pencegahan • Trouble shooting 48 6. trouble shooting. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Teori b.

. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. II.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING CLOSED CIRCUIT TELEVISION & ACCESS CONTROL 220 Jam Pelajaran Teori : 120 Jam Praktek : 80 Jam KODE CCTV & AC-B/KPFP I. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating CCTV & Access Control dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan CCTV & Access Control wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. b. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. Dalam rangka implementasi UU No. III. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan CCTV & Access Control serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas CCTV & Access Control sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. PERSYARATAN : a. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. PENDAHULUAN Closed Circuit Television & Access Control adalah peralatan penunjang fasilitas penerbangan untuk memantau lalu – lintas orang. IV. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. kendaraan dan pesawat udara di Bandar Udara. barang. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.

Teori rinci peralatan b. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. Pemelihaaan Pencegahan d.V. 6. Fungsi b. 4. Teori b. Blok diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Penggunaan alat ukur c. Teori penunjang c. 5. 2. 3. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. KURIKULUM No. Troble shooting e. Pemeliharaan pencegahan b. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Teori umum peralatan a. Praktek CCTV & AC-B/A/1 CCTV & AC-B/A/2 64 CCTV & AC-B/A/3 CCTV & AC-B/A/4 16 20 CCTV & AC-B/A/5 48 CCTV & AC-B/A/6 8 140 32 80 . Pengoperasian b. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 32 1.

No. Operating System Application System - 2. Blok dan circuit diagram • Agar peserta memahami prinsip kerja peralatan CCTV : • Blok diagram • Power Supply system • Camera system • Operating System • Application System • Control system • Monitoring system • Recording System Access Control : • Blok diagram • Sensor • Power supply • Card reader • Operating System • Application System • Control system • Monitoring system 36 28 . SILABI MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. serta ketentuan keamanan dan keselamatan penerbangan. 1. Teori rinci peralatan b. Teori penunjang c. Teknik peralatan a.VI. Fungsi b. • • • • Fungsi / kegunaan peralatan Teknik elektronika dan digital Komunikasi data Sistem pengamanan Bandara 8 8 8 8 P − − − − − Annex 17 Manual Book Open Sytem Networking & Data Comm. Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Agar peserta memahami kegunaan teori pendukung peralatan.

Penggunaan alat ukur c. Pengoperasian b. MATA PELAJARAN (TOPIK) Prosedur Pengoperasian TUJUAN • • Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan Agar peserta memahami prosedur pemeliharaan dan perbaikan peralatan • • • POKOK BAHASAN Prosedur pengoperasian CCTV & Access Control Pemeliharaan berkala Analisis kerusakan dan perbaikan peralatan JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T 16 P 4. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. Pemelihaaan Pencegahan d. 5. trouble shooting dan analisa peralatan 6. Pemeliharaan a. Teori b. Pemeliharaan pencegahan b. Trouble shooting e. 3. Evaluasi kompetensi peserta Pelatihan • Pengoperasian • Penggunaan alat ukur dan penyetelan parameter • Pemelihaaan Pencegahan • Trouble shooting • Analisis sistem peralatan * • Teori • Praktek 48 8 32 .No. pemeliharaan. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Praktek 4 16 • Agar peserta memiliki keahlian dalam pengoperasian.

PERSYARATAN : a. . II. b. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan CCTV & Access Control wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating CCTV & Access Control dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. kendaraan dan pesawat udara di Bandar Udara. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan CCTV & Access Control serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. PENDAHULUAN Closed Circuit Television & Access Control adalah peralatan penunjang fasilitas penerbangan untuk memantau lalu – lintas orang. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING CLOSED CIRCUIT TELEVISION & ACCESS CONTROL 150Jam Pelajaran Teori : 88 Jam Praktek : 62 Jam KODE CCTV & AC-B/KPFP I. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. Dalam rangka implementasi UU No. barang. III.

Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Penggunaan alat ukur c. V. Pemeliharaan pencegahan b. Teori umum peralatan a. Teori b. Teori penunjang c. 5. Pengoperasian b. Fungsi b. KURIKULUM No. 3. 4. Pemelihaaan Pencegahan d. Praktek CCTV & AC-B/T/1 CCTV & AC-B/T/2 44 CCTV & AC-B/T/3 CCTV & AC-B/T/4 8 8 CCTV & AC-B/T/5 32 CCTV & AC-B/T/6 4 88 30 62 . Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 24 1.. Teori rinci peralatan b. Troble shooting Ujian/Evaluasi a.IV. 6. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas CCTV & Access Control System sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. 2. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Blok diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a.

Teknik peralatan a. Fungsi b. Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Agar peserta memahami kegunaan teori pendukung peralatan. Teori penunjang c. 1. Teori rinci peralatan b. MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. • • • Fungsi / kegunaan peralatan Komunikasi data Sistem pengamanan Bandara 4 8 4 8 P − − − − − Annex 17 Manual Book Open Sytem Networking & Data Comm. Blok diagram • Agar peserta memahami prinsip kerja peralatan CCTV : • Blok diagram • Power Supply system • Camera system • Operating System • Application System • Control system • Monitoring system • Recording System Access Control : • Blok diagram • Sensor • Power supply • Card reader • Operating System • Application System • Control system • Monitoring system 24 20 . serta ketentuan keamanan dan keselamatan penerbangan. SILABI No.VI. Operating System Application System - 2.

5. Pemeliharaan pencegahan b. Teori b. 6. Praktek 4 4 • Agar peserta memiliki keterampilan dalam pengoperasian. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Penggunaan alat ukur c. MATA PELAJARAN (TOPIK) Prosedur Pengoperasian TUJUAN • • Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan Agar peserta memahami prosedur perbaikan peralatan • • • POKOK BAHASAN Prosedur pengoperasian CCTV & Access Control Pemeliharaan berkala Perbaikan peralatan JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T 8 P 4. Pengoperasian b. pemeliharaan dan trouble shooting peralatan. Evaluasi kompetensi peserta Pelatihan • Pengoperasian • Penggunaan alat ukur • Pemelihaaan Pencegahan • Trouble shooting • Teori • Praktek 32 8 30 . Pemeliharaan a. 3. Pemelihaaan Pencegahan d. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a.No.

maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Integrated Ground Communication System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. III. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. II. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Integrated Ground Communication System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. . SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING INTEGRATED GROUND COMMUNICATION SYSTEM 220 Jam Pelajaran Teori : 144 Jam Praktek : 76 Jam KODE IGCS-B/KPFP I. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Integrated Ground Communication System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. PERSYARATAN : a. PENDAHULUAN Integrated Ground Communication System adalah peralatan penunjang operasi Bandar udara yang digunakan untuk mengintegrasikan system komunikasi darat di lingkungan Bandar udara dengan meminimalkan penggunaan frekuensi guna menghindari gangguan terhadap frekuensi penerbangan Dalam rangka implementasi UU No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. b.

IV. Pemeliharaan pencegahan b. Teori penunjang Teknik peralatan a. Pengoperasian b. Teori b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Fungsi b. Teori rinci peralatan b. Pemelihaaan Pencegahan d. 5. 3. Teori umum peralatan a. 4. Rencana instalasi * Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. KURIKULUM No. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 40 1. Praktek IGCS-B/A/1 IGCS-B/A/2 68 IGCS-B/A/3 IGCS-B/A/4 8 24 IGCS-B/A/5 44 IGCS-B/A/6 4 144 32 76 . 6. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Integrated Ground Communication System sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. Penggunaan alat ukur c. 2. V. Blok dan circuit diagram c. Trouble shooting e.

Teknik peralatan a. SILABI No. Teori penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Agar peserta memahami teori pendukung serta fungsi peralatan untuk menunjang kelancaran. Fungsi b. Blok dan circuit diagram c. • • • • Fungsi / kegunaan peralatan Teknik elektronika dan digital Teori pemancar & Penerima Teori komunikasi data 4 P − − − − − Manual Book Transmitter & Receiver principle Operating System Applilcation System Ketentuan penyelenggaraan komunikasi radio dari Ditjen Hubud dan Ditjen Postel 1. Prosedur Pengoperasian • Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan • Prosedur pengoperasian Integrated Ground Communication System Pemeliharaan berkala 8 4. ketertiban keamanan dan keselamatan penerbangan. Teori rinci peralatan b. Regrouping • • Agar peserta memahami prinsip kerja peralatan Agar peserta mampu merencanakan pengaturan kelompok komunikasi • • • • • • • • • Blok diagram Operating System Applilcation System Power Supply system System Manager Base Station Site Controller Subscriber Regrouping Planning 8 4 4 4 8 8 16 8 8 3. 16 4 16 2. MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. Pemeliharaan • Agar peserta memahami • 8 .VI.

Teori b. Penggunaan alat ukur c. Praktek a. b. Penggunaan alat ukur c. Pemelihaaan Pencegahan d. pemeliharaan. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. trouble shooting dan analisa peralatan Pelatihan : a. MATA PELAJARAN (TOPIK) Pemeliharaan pencegahan Pemeliharaan Perbaikan • TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T prosedur pemeliharaan dan perbaikan peralatan • Analisis dan peralatan kerusakan perbaikan 16 P a. Analisis sistem peralatan * • • 48 6. Evaluasi kompetensi peserta Teori Praktek 4 32 . Trouble shooting e. Pemelihaaan Pencegahan d. Pengoperasian b.No. 5. Praktek Agar peserta memiliki keahlian dalam pengoperasian. Pengoperasian b. Trouble shooting e.

SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Integrated Ground Communication System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. b. PERSYARATAN : a. PENDAHULUAN Integrated Ground Communication System adalah peralatan penunjang operasi Bandar udara yang digunakan untuk mengintegrasikan system komunikasi darat di lingkungan Bandar udara dengan meminimalkan penggunaan frekuensi guna menghindari gangguan terhadap frekuensi penerbangan Dalam rangka implementasi UU No. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Integrated Ground Communication System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING INTEGRATED GROUND COMMUNICATION SYSTEM 150 Jam Pelajaran Teori : 88Jam Praktek : 62 Jam KODE IGCS-B/KPFP I. III. II. . MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Integrated Ground Communication System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan.

Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. 2. Teori b. Teori rinci peralatan b. 3. Blok dan circuit diagram c. KURIKULUM No. Pengoperasian b. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. Trouble shooting e. V. Praktek IGCS-B/T/1 IGCS-B/T/2 48 IGCS-B/T/3 IGCS-B/T/4 8 8 IGCS-B/T/5 32 IGCS-B/T/6 4 88 30 62 . Rencana instalasi * Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Pemelihaaan Pencegahan d. Penggunaan alat ukur c. Pemeliharaan pencegahan b. 5.IV. Fungsi b. Teori penunjang Teknik peralatan a. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 20 1. 4. Teori umum peralatan a. 6. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Integrated Ground Communication System sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.

ketertiban keamanan dan keselamatan penerbangan. SILABI No. Pemeliharaan pencegahan • Agar peserta memahami prosedur pemeliharaan dan • • Pemeliharaan berkala Perbaikan peralatan 4 4 . 8 2.VI. Pemeliharaan a. Teori rinci peralatan b. Fungsi b. • • • Fungsi / kegunaan peralatan Teknik elektronika dan digital Teori pemancar & penerima 4 8 P − − − − − Manual Book Transmitter & Receiver principle Operating System Applilcation System Ketentuan penyelenggaraan komunikasi radio dari Ditjen Hubud dan Ditjen Postel 1. Prosedur Pengoperasian • Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan 4. MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. Teori penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Agar peserta memahami teori pendukung serta fungsi peralatan untuk menunjang kelancaran. Blok diagram • Agar peserta memahami prinsip kerja peralatan • • • • • • • • • Blok diagram Operating System Applilcation System Power Supply system System Manager Base Station Site Controller Subscriber Prosedur pengoperasian Integrated Ground Communication System 8 4 4 4 4 8 8 8 8 3. Teknik peralatan a.

pemeliharaan. Pengoperasian b. 6. b. Pemelihaaan Pencegahan d. Penggunaan alat ukur c. Teori b. 5. MATA PELAJARAN (TOPIK) pencegahan Pemeliharaan Perbaikan • TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T perbaikan peralatan P b. Praktek Agar peserta keterampilan pengoperasian.No. Penggunaan alat ukur c. Pemelihaaan Pencegahan d. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Trouble shooting 32 Evaluasi kompetensi peserta a. shooting dan peralatan memiliki dalam trouble analisa Pelatihan : a. Pengoperasian b. Teori Praktek 4 30 . Praktek a.

b.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING FLIGHT INFORMATION DISPLAY SYSTEM 220 Jam Pelajaran Teori : 140 Jam Praktek : 80 Jam KODE FIDS-B/KPFP I. III. PERSYARATAN : a. Dalam rangka implementasi UU No. II. PENDAHULUAN Flight Information Display System adalah peralatan penunjang operasi Bandar Udara yang digunakan untuk menampilkan informasi penerbangan bagi para pengguna jasa di Bandar Udara. . serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Flight Information Display System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Flight Information Display System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Flight Information Display System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating.

IV. 6. Pemeliharaan pencegahan b. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. Teori penunjang Teknik peralatan a. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. 3. KURIKULUM No. Blok dan circuit diagram c. Teori umum peralatan a. Teori b. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 40 1. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Flight Information Display System sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Trouble shooting e. Penggunaan alat ukur c. Rencana instalasi * Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. 5. 2. 4. Pemelihaaan Pencegahan d. V. Praktek FIDS-B/A/1 FIDS-B/A/2 64 FIDS-B/A/3 FIDS-B/A/4 8 24 FIDS-B/A/5 56 FIDS-B/A/6 8 140 32 80 . Teori rinci peralatan b. Pengoperasian b. Fungsi b.

Teori rinci peralatan b. Fungsi b. Prosedur Pengoperasian • • 4. SILABI No. ketertiban keamanan dan keselamatan penerbangan. Pemeliharaan Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan Agar peserta memahami • • Prosedur pengoperasian 8 Pemeliharaan berkala 8 . Operating System Application System 1.VI. Pengembangan jaringan • • Agar peserta memahami prinsip kerja peralatan Agar peserta mampu merencanakan pengembangan jaringan • • • • • • • • Blok diagram Operating System System Aplikasi Power Supply system Central Processing Unit Interface. protocol Display monitor (TV. • • • • Fungsi / kegunaan peralatan Teknik elektronika dan digital Komunikasi Data Sistem Informasi 4 16 16 4 P − − − − − Annex 14 Manual Book Open System Networking & Data comm. Teori penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Agar peserta memahami teori pendukung serta fungsi peralatan untuk menunjang kelancaran. Teknik peralatan a. Dot Matrik.. Flap Board dan LED) Network Planning 8 4 4 4 16 8 8 8 3. - 2. Blok dan circuit diagram c. MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a.

pemeliharaan. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. 5. MATA PELAJARAN (TOPIK) Pemeliharaan pencegahan Pemeliharaan Perbaikan • TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T prosedur pemeliharaan dan perbaikan peralatan • Perbaikan peralatan 16 P a. trouble shooting dan analisa peralatan 6. Evaluasi kompetensi peserta Pelatihan : • Pengoperasian • Penggunaan alat ukur • Pemeliharaan pencegahan • Trouble shooting • Analisis sistem peralatan * • Teori • Praktek 48 4 32 . Penggunaan alat ukur c.No. Praktek a. Praktek Agar peserta memiliki keahlian dalam pengoperasian. Teori b. b. Pengoperasian b. Pemelihaaan Pencegahan d. Trouble shooting e.

Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING FLIGHT INFORMATION DISPLAY SYSTEM 150 Jam Pelajaran Teori : 88 Jam Praktek : 62 Jam KODE FIDS-B/KPFP I. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. b. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. PENDAHULUAN Flight Information Display System adalah peralatan penunjang operasi Bandar Udara yang digunakan untuk menampilkan informasi penerbangan bagi para pengguna jasa di Bandar Udara. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Flight Information Display System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. . MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Flight Information Display System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. PERSYARATAN : a. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. II. III. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Flight Information Display System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. Dalam rangka implementasi UU No. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No.

3. 5. KURIKULUM No. Teori rinci peralatan b.IV. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Teori b. 6. Teori umum peralatan a. Pemeliharaan pencegahan b. Rencana instalasi * Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Praktek FIDS-B/T/1 FIDS-B/T/2 44 FIDS-B/T/3 FIDS-B/T/4 8 8 FIDS-B/T/5 32 FIDS-B/T/6 4 88 30 62 . Pengoperasian b. Penggunaan alat ukur c. Pemelihaaan Pencegahan d. 4. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 24 1. V. Fungsi b. 2. Blok dan circuit diagram c. Teori penunjang Teknik peralatan a. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Flight Information Display System sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a.

Agar peserta memahami prinsip kerja peralatan • • • • • • • • • • • Fungsi / kegunaan peralatan Teknik elektronika dan digital Komunikasi Data Sistem Informasi Bandara Blok diagram Operating System System Aplikasi Power Supply system Central Processing Unit Interface..dan trouble shooting. SILABI MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. 8 4 2. Teknik peralatan a. Teori penunjang b. Pengoperasian b. pemeliharaan. ketertiban keamanan dan keselamatan penerbangan. Dot Matrik. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. No. Pelatihan • Pengoperasian • Penggunaan alat ukur • Pemelihaaan Pencegahan 32 . Operating System Application System 1. Pemeliharaan a. Penggunaan ukur c. Prosedur Pengoperasian • • 4. Teori penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Agar peserta memahami teori pendukung serta fungsi peralatan untuk menunjang kelancaran.VI. Pemelihaaan Pencegahan Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan Agar peserta memahami prosedur pemeliharaan dan perbaikan peralatan • • • 8 Pemeliharaan berkala Perbaikan peralatan 4 4 • alat Agar peserta memiliki keterampilan dalam pengoperasian. Pemeliharaan pencegahan b. 5. Flap Board dan LED) Prosedur pengoperasian 4 8 P − − − − − Annex 14 Manual Book Open System Networking & Data comm. Blok diagram • 8 4 4 4 8 8 8 3. Fungsi b. protocol Display monitor (TV.

Praktek Evaluasi kompetensi peserta a. 6. Teori b.No. b. Teori Praktek 4 30 . Ujian/Evaluasi a. MATA PELAJARAN (TOPIK) Pencegahan Trouble shooting TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Trouble shooting P d.

PERSYARATAN : a. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Check In System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. III. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. . ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Check In System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Check In System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. PENDAHULUAN Integrated Ground Communication System adalah peralatan penunjang operasi Bandar udara yang digunakan untuk mengintegrasikan system komunikasi darat di lingkungan Bandar udara dengan meminimalkan penggunaan frekuensi guna menghindari gangguan terhadap frekuensi penerbangan Dalam rangka implementasi UU No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING CHECK IN SYSTEM 220 Jam Pelajaran Teori : 144 Jam Praktek : 76 Jam KODE CI-B/KPFP I. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. b. II.

V. Praktek CI-B/A/1 CI-B/A/2 68 CI-B/A/3 CI-B/A/4 8 24 CI-B/A/5 44 CI-B/A/6 4 144 32 76 . Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 40 1. Teori b. 4. 6. Teori rinci peralatan b. Pemelihaaan Pencegahan d. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a.IV. Rencana instalasi * Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Trouble shooting e. Blok dan circuit diagram c. Penggunaan alat ukur c. Pengoperasian b. Teori umum peralatan a. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. 3. 2. Fungsi b. Pemeliharaan pencegahan b. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Check In System sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. 5. Teori penunjang Teknik peralatan a. KURIKULUM No.

SILABI (Sedang dalam Pengembangan) .VI.

03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Dalam rangka implementasi UU No. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Check In System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. III. . MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Check In System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING CHECK IN SYSTEM 150 Jam Pelajaran Teori : 88 Jam Praktek : 62 Jam KODE CI-B/KPFP I. PERSYARATAN : a. II. b. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Check In System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. PENDAHULUAN Check In System adalah peralatan penunjang operasi Bandar Udara yang digunakan untuk kelancaran pelayanan check in bagi para pengguna jasa di Bandar Udara. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan.

5. Praktek CI-B/T/1 CI-B/T/2 44 CI-B/T/3 CI-B/T/4 8 8 CI-B/T/5 32 CI-B/T/6 4 88 30 62 . Teori b. Rencana instalasi * Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Teori umum peralatan a. Blok dan circuit diagram c. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. 4. Pemeliharaan pencegahan b. Teori rinci peralatan b. Penggunaan alat ukur c. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Check In System sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. 2. Teori penunjang Teknik peralatan a.IV. V. Fungsi b. Pengoperasian b. 6. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 24 1. KURIKULUM No. 3. Pemelihaaan Pencegahan d.

VI. SILABI (Sedang dalam Pengembangan) .

15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. PENDAHULUAN Dalam rangka implementasi UU No. II.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI SERTIFIKAT KECAKAPAN AHLI TEKNISI LISTRIK PENERBANGAN KODE SKP-A/TLP 120 Jam Pelajaran I. 03 Tahun 2001 maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil listrik penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. MANFAAT YANG DIPEROLEH : Memiliki bukti kecakapan dalam bidang listrik penerbangan tingkat ahli serta kesempatan untuk menempuh Diklat rating. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. . IV. PERSYARATAN : Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik dan mekanikal. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi listrik penerbangan dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan yang cukup dalam ilmu listrik dan fasilitas listrik penerbangan dengan tujuan untuk memenuhi persyaratan memperoleh Sertifikat Kecakapan tingkat ahli. III.

PENGETAHUAN KEUDARAAN 1) 2) 3) 4) 5) Pembinaan Personil Penerbangan Hukum Penerbangan (Air Law) Peraturan Penerbangan (Rule of the Air) Manajemen LLU Manajemen Pemeliharaan : : : : : 8 Jam 8 Jam 16 Jam 8 Jam 8 Jam 48 jam B.V. PENGETAHUAN KHUSUS 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Pengetahuan Teknik Listrik Teknik Elektronika dan Digital Pembangkit Tenaga Listrik Sistem Transmisi dan Distribusi Alat-Alat Ukur dan Pengukuran Visual Aids Peralatan Elektromekanikal : : : : : : : 8 Jam 12 Jam 8 Jam 12 Jam 8 Jam 16 Jam 8 Jam 72 jam . KURIKULUM SERTIFIKAT PENERBANGAN KECAKAPAN AHLI TEKNISI LISTRIK A.

No. 40 Tahun 1995 PP. 100 Tahun 1988 Skep Dirjen Hubud No. 14 dan 17 Konvensi ICAO PP. − − − − − − − − − − − − − 2. No. teknisi penerbangan − − Sturktur Organisasi dan tata kerja Ditjen Hubud Angka Kredit untuk Jabatan Fungsional Teknisi Penerbangan. SKEP/176/VI/2001 TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P A. Pembinaan pegawai (PNS/BUMN) Etika profesi teknisi 8 − − − − − − UU No. SILABUS DIKLAT SERTIFIKAT KECAKAPAN AHLI TEKNISI LISTRIK PENERBANGAN No. No. PAN No. 16 Tahun 1994 KM. 3 Tahun 2001 3. 58 Tahun 1991 KM. 3 Tahun 2001 PP. Manajemen LLU Agar para peserta mengetahui dan memahami konsep optimasi pemanfaatan ruang udara dan pelayanan keselamatan penerbangan Organisasi ruang udara Pelayanan navigasi penerbangan Konsep CNS/ATM 8 - − − − − ICAO Global Plan ATS Planning Manual ATC Master Plan Indonesia Konsep Harmonisasi . 1. 15 Tahun 1992 Annexes : 10. 11. Peraturan Penerbangan (Rule of the Air) Keselamatan Penerbangan Keamanan Penerbangan Angkutan Udara Kebandarudaraan 16 - − − − 4. No.VI. 71 Tahun 1996 PP. No. 15 Tahun 1992 PP. Hukum Penerbangan (Air Law) Agar Perserta mengetahui dan memahami hukum penerbangan sipil nasional dan internasional Agar Perserta memahami peraturan-peraturan yang berkaitan dengan penerbangan sipil Konvensi ICAO Annexes ICAO Kedaulatan Negara 8 - − − − UU No. No. MATA PELAJARAN (TOPIK) PENGETAHUAN KEUDARAAN Pembinaan Personil Penerbangan − − Agar peserta memahami tugas pokok dan fungsi Ditjen Hubud Agar Peserta memahami ketentuan-ketentuan mengenai angka kredit teknisi penerbangan Agar Peserta memahami hak dan kewajiban sbg.

Semesteran dan Tahunan) dan Pengkalibrasian Tingkat Pemeliharaan Pemeriksaaan Peralatan 8 P − − Prosedur Pemeliharaan fasilitas elektronika dan listrik Skep Dirjen Hubud No. 1. − − B. “Electrical Technology. Triwulanan. 1984 Theraja B. . Mingguan.No. Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga.L. New Delhi1980. PENGETAHUAN KHUSUS Pengetahuan Teknik Listrik Agar peserta memahami dan menerapkan ilmu kelistrikan − − Rangkaian Listrik : • Hukum Kirchoff • Daya dan Energi • Listrik 1 fasa dan 3 fasa Bahan-bahan Listrik 8 - - - Joseph A. SKEP/40/II/1998 5. − − − − − Kebijakan Sistem Pemeliharaan Tujuan Program Pemeliharaan Konsepsi Pemeliharaan Prosedur Pengoperasian Peralatan Prosedur pemeliharaan Peralatan (Jadual Harian. Edminister. Bulanan. MATA PELAJARAN (TOPIK) Manajemen Pemeliharaan TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami ketentuan-ketentuan dalam pengoperasian dan pemeliharaan peralatan.

MATA PELAJARAN (TOPIK) Teknik Elektronika dan Digital TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan dapat menerapkan teknik elektronika dan digital Komponen Pasif Pengatur Tegangan Saklar Transistor Thyristor dan Triac Komparator Sistem Bilangan Gerbang Logika dan Aplikasinya Flip Flop dan multivibrator 12 P Wasito. “Vadekum Elektronika”. Karmon Singalingging. “Distribusi dan Utilitasi Tenaga Listrik”. UIP 2000 SEG. Sistem Transmisi dan Distribusi Agar peserta memahami dan mampu menganalisis sistem transmisi dan distribusi di Bandar Udara - SUTR SUTM Ground Cable Transformator Daya Panel TM Panel TR Panel ACOS Sistem Proteksi 12 - - - - Abdul Kadir. Gramedia 2001. 2. 1982. Manual Book 4. Manual Book AMF” . “Teknik Digital” Wasito. Abdul Kadir. “Transmisi Tenaga Listrik” UIP 1998. 3.No. “Pembangkit Listrikk Tenaga Surya” Tarsito 1994 Zuhal. “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb. Pembangkit Tenaga Listrik Agar peserta memahami dan mampu menganalisis cara kerja sistem pembangkit tenaga listrik - Generator Solar Cell Battery Cell Prime Mover UPS 8 - - - - Drs.

RCD. 14 Volume I JICA. Osamu Nishino. - 6. Soedjana Sapiie. “Pengukuran dan AlatAlat Ukur Listrik” . Dr. MC dan SC) ADGS 16 - - Annex. Pradnya Paramita 1979 Manual Book 5.No. The Seminar on Aerodrome Airport Lighting System Manual Book .PT. MATA PELAJARAN (TOPIK) Alat-Alat Ukur dan Pengukuran TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan dapat menggunakan alat-alat ukur dengan benar Oscilloscope Avometer Amperemeter Cable Fault Detector Phase Squence Indicator Cos phi meter Frekuensi meter Earth tester Harmonic Analizer Tachometer Lux meter 8 P Dr. Visual Aids Agar peserta memahami dan mampu menganalisis cara kerja fasilitas visual aids serta kriteria penempatan peralatan - Approach Light SQFL RTIL PAPI/TVASIS Runway Light Threshold Light Taxiway Light Signal dan Beacon Konfigurasi AFL Power dan control (CCR.

No. MATA PELAJARAN (TOPIK) Peralatan Elektromekanikal TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menganalisis cara kerja fasilitas elektromekanikal Air Conditioner Escalator Elevator Conveyor Travelator Automatic Door 8 P Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System 7. .

IV. III. II. 03 Tahun 2001 maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil listrik penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL SERTIFIKAT KECAKAPAN TERAMPIL TEKNISI LISTRIK PENERBANGAN KODE SKP-T/TLP 120 Jam Pelajaran I. PENDAHULUAN Dalam rangka implementasi UU No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. PERSYARATAN : Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik Listrik dan Mekanikal. MANFAAT YANG DIPEROLEH : Memiliki bukti kecakapan dalam bidang listrik penerbangan tingkat terampil serta kesempatan untuk menempuh Diklat rating. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. . MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi listrik penerbangan dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan yang cukup dalam ilmu listrik dan fasilitas listrik penerbangan dengan tujuan untuk memenuhi persyaratan memperoleh Sertifikat Kecakapan tingkat Terampil.

PENGETAHUAN KHUSUS 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Pengetahuan Teknik Listrik Teknik Elektronika dan Digital Pembangkit Tenaga Listrik Sistem Transmisi dan Distribusi Alat-Alat Ukur dan Pengukuran Visual Aids Peralatan Elektromekanikal : : : : : : : 8 Jam 12 Jam 8 Jam 12 Jam 8 Jam 16 Jam 8 Jam 72 jam .V. PENGETAHUAN KEUDARAAN 1) 2) 3) 4) 5) Pembinaan Personil Penerbangan Hukum Penerbangan (Air Law) Peraturan Penerbangan (Rule of the Air) Manajemen LLU Manajemen Pemeliharaan : : : : : 8 Jam 8 Jam 16 Jam 8 Jam 8 Jam 48 jam B. KURIKULUM SERTIFIKAT KECAKAPAN TERAMPIL TEKNISI LISTRIK PENERBANGAN A.

71 Tahun 1996 PP. 100 Tahun 1988 Skep Dirjen Hubud No.VI. 15 Tahun 1992 PP. 16 Tahun 1994 KM. No. PAN No. No. 3 Tahun 2001 3. − − − − − − − − − − − − − 2. No. No. Manajemen LLU Agar para peserta mengetahui dan memahami konsep optimasi pemanfaatan ruang udara dan pelayanan keselamatan penerbangan Organisasi ruang udara Pelayanan navigasi penerbangan Konsep CNS/ATM 8 - - − − − − ICAO Global Plan ATS Planning Manual ATC Master Plan Indonesia Konsep Harmonisasi . teknisi penerbangan − − Sturktur Organisasi dan tata kerja Ditjen Hubud Angka Kredit untuk Jabatan Fungsional Teknisi Penerbangan. 15 Tahun 1992 Annexes : 10. No. MATA PELAJARAN (TOPIK) PENGETAHUAN KEUDARAAN Pembinaan Personil Penerbangan − − Agar peserta memahami tugas pokok dan fungsi Ditjen Hubud Agar Peserta memahami ketentuan-ketentuan mengenai angka kredit teknisi penerbangan Agar Peserta memahami hak dan kewajiban sbg. 11. 40 Tahun 1995 PP. Peraturan Penerbangan (Rule of the Air) Keselamatan Penerbangan Keamanan Penerbangan Angkutan Udara Kebandarudaraan 16 - − − − 4. No. 1. Pembinaan pegawai (PNS/BUMN) Etika profesi teknisi 8 − − − − − − UU No. SKEP/176/VI/2001 TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P A. Hukum Penerbangan (Air Law) Agar Perserta mengetahui dan memahami hukum penerbangan sipil nasional dan internasional Agar Perserta memahami peraturan-peraturan yang berkaitan dengan penerbangan sipil Konvensi ICAO Annexes ICAO Kedaulatan Negara 8 - − − − UU No. 14 dan 17 Konvensi ICAO PP. 3 Tahun 2001 PP. 58 Tahun 1991 KM. SILABUS DIKLAT SERTIFIKAT KECAKAPAN TERAMPIL TEKNISI LISTRIK PENERBANGAN No.

L. “Electrical Technology. Bulanan. Triwulanan. 2. 1984 Theraja B. − − B. Edminister. Semesteran dan Tahunan) dan Pengkalibrasian Tingkat Pemeliharaan Pemeriksaaan Peralatan 8 P − − Prosedur Pemeliharaan fasilitas elektronika dan listrik Skep Dirjen Hubud No. New Delhi1980.No. 1. MATA PELAJARAN (TOPIK) Manajemen Pemeliharaan TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami ketentuan-ketentuan dalam pengoperasian dan pemeliharaan peralatan. Joseph A. PENGETAHUAN KHUSUS Pengetahuan Teknik Listrik Agar peserta mengetahui dan memahami ilmu dasar kelistrikan − − Rangkaian Listrik : • Hukum Kirchoff • Daya dan Energi • Listrik 1 fasa dan 3 fasa Bahan-bahan Listrik 8 - 1. Mingguan. − − − − − Kebijakan Sistem Pemeliharaan Tujuan Program Pemeliharaan Konsepsi Pemeliharaan Prosedur Pengoperasian Peralatan Prosedur pemeliharaan Peralatan (Jadual Harian. SKEP/40/II/1998 5. Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga. .

MATA PELAJARAN (TOPIK) Teknik Elektronika dan Digital TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami dasar-dasar teknik elektronika dan digital Komponen Pasif Pengatur Tegangan Saklar Transistor Thyristor dan Triac Komparator Sistem Bilangan Gerbang Logika dan Aplikasinya Flip Flop dan multivibrator 12 P 1. “Transmisi Tenaga Listrik” UIP 1998. “Pembangkit Listrikk Tenaga Surya” Tarsito 1994 Zuhal. Pembangkit Tenaga Listrik Agar peserta mengetahui dan memahami cara kerja pembangkit tenaga listrik - Generator Solar Cell Battery Cell Prime Mover UPS 8 - 1. Manual Book AMF” . 3. 2. 1982. Gramedia 2001. “Vadekum Elektronika”. 3. UIP 2000 SEG. 2. “Distribusi dan Utilitasi Tenaga Listrik”. Abdul Kadir. 2. 3.No. Abdul Kadir. Karmon Singalingging. “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb. Wasito. Sistem Transmisi dan Distribusi Agar peserta mengetahui dan memahami sistem transmisi dan distribusi di Bandar Udara - SUTR SUTM Ground Cable Transformator Daya Panel TM Panel TR Panel ACOS Sistem Proteksi 12 - 1. Drs. Manual Book 4. “Teknik Digital” Wasito. 2.

Soedjana Sapiie. 6. Pradnya Paramita 1979 Manual Book 5. 3. 2. MATA PELAJARAN (TOPIK) Alat-Alat Ukur dan Pengukuran TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami cara kerja alat ukur serta dapat melakukan pengukuran dengan benar Oscilloscope Avometer Amperemeter Cable Fault Detector Phase Squence Indicator Cos phi meter Frekuensi meter Earth tester Harmonic Analizer Tachometer Lux meter Approach Light SQFL RTIL PAPI/TVASIS Runway Light Threshold Light Taxiway Light Signal dan Beacon Konfigurasi AFL Power dan control (CCR.No.PT. Visual Aids Agar peserta mengetahui dan memahami fungsi dan cara kerja visual aids 16 1. RCD. Annex 14. Volume I JICA. Osamu Nishino. Dr. 2. MC dan SC) ADGS 8 P 1. Dr. “Pengukuran dan AlatAlat Ukur Listrik” . The Seminar on Aerodrome Airport Lighting System Manual Book .

Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System 7. 2. MATA PELAJARAN (TOPIK) Peralatan Elektromekanikal TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami fungsi dan cara kerja peralatan elektromekanikal Air Conditioner Escalator Elevator Conveyor Travelator Automatic Door 8 P 1.No. .

PENDAHULUAN Airfield Lighting (AFL) Control System adalah suatu sistem kontrol manajemen yang menggunakan komputer sehingga mampu memantau (memonitoring). ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan AFL Control System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. b. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating AFL Control System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. III. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan AFL Control System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. . yang mencakup nama peralatan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. mengatur dan merekam kegiatan peralatan airfield lighting system agar dapat bekerja secara tepat guna. IV. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas AFL Control System. Dalam rangka implementasi UU No. PERSYARATAN : a.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING AIRFIELD LIGHTINGCONTROL SYSTEM 272 Jam Pelajaran Teori : 132 Jam Praktek : 140 Jam KODE AFLCS-A/KPBP I. Sistem juga dapat melaporkan peralatan-peralatan yang telah tiba saat nya pemeliharaan berkalanya. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. letak peralatan. Sebagai contoh sistem ini dapat memberikan laporan terjadinya kelainan pada peralatan. II. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. waktu terjadinya dan bentuk kesalahan yang dapat tercetak pada alarm priter dan terekam dalam kumpulan data pada hard disk. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating.

Pemelihaaan Pencegahan d. KURIKULUM RATING AIRFIELD LIGHTING CONTROL SYSTEM No. Fungsi peralatan b. Teori umum peralatan a. 5. 4. Teori rinci peralatan b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Pengoperasian b. Penggunaan alat ukur c. Praktek AFLCS-A/A/1 AFLCS-A/A/2 64 AFLCS-A/A/3 AFLCS-A/A/4 8 16 AFLCS-A/A/5 124 AFLCS-A/A/6 4 16 132 140 . 2. 6. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 40 1. Teori b. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. Pemeliharaan pencegahan b.V. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Teori penunjang Teknik peralatan a. Trouble shooting e. Blok dan circuit diagram c. 3.

Fungsi Peralatan Teori Penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan AFL Control System a.Management Level • Taks of Management level • Control Desks • The Monitor in Controller • Programmable controller . b.VI.Interface level . 2. • Protocol/Interface • Operating System .Remote Control Desk 64 - 1. Siemens. 2. 3.PT Gramedia Pustaka Utama.Maintenance Center . “Manual Book “SICOMOS”. 1. Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Rencana Instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan AFL Control System a.Modulator Demodulator . 2.Automation level . ……. .. Teknik peralatan a.Sensoric actoric . b. ”Vadekum Elektronika”. Teori rinci peralatan . Fungsi Peralatan Teori Penunjang . b. c. Honeywell. “Manual Book Control and Monitoring System”. 2001 …. No.Programmable Logic Controller . SILABUS RATING AIRFIELD LIGHTING CONTROL SYSTEM MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a.Pengetahuan Komunikasi data • Dasar dasar Komputer • Sistem jaringan • Media transmisi.. Wasito S.Microprocessor 40 P 1.

c. Praktek a. P c. 6.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . b. Pemeliharaan a. Prosedur Pengoperasian Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian AFL Control System secara benar Prosedur pengoperasian AFL Control System 8 - 1. “Manual Book “SICOMOS”. Teori b. b. d. Pemeliharaan Pencegahan b. b.Pemeliharaan Berkala . trouble shooting dan analisis sistem a. Siemens.Panel Control Block dan circuit diagram AFL Control System Rencana Instalasi AFL Control System JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T b. Praktek 4 16 . ……. “Manual Book “SICOMOS”. “Manual Book Control and Monitoring System”. Pemeliharaan Pencegahan . Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. 2. 3. 4. e. Siemens.No. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN . “Manual Book Control and Monitoring System”. ……. 2. pemeliharaan AFL Control System secara benar.Trouble shooting 16 - 1. Siemens. e. Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan AFL Control System secara benar a. ……. Teori b. 5. “Manual Book Control and Monitoring System”. Honeywell. “Manual Book “SICOMOS”. d. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. c. 3. Ujian/Evaluasi a. 2. Honeywell. 3. Prosedur pengoperasian AFL Control System Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan 124 1. 3. Honeywell.

II. waktu terjadinya dan bentuk kesalahan yang dapat tercetak pada alarm priter dan terekam dalam kumpulan data pada hard disk.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING AIRFIELD LIGHTINGCONTROL SYSTEM 200 Jam Pelajaran Teori : 100 Jam Praktek : 100 Jam KODE AFLCS-A/KPBP I. b. III. . sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. yang mencakup nama peralatan. PENDAHULUAN Airfield Lighting (AFL) Control System adalah suatu sistem kontrol manajemen yang menggunakan komputer sehingga mampu memantau (memonitoring). Sebagai contoh sistem ini dapat memberikan laporan terjadinya kelainan pada peralatan. Dalam rangka implementasi UU No. IV. mengatur dan merekam kegiatan peralatan airfield lighting system agar dapat bekerja secara tepat guna. Sistem juga dapat melaporkan peralatan-peralatan yang telah tiba saat nya pemeliharaan berkalanya. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating AFL Control System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. letak peralatan. trampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan AFL Control System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Memiliki Sertifikat Kecakapan terampil Listrik Penerbangan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas AFL Control System. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan AFL Control System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. PERSYARATAN : a.

4.V. Pengoperasian b. Blok dan circuit diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. 2. 3. 5. Fungsi peralatan b. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 24 1. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Teori umum peralatan a. KURIKULUM RATING AIRFIELD LIGHTING CONTROL SYSTEM No. Praktek AFLCS-A/T/1 AFLCS-A/T/2 48 AFLCS-A/T/3 AFLCS-A/T/4 8 16 AFLCS-A/T/5 84 AFLCS-A/T/6 4 16 100 100 . Penggunaan alat ukur c. Teori rinci peralatan b. Teori penunjang Teknik peralatan a. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Teori b. 6. Pemelihaaan Pencegahan d. Pemeliharaan pencegahan b.

Interface level . Fungsi Peralatan Teori Penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan AFL Control System a.Sensoric actoric .Microprocessor 24 P 1. b. 2. Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan AFL Control System a.VI. 1. Honeywell.. Wasito S. ”Vadekum Elektronika”.Automation level .Programmable Logic Controller .Pengetahuan Komunikasi data • Dasar dasar Komputer • Sistem jaringan • Media transmisi. “Manual Book “SICOMOS”. 3. b.Remote Control Desk 48 - 1. ……. No. Teknik peralatan a. Teori rinci peralatan .. Siemens.PT Gramedia Pustaka Utama. Fungsi Peralatan Teori Penunjang . b. .Modulator Demodulator .Management Level • Taks of Management level • Control Desks • The Monitor in Controller • Programmable controller . SILABUS RATING AIRFIELD LIGHTING CONTROL SYSTEM MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. 2001 ….Maintenance Center . 2. • Protocol/Interface • Operating System . “Manual Book Control and Monitoring System”. 2.

“Manual Book Control and Monitoring System”. “Manual Book “SICOMOS”. Pemeliharaan a. 2. pemeliharaan AFL Control System secara benar dan trouble shooting a. “Manual Book “SICOMOS”. 5. ……. d. Siemens.Trouble shooting 16 - 1.No. 6. Siemens. Pemeliharaan Pencegahan b. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. Honeywell. “Manual Book Control and Monitoring System”. 3. Honeywell.Pemeliharaan Berkala . 3. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN . b. Honeywell. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. 4. P 3. Prosedur pengoperasian AFL Control System Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting 84 1. Siemens. d. Ujian/Evaluasi a. “Manual Book Control and Monitoring System”.Panel Control Block dan circuit diagram AFL Control System JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T b. c. Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan AFL Control System secara benar a. Praktek a.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . “Manual Book “SICOMOS”. Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian AFL Control System secara benar Prosedur pengoperasian AFL Control System 8 - 1. Pemeliharaan Pencegahan . Teori b. Praktek 4 16 . ……. 2. b. b. c. ……. 2. Teori b. 3.

yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. SQFL dan RTIL. b. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. SQFL dan RTIL wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. II. Sedangkan Runway Threshold Indentification Light (RTIL) adalah berupa 2 unit lampu yang berkedip (flash) terpasang di kedua sisi ujung landasan. PERSYARATAN : a. Dan Sequence Flashing Light (SQFL) adalah lampu-lampu yang dipasang pada tiap barret lampu approach yang menyala secara berkedip (flashing) searah dengan pendaratan pesawat. yang memberikan petunjuk kepada pesawat posisi ambang batas landasan (threshold). IV. PENDAHULUAN Constant Current Requlator (CCR) adalah suatu peralatan yang digunakan mengontrol suplai arus tetap pada peralatan Approach light. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan CCR. SQFL dan RTIL serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Runway light. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan CCR. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. SQFL dan RTIL dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. SQFL and RTIL KODE CCRSQFL-A/KPBP Teori : 140 Jam Praktek : 160 Jam 300 Jam Pelajaran I. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas CCR.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING CCR. PAPI/VASI System. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Threshold Light dan Taxiway light. . serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating CCR. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. III. Dalam rangka implementasi UU No.

Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. SQFL dan RTIL No. Penggunaan alat ukur c. Pengoperasian b. Pemelihaaan Pencegahan d. Blok dan circuit diagram c. Teori rinci peralatan b. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Teori b. 5. Pemeliharaan pencegahan b. KURIKULUM RATING CCR. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a.V. 2. Teori umum peralatan a. Praktek CCRSQFL-A/A/1 CCRSQFL -A/A/2 56 CCRSQFL -A/A/3 CCRSQFL -A/A/4 12 20 CCRSQFL -A/A/5 144 CCRSQFL -A/A/6 4 16 140 160 . Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 48 1. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. 3. 6. Teori penunjang c. Trouble shooting e. 4. Fungsi peralatan b.

SILABUS RATING CCR. Rencana Instalasi a.Rangkaian listrik. b. 2. 1. 4.CCR . Edminister. Visual Aids. Teori rinci peralatan Blok dan Ciruit diagram Rencan Instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan CCR. c.Prinsip-prinsip kerja CCR • Moving Coil CCR • Static type CCR • Thyristor CCR . 3. Block dan circuit diagram . Siemens. • SQFL • RTIL b. b. “Manual Book AFL”. Gramedia 2001. Honeywell. Fungsi peralatan Teori penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan CCR. Joseph A. Dokumen terkait .RTIL c.Aerodrome Design Manual Path 4. . 2. “Manual Book AFL”. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4. “Manual Book AFL”.. “Aerodrome”. 1984 Wasito.SQFL .VI. “Vadekum Elektronika”. 4.Prinsip kerja SQFL dan RTIL . Visual Aids. .Bagian-bagian penting • CCR. Annex 14. ADB. ………….Dasar-dasar Elektronika .Teori Digtal c. SQFL dan RTIL 56 - 1. “Manual Book AFL”. c.RTIL b. “Teknik Digital” Wasito. Teknik peralatan a.Annex 14 . SQFL dan RTIL Fungsi peralatan . 5. 48 P 1.CCR . SQFL dan RTIL MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a.SQFL . Teori Penunjang : . Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga. Teori rinci peralatan . 2. No. 3. a.

“Manual Book AFL”. d.RTIL 12 - 1. e. pemeliharaan CCR. b. e. “Manual Book AFL”. 2. c.CCR . “Manual Book AFL”. Honeywell. “Manual Book AFL”. b. SQFL dan RTIL secara benar. “Manual Book AFL”.. Prosedur pengoperasian Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. ADB. Siemens. “Manual Book AFL”. “Manual Book AFL”. Pemeliharaan Pencegahan . “Manual Book AFL”. b. ADB. SQFL dan RTIL Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan 144 1.. Siemens. Pemeliharaan a. 3. “Manual Book AFL”. “Manual Book AFL”. c. “Manual Book AFL”. “Manual Book AFL”. 3. SQFL dan RTIL secara benar a. Honeywell. …………. Prosedur pengoperasian CCR.Trouble shooting 20 1. ADB. trouble shooting dan analisis sistem a. 2. 4. Praktek a. d. …………. 2. SQFL dan RTIL secara benar Prosedur pengoperasian . Honeywell.. ………….SQFL .Pemeliharaan Berkala .Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . . 4. Siemens. b. Prosedur Pengoperasian Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian CCR. Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan CCR. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN CCR SQFL RTIL JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 3. 5. 4. 3.No. 4.

. Praktek 4 P 16 6. Teori b. Teori b.No. MATA PELAJARAN (TOPIK) Ujian/Evaluasi a. Praktek TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a.

SQFL and RTIL KODE CCRSQFL-A/KPBP Teori : 88 Jam Praktek : 112 Jam 200 Jam Pelajaran I. SQFL dan RTIL dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. II. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating CCR. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan CCR. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. PENDAHULUAN Constant Current Requlator (CCR) adalah suatu peralatan yang digunakan mengontrol suplai arus tetap pada peralatan Approach light. Dan Sequence Flashing Light (SQFL) adalah lampu-lampu yang dipasang pada tiap barret lampu approach yang menyala secara berkedip (flashing) searah dengan pendaratan pesawat. SQFL dan RTIL. b. Sedangkan Runway Threshold Indentification Light (RTIL) adalah berupa 2 unit lampu yang berkedip (flash) terpasang di kedua sisi ujung landasan. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan. PERSYARATAN : a. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas CCR. SQFL dan RTIL wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. Dalam rangka implementasi UU No. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan CCR. yang memberikan petunjuk kepada pesawat posisi ambang batas landasan (threshold). SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. SQFL dan RTIL serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. III. PAPI/VASI System. . Runway light.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING CCR. IV. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Threshold Light dan Taxiway light.

6. Pengoperasian b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. SQFL dan RTIL No. 4. Teori penunjang c. Pemelihaaan Pencegahan d. Penggunaan alat ukur c. KURIKULUM RATING CCR. Pemeliharaan pencegahan b.V. Teori rinci peralatan b. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. 3. 2. Teori b. Blok dan circuit diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1. Fungsi peralatan b. 5. Praktek CCRSQFL-A/T/1 CCRSQFL -A/T/2 44 CCRSQFL -A/T/3 CCRSQFL -A/T/4 8 16 CCRSQFL -A/T/5 96 CCRSQFL -A/T/6 4 16 88 112 . Teori umum peralatan a.

3. Joseph A. Edminister. b. a. “Manual Book AFL”. 2. “Aerodrome”. 3.Prinsip-prinsip kerja CCR • Moving Coil CCR • Static type CCR • Thyristor CCR . “Manual Book AFL”. SQFL dan RTIL 44 - 1. Teknik peralatan a. …………. Visual Aids. 2. No.RTIL b. Fungsi peralatan Teori penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan CCR. “Vadekum Elektronika”. 4.RTIL a. Annex 14.CCR . Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4. c. Visual Aids.Rangkaian listrik. . • SQFL • RTIL b.Aerodrome Design Manual Path 4. SILABUS RATING CCR. 4. SQFL dan RTIL Fungsi peralatan . Teori rinci peralatan Blok dan Ciruit diagram Agar peserta mengetahui dan memaham Teknik peralatan CCR. “Teknik Digital” Wasito. 5.Dasar-dasar Elektronika . Teori rinci peralatan . ADB.Bagian-bagian penting • CCR.Annex 14 . . Siemens. b. SQFL dan RTIL MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. Honeywell. “Manual Book AFL”. 1.Teori Digtal c. Teori Penunjang : .VI. Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga. “Manual Book AFL”. Gramedia 2001.CCR ..Prinsip kerja SQFL dan RTIL . Dokumen terkait .SQFL . 16 P 1. 2.SQFL . Block dan circuit diagram . 1984 Wasito.

SQFL dan RTIL secara benar Prosedur pengoperasian . Siemens. ADB. “Manual Book AFL”. Prosedur pengoperasian CCR..SQFL . b. …………. 3.Trouble shooting 16 1. SQFL dan RTIL Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting 1. 2.No. Prosedur pengoperasian CCR. Siemens. 96 5.. “Manual Book AFL”.CCR . Teori b. “Manual Book AFL”. c. SQFL dan RTIL Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memaham pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. Siemens.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . ADB. MATA PELAJARAN (TOPIK) Prosedur Pengoperasian TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memaham prosedur pengoperasian CCR. “Manual Book AFL”. ADB. d. “Manual Book AFL”. Praktek a.. Honeywell. 3. “Manual Book AFL”. 4. “Manual Book AFL”. Teori b. pemeliharaan CCR. Honeywell. 2. 4. Praktek 4 16 .Pemeliharaan Berkala . b. Pemeliharaan Pencegahan . Pemeliharaan a. “Manual Book AFL”. …………. 4. Ujian/Evaluasi a. 6. Honeywell. 3. d. Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta mengetahui dan memaham prosedur pemeliharaan CCR. “Manual Book AFL”.RTIL 8 P 1. “Manual Book AFL”. SQFL dan RTIL secara benar. 4. “Manual Book AFL”. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. SQFL dan RTIL secara benar a. c. 3. b. …………. dan trouble shooting a. 2. “Manual Book AFL”. b.

serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. taxiway dll. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan AFL Configuration serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. PENDAHULUAN Airfield Lighting (AFL) Configuration adalah sistem konfigurasi pemasangan peralatan Airfield Lighting System. III. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. b. . PERSYARATAN : a. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan AFL Configuration wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. threshold. Dalam rangka implementasi UU No. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas AFL Configuration. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating AFL Configuration dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. cara pemasangan dan fungsinya serta sistem pemeliharaan. penjelasan lampu-lampu dari AFL (approach. runway. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Didalam rating ini menjelaskan sistem konfigurasinya. II. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan.). SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. IV.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING AFL CONFIGURATION 200Jam Pelajaran Teori : Praktek : 108 Jam 88 Jam KODE AFLCFG-B/KPBP I.

Pemeliharaan pencegahan b. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Layout configurasi c. Teori b. Praktek AFLCFG-B/A/1 AFLCFG-B/A/2 48 AFLCFG-B/A/3 AFLCFG-B/A/4 8 16 AFLCFG-B/A/5 72 AFLCFG-B/A/6 4 16 108 88 . 2. 4.V. Trouble shooting e. Penggunaan alat ukur c. Teori umum peralatan a. KURIKULUM RATING AIRFIELD LIGHTING CONFIGURATION No. 3. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. 6. Teori penunjang c. Teori rinci peralatan b. Pemelihaaan Pencegahan d. Fungsi Peralatan b. Pengoperasian b. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. 5. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 32 1.

Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga.Konfigurasi AFL System . Annex 14.Annex 14. Layout konfigurasi AFL System . Visual Aids. Teori rinci peralatan .Topograpy c.PALS Cat I. Teori Penunjang . Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4. 1.VI. Aerodrome . c. Manual Book AFL . Teori rinci peralatan Layout konfigurasi Rencana instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan AFL System 48 - 1.Rangkaian listrik . Dokumen terkait . Visual Aids. 3. 2.……….Runway light . Annex 14. “Aerodrome Design Manual. II dan III MALS SALS Runway light Threshold light a. 32 P − 3.Threshold light .Bagian-bagian penting • Approach lighting • Runway light • Taxiway light • Threshold light • Stop Way light b. b. No.Approach lighting . Fungsi peralatan Teori Penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan AFL System Fungsi peralatan . Teknik peralatan a. b.Taxiway light . a. 2. Visual Aids. c. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4. Edminister. “Aerodrome”. Joseph A.Aerodrome Design Manual Path 4. SILABUS RATING AIRFIELD LIGHTING CONFIGURATION MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. b. 1984 1. 2.

Praktek a. b. b. 5. Pemeliharaan a. Ujian/Evaluasi a.Trouble shooting 16 - a. pemeliharaan AFL System secara benar. Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan Perbaikan a. 6. b. Teori b. d. c.Pemeliharaan Berkala . “Airport Maintenance Practice” Manual Book AFL b. Pemeliharaan Pencegahan . b. b. Praktek 4 16 . Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. d. Maintenance of Airport Visual and Facilities Airport Services Path 9. c. e. c. c. P 3. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. Maintenance of Airport Visual and Facilities Airport Services Path 9. trouble shooting dan analisis sistem a. Prosedur Pengoperasian Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian AFL System secara benar Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan AFL System secara benar Prosedur pengoperasian AFL System 8 - Manual Book AFL 4.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . “Airport Maintenance Practice” Manual Book AFL FAA. e. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN Taxiway light Rencana Instalasi AFL Configuration System JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T c.No. Prosedur pengoperasian AFL System Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan 72 a. Teori b. FAA.

cara pemasangan dan fungsinya serta sistem pemeliharaan. runway. II. b. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas AFL Configuration. PERSYARATAN : a. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating.). terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan AFL Configuration serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. . serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Dalam rangka implementasi UU No. Didalam rating ini menjelaskan sistem konfigurasinya. threshold. taxiway dll. III. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan AFL Configuration wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. PENDAHULUAN Airfield Lighting (AFL) Configuration adalah sistem konfigurasi pemasangan peralatan Airfield Lighting System. IV. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan. penjelasan lampu-lampu dari AFL (approach. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING AFL CONFIGURATION 144 Jam Pelajaran Teori : Praktek : 76 Jam 68 Jam KODE AFLCFG-B/KPBP I. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating AFL Configuration dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih.

Penggunaan alat ukur c. 4.V. 5. Teori umum peralatan a. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1. KURIKULUM RATING AIRFIELD LIGHTING CONFIGURATION No. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Pemelihaaan Pencegahan d. Teori penunjang c. Praktek AFLCFG-B/T/1 AFLCFG-B/T/2 32 AFLCFG-B/T/3 AFLCFG-B/T/4 8 16 AFLCFG-B/T/5 52 AFLCFG-B/T/6 4 16 76 68 . Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Layout configurasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Teori b. 2. Dokumen terkait Teknik peralatan a. 6. 3. Teori rinci peralatan b. Pengoperasian b. Pemeliharaan pencegahan b. Fungsi Peralatan b.

Layout konfigurasi AFL System . Teori rinci peralatan Layout konfigurasi Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan AFL System 32 - 1. SILABUS RATING AIRFIELD LIGHTING CONFIGURATION MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga.Annex 14. Teori rinci peralatan . 2. Manual Book AFL .Approach lighting .Rangkaian listrik . 1. c. Edminister. Teknik peralatan a. 2. 3. Annex 14.Bagian-bagian penting • Approach lighting • Runway light • Taxiway light • Threshold light • Stop Way light b. 16 P − 3. b. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4.Aerodrome Design Manual Path 4.Konfigurasi AFL System . Visual Aids. Fungsi peralatan Teori Penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan AFL System Fungsi peralatan . Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4. “Aerodrome Design Manual. Visual Aids. a. 2. Joseph A. “Aerodrome”. Dokumen terkait .……….Threshold light . 1984 1. Aerodrome .Topograpy c.PALS Cat I. b. No. Teori Penunjang . II dan III MALS SALS Runway light Threshold light a. Annex 14.Taxiway light . Visual Aids. b.Runway light .VI.

c. Teori b. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN Taxiway light JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 3. dan trouble shooting a.Pemeliharaan Berkala . Maintenance of Airport Visual and Facilities Airport Services Path 9. FAA. Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan Perbaikan a. Teori b.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . d. b. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. 6. “Airport Maintenance Practice” Manual Book AFL FAA. c. Maintenance of Airport Visual and Facilities Airport Services Path 9. Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian AFL System secara benar Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan AFL System secara benar Prosedur pengoperasian AFL System 8 - Manual Book AFL 4. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. Ujian/Evaluasi a. b. b. b. pemeliharaan AFL System secara benar. Pemeliharaan Pencegahan . c. Praktek 4 16 .No. Pemeliharaan a. “Airport Maintenance Practice” Manual Book AFL b. 5. d. b. Praktek a. Prosedur pengoperasian AFL System Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting 52 a. c.Trouble shooting 16 - a.

MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating PAPI/VASI System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. digantikan dengan PAPI atau APAPI sedangkan TVASI atau ATVASI tetap menjadi direkomendasikan. PERSYARATAN : a.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING PAPI/VASI SYSTEM 200 Jam Pelajaran Teori : Praktek : 108 Jam 88 Jam KODE PAPVAS-B/KPBP I. 3 BAR VASI. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. II. IV. PENDAHULUAN Fungsi dari VASIS adalah alat bantu pendaratan visual yang memancarkan cahaya dan memberi informasi kepada penerbang mengenai sudut luncur (Glide Slope) yang benar untuk dapat mendaratkan pesawatnya secara benar pula. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan PAPI/VASI System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. Secara umum fungsi PAPI sama dengan VASIS namun berbeda konfigurasi serta akurasi sudut pendaratannya. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. Sesuai dengan rekomendasi ICAO. III. Dalam rangka implementasi UU No. telah ditetapkan bahwa 2 BAR VASI. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas PAPI/VASI System. b. . maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan PAPI/VASI System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. 2 BAR AVASI dan 3 BAR AVASI sudah tidak lagi menjadi standard internasional sesudah tahun 1995. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No.

Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. Fungsi peralatan b. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 32 1. 3. Teori rinci peralatan b. 6. 4. Teori umum peralatan a.V. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Penggunaan alat ukur c. 5. Pemelihaaan Pencegahan d. Layout konfigurasi c. Trouble shooting e. 2. Praktek PAPVAS-B/A/1 PAPVAS-B/A/2 48 PAPVAS-B/A/3 PAPVAS-B/A/4 8 16 PAPVAS-B/A/5 72 PAPVAS-B/A/6 4 16 108 88 . Teori b. Teori penunjang c. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. KURIKULUM RATING PAPI/VASI SYSTEM No. Pengoperasian b. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Pemeliharaan pencegahan b.

b. Annex 14.Rangkaian listrik .Topografi c. Aerodrome . 3. Joseph A.Ground Check PAPI/VASI System 48 1. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4. Fungsi peralatan Teori Penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan PAPI/VASI System c. “Aerodrome”. b. Fungsi peralatan PAPI/ VASI System d. Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga. Teknik peralatan a. 2. 32 P 1.Optik .VI.. c. c.Bagian-bagian peralatan • PAPI System • VASI System . Manual Book PAPI/VASI System .Annex 14.Penempatan lokasi TVASI System • Runway tanpa ILS • Runway dengan ILS . Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4. Visual Aids. No. 2. Dokumen terkait . Teori rinci peralatan Layout konfigurasi Rencana instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan PAPI/VASI System a. 1984 …. 4.Aerodrome Design Manual Path 4. 3. 1. Annex 14. Visual Aids. Teori rinci peralatan . SILABUS RATING PAPI/VASI SYSTEM MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. Teori Penunjang .Penempatan lokasi PAPI System • Runway tanpa ILS • Runway dengan ILS . Edminister. “Aerodrome”. Visual Aids. 2.

Pemeliharaan Pencegahan .Clinometer . “Airport Maintenance Practice” Manual Book AFL 2.Alidade . 6. e. pemeliharaan PAPI/VASI System secara benar. Prosedur pengoperasian dan Ground Check : . trouble shooting dan analisis sistem a.No. b. e. c. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. d. b.Theodolite Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan 72 1. Praktek a.Pemeliharaan Berkala . FAA. b.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan Trouble shooting 16 - 1.VASI System Penggunaan alat ukur . Praktek 4 16 . POKOK BAHASAN Layout konfigurasi PAPI/ TVASI System Rencana Instalasi PAPI /TVASI System JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 3. 3. Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan Perbaikan a.PAPI System . Teori b. b. Maintenance of Airport Visual and Facilities Airport Services Path 9. Teori b. c. Prosedur Pengoperasian Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian PAPI/VASI System secara benar Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan PAPI/VASI System secara benar Prosedur pengoperasian PAPI/VASI System 8 - Manual System Book PAPI/VASI 4. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN b. “Airport Maintenance Practice” Manual Book AFL FAA. Pemeliharaan a. d. 5. c. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. 2. 3. Ujian/Evaluasi a. Maintenance of Airport Visual and Facilities Airport Services Path 9.

SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING PAPI/VASI SYSTEM 144 Jam Pelajaran Teori : Praktek : 76 Jam 68 Jam KODE PAPVAS-B/KPBP I. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Dalam rangka implementasi UU No. b. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. PERSYARATAN : a. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. 2 BAR AVASI dan 3 BAR AVASI sudah tidak lagi menjadi standard internasional sesudah tahun 1995. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan. . terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan PAPI/VASI System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. PENDAHULUAN Fungsi dari VASIS adalah alat bantu pendaratan visual yang memancarkan cahaya dan memberi informasi kepada penerbang mengenai sudut luncur (Glide Slope) yang benar untuk dapat mendaratkan pesawatnya secara benar pula. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Sesuai dengan rekomendasi ICAO. III. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan PAPI/VASI System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. Secara umum fungsi PAPI sama dengan VASIS namun berbeda konfigurasi serta akurasi sudut pendaratannya. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas PAPI/VASI System. telah ditetapkan bahwa 2 BAR VASI. 3 BAR VASI. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. IV. II. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating PAPI/VASI System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. digantikan dengan PAPI atau APAPI sedangkan TVASI atau ATVASI tetap menjadi direkomendasikan.

Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. 6. Pemeliharaan pencegahan b.V. 2. Teori rinci peralatan b. 4. Layout konfigurasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Praktek PAPVAS-B/T/1 PAPVAS-B/T/2 32 PAPVAS-B/T/3 PAPVAS-B/T/4 8 16 PAPVAS-B/T/5 52 PAPVAS-B/T/6 4 16 76 68 . 5. KURIKULUM RATING PAPI/VASI SYSTEM No. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1. Penggunaan alat ukur c. Teori umum peralatan a. Teori b. Teori penunjang c. Dokumen terkait Teknik peralatan a. 3. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Fungsi peralatan b. Pemelihaaan Pencegahan d. Pengoperasian b.

Bagian-bagian peralatan • PAPI System • VASI System . c. Teknik peralatan a. 1984 …. Joseph A. “Aerodrome”. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4. Visual Aids. Teori rinci peralatan Layout konfigurasi Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan PAPI/VASI System a.Aerodrome Design Manual Path 4.Ground Check PAPI/VASI System 32 - 1. 3. Teori rinci peralatan . Edminister. 1. Dokumen terkait . b. Manual Book PAPI/VASI System . Annex 14. Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga. 16 P 1. 2..Penempatan lokasi TVASI System • Runway tanpa ILS • Runway dengan ILS . Visual Aids. Fungsi peralatan Teori Penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan PAPI/VASI System c. Teori Penunjang . Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4.VI. Aerodrome .Annex 14.Rangkaian listrik . 2. 2. “Aerodrome”. SILABUS RATING PAPI/VASI SYSTEM MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. b. No. Fungsi peralatan PAPI/ VASI System d. 4.Optik . Annex 14.Penempatan lokasi PAPI System • Runway tanpa ILS • Runway dengan ILS . 3.Topografi c. Visual Aids.

Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN b.PAPI System . “Airport Maintenance Practice” Manual Book AFL FAA. 2. Maintenance of Airport Visual and Facilities Airport Services Path 9. Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan Perbaikan a. FAA. Pemeliharaan Pencegahan . c. Praktek a.Theodolite Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting 52 1.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan Trouble shooting 16 - 1. b.Alidade . “Airport Maintenance Practice” Manual Book AFL 2. b. Prosedur pengoperasian dan Ground Check : . pemeliharaan PAPI/VASI System secara benar. Teori b. Ujian/Evaluasi a. c. d.No. Maintenance of Airport Visual and Facilities Airport Services Path 9. dan trouble shooting a. Pemeliharaan a. d. Teori b.Pemeliharaan Berkala .Clinometer . b. 5. b. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a.VASI System Penggunaan alat ukur . 3. Praktek 4 16 . 3. Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian PAPI/VASI System secara benar Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan PAPI/VASI System secara benar Prosedur pengoperasian PAPI/VASI System 8 - Manual System Book PAPI/VASI 4. 6. POKOK BAHASAN Layout konfigurasi PAPI/ TVASI System JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 3.

PENDAHULUAN Peralatan signals meliputi : 1. II. sehingga penerbang melihat sinar cahaya yang berputar berwarna hijau dan putih silih berganti menghasilkan cahaya kedip 12 kali per menit. yaitu lampu penunjuk arah pendaratan berbentuk hurut “T” yang dapat dikontrol arahnya dengan menggunakan motor. Obstruction Lighting atau tanda bahaya. Landing Direction Indicator. Peralatan Beacon meliputi : 1. lampu yang memberikan petunjuk kepada penerbang yang akan melakukan pendaratan. berupa Obstacle light dan Hazard Beacon. 2. berupa letak dari bandara yang akan di daratinya dengan isyarat lampu yang memancarkan sinar hijau dan putih dengan intensitas cahaya yang tinggi. Wind Directional Indicator Light. lampu yang menunjukkan letak wind shock pada area dekat landasan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Signals dan Beacons wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. 3. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. peralatan ini merupakan sirene yang dibunyikan oleh petugas ATC dari Tower yang berfungsi memberikan peringatan pada para petugas bandara yang bekerja di lapangan bahwa akan ada pesawat yang akan mendarat atau akan melakukan tinggal landas. Dalam rangka implementasi UU No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Signals dan Beacons serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Sirine Warning System. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. 2. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Signals dan Beacons dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING SIGNALS AND BEACONS 120 Jam Pelajaran Teori : 60 Jam Praktek : 60 Jam KODE SIGNBEA-C/KPBP I. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Rotating Beacon. .

PERSYARATAN : a. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 8 1. Penggunaan alat ukur c. Pemeliharaan Pencegahan d. IV. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. 5. Pengoperasian b. V. Teori rinci peralatan b. 4. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Signals dan Beacons. b. 2. 3. Teori b. 6.III. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Teori penunjang c. Teori umum peralatan a. Blok dan circuit diagram c. Trouble shooting e. Fungsi peralatan b. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Praktek SIGNBEA-C/A/1 SIGNBEA-C/A/2 32 SIGNBEA-C/A/3 SIGNBEA-C/A/4 8 8 SIGNBEA-C/A/5 44 SIGNBEA-C/A/6 4 16 60 60 . Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. KURIKULUM RATING SIGNALS AND BEACONS No. Pemeliharaan pencegahan b.

8 P 1. Prosedur Pengoperasian Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian Signals and Beacons secara benar Prosedur pengoperasian Signal and Beacon 8 - Manual Book . Aerodrome a. No. Teori rinci peralatan . Visual Aids. Edminister. b. Teknik peralatan a. Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Rencana Instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan peralatan Signals and Beacons a.Annex 14. “Aerodrome”. Joseph A.Traffic Light . 2.Rangkaian listrik c. Teori Penunjang .Obstruction Lght . b. 32 - 2. Fungsi peralatan Teori penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan Fungsi peralatan Signals and Beacons Fungsi peralatan Signals and Beacons b. b. 3. c. Annex 14.Rotating Beacon .Apron Flood Light . - Aerodrome Design Manual Path 4. SILABUS RATING SIGNALS AND BEACONS MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. .Landing T.Sirene Block dan circuit diagram Signal and Beacon Rencana Instalasi Signal and Beacon Manual Book 3. Visual Aids. c. 198 1. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4. Dokumen terkait .Wind Cone . Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga.VI. c.

c. b. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan Trouble shooting Analisis sistem peralatan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian.Trouble shooting 8 P Manual Book 4. d. 5.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . Praktek 4 16 . Praktek a. MATA PELAJARAN (TOPIK) Pemeliharaan a. Prosedur pengoperasian Signal and Beacon Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan - 44 Manual Book 6.No. Teori b. d. e. c.Pemeliharaan Berkala . trouble shooting dan analisis sistem a. Ujian/Evaluasi a. Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan Perbaikan TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan Signals and Beacons secara benar a. e. b. pemeliharaan Signals and Beacons secara benar. b. Pemeliharaan Pencegahan . Teori b. b. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a.

yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. II. PENDAHULUAN Peralatan signals meliputi : 1. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Signals dan Beacons serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Wind Directional Indicator Light. lampu yang menunjukkan letak wind shock pada area dekat landasan. Landing Direction Indicator. 2. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. . berupa Obstacle light dan Hazard Beacon. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Signals dan Beacons wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Signals dan Beacons dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING SIGNALS AND BEACONS 80 Jam Pelajaran Teori : 48 Jam Praktek : 32 Jam KODE SIGNBEA-C/KPBP I. 2. Dalam rangka implementasi UU No. peralatan ini merupakan sirene yang dibunyikan oleh petugas ATC dari Tower yang berfungsi memberikan peringatan pada para petugas bandara yang bekerja di lapangan bahwa akan ada pesawat yang akan mendarat atau akan melakukan tinggal landas. lampu yang memberikan petunjuk kepada penerbang yang akan melakukan pendaratan. berupa letak dari bandara yang akan di daratinya dengan isyarat lampu yang memancarkan sinar hijau dan putih dengan intensitas cahaya yang tinggi. sehingga penerbang melihat sinar cahaya yang berputar berwarna hijau dan putih silih berganti menghasilkan cahaya kedip 12 kali per menit. Peralatan Beacon meliputi : 1. Obstruction Lighting atau tanda bahaya. yaitu lampu penunjuk arah pendaratan berbentuk hurut “T” yang dapat dikontrol arahnya dengan menggunakan motor. Rotating Beacon. Sirine Warning System. 3.

Praktek SIGNBEA-C/T/1 SIGNBEA-C/T/2 24 SIGNBEA-C/T/3 SIGNBEA-C/T/4 4 8 SIGNBEA-C/T/5 20 SIGNBEA-C/T/6 4 12 48 32 .III. Fungsi peralatan b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. PERSYARATAN : a. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Teori rinci peralatan b. Teori umum peralatan a. Dokumen terkait Teknik peralatan a. V. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Teori b. b. 2. 6. Pemeliharaan pencegahan b. 4. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 8 1. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan. Blok dan circuit diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. KURIKULUM RATING SIGNALS AND BEACONS No. Teori penunjang c. Pengoperasian b. Penggunaan alat ukur c. 3. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Signals dan Beacons. IV. Pemeliharaan Pencegahan d. 5.

Pemeliharaan Pencegahan . Teori rinci peralatan . 24 - 2.Annex 14.Perbaikan preventif 8 - Manual Book .VI. Teori Penunjang . 2. Aerodrome a. - Aerodrome Design Manual Path 4.Rotating Beacon . Pemeliharaan a. b. “Aerodrome”. Edminister.Pemeliharaan Berkala .Rangkaian listrik c. b. Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga. 3. Pemeliharaan Pencegahan Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan Signals and a. Visual Aids. Joseph A. SILABUS RATING SIGNALS AND BEACONS MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4. Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian Signals and Beacons secara benar Prosedur pengoperasian Signal and Beacon 4 - Manual Book 4. . Visual Aids. c. Dokumen terkait . Fungsi peralatan Teori penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan Fungsi peralatan Signals and Beacons Fungsi peralatan Signals and Beacons b. No.Obstruction Lght . b.Traffic Light .Wind Cone .Landing T. 198 1.Apron Flood Light . Teknik peralatan a. 8 P 1. Annex 14.Sirene Block dan circuit diagram Signal and Beacon Manual Book 3. Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan peralatan Signals and Beacons a.

Trouble shooting JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 5. dan trouble shooting a. MATA PELAJARAN (TOPIK) Pemeliharaan Perbaikan TUJUAN Beacons secara benar b. b. Ujian/Evaluasi a. d. d. b. Praktek 4 12 . Teori b. c. c. Prosedur pengoperasian Signal and Beacon Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting - 20 Manual Book 6. Teori b. b. Praktek a. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. POKOK BAHASAN Pemeliharaan Perbaikan .No. pemeliharaan Signals and Beacons secara benar.

ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Power Control System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. mengatur dan merekam kegiatan peralatan listrik dan mekanik yang berada dalam gedung agar dapat bekerja secara tepat guna. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. letak peralatan. Sistem juga dapat melaporkan peralatan-peralatan yang telah tiba saatnya pemeliharaan berkalanya serta dapat mengkontrol secara otomatis untuk menghidupkan dan mematikan genset dan lain-lain.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING POWER CONTROL SYSTEM KODE PCS-A/KPL&SPPPU 272 Jam Pelajaran Teori : 132 Jam Praktek : 140 Jam I. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Power Control System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. . maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Power Control System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. III. waktu terjadinya dan bentuk kesalahan yang dapat tercetak pada alarm priter dan terekam dalam kumpulan data pada hard disk. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. IV. Sebagai contoh sistem ini dapat memberikan laporan terjadinya kelainan pada peralatan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. yang mencakup nama peralatan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Power Control System. b. PERSYARATAN : a. PENDAHULUAN Power Control System adalah suatu sistem kontrol manajemen yang menggunakan komputer sehingga mampu memantau (memonitoring). Dalam rangka implementasi UU No. II.

Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 40 1. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Fungsi peralatan b. Praktek PCS-A/A/1 PCS-A/A/2 64 PCS-A/A/3 PCS-A/A/4 8 16 PCS-A/A/5 124 PCS-A/A/6 4 16 132 140 . Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. Blok dan circuit diagram c.V. KURIKULUM RATING POWER CONTROL SYSTEM No. Pengoperasian b. Trouble shooting e. Penggunaan alat ukur c. Teori penunjang c. Teori umum peralatan a. 5. 6. 2. Dokumen terkait Teknik peralatan a. 4. Teori b. Pemeliharaan pencegahan b. Pemelihaaan Pencegahan d. Rencana instalasi Prosedur pengoperasian Pemeliharaan a. 3. Teori rinci peralatan b.

2001 …. ”Vadekum Elektronika”.Pengetahuan Komunikasi data • Dasar dasar Komputer • Sistem jaringan • Media transmisi. SILABUS RATING POWER CONTROL SYSTEM MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Rencana Instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan PCS Teori Rinci Peralatan .Sensoric actoric .Automation level b. . − 2.Management Level • Reloading • Load Shadding • Synchronizing • System Proteksi • Remote Control Sys. 64 - Manual Book . b. Block dan circuit diagram Power Control System c.Mimic panel .Maintenance Center .Microprocessor 40 P 1. Fungsi peralatan PCS Teori Penunjang .PT Gramedia Pustaka Utama. Teknik peralatan a.Modulator Demodulator . 2.VI. 1.. b. c. Wasito S. No. Teori penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum dalam peralatan PCS a. • Protocol/Interface • Operating System . Fungsi peralatan b. Rencana Instalasi Power d.Programmable Logic Controller .

Teori b. b.No. b. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. f. b. Pemeliharaan a. e. Pemeliharaan Pencegahan . c. Teori b. d.Pemeliharaan Berkala . Prosedur standar pengoperasian Pendeteksi gangguan Prosedur pemulihan 8 - Manual Book 4. Praktek 4 16 . Ujian/Evaluasi a. Prosedur pengoperasian Pengunaan alat ukur Pemeliharaan Trouble shooting Analisis sistem peralatan - 124 Manual Book 6. d. Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan PCS secara benar a. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan Trouble shooting Analisis sistem peralatan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. b. e. e. pemeliharaan PCS secara benar. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN Control System JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 3. c.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan - 16 - Manual Book 5. Prosedur pengoperasian Pendeteksi gangguan Prosedur pemulihan standar Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian PCS secara benar d. b. c. Prosedur Pengoperasian a. Praktek a. trouble shooting dan analisis sistem a.

Dalam rangka implementasi UU No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. letak peralatan. yang mencakup nama peralatan. PENDAHULUAN Power Control System adalah suatu sistem kontrol manajemen yang menggunakan komputer sehingga mampu memantau (memonitoring). III. waktu terjadinya dan bentuk kesalahan yang dapat tercetak pada alarm priter dan terekam dalam kumpulan data pada hard disk.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING POWER CONTROL SYSTEM KODE PCS-A/KPL&SPPPU 200 Jam Pelajaran Teori : 100 Jam Praktek : 100 Jam I. Sistem juga dapat melaporkan peralatan-peralatan yang telah tiba saatnya pemeliharaan berkalanya serta dapat mengkontrol secara otomatis untuk menghidupkan dan mematikan genset dan lain-lain. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Power Control System. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Sebagai contoh sistem ini dapat memberikan laporan terjadinya kelainan pada peralatan. PERSYARATAN : a. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. II. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. mengatur dan merekam kegiatan peralatan listrik dan mekanik yang berada dalam gedung agar dapat bekerja secara tepat guna. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Power Control System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Power Control System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. IV. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Power Control System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. . Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. b. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating.

Teori penunjang c. 5. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. 6. Fungsi peralatan b. Pengoperasian b. Teori b. 2. 4. Teori rinci peralatan b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Penggunaan alat ukur c. 3. Praktek PCS-A/T/1 PCS-A/T/2 48 PCS-A/T/3 PCS-A/T/4 8 16 PCS-A/T/5 84 PCS-A/T/6 4 16 100 100 .V. Blok dan circuit diagram Prosedur pengoperasian Pemeliharaan a. Pemeliharaan pencegahan b. Teori umum peralatan a. Dokumen terkait Teknik peralatan a. KURIKULUM RATING POWER CONTROL SYSTEM No. Pemelihaaan Pencegahan d. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 24 1.

Mimic panel .Management Level • Reloading • Load Shadding • Synchronizing • System Proteksi • Remote Control Sys..Pengetahuan Komunikasi data • Dasar dasar Komputer • Sistem jaringan • Media transmisi. .Microprocessor 24 P 1. Fungsi peralatan PCS Teori Penunjang . Fungsi peralatan b. SILABUS RATING POWER CONTROL SYSTEM MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPE L PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum dalam peralatan PCS a. ”Vadekum Elektronika”. Wasito S. b.Modulator Demodulator .Maintenance Center . b. • Protocol/Interface • Operating System . Teori penunjang 2.Automation level Block dan circuit diagram Power Control System 48 - Manual Book . Teknik peralatan a.VI. b. Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan PCS c. No.PT Gramedia Pustaka Utama. Teori umum peralatan a.Sensoric actoric . − 2.Programmable Logic Controller . 2001 …. 1. Teori Rinci Peralatan .

Pemeliharaan Pencegahan . b. dan trouble shooting a. Prosedur Pengoperasian a.Pemeliharaan Berkala . Praktek a. e. b. b. c. c. b. Teori b. Praktek 4 16 . f. Ujian/Evaluasi a. c. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPE L PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian PCS secara benar d.No. Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan PCS secara benar a. d. Pemeliharaan a. d. pemeliharaan PCS secara benar. Teori b. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. Prosedur pengoperasian Pengunaan alat ukur Pemeliharaan Trouble shooting - 84 Manual Book 6. Prosedur pengoperasian Pendeteksi gangguan Prosedur pemulihan standar 4. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. b.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan - 16 - Manual Book 5. Prosedur standar pengoperasian Pendeteksi gangguan Prosedur pemulihan 8 P Manual Book 3.

Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. II. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Aircraft Docking Guidance System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. PERSYARATAN : a.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING AIRCRAFT DOCKING GUIDANCE SYSTEM KODE ADGS-A/KPL&SPPPU Teori : 132 Jam Praktek : 140 Jam 272 Jam Pelajaran I. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. III. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Aircraft Docking Guidance System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. IV. Dalam rangka implementasi UU No. b. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlihan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Aircraft Docking Guidance System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. PENDAHULUAN Aircraft Docking Guidance System adalah peralatan untuk menuntut pesawat udara yang baru saja mendarat menuju ke satu posisi parkir yang sudah ditetapkan dengan bantuan seperangkat peralatan panduan parkir secara visual. . MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Aircraft Docking Guidance System. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan.

Dokumen terkait Teknik peralatan a. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. 3. Pemelihaaan Pencegahan e. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Trouble shooting f. Teori b. Fungsi peralatan b. Pemeliharaan pencegahan b. Teori penunjang c. Blok dan circuit diagram c. 4. Penggunaan alat ukur d. Pengoperasian b. Teori rinci peralatan b. 2. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. 6. Praktek ADGS-A/A/1 ADGS-A/A/2 64 ADGS-A/A/3 ADGS-A/A/4 8 16 ADGS-A/A/5 124 ADGS-A/A/6 4 16 132 140 . Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 40 1. Teori umum peralatan a. KURIKULUM RATING ADGS No. Kalibrasi c.V. 5.

Aerodrome manual Part 4.Micro controller . Teori rinci peralatan . Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4.Rangkaian Listrik . c. 1984 Wasito. 1. SILABUS RATING ADGS MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. No.Sensoric Dokumen terkait . 2. Fungsi Peralatan Teori Penunjang .Jenis Sensor • Laser • Loop metal detector • Camera .VI. b.ICAO Annex 14 . “Teknik Digital” Wasito. c. Annex 14. Joseph A. 5. Fungsi Peralatan Teori Penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan ADGS a. Edminister. Teknik peralatan a. . 4. Visual Aids. Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga. Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Rencana instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan ADGS a.Programmable Logic Control (PLC) . c. b.Sistem Kalibrasi 64 - Manual Book ADGS.Teknik elektronika dan digital . b. “Aerodrome”. Gramedia 2001. “Vadekum Elektronika”. Visual Aids 40 P 1. 3. 2.Bagian-bagian penting ADGS • Sensor • Display • Prosessing data control • Operation control unit .Dasar-dasar komputer .

Blok Display Rencana instalasi ADGS JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P c. Ujian/Evaluasi a. Pemeliharaan a.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . c. pemeliharaan ADGS secara benar. f. d. Praktek a. 5.Pemeliharaan Berkala . b. POKOK BAHASAN Block dan circuit diagram . Prosedur Pengoperasian Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian ADGS secara benar Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan ADGS secara benar Prosedur pengoperasian ADGS 8 - Manual Book ADGS. e.Blok control . Praktek 4 16 . 6. Pemeliharaan pencegahan Pemeliharaan perbaikan a. Prosedur pengoperasian Kalibrasi Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. Teori b. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN b. c. b. Pemeliharaan Pencegahan .No. trouble shooting dan analisis sistem a. b. 3. d.Blok sensor . Teori Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. f.Trouble shooting 16 - Manual Book ADGS. 4. b. b. e. Prosedur pengoperasian ADGS Kalibrasi Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan ADGS - 124 Manual Book ADGS.

b. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. PENDAHULUAN Aircraft Docking Guidance System adalah peralatan untuk menuntut pesawat udara yang baru saja mendarat menuju ke satu posisi parkir yang sudah ditetapkan dengan bantuan seperangkat peralatan panduan parkir secara visual.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING AIRCRAFT DOCKING GUIDANCE SYSTEM KODE ADGS-A/KPL&SPPPU Teori : 100 Jam Praktek : 100 Jam 200 Jam Pelajaran I. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Dalam rangka implementasi UU No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Aircraft Docking Guidance System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Aircraft Docking Guidance System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. . Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. III. IV. II. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. PERSYARATAN : a. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Aircraft Docking Guidance System. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Aircraft Docking Guidance System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal.

Fungsi peralatan b. Blok dan circuit diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Teori penunjang c. Praktek ADGS-A/T/1 ADGS-A/T/2 48 ADGS-A/T/3 ADGS-A/T/4 8 16 ADGS-A/T/5 84 ADGS-A/T/6 4 16 100 100 . 6. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. KURIKULUM RATING ADGS No. 2. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Pengoperasian b.V. Teori b. 3. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 24 1. Pemeliharaan pencegahan b. Pemelihaaan Pencegahan e. 4. Teori rinci peralatan b. Kalibrasi c. Penggunaan alat ukur d. Teori umum peralatan a. 5.

Teknik peralatan a. 3. b. 2.Aerodrome manual Part 4.Rangkaian Listrik . No. Fungsi Peralatan Teori Penunjang . Fungsi Peralatan Teori Penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan ADGS a.Micro controller . 1984 Wasito. 2. Visual Aids. Edminister. 5. “Vadekum Elektronika”. Teori rinci peralatan . b.Sistem Kalibrasi 48 - Manual Book ADGS. Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga. SILABUS RATING ADGS MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. 1.ICAO Annex 14 . .Programmable Logic Control (PLC) .Teknik elektronika dan digital . c.Dasar-dasar komputer . b. 4.Sensoric Dokumen terkait .Jenis Sensor • Laser • Loop metal detector • Camera . Visual Aids 24 P 1. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4. Joseph A. c. “Teknik Digital” Wasito.Bagian-bagian penting ADGS • Sensor • Display • Prosessing data control • Operation control unit . Gramedia 2001.VI. Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan ADGS a. “Aerodrome”. Annex 14.

Teori b. Ujian/Evaluasi a.Blok sensor .Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan .No. Pemeliharaan Pencegahan . Praktek a. 5. Teori Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN b. Prosedur pengoperasian ADGS Kalibrasi Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting - 84 Manual Book ADGS. b. Pemeliharaan a. e. pemeliharaan ADGS secara benar dan trouble shooting a. c.Pemeliharaan Berkala . 6. 4. Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian ADGS secara benar Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan ADGS secara benar Prosedur pengoperasian ADGS 8 - Manual Book ADGS. Prosedur pengoperasian Kalibrasi Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian.Blok control . e. b. c. b.Trouble shooting 16 - Manual Book ADGS. b. Praktek 4 16 . Pemeliharaan pencegahan Pemeliharaan perbaikan a.Blok Display JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 3. d. d. POKOK BAHASAN Block dan circuit diagram . b.

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING GENSET AND ACOS 200 Jam Pelajaran Teori : 88 Jam Praktek : 112 Jam KODE G&A-B/KPL&SPPPU I. maka dipasang sebuah panel Automatic Changeover Switch (ACOS). . 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. PERSYARATAN : a. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. IV. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Dalam rangka implementasi UU No. III. b. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Genset dan Acos. Untuk menghidupan genset dan pengambil-alihan beban secara otomatis dari PLN ke Genset saat terjadi aliran listrik PLN padam atau sebaliknya saat PLN hidup (ON) kembali dan pengambialihan beban dari genset ke PLN dan kemudian genset mati secara otomatis. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Genset dan Acos serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Genset dan Acos dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kompetensi serta terlatih. II. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Genset dan ACOS wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. PENDAHULUAN Generator Set (Genset) adalat suatu pembangkit listrik tenaga diesel yang digunakan di Bandar Udara sebagai catu daya cadangan bila terjadi pemadaman aliran listrik PLN. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.

Fungsi peralatan b. 5. Teori rinci peralatan b. Penggunaan alat ukur c. 2. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Pemeliharaan pencegahan b. 4. Pemelihaaan Pencegahan d. Praktek G&A-B/A/1 G&A-B/A/2 40 G&A-B/A/3 G&A-B/A/4 12 16 G&A-B/A/5 96 G&A-B/A/6 4 16 88 112 . 3. KURIKULUM RATING GENSET DAN ACOS No. Pengoperasian b. Blok dan circuit diagram c. Trouble shooting e. Dokumen terkait Teknik peralatan a. 6. Teori umum peralatan a. Teori penunjang c. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a.V. Teori b.

Manual Book AMF” ……… . 1982.Bagian-Bagian Peralatan ACOS • AMF • Control relay . Theraja B. Teori rinci peralatan Blok dan circuit diagram Rencana instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan Genset & ACOS a.Engine . Fungsi peralatan Teori penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan Genset dan ACOS Fungsi peralatan . No.ACOS b. 2. c. 3. 5. Aerodrome Aerodrome Design Manual Path 5. 1. “Aerodrome”.Cara kerja ACOS 40 - 1. Teori penunjang . c.Cara kerja : • Genset standby. 3. 2. 4.Relay c. b.L. Teknik peralatan a.Teknik Tenaga Listrik . b. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 5. Teori rinci peralatan .Bagian-Bagian Peralatan Genset • Engine • Alternator • Panel Genset • Accessories . 2. Electrical System a.Sistem pengaman .VI. New Delhi1980. main. ….Genset . Annex 14. “Mekanikal overhoule” SEG. 4. “Mekanikal Dasar” BBI. • Genset Sinkron • No break Genset . 16 P 1. Zuhal. SILABUS RATING GENSET DAN ACOS MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. BBI. Dokumen terkait Annex 14. “Electrical Technology. Electrical System. “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb.

b. Manual Book AMF” ……… 4. . c. 3.Alternator . Manual Book AMF” ……… BBI. Pemeliharaan a. b. b. Prosedur Genset Prosedur ACOS pengoperasian pengoperasian 12 - 1.AVR . 5. 2. d.ACOS Rencana Instalasi . “Mekanikal overhoule” SEG. “Mekanikal Dasar” BBI. 3.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . 4. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. 2.Pressure Gauge . b. Pemeliharaan pencegahan Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan Genset dan ACOS secara benar a. “Mekanikal overhoule” SEG. 3. Praktek a. Pemeliharaan Pencegahan . Prosedur Pengoperasian Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian Genset dan ACOS secara benar a. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN b. “Mekanikal overhoule” SEG. 2. pemeliharaan Genset dan ACOS secara benar. d. “Mekanikal Dasar” BBI.Perhitungan beban listrik .Trouble shooting 16 1. e. POKOK BAHASAN Block dan circuit diagram . Prosedur Pengoperasian Genset Prosedur pengoperasian ACOS Penggunaan alat ukur .Pemeliharaan Berkala .Perhitungan panel ACOS . BBI. “Mekanikal Dasar” BBI. 3. b.Tachometer . 4. 4.Perhitungan pengaman dan pemutus JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P c.Injector Tester Pemeliharaan pencegahan - 96 1. c. trouble shooting dan analisis sistem a.No. Manual Book AMF” ……… BBI.

Teori b. f. Ujian/Evaluasi a. POKOK BAHASAN Trouble shooting Analisis sistem peralatan JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 6. Praktek 4 16 .No. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN e. Teori b.

maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Genset dan ACOS wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. III. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Genset dan Acos serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. PERSYARATAN : a. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Genset dan Acos dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kompetensi serta terlatih. . Dalam rangka implementasi UU No. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. IV. b. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Genset dan Acos.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING GENSET AND ACOS 144 Jam Pelajaran Teori : 76 Jam Praktek : 68 Jam KODE G&A-B/KPL&SPPPU I. Untuk menghidupan genset dan pengambil-alihan beban secara otomatis dari PLN ke Genset saat terjadi aliran listrik PLN padam atau sebaliknya saat PLN hidup (ON) kembali dan pengambialihan beban dari genset ke PLN dan kemudian genset mati secara otomatis. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. PENDAHULUAN Generator Set (Genset) adalat suatu pembangkit listrik tenaga diesel yang digunakan di Bandar Udara sebagai catu daya cadangan bila terjadi pemadaman aliran listrik PLN. maka dipasang sebuah panel Automatic Changeover Switch (ACOS). SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. II.

Teori umum peralatan a. Teori rinci peralatan b. 4. Pengoperasian b. 5. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Penggunaan alat ukur c. Fungsi peralatan b. Pemelihaaan Pencegahan d. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Teori penunjang c. Blok dan circuit diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Praktek G&A-B/T/1 G&A-B/T/2 32 G&A-B/T/3 G&A-B/T/4 8 16 G&A-B/T/5 52 G&A-B/T/6 4 16 76 68 . Pemeliharaan pencegahan b.V. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1. 2. KURIKULUM RATING GENSET DAN ACOS No. 3. Teori b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. 6.

Teori rinci peralatan Blok dan circuit diagram Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan Genset & ACOS a.VI.Bagian-Bagian Peralatan Genset • Engine • Alternator • Panel Genset • Accessories .Engine . Electrical System a. “Electrical Technology. “Mekanikal Dasar” BBI.Teknik Tenaga Listrik . • Genset Sinkron • No break Genset .ACOS b. 3. 5. c. 16 P 1.Bagian-Bagian Peralatan ACOS • AMF • Control relay . Zuhal. Annex 14. Teori penunjang . 4. main. Aerodrome Aerodrome Design Manual Path 5. b. b. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 5. Theraja B. 4.L.Sistem pengaman .Cara kerja : • Genset standby. Teknik peralatan a.Genset . 1.Cara kerja ACOS 32 - 1. 1982. SILABUS RATING GENSET DAN ACOS MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb. No. …. “Mekanikal overhoule” SEG. Teori rinci peralatan . 2. “Aerodrome”. 3. BBI. 2. Fungsi peralatan Teori penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan Genset dan ACOS Fungsi peralatan . Dokumen terkait Annex 14. 2. New Delhi1980. Manual Book AMF” ……… . Electrical System.Relay c.

2. POKOK BAHASAN Block dan circuit diagram . Teori b. 4. “Mekanikal overhoule” SEG. 8 - 1. Teori b. Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian Genset dan ACOS secara benar a.Pemeliharaan Berkala . Pemeliharaan a. 2. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN b. b. “Mekanikal Dasar” BBI. Manual Book AMF” ……… BBI. “Mekanikal Dasar” BBI. BBI. 5. 6. b.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . “Mekanikal overhoule” SEG. b. 3. “Mekanikal Dasar” BBI. Manual Book AMF” ……… BBI. c.No. b. 3.AVR . Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. 2. Manual Book AMF” ……… 4. Prosedur Pengoperasian Genset Prosedur pengoperasian ACOS Penggunaan alat ukur . Praktek 4 16 .Pressure Gauge .ACOS Prosedur Genset Prosedur ACOS pengoperasian pengoperasian JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 3. “Mekanikal overhoule” SEG. Ujian/Evaluasi a.Tachometer . Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. d.Alternator . pemeliharaan Genset dan ACOS secara benar.Injector Tester Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting - 52 1. 4.Trouble shooting 16 - 1. 3. d. c. Praktek a. 4. b. Pemeliharaan pencegahan Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan Genset dan ACOS secara benar a. Pemeliharaan Pencegahan . dan trouble shooting a.

Transmisi digunakan untuk menyaluran tenaga listrik dari pembangkit ke pusat-pusat beban sedangkan distribusi digunakan untuk menyalurkan tenaga listrik dari pusat beban ke masing-masing pemakai tenaga listrik. Dalam rangka implementasi UU No. PENDAHULUAN Sistem tenaga listrik pada umumnya terdiri dari empat unsur yaitu pembangkit. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Transmission and Distribution dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. b. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Transmission and Distribution. transmisi. II. Di dalam diklat Rating ini menjelaskan peralatan-peralatan transmisi dan distribusi. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Transmission and Distribution serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. distribusi dan pemakai tenaga listrik. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. III. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. IV. PERSYARATAN : a. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Transmission and Distribution wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING TRANSMISSION AND DISTRIBUTION 200 Jam Pelajaran Teori : 100 Jam Praktek : 100 Jam KODE T&D-B/KPL&SPPPU I. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. . serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal.

Teori b. Penggunaan alat ukur e. Fungsi peralatan b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. 5. Analisis sistem jaringan Ujian/Evaluasi a. Prosedur pengoperasian b. Teori penunjang c. 2. 3. Pemeliharaan pencegahan b. Teori umum peralatan a.V. Pengujian relay proteksi f. Wiring panel TM dan TR g. Pemeliharaan h. Pencarian gangguan d. Klasifikasi c. Penyambungan kabel c. Trouble shooting i. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 24 1. Teori rinci peralatan b. Praktek T&D-B/A/1 T&D-B/A/2 48 T&D-B/A/3 T&D-B/A/4 8 16 T&D-B/A/5 84 T&D-B/A/6 4 16 100 100 . 6. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. 4. KURIKULUM RATING TRANSMISSION AND DISTRIBUTION No.

Rangkaian Listrik .Transformator Daya . a. “Electrical Technology. Teori rinnci peralatan Klasifikasi Rencana instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan Trans & Dist a. c. Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga.Konfigurasi sistem 48 - 1. Aerodrome Design Manual Path 5. b. Teknik peralatan a. Electrical System 24 P 5. Theraja B. b. “Distribusi dan Utilitasi Tenaga Listrik”. Electrical System 6.L. Fungsi peralatan Trans & Dist.L. Schaum Series “Rangkaian Listrik” .Switchgear . Joseph A. New Delhi1980.Arrester . c.Aerodrome Design Manual Path 5.Penghantar .Sistem Transmisi . b.VI. “Electrical Technology. Joseph A.Tegangan surja c. 1. Edminister. . b. 2. New Delhi1980. Dokumen terkait . Fungsi peralatan Teori penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan Trans & Dist.Komponen Simetris . Teknik Tenaga Listrik”.Panel TR .Gangguan arus bocor . 7. “Distribusi dan Utilitasi Tenaga Listrik”. SILABUS RATING TRANSMISSION AND DISTRIBUTION MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a.Sistem Distribusi . Abdul Kadir. 1984 10. Teori Rinci Peralatan . “Transmisi Tenaga Listrik” UIP 1998. Teori Penunjang . No. “Transmisi Tenaga Listrik” UIP 1998. 9. Edminister. UIP 2000 8.Panel TM Klasifikasi Trans & Dist.Networking System . Abdul Kadir.Hubung singkat . UIP 2000 Theraja B.Sistem Proteksi . 4.Capacitor bank . Abdul Kadir. Aris Munanandar. 2. 3. Abdul Kadir.

d. e. Pemeliharaan Pencegahan .Multi meter . trouble shooting dan analisis sistem a.Cable fault detector . g.Trouble shooting 16 - Manual book 5. Pemeliharaan Pencegahan b.Megger . Pemeliharaan Perbaikan a. b.Phase sequence . e. 1984 Aris Munanandar. g. Pemeliharaan a. Prosedur pengoperasian Penyambungan kabel Pencarian gangguan Penggunaan alat ukur Pengujian relay proteksi Wiring panel TM dan TR Pemeliharaan Trouble shooting Analisis sistem jaringan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. Prosedur pengoperasian Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian Panel TR/TM dan Transformator daya secara benar Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan Trans & Dist secara benar Prosedur pengoperasian . f. Teknik Tenaga Listrik” T P 5.Hubung singkat Penggunaan alat ukur . i. b.Transformator daya 8 - Manual book 4. f. Praktek a. d. i. Prosedur pengoperasian Penyambungan kabel Pencarian gangguan .No.Panel TR .Pemeliharaan Berkala . h. c. h.Panel TM . pemeliharaan Trans & Dist secara benar.Transmisi sistem c.Kebocoran arus . b. c.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . 3. Rencana instalasi transmisi dan distribusi JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN Penerbait Erlangga.Relay detector Pengujian relay proteksi Wiring panel TM dan TR Pemeliharaan Trouble shooting Analisis sistem jaringan - 84 Manual book . MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN .

Teori b. MATA PELAJARAN (TOPIK) Ujian/Evaluasi a. Praktek TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. .No. Teori b. Praktek 4 P 16 6.

Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. transmisi. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. III. PENDAHULUAN Sistem tenaga listrik pada umumnya terdiri dari empat unsur yaitu pembangkit. PERSYARATAN : a. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Transmission and Distribution. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Transmission and Distribution serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Transmisi digunakan untuk menyaluran tenaga listrik dari pembangkit ke pusat-pusat beban sedangkan distribusi digunakan untuk menyalurkan tenaga listrik dari pusat beban ke masing-masing pemakai tenaga listrik. b. IV. Dalam rangka implementasi UU No. . distribusi dan pemakai tenaga listrik. II. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Transmission and Distribution dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING TRANSMISSION AND DISTRIBUTION 144 Jam Pelajaran Teori : 76 Jam Praktek : 68 Jam KODE T&D-B/KPL&SPPPU I. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Transmission and Distribution wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan. Di dalam diklat Rating ini menjelaskan peralatan-peralatan transmisi dan distribusi.

V. 5. 2. Prosedur pengoperasian b. Wiring panel TM dan TR g. Teori penunjang c. KURIKULUM RATING TRANSMISSION AND DISTRIBUTION No. T&D-B/A/6 4 16 76 68 . Teori rinci peralatan b. Pencarian gangguan d. Teori b. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Pengujian relay proteksi f. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1. Penggunaan alat ukur e. Klasifikasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Pemeliharaan h. Praktek T&D-B/A/1 T&D-B/A/2 32 T&D-B/A/3 T&D-B/A/4 8 16 T&D-B/A/5 52 6. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Pemeliharaan pencegahan b. Teori umum peralatan a. Penyambungan kabel c. 3. 4. Fungsi peralatan b.

2. . Teknik Tenaga Listrik”. Aerodrome Design Manual Path 5. UIP 2000 8.Gangguan arus bocor . b.Sistem Transmisi . Abdul Kadir. “Electrical Technology. SILABUS RATING TRANSMISSION AND DISTRIBUTION MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. Abdul Kadir. b.Rangkaian Listrik . Abdul Kadir.Hubung singkat . Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga. “Electrical Technology. Electrical System 16 P 5. 9. 1. Dokumen terkait . 7. a.Switchgear .L. Theraja B. b. b.L.Panel TM Klasifikasi Trans & Dist. Joseph A. “Distribusi dan Utilitasi Tenaga Listrik”. Electrical System 6.Penghantar . “Distribusi dan Utilitasi Tenaga Listrik”.Komponen Simetris .Panel TR . 1984 10.Konfigurasi sistem 32 - 1. New Delhi1980. Teknik peralatan a. Aris Munanandar. New Delhi1980. No. c. Fungsi peralatan Trans & Dist. Teori Penunjang . Abdul Kadir.Networking System . UIP 2000 Theraja B. Schaum Series “Rangkaian Listrik” .Sistem Proteksi . 4.Capacitor bank .VI.Sistem Distribusi . 2.Transformator Daya .Aerodrome Design Manual Path 5. “Transmisi Tenaga Listrik” UIP 1998. Teori Rinci Peralatan . Edminister. “Transmisi Tenaga Listrik” UIP 1998. Joseph A.Tegangan surja c. Edminister.Arrester . 3. Teori rinnci peralatan Klasifikasi Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan Trans & Dist a. Fungsi peralatan Teori penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan Trans & Dist.

Pemeliharaan Pencegahan b. f. Praktek a. 1984 Aris Munanandar.Multi meter . pemeliharaan Trans & Dist secara benar. dan trouble shooting a.Megger . MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN Transmisi sistem JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN Penerbait Erlangga. f. g.Transformator daya 8 - Manual book 4.Phase sequence . e. Teknik Tenaga Listrik” T P 5.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan .Kebocoran arus . b.Cable fault detector . 3.Pemeliharaan Berkala . Prosedur pengoperasian Penyambungan kabel Pencarian gangguan . b.Panel TM . d. d.Hubung singkat Penggunaan alat ukur . Pemeliharaan Perbaikan a. Pemeliharaan Pencegahan . Prosedur pengoperasian Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian Panel TR/TM dan Transformator daya secara benar Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan Trans & Dist secara benar Prosedur pengoperasian .No. c. b. e. h. g. h.Trouble shooting 16 - Manual book 5. Prosedur pengoperasian Penyambungan kabel Pencarian gangguan Penggunaan alat ukur Pengujian relay proteksi Wiring panel TM dan TR Pemeliharaan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. Pemeliharaan a.Relay detector Pengujian relay proteksi Wiring panel TM dan TR Pemeliharaan Trouble shooting - 52 Manual book . c.Panel TR .

. Praktek TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. Teori b. Teori b. MATA PELAJARAN (TOPIK) Ujian/Evaluasi a. Praktek 4 P 16 6.No.

ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan UPS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. III. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating UPS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan UPS wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. PENDAHULUAN Uninterruptible Power Supply (UPS) atau disebut juga sebagai catu daya tak terputus (continuous power sources) adalah sistem catu daya listrik yang dapat memberikan tenaga listrik secara independen dalam jangka waktu tertentu tanpa harus adanya sumber catu daya primer atau sekunder atau sumber catu daya tersebut sedang dalam gangguan. PERSYARATAN : a.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING UNINTERRUPTIBLE POWER SUPPLY KODE UPS-B/KPL&SPPPU Teori : 88 Jam Praktek : 112 Jam 200 Jam Pelajaran I. IV. II. Dalam rangka implementasi UU No. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas UPS. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. . yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. b.

Teori penunjang c. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 24 1. 6. Fungsi peralatan b. Teori b. Klasifikasi d. Teori umum peralatan a.V. Penggunaan alat ukur c. Teori rinci peralatan b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. 2. Pemelihaaan Pencegahan d. KURIKULUM RATING UNINTERUPTED POWER SUPPLY No. Praktek UPS-B/A/1 UPS-B/A/2 40 UPS-B/A/3 UPS-B/A/4 8 12 UPS-B/A/5 96 UPS-B/A/6 4 16 88 112 . Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. Pemeliharaan pencegahan b. Trouble shooting e. Pengoperasian b. Blok dan circuit diagram c. Dokumen terkait Teknik peralatan a. 3. 5. Rencana instalasi Prosedur pengoperasian Pemeliharaan a. 4.

Fungsi peralatan Teori penunjang Dokumen teerkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan UPS a. c.Aerodrome Design Manual Path 5.Diode . 4. 3. SILABUS RATING UNINTERUPTED POWER SUPPLY MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. “Aerodrome”.Listrik AC/DC .Bagian-bagian penting UPS • Rectifier • Inverter • Battery • Multivibrator b. “Electrical Technology.Penentuan jenis UPS . New Delhi1980. 1982. 4. Theraja B. 2.UPS Static d.Backup time . Klasifikasi UPS . “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb. Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Klasifikasi Rencana Instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan UPS Teori rinci peralatan . Annex 14. Aerodrome . 2.Inverter c. “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb.Annex 14. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 5. Electrical System. c.L.Rectifier . Teknik peralatan a. b. 2. 1982 Manual Book UPS ………… . c. Zuhal. Fungsi peralatan UPS Teori Penunjang .Thyristor Teknik digital Teori Penunjang . Theraja B. Rencanaa Instalasi .Perhitungan beban . “Electrical Technology.L. Block dan circuit diagram . d. Zuhal. 40 - 1.UPS Dinamic .VI.Pemilihan battery a. Electrical System 24 P 1. b. 1. 3. New Delhi1980. b. No.

Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. c. Pemeliharaan Pencegahan . Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. Praktek 4 16 . Teori b.Bypass Penggunaan alat ukur .Redundance system . b. pemeliharaan UPS secara benar.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan .Mhometer Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan 96 Manual Book UPS 6.No. c. Teori b. b. Ujian/Evaluasi a. MATA PELAJARAN (TOPIK) Prosedur Pengoperasian TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian UPS secara benar Prosedur pengoperasian UPS 8 P Manual Book UPS 3. b.Pemeliharaan Berkala . b. Prosedur pengoperasian UPS . 4.Trouble shooting 12 - Manual Book UPS 5. e. trouble shooting dan analisis sistem a. d. d. Praktek a. Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan UPS secara benar a.Battery checker . e. Pemeliharaan a.Harmonic analyzer .Hidrometer .

IV. b. II. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating UPS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan UPS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. PENDAHULUAN Uninterruptible Power Supply (UPS) atau disebut juga sebagai catu daya tak terputus (continuous power sources) adalah sistem catu daya listrik yang dapat memberikan tenaga listrik secara independen dalam jangka waktu tertentu tanpa harus adanya sumber catu daya primer atau sekunder atau sumber catu daya tersebut sedang dalam gangguan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan UPS wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. Memiliki Sertifikat Kecakapan terampil Listrik Penerbangan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. PERSYARATAN : a. III. . Dalam rangka implementasi UU No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING UNINTERRUPTIBLE POWER SUPPLY KODE UPS-B/KPL&SPPPU Teori : 76 Jam Praktek : 68 Jam 144 Jam Pelajaran I. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas UPS. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.

Teori b. 4. Blok dan circuit diagram c. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Teori penunjang c. 5. KURIKULUM RATING UNINTERUPTED POWER SUPPLY No.V. Penggunaan alat ukur c. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Klasifikasi Prosedur pengoperasian Pemeliharaan a. 3. 2. Dokumen terkait Teknik peralatan a. 6. Teori umum peralatan a. Pemeliharaan pencegahan b. Fungsi peralatan b. Teori rinci peralatan b. Pemelihaaan Pencegahan d. Praktek UPS-B/A/1 UPS-B/A/2 36 UPS-B/A/3 UPS-B/A/4 8 12 UPS-B/A/5 52 UPS-B/A/6 4 16 76 68 . Pengoperasian b.

“Electrical Technology. 4.Diode . Zuhal.UPS Dinamic . New Delhi1980. c. 2.L. “Aerodrome”. Zuhal. Theraja B. Rencanaa Instalasi .UPS Static d.VI.Bagian-bagian penting UPS • Rectifier • Inverter • Battery • Multivibrator b. b. Annex 14.Perhitungan beban .Thyristor Teknik digital Teori Penunjang .Penentuan jenis UPS . c. Klasifikasi UPS . Fungsi peralatan UPS Teori Penunjang . 1. Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Klasifikasi Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan UPS Teori rinci peralatan . “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb. “Electrical Technology.Rectifier . 2. SILABUS RATING UNINTERUPTED POWER SUPPLY MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a.Backup time . No. 3. b.L. Aerodrome .Listrik AC/DC . Electrical System 16 P 1. New Delhi1980. Block dan circuit diagram . Fungsi peralatan Teori penunjang Dokumen teerkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan UPS a. Theraja B. 36 - 1. Electrical System. Teknik peralatan a. c.Annex 14. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 5.Inverter c. 2. 1982. 4. “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb.Aerodrome Design Manual Path 5. b. 3. 1982 Manual Book UPS ………… .Pemilihan battery a.

b.Redundance system . MATA PELAJARAN (TOPIK) Prosedur Pengoperasian TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian UPS secara benar Prosedur pengoperasian UPS 8 P Manual Book UPS 3.Harmonic analyzer . dan trouble shooting a. d.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan .Bypass Penggunaan alat ukur . d. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. 4.Trouble shooting 12 - Manual Book UPS 5. pemeliharaan UPS secara benar. Praktek a. Pemeliharaan Pencegahan . b. Prosedur pengoperasian UPS .Mhometer Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting 52 Manual Book UPS 6. c. Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan UPS secara benar a.Hidrometer . Teori b. Teori b.No.Pemeliharaan Berkala . c. b. Praktek 4 16 . Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a.Battery checker . Ujian/Evaluasi a. b. Pemeliharaan a.

maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Air Conditioning wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Air Conditioning serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. IV. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. PENDAHULUAN Air Conditioning sebagai alat penunjang operasional pelayanan fasilitas penerbangan yang berfungsi mengkondisikan udara ruangan untuk kenyamanan para pengguna jasa di Bandar Udara maupun peralatan yang memerlukan pengaturan suhu udara (temperature).DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING AIR CONDITIONING 200 Jam Pelajaran Teori : 88 Jam Praktek : 112 Jam KODE AC-B/KPL&SPPPU I. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. III. b. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Airconditioner. . kelembaban (humidity). aliran udara (air motion). MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Air Conditioning dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. PERSYARATAN : a. ventilasi dari udara luar (fresh air ventilation) dan pembuangan udara kotor (exhaust). Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. kebersihan udara (air cleaning). serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. II. Dalam rangka implementasi UU No.

Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. 2. 4. Teori umum peralatan a. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1. Teori b. Penggunaan alat ukur c. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. KURIKULUM RATING AC No.V. Teori rinci peralatan b. Teori penunjang Teknik peralatan a. 3. 5. Praktek AC-B/A/1 AC-B/A/2 40 AC-B/A/3 12 16 AC-B/A/4 96 AC-B/A/5 4 16 88 112 . Pengoperasian b. Pemeliharaan pencegahan b. Pemelihaaan Pencegahan d. Trouble shooting e. Fungsi Peralatan b. 6. Blok dan circuit diagram c.

VI.AC Windows/Spilt • Electrical control 40 - 1. b. “Teknik Room Air Conditioner” Tahun . “Penyegaran Udara” Pradnya Paramita Tahun 1995. No. Handoko K. “Penyegaran Udara” Pradnya Paramita Tahun 1995. Fungsi Peralatan Teori Penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan AC a. Block dan circuit diagram . SILABUS RATING AC MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. Fungsi Peralatan Teori Penunjang . “Teknik Room Air Conditioner” Tahun . 2.Microprocessor .Siklus refrigerasi 16 P 1.Bagian-bagian penting AC Sentral • Chiller • AHU • FCU • Cooling tower • Motor pompa • Sistem pemipaan • Ducting • Control system b. Teknik peralatan a. Manual Book AC . 2.Dasar-dasar elektronika . Teori rinci peralatan ..Teknik digital ..Dasar-dasar listrik .. 1. c. b. Wiranto Arismunandar dan Heizo Saito. Wiranto Arismunandar dan Heizo Saito.Bagian-bagian penting AC Windows/Split • Jenis-jenis kompresor • Kondensor • Evaporator • Pemipaan . 3. Handoko K. 2.. Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Rencana instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan AC a. b.

No.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . c. pemeliharaan AC secara a. Pemeliharaan pencegahan Pemeliharaan perbaikan a.Trouble shooting 12 - Manual Book AC 4. Prosedur pengoperasian Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. 16 - Manual Book AC b. b. Prosedur pengoperasian AC Window/Split Prosedur pengoperasian AC Sentral Pengunaan alat ukur - 96 Manual Book AC . Praktek a.Pemeliharaan Berkala . Prosedur Pengoperasian Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian AC secara benar Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan AC secara benar a.Perhitungan beban kalor sensible .Perhitungan beban kalor laten . c.Perhitungan beban sederhana . b. b. 5. 3.Menentukan spesifikasi teknis JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P c. b. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN AC Sentral • Closed circuit system • Open circuit system • Electrical control • Refrigrant control Rencanaan Instalasi . Pemeliharaan a. Prosedur pengoperasian AC Window/Split Prosedur pengoperasian AC Sentral Pemeliharaan Pencegahan .

Teori Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a.No. trouble shooting dan analisis sistem d. f. MATA PELAJARAN (TOPIK) Trouble shooting Analisis sistem peralatan TUJUAN benar. e. Ujian/Evaluasi a. b. Praktek 4 16 . e. POKOK BAHASAN Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 6. Teori b. d.

SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Airconditioner. PENDAHULUAN Air Conditioning sebagai alat penunjang operasional pelayanan fasilitas penerbangan yang berfungsi mengkondisikan udara ruangan untuk kenyamanan para pengguna jasa di Bandar Udara maupun peralatan yang memerlukan pengaturan suhu udara (temperature). sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Air Conditioning serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. ventilasi dari udara luar (fresh air ventilation) dan pembuangan udara kotor (exhaust). Dalam rangka implementasi UU No. kebersihan udara (air cleaning). maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Air Conditioning wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. aliran udara (air motion). IV. . kelembaban (humidity). PERSYARATAN : a. II.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING AIR CONDITIONING 144 Jam Pelajaran Teori : 72 Jam Praktek : 72 Jam KODE AC-B/KPL&SPPPU I. III. b. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Air Conditioning dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih.

Fungsi Peralatan b. Penggunaan alat ukur c. Pemeliharaan pencegahan b. Teori b.V. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1. 3. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Blok dan circuit diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Teori umum peralatan a. 6. 5. KURIKULUM RATING AC No. Praktek AC-B/T/1 AC-B/T/2 28 AC-B/T/3 8 16 AC-B/T/4 56 AC-B/T/5 4 16 72 72 . Teori penunjang Teknik peralatan a. 4. Teori rinci peralatan b. Pemelihaaan Pencegahan d. Pengoperasian b. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. 2.

“Penyegaran Udara” Pradnya Paramita Tahun 1995.. 2. Fungsi Peralatan Teori Penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan AC a. “Teknik Room Air Conditioner” Tahun . SILABUS RATING AC MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. Manual Book AC . b.. 1. Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan AC a. b. No. Teknik peralatan a. Handoko K. Wiranto Arismunandar dan Heizo Saito.AC Windows/Spilt • Electrical control 28 - 1.Teknik digital .Microprocessor . Handoko K. 2. b. Block dan circuit diagram . Fungsi Peralatan Teori Penunjang . Teori rinci peralatan . “Teknik Room Air Conditioner” Tahun . Wiranto Arismunandar dan Heizo Saito.Bagian-bagian penting AC Windows/Split • Jenis-jenis kompresor • Kondensor • Evaporator • Pemipaan .Siklus refrigerasi 16 P 1.Bagian-bagian penting AC Sentral • Chiller • AHU • FCU • Cooling tower • Motor pompa • Sistem pemipaan • Ducting • Control system b. 2.Dasar-dasar elektronika .Dasar-dasar listrik ..VI. 3.. “Penyegaran Udara” Pradnya Paramita Tahun 1995.

Prosedur pengoperasian AC Window/Split Prosedur pengoperasian AC Sentral Pemeliharaan Pencegahan .Trouble shooting 8 - Manual Book AC 4. e. Teori b. Pemeliharaan pencegahan Pemeliharaan perbaikan a. 5.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . Praktek 4 16 . Ujian/Evaluasi a. pemeliharaan AC secara benar dan trouble shooting a. b. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN AC Sentral • Closed circuit system • Open circuit system • Electrical control • Refrigrant control JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 3. Teori b. Praktek a.Pemeliharaan Berkala . Prosedur pengoperasian Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian AC secara benar Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan AC secara benar a. b. 16 - Manual Book AC b. Pemeliharaan a. c. Prosedur pengoperasian AC Window/Split Prosedur pengoperasian AC Sentral Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting - 56 Manual Book AC 6.No. b. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. c. d. d. b.

15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Escalator dan Conveyor) sebagai alat penunjang operasional pelayanan fasilitas penerbangan yang berfungsi memberikan kelancaran dan kenyamanan para pengguna jasa di Terminal Bandar Udara dan gedung operasi keselamatan penerbangan. Dalam rangka implementasi UU No. IV. PENDAHULUAN Traction Equipment (Elevator. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Traction Equipments serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Escalator dan Conveyor). Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. b. PERSYARATAN : a. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. III. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Traction Equipments dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING TRACTION EQUIPMENTS 220 Jam Pelajaran Teori : 108 Jam Praktek : 112 Jam KODE TE-B/KPL&SPPPU I. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. II. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Traction Equipment (Elevator. . maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Traction Equipments wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan.

3. Teori b. Fungsi b. Pengoperasian b. Trouble shooting e. Teori rinci peralatan b. Pemelihaaan Pencegahan d. Pemeliharaan pencegahan b. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1. Praktek TE-B/A/1 TE-B/A/2 60 TE-B/A/3 TE-B/A/4 8 20 TE-B/A/5 96 TE-B/A/6 4 16 108 112 . 4. Teori penunjang c. Dokumen terkait Teknik peralatan a. KURIKULUM RATING TRACTION EQUIPMENTS No. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. 6. 2.V. 5. Blok dan circuit diagram c. Teori umum peralatan a. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. Penggunaan alat ukur c.

1982 Theraja B.Bagian-bagian penting Elevator • Sistem Hidrolik • Sistem Elektrik • Komponenkomponen mekanis • Komponenkomponen elektrik . 5. 4. No. b.VI. 1. Fungsi Peralatan Teori Penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan Traction Equipment a. Fungsi Traction Equip. SILABUS RATING TRACTION EQUIPMENTS MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System Dokumen K-3 Depnaker Zuhal.L. 4. “Electrical Technology.Mesin-mesin listrik . Teknik peralatan a. “Electrical Technology. 1982 Theraja B. “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb. c. Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Rencana instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan Traction Equipment a. Zuhal. Hydroulic” Tahun …. New Delhi1980. 3. 5. c. Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System Festodidactic.Bagian-bagian penting Escalator/Travaletor • Motor penggerak • Komponenkomponen mekanis • Komponenkomponen elektrik 60 - 1. 2. New Delhi1980. . “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb. 2. 2.Dasar-dasar hidrolik .Sistem pengaman • Electrik • Mekanis Dokumen terkait K-3 Depnaker 16 P 1. Teori rinci peralatan . b. b. 3. Teori Penunjang .L.

No.Elevator • Electrik control diagram • Mekanikal control . MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Bagian-bagian penting Conveyor • Jenis-jenis Conveyor • Motor penggerak • Komponenkomponen mekanis • Komponenkomponen elektrik .Escalator/Travelator • Electrik control diagram • Mekanikal control .Bagian-bagian penting Garbarata • Jenis-jenis Garbarata • Motor penggerak • Komponenkomponen mekanis • Komponenkomponen elektrik b.Conveyor - P . Block dan circuit diagram .

Pemeliharaan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan Traction Equipments secara benar a.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . b. a. Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System . c. 8 1. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN Electrik control diagram • Mekanikal control . b. Conveyor dan Garbarata Prosedur pengoperasian Elevator. b. 3.Garbarata • Electrik control diagram • Mekanikal control Rencana Instalasi Pemilihan Jenis dan model Prosedur pengoperasian Elevator Prosedur pengoperasian Escalator/Travelator Prosedur pengoperasian Conveyor Prosedur pengoperasian Garbarata Pemeliharaan Pencegahan . 2. 20 1. pemeliharaan Traction Equipments secara benar. Conveyor dan Garbarata 96 1.Pemeliharaan Berkala . d. c. Prosedur Pengoperasian Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian Traction Equipments secara benar a. Escalator. Praktek a. d.No. Prosedur pengoperasian Elevator. Escalator. Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System 5. b.Trouble shooting • JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P c. 2. Prosedur pengoperasian Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. 2. Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System 4.

MATA PELAJARAN (TOPIK) Analisis sistem peralatan TUJUAN trouble shooting dan analisis sistem c. Teori Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. e. Praktek 4 16 . POKOK BAHASAN Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 6. e. d. Ujian/Evaluasi a. Teori b. f.No. b.

b. PERSYARATAN : a. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Traction Equipments serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Traction Equipments dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. II. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Traction Equipments wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING TRACTION EQUIPMENTS 150 Jam Pelajaran Teori : 80 Jam Praktek : 70 Jam KODE TE-B/KPL&SPPPU I. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Traction Equipment (Elevator. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. PENDAHULUAN Traction Equipment (Elevator. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. III. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Escalator dan Conveyor) sebagai alat penunjang operasional pelayanan fasilitas penerbangan yang berfungsi memberikan kelancaran dan kenyamanan para pengguna jasa di Terminal Bandar Udara dan gedung operasi keselamatan penerbangan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan. . Dalam rangka implementasi UU No. Escalator dan Conveyor). IV. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating.

Blok dan circuit diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 12 1. Teori penunjang c. Penggunaan alat ukur c. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Teori umum peralatan a. Teori b. 6. Praktek TE-B/T/1 TE-B/T/2 40 TE-B/T/3 TE-B/T/4 8 16 TE-B/T/5 54 TE-B/T/6 4 16 80 70 . KURIKULUM RATING TRACTION EQUIPMENTS No. 2. 5. 3. Teori rinci peralatan b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a.V. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Pemeliharaan pencegahan b. 4. Pengoperasian b. Fungsi b. Pemelihaaan Pencegahan d.

b. 5. b. 2.Dasar-dasar hidrolik . Teori Penunjang . . 5. 4. Fungsi Traction Equip.Bagian-bagian penting Escalator/Travaletor • Motor penggerak • Komponenkomponen mekanis • Komponenkomponen elektrik 40 - 1. No. Teknik peralatan a. New Delhi1980. 3.L. “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb. 1982 Theraja B. New Delhi1980. SILABUS RATING TRACTION EQUIPMENTS MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a.Sistem pengaman • Electrik • Mekanis Dokumen terkait K-3 Depnaker 12 P 1. Teori rinci peralatan . 1982 Theraja B. 1. 2. b. 3. c. 2.L. Zuhal. “Electrical Technology. Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System Festodidactic. “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb.Mesin-mesin listrik . “Electrical Technology. 4. Fungsi Peralatan Teori Penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan Traction Equipment a. Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan Traction Equipment a. Hydroulic” Tahun …. Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System Dokumen K-3 Depnaker Zuhal.Bagian-bagian penting Elevator • Sistem Hidrolik • Sistem Elektrik • Komponenkomponen mekanis • Komponenkomponen elektrik .VI.

3. Prosedur pengoperasian Elevator Prosedur pengoperasian Escalator/Travelator Prosedur pengoperasian Conveyor 8 1.Escalator/Travelator • Electrik control diagram • Mekanikal control . Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian Traction Equipments secara benar a.No.Elevator • Electrik control diagram • Mekanikal control . 2. c. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN Bagian-bagian penting Conveyor • Jenis-jenis Conveyor • Motor penggerak • Komponenkomponen mekanis • Komponenkomponen elektrik Block dan circuit diagram .Conveyor • Electrik control diagram • Mekanikal control JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P b. Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System . b.

dan trouble shooting a. Teori b. b.Trouble shooting 16 P 1. Pemeliharaan Pencegahan . Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System 4. Teori Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. MATA PELAJARAN (TOPIK) Pemeliharaan TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan Traction Equipments secara benar a. b.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . c. Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System 6. b. e. 2. c. Praktek 4 16 . Escalator dan Conveyor Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting 54 1. pemeliharaan Traction Equipments secara benar.Pemeliharaan Berkala . d. Prosedur pengoperasian Elevator.No. 2. Ujian/Evaluasi a. 5. Praktek a. Escalator dan Conveyor Prosedur pengoperasian Elevator. d. b. Prosedur pengoperasian Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian.

Dalam rangka implementasi UU No. pemilihan kabel. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. II. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. PERSYARATAN : a. III. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Electrical Installation and Solar Cell serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING ELECTRICAL INSTALLATION AND SOLAR CELL 120 Jam Pelajaran Teori : 60 Jam Praktek : 60 Jam KODE EI&SC-C/KPL&SPPPU I. b. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. . PENDAHULUAN Electrical Instalation adalah ilmu instalasi peralatan listrik yang meliputi standar dan peraturan instalasi. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Solar Cell dan penanganan instalasi listrik bandara wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. Adapun Solar Cell adalah suatu alat pembangkit listrik tenaga surya yang sering digunakan pada daerah-daerah tertentu yang tidak ada jaringan PLN untuk mensuplai beban peralatan navigasi/komunikasi penerbangan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Solar Cell dan penanganan instalasi listrik bandara. IV. penangkal petir dan instalasi penerangan di Bandar udara. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Electrical Installation and Solar Cell dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih.

Pemelihaaan Pencegahan d. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian Solar Cell Pemeliharaan Solar Cell a. 2. Trouble shooting e. Pengoperasian b. 4. Instalasi Listrik Teori umum peralatan Solar Cell a.V. Teori b. Blok dan circuit diagram c. Fungsi b. 7. Praktek EI&SC-C/A/1 EI&SC-C/A/2 EI&SC-C/A/3 16 EI&SC-C/A/4 EI&SC-C/A/6 2 6 EI&SC-C/A/6 36 EI&SC-C/A/7 4 8 60 60 . Pemeliharaan pencegahan b. Penggunaan alat ukur c. 5. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 24 8 16 1. 6. Teori rinci peralatan b. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. 3. Teori penunjang Teknik peralatan Solar Cell a. KURIKULUM RATING ELECTRICAL INSTALLATION AND SOLAR CELL No.

3.Sel Surya (solar cell) 24 P 16 P. Fungsi Peralatan Teori Penunjang Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan Solar Cell a. b. Dipl. 2. 2. 1. “Pembangkit Listrikk Tenaga Surya” Tarsito 1994 Manual Book Solar Cell. P. Harten. lampu jalan dan flood light Instalasi Penangkal petir Fungsi peralatan Solar Cell Teori Penunjang . 8 - 1.Pembangkit listrik tenaga surya untuk a. Binacipta 1981. b. c.Matahari sebagai sumber energi . Binacipta 1981. Ing. Van. Rencana Instalasi . Setiawan. PT. Interprima Indonesia. c. Ir. E. Lapi Elpatsindo Drs. 2. Karmon Singalingging. 16 - 1. “Lightning Protection System” PT. b. Instalasi Listrik Arus Kuat. Teori Umum Peralatan Solar Cell a. Instalasi Listrik Arus Kuat. Van. Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Rencana instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan Solar Cell Teori rinci peralatan .Susunan kerja generator surya b.VI. Setiawan. Block dan circuit diagram Inverter dan converter c. Teknik peralatan Solar Cell a. 3. Reynaldo Zoro “Petir dan Masalahnya”. SILABUS RATING ELECTRICAL INSTALLATION AND SOLAR CELL MATA PELAJARAN (TOPIK) Instalasi Listrik TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan instalasi listrik dan aplikasinya a. No. e. b. d. Harten. Ir. E. . f. Standarisasi dan peraturan instalasi listrik Peralatan instalasi listrik Kabel Arus kuat Penyambungan alat-alat listrik Instalasi gedung.Komponen utama pembangkit listrik tenaga surya .

Praktek 4 8 . MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN peralatan Navigasi JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 4. b. Pemeliharaan Pencegahan . Teori b. Ujian/Evaluasi Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan a. e. e.Pemeliharaan Berkala . pemeliharaan Solar Cell secara benar. c. Praktek a. b. 5. Pemeliharaan Solar Cell a. d.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . d.No.Trouble shooting 6 - Manual Book Solar Cell 6. Prosedur pengoperasian Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. b. Pemeliharaan pencegahan b. c. Prosedur Pengoperasian Solar Cell Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian Solar Cell secara benar Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan Solar Cell secara benar Prosedur pengoperasian Solar Cell 2 Manual Book Solar Cell. Pemeliharaan perbaikan a. trouble shooting dan analisis sistem a. Prosedur pengoperasian solar cell Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan - 36 Manual Book Solar Cell 7.

sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. II. Adapun Solar Cell adalah suatu alat pembangkit listrik tenaga surya yang sering digunakan pada daerah-daerah tertentu yang tidak ada jaringan PLN untuk mensuplai beban peralatan navigasi/komunikasi penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. b. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Solar Cell dan penanganan instalasi listrik bandara. IV. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Dalam rangka implementasi UU No. III. penangkal petir dan instalasi penerangan di Bandar udara.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING ELECTRICAL INSTALLATION AND SOLAR CELL 80 Jam Pelajaran Teori : 32 Jam Praktek : 48 Jam KODE EI&SC-C/KPL&SPPPU I. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Electrical Installation and Solar Cell dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. PENDAHULUAN Electrical Instalation adalah ilmu instalasi peralatan listrik yang meliputi standar dan peraturan instalasi. pemilihan kabel. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Electrical Installation and Solar Cell serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. PERSYARATAN : a. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Solar Cell dan penanganan instalasi listrik bandara wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. . SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan.

Praktek EI&SC-C/T/1 EI&SC-C/T/2 EI&SC-C/T/3 6 EI&SC-C/T/4 EI&SC-C/T/6 2 4 EI&SC-C/T/6 28 EI&SC-C/T/7 4 8 32 48 . Pengoperasian b. 4. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Teori b. Teori penunjang Teknik peralatan Solar Cell a. 7. 2. 3. Penggunaan alat ukur c. Pemelihaaan Pencegahan d. Pemeliharaan pencegahan b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Teori rinci peralatan b. Fungsi b. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 12 4 16 1. KURIKULUM RATING ELECTRICAL INSTALLATION AND SOLAR CELL No. Blok dan circuit diagram Prosedur Pengoperasian Solar Cell Pemeliharaan Solar Cell a.V. 6. Instalasi Listrik Teori umum peralatan Solar Cell a. 5.

SILABUS RATING ELECTRICAL INSTALLATION AND SOLAR CELL MATA PELAJARAN (TOPIK) Instalasi Listrik TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan instalasi listrik dan aplikasinya a. 2. Interprima Indonesia. Ir.Matahari sebagai sumber energi . Fungsi Peralatan Teori Penunjang Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan Solar Cell a. Setiawan. b. E. Karmon Singalingging. 4 - 1. Block dan circuit diagram Inverter dan converter a. lampu jalan dan flood light Instalasi Penangkal petir Fungsi peralatan Solar Cell Teori Penunjang . c. Van. Teori Umum Peralatan Solar Cell a. Instalasi Listrik Arus Kuat. Instalasi Listrik Arus Kuat. Harten. Setiawan. 6 - 1.Susunan kerja generator surya b. b.VI. e. Ir. b. 2. Standarisasi dan peraturan instalasi listrik Peralatan instalasi listrik Kabel Arus kuat Penyambungan alat-alat listrik Instalasi gedung. Reynaldo Zoro “Petir dan Masalahnya”.Komponen utama pembangkit listrik tenaga surya . Harten. f. Binacipta 1981. 3. Van. b. Teknik peralatan Solar Cell a. Dipl. “Pembangkit Listrikk Tenaga Surya” Tarsito 1994 Manual Book Solar Cell. . 2. E. Binacipta 1981. “Lightning Protection System” PT. Ing. No. Lapi Elpatsindo Drs. P.Sel Surya (solar cell) 12 P 16 P. 3. 1. Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan Solar Cell Teori rinci peralatan . d. PT.

Praktek 4 8 Ditetapkan di Pada tanggal : : JAKARTA ………………….No. 4. Pemeliharaan pencegahan b. 5. 120038217 . Y NIP. MATA PELAJARAN (TOPIK) Prosedur Pengoperasian Solar Cell TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian Solar Cell secara benar Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan Solar Cell secara benar Prosedur pengoperasian Solar Cell 2 P Manual Book Solar Cell.2002 DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA SOENARYO. pemeliharaan Solar Cell secara benar.Trouble shooting 4 - Manual Book Solar Cell 6.. Pemeliharaan perbaikan a. dan trouble shooting a. Praktek a.Pemeliharaan Berkala . d. b. Prosedur pengoperasian Solar Cell Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting - 28 Manual Book Solar Cell 7. Pemeliharaan Solar Cell a. b. Prosedur pengoperasian Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. Teori b. c. c. Pemeliharaan Pencegahan . d. b. Ujian/Evaluasi Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan a.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->