DEPARTEMEN PERHUBUNGAN DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA NOMOR : SKEP/115/VI/2002 TENTANG PEDOMAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TEKNISI ELEKTRONIKA PENERBANGAN DAN TEKNISI LISTRIK PENERBANGAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA,

Menimbang :

a.

bahwa sesuai dengan Pasal 18 Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/176/VI/2001 telah diatur tentang Pendidikan dan Pelatihan untuk memperoleh Sertifikat Kecakapan dan Rating Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan; bahwa untuk melaksanakan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Dan Pelatihan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan dengan Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara; Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3481); Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan (Lembaran Negara Tahun 2001 Nomor 9, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4075); Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2001 tentang Kebandarudaraan (Lembaran Negara Tahun 2001 Nomor 128, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4146); Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen; Keputusan Presiden Nomor 109 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Departemen;

b.

Mengingat : 1.

2.

3.

4.

5.

6.

Keputusan Menteri Perhubungan Udara Nomor T.11/2/4–U Tahun 1960 tentang Peraturan-Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil sebagaimana telah diubah terakhir dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 22 Tahun 2002; Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM. 24 Tahun 2001 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Departemen Perhubungan sebagaimana telah diubah terakhir dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 45 Tahun 2001; Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan;

7.

8.

MEMUTUSKAN: Menetapkan : KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA TENTANG PEDOMAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TEKNISI ELEKTRONIKA PENERBANGAN DAN TEKNISI LISTRIK PENERBANGAN.

Pasal 1 Dalam keputusan ini yang dimaksud dengan : 1. Teknisi Elektronika Penerbangan adalah personil penerbangan yang diberi kewenangan melaksanakan kegiatan pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas elektronika penerbangan; Teknisi Listrik Penerbangan adalah personil penerbangan yang diberi kewenangan melaksanakan kegiatan pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas listrik penerbangan; Sertifikat Kecakapan (Lisensi) Teknisi Elektronika Penerbangan atau Teknisi Listrik Penerbangan adalah tanda bukti terpenuhinya persyaratan kecakapan teknisi elektronika penerbangan atau teknisi listrik penerbangan; Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan adalah Sertifikat Kecakapan yang diberikan kepada teknisi dengan dasar pendidikan serendah-rendahnya Diploma II dalam bidang teknik elektronika atau yang sederajat;

2.

3.

4.

2

5.

Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan adalah Sertifikat Kecakapan yang diberikan kepada teknisi dengan dasar pendidikan serendah-rendahnya Diploma III dalam bidang teknik elektronika atau yang sederajat; Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan adalah Sertifikat Kecakapan yang diberikan kepada teknisi dengan dasar pendidikan serendah-rendahnya Diploma II dalam bidang teknik listrik atau mekanikal atau yang sederajat; Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan adalah Sertifikat Kecakapan yang diberikan kepada teknisi dengan dasar pendidikan serendah-rendahnya Diploma III dalam bidang teknik listrik atau mekanikal atau yang sederajat; Rating adalah tanda bukti kewenangan melaksanakan kegiatan pengoperasian dan pemeliharaan atas satu jenis peralatan fasilitas elektronika penerbangan atau listrik penerbangan; Pengoperasian adalah rangkaian kegiatan menyiapkan, menghidupkan, memantau kinerja operasi dan mematikan peralatan; Pemeliharaan adalah rangkaian kegiatan membersihkan, merapikan, memeriksa (berkala, ground check, performance check dan kalibrasi), mengukur parameter, menyetel parameter, memperbaiki dan membuat pelaporan peralatan; Rekomendasi adalah persetujuan untuk melaksanakan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan; Pendidikan dan pelatihan adalah pendidikan dan pelatihan dalam rangka pemberian sertifikat kecakapan dan rating teknisi elektronika penerbangan dan teknisi listrik penerbangan; Kurikulum pendidikan dan pelatihan adalah jenis dan jumlah mata pelajaran yang harus diberikan dalam proses belajar mengajar untuk mendukung satu jenis kegiatan pendidikan dan pelatihan; Silabus adalah pokok bahasan dari tiap-tiap mata pelajaran yang ada di dalam kurikulum suatu pendidikan dan pelatihan;

6.

7.

8.

9.

10.

11. 12.

13.

14.

3

15.

Badan Hukum adalah perusahaan yang didirikan berdasarkan hukum Indonesia untuk jangka waktu yang ditentukan dalam anggaran dasar dan dibuat dalam bahasa Indonesia dengan akta notaris, serta melakukan kegiatan usaha yang sesuai dengan maksud dan tujuannya dengan modal dasar memenuhi kriteria tertentu yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku; Direktur Jenderal adalah Direktur Jenderal Perhubungan Udara. Pasal 2

16.

(1)

Teknisi Elektronika Penerbangan atau Teknisi Listrik Penerbangan yang akan melaksanakan tugas pengoperasian dan/atau pemeliharaan fasilitas elektronika atau listrik penerbangan diwajibkan memiliki Sertifikat Kecakapan dan Rating. Sertifikat Kecakapan dan Rating sebagaimana dimaksud pada ayat (1), diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan.

(2)

Pasal 3 (1) Dalam rangka penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1), harus berpedoman pada: a. b. (2) kurikulum dan silabus pendidikan dan pelatihan; dan persyaratan tenaga pendidik.

Pendidikan dan pelatihan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), meliputi teori dan praktek. Pasal 4

(1)

Kurikulum dan silabus pendidikan dan pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) huruf a, terdiri dari : a. untuk teknisi elektronika penerbangan; 1. silabus dan kurikulum pendidikan dan pelatihan untuk memperoleh sertifikat kecakapan ahli elektronika penerbangan;

4

2.

silabus dan kurikulum pendidikan dan pelatihan untuk memperoleh sertifikat kecakapan terampil elektronika penerbangan; silabus dan kurikulum pendidikan dan pelatihan untuk memperoleh rating peralatan elektronika penerbangan.

3.

b.

untuk teknisi listrik penerbangan: 1. silabus dan kurikulum pendidikan dan pelatihan untuk memperoleh sertifikat kecakapan ahli listrik penerbangan; silabus dan kurikulum pendidikan dan pelatihan untuk memperoleh sertifikat kecakapan terampil listrik penerbangan; silabus dan kurikulum pendidikan dan pelatihan untuk memperoleh rating peralatan listrik penerbangan.

2.

3.

(2)

Kurikulum dan silabus pendidikan dan pelatihan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), termuat dalam Lampiran Keputusan ini.

Pasal 5 (1) Persyaratan tenaga pendidik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) huruf b, terdiri dari tenaga pendidik bidang umum dan tenaga pendidik bidang teknis. Tenaga pendidik bidang umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1), harus memiliki pengetahuan dan pengalaman di bidang penerbangan sipil. Tenaga pendidik bidang teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1), harus memiliki pengetahuan dan pengalaman di bidang: a. teknik elektronika; b. teknik listrik; c. teknik mekanikal.

(2)

(3)

5

Pasal 6 (1) Tenaga pendidik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5, untuk sertifikat kecakapan ahli minimal Strata – 1 atau Diploma IV . Tenaga pendidik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5, untuk sertifikat kecakapan terampil minimal Diploma III atau sederajat. Tenaga pendidik bidang teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5, wajib memiliki pengalaman bekerja dalam bidang peralatan elektronika dan listrik penerbangan minimal 3 (tiga) tahun. Pasal 7 Pendidikan dan pelatihan teknisi elektronika penerbangan dan teknisi listrik penerbangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (2), dapat diselenggarakan oleh: a. b. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara; atau Badan Hukum yang bergerak dalam bidang penerbangan yang telah mendapat rekomendasi dari Direktur Jenderal. Pasal 8 Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dalam menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7, dapat bekerjasama dengan Pusat Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 9 (1) Untuk mendapatkan rekomendasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf b, badan hukum mengajukan permohonan secara tertulis kepada Direktur Jenderal dengan melampirkan: a. foto kopi akta pendirian perusahaan dan perubahan serta surat pengesahan dari Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia; struktur organisasi;

(2)

(3)

b.

6

c.

daftar tenaga pendidik yang berkualifikasi sesuai jenis dan jenjang pendidikan dan pelatihan disertai ijazah tertinggi yang dimiliki; buku petunjuk tata cara tentang penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan; modul pelajaran sesuai dengan jenis dan jenjang pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan; daftar fasilitas yang dimiliki sesuai dengan jenis dan jenjang dari pendidikan dan pelatihan yang diselengggarakan; jadwal kegiatan.

d. e. f.

g. (2)

Buku pentunjuk tata cara tentang penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) huruf d, sekurang-kurangnya meliputi : a. b. tata tertib pelaksanaan pendidikan dan pelatihan; mekanisme pelaksanaan pendidikan dan pelatihan.

(3)

Daftar fasilitas sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) huruf f, sekurang-kurangnya meliputi : a. b. c. d. ruang kelas; ruang praktek berikut peralatannya; ruang administrasi; peralatan dan perlengkapan pendukung proses belajar mengajar.

(4)

Direktur Jenderal memberikan rekomendasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari kerja setelah permohonan diterima dan dinyatakan lengkap. Rekomendasi Direktur Jenderal sebagaimana dimaksud pada ayat (1), diberikan untuk setiap pendidikan dan pelatihan yang akan diselenggarakan.

(5)

7

15. Para Kepala Balai Pendidikan dan Latihan Penerbangan. 120108003 8 . dicabut apabila penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan tidak sesuai dengan rekomendasi yang diberikan. 13. 16.Pasal 10 Rekomendasi Direktur Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9.(Persero) Angkasa Pura II. Ditetapkan di : JAKARTA Pada Tanggal : 12 JUNI 2002 ________________________________________ DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA ttd SOENARYO Y. Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. : 1. Para Kepala Bandar Udara. Pasal 11 Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. 4. Inspektur Jenderal Departemen Perhubungan. 11. 2. SILOOY NIP. 12. Ketua Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia. 14. Direktur Utama PT. 120038217 SALINAN Keputusan ini disampaikan kepada Yth. Direktur Utama PT. 3. Sekretaris Jenderal Departemen Perhubungan. 7. 5. Salinan sesuai dengan aslinya Kepala Bagian Hukum E. Para Kepala Dinas Perhubungan Propinsi. Menteri Perhubungan . Kepala Balai Kesehatan Penerbangan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. A. Kepala Balai Elektronika Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. 9. 8. Para Direktur Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan. Kepala Pusat Pendidikan dan Latihan Perhubungan Udara. 6. Kepala Badan Pendidikan dan Latihan Departemen Perhubungan. 10. NIP.(Persero) Angkasa Pura I. Para Direktur di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.

9. 8. Terampil i . 2. Terampil SKP-T / TEP 8 II. 3. Terampil CPDLC-A/KKP 28 5. KOMUNIKASI PENERBANGAN 1. Ahli Sertifikat Kecakapan Ahli Teknisi Elektronika Penerbangan Sertifikat Kecakapan Terampil Teknisi Elektronika Penerbangan SKP-A / TEP i 1 2. 7. II. RATING FASILITAS ELEKTRONIKA PENERBANGAN A. 6. Ahli Terampil Ahli Voice Switching Communication System Voice Switching Communication System Controller Pilot Data Link Communication (CPDLC) Controller Pilot Data Link Communication (CPDLC) Automatic Message Switching Centre (AMSC) Automatic Message Switching Centre (AMSC) Very Hight Frequency Data Link (VHF-DL) Very Hight Frequency Data Link (VHF-DL) Aeronautical Telecommunication Network (ATN) Aeronautical Telecommunication Network (ATN) VSCS-A / KKP VSCS-A / KKP CPDLC-A/KKP 15 20 25 4. SERTIFIKAT KECAKAPAN PERSONIL (SKP) 1.1. Ahli Terampil Ahli Terampil Ahli AMSC-A / KKP AMSC-A / KKP VDL-A / KKP VDL-A / KKP ATN-A / KKP ATN-A / KKP 31 36 41 44 47 50 10.DAFTAR ISI Halaman DAFTAR ISI I.

Terampil 25. Terampil 23. Terampil ATIS-B / KKP ATIS-B / KKP HF AG-B / KKP HF AG-B / KKP VSAT-B / KKP VSAT-B / KKP RLINK-B / KKP RLINK-B / KKP HF-SSB-C / KKP HF-SSB-C / KKP TTY-C / KKP TTY-C / KKP 81 85 89 93 97 102 107 112 117 121 125 129 B. Ahli 20. Terampil 27. Ahli 24.SSB ) High Frequency Single Side Band ( HF . Ahli 18. Ahli 28. Ahli 22. Ahli Aeronautical Message Handling System (AMHS) Aeronautical Message Handling System (AMHS) Integrated Remote Control and Monitoring System Integrated Remote Control and Monitoring System Very High Frequency and Ground Communication System (VHF A/G) Very High Frequency and Ground Communication System (VHF A/G) Aerodrome Terminal Information System (ATIS) Aerodrome Terminal Information System (ATIS) HF Air Ground Communication HF Air Ground Communication Very Small Apperture Terminal Very Small Apperture Terminal Radio Link Radio Link High Frequency Single Side Band ( HF . Ahli 12. NAVIGASI PENERBANGAN 1. Ahli VHF Omnidirectional Range (VOR) VOR-A / KNP 133 ii . Terampil 19. Terampil VHF AG-B / KKP 75 17. Terampil 21. Ahli 14. Terampil 15.SSB ) Teleprinter Teleprinter AMHS-A / KKP AMHS-A / KKP IRCMS-A / KKP IRCMS-A / KKP VHF AG-B / KKP 53 56 59 64 69 16.11. Ahli 26. Terampil 13.

4. 5. 7. 8. 5.2. Ahli DGPS. PENGAMATAN PENERBANGAN 1. Ahli Terampil Ahli Terampil Ahli Terampil Ahli Terampil Primary Surveillance Radar System ( PSR ) Primary Surveillance Radar System ( PSR ) Secondary Surveillance Radar System (SSR) Secondary Surveillance Radar System (SSR) Air Traffic Control Automation System Air Traffic Control Automation System Aerodreome Surface Detection Equipment System Aerodreome Surface Detection Equipment System PSR-A / KPP PSR-A / KPP SSR-A / KPP SSR-A / KPP ATC AUTO-A / KPP ATC AUTO-A / KPP ASDE-A / KPP ASDE-A / KPP 161 166 171 176 180 184 189 191 D. Terampil ILS/RVR-A / KPBP 197 3. Ahli Instrument Landing System/Runway Visual Range (ILS/RVR) Instrument Landing System/Runway Visual Range (ILS/RVR) Satellite Landing System (Differential Global Position System) ILS/RVR-A / KPBP 193 2. PERALATAN BANTU PENDARATAN 1. 8. 6. 3.A / KPBP 201 iii . 3. Terampil Ahli Terampil Ahli Terampil Ahli Terampil VHF Omnidirectional Range (VOR) Distance Measuring Equipment (DME) Distance Measuring Equipment (DME) Satellite Navigation System Satellite Navigation System Non Directional Beacon ( NDB ) Non Directional Beacon ( NDB ) VOR-A / KNP DME-A / KNP DME-A / KNP SNS-A / KKP SNS-A / KKP NDB-C / KNP NDB-C / KNP 137 141 145 149 151 153 157 C. 6. 2. 7. 4.

Terampil 11. Terampil 13.B/ KPFP CI. 2. 8. Ahli Terampil Ahli Terampil Ahli Terampil Ahli Terampil Ahli Security Equipment Security Equipment Integrated Security System Integrated Security System Centralized Information System Centralized Information System Closed Circuit Television & Access Control Closed Circuit Television & Access Control Integrated Ground Communication System Integrated Ground Communication System Flight Information Display system Flight Information Display system Check In System Check In System SE-A / KPFP SE-A / KPFP ISS-A / KPFP ISS-A / KPFP CIS-A / KPFP CIS-A / KPFP CCTV&AC-B/KPFP CCTV&AC-B/KPFP IGCS-B / KPFP IGCS-B / KPFP FIDS-B / KPFP FIDS-B / KPFP CI. PENUNJANG FASILITAS PENERBANGAN 1. 3.Terampil Satellite Landing System (Differential Global Position System) DGPS. 4. 7. 5. 6.A / KPBP 203 E.B/ KPFP 205 209 213 217 221 225 229 233 237 241 245 249 253 256 10. Ahli 14. 9. Terampil iv . Ahli 12.

SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. IV. III. PENDAHULUAN Dalam rangka implementasi UU No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI SERTIFIKAT KECAKAPAN AHLI TEKNISI ELEKTRONIKA PENERBANGAN KODE SKP-A/TEP 120 Jam Pelajaran I. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi elektronika penerbangan dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan yang cukup dalam ilmu elektronika dan fasilitas elektronika penerbangan dengan tujuan untuk memenuhi persyaratan memperoleh Sertifikat Kecakapan tingkat ahli. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. 03 Tahun 2001 maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. II. MANFAAT YANG DIPEROLEH : Memiliki bukti kecakapan dalam bidang elektronika penerbangan tingkat ahli serta kesempatan untuk menempuh Diklat rating. . PERSYARATAN : Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika.

KURIKULUM SERTIFIKAT KECAKAPAN AHLI TEKNISI ELEKTRONIKA PENERBANGAN A. PENGETAHUAN KHUSUS 1) 2) 3) 4) 5) 6) Pengetahuan Teknik Elektronika Teknik Digital Prinsip-Prinsip Pemancar dan Penerima Pengetahuan Komunikasi Data Alat-Alat Ukur dan Pengukuran Fasilitas Elektronika Penerbangan : : : : : : 8 Jam 12 Jam 8 Jam 12 Jam 8 Jam 24 Jam 72 jam .V. PENGETAHUAN KEUDARAAN 1) 2) 3) 4) 5) Pembinaan Personil Penerbangan Hukum Penerbangan (Air Law) Peraturan Penerbangan (Rule of the Air) Manajemen LLU Manajemen Pemeliharaan : : : : : 8 Jam 8 Jam 16 Jam 8 Jam 8 Jam 48 jam B.

3 Tahun 2001 3. SKEP/176/VI/2001 TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P A. No. 3 Tahun 2001 PP. 100 Tahun 1988 Skep Dirjen Hubud No. Hukum Penerbangan (Air Law) Agar Perserta mengetahui dan memahami hukum penerbangan sipil nasional dan internasional Agar Perserta memahami peraturan-peraturan yang berkaitan dengan penerbangan sipil Konvensi ICAO Annexes ICAO Kedaulatan Negara 8 - − − − UU No. 15 Tahun 1992 PP. 16 Tahun 1994 KM. SILABUS DIKLAT SERTIFIKAT KECAKAPAN AHLITEKNISI ELEKTRONIKA PENERBANGAN No. 11. 40 Tahun 1995 PP. 58 Tahun 1991 KM. No. PAN No. No. − − − − − − − − − − − − − 2. teknisi penerbangan − − Sturktur Organisasi dan tata kerja Ditjen Hubud Angka Kredit untuk Jabatan Fungsional Teknisi Penerbangan. 15 Tahun 1992 Annexes : 10. Pembinaan pegawai (PNS/BUMN) Etika profesi teknisi 8 − − − − − − UU No. No. MATA PELAJARAN (TOPIK) PENGETAHUAN KEUDARAAN Pembinaan Personil Penerbangan − − Agar peserta memahami tugas pokok dan fungsi Ditjen Hubud Agar Peserta memahami ketentuan-ketentuan mengenai angka kredit teknisi penerbangan Agar Peserta memahami hak dan kewajiban sbg.VI. Manajemen LLU Agar para peserta mengetahui dan memahami konsep optimasi pemanfaatan ruang udara dan pelayanan keselamatan penerbangan Organisasi ruang udara Pelayanan navigasi penerbangan Konsep CNS/ATM 8 - - − − − − ICAO Global Plan ATS Planning Manual ATC Master Plan Indonesia Konsep Harmonisasi . 14 dan 17 Konvensi ICAO PP. No. 1. 71 Tahun 1996 PP. No. Peraturan Penerbangan (Rule of the Air) Keselamatan Penerbangan Keamanan Penerbangan Angkutan Udara Kebandarudaraan 16 - − − − 4.

Triwulanan. - Teori Semi Konduktor dan Dioda Jenis-jenis Transistor dan biasing Amplifier/OP-AMP Analisa Rangkaian 8 - - - Malvino. Erlangga 1999. 2. Mingguan. Manajemen Pemeliharaan − − B. Suryanto. “Teknik Digital” Bina Pustaka 1986.No. Converter dan 12 - - . MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami ketentuan-ketentuan dalam pengoperasian dan pemeliharaan peralatan. 1. Erlangga 1999. Hanafi Gunawan “Prisip-prinsip Elektronika. Kamal Idris. Bulanan. F. Pennis Roddy. “Komunikasi Elektronika”. − − − − − Kebijakan Sistem Pemeliharaan Tujuan Program Pemeliharaan Konsepsi Pemeliharaan Prosedur Pengoperasian Peralatan Prosedur pemeliharaan Peralatan (Jadual Harian. John Coolen. PENGETAHUAN KHUSUS Pengetahuan Teknik Elektronika Agar peserta memahami dan menerapkan ilmu teknik elektronika. SKEP/40/II/1998 5. Semesteran dan Tahunan) dan Pengkalibrasian Tingkat Pemeliharaan Pemeriksaaan Peralatan 8 P − − Prosedur Pemeliharaan fasilitas elektronika dan listrik Skep Dirjen Hubud No. Teknik Digital Agar peserta memahami dan menerapkan teknik digital - Gerbang Logika dan Aplikasinya Flip Flop dan multivibrator Register.

Erlangga 1999.Audio Amplifier . John Coolen. Kamal Idris. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN Counter Microprocessor Analisa Rangkaian JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T - P 3. Protocol/Interface Operating System Aplikasi Sistem Komunikasi Data 12 - Pennis Roddy. Pengetahuan Komunikasi Data Agar peserta memahami dan menerapkan pengetahuan komunikasi data - Teori Dasar Komunikasi Dasar dasar Komputer Sistem Jaringan Media Transmisi. Hanafi Gunawan “Prisip-prinsip Elektronika. “Komunikasi Elektronika”. Erlangga 1999.Aplikasi pemancar Penerima .Filter .RF Amplifier dan antenna .Wave Propagation .Mixer .Oscillator .Oscillator .No.Transmission line and Antenna .Detector/Demodulator .Power Amplifier . John Coolen.Aplikasi penerima 8 - - - - Malvino. Manual book 4. Kamal Idris.Modulator . Erlangga 1999. Prinsip prinsip penerima Pemancar dan Agar peserta memahami dan mampu menganalisis cara kerja pemancar dan penerima dalam sistem Pemancar . Pennis Roddy. .Intermediate Frequency . “Komunikasi Elektronika”.

IV dan V Annex 17 ATN SNPS CNS/ATM in Indonesia development. II.AMSC dan Teleprinter .Recording System .ATIS . “Pengukuran dan AlatAlat Ukur Listrik” . - 6.VSAT Navigasi dan Pengamatan NDB VOR/DME ILS PSR SSR ATC Automation ASDE 24 - - Annex 10 Volume I.PT.HF . Pradnya Paramita 1979 Manual book 5. Dr.Sistem Transmisi . Fasilitas Elektronika penerbangan Agar peserta memahami dan mampu menganalisis cara kerja fasilitas elektronika penerbangan serta kriteria penempatan peralatan Komunikasi penerbangan . MATA PELAJARAN (TOPIK) Alat Alat Ukur dan pengukuran TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan dapat menggunakan alat-alat ukur dengan benar Multi meter Oscilloscope Signal Generator Frequency Counter Logic Analyzer Power Meter Spectrum Analyzer Vector Voltmeter 8 P Dr. Pokja CNS 2001 .ATN .VSCS .Data Link .Radio Link .VHF . III.AMHS .No. Osamu Nishino. Soedjana Sapiie.CPDLC .

No. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN - POKOK BAHASAN GNSS JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P Elektronika Bandara Security Equipment Integrated Security System CCTV FIDS CIS IGCS .

SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. PERSYARATAN : Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. PENDAHULUAN Dalam rangka implementasi UU No. II. 03 Tahun 2001 maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. IV. MANFAAT YANG DIPEROLEH : Memiliki bukti kecakapan dalam bidang elektronika penerbangan tingkat terampil serta kesempatan untuk menempuh Diklat rating. III.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL SERTIFIKAT KECAKAPAN TERAMPIL TEKNISI ELEKTRONIKA PENERBANGAN KODE SKP-T/TEP 120 Jam Pelajaran I. . MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi elektronika penerbangan dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan yang cukup dalam ilmu elektronika dan fasilitas elektronika penerbangan dengan tujuan untuk memenuhi persyaratan memperoleh Sertifikat Kecakapan tingkat terampil.

KURIKULUM SERTIFIKAT KECAKAPAN ELEKTRONIKA PENERBANGAN A. PENGETAHUAN KEUDARAAN 1) 2) 3) 4) 5) Pembinaan Personil Penerbangan Hukum Penerbangan (Air Law) Peraturan Penerbangan (Rule of the Air) Manajemen LLU Manajemen Pemeliharaan TERAMPIL TEKNISI : : : : : 8 Jam 8 Jam 16 Jam 8 Jam 8 Jam 48 jam B. PENGETAHUAN KHUSUS 1) 2) 3) 4) 5) 6) Pengetahuan Teknik Elektronika Teknik Digital Prinsip-Prinsip Pemancar dan Penerima Pengetahuan Komunikasi Data Alat-Alat Ukur dan Pengukuran Fasilitas Elektronika Penerbangan : : : : : : 8 Jam 12 Jam 8 Jam 12 Jam 8 Jam 24 Jam 72 jam .V.

Peraturan Penerbangan (Rule of the Air) Keselamatan Penerbangan Keamanan Penerbangan Angkutan Udara Kebandarudaraan 16 - − − − 4. No. No. SKEP/176/VI/2001 TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P A. 15 Tahun 1992 PP. 58 Tahun 1991 KM. MATA PELAJARAN (TOPIK) PENGETAHUAN KEUDARAAN Pembinaan Personil Penerbangan − − Agar peserta memahami tugas pokok dan fungsi Ditjen Hubud Agar Peserta memahami ketentuan-ketentuan mengenai angka kredit teknisi penerbangan Agar Peserta memahami hak dan kewajiban sbg. PAN No. No. No. Pembinaan pegawai (PNS/BUMN) Etika profesi teknisi 8 − − − − − − UU No. 14 dan 17 Konvensi ICAO PP. 16 Tahun 1994 KM.VI. 71 Tahun 1996 PP. 40 Tahun 1995 PP. Hukum Penerbangan (Air Law) Agar Perserta mengetahui dan memahami hukum penerbangan sipil nasional dan internasional Agar Perserta memahami peraturan-peraturan yang berkaitan dengan penerbangan sipil Konvensi ICAO Annexes ICAO Kedaulatan Negara 8 - − − − UU No. 11. 15 Tahun 1992 Annexes : 10. 1. 3 Tahun 2001 PP. 100 Tahun 1988 Skep Dirjen Hubud No. 3 Tahun 2001 3. No. teknisi penerbangan − − Sturktur Organisasi dan tata kerja Ditjen Hubud Angka Kredit untuk Jabatan Fungsional Teknisi Penerbangan. No. − − − − − − − − − − − − − 2. Manajemen LLU Agar para peserta mengetahui dan memahami konsep optimasi pemanfaatan ruang udara dan pelayanan keselamatan penerbangan Organisasi ruang udara Pelayanan navigasi penerbangan Konsep CNS/ATM 8 - − − − − ICAO Global Plan ATS Planning Manual ATC Master Plan Indonesia Konsep Harmonisasi . SILABUS DIKLAT SERTIFIKAT KECAKAPAN TERAMPIL TEKNISI ELEKTRONIKA PENERBANGAN No.

Mingguan. Teknik Digital Agar peserta mengetahui dan memahami teknik digital - Gerbang Logika dan Aplikasinya Flip Flop dan multivibrator Register. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami ketentuan-ketentuan dalam pengoperasian dan pemeliharaan peralatan. 2. “Teknik Digital” Bina Pustaka 1986. Converter dan 12 - 1. Triwulanan. F. John Coolen. Erlangga 1999. “Komunikasi Elektronika”. Manajemen Pemeliharaan − − B. Hanafi Gunawan “Prisip-prinsip Elektronika. Erlangga 1999. Kamal Idris. 2.No. Pennis Roddy. Semesteran dan Tahunan) dan Pengkalibrasian Tingkat Pemeliharaan Pemeriksaaan Peralatan 8 P − − Prosedur Pemeliharaan fasilitas elektronika dan listrik Skep Dirjen Hubud No. Bulanan. SKEP/40/II/1998 5. Suryanto. 1. − − − − − Kebijakan Sistem Pemeliharaan Tujuan Program Pemeliharaan Konsepsi Pemeliharaan Prosedur Pengoperasian Peralatan Prosedur pemeliharaan Peralatan (Jadual Harian. PENGETAHUAN KHUSUS Pengetahuan Teknik Elektronika Agar peserta mengetahui dan memahami ilmu dasar teknik elektronika - Teori Semi Konduktor dan Dioda Jenis-jenis Transistor dan biasing Amplifier/OP-AMP 8 - 1. . Malvino.

Erlangga 1999. Erlangga 1999.PT. “Pengukuran dan AlatAlat Ukur Listrik” . Pradnya Paramita 1979 . Alat Alat Ukur dan pengukuran Agar peserta mengetahui dan memahami cara kerja alat ukur serta dapat melakukan pengukuran dengan benar - Multi meter Oscilloscope Signal Generator Frequency Counter Logic Analyzer 8 1.Detector/Demodulator . Kamal Idris. Pennis Roddy. Erlangga 1999. Pennis Roddy. Prinsip prinsip penerima Pemancar dan Agar peserta mengetahui dan memahami sistem kerja pemancar dan penerima Pemancar . Soedjana Sapiie. Protocol/Interface Operating System 12 1. Kamal Idris. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN Counter Microprocessor JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T - P 3.Intermediate Frequency . Dr.Mixer .Filter .Oscillator . Pengetahuan Komunikasi Data Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan komunikasi data - Teori Dasar Komunikasi Dasar dasar Komputer Sistem Jaringan Media Transmisi.Wave Propagation Penerima .RF Amplifier dan antenna . John Coolen. Hanafi Gunawan “Prisip-prinsip Elektronika. 5.No. Dr. Manual book 4. Osamu Nishino. Malvino.Transmission line and Antenna . 3. 2.Power Amplifier . “Komunikasi Elektronika”.Modulator .Audio Amplifier 8 - 1. “Komunikasi Elektronika”. John Coolen.Oscillator .

No.

MATA PELAJARAN (TOPIK)

TUJUAN -

POKOK BAHASAN Power Meter Spectrum Analyzer Vector Voltmeter

JAMPEL

PENGAJAR

DAFTAR KEPUSTAKAAN 2. Manual book

T

P

6.

Fasilitas Elektronika penerbangan

Agar peserta mengetahui dan memahami fungsi dan cara kerja fasilitas elektronika penerbangan

Komunikasi penerbangan - VHF - HF - AMSC dan Teleprinter - Data Link - Recording System - Sistem Transmisi - ATIS - CPDLC - VSCS - ATN - AMHS - Radio Link - VSAT Navigasi dan Pengamatan NDB VOR/DME ILS PSR SSR ATC Automation ASDE GNSS

24

-

1. 2. 3. 4.

Annex 10 Volume I, II, III, IV dan V Annex 17 ATN SNPS CNS/ATM in Indonesia development, Pokja CNS 2001

No.

MATA PELAJARAN (TOPIK)

TUJUAN

POKOK BAHASAN Elektronika Bandara Security Equipment Integrated Security System CCTV FIDS CIS IGCS

JAMPEL

PENGAJAR

DAFTAR KEPUSTAKAAN

T

P

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA

DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK
SKP AHLI RATING VOICE SWITCHING COMMUNICATION SYSTEM ( VSCS ) 284 Jam Pelajaran
I PENDAHULUAN

KODE: VSCS -A/KKP Teori : 120 Jam Praktek : 164 Jam

VSCS adalah peralatan yang digunakan untuk menghubungkan antara operator dengan Tranceiver (A/G Communication) dan antara operator dengan operator stasiun lain (Ground to Ground Communication) melalui media komunikasi untuk menunjang kelancaran operasional pelayanan keselamatan penerbangan
Dalam rangka implementasi UU No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan, serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan, yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating, maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan VSCS wajib mengikuti pendidIkan dan pelatihan . II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating VSCS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih,ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan VSCS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. III PERSYARATAN : a. b. IV Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan.

MANFAAT YANG DIHARAPKAN :

Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas VSCS, sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.

V. KURIKULUM RATING AHLI : VOICE SWITCHING COMMUNICATION SYSTEM (VSCS) JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 24

NO 1

MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Fungsi b. Teori penunjang c. Dokumen Terkait. Teknik peralatan a. Teori Rinci b. Block dan circuit diagram. Prosedur Pengoperasian . Pemeliharaan a. Pemeliharaan Pencegahan . b. Pemeliharaan Perbaikan. Praktek a. Pengoperasian. b. Penggunaan alat ukur. c. Pemeliharaan pencegahan d. Trouble Shooting. Ujian/Evaluasi a. Teori b. Praktek

KODE
VSCS-A/A/1

2

VSCS-A/A/2

48

3 4

VSCS-A/A/3 VSCS-A/A/4

16 24

5

VSCS-A/A/5

140

6

VSCS-A/A/6

8 24

VI. SILABI : RATING AHLI VSCS NO MATA PELAJARAN (TOPIK ) Teori umum peralatan a. Fungsi b. Teori Penunjang c. Dokumen terkait TUJUAN • Agar peserta memahami teori pendukung dan dasar teknis fungsi dari peralatan POKOK BAHASAN • Fungsi/kegunaan peralatan . • Teori penunjang meliputi ; Ø Komunikasi Radio Penerbangan. ( band frequency,AFS,AMS). Ø Teori Komunikasi data Ø Perangkat Komunikasi data Ø Media Komunikasi Ø Protocol/Interface Ø Topologi Jaringan. • Dokumen terkait JAMPEL T 4 16 P PENGAJAR DAFTAR PUSTAKA - Annex 10 Volume…….

1

4

2

Teknik Peralatan. a. Teori rinci b. Blok diagram . c. Rencana Instalasi

Agar peserta mengerti dan memahami konsep dan cara kerja peralatan secara rinci.

• Blok Diagram VSCS dan Fungsi tiap blok meliputi ; Ø Switching node. Ø Analog Line Card. Ø Switch Card Ø Switch Distribution Card. Ø Interface Card Ø Position Terminal Unit. Ø Power Supply

16

• Prinsip Kerja Voice/Radio Switching meliputi ; Ø Prinsip kerja VSCSSistem Inter connection. Ø Prinsip Kerja Analog Line Card. Ø Switching Sysyem dan Interface. Ø Terminal Unit. Ø Power Supply.

24

• Perencanaan instalasi peralatan. . 3 Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengerti dan • Pengoperasian secara memahami prosedur Hardware meliputi ; pengoperasian. Ø Interkoneksi system & peripheral Ø Menghidupkan Ø Mematikan Ø Memindahkan sistem
• Pengoperasian secara software meliputi ;

8

8

8

Ø Ø Ø Ø Ø
Ø

Annex 10, volume III

Menghidupkan/restart. Mematikan . Memindahkan Check status system Create Channel
Staus OK.

4

Sistem pemeliharaan; a. Pemeliharaan pencegahan. b. Pemeliharaan perbaikan

Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan AMSC sesuai dengan standar

• Pemeliharaan Pencegahan meliputi ; Ø Pemeliharaan berkala. Ø Performance Check. • Pemeliharaan Perbaikan Ø Perbaikan Sistem Hardwaremeliputi ; ( CPU, Switching System dan Interface,Analog Line ard Terminal,Auotomatic Change over Unit,LAN • Perbaikan sistem Software ; Ø Operating System Ø Aplication System • Praktek pengoperasian. • Praktek Penggunaan alat ukur. • Praktek pemeliharaan Peralatan. • Trouble Shooting dan analysis sistem Peralatan • Praktek Kerja Lapangan • • . Ujian teori. Ujian praktek

4

12

8

5

Praktek
a. Pengoperasian .dan pemeliharaan peralatan b. Trouble Shooting dan Analisis sistem .

Agar peserta dapat memiliki keahlian dalam pengoperasian dan pemeliharaan peralatan.

12 24 24 48

32 8 24

6

Ujian/Evaluasi. a. Praktek. b. Teori

Untuk mengevaluasi sejauh mana kemampuan peserta

ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan VSCS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas VSCS. III PERSYARATAN : a. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. b. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. KODE: VSCS-A/KKP Teori : 84 Jam Praktek : 132 Jam . maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan VSCS wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan . 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING VOICE SWITCHING COMMUNICATION SYSTEM ( VSCS ) 216 Jam Pelajaran I PENDAHULUAN VSCS adalah peralatan yang digunakan untuk menghubungkan antara operator dengan Tranceiver (A/G Communication) dan antara operator dengan operator stasiun lain (Ground to Ground Communication) melalui media komunikasi untuk menunjang kelancaran operasional pelayanan keselamatan penerbangan Dalam rangka implementasi UU No. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating VSCS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.

Trouble Shooting. Praktek a. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian . Praktek kerja Lapangan KODE VSCS-A/T//1 2 VSCS-A/T/2 32 3 4 VSCS-A/T/3 VSCS-A/T/4 12 16 5 VSCS-A/T/5 108 6 Ujian/Evaluasi c. e. Pengoperasian. c. Pemeliharaan Pencegahan . Fungsi Peralatan b. Teori Operasi dan Blok diagram. Dokumen Terkait. d. Teori penunjang c. Praktek VSCS-A/T/6 8 24 . KURIKULUM RATING TERAMPIL : VOICE SWITCHING COMMUNICATION SYSTEM (VSCS) JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 16 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Pemeliharaan Perbaikan. Penggunaan alat ukur. c. Pemeliharaan Pencegahan . Teori d. Teknik peralatan a. Analisis sistem Peralatan f.V. Pemeliharaan c. d. Teori Rinci b. b.

Teori rinci b. Ø Switching node. Ø Komunikasi Radio Penerbangan. Ø Teori Komunikasi data Ø Ø Media Komunikasi Ø Protocol/Interface Ø Topologi Jaringan. 4 2 Teknik Peralatan.VI. SILABI : RATING TERAMPIL VSCS JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN (TOPIK ) Teori umum peralatan a.AFS.AMS). ( band frequency. • Teori penunjang meliputi . Fungsi b. • Dokumen terkait • Blok Diagram VSCS dan Fungsi tiap blok meliputi . Ø Analog Line Card. Teori Penunjang c. Ø Switch Card Ø Switch Distribution Card. a. Ø Power Supply T 4 8 P PENGAJAR DAFTAR PUSTAKA .Annex 10 Volume……. 16 . Dokumen terkait TUJUAN • Agar peserta memahami teori pendukung dan dasar teknis fungsi dari peralatan POKOK BAHASAN • Fungsi/kegunaan peralatan . Agar peserta mengerti dan memahami konsep dan cara kerja peralatan secara rinci. Ø Interface Card Ø Position Terminal Unit. Blok diagram .

Memindahkan Check status system Create Channel Staus OK. Ø Prinsip kerja VSCSSistem Inter connection. Mematikan . Ø Terminal Unit. Ø Prinsip Kerja Analog Line Card. volume III Menghidupkan/restart. Ø Interkoneksi system & peripheral Ø Menghidupkan Ø Mematikan Ø Memindahkan sistem 4 • Pengoperasian secara software meliputi . 8 Ø Ø Ø Ø Ø Ø Annex 10. .• Prinsip Kerja Voice/Radio Switching meliputi . 3 Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengerti dan • Pengoperasian secara memahami prosedur Hardware meliputi . Ø Power Supply. Ø Switching Sysyem dan Interface. pengoperasian. 16 .

( CPU. a. Switching System dan Interface. Ujian teori. a. b. • Praktek Penggunaan alat ukur. Praktek. Pemeliharaan perbaikan Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan AMSC sesuai dengan standar • Pemeliharaan Pencegahan meliputi . Pemeliharaan pencegahan. b. • Praktek pemeliharaan Peralatan. Ujian praktek 8 4 4 5 Praktek a. Ø Operating System Ø Aplication System • Praktek pengoperasian. Trouble Shooting dan Analisis sistem . Ø Pemeliharaan berkala. • Pemeliharaan Perbaikan Ø Perbaikan Sistem Hardwaremeliputi . • Trouble Shooting dan analysis sistem Peralatan • Praktek Kerja Lapangan • • .Analog Line ard Terminal. Agar peserta dapat memiliki keahlian dalam pengoperasian dan pemeliharaan peralatan.Auotomatic Change over Unit.dan pemeliharaan peralatan b. 8 12 8 32 24 8 24 6 Ujian/Evaluasi. Teori Untuk mengevaluasi sejauh mana kemampuan peserta . Ø Performance Check. Pengoperasian .4 Sistem pemeliharaan.LAN • Perbaikan sistem Software .

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA

DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK
SKP AHLI RATING AUTOMATIC MESSAGE SWITCHING CENTRE ( AMSC ) 288 Jam Pelajaran I. PENDAHULUAN Automatic Message Switching Centre ( AMSC ) adalah suatu peralatan yang berfungsi memproses pengiriman, penerimaan serta penyimpan berita- berita penerbangan secara otomatis antar stasiun penerbangan ( Bandara ) sesuai dengan persyaratan internasional dalam format Aeronautical Fixed Telecommunication Network (AFTN) Dalam rangka implementasi UU No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan, maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan AMSC perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. II. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Automatic Message Switching System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih,ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan AMSC serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. III. PERSYARATAN : a. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. IV. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas AMSC, sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. KODE: AMSC-A/KKP Teori : 120 Jam Praktek : 168 Jam

V. KURIKULUM RATING AHLI AMSC JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 16

NO 1

MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Fungsi b. Teori penunjang c. Dokumen Terkait Teknik peralatan a. Teori Rinci Peralatan b. Block diagram. c. Rencana Instalasi Prosedur Pengoperasian . Pemeliharaan a. Pemeliharaan Pencegahan . b. Pemeliharaan Perbaikan.

KODE
AMSC-A/A /1

2

AMSC-A/A /2

56

3 4

AMSC-A/A /3 AMSC-A/A /4

16 24

5

Praktek a. Pengoperasian . b. Pemeliharaan Pencegahan . c . Trouble Shooting. d. Praktek kerja lapangan Ujian/Evaluasi c. Teori d. Praktek

AMSC-A/A /5

146

6

AMSC-A/A /6

8 24

VI. SILABI : RATING AHLI AMSC JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN (TOPIK ) Teori umum peralatan a. Fungsi b. Teori Penunjang c. Dokumen terkait TUJUAN • Agar peserta memahami teori pendukung dan dasar teknis fungsi dari peralatan POKOK BAHASAN • Fungsi/kegunaan peralatan . • Teori Penunjang meliputi ; Ø Teori dasar Komputer. Ø Komunikasi data. Ø Topologi AFTN. Ø Protocol/Interface. • Dokumen terkait: T 4 8 P PENGAJAR DAFTAR PUSTAKA Annex 10 Volume II ( Communicatio n Procedure ) - Manual on the planning and Engineering of the Aeronautical Fixed Telecommu nication Network.

4

2

Teknik Peralatan. a. Teori rinci b. Blok diagram . c. Rencana Instalasi

Agar peserta mengerti dan memahami konsep dan cara kerja peralatan secara rinci.

• Teori Operasi dan Blok diagram. • Sistem Hard Ware ; ( CPU,I/O,ACM,ACU,. Line Interface ,jaringan ). • Sistem Software ;

8 16

24

ØOperating System. ØFlow Chart. Perangkat Lunak AMSC. Ø Management Operasi Sistem AMSC.

• Perencanaan instalasi peralatan. .

8

3

Prosedur Pengoperasian

Agar peserta mengerti dan • Pengoperasian secara hardware memahami prosedur meliputi ; ØInterkoneksi Sistem dan pengoperasian.
peripheral . ØMenghidupkan dan mematikan. ØChange over.

4

.
• Pengoperasian secara software meliputi ; Ø Menghidupkan / restart . Ø Mematikan. Ø Change Over Ø Status System. Ø Create Line. Ø Status Line. Ø Setting Parameter Line. Ø Modifikasi Line. • Pengoperasian terminal AFTN meliputi ; Ø Interkoneksi. Ø Menghidupkan. Ø Setting Parameter. Ø Mematikan.

8

4

4

Sistem pemeliharaan; a. Pemeliharaan pencegahan. b. Pemeliharaan perbaikan

Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan AMSC sesuai dengan standar

• Pemeliharaan Pencegahan meliputi ; Ø Pemeliharaan berkala. Ø Performance Check. • Pemeliharaan Perbaikan
Sistem Hardware meliputi ; ( CPU.I/O.,ACM,ACU,Line Interface.,Jaringan.). Pemeliharaan Sotware ; Ø Rekonfigurasi. Ø Reinstalasi • Praktek pengoperasian dan pemeliharaan peralatan. • Trouble Shooting dan Analysis sistem peralatan.

8

8

8

5

Praktek
a. Pengoperasian .dan pemeliharaan peralatan b. Trouble Shooting dan Analisis sistem .

Agar peserta dapat memiliki keahlian dalam pengoperasian dan pemeliharaan peralatan. Untuk mengevaluasi sejauh mana kemampuan peserta

32 72 32 8 32

6

Ujian/Evaluasi. a. Praktek. b. Teori

• Praktek Kerja lapangan a. Ujian teori. b. Ujian Praktek.

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA

DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK
SKP TERAMPIL RATING AUTOMATIC MESSAGE SWITCHING CENTRE ( AMSC ) 208 Jam Pelajaran I. PENDAHULUAN Automatic Message Switching Centre ( AMSC ) adalah suatu peralatan yang berfungsi memproses pengiriman, penerimaan serta penyimpan berita- berita penerbangan antar stasiun penerbangan ( Bandara ) sesuai dengan persyaratan internasional dalam format Aeronautical Fixed Telecommunication Network (AFTN). Dalam rangka implementasi UU No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan, maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan AMSC perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. II. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan terampil yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating AMSC dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih,ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan AMSC serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. III. PERSYARATAN : a. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. IV. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas AMSC sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. KODE: AMSC-A/KKP Teori : 78 Jam Praktek : 130 Jam

V. KURIKULUM RATING TERAMPIL AMSC JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 12

NO 1

MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Fungsi b. Teori Penunjang c. Dokumen Terkait Teknik peralatan a. Teori Rinci Peralatan b. Block diagram.

KODE
AMSC-A/T /1

2

AMSC-A/T /2

30

3 4

Prosedur Pengoperasian . Pemeliharaan a. Pemeliharaan Pencegahan . b. Pemeliharaan Perbaikan.

AMSC-A/T /3 AMSC-A/T /4

12 16

5

Praktek a. Pengoperasian. b Pemeliharaan Pencegahan . c. Trouble Shooting d. Praktek kerja Lapangan Ujian/Evaluasi a. Teori b. Praktek

AMSC-A/T /5

106

6

AMSC-A/T /6

8 24

I/O. Teori rinci b. • Sistem Software .jaringan ). Ø Komunikasi data. ( CPU. Line Interface . Perangkat Lunak AMSC. a. Dokumen terkait TUJUAN • Agar peserta memahami teori pendukung dan dasar teknis fungsi dari peralatan POKOK BAHASAN • Fungsi/kegunaan peralatan . Ø Teori dasar Komputer. -Manual on the planning and engineering of the Aeronautical Telecommunic ation Network. • Teori Penunjang meliputi . Ø Topologi AFTN. ØFlow Chart. -Buku petunjuk pengoperasian dan pemeliharaan peralatan 1 2 2 Teknik Peralatan. • Teori Operasi dan Blok diagram.ACM. c. 8 . Rencana Instalasi Agar peserta mengerti dan memahami konsep dan cara kerja peralatan secara rinci. • Sistem Hard Ware . 4 12 12 ØOperating System.ACU. SILABI : RATING TERAMPIL AMSC NO MATA PELAJARAN (TOPIK ) Teori umum peralatan a. Blok diagram . • Dokumen terkait: JAMPEL T 2 8 P PENGAJAR DAFTAR PUSTAKA -Annex 10 Volume II ( Communicatio n Procedure ). Ø Management Operasi Sistem AMSC.VI.. Ø Protocol/Interface. Teori Penunjang c. Fungsi b.

4 Annex 10.3 Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengerti dan • Pengoperasian secara hardware memahami prosedur meliputi . ØChange over. ØMenghidupkan dan mematikan. 4 . Ø Mematikan. Ø Create Line. peripheral . ØInterkoneksi Sistem dan pengoperasian. Ø Modifikasi Line. Ø Setting Parameter. volume III 4 . Ø Setting Parameter Line. Ø Menghidupkan / restart . Ø Status Line. Ø Change Over Ø Status System. • Pengoperasian terminal AFTN meliputi . Ø Interkoneksi. Ø Menghidupkan. Ø Mematikan. • Pengoperasian secara software meliputi .

Untuk mengevaluasi sejauh mana kemampuan peserta 44 32 32 8 24 6 Ujian/Evaluasi. Ø Reinstalasi • Praktek pengoperasian dan pemeliharaan peralatan. Praktek. Pemeliharaan Sotware . • Pemeliharaan Perbaikan Sistem Hardware meliputi . • Trouble Shooting dan Analysis sistem peralatan. ( CPU. Ujian Praktek. a.ACU. a. Pemeliharaan pencegahan. Agar peserta dapat memiliki keahlian dalam pengoperasian dan pemeliharaan peralatan. . Jaringan.dan pemeliharaan peralatan b. b.. Ø Rekonfigurasi. Ø Pemeliharaan berkala. Ujian teori.4 Sistem pemeliharaan. 4 8 • 4 5 Praktek a. Pemeliharaan perbaikan Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan AMSC sesuai dengan standar • Pemeliharaan Pencegahan meliputi . Teori • Praktek Kerja lapangan a.Line Interface. Trouble Shooting dan Analisis sistem . b.). Pengoperasian .ACM.I/O. Ø Performance Check. b.

MAKSUD DAN TUJUAN II Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating CPDLC dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Dalam rangka implementasi UU No.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan sistem CPDLC serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING CONTROLLER PILOT DATA LINK COMMUNICATION ( CPDLC ) 300 Jam Pelajaran I PENDAHULUAN CPDLC adalah salah satu aplikasi ATN yang digunakan untuk komunikasi antara petugas pemandu lalu lintas udara dan pilot dengan menggunakan sarana komunikasi data (A/G Communications) dalam rangka pelayanan keselamatan penerbangan. b. KODE: CPDLC -A/KKP Teori : 130 Jam Praktek : 170 Jam MANFAAT YANG DIHARAPKAN : IV Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan sistem aplikasiCPDLC. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara sistem CPDLC wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan . . yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. sehingga selalu dalam kondisi operasional sesuai standar yang dipersyaratkan. PERSYARATAN : III a. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No.

Fungsi b. Teknik peralatan a. Pemeliharaan a. Praktek a. Ujian/Evaluasi a. b. Pemeliharaan Perbaikan. Praktek CPDLC-A/A/1 2 CPDLC-A/A/2 48 3 4 CPDLC-A/A/3 CPDLC-A/A/4 16 26 5 CPDLC-A/A/5 138 6 CPDLC-A/A/6 16 32 JUMLAH 130 170 . Teori b.V. Pengoperasian. Penggunaan alat ukur. Trouble Shooting. Block dan circuit diagram. Pemeliharaan pencegahan d. KURIKULUM RATING AHLI : CONTROLLER PILOT DATA LINK COMMUNICATION ( CPDLC) JUMLAH JAM PELAJARAN TEOR PRAKTEK I 24 NO MATA PELAJARAN KODE 1 Teori Umum Peralatan a. Dokumen Terkait. Prosedur Pengoperasian . Pemeliharaan Pencegahan . Teori penunjang c. Teori Rinci b. b. c.

VI. SILABI : RATING AHLI CPDLC (sedang dalam pengembangan) .

03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan sistem CPDLC serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. KODE: CPDLC -A/KKP Teori : 98 Jam Praktek : 132 Jam . Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING CONTROLLER PILOT DATA LINK COMMUNICATION ( CPDLC ) 230 Jam Pelajaran I PENDAHULUAN CPDLC adalah salah satu aplikasi ATN yang digunakan untuk komunikasi antara petugas pemandu lalu lintas udara dengan pilot dengan menggunakan sarana komunikasi data (A/G Communications) dalam rangka pelayanan keselamatan penerbangan. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. III PERSYARATAN : a. Dalam rangka implementasi UU No. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. sehingga selalu dalam kondisi operasional sesuai standar yang dipersyaratkan. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating CPDLC dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. b. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan sistem aplikasi CPDLC. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara sistem CPDLC wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan . SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No.

Pemeliharaan Pencegahan . Teori penunjang c. d. Trouble Shooting. Teknik peralatan a. Pemeliharaan Perbaikan. c. Pemeliharaan c. Penggunaan alat ukur. Fungsi Peralatan b. Pemeliharaan Pencegahan . Analisis sistem Peralatan f. Pengoperasian. b. Teori Rinci b. e. Praktek a. Praktek CPDLC-A/T/6 8 24 TOTAL 98 132 . Praktek kerja Lapangan KODE CPDLC-A/T//1 2 CPDLC-A/T/2 46 3 4 CPDLC-A/T/3 CPDLC-A/T/4 12 16 5 CPDLC-A/T/5 108 6 Ujian/Evaluasi c. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian . Teori d. d. c. KURIKULUM RATING TERAMPIL : CONTROLLER PILOT DATA LINK COMMUNICATION (CPDLC) JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 16 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a.V. Teori Operasi dan Blok diagram. Dokumen Terkait.

VI. SILABI : RATING TERAMPIL CPDLC (sedang dalam pengembangan) .

KODE: VDL -A/KKP Teori : 130 Jam Praktek : 170 Jam MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas VHF-DL.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan VHF-DL serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. . III PERSYARATAN : a. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi operasional sesuai standar yang dipersyaratkan. IV Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. b.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING VERY HIGHT FREQUENCY DATA LINK ( VHF-DL ) 300 Jam Pelajaran I PENDAHULUAN VHF-DL adalah pelayanan komunikasi data yang menggunakan peralatan radio komunikasi dengan frekuensi sangat tinggi (Very High Frequency-VHF) antara Petugas ATS dengan Pilot di pesawat udara (A/G Communications) dan merupakan salah satu media jaringan A/G ATN dalam rangka menunjang kelancaran operasional pelayanan keselamatan penerbangan. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan VHF-DL wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan . II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating VHF-DL dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Dalam rangka implementasi UU No. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No.

Ujian/Evaluasi a. Block dan circuit diagram. KURIKULUM RATING AHLI : VERY HIGHT FREQUENCY DATA LINK ( VHF-DL) JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 24 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Penggunaan alat ukur.V. Trouble Shooting. Teori Rinci b. Praktek KODE VDL -A/A/1 2 VDL -A/A/2 48 3 4 VDL -A/A/3 VDL -A/A/4 16 26 5 VDL -A/A/5 138 6 VDL -A/A/6 16 32 JUMLAH 130 170 . Prosedur Pengoperasian . Teori penunjang c. b. Teknik peralatan a. Dokumen Terkait. Pemeliharaan Perbaikan. Pemeliharaan pencegahan d. c. Fungsi b. b. Praktek a. Pemeliharaan a. Pemeliharaan Pencegahan . Teori b. Pengoperasian.

VI. SILABI : RATING AHLI VHF DL (sedang dalam pengembangan) .

03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating VHF-DL dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi operasional sesuai standar yang dipersyaratkan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan VHF-DL wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan . yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan VHF-DL serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING VERY HIGHT FREQUENCY DATA LINK ( VHF-DL ) 230 Jam Pelajaran I PENDAHULUAN VHF-DL adalah pelayanan komunikasi data yang menggunakan peralatan radio komunikasi dengan frekuensi sangat tinggi (Very High Frequency-VHF) antara Petugas ATS dengan Pilot di pesawat udara (A/G Communications) dan merupakan salah satu media jaringan A/G ATN dalam rangka menunjang kelancaran operasional pelayanan keselamatan penerbangan. KODE: VDL -A/KKP Teori : 98 Jam Praktek : 132 Jam . b. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Dalam rangka implementasi UU No. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas VHF-DL. III PERSYARATAN : a. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika.

Pemeliharaan Pencegahan . Praktek kerja Lapangan KODE VDL-A/T//1 2 VDL-A/T/2 46 3 4 VDL -A/T/3 VDL -A/T/4 12 16 5 VDL -A/T/5 108 6 Ujian/Evaluasi c. Pemeliharaan Perbaikan. c. Teori d.V. d. Pengoperasian. Dokumen Terkait. Teori penunjang c. Praktek a. Teori Rinci b. Pemeliharaan c. c. Pemeliharaan Pencegahan . Fungsi Peralatan b. e. KURIKULUM RATING TERAMPIL : VERY HIGHT FREQUENCY DATA LINK (VHF-DL) JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 16 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Trouble Shooting. b. Penggunaan alat ukur. Analisis sistem Peralatan f. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian . d. Teori Operasi dan Blok diagram. Praktek VDL -A/T/6 8 24 TOTAL 98 132 . Teknik peralatan a.

SILABI : RATING TERAMPIL VHF DL (sedang dalam pengembangan) .VI.

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING AERONAUTICAL TELECOMMUNICATION NETWORK ( ATN ) 300 Jam Pelajaran I PENDAHULUAN ATN adalah jaringan komunikasi yang merupakan rangkaian/kombinasi peralatan yang digunakan untuk komunikasi data penerbangan. b. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. IV Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan sistem ATN serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. III PERSYARATAN : a. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. . 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. baik untuk komunikasi dengan pesawat (A/G Communications) maupun antar stasiun stasiun lain (Ground to Ground Communications) dalam rangka menunjang kelancaran operasional pelayanan keselamatan penerbangan Dalam rangka implementasi UU No. KODE: ATN -A/KKP Teori : 130 Jam Praktek : 170 Jam MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan sistem ATN. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi operasional sesuai standar yang dipersyaratkan. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating ATN dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara sistem ATN wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan .

KURIKULUM RATING AHLI : AERONAUTICAL TELECOMMUNICATION NETWORK (ATN) JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 24 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Fungsi b. Dokumen Terkait. b. Pemeliharaan Pencegahan . Pemeliharaan a. Praktek a. Prosedur Pengoperasian . Penggunaan alat ukur. Ujian/Evaluasi a. Teori Rinci b. Trouble Shooting.V. c. b. Teori penunjang c. Teori b. Teknik peralatan a. Block dan circuit diagram. Pemeliharaan Perbaikan. Pemeliharaan pencegahan d. Pengoperasian. Praktek KODE ATN-A/A/1 2 ATN-A/A/2 48 3 4 ATN-A/A/3 ATN-A/A/4 16 26 5 ATN-A/A/5 138 6 ATN-A/A/6 16 32 JUMLAH 130 170 .

VI. SILABI : RATING AHLI ATN (sedang dalam pengembangan) .

IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan sistem ATN. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. III PERSYARATAN : a. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. b. baik untuk komunikasi dengan pesawat (A/G Communications) maupun antar stasiun stasiun lain (Ground to Ground Communications) dalam rangka menunjang kelancaran operasional pelayanan keselamatan penerbangan Dalam rangka implementasi UU No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING AERONAUTICAL TELECOMMUNICATION NETWORK ( ATN ) 230 Jam Pelajaran I PENDAHULUAN ATN adalah jaringan komunikasi yang merupakan rangkaian/kombinasi peralatan yang digunakan untuk komunikasi data penerbangan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan sistem ATN serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. KODE: ATN -A/KKP Teori : 98 Jam Praktek : 132 Jam . maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara sistem ATN wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan . Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. sehingga selalu dalam kondisi operasional sesuai standar yang dipersyaratkan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating ATN dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih.

Teori Rinci b. Praktek a. d. Pemeliharaan Pencegahan . Dokumen Terkait. Teori Operasi dan Blok diagram. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian . e. b. Pemeliharaan c. Trouble Shooting. Praktek ATN-A/T/6 8 24 TOTAL 98 132 . Fungsi Peralatan b. Penggunaan alat ukur. Teori penunjang c. Teknik peralatan a. c. Praktek kerja Lapangan KODE ATN-A/T//1 2 ATN -A/T/2 46 3 4 ATN -A/T/3 ATN -A/T/4 12 16 5 ATN-A/T/5 108 6 Ujian/Evaluasi c.V. c. Teori d. KURIKULUM RATING TERAMPIL : AERONAUTICAL TELECOMMUNICATION NETWORK (ATN) JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 16 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Pengoperasian. Pemeliharaan Pencegahan . Analisis sistem Peralatan f. Pemeliharaan Perbaikan. d.

SILABI : RATING TERAMPIL ATN (sedang dalam pengembangan) .VI.

Dalam rangka implementasi UU No. b. . yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas AMHS. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating AMHS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. III PERSYARATAN : a. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan AMHS wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan .DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING AERONAUTICAL MESSAGE HANDLING SYSTEM ( AMHS) 300 Jam Pelajaran I PENDAHULUAN KODE: AMHS -A/KKP Teori : 130 Jam Praktek : 170 Jam AMHS adalah suatu sub jaringan ATN yang merupakan jaringan komunikasi data penerbangan antar stasiun (Ground to Ground Communications) yang berfungsi sebagai network dan switching untuk berbagai alamat dan aplikasi dalam rangka menunjang kelancaran operasional pelayanan keselamatan penerbangan . sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi operasional sesuai standar yang dipersyaratkan.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan AMHS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya.

Fungsi b.V. Block dan circuit diagram. Pengoperasian. Prosedur Pengoperasian . Teknik peralatan a. Penggunaan alat ukur. c. KURIKULUM RATING AHLI : AERONAUTICAL MESSAGE HANDLING SYSTEM (AMHS) JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 24 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. b. Pemeliharaan a. Dokumen Terkait. Praktek a. Trouble Shooting. Teori penunjang c. Ujian/Evaluasi a. Praktek KODE AMHS-A/A/1 2 AMHS-A/A/2 48 3 4 AMHS-A/A/3 AMHS-A/A/4 16 26 5 AMHS-A/A/5 138 6 AMHS-A/A/6 16 32 JUMLAH 130 170 . Pemeliharaan pencegahan d. Teori b. Pemeliharaan Perbaikan. Teori Rinci b. b. Pemeliharaan Pencegahan .

VI. SILABI : RATING AHLI AMHS (sedang dalam pengembangan) .

15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. III PERSYARATAN : a. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating AMHS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan AMHS wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan . 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. . IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas AMHS.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING AERONAUTICAL MESSAGE HANDLING SYSTEM ( AMHS ) 230 Jam Pelajaran KODE: AMHS -A/KKP Teori : 98 Jam Praktek : 132 Jam I PENDAHULUAN AMHS adalah suatu sub jaringan ATN yang merupakan jaringan komunikasi data penerbangan antar stasiun (Ground to Ground Communication) yang berfungsi sebagai network dan switching untuk berbagai alamat dan aplikasi dalam rangka menunjang kelancaran operasional pelayanan keselamatan penerbangan . yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi operasional sesuai standar yang dipersyaratkan.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan AMHS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Dalam rangka implementasi UU No. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. b.

Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian . Penggunaan alat ukur. Pengoperasian. Analisis sistem Peralatan f. Praktek a. Trouble Shooting. Teknik peralatan a. e.V. b. Teori Operasi dan Blok diagram. c. Dokumen Terkait. d. Pemeliharaan Perbaikan. d. Teori penunjang c. Fungsi Peralatan b. KURIKULUM RATING TERAMPIL : AERONAUTICAL MESSAGE HANDLING SYSTEM (AMHS) JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 16 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Praktek kerja Lapangan KODE AMHS -A/T//1 2 AMHS-A/T/2 46 3 4 AMHS-A/T/3 AMHS -A/T/4 12 16 5 AMHS -A/T/5 108 6 Ujian/Evaluasi c. Teori Rinci b. Pemeliharaan Pencegahan . Pemeliharaan c. Praktek AMHS-A/T/6 8 24 TOTAL 98 132 . Pemeliharaan Pencegahan . c. Teori d.

VI. SILABI : RATING TERAMPIL AMHS (sedang dalam pengembangan) .

15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating IRCMS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. III. IV. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas IRCMS sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan IRCMS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Navigasi dan Listrik) guna menunjang efektifitas dan efisiensi ( kelancaran ) dalam operasional pelayanan keselamatan penerbangan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING INTEGRATED REMOTE CONTROL AND MONITORING SYSTEM 288 Jam Pelajaran I. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. Dalam rangka implementasi UU No. . SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan IRCMS perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. PERSYARATAN : a. II. KODE: IRCMS-A/KKP Teori : 120 Jam Praktek : 168 Jam PENDAHULUAN Integrated Remote Control and Monitoring System ( IRCMS ) adalah suatu peralatan yang digunakan untuk pengendalian dan pemantauan secara terintegrasi peralatan-peralatan penunjang keselamatan penerbangan (Telekomunikasi. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No.

Penggunaan Alat Ukur.V. b. Pemeliharaan Pencegahan . Blok diagram. KURIKULUM RATING AHLI IRCMS JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 24 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Teori penunjang. c. Teori Rinci. Analisa sistem IRCMS-A/A /5 144 6 Ujian/Evaluasi a. Pemeliharaan a. Perencanaan instalasi Prosedur Pengoperasian . c. b. Pengoperasian. Teori b. Dokumen Terkait Teknik peralatan a. Pemeliharaan Pencegahan b. Pemeliharaan Perbaikan. Trouble Shooting e. Praktek IRCMS-A/A /6 8 24 . c. b. Fungsi. KODE IRCMS-A/A /1 2 IRCMS-A/A /2 48 3 4 IRCMS-A/A /3 IRCMS-A/A /4 16 24 5 Praktek a. d.Peralatan.

• Dokumen terkait • Teori Operasi dan Blok diagram.Komunikasi Data . Ø Operating System. Teori Penunjang.Media Komunikasi . Ø Sistem monitoring • Sistem Software meliputi . Ø Interface.Protocol . Agar peserta memahami sistem peralatan .Jaringan . b. Ø Flowchart/Diagram alur perangkat Lunak • Management Operasi IRCMS. . Ø Sistem server. c. Ø Supervisory. • Rencana Instalasi T 4 16 P PENGAJAR DAFTAR PUSTAK A 4 16 8 2 Teknik peralatan a.VI. • Teori penunjang . SILABI : RATING AHLI INTEGRATED REMOTE CONTROL AND MONITORING SYSTEM ( IRCMS ) JAMPEL NO MATA PELAJARAN ( TOPIK ) 1 Teori umum peralatan .Perangkat Komunikasi . Ø Terminal. Blok diagram. Ø Jaringan.Mode Komunikasi. a. • Sistem hardware meliputi . POKOK BAHASAN • Fungsi /kegunaan peralatan. Fungsi b. Teori rinci peralatan. Dokumen terkait TUJUAN Agar peserta memahami dasar teknis Peralatan IRCMS. 8 8 8 .

Ø Rekonfigurasi Ø Reinstalasi 4 8 12 . Ø Interkoneksi Sistem dan peripheral .line interface) • Perbaikan software. Ø Mematikan Ø Change Over. Ø Status System Ø Status Line. Sistem hardware ( Sistem server. Ø Create Line dan Setting Ø Parameter line • Pengoperasian terminal meliputi Ø Interkoneksi. b.Pemeliharaan pencegahan. Ø Mnghidupkan / restart. • Pengoperasian secara software meliputi. Ø Menghidupkan Ø Setting Parameter Ø Mematikan 4 8 4 4 Pemeliharaan a. jaringan. Ø Menghidupkan Ø Mematikan Ø Change over.3 Prosedur pengoperasian Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian peralatan secara benar • Pengoperasian secara hardware meliputi .terminal.Supervisory. Pemeliharaan perbaikan Agar peserta mema hami konsep pemeli haraan dan perbaikan sistem peralatan sesuai dengan standar • Pemeliharaan Pencegahan Ø Pemeliharaan berkala Ø Performance Check • Pemeliharaan Perbaikan meliputi .

Trouble shooting dan analisis sistem peralatan. Pengoperasian. Praktek pemeliharaan peralatan.5 Praktek a. b. Teori b. • Praktek Kerja lapangan 16 24 24 48 32 6 Ujian/Evaluasi a. Penggunaan alat ukur c. Praktek • Ujian Teori • Ujian Praktek 8 24 . Praktek penggunaan Alat Ukur. Pemeliharaan pencegahan d. Trouble shooting • • • • Praktek pengoperasian.

Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Dalam rangka implementasi UU No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING INTEGRATED REMOTE CONTROL AND MONITORING SYSTEM ( IRCMS ) 210 Jam Pelajaran I. KODE: IRCMS-A/KKP Teori : 82 Jam Praktek : 128Jam . SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. II. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. III. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Navigasi dan Listrik) guna menunjang efektifitas dan efisiensi ( kelancaran )dalam operasional pelayanan keselamatan penerbangan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. PENDAHULUAN Integrated Remote Control and Monitoring System ( IRCMS ) adalah suatu peralatan yang digunakan untuk pengendalian dan pemantauan secara terintegrasi peralatanperalatan penunjang keselamatan penerbangan (Telekomunikasi. PERSYARATAN : a.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan IRCMS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas IRCMS. IV. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan terampil yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating IRCMS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan IRCMS perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut.

Pemeliharaan Pencegahan . IRCMS-A/T /2 32 3 4 Prosedur Pengoperasian . Trouble Shooting Ujian/Evaluasi a. Pengoperasian. Pemeliharaan a. Pemeliharaan Perbaikan. Penggunaan Alat Ukur c. Teori b. KURIKULUM RATING TERAMPIL IRCMS JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 16 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Pemeliharaan Pencegahan . b. Teori Rinci b. b. Praktek IRCMS-A/T /5 106 6 IRCMS-A/T /6 8 24 .V. Dokumen Terkait KODE IRCMS-A/T /1 2 Teknik peralatan a. b. d. Teori penunjang c. Fungsi . IRCMS-A/T /3 IRCMS-A/T /4 8 16 5 Praktek a. Blok diagram.

Ø Operating System. Teori rinci peralatan.Media Komunikasi .Jaringan . SILABI : RATING TERAMPIL INTEGRATED REMOTE CONTROL AND MONITORING SYSTEM ( IRCMS ) JAMPEL NO MATA PELAJARAN ( TOPIK ) 1 Teori umum peralatan .. a. • Teori penunjang .Protocol .VI. Ø Interface. b. POKOK BAHASAN • Fungsi /kegunaan peralatan. Ø Supervisory. Ø Jaringan. • Dokumen terkait • Teori Operasi dan Blok diagram. Ø Flowchart/Diagram alur perangkat lunak • Management Operasi IRCMS T 4 10 P PENGAJAR DAFTAR PUSTAK A 2 8 8 2 Teknik peralatan a. Teori Penunjang. .Mode Komunikasi. • Sistem hardware meliputi . Dokumen terkait TUJUAN Agar peserta memahami dasar teknis Peralatan IRCMS. Blok diagram. c. Agar peserta memahami sistem peralatan . Ø Sistem monitoring • Sistem Software meliputi . 8 8 .Komunikasi Data . Ø Terminal. Fungsi b. Ø Sistem server.Perangkat Komunikasi .

Ø Create Line dan Setting Ø Parameter line • Pengoperasian terminal meliputi . Ø Mnghidupkan / restart.3 Prosedur pengoperasian Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian peralatan secara benar • Pengoperasian secara hardware meliputi . Ø Menghidupkan Ø Mematikan Ø Change over. Ø Interkoneksi. Ø Menghidupkan Ø Setting Parameter Ø Mematikan 4 4 2 . Ø Status System Ø Status Line. Ø Interkoneksi Sistem dan peripheral . Ø Mematikan Ø Change Over. • Pengoperasian secara software meliputi.

Teori b. Sistem hardware ( Sistem server.line interface) • Perbaikan software. Praktek penggunaan Alat Ukur.Pemeliharaan pencegahan. Pengoperasian. b. Praktek pemeliharaan peralatan. Trouble shooting Ujian/Evaluas a. Trouble Shooting. Praktek 8 16 8 32 16 • Ujian Teori • Ujian Praktek 8 24 . Praktek Kerja Lapangan 4 8 4 5 6 Praktek a. b. jaringan.4 Pemeliharaan a. Ø Rekonfigurasi Ø Reinstalasi • • • • • Praktek pengoperasian.Supervisory. Pemeliharaan pencegahan d. Penggunaan alat ukur c.terminal. Pemeliharaan perbaikan Agar peserta mema hami konsep pemeli haraan dan perbaikan sistem peralatan sesuai dengan standar • Pemeliharaan Pencegahan Ø Pemeliharaan berkala Ø Performance Check • Pemeliharaan Perbaikan meliputi .

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING VERY HIGH FREQUENCY AIR GROUND COMMUNICATION ( VHF A/G ) 216 Jam Pelajaran I KODE: VHF AG-B/KKP Teori : 88 Jam Praktek : 128 Jam PENDAHULUAN Very High Frequency Air Ground Communication ( VHF A/G ) adalah peralatan komunikasi penerbangan yang berfungsi sebagai sarana komunikasi antara Controller /Petugas PLLU dengan pilott dalam rangka pelayanan keselamatan penerbangan dengan menggunakan frekuensi Aeronautical Band antara 118MHz – 136. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating VHF A/G dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas VHF-A/G. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. b. . III PERSYARATAN : a. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. Dalam rangka implementasi UU No.95MHz. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan VHF A/G wajib mengikuti pendidIkan dan pelatihan . Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan VHF A/G serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya.

Praktek KODE VHFAG-B/A/1 2 VHFAG-B/A/2 40 3 4 VHFAG-B/A/3 VHFAG-B/A/4 12 16 5 VHFAG-B/A/5 104 6 VHFAG-B/A/6 8 24 . Pemeliharaan Pencegahan . Fungsi Peralatan b. Pemeliharaan a. b. c. c. Trouble Shooting. KURIKULUM RATING AHLI VHF A/G JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 12 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Praktek a. Pemeliharaan Pencegahan . Teori penunjang c. c. Dokumen Terkait. b..V. Analisis sistem Peralatan d. Teknik peralatan a.Teori. d. Teori Rinci b. b. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian . Pemeliharaan Perbaikan. Penggunaan alat ukur. Praktek Kerja lapangan Ujian/Evaluasi a. Pengoperasian. Teori Operasi dan Blok diagram.

Rencana Instalasi.ATS Planning System Manual ( Doc 9426 – AN/924 ). b. Ø Teori Propagasi Gelombang elektro magnet. c. Agar peserta mengerti dan memahami system peralatan 8 8 . . Ø RF Power Amplifier. Fungsi . Blok diagram dan circuit diagram meliputi . Ø AFS.VI. Ø Komunikasi Radio Penerbangan. 2 2 Teknik Peralatan. a.Teori rinci peralatan. Procedure. Blok Diagram. c. Teori Penunjang. . Ø AMS. PENGAJAR T 2 8 P DAFTAR PUSTAKA . yang meliputi . Ø Frequency Band. Ø Tower set Ø VHF ER Ø Transceiver • Prinsip kerja Pemancar. Ø Karakteristik lapisan udara • Dokumen terkait • Teori Operasi . • Teori penunjang yang meliputi .Buku petunjuk pengoperasian & pemeliharaan peralatan VHF A/G . SILABI : RATING AHLI VHF A/G JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN ( TOPIK ) Teori Umum Peralatan a. Dokumen terkait TUJUAN Agar peserta mengerti dan memahami dasar teknis Peralatan POKOK BAHASAN • Fungsi / kegunaan peralatan . b. Ø Synthesizer Ø Modulator.Annex 10 Volume III Communication.

Ø Antenna & change over unit. Ø Konfigurasi Ø Media Transmisi. Ø Synthesizer ØRF Amplifier ØMixer dan IF amplifier ØAudio amplifier. • Prinsip kerja Recorder yang meliputi . Ø Echo Supression. • Prinsip kerja VHF – ER yang meliputi . Ø Record System Ø Control System Ø Play Back system Ø Audio Interface. • Rencana kerja instalasi 4 4 2 4 . • Prinsip kerja Console Desk yang meliputi . • Prinsip kerja Penerima yang meliputi . Ø Interkoneksi. • Prinsip kerja VHF Portable. 8 2 Ø Switching system Ø Meteo display & sensor.

Pengoperasian Console Desk. Ø Pemeliharaan haraan dan perbaikan berkala sistem peralatan sesuai Ø Performance Check dengan standar Pemeliharaan perbaikan meliputi . Ø Penerima.Counter. Ø Pemancar. mampu untuk Ø Recorder melaksanakan pemeliharaan system • Penggunaan alat ukur yang meliputi . Ø VHF-ER. Ø Recorder Agar peserta memiliki . Pengoperasian Penerima. Pemeliharaan perbaikan Agar peserta mema Pemeliharaan pencegahan hami konsep pemeli meliputi. d. Pengoperasian VHFER 12 4 Pemeliharaan. Ø Audio/Rf Generator. Pemeliharaan pencegahan. Ø Tower Set. a. dan trouble shooting Ø AVO Meter. a.Freq.3 Prosedur Pengoperasian Agar peserta menger-ti dan memahami prosedur pengoperasian peralatan secara benar • • • • • Pengoperasian pemancar. Pengoperasian b. Pengoperasian Recorder. Pemeliharaan pencegahan b. pengoperasian dan Ø VHF-ER. Trouble Shooting 8 16 . Penggunaan Alat Ukur c.Praktek pengoperasian keahlian dalam yang meliputi . Ø Power Meter 4 12 5 Praktek . Ø Osciloscope Ø .

Ø Console Desk. Ø Pemancar. Ø Recorder. . • Trouble shooting meliputi . Ø Penerima. Ø Analisa kerusakan . Ø Analisa kerusakan modul.Praktek. a. Untuk mengevaluasi sejauh mana kemampuan peserta. Ø VHF-ER. b. Ø Analisa kerusakan sistem.Teori. 24 .• Pemeliharaan pencegahan meliputi . Ø Interkoneksi. Ujian Praktek 8 24 32 24 6 Ujian/Evaluasi . • Praktek kerja lapangan • • Ujian teri.

maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan VHF A/G wajib mengikuti pendidIkan dan pelatihan . 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. III PERSYARATAN : b. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING VERY HIGH FREQUENCY AIR GROUND COMMUNICATION ( VHF A/G ) 150 Jam Pelajaran I PENDAHULUAN KODE: VHF AG-B/KKP Teori : 60 Jam Praktek : 90 Jam Very High Frequency Air Ground Communication ( VHF A/G ) adalah peralatan komunikasi Penerbangan yang berfungsi sebagai sarana komunikasi antara Controller /Petugas PLLU dengan Pesawat dalam rangka pelayanan keselamatan penerbangan dengan menggunakan frekwensi Aeronautical Band antara 118MHz – 136. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating VHF A/G dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. c. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan.95MHz.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan VHF A/G serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Dalam rangka implementasi UU No. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas VHF-A/G. IV Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. .

Teori Rinci Peralatan c.V. Pemeliharaan e. Trouble Shooting. f. Praktek KODE VHFAG-B/T /1 2 VHFAG-B/T /2 20 3 4 VHFAG-B/T /3 VHFAG-B/T /4 8 12 5 VHFAG-B/T /5 76 6 VHFAG-B/T /6 8 16 . Pemeliharaan Pencegahan . Praktek kerja lapangan Ujian/Evaluasi a. Praktek b. Blok diagram. Pemeliharaan Pencegahan . Penggunaan alat ukur. Pemeliharaan Perbaikan. f. KURIKULUM RATING TERAMPIL VHF A/G JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 12 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan b. d. Fungsi c. Pengoperasian. Prosedur Pengoperasian . Teori b. c. e. Teori penunjang c. Dokumen Terkait. Teknik peralatan b.

2 2 Teknik Peralatan. PENGAJAR T 4 6 P DAFTAR PUSTAKA . Ø AMS. . Dokumen terkait TUJUAN Agar peserta mengerti dan memahami dasar teknis Peralatan POKOK BAHASAN • Fungsi / kegunaan peralatan .Buku petunjuk pengoperasian & pemeliharaan peralatan VHF A/G . Agar peserta mengerti dan memahami system peralatan 4 2 .ATS Planning System Manual ( Doc 9426 – AN/924 ). Blok diagram dan circuit diagram meliputi . b. Blok Diagram. Ø AFS. c.Teori rinci peralatan. Ø Teori Propagasi Gelombang elektro magnet. Ø Tower set Ø VHF ER Ø Transceiver • Prinsip kerja Pemancar. • Teori penunjang yang meliputi . b. . Ø RF Power Amplifier. Teori Penunjang. Ø Synthesizer Ø Modulator. Fungsi . SILABI : RATING TERAMPIL VHF A/G JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN ( TOPIK ) Teori Umum Peralatan a. Procedure.VI. yang meliputi . a. Ø Frequency Band. Ø Komunikasi Radio Penerbangan. Ø Karakteristik lapisan udara • Dokumen terkait • Teori Operasi .Annex 10 Volume III Communication.

Ø Konfigurasi Ø Media Transmisi. Ø Synthesizer ØRF Amplifier ØMixer dan IF amplifier ØAudio amplifier. 2 4 Ø Switching system Ø Meteo display & sensor. • Prinsip kerja Console Desk yang meliputi . • Ø Ø Ø Ø • Prinsip kerja Recorder yang meliputi . • Prinsip kerja Penerima yang meliputi . Ø Interkoneksi. 4 Prinsip kerja VHF – ER yang meliputi . Prinsip kerja VHF Portable.Ø Antenna & change over unit. Record System Control System Play Back system Audio Interface. Ø Echo Supression. 2 • 2 .

Ø Tower Set. Ø VHF-ER. Ø Performance Check. Ø VHF-ER. Penggunaan Alat Ukur c. Ø Pemancar.Frequency Counter. Ø AVO Meter. Ø Audio/RF Generator Ø Power meter. Pemeliharaan pencegahan. Ø Console Desk. Pemeliharaan. • Perbaikan peralatan meliputi . Ø Pemeliharaan berkala . Pemeliharaan pencegahan b. Ø Penerima. a. Ø VHF-ER 8 4. d. Ø Recorder • . Trouble Shooting Agar peserta memiliki keahlian dalam pengoperasian dan mampu untuk melaksanakan pemeliharaan system dan trouble shooting 6 16 .Praktek pengoperasian yang meliputi . Pemeliharaan perbaikan • Pemeliharaan pencegahan meliputi . Ø Recorder • Penggunaan alat ukur yang meliputi .3 Prosedur Pengoperasian Agar peserta menger-ti dan memahami prosedur pengoper asian peralatan secara benar Agar peserta mema hami konsep pemeli haraan dan perbaikan sistem peralatan sesuai dengan standar • Pengoperasian . a. 4 8 5 Praktek . Ø Osciloscope Ø . Pengoperasian b. Ø Recorder. Ø Pemancar. Ø Penerima.

• Trouble shooting meliputi . Ø Console Desk. Ø Analisa kerusakan modul. Ø Interkoneksi. Ø Pemancar. Ø Recorder. b.Praktek. • Pemeliharaan pencegahan meliputi . Ø Penerima. Ujian teori. Ø VHF-ER..Teori. Ujian Praktek 8 16 . Ø Analisa kerusakan . • Praktek kerja lapangan • • 16 16 24 6 Ujian/Evaluasi . a. Untuk mengevaluasi sejauh mana kemampuan peserta.

.3 4 c.a 4 4 e. 4 5 16 16 .

IV Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ATIS. b. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan ATIS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Dalam rangka implementasi UU No. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Sedangkan DATIS adalah informasi yang diberikan berupa data atau suara yang terintegrasi melalui fasiltas digital link. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan ATIS wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan . III PERSYARATAN : a.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING AERODROME TERMINAL INFORMATION SYSTEM ( ATIS ) 208 Jam Pelajaran I PENDAHULUAN KODE: ATIS-B/KKP Teori : 84 Jam Praktek : 124 Jam Aerodrome Terminal Information System ( ATIS ) adalah peralatan yang digunakan untuk memancarkan informasi keadaan cuaca maupun kondisi bandara melauli pemancar yang bekerja pada frekwensi VHF yang dipancarkan secara periodic. . II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating ATIS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih.

Teori penunjang c. Praktek ATIS/B/A/KKP/6 8 24 . Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian . Pengoperasian. b. Pemeliharaan a. Penggunaan alat ukur. b. c. d.V. Pemeliharaan Pencegahan . b. Fungsi . Teknik peralatan a. b. c. Dokumen Terkait. Analisis sistem Peralatan KODE ATIS-B/A /1 2 ATIS-B/A /2 32 3 4 ATIS-B/A /3 ATIS-B/A /4 12 20 5 ATIS-B/A /5 100 6 Ujian/Evaluasi a. e. KURIKULUM RATING AHLI ATIS JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 12 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Blok diagram. Pemeliharaan Perbaikan. Teori. Teori Rinci Peralatan. Trouble Shooting. Pemeliharaan Pencegahan . Praktek a. b.

Fungsi Peralatan b.VI.Audio/data Interface. Pengoperasian pemancar b. Ø Modulator. • Rencana instalasi 3 Prosedur Pengoperasian peralatan Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian. Teori Penunjang c. memahami. Ø Antenna & change over unit • Prinsip kerja console . Dokumen terkait TUJUAN Agar peserta mengerti dan memahami fungsi serta dasar teknis peralatan POKOK BAHASAN • Fungsi/kegunaan peralatan. a. Ø Pemancar dan penerima Ø konfigurasi sistem • Prinsip Kerja Pemancar Ø Synthesizer. Teori Operasi dan Blok Diagram b. dan mampu mengoperasikan serta melaksanakan pemeliha raan sistem peralatan 8 8 . Ø Komunikasi Radio Penerbangan.AMS ).Control System . 4 4 8 . SILABI : RATING AHLI ATIS JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN ( TOPIK ) Teori Umum a.Rencana Instalasi Agar peserta mengerti. ( AFS. T 2 8 P PENGAJAR DAFTAR PUSTAKA 2 12 2 Detail Teknik Peralatan a. Ø Komunikasi data • Dokumen terkait • Teori Operasi dan Blok diagram. Pengoperasian Console.Play Back system . • Teori penunjang meliputi. . Ø RF Power Amplifier.Prinsip kerja peralatan c.

serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Sedangkan DATIS adalah informasi yang diberikan berupa data atau suara yang terintegrasi melalui fasiltas digital link. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan ATIS wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan . SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. III PERSYARATAN : b. IV Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING AERODROME TERMINAL INFORMATION SYSTEM (ATIS) 142 Jam Pelajaran I PENDAHULUAN KODE: ATIS -B/KKP Teori : 56 Jam Praktek : 86 Jam Aerodrome Terminal Information System ( ATIS ) adalah peralatan yang digunakan untuk memancarkan informasi keadaan cuaca maupun kondisi bandara melauli pemancar yang bekerja pada frekwensi VHF yang dipancarkan secara periodic. Dalam rangka implementasi UU No. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating ATIS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. c. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan ATIS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ATIS. .

Penggunaan alat ukur. Prosedur Pengoperasian . c. Pemeliharaan b. Trouble Shooting Ujian/Evaluasi b. c. Pemeliharaan Pencegahan . d. Block diagram. Fungsi c. Pemeliharaan Pencegahan . KURIKULUM RATING TERAMPIL ATIS JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 12 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan b. Praktek ATIS-B/T /5 86 ATIS-B/T /6 8 16 . Teori c. Pengoperasian. d. Teori penunjang c. Teknik peralatan b. Teori Rinci Peralatan c. Pemeliharaan Perbaikan. KODE ATIS-B/T /1 2 ATIS-B/T/ 2 20 3 4 ATIS-B/T /3 ATIS-B/T /4 8 8 5 6 Praktek b. Dokumen Terkait.V.

Synthesizer .RF Power Amplifier . Fungsi Peralatan b. memahami. Teori Operasi dan Blok Diagram b. Ø Pemancar dan penerima Ø konfigurasi sistem • Prinsip Kerja Pemancar .Audio/data Interface.VI. Teori Penunjang c.Modulator . SILABI : RATING TERAMPIL ATIS JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN ( TOPIK ) Teori Umum a.Antenna & change over unit • Prinsip kerja console PENGAJAR T 4 6 P DAFTAR PUSTAKA 2 8 4 . dan mampu mengoperasikan serta melaksanakan pemeliha raan sistem peralatan • Teori Operasi dan Blok diagram. • Teori penunjang meliputi.Prinsip kerja peralatan Agar peserta mengerti. Ø Komunikasi data • Dokumen terkait 2 Detail Teknik Peralatan a.Play Back system . Dokumen terkait TUJUAN Agar peserta mengerti dan memahami fungsi serta dasar teknis peralatan POKOK BAHASAN • Fungsi/kegunaan peralatan. Ø Komunikasi Radio Penerbangan ( AFS.Control System . 8 . AMS ).

. • Pemeliharaan pencegahan • Trouble shootingdan analisis sistem • Praktek Kerja • • Ujian teori Ujian Praktek. . . pemeliharaan pencegahan b. • Penggunaan alat ukur . d. c. 2 6 5 Praktek. Untuk mengetahui kemampuan peserta . a. .Power Meter.Pemancar . Praktek. Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan ATIS sesuai dengan standar a. Pemeliharaan pencegahan.3 Prosedur Pengoperasian peralatan Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian. Pengoperasian b. Analisis Sistem Peralatan Agar peserta dapat mema hami dan mampu untuk me laksanakan pengoperasian dan pemeliharaan system 8 16 8 24 24 8 16 6 Ujian/Evaluasi a. 2 6 4 Sistem pemeliharaan.Performance check.Osciloscope . . • Pemeliharaan Perbaikan meliputi . Pemeliharaan perbaikan • Pemeliharaan Pencegahan meliputi . a.Audio/Rf Generator.AVO Meter .Console ATIS • Pengoperasian peralatan. . b. Pengoperasian pemancar b. Pengoperasian Console.Pemeliharaan berkala . Teori. Penggunaan Alat Ukur.Frequency Counter. Trouble Shooting e.

Antara MWARA dan RDARA pada prinsipnya sama hanya dibedakan pada power output dan fungsi operasionalnya. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating HF Air Ground communication (RDARA/MWARA) dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. PERSYARATAN : a. Dalam rangka implementasi UU No. III.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING HF AIR GROUND COMMUNICATION 208 Jam Pelajaran I. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan HF Air Ground communication RDARA/MWARA serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. sedangkan RDARA power outputnya sampai dengan 1KW dan dioperasikan untuk mendukung komunikasi penerbangan domestik. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. . Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan HF Air Ground communication (RDARA/MWARA) perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. PENDAHULUAN HF Air Ground Communication ( RDARA/MWARA ) adalah suatu peralatan yang berfungsi sebagai komunikasi antar Pilot dengan personil Bantuan Operasi penerbangan dengan menggunakan frequency tinggi. MWARA power outputnya sampai dengan 5 KW dioperasikan untuk mendukung komunikasi penerbangan Internasional .. IV. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : KODE: HF AG-B/KKP Teori : 80 Jam Praktek : 128 Jam Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas HF A/G ( RDARA/MWARA ). II. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b.

Trouble Shooting Ujian/Evaluasi a. Fungsi b. Teori penunjang c. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian . Teori Rinci Peralatan b.V. d. Teori b. c. Praktek HFAG-B/A/1 2 HFAG-B/A/2 40 3 4 HFAG-B/A/3 HFAG-B/A/4 8 12 5 HFAG-B/A/5 106 8 16 16 30 6 HFAG-B/A/6 8 24 . b. Pemeliharaan Pencegahan . Pemeliharaan Perbaikan. Pemeliharaan a. b. Pemeliharaan Pencegahan . KURIKULUM RATING AHLI HF A/G NO MATA PELAJARAN KODE JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 12 1 Teori Umum Peralatan a. Penggunaan alat ukur. Blok diagram. Teknik peralatan a. Praktek a. Pengoperasian. c. Dokumen Terkait.

• Rencana instalasi 3 Prosedur pengoperasian Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian peralatan secara benar • • • • Pengoperasian pemancar Pengoperasian penerima Pengopersian remote control dan console desk.. Teori rinci peralatan. Rencana instalasi Agar peserta memahami sistem peralatan • Prinsip kerja Penerima dan multi coupler . Fungsi. b. b. • Teori penunjang . • Dokumen terkait • Teori Operasi . Ø Teori Propagasi. POKOK BAHASAN • Fungsi /kegunaan Peralatan . c. Blok diagram. Ø Komunikasi Radio Penerbangan. a. a. • Prinsip kerja console Desk. Ø Karakteristik lapisan udara. dan remote control. Selective call 2 2 2 2 . c. Teori penunjang.blok diagram dan circuit diagram. SILABI : RATING AHLI HF-AG ( RDARA/MWARA ) JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN (TOPIK ) Teori Umum Peralatan. • Prinsip Kerja Pemancar .VI. Dokumen terkait TUJUAN Agar peserta memahami dasar teknis peralatan. Ø Anenna dan media transmisi. T 2 8 P PEN DAFTAR GAJ PUSTAKA AR • Annex 10 • ATS Planning Manual • Buku petunjuk pengoperasi an dan pemeliharaa n peralatan 2 16 4 8 8 4 2 Teknik Peralatan.

Ø Pemeliharaan berkala . Penggunaan alat ukur. Pemeliharaan perbaikan Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan sesuai standar. • Penggunaan alat ukur • Trouble shootingdan pemeliharan pencegahan. Pemeliharaan pencegahan d. 8 24 .Teori. b. • Pemeliharaan pencegahan meliputi . • Pemeliharaan perbaikan 4 8 12 12 16 40 24 5 Praktek a. Praktek Agar peserta memiliki keahlian dalam pengoperasian dan mampu untuk melaksanakan pemeliharaan system dan trouble shooting • Praktek kerja pemancar. • Praktek kerja penerima. Ø Performance check.4 Pemeliharaan a. pemeliharaan pencegahan b. • Praktek kerja lapangan 6 Untuk mengevaluasi sejauh mana kemampuan peserta. c. b. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Pengoperasian.

. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan terampil yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating HF Air Ground communication (RDARA/MWARA) dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan HF Air Ground communication (RDARA/MWARA) perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. PENDAHULUAN HF Air Ground Communication ( RDARA/MWARA ) adalah suatu peralatan yang berfungsi sebagai komunikasi antar Pilot dengan personil Bantuan Operasi penerbangan dengan menggunakan frequency tinggi. PERSYARATAN : a. . II. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : KODE: HF AG-B/KKP Teori : 58 Jam Praktek : 72 Jam Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas HF A/G ( RDARA/MWARA ). sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. III. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan HF Air Ground communication RDARA/MWARA serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Antara MWARA dan RDARA pada prinsipnya sama hanya dibedakan pada power output dan fungsi operasionalnya. IV.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING HF AIR GROUND COMMUNICATION 130 Jam Pelajaran I. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. MWARA power outputnya sampai dengan 5 KW dioperasikan untuk mendukung komunikasi penerbangan Internasional . sedangkan RDARA power outputnya sampai dengan 1KW dan dioperasikan untuk mendukung komunikasi penerbangan domestik. Dalam rangka implementasi UU No. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b.

Teori penunjang c. Trouble Shooting. Pengoperasian. Fungsi d. b. Praktek HFAG-B/T/5 56 HFAG-B/T/6 4 16 . b. KODE HFAG-B/T/1 2 HFAG-B/T/2 2 24 3 4 HFAG-B/T/3 HFAG-B/T/4 8 10 5 6 Praktek a. Pemeliharaan Pencegahan . c. Pemeliharaan a. Pemeliharaan Perbaikan. e. Dokumen Terkait. Blok diagram. Pemeliharaan Pencegahan .V. Praktek kerja lapangan Ujian/Evaluasi a. Teori c. b. Teknik peralatan a. Penggunaan alat ukur. KURIKULUM RATING TERAMPIL HF A/G JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 12 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan c. d. Prosedur Pengoperasian . Teori Rinci Peralatan.

Ø Komunikasi Radio Penerbangan. Fungsi. JAMPEL T Agar peserta memahami dasar teknis Peralatan . 2 8 P PEN GAJ AR DAFTAR PUSTAKA • • • Annex 10 ATS Planning Manual Buku petunjuk pengoperasi an dan pemeliharaa n peralatan 2 4 4 6 6 4 2 Teknik Peralatan.. a. • Teori penunjang . Ø Karakteristik lapisan udara. • Prinsip Kerja Pemancar . a. Dokumen Terkait TUJUAN POKOK BAHASAN • Fungsi /kegunaan Peralatan . Teori Penunjang c. b. • Prinsip kerja recorder 3 Prosedur pengoperasian • • • • Pengoperasian pemancar Pengoperasian penerima Pengopersian remote control dan console desk. Ø Anenna dan media transmisi. Blok diagram Agar peserta memahami sistem peralatan • Prinsip kerja Penerima dan multi coupler . dan remote control. b. • Prinsip kerja console Desk. Ø Teori Propagasi. Selective call 2 2 2 2 .VI. SILABI : RATING TERAMPIL HF-AG ( RDARA/MWARA ) NO MATA PELAJARAN ( TOPIK ) 1 Teori Umum Peralatan. Teori rinci peralatan. • Dokumen terkait • Teori rinci dan blok diagram.

Pengoperasian. Pemeliharaan perbaikan Praktek a. pemeliharaan pencegahan b. c.Teori. b. b. Praktek Agar peserta mema hami konsep pemeli haraan dan perbaikan sistem peralatan sesuai dengan standar • Pemeliharaan pencegahan meliputi. Pemeliharaan pencegahan d. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. • Praktek penerima • Penggunaan alat ukur • Praktek kerja lapangan • Trouble shooting 2 8 4 4 16 16 16 5 6 4 16 .4 Pemeliharaan a. Penggunaan alat ukur. Ø Pemeliharaan berkala Ø Performance Check. • Pemeliharaan perbaikan • Praktek pemancar.

. . a. • Pemeliharaan pencegahan • Analisa sistem dan trouble shooting. . Pemeliharaan pencegahan.Power Meter.AVO Meter . . c. . a. Pengoperasian b.Console ATIS • Pengoperasian peralatan. pemeliharaan pencegahan b. Pemeliharaan perbaikan Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan ATIS sesuai dengan standar 5 Praktek. .Osciloscope . Praktek.Pemancar .Audio/Rf Generator. Trouble Shooting e.Frequency Counter. d. b. • Penggunaan alat ukur .Performance check. Analisis Sistem Peralatan Agar peserta dapat mema hami dan mampu untuk me laksanakan pengoperasian dan pemeliharaan system • Pemeliharaan Pencegahan meliputi . 4 16 8 16 16 36 24 8 24 6 Ujian/Evaluasi a. Untuk mengetahui kemampuan peserta . • Pemeliharaan Perbaikan meliputi .Pemeliharaan berkala . Teori. Penggunaan Alat Ukur.4 Sistem pemeliharaan. • Praktek Kerja Lapangan • • Ujian teori Ujian Praktek.

PERSYARATAN : a. III. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. KODE: VSAT-B/KKP Teori : Praktek : 84 Jam 124 Jam PENDAHULUAN Very Small Aperture Terminal ( VSAT ) adalah suatu peralatan yang digunakan sebagai media transmisi melalui satelit untuk komunikasi baik suara maupun data antara bandar maupun unit operasi dalam suatu Bandara atau pusat pengendali dengan lokasi peralatan diluar bandara.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan VSAT serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating VSAT dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. . 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. II.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING VERY SMALL APERTURE TERMINAL ( VSAT ) 208 Jam Pelajaran I. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas VSAT. IV. Dalam rangka implementasi UU No. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan VSAT perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut.

Fungsi . Trouble Shooting e. b. Teori penunjang VSAT-B/A /1 2 Teknik peralatan a. b. VSAT-B/A /2 32 3 4 Prosedur Pengoperasian . KURIKULUM RATING AHLI VSAT NO MATA PELAJARAN KODE JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 12 1 Teori Umum Peralatan a. Teori b. Penggunaan Alat Ukur. Pemeliharaan Pencegahan . d. Praktek kerja lapangan Ujian/Evaluasi a. Pemeliharaan a. b.V. Praktek VSAT-B/A /3 VSAT-B/A /4 8 24 5 VSAT-B/A /5 100 6 VSAT-B/A /6 8 24 . b. Pengoperasian. Pemeliharaan Pencegahan . Teori Rinci. Praktek a. c. Pemeliharaan Perbaikan. Block diagram.

SILABI : RATING AHLI VSAT NO MATA PELAJARAN (TOPIK ) TUJUAN POKOK BAHASAN • Fungsi Peralatan . Agar peserta memahami dasar a.Rambatan teori gelombang Elektro magnetic. Ø Teori sistem komunikasi satelit meliputi . Fungsi.Point to Point • Teori operasi dan blok diagram. • Sistem Out Door Unit meliputi.AFS Ø Teori Propagasi meliputi . ØLNA ØAntena.Orbit satelit .AMS .Band Frekuensi .. Ø UPS JAMPEL T 2 2 P PENGAJAR DAFTAR PUSTAKA 1 Teori umum peralatan .VI. ØSSPA. Ø Modem Ø Multiplexer. Ø Komunikasi Radio Penerbangan. teknis peralatan b. Ø Up/Down Converter. • Sistem In Door Unit meliputi . • Teori penunjang meliputi. Blok diagram Agar peserta mengerti dan memahami system peralatan 4 4 4 .Transponder . . Teori penunjang 4 4 2 Teknik peralatan a. Teori rinci peralatan b. . .

Pengoperasian sistem VSAT. Ø Pengaturan Parameter Modem dan Multiplxer. 4 • 4 • 4 3 Prosedur pengoperasian Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian peralatan secara benar • • • 8 4 Pemeliharaan Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan VSAT sesuai dengan standar. • Pemeliharaan Perbaikan 8 16 . Ø Pengoperasian VSAT. Ø Pemeliharaan berkala. Ø Data card. Penyambungan dengan sistem. • Pemeliharaan pencegahan meliputi . Ø Sistem monitoring. Pembacaan dan pengaturan. Sistem monitoring meliputi . Ø Performance Check. Meliputi . Ø Sistem Interfacing. Ø Voice Card. Ø Setting MUX parameter Ø Setting Modem parameter . Ø Telex Converyer.• Sistem Interface meliputi . Pembacaan indicator.

d.5 6 Praktek. Penggunaan alat ukur. Ujian Praktek 8 24 . c. Ujian/Evaluasi a.Teori. b.Praktek Agar peserta dapat memahami dan mampu untuk melaksanakan pengoperasian dan pemeliharaan system • • • • Praktek pengoperasian. Penggunaan Alat Ukur. Trouble Shooting dan analysis sistem peralatan. a. Ujian teori b. • Praktek Kerja Lapangan 8 16 16 36 24 Untuk mengevaluasi sejauh mana kemampuan peserta a. Pemeliharaan pencegahan. Pengoperasian. b. Pemeliharaan peralatan. Trouble shooting.

maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. IV. KODE: VSAT-B/KKP Teori : 50 Jam Praktek : 88 Jam PENDAHULUAN Very Small Aperture Terminal ( VSAT ) adalah suatu peralatan yang digunakan sebagai media transmisi melalui satelit untuk komunikasi baik suara maupun data antara bandar maupun unit operasi dalam suatu Bandara atau pusat pengendali dengan lokasi peralatan diluar bandara. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas VSAT. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. II. III. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan terampil yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating VSAT dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Dalam rangka implementasi UU No.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan VSAT serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. .DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING VERY SMALL APERTURE TERMINAL ( VSAT ) 138 Jam Pelajaran I. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan VSAT perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. PERSYARATAN : a. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan.

Praktek VSAT-B/T/5 72 6 VSAT-B/T/6 4 16 . Pemeliharaan Pencegahan . Pemeliharaan a. Teori Rinci Peralatan b. Pengoperasian. Trouble Shooting e. Teori b. Teori penunjang c.V. Pemeliharaan Perbaikan. Block diagram. Praktek kerja lapangan Ujian/Evaluasi a. Pemeliharaan Pencegahan . d. Penggunaan Alat Ukur. VSAT-B/T/3 VSAT-B/T/4 6 8 5 Praktek a. VSAT-B/T/1 2 VSAT-B/T/2 20 3 4 Prosedur Pengoperasian . b. Dokumen Terkait Teknik peralatan a. c. KURIKULUM RATING TERAMPIL VSAT NO MATA PELAJARAN KODE JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 8 1 Teori Umum Peralatan a. Fungsi . b. b.

• Teori penunjang meliputi.AMS . . Teori penunjang POKOK BAHASAN • Fungsi Peralatan .VI.Point to Point • Teori Operasi dan Blok diagram.AFS Ø Teori Propagasi meliputi . • Sistem Out Door Unit meliputi. Blok diagram Agar peserta mengerti dan memahami system peralatan 6 4 4 . Ø UPS T 2 2 P PENGAJAR DAFTAR PUSTAKA 2 2 2 Teknik peralatan a. ØSSPA. Ø Teori sistem komunikasi satelit meliputi . Ø Modem Ø Multiplexer. teknis peralatan b.. Teori rinci peralatan b. Fungsi. . .Orbit satelit .Band Frekuensi . Ø Komunikasi Radio Penerbangan. Agar peserta memahami dasar a. SILABI : RATING TERAMPIL VSAT JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN TUJUAN (TOPIK ) Teori umum peralatan . • Sistem In Door Unit meliputi .Transponder . Ø Up/Down Converter. ØLNA ØAntena.Rambatan teori gelombang Elektro magnetic.

Ø Sistem monitoring.• Sistem Interface meliputi . Penyambungan dengan sistem. 2 • 2 • 2 3 Prosedur pengoperasian Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian peralatan secara benar • • • 6 4 Pemeliharaan Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan VSAT sesuai dengan standar. Ø Telex Converyer. Ø Sistem Interfacing. Pembacaan indicator. Meliputi . Ø Pengaturan Parameter Modem dan Multiplxer. Ø Data card. • Pemeliharaan pencegahan meliputi . • Pemeliharaan Perbaikan 4 4 . Ø Performance Check. Ø Pemeliharaan berkala. Pengoperasian sistem VSAT. Pembacaan dan pengaturan. Sistem monitoring meliputi . Ø Setting MUX parameter Ø Setting Modem parameter . Ø Voice Card. Ø Pengoperasian VSAT.

5 6 Praktek. c. b. Pengoperasian. Trouble shooting. Penggunaan Alat Ukur. Pemeliharaan peralatan. a. Trouble Shooting dan analysis sistem peralatan. Pemeliharaan pencegahan. b. Ujian/Evaluasi a. Penggunaan alat ukur. d. • Praktek Kerja Lapangan 8 16 8 24 16 Untuk mengevaluasi sejauh mana kemampuan peserta a.Teori.Praktek Agar peserta dapat memahami dan mampu untuk melaksanakan pengoperasian dan pemeliharaan system • • • • Praktek pengoperasian. Ujian Praktek 8 16 . Ujian teori b.

15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : KODE: RLINK-B/KKP Teori : 84 Jam Praktek : 124 Jam Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Radio Link. Dalam rangka implementasi UU No. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING RADIO LINK 208 Jam Pelajaran I. . PERSYARATAN : a. III. II. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Radio Link perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. PENDAHULUAN Radio Link adalah media transmisi yang menggunakan radio digunakan sebagai penunjang operasi peralatan fasilitas komunikasi penerbangan . Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. IV.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Radio Link serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Radio Link dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b.

b. b. Praktek KODE RLINK-B/A/1 2 RLINK-B/A/2 40 3 4 RLINK-B/A/3 RLINK-B/A/4 8 16 5 RLINK-B/A/5 100 6 RLINK-B/A/6 8 24 . Pengoperasian. Teori RinciPeralatan b. . Pemeliharaan Pencegahan . b. Teori penunjang Teknik peralatan a. Analisis sistem Peralatan. Fungsi Peralatan. Penggunaan alat ukur. b.V. Pemeliharaan Perbaikan. Trouble Shooting. Praktek a. Teori. Blok diagram. KURIKULUM RATING AHLI RADIO LINK JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 12 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. e. Pemeliharaan Pencegahan . Ujian/Evaluasi a. c. c. d. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian . Pemeliharaan a.

SILABI : RATING AHLI RADIO LINK NO MATA PELAJARAN (TOPIK ) Teori umum peralatan.VI.Karakteristik Lapisan Udara P PENGAJAR DAFTAR PUSTAKA 1 . Ø Sistem terestrial meliputi . Teori penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL T Agar peserta memahami teori pendukung dan dasar eknis peralatan • Fungsi/kegunaan peralatan 4 8 • Teori penunjang yang meliputi .Aeronautical Fixed Service.Aeronautical Mobile Service. . Fungsi. Ø Komunikasi Radio Penerbangan. . . b.Band Frequency .Perambatan gelom bang Elektro magnetic. . a. .Teori Propagasi .

Penyambungan ke end sistem. Ø Multiplexer Ø Demultiplxer Ø Modulator. Blok diagram. Prinsip Kerja Pemancar Radio Link meliputi. ØModulator. Ø Oscillator.2 Teknik Peralatan. Teori Rinci. 16 4 • Prinsip kerja penerima meliputi . Ø Oscillator Ø Mixer & RF Amplifier • Audio Amplifier Multiplxer dan Modem melipiuti . 8 8 4 4 3 Prosedur pengoperasian Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian peralatan secara benar 4 . Ø Demdulator • Rencana instalasi/design • • pengoperasian pemancar dan penerima. b. Antenna. c. Rencana instalasi Agar peserta mengerti dan memahami system peralatan • • Blok diagram dan circuit diagram. ØPower Amplifier. a.

Multiplexer • Pengoperasian meliputi . Pemeliharaan Pencegahan.Pemeliharaan Pencegahan . Praktek Evaluasi kompetemsi peserta 8 24 . Pengoperasian. Ø Multitester. Ø Pemancar dan penerima. Teori.meliputi.Pemeliharaan Perbaikan . 16 16 5 Praktek a. Penggunaan alat ukur. Ø MUX dan DEMU • .4 Sistem pemeliharaan a.. • Praktek Kerja Lapangan • Ujian Teori Ujian Praktek.Pemeliharaan berkala . b. Ø BER Test. pemeliharaan dan trouble shooting. • Trouble Shooting dan analisis sistem.Pemancar dan Penerima . Ø Spectrum Analyzer. b. Ø Oscilloscope. c. 8 16 12 40 24 6 Ujian/Evaluasi a. Trouble Shooting dan analysis system Agar peserta dapat memahami dan memiliki keahlian dalam melaksanakan pengoperasian. d. Pemeliharaan Pencegahan b.Performance Check b. Ø Power meter • Pemeliharaan pencegahan. Penggunaan alat ukur. Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan agar sehingga sesuai dengan standar a.

SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. PERSYARATAN : a. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Radio Link perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING RADIO LINK 144 Jam Pelajaran I. II.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Radio Link serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Radio Link. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. III. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan terampil yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Radio Link dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. PENDAHULUAN Radio Link adalah media transmisi yang menggunakan radio digunakan sebagai penunjang operasi peralatan fasilitas komunikasi penerbangan . Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. IV. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Dalam rangka implementasi UU No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. KODE: RLINK-B/KKP Teori : 64 Jam Praktek : 80 Jam .

b. Teori c. Pemeliharaan Pencegahan .V. c. e. Fungsi Peralatan c. Praktek Kerja lapangan Ujian/Evaluasi b. Pemeliharaan Perbaikan. Prosedur Pengoperasian . d. KURIKULUM RATING TERAMPIL RADIO LINK JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 12 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan b. Pemeliharaan Pencegahan . c. Dokumen Terkait Teknik peralatan a. Pengoperasian. Trouble Shooting. Pemeliharaan b. Teori penunjang c. Penggunaan alat ukur. Praktek KODE RLINK-B/T /1 2 RLINK-B/T /2 24 3 4 RLINK-B/T /3 RLINK-B/T/ 4 8 12 5 RLINK-B/T /5 64 6 RLINK-B/T /6 8 16 . Blok diagram. Teori Rinci b. Praktek a.

Teori Propagasi .Band Frequency . .Karakteristik Lapisan Udara P PENGAJAR DAFTAR PUSTAKA 1 .Perambatan gelom bang Elektro magnetic. a. Ø Komunikasi Radio Penerbangan. . SILABI : RATING TERAMPIL RADIO LINK NO MATA PELAJARAN (TOPIK ) Teori umum peralatan.VI. Teori penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL T Agar peserta memahami teori pendukung dan dasar eknis peralatan • Fungsi/kegunaan peralatan 4 8 • Teori penunjang yang meliputi . Fungsi.Aeronautical Fixed Service. Ø Sistem terestrial meliputi .Aeronautical Mobile Service. . . b. .

b. Prinsip Kerja Pemancar Radio Link meliputi. Ø Oscillator Ø Mixer & RF Amplifier • Audio Amplfier Multiplxer dan Modem melipiuti . ØModulator. Ø Oscillator. Ø Demdulator • Rencana instalasi/design • pengoperasian pemancar dan penerima. ØPower Amplifier. • Penyambungan ke end sistem. 4 8 • 3 Prosedur pengoperasian Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian peralatan secara benar Prinsip kerja penerima meliputi .2 Teknik Peralatan. Agar peserta mengerti dan memahami system peralatan • • Blok diagram dan circuit diagram. Teori Rinci. Ø Multiplexer Ø Demultiplxer Ø Modulator. 8 4 4 4 . a. Antenna. Blok diagram.

Pengoperasian.Multiplexer • Pengoperasian meliputi . c. Ø Pemancar dan penerima. 8 16 8 18 24 6 Ujian/Evaluasi Evaluasi kompetensi peserta 8 16 .Pemancar dan Penerima . b. Pemeliharaan Pencegahan b. Ø MUX dan DEMU • . Trouble Shooting dan analysis System Agar peserta dapat memahami dan memiliki keahlian dalam melaksanakan pengoperasian. 4 8 5 Praktek a. Ø Oscilloscope.Pemeliharaan berkala .Pemeliharaan Pencegahan . Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan agar sehingga sesuai dengan standar a. Ø BER Test.. pemeliharaan dan trouble shooting. • Trouble Shooting dan analisis sistem. Ø Spectrum Analyzer. Ø Multitester.Performance Check b. Penggunaan alat ukur. d.meliputi. Penggunaan alat ukur. • Praktek kerja lapangan • Ujian Teori • Ujian Praktek.Pemeliharaan Perbaikan .4 Sistem pemeliharaan a. Pemeliharaan Pencegahan. Ø Power meter • Pemeliharaan pencegahan.

SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. PERSYARATAN : a. III. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas HF SSB. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan HF SSB perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. . MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating HF SSB dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. IV. antar stasiun KODE: HF SSB-C/KKP Teori : 44 Jam Praktek : 64 Jam Dalam rangka implementasi UU No. PENDAHULUAN HF SSB adalah peralatan komunikasi yang digunakan untuk koordinasi penerbangan /Bandara .DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING HIGH FREQUENCY SINGLE SIDE BAND ( HF SSB ) 108 Jam Pelajaran I. II.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan HF SSB serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya.

Teori penunjang. c. Trouble Shooting Ujian/Evaluasi a. b. Pengoperasian. KODE HFSSB-C/A/1 2 HFSSB-C/A/2 24 3 4 HFSSB-C/A/3 HFSSB-C/A/4 8 12 5 6 Praktek a. Penggunaan alat ukur. Pemeliharaan a. d. b. Fungsi b. Teknik peralatan a. Pemeliharaan Perbaikan. Blok diagram. Pemeliharaan Pencegahan . b. Teori b. Pemeliharaan Pencegahan . Prosedur Pengoperasian . Praktek HFSSB-C/A/5 64 HFSSB-C/A/6 8 16 . Dokumen Terkait. c.V. Teori Rinci peralatan. KURIKULUM RATING AHLI HF SSB JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 12 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a.

mi fungsi. 4 .VI. alatan HF SSB . a.Komunikasi Radio Penerbang an ( AFS.IF filter dan amplifier . • Prinsip kerja Penerima .AMS ). . Blok diagram. a. b. • Prinp Kerja Pemancar .oscillator/sinthesizer . dan dasar teknis Per. Teori rinci peralatan b. • Dasar elektronika • Dasar telekomunikasi 2 Teknik Peralatan. .automatic tuning unit dan antenna. Teori penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN T 2 6 P PENGAJAR DAFTAR PUSTAKA Buku petunjuk pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Agar peserta mengerti.oscillator .modulator . Agar peserta mengerti dan me mahami sistem peralatan • Teori Operasi dan Blok diagramdan circuit . SILABI : RATING AHLI HF-SSB JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN (TOPIK ) Teori umum peralatan. Fungsi.RF Amp dan mixer .• Teori penunjang meliputi . • • Setting frekunsi Line up sistem 4 8 8 3 Prosedur Pengoperasian peralatan Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian. .Audio amplifier. memaha • Fungsi/kegunaan Peralatan .

Oscilloscope . Pengoperasian b. Teori. . . • Pengggunaan Alat Ukur . Pemeliharaan pencegahan. .Frequency Counter .Pemeliharaan Perbaikan 4 4 • Pengoperasian peralatan. Praktek Evaluasi kompetensi peserta 16 . Penggunaan alat ukur c.Audio/Rf Generator.Pemeliharaan pencegahan.Pemeliharaan Pencegahan .Power Meter • Analisa sistem dan trouble shooting. • Teori. • Praktek 4 8 16 24 6 Ujian/Evaluasi a. . a.Pemeliharaan perbaikan Praktek .4 5 Pemeliharaan . Trouble shooting Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan sesuai dengan standar Agar peserta dapat mema hami dan mampu untuk me laksanakan pengoperasian dan pemeliharaan system . b.AVO Meter.

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA

DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK
SKP TERAMPIL RATING HIGH FREQUENCY SINGLE SIDE BAND ( HF SSB ) 80 Jam Pelajaran
I.

KODE: HF SSB-C/KKP Teori : 30 Jam Praktek : 50 Jam

PENDAHULUAN HF SSB adalah peralatan komunikasi yang digunakan untuk hubungan komunikai antar stasiun penerbangan/Bandara. Dalam rangka implementasi UU No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan, maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan HF SSB perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut.

II.

MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan terampil yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating HF SSBdengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih,ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan HF SSB serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya.

III.

PERSYARATAN : a. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan.

IV.

MANFAAT YANG DIHARAPKAN :

Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas HF SSB, sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.

V. KURIKULUM RATING TERAMPIL HF SSB JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 4

NO 1

MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan b. Fungsi c. Teori penunjang c. Dokumen Terkait. Teknik peralatan a. Teori Rinci Peralatan b. Block dan circuit diagram. Prosedur Pengoperasian . Pemeliharaan b. Pemeliharaan Pencegahan . c. Pemeliharaan Perbaikan.

KODE
HFSSB-C/T/1

2

HFSSB-C/T/2

16

3 4

HFSSB-C/T/3 HFSSB-C/T/4

2 4

5

6

Praktek b. Pengoperasian. c. Penggunaan alat ukur. d. Pemeliharaan Pencegahan . d. Trouble Shooting Ujian/Evaluasi a. Teori b. Praktek

HFSSB-C/T/5

50

HFSSB-C/T/6

4 16

VI. SILABI : RATING TERAMPIL HF-SSB JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN (TOPIK ) Teori umum peralatan. a. Fungsi. b. Teori penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN T 4 P PENGAJAR DAFTAR PUSTAKA Buku petunjuk pengoperasian dan pemeliharaan peralatan

Agar peserta mengerti, memaha • Fungsi/kegunaan Peralatan . mi fungsi, dan dasar teknis Per- • Teori penunjang meliputi ; alatan HF SSB - Komunikasi Radio Penerbang an ( AFS,AMS ). • Dasar elektronika • Dasar telekomunikasi

2

Teknik Peralatan. a. Teori rinci peralatan b. Blok diagram.

Agar peserta mengerti dan me mahami sistem peralatan

• Teori Operasi dan Blok diagramdan circuit . • Prinp Kerja Pemancar ; - oscillator/sinthesizer - modulator - automatic tuning unit dan antenna. • Prinsip kerja Penerima ; - oscillator - RF Amp dan mixer - IF filter dan amplifier - Audio amplifier. .
• • Setting frekuensi Line up sistem

2 6

8

3

Prosedur Pengoperasian peralatan

Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian.

2

4

Pemeliharaan a. Pemeliharaan pencegahan. b. Pemeliharaan perbaikan.

5

Praktek . a. Pengoperasian b. Penggunaan alat ukur c. Pemeliharaan pencegahan. d. Trouble shooting.

Agar peserta memahami • Pemeliharaan Pencegahan konsep pemeliharaan dan meliputi ; perbaikan sistem peralatan • - Pemeliharaan berkala sesuai dengan standar • Pemeliharaan Perbaikan meliputi ; - Pemancar. - Penerima - Antenna tuning unit. • Power Supply. Agar peserta dapat mema • Pengoperasian peralatan. hami dan mampu untuk me • Pengggunaan Alat Ukur ; laksanakan pengoperasian - AVO Meter. dan pemeliharaan system - Oscilloscope - Frequency Counter - Audio/Rf Generator. - Power Meter • Analisa sistem dan trouble shooting. Evaluasi kompetensi peserta • Teori. • Praktek

2

2

8 12

16

6

Ujian/Evaluasi a. Teori. b. Praktek

4 16

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA

DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK
SKP AHLI RATING TELEPRINTER 116 Jam Pelajaran
I. PENDAHULUAN Teleprinter adalah suatu peralatan yang digunakan untuk mengirim dan menerima berita – berita penerbangan dan pada umumnya dihubungkan ke peralatan AMSC. Dalam rangka implementasi UU No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan, maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Teleprinter (TTY) perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. II. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Teleprinter dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih, ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Teleprinter serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. III. PERSYARATAN : a. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. IV. MANFAAT YANG DIHARAPKAN :

KODE: TTY-C/KKP Teori : 52 Jam Praktek : 64 Jam

Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Teleprinter, sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.

V. KURIKULUM RATING AHLI TELEPRINTER JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 8

NO 1

MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Fungsi Peralatan b. Teori penunjang c. Dokumen Terkait Teknik peralatan a. Teori Rinci b. Block dan circuit diagram.

KODE
TTY-C/A/1

2

TTY-C/A/2

24

3 4

Prosedur Pengoperasian . Pemeliharaan a. Pemeliharaan Pencegahan . b. Pemeliharaan Perbaikan.

TTY-C/A/3 TTY-C/A/4

4 8

5

Praktek a. Pengoperasian. b Pemeliharaan Pencegahan . c. Trouble Shooting Ujian/Evaluasi a. Teori b. Praktek

TTY-C/A/5

50

6

TTY-C/A/6

8 16

VI. SILABI : RATING AHLI TELEPRINTER JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN (TOPIK ) Teori umum peralatan a. Fungsi Peralatan b. Teori Penunjang TUJUAN Agar peserta memahami dasar teknis Peralatan POKOK BAHASAN • Fungsi/kegunaan peralatan. • Teori Penunjang meliputi ; Ø Teori dasar Komputer. Ø Komunikasi data. Ø Topologi AFTN. Ø Protocol/Interface. • ICAO Dokumen terkait • Teori Operasi dan Blok diagram. • Sistem hardware ; CPU,I/O,jaringan dan rencana intalasi.
• Pengoperasian secara hardware meliputi ; Ø Interkoneksi . Ø Menghidupkan dan mematikan . • Pengoperasian secara software meliputi ; Ø Menghidupkan. Ø Mematikan Ø Status sistem

PENGAJAR

T 2 4

P

DAFTAR PUSTAKA - Annex 10 Volume II. - Manual of the teletypewrit er operating practices.

2

2

Teknik Peralatan ; a. Teori rinci peralatan. b. Blok diagram. c. Rencana instalasi

Agar peserta mengerti dan memahami cara kerja dan pemeliharaan peralatan teleprinter.

12 12

3

Prosedur Pengoperasian

Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian peralatan secara benar

2

2

.

• Pemeliharaan software.I/O. . b. • Pemeliharaan pencegahan. Pengoperasian.4 Pemeliharaan a.Pemeliharaan pencegahan. c. Trouble Shooting Ujian/evaluasi a. • Trouble shooting dan analisis sistem • • 2 2 2 2 8 16 24 5 Praktikum a. Teori.Jaringan ). Pemeliharaan pencegahan. Ø Sisstem Hardware. Ø Pemeliharaan berkala Ø Performance Check.Pemeliharaan perbaikan Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan sesuai dengan standar • Pemeliharaan Pencegahan meliputi . • Pemeliharaan Perbaikan meliputi . b. 6 Untuk mengetahui kemampuan peserta Ujian teori. Ujian Praktek 8 16 . (CP U. • Rekonfigurasi/Reinstalasi • Pengoperasian peralatan. Praktek Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian. b.

.

II. Dalam rangka implementasi UU No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : KODE: TTY . III. PERSYARATAN : a. PENDAHULUAN Teleprinter adalah suatu peralatan yang digunakan untuk mengirim dan menerima berita – berita penerbangan dan pada umumnya dihubungkan ke peralatan AMSC . Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan terampil yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Teleprinter dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING TELEPRINTER 80 Jam Pelajaran I. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Teleprinter serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Teleprinter (TTY) perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. . SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. IV. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.C/KKP Teori : 36 Jam Praktek : 44 Jam Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Teleprinter. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No.

V. Fungsi Peralatan d. Pemeliharaan Perbaikan. Pemeliharaan c. Teori penunjang c. Dokumen Terkait Teknik peralatan c. d. Teori Rinci d. e. Teori d. Block diagram. Trouble Shooting TTY-C/T/5 28 6 Ujian/Evaluasi c. KODE TTY-C/T/1 2 TTY-C/T/2 10 3 4 Prosedur Pengoperasian . KURIKULUM RATING TERAMPIL TELEPRINTER JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 6 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan c. b Pemeliharaan Pencegahan . Pemeliharaan Pencegahan . Praktek TTY-C/T/6 8 16 . TTY-C/T/3 TTY-C/T/4 4 8 5 Praktek a. Pengoperasian.

CPU.VI. c. Teori rinci peralatan. Teori Penunjang TUJUAN Agar peserta memahami dasar teknis Peralatan POKOK BAHASAN • Fungsi/kegunaan peralatan.jaringan dan rencana intalasi. Ø Menghidupkan dan mematikan . • Pengoperasian secara hardware meliputi . . • Sistem hardware . • Teori Penunjang meliputi . Rencana instalasi Agar peserta mengerti dan memahami cara kerja dan pemeliharaan peralatan teleprinter. Blok diagram. b. Fungsi Peralatan b. Ø Menghidupkan. Ø Mematikan Ø Status sistem PENGAJAR T 2 2 P DAFTAR PUSTAKA . 4 6 3 Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian peralatan secara benar 2 2 . • Dokumen • Teori Operasi dan Blok diagram. Ø Topologi AFTN.Manual of the teletypewrit er operating practices. Ø Komunikasi data. SILABI : RATING TERAMPIL TELEPRINTER JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN (TOPIK ) Teori umum peralatan a. Ø Interkoneksi . 2 2 Teknik Peralatan .I/O. Ø Protocol/Interface. a. Ø Teori dasar Komputer. • Pengoperasian secara software meliputi .Annex 10 Volume II. .

Ø Sistem Hardware. 6 Untuk mengetahui kemampuan peserta Ujian teori. b. Trouble Shooting Ujian/evaluasi a. • Pemeliharaan Perbaikan meliputi . Praktek Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian.I/O.4 Pemeliharaan a. b. Ujian Praktek 4 16 .Pemeliharaan pencegahan.Jaringan ). Pemeliharaan pencegahan. • Pengoperasian peralatan. • Pemeliharaan software. c. (CP U. Teori. Pengoperasian.Pemeliharaan perbaikan Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan sesuai dengan standar • Pemeliharaan Pencegahan meliputi . . • Trouble shooting dan analisis sistem • • 2 2 4 4 8 16 5 Praktek a. Ø Pemeliharaan berkala Ø Performance Check. • Pemeliharaan pencegahan. b.

MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Tersedianya fasilitas VOR yang siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan untuk memberikan kenyamanan dan memelihara peralatan yang menunjang keselamatan operasi penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan/keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating VOR dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. b. PENDAHULUAN VHF Omnidirectional Range (VOR) adalah peralatan navigasi udara yang dapat memberikan sinyal azimuth bearing kepada pesawat udara untuk membantu menentukan arah terbang.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING VHF OMNI DIRECTIONAL RANGE (VOR) 270 Jam Pelajaran Teori : 108 Jam Praktek : 162 Jam KODE VOR – A /KNP I. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan VHF Omni Directional Range perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. II. Dalam rangka implementasi UU No. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli elektronika Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. PERSYARATAN : a. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil listrik penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan VOR serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. IV. . III.

6. Kriteria Penempatan Peralatan VOR Prosedur Pengoperasian VOR Pemeliharaan peralatan VOR a. 3. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. Penggunaan alat ukur c. KURIKULUM DVOR No.V. Pengoperasian b. Teori penunjang c. 4. Pemeliharaan Perbaikan Praktek pada peralatan VOR a. Dokumen terkait dari ICAO/FAA Teknik peralatan a. Pemelihaaan Pencegahan d. Trouble shooting e. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1. a. Blok dan circuit diagram VOR c. Teori terinci peralatan VOR b. Fungsi peralatan VOR b. Teori peralatan VHF Omnidirectional Range (VOR). 2. Pemeliharaan pencegahan b. Teori b. 5. Praktek Jumlah Jam Pelajaran VOR-A/T/1 VOR-A/T/2 64 VOR-A/T/3 VOR-A/T/4 8 12 VOR-A/T/5 130 VOR-A/T/6 8 32 108 162 .

Buku manual peralatan VOR 3 Prosedur pengoperasian Agar para peserta mampu melaksanakan peng operasian peralatan VOR dengan benar.Space modulation .Besaran dan adjustment parameter VOR. Teori terinci peralatan VOR Blok dan Circuit diagram peralatan VOR .VOR receiver . − Pelaksanaan ground Check 4 20 4 8 4 4 4 4 4 4 4 -Buku manual peralatan DME: -ICAO DOC. SILABI DVOR MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori peralatan VOR. − Pelayanan dan Analisa hasil Flight Comm / periodik. 8071 Vol I -Flight Inspection Report VOR 4 4 4 .Sitting kriteria VOR: .VI.Agar para peserta mengetahui dan memahami cara kerja secara sistem. -ICAO DOC. a. b.Blok diagram VOR . . I -ICAO ANNEX 10 Vol I . .Patern dan cakupan VOR.Buku Radio Air Navigation . Dokumen terkait dari ICAO / FAA − TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar para peserta mengetahui dan memahami fungsi peralatan VOR dalam menunjang operasi Keselamatan pener bangan serta acuan / institusi yang dianut. − Pemeliharaan/pengechekan berkala : harian. Teori Penunjang c.Prinsip kerja VOR.RCMS . .tiga bulanan.RF Switching . − 4 Pemeliharaan Agar para peserta mampu melaksanakan pemeliharaan peralatan VOR dengan benar.enam bulanan.tahunan. Fungsi peralatan VOR b.RMMC . Fungsi dan teori penunjang dalam pengoperasian peralatan VOR. . mingguan.8071 Vol.Doppler effect 8 P − .Pengoperasian VOR dengan lokal dan remote. No.ICAO ANNEX 10 1 4 4 2 Teknik peralatan a.Sinyal Reference dan variable . . bulanan.

Pemeliharaan pencegahan d. Pengoperasian b.I -ICAO ANNEX 10 Vol.No. mencari penyebab serta menganalisa kerusakan pada peralatan VOR.Buku manual DME . Penggunaan alat ukur c. 8 16 -Buku manual peralatan DME: -ICAO DOC.Agar para peserta dapat mengoperasikan Peralatan VOR. I . melakukan prosedur pemeliharaan dengan benar serta dapat menganalisa/melokalisir kerusakan yang terjadi pada VOR. Trouble Shooting e. MATA PELAJARAN (TOPIK) Praktek a. -Untuk mengetahui para perserta dalam memahami peralatan VOR yang didapatkan selama pelatihan. -Melaksanakan pengoperasian. menggunakan alat ukur elektronik. Analisis sistim peralatan TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T . 8 P 40 . penggunaan alat ukur.Buku manual yang terkait 5 6 Ujian/evaluasi Memberikan soal-soal tertulis dan memberikan troubel shooting pada peralatan VOR kepada peserta.8071 Vol.

IV. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung – jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas VOR. III. b. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. PENDAHULUAN VHF Omnidirectional Range (VOR) adalah peralatan navigasi udara yang dapat memberikan sinyal azimuth bearing kepada pesawat udara untuk membantu menentukan arah terbang. PERSYARATAN : a.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK RATING SKP TERAMPIL VHF OMNI DIRECTIONAL RANGE (VOR) 230 Jam Pelajaran Teori : Praktek : 92 Jam 138 Jam KODE VOR-A/KNP I. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating VOR dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara fasilitas VOR wajib mengikuti pandidikan dan pelatihan II. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas VOR serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Dalam rangka implementasi UU No. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. .

Teori b. 4. Pemeliharaan Perbaikan Praktek pada peralatan VOR a. a. Dokumen terkait dari ICAO/FAA Teknik peralatan a. Praktek Jumlah Jam Pelajaran Kode Jam Pelajaran Teori Praktek 8 1. Kriteria Penempatan Peralatan VOR Prosedur Pengoperasian VOR Pemeliharaan peralatan VOR a. Penggunaan alat ukur c. Fungsi peralatan VOR b. VOR-A/T/2 60 3. VOR-A/T/3 VOR-A/T/4 8 12 5. Teori terinci peralatan VOR b. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. VOR-A/T/1 2. Teori penunjang c. KURIKULUM DVOR No. VOR-A/T/5 114 6. Mata Pelajaran ( TOPIK ) Teori peralatan VHF Omnidirectional Range (VOR).V. VOR-A/T/6 4 24 108 138 . Pemelihaaan Pencegahan d. Pemeliharaan pencegahan b. Blok VOR c. Pengoperasian b.

8071 Vol.Doppler effect - P − .Space modulation . .RCMS .tiga bulanan. No. 8071 Vol I -Flight Inspection Report VOR 4 4 .enam bulanan. Dokumen terkait dari ICAO / FAA − TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar para peserta mengetahui dan memahami fungsi peralatan VOR dalam menunjang operasi Keselamatan pener bangan serta acuan / institusi yang dianut. Fungsi peralatan VOR b.ICAO ANNEX 10 1 4 4 2 Teknik peralatan a. Blok diagram VOR Prinsip kerja VOR. − Pemeliharaan/pengechekan berkala : harian. − Pelaksanaan ground Check - 8 308 8 8 4 4 4 4 4 4 4 -Buku manual peralatan DME: -ICAO DOC. b.Buku Radio Air Navigation . I -ICAO ANNEX 10 Vol I 3 Prosedur pengoperasian - Agar para peserta mampu melaksanakan peng operasian peralatan VOR dengan benar. − Pelayanan dan Analisa hasil Flight Comm / periodik. bulanan. .VI. RF Switching Sinyal Reference dan variable Besaran dan adjustment parameter VOR. Fungsi dan teori penunjang dalam pengoperasian peralatan VOR. SILABI DVOR MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori peralatan VOR. .Agar para peserta mengetahui dan memahami cara kerja secara sistem.Patern dan cakupan VOR. Teori terinci peralatan VOR Blok diagram peralatan VOR . 4 -ICAO DOC. a.tahunan.Buku VOR manual peralatan 4 Pemeliharaan − Agar para peserta mampu melaksanakan pemeliharaan peralatan VOR dengan benar.VOR receiver .RMMC .Pengoperasian VOR dengan lokal dan remote. . mingguan. Teori Penunjang c.Sitting kriteria VOR: .

8 16 -Buku manual peralatan DME: -ICAO DOC. MATA PELAJARAN (TOPIK) Praktek a.Buku manual yang terkait 5 Memberikan soal-soal tertulis dan memberikan troubel shooting pada peralatan VOR kepada peserta. TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T .8071 Vol. melakukan prosedur pemeliharaan dengan benar serta dapat menganalisa/melokalisir kerusakan yang terjadi pada VOR. menggunakan alat ukur elektronik.I -ICAO ANNEX 10 Vol. Pemeliharaan pencegahan d. -Melaksanakan pengoperasian.Agar para peserta dapat mengoperasikan Peralatan VOR. I 6 Ujian/evaluasi . Pengoperasian b. Trouble Shooting e. 4 P 40 . penggunaan alat ukur. mencari penyebab serta menganalisa kerusakan pada peralatan VOR. Penggunaan alat ukur c.No.Buku manual DME . -Untuk mengetahui para perserta dalam memahami peralatan VOR yang didapatkan selama pelatihan.

MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Tersedianya teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No.jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas DME sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. II. serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. III. terlatih ahli dan teruji dalam melaksanakan pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas DME. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara fasilitas DME wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. . b. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating DME dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK RATING SKP AHLI DISTANCE MEASURING EQUIPMENT ( DME ) 270 Jam Pelajaran KODE DME-A/KNP Teori : Praktek : 108 Jam 162 Jam I. PENDAHULUAN Distance Measuring Equipment (DME) adalah peralatan navigasi udara yang dapat memberikan sinyal panduan jarak antara posisi pesawat udara dengan stasiun DME. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. IV. Dalam rangka implementasi UU No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. PERSYARATAN : a.

Praktek Jumlah Jam Pelajaran DME-A/A/1 DME-A/A/2 64 DME-A/A/3 DME-A/A/4 8 12 DME-A/A/5 130 DME-A/A/6 8 32 108 162 . Teori penunjang c. 2. 5.V. 6. Pemelihaaan Pencegahan d. Penggunaan alat ukur c. Kriteria Penempatan Peralatan DME Prosedur Pengoperasian DME Pemeliharaan peralatan DME a. Dokumen terkait dari ICAO/FAA Teknik peralatan a. 3. Blok dan circuit diagram DME c. Teori peralatan Distance Measuring Instrument (DME). Trouble shooting e. Pengoperasian b. Fungsi peralatan DME b. 4. KURIKULUM DME No. Mata Pelajaran Kode Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. Pemeliharaan Perbaikan Praktek pada peralatan DME a. Teori terinci peralatan DME b. Teori b. a. Pemeliharaan pencegahan b.

VI.Buku Radio Air Navigation . . Fungsi peralatan DME Teori Penunjang Dokumen terkait dari ICAO / FAA TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T .Prinsip kerja DME. Blok dan Circuit diagram peralatan DME . − Agar para peserta mampu melaksanakan pemeliharaan peralatan DME dengan benar.8071 Vol.Besaran dan adjustment parameter DME. bulanan.tahunan). . .enam bulanan.Agar para peserta mengetahui dan memahami fungsi peralatan DME dalam menunjang operasi Keselamatan pener bangan.Mengetahuidokumenyang digunakan sebagai acuan.Buku manual peralatan DMEICAO DOC. − Pemeliharaan berkala (harian. Buku manual peralatan DME 4 Pemeliharaan 4 . . 4 P − . .mingguan. No. SILABI DME MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori peralatan DME. − Pelayanan dan Analisis hasil kalibrasi periodik.DME transponder (aircraft) − RCMS − RMMC − Pengoperasian DME dengan lokal dan remote. I -ICAO ANNEX 10 Vol I 3 Prosedur pengoperasian .Kriteria penempatan.Agar para peserta mengetahui dan memahami cara kerja secara sistem. 8071 Vol I -Flight Inspection Report DME 4 4 .Fungsi dan teori penunjang dalam pengoperasian peralatan DME.Blok diagram DME .Patern dan cakupan DME. . a. − Pelaksanaan ground Check 4 16 4 4 4 4 4 4 4 -Buku manual peralatan DME: -ICAO DOC. . c.Agar para peserta mampu melaksanakan peng operasian peralatan DME dengan benar. Teori terinci peralatan DME b. tiga bulanan.ICAO ANNEX 10 1 2 Teknik peralatan a. b.

penggunaan alat ukur. Analisis sistim peralatan − TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar para peserta dapat mengoperasikan Peralatan DME.No. Pengoperasian b.Buku manual DME .8071 Vol. I . − Untuk mengetahui para perserta dalam memahami peralatan DME yang didapatkan selama pelatihan. melakukan prosedur pemeliharaan dengan benar serta dapat menganalisis/melokalisir kerusakan yang terjadi pada DME. − Melaksanakan pengoperasian. menggunakan alat ukur elektronik. mencari penyebab serta menganalisis kerusakan pada peralatan DME. 4 32 -Buku manual peralatan DME: -ICAO DOC. MATA PELAJARAN (TOPIK) Praktek a. Pemeliharaan pencegahan d. Penggunaan alat ukur c.Buku manual yang terkait 5 6 Ujian/evaluasi − Memberikan soal-soal tertulis dan memberikan troubel shooting pada peralatan DME kepada peserta. Trouble Shooting e. 4 P 130 − .I -ICAO ANNEX 10 Vol.

SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. b. III. IV.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK RATING SKP TERAMPIL DISTANCE MEASURING EQUIPMENT ( DME ) 230 Jam Pelajaran KODE DME-A/KNP Teori : Praktek : 92 Jam 138 Jam I. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. Dalam rangka implementasi UU No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas DME sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. PERSYARATAN : a. II. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara fasilitas DME wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating DME dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. . serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. terlatih ahli dan teruji dalam melaksanakan pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas DME. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Tersedianya teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. PENDAHULUAN Distance Measuring Equipment (DME) adalah peralatan navigasi udara yang dapat memberikan sinyal panduan jarak antara posisi pesawat udara dengan stasiun DME. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan.

Fungsi peralatan DME b. KURIKULUM DME No. Pemelihaaan Pencegahan d. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. Dokumen terkait dari ICAO/FAA Teknik peralatan a. Teori b. Mata Pelajaran Kode Jam Pelajaran Teori Praktek 8 1. 3.V. Pemeliharaan pencegahan b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek pada peralatan DME a. Teori peralatan Distance Measuring Instrument (DME). Praktek Jumlah Jam Pelajaran DME-A/A/1 DME-A/A/2 60 DME-A/A/3 DME-A/A/4 8 12 DME-A/A/5 114 DME-A/A/6 4 24 92 138 . Pengoperasian b. 5. Teori penunjang c. Kriteria Penempatan Peralatan DME Prosedur Pengoperasian DME Pemeliharaan peralatan DME a. 4. 6. Penggunaan alat ukur c. Teori terinci peralatan DME b. a. Trouble shooting e. 2. Blok dan circuit diagram DME c.

mingguan. − Pemeliharaan berkala (harian.Buku manual peralatan DMEICAO DOC. − Pelayanan dan Analisis hasil kalibrasi periodik. . b.Mengetahuidokumenyang digunakan sebagai acuan. SILABI DME MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori peralatan DME. .Blok diagram DME . 8071 Vol I -Flight Inspection Report DME 4 4 .Buku Radio Air Navigation .Patern dan cakupan DME.enam bulanan. tiga bulanan. Teori terinci peralatan DME b. .Kriteria penempatan. . 8 P − .Agar para peserta mampu melaksanakan peng operasian peralatan DME dengan benar.Fungsi dan teori penunjang dalam pengoperasian peralatan DME.ICAO ANNEX 10 1 2 Teknik peralatan a. − Agar para peserta mampu melaksanakan pemeliharaan peralatan DME dengan benar.tahunan).DME transponder (aircraft) − RCMS − RMMC − Pengoperasian DME dengan lokal dan remote. Buku manual peralatan DME 4 Pemeliharaan 4 .Prinsip kerja DME. − Pelaksanaan ground Check 4 20 4 8 8 8 4 -Buku manual peralatan DME: -ICAO DOC.8071 Vol. c.Agar para peserta mengetahui dan memahami fungsi peralatan DME dalam menunjang operasi Keselamatan pener bangan. I -ICAO ANNEX 10 Vol I 3 Prosedur pengoperasian . . bulanan.Besaran dan adjustment parameter DME. . Fungsi peralatan DME Teori Penunjang Dokumen terkait dari ICAO / FAA TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T . . a. Blok dan Circuit diagram peralatan DME .Agar para peserta mengetahui dan memahami cara kerja secara sistem.VI. No.

melakukan prosedur pemeliharaan dengan benar serta dapat menganalisis/melokalisir kerusakan yang terjadi pada DME. I . − Untuk mengetahui para perserta dalam memahami peralatan DME yang didapatkan selama pelatihan. P 114 − . Analisis sistim peralatan − TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar para peserta dapat mengoperasikan Peralatan DME. − Melaksanakan pengoperasian. Trouble Shooting e. Pengoperasian b.Buku manual DME . menggunakan alat ukur elektronik. penggunaan alat ukur. Pemeliharaan pencegahan d.No.8071 Vol. mencari penyebab serta menganalisis kerusakan pada peralatan DME. Penggunaan alat ukur c.I -ICAO ANNEX 10 Vol. MATA PELAJARAN (TOPIK) Praktek a. 4 24 -Buku manual peralatan DME: -ICAO DOC.Buku manual yang terkait 5 6 Ujian/evaluasi − Memberikan soal-soal tertulis dan memberikan troubel shooting pada peralatan DME kepada peserta.

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING SATELLITE NAVIGATION SYSTEM 280 Jam Pelajaran Kode : SNS -A /KPP Teori : 136 Jam Praktek : 164 Jam I PENDAHULUAN Satellite Navigation System (Global Navigation Satellite System/GNSS) adalah peralatan navigasi udara yang berbasis sattelite digunakan oleh pengatur lalu lintas udara dalam memandu pergerakan dari pesawat udara disekitar wilayah enroute. Pendidikan minimal adalah Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. terlatih dan ahli dalam melaksanakan mengoperasikan dan pemeliharaan peralatan GNSS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya III PERSYARATAN a. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. non precision approach. Dalam rangka implementasi UU Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP Nomor 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana yang dipersyaratkan guna memperoleh rating GNSS. precisiton approach. terminal. b. dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan. . Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Global Navigation Satellite System (GNSS) wajib memperoleh pendidikan dan pelatihan melalui program diklat rating yang sesuai. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas GNSS.

Analisa sistem peralatan GNSS System : Ujian / Evaluasi : a. Praktek KODE SNS -A/A/1 Jumlah Jam Pelajaran TEORI PRAKTE 24 2 SNS -A/A/2 64 3 4 SNS -A/A/3 SNS -A/A/4 16 16 5 SNS -A/A/5 120 6 SNS -A/A/6 8 32 T o t a l : 128 152 VI SILABUS SNS Sedang dalam pengembangan . Pemeliharaan pencegahan d.V No 1 KURIKULUM SNS MATA PELAJARAN Teori umum peralatan GNSS System : a. Dokumen terkait Teknik peralatan GNSS System : a. Rencana instalasi Prosedur pengoperasian GNSS System : Pemeliharaan : a. Pengoperasian b. Penggunaan alat ukur c. Trouble shooting e. Blok dan circuit diagram c. Teori penunjang c. Teori b. Teori rinci peralatan b. Pemeliharaan perbaikan Praktek : a. Fungsi b. Pemeliharaan pencegahan b.

Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. precisiton approach. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. .DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING SATELLITE NAVIGATION SYSTEM 220 Jam Pelajaran Kode : SNS-A /KPP Teori : 96 Jam Praktek : 124 Jam I PENDAHULUAN Satellite Navigation System (Global Navigation Satellite System/GNSS) adalah peralatan navigasi udara yang berbasis sattelite digunakan oleh pengatur lalu lintas udara dalam memandu pergerakan dari pesawat udara disekitar wilayah enroute. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. non precision approach. Pendidikan minimal adalah Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas GNSS. Dalam rangka implementasi UU Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP Nomor 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. b. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana yang dipersyaratkan guna memperoleh rating GNSS. dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan. terminal. terlatih dan ahli dalam melaksanakan mengoperasikan dan pemeliharaan peralatan GNSS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya III PERSYARATAN a. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Global Navigation Satellite System (GNSS) wajib memperoleh pendidikan dan pelatihan melalui program diklat rating yang sesuai.

Pemeliharaan perbaikan Praktek : a. Penggunaan alat ukur c. Teori rinci peralatan b. Blok dan circuit diagram c. Analisa sistem peralatan GNSS System : Ujian / Evaluasi : a. Praktek KODE SNS -A/A/1 Jumlah Jam Pelajaran TEORI PRAKTE 24 2 SNS -A/A/2 16 3 4 SNS -A/A/3 SNS -A/A/4 32 16 5 SNS -A/A/5 92 6 SNS -A/A/6 8 32 T o t a l : 96 124 VI SILABUS SNS Sedang dalam pengembangan . Dokumen terkait Teknik peralatan GNSS System : a. Trouble shooting e. Rencana instalasi Prosedur pengoperasian GNSS System : Pemeliharaan : a. Pemeliharaan pencegahan b.V No 1 KURIKULUM SNS MATA PELAJARAN Teori umum peralatan GNSS System : a. Teori b. Pengoperasian b. Fungsi b. Teori penunjang c. Pemeliharaan pencegahan d.

IV. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara fasilitas NDB wajib mengikuti pandidikan dan pelatihan II. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. Dalam rangka implementasi UU No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK RATING SKP AHLI NON DIRECTIONAL BEACON (NDB) 120 Jam Pelajaran Teori : 48 Jam Praktek : 72 Jam KODE NDB-C/KNP I. . PERSYARATAN : a. b. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating NDB dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung – jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas NDB. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas NDB serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar dipersyaratkan. PENDAHULUAN Non Directional Beacon ( NDB) adalah peralatan navigasi udara yang dapat memberikan sinyal panduan arah pada pesawat udara terhadap stasiun NDB. III.

NDB-C/T/2 24 3. Penggunaan alat ukur c. KURIKULUM NDB No.V. Kriteria Penempatan Peralatan NDB Prosedur Pengoperasian NDB Pemeliharaan peralatan NDB a. Blok NDB c. Praktek Jumlah Jam Pelajaran Kode Jam Pelajaran Teori Praktek 4 1. Pengoperasian b. NDB-C/T/3 NDB-C/T/4 8 8 5. 4. Pemeliharaan Perbaikan Praktek pada peralatan NDB a. NDB-C/T/1 2. NDB-C/T/5 56 6. Pemeliharaan pencegahan b. Teori penunjang c. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Fungsi peralatan NDB b. Pemelihaaan Pencegahan d. Teori terinci peralatan NDB b. Teori b. Mata Pelajaran ( TOPIK ) Teori peralatan NDB a. Dokumen terkait dari ICAO/FAA Teknik peralatan a. NDB-C/T/6 4 16 48 72 .

No.Sitting kriteria NDB: . Fungsi peralatan NDB b.Patern dan cakupan NDB. − Pelaksanaan ground Check 4 .RCMS . Teori terinci peralatan NDB Blok diagram peralatan NDB . 4 -ICAO DOC.Buku NDB manual peralatan 4 Pemeliharaan − Agar para peserta mampu melaksanakan pemeliharaan peralatan NDB dengan benar. .Pengoperasian NDB dengan lokal dan remote.Jenis-jenis NDB 4 P − .8071 Vol. . b. mingguan.Buku Radio Air Navigation .ICAO ANNEX 10 1 2 Teknik peralatan a. 8071 Vol I -Flight Inspection Report NDB 2 4 .tahunan. Fungsi dan teori penunjang dalam pengoperasian peralatan NDB. Teori Penunjang c.Prinsip kerja NDB.NDB receiver 4 8 4 2 4 4 -Buku manual peralatan NDB: -ICAO DOC.Besaran dan adjustment parameter NDB.Blok diagram NDB . SILABI NDB MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori peralatan NDB. − Pemeliharaan/pengechekan berkala : harian. . I -ICAO ANNEX 10 Vol I 3 Prosedur pengoperasian - Agar para peserta mampu melaksanakan peng operasian peralatan NDB dengan benar. bulanan. . Dokumen terkait dari ICAO / FAA − TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar para peserta mengetahui dan memahami fungsi peralatan NDB dalam menunjang operasi Keselamatan pener bangan serta acuan / institusi yang dianut. .tiga bulanan.enam bulanan.VI. .Agar para peserta mengetahui dan memahami cara kerja secara sistem. a. − Pelayanan dan Analisa hasil Flight Comm / periodik.RMMC .

4 16 -Buku manual peralatan NDB: -ICAO DOC. melakukan prosedur pemeliharaan dengan benar serta dapat menganalisa/melokalisir kerusakan yang terjadi pada NDB. MATA PELAJARAN (TOPIK) Praktek a.8071 Vol.Agar para peserta dapat mengoperasikan Peralatan NDB.No. P 56 . penggunaan alat ukur. Penggunaan alat ukur c.Melaksanakan pengoperasian. Pemeliharaan pencegahan d. mencari penyebab serta menganalisa kerusakan pada peralatan NDB. .Buku manual NDB . Pengoperasian b.Memberikan soal-soal tertulis dan memberikan troubel shooting pada peralatan NDB kepada peserta. Untuk mengetahui para perserta dalam memahami peralatan NDB yang didapatkan selama pelatihan.I -ICAO ANNEX 10 Vol.Buku manual yang terkait 5 6 Ujian/evaluasi . Trouble Shooting TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T . I . menggunakan alat ukur elektronik.

yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. . sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar dipersyaratkan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara fasilitas NDB wajib mengikuti pandidikan dan pelatihan II. III. PENDAHULUAN Non Directional Beacon ( NDB) adalah peralatan navigasi udara yang dapat memberikan sinyal panduan arah pada pesawat udara terhadap stasiun NDB. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas NDB serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating NDB dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. b.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK RATING SKP TERAMPIL NON DIRECTIONAL BEACON (NDB) 80 Jam Pelajaran Teori : 32 Jam Praktek : 48 Jam KODE NDB-C/KNP I. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. Dalam rangka implementasi UU No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. IV. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. PERSYARATAN : a. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung – jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas NDB.

Teori terinci peralatan NDB b. Penggunaan alat ukur c. Praktek Jumlah Jam Pelajaran Kode Jam Pelajaran Teori Praktek 4 1. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. NDB-C/T/2 16 3. NDB-C/T/1 2. Pengoperasian b. Dokumen terkait dari ICAO/FAA Teknik peralatan a. Mata Pelajaran ( TOPIK ) Teori peralatan NDB a. Pemeliharaan Perbaikan Praktek pada peralatan NDB a. Blok NDB c. Teori penunjang c. Pemeliharaan pencegahan b. KURIKULUM NDB No. NDB-C/T/3 NDB-C/T/4 4 4 5. Pemelihaaan Pencegahan d. 4. NDB-C/T/6 4 12 32 48 . Teori b. Fungsi peralatan NDB b. Kriteria Penempatan Peralatan NDB Prosedur Pengoperasian NDB Pemeliharaan peralatan NDB a. NDB-C/T/5 36 6.V.

Sitting kriteria NDB: . Teori Penunjang c.VI.tiga bulanan.Besaran dan adjustment parameter NDB.Buku Radio Air Navigation .Buku NDB manual peralatan 4 Pemeliharaan − Agar para peserta mampu melaksanakan pemeliharaan peralatan NDB dengan benar. 8071 Vol I -Flight Inspection Report NDB 2 2 .enam bulanan. bulanan.RCMS .NDB receiver 4 4 2 2 2 2 -Buku manual peralatan NDB: -ICAO DOC.Agar para peserta mengetahui dan memahami cara kerja secara sistem. .tahunan.8071 Vol. .Patern dan cakupan NDB. . Fungsi peralatan NDB b. . . a.Blok diagram NDB . mingguan. b. Dokumen terkait dari ICAO / FAA − TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar para peserta mengetahui dan memahami fungsi peralatan NDB dalam menunjang operasi Keselamatan pener bangan serta acuan / institusi yang dianut.Jenis-jenis NDB 4 P − . .RMMC . − Pelayanan dan Analisa hasil Flight Comm / periodik. − Pemeliharaan/pengechekan berkala : harian. − Pelaksanaan ground Check 2 .ICAO ANNEX 10 1 2 Teknik peralatan a. SILABI NDB MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori peralatan NDB. No. Fungsi dan teori penunjang dalam pengoperasian peralatan NDB. I -ICAO ANNEX 10 Vol I 3 Prosedur pengoperasian - Agar para peserta mampu melaksanakan peng operasian peralatan NDB dengan benar. Teori terinci peralatan NDB Blok diagram peralatan NDB .Pengoperasian NDB dengan lokal dan remote. 2 -ICAO DOC.Prinsip kerja NDB.

penggunaan alat ukur. Trouble Shooting TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T . Untuk mengetahui para perserta dalam memahami peralatan NDB yang didapatkan selama pelatihan.Buku manual NDB .8071 Vol.Buku manual yang terkait 5 6 Ujian/evaluasi . Penggunaan alat ukur c. MATA PELAJARAN (TOPIK) Praktek a. I . 2 12 -Buku manual peralatan NDB: -ICAO DOC.Agar para peserta dapat mengoperasikan Peralatan NDB. Pengoperasian b. 2 P 36 .No.Melaksanakan pengoperasian. menggunakan alat ukur elektronik.Memberikan soal-soal tertulis dan memberikan troubel shooting pada peralatan NDB kepada peserta. mencari penyebab serta menganalisa kerusakan pada peralatan NDB.I -ICAO ANNEX 10 Vol. melakukan prosedur pemeliharaan dengan benar serta dapat menganalisa/melokalisir kerusakan yang terjadi pada NDB. Pemeliharaan pencegahan d. .

PSR ini dapat mengetahui jarak. Pendidikan minimal adalah Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. b. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Dalam rangka implementasi UU Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP Nomor 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana yang dipersyaratkan guna memperoleh rating PSR.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING PRIMARY SURVEILLANCE RADAR SYSTEM 300 Jam Pelajaran Kode : PSR-A /KPP Teori : 136 Jam Praktek : 164 Jam I PENDAHULUAN Primary Surveillance Radar (PSR) adalah peralatan pengamatan yang digunakan oleh pengatur lalu lintas udara dalam mengamati pergerakan dari pesawat udara disekitar wilayah pengaturannya melalui suatu layar tampilan. posisi dan arah pesawat udara. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas PSR. dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Primary Surveillance Radar wajib memperoleh pendidikan dan pelatihan melalui program diklat rating yang sesuai. . terlatih dan ahli dalam melaksanakan mengoperasikan dan pemeliharaan peralatan PSR serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya III PERSYARATAN a. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan.

Analisa sistem peralatan PSR System Ujian / Evaluasi : a. Teori penunjang c. Fungsi b. Pemeliharaan perbaikan Praktek : a.V No 1 KURIKULUM RADAR PSR MATA PELAJARAN Teori umum peralatan PSR System : a. Praktek KODE PSR-A/A/1 Jumlah Jam Pelajaran TEORI PRAKTE 16 2 PSR-A/A/2 24 3 4 PSR-A/A/3 PSR-A/A/4 48 16 5 PSR-A/A/5 132 6 PSR-A/A/6 8 32 T o t a l : 136 164 . Trouble shooting e. Pemeliharaan pencegahan d. Pemeliharaan pencegahan b. Blok dan circuit diagram c. Teori b. Pengoperasian b. Teori rinci peralatan b. Dokumen terkait Teknik peralatan PSR System : a. Rencana Instalasi Prosedur pengoperasian PSR System Pemeliharaan : a. Penggunaan alat ukur c.

Skolnik . Fungsi TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN b.PSR Manual Handbook & Theory . Receiver. . Power Supply dan EHT pada sistem PSR .Memahami Antenna.ICAO Doc. . J.SKEP Ditjen Hubud.Memahami kegunaan dari .Review Digital Teknik dan penjePulsa-pulsa Radar lasan pulsa-pulsa Radar .Penjelasan kegunaan dari PSR dan masing-masing bagiannya PSR dan bagianbagiannya .Memahami teori digital. Blok diagram - Antenna & Control System PSR Transmitter System PSR Receiver System Power Supply System EHT System Antenna Encoder Back Swing Circuit Pulse Modulation Magnetron Heating Delay Time Control Timing and Failure System Relay and EHT Control Synchro Generator Automatic Frequency Control Thyristor Stack Dual Coupler Low Noise Amplifier Switching and Control High/Low Coverage Amplifier and Control Linear & Logarithmic Amplifier IF Amplifier and Filtering Fixed & Moving Echo Detection Oscillator and Safety Device . Transmitter.Electronics & Digital Manual .Menjelaskan peraturan-peraturan ICAO dan SKEP Ditjen Hubud 2 Teknik peralatan PSR : a.VI No 1 SILABUS RADAR PSR MATA PELAJARAN ( Topik ) Teori umum peralatan PSR : a. c. Teori penunjang .Skolnik .Basic Radar Principle.Basic Radar Principle. J. Annex 10 .Memahami peraturan ICAO dan Ditjen Hubud. Dokumen terkait .PSR Manual Handbook & Theory . Teori rinci peralatan .Memahami cara kerja tiap-tiap modul serta sistem dari PSR b.

Counter. Pemeliharaan pencegahan d. Penggunaan alat ukur c. Pemeliharaan perbaikan . Freq.Penggunaan alat-alat ukur AVO Meter.Melakukan penyetelan dan penyelarasan pada setiap modul sesuai buku manual .PSR Manual Handbook & Theory 5 Praktek : a.PSR Manual Handbook & Theory 4 Pemeliharaan : a. Spec Analizer.Dapat melakukan perbaikan pada sistem PSR apabila terjadi kerusakan .Dapat menghidupkan dan mematikan PSR dengan benar . Pengoperasian b.Cara mengganti modul ganti modul . Watt Meter.PSR Manual Handbook & Theory .PSR Manual Handbook & Theory .Dapat menggunakan alatalat ukur AVO Meter. Osc..Test Instrument Manual . Spec Analizer.Melakukan pengukuran signalsignal Radar disetiap test point pada sistem PSR .Memahami cara menghidupkan dan mematikan sistem PSR sesuai prosedur .Diplexer.Channel Distribution & Echo Cct .PSR Manual Handbook & Theory .Cara menghidupkan dan mematikan sistem PSR sesuai buku manual/petunjuk operasi . . Freq Counter. Duplexer & Circulator 3 Prosedur pengoperasian PSR . Pemeliharaan pencegahan b.Memahami cara meng. HT Probe.X-tal Osc and Program Division . Watt Meter. AFC and Synchro Interface .Menjelaskan pelaksanaan peme.PSR Manual Handbook & Theory .Dapat melakukan penyetelan dan penyelarasan parameter sesuai buku manual dengan benar . Trouble shooting . HT Probe. .Memahami pelaksanaan liharaan berkala dan kalibrasi pemeliharaan berkala dan penerbangan kalibrasi penerbangan .Dapat melakukan pengukuran signal PSR dengan benar menggunakan alat ukur . . Osc.Regulator.Melakukan perbaikan pada sistem PSR .Prosedur menghidupkan dan mematikan PSR yang benar .SKEP Ditjen Hubud. SG. SG.

Praktek .Melaksanakan ujian tertulis dengan menjawab soal-soal yang diberikan .Setiap peserta diklat melaksanakan praktek singkat langsung pada peralatan PSR sesuai petunjuk dari penguji Instruktur penguji Instruktur penguji .Dapat melakukan pengoperasian dan trouble shooting PSR dengan benar sesuai prosedur .Memahami seluruh pelajaran teori yang telah diajarkan . Teori b.6 Ujian / Evaluasi : a.

b. posisi dan arah pesawat udara. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. Dalam rangka implementasi UU Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP Nomor 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. PSR ini dapat mengetahui jarak. Pendidikan minimal adalah Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas PSR. . terlatih dan terampil dalam melaksanakan mengoperasikan dan pemeliharaan peralatan PSR serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya III PERSYARATAN a. dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Primary Surveillance Radar wajib memperoleh pendidikan dan pelatihan melalui program diklat rating yang sesuai.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING PRIMARY SURVEILLANCE RADAR SYSTEM 250 Jam Pelajaran Kode : PSR-A /KPP Teori : 120 Jam Praktek : 130 Jam I PENDAHULUAN Primary Surveillance Radar (PSR) adalah peralatan pengamatan yang digunakan oleh pengatur lalu lintas udara dalam mengamati pergerakan dari pesawat udara disekitar wilayah pengaturannya melalui suatu layar tampilan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana yang dipersyaratkan guna memperoleh rating PSR.

Trouble shooting Ujian / Evaluasi : a. Dokumen terkait Teknik peralatan PSR : a. Penggunaan alat ukur c. Praktek KODE PSR-A/T/1 Jumlah Jam Pelajaran TEORI PRAKTE 24 2 PSR-A/T/2 56 3 4 PSR-A/T/3 PSR-A/T/4 16 16 5 PSR-A/T/5 98 6 PSR-A/T/6 8 32 T o t a l : 120 130 . Pemeliharaan pencegahan d.V No 1 KURIKULUM RADAR PSR MATA PELAJARAN Teori umum peralatan PSR : a. Pemeliharaan perbaikan Praktek : a. Fungsi b. Teori b. Teori rinci peralatan b. Blok diagram Prosedur pengoperasian PSR Pemeliharaan : a. Pemeliharaan pencegahan b. Teori penunjang c. Pengoperasian b.

Power Supply dan EHT pada sistem PSR . Teori penunjang .Basic Radar Principle.PSR Manual Handbook & Theory . c.Basic Radar Principle.ICAO Doc. J. Fungsi TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN b.Memahami Antenna. Blok diagram - Antenna & Control System PSR Transmitter System PSR Receiver System Power Supply System EHT System Antenna Encoder Back Swing Circuit Pulse Modulation Magnetron Heating Delay Time Control Timing and Failure System Relay and EHT Control Synchro Generator Automatic Frequency Control Thyristor Stack Dual Coupler Low Noise Amplifier Switching and Control High/Low Coverage Amplifier and Control Linear & Logarithmic Amplifier IF Amplifier and Filtering Fixed & Moving Echo Detection Oscillator and Safety Device .PSR Manual Handbook & Theory .Memahami cara kerja tiap-tiap modul serta sistem dari PSR b.Penjelasan kegunaan dari PSR dan masing-masing bagiannya PSR dan bagianbagiannya .Memahami teori digital. Annex 10 . J.Menjelaskan peraturan-peraturan ICAO dan SKEP Ditjen Hubud 2 Teknik peralatan PSR : a.Electronics & Digital Manual . .VI No 1 SILABUS RADAR PSR MATA PELAJARAN ( Topik ) Teori umum peralatan PSR : a.Skolnik . .Review Digital Teknik dan penjePulsa-pulsa Radar lasan pulsa-pulsa Radar . Receiver.SKEP Ditjen Hubud. Dokumen terkait . Teori rinci peralatan .Memahami peraturan ICAO dan Ditjen Hubud.Memahami kegunaan dari .Skolnik . Transmitter.

HT Probe. Counter.Memahami cara meng.SKEP Ditjen Hubud.Dapat menggunakan alatalat ukur AVO Meter.Dapat menghidupkan dan mematikan PSR dengan benar . Osc. Pemeliharaan pencegahan b.Channel Distribution & Echo Cct .PSR Manual Handbook & Theory 4 Pemeliharaan : a. Spec Analizer. Pemeliharaan pencegahan d. Spec Analizer. AFC and Synchro Interface .PSR Manual Handbook & Theory . Pengoperasian b.Menjelaskan pelaksanaan peme. Trouble shooting . .PSR Manual Handbook & Theory 5 Praktek : a. Pemeliharaan perbaikan .Memahami cara menghidupkan dan mematikan sistem PSR sesuai prosedur . Duplexer & Circulator 3 Prosedur pengoperasian PSR . Penggunaan alat ukur c.Melakukan perbaikan pada sistem PSR . SG.X-tal Osc and Program Division .Regulator.Test Instrument Manual ..PSR Manual Handbook & Theory .Dapat melakukan pengukuran signal PSR dengan benar menggunakan alat ukur .Memahami pelaksanaan liharaan berkala dan kalibrasi pemeliharaan berkala dan penerbangan kalibrasi penerbangan .Prosedur menghidupkan dan mematikan PSR yang benar . .Melakukan pengukuran signalsignal Radar disetiap test point pada sistem PSR .Dapat melakukan penyetelan dan penyelarasan parameter sesuai buku manual dengan benar . Freq. SG.Cara menghidupkan dan mematikan sistem PSR sesuai buku manual/petunjuk operasi . HT Probe.PSR Manual Handbook & Theory . . Watt Meter.Diplexer.Cara mengganti modul ganti modul . Osc. Freq Counter.Melakukan penyetelan dan penyelarasan pada setiap modul sesuai buku manual . Watt Meter.Dapat melakukan perbaikan pada sistem PSR apabila terjadi kerusakan .Penggunaan alat-alat ukur AVO Meter.PSR Manual Handbook & Theory .

Memahami seluruh pelajaran teori yang telah diajarkan .Melaksanakan ujian tertulis dengan menjawab soal-soal yang diberikan .6 Ujian / Evaluasi : a. Praktek .Dapat melakukan pengoperasian dan trouble shooting PSR dengan benar sesuai prosedur .Setiap peserta diklat melaksanakan praktek singkat langsung pada peralatan PSR sesuai petunjuk dari penguji Instruktur penguji Instruktur penguji . Teori b.

IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas SSR. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. posisi dan arah serta identitas dan ketinggian pesawat udara. terlatih dan ahli dalam melaksanakan mengoperasikan dan pemeliharaan peralatan SSR serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya III PERSYARATAN a. Dalam rangka implementasi UU Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP Nomor 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Pendidikan minimal adalah Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING SECONDARY SURVEILLANCE RADAR SYSTEM 300 Jam Pelajaran Kode : SSR-A /KPP Teori : 136 Jam Praktek : 164 Jam I PENDAHULUAN Secondary Surveillance Radar (SSR) adalah peralatan pengamatan yang digunakan oleh pengatur lalu lintas udara dalam mengamati pergerakan dari pesawat udara disekitar wilayah pengaturannya melalui suatu layar tampilan. SSR ini dapat mengetahui jarak. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana yang dipersyaratkan guna memperoleh rating SSR. . sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Secondary Surveillance Radar wajib memperoleh pendidikan dan pelatihan melalui program diklat rating yang sesuai. b.

Pemeliharaan pencegahan d. Analisa sistem peralatan SSR Ujian / Evaluasi : a. Praktek KODE SSR-A/A/1 Jumlah Jam Pelajaran TEORI PRAKTE 24 2 SSR-A/A/2 56 3 4 SSR-A/A/3 SSR-A/A/4 24 20 5 SSR-A/A/5 132 6 SSR-A/A/6 12 32 T o t a l : 136 164 . Penggunaan alat ukur c.V No 1 KURIKULUM RADAR SSR MATA PELAJARAN Teori umum peralatan SSR : a. Pemeliharaan perbaikan Praktek : a. Trouble shooting e. Blok dan circuit diagram c. Teori b. Teori rinci peralatan b. Pemeliharaan pencegahan b. Pengoperasian b. Teori penunjang c. Fungsi b. Rencana instalasi Prosedur pengoperasian SSR Pemeliharaan : a. Dokumen terkait Teknik peralatan SSR : a.

SSR Manual Handbook & Theory . Power Supply dan EHT pada sistem SSR - Antenna & Control System SSR Transmitter System SSR Receiver System Power Supply System EHT System Antenna Encoder Time Base and Master Trigger SSR Encoder Power Amplifier Pre Heating Regulator Cavity Amplifier Antenna Pattern Switch EHT Generator SLS and Sensitivity Time Control Front Pannel and Remote System Modulator System Amplifier Receiver System Transmission Test and Normal System . Pulsa-pulsa Radar. Annex 10 .ICAO Doc. Fungsi TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN b.VI No 1 SILABUS RADAR SSR MATA PELAJARAN ( Topik ) Teori umum peralatan SSR : a.Basic Radar Principle. Teori penunjang c.Review Magnetron dan Klystron .SSR Manual Handbook & Theory .Skolnik .SKEP Ditjen Hubud. J.Memahami Triode/Cavity . Dokumen terkait .Skolnik .Menjelaskan peraturan-peraturan ICAO dan SKEP Ditjen Hubud .Penjelasan kegunaan dari SSR dan masing-masing bagiannya . 2 Teknik peralatan SSR : a. J. Transmitter.Basic Radar Principle. .Memahami kegunaan dari SSR dan bagianbagiannya . Teori rinci peralatan b.Review Digital Teknik dan penjelasan pulsa-pulsa Radar serta Mode dan Code .Memahami peraturan ICAO dan Ditjen Hubud. Blok dan circuit diagram .Memahami teori digital. Receiver. Mode dan Code .Electronics & Digital Manual .Memahami Antenna.Memahami rangkaian dan cara kerja tiap-tiap modul serta sistem dari SSR .

Melakukan penyetelan dan penyelarasan pada setiap modul sesuai buku manual .Dapat melakukan penyetelan dan penyelarasan parameter sesuai buku manual dengan benar .Memahami pelaksanaan liharaan berkala dan kalibrasi pemeliharaan berkala dan penerbangan kalibrasi penerbangan . Freq Counter.Memahami cara menghidupkan dan mematikan sistem SSR sesuai prosedur .Dapat menghidupkan dan mematikan SSR dengan benar .Siting Criteria Manual 3 Prosedur pengoperasian SSR . Pengoperasian b..SSR Manual Handbook & Theory . Trouble shooting e. Osc.Menjelaskan pelaksanaan peme.SSR Manual Handbook & Theory .Test Instrument Manual .Dapat menggunakan alatalat ukur AVO Meter.c.SKEP Ditjen Hubud. Freq.Dapat melakukan pengukuran signal SSR dengan benar menggunakan alat ukur .SSR Manual Handbook & Theory . SG. Penggunaan alat ukur c. Pemeliharaan perbaikan . Watt Meter. Rencana instalasi .Penggunaan alat-alat ukur AVO Meter.Menjelaskan kriteria penempatan SSR .Melakukan perbaikan pada sistem SSR .Cara menghidupkan dan mematikan sistem SSR sesuai buku manual/petunjuk operasi . Counter. Spec Analizer . . Pemeliharaan pencegahan b.Melakukan pengukuran signalsignal Radar disetiap test point pada sistem SSR .Cara mengganti modul dan kom. Osc.SSR Manual Handbook & Theory 5 Praktek : a. .SSR Manual Handbook & Theory . SG. Watt Meter.Prosedur menghidupkan dan mematikan SSR yang benar . Pemeliharaan pencegahan d.SSR Manual Handbook & Theory 4 Pemeliharaan : a.Dapat melakukan perbaikan pada sistem SSR apabila terjadi kerusakan . Spec Analizer.Membuat analisa kerusakan yang terjadi pada saat pelaksanaan trouble shooting . Analisa sistem peralatan SSR .SSR Manual Handbook & Theory .Memahami cara mengponen ganti modul dan komponen .Dapat menganalisa penyebab dari kerusakan .Mengetahui cara-cara penempatan PSR .

Melaksanakan ujian tertulis dengan menjawab soal-soal yang diberikan .Memahami seluruh pelajaran teori yang telah diajarkan . Teori b.Dapat melakukan pengoperasian dan trouble shooting SSR dengan benar sesuai prosedur .6 Ujian / Evaluasi : a.Setiap peserta diklat melaksanakan praktek singkat langsung pada peralatan SSR sesuai petunjuk dari penguji Instruktur penguji Instruktur penguji . Praktek .

sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. . Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Secondary Surveillance Radar wajib memperoleh pendidikan dan pelatihan melalui program diklat rating yang sesuai. Pendidikan minimal adalah Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana yang dipersyaratkan guna memperoleh rating SSR. Dalam rangka implementasi UU Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP Nomor 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. terlatih dan terampil dalam melaksanakan mengoperasikan dan pemeliharaan peralatan SSR serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya III PERSYARATAN a. SSR ini dapat mengetahui jarak. b. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas SSR.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING SECONDARY SURVEILLANCE RADAR SYSTEM 250 Jam Pelajaran Kode : SSR-A /KPP Teori : 120 Jam Praktek : 130 Jam I PENDAHULUAN Secondary Surveillance Radar (SSR) adalah peralatan pengamatan yang digunakan oleh pengatur lalu lintas udara dalam mengamati pergerakan dari pesawat udara disekitar wilayah pengaturannya melalui suatu layar tampilan. posisi dan arah serta identitas dan ketinggian pesawat udara.

Fungsi b. Teori penunjang c. Pemeliharaan pencegahan b. Penggunaan alat ukur c. Praktek T o t a l : KODE SSR-A/T/1 Jumlah Jam Pelajaran TEORI PRAKTE 16 2 SSR-A/T/2 56 3 4 SSR-A/T/3 SSR-A/T/4 24 16 5 SSR-A/T/5 98 6 SSR-A/T/6 8 32 120 130 . Pengoperasian b. Teori b. Trouble shooting Ujian / Evaluasi : a. Pemeliharaan perbaikan Praktek : a. Dokumen terkait Teknik peralatan SSR : a. Pemeliharaan pencegahan d.V No 1 KURIKULUM MATA PELAJARAN Teori umum peralatan SSR : a. Blok diagram Prosedur pengoperasian SSR Pemeliharaan : a. Teori rinci peralatan b.

Power Supply dan EHT pada sistem SSR . .Basic Radar Principle. Receiver.Electronics & Digital Manual . Transmitter. Annex 10 . lasan pulsa-pulsa Radar serta Pulsa-pulsa Radar. Fungsi TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN b.SKEP Ditjen Hubud.ICAO Doc.SSR Manual Handbook & Theory .Memahami cara menghidupkan dan mematikan sistem SSR sesuai prosedur .Skolnik . Blok diagram - Antenna & Control System SSR Transmitter System SSR Receiver System Power Supply System EHT System Antenna Encoder Time Base and Master Trigger SSR Encoder Power Amplifier Pre Heating Regulator Cavity Amplifier Antenna Pattern Switch EHT Generator SLS and Sensitivity Time Control Front Pannel and Remote System Modulator System Amplifier Receiver System Transmission Test and Normal System .Penjelasan kegunaan dari SSR dan masing-masing bagiannya SSR dan bagianbagiannya .VI No 1 SILABUS MATA PELAJARAN ( Topik ) Teori umum peralatan SSR : a. Mode Mode dan Code dan Code .Memahami Antenna. Teori rinci peralatan .Skolnik . J.Memahami peraturan ICAO dan Ditjen Hubud.Basic Radar Principle. J. Teori penunjang .Memahami kegunaan dari . Dokumen terkait 2 Teknik peralatan SSR : a.Cara menghidupkan dan mematikan sistem SSR sesuai buku manual/petunjuk operasi .Review Digital Teknik dan penje.Memahami cara kerja tiap-tiap modul serta sistem dari SSR b. c.Menjelaskan peraturan-peraturan ICAO dan SKEP Ditjen Hubud .SSR Manual Handbook & Theory .SSR Manual Handbook & Theory 3 Prosedur pengoperasian SSR .Memahami teori digital.

Melaksanakan ujian tertulis dengan menjawab soal-soal yang diberikan . .SSR Manual Handbook & Theory .Dapat menghidupkan dan mematikan SSR dengan benar .Dapat melakukan penyetelan dan penyelarasan parameter sesuai buku manual dengan benar . Penggunaan alat ukur c. Osc. Freq Counter.Dapat menggunakan alatalat ukur AVO Meter. Trouble shooting .Prosedur menghidupkan dan mematikan SSR yang benar .Dapat melakukan pengoperasian dan trouble shooting SSR dengan benar sesuai prosedur .Penggunaan alat-alat ukur AVO Meter. SG.Setiap peserta diklat melaksanakan praktek singkat langsung pada peralatan SSR sesuai petunjuk dari penguji Instruktur penguji Instruktur penguji .4 Pemeliharaan : a.SSR Manual Handbook & Theory 6 Ujian / Evaluasi : a.Menjelaskan pelaksanaan peme.Memahami cara meng.SSR Manual Handbook & Theory 5 Praktek : a. Counter.SSR Manual Handbook & Theory .Memahami pelaksanaan liharaan berkala dan kalibrasi pemeliharaan berkala dan penerbangan kalibrasi penerbangan .Melakukan perbaikan pada sistem SSR . Teori b. SG. .Melakukan pengukuran signalsignal Radar disetiap test point pada sistem SSR . Praktek . Freq. Spec Analizer.Cara mengganti modul ganti modul .Memahami seluruh pelajaran teori yang telah diajarkan . Spec Analizer . Pemeliharaan perbaikan .SKEP Ditjen Hubud.Test Instrument Manual .. Pemeliharaan pencegahan d.SSR Manual Handbook & Theory . Watt Meter. Pemeliharaan pencegahan b. Osc.Dapat melakukan perbaikan pada sistem SSR apabila terjadi kerusakan . Pengoperasian b.Melakukan penyetelan dan penyelarasan pada setiap modul sesuai buku manual .Dapat melakukan pengukuran signal SSR dengan benar menggunakan alat ukur . Watt Meter.

data radar dan data lainnya yang digunakan pada sistim pemanduan lalu-lintas udara yang sebagian atau seluruh kegiatannya dilakukan oleh komputer dan hasilnya digunakan oleh Pemandu lalu-lintas udara ( ATC ) dalam proses pengambilan keputusan . II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana yang dipersyaratkan guna memperoleh rating ATC AUTO. Dalam rangka implementasi UU No. terlatih dan ahli dalam melaksanakan pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ATC Automation System. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan. b.DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA SKP AHLI RATING AIR TRAFFIC CONTRO AUTOMATION SYSTEM 280 Jam Pelajaran KODE ATC AUTO-A/KPP Teori : 128 Jam Praktek : 152 Jam I PENDAHULUAN Fasilitas ATC Automation System ( ATC AUTO) adalah fasilitas penunjang keselamatan penerbangan yang memproses pengolahan data penerbangan.jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ATC Automation System. serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Pendidikan minimal adalah Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. PP No. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara fasilitas ATC AUTO wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. . SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. III PERSYARATAN : a.

Dokumen terkait Teknik peralatan a. Optimasi Sistem Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Teori b. Pemeliharaan Pencegahan b. Pengoperasian b. Blok dan circuit diagram c. Teori rinci peralatan b. Fungsi b. Teori penunjang c. Praktek T o t a l : KODE ATC AUTO/A/A/1 Jumlah Jam Pelajaran TEORI 24 PRAKTEK 2 ATC AUTO/A/A/2 64 3 4 ATC AUTO/A/A/3 ATC AUTO/A/A/4 16 16 5 ATC AUTO/A/A/5 120 6 ATC AUTO/A/A/6 8 32 128 152 . Pemeliharaan Pencegahan d. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a.V No 1 KURIKULUM ATC OS MATA PELAJARAN Teori umum a. Penggunaan alat ukur c. Trouble shooting e. Analisis sistem Ujian/Evaluasi a.

Networking. No SILABUS RADAR ATC AS MATA PELAJARAN ( TOPIK ) Teori umum peralatan ATC Automation a.VI.. Electronics & Digital . Protokol/Interface −Review Sistem Operasi . Memahami aturan – aturan ICAO dan dokumen lainnya. Teori rinci peralatan ATC Automation System - Capability of System Safety features of System System Architecture: Subsystem of ATC Automation Software of ATC Automation 4 2 2 4 4 2 2 2 2 2 2 2 2 2 8 4 3 1 2 1 4 8 8 4 4 4 4 ATC Auttomation Manual Book. Fundamental of The unix System ICAO Doc. Fungsi TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL T P PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAN 1 b. b. Teori penunjang c. Memahami sistem arsitektur. Blok dan circuit diagram ATC Automation System. Data Comm. Komunikasi Data.Peraturan ICAO. cara kerja masing-masing subsistem dan sistim manajemen ATC Automation. Memahami interkoneksi antar subsistem pada ATC Automation. interkoneksi antar subsistem dan software . Dokumen terkait −Memahami kegunaan dari sistem ATC Automation dan bagian-bagiannya −Memahami teori digital dan kegunaannya serta Sistem Komunikasi Data dan Perangkatnya. dan buku-buku manual. 8 ATC Auttomation Manual Book. 8 8 4 2 Teknik peralatan a. − Communication Network − Subsystem − FDP Subsystem − RDP Subsystem − Workstation Subsystem − Sony Monitor − Flight Strip Printer − Hi-bright Monitor − GPS Time Source Component − Instalation Procedure − Fundamental of The Unix System − HP Open View Network Node Manager −HP UX System administration for Series 700 − System Overview −ATC Automation architecture −Theory of Operation . Annex 10 SKEP DJU No.Penjelasan tentang kegunaan ATC Automation System dan kegunaan masing-masing bagian −Review Mikroprosesor .

c. Optimasi System

3

Prosedur Pengoperasian ATC Automation System

Memahami Sistem Aplikasi ATC Automation. Memahami cara menghidupkan dan mematikan ATC Automation System secara Hardware dan Software Memahami pelaksanaan pemeliharaan berkala ATC Automation System Memahami prosedur perbaikan Hardware dan Software Dapat menghidupkan dan mematikan dengan benar sesuai prosedur Dapat menggunakan logic analyzer , tools software

− System Monitoring and Control Procedure : System maintenance and Control Aplikasi Sistem Cara menghidupkan dan mematikan ATC Automation System secara hardware dan Software

2 2 8 16

4

Pemeliharaan a. Pemeliharaan Pencegahan

Pemeliharaan Berkala

4

SKEP DJU No.

b. Pemeliharaan Perbaikan

Prosedur perbaikan Hardware dan Software

8

ATC Auttomation Manual Book,

5

Praktek a. Pengoperasian

b. Penggunaan alat ukur dan tools

c. Pemeliharaan Pencegahan

d. Trouble shooting

e. Analisis sistem peralatan ATC Automation System.

Dapat melakukan penyetelan & penyelarasan parameter dengan benar Dapat melakukan perbaikan apabila terjadi kerusakan pada Hardware dan Software Dapat menganalisa penyebab dari kerusakan

Menghidupkan dan mematikan ATC automation system sesuai prosedur. Melakukan pengukuran dan mendeteksi semua signal-signal dan parameter pada ATC Automation system. Melakukan Penyetelan & Penyelarasan pada semua modul. Melakukan perbaikan pada setiap kerusakan Software dan modul Hardware. Membuat analisa kerusakan yang terjadi pada saat pelaksanaan trouble shooting Melaksanakan ujian tertulis untuk menjawab soal-soal yang diberikan Melaksanakan praktek langsung pada peralatan ATC Automation System 8

20

ATC Auttomation Manual Book, ATC Auttomation Manual Book, Test Instrument Manual ATC Auttomation Manual Book ATC Auttomation Manual Book

16

20

20

24

ATC Auttomation Manual Book

6

Ujian/Evaluasi a. Teori b. Praktek

Memahami seluruh pelajaran yang diajarkan Dapat melakukan pengoperasian dan trouble shooting dengan benar

32

DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK
SKP TERAMPIL

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA

RATING AIR TRAFFIC CONTROL AUTOMATION SYSTEM
220 Jam Pelajaran

KODE
ATC AUTO-A/KPP Teori : 96 Jam Praktek : 124 Jam

I

PENDAHULUAN

Fasilitas ATC Automation System (ATC AUTO) adalah fasilitas penunjang keselamatan penerbangan yang memproses pengolahan data penerbangan, data radar dan data lainnya yang digunakan pada sistim pemanduan lalu-lintas udara yang sebagian atau seluruh kegiatannya dilakukan oleh komputer dan hasilnya digunakan oleh Pemandu lalu-lintas udara ( ATC ) dalam proses pengambilan keputusan .
Dalam rangka implementasi UU No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan, PP No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan, serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan, yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang sertifikat kecakapan memiliki rating, maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara fasilitas ATC Automation System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana yang dipersyaratkan guna memperoleh rating ATC AUTO, dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan, terlatih dan terampil dalam melaksanakan pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ATC Automation System, serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. III PERSYARATAN : a. Pendidikan minimal adalah Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika; b. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan.

IV

MANFAAT YANG DIHARAPKAN :

Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ATC Automation System, sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.

V

KURIKULUM RADAR ATC AS No MATA PELAJARAN KODE Jam Pelajaran TEORI
1 Teori umum a. Fungsi b. Teori penunjang c. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Teori rinci peralatan b. Blok diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Pemeliharaan Pencegahan b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Pengoperasian b. Penggunaan alat ukur c. Pemeliharaan Pencegahan d. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Teori b. Praktek JUMLAH JAM PELAJARAN 24

PRAKTEK

2

16

3 4

32 16

5

92

6

8

32

96

124

VI.
No

SILABUS RADAR ATC AS
MATA PELAJARAN ( TOPIK ) Teori umum peralatan ATC Automation a. Fungsi TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL T P PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAN

1

b. Teori penunjang

c. Dokumen terkait

Memahami kegunaan dari sistem ATC Automation System dan bagianbagiannya Memahami teori digital dan kegunaannya serta Sistem Komunikasi Data dan Perangkatnya. Memahami aturan – aturan ICAO dan dokumen lainnya. Memahami sistem arsitektur, interkoneksi antar subsistem dan software

Penjelasan tentang kegunaan ATC Automation System dan kegunaan masing-masing bagian . - Review Mikroprosesor , Komunikasi Data, Networking, Protokol/Interface. - Review Sistem Operasi Peraturan ICAO dan buku-buku manual. − Capability of System − Safety features of System − System Architecture: − Subsystem of ATC Automation − Software of ATC Automation

4

ATC Auttomation Manual Book,

8

Electronics & Digital , Data Comm., Fundamental of The unix System ICAO Doc. Annex 10 SKEP DJU No.

8 4

2

Teknik peralatan a. Teori rinci peralatan ATC Automation System

2 2 2 2 4

ATC Auttomation Manual Book,

b. Blok diagram ATC Automation System.

Memahami interkoneksi antar subsistem pada ATC Automation, cara kerja masing-masing subsistem dan sistim manajemen ATC Automation.

3

Prosedur Pengoperasian ATC Automation System

Memahami cara menghidupkan dan mematikan ATC Automation System secara Hardware dan Software Memahami pelaksanaan pemeliharaan berkala ATC Automation System Memahami prosedur perbaikan Hardware dan Software

− Communication Network Subsystem − FDP Subsystem − RDP Subsystem − Workstation Subsystem − Sony Monitor − Flight Strip Printer − Hi-bright Monitor − GPS Time Source Component − Instalation Procedure − Fundamental of The Unix System − HP Open View Network Node Manager − HP UX System administration for Series 700 − System Overview − ATC Automation architecture − Theory of Operation − System Monitoring and Control − Procedure : System maintenance and Control − Cara menghidupkan dan mematikan ATC Automation System secara hardware dan Software

1 2 2 2 1 1 1 2 1 4 4 2 2 2 2 1 2

12

4

Pemeliharaan a. Pemeliharaan Pencegahan

Pemeliharaan Berkala

4

SKEP DJU No.

b. Pemeliharaan Perbaikan

Prosedur perbaikan Hardware dan Software

4

ATC Auttomation Manual Book,

5

Praktek a. Pengoperasian

b. Penggunaan alat ukur dan tools

Dapat menghidupkan dan mematikan dengan benar sesuai prosedur Dapat menggunakan logic analyzer , tools software

c. Pemeliharaan Pencegahan

d. Trouble shooting

Dapat melakukan penyetelan & penyelarasan parameter dengan benar Dapat melakukan perbaikan apabila terjadi kerusakan pada Hardware dan Software Memahami seluruh pelajaran yang diajarkan Dapat melakukan pengoperasian dan trouble shooting dengan benar

Menghidupkan dan mematikan ATC automation system sesuai prosedur. Melakukan pengukuran dan mendeteksi semua signal-signal dan parameter pada ATC Automation system. Melakukan Penyetelan & Penyelarasan pada semua modul. Melakukan perbaikan pada setiap kerusakan Software dan modul Hardware.

24

ATC Auttomation Manual Book, ATC Auttomation Manual Book, Test Instrument Manual ATC Auttomation Manual Book ATC Auttomation Manual Book

16

32

20

6

Ujian/Evaluasi a. Teori b. Praktek

Melaksanakan ujian tertulis untuk menjawab soal-soal yang diberikan Melaksanakan praktek singkat langsung pada peralatan ATC Automatio System

8 32

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA

DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK
SKP AHLI

RATING AERODRUME SURFACE DETECTION EQUIPMENT SYSTEM
280 Jam Pelajaran

Kode : ASDE-A /KPP
Teori : 136 Jam Praktek : 164 Jam

I

PENDAHULUAN Aerodrume Serface Detection Eqyuipment (ASDE) adalah peralatan pengamatan yang digunakan oleh pengatur lalu lintas udara dalam mengamati pergerakan dari pesawat udara disekitar aerodrume dan ground movement melalui suatu layar tampilan. ASDE ini dapat mengetahui jarak, posisi dan arah pesawat udara. Dalam rangka implementasi UU Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP Nomor 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan, maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Aerodrume Serface Detection Eqyuipment (ASDE) wajib memperoleh pendidikan dan pelatihan melalui program diklat rating yang sesuai.

II

MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana yang dipersyaratkan guna memperoleh rating ASDE, dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan, terlatih dan ahli dalam melaksanakan mengoperasikan dan pemeliharaan peralatan ASDE serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya

III

PERSYARATAN a. Pendidikan minimal adalah Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. b. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan.

IV

MANFAAT YANG DIHARAPKAN Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ASDE, sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.

Praktek KODE ASDE-A/A/1 Jumlah Jam Pelajaran TEORI PRAKTE 24 2 ASDE-A/A/2 64 3 4 ASDE-A/A/3 ASDE-A/A/4 16 16 5 ASDE-A/A/5 120 6 ASDE-A/A/6 8 32 T o t a l : 128 152 VI SILABUS ASDE Sedang dalam pengembangan . Pemeliharaan pencegahan b. Pemeliharaan pencegahan d. Teori b. Trouble shooting e. Analisa sistem peralatan ASDE System : Ujian / Evaluasi : a. Pengoperasian b. Teori rinci peralatan b. Dokumen terkait Teknik peralatan ASDE System : a. Penggunaan alat ukur c. Teori penunjang c. Fungsi b. Pemeliharaan perbaikan Praktek : a. Blok dan circuit diagram c. Rencana instalasi Prosedur pengoperasian ASDE System : Pemeliharaan : a.V No 1 KURIKULUM ASDE MATA PELAJARAN Teori umum peralatan ASDE System : a.

Pendidikan minimal adalah Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. . b. posisi dan arah pesawat udara. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ASDE. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. terlatih dan ahli dalam melaksanakan mengoperasikan dan pemeliharaan peralatan ASDE serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya III PERSYARATAN a. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Aerodrume Serface Detection Eqyuipment (ASDE) wajib memperoleh pendidikan dan pelatihan melalui program diklat rating yang sesuai. ASDE ini dapat mengetahui jarak. dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana yang dipersyaratkan guna memperoleh rating ASDE.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING AERODRUME SURFACE DETECTION EQUIPMENT SYSTEM 220 Jam Pelajaran Kode : ASDE-A /KPP Teori : 96 Jam Praktek : 124 Jam I PENDAHULUAN Aerodrume Serface Detection Eqyuipment (ASDE) adalah peralatan pengamatan yang digunakan oleh pengatur lalu lintas udara dalam mengamati pergerakan dari pesawat udara disekitar aerodrume dan ground movement melalui suatu layar tampilan. Dalam rangka implementasi UU Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP Nomor 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.

Pengoperasian b. Rencana instalasi Prosedur pengoperasian ASDE System : Pemeliharaan : a. Blok dan circuit diagram c. Analisa sistem peralatan ASDE System : Ujian / Evaluasi : a.V No 1 KURIKULUM ASDE MATA PELAJARAN Teori umum peralatan ASDE System : a. Pemeliharaan perbaikan Praktek : a. Praktek KODE ASDE-A/A/1 Jumlah Jam Pelajaran TEORI PRAKTE 24 2 ASDE-A/A/2 16 3 4 ASDE-A/A/3 ASDE-A/A/4 32 16 5 ASDE-A/A/5 92 6 ASDE-A/A/6 8 32 T o t a l : 96 124 VI SILABUS ASDE Sedang dalam pengembangan . Dokumen terkait Teknik peralatan ASDE System : a. Penggunaan alat ukur c. Trouble shooting e. Teori b. Pemeliharaan pencegahan d. Fungsi b. Pemeliharaan pencegahan b. Teori penunjang c. Teori rinci peralatan b.

b. . Dalam rangka implementasi UU No. III. sudut luncur (glide path) dan jarak terhadap titik pendaratan dengan presisi kepada pesawat udara yang akan melakukan pendaratan di suatu bandara. PERSYARATAN : a. IV. maka teknisi yang mengopersikan dan memelihara fasilitas ILS wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan II. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ILS. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING INSTRUMENT LANDING SYSTEM/ RUNWAY VISUAL RANGE (ILS/RVR) KODE ILS/RVR-A/KPBP Teori : 180 Jam Praktek : 100 Jam 300 Jam Pelajaran I. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating ILS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. PENDAHULUAN Instrument Landing System ( ILS) adalah peralatan navigasi udara yang berfungsi untuk memberikan sinyal panduan arah pendaratan (azimuth). serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ILS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya.

Pemelihaaan Pencegahan d. Kriteria Penempatan Peralatan ILS Prosedur Pengoperasian ILS Pemeliharaan peralatan ILS a. Teori terinci peralatan ILS b.V. 3. Teori b. a. Pemeliharaan pencegahan b. Penggunaan alat ukur c. Blok dan circuit diagram ILS c. 5. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. Pemeliharaan Perbaikan Praktek pada peralatan ILS a. Teori peralatan Instrument Landing System (ILS). 2. KURIKULUM Jam Pelajaran No. Teori penunjang c. 6. Fungsi peralatan ILS b. Pengoperasian b. Praktek Jumlah Jam Pelajaran ILS/RVR -A/A/1 ILS/RVR -A/A/2 96 ILS/RVR -A/A/3 ILS/RVR -A/A/4 20 40 ILS/RVR -A/A/5 90 ILS/RVR -A/A/6 4 30 180 120 . Dokumen terkait dari ICAO/FAA Teknik peralatan a. 4. Trouble shooting e. Mata Pelajaran Kode Teori 20 Praktek 1.

Kategori ILS . Pemeliharaan Agar para peserta mampu melaksanakan pemeliharaan peralatan ILS dengan benar. Teknik peralatan a.ILS single/dual Frek .Besaran dan adjustment parameter ILS .Patern dan cakupan ILS .Sitting kriteria: .ICAO DOC. Prosedur pengoperasian Agar para peserta mampu melaksanakan pengoperasian peralatan ILS dengan benar .Fungsi dan teori penunjang dalam pengoperasian peralatan ILS. Teori Penunjang c. Dokumen terkait dari ICAO / FAA TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL T Agar para peserta mengetahui dan memahami fungsi peralatan ILS dalam menunjang operasi keselamatan penerbangan serta acuan /institusi yang dianut.Blok diagram ILS: .Pelaksanaan ground Check 20 P PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN . Teori terinci peralatan ILS b.DME ILS .Pemeliharaan/pengechekan berkala : harian. Blok dan Circuit diagram peralatan ILS c.8071 Vol. mingguan.VI. No. Agar para peserta mengetahui dan memahami cara kerja secara sistem.RMMC . II . .Flight Inspection Report ILS 16 16 .ICAO ANNEX 10 Vol.Pengoperasian ILS dengan lokal dan remote.Buku manual peralatan ILS .RCMS . Fungsi peralatan ILS b. I 3. SILABI MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori peralatan ILS.enam bulanan.RVR .Buku manual peralatan ILS 4. 8071 Vol.Buku Radio Navigation .Space modulation .tahunan.RVR . bulanan. penempatan dan cakupan peralatan ILS.DME ILS .ICAO ANNEX 10 Air 1. tiga bulanan.ILS receiver . . 2.ICAO DOC. . a. .Prinsip kerja ILS: . Kriteria penempatan peralatan ILS 16 16 12 8 8 8 8 8 6 6 20 . 8 . II .Tipe-tipe ILS . .Pelayanan dan Analisa hasil Flight Comm / periodik.

Pemeliharaan pencegahan d. MATA PELAJARAN (TOPIK) Praktek a. Analisis sistim peralatan TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL T P 90 PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN .No.II . Untuk mengetahui para perserta dalam memahami peralatan ILS yang didapatkan selama pelatihan.Buku manual ILS . penggunaan alat ukur. Agar para peserta dapat mengoperasikan Peralatan ILS.Buku manual yang terkait 5. melakukan prosedur pemeliharaan dengan benar serta dapat menganalisa/melokalisir kerusakan yang terjadi pada ILS.ICAO DOC.ICAO ANNEX 10 Vol.8071 Vol.Buku manual peralatan ILS: . Ujian/evaluasi . Pengoperasian b.Memberikan soal-soal tertulis dan memberikan troubel shooting pada peralatan ILS kepada peserta. menggunakan alat ukur elektronik.Melaksanakan pengoperasian. . 4 30 . Penggunaan alat ukur c. mencari penyebab serta menganalisa kerusakan pada ILS 6. I . Trouble Shooting e.

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING INSTRUMENT LANDING SYSTEM/ RUNWAY VISUAL RANGE (ILS/RVR) KODE ILS/RVR-A/KPBP Teori : 120 Jam Praktek : 100 Jam 220 Jam Pelajaran I. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ILS. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ILS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. sudut luncur (glide path) dan jarak terhadap titik pendaratan dengan presisi kepada pesawat udara yang akan melakukan pendaratan di suatu bandara. maka teknisi yang mengopersikan dan memelihara fasilitas ILS wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan II. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. III. Dalam rangka implementasi UU No. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. IV. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating ILS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. b. PENDAHULUAN Instrument Landing System ( ILS) adalah peralatan navigasi udara yang berfungsi untuk memberikan sinyal panduan arah pendaratan (azimuth). . PERSYARATAN : a.

V. Fungsi peralatan ILS b. 4. Teori peralatan Instrument Landing System (ILS). Dokumen terkait dari ICAO/FAA Teknik peralatan a. Teori b. Teori penunjang c. Teori terinci peralatan ILS b. Mata Pelajaran Kode Teori 20 Praktek 1. Praktek Jumlah Jam Pelajaran ILS/RVR-A/T/1 ILS/RVR -A/T/2 88 ILS/RVR -A/T/3 ILS/RVR -A/T/4 20 40 ILS/RVR -A/T/5 80 ILS/RVR -A/T/6 4 20 120 100 . Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Penggunaan alat ukur c. 3. Kriteria Penempatan Peralatan ILS Prosedur Pengoperasian ILS Pemeliharaan peralatan ILS a. Pemeliharaan Perbaikan Praktek pada peralatan ILS a. 6. Pengoperasian b. Pemelihaaan Pencegahan d. 5. Blok dan circuit diagram ILS c. 2. a. Pemeliharaan pencegahan b. KURIKULUM Jam Pelajaran No.

bulanan.Fungsi dan teori penunjang dalam pengoperasian peralatan ILS.Besaran dan adjustment parameter ILS .Pelayanan dan Analisa hasil Flight Comm / periodik. . .Flight Inspection Report ILS 8 4 . Teori terinci peralatan ILS b. No.Sitting kriteria: .RVR . 6 . II .VI. II .RCMS .Pengoperasian ILS dengan lokal dan remote. Agar para peserta mengetahui dan memahami cara kerja secara sistem.ICAO DOC. a. . 8071 Vol. penempatan dan cakupan peralatan ILS. I 3.Buku manual peralatan ILS 4.ILS receiver . Kriteria penempatan peralatan ILS 10 10 8 6 6 8 8 8 4 4 6 .enam bulanan.Blok diagram ILS: .Buku Radio Navigation . tiga bulanan.ICAO ANNEX 10 Vol.8071 Vol. Teknik peralatan a.Pemeliharaan/pengechekan berkala : harian.Tipe-tipe ILS .ICAO DOC.DME ILS . 2. Blok diagram peralatan ILS c.Prinsip kerja ILS: .RMMC .ICAO ANNEX 10 Air 1.Pelaksanaan ground Check 20 P PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN .Buku manual peralatan ILS .Kategori ILS . . Dokumen terkait dari ICAO / FAA TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL T Agar para peserta mengetahui dan memahami fungsi peralatan ILS dalam menunjang operasi keselamatan penerbangan serta acuan /institusi yang dianut. Fungsi peralatan ILS b.ILS single/dual Frek .DME ILS . SILABI MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori peralatan ILS.tahunan. Prosedur pengoperasian Agar para peserta mampu melaksanakan pengoperasian peralatan ILS dengan benar .Space modulation . mingguan. Pemeliharaan Agar para peserta mampu melaksanakan pemeliharaan peralatan ILS dengan benar. .RVR .Patern dan cakupan ILS . Teori Penunjang c.

Ujian/evaluasi . TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL T P 80 PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN . Untuk mengetahui para perserta dalam memahami peralatan ILS yang didapatkan selama pelatihan.ICAO DOC. 4 20 .Buku manual yang terkait 5. melakukan prosedur pemeliharaan dengan benar serta dapat menganalisa/melokalisir kerusakan yang terjadi pada ILS.Buku manual ILS .Melaksanakan pengoperasian. mencari penyebab serta menganalisa kerusakan pada ILS 6. Penggunaan alat ukur c. Agar para peserta dapat mengoperasikan Peralatan ILS. Trouble Shooting. penggunaan alat ukur. MATA PELAJARAN (TOPIK) Praktek a. menggunakan alat ukur elektronik.II . Pengoperasian b.Memberikan soal-soal tertulis dan memberikan troubel shooting pada peralatan ILS kepada peserta.ICAO ANNEX 10 Vol.No.8071 Vol. . Pemeliharaan pencegahan d. I .Buku manual peralatan ILS: .

PENDAHULUAN Sattelite Landing System (DGPS) adalah peralatan bantu fasilitas pendaratan berbasis satelit yang berfungsi untuk memberikan sinyal panduan arah pendaratan (azimuth). . 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Dalam rangka implementasi UU No. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Sattelite Landing System (DGPS) serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Sattelite Landing System (DGPS) dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. sudut luncur (glide path) dan jarak terhadap titik pendaratan dengan presisi kepada pesawat udara yang akan melakukan pendaratan di suatu bandara. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. maka teknisi yang mengopersikan dan memelihara fasilitas Sattelite Landing System (DGPS) wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan II. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Sattelite Landing System (DGPS). b. PERSYARATAN : a. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. III.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING SATTELITE LANDING SYSTEM (DIFFERENTIAL GLOBAL POSITIONING SYSTEM) KODE DGPS-A/KPBP Teori : 180 Jam Praktek : 120 Jam 300 Jam Pelajaran I. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. IV.

Kriteria Penempatan Peralatan Sattelite Landing System (DGPS) Prosedur Pengoperasian Sattelite Landing System (DGPS) Pemeliharaan peralatan Sattelite Landing System (DGPS) a. Pemeliharaan pencegahan b. 2.V. 3. Fungsi peralatan Sattelite Landing System (DGPS) b. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. 6. SILABI Silabi sedang dalam pengembangan . Penggunaan alat ukur c. 5. 4. Teori penunjang c. Mata Pelajaran Kode Teori 20 Praktek 1. Teori peralatan Sattelite Landing System (DGPS). Pemelihaaan Pencegahan d. Pemeliharaan Perbaikan Praktek pada peralatan Sattelite Landing System (DGPS) a. Praktek Jumlah Jam Pelajaran DGPS -A/A/1 DGPS -A/A/2 96 DGPS -A/A/3 DGPS -A/A/4 20 40 DGPS -A/A/5 90 DGPS -A/A/6 4 180 30 120 VI. Blok dan circuit diagram Sattelite Landing System (DGPS) c. Teori terinci peralatan Sattelite Landing System (DGPS) b. KURIKULUM Jam Pelajaran No. Pengoperasian b. Dokumen terkait dari ICAO/FAA Teknik peralatan a. a. Teori b.

PERSYARATAN : a. Dalam rangka implementasi UU No. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. IV. PENDAHULUAN Sattelite Landing System (DGPS) adalah peralatan bantu fasilitas pendaratan berbasis satelit yang berfungsi untuk memberikan sinyal panduan arah pendaratan (azimuth). MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Sattelite Landing System (DGPS). Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. sudut luncur (glide path) dan jarak terhadap titik pendaratan dengan presisi kepada pesawat udara yang akan melakukan pendaratan di suatu bandara. maka teknisi yang mengopersikan dan memelihara fasilitas Sattelite Landing System (DGPS) wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan II. III. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING SATTELITE LANDING SYSTEM (DIFFERENTIAL GLOBAL POSITIONING SYSTEM) KODE DGPS-A/KPBP Teori : 120 Jam Praktek : 100 Jam 220 Jam Pelajaran I. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. . b. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Sattelite Landing System (DGPS) dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Sattelite Landing System (DGPS) serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya.

4. Pengoperasian b. Teori terinci peralatan Sattelite Landing System (DGPS) b. a. Kriteria Penempatan Peralatan Sattelite Landing System (DGPS) Prosedur Pengoperasian Sattelite Landing System (DGPS) Pemeliharaan peralatan Sattelite Landing System (DGPS) a. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. 6. Penggunaan alat ukur c.V. Pemeliharaan pencegahan b. Teori penunjang c. Blok dan circuit diagram Sattelite Landing System (DGPS) c. 5. Fungsi peralatan Sattelite Landing System (DGPS) b. Pemelihaaan Pencegahan d. 3. 2. Dokumen terkait dari ICAO/FAA Teknik peralatan a. Praktek Jumlah Jam Pelajaran DGPS -A/T/1 DGPS -A/T/2 88 DGPS -A/T/3 DGPS -A/T/4 20 40 DGPS -A/T/5 80 DGPS -A/T/6 4 20 120 100 VI. Teori peralatan Sattelite Landing System (DGPS). SILABI Silabi sedang dalam pengembangan . Mata Pelajaran Kode Teori 20 Praktek 1. Teori b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek pada peralatan Sattelite Landing System (DGPS) a. KURIKULUM Jam Pelajaran No.

Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Security Equipment serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. b. PERSYARATAN : a. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. II. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan/keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Security Equipment dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Dalam rangka implementasi UU No. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Security Equipment wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. . untuk menunjang keamanan dan keselamatan penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING SECURITY EQUIPMENT 300 Jam Pelajaran Teori : 172 Jam Praktek : 128 Jam KODE SE-A/KPFP I. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. III. PENDAHULUAN Security Equipment adalah peralatan penunjang fasilitas penerbangan yang digunakan untuk mendeteksi barang yang akan masuk daerah steril di Bandar Udara.

Praktek SE-A/A /1 SE-A/A /2 112 SE-A/A /3 SE-A/A /4 8 16 SE-A/A/5 96 SE-A/A/6 4 172 32 128 . Teori rinci peralatan b. Fungsi b. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Security Equipment sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Teori b. Trouble shooting e. 5. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a.IV. V. KURIKULUM No. Teori penunjang c. Dokumen terkait Teknik peralatan a. 2. 4. 3. Pemeliharaan pencegahan b. Teori umum peralatan a. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Teori 32 Pelajaran Praktek 1. 6. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Penggunaan alat ukur c. Pemelihaaan Pencegahan d. Pengoperasian b. Blok dan circuit diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a.

Teori rinci peralatan b. - − 2. serta ketentuan keamanan dan keselamatan penerbangan. Fungsi b.VI. Rencana instalasi * Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prinsip kerja peralatan X-ray : • Blok diagram • Power Supply system • Conveyor system • Scanning system • X-ray system • Sensor system • Control system • Image generating system • Monitoring system Metal Detector : • Blok diagram • Power Supply system • Detector dan Control system • Monitoring system 72 20 . SILABI No. Blok dan circuit diagram c. MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. Teknik peralatan a. Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN − − − Annex 17 Manual Book Ketentuan – ketentuan mengenai penggunaan radio aktif (BATAN) T • Agar peserta memahami kegunaan teori pendukung peralatan. Teori penunjang c. • • • • • • Fungsi / kegunaan peralatan Teori sinar X Elektro magnetic Teknik elektronika dan digital Sistem pengamanan Bandara 32 P 1.

5. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Explosive Detector : • Blok diagram • Power Supply system • Detector dan Control system • Monitoring system 20 P 3. Ujian/Evaluasi a.No. pemeliharaan. Teori b. Praktek Evaluasi kompetensi peserta • • Teori Praktek 4 32 . Pemeliharaan a. Prosedur Pengoperasian • Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan 4. Penggunaan alat ukur c. Pemeliharaan pencegahan b. e. trouble shooting dan analisa peralatan 16 16 16 24 24 6. Pengoperasian b. . d. Pemelihaaan Pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan * • Agar peserta memahami prosedur pemeliharaan dan perbaikan peralatan • Prosedur pengoperasian Xray • Prosedur pengoperasian Metal Detector • Prosedur pengoperasian Explosive Detector • Pemeliharaan berkala • Analisis kerusakan dan perbaikan peralatan Pelatihan : • Pengoperasian • Penggunaan alat ukur • Pemeliharaan pencegahan • Trouble shooting • Analisa sistem peralatan 4 2 2 8 8 • Agar peserta memiliki keahlian dalam pengoperasian. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a.

Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan/keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Security Equipment dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. PERSYARATAN : a. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. III. II. PENDAHULUAN Security Equipment adalah peralatan penunjang fasilitas penerbangan yang digunakan untuk mendeteksi barang yang akan masuk daerah steril di Bandar Udara. untuk menunjang keamanan dan keselamatan penerbangan. Dalam rangka implementasi UU No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING SECURITY EQUIPMENT 220 Jam Pelajaran Teori : 140 Jam Praktek : 80 Jam KODE SE-A/KPFP I. b. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Security Equipment serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Security Equipment wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. .

Pengoperasian b. 6. 4. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Pemeliharaan pencegahan b. 5. 2. Pemelihaaan Pencegahan d.IV. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 32 1. Teori b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. V. Troble shooting Ujian/Evaluasi a. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Security sehingga fasilitas yang dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar dipersyaratkan. Teori umum peralatan a. KURIKULUM No. Teori penunjang c. Fungsi b. Praktek SE-A/T/1 SE-A/T/2 80 SE-A/T/3 SE-A/T/4 8 16 SE-A/T/5 48 SE-A/T/6 4 140 32 80 . 3. Blok diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Penggunaan alat ukur c. Teori rinci peralatan b.

- − 2. Blok diagram • Agar peserta memahami prinsip kerja peralatan X-ray : • Blok diagram • Power Supply system • Conveyor system • Scanning system • X-ray system • Sensor system • Control system • Image generating system • Monitoring system Metal Detector : • Blok diagram • Power Supply system • Detector dan Control system • Monitoring system 48 16 . Teori penunjang c.VI. SILABI No. Teknik peralatan a. Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN − − − Annex 17 Manual Book Ketentuan – ketentuan mengenai penggunaan radio aktif (BATAN) T − Agar peserta memahami kegunaan teori pendukung peralatan. Teori rinci peralatan b. serta ketentuan keamanan dan keselamatan penerbangan. Fungsi b. MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. • • • • • Fungsi / kegunaan peralatan Teori sinar X Elektro magnetic Teknik elektronika dan digital Sistem pengamanan Bandara 32 P 1.

Pemeliharaan pencegahan b. 5. Evaluasi kompetensi peserta • • Teori Praktek 4 32 . Praktek • Agar peserta memahami prosedur pemeliharaan dan perbaikan peralatan • Prosedur pengoperasian Xray • Prosedur pengoperasian Metal Detector • Prosedur pengoperasian Explosive Detector • Pemeliharaan berkala • Perbaikan peralatan 4 2 2 8 8 • Agar peserta memiliki ketrampilan dalam pengoperasian. Prosedur Pengoperasian • Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan 4. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Explosive Detector : • • • • Blok diagram Power Supply system Detector dan Control system Monitoring system 16 P 3. Penggunaan alat ukur c. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Pemeliharaan a. Pemelihaaan Pencegahan d. Pengoperasian b. pemeliharaan dan trouble shooting. Pelatihan • Pengoperasian • Penggunaan alat ukur • Pemelihaaan Pencegahan • Trouble shooting 8 8 16 16 6. Teori b.No.

03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. barang. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Integrated Security System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. b. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. Dalam rangka implementasi UU No. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING INTEGRATED SECURITY SYSTEM 300 Jam Pelajaran Teori : 172 Jam Praktek : 88 Jam KODE ISS-A/KPFP I. . II. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Integrated Security System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Integrated Integrated Security System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. PENDAHULUAN Integrated Integrated Security System adalah peralatan penunjang fasilitas penerbangan yang terintegrasi untuk memantau lalu – lintas orang. kendaraan dan pesawat udara di Bandar Udara guna menunjang keamanan dan keselamatan penerbangan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. III. PERSYARATAN : a.

IV. Teori b. Penggunaan alat ukur c. Blok dan circuit diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Trouble shooting e. 3. 2. Teori penunjang c. Pengoperasian b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Teori umum peralatan a. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Integrated Security System sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. KURIKULUM No. Pemeliharaan pencegahan b. Pemelihaaan Pencegahan d. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. Dokumen terkait Teknik peralatan a. 6. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Teori 24 Pelajaran Praktek 1. Teori rinci peralatan b. 5. 4. V. Fungsi b. Praktek ISS-A/A/1 ISS-A/A/2 112 ISS-A/A/3 ISS-A/A/4 8 24 ISS-A/A/5 96 ISS-A/A/6 4 32 172 128 .

serta ketentuan keamanan dan keselamatan penerbangan. Operating System Application System 1. SILABI No. MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a.VI. • • • • Fungsi / kegunaan peralatan Teknik elektronika dan digital Komunikasi data Sistem pengamanan Bandara 4 8 8 4 P − − − − − Annex 17 Manual Book Open Sytem Networking & Data Comm. Blok dan circuit diagram • Agar peserta memahami prinsip kerja peralaan CCTV : • Blok diagram • Power Supply systemt • Camera system • Panic button Access Control : • Blok diagram • Sensor • Power supply • Card reader Fencing 16 8 8 8 8 4 4 4 • Sensor 4 Central System : • Blok diagram • Power Supply system • Operating System • Application System • Control system 4 4 4 4 8 . Fungsi b. Teknik peralatan a. Teori rinci peralatan b. - 2. Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Agar peserta memahami kegunaan teori pendukung peralatan. Teori penunjang c.

Pengoperasian b. Trouble shooting e. Pemelihaaan Pencegahan d. 6. Pengoperasian b. Pemeliharaan a. Pemeliharaan pencegahan b. Penggunaan alat ukur c. Analisis sistem peralatan * a. Penggunaan alat ukur c. pemeliharaan.No. Pemelihaaan Pencegahan d. Teori b. Prosedur Pengoperasian • Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan Agar peserta memahami prosedur pemeliharaan dan perbaikan peralatan 4. Praktek • 8 16 • Agar peserta memiliki keahlian dalam pengoperasian. b. Teori Praktek 4 96 Evaluasi kompetensi peserta 32 . MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • • • Monitoring system Recording System System manager • Prosedur pengoperasian Integrated Integrated Security System • • Pemeliharaan berkala Analisis kerusakan dan perbaikan peralatan 4 4 8 8 P 3. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. 5. Trouble shooting e. trouble shooting dan analisa peralatan Pelatihan : a. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a.

b. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. II. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dlm melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Integrated Security System sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. . Dalam rangka implementasi UU No. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING INTEGRATED SECURITY SYSTEM 220 Jam Pelajaran Teori : 116 Jam Praktek : 64 Jam KODE ISS-A/KPFP I. IV. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Integrated Security System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Integrated Security System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. kendaraan dan pesawat udara di Bandar Udara guna menunjang keamanan dan keselamatan penerbangan. PERSYARATAN : a. PENDAHULUAN Integrated Security System adalah peralatan penunjang fasilitas penerbangan yang terintegrasi untuk memantau lalu – lintas orang. barang. III. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Integrated Security System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih.

Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Teori 28 Pelajaran Praktek 1. 6. Pengoperasian b. Pemelihaaan Pencegahan d. 4. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Teori rinci peralatan b. Teori penunjang c. 5. KURIKULUM No.V. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Praktek ISS-A/T/1 ISS-A/T/2 70 ISS-A/T/3 ISS-A/T/4 8 16 ISS-A/T/5 32 ISS-A/T/6 4 32 116 64 . Teori b. Penggunaan alat ukur c. Pemeliharaan pencegahan b. 3. Blok dan circuit diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Teori umum peralatan a. 2. Fungsi b.

serta ketentuan keamanan dan keselamatan penerbangan. Operating System Application System 1. Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Agar peserta memahami kegunaan teori pendukung peralatan. Blok dan circuit diagram • Agar peserta memahami prinsip kerja peralaan CCTV : • Blok diagram • Power Supply systemt • Camera system • Panic button Access Control : • Blok diagram • Sensor • Power supply • Card reader Fencing 8 2 4 2 8 2 2 2 4 • Sensor 8 4 4 4 4 4 Central System : • Blok diagram • Power Supply system • Operating System • Application System • Control system . SILABI No. Teori penunjang c. Teori rinci peralatan b. Teknik peralatan a. • • • • Fungsi / kegunaan peralatan Teknik elektronika dan digital Komunikasi data Sistem pengamanan Bandara 4 8 8 8 P − − − − − Annex 17 Manual Book Open Sytem Networking & Data Comm. Fungsi b. - 2. MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a.VI.

No. pemeliharaan dan trouble shooting peralatan • Pelatihan dan pengaturan parameter 32 6. Pemeliharaan pencegahan b. Pengoperasian b. Pemeliharaan a. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Teori b. Penggunaan alat ukur c. 5. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • • Monitoring system Recording System • Prosedur pengoperasian Integrated Security System • • Pemeliharaan berkala Perbaikan peralatan 4 4 8 P 3. Evaluasi kompetensi peserta • Materi yang diberikan telah 4 32 . Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Prosedur Pengoperasian • Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan Agar peserta memahami prosedur pemeliharaan dan perbaikan peralatan 4. Praktek • 8 8 • Agar peserta memiliki keterampilan dalam pengoperasian. Pemelihaaan Pencegahan d.

MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Centralized Information System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Centralized Information System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING CENTRALIZED INFORMATION SYSTEM 300 Jam Pelajaran Teori : 188 Jam Praktek : 112 Jam KODE CIS-A/KPFP I. PENDAHULUAN Centralized Information System adalah peralatan penunjang operasi Bandar udara yang digunakan untuk mengintegrasikan seluruh informasi penerbangan bagi para pengguna jasa di Bandar Udara. PERSYARATAN : a. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Dalam rangka implementasi UU No. . b. II. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Centralized Information System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Centralized Information System sehingga fasilitas yang dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. III. IV.

4. 2. Teori penunjang c. Teori b.V. Trouble shooting e. KURIKULUM No. 3. Blok dan circuit diagram c. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Pengoperasian b. Fungsi b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Teori umum peralatan a. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 64 1. Praktek CIS-A/A/1 CIS-A/A/2 64 32 CIS-A/A/3 CIS-A/A/4 24 32 5. Teori rinci peralatan b. CIS-A/A/5 48 6. Pemelihaaan Pencegahan d. CIS-A/A/6 4 32 188 112 . Rencana instalasi * Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Pemeliharaan pencegahan b. Penggunaan alat ukur c.

MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a.VI. Teori rinci peralatan b.. Teknik peralatan a. ketertiban keamanan dan keselamatan penerbangan. Operating System Application System 1. trouble shooting dan analisa peralatan Pelatihan : a. Fungsi b. Agar peserta memahami prinsip kerja peralatan Agar peserta mampu merencanakan pengembangan jaringan • • • • • • • • • • • • • • Fungsi / kegunaan peralatan Teknik elektronika dan digital Komunikasi Data Sistem Informasi Bandara 4 16 P − − − − − Annex 14 Manual Book Open System Networking & Data comm. Prosedur Pengoperasian • • 4. Blok dan circuit diagram c. Pengoperasian b. Pemeliharaan a. Trouble shooting 40 . Pemelihaaan Pencegahan Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan Agar peserta memahami prosedur pemeliharaan dan perbaikan peralatan • Prosedur pengoperasian 16 Pelatihan : • Pemeliharaan berkala • Analisis kerusakan perbaikan peralatan dan 8 16 • alat Agar peserta memiliki keahlian dalam pengoperasian. 16 8 2. Pemeliharaan pencegahan d. Pemeliharaan pencegahan b. Penggunaan ukur c. pemeliharaan. Pengoperasian b. Pengembangan jaringan • • Blok diagram Power Supply system Operating System Application System Central Processing Unit Terminal Concentrator Unit DIRAM Peripheral Recording System Network Planning 8 4 4 4 12 4 8 8 4 8 16 3. Pemeliharaan perbaikan Praktek a. 5. Penggunaan alat ukur c. SILABI No. Teori penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Agar peserta memahami teori pendukung serta fungsi peralatan untuk menunjang kelancaran.

Prakterk d. Teori b. MATA PELAJARAN (TOPIK) Trouble shooting Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. Evaluasi kompetensi peserta • • Teori Praktek 4 32 .No. Analisis peralatan * sistem P 6. TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T e. e.

yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Centralized Information System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. III. PENDAHULUAN Centralized Information System adalah peralatan penunjang operasi Bandar udara yang digunakan untuk mengintegrasikan seluruh informasi penerbangan bagi para pengguna jasa di Bandar Udara. . b.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING CENTRALIZED INFORMATION SYSTEM 220 Jam Pelajaran Teori : 140 Jam Praktek : 80 Jam KODE CIS-A/KPFP I. Dalam rangka implementasi UU No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. II. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Centralized Information System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Centralized Information System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. PERSYARATAN : a.

Pemeliharaan pencegahan b. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Centralized Information System sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Troble shooting Ujian/Evaluasi a. KURIKULUM No. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. 3. 4. Penggunaan alat ukur c. Dokumen terkait Teknik peralatan a. V. Praktek CIS-A/T/1 CIS-A/T/2 64 CIS-A/T/3 CIS-A/T/4 8 16 CIS-A/T/5 48 CIS-A/T/6 4 140 32 80 .IV. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 48 1. Teori penunjang c. Pemelihaaan Pencegahan d. Fungsi b. Blok diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Pengoperasian b. 2. 5. Teori b. 6. Teori umum peralatan a. Teori rinci peralatan b.

MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. ketertiban keamanan dan keselamatan penerbangan. - 2. Blok diagram • Agar peserta memahami prinsip kerja peralatan • • • • • • • • • Blok diagram Power Supply system Operating System Application System Central Processing Unit Terminal Concentrator Unit DIRAM Peripheral Recording System Prosedur pengoperasian 8 4 4 4 16 8 8 8 4 8 3. Teori penunjang c. Prosedur Pengoperasian • Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan • . Fungsi b. Operating System Application System 1. Teori rinci peralatan b.VI. Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Agar peserta memahami teori pendukung serta fungsi peralatan untuk menunjang kelancaran. Teknik peralatan a. SILABI No. • • • • Fungsi / kegunaan peralatan Teknik elektronika dan digital Komunikasi Data Sistem Informasi 8 16 16 8 P − − − − − Annex 14 Manual Book Open System Networking & Data comm..

kompetensi • • Teori Praktek 4 • • Pemeliharaan berkala Perbaikan peralatan 8 8 P 4. • Pelatihan • Pengoperasian • Penggunaan alat ukur • Pemelihaaan Pencegahan • Trouble shooting 48 6. Praktek TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Agar peserta memahami prosedur pemeliharaan dan perbaikan peralatan Agar peserta memiliki keterampilan dalam pengoperasian. Pengoperasian b. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a.No. 5. Teori b. Pemelihaaan Pencegahan d. Penggunaan alat ukur c. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Pemeliharaan pencegahan b. pemeliharaan. trouble shooting. Evaluasi peserta 32 . MATA PELAJARAN (TOPIK) Pemeliharaan a.

MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas CCTV & Access Control sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. III. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. barang. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan CCTV & Access Control serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. II. . Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. b. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. IV. PENDAHULUAN Closed Circuit Television & Access Control adalah peralatan penunjang fasilitas penerbangan untuk memantau lalu – lintas orang. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. kendaraan dan pesawat udara di Bandar Udara. Dalam rangka implementasi UU No. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. PERSYARATAN : a. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan CCTV & Access Control wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating CCTV & Access Control dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING CLOSED CIRCUIT TELEVISION & ACCESS CONTROL 220 Jam Pelajaran Teori : 120 Jam Praktek : 80 Jam KODE CCTV & AC-B/KPFP I.

Teori umum peralatan a. Dokumen terkait Teknik peralatan a. 5. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Praktek CCTV & AC-B/A/1 CCTV & AC-B/A/2 64 CCTV & AC-B/A/3 CCTV & AC-B/A/4 16 20 CCTV & AC-B/A/5 48 CCTV & AC-B/A/6 8 140 32 80 . Pengoperasian b. Penggunaan alat ukur c. Teori penunjang c. Troble shooting e. KURIKULUM No. 2. Teori b. Teori rinci peralatan b. Fungsi b. Pemelihaaan Pencegahan d. 6. Pemeliharaan pencegahan b. Blok diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a.V. 3. 4. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 32 1. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a.

Teknik peralatan a. serta ketentuan keamanan dan keselamatan penerbangan.VI. Blok dan circuit diagram • Agar peserta memahami prinsip kerja peralatan CCTV : • Blok diagram • Power Supply system • Camera system • Operating System • Application System • Control system • Monitoring system • Recording System Access Control : • Blok diagram • Sensor • Power supply • Card reader • Operating System • Application System • Control system • Monitoring system 36 28 . Teori penunjang c. Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Agar peserta memahami kegunaan teori pendukung peralatan. 1. • • • • Fungsi / kegunaan peralatan Teknik elektronika dan digital Komunikasi data Sistem pengamanan Bandara 8 8 8 8 P − − − − − Annex 17 Manual Book Open Sytem Networking & Data Comm. Operating System Application System - 2. SILABI MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. Teori rinci peralatan b. No. Fungsi b.

Penggunaan alat ukur c. trouble shooting dan analisa peralatan 6. 5. Pemeliharaan a. Pemeliharaan pencegahan b. Pengoperasian b. pemeliharaan.No. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. Evaluasi kompetensi peserta Pelatihan • Pengoperasian • Penggunaan alat ukur dan penyetelan parameter • Pemelihaaan Pencegahan • Trouble shooting • Analisis sistem peralatan * • Teori • Praktek 48 8 32 . Pemelihaaan Pencegahan d. 3. Trouble shooting e. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. MATA PELAJARAN (TOPIK) Prosedur Pengoperasian TUJUAN • • Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan Agar peserta memahami prosedur pemeliharaan dan perbaikan peralatan • • • POKOK BAHASAN Prosedur pengoperasian CCTV & Access Control Pemeliharaan berkala Analisis kerusakan dan perbaikan peralatan JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T 16 P 4. Praktek 4 16 • Agar peserta memiliki keahlian dalam pengoperasian. Teori b.

Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. barang. PENDAHULUAN Closed Circuit Television & Access Control adalah peralatan penunjang fasilitas penerbangan untuk memantau lalu – lintas orang. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. PERSYARATAN : a.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING CLOSED CIRCUIT TELEVISION & ACCESS CONTROL 150Jam Pelajaran Teori : 88 Jam Praktek : 62 Jam KODE CCTV & AC-B/KPFP I. kendaraan dan pesawat udara di Bandar Udara. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating CCTV & Access Control dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan CCTV & Access Control wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. b. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan CCTV & Access Control serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. Dalam rangka implementasi UU No. III. . 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. II.

V. Dokumen terkait Teknik peralatan a.. KURIKULUM No. Teori b. Teori penunjang c. Teori umum peralatan a. Troble shooting Ujian/Evaluasi a. 2. Pemelihaaan Pencegahan d. 6. Teori rinci peralatan b. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 24 1. Penggunaan alat ukur c. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Blok diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a.IV. Pemeliharaan pencegahan b. Praktek CCTV & AC-B/T/1 CCTV & AC-B/T/2 44 CCTV & AC-B/T/3 CCTV & AC-B/T/4 8 8 CCTV & AC-B/T/5 32 CCTV & AC-B/T/6 4 88 30 62 . MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas CCTV & Access Control System sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Fungsi b. 4. Pengoperasian b. 3. 5.

1. SILABI No. • • • Fungsi / kegunaan peralatan Komunikasi data Sistem pengamanan Bandara 4 8 4 8 P − − − − − Annex 17 Manual Book Open Sytem Networking & Data Comm. Blok diagram • Agar peserta memahami prinsip kerja peralatan CCTV : • Blok diagram • Power Supply system • Camera system • Operating System • Application System • Control system • Monitoring system • Recording System Access Control : • Blok diagram • Sensor • Power supply • Card reader • Operating System • Application System • Control system • Monitoring system 24 20 . serta ketentuan keamanan dan keselamatan penerbangan. MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. Teknik peralatan a. Teori penunjang c. Operating System Application System - 2.VI. Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Agar peserta memahami kegunaan teori pendukung peralatan. Fungsi b. Teori rinci peralatan b.

Pemeliharaan pencegahan b. Penggunaan alat ukur c. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. 6.No. 3. Pemelihaaan Pencegahan d. 5. Pengoperasian b. Pemeliharaan a. pemeliharaan dan trouble shooting peralatan. Praktek 4 4 • Agar peserta memiliki keterampilan dalam pengoperasian. Evaluasi kompetensi peserta Pelatihan • Pengoperasian • Penggunaan alat ukur • Pemelihaaan Pencegahan • Trouble shooting • Teori • Praktek 32 8 30 . Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. MATA PELAJARAN (TOPIK) Prosedur Pengoperasian TUJUAN • • Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan Agar peserta memahami prosedur perbaikan peralatan • • • POKOK BAHASAN Prosedur pengoperasian CCTV & Access Control Pemeliharaan berkala Perbaikan peralatan JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T 8 P 4. Teori b.

b. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. III. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Integrated Ground Communication System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING INTEGRATED GROUND COMMUNICATION SYSTEM 220 Jam Pelajaran Teori : 144 Jam Praktek : 76 Jam KODE IGCS-B/KPFP I. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Integrated Ground Communication System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. II. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. . ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Integrated Ground Communication System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. PERSYARATAN : a. PENDAHULUAN Integrated Ground Communication System adalah peralatan penunjang operasi Bandar udara yang digunakan untuk mengintegrasikan system komunikasi darat di lingkungan Bandar udara dengan meminimalkan penggunaan frekuensi guna menghindari gangguan terhadap frekuensi penerbangan Dalam rangka implementasi UU No.

5. Fungsi b. Teori b. Teori rinci peralatan b. Penggunaan alat ukur c. Rencana instalasi * Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Pengoperasian b. 3. Trouble shooting e. Pemelihaaan Pencegahan d. V. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. Teori umum peralatan a. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Integrated Ground Communication System sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 40 1. Praktek IGCS-B/A/1 IGCS-B/A/2 68 IGCS-B/A/3 IGCS-B/A/4 8 24 IGCS-B/A/5 44 IGCS-B/A/6 4 144 32 76 . 6. KURIKULUM No.IV. 2. 4. Blok dan circuit diagram c. Pemeliharaan pencegahan b. Teori penunjang Teknik peralatan a.

ketertiban keamanan dan keselamatan penerbangan. Fungsi b. Teori rinci peralatan b. Blok dan circuit diagram c. 16 4 16 2.VI. • • • • Fungsi / kegunaan peralatan Teknik elektronika dan digital Teori pemancar & Penerima Teori komunikasi data 4 P − − − − − Manual Book Transmitter & Receiver principle Operating System Applilcation System Ketentuan penyelenggaraan komunikasi radio dari Ditjen Hubud dan Ditjen Postel 1. Regrouping • • Agar peserta memahami prinsip kerja peralatan Agar peserta mampu merencanakan pengaturan kelompok komunikasi • • • • • • • • • Blok diagram Operating System Applilcation System Power Supply system System Manager Base Station Site Controller Subscriber Regrouping Planning 8 4 4 4 8 8 16 8 8 3. Teknik peralatan a. Prosedur Pengoperasian • Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan • Prosedur pengoperasian Integrated Ground Communication System Pemeliharaan berkala 8 4. Pemeliharaan • Agar peserta memahami • 8 . Teori penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Agar peserta memahami teori pendukung serta fungsi peralatan untuk menunjang kelancaran. MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. SILABI No.

Teori b. 5. Pengoperasian b. Trouble shooting e. MATA PELAJARAN (TOPIK) Pemeliharaan pencegahan Pemeliharaan Perbaikan • TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T prosedur pemeliharaan dan perbaikan peralatan • Analisis dan peralatan kerusakan perbaikan 16 P a. Praktek a.No. trouble shooting dan analisa peralatan Pelatihan : a. pemeliharaan. Pemelihaaan Pencegahan d. Evaluasi kompetensi peserta Teori Praktek 4 32 . b. Pengoperasian b. Penggunaan alat ukur c. Analisis sistem peralatan * • • 48 6. Praktek Agar peserta memiliki keahlian dalam pengoperasian. Penggunaan alat ukur c. Pemelihaaan Pencegahan d. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. Trouble shooting e.

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING INTEGRATED GROUND COMMUNICATION SYSTEM 150 Jam Pelajaran Teori : 88Jam Praktek : 62 Jam KODE IGCS-B/KPFP I. PENDAHULUAN Integrated Ground Communication System adalah peralatan penunjang operasi Bandar udara yang digunakan untuk mengintegrasikan system komunikasi darat di lingkungan Bandar udara dengan meminimalkan penggunaan frekuensi guna menghindari gangguan terhadap frekuensi penerbangan Dalam rangka implementasi UU No. . yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Integrated Ground Communication System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. II. III. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. b. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Integrated Ground Communication System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Integrated Ground Communication System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. PERSYARATAN : a. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No.

Teori penunjang Teknik peralatan a. Pengoperasian b. 5. Pemeliharaan pencegahan b. Praktek IGCS-B/T/1 IGCS-B/T/2 48 IGCS-B/T/3 IGCS-B/T/4 8 8 IGCS-B/T/5 32 IGCS-B/T/6 4 88 30 62 . 2. Fungsi b. Teori b. V. Trouble shooting e. Teori rinci peralatan b. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 20 1. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. Penggunaan alat ukur c. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Integrated Ground Communication System sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. 4. Teori umum peralatan a. Pemelihaaan Pencegahan d. Rencana instalasi * Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. KURIKULUM No.IV. 3. Blok dan circuit diagram c. 6.

Pemeliharaan a. • • • Fungsi / kegunaan peralatan Teknik elektronika dan digital Teori pemancar & penerima 4 8 P − − − − − Manual Book Transmitter & Receiver principle Operating System Applilcation System Ketentuan penyelenggaraan komunikasi radio dari Ditjen Hubud dan Ditjen Postel 1.VI. Teknik peralatan a. Teori rinci peralatan b. Teori penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Agar peserta memahami teori pendukung serta fungsi peralatan untuk menunjang kelancaran. ketertiban keamanan dan keselamatan penerbangan. Fungsi b. 8 2. Pemeliharaan pencegahan • Agar peserta memahami prosedur pemeliharaan dan • • Pemeliharaan berkala Perbaikan peralatan 4 4 . Blok diagram • Agar peserta memahami prinsip kerja peralatan • • • • • • • • • Blok diagram Operating System Applilcation System Power Supply system System Manager Base Station Site Controller Subscriber Prosedur pengoperasian Integrated Ground Communication System 8 4 4 4 4 8 8 8 8 3. Prosedur Pengoperasian • Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan 4. MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. SILABI No.

Penggunaan alat ukur c. b. MATA PELAJARAN (TOPIK) pencegahan Pemeliharaan Perbaikan • TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T perbaikan peralatan P b. Teori b. Praktek Agar peserta keterampilan pengoperasian. Pengoperasian b. Praktek a. Pengoperasian b.No. Pemelihaaan Pencegahan d. Trouble shooting 32 Evaluasi kompetensi peserta a. Teori Praktek 4 30 . 5. 6. pemeliharaan. Penggunaan alat ukur c. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. shooting dan peralatan memiliki dalam trouble analisa Pelatihan : a. Pemelihaaan Pencegahan d.

PERSYARATAN : a. III. . II. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Flight Information Display System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. PENDAHULUAN Flight Information Display System adalah peralatan penunjang operasi Bandar Udara yang digunakan untuk menampilkan informasi penerbangan bagi para pengguna jasa di Bandar Udara. b. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING FLIGHT INFORMATION DISPLAY SYSTEM 220 Jam Pelajaran Teori : 140 Jam Praktek : 80 Jam KODE FIDS-B/KPFP I. Dalam rangka implementasi UU No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Flight Information Display System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Flight Information Display System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya.

KURIKULUM No. Teori umum peralatan a. Rencana instalasi * Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. 2. Teori rinci peralatan b. Teori penunjang Teknik peralatan a. Pemelihaaan Pencegahan d. Blok dan circuit diagram c. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Pemeliharaan pencegahan b. 4. Fungsi b. 3. Trouble shooting e. Penggunaan alat ukur c. Teori b. 6. Pengoperasian b. Praktek FIDS-B/A/1 FIDS-B/A/2 64 FIDS-B/A/3 FIDS-B/A/4 8 24 FIDS-B/A/5 56 FIDS-B/A/6 8 140 32 80 . 5. V. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a.IV. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 40 1. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Flight Information Display System sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.

VI. Blok dan circuit diagram c. Teknik peralatan a. Pengembangan jaringan • • Agar peserta memahami prinsip kerja peralatan Agar peserta mampu merencanakan pengembangan jaringan • • • • • • • • Blok diagram Operating System System Aplikasi Power Supply system Central Processing Unit Interface. ketertiban keamanan dan keselamatan penerbangan. Flap Board dan LED) Network Planning 8 4 4 4 16 8 8 8 3. protocol Display monitor (TV. Prosedur Pengoperasian • • 4. SILABI No. Pemeliharaan Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan Agar peserta memahami • • Prosedur pengoperasian 8 Pemeliharaan berkala 8 . Dot Matrik. MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. - 2. Teori rinci peralatan b. • • • • Fungsi / kegunaan peralatan Teknik elektronika dan digital Komunikasi Data Sistem Informasi 4 16 16 4 P − − − − − Annex 14 Manual Book Open System Networking & Data comm. Fungsi b. Operating System Application System 1. Teori penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Agar peserta memahami teori pendukung serta fungsi peralatan untuk menunjang kelancaran..

Trouble shooting e.No. b. Pengoperasian b. Evaluasi kompetensi peserta Pelatihan : • Pengoperasian • Penggunaan alat ukur • Pemeliharaan pencegahan • Trouble shooting • Analisis sistem peralatan * • Teori • Praktek 48 4 32 . 5. Teori b. Praktek Agar peserta memiliki keahlian dalam pengoperasian. pemeliharaan. trouble shooting dan analisa peralatan 6. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. Praktek a. Penggunaan alat ukur c. MATA PELAJARAN (TOPIK) Pemeliharaan pencegahan Pemeliharaan Perbaikan • TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T prosedur pemeliharaan dan perbaikan peralatan • Perbaikan peralatan 16 P a. Pemelihaaan Pencegahan d.

yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Dalam rangka implementasi UU No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING FLIGHT INFORMATION DISPLAY SYSTEM 150 Jam Pelajaran Teori : 88 Jam Praktek : 62 Jam KODE FIDS-B/KPFP I. PENDAHULUAN Flight Information Display System adalah peralatan penunjang operasi Bandar Udara yang digunakan untuk menampilkan informasi penerbangan bagi para pengguna jasa di Bandar Udara. PERSYARATAN : a. . III. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. II. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Flight Information Display System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. b. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Flight Information Display System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Flight Information Display System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No.

Teori umum peralatan a.IV. Teori b. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Flight Information Display System sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. V. Praktek FIDS-B/T/1 FIDS-B/T/2 44 FIDS-B/T/3 FIDS-B/T/4 8 8 FIDS-B/T/5 32 FIDS-B/T/6 4 88 30 62 . Fungsi b. KURIKULUM No. 5. Teori penunjang Teknik peralatan a. 4. Pemeliharaan pencegahan b. Rencana instalasi * Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 24 1. 2. Penggunaan alat ukur c. Pemelihaaan Pencegahan d. 6. 3. Teori rinci peralatan b. Blok dan circuit diagram c. Pengoperasian b.

Fungsi b. Blok diagram • 8 4 4 4 8 8 8 3. Prosedur Pengoperasian • • 4. protocol Display monitor (TV. pemeliharaan. Penggunaan ukur c. Agar peserta memahami prinsip kerja peralatan • • • • • • • • • • • Fungsi / kegunaan peralatan Teknik elektronika dan digital Komunikasi Data Sistem Informasi Bandara Blok diagram Operating System System Aplikasi Power Supply system Central Processing Unit Interface. SILABI MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a.dan trouble shooting. Operating System Application System 1. 8 4 2. Pelatihan • Pengoperasian • Penggunaan alat ukur • Pemelihaaan Pencegahan 32 . No. Pengoperasian b. Flap Board dan LED) Prosedur pengoperasian 4 8 P − − − − − Annex 14 Manual Book Open System Networking & Data comm. Pemeliharaan pencegahan b. Teori penunjang b. Teknik peralatan a. Dot Matrik. Teori penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Agar peserta memahami teori pendukung serta fungsi peralatan untuk menunjang kelancaran.VI. Pemeliharaan a. 5. ketertiban keamanan dan keselamatan penerbangan.. Pemelihaaan Pencegahan Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan Agar peserta memahami prosedur pemeliharaan dan perbaikan peralatan • • • 8 Pemeliharaan berkala Perbaikan peralatan 4 4 • alat Agar peserta memiliki keterampilan dalam pengoperasian. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a.

Praktek Evaluasi kompetensi peserta a. MATA PELAJARAN (TOPIK) Pencegahan Trouble shooting TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Trouble shooting P d. 6.No. b. Teori Praktek 4 30 . Ujian/Evaluasi a. Teori b.

PENDAHULUAN Integrated Ground Communication System adalah peralatan penunjang operasi Bandar udara yang digunakan untuk mengintegrasikan system komunikasi darat di lingkungan Bandar udara dengan meminimalkan penggunaan frekuensi guna menghindari gangguan terhadap frekuensi penerbangan Dalam rangka implementasi UU No. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Check In System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. PERSYARATAN : a. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. b. . ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Check In System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Check In System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. II.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING CHECK IN SYSTEM 220 Jam Pelajaran Teori : 144 Jam Praktek : 76 Jam KODE CI-B/KPFP I. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. III. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan.

Penggunaan alat ukur c. 3. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. Teori rinci peralatan b. Pengoperasian b. 5.IV. Blok dan circuit diagram c. Rencana instalasi * Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Fungsi b. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Check In System sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. 4. 6. Teori penunjang Teknik peralatan a. Teori b. Trouble shooting e. V. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 40 1. Pemeliharaan pencegahan b. KURIKULUM No. Pemelihaaan Pencegahan d. Praktek CI-B/A/1 CI-B/A/2 68 CI-B/A/3 CI-B/A/4 8 24 CI-B/A/5 44 CI-B/A/6 4 144 32 76 . 2. Teori umum peralatan a.

VI. SILABI (Sedang dalam Pengembangan) .

. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Check In System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Check In System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. PERSYARATAN : a. III. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. II. PENDAHULUAN Check In System adalah peralatan penunjang operasi Bandar Udara yang digunakan untuk kelancaran pelayanan check in bagi para pengguna jasa di Bandar Udara. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. b. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Dalam rangka implementasi UU No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING CHECK IN SYSTEM 150 Jam Pelajaran Teori : 88 Jam Praktek : 62 Jam KODE CI-B/KPFP I. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Check In System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya.

Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 24 1. V. 3. 2. Teori umum peralatan a. 5. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a.IV. Fungsi b. 4. Pemelihaaan Pencegahan d. 6. Teori b. Teori rinci peralatan b. Rencana instalasi * Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Pemeliharaan pencegahan b. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Check In System sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Praktek CI-B/T/1 CI-B/T/2 44 CI-B/T/3 CI-B/T/4 8 8 CI-B/T/5 32 CI-B/T/6 4 88 30 62 . Blok dan circuit diagram c. Penggunaan alat ukur c. Teori penunjang Teknik peralatan a. KURIKULUM No. Pengoperasian b.

SILABI (Sedang dalam Pengembangan) .VI.

MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi listrik penerbangan dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan yang cukup dalam ilmu listrik dan fasilitas listrik penerbangan dengan tujuan untuk memenuhi persyaratan memperoleh Sertifikat Kecakapan tingkat ahli. . II. MANFAAT YANG DIPEROLEH : Memiliki bukti kecakapan dalam bidang listrik penerbangan tingkat ahli serta kesempatan untuk menempuh Diklat rating. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. IV.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI SERTIFIKAT KECAKAPAN AHLI TEKNISI LISTRIK PENERBANGAN KODE SKP-A/TLP 120 Jam Pelajaran I. III. PERSYARATAN : Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik dan mekanikal. PENDAHULUAN Dalam rangka implementasi UU No. 03 Tahun 2001 maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil listrik penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No.

PENGETAHUAN KHUSUS 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Pengetahuan Teknik Listrik Teknik Elektronika dan Digital Pembangkit Tenaga Listrik Sistem Transmisi dan Distribusi Alat-Alat Ukur dan Pengukuran Visual Aids Peralatan Elektromekanikal : : : : : : : 8 Jam 12 Jam 8 Jam 12 Jam 8 Jam 16 Jam 8 Jam 72 jam . KURIKULUM SERTIFIKAT PENERBANGAN KECAKAPAN AHLI TEKNISI LISTRIK A. PENGETAHUAN KEUDARAAN 1) 2) 3) 4) 5) Pembinaan Personil Penerbangan Hukum Penerbangan (Air Law) Peraturan Penerbangan (Rule of the Air) Manajemen LLU Manajemen Pemeliharaan : : : : : 8 Jam 8 Jam 16 Jam 8 Jam 8 Jam 48 jam B.V.

16 Tahun 1994 KM. − − − − − − − − − − − − − 2. No. MATA PELAJARAN (TOPIK) PENGETAHUAN KEUDARAAN Pembinaan Personil Penerbangan − − Agar peserta memahami tugas pokok dan fungsi Ditjen Hubud Agar Peserta memahami ketentuan-ketentuan mengenai angka kredit teknisi penerbangan Agar Peserta memahami hak dan kewajiban sbg. 1.VI. 58 Tahun 1991 KM. Pembinaan pegawai (PNS/BUMN) Etika profesi teknisi 8 − − − − − − UU No. 15 Tahun 1992 Annexes : 10. No. teknisi penerbangan − − Sturktur Organisasi dan tata kerja Ditjen Hubud Angka Kredit untuk Jabatan Fungsional Teknisi Penerbangan. 3 Tahun 2001 3. 14 dan 17 Konvensi ICAO PP. Manajemen LLU Agar para peserta mengetahui dan memahami konsep optimasi pemanfaatan ruang udara dan pelayanan keselamatan penerbangan Organisasi ruang udara Pelayanan navigasi penerbangan Konsep CNS/ATM 8 - − − − − ICAO Global Plan ATS Planning Manual ATC Master Plan Indonesia Konsep Harmonisasi . 40 Tahun 1995 PP. Hukum Penerbangan (Air Law) Agar Perserta mengetahui dan memahami hukum penerbangan sipil nasional dan internasional Agar Perserta memahami peraturan-peraturan yang berkaitan dengan penerbangan sipil Konvensi ICAO Annexes ICAO Kedaulatan Negara 8 - − − − UU No. 71 Tahun 1996 PP. 11. SILABUS DIKLAT SERTIFIKAT KECAKAPAN AHLI TEKNISI LISTRIK PENERBANGAN No. No. No. No. Peraturan Penerbangan (Rule of the Air) Keselamatan Penerbangan Keamanan Penerbangan Angkutan Udara Kebandarudaraan 16 - − − − 4. 100 Tahun 1988 Skep Dirjen Hubud No. PAN No. 15 Tahun 1992 PP. No. SKEP/176/VI/2001 TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P A. 3 Tahun 2001 PP.

Semesteran dan Tahunan) dan Pengkalibrasian Tingkat Pemeliharaan Pemeriksaaan Peralatan 8 P − − Prosedur Pemeliharaan fasilitas elektronika dan listrik Skep Dirjen Hubud No. Mingguan. Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga. SKEP/40/II/1998 5. 1984 Theraja B. New Delhi1980. 1. “Electrical Technology. Bulanan.L. . Triwulanan. − − B. PENGETAHUAN KHUSUS Pengetahuan Teknik Listrik Agar peserta memahami dan menerapkan ilmu kelistrikan − − Rangkaian Listrik : • Hukum Kirchoff • Daya dan Energi • Listrik 1 fasa dan 3 fasa Bahan-bahan Listrik 8 - - - Joseph A. MATA PELAJARAN (TOPIK) Manajemen Pemeliharaan TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami ketentuan-ketentuan dalam pengoperasian dan pemeliharaan peralatan.No. − − − − − Kebijakan Sistem Pemeliharaan Tujuan Program Pemeliharaan Konsepsi Pemeliharaan Prosedur Pengoperasian Peralatan Prosedur pemeliharaan Peralatan (Jadual Harian. Edminister.

UIP 2000 SEG. “Pembangkit Listrikk Tenaga Surya” Tarsito 1994 Zuhal. Manual Book 4. Sistem Transmisi dan Distribusi Agar peserta memahami dan mampu menganalisis sistem transmisi dan distribusi di Bandar Udara - SUTR SUTM Ground Cable Transformator Daya Panel TM Panel TR Panel ACOS Sistem Proteksi 12 - - - - Abdul Kadir. Gramedia 2001. Manual Book AMF” . Karmon Singalingging. “Vadekum Elektronika”. Abdul Kadir. 3. 1982. “Distribusi dan Utilitasi Tenaga Listrik”.No. “Teknik Digital” Wasito. “Transmisi Tenaga Listrik” UIP 1998. “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb. MATA PELAJARAN (TOPIK) Teknik Elektronika dan Digital TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan dapat menerapkan teknik elektronika dan digital Komponen Pasif Pengatur Tegangan Saklar Transistor Thyristor dan Triac Komparator Sistem Bilangan Gerbang Logika dan Aplikasinya Flip Flop dan multivibrator 12 P Wasito. Pembangkit Tenaga Listrik Agar peserta memahami dan mampu menganalisis cara kerja sistem pembangkit tenaga listrik - Generator Solar Cell Battery Cell Prime Mover UPS 8 - - - - Drs. 2.

PT. MATA PELAJARAN (TOPIK) Alat-Alat Ukur dan Pengukuran TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan dapat menggunakan alat-alat ukur dengan benar Oscilloscope Avometer Amperemeter Cable Fault Detector Phase Squence Indicator Cos phi meter Frekuensi meter Earth tester Harmonic Analizer Tachometer Lux meter 8 P Dr. 14 Volume I JICA. RCD. - 6. Pradnya Paramita 1979 Manual Book 5. MC dan SC) ADGS 16 - - Annex. Visual Aids Agar peserta memahami dan mampu menganalisis cara kerja fasilitas visual aids serta kriteria penempatan peralatan - Approach Light SQFL RTIL PAPI/TVASIS Runway Light Threshold Light Taxiway Light Signal dan Beacon Konfigurasi AFL Power dan control (CCR.No. Soedjana Sapiie. Osamu Nishino. The Seminar on Aerodrome Airport Lighting System Manual Book . Dr. “Pengukuran dan AlatAlat Ukur Listrik” .

MATA PELAJARAN (TOPIK) Peralatan Elektromekanikal TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menganalisis cara kerja fasilitas elektromekanikal Air Conditioner Escalator Elevator Conveyor Travelator Automatic Door 8 P Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System 7. .No.

MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi listrik penerbangan dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan yang cukup dalam ilmu listrik dan fasilitas listrik penerbangan dengan tujuan untuk memenuhi persyaratan memperoleh Sertifikat Kecakapan tingkat Terampil. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL SERTIFIKAT KECAKAPAN TERAMPIL TEKNISI LISTRIK PENERBANGAN KODE SKP-T/TLP 120 Jam Pelajaran I. IV. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. II. III. 03 Tahun 2001 maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil listrik penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. MANFAAT YANG DIPEROLEH : Memiliki bukti kecakapan dalam bidang listrik penerbangan tingkat terampil serta kesempatan untuk menempuh Diklat rating. PENDAHULUAN Dalam rangka implementasi UU No. PERSYARATAN : Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik Listrik dan Mekanikal. .

KURIKULUM SERTIFIKAT KECAKAPAN TERAMPIL TEKNISI LISTRIK PENERBANGAN A. PENGETAHUAN KHUSUS 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Pengetahuan Teknik Listrik Teknik Elektronika dan Digital Pembangkit Tenaga Listrik Sistem Transmisi dan Distribusi Alat-Alat Ukur dan Pengukuran Visual Aids Peralatan Elektromekanikal : : : : : : : 8 Jam 12 Jam 8 Jam 12 Jam 8 Jam 16 Jam 8 Jam 72 jam . PENGETAHUAN KEUDARAAN 1) 2) 3) 4) 5) Pembinaan Personil Penerbangan Hukum Penerbangan (Air Law) Peraturan Penerbangan (Rule of the Air) Manajemen LLU Manajemen Pemeliharaan : : : : : 8 Jam 8 Jam 16 Jam 8 Jam 8 Jam 48 jam B.V.

No.VI. 1. − − − − − − − − − − − − − 2. 3 Tahun 2001 3. No. 58 Tahun 1991 KM. 100 Tahun 1988 Skep Dirjen Hubud No. No. Pembinaan pegawai (PNS/BUMN) Etika profesi teknisi 8 − − − − − − UU No. 71 Tahun 1996 PP. teknisi penerbangan − − Sturktur Organisasi dan tata kerja Ditjen Hubud Angka Kredit untuk Jabatan Fungsional Teknisi Penerbangan. 11. 3 Tahun 2001 PP. 15 Tahun 1992 PP. 14 dan 17 Konvensi ICAO PP. SILABUS DIKLAT SERTIFIKAT KECAKAPAN TERAMPIL TEKNISI LISTRIK PENERBANGAN No. MATA PELAJARAN (TOPIK) PENGETAHUAN KEUDARAAN Pembinaan Personil Penerbangan − − Agar peserta memahami tugas pokok dan fungsi Ditjen Hubud Agar Peserta memahami ketentuan-ketentuan mengenai angka kredit teknisi penerbangan Agar Peserta memahami hak dan kewajiban sbg. Peraturan Penerbangan (Rule of the Air) Keselamatan Penerbangan Keamanan Penerbangan Angkutan Udara Kebandarudaraan 16 - − − − 4. PAN No. 16 Tahun 1994 KM. SKEP/176/VI/2001 TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P A. 15 Tahun 1992 Annexes : 10. 40 Tahun 1995 PP. Manajemen LLU Agar para peserta mengetahui dan memahami konsep optimasi pemanfaatan ruang udara dan pelayanan keselamatan penerbangan Organisasi ruang udara Pelayanan navigasi penerbangan Konsep CNS/ATM 8 - - − − − − ICAO Global Plan ATS Planning Manual ATC Master Plan Indonesia Konsep Harmonisasi . No. No. No. Hukum Penerbangan (Air Law) Agar Perserta mengetahui dan memahami hukum penerbangan sipil nasional dan internasional Agar Perserta memahami peraturan-peraturan yang berkaitan dengan penerbangan sipil Konvensi ICAO Annexes ICAO Kedaulatan Negara 8 - − − − UU No.

Joseph A. Triwulanan. 1.L. − − B. “Electrical Technology. Mingguan. Edminister. PENGETAHUAN KHUSUS Pengetahuan Teknik Listrik Agar peserta mengetahui dan memahami ilmu dasar kelistrikan − − Rangkaian Listrik : • Hukum Kirchoff • Daya dan Energi • Listrik 1 fasa dan 3 fasa Bahan-bahan Listrik 8 - 1. 2. MATA PELAJARAN (TOPIK) Manajemen Pemeliharaan TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami ketentuan-ketentuan dalam pengoperasian dan pemeliharaan peralatan. − − − − − Kebijakan Sistem Pemeliharaan Tujuan Program Pemeliharaan Konsepsi Pemeliharaan Prosedur Pengoperasian Peralatan Prosedur pemeliharaan Peralatan (Jadual Harian. . Bulanan.No. Semesteran dan Tahunan) dan Pengkalibrasian Tingkat Pemeliharaan Pemeriksaaan Peralatan 8 P − − Prosedur Pemeliharaan fasilitas elektronika dan listrik Skep Dirjen Hubud No. SKEP/40/II/1998 5. Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga. 1984 Theraja B. New Delhi1980.

Sistem Transmisi dan Distribusi Agar peserta mengetahui dan memahami sistem transmisi dan distribusi di Bandar Udara - SUTR SUTM Ground Cable Transformator Daya Panel TM Panel TR Panel ACOS Sistem Proteksi 12 - 1. “Pembangkit Listrikk Tenaga Surya” Tarsito 1994 Zuhal. UIP 2000 SEG. “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb. 2. Manual Book AMF” . 2. MATA PELAJARAN (TOPIK) Teknik Elektronika dan Digital TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami dasar-dasar teknik elektronika dan digital Komponen Pasif Pengatur Tegangan Saklar Transistor Thyristor dan Triac Komparator Sistem Bilangan Gerbang Logika dan Aplikasinya Flip Flop dan multivibrator 12 P 1. Abdul Kadir. 2. 3.No. 1982. 2. Wasito. “Distribusi dan Utilitasi Tenaga Listrik”. 3. Karmon Singalingging. Manual Book 4. “Teknik Digital” Wasito. 3. Abdul Kadir. “Transmisi Tenaga Listrik” UIP 1998. Drs. Pembangkit Tenaga Listrik Agar peserta mengetahui dan memahami cara kerja pembangkit tenaga listrik - Generator Solar Cell Battery Cell Prime Mover UPS 8 - 1. Gramedia 2001. “Vadekum Elektronika”.

The Seminar on Aerodrome Airport Lighting System Manual Book .No. “Pengukuran dan AlatAlat Ukur Listrik” . Pradnya Paramita 1979 Manual Book 5. Visual Aids Agar peserta mengetahui dan memahami fungsi dan cara kerja visual aids 16 1. Annex 14.PT. MC dan SC) ADGS 8 P 1. RCD. Dr. MATA PELAJARAN (TOPIK) Alat-Alat Ukur dan Pengukuran TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami cara kerja alat ukur serta dapat melakukan pengukuran dengan benar Oscilloscope Avometer Amperemeter Cable Fault Detector Phase Squence Indicator Cos phi meter Frekuensi meter Earth tester Harmonic Analizer Tachometer Lux meter Approach Light SQFL RTIL PAPI/TVASIS Runway Light Threshold Light Taxiway Light Signal dan Beacon Konfigurasi AFL Power dan control (CCR. Volume I JICA. Osamu Nishino. Dr. 2. 2. 6. 3. Soedjana Sapiie.

2. Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System 7.No. MATA PELAJARAN (TOPIK) Peralatan Elektromekanikal TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami fungsi dan cara kerja peralatan elektromekanikal Air Conditioner Escalator Elevator Conveyor Travelator Automatic Door 8 P 1. .

b. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan AFL Control System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Dalam rangka implementasi UU No. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan AFL Control System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. PERSYARATAN : a. letak peralatan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas AFL Control System. mengatur dan merekam kegiatan peralatan airfield lighting system agar dapat bekerja secara tepat guna. waktu terjadinya dan bentuk kesalahan yang dapat tercetak pada alarm priter dan terekam dalam kumpulan data pada hard disk. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING AIRFIELD LIGHTINGCONTROL SYSTEM 272 Jam Pelajaran Teori : 132 Jam Praktek : 140 Jam KODE AFLCS-A/KPBP I. III. IV. Sebagai contoh sistem ini dapat memberikan laporan terjadinya kelainan pada peralatan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating AFL Control System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. yang mencakup nama peralatan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Sistem juga dapat melaporkan peralatan-peralatan yang telah tiba saat nya pemeliharaan berkalanya. II. PENDAHULUAN Airfield Lighting (AFL) Control System adalah suatu sistem kontrol manajemen yang menggunakan komputer sehingga mampu memantau (memonitoring). sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. . Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan.

Trouble shooting e. Teori b. Pengoperasian b. Teori umum peralatan a. 4. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. KURIKULUM RATING AIRFIELD LIGHTING CONTROL SYSTEM No. Praktek AFLCS-A/A/1 AFLCS-A/A/2 64 AFLCS-A/A/3 AFLCS-A/A/4 8 16 AFLCS-A/A/5 124 AFLCS-A/A/6 4 16 132 140 . 3. 5.V. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 40 1. 2. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Pemelihaaan Pencegahan d. Penggunaan alat ukur c. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Teori penunjang Teknik peralatan a. Blok dan circuit diagram c. 6. Pemeliharaan pencegahan b. Teori rinci peralatan b. Fungsi peralatan b.

Wasito S.Programmable Logic Controller .. Siemens. 2.Maintenance Center . 2001 …. ……. “Manual Book Control and Monitoring System”.Pengetahuan Komunikasi data • Dasar dasar Komputer • Sistem jaringan • Media transmisi. Honeywell. 1. 3. Teori rinci peralatan . No. • Protocol/Interface • Operating System . SILABUS RATING AIRFIELD LIGHTING CONTROL SYSTEM MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. b. b. 2.Remote Control Desk 64 - 1. “Manual Book “SICOMOS”.Interface level .Modulator Demodulator .Microprocessor 40 P 1.Sensoric actoric . Fungsi Peralatan Teori Penunjang . Teknik peralatan a.Management Level • Taks of Management level • Control Desks • The Monitor in Controller • Programmable controller . Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Rencana Instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan AFL Control System a. 2.. Fungsi Peralatan Teori Penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan AFL Control System a. . ”Vadekum Elektronika”. c.PT Gramedia Pustaka Utama.Automation level . b.VI.

Panel Control Block dan circuit diagram AFL Control System Rencana Instalasi AFL Control System JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T b. Pemeliharaan Pencegahan b. Teori b. Praktek 4 16 . 2. e. ……. Praktek a. 6. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian.No. trouble shooting dan analisis sistem a. 5. Honeywell.Trouble shooting 16 - 1. 3. “Manual Book “SICOMOS”. Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan AFL Control System secara benar a. c. c. d. 3. 3. “Manual Book Control and Monitoring System”. “Manual Book Control and Monitoring System”. “Manual Book “SICOMOS”. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN . pemeliharaan AFL Control System secara benar. Siemens.Pemeliharaan Berkala . Pemeliharaan a. Honeywell. 2. Teori b. 4. P c. Siemens. Siemens. 2. 3. e. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. b. b. Prosedur Pengoperasian Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian AFL Control System secara benar Prosedur pengoperasian AFL Control System 8 - 1. …….Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . Ujian/Evaluasi a. Honeywell. Prosedur pengoperasian AFL Control System Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan 124 1. Pemeliharaan Pencegahan . b. “Manual Book “SICOMOS”. ……. d. “Manual Book Control and Monitoring System”.

Sistem juga dapat melaporkan peralatan-peralatan yang telah tiba saat nya pemeliharaan berkalanya. mengatur dan merekam kegiatan peralatan airfield lighting system agar dapat bekerja secara tepat guna. yang mencakup nama peralatan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. b. Sebagai contoh sistem ini dapat memberikan laporan terjadinya kelainan pada peralatan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating AFL Control System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING AIRFIELD LIGHTINGCONTROL SYSTEM 200 Jam Pelajaran Teori : 100 Jam Praktek : 100 Jam KODE AFLCS-A/KPBP I. PENDAHULUAN Airfield Lighting (AFL) Control System adalah suatu sistem kontrol manajemen yang menggunakan komputer sehingga mampu memantau (memonitoring). maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan AFL Control System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Dalam rangka implementasi UU No. II. Memiliki Sertifikat Kecakapan terampil Listrik Penerbangan. PERSYARATAN : a. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. letak peralatan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. waktu terjadinya dan bentuk kesalahan yang dapat tercetak pada alarm priter dan terekam dalam kumpulan data pada hard disk. III. trampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan AFL Control System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. . 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. IV. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas AFL Control System.

Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 24 1. KURIKULUM RATING AIRFIELD LIGHTING CONTROL SYSTEM No. Penggunaan alat ukur c. Teori b. Pemelihaaan Pencegahan d. Pengoperasian b. Blok dan circuit diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. 5. Fungsi peralatan b. 4. 2. 3. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a.V. Pemeliharaan pencegahan b. Teori penunjang Teknik peralatan a. Teori umum peralatan a. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Teori rinci peralatan b. Praktek AFLCS-A/T/1 AFLCS-A/T/2 48 AFLCS-A/T/3 AFLCS-A/T/4 8 16 AFLCS-A/T/5 84 AFLCS-A/T/6 4 16 100 100 . 6.

No.Management Level • Taks of Management level • Control Desks • The Monitor in Controller • Programmable controller . ……. 2. “Manual Book “SICOMOS”. b. ”Vadekum Elektronika”. b. 3.Sensoric actoric .Pengetahuan Komunikasi data • Dasar dasar Komputer • Sistem jaringan • Media transmisi. 2. • Protocol/Interface • Operating System . 2001 …. Honeywell.Remote Control Desk 48 - 1. Teknik peralatan a. Teori rinci peralatan . Siemens.Programmable Logic Controller .VI. b. “Manual Book Control and Monitoring System”. SILABUS RATING AIRFIELD LIGHTING CONTROL SYSTEM MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a.Interface level .PT Gramedia Pustaka Utama.. 1.Modulator Demodulator . Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan AFL Control System a.Maintenance Center . Fungsi Peralatan Teori Penunjang .Microprocessor 24 P 1. Wasito S. 2.. Fungsi Peralatan Teori Penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan AFL Control System a. .Automation level .

Pemeliharaan Pencegahan b. pemeliharaan AFL Control System secara benar dan trouble shooting a. “Manual Book “SICOMOS”. “Manual Book Control and Monitoring System”. Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan AFL Control System secara benar a. “Manual Book Control and Monitoring System”. ……. 3.Pemeliharaan Berkala . Honeywell. ……. Praktek 4 16 . 4. Prosedur pengoperasian AFL Control System Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting 84 1. ……. Pemeliharaan Pencegahan . 5.Panel Control Block dan circuit diagram AFL Control System JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T b. Siemens. Teori b. Honeywell. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN . Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a.Trouble shooting 16 - 1. Siemens. Honeywell. d. “Manual Book “SICOMOS”. P 3. 3. Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian AFL Control System secara benar Prosedur pengoperasian AFL Control System 8 - 1. c. 2. Praktek a. b. “Manual Book Control and Monitoring System”. 2. c. Siemens. b. “Manual Book “SICOMOS”. 3. Teori b. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. 6. b. 2.No. Pemeliharaan a. d. Ujian/Evaluasi a.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan .

SQFL dan RTIL. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Dalam rangka implementasi UU No. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. SQFL dan RTIL serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Sedangkan Runway Threshold Indentification Light (RTIL) adalah berupa 2 unit lampu yang berkedip (flash) terpasang di kedua sisi ujung landasan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING CCR. yang memberikan petunjuk kepada pesawat posisi ambang batas landasan (threshold). SQFL and RTIL KODE CCRSQFL-A/KPBP Teori : 140 Jam Praktek : 160 Jam 300 Jam Pelajaran I. Runway light. SQFL dan RTIL wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. Threshold Light dan Taxiway light. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan CCR. PENDAHULUAN Constant Current Requlator (CCR) adalah suatu peralatan yang digunakan mengontrol suplai arus tetap pada peralatan Approach light. III. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas CCR. b. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. . Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating CCR. PAPI/VASI System. SQFL dan RTIL dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan CCR. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. II. PERSYARATAN : a. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. IV. Dan Sequence Flashing Light (SQFL) adalah lampu-lampu yang dipasang pada tiap barret lampu approach yang menyala secara berkedip (flashing) searah dengan pendaratan pesawat.

Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 48 1. Teori umum peralatan a. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. SQFL dan RTIL No. Pemelihaaan Pencegahan d. 6. Fungsi peralatan b. Pengoperasian b.V. 2. KURIKULUM RATING CCR. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. 5. 3. Teori rinci peralatan b. Teori b. Teori penunjang c. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Blok dan circuit diagram c. 4. Trouble shooting e. Pemeliharaan pencegahan b. Praktek CCRSQFL-A/A/1 CCRSQFL -A/A/2 56 CCRSQFL -A/A/3 CCRSQFL -A/A/4 12 20 CCRSQFL -A/A/5 144 CCRSQFL -A/A/6 4 16 140 160 . Penggunaan alat ukur c. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a.

“Manual Book AFL”. “Manual Book AFL”. 4. “Vadekum Elektronika”.VI. 2. 5. No. Edminister. 4. Joseph A.SQFL .RTIL c. Fungsi peralatan Teori penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan CCR. SILABUS RATING CCR. “Manual Book AFL”. b. “Teknik Digital” Wasito.CCR . SQFL dan RTIL MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. Dokumen terkait . Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4.Prinsip-prinsip kerja CCR • Moving Coil CCR • Static type CCR • Thyristor CCR . Teori Penunjang : . • SQFL • RTIL b. 2.Rangkaian listrik.SQFL . Teori rinci peralatan . ADB. a. Gramedia 2001. “Aerodrome”..CCR .RTIL b. Teknik peralatan a.Prinsip kerja SQFL dan RTIL . c. 3. Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga. Teori rinci peralatan Blok dan Ciruit diagram Rencan Instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan CCR. Honeywell.Bagian-bagian penting • CCR. SQFL dan RTIL Fungsi peralatan . 48 P 1. Block dan circuit diagram . ………….Teori Digtal c. SQFL dan RTIL 56 - 1. “Manual Book AFL”. .Dasar-dasar Elektronika . 3.Annex 14 . Visual Aids. Rencana Instalasi a. . 1984 Wasito. Siemens. c. 2. Visual Aids. b.Aerodrome Design Manual Path 4. 1. Annex 14.

…………. “Manual Book AFL”. 3. 4. Prosedur pengoperasian Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. SQFL dan RTIL secara benar a.. “Manual Book AFL”. 5. e. 2. SQFL dan RTIL secara benar Prosedur pengoperasian . MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN CCR SQFL RTIL JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 3. Siemens. pemeliharaan CCR. Honeywell. Praktek a.SQFL . Siemens. 3. Prosedur Pengoperasian Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian CCR.No.. …………. ADB. 4. “Manual Book AFL”.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . ADB. “Manual Book AFL”. “Manual Book AFL”. Honeywell. ………….Pemeliharaan Berkala . b. c. e. 2. Pemeliharaan a. Siemens. Prosedur pengoperasian CCR. Honeywell. b. d. ADB. “Manual Book AFL”. “Manual Book AFL”. “Manual Book AFL”. d. . “Manual Book AFL”. 4. b. “Manual Book AFL”. SQFL dan RTIL secara benar. 4. Pemeliharaan Pencegahan . “Manual Book AFL”. 3. c. 2. Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan CCR. “Manual Book AFL”. SQFL dan RTIL Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan 144 1.Trouble shooting 20 1. b. trouble shooting dan analisis sistem a.RTIL 12 - 1.CCR ..

. MATA PELAJARAN (TOPIK) Ujian/Evaluasi a. Teori b. Praktek TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. Teori b.No. Praktek 4 P 16 6.

IV. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan CCR. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. PAPI/VASI System. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas CCR. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. b. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. SQFL and RTIL KODE CCRSQFL-A/KPBP Teori : 88 Jam Praktek : 112 Jam 200 Jam Pelajaran I. PERSYARATAN : a. SQFL dan RTIL wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. SQFL dan RTIL serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. SQFL dan RTIL dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Runway light. Sedangkan Runway Threshold Indentification Light (RTIL) adalah berupa 2 unit lampu yang berkedip (flash) terpasang di kedua sisi ujung landasan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating CCR. Dalam rangka implementasi UU No. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan CCR.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING CCR. SQFL dan RTIL. PENDAHULUAN Constant Current Requlator (CCR) adalah suatu peralatan yang digunakan mengontrol suplai arus tetap pada peralatan Approach light. Threshold Light dan Taxiway light. . Dan Sequence Flashing Light (SQFL) adalah lampu-lampu yang dipasang pada tiap barret lampu approach yang menyala secara berkedip (flashing) searah dengan pendaratan pesawat. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. yang memberikan petunjuk kepada pesawat posisi ambang batas landasan (threshold). II. III. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating.

KURIKULUM RATING CCR. Fungsi peralatan b. Teori penunjang c. 5. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1.V. Penggunaan alat ukur c. Praktek CCRSQFL-A/T/1 CCRSQFL -A/T/2 44 CCRSQFL -A/T/3 CCRSQFL -A/T/4 8 16 CCRSQFL -A/T/5 96 CCRSQFL -A/T/6 4 16 88 112 . Teori rinci peralatan b. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Pemeliharaan pencegahan b. Teori b. 4. 2. Pemelihaaan Pencegahan d. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Blok dan circuit diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Pengoperasian b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. 6. 3. SQFL dan RTIL No. Teori umum peralatan a.

Teknik peralatan a. 1. . SQFL dan RTIL MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a.Annex 14 . “Aerodrome”. . b.VI. “Teknik Digital” Wasito. 2.Rangkaian listrik. ADB. Visual Aids. SQFL dan RTIL Fungsi peralatan ..SQFL . “Vadekum Elektronika”. Edminister. Gramedia 2001. SILABUS RATING CCR. 2. 4. No.SQFL . b. • SQFL • RTIL b. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4. “Manual Book AFL”. Joseph A.RTIL b. Block dan circuit diagram . c.Prinsip-prinsip kerja CCR • Moving Coil CCR • Static type CCR • Thyristor CCR . Teori rinci peralatan .Dasar-dasar Elektronika . Honeywell. Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga.RTIL a. “Manual Book AFL”. SQFL dan RTIL 44 - 1. “Manual Book AFL”.CCR . Siemens.Prinsip kerja SQFL dan RTIL .Teori Digtal c. “Manual Book AFL”. Teori rinci peralatan Blok dan Ciruit diagram Agar peserta mengetahui dan memaham Teknik peralatan CCR. 1984 Wasito. …………. Fungsi peralatan Teori penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan CCR. a. Visual Aids. Teori Penunjang : . Annex 14. 3. 16 P 1. 5. 2. 3.Bagian-bagian penting • CCR.Aerodrome Design Manual Path 4. Dokumen terkait .CCR . 4.

d. “Manual Book AFL”. …………. “Manual Book AFL”. “Manual Book AFL”. ADB. 3. c.SQFL . 4. Pemeliharaan a. 3. 3. Praktek a. Honeywell. SQFL dan RTIL secara benar a.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . SQFL dan RTIL Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting 1. SQFL dan RTIL Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memaham pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. d.RTIL 8 P 1. Honeywell. Praktek 4 16 . 2. b. c. “Manual Book AFL”. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. Honeywell. Prosedur pengoperasian CCR. dan trouble shooting a.No. Siemens. 4. Teori b. 96 5.Trouble shooting 16 1. b.. 4. “Manual Book AFL”. Pemeliharaan Pencegahan . “Manual Book AFL”. 3. 2. “Manual Book AFL”. ADB.CCR .. b. Prosedur pengoperasian CCR. …………. ADB.Pemeliharaan Berkala . SQFL dan RTIL secara benar Prosedur pengoperasian . “Manual Book AFL”.. Siemens. SQFL dan RTIL secara benar. pemeliharaan CCR. “Manual Book AFL”. Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta mengetahui dan memaham prosedur pemeliharaan CCR. 6. Siemens. Teori b. “Manual Book AFL”. Ujian/Evaluasi a. 2. …………. MATA PELAJARAN (TOPIK) Prosedur Pengoperasian TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memaham prosedur pengoperasian CCR. “Manual Book AFL”. 4. “Manual Book AFL”. b.

03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. PERSYARATAN : a. b. taxiway dll. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Dalam rangka implementasi UU No. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan AFL Configuration serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. runway. III. . PENDAHULUAN Airfield Lighting (AFL) Configuration adalah sistem konfigurasi pemasangan peralatan Airfield Lighting System.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING AFL CONFIGURATION 200Jam Pelajaran Teori : Praktek : 108 Jam 88 Jam KODE AFLCFG-B/KPBP I. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan AFL Configuration wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. IV. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas AFL Configuration. II. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating AFL Configuration dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih.). cara pemasangan dan fungsinya serta sistem pemeliharaan. penjelasan lampu-lampu dari AFL (approach. Didalam rating ini menjelaskan sistem konfigurasinya. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. threshold.

Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Layout configurasi c. Penggunaan alat ukur c. 3. Teori umum peralatan a. Pengoperasian b. Praktek AFLCFG-B/A/1 AFLCFG-B/A/2 48 AFLCFG-B/A/3 AFLCFG-B/A/4 8 16 AFLCFG-B/A/5 72 AFLCFG-B/A/6 4 16 108 88 . Teori rinci peralatan b. 2. Fungsi Peralatan b. Pemelihaaan Pencegahan d. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Trouble shooting e. 5.V. 4. Teori b. 6. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 32 1. KURIKULUM RATING AIRFIELD LIGHTING CONFIGURATION No. Teori penunjang c. Pemeliharaan pencegahan b. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a.

Aerodrome Design Manual Path 4.Taxiway light . b. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4. Visual Aids. 2. Teori rinci peralatan Layout konfigurasi Rencana instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan AFL System 48 - 1.Topograpy c. Teori rinci peralatan .………. b. Joseph A. Teori Penunjang .Threshold light .Rangkaian listrik . Annex 14. Annex 14. c. Aerodrome .PALS Cat I.Approach lighting . Manual Book AFL . 2. Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga.Bagian-bagian penting • Approach lighting • Runway light • Taxiway light • Threshold light • Stop Way light b. Visual Aids. b. “Aerodrome Design Manual. c. a.Konfigurasi AFL System .VI. 3. 32 P − 3. Edminister. 1984 1. Teknik peralatan a. Fungsi peralatan Teori Penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan AFL System Fungsi peralatan . Dokumen terkait .Runway light . Visual Aids. II dan III MALS SALS Runway light Threshold light a. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4. 1. Layout konfigurasi AFL System . “Aerodrome”. 2. No.Annex 14. SILABUS RATING AIRFIELD LIGHTING CONFIGURATION MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a.

c. Prosedur pengoperasian AFL System Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan 72 a. Maintenance of Airport Visual and Facilities Airport Services Path 9. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. Maintenance of Airport Visual and Facilities Airport Services Path 9. “Airport Maintenance Practice” Manual Book AFL FAA. trouble shooting dan analisis sistem a. pemeliharaan AFL System secara benar. e.Trouble shooting 16 - a. b. Praktek 4 16 . b. 6. Pemeliharaan Pencegahan . Teori b. d. c. Teori b. Praktek a. Ujian/Evaluasi a. c. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN Taxiway light Rencana Instalasi AFL Configuration System JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T c.Pemeliharaan Berkala .Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . “Airport Maintenance Practice” Manual Book AFL b. b. Pemeliharaan a. d. P 3. Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan Perbaikan a. 5. FAA. c. b. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. Prosedur Pengoperasian Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian AFL System secara benar Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan AFL System secara benar Prosedur pengoperasian AFL System 8 - Manual Book AFL 4. e.No. b.

serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Dalam rangka implementasi UU No. . b. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan AFL Configuration serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. penjelasan lampu-lampu dari AFL (approach. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas AFL Configuration. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating AFL Configuration dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. II. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. IV.). maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan AFL Configuration wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan. runway. cara pemasangan dan fungsinya serta sistem pemeliharaan. PERSYARATAN : a. III. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. threshold. PENDAHULUAN Airfield Lighting (AFL) Configuration adalah sistem konfigurasi pemasangan peralatan Airfield Lighting System.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING AFL CONFIGURATION 144 Jam Pelajaran Teori : Praktek : 76 Jam 68 Jam KODE AFLCFG-B/KPBP I. taxiway dll. Didalam rating ini menjelaskan sistem konfigurasinya. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No.

3. Teori umum peralatan a. KURIKULUM RATING AIRFIELD LIGHTING CONFIGURATION No. Teori penunjang c. Fungsi Peralatan b. Teori b. Layout configurasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Pengoperasian b.V. Penggunaan alat ukur c. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. 2. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1. Praktek AFLCFG-B/T/1 AFLCFG-B/T/2 32 AFLCFG-B/T/3 AFLCFG-B/T/4 8 16 AFLCFG-B/T/5 52 AFLCFG-B/T/6 4 16 76 68 . 4. Pemelihaaan Pencegahan d. 5. Teori rinci peralatan b. Pemeliharaan pencegahan b. 6. Dokumen terkait Teknik peralatan a.

Approach lighting . Fungsi peralatan Teori Penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan AFL System Fungsi peralatan .Bagian-bagian penting • Approach lighting • Runway light • Taxiway light • Threshold light • Stop Way light b. “Aerodrome”. Manual Book AFL . Layout konfigurasi AFL System . SILABUS RATING AIRFIELD LIGHTING CONFIGURATION MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a.Annex 14. b. 3.VI.Konfigurasi AFL System . Teori rinci peralatan Layout konfigurasi Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan AFL System 32 - 1. Edminister. 1. 16 P − 3. Visual Aids.Threshold light . c.Topograpy c. b. Visual Aids. b. Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga.Aerodrome Design Manual Path 4. a. Visual Aids. Annex 14. 2. Teori rinci peralatan . Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4. 1984 1. Annex 14. II dan III MALS SALS Runway light Threshold light a.Runway light . Aerodrome .Rangkaian listrik . Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4. 2.PALS Cat I. Teori Penunjang .………. No. Dokumen terkait . 2. Teknik peralatan a. Joseph A. “Aerodrome Design Manual.Taxiway light .

pemeliharaan AFL System secara benar. b. Prosedur pengoperasian AFL System Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting 52 a. Ujian/Evaluasi a. d. Pemeliharaan Pencegahan . b. Praktek 4 16 . Maintenance of Airport Visual and Facilities Airport Services Path 9. Pemeliharaan a. Teori b. “Airport Maintenance Practice” Manual Book AFL FAA. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan Perbaikan a. b. 5. dan trouble shooting a.No. b. b. “Airport Maintenance Practice” Manual Book AFL b.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . c. 6. FAA. Maintenance of Airport Visual and Facilities Airport Services Path 9. d. c. c.Pemeliharaan Berkala .Trouble shooting 16 - a. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. Praktek a. Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian AFL System secara benar Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan AFL System secara benar Prosedur pengoperasian AFL System 8 - Manual Book AFL 4. Teori b. c. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN Taxiway light JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 3.

maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan PAPI/VASI System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas PAPI/VASI System. PERSYARATAN : a. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. PENDAHULUAN Fungsi dari VASIS adalah alat bantu pendaratan visual yang memancarkan cahaya dan memberi informasi kepada penerbang mengenai sudut luncur (Glide Slope) yang benar untuk dapat mendaratkan pesawatnya secara benar pula. Secara umum fungsi PAPI sama dengan VASIS namun berbeda konfigurasi serta akurasi sudut pendaratannya. IV.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING PAPI/VASI SYSTEM 200 Jam Pelajaran Teori : Praktek : 108 Jam 88 Jam KODE PAPVAS-B/KPBP I. Dalam rangka implementasi UU No. telah ditetapkan bahwa 2 BAR VASI. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan PAPI/VASI System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. digantikan dengan PAPI atau APAPI sedangkan TVASI atau ATVASI tetap menjadi direkomendasikan. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. Sesuai dengan rekomendasi ICAO. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating PAPI/VASI System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. . 2 BAR AVASI dan 3 BAR AVASI sudah tidak lagi menjadi standard internasional sesudah tahun 1995. 3 BAR VASI. III. II. b.

Penggunaan alat ukur c. 5. 4. Layout konfigurasi c. 3. Teori b. 6.V. Pemeliharaan pencegahan b. Pengoperasian b. KURIKULUM RATING PAPI/VASI SYSTEM No. Teori umum peralatan a. Teori rinci peralatan b. Praktek PAPVAS-B/A/1 PAPVAS-B/A/2 48 PAPVAS-B/A/3 PAPVAS-B/A/4 8 16 PAPVAS-B/A/5 72 PAPVAS-B/A/6 4 16 108 88 . Dokumen terkait Teknik peralatan a. 2. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 32 1. Pemelihaaan Pencegahan d. Trouble shooting e. Teori penunjang c. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. Fungsi peralatan b.

Visual Aids. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4. No. b. Annex 14. 2. Teori rinci peralatan . 4. b. Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga. Dokumen terkait . 32 P 1.Ground Check PAPI/VASI System 48 1. Manual Book PAPI/VASI System .Rangkaian listrik . Teori rinci peralatan Layout konfigurasi Rencana instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan PAPI/VASI System a. “Aerodrome”. c. 1. 2.VI. 2. Teknik peralatan a.Optik . Fungsi peralatan PAPI/ VASI System d. 1984 …. SILABUS RATING PAPI/VASI SYSTEM MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a.Topografi c. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4.Bagian-bagian peralatan • PAPI System • VASI System . Edminister.Penempatan lokasi TVASI System • Runway tanpa ILS • Runway dengan ILS . Joseph A. “Aerodrome”. Aerodrome . 3. 3. Visual Aids.Penempatan lokasi PAPI System • Runway tanpa ILS • Runway dengan ILS . Fungsi peralatan Teori Penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan PAPI/VASI System c..Aerodrome Design Manual Path 4. Teori Penunjang . c.Annex 14. Visual Aids. Annex 14.

Maintenance of Airport Visual and Facilities Airport Services Path 9. Ujian/Evaluasi a. 6. trouble shooting dan analisis sistem a. c. c. Maintenance of Airport Visual and Facilities Airport Services Path 9. Prosedur Pengoperasian Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian PAPI/VASI System secara benar Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan PAPI/VASI System secara benar Prosedur pengoperasian PAPI/VASI System 8 - Manual System Book PAPI/VASI 4.Pemeliharaan Berkala . “Airport Maintenance Practice” Manual Book AFL 2. Praktek 4 16 . b. b. c. e. 3. b.Clinometer . POKOK BAHASAN Layout konfigurasi PAPI/ TVASI System Rencana Instalasi PAPI /TVASI System JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 3. 2. Pemeliharaan Pencegahan . 5.PAPI System . Prosedur pengoperasian dan Ground Check : . b.No.Alidade . Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. “Airport Maintenance Practice” Manual Book AFL FAA. Teori b. Praktek a.Theodolite Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan 72 1. Teori b. d.VASI System Penggunaan alat ukur . pemeliharaan PAPI/VASI System secara benar. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN b. Pemeliharaan a. Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan Perbaikan a. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan Trouble shooting 16 - 1. 3. d. FAA. e.

II. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Secara umum fungsi PAPI sama dengan VASIS namun berbeda konfigurasi serta akurasi sudut pendaratannya. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. . PENDAHULUAN Fungsi dari VASIS adalah alat bantu pendaratan visual yang memancarkan cahaya dan memberi informasi kepada penerbang mengenai sudut luncur (Glide Slope) yang benar untuk dapat mendaratkan pesawatnya secara benar pula. b. III. 3 BAR VASI. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. digantikan dengan PAPI atau APAPI sedangkan TVASI atau ATVASI tetap menjadi direkomendasikan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan PAPI/VASI System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. IV. 2 BAR AVASI dan 3 BAR AVASI sudah tidak lagi menjadi standard internasional sesudah tahun 1995. Sesuai dengan rekomendasi ICAO. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating PAPI/VASI System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. PERSYARATAN : a. telah ditetapkan bahwa 2 BAR VASI. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan PAPI/VASI System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Dalam rangka implementasi UU No. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas PAPI/VASI System. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING PAPI/VASI SYSTEM 144 Jam Pelajaran Teori : Praktek : 76 Jam 68 Jam KODE PAPVAS-B/KPBP I.

Teori umum peralatan a. 4. Pemeliharaan pencegahan b. 3. Teori b. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1.V. Teori penunjang c. 5. Praktek PAPVAS-B/T/1 PAPVAS-B/T/2 32 PAPVAS-B/T/3 PAPVAS-B/T/4 8 16 PAPVAS-B/T/5 52 PAPVAS-B/T/6 4 16 76 68 . Teori rinci peralatan b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Layout konfigurasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Fungsi peralatan b. 2. 6. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Pengoperasian b. Pemelihaaan Pencegahan d. KURIKULUM RATING PAPI/VASI SYSTEM No. Penggunaan alat ukur c. Dokumen terkait Teknik peralatan a.

2.VI. “Aerodrome”. 1. Teori rinci peralatan . Manual Book PAPI/VASI System .Ground Check PAPI/VASI System 32 - 1. “Aerodrome”.Topografi c.Annex 14. Edminister. Visual Aids. 3.Penempatan lokasi TVASI System • Runway tanpa ILS • Runway dengan ILS . Annex 14.Bagian-bagian peralatan • PAPI System • VASI System .Aerodrome Design Manual Path 4.Penempatan lokasi PAPI System • Runway tanpa ILS • Runway dengan ILS .. No. Visual Aids. Teori Penunjang . SILABUS RATING PAPI/VASI SYSTEM MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. Fungsi peralatan Teori Penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan PAPI/VASI System c. 16 P 1. b. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4. Dokumen terkait . 3. 2. Annex 14. c. Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga.Optik . Teori rinci peralatan Layout konfigurasi Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan PAPI/VASI System a. Joseph A. 2.Rangkaian listrik . Teknik peralatan a. Aerodrome . 4. Visual Aids. b. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4. 1984 …. Fungsi peralatan PAPI/ VASI System d.

3. b. “Airport Maintenance Practice” Manual Book AFL 2. FAA. Praktek a.Pemeliharaan Berkala . Maintenance of Airport Visual and Facilities Airport Services Path 9.No. 2. Ujian/Evaluasi a. pemeliharaan PAPI/VASI System secara benar. b.VASI System Penggunaan alat ukur . Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian PAPI/VASI System secara benar Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan PAPI/VASI System secara benar Prosedur pengoperasian PAPI/VASI System 8 - Manual System Book PAPI/VASI 4. Praktek 4 16 . dan trouble shooting a. Teori b. d. “Airport Maintenance Practice” Manual Book AFL FAA. d. b.Theodolite Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting 52 1. Maintenance of Airport Visual and Facilities Airport Services Path 9. 3. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. c.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan Trouble shooting 16 - 1. Pemeliharaan Pencegahan . MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN b. 6. c.Alidade . Pemeliharaan a. Teori b. Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan Perbaikan a.PAPI System . 5. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian.Clinometer . b. Prosedur pengoperasian dan Ground Check : . POKOK BAHASAN Layout konfigurasi PAPI/ TVASI System JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 3.

2. PENDAHULUAN Peralatan signals meliputi : 1. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. berupa letak dari bandara yang akan di daratinya dengan isyarat lampu yang memancarkan sinar hijau dan putih dengan intensitas cahaya yang tinggi. Wind Directional Indicator Light. 3. yaitu lampu penunjuk arah pendaratan berbentuk hurut “T” yang dapat dikontrol arahnya dengan menggunakan motor. peralatan ini merupakan sirene yang dibunyikan oleh petugas ATC dari Tower yang berfungsi memberikan peringatan pada para petugas bandara yang bekerja di lapangan bahwa akan ada pesawat yang akan mendarat atau akan melakukan tinggal landas. Rotating Beacon. Peralatan Beacon meliputi : 1. . lampu yang menunjukkan letak wind shock pada area dekat landasan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Signals dan Beacons dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. II. Dalam rangka implementasi UU No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Signals dan Beacons serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Sirine Warning System. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Signals dan Beacons wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. sehingga penerbang melihat sinar cahaya yang berputar berwarna hijau dan putih silih berganti menghasilkan cahaya kedip 12 kali per menit. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. berupa Obstacle light dan Hazard Beacon. Landing Direction Indicator. 2.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING SIGNALS AND BEACONS 120 Jam Pelajaran Teori : 60 Jam Praktek : 60 Jam KODE SIGNBEA-C/KPBP I. Obstruction Lighting atau tanda bahaya. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. lampu yang memberikan petunjuk kepada penerbang yang akan melakukan pendaratan.

3. KURIKULUM RATING SIGNALS AND BEACONS No. Fungsi peralatan b. b. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. 5. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Trouble shooting e. PERSYARATAN : a. Blok dan circuit diagram c. Teori penunjang c. Teori umum peralatan a. 4. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a.III. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 8 1. IV. Penggunaan alat ukur c. Pemeliharaan Pencegahan d. Teori rinci peralatan b. 2. Pengoperasian b. Teori b. V. 6. Pemeliharaan pencegahan b. Praktek SIGNBEA-C/A/1 SIGNBEA-C/A/2 32 SIGNBEA-C/A/3 SIGNBEA-C/A/4 8 8 SIGNBEA-C/A/5 44 SIGNBEA-C/A/6 4 16 60 60 . MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Signals dan Beacons.

Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga.Annex 14. c. Prosedur Pengoperasian Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian Signals and Beacons secara benar Prosedur pengoperasian Signal and Beacon 8 - Manual Book . c. 3. 8 P 1. 2. Teori Penunjang . .Apron Flood Light . Dokumen terkait . Teori rinci peralatan . Annex 14. 198 1. b. - Aerodrome Design Manual Path 4. b.Traffic Light . Visual Aids. Teknik peralatan a. b. Joseph A. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4. Aerodrome a. Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Rencana Instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan peralatan Signals and Beacons a.Sirene Block dan circuit diagram Signal and Beacon Rencana Instalasi Signal and Beacon Manual Book 3. Edminister. No.Landing T. Fungsi peralatan Teori penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan Fungsi peralatan Signals and Beacons Fungsi peralatan Signals and Beacons b. “Aerodrome”. SILABUS RATING SIGNALS AND BEACONS MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. 32 - 2.Rangkaian listrik c.Obstruction Lght .Rotating Beacon . Visual Aids. c.VI.Wind Cone .

No. Pemeliharaan Pencegahan . b. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan Trouble shooting Analisis sistem peralatan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. d. e. Praktek a. b. Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan Perbaikan TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan Signals and Beacons secara benar a. Praktek 4 16 . Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. Ujian/Evaluasi a. c. d. b.Pemeliharaan Berkala .Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . MATA PELAJARAN (TOPIK) Pemeliharaan a. e. b.Trouble shooting 8 P Manual Book 4. c. trouble shooting dan analisis sistem a. Teori b. 5. Prosedur pengoperasian Signal and Beacon Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan - 44 Manual Book 6. Teori b. pemeliharaan Signals and Beacons secara benar.

Rotating Beacon. yaitu lampu penunjuk arah pendaratan berbentuk hurut “T” yang dapat dikontrol arahnya dengan menggunakan motor. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. 3. 2. Landing Direction Indicator. Obstruction Lighting atau tanda bahaya.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING SIGNALS AND BEACONS 80 Jam Pelajaran Teori : 48 Jam Praktek : 32 Jam KODE SIGNBEA-C/KPBP I. 2. berupa letak dari bandara yang akan di daratinya dengan isyarat lampu yang memancarkan sinar hijau dan putih dengan intensitas cahaya yang tinggi. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. Sirine Warning System. peralatan ini merupakan sirene yang dibunyikan oleh petugas ATC dari Tower yang berfungsi memberikan peringatan pada para petugas bandara yang bekerja di lapangan bahwa akan ada pesawat yang akan mendarat atau akan melakukan tinggal landas. II. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Signals dan Beacons dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. berupa Obstacle light dan Hazard Beacon. sehingga penerbang melihat sinar cahaya yang berputar berwarna hijau dan putih silih berganti menghasilkan cahaya kedip 12 kali per menit. Peralatan Beacon meliputi : 1. lampu yang memberikan petunjuk kepada penerbang yang akan melakukan pendaratan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Wind Directional Indicator Light. lampu yang menunjukkan letak wind shock pada area dekat landasan. . 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. PENDAHULUAN Peralatan signals meliputi : 1. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Signals dan Beacons wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Signals dan Beacons serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Dalam rangka implementasi UU No.

Blok dan circuit diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a.III. Pemeliharaan pencegahan b. PERSYARATAN : a. Penggunaan alat ukur c. KURIKULUM RATING SIGNALS AND BEACONS No. 3. Teori penunjang c. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. b. Teori b. 6. 2. Praktek SIGNBEA-C/T/1 SIGNBEA-C/T/2 24 SIGNBEA-C/T/3 SIGNBEA-C/T/4 4 8 SIGNBEA-C/T/5 20 SIGNBEA-C/T/6 4 12 48 32 . 4. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 8 1. Teori umum peralatan a. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. Pengoperasian b. V. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. 5. Teori rinci peralatan b. Fungsi peralatan b. Dokumen terkait Teknik peralatan a. IV. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Signals dan Beacons. Pemeliharaan Pencegahan d. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a.

Annex 14.Traffic Light . Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga. Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian Signals and Beacons secara benar Prosedur pengoperasian Signal and Beacon 4 - Manual Book 4. Fungsi peralatan Teori penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan Fungsi peralatan Signals and Beacons Fungsi peralatan Signals and Beacons b.Obstruction Lght . Visual Aids. Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan peralatan Signals and Beacons a. b. Edminister. Pemeliharaan Pencegahan Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan Signals and a. “Aerodrome”. Annex 14. No. b.Perbaikan preventif 8 - Manual Book . Teori Penunjang .Sirene Block dan circuit diagram Signal and Beacon Manual Book 3. Joseph A.Pemeliharaan Berkala .Landing T. Pemeliharaan a. - Aerodrome Design Manual Path 4. 198 1. . 8 P 1. 3. Aerodrome a. b.Rotating Beacon . Dokumen terkait . Visual Aids. Teori rinci peralatan . c. Teknik peralatan a. SILABUS RATING SIGNALS AND BEACONS MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4. Pemeliharaan Pencegahan .VI.Apron Flood Light .Wind Cone . 24 - 2.Rangkaian listrik c. 2.

Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. dan trouble shooting a.Trouble shooting JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 5. c. Teori b. d. POKOK BAHASAN Pemeliharaan Perbaikan . d. MATA PELAJARAN (TOPIK) Pemeliharaan Perbaikan TUJUAN Beacons secara benar b. pemeliharaan Signals and Beacons secara benar. b. Teori b. b. Praktek 4 12 . Praktek a. b.No. Prosedur pengoperasian Signal and Beacon Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting - 20 Manual Book 6. c. Ujian/Evaluasi a.

Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Power Control System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. PERSYARATAN : a. mengatur dan merekam kegiatan peralatan listrik dan mekanik yang berada dalam gedung agar dapat bekerja secara tepat guna. . sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Power Control System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING POWER CONTROL SYSTEM KODE PCS-A/KPL&SPPPU 272 Jam Pelajaran Teori : 132 Jam Praktek : 140 Jam I. III. Sistem juga dapat melaporkan peralatan-peralatan yang telah tiba saatnya pemeliharaan berkalanya serta dapat mengkontrol secara otomatis untuk menghidupkan dan mematikan genset dan lain-lain. b. II. letak peralatan. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Power Control System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. waktu terjadinya dan bentuk kesalahan yang dapat tercetak pada alarm priter dan terekam dalam kumpulan data pada hard disk. Dalam rangka implementasi UU No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Power Control System. IV. Sebagai contoh sistem ini dapat memberikan laporan terjadinya kelainan pada peralatan. yang mencakup nama peralatan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. PENDAHULUAN Power Control System adalah suatu sistem kontrol manajemen yang menggunakan komputer sehingga mampu memantau (memonitoring). Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan.

Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 40 1. Pengoperasian b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Trouble shooting e. KURIKULUM RATING POWER CONTROL SYSTEM No. Pemeliharaan pencegahan b. Pemelihaaan Pencegahan d. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. Teori umum peralatan a.V. 3. Penggunaan alat ukur c. Fungsi peralatan b. 5. Rencana instalasi Prosedur pengoperasian Pemeliharaan a. Teori rinci peralatan b. 6. Teori b. Praktek PCS-A/A/1 PCS-A/A/2 64 PCS-A/A/3 PCS-A/A/4 8 16 PCS-A/A/5 124 PCS-A/A/6 4 16 132 140 . Dokumen terkait Teknik peralatan a. 4. Teori penunjang c. Blok dan circuit diagram c. 2.

• Protocol/Interface • Operating System . − 2.PT Gramedia Pustaka Utama.Microprocessor 40 P 1. 1.Automation level b. Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Rencana Instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan PCS Teori Rinci Peralatan . SILABUS RATING POWER CONTROL SYSTEM MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. c.Programmable Logic Controller . Rencana Instalasi Power d.Management Level • Reloading • Load Shadding • Synchronizing • System Proteksi • Remote Control Sys. No. . Teori penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum dalam peralatan PCS a. Fungsi peralatan b. Teknik peralatan a.Pengetahuan Komunikasi data • Dasar dasar Komputer • Sistem jaringan • Media transmisi. ”Vadekum Elektronika”.VI.Maintenance Center . b.Mimic panel . 2. b. 64 - Manual Book .Sensoric actoric . Wasito S..Modulator Demodulator . Fungsi peralatan PCS Teori Penunjang . Block dan circuit diagram Power Control System c. 2001 ….

c. b. b.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan - 16 - Manual Book 5. b. Ujian/Evaluasi a. c.Pemeliharaan Berkala . MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN Control System JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 3. e. Teori b. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. Teori b. trouble shooting dan analisis sistem a. Pemeliharaan Pencegahan . d. Praktek a. e. b. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan Trouble shooting Analisis sistem peralatan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. Prosedur standar pengoperasian Pendeteksi gangguan Prosedur pemulihan 8 - Manual Book 4. Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan PCS secara benar a.No. f. b. Pemeliharaan a. Prosedur Pengoperasian a. e. d. c. Prosedur pengoperasian Pendeteksi gangguan Prosedur pemulihan standar Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian PCS secara benar d. Prosedur pengoperasian Pengunaan alat ukur Pemeliharaan Trouble shooting Analisis sistem peralatan - 124 Manual Book 6. pemeliharaan PCS secara benar. Praktek 4 16 .

SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Sistem juga dapat melaporkan peralatan-peralatan yang telah tiba saatnya pemeliharaan berkalanya serta dapat mengkontrol secara otomatis untuk menghidupkan dan mematikan genset dan lain-lain. II. . b. waktu terjadinya dan bentuk kesalahan yang dapat tercetak pada alarm priter dan terekam dalam kumpulan data pada hard disk. mengatur dan merekam kegiatan peralatan listrik dan mekanik yang berada dalam gedung agar dapat bekerja secara tepat guna. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. yang mencakup nama peralatan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Power Control System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Power Control System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. Sebagai contoh sistem ini dapat memberikan laporan terjadinya kelainan pada peralatan. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Power Control System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Power Control System. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. PERSYARATAN : a. letak peralatan. PENDAHULUAN Power Control System adalah suatu sistem kontrol manajemen yang menggunakan komputer sehingga mampu memantau (memonitoring). Dalam rangka implementasi UU No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING POWER CONTROL SYSTEM KODE PCS-A/KPL&SPPPU 200 Jam Pelajaran Teori : 100 Jam Praktek : 100 Jam I. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. III. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. IV. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan.

3. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Teori umum peralatan a. 6. Blok dan circuit diagram Prosedur pengoperasian Pemeliharaan a.V. Pemeliharaan pencegahan b. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Fungsi peralatan b. KURIKULUM RATING POWER CONTROL SYSTEM No. 4. Praktek PCS-A/T/1 PCS-A/T/2 48 PCS-A/T/3 PCS-A/T/4 8 16 PCS-A/T/5 84 PCS-A/T/6 4 16 100 100 . Teori rinci peralatan b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. 5. Penggunaan alat ukur c. Pemelihaaan Pencegahan d. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 24 1. 2. Pengoperasian b. Teori b. Teori penunjang c.

− 2.Mimic panel . b.. • Protocol/Interface • Operating System . 2001 …. ”Vadekum Elektronika”. SILABUS RATING POWER CONTROL SYSTEM MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPE L PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum dalam peralatan PCS a.VI. b.Modulator Demodulator . b. .Pengetahuan Komunikasi data • Dasar dasar Komputer • Sistem jaringan • Media transmisi. Teori umum peralatan a.Sensoric actoric . Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan PCS c. No. Fungsi peralatan b.Maintenance Center . Teori Rinci Peralatan .Automation level Block dan circuit diagram Power Control System 48 - Manual Book .Microprocessor 24 P 1. 1.Management Level • Reloading • Load Shadding • Synchronizing • System Proteksi • Remote Control Sys. Teori penunjang 2. Fungsi peralatan PCS Teori Penunjang . Wasito S.PT Gramedia Pustaka Utama. Teknik peralatan a.Programmable Logic Controller .

c. Prosedur pengoperasian Pengunaan alat ukur Pemeliharaan Trouble shooting - 84 Manual Book 6. Prosedur pengoperasian Pendeteksi gangguan Prosedur pemulihan standar 4. dan trouble shooting a. b. c. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. Prosedur Pengoperasian a. Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan PCS secara benar a. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPE L PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian PCS secara benar d.No. e. pemeliharaan PCS secara benar. Pemeliharaan a. Teori b. Praktek 4 16 .Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan - 16 - Manual Book 5. c. Prosedur standar pengoperasian Pendeteksi gangguan Prosedur pemulihan 8 P Manual Book 3. d. b. d. Pemeliharaan Pencegahan . Teori b. b.Pemeliharaan Berkala . f. Praktek a. Ujian/Evaluasi a. b. b. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian.

03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING AIRCRAFT DOCKING GUIDANCE SYSTEM KODE ADGS-A/KPL&SPPPU Teori : 132 Jam Praktek : 140 Jam 272 Jam Pelajaran I. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Aircraft Docking Guidance System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. II. PENDAHULUAN Aircraft Docking Guidance System adalah peralatan untuk menuntut pesawat udara yang baru saja mendarat menuju ke satu posisi parkir yang sudah ditetapkan dengan bantuan seperangkat peralatan panduan parkir secara visual. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Aircraft Docking Guidance System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. Dalam rangka implementasi UU No. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlihan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Aircraft Docking Guidance System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. PERSYARATAN : a. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Aircraft Docking Guidance System. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. IV. . III. b.

Teori penunjang c. 5. Teori rinci peralatan b. Kalibrasi c. 6. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Blok dan circuit diagram c. 4. Penggunaan alat ukur d. Praktek ADGS-A/A/1 ADGS-A/A/2 64 ADGS-A/A/3 ADGS-A/A/4 8 16 ADGS-A/A/5 124 ADGS-A/A/6 4 16 132 140 . Fungsi peralatan b. KURIKULUM RATING ADGS No. Pengoperasian b.V. Teori b. 2. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Teori umum peralatan a. 3. Pemeliharaan pencegahan b. Trouble shooting f. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 40 1. Pemelihaaan Pencegahan e.

Fungsi Peralatan Teori Penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan ADGS a.VI. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4. 2. 3. Joseph A. Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Rencana instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan ADGS a. Fungsi Peralatan Teori Penunjang . “Aerodrome”. Gramedia 2001. c.Rangkaian Listrik .Micro controller . b. Visual Aids. Visual Aids 40 P 1. “Vadekum Elektronika”.ICAO Annex 14 . 1. c. Annex 14.Jenis Sensor • Laser • Loop metal detector • Camera .Sistem Kalibrasi 64 - Manual Book ADGS. Edminister.Programmable Logic Control (PLC) . b. .Bagian-bagian penting ADGS • Sensor • Display • Prosessing data control • Operation control unit .Aerodrome manual Part 4. 1984 Wasito. b. SILABUS RATING ADGS MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. No. Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga.Teknik elektronika dan digital . Teori rinci peralatan . Teknik peralatan a.Sensoric Dokumen terkait . 4. “Teknik Digital” Wasito. c. 5.Dasar-dasar komputer . 2.

pemeliharaan ADGS secara benar.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . Ujian/Evaluasi a. Prosedur pengoperasian ADGS Kalibrasi Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan ADGS - 124 Manual Book ADGS. b. Pemeliharaan Pencegahan . Prosedur pengoperasian Kalibrasi Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian.Trouble shooting 16 - Manual Book ADGS. e. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN b. 4.Pemeliharaan Berkala . b. e. Teori Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. Teori b. Praktek 4 16 . Prosedur Pengoperasian Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian ADGS secara benar Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan ADGS secara benar Prosedur pengoperasian ADGS 8 - Manual Book ADGS. f. 5.Blok control . b. Pemeliharaan pencegahan Pemeliharaan perbaikan a. Praktek a. POKOK BAHASAN Block dan circuit diagram .Blok sensor . c. b. Pemeliharaan a. b. trouble shooting dan analisis sistem a. d.No. d. c. f. 6.Blok Display Rencana instalasi ADGS JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P c. 3.

Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan. b. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. II. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. PERSYARATAN : a. Dalam rangka implementasi UU No. III. IV. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Aircraft Docking Guidance System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Aircraft Docking Guidance System. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Aircraft Docking Guidance System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. . 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING AIRCRAFT DOCKING GUIDANCE SYSTEM KODE ADGS-A/KPL&SPPPU Teori : 100 Jam Praktek : 100 Jam 200 Jam Pelajaran I. PENDAHULUAN Aircraft Docking Guidance System adalah peralatan untuk menuntut pesawat udara yang baru saja mendarat menuju ke satu posisi parkir yang sudah ditetapkan dengan bantuan seperangkat peralatan panduan parkir secara visual. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Aircraft Docking Guidance System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan.

Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 24 1. Pemelihaaan Pencegahan e. 3.V. KURIKULUM RATING ADGS No. Blok dan circuit diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Teori penunjang c. Praktek ADGS-A/T/1 ADGS-A/T/2 48 ADGS-A/T/3 ADGS-A/T/4 8 16 ADGS-A/T/5 84 ADGS-A/T/6 4 16 100 100 . Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. 5. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Pengoperasian b. Pemeliharaan pencegahan b. Fungsi peralatan b. 2. 6. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Teori b. 4. Penggunaan alat ukur d. Kalibrasi c. Teori rinci peralatan b. Teori umum peralatan a.

Edminister. . 5. 1984 Wasito.Teknik elektronika dan digital . “Vadekum Elektronika”. Gramedia 2001. Teknik peralatan a. 4. b.Micro controller .Jenis Sensor • Laser • Loop metal detector • Camera . Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga. c.Programmable Logic Control (PLC) . Fungsi Peralatan Teori Penunjang . Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan ADGS a. Teori rinci peralatan . c. “Teknik Digital” Wasito.Sensoric Dokumen terkait .Dasar-dasar komputer .ICAO Annex 14 . Visual Aids. Joseph A. “Aerodrome”.Rangkaian Listrik . 3.Aerodrome manual Part 4. b. 2.Sistem Kalibrasi 48 - Manual Book ADGS. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4. Fungsi Peralatan Teori Penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan ADGS a.VI. Visual Aids 24 P 1. 2. SILABUS RATING ADGS MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. b.Bagian-bagian penting ADGS • Sensor • Display • Prosessing data control • Operation control unit . Annex 14. 1. No.

c. Ujian/Evaluasi a. e. b. Prosedur pengoperasian ADGS Kalibrasi Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting - 84 Manual Book ADGS. b. b.Blok sensor . MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN b. Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian ADGS secara benar Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan ADGS secara benar Prosedur pengoperasian ADGS 8 - Manual Book ADGS. Prosedur pengoperasian Kalibrasi Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . Pemeliharaan pencegahan Pemeliharaan perbaikan a. Pemeliharaan a. d.Blok control . 6. 4.No. Teori Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. c. e. Pemeliharaan Pencegahan . POKOK BAHASAN Block dan circuit diagram . b. Praktek 4 16 . Teori b. Praktek a.Trouble shooting 16 - Manual Book ADGS.Blok Display JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 3.Pemeliharaan Berkala . 5. d. b. pemeliharaan ADGS secara benar dan trouble shooting a.

PENDAHULUAN Generator Set (Genset) adalat suatu pembangkit listrik tenaga diesel yang digunakan di Bandar Udara sebagai catu daya cadangan bila terjadi pemadaman aliran listrik PLN. IV. II. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Genset dan Acos. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING GENSET AND ACOS 200 Jam Pelajaran Teori : 88 Jam Praktek : 112 Jam KODE G&A-B/KPL&SPPPU I. maka dipasang sebuah panel Automatic Changeover Switch (ACOS). maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Genset dan ACOS wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. . Dalam rangka implementasi UU No. Untuk menghidupan genset dan pengambil-alihan beban secara otomatis dari PLN ke Genset saat terjadi aliran listrik PLN padam atau sebaliknya saat PLN hidup (ON) kembali dan pengambialihan beban dari genset ke PLN dan kemudian genset mati secara otomatis. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Genset dan Acos dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kompetensi serta terlatih. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Genset dan Acos serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. PERSYARATAN : a. III. b.

Teori b. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. Fungsi peralatan b. Penggunaan alat ukur c. Teori rinci peralatan b. Pemelihaaan Pencegahan d. 5. KURIKULUM RATING GENSET DAN ACOS No. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Blok dan circuit diagram c. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1. Trouble shooting e. Pemeliharaan pencegahan b. Teori umum peralatan a. Pengoperasian b. Teori penunjang c. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. 2.V. 4. 6. 3. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Praktek G&A-B/A/1 G&A-B/A/2 40 G&A-B/A/3 G&A-B/A/4 12 16 G&A-B/A/5 96 G&A-B/A/6 4 16 88 112 .

Manual Book AMF” ……… . b. Annex 14. Theraja B.Bagian-Bagian Peralatan ACOS • AMF • Control relay . 2. Teori rinci peralatan Blok dan circuit diagram Rencana instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan Genset & ACOS a. main. “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb.Teknik Tenaga Listrik . New Delhi1980. 5. Teori penunjang . “Electrical Technology. Electrical System. 1.Genset .L. “Mekanikal Dasar” BBI.Cara kerja : • Genset standby. Dokumen terkait Annex 14. ….Sistem pengaman .Relay c. 16 P 1. Fungsi peralatan Teori penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan Genset dan ACOS Fungsi peralatan . • Genset Sinkron • No break Genset . “Mekanikal overhoule” SEG. 2. b. Teknik peralatan a. BBI. Zuhal. 3. Aerodrome Aerodrome Design Manual Path 5. 3. 4. Teori rinci peralatan . “Aerodrome”. c. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 5. 4. 1982. SILABUS RATING GENSET DAN ACOS MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a.VI. No. Electrical System a. c.ACOS b. 2.Engine .Cara kerja ACOS 40 - 1.Bagian-Bagian Peralatan Genset • Engine • Alternator • Panel Genset • Accessories .

Manual Book AMF” ……… 4.Perhitungan pengaman dan pemutus JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P c. “Mekanikal Dasar” BBI. 3. b. . 2. Manual Book AMF” ……… BBI. b. 4.Tachometer . 4. b.Trouble shooting 16 1. trouble shooting dan analisis sistem a. e. Pemeliharaan a. c. c. 4. Manual Book AMF” ……… BBI. 5. “Mekanikal overhoule” SEG. Prosedur Pengoperasian Genset Prosedur pengoperasian ACOS Penggunaan alat ukur . 2.Pemeliharaan Berkala . Pemeliharaan Pencegahan . POKOK BAHASAN Block dan circuit diagram . Prosedur Genset Prosedur ACOS pengoperasian pengoperasian 12 - 1. Pemeliharaan pencegahan Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan Genset dan ACOS secara benar a. 3.Injector Tester Pemeliharaan pencegahan - 96 1. “Mekanikal overhoule” SEG. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN b.Alternator . Prosedur Pengoperasian Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian Genset dan ACOS secara benar a. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. “Mekanikal overhoule” SEG. 2.Perhitungan panel ACOS . 3. Praktek a. b. pemeliharaan Genset dan ACOS secara benar.AVR . d.Perhitungan beban listrik . 3. d.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . “Mekanikal Dasar” BBI.ACOS Rencana Instalasi .No. “Mekanikal Dasar” BBI.Pressure Gauge . b. BBI.

Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN e. POKOK BAHASAN Trouble shooting Analisis sistem peralatan JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 6. f. Praktek 4 16 . Teori b. Teori b. Ujian/Evaluasi a.No.

PENDAHULUAN Generator Set (Genset) adalat suatu pembangkit listrik tenaga diesel yang digunakan di Bandar Udara sebagai catu daya cadangan bila terjadi pemadaman aliran listrik PLN. maka dipasang sebuah panel Automatic Changeover Switch (ACOS). 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Genset dan Acos dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kompetensi serta terlatih. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Genset dan Acos. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. IV. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. PERSYARATAN : a. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan. Dalam rangka implementasi UU No. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Genset dan ACOS wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING GENSET AND ACOS 144 Jam Pelajaran Teori : 76 Jam Praktek : 68 Jam KODE G&A-B/KPL&SPPPU I. . serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Untuk menghidupan genset dan pengambil-alihan beban secara otomatis dari PLN ke Genset saat terjadi aliran listrik PLN padam atau sebaliknya saat PLN hidup (ON) kembali dan pengambialihan beban dari genset ke PLN dan kemudian genset mati secara otomatis. II. III. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Genset dan Acos serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. b.

Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Teori b. Teori rinci peralatan b. Penggunaan alat ukur c. Teori penunjang c. Praktek G&A-B/T/1 G&A-B/T/2 32 G&A-B/T/3 G&A-B/T/4 8 16 G&A-B/T/5 52 G&A-B/T/6 4 16 76 68 . Fungsi peralatan b. 2. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1. KURIKULUM RATING GENSET DAN ACOS No. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Pengoperasian b. Pemelihaaan Pencegahan d. 5. Teori umum peralatan a. 4. 6. Pemeliharaan pencegahan b. Blok dan circuit diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. 3.V. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a.

Teori rinci peralatan Blok dan circuit diagram Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan Genset & ACOS a. “Mekanikal overhoule” SEG. main. “Electrical Technology. • Genset Sinkron • No break Genset . 4.Cara kerja : • Genset standby. 1982. BBI.Engine . …. “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb.VI. 16 P 1. New Delhi1980.Bagian-Bagian Peralatan Genset • Engine • Alternator • Panel Genset • Accessories . Dokumen terkait Annex 14. Teori penunjang .Sistem pengaman .ACOS b. Annex 14. 4. Manual Book AMF” ……… . b. 2.Bagian-Bagian Peralatan ACOS • AMF • Control relay . 1. “Aerodrome”. SILABUS RATING GENSET DAN ACOS MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. Electrical System. b. 2. Fungsi peralatan Teori penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan Genset dan ACOS Fungsi peralatan . 3. Teknik peralatan a. Zuhal.Cara kerja ACOS 32 - 1. Electrical System a. 5. 3. 2.Relay c. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 5. c. Teori rinci peralatan .Genset . “Mekanikal Dasar” BBI.Teknik Tenaga Listrik . Theraja B.L. Aerodrome Aerodrome Design Manual Path 5. No.

Tachometer . pemeliharaan Genset dan ACOS secara benar. c. POKOK BAHASAN Block dan circuit diagram . b.Pressure Gauge . “Mekanikal overhoule” SEG. Pemeliharaan Pencegahan . b. 8 - 1. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. BBI. 4.Injector Tester Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting - 52 1.Trouble shooting 16 - 1. 4.ACOS Prosedur Genset Prosedur ACOS pengoperasian pengoperasian JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 3.Alternator . 2.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . Praktek 4 16 . Manual Book AMF” ……… BBI. 3. Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian Genset dan ACOS secara benar a.AVR . c. b. 5. “Mekanikal Dasar” BBI. 2. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN b. Ujian/Evaluasi a. Pemeliharaan a. dan trouble shooting a. d. b. 4. “Mekanikal Dasar” BBI. 2. “Mekanikal overhoule” SEG. Praktek a. Manual Book AMF” ……… BBI. b. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. Prosedur Pengoperasian Genset Prosedur pengoperasian ACOS Penggunaan alat ukur . 3. Manual Book AMF” ……… 4.Pemeliharaan Berkala . 3. Teori b. d. Teori b. “Mekanikal overhoule” SEG. “Mekanikal Dasar” BBI. 6. Pemeliharaan pencegahan Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan Genset dan ACOS secara benar a.No.

b. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Dalam rangka implementasi UU No. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. III. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Transmission and Distribution. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Transmission and Distribution serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. transmisi.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING TRANSMISSION AND DISTRIBUTION 200 Jam Pelajaran Teori : 100 Jam Praktek : 100 Jam KODE T&D-B/KPL&SPPPU I. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Transmission and Distribution dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. PENDAHULUAN Sistem tenaga listrik pada umumnya terdiri dari empat unsur yaitu pembangkit. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. Di dalam diklat Rating ini menjelaskan peralatan-peralatan transmisi dan distribusi. Transmisi digunakan untuk menyaluran tenaga listrik dari pembangkit ke pusat-pusat beban sedangkan distribusi digunakan untuk menyalurkan tenaga listrik dari pusat beban ke masing-masing pemakai tenaga listrik. PERSYARATAN : a. . Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. II. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Transmission and Distribution wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. distribusi dan pemakai tenaga listrik. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. IV.

Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Prosedur pengoperasian b. 3. Penyambungan kabel c. Fungsi peralatan b. KURIKULUM RATING TRANSMISSION AND DISTRIBUTION No. Pemeliharaan h. Teori rinci peralatan b. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 24 1. Wiring panel TM dan TR g. Teori umum peralatan a. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Praktek T&D-B/A/1 T&D-B/A/2 48 T&D-B/A/3 T&D-B/A/4 8 16 T&D-B/A/5 84 T&D-B/A/6 4 16 100 100 . Teori b. Analisis sistem jaringan Ujian/Evaluasi a. 2. Pencarian gangguan d. Teori penunjang c. Trouble shooting i. Pemeliharaan pencegahan b. 6. 4. Pengujian relay proteksi f. Dokumen terkait Teknik peralatan a.V. 5. Klasifikasi c. Penggunaan alat ukur e.

3. Schaum Series “Rangkaian Listrik” . “Transmisi Tenaga Listrik” UIP 1998. Aris Munanandar. 2.Panel TR .VI.Sistem Distribusi .Konfigurasi sistem 48 - 1. Electrical System 6. Teori Rinci Peralatan . New Delhi1980.Rangkaian Listrik . 4. SILABUS RATING TRANSMISSION AND DISTRIBUTION MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a.Networking System .Hubung singkat .Arrester . “Distribusi dan Utilitasi Tenaga Listrik”. b. c.L.Switchgear .L. Abdul Kadir. New Delhi1980. Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga. Teori Penunjang . Joseph A. Edminister. 7. “Distribusi dan Utilitasi Tenaga Listrik”. “Electrical Technology.Penghantar . Fungsi peralatan Trans & Dist.Capacitor bank .Tegangan surja c. b.Sistem Transmisi . Teknik Tenaga Listrik”. Abdul Kadir. Abdul Kadir.Panel TM Klasifikasi Trans & Dist. Electrical System 24 P 5. 9. “Electrical Technology. 1. Aerodrome Design Manual Path 5.Aerodrome Design Manual Path 5. Teori rinnci peralatan Klasifikasi Rencana instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan Trans & Dist a. UIP 2000 8. Dokumen terkait .Gangguan arus bocor .Transformator Daya . . Fungsi peralatan Teori penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan Trans & Dist.Sistem Proteksi .Komponen Simetris . c. Theraja B. “Transmisi Tenaga Listrik” UIP 1998. 1984 10. b. No. Joseph A. b. Edminister. Abdul Kadir. a. 2. UIP 2000 Theraja B. Teknik peralatan a.

Phase sequence .Megger .Trouble shooting 16 - Manual book 5.Cable fault detector .Multi meter . Pemeliharaan a. i. c. Prosedur pengoperasian Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian Panel TR/TM dan Transformator daya secara benar Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan Trans & Dist secara benar Prosedur pengoperasian . b.Relay detector Pengujian relay proteksi Wiring panel TM dan TR Pemeliharaan Trouble shooting Analisis sistem jaringan - 84 Manual book . 1984 Aris Munanandar. e. e. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN .Transformator daya 8 - Manual book 4.No.Transmisi sistem c. f. Rencana instalasi transmisi dan distribusi JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN Penerbait Erlangga. h. Pemeliharaan Pencegahan b. c. trouble shooting dan analisis sistem a.Pemeliharaan Berkala .Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . Teknik Tenaga Listrik” T P 5.Panel TM . f. Pemeliharaan Pencegahan . i.Panel TR . d. d. Praktek a. g.Hubung singkat Penggunaan alat ukur . 3. pemeliharaan Trans & Dist secara benar. Prosedur pengoperasian Penyambungan kabel Pencarian gangguan . Prosedur pengoperasian Penyambungan kabel Pencarian gangguan Penggunaan alat ukur Pengujian relay proteksi Wiring panel TM dan TR Pemeliharaan Trouble shooting Analisis sistem jaringan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. Pemeliharaan Perbaikan a. b. b.Kebocoran arus . h. g.

No. Teori b. . MATA PELAJARAN (TOPIK) Ujian/Evaluasi a. Praktek 4 P 16 6. Praktek TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. Teori b.

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING TRANSMISSION AND DISTRIBUTION 144 Jam Pelajaran Teori : 76 Jam Praktek : 68 Jam KODE T&D-B/KPL&SPPPU I. Di dalam diklat Rating ini menjelaskan peralatan-peralatan transmisi dan distribusi. transmisi. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Transmission and Distribution serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. PENDAHULUAN Sistem tenaga listrik pada umumnya terdiri dari empat unsur yaitu pembangkit. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. PERSYARATAN : a. Transmisi digunakan untuk menyaluran tenaga listrik dari pembangkit ke pusat-pusat beban sedangkan distribusi digunakan untuk menyalurkan tenaga listrik dari pusat beban ke masing-masing pemakai tenaga listrik. II. III. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. b. distribusi dan pemakai tenaga listrik. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Transmission and Distribution wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Transmission and Distribution. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Transmission and Distribution dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Dalam rangka implementasi UU No. . Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan. IV. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal.

Pemeliharaan pencegahan b. Teori b. KURIKULUM RATING TRANSMISSION AND DISTRIBUTION No. Penyambungan kabel c. Klasifikasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a.V. 2. Teori rinci peralatan b. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Penggunaan alat ukur e. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Pencarian gangguan d. 4. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1. Teori penunjang c. Wiring panel TM dan TR g. 3. Praktek T&D-B/A/1 T&D-B/A/2 32 T&D-B/A/3 T&D-B/A/4 8 16 T&D-B/A/5 52 6. Teori umum peralatan a. Prosedur pengoperasian b. 5. Pemeliharaan h. Fungsi peralatan b. T&D-B/A/6 4 16 76 68 . Pengujian relay proteksi f.

“Electrical Technology. No. 1. b.Aerodrome Design Manual Path 5. Edminister. b. New Delhi1980.Arrester . Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga.Rangkaian Listrik . Abdul Kadir. Fungsi peralatan Teori penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan Trans & Dist. Joseph A. 1984 10. UIP 2000 8.Penghantar . 9. Electrical System 16 P 5.Panel TM Klasifikasi Trans & Dist. 4.L.Transformator Daya .Gangguan arus bocor . Fungsi peralatan Trans & Dist.L. Abdul Kadir.Tegangan surja c. New Delhi1980. UIP 2000 Theraja B. c.Sistem Distribusi . “Transmisi Tenaga Listrik” UIP 1998.Hubung singkat .Sistem Proteksi . SILABUS RATING TRANSMISSION AND DISTRIBUTION MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. Joseph A.Komponen Simetris . Abdul Kadir. 7. . Aerodrome Design Manual Path 5. Teknik peralatan a. Teori rinnci peralatan Klasifikasi Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan Trans & Dist a.Capacitor bank .VI.Networking System . 3.Konfigurasi sistem 32 - 1.Panel TR . 2. “Transmisi Tenaga Listrik” UIP 1998.Sistem Transmisi . “Distribusi dan Utilitasi Tenaga Listrik”. Aris Munanandar. Edminister. a. 2. Teori Penunjang . Electrical System 6. Theraja B. “Distribusi dan Utilitasi Tenaga Listrik”. Abdul Kadir. b. “Electrical Technology. Teknik Tenaga Listrik”. Teori Rinci Peralatan . Dokumen terkait . b.Switchgear . Schaum Series “Rangkaian Listrik” .

Pemeliharaan Perbaikan a.No. Teknik Tenaga Listrik” T P 5. c. c. h.Hubung singkat Penggunaan alat ukur .Pemeliharaan Berkala .Kebocoran arus .Cable fault detector . f. e. b.Trouble shooting 16 - Manual book 5.Megger . pemeliharaan Trans & Dist secara benar. Prosedur pengoperasian Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian Panel TR/TM dan Transformator daya secara benar Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan Trans & Dist secara benar Prosedur pengoperasian . MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN Transmisi sistem JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN Penerbait Erlangga.Panel TR . 1984 Aris Munanandar. g.Relay detector Pengujian relay proteksi Wiring panel TM dan TR Pemeliharaan Trouble shooting - 52 Manual book .Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . Prosedur pengoperasian Penyambungan kabel Pencarian gangguan Penggunaan alat ukur Pengujian relay proteksi Wiring panel TM dan TR Pemeliharaan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. 3. Prosedur pengoperasian Penyambungan kabel Pencarian gangguan .Phase sequence . d. h. d. g. Praktek a. dan trouble shooting a.Multi meter .Transformator daya 8 - Manual book 4. Pemeliharaan Pencegahan . f. e. Pemeliharaan a. b. b.Panel TM . Pemeliharaan Pencegahan b.

Teori b. MATA PELAJARAN (TOPIK) Ujian/Evaluasi a. . Praktek TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. Praktek 4 P 16 6. Teori b.No.

SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. PENDAHULUAN Uninterruptible Power Supply (UPS) atau disebut juga sebagai catu daya tak terputus (continuous power sources) adalah sistem catu daya listrik yang dapat memberikan tenaga listrik secara independen dalam jangka waktu tertentu tanpa harus adanya sumber catu daya primer atau sekunder atau sumber catu daya tersebut sedang dalam gangguan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas UPS. II. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. PERSYARATAN : a. IV. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan UPS wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan UPS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating UPS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. b. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. . Dalam rangka implementasi UU No. III.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING UNINTERRUPTIBLE POWER SUPPLY KODE UPS-B/KPL&SPPPU Teori : 88 Jam Praktek : 112 Jam 200 Jam Pelajaran I.

Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a.V. Pemeliharaan pencegahan b. Penggunaan alat ukur c. Pemelihaaan Pencegahan d. 5. Praktek UPS-B/A/1 UPS-B/A/2 40 UPS-B/A/3 UPS-B/A/4 8 12 UPS-B/A/5 96 UPS-B/A/6 4 16 88 112 . Teori umum peralatan a. Blok dan circuit diagram c. Teori rinci peralatan b. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 24 1. Trouble shooting e. 2. 3. 6. Rencana instalasi Prosedur pengoperasian Pemeliharaan a. Teori b. KURIKULUM RATING UNINTERUPTED POWER SUPPLY No. Teori penunjang c. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Klasifikasi d. 4. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Fungsi peralatan b. Pengoperasian b.

Annex 14. “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb. Theraja B. Electrical System. 1. Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Klasifikasi Rencana Instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan UPS Teori rinci peralatan . 4. Rencanaa Instalasi .Annex 14. SILABUS RATING UNINTERUPTED POWER SUPPLY MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. 2.Rectifier .Penentuan jenis UPS . 3. Aerodrome . 4. No. d. Electrical System 24 P 1. 1982 Manual Book UPS ………… .Inverter c. c. 2. b. Zuhal.Pemilihan battery a.Aerodrome Design Manual Path 5. 1982. b.Perhitungan beban . Teknik peralatan a. Klasifikasi UPS . Fungsi peralatan UPS Teori Penunjang .Bagian-bagian penting UPS • Rectifier • Inverter • Battery • Multivibrator b. 2. c.UPS Static d. b.UPS Dinamic .VI. c. Zuhal. New Delhi1980. “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb. 40 - 1. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 5. “Electrical Technology.Thyristor Teknik digital Teori Penunjang . Fungsi peralatan Teori penunjang Dokumen teerkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan UPS a.Listrik AC/DC .L.L.Diode .Backup time . “Aerodrome”. “Electrical Technology. 3. Block dan circuit diagram . New Delhi1980. Theraja B.

Pemeliharaan a.Pemeliharaan Berkala .Redundance system . Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. Prosedur pengoperasian UPS . Praktek a. b. 4. c.Harmonic analyzer . d. Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan UPS secara benar a. MATA PELAJARAN (TOPIK) Prosedur Pengoperasian TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian UPS secara benar Prosedur pengoperasian UPS 8 P Manual Book UPS 3.Mhometer Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan 96 Manual Book UPS 6. Praktek 4 16 .Trouble shooting 12 - Manual Book UPS 5.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . pemeliharaan UPS secara benar.Hidrometer . Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. d.No. b. Teori b.Bypass Penggunaan alat ukur . b. e. Ujian/Evaluasi a. trouble shooting dan analisis sistem a. e. c. Pemeliharaan Pencegahan . Teori b. b.Battery checker .

Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. PERSYARATAN : a. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan UPS wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating UPS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. III. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas UPS.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING UNINTERRUPTIBLE POWER SUPPLY KODE UPS-B/KPL&SPPPU Teori : 76 Jam Praktek : 68 Jam 144 Jam Pelajaran I. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. . II. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan UPS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. IV. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Memiliki Sertifikat Kecakapan terampil Listrik Penerbangan. Dalam rangka implementasi UU No. PENDAHULUAN Uninterruptible Power Supply (UPS) atau disebut juga sebagai catu daya tak terputus (continuous power sources) adalah sistem catu daya listrik yang dapat memberikan tenaga listrik secara independen dalam jangka waktu tertentu tanpa harus adanya sumber catu daya primer atau sekunder atau sumber catu daya tersebut sedang dalam gangguan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. b.

Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Klasifikasi Prosedur pengoperasian Pemeliharaan a. Teori b. 6. 2. Teori rinci peralatan b. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1. Pengoperasian b. Pemeliharaan pencegahan b. Pemelihaaan Pencegahan d. 5. 4.V. 3. Fungsi peralatan b. Blok dan circuit diagram c. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Praktek UPS-B/A/1 UPS-B/A/2 36 UPS-B/A/3 UPS-B/A/4 8 12 UPS-B/A/5 52 UPS-B/A/6 4 16 76 68 . Teori penunjang c. KURIKULUM RATING UNINTERUPTED POWER SUPPLY No. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Teori umum peralatan a. Penggunaan alat ukur c.

Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 5. c.Pemilihan battery a. b.Listrik AC/DC . b. “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb. “Aerodrome”. 1. Electrical System. 1982.L. 36 - 1. 3. 2. Zuhal. “Electrical Technology. Theraja B.Inverter c.UPS Dinamic . New Delhi1980.Thyristor Teknik digital Teori Penunjang . SILABUS RATING UNINTERUPTED POWER SUPPLY MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. New Delhi1980. 3. Electrical System 16 P 1. 2. 4.Annex 14. “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb.UPS Static d.Bagian-bagian penting UPS • Rectifier • Inverter • Battery • Multivibrator b. Fungsi peralatan Teori penunjang Dokumen teerkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan UPS a. No. c. Klasifikasi UPS .Rectifier . Aerodrome . Fungsi peralatan UPS Teori Penunjang . Teknik peralatan a. b.Penentuan jenis UPS . Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Klasifikasi Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan UPS Teori rinci peralatan . Rencanaa Instalasi . “Electrical Technology.Perhitungan beban . Annex 14. Zuhal.L. 1982 Manual Book UPS ………… . 4. Block dan circuit diagram .Aerodrome Design Manual Path 5. Theraja B.VI. c.Diode . 2.Backup time .

Prosedur pengoperasian UPS . Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. Teori b. 4.Trouble shooting 12 - Manual Book UPS 5. Pemeliharaan Pencegahan . b. c.Pemeliharaan Berkala .Hidrometer .Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . b.Bypass Penggunaan alat ukur . Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan UPS secara benar a.Harmonic analyzer .No.Redundance system . Praktek 4 16 .Mhometer Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting 52 Manual Book UPS 6. Pemeliharaan a. dan trouble shooting a. b.Battery checker . d. MATA PELAJARAN (TOPIK) Prosedur Pengoperasian TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian UPS secara benar Prosedur pengoperasian UPS 8 P Manual Book UPS 3. pemeliharaan UPS secara benar. Teori b. c. Praktek a. d. Ujian/Evaluasi a. b.

PENDAHULUAN Air Conditioning sebagai alat penunjang operasional pelayanan fasilitas penerbangan yang berfungsi mengkondisikan udara ruangan untuk kenyamanan para pengguna jasa di Bandar Udara maupun peralatan yang memerlukan pengaturan suhu udara (temperature). MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Airconditioner. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. PERSYARATAN : a.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING AIR CONDITIONING 200 Jam Pelajaran Teori : 88 Jam Praktek : 112 Jam KODE AC-B/KPL&SPPPU I. b. kelembaban (humidity). IV. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. III. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Air Conditioning dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. aliran udara (air motion). 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. II. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Air Conditioning serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. . maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Air Conditioning wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. ventilasi dari udara luar (fresh air ventilation) dan pembuangan udara kotor (exhaust). Dalam rangka implementasi UU No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. kebersihan udara (air cleaning).

KURIKULUM RATING AC No. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1.V. Teori umum peralatan a. Pemeliharaan pencegahan b. 4. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Pengoperasian b. Penggunaan alat ukur c. Teori rinci peralatan b. Fungsi Peralatan b. 6. 3. Teori b. Praktek AC-B/A/1 AC-B/A/2 40 AC-B/A/3 12 16 AC-B/A/4 96 AC-B/A/5 4 16 88 112 . 5. Trouble shooting e. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Pemelihaaan Pencegahan d. Teori penunjang Teknik peralatan a. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. Blok dan circuit diagram c. 2.

AC Windows/Spilt • Electrical control 40 - 1. 2. Wiranto Arismunandar dan Heizo Saito. 1. 2. Fungsi Peralatan Teori Penunjang . “Teknik Room Air Conditioner” Tahun .Bagian-bagian penting AC Sentral • Chiller • AHU • FCU • Cooling tower • Motor pompa • Sistem pemipaan • Ducting • Control system b. b..VI. 2.Teknik digital . “Teknik Room Air Conditioner” Tahun . Wiranto Arismunandar dan Heizo Saito. Handoko K.. “Penyegaran Udara” Pradnya Paramita Tahun 1995. b.Dasar-dasar listrik . Handoko K. SILABUS RATING AC MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a.Dasar-dasar elektronika . Teori rinci peralatan .Microprocessor . Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Rencana instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan AC a.. Manual Book AC . Block dan circuit diagram .Bagian-bagian penting AC Windows/Split • Jenis-jenis kompresor • Kondensor • Evaporator • Pemipaan . “Penyegaran Udara” Pradnya Paramita Tahun 1995. No. b. Fungsi Peralatan Teori Penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan AC a.. c. 3. Teknik peralatan a.Siklus refrigerasi 16 P 1.

c. b. 3. b. Prosedur Pengoperasian Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian AC secara benar Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan AC secara benar a.Perhitungan beban sederhana .Perhitungan beban kalor laten . Prosedur pengoperasian Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian.Pemeliharaan Berkala . 5. b. Pemeliharaan pencegahan Pemeliharaan perbaikan a. Praktek a. c. 16 - Manual Book AC b. Pemeliharaan a. pemeliharaan AC secara a.Perhitungan beban kalor sensible .No.Trouble shooting 12 - Manual Book AC 4. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN AC Sentral • Closed circuit system • Open circuit system • Electrical control • Refrigrant control Rencanaan Instalasi . b.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . Prosedur pengoperasian AC Window/Split Prosedur pengoperasian AC Sentral Pengunaan alat ukur - 96 Manual Book AC . Prosedur pengoperasian AC Window/Split Prosedur pengoperasian AC Sentral Pemeliharaan Pencegahan .Menentukan spesifikasi teknis JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P c.

MATA PELAJARAN (TOPIK) Trouble shooting Analisis sistem peralatan TUJUAN benar. e. trouble shooting dan analisis sistem d. Ujian/Evaluasi a. f. b. POKOK BAHASAN Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 6. Praktek 4 16 .No. e. d. Teori b. Teori Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a.

sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Air Conditioning wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Air Conditioning serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan. II. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Air Conditioning dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Airconditioner. ventilasi dari udara luar (fresh air ventilation) dan pembuangan udara kotor (exhaust). Dalam rangka implementasi UU No. kelembaban (humidity). b. . 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. IV. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. aliran udara (air motion). PENDAHULUAN Air Conditioning sebagai alat penunjang operasional pelayanan fasilitas penerbangan yang berfungsi mengkondisikan udara ruangan untuk kenyamanan para pengguna jasa di Bandar Udara maupun peralatan yang memerlukan pengaturan suhu udara (temperature). III. PERSYARATAN : a.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING AIR CONDITIONING 144 Jam Pelajaran Teori : 72 Jam Praktek : 72 Jam KODE AC-B/KPL&SPPPU I. kebersihan udara (air cleaning).

Praktek AC-B/T/1 AC-B/T/2 28 AC-B/T/3 8 16 AC-B/T/4 56 AC-B/T/5 4 16 72 72 . Blok dan circuit diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Pengoperasian b. Pemelihaaan Pencegahan d. Teori rinci peralatan b. 2. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a.V. Teori umum peralatan a. 5. KURIKULUM RATING AC No. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Fungsi Peralatan b. Penggunaan alat ukur c. 4. 3. Teori b. Pemeliharaan pencegahan b. 6. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1. Teori penunjang Teknik peralatan a.

Block dan circuit diagram . “Penyegaran Udara” Pradnya Paramita Tahun 1995. Manual Book AC . “Teknik Room Air Conditioner” Tahun . 2. b. 1.. Handoko K. “Penyegaran Udara” Pradnya Paramita Tahun 1995. “Teknik Room Air Conditioner” Tahun .Siklus refrigerasi 16 P 1.. b.VI.Dasar-dasar elektronika .Microprocessor . 2.AC Windows/Spilt • Electrical control 28 - 1. No. SILABUS RATING AC MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. 2... Teori rinci peralatan . b. Fungsi Peralatan Teori Penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan AC a.Bagian-bagian penting AC Windows/Split • Jenis-jenis kompresor • Kondensor • Evaporator • Pemipaan . Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan AC a.Dasar-dasar listrik .Bagian-bagian penting AC Sentral • Chiller • AHU • FCU • Cooling tower • Motor pompa • Sistem pemipaan • Ducting • Control system b. Teknik peralatan a. Wiranto Arismunandar dan Heizo Saito.Teknik digital . Handoko K. Wiranto Arismunandar dan Heizo Saito. Fungsi Peralatan Teori Penunjang . 3.

Prosedur pengoperasian Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. b. c. pemeliharaan AC secara benar dan trouble shooting a. Pemeliharaan a. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. b. d. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN AC Sentral • Closed circuit system • Open circuit system • Electrical control • Refrigrant control JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 3. Prosedur pengoperasian AC Window/Split Prosedur pengoperasian AC Sentral Pemeliharaan Pencegahan . 16 - Manual Book AC b. e. Teori b. Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian AC secara benar Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan AC secara benar a.Trouble shooting 8 - Manual Book AC 4. c. Praktek 4 16 . b. Pemeliharaan pencegahan Pemeliharaan perbaikan a.Pemeliharaan Berkala . Teori b. 5. Praktek a.No. Prosedur pengoperasian AC Window/Split Prosedur pengoperasian AC Sentral Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting - 56 Manual Book AC 6.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . Ujian/Evaluasi a. d. b.

MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Traction Equipments dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. PENDAHULUAN Traction Equipment (Elevator. Dalam rangka implementasi UU No. III. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. . sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING TRACTION EQUIPMENTS 220 Jam Pelajaran Teori : 108 Jam Praktek : 112 Jam KODE TE-B/KPL&SPPPU I. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. IV. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. Escalator dan Conveyor). b. II. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Traction Equipments wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Traction Equipments serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Traction Equipment (Elevator. Escalator dan Conveyor) sebagai alat penunjang operasional pelayanan fasilitas penerbangan yang berfungsi memberikan kelancaran dan kenyamanan para pengguna jasa di Terminal Bandar Udara dan gedung operasi keselamatan penerbangan. PERSYARATAN : a.

V. Pemelihaaan Pencegahan d. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. Teori b. Pemeliharaan pencegahan b. 2. Penggunaan alat ukur c. Teori rinci peralatan b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Teori penunjang c. 6. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Praktek TE-B/A/1 TE-B/A/2 60 TE-B/A/3 TE-B/A/4 8 20 TE-B/A/5 96 TE-B/A/6 4 16 108 112 . KURIKULUM RATING TRACTION EQUIPMENTS No. 3. Teori umum peralatan a. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1. Fungsi b. 4. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Trouble shooting e. Blok dan circuit diagram c. 5. Pengoperasian b.

b. Teknik peralatan a. 3. New Delhi1980. Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Rencana instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan Traction Equipment a. 2. 3. “Electrical Technology.Mesin-mesin listrik . 1982 Theraja B. 1.VI. 4. . Teori rinci peralatan . 2. “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb. b.Bagian-bagian penting Elevator • Sistem Hidrolik • Sistem Elektrik • Komponenkomponen mekanis • Komponenkomponen elektrik .L. Hydroulic” Tahun …. “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb. Fungsi Traction Equip.Dasar-dasar hidrolik . 4. Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System Dokumen K-3 Depnaker Zuhal.Sistem pengaman • Electrik • Mekanis Dokumen terkait K-3 Depnaker 16 P 1. Zuhal. Fungsi Peralatan Teori Penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan Traction Equipment a. “Electrical Technology.L. New Delhi1980.Bagian-bagian penting Escalator/Travaletor • Motor penggerak • Komponenkomponen mekanis • Komponenkomponen elektrik 60 - 1. 5. SILABUS RATING TRACTION EQUIPMENTS MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. b. 2. No. 5. Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System Festodidactic. 1982 Theraja B. Teori Penunjang . c. c.

Block dan circuit diagram . MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Bagian-bagian penting Conveyor • Jenis-jenis Conveyor • Motor penggerak • Komponenkomponen mekanis • Komponenkomponen elektrik .Bagian-bagian penting Garbarata • Jenis-jenis Garbarata • Motor penggerak • Komponenkomponen mekanis • Komponenkomponen elektrik b.Escalator/Travelator • Electrik control diagram • Mekanikal control .Elevator • Electrik control diagram • Mekanikal control .Conveyor - P .No.

Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System .Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan .Pemeliharaan Berkala . Prosedur pengoperasian Elevator. Prosedur pengoperasian Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian.Garbarata • Electrik control diagram • Mekanikal control Rencana Instalasi Pemilihan Jenis dan model Prosedur pengoperasian Elevator Prosedur pengoperasian Escalator/Travelator Prosedur pengoperasian Conveyor Prosedur pengoperasian Garbarata Pemeliharaan Pencegahan . Prosedur Pengoperasian Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian Traction Equipments secara benar a. b. Praktek a. a. Escalator. d. 3. 2. c. b. 2. c. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN Electrik control diagram • Mekanikal control . b. Escalator. 8 1.Trouble shooting • JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P c. d. 20 1. Pemeliharaan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan Traction Equipments secara benar a. b. Conveyor dan Garbarata 96 1.No. Conveyor dan Garbarata Prosedur pengoperasian Elevator. Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System 5. pemeliharaan Traction Equipments secara benar. Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System 4. 2.

f. POKOK BAHASAN Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 6. e. MATA PELAJARAN (TOPIK) Analisis sistem peralatan TUJUAN trouble shooting dan analisis sistem c.No. e. Ujian/Evaluasi a. Teori b. Teori Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. Praktek 4 16 . d. b.

II. . SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. III. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Escalator dan Conveyor) sebagai alat penunjang operasional pelayanan fasilitas penerbangan yang berfungsi memberikan kelancaran dan kenyamanan para pengguna jasa di Terminal Bandar Udara dan gedung operasi keselamatan penerbangan. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Traction Equipments serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. Dalam rangka implementasi UU No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING TRACTION EQUIPMENTS 150 Jam Pelajaran Teori : 80 Jam Praktek : 70 Jam KODE TE-B/KPL&SPPPU I. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Traction Equipments dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. PENDAHULUAN Traction Equipment (Elevator. Escalator dan Conveyor). IV. b. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Traction Equipments wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Traction Equipment (Elevator. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan. PERSYARATAN : a.

3.V. Penggunaan alat ukur c. 4. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Blok dan circuit diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Pemeliharaan pencegahan b. 6. Teori penunjang c. Pemelihaaan Pencegahan d. 2. Fungsi b. Pengoperasian b. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 12 1. Praktek TE-B/T/1 TE-B/T/2 40 TE-B/T/3 TE-B/T/4 8 16 TE-B/T/5 54 TE-B/T/6 4 16 80 70 . Teori b. Teori rinci peralatan b. KURIKULUM RATING TRACTION EQUIPMENTS No. 5. Teori umum peralatan a.

Fungsi Peralatan Teori Penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan Traction Equipment a. . “Electrical Technology. Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan Traction Equipment a. “Electrical Technology.Bagian-bagian penting Escalator/Travaletor • Motor penggerak • Komponenkomponen mekanis • Komponenkomponen elektrik 40 - 1. “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb.VI. No. 3.Sistem pengaman • Electrik • Mekanis Dokumen terkait K-3 Depnaker 12 P 1. Teori Penunjang . b. 2. Zuhal.L. 2. New Delhi1980. 1982 Theraja B. Teori rinci peralatan . Teknik peralatan a. 4. 5.Mesin-mesin listrik . 2. 5. New Delhi1980. Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System Festodidactic.L. 4. b. “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb. 3. 1982 Theraja B.Dasar-dasar hidrolik . Hydroulic” Tahun …. 1. SILABUS RATING TRACTION EQUIPMENTS MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a.Bagian-bagian penting Elevator • Sistem Hidrolik • Sistem Elektrik • Komponenkomponen mekanis • Komponenkomponen elektrik . Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System Dokumen K-3 Depnaker Zuhal. Fungsi Traction Equip. b. c.

Elevator • Electrik control diagram • Mekanikal control .No. b. Prosedur pengoperasian Elevator Prosedur pengoperasian Escalator/Travelator Prosedur pengoperasian Conveyor 8 1.Escalator/Travelator • Electrik control diagram • Mekanikal control . Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System . 2. 3. c. Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian Traction Equipments secara benar a. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN Bagian-bagian penting Conveyor • Jenis-jenis Conveyor • Motor penggerak • Komponenkomponen mekanis • Komponenkomponen elektrik Block dan circuit diagram .Conveyor • Electrik control diagram • Mekanikal control JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P b.

Praktek a.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . Escalator dan Conveyor Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting 54 1. 5. Ujian/Evaluasi a. b. dan trouble shooting a.No. 2.Pemeliharaan Berkala . Prosedur pengoperasian Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. Escalator dan Conveyor Prosedur pengoperasian Elevator. Pemeliharaan Pencegahan . d. Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System 6. Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System 4. c. MATA PELAJARAN (TOPIK) Pemeliharaan TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan Traction Equipments secara benar a. Teori Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a.Trouble shooting 16 P 1. Teori b. Prosedur pengoperasian Elevator. 2. b. e. pemeliharaan Traction Equipments secara benar. d. b. b. Praktek 4 16 . c.

b. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Electrical Installation and Solar Cell dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. II. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Electrical Installation and Solar Cell serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Adapun Solar Cell adalah suatu alat pembangkit listrik tenaga surya yang sering digunakan pada daerah-daerah tertentu yang tidak ada jaringan PLN untuk mensuplai beban peralatan navigasi/komunikasi penerbangan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. . PERSYARATAN : a. III. PENDAHULUAN Electrical Instalation adalah ilmu instalasi peralatan listrik yang meliputi standar dan peraturan instalasi. IV. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Solar Cell dan penanganan instalasi listrik bandara wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. pemilihan kabel. Dalam rangka implementasi UU No. penangkal petir dan instalasi penerangan di Bandar udara. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Solar Cell dan penanganan instalasi listrik bandara.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING ELECTRICAL INSTALLATION AND SOLAR CELL 120 Jam Pelajaran Teori : 60 Jam Praktek : 60 Jam KODE EI&SC-C/KPL&SPPPU I. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal.

Pemelihaaan Pencegahan d. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Penggunaan alat ukur c.V. Instalasi Listrik Teori umum peralatan Solar Cell a. Teori penunjang Teknik peralatan Solar Cell a. Teori b. Pengoperasian b. Blok dan circuit diagram c. 3. Trouble shooting e. KURIKULUM RATING ELECTRICAL INSTALLATION AND SOLAR CELL No. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian Solar Cell Pemeliharaan Solar Cell a. Praktek EI&SC-C/A/1 EI&SC-C/A/2 EI&SC-C/A/3 16 EI&SC-C/A/4 EI&SC-C/A/6 2 6 EI&SC-C/A/6 36 EI&SC-C/A/7 4 8 60 60 . Fungsi b. 5. Pemeliharaan pencegahan b. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. Teori rinci peralatan b. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 24 8 16 1. 7. 4. 6. 2.

f. “Pembangkit Listrikk Tenaga Surya” Tarsito 1994 Manual Book Solar Cell. Dipl. Ir.Matahari sebagai sumber energi . SILABUS RATING ELECTRICAL INSTALLATION AND SOLAR CELL MATA PELAJARAN (TOPIK) Instalasi Listrik TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan instalasi listrik dan aplikasinya a. Karmon Singalingging.Pembangkit listrik tenaga surya untuk a. b. c. 16 - 1. . E. Lapi Elpatsindo Drs. Setiawan. Ir. Ing. P.Sel Surya (solar cell) 24 P 16 P. Van. Binacipta 1981. Instalasi Listrik Arus Kuat. Harten. Instalasi Listrik Arus Kuat. d. c.VI. Teori Umum Peralatan Solar Cell a. Setiawan. No. E. Reynaldo Zoro “Petir dan Masalahnya”. Block dan circuit diagram Inverter dan converter c.Komponen utama pembangkit listrik tenaga surya . 8 - 1. 2. b. lampu jalan dan flood light Instalasi Penangkal petir Fungsi peralatan Solar Cell Teori Penunjang . b. e. Rencana Instalasi . Fungsi Peralatan Teori Penunjang Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan Solar Cell a. Interprima Indonesia. Binacipta 1981. 3. 1. “Lightning Protection System” PT. Standarisasi dan peraturan instalasi listrik Peralatan instalasi listrik Kabel Arus kuat Penyambungan alat-alat listrik Instalasi gedung. Van. Teknik peralatan Solar Cell a. Harten. PT. 2. b. 3. 2. Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Rencana instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan Solar Cell Teori rinci peralatan .Susunan kerja generator surya b.

d. Pemeliharaan Pencegahan . Praktek 4 8 . Prosedur pengoperasian Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . trouble shooting dan analisis sistem a. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN peralatan Navigasi JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 4. c. pemeliharaan Solar Cell secara benar.Pemeliharaan Berkala . d.Trouble shooting 6 - Manual Book Solar Cell 6. b. b. Prosedur pengoperasian solar cell Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan - 36 Manual Book Solar Cell 7. e. e. Pemeliharaan perbaikan a. b.No. Pemeliharaan pencegahan b. 5. Prosedur Pengoperasian Solar Cell Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian Solar Cell secara benar Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan Solar Cell secara benar Prosedur pengoperasian Solar Cell 2 Manual Book Solar Cell. c. Praktek a. Teori b. Pemeliharaan Solar Cell a. Ujian/Evaluasi Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan a.

. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan. III. PENDAHULUAN Electrical Instalation adalah ilmu instalasi peralatan listrik yang meliputi standar dan peraturan instalasi. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Electrical Installation and Solar Cell dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. PERSYARATAN : a. IV. Adapun Solar Cell adalah suatu alat pembangkit listrik tenaga surya yang sering digunakan pada daerah-daerah tertentu yang tidak ada jaringan PLN untuk mensuplai beban peralatan navigasi/komunikasi penerbangan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Solar Cell dan penanganan instalasi listrik bandara. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Solar Cell dan penanganan instalasi listrik bandara wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. Dalam rangka implementasi UU No. b. II. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Electrical Installation and Solar Cell serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. penangkal petir dan instalasi penerangan di Bandar udara. pemilihan kabel. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING ELECTRICAL INSTALLATION AND SOLAR CELL 80 Jam Pelajaran Teori : 32 Jam Praktek : 48 Jam KODE EI&SC-C/KPL&SPPPU I. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.

V. Pemelihaaan Pencegahan d. Teori rinci peralatan b. Praktek EI&SC-C/T/1 EI&SC-C/T/2 EI&SC-C/T/3 6 EI&SC-C/T/4 EI&SC-C/T/6 2 4 EI&SC-C/T/6 28 EI&SC-C/T/7 4 8 32 48 . Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. 3. 6. Teori penunjang Teknik peralatan Solar Cell a. Pengoperasian b. KURIKULUM RATING ELECTRICAL INSTALLATION AND SOLAR CELL No. Penggunaan alat ukur c. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 12 4 16 1. Teori b. 4. Pemeliharaan pencegahan b. Instalasi Listrik Teori umum peralatan Solar Cell a. Blok dan circuit diagram Prosedur Pengoperasian Solar Cell Pemeliharaan Solar Cell a. 2. Fungsi b. 5. 7.

Ing. No.VI.Komponen utama pembangkit listrik tenaga surya . Binacipta 1981. Interprima Indonesia. Harten. 2. 3. Instalasi Listrik Arus Kuat. “Pembangkit Listrikk Tenaga Surya” Tarsito 1994 Manual Book Solar Cell. Setiawan. Harten. 1. Van. Lapi Elpatsindo Drs. Fungsi Peralatan Teori Penunjang Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan Solar Cell a. Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan Solar Cell Teori rinci peralatan . b. Dipl. Standarisasi dan peraturan instalasi listrik Peralatan instalasi listrik Kabel Arus kuat Penyambungan alat-alat listrik Instalasi gedung. 3. lampu jalan dan flood light Instalasi Penangkal petir Fungsi peralatan Solar Cell Teori Penunjang .Susunan kerja generator surya b. 4 - 1.Matahari sebagai sumber energi . E. Van. Karmon Singalingging. Ir. PT. f. e. SILABUS RATING ELECTRICAL INSTALLATION AND SOLAR CELL MATA PELAJARAN (TOPIK) Instalasi Listrik TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan instalasi listrik dan aplikasinya a. Teori Umum Peralatan Solar Cell a. c. . Instalasi Listrik Arus Kuat. b. P. b. Ir. 2. Reynaldo Zoro “Petir dan Masalahnya”.Sel Surya (solar cell) 12 P 16 P. 2. Setiawan. E. Block dan circuit diagram Inverter dan converter a. Teknik peralatan Solar Cell a. Binacipta 1981. “Lightning Protection System” PT. 6 - 1. d. b.

Pemeliharaan perbaikan a. 5. Pemeliharaan Pencegahan . d. Teori b.No. Prosedur pengoperasian Solar Cell Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting - 28 Manual Book Solar Cell 7. pemeliharaan Solar Cell secara benar. b. Pemeliharaan Solar Cell a. MATA PELAJARAN (TOPIK) Prosedur Pengoperasian Solar Cell TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian Solar Cell secara benar Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan Solar Cell secara benar Prosedur pengoperasian Solar Cell 2 P Manual Book Solar Cell.2002 DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA SOENARYO. 120038217 .Trouble shooting 4 - Manual Book Solar Cell 6. c. Praktek 4 8 Ditetapkan di Pada tanggal : : JAKARTA …………………. Praktek a. b. dan trouble shooting a.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . Ujian/Evaluasi Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan a. b. 4. Y NIP. d. Prosedur pengoperasian Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian.Pemeliharaan Berkala . c. Pemeliharaan pencegahan b..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful