DEPARTEMEN PERHUBUNGAN DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA NOMOR : SKEP/115/VI/2002 TENTANG PEDOMAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TEKNISI ELEKTRONIKA PENERBANGAN DAN TEKNISI LISTRIK PENERBANGAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA,

Menimbang :

a.

bahwa sesuai dengan Pasal 18 Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/176/VI/2001 telah diatur tentang Pendidikan dan Pelatihan untuk memperoleh Sertifikat Kecakapan dan Rating Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan; bahwa untuk melaksanakan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Dan Pelatihan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan dengan Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara; Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3481); Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan (Lembaran Negara Tahun 2001 Nomor 9, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4075); Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2001 tentang Kebandarudaraan (Lembaran Negara Tahun 2001 Nomor 128, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4146); Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen; Keputusan Presiden Nomor 109 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Departemen;

b.

Mengingat : 1.

2.

3.

4.

5.

6.

Keputusan Menteri Perhubungan Udara Nomor T.11/2/4–U Tahun 1960 tentang Peraturan-Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil sebagaimana telah diubah terakhir dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 22 Tahun 2002; Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM. 24 Tahun 2001 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Departemen Perhubungan sebagaimana telah diubah terakhir dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 45 Tahun 2001; Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan;

7.

8.

MEMUTUSKAN: Menetapkan : KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA TENTANG PEDOMAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TEKNISI ELEKTRONIKA PENERBANGAN DAN TEKNISI LISTRIK PENERBANGAN.

Pasal 1 Dalam keputusan ini yang dimaksud dengan : 1. Teknisi Elektronika Penerbangan adalah personil penerbangan yang diberi kewenangan melaksanakan kegiatan pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas elektronika penerbangan; Teknisi Listrik Penerbangan adalah personil penerbangan yang diberi kewenangan melaksanakan kegiatan pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas listrik penerbangan; Sertifikat Kecakapan (Lisensi) Teknisi Elektronika Penerbangan atau Teknisi Listrik Penerbangan adalah tanda bukti terpenuhinya persyaratan kecakapan teknisi elektronika penerbangan atau teknisi listrik penerbangan; Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan adalah Sertifikat Kecakapan yang diberikan kepada teknisi dengan dasar pendidikan serendah-rendahnya Diploma II dalam bidang teknik elektronika atau yang sederajat;

2.

3.

4.

2

5.

Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan adalah Sertifikat Kecakapan yang diberikan kepada teknisi dengan dasar pendidikan serendah-rendahnya Diploma III dalam bidang teknik elektronika atau yang sederajat; Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan adalah Sertifikat Kecakapan yang diberikan kepada teknisi dengan dasar pendidikan serendah-rendahnya Diploma II dalam bidang teknik listrik atau mekanikal atau yang sederajat; Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan adalah Sertifikat Kecakapan yang diberikan kepada teknisi dengan dasar pendidikan serendah-rendahnya Diploma III dalam bidang teknik listrik atau mekanikal atau yang sederajat; Rating adalah tanda bukti kewenangan melaksanakan kegiatan pengoperasian dan pemeliharaan atas satu jenis peralatan fasilitas elektronika penerbangan atau listrik penerbangan; Pengoperasian adalah rangkaian kegiatan menyiapkan, menghidupkan, memantau kinerja operasi dan mematikan peralatan; Pemeliharaan adalah rangkaian kegiatan membersihkan, merapikan, memeriksa (berkala, ground check, performance check dan kalibrasi), mengukur parameter, menyetel parameter, memperbaiki dan membuat pelaporan peralatan; Rekomendasi adalah persetujuan untuk melaksanakan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan; Pendidikan dan pelatihan adalah pendidikan dan pelatihan dalam rangka pemberian sertifikat kecakapan dan rating teknisi elektronika penerbangan dan teknisi listrik penerbangan; Kurikulum pendidikan dan pelatihan adalah jenis dan jumlah mata pelajaran yang harus diberikan dalam proses belajar mengajar untuk mendukung satu jenis kegiatan pendidikan dan pelatihan; Silabus adalah pokok bahasan dari tiap-tiap mata pelajaran yang ada di dalam kurikulum suatu pendidikan dan pelatihan;

6.

7.

8.

9.

10.

11. 12.

13.

14.

3

15.

Badan Hukum adalah perusahaan yang didirikan berdasarkan hukum Indonesia untuk jangka waktu yang ditentukan dalam anggaran dasar dan dibuat dalam bahasa Indonesia dengan akta notaris, serta melakukan kegiatan usaha yang sesuai dengan maksud dan tujuannya dengan modal dasar memenuhi kriteria tertentu yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku; Direktur Jenderal adalah Direktur Jenderal Perhubungan Udara. Pasal 2

16.

(1)

Teknisi Elektronika Penerbangan atau Teknisi Listrik Penerbangan yang akan melaksanakan tugas pengoperasian dan/atau pemeliharaan fasilitas elektronika atau listrik penerbangan diwajibkan memiliki Sertifikat Kecakapan dan Rating. Sertifikat Kecakapan dan Rating sebagaimana dimaksud pada ayat (1), diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan.

(2)

Pasal 3 (1) Dalam rangka penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1), harus berpedoman pada: a. b. (2) kurikulum dan silabus pendidikan dan pelatihan; dan persyaratan tenaga pendidik.

Pendidikan dan pelatihan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), meliputi teori dan praktek. Pasal 4

(1)

Kurikulum dan silabus pendidikan dan pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) huruf a, terdiri dari : a. untuk teknisi elektronika penerbangan; 1. silabus dan kurikulum pendidikan dan pelatihan untuk memperoleh sertifikat kecakapan ahli elektronika penerbangan;

4

2.

silabus dan kurikulum pendidikan dan pelatihan untuk memperoleh sertifikat kecakapan terampil elektronika penerbangan; silabus dan kurikulum pendidikan dan pelatihan untuk memperoleh rating peralatan elektronika penerbangan.

3.

b.

untuk teknisi listrik penerbangan: 1. silabus dan kurikulum pendidikan dan pelatihan untuk memperoleh sertifikat kecakapan ahli listrik penerbangan; silabus dan kurikulum pendidikan dan pelatihan untuk memperoleh sertifikat kecakapan terampil listrik penerbangan; silabus dan kurikulum pendidikan dan pelatihan untuk memperoleh rating peralatan listrik penerbangan.

2.

3.

(2)

Kurikulum dan silabus pendidikan dan pelatihan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), termuat dalam Lampiran Keputusan ini.

Pasal 5 (1) Persyaratan tenaga pendidik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) huruf b, terdiri dari tenaga pendidik bidang umum dan tenaga pendidik bidang teknis. Tenaga pendidik bidang umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1), harus memiliki pengetahuan dan pengalaman di bidang penerbangan sipil. Tenaga pendidik bidang teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1), harus memiliki pengetahuan dan pengalaman di bidang: a. teknik elektronika; b. teknik listrik; c. teknik mekanikal.

(2)

(3)

5

Pasal 6 (1) Tenaga pendidik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5, untuk sertifikat kecakapan ahli minimal Strata – 1 atau Diploma IV . Tenaga pendidik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5, untuk sertifikat kecakapan terampil minimal Diploma III atau sederajat. Tenaga pendidik bidang teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5, wajib memiliki pengalaman bekerja dalam bidang peralatan elektronika dan listrik penerbangan minimal 3 (tiga) tahun. Pasal 7 Pendidikan dan pelatihan teknisi elektronika penerbangan dan teknisi listrik penerbangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (2), dapat diselenggarakan oleh: a. b. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara; atau Badan Hukum yang bergerak dalam bidang penerbangan yang telah mendapat rekomendasi dari Direktur Jenderal. Pasal 8 Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dalam menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7, dapat bekerjasama dengan Pusat Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 9 (1) Untuk mendapatkan rekomendasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf b, badan hukum mengajukan permohonan secara tertulis kepada Direktur Jenderal dengan melampirkan: a. foto kopi akta pendirian perusahaan dan perubahan serta surat pengesahan dari Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia; struktur organisasi;

(2)

(3)

b.

6

c.

daftar tenaga pendidik yang berkualifikasi sesuai jenis dan jenjang pendidikan dan pelatihan disertai ijazah tertinggi yang dimiliki; buku petunjuk tata cara tentang penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan; modul pelajaran sesuai dengan jenis dan jenjang pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan; daftar fasilitas yang dimiliki sesuai dengan jenis dan jenjang dari pendidikan dan pelatihan yang diselengggarakan; jadwal kegiatan.

d. e. f.

g. (2)

Buku pentunjuk tata cara tentang penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) huruf d, sekurang-kurangnya meliputi : a. b. tata tertib pelaksanaan pendidikan dan pelatihan; mekanisme pelaksanaan pendidikan dan pelatihan.

(3)

Daftar fasilitas sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) huruf f, sekurang-kurangnya meliputi : a. b. c. d. ruang kelas; ruang praktek berikut peralatannya; ruang administrasi; peralatan dan perlengkapan pendukung proses belajar mengajar.

(4)

Direktur Jenderal memberikan rekomendasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari kerja setelah permohonan diterima dan dinyatakan lengkap. Rekomendasi Direktur Jenderal sebagaimana dimaksud pada ayat (1), diberikan untuk setiap pendidikan dan pelatihan yang akan diselenggarakan.

(5)

7

15. Kepala Badan Pendidikan dan Latihan Departemen Perhubungan. 14. NIP. Menteri Perhubungan . 2. Para Direktur Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan. Inspektur Jenderal Departemen Perhubungan. Kepala Pusat Pendidikan dan Latihan Perhubungan Udara. Ditetapkan di : JAKARTA Pada Tanggal : 12 JUNI 2002 ________________________________________ DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA ttd SOENARYO Y. 6. 5. Pasal 11 Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. 8. Salinan sesuai dengan aslinya Kepala Bagian Hukum E. Para Kepala Balai Pendidikan dan Latihan Penerbangan. 7. A. Direktur Utama PT. 120108003 8 . 13. Para Kepala Dinas Perhubungan Propinsi. Direktur Utama PT. Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.(Persero) Angkasa Pura I. SILOOY NIP.Pasal 10 Rekomendasi Direktur Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. 120038217 SALINAN Keputusan ini disampaikan kepada Yth. 3. Para Direktur di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.(Persero) Angkasa Pura II. Para Kepala Bandar Udara. Kepala Balai Kesehatan Penerbangan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Kepala Balai Elektronika Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. 4. 12. Sekretaris Jenderal Departemen Perhubungan. 9. dicabut apabila penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan tidak sesuai dengan rekomendasi yang diberikan. Ketua Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia. 11. 10. 16. : 1.

Terampil i . Ahli Sertifikat Kecakapan Ahli Teknisi Elektronika Penerbangan Sertifikat Kecakapan Terampil Teknisi Elektronika Penerbangan SKP-A / TEP i 1 2.1.DAFTAR ISI Halaman DAFTAR ISI I. 6. SERTIFIKAT KECAKAPAN PERSONIL (SKP) 1. II. 3. RATING FASILITAS ELEKTRONIKA PENERBANGAN A. Ahli Terampil Ahli Voice Switching Communication System Voice Switching Communication System Controller Pilot Data Link Communication (CPDLC) Controller Pilot Data Link Communication (CPDLC) Automatic Message Switching Centre (AMSC) Automatic Message Switching Centre (AMSC) Very Hight Frequency Data Link (VHF-DL) Very Hight Frequency Data Link (VHF-DL) Aeronautical Telecommunication Network (ATN) Aeronautical Telecommunication Network (ATN) VSCS-A / KKP VSCS-A / KKP CPDLC-A/KKP 15 20 25 4. 8. 7. Ahli Terampil Ahli Terampil Ahli AMSC-A / KKP AMSC-A / KKP VDL-A / KKP VDL-A / KKP ATN-A / KKP ATN-A / KKP 31 36 41 44 47 50 10. 9. KOMUNIKASI PENERBANGAN 1. 2. Terampil CPDLC-A/KKP 28 5. Terampil SKP-T / TEP 8 II.

Ahli VHF Omnidirectional Range (VOR) VOR-A / KNP 133 ii . Ahli Aeronautical Message Handling System (AMHS) Aeronautical Message Handling System (AMHS) Integrated Remote Control and Monitoring System Integrated Remote Control and Monitoring System Very High Frequency and Ground Communication System (VHF A/G) Very High Frequency and Ground Communication System (VHF A/G) Aerodrome Terminal Information System (ATIS) Aerodrome Terminal Information System (ATIS) HF Air Ground Communication HF Air Ground Communication Very Small Apperture Terminal Very Small Apperture Terminal Radio Link Radio Link High Frequency Single Side Band ( HF . Ahli 14. Ahli 12. Terampil ATIS-B / KKP ATIS-B / KKP HF AG-B / KKP HF AG-B / KKP VSAT-B / KKP VSAT-B / KKP RLINK-B / KKP RLINK-B / KKP HF-SSB-C / KKP HF-SSB-C / KKP TTY-C / KKP TTY-C / KKP 81 85 89 93 97 102 107 112 117 121 125 129 B. Terampil 15. NAVIGASI PENERBANGAN 1. Ahli 22. Terampil 13. Terampil 25.11. Ahli 24. Ahli 28.SSB ) Teleprinter Teleprinter AMHS-A / KKP AMHS-A / KKP IRCMS-A / KKP IRCMS-A / KKP VHF AG-B / KKP 53 56 59 64 69 16. Ahli 18. Terampil 27. Terampil VHF AG-B / KKP 75 17. Terampil 23. Ahli 20. Ahli 26. Terampil 19. Terampil 21.SSB ) High Frequency Single Side Band ( HF .

7. Ahli DGPS. Ahli Instrument Landing System/Runway Visual Range (ILS/RVR) Instrument Landing System/Runway Visual Range (ILS/RVR) Satellite Landing System (Differential Global Position System) ILS/RVR-A / KPBP 193 2. Ahli Terampil Ahli Terampil Ahli Terampil Ahli Terampil Primary Surveillance Radar System ( PSR ) Primary Surveillance Radar System ( PSR ) Secondary Surveillance Radar System (SSR) Secondary Surveillance Radar System (SSR) Air Traffic Control Automation System Air Traffic Control Automation System Aerodreome Surface Detection Equipment System Aerodreome Surface Detection Equipment System PSR-A / KPP PSR-A / KPP SSR-A / KPP SSR-A / KPP ATC AUTO-A / KPP ATC AUTO-A / KPP ASDE-A / KPP ASDE-A / KPP 161 166 171 176 180 184 189 191 D. 2. 4. 8. PENGAMATAN PENERBANGAN 1. 5. Terampil Ahli Terampil Ahli Terampil Ahli Terampil VHF Omnidirectional Range (VOR) Distance Measuring Equipment (DME) Distance Measuring Equipment (DME) Satellite Navigation System Satellite Navigation System Non Directional Beacon ( NDB ) Non Directional Beacon ( NDB ) VOR-A / KNP DME-A / KNP DME-A / KNP SNS-A / KKP SNS-A / KKP NDB-C / KNP NDB-C / KNP 137 141 145 149 151 153 157 C. PERALATAN BANTU PENDARATAN 1. 5. 8. 4. 7. Terampil ILS/RVR-A / KPBP 197 3. 6. 3.A / KPBP 201 iii .2. 6. 3.

Ahli 14. Terampil 13.B/ KPFP CI. 5.B/ KPFP 205 209 213 217 221 225 229 233 237 241 245 249 253 256 10. 8. Terampil 11. 2. 4.Terampil Satellite Landing System (Differential Global Position System) DGPS. 3.A / KPBP 203 E. 7. Ahli 12. Terampil iv . Ahli Terampil Ahli Terampil Ahli Terampil Ahli Terampil Ahli Security Equipment Security Equipment Integrated Security System Integrated Security System Centralized Information System Centralized Information System Closed Circuit Television & Access Control Closed Circuit Television & Access Control Integrated Ground Communication System Integrated Ground Communication System Flight Information Display system Flight Information Display system Check In System Check In System SE-A / KPFP SE-A / KPFP ISS-A / KPFP ISS-A / KPFP CIS-A / KPFP CIS-A / KPFP CCTV&AC-B/KPFP CCTV&AC-B/KPFP IGCS-B / KPFP IGCS-B / KPFP FIDS-B / KPFP FIDS-B / KPFP CI. 9. PENUNJANG FASILITAS PENERBANGAN 1. 6.

PERSYARATAN : Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. MANFAAT YANG DIPEROLEH : Memiliki bukti kecakapan dalam bidang elektronika penerbangan tingkat ahli serta kesempatan untuk menempuh Diklat rating. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi elektronika penerbangan dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan yang cukup dalam ilmu elektronika dan fasilitas elektronika penerbangan dengan tujuan untuk memenuhi persyaratan memperoleh Sertifikat Kecakapan tingkat ahli. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. II. PENDAHULUAN Dalam rangka implementasi UU No. IV.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI SERTIFIKAT KECAKAPAN AHLI TEKNISI ELEKTRONIKA PENERBANGAN KODE SKP-A/TEP 120 Jam Pelajaran I. III. . 03 Tahun 2001 maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No.

KURIKULUM SERTIFIKAT KECAKAPAN AHLI TEKNISI ELEKTRONIKA PENERBANGAN A. PENGETAHUAN KHUSUS 1) 2) 3) 4) 5) 6) Pengetahuan Teknik Elektronika Teknik Digital Prinsip-Prinsip Pemancar dan Penerima Pengetahuan Komunikasi Data Alat-Alat Ukur dan Pengukuran Fasilitas Elektronika Penerbangan : : : : : : 8 Jam 12 Jam 8 Jam 12 Jam 8 Jam 24 Jam 72 jam . PENGETAHUAN KEUDARAAN 1) 2) 3) 4) 5) Pembinaan Personil Penerbangan Hukum Penerbangan (Air Law) Peraturan Penerbangan (Rule of the Air) Manajemen LLU Manajemen Pemeliharaan : : : : : 8 Jam 8 Jam 16 Jam 8 Jam 8 Jam 48 jam B.V.

PAN No.VI. MATA PELAJARAN (TOPIK) PENGETAHUAN KEUDARAAN Pembinaan Personil Penerbangan − − Agar peserta memahami tugas pokok dan fungsi Ditjen Hubud Agar Peserta memahami ketentuan-ketentuan mengenai angka kredit teknisi penerbangan Agar Peserta memahami hak dan kewajiban sbg. Manajemen LLU Agar para peserta mengetahui dan memahami konsep optimasi pemanfaatan ruang udara dan pelayanan keselamatan penerbangan Organisasi ruang udara Pelayanan navigasi penerbangan Konsep CNS/ATM 8 - - − − − − ICAO Global Plan ATS Planning Manual ATC Master Plan Indonesia Konsep Harmonisasi . 14 dan 17 Konvensi ICAO PP. 1. Hukum Penerbangan (Air Law) Agar Perserta mengetahui dan memahami hukum penerbangan sipil nasional dan internasional Agar Perserta memahami peraturan-peraturan yang berkaitan dengan penerbangan sipil Konvensi ICAO Annexes ICAO Kedaulatan Negara 8 - − − − UU No. 16 Tahun 1994 KM. 58 Tahun 1991 KM. − − − − − − − − − − − − − 2. 3 Tahun 2001 3. teknisi penerbangan − − Sturktur Organisasi dan tata kerja Ditjen Hubud Angka Kredit untuk Jabatan Fungsional Teknisi Penerbangan. No. 15 Tahun 1992 Annexes : 10. Pembinaan pegawai (PNS/BUMN) Etika profesi teknisi 8 − − − − − − UU No. 40 Tahun 1995 PP. 100 Tahun 1988 Skep Dirjen Hubud No. 15 Tahun 1992 PP. 71 Tahun 1996 PP. No. Peraturan Penerbangan (Rule of the Air) Keselamatan Penerbangan Keamanan Penerbangan Angkutan Udara Kebandarudaraan 16 - − − − 4. SKEP/176/VI/2001 TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P A. No. No. 11. No. SILABUS DIKLAT SERTIFIKAT KECAKAPAN AHLITEKNISI ELEKTRONIKA PENERBANGAN No. No. 3 Tahun 2001 PP.

No. Triwulanan. Converter dan 12 - - . Erlangga 1999. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami ketentuan-ketentuan dalam pengoperasian dan pemeliharaan peralatan. Kamal Idris. Bulanan. PENGETAHUAN KHUSUS Pengetahuan Teknik Elektronika Agar peserta memahami dan menerapkan ilmu teknik elektronika. Mingguan. F. Manajemen Pemeliharaan − − B. “Teknik Digital” Bina Pustaka 1986. − − − − − Kebijakan Sistem Pemeliharaan Tujuan Program Pemeliharaan Konsepsi Pemeliharaan Prosedur Pengoperasian Peralatan Prosedur pemeliharaan Peralatan (Jadual Harian. John Coolen. Teknik Digital Agar peserta memahami dan menerapkan teknik digital - Gerbang Logika dan Aplikasinya Flip Flop dan multivibrator Register. Erlangga 1999. “Komunikasi Elektronika”. SKEP/40/II/1998 5. Suryanto. 2. Hanafi Gunawan “Prisip-prinsip Elektronika. Semesteran dan Tahunan) dan Pengkalibrasian Tingkat Pemeliharaan Pemeriksaaan Peralatan 8 P − − Prosedur Pemeliharaan fasilitas elektronika dan listrik Skep Dirjen Hubud No. - Teori Semi Konduktor dan Dioda Jenis-jenis Transistor dan biasing Amplifier/OP-AMP Analisa Rangkaian 8 - - - Malvino. Pennis Roddy. 1.

No.Mixer . Erlangga 1999.Aplikasi penerima 8 - - - - Malvino. Pengetahuan Komunikasi Data Agar peserta memahami dan menerapkan pengetahuan komunikasi data - Teori Dasar Komunikasi Dasar dasar Komputer Sistem Jaringan Media Transmisi. Erlangga 1999. Prinsip prinsip penerima Pemancar dan Agar peserta memahami dan mampu menganalisis cara kerja pemancar dan penerima dalam sistem Pemancar .Oscillator . .Oscillator .Transmission line and Antenna . Kamal Idris.Audio Amplifier .Filter . John Coolen.Wave Propagation . Hanafi Gunawan “Prisip-prinsip Elektronika. Pennis Roddy. John Coolen.Aplikasi pemancar Penerima . MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN Counter Microprocessor Analisa Rangkaian JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T - P 3. Manual book 4. Erlangga 1999. Kamal Idris. “Komunikasi Elektronika”.Detector/Demodulator .RF Amplifier dan antenna . “Komunikasi Elektronika”.Intermediate Frequency . Protocol/Interface Operating System Aplikasi Sistem Komunikasi Data 12 - Pennis Roddy.Power Amplifier .Modulator .

Soedjana Sapiie.AMHS .CPDLC . “Pengukuran dan AlatAlat Ukur Listrik” .ATN . III.Sistem Transmisi . Pradnya Paramita 1979 Manual book 5.VSCS . II.No.AMSC dan Teleprinter .HF . Fasilitas Elektronika penerbangan Agar peserta memahami dan mampu menganalisis cara kerja fasilitas elektronika penerbangan serta kriteria penempatan peralatan Komunikasi penerbangan . Osamu Nishino.Data Link .VHF . IV dan V Annex 17 ATN SNPS CNS/ATM in Indonesia development.Radio Link .ATIS .Recording System . - 6.PT. Pokja CNS 2001 .VSAT Navigasi dan Pengamatan NDB VOR/DME ILS PSR SSR ATC Automation ASDE 24 - - Annex 10 Volume I. MATA PELAJARAN (TOPIK) Alat Alat Ukur dan pengukuran TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan dapat menggunakan alat-alat ukur dengan benar Multi meter Oscilloscope Signal Generator Frequency Counter Logic Analyzer Power Meter Spectrum Analyzer Vector Voltmeter 8 P Dr. Dr.

No. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN - POKOK BAHASAN GNSS JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P Elektronika Bandara Security Equipment Integrated Security System CCTV FIDS CIS IGCS .

III. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL SERTIFIKAT KECAKAPAN TERAMPIL TEKNISI ELEKTRONIKA PENERBANGAN KODE SKP-T/TEP 120 Jam Pelajaran I. 03 Tahun 2001 maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi elektronika penerbangan dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan yang cukup dalam ilmu elektronika dan fasilitas elektronika penerbangan dengan tujuan untuk memenuhi persyaratan memperoleh Sertifikat Kecakapan tingkat terampil. MANFAAT YANG DIPEROLEH : Memiliki bukti kecakapan dalam bidang elektronika penerbangan tingkat terampil serta kesempatan untuk menempuh Diklat rating. II. IV. . 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. PERSYARATAN : Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. PENDAHULUAN Dalam rangka implementasi UU No.

KURIKULUM SERTIFIKAT KECAKAPAN ELEKTRONIKA PENERBANGAN A.V. PENGETAHUAN KEUDARAAN 1) 2) 3) 4) 5) Pembinaan Personil Penerbangan Hukum Penerbangan (Air Law) Peraturan Penerbangan (Rule of the Air) Manajemen LLU Manajemen Pemeliharaan TERAMPIL TEKNISI : : : : : 8 Jam 8 Jam 16 Jam 8 Jam 8 Jam 48 jam B. PENGETAHUAN KHUSUS 1) 2) 3) 4) 5) 6) Pengetahuan Teknik Elektronika Teknik Digital Prinsip-Prinsip Pemancar dan Penerima Pengetahuan Komunikasi Data Alat-Alat Ukur dan Pengukuran Fasilitas Elektronika Penerbangan : : : : : : 8 Jam 12 Jam 8 Jam 12 Jam 8 Jam 24 Jam 72 jam .

No. teknisi penerbangan − − Sturktur Organisasi dan tata kerja Ditjen Hubud Angka Kredit untuk Jabatan Fungsional Teknisi Penerbangan. 14 dan 17 Konvensi ICAO PP. 1. SILABUS DIKLAT SERTIFIKAT KECAKAPAN TERAMPIL TEKNISI ELEKTRONIKA PENERBANGAN No. SKEP/176/VI/2001 TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P A. Peraturan Penerbangan (Rule of the Air) Keselamatan Penerbangan Keamanan Penerbangan Angkutan Udara Kebandarudaraan 16 - − − − 4. MATA PELAJARAN (TOPIK) PENGETAHUAN KEUDARAAN Pembinaan Personil Penerbangan − − Agar peserta memahami tugas pokok dan fungsi Ditjen Hubud Agar Peserta memahami ketentuan-ketentuan mengenai angka kredit teknisi penerbangan Agar Peserta memahami hak dan kewajiban sbg. 58 Tahun 1991 KM. No. 71 Tahun 1996 PP. Hukum Penerbangan (Air Law) Agar Perserta mengetahui dan memahami hukum penerbangan sipil nasional dan internasional Agar Perserta memahami peraturan-peraturan yang berkaitan dengan penerbangan sipil Konvensi ICAO Annexes ICAO Kedaulatan Negara 8 - − − − UU No. 11. 3 Tahun 2001 3. 3 Tahun 2001 PP. No. 15 Tahun 1992 PP. Manajemen LLU Agar para peserta mengetahui dan memahami konsep optimasi pemanfaatan ruang udara dan pelayanan keselamatan penerbangan Organisasi ruang udara Pelayanan navigasi penerbangan Konsep CNS/ATM 8 - − − − − ICAO Global Plan ATS Planning Manual ATC Master Plan Indonesia Konsep Harmonisasi . 15 Tahun 1992 Annexes : 10. 100 Tahun 1988 Skep Dirjen Hubud No. − − − − − − − − − − − − − 2. 40 Tahun 1995 PP. No. Pembinaan pegawai (PNS/BUMN) Etika profesi teknisi 8 − − − − − − UU No. No. 16 Tahun 1994 KM. No.VI. PAN No.

Semesteran dan Tahunan) dan Pengkalibrasian Tingkat Pemeliharaan Pemeriksaaan Peralatan 8 P − − Prosedur Pemeliharaan fasilitas elektronika dan listrik Skep Dirjen Hubud No. SKEP/40/II/1998 5. PENGETAHUAN KHUSUS Pengetahuan Teknik Elektronika Agar peserta mengetahui dan memahami ilmu dasar teknik elektronika - Teori Semi Konduktor dan Dioda Jenis-jenis Transistor dan biasing Amplifier/OP-AMP 8 - 1. Malvino. F. Mingguan. “Komunikasi Elektronika”. Manajemen Pemeliharaan − − B. Erlangga 1999. “Teknik Digital” Bina Pustaka 1986. Suryanto. Triwulanan. John Coolen.No. Erlangga 1999. − − − − − Kebijakan Sistem Pemeliharaan Tujuan Program Pemeliharaan Konsepsi Pemeliharaan Prosedur Pengoperasian Peralatan Prosedur pemeliharaan Peralatan (Jadual Harian. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami ketentuan-ketentuan dalam pengoperasian dan pemeliharaan peralatan. 1. . 2. Converter dan 12 - 1. Pennis Roddy. Kamal Idris. Teknik Digital Agar peserta mengetahui dan memahami teknik digital - Gerbang Logika dan Aplikasinya Flip Flop dan multivibrator Register. Bulanan. 2. Hanafi Gunawan “Prisip-prinsip Elektronika.

Pennis Roddy. Erlangga 1999. Alat Alat Ukur dan pengukuran Agar peserta mengetahui dan memahami cara kerja alat ukur serta dapat melakukan pengukuran dengan benar - Multi meter Oscilloscope Signal Generator Frequency Counter Logic Analyzer 8 1.Modulator . Hanafi Gunawan “Prisip-prinsip Elektronika. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN Counter Microprocessor JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T - P 3. “Komunikasi Elektronika”.Filter .PT.Oscillator . Kamal Idris.Transmission line and Antenna . Malvino. 5. “Pengukuran dan AlatAlat Ukur Listrik” . “Komunikasi Elektronika”.Power Amplifier . Dr.Audio Amplifier 8 - 1. Erlangga 1999. Osamu Nishino. John Coolen.Detector/Demodulator . Pengetahuan Komunikasi Data Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan komunikasi data - Teori Dasar Komunikasi Dasar dasar Komputer Sistem Jaringan Media Transmisi.Mixer .No. 3. 2.RF Amplifier dan antenna . Prinsip prinsip penerima Pemancar dan Agar peserta mengetahui dan memahami sistem kerja pemancar dan penerima Pemancar .Intermediate Frequency . Dr. John Coolen. Kamal Idris.Wave Propagation Penerima . Erlangga 1999.Oscillator . Soedjana Sapiie. Protocol/Interface Operating System 12 1. Pradnya Paramita 1979 . Pennis Roddy. Manual book 4.

No.

MATA PELAJARAN (TOPIK)

TUJUAN -

POKOK BAHASAN Power Meter Spectrum Analyzer Vector Voltmeter

JAMPEL

PENGAJAR

DAFTAR KEPUSTAKAAN 2. Manual book

T

P

6.

Fasilitas Elektronika penerbangan

Agar peserta mengetahui dan memahami fungsi dan cara kerja fasilitas elektronika penerbangan

Komunikasi penerbangan - VHF - HF - AMSC dan Teleprinter - Data Link - Recording System - Sistem Transmisi - ATIS - CPDLC - VSCS - ATN - AMHS - Radio Link - VSAT Navigasi dan Pengamatan NDB VOR/DME ILS PSR SSR ATC Automation ASDE GNSS

24

-

1. 2. 3. 4.

Annex 10 Volume I, II, III, IV dan V Annex 17 ATN SNPS CNS/ATM in Indonesia development, Pokja CNS 2001

No.

MATA PELAJARAN (TOPIK)

TUJUAN

POKOK BAHASAN Elektronika Bandara Security Equipment Integrated Security System CCTV FIDS CIS IGCS

JAMPEL

PENGAJAR

DAFTAR KEPUSTAKAAN

T

P

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA

DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK
SKP AHLI RATING VOICE SWITCHING COMMUNICATION SYSTEM ( VSCS ) 284 Jam Pelajaran
I PENDAHULUAN

KODE: VSCS -A/KKP Teori : 120 Jam Praktek : 164 Jam

VSCS adalah peralatan yang digunakan untuk menghubungkan antara operator dengan Tranceiver (A/G Communication) dan antara operator dengan operator stasiun lain (Ground to Ground Communication) melalui media komunikasi untuk menunjang kelancaran operasional pelayanan keselamatan penerbangan
Dalam rangka implementasi UU No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan, serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan, yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating, maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan VSCS wajib mengikuti pendidIkan dan pelatihan . II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating VSCS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih,ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan VSCS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. III PERSYARATAN : a. b. IV Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan.

MANFAAT YANG DIHARAPKAN :

Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas VSCS, sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.

V. KURIKULUM RATING AHLI : VOICE SWITCHING COMMUNICATION SYSTEM (VSCS) JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 24

NO 1

MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Fungsi b. Teori penunjang c. Dokumen Terkait. Teknik peralatan a. Teori Rinci b. Block dan circuit diagram. Prosedur Pengoperasian . Pemeliharaan a. Pemeliharaan Pencegahan . b. Pemeliharaan Perbaikan. Praktek a. Pengoperasian. b. Penggunaan alat ukur. c. Pemeliharaan pencegahan d. Trouble Shooting. Ujian/Evaluasi a. Teori b. Praktek

KODE
VSCS-A/A/1

2

VSCS-A/A/2

48

3 4

VSCS-A/A/3 VSCS-A/A/4

16 24

5

VSCS-A/A/5

140

6

VSCS-A/A/6

8 24

VI. SILABI : RATING AHLI VSCS NO MATA PELAJARAN (TOPIK ) Teori umum peralatan a. Fungsi b. Teori Penunjang c. Dokumen terkait TUJUAN • Agar peserta memahami teori pendukung dan dasar teknis fungsi dari peralatan POKOK BAHASAN • Fungsi/kegunaan peralatan . • Teori penunjang meliputi ; Ø Komunikasi Radio Penerbangan. ( band frequency,AFS,AMS). Ø Teori Komunikasi data Ø Perangkat Komunikasi data Ø Media Komunikasi Ø Protocol/Interface Ø Topologi Jaringan. • Dokumen terkait JAMPEL T 4 16 P PENGAJAR DAFTAR PUSTAKA - Annex 10 Volume…….

1

4

2

Teknik Peralatan. a. Teori rinci b. Blok diagram . c. Rencana Instalasi

Agar peserta mengerti dan memahami konsep dan cara kerja peralatan secara rinci.

• Blok Diagram VSCS dan Fungsi tiap blok meliputi ; Ø Switching node. Ø Analog Line Card. Ø Switch Card Ø Switch Distribution Card. Ø Interface Card Ø Position Terminal Unit. Ø Power Supply

16

• Prinsip Kerja Voice/Radio Switching meliputi ; Ø Prinsip kerja VSCSSistem Inter connection. Ø Prinsip Kerja Analog Line Card. Ø Switching Sysyem dan Interface. Ø Terminal Unit. Ø Power Supply.

24

• Perencanaan instalasi peralatan. . 3 Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengerti dan • Pengoperasian secara memahami prosedur Hardware meliputi ; pengoperasian. Ø Interkoneksi system & peripheral Ø Menghidupkan Ø Mematikan Ø Memindahkan sistem
• Pengoperasian secara software meliputi ;

8

8

8

Ø Ø Ø Ø Ø
Ø

Annex 10, volume III

Menghidupkan/restart. Mematikan . Memindahkan Check status system Create Channel
Staus OK.

4

Sistem pemeliharaan; a. Pemeliharaan pencegahan. b. Pemeliharaan perbaikan

Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan AMSC sesuai dengan standar

• Pemeliharaan Pencegahan meliputi ; Ø Pemeliharaan berkala. Ø Performance Check. • Pemeliharaan Perbaikan Ø Perbaikan Sistem Hardwaremeliputi ; ( CPU, Switching System dan Interface,Analog Line ard Terminal,Auotomatic Change over Unit,LAN • Perbaikan sistem Software ; Ø Operating System Ø Aplication System • Praktek pengoperasian. • Praktek Penggunaan alat ukur. • Praktek pemeliharaan Peralatan. • Trouble Shooting dan analysis sistem Peralatan • Praktek Kerja Lapangan • • . Ujian teori. Ujian praktek

4

12

8

5

Praktek
a. Pengoperasian .dan pemeliharaan peralatan b. Trouble Shooting dan Analisis sistem .

Agar peserta dapat memiliki keahlian dalam pengoperasian dan pemeliharaan peralatan.

12 24 24 48

32 8 24

6

Ujian/Evaluasi. a. Praktek. b. Teori

Untuk mengevaluasi sejauh mana kemampuan peserta

II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating VSCS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan VSCS wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan . sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. KODE: VSCS-A/KKP Teori : 84 Jam Praktek : 132 Jam .ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan VSCS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. b. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas VSCS. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING VOICE SWITCHING COMMUNICATION SYSTEM ( VSCS ) 216 Jam Pelajaran I PENDAHULUAN VSCS adalah peralatan yang digunakan untuk menghubungkan antara operator dengan Tranceiver (A/G Communication) dan antara operator dengan operator stasiun lain (Ground to Ground Communication) melalui media komunikasi untuk menunjang kelancaran operasional pelayanan keselamatan penerbangan Dalam rangka implementasi UU No. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. III PERSYARATAN : a. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan.

Praktek a. Pemeliharaan Perbaikan. Praktek VSCS-A/T/6 8 24 . Teknik peralatan a. Fungsi Peralatan b. KURIKULUM RATING TERAMPIL : VOICE SWITCHING COMMUNICATION SYSTEM (VSCS) JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 16 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. d. Analisis sistem Peralatan f. Teori d.V. Praktek kerja Lapangan KODE VSCS-A/T//1 2 VSCS-A/T/2 32 3 4 VSCS-A/T/3 VSCS-A/T/4 12 16 5 VSCS-A/T/5 108 6 Ujian/Evaluasi c. b. Pemeliharaan Pencegahan . Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian . Teori Rinci b. Penggunaan alat ukur. Trouble Shooting. Pemeliharaan Pencegahan . Dokumen Terkait. c. Pengoperasian. e. Pemeliharaan c. d. Teori penunjang c. Teori Operasi dan Blok diagram. c.

Ø Switch Card Ø Switch Distribution Card.VI. Ø Analog Line Card. SILABI : RATING TERAMPIL VSCS JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN (TOPIK ) Teori umum peralatan a. Blok diagram . Teori rinci b. • Dokumen terkait • Blok Diagram VSCS dan Fungsi tiap blok meliputi . a. Ø Teori Komunikasi data Ø Ø Media Komunikasi Ø Protocol/Interface Ø Topologi Jaringan. Ø Komunikasi Radio Penerbangan. ( band frequency. Ø Switching node. Teori Penunjang c. Ø Interface Card Ø Position Terminal Unit. • Teori penunjang meliputi . Ø Power Supply T 4 8 P PENGAJAR DAFTAR PUSTAKA .Annex 10 Volume……. Dokumen terkait TUJUAN • Agar peserta memahami teori pendukung dan dasar teknis fungsi dari peralatan POKOK BAHASAN • Fungsi/kegunaan peralatan . 4 2 Teknik Peralatan. Agar peserta mengerti dan memahami konsep dan cara kerja peralatan secara rinci. Fungsi b. 16 .AMS).AFS.

Mematikan . 3 Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengerti dan • Pengoperasian secara memahami prosedur Hardware meliputi . 16 . Memindahkan Check status system Create Channel Staus OK. volume III Menghidupkan/restart. Ø Prinsip kerja VSCSSistem Inter connection. 8 Ø Ø Ø Ø Ø Ø Annex 10. pengoperasian. Ø Terminal Unit. Ø Power Supply.• Prinsip Kerja Voice/Radio Switching meliputi . . Ø Switching Sysyem dan Interface. Ø Prinsip Kerja Analog Line Card. Ø Interkoneksi system & peripheral Ø Menghidupkan Ø Mematikan Ø Memindahkan sistem 4 • Pengoperasian secara software meliputi .

Ujian praktek 8 4 4 5 Praktek a. • Trouble Shooting dan analysis sistem Peralatan • Praktek Kerja Lapangan • • . Agar peserta dapat memiliki keahlian dalam pengoperasian dan pemeliharaan peralatan. Switching System dan Interface. Pengoperasian . b. Praktek. a. Teori Untuk mengevaluasi sejauh mana kemampuan peserta .Auotomatic Change over Unit. Ø Performance Check. • Pemeliharaan Perbaikan Ø Perbaikan Sistem Hardwaremeliputi . 8 12 8 32 24 8 24 6 Ujian/Evaluasi. • Praktek Penggunaan alat ukur.dan pemeliharaan peralatan b.LAN • Perbaikan sistem Software . Pemeliharaan pencegahan. • Praktek pemeliharaan Peralatan. Ø Pemeliharaan berkala. Pemeliharaan perbaikan Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan AMSC sesuai dengan standar • Pemeliharaan Pencegahan meliputi . b.4 Sistem pemeliharaan. ( CPU. a. Ø Operating System Ø Aplication System • Praktek pengoperasian.Analog Line ard Terminal. Trouble Shooting dan Analisis sistem . Ujian teori.

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA

DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK
SKP AHLI RATING AUTOMATIC MESSAGE SWITCHING CENTRE ( AMSC ) 288 Jam Pelajaran I. PENDAHULUAN Automatic Message Switching Centre ( AMSC ) adalah suatu peralatan yang berfungsi memproses pengiriman, penerimaan serta penyimpan berita- berita penerbangan secara otomatis antar stasiun penerbangan ( Bandara ) sesuai dengan persyaratan internasional dalam format Aeronautical Fixed Telecommunication Network (AFTN) Dalam rangka implementasi UU No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan, maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan AMSC perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. II. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Automatic Message Switching System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih,ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan AMSC serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. III. PERSYARATAN : a. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. IV. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas AMSC, sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. KODE: AMSC-A/KKP Teori : 120 Jam Praktek : 168 Jam

V. KURIKULUM RATING AHLI AMSC JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 16

NO 1

MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Fungsi b. Teori penunjang c. Dokumen Terkait Teknik peralatan a. Teori Rinci Peralatan b. Block diagram. c. Rencana Instalasi Prosedur Pengoperasian . Pemeliharaan a. Pemeliharaan Pencegahan . b. Pemeliharaan Perbaikan.

KODE
AMSC-A/A /1

2

AMSC-A/A /2

56

3 4

AMSC-A/A /3 AMSC-A/A /4

16 24

5

Praktek a. Pengoperasian . b. Pemeliharaan Pencegahan . c . Trouble Shooting. d. Praktek kerja lapangan Ujian/Evaluasi c. Teori d. Praktek

AMSC-A/A /5

146

6

AMSC-A/A /6

8 24

VI. SILABI : RATING AHLI AMSC JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN (TOPIK ) Teori umum peralatan a. Fungsi b. Teori Penunjang c. Dokumen terkait TUJUAN • Agar peserta memahami teori pendukung dan dasar teknis fungsi dari peralatan POKOK BAHASAN • Fungsi/kegunaan peralatan . • Teori Penunjang meliputi ; Ø Teori dasar Komputer. Ø Komunikasi data. Ø Topologi AFTN. Ø Protocol/Interface. • Dokumen terkait: T 4 8 P PENGAJAR DAFTAR PUSTAKA Annex 10 Volume II ( Communicatio n Procedure ) - Manual on the planning and Engineering of the Aeronautical Fixed Telecommu nication Network.

4

2

Teknik Peralatan. a. Teori rinci b. Blok diagram . c. Rencana Instalasi

Agar peserta mengerti dan memahami konsep dan cara kerja peralatan secara rinci.

• Teori Operasi dan Blok diagram. • Sistem Hard Ware ; ( CPU,I/O,ACM,ACU,. Line Interface ,jaringan ). • Sistem Software ;

8 16

24

ØOperating System. ØFlow Chart. Perangkat Lunak AMSC. Ø Management Operasi Sistem AMSC.

• Perencanaan instalasi peralatan. .

8

3

Prosedur Pengoperasian

Agar peserta mengerti dan • Pengoperasian secara hardware memahami prosedur meliputi ; ØInterkoneksi Sistem dan pengoperasian.
peripheral . ØMenghidupkan dan mematikan. ØChange over.

4

.
• Pengoperasian secara software meliputi ; Ø Menghidupkan / restart . Ø Mematikan. Ø Change Over Ø Status System. Ø Create Line. Ø Status Line. Ø Setting Parameter Line. Ø Modifikasi Line. • Pengoperasian terminal AFTN meliputi ; Ø Interkoneksi. Ø Menghidupkan. Ø Setting Parameter. Ø Mematikan.

8

4

4

Sistem pemeliharaan; a. Pemeliharaan pencegahan. b. Pemeliharaan perbaikan

Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan AMSC sesuai dengan standar

• Pemeliharaan Pencegahan meliputi ; Ø Pemeliharaan berkala. Ø Performance Check. • Pemeliharaan Perbaikan
Sistem Hardware meliputi ; ( CPU.I/O.,ACM,ACU,Line Interface.,Jaringan.). Pemeliharaan Sotware ; Ø Rekonfigurasi. Ø Reinstalasi • Praktek pengoperasian dan pemeliharaan peralatan. • Trouble Shooting dan Analysis sistem peralatan.

8

8

8

5

Praktek
a. Pengoperasian .dan pemeliharaan peralatan b. Trouble Shooting dan Analisis sistem .

Agar peserta dapat memiliki keahlian dalam pengoperasian dan pemeliharaan peralatan. Untuk mengevaluasi sejauh mana kemampuan peserta

32 72 32 8 32

6

Ujian/Evaluasi. a. Praktek. b. Teori

• Praktek Kerja lapangan a. Ujian teori. b. Ujian Praktek.

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA

DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK
SKP TERAMPIL RATING AUTOMATIC MESSAGE SWITCHING CENTRE ( AMSC ) 208 Jam Pelajaran I. PENDAHULUAN Automatic Message Switching Centre ( AMSC ) adalah suatu peralatan yang berfungsi memproses pengiriman, penerimaan serta penyimpan berita- berita penerbangan antar stasiun penerbangan ( Bandara ) sesuai dengan persyaratan internasional dalam format Aeronautical Fixed Telecommunication Network (AFTN). Dalam rangka implementasi UU No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan, maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan AMSC perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. II. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan terampil yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating AMSC dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih,ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan AMSC serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. III. PERSYARATAN : a. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. IV. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas AMSC sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. KODE: AMSC-A/KKP Teori : 78 Jam Praktek : 130 Jam

V. KURIKULUM RATING TERAMPIL AMSC JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 12

NO 1

MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Fungsi b. Teori Penunjang c. Dokumen Terkait Teknik peralatan a. Teori Rinci Peralatan b. Block diagram.

KODE
AMSC-A/T /1

2

AMSC-A/T /2

30

3 4

Prosedur Pengoperasian . Pemeliharaan a. Pemeliharaan Pencegahan . b. Pemeliharaan Perbaikan.

AMSC-A/T /3 AMSC-A/T /4

12 16

5

Praktek a. Pengoperasian. b Pemeliharaan Pencegahan . c. Trouble Shooting d. Praktek kerja Lapangan Ujian/Evaluasi a. Teori b. Praktek

AMSC-A/T /5

106

6

AMSC-A/T /6

8 24

Ø Teori dasar Komputer. Teori Penunjang c. SILABI : RATING TERAMPIL AMSC NO MATA PELAJARAN (TOPIK ) Teori umum peralatan a. Dokumen terkait TUJUAN • Agar peserta memahami teori pendukung dan dasar teknis fungsi dari peralatan POKOK BAHASAN • Fungsi/kegunaan peralatan . • Dokumen terkait: JAMPEL T 2 8 P PENGAJAR DAFTAR PUSTAKA -Annex 10 Volume II ( Communicatio n Procedure )..ACM. Ø Komunikasi data. a. c. Ø Protocol/Interface.VI. ØFlow Chart. • Sistem Software . -Buku petunjuk pengoperasian dan pemeliharaan peralatan 1 2 2 Teknik Peralatan. Rencana Instalasi Agar peserta mengerti dan memahami konsep dan cara kerja peralatan secara rinci. Blok diagram .jaringan ). Teori rinci b. • Teori Penunjang meliputi . • Teori Operasi dan Blok diagram. Fungsi b. Ø Management Operasi Sistem AMSC. • Sistem Hard Ware . -Manual on the planning and engineering of the Aeronautical Telecommunic ation Network.I/O. ( CPU. Ø Topologi AFTN. 8 . 4 12 12 ØOperating System. Perangkat Lunak AMSC. Line Interface .ACU.

Ø Interkoneksi. Ø Setting Parameter Line. 4 . Ø Mematikan. Ø Status Line. volume III 4 .3 Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengerti dan • Pengoperasian secara hardware memahami prosedur meliputi . Ø Create Line. 4 Annex 10. ØMenghidupkan dan mematikan. Ø Mematikan. Ø Menghidupkan. ØInterkoneksi Sistem dan pengoperasian. Ø Menghidupkan / restart . Ø Change Over Ø Status System. Ø Setting Parameter. • Pengoperasian secara software meliputi . Ø Modifikasi Line. • Pengoperasian terminal AFTN meliputi . peripheral . ØChange over.

Teori • Praktek Kerja lapangan a.dan pemeliharaan peralatan b. Agar peserta dapat memiliki keahlian dalam pengoperasian dan pemeliharaan peralatan. Trouble Shooting dan Analisis sistem .Line Interface. .4 Sistem pemeliharaan. Pemeliharaan Sotware .ACU. b. Ujian teori. Ø Rekonfigurasi. Ø Reinstalasi • Praktek pengoperasian dan pemeliharaan peralatan. a. 4 8 • 4 5 Praktek a. Ø Performance Check. b. Pemeliharaan perbaikan Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan AMSC sesuai dengan standar • Pemeliharaan Pencegahan meliputi . Pemeliharaan pencegahan.. • Pemeliharaan Perbaikan Sistem Hardware meliputi . Jaringan. Ø Pemeliharaan berkala. Untuk mengevaluasi sejauh mana kemampuan peserta 44 32 32 8 24 6 Ujian/Evaluasi. Praktek.).ACM. b. a. • Trouble Shooting dan Analysis sistem peralatan. Ujian Praktek. Pengoperasian .I/O. ( CPU.

Dalam rangka implementasi UU No. KODE: CPDLC -A/KKP Teori : 130 Jam Praktek : 170 Jam MANFAAT YANG DIHARAPKAN : IV Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan sistem aplikasiCPDLC.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING CONTROLLER PILOT DATA LINK COMMUNICATION ( CPDLC ) 300 Jam Pelajaran I PENDAHULUAN CPDLC adalah salah satu aplikasi ATN yang digunakan untuk komunikasi antara petugas pemandu lalu lintas udara dan pilot dengan menggunakan sarana komunikasi data (A/G Communications) dalam rangka pelayanan keselamatan penerbangan. PERSYARATAN : III a. b. MAKSUD DAN TUJUAN II Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating CPDLC dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. . maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara sistem CPDLC wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan .ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan sistem CPDLC serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. sehingga selalu dalam kondisi operasional sesuai standar yang dipersyaratkan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan.

b. Trouble Shooting. Prosedur Pengoperasian . Pemeliharaan a. Pemeliharaan Pencegahan . Praktek a. Fungsi b.V. Teknik peralatan a. Praktek CPDLC-A/A/1 2 CPDLC-A/A/2 48 3 4 CPDLC-A/A/3 CPDLC-A/A/4 16 26 5 CPDLC-A/A/5 138 6 CPDLC-A/A/6 16 32 JUMLAH 130 170 . Block dan circuit diagram. Penggunaan alat ukur. Dokumen Terkait. c. Teori Rinci b. Teori b. Pemeliharaan pencegahan d. b. Pengoperasian. KURIKULUM RATING AHLI : CONTROLLER PILOT DATA LINK COMMUNICATION ( CPDLC) JUMLAH JAM PELAJARAN TEOR PRAKTEK I 24 NO MATA PELAJARAN KODE 1 Teori Umum Peralatan a. Teori penunjang c. Pemeliharaan Perbaikan. Ujian/Evaluasi a.

VI. SILABI : RATING AHLI CPDLC (sedang dalam pengembangan) .

03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING CONTROLLER PILOT DATA LINK COMMUNICATION ( CPDLC ) 230 Jam Pelajaran I PENDAHULUAN CPDLC adalah salah satu aplikasi ATN yang digunakan untuk komunikasi antara petugas pemandu lalu lintas udara dengan pilot dengan menggunakan sarana komunikasi data (A/G Communications) dalam rangka pelayanan keselamatan penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan sistem CPDLC serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. KODE: CPDLC -A/KKP Teori : 98 Jam Praktek : 132 Jam . Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. b. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating CPDLC dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan sistem aplikasi CPDLC. Dalam rangka implementasi UU No. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara sistem CPDLC wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan . serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. III PERSYARATAN : a. sehingga selalu dalam kondisi operasional sesuai standar yang dipersyaratkan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan.

c. Dokumen Terkait. KURIKULUM RATING TERAMPIL : CONTROLLER PILOT DATA LINK COMMUNICATION (CPDLC) JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 16 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Pengoperasian. Teori d. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian . Teknik peralatan a.V. Pemeliharaan Pencegahan . e. Praktek CPDLC-A/T/6 8 24 TOTAL 98 132 . b. Trouble Shooting. d. Praktek kerja Lapangan KODE CPDLC-A/T//1 2 CPDLC-A/T/2 46 3 4 CPDLC-A/T/3 CPDLC-A/T/4 12 16 5 CPDLC-A/T/5 108 6 Ujian/Evaluasi c. Praktek a. Pemeliharaan Perbaikan. Analisis sistem Peralatan f. c. Penggunaan alat ukur. Fungsi Peralatan b. Pemeliharaan c. Pemeliharaan Pencegahan . d. Teori penunjang c. Teori Operasi dan Blok diagram. Teori Rinci b.

VI. SILABI : RATING TERAMPIL CPDLC (sedang dalam pengembangan) .

IV Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. III PERSYARATAN : a. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Dalam rangka implementasi UU No. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi operasional sesuai standar yang dipersyaratkan. KODE: VDL -A/KKP Teori : 130 Jam Praktek : 170 Jam MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas VHF-DL. . b. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan VHF-DL wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan . II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating VHF-DL dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING VERY HIGHT FREQUENCY DATA LINK ( VHF-DL ) 300 Jam Pelajaran I PENDAHULUAN VHF-DL adalah pelayanan komunikasi data yang menggunakan peralatan radio komunikasi dengan frekuensi sangat tinggi (Very High Frequency-VHF) antara Petugas ATS dengan Pilot di pesawat udara (A/G Communications) dan merupakan salah satu media jaringan A/G ATN dalam rangka menunjang kelancaran operasional pelayanan keselamatan penerbangan.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan VHF-DL serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya.

Praktek KODE VDL -A/A/1 2 VDL -A/A/2 48 3 4 VDL -A/A/3 VDL -A/A/4 16 26 5 VDL -A/A/5 138 6 VDL -A/A/6 16 32 JUMLAH 130 170 . Ujian/Evaluasi a. Teori Rinci b. Pemeliharaan a. Teori penunjang c. Prosedur Pengoperasian . Block dan circuit diagram. Trouble Shooting. Fungsi b. Pemeliharaan pencegahan d. Penggunaan alat ukur. Praktek a. Pengoperasian. Pemeliharaan Pencegahan . b. Teori b. b. Teknik peralatan a. c. Dokumen Terkait.V. Pemeliharaan Perbaikan. KURIKULUM RATING AHLI : VERY HIGHT FREQUENCY DATA LINK ( VHF-DL) JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 24 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a.

VI. SILABI : RATING AHLI VHF DL (sedang dalam pengembangan) .

ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan VHF-DL serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Dalam rangka implementasi UU No. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. KODE: VDL -A/KKP Teori : 98 Jam Praktek : 132 Jam . sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi operasional sesuai standar yang dipersyaratkan. III PERSYARATAN : a. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating VHF-DL dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. b.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING VERY HIGHT FREQUENCY DATA LINK ( VHF-DL ) 230 Jam Pelajaran I PENDAHULUAN VHF-DL adalah pelayanan komunikasi data yang menggunakan peralatan radio komunikasi dengan frekuensi sangat tinggi (Very High Frequency-VHF) antara Petugas ATS dengan Pilot di pesawat udara (A/G Communications) dan merupakan salah satu media jaringan A/G ATN dalam rangka menunjang kelancaran operasional pelayanan keselamatan penerbangan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan VHF-DL wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan . IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas VHF-DL. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No.

Penggunaan alat ukur. Teori d. e. KURIKULUM RATING TERAMPIL : VERY HIGHT FREQUENCY DATA LINK (VHF-DL) JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 16 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. d. Pemeliharaan Pencegahan . Teknik peralatan a. Trouble Shooting. c. b. Dokumen Terkait.V. Pemeliharaan Perbaikan. Teori Operasi dan Blok diagram. Teori penunjang c. Fungsi Peralatan b. Praktek a. d. Pengoperasian. Pemeliharaan c. Pemeliharaan Pencegahan . Analisis sistem Peralatan f. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian . c. Teori Rinci b. Praktek VDL -A/T/6 8 24 TOTAL 98 132 . Praktek kerja Lapangan KODE VDL-A/T//1 2 VDL-A/T/2 46 3 4 VDL -A/T/3 VDL -A/T/4 12 16 5 VDL -A/T/5 108 6 Ujian/Evaluasi c.

SILABI : RATING TERAMPIL VHF DL (sedang dalam pengembangan) .VI.

15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating ATN dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING AERONAUTICAL TELECOMMUNICATION NETWORK ( ATN ) 300 Jam Pelajaran I PENDAHULUAN ATN adalah jaringan komunikasi yang merupakan rangkaian/kombinasi peralatan yang digunakan untuk komunikasi data penerbangan. b. KODE: ATN -A/KKP Teori : 130 Jam Praktek : 170 Jam MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan sistem ATN. III PERSYARATAN : a. baik untuk komunikasi dengan pesawat (A/G Communications) maupun antar stasiun stasiun lain (Ground to Ground Communications) dalam rangka menunjang kelancaran operasional pelayanan keselamatan penerbangan Dalam rangka implementasi UU No. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara sistem ATN wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan . SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi operasional sesuai standar yang dipersyaratkan. .ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan sistem ATN serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. IV Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan.

b.V. Dokumen Terkait. Praktek KODE ATN-A/A/1 2 ATN-A/A/2 48 3 4 ATN-A/A/3 ATN-A/A/4 16 26 5 ATN-A/A/5 138 6 ATN-A/A/6 16 32 JUMLAH 130 170 . Pemeliharaan Pencegahan . Block dan circuit diagram. Trouble Shooting. Pemeliharaan pencegahan d. b. Teknik peralatan a. Ujian/Evaluasi a. KURIKULUM RATING AHLI : AERONAUTICAL TELECOMMUNICATION NETWORK (ATN) JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 24 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Teori penunjang c. Fungsi b. c. Teori b. Penggunaan alat ukur. Pemeliharaan a. Teori Rinci b. Pengoperasian. Pemeliharaan Perbaikan. Prosedur Pengoperasian . Praktek a.

SILABI : RATING AHLI ATN (sedang dalam pengembangan) .VI.

ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan sistem ATN serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. III PERSYARATAN : a. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating ATN dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. KODE: ATN -A/KKP Teori : 98 Jam Praktek : 132 Jam . IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan sistem ATN. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. b. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara sistem ATN wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan . Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. sehingga selalu dalam kondisi operasional sesuai standar yang dipersyaratkan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING AERONAUTICAL TELECOMMUNICATION NETWORK ( ATN ) 230 Jam Pelajaran I PENDAHULUAN ATN adalah jaringan komunikasi yang merupakan rangkaian/kombinasi peralatan yang digunakan untuk komunikasi data penerbangan. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. baik untuk komunikasi dengan pesawat (A/G Communications) maupun antar stasiun stasiun lain (Ground to Ground Communications) dalam rangka menunjang kelancaran operasional pelayanan keselamatan penerbangan Dalam rangka implementasi UU No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No.

c. Teori Rinci b. Pemeliharaan Pencegahan . Teori penunjang c. Dokumen Terkait. Teori Operasi dan Blok diagram. Pengoperasian. b. Praktek a. Pemeliharaan Pencegahan .V. Teori d. Teknik peralatan a. KURIKULUM RATING TERAMPIL : AERONAUTICAL TELECOMMUNICATION NETWORK (ATN) JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 16 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Analisis sistem Peralatan f. d. Trouble Shooting. d. e. Praktek kerja Lapangan KODE ATN-A/T//1 2 ATN -A/T/2 46 3 4 ATN -A/T/3 ATN -A/T/4 12 16 5 ATN-A/T/5 108 6 Ujian/Evaluasi c. Fungsi Peralatan b. c. Pemeliharaan Perbaikan. Penggunaan alat ukur. Pemeliharaan c. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian . Praktek ATN-A/T/6 8 24 TOTAL 98 132 .

SILABI : RATING TERAMPIL ATN (sedang dalam pengembangan) .VI.

ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan AMHS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Dalam rangka implementasi UU No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan AMHS wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan . . serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating AMHS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING AERONAUTICAL MESSAGE HANDLING SYSTEM ( AMHS) 300 Jam Pelajaran I PENDAHULUAN KODE: AMHS -A/KKP Teori : 130 Jam Praktek : 170 Jam AMHS adalah suatu sub jaringan ATN yang merupakan jaringan komunikasi data penerbangan antar stasiun (Ground to Ground Communications) yang berfungsi sebagai network dan switching untuk berbagai alamat dan aplikasi dalam rangka menunjang kelancaran operasional pelayanan keselamatan penerbangan . III PERSYARATAN : a. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas AMHS. b. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi operasional sesuai standar yang dipersyaratkan.

c. b. Trouble Shooting. Penggunaan alat ukur. Dokumen Terkait. Praktek KODE AMHS-A/A/1 2 AMHS-A/A/2 48 3 4 AMHS-A/A/3 AMHS-A/A/4 16 26 5 AMHS-A/A/5 138 6 AMHS-A/A/6 16 32 JUMLAH 130 170 . Praktek a. Fungsi b. Teori Rinci b. KURIKULUM RATING AHLI : AERONAUTICAL MESSAGE HANDLING SYSTEM (AMHS) JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 24 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a.V. Pemeliharaan Perbaikan. Ujian/Evaluasi a. Teori penunjang c. Pemeliharaan Pencegahan . b. Block dan circuit diagram. Pemeliharaan a. Prosedur Pengoperasian . Pemeliharaan pencegahan d. Teknik peralatan a. Teori b. Pengoperasian.

SILABI : RATING AHLI AMHS (sedang dalam pengembangan) .VI.

03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. . sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi operasional sesuai standar yang dipersyaratkan. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan AMHS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating AMHS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas AMHS. Dalam rangka implementasi UU No. b. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. III PERSYARATAN : a. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan AMHS wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan .DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING AERONAUTICAL MESSAGE HANDLING SYSTEM ( AMHS ) 230 Jam Pelajaran KODE: AMHS -A/KKP Teori : 98 Jam Praktek : 132 Jam I PENDAHULUAN AMHS adalah suatu sub jaringan ATN yang merupakan jaringan komunikasi data penerbangan antar stasiun (Ground to Ground Communication) yang berfungsi sebagai network dan switching untuk berbagai alamat dan aplikasi dalam rangka menunjang kelancaran operasional pelayanan keselamatan penerbangan . Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika.

Teori Operasi dan Blok diagram. b. Teori Rinci b. c. Pemeliharaan Perbaikan. Pemeliharaan c. Pemeliharaan Pencegahan . c. Teori penunjang c. Fungsi Peralatan b. Praktek a. Analisis sistem Peralatan f. d. Pengoperasian. Praktek kerja Lapangan KODE AMHS -A/T//1 2 AMHS-A/T/2 46 3 4 AMHS-A/T/3 AMHS -A/T/4 12 16 5 AMHS -A/T/5 108 6 Ujian/Evaluasi c.V. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian . d. Teknik peralatan a. Trouble Shooting. Pemeliharaan Pencegahan . Teori d. e. Penggunaan alat ukur. Dokumen Terkait. KURIKULUM RATING TERAMPIL : AERONAUTICAL MESSAGE HANDLING SYSTEM (AMHS) JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 16 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Praktek AMHS-A/T/6 8 24 TOTAL 98 132 .

SILABI : RATING TERAMPIL AMHS (sedang dalam pengembangan) .VI.

Dalam rangka implementasi UU No. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan IRCMS perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. Navigasi dan Listrik) guna menunjang efektifitas dan efisiensi ( kelancaran ) dalam operasional pelayanan keselamatan penerbangan. . 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas IRCMS sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. II. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan IRCMS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating IRCMS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING INTEGRATED REMOTE CONTROL AND MONITORING SYSTEM 288 Jam Pelajaran I. III. IV. PERSYARATAN : a. KODE: IRCMS-A/KKP Teori : 120 Jam Praktek : 168 Jam PENDAHULUAN Integrated Remote Control and Monitoring System ( IRCMS ) adalah suatu peralatan yang digunakan untuk pengendalian dan pemantauan secara terintegrasi peralatan-peralatan penunjang keselamatan penerbangan (Telekomunikasi. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b.

Analisa sistem IRCMS-A/A /5 144 6 Ujian/Evaluasi a. b. Perencanaan instalasi Prosedur Pengoperasian . b. Teori Rinci.V. c.Peralatan. Pemeliharaan Pencegahan . Dokumen Terkait Teknik peralatan a. Penggunaan Alat Ukur. b. Pemeliharaan Perbaikan. Blok diagram. Praktek IRCMS-A/A /6 8 24 . Fungsi. Teori b. Pengoperasian. d. Pemeliharaan a. KODE IRCMS-A/A /1 2 IRCMS-A/A /2 48 3 4 IRCMS-A/A /3 IRCMS-A/A /4 16 24 5 Praktek a. c. c. Trouble Shooting e. KURIKULUM RATING AHLI IRCMS JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 24 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Teori penunjang. Pemeliharaan Pencegahan b.

Blok diagram.Perangkat Komunikasi . • Sistem hardware meliputi . Ø Sistem server. Ø Interface. Teori Penunjang. Ø Supervisory. Dokumen terkait TUJUAN Agar peserta memahami dasar teknis Peralatan IRCMS.Protocol . Ø Sistem monitoring • Sistem Software meliputi .VI. POKOK BAHASAN • Fungsi /kegunaan peralatan. a. Teori rinci peralatan.Mode Komunikasi. • Dokumen terkait • Teori Operasi dan Blok diagram. c. Ø Operating System. • Rencana Instalasi T 4 16 P PENGAJAR DAFTAR PUSTAK A 4 16 8 2 Teknik peralatan a. • Teori penunjang . b. Fungsi b. Ø Terminal.Media Komunikasi . Agar peserta memahami sistem peralatan . Ø Jaringan. Ø Flowchart/Diagram alur perangkat Lunak • Management Operasi IRCMS. . 8 8 8 .Jaringan .Komunikasi Data . SILABI : RATING AHLI INTEGRATED REMOTE CONTROL AND MONITORING SYSTEM ( IRCMS ) JAMPEL NO MATA PELAJARAN ( TOPIK ) 1 Teori umum peralatan .

3 Prosedur pengoperasian Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian peralatan secara benar • Pengoperasian secara hardware meliputi . b. Ø Rekonfigurasi Ø Reinstalasi 4 8 12 . Ø Interkoneksi Sistem dan peripheral . Ø Mnghidupkan / restart.terminal.Pemeliharaan pencegahan.Supervisory.line interface) • Perbaikan software. Pemeliharaan perbaikan Agar peserta mema hami konsep pemeli haraan dan perbaikan sistem peralatan sesuai dengan standar • Pemeliharaan Pencegahan Ø Pemeliharaan berkala Ø Performance Check • Pemeliharaan Perbaikan meliputi . jaringan. • Pengoperasian secara software meliputi. Ø Create Line dan Setting Ø Parameter line • Pengoperasian terminal meliputi Ø Interkoneksi. Ø Status System Ø Status Line. Ø Mematikan Ø Change Over. Ø Menghidupkan Ø Setting Parameter Ø Mematikan 4 8 4 4 Pemeliharaan a. Ø Menghidupkan Ø Mematikan Ø Change over. Sistem hardware ( Sistem server.

Trouble shooting dan analisis sistem peralatan.5 Praktek a. Teori b. Penggunaan alat ukur c. • Praktek Kerja lapangan 16 24 24 48 32 6 Ujian/Evaluasi a. b. Praktek • Ujian Teori • Ujian Praktek 8 24 . Praktek pemeliharaan peralatan. Trouble shooting • • • • Praktek pengoperasian. Pengoperasian. Praktek penggunaan Alat Ukur. Pemeliharaan pencegahan d.

III. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan terampil yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating IRCMS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas IRCMS. PENDAHULUAN Integrated Remote Control and Monitoring System ( IRCMS ) adalah suatu peralatan yang digunakan untuk pengendalian dan pemantauan secara terintegrasi peralatanperalatan penunjang keselamatan penerbangan (Telekomunikasi. Navigasi dan Listrik) guna menunjang efektifitas dan efisiensi ( kelancaran )dalam operasional pelayanan keselamatan penerbangan. II. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan IRCMS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. IV. Dalam rangka implementasi UU No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. PERSYARATAN : a.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING INTEGRATED REMOTE CONTROL AND MONITORING SYSTEM ( IRCMS ) 210 Jam Pelajaran I. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan IRCMS perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. KODE: IRCMS-A/KKP Teori : 82 Jam Praktek : 128Jam . maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No.

Pemeliharaan a. Dokumen Terkait KODE IRCMS-A/T /1 2 Teknik peralatan a. IRCMS-A/T /3 IRCMS-A/T /4 8 16 5 Praktek a. Fungsi . Penggunaan Alat Ukur c. KURIKULUM RATING TERAMPIL IRCMS JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 16 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. b. Pemeliharaan Pencegahan . Teori Rinci b. Pemeliharaan Pencegahan . Teori b. Praktek IRCMS-A/T /5 106 6 IRCMS-A/T /6 8 24 . Blok diagram. d.V. b. Trouble Shooting Ujian/Evaluasi a. Pengoperasian. Teori penunjang c. Pemeliharaan Perbaikan. IRCMS-A/T /2 32 3 4 Prosedur Pengoperasian . b.

Ø Flowchart/Diagram alur perangkat lunak • Management Operasi IRCMS T 4 10 P PENGAJAR DAFTAR PUSTAK A 2 8 8 2 Teknik peralatan a. b.VI. Ø Interface.Jaringan . Ø Sistem server. Ø Terminal. Teori rinci peralatan.Mode Komunikasi. 8 8 . Ø Operating System. POKOK BAHASAN • Fungsi /kegunaan peralatan. • Teori penunjang .Media Komunikasi . SILABI : RATING TERAMPIL INTEGRATED REMOTE CONTROL AND MONITORING SYSTEM ( IRCMS ) JAMPEL NO MATA PELAJARAN ( TOPIK ) 1 Teori umum peralatan . Fungsi b..Protocol . • Dokumen terkait • Teori Operasi dan Blok diagram. Teori Penunjang. • Sistem hardware meliputi . . a. Blok diagram. Ø Supervisory. Ø Sistem monitoring • Sistem Software meliputi .Komunikasi Data . Agar peserta memahami sistem peralatan . Ø Jaringan. c. Dokumen terkait TUJUAN Agar peserta memahami dasar teknis Peralatan IRCMS.Perangkat Komunikasi .

• Pengoperasian secara software meliputi.3 Prosedur pengoperasian Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian peralatan secara benar • Pengoperasian secara hardware meliputi . Ø Menghidupkan Ø Setting Parameter Ø Mematikan 4 4 2 . Ø Interkoneksi Sistem dan peripheral . Ø Mnghidupkan / restart. Ø Create Line dan Setting Ø Parameter line • Pengoperasian terminal meliputi . Ø Menghidupkan Ø Mematikan Ø Change over. Ø Mematikan Ø Change Over. Ø Interkoneksi. Ø Status System Ø Status Line.

b. Penggunaan alat ukur c. Pemeliharaan perbaikan Agar peserta mema hami konsep pemeli haraan dan perbaikan sistem peralatan sesuai dengan standar • Pemeliharaan Pencegahan Ø Pemeliharaan berkala Ø Performance Check • Pemeliharaan Perbaikan meliputi . Praktek 8 16 8 32 16 • Ujian Teori • Ujian Praktek 8 24 . jaringan.terminal. b. Teori b.line interface) • Perbaikan software. Pemeliharaan pencegahan d.Pemeliharaan pencegahan. Praktek Kerja Lapangan 4 8 4 5 6 Praktek a. Praktek pemeliharaan peralatan. Trouble shooting Ujian/Evaluas a.4 Pemeliharaan a. Sistem hardware ( Sistem server. Trouble Shooting. Pengoperasian. Ø Rekonfigurasi Ø Reinstalasi • • • • • Praktek pengoperasian. Praktek penggunaan Alat Ukur.Supervisory.

Dalam rangka implementasi UU No. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan VHF A/G wajib mengikuti pendidIkan dan pelatihan . Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. .DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING VERY HIGH FREQUENCY AIR GROUND COMMUNICATION ( VHF A/G ) 216 Jam Pelajaran I KODE: VHF AG-B/KKP Teori : 88 Jam Praktek : 128 Jam PENDAHULUAN Very High Frequency Air Ground Communication ( VHF A/G ) adalah peralatan komunikasi penerbangan yang berfungsi sebagai sarana komunikasi antara Controller /Petugas PLLU dengan pilott dalam rangka pelayanan keselamatan penerbangan dengan menggunakan frekuensi Aeronautical Band antara 118MHz – 136.95MHz. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. b. III PERSYARATAN : a. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan VHF A/G serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas VHF-A/G. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating VHF A/G dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan.

Teori. Teknik peralatan a. Analisis sistem Peralatan d. Praktek a. c. Pemeliharaan a. b. Pengoperasian. b. Teori Operasi dan Blok diagram.V. Pemeliharaan Perbaikan. KURIKULUM RATING AHLI VHF A/G JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 12 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a.. Dokumen Terkait. c. Fungsi Peralatan b. Trouble Shooting. Praktek KODE VHFAG-B/A/1 2 VHFAG-B/A/2 40 3 4 VHFAG-B/A/3 VHFAG-B/A/4 12 16 5 VHFAG-B/A/5 104 6 VHFAG-B/A/6 8 24 . Teori Rinci b. Teori penunjang c. d. b. Pemeliharaan Pencegahan . Penggunaan alat ukur. c. Praktek Kerja lapangan Ujian/Evaluasi a. Pemeliharaan Pencegahan . Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian .

yang meliputi . • Teori penunjang yang meliputi .Teori rinci peralatan. Teori Penunjang. c. Blok Diagram. c. Ø Synthesizer Ø Modulator.Buku petunjuk pengoperasian & pemeliharaan peralatan VHF A/G . Fungsi . b. Ø AMS.ATS Planning System Manual ( Doc 9426 – AN/924 ). Blok diagram dan circuit diagram meliputi . Dokumen terkait TUJUAN Agar peserta mengerti dan memahami dasar teknis Peralatan POKOK BAHASAN • Fungsi / kegunaan peralatan . Ø Frequency Band.VI. 2 2 Teknik Peralatan. PENGAJAR T 2 8 P DAFTAR PUSTAKA . Ø RF Power Amplifier. b.Annex 10 Volume III Communication. Ø AFS. Ø Teori Propagasi Gelombang elektro magnet. Rencana Instalasi. Agar peserta mengerti dan memahami system peralatan 8 8 . SILABI : RATING AHLI VHF A/G JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN ( TOPIK ) Teori Umum Peralatan a. a. Procedure. Ø Karakteristik lapisan udara • Dokumen terkait • Teori Operasi . . Ø Tower set Ø VHF ER Ø Transceiver • Prinsip kerja Pemancar. . Ø Komunikasi Radio Penerbangan.

Ø Record System Ø Control System Ø Play Back system Ø Audio Interface. • Prinsip kerja Penerima yang meliputi . • Prinsip kerja Console Desk yang meliputi . Ø Interkoneksi. Ø Konfigurasi Ø Media Transmisi. • Prinsip kerja VHF Portable. Ø Echo Supression.Ø Antenna & change over unit. • Prinsip kerja VHF – ER yang meliputi . • Rencana kerja instalasi 4 4 2 4 . • Prinsip kerja Recorder yang meliputi . Ø Synthesizer ØRF Amplifier ØMixer dan IF amplifier ØAudio amplifier. 8 2 Ø Switching system Ø Meteo display & sensor.

Ø Audio/Rf Generator. pengoperasian dan Ø VHF-ER. mampu untuk Ø Recorder melaksanakan pemeliharaan system • Penggunaan alat ukur yang meliputi . Ø Pemancar. Penggunaan Alat Ukur c. dan trouble shooting Ø AVO Meter. Pengoperasian Console Desk. Pemeliharaan pencegahan. a.3 Prosedur Pengoperasian Agar peserta menger-ti dan memahami prosedur pengoperasian peralatan secara benar • • • • • Pengoperasian pemancar. Trouble Shooting 8 16 .Praktek pengoperasian keahlian dalam yang meliputi . d. Ø Tower Set. Ø Power Meter 4 12 5 Praktek . Ø VHF-ER. a. Ø Recorder Agar peserta memiliki . Ø Penerima.Freq. Pengoperasian VHFER 12 4 Pemeliharaan. Ø Pemeliharaan haraan dan perbaikan berkala sistem peralatan sesuai Ø Performance Check dengan standar Pemeliharaan perbaikan meliputi . Ø Osciloscope Ø . Pemeliharaan pencegahan b. Pengoperasian b. Pengoperasian Recorder. Pengoperasian Penerima.Counter. Pemeliharaan perbaikan Agar peserta mema Pemeliharaan pencegahan hami konsep pemeli meliputi.

Ø Interkoneksi. Ø Analisa kerusakan . Ø Penerima. Ø Console Desk. Ujian Praktek 8 24 32 24 6 Ujian/Evaluasi . Ø Pemancar. .• Pemeliharaan pencegahan meliputi . • Trouble shooting meliputi . Untuk mengevaluasi sejauh mana kemampuan peserta. Ø Analisa kerusakan modul. • Praktek kerja lapangan • • Ujian teri. Ø Recorder. b. Ø VHF-ER. 24 .Teori. Ø Analisa kerusakan sistem. a.Praktek.

15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating.95MHz. Dalam rangka implementasi UU No. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas VHF-A/G. . 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan VHF A/G wajib mengikuti pendidIkan dan pelatihan .ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan VHF A/G serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. III PERSYARATAN : b. c. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating VHF A/G dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. IV Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING VERY HIGH FREQUENCY AIR GROUND COMMUNICATION ( VHF A/G ) 150 Jam Pelajaran I PENDAHULUAN KODE: VHF AG-B/KKP Teori : 60 Jam Praktek : 90 Jam Very High Frequency Air Ground Communication ( VHF A/G ) adalah peralatan komunikasi Penerbangan yang berfungsi sebagai sarana komunikasi antara Controller /Petugas PLLU dengan Pesawat dalam rangka pelayanan keselamatan penerbangan dengan menggunakan frekwensi Aeronautical Band antara 118MHz – 136.

Praktek kerja lapangan Ujian/Evaluasi a. Praktek KODE VHFAG-B/T /1 2 VHFAG-B/T /2 20 3 4 VHFAG-B/T /3 VHFAG-B/T /4 8 12 5 VHFAG-B/T /5 76 6 VHFAG-B/T /6 8 16 . Pemeliharaan Perbaikan. Teori b.V. Penggunaan alat ukur. Pengoperasian. Pemeliharaan e. Pemeliharaan Pencegahan . KURIKULUM RATING TERAMPIL VHF A/G JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 12 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan b. Fungsi c. Teknik peralatan b. Trouble Shooting. Pemeliharaan Pencegahan . d. f. f. e. Blok diagram. c. Teori Rinci Peralatan c. Prosedur Pengoperasian . Teori penunjang c. Praktek b. Dokumen Terkait.

c.ATS Planning System Manual ( Doc 9426 – AN/924 ). . Ø AFS. Ø Karakteristik lapisan udara • Dokumen terkait • Teori Operasi .VI. a. Agar peserta mengerti dan memahami system peralatan 4 2 . .Teori rinci peralatan. Ø Synthesizer Ø Modulator. Ø AMS.Annex 10 Volume III Communication. Ø Komunikasi Radio Penerbangan.Buku petunjuk pengoperasian & pemeliharaan peralatan VHF A/G . 2 2 Teknik Peralatan. SILABI : RATING TERAMPIL VHF A/G JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN ( TOPIK ) Teori Umum Peralatan a. b. • Teori penunjang yang meliputi . Dokumen terkait TUJUAN Agar peserta mengerti dan memahami dasar teknis Peralatan POKOK BAHASAN • Fungsi / kegunaan peralatan . Fungsi . Ø Teori Propagasi Gelombang elektro magnet. yang meliputi . b. Teori Penunjang. Ø Tower set Ø VHF ER Ø Transceiver • Prinsip kerja Pemancar. Blok Diagram. Ø Frequency Band. Procedure. Blok diagram dan circuit diagram meliputi . PENGAJAR T 4 6 P DAFTAR PUSTAKA . Ø RF Power Amplifier.

• Ø Ø Ø Ø • Prinsip kerja Recorder yang meliputi . Prinsip kerja VHF Portable. Ø Interkoneksi. 2 • 2 . 2 4 Ø Switching system Ø Meteo display & sensor. Ø Konfigurasi Ø Media Transmisi. Ø Echo Supression. Record System Control System Play Back system Audio Interface. • Prinsip kerja Console Desk yang meliputi .Ø Antenna & change over unit. • Prinsip kerja Penerima yang meliputi . 4 Prinsip kerja VHF – ER yang meliputi . Ø Synthesizer ØRF Amplifier ØMixer dan IF amplifier ØAudio amplifier.

Trouble Shooting Agar peserta memiliki keahlian dalam pengoperasian dan mampu untuk melaksanakan pemeliharaan system dan trouble shooting 6 16 . Ø Recorder. Ø Recorder • . d. Pemeliharaan perbaikan • Pemeliharaan pencegahan meliputi . Ø Recorder • Penggunaan alat ukur yang meliputi . Pemeliharaan pencegahan. 4 8 5 Praktek . Pengoperasian b. Pemeliharaan pencegahan b.Frequency Counter. Ø AVO Meter. Ø VHF-ER. Ø Penerima. • Perbaikan peralatan meliputi . Ø Performance Check. Ø Tower Set. Ø Console Desk. Ø VHF-ER 8 4. Ø Pemancar. Ø Audio/RF Generator Ø Power meter. Ø Pemeliharaan berkala . Pemeliharaan. Penggunaan Alat Ukur c. Ø VHF-ER. a. a. Ø Pemancar. Ø Penerima. Ø Osciloscope Ø .Praktek pengoperasian yang meliputi .3 Prosedur Pengoperasian Agar peserta menger-ti dan memahami prosedur pengoper asian peralatan secara benar Agar peserta mema hami konsep pemeli haraan dan perbaikan sistem peralatan sesuai dengan standar • Pengoperasian .

b..Praktek. • Pemeliharaan pencegahan meliputi . • Trouble shooting meliputi . Ujian Praktek 8 16 . Ujian teori. Ø Recorder. Ø Pemancar. Ø Penerima. Ø VHF-ER. a. Ø Analisa kerusakan modul. Ø Interkoneksi. Untuk mengevaluasi sejauh mana kemampuan peserta.Teori. Ø Console Desk. Ø Analisa kerusakan . • Praktek kerja lapangan • • 16 16 24 6 Ujian/Evaluasi .

.a 4 4 e.3 4 c. 4 5 16 16 .

maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan ATIS wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan . IV Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. b. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ATIS. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating ATIS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan ATIS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. . Dalam rangka implementasi UU No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING AERODROME TERMINAL INFORMATION SYSTEM ( ATIS ) 208 Jam Pelajaran I PENDAHULUAN KODE: ATIS-B/KKP Teori : 84 Jam Praktek : 124 Jam Aerodrome Terminal Information System ( ATIS ) adalah peralatan yang digunakan untuk memancarkan informasi keadaan cuaca maupun kondisi bandara melauli pemancar yang bekerja pada frekwensi VHF yang dipancarkan secara periodic. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Sedangkan DATIS adalah informasi yang diberikan berupa data atau suara yang terintegrasi melalui fasiltas digital link. III PERSYARATAN : a.

Pemeliharaan Pencegahan . Pemeliharaan Perbaikan. e. Praktek a. b. Teknik peralatan a. Blok diagram. Dokumen Terkait. Analisis sistem Peralatan KODE ATIS-B/A /1 2 ATIS-B/A /2 32 3 4 ATIS-B/A /3 ATIS-B/A /4 12 20 5 ATIS-B/A /5 100 6 Ujian/Evaluasi a. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian . Teori Rinci Peralatan. Fungsi . Pemeliharaan a. Teori penunjang c. Pengoperasian. b. d. KURIKULUM RATING AHLI ATIS JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 12 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Pemeliharaan Pencegahan . c. b. c. b. Praktek ATIS/B/A/KKP/6 8 24 .V. b. Trouble Shooting. Penggunaan alat ukur. Teori.

Ø Pemancar dan penerima Ø konfigurasi sistem • Prinsip Kerja Pemancar Ø Synthesizer.Rencana Instalasi Agar peserta mengerti. Pengoperasian pemancar b.Prinsip kerja peralatan c.Control System . memahami. • Teori penunjang meliputi.AMS ). 4 4 8 . SILABI : RATING AHLI ATIS JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN ( TOPIK ) Teori Umum a. Fungsi Peralatan b. Ø Modulator.Play Back system . Ø RF Power Amplifier. Ø Antenna & change over unit • Prinsip kerja console . Ø Komunikasi data • Dokumen terkait • Teori Operasi dan Blok diagram. Ø Komunikasi Radio Penerbangan. • Rencana instalasi 3 Prosedur Pengoperasian peralatan Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian.Audio/data Interface. dan mampu mengoperasikan serta melaksanakan pemeliha raan sistem peralatan 8 8 .VI. . Teori Operasi dan Blok Diagram b. Pengoperasian Console. Dokumen terkait TUJUAN Agar peserta mengerti dan memahami fungsi serta dasar teknis peralatan POKOK BAHASAN • Fungsi/kegunaan peralatan. Teori Penunjang c. T 2 8 P PENGAJAR DAFTAR PUSTAKA 2 12 2 Detail Teknik Peralatan a. ( AFS. a.

.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan ATIS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Sedangkan DATIS adalah informasi yang diberikan berupa data atau suara yang terintegrasi melalui fasiltas digital link. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. c. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ATIS.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING AERODROME TERMINAL INFORMATION SYSTEM (ATIS) 142 Jam Pelajaran I PENDAHULUAN KODE: ATIS -B/KKP Teori : 56 Jam Praktek : 86 Jam Aerodrome Terminal Information System ( ATIS ) adalah peralatan yang digunakan untuk memancarkan informasi keadaan cuaca maupun kondisi bandara melauli pemancar yang bekerja pada frekwensi VHF yang dipancarkan secara periodic. IV Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. Dalam rangka implementasi UU No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating ATIS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan ATIS wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan . III PERSYARATAN : b.

Trouble Shooting Ujian/Evaluasi b. c. Teori penunjang c. KODE ATIS-B/T /1 2 ATIS-B/T/ 2 20 3 4 ATIS-B/T /3 ATIS-B/T /4 8 8 5 6 Praktek b. Pengoperasian. Teori c.V. Pemeliharaan Perbaikan. KURIKULUM RATING TERAMPIL ATIS JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 12 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan b. c. d. Teknik peralatan b. d. Penggunaan alat ukur. Praktek ATIS-B/T /5 86 ATIS-B/T /6 8 16 . Pemeliharaan Pencegahan . Dokumen Terkait. Fungsi c. Teori Rinci Peralatan c. Pemeliharaan b. Prosedur Pengoperasian . Block diagram. Pemeliharaan Pencegahan .

Control System .Modulator . 8 . Ø Pemancar dan penerima Ø konfigurasi sistem • Prinsip Kerja Pemancar . Teori Operasi dan Blok Diagram b. Dokumen terkait TUJUAN Agar peserta mengerti dan memahami fungsi serta dasar teknis peralatan POKOK BAHASAN • Fungsi/kegunaan peralatan. Ø Komunikasi data • Dokumen terkait 2 Detail Teknik Peralatan a.Antenna & change over unit • Prinsip kerja console PENGAJAR T 4 6 P DAFTAR PUSTAKA 2 8 4 .VI. memahami.Prinsip kerja peralatan Agar peserta mengerti. Fungsi Peralatan b. SILABI : RATING TERAMPIL ATIS JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN ( TOPIK ) Teori Umum a. • Teori penunjang meliputi. dan mampu mengoperasikan serta melaksanakan pemeliha raan sistem peralatan • Teori Operasi dan Blok diagram.RF Power Amplifier .Audio/data Interface. AMS ). Ø Komunikasi Radio Penerbangan ( AFS.Synthesizer .Play Back system . Teori Penunjang c.

Audio/Rf Generator. . a. Pengoperasian b.AVO Meter . Pemeliharaan perbaikan • Pemeliharaan Pencegahan meliputi . • Pemeliharaan pencegahan • Trouble shootingdan analisis sistem • Praktek Kerja • • Ujian teori Ujian Praktek. 2 6 4 Sistem pemeliharaan.Power Meter. Untuk mengetahui kemampuan peserta . Praktek. . . 2 6 5 Praktek. b. d. Pengoperasian pemancar b. . c.Console ATIS • Pengoperasian peralatan. Pemeliharaan pencegahan.Performance check. pemeliharaan pencegahan b. Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan ATIS sesuai dengan standar a. Teori. .Osciloscope . Analisis Sistem Peralatan Agar peserta dapat mema hami dan mampu untuk me laksanakan pengoperasian dan pemeliharaan system 8 16 8 24 24 8 16 6 Ujian/Evaluasi a. . • Pemeliharaan Perbaikan meliputi .Pemeliharaan berkala . a. • Penggunaan alat ukur .Frequency Counter.3 Prosedur Pengoperasian peralatan Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian. Trouble Shooting e. Penggunaan Alat Ukur.Pemancar . Pengoperasian Console.

PENDAHULUAN HF Air Ground Communication ( RDARA/MWARA ) adalah suatu peralatan yang berfungsi sebagai komunikasi antar Pilot dengan personil Bantuan Operasi penerbangan dengan menggunakan frequency tinggi. PERSYARATAN : a. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No.. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan HF Air Ground communication (RDARA/MWARA) perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. Dalam rangka implementasi UU No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING HF AIR GROUND COMMUNICATION 208 Jam Pelajaran I. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Antara MWARA dan RDARA pada prinsipnya sama hanya dibedakan pada power output dan fungsi operasionalnya. MWARA power outputnya sampai dengan 5 KW dioperasikan untuk mendukung komunikasi penerbangan Internasional . SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. sedangkan RDARA power outputnya sampai dengan 1KW dan dioperasikan untuk mendukung komunikasi penerbangan domestik. III.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan HF Air Ground communication RDARA/MWARA serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. . MANFAAT YANG DIHARAPKAN : KODE: HF AG-B/KKP Teori : 80 Jam Praktek : 128 Jam Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas HF A/G ( RDARA/MWARA ). sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating HF Air Ground communication (RDARA/MWARA) dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. II. IV.

b. Teori penunjang c. Pengoperasian. b.V. Praktek HFAG-B/A/1 2 HFAG-B/A/2 40 3 4 HFAG-B/A/3 HFAG-B/A/4 8 12 5 HFAG-B/A/5 106 8 16 16 30 6 HFAG-B/A/6 8 24 . Trouble Shooting Ujian/Evaluasi a. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian . c. c. Pemeliharaan Pencegahan . Teori b. d. Pemeliharaan Pencegahan . Teknik peralatan a. Teori Rinci Peralatan b. Pemeliharaan Perbaikan. KURIKULUM RATING AHLI HF A/G NO MATA PELAJARAN KODE JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 12 1 Teori Umum Peralatan a. Pemeliharaan a. Praktek a. Blok diagram. Dokumen Terkait. Fungsi b. Penggunaan alat ukur.

a. Teori rinci peralatan. T 2 8 P PEN DAFTAR GAJ PUSTAKA AR • Annex 10 • ATS Planning Manual • Buku petunjuk pengoperasi an dan pemeliharaa n peralatan 2 16 4 8 8 4 2 Teknik Peralatan. Ø Komunikasi Radio Penerbangan. dan remote control. • Prinsip kerja console Desk. • Prinsip Kerja Pemancar . c. Ø Anenna dan media transmisi. SILABI : RATING AHLI HF-AG ( RDARA/MWARA ) JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN (TOPIK ) Teori Umum Peralatan. a. Blok diagram. Ø Teori Propagasi. b.VI. • Rencana instalasi 3 Prosedur pengoperasian Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian peralatan secara benar • • • • Pengoperasian pemancar Pengoperasian penerima Pengopersian remote control dan console desk. Fungsi. c. b..blok diagram dan circuit diagram. Teori penunjang. Rencana instalasi Agar peserta memahami sistem peralatan • Prinsip kerja Penerima dan multi coupler . Dokumen terkait TUJUAN Agar peserta memahami dasar teknis peralatan. • Dokumen terkait • Teori Operasi . POKOK BAHASAN • Fungsi /kegunaan Peralatan . Selective call 2 2 2 2 . • Teori penunjang . Ø Karakteristik lapisan udara.

Pemeliharaan pencegahan d.Teori. Praktek Agar peserta memiliki keahlian dalam pengoperasian dan mampu untuk melaksanakan pemeliharaan system dan trouble shooting • Praktek kerja pemancar. • Pemeliharaan perbaikan 4 8 12 12 16 40 24 5 Praktek a. • Pemeliharaan pencegahan meliputi . Penggunaan alat ukur. • Praktek kerja penerima. b. Pengoperasian. Ø Performance check. Pemeliharaan perbaikan Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan sesuai standar. c. • Praktek kerja lapangan 6 Untuk mengevaluasi sejauh mana kemampuan peserta. Ø Pemeliharaan berkala . 8 24 .4 Pemeliharaan a. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. • Penggunaan alat ukur • Trouble shootingdan pemeliharan pencegahan. b. pemeliharaan pencegahan b.

03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan terampil yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating HF Air Ground communication (RDARA/MWARA) dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. . Dalam rangka implementasi UU No. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : KODE: HF AG-B/KKP Teori : 58 Jam Praktek : 72 Jam Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas HF A/G ( RDARA/MWARA ). sedangkan RDARA power outputnya sampai dengan 1KW dan dioperasikan untuk mendukung komunikasi penerbangan domestik. Antara MWARA dan RDARA pada prinsipnya sama hanya dibedakan pada power output dan fungsi operasionalnya. III. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. MWARA power outputnya sampai dengan 5 KW dioperasikan untuk mendukung komunikasi penerbangan Internasional . IV. II. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING HF AIR GROUND COMMUNICATION 130 Jam Pelajaran I. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan HF Air Ground communication (RDARA/MWARA) perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan HF Air Ground communication RDARA/MWARA serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. PENDAHULUAN HF Air Ground Communication ( RDARA/MWARA ) adalah suatu peralatan yang berfungsi sebagai komunikasi antar Pilot dengan personil Bantuan Operasi penerbangan dengan menggunakan frequency tinggi.. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. PERSYARATAN : a.

c. Pemeliharaan Perbaikan. Pengoperasian. b. d. e. Fungsi d. Dokumen Terkait. Teori Rinci Peralatan. KURIKULUM RATING TERAMPIL HF A/G JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 12 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan c. b. Prosedur Pengoperasian . Teori penunjang c. Pemeliharaan Pencegahan . Praktek kerja lapangan Ujian/Evaluasi a. b. Teknik peralatan a. Trouble Shooting. Teori c. Pemeliharaan Pencegahan . KODE HFAG-B/T/1 2 HFAG-B/T/2 2 24 3 4 HFAG-B/T/3 HFAG-B/T/4 8 10 5 6 Praktek a. Praktek HFAG-B/T/5 56 HFAG-B/T/6 4 16 .V. Pemeliharaan a. Blok diagram. Penggunaan alat ukur.

2 8 P PEN GAJ AR DAFTAR PUSTAKA • • • Annex 10 ATS Planning Manual Buku petunjuk pengoperasi an dan pemeliharaa n peralatan 2 4 4 6 6 4 2 Teknik Peralatan.VI. • Teori penunjang . • Prinsip kerja console Desk. b. Selective call 2 2 2 2 . JAMPEL T Agar peserta memahami dasar teknis Peralatan . Ø Karakteristik lapisan udara. Teori Penunjang c. dan remote control. Ø Anenna dan media transmisi. b. Fungsi. • Prinsip kerja recorder 3 Prosedur pengoperasian • • • • Pengoperasian pemancar Pengoperasian penerima Pengopersian remote control dan console desk. Ø Teori Propagasi. SILABI : RATING TERAMPIL HF-AG ( RDARA/MWARA ) NO MATA PELAJARAN ( TOPIK ) 1 Teori Umum Peralatan.. • Dokumen terkait • Teori rinci dan blok diagram. Blok diagram Agar peserta memahami sistem peralatan • Prinsip kerja Penerima dan multi coupler . • Prinsip Kerja Pemancar . a. a. Dokumen Terkait TUJUAN POKOK BAHASAN • Fungsi /kegunaan Peralatan . Ø Komunikasi Radio Penerbangan. Teori rinci peralatan.

Pemeliharaan pencegahan d. Pemeliharaan perbaikan Praktek a. b. • Praktek penerima • Penggunaan alat ukur • Praktek kerja lapangan • Trouble shooting 2 8 4 4 16 16 16 5 6 4 16 . c. pemeliharaan pencegahan b. Penggunaan alat ukur. Pengoperasian. • Pemeliharaan perbaikan • Praktek pemancar. b. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a.Teori. Ø Pemeliharaan berkala Ø Performance Check.4 Pemeliharaan a. Praktek Agar peserta mema hami konsep pemeli haraan dan perbaikan sistem peralatan sesuai dengan standar • Pemeliharaan pencegahan meliputi.

AVO Meter . pemeliharaan pencegahan b. . . • Praktek Kerja Lapangan • • Ujian teori Ujian Praktek. d. a. . • Pemeliharaan Perbaikan meliputi . .Frequency Counter.Osciloscope .4 Sistem pemeliharaan. 4 16 8 16 16 36 24 8 24 6 Ujian/Evaluasi a. Untuk mengetahui kemampuan peserta .Audio/Rf Generator. a. Analisis Sistem Peralatan Agar peserta dapat mema hami dan mampu untuk me laksanakan pengoperasian dan pemeliharaan system • Pemeliharaan Pencegahan meliputi . c. Pemeliharaan pencegahan.Pemancar . • Penggunaan alat ukur . Pengoperasian b. Teori. • Pemeliharaan pencegahan • Analisa sistem dan trouble shooting.Console ATIS • Pengoperasian peralatan.Power Meter. Pemeliharaan perbaikan Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan ATIS sesuai dengan standar 5 Praktek. . . b.Pemeliharaan berkala . Penggunaan Alat Ukur. Praktek.Performance check. Trouble Shooting e.

MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating VSAT dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan VSAT perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Dalam rangka implementasi UU No. PERSYARATAN : a. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas VSAT.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING VERY SMALL APERTURE TERMINAL ( VSAT ) 208 Jam Pelajaran I. IV. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan VSAT serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. KODE: VSAT-B/KKP Teori : Praktek : 84 Jam 124 Jam PENDAHULUAN Very Small Aperture Terminal ( VSAT ) adalah suatu peralatan yang digunakan sebagai media transmisi melalui satelit untuk komunikasi baik suara maupun data antara bandar maupun unit operasi dalam suatu Bandara atau pusat pengendali dengan lokasi peralatan diluar bandara. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. II. III. .

Fungsi .V. KURIKULUM RATING AHLI VSAT NO MATA PELAJARAN KODE JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 12 1 Teori Umum Peralatan a. Block diagram. Teori b. Teori penunjang VSAT-B/A /1 2 Teknik peralatan a. Penggunaan Alat Ukur. Trouble Shooting e. Pengoperasian. Pemeliharaan Perbaikan. Pemeliharaan a. VSAT-B/A /2 32 3 4 Prosedur Pengoperasian . c. d. Praktek kerja lapangan Ujian/Evaluasi a. Teori Rinci. b. b. b. Praktek a. b. Pemeliharaan Pencegahan . Praktek VSAT-B/A /3 VSAT-B/A /4 8 24 5 VSAT-B/A /5 100 6 VSAT-B/A /6 8 24 . Pemeliharaan Pencegahan .

ØLNA ØAntena.AFS Ø Teori Propagasi meliputi .Transponder .Point to Point • Teori operasi dan blok diagram. Teori rinci peralatan b. Ø UPS JAMPEL T 2 2 P PENGAJAR DAFTAR PUSTAKA 1 Teori umum peralatan . • Teori penunjang meliputi.VI. Ø Teori sistem komunikasi satelit meliputi .. Agar peserta memahami dasar a. Blok diagram Agar peserta mengerti dan memahami system peralatan 4 4 4 . . teknis peralatan b. ØSSPA. Ø Up/Down Converter. . • Sistem In Door Unit meliputi . Ø Modem Ø Multiplexer. SILABI : RATING AHLI VSAT NO MATA PELAJARAN (TOPIK ) TUJUAN POKOK BAHASAN • Fungsi Peralatan .Rambatan teori gelombang Elektro magnetic.Band Frekuensi . . • Sistem Out Door Unit meliputi. Teori penunjang 4 4 2 Teknik peralatan a. Ø Komunikasi Radio Penerbangan.Orbit satelit . Fungsi.AMS .

Pengoperasian sistem VSAT. Ø Sistem Interfacing. Pembacaan indicator. Meliputi . Ø Data card. Ø Pengoperasian VSAT. Ø Pemeliharaan berkala. • Pemeliharaan pencegahan meliputi .• Sistem Interface meliputi . Ø Pengaturan Parameter Modem dan Multiplxer. Ø Performance Check. • Pemeliharaan Perbaikan 8 16 . Pembacaan dan pengaturan. Ø Voice Card. Sistem monitoring meliputi . Ø Setting MUX parameter Ø Setting Modem parameter . 4 • 4 • 4 3 Prosedur pengoperasian Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian peralatan secara benar • • • 8 4 Pemeliharaan Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan VSAT sesuai dengan standar. Ø Telex Converyer. Ø Sistem monitoring. Penyambungan dengan sistem.

Pemeliharaan pencegahan. c. Ujian Praktek 8 24 . Trouble shooting. Trouble Shooting dan analysis sistem peralatan. Ujian teori b. • Praktek Kerja Lapangan 8 16 16 36 24 Untuk mengevaluasi sejauh mana kemampuan peserta a.Teori. Pemeliharaan peralatan.Praktek Agar peserta dapat memahami dan mampu untuk melaksanakan pengoperasian dan pemeliharaan system • • • • Praktek pengoperasian. b.5 6 Praktek. b. Ujian/Evaluasi a. Penggunaan alat ukur. Pengoperasian. d. a. Penggunaan Alat Ukur.

Dalam rangka implementasi UU No. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan terampil yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating VSAT dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. . PERSYARATAN : a. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan VSAT perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas VSAT. IV. II. III. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING VERY SMALL APERTURE TERMINAL ( VSAT ) 138 Jam Pelajaran I. KODE: VSAT-B/KKP Teori : 50 Jam Praktek : 88 Jam PENDAHULUAN Very Small Aperture Terminal ( VSAT ) adalah suatu peralatan yang digunakan sebagai media transmisi melalui satelit untuk komunikasi baik suara maupun data antara bandar maupun unit operasi dalam suatu Bandara atau pusat pengendali dengan lokasi peralatan diluar bandara. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan VSAT serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya.

V. d. Teori b. Fungsi . Pemeliharaan Pencegahan . Pemeliharaan a. Trouble Shooting e. VSAT-B/T/3 VSAT-B/T/4 6 8 5 Praktek a. Praktek VSAT-B/T/5 72 6 VSAT-B/T/6 4 16 . Pengoperasian. KURIKULUM RATING TERAMPIL VSAT NO MATA PELAJARAN KODE JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 8 1 Teori Umum Peralatan a. Teori Rinci Peralatan b. b. Pemeliharaan Pencegahan . Penggunaan Alat Ukur. Teori penunjang c. c. VSAT-B/T/1 2 VSAT-B/T/2 20 3 4 Prosedur Pengoperasian . Pemeliharaan Perbaikan. Praktek kerja lapangan Ujian/Evaluasi a. Block diagram. Dokumen Terkait Teknik peralatan a. b. b.

• Sistem Out Door Unit meliputi. SILABI : RATING TERAMPIL VSAT JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN TUJUAN (TOPIK ) Teori umum peralatan .Transponder .VI. Blok diagram Agar peserta mengerti dan memahami system peralatan 6 4 4 . Ø UPS T 2 2 P PENGAJAR DAFTAR PUSTAKA 2 2 2 Teknik peralatan a. ØLNA ØAntena. Ø Komunikasi Radio Penerbangan. Teori rinci peralatan b. Ø Modem Ø Multiplexer.Rambatan teori gelombang Elektro magnetic. Fungsi. . Teori penunjang POKOK BAHASAN • Fungsi Peralatan . Ø Up/Down Converter. Ø Teori sistem komunikasi satelit meliputi .Band Frekuensi . ØSSPA.AFS Ø Teori Propagasi meliputi ..Orbit satelit .Point to Point • Teori Operasi dan Blok diagram. • Teori penunjang meliputi.AMS . Agar peserta memahami dasar a. . teknis peralatan b. • Sistem In Door Unit meliputi . .

Ø Setting MUX parameter Ø Setting Modem parameter . 2 • 2 • 2 3 Prosedur pengoperasian Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian peralatan secara benar • • • 6 4 Pemeliharaan Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan VSAT sesuai dengan standar. Pembacaan dan pengaturan. Ø Pemeliharaan berkala.• Sistem Interface meliputi . Sistem monitoring meliputi . Meliputi . Ø Sistem Interfacing. Ø Sistem monitoring. Ø Performance Check. Ø Voice Card. Ø Pengaturan Parameter Modem dan Multiplxer. Ø Pengoperasian VSAT. • Pemeliharaan pencegahan meliputi . Pembacaan indicator. Ø Data card. Penyambungan dengan sistem. Ø Telex Converyer. • Pemeliharaan Perbaikan 4 4 . Pengoperasian sistem VSAT.

Penggunaan Alat Ukur. • Praktek Kerja Lapangan 8 16 8 24 16 Untuk mengevaluasi sejauh mana kemampuan peserta a. Pemeliharaan pencegahan.5 6 Praktek. Trouble Shooting dan analysis sistem peralatan. b. b. Pengoperasian. a.Praktek Agar peserta dapat memahami dan mampu untuk melaksanakan pengoperasian dan pemeliharaan system • • • • Praktek pengoperasian. c. Penggunaan alat ukur. Ujian teori b.Teori. d. Ujian/Evaluasi a. Ujian Praktek 8 16 . Pemeliharaan peralatan. Trouble shooting.

15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Radio Link perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Radio Link dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. II. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. PENDAHULUAN Radio Link adalah media transmisi yang menggunakan radio digunakan sebagai penunjang operasi peralatan fasilitas komunikasi penerbangan .ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Radio Link serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. . PERSYARATAN : a. Dalam rangka implementasi UU No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING RADIO LINK 208 Jam Pelajaran I. IV. III. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : KODE: RLINK-B/KKP Teori : 84 Jam Praktek : 124 Jam Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Radio Link.

Pemeliharaan Perbaikan. Blok diagram. Pemeliharaan Pencegahan . c. Pemeliharaan a. Teori. Analisis sistem Peralatan. Praktek a. Fungsi Peralatan. c. KURIKULUM RATING AHLI RADIO LINK JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 12 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. d. b. b. Teori RinciPeralatan b. Praktek KODE RLINK-B/A/1 2 RLINK-B/A/2 40 3 4 RLINK-B/A/3 RLINK-B/A/4 8 16 5 RLINK-B/A/5 100 6 RLINK-B/A/6 8 24 . Pemeliharaan Pencegahan . . Trouble Shooting. Teori penunjang Teknik peralatan a. Pengoperasian. b. Ujian/Evaluasi a. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian .V. b. e. Penggunaan alat ukur.

Aeronautical Mobile Service. Ø Sistem terestrial meliputi .Perambatan gelom bang Elektro magnetic. SILABI : RATING AHLI RADIO LINK NO MATA PELAJARAN (TOPIK ) Teori umum peralatan. a.Band Frequency . . . Fungsi. .VI.Karakteristik Lapisan Udara P PENGAJAR DAFTAR PUSTAKA 1 . b.Aeronautical Fixed Service. Ø Komunikasi Radio Penerbangan.Teori Propagasi . . Teori penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL T Agar peserta memahami teori pendukung dan dasar eknis peralatan • Fungsi/kegunaan peralatan 4 8 • Teori penunjang yang meliputi . .

Ø Oscillator Ø Mixer & RF Amplifier • Audio Amplifier Multiplxer dan Modem melipiuti . b. Rencana instalasi Agar peserta mengerti dan memahami system peralatan • • Blok diagram dan circuit diagram. a. Antenna. Penyambungan ke end sistem. ØPower Amplifier.2 Teknik Peralatan. Prinsip Kerja Pemancar Radio Link meliputi. c. Teori Rinci. Ø Multiplexer Ø Demultiplxer Ø Modulator. Blok diagram. 16 4 • Prinsip kerja penerima meliputi . ØModulator. 8 8 4 4 3 Prosedur pengoperasian Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian peralatan secara benar 4 . Ø Demdulator • Rencana instalasi/design • • pengoperasian pemancar dan penerima. Ø Oscillator.

Ø Multitester. b. Pengoperasian. • Praktek Kerja Lapangan • Ujian Teori Ujian Praktek. Ø MUX dan DEMU • . Teori. Pemeliharaan Pencegahan b. b. Ø Spectrum Analyzer. Pemeliharaan Pencegahan. Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan agar sehingga sesuai dengan standar a. 8 16 12 40 24 6 Ujian/Evaluasi a.meliputi. pemeliharaan dan trouble shooting. c. Ø Pemancar dan penerima. Praktek Evaluasi kompetemsi peserta 8 24 .Pemeliharaan Pencegahan .Performance Check b.Pemeliharaan berkala . • Trouble Shooting dan analisis sistem.Multiplexer • Pengoperasian meliputi . d. Penggunaan alat ukur.Pemancar dan Penerima . Penggunaan alat ukur. Ø Power meter • Pemeliharaan pencegahan.Pemeliharaan Perbaikan . Trouble Shooting dan analysis system Agar peserta dapat memahami dan memiliki keahlian dalam melaksanakan pengoperasian..4 Sistem pemeliharaan a. 16 16 5 Praktek a. Ø BER Test. Ø Oscilloscope.

MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Radio Link. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan terampil yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Radio Link dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Dalam rangka implementasi UU No. PENDAHULUAN Radio Link adalah media transmisi yang menggunakan radio digunakan sebagai penunjang operasi peralatan fasilitas komunikasi penerbangan . SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. III.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING RADIO LINK 144 Jam Pelajaran I. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Radio Link serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. II. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. KODE: RLINK-B/KKP Teori : 64 Jam Praktek : 80 Jam . Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Radio Link perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. PERSYARATAN : a. IV. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.

Pengoperasian. Teori c. Pemeliharaan Pencegahan . Teori Rinci b. e. d. c. Fungsi Peralatan c. Pemeliharaan Perbaikan. Blok diagram. Pemeliharaan b. Penggunaan alat ukur. Dokumen Terkait Teknik peralatan a. Trouble Shooting. Praktek KODE RLINK-B/T /1 2 RLINK-B/T /2 24 3 4 RLINK-B/T /3 RLINK-B/T/ 4 8 12 5 RLINK-B/T /5 64 6 RLINK-B/T /6 8 16 . Praktek Kerja lapangan Ujian/Evaluasi b. Pemeliharaan Pencegahan . KURIKULUM RATING TERAMPIL RADIO LINK JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 12 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan b.V. Prosedur Pengoperasian . Praktek a. c. Teori penunjang c. b.

Teori penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL T Agar peserta memahami teori pendukung dan dasar eknis peralatan • Fungsi/kegunaan peralatan 4 8 • Teori penunjang yang meliputi .Band Frequency . b.Karakteristik Lapisan Udara P PENGAJAR DAFTAR PUSTAKA 1 . Ø Sistem terestrial meliputi .VI.Teori Propagasi . .Perambatan gelom bang Elektro magnetic. . . SILABI : RATING TERAMPIL RADIO LINK NO MATA PELAJARAN (TOPIK ) Teori umum peralatan. Fungsi. . . a.Aeronautical Mobile Service. Ø Komunikasi Radio Penerbangan.Aeronautical Fixed Service.

a. • Penyambungan ke end sistem. b. Antenna. Teori Rinci. Ø Oscillator. ØPower Amplifier. 4 8 • 3 Prosedur pengoperasian Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian peralatan secara benar Prinsip kerja penerima meliputi . ØModulator. Ø Oscillator Ø Mixer & RF Amplifier • Audio Amplfier Multiplxer dan Modem melipiuti .2 Teknik Peralatan. 8 4 4 4 . Prinsip Kerja Pemancar Radio Link meliputi. Ø Multiplexer Ø Demultiplxer Ø Modulator. Blok diagram. Ø Demdulator • Rencana instalasi/design • pengoperasian pemancar dan penerima. Agar peserta mengerti dan memahami system peralatan • • Blok diagram dan circuit diagram.

• Praktek kerja lapangan • Ujian Teori • Ujian Praktek. Ø Oscilloscope. b.Pemeliharaan berkala . Ø Multitester. 8 16 8 18 24 6 Ujian/Evaluasi Evaluasi kompetensi peserta 8 16 . 4 8 5 Praktek a. Ø Power meter • Pemeliharaan pencegahan. pemeliharaan dan trouble shooting. Ø Pemancar dan penerima. Ø MUX dan DEMU • .Pemancar dan Penerima . Penggunaan alat ukur. Trouble Shooting dan analysis System Agar peserta dapat memahami dan memiliki keahlian dalam melaksanakan pengoperasian. Pemeliharaan Pencegahan. d. Pengoperasian.Multiplexer • Pengoperasian meliputi .. Ø BER Test.meliputi.4 Sistem pemeliharaan a. Ø Spectrum Analyzer. Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan agar sehingga sesuai dengan standar a. Pemeliharaan Pencegahan b.Pemeliharaan Pencegahan . c. Penggunaan alat ukur.Performance Check b. • Trouble Shooting dan analisis sistem.Pemeliharaan Perbaikan .

PERSYARATAN : a. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas HF SSB. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating HF SSB dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING HIGH FREQUENCY SINGLE SIDE BAND ( HF SSB ) 108 Jam Pelajaran I. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. antar stasiun KODE: HF SSB-C/KKP Teori : 44 Jam Praktek : 64 Jam Dalam rangka implementasi UU No. . sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. III. PENDAHULUAN HF SSB adalah peralatan komunikasi yang digunakan untuk koordinasi penerbangan /Bandara . IV. II.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan HF SSB serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan HF SSB perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No.

Pemeliharaan Pencegahan . b. Penggunaan alat ukur. Teori penunjang. Pemeliharaan Perbaikan. Dokumen Terkait. Teknik peralatan a. Prosedur Pengoperasian . d. Pemeliharaan Pencegahan . Teori b.V. c. Praktek HFSSB-C/A/5 64 HFSSB-C/A/6 8 16 . Teori Rinci peralatan. Trouble Shooting Ujian/Evaluasi a. KURIKULUM RATING AHLI HF SSB JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 12 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Fungsi b. c. Blok diagram. b. Pemeliharaan a. Pengoperasian. b. KODE HFSSB-C/A/1 2 HFSSB-C/A/2 24 3 4 HFSSB-C/A/3 HFSSB-C/A/4 8 12 5 6 Praktek a.

Teori rinci peralatan b.AMS ). . Agar peserta mengerti dan me mahami sistem peralatan • Teori Operasi dan Blok diagramdan circuit . • Dasar elektronika • Dasar telekomunikasi 2 Teknik Peralatan. Fungsi. .modulator . SILABI : RATING AHLI HF-SSB JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN (TOPIK ) Teori umum peralatan.IF filter dan amplifier . a. b. Teori penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN T 2 6 P PENGAJAR DAFTAR PUSTAKA Buku petunjuk pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Agar peserta mengerti. a. Blok diagram.VI. • Prinp Kerja Pemancar .oscillator/sinthesizer . memaha • Fungsi/kegunaan Peralatan . 4 . dan dasar teknis Per.Komunikasi Radio Penerbang an ( AFS. mi fungsi. • Prinsip kerja Penerima .oscillator .Audio amplifier.automatic tuning unit dan antenna. alatan HF SSB . • • Setting frekunsi Line up sistem 4 8 8 3 Prosedur Pengoperasian peralatan Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian.RF Amp dan mixer .• Teori penunjang meliputi . .

b. .Pemeliharaan Perbaikan 4 4 • Pengoperasian peralatan. . Teori. .Power Meter • Analisa sistem dan trouble shooting. • Pengggunaan Alat Ukur . Pemeliharaan pencegahan.Pemeliharaan Pencegahan .Pemeliharaan perbaikan Praktek .Frequency Counter . .Oscilloscope . • Praktek 4 8 16 24 6 Ujian/Evaluasi a. a.AVO Meter. Trouble shooting Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan sesuai dengan standar Agar peserta dapat mema hami dan mampu untuk me laksanakan pengoperasian dan pemeliharaan system .Pemeliharaan pencegahan.Audio/Rf Generator. Praktek Evaluasi kompetensi peserta 16 .4 5 Pemeliharaan . • Teori. Pengoperasian b. Penggunaan alat ukur c.

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA

DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK
SKP TERAMPIL RATING HIGH FREQUENCY SINGLE SIDE BAND ( HF SSB ) 80 Jam Pelajaran
I.

KODE: HF SSB-C/KKP Teori : 30 Jam Praktek : 50 Jam

PENDAHULUAN HF SSB adalah peralatan komunikasi yang digunakan untuk hubungan komunikai antar stasiun penerbangan/Bandara. Dalam rangka implementasi UU No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan, maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan HF SSB perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut.

II.

MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan terampil yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating HF SSBdengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih,ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan HF SSB serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya.

III.

PERSYARATAN : a. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan.

IV.

MANFAAT YANG DIHARAPKAN :

Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas HF SSB, sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.

V. KURIKULUM RATING TERAMPIL HF SSB JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 4

NO 1

MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan b. Fungsi c. Teori penunjang c. Dokumen Terkait. Teknik peralatan a. Teori Rinci Peralatan b. Block dan circuit diagram. Prosedur Pengoperasian . Pemeliharaan b. Pemeliharaan Pencegahan . c. Pemeliharaan Perbaikan.

KODE
HFSSB-C/T/1

2

HFSSB-C/T/2

16

3 4

HFSSB-C/T/3 HFSSB-C/T/4

2 4

5

6

Praktek b. Pengoperasian. c. Penggunaan alat ukur. d. Pemeliharaan Pencegahan . d. Trouble Shooting Ujian/Evaluasi a. Teori b. Praktek

HFSSB-C/T/5

50

HFSSB-C/T/6

4 16

VI. SILABI : RATING TERAMPIL HF-SSB JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN (TOPIK ) Teori umum peralatan. a. Fungsi. b. Teori penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN T 4 P PENGAJAR DAFTAR PUSTAKA Buku petunjuk pengoperasian dan pemeliharaan peralatan

Agar peserta mengerti, memaha • Fungsi/kegunaan Peralatan . mi fungsi, dan dasar teknis Per- • Teori penunjang meliputi ; alatan HF SSB - Komunikasi Radio Penerbang an ( AFS,AMS ). • Dasar elektronika • Dasar telekomunikasi

2

Teknik Peralatan. a. Teori rinci peralatan b. Blok diagram.

Agar peserta mengerti dan me mahami sistem peralatan

• Teori Operasi dan Blok diagramdan circuit . • Prinp Kerja Pemancar ; - oscillator/sinthesizer - modulator - automatic tuning unit dan antenna. • Prinsip kerja Penerima ; - oscillator - RF Amp dan mixer - IF filter dan amplifier - Audio amplifier. .
• • Setting frekuensi Line up sistem

2 6

8

3

Prosedur Pengoperasian peralatan

Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian.

2

4

Pemeliharaan a. Pemeliharaan pencegahan. b. Pemeliharaan perbaikan.

5

Praktek . a. Pengoperasian b. Penggunaan alat ukur c. Pemeliharaan pencegahan. d. Trouble shooting.

Agar peserta memahami • Pemeliharaan Pencegahan konsep pemeliharaan dan meliputi ; perbaikan sistem peralatan • - Pemeliharaan berkala sesuai dengan standar • Pemeliharaan Perbaikan meliputi ; - Pemancar. - Penerima - Antenna tuning unit. • Power Supply. Agar peserta dapat mema • Pengoperasian peralatan. hami dan mampu untuk me • Pengggunaan Alat Ukur ; laksanakan pengoperasian - AVO Meter. dan pemeliharaan system - Oscilloscope - Frequency Counter - Audio/Rf Generator. - Power Meter • Analisa sistem dan trouble shooting. Evaluasi kompetensi peserta • Teori. • Praktek

2

2

8 12

16

6

Ujian/Evaluasi a. Teori. b. Praktek

4 16

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA

DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK
SKP AHLI RATING TELEPRINTER 116 Jam Pelajaran
I. PENDAHULUAN Teleprinter adalah suatu peralatan yang digunakan untuk mengirim dan menerima berita – berita penerbangan dan pada umumnya dihubungkan ke peralatan AMSC. Dalam rangka implementasi UU No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan, maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Teleprinter (TTY) perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. II. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Teleprinter dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih, ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Teleprinter serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. III. PERSYARATAN : a. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. IV. MANFAAT YANG DIHARAPKAN :

KODE: TTY-C/KKP Teori : 52 Jam Praktek : 64 Jam

Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Teleprinter, sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.

V. KURIKULUM RATING AHLI TELEPRINTER JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 8

NO 1

MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Fungsi Peralatan b. Teori penunjang c. Dokumen Terkait Teknik peralatan a. Teori Rinci b. Block dan circuit diagram.

KODE
TTY-C/A/1

2

TTY-C/A/2

24

3 4

Prosedur Pengoperasian . Pemeliharaan a. Pemeliharaan Pencegahan . b. Pemeliharaan Perbaikan.

TTY-C/A/3 TTY-C/A/4

4 8

5

Praktek a. Pengoperasian. b Pemeliharaan Pencegahan . c. Trouble Shooting Ujian/Evaluasi a. Teori b. Praktek

TTY-C/A/5

50

6

TTY-C/A/6

8 16

VI. SILABI : RATING AHLI TELEPRINTER JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN (TOPIK ) Teori umum peralatan a. Fungsi Peralatan b. Teori Penunjang TUJUAN Agar peserta memahami dasar teknis Peralatan POKOK BAHASAN • Fungsi/kegunaan peralatan. • Teori Penunjang meliputi ; Ø Teori dasar Komputer. Ø Komunikasi data. Ø Topologi AFTN. Ø Protocol/Interface. • ICAO Dokumen terkait • Teori Operasi dan Blok diagram. • Sistem hardware ; CPU,I/O,jaringan dan rencana intalasi.
• Pengoperasian secara hardware meliputi ; Ø Interkoneksi . Ø Menghidupkan dan mematikan . • Pengoperasian secara software meliputi ; Ø Menghidupkan. Ø Mematikan Ø Status sistem

PENGAJAR

T 2 4

P

DAFTAR PUSTAKA - Annex 10 Volume II. - Manual of the teletypewrit er operating practices.

2

2

Teknik Peralatan ; a. Teori rinci peralatan. b. Blok diagram. c. Rencana instalasi

Agar peserta mengerti dan memahami cara kerja dan pemeliharaan peralatan teleprinter.

12 12

3

Prosedur Pengoperasian

Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian peralatan secara benar

2

2

.

. Teori. c. • Pemeliharaan Perbaikan meliputi . Ujian Praktek 8 16 . • Rekonfigurasi/Reinstalasi • Pengoperasian peralatan. • Pemeliharaan software.I/O. b. Praktek Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian. (CP U. • Trouble shooting dan analisis sistem • • 2 2 2 2 8 16 24 5 Praktikum a. • Pemeliharaan pencegahan. Ø Pemeliharaan berkala Ø Performance Check.Jaringan ). 6 Untuk mengetahui kemampuan peserta Ujian teori. Pemeliharaan pencegahan. Ø Sisstem Hardware. b.Pemeliharaan perbaikan Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan sesuai dengan standar • Pemeliharaan Pencegahan meliputi . Trouble Shooting Ujian/evaluasi a. b.Pemeliharaan pencegahan.4 Pemeliharaan a. Pengoperasian.

.

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING TELEPRINTER 80 Jam Pelajaran I.C/KKP Teori : 36 Jam Praktek : 44 Jam Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Teleprinter. . Dalam rangka implementasi UU No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. PENDAHULUAN Teleprinter adalah suatu peralatan yang digunakan untuk mengirim dan menerima berita – berita penerbangan dan pada umumnya dihubungkan ke peralatan AMSC . ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Teleprinter serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Teleprinter (TTY) perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : KODE: TTY . SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan terampil yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Teleprinter dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. PERSYARATAN : a. III. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. II. IV.

Teori d. KODE TTY-C/T/1 2 TTY-C/T/2 10 3 4 Prosedur Pengoperasian . e. Pengoperasian. Pemeliharaan c. Fungsi Peralatan d. Pemeliharaan Perbaikan. d. Praktek TTY-C/T/6 8 16 . Teori penunjang c.V. KURIKULUM RATING TERAMPIL TELEPRINTER JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 6 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan c. Block diagram. Pemeliharaan Pencegahan . b Pemeliharaan Pencegahan . Trouble Shooting TTY-C/T/5 28 6 Ujian/Evaluasi c. Dokumen Terkait Teknik peralatan c. TTY-C/T/3 TTY-C/T/4 4 8 5 Praktek a. Teori Rinci d.

Teori rinci peralatan. • Dokumen • Teori Operasi dan Blok diagram.jaringan dan rencana intalasi. Ø Teori dasar Komputer. Ø Komunikasi data. • Teori Penunjang meliputi . SILABI : RATING TERAMPIL TELEPRINTER JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN (TOPIK ) Teori umum peralatan a.I/O. .Manual of the teletypewrit er operating practices. Ø Topologi AFTN. Teori Penunjang TUJUAN Agar peserta memahami dasar teknis Peralatan POKOK BAHASAN • Fungsi/kegunaan peralatan. • Pengoperasian secara hardware meliputi . b. Ø Menghidupkan. 2 2 Teknik Peralatan . Fungsi Peralatan b. Ø Interkoneksi . . 4 6 3 Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian peralatan secara benar 2 2 . • Pengoperasian secara software meliputi . a.VI. Ø Mematikan Ø Status sistem PENGAJAR T 2 2 P DAFTAR PUSTAKA . CPU. c.Annex 10 Volume II. Blok diagram. Rencana instalasi Agar peserta mengerti dan memahami cara kerja dan pemeliharaan peralatan teleprinter. Ø Protocol/Interface. • Sistem hardware . Ø Menghidupkan dan mematikan .

Pemeliharaan pencegahan.4 Pemeliharaan a. c. Ø Pemeliharaan berkala Ø Performance Check. • Pengoperasian peralatan.Jaringan ). Trouble Shooting Ujian/evaluasi a. • Pemeliharaan pencegahan. Ujian Praktek 4 16 . b. Praktek Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian.I/O. Teori.Pemeliharaan perbaikan Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan sesuai dengan standar • Pemeliharaan Pencegahan meliputi . Ø Sistem Hardware.Pemeliharaan pencegahan. 6 Untuk mengetahui kemampuan peserta Ujian teori. (CP U. b. b. . • Pemeliharaan Perbaikan meliputi . • Trouble shooting dan analisis sistem • • 2 2 4 4 8 16 5 Praktek a. Pengoperasian. • Pemeliharaan software.

b. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Tersedianya fasilitas VOR yang siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan untuk memberikan kenyamanan dan memelihara peralatan yang menunjang keselamatan operasi penerbangan. . 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. IV. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan VHF Omni Directional Range perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan VOR serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. II. III. Dalam rangka implementasi UU No. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli elektronika Penerbangan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. PERSYARATAN : a. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil listrik penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. PENDAHULUAN VHF Omnidirectional Range (VOR) adalah peralatan navigasi udara yang dapat memberikan sinyal azimuth bearing kepada pesawat udara untuk membantu menentukan arah terbang. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING VHF OMNI DIRECTIONAL RANGE (VOR) 270 Jam Pelajaran Teori : 108 Jam Praktek : 162 Jam KODE VOR – A /KNP I. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan/keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating VOR dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih.

Blok dan circuit diagram VOR c. Teori terinci peralatan VOR b. 5. 3. Teori penunjang c. 2. Dokumen terkait dari ICAO/FAA Teknik peralatan a. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1. Pemelihaaan Pencegahan d. Kriteria Penempatan Peralatan VOR Prosedur Pengoperasian VOR Pemeliharaan peralatan VOR a. Teori peralatan VHF Omnidirectional Range (VOR). Pengoperasian b. KURIKULUM DVOR No. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. 4. Fungsi peralatan VOR b. 6. Pemeliharaan pencegahan b. a. Trouble shooting e. Pemeliharaan Perbaikan Praktek pada peralatan VOR a. Praktek Jumlah Jam Pelajaran VOR-A/T/1 VOR-A/T/2 64 VOR-A/T/3 VOR-A/T/4 8 12 VOR-A/T/5 130 VOR-A/T/6 8 32 108 162 . Penggunaan alat ukur c. Teori b.V.

Dokumen terkait dari ICAO / FAA − TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar para peserta mengetahui dan memahami fungsi peralatan VOR dalam menunjang operasi Keselamatan pener bangan serta acuan / institusi yang dianut. Fungsi peralatan VOR b. Teori terinci peralatan VOR Blok dan Circuit diagram peralatan VOR . SILABI DVOR MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori peralatan VOR. -ICAO DOC.Pengoperasian VOR dengan lokal dan remote. 8071 Vol I -Flight Inspection Report VOR 4 4 4 .Sinyal Reference dan variable . mingguan.enam bulanan.Patern dan cakupan VOR.Sitting kriteria VOR: .Agar para peserta mengetahui dan memahami cara kerja secara sistem.tahunan. b. Teori Penunjang c.Doppler effect 8 P − .Buku manual peralatan VOR 3 Prosedur pengoperasian Agar para peserta mampu melaksanakan peng operasian peralatan VOR dengan benar.Buku Radio Air Navigation .Space modulation .RCMS . I -ICAO ANNEX 10 Vol I .RMMC .tiga bulanan.Blok diagram VOR . No. . − 4 Pemeliharaan Agar para peserta mampu melaksanakan pemeliharaan peralatan VOR dengan benar. − Pelayanan dan Analisa hasil Flight Comm / periodik. . − Pelaksanaan ground Check 4 20 4 8 4 4 4 4 4 4 4 -Buku manual peralatan DME: -ICAO DOC.ICAO ANNEX 10 1 4 4 2 Teknik peralatan a.Besaran dan adjustment parameter VOR. bulanan. . Fungsi dan teori penunjang dalam pengoperasian peralatan VOR. .VI.RF Switching .8071 Vol.VOR receiver . − Pemeliharaan/pengechekan berkala : harian. a.Prinsip kerja VOR. .

Trouble Shooting e. -Melaksanakan pengoperasian. 8 16 -Buku manual peralatan DME: -ICAO DOC. 8 P 40 . I . Pemeliharaan pencegahan d. menggunakan alat ukur elektronik.Agar para peserta dapat mengoperasikan Peralatan VOR. melakukan prosedur pemeliharaan dengan benar serta dapat menganalisa/melokalisir kerusakan yang terjadi pada VOR. penggunaan alat ukur. Penggunaan alat ukur c. mencari penyebab serta menganalisa kerusakan pada peralatan VOR. Analisis sistim peralatan TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T .No.Buku manual yang terkait 5 6 Ujian/evaluasi Memberikan soal-soal tertulis dan memberikan troubel shooting pada peralatan VOR kepada peserta.8071 Vol.Buku manual DME . MATA PELAJARAN (TOPIK) Praktek a. Pengoperasian b.I -ICAO ANNEX 10 Vol. -Untuk mengetahui para perserta dalam memahami peralatan VOR yang didapatkan selama pelatihan.

MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating VOR dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Dalam rangka implementasi UU No. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas VOR serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. b. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. PENDAHULUAN VHF Omnidirectional Range (VOR) adalah peralatan navigasi udara yang dapat memberikan sinyal azimuth bearing kepada pesawat udara untuk membantu menentukan arah terbang. IV. PERSYARATAN : a. .DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK RATING SKP TERAMPIL VHF OMNI DIRECTIONAL RANGE (VOR) 230 Jam Pelajaran Teori : Praktek : 92 Jam 138 Jam KODE VOR-A/KNP I. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara fasilitas VOR wajib mengikuti pandidikan dan pelatihan II. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung – jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas VOR. III.

Trouble shooting Ujian/Evaluasi a.V. Teori terinci peralatan VOR b. Pengoperasian b. KURIKULUM DVOR No. Praktek Jumlah Jam Pelajaran Kode Jam Pelajaran Teori Praktek 8 1. Pemeliharaan Perbaikan Praktek pada peralatan VOR a. Penggunaan alat ukur c. 4. a. VOR-A/T/5 114 6. Pemelihaaan Pencegahan d. Kriteria Penempatan Peralatan VOR Prosedur Pengoperasian VOR Pemeliharaan peralatan VOR a. Teori b. VOR-A/T/3 VOR-A/T/4 8 12 5. Pemeliharaan pencegahan b. Dokumen terkait dari ICAO/FAA Teknik peralatan a. Teori penunjang c. Blok VOR c. VOR-A/T/6 4 24 108 138 . Mata Pelajaran ( TOPIK ) Teori peralatan VHF Omnidirectional Range (VOR). VOR-A/T/1 2. VOR-A/T/2 60 3. Fungsi peralatan VOR b.

Patern dan cakupan VOR.enam bulanan.Agar para peserta mengetahui dan memahami cara kerja secara sistem. Fungsi peralatan VOR b. − Pemeliharaan/pengechekan berkala : harian. .RMMC . Teori Penunjang c.ICAO ANNEX 10 1 4 4 2 Teknik peralatan a. I -ICAO ANNEX 10 Vol I 3 Prosedur pengoperasian - Agar para peserta mampu melaksanakan peng operasian peralatan VOR dengan benar. − Pelaksanaan ground Check - 8 308 8 8 4 4 4 4 4 4 4 -Buku manual peralatan DME: -ICAO DOC.VOR receiver .VI. b. − Pelayanan dan Analisa hasil Flight Comm / periodik. mingguan.Space modulation . Dokumen terkait dari ICAO / FAA − TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar para peserta mengetahui dan memahami fungsi peralatan VOR dalam menunjang operasi Keselamatan pener bangan serta acuan / institusi yang dianut. bulanan. Blok diagram VOR Prinsip kerja VOR.Sitting kriteria VOR: .Doppler effect - P − .tiga bulanan. . Teori terinci peralatan VOR Blok diagram peralatan VOR .tahunan.Buku VOR manual peralatan 4 Pemeliharaan − Agar para peserta mampu melaksanakan pemeliharaan peralatan VOR dengan benar.Buku Radio Air Navigation . 8071 Vol I -Flight Inspection Report VOR 4 4 .8071 Vol. .Pengoperasian VOR dengan lokal dan remote. No.RCMS . Fungsi dan teori penunjang dalam pengoperasian peralatan VOR. a. . RF Switching Sinyal Reference dan variable Besaran dan adjustment parameter VOR. 4 -ICAO DOC. SILABI DVOR MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori peralatan VOR.

Pengoperasian b. MATA PELAJARAN (TOPIK) Praktek a. 4 P 40 .8071 Vol. melakukan prosedur pemeliharaan dengan benar serta dapat menganalisa/melokalisir kerusakan yang terjadi pada VOR. menggunakan alat ukur elektronik. mencari penyebab serta menganalisa kerusakan pada peralatan VOR. TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T . -Melaksanakan pengoperasian.No.I -ICAO ANNEX 10 Vol.Agar para peserta dapat mengoperasikan Peralatan VOR. Pemeliharaan pencegahan d. Penggunaan alat ukur c.Buku manual yang terkait 5 Memberikan soal-soal tertulis dan memberikan troubel shooting pada peralatan VOR kepada peserta. I 6 Ujian/evaluasi . -Untuk mengetahui para perserta dalam memahami peralatan VOR yang didapatkan selama pelatihan.Buku manual DME . Trouble Shooting e. penggunaan alat ukur. 8 16 -Buku manual peralatan DME: -ICAO DOC.

yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating DME dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan. .DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK RATING SKP AHLI DISTANCE MEASURING EQUIPMENT ( DME ) 270 Jam Pelajaran KODE DME-A/KNP Teori : Praktek : 108 Jam 162 Jam I. IV. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. II. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara fasilitas DME wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. terlatih ahli dan teruji dalam melaksanakan pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas DME. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. PERSYARATAN : a. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. b. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Tersedianya teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung. PENDAHULUAN Distance Measuring Equipment (DME) adalah peralatan navigasi udara yang dapat memberikan sinyal panduan jarak antara posisi pesawat udara dengan stasiun DME. III. Dalam rangka implementasi UU No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas DME sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No.

Praktek Jumlah Jam Pelajaran DME-A/A/1 DME-A/A/2 64 DME-A/A/3 DME-A/A/4 8 12 DME-A/A/5 130 DME-A/A/6 8 32 108 162 . Mata Pelajaran Kode Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1. 3. 5. Trouble shooting e. Fungsi peralatan DME b.V. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. Pemeliharaan pencegahan b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek pada peralatan DME a. Teori b. Penggunaan alat ukur c. Blok dan circuit diagram DME c. Teori peralatan Distance Measuring Instrument (DME). a. 4. 6. 2. KURIKULUM DME No. Pengoperasian b. Dokumen terkait dari ICAO/FAA Teknik peralatan a. Kriteria Penempatan Peralatan DME Prosedur Pengoperasian DME Pemeliharaan peralatan DME a. Teori penunjang c. Pemelihaaan Pencegahan d. Teori terinci peralatan DME b.

mingguan. bulanan. Fungsi peralatan DME Teori Penunjang Dokumen terkait dari ICAO / FAA TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T . − Pelayanan dan Analisis hasil kalibrasi periodik. c.Fungsi dan teori penunjang dalam pengoperasian peralatan DME.Blok diagram DME .tahunan).Patern dan cakupan DME.DME transponder (aircraft) − RCMS − RMMC − Pengoperasian DME dengan lokal dan remote.Besaran dan adjustment parameter DME. SILABI DME MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori peralatan DME. b. . 4 P − . . I -ICAO ANNEX 10 Vol I 3 Prosedur pengoperasian .Prinsip kerja DME.8071 Vol. . .Agar para peserta mampu melaksanakan peng operasian peralatan DME dengan benar. − Pelaksanaan ground Check 4 16 4 4 4 4 4 4 4 -Buku manual peralatan DME: -ICAO DOC. 8071 Vol I -Flight Inspection Report DME 4 4 .VI.enam bulanan.Buku manual peralatan DMEICAO DOC. No. a. Buku manual peralatan DME 4 Pemeliharaan 4 . tiga bulanan. . Blok dan Circuit diagram peralatan DME . Teori terinci peralatan DME b.Kriteria penempatan. − Agar para peserta mampu melaksanakan pemeliharaan peralatan DME dengan benar.Agar para peserta mengetahui dan memahami fungsi peralatan DME dalam menunjang operasi Keselamatan pener bangan.ICAO ANNEX 10 1 2 Teknik peralatan a.Buku Radio Air Navigation . .Mengetahuidokumenyang digunakan sebagai acuan. − Pemeliharaan berkala (harian. .Agar para peserta mengetahui dan memahami cara kerja secara sistem.

4 32 -Buku manual peralatan DME: -ICAO DOC. Penggunaan alat ukur c. − Melaksanakan pengoperasian.8071 Vol.Buku manual DME . menggunakan alat ukur elektronik. Pengoperasian b. melakukan prosedur pemeliharaan dengan benar serta dapat menganalisis/melokalisir kerusakan yang terjadi pada DME.No. Pemeliharaan pencegahan d. 4 P 130 − . − Untuk mengetahui para perserta dalam memahami peralatan DME yang didapatkan selama pelatihan. MATA PELAJARAN (TOPIK) Praktek a.I -ICAO ANNEX 10 Vol. Trouble Shooting e. Analisis sistim peralatan − TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar para peserta dapat mengoperasikan Peralatan DME. mencari penyebab serta menganalisis kerusakan pada peralatan DME.Buku manual yang terkait 5 6 Ujian/evaluasi − Memberikan soal-soal tertulis dan memberikan troubel shooting pada peralatan DME kepada peserta. I . penggunaan alat ukur.

15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating DME dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. III. Dalam rangka implementasi UU No. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Tersedianya teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung. PERSYARATAN : a. b. IV. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara fasilitas DME wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. terlatih ahli dan teruji dalam melaksanakan pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas DME.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK RATING SKP TERAMPIL DISTANCE MEASURING EQUIPMENT ( DME ) 230 Jam Pelajaran KODE DME-A/KNP Teori : Praktek : 92 Jam 138 Jam I. PENDAHULUAN Distance Measuring Equipment (DME) adalah peralatan navigasi udara yang dapat memberikan sinyal panduan jarak antara posisi pesawat udara dengan stasiun DME. .jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas DME sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. II.

4. Teori b. Mata Pelajaran Kode Jam Pelajaran Teori Praktek 8 1. Teori terinci peralatan DME b. a. Dokumen terkait dari ICAO/FAA Teknik peralatan a. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. Pemeliharaan pencegahan b. 6. Blok dan circuit diagram DME c. Teori peralatan Distance Measuring Instrument (DME). 5. Trouble shooting e. Pemelihaaan Pencegahan d. 3.V. 2. Pengoperasian b. KURIKULUM DME No. Fungsi peralatan DME b. Kriteria Penempatan Peralatan DME Prosedur Pengoperasian DME Pemeliharaan peralatan DME a. Pemeliharaan Perbaikan Praktek pada peralatan DME a. Penggunaan alat ukur c. Praktek Jumlah Jam Pelajaran DME-A/A/1 DME-A/A/2 60 DME-A/A/3 DME-A/A/4 8 12 DME-A/A/5 114 DME-A/A/6 4 24 92 138 . Teori penunjang c.

No. − Pelayanan dan Analisis hasil kalibrasi periodik.Agar para peserta mengetahui dan memahami cara kerja secara sistem.Buku Radio Air Navigation . I -ICAO ANNEX 10 Vol I 3 Prosedur pengoperasian . Blok dan Circuit diagram peralatan DME .Besaran dan adjustment parameter DME.Prinsip kerja DME.Agar para peserta mampu melaksanakan peng operasian peralatan DME dengan benar.Agar para peserta mengetahui dan memahami fungsi peralatan DME dalam menunjang operasi Keselamatan pener bangan. Fungsi peralatan DME Teori Penunjang Dokumen terkait dari ICAO / FAA TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T . . − Agar para peserta mampu melaksanakan pemeliharaan peralatan DME dengan benar. a.tahunan). . 8071 Vol I -Flight Inspection Report DME 4 4 . .VI. . Teori terinci peralatan DME b. b. .Kriteria penempatan.Blok diagram DME .Patern dan cakupan DME. − Pemeliharaan berkala (harian.8071 Vol. bulanan.mingguan.Buku manual peralatan DMEICAO DOC. SILABI DME MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori peralatan DME. Buku manual peralatan DME 4 Pemeliharaan 4 .ICAO ANNEX 10 1 2 Teknik peralatan a.enam bulanan.Fungsi dan teori penunjang dalam pengoperasian peralatan DME. c. 8 P − . . . − Pelaksanaan ground Check 4 20 4 8 8 8 4 -Buku manual peralatan DME: -ICAO DOC. tiga bulanan.DME transponder (aircraft) − RCMS − RMMC − Pengoperasian DME dengan lokal dan remote.Mengetahuidokumenyang digunakan sebagai acuan.

8071 Vol. P 114 − . I . Trouble Shooting e. melakukan prosedur pemeliharaan dengan benar serta dapat menganalisis/melokalisir kerusakan yang terjadi pada DME. Analisis sistim peralatan − TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar para peserta dapat mengoperasikan Peralatan DME.No. Pemeliharaan pencegahan d. penggunaan alat ukur.Buku manual DME . mencari penyebab serta menganalisis kerusakan pada peralatan DME. MATA PELAJARAN (TOPIK) Praktek a.Buku manual yang terkait 5 6 Ujian/evaluasi − Memberikan soal-soal tertulis dan memberikan troubel shooting pada peralatan DME kepada peserta. − Untuk mengetahui para perserta dalam memahami peralatan DME yang didapatkan selama pelatihan. − Melaksanakan pengoperasian. menggunakan alat ukur elektronik. Pengoperasian b. Penggunaan alat ukur c.I -ICAO ANNEX 10 Vol. 4 24 -Buku manual peralatan DME: -ICAO DOC.

dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. terminal. precisiton approach. non precision approach. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Global Navigation Satellite System (GNSS) wajib memperoleh pendidikan dan pelatihan melalui program diklat rating yang sesuai. Pendidikan minimal adalah Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas GNSS. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana yang dipersyaratkan guna memperoleh rating GNSS. Dalam rangka implementasi UU Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP Nomor 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING SATELLITE NAVIGATION SYSTEM 280 Jam Pelajaran Kode : SNS -A /KPP Teori : 136 Jam Praktek : 164 Jam I PENDAHULUAN Satellite Navigation System (Global Navigation Satellite System/GNSS) adalah peralatan navigasi udara yang berbasis sattelite digunakan oleh pengatur lalu lintas udara dalam memandu pergerakan dari pesawat udara disekitar wilayah enroute. terlatih dan ahli dalam melaksanakan mengoperasikan dan pemeliharaan peralatan GNSS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya III PERSYARATAN a. . b.

Blok dan circuit diagram c. Analisa sistem peralatan GNSS System : Ujian / Evaluasi : a. Teori b.V No 1 KURIKULUM SNS MATA PELAJARAN Teori umum peralatan GNSS System : a. Trouble shooting e. Dokumen terkait Teknik peralatan GNSS System : a. Penggunaan alat ukur c. Rencana instalasi Prosedur pengoperasian GNSS System : Pemeliharaan : a. Pemeliharaan perbaikan Praktek : a. Pemeliharaan pencegahan d. Teori penunjang c. Teori rinci peralatan b. Praktek KODE SNS -A/A/1 Jumlah Jam Pelajaran TEORI PRAKTE 24 2 SNS -A/A/2 64 3 4 SNS -A/A/3 SNS -A/A/4 16 16 5 SNS -A/A/5 120 6 SNS -A/A/6 8 32 T o t a l : 128 152 VI SILABUS SNS Sedang dalam pengembangan . Fungsi b. Pemeliharaan pencegahan b. Pengoperasian b.

dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan. precisiton approach. Dalam rangka implementasi UU Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP Nomor 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. b. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. terlatih dan ahli dalam melaksanakan mengoperasikan dan pemeliharaan peralatan GNSS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya III PERSYARATAN a. terminal. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Global Navigation Satellite System (GNSS) wajib memperoleh pendidikan dan pelatihan melalui program diklat rating yang sesuai. . Pendidikan minimal adalah Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING SATELLITE NAVIGATION SYSTEM 220 Jam Pelajaran Kode : SNS-A /KPP Teori : 96 Jam Praktek : 124 Jam I PENDAHULUAN Satellite Navigation System (Global Navigation Satellite System/GNSS) adalah peralatan navigasi udara yang berbasis sattelite digunakan oleh pengatur lalu lintas udara dalam memandu pergerakan dari pesawat udara disekitar wilayah enroute. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas GNSS. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. non precision approach. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana yang dipersyaratkan guna memperoleh rating GNSS.

Blok dan circuit diagram c. Trouble shooting e.V No 1 KURIKULUM SNS MATA PELAJARAN Teori umum peralatan GNSS System : a. Pemeliharaan perbaikan Praktek : a. Pengoperasian b. Teori b. Teori rinci peralatan b. Penggunaan alat ukur c. Praktek KODE SNS -A/A/1 Jumlah Jam Pelajaran TEORI PRAKTE 24 2 SNS -A/A/2 16 3 4 SNS -A/A/3 SNS -A/A/4 32 16 5 SNS -A/A/5 92 6 SNS -A/A/6 8 32 T o t a l : 96 124 VI SILABUS SNS Sedang dalam pengembangan . Pemeliharaan pencegahan b. Rencana instalasi Prosedur pengoperasian GNSS System : Pemeliharaan : a. Teori penunjang c. Analisa sistem peralatan GNSS System : Ujian / Evaluasi : a. Fungsi b. Dokumen terkait Teknik peralatan GNSS System : a. Pemeliharaan pencegahan d.

Dalam rangka implementasi UU No. PERSYARATAN : a. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara fasilitas NDB wajib mengikuti pandidikan dan pelatihan II. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar dipersyaratkan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung – jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas NDB. b. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. PENDAHULUAN Non Directional Beacon ( NDB) adalah peralatan navigasi udara yang dapat memberikan sinyal panduan arah pada pesawat udara terhadap stasiun NDB. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK RATING SKP AHLI NON DIRECTIONAL BEACON (NDB) 120 Jam Pelajaran Teori : 48 Jam Praktek : 72 Jam KODE NDB-C/KNP I. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating NDB dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas NDB serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. III. . IV.

Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Teori penunjang c. Pemeliharaan pencegahan b. Pemelihaaan Pencegahan d. Fungsi peralatan NDB b. Penggunaan alat ukur c. NDB-C/T/1 2. 4. Pemeliharaan Perbaikan Praktek pada peralatan NDB a. KURIKULUM NDB No. Teori b. NDB-C/T/3 NDB-C/T/4 8 8 5. NDB-C/T/5 56 6. Kriteria Penempatan Peralatan NDB Prosedur Pengoperasian NDB Pemeliharaan peralatan NDB a. NDB-C/T/6 4 16 48 72 . Blok NDB c.V. Praktek Jumlah Jam Pelajaran Kode Jam Pelajaran Teori Praktek 4 1. Dokumen terkait dari ICAO/FAA Teknik peralatan a. Mata Pelajaran ( TOPIK ) Teori peralatan NDB a. Pengoperasian b. Teori terinci peralatan NDB b. NDB-C/T/2 24 3.

− Pelaksanaan ground Check 4 . 4 -ICAO DOC.RMMC .Buku NDB manual peralatan 4 Pemeliharaan − Agar para peserta mampu melaksanakan pemeliharaan peralatan NDB dengan benar.VI. . . .Buku Radio Air Navigation . mingguan. .NDB receiver 4 8 4 2 4 4 -Buku manual peralatan NDB: -ICAO DOC.Prinsip kerja NDB.RCMS .Jenis-jenis NDB 4 P − .ICAO ANNEX 10 1 2 Teknik peralatan a. Teori Penunjang c. Teori terinci peralatan NDB Blok diagram peralatan NDB . − Pemeliharaan/pengechekan berkala : harian. 8071 Vol I -Flight Inspection Report NDB 2 4 . Fungsi peralatan NDB b. Fungsi dan teori penunjang dalam pengoperasian peralatan NDB.tahunan. a.Patern dan cakupan NDB. No. SILABI NDB MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori peralatan NDB.Sitting kriteria NDB: . .Besaran dan adjustment parameter NDB. .tiga bulanan. b. − Pelayanan dan Analisa hasil Flight Comm / periodik.Agar para peserta mengetahui dan memahami cara kerja secara sistem. Dokumen terkait dari ICAO / FAA − TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar para peserta mengetahui dan memahami fungsi peralatan NDB dalam menunjang operasi Keselamatan pener bangan serta acuan / institusi yang dianut.8071 Vol.enam bulanan.Blok diagram NDB .Pengoperasian NDB dengan lokal dan remote. I -ICAO ANNEX 10 Vol I 3 Prosedur pengoperasian - Agar para peserta mampu melaksanakan peng operasian peralatan NDB dengan benar. bulanan.

penggunaan alat ukur.Buku manual NDB .8071 Vol.Agar para peserta dapat mengoperasikan Peralatan NDB. .Memberikan soal-soal tertulis dan memberikan troubel shooting pada peralatan NDB kepada peserta. Penggunaan alat ukur c. menggunakan alat ukur elektronik.Melaksanakan pengoperasian. mencari penyebab serta menganalisa kerusakan pada peralatan NDB.No. Pemeliharaan pencegahan d. melakukan prosedur pemeliharaan dengan benar serta dapat menganalisa/melokalisir kerusakan yang terjadi pada NDB. Trouble Shooting TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T .I -ICAO ANNEX 10 Vol. P 56 . Untuk mengetahui para perserta dalam memahami peralatan NDB yang didapatkan selama pelatihan. Pengoperasian b. 4 16 -Buku manual peralatan NDB: -ICAO DOC.Buku manual yang terkait 5 6 Ujian/evaluasi . MATA PELAJARAN (TOPIK) Praktek a. I .

SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK RATING SKP TERAMPIL NON DIRECTIONAL BEACON (NDB) 80 Jam Pelajaran Teori : 32 Jam Praktek : 48 Jam KODE NDB-C/KNP I. III. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas NDB serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. PERSYARATAN : a. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. PENDAHULUAN Non Directional Beacon ( NDB) adalah peralatan navigasi udara yang dapat memberikan sinyal panduan arah pada pesawat udara terhadap stasiun NDB. b. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. Dalam rangka implementasi UU No. IV. . sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar dipersyaratkan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung – jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas NDB. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara fasilitas NDB wajib mengikuti pandidikan dan pelatihan II. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating NDB dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating.

Fungsi peralatan NDB b. Mata Pelajaran ( TOPIK ) Teori peralatan NDB a. Pemelihaaan Pencegahan d. NDB-C/T/5 36 6. Pemeliharaan Perbaikan Praktek pada peralatan NDB a. Praktek Jumlah Jam Pelajaran Kode Jam Pelajaran Teori Praktek 4 1. NDB-C/T/2 16 3. Pengoperasian b. Teori b. Dokumen terkait dari ICAO/FAA Teknik peralatan a. Blok NDB c. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Teori terinci peralatan NDB b. NDB-C/T/6 4 12 32 48 . Kriteria Penempatan Peralatan NDB Prosedur Pengoperasian NDB Pemeliharaan peralatan NDB a. NDB-C/T/1 2. NDB-C/T/3 NDB-C/T/4 4 4 5. Penggunaan alat ukur c. Teori penunjang c. 4. Pemeliharaan pencegahan b.V. KURIKULUM NDB No.

. 8071 Vol I -Flight Inspection Report NDB 2 2 . − Pemeliharaan/pengechekan berkala : harian.Besaran dan adjustment parameter NDB. Teori terinci peralatan NDB Blok diagram peralatan NDB .Sitting kriteria NDB: .Pengoperasian NDB dengan lokal dan remote. I -ICAO ANNEX 10 Vol I 3 Prosedur pengoperasian - Agar para peserta mampu melaksanakan peng operasian peralatan NDB dengan benar.8071 Vol. − Pelayanan dan Analisa hasil Flight Comm / periodik. .Blok diagram NDB .enam bulanan. .Buku NDB manual peralatan 4 Pemeliharaan − Agar para peserta mampu melaksanakan pemeliharaan peralatan NDB dengan benar. Dokumen terkait dari ICAO / FAA − TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar para peserta mengetahui dan memahami fungsi peralatan NDB dalam menunjang operasi Keselamatan pener bangan serta acuan / institusi yang dianut.Agar para peserta mengetahui dan memahami cara kerja secara sistem.tiga bulanan. b. Fungsi dan teori penunjang dalam pengoperasian peralatan NDB. 2 -ICAO DOC. . No. SILABI NDB MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori peralatan NDB.NDB receiver 4 4 2 2 2 2 -Buku manual peralatan NDB: -ICAO DOC.RMMC .tahunan.RCMS .ICAO ANNEX 10 1 2 Teknik peralatan a. Teori Penunjang c. .VI. − Pelaksanaan ground Check 2 . Fungsi peralatan NDB b.Prinsip kerja NDB.Buku Radio Air Navigation . a.Patern dan cakupan NDB.Jenis-jenis NDB 4 P − . bulanan. mingguan. .

Untuk mengetahui para perserta dalam memahami peralatan NDB yang didapatkan selama pelatihan. I . Pemeliharaan pencegahan d.Agar para peserta dapat mengoperasikan Peralatan NDB. 2 12 -Buku manual peralatan NDB: -ICAO DOC. penggunaan alat ukur. Trouble Shooting TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T .8071 Vol.Buku manual NDB .Buku manual yang terkait 5 6 Ujian/evaluasi .Memberikan soal-soal tertulis dan memberikan troubel shooting pada peralatan NDB kepada peserta. 2 P 36 . Penggunaan alat ukur c. .I -ICAO ANNEX 10 Vol. Pengoperasian b.Melaksanakan pengoperasian. menggunakan alat ukur elektronik. mencari penyebab serta menganalisa kerusakan pada peralatan NDB. MATA PELAJARAN (TOPIK) Praktek a.No. melakukan prosedur pemeliharaan dengan benar serta dapat menganalisa/melokalisir kerusakan yang terjadi pada NDB.

posisi dan arah pesawat udara. Dalam rangka implementasi UU Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP Nomor 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Pendidikan minimal adalah Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas PSR. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. b. . Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Primary Surveillance Radar wajib memperoleh pendidikan dan pelatihan melalui program diklat rating yang sesuai. terlatih dan ahli dalam melaksanakan mengoperasikan dan pemeliharaan peralatan PSR serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya III PERSYARATAN a. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING PRIMARY SURVEILLANCE RADAR SYSTEM 300 Jam Pelajaran Kode : PSR-A /KPP Teori : 136 Jam Praktek : 164 Jam I PENDAHULUAN Primary Surveillance Radar (PSR) adalah peralatan pengamatan yang digunakan oleh pengatur lalu lintas udara dalam mengamati pergerakan dari pesawat udara disekitar wilayah pengaturannya melalui suatu layar tampilan. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana yang dipersyaratkan guna memperoleh rating PSR. PSR ini dapat mengetahui jarak.

Fungsi b. Pemeliharaan perbaikan Praktek : a. Dokumen terkait Teknik peralatan PSR System : a. Rencana Instalasi Prosedur pengoperasian PSR System Pemeliharaan : a. Pemeliharaan pencegahan b. Trouble shooting e. Blok dan circuit diagram c. Pemeliharaan pencegahan d.V No 1 KURIKULUM RADAR PSR MATA PELAJARAN Teori umum peralatan PSR System : a. Analisa sistem peralatan PSR System Ujian / Evaluasi : a. Praktek KODE PSR-A/A/1 Jumlah Jam Pelajaran TEORI PRAKTE 16 2 PSR-A/A/2 24 3 4 PSR-A/A/3 PSR-A/A/4 48 16 5 PSR-A/A/5 132 6 PSR-A/A/6 8 32 T o t a l : 136 164 . Pengoperasian b. Teori penunjang c. Teori b. Teori rinci peralatan b. Penggunaan alat ukur c.

VI No 1 SILABUS RADAR PSR MATA PELAJARAN ( Topik ) Teori umum peralatan PSR : a.Penjelasan kegunaan dari PSR dan masing-masing bagiannya PSR dan bagianbagiannya .Electronics & Digital Manual . J. Fungsi TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN b. Dokumen terkait .Memahami teori digital. Annex 10 .Review Digital Teknik dan penjePulsa-pulsa Radar lasan pulsa-pulsa Radar . Teori penunjang . Receiver.SKEP Ditjen Hubud.PSR Manual Handbook & Theory .Menjelaskan peraturan-peraturan ICAO dan SKEP Ditjen Hubud 2 Teknik peralatan PSR : a. Blok diagram - Antenna & Control System PSR Transmitter System PSR Receiver System Power Supply System EHT System Antenna Encoder Back Swing Circuit Pulse Modulation Magnetron Heating Delay Time Control Timing and Failure System Relay and EHT Control Synchro Generator Automatic Frequency Control Thyristor Stack Dual Coupler Low Noise Amplifier Switching and Control High/Low Coverage Amplifier and Control Linear & Logarithmic Amplifier IF Amplifier and Filtering Fixed & Moving Echo Detection Oscillator and Safety Device . .PSR Manual Handbook & Theory .Skolnik .Memahami Antenna. c. Power Supply dan EHT pada sistem PSR .Memahami kegunaan dari . J.Memahami cara kerja tiap-tiap modul serta sistem dari PSR b.Skolnik .Basic Radar Principle.Memahami peraturan ICAO dan Ditjen Hubud.Basic Radar Principle. Teori rinci peralatan .ICAO Doc. . Transmitter.

Trouble shooting . HT Probe.PSR Manual Handbook & Theory .Dapat melakukan pengukuran signal PSR dengan benar menggunakan alat ukur .Dapat melakukan perbaikan pada sistem PSR apabila terjadi kerusakan .Regulator.SKEP Ditjen Hubud. . Counter.PSR Manual Handbook & Theory .Memahami pelaksanaan liharaan berkala dan kalibrasi pemeliharaan berkala dan penerbangan kalibrasi penerbangan .Cara menghidupkan dan mematikan sistem PSR sesuai buku manual/petunjuk operasi .Memahami cara meng. . Osc. SG.Channel Distribution & Echo Cct . Spec Analizer.Dapat menghidupkan dan mematikan PSR dengan benar .Cara mengganti modul ganti modul .Dapat menggunakan alatalat ukur AVO Meter. Duplexer & Circulator 3 Prosedur pengoperasian PSR .PSR Manual Handbook & Theory .Dapat melakukan penyetelan dan penyelarasan parameter sesuai buku manual dengan benar . Watt Meter. AFC and Synchro Interface . Watt Meter.PSR Manual Handbook & Theory 4 Pemeliharaan : a.X-tal Osc and Program Division . Penggunaan alat ukur c. Freq Counter.Test Instrument Manual .Menjelaskan pelaksanaan peme.Melakukan penyetelan dan penyelarasan pada setiap modul sesuai buku manual .Diplexer. Pemeliharaan perbaikan .Melakukan pengukuran signalsignal Radar disetiap test point pada sistem PSR . . Spec Analizer. SG. Pengoperasian b.Memahami cara menghidupkan dan mematikan sistem PSR sesuai prosedur .Prosedur menghidupkan dan mematikan PSR yang benar . Freq.Penggunaan alat-alat ukur AVO Meter.. Pemeliharaan pencegahan b. HT Probe.PSR Manual Handbook & Theory .PSR Manual Handbook & Theory 5 Praktek : a.Melakukan perbaikan pada sistem PSR . Pemeliharaan pencegahan d. Osc.

Dapat melakukan pengoperasian dan trouble shooting PSR dengan benar sesuai prosedur .Memahami seluruh pelajaran teori yang telah diajarkan . Teori b.Melaksanakan ujian tertulis dengan menjawab soal-soal yang diberikan . Praktek .Setiap peserta diklat melaksanakan praktek singkat langsung pada peralatan PSR sesuai petunjuk dari penguji Instruktur penguji Instruktur penguji .6 Ujian / Evaluasi : a.

maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas PSR. PSR ini dapat mengetahui jarak.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING PRIMARY SURVEILLANCE RADAR SYSTEM 250 Jam Pelajaran Kode : PSR-A /KPP Teori : 120 Jam Praktek : 130 Jam I PENDAHULUAN Primary Surveillance Radar (PSR) adalah peralatan pengamatan yang digunakan oleh pengatur lalu lintas udara dalam mengamati pergerakan dari pesawat udara disekitar wilayah pengaturannya melalui suatu layar tampilan. Pendidikan minimal adalah Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. b. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Primary Surveillance Radar wajib memperoleh pendidikan dan pelatihan melalui program diklat rating yang sesuai. . II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana yang dipersyaratkan guna memperoleh rating PSR. posisi dan arah pesawat udara. terlatih dan terampil dalam melaksanakan mengoperasikan dan pemeliharaan peralatan PSR serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya III PERSYARATAN a. Dalam rangka implementasi UU Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP Nomor 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan.

Penggunaan alat ukur c. Pemeliharaan pencegahan d. Blok diagram Prosedur pengoperasian PSR Pemeliharaan : a. Dokumen terkait Teknik peralatan PSR : a. Pengoperasian b. Teori rinci peralatan b.V No 1 KURIKULUM RADAR PSR MATA PELAJARAN Teori umum peralatan PSR : a. Pemeliharaan perbaikan Praktek : a. Fungsi b. Teori penunjang c. Praktek KODE PSR-A/T/1 Jumlah Jam Pelajaran TEORI PRAKTE 24 2 PSR-A/T/2 56 3 4 PSR-A/T/3 PSR-A/T/4 16 16 5 PSR-A/T/5 98 6 PSR-A/T/6 8 32 T o t a l : 120 130 . Pemeliharaan pencegahan b. Trouble shooting Ujian / Evaluasi : a. Teori b.

Annex 10 . c. Transmitter. . J.Memahami Antenna.Memahami teori digital.Skolnik .PSR Manual Handbook & Theory .Skolnik . J.Basic Radar Principle. Receiver. Fungsi TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN b.Basic Radar Principle.VI No 1 SILABUS RADAR PSR MATA PELAJARAN ( Topik ) Teori umum peralatan PSR : a.Memahami peraturan ICAO dan Ditjen Hubud.Penjelasan kegunaan dari PSR dan masing-masing bagiannya PSR dan bagianbagiannya . Blok diagram - Antenna & Control System PSR Transmitter System PSR Receiver System Power Supply System EHT System Antenna Encoder Back Swing Circuit Pulse Modulation Magnetron Heating Delay Time Control Timing and Failure System Relay and EHT Control Synchro Generator Automatic Frequency Control Thyristor Stack Dual Coupler Low Noise Amplifier Switching and Control High/Low Coverage Amplifier and Control Linear & Logarithmic Amplifier IF Amplifier and Filtering Fixed & Moving Echo Detection Oscillator and Safety Device .Memahami kegunaan dari . Dokumen terkait . Teori penunjang .Memahami cara kerja tiap-tiap modul serta sistem dari PSR b.Electronics & Digital Manual .Menjelaskan peraturan-peraturan ICAO dan SKEP Ditjen Hubud 2 Teknik peralatan PSR : a. . Power Supply dan EHT pada sistem PSR .ICAO Doc.SKEP Ditjen Hubud. Teori rinci peralatan .PSR Manual Handbook & Theory .Review Digital Teknik dan penjePulsa-pulsa Radar lasan pulsa-pulsa Radar .

Counter.Memahami pelaksanaan liharaan berkala dan kalibrasi pemeliharaan berkala dan penerbangan kalibrasi penerbangan .Cara menghidupkan dan mematikan sistem PSR sesuai buku manual/petunjuk operasi .X-tal Osc and Program Division . Penggunaan alat ukur c.Memahami cara menghidupkan dan mematikan sistem PSR sesuai prosedur . .Melakukan perbaikan pada sistem PSR .PSR Manual Handbook & Theory . Freq. Duplexer & Circulator 3 Prosedur pengoperasian PSR .Memahami cara meng.Melakukan pengukuran signalsignal Radar disetiap test point pada sistem PSR . . Osc. Watt Meter. Spec Analizer. Watt Meter.PSR Manual Handbook & Theory 4 Pemeliharaan : a.Penggunaan alat-alat ukur AVO Meter. HT Probe..Melakukan penyetelan dan penyelarasan pada setiap modul sesuai buku manual .Menjelaskan pelaksanaan peme.PSR Manual Handbook & Theory .Dapat menggunakan alatalat ukur AVO Meter. AFC and Synchro Interface . Freq Counter. Pemeliharaan pencegahan d. HT Probe.Test Instrument Manual .Dapat melakukan penyetelan dan penyelarasan parameter sesuai buku manual dengan benar .SKEP Ditjen Hubud. SG. SG. Pemeliharaan pencegahan b.Regulator. Pengoperasian b. Trouble shooting .PSR Manual Handbook & Theory .Dapat melakukan perbaikan pada sistem PSR apabila terjadi kerusakan . Osc.Diplexer. Pemeliharaan perbaikan .Cara mengganti modul ganti modul .Prosedur menghidupkan dan mematikan PSR yang benar .Channel Distribution & Echo Cct . .PSR Manual Handbook & Theory .PSR Manual Handbook & Theory 5 Praktek : a.Dapat melakukan pengukuran signal PSR dengan benar menggunakan alat ukur . Spec Analizer.Dapat menghidupkan dan mematikan PSR dengan benar .

Dapat melakukan pengoperasian dan trouble shooting PSR dengan benar sesuai prosedur .Memahami seluruh pelajaran teori yang telah diajarkan .6 Ujian / Evaluasi : a. Praktek . Teori b.Melaksanakan ujian tertulis dengan menjawab soal-soal yang diberikan .Setiap peserta diklat melaksanakan praktek singkat langsung pada peralatan PSR sesuai petunjuk dari penguji Instruktur penguji Instruktur penguji .

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING SECONDARY SURVEILLANCE RADAR SYSTEM 300 Jam Pelajaran Kode : SSR-A /KPP Teori : 136 Jam Praktek : 164 Jam I PENDAHULUAN Secondary Surveillance Radar (SSR) adalah peralatan pengamatan yang digunakan oleh pengatur lalu lintas udara dalam mengamati pergerakan dari pesawat udara disekitar wilayah pengaturannya melalui suatu layar tampilan. terlatih dan ahli dalam melaksanakan mengoperasikan dan pemeliharaan peralatan SSR serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya III PERSYARATAN a. . sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. SSR ini dapat mengetahui jarak. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Dalam rangka implementasi UU Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP Nomor 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Secondary Surveillance Radar wajib memperoleh pendidikan dan pelatihan melalui program diklat rating yang sesuai. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas SSR. dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan. Pendidikan minimal adalah Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. b. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana yang dipersyaratkan guna memperoleh rating SSR. posisi dan arah serta identitas dan ketinggian pesawat udara. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan.

Teori b.V No 1 KURIKULUM RADAR SSR MATA PELAJARAN Teori umum peralatan SSR : a. Pemeliharaan perbaikan Praktek : a. Teori penunjang c. Rencana instalasi Prosedur pengoperasian SSR Pemeliharaan : a. Praktek KODE SSR-A/A/1 Jumlah Jam Pelajaran TEORI PRAKTE 24 2 SSR-A/A/2 56 3 4 SSR-A/A/3 SSR-A/A/4 24 20 5 SSR-A/A/5 132 6 SSR-A/A/6 12 32 T o t a l : 136 164 . Dokumen terkait Teknik peralatan SSR : a. Blok dan circuit diagram c. Analisa sistem peralatan SSR Ujian / Evaluasi : a. Teori rinci peralatan b. Fungsi b. Trouble shooting e. Pengoperasian b. Penggunaan alat ukur c. Pemeliharaan pencegahan d. Pemeliharaan pencegahan b.

Pulsa-pulsa Radar. . J.Review Magnetron dan Klystron .Memahami kegunaan dari SSR dan bagianbagiannya .Basic Radar Principle. J.Electronics & Digital Manual .Memahami peraturan ICAO dan Ditjen Hubud.Menjelaskan peraturan-peraturan ICAO dan SKEP Ditjen Hubud . 2 Teknik peralatan SSR : a.Skolnik .SSR Manual Handbook & Theory .Penjelasan kegunaan dari SSR dan masing-masing bagiannya . Mode dan Code .Memahami rangkaian dan cara kerja tiap-tiap modul serta sistem dari SSR .Memahami teori digital.SKEP Ditjen Hubud.SSR Manual Handbook & Theory . Fungsi TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN b. Transmitter. Teori penunjang c. Blok dan circuit diagram . Annex 10 . Receiver. Teori rinci peralatan b.Memahami Triode/Cavity .Memahami Antenna.Basic Radar Principle.VI No 1 SILABUS RADAR SSR MATA PELAJARAN ( Topik ) Teori umum peralatan SSR : a.Review Digital Teknik dan penjelasan pulsa-pulsa Radar serta Mode dan Code . Dokumen terkait .ICAO Doc.Skolnik . Power Supply dan EHT pada sistem SSR - Antenna & Control System SSR Transmitter System SSR Receiver System Power Supply System EHT System Antenna Encoder Time Base and Master Trigger SSR Encoder Power Amplifier Pre Heating Regulator Cavity Amplifier Antenna Pattern Switch EHT Generator SLS and Sensitivity Time Control Front Pannel and Remote System Modulator System Amplifier Receiver System Transmission Test and Normal System .

.Cara mengganti modul dan kom. .Membuat analisa kerusakan yang terjadi pada saat pelaksanaan trouble shooting . Spec Analizer ..Siting Criteria Manual 3 Prosedur pengoperasian SSR .Memahami cara mengponen ganti modul dan komponen .Dapat melakukan penyetelan dan penyelarasan parameter sesuai buku manual dengan benar .Dapat menganalisa penyebab dari kerusakan . SG. Pemeliharaan pencegahan b.Cara menghidupkan dan mematikan sistem SSR sesuai buku manual/petunjuk operasi . Counter.SSR Manual Handbook & Theory .SSR Manual Handbook & Theory .Melakukan perbaikan pada sistem SSR . Osc. Penggunaan alat ukur c. Rencana instalasi .Memahami pelaksanaan liharaan berkala dan kalibrasi pemeliharaan berkala dan penerbangan kalibrasi penerbangan .SSR Manual Handbook & Theory .SSR Manual Handbook & Theory .SKEP Ditjen Hubud.SSR Manual Handbook & Theory 5 Praktek : a. Pemeliharaan pencegahan d. Spec Analizer. Watt Meter.Mengetahui cara-cara penempatan PSR .SSR Manual Handbook & Theory . Freq.Penggunaan alat-alat ukur AVO Meter.Menjelaskan pelaksanaan peme.Dapat melakukan pengukuran signal SSR dengan benar menggunakan alat ukur .Test Instrument Manual .Menjelaskan kriteria penempatan SSR .c.Dapat menghidupkan dan mematikan SSR dengan benar . Pemeliharaan perbaikan .Prosedur menghidupkan dan mematikan SSR yang benar . Analisa sistem peralatan SSR .Dapat melakukan perbaikan pada sistem SSR apabila terjadi kerusakan . Osc. Pengoperasian b. Freq Counter. Trouble shooting e. Watt Meter.Memahami cara menghidupkan dan mematikan sistem SSR sesuai prosedur .Melakukan pengukuran signalsignal Radar disetiap test point pada sistem SSR .SSR Manual Handbook & Theory 4 Pemeliharaan : a. SG.Melakukan penyetelan dan penyelarasan pada setiap modul sesuai buku manual .Dapat menggunakan alatalat ukur AVO Meter.

Praktek . Teori b.Dapat melakukan pengoperasian dan trouble shooting SSR dengan benar sesuai prosedur .Setiap peserta diklat melaksanakan praktek singkat langsung pada peralatan SSR sesuai petunjuk dari penguji Instruktur penguji Instruktur penguji .6 Ujian / Evaluasi : a.Melaksanakan ujian tertulis dengan menjawab soal-soal yang diberikan .Memahami seluruh pelajaran teori yang telah diajarkan .

posisi dan arah serta identitas dan ketinggian pesawat udara. dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan. terlatih dan terampil dalam melaksanakan mengoperasikan dan pemeliharaan peralatan SSR serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya III PERSYARATAN a. Dalam rangka implementasi UU Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP Nomor 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas SSR. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Secondary Surveillance Radar wajib memperoleh pendidikan dan pelatihan melalui program diklat rating yang sesuai. Pendidikan minimal adalah Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. SSR ini dapat mengetahui jarak. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana yang dipersyaratkan guna memperoleh rating SSR. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING SECONDARY SURVEILLANCE RADAR SYSTEM 250 Jam Pelajaran Kode : SSR-A /KPP Teori : 120 Jam Praktek : 130 Jam I PENDAHULUAN Secondary Surveillance Radar (SSR) adalah peralatan pengamatan yang digunakan oleh pengatur lalu lintas udara dalam mengamati pergerakan dari pesawat udara disekitar wilayah pengaturannya melalui suatu layar tampilan. b. .

Penggunaan alat ukur c.V No 1 KURIKULUM MATA PELAJARAN Teori umum peralatan SSR : a. Fungsi b. Pemeliharaan pencegahan d. Pengoperasian b. Teori penunjang c. Pemeliharaan perbaikan Praktek : a. Pemeliharaan pencegahan b. Praktek T o t a l : KODE SSR-A/T/1 Jumlah Jam Pelajaran TEORI PRAKTE 16 2 SSR-A/T/2 56 3 4 SSR-A/T/3 SSR-A/T/4 24 16 5 SSR-A/T/5 98 6 SSR-A/T/6 8 32 120 130 . Teori b. Blok diagram Prosedur pengoperasian SSR Pemeliharaan : a. Dokumen terkait Teknik peralatan SSR : a. Trouble shooting Ujian / Evaluasi : a. Teori rinci peralatan b.

Memahami kegunaan dari . Blok diagram - Antenna & Control System SSR Transmitter System SSR Receiver System Power Supply System EHT System Antenna Encoder Time Base and Master Trigger SSR Encoder Power Amplifier Pre Heating Regulator Cavity Amplifier Antenna Pattern Switch EHT Generator SLS and Sensitivity Time Control Front Pannel and Remote System Modulator System Amplifier Receiver System Transmission Test and Normal System . Mode Mode dan Code dan Code .Skolnik .Memahami cara menghidupkan dan mematikan sistem SSR sesuai prosedur .SKEP Ditjen Hubud. J. Fungsi TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN b.SSR Manual Handbook & Theory . Transmitter.Basic Radar Principle. J. Teori rinci peralatan .Memahami teori digital. Dokumen terkait 2 Teknik peralatan SSR : a.SSR Manual Handbook & Theory 3 Prosedur pengoperasian SSR .Review Digital Teknik dan penje. Receiver.ICAO Doc.Cara menghidupkan dan mematikan sistem SSR sesuai buku manual/petunjuk operasi .Skolnik .SSR Manual Handbook & Theory .Memahami peraturan ICAO dan Ditjen Hubud. Power Supply dan EHT pada sistem SSR .Memahami cara kerja tiap-tiap modul serta sistem dari SSR b.Memahami Antenna.Electronics & Digital Manual .Menjelaskan peraturan-peraturan ICAO dan SKEP Ditjen Hubud . .Penjelasan kegunaan dari SSR dan masing-masing bagiannya SSR dan bagianbagiannya . c. Teori penunjang .Basic Radar Principle.VI No 1 SILABUS MATA PELAJARAN ( Topik ) Teori umum peralatan SSR : a. lasan pulsa-pulsa Radar serta Pulsa-pulsa Radar. Annex 10 .

Melaksanakan ujian tertulis dengan menjawab soal-soal yang diberikan .SKEP Ditjen Hubud.Dapat menghidupkan dan mematikan SSR dengan benar . Pemeliharaan pencegahan d. Pemeliharaan pencegahan b. Osc.Setiap peserta diklat melaksanakan praktek singkat langsung pada peralatan SSR sesuai petunjuk dari penguji Instruktur penguji Instruktur penguji . .Memahami seluruh pelajaran teori yang telah diajarkan .Dapat melakukan pengoperasian dan trouble shooting SSR dengan benar sesuai prosedur . Pengoperasian b. Counter..Test Instrument Manual .SSR Manual Handbook & Theory .Dapat melakukan penyetelan dan penyelarasan parameter sesuai buku manual dengan benar . Penggunaan alat ukur c. .SSR Manual Handbook & Theory .Melakukan penyetelan dan penyelarasan pada setiap modul sesuai buku manual . Watt Meter.Memahami cara meng.Menjelaskan pelaksanaan peme.Dapat melakukan pengukuran signal SSR dengan benar menggunakan alat ukur . Watt Meter.SSR Manual Handbook & Theory 5 Praktek : a.Melakukan perbaikan pada sistem SSR . Spec Analizer .Memahami pelaksanaan liharaan berkala dan kalibrasi pemeliharaan berkala dan penerbangan kalibrasi penerbangan .Melakukan pengukuran signalsignal Radar disetiap test point pada sistem SSR . SG. Osc.SSR Manual Handbook & Theory .Dapat menggunakan alatalat ukur AVO Meter. Teori b. Trouble shooting . Praktek . Freq.Cara mengganti modul ganti modul . Spec Analizer.Prosedur menghidupkan dan mematikan SSR yang benar . Pemeliharaan perbaikan .SSR Manual Handbook & Theory 6 Ujian / Evaluasi : a.4 Pemeliharaan : a. Freq Counter.Dapat melakukan perbaikan pada sistem SSR apabila terjadi kerusakan .Penggunaan alat-alat ukur AVO Meter. SG.

jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ATC Automation System. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. PP No. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Dalam rangka implementasi UU No. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana yang dipersyaratkan guna memperoleh rating ATC AUTO. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. . IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung.DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA SKP AHLI RATING AIR TRAFFIC CONTRO AUTOMATION SYSTEM 280 Jam Pelajaran KODE ATC AUTO-A/KPP Teori : 128 Jam Praktek : 152 Jam I PENDAHULUAN Fasilitas ATC Automation System ( ATC AUTO) adalah fasilitas penunjang keselamatan penerbangan yang memproses pengolahan data penerbangan. III PERSYARATAN : a. data radar dan data lainnya yang digunakan pada sistim pemanduan lalu-lintas udara yang sebagian atau seluruh kegiatannya dilakukan oleh komputer dan hasilnya digunakan oleh Pemandu lalu-lintas udara ( ATC ) dalam proses pengambilan keputusan . terlatih dan ahli dalam melaksanakan pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ATC Automation System. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara fasilitas ATC AUTO wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. b. Pendidikan minimal adalah Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika.

Fungsi b. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Analisis sistem Ujian/Evaluasi a. Teori rinci peralatan b. Pemeliharaan Pencegahan b. Teori b. Teori penunjang c. Optimasi Sistem Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Pengoperasian b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Penggunaan alat ukur c. Praktek T o t a l : KODE ATC AUTO/A/A/1 Jumlah Jam Pelajaran TEORI 24 PRAKTEK 2 ATC AUTO/A/A/2 64 3 4 ATC AUTO/A/A/3 ATC AUTO/A/A/4 16 16 5 ATC AUTO/A/A/5 120 6 ATC AUTO/A/A/6 8 32 128 152 . Blok dan circuit diagram c. Trouble shooting e.V No 1 KURIKULUM ATC OS MATA PELAJARAN Teori umum a. Pemeliharaan Pencegahan d.

Protokol/Interface −Review Sistem Operasi . − Communication Network − Subsystem − FDP Subsystem − RDP Subsystem − Workstation Subsystem − Sony Monitor − Flight Strip Printer − Hi-bright Monitor − GPS Time Source Component − Instalation Procedure − Fundamental of The Unix System − HP Open View Network Node Manager −HP UX System administration for Series 700 − System Overview −ATC Automation architecture −Theory of Operation .. Fundamental of The unix System ICAO Doc. No SILABUS RADAR ATC AS MATA PELAJARAN ( TOPIK ) Teori umum peralatan ATC Automation a. Dokumen terkait −Memahami kegunaan dari sistem ATC Automation dan bagian-bagiannya −Memahami teori digital dan kegunaannya serta Sistem Komunikasi Data dan Perangkatnya. Data Comm.Peraturan ICAO. interkoneksi antar subsistem dan software .Penjelasan tentang kegunaan ATC Automation System dan kegunaan masing-masing bagian −Review Mikroprosesor . Teori rinci peralatan ATC Automation System - Capability of System Safety features of System System Architecture: Subsystem of ATC Automation Software of ATC Automation 4 2 2 4 4 2 2 2 2 2 2 2 2 2 8 4 3 1 2 1 4 8 8 4 4 4 4 ATC Auttomation Manual Book. Komunikasi Data. 8 8 4 2 Teknik peralatan a. dan buku-buku manual.VI. Networking. Annex 10 SKEP DJU No. Memahami aturan – aturan ICAO dan dokumen lainnya. Electronics & Digital . Memahami sistem arsitektur. Teori penunjang c. b. Memahami interkoneksi antar subsistem pada ATC Automation. 8 ATC Auttomation Manual Book. cara kerja masing-masing subsistem dan sistim manajemen ATC Automation. Fungsi TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL T P PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAN 1 b. Blok dan circuit diagram ATC Automation System.

c. Optimasi System

3

Prosedur Pengoperasian ATC Automation System

Memahami Sistem Aplikasi ATC Automation. Memahami cara menghidupkan dan mematikan ATC Automation System secara Hardware dan Software Memahami pelaksanaan pemeliharaan berkala ATC Automation System Memahami prosedur perbaikan Hardware dan Software Dapat menghidupkan dan mematikan dengan benar sesuai prosedur Dapat menggunakan logic analyzer , tools software

− System Monitoring and Control Procedure : System maintenance and Control Aplikasi Sistem Cara menghidupkan dan mematikan ATC Automation System secara hardware dan Software

2 2 8 16

4

Pemeliharaan a. Pemeliharaan Pencegahan

Pemeliharaan Berkala

4

SKEP DJU No.

b. Pemeliharaan Perbaikan

Prosedur perbaikan Hardware dan Software

8

ATC Auttomation Manual Book,

5

Praktek a. Pengoperasian

b. Penggunaan alat ukur dan tools

c. Pemeliharaan Pencegahan

d. Trouble shooting

e. Analisis sistem peralatan ATC Automation System.

Dapat melakukan penyetelan & penyelarasan parameter dengan benar Dapat melakukan perbaikan apabila terjadi kerusakan pada Hardware dan Software Dapat menganalisa penyebab dari kerusakan

Menghidupkan dan mematikan ATC automation system sesuai prosedur. Melakukan pengukuran dan mendeteksi semua signal-signal dan parameter pada ATC Automation system. Melakukan Penyetelan & Penyelarasan pada semua modul. Melakukan perbaikan pada setiap kerusakan Software dan modul Hardware. Membuat analisa kerusakan yang terjadi pada saat pelaksanaan trouble shooting Melaksanakan ujian tertulis untuk menjawab soal-soal yang diberikan Melaksanakan praktek langsung pada peralatan ATC Automation System 8

20

ATC Auttomation Manual Book, ATC Auttomation Manual Book, Test Instrument Manual ATC Auttomation Manual Book ATC Auttomation Manual Book

16

20

20

24

ATC Auttomation Manual Book

6

Ujian/Evaluasi a. Teori b. Praktek

Memahami seluruh pelajaran yang diajarkan Dapat melakukan pengoperasian dan trouble shooting dengan benar

32

DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK
SKP TERAMPIL

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA

RATING AIR TRAFFIC CONTROL AUTOMATION SYSTEM
220 Jam Pelajaran

KODE
ATC AUTO-A/KPP Teori : 96 Jam Praktek : 124 Jam

I

PENDAHULUAN

Fasilitas ATC Automation System (ATC AUTO) adalah fasilitas penunjang keselamatan penerbangan yang memproses pengolahan data penerbangan, data radar dan data lainnya yang digunakan pada sistim pemanduan lalu-lintas udara yang sebagian atau seluruh kegiatannya dilakukan oleh komputer dan hasilnya digunakan oleh Pemandu lalu-lintas udara ( ATC ) dalam proses pengambilan keputusan .
Dalam rangka implementasi UU No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan, PP No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan, serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan, yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang sertifikat kecakapan memiliki rating, maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara fasilitas ATC Automation System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana yang dipersyaratkan guna memperoleh rating ATC AUTO, dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan, terlatih dan terampil dalam melaksanakan pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ATC Automation System, serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. III PERSYARATAN : a. Pendidikan minimal adalah Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika; b. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan.

IV

MANFAAT YANG DIHARAPKAN :

Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ATC Automation System, sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.

V

KURIKULUM RADAR ATC AS No MATA PELAJARAN KODE Jam Pelajaran TEORI
1 Teori umum a. Fungsi b. Teori penunjang c. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Teori rinci peralatan b. Blok diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Pemeliharaan Pencegahan b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Pengoperasian b. Penggunaan alat ukur c. Pemeliharaan Pencegahan d. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Teori b. Praktek JUMLAH JAM PELAJARAN 24

PRAKTEK

2

16

3 4

32 16

5

92

6

8

32

96

124

VI.
No

SILABUS RADAR ATC AS
MATA PELAJARAN ( TOPIK ) Teori umum peralatan ATC Automation a. Fungsi TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL T P PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAN

1

b. Teori penunjang

c. Dokumen terkait

Memahami kegunaan dari sistem ATC Automation System dan bagianbagiannya Memahami teori digital dan kegunaannya serta Sistem Komunikasi Data dan Perangkatnya. Memahami aturan – aturan ICAO dan dokumen lainnya. Memahami sistem arsitektur, interkoneksi antar subsistem dan software

Penjelasan tentang kegunaan ATC Automation System dan kegunaan masing-masing bagian . - Review Mikroprosesor , Komunikasi Data, Networking, Protokol/Interface. - Review Sistem Operasi Peraturan ICAO dan buku-buku manual. − Capability of System − Safety features of System − System Architecture: − Subsystem of ATC Automation − Software of ATC Automation

4

ATC Auttomation Manual Book,

8

Electronics & Digital , Data Comm., Fundamental of The unix System ICAO Doc. Annex 10 SKEP DJU No.

8 4

2

Teknik peralatan a. Teori rinci peralatan ATC Automation System

2 2 2 2 4

ATC Auttomation Manual Book,

b. Blok diagram ATC Automation System.

Memahami interkoneksi antar subsistem pada ATC Automation, cara kerja masing-masing subsistem dan sistim manajemen ATC Automation.

3

Prosedur Pengoperasian ATC Automation System

Memahami cara menghidupkan dan mematikan ATC Automation System secara Hardware dan Software Memahami pelaksanaan pemeliharaan berkala ATC Automation System Memahami prosedur perbaikan Hardware dan Software

− Communication Network Subsystem − FDP Subsystem − RDP Subsystem − Workstation Subsystem − Sony Monitor − Flight Strip Printer − Hi-bright Monitor − GPS Time Source Component − Instalation Procedure − Fundamental of The Unix System − HP Open View Network Node Manager − HP UX System administration for Series 700 − System Overview − ATC Automation architecture − Theory of Operation − System Monitoring and Control − Procedure : System maintenance and Control − Cara menghidupkan dan mematikan ATC Automation System secara hardware dan Software

1 2 2 2 1 1 1 2 1 4 4 2 2 2 2 1 2

12

4

Pemeliharaan a. Pemeliharaan Pencegahan

Pemeliharaan Berkala

4

SKEP DJU No.

b. Pemeliharaan Perbaikan

Prosedur perbaikan Hardware dan Software

4

ATC Auttomation Manual Book,

5

Praktek a. Pengoperasian

b. Penggunaan alat ukur dan tools

Dapat menghidupkan dan mematikan dengan benar sesuai prosedur Dapat menggunakan logic analyzer , tools software

c. Pemeliharaan Pencegahan

d. Trouble shooting

Dapat melakukan penyetelan & penyelarasan parameter dengan benar Dapat melakukan perbaikan apabila terjadi kerusakan pada Hardware dan Software Memahami seluruh pelajaran yang diajarkan Dapat melakukan pengoperasian dan trouble shooting dengan benar

Menghidupkan dan mematikan ATC automation system sesuai prosedur. Melakukan pengukuran dan mendeteksi semua signal-signal dan parameter pada ATC Automation system. Melakukan Penyetelan & Penyelarasan pada semua modul. Melakukan perbaikan pada setiap kerusakan Software dan modul Hardware.

24

ATC Auttomation Manual Book, ATC Auttomation Manual Book, Test Instrument Manual ATC Auttomation Manual Book ATC Auttomation Manual Book

16

32

20

6

Ujian/Evaluasi a. Teori b. Praktek

Melaksanakan ujian tertulis untuk menjawab soal-soal yang diberikan Melaksanakan praktek singkat langsung pada peralatan ATC Automatio System

8 32

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA

DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK
SKP AHLI

RATING AERODRUME SURFACE DETECTION EQUIPMENT SYSTEM
280 Jam Pelajaran

Kode : ASDE-A /KPP
Teori : 136 Jam Praktek : 164 Jam

I

PENDAHULUAN Aerodrume Serface Detection Eqyuipment (ASDE) adalah peralatan pengamatan yang digunakan oleh pengatur lalu lintas udara dalam mengamati pergerakan dari pesawat udara disekitar aerodrume dan ground movement melalui suatu layar tampilan. ASDE ini dapat mengetahui jarak, posisi dan arah pesawat udara. Dalam rangka implementasi UU Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP Nomor 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan, maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Aerodrume Serface Detection Eqyuipment (ASDE) wajib memperoleh pendidikan dan pelatihan melalui program diklat rating yang sesuai.

II

MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana yang dipersyaratkan guna memperoleh rating ASDE, dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan, terlatih dan ahli dalam melaksanakan mengoperasikan dan pemeliharaan peralatan ASDE serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya

III

PERSYARATAN a. Pendidikan minimal adalah Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. b. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan.

IV

MANFAAT YANG DIHARAPKAN Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ASDE, sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.

Praktek KODE ASDE-A/A/1 Jumlah Jam Pelajaran TEORI PRAKTE 24 2 ASDE-A/A/2 64 3 4 ASDE-A/A/3 ASDE-A/A/4 16 16 5 ASDE-A/A/5 120 6 ASDE-A/A/6 8 32 T o t a l : 128 152 VI SILABUS ASDE Sedang dalam pengembangan . Penggunaan alat ukur c. Pengoperasian b. Pemeliharaan pencegahan b. Blok dan circuit diagram c. Teori b. Pemeliharaan pencegahan d. Teori rinci peralatan b. Dokumen terkait Teknik peralatan ASDE System : a. Fungsi b.V No 1 KURIKULUM ASDE MATA PELAJARAN Teori umum peralatan ASDE System : a. Trouble shooting e. Analisa sistem peralatan ASDE System : Ujian / Evaluasi : a. Teori penunjang c. Pemeliharaan perbaikan Praktek : a. Rencana instalasi Prosedur pengoperasian ASDE System : Pemeliharaan : a.

sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Pendidikan minimal adalah Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana yang dipersyaratkan guna memperoleh rating ASDE. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ASDE. Dalam rangka implementasi UU Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP Nomor 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. terlatih dan ahli dalam melaksanakan mengoperasikan dan pemeliharaan peralatan ASDE serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya III PERSYARATAN a. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Aerodrume Serface Detection Eqyuipment (ASDE) wajib memperoleh pendidikan dan pelatihan melalui program diklat rating yang sesuai. b.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING AERODRUME SURFACE DETECTION EQUIPMENT SYSTEM 220 Jam Pelajaran Kode : ASDE-A /KPP Teori : 96 Jam Praktek : 124 Jam I PENDAHULUAN Aerodrume Serface Detection Eqyuipment (ASDE) adalah peralatan pengamatan yang digunakan oleh pengatur lalu lintas udara dalam mengamati pergerakan dari pesawat udara disekitar aerodrume dan ground movement melalui suatu layar tampilan. posisi dan arah pesawat udara. . ASDE ini dapat mengetahui jarak. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan.

Analisa sistem peralatan ASDE System : Ujian / Evaluasi : a. Teori b. Praktek KODE ASDE-A/A/1 Jumlah Jam Pelajaran TEORI PRAKTE 24 2 ASDE-A/A/2 16 3 4 ASDE-A/A/3 ASDE-A/A/4 32 16 5 ASDE-A/A/5 92 6 ASDE-A/A/6 8 32 T o t a l : 96 124 VI SILABUS ASDE Sedang dalam pengembangan . Trouble shooting e. Pemeliharaan pencegahan d. Fungsi b. Blok dan circuit diagram c.V No 1 KURIKULUM ASDE MATA PELAJARAN Teori umum peralatan ASDE System : a. Dokumen terkait Teknik peralatan ASDE System : a. Teori rinci peralatan b. Rencana instalasi Prosedur pengoperasian ASDE System : Pemeliharaan : a. Pemeliharaan pencegahan b. Pemeliharaan perbaikan Praktek : a. Pengoperasian b. Teori penunjang c. Penggunaan alat ukur c.

.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING INSTRUMENT LANDING SYSTEM/ RUNWAY VISUAL RANGE (ILS/RVR) KODE ILS/RVR-A/KPBP Teori : 180 Jam Praktek : 100 Jam 300 Jam Pelajaran I. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. PERSYARATAN : a. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ILS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Dalam rangka implementasi UU No. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ILS. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. III. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. b. sudut luncur (glide path) dan jarak terhadap titik pendaratan dengan presisi kepada pesawat udara yang akan melakukan pendaratan di suatu bandara. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating ILS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. IV. maka teknisi yang mengopersikan dan memelihara fasilitas ILS wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan II. PENDAHULUAN Instrument Landing System ( ILS) adalah peralatan navigasi udara yang berfungsi untuk memberikan sinyal panduan arah pendaratan (azimuth).

3. Teori terinci peralatan ILS b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek pada peralatan ILS a. Pemelihaaan Pencegahan d. Fungsi peralatan ILS b. Teori penunjang c. Kriteria Penempatan Peralatan ILS Prosedur Pengoperasian ILS Pemeliharaan peralatan ILS a. KURIKULUM Jam Pelajaran No. 4. Teori peralatan Instrument Landing System (ILS). 2.V. Pengoperasian b. Mata Pelajaran Kode Teori 20 Praktek 1. Pemeliharaan pencegahan b. Praktek Jumlah Jam Pelajaran ILS/RVR -A/A/1 ILS/RVR -A/A/2 96 ILS/RVR -A/A/3 ILS/RVR -A/A/4 20 40 ILS/RVR -A/A/5 90 ILS/RVR -A/A/6 4 30 180 120 . Blok dan circuit diagram ILS c. Teori b. 5. a. Penggunaan alat ukur c. 6. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. Dokumen terkait dari ICAO/FAA Teknik peralatan a. Trouble shooting e.

Dokumen terkait dari ICAO / FAA TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL T Agar para peserta mengetahui dan memahami fungsi peralatan ILS dalam menunjang operasi keselamatan penerbangan serta acuan /institusi yang dianut. II .Sitting kriteria: . Fungsi peralatan ILS b.RCMS .Kategori ILS .VI.8071 Vol.Buku manual peralatan ILS .Tipe-tipe ILS .DME ILS . a.ICAO ANNEX 10 Vol. mingguan. Blok dan Circuit diagram peralatan ILS c. .Fungsi dan teori penunjang dalam pengoperasian peralatan ILS.Pemeliharaan/pengechekan berkala : harian. bulanan.ILS single/dual Frek . .RVR . . 8071 Vol.Patern dan cakupan ILS . Teknik peralatan a.Pelaksanaan ground Check 20 P PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN .ICAO DOC.Besaran dan adjustment parameter ILS .ILS receiver .Prinsip kerja ILS: . Kriteria penempatan peralatan ILS 16 16 12 8 8 8 8 8 6 6 20 . tiga bulanan.RVR . Teori terinci peralatan ILS b. Teori Penunjang c.Pengoperasian ILS dengan lokal dan remote.ICAO ANNEX 10 Air 1.tahunan.Buku manual peralatan ILS 4.Flight Inspection Report ILS 16 16 . . Agar para peserta mengetahui dan memahami cara kerja secara sistem. 8 .DME ILS .Buku Radio Navigation .Blok diagram ILS: .enam bulanan.RMMC .ICAO DOC. I 3. 2.Space modulation . Prosedur pengoperasian Agar para peserta mampu melaksanakan pengoperasian peralatan ILS dengan benar . II . No. penempatan dan cakupan peralatan ILS. . SILABI MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori peralatan ILS. Pemeliharaan Agar para peserta mampu melaksanakan pemeliharaan peralatan ILS dengan benar.Pelayanan dan Analisa hasil Flight Comm / periodik.

II . Analisis sistim peralatan TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL T P 90 PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN .ICAO ANNEX 10 Vol. MATA PELAJARAN (TOPIK) Praktek a. Agar para peserta dapat mengoperasikan Peralatan ILS.Memberikan soal-soal tertulis dan memberikan troubel shooting pada peralatan ILS kepada peserta. Penggunaan alat ukur c. Pemeliharaan pencegahan d.Buku manual peralatan ILS: .Melaksanakan pengoperasian. I . Ujian/evaluasi .Buku manual yang terkait 5. menggunakan alat ukur elektronik. Pengoperasian b. Trouble Shooting e. Untuk mengetahui para perserta dalam memahami peralatan ILS yang didapatkan selama pelatihan. mencari penyebab serta menganalisa kerusakan pada ILS 6. penggunaan alat ukur. .8071 Vol.No.Buku manual ILS . 4 30 . melakukan prosedur pemeliharaan dengan benar serta dapat menganalisa/melokalisir kerusakan yang terjadi pada ILS.ICAO DOC.

b. . Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. maka teknisi yang mengopersikan dan memelihara fasilitas ILS wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan II. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ILS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. III. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating ILS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. IV. PERSYARATAN : a. sudut luncur (glide path) dan jarak terhadap titik pendaratan dengan presisi kepada pesawat udara yang akan melakukan pendaratan di suatu bandara. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ILS. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING INSTRUMENT LANDING SYSTEM/ RUNWAY VISUAL RANGE (ILS/RVR) KODE ILS/RVR-A/KPBP Teori : 120 Jam Praktek : 100 Jam 220 Jam Pelajaran I. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. PENDAHULUAN Instrument Landing System ( ILS) adalah peralatan navigasi udara yang berfungsi untuk memberikan sinyal panduan arah pendaratan (azimuth). Dalam rangka implementasi UU No.

5. a. Teori terinci peralatan ILS b. 4. Pengoperasian b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek pada peralatan ILS a. Mata Pelajaran Kode Teori 20 Praktek 1. Pemeliharaan pencegahan b. Kriteria Penempatan Peralatan ILS Prosedur Pengoperasian ILS Pemeliharaan peralatan ILS a. Penggunaan alat ukur c. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. KURIKULUM Jam Pelajaran No. Teori b. Fungsi peralatan ILS b. 6. 2. Blok dan circuit diagram ILS c. Pemelihaaan Pencegahan d. Praktek Jumlah Jam Pelajaran ILS/RVR-A/T/1 ILS/RVR -A/T/2 88 ILS/RVR -A/T/3 ILS/RVR -A/T/4 20 40 ILS/RVR -A/T/5 80 ILS/RVR -A/T/6 4 20 120 100 . 3.V. Teori penunjang c. Dokumen terkait dari ICAO/FAA Teknik peralatan a. Teori peralatan Instrument Landing System (ILS).

RVR . No.ICAO DOC. 6 .Blok diagram ILS: . a.Besaran dan adjustment parameter ILS .Prinsip kerja ILS: .Patern dan cakupan ILS . Blok diagram peralatan ILS c. Teknik peralatan a.RVR .Buku manual peralatan ILS . .tahunan.Pelaksanaan ground Check 20 P PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN .enam bulanan.RCMS .Flight Inspection Report ILS 8 4 . II .ICAO ANNEX 10 Vol.RMMC .Buku Radio Navigation . Kriteria penempatan peralatan ILS 10 10 8 6 6 8 8 8 4 4 6 .8071 Vol. Prosedur pengoperasian Agar para peserta mampu melaksanakan pengoperasian peralatan ILS dengan benar . 8071 Vol.ICAO DOC.Space modulation . . mingguan. I 3.Pemeliharaan/pengechekan berkala : harian. . tiga bulanan.ICAO ANNEX 10 Air 1. 2.Tipe-tipe ILS . II .DME ILS .Pelayanan dan Analisa hasil Flight Comm / periodik. SILABI MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori peralatan ILS.Buku manual peralatan ILS 4.Fungsi dan teori penunjang dalam pengoperasian peralatan ILS.Kategori ILS .Sitting kriteria: .ILS single/dual Frek . Pemeliharaan Agar para peserta mampu melaksanakan pemeliharaan peralatan ILS dengan benar. Agar para peserta mengetahui dan memahami cara kerja secara sistem. Fungsi peralatan ILS b.DME ILS .ILS receiver . . Teori Penunjang c. . bulanan.Pengoperasian ILS dengan lokal dan remote. penempatan dan cakupan peralatan ILS. Dokumen terkait dari ICAO / FAA TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL T Agar para peserta mengetahui dan memahami fungsi peralatan ILS dalam menunjang operasi keselamatan penerbangan serta acuan /institusi yang dianut. Teori terinci peralatan ILS b.VI.

ICAO ANNEX 10 Vol. Penggunaan alat ukur c.Buku manual ILS .Melaksanakan pengoperasian.ICAO DOC.Buku manual peralatan ILS: . I . 4 20 .No. Pengoperasian b. . Trouble Shooting. melakukan prosedur pemeliharaan dengan benar serta dapat menganalisa/melokalisir kerusakan yang terjadi pada ILS.II . Pemeliharaan pencegahan d. MATA PELAJARAN (TOPIK) Praktek a. Ujian/evaluasi . penggunaan alat ukur. Agar para peserta dapat mengoperasikan Peralatan ILS.Memberikan soal-soal tertulis dan memberikan troubel shooting pada peralatan ILS kepada peserta. mencari penyebab serta menganalisa kerusakan pada ILS 6. menggunakan alat ukur elektronik. TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL T P 80 PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN . Untuk mengetahui para perserta dalam memahami peralatan ILS yang didapatkan selama pelatihan.8071 Vol.Buku manual yang terkait 5.

. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. IV. b. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. sudut luncur (glide path) dan jarak terhadap titik pendaratan dengan presisi kepada pesawat udara yang akan melakukan pendaratan di suatu bandara. PERSYARATAN : a. III. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Sattelite Landing System (DGPS) serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Sattelite Landing System (DGPS).DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING SATTELITE LANDING SYSTEM (DIFFERENTIAL GLOBAL POSITIONING SYSTEM) KODE DGPS-A/KPBP Teori : 180 Jam Praktek : 120 Jam 300 Jam Pelajaran I. maka teknisi yang mengopersikan dan memelihara fasilitas Sattelite Landing System (DGPS) wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan II. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Sattelite Landing System (DGPS) dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Dalam rangka implementasi UU No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. PENDAHULUAN Sattelite Landing System (DGPS) adalah peralatan bantu fasilitas pendaratan berbasis satelit yang berfungsi untuk memberikan sinyal panduan arah pendaratan (azimuth).

Mata Pelajaran Kode Teori 20 Praktek 1. Pengoperasian b. SILABI Silabi sedang dalam pengembangan . Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. 6. Pemeliharaan Perbaikan Praktek pada peralatan Sattelite Landing System (DGPS) a. KURIKULUM Jam Pelajaran No. Teori peralatan Sattelite Landing System (DGPS). Teori penunjang c. Penggunaan alat ukur c. Dokumen terkait dari ICAO/FAA Teknik peralatan a. 2. 5. 3. Fungsi peralatan Sattelite Landing System (DGPS) b. Blok dan circuit diagram Sattelite Landing System (DGPS) c. Pemelihaaan Pencegahan d. Teori b. Teori terinci peralatan Sattelite Landing System (DGPS) b. 4. Praktek Jumlah Jam Pelajaran DGPS -A/A/1 DGPS -A/A/2 96 DGPS -A/A/3 DGPS -A/A/4 20 40 DGPS -A/A/5 90 DGPS -A/A/6 4 180 30 120 VI. a. Pemeliharaan pencegahan b.V. Kriteria Penempatan Peralatan Sattelite Landing System (DGPS) Prosedur Pengoperasian Sattelite Landing System (DGPS) Pemeliharaan peralatan Sattelite Landing System (DGPS) a.

Dalam rangka implementasi UU No. . 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. maka teknisi yang mengopersikan dan memelihara fasilitas Sattelite Landing System (DGPS) wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan II. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING SATTELITE LANDING SYSTEM (DIFFERENTIAL GLOBAL POSITIONING SYSTEM) KODE DGPS-A/KPBP Teori : 120 Jam Praktek : 100 Jam 220 Jam Pelajaran I. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. III. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. PENDAHULUAN Sattelite Landing System (DGPS) adalah peralatan bantu fasilitas pendaratan berbasis satelit yang berfungsi untuk memberikan sinyal panduan arah pendaratan (azimuth). IV. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. PERSYARATAN : a. sudut luncur (glide path) dan jarak terhadap titik pendaratan dengan presisi kepada pesawat udara yang akan melakukan pendaratan di suatu bandara. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Sattelite Landing System (DGPS). terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Sattelite Landing System (DGPS) serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. b. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Sattelite Landing System (DGPS) dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih.

a. Dokumen terkait dari ICAO/FAA Teknik peralatan a. Teori peralatan Sattelite Landing System (DGPS). Teori terinci peralatan Sattelite Landing System (DGPS) b. Teori penunjang c. 5. 4. Kriteria Penempatan Peralatan Sattelite Landing System (DGPS) Prosedur Pengoperasian Sattelite Landing System (DGPS) Pemeliharaan peralatan Sattelite Landing System (DGPS) a. Mata Pelajaran Kode Teori 20 Praktek 1. 2. Pemeliharaan Perbaikan Praktek pada peralatan Sattelite Landing System (DGPS) a. Pemeliharaan pencegahan b. Pengoperasian b. KURIKULUM Jam Pelajaran No. Blok dan circuit diagram Sattelite Landing System (DGPS) c. Fungsi peralatan Sattelite Landing System (DGPS) b. 6. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. 3. Pemelihaaan Pencegahan d. Praktek Jumlah Jam Pelajaran DGPS -A/T/1 DGPS -A/T/2 88 DGPS -A/T/3 DGPS -A/T/4 20 40 DGPS -A/T/5 80 DGPS -A/T/6 4 20 120 100 VI. SILABI Silabi sedang dalam pengembangan . Teori b. Penggunaan alat ukur c.V.

. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING SECURITY EQUIPMENT 300 Jam Pelajaran Teori : 172 Jam Praktek : 128 Jam KODE SE-A/KPFP I. b. III. PENDAHULUAN Security Equipment adalah peralatan penunjang fasilitas penerbangan yang digunakan untuk mendeteksi barang yang akan masuk daerah steril di Bandar Udara. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Dalam rangka implementasi UU No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. untuk menunjang keamanan dan keselamatan penerbangan. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan/keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Security Equipment dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. PERSYARATAN : a. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Security Equipment serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. II. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Security Equipment wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan.

Penggunaan alat ukur c. Pemelihaaan Pencegahan d. Fungsi b. Teori umum peralatan a. Praktek SE-A/A /1 SE-A/A /2 112 SE-A/A /3 SE-A/A /4 8 16 SE-A/A/5 96 SE-A/A/6 4 172 32 128 . Pengoperasian b. 3. 2.IV. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. Trouble shooting e. Teori rinci peralatan b. Teori b. Blok dan circuit diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Dokumen terkait Teknik peralatan a. 5. 6. 4. KURIKULUM No. Pemeliharaan pencegahan b. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Security Equipment sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Teori penunjang c. V. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Teori 32 Pelajaran Praktek 1.

serta ketentuan keamanan dan keselamatan penerbangan. SILABI No. Rencana instalasi * Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prinsip kerja peralatan X-ray : • Blok diagram • Power Supply system • Conveyor system • Scanning system • X-ray system • Sensor system • Control system • Image generating system • Monitoring system Metal Detector : • Blok diagram • Power Supply system • Detector dan Control system • Monitoring system 72 20 . Teori penunjang c.VI. Teori rinci peralatan b. - − 2. Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN − − − Annex 17 Manual Book Ketentuan – ketentuan mengenai penggunaan radio aktif (BATAN) T • Agar peserta memahami kegunaan teori pendukung peralatan. • • • • • • Fungsi / kegunaan peralatan Teori sinar X Elektro magnetic Teknik elektronika dan digital Sistem pengamanan Bandara 32 P 1. MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. Teknik peralatan a. Blok dan circuit diagram c. Fungsi b.

Pemelihaaan Pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan * • Agar peserta memahami prosedur pemeliharaan dan perbaikan peralatan • Prosedur pengoperasian Xray • Prosedur pengoperasian Metal Detector • Prosedur pengoperasian Explosive Detector • Pemeliharaan berkala • Analisis kerusakan dan perbaikan peralatan Pelatihan : • Pengoperasian • Penggunaan alat ukur • Pemeliharaan pencegahan • Trouble shooting • Analisa sistem peralatan 4 2 2 8 8 • Agar peserta memiliki keahlian dalam pengoperasian. pemeliharaan. Penggunaan alat ukur c. Ujian/Evaluasi a. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Pemeliharaan a. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Explosive Detector : • Blok diagram • Power Supply system • Detector dan Control system • Monitoring system 20 P 3. Praktek Evaluasi kompetensi peserta • • Teori Praktek 4 32 . d. trouble shooting dan analisa peralatan 16 16 16 24 24 6.No. e. Pemeliharaan pencegahan b. Teori b. 5. . Pengoperasian b. Prosedur Pengoperasian • Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan 4.

. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan/keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Security Equipment dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Security Equipment wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. PENDAHULUAN Security Equipment adalah peralatan penunjang fasilitas penerbangan yang digunakan untuk mendeteksi barang yang akan masuk daerah steril di Bandar Udara. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. untuk menunjang keamanan dan keselamatan penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING SECURITY EQUIPMENT 220 Jam Pelajaran Teori : 140 Jam Praktek : 80 Jam KODE SE-A/KPFP I. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. Dalam rangka implementasi UU No. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Security Equipment serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. b. PERSYARATAN : a. III. II. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.

6. 2. Blok diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Penggunaan alat ukur c. 3. Pemelihaaan Pencegahan d. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Security sehingga fasilitas yang dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar dipersyaratkan. Teori penunjang c. Teori umum peralatan a. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 32 1. Pemeliharaan pencegahan b. KURIKULUM No. Dokumen terkait Teknik peralatan a. 4. Teori b. 5. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Troble shooting Ujian/Evaluasi a. Fungsi b.IV. Praktek SE-A/T/1 SE-A/T/2 80 SE-A/T/3 SE-A/T/4 8 16 SE-A/T/5 48 SE-A/T/6 4 140 32 80 . V. Pengoperasian b. Teori rinci peralatan b.

MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN − − − Annex 17 Manual Book Ketentuan – ketentuan mengenai penggunaan radio aktif (BATAN) T − Agar peserta memahami kegunaan teori pendukung peralatan. SILABI No. Teori rinci peralatan b. • • • • • Fungsi / kegunaan peralatan Teori sinar X Elektro magnetic Teknik elektronika dan digital Sistem pengamanan Bandara 32 P 1. Fungsi b. Blok diagram • Agar peserta memahami prinsip kerja peralatan X-ray : • Blok diagram • Power Supply system • Conveyor system • Scanning system • X-ray system • Sensor system • Control system • Image generating system • Monitoring system Metal Detector : • Blok diagram • Power Supply system • Detector dan Control system • Monitoring system 48 16 .VI. serta ketentuan keamanan dan keselamatan penerbangan. Teknik peralatan a. - − 2. Teori penunjang c.

Pengoperasian b. Pelatihan • Pengoperasian • Penggunaan alat ukur • Pemelihaaan Pencegahan • Trouble shooting 8 8 16 16 6. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Explosive Detector : • • • • Blok diagram Power Supply system Detector dan Control system Monitoring system 16 P 3. Pemelihaaan Pencegahan d. Prosedur Pengoperasian • Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan 4. 5. Teori b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. pemeliharaan dan trouble shooting. Pemeliharaan pencegahan b. Evaluasi kompetensi peserta • • Teori Praktek 4 32 . Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Praktek • Agar peserta memahami prosedur pemeliharaan dan perbaikan peralatan • Prosedur pengoperasian Xray • Prosedur pengoperasian Metal Detector • Prosedur pengoperasian Explosive Detector • Pemeliharaan berkala • Perbaikan peralatan 4 2 2 8 8 • Agar peserta memiliki ketrampilan dalam pengoperasian.No. Penggunaan alat ukur c. Pemeliharaan a.

Dalam rangka implementasi UU No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING INTEGRATED SECURITY SYSTEM 300 Jam Pelajaran Teori : 172 Jam Praktek : 88 Jam KODE ISS-A/KPFP I. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Integrated Security System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Integrated Integrated Security System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. PENDAHULUAN Integrated Integrated Security System adalah peralatan penunjang fasilitas penerbangan yang terintegrasi untuk memantau lalu – lintas orang. PERSYARATAN : a. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. b. . Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Integrated Security System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. barang. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. III. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. II. kendaraan dan pesawat udara di Bandar Udara guna menunjang keamanan dan keselamatan penerbangan.

Pengoperasian b. Fungsi b. Dokumen terkait Teknik peralatan a. 5. Pemeliharaan pencegahan b. Trouble shooting e. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. Teori b. Teori umum peralatan a. Teori rinci peralatan b. Praktek ISS-A/A/1 ISS-A/A/2 112 ISS-A/A/3 ISS-A/A/4 8 24 ISS-A/A/5 96 ISS-A/A/6 4 32 172 128 . MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Integrated Security System sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. 3. Penggunaan alat ukur c. V. Pemelihaaan Pencegahan d. 4. 6. Blok dan circuit diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a.IV. 2. KURIKULUM No. Teori penunjang c. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Teori 24 Pelajaran Praktek 1.

Fungsi b. MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. • • • • Fungsi / kegunaan peralatan Teknik elektronika dan digital Komunikasi data Sistem pengamanan Bandara 4 8 8 4 P − − − − − Annex 17 Manual Book Open Sytem Networking & Data Comm. SILABI No. - 2.VI. Teknik peralatan a. Operating System Application System 1. Teori rinci peralatan b. Blok dan circuit diagram • Agar peserta memahami prinsip kerja peralaan CCTV : • Blok diagram • Power Supply systemt • Camera system • Panic button Access Control : • Blok diagram • Sensor • Power supply • Card reader Fencing 16 8 8 8 8 4 4 4 • Sensor 4 Central System : • Blok diagram • Power Supply system • Operating System • Application System • Control system 4 4 4 4 8 . Teori penunjang c. Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Agar peserta memahami kegunaan teori pendukung peralatan. serta ketentuan keamanan dan keselamatan penerbangan.

Trouble shooting e. Pengoperasian b.No. trouble shooting dan analisa peralatan Pelatihan : a. 5. Pemeliharaan a. Pemelihaaan Pencegahan d. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. pemeliharaan. Analisis sistem peralatan * a. Pemeliharaan pencegahan b. Prosedur Pengoperasian • Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan Agar peserta memahami prosedur pemeliharaan dan perbaikan peralatan 4. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Penggunaan alat ukur c. Pengoperasian b. Praktek • 8 16 • Agar peserta memiliki keahlian dalam pengoperasian. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • • • Monitoring system Recording System System manager • Prosedur pengoperasian Integrated Integrated Security System • • Pemeliharaan berkala Analisis kerusakan dan perbaikan peralatan 4 4 8 8 P 3. Pemelihaaan Pencegahan d. Teori Praktek 4 96 Evaluasi kompetensi peserta 32 . 6. Penggunaan alat ukur c. Teori b. Trouble shooting e. b.

. barang. PERSYARATAN : a. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dlm melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Integrated Security System sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Integrated Security System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. III. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. PENDAHULUAN Integrated Security System adalah peralatan penunjang fasilitas penerbangan yang terintegrasi untuk memantau lalu – lintas orang. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. IV. Dalam rangka implementasi UU No. II.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING INTEGRATED SECURITY SYSTEM 220 Jam Pelajaran Teori : 116 Jam Praktek : 64 Jam KODE ISS-A/KPFP I. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Integrated Security System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Integrated Security System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. kendaraan dan pesawat udara di Bandar Udara guna menunjang keamanan dan keselamatan penerbangan. b.

Dokumen terkait Teknik peralatan a. Pengoperasian b. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Teori 28 Pelajaran Praktek 1. Pemeliharaan pencegahan b. 5. Teori penunjang c. Praktek ISS-A/T/1 ISS-A/T/2 70 ISS-A/T/3 ISS-A/T/4 8 16 ISS-A/T/5 32 ISS-A/T/6 4 32 116 64 . 4. KURIKULUM No. Fungsi b. 2. Teori umum peralatan a. 3. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Teori b. Pemelihaaan Pencegahan d. 6.V. Teori rinci peralatan b. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Penggunaan alat ukur c. Blok dan circuit diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a.

Fungsi b. Teknik peralatan a. Teori penunjang c. serta ketentuan keamanan dan keselamatan penerbangan. Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Agar peserta memahami kegunaan teori pendukung peralatan. - 2. Operating System Application System 1. • • • • Fungsi / kegunaan peralatan Teknik elektronika dan digital Komunikasi data Sistem pengamanan Bandara 4 8 8 8 P − − − − − Annex 17 Manual Book Open Sytem Networking & Data Comm. Blok dan circuit diagram • Agar peserta memahami prinsip kerja peralaan CCTV : • Blok diagram • Power Supply systemt • Camera system • Panic button Access Control : • Blok diagram • Sensor • Power supply • Card reader Fencing 8 2 4 2 8 2 2 2 4 • Sensor 8 4 4 4 4 4 Central System : • Blok diagram • Power Supply system • Operating System • Application System • Control system .VI. Teori rinci peralatan b. MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. SILABI No.

Teori b. Evaluasi kompetensi peserta • Materi yang diberikan telah 4 32 . Pengoperasian b. Pemeliharaan a. Penggunaan alat ukur c. Pemeliharaan pencegahan b. Pemelihaaan Pencegahan d. Praktek • 8 8 • Agar peserta memiliki keterampilan dalam pengoperasian. 5. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a.No. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • • Monitoring system Recording System • Prosedur pengoperasian Integrated Security System • • Pemeliharaan berkala Perbaikan peralatan 4 4 8 P 3. Prosedur Pengoperasian • Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan Agar peserta memahami prosedur pemeliharaan dan perbaikan peralatan 4. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. pemeliharaan dan trouble shooting peralatan • Pelatihan dan pengaturan parameter 32 6.

b. . PERSYARATAN : a. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. PENDAHULUAN Centralized Information System adalah peralatan penunjang operasi Bandar udara yang digunakan untuk mengintegrasikan seluruh informasi penerbangan bagi para pengguna jasa di Bandar Udara. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Centralized Information System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Centralized Information System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. II. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Centralized Information System sehingga fasilitas yang dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Centralized Information System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. III.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING CENTRALIZED INFORMATION SYSTEM 300 Jam Pelajaran Teori : 188 Jam Praktek : 112 Jam KODE CIS-A/KPFP I. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. IV. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Dalam rangka implementasi UU No.

4. Praktek CIS-A/A/1 CIS-A/A/2 64 32 CIS-A/A/3 CIS-A/A/4 24 32 5. Pemeliharaan pencegahan b. Teori b.V. KURIKULUM No. CIS-A/A/6 4 32 188 112 . Fungsi b. CIS-A/A/5 48 6. Trouble shooting e. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Teori rinci peralatan b. Blok dan circuit diagram c. Teori penunjang c. 3. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 64 1. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. 2. Rencana instalasi * Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Teori umum peralatan a. Pengoperasian b. Pemelihaaan Pencegahan d. Penggunaan alat ukur c.

Penggunaan alat ukur c. Operating System Application System 1. Prosedur Pengoperasian • • 4. SILABI No. Blok dan circuit diagram c. Pemeliharaan a. 16 8 2. Agar peserta memahami prinsip kerja peralatan Agar peserta mampu merencanakan pengembangan jaringan • • • • • • • • • • • • • • Fungsi / kegunaan peralatan Teknik elektronika dan digital Komunikasi Data Sistem Informasi Bandara 4 16 P − − − − − Annex 14 Manual Book Open System Networking & Data comm. Pemeliharaan perbaikan Praktek a. Pengoperasian b. Teori rinci peralatan b.. Pemelihaaan Pencegahan Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan Agar peserta memahami prosedur pemeliharaan dan perbaikan peralatan • Prosedur pengoperasian 16 Pelatihan : • Pemeliharaan berkala • Analisis kerusakan perbaikan peralatan dan 8 16 • alat Agar peserta memiliki keahlian dalam pengoperasian. ketertiban keamanan dan keselamatan penerbangan. Fungsi b. Teori penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Agar peserta memahami teori pendukung serta fungsi peralatan untuk menunjang kelancaran. Pengoperasian b. Pemeliharaan pencegahan d. Pengembangan jaringan • • Blok diagram Power Supply system Operating System Application System Central Processing Unit Terminal Concentrator Unit DIRAM Peripheral Recording System Network Planning 8 4 4 4 12 4 8 8 4 8 16 3. Teknik peralatan a. 5. MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a.VI. Trouble shooting 40 . Penggunaan ukur c. Pemeliharaan pencegahan b. trouble shooting dan analisa peralatan Pelatihan : a. pemeliharaan.

MATA PELAJARAN (TOPIK) Trouble shooting Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. Evaluasi kompetensi peserta • • Teori Praktek 4 32 . Analisis peralatan * sistem P 6. Prakterk d.No. TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T e. e. Teori b.

maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Centralized Information System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. III. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Centralized Information System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. PERSYARATAN : a. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. b. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. PENDAHULUAN Centralized Information System adalah peralatan penunjang operasi Bandar udara yang digunakan untuk mengintegrasikan seluruh informasi penerbangan bagi para pengguna jasa di Bandar Udara. . II. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Centralized Information System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Dalam rangka implementasi UU No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING CENTRALIZED INFORMATION SYSTEM 220 Jam Pelajaran Teori : 140 Jam Praktek : 80 Jam KODE CIS-A/KPFP I. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan.

IV. Teori b. 4. 3. Pemeliharaan pencegahan b. 6. 2. V. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Centralized Information System sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. 5. Teori penunjang c. Penggunaan alat ukur c. KURIKULUM No. Fungsi b. Pengoperasian b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Praktek CIS-A/T/1 CIS-A/T/2 64 CIS-A/T/3 CIS-A/T/4 8 16 CIS-A/T/5 48 CIS-A/T/6 4 140 32 80 . Pemelihaaan Pencegahan d. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Blok diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Teori umum peralatan a. Teori rinci peralatan b. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 48 1. Troble shooting Ujian/Evaluasi a.

MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. Fungsi b. • • • • Fungsi / kegunaan peralatan Teknik elektronika dan digital Komunikasi Data Sistem Informasi 8 16 16 8 P − − − − − Annex 14 Manual Book Open System Networking & Data comm. - 2.. Prosedur Pengoperasian • Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan • . Operating System Application System 1. Teori rinci peralatan b.VI. SILABI No. Teori penunjang c. Blok diagram • Agar peserta memahami prinsip kerja peralatan • • • • • • • • • Blok diagram Power Supply system Operating System Application System Central Processing Unit Terminal Concentrator Unit DIRAM Peripheral Recording System Prosedur pengoperasian 8 4 4 4 16 8 8 8 4 8 3. Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Agar peserta memahami teori pendukung serta fungsi peralatan untuk menunjang kelancaran. ketertiban keamanan dan keselamatan penerbangan. Teknik peralatan a.

No. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. trouble shooting. Teori b. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. • Pelatihan • Pengoperasian • Penggunaan alat ukur • Pemelihaaan Pencegahan • Trouble shooting 48 6. Pemeliharaan pencegahan b. Penggunaan alat ukur c. Praktek TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Agar peserta memahami prosedur pemeliharaan dan perbaikan peralatan Agar peserta memiliki keterampilan dalam pengoperasian. pemeliharaan. kompetensi • • Teori Praktek 4 • • Pemeliharaan berkala Perbaikan peralatan 8 8 P 4. Pemelihaaan Pencegahan d. MATA PELAJARAN (TOPIK) Pemeliharaan a. Evaluasi peserta 32 . 5. Pengoperasian b.

b. barang. II. . Dalam rangka implementasi UU No. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan CCTV & Access Control serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. IV. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. kendaraan dan pesawat udara di Bandar Udara. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan CCTV & Access Control wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. PENDAHULUAN Closed Circuit Television & Access Control adalah peralatan penunjang fasilitas penerbangan untuk memantau lalu – lintas orang. PERSYARATAN : a. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING CLOSED CIRCUIT TELEVISION & ACCESS CONTROL 220 Jam Pelajaran Teori : 120 Jam Praktek : 80 Jam KODE CCTV & AC-B/KPFP I. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating CCTV & Access Control dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas CCTV & Access Control sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. III.

6. KURIKULUM No. Teori penunjang c. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Pemelihaaan Pencegahan d. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 32 1. Teori rinci peralatan b. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. Teori b. Teori umum peralatan a. Troble shooting e.V. 3. Praktek CCTV & AC-B/A/1 CCTV & AC-B/A/2 64 CCTV & AC-B/A/3 CCTV & AC-B/A/4 16 20 CCTV & AC-B/A/5 48 CCTV & AC-B/A/6 8 140 32 80 . Dokumen terkait Teknik peralatan a. 4. 5. Penggunaan alat ukur c. Fungsi b. Pengoperasian b. Blok diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. 2. Pemeliharaan pencegahan b.

Teori rinci peralatan b. Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Agar peserta memahami kegunaan teori pendukung peralatan. • • • • Fungsi / kegunaan peralatan Teknik elektronika dan digital Komunikasi data Sistem pengamanan Bandara 8 8 8 8 P − − − − − Annex 17 Manual Book Open Sytem Networking & Data Comm. Teori penunjang c. Operating System Application System - 2. No.VI. SILABI MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. Fungsi b. 1. serta ketentuan keamanan dan keselamatan penerbangan. Teknik peralatan a. Blok dan circuit diagram • Agar peserta memahami prinsip kerja peralatan CCTV : • Blok diagram • Power Supply system • Camera system • Operating System • Application System • Control system • Monitoring system • Recording System Access Control : • Blok diagram • Sensor • Power supply • Card reader • Operating System • Application System • Control system • Monitoring system 36 28 .

No. MATA PELAJARAN (TOPIK) Prosedur Pengoperasian TUJUAN • • Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan Agar peserta memahami prosedur pemeliharaan dan perbaikan peralatan • • • POKOK BAHASAN Prosedur pengoperasian CCTV & Access Control Pemeliharaan berkala Analisis kerusakan dan perbaikan peralatan JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T 16 P 4. Penggunaan alat ukur c. Teori b. Pemeliharaan a. Evaluasi kompetensi peserta Pelatihan • Pengoperasian • Penggunaan alat ukur dan penyetelan parameter • Pemelihaaan Pencegahan • Trouble shooting • Analisis sistem peralatan * • Teori • Praktek 48 8 32 . Praktek 4 16 • Agar peserta memiliki keahlian dalam pengoperasian. Pengoperasian b. trouble shooting dan analisa peralatan 6. Trouble shooting e. Pemeliharaan pencegahan b. 5. pemeliharaan. 3. Pemelihaaan Pencegahan d. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a.

barang. kendaraan dan pesawat udara di Bandar Udara. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating CCTV & Access Control dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING CLOSED CIRCUIT TELEVISION & ACCESS CONTROL 150Jam Pelajaran Teori : 88 Jam Praktek : 62 Jam KODE CCTV & AC-B/KPFP I. II. PERSYARATAN : a. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. b. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan CCTV & Access Control serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. . PENDAHULUAN Closed Circuit Television & Access Control adalah peralatan penunjang fasilitas penerbangan untuk memantau lalu – lintas orang. III. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan CCTV & Access Control wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Dalam rangka implementasi UU No. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan.

Teori b. 5. Blok diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas CCTV & Access Control System sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. 2. Pengoperasian b. Pemelihaaan Pencegahan d. Fungsi b. V. 6. Troble shooting Ujian/Evaluasi a. Teori rinci peralatan b. 3.IV.. Penggunaan alat ukur c. Pemeliharaan pencegahan b. Praktek CCTV & AC-B/T/1 CCTV & AC-B/T/2 44 CCTV & AC-B/T/3 CCTV & AC-B/T/4 8 8 CCTV & AC-B/T/5 32 CCTV & AC-B/T/6 4 88 30 62 . Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 24 1. Teori umum peralatan a. 4. Teori penunjang c. KURIKULUM No.

Teori rinci peralatan b.VI. Fungsi b. MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. Teknik peralatan a. 1. serta ketentuan keamanan dan keselamatan penerbangan. Teori penunjang c. Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Agar peserta memahami kegunaan teori pendukung peralatan. Operating System Application System - 2. Blok diagram • Agar peserta memahami prinsip kerja peralatan CCTV : • Blok diagram • Power Supply system • Camera system • Operating System • Application System • Control system • Monitoring system • Recording System Access Control : • Blok diagram • Sensor • Power supply • Card reader • Operating System • Application System • Control system • Monitoring system 24 20 . • • • Fungsi / kegunaan peralatan Komunikasi data Sistem pengamanan Bandara 4 8 4 8 P − − − − − Annex 17 Manual Book Open Sytem Networking & Data Comm. SILABI No.

5. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. 3. Teori b.No. Penggunaan alat ukur c. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Evaluasi kompetensi peserta Pelatihan • Pengoperasian • Penggunaan alat ukur • Pemelihaaan Pencegahan • Trouble shooting • Teori • Praktek 32 8 30 . Pemeliharaan pencegahan b. MATA PELAJARAN (TOPIK) Prosedur Pengoperasian TUJUAN • • Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan Agar peserta memahami prosedur perbaikan peralatan • • • POKOK BAHASAN Prosedur pengoperasian CCTV & Access Control Pemeliharaan berkala Perbaikan peralatan JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T 8 P 4. Pemeliharaan a. Pengoperasian b. Pemelihaaan Pencegahan d. Praktek 4 4 • Agar peserta memiliki keterampilan dalam pengoperasian. pemeliharaan dan trouble shooting peralatan. 6.

PENDAHULUAN Integrated Ground Communication System adalah peralatan penunjang operasi Bandar udara yang digunakan untuk mengintegrasikan system komunikasi darat di lingkungan Bandar udara dengan meminimalkan penggunaan frekuensi guna menghindari gangguan terhadap frekuensi penerbangan Dalam rangka implementasi UU No. b. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Integrated Ground Communication System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. III. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Integrated Ground Communication System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. PERSYARATAN : a. . yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. II. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING INTEGRATED GROUND COMMUNICATION SYSTEM 220 Jam Pelajaran Teori : 144 Jam Praktek : 76 Jam KODE IGCS-B/KPFP I. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Integrated Ground Communication System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.

4. 2. Penggunaan alat ukur c. V. Rencana instalasi * Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Teori b. Trouble shooting e. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Pemelihaaan Pencegahan d. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 40 1. Blok dan circuit diagram c. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. KURIKULUM No. 5. Pemeliharaan pencegahan b. 6. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Integrated Ground Communication System sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Fungsi b. Praktek IGCS-B/A/1 IGCS-B/A/2 68 IGCS-B/A/3 IGCS-B/A/4 8 24 IGCS-B/A/5 44 IGCS-B/A/6 4 144 32 76 . Teori penunjang Teknik peralatan a. Pengoperasian b.IV. Teori umum peralatan a. 3. Teori rinci peralatan b.

SILABI No. 16 4 16 2. Teori penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Agar peserta memahami teori pendukung serta fungsi peralatan untuk menunjang kelancaran.VI. Prosedur Pengoperasian • Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan • Prosedur pengoperasian Integrated Ground Communication System Pemeliharaan berkala 8 4. • • • • Fungsi / kegunaan peralatan Teknik elektronika dan digital Teori pemancar & Penerima Teori komunikasi data 4 P − − − − − Manual Book Transmitter & Receiver principle Operating System Applilcation System Ketentuan penyelenggaraan komunikasi radio dari Ditjen Hubud dan Ditjen Postel 1. Blok dan circuit diagram c. ketertiban keamanan dan keselamatan penerbangan. Fungsi b. Pemeliharaan • Agar peserta memahami • 8 . MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. Teori rinci peralatan b. Teknik peralatan a. Regrouping • • Agar peserta memahami prinsip kerja peralatan Agar peserta mampu merencanakan pengaturan kelompok komunikasi • • • • • • • • • Blok diagram Operating System Applilcation System Power Supply system System Manager Base Station Site Controller Subscriber Regrouping Planning 8 4 4 4 8 8 16 8 8 3.

5. Trouble shooting e. Analisis sistem peralatan * • • 48 6. Penggunaan alat ukur c.No. Trouble shooting e. Pengoperasian b. MATA PELAJARAN (TOPIK) Pemeliharaan pencegahan Pemeliharaan Perbaikan • TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T prosedur pemeliharaan dan perbaikan peralatan • Analisis dan peralatan kerusakan perbaikan 16 P a. Praktek Agar peserta memiliki keahlian dalam pengoperasian. Pengoperasian b. Pemelihaaan Pencegahan d. trouble shooting dan analisa peralatan Pelatihan : a. Praktek a. pemeliharaan. Penggunaan alat ukur c. b. Evaluasi kompetensi peserta Teori Praktek 4 32 . Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. Teori b. Pemelihaaan Pencegahan d.

PENDAHULUAN Integrated Ground Communication System adalah peralatan penunjang operasi Bandar udara yang digunakan untuk mengintegrasikan system komunikasi darat di lingkungan Bandar udara dengan meminimalkan penggunaan frekuensi guna menghindari gangguan terhadap frekuensi penerbangan Dalam rangka implementasi UU No. III. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Integrated Ground Communication System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. II. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Integrated Ground Communication System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. PERSYARATAN : a. . MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Integrated Ground Communication System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING INTEGRATED GROUND COMMUNICATION SYSTEM 150 Jam Pelajaran Teori : 88Jam Praktek : 62 Jam KODE IGCS-B/KPFP I. b. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika.

Rencana instalasi * Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Pemeliharaan pencegahan b. Blok dan circuit diagram c. 5. 3.IV. Trouble shooting e. Teori umum peralatan a. Pemelihaaan Pencegahan d. 6. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 20 1. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Integrated Ground Communication System sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Fungsi b. 4. Teori b. V. KURIKULUM No. Teori rinci peralatan b. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. 2. Penggunaan alat ukur c. Praktek IGCS-B/T/1 IGCS-B/T/2 48 IGCS-B/T/3 IGCS-B/T/4 8 8 IGCS-B/T/5 32 IGCS-B/T/6 4 88 30 62 . Pengoperasian b. Teori penunjang Teknik peralatan a. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a.

Pemeliharaan pencegahan • Agar peserta memahami prosedur pemeliharaan dan • • Pemeliharaan berkala Perbaikan peralatan 4 4 . MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. Fungsi b. Teknik peralatan a.VI. Teori rinci peralatan b. ketertiban keamanan dan keselamatan penerbangan. 8 2. SILABI No. • • • Fungsi / kegunaan peralatan Teknik elektronika dan digital Teori pemancar & penerima 4 8 P − − − − − Manual Book Transmitter & Receiver principle Operating System Applilcation System Ketentuan penyelenggaraan komunikasi radio dari Ditjen Hubud dan Ditjen Postel 1. Pemeliharaan a. Teori penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Agar peserta memahami teori pendukung serta fungsi peralatan untuk menunjang kelancaran. Prosedur Pengoperasian • Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan 4. Blok diagram • Agar peserta memahami prinsip kerja peralatan • • • • • • • • • Blok diagram Operating System Applilcation System Power Supply system System Manager Base Station Site Controller Subscriber Prosedur pengoperasian Integrated Ground Communication System 8 4 4 4 4 8 8 8 8 3.

Penggunaan alat ukur c. b. MATA PELAJARAN (TOPIK) pencegahan Pemeliharaan Perbaikan • TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T perbaikan peralatan P b. Trouble shooting 32 Evaluasi kompetensi peserta a. 6. Pengoperasian b. shooting dan peralatan memiliki dalam trouble analisa Pelatihan : a. Teori b. pemeliharaan. Pemelihaaan Pencegahan d. Penggunaan alat ukur c. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Praktek a. 5.No. Praktek Agar peserta keterampilan pengoperasian. Pengoperasian b. Teori Praktek 4 30 . Pemelihaaan Pencegahan d.

PENDAHULUAN Flight Information Display System adalah peralatan penunjang operasi Bandar Udara yang digunakan untuk menampilkan informasi penerbangan bagi para pengguna jasa di Bandar Udara. . Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. II.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING FLIGHT INFORMATION DISPLAY SYSTEM 220 Jam Pelajaran Teori : 140 Jam Praktek : 80 Jam KODE FIDS-B/KPFP I. PERSYARATAN : a. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Flight Information Display System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. b. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. III. Dalam rangka implementasi UU No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Flight Information Display System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Flight Information Display System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan.

Blok dan circuit diagram c. 6. Teori rinci peralatan b. 5. Teori umum peralatan a. Teori b. 4. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. Praktek FIDS-B/A/1 FIDS-B/A/2 64 FIDS-B/A/3 FIDS-B/A/4 8 24 FIDS-B/A/5 56 FIDS-B/A/6 8 140 32 80 . Pemelihaaan Pencegahan d.IV. 2. Pemeliharaan pencegahan b. 3. Penggunaan alat ukur c. Pengoperasian b. V. Trouble shooting e. Rencana instalasi * Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. KURIKULUM No. Teori penunjang Teknik peralatan a. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 40 1. Fungsi b. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Flight Information Display System sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.

Blok dan circuit diagram c. Operating System Application System 1. protocol Display monitor (TV. Fungsi b..VI. - 2. Teori penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Agar peserta memahami teori pendukung serta fungsi peralatan untuk menunjang kelancaran. Dot Matrik. Teknik peralatan a. SILABI No. MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. Teori rinci peralatan b. Flap Board dan LED) Network Planning 8 4 4 4 16 8 8 8 3. Pemeliharaan Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan Agar peserta memahami • • Prosedur pengoperasian 8 Pemeliharaan berkala 8 . ketertiban keamanan dan keselamatan penerbangan. Prosedur Pengoperasian • • 4. Pengembangan jaringan • • Agar peserta memahami prinsip kerja peralatan Agar peserta mampu merencanakan pengembangan jaringan • • • • • • • • Blok diagram Operating System System Aplikasi Power Supply system Central Processing Unit Interface. • • • • Fungsi / kegunaan peralatan Teknik elektronika dan digital Komunikasi Data Sistem Informasi 4 16 16 4 P − − − − − Annex 14 Manual Book Open System Networking & Data comm.

trouble shooting dan analisa peralatan 6. 5. Teori b.No. b. pemeliharaan. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. Pemelihaaan Pencegahan d. Praktek a. MATA PELAJARAN (TOPIK) Pemeliharaan pencegahan Pemeliharaan Perbaikan • TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T prosedur pemeliharaan dan perbaikan peralatan • Perbaikan peralatan 16 P a. Penggunaan alat ukur c. Evaluasi kompetensi peserta Pelatihan : • Pengoperasian • Penggunaan alat ukur • Pemeliharaan pencegahan • Trouble shooting • Analisis sistem peralatan * • Teori • Praktek 48 4 32 . Praktek Agar peserta memiliki keahlian dalam pengoperasian. Trouble shooting e. Pengoperasian b.

Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. Dalam rangka implementasi UU No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING FLIGHT INFORMATION DISPLAY SYSTEM 150 Jam Pelajaran Teori : 88 Jam Praktek : 62 Jam KODE FIDS-B/KPFP I. b. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Flight Information Display System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Flight Information Display System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. III. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Flight Information Display System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. . serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. PENDAHULUAN Flight Information Display System adalah peralatan penunjang operasi Bandar Udara yang digunakan untuk menampilkan informasi penerbangan bagi para pengguna jasa di Bandar Udara. PERSYARATAN : a. II. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika.

Fungsi b. Teori umum peralatan a. Praktek FIDS-B/T/1 FIDS-B/T/2 44 FIDS-B/T/3 FIDS-B/T/4 8 8 FIDS-B/T/5 32 FIDS-B/T/6 4 88 30 62 . KURIKULUM No. Blok dan circuit diagram c. V. Teori penunjang Teknik peralatan a. 6. Teori rinci peralatan b. 2. Pemelihaaan Pencegahan d. 4. 3. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Penggunaan alat ukur c. 5. Pemeliharaan pencegahan b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Pengoperasian b. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 24 1. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Flight Information Display System sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Rencana instalasi * Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a.IV. Teori b.

No. Dot Matrik. ketertiban keamanan dan keselamatan penerbangan. 8 4 2. Prosedur Pengoperasian • • 4. Pemeliharaan pencegahan b. 5. pemeliharaan. Teori penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Agar peserta memahami teori pendukung serta fungsi peralatan untuk menunjang kelancaran.. Teori penunjang b. Teknik peralatan a. Penggunaan ukur c. Pemelihaaan Pencegahan Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan Agar peserta memahami prosedur pemeliharaan dan perbaikan peralatan • • • 8 Pemeliharaan berkala Perbaikan peralatan 4 4 • alat Agar peserta memiliki keterampilan dalam pengoperasian. Pelatihan • Pengoperasian • Penggunaan alat ukur • Pemelihaaan Pencegahan 32 .dan trouble shooting. protocol Display monitor (TV.VI. Fungsi b. SILABI MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. Operating System Application System 1. Agar peserta memahami prinsip kerja peralatan • • • • • • • • • • • Fungsi / kegunaan peralatan Teknik elektronika dan digital Komunikasi Data Sistem Informasi Bandara Blok diagram Operating System System Aplikasi Power Supply system Central Processing Unit Interface. Flap Board dan LED) Prosedur pengoperasian 4 8 P − − − − − Annex 14 Manual Book Open System Networking & Data comm. Pemeliharaan a. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Pengoperasian b. Blok diagram • 8 4 4 4 8 8 8 3.

Teori b. Teori Praktek 4 30 . b. Praktek Evaluasi kompetensi peserta a. Ujian/Evaluasi a. MATA PELAJARAN (TOPIK) Pencegahan Trouble shooting TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Trouble shooting P d. 6.No.

Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Check In System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. II. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Check In System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. b. III. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Check In System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. . PENDAHULUAN Integrated Ground Communication System adalah peralatan penunjang operasi Bandar udara yang digunakan untuk mengintegrasikan system komunikasi darat di lingkungan Bandar udara dengan meminimalkan penggunaan frekuensi guna menghindari gangguan terhadap frekuensi penerbangan Dalam rangka implementasi UU No. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING CHECK IN SYSTEM 220 Jam Pelajaran Teori : 144 Jam Praktek : 76 Jam KODE CI-B/KPFP I. PERSYARATAN : a.

Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Check In System sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. 6. Pengoperasian b. Praktek CI-B/A/1 CI-B/A/2 68 CI-B/A/3 CI-B/A/4 8 24 CI-B/A/5 44 CI-B/A/6 4 144 32 76 . 2. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. V. 3. Pemelihaaan Pencegahan d. 4. Teori umum peralatan a. Blok dan circuit diagram c.IV. Pemeliharaan pencegahan b. 5. KURIKULUM No. Fungsi b. Rencana instalasi * Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Teori b. Teori penunjang Teknik peralatan a. Penggunaan alat ukur c. Trouble shooting e. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 40 1. Teori rinci peralatan b.

VI. SILABI (Sedang dalam Pengembangan) .

yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. . serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. b. PENDAHULUAN Check In System adalah peralatan penunjang operasi Bandar Udara yang digunakan untuk kelancaran pelayanan check in bagi para pengguna jasa di Bandar Udara. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. PERSYARATAN : a.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING CHECK IN SYSTEM 150 Jam Pelajaran Teori : 88 Jam Praktek : 62 Jam KODE CI-B/KPFP I. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Check In System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. II. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Check In System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Dalam rangka implementasi UU No. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Check In System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. III.

Pengoperasian b. V. Teori penunjang Teknik peralatan a. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. 5. Teori umum peralatan a. Pemelihaaan Pencegahan d. Fungsi b. Teori rinci peralatan b. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 24 1. Teori b.IV. Praktek CI-B/T/1 CI-B/T/2 44 CI-B/T/3 CI-B/T/4 8 8 CI-B/T/5 32 CI-B/T/6 4 88 30 62 . 6. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Check In System sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. 2. KURIKULUM No. 4. Rencana instalasi * Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Pemeliharaan pencegahan b. 3. Blok dan circuit diagram c. Penggunaan alat ukur c.

SILABI (Sedang dalam Pengembangan) .VI.

II. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi listrik penerbangan dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan yang cukup dalam ilmu listrik dan fasilitas listrik penerbangan dengan tujuan untuk memenuhi persyaratan memperoleh Sertifikat Kecakapan tingkat ahli. PENDAHULUAN Dalam rangka implementasi UU No. IV. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. . 03 Tahun 2001 maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil listrik penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. PERSYARATAN : Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik dan mekanikal. III. MANFAAT YANG DIPEROLEH : Memiliki bukti kecakapan dalam bidang listrik penerbangan tingkat ahli serta kesempatan untuk menempuh Diklat rating.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI SERTIFIKAT KECAKAPAN AHLI TEKNISI LISTRIK PENERBANGAN KODE SKP-A/TLP 120 Jam Pelajaran I.

V. PENGETAHUAN KHUSUS 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Pengetahuan Teknik Listrik Teknik Elektronika dan Digital Pembangkit Tenaga Listrik Sistem Transmisi dan Distribusi Alat-Alat Ukur dan Pengukuran Visual Aids Peralatan Elektromekanikal : : : : : : : 8 Jam 12 Jam 8 Jam 12 Jam 8 Jam 16 Jam 8 Jam 72 jam . KURIKULUM SERTIFIKAT PENERBANGAN KECAKAPAN AHLI TEKNISI LISTRIK A. PENGETAHUAN KEUDARAAN 1) 2) 3) 4) 5) Pembinaan Personil Penerbangan Hukum Penerbangan (Air Law) Peraturan Penerbangan (Rule of the Air) Manajemen LLU Manajemen Pemeliharaan : : : : : 8 Jam 8 Jam 16 Jam 8 Jam 8 Jam 48 jam B.

3 Tahun 2001 3. No. 14 dan 17 Konvensi ICAO PP. 40 Tahun 1995 PP. 1. Peraturan Penerbangan (Rule of the Air) Keselamatan Penerbangan Keamanan Penerbangan Angkutan Udara Kebandarudaraan 16 - − − − 4. teknisi penerbangan − − Sturktur Organisasi dan tata kerja Ditjen Hubud Angka Kredit untuk Jabatan Fungsional Teknisi Penerbangan. 11. 3 Tahun 2001 PP. No. MATA PELAJARAN (TOPIK) PENGETAHUAN KEUDARAAN Pembinaan Personil Penerbangan − − Agar peserta memahami tugas pokok dan fungsi Ditjen Hubud Agar Peserta memahami ketentuan-ketentuan mengenai angka kredit teknisi penerbangan Agar Peserta memahami hak dan kewajiban sbg. No. − − − − − − − − − − − − − 2. SKEP/176/VI/2001 TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P A. 58 Tahun 1991 KM. 15 Tahun 1992 Annexes : 10. No. No. SILABUS DIKLAT SERTIFIKAT KECAKAPAN AHLI TEKNISI LISTRIK PENERBANGAN No. Hukum Penerbangan (Air Law) Agar Perserta mengetahui dan memahami hukum penerbangan sipil nasional dan internasional Agar Perserta memahami peraturan-peraturan yang berkaitan dengan penerbangan sipil Konvensi ICAO Annexes ICAO Kedaulatan Negara 8 - − − − UU No. PAN No. Manajemen LLU Agar para peserta mengetahui dan memahami konsep optimasi pemanfaatan ruang udara dan pelayanan keselamatan penerbangan Organisasi ruang udara Pelayanan navigasi penerbangan Konsep CNS/ATM 8 - − − − − ICAO Global Plan ATS Planning Manual ATC Master Plan Indonesia Konsep Harmonisasi . Pembinaan pegawai (PNS/BUMN) Etika profesi teknisi 8 − − − − − − UU No. No. 16 Tahun 1994 KM. 15 Tahun 1992 PP.VI. 71 Tahun 1996 PP. 100 Tahun 1988 Skep Dirjen Hubud No.

1. . PENGETAHUAN KHUSUS Pengetahuan Teknik Listrik Agar peserta memahami dan menerapkan ilmu kelistrikan − − Rangkaian Listrik : • Hukum Kirchoff • Daya dan Energi • Listrik 1 fasa dan 3 fasa Bahan-bahan Listrik 8 - - - Joseph A. − − B. MATA PELAJARAN (TOPIK) Manajemen Pemeliharaan TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami ketentuan-ketentuan dalam pengoperasian dan pemeliharaan peralatan. Bulanan. Mingguan. New Delhi1980. “Electrical Technology. SKEP/40/II/1998 5. Semesteran dan Tahunan) dan Pengkalibrasian Tingkat Pemeliharaan Pemeriksaaan Peralatan 8 P − − Prosedur Pemeliharaan fasilitas elektronika dan listrik Skep Dirjen Hubud No. − − − − − Kebijakan Sistem Pemeliharaan Tujuan Program Pemeliharaan Konsepsi Pemeliharaan Prosedur Pengoperasian Peralatan Prosedur pemeliharaan Peralatan (Jadual Harian. 1984 Theraja B. Edminister.No. Triwulanan. Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga.L.

“Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb. Manual Book 4. Pembangkit Tenaga Listrik Agar peserta memahami dan mampu menganalisis cara kerja sistem pembangkit tenaga listrik - Generator Solar Cell Battery Cell Prime Mover UPS 8 - - - - Drs.No. “Transmisi Tenaga Listrik” UIP 1998. “Distribusi dan Utilitasi Tenaga Listrik”. 2. Gramedia 2001. 1982. Abdul Kadir. MATA PELAJARAN (TOPIK) Teknik Elektronika dan Digital TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan dapat menerapkan teknik elektronika dan digital Komponen Pasif Pengatur Tegangan Saklar Transistor Thyristor dan Triac Komparator Sistem Bilangan Gerbang Logika dan Aplikasinya Flip Flop dan multivibrator 12 P Wasito. 3. Manual Book AMF” . “Pembangkit Listrikk Tenaga Surya” Tarsito 1994 Zuhal. UIP 2000 SEG. Karmon Singalingging. “Teknik Digital” Wasito. “Vadekum Elektronika”. Sistem Transmisi dan Distribusi Agar peserta memahami dan mampu menganalisis sistem transmisi dan distribusi di Bandar Udara - SUTR SUTM Ground Cable Transformator Daya Panel TM Panel TR Panel ACOS Sistem Proteksi 12 - - - - Abdul Kadir.

MATA PELAJARAN (TOPIK) Alat-Alat Ukur dan Pengukuran TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan dapat menggunakan alat-alat ukur dengan benar Oscilloscope Avometer Amperemeter Cable Fault Detector Phase Squence Indicator Cos phi meter Frekuensi meter Earth tester Harmonic Analizer Tachometer Lux meter 8 P Dr. “Pengukuran dan AlatAlat Ukur Listrik” . Visual Aids Agar peserta memahami dan mampu menganalisis cara kerja fasilitas visual aids serta kriteria penempatan peralatan - Approach Light SQFL RTIL PAPI/TVASIS Runway Light Threshold Light Taxiway Light Signal dan Beacon Konfigurasi AFL Power dan control (CCR.No. Soedjana Sapiie. Dr. Osamu Nishino.PT. 14 Volume I JICA. Pradnya Paramita 1979 Manual Book 5. RCD. The Seminar on Aerodrome Airport Lighting System Manual Book . MC dan SC) ADGS 16 - - Annex. - 6.

No. MATA PELAJARAN (TOPIK) Peralatan Elektromekanikal TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menganalisis cara kerja fasilitas elektromekanikal Air Conditioner Escalator Elevator Conveyor Travelator Automatic Door 8 P Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System 7. .

. PERSYARATAN : Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik Listrik dan Mekanikal. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi listrik penerbangan dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan yang cukup dalam ilmu listrik dan fasilitas listrik penerbangan dengan tujuan untuk memenuhi persyaratan memperoleh Sertifikat Kecakapan tingkat Terampil. III. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL SERTIFIKAT KECAKAPAN TERAMPIL TEKNISI LISTRIK PENERBANGAN KODE SKP-T/TLP 120 Jam Pelajaran I. MANFAAT YANG DIPEROLEH : Memiliki bukti kecakapan dalam bidang listrik penerbangan tingkat terampil serta kesempatan untuk menempuh Diklat rating. IV. II. PENDAHULUAN Dalam rangka implementasi UU No. 03 Tahun 2001 maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil listrik penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No.

KURIKULUM SERTIFIKAT KECAKAPAN TERAMPIL TEKNISI LISTRIK PENERBANGAN A.V. PENGETAHUAN KEUDARAAN 1) 2) 3) 4) 5) Pembinaan Personil Penerbangan Hukum Penerbangan (Air Law) Peraturan Penerbangan (Rule of the Air) Manajemen LLU Manajemen Pemeliharaan : : : : : 8 Jam 8 Jam 16 Jam 8 Jam 8 Jam 48 jam B. PENGETAHUAN KHUSUS 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Pengetahuan Teknik Listrik Teknik Elektronika dan Digital Pembangkit Tenaga Listrik Sistem Transmisi dan Distribusi Alat-Alat Ukur dan Pengukuran Visual Aids Peralatan Elektromekanikal : : : : : : : 8 Jam 12 Jam 8 Jam 12 Jam 8 Jam 16 Jam 8 Jam 72 jam .

71 Tahun 1996 PP. 14 dan 17 Konvensi ICAO PP. teknisi penerbangan − − Sturktur Organisasi dan tata kerja Ditjen Hubud Angka Kredit untuk Jabatan Fungsional Teknisi Penerbangan. No. 15 Tahun 1992 PP. 11. No. Hukum Penerbangan (Air Law) Agar Perserta mengetahui dan memahami hukum penerbangan sipil nasional dan internasional Agar Perserta memahami peraturan-peraturan yang berkaitan dengan penerbangan sipil Konvensi ICAO Annexes ICAO Kedaulatan Negara 8 - − − − UU No. 100 Tahun 1988 Skep Dirjen Hubud No. − − − − − − − − − − − − − 2. SKEP/176/VI/2001 TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P A.VI. No. PAN No. 16 Tahun 1994 KM. Manajemen LLU Agar para peserta mengetahui dan memahami konsep optimasi pemanfaatan ruang udara dan pelayanan keselamatan penerbangan Organisasi ruang udara Pelayanan navigasi penerbangan Konsep CNS/ATM 8 - - − − − − ICAO Global Plan ATS Planning Manual ATC Master Plan Indonesia Konsep Harmonisasi . 40 Tahun 1995 PP. No. Pembinaan pegawai (PNS/BUMN) Etika profesi teknisi 8 − − − − − − UU No. 58 Tahun 1991 KM. Peraturan Penerbangan (Rule of the Air) Keselamatan Penerbangan Keamanan Penerbangan Angkutan Udara Kebandarudaraan 16 - − − − 4. 15 Tahun 1992 Annexes : 10. SILABUS DIKLAT SERTIFIKAT KECAKAPAN TERAMPIL TEKNISI LISTRIK PENERBANGAN No. No. 1. 3 Tahun 2001 PP. MATA PELAJARAN (TOPIK) PENGETAHUAN KEUDARAAN Pembinaan Personil Penerbangan − − Agar peserta memahami tugas pokok dan fungsi Ditjen Hubud Agar Peserta memahami ketentuan-ketentuan mengenai angka kredit teknisi penerbangan Agar Peserta memahami hak dan kewajiban sbg. 3 Tahun 2001 3. No.

− − B. “Electrical Technology. MATA PELAJARAN (TOPIK) Manajemen Pemeliharaan TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami ketentuan-ketentuan dalam pengoperasian dan pemeliharaan peralatan. Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga. Edminister. 1. New Delhi1980. PENGETAHUAN KHUSUS Pengetahuan Teknik Listrik Agar peserta mengetahui dan memahami ilmu dasar kelistrikan − − Rangkaian Listrik : • Hukum Kirchoff • Daya dan Energi • Listrik 1 fasa dan 3 fasa Bahan-bahan Listrik 8 - 1. Joseph A. 1984 Theraja B. Bulanan.No. SKEP/40/II/1998 5. 2. Triwulanan. Semesteran dan Tahunan) dan Pengkalibrasian Tingkat Pemeliharaan Pemeriksaaan Peralatan 8 P − − Prosedur Pemeliharaan fasilitas elektronika dan listrik Skep Dirjen Hubud No. . − − − − − Kebijakan Sistem Pemeliharaan Tujuan Program Pemeliharaan Konsepsi Pemeliharaan Prosedur Pengoperasian Peralatan Prosedur pemeliharaan Peralatan (Jadual Harian.L. Mingguan.

2. 2. 3. Wasito. “Vadekum Elektronika”. “Pembangkit Listrikk Tenaga Surya” Tarsito 1994 Zuhal.No. “Transmisi Tenaga Listrik” UIP 1998. 2. 3. 1982. Manual Book 4. Pembangkit Tenaga Listrik Agar peserta mengetahui dan memahami cara kerja pembangkit tenaga listrik - Generator Solar Cell Battery Cell Prime Mover UPS 8 - 1. MATA PELAJARAN (TOPIK) Teknik Elektronika dan Digital TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami dasar-dasar teknik elektronika dan digital Komponen Pasif Pengatur Tegangan Saklar Transistor Thyristor dan Triac Komparator Sistem Bilangan Gerbang Logika dan Aplikasinya Flip Flop dan multivibrator 12 P 1. Drs. Manual Book AMF” . Karmon Singalingging. Abdul Kadir. UIP 2000 SEG. “Teknik Digital” Wasito. Abdul Kadir. 3. Sistem Transmisi dan Distribusi Agar peserta mengetahui dan memahami sistem transmisi dan distribusi di Bandar Udara - SUTR SUTM Ground Cable Transformator Daya Panel TM Panel TR Panel ACOS Sistem Proteksi 12 - 1. “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb. 2. “Distribusi dan Utilitasi Tenaga Listrik”. Gramedia 2001.

Soedjana Sapiie. Dr.No. MC dan SC) ADGS 8 P 1. MATA PELAJARAN (TOPIK) Alat-Alat Ukur dan Pengukuran TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami cara kerja alat ukur serta dapat melakukan pengukuran dengan benar Oscilloscope Avometer Amperemeter Cable Fault Detector Phase Squence Indicator Cos phi meter Frekuensi meter Earth tester Harmonic Analizer Tachometer Lux meter Approach Light SQFL RTIL PAPI/TVASIS Runway Light Threshold Light Taxiway Light Signal dan Beacon Konfigurasi AFL Power dan control (CCR. “Pengukuran dan AlatAlat Ukur Listrik” . The Seminar on Aerodrome Airport Lighting System Manual Book . Volume I JICA. Osamu Nishino. RCD. Annex 14. 2. Dr. 2.PT. 6. Pradnya Paramita 1979 Manual Book 5. 3. Visual Aids Agar peserta mengetahui dan memahami fungsi dan cara kerja visual aids 16 1.

Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System 7.No. . MATA PELAJARAN (TOPIK) Peralatan Elektromekanikal TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami fungsi dan cara kerja peralatan elektromekanikal Air Conditioner Escalator Elevator Conveyor Travelator Automatic Door 8 P 1. 2.

serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. . maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan AFL Control System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas AFL Control System. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. PENDAHULUAN Airfield Lighting (AFL) Control System adalah suatu sistem kontrol manajemen yang menggunakan komputer sehingga mampu memantau (memonitoring).DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING AIRFIELD LIGHTINGCONTROL SYSTEM 272 Jam Pelajaran Teori : 132 Jam Praktek : 140 Jam KODE AFLCS-A/KPBP I. IV. PERSYARATAN : a. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Sistem juga dapat melaporkan peralatan-peralatan yang telah tiba saat nya pemeliharaan berkalanya. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan AFL Control System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. III. waktu terjadinya dan bentuk kesalahan yang dapat tercetak pada alarm priter dan terekam dalam kumpulan data pada hard disk. Dalam rangka implementasi UU No. yang mencakup nama peralatan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating AFL Control System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. mengatur dan merekam kegiatan peralatan airfield lighting system agar dapat bekerja secara tepat guna. letak peralatan. II. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Sebagai contoh sistem ini dapat memberikan laporan terjadinya kelainan pada peralatan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. b.

Teori rinci peralatan b. Teori umum peralatan a. 6. Pengoperasian b. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a.V. Praktek AFLCS-A/A/1 AFLCS-A/A/2 64 AFLCS-A/A/3 AFLCS-A/A/4 8 16 AFLCS-A/A/5 124 AFLCS-A/A/6 4 16 132 140 . Pemeliharaan pencegahan b. 5. Fungsi peralatan b. Trouble shooting e. Blok dan circuit diagram c. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 40 1. Teori b. Teori penunjang Teknik peralatan a. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Pemelihaaan Pencegahan d. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. 3. KURIKULUM RATING AIRFIELD LIGHTING CONTROL SYSTEM No. Penggunaan alat ukur c. 4. 2.

Fungsi Peralatan Teori Penunjang . 1. Teori rinci peralatan .VI.PT Gramedia Pustaka Utama. No. Wasito S. Teknik peralatan a.Automation level . ”Vadekum Elektronika”.Microprocessor 40 P 1. b. Honeywell.Sensoric actoric .Interface level .Programmable Logic Controller .Maintenance Center . Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Rencana Instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan AFL Control System a. Fungsi Peralatan Teori Penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan AFL Control System a.Remote Control Desk 64 - 1. . “Manual Book Control and Monitoring System”. b. 2.. “Manual Book “SICOMOS”. 2.Management Level • Taks of Management level • Control Desks • The Monitor in Controller • Programmable controller . • Protocol/Interface • Operating System ..Modulator Demodulator . b. Siemens. 3.Pengetahuan Komunikasi data • Dasar dasar Komputer • Sistem jaringan • Media transmisi. ……. 2. 2001 …. c. SILABUS RATING AIRFIELD LIGHTING CONTROL SYSTEM MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a.

b. 6. Pemeliharaan Pencegahan . Teori b. 3. b. Siemens. Ujian/Evaluasi a. trouble shooting dan analisis sistem a. “Manual Book Control and Monitoring System”. 3. 2. “Manual Book “SICOMOS”. 3. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. d. Honeywell.Pemeliharaan Berkala . d. ……. “Manual Book “SICOMOS”. e. 4. 2. b. “Manual Book Control and Monitoring System”. P c. …….Trouble shooting 16 - 1. Prosedur Pengoperasian Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian AFL Control System secara benar Prosedur pengoperasian AFL Control System 8 - 1. 3. ……. c. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN . Siemens. e. Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan AFL Control System secara benar a. 5. Praktek a.Panel Control Block dan circuit diagram AFL Control System Rencana Instalasi AFL Control System JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T b.No.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . “Manual Book Control and Monitoring System”. Prosedur pengoperasian AFL Control System Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan 124 1. 2. Pemeliharaan Pencegahan b. Pemeliharaan a. “Manual Book “SICOMOS”. Siemens. c. pemeliharaan AFL Control System secara benar. Praktek 4 16 . Honeywell. Honeywell. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. Teori b.

IV. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Sistem juga dapat melaporkan peralatan-peralatan yang telah tiba saat nya pemeliharaan berkalanya. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. waktu terjadinya dan bentuk kesalahan yang dapat tercetak pada alarm priter dan terekam dalam kumpulan data pada hard disk. yang mencakup nama peralatan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan AFL Control System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. II. PERSYARATAN : a.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING AIRFIELD LIGHTINGCONTROL SYSTEM 200 Jam Pelajaran Teori : 100 Jam Praktek : 100 Jam KODE AFLCS-A/KPBP I. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating AFL Control System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. mengatur dan merekam kegiatan peralatan airfield lighting system agar dapat bekerja secara tepat guna. trampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan AFL Control System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas AFL Control System. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Memiliki Sertifikat Kecakapan terampil Listrik Penerbangan. letak peralatan. PENDAHULUAN Airfield Lighting (AFL) Control System adalah suatu sistem kontrol manajemen yang menggunakan komputer sehingga mampu memantau (memonitoring). 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. . SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. Dalam rangka implementasi UU No. Sebagai contoh sistem ini dapat memberikan laporan terjadinya kelainan pada peralatan. b. III. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.

Fungsi peralatan b. Pengoperasian b.V. 3. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Penggunaan alat ukur c. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. 6. Teori b. Teori umum peralatan a. Pemeliharaan pencegahan b. 2. 4. KURIKULUM RATING AIRFIELD LIGHTING CONTROL SYSTEM No. Teori penunjang Teknik peralatan a. Pemelihaaan Pencegahan d. Teori rinci peralatan b. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 24 1. 5. Praktek AFLCS-A/T/1 AFLCS-A/T/2 48 AFLCS-A/T/3 AFLCS-A/T/4 8 16 AFLCS-A/T/5 84 AFLCS-A/T/6 4 16 100 100 . Blok dan circuit diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a.

Wasito S.Sensoric actoric . 1. . Fungsi Peralatan Teori Penunjang . 2.Programmable Logic Controller . 3.Interface level .. SILABUS RATING AIRFIELD LIGHTING CONTROL SYSTEM MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. 2001 ….Modulator Demodulator . • Protocol/Interface • Operating System . ”Vadekum Elektronika”.Maintenance Center . Fungsi Peralatan Teori Penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan AFL Control System a. Teknik peralatan a.Automation level . 2..VI.PT Gramedia Pustaka Utama.Remote Control Desk 48 - 1. Teori rinci peralatan . b. “Manual Book “SICOMOS”. b. 2. …….Management Level • Taks of Management level • Control Desks • The Monitor in Controller • Programmable controller . No. Honeywell.Microprocessor 24 P 1. “Manual Book Control and Monitoring System”. Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan AFL Control System a.Pengetahuan Komunikasi data • Dasar dasar Komputer • Sistem jaringan • Media transmisi. Siemens. b.

6. Honeywell. “Manual Book Control and Monitoring System”. c. 3. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan AFL Control System secara benar a. Pemeliharaan Pencegahan b.No. 2. “Manual Book Control and Monitoring System”. “Manual Book “SICOMOS”. Prosedur pengoperasian AFL Control System Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting 84 1. b. c. Siemens. Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian AFL Control System secara benar Prosedur pengoperasian AFL Control System 8 - 1. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN . Siemens. Praktek 4 16 . Honeywell. “Manual Book “SICOMOS”. ……. Pemeliharaan Pencegahan . “Manual Book Control and Monitoring System”. ……. 3. Praktek a. Teori b. ……. P 3. d. b. “Manual Book “SICOMOS”. 4. Ujian/Evaluasi a. 5.Pemeliharaan Berkala . 2. Pemeliharaan a. Siemens. pemeliharaan AFL Control System secara benar dan trouble shooting a.Panel Control Block dan circuit diagram AFL Control System JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T b. 2. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. Teori b. 3. d.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . b. Honeywell.Trouble shooting 16 - 1.

II. . ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan CCR. III. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. PENDAHULUAN Constant Current Requlator (CCR) adalah suatu peralatan yang digunakan mengontrol suplai arus tetap pada peralatan Approach light. SQFL and RTIL KODE CCRSQFL-A/KPBP Teori : 140 Jam Praktek : 160 Jam 300 Jam Pelajaran I. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan CCR. Runway light. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. b. SQFL dan RTIL dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Dalam rangka implementasi UU No. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas CCR. Threshold Light dan Taxiway light. PERSYARATAN : a. yang memberikan petunjuk kepada pesawat posisi ambang batas landasan (threshold). SQFL dan RTIL wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. PAPI/VASI System. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Dan Sequence Flashing Light (SQFL) adalah lampu-lampu yang dipasang pada tiap barret lampu approach yang menyala secara berkedip (flashing) searah dengan pendaratan pesawat. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. SQFL dan RTIL serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING CCR. SQFL dan RTIL. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating CCR. IV. Sedangkan Runway Threshold Indentification Light (RTIL) adalah berupa 2 unit lampu yang berkedip (flash) terpasang di kedua sisi ujung landasan.

V. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Pengoperasian b. Teori penunjang c. 2. Pemelihaaan Pencegahan d. 6. Pemeliharaan pencegahan b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. 5. 3. Penggunaan alat ukur c. SQFL dan RTIL No. Teori umum peralatan a. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Trouble shooting e. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. Fungsi peralatan b. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 48 1. Teori b. Teori rinci peralatan b. Blok dan circuit diagram c. KURIKULUM RATING CCR. 4. Praktek CCRSQFL-A/A/1 CCRSQFL -A/A/2 56 CCRSQFL -A/A/3 CCRSQFL -A/A/4 12 20 CCRSQFL -A/A/5 144 CCRSQFL -A/A/6 4 16 140 160 .

Rangkaian listrik. Honeywell. Dokumen terkait . 5. Gramedia 2001. . “Aerodrome”. c. Fungsi peralatan Teori penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan CCR.Teori Digtal c. …………. Annex 14. Visual Aids. 3. b. ADB. b. 2. Visual Aids. 4. 1. Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga. • SQFL • RTIL b.RTIL c. Teori Penunjang : .CCR .. Teori rinci peralatan . 4. “Manual Book AFL”. Siemens. 2. . 2. 3. SILABUS RATING CCR.Dasar-dasar Elektronika . a. “Teknik Digital” Wasito. 48 P 1.SQFL . Teori rinci peralatan Blok dan Ciruit diagram Rencan Instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan CCR. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4.VI. SQFL dan RTIL MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. “Manual Book AFL”. “Vadekum Elektronika”. SQFL dan RTIL 56 - 1. c. Teknik peralatan a. Rencana Instalasi a. “Manual Book AFL”.Bagian-bagian penting • CCR.SQFL . Block dan circuit diagram .RTIL b.Annex 14 .Prinsip-prinsip kerja CCR • Moving Coil CCR • Static type CCR • Thyristor CCR .CCR . 1984 Wasito.Aerodrome Design Manual Path 4.Prinsip kerja SQFL dan RTIL . No. SQFL dan RTIL Fungsi peralatan . “Manual Book AFL”. Edminister. Joseph A.

“Manual Book AFL”. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN CCR SQFL RTIL JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 3. 3. pemeliharaan CCR. 4. Praktek a.. b. “Manual Book AFL”. c.Trouble shooting 20 1. Siemens. “Manual Book AFL”. . ADB. 2.RTIL 12 - 1. e. ………….Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan .SQFL . SQFL dan RTIL secara benar a. “Manual Book AFL”. Prosedur pengoperasian CCR. 2. Prosedur pengoperasian Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian.Pemeliharaan Berkala . Prosedur Pengoperasian Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian CCR. 2. b. 3. 4. Siemens. Siemens. 3. “Manual Book AFL”. SQFL dan RTIL secara benar Prosedur pengoperasian . d. SQFL dan RTIL Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan 144 1. 4.. “Manual Book AFL”. “Manual Book AFL”. e. …………. 5.No. Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan CCR.CCR . ADB. trouble shooting dan analisis sistem a. Honeywell. Honeywell. b. …………. “Manual Book AFL”. “Manual Book AFL”. Pemeliharaan Pencegahan . “Manual Book AFL”. b.. c. d. SQFL dan RTIL secara benar. “Manual Book AFL”. Honeywell. “Manual Book AFL”. 4. ADB. Pemeliharaan a.

MATA PELAJARAN (TOPIK) Ujian/Evaluasi a. Praktek TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. . Praktek 4 P 16 6. Teori b. Teori b.No.

Dan Sequence Flashing Light (SQFL) adalah lampu-lampu yang dipasang pada tiap barret lampu approach yang menyala secara berkedip (flashing) searah dengan pendaratan pesawat. Sedangkan Runway Threshold Indentification Light (RTIL) adalah berupa 2 unit lampu yang berkedip (flash) terpasang di kedua sisi ujung landasan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Threshold Light dan Taxiway light. IV. Dalam rangka implementasi UU No. III. SQFL and RTIL KODE CCRSQFL-A/KPBP Teori : 88 Jam Praktek : 112 Jam 200 Jam Pelajaran I. SQFL dan RTIL serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. SQFL dan RTIL wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. . maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan CCR. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING CCR. b. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan. PERSYARATAN : a. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating CCR. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. SQFL dan RTIL dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. yang memberikan petunjuk kepada pesawat posisi ambang batas landasan (threshold). SQFL dan RTIL. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan CCR. Runway light. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas CCR. PENDAHULUAN Constant Current Requlator (CCR) adalah suatu peralatan yang digunakan mengontrol suplai arus tetap pada peralatan Approach light. PAPI/VASI System. II. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan.

Teori penunjang c. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. KURIKULUM RATING CCR. 2. Teori rinci peralatan b. Praktek CCRSQFL-A/T/1 CCRSQFL -A/T/2 44 CCRSQFL -A/T/3 CCRSQFL -A/T/4 8 16 CCRSQFL -A/T/5 96 CCRSQFL -A/T/6 4 16 88 112 . Blok dan circuit diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Pengoperasian b. Pemeliharaan pencegahan b. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1. 5. SQFL dan RTIL No. 6. Penggunaan alat ukur c. Teori b.V. Pemelihaaan Pencegahan d. 4. 3. Teori umum peralatan a. Fungsi peralatan b. Dokumen terkait Teknik peralatan a.

Prinsip kerja SQFL dan RTIL . Fungsi peralatan Teori penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan CCR. ADB.Annex 14 . 2. “Manual Book AFL”. “Manual Book AFL”. Joseph A. Teori Penunjang : . Teori rinci peralatan Blok dan Ciruit diagram Agar peserta mengetahui dan memaham Teknik peralatan CCR. SILABUS RATING CCR.CCR .Teori Digtal c. Dokumen terkait .CCR . 2. a. • SQFL • RTIL b. Siemens.Bagian-bagian penting • CCR.VI. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4. Annex 14. b. Teknik peralatan a.Dasar-dasar Elektronika . SQFL dan RTIL Fungsi peralatan .SQFL . SQFL dan RTIL 44 - 1. Edminister.SQFL . 4. Teori rinci peralatan . Honeywell. 16 P 1. b. . Block dan circuit diagram .RTIL a. 4. Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga. 2. “Aerodrome”. Visual Aids.Prinsip-prinsip kerja CCR • Moving Coil CCR • Static type CCR • Thyristor CCR . 1. “Manual Book AFL”.. . “Teknik Digital” Wasito. 3.Aerodrome Design Manual Path 4. “Vadekum Elektronika”. 1984 Wasito. SQFL dan RTIL MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. …………. Gramedia 2001. 3. “Manual Book AFL”.RTIL b. c.Rangkaian listrik. Visual Aids. No. 5.

“Manual Book AFL”. Prosedur pengoperasian CCR. b. dan trouble shooting a. b. ADB. b. “Manual Book AFL”. Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta mengetahui dan memaham prosedur pemeliharaan CCR. “Manual Book AFL”. ADB. …………. b. SQFL dan RTIL Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memaham pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. 3. 2. 3.. Praktek 4 16 . 2. SQFL dan RTIL Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting 1. Siemens. 3.. MATA PELAJARAN (TOPIK) Prosedur Pengoperasian TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memaham prosedur pengoperasian CCR. Teori b. Honeywell. “Manual Book AFL”.No. “Manual Book AFL”. SQFL dan RTIL secara benar Prosedur pengoperasian . 2. Pemeliharaan Pencegahan . Honeywell. SQFL dan RTIL secara benar. Teori b.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . “Manual Book AFL”. ADB. “Manual Book AFL”.. Siemens. …………. d. 4. …………. 96 5.Pemeliharaan Berkala . Praktek a. SQFL dan RTIL secara benar a. “Manual Book AFL”. Pemeliharaan a.CCR . 4. 4. 6. Siemens. “Manual Book AFL”. pemeliharaan CCR. 4. Prosedur pengoperasian CCR. c. Ujian/Evaluasi a. c. Honeywell. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. 3. d.RTIL 8 P 1.SQFL . “Manual Book AFL”. “Manual Book AFL”. “Manual Book AFL”.Trouble shooting 16 1.

cara pemasangan dan fungsinya serta sistem pemeliharaan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan AFL Configuration wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Dalam rangka implementasi UU No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. II. . MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas AFL Configuration. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan.). runway. Didalam rating ini menjelaskan sistem konfigurasinya. PERSYARATAN : a.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING AFL CONFIGURATION 200Jam Pelajaran Teori : Praktek : 108 Jam 88 Jam KODE AFLCFG-B/KPBP I. III. b. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan AFL Configuration serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. PENDAHULUAN Airfield Lighting (AFL) Configuration adalah sistem konfigurasi pemasangan peralatan Airfield Lighting System. penjelasan lampu-lampu dari AFL (approach. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. threshold. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. taxiway dll. IV. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating AFL Configuration dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih.

Layout configurasi c. Teori rinci peralatan b. KURIKULUM RATING AIRFIELD LIGHTING CONFIGURATION No. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Fungsi Peralatan b. Pemelihaaan Pencegahan d. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. 6. Penggunaan alat ukur c. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. 5. Teori b. Praktek AFLCFG-B/A/1 AFLCFG-B/A/2 48 AFLCFG-B/A/3 AFLCFG-B/A/4 8 16 AFLCFG-B/A/5 72 AFLCFG-B/A/6 4 16 108 88 . 2. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. Teori penunjang c. Teori umum peralatan a. Pengoperasian b.V. 3. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 32 1. 4. Pemeliharaan pencegahan b. Trouble shooting e.

32 P − 3. b. Joseph A. SILABUS RATING AIRFIELD LIGHTING CONFIGURATION MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a.Threshold light . 3.Taxiway light .Approach lighting . Aerodrome . 2. No. Visual Aids. II dan III MALS SALS Runway light Threshold light a. Teori rinci peralatan Layout konfigurasi Rencana instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan AFL System 48 - 1. a.Konfigurasi AFL System . Teknik peralatan a. Dokumen terkait . Manual Book AFL . Visual Aids.Rangkaian listrik .………. Visual Aids. b.Annex 14.Runway light . “Aerodrome Design Manual.Aerodrome Design Manual Path 4. b. Annex 14. “Aerodrome”. Fungsi peralatan Teori Penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan AFL System Fungsi peralatan . 1984 1.Topograpy c.PALS Cat I. Edminister.VI. Layout konfigurasi AFL System . 1. 2. Teori Penunjang . Teori rinci peralatan .Bagian-bagian penting • Approach lighting • Runway light • Taxiway light • Threshold light • Stop Way light b. Annex 14. c. c. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4. 2. Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga.

6. Praktek 4 16 . Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN Taxiway light Rencana Instalasi AFL Configuration System JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T c. d. c. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian.Trouble shooting 16 - a. Maintenance of Airport Visual and Facilities Airport Services Path 9. e. FAA. Prosedur pengoperasian AFL System Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan 72 a.No. b. c. “Airport Maintenance Practice” Manual Book AFL b. Pemeliharaan a. Teori b. “Airport Maintenance Practice” Manual Book AFL FAA. e. P 3. Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan Perbaikan a. Pemeliharaan Pencegahan . 5. Teori b. c.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . Ujian/Evaluasi a. b. Maintenance of Airport Visual and Facilities Airport Services Path 9. pemeliharaan AFL System secara benar. c. Prosedur Pengoperasian Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian AFL System secara benar Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan AFL System secara benar Prosedur pengoperasian AFL System 8 - Manual Book AFL 4. b. Praktek a. trouble shooting dan analisis sistem a. b. d. b.Pemeliharaan Berkala .

threshold. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan AFL Configuration serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. . III. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating AFL Configuration dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan. taxiway dll.). serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. penjelasan lampu-lampu dari AFL (approach. IV. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas AFL Configuration. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING AFL CONFIGURATION 144 Jam Pelajaran Teori : Praktek : 76 Jam 68 Jam KODE AFLCFG-B/KPBP I. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Dalam rangka implementasi UU No. PENDAHULUAN Airfield Lighting (AFL) Configuration adalah sistem konfigurasi pemasangan peralatan Airfield Lighting System. cara pemasangan dan fungsinya serta sistem pemeliharaan. runway. Didalam rating ini menjelaskan sistem konfigurasinya. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan AFL Configuration wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. b. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. II. PERSYARATAN : a.

Praktek AFLCFG-B/T/1 AFLCFG-B/T/2 32 AFLCFG-B/T/3 AFLCFG-B/T/4 8 16 AFLCFG-B/T/5 52 AFLCFG-B/T/6 4 16 76 68 . Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1. Teori b. Teori umum peralatan a. Pemelihaaan Pencegahan d. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. 3. Layout configurasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. 6.V. Teori penunjang c. Pemeliharaan pencegahan b. Pengoperasian b. 2. KURIKULUM RATING AIRFIELD LIGHTING CONFIGURATION No. 5. Penggunaan alat ukur c. 4. Teori rinci peralatan b. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Fungsi Peralatan b.

Fungsi peralatan Teori Penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan AFL System Fungsi peralatan .Aerodrome Design Manual Path 4.Approach lighting .VI. b.Bagian-bagian penting • Approach lighting • Runway light • Taxiway light • Threshold light • Stop Way light b. Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4. 2. “Aerodrome Design Manual. 2. Annex 14. No.PALS Cat I. Aerodrome . b. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4. Annex 14.Konfigurasi AFL System .………. b.Topograpy c. SILABUS RATING AIRFIELD LIGHTING CONFIGURATION MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. a. Teori rinci peralatan Layout konfigurasi Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan AFL System 32 - 1. c.Runway light .Threshold light .Rangkaian listrik . Teori rinci peralatan . 3. Teknik peralatan a. Dokumen terkait .Annex 14. Edminister. Teori Penunjang . Visual Aids. “Aerodrome”. Manual Book AFL . Visual Aids. 1. 1984 1. Layout konfigurasi AFL System . Joseph A. II dan III MALS SALS Runway light Threshold light a. 2. Visual Aids.Taxiway light . 16 P − 3.

d. Pemeliharaan a. FAA. c. pemeliharaan AFL System secara benar. c. 5. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. Praktek a.Pemeliharaan Berkala . dan trouble shooting a. 6. Teori b. Prosedur pengoperasian AFL System Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting 52 a. b. b. c. Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian AFL System secara benar Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan AFL System secara benar Prosedur pengoperasian AFL System 8 - Manual Book AFL 4. b. c. Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan Perbaikan a.Trouble shooting 16 - a. Praktek 4 16 .No. b.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN Taxiway light JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 3. b. d. Pemeliharaan Pencegahan . “Airport Maintenance Practice” Manual Book AFL b. Maintenance of Airport Visual and Facilities Airport Services Path 9. Maintenance of Airport Visual and Facilities Airport Services Path 9. Ujian/Evaluasi a. “Airport Maintenance Practice” Manual Book AFL FAA. Teori b.

MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating PAPI/VASI System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. telah ditetapkan bahwa 2 BAR VASI. digantikan dengan PAPI atau APAPI sedangkan TVASI atau ATVASI tetap menjadi direkomendasikan. Dalam rangka implementasi UU No. . maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan PAPI/VASI System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. 2 BAR AVASI dan 3 BAR AVASI sudah tidak lagi menjadi standard internasional sesudah tahun 1995. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas PAPI/VASI System. PERSYARATAN : a. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. 3 BAR VASI.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING PAPI/VASI SYSTEM 200 Jam Pelajaran Teori : Praktek : 108 Jam 88 Jam KODE PAPVAS-B/KPBP I. II. III. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan PAPI/VASI System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. b. IV. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. PENDAHULUAN Fungsi dari VASIS adalah alat bantu pendaratan visual yang memancarkan cahaya dan memberi informasi kepada penerbang mengenai sudut luncur (Glide Slope) yang benar untuk dapat mendaratkan pesawatnya secara benar pula. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. Secara umum fungsi PAPI sama dengan VASIS namun berbeda konfigurasi serta akurasi sudut pendaratannya. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. Sesuai dengan rekomendasi ICAO.

6. Trouble shooting e. 3. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Praktek PAPVAS-B/A/1 PAPVAS-B/A/2 48 PAPVAS-B/A/3 PAPVAS-B/A/4 8 16 PAPVAS-B/A/5 72 PAPVAS-B/A/6 4 16 108 88 . Pemelihaaan Pencegahan d. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. Layout konfigurasi c. Teori umum peralatan a. Teori rinci peralatan b. Fungsi peralatan b. 4. Pengoperasian b. Teori penunjang c. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Penggunaan alat ukur c. 2. Pemeliharaan pencegahan b.V. 5. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 32 1. Teori b. KURIKULUM RATING PAPI/VASI SYSTEM No.

No. Teori rinci peralatan .Penempatan lokasi TVASI System • Runway tanpa ILS • Runway dengan ILS . 1. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4.Topografi c.. c. Visual Aids. Visual Aids. Edminister.Annex 14. “Aerodrome”. b. “Aerodrome”. 4. 32 P 1. 3.Ground Check PAPI/VASI System 48 1. Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga. Teori rinci peralatan Layout konfigurasi Rencana instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan PAPI/VASI System a. Teori Penunjang . Annex 14. 2. Fungsi peralatan PAPI/ VASI System d. Visual Aids. SILABUS RATING PAPI/VASI SYSTEM MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. Aerodrome . 2. b.Optik . c.Aerodrome Design Manual Path 4.VI. 3.Rangkaian listrik .Bagian-bagian peralatan • PAPI System • VASI System . 1984 …. Joseph A. Fungsi peralatan Teori Penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan PAPI/VASI System c. Teknik peralatan a. Dokumen terkait . Manual Book PAPI/VASI System .Penempatan lokasi PAPI System • Runway tanpa ILS • Runway dengan ILS . Annex 14. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4. 2.

d. e. Prosedur Pengoperasian Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian PAPI/VASI System secara benar Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan PAPI/VASI System secara benar Prosedur pengoperasian PAPI/VASI System 8 - Manual System Book PAPI/VASI 4.No. e. “Airport Maintenance Practice” Manual Book AFL FAA. 3.Clinometer . d. 3.Pemeliharaan Berkala . b. c. 6.Alidade . Teori b. FAA. Praktek 4 16 . “Airport Maintenance Practice” Manual Book AFL 2. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. b. Pemeliharaan a. Maintenance of Airport Visual and Facilities Airport Services Path 9.PAPI System . 5. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan Perbaikan a. POKOK BAHASAN Layout konfigurasi PAPI/ TVASI System Rencana Instalasi PAPI /TVASI System JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 3. b. Ujian/Evaluasi a. Teori b.Theodolite Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan 72 1. Pemeliharaan Pencegahan .Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan Trouble shooting 16 - 1. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN b. trouble shooting dan analisis sistem a.VASI System Penggunaan alat ukur . c. Praktek a. Prosedur pengoperasian dan Ground Check : . 2. pemeliharaan PAPI/VASI System secara benar. c. b. Maintenance of Airport Visual and Facilities Airport Services Path 9.

serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. PERSYARATAN : a. digantikan dengan PAPI atau APAPI sedangkan TVASI atau ATVASI tetap menjadi direkomendasikan. Secara umum fungsi PAPI sama dengan VASIS namun berbeda konfigurasi serta akurasi sudut pendaratannya. 2 BAR AVASI dan 3 BAR AVASI sudah tidak lagi menjadi standard internasional sesudah tahun 1995. Dalam rangka implementasi UU No. b. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. II. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. telah ditetapkan bahwa 2 BAR VASI. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas PAPI/VASI System. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan PAPI/VASI System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. III. IV.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING PAPI/VASI SYSTEM 144 Jam Pelajaran Teori : Praktek : 76 Jam 68 Jam KODE PAPVAS-B/KPBP I. Sesuai dengan rekomendasi ICAO. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating PAPI/VASI System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan PAPI/VASI System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. . PENDAHULUAN Fungsi dari VASIS adalah alat bantu pendaratan visual yang memancarkan cahaya dan memberi informasi kepada penerbang mengenai sudut luncur (Glide Slope) yang benar untuk dapat mendaratkan pesawatnya secara benar pula. 3 BAR VASI.

KURIKULUM RATING PAPI/VASI SYSTEM No. Pengoperasian b. Praktek PAPVAS-B/T/1 PAPVAS-B/T/2 32 PAPVAS-B/T/3 PAPVAS-B/T/4 8 16 PAPVAS-B/T/5 52 PAPVAS-B/T/6 4 16 76 68 . Pemeliharaan pencegahan b. Teori penunjang c. Teori umum peralatan a. 3. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1. Pemelihaaan Pencegahan d. Penggunaan alat ukur c. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Fungsi peralatan b. Teori rinci peralatan b.V. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. 6. 5. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Layout konfigurasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. 4. 2. Teori b.

SILABUS RATING PAPI/VASI SYSTEM MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. 3. Fungsi peralatan Teori Penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan PAPI/VASI System c. Teori Penunjang . 2. “Aerodrome”. Manual Book PAPI/VASI System . 2. Aerodrome .Ground Check PAPI/VASI System 32 - 1.VI. 1. Teori rinci peralatan Layout konfigurasi Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan PAPI/VASI System a. b. Teknik peralatan a. 2. 4. b. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4. Teori rinci peralatan . Visual Aids.Annex 14.Bagian-bagian peralatan • PAPI System • VASI System .Penempatan lokasi TVASI System • Runway tanpa ILS • Runway dengan ILS .Rangkaian listrik . Visual Aids. Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga. Fungsi peralatan PAPI/ VASI System d.Aerodrome Design Manual Path 4.Optik . 3. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4.Topografi c. “Aerodrome”. No. Dokumen terkait . 16 P 1.. 1984 …. Visual Aids. Joseph A. Annex 14. c.Penempatan lokasi PAPI System • Runway tanpa ILS • Runway dengan ILS . Annex 14. Edminister.

Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. b.Pemeliharaan Berkala . d. 3. 5. c. b. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN b.Clinometer . Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian PAPI/VASI System secara benar Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan PAPI/VASI System secara benar Prosedur pengoperasian PAPI/VASI System 8 - Manual System Book PAPI/VASI 4. dan trouble shooting a. d. Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan Perbaikan a. Pemeliharaan a.Alidade . 6. pemeliharaan PAPI/VASI System secara benar. “Airport Maintenance Practice” Manual Book AFL FAA. Maintenance of Airport Visual and Facilities Airport Services Path 9. b. FAA.No.Theodolite Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting 52 1. 3.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan Trouble shooting 16 - 1.VASI System Penggunaan alat ukur . Teori b. Prosedur pengoperasian dan Ground Check : . Praktek 4 16 . Pemeliharaan Pencegahan . POKOK BAHASAN Layout konfigurasi PAPI/ TVASI System JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 3. Maintenance of Airport Visual and Facilities Airport Services Path 9. 2. Ujian/Evaluasi a. b. “Airport Maintenance Practice” Manual Book AFL 2.PAPI System . Praktek a. c. Teori b.

berupa letak dari bandara yang akan di daratinya dengan isyarat lampu yang memancarkan sinar hijau dan putih dengan intensitas cahaya yang tinggi. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. lampu yang menunjukkan letak wind shock pada area dekat landasan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. II. Obstruction Lighting atau tanda bahaya. .DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING SIGNALS AND BEACONS 120 Jam Pelajaran Teori : 60 Jam Praktek : 60 Jam KODE SIGNBEA-C/KPBP I. lampu yang memberikan petunjuk kepada penerbang yang akan melakukan pendaratan. yaitu lampu penunjuk arah pendaratan berbentuk hurut “T” yang dapat dikontrol arahnya dengan menggunakan motor. sehingga penerbang melihat sinar cahaya yang berputar berwarna hijau dan putih silih berganti menghasilkan cahaya kedip 12 kali per menit. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Signals dan Beacons dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. peralatan ini merupakan sirene yang dibunyikan oleh petugas ATC dari Tower yang berfungsi memberikan peringatan pada para petugas bandara yang bekerja di lapangan bahwa akan ada pesawat yang akan mendarat atau akan melakukan tinggal landas. Rotating Beacon. 2. 3. 2. PENDAHULUAN Peralatan signals meliputi : 1. Landing Direction Indicator. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Signals dan Beacons serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Wind Directional Indicator Light. Peralatan Beacon meliputi : 1. berupa Obstacle light dan Hazard Beacon. Sirine Warning System. Dalam rangka implementasi UU No. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Signals dan Beacons wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan.

Trouble shooting e. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. Fungsi peralatan b. PERSYARATAN : a. b. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. IV. Penggunaan alat ukur c. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. 4. 6. KURIKULUM RATING SIGNALS AND BEACONS No. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. Praktek SIGNBEA-C/A/1 SIGNBEA-C/A/2 32 SIGNBEA-C/A/3 SIGNBEA-C/A/4 8 8 SIGNBEA-C/A/5 44 SIGNBEA-C/A/6 4 16 60 60 . sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. V. Teori umum peralatan a. Pemeliharaan Pencegahan d. Dokumen terkait Teknik peralatan a. 5. Teori penunjang c. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Signals dan Beacons. Teori rinci peralatan b. Teori b. Blok dan circuit diagram c. Pemeliharaan pencegahan b. 3.III. Pengoperasian b. 2. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 8 1.

8 P 1. Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga.Traffic Light .Landing T. b. 32 - 2. 2. Fungsi peralatan Teori penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan Fungsi peralatan Signals and Beacons Fungsi peralatan Signals and Beacons b. c. Teori rinci peralatan . 198 1. Annex 14. Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Rencana Instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan peralatan Signals and Beacons a. “Aerodrome”. Joseph A.Wind Cone .VI. Prosedur Pengoperasian Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian Signals and Beacons secara benar Prosedur pengoperasian Signal and Beacon 8 - Manual Book . Aerodrome a. SILABUS RATING SIGNALS AND BEACONS MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a.Rangkaian listrik c. b. Dokumen terkait . - Aerodrome Design Manual Path 4.Obstruction Lght . 3. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4.Rotating Beacon .Apron Flood Light . Teknik peralatan a. Visual Aids.Sirene Block dan circuit diagram Signal and Beacon Rencana Instalasi Signal and Beacon Manual Book 3. . c. c. Edminister. b. No.Annex 14. Teori Penunjang . Visual Aids.

e. d. trouble shooting dan analisis sistem a. b. pemeliharaan Signals and Beacons secara benar. c. c. d.No. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan Trouble shooting Analisis sistem peralatan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian.Pemeliharaan Berkala .Trouble shooting 8 P Manual Book 4. Teori b. Praktek a.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . b. MATA PELAJARAN (TOPIK) Pemeliharaan a. Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan Perbaikan TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan Signals and Beacons secara benar a. b. b. Prosedur pengoperasian Signal and Beacon Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan - 44 Manual Book 6. Teori b. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. e. 5. Ujian/Evaluasi a. Praktek 4 16 . Pemeliharaan Pencegahan .

II.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING SIGNALS AND BEACONS 80 Jam Pelajaran Teori : 48 Jam Praktek : 32 Jam KODE SIGNBEA-C/KPBP I. Obstruction Lighting atau tanda bahaya. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Peralatan Beacon meliputi : 1. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Signals dan Beacons serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. yaitu lampu penunjuk arah pendaratan berbentuk hurut “T” yang dapat dikontrol arahnya dengan menggunakan motor. 2. 3. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. lampu yang memberikan petunjuk kepada penerbang yang akan melakukan pendaratan. lampu yang menunjukkan letak wind shock pada area dekat landasan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Signals dan Beacons wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. Sirine Warning System. Wind Directional Indicator Light. sehingga penerbang melihat sinar cahaya yang berputar berwarna hijau dan putih silih berganti menghasilkan cahaya kedip 12 kali per menit. PENDAHULUAN Peralatan signals meliputi : 1. berupa letak dari bandara yang akan di daratinya dengan isyarat lampu yang memancarkan sinar hijau dan putih dengan intensitas cahaya yang tinggi. berupa Obstacle light dan Hazard Beacon. . 2. peralatan ini merupakan sirene yang dibunyikan oleh petugas ATC dari Tower yang berfungsi memberikan peringatan pada para petugas bandara yang bekerja di lapangan bahwa akan ada pesawat yang akan mendarat atau akan melakukan tinggal landas. Landing Direction Indicator. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Signals dan Beacons dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Rotating Beacon. Dalam rangka implementasi UU No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.

Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. Blok dan circuit diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Pemeliharaan pencegahan b. V. Praktek SIGNBEA-C/T/1 SIGNBEA-C/T/2 24 SIGNBEA-C/T/3 SIGNBEA-C/T/4 4 8 SIGNBEA-C/T/5 20 SIGNBEA-C/T/6 4 12 48 32 . Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Signals dan Beacons. b. Teori b. 5. IV. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a.III. Teori umum peralatan a. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. PERSYARATAN : a. Pengoperasian b. 6. 2. Pemeliharaan Pencegahan d. Teori rinci peralatan b. 3. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 8 1. Teori penunjang c. Penggunaan alat ukur c. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Fungsi peralatan b. 4. KURIKULUM RATING SIGNALS AND BEACONS No.

b. 198 1. Fungsi peralatan Teori penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan Fungsi peralatan Signals and Beacons Fungsi peralatan Signals and Beacons b. Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan peralatan Signals and Beacons a.Rotating Beacon .VI. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4. Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga. b. No.Sirene Block dan circuit diagram Signal and Beacon Manual Book 3.Pemeliharaan Berkala . Joseph A. - Aerodrome Design Manual Path 4. Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian Signals and Beacons secara benar Prosedur pengoperasian Signal and Beacon 4 - Manual Book 4.Annex 14. Dokumen terkait . Visual Aids. 8 P 1.Perbaikan preventif 8 - Manual Book . Teori rinci peralatan . c. Pemeliharaan a. “Aerodrome”. Annex 14.Obstruction Lght . Teori Penunjang . b.Landing T. . 2.Traffic Light . Pemeliharaan Pencegahan . SILABUS RATING SIGNALS AND BEACONS MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. Pemeliharaan Pencegahan Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan Signals and a.Apron Flood Light .Wind Cone . Aerodrome a. Teknik peralatan a. Visual Aids. 3.Rangkaian listrik c. Edminister. 24 - 2.

c. b. Teori b. Teori b.No. Ujian/Evaluasi a. pemeliharaan Signals and Beacons secara benar. MATA PELAJARAN (TOPIK) Pemeliharaan Perbaikan TUJUAN Beacons secara benar b.Trouble shooting JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 5. b. POKOK BAHASAN Pemeliharaan Perbaikan . Prosedur pengoperasian Signal and Beacon Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting - 20 Manual Book 6. Praktek a. dan trouble shooting a. d. d. Praktek 4 12 . b. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. c. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian.

sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Power Control System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. letak peralatan. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. PENDAHULUAN Power Control System adalah suatu sistem kontrol manajemen yang menggunakan komputer sehingga mampu memantau (memonitoring). III. Sebagai contoh sistem ini dapat memberikan laporan terjadinya kelainan pada peralatan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Power Control System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. mengatur dan merekam kegiatan peralatan listrik dan mekanik yang berada dalam gedung agar dapat bekerja secara tepat guna. yang mencakup nama peralatan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Power Control System. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Power Control System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. PERSYARATAN : a. waktu terjadinya dan bentuk kesalahan yang dapat tercetak pada alarm priter dan terekam dalam kumpulan data pada hard disk. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. b. II. IV.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING POWER CONTROL SYSTEM KODE PCS-A/KPL&SPPPU 272 Jam Pelajaran Teori : 132 Jam Praktek : 140 Jam I. . 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Dalam rangka implementasi UU No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Sistem juga dapat melaporkan peralatan-peralatan yang telah tiba saatnya pemeliharaan berkalanya serta dapat mengkontrol secara otomatis untuk menghidupkan dan mematikan genset dan lain-lain.

Pemelihaaan Pencegahan d.V. 5. 6. Trouble shooting e. Teori umum peralatan a. Teori penunjang c. KURIKULUM RATING POWER CONTROL SYSTEM No. Penggunaan alat ukur c. Teori rinci peralatan b. 4. Pemeliharaan pencegahan b. Teori b. Pengoperasian b. 2. Fungsi peralatan b. Blok dan circuit diagram c. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. Rencana instalasi Prosedur pengoperasian Pemeliharaan a. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Praktek PCS-A/A/1 PCS-A/A/2 64 PCS-A/A/3 PCS-A/A/4 8 16 PCS-A/A/5 124 PCS-A/A/6 4 16 132 140 . Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. 3. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 40 1.

Block dan circuit diagram Power Control System c. • Protocol/Interface • Operating System . − 2. Fungsi peralatan b. b. c. .PT Gramedia Pustaka Utama.Programmable Logic Controller . Rencana Instalasi Power d. 64 - Manual Book . SILABUS RATING POWER CONTROL SYSTEM MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. Teknik peralatan a.Maintenance Center . Wasito S. Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Rencana Instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan PCS Teori Rinci Peralatan .Automation level b.. b. Teori penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum dalam peralatan PCS a.Microprocessor 40 P 1.Sensoric actoric .Modulator Demodulator .Pengetahuan Komunikasi data • Dasar dasar Komputer • Sistem jaringan • Media transmisi.Mimic panel . ”Vadekum Elektronika”. 1.Management Level • Reloading • Load Shadding • Synchronizing • System Proteksi • Remote Control Sys.VI. 2. 2001 …. No. Fungsi peralatan PCS Teori Penunjang .

pemeliharaan PCS secara benar. Prosedur standar pengoperasian Pendeteksi gangguan Prosedur pemulihan 8 - Manual Book 4. Ujian/Evaluasi a. Teori b. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN Control System JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 3. Pemeliharaan a. b. c. b. trouble shooting dan analisis sistem a. b. d. Prosedur pengoperasian Pendeteksi gangguan Prosedur pemulihan standar Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian PCS secara benar d. e. e.Pemeliharaan Berkala . Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan PCS secara benar a. Prosedur Pengoperasian a. b. Praktek a.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan - 16 - Manual Book 5. b. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. Teori b. Praktek 4 16 . Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan Trouble shooting Analisis sistem peralatan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian.No. d. c. e. f. c. Prosedur pengoperasian Pengunaan alat ukur Pemeliharaan Trouble shooting Analisis sistem peralatan - 124 Manual Book 6. Pemeliharaan Pencegahan .

yang mencakup nama peralatan. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Power Control System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. III. b. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Dalam rangka implementasi UU No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. PERSYARATAN : a. letak peralatan. IV. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Power Control System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. Sistem juga dapat melaporkan peralatan-peralatan yang telah tiba saatnya pemeliharaan berkalanya serta dapat mengkontrol secara otomatis untuk menghidupkan dan mematikan genset dan lain-lain. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Power Control System. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Power Control System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan. . PENDAHULUAN Power Control System adalah suatu sistem kontrol manajemen yang menggunakan komputer sehingga mampu memantau (memonitoring). mengatur dan merekam kegiatan peralatan listrik dan mekanik yang berada dalam gedung agar dapat bekerja secara tepat guna. Sebagai contoh sistem ini dapat memberikan laporan terjadinya kelainan pada peralatan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING POWER CONTROL SYSTEM KODE PCS-A/KPL&SPPPU 200 Jam Pelajaran Teori : 100 Jam Praktek : 100 Jam I. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. waktu terjadinya dan bentuk kesalahan yang dapat tercetak pada alarm priter dan terekam dalam kumpulan data pada hard disk. II.

Teori penunjang c. Pemelihaaan Pencegahan d.V. 2. 4. 6. Teori b. Pengoperasian b. Praktek PCS-A/T/1 PCS-A/T/2 48 PCS-A/T/3 PCS-A/T/4 8 16 PCS-A/T/5 84 PCS-A/T/6 4 16 100 100 . Teori rinci peralatan b. Fungsi peralatan b. Penggunaan alat ukur c. 3. Pemeliharaan pencegahan b. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 24 1. 5. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Teori umum peralatan a. KURIKULUM RATING POWER CONTROL SYSTEM No. Blok dan circuit diagram Prosedur pengoperasian Pemeliharaan a. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a.

Wasito S. Fungsi peralatan b.Management Level • Reloading • Load Shadding • Synchronizing • System Proteksi • Remote Control Sys. Fungsi peralatan PCS Teori Penunjang .Mimic panel . • Protocol/Interface • Operating System . ”Vadekum Elektronika”.Pengetahuan Komunikasi data • Dasar dasar Komputer • Sistem jaringan • Media transmisi. Teori umum peralatan a. No.Modulator Demodulator . b. 1. Teknik peralatan a.Maintenance Center .Automation level Block dan circuit diagram Power Control System 48 - Manual Book . .Sensoric actoric . 2001 ….Programmable Logic Controller . b.VI. Teori penunjang 2. Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan PCS c. b. − 2.PT Gramedia Pustaka Utama.Microprocessor 24 P 1. Teori Rinci Peralatan . SILABUS RATING POWER CONTROL SYSTEM MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPE L PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum dalam peralatan PCS a..

d. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. Praktek 4 16 . e. b. Teori b. pemeliharaan PCS secara benar. Prosedur standar pengoperasian Pendeteksi gangguan Prosedur pemulihan 8 P Manual Book 3. Prosedur pengoperasian Pengunaan alat ukur Pemeliharaan Trouble shooting - 84 Manual Book 6.No. Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan PCS secara benar a. c.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan - 16 - Manual Book 5. c. b. f. Pemeliharaan Pencegahan . Praktek a. Teori b. Prosedur Pengoperasian a.Pemeliharaan Berkala . b. b. c. Prosedur pengoperasian Pendeteksi gangguan Prosedur pemulihan standar 4. b. dan trouble shooting a. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. d. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPE L PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian PCS secara benar d. Ujian/Evaluasi a. Pemeliharaan a.

03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. PERSYARATAN : a. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Aircraft Docking Guidance System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. IV. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Aircraft Docking Guidance System. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING AIRCRAFT DOCKING GUIDANCE SYSTEM KODE ADGS-A/KPL&SPPPU Teori : 132 Jam Praktek : 140 Jam 272 Jam Pelajaran I. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Aircraft Docking Guidance System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. III. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlihan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Aircraft Docking Guidance System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. . Dalam rangka implementasi UU No. b. PENDAHULUAN Aircraft Docking Guidance System adalah peralatan untuk menuntut pesawat udara yang baru saja mendarat menuju ke satu posisi parkir yang sudah ditetapkan dengan bantuan seperangkat peralatan panduan parkir secara visual. II. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.

2. Kalibrasi c. Pemelihaaan Pencegahan e. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 40 1.V. Blok dan circuit diagram c. Teori rinci peralatan b. Pengoperasian b. Trouble shooting f. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Penggunaan alat ukur d. Teori b. Fungsi peralatan b. 6. Teori umum peralatan a. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. KURIKULUM RATING ADGS No. 3. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. 5. Teori penunjang c. Dokumen terkait Teknik peralatan a. 4. Pemeliharaan pencegahan b. Praktek ADGS-A/A/1 ADGS-A/A/2 64 ADGS-A/A/3 ADGS-A/A/4 8 16 ADGS-A/A/5 124 ADGS-A/A/6 4 16 132 140 .

Edminister. 4. c. Fungsi Peralatan Teori Penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan ADGS a.Aerodrome manual Part 4. 2. 2. .Rangkaian Listrik . Teknik peralatan a. “Aerodrome”. Joseph A. Teori rinci peralatan . Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4. Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga. Annex 14. “Vadekum Elektronika”.Micro controller . No. Fungsi Peralatan Teori Penunjang . b. Visual Aids. c.Sistem Kalibrasi 64 - Manual Book ADGS. 3.Teknik elektronika dan digital . 5.ICAO Annex 14 .Bagian-bagian penting ADGS • Sensor • Display • Prosessing data control • Operation control unit . “Teknik Digital” Wasito.VI. Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Rencana instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan ADGS a. b.Sensoric Dokumen terkait . Visual Aids 40 P 1. 1. Gramedia 2001.Dasar-dasar komputer .Jenis Sensor • Laser • Loop metal detector • Camera . c. 1984 Wasito.Programmable Logic Control (PLC) . SILABUS RATING ADGS MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. b.

Pemeliharaan pencegahan Pemeliharaan perbaikan a. Praktek 4 16 . e.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . pemeliharaan ADGS secara benar. b. b. 6. f. c. Teori Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. Prosedur pengoperasian Kalibrasi Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian.Blok control . d.Pemeliharaan Berkala . Ujian/Evaluasi a.No.Blok Display Rencana instalasi ADGS JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P c.Trouble shooting 16 - Manual Book ADGS. b. Pemeliharaan Pencegahan . trouble shooting dan analisis sistem a. 5. 3. f.Blok sensor . b. Teori b. c. e. Pemeliharaan a. d. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN b. Prosedur pengoperasian ADGS Kalibrasi Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan ADGS - 124 Manual Book ADGS. POKOK BAHASAN Block dan circuit diagram . Prosedur Pengoperasian Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian ADGS secara benar Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan ADGS secara benar Prosedur pengoperasian ADGS 8 - Manual Book ADGS. b. Praktek a. 4.

Dalam rangka implementasi UU No. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Aircraft Docking Guidance System. . IV. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan. PERSYARATAN : a. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. III. II. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Aircraft Docking Guidance System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. PENDAHULUAN Aircraft Docking Guidance System adalah peralatan untuk menuntut pesawat udara yang baru saja mendarat menuju ke satu posisi parkir yang sudah ditetapkan dengan bantuan seperangkat peralatan panduan parkir secara visual. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING AIRCRAFT DOCKING GUIDANCE SYSTEM KODE ADGS-A/KPL&SPPPU Teori : 100 Jam Praktek : 100 Jam 200 Jam Pelajaran I. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. b. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Aircraft Docking Guidance System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Aircraft Docking Guidance System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.

Teori umum peralatan a. Fungsi peralatan b. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. KURIKULUM RATING ADGS No. 3. 6.V. Pengoperasian b. 5. Teori penunjang c. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 24 1. Pemeliharaan pencegahan b. 2. 4. Teori b. Penggunaan alat ukur d. Kalibrasi c. Praktek ADGS-A/T/1 ADGS-A/T/2 48 ADGS-A/T/3 ADGS-A/T/4 8 16 ADGS-A/T/5 84 ADGS-A/T/6 4 16 100 100 . Blok dan circuit diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Teori rinci peralatan b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Pemelihaaan Pencegahan e.

. 1984 Wasito.Jenis Sensor • Laser • Loop metal detector • Camera . Teori rinci peralatan . 2.Bagian-bagian penting ADGS • Sensor • Display • Prosessing data control • Operation control unit . b. Visual Aids. 4. b. “Teknik Digital” Wasito. c.Programmable Logic Control (PLC) . 5. Gramedia 2001. c. “Vadekum Elektronika”. 1.Aerodrome manual Part 4. Joseph A. Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan ADGS a.Sensoric Dokumen terkait . Fungsi Peralatan Teori Penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan ADGS a.VI. Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga.ICAO Annex 14 . Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4. 3. b.Rangkaian Listrik . Annex 14. 2.Teknik elektronika dan digital .Dasar-dasar komputer .Micro controller . Visual Aids 24 P 1. “Aerodrome”.Sistem Kalibrasi 48 - Manual Book ADGS. Edminister. SILABUS RATING ADGS MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. Fungsi Peralatan Teori Penunjang . Teknik peralatan a. No.

Teori b. Teori Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . Prosedur pengoperasian ADGS Kalibrasi Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting - 84 Manual Book ADGS. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN b. Ujian/Evaluasi a.Blok control . e.Blok sensor . b. 5.No. POKOK BAHASAN Block dan circuit diagram . Prosedur pengoperasian Kalibrasi Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. Praktek a.Blok Display JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 3. d. b. pemeliharaan ADGS secara benar dan trouble shooting a. e. b. Pemeliharaan pencegahan Pemeliharaan perbaikan a. b. Praktek 4 16 .Trouble shooting 16 - Manual Book ADGS. c. d. 6. 4.Pemeliharaan Berkala . Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian ADGS secara benar Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan ADGS secara benar Prosedur pengoperasian ADGS 8 - Manual Book ADGS. Pemeliharaan a. Pemeliharaan Pencegahan . c. b.

MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Genset dan Acos. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. III. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. IV. PENDAHULUAN Generator Set (Genset) adalat suatu pembangkit listrik tenaga diesel yang digunakan di Bandar Udara sebagai catu daya cadangan bila terjadi pemadaman aliran listrik PLN. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. II. Untuk menghidupan genset dan pengambil-alihan beban secara otomatis dari PLN ke Genset saat terjadi aliran listrik PLN padam atau sebaliknya saat PLN hidup (ON) kembali dan pengambialihan beban dari genset ke PLN dan kemudian genset mati secara otomatis. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Genset dan Acos serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING GENSET AND ACOS 200 Jam Pelajaran Teori : 88 Jam Praktek : 112 Jam KODE G&A-B/KPL&SPPPU I. maka dipasang sebuah panel Automatic Changeover Switch (ACOS). Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. b. PERSYARATAN : a. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. Dalam rangka implementasi UU No. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Genset dan Acos dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kompetensi serta terlatih. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Genset dan ACOS wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. . sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.

Teori penunjang c. Teori umum peralatan a. Blok dan circuit diagram c. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Dokumen terkait Teknik peralatan a. 6. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. 4. Fungsi peralatan b. Pemeliharaan pencegahan b. KURIKULUM RATING GENSET DAN ACOS No. 2. 3.V. Pemelihaaan Pencegahan d. Teori rinci peralatan b. Pengoperasian b. 5. Teori b. Penggunaan alat ukur c. Trouble shooting e. Praktek G&A-B/A/1 G&A-B/A/2 40 G&A-B/A/3 G&A-B/A/4 12 16 G&A-B/A/5 96 G&A-B/A/6 4 16 88 112 .

1. Electrical System a.Cara kerja : • Genset standby. No. 5.Teknik Tenaga Listrik . Teori rinci peralatan Blok dan circuit diagram Rencana instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan Genset & ACOS a.Bagian-Bagian Peralatan Genset • Engine • Alternator • Panel Genset • Accessories . Aerodrome Aerodrome Design Manual Path 5. 2. • Genset Sinkron • No break Genset . “Mekanikal overhoule” SEG.Engine .Bagian-Bagian Peralatan ACOS • AMF • Control relay .ACOS b.Sistem pengaman . Manual Book AMF” ……… . Electrical System. 1982. c. Teori penunjang . c.Relay c. Zuhal. 4. New Delhi1980. 16 P 1.VI. “Electrical Technology. 4. Dokumen terkait Annex 14. main. Fungsi peralatan Teori penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan Genset dan ACOS Fungsi peralatan . 2. b. “Mekanikal Dasar” BBI.L. b. Annex 14. “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb. 3. Teori rinci peralatan . 3. Teknik peralatan a. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 5.Genset . “Aerodrome”.Cara kerja ACOS 40 - 1. …. 2. Theraja B. BBI. SILABUS RATING GENSET DAN ACOS MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a.

Perhitungan beban listrik .Injector Tester Pemeliharaan pencegahan - 96 1.Trouble shooting 16 1. 4. 2.Perhitungan pengaman dan pemutus JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P c. e. pemeliharaan Genset dan ACOS secara benar. Manual Book AMF” ……… 4. Prosedur Pengoperasian Genset Prosedur pengoperasian ACOS Penggunaan alat ukur .Pressure Gauge . “Mekanikal overhoule” SEG. Manual Book AMF” ……… BBI. 2. 2. 3. c.AVR . BBI. c. POKOK BAHASAN Block dan circuit diagram . 4. . 5. b. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. Pemeliharaan pencegahan Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan Genset dan ACOS secara benar a.Tachometer . “Mekanikal Dasar” BBI. 3. “Mekanikal overhoule” SEG. b.ACOS Rencana Instalasi . Prosedur Pengoperasian Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian Genset dan ACOS secara benar a. 3.No. Pemeliharaan a. Praktek a. “Mekanikal Dasar” BBI. Manual Book AMF” ……… BBI.Pemeliharaan Berkala . Pemeliharaan Pencegahan . 3. b. d.Alternator . b. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN b. 4. “Mekanikal overhoule” SEG. trouble shooting dan analisis sistem a. d. Prosedur Genset Prosedur ACOS pengoperasian pengoperasian 12 - 1.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . b.Perhitungan panel ACOS . “Mekanikal Dasar” BBI.

MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN e.No. f. Praktek 4 16 . Teori b. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. Ujian/Evaluasi a. Teori b. POKOK BAHASAN Trouble shooting Analisis sistem peralatan JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 6.

yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Untuk menghidupan genset dan pengambil-alihan beban secara otomatis dari PLN ke Genset saat terjadi aliran listrik PLN padam atau sebaliknya saat PLN hidup (ON) kembali dan pengambialihan beban dari genset ke PLN dan kemudian genset mati secara otomatis. PERSYARATAN : a. . maka dipasang sebuah panel Automatic Changeover Switch (ACOS). Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. b. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Genset dan Acos serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Dalam rangka implementasi UU No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING GENSET AND ACOS 144 Jam Pelajaran Teori : 76 Jam Praktek : 68 Jam KODE G&A-B/KPL&SPPPU I. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Genset dan ACOS wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. IV. III. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. PENDAHULUAN Generator Set (Genset) adalat suatu pembangkit listrik tenaga diesel yang digunakan di Bandar Udara sebagai catu daya cadangan bila terjadi pemadaman aliran listrik PLN. II. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Genset dan Acos dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kompetensi serta terlatih. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Genset dan Acos.

V. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Blok dan circuit diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. KURIKULUM RATING GENSET DAN ACOS No. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1. Teori b. Penggunaan alat ukur c. Teori rinci peralatan b. Teori penunjang c. Teori umum peralatan a. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Fungsi peralatan b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. 6. Pengoperasian b. 4. 3. Praktek G&A-B/T/1 G&A-B/T/2 32 G&A-B/T/3 G&A-B/T/4 8 16 G&A-B/T/5 52 G&A-B/T/6 4 16 76 68 . 5. Pemelihaaan Pencegahan d. 2. Pemeliharaan pencegahan b.

…. 2. “Mekanikal Dasar” BBI. 2. c. Dokumen terkait Annex 14. 3.Bagian-Bagian Peralatan ACOS • AMF • Control relay . 4. Fungsi peralatan Teori penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan Genset dan ACOS Fungsi peralatan . 1982. 3. b.L. 4. 1. Teori penunjang . Theraja B. “Mekanikal overhoule” SEG. Manual Book AMF” ……… .Sistem pengaman . main.Bagian-Bagian Peralatan Genset • Engine • Alternator • Panel Genset • Accessories . Teori rinci peralatan Blok dan circuit diagram Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan Genset & ACOS a. b. Electrical System a. SILABUS RATING GENSET DAN ACOS MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. 16 P 1. Electrical System. New Delhi1980. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 5. “Aerodrome”. No.Relay c. 2.Engine . “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb.Cara kerja : • Genset standby. Teknik peralatan a.ACOS b.Teknik Tenaga Listrik .VI.Cara kerja ACOS 32 - 1. Teori rinci peralatan . Aerodrome Aerodrome Design Manual Path 5. Zuhal.Genset . 5. • Genset Sinkron • No break Genset . Annex 14. “Electrical Technology. BBI.

Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . Manual Book AMF” ……… 4. 4. Pemeliharaan a. b. “Mekanikal overhoule” SEG.Pressure Gauge . Teori b. “Mekanikal Dasar” BBI.Trouble shooting 16 - 1. Manual Book AMF” ……… BBI.Injector Tester Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting - 52 1. 8 - 1. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. 4. 3. b. Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian Genset dan ACOS secara benar a. Praktek 4 16 . Pemeliharaan Pencegahan . 3. d. “Mekanikal overhoule” SEG. 4.AVR . 3. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. b. b. Pemeliharaan pencegahan Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan Genset dan ACOS secara benar a. Prosedur Pengoperasian Genset Prosedur pengoperasian ACOS Penggunaan alat ukur .ACOS Prosedur Genset Prosedur ACOS pengoperasian pengoperasian JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 3. 2.Tachometer . POKOK BAHASAN Block dan circuit diagram . 6. c. 2. pemeliharaan Genset dan ACOS secara benar. Praktek a.Pemeliharaan Berkala . b. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN b. 5. dan trouble shooting a. BBI. d. “Mekanikal Dasar” BBI. 2. Ujian/Evaluasi a. Manual Book AMF” ……… BBI.Alternator .No. c. “Mekanikal overhoule” SEG. “Mekanikal Dasar” BBI. Teori b.

. Di dalam diklat Rating ini menjelaskan peralatan-peralatan transmisi dan distribusi.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING TRANSMISSION AND DISTRIBUTION 200 Jam Pelajaran Teori : 100 Jam Praktek : 100 Jam KODE T&D-B/KPL&SPPPU I. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Transmission and Distribution serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. II. III. PENDAHULUAN Sistem tenaga listrik pada umumnya terdiri dari empat unsur yaitu pembangkit. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Transmission and Distribution dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Transmisi digunakan untuk menyaluran tenaga listrik dari pembangkit ke pusat-pusat beban sedangkan distribusi digunakan untuk menyalurkan tenaga listrik dari pusat beban ke masing-masing pemakai tenaga listrik. IV. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. b. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Transmission and Distribution. PERSYARATAN : a. distribusi dan pemakai tenaga listrik. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Transmission and Distribution wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. transmisi. Dalam rangka implementasi UU No.

Teori umum peralatan a. 4. Praktek T&D-B/A/1 T&D-B/A/2 48 T&D-B/A/3 T&D-B/A/4 8 16 T&D-B/A/5 84 T&D-B/A/6 4 16 100 100 . Analisis sistem jaringan Ujian/Evaluasi a. 5. Wiring panel TM dan TR g. 3.V. Pemeliharaan h. Penggunaan alat ukur e. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Teori b. 6. KURIKULUM RATING TRANSMISSION AND DISTRIBUTION No. Fungsi peralatan b. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 24 1. Prosedur pengoperasian b. 2. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Penyambungan kabel c. Trouble shooting i. Klasifikasi c. Pemeliharaan pencegahan b. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Pencarian gangguan d. Pengujian relay proteksi f. Teori rinci peralatan b. Teori penunjang c.

Arrester .Rangkaian Listrik . 3. 1984 10.Sistem Transmisi . a. Fungsi peralatan Teori penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan Trans & Dist.Capacitor bank . 9. Teori Penunjang .Hubung singkat . Abdul Kadir. Joseph A. Joseph A.Sistem Distribusi .Konfigurasi sistem 48 - 1.L. Teknik Tenaga Listrik”. No. Abdul Kadir. 1. Edminister. “Transmisi Tenaga Listrik” UIP 1998. Teori rinnci peralatan Klasifikasi Rencana instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan Trans & Dist a.Panel TR .Penghantar .Komponen Simetris .Sistem Proteksi . 4.Aerodrome Design Manual Path 5. Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga. Abdul Kadir. Aris Munanandar. Abdul Kadir.Panel TM Klasifikasi Trans & Dist. UIP 2000 Theraja B. New Delhi1980. “Electrical Technology. UIP 2000 8. Theraja B. Teknik peralatan a. “Electrical Technology. .Switchgear . b. 2. Fungsi peralatan Trans & Dist. New Delhi1980.Gangguan arus bocor .Networking System .VI.Tegangan surja c. Edminister. Teori Rinci Peralatan . b. Aerodrome Design Manual Path 5. Schaum Series “Rangkaian Listrik” . “Transmisi Tenaga Listrik” UIP 1998. SILABUS RATING TRANSMISSION AND DISTRIBUTION MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. 2. c.L. b. Electrical System 6. “Distribusi dan Utilitasi Tenaga Listrik”. 7. Dokumen terkait . b. c. Electrical System 24 P 5. “Distribusi dan Utilitasi Tenaga Listrik”.Transformator Daya .

c.Megger .Phase sequence . h. Pemeliharaan Pencegahan b. pemeliharaan Trans & Dist secara benar. d. b. g.Kebocoran arus . MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN . i. trouble shooting dan analisis sistem a. f. b. e.Pemeliharaan Berkala . b.No.Transmisi sistem c.Panel TR . d. e. f. 1984 Aris Munanandar. Pemeliharaan a. i.Cable fault detector .Relay detector Pengujian relay proteksi Wiring panel TM dan TR Pemeliharaan Trouble shooting Analisis sistem jaringan - 84 Manual book . c. Pemeliharaan Perbaikan a. Praktek a. Prosedur pengoperasian Penyambungan kabel Pencarian gangguan Penggunaan alat ukur Pengujian relay proteksi Wiring panel TM dan TR Pemeliharaan Trouble shooting Analisis sistem jaringan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . g.Multi meter .Transformator daya 8 - Manual book 4.Trouble shooting 16 - Manual book 5.Hubung singkat Penggunaan alat ukur . Prosedur pengoperasian Penyambungan kabel Pencarian gangguan . h. Teknik Tenaga Listrik” T P 5. 3. Prosedur pengoperasian Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian Panel TR/TM dan Transformator daya secara benar Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan Trans & Dist secara benar Prosedur pengoperasian . Pemeliharaan Pencegahan . Rencana instalasi transmisi dan distribusi JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN Penerbait Erlangga.Panel TM .

No. MATA PELAJARAN (TOPIK) Ujian/Evaluasi a. Teori b. . Praktek TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. Teori b. Praktek 4 P 16 6.

transmisi. III. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan. PERSYARATAN : a. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. . maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Transmission and Distribution wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Transmission and Distribution serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. PENDAHULUAN Sistem tenaga listrik pada umumnya terdiri dari empat unsur yaitu pembangkit. IV. Di dalam diklat Rating ini menjelaskan peralatan-peralatan transmisi dan distribusi. Dalam rangka implementasi UU No. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Transmission and Distribution. II. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Transmission and Distribution dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. b. distribusi dan pemakai tenaga listrik. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING TRANSMISSION AND DISTRIBUTION 144 Jam Pelajaran Teori : 76 Jam Praktek : 68 Jam KODE T&D-B/KPL&SPPPU I. Transmisi digunakan untuk menyaluran tenaga listrik dari pembangkit ke pusat-pusat beban sedangkan distribusi digunakan untuk menyalurkan tenaga listrik dari pusat beban ke masing-masing pemakai tenaga listrik.

Teori penunjang c.V. Fungsi peralatan b. Penggunaan alat ukur e. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Praktek T&D-B/A/1 T&D-B/A/2 32 T&D-B/A/3 T&D-B/A/4 8 16 T&D-B/A/5 52 6. Penyambungan kabel c. Pemeliharaan h. Teori rinci peralatan b. Teori umum peralatan a. Dokumen terkait Teknik peralatan a. 5. Teori b. KURIKULUM RATING TRANSMISSION AND DISTRIBUTION No. Pengujian relay proteksi f. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. 4. T&D-B/A/6 4 16 76 68 . Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1. Pemeliharaan pencegahan b. 2. Prosedur pengoperasian b. 3. Wiring panel TM dan TR g. Pencarian gangguan d. Klasifikasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a.

b.L.Hubung singkat . Teknik Tenaga Listrik”. Teori Rinci Peralatan . New Delhi1980. b. Joseph A. UIP 2000 8. Teknik peralatan a.Sistem Distribusi . Teori Penunjang . Abdul Kadir. Aerodrome Design Manual Path 5. Schaum Series “Rangkaian Listrik” . c. Fungsi peralatan Teori penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan Trans & Dist. “Distribusi dan Utilitasi Tenaga Listrik”. 2.Rangkaian Listrik . 2. 9. New Delhi1980. “Distribusi dan Utilitasi Tenaga Listrik”. a.Transformator Daya .Capacitor bank . Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga.Sistem Proteksi .Panel TM Klasifikasi Trans & Dist.Penghantar . Fungsi peralatan Trans & Dist. Electrical System 6. Electrical System 16 P 5. “Transmisi Tenaga Listrik” UIP 1998. “Electrical Technology.Tegangan surja c.Konfigurasi sistem 32 - 1. 3.VI. Theraja B. 7. . Abdul Kadir. 1. Edminister. Abdul Kadir.Gangguan arus bocor . 1984 10. Joseph A.Aerodrome Design Manual Path 5.Panel TR . No. “Transmisi Tenaga Listrik” UIP 1998.Arrester . b.L. Dokumen terkait .Networking System .Komponen Simetris .Switchgear . Teori rinnci peralatan Klasifikasi Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan Trans & Dist a. Aris Munanandar. Abdul Kadir. “Electrical Technology. Edminister. SILABUS RATING TRANSMISSION AND DISTRIBUTION MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. b. 4.Sistem Transmisi . UIP 2000 Theraja B.

Multi meter . e. Pemeliharaan a.Cable fault detector .Pemeliharaan Berkala . h. d. Pemeliharaan Pencegahan . b.Panel TR . e.Kebocoran arus .Megger . Prosedur pengoperasian Penyambungan kabel Pencarian gangguan Penggunaan alat ukur Pengujian relay proteksi Wiring panel TM dan TR Pemeliharaan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. Teknik Tenaga Listrik” T P 5. Praktek a. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN Transmisi sistem JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN Penerbait Erlangga. b.Relay detector Pengujian relay proteksi Wiring panel TM dan TR Pemeliharaan Trouble shooting - 52 Manual book . Pemeliharaan Perbaikan a. h. 1984 Aris Munanandar. b. Prosedur pengoperasian Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian Panel TR/TM dan Transformator daya secara benar Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan Trans & Dist secara benar Prosedur pengoperasian . Prosedur pengoperasian Penyambungan kabel Pencarian gangguan . f. g.Phase sequence . dan trouble shooting a. c. Pemeliharaan Pencegahan b. pemeliharaan Trans & Dist secara benar. 3.Trouble shooting 16 - Manual book 5. d.Hubung singkat Penggunaan alat ukur . c. g.No.Panel TM . f.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan .Transformator daya 8 - Manual book 4.

No. MATA PELAJARAN (TOPIK) Ujian/Evaluasi a. Teori b. Praktek 4 P 16 6. Teori b. Praktek TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. .

III. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating UPS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Dalam rangka implementasi UU No. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan UPS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. II. b. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan UPS wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. PERSYARATAN : a. PENDAHULUAN Uninterruptible Power Supply (UPS) atau disebut juga sebagai catu daya tak terputus (continuous power sources) adalah sistem catu daya listrik yang dapat memberikan tenaga listrik secara independen dalam jangka waktu tertentu tanpa harus adanya sumber catu daya primer atau sekunder atau sumber catu daya tersebut sedang dalam gangguan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas UPS. . IV.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING UNINTERRUPTIBLE POWER SUPPLY KODE UPS-B/KPL&SPPPU Teori : 88 Jam Praktek : 112 Jam 200 Jam Pelajaran I. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal.

Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. Teori umum peralatan a. Pemeliharaan pencegahan b. Teori b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. 6. 5. Pemelihaaan Pencegahan d. 4. Blok dan circuit diagram c. Penggunaan alat ukur c. Klasifikasi d. Pengoperasian b. Praktek UPS-B/A/1 UPS-B/A/2 40 UPS-B/A/3 UPS-B/A/4 8 12 UPS-B/A/5 96 UPS-B/A/6 4 16 88 112 . 2. Rencana instalasi Prosedur pengoperasian Pemeliharaan a. KURIKULUM RATING UNINTERUPTED POWER SUPPLY No. Teori penunjang c. Fungsi peralatan b.V. 3. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 24 1. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Teori rinci peralatan b. Trouble shooting e.

1. 1982 Manual Book UPS ………… . Theraja B. Annex 14. Klasifikasi UPS . “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb. 2.Perhitungan beban . Zuhal. b. Fungsi peralatan Teori penunjang Dokumen teerkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan UPS a.Backup time . Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 5. “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb.L. Block dan circuit diagram .VI. Fungsi peralatan UPS Teori Penunjang .Bagian-bagian penting UPS • Rectifier • Inverter • Battery • Multivibrator b. Zuhal.Penentuan jenis UPS . b.Listrik AC/DC .Diode .Inverter c.Pemilihan battery a. “Electrical Technology. Theraja B. 1982. b. Aerodrome . Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Klasifikasi Rencana Instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan UPS Teori rinci peralatan . c. 3.Thyristor Teknik digital Teori Penunjang . Electrical System 24 P 1. d.Rectifier .UPS Static d. “Aerodrome”. SILABUS RATING UNINTERUPTED POWER SUPPLY MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a.Aerodrome Design Manual Path 5. 2. c.UPS Dinamic . 3. Electrical System. 40 - 1. “Electrical Technology.Annex 14.L. New Delhi1980. Rencanaa Instalasi . c. 4. New Delhi1980. 4. Teknik peralatan a. 2. No.

c.Hidrometer . Praktek a. Praktek 4 16 . Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian.Pemeliharaan Berkala . b. d. b. b. 4.Trouble shooting 12 - Manual Book UPS 5. Ujian/Evaluasi a. c.Bypass Penggunaan alat ukur .Redundance system . Prosedur pengoperasian UPS .Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan UPS secara benar a. Pemeliharaan a. Pemeliharaan Pencegahan . e.Mhometer Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan 96 Manual Book UPS 6. b. Teori b. d.Harmonic analyzer . e. pemeliharaan UPS secara benar. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. trouble shooting dan analisis sistem a.Battery checker . MATA PELAJARAN (TOPIK) Prosedur Pengoperasian TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian UPS secara benar Prosedur pengoperasian UPS 8 P Manual Book UPS 3.No. Teori b.

03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan UPS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. b. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating UPS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. III. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan UPS wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING UNINTERRUPTIBLE POWER SUPPLY KODE UPS-B/KPL&SPPPU Teori : 76 Jam Praktek : 68 Jam 144 Jam Pelajaran I. . 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. PENDAHULUAN Uninterruptible Power Supply (UPS) atau disebut juga sebagai catu daya tak terputus (continuous power sources) adalah sistem catu daya listrik yang dapat memberikan tenaga listrik secara independen dalam jangka waktu tertentu tanpa harus adanya sumber catu daya primer atau sekunder atau sumber catu daya tersebut sedang dalam gangguan. IV. Memiliki Sertifikat Kecakapan terampil Listrik Penerbangan. PERSYARATAN : a. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas UPS. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Dalam rangka implementasi UU No. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. II.

V. Penggunaan alat ukur c. 5. Teori penunjang c. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Pemeliharaan pencegahan b. Dokumen terkait Teknik peralatan a. 3. Pengoperasian b. 4. Teori b. 2. Praktek UPS-B/A/1 UPS-B/A/2 36 UPS-B/A/3 UPS-B/A/4 8 12 UPS-B/A/5 52 UPS-B/A/6 4 16 76 68 . Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1. Blok dan circuit diagram c. Teori umum peralatan a. Pemelihaaan Pencegahan d. Fungsi peralatan b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Teori rinci peralatan b. Klasifikasi Prosedur pengoperasian Pemeliharaan a. 6. KURIKULUM RATING UNINTERUPTED POWER SUPPLY No.

3. Teknik peralatan a.L. No. 4.L. Theraja B. 2.Aerodrome Design Manual Path 5.UPS Static d. 3.Bagian-bagian penting UPS • Rectifier • Inverter • Battery • Multivibrator b. 4. Zuhal. b. c. Rencanaa Instalasi . Aerodrome . 1982 Manual Book UPS ………… . “Electrical Technology. Electrical System. 1. Zuhal. b. “Electrical Technology.Thyristor Teknik digital Teori Penunjang .Backup time .VI. “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb. Fungsi peralatan Teori penunjang Dokumen teerkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan UPS a. Fungsi peralatan UPS Teori Penunjang .Listrik AC/DC .Diode . “Aerodrome”. Electrical System 16 P 1. Theraja B. New Delhi1980.Pemilihan battery a.Penentuan jenis UPS . Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 5. New Delhi1980. “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb. Annex 14. 36 - 1. c.Annex 14. 1982. Klasifikasi UPS . c.Inverter c. Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Klasifikasi Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan UPS Teori rinci peralatan . SILABUS RATING UNINTERUPTED POWER SUPPLY MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a.Rectifier . 2.Perhitungan beban . b.UPS Dinamic . 2. Block dan circuit diagram .

dan trouble shooting a. d. Teori b. pemeliharaan UPS secara benar.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan .Pemeliharaan Berkala .Harmonic analyzer . Praktek a. Praktek 4 16 . c. Pemeliharaan a.Battery checker . Teori b. MATA PELAJARAN (TOPIK) Prosedur Pengoperasian TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian UPS secara benar Prosedur pengoperasian UPS 8 P Manual Book UPS 3. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a.No. c. Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan UPS secara benar a. b.Hidrometer .Mhometer Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting 52 Manual Book UPS 6. Pemeliharaan Pencegahan . b.Redundance system . b.Bypass Penggunaan alat ukur . Prosedur pengoperasian UPS . 4. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. d.Trouble shooting 12 - Manual Book UPS 5. Ujian/Evaluasi a. b.

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING AIR CONDITIONING 200 Jam Pelajaran Teori : 88 Jam Praktek : 112 Jam KODE AC-B/KPL&SPPPU I. . b. kelembaban (humidity). maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Air Conditioning wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. III. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Dalam rangka implementasi UU No. IV. kebersihan udara (air cleaning). Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. II. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Air Conditioning serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. PENDAHULUAN Air Conditioning sebagai alat penunjang operasional pelayanan fasilitas penerbangan yang berfungsi mengkondisikan udara ruangan untuk kenyamanan para pengguna jasa di Bandar Udara maupun peralatan yang memerlukan pengaturan suhu udara (temperature). ventilasi dari udara luar (fresh air ventilation) dan pembuangan udara kotor (exhaust). PERSYARATAN : a. aliran udara (air motion). SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Airconditioner. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Air Conditioning dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih.

Penggunaan alat ukur c. Fungsi Peralatan b. Pengoperasian b. 3. Teori rinci peralatan b. 6. Teori umum peralatan a.V. Blok dan circuit diagram c. KURIKULUM RATING AC No. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1. Pemelihaaan Pencegahan d. Pemeliharaan pencegahan b. Trouble shooting e. Teori penunjang Teknik peralatan a. 5. 2. Praktek AC-B/A/1 AC-B/A/2 40 AC-B/A/3 12 16 AC-B/A/4 96 AC-B/A/5 4 16 88 112 . 4. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Teori b.

“Teknik Room Air Conditioner” Tahun .. 1. Fungsi Peralatan Teori Penunjang .VI. 2.Dasar-dasar listrik . Wiranto Arismunandar dan Heizo Saito. Wiranto Arismunandar dan Heizo Saito. Manual Book AC . Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Rencana instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan AC a. Block dan circuit diagram . 2. b. b. “Teknik Room Air Conditioner” Tahun .Bagian-bagian penting AC Windows/Split • Jenis-jenis kompresor • Kondensor • Evaporator • Pemipaan .Siklus refrigerasi 16 P 1.Bagian-bagian penting AC Sentral • Chiller • AHU • FCU • Cooling tower • Motor pompa • Sistem pemipaan • Ducting • Control system b. 3.. No. Teori rinci peralatan . SILABUS RATING AC MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. Handoko K. Fungsi Peralatan Teori Penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan AC a.AC Windows/Spilt • Electrical control 40 - 1.Microprocessor . “Penyegaran Udara” Pradnya Paramita Tahun 1995..Teknik digital . Teknik peralatan a. 2. “Penyegaran Udara” Pradnya Paramita Tahun 1995. b.Dasar-dasar elektronika .. c. Handoko K.

Pemeliharaan pencegahan Pemeliharaan perbaikan a.No. c.Perhitungan beban kalor laten .Trouble shooting 12 - Manual Book AC 4. 3. 16 - Manual Book AC b. pemeliharaan AC secara a. b. b. Prosedur pengoperasian AC Window/Split Prosedur pengoperasian AC Sentral Pemeliharaan Pencegahan . Prosedur Pengoperasian Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian AC secara benar Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan AC secara benar a.Perhitungan beban sederhana . c. 5. Prosedur pengoperasian AC Window/Split Prosedur pengoperasian AC Sentral Pengunaan alat ukur - 96 Manual Book AC . Pemeliharaan a. Praktek a. b.Perhitungan beban kalor sensible . MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN AC Sentral • Closed circuit system • Open circuit system • Electrical control • Refrigrant control Rencanaan Instalasi . Prosedur pengoperasian Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan .Menentukan spesifikasi teknis JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P c. b.Pemeliharaan Berkala .

Teori b. Teori Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. POKOK BAHASAN Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 6.No. Praktek 4 16 . f. MATA PELAJARAN (TOPIK) Trouble shooting Analisis sistem peralatan TUJUAN benar. Ujian/Evaluasi a. b. trouble shooting dan analisis sistem d. e. d. e.

IV. aliran udara (air motion). SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. PERSYARATAN : a. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Air Conditioning wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. ventilasi dari udara luar (fresh air ventilation) dan pembuangan udara kotor (exhaust). Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan. Dalam rangka implementasi UU No. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Air Conditioning serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Airconditioner. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. kebersihan udara (air cleaning). kelembaban (humidity). 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. III. b.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING AIR CONDITIONING 144 Jam Pelajaran Teori : 72 Jam Praktek : 72 Jam KODE AC-B/KPL&SPPPU I. II. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Air Conditioning dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. PENDAHULUAN Air Conditioning sebagai alat penunjang operasional pelayanan fasilitas penerbangan yang berfungsi mengkondisikan udara ruangan untuk kenyamanan para pengguna jasa di Bandar Udara maupun peralatan yang memerlukan pengaturan suhu udara (temperature). 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. .

Teori b. Pemeliharaan pencegahan b. Praktek AC-B/T/1 AC-B/T/2 28 AC-B/T/3 8 16 AC-B/T/4 56 AC-B/T/5 4 16 72 72 . KURIKULUM RATING AC No. 2. Fungsi Peralatan b. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1. 4. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Penggunaan alat ukur c. Pemelihaaan Pencegahan d. 5. Blok dan circuit diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. 3.V. Pengoperasian b. 6. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Teori umum peralatan a. Teori rinci peralatan b. Teori penunjang Teknik peralatan a.

b. Handoko K.Microprocessor . Fungsi Peralatan Teori Penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan AC a. 3. Wiranto Arismunandar dan Heizo Saito..Siklus refrigerasi 16 P 1.AC Windows/Spilt • Electrical control 28 - 1. SILABUS RATING AC MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. No. b. 2. 1. Manual Book AC . Teori rinci peralatan . Fungsi Peralatan Teori Penunjang . 2.Bagian-bagian penting AC Windows/Split • Jenis-jenis kompresor • Kondensor • Evaporator • Pemipaan . Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan AC a. 2. Wiranto Arismunandar dan Heizo Saito..Teknik digital . “Penyegaran Udara” Pradnya Paramita Tahun 1995. Handoko K.Bagian-bagian penting AC Sentral • Chiller • AHU • FCU • Cooling tower • Motor pompa • Sistem pemipaan • Ducting • Control system b.Dasar-dasar elektronika . Block dan circuit diagram . “Teknik Room Air Conditioner” Tahun .VI.. “Penyegaran Udara” Pradnya Paramita Tahun 1995. “Teknik Room Air Conditioner” Tahun . b. Teknik peralatan a..Dasar-dasar listrik .

Prosedur pengoperasian AC Window/Split Prosedur pengoperasian AC Sentral Pemeliharaan Pencegahan . Prosedur pengoperasian Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. Pemeliharaan pencegahan Pemeliharaan perbaikan a.No. Teori b. e. c.Trouble shooting 8 - Manual Book AC 4. Praktek 4 16 .Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. b. 16 - Manual Book AC b. b. d. Prosedur pengoperasian AC Window/Split Prosedur pengoperasian AC Sentral Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting - 56 Manual Book AC 6. Pemeliharaan a. Praktek a. Teori b. 5. b. b. Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian AC secara benar Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan AC secara benar a. c. d. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN AC Sentral • Closed circuit system • Open circuit system • Electrical control • Refrigrant control JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 3. Ujian/Evaluasi a. pemeliharaan AC secara benar dan trouble shooting a.Pemeliharaan Berkala .

ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Traction Equipments serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. III. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Traction Equipments dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. . b. PERSYARATAN : a. II. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Escalator dan Conveyor) sebagai alat penunjang operasional pelayanan fasilitas penerbangan yang berfungsi memberikan kelancaran dan kenyamanan para pengguna jasa di Terminal Bandar Udara dan gedung operasi keselamatan penerbangan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Traction Equipments wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Traction Equipment (Elevator. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. IV. Dalam rangka implementasi UU No. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING TRACTION EQUIPMENTS 220 Jam Pelajaran Teori : 108 Jam Praktek : 112 Jam KODE TE-B/KPL&SPPPU I. PENDAHULUAN Traction Equipment (Elevator. Escalator dan Conveyor).

6. 4. Blok dan circuit diagram c. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1. KURIKULUM RATING TRACTION EQUIPMENTS No. Praktek TE-B/A/1 TE-B/A/2 60 TE-B/A/3 TE-B/A/4 8 20 TE-B/A/5 96 TE-B/A/6 4 16 108 112 . Teori penunjang c. 2. 3. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. Teori umum peralatan a. Teori b. Pengoperasian b. Pemelihaaan Pencegahan d. Fungsi b. 5. Teori rinci peralatan b. Pemeliharaan pencegahan b. Trouble shooting e.V. Penggunaan alat ukur c. Dokumen terkait Teknik peralatan a.

Sistem pengaman • Electrik • Mekanis Dokumen terkait K-3 Depnaker 16 P 1. 2.Bagian-bagian penting Escalator/Travaletor • Motor penggerak • Komponenkomponen mekanis • Komponenkomponen elektrik 60 - 1. b.L. b. 5.Dasar-dasar hidrolik . c. 3. c. Teori Penunjang . New Delhi1980. No. Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System Festodidactic. 1982 Theraja B. b. New Delhi1980. 3. 4. Hydroulic” Tahun …. “Electrical Technology.Bagian-bagian penting Elevator • Sistem Hidrolik • Sistem Elektrik • Komponenkomponen mekanis • Komponenkomponen elektrik . 1. SILABUS RATING TRACTION EQUIPMENTS MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a.Mesin-mesin listrik . 2.VI. 5. 2. Fungsi Peralatan Teori Penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan Traction Equipment a. “Electrical Technology. Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System Dokumen K-3 Depnaker Zuhal. Teknik peralatan a.L. 1982 Theraja B. Teori rinci peralatan . 4. . “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb. “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb. Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Rencana instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan Traction Equipment a. Fungsi Traction Equip. Zuhal.

Bagian-bagian penting Garbarata • Jenis-jenis Garbarata • Motor penggerak • Komponenkomponen mekanis • Komponenkomponen elektrik b.Conveyor - P .Elevator • Electrik control diagram • Mekanikal control . MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Bagian-bagian penting Conveyor • Jenis-jenis Conveyor • Motor penggerak • Komponenkomponen mekanis • Komponenkomponen elektrik .No.Escalator/Travelator • Electrik control diagram • Mekanikal control . Block dan circuit diagram .

Escalator. Prosedur pengoperasian Elevator. 2. 20 1. c.Trouble shooting • JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P c. 2. 8 1. Conveyor dan Garbarata 96 1. 2.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System 5. Escalator. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN Electrik control diagram • Mekanikal control . c. pemeliharaan Traction Equipments secara benar.Garbarata • Electrik control diagram • Mekanikal control Rencana Instalasi Pemilihan Jenis dan model Prosedur pengoperasian Elevator Prosedur pengoperasian Escalator/Travelator Prosedur pengoperasian Conveyor Prosedur pengoperasian Garbarata Pemeliharaan Pencegahan . Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System 4. d. 3. b. Prosedur pengoperasian Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. b. b. b.Pemeliharaan Berkala . d. Prosedur Pengoperasian Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian Traction Equipments secara benar a. a.No. Conveyor dan Garbarata Prosedur pengoperasian Elevator. Pemeliharaan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan Traction Equipments secara benar a. Praktek a. Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System .

e. d. Teori b. f. POKOK BAHASAN Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 6.No. b. Teori Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. MATA PELAJARAN (TOPIK) Analisis sistem peralatan TUJUAN trouble shooting dan analisis sistem c. e. Praktek 4 16 . Ujian/Evaluasi a.

15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. . b. PENDAHULUAN Traction Equipment (Elevator. Escalator dan Conveyor) sebagai alat penunjang operasional pelayanan fasilitas penerbangan yang berfungsi memberikan kelancaran dan kenyamanan para pengguna jasa di Terminal Bandar Udara dan gedung operasi keselamatan penerbangan. PERSYARATAN : a. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Traction Equipments serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Traction Equipments dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan. IV. III. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Traction Equipments wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Traction Equipment (Elevator. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Escalator dan Conveyor).DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING TRACTION EQUIPMENTS 150 Jam Pelajaran Teori : 80 Jam Praktek : 70 Jam KODE TE-B/KPL&SPPPU I. Dalam rangka implementasi UU No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. II.

Teori umum peralatan a. Teori rinci peralatan b. Penggunaan alat ukur c. Fungsi b. 2. Pemelihaaan Pencegahan d. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Pengoperasian b.V. Praktek TE-B/T/1 TE-B/T/2 40 TE-B/T/3 TE-B/T/4 8 16 TE-B/T/5 54 TE-B/T/6 4 16 80 70 . Blok dan circuit diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Teori penunjang c. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. 6. 3. 5. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 12 1. Pemeliharaan pencegahan b. KURIKULUM RATING TRACTION EQUIPMENTS No. 4. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Teori b.

. Fungsi Traction Equip. 2.Mesin-mesin listrik . “Electrical Technology. 3. “Electrical Technology. Fungsi Peralatan Teori Penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan Traction Equipment a. b. 4. 1.VI. Zuhal.Sistem pengaman • Electrik • Mekanis Dokumen terkait K-3 Depnaker 12 P 1.Bagian-bagian penting Escalator/Travaletor • Motor penggerak • Komponenkomponen mekanis • Komponenkomponen elektrik 40 - 1. New Delhi1980. Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan Traction Equipment a. 2. 3. 4. Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System Dokumen K-3 Depnaker Zuhal.L.Dasar-dasar hidrolik .Bagian-bagian penting Elevator • Sistem Hidrolik • Sistem Elektrik • Komponenkomponen mekanis • Komponenkomponen elektrik . SILABUS RATING TRACTION EQUIPMENTS MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. Teori Penunjang . 2. “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb. 1982 Theraja B.L. b. No. b. c. “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb. Hydroulic” Tahun …. Teori rinci peralatan . 5. New Delhi1980. 5. 1982 Theraja B. Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System Festodidactic. Teknik peralatan a.

3. Prosedur pengoperasian Elevator Prosedur pengoperasian Escalator/Travelator Prosedur pengoperasian Conveyor 8 1.Conveyor • Electrik control diagram • Mekanikal control JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P b.Escalator/Travelator • Electrik control diagram • Mekanikal control .No. b. c. Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System . MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN Bagian-bagian penting Conveyor • Jenis-jenis Conveyor • Motor penggerak • Komponenkomponen mekanis • Komponenkomponen elektrik Block dan circuit diagram . Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian Traction Equipments secara benar a. 2.Elevator • Electrik control diagram • Mekanikal control .

Teori b.Pemeliharaan Berkala . d. c. e. Praktek a. Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System 4. Teori Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. b.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . Prosedur pengoperasian Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. b. dan trouble shooting a. 5. MATA PELAJARAN (TOPIK) Pemeliharaan TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan Traction Equipments secara benar a. Ujian/Evaluasi a. pemeliharaan Traction Equipments secara benar. 2. Praktek 4 16 . b.No. Prosedur pengoperasian Elevator.Trouble shooting 16 P 1. Escalator dan Conveyor Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting 54 1. c. Pemeliharaan Pencegahan . d. Escalator dan Conveyor Prosedur pengoperasian Elevator. 2. b. Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System 6.

Adapun Solar Cell adalah suatu alat pembangkit listrik tenaga surya yang sering digunakan pada daerah-daerah tertentu yang tidak ada jaringan PLN untuk mensuplai beban peralatan navigasi/komunikasi penerbangan. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Electrical Installation and Solar Cell serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. II. PERSYARATAN : a. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Electrical Installation and Solar Cell dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. III. Dalam rangka implementasi UU No. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. penangkal petir dan instalasi penerangan di Bandar udara. IV. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. b. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. pemilihan kabel. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. . MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Solar Cell dan penanganan instalasi listrik bandara. PENDAHULUAN Electrical Instalation adalah ilmu instalasi peralatan listrik yang meliputi standar dan peraturan instalasi.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING ELECTRICAL INSTALLATION AND SOLAR CELL 120 Jam Pelajaran Teori : 60 Jam Praktek : 60 Jam KODE EI&SC-C/KPL&SPPPU I. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Solar Cell dan penanganan instalasi listrik bandara wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan.

Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 24 8 16 1. 6. 3. Fungsi b.V. Pemeliharaan pencegahan b. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian Solar Cell Pemeliharaan Solar Cell a. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. 2. 5. Blok dan circuit diagram c. Teori rinci peralatan b. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. Pemelihaaan Pencegahan d. Instalasi Listrik Teori umum peralatan Solar Cell a. Teori b. Praktek EI&SC-C/A/1 EI&SC-C/A/2 EI&SC-C/A/3 16 EI&SC-C/A/4 EI&SC-C/A/6 2 6 EI&SC-C/A/6 36 EI&SC-C/A/7 4 8 60 60 . Trouble shooting e. Teori penunjang Teknik peralatan Solar Cell a. KURIKULUM RATING ELECTRICAL INSTALLATION AND SOLAR CELL No. Penggunaan alat ukur c. Pengoperasian b. 7. 4.

1. Fungsi Peralatan Teori Penunjang Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan Solar Cell a. Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Rencana instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan Solar Cell Teori rinci peralatan . 2. No. Binacipta 1981.Matahari sebagai sumber energi .VI. b. “Pembangkit Listrikk Tenaga Surya” Tarsito 1994 Manual Book Solar Cell. E. b. P. Instalasi Listrik Arus Kuat. Ir. Ir. Teknik peralatan Solar Cell a. Van. Ing. lampu jalan dan flood light Instalasi Penangkal petir Fungsi peralatan Solar Cell Teori Penunjang . E. 3. 2. e. Standarisasi dan peraturan instalasi listrik Peralatan instalasi listrik Kabel Arus kuat Penyambungan alat-alat listrik Instalasi gedung. Harten. Teori Umum Peralatan Solar Cell a. d. Instalasi Listrik Arus Kuat. 16 - 1. .Sel Surya (solar cell) 24 P 16 P.Susunan kerja generator surya b.Komponen utama pembangkit listrik tenaga surya . 2. c. Block dan circuit diagram Inverter dan converter c. Karmon Singalingging. SILABUS RATING ELECTRICAL INSTALLATION AND SOLAR CELL MATA PELAJARAN (TOPIK) Instalasi Listrik TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan instalasi listrik dan aplikasinya a.Pembangkit listrik tenaga surya untuk a. “Lightning Protection System” PT. 8 - 1. PT. Interprima Indonesia. Dipl. 3. Binacipta 1981. Setiawan. Rencana Instalasi . Reynaldo Zoro “Petir dan Masalahnya”. Lapi Elpatsindo Drs. c. f. Harten. Setiawan. b. Van. b.

Ujian/Evaluasi Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan a. Pemeliharaan Solar Cell a. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN peralatan Navigasi JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 4. Pemeliharaan Pencegahan . b. Prosedur Pengoperasian Solar Cell Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian Solar Cell secara benar Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan Solar Cell secara benar Prosedur pengoperasian Solar Cell 2 Manual Book Solar Cell. Pemeliharaan perbaikan a. pemeliharaan Solar Cell secara benar. c. c. trouble shooting dan analisis sistem a. 5. d. Praktek 4 8 .Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . b. e. Pemeliharaan pencegahan b. Prosedur pengoperasian solar cell Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan - 36 Manual Book Solar Cell 7. d. Praktek a. e. Teori b. Prosedur pengoperasian Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian.No.Trouble shooting 6 - Manual Book Solar Cell 6.Pemeliharaan Berkala . b.

PERSYARATAN : a. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Solar Cell dan penanganan instalasi listrik bandara wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. Adapun Solar Cell adalah suatu alat pembangkit listrik tenaga surya yang sering digunakan pada daerah-daerah tertentu yang tidak ada jaringan PLN untuk mensuplai beban peralatan navigasi/komunikasi penerbangan. . SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. pemilihan kabel. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. b. IV. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. III. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. penangkal petir dan instalasi penerangan di Bandar udara. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan. PENDAHULUAN Electrical Instalation adalah ilmu instalasi peralatan listrik yang meliputi standar dan peraturan instalasi. Dalam rangka implementasi UU No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. II. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Electrical Installation and Solar Cell dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Solar Cell dan penanganan instalasi listrik bandara. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING ELECTRICAL INSTALLATION AND SOLAR CELL 80 Jam Pelajaran Teori : 32 Jam Praktek : 48 Jam KODE EI&SC-C/KPL&SPPPU I. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Electrical Installation and Solar Cell serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya.

Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 12 4 16 1. Teori b. Teori rinci peralatan b. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Praktek EI&SC-C/T/1 EI&SC-C/T/2 EI&SC-C/T/3 6 EI&SC-C/T/4 EI&SC-C/T/6 2 4 EI&SC-C/T/6 28 EI&SC-C/T/7 4 8 32 48 . 3. 6. KURIKULUM RATING ELECTRICAL INSTALLATION AND SOLAR CELL No. Pengoperasian b. 4. Teori penunjang Teknik peralatan Solar Cell a. 5.V. 7. Fungsi b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Instalasi Listrik Teori umum peralatan Solar Cell a. Penggunaan alat ukur c. 2. Pemeliharaan pencegahan b. Blok dan circuit diagram Prosedur Pengoperasian Solar Cell Pemeliharaan Solar Cell a. Pemelihaaan Pencegahan d.

b.VI. Binacipta 1981. 3. Instalasi Listrik Arus Kuat. 2. Harten. E. f. 2. Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan Solar Cell Teori rinci peralatan . Reynaldo Zoro “Petir dan Masalahnya”. b. Setiawan. Ing. Standarisasi dan peraturan instalasi listrik Peralatan instalasi listrik Kabel Arus kuat Penyambungan alat-alat listrik Instalasi gedung. Van. Block dan circuit diagram Inverter dan converter a. 2. “Pembangkit Listrikk Tenaga Surya” Tarsito 1994 Manual Book Solar Cell. “Lightning Protection System” PT. Van. 4 - 1. Karmon Singalingging. Lapi Elpatsindo Drs. b. Harten. 3. Interprima Indonesia. b. e. SILABUS RATING ELECTRICAL INSTALLATION AND SOLAR CELL MATA PELAJARAN (TOPIK) Instalasi Listrik TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan instalasi listrik dan aplikasinya a. E. Setiawan. 1. . d. PT.Susunan kerja generator surya b. Teknik peralatan Solar Cell a. Instalasi Listrik Arus Kuat.Sel Surya (solar cell) 12 P 16 P. No. Ir. c. Fungsi Peralatan Teori Penunjang Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan Solar Cell a. Dipl. P.Komponen utama pembangkit listrik tenaga surya .Matahari sebagai sumber energi . Binacipta 1981. 6 - 1. Teori Umum Peralatan Solar Cell a. lampu jalan dan flood light Instalasi Penangkal petir Fungsi peralatan Solar Cell Teori Penunjang . Ir.

No. c. Pemeliharaan pencegahan b. Y NIP. Pemeliharaan perbaikan a.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan .Trouble shooting 4 - Manual Book Solar Cell 6.. d.Pemeliharaan Berkala . Teori b. d. b. b. Pemeliharaan Pencegahan . c. Pemeliharaan Solar Cell a. Prosedur pengoperasian Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. Ujian/Evaluasi Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan a. b. 4. MATA PELAJARAN (TOPIK) Prosedur Pengoperasian Solar Cell TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian Solar Cell secara benar Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan Solar Cell secara benar Prosedur pengoperasian Solar Cell 2 P Manual Book Solar Cell.2002 DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA SOENARYO. Praktek a. dan trouble shooting a. Prosedur pengoperasian Solar Cell Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting - 28 Manual Book Solar Cell 7. 5. Praktek 4 8 Ditetapkan di Pada tanggal : : JAKARTA …………………. pemeliharaan Solar Cell secara benar. 120038217 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful