DEPARTEMEN PERHUBUNGAN DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA NOMOR : SKEP/115/VI/2002 TENTANG PEDOMAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TEKNISI ELEKTRONIKA PENERBANGAN DAN TEKNISI LISTRIK PENERBANGAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA,

Menimbang :

a.

bahwa sesuai dengan Pasal 18 Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/176/VI/2001 telah diatur tentang Pendidikan dan Pelatihan untuk memperoleh Sertifikat Kecakapan dan Rating Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan; bahwa untuk melaksanakan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Dan Pelatihan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan dengan Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara; Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3481); Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan (Lembaran Negara Tahun 2001 Nomor 9, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4075); Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2001 tentang Kebandarudaraan (Lembaran Negara Tahun 2001 Nomor 128, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4146); Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen; Keputusan Presiden Nomor 109 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Departemen;

b.

Mengingat : 1.

2.

3.

4.

5.

6.

Keputusan Menteri Perhubungan Udara Nomor T.11/2/4–U Tahun 1960 tentang Peraturan-Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil sebagaimana telah diubah terakhir dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 22 Tahun 2002; Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM. 24 Tahun 2001 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Departemen Perhubungan sebagaimana telah diubah terakhir dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 45 Tahun 2001; Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan;

7.

8.

MEMUTUSKAN: Menetapkan : KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA TENTANG PEDOMAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TEKNISI ELEKTRONIKA PENERBANGAN DAN TEKNISI LISTRIK PENERBANGAN.

Pasal 1 Dalam keputusan ini yang dimaksud dengan : 1. Teknisi Elektronika Penerbangan adalah personil penerbangan yang diberi kewenangan melaksanakan kegiatan pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas elektronika penerbangan; Teknisi Listrik Penerbangan adalah personil penerbangan yang diberi kewenangan melaksanakan kegiatan pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas listrik penerbangan; Sertifikat Kecakapan (Lisensi) Teknisi Elektronika Penerbangan atau Teknisi Listrik Penerbangan adalah tanda bukti terpenuhinya persyaratan kecakapan teknisi elektronika penerbangan atau teknisi listrik penerbangan; Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan adalah Sertifikat Kecakapan yang diberikan kepada teknisi dengan dasar pendidikan serendah-rendahnya Diploma II dalam bidang teknik elektronika atau yang sederajat;

2.

3.

4.

2

5.

Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan adalah Sertifikat Kecakapan yang diberikan kepada teknisi dengan dasar pendidikan serendah-rendahnya Diploma III dalam bidang teknik elektronika atau yang sederajat; Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan adalah Sertifikat Kecakapan yang diberikan kepada teknisi dengan dasar pendidikan serendah-rendahnya Diploma II dalam bidang teknik listrik atau mekanikal atau yang sederajat; Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan adalah Sertifikat Kecakapan yang diberikan kepada teknisi dengan dasar pendidikan serendah-rendahnya Diploma III dalam bidang teknik listrik atau mekanikal atau yang sederajat; Rating adalah tanda bukti kewenangan melaksanakan kegiatan pengoperasian dan pemeliharaan atas satu jenis peralatan fasilitas elektronika penerbangan atau listrik penerbangan; Pengoperasian adalah rangkaian kegiatan menyiapkan, menghidupkan, memantau kinerja operasi dan mematikan peralatan; Pemeliharaan adalah rangkaian kegiatan membersihkan, merapikan, memeriksa (berkala, ground check, performance check dan kalibrasi), mengukur parameter, menyetel parameter, memperbaiki dan membuat pelaporan peralatan; Rekomendasi adalah persetujuan untuk melaksanakan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan; Pendidikan dan pelatihan adalah pendidikan dan pelatihan dalam rangka pemberian sertifikat kecakapan dan rating teknisi elektronika penerbangan dan teknisi listrik penerbangan; Kurikulum pendidikan dan pelatihan adalah jenis dan jumlah mata pelajaran yang harus diberikan dalam proses belajar mengajar untuk mendukung satu jenis kegiatan pendidikan dan pelatihan; Silabus adalah pokok bahasan dari tiap-tiap mata pelajaran yang ada di dalam kurikulum suatu pendidikan dan pelatihan;

6.

7.

8.

9.

10.

11. 12.

13.

14.

3

15.

Badan Hukum adalah perusahaan yang didirikan berdasarkan hukum Indonesia untuk jangka waktu yang ditentukan dalam anggaran dasar dan dibuat dalam bahasa Indonesia dengan akta notaris, serta melakukan kegiatan usaha yang sesuai dengan maksud dan tujuannya dengan modal dasar memenuhi kriteria tertentu yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku; Direktur Jenderal adalah Direktur Jenderal Perhubungan Udara. Pasal 2

16.

(1)

Teknisi Elektronika Penerbangan atau Teknisi Listrik Penerbangan yang akan melaksanakan tugas pengoperasian dan/atau pemeliharaan fasilitas elektronika atau listrik penerbangan diwajibkan memiliki Sertifikat Kecakapan dan Rating. Sertifikat Kecakapan dan Rating sebagaimana dimaksud pada ayat (1), diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan.

(2)

Pasal 3 (1) Dalam rangka penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1), harus berpedoman pada: a. b. (2) kurikulum dan silabus pendidikan dan pelatihan; dan persyaratan tenaga pendidik.

Pendidikan dan pelatihan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), meliputi teori dan praktek. Pasal 4

(1)

Kurikulum dan silabus pendidikan dan pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) huruf a, terdiri dari : a. untuk teknisi elektronika penerbangan; 1. silabus dan kurikulum pendidikan dan pelatihan untuk memperoleh sertifikat kecakapan ahli elektronika penerbangan;

4

2.

silabus dan kurikulum pendidikan dan pelatihan untuk memperoleh sertifikat kecakapan terampil elektronika penerbangan; silabus dan kurikulum pendidikan dan pelatihan untuk memperoleh rating peralatan elektronika penerbangan.

3.

b.

untuk teknisi listrik penerbangan: 1. silabus dan kurikulum pendidikan dan pelatihan untuk memperoleh sertifikat kecakapan ahli listrik penerbangan; silabus dan kurikulum pendidikan dan pelatihan untuk memperoleh sertifikat kecakapan terampil listrik penerbangan; silabus dan kurikulum pendidikan dan pelatihan untuk memperoleh rating peralatan listrik penerbangan.

2.

3.

(2)

Kurikulum dan silabus pendidikan dan pelatihan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), termuat dalam Lampiran Keputusan ini.

Pasal 5 (1) Persyaratan tenaga pendidik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) huruf b, terdiri dari tenaga pendidik bidang umum dan tenaga pendidik bidang teknis. Tenaga pendidik bidang umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1), harus memiliki pengetahuan dan pengalaman di bidang penerbangan sipil. Tenaga pendidik bidang teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1), harus memiliki pengetahuan dan pengalaman di bidang: a. teknik elektronika; b. teknik listrik; c. teknik mekanikal.

(2)

(3)

5

Pasal 6 (1) Tenaga pendidik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5, untuk sertifikat kecakapan ahli minimal Strata – 1 atau Diploma IV . Tenaga pendidik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5, untuk sertifikat kecakapan terampil minimal Diploma III atau sederajat. Tenaga pendidik bidang teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5, wajib memiliki pengalaman bekerja dalam bidang peralatan elektronika dan listrik penerbangan minimal 3 (tiga) tahun. Pasal 7 Pendidikan dan pelatihan teknisi elektronika penerbangan dan teknisi listrik penerbangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (2), dapat diselenggarakan oleh: a. b. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara; atau Badan Hukum yang bergerak dalam bidang penerbangan yang telah mendapat rekomendasi dari Direktur Jenderal. Pasal 8 Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dalam menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7, dapat bekerjasama dengan Pusat Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 9 (1) Untuk mendapatkan rekomendasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf b, badan hukum mengajukan permohonan secara tertulis kepada Direktur Jenderal dengan melampirkan: a. foto kopi akta pendirian perusahaan dan perubahan serta surat pengesahan dari Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia; struktur organisasi;

(2)

(3)

b.

6

c.

daftar tenaga pendidik yang berkualifikasi sesuai jenis dan jenjang pendidikan dan pelatihan disertai ijazah tertinggi yang dimiliki; buku petunjuk tata cara tentang penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan; modul pelajaran sesuai dengan jenis dan jenjang pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan; daftar fasilitas yang dimiliki sesuai dengan jenis dan jenjang dari pendidikan dan pelatihan yang diselengggarakan; jadwal kegiatan.

d. e. f.

g. (2)

Buku pentunjuk tata cara tentang penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) huruf d, sekurang-kurangnya meliputi : a. b. tata tertib pelaksanaan pendidikan dan pelatihan; mekanisme pelaksanaan pendidikan dan pelatihan.

(3)

Daftar fasilitas sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) huruf f, sekurang-kurangnya meliputi : a. b. c. d. ruang kelas; ruang praktek berikut peralatannya; ruang administrasi; peralatan dan perlengkapan pendukung proses belajar mengajar.

(4)

Direktur Jenderal memberikan rekomendasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari kerja setelah permohonan diterima dan dinyatakan lengkap. Rekomendasi Direktur Jenderal sebagaimana dimaksud pada ayat (1), diberikan untuk setiap pendidikan dan pelatihan yang akan diselenggarakan.

(5)

7

Kepala Pusat Pendidikan dan Latihan Perhubungan Udara. 120108003 8 . 7. 3. 10. dicabut apabila penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan tidak sesuai dengan rekomendasi yang diberikan. Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.(Persero) Angkasa Pura II. Para Kepala Balai Pendidikan dan Latihan Penerbangan. 16. 2. Inspektur Jenderal Departemen Perhubungan.Pasal 10 Rekomendasi Direktur Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. 120038217 SALINAN Keputusan ini disampaikan kepada Yth.(Persero) Angkasa Pura I. Salinan sesuai dengan aslinya Kepala Bagian Hukum E. Ketua Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia. 6. Para Direktur Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan. 8. 11. A. Menteri Perhubungan . 15. NIP. Para Direktur di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Ditetapkan di : JAKARTA Pada Tanggal : 12 JUNI 2002 ________________________________________ DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA ttd SOENARYO Y. : 1. 9. Sekretaris Jenderal Departemen Perhubungan. Kepala Badan Pendidikan dan Latihan Departemen Perhubungan. Para Kepala Dinas Perhubungan Propinsi. 5. Para Kepala Bandar Udara. 12. Direktur Utama PT. 4. Direktur Utama PT. Kepala Balai Kesehatan Penerbangan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. SILOOY NIP. Kepala Balai Elektronika Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Pasal 11 Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. 13. 14.

SERTIFIKAT KECAKAPAN PERSONIL (SKP) 1. 7. 8. Terampil CPDLC-A/KKP 28 5. Ahli Terampil Ahli Terampil Ahli AMSC-A / KKP AMSC-A / KKP VDL-A / KKP VDL-A / KKP ATN-A / KKP ATN-A / KKP 31 36 41 44 47 50 10. 6.1. 3. Terampil i . KOMUNIKASI PENERBANGAN 1. 9. Ahli Terampil Ahli Voice Switching Communication System Voice Switching Communication System Controller Pilot Data Link Communication (CPDLC) Controller Pilot Data Link Communication (CPDLC) Automatic Message Switching Centre (AMSC) Automatic Message Switching Centre (AMSC) Very Hight Frequency Data Link (VHF-DL) Very Hight Frequency Data Link (VHF-DL) Aeronautical Telecommunication Network (ATN) Aeronautical Telecommunication Network (ATN) VSCS-A / KKP VSCS-A / KKP CPDLC-A/KKP 15 20 25 4. Ahli Sertifikat Kecakapan Ahli Teknisi Elektronika Penerbangan Sertifikat Kecakapan Terampil Teknisi Elektronika Penerbangan SKP-A / TEP i 1 2. Terampil SKP-T / TEP 8 II.DAFTAR ISI Halaman DAFTAR ISI I. II. RATING FASILITAS ELEKTRONIKA PENERBANGAN A. 2.

Ahli 26. Ahli Aeronautical Message Handling System (AMHS) Aeronautical Message Handling System (AMHS) Integrated Remote Control and Monitoring System Integrated Remote Control and Monitoring System Very High Frequency and Ground Communication System (VHF A/G) Very High Frequency and Ground Communication System (VHF A/G) Aerodrome Terminal Information System (ATIS) Aerodrome Terminal Information System (ATIS) HF Air Ground Communication HF Air Ground Communication Very Small Apperture Terminal Very Small Apperture Terminal Radio Link Radio Link High Frequency Single Side Band ( HF . Ahli 18. Ahli 22. Terampil VHF AG-B / KKP 75 17. Terampil 23. Ahli 12. Terampil 19. NAVIGASI PENERBANGAN 1.SSB ) Teleprinter Teleprinter AMHS-A / KKP AMHS-A / KKP IRCMS-A / KKP IRCMS-A / KKP VHF AG-B / KKP 53 56 59 64 69 16.SSB ) High Frequency Single Side Band ( HF . Terampil 25. Terampil 13. Ahli 24. Ahli 14. Ahli 20. Terampil 27. Terampil 21. Ahli 28.11. Terampil 15. Terampil ATIS-B / KKP ATIS-B / KKP HF AG-B / KKP HF AG-B / KKP VSAT-B / KKP VSAT-B / KKP RLINK-B / KKP RLINK-B / KKP HF-SSB-C / KKP HF-SSB-C / KKP TTY-C / KKP TTY-C / KKP 81 85 89 93 97 102 107 112 117 121 125 129 B. Ahli VHF Omnidirectional Range (VOR) VOR-A / KNP 133 ii .

7. 4. Ahli DGPS. Ahli Terampil Ahli Terampil Ahli Terampil Ahli Terampil Primary Surveillance Radar System ( PSR ) Primary Surveillance Radar System ( PSR ) Secondary Surveillance Radar System (SSR) Secondary Surveillance Radar System (SSR) Air Traffic Control Automation System Air Traffic Control Automation System Aerodreome Surface Detection Equipment System Aerodreome Surface Detection Equipment System PSR-A / KPP PSR-A / KPP SSR-A / KPP SSR-A / KPP ATC AUTO-A / KPP ATC AUTO-A / KPP ASDE-A / KPP ASDE-A / KPP 161 166 171 176 180 184 189 191 D. 4. 5.A / KPBP 201 iii . Terampil Ahli Terampil Ahli Terampil Ahli Terampil VHF Omnidirectional Range (VOR) Distance Measuring Equipment (DME) Distance Measuring Equipment (DME) Satellite Navigation System Satellite Navigation System Non Directional Beacon ( NDB ) Non Directional Beacon ( NDB ) VOR-A / KNP DME-A / KNP DME-A / KNP SNS-A / KKP SNS-A / KKP NDB-C / KNP NDB-C / KNP 137 141 145 149 151 153 157 C. Ahli Instrument Landing System/Runway Visual Range (ILS/RVR) Instrument Landing System/Runway Visual Range (ILS/RVR) Satellite Landing System (Differential Global Position System) ILS/RVR-A / KPBP 193 2. Terampil ILS/RVR-A / KPBP 197 3. 3. 2. 5. 3. PENGAMATAN PENERBANGAN 1. 6.2. PERALATAN BANTU PENDARATAN 1. 8. 6. 8. 7.

2. Terampil 13. 5. Terampil 11. Terampil iv .Terampil Satellite Landing System (Differential Global Position System) DGPS. 9. PENUNJANG FASILITAS PENERBANGAN 1. Ahli Terampil Ahli Terampil Ahli Terampil Ahli Terampil Ahli Security Equipment Security Equipment Integrated Security System Integrated Security System Centralized Information System Centralized Information System Closed Circuit Television & Access Control Closed Circuit Television & Access Control Integrated Ground Communication System Integrated Ground Communication System Flight Information Display system Flight Information Display system Check In System Check In System SE-A / KPFP SE-A / KPFP ISS-A / KPFP ISS-A / KPFP CIS-A / KPFP CIS-A / KPFP CCTV&AC-B/KPFP CCTV&AC-B/KPFP IGCS-B / KPFP IGCS-B / KPFP FIDS-B / KPFP FIDS-B / KPFP CI. 6. 7.A / KPBP 203 E.B/ KPFP CI. Ahli 14. 4. 8.B/ KPFP 205 209 213 217 221 225 229 233 237 241 245 249 253 256 10. Ahli 12. 3.

03 Tahun 2001 maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. II. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. MANFAAT YANG DIPEROLEH : Memiliki bukti kecakapan dalam bidang elektronika penerbangan tingkat ahli serta kesempatan untuk menempuh Diklat rating. PERSYARATAN : Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. PENDAHULUAN Dalam rangka implementasi UU No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. IV. III. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi elektronika penerbangan dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan yang cukup dalam ilmu elektronika dan fasilitas elektronika penerbangan dengan tujuan untuk memenuhi persyaratan memperoleh Sertifikat Kecakapan tingkat ahli.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI SERTIFIKAT KECAKAPAN AHLI TEKNISI ELEKTRONIKA PENERBANGAN KODE SKP-A/TEP 120 Jam Pelajaran I. .

PENGETAHUAN KHUSUS 1) 2) 3) 4) 5) 6) Pengetahuan Teknik Elektronika Teknik Digital Prinsip-Prinsip Pemancar dan Penerima Pengetahuan Komunikasi Data Alat-Alat Ukur dan Pengukuran Fasilitas Elektronika Penerbangan : : : : : : 8 Jam 12 Jam 8 Jam 12 Jam 8 Jam 24 Jam 72 jam . PENGETAHUAN KEUDARAAN 1) 2) 3) 4) 5) Pembinaan Personil Penerbangan Hukum Penerbangan (Air Law) Peraturan Penerbangan (Rule of the Air) Manajemen LLU Manajemen Pemeliharaan : : : : : 8 Jam 8 Jam 16 Jam 8 Jam 8 Jam 48 jam B.V. KURIKULUM SERTIFIKAT KECAKAPAN AHLI TEKNISI ELEKTRONIKA PENERBANGAN A.

SKEP/176/VI/2001 TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P A. 58 Tahun 1991 KM. No. No. SILABUS DIKLAT SERTIFIKAT KECAKAPAN AHLITEKNISI ELEKTRONIKA PENERBANGAN No. 100 Tahun 1988 Skep Dirjen Hubud No. 71 Tahun 1996 PP. Pembinaan pegawai (PNS/BUMN) Etika profesi teknisi 8 − − − − − − UU No. 11. No. 1. Peraturan Penerbangan (Rule of the Air) Keselamatan Penerbangan Keamanan Penerbangan Angkutan Udara Kebandarudaraan 16 - − − − 4. 14 dan 17 Konvensi ICAO PP. No. 3 Tahun 2001 3.VI. 15 Tahun 1992 PP. − − − − − − − − − − − − − 2. Manajemen LLU Agar para peserta mengetahui dan memahami konsep optimasi pemanfaatan ruang udara dan pelayanan keselamatan penerbangan Organisasi ruang udara Pelayanan navigasi penerbangan Konsep CNS/ATM 8 - - − − − − ICAO Global Plan ATS Planning Manual ATC Master Plan Indonesia Konsep Harmonisasi . MATA PELAJARAN (TOPIK) PENGETAHUAN KEUDARAAN Pembinaan Personil Penerbangan − − Agar peserta memahami tugas pokok dan fungsi Ditjen Hubud Agar Peserta memahami ketentuan-ketentuan mengenai angka kredit teknisi penerbangan Agar Peserta memahami hak dan kewajiban sbg. PAN No. 3 Tahun 2001 PP. No. Hukum Penerbangan (Air Law) Agar Perserta mengetahui dan memahami hukum penerbangan sipil nasional dan internasional Agar Perserta memahami peraturan-peraturan yang berkaitan dengan penerbangan sipil Konvensi ICAO Annexes ICAO Kedaulatan Negara 8 - − − − UU No. No. 15 Tahun 1992 Annexes : 10. 40 Tahun 1995 PP. teknisi penerbangan − − Sturktur Organisasi dan tata kerja Ditjen Hubud Angka Kredit untuk Jabatan Fungsional Teknisi Penerbangan. 16 Tahun 1994 KM.

PENGETAHUAN KHUSUS Pengetahuan Teknik Elektronika Agar peserta memahami dan menerapkan ilmu teknik elektronika.No. “Komunikasi Elektronika”. Bulanan. Hanafi Gunawan “Prisip-prinsip Elektronika. Suryanto. Semesteran dan Tahunan) dan Pengkalibrasian Tingkat Pemeliharaan Pemeriksaaan Peralatan 8 P − − Prosedur Pemeliharaan fasilitas elektronika dan listrik Skep Dirjen Hubud No. 1. Triwulanan. Erlangga 1999. - Teori Semi Konduktor dan Dioda Jenis-jenis Transistor dan biasing Amplifier/OP-AMP Analisa Rangkaian 8 - - - Malvino. 2. Teknik Digital Agar peserta memahami dan menerapkan teknik digital - Gerbang Logika dan Aplikasinya Flip Flop dan multivibrator Register. − − − − − Kebijakan Sistem Pemeliharaan Tujuan Program Pemeliharaan Konsepsi Pemeliharaan Prosedur Pengoperasian Peralatan Prosedur pemeliharaan Peralatan (Jadual Harian. “Teknik Digital” Bina Pustaka 1986. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami ketentuan-ketentuan dalam pengoperasian dan pemeliharaan peralatan. Converter dan 12 - - . SKEP/40/II/1998 5. John Coolen. Pennis Roddy. F. Kamal Idris. Manajemen Pemeliharaan − − B. Mingguan. Erlangga 1999.

Modulator .Detector/Demodulator . “Komunikasi Elektronika”. Pengetahuan Komunikasi Data Agar peserta memahami dan menerapkan pengetahuan komunikasi data - Teori Dasar Komunikasi Dasar dasar Komputer Sistem Jaringan Media Transmisi.Wave Propagation .Aplikasi pemancar Penerima . Prinsip prinsip penerima Pemancar dan Agar peserta memahami dan mampu menganalisis cara kerja pemancar dan penerima dalam sistem Pemancar . Kamal Idris. .Oscillator .Filter . Hanafi Gunawan “Prisip-prinsip Elektronika. Erlangga 1999. Pennis Roddy. Protocol/Interface Operating System Aplikasi Sistem Komunikasi Data 12 - Pennis Roddy. Erlangga 1999.RF Amplifier dan antenna . Kamal Idris.Mixer .Aplikasi penerima 8 - - - - Malvino. Erlangga 1999.Oscillator . John Coolen. Manual book 4. John Coolen.No. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN Counter Microprocessor Analisa Rangkaian JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T - P 3.Transmission line and Antenna .Power Amplifier .Intermediate Frequency . “Komunikasi Elektronika”.Audio Amplifier .

Data Link . IV dan V Annex 17 ATN SNPS CNS/ATM in Indonesia development. MATA PELAJARAN (TOPIK) Alat Alat Ukur dan pengukuran TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan dapat menggunakan alat-alat ukur dengan benar Multi meter Oscilloscope Signal Generator Frequency Counter Logic Analyzer Power Meter Spectrum Analyzer Vector Voltmeter 8 P Dr.AMHS . II.ATIS . “Pengukuran dan AlatAlat Ukur Listrik” . Dr.PT.HF .VHF .AMSC dan Teleprinter . Osamu Nishino.VSAT Navigasi dan Pengamatan NDB VOR/DME ILS PSR SSR ATC Automation ASDE 24 - - Annex 10 Volume I. III.Radio Link .Recording System .Sistem Transmisi . Fasilitas Elektronika penerbangan Agar peserta memahami dan mampu menganalisis cara kerja fasilitas elektronika penerbangan serta kriteria penempatan peralatan Komunikasi penerbangan . Soedjana Sapiie.VSCS .CPDLC . - 6.No. Pradnya Paramita 1979 Manual book 5. Pokja CNS 2001 .ATN .

No. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN - POKOK BAHASAN GNSS JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P Elektronika Bandara Security Equipment Integrated Security System CCTV FIDS CIS IGCS .

IV. MANFAAT YANG DIPEROLEH : Memiliki bukti kecakapan dalam bidang elektronika penerbangan tingkat terampil serta kesempatan untuk menempuh Diklat rating. III. PENDAHULUAN Dalam rangka implementasi UU No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL SERTIFIKAT KECAKAPAN TERAMPIL TEKNISI ELEKTRONIKA PENERBANGAN KODE SKP-T/TEP 120 Jam Pelajaran I. . 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. II. PERSYARATAN : Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. 03 Tahun 2001 maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi elektronika penerbangan dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan yang cukup dalam ilmu elektronika dan fasilitas elektronika penerbangan dengan tujuan untuk memenuhi persyaratan memperoleh Sertifikat Kecakapan tingkat terampil. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan.

PENGETAHUAN KHUSUS 1) 2) 3) 4) 5) 6) Pengetahuan Teknik Elektronika Teknik Digital Prinsip-Prinsip Pemancar dan Penerima Pengetahuan Komunikasi Data Alat-Alat Ukur dan Pengukuran Fasilitas Elektronika Penerbangan : : : : : : 8 Jam 12 Jam 8 Jam 12 Jam 8 Jam 24 Jam 72 jam .V. KURIKULUM SERTIFIKAT KECAKAPAN ELEKTRONIKA PENERBANGAN A. PENGETAHUAN KEUDARAAN 1) 2) 3) 4) 5) Pembinaan Personil Penerbangan Hukum Penerbangan (Air Law) Peraturan Penerbangan (Rule of the Air) Manajemen LLU Manajemen Pemeliharaan TERAMPIL TEKNISI : : : : : 8 Jam 8 Jam 16 Jam 8 Jam 8 Jam 48 jam B.

No. Hukum Penerbangan (Air Law) Agar Perserta mengetahui dan memahami hukum penerbangan sipil nasional dan internasional Agar Perserta memahami peraturan-peraturan yang berkaitan dengan penerbangan sipil Konvensi ICAO Annexes ICAO Kedaulatan Negara 8 - − − − UU No. MATA PELAJARAN (TOPIK) PENGETAHUAN KEUDARAAN Pembinaan Personil Penerbangan − − Agar peserta memahami tugas pokok dan fungsi Ditjen Hubud Agar Peserta memahami ketentuan-ketentuan mengenai angka kredit teknisi penerbangan Agar Peserta memahami hak dan kewajiban sbg.VI. 16 Tahun 1994 KM. 15 Tahun 1992 PP. No. 3 Tahun 2001 3. 3 Tahun 2001 PP. − − − − − − − − − − − − − 2. Manajemen LLU Agar para peserta mengetahui dan memahami konsep optimasi pemanfaatan ruang udara dan pelayanan keselamatan penerbangan Organisasi ruang udara Pelayanan navigasi penerbangan Konsep CNS/ATM 8 - − − − − ICAO Global Plan ATS Planning Manual ATC Master Plan Indonesia Konsep Harmonisasi . 15 Tahun 1992 Annexes : 10. teknisi penerbangan − − Sturktur Organisasi dan tata kerja Ditjen Hubud Angka Kredit untuk Jabatan Fungsional Teknisi Penerbangan. No. Peraturan Penerbangan (Rule of the Air) Keselamatan Penerbangan Keamanan Penerbangan Angkutan Udara Kebandarudaraan 16 - − − − 4. SKEP/176/VI/2001 TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P A. 11. PAN No. No. SILABUS DIKLAT SERTIFIKAT KECAKAPAN TERAMPIL TEKNISI ELEKTRONIKA PENERBANGAN No. 100 Tahun 1988 Skep Dirjen Hubud No. 1. 58 Tahun 1991 KM. 14 dan 17 Konvensi ICAO PP. 40 Tahun 1995 PP. No. 71 Tahun 1996 PP. No. Pembinaan pegawai (PNS/BUMN) Etika profesi teknisi 8 − − − − − − UU No.

Semesteran dan Tahunan) dan Pengkalibrasian Tingkat Pemeliharaan Pemeriksaaan Peralatan 8 P − − Prosedur Pemeliharaan fasilitas elektronika dan listrik Skep Dirjen Hubud No. “Komunikasi Elektronika”. . Manajemen Pemeliharaan − − B. Suryanto. 1. SKEP/40/II/1998 5. 2. Teknik Digital Agar peserta mengetahui dan memahami teknik digital - Gerbang Logika dan Aplikasinya Flip Flop dan multivibrator Register. PENGETAHUAN KHUSUS Pengetahuan Teknik Elektronika Agar peserta mengetahui dan memahami ilmu dasar teknik elektronika - Teori Semi Konduktor dan Dioda Jenis-jenis Transistor dan biasing Amplifier/OP-AMP 8 - 1. F. Mingguan. Erlangga 1999. Hanafi Gunawan “Prisip-prinsip Elektronika. Erlangga 1999. Triwulanan.No. Kamal Idris. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami ketentuan-ketentuan dalam pengoperasian dan pemeliharaan peralatan. John Coolen. − − − − − Kebijakan Sistem Pemeliharaan Tujuan Program Pemeliharaan Konsepsi Pemeliharaan Prosedur Pengoperasian Peralatan Prosedur pemeliharaan Peralatan (Jadual Harian. Bulanan. Pennis Roddy. 2. Malvino. Converter dan 12 - 1. “Teknik Digital” Bina Pustaka 1986.

Audio Amplifier 8 - 1. Soedjana Sapiie.RF Amplifier dan antenna .Mixer . “Pengukuran dan AlatAlat Ukur Listrik” .Oscillator . John Coolen.Oscillator . 2. 3. Kamal Idris.Power Amplifier . Osamu Nishino.Intermediate Frequency .PT. “Komunikasi Elektronika”. Malvino. Pennis Roddy.Detector/Demodulator . Dr. Prinsip prinsip penerima Pemancar dan Agar peserta mengetahui dan memahami sistem kerja pemancar dan penerima Pemancar . Erlangga 1999.No. 5. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN Counter Microprocessor JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T - P 3.Transmission line and Antenna .Wave Propagation Penerima . Erlangga 1999. Dr. John Coolen. Pennis Roddy. Manual book 4. Pengetahuan Komunikasi Data Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan komunikasi data - Teori Dasar Komunikasi Dasar dasar Komputer Sistem Jaringan Media Transmisi. “Komunikasi Elektronika”.Filter . Erlangga 1999. Pradnya Paramita 1979 . Protocol/Interface Operating System 12 1. Kamal Idris.Modulator . Alat Alat Ukur dan pengukuran Agar peserta mengetahui dan memahami cara kerja alat ukur serta dapat melakukan pengukuran dengan benar - Multi meter Oscilloscope Signal Generator Frequency Counter Logic Analyzer 8 1. Hanafi Gunawan “Prisip-prinsip Elektronika.

No.

MATA PELAJARAN (TOPIK)

TUJUAN -

POKOK BAHASAN Power Meter Spectrum Analyzer Vector Voltmeter

JAMPEL

PENGAJAR

DAFTAR KEPUSTAKAAN 2. Manual book

T

P

6.

Fasilitas Elektronika penerbangan

Agar peserta mengetahui dan memahami fungsi dan cara kerja fasilitas elektronika penerbangan

Komunikasi penerbangan - VHF - HF - AMSC dan Teleprinter - Data Link - Recording System - Sistem Transmisi - ATIS - CPDLC - VSCS - ATN - AMHS - Radio Link - VSAT Navigasi dan Pengamatan NDB VOR/DME ILS PSR SSR ATC Automation ASDE GNSS

24

-

1. 2. 3. 4.

Annex 10 Volume I, II, III, IV dan V Annex 17 ATN SNPS CNS/ATM in Indonesia development, Pokja CNS 2001

No.

MATA PELAJARAN (TOPIK)

TUJUAN

POKOK BAHASAN Elektronika Bandara Security Equipment Integrated Security System CCTV FIDS CIS IGCS

JAMPEL

PENGAJAR

DAFTAR KEPUSTAKAAN

T

P

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA

DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK
SKP AHLI RATING VOICE SWITCHING COMMUNICATION SYSTEM ( VSCS ) 284 Jam Pelajaran
I PENDAHULUAN

KODE: VSCS -A/KKP Teori : 120 Jam Praktek : 164 Jam

VSCS adalah peralatan yang digunakan untuk menghubungkan antara operator dengan Tranceiver (A/G Communication) dan antara operator dengan operator stasiun lain (Ground to Ground Communication) melalui media komunikasi untuk menunjang kelancaran operasional pelayanan keselamatan penerbangan
Dalam rangka implementasi UU No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan, serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan, yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating, maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan VSCS wajib mengikuti pendidIkan dan pelatihan . II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating VSCS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih,ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan VSCS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. III PERSYARATAN : a. b. IV Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan.

MANFAAT YANG DIHARAPKAN :

Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas VSCS, sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.

V. KURIKULUM RATING AHLI : VOICE SWITCHING COMMUNICATION SYSTEM (VSCS) JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 24

NO 1

MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Fungsi b. Teori penunjang c. Dokumen Terkait. Teknik peralatan a. Teori Rinci b. Block dan circuit diagram. Prosedur Pengoperasian . Pemeliharaan a. Pemeliharaan Pencegahan . b. Pemeliharaan Perbaikan. Praktek a. Pengoperasian. b. Penggunaan alat ukur. c. Pemeliharaan pencegahan d. Trouble Shooting. Ujian/Evaluasi a. Teori b. Praktek

KODE
VSCS-A/A/1

2

VSCS-A/A/2

48

3 4

VSCS-A/A/3 VSCS-A/A/4

16 24

5

VSCS-A/A/5

140

6

VSCS-A/A/6

8 24

VI. SILABI : RATING AHLI VSCS NO MATA PELAJARAN (TOPIK ) Teori umum peralatan a. Fungsi b. Teori Penunjang c. Dokumen terkait TUJUAN • Agar peserta memahami teori pendukung dan dasar teknis fungsi dari peralatan POKOK BAHASAN • Fungsi/kegunaan peralatan . • Teori penunjang meliputi ; Ø Komunikasi Radio Penerbangan. ( band frequency,AFS,AMS). Ø Teori Komunikasi data Ø Perangkat Komunikasi data Ø Media Komunikasi Ø Protocol/Interface Ø Topologi Jaringan. • Dokumen terkait JAMPEL T 4 16 P PENGAJAR DAFTAR PUSTAKA - Annex 10 Volume…….

1

4

2

Teknik Peralatan. a. Teori rinci b. Blok diagram . c. Rencana Instalasi

Agar peserta mengerti dan memahami konsep dan cara kerja peralatan secara rinci.

• Blok Diagram VSCS dan Fungsi tiap blok meliputi ; Ø Switching node. Ø Analog Line Card. Ø Switch Card Ø Switch Distribution Card. Ø Interface Card Ø Position Terminal Unit. Ø Power Supply

16

• Prinsip Kerja Voice/Radio Switching meliputi ; Ø Prinsip kerja VSCSSistem Inter connection. Ø Prinsip Kerja Analog Line Card. Ø Switching Sysyem dan Interface. Ø Terminal Unit. Ø Power Supply.

24

• Perencanaan instalasi peralatan. . 3 Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengerti dan • Pengoperasian secara memahami prosedur Hardware meliputi ; pengoperasian. Ø Interkoneksi system & peripheral Ø Menghidupkan Ø Mematikan Ø Memindahkan sistem
• Pengoperasian secara software meliputi ;

8

8

8

Ø Ø Ø Ø Ø
Ø

Annex 10, volume III

Menghidupkan/restart. Mematikan . Memindahkan Check status system Create Channel
Staus OK.

4

Sistem pemeliharaan; a. Pemeliharaan pencegahan. b. Pemeliharaan perbaikan

Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan AMSC sesuai dengan standar

• Pemeliharaan Pencegahan meliputi ; Ø Pemeliharaan berkala. Ø Performance Check. • Pemeliharaan Perbaikan Ø Perbaikan Sistem Hardwaremeliputi ; ( CPU, Switching System dan Interface,Analog Line ard Terminal,Auotomatic Change over Unit,LAN • Perbaikan sistem Software ; Ø Operating System Ø Aplication System • Praktek pengoperasian. • Praktek Penggunaan alat ukur. • Praktek pemeliharaan Peralatan. • Trouble Shooting dan analysis sistem Peralatan • Praktek Kerja Lapangan • • . Ujian teori. Ujian praktek

4

12

8

5

Praktek
a. Pengoperasian .dan pemeliharaan peralatan b. Trouble Shooting dan Analisis sistem .

Agar peserta dapat memiliki keahlian dalam pengoperasian dan pemeliharaan peralatan.

12 24 24 48

32 8 24

6

Ujian/Evaluasi. a. Praktek. b. Teori

Untuk mengevaluasi sejauh mana kemampuan peserta

ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan VSCS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. KODE: VSCS-A/KKP Teori : 84 Jam Praktek : 132 Jam . Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating VSCS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. b.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING VOICE SWITCHING COMMUNICATION SYSTEM ( VSCS ) 216 Jam Pelajaran I PENDAHULUAN VSCS adalah peralatan yang digunakan untuk menghubungkan antara operator dengan Tranceiver (A/G Communication) dan antara operator dengan operator stasiun lain (Ground to Ground Communication) melalui media komunikasi untuk menunjang kelancaran operasional pelayanan keselamatan penerbangan Dalam rangka implementasi UU No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan VSCS wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan . III PERSYARATAN : a. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas VSCS.

d. Teori Rinci b. c. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian . Pemeliharaan Perbaikan. Teori Operasi dan Blok diagram. Teori d. c. e. d. Dokumen Terkait. Pemeliharaan Pencegahan . Teori penunjang c. Praktek kerja Lapangan KODE VSCS-A/T//1 2 VSCS-A/T/2 32 3 4 VSCS-A/T/3 VSCS-A/T/4 12 16 5 VSCS-A/T/5 108 6 Ujian/Evaluasi c. KURIKULUM RATING TERAMPIL : VOICE SWITCHING COMMUNICATION SYSTEM (VSCS) JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 16 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Analisis sistem Peralatan f. Pemeliharaan c. Teknik peralatan a. Fungsi Peralatan b. Pemeliharaan Pencegahan .V. b. Praktek a. Penggunaan alat ukur. Pengoperasian. Praktek VSCS-A/T/6 8 24 . Trouble Shooting.

Teori Penunjang c. Ø Analog Line Card. Ø Teori Komunikasi data Ø Ø Media Komunikasi Ø Protocol/Interface Ø Topologi Jaringan. ( band frequency. Ø Switching node. • Dokumen terkait • Blok Diagram VSCS dan Fungsi tiap blok meliputi . Dokumen terkait TUJUAN • Agar peserta memahami teori pendukung dan dasar teknis fungsi dari peralatan POKOK BAHASAN • Fungsi/kegunaan peralatan . Agar peserta mengerti dan memahami konsep dan cara kerja peralatan secara rinci.Annex 10 Volume……. 16 . Ø Komunikasi Radio Penerbangan.VI.AFS. • Teori penunjang meliputi . Ø Switch Card Ø Switch Distribution Card. 4 2 Teknik Peralatan. a.AMS). Blok diagram . Ø Power Supply T 4 8 P PENGAJAR DAFTAR PUSTAKA . Ø Interface Card Ø Position Terminal Unit. Teori rinci b. SILABI : RATING TERAMPIL VSCS JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN (TOPIK ) Teori umum peralatan a. Fungsi b.

Ø Interkoneksi system & peripheral Ø Menghidupkan Ø Mematikan Ø Memindahkan sistem 4 • Pengoperasian secara software meliputi . Ø Terminal Unit. pengoperasian. 3 Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengerti dan • Pengoperasian secara memahami prosedur Hardware meliputi . Ø Prinsip kerja VSCSSistem Inter connection. 8 Ø Ø Ø Ø Ø Ø Annex 10. Ø Prinsip Kerja Analog Line Card. Mematikan .• Prinsip Kerja Voice/Radio Switching meliputi . Ø Power Supply. 16 . . Memindahkan Check status system Create Channel Staus OK. Ø Switching Sysyem dan Interface. volume III Menghidupkan/restart.

4 Sistem pemeliharaan. Ø Operating System Ø Aplication System • Praktek pengoperasian.dan pemeliharaan peralatan b. Trouble Shooting dan Analisis sistem . Agar peserta dapat memiliki keahlian dalam pengoperasian dan pemeliharaan peralatan. Pemeliharaan pencegahan. Switching System dan Interface. a.Auotomatic Change over Unit. b. Ujian praktek 8 4 4 5 Praktek a. Praktek. Pengoperasian . • Praktek pemeliharaan Peralatan. ( CPU. Ø Performance Check.LAN • Perbaikan sistem Software . 8 12 8 32 24 8 24 6 Ujian/Evaluasi. Ø Pemeliharaan berkala. • Trouble Shooting dan analysis sistem Peralatan • Praktek Kerja Lapangan • • . • Pemeliharaan Perbaikan Ø Perbaikan Sistem Hardwaremeliputi . a. Teori Untuk mengevaluasi sejauh mana kemampuan peserta . b. • Praktek Penggunaan alat ukur. Ujian teori. Pemeliharaan perbaikan Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan AMSC sesuai dengan standar • Pemeliharaan Pencegahan meliputi .Analog Line ard Terminal.

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA

DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK
SKP AHLI RATING AUTOMATIC MESSAGE SWITCHING CENTRE ( AMSC ) 288 Jam Pelajaran I. PENDAHULUAN Automatic Message Switching Centre ( AMSC ) adalah suatu peralatan yang berfungsi memproses pengiriman, penerimaan serta penyimpan berita- berita penerbangan secara otomatis antar stasiun penerbangan ( Bandara ) sesuai dengan persyaratan internasional dalam format Aeronautical Fixed Telecommunication Network (AFTN) Dalam rangka implementasi UU No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan, maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan AMSC perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. II. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Automatic Message Switching System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih,ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan AMSC serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. III. PERSYARATAN : a. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. IV. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas AMSC, sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. KODE: AMSC-A/KKP Teori : 120 Jam Praktek : 168 Jam

V. KURIKULUM RATING AHLI AMSC JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 16

NO 1

MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Fungsi b. Teori penunjang c. Dokumen Terkait Teknik peralatan a. Teori Rinci Peralatan b. Block diagram. c. Rencana Instalasi Prosedur Pengoperasian . Pemeliharaan a. Pemeliharaan Pencegahan . b. Pemeliharaan Perbaikan.

KODE
AMSC-A/A /1

2

AMSC-A/A /2

56

3 4

AMSC-A/A /3 AMSC-A/A /4

16 24

5

Praktek a. Pengoperasian . b. Pemeliharaan Pencegahan . c . Trouble Shooting. d. Praktek kerja lapangan Ujian/Evaluasi c. Teori d. Praktek

AMSC-A/A /5

146

6

AMSC-A/A /6

8 24

VI. SILABI : RATING AHLI AMSC JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN (TOPIK ) Teori umum peralatan a. Fungsi b. Teori Penunjang c. Dokumen terkait TUJUAN • Agar peserta memahami teori pendukung dan dasar teknis fungsi dari peralatan POKOK BAHASAN • Fungsi/kegunaan peralatan . • Teori Penunjang meliputi ; Ø Teori dasar Komputer. Ø Komunikasi data. Ø Topologi AFTN. Ø Protocol/Interface. • Dokumen terkait: T 4 8 P PENGAJAR DAFTAR PUSTAKA Annex 10 Volume II ( Communicatio n Procedure ) - Manual on the planning and Engineering of the Aeronautical Fixed Telecommu nication Network.

4

2

Teknik Peralatan. a. Teori rinci b. Blok diagram . c. Rencana Instalasi

Agar peserta mengerti dan memahami konsep dan cara kerja peralatan secara rinci.

• Teori Operasi dan Blok diagram. • Sistem Hard Ware ; ( CPU,I/O,ACM,ACU,. Line Interface ,jaringan ). • Sistem Software ;

8 16

24

ØOperating System. ØFlow Chart. Perangkat Lunak AMSC. Ø Management Operasi Sistem AMSC.

• Perencanaan instalasi peralatan. .

8

3

Prosedur Pengoperasian

Agar peserta mengerti dan • Pengoperasian secara hardware memahami prosedur meliputi ; ØInterkoneksi Sistem dan pengoperasian.
peripheral . ØMenghidupkan dan mematikan. ØChange over.

4

.
• Pengoperasian secara software meliputi ; Ø Menghidupkan / restart . Ø Mematikan. Ø Change Over Ø Status System. Ø Create Line. Ø Status Line. Ø Setting Parameter Line. Ø Modifikasi Line. • Pengoperasian terminal AFTN meliputi ; Ø Interkoneksi. Ø Menghidupkan. Ø Setting Parameter. Ø Mematikan.

8

4

4

Sistem pemeliharaan; a. Pemeliharaan pencegahan. b. Pemeliharaan perbaikan

Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan AMSC sesuai dengan standar

• Pemeliharaan Pencegahan meliputi ; Ø Pemeliharaan berkala. Ø Performance Check. • Pemeliharaan Perbaikan
Sistem Hardware meliputi ; ( CPU.I/O.,ACM,ACU,Line Interface.,Jaringan.). Pemeliharaan Sotware ; Ø Rekonfigurasi. Ø Reinstalasi • Praktek pengoperasian dan pemeliharaan peralatan. • Trouble Shooting dan Analysis sistem peralatan.

8

8

8

5

Praktek
a. Pengoperasian .dan pemeliharaan peralatan b. Trouble Shooting dan Analisis sistem .

Agar peserta dapat memiliki keahlian dalam pengoperasian dan pemeliharaan peralatan. Untuk mengevaluasi sejauh mana kemampuan peserta

32 72 32 8 32

6

Ujian/Evaluasi. a. Praktek. b. Teori

• Praktek Kerja lapangan a. Ujian teori. b. Ujian Praktek.

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA

DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK
SKP TERAMPIL RATING AUTOMATIC MESSAGE SWITCHING CENTRE ( AMSC ) 208 Jam Pelajaran I. PENDAHULUAN Automatic Message Switching Centre ( AMSC ) adalah suatu peralatan yang berfungsi memproses pengiriman, penerimaan serta penyimpan berita- berita penerbangan antar stasiun penerbangan ( Bandara ) sesuai dengan persyaratan internasional dalam format Aeronautical Fixed Telecommunication Network (AFTN). Dalam rangka implementasi UU No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan, maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan AMSC perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. II. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan terampil yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating AMSC dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih,ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan AMSC serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. III. PERSYARATAN : a. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. IV. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas AMSC sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. KODE: AMSC-A/KKP Teori : 78 Jam Praktek : 130 Jam

V. KURIKULUM RATING TERAMPIL AMSC JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 12

NO 1

MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Fungsi b. Teori Penunjang c. Dokumen Terkait Teknik peralatan a. Teori Rinci Peralatan b. Block diagram.

KODE
AMSC-A/T /1

2

AMSC-A/T /2

30

3 4

Prosedur Pengoperasian . Pemeliharaan a. Pemeliharaan Pencegahan . b. Pemeliharaan Perbaikan.

AMSC-A/T /3 AMSC-A/T /4

12 16

5

Praktek a. Pengoperasian. b Pemeliharaan Pencegahan . c. Trouble Shooting d. Praktek kerja Lapangan Ujian/Evaluasi a. Teori b. Praktek

AMSC-A/T /5

106

6

AMSC-A/T /6

8 24

• Teori Operasi dan Blok diagram. c.VI. Perangkat Lunak AMSC. -Buku petunjuk pengoperasian dan pemeliharaan peralatan 1 2 2 Teknik Peralatan. 4 12 12 ØOperating System.jaringan ). • Teori Penunjang meliputi . Teori rinci b. Ø Management Operasi Sistem AMSC.I/O. Dokumen terkait TUJUAN • Agar peserta memahami teori pendukung dan dasar teknis fungsi dari peralatan POKOK BAHASAN • Fungsi/kegunaan peralatan . a. Blok diagram . • Sistem Software . • Sistem Hard Ware . • Dokumen terkait: JAMPEL T 2 8 P PENGAJAR DAFTAR PUSTAKA -Annex 10 Volume II ( Communicatio n Procedure ). Fungsi b. 8 . Teori Penunjang c. ( CPU.ACU. Ø Teori dasar Komputer. -Manual on the planning and engineering of the Aeronautical Telecommunic ation Network. Rencana Instalasi Agar peserta mengerti dan memahami konsep dan cara kerja peralatan secara rinci.. SILABI : RATING TERAMPIL AMSC NO MATA PELAJARAN (TOPIK ) Teori umum peralatan a. Ø Protocol/Interface. Ø Topologi AFTN. Ø Komunikasi data.ACM. ØFlow Chart. Line Interface .

ØMenghidupkan dan mematikan. Ø Menghidupkan / restart . volume III 4 . ØInterkoneksi Sistem dan pengoperasian. Ø Mematikan. 4 . • Pengoperasian secara software meliputi . Ø Create Line. Ø Modifikasi Line. Ø Mematikan. peripheral . Ø Status Line. • Pengoperasian terminal AFTN meliputi . ØChange over. Ø Interkoneksi. 4 Annex 10. Ø Setting Parameter Line. Ø Menghidupkan. Ø Setting Parameter. Ø Change Over Ø Status System.3 Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengerti dan • Pengoperasian secara hardware memahami prosedur meliputi .

Pemeliharaan pencegahan. Jaringan.). Agar peserta dapat memiliki keahlian dalam pengoperasian dan pemeliharaan peralatan. b.ACM.. Praktek. 4 8 • 4 5 Praktek a.I/O. Trouble Shooting dan Analisis sistem . Ø Pemeliharaan berkala. • Pemeliharaan Perbaikan Sistem Hardware meliputi . a. Ujian teori. a.Line Interface. Ø Performance Check. b.dan pemeliharaan peralatan b. Ø Rekonfigurasi. Ujian Praktek. . ( CPU. Pemeliharaan Sotware . Untuk mengevaluasi sejauh mana kemampuan peserta 44 32 32 8 24 6 Ujian/Evaluasi. Pengoperasian . Pemeliharaan perbaikan Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan AMSC sesuai dengan standar • Pemeliharaan Pencegahan meliputi . Teori • Praktek Kerja lapangan a. Ø Reinstalasi • Praktek pengoperasian dan pemeliharaan peralatan. b.4 Sistem pemeliharaan. • Trouble Shooting dan Analysis sistem peralatan.ACU.

Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. PERSYARATAN : III a. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. . sehingga selalu dalam kondisi operasional sesuai standar yang dipersyaratkan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara sistem CPDLC wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan . MAKSUD DAN TUJUAN II Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating CPDLC dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. KODE: CPDLC -A/KKP Teori : 130 Jam Praktek : 170 Jam MANFAAT YANG DIHARAPKAN : IV Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan sistem aplikasiCPDLC. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan sistem CPDLC serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Dalam rangka implementasi UU No. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING CONTROLLER PILOT DATA LINK COMMUNICATION ( CPDLC ) 300 Jam Pelajaran I PENDAHULUAN CPDLC adalah salah satu aplikasi ATN yang digunakan untuk komunikasi antara petugas pemandu lalu lintas udara dan pilot dengan menggunakan sarana komunikasi data (A/G Communications) dalam rangka pelayanan keselamatan penerbangan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. b.

Prosedur Pengoperasian . Teori b.V. Teori penunjang c. Block dan circuit diagram. Fungsi b. Pemeliharaan a. Praktek a. Ujian/Evaluasi a. b. c. Teori Rinci b. Pengoperasian. b. Teknik peralatan a. Pemeliharaan Perbaikan. Pemeliharaan pencegahan d. Praktek CPDLC-A/A/1 2 CPDLC-A/A/2 48 3 4 CPDLC-A/A/3 CPDLC-A/A/4 16 26 5 CPDLC-A/A/5 138 6 CPDLC-A/A/6 16 32 JUMLAH 130 170 . Dokumen Terkait. Trouble Shooting. KURIKULUM RATING AHLI : CONTROLLER PILOT DATA LINK COMMUNICATION ( CPDLC) JUMLAH JAM PELAJARAN TEOR PRAKTEK I 24 NO MATA PELAJARAN KODE 1 Teori Umum Peralatan a. Penggunaan alat ukur. Pemeliharaan Pencegahan .

VI. SILABI : RATING AHLI CPDLC (sedang dalam pengembangan) .

SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. III PERSYARATAN : a.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING CONTROLLER PILOT DATA LINK COMMUNICATION ( CPDLC ) 230 Jam Pelajaran I PENDAHULUAN CPDLC adalah salah satu aplikasi ATN yang digunakan untuk komunikasi antara petugas pemandu lalu lintas udara dengan pilot dengan menggunakan sarana komunikasi data (A/G Communications) dalam rangka pelayanan keselamatan penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Dalam rangka implementasi UU No. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating CPDLC dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara sistem CPDLC wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan . yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. sehingga selalu dalam kondisi operasional sesuai standar yang dipersyaratkan.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan sistem CPDLC serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. KODE: CPDLC -A/KKP Teori : 98 Jam Praktek : 132 Jam . IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan sistem aplikasi CPDLC. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. b.

d. b. Teori d. c. Teori Rinci b. Pemeliharaan Pencegahan . Praktek a. e. Praktek kerja Lapangan KODE CPDLC-A/T//1 2 CPDLC-A/T/2 46 3 4 CPDLC-A/T/3 CPDLC-A/T/4 12 16 5 CPDLC-A/T/5 108 6 Ujian/Evaluasi c. Dokumen Terkait. d. Trouble Shooting. Teori penunjang c. c. Teknik peralatan a. Pengoperasian.V. KURIKULUM RATING TERAMPIL : CONTROLLER PILOT DATA LINK COMMUNICATION (CPDLC) JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 16 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian . Analisis sistem Peralatan f. Praktek CPDLC-A/T/6 8 24 TOTAL 98 132 . Teori Operasi dan Blok diagram. Fungsi Peralatan b. Pemeliharaan Perbaikan. Pemeliharaan Pencegahan . Penggunaan alat ukur. Pemeliharaan c.

SILABI : RATING TERAMPIL CPDLC (sedang dalam pengembangan) .VI.

serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Dalam rangka implementasi UU No. KODE: VDL -A/KKP Teori : 130 Jam Praktek : 170 Jam MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas VHF-DL.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan VHF-DL serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan VHF-DL wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan . . SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi operasional sesuai standar yang dipersyaratkan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. III PERSYARATAN : a. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING VERY HIGHT FREQUENCY DATA LINK ( VHF-DL ) 300 Jam Pelajaran I PENDAHULUAN VHF-DL adalah pelayanan komunikasi data yang menggunakan peralatan radio komunikasi dengan frekuensi sangat tinggi (Very High Frequency-VHF) antara Petugas ATS dengan Pilot di pesawat udara (A/G Communications) dan merupakan salah satu media jaringan A/G ATN dalam rangka menunjang kelancaran operasional pelayanan keselamatan penerbangan. b. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating VHF-DL dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. IV Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan.

Praktek KODE VDL -A/A/1 2 VDL -A/A/2 48 3 4 VDL -A/A/3 VDL -A/A/4 16 26 5 VDL -A/A/5 138 6 VDL -A/A/6 16 32 JUMLAH 130 170 . Pemeliharaan pencegahan d. KURIKULUM RATING AHLI : VERY HIGHT FREQUENCY DATA LINK ( VHF-DL) JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 24 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Praktek a. Pengoperasian. b. Block dan circuit diagram. Teknik peralatan a. Teori b. Ujian/Evaluasi a. Penggunaan alat ukur. Teori Rinci b. Dokumen Terkait. Trouble Shooting. Pemeliharaan a.V. Pemeliharaan Perbaikan. Prosedur Pengoperasian . c. b. Teori penunjang c. Pemeliharaan Pencegahan . Fungsi b.

VI. SILABI : RATING AHLI VHF DL (sedang dalam pengembangan) .

b. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas VHF-DL. KODE: VDL -A/KKP Teori : 98 Jam Praktek : 132 Jam . SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan VHF-DL wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan . III PERSYARATAN : a. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating VHF-DL dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Dalam rangka implementasi UU No. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING VERY HIGHT FREQUENCY DATA LINK ( VHF-DL ) 230 Jam Pelajaran I PENDAHULUAN VHF-DL adalah pelayanan komunikasi data yang menggunakan peralatan radio komunikasi dengan frekuensi sangat tinggi (Very High Frequency-VHF) antara Petugas ATS dengan Pilot di pesawat udara (A/G Communications) dan merupakan salah satu media jaringan A/G ATN dalam rangka menunjang kelancaran operasional pelayanan keselamatan penerbangan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi operasional sesuai standar yang dipersyaratkan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan VHF-DL serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.

Teori Operasi dan Blok diagram. Praktek kerja Lapangan KODE VDL-A/T//1 2 VDL-A/T/2 46 3 4 VDL -A/T/3 VDL -A/T/4 12 16 5 VDL -A/T/5 108 6 Ujian/Evaluasi c. Fungsi Peralatan b. Pemeliharaan Perbaikan. c.V. Pemeliharaan Pencegahan . Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian . Pemeliharaan c. Pemeliharaan Pencegahan . Trouble Shooting. Praktek a. Teori penunjang c. c. Teknik peralatan a. d. e. b. Dokumen Terkait. d. Teori Rinci b. Pengoperasian. Analisis sistem Peralatan f. KURIKULUM RATING TERAMPIL : VERY HIGHT FREQUENCY DATA LINK (VHF-DL) JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 16 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Penggunaan alat ukur. Praktek VDL -A/T/6 8 24 TOTAL 98 132 . Teori d.

SILABI : RATING TERAMPIL VHF DL (sedang dalam pengembangan) .VI.

03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. III PERSYARATAN : a. KODE: ATN -A/KKP Teori : 130 Jam Praktek : 170 Jam MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan sistem ATN. b. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi operasional sesuai standar yang dipersyaratkan. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara sistem ATN wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan . serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating ATN dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan sistem ATN serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. baik untuk komunikasi dengan pesawat (A/G Communications) maupun antar stasiun stasiun lain (Ground to Ground Communications) dalam rangka menunjang kelancaran operasional pelayanan keselamatan penerbangan Dalam rangka implementasi UU No. . IV Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING AERONAUTICAL TELECOMMUNICATION NETWORK ( ATN ) 300 Jam Pelajaran I PENDAHULUAN ATN adalah jaringan komunikasi yang merupakan rangkaian/kombinasi peralatan yang digunakan untuk komunikasi data penerbangan.

Teori penunjang c. Teori b. Pemeliharaan pencegahan d. Penggunaan alat ukur. b. Praktek a. b. Teknik peralatan a. Pemeliharaan a. Teori Rinci b. Trouble Shooting.V. c. Pemeliharaan Pencegahan . KURIKULUM RATING AHLI : AERONAUTICAL TELECOMMUNICATION NETWORK (ATN) JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 24 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Block dan circuit diagram. Pemeliharaan Perbaikan. Praktek KODE ATN-A/A/1 2 ATN-A/A/2 48 3 4 ATN-A/A/3 ATN-A/A/4 16 26 5 ATN-A/A/5 138 6 ATN-A/A/6 16 32 JUMLAH 130 170 . Prosedur Pengoperasian . Ujian/Evaluasi a. Fungsi b. Pengoperasian. Dokumen Terkait.

SILABI : RATING AHLI ATN (sedang dalam pengembangan) .VI.

II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating ATN dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. b. baik untuk komunikasi dengan pesawat (A/G Communications) maupun antar stasiun stasiun lain (Ground to Ground Communications) dalam rangka menunjang kelancaran operasional pelayanan keselamatan penerbangan Dalam rangka implementasi UU No. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan sistem ATN. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. KODE: ATN -A/KKP Teori : 98 Jam Praktek : 132 Jam . Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. sehingga selalu dalam kondisi operasional sesuai standar yang dipersyaratkan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara sistem ATN wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan .DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING AERONAUTICAL TELECOMMUNICATION NETWORK ( ATN ) 230 Jam Pelajaran I PENDAHULUAN ATN adalah jaringan komunikasi yang merupakan rangkaian/kombinasi peralatan yang digunakan untuk komunikasi data penerbangan. III PERSYARATAN : a.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan sistem ATN serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan.

e. Teori Rinci b. Teori d. Praktek kerja Lapangan KODE ATN-A/T//1 2 ATN -A/T/2 46 3 4 ATN -A/T/3 ATN -A/T/4 12 16 5 ATN-A/T/5 108 6 Ujian/Evaluasi c. Trouble Shooting. KURIKULUM RATING TERAMPIL : AERONAUTICAL TELECOMMUNICATION NETWORK (ATN) JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 16 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. d. Pemeliharaan c. Dokumen Terkait. Pengoperasian. d. Teori Operasi dan Blok diagram. Praktek ATN-A/T/6 8 24 TOTAL 98 132 .V. Analisis sistem Peralatan f. c. b. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian . Pemeliharaan Perbaikan. Penggunaan alat ukur. c. Praktek a. Fungsi Peralatan b. Pemeliharaan Pencegahan . Teori penunjang c. Pemeliharaan Pencegahan . Teknik peralatan a.

VI. SILABI : RATING TERAMPIL ATN (sedang dalam pengembangan) .

sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi operasional sesuai standar yang dipersyaratkan. Dalam rangka implementasi UU No.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan AMHS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. b. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating AMHS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING AERONAUTICAL MESSAGE HANDLING SYSTEM ( AMHS) 300 Jam Pelajaran I PENDAHULUAN KODE: AMHS -A/KKP Teori : 130 Jam Praktek : 170 Jam AMHS adalah suatu sub jaringan ATN yang merupakan jaringan komunikasi data penerbangan antar stasiun (Ground to Ground Communications) yang berfungsi sebagai network dan switching untuk berbagai alamat dan aplikasi dalam rangka menunjang kelancaran operasional pelayanan keselamatan penerbangan . III PERSYARATAN : a. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas AMHS. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. . 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan AMHS wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan .

Pemeliharaan Pencegahan . Trouble Shooting.V. b. Pemeliharaan pencegahan d. Praktek KODE AMHS-A/A/1 2 AMHS-A/A/2 48 3 4 AMHS-A/A/3 AMHS-A/A/4 16 26 5 AMHS-A/A/5 138 6 AMHS-A/A/6 16 32 JUMLAH 130 170 . KURIKULUM RATING AHLI : AERONAUTICAL MESSAGE HANDLING SYSTEM (AMHS) JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 24 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Block dan circuit diagram. b. Penggunaan alat ukur. c. Praktek a. Fungsi b. Ujian/Evaluasi a. Pemeliharaan Perbaikan. Pengoperasian. Dokumen Terkait. Pemeliharaan a. Prosedur Pengoperasian . Teknik peralatan a. Teori Rinci b. Teori b. Teori penunjang c.

SILABI : RATING AHLI AMHS (sedang dalam pengembangan) .VI.

Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi operasional sesuai standar yang dipersyaratkan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas AMHS.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan AMHS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING AERONAUTICAL MESSAGE HANDLING SYSTEM ( AMHS ) 230 Jam Pelajaran KODE: AMHS -A/KKP Teori : 98 Jam Praktek : 132 Jam I PENDAHULUAN AMHS adalah suatu sub jaringan ATN yang merupakan jaringan komunikasi data penerbangan antar stasiun (Ground to Ground Communication) yang berfungsi sebagai network dan switching untuk berbagai alamat dan aplikasi dalam rangka menunjang kelancaran operasional pelayanan keselamatan penerbangan . yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. Dalam rangka implementasi UU No. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. b. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating AMHS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan AMHS wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan . . III PERSYARATAN : a. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan.

Teori d. KURIKULUM RATING TERAMPIL : AERONAUTICAL MESSAGE HANDLING SYSTEM (AMHS) JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 16 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Pengoperasian. Analisis sistem Peralatan f.V. Praktek kerja Lapangan KODE AMHS -A/T//1 2 AMHS-A/T/2 46 3 4 AMHS-A/T/3 AMHS -A/T/4 12 16 5 AMHS -A/T/5 108 6 Ujian/Evaluasi c. d. Pemeliharaan Pencegahan . d. Pemeliharaan c. Teknik peralatan a. Pemeliharaan Pencegahan . Dokumen Terkait. Teori Operasi dan Blok diagram. Teori penunjang c. b. Trouble Shooting. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian . Teori Rinci b. Fungsi Peralatan b. Praktek AMHS-A/T/6 8 24 TOTAL 98 132 . c. Penggunaan alat ukur. Praktek a. c. e. Pemeliharaan Perbaikan.

VI. SILABI : RATING TERAMPIL AMHS (sedang dalam pengembangan) .

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING INTEGRATED REMOTE CONTROL AND MONITORING SYSTEM 288 Jam Pelajaran I. II. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas IRCMS sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. IV. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan IRCMS perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. III. Dalam rangka implementasi UU No. KODE: IRCMS-A/KKP Teori : 120 Jam Praktek : 168 Jam PENDAHULUAN Integrated Remote Control and Monitoring System ( IRCMS ) adalah suatu peralatan yang digunakan untuk pengendalian dan pemantauan secara terintegrasi peralatan-peralatan penunjang keselamatan penerbangan (Telekomunikasi. . Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. Navigasi dan Listrik) guna menunjang efektifitas dan efisiensi ( kelancaran ) dalam operasional pelayanan keselamatan penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating IRCMS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. PERSYARATAN : a. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan IRCMS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya.

d. c. Penggunaan Alat Ukur. c. KURIKULUM RATING AHLI IRCMS JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 24 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a.Peralatan. Analisa sistem IRCMS-A/A /5 144 6 Ujian/Evaluasi a. Teori penunjang.V. b. Pemeliharaan Pencegahan b. Pemeliharaan Pencegahan . Teori Rinci. b. Dokumen Terkait Teknik peralatan a. c. Pengoperasian. KODE IRCMS-A/A /1 2 IRCMS-A/A /2 48 3 4 IRCMS-A/A /3 IRCMS-A/A /4 16 24 5 Praktek a. Perencanaan instalasi Prosedur Pengoperasian . Teori b. Praktek IRCMS-A/A /6 8 24 . Pemeliharaan a. Blok diagram. b. Pemeliharaan Perbaikan. Trouble Shooting e. Fungsi.

Ø Interface. Teori rinci peralatan.Mode Komunikasi. Ø Jaringan. POKOK BAHASAN • Fungsi /kegunaan peralatan.Jaringan .VI. c. • Sistem hardware meliputi . • Dokumen terkait • Teori Operasi dan Blok diagram. Agar peserta memahami sistem peralatan . Ø Sistem server. Ø Supervisory. Blok diagram. SILABI : RATING AHLI INTEGRATED REMOTE CONTROL AND MONITORING SYSTEM ( IRCMS ) JAMPEL NO MATA PELAJARAN ( TOPIK ) 1 Teori umum peralatan . b. Ø Operating System. Ø Flowchart/Diagram alur perangkat Lunak • Management Operasi IRCMS.Media Komunikasi . • Teori penunjang . a.Perangkat Komunikasi . Dokumen terkait TUJUAN Agar peserta memahami dasar teknis Peralatan IRCMS. Ø Sistem monitoring • Sistem Software meliputi .Protocol . 8 8 8 . Ø Terminal.Komunikasi Data . Fungsi b. Teori Penunjang. . • Rencana Instalasi T 4 16 P PENGAJAR DAFTAR PUSTAK A 4 16 8 2 Teknik peralatan a.

line interface) • Perbaikan software. Pemeliharaan perbaikan Agar peserta mema hami konsep pemeli haraan dan perbaikan sistem peralatan sesuai dengan standar • Pemeliharaan Pencegahan Ø Pemeliharaan berkala Ø Performance Check • Pemeliharaan Perbaikan meliputi . Sistem hardware ( Sistem server.3 Prosedur pengoperasian Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian peralatan secara benar • Pengoperasian secara hardware meliputi . Ø Mematikan Ø Change Over.Pemeliharaan pencegahan. b. • Pengoperasian secara software meliputi. Ø Status System Ø Status Line. Ø Create Line dan Setting Ø Parameter line • Pengoperasian terminal meliputi Ø Interkoneksi. Ø Interkoneksi Sistem dan peripheral .Supervisory.terminal. Ø Menghidupkan Ø Mematikan Ø Change over. jaringan. Ø Menghidupkan Ø Setting Parameter Ø Mematikan 4 8 4 4 Pemeliharaan a. Ø Mnghidupkan / restart. Ø Rekonfigurasi Ø Reinstalasi 4 8 12 .

Teori b. Pengoperasian. • Praktek Kerja lapangan 16 24 24 48 32 6 Ujian/Evaluasi a. Pemeliharaan pencegahan d. Praktek • Ujian Teori • Ujian Praktek 8 24 . Trouble shooting dan analisis sistem peralatan. Praktek pemeliharaan peralatan. Penggunaan alat ukur c. Trouble shooting • • • • Praktek pengoperasian. b.5 Praktek a. Praktek penggunaan Alat Ukur.

SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING INTEGRATED REMOTE CONTROL AND MONITORING SYSTEM ( IRCMS ) 210 Jam Pelajaran I. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Navigasi dan Listrik) guna menunjang efektifitas dan efisiensi ( kelancaran )dalam operasional pelayanan keselamatan penerbangan. IV. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan terampil yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating IRCMS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. PENDAHULUAN Integrated Remote Control and Monitoring System ( IRCMS ) adalah suatu peralatan yang digunakan untuk pengendalian dan pemantauan secara terintegrasi peralatanperalatan penunjang keselamatan penerbangan (Telekomunikasi. PERSYARATAN : a. III. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan IRCMS perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan IRCMS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. Dalam rangka implementasi UU No. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas IRCMS. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. II. KODE: IRCMS-A/KKP Teori : 82 Jam Praktek : 128Jam . sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.

b. Pemeliharaan Pencegahan . d.V. Pemeliharaan Perbaikan. Penggunaan Alat Ukur c. Blok diagram. Dokumen Terkait KODE IRCMS-A/T /1 2 Teknik peralatan a. Teori penunjang c. IRCMS-A/T /2 32 3 4 Prosedur Pengoperasian . IRCMS-A/T /3 IRCMS-A/T /4 8 16 5 Praktek a. b. b. Pemeliharaan a. Pengoperasian. Fungsi . Praktek IRCMS-A/T /5 106 6 IRCMS-A/T /6 8 24 . Pemeliharaan Pencegahan . Teori Rinci b. Teori b. KURIKULUM RATING TERAMPIL IRCMS JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 16 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Trouble Shooting Ujian/Evaluasi a.

b. Dokumen terkait TUJUAN Agar peserta memahami dasar teknis Peralatan IRCMS.Jaringan . Ø Operating System..VI. Ø Terminal. Ø Flowchart/Diagram alur perangkat lunak • Management Operasi IRCMS T 4 10 P PENGAJAR DAFTAR PUSTAK A 2 8 8 2 Teknik peralatan a. Ø Sistem monitoring • Sistem Software meliputi . Agar peserta memahami sistem peralatan . POKOK BAHASAN • Fungsi /kegunaan peralatan. Fungsi b. SILABI : RATING TERAMPIL INTEGRATED REMOTE CONTROL AND MONITORING SYSTEM ( IRCMS ) JAMPEL NO MATA PELAJARAN ( TOPIK ) 1 Teori umum peralatan .Komunikasi Data . Blok diagram. c. .Perangkat Komunikasi . Ø Supervisory. • Dokumen terkait • Teori Operasi dan Blok diagram. a. • Teori penunjang . Ø Interface.Media Komunikasi . Ø Sistem server.Protocol . • Sistem hardware meliputi . Teori rinci peralatan.Mode Komunikasi. Teori Penunjang. Ø Jaringan. 8 8 .

Ø Interkoneksi Sistem dan peripheral . Ø Mematikan Ø Change Over. Ø Create Line dan Setting Ø Parameter line • Pengoperasian terminal meliputi . Ø Menghidupkan Ø Mematikan Ø Change over. Ø Status System Ø Status Line. Ø Mnghidupkan / restart. Ø Menghidupkan Ø Setting Parameter Ø Mematikan 4 4 2 . Ø Interkoneksi.3 Prosedur pengoperasian Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian peralatan secara benar • Pengoperasian secara hardware meliputi . • Pengoperasian secara software meliputi.

terminal.Supervisory.4 Pemeliharaan a. Trouble Shooting. b. b. Pemeliharaan perbaikan Agar peserta mema hami konsep pemeli haraan dan perbaikan sistem peralatan sesuai dengan standar • Pemeliharaan Pencegahan Ø Pemeliharaan berkala Ø Performance Check • Pemeliharaan Perbaikan meliputi . Pengoperasian. Trouble shooting Ujian/Evaluas a. Praktek pemeliharaan peralatan. Praktek Kerja Lapangan 4 8 4 5 6 Praktek a.line interface) • Perbaikan software. Sistem hardware ( Sistem server.Pemeliharaan pencegahan. jaringan. Ø Rekonfigurasi Ø Reinstalasi • • • • • Praktek pengoperasian. Teori b. Pemeliharaan pencegahan d. Praktek 8 16 8 32 16 • Ujian Teori • Ujian Praktek 8 24 . Penggunaan alat ukur c. Praktek penggunaan Alat Ukur.

yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. III PERSYARATAN : a.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan VHF A/G serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING VERY HIGH FREQUENCY AIR GROUND COMMUNICATION ( VHF A/G ) 216 Jam Pelajaran I KODE: VHF AG-B/KKP Teori : 88 Jam Praktek : 128 Jam PENDAHULUAN Very High Frequency Air Ground Communication ( VHF A/G ) adalah peralatan komunikasi penerbangan yang berfungsi sebagai sarana komunikasi antara Controller /Petugas PLLU dengan pilott dalam rangka pelayanan keselamatan penerbangan dengan menggunakan frekuensi Aeronautical Band antara 118MHz – 136. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating VHF A/G dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih.95MHz. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan VHF A/G wajib mengikuti pendidIkan dan pelatihan . b. Dalam rangka implementasi UU No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. . IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas VHF-A/G.

Praktek KODE VHFAG-B/A/1 2 VHFAG-B/A/2 40 3 4 VHFAG-B/A/3 VHFAG-B/A/4 12 16 5 VHFAG-B/A/5 104 6 VHFAG-B/A/6 8 24 . Fungsi Peralatan b. Praktek a. b. c. Trouble Shooting. Pemeliharaan Perbaikan. b. Teknik peralatan a. Pemeliharaan Pencegahan . Teori Operasi dan Blok diagram. Dokumen Terkait. Pemeliharaan Pencegahan . Penggunaan alat ukur. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian .. KURIKULUM RATING AHLI VHF A/G JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 12 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Pemeliharaan a. c. c. Teori Rinci b. d.V. Teori penunjang c. b. Pengoperasian. Praktek Kerja lapangan Ujian/Evaluasi a. Analisis sistem Peralatan d.Teori.

Rencana Instalasi. Ø Karakteristik lapisan udara • Dokumen terkait • Teori Operasi . b. 2 2 Teknik Peralatan. . Agar peserta mengerti dan memahami system peralatan 8 8 . Ø Teori Propagasi Gelombang elektro magnet. Dokumen terkait TUJUAN Agar peserta mengerti dan memahami dasar teknis Peralatan POKOK BAHASAN • Fungsi / kegunaan peralatan . Ø Frequency Band. Ø Synthesizer Ø Modulator. PENGAJAR T 2 8 P DAFTAR PUSTAKA .Annex 10 Volume III Communication. • Teori penunjang yang meliputi . yang meliputi . Ø Komunikasi Radio Penerbangan. c. b. Ø AFS. Ø Tower set Ø VHF ER Ø Transceiver • Prinsip kerja Pemancar. Procedure. a. Ø RF Power Amplifier. Fungsi .Teori rinci peralatan. Ø AMS.Buku petunjuk pengoperasian & pemeliharaan peralatan VHF A/G . . Blok diagram dan circuit diagram meliputi .ATS Planning System Manual ( Doc 9426 – AN/924 ). c. Teori Penunjang.VI. Blok Diagram. SILABI : RATING AHLI VHF A/G JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN ( TOPIK ) Teori Umum Peralatan a.

Ø Record System Ø Control System Ø Play Back system Ø Audio Interface. • Prinsip kerja VHF Portable. Ø Interkoneksi. • Prinsip kerja VHF – ER yang meliputi . • Rencana kerja instalasi 4 4 2 4 . • Prinsip kerja Console Desk yang meliputi . 8 2 Ø Switching system Ø Meteo display & sensor.Ø Antenna & change over unit. Ø Konfigurasi Ø Media Transmisi. Ø Echo Supression. • Prinsip kerja Recorder yang meliputi . Ø Synthesizer ØRF Amplifier ØMixer dan IF amplifier ØAudio amplifier. • Prinsip kerja Penerima yang meliputi .

d. mampu untuk Ø Recorder melaksanakan pemeliharaan system • Penggunaan alat ukur yang meliputi .3 Prosedur Pengoperasian Agar peserta menger-ti dan memahami prosedur pengoperasian peralatan secara benar • • • • • Pengoperasian pemancar. Trouble Shooting 8 16 . Ø Osciloscope Ø . a.Freq. Pengoperasian b. Ø Power Meter 4 12 5 Praktek . pengoperasian dan Ø VHF-ER. Pengoperasian Console Desk. Pemeliharaan pencegahan. Pemeliharaan perbaikan Agar peserta mema Pemeliharaan pencegahan hami konsep pemeli meliputi. Penggunaan Alat Ukur c. Ø Pemancar.Counter. Pengoperasian Recorder. Ø Recorder Agar peserta memiliki . Ø Audio/Rf Generator. Ø Penerima. Ø Tower Set. Pengoperasian Penerima. Ø VHF-ER. Ø Pemeliharaan haraan dan perbaikan berkala sistem peralatan sesuai Ø Performance Check dengan standar Pemeliharaan perbaikan meliputi . a. dan trouble shooting Ø AVO Meter. Pemeliharaan pencegahan b. Pengoperasian VHFER 12 4 Pemeliharaan.Praktek pengoperasian keahlian dalam yang meliputi .

Ø Analisa kerusakan modul. Ø Penerima. Untuk mengevaluasi sejauh mana kemampuan peserta. Ø Interkoneksi.Teori. Ø VHF-ER. Ø Console Desk. . b. a. Ø Recorder. Ø Analisa kerusakan sistem. • Praktek kerja lapangan • • Ujian teri. • Trouble shooting meliputi .Praktek. 24 . Ø Pemancar. Ø Analisa kerusakan . Ujian Praktek 8 24 32 24 6 Ujian/Evaluasi .• Pemeliharaan pencegahan meliputi .

c. IV Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING VERY HIGH FREQUENCY AIR GROUND COMMUNICATION ( VHF A/G ) 150 Jam Pelajaran I PENDAHULUAN KODE: VHF AG-B/KKP Teori : 60 Jam Praktek : 90 Jam Very High Frequency Air Ground Communication ( VHF A/G ) adalah peralatan komunikasi Penerbangan yang berfungsi sebagai sarana komunikasi antara Controller /Petugas PLLU dengan Pesawat dalam rangka pelayanan keselamatan penerbangan dengan menggunakan frekwensi Aeronautical Band antara 118MHz – 136.95MHz. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas VHF-A/G. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Dalam rangka implementasi UU No. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan VHF A/G wajib mengikuti pendidIkan dan pelatihan . yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan VHF A/G serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. . serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating VHF A/G dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. III PERSYARATAN : b.

Pemeliharaan Pencegahan . Teknik peralatan b. Praktek kerja lapangan Ujian/Evaluasi a. c. Pemeliharaan Perbaikan. f. Dokumen Terkait. e. Praktek KODE VHFAG-B/T /1 2 VHFAG-B/T /2 20 3 4 VHFAG-B/T /3 VHFAG-B/T /4 8 12 5 VHFAG-B/T /5 76 6 VHFAG-B/T /6 8 16 . Teori Rinci Peralatan c. Pemeliharaan Pencegahan . KURIKULUM RATING TERAMPIL VHF A/G JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 12 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan b. Teori penunjang c. Teori b. Pengoperasian. Pemeliharaan e. Penggunaan alat ukur. Blok diagram. Trouble Shooting. f.V. Praktek b. d. Prosedur Pengoperasian . Fungsi c.

ATS Planning System Manual ( Doc 9426 – AN/924 ). Ø AFS. yang meliputi .Buku petunjuk pengoperasian & pemeliharaan peralatan VHF A/G .Teori rinci peralatan. 2 2 Teknik Peralatan. Ø RF Power Amplifier. • Teori penunjang yang meliputi . Ø Tower set Ø VHF ER Ø Transceiver • Prinsip kerja Pemancar. Ø Komunikasi Radio Penerbangan. a. b. Blok diagram dan circuit diagram meliputi . Teori Penunjang. PENGAJAR T 4 6 P DAFTAR PUSTAKA . SILABI : RATING TERAMPIL VHF A/G JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN ( TOPIK ) Teori Umum Peralatan a. Ø AMS. Ø Karakteristik lapisan udara • Dokumen terkait • Teori Operasi . b. . Ø Synthesizer Ø Modulator.Annex 10 Volume III Communication. Blok Diagram.VI. Dokumen terkait TUJUAN Agar peserta mengerti dan memahami dasar teknis Peralatan POKOK BAHASAN • Fungsi / kegunaan peralatan . c. Ø Teori Propagasi Gelombang elektro magnet. Procedure. Fungsi . . Ø Frequency Band. Agar peserta mengerti dan memahami system peralatan 4 2 .

Ø Echo Supression. 2 • 2 . • Ø Ø Ø Ø • Prinsip kerja Recorder yang meliputi . Ø Synthesizer ØRF Amplifier ØMixer dan IF amplifier ØAudio amplifier. • Prinsip kerja Console Desk yang meliputi . Ø Interkoneksi.Ø Antenna & change over unit. Prinsip kerja VHF Portable. Record System Control System Play Back system Audio Interface. Ø Konfigurasi Ø Media Transmisi. • Prinsip kerja Penerima yang meliputi . 4 Prinsip kerja VHF – ER yang meliputi . 2 4 Ø Switching system Ø Meteo display & sensor.

Ø Pemancar. Ø Penerima.Praktek pengoperasian yang meliputi .3 Prosedur Pengoperasian Agar peserta menger-ti dan memahami prosedur pengoper asian peralatan secara benar Agar peserta mema hami konsep pemeli haraan dan perbaikan sistem peralatan sesuai dengan standar • Pengoperasian . d. Ø VHF-ER. Ø Recorder • . Ø VHF-ER. Pemeliharaan pencegahan b. Pemeliharaan pencegahan. Ø Console Desk. Ø Audio/RF Generator Ø Power meter. a.Frequency Counter. Ø Osciloscope Ø . Pemeliharaan. 4 8 5 Praktek . Ø Tower Set. Ø Performance Check. Ø Penerima. Ø Recorder • Penggunaan alat ukur yang meliputi . a. Ø AVO Meter. Ø Recorder. • Perbaikan peralatan meliputi . Pengoperasian b. Ø Pemeliharaan berkala . Penggunaan Alat Ukur c. Ø VHF-ER 8 4. Ø Pemancar. Trouble Shooting Agar peserta memiliki keahlian dalam pengoperasian dan mampu untuk melaksanakan pemeliharaan system dan trouble shooting 6 16 . Pemeliharaan perbaikan • Pemeliharaan pencegahan meliputi .

Ø Pemancar. Ø Penerima. a.Praktek. Ø Analisa kerusakan . Ujian teori. Ø Console Desk.. • Pemeliharaan pencegahan meliputi . • Praktek kerja lapangan • • 16 16 24 6 Ujian/Evaluasi . Ujian Praktek 8 16 . Ø VHF-ER.Teori. Ø Recorder. Untuk mengevaluasi sejauh mana kemampuan peserta. Ø Interkoneksi. Ø Analisa kerusakan modul. b. • Trouble shooting meliputi .

4 5 16 16 . .3 4 c.a 4 4 e.

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING AERODROME TERMINAL INFORMATION SYSTEM ( ATIS ) 208 Jam Pelajaran I PENDAHULUAN KODE: ATIS-B/KKP Teori : 84 Jam Praktek : 124 Jam Aerodrome Terminal Information System ( ATIS ) adalah peralatan yang digunakan untuk memancarkan informasi keadaan cuaca maupun kondisi bandara melauli pemancar yang bekerja pada frekwensi VHF yang dipancarkan secara periodic. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan ATIS wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan . sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating ATIS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Sedangkan DATIS adalah informasi yang diberikan berupa data atau suara yang terintegrasi melalui fasiltas digital link. III PERSYARATAN : a. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ATIS. . 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan ATIS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. b. Dalam rangka implementasi UU No. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. IV Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan.

Pemeliharaan a. Pemeliharaan Pencegahan . b. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian . Dokumen Terkait. KURIKULUM RATING AHLI ATIS JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 12 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Pemeliharaan Pencegahan . Blok diagram. c. Pengoperasian. Praktek ATIS/B/A/KKP/6 8 24 . Teori penunjang c. b. c. Teori Rinci Peralatan. Pemeliharaan Perbaikan. e. Teori. Penggunaan alat ukur. b. b.V. Trouble Shooting. Praktek a. d. b. Analisis sistem Peralatan KODE ATIS-B/A /1 2 ATIS-B/A /2 32 3 4 ATIS-B/A /3 ATIS-B/A /4 12 20 5 ATIS-B/A /5 100 6 Ujian/Evaluasi a. Teknik peralatan a. Fungsi .

Ø Antenna & change over unit • Prinsip kerja console .Rencana Instalasi Agar peserta mengerti. . Dokumen terkait TUJUAN Agar peserta mengerti dan memahami fungsi serta dasar teknis peralatan POKOK BAHASAN • Fungsi/kegunaan peralatan. Ø Komunikasi data • Dokumen terkait • Teori Operasi dan Blok diagram. Pengoperasian pemancar b. • Teori penunjang meliputi. T 2 8 P PENGAJAR DAFTAR PUSTAKA 2 12 2 Detail Teknik Peralatan a.Audio/data Interface. • Rencana instalasi 3 Prosedur Pengoperasian peralatan Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian.Play Back system . Teori Operasi dan Blok Diagram b. SILABI : RATING AHLI ATIS JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN ( TOPIK ) Teori Umum a.Prinsip kerja peralatan c. 4 4 8 .Control System .VI. Ø Pemancar dan penerima Ø konfigurasi sistem • Prinsip Kerja Pemancar Ø Synthesizer. Teori Penunjang c. Fungsi Peralatan b. ( AFS. Ø Modulator. a. Ø RF Power Amplifier. Pengoperasian Console. dan mampu mengoperasikan serta melaksanakan pemeliha raan sistem peralatan 8 8 . Ø Komunikasi Radio Penerbangan.AMS ). memahami.

ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan ATIS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Sedangkan DATIS adalah informasi yang diberikan berupa data atau suara yang terintegrasi melalui fasiltas digital link. Dalam rangka implementasi UU No. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan ATIS wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan . SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING AERODROME TERMINAL INFORMATION SYSTEM (ATIS) 142 Jam Pelajaran I PENDAHULUAN KODE: ATIS -B/KKP Teori : 56 Jam Praktek : 86 Jam Aerodrome Terminal Information System ( ATIS ) adalah peralatan yang digunakan untuk memancarkan informasi keadaan cuaca maupun kondisi bandara melauli pemancar yang bekerja pada frekwensi VHF yang dipancarkan secara periodic. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. c. IV Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. . III PERSYARATAN : b. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating ATIS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ATIS.

Block diagram. Pemeliharaan b. Pemeliharaan Perbaikan. Dokumen Terkait. Teori c. KURIKULUM RATING TERAMPIL ATIS JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 12 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan b. d. c. Teori penunjang c. Praktek ATIS-B/T /5 86 ATIS-B/T /6 8 16 . Pemeliharaan Pencegahan . Pengoperasian. Teknik peralatan b. c. Penggunaan alat ukur. Teori Rinci Peralatan c. Fungsi c. Prosedur Pengoperasian . KODE ATIS-B/T /1 2 ATIS-B/T/ 2 20 3 4 ATIS-B/T /3 ATIS-B/T /4 8 8 5 6 Praktek b. Pemeliharaan Pencegahan . Trouble Shooting Ujian/Evaluasi b.V. d.

8 .Synthesizer . dan mampu mengoperasikan serta melaksanakan pemeliha raan sistem peralatan • Teori Operasi dan Blok diagram. Fungsi Peralatan b.Modulator . memahami. Ø Komunikasi Radio Penerbangan ( AFS.RF Power Amplifier . Ø Pemancar dan penerima Ø konfigurasi sistem • Prinsip Kerja Pemancar . Teori Operasi dan Blok Diagram b.Control System . • Teori penunjang meliputi. SILABI : RATING TERAMPIL ATIS JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN ( TOPIK ) Teori Umum a.Play Back system . Teori Penunjang c.Antenna & change over unit • Prinsip kerja console PENGAJAR T 4 6 P DAFTAR PUSTAKA 2 8 4 . Ø Komunikasi data • Dokumen terkait 2 Detail Teknik Peralatan a.Prinsip kerja peralatan Agar peserta mengerti.Audio/data Interface.VI. AMS ). Dokumen terkait TUJUAN Agar peserta mengerti dan memahami fungsi serta dasar teknis peralatan POKOK BAHASAN • Fungsi/kegunaan peralatan.

AVO Meter . Penggunaan Alat Ukur. Untuk mengetahui kemampuan peserta . • Pemeliharaan pencegahan • Trouble shootingdan analisis sistem • Praktek Kerja • • Ujian teori Ujian Praktek. .Power Meter. Pengoperasian Console. Pemeliharaan pencegahan. Teori.3 Prosedur Pengoperasian peralatan Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian. Praktek. . a. .Pemeliharaan berkala .Pemancar . . a. d. • Penggunaan alat ukur . Trouble Shooting e. .Audio/Rf Generator. pemeliharaan pencegahan b. Pengoperasian b. 2 6 5 Praktek. Pemeliharaan perbaikan • Pemeliharaan Pencegahan meliputi .Frequency Counter.Console ATIS • Pengoperasian peralatan. c.Osciloscope . Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan ATIS sesuai dengan standar a. • Pemeliharaan Perbaikan meliputi . Analisis Sistem Peralatan Agar peserta dapat mema hami dan mampu untuk me laksanakan pengoperasian dan pemeliharaan system 8 16 8 24 24 8 16 6 Ujian/Evaluasi a. 2 6 4 Sistem pemeliharaan.Performance check. Pengoperasian pemancar b. . b.

IV. Dalam rangka implementasi UU No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING HF AIR GROUND COMMUNICATION 208 Jam Pelajaran I. PERSYARATAN : a. Antara MWARA dan RDARA pada prinsipnya sama hanya dibedakan pada power output dan fungsi operasionalnya.. III. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. PENDAHULUAN HF Air Ground Communication ( RDARA/MWARA ) adalah suatu peralatan yang berfungsi sebagai komunikasi antar Pilot dengan personil Bantuan Operasi penerbangan dengan menggunakan frequency tinggi.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan HF Air Ground communication RDARA/MWARA serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. MWARA power outputnya sampai dengan 5 KW dioperasikan untuk mendukung komunikasi penerbangan Internasional . sedangkan RDARA power outputnya sampai dengan 1KW dan dioperasikan untuk mendukung komunikasi penerbangan domestik. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : KODE: HF AG-B/KKP Teori : 80 Jam Praktek : 128 Jam Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas HF A/G ( RDARA/MWARA ). Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan HF Air Ground communication (RDARA/MWARA) perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. II. . MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating HF Air Ground communication (RDARA/MWARA) dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih.

Blok diagram. b. Teori Rinci Peralatan b. Pengoperasian. Trouble Shooting Ujian/Evaluasi a. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian . c. Pemeliharaan Pencegahan . b. Penggunaan alat ukur. Pemeliharaan a. Fungsi b. d. KURIKULUM RATING AHLI HF A/G NO MATA PELAJARAN KODE JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 12 1 Teori Umum Peralatan a. Teori penunjang c. Teori b. c. Pemeliharaan Pencegahan . Pemeliharaan Perbaikan. Teknik peralatan a. Dokumen Terkait. Praktek a.V. Praktek HFAG-B/A/1 2 HFAG-B/A/2 40 3 4 HFAG-B/A/3 HFAG-B/A/4 8 12 5 HFAG-B/A/5 106 8 16 16 30 6 HFAG-B/A/6 8 24 .

SILABI : RATING AHLI HF-AG ( RDARA/MWARA ) JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN (TOPIK ) Teori Umum Peralatan. • Prinsip Kerja Pemancar . Ø Karakteristik lapisan udara. • Teori penunjang .VI. c. b. c. Ø Anenna dan media transmisi. • Prinsip kerja console Desk. Blok diagram. Rencana instalasi Agar peserta memahami sistem peralatan • Prinsip kerja Penerima dan multi coupler .blok diagram dan circuit diagram. • Rencana instalasi 3 Prosedur pengoperasian Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian peralatan secara benar • • • • Pengoperasian pemancar Pengoperasian penerima Pengopersian remote control dan console desk. Teori rinci peralatan. a. a. Selective call 2 2 2 2 . dan remote control. Ø Komunikasi Radio Penerbangan. • Dokumen terkait • Teori Operasi . POKOK BAHASAN • Fungsi /kegunaan Peralatan . b. Teori penunjang.. Dokumen terkait TUJUAN Agar peserta memahami dasar teknis peralatan. Fungsi. T 2 8 P PEN DAFTAR GAJ PUSTAKA AR • Annex 10 • ATS Planning Manual • Buku petunjuk pengoperasi an dan pemeliharaa n peralatan 2 16 4 8 8 4 2 Teknik Peralatan. Ø Teori Propagasi.

pemeliharaan pencegahan b. Pemeliharaan pencegahan d.4 Pemeliharaan a.Teori. • Praktek kerja lapangan 6 Untuk mengevaluasi sejauh mana kemampuan peserta. Praktek Agar peserta memiliki keahlian dalam pengoperasian dan mampu untuk melaksanakan pemeliharaan system dan trouble shooting • Praktek kerja pemancar. • Praktek kerja penerima. b. 8 24 . Ø Pemeliharaan berkala . • Pemeliharaan pencegahan meliputi . • Pemeliharaan perbaikan 4 8 12 12 16 40 24 5 Praktek a. Pemeliharaan perbaikan Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan sesuai standar. • Penggunaan alat ukur • Trouble shootingdan pemeliharan pencegahan. Penggunaan alat ukur. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. b. c. Pengoperasian. Ø Performance check.

PERSYARATAN : a. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : KODE: HF AG-B/KKP Teori : 58 Jam Praktek : 72 Jam Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas HF A/G ( RDARA/MWARA ). sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan..DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING HF AIR GROUND COMMUNICATION 130 Jam Pelajaran I. III. PENDAHULUAN HF Air Ground Communication ( RDARA/MWARA ) adalah suatu peralatan yang berfungsi sebagai komunikasi antar Pilot dengan personil Bantuan Operasi penerbangan dengan menggunakan frequency tinggi.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan HF Air Ground communication RDARA/MWARA serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. . sedangkan RDARA power outputnya sampai dengan 1KW dan dioperasikan untuk mendukung komunikasi penerbangan domestik. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan terampil yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating HF Air Ground communication (RDARA/MWARA) dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Dalam rangka implementasi UU No. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan HF Air Ground communication (RDARA/MWARA) perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. MWARA power outputnya sampai dengan 5 KW dioperasikan untuk mendukung komunikasi penerbangan Internasional . II. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. Antara MWARA dan RDARA pada prinsipnya sama hanya dibedakan pada power output dan fungsi operasionalnya. IV. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.

Pengoperasian. b. Praktek kerja lapangan Ujian/Evaluasi a. Teori Rinci Peralatan. d.V. Pemeliharaan a. Trouble Shooting. Pemeliharaan Perbaikan. c. Prosedur Pengoperasian . KURIKULUM RATING TERAMPIL HF A/G JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 12 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan c. b. Teori c. Dokumen Terkait. KODE HFAG-B/T/1 2 HFAG-B/T/2 2 24 3 4 HFAG-B/T/3 HFAG-B/T/4 8 10 5 6 Praktek a. Pemeliharaan Pencegahan . Fungsi d. Penggunaan alat ukur. Pemeliharaan Pencegahan . Teknik peralatan a. e. Blok diagram. Teori penunjang c. b. Praktek HFAG-B/T/5 56 HFAG-B/T/6 4 16 .

• Dokumen terkait • Teori rinci dan blok diagram.VI. Ø Teori Propagasi. Ø Komunikasi Radio Penerbangan. • Prinsip Kerja Pemancar . • Teori penunjang . Blok diagram Agar peserta memahami sistem peralatan • Prinsip kerja Penerima dan multi coupler . b. Selective call 2 2 2 2 . Ø Anenna dan media transmisi. SILABI : RATING TERAMPIL HF-AG ( RDARA/MWARA ) NO MATA PELAJARAN ( TOPIK ) 1 Teori Umum Peralatan. Fungsi. Dokumen Terkait TUJUAN POKOK BAHASAN • Fungsi /kegunaan Peralatan . JAMPEL T Agar peserta memahami dasar teknis Peralatan . Teori Penunjang c.. dan remote control. • Prinsip kerja recorder 3 Prosedur pengoperasian • • • • Pengoperasian pemancar Pengoperasian penerima Pengopersian remote control dan console desk. Ø Karakteristik lapisan udara. • Prinsip kerja console Desk. Teori rinci peralatan. 2 8 P PEN GAJ AR DAFTAR PUSTAKA • • • Annex 10 ATS Planning Manual Buku petunjuk pengoperasi an dan pemeliharaa n peralatan 2 4 4 6 6 4 2 Teknik Peralatan. b. a. a.

b. Penggunaan alat ukur. • Praktek penerima • Penggunaan alat ukur • Praktek kerja lapangan • Trouble shooting 2 8 4 4 16 16 16 5 6 4 16 . c. Praktek Agar peserta mema hami konsep pemeli haraan dan perbaikan sistem peralatan sesuai dengan standar • Pemeliharaan pencegahan meliputi.4 Pemeliharaan a.Teori. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Pengoperasian. Pemeliharaan perbaikan Praktek a. Pemeliharaan pencegahan d. pemeliharaan pencegahan b. • Pemeliharaan perbaikan • Praktek pemancar. Ø Pemeliharaan berkala Ø Performance Check. b.

pemeliharaan pencegahan b. a.Console ATIS • Pengoperasian peralatan. Penggunaan Alat Ukur. c. . Analisis Sistem Peralatan Agar peserta dapat mema hami dan mampu untuk me laksanakan pengoperasian dan pemeliharaan system • Pemeliharaan Pencegahan meliputi . • Praktek Kerja Lapangan • • Ujian teori Ujian Praktek. .Pemancar . • Penggunaan alat ukur . . Teori. Pemeliharaan perbaikan Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan ATIS sesuai dengan standar 5 Praktek. Praktek. • Pemeliharaan pencegahan • Analisa sistem dan trouble shooting. • Pemeliharaan Perbaikan meliputi . a. . b. Pengoperasian b.4 Sistem pemeliharaan.Audio/Rf Generator.Performance check. . Untuk mengetahui kemampuan peserta . 4 16 8 16 16 36 24 8 24 6 Ujian/Evaluasi a.AVO Meter .Pemeliharaan berkala . d.Osciloscope .Frequency Counter. .Power Meter. Trouble Shooting e. Pemeliharaan pencegahan.

sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas VSAT.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING VERY SMALL APERTURE TERMINAL ( VSAT ) 208 Jam Pelajaran I. Dalam rangka implementasi UU No. PERSYARATAN : a. . Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan VSAT perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating VSAT dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. IV. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. III.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan VSAT serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. II. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. KODE: VSAT-B/KKP Teori : Praktek : 84 Jam 124 Jam PENDAHULUAN Very Small Aperture Terminal ( VSAT ) adalah suatu peralatan yang digunakan sebagai media transmisi melalui satelit untuk komunikasi baik suara maupun data antara bandar maupun unit operasi dalam suatu Bandara atau pusat pengendali dengan lokasi peralatan diluar bandara.

b. VSAT-B/A /2 32 3 4 Prosedur Pengoperasian . b. Teori penunjang VSAT-B/A /1 2 Teknik peralatan a. Teori Rinci. Trouble Shooting e. Block diagram. b. Praktek VSAT-B/A /3 VSAT-B/A /4 8 24 5 VSAT-B/A /5 100 6 VSAT-B/A /6 8 24 . Fungsi . Penggunaan Alat Ukur. d. Pemeliharaan Perbaikan. Praktek kerja lapangan Ujian/Evaluasi a. Pengoperasian. c. Pemeliharaan a. Praktek a. Pemeliharaan Pencegahan . Teori b.V. Pemeliharaan Pencegahan . b. KURIKULUM RATING AHLI VSAT NO MATA PELAJARAN KODE JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 12 1 Teori Umum Peralatan a.

• Sistem Out Door Unit meliputi. Teori penunjang 4 4 2 Teknik peralatan a. Blok diagram Agar peserta mengerti dan memahami system peralatan 4 4 4 . Teori rinci peralatan b. teknis peralatan b. . Ø Komunikasi Radio Penerbangan.Orbit satelit . Ø Up/Down Converter. • Sistem In Door Unit meliputi .Rambatan teori gelombang Elektro magnetic.Transponder . .Point to Point • Teori operasi dan blok diagram.AFS Ø Teori Propagasi meliputi . Ø UPS JAMPEL T 2 2 P PENGAJAR DAFTAR PUSTAKA 1 Teori umum peralatan . Fungsi. • Teori penunjang meliputi.AMS .Band Frekuensi . .VI. Ø Modem Ø Multiplexer. ØSSPA. ØLNA ØAntena. SILABI : RATING AHLI VSAT NO MATA PELAJARAN (TOPIK ) TUJUAN POKOK BAHASAN • Fungsi Peralatan . Agar peserta memahami dasar a.. Ø Teori sistem komunikasi satelit meliputi .

Ø Performance Check. Ø Sistem Interfacing. Meliputi . Sistem monitoring meliputi . Ø Setting MUX parameter Ø Setting Modem parameter . Ø Voice Card. Pembacaan dan pengaturan. • Pemeliharaan pencegahan meliputi . Ø Data card. Ø Pengoperasian VSAT. Pembacaan indicator. 4 • 4 • 4 3 Prosedur pengoperasian Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian peralatan secara benar • • • 8 4 Pemeliharaan Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan VSAT sesuai dengan standar. • Pemeliharaan Perbaikan 8 16 . Ø Telex Converyer. Pengoperasian sistem VSAT.• Sistem Interface meliputi . Ø Pemeliharaan berkala. Ø Sistem monitoring. Penyambungan dengan sistem. Ø Pengaturan Parameter Modem dan Multiplxer.

Ujian teori b.5 6 Praktek. Penggunaan alat ukur.Teori. b. d. b. Trouble Shooting dan analysis sistem peralatan. Pengoperasian. c.Praktek Agar peserta dapat memahami dan mampu untuk melaksanakan pengoperasian dan pemeliharaan system • • • • Praktek pengoperasian. Ujian/Evaluasi a. Pemeliharaan pencegahan. Trouble shooting. Pemeliharaan peralatan. Penggunaan Alat Ukur. a. • Praktek Kerja Lapangan 8 16 16 36 24 Untuk mengevaluasi sejauh mana kemampuan peserta a. Ujian Praktek 8 24 .

II. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. KODE: VSAT-B/KKP Teori : 50 Jam Praktek : 88 Jam PENDAHULUAN Very Small Aperture Terminal ( VSAT ) adalah suatu peralatan yang digunakan sebagai media transmisi melalui satelit untuk komunikasi baik suara maupun data antara bandar maupun unit operasi dalam suatu Bandara atau pusat pengendali dengan lokasi peralatan diluar bandara. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan VSAT serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. III. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Dalam rangka implementasi UU No. IV. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan VSAT perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. . MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas VSAT. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. PERSYARATAN : a. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING VERY SMALL APERTURE TERMINAL ( VSAT ) 138 Jam Pelajaran I. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan terampil yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating VSAT dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih.

VSAT-B/T/1 2 VSAT-B/T/2 20 3 4 Prosedur Pengoperasian . d. Pemeliharaan Perbaikan. Pemeliharaan a. Dokumen Terkait Teknik peralatan a. Praktek VSAT-B/T/5 72 6 VSAT-B/T/6 4 16 . Praktek kerja lapangan Ujian/Evaluasi a. Pengoperasian. Pemeliharaan Pencegahan . Fungsi . Block diagram. Teori penunjang c. Teori b. VSAT-B/T/3 VSAT-B/T/4 6 8 5 Praktek a. b. b. Trouble Shooting e. c. b. Penggunaan Alat Ukur. Teori Rinci Peralatan b. KURIKULUM RATING TERAMPIL VSAT NO MATA PELAJARAN KODE JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 8 1 Teori Umum Peralatan a.V. Pemeliharaan Pencegahan .

ØLNA ØAntena.AMS .Band Frekuensi . Teori penunjang POKOK BAHASAN • Fungsi Peralatan . . Ø Modem Ø Multiplexer. • Sistem In Door Unit meliputi . Agar peserta memahami dasar a. • Sistem Out Door Unit meliputi.Transponder . Ø Teori sistem komunikasi satelit meliputi . . Ø Komunikasi Radio Penerbangan.Point to Point • Teori Operasi dan Blok diagram.. Teori rinci peralatan b. Fungsi.Rambatan teori gelombang Elektro magnetic.VI.Orbit satelit . Ø Up/Down Converter. SILABI : RATING TERAMPIL VSAT JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN TUJUAN (TOPIK ) Teori umum peralatan . . teknis peralatan b.AFS Ø Teori Propagasi meliputi . ØSSPA. • Teori penunjang meliputi. Blok diagram Agar peserta mengerti dan memahami system peralatan 6 4 4 . Ø UPS T 2 2 P PENGAJAR DAFTAR PUSTAKA 2 2 2 Teknik peralatan a.

Ø Setting MUX parameter Ø Setting Modem parameter . Ø Voice Card. 2 • 2 • 2 3 Prosedur pengoperasian Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian peralatan secara benar • • • 6 4 Pemeliharaan Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan VSAT sesuai dengan standar. Ø Performance Check.• Sistem Interface meliputi . • Pemeliharaan Perbaikan 4 4 . Ø Sistem monitoring. Ø Data card. Ø Pengoperasian VSAT. Meliputi . Sistem monitoring meliputi . Pengoperasian sistem VSAT. Ø Telex Converyer. Pembacaan indicator. Ø Sistem Interfacing. Pembacaan dan pengaturan. • Pemeliharaan pencegahan meliputi . Ø Pemeliharaan berkala. Penyambungan dengan sistem. Ø Pengaturan Parameter Modem dan Multiplxer.

Trouble Shooting dan analysis sistem peralatan. a. Pemeliharaan peralatan. Ujian teori b. Pemeliharaan pencegahan. Ujian Praktek 8 16 . Ujian/Evaluasi a.Praktek Agar peserta dapat memahami dan mampu untuk melaksanakan pengoperasian dan pemeliharaan system • • • • Praktek pengoperasian. Trouble shooting. Penggunaan Alat Ukur.Teori. • Praktek Kerja Lapangan 8 16 8 24 16 Untuk mengevaluasi sejauh mana kemampuan peserta a. b. c. Penggunaan alat ukur. b. d. Pengoperasian.5 6 Praktek.

03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. . MANFAAT YANG DIHARAPKAN : KODE: RLINK-B/KKP Teori : 84 Jam Praktek : 124 Jam Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Radio Link.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Radio Link serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. II. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. III. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Dalam rangka implementasi UU No. PENDAHULUAN Radio Link adalah media transmisi yang menggunakan radio digunakan sebagai penunjang operasi peralatan fasilitas komunikasi penerbangan . Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Radio Link perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING RADIO LINK 208 Jam Pelajaran I. PERSYARATAN : a. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. IV. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Radio Link dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih.

Pemeliharaan Pencegahan . Fungsi Peralatan. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian . Teori RinciPeralatan b. e. c. Pemeliharaan a. c. . Trouble Shooting. KURIKULUM RATING AHLI RADIO LINK JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 12 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. b. b. d. b. Teori penunjang Teknik peralatan a. Ujian/Evaluasi a. Teori. Penggunaan alat ukur. Praktek KODE RLINK-B/A/1 2 RLINK-B/A/2 40 3 4 RLINK-B/A/3 RLINK-B/A/4 8 16 5 RLINK-B/A/5 100 6 RLINK-B/A/6 8 24 . Praktek a. b. Analisis sistem Peralatan. Pemeliharaan Pencegahan .V. Pengoperasian. Pemeliharaan Perbaikan. Blok diagram.

Ø Komunikasi Radio Penerbangan.Perambatan gelom bang Elektro magnetic. SILABI : RATING AHLI RADIO LINK NO MATA PELAJARAN (TOPIK ) Teori umum peralatan. Fungsi. b.Aeronautical Mobile Service.Aeronautical Fixed Service.VI. . .Teori Propagasi . . a.Band Frequency . Ø Sistem terestrial meliputi . . .Karakteristik Lapisan Udara P PENGAJAR DAFTAR PUSTAKA 1 . Teori penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL T Agar peserta memahami teori pendukung dan dasar eknis peralatan • Fungsi/kegunaan peralatan 4 8 • Teori penunjang yang meliputi .

Teori Rinci. a. Prinsip Kerja Pemancar Radio Link meliputi. Rencana instalasi Agar peserta mengerti dan memahami system peralatan • • Blok diagram dan circuit diagram. Ø Oscillator Ø Mixer & RF Amplifier • Audio Amplifier Multiplxer dan Modem melipiuti . Penyambungan ke end sistem.2 Teknik Peralatan. 8 8 4 4 3 Prosedur pengoperasian Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian peralatan secara benar 4 . ØPower Amplifier. Ø Oscillator. Blok diagram. Antenna. c. Ø Multiplexer Ø Demultiplxer Ø Modulator. Ø Demdulator • Rencana instalasi/design • • pengoperasian pemancar dan penerima. 16 4 • Prinsip kerja penerima meliputi . b. ØModulator.

Pemeliharaan Pencegahan . Ø Power meter • Pemeliharaan pencegahan. 16 16 5 Praktek a.Pemeliharaan berkala . Pemeliharaan Pencegahan. Pengoperasian. c. 8 16 12 40 24 6 Ujian/Evaluasi a.Pemancar dan Penerima .Pemeliharaan Perbaikan . • Trouble Shooting dan analisis sistem. d. Ø MUX dan DEMU • . Praktek Evaluasi kompetemsi peserta 8 24 . Teori. Penggunaan alat ukur. pemeliharaan dan trouble shooting. Ø Multitester.Multiplexer • Pengoperasian meliputi ..meliputi.4 Sistem pemeliharaan a. Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan agar sehingga sesuai dengan standar a.Performance Check b. • Praktek Kerja Lapangan • Ujian Teori Ujian Praktek. b. Ø Oscilloscope. Penggunaan alat ukur. Pemeliharaan Pencegahan b. Ø BER Test. Ø Spectrum Analyzer. Trouble Shooting dan analysis system Agar peserta dapat memahami dan memiliki keahlian dalam melaksanakan pengoperasian. Ø Pemancar dan penerima. b.

Dalam rangka implementasi UU No. PERSYARATAN : a. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. II. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. KODE: RLINK-B/KKP Teori : 64 Jam Praktek : 80 Jam .ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Radio Link serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Radio Link. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan terampil yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Radio Link dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Radio Link perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. III. IV. PENDAHULUAN Radio Link adalah media transmisi yang menggunakan radio digunakan sebagai penunjang operasi peralatan fasilitas komunikasi penerbangan .DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING RADIO LINK 144 Jam Pelajaran I.

d. e. Penggunaan alat ukur. Teori penunjang c. Trouble Shooting. Praktek Kerja lapangan Ujian/Evaluasi b. Blok diagram. Pemeliharaan Pencegahan . Pengoperasian. Prosedur Pengoperasian . Pemeliharaan Pencegahan . c. Fungsi Peralatan c. b. Dokumen Terkait Teknik peralatan a. Praktek KODE RLINK-B/T /1 2 RLINK-B/T /2 24 3 4 RLINK-B/T /3 RLINK-B/T/ 4 8 12 5 RLINK-B/T /5 64 6 RLINK-B/T /6 8 16 . Praktek a. Teori c. Teori Rinci b. Pemeliharaan b.V. Pemeliharaan Perbaikan. c. KURIKULUM RATING TERAMPIL RADIO LINK JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 12 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan b.

Teori penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL T Agar peserta memahami teori pendukung dan dasar eknis peralatan • Fungsi/kegunaan peralatan 4 8 • Teori penunjang yang meliputi . Ø Komunikasi Radio Penerbangan. Ø Sistem terestrial meliputi .Perambatan gelom bang Elektro magnetic.VI. . . . SILABI : RATING TERAMPIL RADIO LINK NO MATA PELAJARAN (TOPIK ) Teori umum peralatan.Aeronautical Mobile Service. .Band Frequency . .Karakteristik Lapisan Udara P PENGAJAR DAFTAR PUSTAKA 1 . Fungsi.Teori Propagasi .Aeronautical Fixed Service. b. a.

Prinsip Kerja Pemancar Radio Link meliputi. 8 4 4 4 . Blok diagram. 4 8 • 3 Prosedur pengoperasian Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian peralatan secara benar Prinsip kerja penerima meliputi . Agar peserta mengerti dan memahami system peralatan • • Blok diagram dan circuit diagram. ØModulator. Ø Demdulator • Rencana instalasi/design • pengoperasian pemancar dan penerima.2 Teknik Peralatan. Ø Oscillator Ø Mixer & RF Amplifier • Audio Amplfier Multiplxer dan Modem melipiuti . • Penyambungan ke end sistem. Ø Oscillator. b. ØPower Amplifier. Ø Multiplexer Ø Demultiplxer Ø Modulator. a. Teori Rinci. Antenna.

. • Praktek kerja lapangan • Ujian Teori • Ujian Praktek. Ø BER Test.Performance Check b. Penggunaan alat ukur. pemeliharaan dan trouble shooting. Trouble Shooting dan analysis System Agar peserta dapat memahami dan memiliki keahlian dalam melaksanakan pengoperasian.Pemeliharaan berkala . Ø Multitester. Ø MUX dan DEMU • .meliputi. Pemeliharaan Pencegahan.Pemeliharaan Perbaikan .4 Sistem pemeliharaan a. Ø Pemancar dan penerima. Pemeliharaan Pencegahan b.Pemancar dan Penerima . b. Penggunaan alat ukur. • Trouble Shooting dan analisis sistem. Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan agar sehingga sesuai dengan standar a. Ø Spectrum Analyzer.Pemeliharaan Pencegahan . 4 8 5 Praktek a. d. 8 16 8 18 24 6 Ujian/Evaluasi Evaluasi kompetensi peserta 8 16 . Ø Oscilloscope. Pengoperasian. Ø Power meter • Pemeliharaan pencegahan.Multiplexer • Pengoperasian meliputi . c.

15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. PERSYARATAN : a. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas HF SSB. antar stasiun KODE: HF SSB-C/KKP Teori : 44 Jam Praktek : 64 Jam Dalam rangka implementasi UU No. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan HF SSB perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING HIGH FREQUENCY SINGLE SIDE BAND ( HF SSB ) 108 Jam Pelajaran I. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. II. IV. III. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating HF SSB dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. . Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. PENDAHULUAN HF SSB adalah peralatan komunikasi yang digunakan untuk koordinasi penerbangan /Bandara .ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan HF SSB serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No.

Prosedur Pengoperasian . Pemeliharaan a. Teori b. Teknik peralatan a. Teori Rinci peralatan. Pengoperasian. c. KODE HFSSB-C/A/1 2 HFSSB-C/A/2 24 3 4 HFSSB-C/A/3 HFSSB-C/A/4 8 12 5 6 Praktek a. Teori penunjang. Trouble Shooting Ujian/Evaluasi a.V. c. Blok diagram. KURIKULUM RATING AHLI HF SSB JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 12 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Pemeliharaan Pencegahan . Praktek HFSSB-C/A/5 64 HFSSB-C/A/6 8 16 . Pemeliharaan Pencegahan . Penggunaan alat ukur. Pemeliharaan Perbaikan. b. b. Dokumen Terkait. Fungsi b. b. d.

• Dasar elektronika • Dasar telekomunikasi 2 Teknik Peralatan.VI. a.oscillator .AMS ). dan dasar teknis Per. 4 . memaha • Fungsi/kegunaan Peralatan .modulator . b. Teori rinci peralatan b. Agar peserta mengerti dan me mahami sistem peralatan • Teori Operasi dan Blok diagramdan circuit . Fungsi.RF Amp dan mixer . a.automatic tuning unit dan antenna. .Audio amplifier.oscillator/sinthesizer . SILABI : RATING AHLI HF-SSB JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN (TOPIK ) Teori umum peralatan. • • Setting frekunsi Line up sistem 4 8 8 3 Prosedur Pengoperasian peralatan Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian. • Prinp Kerja Pemancar .Komunikasi Radio Penerbang an ( AFS. • Prinsip kerja Penerima .IF filter dan amplifier . alatan HF SSB .• Teori penunjang meliputi . mi fungsi. . Blok diagram. . Teori penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN T 2 6 P PENGAJAR DAFTAR PUSTAKA Buku petunjuk pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Agar peserta mengerti.

• Praktek 4 8 16 24 6 Ujian/Evaluasi a. b. • Pengggunaan Alat Ukur .Pemeliharaan Perbaikan 4 4 • Pengoperasian peralatan.AVO Meter. .Oscilloscope . Penggunaan alat ukur c. Pengoperasian b.Frequency Counter . .Pemeliharaan Pencegahan .Audio/Rf Generator.4 5 Pemeliharaan . . Praktek Evaluasi kompetensi peserta 16 .Pemeliharaan perbaikan Praktek . Pemeliharaan pencegahan. • Teori.Power Meter • Analisa sistem dan trouble shooting. a.Pemeliharaan pencegahan. . Teori. Trouble shooting Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan sesuai dengan standar Agar peserta dapat mema hami dan mampu untuk me laksanakan pengoperasian dan pemeliharaan system .

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA

DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK
SKP TERAMPIL RATING HIGH FREQUENCY SINGLE SIDE BAND ( HF SSB ) 80 Jam Pelajaran
I.

KODE: HF SSB-C/KKP Teori : 30 Jam Praktek : 50 Jam

PENDAHULUAN HF SSB adalah peralatan komunikasi yang digunakan untuk hubungan komunikai antar stasiun penerbangan/Bandara. Dalam rangka implementasi UU No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan, maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan HF SSB perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut.

II.

MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan terampil yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating HF SSBdengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih,ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan HF SSB serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya.

III.

PERSYARATAN : a. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan.

IV.

MANFAAT YANG DIHARAPKAN :

Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas HF SSB, sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.

V. KURIKULUM RATING TERAMPIL HF SSB JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 4

NO 1

MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan b. Fungsi c. Teori penunjang c. Dokumen Terkait. Teknik peralatan a. Teori Rinci Peralatan b. Block dan circuit diagram. Prosedur Pengoperasian . Pemeliharaan b. Pemeliharaan Pencegahan . c. Pemeliharaan Perbaikan.

KODE
HFSSB-C/T/1

2

HFSSB-C/T/2

16

3 4

HFSSB-C/T/3 HFSSB-C/T/4

2 4

5

6

Praktek b. Pengoperasian. c. Penggunaan alat ukur. d. Pemeliharaan Pencegahan . d. Trouble Shooting Ujian/Evaluasi a. Teori b. Praktek

HFSSB-C/T/5

50

HFSSB-C/T/6

4 16

VI. SILABI : RATING TERAMPIL HF-SSB JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN (TOPIK ) Teori umum peralatan. a. Fungsi. b. Teori penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN T 4 P PENGAJAR DAFTAR PUSTAKA Buku petunjuk pengoperasian dan pemeliharaan peralatan

Agar peserta mengerti, memaha • Fungsi/kegunaan Peralatan . mi fungsi, dan dasar teknis Per- • Teori penunjang meliputi ; alatan HF SSB - Komunikasi Radio Penerbang an ( AFS,AMS ). • Dasar elektronika • Dasar telekomunikasi

2

Teknik Peralatan. a. Teori rinci peralatan b. Blok diagram.

Agar peserta mengerti dan me mahami sistem peralatan

• Teori Operasi dan Blok diagramdan circuit . • Prinp Kerja Pemancar ; - oscillator/sinthesizer - modulator - automatic tuning unit dan antenna. • Prinsip kerja Penerima ; - oscillator - RF Amp dan mixer - IF filter dan amplifier - Audio amplifier. .
• • Setting frekuensi Line up sistem

2 6

8

3

Prosedur Pengoperasian peralatan

Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian.

2

4

Pemeliharaan a. Pemeliharaan pencegahan. b. Pemeliharaan perbaikan.

5

Praktek . a. Pengoperasian b. Penggunaan alat ukur c. Pemeliharaan pencegahan. d. Trouble shooting.

Agar peserta memahami • Pemeliharaan Pencegahan konsep pemeliharaan dan meliputi ; perbaikan sistem peralatan • - Pemeliharaan berkala sesuai dengan standar • Pemeliharaan Perbaikan meliputi ; - Pemancar. - Penerima - Antenna tuning unit. • Power Supply. Agar peserta dapat mema • Pengoperasian peralatan. hami dan mampu untuk me • Pengggunaan Alat Ukur ; laksanakan pengoperasian - AVO Meter. dan pemeliharaan system - Oscilloscope - Frequency Counter - Audio/Rf Generator. - Power Meter • Analisa sistem dan trouble shooting. Evaluasi kompetensi peserta • Teori. • Praktek

2

2

8 12

16

6

Ujian/Evaluasi a. Teori. b. Praktek

4 16

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA

DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK
SKP AHLI RATING TELEPRINTER 116 Jam Pelajaran
I. PENDAHULUAN Teleprinter adalah suatu peralatan yang digunakan untuk mengirim dan menerima berita – berita penerbangan dan pada umumnya dihubungkan ke peralatan AMSC. Dalam rangka implementasi UU No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan, maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Teleprinter (TTY) perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. II. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Teleprinter dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih, ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Teleprinter serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. III. PERSYARATAN : a. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. IV. MANFAAT YANG DIHARAPKAN :

KODE: TTY-C/KKP Teori : 52 Jam Praktek : 64 Jam

Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Teleprinter, sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.

V. KURIKULUM RATING AHLI TELEPRINTER JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 8

NO 1

MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Fungsi Peralatan b. Teori penunjang c. Dokumen Terkait Teknik peralatan a. Teori Rinci b. Block dan circuit diagram.

KODE
TTY-C/A/1

2

TTY-C/A/2

24

3 4

Prosedur Pengoperasian . Pemeliharaan a. Pemeliharaan Pencegahan . b. Pemeliharaan Perbaikan.

TTY-C/A/3 TTY-C/A/4

4 8

5

Praktek a. Pengoperasian. b Pemeliharaan Pencegahan . c. Trouble Shooting Ujian/Evaluasi a. Teori b. Praktek

TTY-C/A/5

50

6

TTY-C/A/6

8 16

VI. SILABI : RATING AHLI TELEPRINTER JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN (TOPIK ) Teori umum peralatan a. Fungsi Peralatan b. Teori Penunjang TUJUAN Agar peserta memahami dasar teknis Peralatan POKOK BAHASAN • Fungsi/kegunaan peralatan. • Teori Penunjang meliputi ; Ø Teori dasar Komputer. Ø Komunikasi data. Ø Topologi AFTN. Ø Protocol/Interface. • ICAO Dokumen terkait • Teori Operasi dan Blok diagram. • Sistem hardware ; CPU,I/O,jaringan dan rencana intalasi.
• Pengoperasian secara hardware meliputi ; Ø Interkoneksi . Ø Menghidupkan dan mematikan . • Pengoperasian secara software meliputi ; Ø Menghidupkan. Ø Mematikan Ø Status sistem

PENGAJAR

T 2 4

P

DAFTAR PUSTAKA - Annex 10 Volume II. - Manual of the teletypewrit er operating practices.

2

2

Teknik Peralatan ; a. Teori rinci peralatan. b. Blok diagram. c. Rencana instalasi

Agar peserta mengerti dan memahami cara kerja dan pemeliharaan peralatan teleprinter.

12 12

3

Prosedur Pengoperasian

Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian peralatan secara benar

2

2

.

Pengoperasian. (CP U. Ø Sisstem Hardware.Pemeliharaan perbaikan Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan sesuai dengan standar • Pemeliharaan Pencegahan meliputi . Trouble Shooting Ujian/evaluasi a. Ø Pemeliharaan berkala Ø Performance Check.Pemeliharaan pencegahan. • Pemeliharaan Perbaikan meliputi . b.4 Pemeliharaan a.I/O. • Rekonfigurasi/Reinstalasi • Pengoperasian peralatan. • Trouble shooting dan analisis sistem • • 2 2 2 2 8 16 24 5 Praktikum a. b. Praktek Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian. Ujian Praktek 8 16 . c. • Pemeliharaan pencegahan. Pemeliharaan pencegahan. • Pemeliharaan software. Teori. . 6 Untuk mengetahui kemampuan peserta Ujian teori.Jaringan ). b.

.

MANFAAT YANG DIHARAPKAN : KODE: TTY . Dalam rangka implementasi UU No. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. III. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Teleprinter (TTY) perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. PERSYARATAN : a. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Teleprinter serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan terampil yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Teleprinter dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. PENDAHULUAN Teleprinter adalah suatu peralatan yang digunakan untuk mengirim dan menerima berita – berita penerbangan dan pada umumnya dihubungkan ke peralatan AMSC . II. IV.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING TELEPRINTER 80 Jam Pelajaran I. . sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.C/KKP Teori : 36 Jam Praktek : 44 Jam Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Teleprinter.

e. Fungsi Peralatan d. Teori penunjang c. KODE TTY-C/T/1 2 TTY-C/T/2 10 3 4 Prosedur Pengoperasian . KURIKULUM RATING TERAMPIL TELEPRINTER JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 6 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan c. d. b Pemeliharaan Pencegahan . TTY-C/T/3 TTY-C/T/4 4 8 5 Praktek a. Block diagram. Praktek TTY-C/T/6 8 16 . Pemeliharaan Perbaikan.V. Pemeliharaan Pencegahan . Teori d. Pemeliharaan c. Teori Rinci d. Dokumen Terkait Teknik peralatan c. Trouble Shooting TTY-C/T/5 28 6 Ujian/Evaluasi c. Pengoperasian.

Teori Penunjang TUJUAN Agar peserta memahami dasar teknis Peralatan POKOK BAHASAN • Fungsi/kegunaan peralatan. CPU.Manual of the teletypewrit er operating practices. Ø Topologi AFTN. Ø Komunikasi data.VI. Ø Interkoneksi . Fungsi Peralatan b.Annex 10 Volume II. Ø Menghidupkan dan mematikan . . • Pengoperasian secara software meliputi . 4 6 3 Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian peralatan secara benar 2 2 . c. Ø Teori dasar Komputer. 2 2 Teknik Peralatan . • Teori Penunjang meliputi . Ø Mematikan Ø Status sistem PENGAJAR T 2 2 P DAFTAR PUSTAKA .I/O. Ø Protocol/Interface. . Teori rinci peralatan. b. • Sistem hardware . SILABI : RATING TERAMPIL TELEPRINTER JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN (TOPIK ) Teori umum peralatan a. • Dokumen • Teori Operasi dan Blok diagram. a. Ø Menghidupkan.jaringan dan rencana intalasi. Blok diagram. Rencana instalasi Agar peserta mengerti dan memahami cara kerja dan pemeliharaan peralatan teleprinter. • Pengoperasian secara hardware meliputi .

(CP U.Jaringan ). • Pengoperasian peralatan. . Ø Sistem Hardware.Pemeliharaan pencegahan. Pemeliharaan pencegahan. c. 6 Untuk mengetahui kemampuan peserta Ujian teori. b. • Trouble shooting dan analisis sistem • • 2 2 4 4 8 16 5 Praktek a. Praktek Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian. Ujian Praktek 4 16 . • Pemeliharaan pencegahan. b. Ø Pemeliharaan berkala Ø Performance Check. Trouble Shooting Ujian/evaluasi a.Pemeliharaan perbaikan Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan sesuai dengan standar • Pemeliharaan Pencegahan meliputi . b.I/O.4 Pemeliharaan a. • Pemeliharaan Perbaikan meliputi . Teori. Pengoperasian. • Pemeliharaan software.

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING VHF OMNI DIRECTIONAL RANGE (VOR) 270 Jam Pelajaran Teori : 108 Jam Praktek : 162 Jam KODE VOR – A /KNP I. PENDAHULUAN VHF Omnidirectional Range (VOR) adalah peralatan navigasi udara yang dapat memberikan sinyal azimuth bearing kepada pesawat udara untuk membantu menentukan arah terbang. . 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. III. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil listrik penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. Dalam rangka implementasi UU No. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan/keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating VOR dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli elektronika Penerbangan. IV. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan VHF Omni Directional Range perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. II. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan VOR serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Tersedianya fasilitas VOR yang siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan untuk memberikan kenyamanan dan memelihara peralatan yang menunjang keselamatan operasi penerbangan. b. PERSYARATAN : a.

Blok dan circuit diagram VOR c. 5. Praktek Jumlah Jam Pelajaran VOR-A/T/1 VOR-A/T/2 64 VOR-A/T/3 VOR-A/T/4 8 12 VOR-A/T/5 130 VOR-A/T/6 8 32 108 162 . Teori terinci peralatan VOR b. 6. Dokumen terkait dari ICAO/FAA Teknik peralatan a. 3. Pemeliharaan pencegahan b. Pengoperasian b. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. KURIKULUM DVOR No. Kriteria Penempatan Peralatan VOR Prosedur Pengoperasian VOR Pemeliharaan peralatan VOR a. 2. 4. Penggunaan alat ukur c. Fungsi peralatan VOR b. Teori b. Teori penunjang c. Trouble shooting e.V. Teori peralatan VHF Omnidirectional Range (VOR). Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1. Pemelihaaan Pencegahan d. Pemeliharaan Perbaikan Praktek pada peralatan VOR a. a.

. -ICAO DOC.ICAO ANNEX 10 1 4 4 2 Teknik peralatan a.Besaran dan adjustment parameter VOR.RCMS .Sitting kriteria VOR: . bulanan. . Fungsi peralatan VOR b. .Space modulation . I -ICAO ANNEX 10 Vol I . − Pemeliharaan/pengechekan berkala : harian.VI.VOR receiver .Blok diagram VOR .Patern dan cakupan VOR. Teori terinci peralatan VOR Blok dan Circuit diagram peralatan VOR . No. SILABI DVOR MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori peralatan VOR. .Buku manual peralatan VOR 3 Prosedur pengoperasian Agar para peserta mampu melaksanakan peng operasian peralatan VOR dengan benar. mingguan. − Pelayanan dan Analisa hasil Flight Comm / periodik. .8071 Vol. Fungsi dan teori penunjang dalam pengoperasian peralatan VOR.Prinsip kerja VOR.enam bulanan.tahunan. 8071 Vol I -Flight Inspection Report VOR 4 4 4 . Teori Penunjang c. − Pelaksanaan ground Check 4 20 4 8 4 4 4 4 4 4 4 -Buku manual peralatan DME: -ICAO DOC.RF Switching . Dokumen terkait dari ICAO / FAA − TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar para peserta mengetahui dan memahami fungsi peralatan VOR dalam menunjang operasi Keselamatan pener bangan serta acuan / institusi yang dianut.tiga bulanan. b.Buku Radio Air Navigation .Pengoperasian VOR dengan lokal dan remote. a.Sinyal Reference dan variable .Agar para peserta mengetahui dan memahami cara kerja secara sistem.Doppler effect 8 P − .RMMC . − 4 Pemeliharaan Agar para peserta mampu melaksanakan pemeliharaan peralatan VOR dengan benar.

mencari penyebab serta menganalisa kerusakan pada peralatan VOR. Pemeliharaan pencegahan d. MATA PELAJARAN (TOPIK) Praktek a.No.Buku manual DME .Agar para peserta dapat mengoperasikan Peralatan VOR. I . Pengoperasian b. Trouble Shooting e. Analisis sistim peralatan TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T . 8 P 40 . melakukan prosedur pemeliharaan dengan benar serta dapat menganalisa/melokalisir kerusakan yang terjadi pada VOR. 8 16 -Buku manual peralatan DME: -ICAO DOC.Buku manual yang terkait 5 6 Ujian/evaluasi Memberikan soal-soal tertulis dan memberikan troubel shooting pada peralatan VOR kepada peserta. Penggunaan alat ukur c. penggunaan alat ukur. -Melaksanakan pengoperasian. menggunakan alat ukur elektronik. -Untuk mengetahui para perserta dalam memahami peralatan VOR yang didapatkan selama pelatihan.I -ICAO ANNEX 10 Vol.8071 Vol.

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK RATING SKP TERAMPIL VHF OMNI DIRECTIONAL RANGE (VOR) 230 Jam Pelajaran Teori : Praktek : 92 Jam 138 Jam KODE VOR-A/KNP I. IV. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. III. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung – jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas VOR. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating VOR dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. PENDAHULUAN VHF Omnidirectional Range (VOR) adalah peralatan navigasi udara yang dapat memberikan sinyal azimuth bearing kepada pesawat udara untuk membantu menentukan arah terbang. b. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara fasilitas VOR wajib mengikuti pandidikan dan pelatihan II. . sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas VOR serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. PERSYARATAN : a. Dalam rangka implementasi UU No. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika.

Praktek Jumlah Jam Pelajaran Kode Jam Pelajaran Teori Praktek 8 1. VOR-A/T/6 4 24 108 138 . Teori b. 4. Kriteria Penempatan Peralatan VOR Prosedur Pengoperasian VOR Pemeliharaan peralatan VOR a. Blok VOR c. Teori penunjang c. Pengoperasian b. Pemeliharaan pencegahan b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek pada peralatan VOR a. Mata Pelajaran ( TOPIK ) Teori peralatan VHF Omnidirectional Range (VOR). Teori terinci peralatan VOR b. VOR-A/T/3 VOR-A/T/4 8 12 5. Pemelihaaan Pencegahan d. Penggunaan alat ukur c. VOR-A/T/2 60 3. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. VOR-A/T/1 2. a. KURIKULUM DVOR No. Fungsi peralatan VOR b. VOR-A/T/5 114 6. Dokumen terkait dari ICAO/FAA Teknik peralatan a.V.

a. Teori Penunjang c.Buku VOR manual peralatan 4 Pemeliharaan − Agar para peserta mampu melaksanakan pemeliharaan peralatan VOR dengan benar.Space modulation . mingguan. .tiga bulanan. . I -ICAO ANNEX 10 Vol I 3 Prosedur pengoperasian - Agar para peserta mampu melaksanakan peng operasian peralatan VOR dengan benar.Pengoperasian VOR dengan lokal dan remote. − Pemeliharaan/pengechekan berkala : harian. bulanan.tahunan. SILABI DVOR MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori peralatan VOR. Dokumen terkait dari ICAO / FAA − TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar para peserta mengetahui dan memahami fungsi peralatan VOR dalam menunjang operasi Keselamatan pener bangan serta acuan / institusi yang dianut. b.RMMC . . . Teori terinci peralatan VOR Blok diagram peralatan VOR .VI.Buku Radio Air Navigation . 4 -ICAO DOC. − Pelayanan dan Analisa hasil Flight Comm / periodik.Agar para peserta mengetahui dan memahami cara kerja secara sistem.Patern dan cakupan VOR. Blok diagram VOR Prinsip kerja VOR.enam bulanan.Sitting kriteria VOR: .Doppler effect - P − . Fungsi peralatan VOR b. − Pelaksanaan ground Check - 8 308 8 8 4 4 4 4 4 4 4 -Buku manual peralatan DME: -ICAO DOC. No.ICAO ANNEX 10 1 4 4 2 Teknik peralatan a.8071 Vol. 8071 Vol I -Flight Inspection Report VOR 4 4 .RCMS . Fungsi dan teori penunjang dalam pengoperasian peralatan VOR.VOR receiver . RF Switching Sinyal Reference dan variable Besaran dan adjustment parameter VOR.

Pemeliharaan pencegahan d.8071 Vol.No. Penggunaan alat ukur c. I 6 Ujian/evaluasi . TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T . menggunakan alat ukur elektronik. Trouble Shooting e.I -ICAO ANNEX 10 Vol.Agar para peserta dapat mengoperasikan Peralatan VOR. -Melaksanakan pengoperasian. 8 16 -Buku manual peralatan DME: -ICAO DOC. 4 P 40 . -Untuk mengetahui para perserta dalam memahami peralatan VOR yang didapatkan selama pelatihan. Pengoperasian b. MATA PELAJARAN (TOPIK) Praktek a. melakukan prosedur pemeliharaan dengan benar serta dapat menganalisa/melokalisir kerusakan yang terjadi pada VOR. mencari penyebab serta menganalisa kerusakan pada peralatan VOR.Buku manual yang terkait 5 Memberikan soal-soal tertulis dan memberikan troubel shooting pada peralatan VOR kepada peserta.Buku manual DME . penggunaan alat ukur.

Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. b. . 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. PENDAHULUAN Distance Measuring Equipment (DME) adalah peralatan navigasi udara yang dapat memberikan sinyal panduan jarak antara posisi pesawat udara dengan stasiun DME.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK RATING SKP AHLI DISTANCE MEASURING EQUIPMENT ( DME ) 270 Jam Pelajaran KODE DME-A/KNP Teori : Praktek : 108 Jam 162 Jam I. IV. II. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating DME dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara fasilitas DME wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Dalam rangka implementasi UU No. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Tersedianya teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung. PERSYARATAN : a. terlatih ahli dan teruji dalam melaksanakan pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas DME.jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas DME sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. III.

Pengoperasian b. Trouble shooting e. Pemelihaaan Pencegahan d. 6. Kriteria Penempatan Peralatan DME Prosedur Pengoperasian DME Pemeliharaan peralatan DME a. 4. Praktek Jumlah Jam Pelajaran DME-A/A/1 DME-A/A/2 64 DME-A/A/3 DME-A/A/4 8 12 DME-A/A/5 130 DME-A/A/6 8 32 108 162 . Dokumen terkait dari ICAO/FAA Teknik peralatan a. Teori terinci peralatan DME b. Teori penunjang c. Teori b. Penggunaan alat ukur c. Blok dan circuit diagram DME c. Fungsi peralatan DME b. 3. Pemeliharaan pencegahan b. Teori peralatan Distance Measuring Instrument (DME). Pemeliharaan Perbaikan Praktek pada peralatan DME a. 5. a. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. 2. Mata Pelajaran Kode Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1. KURIKULUM DME No.V.

− Pelayanan dan Analisis hasil kalibrasi periodik. Buku manual peralatan DME 4 Pemeliharaan 4 . . a.Besaran dan adjustment parameter DME. Blok dan Circuit diagram peralatan DME . SILABI DME MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori peralatan DME.Patern dan cakupan DME.Buku Radio Air Navigation . .8071 Vol. tiga bulanan. .DME transponder (aircraft) − RCMS − RMMC − Pengoperasian DME dengan lokal dan remote.VI.Agar para peserta mengetahui dan memahami cara kerja secara sistem.Fungsi dan teori penunjang dalam pengoperasian peralatan DME. 8071 Vol I -Flight Inspection Report DME 4 4 .Agar para peserta mampu melaksanakan peng operasian peralatan DME dengan benar.Blok diagram DME .enam bulanan. − Pelaksanaan ground Check 4 16 4 4 4 4 4 4 4 -Buku manual peralatan DME: -ICAO DOC.Prinsip kerja DME. Fungsi peralatan DME Teori Penunjang Dokumen terkait dari ICAO / FAA TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T . Teori terinci peralatan DME b.Buku manual peralatan DMEICAO DOC. . No.Mengetahuidokumenyang digunakan sebagai acuan. I -ICAO ANNEX 10 Vol I 3 Prosedur pengoperasian . . c.mingguan.Kriteria penempatan.ICAO ANNEX 10 1 2 Teknik peralatan a. − Pemeliharaan berkala (harian. . . 4 P − .Agar para peserta mengetahui dan memahami fungsi peralatan DME dalam menunjang operasi Keselamatan pener bangan. bulanan.tahunan). b. − Agar para peserta mampu melaksanakan pemeliharaan peralatan DME dengan benar.

Analisis sistim peralatan − TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar para peserta dapat mengoperasikan Peralatan DME. 4 P 130 − . I . Penggunaan alat ukur c. menggunakan alat ukur elektronik.Buku manual DME .8071 Vol. penggunaan alat ukur.I -ICAO ANNEX 10 Vol. melakukan prosedur pemeliharaan dengan benar serta dapat menganalisis/melokalisir kerusakan yang terjadi pada DME. Pengoperasian b. − Untuk mengetahui para perserta dalam memahami peralatan DME yang didapatkan selama pelatihan. mencari penyebab serta menganalisis kerusakan pada peralatan DME.Buku manual yang terkait 5 6 Ujian/evaluasi − Memberikan soal-soal tertulis dan memberikan troubel shooting pada peralatan DME kepada peserta. Trouble Shooting e. Pemeliharaan pencegahan d. 4 32 -Buku manual peralatan DME: -ICAO DOC. MATA PELAJARAN (TOPIK) Praktek a. − Melaksanakan pengoperasian.No.

III.jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas DME sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. PERSYARATAN : a. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Dalam rangka implementasi UU No. PENDAHULUAN Distance Measuring Equipment (DME) adalah peralatan navigasi udara yang dapat memberikan sinyal panduan jarak antara posisi pesawat udara dengan stasiun DME. terlatih ahli dan teruji dalam melaksanakan pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas DME. b. IV. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara fasilitas DME wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. . yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating DME dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. II. serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK RATING SKP TERAMPIL DISTANCE MEASURING EQUIPMENT ( DME ) 230 Jam Pelajaran KODE DME-A/KNP Teori : Praktek : 92 Jam 138 Jam I. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Tersedianya teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung.

Teori terinci peralatan DME b. 4. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. Fungsi peralatan DME b. Teori peralatan Distance Measuring Instrument (DME). Blok dan circuit diagram DME c.V. a. 2. Pemeliharaan Perbaikan Praktek pada peralatan DME a. 3. Teori penunjang c. Trouble shooting e. KURIKULUM DME No. Pemelihaaan Pencegahan d. Penggunaan alat ukur c. Mata Pelajaran Kode Jam Pelajaran Teori Praktek 8 1. Pengoperasian b. 5. Praktek Jumlah Jam Pelajaran DME-A/A/1 DME-A/A/2 60 DME-A/A/3 DME-A/A/4 8 12 DME-A/A/5 114 DME-A/A/6 4 24 92 138 . Kriteria Penempatan Peralatan DME Prosedur Pengoperasian DME Pemeliharaan peralatan DME a. Dokumen terkait dari ICAO/FAA Teknik peralatan a. 6. Teori b. Pemeliharaan pencegahan b.

Kriteria penempatan. bulanan. No. c. 8071 Vol I -Flight Inspection Report DME 4 4 .Blok diagram DME .Agar para peserta mampu melaksanakan peng operasian peralatan DME dengan benar. .tahunan).Agar para peserta mengetahui dan memahami cara kerja secara sistem. Teori terinci peralatan DME b. . . tiga bulanan.Prinsip kerja DME. a. − Pelayanan dan Analisis hasil kalibrasi periodik. 8 P − . . Fungsi peralatan DME Teori Penunjang Dokumen terkait dari ICAO / FAA TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T . .DME transponder (aircraft) − RCMS − RMMC − Pengoperasian DME dengan lokal dan remote. b.Fungsi dan teori penunjang dalam pengoperasian peralatan DME.Agar para peserta mengetahui dan memahami fungsi peralatan DME dalam menunjang operasi Keselamatan pener bangan. SILABI DME MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori peralatan DME. Buku manual peralatan DME 4 Pemeliharaan 4 .mingguan. .ICAO ANNEX 10 1 2 Teknik peralatan a.Mengetahuidokumenyang digunakan sebagai acuan. .enam bulanan. − Agar para peserta mampu melaksanakan pemeliharaan peralatan DME dengan benar.Buku manual peralatan DMEICAO DOC. Blok dan Circuit diagram peralatan DME . − Pemeliharaan berkala (harian.Patern dan cakupan DME.8071 Vol. I -ICAO ANNEX 10 Vol I 3 Prosedur pengoperasian .Buku Radio Air Navigation . − Pelaksanaan ground Check 4 20 4 8 8 8 4 -Buku manual peralatan DME: -ICAO DOC.VI.Besaran dan adjustment parameter DME.

Pengoperasian b. mencari penyebab serta menganalisis kerusakan pada peralatan DME. Analisis sistim peralatan − TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar para peserta dapat mengoperasikan Peralatan DME. − Melaksanakan pengoperasian.8071 Vol. Pemeliharaan pencegahan d. − Untuk mengetahui para perserta dalam memahami peralatan DME yang didapatkan selama pelatihan.Buku manual DME . Trouble Shooting e. Penggunaan alat ukur c. 4 24 -Buku manual peralatan DME: -ICAO DOC. I . P 114 − .Buku manual yang terkait 5 6 Ujian/evaluasi − Memberikan soal-soal tertulis dan memberikan troubel shooting pada peralatan DME kepada peserta. menggunakan alat ukur elektronik. MATA PELAJARAN (TOPIK) Praktek a. penggunaan alat ukur.I -ICAO ANNEX 10 Vol.No. melakukan prosedur pemeliharaan dengan benar serta dapat menganalisis/melokalisir kerusakan yang terjadi pada DME.

precisiton approach. terlatih dan ahli dalam melaksanakan mengoperasikan dan pemeliharaan peralatan GNSS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya III PERSYARATAN a. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana yang dipersyaratkan guna memperoleh rating GNSS. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. b. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Global Navigation Satellite System (GNSS) wajib memperoleh pendidikan dan pelatihan melalui program diklat rating yang sesuai. dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING SATELLITE NAVIGATION SYSTEM 280 Jam Pelajaran Kode : SNS -A /KPP Teori : 136 Jam Praktek : 164 Jam I PENDAHULUAN Satellite Navigation System (Global Navigation Satellite System/GNSS) adalah peralatan navigasi udara yang berbasis sattelite digunakan oleh pengatur lalu lintas udara dalam memandu pergerakan dari pesawat udara disekitar wilayah enroute. . maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. non precision approach. terminal. Pendidikan minimal adalah Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. Dalam rangka implementasi UU Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP Nomor 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas GNSS.

Pemeliharaan perbaikan Praktek : a. Pemeliharaan pencegahan d. Dokumen terkait Teknik peralatan GNSS System : a. Analisa sistem peralatan GNSS System : Ujian / Evaluasi : a. Trouble shooting e. Pengoperasian b. Pemeliharaan pencegahan b. Teori rinci peralatan b.V No 1 KURIKULUM SNS MATA PELAJARAN Teori umum peralatan GNSS System : a. Fungsi b. Penggunaan alat ukur c. Praktek KODE SNS -A/A/1 Jumlah Jam Pelajaran TEORI PRAKTE 24 2 SNS -A/A/2 64 3 4 SNS -A/A/3 SNS -A/A/4 16 16 5 SNS -A/A/5 120 6 SNS -A/A/6 8 32 T o t a l : 128 152 VI SILABUS SNS Sedang dalam pengembangan . Rencana instalasi Prosedur pengoperasian GNSS System : Pemeliharaan : a. Blok dan circuit diagram c. Teori b. Teori penunjang c.

precisiton approach. terminal. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas GNSS. terlatih dan ahli dalam melaksanakan mengoperasikan dan pemeliharaan peralatan GNSS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya III PERSYARATAN a. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana yang dipersyaratkan guna memperoleh rating GNSS. Pendidikan minimal adalah Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan. b. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. . non precision approach. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Global Navigation Satellite System (GNSS) wajib memperoleh pendidikan dan pelatihan melalui program diklat rating yang sesuai. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING SATELLITE NAVIGATION SYSTEM 220 Jam Pelajaran Kode : SNS-A /KPP Teori : 96 Jam Praktek : 124 Jam I PENDAHULUAN Satellite Navigation System (Global Navigation Satellite System/GNSS) adalah peralatan navigasi udara yang berbasis sattelite digunakan oleh pengatur lalu lintas udara dalam memandu pergerakan dari pesawat udara disekitar wilayah enroute. Dalam rangka implementasi UU Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP Nomor 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.

Rencana instalasi Prosedur pengoperasian GNSS System : Pemeliharaan : a. Praktek KODE SNS -A/A/1 Jumlah Jam Pelajaran TEORI PRAKTE 24 2 SNS -A/A/2 16 3 4 SNS -A/A/3 SNS -A/A/4 32 16 5 SNS -A/A/5 92 6 SNS -A/A/6 8 32 T o t a l : 96 124 VI SILABUS SNS Sedang dalam pengembangan . Pengoperasian b. Pemeliharaan perbaikan Praktek : a. Blok dan circuit diagram c. Analisa sistem peralatan GNSS System : Ujian / Evaluasi : a. Penggunaan alat ukur c. Pemeliharaan pencegahan b. Fungsi b. Teori rinci peralatan b. Teori b. Pemeliharaan pencegahan d.V No 1 KURIKULUM SNS MATA PELAJARAN Teori umum peralatan GNSS System : a. Teori penunjang c. Trouble shooting e. Dokumen terkait Teknik peralatan GNSS System : a.

03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating NDB dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. b. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar dipersyaratkan. IV. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas NDB serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung – jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas NDB. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK RATING SKP AHLI NON DIRECTIONAL BEACON (NDB) 120 Jam Pelajaran Teori : 48 Jam Praktek : 72 Jam KODE NDB-C/KNP I. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara fasilitas NDB wajib mengikuti pandidikan dan pelatihan II. . 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. PERSYARATAN : a. Dalam rangka implementasi UU No. III. PENDAHULUAN Non Directional Beacon ( NDB) adalah peralatan navigasi udara yang dapat memberikan sinyal panduan arah pada pesawat udara terhadap stasiun NDB.

Teori b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek pada peralatan NDB a. KURIKULUM NDB No. Teori terinci peralatan NDB b. NDB-C/T/1 2.V. Praktek Jumlah Jam Pelajaran Kode Jam Pelajaran Teori Praktek 4 1. Pemelihaaan Pencegahan d. Mata Pelajaran ( TOPIK ) Teori peralatan NDB a. NDB-C/T/3 NDB-C/T/4 8 8 5. Pengoperasian b. 4. NDB-C/T/6 4 16 48 72 . Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Fungsi peralatan NDB b. NDB-C/T/2 24 3. Penggunaan alat ukur c. NDB-C/T/5 56 6. Dokumen terkait dari ICAO/FAA Teknik peralatan a. Teori penunjang c. Pemeliharaan pencegahan b. Blok NDB c. Kriteria Penempatan Peralatan NDB Prosedur Pengoperasian NDB Pemeliharaan peralatan NDB a.

Agar para peserta mengetahui dan memahami cara kerja secara sistem.enam bulanan. a.8071 Vol. SILABI NDB MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori peralatan NDB.RMMC . Fungsi peralatan NDB b. . − Pelaksanaan ground Check 4 .Jenis-jenis NDB 4 P − .Buku Radio Air Navigation . mingguan.Patern dan cakupan NDB. No. I -ICAO ANNEX 10 Vol I 3 Prosedur pengoperasian - Agar para peserta mampu melaksanakan peng operasian peralatan NDB dengan benar. Teori Penunjang c. . bulanan. − Pelayanan dan Analisa hasil Flight Comm / periodik.RCMS .Pengoperasian NDB dengan lokal dan remote.tiga bulanan. .Sitting kriteria NDB: . . . − Pemeliharaan/pengechekan berkala : harian. 8071 Vol I -Flight Inspection Report NDB 2 4 . Teori terinci peralatan NDB Blok diagram peralatan NDB . Dokumen terkait dari ICAO / FAA − TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar para peserta mengetahui dan memahami fungsi peralatan NDB dalam menunjang operasi Keselamatan pener bangan serta acuan / institusi yang dianut.Buku NDB manual peralatan 4 Pemeliharaan − Agar para peserta mampu melaksanakan pemeliharaan peralatan NDB dengan benar. Fungsi dan teori penunjang dalam pengoperasian peralatan NDB.Besaran dan adjustment parameter NDB.NDB receiver 4 8 4 2 4 4 -Buku manual peralatan NDB: -ICAO DOC.tahunan. b. 4 -ICAO DOC.ICAO ANNEX 10 1 2 Teknik peralatan a.Prinsip kerja NDB.Blok diagram NDB . .VI.

Buku manual NDB . Pemeliharaan pencegahan d. menggunakan alat ukur elektronik. penggunaan alat ukur. mencari penyebab serta menganalisa kerusakan pada peralatan NDB.Melaksanakan pengoperasian. Trouble Shooting TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T . 4 16 -Buku manual peralatan NDB: -ICAO DOC. MATA PELAJARAN (TOPIK) Praktek a.I -ICAO ANNEX 10 Vol.Agar para peserta dapat mengoperasikan Peralatan NDB. melakukan prosedur pemeliharaan dengan benar serta dapat menganalisa/melokalisir kerusakan yang terjadi pada NDB. P 56 . Untuk mengetahui para perserta dalam memahami peralatan NDB yang didapatkan selama pelatihan. . Pengoperasian b. Penggunaan alat ukur c.No. I .8071 Vol.Buku manual yang terkait 5 6 Ujian/evaluasi .Memberikan soal-soal tertulis dan memberikan troubel shooting pada peralatan NDB kepada peserta.

MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung – jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas NDB. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. PERSYARATAN : a. IV. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas NDB serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar dipersyaratkan. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating NDB dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara fasilitas NDB wajib mengikuti pandidikan dan pelatihan II. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Dalam rangka implementasi UU No. . III. PENDAHULUAN Non Directional Beacon ( NDB) adalah peralatan navigasi udara yang dapat memberikan sinyal panduan arah pada pesawat udara terhadap stasiun NDB.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK RATING SKP TERAMPIL NON DIRECTIONAL BEACON (NDB) 80 Jam Pelajaran Teori : 32 Jam Praktek : 48 Jam KODE NDB-C/KNP I. b.

Blok NDB c. Penggunaan alat ukur c. Praktek Jumlah Jam Pelajaran Kode Jam Pelajaran Teori Praktek 4 1. Dokumen terkait dari ICAO/FAA Teknik peralatan a. NDB-C/T/2 16 3. NDB-C/T/1 2. Teori penunjang c. NDB-C/T/5 36 6. 4. Pemeliharaan Perbaikan Praktek pada peralatan NDB a. Teori b. Pengoperasian b. NDB-C/T/6 4 12 32 48 . Kriteria Penempatan Peralatan NDB Prosedur Pengoperasian NDB Pemeliharaan peralatan NDB a. NDB-C/T/3 NDB-C/T/4 4 4 5. Pemeliharaan pencegahan b. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Teori terinci peralatan NDB b.V. Pemelihaaan Pencegahan d. Mata Pelajaran ( TOPIK ) Teori peralatan NDB a. KURIKULUM NDB No. Fungsi peralatan NDB b.

. bulanan. Teori Penunjang c. Fungsi dan teori penunjang dalam pengoperasian peralatan NDB.Agar para peserta mengetahui dan memahami cara kerja secara sistem. 8071 Vol I -Flight Inspection Report NDB 2 2 . 2 -ICAO DOC. Dokumen terkait dari ICAO / FAA − TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar para peserta mengetahui dan memahami fungsi peralatan NDB dalam menunjang operasi Keselamatan pener bangan serta acuan / institusi yang dianut. − Pemeliharaan/pengechekan berkala : harian. − Pelaksanaan ground Check 2 .enam bulanan.ICAO ANNEX 10 1 2 Teknik peralatan a. mingguan.NDB receiver 4 4 2 2 2 2 -Buku manual peralatan NDB: -ICAO DOC.Besaran dan adjustment parameter NDB. .RCMS . a.Buku Radio Air Navigation . Teori terinci peralatan NDB Blok diagram peralatan NDB .tiga bulanan.8071 Vol. Fungsi peralatan NDB b.Jenis-jenis NDB 4 P − .Prinsip kerja NDB. .Buku NDB manual peralatan 4 Pemeliharaan − Agar para peserta mampu melaksanakan pemeliharaan peralatan NDB dengan benar. I -ICAO ANNEX 10 Vol I 3 Prosedur pengoperasian - Agar para peserta mampu melaksanakan peng operasian peralatan NDB dengan benar. SILABI NDB MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori peralatan NDB.Pengoperasian NDB dengan lokal dan remote.tahunan.Sitting kriteria NDB: .Patern dan cakupan NDB. . .Blok diagram NDB . . b.RMMC .VI. − Pelayanan dan Analisa hasil Flight Comm / periodik. No.

I . penggunaan alat ukur. menggunakan alat ukur elektronik.Melaksanakan pengoperasian. .I -ICAO ANNEX 10 Vol. Pengoperasian b.Memberikan soal-soal tertulis dan memberikan troubel shooting pada peralatan NDB kepada peserta. Penggunaan alat ukur c. MATA PELAJARAN (TOPIK) Praktek a.Agar para peserta dapat mengoperasikan Peralatan NDB.No. Untuk mengetahui para perserta dalam memahami peralatan NDB yang didapatkan selama pelatihan. Pemeliharaan pencegahan d. mencari penyebab serta menganalisa kerusakan pada peralatan NDB. melakukan prosedur pemeliharaan dengan benar serta dapat menganalisa/melokalisir kerusakan yang terjadi pada NDB. 2 12 -Buku manual peralatan NDB: -ICAO DOC.Buku manual yang terkait 5 6 Ujian/evaluasi .Buku manual NDB . 2 P 36 . Trouble Shooting TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T .8071 Vol.

dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan. b. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas PSR. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana yang dipersyaratkan guna memperoleh rating PSR. posisi dan arah pesawat udara. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. PSR ini dapat mengetahui jarak. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING PRIMARY SURVEILLANCE RADAR SYSTEM 300 Jam Pelajaran Kode : PSR-A /KPP Teori : 136 Jam Praktek : 164 Jam I PENDAHULUAN Primary Surveillance Radar (PSR) adalah peralatan pengamatan yang digunakan oleh pengatur lalu lintas udara dalam mengamati pergerakan dari pesawat udara disekitar wilayah pengaturannya melalui suatu layar tampilan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Primary Surveillance Radar wajib memperoleh pendidikan dan pelatihan melalui program diklat rating yang sesuai. terlatih dan ahli dalam melaksanakan mengoperasikan dan pemeliharaan peralatan PSR serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya III PERSYARATAN a. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. Pendidikan minimal adalah Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. Dalam rangka implementasi UU Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP Nomor 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. .

Teori rinci peralatan b. Fungsi b. Penggunaan alat ukur c. Pemeliharaan perbaikan Praktek : a. Dokumen terkait Teknik peralatan PSR System : a. Rencana Instalasi Prosedur pengoperasian PSR System Pemeliharaan : a.V No 1 KURIKULUM RADAR PSR MATA PELAJARAN Teori umum peralatan PSR System : a. Analisa sistem peralatan PSR System Ujian / Evaluasi : a. Pengoperasian b. Pemeliharaan pencegahan b. Teori penunjang c. Pemeliharaan pencegahan d. Praktek KODE PSR-A/A/1 Jumlah Jam Pelajaran TEORI PRAKTE 16 2 PSR-A/A/2 24 3 4 PSR-A/A/3 PSR-A/A/4 48 16 5 PSR-A/A/5 132 6 PSR-A/A/6 8 32 T o t a l : 136 164 . Blok dan circuit diagram c. Teori b. Trouble shooting e.

.Basic Radar Principle. Teori rinci peralatan . Transmitter. Annex 10 .Review Digital Teknik dan penjePulsa-pulsa Radar lasan pulsa-pulsa Radar .Skolnik .PSR Manual Handbook & Theory .ICAO Doc. Fungsi TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN b. Dokumen terkait .Basic Radar Principle.Memahami kegunaan dari . J. Receiver.Electronics & Digital Manual . Teori penunjang .Penjelasan kegunaan dari PSR dan masing-masing bagiannya PSR dan bagianbagiannya .Memahami Antenna.VI No 1 SILABUS RADAR PSR MATA PELAJARAN ( Topik ) Teori umum peralatan PSR : a.Memahami teori digital.Memahami peraturan ICAO dan Ditjen Hubud. c.Skolnik . . Blok diagram - Antenna & Control System PSR Transmitter System PSR Receiver System Power Supply System EHT System Antenna Encoder Back Swing Circuit Pulse Modulation Magnetron Heating Delay Time Control Timing and Failure System Relay and EHT Control Synchro Generator Automatic Frequency Control Thyristor Stack Dual Coupler Low Noise Amplifier Switching and Control High/Low Coverage Amplifier and Control Linear & Logarithmic Amplifier IF Amplifier and Filtering Fixed & Moving Echo Detection Oscillator and Safety Device .Menjelaskan peraturan-peraturan ICAO dan SKEP Ditjen Hubud 2 Teknik peralatan PSR : a. Power Supply dan EHT pada sistem PSR . J.PSR Manual Handbook & Theory .Memahami cara kerja tiap-tiap modul serta sistem dari PSR b.SKEP Ditjen Hubud.

Dapat melakukan penyetelan dan penyelarasan parameter sesuai buku manual dengan benar . SG.Melakukan pengukuran signalsignal Radar disetiap test point pada sistem PSR .Dapat melakukan perbaikan pada sistem PSR apabila terjadi kerusakan . Spec Analizer.Memahami cara menghidupkan dan mematikan sistem PSR sesuai prosedur . .PSR Manual Handbook & Theory .Melakukan perbaikan pada sistem PSR .Dapat menggunakan alatalat ukur AVO Meter. HT Probe.Diplexer.Regulator.Melakukan penyetelan dan penyelarasan pada setiap modul sesuai buku manual . Osc.Menjelaskan pelaksanaan peme. Spec Analizer.Memahami cara meng.Cara mengganti modul ganti modul . Pemeliharaan pencegahan b.PSR Manual Handbook & Theory 5 Praktek : a.Cara menghidupkan dan mematikan sistem PSR sesuai buku manual/petunjuk operasi .PSR Manual Handbook & Theory . SG.Test Instrument Manual .Prosedur menghidupkan dan mematikan PSR yang benar .Penggunaan alat-alat ukur AVO Meter. . Duplexer & Circulator 3 Prosedur pengoperasian PSR .PSR Manual Handbook & Theory .X-tal Osc and Program Division . Osc.Dapat menghidupkan dan mematikan PSR dengan benar .Channel Distribution & Echo Cct . Watt Meter. Freq.. Trouble shooting . Counter. Pemeliharaan perbaikan . Pengoperasian b.Dapat melakukan pengukuran signal PSR dengan benar menggunakan alat ukur .PSR Manual Handbook & Theory 4 Pemeliharaan : a. Freq Counter. AFC and Synchro Interface . Watt Meter. HT Probe. .PSR Manual Handbook & Theory .SKEP Ditjen Hubud. Pemeliharaan pencegahan d.Memahami pelaksanaan liharaan berkala dan kalibrasi pemeliharaan berkala dan penerbangan kalibrasi penerbangan . Penggunaan alat ukur c.

Teori b.Setiap peserta diklat melaksanakan praktek singkat langsung pada peralatan PSR sesuai petunjuk dari penguji Instruktur penguji Instruktur penguji .Memahami seluruh pelajaran teori yang telah diajarkan .Dapat melakukan pengoperasian dan trouble shooting PSR dengan benar sesuai prosedur .Melaksanakan ujian tertulis dengan menjawab soal-soal yang diberikan .6 Ujian / Evaluasi : a. Praktek .

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING PRIMARY SURVEILLANCE RADAR SYSTEM 250 Jam Pelajaran Kode : PSR-A /KPP Teori : 120 Jam Praktek : 130 Jam I PENDAHULUAN Primary Surveillance Radar (PSR) adalah peralatan pengamatan yang digunakan oleh pengatur lalu lintas udara dalam mengamati pergerakan dari pesawat udara disekitar wilayah pengaturannya melalui suatu layar tampilan. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. terlatih dan terampil dalam melaksanakan mengoperasikan dan pemeliharaan peralatan PSR serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya III PERSYARATAN a. posisi dan arah pesawat udara. . II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana yang dipersyaratkan guna memperoleh rating PSR. Pendidikan minimal adalah Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. Dalam rangka implementasi UU Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP Nomor 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. b. dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Primary Surveillance Radar wajib memperoleh pendidikan dan pelatihan melalui program diklat rating yang sesuai. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. PSR ini dapat mengetahui jarak. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas PSR.

Pengoperasian b.V No 1 KURIKULUM RADAR PSR MATA PELAJARAN Teori umum peralatan PSR : a. Teori penunjang c. Trouble shooting Ujian / Evaluasi : a. Teori b. Penggunaan alat ukur c. Dokumen terkait Teknik peralatan PSR : a. Pemeliharaan pencegahan b. Blok diagram Prosedur pengoperasian PSR Pemeliharaan : a. Praktek KODE PSR-A/T/1 Jumlah Jam Pelajaran TEORI PRAKTE 24 2 PSR-A/T/2 56 3 4 PSR-A/T/3 PSR-A/T/4 16 16 5 PSR-A/T/5 98 6 PSR-A/T/6 8 32 T o t a l : 120 130 . Fungsi b. Pemeliharaan perbaikan Praktek : a. Pemeliharaan pencegahan d. Teori rinci peralatan b.

Skolnik . . Blok diagram - Antenna & Control System PSR Transmitter System PSR Receiver System Power Supply System EHT System Antenna Encoder Back Swing Circuit Pulse Modulation Magnetron Heating Delay Time Control Timing and Failure System Relay and EHT Control Synchro Generator Automatic Frequency Control Thyristor Stack Dual Coupler Low Noise Amplifier Switching and Control High/Low Coverage Amplifier and Control Linear & Logarithmic Amplifier IF Amplifier and Filtering Fixed & Moving Echo Detection Oscillator and Safety Device . Power Supply dan EHT pada sistem PSR .Memahami Antenna.Menjelaskan peraturan-peraturan ICAO dan SKEP Ditjen Hubud 2 Teknik peralatan PSR : a.Basic Radar Principle.VI No 1 SILABUS RADAR PSR MATA PELAJARAN ( Topik ) Teori umum peralatan PSR : a.Penjelasan kegunaan dari PSR dan masing-masing bagiannya PSR dan bagianbagiannya .PSR Manual Handbook & Theory .Review Digital Teknik dan penjePulsa-pulsa Radar lasan pulsa-pulsa Radar .Basic Radar Principle.Memahami cara kerja tiap-tiap modul serta sistem dari PSR b. . Transmitter. Receiver.Memahami peraturan ICAO dan Ditjen Hubud.Memahami teori digital. Teori penunjang . Dokumen terkait .Memahami kegunaan dari . J. Fungsi TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN b.ICAO Doc.PSR Manual Handbook & Theory . J. Teori rinci peralatan .Skolnik . c. Annex 10 .SKEP Ditjen Hubud.Electronics & Digital Manual .

Pemeliharaan pencegahan d.Prosedur menghidupkan dan mematikan PSR yang benar .Melakukan penyetelan dan penyelarasan pada setiap modul sesuai buku manual .Melakukan perbaikan pada sistem PSR .Memahami cara meng.. HT Probe.Penggunaan alat-alat ukur AVO Meter. Penggunaan alat ukur c. Counter.PSR Manual Handbook & Theory .Dapat melakukan pengukuran signal PSR dengan benar menggunakan alat ukur .X-tal Osc and Program Division . Pengoperasian b. Duplexer & Circulator 3 Prosedur pengoperasian PSR . Osc. .PSR Manual Handbook & Theory .Dapat menggunakan alatalat ukur AVO Meter.Cara mengganti modul ganti modul . Watt Meter.Cara menghidupkan dan mematikan sistem PSR sesuai buku manual/petunjuk operasi .Dapat melakukan perbaikan pada sistem PSR apabila terjadi kerusakan . .Diplexer. SG.Menjelaskan pelaksanaan peme. .Dapat melakukan penyetelan dan penyelarasan parameter sesuai buku manual dengan benar . AFC and Synchro Interface . HT Probe.Memahami cara menghidupkan dan mematikan sistem PSR sesuai prosedur .Melakukan pengukuran signalsignal Radar disetiap test point pada sistem PSR . Spec Analizer.PSR Manual Handbook & Theory 4 Pemeliharaan : a.Dapat menghidupkan dan mematikan PSR dengan benar .Regulator.PSR Manual Handbook & Theory 5 Praktek : a.Channel Distribution & Echo Cct .PSR Manual Handbook & Theory . SG. Pemeliharaan pencegahan b. Watt Meter. Freq Counter. Pemeliharaan perbaikan .Memahami pelaksanaan liharaan berkala dan kalibrasi pemeliharaan berkala dan penerbangan kalibrasi penerbangan .PSR Manual Handbook & Theory . Osc. Spec Analizer. Freq. Trouble shooting .Test Instrument Manual .SKEP Ditjen Hubud.

Praktek .Dapat melakukan pengoperasian dan trouble shooting PSR dengan benar sesuai prosedur .6 Ujian / Evaluasi : a. Teori b.Setiap peserta diklat melaksanakan praktek singkat langsung pada peralatan PSR sesuai petunjuk dari penguji Instruktur penguji Instruktur penguji .Memahami seluruh pelajaran teori yang telah diajarkan .Melaksanakan ujian tertulis dengan menjawab soal-soal yang diberikan .

maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. posisi dan arah serta identitas dan ketinggian pesawat udara. terlatih dan ahli dalam melaksanakan mengoperasikan dan pemeliharaan peralatan SSR serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya III PERSYARATAN a. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING SECONDARY SURVEILLANCE RADAR SYSTEM 300 Jam Pelajaran Kode : SSR-A /KPP Teori : 136 Jam Praktek : 164 Jam I PENDAHULUAN Secondary Surveillance Radar (SSR) adalah peralatan pengamatan yang digunakan oleh pengatur lalu lintas udara dalam mengamati pergerakan dari pesawat udara disekitar wilayah pengaturannya melalui suatu layar tampilan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Secondary Surveillance Radar wajib memperoleh pendidikan dan pelatihan melalui program diklat rating yang sesuai. dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan. SSR ini dapat mengetahui jarak. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas SSR. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana yang dipersyaratkan guna memperoleh rating SSR. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Dalam rangka implementasi UU Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP Nomor 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. b. Pendidikan minimal adalah Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. .

Rencana instalasi Prosedur pengoperasian SSR Pemeliharaan : a. Dokumen terkait Teknik peralatan SSR : a. Penggunaan alat ukur c. Pemeliharaan pencegahan d.V No 1 KURIKULUM RADAR SSR MATA PELAJARAN Teori umum peralatan SSR : a. Pemeliharaan perbaikan Praktek : a. Teori rinci peralatan b. Blok dan circuit diagram c. Teori penunjang c. Analisa sistem peralatan SSR Ujian / Evaluasi : a. Trouble shooting e. Teori b. Pemeliharaan pencegahan b. Fungsi b. Praktek KODE SSR-A/A/1 Jumlah Jam Pelajaran TEORI PRAKTE 24 2 SSR-A/A/2 56 3 4 SSR-A/A/3 SSR-A/A/4 24 20 5 SSR-A/A/5 132 6 SSR-A/A/6 12 32 T o t a l : 136 164 . Pengoperasian b.

VI No 1 SILABUS RADAR SSR MATA PELAJARAN ( Topik ) Teori umum peralatan SSR : a.Review Magnetron dan Klystron .Memahami kegunaan dari SSR dan bagianbagiannya . Receiver. .Penjelasan kegunaan dari SSR dan masing-masing bagiannya .Review Digital Teknik dan penjelasan pulsa-pulsa Radar serta Mode dan Code .Menjelaskan peraturan-peraturan ICAO dan SKEP Ditjen Hubud .Memahami rangkaian dan cara kerja tiap-tiap modul serta sistem dari SSR . Power Supply dan EHT pada sistem SSR - Antenna & Control System SSR Transmitter System SSR Receiver System Power Supply System EHT System Antenna Encoder Time Base and Master Trigger SSR Encoder Power Amplifier Pre Heating Regulator Cavity Amplifier Antenna Pattern Switch EHT Generator SLS and Sensitivity Time Control Front Pannel and Remote System Modulator System Amplifier Receiver System Transmission Test and Normal System .Memahami Triode/Cavity . Blok dan circuit diagram .Memahami Antenna.Electronics & Digital Manual . Annex 10 . J. Dokumen terkait . J. Transmitter. Teori rinci peralatan b.Basic Radar Principle. Mode dan Code . 2 Teknik peralatan SSR : a. Pulsa-pulsa Radar.SSR Manual Handbook & Theory .Memahami teori digital.SKEP Ditjen Hubud.Basic Radar Principle.SSR Manual Handbook & Theory .Skolnik . Fungsi TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN b. Teori penunjang c.ICAO Doc.Memahami peraturan ICAO dan Ditjen Hubud.Skolnik .

SSR Manual Handbook & Theory . SG. Penggunaan alat ukur c. Pemeliharaan pencegahan d. Freq Counter.Dapat melakukan perbaikan pada sistem SSR apabila terjadi kerusakan .Melakukan perbaikan pada sistem SSR . Pemeliharaan pencegahan b.Cara mengganti modul dan kom.Cara menghidupkan dan mematikan sistem SSR sesuai buku manual/petunjuk operasi .Test Instrument Manual .SSR Manual Handbook & Theory .Siting Criteria Manual 3 Prosedur pengoperasian SSR .Dapat melakukan penyetelan dan penyelarasan parameter sesuai buku manual dengan benar . Spec Analizer.Dapat menghidupkan dan mematikan SSR dengan benar .c..Memahami cara menghidupkan dan mematikan sistem SSR sesuai prosedur .Prosedur menghidupkan dan mematikan SSR yang benar .Melakukan penyetelan dan penyelarasan pada setiap modul sesuai buku manual . .Menjelaskan pelaksanaan peme. Counter.Memahami pelaksanaan liharaan berkala dan kalibrasi pemeliharaan berkala dan penerbangan kalibrasi penerbangan . Pengoperasian b. Analisa sistem peralatan SSR . Spec Analizer . Osc. Pemeliharaan perbaikan .Membuat analisa kerusakan yang terjadi pada saat pelaksanaan trouble shooting .Dapat menganalisa penyebab dari kerusakan .Melakukan pengukuran signalsignal Radar disetiap test point pada sistem SSR . SG.Penggunaan alat-alat ukur AVO Meter. .SSR Manual Handbook & Theory . Freq.SSR Manual Handbook & Theory .Dapat menggunakan alatalat ukur AVO Meter. Trouble shooting e. Osc.Menjelaskan kriteria penempatan SSR . Watt Meter.Dapat melakukan pengukuran signal SSR dengan benar menggunakan alat ukur .Mengetahui cara-cara penempatan PSR .SSR Manual Handbook & Theory 5 Praktek : a. Watt Meter.SSR Manual Handbook & Theory .SKEP Ditjen Hubud. Rencana instalasi .Memahami cara mengponen ganti modul dan komponen .SSR Manual Handbook & Theory 4 Pemeliharaan : a.

6 Ujian / Evaluasi : a. Praktek .Memahami seluruh pelajaran teori yang telah diajarkan .Melaksanakan ujian tertulis dengan menjawab soal-soal yang diberikan .Setiap peserta diklat melaksanakan praktek singkat langsung pada peralatan SSR sesuai petunjuk dari penguji Instruktur penguji Instruktur penguji . Teori b.Dapat melakukan pengoperasian dan trouble shooting SSR dengan benar sesuai prosedur .

Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Secondary Surveillance Radar wajib memperoleh pendidikan dan pelatihan melalui program diklat rating yang sesuai. dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan. SSR ini dapat mengetahui jarak. terlatih dan terampil dalam melaksanakan mengoperasikan dan pemeliharaan peralatan SSR serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya III PERSYARATAN a. Dalam rangka implementasi UU Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP Nomor 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. posisi dan arah serta identitas dan ketinggian pesawat udara.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING SECONDARY SURVEILLANCE RADAR SYSTEM 250 Jam Pelajaran Kode : SSR-A /KPP Teori : 120 Jam Praktek : 130 Jam I PENDAHULUAN Secondary Surveillance Radar (SSR) adalah peralatan pengamatan yang digunakan oleh pengatur lalu lintas udara dalam mengamati pergerakan dari pesawat udara disekitar wilayah pengaturannya melalui suatu layar tampilan. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. b. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas SSR. Pendidikan minimal adalah Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. . sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana yang dipersyaratkan guna memperoleh rating SSR.

Teori rinci peralatan b. Pemeliharaan pencegahan b. Pengoperasian b. Teori penunjang c. Fungsi b. Pemeliharaan pencegahan d. Praktek T o t a l : KODE SSR-A/T/1 Jumlah Jam Pelajaran TEORI PRAKTE 16 2 SSR-A/T/2 56 3 4 SSR-A/T/3 SSR-A/T/4 24 16 5 SSR-A/T/5 98 6 SSR-A/T/6 8 32 120 130 . Teori b. Trouble shooting Ujian / Evaluasi : a. Dokumen terkait Teknik peralatan SSR : a. Blok diagram Prosedur pengoperasian SSR Pemeliharaan : a. Penggunaan alat ukur c. Pemeliharaan perbaikan Praktek : a.V No 1 KURIKULUM MATA PELAJARAN Teori umum peralatan SSR : a.

Memahami cara kerja tiap-tiap modul serta sistem dari SSR b.Basic Radar Principle. Teori rinci peralatan . J.SSR Manual Handbook & Theory 3 Prosedur pengoperasian SSR . Power Supply dan EHT pada sistem SSR . Blok diagram - Antenna & Control System SSR Transmitter System SSR Receiver System Power Supply System EHT System Antenna Encoder Time Base and Master Trigger SSR Encoder Power Amplifier Pre Heating Regulator Cavity Amplifier Antenna Pattern Switch EHT Generator SLS and Sensitivity Time Control Front Pannel and Remote System Modulator System Amplifier Receiver System Transmission Test and Normal System . lasan pulsa-pulsa Radar serta Pulsa-pulsa Radar.Memahami Antenna.SKEP Ditjen Hubud.VI No 1 SILABUS MATA PELAJARAN ( Topik ) Teori umum peralatan SSR : a.Skolnik . Transmitter. J.Electronics & Digital Manual . Mode Mode dan Code dan Code .Review Digital Teknik dan penje.Cara menghidupkan dan mematikan sistem SSR sesuai buku manual/petunjuk operasi .Memahami kegunaan dari .Memahami peraturan ICAO dan Ditjen Hubud.Penjelasan kegunaan dari SSR dan masing-masing bagiannya SSR dan bagianbagiannya . .Skolnik .Menjelaskan peraturan-peraturan ICAO dan SKEP Ditjen Hubud .ICAO Doc.Basic Radar Principle.SSR Manual Handbook & Theory . Fungsi TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN b. Dokumen terkait 2 Teknik peralatan SSR : a. c. Receiver.Memahami teori digital. Annex 10 .SSR Manual Handbook & Theory . Teori penunjang .Memahami cara menghidupkan dan mematikan sistem SSR sesuai prosedur .

Dapat melakukan perbaikan pada sistem SSR apabila terjadi kerusakan . Teori b.Memahami seluruh pelajaran teori yang telah diajarkan .Dapat menghidupkan dan mematikan SSR dengan benar .Melakukan penyetelan dan penyelarasan pada setiap modul sesuai buku manual . Trouble shooting .4 Pemeliharaan : a. Freq.SSR Manual Handbook & Theory 5 Praktek : a.Melakukan perbaikan pada sistem SSR .SSR Manual Handbook & Theory .Dapat melakukan penyetelan dan penyelarasan parameter sesuai buku manual dengan benar .SKEP Ditjen Hubud.Setiap peserta diklat melaksanakan praktek singkat langsung pada peralatan SSR sesuai petunjuk dari penguji Instruktur penguji Instruktur penguji . Freq Counter. SG.Cara mengganti modul ganti modul . Watt Meter. Osc.SSR Manual Handbook & Theory .Dapat melakukan pengoperasian dan trouble shooting SSR dengan benar sesuai prosedur .Melakukan pengukuran signalsignal Radar disetiap test point pada sistem SSR . .Menjelaskan pelaksanaan peme. Praktek .Prosedur menghidupkan dan mematikan SSR yang benar .Memahami cara meng. Pemeliharaan perbaikan . Osc. .Penggunaan alat-alat ukur AVO Meter.Dapat melakukan pengukuran signal SSR dengan benar menggunakan alat ukur .Melaksanakan ujian tertulis dengan menjawab soal-soal yang diberikan .Test Instrument Manual . Pemeliharaan pencegahan b. Spec Analizer. Penggunaan alat ukur c. Watt Meter. SG.SSR Manual Handbook & Theory .. Spec Analizer . Counter. Pengoperasian b.Dapat menggunakan alatalat ukur AVO Meter.SSR Manual Handbook & Theory 6 Ujian / Evaluasi : a. Pemeliharaan pencegahan d.Memahami pelaksanaan liharaan berkala dan kalibrasi pemeliharaan berkala dan penerbangan kalibrasi penerbangan .

Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan.jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ATC Automation System. . PP No. Dalam rangka implementasi UU No. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara fasilitas ATC AUTO wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. Pendidikan minimal adalah Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. terlatih dan ahli dalam melaksanakan pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ATC Automation System. III PERSYARATAN : a. data radar dan data lainnya yang digunakan pada sistim pemanduan lalu-lintas udara yang sebagian atau seluruh kegiatannya dilakukan oleh komputer dan hasilnya digunakan oleh Pemandu lalu-lintas udara ( ATC ) dalam proses pengambilan keputusan . yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana yang dipersyaratkan guna memperoleh rating ATC AUTO.DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA SKP AHLI RATING AIR TRAFFIC CONTRO AUTOMATION SYSTEM 280 Jam Pelajaran KODE ATC AUTO-A/KPP Teori : 128 Jam Praktek : 152 Jam I PENDAHULUAN Fasilitas ATC Automation System ( ATC AUTO) adalah fasilitas penunjang keselamatan penerbangan yang memproses pengolahan data penerbangan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. b. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan.

Teori penunjang c. Penggunaan alat ukur c. Analisis sistem Ujian/Evaluasi a. Pemeliharaan Pencegahan b. Trouble shooting e. Teori rinci peralatan b. Teori b. Praktek T o t a l : KODE ATC AUTO/A/A/1 Jumlah Jam Pelajaran TEORI 24 PRAKTEK 2 ATC AUTO/A/A/2 64 3 4 ATC AUTO/A/A/3 ATC AUTO/A/A/4 16 16 5 ATC AUTO/A/A/5 120 6 ATC AUTO/A/A/6 8 32 128 152 . Fungsi b. Optimasi Sistem Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a.V No 1 KURIKULUM ATC OS MATA PELAJARAN Teori umum a. Blok dan circuit diagram c. Pengoperasian b. Pemeliharaan Pencegahan d. Dokumen terkait Teknik peralatan a.

Penjelasan tentang kegunaan ATC Automation System dan kegunaan masing-masing bagian −Review Mikroprosesor . Protokol/Interface −Review Sistem Operasi . Teori penunjang c. Data Comm. Electronics & Digital . 8 ATC Auttomation Manual Book. Memahami aturan – aturan ICAO dan dokumen lainnya.VI. b. Dokumen terkait −Memahami kegunaan dari sistem ATC Automation dan bagian-bagiannya −Memahami teori digital dan kegunaannya serta Sistem Komunikasi Data dan Perangkatnya. Fungsi TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL T P PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAN 1 b.Peraturan ICAO. dan buku-buku manual. − Communication Network − Subsystem − FDP Subsystem − RDP Subsystem − Workstation Subsystem − Sony Monitor − Flight Strip Printer − Hi-bright Monitor − GPS Time Source Component − Instalation Procedure − Fundamental of The Unix System − HP Open View Network Node Manager −HP UX System administration for Series 700 − System Overview −ATC Automation architecture −Theory of Operation . Komunikasi Data. Memahami interkoneksi antar subsistem pada ATC Automation.. Blok dan circuit diagram ATC Automation System. Fundamental of The unix System ICAO Doc. Networking. No SILABUS RADAR ATC AS MATA PELAJARAN ( TOPIK ) Teori umum peralatan ATC Automation a. cara kerja masing-masing subsistem dan sistim manajemen ATC Automation. interkoneksi antar subsistem dan software . Annex 10 SKEP DJU No. Teori rinci peralatan ATC Automation System - Capability of System Safety features of System System Architecture: Subsystem of ATC Automation Software of ATC Automation 4 2 2 4 4 2 2 2 2 2 2 2 2 2 8 4 3 1 2 1 4 8 8 4 4 4 4 ATC Auttomation Manual Book. Memahami sistem arsitektur. 8 8 4 2 Teknik peralatan a.

c. Optimasi System

3

Prosedur Pengoperasian ATC Automation System

Memahami Sistem Aplikasi ATC Automation. Memahami cara menghidupkan dan mematikan ATC Automation System secara Hardware dan Software Memahami pelaksanaan pemeliharaan berkala ATC Automation System Memahami prosedur perbaikan Hardware dan Software Dapat menghidupkan dan mematikan dengan benar sesuai prosedur Dapat menggunakan logic analyzer , tools software

− System Monitoring and Control Procedure : System maintenance and Control Aplikasi Sistem Cara menghidupkan dan mematikan ATC Automation System secara hardware dan Software

2 2 8 16

4

Pemeliharaan a. Pemeliharaan Pencegahan

Pemeliharaan Berkala

4

SKEP DJU No.

b. Pemeliharaan Perbaikan

Prosedur perbaikan Hardware dan Software

8

ATC Auttomation Manual Book,

5

Praktek a. Pengoperasian

b. Penggunaan alat ukur dan tools

c. Pemeliharaan Pencegahan

d. Trouble shooting

e. Analisis sistem peralatan ATC Automation System.

Dapat melakukan penyetelan & penyelarasan parameter dengan benar Dapat melakukan perbaikan apabila terjadi kerusakan pada Hardware dan Software Dapat menganalisa penyebab dari kerusakan

Menghidupkan dan mematikan ATC automation system sesuai prosedur. Melakukan pengukuran dan mendeteksi semua signal-signal dan parameter pada ATC Automation system. Melakukan Penyetelan & Penyelarasan pada semua modul. Melakukan perbaikan pada setiap kerusakan Software dan modul Hardware. Membuat analisa kerusakan yang terjadi pada saat pelaksanaan trouble shooting Melaksanakan ujian tertulis untuk menjawab soal-soal yang diberikan Melaksanakan praktek langsung pada peralatan ATC Automation System 8

20

ATC Auttomation Manual Book, ATC Auttomation Manual Book, Test Instrument Manual ATC Auttomation Manual Book ATC Auttomation Manual Book

16

20

20

24

ATC Auttomation Manual Book

6

Ujian/Evaluasi a. Teori b. Praktek

Memahami seluruh pelajaran yang diajarkan Dapat melakukan pengoperasian dan trouble shooting dengan benar

32

DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK
SKP TERAMPIL

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA

RATING AIR TRAFFIC CONTROL AUTOMATION SYSTEM
220 Jam Pelajaran

KODE
ATC AUTO-A/KPP Teori : 96 Jam Praktek : 124 Jam

I

PENDAHULUAN

Fasilitas ATC Automation System (ATC AUTO) adalah fasilitas penunjang keselamatan penerbangan yang memproses pengolahan data penerbangan, data radar dan data lainnya yang digunakan pada sistim pemanduan lalu-lintas udara yang sebagian atau seluruh kegiatannya dilakukan oleh komputer dan hasilnya digunakan oleh Pemandu lalu-lintas udara ( ATC ) dalam proses pengambilan keputusan .
Dalam rangka implementasi UU No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan, PP No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan, serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan, yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang sertifikat kecakapan memiliki rating, maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara fasilitas ATC Automation System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana yang dipersyaratkan guna memperoleh rating ATC AUTO, dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan, terlatih dan terampil dalam melaksanakan pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ATC Automation System, serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. III PERSYARATAN : a. Pendidikan minimal adalah Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika; b. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan.

IV

MANFAAT YANG DIHARAPKAN :

Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ATC Automation System, sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.

V

KURIKULUM RADAR ATC AS No MATA PELAJARAN KODE Jam Pelajaran TEORI
1 Teori umum a. Fungsi b. Teori penunjang c. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Teori rinci peralatan b. Blok diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Pemeliharaan Pencegahan b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Pengoperasian b. Penggunaan alat ukur c. Pemeliharaan Pencegahan d. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Teori b. Praktek JUMLAH JAM PELAJARAN 24

PRAKTEK

2

16

3 4

32 16

5

92

6

8

32

96

124

VI.
No

SILABUS RADAR ATC AS
MATA PELAJARAN ( TOPIK ) Teori umum peralatan ATC Automation a. Fungsi TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL T P PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAN

1

b. Teori penunjang

c. Dokumen terkait

Memahami kegunaan dari sistem ATC Automation System dan bagianbagiannya Memahami teori digital dan kegunaannya serta Sistem Komunikasi Data dan Perangkatnya. Memahami aturan – aturan ICAO dan dokumen lainnya. Memahami sistem arsitektur, interkoneksi antar subsistem dan software

Penjelasan tentang kegunaan ATC Automation System dan kegunaan masing-masing bagian . - Review Mikroprosesor , Komunikasi Data, Networking, Protokol/Interface. - Review Sistem Operasi Peraturan ICAO dan buku-buku manual. − Capability of System − Safety features of System − System Architecture: − Subsystem of ATC Automation − Software of ATC Automation

4

ATC Auttomation Manual Book,

8

Electronics & Digital , Data Comm., Fundamental of The unix System ICAO Doc. Annex 10 SKEP DJU No.

8 4

2

Teknik peralatan a. Teori rinci peralatan ATC Automation System

2 2 2 2 4

ATC Auttomation Manual Book,

b. Blok diagram ATC Automation System.

Memahami interkoneksi antar subsistem pada ATC Automation, cara kerja masing-masing subsistem dan sistim manajemen ATC Automation.

3

Prosedur Pengoperasian ATC Automation System

Memahami cara menghidupkan dan mematikan ATC Automation System secara Hardware dan Software Memahami pelaksanaan pemeliharaan berkala ATC Automation System Memahami prosedur perbaikan Hardware dan Software

− Communication Network Subsystem − FDP Subsystem − RDP Subsystem − Workstation Subsystem − Sony Monitor − Flight Strip Printer − Hi-bright Monitor − GPS Time Source Component − Instalation Procedure − Fundamental of The Unix System − HP Open View Network Node Manager − HP UX System administration for Series 700 − System Overview − ATC Automation architecture − Theory of Operation − System Monitoring and Control − Procedure : System maintenance and Control − Cara menghidupkan dan mematikan ATC Automation System secara hardware dan Software

1 2 2 2 1 1 1 2 1 4 4 2 2 2 2 1 2

12

4

Pemeliharaan a. Pemeliharaan Pencegahan

Pemeliharaan Berkala

4

SKEP DJU No.

b. Pemeliharaan Perbaikan

Prosedur perbaikan Hardware dan Software

4

ATC Auttomation Manual Book,

5

Praktek a. Pengoperasian

b. Penggunaan alat ukur dan tools

Dapat menghidupkan dan mematikan dengan benar sesuai prosedur Dapat menggunakan logic analyzer , tools software

c. Pemeliharaan Pencegahan

d. Trouble shooting

Dapat melakukan penyetelan & penyelarasan parameter dengan benar Dapat melakukan perbaikan apabila terjadi kerusakan pada Hardware dan Software Memahami seluruh pelajaran yang diajarkan Dapat melakukan pengoperasian dan trouble shooting dengan benar

Menghidupkan dan mematikan ATC automation system sesuai prosedur. Melakukan pengukuran dan mendeteksi semua signal-signal dan parameter pada ATC Automation system. Melakukan Penyetelan & Penyelarasan pada semua modul. Melakukan perbaikan pada setiap kerusakan Software dan modul Hardware.

24

ATC Auttomation Manual Book, ATC Auttomation Manual Book, Test Instrument Manual ATC Auttomation Manual Book ATC Auttomation Manual Book

16

32

20

6

Ujian/Evaluasi a. Teori b. Praktek

Melaksanakan ujian tertulis untuk menjawab soal-soal yang diberikan Melaksanakan praktek singkat langsung pada peralatan ATC Automatio System

8 32

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA

DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK
SKP AHLI

RATING AERODRUME SURFACE DETECTION EQUIPMENT SYSTEM
280 Jam Pelajaran

Kode : ASDE-A /KPP
Teori : 136 Jam Praktek : 164 Jam

I

PENDAHULUAN Aerodrume Serface Detection Eqyuipment (ASDE) adalah peralatan pengamatan yang digunakan oleh pengatur lalu lintas udara dalam mengamati pergerakan dari pesawat udara disekitar aerodrume dan ground movement melalui suatu layar tampilan. ASDE ini dapat mengetahui jarak, posisi dan arah pesawat udara. Dalam rangka implementasi UU Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP Nomor 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan, maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Aerodrume Serface Detection Eqyuipment (ASDE) wajib memperoleh pendidikan dan pelatihan melalui program diklat rating yang sesuai.

II

MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana yang dipersyaratkan guna memperoleh rating ASDE, dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan, terlatih dan ahli dalam melaksanakan mengoperasikan dan pemeliharaan peralatan ASDE serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya

III

PERSYARATAN a. Pendidikan minimal adalah Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. b. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan.

IV

MANFAAT YANG DIHARAPKAN Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ASDE, sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.

Analisa sistem peralatan ASDE System : Ujian / Evaluasi : a. Praktek KODE ASDE-A/A/1 Jumlah Jam Pelajaran TEORI PRAKTE 24 2 ASDE-A/A/2 64 3 4 ASDE-A/A/3 ASDE-A/A/4 16 16 5 ASDE-A/A/5 120 6 ASDE-A/A/6 8 32 T o t a l : 128 152 VI SILABUS ASDE Sedang dalam pengembangan . Pengoperasian b. Teori b. Penggunaan alat ukur c. Blok dan circuit diagram c. Fungsi b. Trouble shooting e.V No 1 KURIKULUM ASDE MATA PELAJARAN Teori umum peralatan ASDE System : a. Teori rinci peralatan b. Rencana instalasi Prosedur pengoperasian ASDE System : Pemeliharaan : a. Pemeliharaan pencegahan d. Pemeliharaan perbaikan Praktek : a. Pemeliharaan pencegahan b. Dokumen terkait Teknik peralatan ASDE System : a. Teori penunjang c.

posisi dan arah pesawat udara. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Aerodrume Serface Detection Eqyuipment (ASDE) wajib memperoleh pendidikan dan pelatihan melalui program diklat rating yang sesuai. Dalam rangka implementasi UU Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP Nomor 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. terlatih dan ahli dalam melaksanakan mengoperasikan dan pemeliharaan peralatan ASDE serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya III PERSYARATAN a.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING AERODRUME SURFACE DETECTION EQUIPMENT SYSTEM 220 Jam Pelajaran Kode : ASDE-A /KPP Teori : 96 Jam Praktek : 124 Jam I PENDAHULUAN Aerodrume Serface Detection Eqyuipment (ASDE) adalah peralatan pengamatan yang digunakan oleh pengatur lalu lintas udara dalam mengamati pergerakan dari pesawat udara disekitar aerodrume dan ground movement melalui suatu layar tampilan. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ASDE. b. Pendidikan minimal adalah Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. . ASDE ini dapat mengetahui jarak. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana yang dipersyaratkan guna memperoleh rating ASDE. dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan.

Trouble shooting e. Analisa sistem peralatan ASDE System : Ujian / Evaluasi : a. Penggunaan alat ukur c. Pengoperasian b. Fungsi b. Teori b. Blok dan circuit diagram c. Dokumen terkait Teknik peralatan ASDE System : a. Pemeliharaan pencegahan d. Pemeliharaan perbaikan Praktek : a. Rencana instalasi Prosedur pengoperasian ASDE System : Pemeliharaan : a. Teori penunjang c. Pemeliharaan pencegahan b. Teori rinci peralatan b.V No 1 KURIKULUM ASDE MATA PELAJARAN Teori umum peralatan ASDE System : a. Praktek KODE ASDE-A/A/1 Jumlah Jam Pelajaran TEORI PRAKTE 24 2 ASDE-A/A/2 16 3 4 ASDE-A/A/3 ASDE-A/A/4 32 16 5 ASDE-A/A/5 92 6 ASDE-A/A/6 8 32 T o t a l : 96 124 VI SILABUS ASDE Sedang dalam pengembangan .

PERSYARATAN : a. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ILS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. III. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. b. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ILS. Dalam rangka implementasi UU No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING INSTRUMENT LANDING SYSTEM/ RUNWAY VISUAL RANGE (ILS/RVR) KODE ILS/RVR-A/KPBP Teori : 180 Jam Praktek : 100 Jam 300 Jam Pelajaran I. PENDAHULUAN Instrument Landing System ( ILS) adalah peralatan navigasi udara yang berfungsi untuk memberikan sinyal panduan arah pendaratan (azimuth). Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. maka teknisi yang mengopersikan dan memelihara fasilitas ILS wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan II. IV. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating ILS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. . sudut luncur (glide path) dan jarak terhadap titik pendaratan dengan presisi kepada pesawat udara yang akan melakukan pendaratan di suatu bandara. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika.

Teori b. Dokumen terkait dari ICAO/FAA Teknik peralatan a. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a.V. 6. 2. Teori terinci peralatan ILS b. Pengoperasian b. Teori penunjang c. KURIKULUM Jam Pelajaran No. Teori peralatan Instrument Landing System (ILS). 5. Pemeliharaan pencegahan b. 3. Blok dan circuit diagram ILS c. Trouble shooting e. 4. Pemelihaaan Pencegahan d. a. Kriteria Penempatan Peralatan ILS Prosedur Pengoperasian ILS Pemeliharaan peralatan ILS a. Pemeliharaan Perbaikan Praktek pada peralatan ILS a. Mata Pelajaran Kode Teori 20 Praktek 1. Penggunaan alat ukur c. Fungsi peralatan ILS b. Praktek Jumlah Jam Pelajaran ILS/RVR -A/A/1 ILS/RVR -A/A/2 96 ILS/RVR -A/A/3 ILS/RVR -A/A/4 20 40 ILS/RVR -A/A/5 90 ILS/RVR -A/A/6 4 30 180 120 .

Kriteria penempatan peralatan ILS 16 16 12 8 8 8 8 8 6 6 20 . Blok dan Circuit diagram peralatan ILS c.ILS single/dual Frek . 8071 Vol.Kategori ILS .VI. SILABI MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori peralatan ILS.Patern dan cakupan ILS . No.Buku manual peralatan ILS 4. a.RVR .RCMS .Sitting kriteria: . Teknik peralatan a.Flight Inspection Report ILS 16 16 .ICAO DOC.Space modulation .ICAO DOC.DME ILS .ICAO ANNEX 10 Vol.Blok diagram ILS: . Fungsi peralatan ILS b.ILS receiver . . II .ICAO ANNEX 10 Air 1.Tipe-tipe ILS . Prosedur pengoperasian Agar para peserta mampu melaksanakan pengoperasian peralatan ILS dengan benar . 8 . bulanan. 2. Teori Penunjang c. II .DME ILS . penempatan dan cakupan peralatan ILS.Buku manual peralatan ILS . Teori terinci peralatan ILS b.Besaran dan adjustment parameter ILS . Dokumen terkait dari ICAO / FAA TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL T Agar para peserta mengetahui dan memahami fungsi peralatan ILS dalam menunjang operasi keselamatan penerbangan serta acuan /institusi yang dianut.RMMC . .Fungsi dan teori penunjang dalam pengoperasian peralatan ILS. . Agar para peserta mengetahui dan memahami cara kerja secara sistem. .Pelayanan dan Analisa hasil Flight Comm / periodik.Prinsip kerja ILS: . Pemeliharaan Agar para peserta mampu melaksanakan pemeliharaan peralatan ILS dengan benar.Pemeliharaan/pengechekan berkala : harian.RVR .Pengoperasian ILS dengan lokal dan remote. I 3.Buku Radio Navigation .Pelaksanaan ground Check 20 P PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN . mingguan. .enam bulanan.tahunan. tiga bulanan.8071 Vol.

I . Ujian/evaluasi . penggunaan alat ukur. Agar para peserta dapat mengoperasikan Peralatan ILS.ICAO DOC. Untuk mengetahui para perserta dalam memahami peralatan ILS yang didapatkan selama pelatihan. Analisis sistim peralatan TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL T P 90 PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN . melakukan prosedur pemeliharaan dengan benar serta dapat menganalisa/melokalisir kerusakan yang terjadi pada ILS.Buku manual peralatan ILS: .8071 Vol. menggunakan alat ukur elektronik. Penggunaan alat ukur c.Buku manual ILS . Trouble Shooting e.Melaksanakan pengoperasian.ICAO ANNEX 10 Vol.Memberikan soal-soal tertulis dan memberikan troubel shooting pada peralatan ILS kepada peserta. MATA PELAJARAN (TOPIK) Praktek a. 4 30 .No.II . Pengoperasian b. Pemeliharaan pencegahan d. mencari penyebab serta menganalisa kerusakan pada ILS 6.Buku manual yang terkait 5. .

b. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ILS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. sudut luncur (glide path) dan jarak terhadap titik pendaratan dengan presisi kepada pesawat udara yang akan melakukan pendaratan di suatu bandara. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. PERSYARATAN : a. maka teknisi yang mengopersikan dan memelihara fasilitas ILS wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan II. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. IV. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. . III. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ILS. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. PENDAHULUAN Instrument Landing System ( ILS) adalah peralatan navigasi udara yang berfungsi untuk memberikan sinyal panduan arah pendaratan (azimuth). Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING INSTRUMENT LANDING SYSTEM/ RUNWAY VISUAL RANGE (ILS/RVR) KODE ILS/RVR-A/KPBP Teori : 120 Jam Praktek : 100 Jam 220 Jam Pelajaran I. Dalam rangka implementasi UU No. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating ILS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih.

Praktek Jumlah Jam Pelajaran ILS/RVR-A/T/1 ILS/RVR -A/T/2 88 ILS/RVR -A/T/3 ILS/RVR -A/T/4 20 40 ILS/RVR -A/T/5 80 ILS/RVR -A/T/6 4 20 120 100 . 3. 5. KURIKULUM Jam Pelajaran No. Blok dan circuit diagram ILS c. 2. Pemeliharaan Perbaikan Praktek pada peralatan ILS a. 4. Teori terinci peralatan ILS b. Teori penunjang c. Pemeliharaan pencegahan b. a. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Pemelihaaan Pencegahan d. Pengoperasian b. Mata Pelajaran Kode Teori 20 Praktek 1. Penggunaan alat ukur c. Teori b. Teori peralatan Instrument Landing System (ILS). Kriteria Penempatan Peralatan ILS Prosedur Pengoperasian ILS Pemeliharaan peralatan ILS a. Fungsi peralatan ILS b. 6. Dokumen terkait dari ICAO/FAA Teknik peralatan a.V.

SILABI MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori peralatan ILS. I 3.Pelaksanaan ground Check 20 P PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN .Kategori ILS . .Prinsip kerja ILS: . Teknik peralatan a.RVR . tiga bulanan. .Buku manual peralatan ILS 4. a. .Pelayanan dan Analisa hasil Flight Comm / periodik.ILS single/dual Frek . II .ICAO ANNEX 10 Vol. Kriteria penempatan peralatan ILS 10 10 8 6 6 8 8 8 4 4 6 .Tipe-tipe ILS .Pemeliharaan/pengechekan berkala : harian.Buku Radio Navigation .RVR .DME ILS .RCMS .tahunan. 2.RMMC .DME ILS .Blok diagram ILS: .Flight Inspection Report ILS 8 4 . Pemeliharaan Agar para peserta mampu melaksanakan pemeliharaan peralatan ILS dengan benar.enam bulanan. Prosedur pengoperasian Agar para peserta mampu melaksanakan pengoperasian peralatan ILS dengan benar .Pengoperasian ILS dengan lokal dan remote.ICAO ANNEX 10 Air 1. 6 .Patern dan cakupan ILS . Agar para peserta mengetahui dan memahami cara kerja secara sistem.ICAO DOC.ILS receiver . Fungsi peralatan ILS b. mingguan. penempatan dan cakupan peralatan ILS. .VI.Sitting kriteria: .Besaran dan adjustment parameter ILS . Dokumen terkait dari ICAO / FAA TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL T Agar para peserta mengetahui dan memahami fungsi peralatan ILS dalam menunjang operasi keselamatan penerbangan serta acuan /institusi yang dianut. No.8071 Vol. Teori terinci peralatan ILS b.Buku manual peralatan ILS . Blok diagram peralatan ILS c. II . 8071 Vol.Space modulation . Teori Penunjang c. .ICAO DOC.Fungsi dan teori penunjang dalam pengoperasian peralatan ILS. bulanan.

8071 Vol. melakukan prosedur pemeliharaan dengan benar serta dapat menganalisa/melokalisir kerusakan yang terjadi pada ILS. Agar para peserta dapat mengoperasikan Peralatan ILS.Buku manual yang terkait 5. Pemeliharaan pencegahan d. penggunaan alat ukur.II . mencari penyebab serta menganalisa kerusakan pada ILS 6.ICAO DOC.Buku manual ILS . MATA PELAJARAN (TOPIK) Praktek a. Ujian/evaluasi . Pengoperasian b.Melaksanakan pengoperasian. .No.Memberikan soal-soal tertulis dan memberikan troubel shooting pada peralatan ILS kepada peserta. Untuk mengetahui para perserta dalam memahami peralatan ILS yang didapatkan selama pelatihan. Trouble Shooting. Penggunaan alat ukur c.Buku manual peralatan ILS: . I . menggunakan alat ukur elektronik.ICAO ANNEX 10 Vol. TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL T P 80 PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN . 4 20 .

IV. b. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. Dalam rangka implementasi UU No. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Sattelite Landing System (DGPS) dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. PERSYARATAN : a.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING SATTELITE LANDING SYSTEM (DIFFERENTIAL GLOBAL POSITIONING SYSTEM) KODE DGPS-A/KPBP Teori : 180 Jam Praktek : 120 Jam 300 Jam Pelajaran I. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Sattelite Landing System (DGPS). 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. . III. maka teknisi yang mengopersikan dan memelihara fasilitas Sattelite Landing System (DGPS) wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan II. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. sudut luncur (glide path) dan jarak terhadap titik pendaratan dengan presisi kepada pesawat udara yang akan melakukan pendaratan di suatu bandara. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. PENDAHULUAN Sattelite Landing System (DGPS) adalah peralatan bantu fasilitas pendaratan berbasis satelit yang berfungsi untuk memberikan sinyal panduan arah pendaratan (azimuth). ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Sattelite Landing System (DGPS) serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya.

Dokumen terkait dari ICAO/FAA Teknik peralatan a. 4. Pengoperasian b. 2. Kriteria Penempatan Peralatan Sattelite Landing System (DGPS) Prosedur Pengoperasian Sattelite Landing System (DGPS) Pemeliharaan peralatan Sattelite Landing System (DGPS) a. 3.V. a. Penggunaan alat ukur c. Pemeliharaan pencegahan b. Mata Pelajaran Kode Teori 20 Praktek 1. KURIKULUM Jam Pelajaran No. Teori terinci peralatan Sattelite Landing System (DGPS) b. Teori peralatan Sattelite Landing System (DGPS). SILABI Silabi sedang dalam pengembangan . Teori b. Fungsi peralatan Sattelite Landing System (DGPS) b. 6. 5. Pemeliharaan Perbaikan Praktek pada peralatan Sattelite Landing System (DGPS) a. Pemelihaaan Pencegahan d. Praktek Jumlah Jam Pelajaran DGPS -A/A/1 DGPS -A/A/2 96 DGPS -A/A/3 DGPS -A/A/4 20 40 DGPS -A/A/5 90 DGPS -A/A/6 4 180 30 120 VI. Teori penunjang c. Blok dan circuit diagram Sattelite Landing System (DGPS) c. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a.

IV. III. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Sattelite Landing System (DGPS) dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. . SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. b. PENDAHULUAN Sattelite Landing System (DGPS) adalah peralatan bantu fasilitas pendaratan berbasis satelit yang berfungsi untuk memberikan sinyal panduan arah pendaratan (azimuth). sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. maka teknisi yang mengopersikan dan memelihara fasilitas Sattelite Landing System (DGPS) wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan II. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Sattelite Landing System (DGPS) serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Sattelite Landing System (DGPS). Dalam rangka implementasi UU No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. PERSYARATAN : a. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING SATTELITE LANDING SYSTEM (DIFFERENTIAL GLOBAL POSITIONING SYSTEM) KODE DGPS-A/KPBP Teori : 120 Jam Praktek : 100 Jam 220 Jam Pelajaran I. sudut luncur (glide path) dan jarak terhadap titik pendaratan dengan presisi kepada pesawat udara yang akan melakukan pendaratan di suatu bandara.

Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. 4. Teori penunjang c. Dokumen terkait dari ICAO/FAA Teknik peralatan a. Pemelihaaan Pencegahan d. Fungsi peralatan Sattelite Landing System (DGPS) b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek pada peralatan Sattelite Landing System (DGPS) a. 5. Pemeliharaan pencegahan b. Teori terinci peralatan Sattelite Landing System (DGPS) b. Mata Pelajaran Kode Teori 20 Praktek 1. KURIKULUM Jam Pelajaran No. a. 3. Teori peralatan Sattelite Landing System (DGPS). Penggunaan alat ukur c. Blok dan circuit diagram Sattelite Landing System (DGPS) c. Praktek Jumlah Jam Pelajaran DGPS -A/T/1 DGPS -A/T/2 88 DGPS -A/T/3 DGPS -A/T/4 20 40 DGPS -A/T/5 80 DGPS -A/T/6 4 20 120 100 VI.V. Kriteria Penempatan Peralatan Sattelite Landing System (DGPS) Prosedur Pengoperasian Sattelite Landing System (DGPS) Pemeliharaan peralatan Sattelite Landing System (DGPS) a. SILABI Silabi sedang dalam pengembangan . Teori b. Pengoperasian b. 2. 6.

PERSYARATAN : a. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Dalam rangka implementasi UU No. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Security Equipment wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan/keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Security Equipment dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. b.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING SECURITY EQUIPMENT 300 Jam Pelajaran Teori : 172 Jam Praktek : 128 Jam KODE SE-A/KPFP I. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Security Equipment serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. untuk menunjang keamanan dan keselamatan penerbangan. II. III. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. . Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. PENDAHULUAN Security Equipment adalah peralatan penunjang fasilitas penerbangan yang digunakan untuk mendeteksi barang yang akan masuk daerah steril di Bandar Udara.

5. KURIKULUM No. Praktek SE-A/A /1 SE-A/A /2 112 SE-A/A /3 SE-A/A /4 8 16 SE-A/A/5 96 SE-A/A/6 4 172 32 128 . Trouble shooting e. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a.IV. Pengoperasian b. 6. Teori rinci peralatan b. V. 4. Pemelihaaan Pencegahan d. Blok dan circuit diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. 2. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Teori umum peralatan a. Pemeliharaan pencegahan b. Teori penunjang c. Dokumen terkait Teknik peralatan a. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Security Equipment sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Teori b. Fungsi b. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Teori 32 Pelajaran Praktek 1. Penggunaan alat ukur c. 3.

Fungsi b. Rencana instalasi * Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prinsip kerja peralatan X-ray : • Blok diagram • Power Supply system • Conveyor system • Scanning system • X-ray system • Sensor system • Control system • Image generating system • Monitoring system Metal Detector : • Blok diagram • Power Supply system • Detector dan Control system • Monitoring system 72 20 . Blok dan circuit diagram c. - − 2. SILABI No. Teori rinci peralatan b.VI. MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. • • • • • • Fungsi / kegunaan peralatan Teori sinar X Elektro magnetic Teknik elektronika dan digital Sistem pengamanan Bandara 32 P 1. serta ketentuan keamanan dan keselamatan penerbangan. Teknik peralatan a. Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN − − − Annex 17 Manual Book Ketentuan – ketentuan mengenai penggunaan radio aktif (BATAN) T • Agar peserta memahami kegunaan teori pendukung peralatan. Teori penunjang c.

Pengoperasian b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. pemeliharaan. Pemeliharaan a. Praktek Evaluasi kompetensi peserta • • Teori Praktek 4 32 . Prosedur Pengoperasian • Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan 4. 5. e. Penggunaan alat ukur c. Teori b. . MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Explosive Detector : • Blok diagram • Power Supply system • Detector dan Control system • Monitoring system 20 P 3. Pemelihaaan Pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan * • Agar peserta memahami prosedur pemeliharaan dan perbaikan peralatan • Prosedur pengoperasian Xray • Prosedur pengoperasian Metal Detector • Prosedur pengoperasian Explosive Detector • Pemeliharaan berkala • Analisis kerusakan dan perbaikan peralatan Pelatihan : • Pengoperasian • Penggunaan alat ukur • Pemeliharaan pencegahan • Trouble shooting • Analisa sistem peralatan 4 2 2 8 8 • Agar peserta memiliki keahlian dalam pengoperasian.No. Pemeliharaan pencegahan b. d. trouble shooting dan analisa peralatan 16 16 16 24 24 6. Ujian/Evaluasi a.

PERSYARATAN : a. III. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan/keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Security Equipment dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. . yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Security Equipment serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. PENDAHULUAN Security Equipment adalah peralatan penunjang fasilitas penerbangan yang digunakan untuk mendeteksi barang yang akan masuk daerah steril di Bandar Udara.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING SECURITY EQUIPMENT 220 Jam Pelajaran Teori : 140 Jam Praktek : 80 Jam KODE SE-A/KPFP I. untuk menunjang keamanan dan keselamatan penerbangan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Security Equipment wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. II. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. Dalam rangka implementasi UU No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. b. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No.

4. 6. Pemeliharaan pencegahan b.IV. 5. Pemelihaaan Pencegahan d. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Troble shooting Ujian/Evaluasi a. KURIKULUM No. Praktek SE-A/T/1 SE-A/T/2 80 SE-A/T/3 SE-A/T/4 8 16 SE-A/T/5 48 SE-A/T/6 4 140 32 80 . Dokumen terkait Teknik peralatan a. Fungsi b. Teori b. Penggunaan alat ukur c. V. 2. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Security sehingga fasilitas yang dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar dipersyaratkan. Teori penunjang c. Teori rinci peralatan b. Pengoperasian b. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 32 1. Blok diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Teori umum peralatan a. 3.

SILABI No. - − 2.VI. Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN − − − Annex 17 Manual Book Ketentuan – ketentuan mengenai penggunaan radio aktif (BATAN) T − Agar peserta memahami kegunaan teori pendukung peralatan. Teori rinci peralatan b. • • • • • Fungsi / kegunaan peralatan Teori sinar X Elektro magnetic Teknik elektronika dan digital Sistem pengamanan Bandara 32 P 1. MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. Teori penunjang c. serta ketentuan keamanan dan keselamatan penerbangan. Blok diagram • Agar peserta memahami prinsip kerja peralatan X-ray : • Blok diagram • Power Supply system • Conveyor system • Scanning system • X-ray system • Sensor system • Control system • Image generating system • Monitoring system Metal Detector : • Blok diagram • Power Supply system • Detector dan Control system • Monitoring system 48 16 . Fungsi b. Teknik peralatan a.

MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Explosive Detector : • • • • Blok diagram Power Supply system Detector dan Control system Monitoring system 16 P 3. Pemeliharaan pencegahan b. Pengoperasian b. 5. Teori b. Pelatihan • Pengoperasian • Penggunaan alat ukur • Pemelihaaan Pencegahan • Trouble shooting 8 8 16 16 6. Praktek • Agar peserta memahami prosedur pemeliharaan dan perbaikan peralatan • Prosedur pengoperasian Xray • Prosedur pengoperasian Metal Detector • Prosedur pengoperasian Explosive Detector • Pemeliharaan berkala • Perbaikan peralatan 4 2 2 8 8 • Agar peserta memiliki ketrampilan dalam pengoperasian. Pemeliharaan a. Pemelihaaan Pencegahan d. Prosedur Pengoperasian • Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan 4. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Penggunaan alat ukur c. Evaluasi kompetensi peserta • • Teori Praktek 4 32 .No. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. pemeliharaan dan trouble shooting.

PENDAHULUAN Integrated Integrated Security System adalah peralatan penunjang fasilitas penerbangan yang terintegrasi untuk memantau lalu – lintas orang. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING INTEGRATED SECURITY SYSTEM 300 Jam Pelajaran Teori : 172 Jam Praktek : 88 Jam KODE ISS-A/KPFP I. b. Dalam rangka implementasi UU No. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Integrated Security System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. kendaraan dan pesawat udara di Bandar Udara guna menunjang keamanan dan keselamatan penerbangan. III. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. PERSYARATAN : a. II. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. barang. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Integrated Integrated Security System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Integrated Security System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. . 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No.

Pemeliharaan pencegahan b. Teori b. KURIKULUM No. 4. 3. Blok dan circuit diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Teori 24 Pelajaran Praktek 1. Fungsi b. 5. Praktek ISS-A/A/1 ISS-A/A/2 112 ISS-A/A/3 ISS-A/A/4 8 24 ISS-A/A/5 96 ISS-A/A/6 4 32 172 128 . Teori penunjang c. Trouble shooting e.IV. Pemelihaaan Pencegahan d. 2. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Pengoperasian b. 6. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. V. Teori rinci peralatan b. Teori umum peralatan a. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Integrated Security System sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Penggunaan alat ukur c.

Teori penunjang c. Operating System Application System 1. SILABI No. serta ketentuan keamanan dan keselamatan penerbangan. Teknik peralatan a. Blok dan circuit diagram • Agar peserta memahami prinsip kerja peralaan CCTV : • Blok diagram • Power Supply systemt • Camera system • Panic button Access Control : • Blok diagram • Sensor • Power supply • Card reader Fencing 16 8 8 8 8 4 4 4 • Sensor 4 Central System : • Blok diagram • Power Supply system • Operating System • Application System • Control system 4 4 4 4 8 . - 2. Teori rinci peralatan b. • • • • Fungsi / kegunaan peralatan Teknik elektronika dan digital Komunikasi data Sistem pengamanan Bandara 4 8 8 4 P − − − − − Annex 17 Manual Book Open Sytem Networking & Data Comm.VI. Fungsi b. Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Agar peserta memahami kegunaan teori pendukung peralatan. MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a.

Pemeliharaan a. pemeliharaan. Pengoperasian b. Pemeliharaan pencegahan b. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. b. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • • • Monitoring system Recording System System manager • Prosedur pengoperasian Integrated Integrated Security System • • Pemeliharaan berkala Analisis kerusakan dan perbaikan peralatan 4 4 8 8 P 3. Praktek • 8 16 • Agar peserta memiliki keahlian dalam pengoperasian. 5.No. Trouble shooting e. Pemelihaaan Pencegahan d. Penggunaan alat ukur c. Analisis sistem peralatan * a. trouble shooting dan analisa peralatan Pelatihan : a. Teori Praktek 4 96 Evaluasi kompetensi peserta 32 . Prosedur Pengoperasian • Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan Agar peserta memahami prosedur pemeliharaan dan perbaikan peralatan 4. Pemelihaaan Pencegahan d. Penggunaan alat ukur c. 6. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Teori b. Trouble shooting e. Pengoperasian b.

IV. II. PENDAHULUAN Integrated Security System adalah peralatan penunjang fasilitas penerbangan yang terintegrasi untuk memantau lalu – lintas orang. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. PERSYARATAN : a. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. b. barang. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Integrated Security System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dlm melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Integrated Security System sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING INTEGRATED SECURITY SYSTEM 220 Jam Pelajaran Teori : 116 Jam Praktek : 64 Jam KODE ISS-A/KPFP I. . Dalam rangka implementasi UU No. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Integrated Security System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. kendaraan dan pesawat udara di Bandar Udara guna menunjang keamanan dan keselamatan penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Integrated Security System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. III.

Pengoperasian b.V. Praktek ISS-A/T/1 ISS-A/T/2 70 ISS-A/T/3 ISS-A/T/4 8 16 ISS-A/T/5 32 ISS-A/T/6 4 32 116 64 . 6. Fungsi b. Pemelihaaan Pencegahan d. 2. Penggunaan alat ukur c. 3. 4. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. KURIKULUM No. Teori penunjang c. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Teori umum peralatan a. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Teori 28 Pelajaran Praktek 1. Teori rinci peralatan b. Teori b. 5. Blok dan circuit diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Pemeliharaan pencegahan b.

serta ketentuan keamanan dan keselamatan penerbangan. Teori rinci peralatan b. Blok dan circuit diagram • Agar peserta memahami prinsip kerja peralaan CCTV : • Blok diagram • Power Supply systemt • Camera system • Panic button Access Control : • Blok diagram • Sensor • Power supply • Card reader Fencing 8 2 4 2 8 2 2 2 4 • Sensor 8 4 4 4 4 4 Central System : • Blok diagram • Power Supply system • Operating System • Application System • Control system . Teknik peralatan a. - 2. Operating System Application System 1. SILABI No. • • • • Fungsi / kegunaan peralatan Teknik elektronika dan digital Komunikasi data Sistem pengamanan Bandara 4 8 8 8 P − − − − − Annex 17 Manual Book Open Sytem Networking & Data Comm. Fungsi b. Teori penunjang c. Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Agar peserta memahami kegunaan teori pendukung peralatan.VI. MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a.

5. Prosedur Pengoperasian • Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan Agar peserta memahami prosedur pemeliharaan dan perbaikan peralatan 4. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • • Monitoring system Recording System • Prosedur pengoperasian Integrated Security System • • Pemeliharaan berkala Perbaikan peralatan 4 4 8 P 3. pemeliharaan dan trouble shooting peralatan • Pelatihan dan pengaturan parameter 32 6. Evaluasi kompetensi peserta • Materi yang diberikan telah 4 32 . Teori b. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Praktek • 8 8 • Agar peserta memiliki keterampilan dalam pengoperasian. Penggunaan alat ukur c.No. Pemeliharaan a. Pemeliharaan pencegahan b. Pengoperasian b. Pemelihaaan Pencegahan d.

PERSYARATAN : a. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Centralized Information System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Dalam rangka implementasi UU No. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Centralized Information System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Centralized Information System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING CENTRALIZED INFORMATION SYSTEM 300 Jam Pelajaran Teori : 188 Jam Praktek : 112 Jam KODE CIS-A/KPFP I. IV. II. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. b. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. III. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Centralized Information System sehingga fasilitas yang dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. PENDAHULUAN Centralized Information System adalah peralatan penunjang operasi Bandar udara yang digunakan untuk mengintegrasikan seluruh informasi penerbangan bagi para pengguna jasa di Bandar Udara. .

Pemelihaaan Pencegahan d. Penggunaan alat ukur c. Trouble shooting e. Rencana instalasi * Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. CIS-A/A/5 48 6. Teori umum peralatan a. Fungsi b. Praktek CIS-A/A/1 CIS-A/A/2 64 32 CIS-A/A/3 CIS-A/A/4 24 32 5. Pemeliharaan pencegahan b. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 64 1. 4. Teori penunjang c. Teori rinci peralatan b. 3. 2. Teori b. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Pengoperasian b. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a.V. Blok dan circuit diagram c. KURIKULUM No. CIS-A/A/6 4 32 188 112 .

Trouble shooting 40 . 16 8 2. Teknik peralatan a. SILABI No. ketertiban keamanan dan keselamatan penerbangan. Penggunaan ukur c. Pemelihaaan Pencegahan Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan Agar peserta memahami prosedur pemeliharaan dan perbaikan peralatan • Prosedur pengoperasian 16 Pelatihan : • Pemeliharaan berkala • Analisis kerusakan perbaikan peralatan dan 8 16 • alat Agar peserta memiliki keahlian dalam pengoperasian. Pengoperasian b. trouble shooting dan analisa peralatan Pelatihan : a. Agar peserta memahami prinsip kerja peralatan Agar peserta mampu merencanakan pengembangan jaringan • • • • • • • • • • • • • • Fungsi / kegunaan peralatan Teknik elektronika dan digital Komunikasi Data Sistem Informasi Bandara 4 16 P − − − − − Annex 14 Manual Book Open System Networking & Data comm. Pengembangan jaringan • • Blok diagram Power Supply system Operating System Application System Central Processing Unit Terminal Concentrator Unit DIRAM Peripheral Recording System Network Planning 8 4 4 4 12 4 8 8 4 8 16 3. Pemeliharaan pencegahan d. Operating System Application System 1. Penggunaan alat ukur c. Pengoperasian b. pemeliharaan. Teori rinci peralatan b. Blok dan circuit diagram c.. Pemeliharaan a. Prosedur Pengoperasian • • 4.VI. 5. Teori penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Agar peserta memahami teori pendukung serta fungsi peralatan untuk menunjang kelancaran. Pemeliharaan perbaikan Praktek a. Pemeliharaan pencegahan b. Fungsi b. MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a.

Evaluasi kompetensi peserta • • Teori Praktek 4 32 . TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T e. e. Teori b. Analisis peralatan * sistem P 6. MATA PELAJARAN (TOPIK) Trouble shooting Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. Prakterk d.No.

Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. PERSYARATAN : a. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. b. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. PENDAHULUAN Centralized Information System adalah peralatan penunjang operasi Bandar udara yang digunakan untuk mengintegrasikan seluruh informasi penerbangan bagi para pengguna jasa di Bandar Udara. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Dalam rangka implementasi UU No. III. .DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING CENTRALIZED INFORMATION SYSTEM 220 Jam Pelajaran Teori : 140 Jam Praktek : 80 Jam KODE CIS-A/KPFP I. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Centralized Information System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. II. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Centralized Information System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Centralized Information System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan.

Pemelihaaan Pencegahan d. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Teori umum peralatan a. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Centralized Information System sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Blok diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. 6. 4. KURIKULUM No. Praktek CIS-A/T/1 CIS-A/T/2 64 CIS-A/T/3 CIS-A/T/4 8 16 CIS-A/T/5 48 CIS-A/T/6 4 140 32 80 . V. Penggunaan alat ukur c. Pemeliharaan pencegahan b. Pengoperasian b. Dokumen terkait Teknik peralatan a.IV. 3. Fungsi b. 5. Teori b. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 48 1. Teori rinci peralatan b. Troble shooting Ujian/Evaluasi a. Teori penunjang c. 2.

Teknik peralatan a.VI.. • • • • Fungsi / kegunaan peralatan Teknik elektronika dan digital Komunikasi Data Sistem Informasi 8 16 16 8 P − − − − − Annex 14 Manual Book Open System Networking & Data comm. Operating System Application System 1. Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Agar peserta memahami teori pendukung serta fungsi peralatan untuk menunjang kelancaran. Prosedur Pengoperasian • Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan • . ketertiban keamanan dan keselamatan penerbangan. Teori rinci peralatan b. Blok diagram • Agar peserta memahami prinsip kerja peralatan • • • • • • • • • Blok diagram Power Supply system Operating System Application System Central Processing Unit Terminal Concentrator Unit DIRAM Peripheral Recording System Prosedur pengoperasian 8 4 4 4 16 8 8 8 4 8 3. - 2. MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. Teori penunjang c. SILABI No. Fungsi b.

Pengoperasian b. Penggunaan alat ukur c. Praktek TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Agar peserta memahami prosedur pemeliharaan dan perbaikan peralatan Agar peserta memiliki keterampilan dalam pengoperasian. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. pemeliharaan. Pemeliharaan pencegahan b. MATA PELAJARAN (TOPIK) Pemeliharaan a. trouble shooting. 5. Teori b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. kompetensi • • Teori Praktek 4 • • Pemeliharaan berkala Perbaikan peralatan 8 8 P 4. Pemelihaaan Pencegahan d. • Pelatihan • Pengoperasian • Penggunaan alat ukur • Pemelihaaan Pencegahan • Trouble shooting 48 6.No. Evaluasi peserta 32 .

II. PERSYARATAN : a. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas CCTV & Access Control sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. IV. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating CCTV & Access Control dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. III. PENDAHULUAN Closed Circuit Television & Access Control adalah peralatan penunjang fasilitas penerbangan untuk memantau lalu – lintas orang. kendaraan dan pesawat udara di Bandar Udara. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan CCTV & Access Control wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan CCTV & Access Control serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. b. . SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. Dalam rangka implementasi UU No. barang.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING CLOSED CIRCUIT TELEVISION & ACCESS CONTROL 220 Jam Pelajaran Teori : 120 Jam Praktek : 80 Jam KODE CCTV & AC-B/KPFP I.

Teori rinci peralatan b. Pengoperasian b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Troble shooting e. Blok diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. 6. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 32 1. KURIKULUM No. Teori b. Dokumen terkait Teknik peralatan a. 2. 5. Penggunaan alat ukur c. 3. Fungsi b. Teori penunjang c. Teori umum peralatan a. Praktek CCTV & AC-B/A/1 CCTV & AC-B/A/2 64 CCTV & AC-B/A/3 CCTV & AC-B/A/4 16 20 CCTV & AC-B/A/5 48 CCTV & AC-B/A/6 8 140 32 80 . Pemeliharaan pencegahan b. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. Pemelihaaan Pencegahan d.V. 4.

Teori rinci peralatan b. Operating System Application System - 2. 1. Fungsi b. Blok dan circuit diagram • Agar peserta memahami prinsip kerja peralatan CCTV : • Blok diagram • Power Supply system • Camera system • Operating System • Application System • Control system • Monitoring system • Recording System Access Control : • Blok diagram • Sensor • Power supply • Card reader • Operating System • Application System • Control system • Monitoring system 36 28 . • • • • Fungsi / kegunaan peralatan Teknik elektronika dan digital Komunikasi data Sistem pengamanan Bandara 8 8 8 8 P − − − − − Annex 17 Manual Book Open Sytem Networking & Data Comm. No.VI. Teknik peralatan a. Teori penunjang c. SILABI MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Agar peserta memahami kegunaan teori pendukung peralatan. serta ketentuan keamanan dan keselamatan penerbangan.

Evaluasi kompetensi peserta Pelatihan • Pengoperasian • Penggunaan alat ukur dan penyetelan parameter • Pemelihaaan Pencegahan • Trouble shooting • Analisis sistem peralatan * • Teori • Praktek 48 8 32 . trouble shooting dan analisa peralatan 6. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Praktek 4 16 • Agar peserta memiliki keahlian dalam pengoperasian. Penggunaan alat ukur c. Pemelihaaan Pencegahan d. MATA PELAJARAN (TOPIK) Prosedur Pengoperasian TUJUAN • • Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan Agar peserta memahami prosedur pemeliharaan dan perbaikan peralatan • • • POKOK BAHASAN Prosedur pengoperasian CCTV & Access Control Pemeliharaan berkala Analisis kerusakan dan perbaikan peralatan JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T 16 P 4. 5. Pemeliharaan a. Pengoperasian b. Trouble shooting e. 3. pemeliharaan. Pemeliharaan pencegahan b. Teori b.No. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a.

barang. Dalam rangka implementasi UU No. PERSYARATAN : a. PENDAHULUAN Closed Circuit Television & Access Control adalah peralatan penunjang fasilitas penerbangan untuk memantau lalu – lintas orang. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan CCTV & Access Control serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. III. II. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING CLOSED CIRCUIT TELEVISION & ACCESS CONTROL 150Jam Pelajaran Teori : 88 Jam Praktek : 62 Jam KODE CCTV & AC-B/KPFP I. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan CCTV & Access Control wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. kendaraan dan pesawat udara di Bandar Udara. b. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating CCTV & Access Control dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. . 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.

Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Troble shooting Ujian/Evaluasi a. Blok diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a.. V. Teori b. 6. KURIKULUM No. Teori penunjang c. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 24 1. 3. Pemelihaaan Pencegahan d. Teori rinci peralatan b. Pemeliharaan pencegahan b. Pengoperasian b. 4. Praktek CCTV & AC-B/T/1 CCTV & AC-B/T/2 44 CCTV & AC-B/T/3 CCTV & AC-B/T/4 8 8 CCTV & AC-B/T/5 32 CCTV & AC-B/T/6 4 88 30 62 . Dokumen terkait Teknik peralatan a.IV. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas CCTV & Access Control System sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Penggunaan alat ukur c. 2. Fungsi b. Teori umum peralatan a. 5.

serta ketentuan keamanan dan keselamatan penerbangan. Teori penunjang c. MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. Fungsi b. SILABI No. Teknik peralatan a.VI. Teori rinci peralatan b. 1. • • • Fungsi / kegunaan peralatan Komunikasi data Sistem pengamanan Bandara 4 8 4 8 P − − − − − Annex 17 Manual Book Open Sytem Networking & Data Comm. Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Agar peserta memahami kegunaan teori pendukung peralatan. Operating System Application System - 2. Blok diagram • Agar peserta memahami prinsip kerja peralatan CCTV : • Blok diagram • Power Supply system • Camera system • Operating System • Application System • Control system • Monitoring system • Recording System Access Control : • Blok diagram • Sensor • Power supply • Card reader • Operating System • Application System • Control system • Monitoring system 24 20 .

Pemelihaaan Pencegahan d. pemeliharaan dan trouble shooting peralatan. Pengoperasian b. MATA PELAJARAN (TOPIK) Prosedur Pengoperasian TUJUAN • • Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan Agar peserta memahami prosedur perbaikan peralatan • • • POKOK BAHASAN Prosedur pengoperasian CCTV & Access Control Pemeliharaan berkala Perbaikan peralatan JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T 8 P 4. Penggunaan alat ukur c. Praktek 4 4 • Agar peserta memiliki keterampilan dalam pengoperasian. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a.No. Teori b. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. 3. 5. Pemeliharaan a. 6. Evaluasi kompetensi peserta Pelatihan • Pengoperasian • Penggunaan alat ukur • Pemelihaaan Pencegahan • Trouble shooting • Teori • Praktek 32 8 30 . Pemeliharaan pencegahan b.

15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. II. b. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Integrated Ground Communication System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING INTEGRATED GROUND COMMUNICATION SYSTEM 220 Jam Pelajaran Teori : 144 Jam Praktek : 76 Jam KODE IGCS-B/KPFP I. . ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Integrated Ground Communication System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. PERSYARATAN : a. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. PENDAHULUAN Integrated Ground Communication System adalah peralatan penunjang operasi Bandar udara yang digunakan untuk mengintegrasikan system komunikasi darat di lingkungan Bandar udara dengan meminimalkan penggunaan frekuensi guna menghindari gangguan terhadap frekuensi penerbangan Dalam rangka implementasi UU No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. III. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Integrated Ground Communication System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih.

Teori penunjang Teknik peralatan a. 3.IV. Blok dan circuit diagram c. Teori rinci peralatan b. 4. 5. KURIKULUM No. Trouble shooting e. Teori umum peralatan a. Penggunaan alat ukur c. Pemelihaaan Pencegahan d. 2. Fungsi b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. 6. Teori b. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 40 1. Rencana instalasi * Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Pengoperasian b. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Integrated Ground Communication System sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Praktek IGCS-B/A/1 IGCS-B/A/2 68 IGCS-B/A/3 IGCS-B/A/4 8 24 IGCS-B/A/5 44 IGCS-B/A/6 4 144 32 76 . Pemeliharaan pencegahan b. V. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a.

Teori penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Agar peserta memahami teori pendukung serta fungsi peralatan untuk menunjang kelancaran. Teknik peralatan a. Prosedur Pengoperasian • Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan • Prosedur pengoperasian Integrated Ground Communication System Pemeliharaan berkala 8 4. MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. • • • • Fungsi / kegunaan peralatan Teknik elektronika dan digital Teori pemancar & Penerima Teori komunikasi data 4 P − − − − − Manual Book Transmitter & Receiver principle Operating System Applilcation System Ketentuan penyelenggaraan komunikasi radio dari Ditjen Hubud dan Ditjen Postel 1. SILABI No.VI. ketertiban keamanan dan keselamatan penerbangan. Blok dan circuit diagram c. Fungsi b. Teori rinci peralatan b. 16 4 16 2. Regrouping • • Agar peserta memahami prinsip kerja peralatan Agar peserta mampu merencanakan pengaturan kelompok komunikasi • • • • • • • • • Blok diagram Operating System Applilcation System Power Supply system System Manager Base Station Site Controller Subscriber Regrouping Planning 8 4 4 4 8 8 16 8 8 3. Pemeliharaan • Agar peserta memahami • 8 .

5. Evaluasi kompetensi peserta Teori Praktek 4 32 . Pengoperasian b. pemeliharaan. Praktek Agar peserta memiliki keahlian dalam pengoperasian. Pemelihaaan Pencegahan d. trouble shooting dan analisa peralatan Pelatihan : a. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. Praktek a. Penggunaan alat ukur c. Analisis sistem peralatan * • • 48 6. Penggunaan alat ukur c. Teori b. MATA PELAJARAN (TOPIK) Pemeliharaan pencegahan Pemeliharaan Perbaikan • TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T prosedur pemeliharaan dan perbaikan peralatan • Analisis dan peralatan kerusakan perbaikan 16 P a. Pemelihaaan Pencegahan d.No. b. Trouble shooting e. Pengoperasian b. Trouble shooting e.

b. . Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. III. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. II. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Integrated Ground Communication System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING INTEGRATED GROUND COMMUNICATION SYSTEM 150 Jam Pelajaran Teori : 88Jam Praktek : 62 Jam KODE IGCS-B/KPFP I. PENDAHULUAN Integrated Ground Communication System adalah peralatan penunjang operasi Bandar udara yang digunakan untuk mengintegrasikan system komunikasi darat di lingkungan Bandar udara dengan meminimalkan penggunaan frekuensi guna menghindari gangguan terhadap frekuensi penerbangan Dalam rangka implementasi UU No. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Integrated Ground Communication System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. PERSYARATAN : a. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Integrated Ground Communication System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya.

Teori penunjang Teknik peralatan a. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. Fungsi b. Pengoperasian b. 3. Penggunaan alat ukur c. 6. Pemeliharaan pencegahan b. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 20 1. Teori umum peralatan a.IV. Rencana instalasi * Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Blok dan circuit diagram c. 2. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Integrated Ground Communication System sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Trouble shooting e. Pemelihaaan Pencegahan d. V. Teori rinci peralatan b. Teori b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. 5. 4. Praktek IGCS-B/T/1 IGCS-B/T/2 48 IGCS-B/T/3 IGCS-B/T/4 8 8 IGCS-B/T/5 32 IGCS-B/T/6 4 88 30 62 . KURIKULUM No.

ketertiban keamanan dan keselamatan penerbangan. Teori penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Agar peserta memahami teori pendukung serta fungsi peralatan untuk menunjang kelancaran. Prosedur Pengoperasian • Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan 4. Teori rinci peralatan b. Pemeliharaan a. SILABI No. MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. Teknik peralatan a. 8 2.VI. Blok diagram • Agar peserta memahami prinsip kerja peralatan • • • • • • • • • Blok diagram Operating System Applilcation System Power Supply system System Manager Base Station Site Controller Subscriber Prosedur pengoperasian Integrated Ground Communication System 8 4 4 4 4 8 8 8 8 3. Pemeliharaan pencegahan • Agar peserta memahami prosedur pemeliharaan dan • • Pemeliharaan berkala Perbaikan peralatan 4 4 . • • • Fungsi / kegunaan peralatan Teknik elektronika dan digital Teori pemancar & penerima 4 8 P − − − − − Manual Book Transmitter & Receiver principle Operating System Applilcation System Ketentuan penyelenggaraan komunikasi radio dari Ditjen Hubud dan Ditjen Postel 1. Fungsi b.

shooting dan peralatan memiliki dalam trouble analisa Pelatihan : a. 6. Pengoperasian b. Trouble shooting 32 Evaluasi kompetensi peserta a. Teori b. Praktek Agar peserta keterampilan pengoperasian. MATA PELAJARAN (TOPIK) pencegahan Pemeliharaan Perbaikan • TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T perbaikan peralatan P b. pemeliharaan. Pengoperasian b. Teori Praktek 4 30 . b. Pemelihaaan Pencegahan d. 5. Penggunaan alat ukur c. Praktek a. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Penggunaan alat ukur c.No. Pemelihaaan Pencegahan d.

15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. II. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. PENDAHULUAN Flight Information Display System adalah peralatan penunjang operasi Bandar Udara yang digunakan untuk menampilkan informasi penerbangan bagi para pengguna jasa di Bandar Udara. . yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. PERSYARATAN : a. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. III. Dalam rangka implementasi UU No. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. b. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Flight Information Display System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Flight Information Display System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING FLIGHT INFORMATION DISPLAY SYSTEM 220 Jam Pelajaran Teori : 140 Jam Praktek : 80 Jam KODE FIDS-B/KPFP I. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Flight Information Display System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya.

Pemeliharaan pencegahan b. Praktek FIDS-B/A/1 FIDS-B/A/2 64 FIDS-B/A/3 FIDS-B/A/4 8 24 FIDS-B/A/5 56 FIDS-B/A/6 8 140 32 80 . 4. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. V. Teori umum peralatan a. Teori penunjang Teknik peralatan a. Trouble shooting e. Teori b. Rencana instalasi * Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. 2. 6. 3. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 40 1. Pengoperasian b. KURIKULUM No. Teori rinci peralatan b. Pemelihaaan Pencegahan d. Fungsi b.IV. 5. Penggunaan alat ukur c. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Flight Information Display System sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Blok dan circuit diagram c.

Flap Board dan LED) Network Planning 8 4 4 4 16 8 8 8 3. Fungsi b. Operating System Application System 1. SILABI No. Teknik peralatan a. Teori rinci peralatan b. Teori penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Agar peserta memahami teori pendukung serta fungsi peralatan untuk menunjang kelancaran. Dot Matrik..VI. protocol Display monitor (TV. - 2. Prosedur Pengoperasian • • 4. ketertiban keamanan dan keselamatan penerbangan. Blok dan circuit diagram c. Pemeliharaan Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan Agar peserta memahami • • Prosedur pengoperasian 8 Pemeliharaan berkala 8 . Pengembangan jaringan • • Agar peserta memahami prinsip kerja peralatan Agar peserta mampu merencanakan pengembangan jaringan • • • • • • • • Blok diagram Operating System System Aplikasi Power Supply system Central Processing Unit Interface. • • • • Fungsi / kegunaan peralatan Teknik elektronika dan digital Komunikasi Data Sistem Informasi 4 16 16 4 P − − − − − Annex 14 Manual Book Open System Networking & Data comm. MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a.

No. Praktek Agar peserta memiliki keahlian dalam pengoperasian. Trouble shooting e. Penggunaan alat ukur c. trouble shooting dan analisa peralatan 6. Pengoperasian b. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. Pemelihaaan Pencegahan d. Evaluasi kompetensi peserta Pelatihan : • Pengoperasian • Penggunaan alat ukur • Pemeliharaan pencegahan • Trouble shooting • Analisis sistem peralatan * • Teori • Praktek 48 4 32 . pemeliharaan. 5. Teori b. b. MATA PELAJARAN (TOPIK) Pemeliharaan pencegahan Pemeliharaan Perbaikan • TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T prosedur pemeliharaan dan perbaikan peralatan • Perbaikan peralatan 16 P a. Praktek a.

. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Flight Information Display System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. III. PERSYARATAN : a. b. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Flight Information Display System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. PENDAHULUAN Flight Information Display System adalah peralatan penunjang operasi Bandar Udara yang digunakan untuk menampilkan informasi penerbangan bagi para pengguna jasa di Bandar Udara.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING FLIGHT INFORMATION DISPLAY SYSTEM 150 Jam Pelajaran Teori : 88 Jam Praktek : 62 Jam KODE FIDS-B/KPFP I. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Dalam rangka implementasi UU No. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Flight Information Display System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. II.

Penggunaan alat ukur c. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Pengoperasian b. 5. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Flight Information Display System sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. 6. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Praktek FIDS-B/T/1 FIDS-B/T/2 44 FIDS-B/T/3 FIDS-B/T/4 8 8 FIDS-B/T/5 32 FIDS-B/T/6 4 88 30 62 . KURIKULUM No. Teori b. 2. Rencana instalasi * Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Pemelihaaan Pencegahan d. V. Pemeliharaan pencegahan b. Blok dan circuit diagram c. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 24 1.IV. Teori rinci peralatan b. Teori penunjang Teknik peralatan a. 4. Fungsi b. Teori umum peralatan a. 3.

dan trouble shooting. 5. Prosedur Pengoperasian • • 4. Agar peserta memahami prinsip kerja peralatan • • • • • • • • • • • Fungsi / kegunaan peralatan Teknik elektronika dan digital Komunikasi Data Sistem Informasi Bandara Blok diagram Operating System System Aplikasi Power Supply system Central Processing Unit Interface. No. Operating System Application System 1. ketertiban keamanan dan keselamatan penerbangan. Flap Board dan LED) Prosedur pengoperasian 4 8 P − − − − − Annex 14 Manual Book Open System Networking & Data comm. Penggunaan ukur c. Teknik peralatan a. Pelatihan • Pengoperasian • Penggunaan alat ukur • Pemelihaaan Pencegahan 32 .VI. Blok diagram • 8 4 4 4 8 8 8 3.. Pemeliharaan a. 8 4 2. Teori penunjang b. SILABI MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. Fungsi b. protocol Display monitor (TV. pemeliharaan. Pemeliharaan pencegahan b. Dot Matrik. Teori penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Agar peserta memahami teori pendukung serta fungsi peralatan untuk menunjang kelancaran. Pengoperasian b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Pemelihaaan Pencegahan Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan Agar peserta memahami prosedur pemeliharaan dan perbaikan peralatan • • • 8 Pemeliharaan berkala Perbaikan peralatan 4 4 • alat Agar peserta memiliki keterampilan dalam pengoperasian.

Teori Praktek 4 30 . b. MATA PELAJARAN (TOPIK) Pencegahan Trouble shooting TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Trouble shooting P d.No. 6. Teori b. Praktek Evaluasi kompetensi peserta a. Ujian/Evaluasi a.

MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Check In System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. b. PERSYARATAN : a. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Check In System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. PENDAHULUAN Integrated Ground Communication System adalah peralatan penunjang operasi Bandar udara yang digunakan untuk mengintegrasikan system komunikasi darat di lingkungan Bandar udara dengan meminimalkan penggunaan frekuensi guna menghindari gangguan terhadap frekuensi penerbangan Dalam rangka implementasi UU No. III.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING CHECK IN SYSTEM 220 Jam Pelajaran Teori : 144 Jam Praktek : 76 Jam KODE CI-B/KPFP I. II. . ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Check In System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika.

Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 40 1. Teori penunjang Teknik peralatan a.IV. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. 5. Blok dan circuit diagram c. Rencana instalasi * Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. 3. Trouble shooting e. Pemeliharaan pencegahan b. Penggunaan alat ukur c. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Teori umum peralatan a. Pemelihaaan Pencegahan d. 6. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Check In System sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Pengoperasian b. 2. Teori rinci peralatan b. 4. Fungsi b. Teori b. V. Praktek CI-B/A/1 CI-B/A/2 68 CI-B/A/3 CI-B/A/4 8 24 CI-B/A/5 44 CI-B/A/6 4 144 32 76 . KURIKULUM No.

SILABI (Sedang dalam Pengembangan) .VI.

yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. b. PERSYARATAN : a. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. II. PENDAHULUAN Check In System adalah peralatan penunjang operasi Bandar Udara yang digunakan untuk kelancaran pelayanan check in bagi para pengguna jasa di Bandar Udara. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING CHECK IN SYSTEM 150 Jam Pelajaran Teori : 88 Jam Praktek : 62 Jam KODE CI-B/KPFP I. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Check In System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Check In System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. III. Dalam rangka implementasi UU No. . Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Check In System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya.

2. Penggunaan alat ukur c. 3. Teori rinci peralatan b. Teori umum peralatan a. Pemelihaaan Pencegahan d. V. Praktek CI-B/T/1 CI-B/T/2 44 CI-B/T/3 CI-B/T/4 8 8 CI-B/T/5 32 CI-B/T/6 4 88 30 62 . 6. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 24 1. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. KURIKULUM No. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Check In System sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. 5. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Fungsi b. Rencana instalasi * Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Teori b. Teori penunjang Teknik peralatan a. Blok dan circuit diagram c. Pemeliharaan pencegahan b.IV. 4. Pengoperasian b.

VI. SILABI (Sedang dalam Pengembangan) .

IV. 03 Tahun 2001 maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil listrik penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. II. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi listrik penerbangan dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan yang cukup dalam ilmu listrik dan fasilitas listrik penerbangan dengan tujuan untuk memenuhi persyaratan memperoleh Sertifikat Kecakapan tingkat ahli. . III. PERSYARATAN : Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik dan mekanikal. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. MANFAAT YANG DIPEROLEH : Memiliki bukti kecakapan dalam bidang listrik penerbangan tingkat ahli serta kesempatan untuk menempuh Diklat rating. PENDAHULUAN Dalam rangka implementasi UU No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI SERTIFIKAT KECAKAPAN AHLI TEKNISI LISTRIK PENERBANGAN KODE SKP-A/TLP 120 Jam Pelajaran I.

PENGETAHUAN KHUSUS 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Pengetahuan Teknik Listrik Teknik Elektronika dan Digital Pembangkit Tenaga Listrik Sistem Transmisi dan Distribusi Alat-Alat Ukur dan Pengukuran Visual Aids Peralatan Elektromekanikal : : : : : : : 8 Jam 12 Jam 8 Jam 12 Jam 8 Jam 16 Jam 8 Jam 72 jam . KURIKULUM SERTIFIKAT PENERBANGAN KECAKAPAN AHLI TEKNISI LISTRIK A. PENGETAHUAN KEUDARAAN 1) 2) 3) 4) 5) Pembinaan Personil Penerbangan Hukum Penerbangan (Air Law) Peraturan Penerbangan (Rule of the Air) Manajemen LLU Manajemen Pemeliharaan : : : : : 8 Jam 8 Jam 16 Jam 8 Jam 8 Jam 48 jam B.V.

71 Tahun 1996 PP. No. No. No. 3 Tahun 2001 PP. 3 Tahun 2001 3. No. 15 Tahun 1992 Annexes : 10. 16 Tahun 1994 KM. 14 dan 17 Konvensi ICAO PP. PAN No. 1. Peraturan Penerbangan (Rule of the Air) Keselamatan Penerbangan Keamanan Penerbangan Angkutan Udara Kebandarudaraan 16 - − − − 4. No. 40 Tahun 1995 PP. Hukum Penerbangan (Air Law) Agar Perserta mengetahui dan memahami hukum penerbangan sipil nasional dan internasional Agar Perserta memahami peraturan-peraturan yang berkaitan dengan penerbangan sipil Konvensi ICAO Annexes ICAO Kedaulatan Negara 8 - − − − UU No. No. 11. teknisi penerbangan − − Sturktur Organisasi dan tata kerja Ditjen Hubud Angka Kredit untuk Jabatan Fungsional Teknisi Penerbangan. Manajemen LLU Agar para peserta mengetahui dan memahami konsep optimasi pemanfaatan ruang udara dan pelayanan keselamatan penerbangan Organisasi ruang udara Pelayanan navigasi penerbangan Konsep CNS/ATM 8 - − − − − ICAO Global Plan ATS Planning Manual ATC Master Plan Indonesia Konsep Harmonisasi . 15 Tahun 1992 PP.VI. 58 Tahun 1991 KM. SKEP/176/VI/2001 TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P A. SILABUS DIKLAT SERTIFIKAT KECAKAPAN AHLI TEKNISI LISTRIK PENERBANGAN No. MATA PELAJARAN (TOPIK) PENGETAHUAN KEUDARAAN Pembinaan Personil Penerbangan − − Agar peserta memahami tugas pokok dan fungsi Ditjen Hubud Agar Peserta memahami ketentuan-ketentuan mengenai angka kredit teknisi penerbangan Agar Peserta memahami hak dan kewajiban sbg. − − − − − − − − − − − − − 2. Pembinaan pegawai (PNS/BUMN) Etika profesi teknisi 8 − − − − − − UU No. 100 Tahun 1988 Skep Dirjen Hubud No.

No. Triwulanan. New Delhi1980. MATA PELAJARAN (TOPIK) Manajemen Pemeliharaan TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami ketentuan-ketentuan dalam pengoperasian dan pemeliharaan peralatan. 1984 Theraja B. − − B. Semesteran dan Tahunan) dan Pengkalibrasian Tingkat Pemeliharaan Pemeriksaaan Peralatan 8 P − − Prosedur Pemeliharaan fasilitas elektronika dan listrik Skep Dirjen Hubud No. Bulanan. SKEP/40/II/1998 5.L. . Mingguan. “Electrical Technology. Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga. 1. PENGETAHUAN KHUSUS Pengetahuan Teknik Listrik Agar peserta memahami dan menerapkan ilmu kelistrikan − − Rangkaian Listrik : • Hukum Kirchoff • Daya dan Energi • Listrik 1 fasa dan 3 fasa Bahan-bahan Listrik 8 - - - Joseph A. − − − − − Kebijakan Sistem Pemeliharaan Tujuan Program Pemeliharaan Konsepsi Pemeliharaan Prosedur Pengoperasian Peralatan Prosedur pemeliharaan Peralatan (Jadual Harian. Edminister.

“Vadekum Elektronika”. UIP 2000 SEG. Gramedia 2001. Karmon Singalingging. Manual Book AMF” . “Distribusi dan Utilitasi Tenaga Listrik”. “Transmisi Tenaga Listrik” UIP 1998. Sistem Transmisi dan Distribusi Agar peserta memahami dan mampu menganalisis sistem transmisi dan distribusi di Bandar Udara - SUTR SUTM Ground Cable Transformator Daya Panel TM Panel TR Panel ACOS Sistem Proteksi 12 - - - - Abdul Kadir. Pembangkit Tenaga Listrik Agar peserta memahami dan mampu menganalisis cara kerja sistem pembangkit tenaga listrik - Generator Solar Cell Battery Cell Prime Mover UPS 8 - - - - Drs. 3. “Teknik Digital” Wasito. MATA PELAJARAN (TOPIK) Teknik Elektronika dan Digital TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan dapat menerapkan teknik elektronika dan digital Komponen Pasif Pengatur Tegangan Saklar Transistor Thyristor dan Triac Komparator Sistem Bilangan Gerbang Logika dan Aplikasinya Flip Flop dan multivibrator 12 P Wasito. 1982. Manual Book 4. “Pembangkit Listrikk Tenaga Surya” Tarsito 1994 Zuhal.No. “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb. Abdul Kadir. 2.

MC dan SC) ADGS 16 - - Annex. Dr.No. Osamu Nishino. Pradnya Paramita 1979 Manual Book 5. The Seminar on Aerodrome Airport Lighting System Manual Book . - 6.PT. MATA PELAJARAN (TOPIK) Alat-Alat Ukur dan Pengukuran TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan dapat menggunakan alat-alat ukur dengan benar Oscilloscope Avometer Amperemeter Cable Fault Detector Phase Squence Indicator Cos phi meter Frekuensi meter Earth tester Harmonic Analizer Tachometer Lux meter 8 P Dr. Soedjana Sapiie. RCD. Visual Aids Agar peserta memahami dan mampu menganalisis cara kerja fasilitas visual aids serta kriteria penempatan peralatan - Approach Light SQFL RTIL PAPI/TVASIS Runway Light Threshold Light Taxiway Light Signal dan Beacon Konfigurasi AFL Power dan control (CCR. “Pengukuran dan AlatAlat Ukur Listrik” . 14 Volume I JICA.

MATA PELAJARAN (TOPIK) Peralatan Elektromekanikal TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menganalisis cara kerja fasilitas elektromekanikal Air Conditioner Escalator Elevator Conveyor Travelator Automatic Door 8 P Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System 7. .No.

. 03 Tahun 2001 maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil listrik penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. III. II. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi listrik penerbangan dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan yang cukup dalam ilmu listrik dan fasilitas listrik penerbangan dengan tujuan untuk memenuhi persyaratan memperoleh Sertifikat Kecakapan tingkat Terampil. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. PENDAHULUAN Dalam rangka implementasi UU No. MANFAAT YANG DIPEROLEH : Memiliki bukti kecakapan dalam bidang listrik penerbangan tingkat terampil serta kesempatan untuk menempuh Diklat rating. PERSYARATAN : Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik Listrik dan Mekanikal. IV.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL SERTIFIKAT KECAKAPAN TERAMPIL TEKNISI LISTRIK PENERBANGAN KODE SKP-T/TLP 120 Jam Pelajaran I.

PENGETAHUAN KHUSUS 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Pengetahuan Teknik Listrik Teknik Elektronika dan Digital Pembangkit Tenaga Listrik Sistem Transmisi dan Distribusi Alat-Alat Ukur dan Pengukuran Visual Aids Peralatan Elektromekanikal : : : : : : : 8 Jam 12 Jam 8 Jam 12 Jam 8 Jam 16 Jam 8 Jam 72 jam .V. PENGETAHUAN KEUDARAAN 1) 2) 3) 4) 5) Pembinaan Personil Penerbangan Hukum Penerbangan (Air Law) Peraturan Penerbangan (Rule of the Air) Manajemen LLU Manajemen Pemeliharaan : : : : : 8 Jam 8 Jam 16 Jam 8 Jam 8 Jam 48 jam B. KURIKULUM SERTIFIKAT KECAKAPAN TERAMPIL TEKNISI LISTRIK PENERBANGAN A.

Peraturan Penerbangan (Rule of the Air) Keselamatan Penerbangan Keamanan Penerbangan Angkutan Udara Kebandarudaraan 16 - − − − 4. 11. No. No. 14 dan 17 Konvensi ICAO PP. 3 Tahun 2001 PP. 1. − − − − − − − − − − − − − 2. PAN No. 40 Tahun 1995 PP. SILABUS DIKLAT SERTIFIKAT KECAKAPAN TERAMPIL TEKNISI LISTRIK PENERBANGAN No. MATA PELAJARAN (TOPIK) PENGETAHUAN KEUDARAAN Pembinaan Personil Penerbangan − − Agar peserta memahami tugas pokok dan fungsi Ditjen Hubud Agar Peserta memahami ketentuan-ketentuan mengenai angka kredit teknisi penerbangan Agar Peserta memahami hak dan kewajiban sbg. teknisi penerbangan − − Sturktur Organisasi dan tata kerja Ditjen Hubud Angka Kredit untuk Jabatan Fungsional Teknisi Penerbangan. No. No. 16 Tahun 1994 KM. Hukum Penerbangan (Air Law) Agar Perserta mengetahui dan memahami hukum penerbangan sipil nasional dan internasional Agar Perserta memahami peraturan-peraturan yang berkaitan dengan penerbangan sipil Konvensi ICAO Annexes ICAO Kedaulatan Negara 8 - − − − UU No. 3 Tahun 2001 3. 15 Tahun 1992 Annexes : 10. SKEP/176/VI/2001 TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P A. No. 15 Tahun 1992 PP. 100 Tahun 1988 Skep Dirjen Hubud No. Manajemen LLU Agar para peserta mengetahui dan memahami konsep optimasi pemanfaatan ruang udara dan pelayanan keselamatan penerbangan Organisasi ruang udara Pelayanan navigasi penerbangan Konsep CNS/ATM 8 - - − − − − ICAO Global Plan ATS Planning Manual ATC Master Plan Indonesia Konsep Harmonisasi .VI. 58 Tahun 1991 KM. 71 Tahun 1996 PP. Pembinaan pegawai (PNS/BUMN) Etika profesi teknisi 8 − − − − − − UU No. No.

Semesteran dan Tahunan) dan Pengkalibrasian Tingkat Pemeliharaan Pemeriksaaan Peralatan 8 P − − Prosedur Pemeliharaan fasilitas elektronika dan listrik Skep Dirjen Hubud No. Bulanan. Edminister. “Electrical Technology.No. − − − − − Kebijakan Sistem Pemeliharaan Tujuan Program Pemeliharaan Konsepsi Pemeliharaan Prosedur Pengoperasian Peralatan Prosedur pemeliharaan Peralatan (Jadual Harian. Joseph A. Mingguan. 1. SKEP/40/II/1998 5. 2. Triwulanan. 1984 Theraja B. Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga. New Delhi1980. MATA PELAJARAN (TOPIK) Manajemen Pemeliharaan TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami ketentuan-ketentuan dalam pengoperasian dan pemeliharaan peralatan. − − B. PENGETAHUAN KHUSUS Pengetahuan Teknik Listrik Agar peserta mengetahui dan memahami ilmu dasar kelistrikan − − Rangkaian Listrik : • Hukum Kirchoff • Daya dan Energi • Listrik 1 fasa dan 3 fasa Bahan-bahan Listrik 8 - 1.L. .

Drs. 3. 2. 2. “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb. 1982. 2. Gramedia 2001. Manual Book AMF” . “Transmisi Tenaga Listrik” UIP 1998. 3. MATA PELAJARAN (TOPIK) Teknik Elektronika dan Digital TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami dasar-dasar teknik elektronika dan digital Komponen Pasif Pengatur Tegangan Saklar Transistor Thyristor dan Triac Komparator Sistem Bilangan Gerbang Logika dan Aplikasinya Flip Flop dan multivibrator 12 P 1. Abdul Kadir. “Distribusi dan Utilitasi Tenaga Listrik”. Abdul Kadir.No. Sistem Transmisi dan Distribusi Agar peserta mengetahui dan memahami sistem transmisi dan distribusi di Bandar Udara - SUTR SUTM Ground Cable Transformator Daya Panel TM Panel TR Panel ACOS Sistem Proteksi 12 - 1. Pembangkit Tenaga Listrik Agar peserta mengetahui dan memahami cara kerja pembangkit tenaga listrik - Generator Solar Cell Battery Cell Prime Mover UPS 8 - 1. Manual Book 4. Karmon Singalingging. “Teknik Digital” Wasito. Wasito. “Pembangkit Listrikk Tenaga Surya” Tarsito 1994 Zuhal. “Vadekum Elektronika”. UIP 2000 SEG. 2. 3.

Dr. 2. Pradnya Paramita 1979 Manual Book 5. Dr. Soedjana Sapiie. Volume I JICA.PT. The Seminar on Aerodrome Airport Lighting System Manual Book . Annex 14. MATA PELAJARAN (TOPIK) Alat-Alat Ukur dan Pengukuran TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami cara kerja alat ukur serta dapat melakukan pengukuran dengan benar Oscilloscope Avometer Amperemeter Cable Fault Detector Phase Squence Indicator Cos phi meter Frekuensi meter Earth tester Harmonic Analizer Tachometer Lux meter Approach Light SQFL RTIL PAPI/TVASIS Runway Light Threshold Light Taxiway Light Signal dan Beacon Konfigurasi AFL Power dan control (CCR. Osamu Nishino. “Pengukuran dan AlatAlat Ukur Listrik” . RCD.No. 3. MC dan SC) ADGS 8 P 1. 2. 6. Visual Aids Agar peserta mengetahui dan memahami fungsi dan cara kerja visual aids 16 1.

No. MATA PELAJARAN (TOPIK) Peralatan Elektromekanikal TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami fungsi dan cara kerja peralatan elektromekanikal Air Conditioner Escalator Elevator Conveyor Travelator Automatic Door 8 P 1. . Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System 7. 2.

II. PERSYARATAN : a. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. yang mencakup nama peralatan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. III. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan AFL Control System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. . ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan AFL Control System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Sebagai contoh sistem ini dapat memberikan laporan terjadinya kelainan pada peralatan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING AIRFIELD LIGHTINGCONTROL SYSTEM 272 Jam Pelajaran Teori : 132 Jam Praktek : 140 Jam KODE AFLCS-A/KPBP I. IV. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. b. letak peralatan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas AFL Control System. Dalam rangka implementasi UU No. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. mengatur dan merekam kegiatan peralatan airfield lighting system agar dapat bekerja secara tepat guna. Sistem juga dapat melaporkan peralatan-peralatan yang telah tiba saat nya pemeliharaan berkalanya. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating AFL Control System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. PENDAHULUAN Airfield Lighting (AFL) Control System adalah suatu sistem kontrol manajemen yang menggunakan komputer sehingga mampu memantau (memonitoring). waktu terjadinya dan bentuk kesalahan yang dapat tercetak pada alarm priter dan terekam dalam kumpulan data pada hard disk.

2. Blok dan circuit diagram c. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. Praktek AFLCS-A/A/1 AFLCS-A/A/2 64 AFLCS-A/A/3 AFLCS-A/A/4 8 16 AFLCS-A/A/5 124 AFLCS-A/A/6 4 16 132 140 . Teori rinci peralatan b. 5. Teori umum peralatan a. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 40 1.V. Teori penunjang Teknik peralatan a. 6. KURIKULUM RATING AIRFIELD LIGHTING CONTROL SYSTEM No. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Pemelihaaan Pencegahan d. 4. Pemeliharaan pencegahan b. Fungsi peralatan b. Penggunaan alat ukur c. Trouble shooting e. 3. Pengoperasian b. Teori b.

Microprocessor 40 P 1. Wasito S.Interface level . b.PT Gramedia Pustaka Utama. 2.Programmable Logic Controller . 2. • Protocol/Interface • Operating System . Teknik peralatan a.Maintenance Center .. Honeywell. b. No.Automation level . 2. Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Rencana Instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan AFL Control System a. . ……. 2001 ….Remote Control Desk 64 - 1. Fungsi Peralatan Teori Penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan AFL Control System a. “Manual Book “SICOMOS”. b.Sensoric actoric . 1.Pengetahuan Komunikasi data • Dasar dasar Komputer • Sistem jaringan • Media transmisi. c. Fungsi Peralatan Teori Penunjang .. ”Vadekum Elektronika”. SILABUS RATING AIRFIELD LIGHTING CONTROL SYSTEM MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. Teori rinci peralatan . 3.VI. Siemens.Management Level • Taks of Management level • Control Desks • The Monitor in Controller • Programmable controller .Modulator Demodulator . “Manual Book Control and Monitoring System”.

2. 6. …….Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . Prosedur pengoperasian AFL Control System Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan 124 1. pemeliharaan AFL Control System secara benar. “Manual Book Control and Monitoring System”. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. c. Siemens. Teori b. 3. Praktek a. Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan AFL Control System secara benar a. 5.No. 3. e. Pemeliharaan a. 3. Pemeliharaan Pencegahan . b. Teori b.Pemeliharaan Berkala . Prosedur Pengoperasian Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian AFL Control System secara benar Prosedur pengoperasian AFL Control System 8 - 1. c. d. P c. “Manual Book “SICOMOS”.Panel Control Block dan circuit diagram AFL Control System Rencana Instalasi AFL Control System JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T b. Pemeliharaan Pencegahan b. b. Honeywell. “Manual Book Control and Monitoring System”. 2. Honeywell.Trouble shooting 16 - 1. e. ……. Ujian/Evaluasi a. 2. d. Honeywell. ……. Praktek 4 16 . “Manual Book “SICOMOS”. trouble shooting dan analisis sistem a. Siemens. “Manual Book “SICOMOS”. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN . 4. “Manual Book Control and Monitoring System”. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. b. Siemens. 3.

Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING AIRFIELD LIGHTINGCONTROL SYSTEM 200 Jam Pelajaran Teori : 100 Jam Praktek : 100 Jam KODE AFLCS-A/KPBP I. III. yang mencakup nama peralatan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. mengatur dan merekam kegiatan peralatan airfield lighting system agar dapat bekerja secara tepat guna. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. Memiliki Sertifikat Kecakapan terampil Listrik Penerbangan. II. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas AFL Control System. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Sistem juga dapat melaporkan peralatan-peralatan yang telah tiba saat nya pemeliharaan berkalanya. PERSYARATAN : a. PENDAHULUAN Airfield Lighting (AFL) Control System adalah suatu sistem kontrol manajemen yang menggunakan komputer sehingga mampu memantau (memonitoring). Dalam rangka implementasi UU No. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan AFL Control System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. letak peralatan. Sebagai contoh sistem ini dapat memberikan laporan terjadinya kelainan pada peralatan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. . trampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan AFL Control System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. b. waktu terjadinya dan bentuk kesalahan yang dapat tercetak pada alarm priter dan terekam dalam kumpulan data pada hard disk. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating AFL Control System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. IV.

Praktek AFLCS-A/T/1 AFLCS-A/T/2 48 AFLCS-A/T/3 AFLCS-A/T/4 8 16 AFLCS-A/T/5 84 AFLCS-A/T/6 4 16 100 100 . 4. 5. Pemelihaaan Pencegahan d. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Teori rinci peralatan b. Pemeliharaan pencegahan b. Teori umum peralatan a. Pengoperasian b. KURIKULUM RATING AIRFIELD LIGHTING CONTROL SYSTEM No. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 24 1. Blok dan circuit diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a.V. Teori b. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Teori penunjang Teknik peralatan a. 3. 2. Penggunaan alat ukur c. Fungsi peralatan b. 6.

Microprocessor 24 P 1. 2001 …. “Manual Book “SICOMOS”. …….Interface level . SILABUS RATING AIRFIELD LIGHTING CONTROL SYSTEM MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. . Fungsi Peralatan Teori Penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan AFL Control System a.Automation level . 2.Programmable Logic Controller . No. 1.Maintenance Center .Remote Control Desk 48 - 1. • Protocol/Interface • Operating System . b.Modulator Demodulator .. Teori rinci peralatan . Fungsi Peralatan Teori Penunjang . Siemens. 2. Teknik peralatan a. “Manual Book Control and Monitoring System”.Pengetahuan Komunikasi data • Dasar dasar Komputer • Sistem jaringan • Media transmisi.Sensoric actoric . 2. Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan AFL Control System a. Honeywell. b. 3..Management Level • Taks of Management level • Control Desks • The Monitor in Controller • Programmable controller .VI. ”Vadekum Elektronika”. Wasito S. b.PT Gramedia Pustaka Utama.

“Manual Book “SICOMOS”. “Manual Book Control and Monitoring System”. 2. Pemeliharaan Pencegahan b. ……. d. ……. b. Pemeliharaan a.Trouble shooting 16 - 1. c. Pemeliharaan Pencegahan . Honeywell. pemeliharaan AFL Control System secara benar dan trouble shooting a. b. 3. 6. d. Praktek a. 2. Honeywell. “Manual Book “SICOMOS”. Honeywell. 3.Pemeliharaan Berkala .Panel Control Block dan circuit diagram AFL Control System JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T b. Siemens. 2. “Manual Book “SICOMOS”.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . P 3. Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan AFL Control System secara benar a. “Manual Book Control and Monitoring System”. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. Prosedur pengoperasian AFL Control System Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting 84 1. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian AFL Control System secara benar Prosedur pengoperasian AFL Control System 8 - 1. c. Siemens. “Manual Book Control and Monitoring System”. 3. 4. Teori b.No. ……. b. Ujian/Evaluasi a. Siemens. 5. Praktek 4 16 . MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN . Teori b.

III. Runway light. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. . Threshold Light dan Taxiway light. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan CCR. SQFL and RTIL KODE CCRSQFL-A/KPBP Teori : 140 Jam Praktek : 160 Jam 300 Jam Pelajaran I. PENDAHULUAN Constant Current Requlator (CCR) adalah suatu peralatan yang digunakan mengontrol suplai arus tetap pada peralatan Approach light. SQFL dan RTIL serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Dan Sequence Flashing Light (SQFL) adalah lampu-lampu yang dipasang pada tiap barret lampu approach yang menyala secara berkedip (flashing) searah dengan pendaratan pesawat. SQFL dan RTIL. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. SQFL dan RTIL wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. Dalam rangka implementasi UU No. SQFL dan RTIL dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. PAPI/VASI System. yang memberikan petunjuk kepada pesawat posisi ambang batas landasan (threshold). MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating CCR. Sedangkan Runway Threshold Indentification Light (RTIL) adalah berupa 2 unit lampu yang berkedip (flash) terpasang di kedua sisi ujung landasan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas CCR. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. II. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan CCR. b. PERSYARATAN : a.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING CCR. IV.

Teori penunjang c. 2. Praktek CCRSQFL-A/A/1 CCRSQFL -A/A/2 56 CCRSQFL -A/A/3 CCRSQFL -A/A/4 12 20 CCRSQFL -A/A/5 144 CCRSQFL -A/A/6 4 16 140 160 . Penggunaan alat ukur c. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Teori b.V. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. Pengoperasian b. Teori umum peralatan a. Pemelihaaan Pencegahan d. 4. Fungsi peralatan b. SQFL dan RTIL No. Blok dan circuit diagram c. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 48 1. Pemeliharaan pencegahan b. 5. KURIKULUM RATING CCR. 3. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Trouble shooting e. Teori rinci peralatan b. 6.

. SQFL dan RTIL MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. Rencana Instalasi a.Bagian-bagian penting • CCR.Aerodrome Design Manual Path 4.SQFL . 5. 3. Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga.Annex 14 . Visual Aids. 1.Prinsip-prinsip kerja CCR • Moving Coil CCR • Static type CCR • Thyristor CCR .Teori Digtal c. Honeywell. Visual Aids. Dokumen terkait . b. 3.RTIL b. . SQFL dan RTIL Fungsi peralatan . Annex 14. Joseph A. Siemens.SQFL . Edminister.. Teknik peralatan a. • SQFL • RTIL b. Gramedia 2001. “Manual Book AFL”.Dasar-dasar Elektronika . Teori rinci peralatan . Block dan circuit diagram .CCR . 48 P 1.Prinsip kerja SQFL dan RTIL . c. “Manual Book AFL”. Fungsi peralatan Teori penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan CCR. 2. “Manual Book AFL”. a. “Manual Book AFL”. Teori Penunjang : . SILABUS RATING CCR. SQFL dan RTIL 56 - 1. c. No. 2. “Aerodrome”. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4. “Vadekum Elektronika”.RTIL c.VI. Teori rinci peralatan Blok dan Ciruit diagram Rencan Instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan CCR. 2.Rangkaian listrik. “Teknik Digital” Wasito. ADB. …………. b.CCR . 1984 Wasito. 4. 4.

trouble shooting dan analisis sistem a. Prosedur Pengoperasian Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian CCR. Prosedur pengoperasian CCR. ADB.CCR . “Manual Book AFL”. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN CCR SQFL RTIL JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 3. c. 2. …………. Pemeliharaan Pencegahan .. “Manual Book AFL”. e. SQFL dan RTIL secara benar a.Pemeliharaan Berkala . “Manual Book AFL”. 2. Honeywell. b. Siemens. 4. Siemens. d. Siemens. …………. ………….. “Manual Book AFL”.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . “Manual Book AFL”. 3. Prosedur pengoperasian Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. b.RTIL 12 - 1. d. “Manual Book AFL”. 3. ADB. 4. 5. Honeywell. SQFL dan RTIL Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan 144 1. 4. e. “Manual Book AFL”. c. “Manual Book AFL”. . ADB. b. SQFL dan RTIL secara benar. 4.SQFL . “Manual Book AFL”. “Manual Book AFL”. Pemeliharaan a. 3. Honeywell..No.Trouble shooting 20 1. SQFL dan RTIL secara benar Prosedur pengoperasian . b. 2. “Manual Book AFL”. Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan CCR. “Manual Book AFL”. pemeliharaan CCR. Praktek a.

MATA PELAJARAN (TOPIK) Ujian/Evaluasi a. Praktek 4 P 16 6. Teori b. Praktek TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a.No. Teori b. .

Threshold Light dan Taxiway light. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating CCR. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan CCR. PAPI/VASI System. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Dan Sequence Flashing Light (SQFL) adalah lampu-lampu yang dipasang pada tiap barret lampu approach yang menyala secara berkedip (flashing) searah dengan pendaratan pesawat. IV. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. SQFL and RTIL KODE CCRSQFL-A/KPBP Teori : 88 Jam Praktek : 112 Jam 200 Jam Pelajaran I. yang memberikan petunjuk kepada pesawat posisi ambang batas landasan (threshold). maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan CCR. SQFL dan RTIL serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan. PERSYARATAN : a. b. Sedangkan Runway Threshold Indentification Light (RTIL) adalah berupa 2 unit lampu yang berkedip (flash) terpasang di kedua sisi ujung landasan. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. Runway light. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. . Dalam rangka implementasi UU No. II. SQFL dan RTIL. SQFL dan RTIL wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. PENDAHULUAN Constant Current Requlator (CCR) adalah suatu peralatan yang digunakan mengontrol suplai arus tetap pada peralatan Approach light.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING CCR. SQFL dan RTIL dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. III. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas CCR. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating.

2. KURIKULUM RATING CCR. Teori rinci peralatan b. Teori umum peralatan a.V. Teori b. SQFL dan RTIL No. 5. Teori penunjang c. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Praktek CCRSQFL-A/T/1 CCRSQFL -A/T/2 44 CCRSQFL -A/T/3 CCRSQFL -A/T/4 8 16 CCRSQFL -A/T/5 96 CCRSQFL -A/T/6 4 16 88 112 . Blok dan circuit diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Pemelihaaan Pencegahan d. Pengoperasian b. Penggunaan alat ukur c. 4. Pemeliharaan pencegahan b. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Fungsi peralatan b. 6. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1. 3.

Teori rinci peralatan Blok dan Ciruit diagram Agar peserta mengetahui dan memaham Teknik peralatan CCR. SILABUS RATING CCR. 5. 1. ADB. “Manual Book AFL”. Edminister.CCR .SQFL . b.Annex 14 .RTIL b. • SQFL • RTIL b. Honeywell. “Teknik Digital” Wasito.RTIL a. Gramedia 2001.Aerodrome Design Manual Path 4.Prinsip kerja SQFL dan RTIL . 3. 1984 Wasito. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4. “Manual Book AFL”. SQFL dan RTIL 44 - 1. 16 P 1.Teori Digtal c. Visual Aids.Bagian-bagian penting • CCR. Teori rinci peralatan . SQFL dan RTIL Fungsi peralatan . “Aerodrome”. Fungsi peralatan Teori penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan CCR. Joseph A. Visual Aids.Dasar-dasar Elektronika . Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga. Block dan circuit diagram . 2. ………….CCR . “Vadekum Elektronika”. ..SQFL . b. 2. 4.VI. “Manual Book AFL”. c.Prinsip-prinsip kerja CCR • Moving Coil CCR • Static type CCR • Thyristor CCR . Dokumen terkait . . 4. Teknik peralatan a. 3. 2. Siemens. “Manual Book AFL”. SQFL dan RTIL MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. No. Teori Penunjang : .Rangkaian listrik. a. Annex 14.

SQFL . Prosedur pengoperasian CCR. “Manual Book AFL”.Pemeliharaan Berkala . Praktek a. Siemens. Siemens. Prosedur pengoperasian CCR. 2. 6. ADB. Siemens. Honeywell.Trouble shooting 16 1. d. “Manual Book AFL”. “Manual Book AFL”. Pemeliharaan a. “Manual Book AFL”. ………….. c. SQFL dan RTIL Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting 1. pemeliharaan CCR.RTIL 8 P 1. Teori b. ADB. 4. b.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . 3. “Manual Book AFL”. dan trouble shooting a. SQFL dan RTIL Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memaham pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. Honeywell. Ujian/Evaluasi a. Praktek 4 16 . MATA PELAJARAN (TOPIK) Prosedur Pengoperasian TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memaham prosedur pengoperasian CCR. d. “Manual Book AFL”. c. b.No.. 4.CCR . ………….. Pemeliharaan Pencegahan . SQFL dan RTIL secara benar. 3. ADB. “Manual Book AFL”. Honeywell. “Manual Book AFL”. SQFL dan RTIL secara benar Prosedur pengoperasian . Teori b. 3. b. “Manual Book AFL”. SQFL dan RTIL secara benar a. 4. “Manual Book AFL”. 3. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. 4. 96 5. 2. b. “Manual Book AFL”. 2. Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta mengetahui dan memaham prosedur pemeliharaan CCR. “Manual Book AFL”. ………….

Dalam rangka implementasi UU No. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating.). II. Didalam rating ini menjelaskan sistem konfigurasinya. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. b. PERSYARATAN : a. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. taxiway dll. threshold. PENDAHULUAN Airfield Lighting (AFL) Configuration adalah sistem konfigurasi pemasangan peralatan Airfield Lighting System. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas AFL Configuration.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING AFL CONFIGURATION 200Jam Pelajaran Teori : Praktek : 108 Jam 88 Jam KODE AFLCFG-B/KPBP I. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating AFL Configuration dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. IV. cara pemasangan dan fungsinya serta sistem pemeliharaan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. III. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan AFL Configuration serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. . runway. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan AFL Configuration wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. penjelasan lampu-lampu dari AFL (approach.

Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. 2. Pemeliharaan pencegahan b. 3. Pemelihaaan Pencegahan d. Teori b.V. Teori umum peralatan a. Praktek AFLCFG-B/A/1 AFLCFG-B/A/2 48 AFLCFG-B/A/3 AFLCFG-B/A/4 8 16 AFLCFG-B/A/5 72 AFLCFG-B/A/6 4 16 108 88 . Teori rinci peralatan b. 6. Trouble shooting e. Penggunaan alat ukur c. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Fungsi Peralatan b. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 32 1. Pengoperasian b. 4. Teori penunjang c. KURIKULUM RATING AIRFIELD LIGHTING CONFIGURATION No. Layout configurasi c. Dokumen terkait Teknik peralatan a. 5. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a.

b. Teori rinci peralatan Layout konfigurasi Rencana instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan AFL System 48 - 1. Aerodrome . b.Approach lighting . Edminister.PALS Cat I.Bagian-bagian penting • Approach lighting • Runway light • Taxiway light • Threshold light • Stop Way light b. 1. SILABUS RATING AIRFIELD LIGHTING CONFIGURATION MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. 3. II dan III MALS SALS Runway light Threshold light a.Konfigurasi AFL System . Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga. 32 P − 3. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4. Teori rinci peralatan . Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4. “Aerodrome”.Taxiway light . Joseph A. “Aerodrome Design Manual.Rangkaian listrik . 2. Visual Aids.VI. 2. Fungsi peralatan Teori Penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan AFL System Fungsi peralatan . Annex 14. Annex 14.Annex 14. 2.Threshold light .Topograpy c. c.Aerodrome Design Manual Path 4. Manual Book AFL . c. No. a. Visual Aids. Dokumen terkait . Layout konfigurasi AFL System . Teori Penunjang . 1984 1. Visual Aids. b.Runway light .………. Teknik peralatan a.

Prosedur Pengoperasian Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian AFL System secara benar Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan AFL System secara benar Prosedur pengoperasian AFL System 8 - Manual Book AFL 4. e. b. Praktek a. Pemeliharaan Pencegahan . d. Ujian/Evaluasi a. c. FAA. c.Trouble shooting 16 - a. b. pemeliharaan AFL System secara benar. c.No. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. Teori b. Maintenance of Airport Visual and Facilities Airport Services Path 9. d. 5. “Airport Maintenance Practice” Manual Book AFL b. Teori b. c. b.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. Prosedur pengoperasian AFL System Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan 72 a. b. b. P 3. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN Taxiway light Rencana Instalasi AFL Configuration System JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T c. e.Pemeliharaan Berkala . “Airport Maintenance Practice” Manual Book AFL FAA. Pemeliharaan a. Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan Perbaikan a. trouble shooting dan analisis sistem a. 6. Praktek 4 16 . Maintenance of Airport Visual and Facilities Airport Services Path 9.

yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. Didalam rating ini menjelaskan sistem konfigurasinya. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. PERSYARATAN : a. Dalam rangka implementasi UU No. III. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.).DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING AFL CONFIGURATION 144 Jam Pelajaran Teori : Praktek : 76 Jam 68 Jam KODE AFLCFG-B/KPBP I. penjelasan lampu-lampu dari AFL (approach. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan AFL Configuration wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. b. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. PENDAHULUAN Airfield Lighting (AFL) Configuration adalah sistem konfigurasi pemasangan peralatan Airfield Lighting System. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating AFL Configuration dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. cara pemasangan dan fungsinya serta sistem pemeliharaan. threshold. runway. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan AFL Configuration serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan. II. . IV. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas AFL Configuration. taxiway dll.

Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. 5. Teori penunjang c. Praktek AFLCFG-B/T/1 AFLCFG-B/T/2 32 AFLCFG-B/T/3 AFLCFG-B/T/4 8 16 AFLCFG-B/T/5 52 AFLCFG-B/T/6 4 16 76 68 . Penggunaan alat ukur c. 6. Pengoperasian b. Teori b. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Fungsi Peralatan b. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1. KURIKULUM RATING AIRFIELD LIGHTING CONFIGURATION No. Teori rinci peralatan b. Layout configurasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. 3. 4. Dokumen terkait Teknik peralatan a. 2. Pemelihaaan Pencegahan d.V. Teori umum peralatan a. Pemeliharaan pencegahan b.

Visual Aids. b.Konfigurasi AFL System . Teknik peralatan a.Rangkaian listrik . Annex 14.PALS Cat I. 2. No.Aerodrome Design Manual Path 4. Teori Penunjang . Dokumen terkait . Annex 14. 2. 1984 1. II dan III MALS SALS Runway light Threshold light a. Visual Aids. 1. c.Approach lighting . Teori rinci peralatan Layout konfigurasi Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan AFL System 32 - 1.Taxiway light . Fungsi peralatan Teori Penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan AFL System Fungsi peralatan . Manual Book AFL .Bagian-bagian penting • Approach lighting • Runway light • Taxiway light • Threshold light • Stop Way light b. “Aerodrome”. 16 P − 3. Layout konfigurasi AFL System . 3. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4.Topograpy c.VI. Visual Aids. Edminister.Runway light . SILABUS RATING AIRFIELD LIGHTING CONFIGURATION MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. “Aerodrome Design Manual. b. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4.Threshold light .………. Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga. Joseph A.Annex 14. Aerodrome . Teori rinci peralatan . 2. a. b.

MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN Taxiway light JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 3. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian AFL System secara benar Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan AFL System secara benar Prosedur pengoperasian AFL System 8 - Manual Book AFL 4. “Airport Maintenance Practice” Manual Book AFL FAA. Teori b. Pemeliharaan a. dan trouble shooting a. b.No. Prosedur pengoperasian AFL System Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting 52 a. FAA. b. c. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. c. d. Maintenance of Airport Visual and Facilities Airport Services Path 9. Pemeliharaan Pencegahan . Praktek a. 6. Praktek 4 16 . Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan Perbaikan a. Teori b. d. “Airport Maintenance Practice” Manual Book AFL b.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . b. b. Maintenance of Airport Visual and Facilities Airport Services Path 9. c.Trouble shooting 16 - a. Ujian/Evaluasi a. pemeliharaan AFL System secara benar. 5. b. c.Pemeliharaan Berkala .

15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. II. Sesuai dengan rekomendasi ICAO. b. III. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Secara umum fungsi PAPI sama dengan VASIS namun berbeda konfigurasi serta akurasi sudut pendaratannya. . sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. telah ditetapkan bahwa 2 BAR VASI. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. 3 BAR VASI. Dalam rangka implementasi UU No. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating PAPI/VASI System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. IV. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas PAPI/VASI System. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan PAPI/VASI System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING PAPI/VASI SYSTEM 200 Jam Pelajaran Teori : Praktek : 108 Jam 88 Jam KODE PAPVAS-B/KPBP I. 2 BAR AVASI dan 3 BAR AVASI sudah tidak lagi menjadi standard internasional sesudah tahun 1995. PERSYARATAN : a. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. digantikan dengan PAPI atau APAPI sedangkan TVASI atau ATVASI tetap menjadi direkomendasikan. PENDAHULUAN Fungsi dari VASIS adalah alat bantu pendaratan visual yang memancarkan cahaya dan memberi informasi kepada penerbang mengenai sudut luncur (Glide Slope) yang benar untuk dapat mendaratkan pesawatnya secara benar pula. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan PAPI/VASI System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal.

Pemelihaaan Pencegahan d. Fungsi peralatan b. Teori rinci peralatan b. Teori umum peralatan a. 4. Dokumen terkait Teknik peralatan a. 3. Praktek PAPVAS-B/A/1 PAPVAS-B/A/2 48 PAPVAS-B/A/3 PAPVAS-B/A/4 8 16 PAPVAS-B/A/5 72 PAPVAS-B/A/6 4 16 108 88 . Layout konfigurasi c. Teori penunjang c. 6. Trouble shooting e. Pengoperasian b. 2. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a.V. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. Teori b. 5. KURIKULUM RATING PAPI/VASI SYSTEM No. Pemeliharaan pencegahan b. Penggunaan alat ukur c. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 32 1. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a.

3. Visual Aids. c. b. b.Ground Check PAPI/VASI System 48 1. c. Annex 14. 1.Penempatan lokasi TVASI System • Runway tanpa ILS • Runway dengan ILS . 4. 2. 32 P 1. Teknik peralatan a.Aerodrome Design Manual Path 4. 2. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4. Visual Aids. 1984 …. Fungsi peralatan PAPI/ VASI System d.. 3. Teori rinci peralatan .VI.Optik . Edminister. Manual Book PAPI/VASI System . No.Topografi c.Penempatan lokasi PAPI System • Runway tanpa ILS • Runway dengan ILS . Visual Aids. Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga. Dokumen terkait . “Aerodrome”. Annex 14. 2. SILABUS RATING PAPI/VASI SYSTEM MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a.Bagian-bagian peralatan • PAPI System • VASI System .Rangkaian listrik . “Aerodrome”. Fungsi peralatan Teori Penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan PAPI/VASI System c.Annex 14. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4. Aerodrome . Teori Penunjang . Joseph A. Teori rinci peralatan Layout konfigurasi Rencana instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan PAPI/VASI System a.

c. Prosedur pengoperasian dan Ground Check : .Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan Trouble shooting 16 - 1. Maintenance of Airport Visual and Facilities Airport Services Path 9. 3. b. Teori b. Maintenance of Airport Visual and Facilities Airport Services Path 9. d. e. Pemeliharaan a.Theodolite Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan 72 1. “Airport Maintenance Practice” Manual Book AFL FAA. Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan Perbaikan a. FAA. POKOK BAHASAN Layout konfigurasi PAPI/ TVASI System Rencana Instalasi PAPI /TVASI System JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 3. 2.Clinometer .PAPI System . c.Pemeliharaan Berkala . Prosedur Pengoperasian Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian PAPI/VASI System secara benar Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan PAPI/VASI System secara benar Prosedur pengoperasian PAPI/VASI System 8 - Manual System Book PAPI/VASI 4. Praktek 4 16 . “Airport Maintenance Practice” Manual Book AFL 2.Alidade . 3.No. b. 6. Pemeliharaan Pencegahan . pemeliharaan PAPI/VASI System secara benar. Teori b. b. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. c. 5. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN b. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. Praktek a. trouble shooting dan analisis sistem a.VASI System Penggunaan alat ukur . Ujian/Evaluasi a. d. b. e.

2 BAR AVASI dan 3 BAR AVASI sudah tidak lagi menjadi standard internasional sesudah tahun 1995. 3 BAR VASI. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. . yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. Sesuai dengan rekomendasi ICAO. Secara umum fungsi PAPI sama dengan VASIS namun berbeda konfigurasi serta akurasi sudut pendaratannya. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. III. PERSYARATAN : a. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating PAPI/VASI System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. PENDAHULUAN Fungsi dari VASIS adalah alat bantu pendaratan visual yang memancarkan cahaya dan memberi informasi kepada penerbang mengenai sudut luncur (Glide Slope) yang benar untuk dapat mendaratkan pesawatnya secara benar pula. Dalam rangka implementasi UU No. digantikan dengan PAPI atau APAPI sedangkan TVASI atau ATVASI tetap menjadi direkomendasikan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan PAPI/VASI System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING PAPI/VASI SYSTEM 144 Jam Pelajaran Teori : Praktek : 76 Jam 68 Jam KODE PAPVAS-B/KPBP I. telah ditetapkan bahwa 2 BAR VASI. II. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan PAPI/VASI System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas PAPI/VASI System. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. b. IV. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan.

KURIKULUM RATING PAPI/VASI SYSTEM No. Pengoperasian b. Layout konfigurasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Teori b. Penggunaan alat ukur c. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. 2. Praktek PAPVAS-B/T/1 PAPVAS-B/T/2 32 PAPVAS-B/T/3 PAPVAS-B/T/4 8 16 PAPVAS-B/T/5 52 PAPVAS-B/T/6 4 16 76 68 . Dokumen terkait Teknik peralatan a. 4. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a.V. Teori rinci peralatan b. Pemelihaaan Pencegahan d. Fungsi peralatan b. 6. 3. Teori umum peralatan a. Teori penunjang c. Pemeliharaan pencegahan b. 5. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1.

b. No. 16 P 1. Joseph A. 1.Rangkaian listrik . Annex 14. Visual Aids. Manual Book PAPI/VASI System . “Aerodrome”.Bagian-bagian peralatan • PAPI System • VASI System . Teori rinci peralatan Layout konfigurasi Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan PAPI/VASI System a. Edminister. Annex 14.Topografi c. Teori rinci peralatan . Fungsi peralatan PAPI/ VASI System d. b. Teori Penunjang . Fungsi peralatan Teori Penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan PAPI/VASI System c. “Aerodrome”. 2. Aerodrome . Teknik peralatan a.Aerodrome Design Manual Path 4. Dokumen terkait . Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga.Annex 14. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4. Visual Aids.. c. 3. SILABUS RATING PAPI/VASI SYSTEM MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a.Penempatan lokasi TVASI System • Runway tanpa ILS • Runway dengan ILS .Optik . 1984 …. Visual Aids.VI. 3. 2. 2.Penempatan lokasi PAPI System • Runway tanpa ILS • Runway dengan ILS .Ground Check PAPI/VASI System 32 - 1. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4. 4.

c. 3. Teori b. Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan Perbaikan a. “Airport Maintenance Practice” Manual Book AFL FAA.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan Trouble shooting 16 - 1. Prosedur pengoperasian dan Ground Check : . Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian PAPI/VASI System secara benar Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan PAPI/VASI System secara benar Prosedur pengoperasian PAPI/VASI System 8 - Manual System Book PAPI/VASI 4. b. Pemeliharaan Pencegahan . Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. “Airport Maintenance Practice” Manual Book AFL 2. POKOK BAHASAN Layout konfigurasi PAPI/ TVASI System JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 3. 3. 5. d.VASI System Penggunaan alat ukur . 2. c. FAA.PAPI System . dan trouble shooting a. Praktek 4 16 . Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN b. Maintenance of Airport Visual and Facilities Airport Services Path 9.No. Maintenance of Airport Visual and Facilities Airport Services Path 9.Clinometer . Teori b.Pemeliharaan Berkala . b. 6. b. Ujian/Evaluasi a. pemeliharaan PAPI/VASI System secara benar.Alidade . Praktek a. d.Theodolite Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting 52 1. Pemeliharaan a. b.

SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Obstruction Lighting atau tanda bahaya. 2.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING SIGNALS AND BEACONS 120 Jam Pelajaran Teori : 60 Jam Praktek : 60 Jam KODE SIGNBEA-C/KPBP I. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Signals dan Beacons serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. lampu yang menunjukkan letak wind shock pada area dekat landasan. Rotating Beacon. sehingga penerbang melihat sinar cahaya yang berputar berwarna hijau dan putih silih berganti menghasilkan cahaya kedip 12 kali per menit. peralatan ini merupakan sirene yang dibunyikan oleh petugas ATC dari Tower yang berfungsi memberikan peringatan pada para petugas bandara yang bekerja di lapangan bahwa akan ada pesawat yang akan mendarat atau akan melakukan tinggal landas. PENDAHULUAN Peralatan signals meliputi : 1. Peralatan Beacon meliputi : 1. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Signals dan Beacons wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. lampu yang memberikan petunjuk kepada penerbang yang akan melakukan pendaratan. berupa Obstacle light dan Hazard Beacon. . 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Signals dan Beacons dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Sirine Warning System. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. Landing Direction Indicator. Dalam rangka implementasi UU No. yaitu lampu penunjuk arah pendaratan berbentuk hurut “T” yang dapat dikontrol arahnya dengan menggunakan motor. 2. 3. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Wind Directional Indicator Light. berupa letak dari bandara yang akan di daratinya dengan isyarat lampu yang memancarkan sinar hijau dan putih dengan intensitas cahaya yang tinggi. II.

2. Teori penunjang c. Teori b. 6. Teori rinci peralatan b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. KURIKULUM RATING SIGNALS AND BEACONS No. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 8 1. IV. Fungsi peralatan b. b. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Praktek SIGNBEA-C/A/1 SIGNBEA-C/A/2 32 SIGNBEA-C/A/3 SIGNBEA-C/A/4 8 8 SIGNBEA-C/A/5 44 SIGNBEA-C/A/6 4 16 60 60 . Penggunaan alat ukur c.III. 3. Pemeliharaan Pencegahan d. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Signals dan Beacons. Teori umum peralatan a. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. V. Pemeliharaan pencegahan b. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. 4. PERSYARATAN : a. 5. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Trouble shooting e. Pengoperasian b. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. Blok dan circuit diagram c.

b.Landing T. Fungsi peralatan Teori penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan Fungsi peralatan Signals and Beacons Fungsi peralatan Signals and Beacons b. - Aerodrome Design Manual Path 4. Annex 14. Edminister. 8 P 1. c. Joseph A. b.Obstruction Lght . c.Rotating Beacon . Teknik peralatan a. Dokumen terkait .Annex 14. 198 1. Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Rencana Instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan peralatan Signals and Beacons a. 32 - 2.Traffic Light .Wind Cone . Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4. “Aerodrome”. Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga. Prosedur Pengoperasian Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian Signals and Beacons secara benar Prosedur pengoperasian Signal and Beacon 8 - Manual Book .Sirene Block dan circuit diagram Signal and Beacon Rencana Instalasi Signal and Beacon Manual Book 3.Rangkaian listrik c. c. Teori Penunjang . b. . Teori rinci peralatan . Visual Aids. Visual Aids. 3. Aerodrome a.VI.Apron Flood Light . SILABUS RATING SIGNALS AND BEACONS MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. 2. No.

MATA PELAJARAN (TOPIK) Pemeliharaan a. Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan Perbaikan TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan Signals and Beacons secara benar a. Pemeliharaan Pencegahan . b. pemeliharaan Signals and Beacons secara benar. Ujian/Evaluasi a. c. b. e. Teori b. c. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan Trouble shooting Analisis sistem peralatan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. Praktek a. d. 5. Prosedur pengoperasian Signal and Beacon Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan - 44 Manual Book 6.Pemeliharaan Berkala .No. b. e. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. trouble shooting dan analisis sistem a. Praktek 4 16 . d. b. Teori b.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan .Trouble shooting 8 P Manual Book 4.

MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Signals dan Beacons dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. yaitu lampu penunjuk arah pendaratan berbentuk hurut “T” yang dapat dikontrol arahnya dengan menggunakan motor. sehingga penerbang melihat sinar cahaya yang berputar berwarna hijau dan putih silih berganti menghasilkan cahaya kedip 12 kali per menit. Wind Directional Indicator Light. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Peralatan Beacon meliputi : 1. peralatan ini merupakan sirene yang dibunyikan oleh petugas ATC dari Tower yang berfungsi memberikan peringatan pada para petugas bandara yang bekerja di lapangan bahwa akan ada pesawat yang akan mendarat atau akan melakukan tinggal landas. Dalam rangka implementasi UU No. Obstruction Lighting atau tanda bahaya. 2. lampu yang menunjukkan letak wind shock pada area dekat landasan. berupa Obstacle light dan Hazard Beacon. . maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Signals dan Beacons wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. Landing Direction Indicator. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Signals dan Beacons serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Sirine Warning System. 3. Rotating Beacon. lampu yang memberikan petunjuk kepada penerbang yang akan melakukan pendaratan. PENDAHULUAN Peralatan signals meliputi : 1. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. berupa letak dari bandara yang akan di daratinya dengan isyarat lampu yang memancarkan sinar hijau dan putih dengan intensitas cahaya yang tinggi. 2.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING SIGNALS AND BEACONS 80 Jam Pelajaran Teori : 48 Jam Praktek : 32 Jam KODE SIGNBEA-C/KPBP I. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. II.

Penggunaan alat ukur c. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Pengoperasian b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 8 1. V. 5. PERSYARATAN : a. 6. Blok dan circuit diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Teori penunjang c. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Signals dan Beacons. 2. Fungsi peralatan b. IV. KURIKULUM RATING SIGNALS AND BEACONS No. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. Pemeliharaan Pencegahan d.III. Praktek SIGNBEA-C/T/1 SIGNBEA-C/T/2 24 SIGNBEA-C/T/3 SIGNBEA-C/T/4 4 8 SIGNBEA-C/T/5 20 SIGNBEA-C/T/6 4 12 48 32 . Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Teori umum peralatan a. 4. Pemeliharaan pencegahan b. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. 3. Teori rinci peralatan b. Teori b. b.

b. Joseph A.Pemeliharaan Berkala . No. 3. Pemeliharaan a.Sirene Block dan circuit diagram Signal and Beacon Manual Book 3. Edminister.Apron Flood Light . b.Landing T. 198 1. Dokumen terkait . Teori Penunjang . Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga. SILABUS RATING SIGNALS AND BEACONS MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a.Rangkaian listrik c.VI. b. c. Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan peralatan Signals and Beacons a. Visual Aids.Traffic Light . 8 P 1. Annex 14.Rotating Beacon .Wind Cone . Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4.Annex 14.Obstruction Lght . Aerodrome a. . 24 - 2. “Aerodrome”. Teknik peralatan a. Pemeliharaan Pencegahan . 2. - Aerodrome Design Manual Path 4. Fungsi peralatan Teori penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan Fungsi peralatan Signals and Beacons Fungsi peralatan Signals and Beacons b. Visual Aids. Teori rinci peralatan .Perbaikan preventif 8 - Manual Book . Pemeliharaan Pencegahan Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan Signals and a. Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian Signals and Beacons secara benar Prosedur pengoperasian Signal and Beacon 4 - Manual Book 4.

MATA PELAJARAN (TOPIK) Pemeliharaan Perbaikan TUJUAN Beacons secara benar b. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. dan trouble shooting a. POKOK BAHASAN Pemeliharaan Perbaikan . Teori b. c. b. b.Trouble shooting JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 5. d. Prosedur pengoperasian Signal and Beacon Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting - 20 Manual Book 6. d. Praktek a. Ujian/Evaluasi a.No. Praktek 4 12 . b. Teori b. c. pemeliharaan Signals and Beacons secara benar. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian.

MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Power Control System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. yang mencakup nama peralatan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Power Control System. IV. b. PENDAHULUAN Power Control System adalah suatu sistem kontrol manajemen yang menggunakan komputer sehingga mampu memantau (memonitoring). Dalam rangka implementasi UU No. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. waktu terjadinya dan bentuk kesalahan yang dapat tercetak pada alarm priter dan terekam dalam kumpulan data pada hard disk. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. Sebagai contoh sistem ini dapat memberikan laporan terjadinya kelainan pada peralatan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Power Control System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. II. III. mengatur dan merekam kegiatan peralatan listrik dan mekanik yang berada dalam gedung agar dapat bekerja secara tepat guna. . yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING POWER CONTROL SYSTEM KODE PCS-A/KPL&SPPPU 272 Jam Pelajaran Teori : 132 Jam Praktek : 140 Jam I. Sistem juga dapat melaporkan peralatan-peralatan yang telah tiba saatnya pemeliharaan berkalanya serta dapat mengkontrol secara otomatis untuk menghidupkan dan mematikan genset dan lain-lain. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. letak peralatan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Power Control System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. PERSYARATAN : a.

Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 40 1. 5. 6. 2. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. Rencana instalasi Prosedur pengoperasian Pemeliharaan a. Blok dan circuit diagram c. Penggunaan alat ukur c. Pemelihaaan Pencegahan d. 3. 4. Pemeliharaan pencegahan b. Teori b. Fungsi peralatan b. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Teori rinci peralatan b. KURIKULUM RATING POWER CONTROL SYSTEM No. Trouble shooting e. Teori umum peralatan a. Praktek PCS-A/A/1 PCS-A/A/2 64 PCS-A/A/3 PCS-A/A/4 8 16 PCS-A/A/5 124 PCS-A/A/6 4 16 132 140 . Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Pengoperasian b. Teori penunjang c.V.

b. − 2. Teknik peralatan a. No.Maintenance Center ..Pengetahuan Komunikasi data • Dasar dasar Komputer • Sistem jaringan • Media transmisi.VI. 1. b.Microprocessor 40 P 1. SILABUS RATING POWER CONTROL SYSTEM MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. Fungsi peralatan b.Automation level b. ”Vadekum Elektronika”.PT Gramedia Pustaka Utama. . Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Rencana Instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan PCS Teori Rinci Peralatan . 2. Teori penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum dalam peralatan PCS a.Mimic panel .Programmable Logic Controller . Fungsi peralatan PCS Teori Penunjang . c.Sensoric actoric . Block dan circuit diagram Power Control System c. • Protocol/Interface • Operating System .Management Level • Reloading • Load Shadding • Synchronizing • System Proteksi • Remote Control Sys. 64 - Manual Book .Modulator Demodulator . Rencana Instalasi Power d. 2001 …. Wasito S.

b. Pemeliharaan Pencegahan . Prosedur pengoperasian Pengunaan alat ukur Pemeliharaan Trouble shooting Analisis sistem peralatan - 124 Manual Book 6. c.Pemeliharaan Berkala . Prosedur standar pengoperasian Pendeteksi gangguan Prosedur pemulihan 8 - Manual Book 4. Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan PCS secara benar a. d. c. Praktek 4 16 . Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a.No. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN Control System JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 3. Prosedur pengoperasian Pendeteksi gangguan Prosedur pemulihan standar Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian PCS secara benar d. c. b. b. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan Trouble shooting Analisis sistem peralatan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan - 16 - Manual Book 5. e. pemeliharaan PCS secara benar. e. trouble shooting dan analisis sistem a. Teori b. Prosedur Pengoperasian a. Praktek a. Pemeliharaan a. b. d. e. Ujian/Evaluasi a. Teori b. b. f.

IV. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Power Control System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Power Control System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. Sebagai contoh sistem ini dapat memberikan laporan terjadinya kelainan pada peralatan. III. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. waktu terjadinya dan bentuk kesalahan yang dapat tercetak pada alarm priter dan terekam dalam kumpulan data pada hard disk.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING POWER CONTROL SYSTEM KODE PCS-A/KPL&SPPPU 200 Jam Pelajaran Teori : 100 Jam Praktek : 100 Jam I. Sistem juga dapat melaporkan peralatan-peralatan yang telah tiba saatnya pemeliharaan berkalanya serta dapat mengkontrol secara otomatis untuk menghidupkan dan mematikan genset dan lain-lain. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Power Control System. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Dalam rangka implementasi UU No. PENDAHULUAN Power Control System adalah suatu sistem kontrol manajemen yang menggunakan komputer sehingga mampu memantau (memonitoring). b. mengatur dan merekam kegiatan peralatan listrik dan mekanik yang berada dalam gedung agar dapat bekerja secara tepat guna. II. . SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. yang mencakup nama peralatan. letak peralatan. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Power Control System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. PERSYARATAN : a. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.

Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Pemelihaaan Pencegahan d. 5. Pemeliharaan pencegahan b. Dokumen terkait Teknik peralatan a. 2. Penggunaan alat ukur c. KURIKULUM RATING POWER CONTROL SYSTEM No. 6. Teori umum peralatan a. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. 4.V. Teori penunjang c. Blok dan circuit diagram Prosedur pengoperasian Pemeliharaan a. Teori b. Praktek PCS-A/T/1 PCS-A/T/2 48 PCS-A/T/3 PCS-A/T/4 8 16 PCS-A/T/5 84 PCS-A/T/6 4 16 100 100 . Pengoperasian b. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 24 1. 3. Teori rinci peralatan b. Fungsi peralatan b.

Sensoric actoric . Teknik peralatan a. − 2.Mimic panel . • Protocol/Interface • Operating System .Microprocessor 24 P 1. b.. .Modulator Demodulator .Management Level • Reloading • Load Shadding • Synchronizing • System Proteksi • Remote Control Sys.Programmable Logic Controller . Fungsi peralatan PCS Teori Penunjang .VI. Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan PCS c. 1.Maintenance Center . Teori penunjang 2. Teori umum peralatan a.Pengetahuan Komunikasi data • Dasar dasar Komputer • Sistem jaringan • Media transmisi. ”Vadekum Elektronika”. 2001 …. SILABUS RATING POWER CONTROL SYSTEM MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPE L PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum dalam peralatan PCS a. Teori Rinci Peralatan .PT Gramedia Pustaka Utama. b. Fungsi peralatan b. b.Automation level Block dan circuit diagram Power Control System 48 - Manual Book . Wasito S. No.

Pemeliharaan Berkala . Pemeliharaan Pencegahan . Praktek a. Pemeliharaan a. c. pemeliharaan PCS secara benar. d. Prosedur Pengoperasian a. f. Prosedur pengoperasian Pengunaan alat ukur Pemeliharaan Trouble shooting - 84 Manual Book 6. b. dan trouble shooting a. b. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPE L PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian PCS secara benar d. b.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan - 16 - Manual Book 5. Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan PCS secara benar a.No. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. e. c. b. b. Praktek 4 16 . Ujian/Evaluasi a. d. Prosedur standar pengoperasian Pendeteksi gangguan Prosedur pemulihan 8 P Manual Book 3. Teori b. c. Prosedur pengoperasian Pendeteksi gangguan Prosedur pemulihan standar 4. Teori b. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian.

15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Aircraft Docking Guidance System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. IV. III. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. PENDAHULUAN Aircraft Docking Guidance System adalah peralatan untuk menuntut pesawat udara yang baru saja mendarat menuju ke satu posisi parkir yang sudah ditetapkan dengan bantuan seperangkat peralatan panduan parkir secara visual. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Aircraft Docking Guidance System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. b. II. Dalam rangka implementasi UU No. . SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. PERSYARATAN : a.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING AIRCRAFT DOCKING GUIDANCE SYSTEM KODE ADGS-A/KPL&SPPPU Teori : 132 Jam Praktek : 140 Jam 272 Jam Pelajaran I. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Aircraft Docking Guidance System. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlihan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Aircraft Docking Guidance System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating.

Praktek ADGS-A/A/1 ADGS-A/A/2 64 ADGS-A/A/3 ADGS-A/A/4 8 16 ADGS-A/A/5 124 ADGS-A/A/6 4 16 132 140 . Penggunaan alat ukur d. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Teori umum peralatan a. Pemelihaaan Pencegahan e. Teori penunjang c. Dokumen terkait Teknik peralatan a. 2. Fungsi peralatan b.V. KURIKULUM RATING ADGS No. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. 5. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Trouble shooting f. 3. Pemeliharaan pencegahan b. Blok dan circuit diagram c. Teori b. 4. Teori rinci peralatan b. 6. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 40 1. Pengoperasian b. Kalibrasi c.

Jenis Sensor • Laser • Loop metal detector • Camera .Micro controller . No. Teori rinci peralatan . c. 1984 Wasito. 2. b.VI.Dasar-dasar komputer . 1. SILABUS RATING ADGS MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. c. “Teknik Digital” Wasito. Teknik peralatan a. Visual Aids. “Aerodrome”.ICAO Annex 14 . 2.Bagian-bagian penting ADGS • Sensor • Display • Prosessing data control • Operation control unit .Programmable Logic Control (PLC) . Gramedia 2001. 5. 3. Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Rencana instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan ADGS a. . Annex 14. Fungsi Peralatan Teori Penunjang . Edminister. Fungsi Peralatan Teori Penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan ADGS a.Sistem Kalibrasi 64 - Manual Book ADGS. Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga. c. Visual Aids 40 P 1. b.Sensoric Dokumen terkait .Teknik elektronika dan digital . b.Aerodrome manual Part 4. Joseph A. “Vadekum Elektronika”. 4.Rangkaian Listrik . Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4.

b. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN b. e. b. pemeliharaan ADGS secara benar. b. f. b. 5. trouble shooting dan analisis sistem a. c. Prosedur pengoperasian Kalibrasi Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. Prosedur Pengoperasian Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian ADGS secara benar Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan ADGS secara benar Prosedur pengoperasian ADGS 8 - Manual Book ADGS.No. Teori b. Prosedur pengoperasian ADGS Kalibrasi Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan ADGS - 124 Manual Book ADGS.Blok Display Rencana instalasi ADGS JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P c.Blok sensor . 6. e. d. b. d. POKOK BAHASAN Block dan circuit diagram . 4. Pemeliharaan pencegahan Pemeliharaan perbaikan a. Praktek a.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . Pemeliharaan a.Pemeliharaan Berkala . Ujian/Evaluasi a. Praktek 4 16 . Pemeliharaan Pencegahan .Trouble shooting 16 - Manual Book ADGS. Teori Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a.Blok control . 3. c. f.

sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Aircraft Docking Guidance System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING AIRCRAFT DOCKING GUIDANCE SYSTEM KODE ADGS-A/KPL&SPPPU Teori : 100 Jam Praktek : 100 Jam 200 Jam Pelajaran I. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. III. PENDAHULUAN Aircraft Docking Guidance System adalah peralatan untuk menuntut pesawat udara yang baru saja mendarat menuju ke satu posisi parkir yang sudah ditetapkan dengan bantuan seperangkat peralatan panduan parkir secara visual. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Dalam rangka implementasi UU No. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Aircraft Docking Guidance System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. PERSYARATAN : a. IV. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. . b. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Aircraft Docking Guidance System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. II. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Aircraft Docking Guidance System.

Pengoperasian b. Teori rinci peralatan b. Teori b. Praktek ADGS-A/T/1 ADGS-A/T/2 48 ADGS-A/T/3 ADGS-A/T/4 8 16 ADGS-A/T/5 84 ADGS-A/T/6 4 16 100 100 . Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Teori umum peralatan a. Kalibrasi c. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Penggunaan alat ukur d. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a.V. 6. Pemelihaaan Pencegahan e. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 24 1. 4. 3. KURIKULUM RATING ADGS No. 5. Pemeliharaan pencegahan b. Blok dan circuit diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Teori penunjang c. Fungsi peralatan b. 2.

b. Annex 14. “Aerodrome”. . Fungsi Peralatan Teori Penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan ADGS a. 3. 5. Joseph A. Teori rinci peralatan . Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4.Aerodrome manual Part 4.Programmable Logic Control (PLC) . 4. Gramedia 2001.Bagian-bagian penting ADGS • Sensor • Display • Prosessing data control • Operation control unit .Rangkaian Listrik . 2. 1. Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga. Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan ADGS a. b. Visual Aids 24 P 1.Jenis Sensor • Laser • Loop metal detector • Camera . “Teknik Digital” Wasito. c.VI.ICAO Annex 14 . “Vadekum Elektronika”. Fungsi Peralatan Teori Penunjang . Teknik peralatan a.Teknik elektronika dan digital . 2. No. c. Edminister. b. SILABUS RATING ADGS MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a.Micro controller .Sistem Kalibrasi 48 - Manual Book ADGS. Visual Aids.Sensoric Dokumen terkait . 1984 Wasito.Dasar-dasar komputer .

POKOK BAHASAN Block dan circuit diagram .No. Teori b. c. 6. d.Blok sensor . pemeliharaan ADGS secara benar dan trouble shooting a. b.Blok control . Pemeliharaan Pencegahan . e. c. b. d. Praktek a. Praktek 4 16 . MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN b. Prosedur pengoperasian ADGS Kalibrasi Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting - 84 Manual Book ADGS. 5. b. Ujian/Evaluasi a. b. b. Pemeliharaan a.Pemeliharaan Berkala . Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian ADGS secara benar Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan ADGS secara benar Prosedur pengoperasian ADGS 8 - Manual Book ADGS. Pemeliharaan pencegahan Pemeliharaan perbaikan a. Prosedur pengoperasian Kalibrasi Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian.Trouble shooting 16 - Manual Book ADGS.Blok Display JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 3. Teori Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. 4. e.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan .

IV. PERSYARATAN : a. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. maka dipasang sebuah panel Automatic Changeover Switch (ACOS). b. II. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING GENSET AND ACOS 200 Jam Pelajaran Teori : 88 Jam Praktek : 112 Jam KODE G&A-B/KPL&SPPPU I. III. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Genset dan ACOS wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Genset dan Acos dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kompetensi serta terlatih. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Genset dan Acos serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Dalam rangka implementasi UU No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. . MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Genset dan Acos. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. Untuk menghidupan genset dan pengambil-alihan beban secara otomatis dari PLN ke Genset saat terjadi aliran listrik PLN padam atau sebaliknya saat PLN hidup (ON) kembali dan pengambialihan beban dari genset ke PLN dan kemudian genset mati secara otomatis. PENDAHULUAN Generator Set (Genset) adalat suatu pembangkit listrik tenaga diesel yang digunakan di Bandar Udara sebagai catu daya cadangan bila terjadi pemadaman aliran listrik PLN.

Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. 6. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Teori penunjang c. Fungsi peralatan b. 5. 4. Pemelihaaan Pencegahan d. Penggunaan alat ukur c. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1. Pemeliharaan pencegahan b. Teori b. Trouble shooting e. 2. KURIKULUM RATING GENSET DAN ACOS No. 3. Teori rinci peralatan b. Blok dan circuit diagram c. Teori umum peralatan a.V. Pengoperasian b. Praktek G&A-B/A/1 G&A-B/A/2 40 G&A-B/A/3 G&A-B/A/4 12 16 G&A-B/A/5 96 G&A-B/A/6 4 16 88 112 .

2. “Mekanikal overhoule” SEG.Bagian-Bagian Peralatan ACOS • AMF • Control relay . Annex 14. Electrical System. 2. New Delhi1980. 16 P 1. c.ACOS b. 1.Genset . Fungsi peralatan Teori penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan Genset dan ACOS Fungsi peralatan .Sistem pengaman . 1982. c.Cara kerja : • Genset standby. No. “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb. “Mekanikal Dasar” BBI.Bagian-Bagian Peralatan Genset • Engine • Alternator • Panel Genset • Accessories . 2. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 5.Cara kerja ACOS 40 - 1. Teori rinci peralatan Blok dan circuit diagram Rencana instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan Genset & ACOS a. “Electrical Technology. Teori rinci peralatan . Theraja B. b. 3. Aerodrome Aerodrome Design Manual Path 5. b. BBI.Teknik Tenaga Listrik . main. Teknik peralatan a. ….VI. SILABUS RATING GENSET DAN ACOS MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. Manual Book AMF” ……… . 4. Teori penunjang .L. 4. “Aerodrome”. 5.Relay c.Engine . Zuhal. • Genset Sinkron • No break Genset . Dokumen terkait Annex 14. 3. Electrical System a.

Manual Book AMF” ……… BBI. b. BBI. POKOK BAHASAN Block dan circuit diagram .Injector Tester Pemeliharaan pencegahan - 96 1. trouble shooting dan analisis sistem a.Alternator .Perhitungan panel ACOS .Pressure Gauge . c.Trouble shooting 16 1. b. pemeliharaan Genset dan ACOS secara benar. Praktek a. 4. Manual Book AMF” ……… 4. “Mekanikal Dasar” BBI.Perhitungan pengaman dan pemutus JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P c. Pemeliharaan Pencegahan . Pemeliharaan pencegahan Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan Genset dan ACOS secara benar a. d.Perhitungan beban listrik .Pemeliharaan Berkala . b. 2. “Mekanikal Dasar” BBI. b. 4. e. “Mekanikal overhoule” SEG.No. Prosedur Pengoperasian Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian Genset dan ACOS secara benar a.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . “Mekanikal overhoule” SEG.AVR . Prosedur Genset Prosedur ACOS pengoperasian pengoperasian 12 - 1. . 3. 3. c. 2.Tachometer . “Mekanikal overhoule” SEG. Manual Book AMF” ……… BBI. b. Prosedur Pengoperasian Genset Prosedur pengoperasian ACOS Penggunaan alat ukur . Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. Pemeliharaan a. 3. “Mekanikal Dasar” BBI. 2. 4. d. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN b.ACOS Rencana Instalasi . 5. 3.

Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. Ujian/Evaluasi a. POKOK BAHASAN Trouble shooting Analisis sistem peralatan JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 6. Teori b. f.No. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN e. Praktek 4 16 . Teori b.

maka dipasang sebuah panel Automatic Changeover Switch (ACOS). II. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. IV. b.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING GENSET AND ACOS 144 Jam Pelajaran Teori : 76 Jam Praktek : 68 Jam KODE G&A-B/KPL&SPPPU I. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Genset dan Acos serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. III. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. PENDAHULUAN Generator Set (Genset) adalat suatu pembangkit listrik tenaga diesel yang digunakan di Bandar Udara sebagai catu daya cadangan bila terjadi pemadaman aliran listrik PLN. Untuk menghidupan genset dan pengambil-alihan beban secara otomatis dari PLN ke Genset saat terjadi aliran listrik PLN padam atau sebaliknya saat PLN hidup (ON) kembali dan pengambialihan beban dari genset ke PLN dan kemudian genset mati secara otomatis. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Genset dan ACOS wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. . Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan. Dalam rangka implementasi UU No. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Genset dan Acos. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. PERSYARATAN : a. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Genset dan Acos dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kompetensi serta terlatih.

Teori penunjang c. 4. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Fungsi peralatan b. 6. 5. Blok dan circuit diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Pemelihaaan Pencegahan d. 3. Pemeliharaan pencegahan b. Teori umum peralatan a. 2. KURIKULUM RATING GENSET DAN ACOS No. Penggunaan alat ukur c. Teori b. Teori rinci peralatan b. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Praktek G&A-B/T/1 G&A-B/T/2 32 G&A-B/T/3 G&A-B/T/4 8 16 G&A-B/T/5 52 G&A-B/T/6 4 16 76 68 . Pengoperasian b.V.

Relay c. Teknik peralatan a. Dokumen terkait Annex 14.Cara kerja ACOS 32 - 1.L.Teknik Tenaga Listrik . Fungsi peralatan Teori penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan Genset dan ACOS Fungsi peralatan . • Genset Sinkron • No break Genset . BBI. main. “Mekanikal Dasar” BBI. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 5. 4. SILABUS RATING GENSET DAN ACOS MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a.Bagian-Bagian Peralatan Genset • Engine • Alternator • Panel Genset • Accessories . 5. Teori rinci peralatan Blok dan circuit diagram Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan Genset & ACOS a. 1982. 16 P 1. New Delhi1980. b. Zuhal. “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb. 3. “Mekanikal overhoule” SEG. Teori penunjang . Electrical System a. 2. Electrical System. Manual Book AMF” ……… .VI. Teori rinci peralatan . …. 2.Bagian-Bagian Peralatan ACOS • AMF • Control relay . 1. No. Annex 14. 2. 3. “Aerodrome”. “Electrical Technology.Cara kerja : • Genset standby. Theraja B.ACOS b.Genset . Aerodrome Aerodrome Design Manual Path 5.Engine . b. 4. c.Sistem pengaman .

3. Ujian/Evaluasi a.ACOS Prosedur Genset Prosedur ACOS pengoperasian pengoperasian JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 3. Praktek a. Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian Genset dan ACOS secara benar a. “Mekanikal Dasar” BBI. b. Pemeliharaan pencegahan Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan Genset dan ACOS secara benar a. 3. 8 - 1. b. pemeliharaan Genset dan ACOS secara benar. 2. Manual Book AMF” ……… BBI.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . Praktek 4 16 . d. 4. Prosedur Pengoperasian Genset Prosedur pengoperasian ACOS Penggunaan alat ukur .Injector Tester Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting - 52 1. POKOK BAHASAN Block dan circuit diagram . 2. 5.Pemeliharaan Berkala . “Mekanikal overhoule” SEG. Teori b.No. “Mekanikal overhoule” SEG. 4. dan trouble shooting a. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. 6. Pemeliharaan a.Tachometer . Pemeliharaan Pencegahan . “Mekanikal Dasar” BBI. 2. c. b.Alternator . “Mekanikal Dasar” BBI. b.Pressure Gauge . Manual Book AMF” ……… 4. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. BBI. 3. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN b. d. “Mekanikal overhoule” SEG. Manual Book AMF” ……… BBI.Trouble shooting 16 - 1.AVR . b. c. 4. Teori b.

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING TRANSMISSION AND DISTRIBUTION 200 Jam Pelajaran Teori : 100 Jam Praktek : 100 Jam KODE T&D-B/KPL&SPPPU I. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Transmisi digunakan untuk menyaluran tenaga listrik dari pembangkit ke pusat-pusat beban sedangkan distribusi digunakan untuk menyalurkan tenaga listrik dari pusat beban ke masing-masing pemakai tenaga listrik. transmisi. distribusi dan pemakai tenaga listrik. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. PERSYARATAN : a. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Transmission and Distribution dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. PENDAHULUAN Sistem tenaga listrik pada umumnya terdiri dari empat unsur yaitu pembangkit. Di dalam diklat Rating ini menjelaskan peralatan-peralatan transmisi dan distribusi. b. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. Dalam rangka implementasi UU No. IV. III. II. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Transmission and Distribution serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Transmission and Distribution. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Transmission and Distribution wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. .

Pemeliharaan h. Teori rinci peralatan b. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Teori b. Trouble shooting i.V. Penggunaan alat ukur e. Analisis sistem jaringan Ujian/Evaluasi a. Fungsi peralatan b. Teori umum peralatan a. 4. Pengujian relay proteksi f. 6. Prosedur pengoperasian b. Teori penunjang c. 5. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Pencarian gangguan d. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 24 1. 2. Pemeliharaan pencegahan b. Wiring panel TM dan TR g. 3. Penyambungan kabel c. Klasifikasi c. Praktek T&D-B/A/1 T&D-B/A/2 48 T&D-B/A/3 T&D-B/A/4 8 16 T&D-B/A/5 84 T&D-B/A/6 4 16 100 100 . KURIKULUM RATING TRANSMISSION AND DISTRIBUTION No.

Fungsi peralatan Trans & Dist. Theraja B.Penghantar . c. b. 1984 10. Teori Penunjang . “Electrical Technology. No. Electrical System 6. Fungsi peralatan Teori penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan Trans & Dist.Panel TM Klasifikasi Trans & Dist.Hubung singkat . UIP 2000 8.Sistem Distribusi . 7. 4.Gangguan arus bocor . Abdul Kadir. Joseph A. “Transmisi Tenaga Listrik” UIP 1998. Joseph A. Abdul Kadir. Teori rinnci peralatan Klasifikasi Rencana instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan Trans & Dist a.Transformator Daya .Sistem Proteksi . Electrical System 24 P 5.L. .Networking System .Sistem Transmisi . 1. “Electrical Technology. 2.VI. Edminister. c.Tegangan surja c. New Delhi1980. Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga. Aerodrome Design Manual Path 5.Aerodrome Design Manual Path 5. New Delhi1980. “Distribusi dan Utilitasi Tenaga Listrik”. b. b. Edminister. SILABUS RATING TRANSMISSION AND DISTRIBUTION MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. Aris Munanandar. Abdul Kadir. 9.Komponen Simetris .Konfigurasi sistem 48 - 1.Arrester . “Distribusi dan Utilitasi Tenaga Listrik”. Teknik peralatan a.L. Teori Rinci Peralatan . 2. Abdul Kadir. Schaum Series “Rangkaian Listrik” .Capacitor bank . a. UIP 2000 Theraja B.Panel TR . 3. Dokumen terkait . b.Rangkaian Listrik . “Transmisi Tenaga Listrik” UIP 1998. Teknik Tenaga Listrik”.Switchgear .

Panel TM .Hubung singkat Penggunaan alat ukur . Prosedur pengoperasian Penyambungan kabel Pencarian gangguan . trouble shooting dan analisis sistem a. Teknik Tenaga Listrik” T P 5. d.Megger .Panel TR . Pemeliharaan Pencegahan b.Transformator daya 8 - Manual book 4.Trouble shooting 16 - Manual book 5. Pemeliharaan Perbaikan a.No. h. i.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan .Transmisi sistem c. c. Pemeliharaan Pencegahan . pemeliharaan Trans & Dist secara benar. Prosedur pengoperasian Penyambungan kabel Pencarian gangguan Penggunaan alat ukur Pengujian relay proteksi Wiring panel TM dan TR Pemeliharaan Trouble shooting Analisis sistem jaringan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. 3.Phase sequence .Cable fault detector . g.Pemeliharaan Berkala . b. f. g.Kebocoran arus . c. Rencana instalasi transmisi dan distribusi JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN Penerbait Erlangga. Prosedur pengoperasian Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian Panel TR/TM dan Transformator daya secara benar Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan Trans & Dist secara benar Prosedur pengoperasian . 1984 Aris Munanandar. e. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN .Relay detector Pengujian relay proteksi Wiring panel TM dan TR Pemeliharaan Trouble shooting Analisis sistem jaringan - 84 Manual book . f. Pemeliharaan a. b. i. b. d. e.Multi meter . h. Praktek a.

. Teori b. Praktek 4 P 16 6. Teori b.No. MATA PELAJARAN (TOPIK) Ujian/Evaluasi a. Praktek TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a.

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING TRANSMISSION AND DISTRIBUTION 144 Jam Pelajaran Teori : 76 Jam Praktek : 68 Jam KODE T&D-B/KPL&SPPPU I. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Transmisi digunakan untuk menyaluran tenaga listrik dari pembangkit ke pusat-pusat beban sedangkan distribusi digunakan untuk menyalurkan tenaga listrik dari pusat beban ke masing-masing pemakai tenaga listrik. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. PENDAHULUAN Sistem tenaga listrik pada umumnya terdiri dari empat unsur yaitu pembangkit. Di dalam diklat Rating ini menjelaskan peralatan-peralatan transmisi dan distribusi. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. Dalam rangka implementasi UU No. II. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Transmission and Distribution wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. . MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Transmission and Distribution. PERSYARATAN : a. transmisi. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Transmission and Distribution serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Transmission and Distribution dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. distribusi dan pemakai tenaga listrik. IV. b. III.

Teori penunjang c. Klasifikasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a.V. T&D-B/A/6 4 16 76 68 . Teori umum peralatan a. Prosedur pengoperasian b. 3. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1. 5. 2. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Penyambungan kabel c. 4. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Teori b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Pemeliharaan h. Praktek T&D-B/A/1 T&D-B/A/2 32 T&D-B/A/3 T&D-B/A/4 8 16 T&D-B/A/5 52 6. Teori rinci peralatan b. Fungsi peralatan b. Pencarian gangguan d. Penggunaan alat ukur e. Pemeliharaan pencegahan b. Wiring panel TM dan TR g. KURIKULUM RATING TRANSMISSION AND DISTRIBUTION No. Pengujian relay proteksi f.

Fungsi peralatan Teori penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan Trans & Dist. Aerodrome Design Manual Path 5. b. 7. b. Joseph A. “Electrical Technology. Abdul Kadir. “Electrical Technology.Switchgear . Teori Penunjang . 2.Rangkaian Listrik .Panel TR . 2.L. 1984 10. Edminister. Abdul Kadir.L. 3. Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga. “Transmisi Tenaga Listrik” UIP 1998.Capacitor bank .Arrester .Tegangan surja c. Abdul Kadir. UIP 2000 8. New Delhi1980. Edminister.Panel TM Klasifikasi Trans & Dist. Electrical System 6. New Delhi1980. 9. Abdul Kadir.Hubung singkat . Teknik Tenaga Listrik”. a. Teori Rinci Peralatan . Joseph A.Networking System .Sistem Transmisi .Penghantar . Electrical System 16 P 5. Aris Munanandar. No.Aerodrome Design Manual Path 5.Komponen Simetris .Transformator Daya .Sistem Distribusi . . b. b. c. Teori rinnci peralatan Klasifikasi Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan Trans & Dist a.Gangguan arus bocor .VI. Dokumen terkait . UIP 2000 Theraja B. Teknik peralatan a. Theraja B.Sistem Proteksi . Fungsi peralatan Trans & Dist. 1. Schaum Series “Rangkaian Listrik” . 4. “Transmisi Tenaga Listrik” UIP 1998. “Distribusi dan Utilitasi Tenaga Listrik”.Konfigurasi sistem 32 - 1. SILABUS RATING TRANSMISSION AND DISTRIBUTION MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. “Distribusi dan Utilitasi Tenaga Listrik”.

Trouble shooting 16 - Manual book 5. Prosedur pengoperasian Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian Panel TR/TM dan Transformator daya secara benar Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan Trans & Dist secara benar Prosedur pengoperasian . Pemeliharaan Perbaikan a.Multi meter . e. c.Cable fault detector . f. g. d. b. dan trouble shooting a.No.Panel TM . Teknik Tenaga Listrik” T P 5.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . 3. d. Pemeliharaan Pencegahan b. h. c. pemeliharaan Trans & Dist secara benar. Pemeliharaan Pencegahan .Phase sequence . h. e. g. Prosedur pengoperasian Penyambungan kabel Pencarian gangguan Penggunaan alat ukur Pengujian relay proteksi Wiring panel TM dan TR Pemeliharaan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian.Panel TR . Praktek a.Hubung singkat Penggunaan alat ukur .Transformator daya 8 - Manual book 4. f. Prosedur pengoperasian Penyambungan kabel Pencarian gangguan . b. Pemeliharaan a. b.Relay detector Pengujian relay proteksi Wiring panel TM dan TR Pemeliharaan Trouble shooting - 52 Manual book .Megger .Kebocoran arus . 1984 Aris Munanandar.Pemeliharaan Berkala . MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN Transmisi sistem JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN Penerbait Erlangga.

Praktek 4 P 16 6. Teori b. . Teori b. Praktek TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. MATA PELAJARAN (TOPIK) Ujian/Evaluasi a.No.

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING UNINTERRUPTIBLE POWER SUPPLY KODE UPS-B/KPL&SPPPU Teori : 88 Jam Praktek : 112 Jam 200 Jam Pelajaran I. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan UPS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating UPS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. III. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan UPS wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas UPS. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. PERSYARATAN : a. PENDAHULUAN Uninterruptible Power Supply (UPS) atau disebut juga sebagai catu daya tak terputus (continuous power sources) adalah sistem catu daya listrik yang dapat memberikan tenaga listrik secara independen dalam jangka waktu tertentu tanpa harus adanya sumber catu daya primer atau sekunder atau sumber catu daya tersebut sedang dalam gangguan. . II. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. Dalam rangka implementasi UU No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. IV. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. b. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal.

Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 24 1. Trouble shooting e. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. Penggunaan alat ukur c. Blok dan circuit diagram c. 6. Teori penunjang c. Dokumen terkait Teknik peralatan a. KURIKULUM RATING UNINTERUPTED POWER SUPPLY No. Praktek UPS-B/A/1 UPS-B/A/2 40 UPS-B/A/3 UPS-B/A/4 8 12 UPS-B/A/5 96 UPS-B/A/6 4 16 88 112 . 4. Pengoperasian b. 5. Klasifikasi d.V. Teori b. Pemeliharaan pencegahan b. Rencana instalasi Prosedur pengoperasian Pemeliharaan a. Teori umum peralatan a. 2. Fungsi peralatan b. Teori rinci peralatan b. Pemelihaaan Pencegahan d. 3.

40 - 1. New Delhi1980. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 5.Aerodrome Design Manual Path 5. 3.L. Fungsi peralatan UPS Teori Penunjang .Pemilihan battery a.Rectifier .Perhitungan beban . 2. 4. Klasifikasi UPS . Aerodrome . “Electrical Technology. Theraja B. Block dan circuit diagram . “Electrical Technology. New Delhi1980. Electrical System.L. d. b. b. “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb.UPS Static d.Inverter c. Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Klasifikasi Rencana Instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan UPS Teori rinci peralatan . 1.VI. Theraja B. “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb.Annex 14.Listrik AC/DC . 3. 1982 Manual Book UPS ………… . Rencanaa Instalasi . c. 4.Backup time . SILABUS RATING UNINTERUPTED POWER SUPPLY MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. Zuhal. c.UPS Dinamic .Penentuan jenis UPS . Electrical System 24 P 1. Annex 14. 2. 1982. Zuhal. “Aerodrome”.Diode . Teknik peralatan a. b. No. c.Thyristor Teknik digital Teori Penunjang .Bagian-bagian penting UPS • Rectifier • Inverter • Battery • Multivibrator b. 2. Fungsi peralatan Teori penunjang Dokumen teerkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan UPS a.

Bypass Penggunaan alat ukur . Pemeliharaan a.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . b. 4. Praktek 4 16 . Prosedur pengoperasian UPS . Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian.Trouble shooting 12 - Manual Book UPS 5.Redundance system . Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. pemeliharaan UPS secara benar. c. e. b. Praktek a. b.Battery checker . c. e. Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan UPS secara benar a. d. MATA PELAJARAN (TOPIK) Prosedur Pengoperasian TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian UPS secara benar Prosedur pengoperasian UPS 8 P Manual Book UPS 3.Pemeliharaan Berkala . Teori b.Mhometer Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan 96 Manual Book UPS 6. trouble shooting dan analisis sistem a.No. d. Ujian/Evaluasi a. Pemeliharaan Pencegahan . Teori b.Hidrometer .Harmonic analyzer . b.

Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. Memiliki Sertifikat Kecakapan terampil Listrik Penerbangan. PENDAHULUAN Uninterruptible Power Supply (UPS) atau disebut juga sebagai catu daya tak terputus (continuous power sources) adalah sistem catu daya listrik yang dapat memberikan tenaga listrik secara independen dalam jangka waktu tertentu tanpa harus adanya sumber catu daya primer atau sekunder atau sumber catu daya tersebut sedang dalam gangguan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan UPS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Dalam rangka implementasi UU No. III. II.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING UNINTERRUPTIBLE POWER SUPPLY KODE UPS-B/KPL&SPPPU Teori : 76 Jam Praktek : 68 Jam 144 Jam Pelajaran I. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan UPS wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. IV. PERSYARATAN : a. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating UPS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. . MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas UPS. b. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No.

Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. 6. Klasifikasi Prosedur pengoperasian Pemeliharaan a. Pemeliharaan pencegahan b. Teori rinci peralatan b. Fungsi peralatan b. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. 5. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1. 2. Pengoperasian b. Blok dan circuit diagram c. Teori umum peralatan a. Penggunaan alat ukur c. 3. KURIKULUM RATING UNINTERUPTED POWER SUPPLY No. Pemelihaaan Pencegahan d. 4. Teori b.V. Teori penunjang c. Praktek UPS-B/A/1 UPS-B/A/2 36 UPS-B/A/3 UPS-B/A/4 8 12 UPS-B/A/5 52 UPS-B/A/6 4 16 76 68 .

2.L.Backup time . “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb. Fungsi peralatan UPS Teori Penunjang . No.Rectifier .Bagian-bagian penting UPS • Rectifier • Inverter • Battery • Multivibrator b. “Aerodrome”. Teknik peralatan a.Annex 14. Theraja B. Theraja B. Electrical System. “Electrical Technology. Zuhal. 4. 3. Zuhal. 3. Annex 14.Penentuan jenis UPS . Rencanaa Instalasi . Electrical System 16 P 1.Listrik AC/DC . Fungsi peralatan Teori penunjang Dokumen teerkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan UPS a. c. Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Klasifikasi Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan UPS Teori rinci peralatan .UPS Static d. 1982 Manual Book UPS ………… . 2.Aerodrome Design Manual Path 5. b.Pemilihan battery a. New Delhi1980.Perhitungan beban . “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb. Aerodrome . b. b. c. “Electrical Technology. 1. c. 2.Inverter c.Diode .L. Block dan circuit diagram . New Delhi1980.VI. 36 - 1. 1982.UPS Dinamic . Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 5. Klasifikasi UPS . 4. SILABUS RATING UNINTERUPTED POWER SUPPLY MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a.Thyristor Teknik digital Teori Penunjang .

Pemeliharaan a. b. Ujian/Evaluasi a.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . pemeliharaan UPS secara benar. Praktek 4 16 . Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a.Redundance system .Battery checker .Pemeliharaan Berkala .No. b. b. Teori b. MATA PELAJARAN (TOPIK) Prosedur Pengoperasian TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian UPS secara benar Prosedur pengoperasian UPS 8 P Manual Book UPS 3. d. Praktek a.Harmonic analyzer .Bypass Penggunaan alat ukur . b. Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan UPS secara benar a.Mhometer Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting 52 Manual Book UPS 6. Prosedur pengoperasian UPS . dan trouble shooting a. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. Teori b. 4. Pemeliharaan Pencegahan .Hidrometer .Trouble shooting 12 - Manual Book UPS 5. c. c. d.

kebersihan udara (air cleaning). II. ventilasi dari udara luar (fresh air ventilation) dan pembuangan udara kotor (exhaust). MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Air Conditioning dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. III. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Air Conditioning wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. IV. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING AIR CONDITIONING 200 Jam Pelajaran Teori : 88 Jam Praktek : 112 Jam KODE AC-B/KPL&SPPPU I. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Dalam rangka implementasi UU No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. . b. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Air Conditioning serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. aliran udara (air motion). MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Airconditioner. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. PERSYARATAN : a. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. PENDAHULUAN Air Conditioning sebagai alat penunjang operasional pelayanan fasilitas penerbangan yang berfungsi mengkondisikan udara ruangan untuk kenyamanan para pengguna jasa di Bandar Udara maupun peralatan yang memerlukan pengaturan suhu udara (temperature). kelembaban (humidity).

Teori umum peralatan a. Penggunaan alat ukur c.V. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. 6. Fungsi Peralatan b. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Trouble shooting e. Teori rinci peralatan b. Blok dan circuit diagram c. 4. KURIKULUM RATING AC No. 2. Pemeliharaan pencegahan b. Praktek AC-B/A/1 AC-B/A/2 40 AC-B/A/3 12 16 AC-B/A/4 96 AC-B/A/5 4 16 88 112 . Pengoperasian b. 5. Pemelihaaan Pencegahan d. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Teori b. 3. Teori penunjang Teknik peralatan a. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1.

.AC Windows/Spilt • Electrical control 40 - 1.. c. “Penyegaran Udara” Pradnya Paramita Tahun 1995. “Penyegaran Udara” Pradnya Paramita Tahun 1995. 2. Fungsi Peralatan Teori Penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan AC a. Wiranto Arismunandar dan Heizo Saito.Dasar-dasar listrik . Handoko K.. 1. Teknik peralatan a. “Teknik Room Air Conditioner” Tahun .Siklus refrigerasi 16 P 1. 3. Manual Book AC . No. b. Wiranto Arismunandar dan Heizo Saito.Microprocessor ..Teknik digital . SILABUS RATING AC MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. b.Bagian-bagian penting AC Windows/Split • Jenis-jenis kompresor • Kondensor • Evaporator • Pemipaan . Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Rencana instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan AC a.Bagian-bagian penting AC Sentral • Chiller • AHU • FCU • Cooling tower • Motor pompa • Sistem pemipaan • Ducting • Control system b. 2.VI. 2. Teori rinci peralatan . Block dan circuit diagram . Handoko K. Fungsi Peralatan Teori Penunjang .Dasar-dasar elektronika . b. “Teknik Room Air Conditioner” Tahun .

5. Prosedur Pengoperasian Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian AC secara benar Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan AC secara benar a. pemeliharaan AC secara a. b.Perhitungan beban kalor sensible . c.No. 3.Trouble shooting 12 - Manual Book AC 4. Pemeliharaan a. b. Pemeliharaan pencegahan Pemeliharaan perbaikan a. Prosedur pengoperasian AC Window/Split Prosedur pengoperasian AC Sentral Pengunaan alat ukur - 96 Manual Book AC . Prosedur pengoperasian Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. c. b. Praktek a.Perhitungan beban kalor laten . b.Perhitungan beban sederhana .Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . 16 - Manual Book AC b. Prosedur pengoperasian AC Window/Split Prosedur pengoperasian AC Sentral Pemeliharaan Pencegahan . MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN AC Sentral • Closed circuit system • Open circuit system • Electrical control • Refrigrant control Rencanaan Instalasi .Menentukan spesifikasi teknis JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P c.Pemeliharaan Berkala .

Praktek 4 16 . b. MATA PELAJARAN (TOPIK) Trouble shooting Analisis sistem peralatan TUJUAN benar. e. e. Teori b. Teori Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. POKOK BAHASAN Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 6.No. d. trouble shooting dan analisis sistem d. f. Ujian/Evaluasi a.

terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Air Conditioning serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. kebersihan udara (air cleaning). sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Dalam rangka implementasi UU No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. PERSYARATAN : a. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Airconditioner. II. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Air Conditioning wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. PENDAHULUAN Air Conditioning sebagai alat penunjang operasional pelayanan fasilitas penerbangan yang berfungsi mengkondisikan udara ruangan untuk kenyamanan para pengguna jasa di Bandar Udara maupun peralatan yang memerlukan pengaturan suhu udara (temperature). b. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. kelembaban (humidity).DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING AIR CONDITIONING 144 Jam Pelajaran Teori : 72 Jam Praktek : 72 Jam KODE AC-B/KPL&SPPPU I. IV. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. III. aliran udara (air motion). serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. ventilasi dari udara luar (fresh air ventilation) dan pembuangan udara kotor (exhaust). . MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Air Conditioning dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih.

Teori penunjang Teknik peralatan a. 4. Blok dan circuit diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1. 5. Penggunaan alat ukur c. Praktek AC-B/T/1 AC-B/T/2 28 AC-B/T/3 8 16 AC-B/T/4 56 AC-B/T/5 4 16 72 72 . Pemeliharaan pencegahan b. Teori b. 6. 3. Teori umum peralatan a. KURIKULUM RATING AC No. Pemelihaaan Pencegahan d. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Teori rinci peralatan b. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a.V. Fungsi Peralatan b. Pengoperasian b. 2.

Handoko K.. Teknik peralatan a. “Teknik Room Air Conditioner” Tahun . 1. Wiranto Arismunandar dan Heizo Saito. Fungsi Peralatan Teori Penunjang .VI. Block dan circuit diagram .Teknik digital . “Penyegaran Udara” Pradnya Paramita Tahun 1995. Wiranto Arismunandar dan Heizo Saito.. 2. SILABUS RATING AC MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. Handoko K. Manual Book AC .Bagian-bagian penting AC Sentral • Chiller • AHU • FCU • Cooling tower • Motor pompa • Sistem pemipaan • Ducting • Control system b.AC Windows/Spilt • Electrical control 28 - 1. 3.Microprocessor . 2. Fungsi Peralatan Teori Penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan AC a.Dasar-dasar listrik . “Teknik Room Air Conditioner” Tahun .Bagian-bagian penting AC Windows/Split • Jenis-jenis kompresor • Kondensor • Evaporator • Pemipaan . b.. b. No.Dasar-dasar elektronika .Siklus refrigerasi 16 P 1. b. Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan AC a.. Teori rinci peralatan . “Penyegaran Udara” Pradnya Paramita Tahun 1995. 2.

Teori b. c. 5.No. Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian AC secara benar Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan AC secara benar a. Praktek 4 16 . b. Prosedur pengoperasian Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian.Trouble shooting 8 - Manual Book AC 4. Pemeliharaan pencegahan Pemeliharaan perbaikan a. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN AC Sentral • Closed circuit system • Open circuit system • Electrical control • Refrigrant control JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 3. Prosedur pengoperasian AC Window/Split Prosedur pengoperasian AC Sentral Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting - 56 Manual Book AC 6. Prosedur pengoperasian AC Window/Split Prosedur pengoperasian AC Sentral Pemeliharaan Pencegahan . Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . b. Pemeliharaan a.Pemeliharaan Berkala . Teori b. e. b. Ujian/Evaluasi a. pemeliharaan AC secara benar dan trouble shooting a. d. b. 16 - Manual Book AC b. Praktek a. c. d.

Escalator dan Conveyor). SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Escalator dan Conveyor) sebagai alat penunjang operasional pelayanan fasilitas penerbangan yang berfungsi memberikan kelancaran dan kenyamanan para pengguna jasa di Terminal Bandar Udara dan gedung operasi keselamatan penerbangan. Dalam rangka implementasi UU No. b. II. . maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Traction Equipments wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING TRACTION EQUIPMENTS 220 Jam Pelajaran Teori : 108 Jam Praktek : 112 Jam KODE TE-B/KPL&SPPPU I. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. PENDAHULUAN Traction Equipment (Elevator. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Traction Equipments dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Traction Equipment (Elevator. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Traction Equipments serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. IV. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. PERSYARATAN : a. III.

6. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. Trouble shooting e. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Teori b. 4. Pemeliharaan pencegahan b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Praktek TE-B/A/1 TE-B/A/2 60 TE-B/A/3 TE-B/A/4 8 20 TE-B/A/5 96 TE-B/A/6 4 16 108 112 . Pengoperasian b. Pemelihaaan Pencegahan d. KURIKULUM RATING TRACTION EQUIPMENTS No.V. 5. 2. Blok dan circuit diagram c. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Fungsi b. Teori rinci peralatan b. 3. Penggunaan alat ukur c. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1. Teori penunjang c. Teori umum peralatan a.

Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Rencana instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan Traction Equipment a.L. “Electrical Technology.Dasar-dasar hidrolik .L. Fungsi Peralatan Teori Penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan Traction Equipment a. Hydroulic” Tahun …. 4. b. 1. “Electrical Technology. 4. 1982 Theraja B. 1982 Theraja B. 2. Fungsi Traction Equip.Mesin-mesin listrik . 5. . SILABUS RATING TRACTION EQUIPMENTS MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. New Delhi1980. c.Bagian-bagian penting Elevator • Sistem Hidrolik • Sistem Elektrik • Komponenkomponen mekanis • Komponenkomponen elektrik .Bagian-bagian penting Escalator/Travaletor • Motor penggerak • Komponenkomponen mekanis • Komponenkomponen elektrik 60 - 1. Teori rinci peralatan .VI. “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb. 3. 2. Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System Dokumen K-3 Depnaker Zuhal. c. b. Zuhal. Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System Festodidactic. 3.Sistem pengaman • Electrik • Mekanis Dokumen terkait K-3 Depnaker 16 P 1. 5. Teknik peralatan a. Teori Penunjang . b. No. New Delhi1980. “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb. 2.

Conveyor - P .Bagian-bagian penting Garbarata • Jenis-jenis Garbarata • Motor penggerak • Komponenkomponen mekanis • Komponenkomponen elektrik b.Escalator/Travelator • Electrik control diagram • Mekanikal control . MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Bagian-bagian penting Conveyor • Jenis-jenis Conveyor • Motor penggerak • Komponenkomponen mekanis • Komponenkomponen elektrik . Block dan circuit diagram .No.Elevator • Electrik control diagram • Mekanikal control .

2. b. Prosedur pengoperasian Elevator. Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System . Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System 4. 20 1. Conveyor dan Garbarata 96 1. Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System 5. Conveyor dan Garbarata Prosedur pengoperasian Elevator. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN Electrik control diagram • Mekanikal control . d.No. 3. 2. Pemeliharaan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan Traction Equipments secara benar a. pemeliharaan Traction Equipments secara benar. Escalator. b. b.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . b.Pemeliharaan Berkala . c. d. a. Prosedur Pengoperasian Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian Traction Equipments secara benar a. Praktek a. Prosedur pengoperasian Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian.Trouble shooting • JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P c. c. 8 1. 2. Escalator.Garbarata • Electrik control diagram • Mekanikal control Rencana Instalasi Pemilihan Jenis dan model Prosedur pengoperasian Elevator Prosedur pengoperasian Escalator/Travelator Prosedur pengoperasian Conveyor Prosedur pengoperasian Garbarata Pemeliharaan Pencegahan .

No. Praktek 4 16 . e. f. Teori b. POKOK BAHASAN Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 6. Ujian/Evaluasi a. Teori Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. b. MATA PELAJARAN (TOPIK) Analisis sistem peralatan TUJUAN trouble shooting dan analisis sistem c. d. e.

Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan. PENDAHULUAN Traction Equipment (Elevator. III. PERSYARATAN : a. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. II. Dalam rangka implementasi UU No. . serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Traction Equipments wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. b. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Traction Equipment (Elevator. IV. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Traction Equipments serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING TRACTION EQUIPMENTS 150 Jam Pelajaran Teori : 80 Jam Praktek : 70 Jam KODE TE-B/KPL&SPPPU I. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Traction Equipments dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Escalator dan Conveyor) sebagai alat penunjang operasional pelayanan fasilitas penerbangan yang berfungsi memberikan kelancaran dan kenyamanan para pengguna jasa di Terminal Bandar Udara dan gedung operasi keselamatan penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Escalator dan Conveyor).

4. Pengoperasian b. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Praktek TE-B/T/1 TE-B/T/2 40 TE-B/T/3 TE-B/T/4 8 16 TE-B/T/5 54 TE-B/T/6 4 16 80 70 . Teori rinci peralatan b. Teori penunjang c. 5.V. 3. 6. Blok dan circuit diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. 2. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Fungsi b. KURIKULUM RATING TRACTION EQUIPMENTS No. Teori umum peralatan a. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 12 1. Penggunaan alat ukur c. Pemelihaaan Pencegahan d. Pemeliharaan pencegahan b. Teori b.

1. c. No. 4. New Delhi1980.Bagian-bagian penting Elevator • Sistem Hidrolik • Sistem Elektrik • Komponenkomponen mekanis • Komponenkomponen elektrik . Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan Traction Equipment a. New Delhi1980. Teori rinci peralatan . Fungsi Peralatan Teori Penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan Traction Equipment a. Teori Penunjang . 5. Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System Dokumen K-3 Depnaker Zuhal. Teknik peralatan a. “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb. Zuhal. 5. 2. “Electrical Technology.L. 3. b.L. Fungsi Traction Equip.Dasar-dasar hidrolik . Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System Festodidactic. 1982 Theraja B. SILABUS RATING TRACTION EQUIPMENTS MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a.VI. 4. Hydroulic” Tahun ….Sistem pengaman • Electrik • Mekanis Dokumen terkait K-3 Depnaker 12 P 1. b. . 2. “Electrical Technology. 1982 Theraja B.Bagian-bagian penting Escalator/Travaletor • Motor penggerak • Komponenkomponen mekanis • Komponenkomponen elektrik 40 - 1. b.Mesin-mesin listrik . 2. “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb. 3.

2.Conveyor • Electrik control diagram • Mekanikal control JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P b. Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System . 3.Elevator • Electrik control diagram • Mekanikal control . Prosedur pengoperasian Elevator Prosedur pengoperasian Escalator/Travelator Prosedur pengoperasian Conveyor 8 1. Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian Traction Equipments secara benar a. b.No.Escalator/Travelator • Electrik control diagram • Mekanikal control . c. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN Bagian-bagian penting Conveyor • Jenis-jenis Conveyor • Motor penggerak • Komponenkomponen mekanis • Komponenkomponen elektrik Block dan circuit diagram .

e. pemeliharaan Traction Equipments secara benar. MATA PELAJARAN (TOPIK) Pemeliharaan TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan Traction Equipments secara benar a. b.Pemeliharaan Berkala . b. 2.No. Praktek 4 16 . 2. Praktek a. Ujian/Evaluasi a. 5. Escalator dan Conveyor Prosedur pengoperasian Elevator.Trouble shooting 16 P 1. dan trouble shooting a. Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System 6. c. Pemeliharaan Pencegahan . b. Prosedur pengoperasian Elevator. b.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System 4. Teori b. Escalator dan Conveyor Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting 54 1. c. d. d. Prosedur pengoperasian Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. Teori Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a.

Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. b. penangkal petir dan instalasi penerangan di Bandar udara. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Electrical Installation and Solar Cell serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Adapun Solar Cell adalah suatu alat pembangkit listrik tenaga surya yang sering digunakan pada daerah-daerah tertentu yang tidak ada jaringan PLN untuk mensuplai beban peralatan navigasi/komunikasi penerbangan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. PENDAHULUAN Electrical Instalation adalah ilmu instalasi peralatan listrik yang meliputi standar dan peraturan instalasi. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Solar Cell dan penanganan instalasi listrik bandara wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. pemilihan kabel. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Dalam rangka implementasi UU No. PERSYARATAN : a. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. . MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Electrical Installation and Solar Cell dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. IV. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. III. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. II. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Solar Cell dan penanganan instalasi listrik bandara.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING ELECTRICAL INSTALLATION AND SOLAR CELL 120 Jam Pelajaran Teori : 60 Jam Praktek : 60 Jam KODE EI&SC-C/KPL&SPPPU I.

4. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. Instalasi Listrik Teori umum peralatan Solar Cell a. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 24 8 16 1. Penggunaan alat ukur c. 6. Praktek EI&SC-C/A/1 EI&SC-C/A/2 EI&SC-C/A/3 16 EI&SC-C/A/4 EI&SC-C/A/6 2 6 EI&SC-C/A/6 36 EI&SC-C/A/7 4 8 60 60 . Teori rinci peralatan b. Pemeliharaan pencegahan b. Pemelihaaan Pencegahan d. KURIKULUM RATING ELECTRICAL INSTALLATION AND SOLAR CELL No. Trouble shooting e. Blok dan circuit diagram c.V. Pengoperasian b. 7. 3. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian Solar Cell Pemeliharaan Solar Cell a. Teori b. Fungsi b. Teori penunjang Teknik peralatan Solar Cell a. 2. 5. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a.

Ir. “Lightning Protection System” PT. 3. 2. Rencana Instalasi . . 2.Komponen utama pembangkit listrik tenaga surya . “Pembangkit Listrikk Tenaga Surya” Tarsito 1994 Manual Book Solar Cell. 2. b.Sel Surya (solar cell) 24 P 16 P. c. Van.VI. b. Teori Umum Peralatan Solar Cell a. e. P. SILABUS RATING ELECTRICAL INSTALLATION AND SOLAR CELL MATA PELAJARAN (TOPIK) Instalasi Listrik TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan instalasi listrik dan aplikasinya a. 8 - 1. d. b. Fungsi Peralatan Teori Penunjang Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan Solar Cell a. Dipl. Lapi Elpatsindo Drs. b.Matahari sebagai sumber energi . Block dan circuit diagram Inverter dan converter c. Ing. E. Teknik peralatan Solar Cell a. Binacipta 1981. Binacipta 1981. Setiawan.Pembangkit listrik tenaga surya untuk a. Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Rencana instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan Solar Cell Teori rinci peralatan . lampu jalan dan flood light Instalasi Penangkal petir Fungsi peralatan Solar Cell Teori Penunjang . No. Instalasi Listrik Arus Kuat. E. c. PT. Van. Harten. Instalasi Listrik Arus Kuat. 3. 1. 16 - 1. Standarisasi dan peraturan instalasi listrik Peralatan instalasi listrik Kabel Arus kuat Penyambungan alat-alat listrik Instalasi gedung. Setiawan. Karmon Singalingging.Susunan kerja generator surya b. Harten. Interprima Indonesia. Ir. Reynaldo Zoro “Petir dan Masalahnya”. f.

Pemeliharaan Berkala . Praktek a. Pemeliharaan Solar Cell a. Pemeliharaan pencegahan b. c. e. pemeliharaan Solar Cell secara benar. 5. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN peralatan Navigasi JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 4. c. trouble shooting dan analisis sistem a. Pemeliharaan perbaikan a. Prosedur pengoperasian solar cell Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan - 36 Manual Book Solar Cell 7. b. e. Prosedur Pengoperasian Solar Cell Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian Solar Cell secara benar Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan Solar Cell secara benar Prosedur pengoperasian Solar Cell 2 Manual Book Solar Cell. Teori b. d.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . d. b. Prosedur pengoperasian Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. Pemeliharaan Pencegahan .Trouble shooting 6 - Manual Book Solar Cell 6. Ujian/Evaluasi Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan a. Praktek 4 8 .No. b.

maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Solar Cell dan penanganan instalasi listrik bandara wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. b. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Electrical Installation and Solar Cell dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Solar Cell dan penanganan instalasi listrik bandara. Adapun Solar Cell adalah suatu alat pembangkit listrik tenaga surya yang sering digunakan pada daerah-daerah tertentu yang tidak ada jaringan PLN untuk mensuplai beban peralatan navigasi/komunikasi penerbangan. Dalam rangka implementasi UU No. pemilihan kabel. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. PENDAHULUAN Electrical Instalation adalah ilmu instalasi peralatan listrik yang meliputi standar dan peraturan instalasi. IV. II. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Electrical Installation and Solar Cell serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. penangkal petir dan instalasi penerangan di Bandar udara. PERSYARATAN : a. III.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING ELECTRICAL INSTALLATION AND SOLAR CELL 80 Jam Pelajaran Teori : 32 Jam Praktek : 48 Jam KODE EI&SC-C/KPL&SPPPU I. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. . 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan.

Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 12 4 16 1. 4.V. 5. Praktek EI&SC-C/T/1 EI&SC-C/T/2 EI&SC-C/T/3 6 EI&SC-C/T/4 EI&SC-C/T/6 2 4 EI&SC-C/T/6 28 EI&SC-C/T/7 4 8 32 48 . Teori b. 2. 3. Pengoperasian b. 6. Teori penunjang Teknik peralatan Solar Cell a. KURIKULUM RATING ELECTRICAL INSTALLATION AND SOLAR CELL No. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Fungsi b. Pemeliharaan pencegahan b. Instalasi Listrik Teori umum peralatan Solar Cell a. Penggunaan alat ukur c. 7. Pemelihaaan Pencegahan d. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Teori rinci peralatan b. Blok dan circuit diagram Prosedur Pengoperasian Solar Cell Pemeliharaan Solar Cell a.

Ing. Setiawan. e. Interprima Indonesia. Setiawan. 6 - 1.Sel Surya (solar cell) 12 P 16 P. Ir. b. b.VI. lampu jalan dan flood light Instalasi Penangkal petir Fungsi peralatan Solar Cell Teori Penunjang . . Teknik peralatan Solar Cell a.Matahari sebagai sumber energi .Susunan kerja generator surya b. b. Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan Solar Cell Teori rinci peralatan . Lapi Elpatsindo Drs. “Pembangkit Listrikk Tenaga Surya” Tarsito 1994 Manual Book Solar Cell. c. No. 3. Binacipta 1981. Dipl. Reynaldo Zoro “Petir dan Masalahnya”. 2. b. SILABUS RATING ELECTRICAL INSTALLATION AND SOLAR CELL MATA PELAJARAN (TOPIK) Instalasi Listrik TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan instalasi listrik dan aplikasinya a. Binacipta 1981. Standarisasi dan peraturan instalasi listrik Peralatan instalasi listrik Kabel Arus kuat Penyambungan alat-alat listrik Instalasi gedung. Harten. Van.Komponen utama pembangkit listrik tenaga surya . “Lightning Protection System” PT. f. 2. d. 2. Teori Umum Peralatan Solar Cell a. Instalasi Listrik Arus Kuat. E. 1. 3. Fungsi Peralatan Teori Penunjang Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan Solar Cell a. Harten. Ir. P. 4 - 1. Karmon Singalingging. E. Van. PT. Block dan circuit diagram Inverter dan converter a. Instalasi Listrik Arus Kuat.

MATA PELAJARAN (TOPIK) Prosedur Pengoperasian Solar Cell TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian Solar Cell secara benar Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan Solar Cell secara benar Prosedur pengoperasian Solar Cell 2 P Manual Book Solar Cell. 4. Prosedur pengoperasian Solar Cell Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting - 28 Manual Book Solar Cell 7.Pemeliharaan Berkala . Pemeliharaan perbaikan a.2002 DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA SOENARYO. b. Pemeliharaan Pencegahan . pemeliharaan Solar Cell secara benar. d. Ujian/Evaluasi Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan a. Y NIP. Praktek a. Praktek 4 8 Ditetapkan di Pada tanggal : : JAKARTA …………………. b. dan trouble shooting a. 5..Trouble shooting 4 - Manual Book Solar Cell 6. Pemeliharaan Solar Cell a.No. b. Prosedur pengoperasian Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . d. Teori b. Pemeliharaan pencegahan b. 120038217 . c. c.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful