DEPARTEMEN PERHUBUNGAN DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA NOMOR : SKEP/115/VI/2002 TENTANG PEDOMAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TEKNISI ELEKTRONIKA PENERBANGAN DAN TEKNISI LISTRIK PENERBANGAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA,

Menimbang :

a.

bahwa sesuai dengan Pasal 18 Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/176/VI/2001 telah diatur tentang Pendidikan dan Pelatihan untuk memperoleh Sertifikat Kecakapan dan Rating Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan; bahwa untuk melaksanakan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Dan Pelatihan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan dengan Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara; Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3481); Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan (Lembaran Negara Tahun 2001 Nomor 9, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4075); Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2001 tentang Kebandarudaraan (Lembaran Negara Tahun 2001 Nomor 128, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4146); Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen; Keputusan Presiden Nomor 109 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Departemen;

b.

Mengingat : 1.

2.

3.

4.

5.

6.

Keputusan Menteri Perhubungan Udara Nomor T.11/2/4–U Tahun 1960 tentang Peraturan-Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil sebagaimana telah diubah terakhir dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 22 Tahun 2002; Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM. 24 Tahun 2001 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Departemen Perhubungan sebagaimana telah diubah terakhir dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 45 Tahun 2001; Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan;

7.

8.

MEMUTUSKAN: Menetapkan : KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA TENTANG PEDOMAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TEKNISI ELEKTRONIKA PENERBANGAN DAN TEKNISI LISTRIK PENERBANGAN.

Pasal 1 Dalam keputusan ini yang dimaksud dengan : 1. Teknisi Elektronika Penerbangan adalah personil penerbangan yang diberi kewenangan melaksanakan kegiatan pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas elektronika penerbangan; Teknisi Listrik Penerbangan adalah personil penerbangan yang diberi kewenangan melaksanakan kegiatan pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas listrik penerbangan; Sertifikat Kecakapan (Lisensi) Teknisi Elektronika Penerbangan atau Teknisi Listrik Penerbangan adalah tanda bukti terpenuhinya persyaratan kecakapan teknisi elektronika penerbangan atau teknisi listrik penerbangan; Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan adalah Sertifikat Kecakapan yang diberikan kepada teknisi dengan dasar pendidikan serendah-rendahnya Diploma II dalam bidang teknik elektronika atau yang sederajat;

2.

3.

4.

2

5.

Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan adalah Sertifikat Kecakapan yang diberikan kepada teknisi dengan dasar pendidikan serendah-rendahnya Diploma III dalam bidang teknik elektronika atau yang sederajat; Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan adalah Sertifikat Kecakapan yang diberikan kepada teknisi dengan dasar pendidikan serendah-rendahnya Diploma II dalam bidang teknik listrik atau mekanikal atau yang sederajat; Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan adalah Sertifikat Kecakapan yang diberikan kepada teknisi dengan dasar pendidikan serendah-rendahnya Diploma III dalam bidang teknik listrik atau mekanikal atau yang sederajat; Rating adalah tanda bukti kewenangan melaksanakan kegiatan pengoperasian dan pemeliharaan atas satu jenis peralatan fasilitas elektronika penerbangan atau listrik penerbangan; Pengoperasian adalah rangkaian kegiatan menyiapkan, menghidupkan, memantau kinerja operasi dan mematikan peralatan; Pemeliharaan adalah rangkaian kegiatan membersihkan, merapikan, memeriksa (berkala, ground check, performance check dan kalibrasi), mengukur parameter, menyetel parameter, memperbaiki dan membuat pelaporan peralatan; Rekomendasi adalah persetujuan untuk melaksanakan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan; Pendidikan dan pelatihan adalah pendidikan dan pelatihan dalam rangka pemberian sertifikat kecakapan dan rating teknisi elektronika penerbangan dan teknisi listrik penerbangan; Kurikulum pendidikan dan pelatihan adalah jenis dan jumlah mata pelajaran yang harus diberikan dalam proses belajar mengajar untuk mendukung satu jenis kegiatan pendidikan dan pelatihan; Silabus adalah pokok bahasan dari tiap-tiap mata pelajaran yang ada di dalam kurikulum suatu pendidikan dan pelatihan;

6.

7.

8.

9.

10.

11. 12.

13.

14.

3

15.

Badan Hukum adalah perusahaan yang didirikan berdasarkan hukum Indonesia untuk jangka waktu yang ditentukan dalam anggaran dasar dan dibuat dalam bahasa Indonesia dengan akta notaris, serta melakukan kegiatan usaha yang sesuai dengan maksud dan tujuannya dengan modal dasar memenuhi kriteria tertentu yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku; Direktur Jenderal adalah Direktur Jenderal Perhubungan Udara. Pasal 2

16.

(1)

Teknisi Elektronika Penerbangan atau Teknisi Listrik Penerbangan yang akan melaksanakan tugas pengoperasian dan/atau pemeliharaan fasilitas elektronika atau listrik penerbangan diwajibkan memiliki Sertifikat Kecakapan dan Rating. Sertifikat Kecakapan dan Rating sebagaimana dimaksud pada ayat (1), diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan.

(2)

Pasal 3 (1) Dalam rangka penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1), harus berpedoman pada: a. b. (2) kurikulum dan silabus pendidikan dan pelatihan; dan persyaratan tenaga pendidik.

Pendidikan dan pelatihan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), meliputi teori dan praktek. Pasal 4

(1)

Kurikulum dan silabus pendidikan dan pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) huruf a, terdiri dari : a. untuk teknisi elektronika penerbangan; 1. silabus dan kurikulum pendidikan dan pelatihan untuk memperoleh sertifikat kecakapan ahli elektronika penerbangan;

4

2.

silabus dan kurikulum pendidikan dan pelatihan untuk memperoleh sertifikat kecakapan terampil elektronika penerbangan; silabus dan kurikulum pendidikan dan pelatihan untuk memperoleh rating peralatan elektronika penerbangan.

3.

b.

untuk teknisi listrik penerbangan: 1. silabus dan kurikulum pendidikan dan pelatihan untuk memperoleh sertifikat kecakapan ahli listrik penerbangan; silabus dan kurikulum pendidikan dan pelatihan untuk memperoleh sertifikat kecakapan terampil listrik penerbangan; silabus dan kurikulum pendidikan dan pelatihan untuk memperoleh rating peralatan listrik penerbangan.

2.

3.

(2)

Kurikulum dan silabus pendidikan dan pelatihan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), termuat dalam Lampiran Keputusan ini.

Pasal 5 (1) Persyaratan tenaga pendidik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) huruf b, terdiri dari tenaga pendidik bidang umum dan tenaga pendidik bidang teknis. Tenaga pendidik bidang umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1), harus memiliki pengetahuan dan pengalaman di bidang penerbangan sipil. Tenaga pendidik bidang teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1), harus memiliki pengetahuan dan pengalaman di bidang: a. teknik elektronika; b. teknik listrik; c. teknik mekanikal.

(2)

(3)

5

Pasal 6 (1) Tenaga pendidik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5, untuk sertifikat kecakapan ahli minimal Strata – 1 atau Diploma IV . Tenaga pendidik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5, untuk sertifikat kecakapan terampil minimal Diploma III atau sederajat. Tenaga pendidik bidang teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5, wajib memiliki pengalaman bekerja dalam bidang peralatan elektronika dan listrik penerbangan minimal 3 (tiga) tahun. Pasal 7 Pendidikan dan pelatihan teknisi elektronika penerbangan dan teknisi listrik penerbangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (2), dapat diselenggarakan oleh: a. b. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara; atau Badan Hukum yang bergerak dalam bidang penerbangan yang telah mendapat rekomendasi dari Direktur Jenderal. Pasal 8 Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dalam menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7, dapat bekerjasama dengan Pusat Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 9 (1) Untuk mendapatkan rekomendasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf b, badan hukum mengajukan permohonan secara tertulis kepada Direktur Jenderal dengan melampirkan: a. foto kopi akta pendirian perusahaan dan perubahan serta surat pengesahan dari Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia; struktur organisasi;

(2)

(3)

b.

6

c.

daftar tenaga pendidik yang berkualifikasi sesuai jenis dan jenjang pendidikan dan pelatihan disertai ijazah tertinggi yang dimiliki; buku petunjuk tata cara tentang penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan; modul pelajaran sesuai dengan jenis dan jenjang pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan; daftar fasilitas yang dimiliki sesuai dengan jenis dan jenjang dari pendidikan dan pelatihan yang diselengggarakan; jadwal kegiatan.

d. e. f.

g. (2)

Buku pentunjuk tata cara tentang penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) huruf d, sekurang-kurangnya meliputi : a. b. tata tertib pelaksanaan pendidikan dan pelatihan; mekanisme pelaksanaan pendidikan dan pelatihan.

(3)

Daftar fasilitas sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) huruf f, sekurang-kurangnya meliputi : a. b. c. d. ruang kelas; ruang praktek berikut peralatannya; ruang administrasi; peralatan dan perlengkapan pendukung proses belajar mengajar.

(4)

Direktur Jenderal memberikan rekomendasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari kerja setelah permohonan diterima dan dinyatakan lengkap. Rekomendasi Direktur Jenderal sebagaimana dimaksud pada ayat (1), diberikan untuk setiap pendidikan dan pelatihan yang akan diselenggarakan.

(5)

7

2.(Persero) Angkasa Pura I. Ditetapkan di : JAKARTA Pada Tanggal : 12 JUNI 2002 ________________________________________ DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA ttd SOENARYO Y. Para Kepala Dinas Perhubungan Propinsi. Para Kepala Balai Pendidikan dan Latihan Penerbangan. Sekretaris Jenderal Departemen Perhubungan. 3. : 1. 5. NIP.(Persero) Angkasa Pura II. Kepala Balai Kesehatan Penerbangan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Direktur Utama PT. 10. 7. 120038217 SALINAN Keputusan ini disampaikan kepada Yth. dicabut apabila penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan tidak sesuai dengan rekomendasi yang diberikan. 11. 4. Para Direktur di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Kepala Pusat Pendidikan dan Latihan Perhubungan Udara. 15. Kepala Balai Elektronika Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Para Direktur Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan. 9. A. 13.Pasal 10 Rekomendasi Direktur Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. SILOOY NIP. 6. Inspektur Jenderal Departemen Perhubungan. Pasal 11 Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Salinan sesuai dengan aslinya Kepala Bagian Hukum E. 14. Menteri Perhubungan . 8. Ketua Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia. 12. Direktur Utama PT. Para Kepala Bandar Udara. 120108003 8 . Kepala Badan Pendidikan dan Latihan Departemen Perhubungan. 16.

Ahli Terampil Ahli Terampil Ahli AMSC-A / KKP AMSC-A / KKP VDL-A / KKP VDL-A / KKP ATN-A / KKP ATN-A / KKP 31 36 41 44 47 50 10. KOMUNIKASI PENERBANGAN 1. 6. 9. SERTIFIKAT KECAKAPAN PERSONIL (SKP) 1. 8.1. Ahli Sertifikat Kecakapan Ahli Teknisi Elektronika Penerbangan Sertifikat Kecakapan Terampil Teknisi Elektronika Penerbangan SKP-A / TEP i 1 2. II. Ahli Terampil Ahli Voice Switching Communication System Voice Switching Communication System Controller Pilot Data Link Communication (CPDLC) Controller Pilot Data Link Communication (CPDLC) Automatic Message Switching Centre (AMSC) Automatic Message Switching Centre (AMSC) Very Hight Frequency Data Link (VHF-DL) Very Hight Frequency Data Link (VHF-DL) Aeronautical Telecommunication Network (ATN) Aeronautical Telecommunication Network (ATN) VSCS-A / KKP VSCS-A / KKP CPDLC-A/KKP 15 20 25 4. 7.DAFTAR ISI Halaman DAFTAR ISI I. RATING FASILITAS ELEKTRONIKA PENERBANGAN A. 2. Terampil CPDLC-A/KKP 28 5. Terampil SKP-T / TEP 8 II. Terampil i . 3.

Ahli VHF Omnidirectional Range (VOR) VOR-A / KNP 133 ii . Ahli 26. NAVIGASI PENERBANGAN 1. Terampil 23. Ahli Aeronautical Message Handling System (AMHS) Aeronautical Message Handling System (AMHS) Integrated Remote Control and Monitoring System Integrated Remote Control and Monitoring System Very High Frequency and Ground Communication System (VHF A/G) Very High Frequency and Ground Communication System (VHF A/G) Aerodrome Terminal Information System (ATIS) Aerodrome Terminal Information System (ATIS) HF Air Ground Communication HF Air Ground Communication Very Small Apperture Terminal Very Small Apperture Terminal Radio Link Radio Link High Frequency Single Side Band ( HF . Terampil 25. Terampil 21.SSB ) Teleprinter Teleprinter AMHS-A / KKP AMHS-A / KKP IRCMS-A / KKP IRCMS-A / KKP VHF AG-B / KKP 53 56 59 64 69 16. Ahli 28. Terampil 19. Terampil 15.11.SSB ) High Frequency Single Side Band ( HF . Ahli 22. Ahli 12. Terampil 27. Ahli 20. Ahli 14. Ahli 24. Terampil 13. Terampil ATIS-B / KKP ATIS-B / KKP HF AG-B / KKP HF AG-B / KKP VSAT-B / KKP VSAT-B / KKP RLINK-B / KKP RLINK-B / KKP HF-SSB-C / KKP HF-SSB-C / KKP TTY-C / KKP TTY-C / KKP 81 85 89 93 97 102 107 112 117 121 125 129 B. Ahli 18. Terampil VHF AG-B / KKP 75 17.

7. 6. Ahli Terampil Ahli Terampil Ahli Terampil Ahli Terampil Primary Surveillance Radar System ( PSR ) Primary Surveillance Radar System ( PSR ) Secondary Surveillance Radar System (SSR) Secondary Surveillance Radar System (SSR) Air Traffic Control Automation System Air Traffic Control Automation System Aerodreome Surface Detection Equipment System Aerodreome Surface Detection Equipment System PSR-A / KPP PSR-A / KPP SSR-A / KPP SSR-A / KPP ATC AUTO-A / KPP ATC AUTO-A / KPP ASDE-A / KPP ASDE-A / KPP 161 166 171 176 180 184 189 191 D. 5. Ahli DGPS. 6. 4.2. 4. Terampil Ahli Terampil Ahli Terampil Ahli Terampil VHF Omnidirectional Range (VOR) Distance Measuring Equipment (DME) Distance Measuring Equipment (DME) Satellite Navigation System Satellite Navigation System Non Directional Beacon ( NDB ) Non Directional Beacon ( NDB ) VOR-A / KNP DME-A / KNP DME-A / KNP SNS-A / KKP SNS-A / KKP NDB-C / KNP NDB-C / KNP 137 141 145 149 151 153 157 C. 5. 3. 2. Terampil ILS/RVR-A / KPBP 197 3. 8. PENGAMATAN PENERBANGAN 1. Ahli Instrument Landing System/Runway Visual Range (ILS/RVR) Instrument Landing System/Runway Visual Range (ILS/RVR) Satellite Landing System (Differential Global Position System) ILS/RVR-A / KPBP 193 2. 7.A / KPBP 201 iii . 8. PERALATAN BANTU PENDARATAN 1. 3.

7. Terampil 11. PENUNJANG FASILITAS PENERBANGAN 1. Ahli 12.B/ KPFP CI. Ahli 14. 3. 5. Terampil iv . 4. Ahli Terampil Ahli Terampil Ahli Terampil Ahli Terampil Ahli Security Equipment Security Equipment Integrated Security System Integrated Security System Centralized Information System Centralized Information System Closed Circuit Television & Access Control Closed Circuit Television & Access Control Integrated Ground Communication System Integrated Ground Communication System Flight Information Display system Flight Information Display system Check In System Check In System SE-A / KPFP SE-A / KPFP ISS-A / KPFP ISS-A / KPFP CIS-A / KPFP CIS-A / KPFP CCTV&AC-B/KPFP CCTV&AC-B/KPFP IGCS-B / KPFP IGCS-B / KPFP FIDS-B / KPFP FIDS-B / KPFP CI.B/ KPFP 205 209 213 217 221 225 229 233 237 241 245 249 253 256 10. 8.Terampil Satellite Landing System (Differential Global Position System) DGPS. 2. 9. Terampil 13. 6.A / KPBP 203 E.

II. MANFAAT YANG DIPEROLEH : Memiliki bukti kecakapan dalam bidang elektronika penerbangan tingkat ahli serta kesempatan untuk menempuh Diklat rating. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. IV. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi elektronika penerbangan dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan yang cukup dalam ilmu elektronika dan fasilitas elektronika penerbangan dengan tujuan untuk memenuhi persyaratan memperoleh Sertifikat Kecakapan tingkat ahli. PERSYARATAN : Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. PENDAHULUAN Dalam rangka implementasi UU No. III. . 03 Tahun 2001 maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI SERTIFIKAT KECAKAPAN AHLI TEKNISI ELEKTRONIKA PENERBANGAN KODE SKP-A/TEP 120 Jam Pelajaran I.

PENGETAHUAN KEUDARAAN 1) 2) 3) 4) 5) Pembinaan Personil Penerbangan Hukum Penerbangan (Air Law) Peraturan Penerbangan (Rule of the Air) Manajemen LLU Manajemen Pemeliharaan : : : : : 8 Jam 8 Jam 16 Jam 8 Jam 8 Jam 48 jam B. PENGETAHUAN KHUSUS 1) 2) 3) 4) 5) 6) Pengetahuan Teknik Elektronika Teknik Digital Prinsip-Prinsip Pemancar dan Penerima Pengetahuan Komunikasi Data Alat-Alat Ukur dan Pengukuran Fasilitas Elektronika Penerbangan : : : : : : 8 Jam 12 Jam 8 Jam 12 Jam 8 Jam 24 Jam 72 jam . KURIKULUM SERTIFIKAT KECAKAPAN AHLI TEKNISI ELEKTRONIKA PENERBANGAN A.V.

3 Tahun 2001 3. 1. 15 Tahun 1992 Annexes : 10. Hukum Penerbangan (Air Law) Agar Perserta mengetahui dan memahami hukum penerbangan sipil nasional dan internasional Agar Perserta memahami peraturan-peraturan yang berkaitan dengan penerbangan sipil Konvensi ICAO Annexes ICAO Kedaulatan Negara 8 - − − − UU No.VI. No. 16 Tahun 1994 KM. 71 Tahun 1996 PP. No. Peraturan Penerbangan (Rule of the Air) Keselamatan Penerbangan Keamanan Penerbangan Angkutan Udara Kebandarudaraan 16 - − − − 4. 15 Tahun 1992 PP. MATA PELAJARAN (TOPIK) PENGETAHUAN KEUDARAAN Pembinaan Personil Penerbangan − − Agar peserta memahami tugas pokok dan fungsi Ditjen Hubud Agar Peserta memahami ketentuan-ketentuan mengenai angka kredit teknisi penerbangan Agar Peserta memahami hak dan kewajiban sbg. Pembinaan pegawai (PNS/BUMN) Etika profesi teknisi 8 − − − − − − UU No. No. No. 3 Tahun 2001 PP. 58 Tahun 1991 KM. No. 100 Tahun 1988 Skep Dirjen Hubud No. teknisi penerbangan − − Sturktur Organisasi dan tata kerja Ditjen Hubud Angka Kredit untuk Jabatan Fungsional Teknisi Penerbangan. PAN No. Manajemen LLU Agar para peserta mengetahui dan memahami konsep optimasi pemanfaatan ruang udara dan pelayanan keselamatan penerbangan Organisasi ruang udara Pelayanan navigasi penerbangan Konsep CNS/ATM 8 - - − − − − ICAO Global Plan ATS Planning Manual ATC Master Plan Indonesia Konsep Harmonisasi . 14 dan 17 Konvensi ICAO PP. SILABUS DIKLAT SERTIFIKAT KECAKAPAN AHLITEKNISI ELEKTRONIKA PENERBANGAN No. No. 40 Tahun 1995 PP. 11. − − − − − − − − − − − − − 2. SKEP/176/VI/2001 TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P A.

1. John Coolen. Teknik Digital Agar peserta memahami dan menerapkan teknik digital - Gerbang Logika dan Aplikasinya Flip Flop dan multivibrator Register. - Teori Semi Konduktor dan Dioda Jenis-jenis Transistor dan biasing Amplifier/OP-AMP Analisa Rangkaian 8 - - - Malvino. Pennis Roddy. Hanafi Gunawan “Prisip-prinsip Elektronika. Mingguan. F. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami ketentuan-ketentuan dalam pengoperasian dan pemeliharaan peralatan. Erlangga 1999. Semesteran dan Tahunan) dan Pengkalibrasian Tingkat Pemeliharaan Pemeriksaaan Peralatan 8 P − − Prosedur Pemeliharaan fasilitas elektronika dan listrik Skep Dirjen Hubud No. PENGETAHUAN KHUSUS Pengetahuan Teknik Elektronika Agar peserta memahami dan menerapkan ilmu teknik elektronika. Bulanan. − − − − − Kebijakan Sistem Pemeliharaan Tujuan Program Pemeliharaan Konsepsi Pemeliharaan Prosedur Pengoperasian Peralatan Prosedur pemeliharaan Peralatan (Jadual Harian. Suryanto.No. “Teknik Digital” Bina Pustaka 1986. Kamal Idris. Converter dan 12 - - . 2. Triwulanan. Manajemen Pemeliharaan − − B. SKEP/40/II/1998 5. Erlangga 1999. “Komunikasi Elektronika”.

Prinsip prinsip penerima Pemancar dan Agar peserta memahami dan mampu menganalisis cara kerja pemancar dan penerima dalam sistem Pemancar . Erlangga 1999.Detector/Demodulator .Oscillator . Pengetahuan Komunikasi Data Agar peserta memahami dan menerapkan pengetahuan komunikasi data - Teori Dasar Komunikasi Dasar dasar Komputer Sistem Jaringan Media Transmisi.RF Amplifier dan antenna .Mixer . Erlangga 1999. “Komunikasi Elektronika”. . Protocol/Interface Operating System Aplikasi Sistem Komunikasi Data 12 - Pennis Roddy.Oscillator .Wave Propagation .No.Filter .Aplikasi penerima 8 - - - - Malvino. Hanafi Gunawan “Prisip-prinsip Elektronika. John Coolen.Aplikasi pemancar Penerima . Kamal Idris. Erlangga 1999.Modulator .Intermediate Frequency . Pennis Roddy. Manual book 4. John Coolen. Kamal Idris.Audio Amplifier . MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN Counter Microprocessor Analisa Rangkaian JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T - P 3.Transmission line and Antenna .Power Amplifier . “Komunikasi Elektronika”.

MATA PELAJARAN (TOPIK) Alat Alat Ukur dan pengukuran TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan dapat menggunakan alat-alat ukur dengan benar Multi meter Oscilloscope Signal Generator Frequency Counter Logic Analyzer Power Meter Spectrum Analyzer Vector Voltmeter 8 P Dr. “Pengukuran dan AlatAlat Ukur Listrik” . III.VSAT Navigasi dan Pengamatan NDB VOR/DME ILS PSR SSR ATC Automation ASDE 24 - - Annex 10 Volume I. - 6. II.Data Link . Dr.Radio Link .ATN .CPDLC .No.HF . Pokja CNS 2001 .PT.VSCS .AMSC dan Teleprinter . Soedjana Sapiie. Osamu Nishino.Recording System .ATIS .Sistem Transmisi .AMHS . Pradnya Paramita 1979 Manual book 5. IV dan V Annex 17 ATN SNPS CNS/ATM in Indonesia development. Fasilitas Elektronika penerbangan Agar peserta memahami dan mampu menganalisis cara kerja fasilitas elektronika penerbangan serta kriteria penempatan peralatan Komunikasi penerbangan .VHF .

MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN - POKOK BAHASAN GNSS JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P Elektronika Bandara Security Equipment Integrated Security System CCTV FIDS CIS IGCS .No.

03 Tahun 2001 maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. . II. PERSYARATAN : Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. III.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL SERTIFIKAT KECAKAPAN TERAMPIL TEKNISI ELEKTRONIKA PENERBANGAN KODE SKP-T/TEP 120 Jam Pelajaran I. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi elektronika penerbangan dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan yang cukup dalam ilmu elektronika dan fasilitas elektronika penerbangan dengan tujuan untuk memenuhi persyaratan memperoleh Sertifikat Kecakapan tingkat terampil. MANFAAT YANG DIPEROLEH : Memiliki bukti kecakapan dalam bidang elektronika penerbangan tingkat terampil serta kesempatan untuk menempuh Diklat rating. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. IV. PENDAHULUAN Dalam rangka implementasi UU No.

PENGETAHUAN KEUDARAAN 1) 2) 3) 4) 5) Pembinaan Personil Penerbangan Hukum Penerbangan (Air Law) Peraturan Penerbangan (Rule of the Air) Manajemen LLU Manajemen Pemeliharaan TERAMPIL TEKNISI : : : : : 8 Jam 8 Jam 16 Jam 8 Jam 8 Jam 48 jam B.V. KURIKULUM SERTIFIKAT KECAKAPAN ELEKTRONIKA PENERBANGAN A. PENGETAHUAN KHUSUS 1) 2) 3) 4) 5) 6) Pengetahuan Teknik Elektronika Teknik Digital Prinsip-Prinsip Pemancar dan Penerima Pengetahuan Komunikasi Data Alat-Alat Ukur dan Pengukuran Fasilitas Elektronika Penerbangan : : : : : : 8 Jam 12 Jam 8 Jam 12 Jam 8 Jam 24 Jam 72 jam .

Manajemen LLU Agar para peserta mengetahui dan memahami konsep optimasi pemanfaatan ruang udara dan pelayanan keselamatan penerbangan Organisasi ruang udara Pelayanan navigasi penerbangan Konsep CNS/ATM 8 - − − − − ICAO Global Plan ATS Planning Manual ATC Master Plan Indonesia Konsep Harmonisasi . 71 Tahun 1996 PP. No. 40 Tahun 1995 PP. 14 dan 17 Konvensi ICAO PP. − − − − − − − − − − − − − 2. 1. No. 58 Tahun 1991 KM. 3 Tahun 2001 3. No. No. MATA PELAJARAN (TOPIK) PENGETAHUAN KEUDARAAN Pembinaan Personil Penerbangan − − Agar peserta memahami tugas pokok dan fungsi Ditjen Hubud Agar Peserta memahami ketentuan-ketentuan mengenai angka kredit teknisi penerbangan Agar Peserta memahami hak dan kewajiban sbg. teknisi penerbangan − − Sturktur Organisasi dan tata kerja Ditjen Hubud Angka Kredit untuk Jabatan Fungsional Teknisi Penerbangan. No. Peraturan Penerbangan (Rule of the Air) Keselamatan Penerbangan Keamanan Penerbangan Angkutan Udara Kebandarudaraan 16 - − − − 4. SKEP/176/VI/2001 TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P A. 15 Tahun 1992 Annexes : 10.VI. PAN No. SILABUS DIKLAT SERTIFIKAT KECAKAPAN TERAMPIL TEKNISI ELEKTRONIKA PENERBANGAN No. 16 Tahun 1994 KM. 15 Tahun 1992 PP. 3 Tahun 2001 PP. 11. 100 Tahun 1988 Skep Dirjen Hubud No. Hukum Penerbangan (Air Law) Agar Perserta mengetahui dan memahami hukum penerbangan sipil nasional dan internasional Agar Perserta memahami peraturan-peraturan yang berkaitan dengan penerbangan sipil Konvensi ICAO Annexes ICAO Kedaulatan Negara 8 - − − − UU No. Pembinaan pegawai (PNS/BUMN) Etika profesi teknisi 8 − − − − − − UU No. No.

Mingguan. Malvino. Kamal Idris. − − − − − Kebijakan Sistem Pemeliharaan Tujuan Program Pemeliharaan Konsepsi Pemeliharaan Prosedur Pengoperasian Peralatan Prosedur pemeliharaan Peralatan (Jadual Harian. Triwulanan. 2. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami ketentuan-ketentuan dalam pengoperasian dan pemeliharaan peralatan. F. “Teknik Digital” Bina Pustaka 1986. Erlangga 1999. SKEP/40/II/1998 5. Erlangga 1999. 2. Bulanan. Teknik Digital Agar peserta mengetahui dan memahami teknik digital - Gerbang Logika dan Aplikasinya Flip Flop dan multivibrator Register. “Komunikasi Elektronika”. Semesteran dan Tahunan) dan Pengkalibrasian Tingkat Pemeliharaan Pemeriksaaan Peralatan 8 P − − Prosedur Pemeliharaan fasilitas elektronika dan listrik Skep Dirjen Hubud No. Manajemen Pemeliharaan − − B. . Converter dan 12 - 1.No. Suryanto. John Coolen. Hanafi Gunawan “Prisip-prinsip Elektronika. PENGETAHUAN KHUSUS Pengetahuan Teknik Elektronika Agar peserta mengetahui dan memahami ilmu dasar teknik elektronika - Teori Semi Konduktor dan Dioda Jenis-jenis Transistor dan biasing Amplifier/OP-AMP 8 - 1. Pennis Roddy. 1.

Erlangga 1999.RF Amplifier dan antenna . Dr. Kamal Idris. 2. Pradnya Paramita 1979 . “Pengukuran dan AlatAlat Ukur Listrik” .No. Pennis Roddy. Alat Alat Ukur dan pengukuran Agar peserta mengetahui dan memahami cara kerja alat ukur serta dapat melakukan pengukuran dengan benar - Multi meter Oscilloscope Signal Generator Frequency Counter Logic Analyzer 8 1. 5. John Coolen. Pennis Roddy. “Komunikasi Elektronika”. Pengetahuan Komunikasi Data Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan komunikasi data - Teori Dasar Komunikasi Dasar dasar Komputer Sistem Jaringan Media Transmisi.Mixer . Erlangga 1999. Protocol/Interface Operating System 12 1.Transmission line and Antenna . MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN Counter Microprocessor JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T - P 3.Oscillator .Wave Propagation Penerima .PT. Kamal Idris.Filter . John Coolen. Dr. Soedjana Sapiie. “Komunikasi Elektronika”.Oscillator . Prinsip prinsip penerima Pemancar dan Agar peserta mengetahui dan memahami sistem kerja pemancar dan penerima Pemancar . Malvino.Modulator .Audio Amplifier 8 - 1. Osamu Nishino. 3.Detector/Demodulator .Power Amplifier . Manual book 4. Hanafi Gunawan “Prisip-prinsip Elektronika. Erlangga 1999.Intermediate Frequency .

No.

MATA PELAJARAN (TOPIK)

TUJUAN -

POKOK BAHASAN Power Meter Spectrum Analyzer Vector Voltmeter

JAMPEL

PENGAJAR

DAFTAR KEPUSTAKAAN 2. Manual book

T

P

6.

Fasilitas Elektronika penerbangan

Agar peserta mengetahui dan memahami fungsi dan cara kerja fasilitas elektronika penerbangan

Komunikasi penerbangan - VHF - HF - AMSC dan Teleprinter - Data Link - Recording System - Sistem Transmisi - ATIS - CPDLC - VSCS - ATN - AMHS - Radio Link - VSAT Navigasi dan Pengamatan NDB VOR/DME ILS PSR SSR ATC Automation ASDE GNSS

24

-

1. 2. 3. 4.

Annex 10 Volume I, II, III, IV dan V Annex 17 ATN SNPS CNS/ATM in Indonesia development, Pokja CNS 2001

No.

MATA PELAJARAN (TOPIK)

TUJUAN

POKOK BAHASAN Elektronika Bandara Security Equipment Integrated Security System CCTV FIDS CIS IGCS

JAMPEL

PENGAJAR

DAFTAR KEPUSTAKAAN

T

P

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA

DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK
SKP AHLI RATING VOICE SWITCHING COMMUNICATION SYSTEM ( VSCS ) 284 Jam Pelajaran
I PENDAHULUAN

KODE: VSCS -A/KKP Teori : 120 Jam Praktek : 164 Jam

VSCS adalah peralatan yang digunakan untuk menghubungkan antara operator dengan Tranceiver (A/G Communication) dan antara operator dengan operator stasiun lain (Ground to Ground Communication) melalui media komunikasi untuk menunjang kelancaran operasional pelayanan keselamatan penerbangan
Dalam rangka implementasi UU No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan, serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan, yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating, maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan VSCS wajib mengikuti pendidIkan dan pelatihan . II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating VSCS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih,ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan VSCS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. III PERSYARATAN : a. b. IV Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan.

MANFAAT YANG DIHARAPKAN :

Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas VSCS, sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.

V. KURIKULUM RATING AHLI : VOICE SWITCHING COMMUNICATION SYSTEM (VSCS) JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 24

NO 1

MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Fungsi b. Teori penunjang c. Dokumen Terkait. Teknik peralatan a. Teori Rinci b. Block dan circuit diagram. Prosedur Pengoperasian . Pemeliharaan a. Pemeliharaan Pencegahan . b. Pemeliharaan Perbaikan. Praktek a. Pengoperasian. b. Penggunaan alat ukur. c. Pemeliharaan pencegahan d. Trouble Shooting. Ujian/Evaluasi a. Teori b. Praktek

KODE
VSCS-A/A/1

2

VSCS-A/A/2

48

3 4

VSCS-A/A/3 VSCS-A/A/4

16 24

5

VSCS-A/A/5

140

6

VSCS-A/A/6

8 24

VI. SILABI : RATING AHLI VSCS NO MATA PELAJARAN (TOPIK ) Teori umum peralatan a. Fungsi b. Teori Penunjang c. Dokumen terkait TUJUAN • Agar peserta memahami teori pendukung dan dasar teknis fungsi dari peralatan POKOK BAHASAN • Fungsi/kegunaan peralatan . • Teori penunjang meliputi ; Ø Komunikasi Radio Penerbangan. ( band frequency,AFS,AMS). Ø Teori Komunikasi data Ø Perangkat Komunikasi data Ø Media Komunikasi Ø Protocol/Interface Ø Topologi Jaringan. • Dokumen terkait JAMPEL T 4 16 P PENGAJAR DAFTAR PUSTAKA - Annex 10 Volume…….

1

4

2

Teknik Peralatan. a. Teori rinci b. Blok diagram . c. Rencana Instalasi

Agar peserta mengerti dan memahami konsep dan cara kerja peralatan secara rinci.

• Blok Diagram VSCS dan Fungsi tiap blok meliputi ; Ø Switching node. Ø Analog Line Card. Ø Switch Card Ø Switch Distribution Card. Ø Interface Card Ø Position Terminal Unit. Ø Power Supply

16

• Prinsip Kerja Voice/Radio Switching meliputi ; Ø Prinsip kerja VSCSSistem Inter connection. Ø Prinsip Kerja Analog Line Card. Ø Switching Sysyem dan Interface. Ø Terminal Unit. Ø Power Supply.

24

• Perencanaan instalasi peralatan. . 3 Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengerti dan • Pengoperasian secara memahami prosedur Hardware meliputi ; pengoperasian. Ø Interkoneksi system & peripheral Ø Menghidupkan Ø Mematikan Ø Memindahkan sistem
• Pengoperasian secara software meliputi ;

8

8

8

Ø Ø Ø Ø Ø
Ø

Annex 10, volume III

Menghidupkan/restart. Mematikan . Memindahkan Check status system Create Channel
Staus OK.

4

Sistem pemeliharaan; a. Pemeliharaan pencegahan. b. Pemeliharaan perbaikan

Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan AMSC sesuai dengan standar

• Pemeliharaan Pencegahan meliputi ; Ø Pemeliharaan berkala. Ø Performance Check. • Pemeliharaan Perbaikan Ø Perbaikan Sistem Hardwaremeliputi ; ( CPU, Switching System dan Interface,Analog Line ard Terminal,Auotomatic Change over Unit,LAN • Perbaikan sistem Software ; Ø Operating System Ø Aplication System • Praktek pengoperasian. • Praktek Penggunaan alat ukur. • Praktek pemeliharaan Peralatan. • Trouble Shooting dan analysis sistem Peralatan • Praktek Kerja Lapangan • • . Ujian teori. Ujian praktek

4

12

8

5

Praktek
a. Pengoperasian .dan pemeliharaan peralatan b. Trouble Shooting dan Analisis sistem .

Agar peserta dapat memiliki keahlian dalam pengoperasian dan pemeliharaan peralatan.

12 24 24 48

32 8 24

6

Ujian/Evaluasi. a. Praktek. b. Teori

Untuk mengevaluasi sejauh mana kemampuan peserta

ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan VSCS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan VSCS wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan . SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING VOICE SWITCHING COMMUNICATION SYSTEM ( VSCS ) 216 Jam Pelajaran I PENDAHULUAN VSCS adalah peralatan yang digunakan untuk menghubungkan antara operator dengan Tranceiver (A/G Communication) dan antara operator dengan operator stasiun lain (Ground to Ground Communication) melalui media komunikasi untuk menunjang kelancaran operasional pelayanan keselamatan penerbangan Dalam rangka implementasi UU No. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating VSCS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. KODE: VSCS-A/KKP Teori : 84 Jam Praktek : 132 Jam . sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas VSCS. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. III PERSYARATAN : a. b. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan.

Pemeliharaan Pencegahan . Pemeliharaan c. Pemeliharaan Perbaikan. Praktek a. Analisis sistem Peralatan f. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian . Trouble Shooting. Teori penunjang c. Teori Rinci b. Penggunaan alat ukur. Dokumen Terkait. e. KURIKULUM RATING TERAMPIL : VOICE SWITCHING COMMUNICATION SYSTEM (VSCS) JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 16 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. d. b. c.V. d. Fungsi Peralatan b. Pengoperasian. Teknik peralatan a. Teori Operasi dan Blok diagram. Praktek VSCS-A/T/6 8 24 . Praktek kerja Lapangan KODE VSCS-A/T//1 2 VSCS-A/T/2 32 3 4 VSCS-A/T/3 VSCS-A/T/4 12 16 5 VSCS-A/T/5 108 6 Ujian/Evaluasi c. Pemeliharaan Pencegahan . Teori d. c.

AMS). Ø Switching node. ( band frequency. Ø Switch Card Ø Switch Distribution Card. Teori Penunjang c. Ø Interface Card Ø Position Terminal Unit. • Dokumen terkait • Blok Diagram VSCS dan Fungsi tiap blok meliputi . SILABI : RATING TERAMPIL VSCS JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN (TOPIK ) Teori umum peralatan a. Blok diagram . 16 . Agar peserta mengerti dan memahami konsep dan cara kerja peralatan secara rinci. Dokumen terkait TUJUAN • Agar peserta memahami teori pendukung dan dasar teknis fungsi dari peralatan POKOK BAHASAN • Fungsi/kegunaan peralatan .Annex 10 Volume…….AFS. Fungsi b. Ø Power Supply T 4 8 P PENGAJAR DAFTAR PUSTAKA . Ø Analog Line Card. a. Ø Komunikasi Radio Penerbangan. • Teori penunjang meliputi . Ø Teori Komunikasi data Ø Ø Media Komunikasi Ø Protocol/Interface Ø Topologi Jaringan. 4 2 Teknik Peralatan. Teori rinci b.VI.

8 Ø Ø Ø Ø Ø Ø Annex 10. Ø Terminal Unit. Mematikan . 3 Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengerti dan • Pengoperasian secara memahami prosedur Hardware meliputi . Ø Switching Sysyem dan Interface. Ø Power Supply. . volume III Menghidupkan/restart. Ø Interkoneksi system & peripheral Ø Menghidupkan Ø Mematikan Ø Memindahkan sistem 4 • Pengoperasian secara software meliputi .• Prinsip Kerja Voice/Radio Switching meliputi . Memindahkan Check status system Create Channel Staus OK. pengoperasian. 16 . Ø Prinsip Kerja Analog Line Card. Ø Prinsip kerja VSCSSistem Inter connection.

dan pemeliharaan peralatan b. Pengoperasian .Analog Line ard Terminal. Switching System dan Interface. Agar peserta dapat memiliki keahlian dalam pengoperasian dan pemeliharaan peralatan. Trouble Shooting dan Analisis sistem .4 Sistem pemeliharaan. ( CPU.LAN • Perbaikan sistem Software . Ujian teori. Ø Operating System Ø Aplication System • Praktek pengoperasian. a. Praktek. Pemeliharaan pencegahan. Teori Untuk mengevaluasi sejauh mana kemampuan peserta . b. • Trouble Shooting dan analysis sistem Peralatan • Praktek Kerja Lapangan • • . • Praktek Penggunaan alat ukur. Ø Performance Check. 8 12 8 32 24 8 24 6 Ujian/Evaluasi. a. • Pemeliharaan Perbaikan Ø Perbaikan Sistem Hardwaremeliputi .Auotomatic Change over Unit. b. • Praktek pemeliharaan Peralatan. Pemeliharaan perbaikan Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan AMSC sesuai dengan standar • Pemeliharaan Pencegahan meliputi . Ø Pemeliharaan berkala. Ujian praktek 8 4 4 5 Praktek a.

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA

DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK
SKP AHLI RATING AUTOMATIC MESSAGE SWITCHING CENTRE ( AMSC ) 288 Jam Pelajaran I. PENDAHULUAN Automatic Message Switching Centre ( AMSC ) adalah suatu peralatan yang berfungsi memproses pengiriman, penerimaan serta penyimpan berita- berita penerbangan secara otomatis antar stasiun penerbangan ( Bandara ) sesuai dengan persyaratan internasional dalam format Aeronautical Fixed Telecommunication Network (AFTN) Dalam rangka implementasi UU No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan, maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan AMSC perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. II. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Automatic Message Switching System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih,ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan AMSC serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. III. PERSYARATAN : a. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. IV. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas AMSC, sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. KODE: AMSC-A/KKP Teori : 120 Jam Praktek : 168 Jam

V. KURIKULUM RATING AHLI AMSC JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 16

NO 1

MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Fungsi b. Teori penunjang c. Dokumen Terkait Teknik peralatan a. Teori Rinci Peralatan b. Block diagram. c. Rencana Instalasi Prosedur Pengoperasian . Pemeliharaan a. Pemeliharaan Pencegahan . b. Pemeliharaan Perbaikan.

KODE
AMSC-A/A /1

2

AMSC-A/A /2

56

3 4

AMSC-A/A /3 AMSC-A/A /4

16 24

5

Praktek a. Pengoperasian . b. Pemeliharaan Pencegahan . c . Trouble Shooting. d. Praktek kerja lapangan Ujian/Evaluasi c. Teori d. Praktek

AMSC-A/A /5

146

6

AMSC-A/A /6

8 24

VI. SILABI : RATING AHLI AMSC JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN (TOPIK ) Teori umum peralatan a. Fungsi b. Teori Penunjang c. Dokumen terkait TUJUAN • Agar peserta memahami teori pendukung dan dasar teknis fungsi dari peralatan POKOK BAHASAN • Fungsi/kegunaan peralatan . • Teori Penunjang meliputi ; Ø Teori dasar Komputer. Ø Komunikasi data. Ø Topologi AFTN. Ø Protocol/Interface. • Dokumen terkait: T 4 8 P PENGAJAR DAFTAR PUSTAKA Annex 10 Volume II ( Communicatio n Procedure ) - Manual on the planning and Engineering of the Aeronautical Fixed Telecommu nication Network.

4

2

Teknik Peralatan. a. Teori rinci b. Blok diagram . c. Rencana Instalasi

Agar peserta mengerti dan memahami konsep dan cara kerja peralatan secara rinci.

• Teori Operasi dan Blok diagram. • Sistem Hard Ware ; ( CPU,I/O,ACM,ACU,. Line Interface ,jaringan ). • Sistem Software ;

8 16

24

ØOperating System. ØFlow Chart. Perangkat Lunak AMSC. Ø Management Operasi Sistem AMSC.

• Perencanaan instalasi peralatan. .

8

3

Prosedur Pengoperasian

Agar peserta mengerti dan • Pengoperasian secara hardware memahami prosedur meliputi ; ØInterkoneksi Sistem dan pengoperasian.
peripheral . ØMenghidupkan dan mematikan. ØChange over.

4

.
• Pengoperasian secara software meliputi ; Ø Menghidupkan / restart . Ø Mematikan. Ø Change Over Ø Status System. Ø Create Line. Ø Status Line. Ø Setting Parameter Line. Ø Modifikasi Line. • Pengoperasian terminal AFTN meliputi ; Ø Interkoneksi. Ø Menghidupkan. Ø Setting Parameter. Ø Mematikan.

8

4

4

Sistem pemeliharaan; a. Pemeliharaan pencegahan. b. Pemeliharaan perbaikan

Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan AMSC sesuai dengan standar

• Pemeliharaan Pencegahan meliputi ; Ø Pemeliharaan berkala. Ø Performance Check. • Pemeliharaan Perbaikan
Sistem Hardware meliputi ; ( CPU.I/O.,ACM,ACU,Line Interface.,Jaringan.). Pemeliharaan Sotware ; Ø Rekonfigurasi. Ø Reinstalasi • Praktek pengoperasian dan pemeliharaan peralatan. • Trouble Shooting dan Analysis sistem peralatan.

8

8

8

5

Praktek
a. Pengoperasian .dan pemeliharaan peralatan b. Trouble Shooting dan Analisis sistem .

Agar peserta dapat memiliki keahlian dalam pengoperasian dan pemeliharaan peralatan. Untuk mengevaluasi sejauh mana kemampuan peserta

32 72 32 8 32

6

Ujian/Evaluasi. a. Praktek. b. Teori

• Praktek Kerja lapangan a. Ujian teori. b. Ujian Praktek.

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA

DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK
SKP TERAMPIL RATING AUTOMATIC MESSAGE SWITCHING CENTRE ( AMSC ) 208 Jam Pelajaran I. PENDAHULUAN Automatic Message Switching Centre ( AMSC ) adalah suatu peralatan yang berfungsi memproses pengiriman, penerimaan serta penyimpan berita- berita penerbangan antar stasiun penerbangan ( Bandara ) sesuai dengan persyaratan internasional dalam format Aeronautical Fixed Telecommunication Network (AFTN). Dalam rangka implementasi UU No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan, maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan AMSC perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. II. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan terampil yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating AMSC dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih,ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan AMSC serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. III. PERSYARATAN : a. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. IV. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas AMSC sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. KODE: AMSC-A/KKP Teori : 78 Jam Praktek : 130 Jam

V. KURIKULUM RATING TERAMPIL AMSC JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 12

NO 1

MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Fungsi b. Teori Penunjang c. Dokumen Terkait Teknik peralatan a. Teori Rinci Peralatan b. Block diagram.

KODE
AMSC-A/T /1

2

AMSC-A/T /2

30

3 4

Prosedur Pengoperasian . Pemeliharaan a. Pemeliharaan Pencegahan . b. Pemeliharaan Perbaikan.

AMSC-A/T /3 AMSC-A/T /4

12 16

5

Praktek a. Pengoperasian. b Pemeliharaan Pencegahan . c. Trouble Shooting d. Praktek kerja Lapangan Ujian/Evaluasi a. Teori b. Praktek

AMSC-A/T /5

106

6

AMSC-A/T /6

8 24

Perangkat Lunak AMSC. 8 . Ø Protocol/Interface. a. Blok diagram . • Sistem Software . 4 12 12 ØOperating System. SILABI : RATING TERAMPIL AMSC NO MATA PELAJARAN (TOPIK ) Teori umum peralatan a. • Teori Penunjang meliputi .VI. Ø Topologi AFTN. Teori rinci b. -Manual on the planning and engineering of the Aeronautical Telecommunic ation Network. -Buku petunjuk pengoperasian dan pemeliharaan peralatan 1 2 2 Teknik Peralatan. Fungsi b. Line Interface .ACU. Teori Penunjang c.I/O. ( CPU. • Sistem Hard Ware . Rencana Instalasi Agar peserta mengerti dan memahami konsep dan cara kerja peralatan secara rinci. Ø Komunikasi data. c. Ø Teori dasar Komputer. • Teori Operasi dan Blok diagram. • Dokumen terkait: JAMPEL T 2 8 P PENGAJAR DAFTAR PUSTAKA -Annex 10 Volume II ( Communicatio n Procedure ). Ø Management Operasi Sistem AMSC.ACM. Dokumen terkait TUJUAN • Agar peserta memahami teori pendukung dan dasar teknis fungsi dari peralatan POKOK BAHASAN • Fungsi/kegunaan peralatan .jaringan ). ØFlow Chart..

ØChange over. volume III 4 . Ø Status Line. ØInterkoneksi Sistem dan pengoperasian. ØMenghidupkan dan mematikan. • Pengoperasian terminal AFTN meliputi . Ø Modifikasi Line. Ø Interkoneksi. Ø Menghidupkan. Ø Setting Parameter. Ø Change Over Ø Status System. Ø Menghidupkan / restart . Ø Mematikan. 4 Annex 10. Ø Mematikan. Ø Setting Parameter Line. peripheral . 4 . • Pengoperasian secara software meliputi . Ø Create Line.3 Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengerti dan • Pengoperasian secara hardware memahami prosedur meliputi .

( CPU. Ujian Praktek.4 Sistem pemeliharaan.ACM. Untuk mengevaluasi sejauh mana kemampuan peserta 44 32 32 8 24 6 Ujian/Evaluasi. b. Pemeliharaan perbaikan Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan AMSC sesuai dengan standar • Pemeliharaan Pencegahan meliputi .Line Interface.dan pemeliharaan peralatan b. b. b. . Trouble Shooting dan Analisis sistem . a. Ø Rekonfigurasi.). Pemeliharaan pencegahan. Pengoperasian . • Trouble Shooting dan Analysis sistem peralatan. • Pemeliharaan Perbaikan Sistem Hardware meliputi . Pemeliharaan Sotware . Ø Pemeliharaan berkala. Ø Reinstalasi • Praktek pengoperasian dan pemeliharaan peralatan.ACU. Ujian teori. Praktek. 4 8 • 4 5 Praktek a. Teori • Praktek Kerja lapangan a. Agar peserta dapat memiliki keahlian dalam pengoperasian dan pemeliharaan peralatan. Jaringan. a.. Ø Performance Check.I/O.

yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. PERSYARATAN : III a.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan sistem CPDLC serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING CONTROLLER PILOT DATA LINK COMMUNICATION ( CPDLC ) 300 Jam Pelajaran I PENDAHULUAN CPDLC adalah salah satu aplikasi ATN yang digunakan untuk komunikasi antara petugas pemandu lalu lintas udara dan pilot dengan menggunakan sarana komunikasi data (A/G Communications) dalam rangka pelayanan keselamatan penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. b. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. . Dalam rangka implementasi UU No. MAKSUD DAN TUJUAN II Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating CPDLC dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara sistem CPDLC wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan . serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. sehingga selalu dalam kondisi operasional sesuai standar yang dipersyaratkan. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. KODE: CPDLC -A/KKP Teori : 130 Jam Praktek : 170 Jam MANFAAT YANG DIHARAPKAN : IV Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan sistem aplikasiCPDLC.

Pemeliharaan pencegahan d. Teori b. Ujian/Evaluasi a. Praktek CPDLC-A/A/1 2 CPDLC-A/A/2 48 3 4 CPDLC-A/A/3 CPDLC-A/A/4 16 26 5 CPDLC-A/A/5 138 6 CPDLC-A/A/6 16 32 JUMLAH 130 170 . Trouble Shooting. Block dan circuit diagram.V. Teori penunjang c. Teknik peralatan a. Penggunaan alat ukur. Dokumen Terkait. Praktek a. b. Pengoperasian. Prosedur Pengoperasian . Pemeliharaan Pencegahan . Pemeliharaan Perbaikan. KURIKULUM RATING AHLI : CONTROLLER PILOT DATA LINK COMMUNICATION ( CPDLC) JUMLAH JAM PELAJARAN TEOR PRAKTEK I 24 NO MATA PELAJARAN KODE 1 Teori Umum Peralatan a. Fungsi b. Pemeliharaan a. Teori Rinci b. c. b.

SILABI : RATING AHLI CPDLC (sedang dalam pengembangan) .VI.

ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan sistem CPDLC serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating CPDLC dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan sistem aplikasi CPDLC. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. b. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING CONTROLLER PILOT DATA LINK COMMUNICATION ( CPDLC ) 230 Jam Pelajaran I PENDAHULUAN CPDLC adalah salah satu aplikasi ATN yang digunakan untuk komunikasi antara petugas pemandu lalu lintas udara dengan pilot dengan menggunakan sarana komunikasi data (A/G Communications) dalam rangka pelayanan keselamatan penerbangan. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. III PERSYARATAN : a. KODE: CPDLC -A/KKP Teori : 98 Jam Praktek : 132 Jam . 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Dalam rangka implementasi UU No. sehingga selalu dalam kondisi operasional sesuai standar yang dipersyaratkan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara sistem CPDLC wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan .

e.V. Dokumen Terkait. Teori d. Pengoperasian. d. Fungsi Peralatan b. b. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian . Teori penunjang c. c. Penggunaan alat ukur. KURIKULUM RATING TERAMPIL : CONTROLLER PILOT DATA LINK COMMUNICATION (CPDLC) JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 16 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Pemeliharaan Pencegahan . Teori Operasi dan Blok diagram. Praktek a. c. Praktek CPDLC-A/T/6 8 24 TOTAL 98 132 . Praktek kerja Lapangan KODE CPDLC-A/T//1 2 CPDLC-A/T/2 46 3 4 CPDLC-A/T/3 CPDLC-A/T/4 12 16 5 CPDLC-A/T/5 108 6 Ujian/Evaluasi c. Trouble Shooting. Teori Rinci b. Pemeliharaan Perbaikan. Teknik peralatan a. Pemeliharaan c. d. Analisis sistem Peralatan f. Pemeliharaan Pencegahan .

VI. SILABI : RATING TERAMPIL CPDLC (sedang dalam pengembangan) .

. IV Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi operasional sesuai standar yang dipersyaratkan. KODE: VDL -A/KKP Teori : 130 Jam Praktek : 170 Jam MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas VHF-DL.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING VERY HIGHT FREQUENCY DATA LINK ( VHF-DL ) 300 Jam Pelajaran I PENDAHULUAN VHF-DL adalah pelayanan komunikasi data yang menggunakan peralatan radio komunikasi dengan frekuensi sangat tinggi (Very High Frequency-VHF) antara Petugas ATS dengan Pilot di pesawat udara (A/G Communications) dan merupakan salah satu media jaringan A/G ATN dalam rangka menunjang kelancaran operasional pelayanan keselamatan penerbangan.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan VHF-DL serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. III PERSYARATAN : a. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Dalam rangka implementasi UU No. b. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan VHF-DL wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan . 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating VHF-DL dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating.

Ujian/Evaluasi a. Pemeliharaan pencegahan d.V. Teori b. Pemeliharaan Pencegahan . Penggunaan alat ukur. Dokumen Terkait. Teori penunjang c. c. b. Trouble Shooting. Praktek KODE VDL -A/A/1 2 VDL -A/A/2 48 3 4 VDL -A/A/3 VDL -A/A/4 16 26 5 VDL -A/A/5 138 6 VDL -A/A/6 16 32 JUMLAH 130 170 . KURIKULUM RATING AHLI : VERY HIGHT FREQUENCY DATA LINK ( VHF-DL) JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 24 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Block dan circuit diagram. Prosedur Pengoperasian . Teknik peralatan a. Praktek a. b. Pemeliharaan a. Pengoperasian. Fungsi b. Teori Rinci b. Pemeliharaan Perbaikan.

VI. SILABI : RATING AHLI VHF DL (sedang dalam pengembangan) .

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING VERY HIGHT FREQUENCY DATA LINK ( VHF-DL ) 230 Jam Pelajaran I PENDAHULUAN VHF-DL adalah pelayanan komunikasi data yang menggunakan peralatan radio komunikasi dengan frekuensi sangat tinggi (Very High Frequency-VHF) antara Petugas ATS dengan Pilot di pesawat udara (A/G Communications) dan merupakan salah satu media jaringan A/G ATN dalam rangka menunjang kelancaran operasional pelayanan keselamatan penerbangan. Dalam rangka implementasi UU No. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi operasional sesuai standar yang dipersyaratkan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. b. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas VHF-DL. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating VHF-DL dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. KODE: VDL -A/KKP Teori : 98 Jam Praktek : 132 Jam . III PERSYARATAN : a. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan VHF-DL wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan . yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan VHF-DL serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya.

Pengoperasian. Teknik peralatan a. Fungsi Peralatan b.V. Penggunaan alat ukur. c. Teori d. Pemeliharaan c. Teori penunjang c. b. Pemeliharaan Pencegahan . Teori Operasi dan Blok diagram. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian . Teori Rinci b. c. Pemeliharaan Pencegahan . Praktek kerja Lapangan KODE VDL-A/T//1 2 VDL-A/T/2 46 3 4 VDL -A/T/3 VDL -A/T/4 12 16 5 VDL -A/T/5 108 6 Ujian/Evaluasi c. d. Praktek a. Analisis sistem Peralatan f. d. e. Pemeliharaan Perbaikan. KURIKULUM RATING TERAMPIL : VERY HIGHT FREQUENCY DATA LINK (VHF-DL) JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 16 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Trouble Shooting. Praktek VDL -A/T/6 8 24 TOTAL 98 132 . Dokumen Terkait.

SILABI : RATING TERAMPIL VHF DL (sedang dalam pengembangan) .VI.

maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara sistem ATN wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan . 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. KODE: ATN -A/KKP Teori : 130 Jam Praktek : 170 Jam MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan sistem ATN. b. IV Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating ATN dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi operasional sesuai standar yang dipersyaratkan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. III PERSYARATAN : a. baik untuk komunikasi dengan pesawat (A/G Communications) maupun antar stasiun stasiun lain (Ground to Ground Communications) dalam rangka menunjang kelancaran operasional pelayanan keselamatan penerbangan Dalam rangka implementasi UU No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING AERONAUTICAL TELECOMMUNICATION NETWORK ( ATN ) 300 Jam Pelajaran I PENDAHULUAN ATN adalah jaringan komunikasi yang merupakan rangkaian/kombinasi peralatan yang digunakan untuk komunikasi data penerbangan. .ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan sistem ATN serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya.

Teori b. KURIKULUM RATING AHLI : AERONAUTICAL TELECOMMUNICATION NETWORK (ATN) JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 24 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Penggunaan alat ukur. Pemeliharaan Pencegahan . Pengoperasian. Ujian/Evaluasi a. b. Pemeliharaan Perbaikan. Praktek a. b. Pemeliharaan a. Teknik peralatan a. c. Fungsi b. Block dan circuit diagram. Prosedur Pengoperasian . Trouble Shooting.V. Praktek KODE ATN-A/A/1 2 ATN-A/A/2 48 3 4 ATN-A/A/3 ATN-A/A/4 16 26 5 ATN-A/A/5 138 6 ATN-A/A/6 16 32 JUMLAH 130 170 . Dokumen Terkait. Teori penunjang c. Teori Rinci b. Pemeliharaan pencegahan d.

VI. SILABI : RATING AHLI ATN (sedang dalam pengembangan) .

III PERSYARATAN : a. sehingga selalu dalam kondisi operasional sesuai standar yang dipersyaratkan. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan sistem ATN. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara sistem ATN wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan . II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating ATN dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. KODE: ATN -A/KKP Teori : 98 Jam Praktek : 132 Jam . Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. b.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING AERONAUTICAL TELECOMMUNICATION NETWORK ( ATN ) 230 Jam Pelajaran I PENDAHULUAN ATN adalah jaringan komunikasi yang merupakan rangkaian/kombinasi peralatan yang digunakan untuk komunikasi data penerbangan.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan sistem ATN serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. baik untuk komunikasi dengan pesawat (A/G Communications) maupun antar stasiun stasiun lain (Ground to Ground Communications) dalam rangka menunjang kelancaran operasional pelayanan keselamatan penerbangan Dalam rangka implementasi UU No.

KURIKULUM RATING TERAMPIL : AERONAUTICAL TELECOMMUNICATION NETWORK (ATN) JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 16 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. c. c.V. e. Teori Rinci b. Pemeliharaan Pencegahan . Praktek kerja Lapangan KODE ATN-A/T//1 2 ATN -A/T/2 46 3 4 ATN -A/T/3 ATN -A/T/4 12 16 5 ATN-A/T/5 108 6 Ujian/Evaluasi c. Trouble Shooting. Praktek a. Teknik peralatan a. Teori d. Analisis sistem Peralatan f. b. Pemeliharaan c. d. Pemeliharaan Perbaikan. Teori Operasi dan Blok diagram. Praktek ATN-A/T/6 8 24 TOTAL 98 132 . Pemeliharaan Pencegahan . Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian . Teori penunjang c. Dokumen Terkait. Pengoperasian. Penggunaan alat ukur. Fungsi Peralatan b. d.

VI. SILABI : RATING TERAMPIL ATN (sedang dalam pengembangan) .

. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas AMHS. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating AMHS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. b. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi operasional sesuai standar yang dipersyaratkan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan AMHS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. III PERSYARATAN : a. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan AMHS wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan .DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING AERONAUTICAL MESSAGE HANDLING SYSTEM ( AMHS) 300 Jam Pelajaran I PENDAHULUAN KODE: AMHS -A/KKP Teori : 130 Jam Praktek : 170 Jam AMHS adalah suatu sub jaringan ATN yang merupakan jaringan komunikasi data penerbangan antar stasiun (Ground to Ground Communications) yang berfungsi sebagai network dan switching untuk berbagai alamat dan aplikasi dalam rangka menunjang kelancaran operasional pelayanan keselamatan penerbangan . Dalam rangka implementasi UU No.

Pemeliharaan Pencegahan . Ujian/Evaluasi a. Pemeliharaan a. Praktek KODE AMHS-A/A/1 2 AMHS-A/A/2 48 3 4 AMHS-A/A/3 AMHS-A/A/4 16 26 5 AMHS-A/A/5 138 6 AMHS-A/A/6 16 32 JUMLAH 130 170 . Prosedur Pengoperasian . b.V. Penggunaan alat ukur. Fungsi b. Pengoperasian. Pemeliharaan Perbaikan. Pemeliharaan pencegahan d. Teori penunjang c. Teori b. Trouble Shooting. Teknik peralatan a. Dokumen Terkait. b. Praktek a. c. Teori Rinci b. KURIKULUM RATING AHLI : AERONAUTICAL MESSAGE HANDLING SYSTEM (AMHS) JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 24 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Block dan circuit diagram.

SILABI : RATING AHLI AMHS (sedang dalam pengembangan) .VI.

b. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan AMHS wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan . sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi operasional sesuai standar yang dipersyaratkan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING AERONAUTICAL MESSAGE HANDLING SYSTEM ( AMHS ) 230 Jam Pelajaran KODE: AMHS -A/KKP Teori : 98 Jam Praktek : 132 Jam I PENDAHULUAN AMHS adalah suatu sub jaringan ATN yang merupakan jaringan komunikasi data penerbangan antar stasiun (Ground to Ground Communication) yang berfungsi sebagai network dan switching untuk berbagai alamat dan aplikasi dalam rangka menunjang kelancaran operasional pelayanan keselamatan penerbangan . III PERSYARATAN : a. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas AMHS. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating AMHS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Dalam rangka implementasi UU No. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan AMHS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. . 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating.

Fungsi Peralatan b. Pemeliharaan Perbaikan. b. Teori penunjang c. Trouble Shooting. Dokumen Terkait. c. Teori Rinci b. Penggunaan alat ukur. Pemeliharaan Pencegahan . Teknik peralatan a. Praktek a. Praktek AMHS-A/T/6 8 24 TOTAL 98 132 . Teori d.V. e. Pengoperasian. Pemeliharaan c. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian . d. Teori Operasi dan Blok diagram. KURIKULUM RATING TERAMPIL : AERONAUTICAL MESSAGE HANDLING SYSTEM (AMHS) JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 16 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. d. Pemeliharaan Pencegahan . Analisis sistem Peralatan f. c. Praktek kerja Lapangan KODE AMHS -A/T//1 2 AMHS-A/T/2 46 3 4 AMHS-A/T/3 AMHS -A/T/4 12 16 5 AMHS -A/T/5 108 6 Ujian/Evaluasi c.

SILABI : RATING TERAMPIL AMHS (sedang dalam pengembangan) .VI.

03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan IRCMS perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas IRCMS sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. III. Navigasi dan Listrik) guna menunjang efektifitas dan efisiensi ( kelancaran ) dalam operasional pelayanan keselamatan penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating IRCMS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. . Dalam rangka implementasi UU No. KODE: IRCMS-A/KKP Teori : 120 Jam Praktek : 168 Jam PENDAHULUAN Integrated Remote Control and Monitoring System ( IRCMS ) adalah suatu peralatan yang digunakan untuk pengendalian dan pemantauan secara terintegrasi peralatan-peralatan penunjang keselamatan penerbangan (Telekomunikasi. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan IRCMS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. PERSYARATAN : a. II.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING INTEGRATED REMOTE CONTROL AND MONITORING SYSTEM 288 Jam Pelajaran I. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. IV. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No.

Dokumen Terkait Teknik peralatan a. b. c. KURIKULUM RATING AHLI IRCMS JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 24 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Penggunaan Alat Ukur. Pemeliharaan Pencegahan . Praktek IRCMS-A/A /6 8 24 . Teori penunjang. Trouble Shooting e. Perencanaan instalasi Prosedur Pengoperasian . Teori Rinci.V. KODE IRCMS-A/A /1 2 IRCMS-A/A /2 48 3 4 IRCMS-A/A /3 IRCMS-A/A /4 16 24 5 Praktek a. Pemeliharaan Pencegahan b. Pemeliharaan a. b.Peralatan. Pemeliharaan Perbaikan. Analisa sistem IRCMS-A/A /5 144 6 Ujian/Evaluasi a. c. Blok diagram. Teori b. Fungsi. c. Pengoperasian. d. b.

8 8 8 . .Mode Komunikasi. Ø Sistem monitoring • Sistem Software meliputi . Teori rinci peralatan. Blok diagram.Komunikasi Data .Media Komunikasi . Ø Sistem server. Ø Interface. Ø Supervisory. Ø Flowchart/Diagram alur perangkat Lunak • Management Operasi IRCMS. Dokumen terkait TUJUAN Agar peserta memahami dasar teknis Peralatan IRCMS. Teori Penunjang.VI. POKOK BAHASAN • Fungsi /kegunaan peralatan. • Teori penunjang . c.Protocol . • Dokumen terkait • Teori Operasi dan Blok diagram. Ø Jaringan. • Rencana Instalasi T 4 16 P PENGAJAR DAFTAR PUSTAK A 4 16 8 2 Teknik peralatan a. Fungsi b. Agar peserta memahami sistem peralatan .Jaringan . • Sistem hardware meliputi . a. b. Ø Terminal.Perangkat Komunikasi . Ø Operating System. SILABI : RATING AHLI INTEGRATED REMOTE CONTROL AND MONITORING SYSTEM ( IRCMS ) JAMPEL NO MATA PELAJARAN ( TOPIK ) 1 Teori umum peralatan .

jaringan. Ø Create Line dan Setting Ø Parameter line • Pengoperasian terminal meliputi Ø Interkoneksi. Pemeliharaan perbaikan Agar peserta mema hami konsep pemeli haraan dan perbaikan sistem peralatan sesuai dengan standar • Pemeliharaan Pencegahan Ø Pemeliharaan berkala Ø Performance Check • Pemeliharaan Perbaikan meliputi .line interface) • Perbaikan software. Ø Menghidupkan Ø Setting Parameter Ø Mematikan 4 8 4 4 Pemeliharaan a.terminal. Ø Menghidupkan Ø Mematikan Ø Change over. • Pengoperasian secara software meliputi. Sistem hardware ( Sistem server. Ø Mematikan Ø Change Over. b.3 Prosedur pengoperasian Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian peralatan secara benar • Pengoperasian secara hardware meliputi . Ø Mnghidupkan / restart. Ø Rekonfigurasi Ø Reinstalasi 4 8 12 .Pemeliharaan pencegahan. Ø Status System Ø Status Line. Ø Interkoneksi Sistem dan peripheral .Supervisory.

Penggunaan alat ukur c. Trouble shooting • • • • Praktek pengoperasian. • Praktek Kerja lapangan 16 24 24 48 32 6 Ujian/Evaluasi a. b. Praktek pemeliharaan peralatan. Pengoperasian.5 Praktek a. Teori b. Praktek • Ujian Teori • Ujian Praktek 8 24 . Trouble shooting dan analisis sistem peralatan. Pemeliharaan pencegahan d. Praktek penggunaan Alat Ukur.

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING INTEGRATED REMOTE CONTROL AND MONITORING SYSTEM ( IRCMS ) 210 Jam Pelajaran I. PERSYARATAN : a. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan IRCMS perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan terampil yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating IRCMS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Navigasi dan Listrik) guna menunjang efektifitas dan efisiensi ( kelancaran )dalam operasional pelayanan keselamatan penerbangan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. IV. III.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan IRCMS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Dalam rangka implementasi UU No. KODE: IRCMS-A/KKP Teori : 82 Jam Praktek : 128Jam . SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. II. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. PENDAHULUAN Integrated Remote Control and Monitoring System ( IRCMS ) adalah suatu peralatan yang digunakan untuk pengendalian dan pemantauan secara terintegrasi peralatanperalatan penunjang keselamatan penerbangan (Telekomunikasi. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas IRCMS.

V. Pemeliharaan Pencegahan . Teori Rinci b. b. Dokumen Terkait KODE IRCMS-A/T /1 2 Teknik peralatan a. KURIKULUM RATING TERAMPIL IRCMS JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 16 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Trouble Shooting Ujian/Evaluasi a. Pemeliharaan Perbaikan. Fungsi . Pemeliharaan a. d. Teori b. IRCMS-A/T /2 32 3 4 Prosedur Pengoperasian . Penggunaan Alat Ukur c. Praktek IRCMS-A/T /5 106 6 IRCMS-A/T /6 8 24 . IRCMS-A/T /3 IRCMS-A/T /4 8 16 5 Praktek a. Pengoperasian. b. b. Teori penunjang c. Pemeliharaan Pencegahan . Blok diagram.

VI. • Dokumen terkait • Teori Operasi dan Blok diagram. • Sistem hardware meliputi . Fungsi b. Ø Terminal.Perangkat Komunikasi . Ø Supervisory. • Teori penunjang .. Ø Sistem server.Media Komunikasi . Ø Jaringan. b. a.Protocol . Agar peserta memahami sistem peralatan . c.Jaringan . Dokumen terkait TUJUAN Agar peserta memahami dasar teknis Peralatan IRCMS. Blok diagram. SILABI : RATING TERAMPIL INTEGRATED REMOTE CONTROL AND MONITORING SYSTEM ( IRCMS ) JAMPEL NO MATA PELAJARAN ( TOPIK ) 1 Teori umum peralatan . POKOK BAHASAN • Fungsi /kegunaan peralatan. Teori Penunjang. 8 8 . Ø Sistem monitoring • Sistem Software meliputi . Teori rinci peralatan. Ø Operating System.Mode Komunikasi. Ø Flowchart/Diagram alur perangkat lunak • Management Operasi IRCMS T 4 10 P PENGAJAR DAFTAR PUSTAK A 2 8 8 2 Teknik peralatan a.Komunikasi Data . Ø Interface. .

Ø Mnghidupkan / restart. Ø Menghidupkan Ø Setting Parameter Ø Mematikan 4 4 2 . Ø Menghidupkan Ø Mematikan Ø Change over. Ø Mematikan Ø Change Over. Ø Interkoneksi. Ø Create Line dan Setting Ø Parameter line • Pengoperasian terminal meliputi . Ø Interkoneksi Sistem dan peripheral . • Pengoperasian secara software meliputi. Ø Status System Ø Status Line.3 Prosedur pengoperasian Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian peralatan secara benar • Pengoperasian secara hardware meliputi .

b.Pemeliharaan pencegahan.line interface) • Perbaikan software. Teori b.Supervisory. Pemeliharaan perbaikan Agar peserta mema hami konsep pemeli haraan dan perbaikan sistem peralatan sesuai dengan standar • Pemeliharaan Pencegahan Ø Pemeliharaan berkala Ø Performance Check • Pemeliharaan Perbaikan meliputi . Trouble Shooting. jaringan.4 Pemeliharaan a. Praktek 8 16 8 32 16 • Ujian Teori • Ujian Praktek 8 24 . Praktek pemeliharaan peralatan. Penggunaan alat ukur c. Ø Rekonfigurasi Ø Reinstalasi • • • • • Praktek pengoperasian. Praktek Kerja Lapangan 4 8 4 5 6 Praktek a. Pengoperasian. Trouble shooting Ujian/Evaluas a. Praktek penggunaan Alat Ukur. Pemeliharaan pencegahan d.terminal. b. Sistem hardware ( Sistem server.

Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. . Dalam rangka implementasi UU No. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating VHF A/G dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. b.95MHz.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan VHF A/G serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. III PERSYARATAN : a. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas VHF-A/G. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING VERY HIGH FREQUENCY AIR GROUND COMMUNICATION ( VHF A/G ) 216 Jam Pelajaran I KODE: VHF AG-B/KKP Teori : 88 Jam Praktek : 128 Jam PENDAHULUAN Very High Frequency Air Ground Communication ( VHF A/G ) adalah peralatan komunikasi penerbangan yang berfungsi sebagai sarana komunikasi antara Controller /Petugas PLLU dengan pilott dalam rangka pelayanan keselamatan penerbangan dengan menggunakan frekuensi Aeronautical Band antara 118MHz – 136. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan VHF A/G wajib mengikuti pendidIkan dan pelatihan .

Praktek KODE VHFAG-B/A/1 2 VHFAG-B/A/2 40 3 4 VHFAG-B/A/3 VHFAG-B/A/4 12 16 5 VHFAG-B/A/5 104 6 VHFAG-B/A/6 8 24 . c. Praktek Kerja lapangan Ujian/Evaluasi a. Analisis sistem Peralatan d. Dokumen Terkait. KURIKULUM RATING AHLI VHF A/G JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 12 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. b. b. Teori Rinci b. Pengoperasian. Teknik peralatan a. Fungsi Peralatan b.. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian .Teori. Pemeliharaan Perbaikan. b. Teori penunjang c. Trouble Shooting. Penggunaan alat ukur. c. Praktek a. Pemeliharaan Pencegahan . c. Teori Operasi dan Blok diagram. d.V. Pemeliharaan Pencegahan . Pemeliharaan a.

Ø AFS. Blok diagram dan circuit diagram meliputi . PENGAJAR T 2 8 P DAFTAR PUSTAKA . .Teori rinci peralatan. SILABI : RATING AHLI VHF A/G JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN ( TOPIK ) Teori Umum Peralatan a. Agar peserta mengerti dan memahami system peralatan 8 8 . Ø Frequency Band. c. Ø Teori Propagasi Gelombang elektro magnet. yang meliputi . Ø Komunikasi Radio Penerbangan. Teori Penunjang. Fungsi . b.VI. c. Rencana Instalasi. .ATS Planning System Manual ( Doc 9426 – AN/924 ). Ø RF Power Amplifier. Procedure.Annex 10 Volume III Communication. a. Ø Tower set Ø VHF ER Ø Transceiver • Prinsip kerja Pemancar.Buku petunjuk pengoperasian & pemeliharaan peralatan VHF A/G . b. Ø Karakteristik lapisan udara • Dokumen terkait • Teori Operasi . Ø AMS. • Teori penunjang yang meliputi . Dokumen terkait TUJUAN Agar peserta mengerti dan memahami dasar teknis Peralatan POKOK BAHASAN • Fungsi / kegunaan peralatan . Ø Synthesizer Ø Modulator. Blok Diagram. 2 2 Teknik Peralatan.

• Rencana kerja instalasi 4 4 2 4 . Ø Synthesizer ØRF Amplifier ØMixer dan IF amplifier ØAudio amplifier. • Prinsip kerja VHF Portable. Ø Echo Supression. • Prinsip kerja Console Desk yang meliputi . • Prinsip kerja Recorder yang meliputi . • Prinsip kerja Penerima yang meliputi . Ø Konfigurasi Ø Media Transmisi. 8 2 Ø Switching system Ø Meteo display & sensor. • Prinsip kerja VHF – ER yang meliputi . Ø Record System Ø Control System Ø Play Back system Ø Audio Interface.Ø Antenna & change over unit. Ø Interkoneksi.

Ø Penerima. pengoperasian dan Ø VHF-ER.Praktek pengoperasian keahlian dalam yang meliputi . Pengoperasian VHFER 12 4 Pemeliharaan. Pengoperasian Console Desk. Ø Pemeliharaan haraan dan perbaikan berkala sistem peralatan sesuai Ø Performance Check dengan standar Pemeliharaan perbaikan meliputi . Pengoperasian Recorder. Trouble Shooting 8 16 . Pengoperasian b.Counter. Ø Audio/Rf Generator. Pemeliharaan pencegahan.3 Prosedur Pengoperasian Agar peserta menger-ti dan memahami prosedur pengoperasian peralatan secara benar • • • • • Pengoperasian pemancar. dan trouble shooting Ø AVO Meter. a. a. Pemeliharaan perbaikan Agar peserta mema Pemeliharaan pencegahan hami konsep pemeli meliputi. Ø Tower Set. mampu untuk Ø Recorder melaksanakan pemeliharaan system • Penggunaan alat ukur yang meliputi . Ø Pemancar. Pengoperasian Penerima. Pemeliharaan pencegahan b. Ø Recorder Agar peserta memiliki . Ø Power Meter 4 12 5 Praktek . d.Freq. Penggunaan Alat Ukur c. Ø VHF-ER. Ø Osciloscope Ø .

Ø Pemancar. • Praktek kerja lapangan • • Ujian teri.• Pemeliharaan pencegahan meliputi . Ø VHF-ER. Untuk mengevaluasi sejauh mana kemampuan peserta. Ø Recorder. 24 . Ø Console Desk. Ø Analisa kerusakan . a. .Praktek. Ujian Praktek 8 24 32 24 6 Ujian/Evaluasi . Ø Penerima. • Trouble shooting meliputi . Ø Analisa kerusakan modul. Ø Interkoneksi. Ø Analisa kerusakan sistem. b.Teori.

Dalam rangka implementasi UU No.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan VHF A/G serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. . c. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating VHF A/G dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas VHF-A/G. III PERSYARATAN : b.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING VERY HIGH FREQUENCY AIR GROUND COMMUNICATION ( VHF A/G ) 150 Jam Pelajaran I PENDAHULUAN KODE: VHF AG-B/KKP Teori : 60 Jam Praktek : 90 Jam Very High Frequency Air Ground Communication ( VHF A/G ) adalah peralatan komunikasi Penerbangan yang berfungsi sebagai sarana komunikasi antara Controller /Petugas PLLU dengan Pesawat dalam rangka pelayanan keselamatan penerbangan dengan menggunakan frekwensi Aeronautical Band antara 118MHz – 136. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.95MHz. IV Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan VHF A/G wajib mengikuti pendidIkan dan pelatihan .

Pemeliharaan Pencegahan . Blok diagram.V. Fungsi c. Teori b. KURIKULUM RATING TERAMPIL VHF A/G JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 12 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan b. Praktek b. Teori Rinci Peralatan c. e. Pengoperasian. Dokumen Terkait. Trouble Shooting. d. f. c. Pemeliharaan e. Pemeliharaan Pencegahan . Praktek kerja lapangan Ujian/Evaluasi a. f. Penggunaan alat ukur. Pemeliharaan Perbaikan. Teori penunjang c. Praktek KODE VHFAG-B/T /1 2 VHFAG-B/T /2 20 3 4 VHFAG-B/T /3 VHFAG-B/T /4 8 12 5 VHFAG-B/T /5 76 6 VHFAG-B/T /6 8 16 . Teknik peralatan b. Prosedur Pengoperasian .

b. Ø AMS.Teori rinci peralatan. Fungsi . Blok Diagram. Ø Tower set Ø VHF ER Ø Transceiver • Prinsip kerja Pemancar. c. Blok diagram dan circuit diagram meliputi . • Teori penunjang yang meliputi . PENGAJAR T 4 6 P DAFTAR PUSTAKA . Agar peserta mengerti dan memahami system peralatan 4 2 . Ø AFS. Teori Penunjang.VI. Ø Komunikasi Radio Penerbangan. b.Buku petunjuk pengoperasian & pemeliharaan peralatan VHF A/G . Ø Synthesizer Ø Modulator. SILABI : RATING TERAMPIL VHF A/G JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN ( TOPIK ) Teori Umum Peralatan a. 2 2 Teknik Peralatan. a. Ø Teori Propagasi Gelombang elektro magnet.ATS Planning System Manual ( Doc 9426 – AN/924 ). Procedure. Ø Karakteristik lapisan udara • Dokumen terkait • Teori Operasi . yang meliputi . Ø Frequency Band. .Annex 10 Volume III Communication. Dokumen terkait TUJUAN Agar peserta mengerti dan memahami dasar teknis Peralatan POKOK BAHASAN • Fungsi / kegunaan peralatan . . Ø RF Power Amplifier.

4 Prinsip kerja VHF – ER yang meliputi . Ø Echo Supression. • Prinsip kerja Console Desk yang meliputi . 2 4 Ø Switching system Ø Meteo display & sensor. Ø Konfigurasi Ø Media Transmisi. 2 • 2 . Prinsip kerja VHF Portable. • Ø Ø Ø Ø • Prinsip kerja Recorder yang meliputi . Ø Synthesizer ØRF Amplifier ØMixer dan IF amplifier ØAudio amplifier.Ø Antenna & change over unit. Ø Interkoneksi. Record System Control System Play Back system Audio Interface. • Prinsip kerja Penerima yang meliputi .

Ø Performance Check. Penggunaan Alat Ukur c. Ø VHF-ER. Ø Recorder.Praktek pengoperasian yang meliputi . Pengoperasian b. Ø AVO Meter. a. Pemeliharaan pencegahan b. a. Pemeliharaan perbaikan • Pemeliharaan pencegahan meliputi . d. Ø Pemancar. Ø Recorder • Penggunaan alat ukur yang meliputi . Ø Pemeliharaan berkala . Ø Pemancar. Ø Console Desk. Ø Penerima. Pemeliharaan pencegahan. • Perbaikan peralatan meliputi .3 Prosedur Pengoperasian Agar peserta menger-ti dan memahami prosedur pengoper asian peralatan secara benar Agar peserta mema hami konsep pemeli haraan dan perbaikan sistem peralatan sesuai dengan standar • Pengoperasian . 4 8 5 Praktek . Ø Penerima. Trouble Shooting Agar peserta memiliki keahlian dalam pengoperasian dan mampu untuk melaksanakan pemeliharaan system dan trouble shooting 6 16 .Frequency Counter. Ø Tower Set. Ø Audio/RF Generator Ø Power meter. Ø VHF-ER 8 4. Ø Recorder • . Ø VHF-ER. Ø Osciloscope Ø . Pemeliharaan.

Teori. Ø Pemancar. • Pemeliharaan pencegahan meliputi . Ø Analisa kerusakan modul.. Ø Penerima. Ø VHF-ER. • Trouble shooting meliputi . Ø Console Desk.Praktek. b. Untuk mengevaluasi sejauh mana kemampuan peserta. • Praktek kerja lapangan • • 16 16 24 6 Ujian/Evaluasi . Ø Analisa kerusakan . a. Ø Recorder. Ujian Praktek 8 16 . Ujian teori. Ø Interkoneksi.

.3 4 c. 4 5 16 16 .a 4 4 e.

IV Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan ATIS wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan . serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Dalam rangka implementasi UU No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING AERODROME TERMINAL INFORMATION SYSTEM ( ATIS ) 208 Jam Pelajaran I PENDAHULUAN KODE: ATIS-B/KKP Teori : 84 Jam Praktek : 124 Jam Aerodrome Terminal Information System ( ATIS ) adalah peralatan yang digunakan untuk memancarkan informasi keadaan cuaca maupun kondisi bandara melauli pemancar yang bekerja pada frekwensi VHF yang dipancarkan secara periodic. b. . II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating ATIS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ATIS. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan ATIS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. III PERSYARATAN : a. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Sedangkan DATIS adalah informasi yang diberikan berupa data atau suara yang terintegrasi melalui fasiltas digital link. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating.

KURIKULUM RATING AHLI ATIS JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 12 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a.V. Trouble Shooting. d. Analisis sistem Peralatan KODE ATIS-B/A /1 2 ATIS-B/A /2 32 3 4 ATIS-B/A /3 ATIS-B/A /4 12 20 5 ATIS-B/A /5 100 6 Ujian/Evaluasi a. b. Pengoperasian. Pemeliharaan Pencegahan . Teori Rinci Peralatan. Pemeliharaan Perbaikan. b. Teori. Teori penunjang c. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian . b. Pemeliharaan Pencegahan . Blok diagram. c. Praktek ATIS/B/A/KKP/6 8 24 . e. Praktek a. Penggunaan alat ukur. b. Fungsi . Teknik peralatan a. b. Pemeliharaan a. Dokumen Terkait. c.

Pengoperasian Console. Ø Pemancar dan penerima Ø konfigurasi sistem • Prinsip Kerja Pemancar Ø Synthesizer. ( AFS. Teori Penunjang c. Dokumen terkait TUJUAN Agar peserta mengerti dan memahami fungsi serta dasar teknis peralatan POKOK BAHASAN • Fungsi/kegunaan peralatan. Ø RF Power Amplifier. 4 4 8 . Ø Modulator. Ø Antenna & change over unit • Prinsip kerja console .VI. SILABI : RATING AHLI ATIS JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN ( TOPIK ) Teori Umum a.Rencana Instalasi Agar peserta mengerti.Audio/data Interface.AMS ).Prinsip kerja peralatan c. Ø Komunikasi Radio Penerbangan. • Teori penunjang meliputi. Fungsi Peralatan b. a. Pengoperasian pemancar b. Teori Operasi dan Blok Diagram b.Control System . . Ø Komunikasi data • Dokumen terkait • Teori Operasi dan Blok diagram.Play Back system . memahami. T 2 8 P PENGAJAR DAFTAR PUSTAKA 2 12 2 Detail Teknik Peralatan a. dan mampu mengoperasikan serta melaksanakan pemeliha raan sistem peralatan 8 8 . • Rencana instalasi 3 Prosedur Pengoperasian peralatan Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian.

Sedangkan DATIS adalah informasi yang diberikan berupa data atau suara yang terintegrasi melalui fasiltas digital link.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING AERODROME TERMINAL INFORMATION SYSTEM (ATIS) 142 Jam Pelajaran I PENDAHULUAN KODE: ATIS -B/KKP Teori : 56 Jam Praktek : 86 Jam Aerodrome Terminal Information System ( ATIS ) adalah peralatan yang digunakan untuk memancarkan informasi keadaan cuaca maupun kondisi bandara melauli pemancar yang bekerja pada frekwensi VHF yang dipancarkan secara periodic. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. IV Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ATIS. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan ATIS wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan . 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. . c. III PERSYARATAN : b. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating ATIS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. Dalam rangka implementasi UU No.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan ATIS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No.

d. Fungsi c. c. Trouble Shooting Ujian/Evaluasi b. Penggunaan alat ukur. c. Pemeliharaan Pencegahan . Praktek ATIS-B/T /5 86 ATIS-B/T /6 8 16 .V. Teknik peralatan b. Teori c. KURIKULUM RATING TERAMPIL ATIS JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 12 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan b. Teori penunjang c. Prosedur Pengoperasian . KODE ATIS-B/T /1 2 ATIS-B/T/ 2 20 3 4 ATIS-B/T /3 ATIS-B/T /4 8 8 5 6 Praktek b. Teori Rinci Peralatan c. Block diagram. d. Pemeliharaan Perbaikan. Pemeliharaan Pencegahan . Dokumen Terkait. Pengoperasian. Pemeliharaan b.

VI. SILABI : RATING TERAMPIL ATIS JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN ( TOPIK ) Teori Umum a. Teori Penunjang c. Ø Komunikasi Radio Penerbangan ( AFS.Antenna & change over unit • Prinsip kerja console PENGAJAR T 4 6 P DAFTAR PUSTAKA 2 8 4 .Prinsip kerja peralatan Agar peserta mengerti. Ø Pemancar dan penerima Ø konfigurasi sistem • Prinsip Kerja Pemancar .Control System . 8 . Dokumen terkait TUJUAN Agar peserta mengerti dan memahami fungsi serta dasar teknis peralatan POKOK BAHASAN • Fungsi/kegunaan peralatan. Teori Operasi dan Blok Diagram b.RF Power Amplifier .Synthesizer . memahami. Fungsi Peralatan b. • Teori penunjang meliputi.Audio/data Interface. dan mampu mengoperasikan serta melaksanakan pemeliha raan sistem peralatan • Teori Operasi dan Blok diagram. AMS ).Play Back system . Ø Komunikasi data • Dokumen terkait 2 Detail Teknik Peralatan a.Modulator .

pemeliharaan pencegahan b. .Performance check. Analisis Sistem Peralatan Agar peserta dapat mema hami dan mampu untuk me laksanakan pengoperasian dan pemeliharaan system 8 16 8 24 24 8 16 6 Ujian/Evaluasi a. • Penggunaan alat ukur . 2 6 4 Sistem pemeliharaan.Frequency Counter. . 2 6 5 Praktek.Osciloscope .3 Prosedur Pengoperasian peralatan Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian.AVO Meter . . Untuk mengetahui kemampuan peserta .Audio/Rf Generator. . . Pengoperasian pemancar b.Pemancar . a. Pengoperasian b. Trouble Shooting e.Console ATIS • Pengoperasian peralatan. Pemeliharaan pencegahan. Teori. Penggunaan Alat Ukur. . a. Pengoperasian Console. • Pemeliharaan pencegahan • Trouble shootingdan analisis sistem • Praktek Kerja • • Ujian teori Ujian Praktek. • Pemeliharaan Perbaikan meliputi . b. c.Power Meter. Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan ATIS sesuai dengan standar a. Pemeliharaan perbaikan • Pemeliharaan Pencegahan meliputi . Praktek. d.Pemeliharaan berkala .

Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Dalam rangka implementasi UU No. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. PENDAHULUAN HF Air Ground Communication ( RDARA/MWARA ) adalah suatu peralatan yang berfungsi sebagai komunikasi antar Pilot dengan personil Bantuan Operasi penerbangan dengan menggunakan frequency tinggi. MWARA power outputnya sampai dengan 5 KW dioperasikan untuk mendukung komunikasi penerbangan Internasional . II. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : KODE: HF AG-B/KKP Teori : 80 Jam Praktek : 128 Jam Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas HF A/G ( RDARA/MWARA ). sedangkan RDARA power outputnya sampai dengan 1KW dan dioperasikan untuk mendukung komunikasi penerbangan domestik. IV.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan HF Air Ground communication RDARA/MWARA serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. PERSYARATAN : a. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating HF Air Ground communication (RDARA/MWARA) dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING HF AIR GROUND COMMUNICATION 208 Jam Pelajaran I. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. III. . Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan HF Air Ground communication (RDARA/MWARA) perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. Antara MWARA dan RDARA pada prinsipnya sama hanya dibedakan pada power output dan fungsi operasionalnya.. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.

Pemeliharaan a. Trouble Shooting Ujian/Evaluasi a. b. Praktek a. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian . Teori penunjang c. Pemeliharaan Perbaikan. c. Praktek HFAG-B/A/1 2 HFAG-B/A/2 40 3 4 HFAG-B/A/3 HFAG-B/A/4 8 12 5 HFAG-B/A/5 106 8 16 16 30 6 HFAG-B/A/6 8 24 . Teori b. Fungsi b.V. Teori Rinci Peralatan b. c. KURIKULUM RATING AHLI HF A/G NO MATA PELAJARAN KODE JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 12 1 Teori Umum Peralatan a. Dokumen Terkait. d. Pengoperasian. Pemeliharaan Pencegahan . b. Blok diagram. Pemeliharaan Pencegahan . Penggunaan alat ukur. Teknik peralatan a.

Ø Karakteristik lapisan udara. b. Ø Komunikasi Radio Penerbangan. Teori rinci peralatan. c. a. • Rencana instalasi 3 Prosedur pengoperasian Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian peralatan secara benar • • • • Pengoperasian pemancar Pengoperasian penerima Pengopersian remote control dan console desk. a.VI. • Prinsip kerja console Desk. SILABI : RATING AHLI HF-AG ( RDARA/MWARA ) JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN (TOPIK ) Teori Umum Peralatan.blok diagram dan circuit diagram. dan remote control. • Prinsip Kerja Pemancar . • Dokumen terkait • Teori Operasi . b. Blok diagram. Fungsi. T 2 8 P PEN DAFTAR GAJ PUSTAKA AR • Annex 10 • ATS Planning Manual • Buku petunjuk pengoperasi an dan pemeliharaa n peralatan 2 16 4 8 8 4 2 Teknik Peralatan. • Teori penunjang . Ø Teori Propagasi. c.. Rencana instalasi Agar peserta memahami sistem peralatan • Prinsip kerja Penerima dan multi coupler . Dokumen terkait TUJUAN Agar peserta memahami dasar teknis peralatan. Selective call 2 2 2 2 . POKOK BAHASAN • Fungsi /kegunaan Peralatan . Ø Anenna dan media transmisi. Teori penunjang.

• Penggunaan alat ukur • Trouble shootingdan pemeliharan pencegahan. Pengoperasian. Praktek Agar peserta memiliki keahlian dalam pengoperasian dan mampu untuk melaksanakan pemeliharaan system dan trouble shooting • Praktek kerja pemancar. • Praktek kerja penerima. b. Penggunaan alat ukur.4 Pemeliharaan a. • Pemeliharaan pencegahan meliputi . Pemeliharaan perbaikan Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan sesuai standar. Pemeliharaan pencegahan d. 8 24 .Teori. pemeliharaan pencegahan b. Ø Pemeliharaan berkala . Ø Performance check. • Pemeliharaan perbaikan 4 8 12 12 16 40 24 5 Praktek a. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. b. • Praktek kerja lapangan 6 Untuk mengevaluasi sejauh mana kemampuan peserta. c.

MANFAAT YANG DIHARAPKAN : KODE: HF AG-B/KKP Teori : 58 Jam Praktek : 72 Jam Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas HF A/G ( RDARA/MWARA ). sedangkan RDARA power outputnya sampai dengan 1KW dan dioperasikan untuk mendukung komunikasi penerbangan domestik. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Dalam rangka implementasi UU No. III. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan terampil yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating HF Air Ground communication (RDARA/MWARA) dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. . MWARA power outputnya sampai dengan 5 KW dioperasikan untuk mendukung komunikasi penerbangan Internasional . SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan HF Air Ground communication RDARA/MWARA serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Antara MWARA dan RDARA pada prinsipnya sama hanya dibedakan pada power output dan fungsi operasionalnya. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. IV. PERSYARATAN : a. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING HF AIR GROUND COMMUNICATION 130 Jam Pelajaran I. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan HF Air Ground communication (RDARA/MWARA) perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. PENDAHULUAN HF Air Ground Communication ( RDARA/MWARA ) adalah suatu peralatan yang berfungsi sebagai komunikasi antar Pilot dengan personil Bantuan Operasi penerbangan dengan menggunakan frequency tinggi. II.

Dokumen Terkait. Praktek kerja lapangan Ujian/Evaluasi a. Fungsi d. Teori Rinci Peralatan. Blok diagram. Praktek HFAG-B/T/5 56 HFAG-B/T/6 4 16 . d. Teori penunjang c. Pengoperasian. Pemeliharaan Perbaikan. Teori c. Prosedur Pengoperasian . KODE HFAG-B/T/1 2 HFAG-B/T/2 2 24 3 4 HFAG-B/T/3 HFAG-B/T/4 8 10 5 6 Praktek a. e. b.V. Trouble Shooting. Penggunaan alat ukur. c. Pemeliharaan Pencegahan . b. Teknik peralatan a. Pemeliharaan a. b. Pemeliharaan Pencegahan . KURIKULUM RATING TERAMPIL HF A/G JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 12 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan c.

2 8 P PEN GAJ AR DAFTAR PUSTAKA • • • Annex 10 ATS Planning Manual Buku petunjuk pengoperasi an dan pemeliharaa n peralatan 2 4 4 6 6 4 2 Teknik Peralatan. Teori Penunjang c.VI. Ø Anenna dan media transmisi. a. Dokumen Terkait TUJUAN POKOK BAHASAN • Fungsi /kegunaan Peralatan . Fungsi. • Prinsip kerja console Desk. • Dokumen terkait • Teori rinci dan blok diagram. Teori rinci peralatan. SILABI : RATING TERAMPIL HF-AG ( RDARA/MWARA ) NO MATA PELAJARAN ( TOPIK ) 1 Teori Umum Peralatan. Ø Karakteristik lapisan udara. b. • Prinsip kerja recorder 3 Prosedur pengoperasian • • • • Pengoperasian pemancar Pengoperasian penerima Pengopersian remote control dan console desk. Blok diagram Agar peserta memahami sistem peralatan • Prinsip kerja Penerima dan multi coupler . b. Ø Komunikasi Radio Penerbangan.. Selective call 2 2 2 2 . dan remote control. Ø Teori Propagasi. • Prinsip Kerja Pemancar . JAMPEL T Agar peserta memahami dasar teknis Peralatan . • Teori penunjang . a.

• Praktek penerima • Penggunaan alat ukur • Praktek kerja lapangan • Trouble shooting 2 8 4 4 16 16 16 5 6 4 16 .Teori. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. b.4 Pemeliharaan a. Pemeliharaan pencegahan d. c. Ø Pemeliharaan berkala Ø Performance Check. b. Penggunaan alat ukur. • Pemeliharaan perbaikan • Praktek pemancar. Pemeliharaan perbaikan Praktek a. Praktek Agar peserta mema hami konsep pemeli haraan dan perbaikan sistem peralatan sesuai dengan standar • Pemeliharaan pencegahan meliputi. pemeliharaan pencegahan b. Pengoperasian.

Pemeliharaan pencegahan. . • Praktek Kerja Lapangan • • Ujian teori Ujian Praktek. a.Performance check. . • Penggunaan alat ukur . Pemeliharaan perbaikan Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan ATIS sesuai dengan standar 5 Praktek. . Praktek. pemeliharaan pencegahan b. Analisis Sistem Peralatan Agar peserta dapat mema hami dan mampu untuk me laksanakan pengoperasian dan pemeliharaan system • Pemeliharaan Pencegahan meliputi .4 Sistem pemeliharaan. b. Teori. .Frequency Counter. 4 16 8 16 16 36 24 8 24 6 Ujian/Evaluasi a. . • Pemeliharaan pencegahan • Analisa sistem dan trouble shooting. Penggunaan Alat Ukur. Trouble Shooting e.Pemancar .AVO Meter . Pengoperasian b.Osciloscope . .Power Meter.Audio/Rf Generator. c. a.Console ATIS • Pengoperasian peralatan.Pemeliharaan berkala . Untuk mengetahui kemampuan peserta . • Pemeliharaan Perbaikan meliputi . d.

MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating VSAT dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. PERSYARATAN : a. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. KODE: VSAT-B/KKP Teori : Praktek : 84 Jam 124 Jam PENDAHULUAN Very Small Aperture Terminal ( VSAT ) adalah suatu peralatan yang digunakan sebagai media transmisi melalui satelit untuk komunikasi baik suara maupun data antara bandar maupun unit operasi dalam suatu Bandara atau pusat pengendali dengan lokasi peralatan diluar bandara. II. Dalam rangka implementasi UU No. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan VSAT serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas VSAT. . IV. III. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING VERY SMALL APERTURE TERMINAL ( VSAT ) 208 Jam Pelajaran I. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan VSAT perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut.

Pemeliharaan Perbaikan. Pemeliharaan a. KURIKULUM RATING AHLI VSAT NO MATA PELAJARAN KODE JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 12 1 Teori Umum Peralatan a. Fungsi . d. Pemeliharaan Pencegahan .V. Trouble Shooting e. Teori Rinci. Teori penunjang VSAT-B/A /1 2 Teknik peralatan a. VSAT-B/A /2 32 3 4 Prosedur Pengoperasian . Block diagram. Praktek VSAT-B/A /3 VSAT-B/A /4 8 24 5 VSAT-B/A /5 100 6 VSAT-B/A /6 8 24 . Pengoperasian. Praktek a. Teori b. Praktek kerja lapangan Ujian/Evaluasi a. b. c. Pemeliharaan Pencegahan . Penggunaan Alat Ukur. b. b. b.

SILABI : RATING AHLI VSAT NO MATA PELAJARAN (TOPIK ) TUJUAN POKOK BAHASAN • Fungsi Peralatan . Fungsi. ØSSPA. Ø Komunikasi Radio Penerbangan.AMS . ØLNA ØAntena. Ø Teori sistem komunikasi satelit meliputi . Ø UPS JAMPEL T 2 2 P PENGAJAR DAFTAR PUSTAKA 1 Teori umum peralatan . .Orbit satelit . teknis peralatan b.VI.Rambatan teori gelombang Elektro magnetic. Ø Modem Ø Multiplexer. Teori rinci peralatan b.Point to Point • Teori operasi dan blok diagram. • Sistem Out Door Unit meliputi. Teori penunjang 4 4 2 Teknik peralatan a. . Blok diagram Agar peserta mengerti dan memahami system peralatan 4 4 4 .Transponder . Agar peserta memahami dasar a. . • Teori penunjang meliputi. • Sistem In Door Unit meliputi .Band Frekuensi .AFS Ø Teori Propagasi meliputi . Ø Up/Down Converter..

Pengoperasian sistem VSAT. Ø Sistem Interfacing.• Sistem Interface meliputi . Ø Voice Card. 4 • 4 • 4 3 Prosedur pengoperasian Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian peralatan secara benar • • • 8 4 Pemeliharaan Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan VSAT sesuai dengan standar. Ø Pengaturan Parameter Modem dan Multiplxer. Pembacaan dan pengaturan. Ø Performance Check. Ø Setting MUX parameter Ø Setting Modem parameter . Ø Data card. Ø Telex Converyer. Meliputi . Sistem monitoring meliputi . Ø Sistem monitoring. • Pemeliharaan Perbaikan 8 16 . Penyambungan dengan sistem. Ø Pemeliharaan berkala. • Pemeliharaan pencegahan meliputi . Ø Pengoperasian VSAT. Pembacaan indicator.

• Praktek Kerja Lapangan 8 16 16 36 24 Untuk mengevaluasi sejauh mana kemampuan peserta a. c.Praktek Agar peserta dapat memahami dan mampu untuk melaksanakan pengoperasian dan pemeliharaan system • • • • Praktek pengoperasian. b.5 6 Praktek. Ujian/Evaluasi a. Penggunaan Alat Ukur. Pemeliharaan peralatan. Penggunaan alat ukur. d. Ujian Praktek 8 24 . Trouble Shooting dan analysis sistem peralatan. a.Teori. b. Pemeliharaan pencegahan. Trouble shooting. Ujian teori b. Pengoperasian.

IV. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING VERY SMALL APERTURE TERMINAL ( VSAT ) 138 Jam Pelajaran I. KODE: VSAT-B/KKP Teori : 50 Jam Praktek : 88 Jam PENDAHULUAN Very Small Aperture Terminal ( VSAT ) adalah suatu peralatan yang digunakan sebagai media transmisi melalui satelit untuk komunikasi baik suara maupun data antara bandar maupun unit operasi dalam suatu Bandara atau pusat pengendali dengan lokasi peralatan diluar bandara. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Dalam rangka implementasi UU No. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas VSAT.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan VSAT serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. PERSYARATAN : a. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan terampil yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating VSAT dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. III. II. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan VSAT perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. .

VSAT-B/T/3 VSAT-B/T/4 6 8 5 Praktek a. b. Block diagram. Fungsi . b. Teori penunjang c. Teori Rinci Peralatan b. VSAT-B/T/1 2 VSAT-B/T/2 20 3 4 Prosedur Pengoperasian . Trouble Shooting e. b.V. Pemeliharaan Perbaikan. KURIKULUM RATING TERAMPIL VSAT NO MATA PELAJARAN KODE JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 8 1 Teori Umum Peralatan a. Pengoperasian. Pemeliharaan Pencegahan . Praktek VSAT-B/T/5 72 6 VSAT-B/T/6 4 16 . Pemeliharaan a. Pemeliharaan Pencegahan . d. Praktek kerja lapangan Ujian/Evaluasi a. Dokumen Terkait Teknik peralatan a. c. Teori b. Penggunaan Alat Ukur.

Rambatan teori gelombang Elektro magnetic. Teori penunjang POKOK BAHASAN • Fungsi Peralatan . Ø Modem Ø Multiplexer. • Teori penunjang meliputi. teknis peralatan b. Ø Up/Down Converter. Ø Teori sistem komunikasi satelit meliputi .Transponder . Ø Komunikasi Radio Penerbangan. . Fungsi. Ø UPS T 2 2 P PENGAJAR DAFTAR PUSTAKA 2 2 2 Teknik peralatan a. • Sistem Out Door Unit meliputi.AFS Ø Teori Propagasi meliputi .Band Frekuensi . .AMS . SILABI : RATING TERAMPIL VSAT JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN TUJUAN (TOPIK ) Teori umum peralatan . Teori rinci peralatan b. Agar peserta memahami dasar a. • Sistem In Door Unit meliputi .Point to Point • Teori Operasi dan Blok diagram.. ØSSPA.VI. .Orbit satelit . Blok diagram Agar peserta mengerti dan memahami system peralatan 6 4 4 . ØLNA ØAntena.

Ø Data card. Pembacaan dan pengaturan. Pengoperasian sistem VSAT. 2 • 2 • 2 3 Prosedur pengoperasian Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian peralatan secara benar • • • 6 4 Pemeliharaan Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan VSAT sesuai dengan standar. Ø Pengoperasian VSAT. Ø Pemeliharaan berkala. Sistem monitoring meliputi . Ø Sistem Interfacing. Penyambungan dengan sistem. Ø Pengaturan Parameter Modem dan Multiplxer. Ø Performance Check. • Pemeliharaan Perbaikan 4 4 . Ø Sistem monitoring. • Pemeliharaan pencegahan meliputi . Ø Setting MUX parameter Ø Setting Modem parameter . Pembacaan indicator. Meliputi .• Sistem Interface meliputi . Ø Telex Converyer. Ø Voice Card.

b. Ujian teori b. Penggunaan Alat Ukur. Trouble Shooting dan analysis sistem peralatan. Pemeliharaan peralatan. d. Trouble shooting.5 6 Praktek. Ujian Praktek 8 16 . • Praktek Kerja Lapangan 8 16 8 24 16 Untuk mengevaluasi sejauh mana kemampuan peserta a. Ujian/Evaluasi a. Pengoperasian. b.Praktek Agar peserta dapat memahami dan mampu untuk melaksanakan pengoperasian dan pemeliharaan system • • • • Praktek pengoperasian. Pemeliharaan pencegahan. Penggunaan alat ukur.Teori. c. a.

sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Radio Link perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. II. PENDAHULUAN Radio Link adalah media transmisi yang menggunakan radio digunakan sebagai penunjang operasi peralatan fasilitas komunikasi penerbangan . maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Radio Link serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING RADIO LINK 208 Jam Pelajaran I. . 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Dalam rangka implementasi UU No. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : KODE: RLINK-B/KKP Teori : 84 Jam Praktek : 124 Jam Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Radio Link. IV. III. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Radio Link dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. PERSYARATAN : a. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan.

Teori. b. . Blok diagram. KURIKULUM RATING AHLI RADIO LINK JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 12 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. b.V. b. d. Penggunaan alat ukur. Fungsi Peralatan. Pemeliharaan Pencegahan . Pengoperasian. Ujian/Evaluasi a. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian . Teori penunjang Teknik peralatan a. Pemeliharaan a. c. b. Pemeliharaan Pencegahan . Teori RinciPeralatan b. c. Pemeliharaan Perbaikan. Trouble Shooting. Analisis sistem Peralatan. Praktek a. e. Praktek KODE RLINK-B/A/1 2 RLINK-B/A/2 40 3 4 RLINK-B/A/3 RLINK-B/A/4 8 16 5 RLINK-B/A/5 100 6 RLINK-B/A/6 8 24 .

Aeronautical Mobile Service.Teori Propagasi . Fungsi. Ø Sistem terestrial meliputi . . SILABI : RATING AHLI RADIO LINK NO MATA PELAJARAN (TOPIK ) Teori umum peralatan.Aeronautical Fixed Service. .Band Frequency . Ø Komunikasi Radio Penerbangan.Karakteristik Lapisan Udara P PENGAJAR DAFTAR PUSTAKA 1 .VI. . Teori penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL T Agar peserta memahami teori pendukung dan dasar eknis peralatan • Fungsi/kegunaan peralatan 4 8 • Teori penunjang yang meliputi . . . b. a.Perambatan gelom bang Elektro magnetic.

c. 8 8 4 4 3 Prosedur pengoperasian Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian peralatan secara benar 4 .2 Teknik Peralatan. Penyambungan ke end sistem. Teori Rinci. b. Rencana instalasi Agar peserta mengerti dan memahami system peralatan • • Blok diagram dan circuit diagram. Ø Multiplexer Ø Demultiplxer Ø Modulator. Ø Oscillator. ØModulator. Blok diagram. 16 4 • Prinsip kerja penerima meliputi . Ø Demdulator • Rencana instalasi/design • • pengoperasian pemancar dan penerima. Ø Oscillator Ø Mixer & RF Amplifier • Audio Amplifier Multiplxer dan Modem melipiuti . Prinsip Kerja Pemancar Radio Link meliputi. a. Antenna. ØPower Amplifier.

Ø MUX dan DEMU • . Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan agar sehingga sesuai dengan standar a.4 Sistem pemeliharaan a.Multiplexer • Pengoperasian meliputi . Penggunaan alat ukur. Teori.Performance Check b. Ø Oscilloscope. Ø Power meter • Pemeliharaan pencegahan. Pemeliharaan Pencegahan b. pemeliharaan dan trouble shooting. d.meliputi. Pengoperasian. Praktek Evaluasi kompetemsi peserta 8 24 ..Pemancar dan Penerima . Ø BER Test. Ø Multitester. b. Pemeliharaan Pencegahan. • Praktek Kerja Lapangan • Ujian Teori Ujian Praktek. 16 16 5 Praktek a. b. Trouble Shooting dan analysis system Agar peserta dapat memahami dan memiliki keahlian dalam melaksanakan pengoperasian. 8 16 12 40 24 6 Ujian/Evaluasi a. Penggunaan alat ukur. Ø Spectrum Analyzer. • Trouble Shooting dan analisis sistem.Pemeliharaan Pencegahan .Pemeliharaan Perbaikan .Pemeliharaan berkala . c. Ø Pemancar dan penerima.

ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Radio Link serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. IV. KODE: RLINK-B/KKP Teori : 64 Jam Praktek : 80 Jam . II. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Radio Link. Dalam rangka implementasi UU No. PERSYARATAN : a. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan terampil yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Radio Link dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. PENDAHULUAN Radio Link adalah media transmisi yang menggunakan radio digunakan sebagai penunjang operasi peralatan fasilitas komunikasi penerbangan . Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Radio Link perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING RADIO LINK 144 Jam Pelajaran I. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. III.

KURIKULUM RATING TERAMPIL RADIO LINK JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 12 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan b. Teori Rinci b. Pemeliharaan Pencegahan . Trouble Shooting. Fungsi Peralatan c. Pemeliharaan Perbaikan. Teori penunjang c. Pengoperasian. c. c. Teori c.V. Praktek a. e. d. Prosedur Pengoperasian . Pemeliharaan Pencegahan . Blok diagram. Penggunaan alat ukur. Praktek KODE RLINK-B/T /1 2 RLINK-B/T /2 24 3 4 RLINK-B/T /3 RLINK-B/T/ 4 8 12 5 RLINK-B/T /5 64 6 RLINK-B/T /6 8 16 . Praktek Kerja lapangan Ujian/Evaluasi b. Pemeliharaan b. b. Dokumen Terkait Teknik peralatan a.

b. Fungsi.Aeronautical Fixed Service.Teori Propagasi . . . Ø Komunikasi Radio Penerbangan.Aeronautical Mobile Service. SILABI : RATING TERAMPIL RADIO LINK NO MATA PELAJARAN (TOPIK ) Teori umum peralatan. . . Teori penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL T Agar peserta memahami teori pendukung dan dasar eknis peralatan • Fungsi/kegunaan peralatan 4 8 • Teori penunjang yang meliputi .VI. a. Ø Sistem terestrial meliputi .Band Frequency . .Perambatan gelom bang Elektro magnetic.Karakteristik Lapisan Udara P PENGAJAR DAFTAR PUSTAKA 1 .

ØModulator. 8 4 4 4 . Ø Demdulator • Rencana instalasi/design • pengoperasian pemancar dan penerima. Agar peserta mengerti dan memahami system peralatan • • Blok diagram dan circuit diagram. b. Teori Rinci. Ø Oscillator Ø Mixer & RF Amplifier • Audio Amplfier Multiplxer dan Modem melipiuti . Blok diagram. Ø Oscillator. 4 8 • 3 Prosedur pengoperasian Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian peralatan secara benar Prinsip kerja penerima meliputi . • Penyambungan ke end sistem. Prinsip Kerja Pemancar Radio Link meliputi. a.2 Teknik Peralatan. Ø Multiplexer Ø Demultiplxer Ø Modulator. ØPower Amplifier. Antenna.

Pemeliharaan Pencegahan.Pemeliharaan Pencegahan .Pemeliharaan berkala . Ø Pemancar dan penerima. Trouble Shooting dan analysis System Agar peserta dapat memahami dan memiliki keahlian dalam melaksanakan pengoperasian. 4 8 5 Praktek a. Ø BER Test.Multiplexer • Pengoperasian meliputi . Ø MUX dan DEMU • . Ø Oscilloscope.Pemeliharaan Perbaikan . Ø Power meter • Pemeliharaan pencegahan. b. Pengoperasian. • Trouble Shooting dan analisis sistem. Ø Multitester. Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan agar sehingga sesuai dengan standar a. Penggunaan alat ukur. d.Performance Check b. Penggunaan alat ukur. Ø Spectrum Analyzer.4 Sistem pemeliharaan a.. c. pemeliharaan dan trouble shooting.meliputi. • Praktek kerja lapangan • Ujian Teori • Ujian Praktek. Pemeliharaan Pencegahan b. 8 16 8 18 24 6 Ujian/Evaluasi Evaluasi kompetensi peserta 8 16 .Pemancar dan Penerima .

03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas HF SSB. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No.ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan HF SSB serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating HF SSB dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan HF SSB perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. PENDAHULUAN HF SSB adalah peralatan komunikasi yang digunakan untuk koordinasi penerbangan /Bandara . Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. II. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. III. antar stasiun KODE: HF SSB-C/KKP Teori : 44 Jam Praktek : 64 Jam Dalam rangka implementasi UU No. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING HIGH FREQUENCY SINGLE SIDE BAND ( HF SSB ) 108 Jam Pelajaran I. . PERSYARATAN : a. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. IV.

Dokumen Terkait. Pemeliharaan a. KURIKULUM RATING AHLI HF SSB JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 12 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Teori penunjang. Teori b. Pemeliharaan Pencegahan . d. Teori Rinci peralatan. Prosedur Pengoperasian . KODE HFSSB-C/A/1 2 HFSSB-C/A/2 24 3 4 HFSSB-C/A/3 HFSSB-C/A/4 8 12 5 6 Praktek a. Teknik peralatan a. Trouble Shooting Ujian/Evaluasi a. Blok diagram. b. Pemeliharaan Perbaikan. c. c. b. Pengoperasian. b.V. Fungsi b. Pemeliharaan Pencegahan . Praktek HFSSB-C/A/5 64 HFSSB-C/A/6 8 16 . Penggunaan alat ukur.

Audio amplifier. 4 . . Blok diagram. mi fungsi.oscillator/sinthesizer . • Dasar elektronika • Dasar telekomunikasi 2 Teknik Peralatan. a. a. alatan HF SSB . SILABI : RATING AHLI HF-SSB JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN (TOPIK ) Teori umum peralatan. • Prinsip kerja Penerima . • Prinp Kerja Pemancar .VI.RF Amp dan mixer .AMS ). • • Setting frekunsi Line up sistem 4 8 8 3 Prosedur Pengoperasian peralatan Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian.• Teori penunjang meliputi . memaha • Fungsi/kegunaan Peralatan . . dan dasar teknis Per. Agar peserta mengerti dan me mahami sistem peralatan • Teori Operasi dan Blok diagramdan circuit . . Teori penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN T 2 6 P PENGAJAR DAFTAR PUSTAKA Buku petunjuk pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Agar peserta mengerti. Teori rinci peralatan b.Komunikasi Radio Penerbang an ( AFS.automatic tuning unit dan antenna.modulator .oscillator . b.IF filter dan amplifier . Fungsi.

Audio/Rf Generator.AVO Meter.Pemeliharaan Perbaikan 4 4 • Pengoperasian peralatan.Pemeliharaan perbaikan Praktek .4 5 Pemeliharaan . Pengoperasian b. . • Pengggunaan Alat Ukur . Trouble shooting Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan sesuai dengan standar Agar peserta dapat mema hami dan mampu untuk me laksanakan pengoperasian dan pemeliharaan system . .Oscilloscope . • Praktek 4 8 16 24 6 Ujian/Evaluasi a. Teori. a. . b. Praktek Evaluasi kompetensi peserta 16 . . • Teori.Pemeliharaan pencegahan. Pemeliharaan pencegahan.Pemeliharaan Pencegahan .Frequency Counter . Penggunaan alat ukur c.Power Meter • Analisa sistem dan trouble shooting.

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA

DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK
SKP TERAMPIL RATING HIGH FREQUENCY SINGLE SIDE BAND ( HF SSB ) 80 Jam Pelajaran
I.

KODE: HF SSB-C/KKP Teori : 30 Jam Praktek : 50 Jam

PENDAHULUAN HF SSB adalah peralatan komunikasi yang digunakan untuk hubungan komunikai antar stasiun penerbangan/Bandara. Dalam rangka implementasi UU No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan, maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan HF SSB perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut.

II.

MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan terampil yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating HF SSBdengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih,ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan HF SSB serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya.

III.

PERSYARATAN : a. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan.

IV.

MANFAAT YANG DIHARAPKAN :

Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas HF SSB, sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.

V. KURIKULUM RATING TERAMPIL HF SSB JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 4

NO 1

MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan b. Fungsi c. Teori penunjang c. Dokumen Terkait. Teknik peralatan a. Teori Rinci Peralatan b. Block dan circuit diagram. Prosedur Pengoperasian . Pemeliharaan b. Pemeliharaan Pencegahan . c. Pemeliharaan Perbaikan.

KODE
HFSSB-C/T/1

2

HFSSB-C/T/2

16

3 4

HFSSB-C/T/3 HFSSB-C/T/4

2 4

5

6

Praktek b. Pengoperasian. c. Penggunaan alat ukur. d. Pemeliharaan Pencegahan . d. Trouble Shooting Ujian/Evaluasi a. Teori b. Praktek

HFSSB-C/T/5

50

HFSSB-C/T/6

4 16

VI. SILABI : RATING TERAMPIL HF-SSB JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN (TOPIK ) Teori umum peralatan. a. Fungsi. b. Teori penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN T 4 P PENGAJAR DAFTAR PUSTAKA Buku petunjuk pengoperasian dan pemeliharaan peralatan

Agar peserta mengerti, memaha • Fungsi/kegunaan Peralatan . mi fungsi, dan dasar teknis Per- • Teori penunjang meliputi ; alatan HF SSB - Komunikasi Radio Penerbang an ( AFS,AMS ). • Dasar elektronika • Dasar telekomunikasi

2

Teknik Peralatan. a. Teori rinci peralatan b. Blok diagram.

Agar peserta mengerti dan me mahami sistem peralatan

• Teori Operasi dan Blok diagramdan circuit . • Prinp Kerja Pemancar ; - oscillator/sinthesizer - modulator - automatic tuning unit dan antenna. • Prinsip kerja Penerima ; - oscillator - RF Amp dan mixer - IF filter dan amplifier - Audio amplifier. .
• • Setting frekuensi Line up sistem

2 6

8

3

Prosedur Pengoperasian peralatan

Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian.

2

4

Pemeliharaan a. Pemeliharaan pencegahan. b. Pemeliharaan perbaikan.

5

Praktek . a. Pengoperasian b. Penggunaan alat ukur c. Pemeliharaan pencegahan. d. Trouble shooting.

Agar peserta memahami • Pemeliharaan Pencegahan konsep pemeliharaan dan meliputi ; perbaikan sistem peralatan • - Pemeliharaan berkala sesuai dengan standar • Pemeliharaan Perbaikan meliputi ; - Pemancar. - Penerima - Antenna tuning unit. • Power Supply. Agar peserta dapat mema • Pengoperasian peralatan. hami dan mampu untuk me • Pengggunaan Alat Ukur ; laksanakan pengoperasian - AVO Meter. dan pemeliharaan system - Oscilloscope - Frequency Counter - Audio/Rf Generator. - Power Meter • Analisa sistem dan trouble shooting. Evaluasi kompetensi peserta • Teori. • Praktek

2

2

8 12

16

6

Ujian/Evaluasi a. Teori. b. Praktek

4 16

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA

DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK
SKP AHLI RATING TELEPRINTER 116 Jam Pelajaran
I. PENDAHULUAN Teleprinter adalah suatu peralatan yang digunakan untuk mengirim dan menerima berita – berita penerbangan dan pada umumnya dihubungkan ke peralatan AMSC. Dalam rangka implementasi UU No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan, maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Teleprinter (TTY) perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. II. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Teleprinter dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih, ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Teleprinter serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. III. PERSYARATAN : a. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. IV. MANFAAT YANG DIHARAPKAN :

KODE: TTY-C/KKP Teori : 52 Jam Praktek : 64 Jam

Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Teleprinter, sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.

V. KURIKULUM RATING AHLI TELEPRINTER JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 8

NO 1

MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan a. Fungsi Peralatan b. Teori penunjang c. Dokumen Terkait Teknik peralatan a. Teori Rinci b. Block dan circuit diagram.

KODE
TTY-C/A/1

2

TTY-C/A/2

24

3 4

Prosedur Pengoperasian . Pemeliharaan a. Pemeliharaan Pencegahan . b. Pemeliharaan Perbaikan.

TTY-C/A/3 TTY-C/A/4

4 8

5

Praktek a. Pengoperasian. b Pemeliharaan Pencegahan . c. Trouble Shooting Ujian/Evaluasi a. Teori b. Praktek

TTY-C/A/5

50

6

TTY-C/A/6

8 16

VI. SILABI : RATING AHLI TELEPRINTER JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN (TOPIK ) Teori umum peralatan a. Fungsi Peralatan b. Teori Penunjang TUJUAN Agar peserta memahami dasar teknis Peralatan POKOK BAHASAN • Fungsi/kegunaan peralatan. • Teori Penunjang meliputi ; Ø Teori dasar Komputer. Ø Komunikasi data. Ø Topologi AFTN. Ø Protocol/Interface. • ICAO Dokumen terkait • Teori Operasi dan Blok diagram. • Sistem hardware ; CPU,I/O,jaringan dan rencana intalasi.
• Pengoperasian secara hardware meliputi ; Ø Interkoneksi . Ø Menghidupkan dan mematikan . • Pengoperasian secara software meliputi ; Ø Menghidupkan. Ø Mematikan Ø Status sistem

PENGAJAR

T 2 4

P

DAFTAR PUSTAKA - Annex 10 Volume II. - Manual of the teletypewrit er operating practices.

2

2

Teknik Peralatan ; a. Teori rinci peralatan. b. Blok diagram. c. Rencana instalasi

Agar peserta mengerti dan memahami cara kerja dan pemeliharaan peralatan teleprinter.

12 12

3

Prosedur Pengoperasian

Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian peralatan secara benar

2

2

.

• Pemeliharaan pencegahan.I/O.4 Pemeliharaan a.Jaringan ). Praktek Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian. b. . Ø Sisstem Hardware. b.Pemeliharaan pencegahan. b. • Rekonfigurasi/Reinstalasi • Pengoperasian peralatan. • Pemeliharaan Perbaikan meliputi . Teori. c. • Trouble shooting dan analisis sistem • • 2 2 2 2 8 16 24 5 Praktikum a. Trouble Shooting Ujian/evaluasi a. Ø Pemeliharaan berkala Ø Performance Check.Pemeliharaan perbaikan Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan sesuai dengan standar • Pemeliharaan Pencegahan meliputi . Pengoperasian. Ujian Praktek 8 16 . 6 Untuk mengetahui kemampuan peserta Ujian teori. (CP U. • Pemeliharaan software. Pemeliharaan pencegahan.

.

SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.C/KKP Teori : 36 Jam Praktek : 44 Jam Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Teleprinter. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika b. IV. PERSYARATAN : a. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. PENDAHULUAN Teleprinter adalah suatu peralatan yang digunakan untuk mengirim dan menerima berita – berita penerbangan dan pada umumnya dihubungkan ke peralatan AMSC . Dalam rangka implementasi UU No. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : KODE: TTY . . ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Teleprinter serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Teleprinter (TTY) perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. II. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING TELEPRINTER 80 Jam Pelajaran I. III. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan terampil yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Teleprinter dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih.

Pengoperasian. KURIKULUM RATING TERAMPIL TELEPRINTER JUMLAH JAM PELAJARAN TEORI PRAKTEK 6 NO 1 MATA PELAJARAN Teori Umum Peralatan c. Trouble Shooting TTY-C/T/5 28 6 Ujian/Evaluasi c. Pemeliharaan Perbaikan. Pemeliharaan c. Block diagram. Fungsi Peralatan d. Teori d.V. Praktek TTY-C/T/6 8 16 . b Pemeliharaan Pencegahan . KODE TTY-C/T/1 2 TTY-C/T/2 10 3 4 Prosedur Pengoperasian . d. TTY-C/T/3 TTY-C/T/4 4 8 5 Praktek a. Dokumen Terkait Teknik peralatan c. Teori penunjang c. Pemeliharaan Pencegahan . e. Teori Rinci d.

jaringan dan rencana intalasi. b. Fungsi Peralatan b. SILABI : RATING TERAMPIL TELEPRINTER JAMPEL NO 1 MATA PELAJARAN (TOPIK ) Teori umum peralatan a. c. Teori rinci peralatan.Annex 10 Volume II. Ø Interkoneksi . . a. 4 6 3 Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian peralatan secara benar 2 2 .VI. • Teori Penunjang meliputi . . • Sistem hardware . Ø Mematikan Ø Status sistem PENGAJAR T 2 2 P DAFTAR PUSTAKA .I/O. Ø Menghidupkan dan mematikan . Ø Protocol/Interface. Blok diagram. Ø Topologi AFTN.Manual of the teletypewrit er operating practices. Ø Komunikasi data. CPU. Ø Menghidupkan. • Pengoperasian secara software meliputi . Rencana instalasi Agar peserta mengerti dan memahami cara kerja dan pemeliharaan peralatan teleprinter. 2 2 Teknik Peralatan . • Dokumen • Teori Operasi dan Blok diagram. Ø Teori dasar Komputer. • Pengoperasian secara hardware meliputi . Teori Penunjang TUJUAN Agar peserta memahami dasar teknis Peralatan POKOK BAHASAN • Fungsi/kegunaan peralatan.

• Pengoperasian peralatan. Ø Pemeliharaan berkala Ø Performance Check. . • Pemeliharaan pencegahan. • Pemeliharaan Perbaikan meliputi . 6 Untuk mengetahui kemampuan peserta Ujian teori.I/O. Teori.Jaringan ). • Pemeliharaan software. Pemeliharaan pencegahan. • Trouble shooting dan analisis sistem • • 2 2 4 4 8 16 5 Praktek a. Ø Sistem Hardware. b.4 Pemeliharaan a. Trouble Shooting Ujian/evaluasi a.Pemeliharaan pencegahan. Pengoperasian.Pemeliharaan perbaikan Agar peserta memahami konsep pemeliharaan dan perbaikan sistem peralatan sesuai dengan standar • Pemeliharaan Pencegahan meliputi . (CP U. b. Ujian Praktek 4 16 . c. Praktek Agar peserta mengerti dan memahami prosedur pengoperasian. b.

ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan VOR serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan/keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating VOR dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil listrik penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Tersedianya fasilitas VOR yang siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan untuk memberikan kenyamanan dan memelihara peralatan yang menunjang keselamatan operasi penerbangan. Dalam rangka implementasi UU No. IV. II. b. . Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan VHF Omni Directional Range perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan rating peralatan tersebut. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING VHF OMNI DIRECTIONAL RANGE (VOR) 270 Jam Pelajaran Teori : 108 Jam Praktek : 162 Jam KODE VOR – A /KNP I. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. PENDAHULUAN VHF Omnidirectional Range (VOR) adalah peralatan navigasi udara yang dapat memberikan sinyal azimuth bearing kepada pesawat udara untuk membantu menentukan arah terbang. III. PERSYARATAN : a. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli elektronika Penerbangan.

Penggunaan alat ukur c. Dokumen terkait dari ICAO/FAA Teknik peralatan a. Praktek Jumlah Jam Pelajaran VOR-A/T/1 VOR-A/T/2 64 VOR-A/T/3 VOR-A/T/4 8 12 VOR-A/T/5 130 VOR-A/T/6 8 32 108 162 . Pemelihaaan Pencegahan d. Blok dan circuit diagram VOR c. Pemeliharaan Perbaikan Praktek pada peralatan VOR a. Teori penunjang c. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1. 2. Kriteria Penempatan Peralatan VOR Prosedur Pengoperasian VOR Pemeliharaan peralatan VOR a. Pengoperasian b. KURIKULUM DVOR No. 3. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. Fungsi peralatan VOR b. Teori peralatan VHF Omnidirectional Range (VOR). Pemeliharaan pencegahan b. 6.V. 5. Trouble shooting e. Teori terinci peralatan VOR b. 4. a. Teori b.

. . .Besaran dan adjustment parameter VOR.VOR receiver . − 4 Pemeliharaan Agar para peserta mampu melaksanakan pemeliharaan peralatan VOR dengan benar.Doppler effect 8 P − . 8071 Vol I -Flight Inspection Report VOR 4 4 4 .Buku manual peralatan VOR 3 Prosedur pengoperasian Agar para peserta mampu melaksanakan peng operasian peralatan VOR dengan benar.Sitting kriteria VOR: .Buku Radio Air Navigation .8071 Vol.Blok diagram VOR . -ICAO DOC. .Prinsip kerja VOR. a.tahunan. mingguan.enam bulanan.Pengoperasian VOR dengan lokal dan remote. Teori terinci peralatan VOR Blok dan Circuit diagram peralatan VOR . − Pelaksanaan ground Check 4 20 4 8 4 4 4 4 4 4 4 -Buku manual peralatan DME: -ICAO DOC.ICAO ANNEX 10 1 4 4 2 Teknik peralatan a. I -ICAO ANNEX 10 Vol I . Teori Penunjang c. Fungsi dan teori penunjang dalam pengoperasian peralatan VOR. b.RF Switching . SILABI DVOR MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori peralatan VOR. . Dokumen terkait dari ICAO / FAA − TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar para peserta mengetahui dan memahami fungsi peralatan VOR dalam menunjang operasi Keselamatan pener bangan serta acuan / institusi yang dianut. Fungsi peralatan VOR b. bulanan.Space modulation .Agar para peserta mengetahui dan memahami cara kerja secara sistem.Sinyal Reference dan variable . − Pemeliharaan/pengechekan berkala : harian.tiga bulanan.RCMS . − Pelayanan dan Analisa hasil Flight Comm / periodik.VI.RMMC . No.Patern dan cakupan VOR.

Buku manual yang terkait 5 6 Ujian/evaluasi Memberikan soal-soal tertulis dan memberikan troubel shooting pada peralatan VOR kepada peserta. mencari penyebab serta menganalisa kerusakan pada peralatan VOR.Agar para peserta dapat mengoperasikan Peralatan VOR.8071 Vol.I -ICAO ANNEX 10 Vol. -Melaksanakan pengoperasian. 8 P 40 . Pengoperasian b. I . -Untuk mengetahui para perserta dalam memahami peralatan VOR yang didapatkan selama pelatihan. Penggunaan alat ukur c. 8 16 -Buku manual peralatan DME: -ICAO DOC. Trouble Shooting e. MATA PELAJARAN (TOPIK) Praktek a. penggunaan alat ukur.Buku manual DME . Analisis sistim peralatan TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T .No. menggunakan alat ukur elektronik. Pemeliharaan pencegahan d. melakukan prosedur pemeliharaan dengan benar serta dapat menganalisa/melokalisir kerusakan yang terjadi pada VOR.

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK RATING SKP TERAMPIL VHF OMNI DIRECTIONAL RANGE (VOR) 230 Jam Pelajaran Teori : Praktek : 92 Jam 138 Jam KODE VOR-A/KNP I. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. b. PERSYARATAN : a. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara fasilitas VOR wajib mengikuti pandidikan dan pelatihan II. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas VOR serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. . IV. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating VOR dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. III. Dalam rangka implementasi UU No. PENDAHULUAN VHF Omnidirectional Range (VOR) adalah peralatan navigasi udara yang dapat memberikan sinyal azimuth bearing kepada pesawat udara untuk membantu menentukan arah terbang. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung – jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas VOR.

Dokumen terkait dari ICAO/FAA Teknik peralatan a. KURIKULUM DVOR No. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. VOR-A/T/3 VOR-A/T/4 8 12 5. Teori penunjang c. VOR-A/T/5 114 6. Pemeliharaan Perbaikan Praktek pada peralatan VOR a. Blok VOR c. Fungsi peralatan VOR b. Pengoperasian b. a. 4. VOR-A/T/1 2. Praktek Jumlah Jam Pelajaran Kode Jam Pelajaran Teori Praktek 8 1. Penggunaan alat ukur c. Teori b. Teori terinci peralatan VOR b.V. VOR-A/T/6 4 24 108 138 . VOR-A/T/2 60 3. Pemeliharaan pencegahan b. Mata Pelajaran ( TOPIK ) Teori peralatan VHF Omnidirectional Range (VOR). Kriteria Penempatan Peralatan VOR Prosedur Pengoperasian VOR Pemeliharaan peralatan VOR a. Pemelihaaan Pencegahan d.

RCMS . Blok diagram VOR Prinsip kerja VOR.Pengoperasian VOR dengan lokal dan remote. . Teori terinci peralatan VOR Blok diagram peralatan VOR . . − Pelayanan dan Analisa hasil Flight Comm / periodik.Agar para peserta mengetahui dan memahami cara kerja secara sistem.8071 Vol. Fungsi dan teori penunjang dalam pengoperasian peralatan VOR.Space modulation .VOR receiver .Doppler effect - P − . . mingguan.VI.tiga bulanan.Buku Radio Air Navigation . − Pemeliharaan/pengechekan berkala : harian. bulanan. Fungsi peralatan VOR b.Patern dan cakupan VOR. Teori Penunjang c. No. SILABI DVOR MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori peralatan VOR. Dokumen terkait dari ICAO / FAA − TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar para peserta mengetahui dan memahami fungsi peralatan VOR dalam menunjang operasi Keselamatan pener bangan serta acuan / institusi yang dianut.enam bulanan. 4 -ICAO DOC. I -ICAO ANNEX 10 Vol I 3 Prosedur pengoperasian - Agar para peserta mampu melaksanakan peng operasian peralatan VOR dengan benar.Buku VOR manual peralatan 4 Pemeliharaan − Agar para peserta mampu melaksanakan pemeliharaan peralatan VOR dengan benar.Sitting kriteria VOR: .tahunan. b. − Pelaksanaan ground Check - 8 308 8 8 4 4 4 4 4 4 4 -Buku manual peralatan DME: -ICAO DOC. a. . RF Switching Sinyal Reference dan variable Besaran dan adjustment parameter VOR.ICAO ANNEX 10 1 4 4 2 Teknik peralatan a. 8071 Vol I -Flight Inspection Report VOR 4 4 .RMMC .

4 P 40 . Trouble Shooting e.I -ICAO ANNEX 10 Vol. menggunakan alat ukur elektronik.Buku manual DME . penggunaan alat ukur. mencari penyebab serta menganalisa kerusakan pada peralatan VOR. Penggunaan alat ukur c. MATA PELAJARAN (TOPIK) Praktek a.Agar para peserta dapat mengoperasikan Peralatan VOR. Pengoperasian b. melakukan prosedur pemeliharaan dengan benar serta dapat menganalisa/melokalisir kerusakan yang terjadi pada VOR. TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T . I 6 Ujian/evaluasi . Pemeliharaan pencegahan d.Buku manual yang terkait 5 Memberikan soal-soal tertulis dan memberikan troubel shooting pada peralatan VOR kepada peserta. 8 16 -Buku manual peralatan DME: -ICAO DOC.No. -Melaksanakan pengoperasian. -Untuk mengetahui para perserta dalam memahami peralatan VOR yang didapatkan selama pelatihan.8071 Vol.

MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Tersedianya teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating DME dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. IV. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. PERSYARATAN : a. II. III.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK RATING SKP AHLI DISTANCE MEASURING EQUIPMENT ( DME ) 270 Jam Pelajaran KODE DME-A/KNP Teori : Praktek : 108 Jam 162 Jam I. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. Dalam rangka implementasi UU No.jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas DME sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara fasilitas DME wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. terlatih ahli dan teruji dalam melaksanakan pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas DME. serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. b. . 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. PENDAHULUAN Distance Measuring Equipment (DME) adalah peralatan navigasi udara yang dapat memberikan sinyal panduan jarak antara posisi pesawat udara dengan stasiun DME.

Blok dan circuit diagram DME c. Trouble shooting e.V. Fungsi peralatan DME b. Teori penunjang c. Pemeliharaan pencegahan b. Penggunaan alat ukur c. 5. Pemelihaaan Pencegahan d. Mata Pelajaran Kode Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1. Teori terinci peralatan DME b. Teori b. Teori peralatan Distance Measuring Instrument (DME). 3. Kriteria Penempatan Peralatan DME Prosedur Pengoperasian DME Pemeliharaan peralatan DME a. Praktek Jumlah Jam Pelajaran DME-A/A/1 DME-A/A/2 64 DME-A/A/3 DME-A/A/4 8 12 DME-A/A/5 130 DME-A/A/6 8 32 108 162 . 2. 6. Pengoperasian b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek pada peralatan DME a. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. a. Dokumen terkait dari ICAO/FAA Teknik peralatan a. KURIKULUM DME No. 4.

mingguan.Buku Radio Air Navigation . Fungsi peralatan DME Teori Penunjang Dokumen terkait dari ICAO / FAA TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T .ICAO ANNEX 10 1 2 Teknik peralatan a. . . I -ICAO ANNEX 10 Vol I 3 Prosedur pengoperasian . − Pemeliharaan berkala (harian. bulanan. tiga bulanan.Prinsip kerja DME.Besaran dan adjustment parameter DME.Agar para peserta mengetahui dan memahami fungsi peralatan DME dalam menunjang operasi Keselamatan pener bangan. − Pelaksanaan ground Check 4 16 4 4 4 4 4 4 4 -Buku manual peralatan DME: -ICAO DOC. Teori terinci peralatan DME b. . b.VI.Buku manual peralatan DMEICAO DOC.8071 Vol.enam bulanan. 8071 Vol I -Flight Inspection Report DME 4 4 .Agar para peserta mengetahui dan memahami cara kerja secara sistem. a. .Fungsi dan teori penunjang dalam pengoperasian peralatan DME.Patern dan cakupan DME. 4 P − . SILABI DME MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori peralatan DME. c.Kriteria penempatan. . .Blok diagram DME . − Pelayanan dan Analisis hasil kalibrasi periodik.DME transponder (aircraft) − RCMS − RMMC − Pengoperasian DME dengan lokal dan remote.Agar para peserta mampu melaksanakan peng operasian peralatan DME dengan benar.tahunan). Blok dan Circuit diagram peralatan DME . Buku manual peralatan DME 4 Pemeliharaan 4 . No. . − Agar para peserta mampu melaksanakan pemeliharaan peralatan DME dengan benar.Mengetahuidokumenyang digunakan sebagai acuan.

I . Pemeliharaan pencegahan d. menggunakan alat ukur elektronik. MATA PELAJARAN (TOPIK) Praktek a.8071 Vol. mencari penyebab serta menganalisis kerusakan pada peralatan DME.I -ICAO ANNEX 10 Vol.No. Trouble Shooting e. Analisis sistim peralatan − TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar para peserta dapat mengoperasikan Peralatan DME. − Untuk mengetahui para perserta dalam memahami peralatan DME yang didapatkan selama pelatihan. − Melaksanakan pengoperasian. Pengoperasian b. 4 32 -Buku manual peralatan DME: -ICAO DOC. 4 P 130 − . Penggunaan alat ukur c. penggunaan alat ukur.Buku manual yang terkait 5 6 Ujian/evaluasi − Memberikan soal-soal tertulis dan memberikan troubel shooting pada peralatan DME kepada peserta.Buku manual DME . melakukan prosedur pemeliharaan dengan benar serta dapat menganalisis/melokalisir kerusakan yang terjadi pada DME.

Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. IV. II. PERSYARATAN : a. Dalam rangka implementasi UU No. terlatih ahli dan teruji dalam melaksanakan pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas DME. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Tersedianya teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. PENDAHULUAN Distance Measuring Equipment (DME) adalah peralatan navigasi udara yang dapat memberikan sinyal panduan jarak antara posisi pesawat udara dengan stasiun DME. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara fasilitas DME wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK RATING SKP TERAMPIL DISTANCE MEASURING EQUIPMENT ( DME ) 230 Jam Pelajaran KODE DME-A/KNP Teori : Praktek : 92 Jam 138 Jam I. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating DME dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan. b. III. .jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas DME sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No.

Fungsi peralatan DME b. 2. Teori peralatan Distance Measuring Instrument (DME). a.V. Pemeliharaan pencegahan b. Pemelihaaan Pencegahan d. KURIKULUM DME No. Pemeliharaan Perbaikan Praktek pada peralatan DME a. Kriteria Penempatan Peralatan DME Prosedur Pengoperasian DME Pemeliharaan peralatan DME a. 3. Teori b. Praktek Jumlah Jam Pelajaran DME-A/A/1 DME-A/A/2 60 DME-A/A/3 DME-A/A/4 8 12 DME-A/A/5 114 DME-A/A/6 4 24 92 138 . Pengoperasian b. Teori penunjang c. 4. Mata Pelajaran Kode Jam Pelajaran Teori Praktek 8 1. Blok dan circuit diagram DME c. Penggunaan alat ukur c. Trouble shooting e. Teori terinci peralatan DME b. Dokumen terkait dari ICAO/FAA Teknik peralatan a. 5. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. 6.

c.Buku manual peralatan DMEICAO DOC.Agar para peserta mengetahui dan memahami fungsi peralatan DME dalam menunjang operasi Keselamatan pener bangan.ICAO ANNEX 10 1 2 Teknik peralatan a. 8071 Vol I -Flight Inspection Report DME 4 4 . − Pelayanan dan Analisis hasil kalibrasi periodik. .Besaran dan adjustment parameter DME. .Patern dan cakupan DME.Agar para peserta mampu melaksanakan peng operasian peralatan DME dengan benar. .mingguan. . . SILABI DME MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori peralatan DME. No. bulanan. − Pemeliharaan berkala (harian. Teori terinci peralatan DME b. Blok dan Circuit diagram peralatan DME .Prinsip kerja DME. tiga bulanan.8071 Vol. b. 8 P − .tahunan).Buku Radio Air Navigation . a.VI. − Pelaksanaan ground Check 4 20 4 8 8 8 4 -Buku manual peralatan DME: -ICAO DOC.enam bulanan. Fungsi peralatan DME Teori Penunjang Dokumen terkait dari ICAO / FAA TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T .Mengetahuidokumenyang digunakan sebagai acuan. .Kriteria penempatan.Blok diagram DME . Buku manual peralatan DME 4 Pemeliharaan 4 . − Agar para peserta mampu melaksanakan pemeliharaan peralatan DME dengan benar.DME transponder (aircraft) − RCMS − RMMC − Pengoperasian DME dengan lokal dan remote. I -ICAO ANNEX 10 Vol I 3 Prosedur pengoperasian .Agar para peserta mengetahui dan memahami cara kerja secara sistem.Fungsi dan teori penunjang dalam pengoperasian peralatan DME. .

Buku manual yang terkait 5 6 Ujian/evaluasi − Memberikan soal-soal tertulis dan memberikan troubel shooting pada peralatan DME kepada peserta. melakukan prosedur pemeliharaan dengan benar serta dapat menganalisis/melokalisir kerusakan yang terjadi pada DME. 4 24 -Buku manual peralatan DME: -ICAO DOC. menggunakan alat ukur elektronik. mencari penyebab serta menganalisis kerusakan pada peralatan DME.I -ICAO ANNEX 10 Vol. I .No. − Untuk mengetahui para perserta dalam memahami peralatan DME yang didapatkan selama pelatihan.8071 Vol. P 114 − . MATA PELAJARAN (TOPIK) Praktek a.Buku manual DME . Penggunaan alat ukur c. penggunaan alat ukur. Analisis sistim peralatan − TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar para peserta dapat mengoperasikan Peralatan DME. Trouble Shooting e. Pengoperasian b. − Melaksanakan pengoperasian. Pemeliharaan pencegahan d.

IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas GNSS. . dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan. b. Pendidikan minimal adalah Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. terminal. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Global Navigation Satellite System (GNSS) wajib memperoleh pendidikan dan pelatihan melalui program diklat rating yang sesuai. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. non precision approach. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Dalam rangka implementasi UU Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP Nomor 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. precisiton approach. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana yang dipersyaratkan guna memperoleh rating GNSS. terlatih dan ahli dalam melaksanakan mengoperasikan dan pemeliharaan peralatan GNSS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya III PERSYARATAN a.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING SATELLITE NAVIGATION SYSTEM 280 Jam Pelajaran Kode : SNS -A /KPP Teori : 136 Jam Praktek : 164 Jam I PENDAHULUAN Satellite Navigation System (Global Navigation Satellite System/GNSS) adalah peralatan navigasi udara yang berbasis sattelite digunakan oleh pengatur lalu lintas udara dalam memandu pergerakan dari pesawat udara disekitar wilayah enroute.

Blok dan circuit diagram c. Rencana instalasi Prosedur pengoperasian GNSS System : Pemeliharaan : a. Pemeliharaan pencegahan d. Teori penunjang c. Dokumen terkait Teknik peralatan GNSS System : a. Teori b. Pemeliharaan pencegahan b. Penggunaan alat ukur c. Pemeliharaan perbaikan Praktek : a. Fungsi b. Pengoperasian b.V No 1 KURIKULUM SNS MATA PELAJARAN Teori umum peralatan GNSS System : a. Trouble shooting e. Praktek KODE SNS -A/A/1 Jumlah Jam Pelajaran TEORI PRAKTE 24 2 SNS -A/A/2 64 3 4 SNS -A/A/3 SNS -A/A/4 16 16 5 SNS -A/A/5 120 6 SNS -A/A/6 8 32 T o t a l : 128 152 VI SILABUS SNS Sedang dalam pengembangan . Analisa sistem peralatan GNSS System : Ujian / Evaluasi : a. Teori rinci peralatan b.

IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas GNSS. dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. . II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana yang dipersyaratkan guna memperoleh rating GNSS. b. Pendidikan minimal adalah Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. non precision approach. terlatih dan ahli dalam melaksanakan mengoperasikan dan pemeliharaan peralatan GNSS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya III PERSYARATAN a. Dalam rangka implementasi UU Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP Nomor 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING SATELLITE NAVIGATION SYSTEM 220 Jam Pelajaran Kode : SNS-A /KPP Teori : 96 Jam Praktek : 124 Jam I PENDAHULUAN Satellite Navigation System (Global Navigation Satellite System/GNSS) adalah peralatan navigasi udara yang berbasis sattelite digunakan oleh pengatur lalu lintas udara dalam memandu pergerakan dari pesawat udara disekitar wilayah enroute. terminal. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. precisiton approach. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Global Navigation Satellite System (GNSS) wajib memperoleh pendidikan dan pelatihan melalui program diklat rating yang sesuai. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan.

V No 1 KURIKULUM SNS MATA PELAJARAN Teori umum peralatan GNSS System : a. Pemeliharaan pencegahan b. Praktek KODE SNS -A/A/1 Jumlah Jam Pelajaran TEORI PRAKTE 24 2 SNS -A/A/2 16 3 4 SNS -A/A/3 SNS -A/A/4 32 16 5 SNS -A/A/5 92 6 SNS -A/A/6 8 32 T o t a l : 96 124 VI SILABUS SNS Sedang dalam pengembangan . Analisa sistem peralatan GNSS System : Ujian / Evaluasi : a. Pemeliharaan pencegahan d. Dokumen terkait Teknik peralatan GNSS System : a. Teori b. Teori rinci peralatan b. Penggunaan alat ukur c. Teori penunjang c. Trouble shooting e. Pengoperasian b. Pemeliharaan perbaikan Praktek : a. Fungsi b. Blok dan circuit diagram c. Rencana instalasi Prosedur pengoperasian GNSS System : Pemeliharaan : a.

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK RATING SKP AHLI NON DIRECTIONAL BEACON (NDB) 120 Jam Pelajaran Teori : 48 Jam Praktek : 72 Jam KODE NDB-C/KNP I. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. IV. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung – jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas NDB. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. PERSYARATAN : a. b. III. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas NDB serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. . MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating NDB dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara fasilitas NDB wajib mengikuti pandidikan dan pelatihan II. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. PENDAHULUAN Non Directional Beacon ( NDB) adalah peralatan navigasi udara yang dapat memberikan sinyal panduan arah pada pesawat udara terhadap stasiun NDB. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Dalam rangka implementasi UU No. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar dipersyaratkan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.

NDB-C/T/3 NDB-C/T/4 8 8 5. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Teori penunjang c. Pengoperasian b. Mata Pelajaran ( TOPIK ) Teori peralatan NDB a. NDB-C/T/6 4 16 48 72 . Pemeliharaan pencegahan b.V. Blok NDB c. Kriteria Penempatan Peralatan NDB Prosedur Pengoperasian NDB Pemeliharaan peralatan NDB a. Teori b. Praktek Jumlah Jam Pelajaran Kode Jam Pelajaran Teori Praktek 4 1. Pemeliharaan Perbaikan Praktek pada peralatan NDB a. NDB-C/T/1 2. Penggunaan alat ukur c. Dokumen terkait dari ICAO/FAA Teknik peralatan a. Teori terinci peralatan NDB b. 4. Fungsi peralatan NDB b. KURIKULUM NDB No. NDB-C/T/2 24 3. Pemelihaaan Pencegahan d. NDB-C/T/5 56 6.

Pengoperasian NDB dengan lokal dan remote.NDB receiver 4 8 4 2 4 4 -Buku manual peralatan NDB: -ICAO DOC. .Blok diagram NDB . Teori terinci peralatan NDB Blok diagram peralatan NDB .enam bulanan. Fungsi dan teori penunjang dalam pengoperasian peralatan NDB.VI.Jenis-jenis NDB 4 P − .Buku NDB manual peralatan 4 Pemeliharaan − Agar para peserta mampu melaksanakan pemeliharaan peralatan NDB dengan benar. .tahunan. a. . Fungsi peralatan NDB b. I -ICAO ANNEX 10 Vol I 3 Prosedur pengoperasian - Agar para peserta mampu melaksanakan peng operasian peralatan NDB dengan benar.Prinsip kerja NDB.RCMS . − Pemeliharaan/pengechekan berkala : harian. Dokumen terkait dari ICAO / FAA − TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar para peserta mengetahui dan memahami fungsi peralatan NDB dalam menunjang operasi Keselamatan pener bangan serta acuan / institusi yang dianut. SILABI NDB MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori peralatan NDB.RMMC .Agar para peserta mengetahui dan memahami cara kerja secara sistem. . . 4 -ICAO DOC. bulanan. − Pelayanan dan Analisa hasil Flight Comm / periodik.Patern dan cakupan NDB.tiga bulanan.Sitting kriteria NDB: . . Teori Penunjang c.8071 Vol.Buku Radio Air Navigation . − Pelaksanaan ground Check 4 .ICAO ANNEX 10 1 2 Teknik peralatan a. 8071 Vol I -Flight Inspection Report NDB 2 4 . No.Besaran dan adjustment parameter NDB. b. mingguan.

I -ICAO ANNEX 10 Vol. mencari penyebab serta menganalisa kerusakan pada peralatan NDB. MATA PELAJARAN (TOPIK) Praktek a. Untuk mengetahui para perserta dalam memahami peralatan NDB yang didapatkan selama pelatihan. Penggunaan alat ukur c.Memberikan soal-soal tertulis dan memberikan troubel shooting pada peralatan NDB kepada peserta. menggunakan alat ukur elektronik.Melaksanakan pengoperasian.No. melakukan prosedur pemeliharaan dengan benar serta dapat menganalisa/melokalisir kerusakan yang terjadi pada NDB. Pengoperasian b. Trouble Shooting TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T .8071 Vol.Buku manual NDB . I . Pemeliharaan pencegahan d.Buku manual yang terkait 5 6 Ujian/evaluasi .Agar para peserta dapat mengoperasikan Peralatan NDB. penggunaan alat ukur. P 56 . 4 16 -Buku manual peralatan NDB: -ICAO DOC. .

IV. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. PENDAHULUAN Non Directional Beacon ( NDB) adalah peralatan navigasi udara yang dapat memberikan sinyal panduan arah pada pesawat udara terhadap stasiun NDB. III. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating NDB dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas NDB serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar dipersyaratkan. PERSYARATAN : a. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. b. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. . maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara fasilitas NDB wajib mengikuti pandidikan dan pelatihan II. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung – jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas NDB. Dalam rangka implementasi UU No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK RATING SKP TERAMPIL NON DIRECTIONAL BEACON (NDB) 80 Jam Pelajaran Teori : 32 Jam Praktek : 48 Jam KODE NDB-C/KNP I.

NDB-C/T/2 16 3. NDB-C/T/6 4 12 32 48 .V. Pemeliharaan Perbaikan Praktek pada peralatan NDB a. Teori terinci peralatan NDB b. NDB-C/T/5 36 6. Pemelihaaan Pencegahan d. Kriteria Penempatan Peralatan NDB Prosedur Pengoperasian NDB Pemeliharaan peralatan NDB a. Praktek Jumlah Jam Pelajaran Kode Jam Pelajaran Teori Praktek 4 1. KURIKULUM NDB No. Teori b. Fungsi peralatan NDB b. Pengoperasian b. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. NDB-C/T/1 2. Mata Pelajaran ( TOPIK ) Teori peralatan NDB a. Penggunaan alat ukur c. Dokumen terkait dari ICAO/FAA Teknik peralatan a. 4. Blok NDB c. Teori penunjang c. Pemeliharaan pencegahan b. NDB-C/T/3 NDB-C/T/4 4 4 5.

tiga bulanan. Teori Penunjang c. I -ICAO ANNEX 10 Vol I 3 Prosedur pengoperasian - Agar para peserta mampu melaksanakan peng operasian peralatan NDB dengan benar.VI. .8071 Vol.Buku NDB manual peralatan 4 Pemeliharaan − Agar para peserta mampu melaksanakan pemeliharaan peralatan NDB dengan benar. − Pemeliharaan/pengechekan berkala : harian. Teori terinci peralatan NDB Blok diagram peralatan NDB .ICAO ANNEX 10 1 2 Teknik peralatan a. − Pelayanan dan Analisa hasil Flight Comm / periodik.Besaran dan adjustment parameter NDB.RMMC .Buku Radio Air Navigation .Prinsip kerja NDB. b.tahunan. a. . Fungsi dan teori penunjang dalam pengoperasian peralatan NDB. mingguan. . Fungsi peralatan NDB b. bulanan.enam bulanan. 2 -ICAO DOC. Dokumen terkait dari ICAO / FAA − TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar para peserta mengetahui dan memahami fungsi peralatan NDB dalam menunjang operasi Keselamatan pener bangan serta acuan / institusi yang dianut. 8071 Vol I -Flight Inspection Report NDB 2 2 . − Pelaksanaan ground Check 2 .RCMS .Patern dan cakupan NDB.Blok diagram NDB .NDB receiver 4 4 2 2 2 2 -Buku manual peralatan NDB: -ICAO DOC. .Sitting kriteria NDB: .Agar para peserta mengetahui dan memahami cara kerja secara sistem. . SILABI NDB MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori peralatan NDB. .Jenis-jenis NDB 4 P − . No.Pengoperasian NDB dengan lokal dan remote.

8071 Vol. 2 P 36 . MATA PELAJARAN (TOPIK) Praktek a. Trouble Shooting TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T .Buku manual yang terkait 5 6 Ujian/evaluasi .I -ICAO ANNEX 10 Vol. . I . Untuk mengetahui para perserta dalam memahami peralatan NDB yang didapatkan selama pelatihan. Penggunaan alat ukur c. Pemeliharaan pencegahan d. penggunaan alat ukur.Agar para peserta dapat mengoperasikan Peralatan NDB. melakukan prosedur pemeliharaan dengan benar serta dapat menganalisa/melokalisir kerusakan yang terjadi pada NDB.Melaksanakan pengoperasian.Memberikan soal-soal tertulis dan memberikan troubel shooting pada peralatan NDB kepada peserta. Pengoperasian b.Buku manual NDB . mencari penyebab serta menganalisa kerusakan pada peralatan NDB.No. 2 12 -Buku manual peralatan NDB: -ICAO DOC. menggunakan alat ukur elektronik.

PSR ini dapat mengetahui jarak. posisi dan arah pesawat udara. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Pendidikan minimal adalah Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas PSR. . dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana yang dipersyaratkan guna memperoleh rating PSR. terlatih dan ahli dalam melaksanakan mengoperasikan dan pemeliharaan peralatan PSR serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya III PERSYARATAN a. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Primary Surveillance Radar wajib memperoleh pendidikan dan pelatihan melalui program diklat rating yang sesuai. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. b. Dalam rangka implementasi UU Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP Nomor 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING PRIMARY SURVEILLANCE RADAR SYSTEM 300 Jam Pelajaran Kode : PSR-A /KPP Teori : 136 Jam Praktek : 164 Jam I PENDAHULUAN Primary Surveillance Radar (PSR) adalah peralatan pengamatan yang digunakan oleh pengatur lalu lintas udara dalam mengamati pergerakan dari pesawat udara disekitar wilayah pengaturannya melalui suatu layar tampilan.

Pemeliharaan pencegahan d. Fungsi b. Penggunaan alat ukur c. Analisa sistem peralatan PSR System Ujian / Evaluasi : a. Pemeliharaan perbaikan Praktek : a. Blok dan circuit diagram c. Pemeliharaan pencegahan b.V No 1 KURIKULUM RADAR PSR MATA PELAJARAN Teori umum peralatan PSR System : a. Teori penunjang c. Dokumen terkait Teknik peralatan PSR System : a. Teori rinci peralatan b. Trouble shooting e. Teori b. Pengoperasian b. Praktek KODE PSR-A/A/1 Jumlah Jam Pelajaran TEORI PRAKTE 16 2 PSR-A/A/2 24 3 4 PSR-A/A/3 PSR-A/A/4 48 16 5 PSR-A/A/5 132 6 PSR-A/A/6 8 32 T o t a l : 136 164 . Rencana Instalasi Prosedur pengoperasian PSR System Pemeliharaan : a.

Review Digital Teknik dan penjePulsa-pulsa Radar lasan pulsa-pulsa Radar .Memahami Antenna.Memahami peraturan ICAO dan Ditjen Hubud. Teori penunjang .Menjelaskan peraturan-peraturan ICAO dan SKEP Ditjen Hubud 2 Teknik peralatan PSR : a. Teori rinci peralatan .Memahami kegunaan dari .Memahami cara kerja tiap-tiap modul serta sistem dari PSR b. J. .PSR Manual Handbook & Theory .Skolnik .PSR Manual Handbook & Theory . c.ICAO Doc.Memahami teori digital. Dokumen terkait .Penjelasan kegunaan dari PSR dan masing-masing bagiannya PSR dan bagianbagiannya . Blok diagram - Antenna & Control System PSR Transmitter System PSR Receiver System Power Supply System EHT System Antenna Encoder Back Swing Circuit Pulse Modulation Magnetron Heating Delay Time Control Timing and Failure System Relay and EHT Control Synchro Generator Automatic Frequency Control Thyristor Stack Dual Coupler Low Noise Amplifier Switching and Control High/Low Coverage Amplifier and Control Linear & Logarithmic Amplifier IF Amplifier and Filtering Fixed & Moving Echo Detection Oscillator and Safety Device .Basic Radar Principle. Transmitter. .SKEP Ditjen Hubud. Fungsi TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN b. J.Electronics & Digital Manual . Power Supply dan EHT pada sistem PSR .Basic Radar Principle. Receiver.Skolnik . Annex 10 .VI No 1 SILABUS RADAR PSR MATA PELAJARAN ( Topik ) Teori umum peralatan PSR : a.

Counter. Pemeliharaan perbaikan . . Pemeliharaan pencegahan d.X-tal Osc and Program Division .PSR Manual Handbook & Theory . SG. Osc. Pengoperasian b.Cara mengganti modul ganti modul .Memahami cara meng.PSR Manual Handbook & Theory .Dapat melakukan perbaikan pada sistem PSR apabila terjadi kerusakan . Osc. Spec Analizer.Melakukan penyetelan dan penyelarasan pada setiap modul sesuai buku manual .Test Instrument Manual .PSR Manual Handbook & Theory .Melakukan pengukuran signalsignal Radar disetiap test point pada sistem PSR .Channel Distribution & Echo Cct .Menjelaskan pelaksanaan peme.Memahami pelaksanaan liharaan berkala dan kalibrasi pemeliharaan berkala dan penerbangan kalibrasi penerbangan . Watt Meter.Memahami cara menghidupkan dan mematikan sistem PSR sesuai prosedur . Pemeliharaan pencegahan b.PSR Manual Handbook & Theory .Dapat menggunakan alatalat ukur AVO Meter. Freq.SKEP Ditjen Hubud.PSR Manual Handbook & Theory 4 Pemeliharaan : a. Spec Analizer. Duplexer & Circulator 3 Prosedur pengoperasian PSR .Regulator. HT Probe. . .Cara menghidupkan dan mematikan sistem PSR sesuai buku manual/petunjuk operasi .Dapat melakukan penyetelan dan penyelarasan parameter sesuai buku manual dengan benar . SG.Prosedur menghidupkan dan mematikan PSR yang benar .. AFC and Synchro Interface . Trouble shooting . Freq Counter. Penggunaan alat ukur c.Melakukan perbaikan pada sistem PSR .Dapat melakukan pengukuran signal PSR dengan benar menggunakan alat ukur .Penggunaan alat-alat ukur AVO Meter.PSR Manual Handbook & Theory 5 Praktek : a.Diplexer.Dapat menghidupkan dan mematikan PSR dengan benar . HT Probe. Watt Meter.

Teori b.6 Ujian / Evaluasi : a.Dapat melakukan pengoperasian dan trouble shooting PSR dengan benar sesuai prosedur .Melaksanakan ujian tertulis dengan menjawab soal-soal yang diberikan .Memahami seluruh pelajaran teori yang telah diajarkan . Praktek .Setiap peserta diklat melaksanakan praktek singkat langsung pada peralatan PSR sesuai petunjuk dari penguji Instruktur penguji Instruktur penguji .

PSR ini dapat mengetahui jarak. terlatih dan terampil dalam melaksanakan mengoperasikan dan pemeliharaan peralatan PSR serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya III PERSYARATAN a. dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan. b. Pendidikan minimal adalah Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. . IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas PSR. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Primary Surveillance Radar wajib memperoleh pendidikan dan pelatihan melalui program diklat rating yang sesuai.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING PRIMARY SURVEILLANCE RADAR SYSTEM 250 Jam Pelajaran Kode : PSR-A /KPP Teori : 120 Jam Praktek : 130 Jam I PENDAHULUAN Primary Surveillance Radar (PSR) adalah peralatan pengamatan yang digunakan oleh pengatur lalu lintas udara dalam mengamati pergerakan dari pesawat udara disekitar wilayah pengaturannya melalui suatu layar tampilan. posisi dan arah pesawat udara. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana yang dipersyaratkan guna memperoleh rating PSR. Dalam rangka implementasi UU Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP Nomor 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.

Pengoperasian b. Praktek KODE PSR-A/T/1 Jumlah Jam Pelajaran TEORI PRAKTE 24 2 PSR-A/T/2 56 3 4 PSR-A/T/3 PSR-A/T/4 16 16 5 PSR-A/T/5 98 6 PSR-A/T/6 8 32 T o t a l : 120 130 .V No 1 KURIKULUM RADAR PSR MATA PELAJARAN Teori umum peralatan PSR : a. Dokumen terkait Teknik peralatan PSR : a. Teori penunjang c. Teori rinci peralatan b. Trouble shooting Ujian / Evaluasi : a. Pemeliharaan pencegahan d. Pemeliharaan pencegahan b. Penggunaan alat ukur c. Fungsi b. Pemeliharaan perbaikan Praktek : a. Blok diagram Prosedur pengoperasian PSR Pemeliharaan : a. Teori b.

Penjelasan kegunaan dari PSR dan masing-masing bagiannya PSR dan bagianbagiannya . .Memahami kegunaan dari . J.VI No 1 SILABUS RADAR PSR MATA PELAJARAN ( Topik ) Teori umum peralatan PSR : a. Power Supply dan EHT pada sistem PSR .PSR Manual Handbook & Theory .Memahami Antenna.Memahami cara kerja tiap-tiap modul serta sistem dari PSR b.Menjelaskan peraturan-peraturan ICAO dan SKEP Ditjen Hubud 2 Teknik peralatan PSR : a.Memahami peraturan ICAO dan Ditjen Hubud. c. Dokumen terkait .Skolnik . Blok diagram - Antenna & Control System PSR Transmitter System PSR Receiver System Power Supply System EHT System Antenna Encoder Back Swing Circuit Pulse Modulation Magnetron Heating Delay Time Control Timing and Failure System Relay and EHT Control Synchro Generator Automatic Frequency Control Thyristor Stack Dual Coupler Low Noise Amplifier Switching and Control High/Low Coverage Amplifier and Control Linear & Logarithmic Amplifier IF Amplifier and Filtering Fixed & Moving Echo Detection Oscillator and Safety Device . J.Basic Radar Principle.Basic Radar Principle.Electronics & Digital Manual . . Teori rinci peralatan . Transmitter.ICAO Doc.Skolnik .Review Digital Teknik dan penjePulsa-pulsa Radar lasan pulsa-pulsa Radar .SKEP Ditjen Hubud. Annex 10 .PSR Manual Handbook & Theory . Teori penunjang . Fungsi TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN b.Memahami teori digital. Receiver.

Pemeliharaan perbaikan . Watt Meter. SG. HT Probe. Watt Meter.Cara menghidupkan dan mematikan sistem PSR sesuai buku manual/petunjuk operasi . HT Probe.Cara mengganti modul ganti modul . Counter.PSR Manual Handbook & Theory . Osc.PSR Manual Handbook & Theory 5 Praktek : a.PSR Manual Handbook & Theory .Regulator.Prosedur menghidupkan dan mematikan PSR yang benar .Melakukan pengukuran signalsignal Radar disetiap test point pada sistem PSR .X-tal Osc and Program Division .Memahami cara meng. .Memahami cara menghidupkan dan mematikan sistem PSR sesuai prosedur .Test Instrument Manual . Spec Analizer.Diplexer.Melakukan penyetelan dan penyelarasan pada setiap modul sesuai buku manual .PSR Manual Handbook & Theory .Dapat melakukan perbaikan pada sistem PSR apabila terjadi kerusakan .Menjelaskan pelaksanaan peme. .Dapat menghidupkan dan mematikan PSR dengan benar .SKEP Ditjen Hubud.Dapat melakukan penyetelan dan penyelarasan parameter sesuai buku manual dengan benar . Duplexer & Circulator 3 Prosedur pengoperasian PSR .Dapat menggunakan alatalat ukur AVO Meter. SG. . Trouble shooting .Memahami pelaksanaan liharaan berkala dan kalibrasi pemeliharaan berkala dan penerbangan kalibrasi penerbangan .Channel Distribution & Echo Cct .Penggunaan alat-alat ukur AVO Meter..PSR Manual Handbook & Theory 4 Pemeliharaan : a. Freq.Melakukan perbaikan pada sistem PSR . Spec Analizer. Pemeliharaan pencegahan d. AFC and Synchro Interface . Penggunaan alat ukur c.PSR Manual Handbook & Theory . Osc. Pengoperasian b. Freq Counter.Dapat melakukan pengukuran signal PSR dengan benar menggunakan alat ukur . Pemeliharaan pencegahan b.

Memahami seluruh pelajaran teori yang telah diajarkan .6 Ujian / Evaluasi : a.Melaksanakan ujian tertulis dengan menjawab soal-soal yang diberikan . Praktek .Setiap peserta diklat melaksanakan praktek singkat langsung pada peralatan PSR sesuai petunjuk dari penguji Instruktur penguji Instruktur penguji . Teori b.Dapat melakukan pengoperasian dan trouble shooting PSR dengan benar sesuai prosedur .

II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana yang dipersyaratkan guna memperoleh rating SSR. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Secondary Surveillance Radar wajib memperoleh pendidikan dan pelatihan melalui program diklat rating yang sesuai. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas SSR. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. posisi dan arah serta identitas dan ketinggian pesawat udara. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Dalam rangka implementasi UU Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP Nomor 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. . dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan. Pendidikan minimal adalah Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING SECONDARY SURVEILLANCE RADAR SYSTEM 300 Jam Pelajaran Kode : SSR-A /KPP Teori : 136 Jam Praktek : 164 Jam I PENDAHULUAN Secondary Surveillance Radar (SSR) adalah peralatan pengamatan yang digunakan oleh pengatur lalu lintas udara dalam mengamati pergerakan dari pesawat udara disekitar wilayah pengaturannya melalui suatu layar tampilan. b. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. SSR ini dapat mengetahui jarak. terlatih dan ahli dalam melaksanakan mengoperasikan dan pemeliharaan peralatan SSR serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya III PERSYARATAN a.

Pengoperasian b. Dokumen terkait Teknik peralatan SSR : a. Trouble shooting e. Pemeliharaan pencegahan b. Teori b. Blok dan circuit diagram c. Praktek KODE SSR-A/A/1 Jumlah Jam Pelajaran TEORI PRAKTE 24 2 SSR-A/A/2 56 3 4 SSR-A/A/3 SSR-A/A/4 24 20 5 SSR-A/A/5 132 6 SSR-A/A/6 12 32 T o t a l : 136 164 . Teori penunjang c. Pemeliharaan pencegahan d. Penggunaan alat ukur c. Pemeliharaan perbaikan Praktek : a. Teori rinci peralatan b. Analisa sistem peralatan SSR Ujian / Evaluasi : a. Rencana instalasi Prosedur pengoperasian SSR Pemeliharaan : a. Fungsi b.V No 1 KURIKULUM RADAR SSR MATA PELAJARAN Teori umum peralatan SSR : a.

Skolnik .Basic Radar Principle. Mode dan Code .Penjelasan kegunaan dari SSR dan masing-masing bagiannya . Annex 10 . Transmitter.Skolnik .Memahami rangkaian dan cara kerja tiap-tiap modul serta sistem dari SSR . .Basic Radar Principle. J. Pulsa-pulsa Radar.Memahami Triode/Cavity . 2 Teknik peralatan SSR : a.SSR Manual Handbook & Theory .Memahami kegunaan dari SSR dan bagianbagiannya .ICAO Doc. Power Supply dan EHT pada sistem SSR - Antenna & Control System SSR Transmitter System SSR Receiver System Power Supply System EHT System Antenna Encoder Time Base and Master Trigger SSR Encoder Power Amplifier Pre Heating Regulator Cavity Amplifier Antenna Pattern Switch EHT Generator SLS and Sensitivity Time Control Front Pannel and Remote System Modulator System Amplifier Receiver System Transmission Test and Normal System . J.Review Magnetron dan Klystron . Teori rinci peralatan b.SKEP Ditjen Hubud.Menjelaskan peraturan-peraturan ICAO dan SKEP Ditjen Hubud .VI No 1 SILABUS RADAR SSR MATA PELAJARAN ( Topik ) Teori umum peralatan SSR : a. Receiver.Electronics & Digital Manual .SSR Manual Handbook & Theory . Fungsi TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN b. Blok dan circuit diagram .Review Digital Teknik dan penjelasan pulsa-pulsa Radar serta Mode dan Code . Teori penunjang c.Memahami peraturan ICAO dan Ditjen Hubud. Dokumen terkait .Memahami Antenna.Memahami teori digital.

Spec Analizer. Pemeliharaan perbaikan . Trouble shooting e.Dapat melakukan penyetelan dan penyelarasan parameter sesuai buku manual dengan benar .Menjelaskan pelaksanaan peme.Cara mengganti modul dan kom. Rencana instalasi .SSR Manual Handbook & Theory .SKEP Ditjen Hubud.SSR Manual Handbook & Theory 5 Praktek : a.SSR Manual Handbook & Theory 4 Pemeliharaan : a.Melakukan penyetelan dan penyelarasan pada setiap modul sesuai buku manual . Penggunaan alat ukur c.Dapat melakukan perbaikan pada sistem SSR apabila terjadi kerusakan . Counter.SSR Manual Handbook & Theory .Penggunaan alat-alat ukur AVO Meter.Membuat analisa kerusakan yang terjadi pada saat pelaksanaan trouble shooting .SSR Manual Handbook & Theory . Pemeliharaan pencegahan d.SSR Manual Handbook & Theory .Memahami cara menghidupkan dan mematikan sistem SSR sesuai prosedur . Pengoperasian b. Freq. Analisa sistem peralatan SSR . Pemeliharaan pencegahan b.Melakukan perbaikan pada sistem SSR .Memahami cara mengponen ganti modul dan komponen . Spec Analizer . Osc. SG.c. Watt Meter.Dapat menganalisa penyebab dari kerusakan .Memahami pelaksanaan liharaan berkala dan kalibrasi pemeliharaan berkala dan penerbangan kalibrasi penerbangan . SG. . .Siting Criteria Manual 3 Prosedur pengoperasian SSR .Dapat melakukan pengukuran signal SSR dengan benar menggunakan alat ukur . Osc.Melakukan pengukuran signalsignal Radar disetiap test point pada sistem SSR .Prosedur menghidupkan dan mematikan SSR yang benar .SSR Manual Handbook & Theory .Menjelaskan kriteria penempatan SSR . Freq Counter.Cara menghidupkan dan mematikan sistem SSR sesuai buku manual/petunjuk operasi .Dapat menghidupkan dan mematikan SSR dengan benar .. Watt Meter.Dapat menggunakan alatalat ukur AVO Meter.Mengetahui cara-cara penempatan PSR .Test Instrument Manual .

6 Ujian / Evaluasi : a.Melaksanakan ujian tertulis dengan menjawab soal-soal yang diberikan .Setiap peserta diklat melaksanakan praktek singkat langsung pada peralatan SSR sesuai petunjuk dari penguji Instruktur penguji Instruktur penguji .Memahami seluruh pelajaran teori yang telah diajarkan .Dapat melakukan pengoperasian dan trouble shooting SSR dengan benar sesuai prosedur . Teori b. Praktek .

Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Secondary Surveillance Radar wajib memperoleh pendidikan dan pelatihan melalui program diklat rating yang sesuai. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. . dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Pendidikan minimal adalah Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. b. Dalam rangka implementasi UU Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP Nomor 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING SECONDARY SURVEILLANCE RADAR SYSTEM 250 Jam Pelajaran Kode : SSR-A /KPP Teori : 120 Jam Praktek : 130 Jam I PENDAHULUAN Secondary Surveillance Radar (SSR) adalah peralatan pengamatan yang digunakan oleh pengatur lalu lintas udara dalam mengamati pergerakan dari pesawat udara disekitar wilayah pengaturannya melalui suatu layar tampilan. SSR ini dapat mengetahui jarak. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas SSR. terlatih dan terampil dalam melaksanakan mengoperasikan dan pemeliharaan peralatan SSR serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya III PERSYARATAN a. posisi dan arah serta identitas dan ketinggian pesawat udara. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana yang dipersyaratkan guna memperoleh rating SSR.

Trouble shooting Ujian / Evaluasi : a. Teori penunjang c. Pengoperasian b. Teori b.V No 1 KURIKULUM MATA PELAJARAN Teori umum peralatan SSR : a. Blok diagram Prosedur pengoperasian SSR Pemeliharaan : a. Teori rinci peralatan b. Pemeliharaan perbaikan Praktek : a. Penggunaan alat ukur c. Praktek T o t a l : KODE SSR-A/T/1 Jumlah Jam Pelajaran TEORI PRAKTE 16 2 SSR-A/T/2 56 3 4 SSR-A/T/3 SSR-A/T/4 24 16 5 SSR-A/T/5 98 6 SSR-A/T/6 8 32 120 130 . Pemeliharaan pencegahan b. Dokumen terkait Teknik peralatan SSR : a. Fungsi b. Pemeliharaan pencegahan d.

J.Penjelasan kegunaan dari SSR dan masing-masing bagiannya SSR dan bagianbagiannya . c. lasan pulsa-pulsa Radar serta Pulsa-pulsa Radar.VI No 1 SILABUS MATA PELAJARAN ( Topik ) Teori umum peralatan SSR : a.SSR Manual Handbook & Theory .Cara menghidupkan dan mematikan sistem SSR sesuai buku manual/petunjuk operasi . Teori penunjang . .SKEP Ditjen Hubud.Memahami kegunaan dari .Menjelaskan peraturan-peraturan ICAO dan SKEP Ditjen Hubud .Memahami teori digital. Receiver.Memahami Antenna.Basic Radar Principle. Annex 10 . J.Electronics & Digital Manual .Memahami peraturan ICAO dan Ditjen Hubud.Memahami cara kerja tiap-tiap modul serta sistem dari SSR b. Power Supply dan EHT pada sistem SSR . Mode Mode dan Code dan Code .Review Digital Teknik dan penje. Teori rinci peralatan .SSR Manual Handbook & Theory .Skolnik . Dokumen terkait 2 Teknik peralatan SSR : a. Blok diagram - Antenna & Control System SSR Transmitter System SSR Receiver System Power Supply System EHT System Antenna Encoder Time Base and Master Trigger SSR Encoder Power Amplifier Pre Heating Regulator Cavity Amplifier Antenna Pattern Switch EHT Generator SLS and Sensitivity Time Control Front Pannel and Remote System Modulator System Amplifier Receiver System Transmission Test and Normal System .SSR Manual Handbook & Theory 3 Prosedur pengoperasian SSR . Transmitter. Fungsi TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN b.Skolnik .Memahami cara menghidupkan dan mematikan sistem SSR sesuai prosedur .ICAO Doc.Basic Radar Principle.

SKEP Ditjen Hubud.Test Instrument Manual . .Melakukan pengukuran signalsignal Radar disetiap test point pada sistem SSR .Memahami seluruh pelajaran teori yang telah diajarkan .Dapat melakukan pengoperasian dan trouble shooting SSR dengan benar sesuai prosedur .Penggunaan alat-alat ukur AVO Meter. Pemeliharaan pencegahan d. Spec Analizer. Trouble shooting . Freq Counter. SG. Osc. Praktek . Freq.Melakukan perbaikan pada sistem SSR .Setiap peserta diklat melaksanakan praktek singkat langsung pada peralatan SSR sesuai petunjuk dari penguji Instruktur penguji Instruktur penguji . Spec Analizer .SSR Manual Handbook & Theory 6 Ujian / Evaluasi : a.SSR Manual Handbook & Theory .Memahami pelaksanaan liharaan berkala dan kalibrasi pemeliharaan berkala dan penerbangan kalibrasi penerbangan . Teori b.SSR Manual Handbook & Theory .Melaksanakan ujian tertulis dengan menjawab soal-soal yang diberikan .Dapat melakukan pengukuran signal SSR dengan benar menggunakan alat ukur . SG. Watt Meter.Dapat menggunakan alatalat ukur AVO Meter. Penggunaan alat ukur c. Counter. Watt Meter..SSR Manual Handbook & Theory .Dapat melakukan perbaikan pada sistem SSR apabila terjadi kerusakan . Pengoperasian b.Prosedur menghidupkan dan mematikan SSR yang benar .Cara mengganti modul ganti modul . Pemeliharaan perbaikan .Melakukan penyetelan dan penyelarasan pada setiap modul sesuai buku manual .Dapat menghidupkan dan mematikan SSR dengan benar . Osc.SSR Manual Handbook & Theory 5 Praktek : a.4 Pemeliharaan : a. .Memahami cara meng. Pemeliharaan pencegahan b.Dapat melakukan penyetelan dan penyelarasan parameter sesuai buku manual dengan benar .Menjelaskan pelaksanaan peme.

PP No. III PERSYARATAN : a. Dalam rangka implementasi UU No. terlatih dan ahli dalam melaksanakan pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ATC Automation System. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara fasilitas ATC AUTO wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. . yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. data radar dan data lainnya yang digunakan pada sistim pemanduan lalu-lintas udara yang sebagian atau seluruh kegiatannya dilakukan oleh komputer dan hasilnya digunakan oleh Pemandu lalu-lintas udara ( ATC ) dalam proses pengambilan keputusan . serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. b. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Pendidikan minimal adalah Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan.DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA SKP AHLI RATING AIR TRAFFIC CONTRO AUTOMATION SYSTEM 280 Jam Pelajaran KODE ATC AUTO-A/KPP Teori : 128 Jam Praktek : 152 Jam I PENDAHULUAN Fasilitas ATC Automation System ( ATC AUTO) adalah fasilitas penunjang keselamatan penerbangan yang memproses pengolahan data penerbangan. serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana yang dipersyaratkan guna memperoleh rating ATC AUTO. dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung.jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ATC Automation System. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan.

Analisis sistem Ujian/Evaluasi a. Pengoperasian b. Pemeliharaan Pencegahan b. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Fungsi b. Penggunaan alat ukur c. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Blok dan circuit diagram c. Praktek T o t a l : KODE ATC AUTO/A/A/1 Jumlah Jam Pelajaran TEORI 24 PRAKTEK 2 ATC AUTO/A/A/2 64 3 4 ATC AUTO/A/A/3 ATC AUTO/A/A/4 16 16 5 ATC AUTO/A/A/5 120 6 ATC AUTO/A/A/6 8 32 128 152 . Pemeliharaan Pencegahan d. Teori b. Teori penunjang c.V No 1 KURIKULUM ATC OS MATA PELAJARAN Teori umum a. Teori rinci peralatan b. Optimasi Sistem Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Trouble shooting e.

No SILABUS RADAR ATC AS MATA PELAJARAN ( TOPIK ) Teori umum peralatan ATC Automation a.VI. − Communication Network − Subsystem − FDP Subsystem − RDP Subsystem − Workstation Subsystem − Sony Monitor − Flight Strip Printer − Hi-bright Monitor − GPS Time Source Component − Instalation Procedure − Fundamental of The Unix System − HP Open View Network Node Manager −HP UX System administration for Series 700 − System Overview −ATC Automation architecture −Theory of Operation . Data Comm. Memahami sistem arsitektur. 8 ATC Auttomation Manual Book. Komunikasi Data. Annex 10 SKEP DJU No. Protokol/Interface −Review Sistem Operasi .Penjelasan tentang kegunaan ATC Automation System dan kegunaan masing-masing bagian −Review Mikroprosesor .Peraturan ICAO. Teori rinci peralatan ATC Automation System - Capability of System Safety features of System System Architecture: Subsystem of ATC Automation Software of ATC Automation 4 2 2 4 4 2 2 2 2 2 2 2 2 2 8 4 3 1 2 1 4 8 8 4 4 4 4 ATC Auttomation Manual Book. Fundamental of The unix System ICAO Doc.. Memahami aturan – aturan ICAO dan dokumen lainnya. interkoneksi antar subsistem dan software . Networking. Memahami interkoneksi antar subsistem pada ATC Automation. Dokumen terkait −Memahami kegunaan dari sistem ATC Automation dan bagian-bagiannya −Memahami teori digital dan kegunaannya serta Sistem Komunikasi Data dan Perangkatnya. dan buku-buku manual. 8 8 4 2 Teknik peralatan a. Blok dan circuit diagram ATC Automation System. Electronics & Digital . b. cara kerja masing-masing subsistem dan sistim manajemen ATC Automation. Fungsi TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL T P PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAN 1 b. Teori penunjang c.

c. Optimasi System

3

Prosedur Pengoperasian ATC Automation System

Memahami Sistem Aplikasi ATC Automation. Memahami cara menghidupkan dan mematikan ATC Automation System secara Hardware dan Software Memahami pelaksanaan pemeliharaan berkala ATC Automation System Memahami prosedur perbaikan Hardware dan Software Dapat menghidupkan dan mematikan dengan benar sesuai prosedur Dapat menggunakan logic analyzer , tools software

− System Monitoring and Control Procedure : System maintenance and Control Aplikasi Sistem Cara menghidupkan dan mematikan ATC Automation System secara hardware dan Software

2 2 8 16

4

Pemeliharaan a. Pemeliharaan Pencegahan

Pemeliharaan Berkala

4

SKEP DJU No.

b. Pemeliharaan Perbaikan

Prosedur perbaikan Hardware dan Software

8

ATC Auttomation Manual Book,

5

Praktek a. Pengoperasian

b. Penggunaan alat ukur dan tools

c. Pemeliharaan Pencegahan

d. Trouble shooting

e. Analisis sistem peralatan ATC Automation System.

Dapat melakukan penyetelan & penyelarasan parameter dengan benar Dapat melakukan perbaikan apabila terjadi kerusakan pada Hardware dan Software Dapat menganalisa penyebab dari kerusakan

Menghidupkan dan mematikan ATC automation system sesuai prosedur. Melakukan pengukuran dan mendeteksi semua signal-signal dan parameter pada ATC Automation system. Melakukan Penyetelan & Penyelarasan pada semua modul. Melakukan perbaikan pada setiap kerusakan Software dan modul Hardware. Membuat analisa kerusakan yang terjadi pada saat pelaksanaan trouble shooting Melaksanakan ujian tertulis untuk menjawab soal-soal yang diberikan Melaksanakan praktek langsung pada peralatan ATC Automation System 8

20

ATC Auttomation Manual Book, ATC Auttomation Manual Book, Test Instrument Manual ATC Auttomation Manual Book ATC Auttomation Manual Book

16

20

20

24

ATC Auttomation Manual Book

6

Ujian/Evaluasi a. Teori b. Praktek

Memahami seluruh pelajaran yang diajarkan Dapat melakukan pengoperasian dan trouble shooting dengan benar

32

DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK
SKP TERAMPIL

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA

RATING AIR TRAFFIC CONTROL AUTOMATION SYSTEM
220 Jam Pelajaran

KODE
ATC AUTO-A/KPP Teori : 96 Jam Praktek : 124 Jam

I

PENDAHULUAN

Fasilitas ATC Automation System (ATC AUTO) adalah fasilitas penunjang keselamatan penerbangan yang memproses pengolahan data penerbangan, data radar dan data lainnya yang digunakan pada sistim pemanduan lalu-lintas udara yang sebagian atau seluruh kegiatannya dilakukan oleh komputer dan hasilnya digunakan oleh Pemandu lalu-lintas udara ( ATC ) dalam proses pengambilan keputusan .
Dalam rangka implementasi UU No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan, PP No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan, serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan, yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang sertifikat kecakapan memiliki rating, maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara fasilitas ATC Automation System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana yang dipersyaratkan guna memperoleh rating ATC AUTO, dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan, terlatih dan terampil dalam melaksanakan pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ATC Automation System, serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. III PERSYARATAN : a. Pendidikan minimal adalah Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika; b. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan.

IV

MANFAAT YANG DIHARAPKAN :

Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ATC Automation System, sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.

V

KURIKULUM RADAR ATC AS No MATA PELAJARAN KODE Jam Pelajaran TEORI
1 Teori umum a. Fungsi b. Teori penunjang c. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Teori rinci peralatan b. Blok diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Pemeliharaan Pencegahan b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Pengoperasian b. Penggunaan alat ukur c. Pemeliharaan Pencegahan d. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Teori b. Praktek JUMLAH JAM PELAJARAN 24

PRAKTEK

2

16

3 4

32 16

5

92

6

8

32

96

124

VI.
No

SILABUS RADAR ATC AS
MATA PELAJARAN ( TOPIK ) Teori umum peralatan ATC Automation a. Fungsi TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL T P PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAN

1

b. Teori penunjang

c. Dokumen terkait

Memahami kegunaan dari sistem ATC Automation System dan bagianbagiannya Memahami teori digital dan kegunaannya serta Sistem Komunikasi Data dan Perangkatnya. Memahami aturan – aturan ICAO dan dokumen lainnya. Memahami sistem arsitektur, interkoneksi antar subsistem dan software

Penjelasan tentang kegunaan ATC Automation System dan kegunaan masing-masing bagian . - Review Mikroprosesor , Komunikasi Data, Networking, Protokol/Interface. - Review Sistem Operasi Peraturan ICAO dan buku-buku manual. − Capability of System − Safety features of System − System Architecture: − Subsystem of ATC Automation − Software of ATC Automation

4

ATC Auttomation Manual Book,

8

Electronics & Digital , Data Comm., Fundamental of The unix System ICAO Doc. Annex 10 SKEP DJU No.

8 4

2

Teknik peralatan a. Teori rinci peralatan ATC Automation System

2 2 2 2 4

ATC Auttomation Manual Book,

b. Blok diagram ATC Automation System.

Memahami interkoneksi antar subsistem pada ATC Automation, cara kerja masing-masing subsistem dan sistim manajemen ATC Automation.

3

Prosedur Pengoperasian ATC Automation System

Memahami cara menghidupkan dan mematikan ATC Automation System secara Hardware dan Software Memahami pelaksanaan pemeliharaan berkala ATC Automation System Memahami prosedur perbaikan Hardware dan Software

− Communication Network Subsystem − FDP Subsystem − RDP Subsystem − Workstation Subsystem − Sony Monitor − Flight Strip Printer − Hi-bright Monitor − GPS Time Source Component − Instalation Procedure − Fundamental of The Unix System − HP Open View Network Node Manager − HP UX System administration for Series 700 − System Overview − ATC Automation architecture − Theory of Operation − System Monitoring and Control − Procedure : System maintenance and Control − Cara menghidupkan dan mematikan ATC Automation System secara hardware dan Software

1 2 2 2 1 1 1 2 1 4 4 2 2 2 2 1 2

12

4

Pemeliharaan a. Pemeliharaan Pencegahan

Pemeliharaan Berkala

4

SKEP DJU No.

b. Pemeliharaan Perbaikan

Prosedur perbaikan Hardware dan Software

4

ATC Auttomation Manual Book,

5

Praktek a. Pengoperasian

b. Penggunaan alat ukur dan tools

Dapat menghidupkan dan mematikan dengan benar sesuai prosedur Dapat menggunakan logic analyzer , tools software

c. Pemeliharaan Pencegahan

d. Trouble shooting

Dapat melakukan penyetelan & penyelarasan parameter dengan benar Dapat melakukan perbaikan apabila terjadi kerusakan pada Hardware dan Software Memahami seluruh pelajaran yang diajarkan Dapat melakukan pengoperasian dan trouble shooting dengan benar

Menghidupkan dan mematikan ATC automation system sesuai prosedur. Melakukan pengukuran dan mendeteksi semua signal-signal dan parameter pada ATC Automation system. Melakukan Penyetelan & Penyelarasan pada semua modul. Melakukan perbaikan pada setiap kerusakan Software dan modul Hardware.

24

ATC Auttomation Manual Book, ATC Auttomation Manual Book, Test Instrument Manual ATC Auttomation Manual Book ATC Auttomation Manual Book

16

32

20

6

Ujian/Evaluasi a. Teori b. Praktek

Melaksanakan ujian tertulis untuk menjawab soal-soal yang diberikan Melaksanakan praktek singkat langsung pada peralatan ATC Automatio System

8 32

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA

DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK
SKP AHLI

RATING AERODRUME SURFACE DETECTION EQUIPMENT SYSTEM
280 Jam Pelajaran

Kode : ASDE-A /KPP
Teori : 136 Jam Praktek : 164 Jam

I

PENDAHULUAN Aerodrume Serface Detection Eqyuipment (ASDE) adalah peralatan pengamatan yang digunakan oleh pengatur lalu lintas udara dalam mengamati pergerakan dari pesawat udara disekitar aerodrume dan ground movement melalui suatu layar tampilan. ASDE ini dapat mengetahui jarak, posisi dan arah pesawat udara. Dalam rangka implementasi UU Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP Nomor 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan, maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Aerodrume Serface Detection Eqyuipment (ASDE) wajib memperoleh pendidikan dan pelatihan melalui program diklat rating yang sesuai.

II

MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana yang dipersyaratkan guna memperoleh rating ASDE, dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan, terlatih dan ahli dalam melaksanakan mengoperasikan dan pemeliharaan peralatan ASDE serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya

III

PERSYARATAN a. Pendidikan minimal adalah Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. b. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan.

IV

MANFAAT YANG DIHARAPKAN Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ASDE, sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.

Penggunaan alat ukur c. Pemeliharaan pencegahan d. Blok dan circuit diagram c. Analisa sistem peralatan ASDE System : Ujian / Evaluasi : a. Pengoperasian b. Rencana instalasi Prosedur pengoperasian ASDE System : Pemeliharaan : a. Pemeliharaan pencegahan b. Teori b. Teori rinci peralatan b.V No 1 KURIKULUM ASDE MATA PELAJARAN Teori umum peralatan ASDE System : a. Fungsi b. Trouble shooting e. Pemeliharaan perbaikan Praktek : a. Dokumen terkait Teknik peralatan ASDE System : a. Praktek KODE ASDE-A/A/1 Jumlah Jam Pelajaran TEORI PRAKTE 24 2 ASDE-A/A/2 64 3 4 ASDE-A/A/3 ASDE-A/A/4 16 16 5 ASDE-A/A/5 120 6 ASDE-A/A/6 8 32 T o t a l : 128 152 VI SILABUS ASDE Sedang dalam pengembangan . Teori penunjang c.

terlatih dan ahli dalam melaksanakan mengoperasikan dan pemeliharaan peralatan ASDE serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya III PERSYARATAN a. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. ASDE ini dapat mengetahui jarak. Pendidikan minimal adalah Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. Untuk maksud tersebut bagi teknisi yang menangani peralatan Aerodrume Serface Detection Eqyuipment (ASDE) wajib memperoleh pendidikan dan pelatihan melalui program diklat rating yang sesuai. dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan. Dalam rangka implementasi UU Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP Nomor 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. b. . II MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana yang dipersyaratkan guna memperoleh rating ASDE. maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil elektronika penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. IV MANFAAT YANG DIHARAPKAN Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ASDE.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING AERODRUME SURFACE DETECTION EQUIPMENT SYSTEM 220 Jam Pelajaran Kode : ASDE-A /KPP Teori : 96 Jam Praktek : 124 Jam I PENDAHULUAN Aerodrume Serface Detection Eqyuipment (ASDE) adalah peralatan pengamatan yang digunakan oleh pengatur lalu lintas udara dalam mengamati pergerakan dari pesawat udara disekitar aerodrume dan ground movement melalui suatu layar tampilan. posisi dan arah pesawat udara. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan.

V No 1 KURIKULUM ASDE MATA PELAJARAN Teori umum peralatan ASDE System : a. Pengoperasian b. Rencana instalasi Prosedur pengoperasian ASDE System : Pemeliharaan : a. Teori rinci peralatan b. Pemeliharaan pencegahan d. Trouble shooting e. Blok dan circuit diagram c. Analisa sistem peralatan ASDE System : Ujian / Evaluasi : a. Fungsi b. Teori penunjang c. Pemeliharaan perbaikan Praktek : a. Teori b. Penggunaan alat ukur c. Dokumen terkait Teknik peralatan ASDE System : a. Pemeliharaan pencegahan b. Praktek KODE ASDE-A/A/1 Jumlah Jam Pelajaran TEORI PRAKTE 24 2 ASDE-A/A/2 16 3 4 ASDE-A/A/3 ASDE-A/A/4 32 16 5 ASDE-A/A/5 92 6 ASDE-A/A/6 8 32 T o t a l : 96 124 VI SILABUS ASDE Sedang dalam pengembangan .

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING INSTRUMENT LANDING SYSTEM/ RUNWAY VISUAL RANGE (ILS/RVR) KODE ILS/RVR-A/KPBP Teori : 180 Jam Praktek : 100 Jam 300 Jam Pelajaran I. PENDAHULUAN Instrument Landing System ( ILS) adalah peralatan navigasi udara yang berfungsi untuk memberikan sinyal panduan arah pendaratan (azimuth). Dalam rangka implementasi UU No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ILS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. III. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. IV. PERSYARATAN : a. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ILS. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating ILS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. b. maka teknisi yang mengopersikan dan memelihara fasilitas ILS wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan II. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. sudut luncur (glide path) dan jarak terhadap titik pendaratan dengan presisi kepada pesawat udara yang akan melakukan pendaratan di suatu bandara. .

V. 5. 4. Pemeliharaan Perbaikan Praktek pada peralatan ILS a. Mata Pelajaran Kode Teori 20 Praktek 1. 3. Dokumen terkait dari ICAO/FAA Teknik peralatan a. Teori b. 2. Praktek Jumlah Jam Pelajaran ILS/RVR -A/A/1 ILS/RVR -A/A/2 96 ILS/RVR -A/A/3 ILS/RVR -A/A/4 20 40 ILS/RVR -A/A/5 90 ILS/RVR -A/A/6 4 30 180 120 . KURIKULUM Jam Pelajaran No. Teori penunjang c. Teori peralatan Instrument Landing System (ILS). a. Kriteria Penempatan Peralatan ILS Prosedur Pengoperasian ILS Pemeliharaan peralatan ILS a. 6. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. Fungsi peralatan ILS b. Pemeliharaan pencegahan b. Blok dan circuit diagram ILS c. Trouble shooting e. Pengoperasian b. Pemelihaaan Pencegahan d. Penggunaan alat ukur c. Teori terinci peralatan ILS b.

ICAO DOC. I 3.Buku manual peralatan ILS 4.Patern dan cakupan ILS .enam bulanan.Fungsi dan teori penunjang dalam pengoperasian peralatan ILS.Flight Inspection Report ILS 16 16 . II . .Sitting kriteria: .8071 Vol. Fungsi peralatan ILS b.ICAO ANNEX 10 Vol.Pelaksanaan ground Check 20 P PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN . Agar para peserta mengetahui dan memahami cara kerja secara sistem. Prosedur pengoperasian Agar para peserta mampu melaksanakan pengoperasian peralatan ILS dengan benar .tahunan.Prinsip kerja ILS: .ICAO DOC. Teori Penunjang c. .DME ILS .RVR .RCMS .Pemeliharaan/pengechekan berkala : harian. II .ILS receiver . penempatan dan cakupan peralatan ILS. 8071 Vol.Blok diagram ILS: . . No. Blok dan Circuit diagram peralatan ILS c. Teknik peralatan a. Pemeliharaan Agar para peserta mampu melaksanakan pemeliharaan peralatan ILS dengan benar. 8 .Space modulation .ICAO ANNEX 10 Air 1.Besaran dan adjustment parameter ILS .Buku manual peralatan ILS . .VI. a. bulanan. Kriteria penempatan peralatan ILS 16 16 12 8 8 8 8 8 6 6 20 .ILS single/dual Frek . 2. Teori terinci peralatan ILS b.RVR .Kategori ILS . .Pengoperasian ILS dengan lokal dan remote.Buku Radio Navigation . tiga bulanan.DME ILS .Tipe-tipe ILS .RMMC . mingguan. SILABI MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori peralatan ILS.Pelayanan dan Analisa hasil Flight Comm / periodik. Dokumen terkait dari ICAO / FAA TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL T Agar para peserta mengetahui dan memahami fungsi peralatan ILS dalam menunjang operasi keselamatan penerbangan serta acuan /institusi yang dianut.

ICAO DOC. Penggunaan alat ukur c.Buku manual ILS . MATA PELAJARAN (TOPIK) Praktek a. Ujian/evaluasi . Pengoperasian b. menggunakan alat ukur elektronik. Analisis sistim peralatan TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL T P 90 PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN . Agar para peserta dapat mengoperasikan Peralatan ILS. 4 30 .II . melakukan prosedur pemeliharaan dengan benar serta dapat menganalisa/melokalisir kerusakan yang terjadi pada ILS.8071 Vol.Memberikan soal-soal tertulis dan memberikan troubel shooting pada peralatan ILS kepada peserta. .Melaksanakan pengoperasian.ICAO ANNEX 10 Vol. Pemeliharaan pencegahan d. penggunaan alat ukur. Trouble Shooting e.Buku manual yang terkait 5. Untuk mengetahui para perserta dalam memahami peralatan ILS yang didapatkan selama pelatihan.Buku manual peralatan ILS: . I . mencari penyebab serta menganalisa kerusakan pada ILS 6.No.

Dalam rangka implementasi UU No. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ILS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING INSTRUMENT LANDING SYSTEM/ RUNWAY VISUAL RANGE (ILS/RVR) KODE ILS/RVR-A/KPBP Teori : 120 Jam Praktek : 100 Jam 220 Jam Pelajaran I. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. sudut luncur (glide path) dan jarak terhadap titik pendaratan dengan presisi kepada pesawat udara yang akan melakukan pendaratan di suatu bandara. PENDAHULUAN Instrument Landing System ( ILS) adalah peralatan navigasi udara yang berfungsi untuk memberikan sinyal panduan arah pendaratan (azimuth). yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. . Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating ILS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. III. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ILS. IV. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. b. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. PERSYARATAN : a. maka teknisi yang mengopersikan dan memelihara fasilitas ILS wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan II.

V. Pemelihaaan Pencegahan d. Pemeliharaan Perbaikan Praktek pada peralatan ILS a. 4. 5. Penggunaan alat ukur c. Pemeliharaan pencegahan b. Blok dan circuit diagram ILS c. Teori b. 2. Kriteria Penempatan Peralatan ILS Prosedur Pengoperasian ILS Pemeliharaan peralatan ILS a. Fungsi peralatan ILS b. Teori terinci peralatan ILS b. Mata Pelajaran Kode Teori 20 Praktek 1. Teori peralatan Instrument Landing System (ILS). Pengoperasian b. 3. 6. a. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Dokumen terkait dari ICAO/FAA Teknik peralatan a. Praktek Jumlah Jam Pelajaran ILS/RVR-A/T/1 ILS/RVR -A/T/2 88 ILS/RVR -A/T/3 ILS/RVR -A/T/4 20 40 ILS/RVR -A/T/5 80 ILS/RVR -A/T/6 4 20 120 100 . Teori penunjang c. KURIKULUM Jam Pelajaran No.

8071 Vol. Agar para peserta mengetahui dan memahami cara kerja secara sistem.Buku manual peralatan ILS 4.RVR .Tipe-tipe ILS . . Pemeliharaan Agar para peserta mampu melaksanakan pemeliharaan peralatan ILS dengan benar.tahunan. Dokumen terkait dari ICAO / FAA TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL T Agar para peserta mengetahui dan memahami fungsi peralatan ILS dalam menunjang operasi keselamatan penerbangan serta acuan /institusi yang dianut. 6 .Besaran dan adjustment parameter ILS . Fungsi peralatan ILS b. II . .ICAO ANNEX 10 Vol. 2.Patern dan cakupan ILS . penempatan dan cakupan peralatan ILS.RCMS .ILS single/dual Frek .DME ILS . . tiga bulanan.VI. II .DME ILS . No. Prosedur pengoperasian Agar para peserta mampu melaksanakan pengoperasian peralatan ILS dengan benar .Pemeliharaan/pengechekan berkala : harian. Teori terinci peralatan ILS b. SILABI MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori peralatan ILS.Prinsip kerja ILS: .ICAO DOC. .Buku Radio Navigation .Fungsi dan teori penunjang dalam pengoperasian peralatan ILS.RVR . .Sitting kriteria: .Pelayanan dan Analisa hasil Flight Comm / periodik. Blok diagram peralatan ILS c. a. Teknik peralatan a.RMMC . Kriteria penempatan peralatan ILS 10 10 8 6 6 8 8 8 4 4 6 . mingguan.Kategori ILS .Pelaksanaan ground Check 20 P PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN .Space modulation . I 3. Teori Penunjang c.Buku manual peralatan ILS .Pengoperasian ILS dengan lokal dan remote. 8071 Vol.enam bulanan.Blok diagram ILS: .Flight Inspection Report ILS 8 4 .ILS receiver .ICAO DOC. bulanan.ICAO ANNEX 10 Air 1.

Buku manual peralatan ILS: . menggunakan alat ukur elektronik. 4 20 .Buku manual ILS . .No. TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL T P 80 PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN . penggunaan alat ukur.Memberikan soal-soal tertulis dan memberikan troubel shooting pada peralatan ILS kepada peserta. Agar para peserta dapat mengoperasikan Peralatan ILS. MATA PELAJARAN (TOPIK) Praktek a. Penggunaan alat ukur c. I . Trouble Shooting.ICAO ANNEX 10 Vol.8071 Vol. Ujian/evaluasi . melakukan prosedur pemeliharaan dengan benar serta dapat menganalisa/melokalisir kerusakan yang terjadi pada ILS.II .Buku manual yang terkait 5.Melaksanakan pengoperasian. Pemeliharaan pencegahan d. mencari penyebab serta menganalisa kerusakan pada ILS 6.ICAO DOC. Untuk mengetahui para perserta dalam memahami peralatan ILS yang didapatkan selama pelatihan. Pengoperasian b.

maka teknisi yang mengopersikan dan memelihara fasilitas Sattelite Landing System (DGPS) wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan II. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. sudut luncur (glide path) dan jarak terhadap titik pendaratan dengan presisi kepada pesawat udara yang akan melakukan pendaratan di suatu bandara.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING SATTELITE LANDING SYSTEM (DIFFERENTIAL GLOBAL POSITIONING SYSTEM) KODE DGPS-A/KPBP Teori : 180 Jam Praktek : 120 Jam 300 Jam Pelajaran I. PENDAHULUAN Sattelite Landing System (DGPS) adalah peralatan bantu fasilitas pendaratan berbasis satelit yang berfungsi untuk memberikan sinyal panduan arah pendaratan (azimuth). Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Sattelite Landing System (DGPS). MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Sattelite Landing System (DGPS) dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. Dalam rangka implementasi UU No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. . yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Sattelite Landing System (DGPS) serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. PERSYARATAN : a. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. b. III. IV.

a. Mata Pelajaran Kode Teori 20 Praktek 1. Pemeliharaan Perbaikan Praktek pada peralatan Sattelite Landing System (DGPS) a. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Pengoperasian b. 3. Teori penunjang c. Blok dan circuit diagram Sattelite Landing System (DGPS) c. SILABI Silabi sedang dalam pengembangan . Dokumen terkait dari ICAO/FAA Teknik peralatan a. Teori peralatan Sattelite Landing System (DGPS). Fungsi peralatan Sattelite Landing System (DGPS) b. Kriteria Penempatan Peralatan Sattelite Landing System (DGPS) Prosedur Pengoperasian Sattelite Landing System (DGPS) Pemeliharaan peralatan Sattelite Landing System (DGPS) a. KURIKULUM Jam Pelajaran No. Teori b.V. Pemelihaaan Pencegahan d. 6. 5. Teori terinci peralatan Sattelite Landing System (DGPS) b. 2. Penggunaan alat ukur c. Praktek Jumlah Jam Pelajaran DGPS -A/A/1 DGPS -A/A/2 96 DGPS -A/A/3 DGPS -A/A/4 20 40 DGPS -A/A/5 90 DGPS -A/A/6 4 180 30 120 VI. Pemeliharaan pencegahan b. 4.

MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Sattelite Landing System (DGPS) dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. PENDAHULUAN Sattelite Landing System (DGPS) adalah peralatan bantu fasilitas pendaratan berbasis satelit yang berfungsi untuk memberikan sinyal panduan arah pendaratan (azimuth). 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. PERSYARATAN : a. sudut luncur (glide path) dan jarak terhadap titik pendaratan dengan presisi kepada pesawat udara yang akan melakukan pendaratan di suatu bandara. maka teknisi yang mengopersikan dan memelihara fasilitas Sattelite Landing System (DGPS) wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan II. IV. III. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING SATTELITE LANDING SYSTEM (DIFFERENTIAL GLOBAL POSITIONING SYSTEM) KODE DGPS-A/KPBP Teori : 120 Jam Praktek : 100 Jam 220 Jam Pelajaran I. b. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Sattelite Landing System (DGPS). terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Sattelite Landing System (DGPS) serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. . 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Dalam rangka implementasi UU No.

Pemeliharaan Perbaikan Praktek pada peralatan Sattelite Landing System (DGPS) a. KURIKULUM Jam Pelajaran No. 3. Fungsi peralatan Sattelite Landing System (DGPS) b. Pemeliharaan pencegahan b. 5. 2. Blok dan circuit diagram Sattelite Landing System (DGPS) c.V. Pengoperasian b. 6. 4. Penggunaan alat ukur c. Teori b. Kriteria Penempatan Peralatan Sattelite Landing System (DGPS) Prosedur Pengoperasian Sattelite Landing System (DGPS) Pemeliharaan peralatan Sattelite Landing System (DGPS) a. a. Pemelihaaan Pencegahan d. Dokumen terkait dari ICAO/FAA Teknik peralatan a. SILABI Silabi sedang dalam pengembangan . Praktek Jumlah Jam Pelajaran DGPS -A/T/1 DGPS -A/T/2 88 DGPS -A/T/3 DGPS -A/T/4 20 40 DGPS -A/T/5 80 DGPS -A/T/6 4 20 120 100 VI. Teori peralatan Sattelite Landing System (DGPS). Teori penunjang c. Mata Pelajaran Kode Teori 20 Praktek 1. Teori terinci peralatan Sattelite Landing System (DGPS) b. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a.

II. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Security Equipment serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. III. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING SECURITY EQUIPMENT 300 Jam Pelajaran Teori : 172 Jam Praktek : 128 Jam KODE SE-A/KPFP I. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. b. untuk menunjang keamanan dan keselamatan penerbangan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. . maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Security Equipment wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Dalam rangka implementasi UU No. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. PENDAHULUAN Security Equipment adalah peralatan penunjang fasilitas penerbangan yang digunakan untuk mendeteksi barang yang akan masuk daerah steril di Bandar Udara. PERSYARATAN : a. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan/keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Security Equipment dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih.

Teori umum peralatan a. Teori penunjang c. 4. Pengoperasian b. V. Penggunaan alat ukur c. Praktek SE-A/A /1 SE-A/A /2 112 SE-A/A /3 SE-A/A /4 8 16 SE-A/A/5 96 SE-A/A/6 4 172 32 128 . Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. Teori b. Pemelihaaan Pencegahan d. KURIKULUM No. 6. Blok dan circuit diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. 5. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Teori 32 Pelajaran Praktek 1. Dokumen terkait Teknik peralatan a. 3. Trouble shooting e. Fungsi b.IV. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Security Equipment sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Pemeliharaan pencegahan b. 2. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Teori rinci peralatan b.

Rencana instalasi * Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prinsip kerja peralatan X-ray : • Blok diagram • Power Supply system • Conveyor system • Scanning system • X-ray system • Sensor system • Control system • Image generating system • Monitoring system Metal Detector : • Blok diagram • Power Supply system • Detector dan Control system • Monitoring system 72 20 . Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN − − − Annex 17 Manual Book Ketentuan – ketentuan mengenai penggunaan radio aktif (BATAN) T • Agar peserta memahami kegunaan teori pendukung peralatan.VI. Teknik peralatan a. Blok dan circuit diagram c. Teori penunjang c. Teori rinci peralatan b. MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. serta ketentuan keamanan dan keselamatan penerbangan. Fungsi b. - − 2. SILABI No. • • • • • • Fungsi / kegunaan peralatan Teori sinar X Elektro magnetic Teknik elektronika dan digital Sistem pengamanan Bandara 32 P 1.

d.No. Pengoperasian b. Teori b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Penggunaan alat ukur c. e. Pemeliharaan a. Prosedur Pengoperasian • Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan 4. pemeliharaan. Pemelihaaan Pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan * • Agar peserta memahami prosedur pemeliharaan dan perbaikan peralatan • Prosedur pengoperasian Xray • Prosedur pengoperasian Metal Detector • Prosedur pengoperasian Explosive Detector • Pemeliharaan berkala • Analisis kerusakan dan perbaikan peralatan Pelatihan : • Pengoperasian • Penggunaan alat ukur • Pemeliharaan pencegahan • Trouble shooting • Analisa sistem peralatan 4 2 2 8 8 • Agar peserta memiliki keahlian dalam pengoperasian. . Ujian/Evaluasi a. trouble shooting dan analisa peralatan 16 16 16 24 24 6. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Explosive Detector : • Blok diagram • Power Supply system • Detector dan Control system • Monitoring system 20 P 3. Pemeliharaan pencegahan b. Praktek Evaluasi kompetensi peserta • • Teori Praktek 4 32 . 5.

PERSYARATAN : a. II. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Security Equipment serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. untuk menunjang keamanan dan keselamatan penerbangan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. .DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING SECURITY EQUIPMENT 220 Jam Pelajaran Teori : 140 Jam Praktek : 80 Jam KODE SE-A/KPFP I. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. Dalam rangka implementasi UU No. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan/keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Security Equipment dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. b. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. PENDAHULUAN Security Equipment adalah peralatan penunjang fasilitas penerbangan yang digunakan untuk mendeteksi barang yang akan masuk daerah steril di Bandar Udara. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Security Equipment wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. III.

Teori umum peralatan a. Praktek SE-A/T/1 SE-A/T/2 80 SE-A/T/3 SE-A/T/4 8 16 SE-A/T/5 48 SE-A/T/6 4 140 32 80 . 3. Teori b. Teori penunjang c. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 32 1. Teori rinci peralatan b. 2. Dokumen terkait Teknik peralatan a. 4. Pengoperasian b. Penggunaan alat ukur c. 6. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Security sehingga fasilitas yang dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar dipersyaratkan. KURIKULUM No. Fungsi b. Blok diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Pemeliharaan pencegahan b. 5. Pemelihaaan Pencegahan d.IV. Troble shooting Ujian/Evaluasi a. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. V.

Teknik peralatan a.VI. Teori rinci peralatan b. Fungsi b. MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN − − − Annex 17 Manual Book Ketentuan – ketentuan mengenai penggunaan radio aktif (BATAN) T − Agar peserta memahami kegunaan teori pendukung peralatan. SILABI No. serta ketentuan keamanan dan keselamatan penerbangan. Teori penunjang c. Blok diagram • Agar peserta memahami prinsip kerja peralatan X-ray : • Blok diagram • Power Supply system • Conveyor system • Scanning system • X-ray system • Sensor system • Control system • Image generating system • Monitoring system Metal Detector : • Blok diagram • Power Supply system • Detector dan Control system • Monitoring system 48 16 . - − 2. • • • • • Fungsi / kegunaan peralatan Teori sinar X Elektro magnetic Teknik elektronika dan digital Sistem pengamanan Bandara 32 P 1.

Pemeliharaan a. Praktek • Agar peserta memahami prosedur pemeliharaan dan perbaikan peralatan • Prosedur pengoperasian Xray • Prosedur pengoperasian Metal Detector • Prosedur pengoperasian Explosive Detector • Pemeliharaan berkala • Perbaikan peralatan 4 2 2 8 8 • Agar peserta memiliki ketrampilan dalam pengoperasian. Evaluasi kompetensi peserta • • Teori Praktek 4 32 . Trouble shooting Ujian/Evaluasi a.No. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Explosive Detector : • • • • Blok diagram Power Supply system Detector dan Control system Monitoring system 16 P 3. Pelatihan • Pengoperasian • Penggunaan alat ukur • Pemelihaaan Pencegahan • Trouble shooting 8 8 16 16 6. Penggunaan alat ukur c. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. 5. Pemelihaaan Pencegahan d. Pemeliharaan pencegahan b. Pengoperasian b. pemeliharaan dan trouble shooting. Prosedur Pengoperasian • Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan 4. Teori b.

03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING INTEGRATED SECURITY SYSTEM 300 Jam Pelajaran Teori : 172 Jam Praktek : 88 Jam KODE ISS-A/KPFP I. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Integrated Security System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. . MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Integrated Integrated Security System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. PERSYARATAN : a. II. Dalam rangka implementasi UU No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. kendaraan dan pesawat udara di Bandar Udara guna menunjang keamanan dan keselamatan penerbangan. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. III. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Integrated Security System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. b. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. barang. PENDAHULUAN Integrated Integrated Security System adalah peralatan penunjang fasilitas penerbangan yang terintegrasi untuk memantau lalu – lintas orang.

Pengoperasian b. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Pemelihaaan Pencegahan d. Pemeliharaan pencegahan b.IV. 2. Fungsi b. Teori penunjang c. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Blok dan circuit diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Penggunaan alat ukur c. 5. 4. KURIKULUM No. Praktek ISS-A/A/1 ISS-A/A/2 112 ISS-A/A/3 ISS-A/A/4 8 24 ISS-A/A/5 96 ISS-A/A/6 4 32 172 128 . Teori rinci peralatan b. 3. Teori b. 6. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Teori 24 Pelajaran Praktek 1. Trouble shooting e. V. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Integrated Security System sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Teori umum peralatan a.

Operating System Application System 1. MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. - 2. Blok dan circuit diagram • Agar peserta memahami prinsip kerja peralaan CCTV : • Blok diagram • Power Supply systemt • Camera system • Panic button Access Control : • Blok diagram • Sensor • Power supply • Card reader Fencing 16 8 8 8 8 4 4 4 • Sensor 4 Central System : • Blok diagram • Power Supply system • Operating System • Application System • Control system 4 4 4 4 8 . Fungsi b. SILABI No. Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Agar peserta memahami kegunaan teori pendukung peralatan.VI. • • • • Fungsi / kegunaan peralatan Teknik elektronika dan digital Komunikasi data Sistem pengamanan Bandara 4 8 8 4 P − − − − − Annex 17 Manual Book Open Sytem Networking & Data Comm. serta ketentuan keamanan dan keselamatan penerbangan. Teknik peralatan a. Teori rinci peralatan b. Teori penunjang c.

b. trouble shooting dan analisa peralatan Pelatihan : a. Teori b. Trouble shooting e. Pemeliharaan pencegahan b. Analisis sistem peralatan * a. Pemeliharaan a. Pemelihaaan Pencegahan d. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. 6. Trouble shooting e. Prosedur Pengoperasian • Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan Agar peserta memahami prosedur pemeliharaan dan perbaikan peralatan 4. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • • • Monitoring system Recording System System manager • Prosedur pengoperasian Integrated Integrated Security System • • Pemeliharaan berkala Analisis kerusakan dan perbaikan peralatan 4 4 8 8 P 3. Pengoperasian b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a.No. pemeliharaan. Penggunaan alat ukur c. Praktek • 8 16 • Agar peserta memiliki keahlian dalam pengoperasian. Pengoperasian b. Pemelihaaan Pencegahan d. Penggunaan alat ukur c. 5. Teori Praktek 4 96 Evaluasi kompetensi peserta 32 .

MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Integrated Security System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Integrated Security System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. b. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Integrated Security System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. barang. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. II. . III. Dalam rangka implementasi UU No. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dlm melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Integrated Security System sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. PENDAHULUAN Integrated Security System adalah peralatan penunjang fasilitas penerbangan yang terintegrasi untuk memantau lalu – lintas orang. PERSYARATAN : a. kendaraan dan pesawat udara di Bandar Udara guna menunjang keamanan dan keselamatan penerbangan. IV. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING INTEGRATED SECURITY SYSTEM 220 Jam Pelajaran Teori : 116 Jam Praktek : 64 Jam KODE ISS-A/KPFP I.

3. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Fungsi b. KURIKULUM No. Pemelihaaan Pencegahan d. Teori b. 4. 5. Penggunaan alat ukur c. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Praktek ISS-A/T/1 ISS-A/T/2 70 ISS-A/T/3 ISS-A/T/4 8 16 ISS-A/T/5 32 ISS-A/T/6 4 32 116 64 . Pemeliharaan pencegahan b. Teori rinci peralatan b.V. 6. Pengoperasian b. 2. Teori umum peralatan a. Blok dan circuit diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Teori penunjang c. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Teori 28 Pelajaran Praktek 1. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a.

Teknik peralatan a. Fungsi b. Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Agar peserta memahami kegunaan teori pendukung peralatan. SILABI No. Blok dan circuit diagram • Agar peserta memahami prinsip kerja peralaan CCTV : • Blok diagram • Power Supply systemt • Camera system • Panic button Access Control : • Blok diagram • Sensor • Power supply • Card reader Fencing 8 2 4 2 8 2 2 2 4 • Sensor 8 4 4 4 4 4 Central System : • Blok diagram • Power Supply system • Operating System • Application System • Control system . Teori rinci peralatan b. • • • • Fungsi / kegunaan peralatan Teknik elektronika dan digital Komunikasi data Sistem pengamanan Bandara 4 8 8 8 P − − − − − Annex 17 Manual Book Open Sytem Networking & Data Comm.VI. Teori penunjang c. MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. - 2. serta ketentuan keamanan dan keselamatan penerbangan. Operating System Application System 1.

Pemeliharaan pencegahan b. Praktek • 8 8 • Agar peserta memiliki keterampilan dalam pengoperasian. Pemelihaaan Pencegahan d. Prosedur Pengoperasian • Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan Agar peserta memahami prosedur pemeliharaan dan perbaikan peralatan 4. Penggunaan alat ukur c.No. Pengoperasian b. Teori b. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Evaluasi kompetensi peserta • Materi yang diberikan telah 4 32 . pemeliharaan dan trouble shooting peralatan • Pelatihan dan pengaturan parameter 32 6. 5. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • • Monitoring system Recording System • Prosedur pengoperasian Integrated Security System • • Pemeliharaan berkala Perbaikan peralatan 4 4 8 P 3. Pemeliharaan a. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a.

. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. IV. PERSYARATAN : a. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Centralized Information System sehingga fasilitas yang dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. Dalam rangka implementasi UU No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Centralized Information System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Centralized Information System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Centralized Information System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. PENDAHULUAN Centralized Information System adalah peralatan penunjang operasi Bandar udara yang digunakan untuk mengintegrasikan seluruh informasi penerbangan bagi para pengguna jasa di Bandar Udara.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING CENTRALIZED INFORMATION SYSTEM 300 Jam Pelajaran Teori : 188 Jam Praktek : 112 Jam KODE CIS-A/KPFP I. II. III. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. b.

Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. CIS-A/A/6 4 32 188 112 . 4. Praktek CIS-A/A/1 CIS-A/A/2 64 32 CIS-A/A/3 CIS-A/A/4 24 32 5. 3. Penggunaan alat ukur c. Trouble shooting e. Teori rinci peralatan b. 2. CIS-A/A/5 48 6. Teori b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. KURIKULUM No. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 64 1. Fungsi b. Blok dan circuit diagram c. Rencana instalasi * Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Pengoperasian b. Pemelihaaan Pencegahan d. Teori umum peralatan a. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Pemeliharaan pencegahan b. Teori penunjang c.V.

ketertiban keamanan dan keselamatan penerbangan. Pemelihaaan Pencegahan Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan Agar peserta memahami prosedur pemeliharaan dan perbaikan peralatan • Prosedur pengoperasian 16 Pelatihan : • Pemeliharaan berkala • Analisis kerusakan perbaikan peralatan dan 8 16 • alat Agar peserta memiliki keahlian dalam pengoperasian. Teknik peralatan a. Pengoperasian b. Penggunaan alat ukur c. pemeliharaan. Trouble shooting 40 . Agar peserta memahami prinsip kerja peralatan Agar peserta mampu merencanakan pengembangan jaringan • • • • • • • • • • • • • • Fungsi / kegunaan peralatan Teknik elektronika dan digital Komunikasi Data Sistem Informasi Bandara 4 16 P − − − − − Annex 14 Manual Book Open System Networking & Data comm. trouble shooting dan analisa peralatan Pelatihan : a. Pengoperasian b. MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. 16 8 2. Fungsi b. Pemeliharaan pencegahan d. SILABI No.. Pemeliharaan a. Teori penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Agar peserta memahami teori pendukung serta fungsi peralatan untuk menunjang kelancaran. Teori rinci peralatan b. Penggunaan ukur c. Prosedur Pengoperasian • • 4.VI. Pemeliharaan pencegahan b. 5. Blok dan circuit diagram c. Pemeliharaan perbaikan Praktek a. Operating System Application System 1. Pengembangan jaringan • • Blok diagram Power Supply system Operating System Application System Central Processing Unit Terminal Concentrator Unit DIRAM Peripheral Recording System Network Planning 8 4 4 4 12 4 8 8 4 8 16 3.

Analisis peralatan * sistem P 6. MATA PELAJARAN (TOPIK) Trouble shooting Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. e.No. Teori b. TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T e. Prakterk d. Evaluasi kompetensi peserta • • Teori Praktek 4 32 .

yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. Dalam rangka implementasi UU No. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Centralized Information System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. . II. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Centralized Information System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. PENDAHULUAN Centralized Information System adalah peralatan penunjang operasi Bandar udara yang digunakan untuk mengintegrasikan seluruh informasi penerbangan bagi para pengguna jasa di Bandar Udara. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING CENTRALIZED INFORMATION SYSTEM 220 Jam Pelajaran Teori : 140 Jam Praktek : 80 Jam KODE CIS-A/KPFP I. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. PERSYARATAN : a. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Centralized Information System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. b. III.

Teori b. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Teori rinci peralatan b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Praktek CIS-A/T/1 CIS-A/T/2 64 CIS-A/T/3 CIS-A/T/4 8 16 CIS-A/T/5 48 CIS-A/T/6 4 140 32 80 . 6. Troble shooting Ujian/Evaluasi a. Pengoperasian b. 4. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 48 1. Teori penunjang c. 3.IV. Blok diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Centralized Information System sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Pemeliharaan pencegahan b. Teori umum peralatan a. 2. Pemelihaaan Pencegahan d. 5. Fungsi b. Penggunaan alat ukur c. KURIKULUM No. V.

Teori penunjang c. Blok diagram • Agar peserta memahami prinsip kerja peralatan • • • • • • • • • Blok diagram Power Supply system Operating System Application System Central Processing Unit Terminal Concentrator Unit DIRAM Peripheral Recording System Prosedur pengoperasian 8 4 4 4 16 8 8 8 4 8 3.VI. Teori rinci peralatan b. - 2. MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. ketertiban keamanan dan keselamatan penerbangan. Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Agar peserta memahami teori pendukung serta fungsi peralatan untuk menunjang kelancaran. SILABI No.. • • • • Fungsi / kegunaan peralatan Teknik elektronika dan digital Komunikasi Data Sistem Informasi 8 16 16 8 P − − − − − Annex 14 Manual Book Open System Networking & Data comm. Prosedur Pengoperasian • Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan • . Operating System Application System 1. Fungsi b. Teknik peralatan a.

Penggunaan alat ukur c. MATA PELAJARAN (TOPIK) Pemeliharaan a. Pengoperasian b. Pemelihaaan Pencegahan d. Pemeliharaan pencegahan b.No. trouble shooting. 5. pemeliharaan. Teori b. • Pelatihan • Pengoperasian • Penggunaan alat ukur • Pemelihaaan Pencegahan • Trouble shooting 48 6. kompetensi • • Teori Praktek 4 • • Pemeliharaan berkala Perbaikan peralatan 8 8 P 4. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Evaluasi peserta 32 . Praktek TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Agar peserta memahami prosedur pemeliharaan dan perbaikan peralatan Agar peserta memiliki keterampilan dalam pengoperasian.

b. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan CCTV & Access Control wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. PENDAHULUAN Closed Circuit Television & Access Control adalah peralatan penunjang fasilitas penerbangan untuk memantau lalu – lintas orang. PERSYARATAN : a. Dalam rangka implementasi UU No. II. kendaraan dan pesawat udara di Bandar Udara. . barang. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating CCTV & Access Control dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING CLOSED CIRCUIT TELEVISION & ACCESS CONTROL 220 Jam Pelajaran Teori : 120 Jam Praktek : 80 Jam KODE CCTV & AC-B/KPFP I. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas CCTV & Access Control sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. III. IV. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan CCTV & Access Control serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan.

Praktek CCTV & AC-B/A/1 CCTV & AC-B/A/2 64 CCTV & AC-B/A/3 CCTV & AC-B/A/4 16 20 CCTV & AC-B/A/5 48 CCTV & AC-B/A/6 8 140 32 80 . Pemeliharaan pencegahan b. Pengoperasian b. Troble shooting e. 6. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. 2.V. KURIKULUM No. Teori b. Pemelihaaan Pencegahan d. 4. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Teori rinci peralatan b. 3. 5. Blok diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 32 1. Penggunaan alat ukur c. Fungsi b. Teori umum peralatan a. Teori penunjang c. Dokumen terkait Teknik peralatan a.

Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Agar peserta memahami kegunaan teori pendukung peralatan.VI. No. SILABI MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. Teori rinci peralatan b. Teknik peralatan a. serta ketentuan keamanan dan keselamatan penerbangan. • • • • Fungsi / kegunaan peralatan Teknik elektronika dan digital Komunikasi data Sistem pengamanan Bandara 8 8 8 8 P − − − − − Annex 17 Manual Book Open Sytem Networking & Data Comm. Blok dan circuit diagram • Agar peserta memahami prinsip kerja peralatan CCTV : • Blok diagram • Power Supply system • Camera system • Operating System • Application System • Control system • Monitoring system • Recording System Access Control : • Blok diagram • Sensor • Power supply • Card reader • Operating System • Application System • Control system • Monitoring system 36 28 . 1. Operating System Application System - 2. Teori penunjang c. Fungsi b.

5.No. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. Praktek 4 16 • Agar peserta memiliki keahlian dalam pengoperasian. Pemelihaaan Pencegahan d. 3. trouble shooting dan analisa peralatan 6. MATA PELAJARAN (TOPIK) Prosedur Pengoperasian TUJUAN • • Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan Agar peserta memahami prosedur pemeliharaan dan perbaikan peralatan • • • POKOK BAHASAN Prosedur pengoperasian CCTV & Access Control Pemeliharaan berkala Analisis kerusakan dan perbaikan peralatan JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T 16 P 4. Pengoperasian b. Evaluasi kompetensi peserta Pelatihan • Pengoperasian • Penggunaan alat ukur dan penyetelan parameter • Pemelihaaan Pencegahan • Trouble shooting • Analisis sistem peralatan * • Teori • Praktek 48 8 32 . Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Teori b. Pemeliharaan pencegahan b. Pemeliharaan a. Penggunaan alat ukur c. Trouble shooting e. pemeliharaan.

b. PENDAHULUAN Closed Circuit Television & Access Control adalah peralatan penunjang fasilitas penerbangan untuk memantau lalu – lintas orang. II. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan CCTV & Access Control serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. . MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating CCTV & Access Control dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. PERSYARATAN : a. Dalam rangka implementasi UU No. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan CCTV & Access Control wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. kendaraan dan pesawat udara di Bandar Udara.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING CLOSED CIRCUIT TELEVISION & ACCESS CONTROL 150Jam Pelajaran Teori : 88 Jam Praktek : 62 Jam KODE CCTV & AC-B/KPFP I. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. III. barang.

3. Teori penunjang c. Teori b. Fungsi b. Troble shooting Ujian/Evaluasi a. Blok diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 24 1. Teori rinci peralatan b. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Praktek CCTV & AC-B/T/1 CCTV & AC-B/T/2 44 CCTV & AC-B/T/3 CCTV & AC-B/T/4 8 8 CCTV & AC-B/T/5 32 CCTV & AC-B/T/6 4 88 30 62 . KURIKULUM No. 4. 2. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Pemeliharaan pencegahan b.. Pemelihaaan Pencegahan d. Pengoperasian b. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas CCTV & Access Control System sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. 6. Teori umum peralatan a. Penggunaan alat ukur c. 5. V.IV.

SILABI No. 1. Teori rinci peralatan b. Fungsi b. Teori penunjang c. • • • Fungsi / kegunaan peralatan Komunikasi data Sistem pengamanan Bandara 4 8 4 8 P − − − − − Annex 17 Manual Book Open Sytem Networking & Data Comm. Blok diagram • Agar peserta memahami prinsip kerja peralatan CCTV : • Blok diagram • Power Supply system • Camera system • Operating System • Application System • Control system • Monitoring system • Recording System Access Control : • Blok diagram • Sensor • Power supply • Card reader • Operating System • Application System • Control system • Monitoring system 24 20 . MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a.VI. serta ketentuan keamanan dan keselamatan penerbangan. Teknik peralatan a. Operating System Application System - 2. Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Agar peserta memahami kegunaan teori pendukung peralatan.

3. 6. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. pemeliharaan dan trouble shooting peralatan. Penggunaan alat ukur c. Pemeliharaan pencegahan b. MATA PELAJARAN (TOPIK) Prosedur Pengoperasian TUJUAN • • Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan Agar peserta memahami prosedur perbaikan peralatan • • • POKOK BAHASAN Prosedur pengoperasian CCTV & Access Control Pemeliharaan berkala Perbaikan peralatan JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T 8 P 4. Praktek 4 4 • Agar peserta memiliki keterampilan dalam pengoperasian.No. Pemelihaaan Pencegahan d. Pemeliharaan a. Evaluasi kompetensi peserta Pelatihan • Pengoperasian • Penggunaan alat ukur • Pemelihaaan Pencegahan • Trouble shooting • Teori • Praktek 32 8 30 . Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. 5. Teori b. Pengoperasian b.

.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING INTEGRATED GROUND COMMUNICATION SYSTEM 220 Jam Pelajaran Teori : 144 Jam Praktek : 76 Jam KODE IGCS-B/KPFP I. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Integrated Ground Communication System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Integrated Ground Communication System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. III. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. PENDAHULUAN Integrated Ground Communication System adalah peralatan penunjang operasi Bandar udara yang digunakan untuk mengintegrasikan system komunikasi darat di lingkungan Bandar udara dengan meminimalkan penggunaan frekuensi guna menghindari gangguan terhadap frekuensi penerbangan Dalam rangka implementasi UU No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Integrated Ground Communication System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. PERSYARATAN : a. II. b. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No.

2. Teori penunjang Teknik peralatan a. Fungsi b. Teori umum peralatan a.IV. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. 6. Teori b. Praktek IGCS-B/A/1 IGCS-B/A/2 68 IGCS-B/A/3 IGCS-B/A/4 8 24 IGCS-B/A/5 44 IGCS-B/A/6 4 144 32 76 . 5. Rencana instalasi * Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Pemeliharaan pencegahan b. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Integrated Ground Communication System sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. Trouble shooting e. 4. Penggunaan alat ukur c. Pemelihaaan Pencegahan d. Teori rinci peralatan b. KURIKULUM No. V. Blok dan circuit diagram c. Pengoperasian b. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 40 1. 3.

Prosedur Pengoperasian • Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan • Prosedur pengoperasian Integrated Ground Communication System Pemeliharaan berkala 8 4. SILABI No. • • • • Fungsi / kegunaan peralatan Teknik elektronika dan digital Teori pemancar & Penerima Teori komunikasi data 4 P − − − − − Manual Book Transmitter & Receiver principle Operating System Applilcation System Ketentuan penyelenggaraan komunikasi radio dari Ditjen Hubud dan Ditjen Postel 1. MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. Teori penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Agar peserta memahami teori pendukung serta fungsi peralatan untuk menunjang kelancaran. ketertiban keamanan dan keselamatan penerbangan. Pemeliharaan • Agar peserta memahami • 8 . Teori rinci peralatan b.VI. 16 4 16 2. Teknik peralatan a. Blok dan circuit diagram c. Fungsi b. Regrouping • • Agar peserta memahami prinsip kerja peralatan Agar peserta mampu merencanakan pengaturan kelompok komunikasi • • • • • • • • • Blok diagram Operating System Applilcation System Power Supply system System Manager Base Station Site Controller Subscriber Regrouping Planning 8 4 4 4 8 8 16 8 8 3.

Trouble shooting e. Pemelihaaan Pencegahan d. Trouble shooting e. Praktek a. Pengoperasian b.No. b. 5. Penggunaan alat ukur c. Evaluasi kompetensi peserta Teori Praktek 4 32 . Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. Pemelihaaan Pencegahan d. pemeliharaan. trouble shooting dan analisa peralatan Pelatihan : a. Penggunaan alat ukur c. Pengoperasian b. Analisis sistem peralatan * • • 48 6. Teori b. Praktek Agar peserta memiliki keahlian dalam pengoperasian. MATA PELAJARAN (TOPIK) Pemeliharaan pencegahan Pemeliharaan Perbaikan • TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T prosedur pemeliharaan dan perbaikan peralatan • Analisis dan peralatan kerusakan perbaikan 16 P a.

PERSYARATAN : a. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Integrated Ground Communication System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. III. II. PENDAHULUAN Integrated Ground Communication System adalah peralatan penunjang operasi Bandar udara yang digunakan untuk mengintegrasikan system komunikasi darat di lingkungan Bandar udara dengan meminimalkan penggunaan frekuensi guna menghindari gangguan terhadap frekuensi penerbangan Dalam rangka implementasi UU No. . yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. b. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Integrated Ground Communication System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING INTEGRATED GROUND COMMUNICATION SYSTEM 150 Jam Pelajaran Teori : 88Jam Praktek : 62 Jam KODE IGCS-B/KPFP I. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Integrated Ground Communication System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika.

Teori rinci peralatan b. V. Blok dan circuit diagram c. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Integrated Ground Communication System sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Teori umum peralatan a. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. 2. Pengoperasian b. Penggunaan alat ukur c. Praktek IGCS-B/T/1 IGCS-B/T/2 48 IGCS-B/T/3 IGCS-B/T/4 8 8 IGCS-B/T/5 32 IGCS-B/T/6 4 88 30 62 . 4.IV. Trouble shooting e. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 20 1. Teori penunjang Teknik peralatan a. 5. KURIKULUM No. 6. 3. Rencana instalasi * Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Pemeliharaan pencegahan b. Fungsi b. Pemelihaaan Pencegahan d. Teori b.

VI. Pemeliharaan pencegahan • Agar peserta memahami prosedur pemeliharaan dan • • Pemeliharaan berkala Perbaikan peralatan 4 4 . Fungsi b. ketertiban keamanan dan keselamatan penerbangan. MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. Pemeliharaan a. • • • Fungsi / kegunaan peralatan Teknik elektronika dan digital Teori pemancar & penerima 4 8 P − − − − − Manual Book Transmitter & Receiver principle Operating System Applilcation System Ketentuan penyelenggaraan komunikasi radio dari Ditjen Hubud dan Ditjen Postel 1. SILABI No. Teknik peralatan a. Teori rinci peralatan b. 8 2. Teori penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Agar peserta memahami teori pendukung serta fungsi peralatan untuk menunjang kelancaran. Blok diagram • Agar peserta memahami prinsip kerja peralatan • • • • • • • • • Blok diagram Operating System Applilcation System Power Supply system System Manager Base Station Site Controller Subscriber Prosedur pengoperasian Integrated Ground Communication System 8 4 4 4 4 8 8 8 8 3. Prosedur Pengoperasian • Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan 4.

MATA PELAJARAN (TOPIK) pencegahan Pemeliharaan Perbaikan • TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T perbaikan peralatan P b. 5. Praktek a. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Pengoperasian b. b. Penggunaan alat ukur c. Teori Praktek 4 30 .No. Penggunaan alat ukur c. Pemelihaaan Pencegahan d. Pemelihaaan Pencegahan d. Teori b. 6. shooting dan peralatan memiliki dalam trouble analisa Pelatihan : a. Pengoperasian b. Praktek Agar peserta keterampilan pengoperasian. Trouble shooting 32 Evaluasi kompetensi peserta a. pemeliharaan.

Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING FLIGHT INFORMATION DISPLAY SYSTEM 220 Jam Pelajaran Teori : 140 Jam Praktek : 80 Jam KODE FIDS-B/KPFP I. II. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Flight Information Display System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. Dalam rangka implementasi UU No. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Flight Information Display System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. III. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. . MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Flight Information Display System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. b. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. PENDAHULUAN Flight Information Display System adalah peralatan penunjang operasi Bandar Udara yang digunakan untuk menampilkan informasi penerbangan bagi para pengguna jasa di Bandar Udara. PERSYARATAN : a.

IV. Blok dan circuit diagram c. Rencana instalasi * Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. KURIKULUM No. 4. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 40 1. 3. Teori rinci peralatan b. Pemeliharaan pencegahan b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. V. Penggunaan alat ukur c. Fungsi b. Teori umum peralatan a. Teori penunjang Teknik peralatan a. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Flight Information Display System sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. 6. Praktek FIDS-B/A/1 FIDS-B/A/2 64 FIDS-B/A/3 FIDS-B/A/4 8 24 FIDS-B/A/5 56 FIDS-B/A/6 8 140 32 80 . 5. Trouble shooting e. 2. Pengoperasian b. Pemelihaaan Pencegahan d. Teori b.

Flap Board dan LED) Network Planning 8 4 4 4 16 8 8 8 3. Prosedur Pengoperasian • • 4. Dot Matrik.VI.. Teknik peralatan a. protocol Display monitor (TV. Operating System Application System 1. Pemeliharaan Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan Agar peserta memahami • • Prosedur pengoperasian 8 Pemeliharaan berkala 8 . Blok dan circuit diagram c. ketertiban keamanan dan keselamatan penerbangan. SILABI No. Teori penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Agar peserta memahami teori pendukung serta fungsi peralatan untuk menunjang kelancaran. Teori rinci peralatan b. - 2. • • • • Fungsi / kegunaan peralatan Teknik elektronika dan digital Komunikasi Data Sistem Informasi 4 16 16 4 P − − − − − Annex 14 Manual Book Open System Networking & Data comm. Fungsi b. Pengembangan jaringan • • Agar peserta memahami prinsip kerja peralatan Agar peserta mampu merencanakan pengembangan jaringan • • • • • • • • Blok diagram Operating System System Aplikasi Power Supply system Central Processing Unit Interface. MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a.

Penggunaan alat ukur c. b. MATA PELAJARAN (TOPIK) Pemeliharaan pencegahan Pemeliharaan Perbaikan • TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T prosedur pemeliharaan dan perbaikan peralatan • Perbaikan peralatan 16 P a. Praktek a.No. Teori b. pemeliharaan. trouble shooting dan analisa peralatan 6. 5. Pemelihaaan Pencegahan d. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. Trouble shooting e. Evaluasi kompetensi peserta Pelatihan : • Pengoperasian • Penggunaan alat ukur • Pemeliharaan pencegahan • Trouble shooting • Analisis sistem peralatan * • Teori • Praktek 48 4 32 . Praktek Agar peserta memiliki keahlian dalam pengoperasian. Pengoperasian b.

b. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Flight Information Display System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. Dalam rangka implementasi UU No. II. PENDAHULUAN Flight Information Display System adalah peralatan penunjang operasi Bandar Udara yang digunakan untuk menampilkan informasi penerbangan bagi para pengguna jasa di Bandar Udara. PERSYARATAN : a. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. III. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Flight Information Display System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Flight Information Display System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. . 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING FLIGHT INFORMATION DISPLAY SYSTEM 150 Jam Pelajaran Teori : 88 Jam Praktek : 62 Jam KODE FIDS-B/KPFP I.

MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Flight Information Display System sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. 3. 6. V. 5.IV. Teori b. Fungsi b. 2. Pengoperasian b. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 24 1. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Penggunaan alat ukur c. Praktek FIDS-B/T/1 FIDS-B/T/2 44 FIDS-B/T/3 FIDS-B/T/4 8 8 FIDS-B/T/5 32 FIDS-B/T/6 4 88 30 62 . Teori penunjang Teknik peralatan a. 4. Blok dan circuit diagram c. Teori umum peralatan a. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. KURIKULUM No. Teori rinci peralatan b. Pemelihaaan Pencegahan d. Rencana instalasi * Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Pemeliharaan pencegahan b.

Teknik peralatan a. Dot Matrik. 8 4 2. Fungsi b.dan trouble shooting. ketertiban keamanan dan keselamatan penerbangan. Operating System Application System 1. Prosedur Pengoperasian • • 4. Pemelihaaan Pencegahan Agar peserta memahami prosedur pengoperasian peralatan Agar peserta memahami prosedur pemeliharaan dan perbaikan peralatan • • • 8 Pemeliharaan berkala Perbaikan peralatan 4 4 • alat Agar peserta memiliki keterampilan dalam pengoperasian. Teori penunjang b. Blok diagram • 8 4 4 4 8 8 8 3. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Agar peserta memahami prinsip kerja peralatan • • • • • • • • • • • Fungsi / kegunaan peralatan Teknik elektronika dan digital Komunikasi Data Sistem Informasi Bandara Blok diagram Operating System System Aplikasi Power Supply system Central Processing Unit Interface. Flap Board dan LED) Prosedur pengoperasian 4 8 P − − − − − Annex 14 Manual Book Open System Networking & Data comm. Pemeliharaan a. SILABI MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. protocol Display monitor (TV. Penggunaan ukur c. pemeliharaan. 5. Pelatihan • Pengoperasian • Penggunaan alat ukur • Pemelihaaan Pencegahan 32 . No. Pengoperasian b. Pemeliharaan pencegahan b.. Teori penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Agar peserta memahami teori pendukung serta fungsi peralatan untuk menunjang kelancaran.VI.

Teori Praktek 4 30 . b.No. MATA PELAJARAN (TOPIK) Pencegahan Trouble shooting TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T • Trouble shooting P d. 6. Praktek Evaluasi kompetensi peserta a. Teori b. Ujian/Evaluasi a.

SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Check In System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. b. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Check In System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. PERSYARATAN : a. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. II. III. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Elektronika Penerbangan. PENDAHULUAN Integrated Ground Communication System adalah peralatan penunjang operasi Bandar udara yang digunakan untuk mengintegrasikan system komunikasi darat di lingkungan Bandar udara dengan meminimalkan penggunaan frekuensi guna menghindari gangguan terhadap frekuensi penerbangan Dalam rangka implementasi UU No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. . 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Check In System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING CHECK IN SYSTEM 220 Jam Pelajaran Teori : 144 Jam Praktek : 76 Jam KODE CI-B/KPFP I.

Fungsi b. 5. Blok dan circuit diagram c. Teori penunjang Teknik peralatan a. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 40 1. Trouble shooting e. V. Teori b. Analisis sistem peralatan * Ujian/Evaluasi a. Praktek CI-B/A/1 CI-B/A/2 68 CI-B/A/3 CI-B/A/4 8 24 CI-B/A/5 44 CI-B/A/6 4 144 32 76 . Teori umum peralatan a. 6. Rencana instalasi * Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. 2. KURIKULUM No. Penggunaan alat ukur c. Pemeliharaan pencegahan b. Teori rinci peralatan b. 4. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Check In System sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Pengoperasian b. Pemelihaaan Pencegahan d. 3.IV.

SILABI (Sedang dalam Pengembangan) .VI.

PERSYARATAN : a. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Elektronika Penerbangan. III. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING CHECK IN SYSTEM 150 Jam Pelajaran Teori : 88 Jam Praktek : 62 Jam KODE CI-B/KPFP I. . II. yang mewajibkan teknisi penerbangan pemegang SKP memiliki rating. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. b. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Check In System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan Check In System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik elektronika. Dalam rangka implementasi UU No. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Check In System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. PENDAHULUAN Check In System adalah peralatan penunjang operasi Bandar Udara yang digunakan untuk kelancaran pelayanan check in bagi para pengguna jasa di Bandar Udara.

Teori penunjang Teknik peralatan a. Teori b. Rencana instalasi * Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. 6. 2. Pemelihaaan Pencegahan d. Pengoperasian b. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 24 1. Teori rinci peralatan b. Fungsi b.IV. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional mempunyai kewenangan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas – tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Check In System sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. 5. Pemeliharaan pencegahan b. Penggunaan alat ukur c. Blok dan circuit diagram c. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Teori umum peralatan a. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. 3. V. Praktek CI-B/T/1 CI-B/T/2 44 CI-B/T/3 CI-B/T/4 8 8 CI-B/T/5 32 CI-B/T/6 4 88 30 62 . KURIKULUM No. 4.

SILABI (Sedang dalam Pengembangan) .VI.

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI SERTIFIKAT KECAKAPAN AHLI TEKNISI LISTRIK PENERBANGAN KODE SKP-A/TLP 120 Jam Pelajaran I. MANFAAT YANG DIPEROLEH : Memiliki bukti kecakapan dalam bidang listrik penerbangan tingkat ahli serta kesempatan untuk menempuh Diklat rating. 03 Tahun 2001 maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil listrik penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. PERSYARATAN : Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik dan mekanikal. IV. II. III. . SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. PENDAHULUAN Dalam rangka implementasi UU No. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi listrik penerbangan dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan yang cukup dalam ilmu listrik dan fasilitas listrik penerbangan dengan tujuan untuk memenuhi persyaratan memperoleh Sertifikat Kecakapan tingkat ahli. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No.

PENGETAHUAN KEUDARAAN 1) 2) 3) 4) 5) Pembinaan Personil Penerbangan Hukum Penerbangan (Air Law) Peraturan Penerbangan (Rule of the Air) Manajemen LLU Manajemen Pemeliharaan : : : : : 8 Jam 8 Jam 16 Jam 8 Jam 8 Jam 48 jam B. PENGETAHUAN KHUSUS 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Pengetahuan Teknik Listrik Teknik Elektronika dan Digital Pembangkit Tenaga Listrik Sistem Transmisi dan Distribusi Alat-Alat Ukur dan Pengukuran Visual Aids Peralatan Elektromekanikal : : : : : : : 8 Jam 12 Jam 8 Jam 12 Jam 8 Jam 16 Jam 8 Jam 72 jam .V. KURIKULUM SERTIFIKAT PENERBANGAN KECAKAPAN AHLI TEKNISI LISTRIK A.

58 Tahun 1991 KM. Hukum Penerbangan (Air Law) Agar Perserta mengetahui dan memahami hukum penerbangan sipil nasional dan internasional Agar Perserta memahami peraturan-peraturan yang berkaitan dengan penerbangan sipil Konvensi ICAO Annexes ICAO Kedaulatan Negara 8 - − − − UU No. MATA PELAJARAN (TOPIK) PENGETAHUAN KEUDARAAN Pembinaan Personil Penerbangan − − Agar peserta memahami tugas pokok dan fungsi Ditjen Hubud Agar Peserta memahami ketentuan-ketentuan mengenai angka kredit teknisi penerbangan Agar Peserta memahami hak dan kewajiban sbg. 15 Tahun 1992 Annexes : 10. No. 100 Tahun 1988 Skep Dirjen Hubud No.VI. No. 40 Tahun 1995 PP. Peraturan Penerbangan (Rule of the Air) Keselamatan Penerbangan Keamanan Penerbangan Angkutan Udara Kebandarudaraan 16 - − − − 4. 11. Manajemen LLU Agar para peserta mengetahui dan memahami konsep optimasi pemanfaatan ruang udara dan pelayanan keselamatan penerbangan Organisasi ruang udara Pelayanan navigasi penerbangan Konsep CNS/ATM 8 - − − − − ICAO Global Plan ATS Planning Manual ATC Master Plan Indonesia Konsep Harmonisasi . PAN No. teknisi penerbangan − − Sturktur Organisasi dan tata kerja Ditjen Hubud Angka Kredit untuk Jabatan Fungsional Teknisi Penerbangan. 1. 15 Tahun 1992 PP. No. − − − − − − − − − − − − − 2. SILABUS DIKLAT SERTIFIKAT KECAKAPAN AHLI TEKNISI LISTRIK PENERBANGAN No. Pembinaan pegawai (PNS/BUMN) Etika profesi teknisi 8 − − − − − − UU No. 16 Tahun 1994 KM. 71 Tahun 1996 PP. 3 Tahun 2001 3. 14 dan 17 Konvensi ICAO PP. SKEP/176/VI/2001 TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P A. No. No. No. 3 Tahun 2001 PP.

Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga. Triwulanan. − − B. Semesteran dan Tahunan) dan Pengkalibrasian Tingkat Pemeliharaan Pemeriksaaan Peralatan 8 P − − Prosedur Pemeliharaan fasilitas elektronika dan listrik Skep Dirjen Hubud No. SKEP/40/II/1998 5. “Electrical Technology. Bulanan. PENGETAHUAN KHUSUS Pengetahuan Teknik Listrik Agar peserta memahami dan menerapkan ilmu kelistrikan − − Rangkaian Listrik : • Hukum Kirchoff • Daya dan Energi • Listrik 1 fasa dan 3 fasa Bahan-bahan Listrik 8 - - - Joseph A. .L. − − − − − Kebijakan Sistem Pemeliharaan Tujuan Program Pemeliharaan Konsepsi Pemeliharaan Prosedur Pengoperasian Peralatan Prosedur pemeliharaan Peralatan (Jadual Harian. 1. MATA PELAJARAN (TOPIK) Manajemen Pemeliharaan TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami ketentuan-ketentuan dalam pengoperasian dan pemeliharaan peralatan. Mingguan. New Delhi1980.No. 1984 Theraja B. Edminister.

No. “Pembangkit Listrikk Tenaga Surya” Tarsito 1994 Zuhal. MATA PELAJARAN (TOPIK) Teknik Elektronika dan Digital TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan dapat menerapkan teknik elektronika dan digital Komponen Pasif Pengatur Tegangan Saklar Transistor Thyristor dan Triac Komparator Sistem Bilangan Gerbang Logika dan Aplikasinya Flip Flop dan multivibrator 12 P Wasito. Pembangkit Tenaga Listrik Agar peserta memahami dan mampu menganalisis cara kerja sistem pembangkit tenaga listrik - Generator Solar Cell Battery Cell Prime Mover UPS 8 - - - - Drs. Karmon Singalingging. Manual Book 4. “Teknik Digital” Wasito. UIP 2000 SEG. Sistem Transmisi dan Distribusi Agar peserta memahami dan mampu menganalisis sistem transmisi dan distribusi di Bandar Udara - SUTR SUTM Ground Cable Transformator Daya Panel TM Panel TR Panel ACOS Sistem Proteksi 12 - - - - Abdul Kadir. 3. “Transmisi Tenaga Listrik” UIP 1998. Abdul Kadir. Manual Book AMF” . 2. “Distribusi dan Utilitasi Tenaga Listrik”. 1982. Gramedia 2001. “Vadekum Elektronika”. “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb.

RCD. Dr.PT. Soedjana Sapiie. Pradnya Paramita 1979 Manual Book 5. Visual Aids Agar peserta memahami dan mampu menganalisis cara kerja fasilitas visual aids serta kriteria penempatan peralatan - Approach Light SQFL RTIL PAPI/TVASIS Runway Light Threshold Light Taxiway Light Signal dan Beacon Konfigurasi AFL Power dan control (CCR. The Seminar on Aerodrome Airport Lighting System Manual Book . 14 Volume I JICA. “Pengukuran dan AlatAlat Ukur Listrik” . MATA PELAJARAN (TOPIK) Alat-Alat Ukur dan Pengukuran TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan dapat menggunakan alat-alat ukur dengan benar Oscilloscope Avometer Amperemeter Cable Fault Detector Phase Squence Indicator Cos phi meter Frekuensi meter Earth tester Harmonic Analizer Tachometer Lux meter 8 P Dr. - 6. MC dan SC) ADGS 16 - - Annex. Osamu Nishino.No.

MATA PELAJARAN (TOPIK) Peralatan Elektromekanikal TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menganalisis cara kerja fasilitas elektromekanikal Air Conditioner Escalator Elevator Conveyor Travelator Automatic Door 8 P Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System 7. .No.

IV. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi listrik penerbangan dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan yang cukup dalam ilmu listrik dan fasilitas listrik penerbangan dengan tujuan untuk memenuhi persyaratan memperoleh Sertifikat Kecakapan tingkat Terampil. III. 03 Tahun 2001 maka perlu dilaksanakan sertifikasi bagi personil listrik penerbangan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. . SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. II. PENDAHULUAN Dalam rangka implementasi UU No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL SERTIFIKAT KECAKAPAN TERAMPIL TEKNISI LISTRIK PENERBANGAN KODE SKP-T/TLP 120 Jam Pelajaran I. PERSYARATAN : Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik Listrik dan Mekanikal. MANFAAT YANG DIPEROLEH : Memiliki bukti kecakapan dalam bidang listrik penerbangan tingkat terampil serta kesempatan untuk menempuh Diklat rating.

PENGETAHUAN KHUSUS 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Pengetahuan Teknik Listrik Teknik Elektronika dan Digital Pembangkit Tenaga Listrik Sistem Transmisi dan Distribusi Alat-Alat Ukur dan Pengukuran Visual Aids Peralatan Elektromekanikal : : : : : : : 8 Jam 12 Jam 8 Jam 12 Jam 8 Jam 16 Jam 8 Jam 72 jam .V. PENGETAHUAN KEUDARAAN 1) 2) 3) 4) 5) Pembinaan Personil Penerbangan Hukum Penerbangan (Air Law) Peraturan Penerbangan (Rule of the Air) Manajemen LLU Manajemen Pemeliharaan : : : : : 8 Jam 8 Jam 16 Jam 8 Jam 8 Jam 48 jam B. KURIKULUM SERTIFIKAT KECAKAPAN TERAMPIL TEKNISI LISTRIK PENERBANGAN A.

No. 40 Tahun 1995 PP. Peraturan Penerbangan (Rule of the Air) Keselamatan Penerbangan Keamanan Penerbangan Angkutan Udara Kebandarudaraan 16 - − − − 4. 1. SKEP/176/VI/2001 TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P A. Manajemen LLU Agar para peserta mengetahui dan memahami konsep optimasi pemanfaatan ruang udara dan pelayanan keselamatan penerbangan Organisasi ruang udara Pelayanan navigasi penerbangan Konsep CNS/ATM 8 - - − − − − ICAO Global Plan ATS Planning Manual ATC Master Plan Indonesia Konsep Harmonisasi . teknisi penerbangan − − Sturktur Organisasi dan tata kerja Ditjen Hubud Angka Kredit untuk Jabatan Fungsional Teknisi Penerbangan. 11. PAN No. No. Pembinaan pegawai (PNS/BUMN) Etika profesi teknisi 8 − − − − − − UU No. 71 Tahun 1996 PP. 100 Tahun 1988 Skep Dirjen Hubud No. 3 Tahun 2001 3. 16 Tahun 1994 KM. 3 Tahun 2001 PP. No. 58 Tahun 1991 KM. No. − − − − − − − − − − − − − 2. 15 Tahun 1992 Annexes : 10. 14 dan 17 Konvensi ICAO PP. No.VI. MATA PELAJARAN (TOPIK) PENGETAHUAN KEUDARAAN Pembinaan Personil Penerbangan − − Agar peserta memahami tugas pokok dan fungsi Ditjen Hubud Agar Peserta memahami ketentuan-ketentuan mengenai angka kredit teknisi penerbangan Agar Peserta memahami hak dan kewajiban sbg. Hukum Penerbangan (Air Law) Agar Perserta mengetahui dan memahami hukum penerbangan sipil nasional dan internasional Agar Perserta memahami peraturan-peraturan yang berkaitan dengan penerbangan sipil Konvensi ICAO Annexes ICAO Kedaulatan Negara 8 - − − − UU No. 15 Tahun 1992 PP. SILABUS DIKLAT SERTIFIKAT KECAKAPAN TERAMPIL TEKNISI LISTRIK PENERBANGAN No. No.

New Delhi1980. Bulanan. 1. 2. Mingguan. Triwulanan. PENGETAHUAN KHUSUS Pengetahuan Teknik Listrik Agar peserta mengetahui dan memahami ilmu dasar kelistrikan − − Rangkaian Listrik : • Hukum Kirchoff • Daya dan Energi • Listrik 1 fasa dan 3 fasa Bahan-bahan Listrik 8 - 1. Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga. 1984 Theraja B. MATA PELAJARAN (TOPIK) Manajemen Pemeliharaan TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami ketentuan-ketentuan dalam pengoperasian dan pemeliharaan peralatan. SKEP/40/II/1998 5. “Electrical Technology.No. . − − B. Edminister. − − − − − Kebijakan Sistem Pemeliharaan Tujuan Program Pemeliharaan Konsepsi Pemeliharaan Prosedur Pengoperasian Peralatan Prosedur pemeliharaan Peralatan (Jadual Harian. Joseph A. Semesteran dan Tahunan) dan Pengkalibrasian Tingkat Pemeliharaan Pemeriksaaan Peralatan 8 P − − Prosedur Pemeliharaan fasilitas elektronika dan listrik Skep Dirjen Hubud No.L.

2. 1982. “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb. 3. MATA PELAJARAN (TOPIK) Teknik Elektronika dan Digital TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami dasar-dasar teknik elektronika dan digital Komponen Pasif Pengatur Tegangan Saklar Transistor Thyristor dan Triac Komparator Sistem Bilangan Gerbang Logika dan Aplikasinya Flip Flop dan multivibrator 12 P 1. Pembangkit Tenaga Listrik Agar peserta mengetahui dan memahami cara kerja pembangkit tenaga listrik - Generator Solar Cell Battery Cell Prime Mover UPS 8 - 1. Abdul Kadir. “Pembangkit Listrikk Tenaga Surya” Tarsito 1994 Zuhal. Karmon Singalingging. Drs. “Distribusi dan Utilitasi Tenaga Listrik”. 2.No. “Teknik Digital” Wasito. “Transmisi Tenaga Listrik” UIP 1998. Manual Book 4. Sistem Transmisi dan Distribusi Agar peserta mengetahui dan memahami sistem transmisi dan distribusi di Bandar Udara - SUTR SUTM Ground Cable Transformator Daya Panel TM Panel TR Panel ACOS Sistem Proteksi 12 - 1. 3. Wasito. Manual Book AMF” . 2. UIP 2000 SEG. “Vadekum Elektronika”. Abdul Kadir. 2. 3. Gramedia 2001.

Dr. The Seminar on Aerodrome Airport Lighting System Manual Book . “Pengukuran dan AlatAlat Ukur Listrik” . Visual Aids Agar peserta mengetahui dan memahami fungsi dan cara kerja visual aids 16 1. Volume I JICA. MATA PELAJARAN (TOPIK) Alat-Alat Ukur dan Pengukuran TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami cara kerja alat ukur serta dapat melakukan pengukuran dengan benar Oscilloscope Avometer Amperemeter Cable Fault Detector Phase Squence Indicator Cos phi meter Frekuensi meter Earth tester Harmonic Analizer Tachometer Lux meter Approach Light SQFL RTIL PAPI/TVASIS Runway Light Threshold Light Taxiway Light Signal dan Beacon Konfigurasi AFL Power dan control (CCR.No. Annex 14. Pradnya Paramita 1979 Manual Book 5. MC dan SC) ADGS 8 P 1. 2. 6. Osamu Nishino. 2. 3. Soedjana Sapiie.PT. RCD. Dr.

Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System 7. .No. 2. MATA PELAJARAN (TOPIK) Peralatan Elektromekanikal TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami fungsi dan cara kerja peralatan elektromekanikal Air Conditioner Escalator Elevator Conveyor Travelator Automatic Door 8 P 1.

letak peralatan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. IV. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating AFL Control System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan AFL Control System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. PENDAHULUAN Airfield Lighting (AFL) Control System adalah suatu sistem kontrol manajemen yang menggunakan komputer sehingga mampu memantau (memonitoring). sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. PERSYARATAN : a. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Sistem juga dapat melaporkan peralatan-peralatan yang telah tiba saat nya pemeliharaan berkalanya. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas AFL Control System. III.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING AIRFIELD LIGHTINGCONTROL SYSTEM 272 Jam Pelajaran Teori : 132 Jam Praktek : 140 Jam KODE AFLCS-A/KPBP I. Dalam rangka implementasi UU No. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. Sebagai contoh sistem ini dapat memberikan laporan terjadinya kelainan pada peralatan. mengatur dan merekam kegiatan peralatan airfield lighting system agar dapat bekerja secara tepat guna. . waktu terjadinya dan bentuk kesalahan yang dapat tercetak pada alarm priter dan terekam dalam kumpulan data pada hard disk. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. yang mencakup nama peralatan. b. II. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan AFL Control System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No.

Praktek AFLCS-A/A/1 AFLCS-A/A/2 64 AFLCS-A/A/3 AFLCS-A/A/4 8 16 AFLCS-A/A/5 124 AFLCS-A/A/6 4 16 132 140 . Teori penunjang Teknik peralatan a. Teori b. Penggunaan alat ukur c. Pemeliharaan pencegahan b. Teori rinci peralatan b. 2. KURIKULUM RATING AIRFIELD LIGHTING CONTROL SYSTEM No. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a.V. 3. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. 4. 6. Pengoperasian b. Pemelihaaan Pencegahan d. Teori umum peralatan a. Fungsi peralatan b. Trouble shooting e. Blok dan circuit diagram c. 5. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 40 1.

No. Teknik peralatan a. Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Rencana Instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan AFL Control System a. ”Vadekum Elektronika”.Modulator Demodulator . . SILABUS RATING AIRFIELD LIGHTING CONTROL SYSTEM MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. c. “Manual Book Control and Monitoring System”. Fungsi Peralatan Teori Penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan AFL Control System a.Automation level . 3. Wasito S. 2001 …. Siemens. b. 2..Maintenance Center . “Manual Book “SICOMOS”. 2. • Protocol/Interface • Operating System .Pengetahuan Komunikasi data • Dasar dasar Komputer • Sistem jaringan • Media transmisi.VI.Microprocessor 40 P 1. ……. b.PT Gramedia Pustaka Utama.Remote Control Desk 64 - 1. Teori rinci peralatan .Sensoric actoric . 2.Interface level . Fungsi Peralatan Teori Penunjang . Honeywell. b. 1.Programmable Logic Controller .Management Level • Taks of Management level • Control Desks • The Monitor in Controller • Programmable controller ..

Siemens. 4. c. pemeliharaan AFL Control System secara benar.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . “Manual Book Control and Monitoring System”. 5. “Manual Book “SICOMOS”. Siemens. ……. “Manual Book “SICOMOS”. d. e. 3. Prosedur pengoperasian AFL Control System Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan 124 1. Pemeliharaan a. ……. Honeywell. P c.No. 2. 3. Ujian/Evaluasi a. b. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN . Siemens.Pemeliharaan Berkala .Panel Control Block dan circuit diagram AFL Control System Rencana Instalasi AFL Control System JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T b. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. Honeywell. “Manual Book Control and Monitoring System”. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. Teori b. ……. trouble shooting dan analisis sistem a. 3.Trouble shooting 16 - 1. Honeywell. Praktek a. 2. 3. b. e. 6. Prosedur Pengoperasian Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian AFL Control System secara benar Prosedur pengoperasian AFL Control System 8 - 1. Pemeliharaan Pencegahan b. Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan AFL Control System secara benar a. b. “Manual Book “SICOMOS”. Praktek 4 16 . d. Teori b. c. Pemeliharaan Pencegahan . 2. “Manual Book Control and Monitoring System”.

Memiliki Sertifikat Kecakapan terampil Listrik Penerbangan. IV. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan AFL Control System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. b. . waktu terjadinya dan bentuk kesalahan yang dapat tercetak pada alarm priter dan terekam dalam kumpulan data pada hard disk. mengatur dan merekam kegiatan peralatan airfield lighting system agar dapat bekerja secara tepat guna. Sebagai contoh sistem ini dapat memberikan laporan terjadinya kelainan pada peralatan. trampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan AFL Control System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. Dalam rangka implementasi UU No. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. yang mencakup nama peralatan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. II. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas AFL Control System. PERSYARATAN : a.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING AIRFIELD LIGHTINGCONTROL SYSTEM 200 Jam Pelajaran Teori : 100 Jam Praktek : 100 Jam KODE AFLCS-A/KPBP I. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. PENDAHULUAN Airfield Lighting (AFL) Control System adalah suatu sistem kontrol manajemen yang menggunakan komputer sehingga mampu memantau (memonitoring). letak peralatan. Sistem juga dapat melaporkan peralatan-peralatan yang telah tiba saat nya pemeliharaan berkalanya. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating AFL Control System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. III.

4. Teori penunjang Teknik peralatan a. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Fungsi peralatan b. Praktek AFLCS-A/T/1 AFLCS-A/T/2 48 AFLCS-A/T/3 AFLCS-A/T/4 8 16 AFLCS-A/T/5 84 AFLCS-A/T/6 4 16 100 100 . Teori rinci peralatan b. Pengoperasian b. Teori umum peralatan a. Teori b. 2. Penggunaan alat ukur c. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Pemeliharaan pencegahan b. Blok dan circuit diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. 3. Pemelihaaan Pencegahan d. 5. KURIKULUM RATING AIRFIELD LIGHTING CONTROL SYSTEM No. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 24 1.V. 6.

Sensoric actoric .. SILABUS RATING AIRFIELD LIGHTING CONTROL SYSTEM MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a.Management Level • Taks of Management level • Control Desks • The Monitor in Controller • Programmable controller . 2001 ….Automation level . . b. ”Vadekum Elektronika”. Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan AFL Control System a.Remote Control Desk 48 - 1. Fungsi Peralatan Teori Penunjang .PT Gramedia Pustaka Utama. No.Programmable Logic Controller .VI. 2. 2.Maintenance Center .Modulator Demodulator . Siemens.Microprocessor 24 P 1.Pengetahuan Komunikasi data • Dasar dasar Komputer • Sistem jaringan • Media transmisi. Teknik peralatan a. b. Teori rinci peralatan . b. ……. 2. Fungsi Peralatan Teori Penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan AFL Control System a.Interface level .. Honeywell. “Manual Book “SICOMOS”. “Manual Book Control and Monitoring System”. • Protocol/Interface • Operating System . 1. Wasito S. 3.

Siemens. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN . 5. Pemeliharaan Pencegahan b. Siemens.No. Ujian/Evaluasi a. ……. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. “Manual Book Control and Monitoring System”. P 3. 3. c.Trouble shooting 16 - 1.Panel Control Block dan circuit diagram AFL Control System JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T b. Prosedur pengoperasian AFL Control System Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting 84 1. Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian AFL Control System secara benar Prosedur pengoperasian AFL Control System 8 - 1. 2. “Manual Book “SICOMOS”. “Manual Book “SICOMOS”. Praktek 4 16 . 2. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. “Manual Book Control and Monitoring System”.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . b.Pemeliharaan Berkala . 2. Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan AFL Control System secara benar a. Praktek a. 4. “Manual Book Control and Monitoring System”. Teori b. Honeywell. b. Honeywell. Siemens. d. 3. “Manual Book “SICOMOS”. Honeywell. pemeliharaan AFL Control System secara benar dan trouble shooting a. ……. Teori b. c. d. Pemeliharaan a. b. 6. 3. Pemeliharaan Pencegahan . …….

SQFL and RTIL KODE CCRSQFL-A/KPBP Teori : 140 Jam Praktek : 160 Jam 300 Jam Pelajaran I. II. PERSYARATAN : a. Threshold Light dan Taxiway light. SQFL dan RTIL. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan CCR. SQFL dan RTIL serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Runway light. yang memberikan petunjuk kepada pesawat posisi ambang batas landasan (threshold). . Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. SQFL dan RTIL wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. PENDAHULUAN Constant Current Requlator (CCR) adalah suatu peralatan yang digunakan mengontrol suplai arus tetap pada peralatan Approach light. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas CCR. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. SQFL dan RTIL dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. b. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan CCR. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Sedangkan Runway Threshold Indentification Light (RTIL) adalah berupa 2 unit lampu yang berkedip (flash) terpasang di kedua sisi ujung landasan. Dan Sequence Flashing Light (SQFL) adalah lampu-lampu yang dipasang pada tiap barret lampu approach yang menyala secara berkedip (flashing) searah dengan pendaratan pesawat. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating CCR. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. PAPI/VASI System.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING CCR. III. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. IV. Dalam rangka implementasi UU No. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan.

Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Trouble shooting e. Dokumen terkait Teknik peralatan a. 2. Pemeliharaan pencegahan b. 4. 5.V. Penggunaan alat ukur c. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. Teori penunjang c. SQFL dan RTIL No. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Teori rinci peralatan b. 6. Teori b. Teori umum peralatan a. Praktek CCRSQFL-A/A/1 CCRSQFL -A/A/2 56 CCRSQFL -A/A/3 CCRSQFL -A/A/4 12 20 CCRSQFL -A/A/5 144 CCRSQFL -A/A/6 4 16 140 160 . Fungsi peralatan b. Pengoperasian b. Blok dan circuit diagram c. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 48 1. KURIKULUM RATING CCR. Pemelihaaan Pencegahan d. 3.

1. 3.Bagian-bagian penting • CCR. Gramedia 2001.RTIL b.VI. Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga. “Manual Book AFL”. Dokumen terkait . 4.SQFL . c. 3.Prinsip-prinsip kerja CCR • Moving Coil CCR • Static type CCR • Thyristor CCR . 1984 Wasito.Dasar-dasar Elektronika . Teori Penunjang : . SQFL dan RTIL MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. 2. SILABUS RATING CCR. 2. Siemens. “Manual Book AFL”.RTIL c. Annex 14.Aerodrome Design Manual Path 4.Prinsip kerja SQFL dan RTIL . Teori rinci peralatan Blok dan Ciruit diagram Rencan Instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan CCR.. . SQFL dan RTIL Fungsi peralatan . Visual Aids.SQFL . No. “Manual Book AFL”. “Aerodrome”.CCR . Block dan circuit diagram . “Manual Book AFL”. SQFL dan RTIL 56 - 1. Teori rinci peralatan . b. • SQFL • RTIL b.Annex 14 . Rencana Instalasi a. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4. b. a. Joseph A.Rangkaian listrik. …………. 5. Teknik peralatan a. Fungsi peralatan Teori penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan CCR. . 48 P 1. Edminister.CCR . c. “Teknik Digital” Wasito. ADB. Visual Aids. 2.Teori Digtal c. Honeywell. “Vadekum Elektronika”. 4.

b. “Manual Book AFL”. d. trouble shooting dan analisis sistem a. 2. …………. SQFL dan RTIL secara benar a.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . Honeywell.. …………. Siemens. Praktek a. c. Pemeliharaan a.No.Trouble shooting 20 1. Prosedur pengoperasian Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. ADB. Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan CCR. e. Prosedur pengoperasian CCR. ADB. . pemeliharaan CCR. e. “Manual Book AFL”. “Manual Book AFL”. 3. “Manual Book AFL”. b. “Manual Book AFL”. Honeywell. “Manual Book AFL”. ADB. 4. Prosedur Pengoperasian Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian CCR. 2. d.CCR . Honeywell. 3. “Manual Book AFL”. 4. Siemens. c. SQFL dan RTIL Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan 144 1. 5. “Manual Book AFL”. Pemeliharaan Pencegahan .Pemeliharaan Berkala . SQFL dan RTIL secara benar Prosedur pengoperasian . 4. SQFL dan RTIL secara benar.. “Manual Book AFL”. “Manual Book AFL”. Siemens. 2. b. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN CCR SQFL RTIL JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 3. “Manual Book AFL”.RTIL 12 - 1. ………….. “Manual Book AFL”. b. 3. 4.SQFL .

Teori b. MATA PELAJARAN (TOPIK) Ujian/Evaluasi a. Teori b.No. Praktek 4 P 16 6. . Praktek TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a.

III. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. PENDAHULUAN Constant Current Requlator (CCR) adalah suatu peralatan yang digunakan mengontrol suplai arus tetap pada peralatan Approach light. Dan Sequence Flashing Light (SQFL) adalah lampu-lampu yang dipasang pada tiap barret lampu approach yang menyala secara berkedip (flashing) searah dengan pendaratan pesawat. PAPI/VASI System. . MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating CCR. IV. PERSYARATAN : a. SQFL dan RTIL wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. SQFL dan RTIL dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Sedangkan Runway Threshold Indentification Light (RTIL) adalah berupa 2 unit lampu yang berkedip (flash) terpasang di kedua sisi ujung landasan. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas CCR. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan CCR. Runway light. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Threshold Light dan Taxiway light. SQFL dan RTIL serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Dalam rangka implementasi UU No. SQFL and RTIL KODE CCRSQFL-A/KPBP Teori : 88 Jam Praktek : 112 Jam 200 Jam Pelajaran I. yang memberikan petunjuk kepada pesawat posisi ambang batas landasan (threshold). SQFL dan RTIL. II. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan CCR. b.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING CCR. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.

V. 5. 6. Teori umum peralatan a. Teori penunjang c. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Fungsi peralatan b. Blok dan circuit diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. 4. 3. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. 2. KURIKULUM RATING CCR. Praktek CCRSQFL-A/T/1 CCRSQFL -A/T/2 44 CCRSQFL -A/T/3 CCRSQFL -A/T/4 8 16 CCRSQFL -A/T/5 96 CCRSQFL -A/T/6 4 16 88 112 . Teori rinci peralatan b. Pemeliharaan pencegahan b. Pemelihaaan Pencegahan d. Pengoperasian b. SQFL dan RTIL No. Teori b. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Penggunaan alat ukur c.

Visual Aids. Teori Penunjang : . Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga. Teori rinci peralatan . “Manual Book AFL”.RTIL b. “Teknik Digital” Wasito. 2. 3. Annex 14. Fungsi peralatan Teori penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan CCR. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4.CCR . b. Edminister. No. Gramedia 2001. SQFL dan RTIL Fungsi peralatan . “Manual Book AFL”.SQFL . 2. Joseph A.CCR . 2. 1984 Wasito. 5. . Dokumen terkait .Annex 14 . 16 P 1.Rangkaian listrik. …………. SQFL dan RTIL MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. • SQFL • RTIL b.Bagian-bagian penting • CCR. 3. a. b. SQFL dan RTIL 44 - 1.RTIL a. “Manual Book AFL”. Honeywell. .Dasar-dasar Elektronika . “Vadekum Elektronika”. “Aerodrome”. SILABUS RATING CCR. Siemens. c. Teori rinci peralatan Blok dan Ciruit diagram Agar peserta mengetahui dan memaham Teknik peralatan CCR. 1.VI. Block dan circuit diagram . “Manual Book AFL”.Aerodrome Design Manual Path 4. 4.Teori Digtal c. 4..SQFL . Teknik peralatan a. Visual Aids. ADB.Prinsip kerja SQFL dan RTIL .Prinsip-prinsip kerja CCR • Moving Coil CCR • Static type CCR • Thyristor CCR .

“Manual Book AFL”. SQFL dan RTIL Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting 1. Honeywell. “Manual Book AFL”.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . Pemeliharaan Pencegahan . “Manual Book AFL”. Prosedur pengoperasian CCR. Prosedur pengoperasian CCR. SQFL dan RTIL Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memaham pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. b. c.. “Manual Book AFL”. SQFL dan RTIL secara benar Prosedur pengoperasian .Trouble shooting 16 1. 4. SQFL dan RTIL secara benar. 3. 2.SQFL . c. pemeliharaan CCR. Praktek a. ………….Pemeliharaan Berkala . 96 5. Siemens. 4. “Manual Book AFL”. “Manual Book AFL”. b. b.. …………. Siemens. 4. Honeywell. d. 3. “Manual Book AFL”. 3.CCR . MATA PELAJARAN (TOPIK) Prosedur Pengoperasian TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memaham prosedur pengoperasian CCR. 3. ADB. …………. 2. d. Ujian/Evaluasi a.No. 6. “Manual Book AFL”. Siemens. SQFL dan RTIL secara benar a. ADB. “Manual Book AFL”. “Manual Book AFL”. 2. Teori b. ADB. “Manual Book AFL”. 4. Teori b. Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta mengetahui dan memaham prosedur pemeliharaan CCR. dan trouble shooting a. Honeywell. “Manual Book AFL”. Praktek 4 16 . b.RTIL 8 P 1. Pemeliharaan a. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a..

MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating AFL Configuration dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. threshold.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING AFL CONFIGURATION 200Jam Pelajaran Teori : Praktek : 108 Jam 88 Jam KODE AFLCFG-B/KPBP I.). SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. III. . runway. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. penjelasan lampu-lampu dari AFL (approach. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan AFL Configuration serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Didalam rating ini menjelaskan sistem konfigurasinya. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. b. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas AFL Configuration. PERSYARATAN : a. cara pemasangan dan fungsinya serta sistem pemeliharaan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan AFL Configuration wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. PENDAHULUAN Airfield Lighting (AFL) Configuration adalah sistem konfigurasi pemasangan peralatan Airfield Lighting System. taxiway dll. Dalam rangka implementasi UU No. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. II. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. IV.

Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 32 1. Teori penunjang c. Pemelihaaan Pencegahan d.V. 2. Pengoperasian b. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Penggunaan alat ukur c. KURIKULUM RATING AIRFIELD LIGHTING CONFIGURATION No. 3. Teori b. Teori rinci peralatan b. 4. Layout configurasi c. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Fungsi Peralatan b. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. Trouble shooting e. Dokumen terkait Teknik peralatan a. 6. Pemeliharaan pencegahan b. Teori umum peralatan a. 5. Praktek AFLCFG-B/A/1 AFLCFG-B/A/2 48 AFLCFG-B/A/3 AFLCFG-B/A/4 8 16 AFLCFG-B/A/5 72 AFLCFG-B/A/6 4 16 108 88 .

Annex 14.Threshold light .………. Visual Aids. Teknik peralatan a.Aerodrome Design Manual Path 4. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4. 2.Runway light . 2. “Aerodrome Design Manual. Dokumen terkait .Approach lighting .Konfigurasi AFL System .PALS Cat I. Manual Book AFL . 1. 1984 1. b.Bagian-bagian penting • Approach lighting • Runway light • Taxiway light • Threshold light • Stop Way light b. Annex 14. II dan III MALS SALS Runway light Threshold light a. c. a. Fungsi peralatan Teori Penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan AFL System Fungsi peralatan . 32 P − 3.VI. Joseph A. b.Taxiway light . Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4. Visual Aids. Aerodrome . c. No.Annex 14. 3. Teori rinci peralatan Layout konfigurasi Rencana instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan AFL System 48 - 1.Rangkaian listrik .Topograpy c. 2. “Aerodrome”. b. SILABUS RATING AIRFIELD LIGHTING CONFIGURATION MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. Teori rinci peralatan . Teori Penunjang . Layout konfigurasi AFL System . Visual Aids. Edminister.

trouble shooting dan analisis sistem a. Praktek a. d. c. b. Pemeliharaan a. Pemeliharaan Pencegahan . P 3. pemeliharaan AFL System secara benar. Maintenance of Airport Visual and Facilities Airport Services Path 9. Prosedur pengoperasian AFL System Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan 72 a. Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan Perbaikan a. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN Taxiway light Rencana Instalasi AFL Configuration System JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T c. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. b. c.Trouble shooting 16 - a. 6. d. b. “Airport Maintenance Practice” Manual Book AFL b. “Airport Maintenance Practice” Manual Book AFL FAA. b. e. c. Praktek 4 16 . Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . b. Prosedur Pengoperasian Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian AFL System secara benar Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan AFL System secara benar Prosedur pengoperasian AFL System 8 - Manual Book AFL 4. Ujian/Evaluasi a. Maintenance of Airport Visual and Facilities Airport Services Path 9. Teori b. FAA. c. 5. e. Teori b.Pemeliharaan Berkala .No.

maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan AFL Configuration wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. III. II. cara pemasangan dan fungsinya serta sistem pemeliharaan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas AFL Configuration. Dalam rangka implementasi UU No. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan. IV. b. threshold. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. taxiway dll.). PERSYARATAN : a. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan AFL Configuration serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING AFL CONFIGURATION 144 Jam Pelajaran Teori : Praktek : 76 Jam 68 Jam KODE AFLCFG-B/KPBP I. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. Didalam rating ini menjelaskan sistem konfigurasinya. runway. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating AFL Configuration dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. penjelasan lampu-lampu dari AFL (approach. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. . PENDAHULUAN Airfield Lighting (AFL) Configuration adalah sistem konfigurasi pemasangan peralatan Airfield Lighting System.

Teori penunjang c. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Pemelihaaan Pencegahan d. KURIKULUM RATING AIRFIELD LIGHTING CONFIGURATION No. Pemeliharaan pencegahan b. Teori umum peralatan a. Teori rinci peralatan b. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1. Praktek AFLCFG-B/T/1 AFLCFG-B/T/2 32 AFLCFG-B/T/3 AFLCFG-B/T/4 8 16 AFLCFG-B/T/5 52 AFLCFG-B/T/6 4 16 76 68 . Teori b. 3. Dokumen terkait Teknik peralatan a. 6. 5.V. 4. Pengoperasian b. Penggunaan alat ukur c. Layout configurasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. 2. Fungsi Peralatan b.

Taxiway light . “Aerodrome”. II dan III MALS SALS Runway light Threshold light a. a. SILABUS RATING AIRFIELD LIGHTING CONFIGURATION MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. Edminister.Threshold light . Teori Penunjang . Fungsi peralatan Teori Penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan AFL System Fungsi peralatan .Annex 14. b.PALS Cat I. 3. b. 1.Bagian-bagian penting • Approach lighting • Runway light • Taxiway light • Threshold light • Stop Way light b. 2. 2. Dokumen terkait . Visual Aids. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4. “Aerodrome Design Manual.Approach lighting . Annex 14. Aerodrome . Teori rinci peralatan . Joseph A. Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga. b. Annex 14. 1984 1.Aerodrome Design Manual Path 4.Rangkaian listrik . 2. Layout konfigurasi AFL System . Teori rinci peralatan Layout konfigurasi Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan AFL System 32 - 1. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4.Topograpy c. c.Runway light . Visual Aids. 16 P − 3. No. Manual Book AFL .VI.Konfigurasi AFL System . Visual Aids. Teknik peralatan a.……….

c. Pemeliharaan Pencegahan . dan trouble shooting a. 5. c.No. b. Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan Perbaikan a. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. pemeliharaan AFL System secara benar. b. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN Taxiway light JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 3. c. FAA. “Airport Maintenance Practice” Manual Book AFL b. “Airport Maintenance Practice” Manual Book AFL FAA. Teori b. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a.Pemeliharaan Berkala . b. Praktek 4 16 . Maintenance of Airport Visual and Facilities Airport Services Path 9. d. 6. Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian AFL System secara benar Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan AFL System secara benar Prosedur pengoperasian AFL System 8 - Manual Book AFL 4. b.Trouble shooting 16 - a. c. b. Teori b. Prosedur pengoperasian AFL System Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting 52 a.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . Praktek a. Ujian/Evaluasi a. Maintenance of Airport Visual and Facilities Airport Services Path 9. d. Pemeliharaan a.

digantikan dengan PAPI atau APAPI sedangkan TVASI atau ATVASI tetap menjadi direkomendasikan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. 3 BAR VASI. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. . Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. IV. PENDAHULUAN Fungsi dari VASIS adalah alat bantu pendaratan visual yang memancarkan cahaya dan memberi informasi kepada penerbang mengenai sudut luncur (Glide Slope) yang benar untuk dapat mendaratkan pesawatnya secara benar pula. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan PAPI/VASI System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Dalam rangka implementasi UU No. II. PERSYARATAN : a. III. telah ditetapkan bahwa 2 BAR VASI. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING PAPI/VASI SYSTEM 200 Jam Pelajaran Teori : Praktek : 108 Jam 88 Jam KODE PAPVAS-B/KPBP I. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating PAPI/VASI System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas PAPI/VASI System. Secara umum fungsi PAPI sama dengan VASIS namun berbeda konfigurasi serta akurasi sudut pendaratannya. 2 BAR AVASI dan 3 BAR AVASI sudah tidak lagi menjadi standard internasional sesudah tahun 1995. Sesuai dengan rekomendasi ICAO. b. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan PAPI/VASI System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.

Teori penunjang c. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a.V. Dokumen terkait Teknik peralatan a. KURIKULUM RATING PAPI/VASI SYSTEM No. Layout konfigurasi c. Pengoperasian b. 2. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Praktek PAPVAS-B/A/1 PAPVAS-B/A/2 48 PAPVAS-B/A/3 PAPVAS-B/A/4 8 16 PAPVAS-B/A/5 72 PAPVAS-B/A/6 4 16 108 88 . Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. Pemeliharaan pencegahan b. Fungsi peralatan b. 5. 4. Pemelihaaan Pencegahan d. Teori b. Penggunaan alat ukur c. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 32 1. Teori rinci peralatan b. 6. Teori umum peralatan a. 3. Trouble shooting e.

Dokumen terkait . Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4. “Aerodrome”. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4.Penempatan lokasi TVASI System • Runway tanpa ILS • Runway dengan ILS .Topografi c.Penempatan lokasi PAPI System • Runway tanpa ILS • Runway dengan ILS .Rangkaian listrik .Optik . 2. 1.Annex 14.Aerodrome Design Manual Path 4. Teknik peralatan a. b.. 3. 2. Manual Book PAPI/VASI System . 2. 3. c. Teori rinci peralatan . Annex 14. Joseph A. Fungsi peralatan Teori Penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan PAPI/VASI System c. b.Bagian-bagian peralatan • PAPI System • VASI System . “Aerodrome”.Ground Check PAPI/VASI System 48 1. 1984 …. SILABUS RATING PAPI/VASI SYSTEM MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. Visual Aids. Fungsi peralatan PAPI/ VASI System d. 4. c. Aerodrome . Teori rinci peralatan Layout konfigurasi Rencana instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan PAPI/VASI System a. Edminister. Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga. No. 32 P 1. Visual Aids. Teori Penunjang . Visual Aids. Annex 14.VI.

b. 2. 3. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. Ujian/Evaluasi a.Clinometer . Prosedur Pengoperasian Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian PAPI/VASI System secara benar Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan PAPI/VASI System secara benar Prosedur pengoperasian PAPI/VASI System 8 - Manual System Book PAPI/VASI 4. 6. Praktek 4 16 . Maintenance of Airport Visual and Facilities Airport Services Path 9.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan Trouble shooting 16 - 1. Pemeliharaan a. b. Prosedur pengoperasian dan Ground Check : . e. Praktek a. c. b.PAPI System . Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan Perbaikan a. c.Pemeliharaan Berkala .No. FAA. “Airport Maintenance Practice” Manual Book AFL 2. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN b. pemeliharaan PAPI/VASI System secara benar. Pemeliharaan Pencegahan . d. e. d. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. 3.Alidade . b. Teori b.VASI System Penggunaan alat ukur . Teori b. POKOK BAHASAN Layout konfigurasi PAPI/ TVASI System Rencana Instalasi PAPI /TVASI System JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 3.Theodolite Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan 72 1. “Airport Maintenance Practice” Manual Book AFL FAA. Maintenance of Airport Visual and Facilities Airport Services Path 9. c. 5. trouble shooting dan analisis sistem a.

maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan PAPI/VASI System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. Secara umum fungsi PAPI sama dengan VASIS namun berbeda konfigurasi serta akurasi sudut pendaratannya. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan. IV. 3 BAR VASI. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan PAPI/VASI System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating PAPI/VASI System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. telah ditetapkan bahwa 2 BAR VASI. Sesuai dengan rekomendasi ICAO. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. III. Dalam rangka implementasi UU No. PENDAHULUAN Fungsi dari VASIS adalah alat bantu pendaratan visual yang memancarkan cahaya dan memberi informasi kepada penerbang mengenai sudut luncur (Glide Slope) yang benar untuk dapat mendaratkan pesawatnya secara benar pula. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. b. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas PAPI/VASI System.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING PAPI/VASI SYSTEM 144 Jam Pelajaran Teori : Praktek : 76 Jam 68 Jam KODE PAPVAS-B/KPBP I. . 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. PERSYARATAN : a. 2 BAR AVASI dan 3 BAR AVASI sudah tidak lagi menjadi standard internasional sesudah tahun 1995. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. digantikan dengan PAPI atau APAPI sedangkan TVASI atau ATVASI tetap menjadi direkomendasikan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. II.

Teori umum peralatan a.V. Fungsi peralatan b. Pengoperasian b. 2. Penggunaan alat ukur c. Pemelihaaan Pencegahan d. Praktek PAPVAS-B/T/1 PAPVAS-B/T/2 32 PAPVAS-B/T/3 PAPVAS-B/T/4 8 16 PAPVAS-B/T/5 52 PAPVAS-B/T/6 4 16 76 68 . KURIKULUM RATING PAPI/VASI SYSTEM No. 4. 3. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1. 5. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Teori penunjang c. Teori b. Layout konfigurasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. 6. Teori rinci peralatan b. Pemeliharaan pencegahan b.

. Teknik peralatan a. Fungsi peralatan Teori Penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan PAPI/VASI System c. No. 3. Annex 14. “Aerodrome”. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4. b. Visual Aids. Annex 14. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4. 4. Fungsi peralatan PAPI/ VASI System d. Visual Aids. c.VI. Visual Aids. SILABUS RATING PAPI/VASI SYSTEM MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga. Teori Penunjang . Teori rinci peralatan . 1984 ….Rangkaian listrik .Penempatan lokasi PAPI System • Runway tanpa ILS • Runway dengan ILS . Joseph A.Aerodrome Design Manual Path 4. Edminister. b. Manual Book PAPI/VASI System .Penempatan lokasi TVASI System • Runway tanpa ILS • Runway dengan ILS . Aerodrome .Optik . Dokumen terkait . Teori rinci peralatan Layout konfigurasi Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan PAPI/VASI System a. 1.Topografi c. 3. 2.Ground Check PAPI/VASI System 32 - 1.Bagian-bagian peralatan • PAPI System • VASI System . 2. 2. “Aerodrome”. 16 P 1.Annex 14.

5.PAPI System . Teori b. POKOK BAHASAN Layout konfigurasi PAPI/ TVASI System JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 3. Teori b. d.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan Trouble shooting 16 - 1. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN b. 6. Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan Perbaikan a. c. Praktek 4 16 . Pemeliharaan a. b.Theodolite Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting 52 1. Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian PAPI/VASI System secara benar Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan PAPI/VASI System secara benar Prosedur pengoperasian PAPI/VASI System 8 - Manual System Book PAPI/VASI 4. b. d. Pemeliharaan Pencegahan . Ujian/Evaluasi a. b. c. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. 2. “Airport Maintenance Practice” Manual Book AFL 2. 3. b. FAA.Alidade . Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. dan trouble shooting a. “Airport Maintenance Practice” Manual Book AFL FAA.VASI System Penggunaan alat ukur . Praktek a. Maintenance of Airport Visual and Facilities Airport Services Path 9. Maintenance of Airport Visual and Facilities Airport Services Path 9.Pemeliharaan Berkala . 3.Clinometer . pemeliharaan PAPI/VASI System secara benar.No. Prosedur pengoperasian dan Ground Check : .

sehingga penerbang melihat sinar cahaya yang berputar berwarna hijau dan putih silih berganti menghasilkan cahaya kedip 12 kali per menit. PENDAHULUAN Peralatan signals meliputi : 1. Peralatan Beacon meliputi : 1. 3. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Signals dan Beacons serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. 2. berupa letak dari bandara yang akan di daratinya dengan isyarat lampu yang memancarkan sinar hijau dan putih dengan intensitas cahaya yang tinggi. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. II. . Obstruction Lighting atau tanda bahaya. lampu yang memberikan petunjuk kepada penerbang yang akan melakukan pendaratan. lampu yang menunjukkan letak wind shock pada area dekat landasan. Landing Direction Indicator. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Signals dan Beacons wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. Rotating Beacon. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. yaitu lampu penunjuk arah pendaratan berbentuk hurut “T” yang dapat dikontrol arahnya dengan menggunakan motor. peralatan ini merupakan sirene yang dibunyikan oleh petugas ATC dari Tower yang berfungsi memberikan peringatan pada para petugas bandara yang bekerja di lapangan bahwa akan ada pesawat yang akan mendarat atau akan melakukan tinggal landas.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING SIGNALS AND BEACONS 120 Jam Pelajaran Teori : 60 Jam Praktek : 60 Jam KODE SIGNBEA-C/KPBP I. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. Wind Directional Indicator Light. Sirine Warning System. 2. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Signals dan Beacons dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Dalam rangka implementasi UU No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. berupa Obstacle light dan Hazard Beacon. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No.

IV. Teori b. 4. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Penggunaan alat ukur c. b. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Pemeliharaan Pencegahan d. KURIKULUM RATING SIGNALS AND BEACONS No. V. Teori penunjang c. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 8 1. Pemeliharaan pencegahan b. Fungsi peralatan b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. 3. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. 2. Teori umum peralatan a. 5. PERSYARATAN : a. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. Trouble shooting e. Blok dan circuit diagram c.III. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Signals dan Beacons. 6. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Praktek SIGNBEA-C/A/1 SIGNBEA-C/A/2 32 SIGNBEA-C/A/3 SIGNBEA-C/A/4 8 8 SIGNBEA-C/A/5 44 SIGNBEA-C/A/6 4 16 60 60 . Pengoperasian b. Teori rinci peralatan b.

Traffic Light . Edminister. c. “Aerodrome”. b. Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga. 32 - 2. 3. Aerodrome a. . 2. Dokumen terkait . Visual Aids.Landing T.Rotating Beacon . Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Rencana Instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan peralatan Signals and Beacons a. Joseph A. Teknik peralatan a.Rangkaian listrik c. Teori Penunjang . No. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4.Annex 14. - Aerodrome Design Manual Path 4. Prosedur Pengoperasian Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian Signals and Beacons secara benar Prosedur pengoperasian Signal and Beacon 8 - Manual Book . 198 1. 8 P 1. b. Visual Aids. SILABUS RATING SIGNALS AND BEACONS MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. b. Teori rinci peralatan .Sirene Block dan circuit diagram Signal and Beacon Rencana Instalasi Signal and Beacon Manual Book 3. c.Wind Cone .Obstruction Lght .Apron Flood Light .VI. Annex 14. c. Fungsi peralatan Teori penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan Fungsi peralatan Signals and Beacons Fungsi peralatan Signals and Beacons b.

Teori b. pemeliharaan Signals and Beacons secara benar. Praktek 4 16 . Ujian/Evaluasi a.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan .No. c. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. Teori b. c. trouble shooting dan analisis sistem a. Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan Perbaikan TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan Signals and Beacons secara benar a. b. d. b. e. b. e. 5.Trouble shooting 8 P Manual Book 4. Prosedur pengoperasian Signal and Beacon Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan - 44 Manual Book 6. MATA PELAJARAN (TOPIK) Pemeliharaan a. b. d. Praktek a.Pemeliharaan Berkala . Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan Trouble shooting Analisis sistem peralatan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. Pemeliharaan Pencegahan .

Dalam rangka implementasi UU No. PENDAHULUAN Peralatan signals meliputi : 1. sehingga penerbang melihat sinar cahaya yang berputar berwarna hijau dan putih silih berganti menghasilkan cahaya kedip 12 kali per menit. Peralatan Beacon meliputi : 1. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Signals dan Beacons wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. Obstruction Lighting atau tanda bahaya. 2. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. berupa Obstacle light dan Hazard Beacon. Sirine Warning System. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. lampu yang menunjukkan letak wind shock pada area dekat landasan. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. Rotating Beacon. yaitu lampu penunjuk arah pendaratan berbentuk hurut “T” yang dapat dikontrol arahnya dengan menggunakan motor. Wind Directional Indicator Light. 3. Landing Direction Indicator. peralatan ini merupakan sirene yang dibunyikan oleh petugas ATC dari Tower yang berfungsi memberikan peringatan pada para petugas bandara yang bekerja di lapangan bahwa akan ada pesawat yang akan mendarat atau akan melakukan tinggal landas. lampu yang memberikan petunjuk kepada penerbang yang akan melakukan pendaratan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Signals dan Beacons dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Signals dan Beacons serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. berupa letak dari bandara yang akan di daratinya dengan isyarat lampu yang memancarkan sinar hijau dan putih dengan intensitas cahaya yang tinggi.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING SIGNALS AND BEACONS 80 Jam Pelajaran Teori : 48 Jam Praktek : 32 Jam KODE SIGNBEA-C/KPBP I. . 2. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. II.

Blok dan circuit diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Signals dan Beacons. Teori rinci peralatan b. 6. Praktek SIGNBEA-C/T/1 SIGNBEA-C/T/2 24 SIGNBEA-C/T/3 SIGNBEA-C/T/4 4 8 SIGNBEA-C/T/5 20 SIGNBEA-C/T/6 4 12 48 32 . Teori umum peralatan a. Penggunaan alat ukur c. 3. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan. 5. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 8 1. Teori penunjang c. Teori b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. IV. PERSYARATAN : a. b. Pengoperasian b. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. 2. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Pemeliharaan Pencegahan d. Fungsi peralatan b. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.III. 4. V. Pemeliharaan pencegahan b. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. KURIKULUM RATING SIGNALS AND BEACONS No.

Pemeliharaan Berkala . b.VI.Wind Cone .Rotating Beacon . - Aerodrome Design Manual Path 4. 2. Pemeliharaan Pencegahan . b. Pemeliharaan a. Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan peralatan Signals and Beacons a.Rangkaian listrik c.Sirene Block dan circuit diagram Signal and Beacon Manual Book 3. Visual Aids. Joseph A. Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga. 24 - 2.Obstruction Lght . b. 198 1. Teori rinci peralatan . Fungsi peralatan Teori penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan Fungsi peralatan Signals and Beacons Fungsi peralatan Signals and Beacons b. Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian Signals and Beacons secara benar Prosedur pengoperasian Signal and Beacon 4 - Manual Book 4. Teori Penunjang . Annex 14. Teknik peralatan a. Pemeliharaan Pencegahan Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan Signals and a. 8 P 1. No.Traffic Light . “Aerodrome”.Perbaikan preventif 8 - Manual Book .Landing T. Edminister. Aerodrome a. Visual Aids. Dokumen terkait . c. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4.Apron Flood Light . 3. SILABUS RATING SIGNALS AND BEACONS MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. .Annex 14.

Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. POKOK BAHASAN Pemeliharaan Perbaikan . b. Teori b. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. Teori b. pemeliharaan Signals and Beacons secara benar. d.No. MATA PELAJARAN (TOPIK) Pemeliharaan Perbaikan TUJUAN Beacons secara benar b. dan trouble shooting a. b. Praktek a. d. Ujian/Evaluasi a. Prosedur pengoperasian Signal and Beacon Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting - 20 Manual Book 6. c. c. Praktek 4 12 . b.Trouble shooting JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 5.

Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Power Control System. waktu terjadinya dan bentuk kesalahan yang dapat tercetak pada alarm priter dan terekam dalam kumpulan data pada hard disk. IV. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. . II. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. PERSYARATAN : a. PENDAHULUAN Power Control System adalah suatu sistem kontrol manajemen yang menggunakan komputer sehingga mampu memantau (memonitoring). III. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Power Control System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Sebagai contoh sistem ini dapat memberikan laporan terjadinya kelainan pada peralatan. Sistem juga dapat melaporkan peralatan-peralatan yang telah tiba saatnya pemeliharaan berkalanya serta dapat mengkontrol secara otomatis untuk menghidupkan dan mematikan genset dan lain-lain. mengatur dan merekam kegiatan peralatan listrik dan mekanik yang berada dalam gedung agar dapat bekerja secara tepat guna. Dalam rangka implementasi UU No. b. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Power Control System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Power Control System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. yang mencakup nama peralatan. letak peralatan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING POWER CONTROL SYSTEM KODE PCS-A/KPL&SPPPU 272 Jam Pelajaran Teori : 132 Jam Praktek : 140 Jam I.

Trouble shooting e. 5. Fungsi peralatan b. 3. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. Teori rinci peralatan b. Pengoperasian b. Teori b.V. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 40 1. Praktek PCS-A/A/1 PCS-A/A/2 64 PCS-A/A/3 PCS-A/A/4 8 16 PCS-A/A/5 124 PCS-A/A/6 4 16 132 140 . 6. Rencana instalasi Prosedur pengoperasian Pemeliharaan a. Teori umum peralatan a. 2. Teori penunjang c. Blok dan circuit diagram c. Pemelihaaan Pencegahan d. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. KURIKULUM RATING POWER CONTROL SYSTEM No. 4. Penggunaan alat ukur c. Pemeliharaan pencegahan b.

.Modulator Demodulator . b. Teori penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum dalam peralatan PCS a. Fungsi peralatan PCS Teori Penunjang .PT Gramedia Pustaka Utama.Microprocessor 40 P 1. Block dan circuit diagram Power Control System c..Management Level • Reloading • Load Shadding • Synchronizing • System Proteksi • Remote Control Sys.Programmable Logic Controller . 2001 ….Mimic panel . Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Rencana Instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan PCS Teori Rinci Peralatan . No. Wasito S.Maintenance Center . • Protocol/Interface • Operating System . 1.VI. ”Vadekum Elektronika”. − 2. b.Sensoric actoric . Fungsi peralatan b. c. Teknik peralatan a. 64 - Manual Book .Pengetahuan Komunikasi data • Dasar dasar Komputer • Sistem jaringan • Media transmisi. SILABUS RATING POWER CONTROL SYSTEM MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. 2. Rencana Instalasi Power d.Automation level b.

Prosedur standar pengoperasian Pendeteksi gangguan Prosedur pemulihan 8 - Manual Book 4. b. b. f. c. Praktek 4 16 . e. d. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. b. trouble shooting dan analisis sistem a. Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan PCS secara benar a. c. e. b.No. c. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN Control System JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 3. Praktek a. d. Prosedur Pengoperasian a. b. Ujian/Evaluasi a. Teori b. Prosedur pengoperasian Pengunaan alat ukur Pemeliharaan Trouble shooting Analisis sistem peralatan - 124 Manual Book 6. pemeliharaan PCS secara benar. e.Pemeliharaan Berkala . Pemeliharaan Pencegahan . Pemeliharaan a. Teori b.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan - 16 - Manual Book 5. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan Trouble shooting Analisis sistem peralatan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. Prosedur pengoperasian Pendeteksi gangguan Prosedur pemulihan standar Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian PCS secara benar d.

MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Power Control System. b. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Power Control System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. waktu terjadinya dan bentuk kesalahan yang dapat tercetak pada alarm priter dan terekam dalam kumpulan data pada hard disk. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan. PENDAHULUAN Power Control System adalah suatu sistem kontrol manajemen yang menggunakan komputer sehingga mampu memantau (memonitoring). IV. PERSYARATAN : a.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING POWER CONTROL SYSTEM KODE PCS-A/KPL&SPPPU 200 Jam Pelajaran Teori : 100 Jam Praktek : 100 Jam I. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. II. III. yang mencakup nama peralatan. Sebagai contoh sistem ini dapat memberikan laporan terjadinya kelainan pada peralatan. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Power Control System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Dalam rangka implementasi UU No. Sistem juga dapat melaporkan peralatan-peralatan yang telah tiba saatnya pemeliharaan berkalanya serta dapat mengkontrol secara otomatis untuk menghidupkan dan mematikan genset dan lain-lain. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Power Control System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. mengatur dan merekam kegiatan peralatan listrik dan mekanik yang berada dalam gedung agar dapat bekerja secara tepat guna. . Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. letak peralatan.

4. Pemeliharaan pencegahan b. Teori umum peralatan a. Teori b. KURIKULUM RATING POWER CONTROL SYSTEM No.V. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Dokumen terkait Teknik peralatan a. 3. Pengoperasian b. Pemelihaaan Pencegahan d. Teori penunjang c. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Teori rinci peralatan b. 5. Blok dan circuit diagram Prosedur pengoperasian Pemeliharaan a. 6. Fungsi peralatan b. Praktek PCS-A/T/1 PCS-A/T/2 48 PCS-A/T/3 PCS-A/T/4 8 16 PCS-A/T/5 84 PCS-A/T/6 4 16 100 100 . 2. Penggunaan alat ukur c. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 24 1.

. Wasito S.Management Level • Reloading • Load Shadding • Synchronizing • System Proteksi • Remote Control Sys. No.Maintenance Center . Fungsi peralatan b.Automation level Block dan circuit diagram Power Control System 48 - Manual Book . 1.Mimic panel . SILABUS RATING POWER CONTROL SYSTEM MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPE L PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum dalam peralatan PCS a. b. − 2. Teori umum peralatan a. 2001 …. • Protocol/Interface • Operating System . b.Sensoric actoric ..Programmable Logic Controller .Pengetahuan Komunikasi data • Dasar dasar Komputer • Sistem jaringan • Media transmisi. Fungsi peralatan PCS Teori Penunjang . Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan PCS c. Teori Rinci Peralatan . Teknik peralatan a. ”Vadekum Elektronika”. Teori penunjang 2.VI.Modulator Demodulator .Microprocessor 24 P 1. b.PT Gramedia Pustaka Utama.

Prosedur pengoperasian Pengunaan alat ukur Pemeliharaan Trouble shooting - 84 Manual Book 6. Prosedur Pengoperasian a. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPE L PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian PCS secara benar d. pemeliharaan PCS secara benar. c.Pemeliharaan Berkala . Ujian/Evaluasi a. Pemeliharaan Pencegahan .No. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. Prosedur standar pengoperasian Pendeteksi gangguan Prosedur pemulihan 8 P Manual Book 3. Praktek a. e. dan trouble shooting a. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan PCS secara benar a. c.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan - 16 - Manual Book 5. Praktek 4 16 . Pemeliharaan a. f. b. d. Teori b. b. b. c. Prosedur pengoperasian Pendeteksi gangguan Prosedur pemulihan standar 4. d. Teori b. b. b.

PENDAHULUAN Aircraft Docking Guidance System adalah peralatan untuk menuntut pesawat udara yang baru saja mendarat menuju ke satu posisi parkir yang sudah ditetapkan dengan bantuan seperangkat peralatan panduan parkir secara visual. b. III. PERSYARATAN : a. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Aircraft Docking Guidance System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Dalam rangka implementasi UU No. . II. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. IV. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Aircraft Docking Guidance System. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING AIRCRAFT DOCKING GUIDANCE SYSTEM KODE ADGS-A/KPL&SPPPU Teori : 132 Jam Praktek : 140 Jam 272 Jam Pelajaran I. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlihan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Aircraft Docking Guidance System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Aircraft Docking Guidance System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan.

6. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Pemeliharaan pencegahan b. 2. Trouble shooting f. Praktek ADGS-A/A/1 ADGS-A/A/2 64 ADGS-A/A/3 ADGS-A/A/4 8 16 ADGS-A/A/5 124 ADGS-A/A/6 4 16 132 140 . Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 40 1.V. Fungsi peralatan b. Teori umum peralatan a. Teori rinci peralatan b. Pemelihaaan Pencegahan e. 3. Teori penunjang c. KURIKULUM RATING ADGS No. Blok dan circuit diagram c. 4. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Penggunaan alat ukur d. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Kalibrasi c. 5. Pengoperasian b. Teori b.

c. “Teknik Digital” Wasito.ICAO Annex 14 .Sistem Kalibrasi 64 - Manual Book ADGS.Aerodrome manual Part 4.Bagian-bagian penting ADGS • Sensor • Display • Prosessing data control • Operation control unit . Fungsi Peralatan Teori Penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan ADGS a. Visual Aids.Jenis Sensor • Laser • Loop metal detector • Camera . “Vadekum Elektronika”. 2. 5. b. Teknik peralatan a. . Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Rencana instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan ADGS a. Annex 14. 1. c.Micro controller . Gramedia 2001.Dasar-dasar komputer . No.Teknik elektronika dan digital . SILABUS RATING ADGS MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. b.Programmable Logic Control (PLC) . “Aerodrome”.VI. 3. Visual Aids 40 P 1. b. Joseph A.Rangkaian Listrik . 4. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4. Edminister. 1984 Wasito. 2. Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga. Fungsi Peralatan Teori Penunjang . Teori rinci peralatan .Sensoric Dokumen terkait . c.

4. 5. Teori Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. Praktek 4 16 .Blok sensor . MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN b.Trouble shooting 16 - Manual Book ADGS. e. b. d. Teori b. b. f. c.Pemeliharaan Berkala . f. 3. Prosedur pengoperasian ADGS Kalibrasi Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan ADGS - 124 Manual Book ADGS. pemeliharaan ADGS secara benar. Pemeliharaan a. e. Praktek a. b.Blok Display Rencana instalasi ADGS JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P c.Blok control . d. Ujian/Evaluasi a.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . 6. Pemeliharaan pencegahan Pemeliharaan perbaikan a. Prosedur pengoperasian Kalibrasi Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. Prosedur Pengoperasian Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian ADGS secara benar Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan ADGS secara benar Prosedur pengoperasian ADGS 8 - Manual Book ADGS.No. c. trouble shooting dan analisis sistem a. b. POKOK BAHASAN Block dan circuit diagram . Pemeliharaan Pencegahan . b.

IV. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Aircraft Docking Guidance System. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. II. . Dalam rangka implementasi UU No. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Aircraft Docking Guidance System dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. PERSYARATAN : a. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING AIRCRAFT DOCKING GUIDANCE SYSTEM KODE ADGS-A/KPL&SPPPU Teori : 100 Jam Praktek : 100 Jam 200 Jam Pelajaran I. b. PENDAHULUAN Aircraft Docking Guidance System adalah peralatan untuk menuntut pesawat udara yang baru saja mendarat menuju ke satu posisi parkir yang sudah ditetapkan dengan bantuan seperangkat peralatan panduan parkir secara visual. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Aircraft Docking Guidance System serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. III. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Aircraft Docking Guidance System wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan.

KURIKULUM RATING ADGS No. Teori umum peralatan a. Teori b.V. 2. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Pemeliharaan pencegahan b. Teori penunjang c. 5. Blok dan circuit diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Pengoperasian b. Teori rinci peralatan b. Fungsi peralatan b. Praktek ADGS-A/T/1 ADGS-A/T/2 48 ADGS-A/T/3 ADGS-A/T/4 8 16 ADGS-A/T/5 84 ADGS-A/T/6 4 16 100 100 . 4. Penggunaan alat ukur d. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 24 1. Kalibrasi c. Pemelihaaan Pencegahan e. 3. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. 6.

Jenis Sensor • Laser • Loop metal detector • Camera . “Aerodrome”.Programmable Logic Control (PLC) .Aerodrome manual Part 4. Gramedia 2001. “Teknik Digital” Wasito. .Sistem Kalibrasi 48 - Manual Book ADGS. Annex 14. 5. Fungsi Peralatan Teori Penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan ADGS a.Rangkaian Listrik . 2. b. “Vadekum Elektronika”. Teori rinci peralatan . Fungsi Peralatan Teori Penunjang .Dasar-dasar komputer . Teknik peralatan a. Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga. No. Joseph A. 1984 Wasito. 4. Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan ADGS a. 2. Visual Aids.VI.ICAO Annex 14 . c.Bagian-bagian penting ADGS • Sensor • Display • Prosessing data control • Operation control unit . SILABUS RATING ADGS MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a.Teknik elektronika dan digital . 3. 1. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 4. c.Micro controller . Visual Aids 24 P 1. b.Sensoric Dokumen terkait . b. Edminister.

Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . Ujian/Evaluasi a. e. 6.Pemeliharaan Berkala . MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN b. Prosedur pengoperasian Kalibrasi Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. b. Pemeliharaan Pencegahan .Trouble shooting 16 - Manual Book ADGS. d. 5.Blok Display JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 3. Teori Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. b. Praktek a. Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian ADGS secara benar Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan ADGS secara benar Prosedur pengoperasian ADGS 8 - Manual Book ADGS. d. Pemeliharaan pencegahan Pemeliharaan perbaikan a. Prosedur pengoperasian ADGS Kalibrasi Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting - 84 Manual Book ADGS. e. Teori b. Praktek 4 16 . pemeliharaan ADGS secara benar dan trouble shooting a. c. b. b.No. b. 4.Blok control . POKOK BAHASAN Block dan circuit diagram . c. Pemeliharaan a.Blok sensor .

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING GENSET AND ACOS 200 Jam Pelajaran Teori : 88 Jam Praktek : 112 Jam KODE G&A-B/KPL&SPPPU I. III. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Genset dan Acos dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kompetensi serta terlatih. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Genset dan Acos. b. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. PENDAHULUAN Generator Set (Genset) adalat suatu pembangkit listrik tenaga diesel yang digunakan di Bandar Udara sebagai catu daya cadangan bila terjadi pemadaman aliran listrik PLN. Untuk menghidupan genset dan pengambil-alihan beban secara otomatis dari PLN ke Genset saat terjadi aliran listrik PLN padam atau sebaliknya saat PLN hidup (ON) kembali dan pengambialihan beban dari genset ke PLN dan kemudian genset mati secara otomatis. IV. II. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. Dalam rangka implementasi UU No. PERSYARATAN : a. maka dipasang sebuah panel Automatic Changeover Switch (ACOS). 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Genset dan Acos serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Genset dan ACOS wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. .

Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. 6. Teori rinci peralatan b. Teori b. KURIKULUM RATING GENSET DAN ACOS No. Trouble shooting e. 4. 3. 2. Pemelihaaan Pencegahan d. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Blok dan circuit diagram c. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. Pemeliharaan pencegahan b.V. Teori umum peralatan a. Penggunaan alat ukur c. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Praktek G&A-B/A/1 G&A-B/A/2 40 G&A-B/A/3 G&A-B/A/4 12 16 G&A-B/A/5 96 G&A-B/A/6 4 16 88 112 . Teori penunjang c. 5. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1. Fungsi peralatan b. Pengoperasian b.

New Delhi1980. • Genset Sinkron • No break Genset . BBI. Teori rinci peralatan Blok dan circuit diagram Rencana instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan Genset & ACOS a. “Mekanikal overhoule” SEG.Teknik Tenaga Listrik . b. …. Electrical System a. 1. Theraja B. 2. 1982. Teori rinci peralatan . c. Teori penunjang . Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 5. 4. 5. b. “Aerodrome”.Bagian-Bagian Peralatan ACOS • AMF • Control relay .VI.Cara kerja ACOS 40 - 1.Bagian-Bagian Peralatan Genset • Engine • Alternator • Panel Genset • Accessories . “Electrical Technology. Fungsi peralatan Teori penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan Genset dan ACOS Fungsi peralatan .ACOS b.Engine . 16 P 1. Annex 14. Electrical System. Dokumen terkait Annex 14. 2. Aerodrome Aerodrome Design Manual Path 5. 4. Zuhal. No.Cara kerja : • Genset standby. main. “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb.L. Teknik peralatan a.Sistem pengaman .Genset . 3. Manual Book AMF” ……… . 3. SILABUS RATING GENSET DAN ACOS MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. “Mekanikal Dasar” BBI. c.Relay c. 2.

Pemeliharaan pencegahan Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan Genset dan ACOS secara benar a. Praktek a.Perhitungan panel ACOS . b. 4.Perhitungan beban listrik . 3. 3. “Mekanikal overhoule” SEG.Pemeliharaan Berkala . Manual Book AMF” ……… 4. trouble shooting dan analisis sistem a. BBI. 2. 2. 3. “Mekanikal Dasar” BBI. “Mekanikal overhoule” SEG. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN b.Injector Tester Pemeliharaan pencegahan - 96 1. Manual Book AMF” ……… BBI. Prosedur Pengoperasian Genset Prosedur pengoperasian ACOS Penggunaan alat ukur . Pemeliharaan Pencegahan . POKOK BAHASAN Block dan circuit diagram . 4. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. e. c.No. d. 3. Manual Book AMF” ……… BBI.Alternator . b.Tachometer . “Mekanikal Dasar” BBI. c. b. pemeliharaan Genset dan ACOS secara benar. Prosedur Pengoperasian Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian Genset dan ACOS secara benar a. d. b. 4. 2.Pressure Gauge .Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . “Mekanikal Dasar” BBI. Pemeliharaan a.AVR . b. “Mekanikal overhoule” SEG. . Prosedur Genset Prosedur ACOS pengoperasian pengoperasian 12 - 1.ACOS Rencana Instalasi .Perhitungan pengaman dan pemutus JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P c.Trouble shooting 16 1. 5.

No. POKOK BAHASAN Trouble shooting Analisis sistem peralatan JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 6. Teori b. f. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN e. Praktek 4 16 . Teori b. Ujian/Evaluasi a. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a.

Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. PENDAHULUAN Generator Set (Genset) adalat suatu pembangkit listrik tenaga diesel yang digunakan di Bandar Udara sebagai catu daya cadangan bila terjadi pemadaman aliran listrik PLN. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING GENSET AND ACOS 144 Jam Pelajaran Teori : 76 Jam Praktek : 68 Jam KODE G&A-B/KPL&SPPPU I. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. IV. Dalam rangka implementasi UU No. maka dipasang sebuah panel Automatic Changeover Switch (ACOS). Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Genset dan ACOS wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. . SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. II. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Genset dan Acos. Untuk menghidupan genset dan pengambil-alihan beban secara otomatis dari PLN ke Genset saat terjadi aliran listrik PLN padam atau sebaliknya saat PLN hidup (ON) kembali dan pengambialihan beban dari genset ke PLN dan kemudian genset mati secara otomatis. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Genset dan Acos serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Genset dan Acos dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kompetensi serta terlatih. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. b. III. PERSYARATAN : a.

Pengoperasian b. Teori umum peralatan a. Penggunaan alat ukur c. 4. Teori b. Fungsi peralatan b. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Teori penunjang c. 5. 2. Pemelihaaan Pencegahan d. KURIKULUM RATING GENSET DAN ACOS No. Blok dan circuit diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. 3. Pemeliharaan pencegahan b. Teori rinci peralatan b. 6.V. Praktek G&A-B/T/1 G&A-B/T/2 32 G&A-B/T/3 G&A-B/T/4 8 16 G&A-B/T/5 52 G&A-B/T/6 4 16 76 68 . Trouble shooting Ujian/Evaluasi a.

…. 2. “Electrical Technology.Bagian-Bagian Peralatan Genset • Engine • Alternator • Panel Genset • Accessories .Bagian-Bagian Peralatan ACOS • AMF • Control relay . 1.Genset .Cara kerja ACOS 32 - 1.ACOS b. Annex 14.L. 4. 3.Engine .Cara kerja : • Genset standby. b. Teori rinci peralatan Blok dan circuit diagram Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan Genset & ACOS a. Teori rinci peralatan . New Delhi1980. “Aerodrome”. 2. “Mekanikal overhoule” SEG. c. Aerodrome Aerodrome Design Manual Path 5. 4. 2. 3. Electrical System a. 1982. Teori penunjang . 5. “Mekanikal Dasar” BBI. No. Fungsi peralatan Teori penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan Genset dan ACOS Fungsi peralatan . Manual Book AMF” ……… . b. 16 P 1. main. Theraja B. Zuhal. Dokumen terkait Annex 14. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 5. • Genset Sinkron • No break Genset . BBI. SILABUS RATING GENSET DAN ACOS MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb. Teknik peralatan a.Sistem pengaman .Relay c.Teknik Tenaga Listrik . Electrical System.VI.

“Mekanikal Dasar” BBI.No. 3. “Mekanikal overhoule” SEG. Pemeliharaan Pencegahan . 4. Praktek a. Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. 6. b. 2.AVR .Trouble shooting 16 - 1. 8 - 1. 5. Pemeliharaan pencegahan Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan Genset dan ACOS secara benar a. “Mekanikal Dasar” BBI. d. “Mekanikal Dasar” BBI. b. b. Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian Genset dan ACOS secara benar a. b. “Mekanikal overhoule” SEG. Pemeliharaan a.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . d. 3.Tachometer . c. pemeliharaan Genset dan ACOS secara benar. Ujian/Evaluasi a. Teori b. dan trouble shooting a. 2. c.Alternator . Praktek 4 16 .ACOS Prosedur Genset Prosedur ACOS pengoperasian pengoperasian JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 3. BBI. Manual Book AMF” ……… 4. 2. 3. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN b.Injector Tester Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting - 52 1. Manual Book AMF” ……… BBI. Teori b. Manual Book AMF” ……… BBI. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. 4. Prosedur Pengoperasian Genset Prosedur pengoperasian ACOS Penggunaan alat ukur . POKOK BAHASAN Block dan circuit diagram .Pressure Gauge . “Mekanikal overhoule” SEG. 4.Pemeliharaan Berkala . b.

b. . sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Transmission and Distribution. II. transmisi. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Transmission and Distribution dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. III. IV. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. distribusi dan pemakai tenaga listrik. PENDAHULUAN Sistem tenaga listrik pada umumnya terdiri dari empat unsur yaitu pembangkit. PERSYARATAN : a. Transmisi digunakan untuk menyaluran tenaga listrik dari pembangkit ke pusat-pusat beban sedangkan distribusi digunakan untuk menyalurkan tenaga listrik dari pusat beban ke masing-masing pemakai tenaga listrik. Dalam rangka implementasi UU No. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING TRANSMISSION AND DISTRIBUTION 200 Jam Pelajaran Teori : 100 Jam Praktek : 100 Jam KODE T&D-B/KPL&SPPPU I. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Transmission and Distribution serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Di dalam diklat Rating ini menjelaskan peralatan-peralatan transmisi dan distribusi. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Transmission and Distribution wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan.

Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. 3. Penggunaan alat ukur e. Fungsi peralatan b. Teori penunjang c. Trouble shooting i. Teori b. Penyambungan kabel c. Klasifikasi c. Teori rinci peralatan b. Wiring panel TM dan TR g. 4. Pencarian gangguan d. Praktek T&D-B/A/1 T&D-B/A/2 48 T&D-B/A/3 T&D-B/A/4 8 16 T&D-B/A/5 84 T&D-B/A/6 4 16 100 100 .V. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 24 1. Prosedur pengoperasian b. Pengujian relay proteksi f. Teori umum peralatan a. Pemeliharaan pencegahan b. Pemeliharaan h. KURIKULUM RATING TRANSMISSION AND DISTRIBUTION No. 2. 6. Dokumen terkait Teknik peralatan a. 5. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Analisis sistem jaringan Ujian/Evaluasi a.

Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga.VI. 7. 1984 10.Panel TR . Abdul Kadir. Teori Penunjang . 9. UIP 2000 Theraja B.Sistem Distribusi . a. Abdul Kadir. Abdul Kadir. Theraja B. b.Konfigurasi sistem 48 - 1. Teori Rinci Peralatan . “Distribusi dan Utilitasi Tenaga Listrik”.Transformator Daya . Schaum Series “Rangkaian Listrik” . Teori rinnci peralatan Klasifikasi Rencana instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan Trans & Dist a. Edminister.Rangkaian Listrik .Networking System . UIP 2000 8.Arrester . Joseph A. b. Teknik Tenaga Listrik”.L. New Delhi1980.L. Joseph A.Gangguan arus bocor .Switchgear .Panel TM Klasifikasi Trans & Dist. . Electrical System 24 P 5. 1. “Electrical Technology.Capacitor bank . SILABUS RATING TRANSMISSION AND DISTRIBUTION MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. Electrical System 6. Fungsi peralatan Trans & Dist. No.Sistem Proteksi .Sistem Transmisi . 2.Hubung singkat .Penghantar . Teknik peralatan a. 3. Fungsi peralatan Teori penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan Trans & Dist. “Transmisi Tenaga Listrik” UIP 1998.Tegangan surja c. “Electrical Technology. 4. “Transmisi Tenaga Listrik” UIP 1998. c. b. Abdul Kadir. Aris Munanandar. c. Aerodrome Design Manual Path 5. 2. Edminister. New Delhi1980.Aerodrome Design Manual Path 5. Dokumen terkait .Komponen Simetris . “Distribusi dan Utilitasi Tenaga Listrik”. b.

c.Multi meter . h. Pemeliharaan Perbaikan a.No. h. d. trouble shooting dan analisis sistem a. c.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . Pemeliharaan a.Panel TM .Hubung singkat Penggunaan alat ukur . 3. b.Panel TR . i.Transmisi sistem c.Megger . pemeliharaan Trans & Dist secara benar. Pemeliharaan Pencegahan .Pemeliharaan Berkala . Pemeliharaan Pencegahan b.Relay detector Pengujian relay proteksi Wiring panel TM dan TR Pemeliharaan Trouble shooting Analisis sistem jaringan - 84 Manual book . g. Teknik Tenaga Listrik” T P 5.Phase sequence .Kebocoran arus . i. f. Prosedur pengoperasian Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian Panel TR/TM dan Transformator daya secara benar Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan Trans & Dist secara benar Prosedur pengoperasian . Praktek a. g. e. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN . Rencana instalasi transmisi dan distribusi JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN Penerbait Erlangga. b.Trouble shooting 16 - Manual book 5. e. 1984 Aris Munanandar. d. Prosedur pengoperasian Penyambungan kabel Pencarian gangguan Penggunaan alat ukur Pengujian relay proteksi Wiring panel TM dan TR Pemeliharaan Trouble shooting Analisis sistem jaringan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian.Transformator daya 8 - Manual book 4.Cable fault detector . f. b. Prosedur pengoperasian Penyambungan kabel Pencarian gangguan .

MATA PELAJARAN (TOPIK) Ujian/Evaluasi a. . Praktek 4 P 16 6. Teori b.No. Teori b. Praktek TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a.

MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Transmission and Distribution dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. b. PERSYARATAN : a. distribusi dan pemakai tenaga listrik. Transmisi digunakan untuk menyaluran tenaga listrik dari pembangkit ke pusat-pusat beban sedangkan distribusi digunakan untuk menyalurkan tenaga listrik dari pusat beban ke masing-masing pemakai tenaga listrik. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. PENDAHULUAN Sistem tenaga listrik pada umumnya terdiri dari empat unsur yaitu pembangkit. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Transmission and Distribution serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. transmisi. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Transmission and Distribution. IV. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. Dalam rangka implementasi UU No. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Di dalam diklat Rating ini menjelaskan peralatan-peralatan transmisi dan distribusi. II. III. . maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Transmission and Distribution wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING TRANSMISSION AND DISTRIBUTION 144 Jam Pelajaran Teori : 76 Jam Praktek : 68 Jam KODE T&D-B/KPL&SPPPU I. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating.

Teori penunjang c. T&D-B/A/6 4 16 76 68 . Teori umum peralatan a. Praktek T&D-B/A/1 T&D-B/A/2 32 T&D-B/A/3 T&D-B/A/4 8 16 T&D-B/A/5 52 6. Teori b. 2. Pemeliharaan h. Wiring panel TM dan TR g. Prosedur pengoperasian b. 4. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1. Penggunaan alat ukur e. Klasifikasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Pemeliharaan pencegahan b. 3. KURIKULUM RATING TRANSMISSION AND DISTRIBUTION No. Pengujian relay proteksi f. Fungsi peralatan b. 5. Pencarian gangguan d. Teori rinci peralatan b. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Penyambungan kabel c.V. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a.

b. Joseph A. “Electrical Technology. New Delhi1980.Sistem Transmisi . Abdul Kadir. Edminister. a.Konfigurasi sistem 32 - 1. 9. “Distribusi dan Utilitasi Tenaga Listrik”. Dokumen terkait . Theraja B. b. Schaum Series “Rangkaian Listrik” .Komponen Simetris . Teori Penunjang .Switchgear .Networking System . Schaum Series “Rangkaian Listrik” Penerbait Erlangga. 1. Fungsi peralatan Trans & Dist. “Transmisi Tenaga Listrik” UIP 1998.Penghantar . Electrical System 6.Aerodrome Design Manual Path 5.VI.Sistem Distribusi . 3. Joseph A. Electrical System 16 P 5. “Transmisi Tenaga Listrik” UIP 1998.Rangkaian Listrik . Teknik peralatan a. UIP 2000 8.Panel TM Klasifikasi Trans & Dist. “Electrical Technology. Edminister. SILABUS RATING TRANSMISSION AND DISTRIBUTION MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori umum peralatan a. c.Sistem Proteksi . .Tegangan surja c. 2. Fungsi peralatan Teori penunjang Dokumen terkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan Trans & Dist. 4. “Distribusi dan Utilitasi Tenaga Listrik”. No. Aris Munanandar. Aerodrome Design Manual Path 5. Abdul Kadir. b.L. Abdul Kadir. 1984 10.Panel TR .L.Capacitor bank . Teknik Tenaga Listrik”. New Delhi1980.Hubung singkat .Gangguan arus bocor . b. 7. Teori rinnci peralatan Klasifikasi Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan Trans & Dist a. 2. Abdul Kadir. UIP 2000 Theraja B. Teori Rinci Peralatan .Arrester .Transformator Daya .

No. b. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN Transmisi sistem JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN Penerbait Erlangga.Kebocoran arus . e. c.Trouble shooting 16 - Manual book 5.Transformator daya 8 - Manual book 4. Pemeliharaan Pencegahan .Megger . Pemeliharaan a.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . dan trouble shooting a. Prosedur pengoperasian Penyambungan kabel Pencarian gangguan .Relay detector Pengujian relay proteksi Wiring panel TM dan TR Pemeliharaan Trouble shooting - 52 Manual book . g.Phase sequence .Multi meter . c. Prosedur pengoperasian Penyambungan kabel Pencarian gangguan Penggunaan alat ukur Pengujian relay proteksi Wiring panel TM dan TR Pemeliharaan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. f. Prosedur pengoperasian Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian Panel TR/TM dan Transformator daya secara benar Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan Trans & Dist secara benar Prosedur pengoperasian . g. Praktek a. Pemeliharaan Perbaikan a. b. Pemeliharaan Pencegahan b. d. e. pemeliharaan Trans & Dist secara benar. f. d. Teknik Tenaga Listrik” T P 5.Panel TM .Pemeliharaan Berkala . b. 3. h. 1984 Aris Munanandar.Hubung singkat Penggunaan alat ukur .Cable fault detector . h.Panel TR .

. Teori b. Teori b. Praktek TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. MATA PELAJARAN (TOPIK) Ujian/Evaluasi a. Praktek 4 P 16 6.No.

IV. Dalam rangka implementasi UU No. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. PERSYARATAN : a. . MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas UPS. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating UPS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan UPS wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING UNINTERRUPTIBLE POWER SUPPLY KODE UPS-B/KPL&SPPPU Teori : 88 Jam Praktek : 112 Jam 200 Jam Pelajaran I. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan UPS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. PENDAHULUAN Uninterruptible Power Supply (UPS) atau disebut juga sebagai catu daya tak terputus (continuous power sources) adalah sistem catu daya listrik yang dapat memberikan tenaga listrik secara independen dalam jangka waktu tertentu tanpa harus adanya sumber catu daya primer atau sekunder atau sumber catu daya tersebut sedang dalam gangguan. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. III. II. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. b.

Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 24 1. Teori b. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. Pemelihaaan Pencegahan d. Klasifikasi d. Teori rinci peralatan b. Dokumen terkait Teknik peralatan a.V. Praktek UPS-B/A/1 UPS-B/A/2 40 UPS-B/A/3 UPS-B/A/4 8 12 UPS-B/A/5 96 UPS-B/A/6 4 16 88 112 . Fungsi peralatan b. Pengoperasian b. KURIKULUM RATING UNINTERUPTED POWER SUPPLY No. 4. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. 3. 2. Teori penunjang c. 6. Rencana instalasi Prosedur pengoperasian Pemeliharaan a. Pemeliharaan pencegahan b. Teori umum peralatan a. Trouble shooting e. Blok dan circuit diagram c. Penggunaan alat ukur c. 5.

Thyristor Teknik digital Teori Penunjang .Penentuan jenis UPS .Annex 14.Bagian-bagian penting UPS • Rectifier • Inverter • Battery • Multivibrator b. b. Teknik peralatan a. 3. c. “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb. New Delhi1980. No. c.UPS Dinamic . “Aerodrome”. 1. 1982 Manual Book UPS ………… . Block dan circuit diagram .Aerodrome Design Manual Path 5. Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Klasifikasi Rencana Instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan UPS Teori rinci peralatan . 3. Rencanaa Instalasi . Theraja B. d. Annex 14.Inverter c. 1982. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 5. “Electrical Technology. b.L. c. Electrical System. Aerodrome .L.Perhitungan beban . “Electrical Technology. 40 - 1. New Delhi1980.Pemilihan battery a. Klasifikasi UPS . SILABUS RATING UNINTERUPTED POWER SUPPLY MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb.UPS Static d. Electrical System 24 P 1.VI. Fungsi peralatan Teori penunjang Dokumen teerkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan UPS a.Diode . b.Backup time . 4. 2. Zuhal.Rectifier . 2.Listrik AC/DC . Zuhal. Fungsi peralatan UPS Teori Penunjang . Theraja B. 2. 4.

d.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . pemeliharaan UPS secara benar. c.Trouble shooting 12 - Manual Book UPS 5. b. Ujian/Evaluasi a. b.Hidrometer . b. b. d. Praktek 4 16 . Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian.Mhometer Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan 96 Manual Book UPS 6. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. Pemeliharaan Pencegahan . e. Pemeliharaan a. Praktek a. Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan UPS secara benar a.Pemeliharaan Berkala . trouble shooting dan analisis sistem a. Teori b. MATA PELAJARAN (TOPIK) Prosedur Pengoperasian TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian UPS secara benar Prosedur pengoperasian UPS 8 P Manual Book UPS 3.Battery checker . c.Bypass Penggunaan alat ukur .No. e. Teori b. 4.Redundance system .Harmonic analyzer . Prosedur pengoperasian UPS .

Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING UNINTERRUPTIBLE POWER SUPPLY KODE UPS-B/KPL&SPPPU Teori : 76 Jam Praktek : 68 Jam 144 Jam Pelajaran I. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan UPS serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. PENDAHULUAN Uninterruptible Power Supply (UPS) atau disebut juga sebagai catu daya tak terputus (continuous power sources) adalah sistem catu daya listrik yang dapat memberikan tenaga listrik secara independen dalam jangka waktu tertentu tanpa harus adanya sumber catu daya primer atau sekunder atau sumber catu daya tersebut sedang dalam gangguan. IV. Memiliki Sertifikat Kecakapan terampil Listrik Penerbangan. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan UPS wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. Dalam rangka implementasi UU No. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. . 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. PERSYARATAN : a. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating UPS dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. III. II. b. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas UPS.

Teori b. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1. Teori umum peralatan a. KURIKULUM RATING UNINTERUPTED POWER SUPPLY No. 5. 3. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. 6. Pemeliharaan pencegahan b. Fungsi peralatan b. Pengoperasian b. 2. Pemelihaaan Pencegahan d. Teori rinci peralatan b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Penggunaan alat ukur c. Blok dan circuit diagram c. 4. Teori penunjang c. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Praktek UPS-B/A/1 UPS-B/A/2 36 UPS-B/A/3 UPS-B/A/4 8 12 UPS-B/A/5 52 UPS-B/A/6 4 16 76 68 .V. Klasifikasi Prosedur pengoperasian Pemeliharaan a.

Electrical System 16 P 1. Theraja B. Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Klasifikasi Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan UPS Teori rinci peralatan . b.Diode . New Delhi1980.L. 1982 Manual Book UPS ………… . Annex 14. “Aerodrome”. 1.Pemilihan battery a. Electrical System.Backup time . 1982. Klasifikasi UPS . Fungsi peralatan UPS Teori Penunjang .Rectifier . Rencanaa Instalasi .Listrik AC/DC . Fungsi peralatan Teori penunjang Dokumen teerkait TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan UPS a. “Electrical Technology. Zuhal. New Delhi1980.Inverter c. 2. 4.Penentuan jenis UPS . 36 - 1. “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb. Teknik peralatan a. Aerodrome . c. No. 2.L.Thyristor Teknik digital Teori Penunjang .UPS Static d.UPS Dinamic .VI. c. b.Aerodrome Design Manual Path 5. Aerodrome Design Manual (Doc 9157AN/901)Part 5.Perhitungan beban . 3. 4. Theraja B. c.Bagian-bagian penting UPS • Rectifier • Inverter • Battery • Multivibrator b. 2. 3. Block dan circuit diagram . b. “Electrical Technology.Annex 14. “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb. SILABUS RATING UNINTERUPTED POWER SUPPLY MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. Zuhal.

Prosedur pengoperasian Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian.Bypass Penggunaan alat ukur . Teori b. c. b.Harmonic analyzer . pemeliharaan UPS secara benar. Teori b. Pemeliharaan a.Redundance system . Pemeliharaan Pencegahan .Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . dan trouble shooting a. d. Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan Perbaikan Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan UPS secara benar a. c. 4. Ujian/Evaluasi a.Mhometer Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting 52 Manual Book UPS 6.No.Pemeliharaan Berkala . MATA PELAJARAN (TOPIK) Prosedur Pengoperasian TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian UPS secara benar Prosedur pengoperasian UPS 8 P Manual Book UPS 3.Trouble shooting 12 - Manual Book UPS 5. b. Prosedur pengoperasian UPS .Battery checker . Praktek a. b. d. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. b. Praktek 4 16 .Hidrometer .

maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Air Conditioning wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. kebersihan udara (air cleaning).DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING AIR CONDITIONING 200 Jam Pelajaran Teori : 88 Jam Praktek : 112 Jam KODE AC-B/KPL&SPPPU I. II. IV. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Air Conditioning dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. aliran udara (air motion). ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Air Conditioning serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. III. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. PENDAHULUAN Air Conditioning sebagai alat penunjang operasional pelayanan fasilitas penerbangan yang berfungsi mengkondisikan udara ruangan untuk kenyamanan para pengguna jasa di Bandar Udara maupun peralatan yang memerlukan pengaturan suhu udara (temperature). 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. PERSYARATAN : a. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Dalam rangka implementasi UU No. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Airconditioner. ventilasi dari udara luar (fresh air ventilation) dan pembuangan udara kotor (exhaust). 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. kelembaban (humidity). yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. b. .

Trouble shooting e. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Pemelihaaan Pencegahan d. 2. Teori umum peralatan a. Blok dan circuit diagram c. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Teori rinci peralatan b. Teori penunjang Teknik peralatan a. 3. Teori b. 5. Pengoperasian b. 6. KURIKULUM RATING AC No. Penggunaan alat ukur c. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. Fungsi Peralatan b. Pemeliharaan pencegahan b.V. 4. Praktek AC-B/A/1 AC-B/A/2 40 AC-B/A/3 12 16 AC-B/A/4 96 AC-B/A/5 4 16 88 112 .

1.Siklus refrigerasi 16 P 1. 2. No. Handoko K. Wiranto Arismunandar dan Heizo Saito. Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Rencana instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan AC a. Teori rinci peralatan . b.Microprocessor .Dasar-dasar elektronika .Dasar-dasar listrik . Block dan circuit diagram . “Penyegaran Udara” Pradnya Paramita Tahun 1995.Teknik digital . b.. “Teknik Room Air Conditioner” Tahun . 3..Bagian-bagian penting AC Windows/Split • Jenis-jenis kompresor • Kondensor • Evaporator • Pemipaan . 2. Fungsi Peralatan Teori Penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan AC a. “Penyegaran Udara” Pradnya Paramita Tahun 1995.Bagian-bagian penting AC Sentral • Chiller • AHU • FCU • Cooling tower • Motor pompa • Sistem pemipaan • Ducting • Control system b. Fungsi Peralatan Teori Penunjang . SILABUS RATING AC MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a.AC Windows/Spilt • Electrical control 40 - 1. 2. c. Handoko K. b. “Teknik Room Air Conditioner” Tahun ..VI. Teknik peralatan a. Manual Book AC . Wiranto Arismunandar dan Heizo Saito..

b.Trouble shooting 12 - Manual Book AC 4.Perhitungan beban kalor sensible .Perhitungan beban kalor laten . b. Prosedur pengoperasian AC Window/Split Prosedur pengoperasian AC Sentral Pengunaan alat ukur - 96 Manual Book AC . c. Prosedur pengoperasian Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. 3. pemeliharaan AC secara a. 16 - Manual Book AC b.Perhitungan beban sederhana . b. Praktek a.Menentukan spesifikasi teknis JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P c. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN AC Sentral • Closed circuit system • Open circuit system • Electrical control • Refrigrant control Rencanaan Instalasi . Pemeliharaan a. Pemeliharaan pencegahan Pemeliharaan perbaikan a. Prosedur Pengoperasian Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian AC secara benar Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan AC secara benar a. c.Pemeliharaan Berkala .No.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . b. 5. Prosedur pengoperasian AC Window/Split Prosedur pengoperasian AC Sentral Pemeliharaan Pencegahan .

d. Praktek 4 16 . Ujian/Evaluasi a. Teori Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. e. f.No. trouble shooting dan analisis sistem d. Teori b. MATA PELAJARAN (TOPIK) Trouble shooting Analisis sistem peralatan TUJUAN benar. POKOK BAHASAN Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 6. e. b.

kelembaban (humidity). serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan. b. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. PENDAHULUAN Air Conditioning sebagai alat penunjang operasional pelayanan fasilitas penerbangan yang berfungsi mengkondisikan udara ruangan untuk kenyamanan para pengguna jasa di Bandar Udara maupun peralatan yang memerlukan pengaturan suhu udara (temperature). SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. . ventilasi dari udara luar (fresh air ventilation) dan pembuangan udara kotor (exhaust). IV. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. aliran udara (air motion).DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING AIR CONDITIONING 144 Jam Pelajaran Teori : 72 Jam Praktek : 72 Jam KODE AC-B/KPL&SPPPU I. Dalam rangka implementasi UU No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. PERSYARATAN : a. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Air Conditioning dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. kebersihan udara (air cleaning). maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Air Conditioning wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. II. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Airconditioner. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Air Conditioning serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. III. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.

Teori rinci peralatan b. Praktek AC-B/T/1 AC-B/T/2 28 AC-B/T/3 8 16 AC-B/T/4 56 AC-B/T/5 4 16 72 72 . 6. Teori umum peralatan a. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1. 3. 2. Pemelihaaan Pencegahan d. Pemeliharaan pencegahan b. Blok dan circuit diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. Fungsi Peralatan b. Pengoperasian b. KURIKULUM RATING AC No. Teori b. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. 4. Teori penunjang Teknik peralatan a. 5. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Penggunaan alat ukur c.V.

. Teori rinci peralatan . “Penyegaran Udara” Pradnya Paramita Tahun 1995. 1..Teknik digital .VI. b. 2. 3. Manual Book AC . Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan AC a.. Wiranto Arismunandar dan Heizo Saito. “Penyegaran Udara” Pradnya Paramita Tahun 1995. “Teknik Room Air Conditioner” Tahun .Siklus refrigerasi 16 P 1.Bagian-bagian penting AC Windows/Split • Jenis-jenis kompresor • Kondensor • Evaporator • Pemipaan . “Teknik Room Air Conditioner” Tahun . Handoko K.Dasar-dasar listrik . Teknik peralatan a. SILABUS RATING AC MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. Fungsi Peralatan Teori Penunjang . No.Dasar-dasar elektronika . b.Microprocessor . Handoko K.AC Windows/Spilt • Electrical control 28 - 1.. b. 2. Wiranto Arismunandar dan Heizo Saito. Block dan circuit diagram .Bagian-bagian penting AC Sentral • Chiller • AHU • FCU • Cooling tower • Motor pompa • Sistem pemipaan • Ducting • Control system b. 2. Fungsi Peralatan Teori Penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan AC a.

Praktek a.No. Teori b. b. Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a.Trouble shooting 8 - Manual Book AC 4. Prosedur pengoperasian AC Window/Split Prosedur pengoperasian AC Sentral Pemeliharaan Pencegahan .Pemeliharaan Berkala . e. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN AC Sentral • Closed circuit system • Open circuit system • Electrical control • Refrigrant control JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 3. 16 - Manual Book AC b. Teori b.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . Prosedur pengoperasian Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian AC secara benar Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan AC secara benar a. b. Ujian/Evaluasi a. 5. Pemeliharaan pencegahan Pemeliharaan perbaikan a. Pemeliharaan a. Prosedur pengoperasian AC Window/Split Prosedur pengoperasian AC Sentral Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting - 56 Manual Book AC 6. c. d. b. b. pemeliharaan AC secara benar dan trouble shooting a. d. Praktek 4 16 . c.

yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Traction Equipments serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Dalam rangka implementasi UU No. . 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. II. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING TRACTION EQUIPMENTS 220 Jam Pelajaran Teori : 108 Jam Praktek : 112 Jam KODE TE-B/KPL&SPPPU I. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Traction Equipments dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. Escalator dan Conveyor). maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Traction Equipments wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Traction Equipment (Elevator. IV. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. PENDAHULUAN Traction Equipment (Elevator. PERSYARATAN : a. Escalator dan Conveyor) sebagai alat penunjang operasional pelayanan fasilitas penerbangan yang berfungsi memberikan kelancaran dan kenyamanan para pengguna jasa di Terminal Bandar Udara dan gedung operasi keselamatan penerbangan. b. III. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan.

Teori rinci peralatan b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. 2. Pemeliharaan pencegahan b. Blok dan circuit diagram c. Trouble shooting e. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. Dokumen terkait Teknik peralatan a. 5. Fungsi b. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 16 1. Pemelihaaan Pencegahan d. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. 6. Teori b. Teori umum peralatan a. KURIKULUM RATING TRACTION EQUIPMENTS No. Teori penunjang c. 4. Praktek TE-B/A/1 TE-B/A/2 60 TE-B/A/3 TE-B/A/4 8 20 TE-B/A/5 96 TE-B/A/6 4 16 108 112 .V. 3. Pengoperasian b. Penggunaan alat ukur c.

3.Sistem pengaman • Electrik • Mekanis Dokumen terkait K-3 Depnaker 16 P 1. Hydroulic” Tahun …. b. Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System Dokumen K-3 Depnaker Zuhal.Bagian-bagian penting Escalator/Travaletor • Motor penggerak • Komponenkomponen mekanis • Komponenkomponen elektrik 60 - 1. Teknik peralatan a. Zuhal. Teori rinci peralatan . Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Rencana instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan Traction Equipment a. “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb. 1982 Theraja B. 4.L. 2. 2.VI. 5. New Delhi1980.Mesin-mesin listrik . c. Fungsi Traction Equip. Teori Penunjang . 2.Bagian-bagian penting Elevator • Sistem Hidrolik • Sistem Elektrik • Komponenkomponen mekanis • Komponenkomponen elektrik . New Delhi1980. SILABUS RATING TRACTION EQUIPMENTS MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a.Dasar-dasar hidrolik . 1982 Theraja B. b. “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb. Fungsi Peralatan Teori Penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan Traction Equipment a. 3. No.L. c. Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System Festodidactic. b. 1. 5. “Electrical Technology. 4. “Electrical Technology. .

Conveyor - P . Block dan circuit diagram .Escalator/Travelator • Electrik control diagram • Mekanikal control . MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Bagian-bagian penting Conveyor • Jenis-jenis Conveyor • Motor penggerak • Komponenkomponen mekanis • Komponenkomponen elektrik .Bagian-bagian penting Garbarata • Jenis-jenis Garbarata • Motor penggerak • Komponenkomponen mekanis • Komponenkomponen elektrik b.Elevator • Electrik control diagram • Mekanikal control .No.

Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System 5. d. Escalator.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . Conveyor dan Garbarata 96 1. d. 8 1. Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System 4. c.Garbarata • Electrik control diagram • Mekanikal control Rencana Instalasi Pemilihan Jenis dan model Prosedur pengoperasian Elevator Prosedur pengoperasian Escalator/Travelator Prosedur pengoperasian Conveyor Prosedur pengoperasian Garbarata Pemeliharaan Pencegahan . 3. Conveyor dan Garbarata Prosedur pengoperasian Elevator. Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System . b. Escalator.No. b. 20 1. Prosedur pengoperasian Elevator.Pemeliharaan Berkala . Praktek a. 2. 2. Prosedur pengoperasian Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. c. 2. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN Electrik control diagram • Mekanikal control . pemeliharaan Traction Equipments secara benar. Pemeliharaan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan Traction Equipments secara benar a. a. b. b. Prosedur Pengoperasian Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian Traction Equipments secara benar a.Trouble shooting • JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P c.

POKOK BAHASAN Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 6. MATA PELAJARAN (TOPIK) Analisis sistem peralatan TUJUAN trouble shooting dan analisis sistem c. d. e. Teori Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. Praktek 4 16 . f. Ujian/Evaluasi a. e. b. Teori b.No.

maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Traction Equipments wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. b. PENDAHULUAN Traction Equipment (Elevator. Escalator dan Conveyor) sebagai alat penunjang operasional pelayanan fasilitas penerbangan yang berfungsi memberikan kelancaran dan kenyamanan para pengguna jasa di Terminal Bandar Udara dan gedung operasi keselamatan penerbangan. PERSYARATAN : a. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Traction Equipment (Elevator. IV. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Traction Equipments dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. II. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. . Escalator dan Conveyor). terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Traction Equipments serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING TRACTION EQUIPMENTS 150 Jam Pelajaran Teori : 80 Jam Praktek : 70 Jam KODE TE-B/KPL&SPPPU I. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan. Dalam rangka implementasi UU No. III.

Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Dokumen terkait Teknik peralatan a. Penggunaan alat ukur c. Teori b. Teori penunjang c.V. 4. 3. Teori rinci peralatan b. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a. Teori umum peralatan a. Blok dan circuit diagram Prosedur Pengoperasian Pemeliharaan a. 5. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 12 1. Pemelihaaan Pencegahan d. 6. 2. Fungsi b. KURIKULUM RATING TRACTION EQUIPMENTS No. Praktek TE-B/T/1 TE-B/T/2 40 TE-B/T/3 TE-B/T/4 8 16 TE-B/T/5 54 TE-B/T/6 4 16 80 70 . Pengoperasian b. Pemeliharaan pencegahan b.

Hydroulic” Tahun …. “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb. . 5. New Delhi1980. Zuhal.Sistem pengaman • Electrik • Mekanis Dokumen terkait K-3 Depnaker 12 P 1.VI. Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan Traction Equipment a. 5.Mesin-mesin listrik . Teori rinci peralatan . SILABUS RATING TRACTION EQUIPMENTS MATA PELAJARAN (TOPIK) Teori Umum Peralatan a. b.Dasar-dasar hidrolik . Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System Dokumen K-3 Depnaker Zuhal. 2. Teori Penunjang .L. “Electrical Technology. New Delhi1980. 1.Bagian-bagian penting Elevator • Sistem Hidrolik • Sistem Elektrik • Komponenkomponen mekanis • Komponenkomponen elektrik . b. 2. Fungsi Traction Equip. Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System Festodidactic. 1982 Theraja B. 4. “Dasar Tenaga Listrik” Bandung Penerbit itb.Bagian-bagian penting Escalator/Travaletor • Motor penggerak • Komponenkomponen mekanis • Komponenkomponen elektrik 40 - 1. “Electrical Technology. No. b. 2. 1982 Theraja B. 4. 3.L. 3. Teknik peralatan a. c. Fungsi Peralatan Teori Penunjang TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan Traction Equipment a.

MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN Bagian-bagian penting Conveyor • Jenis-jenis Conveyor • Motor penggerak • Komponenkomponen mekanis • Komponenkomponen elektrik Block dan circuit diagram . 3. b. Prosedur Pengoperasian Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian Traction Equipments secara benar a.Conveyor • Electrik control diagram • Mekanikal control JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P b. Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System .Escalator/Travelator • Electrik control diagram • Mekanikal control . 2. Prosedur pengoperasian Elevator Prosedur pengoperasian Escalator/Travelator Prosedur pengoperasian Conveyor 8 1.No.Elevator • Electrik control diagram • Mekanikal control . c.

pemeliharaan Traction Equipments secara benar. Ujian/Evaluasi a. Prosedur pengoperasian Elevator. d. dan trouble shooting a. Escalator dan Conveyor Prosedur pengoperasian Elevator.Pemeliharaan Berkala . Teori Praktek Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan Ujian/Evaluasi a. d. 2.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System 6. Manual Book Elevator dan Escalator Manual Book Baggage Handling System 4. Praktek a. Pemeliharaan Pencegahan .No. 5. Praktek 4 16 . Teori b.Trouble shooting 16 P 1. c. Escalator dan Conveyor Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting 54 1. 2. e. b. c. b. Prosedur pengoperasian Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. b. MATA PELAJARAN (TOPIK) Pemeliharaan TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan Traction Equipments secara benar a. b.

Adapun Solar Cell adalah suatu alat pembangkit listrik tenaga surya yang sering digunakan pada daerah-daerah tertentu yang tidak ada jaringan PLN untuk mensuplai beban peralatan navigasi/komunikasi penerbangan. b. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Solar Cell dan penanganan instalasi listrik bandara. PENDAHULUAN Electrical Instalation adalah ilmu instalasi peralatan listrik yang meliputi standar dan peraturan instalasi. Dalam rangka implementasi UU No. Pendidikan minimal Diploma III atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keahlian yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Electrical Installation and Solar Cell dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. IV. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. II.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP AHLI RATING ELECTRICAL INSTALLATION AND SOLAR CELL 120 Jam Pelajaran Teori : 60 Jam Praktek : 60 Jam KODE EI&SC-C/KPL&SPPPU I. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Solar Cell dan penanganan instalasi listrik bandara wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. . pemilihan kabel. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Memiliki Sertifikat Kecakapan Ahli Listrik Penerbangan. PERSYARATAN : a. III. penangkal petir dan instalasi penerangan di Bandar udara. ahli dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Electrical Installation and Solar Cell serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya.

6. Penggunaan alat ukur c. 4. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. Pemelihaaan Pencegahan d. Fungsi b. Teori rinci peralatan b. 3. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 24 8 16 1. Teori penunjang Teknik peralatan Solar Cell a. Praktek EI&SC-C/A/1 EI&SC-C/A/2 EI&SC-C/A/3 16 EI&SC-C/A/4 EI&SC-C/A/6 2 6 EI&SC-C/A/6 36 EI&SC-C/A/7 4 8 60 60 . 7. 2. KURIKULUM RATING ELECTRICAL INSTALLATION AND SOLAR CELL No. Analisis sistem peralatan Ujian/Evaluasi a. Pemeliharaan pencegahan b. Blok dan circuit diagram c. Pengoperasian b. Rencana instalasi Prosedur Pengoperasian Solar Cell Pemeliharaan Solar Cell a. 5. Trouble shooting e. Instalasi Listrik Teori umum peralatan Solar Cell a. Teori b.V.

No. E. Van. b.Matahari sebagai sumber energi . Standarisasi dan peraturan instalasi listrik Peralatan instalasi listrik Kabel Arus kuat Penyambungan alat-alat listrik Instalasi gedung. Binacipta 1981. “Pembangkit Listrikk Tenaga Surya” Tarsito 1994 Manual Book Solar Cell. Setiawan. 1.Komponen utama pembangkit listrik tenaga surya . “Lightning Protection System” PT. c. Interprima Indonesia. Instalasi Listrik Arus Kuat. b. f. Dipl. Instalasi Listrik Arus Kuat. Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Rencana instalasi Agar peserta memahami dan mampu menerapkan Teknik peralatan Solar Cell Teori rinci peralatan . Lapi Elpatsindo Drs. Van. 2.Susunan kerja generator surya b. Block dan circuit diagram Inverter dan converter c. 2. Ir. PT. 16 - 1.Sel Surya (solar cell) 24 P 16 P. Teori Umum Peralatan Solar Cell a. SILABUS RATING ELECTRICAL INSTALLATION AND SOLAR CELL MATA PELAJARAN (TOPIK) Instalasi Listrik TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan instalasi listrik dan aplikasinya a. 2. b.VI. Karmon Singalingging. lampu jalan dan flood light Instalasi Penangkal petir Fungsi peralatan Solar Cell Teori Penunjang . E. Setiawan. Ing. 8 - 1. P. e.Pembangkit listrik tenaga surya untuk a. Ir. 3. 3. Fungsi Peralatan Teori Penunjang Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengetahuan teori umum peralatan Solar Cell a. Harten. Rencana Instalasi . Binacipta 1981. Teknik peralatan Solar Cell a. c. b. d. . Harten. Reynaldo Zoro “Petir dan Masalahnya”.

e.Trouble shooting 6 - Manual Book Solar Cell 6. Praktek a. e. Praktek 4 8 .No. Ujian/Evaluasi Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan a. d. trouble shooting dan analisis sistem a.Pemeliharaan Berkala . Prosedur Pengoperasian Solar Cell Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pengoperasian Solar Cell secara benar Agar peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur pemeliharaan Solar Cell secara benar Prosedur pengoperasian Solar Cell 2 Manual Book Solar Cell.Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . Teori b. b. Pemeliharaan Pencegahan . 5. Pemeliharaan pencegahan b. c. MATA PELAJARAN (TOPIK) TUJUAN POKOK BAHASAN peralatan Navigasi JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T P 4. d. Pemeliharaan perbaikan a. c. b. pemeliharaan Solar Cell secara benar. Pemeliharaan Solar Cell a. Prosedur pengoperasian solar cell Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan - 36 Manual Book Solar Cell 7. Prosedur pengoperasian Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Analisis sistem peralatan Agar peserta memahami dan mampu menerapkan pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. b.

penangkal petir dan instalasi penerangan di Bandar udara. PENDAHULUAN Electrical Instalation adalah ilmu instalasi peralatan listrik yang meliputi standar dan peraturan instalasi. III. yang mewajibkan Teknisi Penerbangan pemegang Sertifikat Kecakapan memiliki Rating. terampil dan teruji dalam menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Electrical Installation and Solar Cell serta mempunyai kewenangan dalam melaksanakan tugasnya. Memiliki Sertifikat Kecakapan Terampil Listrik Penerbangan. b. Dalam rangka implementasi UU No. MAKSUD DAN TUJUAN Pendidikan dan pelatihan bagi teknisi penerbangan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana dipersyaratkan guna memperoleh rating Electrical Installation and Solar Cell dengan tujuan agar para teknisi mempunyai kemampuan yang terlatih. IV. II. pemilihan kabel. serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. Adapun Solar Cell adalah suatu alat pembangkit listrik tenaga surya yang sering digunakan pada daerah-daerah tertentu yang tidak ada jaringan PLN untuk mensuplai beban peralatan navigasi/komunikasi penerbangan.DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT FASILITAS ELEKTRONIKA DAN LISTRIK SKP TERAMPIL RATING ELECTRICAL INSTALLATION AND SOLAR CELL 80 Jam Pelajaran Teori : 32 Jam Praktek : 48 Jam KODE EI&SC-C/KPL&SPPPU I. maka teknisi yang mengoperasikan dan memelihara peralatan Solar Cell dan penanganan instalasi listrik bandara wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. PERSYARATAN : a. sehingga fasilitas dimaksud selalu dalam kondisi siap pakai sesuai standar yang dipersyaratkan. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan dan PP No. MANFAAT YANG DIHARAPKAN : Menghasilkan teknisi profesional yang mempunyai kewenangan dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas Solar Cell dan penanganan instalasi listrik bandara. Pendidikan minimal Diploma II atau yang sederajat dalam bidang teknik listrik atau mekanikal. . SKEP/176/VI/2001 tentang Sertifikat Kecakapan Teknisi Elektronika Penerbangan dan Teknisi Listrik Penerbangan. 03 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.

5. Fungsi b. Praktek EI&SC-C/T/1 EI&SC-C/T/2 EI&SC-C/T/3 6 EI&SC-C/T/4 EI&SC-C/T/6 2 4 EI&SC-C/T/6 28 EI&SC-C/T/7 4 8 32 48 . KURIKULUM RATING ELECTRICAL INSTALLATION AND SOLAR CELL No. Teori penunjang Teknik peralatan Solar Cell a. Instalasi Listrik Teori umum peralatan Solar Cell a. Pengoperasian b. Pemeliharaan Perbaikan Praktek a. 3. 7. Trouble shooting Ujian/Evaluasi a.V. Teori b. 2. Pemelihaaan Pencegahan d. 4. Mata Pelajaran Kode Jumlah Jam Pelajaran Teori Praktek 12 4 16 1. Blok dan circuit diagram Prosedur Pengoperasian Solar Cell Pemeliharaan Solar Cell a. Teori rinci peralatan b. Pemeliharaan pencegahan b. Penggunaan alat ukur c. 6.

e. Ir. Standarisasi dan peraturan instalasi listrik Peralatan instalasi listrik Kabel Arus kuat Penyambungan alat-alat listrik Instalasi gedung. lampu jalan dan flood light Instalasi Penangkal petir Fungsi peralatan Solar Cell Teori Penunjang . Teori rinci peralatan Block dan circuit diagram Agar peserta mengetahui dan memahami Teknik peralatan Solar Cell Teori rinci peralatan . Ir. Ing. PT. SILABUS RATING ELECTRICAL INSTALLATION AND SOLAR CELL MATA PELAJARAN (TOPIK) Instalasi Listrik TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan instalasi listrik dan aplikasinya a. E.Susunan kerja generator surya b.Komponen utama pembangkit listrik tenaga surya . Setiawan. E. Interprima Indonesia. Harten. b. c. Instalasi Listrik Arus Kuat.Sel Surya (solar cell) 12 P 16 P. f. Setiawan. No. “Lightning Protection System” PT. 6 - 1. Van. Block dan circuit diagram Inverter dan converter a. b. Binacipta 1981. 1. Dipl. 2. Teori Umum Peralatan Solar Cell a. 4 - 1. 2. 3. Reynaldo Zoro “Petir dan Masalahnya”. “Pembangkit Listrikk Tenaga Surya” Tarsito 1994 Manual Book Solar Cell. Binacipta 1981. . Karmon Singalingging. 2. d. Lapi Elpatsindo Drs.VI. Instalasi Listrik Arus Kuat. P. Van. b. Harten. Teknik peralatan Solar Cell a. 3.Matahari sebagai sumber energi . b. Fungsi Peralatan Teori Penunjang Agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan teori umum peralatan Solar Cell a.

Perbaikan preventif Pemeliharaan Perbaikan . 4. Pemeliharaan Pencegahan . Praktek 4 8 Ditetapkan di Pada tanggal : : JAKARTA …………………. Pemeliharaan Solar Cell a.. Prosedur pengoperasian Solar Cell Penggunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting - 28 Manual Book Solar Cell 7.Trouble shooting 4 - Manual Book Solar Cell 6. b. c. d. b.2002 DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA SOENARYO. Praktek a. Teori b. 120038217 .No. 5. Y NIP. Pemeliharaan perbaikan a. Ujian/Evaluasi Untuk mengevaluasi peserta diklat di dalam menyerap materi yang disampaikan a. d. b. Prosedur pengoperasian Pengunaan alat ukur Pemeliharaan pencegahan Trouble shooting Agar peserta mengetahui dan memahami pengunaan alat ukur dan prosedur pengoperasian. dan trouble shooting a.Pemeliharaan Berkala . c. pemeliharaan Solar Cell secara benar. MATA PELAJARAN (TOPIK) Prosedur Pengoperasian Solar Cell TUJUAN POKOK BAHASAN JAMPEL PENGAJAR DAFTAR KEPUSTAKAAN T Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian Solar Cell secara benar Agar peserta mengetahui dan memahami prosedur pemeliharaan Solar Cell secara benar Prosedur pengoperasian Solar Cell 2 P Manual Book Solar Cell. Pemeliharaan pencegahan b.