P. 1
Bab 3

Bab 3

|Views: 189|Likes:
Dipublikasikan oleh qocok347666

More info:

Published by: qocok347666 on Aug 27, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/18/2014

pdf

text

original

INFORMASI AKUNTANSI PENUH (FULL ACCOUNTING INFORMATION) Pengertian IA Penuh Seluruh aktiva, seluruh pendapatan yang diperoleh, dan

atau seluruh sumber yang dikorbankan suatu obyek informasi. 1. Unsur pembentuk IA Penuh: total aktiva (full assets) total pendapatan (full revenues) - total biaya (full costs) 2. Selalu berkaitan dengan obyek informasi: yaitu merupakan informasi akuntansi langsung yang terjadi dalam obyek informasi tertentu ditambah dengan bagian yang adil informasi akuntansi tidak langsung yang dibebankan kepada objek informasi. Informasi Aktiva Penuh, yaitu aktiva langsung ybs dengan objek informasi ditambah dengan bagian yang adil aktiva tidak langsung yangmenjadi tanggungjawab objek informasi tsb. Informasi Biaya Penuh Informasi Pendapatan Penuh

-

Beda Full Accounting Information, Full Cost, dan Full Costing Full Accounting Information Full costs Terdiri dari Full assets, full revenues, dan atau full costs. Oleh karena itu full costs merupakan salah satu bagian dari full Accounting Information. Merupakan total biaya yang bersangkutan dengan objek informasi. Jika objek informasi berupa produk, maka full costs merupakan total biaya yang bersangkutan dengan produk tersebut. Full Costs dipengaruhi oleh metode penentuan Harga Pokok Produk yang digunakan, berupa: - Full Costing - Variable Costing - Activity Based Costing Merupakan salah satu metode penentuan harga pokok produksi, yang membebankan seluruh biaya produksi sebagai harga pokok produksi, baik biaya variabel maupun tetap

Full Costing

Full Costs dengan Pendekatan Full Costing Biaya bahan baku + Biaya tenaga Kerja langsung + Biaya overhead pabrik variabel penuh + Biaya overhead pabrik tetap pendekatan = + Biaya Adm Dan umum + Biaya pemasaran Full Costs dengan Pendekatan Variable Costing Biaya bahan baku + Biaya tenaga Kerja langsung + Biaya overhead pabrik variabel penuh + Biaya overhead pabrik tetap costing BOP Tetap + Biaya pema Saran tetap + Biaya AU + + + Biaya AU variabel = = + Biaya pema saran variabel Biaya (full Costs) dengan pendekatan variable Full production costs dg pende katan Variable costing full costing = Full production costs dg pende katan full costing Biaya (full Costs) dengan .

tetap Full Costs dengan Pendekatan Activity Based Costing Biaya tahap R & D produk + Biaya tahap Produksi + Biaya tahap Dukungan logistik penuh + + based costing Batch-related Activity costs + Unit level Activity costs + Product sustaining activity costs = Biaya (full Costs) = dengan pendekatan activity = Facility sustaining activity costs Beda Unsur Biaya Produk dalam Metode Penentuan HPP Full Costing Biaya produksi Biaya administrasi dan umum Biaya pemasaran Variable Costing Biaya variabel Biaya tetap Activity Based Costing Unit level activity cost Batch related activity cost Product sustaining activity cost Facility sustaining activity cost .

pengujian produk Facility sustaining activity cost Biaya yang berhubungan dnegan kegiatan untuk mempertahankan kapasitas yang dimiliki oleh perusahaan. Contoh: biaya desain produk. semua tergantung pada frekuensinya Product sustaining activity cost Yaitu berhubungan dnegan penelitian dan pengembangan produk tertentu dan biaya untuk mempertahankan produk agar tetap dapat dipasarkan. biaya order pembelian. biaya asuransi. Contoh: biaya depresiasi. desain proses pengolahan produk. BTKL. Contoh: BBB. Angkutan. gaji karyawan kunci perusahaan Beda Metode konvensional dg Metode ABC Conventional Costing Method Tujuan Lingkup Inventory valuation Tahap produksi Activity Based Costing Method Product costing Tahap desain dan pengembangan (R&D) Tahap produksi Tahap dukungan logistik Fokus Biaya bahan baku Biaya tenaga kerja langsung Periode Periode akuntansi Daur hidup produk Biaya overhead pabrik .ABC Unit level activity cost Batch related activity cost Penjelasan Yaitu biaya yang dipengaruhi oleh besar kecilnya jumlah unit produk yang dihasilkan. Contoh: biaya order produksi. biaya enerji Yaitu biaya yang berkaitan dengan jumlah batch produk yang diproduksi. amortisasi.

000. Menghitung tingkat rentabilitas.500. 2.000 − 30. Jawab: 1.000.00 150.4% 150.00 50.00.000.00 Kembalian = 12. Menghitung tingkat kembalian atas modal jangka panjang.00 100.500.00) 150. Diminta: 1.500.00 + 4% x Rp 50.00 Passiva: Utang lancar Utang jangka panjang Modal saham Jumlah passiva 30. Laba bersih sebelum pajak untuk tahun 2000 sebesar Rp 10.000.000. maka: Rentabilitas = 10.000. 2. 3.000 x 100% = 10.000.000.00 70. Tingkat kembalian atas modal jangka panjang: Laba bersih sebelum pajak dan bunga utang jangka panjang = Rp 10. Pembagian dividen sebesar 5%.00 1.000.500.00 = Rp 12.000 x 100% = 15% 70.Teknologi informasi yang digunakan Contoh Metode manual Komputer Telekomunikasi Neraca per 31 Desember 2000 (dalam ribuan Rp) Aktiva: Aktiva lancar bersih Aktiva tetap Akum depresiasi Jumlah aktiva 90.000.000.00 (40.000 .000. Bunga utang jangka panjang 4%.000.000.000 2.500.000.000. Rentabilitas biasanya menekankan pada kembalian yang dihasilkan dari investasi yang dilakukan oleh pemegang saham.

000.00 Rp 3.00 7.000.00 Dana untuk pengembangan Besar dana pengembangan = 12.00 7. bagaimana menentukan besarnya dana pengembangan tersebut? Jawab: Laba bersih sebelum pajak dan bunga Biaya bunga = 4% x Rp 50.500.500.000.000.000.000 x 100% = 5.000.000.000.000.00 Rp 2.00 Dividen = 5% x 70.500.000.Manajer kadang-kadang memerlukan dana untuk pengembangan perusahaan.000.000.000 .000.8% 120.00 5.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->