Anda di halaman 1dari 2

JAWABAN :

1. Disosialisasikan bersama – sama Pemerintah Daerah atau pejabat


yang ditunjuk pada saat pembahasan oleh Panitia Khusus
2. Setiap pembuatan Raperda harus berdasarkan pada Peraturan
Perundang – undangan yang lebih tinggi terutama mengenai Pajak dan
Retribusi Daerah sebagaimana diatur dalam Undang – undang Nomor
18 Tahun 1977 tentang Pajak dan Retribusi Daerah yang telah
diperbaharui dengan Undang – undang Nomor 34 Tahun 2000.
3. Pembahasan Raperda selama ini dilaksanakan oleh Panitia Khusus
dengan tenggang waktu yang telah ditetapkan oleh Pimpinan setelah
mendapatkan pertimbangan dari Panitia Musyawarah.
4. Ada pernah terjadi penangguhan pembahasan Raperda, diantaranya :
 Raperda tentang Pengelolaan Zakat
 Raperda tentang Pengelolaan Keuangan Daerah
 Perubahan Perda tentang Pemberantasan Pelacuran
5. Keputusan diambil berdasarkan musyawarah, dan apabila tidak
disepakati secara musyawarah dilaksanakan pemungutan suara/voting
6. Produk hukum yang dihasilkan dalam bentuk Peraturan Daerah.
7. - Faktor pendukung :
 Perda yang berkaitan dengan Pajak dan Retribusi secara umum
telah diimplementasikan di Kabupaten Ciamis
 Aparatur Pemerintah selalu jeli dan sigap terhadap potensi –
potensi daerah dalam rangka peningkatan PAD
 Aparatur di Dibaleka yang berkaitan dengan Pajak dan
Retribusi telah siap dan selalu dibina sesuai dengan bidang
tugasnya
 Pemerintah Daerah sesuai dengan kemampuan keuangan
Daerah menyediakan dana dari APBD untuk upaya peningkatan
PAD.
 Di Tiap Kecamatan – kecamatan telah ditugaskan UPTD – UPTD
sebagai penggerak dan operasional dalam penarikan Pajak dan
Retribusi di daerah.

- Faktor Penghambat :
 Kesadaran masyarakat terhadap kewajiban membayar Pajak dan
Retribusi masih kurang
 Perda – perda tentang Pajak dan Retribusi kurang
disosialisasikan kepada masyarakat akibat terbatasnya dana.
 Kurangnya sarana transportasi bagi operasional (Dibaleka)
Dinas/Badan/Lembaga/Kantor penghasil PAD.