P. 1
1021

1021

|Views: 6,764|Likes:
Dipublikasikan oleh iain-su

More info:

Published by: iain-su on Aug 28, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/04/2013

pdf

text

original

Pengendalian intern yang baik menurut Mulyadi (2001:164-171)

mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

1. Struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab fungsional secara tegas.

2. Sistem wewenang dan prosedur pencatatan yang memberikan perlindungan

yang cukup terhadap kekayaan, utang, pendapatan dan biaya.

3. Praktik yang sehat dalam melaksanakan tugas dan fungsi setiap organisasi.

Adapun cara-cara yang umumnya ditempuh oleh perusahaan dalam praktik

yang sehat adalah:

a. Penggunaan formulir bernomor urut tercetak yang pemakaiannya harus

dipertanggungjawabkan yang berwenang.

b. Pemeriksaan mendadak (suprised audit)

c. Setiap transaksi tidak boleh dilaksanakan oleh satu orang atau satu unit

organisasi dari awal sampai akhir.

d. Perputaran jabatan.

e. Keharusan pengambilan cuti bagi karyawan yang berhak.

10

f. Secara periodik diadakan pencocokan fisik kekayaan dengan catatannya.

g. Pembentukan unit organisasi yang bertugas mengecek efektivitas unsur-

unsur pengendalian intern yang lain.

4. Karyawan yang mutunya sesuai dengan tanggung jawabnya.

Unsur pengendalian intern pada pengelolaan aktiva tetap berwujud terdiri

atas organisasi, sistem otorisasi, prosedur pencatatan, dan praktik yang sehat.

1. Organisasi.

a. Fungsi pemakai harus terpisah dari fungsi akuntansi aktiva tetap.

b. Transaksi perolehan, penjualan, dan penghentian pemakaian aktiva tetap

harus dilaksanakan oleh lebih dari unit organisasi yang bekerja secara

independen.

2. Sistem otorisasi.

a. Surat permintaan otorisasi investasi, surat permintaan otorisasi reparasi,

surat permintaan penghentian pemakaian aktiva tetap, dan surat

permintaan transfer aktiva tetap diotorisasi oleh Direktur yang

Bersangkutan dan Direktur Utama.

b. Surat perintah kerja diotorisasi oleh Kepala Departemen yang

Bersangkutan.

c. Bukti kas keluar diotorisasi oleh fungsi akuntansi.

d. Bukti memorial diotorisasi oleh kepala fungsi akuntansi.

3. Prosedur pencatatan.

a. Perubahan kartu aktiva tetap harus didasarkan pada bukti kas keluar, atau

bukti memorial, atau surat permintaan transfer aktiva tetap yang dilampiri

11

dengan dokumen pendukung yang lengkap, yang diotorisasi pejabat yang

berwenang.

4. Praktik yang sehat.

a. Secara periodik dilakukan pencocokan fisik aktiva tetap dengan kartu

aktiva tetap.

b. Penggunaan anggaran investasi sebagai alat pengendalian investasi dalam

aktiva tetap.

c. Penutupan asuransi aktiva tetap terhadap kerugian.

d. Kebijakan akuntansi tentang pemisahan pengeluaran modal (capital

expenditure) dengan pengeluaran pendapatan (revenue expenditure).

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->