Anda di halaman 1dari 2

Mataram, 23

Agustus 2010
”Refleksi Diri ”
( By. Aryo Dwiatmojo Raksa Buana)

” Seorang Penjahat Semestinya memiliki Rasa Kebijaksanaan


Sepuluhribu kali lipat dibandingkan seorang Dermawan karena
Kejahatannya, Begitupula seorang Dermawan, Seharusnya ia lebih
jahat Duapuluh ribu kali lipat dibandingkan Seorang Penjahat karena
Kebaikannya, Namun, Seorang Malaikat Seyogyanya memiliki Sepuluh
ribu kali lipat rasa kebijaksanaan, dan Duapuluh ribu kali lipat rasa
Kemanusiaan, karena Ketulusanya. ”
” Traffic Light berwarna Merah artinya Anda harus Berhenti.
Warna Kuning memberi isyarat bahwa Anda harus bersiap-siap, dan
Warna hijau berarti anda boleh melakukan perjalan Anda dengan rasa
Aman. ” Menurut Saya lampu merah Adalah sinyal Rasa Aman , Lampu
Kuning Adalah Zona Netral , dan lampu Hijau adalah Peringatan bagi
Anda untuk Berhati-hati,’. Lha kok Bisa Ya lampu Hijau itu bernada
Peringatan, ?? ”Ingat ”Anda Perlu Mempertimbangkan jangan-jangan,
pada Saat lampu Hijau menyala, secara kebetulan Anda Berada pada
Perempatan Jalan, dan pada Saat anda berjalan, ternyata ada seorang
Pelaku Kriminal jalan Raya yang tidak mematuhi Traffic Light dari arah
yang berlawanan, bukankah anda bisa tertabrak, bahkan nyawa anda
bisa hilang dalam sekejap, padahal anda merasa bahwa lampu hijau
tersebut adalah rasa aman dalam perjalanan anda, Hati- Hati,
terkadang kita Lupa diri, memaknai sebuah rasa Aman .”
” Logika itu membutuhkan Energi besar yang ada didalam otak
anda, jadi untuk dapat mengoptimalkan Rasionalisasinya, Jadikanlah
logika itu terbiasa untuk melakukannya terhadap obyek apapun, Jika
Logika telah terbiasa, maka Rasionalisasi itu tak dibutuhkan lagi
keberadaanya, karena dengan sendirinya ia akan menjawab
tantangannya terhadap obyek tersebut, dan tentunya segala
sesuatunya akan menjadi begitu mudah untuk dilakukan.”
”Kebenaran itu Relatif dan Transedental sifatnya, setiap Orang
punya ukuran sendiri untuk menginterpretasikannya, Mayoritas dalam
sebuah Konsensus yang dijadikan Paradigma kebenaran hanyalah
sebuah kultur ortodoks dalam Pemaknaan yang sempit dan tentatif,
Lebih baik Anda Bisu dalam memaknai segalanya sesuatunya, Karena
Pada Substansinya akan benar-benar Beresiko untuk anda ucapkan
dengan fulgarnya bahwa itu sebuah Kebenaran. ”
” Orang Bodoh Pasti akan menangkap Wacana Kritikan itu
sebagai sebuah Pendeskreditan atas dirinya, Akan tetapi Orang
Cerdas akan menangkap Wacana tersebut sebagai stimulan untuk
mengeksplorasi Potensi dalam Dirinya. ”
” Tuhan tidak pernah menciptakan sebuah masalah dalam
kehidupan ini untuk dihidangkan kepada hambanya, tapi Hambanya
lah yang selalu menghidangkan masalah itu kepada Dirinya Sendiri.”
” Selamat Memaknai Pesan- pesan tersebut, tak Lupa
Penulis Ucapkan ” Selamat menjalankan ibadah Puasa bagi
Seluruh Rekan-Rekanku, mudah-mudahan Kita Semua Berada
dalam keridhaan-Nya. Amin )