Anda di halaman 1dari 1

B.

Analisis Data Evaluasi

Berdasarkan tabel di atas, maka dapat dilihat secara umum bahwasanya materi dan
tujuan sudah selaras, namun dikarenakan kurang kaya akan metode yang
menyebabkan keberhasilan siswa tidak terukur, perhatian dan motivasi siswa sulit
diukur, peran serta siswa dalam pembelajaran rendah, pembicara sering melantur,
siswa menjadi bosan. Kekurang kayaan media yang digunakan juga menyebabkan
siswa menjadi kurang tertarik karena materi yang berdasarkan buku model yang siswa
juga memilikinya.

Rasio perbandingan guru BK dan siswa adalah 1 berbanding 200. Rasio ini masih
jauh dari rasio ideal guru BK dan siswa yaitu 1:150. Rasio ideal tersebut sesuai
dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Rasio yang tidak seimbang
tentunya akan mempengaruhi kinerja guru BK dalam memberikan layanan.

Terdapat 4 guru pembimbing yang berada di SMPN 139 Jakarta. 3 orang guru BK
berlatar belakang S1 BK, dan 1 orang bukan berlatar belakang BK akan tetapi S1
B.Jerman. kondisi ini tentunya kurang baik karena profesi yang profesional harus
didukung oleh kualifikasi yang sesuai. Kegiatan atau program BK merupakan
kegiatan yangn menuntut keterampilan profeional, berkenaan dengan permasalahan
siswa, pengelolaan kelas, pemberiaan perlakuan, sehingga perlu petugas yang
memiliki latar belakang pendidikan S1 BK untuk dapat melakukan kegiatan tersebut.

Sarana dan prasarana program BK kelompok terjadwal dapat dikatakan cukup


memadai. Ketersediaan ruang kelas untuk bimbingan serta perangkat komputer dan
perangkat software telah dimiliki oleh divisi BK sekolah SMPN 139 Jakarta. Kondisi
ini tentunya memberikan pengaruh positif pada program BK. Hal yang masih kurang
terlihat pada fasilitas pendukung yang berhubungan dengan media bimbingan.

Dalam penyampaian materi ada media pendukung dan media bimbingan yang tidak
digunakan oleh guru BK yaitu vcd napza dan LCD, karena semua materi yang
disampaikan menggunakan metode ceramah.

C. Keputusan

berdasarkan pemaparan data diatas, maka dapat terlihat bahwa strategi yang
digunakan dalam mencapai program bimbingan masih kurang efektif, untuk itu
strategi dalam program bimbingan harus diperbaiki, pada metode, media, kebijakan
dan rasio guru.