Anda di halaman 1dari 11

UAS Sistem Berkas 2010

Soal :

1. Jelaskan yang dimaksud dengan Directory!


2. Jelaskan, Bagaimana proses mounting terjadi!
3. Apakah setiap Sistem Operasi menggunakan sistem directory yang sama? Jelaskan!
4. Jelaskan manfaat/keuntungan dilakukannya proses back-up!
5. Berikan gambaran tentang standar file system pada linux!

Jawab :

1. Direktori atau folder merupakan suatu entitas dalam sebuah sistem berkas yang
mengandung berkas atau direktori lain. Pada hakikatnya, berkas atau direktori lain
tersebut terdapat di dalam disk, sedangkan direktori hanya menyediakan link atau
mengarahkan pada berkas yang ada. Direktori digunakan sebagai sarana untuk
pengorganisasian berkas pada suatu sistem komputer. Dengan adanya direktori, setiap
berkas dapat dikelompokkan. Sebuah direktori dapat berisi berkas maupun direktori
lain, sehingga direktori dapat juga disebut sebagai berkas istimewa. Dalam
pengorganisasian sebuah berkas, sistem operasi dapat memartisi disk menjadi
beberapa direktori atau menjadikan dua disk menjadi sebuah direktori.
2. Mounting adalah proses mengkaitkan sebuah sistem berkas yang baru ditemukan pada
sebuah piranti ke struktur direktori utama yang sedang dipakai. Piranti-piranti
yang akan di-mount dapat berupa cd-rom, disket atau sebuah zip-drive. Tiap -
tiap sistem berkas yang akan di-mount akan diberikan sebuah mount point, atau
sebuah direktori dalam pohon direktori sistem Anda, yang sedang diakses.

Mount adalah proses untuk mengenalkan media pada sistem operasi, jika proses
mount berhasil maka media akan bisa dibaca dan ditulisi.

a. Perintah mount dalam UNIX adalah :

Di Windows kita sering bermasalah bahkan hingga kini soal penamaan pada
penambahan drive baru. Apa yang harusnya jadi drive D: tiba tiba berubah jadi
E: dan pemakai sama seperti software jadi bingung.

Di Unix kita tidak akan mendapatkan masalah ini karena semua pisikal disk
dimasukkan ke dalam pohon direktori. Kita bisa melihat ini jika kita
mengetikkan "mount" atau "df":

# df

Filesystem 1K-blocks    Used Available Use% Mounted on

/dev/hda1    9070728 4701180   3908768  55% /

/dev/hda3   24950428  683412  22999584   3% /home

Muhammad Furqan. Q. Ts (TI0801029) – S1 Teknik Informatika 1|Page


UAS Sistem Berkas 2010
none          257236       0    257236   0% /dev/shm

# mount

/dev/hda1 on / type ext3 (rw)

none on /proc type proc (rw)

none on /dev/shm type tmpfs (rw)

/dev/hda3 on /home type ext3 (rw)

Disini kita memiliki dua partisi hardisk dimana salah satunya berisi semuanya
kecuali /home. Ini partisi root "/" dan secara fisik terhubung ke hda1. hda1
adalah partisi pertama (1) dari disk pertama (hda). Partisi ke tiga (hda3) pada
disk yang sama di mount ke /home. Dan jika kita menuju ke /home berarti kita
mengakses file file pada hda3. Kita tidak perlu khawatir apakah sekarang itu
drive D: atau E: atau ??? Itu selalu hanya berupa pohon direktori dan selalu
sama.  

Masalah file sistem yang sibuk.

Operasi tulis dan baca file sistem buffer Linux. Kita akan diberitahukan ketika
kita memiliki usb versi 1.1 dan kita mengakses file berukuran besar. Waktu
pertama mengakses file akan terasa lama tapi jika kita mengaksesnya lagi akan
terasa sangat sangat cepat bahkan lampu pada flash disk tidak berkedip.

Karena fitur ini, kita tidak bisa mencabut disk yang digunakan. kita harus
meng-unmount-nya. Untuk Hardisk internal hal ini tdak masalah tapi akan jadi
masalah pada cdrom drive dan disk USB .

Jika kita misalnya me-mount usb-stick pada direktori /mnt/usb dan kita
melakukan "cd /mnt/usb" maka bash akan menggunakan file sistem ini. Jika
kemudian kita mencoba untuk meng-umountnya dari jendela yang berbeda kita
akan mendapatkan "file system busy" dan prose umoun akan gagal. Cukup
dengan mengetikkan"cd" untuk melakukan umount. Masalahnya adalah
kadang kadang kita lupa siapa yang menggunakannya dan kita membuka
banyak aplikasi maka akan menjadi sulit untuk mengetahui mengapa proses
umount gagal.

Tanyakan Komputernya!

# fuser -m -u /mnt/usb

/mnt/usb:   1347c(root)  1348c(guido)  1349c(guido)

Apa yang kita dapatkan dari perintah fuser adalah daftar proses yang masih
menggunakan file sistem. Sekarang kita bisa mengecek dengan perintah "ps
auxw" dan mematikannya. Setelah itu proses umount akan bekerja.

Muhammad Furqan. Q. Ts (TI0801029) – S1 Teknik Informatika 2|Page


UAS Sistem Berkas 2010
Tapi Windows dapat melakukannya?!

Kenapa tidak mencabut saja usb-sticknya? baiklah, komputer komputer lama


yang menggunakan DOS/win3.1 dapat dimatikan langsung. Tidak perlu proses
shut down. saat yang sama beberapa teman saya mengkomplain bahwa kita
harus men shut down Linux sebelum mematikannya. Kemudian muncul win
95 dan tidak ada komplain lagi karena semua orang harus melakukan shut
down dulu.

Linux dapat juga melakukannya!

Ada juga solusi untuk Linux untuk dapat langsung mencabutnya (misalnya
disk usb). Linux Mandrake mempunyai fitur yang disebut supermount yang
memberikan hasil yang sama (atau masalah) seperti windows. tetapi tidak
direkomendasikan karena dapat menybabkan ketidakstabilan dan kehilangan
file.

Lebih baik menggunakan mtools (http://mtools.linux.lu/). mtools adalah


seperangkat perintah untuk mengakses floppy drive, usb-sticks dan semua
removable drive dengan file sistem FAT dan kita tidak perlu me mount file
sistem.

Triknya adalah:

 Rubah /etc/mtools.conf dan tambahkan baris

drive u: file="/dev/sda1" # or sda4; some usb-stick have partition


# 4 created as factory default.

 Sekarang kita jangan me mount /dev/sda1. Cukup ketikkan

mdir u:

untuk melihat isi usb-stick.

mcopy * u:

untuk mengkopi semua isi direktori ke usb-stick.

mcopy u:\*.

untuk mengkopi semua isi usb-stick ke dalam direktori (jangan lupa


tanda \ di depan wildcard).

Sangat mudah di gunakan.

Membolehkan semua orang untuk me mount file sistem.

Muhammad Furqan. Q. Ts (TI0801029) – S1 Teknik Informatika 3|Page


UAS Sistem Berkas 2010
Normalnya kita harus berpangkat root untuk me mount file sistem. Untuk
perangkat sepreti cdrom atu usb-stick kita mungki ingin memberikan hak
kepada semua pengguna untuk me mount nya . Pada kasus ini yang kita
butuhkan adalah menambahkan baris berikut ke /etc/fstab:

# dev     mount point    fs type   flags

/dev/sda1  /mnt/usb      auto      noauto,user 0 0

Maksudnya bahwa sda1 (partisi pertama dari disk scsi pertama , penyimpan
usb di mapping ke disk scsi) tidak di mount otomatis pada saat startup (noauto)
dan dapat di mount/umount oleh siapa saja (user). Kolom FS-type juga di set
ke auto jadi kita bisa me mount usb-stick yang berformat vfat atau ext2 dan
file sistem yang benar akan dikenali secara otomatis.

Laptop dan NFS

File sistem jaringan atau NFS sangat bagus jika kita ingin melakukan backup
secara terpusat dari direktori home untuk beberapa pengguna. Semua yang kita
butuhkan adalah me mount direktori home dari server pusat dan semua
pengguna akan memiliki direktori home sendiri sendiri pada semua komputer
dalam jaringan. Seting, preferens dan data yang sama di mana-mana. Benar-
benar bagus.

Tapi bagaimana kita menangani pengguna yang berpindah-pindah yang


menggunakan Laptop? ( tidak ada backup?)

Saat kita tidak terhubung ke jaringan maka direktori home kita tidak ada. Satu
solusi adalah selalu mengkopi semua data (rsync) tetapi ini sangat tidak
konsisten jika kita sangat tidak disiplin. Saya menemukan solusi yang bagus
dengan membuat satu direktori kecil yang berisi setting dan data yang saya
butuhkan pada saat melakukan perjalanan.

ketika kita me-mount filesistem (semua filesistem/disk termasuk nfs) pada


sebuah direktori yang tidak kosong dan isi direktori ini jadi tak terlihat dan kita
akan melihat file sistem yang di mount.

Ini solusinya: Buat mount point untuk direktori home (/home) dan mount
otomatis ke direktori home ketika terhubung ke jaringan. bagaimanapun juga
sebelum kita me mount sesuatu buat sebuah softlink untuk pengguna yang
memakai Laptop ke sebuah direktori home yang off-line:

/home/guido => ../home_nonet/guido

ketika pengguna guido terhubung ke jaringan maka dia akan melihat direktori
home nya yang normal. ketika dia berada di jalan dia akan melihat direktori
/home_nonet/guido sebagai direktorinya.

b. Perintah mount dalam LINUX adalah :

Muhammad Furqan. Q. Ts (TI0801029) – S1 Teknik Informatika 4|Page


UAS Sistem Berkas 2010
1) Kita bisa menganggap proses mounting sebagai sesuatu yang sederhana.
Katakanlah kita memiliki harddisk dengan satu partisi, sebuah floppy disk
drive dan sebuah CDROM drive. Pada waktu booting, harddisk dengan
satu partisi tersebut akan dimount secara otomatis karena merupakan root
file sistem. Proses mounting ini berlangsung secara otomatis pada saat
boot. Ini adalah hal yang alamiah, karena agar dapat diboot, filefile di
dalam harddisk harus dikenali. Kalau tidak, maka tentu tidak ada sistem
yang berjalan. Setelah sistem selesai boot dan siap digunakan, kita ingin
menggunakan disket.
Di sistem internal Linux, sebuah disk drive tentunya telah dikenali oleh
kernel. Namun, kernel tidak akan mengalokasikan resource sebelum user
memintanya. User harus meminta kepada kernel agar memberikan
resource kepada disk drive karena user akan menggunakan disk drive
tersebut untuk mengakses disket. Proses meminta kepada kernel ini
dinamakan sebagai proses mounting. Begitupun dengan drive CDROM
tersebut.
2) Proses mount selalu melibatkan dua komponen: device/file dan mount
point.
Kita sering sekali mendengar istilah mount point ketika berbicara soal
mount. Mount point dalam bahasa yang sederhana dapat disebut sebagai
direktori tujuan mount. Sebagai contoh, disk drive floppy pertama akan
diberinama /dev/fd0 oleh kernel. Ini adalah komponen pertama, yaitu
device. Karena merupakan suatu file biasa, maka kita tidak bisa
menggunakan /dev/fd0 tersebut. Pada kenyataannya, file tersebut
mewakili fl oopy drive kita.
Agar kita dapat mengakses isi dari disket, maka kita harus memberitahu
kernel bahwa, kita akan menggunakan direktori tertentu sebagai pengganti
disket. Dengan kata lain, sementara, isi disket numpang sementara di
direktori mount point tersebut. Sebagai mount point, kita dapat
mempergunakan sembarang direktori. Namun, merujuk kepada standar
Linux yang diimplementasikan oleh beberapa distro, mount point untuk
disket umumnya diletakkan di /mnt/floppy, /media/floppy, atau /floppy
saja.
Di dunia Windows, mount point dari disk drive pertama kurang lebih
adalah drive A. Mount point dari disk drive kedua adalah B. Tapi, di
Linux, kita tidak me ngenal istilah drive. Semua device akan dimount ke
direktori.
3) Setelah device selesai digunakan dan kita tidak ingin menggunakannya
lagi, maka kita sebaiknya memberitahu kernel. Dengan demikian, kernel
dapat menghentikan alokasi resource pada device tersebut. Proses
memberitahu kernel tersebut kita sebut sebagai proses unmounting device.
Ada juga yang menyebutkan sebagai demounting. Pokoknya, segala
sesuatu yang memiliki maksud kerja berlawanan dengan mount.

Muhammad Furqan. Q. Ts (TI0801029) – S1 Teknik Informatika 5|Page


UAS Sistem Berkas 2010
4) Untuk melakukan proses mounting, kita mempergunakan program mount.
Sementara, untuk melakukan proses unmounting, kita mempergunakan
program umount. Harap diperhatikan bahwa program yang digunakan
dalam proses unmounting adalah umount, bukan unmount.
5) Bagaimana menurut Anda mekanisme Linux bekerja dengan device? Mari
kita lihat kembali betapa cara ini begitu alamiah.
Lampu. Tentunya Anda pernah memasang lampu. Katakanlah kita
memiliki langit langit yang terdiri dari dua lampu. Satu lampu utama, satu
lampu tambahan. Untuk mengontrol lewatnya aliran listrik dari sumber
listrik ke lampu, kita mengunakan saklar. Dua lampu, dua saklar.
Apabila lampu utama ingin dinyalakan, maka kita akan meminta kepada
sumber listrik untuk mengalokasikan resource. Caranya, kita menekan
saklar lampu utama ke posisi nyala. Dengan demikian, maka aliran listrik
akan dialirkan ke lampu utama, dan lampu pun menyala. Demikian juga
apabila kita ingin menyalakan lampu kedua, ketiga dan seterusnya.
Apabila lampu utama tersebut tidak digunakan lagi, maka kita akan
memberitahu sumber listrik bahwa listrik sudah tidak diperlukan lagi.
Caranya dengan menekan saklar lampu utama ke posisi mati. Ketika
lampu utama rusak dan harus diganti, tentunya kita akan mematikan saklar
terlebih dahulu, barulah kita mencopot lampu tersebut dari langitlangit.
Dan, setelah lampu baru dibeli dan dipasang, maka kita harus menekan
saklar ke posisi nyala untuk menyalakan lampu tersebut.
Beberapa hal tersebut adalah hal yang umum sekali kita lakukan.
Tentunya tidak mungkin ketika ingin mengganti lampu kita segera
melepaskan lampu sementara listrik tetap berjalan, lalu ke warung
membeli lam-pu dan setelah itu lampu langsung dipasang dan langsung
pula menyala. Kalau begitu, maka saklar tidak akan berguna.
Begitulah proses mount. Bola lampu adalah device. Saklar adalah proses
mount dan unmount. Sementara, listrik ada re-source dan sumber listrik
adalah kernel. Analogi ini mungkin tidak tepat benar, namun bisa
digunakan untuk menjelaskan betapa proses mount adalah proses yang
sangat alamiah.
Di dunia server menggunakan rack-mount pun, agar suatu server bisa
diguna-kan, kita harus melakukan mounting ter-lebih dahulu secara fisik.
Semua contoh ini membuktikan bahwa mount dan unmount bukanlah hal
yang aneh dan merepotkan. Sebaliknya, hal yang sangat alamiah.
6) Pada pembahasan nomor 1, kita me-nyebut ada device yang dimount
secara otomatis pada proses boot dan disebut se-bagai root fi le system
atau root device. Pada saat kernel diboot (pada saat pertama sekali Anda
memilih menu Linux dari Grub atau Lilo misalnya), tidak ada device
apapun yang dimount.

Muhammad Furqan. Q. Ts (TI0801029) – S1 Teknik Informatika 6|Page


UAS Sistem Berkas 2010
Kernel pun segera menyusun struktur datanya di memori, dan setelah itu,
me-ngurusi berbagai hal seperti pengenalan hardware yang penting dan
setelah semua selesai, tugas inisialisasi sistem kernel pun selesai.
Agar sistem operasi dapat digunakan, maka kontrol berikutnya harus
diserahkan kepada program yang tersimpan di hard-disk. Di sinilah root
device akan dicari dan dimount secara otomatis. Mount point un-tuk root
device adalah ‘/’.
7) Apabila suatu device, sebagai contoh CDROM drive sedang digunakan,
maka device tersebut akan diproteksi oleh ker-nel. Itulah sebabnya ketika
Anda mencoba meng-eject CDROM drive yang termount, CDROM
drivenya tidak akan terbuka. Ini adalah salah satu mekanisme kernel untuk
menjaga integritas data. Tentunya, akan sangat repot apabila ketika sedang
mengopi, tiba-tiba sumbernya menghilang. Device yang sedang dimount
tidak dapat diunmount apabila masih digunakan. Jadi, ketika CDROM
Anda sedang diakses misal-nya, Anda tidak dapat memaksa begitu saja
kernel untuk mendisalokasikan resource ke-pada device tersebut.
Apabila Anda memaksa, maka proses yang bekerja pada device tersebut
harus dibunuh. Setelah itu, Anda baru memaksa kernel untuk melakukan
unmounting, dan kemudian Anda dapat mengeluarkan CDROM Anda.
Ini adalah teori. Artinya, dalam prak-teknya (terutama kernel-kernel
lama), membunuh proses haruslah berhati-hati. Apabila Anda
mengirimkan signal yang keras (seperti SIGKILL), yang tidak dapat
ditolak oleh proses, maka ada kalanya proses tersebut belum melakukan
tindakan clean-up. Dengan demikian, pada struktur data kernel, terkadang
tercatat CDROM masih dipegang. Oleh karena itu, ada kalanya wa-laupun
kita telah membunuh proses yang mengakses CDROM (seperti program
‘cp’), tapi CDROM tetap saja tidak dapat dikelu-arkan, padahal program
cp sudah tidak ada di process list.
8) Mengapa (pada zaman dahulu) Man-drake dapat mengakses device tanpa
kita harus melakukan mounting terlebih dahu-lu? Mandrake menggunakan
software untuk melakukan automounting.
Saat ini, telah banyak distro yang meng-gunakan fasilitas serupa. Proses
mount-ing memang merupakan proses mendasar. Tapi, kalau bisa
dipermudah, kenapa tidak?
Dengan demikian, user yang baru berpin-dah ke Windows juga tidak akan
direpotkan oleh hal yang satu ini. Distro seperti SUSE 9.1 dengan kernel
2.6 telah menggunakan automatisasi penggu-naan device. Dengan
demikian, apabila kita ingin mengakses cdrom, maka cukup ma-suk ke
dalam direktori /media/cdrom dari Konqueror dan secara otomatis,
CDROM kita akan dimount. Begitu habis digunakan, tekan saja tombol
eject di CDROM drive Anda. Kernel akan melakukan unmounting
otomatis.
Walaupun demikian, memahami mount tetap perlu karena banyak hal
yang dapat kita lakukan dengan memahami mount se-cara benar.

Muhammad Furqan. Q. Ts (TI0801029) – S1 Teknik Informatika 7|Page


UAS Sistem Berkas 2010
9) Karena proses mount selalu melibatkan device dan mount point, maka
semua pasangan device dan mount point tersebut harus disimpan sehingga
kita tidak harus selalu memberikan perintah dengan leng-kap. Semua
informasi pasangan mount dan informasi lainnya disimpan di fi le
/etc/fstab.
Fstab adalah kependekan dari file system tabulation.
10) Di /etc/fstab, kita telah menyim-pan informasi pasangan device dan mount
point. Untuk melakukan mount, berikut ini adalah pola perintahnya.
Mount [options] <device> <mount_point>
sebagai contoh:
mount /dev/fd0 /media/floppy
Namun, untuk device yang tercatat pada fstab, kita tidak perlu
memberikan perintah lengkap untuk informasi device dan mount point
pada saat menjalankan perintah mount. Sebagai gantinya, kita bisa mem-
berikan perintah berikut ini:
mount /dev/fd0
atau
mount /media/floppy
Program mount akan mencari pasangan device atau mount point secara
otomatis. Sementara, untuk unmount, berikut ini adalah pola perintahnya:
umount <device>
atau
umount <mount_point>
11) User biasa secara default tidak akan diberikan hak untuk melakukan
mount secara lengkap. Artinya, hanya root yang bisa memberikan perintah
lengkap berikut ini:
mount [options] <device> <mount_point>
12) User biasa bisa diberikan hak untuk melakukan mount, dengan menam-
bahkan kata “user” (benar-benar kata user, bukan untuk digantikan dengan
username)
13) Device-device yang telah dimount akan tersimpan sementara pada
file/etc/mtab. File ini akan selalu dimodifikasi setiap kali terjadi perubahan
pada status mount sistem.
14) Terdapat beberapa opsi mount yang berguna. Diantaranya adalah root,
yang akan melakukan mounting secara read-only, berlawanan dari rw.
Selain itu, ada juga opsi uid=<uid> atau uid=<username> yang berguna

Muhammad Furqan. Q. Ts (TI0801029) – S1 Teknik Informatika 8|Page


UAS Sistem Berkas 2010
untuk melakukan mount dan hak akses penuh diberikan kepada user
dengan uid <uid> atau user dengan username <username>
Sebagai contoh:
mount -o uid=nop /dev/hda1 /mnt
15) Mount tidak hanya dapat dilakukan pada device saja. Network dan image
CDROM (dengan fi le sistem iso9660 misal-nya) juga dapat dimount.
3. Setiap Sistem Operasi memiliki sistem directory yang berbeda – beda, sebagai contoh
kita ambil perbedaan mendasar antara Windows dan Linux

Sebelum mengakses file dan direktori dan perintah-perintah yang berhubungan


dengannya, sebaiknya lebih dahulu memahami struktur file dan direktori di Linux.
Linux memiliki direktori paling atas atau paling kiri, dibaca slash (garis miring),
dinamakan root directory atau direktori akar. Itu perbedaan mendasar struktur
direktori Linux dengan Windows. Di Windows ada folder C: yang mengarah ke
direktori paling atas dari harddisk. Di Windows juga ada A: untuk masuk ke disket.
Tapi, di Windows tidak ada direktori di atas C dan A.

Di Linux, C biasanya berupa direktori /mnt/win atau yang lain sesuai dengan yang
membuat distro Linux. /mnt/win disebut mount point, yang berhubungan dengan file
harddisk dengan partisi /dev/hda1. Jadi, C di Windows itu juga sejenis mount point
yang berhubungan device (/dev) harddisk.

Jika /mnt/win diganti dengan /C, artinya /C adalah mount point bagi /dev/hda1. Yang
membedakan C di Linux dengan C di Windows, adalah adanya garis miring / di
sebelah kiri C di Linux, dan tidak ada garis miring di Windows. Ini juga berarti, garis
miring / adalah direktori diatas C.

Disket dan CD-ROM biasanya memiliki alamat device di /dev/fd0 dan /dev/hdX. X
adalah hurufa, b, c, atau d sesuai dengan letak CDROM drive. Beberapa direktori di
bawah / yang penting diketahui adalah /home, /boot, /root, /usr, /var, /tmp./home
berisi direktori atau folder untuk setiap user yang terdaftar di sistem Linux.
Misalnya, /home/ign2006 adalah direktori milik user ign2006 dalam distro Linux
Nusantara Anda. /boot berisi file-file kernel untuk booting komputer. /root adalah
direktori user admin (root’s home directory). /bin adalah direktori tempat program-
program dasar Linux untuk semua pengguna, misalnya ls yang artinya melihat isi
direktori. /sbin adalah direktori tempat program-program dasar untuk administrator
atau superuser atau root. /tmp adalah direktori untuk penyimpanan sementara,
misalnya untuk file yang akan dihapus setelah bekerja. /usr berisi hampir seluruh
program Linux tambahan selain yang di /bin dan /sbin. Di bawah /usr juga ada sub-
direktori /bin dan /sbin. Di bawah /usr ini juga terdapat dokumen atau manual tentang
semua program yang ada dalam CD atau harddisk.

/var berisi direktori-direktori yang berhubungan dengan data konfigurasi selain /usr.
Misalnya /var/www untuk meyimpan data aplikasi web. /var/spool untuk menyimpan
data program yang berhubungan user seperti email (/var/spool/mail). /var/log untuk
menyimpan data log atau rekaman apa yang terjadi di sistem. /var/cache untuk
menyimpan data sementara untuk aplikasi proxy (squid), dan lain-lain. /media berisi
Muhammad Furqan. Q. Ts (TI0801029) – S1 Teknik Informatika 9|Page
UAS Sistem Berkas 2010
file atau direktori sebagai mount point alat penyimpanan seperti cdrom dan floppy,
sebagai alternatif dari /mnt. /disks mirip dengan /mnt dan /media yang digunakan oleh
distro tertentu, misalnya Xandros.

4. Kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi dengan komputer (dalam hal ini disk) kita
esok hari. Bisa saja, tiba tiba terjadi failure yang membuat data yang ada dalam disk
berubah, bahkan terhapus. Untuk mengantisipasi ketidakonsistenan data dan
terhapusya data dari disk, maka kita perlu melakukan backup data. Backup adalah
menyalin isi disk kedalam media lain seperti: floppy disc, magnetic tape, optical disk,
external hardisk, dll.
Setelah menyalin disk ke media sementara, maka perlu mengembalikan data tersebut
ke dalam disk. Hal inilah yang dinamakan restore
Sebelum melakukan backup data, kita perlu mengecek kekosistenan data, yaitu
dengan membandingkan data pada struktur direktori dengan data pada blok, lalu
apabila ditemukan kesalahan, maka program tersebut akan mencoba memperbaikinya.
Pengecekan kekonsistenan data inilah yang disebut recovery
Ada 4 jenis backup data, yaitu:
Backup Penuh (Full Backup)

Full backup adalah menyalin semua data termasuk folder ke media lain. Oleh
karena itu, hasil full backup lebih cepat dan mudah saat operasi restore.
Namun pada saat pembuatannya membutuhkan waktu dan ruang yang sangat
besar.
Backup Peningkatan (Incremental Backup)

Incremental backup adalah menyalin semua data yang berubah sejak terakhir
kali melakukan full backup atau differential backup. Incremental backup
disebut juga differential backup
Kelebihan:
 Membutuhkan waktu yang lebih singkat.
 Jika banyak melakukan incremental backup, maka data yang di backup
semakin kecil ukurannya.
 Backup lebih cepat daripada full backup dan membutuhkan tempat
sementara yang lebih kecil daripada yang dibutuhkan oleh full backup.
Kekurangan: Waktu untuk restore sangat lama.
Backup Cermin (Mirror Backup)

Mirror backup sama dengan full backup, tetapi data tidak di padatkan atau
dimampatkan (dengan format .tar, .zip, atau yang lain) dan tidak bisa di
lindungi dengan password. Dapat juga diakses dengan menggunakan tools
seperti Windows Explorer. Mirror backup adalah metode backup yang paling

Muhammad Furqan. Q. Ts (TI0801029) – S1 Teknik Informatika 10 | P a g e


UAS Sistem Berkas 2010
cepat bila dibandingkan dengan metode yang lain karena menyalin data dan
folder ke media tujuan tanpa melakukan pemadatan. Tapi hal itu menyebabkan
media penyimpanannya harus cukup besar.

5. Spesifik Standar File System GNU/Linux


Sistem berkas yang ada pada Linux berbeda dengan sistem berkas pada sistem operasi
lainnya. Pada Linux, sistem berkas harus mengikuti syaratsyarat dan anjuran tertentu.
Walaupun demikian, syarat dan anjuran tersebut tidak bertentangan dengan standard
yang telah dijelaskan sebelumnya. Adapun syarat yang harus dipenuhi tersebut adalah
sebagai berikut:
 "/": Direktori Root. Pada sistem Linux, jika kernel terletak di "/",
direkomendasikan untuk menggunakan nama vmlinux atau vmlinuz, yang telah
digunakan di paket kernel source Linux saat ini.
 "/bin". Pada"/bin", Sistem Linux membutuhkan berkas tambahan set serial
 "/dev: berkas piranti". berkasberkas yang harus terdapat di direktori ini antara
lain: "/dev/null", "/dev/zero", "/dev/tty".
 "/etc": Sistem Konfigurasi hostspecific. Pada "/etc", sistem Linux membutuhkan
berkas tambahan, yaitu lilo.cnof
 "/proc". Proc filesystem adalah method standard defacto Linux untuk
mengendalikan proses dan sistem informasi, dibandingkan dengan "/dev/kmem"
dan method lain yang mirip. Sangat dianjurkan untuk menggunakan direktori ini
untuk penerimaan dan storage informasi proses, serta informasi tentang kernel
dan informasi memori.

Muhammad Furqan. Q. Ts (TI0801029) – S1 Teknik Informatika 11 | P a g e