PENGERTIAN DAN CIRI PEMBELAJARAN PAKEM (PEMBELAJARAN AKTIF, KREATIF, AFEKTIF, DAN MENYENANGKAN

)
By. ideguru SALAM SUKSES GURU INDONESIA, SEKARANG KITA AKAN BELAJAR TENTANG PEMBELAJARAN PAKEM, KEBETULAN SAYA TELAH MENGIKUTI PELATIHAN METODE PAKEM, SAYA JUGA SERTAKAN POWER POINT TENTANG PEMBELAJARAN PAKEM

PAKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya, mempertanyakan, dan mengemukakan gagasan. Belajar memang merupakan suatu proses aktif dari si pembelajar dalam membangun pengetahuannya, bukan proses pasif yang hanya menerima kucuran ceramah guru tentang pengetahuan. Sehingga, jika pembelajaran tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif, maka pembelajaran tersebut bertentangan dengan hakikat belajar. Peran aktif dari siswa sangat penting dalam rangka pembentukan generasi yang kreatif, yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain. Kreatif juga dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya tinggi. Menurut hasil penelitian, tingginya waktu curah terbukti meningkatkan hasil belajar. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif, yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung, sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif, maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa. Secara garis besar, gambaran PAKEM adalah sebagai berikut: 1. Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat. 2. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan cara membangkitkan semangat, termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik, menyenangkan, dan cocok bagi siswa. 3. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’

4. Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif, termasuk cara belajar kelompok. 5. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah, untuk mengungkapkan gagasannya, dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya. SELANJUTNYA JIKA ANDA MENGINGINKAN LEBIH LENGKAP TENTANG PEMBELAJARAN INOVATIF ALA PAKEM DALAM BENTUK POWER POINT SILAHKAN DOWNLOAD GRATIS DI SINI DEFINITION AND CHARACTERISTICS OF LEARNING PAKEM (ACTIVE LEARNING, CREATIVE, affective, and FUN) By. ideguru GREETINGS TO SUCCESS GURU INDONESIA, NOW WE ARE GOING TO LEARN ABOUT THE LEARNING PAKEM, I happened to have joined the training PAKEM METHOD, ALSO MY POINT ABOUT THE POWER OF LEARNING Include PAKEM Contextual learning is the acronym for Active Learning, Creative, effective, and fun. Active means that the learning process the teacher must create an atmosphere so that students actively asked, questioned, and suggested the idea. Learning is an active process of the learners in developing their knowledge, not a passive process which will only accept running a lecture about the knowledge of teachers. Thus, if learning does not provide the opportunity for students to take an active role, then the learning is contrary to the nature of learning. Active participation of students is very important in order to forming a creative generation, capable of producing something for the benefit of themselves and others. Creative is also intended that teachers create a variety of learning activities that meet students' varying levels of ability. Fun is the teaching-learning atmosphere fun so students are fully focused on learning so that when high rainfall attention. According to the research, the high rainfall period proved to improve learning outcomes. Switched on and fun learning is not enough if the process is not effective, that is not producing what should be controlled by students after learning process took place, because learning has a number of learning objectives to be achieved. If the only active learning and fun but not effective, then learning to play are like usual. Broadly speaking, the image of contextual learning is as follows: 1. Students engage in various activities that develop their understanding and ability with an emphasis on learning through doing. 2. Teachers use a variety of tools and inspiring ways, including using the environment as a learning resource to make learning interesting, fun, and suitable for students. 3. Teachers organize classroom by displaying books and learning materials more attractive and provides a 'reading corner' 4. Teachers taught how to apply a more cooperative and interactive, including how to study groups. 5. Teachers encourage students to find their own way in solving a problem, to express his ideas, and melibatkam students in creating their school environment.

IF YOU WANT MORE NEXT COMPLETE INNOVATIVE LEARNING ABOUT ALA PAKEM IN POWER POINT PLEASE DOWNLOAD FREE HERE http://ideguru.wordpress.com/2010/04/19/pengertian-dan-ciri-pembelajaran-pakempembelajaran-aktif-kreatif-afektif-dan-menyenangkan/

makalah cara belajar siswa aktif
Diposkan oleh welcome to my blog di 23.10 KATA PENGANTAR Segala puji bagi ALLAH SWT yang telah memberikan segala nik’matnya kepada hambahambanya dan oleh karena itu makalah ini dapat kami selesaikan dengan baik walaupun dalam penulisan ini masih begitu banyak kekurangannya Dan kami ucapakan rasa terima kasih kami kepada kedua orang tua kami yang selalu member kami semangat dalam menuntut ilmu yang pada akhirnya memberikan semangat motivasi kami dalam menuntut ilmu Dan kami ucapakn pula rasa terima kasih kami kepada bapak slamet yang dengan sabar membimbing kami dan menuntun kami dalam belajar Mungkin kami sebagai penulis sangat menyadari bahwa makalah ini masih jauh sekali dari kesempurnaan,baik dari isi,penyajian.untuk itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun untuk menuju kesempernuaan dalam penulis ini.semoga hadirnya makalha yang sedrhan ini member mamfaat untuk pembaca dan terutam untuk penulis.

Jakarta,27 -06-2009

(penulis) DAFTAR ISI Kata pengantar……………………………………………………………..i Daftar isi……………………………………………………………………ii Bab I Pendahuluan………………………………………………..………iii Bab II Landasan teori……………………………………………………….………….iv a. (Cara belajar siswa aktif) CBSA...................................................................iv 1. Pengertian pendekatan CBSA...................................................................iv 2. Dasar-dasar pemikiran pendekatan CBSA.............................................iv 3. Hakikat Pendekatan CBSA.......................................................................iv 4. Prinsip-Prinsip Pendekatan CBSA...........................................................iv

b. Contoh pendekatan konsep dalam pembelajaran bahasa…….………….v c. Pendekatan CBSA dalam pembelajaran………………………….……….vi BAB III ANALISIS……………………………………………...……………………vii a. Beberap pengertian kurikulum…………………………………………….vii b. Antara kurikulum, pengajaran dan buku teks…………………….………vii c. Menjadikan siswa aktif dengan metode KBM yang menarik…………….vii BAB IV Kesimpulan....................…….....................................................viii PENUTUP Bab I Pendahuluan Jika kita tinjau perkembangan dan pertumbuhan seseorang, maka makin jelaslah bahwa hidup seseorang didalam lingkungan yang berbudaya itu merupakan suatu perjuangan dari seseorang untuk hidup dengan hak azasi manusiawi dalam menyatakan dirinya, mahkluk yang berkehendak berdiri sendiri .makin aktif ia berikan konstribusi dalam lingkungan sosialnya, makin ia menjalin ikatan dan menerima norma dari lingkungan, makin meningkatatkan aspirasi-aspirasi dalam mempersoalkan kepentingan untuk mencapai cita-citanya dalam mewujudkan dirinya (self actualozation), mengacu kepada kemandirian. Manusia hidup antara dua kutub existensi, sosial (lingkungan) dan kutub existensi individu, yang satu dengan yang lain saling terjalin dalam dirinya (idividualisasi dan sosialisasi). Pada satu pihak ia berhak mengemukakan dirinya atau kutub existensi individual ingin dihargai dan diakui, tetapi pada pihak lain ia harus menyesuaikan diri pada ketentuan-ketentuan yang berlaku didalam masyarakat, didalam lingkungan sosialnya (kutub existensi sosial). Bila antar kedua kutub ini ada keseimbangan, maka ia akan mencapai suatu kondisi mental sehat, tetapi bukan semata-mata keseimbangan inilah yang merupakan makna hidup. Pada umumnya manusia beraspirasi dan dalam mewujudkan aspirasi itu ada suatu jarak yang ditempuh oleh setiap orang, yaitu jarak potensi yang dimiliki dan apa yang ingin dicapainya, jarak antara mengenal diri sebagai mana ia adanya ,prestasinya (konsep diri) dan sebagaimana ia ingin menjadi. Mendidik pada hakikanya merupakan bantuan untuk mencapai perkembangan dalam mewujudkan dirinya, tanpa mengabaikan kepentingan lingkunganya dalam perkembangan tersebut seperti tercentus di dalam perumusan GBHN yang bertolak dari UUD 45 dalam kehidupan pancasila maka manusia indonesia seutuhnya mencakup kemandirian dan kemampuan untuk ikut bertanggungjawab terhadap pembangunan bangsanya. Ini berati bahwa cara-cara pemberian informasi itu dan suasana interaksi itu berlangsung lebih penting daripada informasi itu sendiri.disinilah proses menjadi sarana tidak saja meningkatakan cara belajar siswa aktif. Akhir kata, semoga makalah yang sederhana dan begitu singkat ini memberi penjelasan yang mudah dicerna bagi pembaca maupun untuk penulis sendiri. BAB II PENDEKATAN PEMBELAJARAN A. CBSA (CARA BELAJAR SISWA AKTIF) 1. Pengertian Pendekatan CBSA Pada umumnya metode lebih cenderung disebut sebuah pendekatan. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan kata “approach” yang dimaksudnya juga “pendekatan”. Di dalam

kata pendekatan ada unsur psikhis seperti halnya yang ada pada proses belajar mengajar. Semua guru profesional dituntut terampil mengajar tidak semata-mata hanya menyajikan materi ajar. Guru dituntut memiliki pendekatan mengajar sesuai dengan tujuan instruksional. Menguasai dan memahami materi yang akan diajarkan agar dengan cara demikian pembelajar akan benar-benar memahami apa yang akan diajarkan. Piaget dan Chomsky berbeda pendapat dalam hal hakikat manusia. Piaget memandang anakakalnya-sebagai agen yang aktif dan konstruktif yang secara perlahan-lahan maju dalam kegiatan usaha sendiri yang terus-menerus. Pendekatan CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif) menuntut keterlibatan mental siswa terhadap bahan yang dipelajari. CBSA adalah pendekatan pengajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif terlibat secar fisik, mental, intelektual, dan emosional dengan harapan siswa memperoleh pengalaman belajar secara maksimal, baik dalam ranah kognitif, afektif, maupun psikomotor. Pendekatan CBSA menuntut keterlibatan mental vang tinggi sehingga terjadi proses-proses mental yang berhubungan dengan aspek-aspek kognitif, afektif dan psikomolorik. Melalui proses kognitif pembelajar akan memiliki penguasaan konsep dan prinsip. Konsep CBSA yang dalam bahasa Inggris disebut Student Active Learning (SAL) dapat membantu pengajar meningkatkan daya kognitif pembelajar. Kadar aktivitas pembelajar masih rendah dan belum terpogram. Akan tetapi dengan CBSA para pembelajar dapat melatih diri menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan kepada mereka. Tidak untuk dikerjakan di rumah tetapi dikerjakan dikelas secara bersama-sama. 2. Dasar-Dasar Pemikiran Pendekatan CBSA Usaha penerapan dan peningkatan CBSA dalam kegiatan Belajar Mengajar (KBM) merupakan usaha “proses pembangkitan kembali” atau proses pemantapan konsep CBSA yang telah ada. Untuk itu perlu dikaji alasan-alasan kebangkitan kembali dan usaha peningkatan CBSA dasar dan alasan usaha peningkatan CBSA secara rasional adalah sebagai berikut: a. Rasional atau dasar pemikiran dan alasan usaha peningkatan CBSA dapat ditinjau kembali pada hakikat CBSA dan tujuan pendekatan itu sendiri. Dengan cara demikian pembelajar dapat diketahui potensi, tendensi dan terbentuknya pengetahuan, keterampilan dan sikap yang dimilikinya. Pada dasarnya dapat diketahui bahwa baik pembelajar. materi pelajaran, cara penyajian atau disebut juga pendekatan-pendekatan berkembang. Jadi hampir semua komponen proses belajar mengajar mengalami perubahan. Perubahan ini mengarah ke segi-segi positif yang harus didukung oleh tindakan secara intelektual, oleh kemauan, kebiasaan belajar yang teratur, mempersenang diri pada waktu belajar hendaknya tercipta baik di sekolah maupun di rumah. Bukankah materi pelajaran itu banyak, bervariasi dan ini akan memotivasi pembelajar memiliki kebiasaan belalar. Dalam hubungannya dengan CBSA salah satu kompetensi yang dituntut ialah memiliki kemampuan profesional, mampu memiliki strategi dengan pendekatan yang tepat. b. Implikasi mental-intelektual-emosional yang semaksimal mungkin dalam kegiatan belajar mengajar akan mampu menimbulkan nilai yang berharga dan gairah belajar menjadi makin meningkat. Komunikasi dua arah (seperti halnya pada teori pusaran atau kumparan elektronik) menantang pembelajar berkomunikasi searah yang kurang bisa membantu meningkatkan konsentrasi. Sifat melit yang disebut juga ingin tahu (curionsity) pembelajar dimotivasi oleh aktivitas yang telah dilakukan. Pengalaman belajar akan memberi kesempatan untuk rnelakukan proses belajar berikutnya dan akan

Dengan demikian dapat kita lihat tingkah laku siswa yang muncul dalam suatu kegiatan belajar mengajar. Situasi pembelajar mampu menumbuhkan kemampuan dalam memecahkan masalah secara abstrak. yaitu: yang memungkinkan terbentuknya keterampilan c. Upaya memperbanyak arah komunikasi dan menerapkan banyak metode. Dengan wawasan pendidikan sebagai proses belajar mengajar menggarisbawahi betapa pentingnya proses belajar mengajar yang tanggung jawabnya diserahkan sepenuhnya kepada pembelajar. Oleh sebab itu guru diharapkan mempunyai kemampuan profesional sehingga ia dapat menganalisis situasi instruksional kemudian mampu merencanakan sistem pengajaran yang efektif dan efisien. Proses penghayatan dan internalisasi nilai. hakekat CBSA perlu dijabarkan menjadi bagian-bagian kecil yang dapat kita sebut sebagai prinsip-pninsip CBSA sebagai suatu tingkah laku konkret yang dapat diamati. CBSA memberi alasan untuk dilaksanakan penilaian secara efektif. yaitu: yang memungkinkan terbentuknya pengetahuan b. Cara seperti itu juga akan memberi peluang memperoleh balikan untuk menilai efektivitas pembelajar itu. yaitu: yang memungkinkan terbentuknya nilai dan sikap Walaupun demikian. Hakikat Pendekatan CBSA Siswa pada hakekatnya memiliki potensi atau kemampuan yang belum terbentuk secara jelas. tes formatif dan tes sumatif. media secara bervariasi dapat berdampak positif. yang menggambarkan tingkat keterlibatan siswa dalam proses belajar- . Dengan demikian kesalahan-kesalahan dan kekeliruan dapat segera diperbaiki. siswa akan mampu menemukan dan mengembangkan sendiri fakta dan konsep serta mengembangkan sikap dan nilai yang dituntut. 4. Dalam menerapkan konsep CBSA. Ini dimaksud balikan tidak ditunggu sampai ujian akhir tetapi dapat diperoleh pembelajar dengan segera. Jadi. maka kewajiban gurulah untuk merangsang agar mereka mampu menampilkan potensi itu. d. sehingga mereka memperoleh konsep. pembentukan kemauan si pembelajar. tetapi terutama juga terletak pada diri siswa yang memiliki potensi. c. Dengan mengembangkan keterampilan-keterampilan memproses perolehan. Proses asimilasi/pengalaman kognitif.menimbulkan kreativitas sesuai dengan isi materi pelajaran. secara terus-menerus melalui tes akhir tatap muka. Dilihat dari segi pemenuhan meningkatkan mutu pendidikan di LP’TK (Lembaga Pendidikan Tenaga Pendidik) maka strategi dengan pendekatan CBSA layak mendapat prioritas utama. Para guru dapat menumbuhkan keterampilan-keterampilan pada siswa sesuai dengan taraf perkembangannya. 3. Proses perbuatan/pengalaman langsung. hakekat CBSA tidak saja terletak pada tingkat keterlibatan intelektual-emosional. Prinsip-Prinsip Pendekatan CBSA Prinsip CBSA adalah tingkah laku belajar yang mendasarkan pada kegiatan-kegiatan yang nampak. dan juga mencari pemecahan secara praktik. tendensi atau kemungkinan kemungkinan yang menyebabkan siswa itu selalu aktif dan dinamis. Hakekat dari CBSA adalah proses keterlibatan intelektual-emosional siswa dalam kegiatan belajar mengajar yang memungkinkan terjadinya: a. Dalam hal ini materi pembelajar harus benarbenar dibuat sesuai dengan kemampuan berpikir mandiri. Proses belajar-mengajar seperti inilah yang dapat menciptakan siswa belajar aktif.

bersahabat. pendapat serta dorongan-dorongan yang ada pada siswa dalam proses belajar-mengajar. o Adanya suasana gembira dan bergairah pada siswa dalam proses belajar-mengajar. merupakan suatu hal yang sangat penting diperhatikan guru. 5. Dimensi subjek didik : o Keberanian mewujudkan minat. yang memang dirancang oleh guru. namun kadar CBSA itu pasti ada. misalnya dengan format mengajar melalui diskusi kelompok. Hal mi terwujud bila guru bersikap demokratis. dimana siswa tanpa ragu-ragu mengeluarkani pendapat. Dimensi Guru o Adanya usaha dan guru untuk mendorong siswa dalam meningkatka kegairahan serta partisipasi siswa secara aktif dalam proses belajar-mengajar. Rambu-rambu tersebut dapat dilihat dari beberapa dimensi. yang berguna untuk menentukan tingkat CBSA dan suatu proses belajar-mengajar. Bagaimanapun lemahnya seorang guru. Dimensi situasi belajar-mengajar o Situasi belajar yang menjelmakan komunikasi yang baik. c. Keberanian tersebut terwujud karena memang direncanakan oleh guru. Rambu-Rambu Pendekatan CBSA Yang dimaksud dengan rambu-rambu CBSA adalah perwujudan prinsip-prinsip CBSA yang dapat diukur dan rentangan yang paling rendah sampai pada rentangan yang paling tinggi. b. antara guru-siswa maupun antara siswa sendiri dalam proses belajar-mengajar. . o Pemberian kesempatan kepada siswa untuk belajar sesuai dengan cara serta tingkat kemampuan masing-masing. o Kemampuan guru dalam menjalankan peranannya sebagai inovator dan motivator. o Kreatifitas siswa dalam menyelesaikan kegiatan belajar sehingga dapat mencapai suatu keberhasilan tertentu yang memang dirancang oleh guru. keinginan. d. Rambu-rambu tersebut dapat digunakan sebagai ukuran untuk menentukan apakah suatu proses belajar-mengajar memiliki kadar CBSA yang tinggi atau rendah. Dimensi Program o Tujuan instruksional. minat serta kemampuan siswa. o Program yang fleksibel (luwes). walaupun rendah. o Kreatifitas siswa dalam menyelesaikan kegiatan belajar sehingga dapat mencapai suatu keberhasilan tertentu. disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Jadi bukan menentukan ada atau tidak adanya kadar CBSA dalam proses belajar-mengajar. o Kemampuan untuk menggunakan berbagai jenis strategi belajar-mengajar serta penggunaan multi media. o Keberanian untuk mencari kesempatan untuk berpartisipasi dalam persiapan maupun tindak lanjut dan suatu proses belajar-mengajar maupun tindak lanjut dan suatu proses belajar mengajar. o Peranan bebas dalam mengerjakan sesuatu tanpa merasa ada tekanan dan siapapun termasuk guru. konsep serta materi pelajaran yang memenuhi kebutuhan. Prinsip-Prinsip CBSA yang nampak pada 4 dimensi sebagai berikut: a. hangat. Kemampuan mi akan menimbulkan lingkuñgan belajar yang merangsang siswa untuk mencapai tujuan.mengajar baik intelektual-emosional maupun fisik. o Program yang memungkinkan terjadinya pengembangan konsep maupun aktivitas siswa dalam proses belajar-mengajar. o Sikap demokratis yang ada pada guru dalam proses belajar-mengajar.

CBSA dapat diterapkan dalam setiap proses belajar mengajar.a. siswa harus dijadikan satu kelompok maka hal ini mudah dilaksanakan. dapat dikelompokkan sebagai berikut: 1) Menurut Benjamin S. alat atau media serta perhatian guru. c) Dornein psikomotor. Ada materi yang sesuai untuk proses belajar secara individual. Berdasarkan domein-domein tujuan Strategi belajar-mengajar berdasarkan domein/kawasan/ranah tujuan. b) Strategi kognitif. untuk aspek gerak. Kadar CBSA dalam setiap proses belajar mengajar dipengaruhi oleh penggunaan strategi belajar mengajar yang diperoleh. e. ada tiga domein ialah: a) Domein kognitif. d) Keterampilan motorik. sedangkan bagi mereka yang kurang. Strategi ini memungkinkan siswa untuk belajar lebih cepat bagi mereka yang mampu. b. Bila pada pelaksanaan pengajaran untuk pencapaian tujuan tertentu. misalnya dalam bentuk ceramah mesti kurang bermakna bagi siwa dan sebaliknya kegiatan belajar mengajar dengan modus discovery dianggap selalu bermakna secara optimal. Bloom CS. yaitu kebermaknaan bahan serta proses belajar mengajar dan modus kegiatan belajar mengajar. Ausubel mengecam pendapat yang menganggap bahwa kegiatan belajar mengajar dengan modus ekspositorik. 2) Gagne mengklasifikasi lima macam kemampuan ialah: a) Keterampilan intelektual. pengajaran yang berorientasi pada kelompok kadang-kadang lebih efektif. sehingga mungkin . keterampilan. c) Informasi verbal. aspek sikap. Berdasarkan kecepatan Masing-Masing siswa Pada saat-saat tertentu siswa dapat diberi kebebasan untuk memilih materi pelajaran dengan media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan mereka masing-masing. Pengelompokkan berdasarkan persamaan minat Pada suatu guru perlu memberi kesempatan kepada siswa untuk berkelompok berdasarkan kesamaan minat. b) Domein afektif. Berdasarkan pengelompokan siswa Strategi belajar-mengajar yang dipilih oleh guru harus disesuaikan dengan tujuan pengajaran serta materi tertentu. Menurutnya kedua dimensi yang dikemukakan adalah independen. yang menitik beratkan aspek cipta. Pengelompokan berdasarkan kemampuan Pengelompokan yang homogin dan didasarkan pada kemampuan siswa. d. akan tetapi ada pula yang lebih tepat untuk proses belajar secara kelompok. c. akan belajar sesuai dengan batas kemampuannya. e) Sikap dan nilai. Pengelompokan ini biasanya terbentuk atas kesamaan minat dan berorientasi pada suatu tugas atau permasalahan yang akan dikerjakan. Ausubel mengemukakan dua dimensi. Siswa akan mengembangkan potensinya secara optimal bila berada disekeliling teman yang hampir sama tingkat perkembangan intelektualnya. Dalam mengkaji ke-CBSA-an dan kebermaknaan kegiatan belajar mengajar. Ditinjau dari segi waktu. Contoh untuk strategi belajar-mengajar berdasarkan kecepatan siswa adalah pengajaran modul.

efektif dan psikomotorik. Manifestasi (perwujudan) proses kognitif melalui tahap-tahap. Konsep yang diperoleh berguna untuk menafsirkan pengalaman-pengalarnan. Konsep dasar berkembang melalui bimbingan pendidikan dan proses belajar mengajar. didukung media atau sarana yang tepat. contoh : Kalau pengajar menjelaskan konsep “mata”. Dapat membedakan konsep berarti dapat melihat ciri-ciri setiap konsep. Dimulai dari suaru-suara yang tak ada artinya (berceloteh) menjadi suara. Konsep dimulai dengan memperkenalkan benda konkret. pendekatan dan metode-metode mengajar atau juga model-model pembelajar dalam pengembangan kegiatan belajar-mengajar. . maka pembelajar dapat memperlihatkan mata mereka secara konkret. inana matamu ? Apa gunanya mata. Menafsirkan pengalaman dengan jalan menghubungkan konsep yang telah diketahui untuk menyusun generalisasi.Mengumpulkan informasi untuk menafsirkan pengalaman. Setiap konsep berbeda dengan melihat ‘ciri-ciri tertentu. c.Berikut ini akan memperlihatkan pendekatan konsep dalam kegiatan belajar-mengajar. e. Yang penting adalah terjadinya asimilasi kognitif pengalaman belajar itu sendiri oleh siswa.menjadi bernama. c.huruf. Konsep dan Ciri-ciri Konsep Apakah konsep itu ? Konsep adalah klasifikasi perangsang yang memiiiki ciri-ciri tertentu yang sama. Konsep diperoleh melalui pengamatan dan pengalaman laagsung. Konsep memiliki gejala-gejala tertentu b. Konsep yang kompleks memerlukan permunculan berulang kali dalam satu pertemuan dalam kelas. Semua ini memunculkan pengalaman baru. b. Contoh : Perkembangan konsep bahasa anak. Kemampuan membedakan sangat dibutuhkan dalam penguasaan konsep. Berapa matamu ? Dan pertanyaan-pertanyaan ini pembelajar dapat menghubungakan benda konkret dengan fungsinya dan kegiatannya. d. Setiap konsep yang telah diperoleh mempunyai perbedaan isi dan luasnya. 3. Seseorang yang memiiiki konsep melalui proses yang benar pengalaman dan pengertiannya aican kuat.saja terjadi pengalaman belajar mengajar dengan modus ekspositorik sangat bermakna dan sebaliknya mungkin saja terjadi pengalaman belajar mengajar dengan modus discovery tetapi tanpa sepenuhnya dimengerti oleh siswa. f. a. rincian tujuan secara operasional akan menentukan strategi. Konsep berbeda dalam isi dan luasnya. Pengajar bertanya. Ciri-ciri suatu konsep adalah a. Pendekatan Konsep dalam Pembelajaran Bahasa Perbuatan belajar ingin menguasai dan memperoleh sistem respons berupa perilaku yang mengait domein (ranah) kognitif. lambat laun menjadi suku kata. antara lain. Konsep yang benar membentuk pengertian. Memperkenalkan benda-benda yang semula tak bernama . 2. 1. B. Pendekatan Konsep dalam Kegiatan Belajar Mengajar Konsep dasar adalah konsep yang diperoleh melalui pengalaman yang benar. berkembang menjadi simbol sehingga menjadi abstrak yang berupa ucapan atau tulisan yang mengandung konsep yang lebih kompleks. Dalam proses internalisasi suatu konsep perlu diperhatikan dari beberapa hal. Mengklasifikasikan pengalaman untuk menguasai konsep tertentu. Konsep merupakan struktur mental yang diperoleh dari pengamatan dan pengalaman.

sehingga memberi kemungkinan unsur lain. sepatu. 4. Membantu menemukan simbol dalam konsep itu dan menyusunnya dalam suatu kata atau kalimat yang dapat diterima oleh dirinya sendiri maupun oleh orang lain. barang-barang ini dipakai tetapi bukan pakaian. giwang. Menanti kesiapan belajar. Penjelasan perlahan-lahan dari yang konkret sampai ke yang abstrak. Selain memiliki konsep yang benar juga memiliki konsep yang kuat pada din pembelajar.Pengajar menunjuk sekali lagi gambar yang telah dikelompokkan. 3) Tahap Ikonik . Kedewasaan pembelajar yang makin bertamball dan meningkat. “BAJU”. kalung. blus. Imbauan J. d. Akan tetapi jangan tergesa-gesa mengambil menyimpulkan menjadi simbol. e. Contoh dan bukan contoh diharapkan sedapat mungkin dengan kehidupan sehari-hari. Pembelajar secara lisan dapat menyebut dengan nama “BAJU” dan defmisi Menurut Jerome Bruner strategi pengolahan informasi perolehan konsep dilakukan dengan pendekatan konsep secara cermat. dan memberi kesempatan untuk berhasil. Memberi kesempatan lebih banyak untuk menghubungkan dengan pengalaman atau memperoleh pengalaman. Dampaknya pembelajar hanya akan meniru yang diucapkan pengajar. Memperkenalkan konsep yang spesiflk dari pengalaman yang spesifik pula sampai konsep yang kompleks. Dengan proses pembelajaran. b. Bruner ialah agar pembelajar memiliki kemampuan berpikir induktif dan pada pembelajar terbentuk konsep yang benar. dengan alasan kemampuan berpikir si pembelajar masih sederhana.. c. . celana. Memberi latihan-latihan secara teratur.. Oleh karena itu kondisi yang dipertimbangkan dalam kegiatan belajar mengajar dengan pendekatan konsep adalah 1. istilah dan definisi sesuai dengan contoh yang konkret. Kegiatan ini diulang ulang dan tekanan pada ucapan (membaca) kata BAJU itu. ikat pinggang.Pengajar bersama pembelajar memberi sebuah nama atau istilah. rok dan lain sebagainya yang dikelompokkan dengan gambar tas. kematangan berpikir sesuai denaan unsur lingkunean. proses pendidikan yang kontinyu akhimya konsep-konsep dasar akan dapat diperhalus.Menunjukkan persetujuan dengan membandingkan contoh dan bukan contoh Contoh : pakaian: kain-kain yang dibuat dan dipakai di badan bukan contoh : tas. sebagai contoh gambar : kemeja. Pengajar sambil rnenunjuk gambar dan tulisan secara bergantian. Tulisan di bawah baju. 4) Cara Mempercepat Konsep a. pengajar dapat mempercepat proses pembentukan konsep dalam pembelajaran. Jika konsep dasar yang dimiliki pembelajar kuat maka dengan mudah ia akan memberi pengertian sesuai dengan situasi. 2. f. proses bimbingari. topi dsb. Pengelompokan ini berdasarkan contoh (sebenarnya) dan berdasarkan bukan contoh (sebagai pelengkap atau yang berkesan mirip). Memberi nama.-Memperkenalkan unsur benda. kebaya. Gambar ini atau barang yang termasuk baju dan gambar atau barang yang bukan baju tetapi sebagai pelengkap. 3. Pembelajar menganiutidan mencamkan. Menghindari konsep yang tertutup atau yang sulit dipahami oleh pembelajar. Pengajar menempel kertas bergambar yang ada tulisannya BAJU”. Mengetengahkan konsep dasar dengan persepsi yang tienar yang mudah dimengerti.

c. “Lipatlah baju mil pembelajarpun akan mengambil salah satu baju dan dilipat. Piaget dan Chomsky berbeda pendapat dalam hal hakikat manusia. Melalui proses kognitif pembelajar akan memiliki penguasaan konsep dan prinsip. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan*kata “approach” yang dimaksudnya juga “pendekatan”. Di samping istilah metode yang diartikan sebuah “cara” . Pendekatan CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif) menuntut keterlibatan mental siswa terhadap bahan yang dipelajari. “BAJU”. Cara mengajar dipakainya dengan istilah metode mengajar. pembelajar mengucapkan “BAJU”. Dalam kata metode tercakup beberapa faktor seperti. C. penentuan tingkat kesukaran bahan. lapun dituntut memiliki pendekatan mengajar sesuai dengan tujuan instruksional. Kalau pengajr menyuruh seorang pembelajar.PENDEKATAN CBSA DALAM PEMBELAJARAN Sejak dulu selalu dibicarakan masalah cara mengajar guru di kelas. Dasar-Dasar Pemikiran CBSA Usaha penerapan dan peningkatan CBSA dalam kegiatan Belajar Mengajar (KBM) merupakan usaha “proses pembangkitan kembali” atau proses pemantapan konsep CBSA yang telah ada. dan suatu sistem tertentu untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam bahasa Inggris disebut “method”. Rasional atau dasar pemikiran dan alasan usaha peningkatan CBSA dapat ditinjau kembali pada hakikat CBSA dan tujuan pendekatan itu sendiri. afektif dan psikomolorik. penentuan urutan bahan. Kadar aktivitas pembelajar masih rendah dan belum terpogram.a. pembelajar dapat menjelaskan pengertian “BAJU”.Apakah sebenarnya yang dimaksud dengan CBSA ? Konsep CBSA yang dalam bahasa Inggris disebut Student Active Learning (SAL) dapat membantu pengajar meningkatkan daya kognitif pembelajar. Semua guru profesional dituntut terampil mengajar tidak semata-mata hanya menyajikan materi ajar. Piaget memandang anakakalnya-sebagai agen yang aktif dan konstruktif yang secara perlahan-lahan maju dalam kegiatan usaha sendiri yang terus-menerus. maka dipertanyakan apakah metode itu. A.. b. Pengajar mengucapkan kai. Untuk itu perlu dikaji alasan-alasan kebangkitan kembali dan usaha peningkatan CBSA Dasar dan alasan usaha peningkatan CBSA Secara rasional adalah sebagai berikut: 1. Ada beberapa jawaban untuk itu di antaranya. “Cara-cara penyajian bahan pembelajaran”. Menguasai dan memahami materi yang akan diajarkan agar dengan cara demikian pembelajar akan benar-benar memahami apa yang akan diajarkan. Tidak untuk dikerjakan di rumah tetapi dikerjakan dikelas secara bersama-sama B. Dengan cara demikian . Jika diperhatikan berbagai metode yang dikenal dalam dunia pendidikan atau pembelajaran dan jumlahnya makin mengembang. Pendekatan CBSA menuntut keterlibatan mental vang tinggi sehmgga terjadi proses-proses mental yang berhubungan dengan aspek-aspek kognitif. Keduanya tidak menyukai pendekatanpendekatan psikologis yang lebih awal. Ini suatu pertanda bahwa pembelajar telah memiliki konsep. Di dalam kata pendekatan ada unsur psikhis seperti halnya yang ada pada proses belajar mengajar. Pengajar menunjuk tulisan “BAJU”. Akan tetapi dengan CBSA para pembelajar dapat melatih diri menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan kepada mereka. Metode diartikan cara. bahkan ada yang menggunakan istilah “model”. Pada umumnya metode lebih cenderung disebut sebuah pendekatan.

pembentukan kemauan si pembelajar. oleh kemauan. keterampilan dan sikap yang dimilikinya. mempersenang diri pada waktu belajar hendaknya tercipta baik disekolah maupun di rumah.Beberapa Pengertian Kurikulum Perkataan kurikulum mulai dikenal sebagai suatu istilah dalam dunia pendidikan sejak kurang lebih satu abad yang lampau. Bam pada tahun 1955 istilah kurikulum dipakai dalam bidangpendidikan dengan arti sejumlah matapelajaran pada perguruan tinggi. bervariasi dan ini akan memotivasi pembelajar memiliki kebiasaan belalar. 4. Dengan wawasan pendidikan sebagai proses belajar mengajar menggarisbawahi betapa pentingnya proses belajar mengajar yang tanggung jawabnya diserahkan sepenuhnya kepada pembelajar. materi pelajaran. Upaya memperbanyak arah komunikasi dan menerapkan banyak metode. Dengan demikian kesalahan-kesalahan dan kekeliruan dapat segera diperbaiki. Pada tahun itu penggunaan kurikulum dipakai dalam bidang olahraga. Ini dimaksud balikan tidak ditunggu sampai ujian akhir tetapi dapat diperoleh pembelajar dengan segera. cara penyajian atau disebut juga pendekatan-pendekatan berkembang. Sifat melit yang disebut juga ingin tahu (curionsity) pembelajar dimotivasi oleh aktivitas yang telah dilakukan. kebiasaan belajar yang teratur. Jadi. Dilihat dari segi pemenuhan meningkatkan mutu pendidikan di LP’TK (Lembaga Pendidikan Tenaga Pendidik) maka strategi dengan pendekatan CBSA layak mendapat prioritas utama. Di dalam kamus tersebut (Webster). 2. Bukankah materi pelajaran itu banyak. Situasi pembelajar mampu menumbuhkan kemampuan dalam memecahkan masalah secara abstrak. CBSA member! alasan untuk dilaksanakan penilaian secara efektif. Perubahan ini mengarah ke segi-segi positif yang harus didukung oleh tindakan secara intelektual. tes formatif dan tes sumatif. Dalam bubungannya dengan CBSA salah satu kompetensi yang dituntut ialah memiliki kemampuan profesional. secara terus-menerus melalui tes akhir tatap muka. yakni suatu alat yang membawa seseorang dan start sampai finish. Cara seperti itu juga akan member! Peluang memperoleh balikan untuk menilai efektivitas pembelajar itu.pembelajar dapat diketahui potensi. Komunikasi dua arah (seperti halnya pada teori pusara atau kumparan elektronik) menantang pembelajar berkomunikasi searah yang kurang bisa membantu meningkatkan konsentrasi. Dalam hal ini materi pembelajar harus benarbenar dibuat sesuai dengan kemampuan berpikir mandiri. Pengalaman belajar akan member! kesempatan untuk rnelakukan proses belajar berikutnya dan akan menimbulkan kreativitas sesuai deengan isi materi pelajaran 3. Implikasi mental-intelektual-emosional yang semaksimal mungkin dalam kegiatan belajar mengajar akan mampu menimbulkan nilai yang berharga dan gairah belajar menjadi makin meningkat. BAB III ANALISIS A. tendensi dan terbentuknya pengetahuan. Pada dasarnya dapat diketahui bahwa baik pembelajar. dan juga mencari pemecahan secara praktik. kurikulum . media secara bervariasi dapat berdampak positif. Jadi hampir semua komponen proses belajar mengajar mengalami perubahan. mampu memiliki strategi dengan pendekatan yang tepat. Istilah kurikulum muncul untuk pertama kalinya di dalam kamus Webstertahun 1856.

Pengalaman belajar itu banyak kaitannya dengan melakukan berbagai kegiatan. Menurut pandangan tradisional. ftsika. sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh atau dipelajari murid di sekolah atau perguruan tinggi untuk memoeroleh ijazah tertentu. tata ruang sekolah. yaitu: 1. pramuka. interaksi sosial di lingkungan sekolah. atau biologi di laboratorium. bukan termasuk pada kegiatan kurikulum. bahkan interaksi dengan lingkungan fisik. tetapi yang terpenting adalah pengalaman kehidupan. sehingga menimlbulkan kesan seolah-olah belajar di sekolah hanya sekedar mempelajari bukubuku leks yang sudah ditentukan sebagai bah an pelajaran. murid memperoleh berbagai pengalaman. bahkan pergaulan sesama murid maupun guru dan petugas sekolah dapat memben pengalaman belajar yang bermanfaat.diartikan dalam dua macam. Semua pengalaman belajar yang diperoleh dari sekolah itu dipandang sebagai kurikulum. proses kerja sama dalam kelompok. 2. Kegiatan-kegiatan belajar selain mempelajari sejumlah mata pelajaran yang sudah ditentukan. inti kurikulum sebenarnya adalah pengalaman belajar. sejumlah pelajaran yang harus ditempuh murid di suatu sekolah ilulah yang merupakan kurikulum. olahraga. Bila kegiatan itu merupakan penunjang atau penyertaan dalam mempelajari suatu mata pelajaran tertentu dan kurikulum. dan sebagainya. Bila kegiatan itu tidak termasuk pelajaran dan juga bukan penyerta. Pandangan ini bertolak dari sesuatu yang bersifat aktual sebagai suatu proses. kurikulumlebih dan sekedar rencanapelajaran. 3. sejumlah mata pelajaran yang ditawarkan oleh suatu lembaga pendidikan atau suatu departemen. Semua ini dicakup dalam pengertian kurikulum . seperti gedung sekolah. kegiatan penyertaan kurikulum dan kegiatan di luar kurikulum. dan sebagainya. Contohnya kegiatan praktek kimia. berkebun. Dalam pendidikan kegiatan yang dilakukan murid dapat memben pengalaman belajar. olahraga. Kurikulum diartikan sebagai rencana pelajaran b. Kurikulum diartikan sebagai rencana belajar murid Adanya pengertian yang mengatakan bahwa kurikulum tidak lebih dan sekedar rencana pelajaran di suatu sekolah disebabkan oleh pandangan tradisional. Kurikulum diartikan sebagai pengalaman belajar yang diperoleh murid dan sekolah c. Dengan demikian pengalaman itu bukan sekedar mempelajari mata pelajaran. Mempelajari sejumlah mata pelajaran di sekolah hanya saiah satu segi dan pembentukan kepribadian itu. Padahal sebagaimana diketahui bahwa proses pendidikan di sekolah mencakup berbagai kegiatan yang diarahkan kepada pembentukan pribadi murid. kunjungan ke suatu museum untuk pembelajaran sejarah. Atas dasar ini. Kurikulum tradisional membeda-bedakan kegiatan belajar yang termasuk ke dalam kegiatan kurikulum. maka dimasukkan pada kegiatan di luar kurikulum (extracurricular activities). Kurikulum di sini dianggap sebagai sesuatu yang nyata terjadi dalam proses pendidikan di sekolah. ini dianggap sebagai kurikulum penyerta (co-cunicular activities). yaitu: a. baik jasmaniah maupun rohaniah. seperti pramuka. Pengertian di atas membawa implikasi bahwa proses pendidikan di sekolah yang termasuk kurikulum hanya mata pelajaran yang ditawarkan untuk dipelajari murid. Sedangkan menurut pandangan modem. Kegiatan belajar selain mempeiajari mata pelajaran tidak termasuk ke dalam kurikulum. Bila ditelusuri temyata istilah kurikulum mempunyai berbagai macam arti. antara lain mulai dari mempelajari sejumlah mata pelajaran.

Komponen Tujuan. Isi Kurikulum. isi. nilai-nilai. adat istiadat. Dia menganggap bahwa suatu kurikulum biasanya terdiri atas tujuan.. gotong-royong atau kerja sama. Dari kajian di atas ternyata pengertian kurikulum itu sangat luas. karena tujuan menuntun kepada apa yang hendak dicapai. Pengalaman belajar apa yang perlu disiapkan untuk mencapai tujuan? 3. Komponen evaluasi atau penilaian. yaitu: 1. Komponen metode proses belajar-mengajar 4. Bagaimana menentukan keberhasilan pencapaian tujuan?. Namun satu hal perlu dijadikan dasar dalam pengembangan kurikulum. Demikian pula kurikulum. dan evaluasi. atau sebagai gambaran tentang hasil akhir dan suatu kegiatan. Atas dasar pandangan tersebut. dapat dikembangkan untuk kurikulum suatu sekolah. dan sebagainya.Antara Kurikulum. ada beberapa pertanyaan yang perlu dijawab dalam proses pengembangan kurikulum dan pengajaran. Pandangan Taba tentang kurikulum yang lebih fungsional ini diikuti oleh tokoh-tokoh lain. pola belajar-mengajar.B. Pengalaman-pengalaman ini dirancang dan diorganisasikan sedemikian rupa sehingga apa yang diperoleh murid sesuai dengan tujuan. Ini dimaksudkan agar kurikulum yangdibuat dapat menuntun murid mencapai tujuan jangkapendek yang dapat dijadikan alat untuk mencapai tujuan pendidikan jangka panjang itu. Pengajaran dan Buku Teks Kita tentunya telah mengetahui. melainkan dapat pula diterapkan dalam pengajaran untuk satu bidang studi atau pengajaran di suatu sekolah. Tujuan apa yang ingin dicapai? 2. Menurut Tyler. Dengan demikian proses pendidikan dapat diarahkan kepada pembentukan pribadi anak secara utuh. yakni guru dalam proses belajar mengajar hanya menyampaikan . yaitu arah atau sasaran yang hendak dituju oleh proses penyelenggaraan pendidikan. dan ini dicapai meialui kurikulum sekolah. diantaranya adalah Ralph W. Semua ini mirip dengan apa yang terjadi di lingkungan masyarakat. kita sebagai guru dapat mengembangkan kurikulum untuk berbagai tujuan. Ada beberapa kendala yang sering menyebabkan kegagalan dalam pelaksanaan kurikulum di sekolah. Komponen-komponen Kurikulum yaitu: 1. Komponen tujuan 2. Bagaimana pengalaman belajar itu diorganisasikan secara efektif 4. Dalam setiap kegiatan sepatutnya mempuny ai tujuan. kurikulum bidang studi atau pun kurikulum untuk suatu bahan pelajaran tertentu. Komponen isi 3. seperti norma-norma. diperoleh kesan bahwa sekolah dapat dipandang sebagai miniatur masyarakat. yakni pengalaman belajar murid. HildaTaba mencoba memandang kurikulum dari sisi lain. Tyler. sehingga akan menyulitkan dalam perencanaan pengajarannya. Dalam hal ini murid melakukan berbagai kegiatan dalam rangka memperoleh pengalaman belajar tersebut. karena di dalam lingkungan sekolah murid mempelajari segi-segi kehidupan sosial. bahwa kurikulum menunjukkan semua pengalaman belajar siswa di sekolah. Jika kita mengikuti pandangan Tyler di atas maka pengajaran tidak terbatas hanya pada proses pengajaran terhadap satu bahan tertentu saja. Atas dasar pandangan tersebut. yaitu bahwa semua keputusan yang dibuat haruslah mempunyai landasan berpijak yang kokoh. Keluasan ini pada akhirnya dapat membingungkan para guru dalam mengembangkan kurikulum. yaitu pengalaman belajar yang diperoleh murid dari sekolah.

Setelah kita mengetahui tentang konsep dan kedudukan kurikulum dalam pendidikan yang telah diuraikan secara luas. maka sekarang . kurikulum adalah alat untuk mencapai tujuan pendidikan. maka latihan membaca perlu dilakukan secara terus menerus atau berkesinambungan. Alangkah baiknya jika kepada murid diberikan prinsip umum. Dengan keahlian itulah dapat dikaji struktur bahan yang menjadi isi kurikulum. yaitu adanya pengulangan kembali unsur-unsur utama kurikulum secara vertikal. terasa hubungan itu saling menunjang antara satu dengan yang lain. Sebagai contoh. Dengan demikian. Keterpaduan (integration) 1) Berkesinambungan. Sedangkan buku teks adalah sarana belajar yangbiasa digunakan di sekolah-sekolah untuk menunjangsuatu program pengajaran. Berurutan. Dan buku dianggap sebagai sarana penunjang bagi kurikulum tersebut. Untuk itu dalam menentukan isi kurikulum diperlukan keahlian seseorang dalam sesuatu bidang atau mata pelajaran tertentu. Cara Mengembangkan Kurikulum. Ada beberapa pendapat yang mengatakan bahwa kurikulum lebih dahulu daripada buku teks. Setiap bentuk yangdigunakan membawadampak terhadap proses memperoleh pengalaman yang dilaksanakan.Berkesinambungan (continuity) 2. Pada hakikafnya. Untuk itu perlu ada kriteria pola organisasi kurikulum yang efektif. Memang tidak mudah untuk menentukan mana yang prinsip. Walaupun begitu. Bagi para guru yang setiap hari berkecimpung dalam dunia pendidikan dan pengajaran.materi yang bersifat fakta. murid hanya belajar tentang langkah-langkah memecahkan soal. akan terasa benar betapa erat hubungan antara kurikulum dengan buku teks atau buku pelajaran. kurikulum itu ibarat resep masakan dan buku teks adalah bahan-bahan yang dilakukan untuk mengolah masakan tersebut. Sedangkan prinsip umum yangberlaku bagi sesuatu bahan tidak diberikan. tidak bersifat prinsipal. Metode atau Proses Belajar Mengajar yaitu cara murid memperoleh pengalaman belajar untuk mencapai tujuan.Berurutan (sequence) 3. Dengan demikian. keterampilan membaca dengan adanya kurikulum resmi seorang guru diharapkan dapat merumuskan bahan sesuai dengan apa yang telah diprogramkan. Dalam hal ini pengolahan atau juru masaknya adalah guru. Misalnya dalam pelajaran matematika. Kriteria dalam merumuskan organisasi kurikulum yang efektif menurut Tyler adalah: 1. Kurikulum dan Buku Teks. Sebagai contoh. Metode kurikulum berkenaan dengan proses pencapaian tujuan sedangkan proses itu sendiri bertalian dengan bagaimana pengalaman belajar atau isi kurikulum diorganisasikan. Dalam hal ini tentunya diperlukan seorang guru yang berkompetensi. Begitu eratnya. Atau dengan perkataan lain. tidaklah tertutup samasekali bahwa kurikulum tahirberdasarkan adanya buku yang dianggap relatif baik untuk dituruti dan diprogramkan dengan bersistem. antara kurikulum dan buku teks keberadaannya selalu berdekatan dan berkaitan. fungsi kurikulum ialah sebagai pedoman bagi guru dalam melaksanakan tugasnya seharihari disekolah. Dengan demikian keterampilan murid dalam membaca dapat berkembang secara efektif melalui pelajaran di sekolah. mana yang bersifat fakta. jika dalam pelajaran Bahasa pengembangan keterampilan membaca dipandangsebagai sesuatu yang sangat penting. yaitu isi kurikulum diorganisasi dengan cara mengurutkan bahan pelajaran sesuai dengan tingkat kedalaman atau keluasan yang dimiliki. Dengan prinsip umum ini murid diajari untuk memecahkan berbagai persoalan.

sebagai mana contonya.apa yang dihasilkan oleh sekolah merupakn persiapan dalam menghadapi tuntutan jaman dn masa depan yang diakaitakan. seperti kebutuhan masyarakat dan murid di daerah pedesaan. Mengadakan evaluasi. baik terhadap hasil maupun proses belajar.disini terlekak factor pengembangan sikap untu sepenuhynya . 3. Merumuskan kegiatan belajar-mengajar. C.seorang pengajar mempunyai metode yang menarik sehingga siswa mempunya ketertarikan dalam belajar. 3. Oleh karena itu. yang perlu dipelajari untuk mencapai tujuan.akan mempunyai dampak pada kehidupan lama yang sebelumnya belum dialaminya.Hal ini perlu memahamidan memperlakukan tuntutan peningkatan teknologi sains dan teknologi pada suatu generasi yang sebagian tumbuh di pedesaan . 1. Hal ini sangat penting dalarn rangka menghasilkan balikan (feedback) untukmengadakan perbaikan.konsutif dan individualisti yang meruan dampak peningkatan ekonomi . Isi kurikulum merupakan materi yang akan diberikan kepada murid selama mengikuti proses pendidikan atau proses belajar-mengajar.untuk itu . Oleh karena itu. . siswa dan pengajar mampu mengerti dalam kegiatan KBM. Hal ini mencakup penentuan metode dan keseluruhan proses belajar-mengajar yang diperlukan untuk mencapai tujuan. Evaluasi banyak bergantung kepada tujuan yang hendak dicapai. Menentukan tujuan.kita menginjak pada langkah-langkah atau cara mengembangkan kurikulum. maupun murid. evaluasi harus dilakukan terus-menerus. Menjadikan siswa aktif dengan metode KBM yang menarik Untuk menjadikan siwa aktif dalam kegiatan KBM seorang pengajar harus memiliki criteria yang baik dalam pembelajaran diantarnya adalh. Pertumbuhan dan pendidikan sikap yang sesuai diperlukan supaya tekaman – tekaman hidup sebagai konsekuensi dari perkembangan sains dan teknologi ti9dak menjerumuskan kita dalam suatu pertumbuhan masyarakat ekonomi yang serba materialis. kurikulum yang baik dan berkualitas 2. Langkahlangkah tersebut adalah sebagai berikut: 1. Menentukan isi. tujuan dibuat dengan mempcrtimbangkan faktor-faktor kebutuhan masyarakat. Materi ini dapat berupa mata-mata pelajaran ataupun masalah-masalah yang berhubungan dengan kehidupan.kenapa siswa harus belajar?untuk apa?dan mamfaatnya?dan begitu juga dengan guru. Rumusan tujuan dibuat berdasarkan analisis terhadap berbagai tuntutan.tidak saja ia harus mengwujudkan potensinya secara alamiah dalam menghadapi masa depan tetapi ia harus mampu membangun dan menguasai masa depan itu.bagaiman ia dapat menjadi guru yang baik dan mampudimengerti oleh siswa? Jadi seorang guru harus memilik metode pengajaran yang baik dan dinamik untuk kelangsungan KBM. kebutuhan dan harapan. 4. 2. BAB VI KESIMPULAN DAN PENUTUPAN Mendidik subjek didik untuk membangun dirinya sendiri dan bertanggung jawab atas pembangunan bangsa dalam dunia dan masyarakat dan terus-menerus berubah mampu menuntut dia mampu berfikir sendiri.

... .. .untuk suggestions and constructive criticism towards the author ini..... ...... sekaligus menampilkan kreatifitasnya papers how active student learning Posted by welcome to my blog at 23:10 PREFACE Praise be to GOD Almighty who has given everything nik'matnya to his servants.... . . . ..... ..... .bertanggung jawab terhadap tugasnya(matra afektif)yamg mewujudkan tekad kecendurungan (tendency) dan kejadian (event) dari masa depan itu................ Understanding CBSA approach ..... ..... ........ ....... Itself ... .. . 27 -06-2009 (Author) TABLE OF CONTENTS Foreword . . ....................... ... .. ii Chapter I Introduction .. . CBSA ........ ........ . ....... .. . although in this writing are still so many shortcomings And we ucapakan our gratitude to our parents who always our member morale in their studies and ultimately give us a spirit of motivation in their studies And we also ucapakn our gratitude to the father slamet who patiently guided us and led us in learning Maybe we as a writer very much aware that this paper is still a far cry from perfection.... .. .... we strongly expect that penyajian...... ... .... ......... ...... ..... ....... ..... ... .....yang membuka suasana kondusif yang ditandai oleh kepekaan intuitif (matra interaktif) terhadap berbagi masalah... . ........... ........ .. .............. ......... ... ........... .... . . ....... . .. .......... ..... .... . .. .. . .... .. iv 1..... V ..... . . (Active learning mode) ... . iv b.... Iv a........ ........ CBSA Principles Approach . .. ... ..... ... .... ...... ..... .... .......... ..... . ... . and therefore this paper we can finish with either.. . either of the contents. .................. .. Premises CBSA approach ...........keterampilan fisik dan mental(matra psikomotorik)dan perolehan pengetahuan(kognitif)untuk berpikir mandiri diperoleh denga pendekatan keterampilan prose situ merupakan penyatu kaitan yang mendalam(interpenetrasi)dari empat matra.. ... ...... . ................. . ... iv 3.. Examples of concepts in language learning approach .. i Table of Contents . .. ......... .. ....... .......... iii Chapter II Theory .. . iv 4...... ........ CBSA approach .. ..... iv 2..... .... .......... ....................semoga kesempernuaan presence of sedrhan makalha this member to readers and terutam mamfaat to the author...... ............... ......................... . ....... Jakarta........ .......

.... ..... . ......... . In general human and aspires to realize the aspirations that there is a distance traveled by each person... Be some understanding of the curriculum ...... . .. but not merely the balance is what is the meaning of life... his performance (self concept) and as he wants to be. Vii CHAPTER IV Conclusion .... .... Finally..... . ... . CBSA (ON STUDENT LEARNING HOW) 1... . If between these two poles there is a balance. .. a simple paper and hopefully this brief explanation so easy to digest for the reader and the writer himself..... instruction and textbooks .......... . . . ..... ... ...... .......... Between curriculum. .. . ..... viii CLOSING Chapter I Preliminary If we review the development and growth of someone. .... .. .. the Indonesian people fully include self-reliance and the ability to share responsibility for the development of their nation. ... . CHAPTER II LEARNING APPROACH A...... then he will achieve a healthy mental state. In English.. within their social environment (the poles of social existence).. . know yourself as the distance between where he is. In the words there are elements of the approach as well as existing psikhis on teaching and learning process.. without ignoring the interests in these developments such lingkunganya tercentus in the formulation of the Guidelines are contrary to the Constitution 45 in the life of the Pancasila... . the one with the other intertwined in him (idividualisasi and socialization). ..... . Vii b.. ... .... . ... .. .... .... .... . Teachers . ........ This means that ways of providing information and atmosphere interactions that lasted more important than the information sendiri... Vi CHAPTER III ANALYSIS .... .. . willed beings who stood alone.. ..... then increasingly clear that a person living in a civilized environment it is a struggle of a person to live with human rights in expressing himself. .. . but on the other hand he had to adjust to the provisions applicable in the community... ..... Live between two poles of human existence... Vii c. . . On the one hand he was entitled to bring himself or the existence of individual polar want to be appreciated and recognized... . ... known by the word "approach" which meant also "approach"... ...disinilah process becomes a means not only improve the way of active student learning. . ... ... Makes students active with interesting teaching methods ... ie the distance potential and what he wanted to accomplish. ........ ......... He gave a more active contribution in the social environment.. vii a.. All teachers are required skilled professionals to teach not merely present the teaching materials... the more meningkatatkan aspirations in the interests concerned to achieve his goals in making himself (self actualozation)..c.... .. ... .. . CBSA approach to understanding In general. ... Educating the hakikanya an aid to achieving progress in realizing itself............ more likely method is called an approximation. . the more he had to bond and accept the norms of the environment. CBSA approach in teaching ...... .... social (environmental) and the poles of individual existence. .... . . ...... ... referring to independence.. .. .....

and emotional in the hope that students gain the maximum learning experience. CBSA is a teaching approach that provides opportunities for students to actively engage secar physical. CBSA approach (Students Active Learning mode) require mental engagement of the students on the material studied. intellectual. 2. Two-way communication (as well as in the theory of vortex or electronic coil) challenged the learners to communicate in the same direction that is less able to help improve concentration. how the presentation or also known approaches developed. Not to do at home but worked together in class. So almost all the components of the learning process is changing. Did not matter that lesson many. Thought Basics Approach CBSA Implementation efforts and an increase in activity of Teaching and Learning CBSA (MBC) is a business' return generating process "or the process of strengthening existing CBSA concept. b. These changes led to the positive aspects that must be supported by actions intellectually. as an active and constructive agents that gradually progress in their own operations constantly. a variety of media can have a positive impact. was able to have a strategy with the right approach. the regular study habits. Learning experience will provide opportunities for learning rnelakukan next and will lead to creativity in accordance with the contents of the subject matter. Learner activity levels are still low and has not terpogram. varied and this will motivate the learners have a habit belalar. skills and attitudes they have. Such a way that would also provide an opportunity to assess the effectiveness of obtaining feedback that learners.are required to have teaching approach in accordance with instructional goals. Thus the errors and mistakes can be fixed. This feedback is not anticipated until the final examination but can be obtained with immediate learners. whether in the realm of cognitive. Rational or rationale and reasons for business improvement can CBSA CBSA is reviewed at the nature and purpose of the approach itself. self mempersenang on study time should be created both at school and at home. Mastering and understanding the material to be taught to learners in this way will truly understand what will be taught. In this way learners can know the potential. Thus. In conjunction with one of the CBSA is to have the competencies required of professional ability. CBSA concept which in English is called a Student Active Learning (SAL) can help teachers improve learners' cognitive resources. Piaget looked at children-are distorted. tendencies and the formation of knowledge. Inquisitorial nature of which is called also want to know (curionsity) learners are motivated by activities that have been made. Through cognitive processes of learners will have the mastery of concepts and principles. c. the CBSA gave reasons for the . But with the CBSA to learners can train yourself to complete the tasks given to them. mental. affective. For it is necessary to discuss the reasons for the revival and efforts to increase the basis and reasons CBSA CBSA efforts to improve the rational is as follows: a. Implications of mental-emotional-intellectual as much as possible in teaching and learning activities will be able to generate valuable values and passion to learn to be increasing. Basically it is known that a good learner. and psychomotor. CBSA approach requires the involvement of Leaves of mental high that the mental processes happening related to aspects of cognitive. subject matter. by the will. Efforts to reproduce the direction and implement the many methods of communication. Piaget and Chomsky's dissent in the case of human nature. affective and psikomolorik.

Situation of learners able to nurture the ability to solve problems in the abstract. The nature of the CBSA is a process of intellectual-emotional involvement of students in teaching and learning activities that allow the occurrence: a. the essence of CBSA needs are translated into smaller parts which we could call the principle-pninsip CBSA as a concrete behavior can be observed. continuously through the end-face test. With an insight into education as a learning process underlines the importance of teaching and learning process whose responsibilities handed over entirely to the learner. The process of assimilation / cognitive experiences. which indicates the level of student involvement in the teaching-learning process of both intellectual-emotional and physical. forming the willingness of the learner. where students without hesitation mengeluarkani opinion. and also find solutions in practice. This noodle realized if teachers behave democratically. Dimensions subject students: o The courage to realize their interests. The process of appreciation and the internalization of values. but especially also lies in the self-students who have potential. The teachers can foster students' skills in accordance with their level of development. By developing the skills of the acquisition process. Therefore. Thus we can see the behavior of students who appeared in a school activity. the essence of CBSA does not only lie in the level of intellectual-emotional involvement. CBSA approach Itself Students essentially have the potential or ability that has not been clearly established. 4. namely: which enables the formation of skills c. Viewed from the aspect of fulfillment to improve the quality of education in LP'TK (Manpower Education Institute of Education). Process actions / direct experience. namely: which enables the formation of values and attitudes Nevertheless. Teaching-learning process such as this can create an active learning students. CBSA Principles which looks at four dimensions as follows: a. desires. d. the obligation to stimulate gurulah so they could show that potential. namely: which enables the formation of knowledge b. teachers are expected to have a professional ability so that he can analyze the situation and then be able to plan instructional teaching system that effectively and efficiently. the strategy with the CBSA approach deserves priority. formative tests and summative tests. for example by teaching through group discussion format. tendencies or possibilities that lead to the student active and dynamic. Courage is realized because it was planned by the teacher. o Creativity students in completing learning activities in order to achieve a certain . so they get the concept.assessment carried out effectively. students will be able to discover and develop their own facts and concepts and to develop attitudes and values that are required. 3. ideas and impulses that exist in students in the teaching-learning process. o The courage to seek opportunities to participate in the preparation and follow-up and a teaching-learning process and follow-up and a learning process. CBSA Approach Principles CBSA is a principle of behavioral learning based on activities that are visible. In applying the concept of CBSA. In this case the material the learner should really be made in accordance with the ability to think independently.

b. between teacher-students and between students themselves in the process of teaching and learning. c. but there must be some CBSA levels. o There is an atmosphere of joy and excitement on the students in the teaching-learning process. tools or media and the attention of teachers. concepts and learning materials that meet the needs. o Role of Smoking in doing something without feeling any pressure. is something very important teacher. warmth. However the weakness of a teacher. skills. Dimension of the teaching-learning situation o Situation learn that embody good communication. Based on the speed of students' Individual At certain moments the students can be given the freedom to choose subject matter learning with media in accordance with their respective needs. So rather than determining the presence or absence in the CBSA content of the teaching-learning process. which is useful for determining the level of CBSA and a teaching-learning process.success which was designed by teachers. These signs can be viewed from several dimensions. Viewed from the aspect of time. teaching-oriented groups are sometimes more effective. 5. o Creativity students in completing learning activities in order to achieve a certain success. o Providing opportunities for students to learn according to how well each ability level. o The ability of teachers in carrying out its role as an innovator and motivator. friendliness. This strategy allows students to learn faster for those who are able. o Courses are flexible (flexible). but some are more appropriate for learning in groups. while for those with less. Teacher Dimensions o The effort to encourage students and teachers in increasing the students' enthusiasm and active participation in the teaching-learning process. although low. o Ability to use various types of teaching-learning strategies and the use of multi media. These signs can be used as a measure to determine whether a teachinglearning process has a high level or low CBSA. Based on the grouping of students Teaching and learning strategies selected by teachers must be adapted to teaching purposes as well as certain materials. including teachers. d. Example for teaching and learning strategies based on the speed . b. Dimensions Program o The purpose of instruction. adjusted to the situation. There is material that is suitable for individual learning process. Approach signs CBSA The meaning of signs is the embodiment of CBSA CBSA principles that can be measured and the range of the lowest to the highest range. o Programs that allow the development of concepts and activities of students in the teaching-learning process. o The existing democratic attitude to teachers in the teaching-learning process. and anyone. a. will be studied according to the limits. which was designed by teachers. Mi capabilities will create a learning environment that stimulates students to achieve their goals. interests and abilities of students.

e) The attitude and values. B. According to the two dimensions of the problem is independent. approaches and teaching methods or models are also learners in the development of teaching and learning activities-The following will show the approach to the concept of teaching and learning activities. effective and psychomotor. In reviewing the CBSA and the meaningfulness of the learning activity. c. b) cognitive strategies. Grouping based on the equation of interest At a teacher needs to provide opportunities for students to groups based on common interests. can be grouped as follows: 1) According to Benjamin S. students must be one group then it is easy to implement. CBSA can be applied in any learning process. e. aspects of attitude. What is important is the occurrence of cognitive assimilation of the learning experience by the students themselves.of the module the student is teaching. Students will develop their potential optimally when positioned around a friend who was almost the same level of intellectual development. b) the domains of affective. c) verbal information. This grouping is usually formed on similar interests and oriented to a task or problem that will be done. which stressed on aspects of copyright. for example in the form of speech should be less meaningful to Siwa and reverse modes of teaching and learning by discovery is considered significant is always optimal. The concept is a mental structure which is obtained from observation and experience. CBSA content in any learning process is influenced by the use of teaching and learning strategies acquired. c) Dornein psychomotor. 2) Gagne classify five kinds of capabilities are: a) Intellectual Skills. Concepts in Language Learning Approach Act of learning to master the system and obtain a response in the form of behavior that relate domains (domains). to aspects of motion. When the execution instruction for achieving certain goals. Ausubel condemned the opinion that considers that the activities of learning and teaching with ekspositorik mode. Ausubel suggests two dimensions. Bloom CS. namely meaningfulness of materials and teaching-learning process and the mode of teaching and learning activities. Based on the domain of goal-domains Teaching and learning strategies based on the domains / areas / domains purposes. Concept and Characteristics of Concept Is that concept? The concept is a stimulant which owns the classification of certain features the same. details of the operational objectives will determine the strategies. 1. there are three domains are: a) The cognitive domains. d) motor skills. Grouping based on ability The grouping of homogeneous and based on student ability. so that may just be learning experiences with highly significant ekspositorik mode and vice versa is possible teaching and learning experience with discovery mode but without being fully understood by students. d. . cognitive.

thought fit denaan lingkunean elements. Indicates approval by comparing the sample and not an example Examples: clothing: the fabrics are made and worn on the body not an example: bags. Teachers pointed to a picture that has been grouped. Classify the experience to master certain concepts. supported by the media or the proper tools. Example: The development of the concept of child language. Therefore. The characteristics of a concept is a. skirts. Each concept is different from seeing 'certain characteristics. 3. Explores the basic concept with the perception that tienar easily understandable. blouses. Introducing object-elements. these items are used but not the clothes. Every concept that has been obtained has different content and breadth. .Mengumpulkan information for interpreting experience. " The caption under the clothes. thus providing the possibility of another element. Starting from suaru-voice means nothing (talking) to suara.huruf. earrings. developed into an abstract symbol to become a form of speech or writing which contains a more complex concepts. 2. Concepts differ in content and breadth. Introducing the concept of experience specific spesiflk also to a complex concept. Introduce objects that originally nameless. The concept of the right to form understanding. Explanation slowly from the concrete to the abstract. Lecturer rnenunjuk images and writings while alternately. among others. b. gradually become syllables. Teachers ask.Manifestation (manifestation) of cognitive processes through the stages. Concept Approach in Teaching and Learning Activities The basic concept is a concept that gained through experience that's right. pants. The basic concept evolved through the guidance of education and learning process. This activity is repeated and repeated pressure on the speech (reading) words that outfit again . etc. Example: If the teacher explained the concept of "eyes". Interpreting experience with the road connecting the concepts that have been known to make generalizations. Be named. Awaiting the readiness to learn. d. The concept of having certain symptoms b. c. Complex concept that requires permunculan repeatedly in a single meeting in the classroom. Obtained useful concept for interpreting experience-pengalarnan. inana your eyes? What good eyes. 4. as an example image: shirts. c. Ability to differentiate is needed in the mastery of concepts. Can distinguish the concept of means can see the characteristics of each concept. Lecturer attached to the existing pictorial writing paper clothes. the conditions considered in the learning and teaching approach is the concept 1. 3. f. 2. A person who owns the concept through the correct process aican strong experience and understanding. kebaya. maturity. The concept gained through observation and experience laagsung. In the process of internalizing a concept note of several things. Begins by introducing the concept of concrete objects. necklaces. e. then the learner can demonstrate in concrete terms their eyes. How are your eyes? And these questions can menghubungakan learner concrete object with its function and its activities. which are grouped . All of this leads to new experiences.. a.

Methods defined ways. "Fold the clothes pembelajarpun miles will take one and folded clothes. f. Giving exercises regularly. the learner can explain the sense "Clothes". b. 3) Phase iconic a. In the word covered by several factors such as method. If pengajr sent a learner. In general. b. Learners can verbally mention the name of "clothes" and the definition According to Jerome Bruner acquisition strategy concepts of information processing is done by a careful approach. In English. Menganiutidan learners with learners mencamkan. This is a sign that the learners already have a draft. c. "Clothes". teachers can accelerate the formation of concepts in the learning process. Examples and are not expected as far as possible with examples of everyday life. shoes. then it is questionable whether the method. some even use the term "model". e. and a particular system to achieve certain goals. Helped found the symbol in that concept and put them together in a word or phrase that can be received by himself or by others. Learners who increasingly bertamball maturity and increased. How to teach the teaching methods used by the term. Teachers pointed to the words "clothes". known as * the word "approach" which meant also "approach". In the words there are elements of the approach as well as existing psikhis on teaching and learning process. J. more likely method is called an approximation. This image or goods including clothes and pictures or articles that are not clothes but as complementary. bimbingari process. But do not be hasty to conclude become a symbol takes. There are several answers to it in between. If you note a variety of methods known in the education or learning and growing in number is inflated." In English is called "method". c. If the basic concept of the learner held strong so easily it will give understanding in accordance with the situation. APPROACH IN LEARNING Had always discussed the problem of how to teach teachers in the classroom.. 4) How to Accelerate Concept a. Appeal Bruner is that learners have the ability to think inductively and established the concept that true learner. hats etc. In addition to the methods defined the term a "way". d.with picture bags.Pengajar give a name or term. The impact learners will only imitate the spoken teacher. CBSA C. determining the sequence of materials. the learners say "clothes".. This grouping is based on example (in fact) and not an example based on (as a complement or a similar impression). the process of continuous education that ultimately the basic concepts will be refined. Avoid the concept of a closed or hard to comprehend by the learners. Teachers say the kai. by reason of the learners' thinking skills is still modest. terms and definitions in accordance with a concrete example. "Clothes". belts. and give a chance to succeed. In addition to having the correct concept also has a strong concept in the din of the learners. determining the level of difficulty of material. "The ways the presentation of learning materials. Providing more opportunities to connect with the experience or the experience. With the learning process. All teachers are . Giving names.

Implications of mental-emotional-intellectual as much as possible in teaching and learning activities will be able to generate valuable values and passion to learn to be increasing. This method would also be member! . What exactly is meant by CBSA? CBSA concept which in English is called a Student Active Learning (SAL) can help teachers improve learners' cognitive resources. was able to have a strategy with the right approach. 2. Learning experience will be member! opportunities for learning rnelakukan next and creativity will lead to appropriate subject matter content deengan 3. Not to do at home but worked together in class B. Inquisitorial nature of which is called also want to know (curionsity) learners are motivated by activities that have been made. CBSA approach (Students Active Learning mode) require mental engagement of the students on the material studied. For it is necessary to discuss the reasons for the revival and efforts The CBSA and the reason for increased efforts to improve the CBSA The rational is as follows: 1. tendencies and the formation of knowledge. Through cognitive processes of learners will have the mastery of concepts and principles.required skilled professionals to teach not merely present the teaching materials. Thought Basics CBSA Implementation efforts and an increase in activity of Teaching and Learning CBSA (KBM) an effort to "re-generation process" or the process of strengthening the concept of CBSA that already exist. These changes led to the positive aspects that must be supported by actions intellectually. Did not matter that lesson many. as an active and constructive agents that gradually progress in their own operations constantly. by the will. subject matter. Both did not like the psychological approaches early. In bubungannya with one of the CBSA is to have the competencies required of professional ability. a variety of media can have a positive impact. A. how the presentation or also known approaches developed. Mastering and understanding the material to be taught to learners in this way will truly understand what will be taught. varied and this will motivate the learners have a habit belalar. affective and psikomolorik. trap are required to have teaching approach in accordance with instructional goals. Two-way communication (as well as in the tomb theory or electronic coil) challenged the learners to communicate in the same direction that is less able to help improve concentration. CBSA approach requires the involvement of higher mental sehmgga Leaves occur mental processes associated with aspects of cognitive. So almost all the components of the learning process is changing. Basically it is known that a good learner. Efforts to reproduce the direction and implement the many methods of communication. But with the CBSA to learners can train yourself to complete the tasks given to them. Rational or rationale and reasons for business improvement can CBSA CBSA is reviewed at the nature and purpose of the approach itself. Piaget looked at children-are distorted. the regular study habits. Learner activity levels are still low and has not terpogram. self mempersenang study time should be created at both school and at home. Piaget and Chomsky's dissent in the case of human nature. skills and attitudes they have. In this way learners can know the potential.

number of subjects offered by an educational institution or a department. With an insight into education as a learning process underlines the importance of teaching and learning process whose responsibilities handed over entirely to the learner. Yet as it is known that the process of education in schools includes a variety of activities that are directed to the personal formation of students. CBSA member! reasons for the assessment carried out effectively. continuously through the end-face test. and also find solutions in practice. Curriculum is defined as lesson plans b. a number of lessons that must be taken by students in a school ilulah which is a curriculum. number of subjects that must be taken or learned student in high school and college diplomas to certain memoeroleh. Curriculum is defined as a student learning plan Be an understanding which says that the curriculum is nothing more than a lesson plan in a school due to the traditional view. The term curriculum first appeared in the dictionary Webstertahun 1856. According to the traditional view. In that year the use of the curriculum used in the field of sports. Thus the errors and mistakes can be fixed. This feedback is not anticipated until the final examination but can be obtained with immediate learners. Situation of learners able to nurture the ability to solve problems in the abstract. In the dictionary (Webster). namely a tool that brings a person and start to finish. Curriculum is defined as a learning experience of students and the school obtained c. Learning activities in addition to studying a number of subjects that have been determined. is not . Some of Understanding Curriculum Word of the curriculum began to be known as a term in education since about one century ago. the curriculum is defined in two kinds. Differentiate traditional curriculum and learning activities are included in the curriculum activities. formative tests and summative tests. Understanding the above carry the implication that the process of education in school curricula that include only subjects that are offered for students to learn. namely: a. If it turns out the term curriculum has traced various meanings. Viewed from the aspect of fulfillment to improve the quality of education in LP'TK (Manpower Education Institute of Education). CHAPTER III ANALYSIS A. 3.Opportunities obtain feedback to assess the learner's effectiveness. 2. namely: 1. the strategy with the CBSA approach deserves priority. In this case the material the learner should really be made in accordance with the ability to think independently. investment activities outside the curriculum and curriculum activities. Mempeiajari learning activities other than excluding the subjects into the curriculum. 4. forming the willingness of the learner. Number of subjects studied at school saiah only one facet and the formation of personality. So. both physical and spiritual. Bam in 1955 the term curriculum is used in the sense of matapelajaran bidangpendidikan at college. so that the impression menimlbulkan learned in school just to learn who has been determined bukubuku relaxed as that's the lesson.

the process of cooperation within the group. Tyler. Thus. among others. This breadth can be confusing in the end the teachers in developing curriculum. school layout. and this is achieved meialui school curriculum. Learning experience that much to do with doing various activities. HildaTaba try to look at the curriculum from the other side. If the activity is supporting or inclusion in studying a particular subject and curriculum. the core curriculum is actually a learning experience. For example the practice is chemistry. and just kurikulumlebih rencanapelajaran. because in the school environment students learn the aspects of social life. content. What is your purpose to be achieved? 2. students acquire a variety of experiences. but the most important is the experience of life. namely: 1. or biology in the laboratory. so Tyler is not only limited instruction on the process of teaching on one particular ingredient. namely that . and even fellow students and the teachers association and school officials can yell a useful learning experience. the curriculum or any field of study curriculum for a specific lesson materials. and so forth. Similarly. social interaction in the school environment. On the basis of those views. values. visit to a museum for learning history.included in the curriculum activities. the curriculum is regarded as a concomitant (cocunicular activities). scouts. including Ralph W. Thus the educational process can be directed to the personal formation of the child as a whole. Between the Curriculum. so that will complicate the planning of teaching. the experience is not just studying the subjects. According to Tyler. If these activities are not included and is also not an accompanying lesson. gained the impression that the school could be viewed as a miniature society. From the above study was very broad understanding of the curriculum. such as school buildings. He considers that a curriculum usually consists of objectives. On this basis. mutual assistance or cooperation. but can also be applied in teaching for one field of study or teaching in a school. we as teachers can develop a curriculum for different purposes. even the interaction with the physical environment. All this is covered in terms of curriculum B. But one thing should be the foundation in curriculum development. Taba's view of a more functional curriculum is followed by other leading figures. and so forth. All of this is similar to what happens in the community. In the educational activities undertaken to shaping students learning experience. This view is contrary to the actual nature of something as a process. such as norms. and so forth. teaching-learning pattern. All the learning experiences gained from the school was seen as a curriculum. The experience of learning what needs to be prepared to reach a goal? 3. The curriculum here is considered as something real happening in the education process at school. How is it organized learning experience effectively 4. that the curriculum shows all students' learning experiences at school. If we follow the view above. can be developed for a school curriculum. gardening. the student learning experience. sports. sports. there are some questions that need to be answered in the process of curriculum development and teaching. the curriculum. physics. How to define success in achieving the objectives?. customs. On the basis of those views. and evaluation. such as scouts. then put on activities outside the curriculum (extracurricular activities). While the view of the modem. ranging from studying a number of subjects. Teaching and Textbooks We certainly have known.

For teachers who every day engage in education and teaching.all decisions made must have a solid foundation footing. While the general principles yangberlaku for material things was not given. the function is as a curriculum guide for teachers in performing their duties at school everyday. These experiences are designed and organized in such a way as to what is obtained in accordance with the objectives of students. ie curriculum content is organized in a way to sort the materials according to the level of depth or breadth owned. For that in determining the curriculum content needed someone in a certain field of expertise or specific subjects.Berurutan (sequence) 3. which are facts. while the process itself relative to how the experience of learning or curriculum content is organized. In this case the students do various activities in order to obtain such a learning experience. There are several obstacles that often lead to failures in the implementation of the curriculum in schools. Any form of yangdigunakan membawadampak to the process of gaining experience performed. It was not easy to determine which principles.Berkesinambungan (continuity) 2. it will feel really how close the relationship between . Curriculum and Textbook. namely student learning experience gained from the school. For example in math. Component methods of teaching and learning process 4.. students only learn about the steps to solve the problem. then practice reading needs to be done continuously or continuously. With these general principles the students are taught to solve various problems. not the character of the principals. With the expertise that can be studied the structure of the material into curriculum content. The curriculum contents. namely the direction or goals that would target the process of education. Component contents 3. Criteria in formulating an effective curriculum organization by Tyler are: 1. For that we need criteria for an effective pattern of curriculum organization. reading skills with the official curriculum of a teacher is expected to formulate the material in accordance with what has been programmed. or as a picture of the final results and an activity . Component Objectives. Components of the evaluation or assessment. In each activity should mempuny ai goals. This is so that curriculum can lead students yangdibuat jangkapendek goals that can be used as a tool for achieving long-term educational goals. namely the repetition of the key elements of returning curriculum vertically. Integration (integration) 1) Sustainable. In this case there is a need of a competent teacher. Teaching and Learning methods or the way students gain experience learning to achieve goals. For example. Thus. if in a language lesson reading skills development dipandangsebagai something very important. The curriculum components are: 1. ie teachers in teaching and learning materials that are present only facts. Sequentially. Thus students in reading skills can be developed effectively through the lessons at school. Curriculum methods with respect to the process of achieving goals. because goals led to what was to be achieved. Component objectives 2. It would be nice if the student is given a general principle. For example.

students and teachers can understand the teaching and learning activities. There are some opinions that say that the curriculum earlier than textbooks. both the results and learning process. and students. 3. This material can be either subjects or issues relating to life.curriculum with textbooks or textbooks. An evaluation. such as the needs of society and students in rural areas. why students should learn? for what? and mamfaatnya? and so does the teacher. 1. between curriculum and textbooks are always adjacent and related existence. Therefore. The formulation of objectives are based on an analysis of various demands. the curriculum is a tool to achieve educational goals. Or in other words. This is very important to generate feedback mg (feedback) untukmengadakan improvement. the goal was made by mempcrtimbangkan factors community needs. Makes students active with interesting teaching methods To make the Siwa is active in teaching and learning activities a teacher should have a good criterion in the learning diantarnya adalh. Now that we know about the concept and position in the educational curriculum that has been described extensively. . supporting each other feels that the relationship between one another. Determine the purpose. So close. so now we're stepping on the steps or how to develop the curriculum. A teacher has an interesting method so that the students possessed an interest in learning. While textbooks are used yangbiasa learning tool in schools for the teaching program menunjangsuatu. Thus. Curriculum content is material that will be given to students during the process of education or the teaching-learning process. 4. Even so. These steps are as follows: 1. needs and expectations. Therefore. C.Hal treat the demands of increasing technology in science and technology on the part of a generation grew up in rural areas. how he can be a good teacher and mampudimengerti by students? So a teacher should choose a method of teaching is good and the dynamic for the continuity of teaching and learning. Formulate teaching and learning activities. Determining the content. Evaluation depend on the goals to be achieved. it is not closed completely that the curriculum tahirberdasarkan of relatively good books that are considered to be obeyed and programmed with the collection system. This includes determining the method and the overall teaching-learning process necessary to achieve the goal. 2. In this process. A good curriculum and quality 2. In hakikafnya. CHAPTER VI CONCLUSIONS AND CLOSING Subject to educate students to develop themselves and be responsible for developing the nation in the world and society and capable of constantly changing demands he could think was necessary memahamidan sendiri. How to Develop Curriculum. which need to be studied to achieve the goal. And the book is considered as a means of supporting the curriculum. as where contonya. . or the chef is a teacher. 3. the evaluation must be done continuously. the curriculum is like a text book of recipes and ingredients that are done to treat these dishes.

will having an impact on long life that did not previously experienced. '09 1:58 AM for everyone (Anak Aktif vs Hiperaktif CORBIS. which meruan individualisti konsutif and the impact of economic improvement. What is produced by the school merupakn preparation in facing the demands nd era diakaitakan.COM KENALI: Ada baiknya orangtua mengenal ciri-ciri anak yang benar-benar aktif atau mengalami gangguan perkembangan seperti hiperaktif yang membutuhkan bantuan ahli. not only he should mengwujudkan potential naturally in the future but he must be able to build and master the future development factor itu. tahukah Anda sebenarnya ada beberapa hal yang membedakan antara anak aktif dan hiperaktif? Pada anak aktif. Ada juga penyebab lainnya seperti temperamen bawaan. otaknya normal tanpa gangguan.blogspot.com/2010/01/makalah-cara-belajar-siswa-aktif. Hanya saja energi yang terkumpul berlimpah dan si kecil berkeinginan untuk selalu bergerak sehingga ia mempunyai mobilitas yang cukup tinggi dibandingkan anak lain. Gangguan itu disebabkan kerusakan kecil pada sistem saraf pusat dan otak sehingga rentang konsentrasi penderita menjadi sangat pendek dan sulit dikendalikan. disebabkan disfungsi neurologis dengan gejala utama tidak mampu memusatkan perhatian.untuk future.) JAKARTA-. pengaruh lingkungan. Hiperaktif merupakan turunan dari Attention Deficit Hiperactivity Disorder (ADHD). hiperaktif adalah gangguan tingkah laku yang tidak normal. Growth and education appropriate attitude required to tekaman . 21 Januari 2009 pukul 13:00:00 Jan 22.Melihat anak-anak yang selalu bergerak dan tak mau diam seolah memiliki energi yang tak ada habisnya.disini terlekak untu sepenuhynya responsible attitude to their task (affective dimension) yamg realize determination kecendurungan (tendency) and incidents (events) from the future physical and mental itu. merupakan pemandangan yang biasa.keterampilan (psychomotor dimension) and the acquisition of knowledge (cognitive) for independent thinking skills acquired premises approach there is a unifying process is a deep connection (interpenetration) of the four dimensions. an open atmosphere conducive marked by an intuitive sensitivity (interactive dimension) of the share issue.tekaman life as a consequence of developments in science and technology ti9dak growth plunges us in a materialist society-paced economy. Namun.html Republika Online : Anak Aktif vs Hiperaktif Category:Other Anak Aktif vs Hiperaktif By Republika Newsroom Rabu. Sementara itu. malfungsi otak . while displaying their creativity http://abas-nr.

Untuk membedakannya. Ia memiliki tenaga. infeksi. keracunan. Ketika bermain puzzle misalnya. Demikian pula terhadap mainan lain. Sebaiknya kesempatan ini dimanfaatkan orang tua untuk menstimulasi anak dengan sebaik-baiknya. Untuk anak aktif. Misalnya. ketika dilarang untuk tidak merusak mainan dengan memberikan alasannya. Hal ini berkaitan dengan daya kreativitas yang biasanya tidak dimiliki anak hiperaktif. seperti selalu ingin . Walau begitu. Misalnya. anak akan langsung mengubah fokus perhatiannya ke bola tersebut. * Merasa lelah. * Lebih sabar. maka biasanya dia memiliki ciri-ciri * Fokus. anak aktif mau berusaha mematuhi. Mainan.serta epilepsi. Ketika merasa lelah. Sikap menentang pada anak aktif tidak sekuat pada anak hiperaktif. Setidaknya. pada beberapa kasusditemukan anak aktif yang waktu istirahatnya sangat sedikit sehingga kesannya tidak pernah lelah seperti anak hiperaktif. Anda perlu mengalami perilaku si kecil. gizi buruk. Ketika diberikan mainan. Misalnya. Kemudian. rasa ingin tahu. anak aktif punya kecenderungan menjadi anak cerdas. si aktif akan berusaha melakukan hal sesuai permintaan. Dia masih bisa diberi tahu dan dapat mematuhinya dengan lebih baik. Anak dengan gangguan hiperaktivitas tidak bisa berkonsentrasi lebih dari lima menit. * Lebih penurut. * Intelektualitas tinggi. trauma kepala karena persalinan sulit atau pernah terbentur. ciri-ciri anak hiperaktif dapat dilihat antara lain: * Tidak fokus. anak aktif mau memelihara dengan baik benda-benda yang dimilikinya. Umumnya. ia tidak bisa diam dalam waktu lama dan mudah teralihkan perhatiannya kepada hal lain. anak aktif cenderung melakukan problem solving dengan baik. anak aktif berusaha dengan keras dan sabar untuk menyelesaikan tugasnya hingga tuntas. dan alergi makanan. Anak aktif umumnya memiliki batas mobilitas. Dengan kata lain. Anak aktif punya kesabaran yang lebih tinggi dibandingkan anak hiperaktif. ia akan berusaha untuk menyusun secara konstruktif permainan tersebut. * Konstruktif. dan kesempatan yang lebih besar untuk mengetahui hal-hal baru. seperti gegar otak. seperti mobil -mobilan atau boneka akan dimainkan sesuai dengan fungsinya masing-masing. dia akan menghentikan kegiatannya dan beristirahat. ketika anak sedang bermain mobil-mobilan kemudian datang anak lain membawa bola. Bisa juga kondisi gangguan di kepala. ketika menyelesaikan puzzle. Anak pun akan berperilaku impulsif. Berbeda dari anak hiperaktif yang umumnya cepat bosan sehingga tidak bisa menyelesaikan atau hanya mempermainkannya saja. Anak aktif memiliki kemampuan kuat untuk memfokuskan perhatian.

Terhadap barang. lompat. did you know there are actually some things that distinguishes between active and hyperactive children? . kecenderungan anak untuk menghancurkannya juga sangat besar. an unusual sight. Tak hanya itu. berguling. Anak hiperaktif melakukannya tanpa tujuan.Seeing the kids who are always moving and will not shut up seems to have endless energy. Dia berbicara semaunya berdasarkan apa yang ingin diutarakan tanpa ada maksud jelas sehingga kalimatnya seringkali sulit dipahami. anak dengan gangguan hiperaktivitas tidak memiliki fokus jelas. * Tanpa tujuan. Misalnya. * Intelektualitas rendah.html Tags: belajar Prev: Republika Online : Memuji. Perilaku si hiperaktif bersifat destruktif atau merusak. Anak dengan gangguan hiperaktivitas sering tidak menunjukkan sikap lelah. tiba-tiba memukul. Baik atau Buruk? Next: fisik@net : Seratus Tahun Karya Jenius Einstein AKARTA . However. Penolakannya juga bisa ditunjukkan dengan sikap acuh. Yang bersangkutan juga tidak memiliki sifat sabar. * Destruktif. Sepanjang hari dia akan selalu bergerak ke sana kemari. Seringkali intelektualitas anak dengan gangguan hiperaktivitas berada di bawah rata-rata anak normal. dan sebagainya. seperti vas atau pajangan lain. anak aktif akan menyelesaikannya dengan baik sampai lego tersusun rapi. anak hiperaktif pun seringkali mengusili temannya tanpa alasan yang jelas. Sebaliknya anak hiperaktif bukan menyelesaikannya malah menghancurkan mainan lego yang sudah tersusun rapi. Mungkin karena secara psikologis mentalnya sudah terganggu sehingga ia tidak bisa menunjukkan kemampuan kreatifnya. Anak dengan gangguan hiperaktivitas umumnya memiliki sikap penentang/pembangkang atau tidak mau dinasehati. Dia hanya naik dan turun kursi saja.barang yang ada di rumah. Misalnya. Ketika menyusun lego misalnya. ketika naik ke atas kursi punya tujuan. coret-coret atau naik-turun tak berhenti. Demikian pula pola interaksinya dengan orang lain. misalnya ingin mengambil mainan atau bermain peran sebagai Superman. Ketika bermain dia tidak mau menunggu giliran.id/berita/27288. penderita akan marah jika dilarang berlari kesana kemari. mendorong.republika. * Tidak sabar dan usil. Tak hanya itu. (ri) http://www.co. anak cenderung tidak mampu melakukan sosialisasi dengan baik. * Tak kenal lelah. dan sebagainya meskipun tidak ada pemicu yang harus membuat anak melakukan hal seperti itu.meraih dan memegang apa pun yang ada di depannya. menimpuk. * Menentang. Kalau anak aktif. lari. Semua aktivitas dilakukan tanpa tujuan jelas.

children actively want to maintain the good things he had. When feeling tired. * High intellect.In active children. for example. and greater opportunities to learn new things. Only collected abundant energy and little desire to always move so that he has a fairly high mobility compared to other children. the hyperactivity is a disorder that is not normal behavior. poisoning. Even so. Active children have the patience which is higher than the hyperactive child. brain malformations and epilepsy. Active children have a strong ability to focus attention. he will stop the activity and rest. when completing the puzzle. Similarly to other toys. active child would try to comply. For example. he will actively try to do it on demand. When given a toy. Could also fault conditions in the head. you need to experience child behavior. he will try to formulate a constructive game. Toys. children actively trying to hard and wait to finish the job until completion. curiosity. a normal brain without interference. * Feeling tired. This relates to the power of creativity that usually do not have children hyperactive. Different from that generally hyperactive children get bored quickly so he could not finish or just playing alone. Active children generally have a limit mobility. He can still be told and can obey better. so she usually has the characteristics * Focus. * More patience. * Constructive. Hyperactivity is a derivative of Attention Deficit Hiperactivity Disorder (ADHD). active children have a tendency to be smart kids. For active children. Meanwhile. in some kasusditemukan active child who is very little rest time so that his impression was never tired like hyperactive children. There are also other causes such as congenital temperament. like a concussion. This opportunity should be utilized to stimulate the child's parents with the best. neurological dysfunction caused by the main symptoms are unable to concentrate. When playing a puzzle. . head trauma due to difficult deliveries or never collide. environmental influences. Active resistance in children is not as strong in hyperactive children. The disturbance caused minor damage to the central nervous system and brain so that the concentration range of patients to be very short and difficult to control. He has energy. For example. To distinguish them. malnutrition. when forbidden to not damage the toy by giving a reason. Generally. At least. and food allergies. active children tend to do problem solving with good. * More tractable. infection. such as toy cars or dolls to be played in accordance with their respective functions.

If the child is active. When playing he does not want to wait their turn. roll. The hyperactive behavior is destructive or damaging. When making a lego for example. as he always wanted to grab and hold whatever is in front of him. patterns of interaction with other people.com/reviews/item/86 Anak Aktif Dan "Nakal" Tak Berarti Hiperaktif . hyperactive children also often mengusili friends for no apparent reason. the child will immediately change the focus of his attention to the ball. and so although there is no trigger to make a child do something like that. * Can not wait and nosy. * Destructive. They also do not have the nature of the patient. For example. children with hyperactivity disorder has no clear focus. when up on the chair has a purpose.multiply. For example. All day he would always move around. Similarly. Conversely hyperactive children are not even finish it destroys lego toys that have been neatly arranged. when children playing toy cars and then come the other kids carry the ball. pushing. * Without a goal. want to take a toy or play a role as Superman. he can not sit still for a long time and easily distracted to something else. Children with hyperactivity disorder often does not show fatigue behavior. In other words. http://katakiti. menimpuk. patients would be upset if not allowed to run to and fro. Children will behave impulsively. Not only that. features of hyperactive children can be seen. All activities are conducted without clear goals. Children with hyperactivity disorders can not concentrate for more than five minutes. and so forth. suddenly hitting. children tend not to be able to socialize well. among others: * No focus. run. Not only that. jump. He spoke without restraint based on what you want without any intention clearly expressed so that the sentence is often difficult to understand.Then. He just up and down the chair. For example. the tendency to destroy the child is also very large. active kids will finish it properly until lego neatly. Against the goods at home. Maybe because it was psychologically disturbed mentally so that he can not show their creative ability. * Low intellect. His refusal also be demonstrated with an attitude of indifference. such as vases or other ornaments. * Not tirelessly. Children with hyperactivity disorders generally have an attitude of opponents / dissidents or not advised. Hyperactive child to do it without purpose. or scribbled up and down did not stop. for example. Often the child's intellect with hyperactivity disorder are under the average normal child. * Oppose.

Doni "normal-normal" saja. "Kalau kita suruh duduk. bisa lamban. dan gampang ngambek . kata Eka. Mulutnya pun tak bisa diam." . merupakan reaksi hiperkinetik yang ditandai dengan ketidakmampuan memusatkan perhatian atau konsentrasi. "Pokoknya. Dan biasanya. memang lagi senang-senangnya bergerak dan suka bereksplorasi. "Rasa ingin tahunya besar sekali sehingga ia susah duduk diam. Entah duduknya goyang-goyang atau merosot ke bawah hingga terjatuh dari tempat duduknya. hanya salah satu dari banyak ciri anak hiperaktif. Cara lebih gampang untuk menentukan ciri anak hiperaktif adalah ia tak bisa mengontrol gerakannya. Psikolog Phineas Ekadiwira juga berpendapat begitu." Si kecil pun terkesan tak kenal lelah. dan reaksi yang terlalu cepat tanpa dipikir lebih dulu (impulsif). lalu bergerak lagi. sangat usil. Ternyata setelah dikonsultasikan ke ahli. Maunya pergi ke sana-sini tanpa henti dan tak kenal lelah. Ada pula yang tak disertai hiperaktivitas. Duduk pun tak bisa tenang. apa bedanya dengan hiperaktif? Perilaku hiperaktif. Tak pernah dapat duduk manis untuk waktu lama. Anak usia batita seperti Doni. terus saja berkicau." ungkap psikolog dari Klinik Perkembangan dan Bimbingan Anak RS Husada Jakarta. Ia akan cepat sekali beralih dari satu kegiatan ke kegiatan lainnya dan meninggalkan begitu saja kegiatan sebelumnya. jangan-jangan Doni hiperaktif. CIRI-CIRI Jadi. apa yang dilakukannya tak satu pun yang diselesaikan. anak sulit memusatkan konsentrasi tapi tak banyak gerak. Seakan energinya digerakkan oleh mesin. aktivitas berlebihan (hiperaktivitas). Jadi. ada saja kegiatannya. Ibunya khawatir. paling cuma tahan 5 menit lalu terlihat gelisah. dan sebagainya. Apalagi ciri lainnya dan apa yang harus kita lakukan? Doni (3) aktif luar biasa. sering melamun.Iman Dharma/nakita B anyak bergerak dan tak bisa diam barang sebentar pun. terang Eka. Kalau anak lain akan diam sesudah capek berlarian. senang marah-marah. si hiperaktif paling hanya minum sebentar.

TUNGGU SAMPAI 6 BULAN Nah." kata Eka." Perhatikan pula baik-baik. kalau didiamkan saja. senang menyerobot. "Nah. sehingga sulit untuk memusatkan perhatian. bila hanya muncul dalam satu lingkungan dan tak muncul di lingkungan lain. Sebab. Caranya. Tuntutannya pun harus segera dipenuhi. biasanya cuma bertahan sebulan lalu ia akan kembali normal. Lihat juga apakah ia bisa duduk manis lebih dari 5 menit saat menonton film kesukaannya? Sebab. Di sisi lain. bila si kecil ternyata benar hiperaktif. apakah perangainya seperti itu atau ia hiperaktif. sebaiknya jangan buru-buru memvonis si kecil hiperaktif. Misalnya. Pendeknya. jenuh. Jika mendengarkan. dan antisosial. benar-benar tak kenal tempat dan waktu. Akibatnya. Ia juga mudah terangsang dan mengalihkan perhatian. lanjut Eka. ia sulit berpakaian lantaran gerakannya yang terlalu aktif." . sepanjang hari dan pada setiap kesempatan. lantas perhatiannya beralih ke hal lain lagi. bandingkan ia dengan anak lain sebayanya. berarti bukan hiperaktif. "Kalau tidak bisa diamnya si kecil dirasa berbeda dengan anak sebayanya. sulit bagi kita untuk mengajarkannya berdisiplin. apakah perilaku aktifnya berlebihan dan tak sesuai usia perkembangan.Ia juga tak sabar menunggu giliran. juga sering terburu-buru dalam berbicara. Tak hanya itu. bisa berlanjut sampai si anak beranjak dewasa. anak hiperaktif biasanya cuma melirik sebentar ke teve. matanya seperti tak memperhatikan orang yang berbicara. Sebab. di tempat umum seperti pasar swalayan dan sebagainya. maka perilakunya itu juga dilakukan di segala situasi. Sebab. Daya konsentrasinya rendah dan seolah tak mau mendengarkan perkataan orang tua. Selanjutnya lihat apakah gejala itu muncul di rumah." Kadang. "Lihat dulu. apakah tingkah superaktifnya itu bertahan hingga lebih dari 6 bulan atau tidak. Tapi kalau benar hiperaktif. kadang kita sulit membedakan. karena temperamennya inilah. apakah si kecil Anda memperlihatkan ciri-ciri seperti di atas? Kalau ya. tugasnya tak pernah selesai. bisa saja ia cuma sekadar kelebihan energi. tiba-tiba jadi marah-marah lalu ngambek. dan kurang dapat mengontrol diri lantaran mudahnya terangsang disamping karena impulsifitasnya. Nah. Baru beberapa menit terlihat gembira. mungkin itu bisa dianggap sebagai tanda adanya perbedaan. di tetangga. Cepat bosan. maupun dalam hubungannya dengan teman bermainnya. ia bisa mengontrol tingkah lakunya tapi umumnya ia akan menemukan masalah dalam pekerjaan. sebaiknya segera konsultasikan ke psikolog anak. Yang seperti ini. anak hiperaktif juga ditandai dengan perkembangan motorik dan bahasanya yang agak terbelakang. suasana hati anak hiperaktif juga amat mudah berubah. kurang toleran terhadap rasa frustrasi. "Memang kalau sudah dewasa.

Pola asuh yang salah juga bisa jadi penyebab. Selanjutnya. Seperti cokelat. si anak akan dirujuk kepada ahli yang bersangkutan. yaitu bagian pengendalian dan pengaturan motoriknya yang kurang matang sehingga anak tak bisa mengendalikan gerakan-gerakannya. Akhirnya. Terutama untuk makanan dan minuman yang menjadi sumber energi instan. ia tak bisa kontrol diri. kismis. sehingga kelak ia dapat menyesuaikan diri pada lingkungannya dengan lebih baik. "Jangan sekali-kali mencap anak hiperaktif sebagai anak nakal. es krim. trauma lahir. sekalian saja aku melakukan hal-hal yang demikian. "Terima ia apa adanya. juga karena faktor genetik.PENYEBAB Tapi bagaimana seorang anak bisa menjadi hiperaktif? Menurut ahli. Kendati demikian. lanjutnya. dengan menyalurkan energinya secara lebih efektif. teh." Perlu pula diperhatikan faktor makanan si anak. kafein. "Mau apa saja. dan lainnya). anak akan merasa ia betul bodoh." ungkap Eka. malas. anak berasal dari keluarga yang tak disiplin. "Tak ada salahnya si anak berdiet. atau makanan-makanan yang mengandung gula lainnya. atau bodoh." Yang terbaik ialah. salah satu caranya. Yang terjadi adalah kegagalan pemusatan perhatian dan pengendalian diri sejak lahir. Ia perlu dibantu untuk mampu memusatkan perhatiannya. perilaku hiperaktif bukanlah kesalahan si anak. . diizinkan. lingkungan (misalnya kekurangan oksigen saat kehamilan atau kelahiran. atau nakal. madu. jangan menghukum anak karena perilakunya yang hiperaktif. defisiensi gizi. "Juga lewat pemeriksaan pemetaan otak atau brain mapping sehingga akan diketahui bagian-bagian mana yang kurang matang. maka ia akan kelebihan energi." Yang juga penting. ia akan heran mengapa dihukum padahal tak melakukan kesalahan. anak akan berpikir. Jika sumber makanan yang dikonsumsinya cukup memadai untuk ia bergerak terus. anggur. "Ia tak bisa mengontrol dirinya karena kemampuan otaknya terbatas. "Dengan begitu energi anak tersalur tanpa harus merusak barang atau mengganggu orang lain." Semuanya baru bisa diketahui setelah didiagnosa psikolog. "Penyebab hiperaktif tak dapat dibedakan secara kasat mata karena semuanya terlihat dalam perilaku yang sangat aktif. atau faktor bawaan setelah kelahiran. permen. Beri tahu dia tentang batasan mana yang boleh dan tidak." Nah. Kalau ia dihukum. Misalnya lewat olahraga. "Biarin. sehingga tak banyak energi yang tersisa." Berilah ia makanan yang asupan kalorinya hanya cukup untuk tumbuh kembangnya saja. minuman ringan. Misalnya. "Tugas orang tua untuk melakukan introspeksi." SALURKAN ENERGI Satu hal ditekankan Eka. kalau sudah begitu. Soalnya. malas." Jika penyebabnya adalah pengasuhan yang salah." Nah. Eka mengingatkan. bisa karena faktor neurologis.

Jika berhasil mengumpulkan 100 kartu. "Ini juga melatih anak untuk memusatkan perhatian agar jangan sampai tangannya kena pukul. "Anak dilatih untuk mendengarkan respon verbal yang diucapkan orang lain dan berkonsentrasi pada perintah-perintah orang lain. anak bersemangat untuk memperbaiki perilakunya dan melatih konsentrasinya sehingga lama-lama akan jadi terbiasa. Phineas Ekadiwira psychologist also believes so." Permainan lain ialah tepukan tangan. Kalau ia tidak segera mengangkat tangannya. It turned out that after the consultation to experts. Dalam permainan ini. Children ages toddler like Doni. ketuk pintu!" dan si anak harus mengetuk pintu. Ketika ia mulai gelisah. "Ini bisa menghilangkan stres anak. ajak ia bermain puzzle atau permainan "Simon says ". ia akan mendapat 1 kartu. other characteristics and what should we do? Doni (3) active incredible. Minta anak untuk mengangkat tangannya..com/Nova/Keluarga/Anak/Anak-Aktif-Dan-Nakal-Tak-BerartiHiperaktif Children Active And "Bad" No Means Hyperactivity Faith Dharma / Nakita B anyaan moving and can not keep quiet for awhile. Sedangkan untuk membantu si kecil memusatkan perhatian." Jangan lupa untuk memberikan umpan balik positif atau penghargaan."kata Eka. Lakukan hingga 10 kali. Selanjutnya. MARKS MARKS . minta ia untuk menarik napas pelan-pelan lewat hidung dan mengeluarkannya lewat mulut. was more happy-happy to move and like to explore. ia akan mendapat hadiah lebih besar lagi. Jika ia berhasil mengumpulkan 20 kartu. Bila ia berhasil memusatkan perhatian selama 15 menit. minta ia membayangkan hal-hal yang indah atau yang disukainya. His mother worried. "Simon says. lest Doni hyperactive. Tentunya penghargaan tak melulu harus berupa hadiah. "His curiosity was so big he had trouble sitting still. misalnya.Bantulah ia melakukan relaksasi. maka tangan tersebut ditepuk.tabloidnova. happy angry." Indah Mulatsih/nakita http://www. "Pujian atau ciuman juga bisa dijadikan sebagai penghargaan dan ia pasti akan senang menerimanya. Moreover. Can never sit nicely for a long time. maka ia boleh minta sesuatu. ia mendapatkan hukuman. Dengan demikian. Lewat permainan ini. and easy to sulk. I wish I meander endlessly and tirelessly. Doni "normal" course." said psychologist at the Child Guidance Clinic and Hospital Development Husada Jakarta.. very nosy. only one of many features of hyperactive children. Kalau salah. Eka said. orang tua berkata.

to compare it with other children her age. excessive activity (hyperactivity). "If we tell sitting. he could have just simply excess energy. and the reaction is too fast without a second thought first (impulsive). So. it is difficult to dress because of movements that are too active. If you listened. information Eka. Demands must be met immediately. we sometimes difficult to distinguish. If the other kids will still tired after running around. "Well. hyperactive children are also characterized by motor and language development is somewhat retarded. Easier way to determine the characteristics of hyperactive children was that he could not control his movements. often daydreaming. is hiperkinetik reaction characterized by the inability to focus or concentration. usually only lasted a month ago he would be back to normal. For example. whether the temperament like that or he was hyperactive. maybe it could be regarded as a sign of differences. . As if the energy is driven by the engine. Nor could sit quietly. what he's doing none of which were completed." Notice also good. STAND UP TO 6 MONTHS Well. like barging. hyperactive child's mood is also very easy to change. her eyes like no attention to the person speaking. less tolerant of frustration. On the other hand." said Eka. if over-active behavior and not according to the age of development. He is also easy to inflame and distract. Just a few minutes of looking pleased. "Anyway. Not only that. you should not rush convicted child hyperactive. the child is difficult but not a lot of focused concentration of motion. it is difficult for us to teach discipline. most just stand 5 minutes then looked nervous. light Eka. there are just activities. it suddenly became angry and sulk. "See first. if you show your child characteristics as the above? If yes. Power concentration is low and would not listen to the words as parents. Nor could his mouth shut. And usually. then move again." Little else seems tireless. too often in a hurry to speak.So. How. and less able to control myself because besides because impulsifitasnya easily aroused. what's the difference with hyperactivity? Hyperactive behavior. and so forth. All this. Some are not accompanied by hyperactivity. "If you can not silence the little child felt different from everybody else. He will very quickly switch from one activity to another and leaving just the previous activities. whether the behavior superaktifnya lasted until more than six months or not. Therefore. Whether rocking chair or sink to the bottom to fall from his seat." He also can not wait for their turn. making it difficult to concentrate. because the temperament of this." Sometimes. Consequently. the most hyperactive just a quick drink. kept on singing. can be slow.

What happened was a failure of recollection and self-control from birth. and antisocial. Eka reminded that hyperactive behavior is not the fault of the child. may continue until the child is growing up. do not really know the place and time. the child will be referred to the experts concerned.See also whether he could sit for more than five minutes while watching a favorite movie? Because. namely the control and motor arrangement that is not cooked enough so the child can not control the movements. so that ." Now. at your neighbors. hyperactive children are usually just glanced briefly to television. In short. and others) . if it was true hyperactive child. "Let. Finally. "Also through the examination of the brain or brain mapping. environmental (eg oxygen deficiency during pregnancy or birth. Subsequently." Everything can be known only after a psychologist diagnosed. Because. "Accept it as is. or naughty. then his attention turned to something else. Nevertheless. or stupid. he continued." If the cause is parenting one. Quickly bored." Distributes ENERGY One thing emphasized Eka. then its behavior was also carried out in all situations. or congenital factors after birth. lazy. He needs help to be able to focus his attention. nutritional deficiencies. could be due to neurological factors. For example. Because. he could not control myself. bored. "The cause of hyperactivity did not visibly distinguishable because everything looks in a very active behavior. Next see if the symptoms that arise at home. if only appeared in one environment and do not appear in other environments. lazy. so you will know which parts are less mature. his task was never completed. it's not hyperactive. you should immediately consult a child psychologist. he could control his behavior but generally he will find a problem at work. if that is so. throughout the day and at every opportunity. If he's convicted. "Want anything. You see. Ways to teach that one can also be the cause. Tell her about the limitations which may and do not. But if you really hyperactive. Well. children come from families who do not discipline. "The duty of parents to do introspection. as well as genetic factors. "He could not control himself because of his brain capacity is limited. the child will think. if taken any action." Just as important. mapping. do not punish a child for hyperactive behavior. your child will feel he was really stupid." The best is. was allowed. birth trauma. "Never label a child as hyperactive brats. he will wonder why punished but not to make mistakes. I might as well do things that way. or in connection with his playmate. in public places such as supermarkets and so forth." CAUSE But how does a child may be hyperactive? According to experts. "It's when you grow up." said Eka.

candy. encourage him to play a puzzle or a game of "Simon says. one way or another. When he managed to concentrate for 15 minutes. ask him to inhale slowly through your nose and out through the mouth. by channeling his energy more effectively. caffeine. Ask the children to raise his hand. he will get a card. If wrong. wine. If he does not immediately raise his hands. parents say. he gets punished. Next. "This can eliminate the stress of children. ask her to imagine things that are beautiful or that she liked. then it will the excess energy. "Simon says . for instance. If the source of food it consumes quite sufficient for him to move on. ice cream." Well." In this game. Like chocolate.someday he can adapt to their environment better. soft drinks. honey. so not much energy left. then tap on the hand. Perform up to 10 times. If successfully collected 100 cards." Give him the food intake of calories is only sufficient for growth of course. Meanwhile. then he should ask for something." Beautiful Mulatsih / Nakita Pengertian Dan Ciri-ciri Pembelajaran ." Do not forget to give positive feedback or rewards. When he began to feel uneasy. "It also trains the child to focus attention not to get hit in his hand. Through this game." Should also note the child's dietary factors. children are eager to improve his behavior and to train his concentration so long will become accustomed. Thus.. "With so children channeled energy without damaging the goods or interfere with anyone else. tea.. raisins. Surely not merely an award must be present." Another game is the clapping of hands. knock on the door!" and the child should be knocking on the door. "Blessing or a kiss can also be used as an award and he would gladly accept it. to help your child focus attention. If he managed to collect 20 cards. he will get even bigger prize." said Eka. For example through sport. Especially for foods and beverages that become a source of instant energy. or foods that contain other sugars. Help her to relax. "Children are trained to listen to the spoken verbal responses of others and concentrate on the commands of others. "Nothing wrong with the child's diet.

yaitu pekerjaan guru saja. yang berarti proses. (Wikipedia. walaupun mempunyai konotasi yang berbeda. proses berbuat melalui berbagai pengalaman. Pembelajaran mempunyai pengertian yang mirip dengan pengajaran. penguasaan kemahiran dan tabiat.1992) • Menciptakan lingkungan yang memungkinkan terjdinya proses belajar. guru mengajar supaya peserta didik dapat belajar dan menguasai isi pelajaran hingga mencapai sesuatu objektif yang ditentukan (aspek kognitif). Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan. yaitu usaha untuk terjadinya perubahan tingkah laku. (Rochman Nata Wijaya.com) Proses pembelajaran dialami sepanjang hayat seorang manusia serta dapat berlaku di manapun dan kapanpun. cara mengajar atau mengajarkan sehingga anak didik mau belajar. serta keterampilan (aspek psikomotor) seseorang peserta didik. Instruction atau pembelajaran adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa.J. Sedangkan pembelajaran juga menyiratkan adanya interaksi antara guru dengan peserta didik. Dalam konteks pendidikan. (KBBI) Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. proses yang diarahkan pada suatu tujuan. dan memahami sesuatu yang dipelajari. pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik. proses melihat. Pengertian Pembelajaran Belajar adalah proses perubahan perilaku secara aktif. mengamati. serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik.1. (Gagne) Dan Pembelajaran yang diidentikkan dengan kata “mengajar” berasal dari kata dasar “ajar” yang berarti petunjuk yang diberikan kepada orang supaya diketahui (diturut) ditambah dengan awalan “pe” dan akhiran “an menjadi “pembelajaran”. disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa yang bersifat internal. Sedangkan mengajar sendiri memiliki pengertian : • Upaya guru untuk “membangkitkan” yang berarti menyebabkan atau mendorong seseorang (siswa) belajar. Dengan kata lain. Gagne dan Briggs (1979:3) .1992) • Suatu usaha untuk membuat siswa belajar. proses mereaksi terhadap semua situasi yang ada di sekitar individu. (Hasibuan J. Pengajaran memberi kesan hanya sebagai pekerjaan satu pihak. yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang. perbuatan. juga dapat mempengaruhi perubahan sikap (aspek afektif).

Dan dapat ditarik kesimpulan bahwa Pembelajaran adalah usaha sadar dari guru untuk membuat siswa belajar. psikomotorik. dimana perubahan itu dengan didapatkannya kemampuan baru yang berlaku dalam waktu yang relative lama dan karena adanya usaha. katalisator. dan konsep yang diperlukan untuk mencapai tujuan. dan peran lainnya yang memungkinkan berlangsungnya kegiatan belajar mengajar yang efektif. 20/2003. penerima.Pembelajaran adalah Proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Bab I Pasal Ayat 20) Istilah “pembelajaran” sama dengan “instruction atau “pengajaran”. 5. (Purwadinata. 4. dan penyimpan isi pelajaran yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan. prinsip. (UU No. Guru Seseorang yang bertindak sebagai pengelola. 2. hal 22). afektif) yang diinginkan terjadi pada siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran. Kegiatan belajar adalah kegiatan primer. Isi Pelajaran Segala informasi berupa fakta. Metode Cara yang teratur untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendapat informasi yang dibutuhkan mereka untuk mencapai tujuan. Dengan demikian pengajaran diartikan sama dengan perbuatan belajar (oleh siswa) dan Mengajar (oleh guru). Media . Pengajaran mempunyai arti cara mengajar atau mengajarkan. 1967. 6. 3. Tujuan Pernyataan tentang perubahan perilaku (kognitif. yaitu terjadinya perubahan tingkah laku pada diri siswa yang belajar. sedangkan mengajar adalah kegiatan sekunder yang dimaksudkan agar terjadi kegiatan secara optimal. Kegiatan belajar mengajar adalah satu kesatuan dari dua kegiatan yang searah. Dengan demikian dapat diketahui bahwa kegiatan pembelajaran merupakan kegiatan yang melibatkan beberapa komponen : 1. Siswa Seorang yang bertindak sebagai pencari.

2. Kognitivisme Pembelajaran adalah dengan mengaktifkan indera siswa agar memeperoleh pemahaman sedangkan pengaktifan indera dapat dilaksanakan dengan jalan menggunakan media/alat Bantu. D. menarik. Dan siswa perlu melakukan sendiri berdasarkan inisisatif sendiri yang melibatkan pribadinya secara utuh (perasaan maupun intelektual) dalam proses belajar. C.selanjutnya. mengingat (retention). Hubunagn stimulus dan respons ini bila diulang kan menjadi sebuah kebiasaan. Berhavioristik Pembelajaran selalu memberi stimulus kepada siswa agar menimbulkan respon yang tepat seperti yang kita inginkan. iaitu pemerhatian (attention). mudah dan tepat .Bahan pengajaran dengan atau tanpa peralatan yang digunakan untuk menyajikan informasi kepada siswa. Humanistic Dalam pembelajran ini guru sebagai pembimbing memberi pengarahan agar siswa dapat mengaktualisasikan dirinya sendiri sebagai manusia yang unik untuk mewujudkan potensi-potensi yang ada dalam dirinya sendiri. bila siswa menemukan kesulitan atau msalah. agar dapat memperoleh hasil. guru menyuruhnya untuk mencoba dan mencoba lagi (trial and error) sehingga akhirnya diperoleh hasil. Disamping itu penyampaian pengajaran dengan berbagai variasi artinya menggunakan banyak metode. Implikasi daripada kaedah ini berpendapat pembelajaran dan pengajaran dapat dicapai melalui beberapa cara yang berikut: • Penyampaian harus interktif dan menarik • Demonstasi guru hendaklah jelas. dan penangguhan (reinforcement) motivasi (motivion). 7. B. reproduksi (reproduction). Evaluasi Cara tertentu yang digunakan untuk menilai suatu proses dan hasilnya. Teori-Teori Pembelajaran A. Sosial/Pemerhatian/permodelan Proses pembelajaran melalui proses pemerhatian dan pemodelan Bandura (1986) mengenal pasti empat unsure utama dalam proses pembelajaran melalui pemerhatian atau pemodelan.

(4) guru secara aktif terlibat dalam pemberian arahan dan tuntunan kepada siswa dalam menganalisis informasi. (2) guru menyediakan materi sebagai fokus berpikir dan berinteraksi dalam pelajaran. Adapun ciri-ciri pembelajaran yang menganut unsur-unsur dinamis dalam proses belajar siswa sebagai berikut : • Motivasi belajar Motivasi dapat dikatakan sebagai serangkaina usaha untuk menyediakan kondisi kondisi tertentu. sehingga seseorang itu mau dan ingin melakukan sesuatau. serta (6) guru menggunakan teknik mengajar yang bervariasi sesuai dengan tujuan dan gaya mengajar guru. dan bila ia tidak suka. motivasi dapat dirangsang dari luar. tetapi motivasi itu tumbuh di dalam diri seseorang. Jadi. maka motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri seseorang/siswa yang menimbulkan kegiatan belajar.• Hasilan guru atau contoh-contoh seperti ditunjukkan hendaklah mempunyai mutu yang tinggi. 3. Adalam kegiatan belajar. 1992) • Bahan belajar Yakni segala informasi yang berupa fakta. . Selain bahan yang berupa informasi. yaitu: (1) siswa menjadi pengkaji yang aktif terhadap lingkungannya melalui mengobservasi. maka ia akan berusaha mengelakkan perasaan tidak suka itu. maka perlu diusahakan isi pengajaran dapat merangsang daya cipta agar menumbuhkan dorongan pada diri siswa untuk memecahkannya sehingga kelas menjadi hidup. menemukan kesamaan-kesamaan dan perbedaan-perbedaan serta membentuk konsep dan generalisasi berdasarkan kesamaan-kesamaan yang ditemukan. yang menjalin kelangsungan dan memberikan arah pada kegiatan belajar sehingga tujuan yang dihendaki dapat dicapai oleh siswa (Sardiman. (3) aktivitas-aktivitas siswa sepenuhnya didasarkan pada pengkajian.M. membandingkan. prinsip dan konsep yang diperlukan untuk mencapai tujuan pembelajaran. (5) orientasi pembelajaran penguasaan isi pelajaran dan pengembangan keterampilan berpikir. Ciri-ciri Pembelajaran Menurut Eggen & Kauchak (1998) Menjelaskan bahwa ada enam ciri pembelajaran yang efektif. A.

Siswa memilki sifat yang unik. dengan menggunakan salah satu ataupun gabungan beberaapa alat indera mereka. termasuk situasi pembelajaran yang diciptakan guru.com . dan memiliki potensi yang perlu diaktualisasikan melalui pembelajaran.id/2009/10/19/pengertian-dan-ciri-ciri-pembelajaran/ bdeporter@learningforum. motivator. juga didukung oleh factor intern siswa yang belajar yaitu sehat jasmani.ac. motivasi. artinya anatara anak yang satu dengan yang lainnya berbeda. apabila pengajaran disampaikan dengan bantuan gambar-gambar.Adanya kegairahan dan kegembiraan belajar. • Suasana belajar Suasana yang dapat menimbulkan aktivitas atau gairah pada siswa adalah apabila terjadi : a. perhatian. yaitu segala sesuatau yang ada di luar diri siswa. dan lain sebagainya. adapat dikemukakan di sini sebagai berikut : a. memegang. bukan peran guru yang dominant. dan pembimbing.• Alat Bantu belajar Semua alat yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Oleh Karena itu kegiatan pembelajaran lebih menekankan pada peranan dan partisipasi siswa. sehingga hubungan guru-siswa yang secara hakiki setara dan dapat berbuat bersama. Inforamsi yang disampaikan melalui media harus dapat diterima oleh siswa. Kegairahan dan kegembiraan belajar jug adapat ditimbulkan dari media. selain isis pelajaran yang disesuaiakan dengan karakteristik siswa. dan siswa diberi kesempatan untuk melihat. Hal ini dapat terjadi apabila isi pelajaran yang disediakan berkesusaian dengan karakteristik siswa. atau mengerjakan sendiri maka memudahkan siswa untuk mengerti pengajaran tersebut. yaitu memiliki langkah-langkah perkenbangan. Adanya komunikasi dua arah (antara guru-siswa maupun sebaliknya) yang intim dan hangat. meraba. foto. dengan maksud untuk menyampaikan pesan (informasi)) dari sumber (guru maupun sumber lain) kepada penerima (siswa). Sehingga. dan sebagainya.uns. grafik. ada minat. tetapi lebih berperan sebagai fasilitaor. Kondisi siswa sendiri sangat dipengaruhi oleh factor intern dan juga factor luar.blog. • Kondisi siswa yang belajar Mengenai kondisi siswa. b. b. http://krisna1. Kesamaan siwa.

A picture was all we needed to take (see above!!!). We opted for a temporary passport because it’s faster and we didn’t need to go with her to the passport office – these government establishments are not known for their child-friendliness and comfort (not in Romania anyway). . 1 comment This week I Mona and I needed to get Sara her first passport. make some declarations and collect the passport later that same day.Dear Passport Ladies Jun 18th. 2010 by ianpeatey.

crowded hallway with no sign of even rudimentary organisation such as a queue (yes. Eventually we were sitting in front of a uniformed lady who checked our documents and entered some details into the computer. each with a different banks. Kafka’s writing come alive! . we needed to make three small payments for the passport with each paid to a separate segment of the civil service. Except she wanted the declaration in Romanian – a language I know virtually nothing about. The solution was easy. Each segment operated a separate bank account. She told us to go to a different office in 2 hours to collect the passport. I’ve learned over the years that most bureaucratic institutions are based on a platform of form filling and neatly segregated into jobs inhabited by people who rarely communicate with one another. Mona wrote out the sentence and I copied it onto the form. Then she passed me a form to sign and told me to write a declaration that I agreed. As an example. As you can maybe tell. I had a few challenges with Mona’s handwriting but managed to reproduce it to the satisfaction of the passport-issuing-lady. as a British citizen. for Sara to be issued with a Romanian passport. I was building up a picture in my mind of a highly inefficient.A Passport Story Several hours we waited in a hot. illogical and confusing system designed to make things as difficult as possible for the average person. No problem. we British love to queue!). This meant trips to the three banks with no chance of one-stop banking as we needed the proof of payment stamped by each of the three banks.

issuingofficer. Hmmmm! Mona stands next to me and spells out letter by letter what I need to write down with me following her instructions as best I can. It was kindness that allowed them a simple human touch of understanding and generosity. Two hours after the appointed time we’re called to the front to face the passport. What they did was to offer an act of kindness in turning a blind eye to my language deficiency. It was obvious I didn’t know Romanian. still no queues. It was kindness to help us through the system so we could have our passport. We hand over the form and receive our passport in exchange and I’m almost hysterical inside at the craziness of the system and the stupidity of these two people. Beside her is another lady telling us that the declaration (the one I wrote out in my very best Romanian) was incomplete and I need to add a sentence stating that I both speak and write Romanian fluently. The topic for the evening was ‘How to make space for Kindness at work’. yet here they were telling me to write a declaration we all knew to be false so they had their precious forms completed correctly. a slightly rotund lady in a crisp uniform. We would not be on our way today to the UK for Sara to visit her family there for the first time. having everything translated for me at a notary office and having to change our flights to the UK. Those ladies in the passport office were not stupid at all. feeling not a little intimidated by the massed crowd watching every stroke of the pen. But Who Was Being Stupid? Last night I joint hosted our first discussion group as part of our LightWork initiative. Half way through the discussion I suddenly realised something. And I missed it! . I left the place intent on telling everyone how stupid these people are. We would be somewhat poorer after hiring a sworn translator. still crowds of people and still very hot. Back to collect the passport at the appointed hour and more confusion. Without their kindness we would not yet have a passport for Sara.A Story Of Stupidity … Final part of the story. to say nothing of the two officials not half a metre in front of me. It was kindness that pushed them to bend the rules which in many ways define their work.

Who’s the stupid one? An Apology So dear passport-issuingladies. Articles Recommended Reading Related links . I wish I could have noticed your beautiful act. I am deeply sad that I not only didn’t notice your act of kindness but that I went further and interpreted it so negatively. I would like you to know that I now see what happened more clearly and I am very grateful to you both. Student Voice in Transforming Education New Horizons for Learning acknowledges with gratitude the contribution of the HumanLinks Foundation as sponsors of the Student Voice in Transforming Education site. And I want to apologise to all those people who have ever offered me an act of kindness I was too arrogant and stupid to see.I interpreted this act of kindness as stupidity.

org. the power of the World Wide Web's virtual architecture. Leadership: From a Student's Point of View Chris Smith For this Seattle Center School sophomore. common sense approach to community building. skills. How often do we really listen to them? In this area of our website. a proven. Today's students are bright.e. so if you know of students who would like to take this opportunity to participate in a growing collection of student wisdom. as well as involving students themselves as interviewers and film-producers. The article includes links to videos of Academy students voicing their thoughts on education. second. the final component . leadership. knowledge.All too often the most important people involved in education are left out of conversations about and planning for educational transformation. we ask students to share their insights about what works and what doesn't work for them in school and other environments for learning. well-informed. We also include articles by educators about how to encourage student involvement and how to create more open and participatory environments for learning. We are currently experimenting with different ways of interviewing them through video. (Youth-Centered Community Collaboratives). Many students have valuable ideas about what would make their learning more meaningful and engaging. Articles by students and teachers may be submitted to us at building@newhorizons. and energy) of America's youth. a public school in Seattle designed to meet the needs of its students.the often untapped human resource (i. Articles Why Listen to Students? Chris Unger We can engage students in learning only if we listen to them. See for yourself! We are seeking further examples to post. and third. utilizing three key components: one. yet they are often being educated without voice or choice in the process. Student Leadership Today Grant Nelson The student body president of a Washington State high school explains his views that positive student leadership entails building community within a school. A Call to Action: A Global Youth Empowerment Society (YES) by Gary Goldman and Allen Schmieder YES proposes a virtual society. please let us know. Success by Design Deborah Moffit Deborah describes Interagency Academy. and have valuable ideas to contribute. student leadership equals individual .

A Case for Classics in Middle and High School Cara Ruccolo A Phillips Academy Senior promotes the value of studying classics in the secondary level.org An organization with the goal of teaching young people about media. Kidz America TV Show: Giving Youth a Voice Gary Goldman The International Quality Leadership Institute is launching the Kidz America TV Show that will provide a voice and forum for kids to engage in dialogue with community leaders about critical issues. Recommended Reading Bibliography Related links A Voice for America's Youth. They have a free e-newsletter. Broadcasts on WHPK 88. unity and accountability. Just Think. moving away from our current crisis orientation toward a culture of shared vision. The site includes video clips of students talking about their schools and communities. One Face at a Time An online organization connecting classrooms and students with other students worldwide. a radio show.empowerment and less acceptance of the tyrannies of social cliques and peer pressure. The Environmental and Adventure School Danna Crewdson and David Perlmutter Two ninth grade student authors describe their middle school.5FM in Chicago alternate Mondays from 3-4:00 PM. which encourages students to be leaders while learning about and experiencing the natural world. . Project 540 Project 540 is a national forum for student voice. A Voice for America's Youth provides a forum for kids across Chicago to engage in candid and dynamic dialogue with community leaders about critical issues and generate promising solutions. Minority Student Achievement Network engages students in the conversation about what they can do to improve their own achievement to close the achievement gap.

org A nonprofit organization made up of over 4. Creating Preferred Futures A web-based learning environment with the objective of empowering young people to be proactive in creating a more positive future for themselves and their communities. It offers over 100 projects designed and facilitated by teachers and students. Seattle Young People's Project A youth-led.000 schools in nearly 100 countries. youth-driven organization that empowers youth to express themselves and to take action on issues that affect their lives . educators. iearn. Soundout.org is designed to provide resources and information about how to involve young people in decisionmaking.org Offers resources for students.The Freechild Project Resources for Social Change by and with young people Listening to Student Voices: Self-Study Toolkit At the Table Grounded in the conviction that institutions and communities benefit from the voices of young people. AttheTable. and community allies who advocate for meaningful student involvement.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful