P. 1
Bab I,II,III

Bab I,II,III

3.0

|Views: 670|Likes:
Dipublikasikan oleh erwanmasiha

More info:

Categories:Types, Research
Published by: erwanmasiha on Aug 31, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/03/2012

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Pelaksanaan Tridarma Perguruan tinggi yang meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat perlu ditingkatkan agar peranan Perguruan Tinggi dapat lebih optimal dan berdaya guna, sehingga dapat menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, maju, dan mandiri. Salah satu bentuk Tridharma Perguruan Tinggi yang dijadikan wadah untuk mengaplikasikan ilmu kepada masyarakat oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) diformat dengan Kuliah Kerja Profesi (KKP) . Mahasiswa sebagai anak bangsa dituntut untuk berpikir ilmiah dan diharapkan tidak hanya bergelut di dalam dunia kampus, tetapi juga mampu mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh kepada khalayak masyarakat, sehingga terbentuk mahasiswa yang bertenaga terampil dan siap pakai. Paradigma program Kuliah Kerja Profesi (KKP) berbeda dengan program sebelumnya yaitu program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kuliah Kerja Profesi diformat untuk mengidentifikasi, menjawab dan memecahkan masalah, serta mengatasi kendala secara kolektif yang dihadapi oleh masyarakat lokal/instansi berkaitan erat dengan profesi atau disiplin ilmu yang dimiliki oleh setiap mahasiswa peserta Kuliah Kerja Profesi (KKP). Lewat program yang dibuat dan telah dilaksanakan selama mengikuti Kuliah Kerja Profesi (KKP) berarti telah menjembatani proses penyampaian informasi serta penerapan ilmu dan teknologi sebagai rangkaian dalam pembangunan nasional serta berperan dalam memecahkan masalah pembangunan yang sedang dan akan dilaksanakan pada masa yang akan datang.

1

1.2 Tujuan Adapun yang menjadi tujuan dari pelaksanaan Kuliah Kerja Profesi (KKP) ini adalah sebagai berikut : a) b) c) Meningkatkan koordinasi antara Perguruan Tinggi, Pemerintah Daerah Memberikan kesempatan untuk mengaplikasikan ilmu yang telah Melatih mahasiswa agar dapat mengidentifikasi dan menangani dan masyarakat untuk mengatasi permasalahan dalam pembangunan. diperoleh dari bangku perkuliahan agar dapat bermanfaat bagi masyarakat. berbagai permasalahan dengan professional serta sesuai dengan disiplin ilmu yang di miliki oleh mahasiswa KKP. 1.3 Manfaat Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari pelaksanaan Kuliah Kerja Profesi (KKP) ini adalah sebagai berikut : a) Meningkatnya kemampuan mahasiswa dalam mengidentifikasi, merumuskan, dan memecahkan masalah dalam menghadapi tantangan masa depan yang berkaitan dengan disiplin ilmu dan profesi setiap mahasiswa. b) Terciptanya hubungan yang harmonis antara Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota dan masyarakat dengan Perguruan Tinggi dalam mengatasi berbagai masalah pembangunan. c) Mahasiswa KKP dapat menjadi mandiri dan beradaptasi di mas alah pembangunan di penerapan ilmu masyarakat/instansi dalam mengatas i masyarakat. d) Meningkatkan penguasaan, pengembangan, pengetahuan, teknologi, dan atau seni mahasiswa sebelum menyelesaikan pendidikannya di Universitas Haluoleo.

2

1.4 Waktu dan Tempat Pelaksanaan Pelaksanaan Kegiatan Kuliah Kerja Profesi (KKP) Universitas Haluoleo Angkatan XIV Tahun 2010 berlangsung selama 45 hari, dimulai sejak tanggal 25 Februari sampai dengan 12 April 2010, bertempat di Provinsi Sulawesi Tenggara, tepatnya di Kantor Kecamatan Wua-wua yang terbagi di beberapa lokasi yakni, Kelurahan Bonggoeya,Provinsi Sulawesi Tenggara. 1.5 Ruang Lingkup Pelaksanaan Kuliah Kerja Profesi ( KKP ) Angkatan XIV tahun 2010 untuk Program Studi S1- Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Haluoleo mencontohkan aplikasi pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk kegiatan mahasiswa yang menitikberatkan pada sosialisasi program pembangunan pada bidang Sosial dan kemasyarakatan.

3

BAB II GAMBARAN UMUM KELURAHAN BONGGOEYA KECAMATAN WUA-WUA
2.1 Letak Geografis Sulawesi Tenggara adalah sebuah provinsi di Indonesia yang beribukotakan Kendari. Provinsi Sulawesi Tenggara terletak di Jazirah Tenggara Pulau Sulawesi, secara geografis terletak di bagian selatan garis khatulistiwa di antara 02°45' - 06°15' Lintang Selatan dan di antara 120°45' 124°30' Bujur Timur dan mempunyai wilayah daratan seluas 38.140 km2 atau 3.814.000 ha dan wilayah perairan (laut) seluas 110.000 km2 atau 11.000.000 ha. Sulawesi Tenggara ditetapkan sebagai Daerah Otonom berdasar Perpu No. 2 tahun 1964 dan UU No. 13 Tahun 1964. Pada awalnya terdiri atas 4 (empat) kabupaten yaitu: Kabupaten Kendari, Kabupaten Kolaka, Kabupaten Muna, dan Kabupaten Buton dengan Kota Kendari sebagai ibukota provinsi. Setelah pemekaran, Sulawesi Tenggara mempunyai 10 kabupaten dan 2 kota. Letak wilayah Kelurahan Bonggoeya adalah memanjang dari arah utara ke selatan, dengan jarak ± 6 Km dari pusat Pemerintah Kota Kendari, dengan batas-batas wilayah sebagai berikut : 1. Sebelah Utara berbatasan dengan Kelurahan Wawowanggu, Kecamatan Kadia. 2. Sebelah Timur berbatasan dengan Kelurahan Kambu, Kecamatan

Kambu. 3. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kelurahan Wundudopi,

Kecamatan Baruga.

4

4.

Sebelah Barat berbatasan dengan Kelurahan Anawai, Kecamatan

Wua-wua.

Kelurahan Bonggoeya merupakan dataran rendah yang ketinggian tanah dari permukaan laut adalah 15 m. Luas Wilayah Kelurahan Bonggoeya adalah ± 420 ha, dengan peruntukan seperti pada Tabel 1 di bawah ini :
Tabel 2.1 Luas Wilayah Kelurahan Bonggoeya Berdasarkan Penggunanya Tahun 2009 No 1. 2. 3. 4. 5. Uraian / Luas Penggunaan Luas Pemukiman Luas Perkebunan Luas Pekarangan Perkantoran Luas Prasarana Total Luas 224 7.5 1.1 420 Luas ( m2 ) Ha / m2 Ha / m2 Ha / m2 Ha / m2 Ha / m2

187.4 Ha / m2

2.2

Demografi Penduduk Kelurahan Bonggoeya sampai bulan Desember 2009 berjumlah 2.734 jiwa dengan jumlah Kepala Keluarga 513 KK yang menyebar pada 4 RW dan 12 RT.
Tabel 2.2 Penyebaran Penduduk Kelurahan Bonggoeya Tahun 2009 Jumlah 3711 Orang 3315 Orang 7026 Orang 1615 KK

No 1. 2. 3. 4.

Uraian Jumlah laki – laki Jumlah perempuan Jumlah total Jumlah kepala keluarga

5

5.

Kepadatan penduduk

100 Per Km

2.3

Profil Kelurahan Bonggoeya A. Dasar Pembentukan Sebagai Negara Republik, Indonesia terdiri dari dua sistem pemerintahan yaitu pemerintahan pusat dan pemerintahan daerah. Pemerintahan pusat merupakan lembaga pemerintahan tertinggi di Indonesia. Untuk mendapatkan pemimpin pemerintahan baik di pusat maupun di daerah, diselenggarakanlah Pemilihan Umum secara langsung. Derap demokrasi yang cukup deras di Negeri ini, ikut membawa perubahan yang sangat besar dalam tatanan kepemerintahan, termasuk di dalamnya perubahan berbagai instrument-instrument pemerintah. Dengan adanya Pemilihan Umum secara langsung, dapat diselenggarakan pemilihan Presiden/Wakil Presiden beserta Lembaga Legislatif untuk menduduki pemerintahan pusat dan Gubermur/Wakil Gubernur beserta Lembaga Legislatifnya untuk menduduki sistem pemerintahan daerah. Pemerintahan daerah yang paling tinggi adalah Propinsi yang dipimpin oleh seorang Gubernur, kemudian di bawahnya terdapat Kabupaten/Kotamadya yang dipimpin oleh Bupati. Setelah itu terdapat secara berturut-turut terdapat Kecamatan dan Kelurahan. Pada tingkat inilah Kelurahan Bonggoeya berdiri. Dengan dipimpin oleh seorang Lurah.
Propinsi

Kabupaten/Kota

Kecamatan

6
Kelurahan/Desa

Gambar 2.1 Bangunan Kantor Kelurahan Bonggoeya

Dengan adanya suatu sistem pemerintahan yang sampai pada tingkat daerah tentu akan lebih menguatkan aspek otonomi daerah sehingga akan menjadi mudah dan terarah dalam hal manajemen pengelolaan kesejahteraan masyarakat dalam berbagai sendi-sendi kehidupan masyarakat daerah itu sendiri. B. Bidang Pemerintahan Sesuai peraturan Walikota Kendari Nomor 44 Tahun 2008 tentang penjabaran tugas pokok dan fungsi Kelurahan Kota Kendari, Kelurahan Bonggoeya terdiri dari : Lurah, Sekretaris Kelurahan, Seksi Pemerintahan, Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Umum, Seksi Pelaksanaan Pembangunan dan Pemberdayaan masyarakat, Seksi Data dan Pelaporan Serta Staf dan dibantu dengan tenaga Kontrak pegawai harian Lepas. 1) a. Visi dan Misi Kelurahan Bonggoeya Visi Pemerintah Kelurahan Bonggoeya, Yaitu mewujudkan Pemerintah Kelurahan Bonggoeya melalui pelayanan prima terhadap masyarakat dengan mengedepankan kepentingan secara umum menuju terciptanya pemerintahan yang bersih, demokrasi dan berwibawa. b. Misi Pemerintah Kelurahan Bonggoeya 1. Misi Lingkungan

7

Melestarikan,

menghijaukan,

meningkatkan

kualitas

serta

keseimbangan dan keserasian lingkungan Kelurahan yang bersih, sejuk, indah dan sehat. 2. Misi Sosial Masyarakat Menciptakan suasana kehidupan masyarakat yang agamais, rukun, aman dan damai dengan mendorong pemberdayaan lembagalembaga kemasyarakatan yang ada melalui peningkatan peran dalam pembangunan. 3. Misi Pelayanan Menumbuhkembangkan sistem pelayanan masyarakat, secara adil, cepat dan transparan, terjangkau ( Layak harga ), mandiri dan dapat dipertanggungjawabkan. 4. Misi Kepemerintahan yang baik ( Good Govermance ) Menciptakan tatanan pemerintahan yang bersih, demokrasi, berwibawa, dan akuntabel agar tercipta harmonisasi dan hubungan kekerabatan antara masyarakat dengan pemerintah Kelurahan Bonggoeya secara berkesinambungan. 2) Tujuan a. Untuk menyelenggarakan urusan pemerintahan 0 b. Untuk mewujudkan pelayanan yang prima kepada masyarakat c. Untuk mewujudkan ketenteraman dan ketertiban dalam masyarakat d. Untuk mewujudkan pelaksanaan pembangunan. 3) Pemerintah Kelurahan Sebagai Ujung Tombak

Pelaksanaan Pemerintah dan Pos Terdepan Dalam Pelayanan Masyarakat, dibantu oleh 4 Orang Ketua RW dan 20 Ketua RT.

8

Selanjutnya

dalam

pelaksanaan

pembangunan,

Pemerintah

Kelurahan Bonggoeya tidak berjalan sendiri, tetapi dengan melibatkan berbagai organisasi kemasyarakatan yang ada seperti LPM, beserta pengurusnya yang berfungsi sebagai mitra pemerintah dalam merencanakan, melaksanakan, mengawasi dan mengevaluasi hasil-hasil pembangunan yang telah direncanakan, berdasarkan aspirasi dan kebutuhan masyarakat di masing-masing RT dan RW yang telah dirumuskan sebelumnya dan ditetapkan sebagai Agenda Pembangunan Kelurahan tahun berjalan.

C.

Bidang Ekonomi Masyarakat Perekonomian Masyarakat Kelurahan Bonggoeya relatif baik dari

setiap penduduknya. hal ini dapat dilihat dari beragamnya jenis mata pencaharian yang berpotensi menghasilkan oleh para penduduknya Tingkat pencaharian masyarakat Bonggoeya terdiri dari indikator sebagai berikut :
Tabel 2.3 Penyebaran Mata Pencaharian Penduduk Menurut Jenis Pekerjaan Tahun 2009 Jenis Pekerjaan Laki – laki Perem puan

9

Petani Pegawai Negeri Sipil Pedagang Keliling Dokter Swasta Bidan Swasta Perawat Swasta Pembantu Rumah Tangga TNI POLRI Pensiunan PNS/TNI/POLRI Pengusaha Kecil Menengah Pengacara Notaris Hukum Kampung Terlatih Dosen Swasta Pengusaha Besar Arsitektur Seniman/Artis Karyawan Perusahaan Swasta Karyawan Perusahaan Pemerintah Jumlah

417 Orang 1.499 Orang 50 Orang 10 Orang 95 Orang 50 Orang 100 Orang 70 Orang 399 Orang 101 Orang 50 Orang 15 Orang 30 Orang 50 Orang 15 Orang 30 Orang 50 Orang 30 Orang 300 Orang 350 Orang 3711 Orang

225 Orang 1.305 Orang 30 Orang 5 Orang 200 Orang 150 Orang 150 Orang 305 Orang 100 Orang 100 Orang 10 Orang 20 Orang 130 Orang 10 Orang 10 Orang 40 Orang 25 Orang 250 Orang 250 Orang 3315 Orang

D.

Bidang Kemasyarakatan Masyarakat Kelurahan Bonggoeya sangat menjunjung tinggi nilai

budaya dan adat istiadat dengan mengutamakan musyawarah untuk mufakat sehingga dalam pembinaan kemasyarakatan dan pelaksanaan pembangunan dapat diwujudkan melalui lembaga-lembaga yang ada dalam masyarakat Kelurahan Bonggoeya diantaranya : 1) Lembaga Pemberdayaan Masyarakat ( LPM ) Saat ini LPM Kelurahan Bonggoeya bekerja sama dengan BKM dan P2KP, NUSSP, telah sepenuhnya dapat mewujudkan partisipasi aktif dalam melaksanakan program-program pembangunan, terutama program yang turun dari tingkat atas, serta mengakomodir semua program pembangunan yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat, dengan sistem perencanaan dari bawah, melalui pengefektifan potensi dan peran aktif masyarakat Kelurahan Bonggoeya.

10

2) Karang Taruna Karang Taruna merupakan salah satu organisasi kepemudaan yang ada di Kelurahan Bonggoeya yang sejak terbentuknya telah banyak berpartisipasi dalam kegiatan kemasyarakatan anatara lain : Kebersihan Lingkungan, keamanan, olahraga, dan kesenian serta kegiatan kemasyarakatan lainnya. 3) Majelis Ta’lim dan remaja Masjid Organisasi ini merupakan salah satu organisasi yang tidak kalah pentingnya dengan organisasi kemasyarakatan lainnya dimana kegiatan organisasi ini sangat membantu pemerintah khususnya dalam pembinaan mental dan spiritual serta pemeliharaan sarana ibadah yang ada. Kegiatan yang ada dilakukan oleh organisasi ini diantaranya : 1. 2. 3. Pengajian Rutin Perayaan hari-hari besar islam Kesenian yang bernuansa Islam

E.

Bidang Sosial Budaya 1) Agama Penduduk Kelurahan Bonggoeya dihuni oleh beberapa suku yang pada umumnya memeluk agama Islam dengan rincian sebagai berikut :
Tabel 2.4 Penyebaran Agama di Wilayah Kelurahan Bonggoeya Laki – laki Perempuan

No

Agama / Kepercayaan

11

1. 2. 3. 4.

ISLAM KRISTEN KATHOLIK HINDU Jumlah

(orang) 3454 43 23 29 3711

(orang) 3072 201 21 21 3315

2)

Kesejahteraan Sosial

Dengan adanya program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kelurahan yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin. Adapun jumlah penerimaan raskin di Kelurahan sudah berkurang. 3) Pendidikan Berdasarkan pendataan pada tahun 2009 struktur tingkat pendidikan yang dimiliki penduduk Kelurahan Bonggoeya adalah :

Tabel 2.5 Berdasarkan Data Kelurahan Bonggoeya No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Tingkat Pendidikan Usia 3-6 tahun yang belum masuk TK Usia 3-6 tahun yang sedang TK/Play group Usia 7-18 tahun yang tidak pernah sekolah Usia 7-18 tahun yang sedang sekolah Usia 18-56 tahun tidak pernah sekolah Usia 18-56 tahun pernah SD tapi tidak tamat Tamat SD/sederajat Jumlah Usia 12-56 tahun tidak tamat SLTP Jumlah Usia 18-56 tahun tidak tamat SLTA Laki – laki (orang) 150 Orang 250 Orang - Orang 550 Orang - Orang - Orang 300 Orang - Orang - Orang Perempuan (orang) 100 Orang 200 Orang - Orang 550 Orang - Orang - Orang 250 Orang - Orang - Orang

12

10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18.

Tamat SMP/sederajat Tamat SMA/sederajat Tamat D-1/sederajat Tamat D-2/sederajat Tamat D-3/sederajat Tamat S-1/sederajat Tamat S-2/sederajat Tamat SLB B Tamat SLB C Total Jumlah

400 Orang 700 Orang 350 Orang 200 Orang 250 Orang 300 Orang 261 Orang - Orang - Orang 3711 Orang

450 Orang 665 Orang 250 Orang 300 Orang 200 Orang 150 Orang 200 Orang - Orang - Orang 3315 Orang 7026 ng

Untuk usia 0-3 tahun yang belum bersekolah berjumlah 129 Jiwa.

F.

Bidang Politik keamanan dan Ketertiban 1) Politik Kesadaran masyarakat dalam berpolitik senantiasa diarahkan untuk lebih dinamis, merupakan salah satu ciri khas yang dimiliki, oleh masyarakat Kelurahan Bonggoeya, sehingga dalam menyalurkan aspirasi politiknya selalu mengacu pada rambu-rambu yang sesuai dengan hukum yang berlaku, seperti yang tercermin dalam pelaksanaan pemilihan umum pada tahun 2009 lalu baik pemilihan umum eksekutif maupun legislatif pelaksanaan berjalan dengan aman dan kondusif. 2) Keamanan dan Ketertiban Kondisi keamanan dan ketertiban Kelurahan Bonggoeya saat ini menunjukkan situasi/ kondisi yang kondusif, aman dan terkendali. Hal ini didukung oleh peran serta aktif masyarakat Kelurahan Bonggoeya dengan menunjukkan Program Siskambling yang melibatkan semua lapisan masyarakat.

2.4

Keberhasilan Pembangunan Yang Dilaksanakan Pemerintah Kelurahan Bonggoeya Bersama Masyarakat Program-program pemerintah Kelurahan Bonggoeya yang dilaksanakan bersama masyarakat merupakan wujud nyata partisipasi aktif masyarakat dalam

13

mendukung semua program yang telah dicanangkan Pemerintah Kelurahan Bonggoeya. Beberapa bidang pembangunan yang ditetapkan dan berhasil dilaksanakan antara lain : A. Tingkat Kesehatan Tingkat kesehatan ibu dan anak di Kelurahan Bonggoeya menunjukkan keberhasilan yang sangat menggembirakan, hal ini ditandai dengan tidak adanya angka kematian ibu dan bayi pada tahun 2009. B. Tingkat pendidikan Pelaksanaan pendidikan di Kelurahan Bonggoeya merupakan salah satu indikator keberhasilan program pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Salah satunya dengan berkurangnya putus sekolah di Kelurahan Bonggoeya. C. Tingkat Perekonomian Dalam upaya peningkatan taraf kehidupan masyarakat menuju terciptanya Ekonomi Kerakyatan, maka di Kelurahan Bonggoeya telah dibentuk Kelompok-kelompok Usaha Ekonomi yang bergerak pada berbagai kegiatan Usaha diantaranya : 1) Perbengkelan, Jasa Penjahitan, Jajanan Kue, Kios Sembako, Rumah Kost dan lain-lain.

D.

Keswadayaan Masyarakat Minat dan partisipasi masyarakat dalam membantu pemerintah

Kelurahan Bonggoeya sangat tinggi. Hal ini sebagai salah satu bentuk partisipasi yang positif dari segenap lapisan masyarakat untuk membantu/ menyukseskan E. program-program Pemerintah Kelurahan Bonggoeya khususnya dan Program Pemerintah Kota Kendari pada umumnya. Pembenahan Lingkungan

14

Pelaksanaan

pembenahan

lingkungan

di

lingkup

Pemerintah

Kelurahan Bonggoeya dilaksanakan secara kontinyu ( terjadwal ) yang melibatkan semua lapisan masyarakat yang dikoordinir oleh Ketua RT dan RW masing-masing, sehingga dapat tercipta lingkungan bersih dan sehat. 2.5 Struktur Organisasi dan Tata Kerja Kelurahan Bonggoeya
STRUKTUR ORGANISASI KELURAHAN BONGGOEYA KECAMATAN WUA-WUA PROVINSI SULAWESI TENGGARA

Lurah

Sekretaris

Bendahara

Dewan Kelurahan

RW

RW

RW

RT

RT

RT

RT

RT

RT

Masyarakat
Gambar 2.2 Struktur Organisasi Kelurahan

BAB III IDENTIFIKASI MASALAH
3.1 Deskripsi Kawasan A. Kawasan Kota Kendari Luas Wilayah Kota Kendari yaitu 295,89 Km2 atau 29,589 Ha yang terdiri dari 4 kecamatan dan 51 kelurahan. Wilayah daratan kota Kendari,

15

yaitu 295.89 km² atau 0,70 % dari luas daratan propinsi Sulawesi Tenggara. Sedangkan luas wilayah laut (perairan) kota Kendari sekitar 110.000 km² atau 11.000.000 Ha, yang terdiri dari pulau-pulau kecil yang tersebar di beberapa wilayah Kabupaten. Luas daratan Sulawesi Tenggara ini sekitar 2,02 % dari luas daratan Indonesia, yang mencapai 1.890.754 km². Secara geografis kota Kendari terletak membujur dari Barat ke Timur antara 1220, 550-1220,390 Bujur Timur dan 030,550-040,050 Lintang Selatan yang membentang mengelilingi Teluk Kendari. Kota Kendari merupakan Ibu Kota propinsi Sulawesi Tenggara yang secara administratif berbatasan dengan : 1) Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Soropia dan Kecamatan Sampara ; 2) Sebelah Timur berbatasan dengan Laut Banda ; 3) Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Moramo ; 4) Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Sampara, Kecamatan Ranomeeto dan Kecamatan Konda. Secara administratif, kodya Kendari terbagi atas enam Kecamatan, yaitu: 1) Kecamatan Poasia yang terdiri dari 10 Kelurahan, yaitu: Kambu, Andounohu, Anggoeya, Abeli, Tobimeita, Nambo, Sambuli, Bungkutoko, Talia dan Lapulu. 2) Kecamatan Baruga yang merupakan pemekaran dari Kecamatan Mandonga. 3) Kecamatan Mandonga yang terdiridari 7 kelurahan, yaitu: Mandonga, Tobuha, Puwatu, Labibia, Alolama dan Lepo-Lepo. 4) Kecamatan Kendari yang terdiri dari 9 kelurahan, yaitu: Mata, Kendari Caddi, Benu-Benua, Tipulu, Kemaraya, Kasilampe, Mangga Dua, Gunung Jati dan Sodoha. 5) Kecamatan Abeli dan Kecamatan Kandai.

16

6) Kecamatan Wua-wua yang terdiri dari 4 kelurahan, yaitu: Anawai, Bonggoeya, Wua-wua dan Mataiwoi. B. Spesifikasi Kelurahan Bonggoeya

Gambar 3.1 Bangunan Kantor Kelurahan Bonggoeya

Letak wilayah Kelurahan Bonggoeya adalah memanjang dari arah utara ke selatan, dengan jarak ± 6 Km dari pusat Pemerintah Kota Kendari, dengan batas-batas wilayah sebagai berikut : Utara Timur Selatan Barat : Kelurahan Wawowanggu Kecamatan Kadia ; : Kelurahan Kambu Kecamatan Kambu ; : Kelurahan Wundudopi Kecamatan Baruga ; : Kelurahan Anawoi Kecamatan Kadia.

17

Gambar 3.2 Peta Areal Kelurahan Bonggoeya Kecamatan Wua-wua

C. Fasilitas Umum Kelurahan Bonggoeya Kecamatan Wua-wua Fasilitas yang terdapat di dalam lingkungan Kelurahan Bonggoeya adalah sebagai berikut : a. Tempat Peribadatan

18

Gambar 3.3 Masjid Muhajirin

b.

Pusat Pendidikan

Gambar 3.4 Taman Kanak-Kanak Wulele

Gambar 3.5 Sekolah Menebgah Pertama 04 Kendari

19

c.

Perkantoran

Gambar 3.6 Kantor Migrasi Kendari

d.

Pertokoan

20

Gambar 3.7 Pertokoan di kelurahan Bonggoeya

e.

Pusat Arena Olahraga

Gambar 3.8

Pusat Arena Olahraga

3.2 Potensi Sumber Daya Alam Kelurahan Bonggoeya 1. POTENSI UMUM
Tabel 3.1 Batas Wilayah Batas Sebelah Utara Sebelah Selatan Sebelah Timur Kelurahan Kel. Bonggoeya/wawowanggu Kel. Kambu Kel. Wundudopi Kecamatan Kec. Wua - wua Kec. Kambu Kec. Baruga

21

Sebelah Barat

Kel. Anawai

Kec. Anawai

Tabel 3.2 Penetapan Batas dan Peta Wilayah

Penetapan Batas Ada

Dasar Hukum Perda No. 6 Tahun 2006 Tanggal, 27 – 07 – 2006

Peta Wilayah Ada

Tabel 3.3 Luas Wilayah Menurut Penggunaan No 1. 2. 3. 4. 5. Uraian / Luas Penggunaan Luas Pemukiman Luas Perkebunan Luas Pekarangan Perkantoran Luas Prasarana Total Luas 224 7.5 1.1 420 Luas ( m2 ) Ha / m2 Ha / m2 Ha / m2 Ha / m2 Ha / m2

187.4 Ha / m2

Tabel 3.4 Iklim No 1. 2. 3. 4. Uraian Curah hujan Kelembaban udara Suhu rata- rata harian Tinggi tempat dari permukaan laut Keterangan 250 Mm 78-86 0C 25 0C ± 41 mdl

Tabel 3.5 Topografi No 1. Uraian Kawasan daratan rendah Luas ( m2 )
420 Ha / m2

22

Tabel 3.6 Orbitasi NO. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 URAIAN Jarak ke Ibukota kecamatan Lama jarak tempuh ke ibu kota Kec. Dengan kendaraan Lama jarak tempuh ke ibu kota Kec. Dengan berjalan kaki Jarak ke ibukota Kabupaten / kota Lama jarak tempuh ke ibu kota Kab. Dengan kendaraan Lama jarak tempuh ke ibu kota Kab. Dengan berjalan Kendaraan umum ke ibu kota Kab./kota Jarak ke ibu kota Prov. Dengan kendaraan bermotor Lama jarak tempuh ke ibu kota Prov. Dengan kendaraan Lama jarak tempuh ke ibu kota Prov. Dengan berjalan Kendaraan umum ke ibu Kota Provinsi KETERANGAN ± 2 km ± 0,5 jam ± 1 jam ± 5 km ± 30 menit ± 1 ½ jam Ada ± 10 jam ± 2 jam ± 2 jam Ada

2. PERTANIAN
Luas Tanaman Menurut Komoditas Tanaman Pangan Tabel 3.7 Pemilikan Lahan pertanian Tanaman Pangan Jml keluarga memiliki tanah pertanian Tidak memiliki Memiliki kurang 1 ha Jumlah total keluarga petani 317 135 20 Keluarga Keluarga Keluarga Keluarga

Tabel 3.8 Luas tanaman pangan menurut komoditas pada tahun ini

Ubi kayu

- Ha

- Ton/ha

23

Umbi-umbian Jenis komoditas buah-buahan yang dibudidayakan Tabel 3.9 Kepemilikan lahan tanaman Buah-buahan Jumlah keluarga yang memiliki tanah perkebunan Tidak memiliki Memiliki kurang dari 10 ha Memiliki 10-50 ha Memiliki 50 - 100 ha Memiliki 100 - 500 ha Memiliki 500 - 1000 ha Memiliki lebih dari 1000 ha Jumlah total keluarga perkebunan

- Ha

- Ton/ha

- Keluarga - Keluarga - Keluarga - Keluarga - Keluarga - Keluarga - Keluarga - Keluarga - Keluarga

Tabel 3.10 Hasil tanaman dan luas tanaman buah-buahan Rambutan Pepaya Pisang Nangka - Ha - Ha - Ha - Ha - Ton/ha - Ton/ha - Ton/ha - Ton/ha

Tabel 3.11 Pemasaran hasil tanaman pangan dan tanaman buah-buahan Dijual langsung ke konsumen Dijual ke pasar Dijual melalui KUD Dijual melalui pengecer Tidak Tidak Tidak Tidak

24

Dijual Kelumbung Desa / Kelurahan Tidak Dijual Tabel 3.12 Tanaman Apotik Hidup Dan Sejenisnya Jenis Tanaman Jahe Kunyit Lengkuas Kumis Kucing Sambiloto Daun Srei

Tidak Ya

Luas (Ha) - Ha - Ha - Ha - Ha - Ha - Ha

Hasil Panen (Ton/Ha) - Ton/Ha - Ton/Ha - Ton/Ha - Ton/Ha - Ton/Ha - Ton/Ha

3. RUANG PUBLIK TAMAN
Tabel 3.13 Ruang Publik Taman No 1. 2. 3. 4. Ruang Publik Taman Taman Kota Taman bermain Taman kelurahan Taman adat Luas ( m2) m2 m2 m2 m2

4. POTENSI WISATA
Tabel 3.14 Potensi Wisata No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Lokasi / Tempat/ Area Wisata laut/ pantai Air, hutan Gunung Arung jeram Situs sejarah Air terjun Padang savana Luas Pemanfaatan Tidak ada

5. POTENSI SUMBER DAYA MANUSIA
Tabel 3.15 Jumlah No Uraian Jumlah

25

1. 2. 3. 4. 5.

Jumlah laki – laki Jumlah perempuan Jumlah total Jumlah kepala keluarga Kepadatan penduduk

3711 Orang 3315 Orang 7026 Orang 1615 KK 100 Per Km

Tabel 3.16 Usia No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Usia Penduduk (Bulan/ Tahun) 0-12 bulan 1-5 tahun 6-14 tahun 15-29 tahun 30-30 tahun 45-59 tahun 60-65 tahun 66 ke atas Jumlah Total Laki – laki (orang) 40 Orang 135 Orang 784 Orang 948 Orang 814 Orang 675 Orang 141 Orang 174 Orang 1285 Perempuan (orang) 35 Orang 119 Orang 754 Orang 909 Orang 732 Orang 532 Orang 107 Orang 136 Orang 1285

Tabel 3.17 Pendidikan No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. Tingkat Pendidikan Usia 3-6 tahun yang belum masuk TK Usia 3-6 tahun yang sedang TK/Play group Usia 7-18 tahun yang tidak pernah sekolah Usia 7-18 tahun yang sedang sekolah Usia 18-56 tahun tidak pernah sekolah Usia 18-56 tahun pernah SD tapi tidak tamat Tamat SD/sederajat Jumlah Usia 12-56 tahun tidak tamat SLTP Jumlah Usia 18-56 tahun tidak tamat SLTA Tamat SMP/sederajat Tamat SMA/sederajat Tamat D-1/sederajat Tamat D-2/sederajat Tamat D-3/sederajat Tamat S-1/sederajat Tamat S-2/sederajat Tamat SLB B Tamat SLB C Total Jumlah Laki – laki (orang) 150 Orang 250 Orang - Orang 550 Orang - Orang - Orang 300 Orang - Orang - Orang 400 Orang 700 Orang 350 Orang 200 Orang 250 Orang 300 Orang 261 Orang - Orang - Orang 3711 Orang Perempuan (orang) 100 Orang 200 Orang - Orang 550 Orang - Orang - Orang 250 Orang - Orang - Orang 450 Orang 665 Orang 250 Orang 300 Orang 200 Orang 150 Orang 200 Orang - Orang - Orang 3315 Orang

26

7026 Orang

Tabel 3.18 Warga Negara No 1. 2. 3. Tingkat Pendidikan Warga negara Indonesia Warga negara Asing Dwi kewarganegaraan Total Jumlah 1285 1449 Laki – laki (orang) 1285 Perempuan (orang) 1449

Tabel 3.19 Etnis Etnis BATAK JAWA BUGIS MAKASSAR TOLAKI BUTON MUNA MEKONGGA WANCI CHINA Jumlah Tabel 3.20 Tenaga Kerja No 1. 2. 3. Tenaga Kerja Penduduk usia 18 – 56 tahun yang bekerja Penduduk usia 18 – 56 tahun belum bekerja/ tidak bekerja Laki – Laki (orang) 2133 Orang 250 Orang Laki – Laki (orang) 1898 Orang 150 Orang Laki – laki 5 Orang 160 Orang 335 Orang 341 Orang 1421 Orang 461 Orang 754 Orang 11 Orang 78 Orang 145 Orang 3711 Orang Perempuan 3 Orang 140 Orang 315 Orang 309 Orang 1.309 Orang 3348 Orang 700 Orang 10 Orang 46 Orang 135 Orang 3315 Orang

27

3. 4. 5. 6.

Penduduk usia 0 – 6 tahun Penduduk masih sekolah 7 – 18 tahun Penduduk usia 56 tahun ke atas Angkatan kerja Jumlah Total

259 Orang 77 Orang 70 Orang 22 Orang 7026

213Orang 945Orang 67 Orang 42Orang 3315

6. POTENSI KELEMBAGAAN
Tabel 3.21 Lembaga Pemerintahan No 1. 2. 3. 4. 5. 6. Pemerintah Kelurahan Dasar hukum pembentukan kelurahan Jumlah Aparat kelurahan Jumlah perangkat kelurahan Jumlah staf kelurahan Jumlah RT Jumlah RW Jumlah/ Aktif/ Tidak Aktif Perda No. 6 Tahun 2006 12 6 15 20 4 orang Unit Kerja orang orang orang

Tabel 3.22 Lembaga Aparat No 1. 2. 3. 4. 5. Tingkat Pendidikan Aparat / Staf Strata II / III (S3 / S2) Strata I (S1) D3, D2, D1 SMA SMP Jumlah 1 orang 4 8 orang orang orang orang

28

Tabel 3.23 Lembaga Kemasyarakatan No 1. 2. 3. 4. 5. 6. Lembaga Kemasyarakatan LPM PKK Karang Taruna Lembaga Adat Organisasi (M. Taklim) Yayasan Sosial Keagamaan SK Lurah No.... SK Lurah No.... 30 orang 241 orang Dasar Hukum SK Lurah No.... SK Lurah No.... SK Lurah No.... Jumlah Pengurus 20 orang 21 orang orang 120 orang Ket.

Lembaga Ekonomi Tabel 3.24 Unit Usaha Desa / Kelurahan Bidang Usaha / Industri Koperasi Simpan Pinjam Tabel 3.25 Industri Kecil dan Menengah Bidang Usaha / Industri Industri Kerajinan Rumah Makan dan Restoran Tabel 3.26 Usaha Jasa dan Perdagangan Bidang Usaha / Industri Swalayan Warung Serba Ada Jumlah/ Unit 52 Unit Jenis produk 6 jenis Jumlah Tenaga Kerja yang terserap 120 Orang - Orang Jumlah/ Unit 9 Jumlah Kegiatan 9 Jumlah Pengurus & Anggota 42 Jumlah/ Unit 1 Jumlah Kegiatan Jumlah Pengurus & Anggota 20

Tabel 3.27 Usaha Jasa Gas, Listrik,BBM dan Air

29

Bidang Usaha / Industri Pangkalan Minyak Tanah Pengecer Gas dan Bahan Bakar Minyak Usaha Air Minum kemasan/Isi ulang

Jumlah/ Unit 5 Unit 10 Unit - Unit

Jumlah Kegiatan 1 Jenis -

Jumlah Pengurus & Anggota 5 Orang 10 Orang -

Tabel 3.28 Usaha Jasa Keterampilan Bidang Usaha / Industri Tukang Kayu Tukang Batu Tukang Jahit/Bordir Tukang Service Elektronik Jumlah/ Unit 45 Orang 50 Orang 1 Orang 1 Orang Jumlah Kegiatan 1 Jenis 1 Jenis 1 Jenis 1 Jenis Jumlah Pengurus & Anggota 45 Orang 50 Orang 1 Orang 1 Orang

Tabel 3.29 Lembaga Pendidikan No 1. 2. 3. 4. 5. 6. TK SD/ Sederajat SLTP/ Sederajat SLTA/ Sederajat Perguruan tinggi Nama Play Grup Jumlah 1 Unit Unit Unit Unit Unit 1 Unit Status Swasta Negeri Negeri Swasta Tenaga Pengajar - Orang 5 Orang Orang 69 Orang 22 Orang Orang Jumlah Siswa Orang 30 Orang Orang

1154 Orang 372 Orang Orang

7. PRASARANA DAN SARANA KEMASYARAKATAN
Tabel 3.30 Prasarana Dan Sarana Kemasyarakatan

30

No 1. 2. 3. 4. 5. 6.

Sarana Lembaga Kemasyarakatan PKK Karang taruna LPM RT RW Lembaga adat

Gedung Kantor ada Tidak ada Ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada

8. PRASARANA IBADAH
Tabel 3.31 Prasarana Ibadah No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Jumlah Rumah Ibadah Mesjid Langgar/ Surau/ Mushola Gereja Kristern/ Protestan Gereja Katolik Whira Pura Klenteng Jumlah Unit 6 Unit 2 Unit Unit Unit Unit Unit Unit

9. PRASARANA OLAH RAGA
Tabel 3.32 Prasarana Olahraga No 1. 2. 3. 4. Prasarana Lapangan sepak bola Lapangan bulu tangkis Meja pimpong Lapangan voli 4 2 2 Jumlah Buah Buah Buah Buah

31

5. 6. 7. 8. 9.

Lapangan golf t Lapangan basket Pusat kebugaran Gelanggang renang Gedung arena sepak bola

1

Buah Buah Buah Buah Buah

10. PRASARANA/ SARANA KESEHATAN
Tabel 3.33 Prasarana/ Sarana Kesehatan No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Prasarana Kesehatan Rumah sakit umum Puskesmas Apotik Posyandu Toko obat Rumah dokter praktek Rumah bersalin Jumlah Unit 5 1 Unit Unit Unit Unit Unit Unit

11. PRASARANA DAN SARANA PENDIDIKAN
Tabel 3.34 Prasarana dan Sarana Pendidikan
No 1. 2. 3. 4. 5. Sarana/ Prasarana Pendidikan Gedung kampus PTN Gedung kampus PTS Gedung SMA Gedung SMP Gedung SD 1 1 Jumlah Buah Buah Buah Buah Buah

32

6. 7.

Gedung TK Lembaga Pendidikan Lainnya

1 -

Buah Buah

12. PRASARANA/ SARANA ENERGI
Tabel 3.35 Prasarana/ Sarana Energi No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Prasarana Energi Listrik PLN Diesel Umum Genset pribadi Lampu minyak tanah Kayu bakar Batu bara Tanpa penerangan Jumlah - Unit Unit Unit Unit Unit Unit

51 Unit

13. PRASARANA/ SARANA HIBURAN/ WISATA
Tabel 3.36 Prasarana/ Sarana Hiburan/Wisata No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Prasarana Wisata Tempat wisata Hotel bintang 5 Hotel bintang 4 Hotel bintang 3 Hotel bintang 2 Hotel bintang 1 Hotel melati Diskotik Jumlah Buah 1 Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah

33

9. 10. 11. 12. 13.

Bilyard Karaoke Museum Restoran bioskop

1 -

Buah Buah Buah Buah Buah

14. POTENSI PRASARANA DAN SARANA
Tabel 3.37 Prasarana Transportasi No 1. 2. 3. 4. 5. 6. Sarana dan Prasarana Jalan kelurahan Jalan provinsi Jalan negara Jembatan beton Jembatan besi Jembatan kayu Baik (km-unit) Km Km Km Km Km Km Rusak (km-unit) Km Km Km Km Km Km

Tabel 3.38 Sarana Transportasi Darat No 1. 2. Prasarana Angkutan Jumlah pangkalan ojek Terminal bis angkutan kota Sarana Angkutan Unit Unit Unit Unit Unit 1. Bus umum 2. Truk umum 3. Ojek 4. Becak 5. Lain – lain Tabel 3.39 Prasarana Komunikasi No Jenis Jumlah/ Keberadaan Jumlah 4 Kondisi Baik

34

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Telpon umum Wartel Warnet Kantor pos/ Pos pembantu TV umum Jumlah radio Jumlah parabola

2 1 -

Unit Unit Unit Unit

1561Unit 781 Unit 299 Unit

Tabel 3.40 Prasarana / Sarana Pemerintah No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. Prasarana dan Sarana Pemerintah Gedung kantor kelurahan Jumlah ruang kerja Listrik Air bersih Telepon Rumah Dinas lurah/ perangkat Mesin ketik Komputer Mesin Fax Meja Kursi Almari arsip Kendaraan Dinas Buku data inventaris Profil kelurahan Ruang kerja LPM Jumlah 1 buah 3 ruang Ada Ada Tidak ada Tidak ada 2 Unit 1 Unit - Unit 10 Unit 35 Unit 3 Unit 1 Unit Ada Ada Ada Kondisi Baik Baik

3.3

Tinjauan Umum Terhadap Permasalahan yang dihadapi oleh

Pemerintah Kelurahan Bonggoeya Kelurahan Bonggoeya yang merupakan salah satu Kelurahan di Kota Kendari telah berupaya dalam membangun dan mengembangkan potensi-potensi wilayahnya.

35

Namun, banyak hal yang belum dapat dicapai secara maksimal sehingga menimbulkan permasalahan – permasalahan di berbagai bidang. Secara umum ada beberapa permasalahan baik itu internal maupun eksternal yang dihadapi oleh pihak Kelurahan Bonggoeya dalam menjalankan fungsinya di masyarakat. Permasalahan itu antara lain sebagai berikut :
a) Bidang Ekonomi Masyarakat

Pada Kelurahan Bonggoeya Profesi sebagai petani menempati urutan ketiga terbanyak yakni 625 orang. Sebagian besar petani di Kelurahan Bonggoeya ini mengusahakan tanaman jagung. Rata-rata produksi yang dihasilkan ± 5 ton/musim tanam ini masih sangat kurang mencukupi kebutuhan hidup para petani. Salah satu penyebab permasalahan ini adalah kurangnya lahan yang akan diolah akibat banyaknya pembangunan sarana dan prasarama disekitar wilayah bonggoeya. Hal ini menyebabkan tidak meratanya pertumbuhan ekonomi akibatnya timbul kesenjangan social antara masyarakat. b) Bidang Masyarakat Pada Kelurahan Bonggoeya telah memiliki lembaga-lembaga masyarakat guna menjunjung tingi adat istiadat dengan mengutamakan musyawarah untuk mufakat. Salah satu lembaga masyarakat kepemudaan yakni Karang Taruna belum memiliki fasilitas temapat atau gedung agar organisasi ini dapat bekerja dan menjalankan tugas dengan baik. c) Bidang Kesehatan Salah satu fasilitas yang memiliki peran yang sangat penting dalam pelayanan kesehatan masyarakat yakni Rumah Sakit, Puskesmas atau Rumah Bersalin . Sedangkan pada lingkup wilayah Kelurahan Bonggoeya belum tersedianya fasilitas pelayanan kesehatan tersebut. d) Bidang Lingkungan

36

Pemerintah

Kelurahan Bonggoeya kurang memperhatikan pentingnya

terdapat Lingkungan Hijau di sekitar wilayah Keluraha Bonggoeya. Selain itu aktifitas masyarakat yang membuang sampah tidak pada tempatnya diantaranya kali dan saluran drainase yang seringkali menyebabkan tersumbatnya aliran air sehingga kadang menimbulkan banjir. e) Bidang Sosial Secara umum permasalahan yang dihadapi dalam bidang sosial adalah sudah kurangnya rasa kebersamaan dan kegotongroyongan antara masyarakat di lingkup wilayah Kelurahan Bonggoeya. Hal ini dapat dilihat dari kurangnya kesadaran masyarakat di sekitar Kelurahan Bonggoeya berpartisipasi dalam kegiatan pembersihan yang telah di sosialisasikan oleh aparat kelurahan. f) Bidang Pendidikan Permasalahan dalam bidang pendidikan adalah kurangnya fasilitas sekolah ataupun perpustakaan. Pemerintah Kelurahan Bonggoeya telah menyiapkan perpustakaan mini di Kantor Kelurahan namun fasilitas ini belum memadai. Selain itu belum terdapatnya gedung Sekolah Dasar.

37

38

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->