Anda di halaman 1dari 4

Nama : Novita D.

Anjarsari
NIM : PS/05623

REVIEW TESIS TENTANG METODE PEMBELAJARAN

Judul Tesis
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN JOLLY PHONICS TERHADAP KEMAMPUAN
BACA-TULIS PERMULAAN BAHASA INDONESIA DAN BAHASA INGGRIS PADA
ANAK PRASEKOLAH

Penulis
Lisnawati Ruhaena
Magister Sains Psikologi
Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada
Yogyakarta

Tahun Publikasi
2008

Rumusan Masalah
Keterampilan membaca dan menulis, baik bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris, merupakan
salah satu faktor penentu keberhasilan proses belajar, karena keterampilan tersebut merupakan
alat untuk memperoleh informasi dan pengetahuan. Salah satu metode yang dapat digunakan
untuk mengintegrasikan proses pembelajaran tersebut adalah metode Jolly Phonics, yaitu suatu
metode yang diperuntukkan anak usia 2-6 tahun dengan menggunakan pendekatan multisensori,
mencakup pengajaran mengenal huruf, mengeja dan membaca kata, sekaligus mengenal kosa
kata bahasa Inggris dan cara membacanya. Secara garis besar, peneliti ingin membahas apakah
metode Jolly Phonics berpengaruh efektif terhadap kemampuan baca-tulis permulaan bahasa
Indonesia dan bahasa Inggris pada anak prasekolah. Untuk menjawab permasalahan tersebut,
peneliti membandingkan kemampuan baca-tulis permulaan bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris
pada anak prasekolah yang mendapat pengajaran dengan metode Jolly Phonic dan yang
mendapat pengajaran dengan metode regular.

Hipotesis
Peningkatan kemampuan baca-tulis bahasa Indonesia dan bahasa Inggris pada kelompok anak
prasekolah yang mendapat pembelajaran metode Jolly Phonics lebih tinggi dibandingkan
dengan kelompok anak prasekolah yang mendapat pembelajaran metode reguler.
Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode eksperimental

Alat Ukur
Peneliti menyusun alat ukur kemampuan membaca dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris
yang dimodifikasi dari alat ukur Early Reading Screening Instrument (ERSI; Morris, 2000).
Pengukuran tersebut dilengkapi juga dengan adanya lembar observasi.

Reliabilitas Alat Ukur


Alat ukur yang digunakan untuk memprediksi kemampuan membaca ini mempunyai validitas
prediktif mendekati 0,7 dan reliabilitas internal 0,85.

Jumlah Sampel
Subjek penelitian ini berjumlah 60 anak yang ditentukan dengan teknik purposive random
sampling, terdiri dari 30 anak kelompok kontrol dari TK Miftahul Jannah, dan 30 anak kelompok
eksperimen dari TK Al-Azhar Syifa Budi Solo. Selain itu, untuk pemberian pengajaran
dibutuhkan empat orang guru untuk kelompok kontrol dan empat orang guru untuk kelompok
eksperimen. Sebelum eksperimen dilakukan, guru kelompok eksperimen mendapat pelatihan
terlebih dahulu selama 10 kali pertemuan, masing-masing 2 jam.

Teknik Analisis Data


Gain skor yang diperoleh dari pengukuran yang dilakukan sebelum dan sesudah pembelajaran
baca-tulis dianalisis dengan uji-t. Untuk analisis item menggunakan uji beda program SPSS versi
10.

Hasil Penelitian dan Kesimpulan


Dari analisis yang dilakukan, menunjukkan bahwa t = -2,511 dengan p = 0,015. Hal tersebut
berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam kemampuan baca-tulis bahasa Indonesia
dan bahasa Inggris pada anak prasekolah yang mendapat pembelajaran dengan metode Jolly
Phonics dengan anak prasekolah yang belajar dengan metode regular. Dengan demikian dapat
disimpulkan bahwa metode Jolly Phonics efektif untuk meningkatkan kemampuan baca-tulis
permulaan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris pada anak prasekolah.
REVIEW TESIS TENTANG METODE PEMBELAJARAN

Judul Tesis
KESIAPAN DAN KETEKUNAN BELAJAR MAHASISWA KEGURUAN UNTUK
MENINGKATKAN PRESTASI AKADEMIK MELALUI METODE STUDENT CENTERED
LEARNING

Penulis
Musnizar Safari
Sekolah Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada
Yogyakarta

Tahun Publikasi
2006

Rumusan Masalah
Secara garis besar, tesis ini membahas tentang pengaruh metode pembelajaran Student Centered
Learning terhadap Indeks Prestasi mahasiswa keguruan serta hubungan antara kesiapan belajar
dengan ketekunan dalam peningkatan prestasi akademik. Untuk menjawab permasalah tersebut,
peneliti membandingkan nilai prestasi akademik antara mahasiswa yang belajar dengan
menggunakan metode belajar berpusat pada mahasiswa dengan mahasiswa yang menggunakan
metode belajar berpusat pada dosen. Penelitian yang dilakukan juga mempertimbangkan
kesiapan belajar dan ketekunan dalam peningkatan prestasi akademik.

Hipotesis
Hipotesis 1
Ada perbedaan nilai prestasi akademik antara mahasiswa yang belajar dengan menggunakan
metode belajar berpusat pada mahasiswa dengan yang tidak menggunakan metode belajar
berpusat pada mahasiswa
Hipotesis 2
Ada hubungan antara kesiapan belajar dan ketekunan belajar dengan prestasi akademik

Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian survey.
Alat Ukur
Peneliti menggunakan dua macam alat pengumpul data, yaitu berupa observasi lapangan dalam
bentuk checklist dan pemberian skala metode pembelajaran (skala kesiapan belajar dan skala
ketekunan belajar).

Jumlah Sampel
Subjek penelitian ini berjumlah 80 mahasiswa D-II PGSD FKIP UNY tahun akademik
2005/2006, namun jumlah sampel yang layak diambil hanya 67 mahasiswa, yang terdiri dari 30
mahasiswa yang belajar dengan metode Student Centered Learning (SCL) dan 37 mahasiswa
yang belajar dengan metode non-SCL.

Teknik Analisis Data


Untuk menganalisis data yang diperoleh, peneliti menggunakan uji-t dan analisis regresi dengan
bantuan koputer program SPSS 12.0 for Windows.

Hasil Penelitian
1. Tidak ada perbedaan rata-rata prestasi akademik antara kelas yang menggunakan metode
belajar berpusat pada mahasiswa dengan kelas yang tidak menggunakan metode belajar
berpusat pada mahasiswa. (Hipotesis ditolak)
2. Ada korelasi yang bersifat berpengaruh antara variabel kesiapan belajar dan variabel
ketekunan belajar terhadap variabel prestasi akademik secara signifikan

Kesimpulan
Dari adanya penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil akhir dari prestasi akademik tidak
semata-mata dipengaruhi oleh unsur kognitif saja, namun juga aspek nonkognitifnya. Seperti
yang telah diakui oleh peneliti, kevalidan hasil penelitian ini juga dipengaruhi oleh dua faktor,
yaitu:
1. Dosen yang mengajar mungkin belum memahami pelaksanaan sistem pembelajaran dengan
metode tersebut, sehinga proses belajar masih bersifat alami.
2. Objektivitas jawaban responden kurang tajam