Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM

PSIKOLOGI EKSPERIMEN BAGIAN B

Nama Eksperimenter : Novita D. Anjarsari


Jenis Kelamin : Perempuan
Umur : 20 tahun
Pendidikan : Mahasiswa S1 Psikologi UGM
Tanggal Eksperimen : 18 Mei 2010
Waktu Eksperimen : 13.30 – 15.30 WIB
Tempat Eksperimen : Laboratorium Psikologi Eksperimen Fakultas Psikologi
Universitas Gadjah Mada

I. PERMASALAHAN
Manusia dibekali kemampuan mengingat (menyimpan dan
memunculkan kembali) encoding tasks yang diperolehnya. Meskipun
demikian, tidak semua encoding tasks yang pernah masuk dapat diingat
kembali secara utuh pada saat diperlukan, terlebih jika terjadi perubahan
terhadap encoding tasks tersebut.
Adanya encoding tasks yang berbeda-beda atau berubah-ubah akan
memberikan efek yang berbeda pula terhadap memori (memori implisit
dan memori eksplisit) seseorang. Terkait hal tersebut, perubahan terhadap
timbre maupun tempo musik, dipercaya akan mempengaruhi memori
implisit dan eksplisit seseorang terhadap musik yang didengarkan.
Seberapa besar pengaruh perubahan timbre dan tempo dalam musik
terhadap memori (implisit atau eksplisit) seseorang terhadap musik yang
diperdengarkan merupakan permasalahan yang akan dibahas.

II. HIPOTESIS

1
2

Jika seseorang diperdengarkan sebuah musik dengan suatu nada lagu


tertentu, kemudian musik tersebut diubah timbre atau temponya, maka
perubahan tersebut akan berpengaruh negatif terhadap memori implisit
atau memori eksplisit musik yang didengarkan.

III. VARIABEL INDEPENDEN


Perubahan timbre dan perubahan tempo dalam musik.

IV. VARIABEL DEPENDEN


Daya ingat (memori implisit dan memori eksplisit) terhadap musik
yang diperdengarkan, ditunjukkan oleh persentase daftar lagu yang dapat
diingat.

V. BAHAN DAN PERALATAN


1. Lembar berisi 40 daftar lagu pendek yang belum pernah didengarkan
2. Kaset berisi keempat puluh lagu pendek
3. Peralatan untuk memutar lagu
4. Sound system atau head set
5. Lembar jawaban dan alat tulis

VI. RANCANGAN EKSPERIMEN


Rancangan tiga kelompok dengan random assignment

K1 X1 Y

R K2 X2 Y

K3 X3 Y

dengan
K1 : kelompok subjek tanpa perubahan timbre dan tempo
3

K2 : kelompok subjek dengan perubahan timbre musik pada sebagian


lagu (20 lagu dari 40 lagu) yang telah diperdengarkan.
K3 : kelompok subjek dengan perubahan tempo musik pada sebagian
lagu (20 lagu dari 40 lagu) yang telah diperdengarkan.
X1 : diperdengarkan 40 lagu tanpa perubahan timbre dan tempo musik
X2 : memberikan perubahan timbre musik untuk setengah dari seluruh
jumlah lagu yang telah diperdengarkan.
X3 : memberikan perubahan tempo musik untuk setengah dari seluruh
jumlah lagu yang telah diperdengarkan.
Y : observasi kemampuan mengingat (memori implisit dan eksplisit)
subjek terhadap musik yang telah diberi perlakuan; jawaban yang
dihasilkan

VII. PROSEDUR EKSPERIMEN


1. Subjek duduk pada kursi yang telah disediakan.
2. Subjek diperdengarkan 40 daftar lagu pendek yang belum pernah
didengar.
3. Subjek diberi kesempatan untuk istirahat selama 15 menit.
4. Subjek diperdengarkan lagu yang sebagian telah diubah timbrenya.
5. Subjek diperdengarkan lagu yang sebagian telah diubah temponya.
6. Kemudian subjek diminta meranking (menuliskan kembali keempat
puluh daftar lagu tersebut secara berurutan) berdasarkan kemampuan
mengingatnya, baik yang didapat secara eksplisit maupun implisit.
7. Setelah perlakuan diberikan, subjek diminta menilai dan
membandingkan tingkat kemiripan dari lagu-lagu yang diubah timbre
dan temponya, kemudian hasil dari jawaban subjek dianalisis.

VIII. ANALISIS HASIL


Data dianalisis menggunakan Analisis Varian 1 Jalur (One Way
Anova) untuk menguji apakah terdapat perbedaan pengaruh yang
signifikan terhadap daya ingat atau memori (eksplisit dan implisit) antara
4

kelompok K1 (tanpa perubahan timbre dan tempo musik) dengan


kelompok K2 (dengan perubahan timbre musik) dan kelompok K3
(perubahan tempo musik).

IX. KESAN DAN SARAN


A. Kesan
1. Psikologis
Eksperimen tersebut hanya dapat dilakukan terhadap subjek
tertentu saja, yaitu subjek yang menyukai musik. Sebab subjek
yang kurang atau tidak menyukai musik akan cenderung merasa
terganggu dan cepat lelah ketika mendengarkan lagu yang
menurutnya sangat banyak. Disamping itu, attention-nya juga
kurang fokus pada musik yang didengarkan dan sering mengalami
kesulitan dalam mengingat musik tersebut, terutama jika telah
diubah timbre dan temponya. Oleh karena itu, hasil yang diperoleh
akan reliabel dan valid bila sampel subjek eksperimen yang dipilih
tepat.
2. Fisik
Untuk mendukung kegiatan eksperimen ini kondisi fisik
subjek harus dalam keadaan yang bagus dan tidak dalam kondisi
lelah agar tidak mempengaruhi hasil percobaan. Selain itu
dibutuhkan tempat yang kondusif agar tidak ada variable
extraneous yang berpotensi menjadi confounding.

B. Saran
Secara garis besar, eksperimen ini mudah dilakukan dan diuji
ulang. Namun, alangkah lebih baik lagi bila eksperimen ini juga tidak
mengesampingkan kemungkinan perbedaan timbre dan tempo dalam
representasi musik, sebab hal tersebut terkait erat dengan memori
implisit untuk musik, yang nantinya juga mempengaruhi hasil
penelitian dan pembahasan data yang diperoleh.
5

Yogyakarta, 19 Mei 2010


Penyusun

(Novita D. Anjarsari)

Asisten : Isya Primaruti


Lampiran : Identitas Abstrak
6

Lampiran

IDENTITAS ABSTRAK

Abstraksi

EFFECT OF TIMBRE AND TEMPO CHANGE ON MEMORY FOR


MUSIC

Halpern, Andrea R. (Bucknell University); Ilensiefen, Daniel M. (University of


London). Effect of timbre and tempo change on memory for music. The Quarterly
Journal of Experimental Psychology, 2008 (September) Vol 61 (9). 1371-1384.
American Psychological Association.

We investigated the effects of different encoding tasks and of


manipulations of two supposedly surface parameters of music on implicit and
explicit memory for tunes. In two experiments, participants were first asked to
either categorize instrument or judge familiarity of 40 unfamiliar short tunes.
Subsequently, participants were asked to give explicit and implicit memory
ratings for a list of 80 tunes, which included 40 previously heard. Half of the 40
previously heard tunes differed in timbre (Experiment 1) or tempo (Experiment 2)
in comparison with the first exposure. A third experiment compared similarity
ratings of the tunes that varied in timbre or tempo. Analysis of variance
(ANOVA) results suggest first that the encoding task made no difference for
either memory mode. Secondly, timbre and tempo change both impaired explicit
memory, whereas tempo change additionally made implicit tune recognition
worse. Results are discussed in the context of implicit memory for nonsemantic
materials and the possible differences in timbre and tempo in musical
representations
7

Terjemahan :
Kami meneliti tentang efek dari encoding tasks yang berbeda-beda dan
memanipulasi dua parameter yang terdapat di dalam musik terkait dengan memori
implisit dan memori eksplisit untuk nada lagu. Dalam dua eksperimen, untuk
pertama kalinya peserta diminta untuk mengkategorikan baik instrumen atau
judge familiarity dari 40 nada lagu asing yang pendek. Selanjutnya, para peserta
diminta untuk memberikan peringkat berdasarkan memori eksplisit dan implisit
untuk 80 daftar lagu, termasuk 40 lagu yang sebelumnya didengarkan. Setengah
dari 40 lagu yang didengarkan sebelumnya diubah-ubah timbre (Percobaan 1) atau
tempo (Percobaan 2) musiknya, kemudian dibandingkan dengan langkah pertama.
Percobaan ketiga membandingkan tingkat kemiripan dari lagu-lagu yang
bervariasi dalam timbre atau tempo. Hasil dari analisis varians (ANOVA)
menunjukkan kesan pertama bahwa encoding tasks tidak membuat adanya
perbedaan untuk masing-masing jenis memori. Yang kedua, perubahan timbre dan
tempo mengganggu memori eksplisit, sedangkan perubahan tempo juga membuat
rekognisi terhadap nada lagu yang implisit menjadi buruk. Hasil ini dibahas dalam
konteks memori implisit untuk bahan nonsemantic serta kemungkinan perbedaan
timbre dan tempo dalam representasi musik.