Anda di halaman 1dari 6

Wilcoxon Signed Rank Test

(Uji Peringkat Bertanda Wilcoxon)

Wilcoxon Signed-Rank Test adalah metode statistika non-parametrik yang digunakan


untuk membandingkan perbedaan dua median, merupakan metode statistik non-parametrik
alternatif untuk paired t-test jika populasi tidak terdistribusi normal. Data dikumpulkan
berdasarkan dua sampel yang dependen (Related Sample, bisa Paired/Match, Before-and-
after, atau Repeated Measure).

Hipotesis-hipotesis
A (Dua sisi/two-tailed test)
H0 : M = M0
H1 : M ≠ M0
B (Satu sisi/one-tailed test)
H0 : M = M0 atau M ≤ M0
H1 : M > M0
C (Satu sisi/one-tailed test)
H0 : M = M0 atau M ≥ M0
H1 : M < M0

Kaidah Pengambilan Keputusan


Nilai-nilai kritis (Tkritis) untuk uji peringkat bertanda Wilcoxon dapat diperoleh dari tabel.
Untuk A (Dua sisi) :
Tolaklah H0, jika T lebih kecil dari Tkritis untuk n dan α (dua sisi) yang ditabulasikan.
Untuk B (Satu sisi) :
Tolaklah H0, jika T lebih kecil dari Tkritis untuk n dan α (satu sisi) yang ditabulasikan.
Untuk C (Satu sisi) :
Tolaklah H0, jika T lebih kecil dari Tkritis untuk n dan α (satu sisi) yang ditabulasikan.

Asumsi:

[Pick the date]


1. Data untuk analisis terdiri atas n buah beda Di = Yi – Xi. Setiap pasangan hasil
pengukuran (Xi, Yi) diperoleh dari pengukuran terhadap subyek yang sama atau
terhadap subyek-subyek yang telah dijodohkan menurut suatu variabel atau lebih.
Pasangan (Xi, Yi) dalam sampel ini diperoleh secara acak/random.
2. Beda-beda di atas mewakili hasil pengamatan terhadap suatu variabel acak yang
kontinyu.
3. Distribusi populasi yang diambil sampelnya simetris.
4. Skala pengukuran sekurang-kurangnya interval.

Ciri-ciri yang membedakan dari paired t-test :

1. Wilcoxon signed rank test tidak perlu asumsi tentang normalitas distribusi
populasi.
2. Wilcoxon signed rank test tidak membutuhkan informasi tentang varians, baik
varians populasi maupun populasi sampel.
3. Wilcoxon signed rank test bisa digunakan meskipun data yang tersedia hanya
ordinal.
4. Perhatian analisis untuk membedakan satu sampel dengan sampel lainnya pada
uji peringkat bertanda Wilcoxon adalah mediannya.

Contoh

Sebagai contoh, misalkan peneliti ingin menguji apakah obat antihipertensi baru lebih
efektif daripada yang tradisional. Mereka mengumpulkan nilai penurunan tekanan darah
dengan kedua obat antihipertensi dari 10 pasien hipertensi.
Hipotesis Penelitian : Obat antihipertensi baru lebih efektif daripada obat antihipertensi
tradisional.
Hipotesis Statistik : H0 = tidak ada perbedaan efektivitas antara obat antihipertensi baru
dan tradisional
H1 = ada perbedaan efektivitas antara obat antihipertensi baru dan
tradisional.

Subject (i) Xi Yi Xi – Yi |Xi – Yi| Rank of | Signed Rank + Rank -


[Pick the date]
Xi – Yi| Rank
1 125 110 15 15 7 7 7
2 115 122 -7 7 3 -3 -3
3 130 125 5 5 1.5 1.5 1.5
4 140 120 20 20 9 9 9
5 140 140 0 0 --- --- --- ---
6 115 124 -9 9 4 -4 -4
7 140 123 17 17 8 8 8
8 125 137 -12 12 6 -6 -6
9 140 135 5 5 1.5 1.5 1.5
10 135 145 -10 10 5 -5 -5
Sum 27 -18

1. Untuk setiap pasangan data dicari selisihnya (Xi –Yi). Jika Xi dan Yi adalah sama, maka
nilai ditolak. Xi= tekanan darah pasien yang diberi obat antihipertensi tradisional, Yi==
tekanan darah pasien setelah diberi obat antihipertensi baru.
2. Dicari nilai mutlak dari Xi – Yi.
3. Berikan rangking berdasarkan |Xi – Yi| dengan catatan, data yang nilainya sama harus
diberikan rangking yang sama (rata-rata rangking) misalnya, dalam data ini ada dua kasus
nilai 5. Lima menempati peringkat 1 dan 2. Jumlah dari peringkat ini adalah 3, didapatkan
peringkat rata-rata 1.5, dan nilai ini diberikan untuk kedua kasus 5 dan jika |Xi – Yi| = 0,
maka pasangan tersebut dibuang atau dianggap tidak ada.
4. Berikan tanda (+) pada rangking yang berasal dari Xi – Yi positif dan tanda (-) pada
rangking yang berasal dari Xi – Yi negatif.
5. Jumlahkan rangking yang bertanda positif (T+) dan rangking yang bertanda negatif (T-).
Untuk contoh ini, T + = 27 dan T- = 18. Nilai minimum adalah 18.
6. Terakhir, uji statistik ini dianalisis menggunakan tabel nilai-nilai kritis. Jika uji statistik
kurang dari atau sama dengan nilai kritis berdasarkan jumlah n pengamatan, maka
hipotesis nol ditolak, mendukung hipotesis alternatif. Jika tidak, hipotesis nol diterima.
Dalam contoh ini uji statistik adalah T = 18 dan nilai kritis adalah 8 untuk taraf
signifikansi 0,05 pada ukuran sampel 10.

n = 10, α = 0.05 → (Tabel, two-tailed test) Tkritis = 8.

Karena T (18) > Tkritis (8) maka H0 diterima. Artinya tidak cukup bukti bahwa obat
antihipertensi baru lebih efektif daripada obat antihipertensi tradisional.

[Pick the date]


UJI WILCOXON UNTUK SAMPEL BESAR (n>25)

Apabila n lebih besar dari 25, maka tabel nilai-nilai kritis untuk uji peringkat-bertanda
Wilcoxon tidak dapat diterapkan. Sehingga diperlukan suatu pendekatan untuk sampel-sampel
besar yang memiliki distribusi yang hampir mendekati normal dengan mean dan standar
deviasi sebagai berikut :

n(n + 1)
µT =
4

n( n +1)( 2n +1)
σT =
24

T − µT
Statistik uji : z hitung =
σT

LAMPIRAN

NILAI-NILAI KRITIS UNTUK WILCOXON SIGN TEST

Ukuran Taraf
sampel Signifikansi
[Pick the date]
0.01 0.05
6 - 0
7 - 2
8 0 4
9 2 6
10 3 8
11 5 11
12 7 14
13 10 17
14 13 21
15 16 25
16 20 30
17 23 35
18 28 40
19 32 46
20 38 52
21 43 59
22 49 66
23 55 73
24 61 81
25 68 89

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, Diakses dari: en.wikipedia.org/wiki/Wilcoxon_signed-rank_test.

Anonim, Diakses dari: faculty.vassar.edu/lowry/wilcoxon.html.

Anonim, Diakses dari: www.blackwellpublishing.com/specialarticles/jcn_9_584.pdf.

Anonim, Diakses dari: www.udel.edu/~mcdonald/statsignedrank.html.

Ating Somantri dan Sambas Ali Muhidin, 2006, Aplikasi Statistika dalam Penelitian.
Bandung: Pustaka Setia.

Daniel, Wayne W., 1991, Biostatistics: A Foundation For Analysis In The Health Sciences. 5th
Edition. New York: John Wiley & Sons.

[Pick the date]


[Pick the date]