P. 1
Pedoman Akuntansi BPR

Pedoman Akuntansi BPR

|Views: 6,014|Likes:
Dipublikasikan oleh aqua01

More info:

Published by: aqua01 on Aug 31, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/07/2013

pdf

text

original

112 I Pedoman Akuntansi Bank Perkreditan Rakyat

Bab IX I Laporan Perubahan Ekuitas

2) Laba/rugi yang belum direalisasi dalam Sertifikat Bank

Indonesia:

3) Surplus revaluasi aset tetap;

4) Dana setoran modal - ekuitas;

5) Saldo laba (laba ditahan).

***

Pedoman Akuntansi Bank Perkreditan Rakyat I 113

Bab X I Catatan Atas Laporan Keuangan

1. PENDAHULUAN

a. Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian tak terpisahkan

dari laporan keuangan BPR. Catatan atas laporan keuangan memuat

penjelasan mengenai gambaran umum BPR, ikhtisar kebijakan

akuntansi, penjelasan pos-pos laporan keuangan dan informasi

penting lainnya.

b. Catatan atas laporan keuangan harus disajikan secara sistematis.

Setiap pos dalam neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan

ekuitas dan laporan arus kas harus berkaitan dengan informasi yang

ada dalam catatan atas laporan keuangan.

c. Dalam Pedoman ini diatur hal-hal yang harus diungkapkan

mencakup namun tidak terbatas pada unsur-unsur yang diuraikan

dalam bagian ini.

d. Secara umum, catatan atas laporan keuangan mengungkapkan:

1) Informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan

kebijakan akuntansi yang dipilih dan diterapkan terhadap

peristiwa dan transaksi yang penting;

2) Informasi yang diwajibkan dalam SAK ETAP tetapi tidak disajikan

dalam neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, dan laporan

perubahan ekuitas, misalnya subklasifikasi pos-pos tertentu;

3) Informasi tambahan yang tidak disajikan dalam neraca, laporan

laba rugi, laporan arus kas, dan laporan perubahan ekuitas tetapi

diperlukan dalam rangka penyajian secara wajar;

4) Untuk pos-pos yang nilainya material, harus dirinci dan dijelaskan

dalam catatan atas laporan keuangan. Sedangkan untuk pos-pos

yang bersifat khusus harus dirinci dan dijelaskan pada catatan atas

laporan keuangan tanpa mempertimbangkan materialitasnya;

5) Untuk pos yang merupakan hasil penggabungan beberapa pos

sejenis dirinci dan dijelaskan sifat dari unsur utamanya dalam

catatan atas laporan keuangan.

e. Catatan atas laporan keuangan yang terkait dengan kredit,

simpanan, pendapatan, dan beban harus menunjukkan secara

terpisah jumlah dari setiap jenis transaksi dan saldo dengan para

direktur, pegawai, komisaris, pemegang saham, dan pihak-pihak

yang mempunyai hubungan istimewa.

Bab X

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->