Anda di halaman 1dari 9

PAPARAN PENELITIAN PENDIDIKAN SENI RUPA

M. Irfandi / 240 140 5025

Penelitian dewasa ini berarti pencarian teori, pengujian teori, atau pemecahan
suatu masalah. Menurut Marzuki, penelitian adalah suatu usaha untuk
mengumpulkan, mencari dan menganalisis fakta-fakta suatu masalah. Sehingga
enelitian merupakan upaya untuk mencari jawaban atas permasalahan-permasalahan
yang dilakukan secara sistematis, menurut penalaran manusia dan didukung data
empirik, sehingga dapat diperoleh kebenaran objektif (kebenaran ilmiah). Sedangkan
penelitian dalam pendidikan seni rupa merupakan penelitian yang dilakukan dalam
lingkup pendidikan khususnya pendidikan kesenirupaan.

Pada hakikatnya penelitian mempunyai fungsi penemuan, pengujian


kebenaran, dan pengembangan pengetahuan. Berdasarkan fungsi-fungsi penelitian
tersebut dapat diidentifikasikan fungsi-fungsi penelitian lainnya; misalnya fungsi
pemecahan masalah, fungsi kebijaksanaan dan fungsi penunjang pembangunan.
Dalam bidang penelitian pendidikan seni rupa, fungsi pemecahan; masalah dapat
berupa berkenaan dengan kualitas pengajaran, kualitas hasil belajar, relevansi
pendidikan seni rupa dan lain-lain.

Dalam fungsi kebijaksanaan dalam pendidikan seni rupa; misalnya meliputi


kurikulum, pendidikan guru seni, guru bidang studi seni, dan lain-lain. Pada fungsi
kebijaksanaan dalam penelitian pendidikan seni rupa umumnya dilakukan untuk
merumuskan kebijaksanaan dalam rangka perbaikan kinerja personal (guru
pendidikan seni rupa) atau lembaga. Penelitian ini pada hakikatnya hampir sama
dengan penelitian pemecahan masalah, perbedaannya pada ruang lingkup manfaat dan
pemanfaatanhasil penelitiannya. Fungsi penunjang pengembangan artinya penelitian
dilakukan untuk kepentingan pembangunan; misalnya peranan pendidikan seni rupa
dalam pembangunan moral, peranan pendidikan seni rupa dalam program
pembangunan pariwisata dan sebagainya.

Konsep

Istilah konsep dalam kegiatan penelitian lazim digunakan oleh peneliti untuk
mendeskripsikan atau menjelaskan sesuatu, ide atau makna tertentu, dengan
menggunakan sebuah kata atau lebih atau symbol tertentu. Konsep adalah istilah yang
terdiri dari satu kata atau sederetan kata yang menggambarkan dan menjelaskan ide
tertentu yang secara langsung dapat diamati. Konsep mutlak ditegaskan dalam
kegiatan penelitian dan disesuaikan dengan pendekatan atau bidan yang secara khusus
melingkupinya.

Konsep dalam penelitian seni rupa misalnya; istilah membentuk dalam seni
rupa dideskripsikan sejelas mungkin, sehingga tidak terjadi kesalahan pengertian dan
mengakibatkan putusnya komunikasi dengan pembacanya. Pembaca harus
mempunyai pemahaman yang sama dengan peneliti bahwa yang dimaksud dengan
“membentuk” adalah membuat atau berkarya patung yang dapat diwujudkan melalui
teknik-teknik membutsir, kontruksi, cukil dan cetak.

Hipotesis

Hipotesis adalah penjelasan sementara tentang tingkah laku, gejala-gejala, atau


kejadian tertentu yang telah terjadi atau yang akan terjadi. Suatu hipotesis adalah
pernyataan masalah yang spesifik. Karakteristik hipotesis yang baik adalah: dapat
diteliti, menunjukkan hubungan antara variable-variabel, dapat diuji, mengikuti
temuan-temuan penelitian terdahulu.

Adapun fungsi-fungsi hipotesis, yaitu: membimbing pikiran peneliti dalam


memulai penelitian, menentukan tahapan atau prosedur penelitian, membantu
menetapkan format dalam menyajikan, menganalisis dan menafsirkan data dalam
tesis. Ada beberapa tipe hipotesis, yaitu: 1.hipotesis nol mengandung arti tidak ada
pengaruh, tidak ada interaksi, tidak ada hubungan, atau tidak ada perbedaan,
2.hipotesis alternative adalah pernyataan operasional dari hipotesis penelitian. Bila
hipotesis alternatif berdasarkan teori maka disebut hipotesis deduktif. Tetapi bila
hipotesis alternatif berdasarkan pengamatan disebut hipotesis induktifh, 3.hipotesis
non- directional tidak menunjukkan suatu arah. Untuk itu digunakan uji dua pihak,
4.hipotesis directional memperlihatkan arah pengaruh atau arah perbedaan.

Contoh hipotesis nol (Ho) ; Tidak ada perbedaan kreatifitas antara anak yang
diberi keleluasaan dengan anak yang dikekang dalam keluarga.

Contoh hipotesis alternative (Ha) ; Ada perbedaan kreativitas antara anak yang diberi
keleluasaan dengan anak yang dikekang dalam keluarga atau Kreativitas anak yang
diberi keleluasaan lebih tinggi daripada kreativitas anak yang dikekang (hubungan
positif) ; atau kreativitas anak yang dikekang lebih tinggi daripada kreativitas anak
yang diberi keleluasaan (hubungan negatif).

Penelitian Deskriptif

Seperti kita ketahui bahwa metode deskriptif dirancang untuk mengumpulkan


informasi tentang keadaan-keadaan nyata sekarang (sementara berlangsung). Tujuan
utama metode penelitian deskriptif adalah untuk menggambarkan sifat suatu keadaan
yang sementara berjalan pada saat penelitian dilakukan, dan memeriksa sebab-sebab
dari suatu gejala tertentu.

Misalnya; Studi mengenai minat siswa terhadap pendidikan seni budaya pada
suatu daerah pada tahun pelajaran 2008.

Dalam penelitian deskriptif mengenai contoh penelitian tersebut bertujuan


untuk mendeskripsikan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta dan sifat
populasi atau daerah dalam hal ini penelitiannya adalah tentang minat siswa terhadap
pendidikan seni rupa yang berada di suatu daerah tertentu.

Salah satu sumbangan yang sangat penting penelitian deskriptif yaitu


penelitian ini sangat logis dalam menyebarluaskan informasi atau menciptakan
hubungan masyarakat yang baik. Akhirnya, metode deskriptif sangat cocok untuk
penyelidikan yang menyediakan standar ukuran normative berdasarkan hal-hal yang
umum.

Penelitian Historis

Kata sejarah atau historis adalah gambaran secara kritis seluruh kebenaran
kejadian atau fakta masa lampau. Berarti penelitian sejarah (historis) adalah penelitian
yang berusaha merekonstruksi kejadian masa lalu dengan syarat sistematis, objektif
dan akurat.

Contoh penelitian historis dalam pendidikan kesenirupaan : pelaksanaan


pendidikan Program Khusus Diploma Pendidikan Guru Kerajinan dan
pengangkatannya; pengembangan kurikulum SMA yang mengintegrasikan pendidikan
ketrampilan vokasional atau uji coba kurikulum SMA.

Penelitian Perkembangan

Penelitian perkembangan adalah, penelitian yang berusaha untuk mengkaji


pola pertumbuhan/perubahan dari satu objek atau subjek yang diteliti, yang dikaji
yang berkaitan dengan fungsi dan waktu.

Studi longitudinal mengenai perkembangan atau tahapan menggambar anak-


anak untuk menetahui karakteristik karya anak-anak dalam usia yang berbeda-beda;
studi cross sectional mengenai karakteristik dan perubahan-perubahan pada sejumlah
objek dalam menggambar dari beberapa kelompok umur yang mewakili setiap taraf
perkembangan; studi mengenai kecenderungan para guru membelajarkan seni rupa di
SD pada masa lalu, sehingga
dapat diramalkan pola-pola pembelajaran seni rupa masa
datang.

Penelitian Korelasional

Penelitian korelasional adalah penelitian yang dirancang untuk menentukan


tingkat hubungan variable-variabel yang berbeda dalam suatu populasi. Sifat-sifat
perbedaan kritis adalah usaha menaksir hubungan dan bukandeskripsi saja (Fok,
1969). Melalui penelitian tersebut kita dapat memastikan berapa besar yang
disebabkan oleh satu variable dalam hubungannya dengan variasi yang disebabkan
oleh variabel lain. Salah satu keuntungan dari penelitian korelasional adalah, dalam
menyebarluaskan informasi atau menciptakan hubungan masyarakat sangat logis dan
baik. Sedangkan salah satu kerugiannya adalah, penelitian ini memberikan informasi
yang terbatas tentang pengaruh variabel-variabel yang diteliti.

Contoh penelitian dalam bidang pembelajaran seni rupa : Studi korelasi antara
tes bakat dengan keberhasilan belajar mahasiswa Jurusan Seni Rupa; Studi korelasi
antara pola asuh dengan kreativitas seseorang; Studi komparasi hubungan antara skor
SPMB dengan IP komulatif mahasisw Jurusan Seni Rupa Angkatan 2005 dan
Angkatan 2006.

Contoh Penelitian Kausal Komparatif

Penelitian mengenai faktor-faktor dari karakteristik individu yang dapat


menggambar manusia dengan baik berdasarkan catatan atau data yang terdapat di
BAAKPSI dan Jurusan; Penelitian mengenai pola-pola perilaku dan prestasi belajar
seseorang berkaitang dengan perbedaan usia ketika masuk SD berdasarkan data atau
catatan perilaku dan nilai hasil belajar yang bersangkutan mulai kelas satu SD hingg
kelas enam SD.
Penelitian Eksperimen

Dalam bidang pendidikan (Seni Rupa) penelitian eksperimen dapat dilakukan


di lapangan (outdoor) atau di kelas (indoor). Hasil penelitian eksperimen di dalam
kelas (indoor) dapat direplikasi karena kontrolnya terhadap lingkungan lebih ketat,
sehingga variable-variabel bebasnya dapat diisolir. Sementara itu eksperimen
lapangan (outdoor) tidak dapat dilakukan secara ketat-sempurna. Karakteristik umum
penelitian eksperimen; adanya control atau pengendalian, adanya manipulasi atau
perlakuan, adanya pengamatan atau pengukuran.

Contoh penelitian eksperimen dalam pendidikan seni rupa: penelitian untuk


mengetahuai pengaruh dua metode pembelajaran menggambar alam benda di SMP
berdasarkan tingkat usia dan taraf IQ siswa (tinggi, sedang, rendah) dengan
penempatan guru secara acak berdasarkan intelegensi, tingkat usia, dan metode
mengajar.

Penelitian Studi Kasus

Bila kita melakukan penelitian yang terinci tentang seseorang atau sesuatu unit
selama selama kurun waktu tertentu, disebut dengan studi kasus. Contoh penelitian
Studi kasus dalam kaitannya dengan pendidikan seni rupa, factor yang mempengaruhi
malasnya siswa dalam menghadapi pelajaran seni budaya; Kecenderungan mahasiswa
jurusan seni rupa dalam mengikuti mata kuliah teori.

Penelitian Tindakan

Penelitian tindakan bertujuan untuk perbaikan kinerja atau penampilan pada


suatu bidang atau kegiatan tertentu yang sedang dan atau akan berlangsung. Apabila
diimplementasikan dalam dunia pendidikan atau penelitian kelas, maka diharapkan
adanya upaya perbaikan praktik-praktik pembelajaran dan atau pendidikan. Perbaikan
praktik pembelajaran atau pendidikan, artinya harus mencakupi perbaikan-perbaikan
keseluruhan unsure pembelajaran secara simultan.
Contoh penelitian dalam dunia pendidikan (seni rupa) : Pembelajaran
menggambar bentuk kelas-kelas rendah; pembelajaran apresiasi karya-karya kelas
tinggi; implementasi metode pembelajaran baru sebagai bentuk inovasi pembelajaran
melukis di Sekolah dasar.

Contoh-contoh Rumusan Masalah (bidang penelitian pendidikan seni rupa)

1. Judul penelitian “ Motivasi Belajar Siswa SMP Negeri 2 Jepara Terhadap


Pelajaran Seni Budaya” Rumusan masalah “ bagaimanakah motivasi siswa SMP
Negeri 2 Jepara terhadap pelajaran seni budaya?”

2. Judul penelitian “ Korelasi Antara Motivasi Belajar dengan Hasil Belajar Siswa
SMP Negeri 2 Jepara” Rumusan masalah “ adakah korelasi antara motivasi
belajar dengan hasil belajar siswa SMP Negeri 2 Jepara?”

3. Judul penelitian “ Pengaruh Faktor Keturunan Orang Tua terhadap Prestasi


Belajar Anak “ Rumusan masalah “ adakah pengaruh Faktor Keturunan orang tua
terhadap prestasi belajar anak?”.

Contoh-contoh dalam permasalahan penelitian pendidikan seni rupa dan seni rupa:

Tugas-tugas menggambar perspektif kepada murid kelas satu SMA


menjadikan para murid tersebut tidak senang terhadap mata pelajaran seni rupa.
(apakah tugas tugas menggambar perspeektif kepada para murid kelas sati SMA
menjadikan para murid tersebut tidak senang terhadap mata pelajaran seni rupa?)

Bagaimana dan dari manakah data penelitian dapat diperoleh? Dalam hal ini
peneliti harus menetapkan variable penelitiannya, yaitu : hubungan antara pemberian
tugas-tugas menggambar perspektif dengan ketidaksenangan murid terhadap mata
pelajaran seni rupa atau dapat di rumuskan sebagai berikut :

Variabel Pertama : pemberian tugas menggambar perspektif


Variabel Kedua : Ketidaksenangan murid terhadap mata pelajaran seni rupa.

Menyimak variable-variabel tersebut dapat ditetapkan bahwa informasi yang


berkenaan dengan variabel tersebut adalah para murid kelas satu dan guru seni
rupanya.

Selain para murid kelas satu dan guru seni rupanya, kiranya orang tua murid
tersebut dapat pula memberikan informasi mengenai kondisi anak-anaknya yang
dikenai tugas menggambar perspektif dan ketidaksenangannya terhadap mata
pelajaran seni rupa.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dari permasalahan penelitian


tersebut : (a) Subjek penelitiannya adalah murid kelas satu SMA, (b) responden
penelitiannya adalah murid kelas satau SMA, guru seni rupa dan orang tua murid
tersebut (c) sumber data penelitiannya sama denagn responden penelitian.

Dalam kasus diatas, subjek penelitiannya adalah “murid kelas satu SMA”
artinya subjek penelitian tersebut meliputi seluruh murid kelas satu SMA tanpa
kecuali. Dalam kondisi subjek yang demikian banyak, penelitian sulit dilaksanakan
karena keterbatasan-keterbatasan dana dan waktu. Oleh karena itu populasi penelitian
perlu dibatasi, misalnya dengan menambahkan atribut tertentu pada subjek
penelitiannya. Contoh-contoh : murid kelas satu SMA di Kota Semarang, murid kelas
satu SMA di Kota Semarang lahir di Jawa dan berjenis kelamin laki-laki, murid kelas
satu SMA di Kota Semarang lahir di Jawa dan berjenis kelamin laki-laki berpostur
tubuh tinggi, dan sebagainya.

Pembatasan populasi tersebut dapat pula dilakukan dengan bentuk tehnik


sampling atau penyampelan.

Daftar Pustaka
Arikunto, Suharsimi. 1998. Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.

Ismiyanto, PC. S., M. Pd. 2003. Metode Penelitian. Bahan Ajar Tertulis Jurusan Seni
Rupa Universitas Negeri Semarang.

Sevila, Consuelo G. dkk. 1993. Pengantar Metode Penelitian. Jakarta: UI Press

Waridah, Siti Q. 1999. Sosiologi 2 Untuk Kelas 3SMU. Jakarta: Bumi Aksara.