Anda di halaman 1dari 3

Cara sederhana pembuatan PELET dirumahsolid aquatic

Bahan-bahan:

1. Tepung kanji
2. ragi
3. Bahan-bahan pakan ( sesuai selera anda ).

Pembuatan:

Bahan-bahan pakan dicampur jadi satu kemudian diblender sampai halus.


setelah itu tambahkan air panas sebanyak ± 1/4 berat bahan baku. dan aduk di atas api kecil,
pengadukan adonan dilakukan sampai terjadi perubahan warna segera masukkan tepung kanji
dengan perbandingan 1/3 dari bahan aduk terus sampai adonan mengental, bila perlu
tambahkan sedikit lagi air panas.
Adonan didinginkan . Setelah dingin masukkan ragi roti dan aduk sampai merata.

Bahan baku yang telah dingin dicetak dengan penggiling daging dan akan diperoleh bentuk
batangan-batangan. Batangan basah tersebut dipotong-potong sepanjang 3 cm atau terserah
anda.
Pelet basah yang telah dipotong-potong dijemur sampai kadar airnya 10- 20%. pengeringan
dapat juga dengan menggunakan oven. Pengeringan dihentikan apabila pelet kering, keras
dan mudah patah

(a). Pakan rebus :

Bahan baku pembuatan pakan rebus terdiri atas ikan asin kualitas rendah (below standard =
BS), tepung katul dan dedak halus dengan komposisi sebagaimana terdapat pada Tabel 3.
Jumlah bahan baku yang disediakan adalah untuk pemberian pakan bagi 10 ribu ekor ikan.

Tabel 3.
Komposisi Bahan Baku Pakan Rebus Buatan Sendiri
Komposisi menurut umur ikan di pembesaran
Bahan Baku (kg/hari)
4 bulan 5 bulan 6-7 bulan 8-10 bulan
a. Ikan asin
14 21 42 49
BS
b. Tepung
30 45 90 105
katul
c. Dedak halus 40 60 120 140
Jumlah 84 126 252 294
Sumber : Data primer

Adapun peralatan yang digunakan untuk pembuatan pakan adalah wadah dari tong (ukuran
setengah drum), kompor pompa minyak tanah dan tungku masak. Cara membuatnya adalah
sebagai berikut. Campuran bahan diramu di dalam tong dan ditambah air bersih, diaduk
sampai rata dan direbus selama 2 jam, kemudian didinginkan. Setelah dingin, pakan yang
masih diwadahi dalam tong atau dimasukkan kedalam karung plastik diangkut dengan perahu
ke lokasi fence. Pemberian pakan dilakukan sekali dalam sehari pada sore hari dengan cara
pakan dikepalkan dalam genggaman kemudian disebarkan di seluruh permukaan air. Menurut
keterangan pembudidaya pemberian pakan dengan cara ini, hanya 75% pakan yang dapat
dimakan oleh ikan, sedangkan sisanya 25% tidak termakan dan terbuang oleh arus air sungai
yang mengalir.

(b). Pakan tidak dimasak :

Bahan baku untuk pembuatan pakan tidak dimasak terdiri dari dedak, ikan asin BS, ampas
singkong, bekatul dan ampas tahu. Komposisi dan jenis bahan baku pembuatan pakan tidak
dimasak buatan sendiri adalah sebagaimana disajikan pada Tabel 4. Jumlah bahan baku pada
tabel dipergunakan untuk memberikan pakan bagi 12,5 ribu ekor ikan.

Tabel 4.
Komposisi Bahan Baku Pakan Tidak Dimasak Buatan Sendiri
Komposisi menurut umur ikan di pembesaran
(kg/hari)
Bahan Baku
7-10
3 bulan 4 bulan 5 bulan 6 bulan
bulan
a. Ikan asin BS 12 24 30 40 60
b. Tepung katul 12 24 30 40 60
c. Dedak halus 5 10 30 40 60
d. Ampas ubi
10 20 30 40 60
kayu
e. Ampas tahu 11 22 30 40 60
Jumlah 50 100 150 200 300
Sumber : Data primer

Pengolahan pakan menggunakan seperangkat alat-alat mekanis yang dirancang sendiri.


Peralatannya terdiri dari generator diesel berkekuatan 15.000 watt, mesin cincang daging
(molen) ukuran besar 4 buah dan dinamo sebagai tenaga penggerak. Cara pembuatan pakan
adalah sebagai berikut: Masing-masing bahan baku pakan ditimbang sesuai kebutuhan dan
dicampur di dalam wadah ukuran persegi empat yang terbuat dari papan serta diaduk sampai
rata, kemudian dimasukkan kedalam molen untuk diproses menjadi pelet. Kemudian pelet di
tampung dalam wadah plastik, dijemur beberapa jam di sinar matahari dan siap untuk
diberikan kepada ikan. Hasil pakan olahan hampir sama dengan pakan buatan pabrik yaitu
pelet berbentuk silindris ukuran diameter 5 mm dan panjang 4 – 5 cm. Menurut keterangan
pembudidaya pemberian pakan dengan cara ini lebih efektif karena sebanyak 99% pakan
dapat dimakan oleh ikan, sedangkan sisanya sebanyak 1% terbuang bersama arus air sungai
yang mengalir.