Anda di halaman 1dari 22

REPUBLIK IRLANDIA

Republik Irlandia (Bahasa Irlandia: Poblacht na hÉireann) merupakan sebuah


negara yang mencakup lima perenam Pulau Irlandia yang terletak di bagian barat laut
Eropa. Nama resmi negaranya adalah Irlandia (Éire), yang digunakan oleh organisasi-
organisasi internasional untuk menunjuk ke negara ini. Populasi Irlandia berjumlah
lebih dari 4 juta jiwa dan termasuk anggota Uni Eropa. Wilayah Pulau Irlandia yang
tidak termasuk republik ini dimiliki oleh Irlandia Utara, bagian dari Britania Raya.

Sejarah Singkat
Pada abad ke XVI pemukim dari England (English Settlers) yang masuk dan
menetap di Irlandia mulai terlibat friksi dengan penduduk asli setempat. Tahun 1603
King James I melaksanakan “Proyek Plantation” yaitu mengirimkan ribuan emigran
dari England dan Scotland ke Irlandia dengan merampasi dan menguasai tanah-tanah
penduduk setempat. Tahun 1800, Irlandia dipersatukan dengan England berdasarkan
“Act of Union” kemudian seluruh tatanan politik, administrasi dan hukum di Irlandia
disusun sesuai sistem yang berlaku di Inggris. Tahun 1921 Irlandia memperoleh
kemerdekaan dari Inggris namun wilayahnya dibagi dua (Partition of Ireland) yaitu
26 counties di bagian selatan merdeka penuh dengan sebutan Irish Free State dan 6
counties di bagian utara yang mayoritas penduduknya keturunan English Settlers
tetap menjadi bagian Inggris dengan sebutan Northern Ireland. Setelah Konstitusi
Irlandia terbentuk pada tahun 1937, sebutan Irish Free State resmi diubah menjadi
Ireland (Eire).
Pada 29 Desember 1937, perjanjian yang mengakui kemerdekaan Republik
Irlandia ditandatangani oleh pemimpin Irlandia Selatan dan pemerintah Britania
Raya. Namun, dengan alasan tengah berlangsungnya Perang Dunia II, Inggris tidak
melaksanakan isi perjanjian tersebut. Setelah perang berakhir, pada tahun 1949,
rakyat Irlandia selatan yang mayoritas Katolik, mengumumkan secara resmi
kemerdekaannya dari Britania Raya. Kemerdekaan ini berhasil dicapai setelah rakyat
Irlandia selama delapan abad berjuang melawan Britania Raya.

Letak Geografis
Republik Irlandia mencakup 70.273 km² atau 83% dari luas Pulau Irlandia di
bagian selatan, dengan sisanya merupakan wilayah Irlandia Utara. Batas baratnya
adalah Samudra Atlantik, sedangkan di timur terdapat Laut Irlandia yang
berhubungan dengan samudra lewat Selat St. George dan Laut Keltik. Pesisir barat
Irlandia terdiri dari tebing, bukit, dan gunung kecil. Bagian dalamnya dilewati
berbagai sungai, salah satunya adalah Sungai Shannon. Kota-kota di Irlandia antara
lain Dublin, Cork, Galway, dan Limerick.
Iklim di Irlandia adalah sedang dan dipengaruhi oleh arus Atlantik Utara.
Musim panasnya tidak begitu panas dan musim dinginnya juga tidak terlalu dingin.
Beberapa bagian Irlandia mendapatkan 275 hari dengan hujan dalam setahun.

Keadaan Alam
Irlandia merupakan daerah rendah yang dikelilingi oleh tanah tinggi. daerah
rendah itu jarang melebihi tinggi 120 m, kecuali didaerah pegunungan dan dataran
tinggi. Pada Umumnya lapisan tanah bawahnya terdiri dari batu gamping. Pantai laut
irlandia sangat bervariasi. misalnya, pantai barat memiliki banyak teluk dengan
pulau-pulau lepas pantai, seperti Pulau Achil, Pulau Valentia, dan Kepulauan Aran.
Sedangkan pantai laut timur lebih teratur reliefnya dan hampir tidak memiliki pulau
lepas pantai.
Lapisan Kulit Bumi Irlandia menunjukkan tanda-tanda bekas kikisan es. Pada
kawasan pegunungan ini banyak sekali terlihat bekas erosi glasial dan bahan
fluvioglasial yang tebal tersebar memanjang dari timur ke barat, berselang-seling dan
sejajar dengan lembah-lembah yang sabak dan batu gamping. Pada rangkaian
pegunungan ini terdapat Pegunungan Mcgillicuddy's Reeks, dengan puncak tertinggi
Gunung Carrauntoohill (1041 m). Dataran tinggi yang merupakan bingkai di bagian
tepi irlandia, mencakup daerah pegunungan di wilayah Connacht di sebelah barat dan
wilayah Donegal di sebelah utara. Dataran tinggi yang paling luas terdapat di sebelah
timur, yakni di daerah pegunungan Wicklow. Wilayah Pegunungan Wicklow
Memiliki puncak tertinggi di gunung lugnaqualla (926 m). Dengan terdapatnya
dataran tinggi di daerah ini maka banyak terdapat sungai, seperti Sungai Erne, Lee,
Liffey, dan Sungai Shannon yang merupakan Sungai Terpanjang (385 km) dibendung
dan dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air.
Iklim di Irlandia dipengaruhi dengan adanya lautan dan oleh arus teluk. Hal
ini mengakibatkan Irlandia beriklim sejuk dan basah serta mudah berubah akibar
udara laut yang bertiup dari samudra atlantik. Suhu rata-rata di irlandia pada bulan
januari berkisar 5 C dan pada bulan juli berkisar 15 C. Sebagian Besar wilayah
dataran rendah di irlandia menerima curah hujan lebih dari 3000 mm per tahun.

County & Provinsi:


Republik Irlandia secara tradisional dibagi dalam 26 county (contae atau
condae dalam bahasa Irlandia) yang masih digunakan hingga kini dalam konteks
kebudayaan dan olahraga. 26 county tersebut adalah bagian dari 4 provinsi:
Connacht, Ulster, Leinster, dan Munster.
Secara administratif, beberapa dari 26 county tersebut telah mengalami
restrukturisasi, misalnya County Dublin yang telah dihapus dan dipecah menjadi tiga
dewan county pada tahun 1990-an dan County Tipperary yang telah dibagi secara
administratif menjadi dua county terpisah sejak tahun 1890-an sehingga pada masa
kini terdapat 29 county administratif dan 5 kota, yaitu Dublin, Cork, Limerick,
Galway, dan Waterford. Kilkenny juga adalah sebuah kota namun tidak mempunyai
dewan kota. Selain itu, ada pula lima borough yang mempunyai sejumlah otonomi
dalam county-nya.
Populasi dan Agama
Penduduk Irlandia meningkat pesat dari sekitar 2,5 juta pada tahun 1767
menjadi lebih dari 4 juta pada 1781. Berdasarkan sensus bulan April tahun 2006
Jumlah Penduduk Irlandia adalah sebanyak 4.234.945 juta orang . Sensus agama
sama sekali tidak dapat diandalkan, namun pada tahun 1834 diperkirakan bahwa
hampir 81% dari penduduk Irlandia menganut agama Katolik, 10% Anglikan, dan 9%
Presbiterian (http://www.oup.co.uk/vsi/history).
Agama utama di Republik Irlandia adalah Kristen. Kekristenan Irlandia
didominasi oleh Gereja Katolik Roma. Secara historis, sebelum kedatangan agama
Kristen, Celtic politeisme merupakan agama yang dominan di Irlandia. Konstitusi
Irlandia, saat ini, menyetujui undang-undang yang melarang penistaan agama, dan
menyatakan bahwa negara tidak boleh memberkati agama tertentu, akan tetapi
jaminan kepada warganya dalam menjalankan kebebasan beragama sesuai dengan
kepercayaan dan keyakinan masing-masing; orang yang melanggarnya akan dikenai
denda sampai 25 ribu euro (http://answering.wordpress.com/2009/07/30/uu-anti-
pelecehan-agama-angin-segar-bagi-muslim-irlandia/)

Pendidikan
Secara garis besar, pendidikan di Irlandia terbagi menjadi 3 (tiga) tingkatan:
pendidikan tingkat pertama/dasar (Primary Education), pendidikan tingkat kedua
(Secondary Education), dan pendidikan tingkat ketiga (Tertiary Education).

A. Pendidikan Tingkat Pertama (Primary Education)


Walaupun anak-anak tidak diwajibkan untuk menghadiri sekolah sampai usia
enam tahun, 65% dari anak usia empat tahun dan sebagian besar anak berusia lima
tahun terdaftar di kelas balita di sekolah dasar di Irlandia. Sekolah dasar berlangsung
sampai tahun kedelapan, yang terbagi menjadi dua periode (junior dan senior).
Sistem pendidikan pertama menekankan sebuah pendekatan yang berpusat
pada anak dan didasarkan pada keyakinan bahwa pendidikan yang berkualitas tinggi
memungkinkan anak-anak untuk merealisasikan potensi mereka sebagai individu dan
menjalani kehidupan mereka sepenuhnya sesuai dengan tahap-tahap perkembangan
tertentu. Kurikulum pendidikan pertama menyediakan pengalaman belajar yang luas
dan kaya dalam mempromosikan berbagai pendekatan untuk proses belajar dan
mengajar. Tujuan kurikulum adalah untuk memastikan bahwa semua anak diberi
kesempatan belajar yang sama dengan keunikan mereka masing-masing,
mengembangkan potensi mereka sepenuhnya dan menyiapkan mereka untuk
menghadapi tantangan abad ke-21. Fokusnya adalah pada anak sebagai pelajar, dan
penggunaan berbagai metodologi pengajaran sebagai fitur penting dari kurikulum.
Kurikulum bertujuan untuk mendorong perkembangan keterampilan kunci dalam
komunikasi, pemecahan masalah, berpikir kritis, penyelidikan, penyidikan dan
analisis, dan sosial dan kesadaran pribadi dan interaksi terhadap lingkungannya.
Mata pelajaran yang diajarkan pada pendidikan tingkat pertama adalah
sebagai berikut: bahasa, matematika, pendidikan ilmiah, sosial dan lingkungan,
pendidikan seni, pendidikan jasmani dan pendidikan kesehatan personal dan sosial.
Secara sederhana, pembagian kelas selama menempuh pendidikan tingkat
pertama adalah sebagai berikut: Junior Infants (nol kecil), Senior Infants (nol besar),
First Class (kelas satu), Second Class (kelas dua), Third Class (kelas tiga), Fourth
Class (kelas empat), Fifth Class (kelas lima) dan Sixth Class (kelas enam).

B. Pendidikan Tingkat Kedua (Secondary Education)


Pendidikan menengah di Irlandia bertujuan untuk membangun di atas fondasi
pendidikan dasar untuk memberikan lingkungan belajar yang komprehensif dan
berkualitas tinggi untuk memungkinkan semua siswa untuk hidup dan untuk hidup
dengan menyadari potensi mereka sebagai individu dan warga negara. Pendidikan
tingkat kedua ini terdiri dari pendidikan menengah, kejuruan, sekolah komprehensif
dan sekolah-sekolah komunitas.
Sekolah kejuruan dan community college mendidik lebih dari 33% dari semua
siswa tingkat kedua, yang dikelola oleh komite pendidikan kejuruan badan hukum
yang didirikan di bawah Undang-Undang Pendidikan Kejuruan, 1930, sebagaimana
yang telah diubah. Sekolah kejuruan didanai hingga 93 persen dari biaya total
penyediaan. Awalnya, prioritas utama dari sekolah-sekolah ini diarahkan untuk
pengembangan keterampilan manual dan persiapan kaum muda dalam dunia
pekerjaan. Namun, saat ini sudah dilengkapi dengan kursus tingkat kedua. Sekolah
kejuruan juga merupakan penyedia utama pendidikan bagi orang dewasa dan kursus
pendidikan bagi masyarakat.
Sekolah komprehensif (comprehensive schools) menggabungkan mata
pelajaran akademis dan kejuruan dalam berbagai kurikulum. Jenis sekolah ini
dikelola oleh sebuah dewan perwakilan manajemen dari keuskupan otoritas
keagamaan, yang tertuang dalam Komite Pendidikan Kejuruan daerah dan Menteri
Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan. Sekolah-sekolah ini dibiayai sepenuhnya oleh
Departemen Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan.
Sekolah komunitas (community colleges) dikelola oleh Dewan Manajemen
wakil dari kepentingan-kepentingan lokal. Sekolah-sekolah ini menawarkan
kurikulum yang luas mencakup praktek dan mata pelajaran akademik. Sekolah-
sekolah ini juga menyediakan fasilitas untuk pendidikan orang dewasa dan proyek-
proyek pengembangan masyarakat. Sekolah-sekolah ini sepenuhnya didanai oleh
Negara melalui Departemen Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan.
Semua sekolah menyediakan kursus bersertifikat yang ditetapkan oleh
Departemen Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan, berhak untuk ikut ujian nasional yang
sama yang diadakan oleh Departemen pendidikan.
Pendidikan tingkat kedua di Irlandia umumnya dimulai pada usia 12 (dua
belas) tahun dan terdiri dari tiga tahun siklus Junior diikuti oleh dua atau tiga tahun
siklus senior. Pada tingkat pendidikan kedua, tingkatan pembagian kelasnya adalah
sebagai berikut: tahun pertama, kedua dan ketiga.
Ujian siklus junior dilakukan pada akhir siklus junior pasca sekolah tingkat
pertama. Pelayanan siklus Junior disediakan bagi siswa berusia 12 (dua belas) tahun
sampai 15 (lima belas) tahun dan umur siswa biasanya menginjak usia 14 atau 15,
setelah 3 tahun pasca pendidikan pertama/dasar. Siswa harus mengikuti sejumlah
mata pelajaran inti yang mencakup Gaeilge, Bahasa Inggris, Matematika, Pendidikan
Kesehatan, Pribadi & Sosial, Kewarganegaraan, Pendidikan Politik dan Sosial dan
mata pelajaran lain meliputi bahasa, Science, kajian Bisnis, Seni, Musik dan lain-lain.
Selain itu, siswa di Sekolah Menengah juga harus belajar Sejarah dan Geografi. Ujian
dinilai melalui ujian tertulis pada akhir tahun tiga program, bersama dengan ujian dan
kegiatan-kegiatan praktek di beberapa mata pelajaran dan ujian lisan dan
pendengaran (listening).
Siklus senior secara signifikan telah direstrukturisasi dalam beberapa tahun
terakhir dan sekarang menawarkan "Transisi Tahun" yang memberikan kesempatan
bagi siswa untuk menikmati berbagai input pendidikan, keterampilan hidup dan
pengalaman kerja. Tahun Transisi adalah program satu tahun opsional yang biasanya
membentuk tahun pertama dari siklus tiga tahun. Tahun transisi tidak diteliti,
melainkan dinilai, dan dimaksudkan untuk menjadi pengalaman pendidikan yang luas
yang membantu dalam transisi dari lingkungan sekolah dengan mendorong kreativitas
dan tanggung jawab yang diri. Tujuan utama dari Tahun Transisi adalah untuk
mempromosikan pengembangan pendidikan kejuruan pribadi siswa, sosial, dan untuk
mempersiapkan mereka secara otonom, partisipatif dan bertanggung jawab sebagai
anggota masyarakat.

C. Pendidikan Tingkat Ketiga (Tertiary Education)


Pendidikan tingkat ketiga terdiri dari sejumlah sektor. Sektor universitas,
sektor teknologi dan pendidikan perguruan tinggi yang secara substansial dibiayai
oleh Negara. Selain itu ada sejumlah perguruan tinggi swasta independen. Ada tujuh
universitas dan ketujuh universitas tersebut bersifat otonom dalam menjalankan
kurikulum yang ditentukan oleh Departemen Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan.
Universitas-universitas tersebut menawarkan program gelar tingkat sarjana, tingkat
master dan doktor. Sektor institut teknologi menyediakan program pendidikan dan
pelatihan bersertifikat di bidang-bidang seperti bisnis, ilmu pengetahuan, teknik,
linguistik dan musik, diploma dan atau yang sederajat.
Ada lima perguruan tinggi pendidikan di Irlandia. Perguruan tinggi ini
mengkhususkan diri pada konsentrasi pelatihan guru-guru pada tingkat pertama.
Selain itu, mereka juga menawarkan tiga tahun gelar sarjana pendidikan dan 18 bulan
pasca-sarjana diploma.
Pelatihan guru tingkat kedua biasanya diwajibkan untuk menyelesaikan gelar
tingkat pertama di universitas atau lembaga tingkat ketiga lainnya yang diikuti oleh
satu tahun lebih tinggi di bidang pendidikan diploma. Selain itu, ada perguruan tinggi
pendidikan yang mengkhususkan diri dalam pelatihan tingkat kedua ilmu ekonomi,
guru agama dan pendidikan jasmani.

Gambar 3. Skema alur pendidikan di Irlandia


Pelayanan Publik (Birokrasi)
Irlandia mewarisi sistem pemerintahan dan birokrasi yang sangat sentralistis.
Birokrasi itu dipilih untuk melayani semua badan pemerintah, termasuk presiden,
perdana menteri dan para menterinya, serta lembaga judikatif. Fungsi birokrasi
semakin penting karena dominasinya pada era-era setelah kemerdekaan. Birokrasi di
negeri itu telah menjelma menjadi institusi yang mampu menegakkan integritas dan
identitas bersama.
Pada tahun 1926, Irlandia ini sudah memiliki Komisi Aparat Pemerintah di
samping Komisi Pemilihan Lokal. Badan tersebut bertanggung jawab untuk
melakukan proses seleksi dan rekrutmen pegawai negeri sipil (PNS) dan terlepas atau
independen dari partai politik. Hasilnya adalah lahirnya birokrasi pemerintah yang
kuat dan independen. Komisi tersebut juga bertugas menegakkan prinsip meritokrasi
dalam proses promosi sehingga mayoritas yang menduduki level-level top-manager
adalah birokrat karir. Selain itu juga dikenal adanya jabatan penasihat khusus atau
staf ahli menteri yang berakhir bersamaan pergantian pemerintahan.
Dari semua jabatan birokrasi, posisi Sekjen (sebelumnya Sekretaris
Departemen) merupakan posisi yang paling berpengaruh. Tugas utamanya adalah
melakukan penilaian dan formulasi kebijakan. Karenanya, pengetahuan mereka
tentang suatu kebijakan akan sangat menentukan diterima tidaknya suatu proposal
kebijakan yang diajukan para menteri secara individual atau pemerintah secara
keseluruhan. Sekjen juga merupakan saluran utama para birokrat untuk mengajukan
usulnya kepada para menteri.
Adapun layanan-layanan yang disediakan oleh pemerintah lokal adalah
sebagai berikut: perumahan dan bangunan, keamanan transportasi, persediaan air dan
saluran pembuangan, pengawasan dan insentif, perlindungan lingkungan dan
pembuangan sampah, hiburan dan keramahan, pendidikan, kesehatan dan
kesejahteraan, dan layanan-layanan lainnya.
Pemerintah Pusat
Dalam proses penyelenggaran pemerintah pusat, semua departemen dan
badan-badan pemerintah dipisahkan secara tegas dari partai politik untuk
menegakkan kepercayaan publik. Bahkan beberapa area kebijakan diserahkan
langsung kepada pemerintah regional (propinsi) atau lokal (kabupaten). Pusat tetap
menangani beberapa masalah strategis seperti masalah pembangunan, keuangan
negara, dan kebijakan kesehatan. Secara umum dapat dikatakan bahwa tingkat
sentralisasi pemerintahan di Irlandia adalah tinggi walaupun pemerintah pusat sudah
mendelegasikan beberapa urusan ke daerah yang dilengkapi dengan desentralisasi
lembaga/departemennya. Bahkan pemerintah pusat melakukan kontrol yang sangat
ketat atas media nasional dari Dublin.

Pemerintah Lokal
Aspek lain yang menarik dari kasus Irlandia adalah penyelenggaraan
pemerintahan lokal. Sebagai negara kesatuan, Irlandia tidak mengenal negara federal.
Pemerintah lokal relatif tidak berpengaruh secara politik dan menyediakan jasa
pelayanan yang relatif sedikit dibandingkan dengan pemerintah pusat. Tetapi dalam
prakteknya, mereka dibebani begitu banyak tugas dan tanggung jawab seperti
penyelenggaraan urusan perumahan dan bangunan, transportasi darat dan
keselamatan, penyediaan air bersih, insentif dan kontrol pembangunan, perlindungan
lingkungan, rekreasi, pertanian, pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan, dan jasa
lain-lainnya.
Kendati memiliki posisi dan kekuatan yang relatif lemah terhadap pemerintah
pusat, namun pemerintah lokal memiliki fungsi strategis, yakni sebagai ajang untuk
membangun basis dukungan sekaligus sebagai batu loncatan untuk dapat dipilih
menjadi anggota Majelis Rendah. Dengan kata lain, pemerintah lokal merupakan
sarana yang efektif untuk pembentukan klientelisme politk yang juga berpengaruh
terhadap karir politik dan birokratis seseorang.
Aparat pemerintah di tingkat lokal yang dipilih dan dipromosikan oleh Komisi
Pemilihan Lokal, menjalankan 2 (dua) fungsi utama, yaitu fungsi eksekutif yang
ditetapkan oleh Dewan Kota setempat atau kepala daerahnya, dan fungsi
cadangan/tambahan yang ditetapkan melalui resolusi para wakil rakyat yang terpilih.
Kedua fungsi tersebut tidak bekerja secara terpisah tetapi dipakai dalam mekanisme
kerja yang seimbang guna mewujudkan demokrasi di tingkat lokal serta efisiensi
administrasi. Mengingat pentingnya fungsi pemerintah lokal, maka pemerintah
Irlandia telah membentuk beberapa otoritas regional sejak 1 Januari 1994 berdasarkan
rekomendasi yang diberikan oleh tim penasihat Local Government Reorganisation
and Reform. Otoritas tersebut tidak diarahkan untuk mengeliminasi peran dan
pengaruh propinsi. Sebaliknya, fungsi otoritas itu disesuaikan dengan kerangka kerja
Uni Eropa sebagai badan perwakilan dan bertugas untuk melakukan koordinasi di
tingkat regional antara sesama otoritas pemerintah dan menghubungkan perencanaan
di tingkat pusat dengan program pembangunan di tingkat lokal. Karena adanya
dukungan pendanaan dari Uni Eropa maka badan ini sangat membantu pemerintah
dalam mengalokasikan bantuan tersebut secara optimal di samping mempengaruhi
perencanaan pembangunan nasional melalui berbagai input laporannya.
Dalam beberapa kasus, Irlandia mengalami kondisi yang dilematis yang
ditandai oleh kegagalan pemerintah pusat di satu sisi dan ketidakberdayaan otoritas
lokal di sisi lain. Kekosongan tersebut coba diisi dengan pembentukan gugus tugas
atau badan-badan semacamnya yang bekerjasama dengan berbagai badan atau
organisasi di tingkat lokal, termasuk yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat.
Berangkat dari pertimbangan tersebut, pada tahun 1995 dibentuk Komisi Devolusi.
Salah satu rekomendasinya adalah perlunya sistem pemerintahan lokal baru yang
memiliki 3 lapis, yaitu pada 1) tingkat regional untuk menjalankan fungsi koordinasi,
2) pada tingkat kabupaten, dan 3) pada tingkat di bawah kabupaten.
Direkomendasikan pula agar pemerintah lokal memiliki peran yang lebih
besar dalam suatu sistem pembangunan dan terbentuknya pemerintah lokal yang lebih
terintegrasi. Bahkan belakangan disadari bahwa dengan semakin besarnya peran Uni
Eropa, maka Uni Eropa perlu diperlakukan sebagai salah satu lapisan tersendiri dalam
proses administrasi publik dan pembangunan.

Pelayan Publik (Birokrasi)


Irlandia mewarisi sistem pemerintahan dan birokrasi yang sangat sentralistis.
Birokrasi itu dipilih untuk melayani semua badan pemerintah, termasuk presiden,
perdana menteri dan para menterinya, serta lembaga judikatif. Fungsi birokrasi
semakin penting karena dominasinya pada era-era setelah kemerdekaan. Birokrasi di
negeri itu telah menjelma menjadi institusi yang mampu menegakkan integritas dan
identitas bersama.
Pada tahun 1926, Irlandia ini sudah memiliki Komisi Aparat Pemerintah di
samping Komisi Pemilihan Lokal. Badan tersebut bertanggung jawab untuk
melakukan proses seleksi dan rekrutmen pegawai negeri sipil (PNS) dan terlepas atau
independen dari partai politik. Hasilnya adalah lahirnya birokrasi pemerintah yang
kuat dan independen. Komisi tersebut juga bertugas menegakkan prinsip meritokrasi
dalam proses promosi sehingga mayoritas yang menduduki level-level top-manager
adalah birokrat karir. Selain itu juga dikenal adanya jabatan penasihat khusus atau
staf ahli menteri yang berakhir bersamaan pergantian pemerintahan.
Dari semua jabatan birokrasi, posisi Sekjen (sebelumnya Sekretaris
Departemen) merupakan posisi yang paling berpengaruh. Tugas utamanya adalah
melakukan penilaian dan formulasi kebijakan. Karenanya, pengetahuan mereka
tentang suatu kebijakan akan sangat menentukan diterima tidaknya suatu proposal
kebijakan yang diajukan para menteri secara individual atau pemerintah secara
keseluruhan. Sekjen juga merupakan saluran utama para birokrat untuk mengajukan
usulnya kepada para menteri.
Sebagai catatan, yang menarik dari kasus Irlandia adalah bahwa walaupun
pemerintahan sering berganti, namun birokrasi tetap stabil. Para aparat birokrasi
tersebut disosialisasikan dengan “suatu etos” yang sangat kuat dan dijunjung tinggi
untuk mengabdi kepada semua menteri dengan kualitas loyalitas yang sama tanpa
memperhatikan afiliasi partainya. Karenanya, ketika proses pemilu berlangsung, para
birokrat sibuk mempersiapkan berbagai manifesto atau paper kebijakan untuk
nantinya menjadi bahan pegangan bagi menteri yang akan menduduki suatu jabatan.
Upaya menegakkan birokrasi publik yang profesional telah dirintis sejak awal
kemerdekaan Irlandia. Jauh di tahun 1924 melalui Ministers and Secretaries Act telah
diatur bahwa para menteri bertanggung jawab atas semua tindakan serta pelanggaran
yang berada di dalam departemennya. UU tersebut kemudian direvisi pada tahun
1991 yang memberikan fokus khusus pada upaya penyediaan pelayanan, kinerja dan
pencapaian hasil. Fokus yang demikian lebih lanjut dikukuhkan lagi melalui sebuah
Undang-Undang pada Tahun 1997 yang berusaha meningkatkan kinerja manajemen
publik dengan tetap memperhatikan akuntabilitas para menteri, delagasi fungsi,
evaluasi kebijakan, serta adopsi manajemen strategis. Ini merupakan bagian dari
reformasi sektor publik yang didorong oleh dikeluarkannya Buku Putih tentang
Strategic Management Initiatives and Delivering Better Government pada tahun
1996.
Walaupun sudah ada jaminan dan dukungan kelembagaan terhadap kinerja
para pelayan publik, namun upaya reformasi tetap dilakukan secara terus menerus.
Perhatian khusus diberikan pada beberapa aspek seperti:
1. kegagalan mengidentifikasi dan mengambil tindakan berdasarkan
urutan prioritas,
2. kurang diperhatikannya konteks dalam pembuatan kebijakan kunci,
3. kurangnya diperhatikannya pendekatan bisnis,
4. fokus yang berlebihan pada kabijakan jangka pendek, dan
5. perlunya pembenahan manajemen personal dan finansial yang semakin
baik.
Sama halnya dengan persepsi terhadap birokrasi di negara lain, birokrasi di Irlandia
dianggap tidak bertanggung jawab, cenderung hanya berorientasi pada uang,
memiliki tingkat kinerja yang rendah, tidak memberikan perhatian yang serius
terhadap analisis dan formulasi kebijakan, kurangnya koordinasi lintas departemen,
dan sebagainya. Inisiatif manajemen strategis diarahkan untuk memperbaiki kualitas
perencanaan dan manajemen. Misalnya dengan mengarahkan kebijakan tertentu pada
apa yang menjadi aspirasi masyarakat dan urutan prioritas pemerintah. Inisiatif ini
diperkuat hingga level pemerintah paling bawah melalui kebijakan Delivering Better
Government yang telah dikeluarkan setahun sebelumnya (1996). Kebijakan ini
mengadopsi beberapa pemikiran manajemen publik baru (new public management)
dengan memberi perhatian pada beberapa aspek seperti:
1. penyediaan pelayanan konsumen yang berkualitas,
2. delegasi otoritas dan akuntabilitas,
3. pengenalan pendekatan baru dalam manajemen SDM,
4. penegakan nilai sebenarnya dari uang, dan
5. mendukung perubahan dengan menggunakan teknologi informasi.
Inisiatif ini kemudian dijadikan kerangka kerja utama sehingga semua departemen
diwajibkan menyusun rencana aksi pelayanan masyarakat untuk tahun 1998–1999.
aspek-aspek yang harus diberi perhatian adalah beberapa prinsip penyelenggaran
pemerintahan yang dilandasi oleh standar pelayanan yang jelas, pembukaan askes
publik, penanganan keluhan masyarakat, dan koordinasi dan jalur informasi yang
semakin baik.
Perubahan di atas sejalan dengan kultur yang dikembangkan dalam struktur
manajemen lama yang mendorong PNS untuk cenderung menghindari tanggung
jawab. Terdapat kecenderungan untuk menempuh pilihan yang ‘aman’ ketimbangan
pilihan yang ‘terbaik.’ Demikian halnya dengan upaya untuk mewujudkan
perencanaan yang lebih berjangka panjang, serta pendekatan efisiensi untuk
meningkatkan daya saing. Dipengaruhi oleh semangat Manajemen Publik Baru (New
Public Management), Pemerintah Irlandia menyadari bahwa efisiensi sektor publik
merupakan salah satu kunci menuju terciptanya daya saing nasional di tingkat pasar
global, dan, dalam spiritualitas “Reinventing Government”, negara itu berusaha
merekonstruksi dirinya pada semua level untuk bisa mengakomodasi aspirasi
masyarakat sebagai konsumen pelayanan publik.
Sistem Sosial dan Politik Pemerintahan Irlandia
Berangkat dari perkembangan filsafat rasionalisme, sistem sosial di Negara
Irlandia terbentuk menjadi suatu sistem yang liberalis, hal ini berdasarkan atas sistem
pemerintahan yang berbentuk demokrasi parlementer, dengan tampuk kepemimpinan
dipegang oleh seorang perdana menteri dan seorang presiden. penyelenggaraan
pemerintahan harian dipimpin oleh Perdana Menteri yang dibantu oleh 15 menteri
dan 17 menteri negara, sedangkan presiden hanya menjalankan fungsi seremonial
seperti mengangkat atau membubarkan Dail Eireann, menandatangani suatu RUU
setelah mendapat persetujuan parlemen, dan mengajukan RUU tersebut kepada MA
untuk mendapatkan pengesyahan. Ketika menjelma menjadi negara merdeka pada
tahun 1922, Republik Irlandia mewarisi aparat administratif dan beberapa institusi
pemerintah dari Inggris. Pemerintah Inggris juga telah berusaha keras untuk
membenahi aspek organisasi dan staf pemerintah. Tetapi, era setelah kemerdekaan
merupakan era yang penuh perubahan. Dari aspek konstitusi,Irlandia pernah memiliki
3 konstitusi sepanjang sejarahnya, yakni Konstitusi Tahun 1919, Tahun 1922 dan
terakhir Tahun 1937 sebelum munculnya sebuah Undang-Undang Tahun 1948 yang
memformalkan Irlandia sebagai sebuah Republik. Dalam Undang-Undang baru yang
dikenal dengan Bunreacht na hEireann itu diatur beberapa hal berikut:
1. Negara Irlandia adalah sebuah Republik berdaulat yang dipimpin oleh seorang
kepala Negara yang dipilih tetapi tidak menjalankan kekuasaan eksekutif;
2. Negara yang berbentuk kesatuan di mana parlemen merupakan lembaga
pembuat UU tertinggi namun selalu tunduk pada Konstitusi;
3. Adanya asas pemisahan kekuasaan atas eksekutif, legislatif, dan yudikatif
dengan fungsi yang terbatas dan saling berbeda;
4. Sistem Bikameral, yang terdiri dari Oireachtas (yang terdiri dari Majelis
Tinggi Seanad Eireann, dan Dail Eireann) bersama Presiden;
5. Pemerintah, yang bertugas menjalankan fungsi eksekutif berdasarkan
konstitusi dan hukum; dan
6. Sistem peradilan yang independen yang menjalankan kekuasaan peradilan
yang dilengkapi oleh sebuah Mahkamah Agung.
Masalah keterbukaan/transparansi, kerahasiaan, dan akuntabilitas menjadi hal-hal
penting lain yang harus diperhatikan dalam proses penyelenggaraan pemerintah di
Irlandia. Dalam kerangka itu, Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan baru yang
dikenal sebagai “Freedom of Information Act” pada tahun 1997. Kebijakan ini telah
membuka akses publik terhadap semua dokumen, file atau laporan pemerintah yang
membalikkan secara total prinsip kerahasiaan dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Batasan akses hanya berlaku untuk informasi yang memiliki tingkat spesifikasi tinggi
untuk menjamin kepentingan publik dan hak atas privasi. UU tersebut telah secara
signifikan memperbaiki kualitas pembuatan kebijakan serta laporan. Peran pelayan
publik juga semakin transparan dengan diintroduksinya UU itu.

Demokrasi dan Sistem Administrasi


Dalam konteks reformasi birokrasi, Republik Irlandia telah melakukan
pembentukan demokrasi dengan sistem administratif yang profesional. Salah satu
sasarannya adalah memberantas budaya konsumerisme dalam birokrasi dengan
mengintroduksi semangat kerangka kerja manajemen publik baru. Nilai-nilai yang
baik seperti efisiensi, efektivitas, berorientasi pada konsumen, serta perlakuan yang
sama yang biasa dipraktekkan sektor swasta juga dijadikan kerangka kerja birokrasi
pemerintah di negeri ini sambil memberikan perhatian pada aspek penegakkan
akuntabilitas demokratis kepada masyarakat. Karena itu, perlu pula dibangun suatu
kerangka kelembagaan yang efektif yang mampu menegakkan akuntabilitas di dalam
birokrasi serta antara birokrasi dengan masyarakat. Beberapa Undang-Undang juga
sudah ditegakkan seperti “Ombudsman Act, The Public Service Management Act,
Electoral Act, Comptroller and Auditor General Act” dan sebagainya. Semuanya
diarahkan untuk menjamin terwujudnya nilai-nilai demokrasi di dalam pemerintah.
Pelajaran Penting Bagi Bangsa Indonesia
Republik Irlandia merupakan contoh yang menarik tentang negara yang
berusaha melakukan perombakan secara mendasar. Reformasi menjadi tema sentral
di negeri itu. Aspek-aspek penting seperti neo-corporatisme, kebebasan informasi,
dan pemberantasan konsumerisme dalam tubuh birokrasi menjadi isu sentral dalam
bingkai besar reformasi administrasi publik. Disamping itu, pengaruh ekonomi politik
internasional (terutama Uni Eropa dan globalisasi), tuntutan politik terhadap semua
partai serta reformasi sektor pendidikan melalui upaya-upaya kerjasama bilateral
dengan negara-negara lain di bidang pendidikan menjadi tiang-tiang pendukung
utama. Demikian hanya dengan warisan sejarah Inggris. Semuanya menjadi faktor-
faktor penentu proses reformasi dan transformasi di Republik Irlandia yang sekaligus
memberikan pelajaran penting bagi negara lain yang sedang menjalankan proses yang
sama.
Secara khusus beberapa pelajaran penting dapat kami sampaikan sebagai
berikut :
1. Pemerintah Irlandia memberi perhatian khusus pada aspek kemitraan,
terutama dalam menjalin mitra sosial tripartit antara pemerintah, kelompok bisnis,
dan para pekerja yang menandai dinamika proses kebijakan di negara itu sejak
tahun 1987. Kemitraan sosial antara pemerintah dan para pekerja, serikat buruh,
petani, kelompok sukarela, dan sebagainya inilah yang dilihat sebagai penentu
utama kemajuan ekonomi negeri itu, kemudian dikenal sebagai model
”korporatisme baru” di mana pemerintah memberikan dukungan yang sangat
besar bagi keterlibatan para mitra sosialnya dalam hampir semua area kebijakan
publik.
2. Dari sisi birokrasi, walaupun pemerintahan sering berganti, namun birokrasi
tetap stabil. Para aparat birokrasi tersebut disosialisasikan dengan “suatu etos”
yang sangat kuat dan dijunjung tinggi untuk mengabdi kepada semua menteri
dengan kualitas loyalitas yang sama tanpa memperhatikan afiliasi partainya.
Karenanya, ketika proses pemilu berlangsung, para birokrat sibuk mempersiapkan
berbagai manifesto atau paper kebijakan untuk nantinya menjadi bahan pegangan
bagi menteri yang akan menduduki suatu jabatan.
3. Reformasi sektor publik yang didorong oleh dikeluarkannya Buku Putih
tentang “Strategic Management Initiatives and Delivering Better Government”
pada tahun 1996, dengan perhatian khusus pada beberapa aspek seperti:
a. kegagalan mengidentifikasi dan mengambil tindakan berdasarkan
urutan prioritas,
b. kurang diperhatikannya konteks dalam pembuatan kebijakan kunci,
c. kurang diperhatikannya pendekatan bisnis,
d. fokus yang berlebihan pada kabijakan jangka pendek, dan
e. perlunya pembenahan manajemen personal dan finansial yang semakin
baik.
4. Didorong oleh semangat “New Public Management”, Pemerintah Irlandia
menyadari bahwa efisiensi sektor publik merupakan salah satu kunci menuju
terciptanya daya saing nasional di tingkat pasar global, dan dalam spiritualitas
“Reinventing Government”, negara itu berusaha merekonstruksi dirinya pada
semua level untuk bisa mengakomodasi aspirasi masyarakat sebagai konsumen
pelayanan publik.
5. Privatisasi mulai dilakukan secara substansial dengan turut melibatkan aliansi
asing. Fungsi pemerintah kemudian dibatasi pada level perumusan kebijakan
publik.
6. Dalam proses penyelenggaran pemerintah pusat, semua departemen dan
badan-badan pemerintah dipisahkan secara tegas dari partai politik untuk
menegakkan kepercayaan publik. Bahkan beberapa area kebijakan diserahkan
langsung kepada pemerintah regional (propinsi) atau lokal (kabupaten). Pusat
tetap menangani beberapa masalah strategis seperti masalah pembangunan,
keuangan negara, dan kebijakan kesehatan.
7. Dari sisi pembiayaan, Irlandia tetap mengalami surplus neraca pembayaran
terutama sepanjang tahun 1998 dan 1999 setelah sebelumnya mengalami defisit
yang cukup besar. Hal itu tidak terlepas dari kebijakan pengetatan anggaran yang
dilakukan pemerintah melalui skema kebijakan Pemulihan Nasional sejak tahun
1987 yang sekaligus mengefektifkan fungsi kemitraan sosial.
8. Melalui kebijakan ”Inisiatif Manajemen Strategis”, memaksa pemerintah
untuk mengadopsi prinsip-prinsip bisnis dan manajemen dari sektor swasta.
9. Disamping itu, melalui kebijakan ”Freedom of Information Act” pada tahun
1997, telah membuka akses publik terhadap semua dokumen, file atau laporan
pemerintah yang membalikkan secara total prinsip kerahasiaan dalam
penyelenggaraan pemerintahan. UU tersebut telah secara signifikan memperbaiki
kualitas pembuatan kebijakan serta laporan. Peran pelayan publik juga semakin
transparan dengan diintroduksinya UU itu.
10. Regulasi lain yang mendukung terwujudnya pemerintah yang akuntabel dan
transparan adalah ”The Ethics of Public Officer Act”. UU yang dikeluarkan tahun
1995 ini mewajibkan semua pejabat untuk mengumumkan semua kepentingan
pribadinya untuk menghindari konflik dengan kepentingan umum. Demikian
halnya dengan ”Electoral Act tahun 1997” yang mewajibkan semua partai politik
untuk mengumumkan semua penerimaan atau sumbangan politik serta
pengeluaran yang dilakukan selama pemilu berlangsung.
11. Dalam konteks reformasi birokrasi adalah senantiasa dilakukan pembentukan
demokrasi dan hubungannya dengan sistem administratif yang profesional. Salah
satu sasarannya adalah memberantas budaya konsumerisme dalam birokrasi
dengan mengintroduksi semangat kerangka kerja manajemen publik baru. Nilai-
nilai yang baik seperti efisiensi, efektivitas, berorientasi pada konsumen, serta
perlakuan yang sama yang biasa dipraktekkan sektor swasta juga dijadikan
kerangka kerja birokrasi pemerintah di negeri itu sambil memberikan perhatian
pada aspek penegakkan akuntabilitas demokratis kepada masyarakat.
12. Dalam sektor kebebasan beragama, pemerintah Irlandia telah mengeluarkan
undang-undang tentang larangan terhadap penistaan agama. Hal ini sebagao bukti
bahwa Negara Irlandia menganut kebebasan beragama.
13. Sistem pendidikan di Irlandia mewajibkan warganya untuk sekolah hingga 6-
16 tahun (program wajib belajar 10 tahun), setahun lebih lama daripada di
Indonesia yang mewajibkan program wajib belajar 9 tahun. Hal ini menunjukkan
bahwa Irlandia menginginkan warganya menjadi output yang siap berkompetisi
dalam menhadapi tantangan globalisasi.

Bangsa Indonesia, sebagai salah satu bagian dari komunitas internasional dan
sebagai sebuah identitas nasional, harus memiliki kepekaan dan mampu menerima
identitas (negara) lain sebagai sebuah sistem “realis” hubungan internasional. Irlandia
merupakan sebuah identitas yang layak untuk dijadikan sebuah bahan komparasi
dalam berbagai lini secara proporsional untuk kemajuan bangsa Indonesia dalam
tatanan global tanpa mengabaikan identitas nasional dan local genius yang dimiliki.
Giddens (1999:155) mengatakan bahwa sebuah bangsa kosmopolitan merupakan
sebuah bangsa yang aktif, lebih terbuka dan refleksif terhadap multikulturalisme dan
komunitas internasional. Yang perlu dibenahi oleh bangsa ini, bangsa Indonesia,
adalah keseimbangan antara challenge (tantangan) dan response (tanggapan) dalam
menghadapi perubahan dan arus globalisasi yang tidak dapat dielakkan. Kalau
challenge terlalu besar, sedangkan kemampuan untuk response terlalu kecil, identitas
suatu negara terancam dalam hiruk-pikuk globalisasi (Poespowardjojo, 1989: 125).
REFERENSI

Buku dan Jurnal


Chandler, J.A. 2004. Comparative Public Administration. Case : The Republic of
Ireland (Neil Collins & Mary O’Shea).
Giddens, Anthony. 1999. Jalan Ketiga: Pembaruan Demokrasi Sosial. Jakarta:
Gramedia Pustaka Utama
Kooiman, J. (ed). 1993. Modern Governance: New Government-Society Interactions.
London: Sage Publications, 2-6, 35-41, 149-157.
Peursen, van C. A. 1976. Strategi Kebudayaan. Jakarta: Kanisius & BPK Gunung
Mulia
Poespowardjojo, Soerjanto. 1989. Strategi Kebudayaan: Suatu Pendekatan Filosofis.
Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Romein, J. M. 1956. Peradaban Eropa sebagai Penjimpangan dari Pola Umum.
Bandung-Jakarta-Amsterdam: Ganaco N. V
Savas E.S., 1987, Privatization: The Key to Better Government. Chatham House
Publishers, Inc., New Yersey, 3-11, 35-48, 60-62.

Internet
Http://intimasipriyayi.blogspot.com/2004/08/sistem-media-massa-irlandia.html
(diakses pada tanggal 03 Juni 2010)
Http://id.wikipedia.org/wiki/Republik_Irlandia (diakses pada tanggal 01 Juni 2010)
Http://id.wikipedia.org/wiki/Britania_Raya (diakses pada tanggal 03 Juni 2010)
Http://bataviase.co.id/node/228288 (diakses pada tanggal 05 Juni 2010)
Http://www.oup.co.uk/vsi/history (diakses pada tanggal 07 Juni 2010)
Http://www.deplu.go.id/london/Pages/CountryProfile.aspx?IDP=4&l=id
(diakses pada tanggal 07 Juni 2010)
Http://answering.wordpress.com/2009/07/30/uu-anti-pelecehan-agama-angin-segar-
bagi-muslim-irlandia/ (diakses pada tanggal 07 Juni 2010)
Http://www.mediaumat.com/content/view/683/1/ (diakses pada tanggal 07 Juni 2010)
Http://dikti.kemdiknas.go.id/index.php?
option=com_content&view=article&id=185%3Amenggagas-kerjasama-
pendidikan-antara-indonesia-dan-irlandia&catid=143%3Aberita-
harian&Itemid=226 (diakses pada tanggal 07 Juni 2010)
Http://www.embassyofireland.pl/home/index.aspx?id=33167 (diakses pada tanggal
05 Juni 2010)
Http://www.prospectmagazine.co.uk/2006/10/mythsofbritishancestry/ (diakses pada
tanggal 05 Juni 2010)
Http:// www.irlgov.ie/ (diakses pada tanggal 05 Juni 2010)
Http:// www.environ.ie/ (diakses pada tanggal 05 Juni 2010)
Http://www.dppireland.ie/ (diakses pada tanggal 05 Juni 2010)
Http://www.enfo.ie/ (diakses pada tanggal 05 Juni 2010)
Http://www.irlgov.ie/educ/ (diakses pada tanggal 05 Juni 2010)
Http://www.citizensinformation.ie/categories/education/the-irish-education-
system/overview-of-the-irish-education-system (diakses pada tanggal 07 Juni
2010)
Http://www.educationireland.ie%2Findex.php%3Foption%3Dcom_content%26view
%3Darticle%26id%3D (diakses pada tanggal 07 Juni 2010)
Http://www.agreeley.com/articles/relirel.html (diakses pada tanggal 07 Juni 2010)