Anda di halaman 1dari 5

MENGIDENTIFIKASI STRATEGI

DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN ALAT


KONTRASEPSI

Disusun oleh :
ENI MURWATI (0911030011)
RIZKY HIDAYATI (0911030033)
IRHAMI HASNA SAIFIYA ADILA (0911030035)

PROGRAM STUDI KEBIDANAN D.III


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO
2010
CONTOH KASUS
Ny. Rina berumur 19 Thn, sudah pernah melahirkan satu kal. Anak pertama berumur
Sembilan bulan Dia bertempat tinggal di Desa Danasri yang hanya terdapat seorang bidan
muda dan dukun bayi. Ny. RIna berasal dari keluarga yang berkecukupan, ia sedang
melanjutkan studinya. Ia ingin mngikuti program KB agar tidak mengganggu studinya,
namun ia masih bingung jenis KB apa yang akan ia gunakan. Suami dan keluarga
mendukung rencana Ny. Rina untuk mengikuti program KB. Peran Bidan dalam upaya
membantu keputusan yang baik berdasarkan keluhan klien adalah ?
1. LANGKAH PERTAMA
Identifikasi ondisi yang dihadapi klien pada kasus diatas,
- Ny.Rina berumur 19 tahun
- Sosial ekonomi berkecukupan, atau menengah keatas
- Ada rencana untuk memilih jenis KB yang akan digunakan ttp dia masih bingung
2. LANGKAH KEDUA
Menyusun daftar kehendak atau pilihan keputusan
- Ingin menggunakan program KB agar tidak mengganggu studinya
- Jenis KB yang nyaman dan efektif
- Kemungkinanan pemakaian jenis KB :
1) Metode Tradisiolnal :
a. Pantang berkala (system kalender, system suhu badan)
b. Kondom (Karet KB)
c. Diafragma vagina
d. Spermisida
2) Metode Modern :
- Kontrasepsi Hormonal
a. Pil KB
b. Suntikan KB
c. alat kontrasepsi bawah kulit (AKBK) / Norplant
- Kontrasepsi intrauterine
a. IUD (Intrauterine device)
3) Metode permanent operatif :
a. Tubektomi pada wanita
b. Vasektomi pada pria.
3. LANGKAH KETIGA
Buat daftar Konsekuensi baik yang positif maupun yang negative.
- KB yaitu suatu usaha untuk menjarangkan atau merencanakan jumlah dan jarak
kehamilan dengan kontrasepsi.
- Jenis-jenis KB yang biasa digunakan :
1) Metode Tradisiolnal :
a. Pantang berkala (system kalender, system suhu badan)
- Konsekuensi positif : Efektivitasnya lebih tingi dibandingkan wanita yang
siklus haidnya tidak teratur, angka kegagalan berkisar antara 6-42%
- Konsekuensi negative : Merepotkan untuk mengukur suhu badan setiap hari,
pencatatan tidak lagi akurat, bisa terjadi infeksi, ketegangan, tidur tidak teratur,
tidak cocok bg wanita yang kurang pendidikannya, hanya dapat dipergunakan
bila siklus haid teratur (28-30 hari).
b. Kondom (Karet KB)
- Konsekuensi positif :
Efektivitas dapat dipertinggi dengan jalan : Memakai kondom berminyak,
penis segera ditarik keluar dari vagina setelah diejakulasi, waktu menarik penis
pangkal kondom dipegang supaya jangan tertinggal dan tertumpah, angka
kegagalan berkisarantara 15-36%.
- Konsekuensi negative : Kondom dapat tertinggal dalam vagina, wanita dapat
mengeluh keputihan yang banyak dan amat berbau, terjadi infeksi ringan.
c. Diafragma vagina
- Konsekuensi positif :
Efektivitas : KUrang disukai karena faktor-faktor psikis dan higienis,
pemakainnya memerlukan motivasi dan pengajaran yang memerlukan
pendidikan, angka kegagalan 9-34%.
- Konsekuensi negative : Jarang ditemui, kadang-kdang menimbulkan
keputihan bertambah, dan banyaknya cairan yang keluar dari vagina.
d. Spermisida
- Konsekuensi positif :
Efektivitasnya angka kegagalan berkisar antara 3-30.
- Konsekuensi negative : Akan menimbulkan perasan kurang enak pada kedua
pihak karena becek dankadang kala timbul reaksi alergi.
2) Metode Modern :
- Kontrasepsi Hormonal
a. Pil KB
- Konsekuensi positif : Efektivitasnya tinggi, dapat dipercaya jika dimakan
sesuai aturan pakainya. Pemakai pil dapat hamil lagi jika dikehendaki
kesuburan, tidak mengganggu kegiatan seksual suami istri, siklus haid menjadi
teratur, dapat menghilangkan nyeri haid, untuk mengobati perdarahan haid
pada wanita usia muda.
- Konsekuensi negative : Harus dimakan setiap hari, tidak ccok bagi wanita
yang pelupa. Motivasi harus diberikan secara lebih intensive, bagaimanapun
tetap ada efeksampingnya (mual, bertambahnya berat badan, odema, sakit
kepala, timbulnya jerawat, dan keluhan ringan lainnya)
b. Suntikan KB
- Konsekuensi positif : Cara pemberiannya sederhana dan cukup aman,
kesuburan dapat kembali setelah beberapa lama dan cocok untuk ibu-ibu
sedang menyusui.
- Konsekuensi negative : Dapat menimbulkan gangguan haid berupa
amenorea, spotting (bercak darah), menoragia. Adanya keluhan mual sakit
kepala, pusing, dan berat badan bertambah.
c. alat kontrasepsi bawah kulit (AKBK) / Norplant
- Konsekuensi positif : Efektivitas (angka kegagalan yang terendah dari semua
cara kontrasepsi). Mudah dipakai, lama perlindungannya lima tahun, tidak
perlu memasukan apapun ke vagina.
- Konsekuensi negative : Dapat terjadi gangguan menstruasi terutama selama
3-6 bulan pertama dari pemakaian. Akan mengalami masa perdarahan yang
lebih panjang, lebih sering atau amenorea. Sedikit meningkatkan berat badan.
- Kontrasepsi intrauterine
a. IUD (Intrauterine device)
- Konsekuensi positif : Memerlukan hanya satu kali motivasi dan pemasangan,
tidak ada efek sistemik, dapat mencegah kehamilan dalam jangka panjang,
sederhana, ekomis, mudah dipakai, kegagalan karena kesalahan akseptor tidak
banyak, efektivitas tinggi, kesuburan dapat pulih kembali.
- Konsekuensi negative : Menyebabkan nyeri, mulas, perdarahan, keputihan.
IUD keluar dengan sendirinya, terjadinya infeksi ringan / radang panggul pada
tahun pertama pemakaian.

3) Metode permanent operatif :


a. Tubektomi pada wanita
- Konsekuensi positif : Visualisasi yang luas dan teliti dari alat-alat pelvis dapat
dipakai untuk keperluan diagnostic. Dapat dipakai oleh pemakai yang liang
senggamanya sempit. Posisi penderita dapat diubah dengan lebig mudah. Waktu
pembedahan dan perawatan singkat, biaya relative murah, umumnya tanpa rawat
inap, angka kegagalan sangat rendah, gangguan pada pemakai minimal sekali.
Luka kecil, cepat sembuh dan mempnyai nilai kosmetis.
- Konsekuensi negative : Dapat terjadi perdarahan pada tempat tusukan. Dapat
terjadi kegagalan kardiovaskuler, operasi. Komplikasi yang berat yaitu
terjadinya perforasi pada organ-organ seperti usus, lambung, aorta, atau
perforasi kista.
b. Vasektomi pada pria.
- Konsekuensi positif : Produksi hormone pria tetap dalam batas-batas normal.
- Konsekuensi negative : Kelelahan 12-14%, libido berkurang 1-4%, hipokalemia
(jarang). Akan menurunkan jumlah sperma pada pemakaian selama 45 hari,
selama 4 bulan akan menimbulkan azospermia, mobilitas sperma berkurang.