P. 1
Dampak Rokok Terhadap Sosial Ekonomi Perempuan Dan Anak

Dampak Rokok Terhadap Sosial Ekonomi Perempuan Dan Anak

|Views: 249|Likes:
Dipublikasikan oleh Indonesia Tobacco

More info:

Published by: Indonesia Tobacco on Sep 02, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/20/2014

pdf

text

original

Dampak Rokok Pada Social – Ekonomi, Perempuan dan Anak

Disampaikan dalam advokasi Pencegahan Merokok pada Usia Dini dan Perokok Pasif, Semarang, 11 September 2008

I Made Sutama, Kepala Perwakilan UNICEF – Jateng

Mengapa orang merokok ?

1.Faktor genetik ( Keturunan). 2. Faktor kepribadian (personality) = Memandang diri kurang sukses 3. Faktor Sosial: Yang paling berpengaruh adalah jumlah temanteman yang merokok.

1

Mengapa orang merokok ? 4. Faktor kejiwaan (psikodinamik). Kehilangan
kenikmatan oral yang dini atau adanya suatu rasa rendah diri. Mereka yang mudah berhenti merokok ternyata disapih pada usia sekitar 7-8 bulan, sedangkan yang sukar berhenti, dahulu disapih pada usia sekitar 4,7 bulan.

5 Faktor sensorimotorik. = Menikmati sensasi
merokok.

6. Faktor farmakologis. Nikotinlah yang menjadi biang
keladi utamanya

Bagaimana Potret Kita,…….
Dalam sepuluh tahun terakhir, konsumsi rokok di Indonesia mengalami peningkatan sebesar 44,1% dan jumlah perokok mencapai 70% penduduk Indonesia. Yang lebih menyedihkan lagi, 60% di antara perokok adalah kelompok berpenghasilan rendah (Susenas
1995 dan 2001).

Parahnya lagi, hampir seluruh perokok atau 91,8%, mereka juga merokok di rumah ketika seluruh anggota keluarganya berada di rumah..

2

Konsumsi rokok Indonesia setiap tahun mencapai 199 miliar batang rokok atau urutan kelima setelah RRC (1.679 miliar batang), AS (480 miliar), Jepang (230 miliar), dan Rusia (230 miliar).

Apa dampak merokok dalam hal sosial dan ekonomi bagi Perempuan dan anak?
43 Juta Anak Hidup dengan Perokok : tiga dari 10 pelajar yang telah merokok ternyata pertama kali mencoba rokok di bawah usia 10 tahun . "Konsumsi tembakau atau rokok tercatat membunuh 1 orang setiap detik, dan rokok membunuh separuh dari masa hidup perokok, dan separuh perokok mati pada usia 35-69 tahun, " jelas (Menkes). Hampir 90% wanita muda Indonesia Perokok. Riset terbaru mengungkapkan 88,78% dari 3.040 pelajar SMP putri hingga mahasiswi (13-25 tahun) Indonesia merokok.
(Riset tersebut dilakukan KuIS, The Tobacco Control Research Program of Southeast Asia Tobacco Alliance (SEATCA) dan Rockefeller Foundation)

3

Mari berhitung
Harga rokok berkisar antara Rp 7.500 s/d Rp 9.000 Asumsi : Sebagian Besar masyarakat yang merokok adalah keluarga berpenghasilan rendah (60%) Harga : Yang paling murah Rp 7.500. Konsumsi sehari : 1 bungkus. Penelitian kami masyarakat miskin pengeluaran tiap bulan berkisar antara Rp 300,000 – Rp 750,000 , sebagian besar (96%) untuk keperluan sehari-hari termasuk rokok. Pengeluaran keluarga miskin tiap bulan untuk Rokok saja adalah 30 x 7500= Rp 225,000. Artinya sebagian besar pengeluaran keluarga miskin untuk kebutuhan rokok.

4

Dampak Ekonomi dan Sosial Merokok……… Sementara itu, menurut analisis Soewarta Kosen (ahli ekonomi kesehatan Litbang Departemen Kesehatan), total tahun produktif yang hilang karena penyakit yang terkait dengan tembakau di Indonesia pada 2005 adalah 5.411.904 disability adjusted life year (DALYs). Jika dihitung dengan pendapatan per kapita per tahun pada 2005 sebesar US$ 900, total biaya yang hilang US$ 4.870.713.600. Dari segi ekonomi, rokok memang memberikan kontribusi yang signifikan bagi pemasukan negara. Tiap tahunnya, pemerintah mendapat masukan dari pos penerimaan cukai rokok dan minuman keras tak kurang dari sebesar Rp 27 triliun. Angka ini menyumbang 98% penerimaan cukai negara sehingga urusan kesehatan serta menyelamatkan anak negeri sering tergilas oleh setoran puluhan triliun rupiah tersebut.

"91 persen mendukung usulan agar Indonesia meratifikasi Kerangka Konvensi Pengendalian Tembakau. Dukungan yang tinggi diberikan juga terhadap pelarangan iklan rokok (88%), peningkatan cukai rokok (88%), serta pelarangan merokok di tempat kerja (86%) dan 77% mengatakan bahwa konsumsi rokok di Indonesia sudah sampai pada tingkat mengkhawatirkan.

Walaupun Potret kita jelek, dampak yang ditimbulkan sangat mengkawatirkan namun Indonesia belum memiliki perangkat undang-undang dan belum meratifikasi konvensi internasional tentang pengendalian tembakau.

5

Kenapa Kita sulit berubah ?
1. Kita Bukan Pemikir 2. Kita Bukan Pembrani 3. Kita Bukan Pekerja Keras

Karena kita terlalu memanjakan “ OTAK PREMITIVE “ kita

6

Bagaimana OTAK manusia bekerja?
1. Mencari kenikmatan 2. Menghindari sengsara

Kenikmatan yang dicari otak primitif, adalah… 1.Selalu menang 2.Makan yang enak 3.SEX

7

Bagaimana otak memilih ?
1.Nikmat sesaat, sengsara jangka panjang 2.Sengsara sesaat, nikmat jangka panjang 3.Nikmat jangka pendek, dan nikmat sekali Jangka panjang.

Kenikmatan OTAK manusia MODERN,
1. Menolong orang lain 2. Suka damai 3. Aktualisasi diri untuk prestasi. 4. Menghargai dan dihargai orang lain. 5. Mencintai dan Dicintai 6. Suka bekerja keras dan menikmati hasilnya.

8

Rekomendasi ?
1. Renungkan bahaya merokok dengan saksama. 2. Usulkan PERDA rokok. 3. Segera disyahkan dan terapkan. 4. Tindak dengan tegas para pelanggarnya 5. Rekrut orang orang memiliki keberanian 6. Insentive dan disinsentive yang tepat.

Terima kasih…

9

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->