Anda di halaman 1dari 12

c 

INFLASI
m 

A SUSTAINED TENDENCY FOR THE


GENERAL LEVEL OF PRICE TO RICE OVER
TIME

(VENIERIS AND SEBOLD)




c
   
Inflasi terjadi karena adanya pertambahan
jumlah uang beredar (JUB) yang tidak
diikuti oleh perubahan velositas (V) dan
jumlah barang dan jasa yang tersedia
dalam perekonomian (T)

MV=PT

P = 1/T MV


m c

 

m

Inflasi terjadi karena adanya perubahan


variabel--variabel yang mempengaruhi
variabel
Agregate Demand (AD), yang
menyebabkan kelebihan permintaan yang
disebut: INFLASIONARY GAP
Õ 
  
P AS

Inflasionary gap

P1
AD1
P0
AD0

0
Yf Pendapatan nasional

 
  m

4 Ekspansi Jumlah uang beredar (JUB)


4 Peningkatan pengeluaran:
1. Konsumsi (C)
2. Investasi (I)
3. Pengeluaran Pemerintah (G)
4. Ekspor Netto (X ƛ M)
c  
! " m c#   "c

Menurut teori ini


Terjadinya inflasi disebabkan karena
pergeseran agregate supply (cost-
(cost-push
inflation dan supply shock inflasion)
    
P AS1 AS2

1. Tingkat upah
2. Harga barang dalam negeri
P1
3. harga barang impor
4. Kekuatan struktural
P0 AD

0 Y1 Y0
c  
m $m
$m! " c#   "c

Menurut teori ini


Terjadinya inflasi disebabkan karena adanya
peningkatan AD yang menyebabkan harga
naik, kemudian diikuti oleh pergeseran AS
sehingga harga naik lebih tinggi
   m      
   

4 Harapan harga dan tingkat upah akan


meningkat.
4 Kelembaman (inertia) dari inflasi masa lalu
P AS1 AS0

P2

P1 AD1

P0 AD0
0 Y
ë   
 

 

Inflasi menurut monetaris sepenuhnya gejala mone


ter dan kontrolnya melalui pengawasan jumlah
uang beredar

Kebijakan untuk mengatasinya:


1. Menghilangkan kelebihan permintaan dengan
Kebijakan moneter dan fiskal yang bersifat
Kontraktif
2. Kontrol peningkatan upah
3. Penghapusan subsidi atas nilai tukar valuta
asing
ë   
 




Menurut kelompok strukturalis inflasi dinegara


berkembang tidak dapat dielakkan lagi terutama
Dalam mengejar tingkat pertumbuhan ekonomi.
Karena:
4 Tidak elastisnya penawaran bahan makanan

4 Bottleneck dalam penerimaan devisa

4 Hambatan finansial