Anda di halaman 1dari 3

PENANGKAPAN TIGA PETUGAS DKP INDONESIA DAN PENGARUHNYA TERHADAP HUBUNGAN DIPLOMATIK INDONESIA - MALAYSIA Oleh Najmu Laila1

Hubungan diplomatik Indonesia Malaysia kembali memanas seiring dengan ditangkapnya tiga petugas Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Indonesia oleh Marine Police Malaysia di Perairan Tanjung erakit pada tanggal !" #gustus $%!% silam& Insiden tersebut sontak menuai reaksi dari kedua negara& erbagai aksi dan protes pun dilancarkan& Publik Indonesia yang sudah sejak lama menaruh geram terhadap Malaysia' kembali terbakar amarahnya& Melalui metode deskripti( analisis dengan pendekatan analisis kualitati( yang bertumpu pada data sekunder' tulisan ini akan mencoba untuk mengkaji permasalahan' (!) bagaimana penangkapan tiga petugas DKP Indoonesia dalam perspekti( hukum internasional) serta ($) bagaimana pengaruh penangkapan tersebut dengan hubungan diplomatik Indonesia Malaysia) Penang a!an Pe"uga# DKP $alam Pe%#!e "i& Hu um In"e%na#i'nal Dalam doktrin hukum internasional' negara pantai mempunyai hak untuk melakukan pengejaran terhadap kapal*kapal asing yang melakukan pelanggaran terhadap perundang*undangan negara tersebut di perairan territorial negara tersebut $& Hak tersebut dinamakan dengan Right of Hot Persuit atau hak pengejaran seketika (untuk selanjutnya disebut HP+ saja)& Pasal !!! ayat (!) Kon,ensi Hukum -aut -aut Tahun !./$ mengatur bah0a pengejaran seketika terhadap sebuah kapal asing dapat dilakukan apabila pihak yang ber0enang negara pantai mempunyai alasan yang dapat dipercaya bah0a kapal asing itu telah melakukan pelanggaran terhadap hukum dan peraturan negara pantai (has violated the laws and regulations of state) yang dilakukan 0ilayah territorial negara tersebut juga di 122 atau landas kontinen termasuk 3ona pengamannya& Pasal !!! ayat (4) Kon,ensi ini juga memperbolehkan untuk menahan atau menghentikan kapal yang dikejar di luar laut 0ilayah& Pengaturan HP+ dalam hukum laut nasional terdapat dalam pasal !4 5rdonansi -aut Teritorial dan -ingkungan Maritim tahun !.".& +elanjutnya melalui 66 7o& !48!./9 (-7 Tahun !.9/ 7omor 4: ; tambahan lembaran negara nomor ""!/) tentang Pengesahan Kon,ensi Hukum -aut Internasional Tahun !./$' maka ketentuan tentang HP+ yang terdapat dalam kon,ensi tersebut juga dapat diterapkan oleh Indonesia& Dengan kata lain' bah0a ketentuan tentang HP+ yang diatur oleh kon,ensi tersebut telah menjadi hukum positi( Indonesia& Dalam konteks kasus yang tengah kita bahas' para petugas DKP Indonesia mempergunakan HP+ ini ketika mendapati bah0a kapal asing berbendera Malaysia tengah melakukan penangkapan ikan di Perairan Tanjung erakit' Pulau intan' Kepulauan <iau' yang secara geogra(is masuk ke dalam perairan Indonesia&& Hal tersebut tentu saja digolongkan sebagai illegal fishing yang merupakan pelanggaran
Penulis adalah Mahasis0a =H6I angkatan $%%/' anggota -embaga Kajian Keilmuan (-K$) =akultas Hukum 6I& $ >& ?ohn >olombus' The International Law of The Sea (-ondon@ -ongmans' !.:$)' hal& !9!&
!

terhadap hukum nasional Indonesia& agi para pelanggar tersebut' hukum nasional Indonesia mengatur di dalam pasal :. ayat (") 66 7o& A9 Tahun $%%. jo 66 7o& "! Tahun $%%A tentang Perikanan bah0a@ Kapal pengawas perikanan dapat enghentikan! e eriksa! e "awa! dan enahan kapal #ang diduga atau patut diduga elakukan pelanggaran di wila#ah pengelolaan perikanan $egara Repu"lik Indonesia ke pela"uhan terdekat untuk pe rosesan le"ih lan%ut 5leh karena itu' berdasarkan pemaparan tersebut dapat kita menyimpulkan bah0a penangkapan kapal asing berbendera Malaysia yang dilakukan oleh Petugas DKP Indonesia adalah benar adanya& Bang menjadi pertanyaan kemudian adalah' mengapa mereka justru ditangkap oleh polisi laut Malaysia) inilah yang menjadi persoalan karena mengindikasikan setidaknya dua hal& Pertama' lemahnya penegakkan hukum laut nasional dan kedua' lemahnya kekuatan diplomasi Indonesia terhadap Malaysia& Penga%uh "e%ha$a! Hu(ungan Di!l'ma"i In$'ne#ia-Mala)#ia Kon(lik bilateral selalu terjadi di mana pun baik di negara maju maupun di negara berkembang& " Dalam konteks hubungan Indonesia Malaysia kon(lik tersebut justru menemukan salurannya dalam banyak hal& <omantisme sebagai bangsa serumpun nyatanya tidak mampu membuat kedua negara tersebut hidup rukun saling berdampingan& agai memendam duri dalam sekam' kon(lik demi kon(lik yang terjadi antara Indonesia Malaysia pelan tapi pasti menggerogoti hubungan kedua belah pihak' bahkan hingga sampai le,el terba0ah ?ika menengok ke belakang' kita akan menemukan (akta bah0a kon(lik antara Indonesia Malaysia telah memiliki akar sejarah yang panjang& +ejarah telah menulis dengan tinta hitam kon(rontasi Indonesia Malaysia pada saat +oekarno' Presiden Indonesia kala itu' melancarkan kon(rontasi mengganyang Malaysia pada tahun !.:"& Hal tersebut dipicu oleh ketidaksetujuan +oekarno atas dibentuknya =ederasi Malaysia dengan pertimbangan bah0a =ederasi tersebut dibentuk dan dipertahankan oleh Inggris yang 7eo*Kolonialisme sehingga dapat mengacamkan kedaulatan Indonesia&A +eiring dengan bergulirnya 0aktu' hubungan Indonesia Malaysia kerap kali mengalami pasang surut& erbagai gejolak dan kon(lik kian me0arnai hubungan diplomatik antara kedua negara& +etidaknya ada A masalah pokok yang senantiasa menjadi isu sentral& Pertama' terkait dengan sengketa 0ilayah' mulai dari +ipadan* -igitan' blok #mbalat' hingga berbagai permasalahan di 0ilayah perbatasan kedua negara& Kedua' terkait dengan kebudayaan Indonesia yang kerap kali diklaim sebagai kebudayaan Malaysia& Ketiga' maraknya pembalakan kayu liar ( illegal loging) dan pencurian ikan (illegal fishing) yang terjadi di 0ilayah teritorial Indonesia& Keempat' terkait dengan perlakuan kasar yang diterima oleh para Tenaga Kerja Indonesia di Malaysia&

ambang >ipto' Hu"ungan Internasional di &sia Tenggara' Teropong Terhadap (ina ika! Realitas! dan )asa (epan! (Bogyakarta@ Pustaka Pelajar' $%%4)' hal& !.:& A Hidayat Mukmin' T7I dala Politik Luar $egeri' Studi Kasus Pen#elesaian Konfrontasi Indonesia * )ala#sia (?akarta@ Pustaka +inar Harapan' !..!)' hal& .$ ."&

"

<entetan demi rentetan ketegangan telah terakumulasi menjadi bom 0aktu yang se0aktu*0aktu dapat meledak& Munculnya kasus penangkapan ketiga petugas DKP ini menjadi satu moment penting karena kembali menorehkan luka bagi publik Indonesia& Ironisnya' ketegangan hubungan Indonesia Malaysia ini kerap kali disikapi secara reaksioner oleh publik Indonesia' bahkan menjadi komoditas politik para elit politk tertentu& Padahal emosi yang meledak*ledak' perang kata yang menggelora' caci*maki kekanak*kanakan' tidak akan mengubah keadaan dan hanya akan membuat kita terjebak pada romantisme masa lalu yang tidak akan membuat kita menjadi bangsa yang de0asa& +ikap reaksioner dari bangsa Indonesia dalam menyikapi hal ini hanya akan memperkuat sikap ambi,alen yang secara sadar atau tidak telah menempatkan kalangan masyarakat Indonesia ke dalam posisi sub* ordinati( ketika berhadapan dengan Malaysia& Posisi seperti itu pada gilirannya menumbuhkan apa yang disebut oleh #3yumardi #3ra sebagai Cpsikologi pecundangC (ps#+holog# of the losers)&9 Penu"u! Di tengah memanasnya hubungan Indonesia Malaysia' saatnya angsa Indonesia berdiri tegak meninggalkan rasa rendah diri& #da alasan yang sangat kuat untuk mengatakan bah0a kita bangsa Indonesia tidak perlu merasa rendah diri dan dilecehkan oleh bangsa lain' apalagi oleh Malaysia& 7amun tentu saja' alih*alih disikapi secara reaksioner' sejatinya berbagai permasalahan antara Indonesia* Malaysia harus kita sikapi secara de0asa dengan mengedepankan rasionalitas sebuah bangsa yang beradab& Dalam konteks dunia modern' hubungan yang terjalin antar bangsa yang beradab haruslah ditempatkan ke dalam posisi yang ordinati(& +ejatinya' pola hubungan dalam tataran dunia internasional didasarkan pada sebuah pemikiran adanya suatu masyarakat Internasional yang terdiri atas sejumlah negara yang berdaulat dalam hubungan yang sederajat&: Kini saatnya kita menyadari bah0a sikap superioritas Indonesia sebagai DabangE terhadap Malaysia sebagai DadikE sudah tidak lagi dapat didudukkan dalam konteks kekinian& Karena itu' rasionalitas hubungan diplomatik Indonesia*Malaysia seharusnya menjadi prinsip hubungan ke depan& Dalam hal ini' persoalan*persoalan yang masih ada dalam hubungan Indonesia * Malaysia hendaknya diselesaikan secara tuntas' bukan diakhiri dengan berbagai seremonial simbolik semata& Dalam konteks hubungan Indonesia Malaysia' komunikasi juga menjadi salah satu ,ariable yang penting digunakan untuk meredam kon(lik& ?angan sampai berbagai kesalahpahaman yang terjadi akan berujung kepada kon(lik yang lebih besar antara kedua negara serumpun& Di samping itu' Pemerintah harus bisa menentukan skala prioritas dan tegas dalam menentukan kebijakan politik luar negeri yang berorientasi kepada perlindungan setiap 0arga negara Indonesia&

#3yumardi #3ra' Psikologi & "ivalensi RI * )ala#sia' Kompas 9 +eptember $%%4& Mochtar Kusumaatmadja dan 2tty <& #goes' Pengantar Huku Internasional ( andung@ PT& #lumni' $%%")' hal& .&
: