Anda di halaman 1dari 13

c 










 
Pada dasarnya bimbingan dan konseling disekolah merupakan suatu proses pemberian
bantuan yang diberikan kepada siswa dalam rangka memecahkan masalah yang dialaminya baik
itu masalah pribadi, sosial, belajar dan karir. Dalam membantu mengatasi permasalahan yang
dialami oleh siswa maka sebagai guru pembimbing atau konselor perlu mengumpulkan berbagai
keterangan atau data dari anak didiknya sehingga dapat diketahui penyebab siswa mengalami
permasalahan. Data yang terkumpul tersebut akan menentukan tingkat pemahaman dan jenis
bantuan yang dapat diberikan kepada siswa.
Adapun jenis data yang perlu dikumpulkan meliputi berbagai aspek yang berhubungan
dengan diri anak dan lingkungannya. Teknik pengumpulan data yang dapat digunakan yaitu
salah satu diantaranya adalah tes psikologis, yang mana tes ini dapat mengukur kemampuan
potensial siswa seperti taraf intelegensi, bakat, minat, kepribadian dan sikap anak.
Berdasarkan dari hasil tes psikologis maka akan memberikan data yang tepat dan
obyektif terhadap kekurangan dan kelebihan yang dimiliki setiap siswa sehingga hal ini sangat
perlu diketahui oleh guru pembimbing atau konselor dan siswa itu sendiri. Tujuannya bagi guru
pembimbing untuk menambah data diri siswa dalam usaha pemberian layanan. Bagi anak, dia
dapat mengetahui keadaan dirinya baik itu kelebihan maupun kekurangan yang dimilikinya
sehingga dia mampu menerima kekurangan diri dan mengarahkan kelebihan yang dimilikinya
yang dapat dibantu oleh konselor, Guru mata pelajaran dan orang tua.
Dilihat dari perlunya pemberian bantuan yang diberikan kepada siswa diatas, maka
mahasiswa sebagai calon Guru pembimbing atau konselor harus dibekali kemampuan pemberian
dan analisis hasil tes untuk menunjang jalannya pemberian layanan Bimbingan dan Konseling di
Sekolah. Melalui mata kuliah Praktikum Assasmen Psikologi tes, mahasiswa dilatih untuk
memberikan tes psikologis kepada siswa/mahasiswa dan selanjutnya menganalisis hasilnya.
Sehingga mahasiswa diwajibkan untuk memberikan tes kepada 2 orang mahasiswa.





Adapun manfaat dari penulisan ini antara lain
1.Ê Sebagai proses belajar bagi calon guru BK nanti di sekolah agar dapat
mengimplementasikan apa yang menjadi tugasnya sebagai guru BK, dengan lebih
mempersiapkan diri terutama dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling
sesuai dengan masalah yang dihadapinya.
2.Ê Untuk dapat melatih diri sendiri sebagai mahasiswa psikologi pendidikan dan bimbingan
dengan cara memahami tinkah laku individu baik secara pribadi maupun secara umum
terutama bila bertugas nanti menjadi guru BK di sekolah dengan lebih berorientasi pada
profesionalnya sebagai calon guru BK,
3.Ê Sebagai bahan perbandingan antara teknik tes dan teknik non tes.





















 




Sebagai langkah awal dalam pelaksanaan tes psikologis ini adalah tahap persiapan.
Dimana tahap ini menjadi tahap penentu pada tingkat keberhasilan pelaksanaan praktikum.
Untuk itu tester merasa perlu untuk melakukan hal-hal yang menjadi pendukung dalam proses
pelaksanaan praktikum tes yaitu sebagai berikut:

c
Testi adalah mahasiswa yang diberikan tes psikologis. Testi yang diambil ialah yang belum
pernah mengikuti tes psikologis dan bersedia mengikuti tes dengan baik dan jumlah seluruhnya
adalah 2 orang mahasiswa.
Adapun nama-nama testi itu adalah sebagai berikut:

"  c   #   $%# 



1. Muh.Ibunu 094404019 Laki-laki 21 Th LKM Photographh

Qasim Halim

c
2. Muh.Syadikin H 101001090 Laki-laki 20 Th Reradilan Agama

UIN


Setelah ada testi yang bersedia mengikuti tes, maka langkah selanjutnya adalah
menentukan hari dan tanggal penentuan tes, Sesuai dengan kesepakatan antara testi dengan tester
serta petugas laboratorium PPB maka pelaksanaan tes dilaksanakan pada hari Senin 7 Juli 2010.
c !c
Tempat pelaksanaan tes psikologis ini adalah di Laboratorium Psikologi Pendidikan
dan Bimbingan, dimana tempat ini memang difungsikan sebagai tempat untuk kegiatan
pelaksanaan tes psikologis.
&c
Setelah tempat pelaksanaan sudah ditetapkan, maka selanjutnya tester membicarakan
kesepakatan waktu dengan petugas Laboratorium yang selanjutnya menemui dosen pembimbing
mata kuliah Praktikum Assesmen Psikologi Teknik Tes untuk mengkonfirmasikan waktu
pelaksanaan tes psikologi tersebut. Setelah itu, tester menghubungi testi untuk membuat
kesepakatan mengenai pelaksanaan tes psikologi.
Dalam pelaksanaan tes ini waktu harus selalu diperhatikan dimana waktu ini harus jelas
agar tidak terjadi tabrakan dengan testi yang lain dan tester yang berbeda. Waktu yang digunakan
yaitu mulai dari pukul 09.00 ± 15.00 WITA.
'!!c
Hal yang terpenting dalam tahapan persiapan ini adalah kelengkapan tes Untuk itu
tester perlu menyiapkan beberapa kelengkapan yang sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan tes
psikologi yaitu:
1.Ê Buku tes SPM, tes DAT, tes Minat Jabatan, tes EPPS, dan tes Sikap SSCT yang disiapkan
oleh petugas Laboratorium PPB FIP UNM.
2.Ê Lembar jawaban tes SPM, tes DAT, tes Minat Jabatan, tes EPPS, dan tes Sikap SSCT yang
disiapkan oleh tester. 
3.Ê Alat tulis menulis disiapkan oleh tester.
4.Ê Stop watch dan kertas buram disiapkan oleh petugas Laboratorium sedangkan alat peraga
yang dipersiapkan oleh tester.Ê
$ !!
Sebelum menjalankan tes, yang perlu dipersiapkan dengan baik adalah ruangan yang
akan digunakan dalam tes psikologi. Keadaan ruangan yang dianggap layak untuk melakukan tes
adalah suasananya nyaman, jauh dari kebisingan, punya penerangan yang cukup, serta suhu
udara yang sejuk dan ruangan yang dianggap layak untuk melakukan tes psikologi adalah
Laboratorium PPB FIP UNM.
Selain kondisi ruangan yang perlu diperhatikan juga setting ruangan atau susunan
tempat duduk dan meja. Susunannya harus disesuaikan dengan bentuk tes yang akan dilakukan.
Karena tes yang dijalankan adalah tes secara kelompok maka ruangan di setting sesuai dengan
model tes yang akan dilakukan. Dimana meja dan kursi di susun dengan jarak tertentu untuk
menjaga kemungkinan testi melakukan kerjasama dalam mengerjakan tes psikologi. Hal tersebut
perlu dilakukan untuk menjaga agar hasil tes dapat betul-betul memberikan hasil yang objektif.



 


Setelah melalui langkah-langkah yang terdapat ada tahap persiapan, maka langkah
selanjutnya adalah tahap pelaksanaan. Dalam tahap pelaksanaan ini terdapat satu hal yang sangat
panting untuk dilakukan yaitu menciptakan situasi yang    dan   yang baik agar
testi berada dalam situasi emosional yang baik, tidak gugup, tidak was-was ataupun tidak cemas
dan sebagainya. Hal ini bertujuan agar hasil yang diperoleh objektif dari aspek-aspek psikis yang
diukur melalui test tersebut.
Adapun proses pelaksanaan tes akan diuraikan secara berurutan sebagai berikut:

c
1.Ê Mengatur tempat duduk testi.
2.Ê Mempersilahkan testi untuk memasuki ruangan laboratorium PPB.
3.Ê Mempersilahkan testi duduk pada tempat yang telah ditentukan.
4.Ê Menjelaskan tujuan dan manfaat diadakannya tes, yaitu bahwa tes ini bertujuan untuk
mengetahui taraf atau tingskat intelegensi testi yang bermanfaat untuk memprediksi
kelanjutan studi/belajar yang sesuai dengan kemampuan testi dan sebagai bahan masukan
atau informasi bagi orangtua dan guru pembimbing atau konselor dalam memberikan
layanan Bimbingan dan Konseling yang tepat bagi testi yang mengalami kesulitan
belajar.
5.Ê Membagi lembar jawaban dan menginstruksikan testi untuk mengisi identitas
sebagaimana yang tercantum dalam lembar jawaban.
6.Ê Membagi buku tes dengan men takan "jangan membuka tes ini sebelum diperintahkan",
7.Ê Menjelaskan cara mengerjakan tes SPM. Setelah testi mengerti cara mengerjakan tes
barulah tester mempersilahkan testi mengerjakan tes.
8.Ê Selama pelaksanaan tes berlangsung tester mengawasi testi yang sedang mengerjakan tes.
9.Ê Tester mengingatkan batas waktu yang tersisa (misalnya tinggal 5 menit), bagi testi yang
sudah selesai supaya memeriksa kembali jawabannya sebelum diserahkan kepada tester.
10.ÊMenginstruksikan kepada testi untuk berhenti bekerja setelah sampai batas waktu yang
telah ditentukan (30 menit).
11.ÊMengumpulkan buku tes dan lembar jawaban.
12.ÊMenghitung kembali buku tes dan lembar jawaban testi apakah sudah terkumpul semua
sesuai jumlah testi,
13.ÊTester mengucapkan terima kasih kepada testi atas kesungguhannya dalam mengerjakan
tes yang diberikan.
14.ÊMempersilahkan testi meninggalkan ruangan testing.
Cara tersebut diatas dilaksanakan baik pada pelaksanaan tes individual maupun
secara kelompok.
c 
c
()c"
- Subtes berpikir verbal dan numerikal
Tes skolastik adalah tes untuk mengetahui kemampuan yang ada pada anak yaitu
kemampuan khusus untuk menyelesaikan tugas-tugas dalam mata pelajaran. Mata
pelajaran akademik dan untuk berhasil di akademi atau perguruan tinggi. Skor
kemampuan skolastik memberikan petunjuk tentang kemampuan khusus bagi pekerjaan-
pekerjaan yang menuntut lebih banyak tanggung jawab dan pembuatan keputusan
daripada yang bersifat administratif dan pelalcsanaan harian raja. Adapun langkah-
langkah pelaksanaannya:
a.Ê Menjelaskan tujuan dan manfaat tes skolastik yaitu mengetahui sejauh. mana
kemampuan yang dimiliki oleh anak dalam perbendaharaan bahasa dan kemampuan
matematika.
b.Ê Membagi lembar jawaban dan menginstruksikan testi untuk mengisi identitasnya
sesuai yang tertera dalam lembar jawaban.
c.Ê Tester membagi buku tes dan sambil mengatakan tidak boleh dibuka sebelum ada
perintah membukanya.
d.Ê Menjelaskan cara mengerjakan tes yaitu bahwa:
-Ê Tes ini terdiri dari dua bagian yaitu tes berpikir verbal dan tes numerikal. Dimana
tes berpikir verbal ini terdiri dari 50 soal sedangkan tes numerikal terdiri dari 40
soal.
-Ê Untuk berpikir verbal testi disuruh melengkapi kalimat yang tidak lengkap
menjadi kalimat yang lengkap dan baik untuk dibaca. Untuk melengkapi kalimat
itu ada 5 pilihan yaitu a, b, c, d, atau e dan setelah testi mendapatkan jawaban
yang tepat silanglah pada bagian yang benar itu pada lembar jawabannya.
-Ê Untuk point numerikal testi disuruh menyelesaikan jawaban perhitungan dan
setiap nomor-nomor tersebut dan memilih a, b, c, d, dan e yang paling tepat.
Setelah testi mengerti cam mengerjakan tes barulah tester mempersilahkan testi
mengerjakan tes.
e.Ê Menentukan batas waktu selama 60 menit yaitu tes berpikir verbal 25 menit dan tes
numerikal 35 menit.
f.Ê Tester mengawasi testi selama mengerjakan tes.
g.Ê Tester mengumpulkan buku tes dan lembar jawaban.
h.Ê Tester menghitung kembali buku tes dan lembar jawaban untuk mengetahui apakah
buku tes dan lembar jawaban sudah terkumpul sesuai jumlah testi.
i.Ê Tester mengucapkan terima kasih kepada testi atas kesungguhannya mengerjakan tes
yang diberikan.
j.Ê Mempersilahkan testi meninggalkan ruangan testing
þ)c !
*
Dengan menggunakan diagram-diagram, pola-pola atau blue-print tes berpikir
abstrak mengukur seberapa mudah anak dapat memecahkan masalah jika masalah itu
disajikan dalam arti ukurannya, bentuknya, posisinya, besarnya, atau lain-lain bentuk
yang tidak bersifat verbal atau numerikal.
Tes berpikir abstrak ini diharapkan dapat memprediksikan keberhasilan dalam
jenis-jenis pekerjaan terutama pekerjaan dalam bidang permesinan, teknik dan
perindustrian. Adapun langkah-langkah pelaksanaannya yaitu:
a.Ê Menjelaskan tujuan dan rnanfaat tes berpikir abstrak yaitu mengetahui sejauh mana
testi dapat memecahkan masalah jika masalah itu disajikan dalam arti ukurannya,
bentuknya, posisinya, besarnya, atau lain-lain bentuk yang tidak bersifat verbal atau
numerikal.
b.Ê Membagi lembar jawaban dan menginstruksikan testi untuk mengisi identitas
sebagaimana yang tercantum dalam lembar jawaban.
c.Ê Tester membagi buku tes dan menerangkan cam mengerjakannya yaitu:
-Ê Dalam tes ini testi akan mendapat sederetan soal atau gambar seperti yang terlihal
pada contoh, setiap deretan merupakan pola suatu masalah.
-Ê Terdapat dua macam deretan yaitu: di sebelah kiri, deretan yang terdiri dan empat
gambar yang disebut DERETAN SOAL; di sebelah kanan, deretan yang terdiri
dan lima gambar disebut DERETAN PILIHAN JAWABAN.
-Ê Testi diminta memilih salah satu diantara lima gambar deretan pilihan jawaban,
yang akan merupakan gambar berikutnya seandainya gambar deretan soal itu
dilanjutkan dengan gambar yang ke-5.
d.Ê Tester memerintah testi mengerjakan tes dan menentukan batas waktunya yaitu 25
menit.
e.Ê Tester mengawasi testi mengerjakan tes.
f.Ê Tester mengumpulkan buku tes dan lembar jawaban.
g.Ê Tester menghitung kembali buku tes dan lembar jawaban testi apakah sudah
terkumpul semua sesuai jumlah testi.
h.Ê Tester mengucapkan terima kasih kepada testi atas kesungguhannya mengerjakan tes
yang diberikan.
i.Ê Mempersilahkan testi meninggalkan ruangan testing.
0)c !
a. Menjelaskan tujuan dan manfaat tes berpikir mekanik, yaitu untuk mengetahui
seberapa mudah anak memahami prinsip-prinsip umum ilmu pengetahuan ilmiah,
sebagaimana kita lihat dalam kejadian sehari-hari yang berhubungan dengan
kehidupan kita. Seberapa baik anak mengerti tata kerja atau hukum-hukum yang
berlaku dalam perkakas-perkakas sederhana, mesin-mesin, dan peralatan-peralatan
lainnya.
b. Membagi lembar jawaban dan menginstruksikan testi untuk mengisi identitasnya
sesuai yang tertera dalam lembar jawaban.
c. Tester membagi buku tes dan sambil mengatakan tidak boleh dibuka sebelum ada
perintah membukanya.
d. Menjelaskan cara mengerjakan tes yang terdapat dalam buku tes dan testi membaca
dalam hati.
e. Menentukan batas waktu selama 30 menit.
f. Tester mengawasi testi selama mengerjakan tes.
g. Tester mengumpulkan buku tes dan lembar jawaban.
h. Tester menghitung kembali buku tes dan lembar jawaban untuk mengetahi apakah
buku tes dan lembar jawaban sudah terkumpul sesuai jumlah testi
i. Tester mengucapkan terima kasih kepada testi atas kesungguhannya mengerjakan tes
yang diberikan.
j. Mempersilahkan testi meninggalkan ruangan testing.
-)c
a. Menjelaskan tujuan dan manfaat tes relasi ruang yaitu seberapa besar anak dapat
mengamati atau membentuk gambaran-gambaran mental dari objek-objek dengan
jalan melihat pada rengrengan dua dimensi dan seberapa baik anak dapat berpikir
dalam tiga dimensi.
b. Membagi lembar jawaban dan menginstruksikan testi untuk mengisi identitasnya
sesuai yang tertera dalam lembar jawaban.
c. Tester membagi buku tes dan sambil mengatakan tidak boleh dibuka sebelum ada
perintah membukanya.
d. Menjelaskan cara mengerjakan tes yang terdapat dalam buku tes, sedangkan testi
membaca dalam hati.
e. Menentukan batas waktu selama 30 menit.
f. Tester mengawasi testi selama mengerjakan tes.
g. Tester mengumpulkan buku tes dan lembar jawaban.
h. Tester menghitung kembali buku tes dan lembar jawaban untuk mengetahui apakah
buku tes dan lembar jawaban sudah terkumpul sesuai dengan jumlah testi.
i. Tester mengucapkan terima kasih kepada testi atas kesungguhannya mengerjakan tes
yang diberikan.
j. Mempersilahkan testi meninggalkan ruangan testing.
+)c,! Ê Ê
a. Menjelaskan tujuan dan manfaat tes kecepatan dan ketelitian klerikal yaitu seberapa
cepat dan teliti anak dapat menyelesaikan tugas-tugas menulis, pekerjaan pembukuan,
laboratorium ilmiah, perusahaan dagang, gudang-gudang, dan ditempat-tempat lain di
mana kartu-kartu, buku-buku, map-map pencatatan harus di atur, disimpan dan/atau
di cek, di cocokkan dan sebagainya.
b. Membagi lembar jawaban dan menginstrksikan testi untuk mengisi identitasnya
sesuai yang tertera dalam lembar jawaban.
c. Tester membagi buku tes sambil mengatakan tidak boleh dibuka sebelum ada
perintah membukanya.
d. Menjelaskan cara mengerjakan tes bagian I dan bagian II yang tedapat dalam buku tes
dan testi membaca dalam hati.
e. Menentukan batas waktu selama 3 menit untuk soal bagian pertama dan 3 menit
untuk soal bagian ke dua.
f. Tester mengawasi testi selama mengerjakan tes.
g. Tester mengumpulkan buku tes dan lembar jawaban.
h. Tester menghitung kembali buku tes dan lembar jawaban untuk mengetahui apakah
buku tes dan lembar jawaban sudah terkumpul sesuai jumlah testi.
i. Tester mengucapkan terima kasih kepada testi atas kesungguhannya mengerjakan tes
yang diberikan.
j. Mempersilahkan testi meninggalkan ruangan testing.
c#*-c."!
Tes minat jabatan ini dirancang untuk mengukur dan menganalisis minat jabatan
anak. Alat ini merupakan pengukuran performansi jabatan dan bukan tes kemampuan atau
keterampilan jabatan. Adapun langkah-langkah pelaksanannya yaitu:
1.Ê Menjelaskan tujuan dan manfaat diadakannya tes minat Lee-Thorpe yaitu bahwa tes ini
bertujuan adalah untuk membantu menemukan minat jabatan dasar pada anak dengan
manfaat untuk membantu anak yang bersangkutan menjadi pekerja atau orang yang
berminat, memiliki penyesuaian diri yang baik dan efektif.
2.Ê Membagikan lembar jawaban dan testi disuruh mengisi identitas sesuai yang tercantum
dalam lembar jawaban.
3.Ê Membagikan buku tes dengan terlebih dahulu mengatakan jangan membuka buku tes ini
sebelum diperintahkan.
4.Ê Menjelaskan petunjuk cara mengerjakan tes yaitu:
-Ê Test ini terdiri dari dua bagian yaitu bagian I dan bagian Soal-soal tes ini berupa
uraian-uraian singkat tentang bermacam-macam pekerjaan. Setiap nomor terdiri dari
dua bush uraian pekerjaan.
-Ê Tugas test adalah memilih salah satu pekerjaan dari setiap nomor yaitu uraian\
pekerjaan yang paling disenangi.
-Ê Dalam hal ini testi memilih dengan tidak mempertimbangkan untung ruginya. Jika
kedua-duanya testi senangi atau tidak senangi, maka pilihannya tidak ada yang salah
atau yang betul.
-Ê Untuk pengisian lembar jawaban, beri tanda silang (X) kode pekerjaan yang test sukai
yang terdapat pada deretan angka-angka di lembar jawabannya dan jangan sampai
ada yang terlewatkan kerjaan setiap nomor.
5.Ê Tester memberi kesempatan kepada testi untuk bertanya.
6.Ê Tester memberikan waktu yang cukup kepada testi untuk mengerjakan tes.
7.Ê Tester mengawasi testi dalam mengerjakan tes.
8.Ê Tester mengumpulkan buku tes dan lembar jawaban.
9.Ê Tester menghitung kembali jumlah buku tes dan lembar jawaban yang sesuai dengan
jumlah testi.
10.ÊTester mengucapakan terima kasih kepada testi atas kesungguhannya dalam mengerjakan
tes yang diberikan.
11.ÊMempersilahkan testi meninggalkan ruangan testing.
c!* 
Langkah-langkah pelaksanaan tes yaitu sebagai berikut :
1.Ê Menjelaskan tujuan dan manfaat diadakannya tes kepribadian EPPS, tujuannya yaitu
untuk mengetahui kepribadian yang dimiliki oleh masing-masing testi. Sedangkan
manfaatnya yaitu dapat membantu testi untuk lebih mengenal kepribadiannya agar
mereka dapat melakukan penyesuaian diri yang baik terhadap dirinya maupun
lingkungannya.
2.Ê Membagi lembar jawaban dan menginstruksikan testi untuk mengisi identitasnya sesuai
yang tertera dalam lembar jawaban.
3.Ê Tester membagi buku tes dan sambil mengatakan tidak boleh dibuka sebelum ada
perintah membukanya.
4.Ê Menjelaskan cara mengerjakan tes sesuai petunjuk dalam buku tes dan testi membaca
dalam hati.
5.Ê Tester memberi kesempatan kepada testi untuk bertanya yang berkaitan dengan cara
mengerjakan tes ini dan tester memberikan jawaban sesuai dengan petunjuk-petunjuk
yang ada pada buku tes.
6.Ê Menjelaskan bahwa setiap item harus dijawab semua, jangan sampai ada yang
terlewatkan. Setelah testi mengerti cara mengerjakannya, baru diperintahkan mulai
bekerja.
7.Ê Mengawasi testi selama mengerjakan tes.
8.Ê Lama waktu yang digunakan untuk mengerjakan tes 60 menit.
9.Ê Tester mengumpulkan buku tes dan lembar jawaban.
10.ÊTester menghitung kembali jumlah buku tes dan lembar jawaban yang sesuai dengan
jumlah testi.
11.ÊTester mengucapakan terima kasih kepada testi atas kesungguhannya dalam mengerjakan
tes yang diberikan.
12.ÊMempersilahkan testi meninggalkan ruangan testing.
c!,," !"c/c)
SSCT adalah tes sikap yang dikembangkan oleh Sacks yang berbentuk kalimat-kalimat
yang belum sempurna. Anak yang di tes diminta melengkapi kalimat-kalimat tersebut. SSCT
Ini terdiri dari 60 buah kalimat yang tidak sempurna dan kelengkapan dari masing-masing
kalimat ini akan menggambarkan sikap-sikap yang dimiliki oleh anak. Adapun langkah-
langkahnya yaitu :
1.Ê Menjelaskan tujuan dan manfaat diadakannya tes sikap SSCT. Tujuannya yaitu untuk
mengetahui lebih jauh-jauh sikap-sikap yang dimiliki oleh setiap testi dan manfaatnya
yaitu membantu anak untuk dapat lebih mengenal sikap yang dimilikinya baik terhadap
diri sendiri, keluarganya, lingkungan, teman, dan atasan serta tugas-tugasnya agar dapat
melakukan penyesuaian diri dengan baik dan efektif.
2.Ê Membagikan lembar tes.
3.Ê Menjelaskan petunjuk cara mengerjakan tes.
4.Ê Mempersilahkan testi mengerjakan tes.
5.Ê Mengawasi testi yang sementara mengerjakan tes.
6.Ê Mengumpulkan hasil tes testi yang sudah selesai.
7.Ê Menghitung kembali lembar tes yang telah terkumpul apakah sudah selesai sesuai dengan
jumlah peserta tes.
8.Ê Mengucapkan terima kasih kepada testi atas kesungguhannya mengerjakan tes yang
diberikan.
9.Ê Mempersilahkan testi meninggalkan ruangan testing.
Dimana semua pelaksanaan tes tersebut di atas dapat dilaksanakan baik pada
pelaksanaan tes individual maupun secara kelompok.