POKOK BAHASAN

01. PENDAHULUAN 02. PENGGOLONGAN MIKROORGANISME 03. STRUKTUR DAN FUNGSI SEL MIKROORGANISME 04. PERTUMBUHAN MIKROORGANISME 05. GENETIKA MIKROORGANISME 06. BIOENERGETIKA MIKROORGANISME 07. PENGENDALIAN PERTUMBUHAN MIKROORGANISME 08. INTERAKSI DAN PENYEBARAN MIKROORGANISME 09. PERANAN MIKROORGANISME

MIKROBIOLOGI DASAR

03. STRUKTUR SEL MIKROORGANISME
POKOK BAHASAN

03.1 STRUKTUR DAN FUNGSI SEL PROKARIOT 03.2 STRUKTUR DAN FUNGSI SEL EUKARIOT

03. STRUKTUR SEL MIKROORGANISME
03.1 STRUKTUR DAN FUNGSI SEL PROKARIOT
SUBPOKOK BAHASAN I. Gambaran Umum Struktur sel Prokariot II. Membran Sel Prokariot III. Materi Sitoplasma IV. Dinding Sel Prokariotik V. Komponen Eksternal Dinding Sel VI. Khemotaksis VII. Endospora Bakteri

03. STRUKTUR SEL MIKROORGANISME

batang bengkok (vibrios). heliks kaku (spirilla). Gambaran Umum Struktur sel Prokariot A.1 STRUKTUR DAN FUNGSI SEL PROKARIOT I. lonjong (coccobacilli). Sel prokariot mempunyai bentuk bermacam-macam seperti bulat (cocci). batang (bacilli). Ukuran. dan Penataan 1. dan heliks fleksibel (spirochetes) . STRUKTUR SEL MIKROORGANISME 03.03. Bentuk.

beberapa sel tetap saling menempel membentuk rantai. Ukuran. Gambaran Umum Struktur sel Prokariot A. gerombolan (clusters). STRUKTUR SEL MIKROORGANISME 03. Bentuk. dan Penataan (lanjutan) 2. atau konfigurasi kubus (sarcinae) . konfiguarasi planar persegi empat (tetrads).1 STRUKTUR DAN FUNGSI SEL PROKARIOT I.03. Pada fase reproduktif.

Ukuran. STRUKTUR SEL MIKROORGANISME 03.1 STRUKTUR DAN FUNGSI SEL PROKARIOT I.03. Bentuk. dan Penataan (lanjutan) 3. Gambaran Umum Struktur sel Prokariot A. Sedikit bakteri berbentuk pipih (flat) dan beberapa mempunyai lebih dari satu bentuk ( pleomorphic) .

namun secara umum ukurannya lebih kecil dibandingkan sel eukariot. akhir-akhir ini beberapa prokariot berukuran besar (750 nm) telah ditemukan dan dapat dilihat tanpa bantuan mikroskop. . STRUKTUR SEL MIKROORGANISME 03.03. Ukuran sel prokariot bervariasi. dan Penataan (lanjutan) 4. Ukuran. Gambaran Umum Struktur sel Prokariot A.1 STRUKTUR DAN FUNGSI SEL PROKARIOT I. Bentuk.

03. STRUKTUR SEL MIKROORGANISME

03.1 STRUKTUR DAN FUNGSI SEL PROKARIOT
I. Gambaran Umum Struktur sel Prokariot B. Struktur internal Sel prokariot
1. Tidak semua struktur internal ditemukan pada setiap genus

03. STRUKTUR SEL MIKROORGANISME

03.1 STRUKTUR DAN FUNGSI SEL PROKARIOT
I. Gambaran Umum Struktur sel Prokariot B. Struktur internal Sel prokariot
2. Struktur internal sel prokariot berbeda secara morfologi dan lebih sedikit dibanding sel eukariot

03. STRUKTUR SEL MIKROORGANISME

03.1 STRUKTUR DAN FUNGSI SEL PROKARIOT
I. Gambaran Umum Struktur sel Prokariot

mitochondria (orange). the capsule (orange). The drawing on the right demonstrates how bacterial DNA is housed in a structure called the nucleoid (very light blue). the nucleolus (intermediate blue). and a flagellum (also black). Gambaran Umum Struktur sel Prokariot This figure illustrates a typical human cell (eukaryotic cell) and a typical bacterium (prokaryotic cell).1 STRUKTUR DAN FUNGSI SEL PROKARIOT I. STRUKTUR SEL MIKROORGANISME 03. including the cell membrane (black). including the nucleus (light blue). and ribosomes (dark blue). ribosomes (dark blue). as well as other structures normally found in a prokaryotic cell. The cartoon on the left highlights the internal structures of eukaryotic cells.03. the cell wall (intermediate blue). .

1 STRUKTUR DAN FUNGSI SEL PROKARIOT I. Gambaran Umum Struktur sel Prokariot SUBPOKOK BAHASAN II.03. Materi Sitoplasma IV. Komponen Eksternal Dinding Sel VI. Membran Sel Prokariot III. Khemotaksis VII. Endospora Bakteri . STRUKTUR SEL MIKROORGANISME 03. Dinding Sel Prokariotik V.

4. dan dinamis 2.1 STRUKTUR DAN FUNGSI SEL PROKARIOT II. Dapat dibedakan 2 tipe protein yang berhubungan dengan membran: peripheral (terikat tidak kuat dan mudah lepas) dan integral (tertanam dalam membran dan tidak mudah lepas) Membran sangat terorganisir. . Membran plasma bakteri terdiri dari phospholipid bilayer dengan permukaan hidrofilik (berhubungan dengan air) dan bagian interior yang hidrofobik (tidak larut dalam air). 3. asimetris.03. kebanyakan membran bakteri tidak mempunyai sterol Banyak membran archae terdiri dari membram monolayer daripada bilayer. STRUKTUR SEL MIKROORGANISME 03. Membran plasma 1. molekul asimetri tersebut disebut bersifat amfipatik. Membran Sel Prokariot A. fleksible. membran archae lebih detail diterangkan pada bab 20 ´Fluid mosaic modelµ adalah model struktur membran yang paling luas dikenal.

1 STRUKTUR DAN FUNGSI SEL PROKARIOT II. Membran Sel Prokariot .03. STRUKTUR SEL MIKROORGANISME 03.

a) Sterol b) cholesterol c) hopenoid .

Archael membrane structure .

Archaeal membranes are also made of lipids and protein Branched lipids not fatty acids Ether bonds to glycerol Polar phosphate. sulfate. or carbohydrate Sterols in methane oxidizers .

03. Membran Sel Prokariot .1 STRUKTUR DAN FUNGSI SEL PROKARIOT II. STRUKTUR SEL MIKROORGANISME 03.

03. STRUKTUR SEL MIKROORGANISME 03. d. Membran plasma (lanjutan) 5. dan sintesis dinding sel Mengandung molekul reseptor khusus yang mampu mendeteksi dan merespon senyawa kimia di lingkungannya c. . fotosintesis. b. Membran Sel Prokariot A. membiarkan beberapa molekum keluar masuk sel dan mencegah masuknya molekul lainnya Sebagai tempat berlangsungnya berbagai proses metabolik meliputi respirasi. Menjaga sitoplasma dan memisahkan sel dari lingkungannya Sebagai barrier yang selektif permeable.1 STRUKTUR DAN FUNGSI SEL PROKARIOT II. sintesis lipid. Membran plasma memiliki beberapa fungsi a.

.

Transport via membran sel .

1 STRUKTUR DAN FUNGSI SEL PROKARIOT II. Membran Sel Prokariot B. . 4. Mesosom adalah struktur yang dibentuk oleh invaginasi membran plasma yang mungkin berperan dalam pembentukan dinding sel selama pembelahan sel dan dalam replikasi dan distribusi kromosom Bakteri fotosintetik memiliki membran plasma yang infolding yang bersifat menambah luas permukaan untuk fotosintesis Bakteri yang memiliki aktivitas respirasi tinggi juga memiliki infolding yang berfungsi menambah luas permukaan untuk aktivitas metabolisme Sistem membran internal ini dapat merupakan agregat vesikel sferis. atau membran tubular 2. STRUKTUR SEL MIKROORGANISME 03. vesikel rata. 3. Sistem membran internal 1.03.

Dinding Sel Prokariotik V. Materi Sitoplasma IV. Gambaran Umum Struktur sel Prokariot III. STRUKTUR SEL MIKROORGANISME 03. Komponen Eksternal Dinding Sel VI. Membran Sel Prokariot SUBPOKOK BAHASAN I.1 STRUKTUR DAN FUNGSI SEL PROKARIOT II.03. Khemotaksis VII. Endospora Bakteri .

STRUKTUR SEL MIKROORGANISME 03. Materi sitoplasma A.1 STRUKTUR DAN FUNGSI SEL PROKARIOT III. walaupun tidak memiliki sitoskeleton sejati sitoplasma bakteri memiliki protein sistem seperti sitoskeleton . 3. 2. Materi sitoplasma adalah 1.03. tidak nampak pada pengamatan mikroskop elektron tetapi sering tampak dengan ribosom dan badan inklusi. bahan antara membran dan nukleoid.

03.1 STRUKTUR DAN FUNGSI SEL PROKARIOT III. digunakan oleh bakteri untuk berorientasi terhadap bidang magnet bumi 2. yang lain diselubungi oleh membran satu lapis Vakuola gas adalah tipe badan inklusi yang ditemukan pada cyanobacteria dan spesies akuatik lainnya. 3. . beberapa dibatasi oleh membran. Materi sitoplasma B. Banyak badan inklusi berupa granula bahan organik atau anorganik yang dibentuk sel untuk ¶future use·. STRUKTUR SEL MIKROORGANISME 03. vakuola ini berperan dalam menjaga organisme tetap terapung dan berada dekat permukaan habitat perairan Magnetosom adalah badan inklusi yang mengandung besi dalam bentuk magnetite. Badan inklusi 1.

. Useful for identification purposes. protozoa. causative agent of diphtheria.  Stain red with blue dyes. and fungi. algae.  Characteristic of Corynebacterium diphtheriae. Not found in all cell types: 1. Metachromatic Granules:  Contain inorganic phosphate that can be used in the synthesis of ATP.Inclusions: Reserve deposits in the cytoplasm of cells.  Found in bacteria.

CHROMATOPHORE .

MAGNETOSOMES .

03. Materi sitoplasma C. Ribosom prokariot memiliki struktur yang sama dengan ribosom eukariot tetapi lebih kecil ukurannya . STRUKTUR SEL MIKROORGANISME 03. Ribosom adalah struktur kompleks yang terdiri dari protein dan RNA 2.1 STRUKTUR DAN FUNGSI SEL PROKARIOT III. Ribosom 1. Komponen tersebut sintesis protein sel bertanggung jawab terhadap 3.

RIBOSOMES .

2. Nukleoid 1.1 STRUKTUR DAN FUNGSI SEL PROKARIOT III. 4. . tetapi sering tampak berasosiasi dengan membran plasma atau mesosom Kromosom bakteri adalah molekul DNA yang terkemas secara efisien dengan membentuk loop dan coil 3. walaupun beberapa memiliki lebih dari satu kromosom atau mempunyai satu atau lebih kromosom linear Nukleoid tidak dibatasi oleh membran. STRUKTUR SEL MIKROORGANISME 03. Nukleoid adalah daerah yang berbentuk ireguler dimana ditemukan kromosom prokariot Pada kebanyakan prokariot. nukleoid mengandung single circular chromosome.03. Materi sitoplasma D.

plasmid biasanya molekul DNA sikuler. tetapi plasmid dapat membawa gen yang memberikan keuntungan bagi bakteri (resistensi obat. b. Selain kromosom. aktivitas metabolik yang meningkat. dll. tertutup. Materi sitoplasma D. kecil a.03. STRUKTUR SEL MIKROORGANISME 03.) . banyak bakteri mempunyai plasmid. Nukleoid (lanjutan) 5.1 STRUKTUR DAN FUNGSI SEL PROKARIOT III. Plasmid dapat melakukan replikasi secara terpisah dari kromosom bakteri Plasmid tidak dibutuhkan untuk pertumbuhan dan reproduksi bakteri.

Membran Sel Prokariot IV. Materi Sitoplasma SUBPOKOK BAHASAN I. Gambaran Umum Struktur sel Prokariot II. Komponen Eksternal Dinding Sel VI. STRUKTUR SEL MIKROORGANISME 03.03. Dinding Sel Prokariotik V.1 STRUKTUR DAN FUNGSI SEL PROKARIOT III. Endospora Bakteri . Khemotaksis VII.

protein tersebut dapat terlibat dalam pemasukan nutrisi . sintesis peptidoglycan atau dalam modifikasi senyawa toksik 2. Dinding sel kebanyakan bakteri mengandung peptidoglycan. Dinding Sel Prokariotik A. . memberi bentuk khas sel dan menjaga sel dari proses lisis osmotik 1.1 STRUKTUR DAN FUNGSI SEL PROKARIOT IV. transport elektron. yang biasanya mengandung berbagai protein.03. STRUKTUR SEL MIKROORGANISME 03. atau polysaccharida Dinding sel bakteri gram positif berbeda dengan dinding sel bakteri gram negatif. dinding sel archae tidak ada peptidoglycan dan tersusun dari proteins. Dinding sel adalah struktur kaku yang terletak di sebelah luar membran plasma. tetapi keduanya mempunyai ruang periplasma. glycoprotein.

Dinding sel bakteri Gram positif dan bakteri Gram negatif : .

1 STRUKTUR DAN FUNGSI SEL PROKARIOT IV.03. Dinding Sel Prokariotik B. Dinding sel bakteri Gram positif terdiri dari lapisan tebal peptidoglycan dan asam teikoat . STRUKTUR SEL MIKROORGANISME 03. terdiri dari rantai polisaccharida yang dihubungkan secara silang oleh jembatan peptida C. Peptidoglycan (murein) adalah polimer polysaccharida yang terdapat dalam dinding sel bakteri.

IN GRAM POSITIVES PEPTIDOGLYCAN MAY BE AS MUCH AS 40 LAYERS THICK MOST OF THE CELL WALL (90%) MAY BE MADE UP OF PEPTIDOGLYCAN. BUT THE REMAINDER MAY BE OF ACIDIC POLYSACCHARIDE CALLED TEICHOIC ACID (THEY ARE NEGATIVELY CHARGED MOLECULES) .

. Disaccharide component: Made up of two monoscaccharides:  N-acetylglucosamine (NAG)  N-acetylmuramic acid (NAM)  Alternating disaccharides (NAG-NAM) are linked together in rows of 10 to 65 molecules.Composition : Peptidoglycan (Murein): Made up of a repeating disaccharide attached by polypeptides to form a lattice.

NAG-NAM Peptidoglycan Disaccharide .

2. Outer membran bersifat lebih permeable daripada membran plasma karena adanya protein porin yang membentuk channel dimana molekules kecil (600-700 daltons) dapat lewat . Dinding Sel Prokariotik D. Terdiri lapisan petidoglycan tipis yang diselubungi oleh outer membrane yang terdiri dari lipid. menyebabkan beberapa gejala kha infeksi bakteri Gram negatif. LPS dapat berperan dalam sistem proteksi dan dapat berfungsi sebagai endotoksin.1 STRUKTUR DAN FUNGSI SEL PROKARIOT IV. lipoprotein. dan molekul lipopolysaccharida (LPS). Dinding sel bakteri Gram negatif : 1.03. tidak terdapat asam teikoat pada dinding sel Gram negatif . STRUKTUR SEL MIKROORGANISME 03.

Dinding Sel Prokariotik E.03. sehingga mencegah hilangnya pewarna crystal violet selama proses dekolorisasi. STRUKTUR SEL MIKROORGANISME 03. Mekanisme pewarnaan Gram meliputi: 1. lapisan peptidoglycan yang lebih tipis pada sel Gram negatif tidak mampu menahan pewarna. 2.1 STRUKTUR DAN FUNGSI SEL PROKARIOT IV. dan kemudian bakteri lebih mudah mengalami dekolorisasi ketika dilunturkan oleh alkohol . ¶constricting· lapisan peptidoglycan yang tebal pada sel gram positif.

2. pada lingkungan hipertonis. mencegah pembengkakan dan lisis ketika bakteri berada pada lingkungan hipotonis.03. membran plasma terpisah dari dinding sel dan sel mengalami plasmolisis . tetapi.1 STRUKTUR DAN FUNGSI SEL PROKARIOT IV. Dinding sel dan proteksi osmotik : 1. STRUKTUR SEL MIKROORGANISME 03. Dinding Sel Prokariotik F.

Endospora Bakteri . Khemotaksis VII. Materi Sitoplasma V.03. STRUKTUR SEL MIKROORGANISME 03.1 STRUKTUR DAN FUNGSI SEL PROKARIOT IV. Dinding Sel Prokariotik SUBPOKOK BAHASAN I. Komponen Eksternal Dinding Sel VI. Membran Sel Prokariot III. Gambaran Umum Struktur sel Prokariot II.

b. Kapsul tersusun teratur dan selaput lendir terdifusi dan tidak teratur . juga menambah kemampuan bakteri menempel pada suatu permukaan dan motilitas gliding d. selaput lendir. c. dan S layer 1. Kapsul dan selaput lendir (juga disebut glycocalyx): a. dan bahan toksik hidrofobik seperti detergen. adalah lapisan polysaccharida yang terletak di bagian luar dinding sel. desikasi. STRUKTUR SEL MIKROORGANISME 03. Komponen Eksternal Dinding Sel A. Kapsul. infeksi viral. kapsul menjaga bakteri dari fagositosis.1 STRUKTUR DAN FUNGSI SEL PROKARIOT V.03.

dan S layer (lanjutan) 2. enzim hidroliti. menjaga sel dalam menghadapi fluktuasi ion dan pH. adalah lapisan protein atau glycoprotein yang tersusun secara teratur terdapat pada bakteri dan archaea. atau bakteri predasi Bdellovibrio b. STRUKTUR SEL MIKROORGANISME 03. Kapsul. stres osmotik. diduga S layer merupakan satu-satunya lapisan di luar membran plasma. S layer a. Komponen Eksternal Dinding Sel A. selaput lendir.1 STRUKTUR DAN FUNGSI SEL PROKARIOT V.03. . c.

Komponen Eksternal Dinding Sel B.03. bakteri lain selama proses sexual mating (pili) . struktur seperti rambut yang pendek dan tipis 2. STRUKTUR SEL MIKROORGANISME 03.1 STRUKTUR DAN FUNGSI SEL PROKARIOT V. Pili dan fimbriae : 1. suatu permukaan (fimbrae) b. merupakan alat bagi bakteri untuk melekat pada: a.

03. Komponen Eksternal Dinding Sel C.1 STRUKTUR DAN FUNGSI SEL PROKARIOT V.Flagela dan motilitas 1. Flagela adalah struktur lokomosi seperti benang yang keluar dari membran plasma dan dinding sel . STRUKTUR SEL MIKROORGANISME 03.

03.Flagela dan motilitas 1. Flagela dapat tersusun dalam beberapa pola : a. b. MONOTRICHOUS (flgela tunggal) AMPHITRICHOUS (flagela tunggal pada satu sisi sel) LOPHOTRICHOUS (seberkas flagela pada satu atau kedua sisi sel) PERITRICHOUS (flagela pada seluruh permukaan sel) c. d. STRUKTUR SEL MIKROORGANISME 03.1 STRUKTUR DAN FUNGSI SEL PROKARIOT V. . Komponen Eksternal Dinding Sel C.

Komponen Eksternal Dinding Sel C. Struktur ultra flagela a. Bagian hook adalah bagian yang pendek melengkung yang menghubungkan filamen ke bagian tubuh dasar. .Flagela dan motilitas 2. b. d. Molekul flagelin yang baru ditransport melalui filamen sehingga pertumubuhan flagela adalah dari ujung. bukan dari dasar c. Fagela terdiri dari filamen yang tersusun dari protein tunggal yang disebut flagellin.1 STRUKTUR DAN FUNGSI SEL PROKARIOT V. STRUKTUR SEL MIKROORGANISME 03.03. susunan seri cincin yang menyebabkan rotasi flagela Sintesis flagela meliputi beberapa gen untuk hook dan tubuh dasar dan gen untuk flagellin.

1 STRUKTUR DAN FUNGSI SEL PROKARIOT V.03. Komponen Eksternal Dinding Sel . STRUKTUR SEL MIKROORGANISME 03.

.03. Mekanisme pergerakan flagela adalah secara rotasi. STRUKTUR SEL MIKROORGANISME 03. bagian hook dan struktur helik flagela menyebabkan flagela bergerak seperti propeller. Komponen Eksternal Dinding Sel C.1 STRUKTUR DAN FUNGSI SEL PROKARIOT V. COUNTERCLOCKWISE ROTATION (rotasi berlawanan arah jarum jam) menyebabkan gerak berlari ke depan (run) CLOCKWISE ROTATION (rotasi searah jarum jam) menghentikan gerakan run menghasilkan gerak di tempat (tumble) b.Flagela dan motilitas 3. sehingga menyebabkan bakteria bergerak pada lingkungan yang basah a.

03.1 STRUKTUR DAN FUNGSI SEL PROKARIOT V. STRUKTUR SEL MIKROORGANISME 03. 2. tidak ada struktur yang tampak berhubungan dengan motilitas gliding . Pada spirochaete. filamen axial pergerakan flexing and spinning. Prokariot dapat bergerak dengan mekanisme lainnya 1. 3. Komponen Eksternal Dinding Sel D. menyebabkan prokariot lain menunjukkan motilitas gliding ² mekanisme dimana sel meluncur di permukaan solid .

Khemotaksis VII. STRUKTUR SEL MIKROORGANISME 03. Gambaran Umum Struktur sel Prokariot II.03.1 STRUKTUR DAN FUNGSI SEL PROKARIOT V. Dinding Sel Prokariotik VI. Materi Sitoplasma IV. Membran Sel Prokariot III. Komponen Eksternal Dinding Sel SUBPOKOK BAHASAN I. Endospora Bakteri .

Khemotaksis A. Gerakan langsung menuju khemoatraktan dengan gerak random menuju atractan): increasing concentrations decreasing concentrations less tumbling more tumbling (bias . Khemotaksis adalah pergerakan bakteri baik menuju atraktan kimia maupun menjauh dari repelen kimia B.1 STRUKTUR DAN FUNGSI SEL PROKARIOT VI. Konsentrasi atraktan dan repelen dideteksi oleh khemoreseptor yang terdapat pada permukaan bacteria C. STRUKTUR SEL MIKROORGANISME 03.03.

STRUKTUR SEL MIKROORGANISME 03. Gerakan langsung menjauh dari khemorepelen (bias dengan gerak random menjauh dari repelen) melibatkan mekanisme yang sama tetapi respon kebalikannya E.1 STRUKTUR DAN FUNGSI SEL PROKARIOT VI. Mekanisme pengendalian tumble dan run merupakan mekanisme yang kompleks. dan fosforilasi). metilasi. walaupun rumit tetapi respon dapat terjadi hingga 200 meters/second . melibatkan banyak protein dan beberapa mekanisme (perubahan konformation. Khemotaksis D.03.

Endospora Bakteri A. merupakan mekanisme yang kompleks. proses melibatkan banyak tahapan B. germinasi (menghentikan kondisi dorman endospora).03. Transformasi endospora dorman menjadi sel vegetatif aktif juga merupakan proses yang kompleks yang meliputi aktivasi (preparasi) endospora. STRUKTUR SEL MIKROORGANISME 03. Pembentukan endospora (sporulasi) normalnya berhubungan dengan berhentinya pertumbuhan karena habisnya nutrien. dan outgrowth (emergence sel vegetatif baru .1 STRUKTUR DAN FUNGSI SEL PROKARIOT VII.

cellsalive.htm) (CELLS Alive! from http://www.com/ ) The Procaryotes (http://www. Department of Bacteriology.edu/bacteria/bacterialh. Kenneth Todar. .berkeley.cellsalive.com/ecoli. University of Wisconsin-Madison.edu/Bact303/) Biological Identity of Procaryotes.1 STRUKTUR DAN FUNGSI SEL PROKARIOT Chapter Web Links Bacteria: Life History and Ecology (http://www.wisc.html) Bacteria Divide and Multiply (http://www. STRUKTUR SEL MIKROORGANISME 03.ucmp.03.bact.

.

.

Many Gram-negative bacteria are sensitive to some type of penicillin. Correlation of Grams stain with other properties of Bacteria Property Thickness of wall Number of layers Peptidoglycan (murein) content Teichoic acids in wall Lipid and lipoprotein content Protein content Lipopolysaccharide content Sensitivity to Penicillin G Sensitivity to lysozyme Gram-positive thick (20-80 nm) 1 >50% present 0-3% 0 0 yes yes Gram-negative thin (10 nm) 2 10-20% absent 58% 9% 13% no (1) no (2) 1) A few Gram-negative bacteria are sensitive to natural penicillins.Table 5. Gram-negative bacteria. (2) Gram-negative bacteria are sensitive to lysozyme if pretreated by some procedure that removes the outer membrane and exposes the peptidoglycan directly to the enzyme . can be made sensitive to natural penicillin by procedures that disrupt the permeability characteristics of the outer membrane. especially semisynthetic penicillins. including E. coli.

03.1 STRUKTUR DAN FUNGSI SEL PROKARIOT I. STRUKTUR SEL MIKROORGANISME 03. Gambaran Umum Struktur sel Prokariot .

03. Gambaran Umum Struktur sel Prokariot .1 STRUKTUR DAN FUNGSI SEL PROKARIOT I. STRUKTUR SEL MIKROORGANISME 03.