Anda di halaman 1dari 2

INDO 2010

Musim Gugur 2007

Seekor Kera Meniru Bercukur


Ada seorang seorang lelaki yang (1.tinggal) di dekat kota Jakarta. Orang ini
belum juga (2.kawin). Umurnya sudah (3.dekat) empat puluh. Tetapi ia (4.senang) sekali
juga punya kawan di rumah. Kawannya ini adalah seekor kera. Pada suatu hari ia berdiri
di depan kaca untuk (5.cukur) karena kumis dan janggutnya sudah panjang lagi. Di
belakangnya (6.duduk)lah kera, kawannya itu, dengan tenang di atas sebuah korsi.
(7.Pikir) kera itu, “Kalau kawan saya bisa, masa saya tidak bisa. Soalnya kan hanya (8.
Pegang) pisau cukur itu.”
Setelah kawannya selesai (9.cukur) kera itu masuk ke kamar. Kera itu (10.ambil)
celana dan kemeja kawannya yang bersih. Lalu (11.beri)nya pakaian-pakaian itu kepada
kawannya yang baru saja selesai (12.cukur). Lelaki itu (13.ganti) pakaiannya yang sudah
kotor dengan yang bersih, lalu (14.sisir)nya rambutnya. (15.pakai)nya sepatunya dan
terus (16. Jalan) ke luar rumah. Pada saat ini keranya sedang (17.siap-siap) untuk
(18.cukur). (19.Ambil)nya sabun lalu (20.gosok-gosok)nya pada sekitar mulut dan
hidungnya. Sambil (21.pegang) pisau cukur yang tajam itu, kera itu (22.naik) di atas meja
tepat di depan kaca.
Meja itu basah karena penuh dengan air sabun. (23.gelincir)lah kera yang sok
pinter itu. Belum lagi ia mulai (24.cukur) rambut mukanya yang kasar, ujung hidungnya
sudah kena mata pisau cukur yang tajam itu. Kera itu (25.jerit-jerit) (26.sakit). Pisau
cukurnya (26.jatuh) dan sekali lagi kera itu (27.gelincir) di atas meja yang telah licin itu.
Pantatnya (28.sayat) dan ia (29.jatuh) tidak keruan di atas lantai. Untunglah kawan kera
itu telah (30.tiba) kembali. Kera itu (31.angkat)nya dan luka-lukanya (32.beri) obat dan
(33.balut).
Pada malam harinya sebelum mereka (33.tidur), kera itu (34.taruh) pisau cukur itu
di atas tempat tidur. (35.Pikir) kera itu, “Aku ingin agar supaya kawanku (36.sayat) juga
pantatnya seperti aku sendiri.”
Lelaki itu memang selalu (37.tidur) bersama kera itu di atas tempat tidur yang
sama. Demikian letihnya dan ngantuknya, kera itu segera (38.tidur) di atas tempat tidur.
Dengan tidak sadar kera itu (39.putar-putar) di tempat tidurnya. Sekali lagi (40.sayat)lah
sebagian kulit belakangnya.

Margaretha Sudarsih
Bacaan: Seekor Kera Meniru Bercukur
INDO 2010
Musim Gugur 2007

Keesokan harinya kera itu harus (41.bawa) ke dokter hewan karena luka-lukanya
yang parah itu. Setelah kera itu (42.sembuh), tak mau lagi ia (43.main-main) dengan
pisau cukur kawannya. Bukan main takutnya kera itu jika (44.lihat) pisau cukur
kawannya. Tak berani lagi ia (45.dekat) kawannya kalau kawannya sedang (46.cukur).

Disadur oleh: Henk Warouw

Margaretha Sudarsih
Bacaan: Seekor Kera Meniru Bercukur