Anda di halaman 1dari 4

IAI AL-GHURABAA

Menjawab Persaingan Masa Depan

Bagaimana Anda melihat masa depan Anda? Pertanyaan itu, sering muncul dari berbagai orang tua
atau guru bila memperhatikan seorang anak yang akan menamatkan sekolah tingkat lanjutan atas.
Terkadang pertanyaan itu dilanjutkan, mau jadi apa kamu nantinya? Dan ke mana melanjutkan
sesudah ini?
Dari SLTA ke perguruan tinggi biasanya orang akan berebut mencari universitas ataupun
perguruan tinggi negeri. Sehingga persaingan yang ketat dan pendaftar yang banyak, membuat
banyak calon mahasiswa yang tersingkir.
Tapi kalau Anda menginginkan mutu dari hasil lulusan. Tentu Anda tidak akan memilih sembarang
perguruan tinggi. Sesuaikan dulu dengan arah yang hendak Anda tuju. Untuk itu perlu dijawab
pertanyaan-pertanyaan yang telah diajukan terdahulu.
Di pusat Ibukota RI, kini berdiri sebuah perguruan tinggi yang bersanding dengan perguruan
tinggi lainnya. Di samping bersaing dengan mutu, juga bersaing penampilan. Institut Agama Islam
Al Ghurabaa berdiri di bawah Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Alghurabaa mencoba menawarkan
diri untuk kesuksesan masa depan generasi bangsa. Bahkan sasaran akhirnya mencetak generasi
Islam yang handal dan berjiwa mandiri.
Institut Agama Islam AL-Ghurabaa perlahan-lahan mulai berbenah, kata Drs. H. Misbach Malim
salah seorang dosen IAIN AL Ghuraba kepada FAJAR di Jakarta. Ini dapat dilihat dari namanya.
Dulu, IAI AL-Ghurabaa ini bernama Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah AL-Ghurabaa (STIDA).
Menurutnya, pergantian nama ini dilakukan guna memberikan cakupan yang lebih luas lagi bagi
yayasan untuk mengembangkan dakwahnya. Karena YPI sadar, bahwa eksistensinya di tengah
umat harus benar-benar mampu menjawab tantangan yang ada di tengah-tengah masyarakat.
Tantangan yang muncul baik dari dalam Islam yang tengah diperkuda oleh umat non muslim atau
dari umat non muslim secara terang-terangan merupakan tantangan besar yang harus dihadapi
umat Islam di masa mendatang. Untuk ini YPI bertekad menjawab tantangan itu. Tanggung jawab
moral terhadap generasi Islam di Indonesia membuat YPI terus berbenah, kata Misbach.
"YPI tidak boleh tinggal diam melihat berbagai gejolak yang terjadi, apalagi diantaranya ada yang
menjurus kepada penghinaan Islam dan umat Islam itu sendiri," kata Misbach..
Untuk itu, lanjut Misbach, sudah menjadi suatu keharusan bagi YPI menjawab tantangan itu
dengan mencetak generasi muda Islam yang memahami ajaran Islam secara utuh dan mampu
berperan sebagai ulama yang trampil berdakwah secara bijaksana, baik lisan, tulisan, maupun
perbuatan.
Sebagai langkah awal, maka sangat tepat, YPI mengembangkan STIDA menjadi Institut Agama
Islam AL-Ghuraba. Pergantian nama ini yang terjadi pada 1993/1994 disyahkan Mentri Agama RI
berdasarkan SK Mentri Agama RI No.235 tahun 1995 tangal 1 Juni dengan nama Sekolah Tinggi
Islam AL-Ghurabaa, yang sekarang ini memiliki tiga jurusan, yaitu; jurusan Komunikasi dan
Penyiaran Islam (Dakwah), pendidikan Agama Islam (PAI), dan Ahwal Asy-Syakhsiyyah (Syari'ah)
yang kesemuanya program Sastra 1 (S1), di samping diadakan juga Program D2 guna memenuhi
kebutuhan guru tingkat Sekolah Dasar.
Mengenai beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh setiap Perguruan Tinggi Agama Islam
Swasta, ternyata Institut Agama Islam AL-Gharabaa telah memenuhinya. Inilah persoalan pokok
yang harus diperhatikan oleh para calon mahasiswa yang ingin meneruskan pendidikannya di
perguruan tinggi. Sehingga bagi mereka yang ingin melanjutkan pendidikannya di IAI

1
AL-Ghurabaa serasa mantap dan penuh keyakinan.
Memang, kalau melihat persyaratan yang telah ditentukan oleh Kopertais, Al-Ghurabaa
setidak-tidaknya boleh berlapang dada, meskipun bukan berarti harus sombong dan angkuh. Akan
tetapi memang begitulah kenyataannya. Bahwa, sekarang ini segala sarana telah dimiliki oleh
Institut, sehingga dengan sendirinya menjadi sangat ideal bagi mereka yang meneruskan
pendidikannya di sini.
Statusnya yang telah terdaftar, memiliki kampus sendiri dan sarana belajar yang memadai,
mempunyai dosen yang berpangkat akademik lulusan universitas dalam dan luar negeri,
melaksanakan Tri Dharma perguruan tinggi yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian
masyarakat. Semua ini sudah sepenuhnya dimiliki IAI Al-Gharabaa.
"Pokoknya, kami berusaha memenuhi persyaratan itu. Karena untuk mencetak pemimpin yang
islami memang dibutuhkan sarana dan prasarana yang memadai," ungkap Misbach Malim.
Dikatakannya juga, kita disini tidak akan mencetak seorang Qori atau seorang ahli hukum yang
handal. Akan tetapi, di sini kita akan mencetak para pemimpin yang mandiri yang
bertanggungjawab kepada agama dan bangsa sesuai dengan bidang dan kemampuannya
masing-masing. Untuk itulah target dari IAI Al-Ghurabaa adalah mncetak sebanyak mungkin
pemimpin-pemimpin yang berkwalitas.
Memang kalau dilihat dari para sesepuhnya, target ini bukanlah persoalan yang muluk dan
mengada-ada. Betapa tidak, di IAI Al-Ghurabaa ada nama-nama besar yang sudah begitu sarat
dengan ilmu dan pengalamannya.
Diantaranya almarhum Dr. M. Natsir dan H. Buchori Tamam, yang keduanya merupakan para
pendiri dan pembina IAI Al-Ghurabaa. Di samping itu ada Dr. Anwar Harjono, Prof. Dr. H
Mastuhu, M.Ed, Prof K.H Ali Yafie. Dr. Yusril Ihza Mahendra, SH., ditambah dengan
dosen-dosen lain lulusan dalam dan luar negri yang sudah sangat berpengalaman.
Insya Allah, kata Misbach, kemampuan dan keterampilan para dosennya memang bisa
dipertanggungjawabkan. Ini bisa dilihat dari saratnya mereka mengikuti berbagai kegiatan yang
berhubungan dengan pendidikan.
Diantara kegiatan yang telah diikuti adalah mengikuti seminar disiplin nasional di Cianjur Jawa
Barat, seminar menyiapkan generasi yang Islami di Institut Mambaul Ulum Solo, seminar
penanggulangan bahaya narkotika di Bandung. Yang ketiga seminar ini, IAI Al-Ghurabaa diwakili
oleh Drs. Bambang Widhyatomo HM.
Kegiatan lainnya adalah mengikuti konferensi OKI ke IX bidang dakwah yang diwakili H. Mas'adi
Sulthani, Drs. Bachtiar Bakar, Drs. Misbach Malim dal lain-lain.
Mengikuti pertemuan pimpinan PTAIS di Garut yang diwakili oleh Drs. Avid Solihin yang juga
bertindak sebagai tim perumus. Mengikuti seminar Internasional mu'jizat Al-qur'an di Bandung
yang diwakili Drs. H. Ramli Nawai, Drs. H. Misbach Malim, Drs. H. Bactiar Bakar, Drs. Abdul
Ghofar dan lain-lain.
Mengikuti pelatihan dan pengelolaan TK. Islam oleh dosen-dosen IAI Al-Ghurabaa yang diwakili
diantaranya Drs. Jaelani, Drs. Avid solihin, Drs. Husen Syahab, Drs. Abdul Bambang Widhyatomo
HM, Drs. Lubarman, Drs. Wahyu Hidayat. Mengikuti Rakernas Kopertais ke VI di Malang yang
diwakili Purek III Drs. Bambang Widhyatomo dan berbagai kegiatan lainnya.
Melihat para pimpinan dan dosen yang bertugas di IAI Al-Ghurabaa ini, tidaklah mengherankan
apabila mahasiswa yang mengecap pendidikan disini mempunyai prestasi yang dapat dibanggakan.
Beberapa gelar kejuaran telah diraihnya.
Diantaranya: Juara III lomba diskusi P4 mahasiswa tingkat DKI Jakarta, Juara II sepak bola antar
Perguruan Tinggi Islam Se DKI Jakarta yang diselenggarakan IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

2
Di samping gelar yang diraih tersebut, IAI Al-Ghurabaa mengadakan segudang kegiatan.
Diantaranya melakukan penelitian tentang bantuan pemerintah DKI Jakarta di daerah Marunda
Jakarta Utara, memberikan pelayanan dan bimbingan membaca dan menulis al Quran melalui desa
binaan.
Selain itu, jelas Misbach, mengikuti Rakernas Mahasiswa Tarbiyah di Surabaya yang diwakili
Imran Firdaus dan Taufiq Idrajid. Senat mahasiswanya juga menjadi penyelenggara lomba pidato,
MTQ, Puisi antar siswa se DKI Jakarta.
Di bidang akademik, terlihat lulusan IAI Al Ghurabaa dalam ujian cicilan negara Fakultas Dakwah
rata-rata 85 persen, Fakultas Tarbiyah 80 persen, dan Fakultas Syariah 60 persen.
Sedangkan dalam ujian negara lisan pertama lulus 100 persen
"Prestasi ini patut dibanggakan," kata Misbach mengakhiri.
Maifil Eka Putra

Pimpinan dan Staf Pengajar IAI AL-GHURABAA'


Guru Besar : Prof. Dr. H. Anwar Harjono, SH
Prof. Dr. H. Mastuhu. M. ED
Rektor : Drs. H. Arief Al Imroni
Purek I : Drs. H. Maas DP
Purek II : Dr. H. Arief Al Imroni
Purek III : Drs.Bambang WidhyatomomHM
Purek IV : Drs. H. Ridlo Masduki
Dekan Fakultas Dakwah:
Drs. H. Ramli Nawawi
Sekretaris : Drs. H. Misbach Malim
Dekan Fakultas Syariah:
Drs. H. Bachtiar Bakar, Lc
Sekretaris : Drs.M.A Salam
Dekan Fakultas Tarbiyah:
Drs. Avid Solihin
Sekretaris : Drs. Abdul Ghofar, Lc
Program Pasca Sarjana:
H. Mas'adi Sulthani, MA

Staf Pengajar
Prof. Dr. H. Mastuhu M.Ed, Dr. Yusril Ihza Mahendra, SH, Drs. H. Maas DP, Drs. Bambang
Widhyatomo HM, Drs. H. Ridlo Masduki, Drs. H. Ramli Nawai, Drs. Avid Solihin, Drs. H.
Bachtiar Bakar, Lc, Drs. H. Misbach Malim, Dr. Muchtar Aziz, Prof. KH. Ali Yafie, Drs. Zaenal
Abidin, Drs. Rosidin, Drs. Iin Syamsuddin, Dra. Lena Kosasih, Drs. Abdul Ghofar, Lc, Drs.
H.M.A Salam, Drs. Syarief Hidayat, Drs. M. Ilyas Amir, Drs. H. Mas'adi Sulthani, MA, Drs.
Syariful Alamsyah, Drs. Afdil Salim. Drs. H. Hasanuddin Machmud, Drs. Husen Shahab, Drs.
Maphum, Drs. Jaelani, Drs. Lukman Rais, SH, Ramli Hutabarat, SH, Drs. Sartomo, Drs.
Lubarman MU, Drs. Wahyu Hidayat, Drs. Sulaiman Mono, Drs. Amlir Syaifa Yasin, Drs. Toto
Ediyanto, Drs. Agus Supriatna, Drs. Faizin Umar, Drs. Jodi Purgoto, SH, Drs. Widhyanto
Kurniawan, Drs. Achmad Munif, Drs. M. Yusuf, Monod Abd. M.PD, Dra. Hasni Hasyim, MA.,
Drs. Lintang A. Gani SH, H. Faisal MA.

3
Biro Administrasi : Abdul Kholik Alfan, BA
Biro Keuangan : Yusnita, BSc
Dir. Perpustakaan : Drs. Iin Syamsuddin

Kampus Institut Agama Islam Al-Ghuraba, beralamat di Jl. Tenggiri Raya No. 47 Ramawangun
Jakarta Timur, telp (021) 4892265