Anda di halaman 1dari 20

DINAMIKA PARTIKEL

Oleh:
Erika Kusumawati
X-2
Formulasi Hukum-hukum Newton

 Hukum I Newton berbunyi: “Jika resultan


gaya pada akan terus diam, suatu benda
sama dengan nol, maka benda yang
mula-mula diam sedangkan benda yang
mula-mula bergerak akan terus bergerak
dengan kecepatan tetap”
 Secara sistematis hukum Newton
dinyatakan sebagai
∑F=0 untuk benda diam maupun bergerak
lurus beraturan.
 Sifat benda yang cenderung
mempertahankan keadaan geraknya
(diam atau bergerak) inilah yang disebut
sebagai kelembaman atau inersia
(kemalasan).
 Oleh karena itu, hukum I Newton disebut
juga hukum inersia
 Hukum II Newton berbunyi: “Percepatan
yang dihasilkan oleh resultan gaya yang
bekerja pada suatu benda berbanding
lurus dengan resultan gaya, searah
dengan resultan gaya, dan berbanding
terbalik dengan massa benda”
 Secara sistematis hukum II Newton
dinyatakan sebagai
a=∑F/m atau ∑F=ma
 Hukum III Newton berbunyi: “Jika A
mengerjakan gaya pada B, maka B akan
mengerjakan gaya pada A, yang besarnya
sama tetapi arahnya berlawanan”
 Hukum ini kadang dimyatakan sebagai
berikut:
Untuk setiap aksi, ada suatu reaksi yang
sama besar tetapi berlawanan arah.
 Secara sistematis hukum III Newton
dinyatakan sebagai:
aksi = -reaksi.
 Seperti contoh diatas pasangan aksi dan

reaksinya adalah
Aksi: Si X mendorong lantai ke belakang.
Reaksi: lantai mendorong X ke depan.
Mengenal Berbagai Jenis Gaya
 Dalam mempelajari  Resultan gaya
gaya kita pasti adalah suatu gaya
bertemu dengan tunggal yang
nnotasi ∑F,yang ekivalen dengan
menyatakan semua gaya yang
resultan gaya yang bekerja pada suatu
bekkerja pada benda atau sistem
suatu benda atau yang di tinjau.
sistem benda.
Apakah gaya berat itu?
 Massa adalah ukuran banyaknya materi
yang dikandung oleh suatu benda.
 Berat (diberi lambang W dari kata “weight”
) adalah gaya gravitasi bumi yang bekerja
pada suatu benda.
Rumus-Rumus yang Berpengaruh

 Rumus berat ∑F=ma


W=mg
Apakah gaya normal itu ?
 Gaya normal didefinisikan sebagai gaya
yang bekerja pada bidang sentuh antara
dua permukaan yang bersentuhan, yang
arahnya selalu tegak lurus pada bidang
sentuh.
 Gaya normal diberi lambang N ( dari kata

“normal” yang artinya tegak lurus bidang )


Rumus gaya normal:
 ∑Fy=0  ∑Fy=0
N-W=0 N-F-W=0
N=W N=W+F
N F
N

W W
 ∑F=0
 ∑F=0
N-W cos θ =0
N+F sin θ-W=O
N=W cos θ
N=W-F sin θ
N
F sin θ F
N F cos θ
W sin θ
W cos θ
W
W
Apakah gaya gesek itu ?
 Gaya gesek adalah gaya yang bekerja pada
dua bidang yang bersentuhan yang arahnya
berlawanan dengan arah gesek /
kecondongan gerak benda.
N ∑F=0
F F-fg=0
F=fg

W
 Gaya gesek
N terbagi
fg dua, yaitu:
* gaya gesek
W sin θ W cosθ statis (fs) dan
W gaya gesek statis
 a=0 ∑F=0 maksimum (fsm)
∑F=0 W sin θ-fg=0 * gaya gesek
kinetis (fk)
fg=? fg=W sinθ
 0 ≤ fs ≤ fsm
 fk<fsm
• Rumus:
fsm = μsm . N
μsm > μk
fk = μk . N

Apakah tegangan tali itu?


• Tegangan tali adalah gaya teganga yang
bekerja pada ujung-ujung tali karena tali
tersebut tegang.
CONTOH SOAL:

Gaya gesek 20N dan 10N, massa


benda 10 kg. Berapakah percepatan
& gaya geseknya, jika:
a. F = 10N
b. F = 20N
c. F = 30N
Jawaban:
∑F = 0
a) F < fsm
benda diam F-fg = 0
fg=F= 20N
∑F = 0
c) F > fsm
F-fg = 0 bergerak
fg=F= 10N fg=fk=10N
b) F = fsm ∑F = ma
benda tepat F.fk=10a
akan bergerak 20=10a
a=0 a= 2 m/s2
Contoh soal :
 Tentukan percepatan dan tegangan tali!
∑F = 0
T2-T1=0
T2=T1
MA=2 kg
MB=4 kg
WA=20 N
WB=40 N
Jawaban:
 ∑F = ma  Benda B
WB-WA =  ∑F = ma
( MA+MB ).a WB –T = MB.a
40 – 20 = 40 – T = 4.10/3
(2+4).a
T = 40 – 40/3
20 = 6a
T = 80/3 N
a = 3⅓ m/s2

Anda mungkin juga menyukai