MODEL KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

SILABUS
Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Standar Kompetensi Kode Kompetesi Alokasi Waktu : : : : : : SMF Saraswati Denpasar Dasar Kompetensi Kejuruan X/1 Menerapkan dasar-dasar kerja di laboratoriuman resep 079.DKK02 60 x 45 menit

ALOKASI WAKTU KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN PENILAIAN SUMBER BELAJAR

TT • Mendeskripsika n laboratorium resep termasuk alat dan penggunaannya • • Laboratorium resep didefinisikan dengan benar dapat • Definisi laboratorium resep • Timbangan obat • Alat ukur volume dari gelas • Pengayak • Kalibrasi • Pengenceran

PS 2 •

PI

Jenis-jenis timbangan obat dan istilah yang berhubungan dengan timbangan obat disebutkan dengan benar Alat-alat ukur volume dan alat peracikan lainnya diidentifikasi dengan benar.

• Memperlihatkan timbangan obat (jenisjenis timbangan obat, istilah-istilah dalam timbangan obat, bagianbagian dari timbangan dan cara menimbang) • Memperlihatkan alat ukur volume (macam-macam alat ukur volume) • Menjelaskan alat peracikan dan alat gelas lainnya • Menjelaskan pengayak dan derajat halus serbuk • Menjelaskan cara mengkalibrasi • Menjelaskan cara pengenceran zat lebih kecil dari 50 mg

• Tes tertulis • Tes praktikum

4

• Drs. H.A. Syamsuni,Apt, 2005, Ilmu Resep • Departemen Kesehatan RI, 2005, Ilmu Resep Teori Jilid III, Departemen Kesehatan RI, Jakarta

• Menjelaskan tata tertib kerja di laboratorium ilmu resep

• •

Tata tertib laboraorium resep dapat dijelaskan dengan benar Kesehatan dan keselamatan kerja dapat dijelaskan dengan benar

• •

Tata tertib laboratorium resep Kesehatan dan keselamatan kerja

• •

Menjelaskan tata tertib laboratorium Menjelaskan kesehatan dan keselamatan kerja di laboratorium

2

• Drs. H.A. Syamsuni,Apt, 2005, Ilmu Resep • Departemen Kesehatan RI, 2005, Ilmu Resep Teori Jilid III, Departemen Kesehatan RI, Jakarta

115

Ilmu Resep • Departemen Kesehatan RI. • Tes tertulis 6 • • Drs. 2005.Apt.MODEL KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN ALOKASI WAKTU KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN PENILAIAN SUMBER BELAJAR TT PS PI • Menjelask an Sejarah Farmakope • • Sejarah farmakope dapat dijelaskan dengan benar Pengertian farmakope dapat dijelaskan dengan benar • • Sejarah farmakope Farmakope Indonesia • • Menjelaskan sejarah farmakope Menjelaskan ketentuan umum farmakope Menjelaskan monografi umum sediaan obat.A. H. Jakarta • Menjelaskan Ketentuan Umum Farmakope Indonesia Edisi IV • • • • • • • • • Bobot atom dijelaskan dengan benar Bahan dan proses Tangas air dan tangas uap Pemerian Kelarutan Wadah penyimpanan Suhu penyimpanan Persen • CPOB • Menjelaskan tentang CPOB 2 • Menjelaskan Sediaan umum yang tercantum dalam Farmakope Indonesia Edisi IV • • • 116 . 2005. Syamsuni. Ilmu Resep Teori Jilid III. Departemen Kesehatan RI.

Buku Pelajaran Teknologi Farmasi. Departemen Kesehatan RI • Departemen Kesehatan RI. serta kelebihan • Perhitungan DM • Tes dan kelemahan sediaan serbuk praktikum serbuk • Cara meracik atau mencampur bahan obat dalam • Menjelaskan jenis-jenis serbuk (pulveres. 2005. penggerusan. dan penandaan serbuk dilakukan dengan benar PS 6 PI • • • • Serbuk terbagi dan • Menjelaskan pengertian • Tes serbuk tidak terbagi serbuk.MODEL KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN ALOKASI WAKTU KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN PENILAIAN SUMBER BELAJAR TT • Mendeskripsika n cara-cara membuat serbuk dengan sarana non industri (lumpang dan alu)..C. Departemen Kesehatan RI. Jakarta 117 . kelebihan dan kekurangan sediaan serbuk dijelaskan dengan benar Sediaan serbuk dengan berbagai macam sifat bahan obat dibuat dengan benar Bahan obat ber-TM dalam sediaan serbuk dihitung dengan benar Penimbangan. Penerbit Universitas Indonesia. persyaratan. mengayak. Edisi V. 1979. Farmakope Indonesia Edisi IV. 1995. terjemahan Soendani Noerono Soewandhi. Jakarta • Departemen Kesehatan RI.1995. R. membagi dan mengemas serbuk • Memberikan penandaan sediaan serbuk 6 • Departemen Kesehatan RI. pembungkusan. mencampur. Departemen Kesehatan RI • Voigt. H. pencampuran. Edisi IV. Farmakope Indonesia Edisi III.. persyaratan tertulis serbuk. • Pengertian.1989. Yogyakarta • Ansel. Ilmu Resep Teori Jilid III. terjemahan Farida Ibrahim. Gadjah Mada University Press. pulvis serbuk dan pulvis adspersorius) • Pengemasan serbuk • Menjelaskan cara perhitungan obat ber-TM untuk sediaan serbuk • Menjelaskan peralatan yang digunakan untuk pembuatan serbuk • Menjelaskan sifat dan fungsi bahan-bahan dalam pembuatan serbuk • Membaca formula sediaan serbuk • Menghitung bahan-bahan untuk sediaan serbuk (sesuai formula) • Menimbang bahan yang diperlukan (sesuai formula) • Menghaluskan.Pengant ar Bentuk Sediaan Farmasi.

2005. terjemahan Farida Ibrahim. Edisi IV. Ilmu Resep Teori Jilid III.MODEL KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN ALOKASI WAKTU KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN PENILAIAN SUMBER BELAJAR TT • Mendeskri psikan cara-cara membuat kapsul dengan sarana non industri (lumpang dan alu). minyak menguap. Departemen Kesehatan RI • Voigt.Pengant ar Bentuk Sediaan Farmasi. Farmakope Indonesia Edisi IV. Departemen Kesehatan RI • Departemen Kesehatan RI. H. terjemahan Soendani Noerono Soewandhi. • Pengertian. Jakarta • Departemen Kesehatan RI. cairan-cairan yang merusak cangkang) • Menjelaskan faktor-faktor yang merusak cangkang kapsul (bahan higroskopik. Departemen Kesehatan RI.C. Buku Pelajaran Teknologi Farmasi. Gadjah Mada University Press.1995. cairan yang tidak merusak cangkang.. Farmakope Indonesia Edisi III. Edisi V. Jakarta 118 • Mendeskri . 1979.. R. Penerbit Universitas Indonesia. penyimpanan yang salah) • Menjelaskan syarat-syarat kapsul • Membaca formula sediaan kapsul • Menghitung bahan-bahan sesuai formula • Menimbang bahan sesuai formula • Menghaluskan dan mencampur bahan • Membagi serbuk dan memasukkan ke dalam cangkang kapsul • Memberikan penandaan sediaan kapsul 6 • Departemen Kesehatan RI. 1995. macam• Tes macam kapsul praktikum berdasarkan bentuknya.1989. Yogyakarta • Ansel. macam-macam kapsul dijelaskan dengan benar Keuntungan dan kerugian sediaan kapsul dijelaskan dengan benar Sediaan kapsul dengan berbagai macam sifat bahan obat dibuat dengan benar Bahan obat ber-TM dalam sediaan kapsul dihitung dengan benar Sediaan kapsul dikemas dan diberi penandaan dengan benar PS 6 PI • • • • • Macam-macam kapsul Ukuran kapsul Persyaratan kapsu Membuat sediaan kapsul • • • • Tes • Menjelaskan pengertian tertulis dan macam-macam kapsul (definisi. cara pengisian dengan mesin) • Menjelaskan cara pengisian cairan ke dalam kapsul keras (cairan kental. campuran eutektikum. macam-macam kapsul berdasarkan ukuran) • Menjelaskan keuntungan dan kerugian kapsul • Menjelaskan cara pencampuran dan pengisian serbuk ke dalam cangkang kapsul (cara pengisian dengan tangan. cara pengisian dengan alat bukan mesin.

Jakarta 119 . Farmakope Indonesia Edisi III. Edisi V. 2005. Departemen Kesehatan RI. H.1995.. R. 1995. Penerbit Universitas Indonesia.1989. terjemahan Soendani Noerono Soewandhi.. Edisi IV. Jakarta • Departemen Kesehatan RI. 1979. Buku Pelajaran Teknologi Farmasi. terjemahan Farida Ibrahim.C. Ilmu Resep Teori Jilid III.Pengant ar Bentuk Sediaan Farmasi. Departemen Kesehatan RI • Voigt.MODEL KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN ALOKASI WAKTU KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN PENILAIAN SUMBER BELAJAR TT PS 6 PI •Mendeskri psikan cara-cara membuat salep dengan sarana non industri (lumpang dan alu). Farmakope Indonesia Edisi IV. • • • • Golongan salep dijelaskan dengan benar Dasar salep yang digunakan ditentukan dengan benar Salep dibuat dengan benar berdasarkan ketentuan pembuatan salep Salep dikemas dan diberi penandaan dengan benar • • • • • Pengertian salep Pembagian salep Macam – macam dasar salep Ketentuan umum pembuatan salep Pengemasan salep • Menjelaskan pengertian salep dan macam – macam sedian salep • Menjelaskan macam – macam dasar salep • Menjelaskan ketentuan umum pembuatan salep • Menjelaskan wadah salep • Tes tertulis • Tes praktikum 6 • Departemen Kesehatan RI. Departemen Kesehatan RI • Departemen Kesehatan RI. Yogyakarta • Ansel. Gadjah Mada University Press.

. Departemen Kesehatan RI. Edisi IV. Penerbit Universitas Indonesia. Farmakope Indonesia Edisi III. Buku Pelajaran Teknologi Farmasi. 1979. R. Jakarta 120 . Gadjah Mada University Press. Jakarta • Departemen Kesehatan RI. Ilmu Resep Teori Jilid III..C. 1995. Farmakope Indonesia Edisi IV.1995. Edisi V. Departemen Kesehatan RI • Departemen Kesehatan RI. Yogyakarta • Ansel.MODEL KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN SILABUS Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Standar Kompetensi Kode Kompetesi Alokasi Waktu : : : : : : SMF Saraswati Denpasar Kompetensi Kejuruan X/1 Memahami dasar – dasar kefarmasian 079.1989. terjemahan Soendani Noerono Soewandhi.Penga ntar Bentuk Sediaan Farmasi. terjemahan Farida Ibrahim. H.KK18 32 x 45 menit KOMPETENSI DASAR ALOKASI WAKTU INDIKATOR MATERI PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN PENILAIAN SUMBER BELAJAR TT PS PI • Menjela skan ruang lingkup kefarma sian • • • Perkembangan sejarah kefarmasian dijelaskan dengan benar Pengertian obat dapat dijelaskan dengan benar Penggolongan dan contoh obat dapat disebutkan dengan benar • • • Sejarah farmasi Cabang – cabang ilmu farmasi Obat • Menjelaskan sejarah perkembangan farmasi dan kedokteran Menjelaskan pengertian obat dan penggolongan obat • Tes tertulis 6 • • Departemen Kesehatan RI. 2005. Departemen Kesehatan RI • Voigt.

Gadjah Mada University Press. Syamsuni. Farmakope Indonesia Edisi III. Jakarta • Departemen Kesehatan RI. Departemen Kesehatan RI. 1979.. Edisi IV. Farmakope Indonesia Edisi IV. Jakarta • Mendes kripsikan cara mengerj akan resep sesuai bentuk obat yang diminta • Singkatan latin dapat dijabarkan dengan benar • Bahasa latin dapat diterjemahkan dengan benar • Bahasa latin • Menjelaskan kepanjangan • Tes dan arti bahasa latin yang tertulis sering dipakai dalam resep 4 121 . Departemen Kesehatan RI. Buku Pelajaran Teknologi Farmasi. Ilmu Resep Teori Jilid III. H. Jakarta • Drs. 2005.MODEL KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN KOMPETENSI DASAR ALOKASI WAKTU INDIKATOR MATERI PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN PENILAIAN SUMBER BELAJAR TT PS PI • Mendes kripsikan cara membac a resep • Pengertian resep dokter dan salinan resep dijelaskan dengan benar • Kelengkapan resep dan salinan resep dijelaskan dengan benar • Pengertian dosis dijelaskan dengan benar • Perhitungan dosis dapat dilakukan dengan benar • Resep • Salinan resep • Dosis • Menjelaskan pengertian • Tes resep tertulis • Menjelaskan kelengkapan resep • Menjelaskan pengertian dosis • Latihan perhitungan dosis 4 • Departemen Kesehatan RI. Edisi V. Yogyakarta • Ansel.1995. 2005. 2005. terjemahan Soendani Noerono Soewandhi.1989. Ilmu Resep • Departemen Kesehatan RI. R.A.Penga ntar Bentuk Sediaan Farmasi. terjemahan Farida Ibrahim. H.C. Departemen Kesehatan RI • Departemen Kesehatan RI. Ilmu Resep Teori Jilid III. Penerbit Universitas Indonesia.Apt.. Departemen Kesehatan RI • Voigt. 1995.

Penerbit Universitas Indonesia. 26 Juli 2010 Guru Mata Pelajaran 122 . Jakarta • Departemen Kesehatan RI. Departemen Kesehatan RI. Gadjah Mada University Press. Syamsuni. terjemahan Farida Ibrahim. Departemen Kesehatan RI • Voigt. Farmakope Indonesia Edisi III. Jakarta • Melaksa nakan pekerjaa n di laborator ium resep sesuai tata tertib • Bekerja di laboratorium dapat dilaksanakan sesuai dengan tata tertib • Praktikum setiap bentuk sediaan dapat dilaksanakan dengan memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja • Responsi • Responsi • Praktikum di laboratorium • Tes tulis • Tes praktikum 4 6 Mengetahui. Kepala SMK Farmasi Saraswati 3 Denpasar Denpasar. Edisi V. 2005. Ilmu Resep Teori Jilid III. H. Departemen Kesehatan RI • Departemen Kesehatan RI.A. H.MODEL KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN KOMPETENSI DASAR ALOKASI WAKTU INDIKATOR MATERI PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN PENILAIAN SUMBER BELAJAR TT PS 6 PI • Mendes kripsikan penggunaan etiket atau label sesuai dengan bentuk obat yang dibuat • Etiket dapat dibedakan dan • Etiket dan cara ditulis sesuai dengan bentuk sediaan penulisannya dan cara penggunaannya • Label dan cara • Label dapat ditulis dengan penulisannya benar sesuai bentuk sediaan dan cara penggunaannya • Menjelaskan etiket dan label • Tes tulis • Tes praktek 4 • Drs. Ilmu Resep • Departemen Kesehatan RI.. Farmakope Indonesia Edisi IV. 2005.C. Departemen Kesehatan RI. Ilmu Resep Teori Jilid III. Edisi IV..Apt.1989. 1995. 2005. terjemahan Soendani Noerono Soewandhi.1995. R. Buku Pelajaran Teknologi Farmasi. 1979. Jakarta • Departemen Kesehatan RI.Penganta r Bentuk Sediaan Farmasi. Yogyakarta • Ansel.

. Apt.S. I Gede Made Saskara Edi.Psi.M..MODEL KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN Drs.Si.Apt 123 . I Made Agus Sunadi Putra.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful